Sumbawa "Naik Kelas": Setahun Jarot-Ansori, Hilirisasi Triliunan Rupiah Mulai Mengakar

amramr
Feb 25, 2026 - 21:17
 0  69
Sumbawa "Naik Kelas": Setahun Jarot-Ansori, Hilirisasi Triliunan Rupiah Mulai Mengakar

Sumbawa "Naik Kelas": Setahun Jarot-Ansori, Hilirisasi Triliunan Rupiah Mulai Mengakar

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id-, 25 Februari 2026 – Memasuki tahun pertama kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, Kabupaten Sumbawa mulai menunjukkan taringnya di peta investasi nasional. Melalui Program Unggulan 05, duet Jarot–Ansori sukses menggeser arah ekonomi daerah dari sekadar produsen bahan mentah menuju era industrialisasi berbasis nilai tambah.

Langkah berani ini bukan sekadar wacana. Sejumlah proyek strategis dengan nilai investasi fantastis kini mulai terealisasi, menandai transformasi besar-besaran di sektor peternakan, perikanan, dan kelautan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat mengonsolidasikan potensi lokal dengan mitra swasta dan pemerintah pusat. Berikut adalah tiga proyek raksasa yang menjadi motor penggerak industrialisasi:

Sektor Peternakan dengan program unggulan Hilirisasi Ayam Terintegrasi berlokasi di Kawasan Serading dengan nilai investasi Rp1,3 Triliun dengan status Groundbreaking (Awal Pembangunan) |

Sektor Kelautan dengan program Kawasan Industri Garam (10rb Ha) di Plampang–Empang dengan nilai investasi Rp2,5 Triliun dengan progress Konsolidasi Lahan & Potensi 

Sektor erikanan dengan program unggulan PSN Akuakultur Udang di Moyo Utara dengan nilai investasi Rp2,1 Triliun Usulan Proyek Strategis Nasional

Bupati Syarafuddin Jarot menekankan bahwa "menjual bahan mentah adalah masa lalu." Melalui strategi hilirisasi, komoditas primer dari petani, peternak, dan nelayan Sumbawa akan diolah terlebih dahulu di dalam daerah sebelum dipasarkan.

"Kami tidak ingin masyarakat Sumbawa hanya menjadi penonton. Dengan industrialisasi, ada nilai tambah yang tertinggal di sini—mulai dari lapangan kerja, tumbuhnya UMKM pendukung, hingga peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Haji Jarot.

Satu hal yang menarik dari kepemimpinan Jarot–Ansori adalah kepiawaian dalam mengelola tata kelola anggaran. Alih-alih membebani APBD secara berlebihan, Pemkab Sumbawa justru berperan sebagai fasilitator dan regulator.

Dengan mengoptimalkan peran investasi swasta (PMA/PMDN), APBD Kabupaten Sumbawa tetap sehat dan dapat difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dasar serta pelayanan publik. Kehadiran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dan kemudahan izin menjadi kunci utama daya tarik bagi para investor kakap.

Dampak nyata dari transformasi ini diharapkan segera dirasakan oleh masyarakat luas melalui Penyerapan Tenaga Kerja. Ribuan peluang kerja baru di sektor industri.

Dan Stabilitas Harga Petani dan peternak memiliki kepastian pembeli (offtaker) dengan harga yang lebih kompetitif serta Kemandirian Ekonomi dengan tumbuhnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pusat kota.

Realisasi Program Unggulan 05 di tahun pertama ini menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Sumbawa yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow