Direktur RSUD Sumbawa dr. Mega Harta: Hilirisasi Ayam Terintegrasi Adalah Solusi Atasi Stunting dan Fluktuasi Harga Protein

amramr
Feb 7, 2026 - 14:16
Feb 7, 2026 - 14:19
 0  73
Direktur RSUD Sumbawa dr. Mega Harta: Hilirisasi Ayam Terintegrasi Adalah Solusi Atasi Stunting dan Fluktuasi Harga Protein

Direktur RSUD Sumbawa dr. Mega Harta: Hilirisasi Ayam Terintegrasi Adalah Solusi Atasi Stunting dan Fluktuasi Harga Protein

Sumbawa, Moyo Hilir.Amarmedia.co.id – Kehadiran megaproyek hilirisasi industri ayam di Desa Serading mendapat dukungan penuh dari sektor kesehatan. Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa, dr. Mega Harta, menilai proyek ini bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan langkah strategis pemerintah dalam memperbaiki status gizi masyarakat Kabupaten Sumbawa terutama stunting.

Dalam wawancara di sela-sela acara groundbreaking pada Jumat (06/02/2026), dr. Mega menekankan bahwa akses terhadap protein hewani yang murah dan stabil adalah kunci utama membangun generasi masa depan yang sehat.

Sebagai seorang praktisi kesehatan, dr. Mega menjelaskan bahwa struktur konsumsi masyarakat saat ini masih didominasi oleh karbohidrat. Padahal, untuk pertumbuhan yang optimal, porsi protein hewani harus ditingkatkan.

"Makanan yang sehat itu tidak cukup hanya karbohidrat dan sayur. Tubuh kita butuh protein hewani yang tinggi. Bahkan, tren kesehatan saat ini menyarankan untuk mengurangi porsi karbohidrat dan menggantinya dengan protein yang berkualitas. Kehadiran industri ini memastikan pasokan protein tersebut tersedia bagi warga kita," ujar dr. Mega.

dr. Mega menyoroti tingginya harga pakan saat ini yang mencapai kisaran Rp12.000 per kilogram sebagai penyebab utama fluktuasi harga telur dan daging di pasar. Hal ini sering kali membuat masyarakat menengah ke bawah kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.

"Kita sering mendengar harga telur tiba-tiba mahal. Itu karena suplai dan harganya fluktuatif akibat biaya pakan yang tinggi. Dengan adanya pabrik pakan dan industri bibit (DOC) di Sumbawa, harga akan jauh lebih murah dan stabil. Jika harga terjangkau, masyarakat tidak akan lagi kesulitan membeli protein hewani," tambahnya.

Menurut dr. Mega, integrasi industri ini dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah yang sangat sistematis. Dengan pasar yang sudah terbentuk, industri ini akan berkelanjutan dalam menyuplai gizi ke sekolah-sekolah dan dapur-dapur MBG di seluruh Sumbawa.

Lebih jauh, dr. Mega melihat potensi industri ini akan menular ke sektor peternakan lainnya. Ia berharap keberhasilan hilirisasi ayam akan memicu transformasi peternakan sapi, domba, dan kambing di Sumbawa dari pola lepas liar ke pola pemeliharaan intensif (dikandangkan).

"Dengan pola kandang atau pemeliharaan intensif, kualitas daging yang dihasilkan jauh lebih sehat dan terjamin. Ini adalah lompatan besar bagi kesehatan masyarakat Sumbawa. Kita sedang menyiapkan ekosistem di mana gizi tinggi bukan lagi barang mewah, tapi hak yang bisa dinikmati seluruh masyarakat," pungkasnya. (am)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow