Berita Terkini & Terpercaya & amr https://amarmedia.co.id/rss/author/amr Berita Terkini & Terpercaya & amr en Copyright 2024 PT Amar Media Inovasi & All Rights Reserved. Pelantikan 25 Advokat Baru IKADIN NTB Dihadiri Sekjen, Integritas dan Independensi Jadi Pesan Utama https://amarmedia.co.id/pelantikan-25-advokat-baru-ikadin-ntb-dihadiri-sekjen-integritas-dan-independensi-jadi-pesan-utama https://amarmedia.co.id/pelantikan-25-advokat-baru-ikadin-ntb-dihadiri-sekjen-integritas-dan-independensi-jadi-pesan-utama Pelantikan 25 Advokat Baru IKADIN NTB Dihadiri Sekjen, Integritas dan Independensi Jadi Pesan Utama

MATARAM.Amarmedia.co.id -Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) melantik dan mengukuhkan 25 advokat sebagai bagian pengangkatan advokat tahun 2026. Pelantikan ini tidak hanya menambah anggota baru IKADIN, tetapi juga menjadi penegasan pentingnya integritas, profesionalisme, independensi, serta pelayanan hukum kepada masyarakat.

“Advokat tidak cukup hanya memahami hukum. Integritas dan tanggung jawab moral adalah bagian yang tidak terpisahkan dari profesi ini,” pesan Ketua IKADIN NTB Dr. Irpan Suriadiata, dalam prosesi pelantikan dan pengukuhan tersebut.

Menurut Irpan, advokat tidak hanya dituntut menguasai aspek hukum, tetapi juga harus mampu menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi kode etik, integritas, profesionalisme, dan independensi.

“Tanggung jawab ini, tidak dapat dilepaskan dari peran advokat dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap keadilan dan perlindungan hukum,” tandas advokat muda NTB ini.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan ini berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Sabtu, 26 September 2026. Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKADIN, Dr. M. Rasyid Ridho, S.H., M.H, hadir langsung dan memimpin prosesi pelantikan dan pengukuhan. Seluruh prosesi pelantikan dan pengangkatan berlangsung khidmat.

Sekjen IKADIN mengemukakan, pelantikan dan pengukuhan ini juga menjadi momentum penting bagi para advokat yang dikukuhkan untuk mengemban tanggung jawab profesi dan menjunjung tinggi kehormatan serta kode etik advokat.

Selain itu, pengangkatan 25 advokat ini juga sekaligus menjadi bagian dari penguatan organisasi profesi IKADIN NTB untuk meningkatkan kontribusinya dalam memberikan pelayanan, pendampingan, dan bantuan hukum kepada masyarakat.

“Pengangkatan ini tidak hanya menandai bertambahnya jumlah advokat di lingkungan IKADIN NTB, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi terhadap penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan,” tandas Sekjen IKADIN.

Di hadapan seluruh hadirin, Sekjen IKADIN menegaskan pentingnya tanggung jawab advokat setelah pengangkatan. Antara lain tentang kepatuhan terhadap kode etik, serta pentingnya menjadi pelopor dalam peran IKADIN untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap bantuan hukum.

Terlebih, saat ini advokat tidak hanya bersaing dengan sesama advokat tapi juga bersaing dengan kecerdasan buatan atau AI, yang mana semua orang bisa mendapatkan informasi atau pengetahuan hukum dengan cepat, sehingga dalam kondisi ini hanya advokat yang memiliki integritas, kejujuran dan empati yang akan mendapatkan tempat di hati masyarakat.

Kehadiran Lintas Lembaga Perkuat Sinergi

Pelantikan dan pengangkatan advokat IKADIN NTB turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga negara dari unsur peradilan, kepolisian, kejaksaan, TNI, Ombudsman, serta perguruan tinggi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam momentum penguatan profesi advokat. Sebagai salah satu organisasi profesi advokat, IKADIN memiliki peran dalam pembinaan anggotanya agar menjalankan profesi secara profesional, independen, dan berpegang pada kode etik.

Dalam sistem penegakan hukum, advokat memiliki kedudukan sebagai penegak hukum yang bebas dan mandiri. Peran tersebut menempatkan advokat sebagai bagian penting dalam memberikan pendampingan hukum, melindungi hak-hak masyarakat, serta memperjuangkan akses terhadap keadilan.

Karena itu, hubungan yang profesional antara advokat dan berbagai institusi penegak hukum menjadi penting dalam mendukung penyelenggaraan sistem hukum yang berkeadilan.

Dari unsur peradilan, kegiatan tersebut dihadiri Ketua Pengadilan Agama Praya H. Jamaludin, Ketua Pengadilan Tinggi Agama NTB Ali Imran, serta Ketua PTUN NTB I Wayan Budiarsa.

Dari unsur kepolisian, hadir Kapolresta Mataram yang diwakili P. Ginting dan Polres Lombok Tengah yang diwakili Lalu Abdurrahman.

Sementara dari unsur kejaksaan, hadir perwakilan Kejaksaan Negeri Mataram Reino Nurmuhammad serta perwakilan Kejaksaan Negeri Lombok Timur Wira Yudha Rangga, S.H.

Dari unsur TNI, hadir perwakilan Danrem 162/WB Kapten Chk Irfan Jayadihya serta perwakilan Dandim 1620 Lombok Tengah Anang Wahyudi.

Turut hadir perwakilan Ombudsman NTB Deni Silastioni, Kabinda NTB F. Harfian, serta perwakilan perguruan tinggi, termasuk Dr. Kharin dari Universitas Al-Azhar.

25 Advokat Dilantik dan Dikukuhkan

Berdasarkan daftar hadir peserta pengangkatan IKADIN 2026, sebanyak 25 advokat tercatat mengikuti kegiatan pelantikan dan pengukuhan tersebut.

Mereka adalah Riadul Anshori, S.H. (NIA 5036.18.03.26), Aidin, S.H., M.H. (NIA 5037.18.09.26), Baiq Yanti, S.H. (NIA 5038.18.05.26), Budi Wira Mojasa, S.Pd., S.H., M.H. (NIA 5039.18.05.26), Amiruddin, S.H. (NIA 5040.18.10.26), Elisabeth Arini Delhaes, S.H. (NIA 5041.18.06.26), Rifki Suhardiyanto, S.H. (NIA 5042.18.01.26), Fathurrahman, S.H. (NIA 5043.18.09.26), Rangga Fazrin, S.H. (NIA 5044.18.01.26), dan Fadil Putra Ramadhan, S.H. (NIA 5045.18.02.26).

Selanjutnya Dani Setiawan, S.H. (NIA 5046.18.02.26), Sahidin, S.H. (NIA 5047.18.08.26), Wiramaya Arnadi, S.H. (NIA 5048.18.06.26), Rajib Aspihani, S.H. (NIA 5049.18.05.26), Dema Nugraha, S.H. (NIA 5050.18.06.26), Khaidir, S.H. (NIA 5051.18.04.26), H. Abd. Syukur, S.H. (NIA 5052.18.04.26), Yuyun Puspitasari, S.H. (NIA 5053.18.05.26), Iskandar Asliadi, S.H. (NIA 5056.18.10.26), dan Eddy Kaliasal Maraden Batubara, S.H., M.Kn. (NIA 5057.18.10.26).

Lima nama lainnya adalah NM. Nova Taufik Saputra, S.H., Muhammad Firdaus, S.H. (NIA 4620.18.01.25), Romeo Ransone Naganta, S.H. (NIA 4618.18.10.25), Ardin, S.H. (NIA 4622.18.10.25), dan Trenadi Kahlil Gibran, S.H. (NIA 4626.18.10.25).

Dr. Irpan Suriadiata menegaskan, melalui pengangkatan 25 advokat baru ini, IKADIN NTB diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada masyarakat serta turut membangun sistem hukum yang profesional dan berkeadilan di NTB.

“Pada akhirnya, kehormatan advokat bukan sekadar diukur dari seberapa kuat ia membela, tetapi dari seberapa teguh ia berdiri di atas hukum, etika, dan keadilan,” tutup Dr. Irpan. (AM)

]]>
Sun, 27 Sep 2026 10:47:28 +0800 amr
SMPN 3 Unter Iwes Melejitkan Karakter dan Prestasi Siswa Lewat Penguatan Literasi serta Ekstrakurikuler https://amarmedia.co.id/smpn-3-unter-iwes-melejitkan-karakter-dan-prestasi-siswa-lewat-penguatan-literasi-serta-ekstrakurikuler https://amarmedia.co.id/smpn-3-unter-iwes-melejitkan-karakter-dan-prestasi-siswa-lewat-penguatan-literasi-serta-ekstrakurikuler SMPN 3 Unter Iwes Melejitkan Karakter dan Prestasi Siswa Lewat Penguatan Literasi serta Ekstrakurikuler

UNTER IWES.Amarmedia.co.id— Mengawali masa pengabdian sejak 6 Mei lalu, Kepala SMP Negeri 3 Unter Iwes Moh Topan Putra Jaya, S.Pd langsung bergerak cepat melakukan observasi serta pemetaan dinamika sekolah. Berbekal kekompakan dan soliditas tim pendidik yang ada, SMPN 3 Unter Iwes kini fokus membenahi berbagai lini strategis, mulai dari pembentukan karakter, penguatan literasi, hingga pengembangan potensi siswa di bidang seni dan olahraga.

Langkah ini diambil guna mengoptimalkan peran sekolah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, terampil, dan berprestasi, sekaligus meningkatkan mutu capaian Raport Pendidikan sekolah.

Menurut Kepala SMPN 3 Unter Iwes, Sabtu 26 September 2026. kegiatan ekstrakurikuler bukan sekadar wadah mengasah keterampilan, melainkan instrumen utama dalam membangun karakter peserta didik. Melalui ragam aktivitas ekstra, siswa dilatih untuk memiliki kedisiplinan, manajemen waktu yang baik, serta semangat kerja sama.

Salah satu fokus pembinaan yang terus ditingkatkan adalah gerakan Pramuka. Di samping itu, pembinaan olahraga prestasi juga bergerak aktif. Tim sekolah disiapkan secara bertahap melalui pembinaan intensif untuk menyongsong berbagai turnamen regional, seperti ajang Bupati Cup, cabang olahraga bola voli, hingga bulu tangkis. 

Sarana dan prasarana penunjang pun terus dilengkapi secara bertahap.

Tak kalah menarik, SMPN 3 Unter Iwes secara rutin menggelar program "Sabtu Berkarya". Setiap pekan, ruang ekspresi dibuka luas bagi siswa untuk mengeksplorasi seni dan budaya diantaranya Seni Tradisional & Seni Pertunjukanyang mengakomodasi teater, musik ansambel, pembacaan puisi, hingga seni mendongeng.

 

"Permainan Tradisional dilaksanakan berkala setiap tiga bulan sekali untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat rasa kebersamaan. Pada periode perdana, kegiatan ini sukses mendapat antusiasme luar biasa dari seluruh warga sekolah" jelas Topan akrab disapa.

Inovasi Literasi: Layanan Inklusif Berbasis Assessment

Di bidang akademik dan kokurikuler, SMPN 3 Unter Iwes menghadirkan program literasi terstruktur setiap Selasa pagi. Program ini disusun sebagai respons konkret atas evaluasi Raport Pendidikan dan hasil assessment awal siswa.

Dengan prinsip pelayanan pendidikan yang inklusif dan tanpa menyalahkan latar belakang pendidikan siswa sebelumnya, sekolah menerapkan pemetaan kelas literasi secara khusus. Para siswa dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuannya—mulai dari kelompok pembimbingan membaca dasar (pengejaan), tingkat kurang, cukup, hingga tingkat mahir. Pendekatan terfokus ini memastikan setiap anak mendapatkan intervensi belajar yang tepat sasaran.

Meskipun fokus utama berada pada pembentukan karakter dan perbaikan dasar literasi-numerasi, potensi akademis SMPN 3 Unter Iwes terbukti mampu bersaing. 

Keberhasilan meraih Juara 3 OSN Matematika tingkat kabupaten menjadi bukti bahwa siswa sekolah ini memiliki ruang tumbuh yang sangat besar untuk mengukir prestasi lebih tinggi.

Melalui sinergi seluruh program yang telah berjalan—mulai dari pembinaan kepramukaan, olahraga, seni, hingga literasi harian—pihak sekolah optimistis akan memetik hasil yang manis.

"Target kita sederhana dan membumi. Yang paling mendasar, kita ingin melihat indikator literasi pada Raport Pendidikan sekolah beranjak dari warna oranye menuju hijau. Dari sana, kita yakini progres positif pada literasi, numerasi, dan karakter siswa akan terlihat nyata," pungks Kepala SMPN 3 Unter Iwes. (AM)

]]>
Sat, 26 Sep 2026 21:12:56 +0800 amr
Kwarcab Sumbawa Siap Gelar Lomba Tingkat III Desember 2026, Regional Terbaik Siap Menuju LT&IV NTB https://amarmedia.co.id/kwarcab-sumbawa-siap-gelar-lomba-tingkat-iii-desember-2026-regional-terbaik-siap-menuju-lt-iv-ntb https://amarmedia.co.id/kwarcab-sumbawa-siap-gelar-lomba-tingkat-iii-desember-2026-regional-terbaik-siap-menuju-lt-iv-ntb Kwarcab Sumbawa Siap Gelar Lomba Tingkat III Desember 2026, Regional Terbaik Siap Menuju LT-IV NTB

Sumbawa.amarmedia.co.id — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sumbawa tengah bersiap menggelar agenda besar lima tahunan, yaitu Lomba Tingkat Tiga (LT-III) bagi anggota Pramuka Penggalang. Kegiatan bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Desember 2026 mendatang.

Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sumbawa, H.Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., mengungkapkan bahwa persaingan di LT-III kali ini akan menyajikan sekitar 20- an mata lomba Tekpram dan Non Tekpram yang menguji ketangkasan, kemandirian, dan karakter para peserta.

"LT-III ini merupakan ajang lima tahunan yang sangat krusial. Pesertanya adalah regu-regu Penggalang terbaik berprestasi tinggi yang menjadi pemenang Lomba Tingkat Dua (LT-II) di tingkat ranting atau kecamatan," ujar Varian Bintoro.

Sumbawa memiliki 24 Kwartir Ranting (Kwarran) yang tersebar di 24 kecamatan. Setiap ranting akan mengutus regu putra dan regu putri terbaiknya. Regu yang lolos bisa saja berasal dari sekolah yang berbeda untuk kategori putra dan putri, tergantung pada hasil seleksi LT-II di kecamatan masing-masing. Pemenang berprestasi tinggi pada LT-III nanti secara otomatis akan menjadi wakil resmi Kabupaten Sumbawa pada Lomba Tingkat Empat (LT-IV) yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Nusa Tenggara Barat pada pertengahan tahun 2027.

Mengingat waktu pelaksanaan yang makin dekat, Haji Varian meminta Kwartir Ranting yang belum menggelar LT-II untuk segera menyelesaikannya maksimal pada November 2026.

"Bagi ranting yang belum melaksanakan LT-II, masih ada waktu hingga November. Sementara bagi regu-regu yang sudah terpilih mewakili kecamatan, teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh. Pada LT-III nanti, 100 persen peserta didik Penggalang dituntut mandiri—mulai dari kedatangan, pendirian tenda, hingga kepulangan tanpa campur tangan pembina," tegasnya.

Harapkan Support Penuh Pemkab Sumbawa

Guna menyukseskan gelaran ini, Kwarcab Sumbawa menaruh harapan besar pada dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, baik secara moril maupun materiil. Menurut Varian, kehadiran pemerintah daerah sangat penting mengingat kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda Sumbawa yang akan membawa nama daerah di tingkat provinsi.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, Pemda harus hadir dalam peristiwa LT-III ini. Apalagi Bupati Sumbawa merupakan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka. Kami sangat mengapresiasi antusiasme dan perhatian beliau yang luar biasa tinggi terhadap pembinaan Pramuka di Sumbawa," tambah Varian.

Penyelenggaraan LT-III ini menjadi panggung pembuktian kapasitas, kedisiplinan, dan kemandirian para Penggalang Sumbawa sebelum melangkah ke ajang yang lebih tinggi di tingkat provinsi atau LT IV maupun persiapan menuju kegiatan nasional seperti LT V. (AM)

]]>
Sat, 26 Sep 2026 19:58:16 +0800 amr
Sukses Digelar Selama Dua Hari, Lomba Ketapel Piala Ketua DPRD Sumbawa Lahirkan Juara Baru https://amarmedia.co.id/sukses-digelar-selama-dua-hari-lomba-ketapel-piala-ketua-dprd-sumbawa-lahirkan-juara-baru https://amarmedia.co.id/sukses-digelar-selama-dua-hari-lomba-ketapel-piala-ketua-dprd-sumbawa-lahirkan-juara-baru Sukses Digelar Selama Dua Hari, Lomba Ketapel Piala Ketua DPRD Sumbawa Lahirkan Juara Baru

Batulanteh.Amarmedia.co.id — Olahraga tradisional ketapel atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Maen Setup sukses menyedot perhatian warga Kabupaten Sumbawa. Kejuaraan bertajuk Lomba Ketapel /Setup Piala Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, di Halaman Kantor Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, resmi ditutup dengan meriah.

Ketua Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel Indonesia (FORSPEK) Kabupaten Sumbawa, Agus Irawan Syahmi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran dan kesuksesan agenda tersebut.

"Alhamdulillah, Lomba Ketapel Piala Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa berjalan dengan lancar, aman, dan sukses. Antusiasme masyarakat dan peserta luar biasa selama dua hari penyelenggaraan," ujar Agus Irawan Syahmi saat menutup acara secara resmi.

Antusiasme tinggi tersebut terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 233 peserta. Para peserta terbagi ke dalam tiga kategori perlombaan yakni Kategori Dewasa Pria sebanyak 118 peserta, Kategori Remaja & Pelajar sebanyak 80 peserta dan Kategori Dewasa Putri 34 peserta

Agus Irawan Syahmi secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh hingga ajang ini terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Desa Kelungkung Batulanteh, unsur TNI dan Polri, Kepala SMPN 1 Batulanteh, Kepala SDN Kelungkung, para tokoh masyarakat, serta jajaran panitia dan pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa.

Daftar Peraih Juara Piala Ketua DPRD Sumbawa

Setelah melalui persaingan sengit dan penuh sportivitas, berikut adalah daftar pemenang untuk masing-masing kategori:

Pada  Kategori Remaja / Pelajar ; Juara 1 diraih Hafis dari dari siswa SMPN 1 Batulanteh), Juara 2 diraih Wisnu dari siswa SMPN 1 Batulanteh, Juara 3 diraih Juandi dari SMPN 1 Batulanteh dan Juara Favorit diraih Erwin SMPN 1 Batulanteh

Untuk Kategori Dewasa Putri ;  Juara 1 diraih Suci Oktaviani, Juara 2 diraih Riskayanti, Juara 3 diraih Sandaya dan Juara Favorit diraih Yati Damayanti

Pada  Kategori Dewasa Putra ;  Juara 1 diraih Firman Kardiansyah, Juara 2 diraih Arya Sandi Parastika, Juara 3 diraih Hasanuddin Andang dan Juara Favorit diraih A. Latief

Siap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Ketapel Nusantara 2027

Melihat besarnya potensi dan suksesnya penyelenggaraan event ini, FORSPEK Kabupaten Sumbawa menatap agenda yang lebih besar di tingkat nasional. Agus menyatakan kesiapan daerahnya untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

"Insyaallah, ke depan FORSPEK Kabupaten Sumbawa siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ketapel Nusantara pada bulan Juli 2027 mendatang. Tentunya hal ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa serta seluruh elemen masyarakat," pungkas Agus optimis.

Dengan suksesnya gelaran ini, olahraga tradisional Maen Setup diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan dan rekreasi masyarakat, tetapi juga melestarikan warisan budaya sekaligus mencetak atlet-atlet ketapel berprestasi yang siap bersaing di kancah nasional. (AM)

]]>
Sat, 26 Sep 2026 18:47:08 +0800 amr
Anggota DPRD Sumbawa H Andi Mappelappui Dorong Penataan Terminal Alas https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-sumbawa-h-andi-mappelappui-dorong-penataan-terminal-alas https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-sumbawa-h-andi-mappelappui-dorong-penataan-terminal-alas Anggota DPRD Sumbawa H Andi Mappelappui Dorong  Penataan Terminal Alas

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PKS, H. Andi Mappelappui, menyoroti perlunya penataan Terminal Alas yang saat ini kondisinya dinilai tidak tertib dan berpotensi menimbulkan konflik antar-pengguna. Hal ini disampaikannya dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa Jumat 25 September 2026.

H. Andi Mappelappui menyampaikan sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti terkait Terminal Alas, di antaranya Perbaikan jalan akses terminal. yang dinilai perlu ditingkatkan kualitasnya demi kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas.  

"Kami mendengar jawaban pak Wabup atas pandangan fraksi PKS bahwa terminal Alas dan jalannya adalah kewenangan pusat, padahal menurut Kami itu daerah provinsi yang memiliki kewenangan. Kami mendorong agar penataan taman dan area terminal agar lebih rapi, bersih, dan layak sebagai simpul transportasi publik" ujarnya.

Ia juga mengungkap perlunya penyelesaian konflik antara UMKM/pedagang dan pengguna jalan, yang belakangan sering memicu cekcok di lokasi terminal."Disana sering terjadi cekcok antara UMKM dan pengguna jalan" ungkapnya.

H Andi juga menjabarkan bahwa Terminal Alas bukan hanya menjadi sentral transportasi bagi Kabupaten Sumbawa, tetapi juga melayani wilayah tetangga seperti Kabupaten Sumbawa Barat dan sekitarnya. Karena posisinya yang strategis, penataan terminal ini memiliki dampak lintas kabupaten, dan juga sumber PAD sehingga memerlukan koordinasi lintas pemerintah daerah.

Menurutnya, berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, terminal penumpang Tipe B—seperti Terminal Alas—merupakan kewenangan pemerintah provinsi dalam hal penetapan lokasi, rancang bangun, dan pengoperasian. Hal ini sejalan dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta peraturan turunannya.

Menyikapi hal tersebut, H. Andi Mappelappui mendorong agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi NTB untuk melakukan kajian penataan Terminal Alas.   termasuk dilakukan sosialisasi dan pengaturan zonasi bagi pedagang UMKM agar tidak mengganggu alur lalu lintas serta diperkuat pengawasan keamanan dan ketertiban di area terminal untuk mencegah konflik dan tindak Kriminalitas. (AM)

]]>
Sat, 26 Sep 2026 11:09:25 +0800 amr
Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Infrastruktur dan Program Unggulan https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-dprd-pemkab-sumbawa-pacu-pembangunan-infrastruktur-dan-program-unggulan https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-dprd-pemkab-sumbawa-pacu-pembangunan-infrastruktur-dan-program-unggulan Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Infrastruktur dan Program Unggulan

SUMBAWA, amarmedia.co.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa memastikan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 difokuskan penuh untuk membiayai program-program prioritas masyarakat. Dalam draf rancangan tersebut, Belanja Daerah Kabupaten Sumbawa mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp224,51 miliar atau naik 11,70 persen.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membacakan Jawaban Pemerintah Daerah atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa pada Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Ruang Sidang Utama, Jumat (25/9/2026).

Rapat Paripurna III tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., serta dihadiri oleh jajaran Pimpinan dan 31 Anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Sekretaris DPRD, hingga para Kepala OPD se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam jawabannya, Wabup Ansori menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas masukan, saran, dan kritikan membangun dari seluruh fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 atas Perda Nomor 5 Tahun 2025. Menurutnya, sinergi legislatif dan eksekutif sangat vital agar anggaran yang dialokasikan tepat sasaran.

Struktur Perubahan APBD & Penguatan Belanja Modal

Pemerintah Daerah memaparkan bahwa selain kenaikan belanja daerah sebesar Rp224,51 miliar, Pendapatan Daerah juga diproyeksikan bertambah Rp45,83 miliar atau naik 2,42 persen. Adapun selisih kebutuhan belanja tersebut akan ditutup melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran sebelumnya yang telah diaudit.

Wabup menegaskan bahwa alokasi tambahan belanja ini tidak ditujukan untuk menciptakan beban tetap yang menekan APBD tahun-tahun berikutnya. Penggunaannya diarahkan secara cermat untuk penyelesaian kegiatan berjalan, kebutuhan mendesak, hingga akselerasi 12 Program Unggulan Daerah.

Salah satu lompatan signifikan terlihat pada postur Belanja Modal, yang meroket sebesar 103,12 persen dari semula Rp50,36 miliar menjadi Rp102,28 miliar.

"Peningkatan belanja modal ini merupakan langkah awal perbaikan struktur anggaran daerah yang terukur, berdampak langsung pada perekonomian rakyat, penanganan infrastruktur, produktivitas pertanian, ketahanan pangan, hingga percepatan penurunan angka kemiskinan," terang Wabup Ansori.

Sementara itu, untuk Belanja Barang dan Jasa mengalami penambahan sebesar Rp126,81 miliar (25,23 persen) dengan kontrol ketat berbasis standar harga satuan pelayanan publik.

Penyelesaian SiLPA dan Reklasifikasi Retribusi Daerah

Menjawab sorotan fraksi mengenai SiLPA, Pemkab Sumbawa menjelaskan bahwa target awal SiLPA dalam APBD murni adalah Rp25 miliar. Namun, berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 yang telah diaudit BPK RI, realisasi SiLPA mencapai Rp201,68 miliar yang terdiri dari SiLPA terikat Rp89,89 miliar dan SiLPA bebas Rp111,79 miliar).

Untuk mencegah potensi SiLPA tinggi di masa depan, Pemkab berkomitmen melakukan perbaikan perencanaan kas, mempercepat pengadaan barang/jasa sejak awal tahun, serta mengintensifkan pemantauan realisasi anggaran triwulanan.

Terkait penurunan pos retribusi daerah sebesar Rp32,28 miliar, Pemkab meluruskan bahwa hal tersebut terjadi akibat reklasifikasi pencatatan pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas dan RSUD ke dalam kelompok Lain-Lain PAD yang Sah sesuai standar akuntansi dan rekomendasi BPK RI.

"Secara netto, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak berkurang sama sekali. PAD justru naik secara konsisten sebesar Rp108,36 juta, dari Rp251,48 miliar menjadi Rp251,59 miliar," jelasnya.

Fokus Pembangunan Sektor Strategis Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sumbawa merincikan sejumlah penanganan sektor vital yang diakomodasi dalam Perubahan APBD 2026:

Pertama; Infrastruktur Jalan & Irigasi:

Pemeliharaan rutin pada ruas jalan strategis, seperti Simpang Raberas–Simpang Boak, Lintas Moyo–Kakiang, Berare–Olat Rawa, Langam–Ropang, hingga akses kampus.

Penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk penanganan Jembatan Kayu Madu di Desa Labuhan Badas.

Sebanyak 72 dari 99 usulan infrastruktur irigasi daerah disetujui untuk ditangani melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (SIPURI) Kemen PUPR.

Kedua : Kesiapan Tenaga Kerja Lokal Blok Elang:

Mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi tahap konstruksi dan eksploitasi PT AMNT di Blok Elang dan Lempui. Proyeksi kebutuhan mencapai 20.000 tenaga kerja hingga tahun 2030, dengan komitmen serapan tenaga kerja lokal ditargetkan mencapai 70 persen melalui pelatihan bersertifikasi.

Ketiga : Pendidikan dan Kesehatan:

Keberlanjutan program Kartu Sumbawa Pintar (Program Unggulan ke-12) bagi siswa miskin dan berprestasi.

Penuntasan pembangunan RSUD Sering bersinergi dengan Kemenkes RI, jaminan stok obat esensial di seluruh Puskesmas, serta pemenuhan sisa kuota Universal Health Coverage (UHC).

Empat; Mitigasi Bencana dan Tata Kelola Tambang

Pengalokasian anggaran kebencanaan untuk bantuan air bersih dan armada mitigasi kekeringan ekstrem.

Peningkatan koordinasi bersama Pemprov NTB dan APH untuk penataan serta fasilitasi legalisasi Tambang Rakyat berbasis kelestarian lingkungan.

Mengakhiri tanggapannya, Wabup Mohamad Ansori menekankan bahwa seluruh pandangan fraksi DPRD menjadi bahan evaluasi utama dalam pembahasan tingkat akhir bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumbawa demi mewujudkan pembangunan Sumbawa yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.(AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 23:02:54 +0800 amr
Hadiri Silatulfikri 99 Tokoh Tana Samawa, Wabup Ansori Ajak Tokoh Daerah Rumuskan Arah Generasi Mendatang https://amarmedia.co.id/hadiri-silatulfikri-99-tokoh-tana-samawa-wabup-ansori-ajak-tokoh-daerah-rumuskan-arah-generasi-mendatang https://amarmedia.co.id/hadiri-silatulfikri-99-tokoh-tana-samawa-wabup-ansori-ajak-tokoh-daerah-rumuskan-arah-generasi-mendatang Hadiri Silatulfikri 99 Tokoh Tana Samawa, Wabup Ansori Ajak Tokoh Daerah Rumuskan Arah Generasi Mendatang

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai kebudayaan Tau Samawa sebagai landasan utama pembangunan karakter masyarakat di tengah arus modernisasi. Tegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri ajang 'Silatulfikri 99 Tokoh Tana Samawa' yang berlangsung di Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan pemikiran lintas tokoh tersebut turut dihadiri oleh pendiri sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela, Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, M.A., Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., Ustadz H. Yadi Surya Diputra, S.Sos., M.A. (Ustadz Suryo), serta puluhan tokoh adat, akademisi, dan pimpinan lembaga di Tanah Samawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Silatulfikri bukan sekadar forum silaturahmi biasa, melainkan sebuah ruang strategis untuk menyatukan gagasan, persepsi, dan visi dalam merumuskan arah masa depan daerah.

“Yang kita pikirkan bukan hanya Sumbawa hari ini, tetapi Sumbawa seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Mohamad Ansori di hadapan para tokoh yang hadir.

Ia menekankan bahwa falsafah hidup dan nilai-nilai luhur Tau Samawa tidak boleh berhenti sebagai dokumen historis atau wacana semata. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan secara nyata dalam tata kelola kehidupan bermasyarakat hingga mengakar menjadi budaya penuntun. Menurutnya, keberhasilan pembangunan fisik dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter serta jati diri daerah.

Di sisi lain, Wabup juga memaparkan sejumlah capaian indikator makro pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa tercatat mencapai 4,12 persen, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 11,79 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di posisi 2,60 persen.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan angka-angka statistik tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budayanya.

“Pembangunan bukan hanya tentang seberapa besar ekonomi tumbuh, tetapi juga tentang manusia seperti apa yang tumbuh di dalamnya. Kita harus tetap tahu dari mana kita berasal. Falsafah Taket ko Nene, Kangila Boat Lenge (Takut kepada Allah, Malu Berbuat Buruk) harus tetap menjadi kompas moral kita menghadapi masa depan,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati berharap forum Silatulfikri mampu bertindak sebagai penyaring (filter) budaya di era globalisasi. Ia mengajak seluruh elemen tokoh daerah untuk bersatu memilih dan mengadaptasi nilai-nilai histori yang masih relevan guna menjawab berbagai tantangan zaman.

“Tidak semua hal baru harus kita terima mentah-mentah. Kita membutuhkan filter. Karena itu, mari kita bersama-sama bertanya dan merumuskan, nilai apa dari masa lalu yang masih sangat relevan untuk menjaga dan membimbing generasi kita ke depan,” pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 22:42:59 +0800 amr
Bukan Sekadar Perkemahan, LT&II Pramuka Unter iwes Tanamkan Kepedulian Lingkungan Lewat 'Satu Pohon Sejuta Harapan' https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-perkemahan-lt-ii-pramuka-unter-iwes-tanamkan-kepedulian-lingkungan-lewat-satu-pohon-sejuta-harapan https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-perkemahan-lt-ii-pramuka-unter-iwes-tanamkan-kepedulian-lingkungan-lewat-satu-pohon-sejuta-harapan Bukan Sekadar Perkemahan, LT-II Pramuka Unter Iwes Tanamkan Kepedulian Lingkungan Lewat 'Satu Pohon Sejuta Harapan'

UNTIRIWIS.Amarmedia.co.id — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Untiriwis resmi menggelar ajang Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) sekaligus Lomba Tingkat II (LT-II) Pramuka Penggalang SD dan SMP se-Kecamatan Untiriwis. Kegiatan yang berpusat di lingkungan SMP Negeri 2 Unter Iwes ini menjadi panggung ajang bakat, ketangkasan, hingga kepedulian lingkungan bagi ratusan anggota Pramuka Penggalang.

Ketua Panitia Pelaksana, Muslihin, S.Pd., menyampaikan bahwa LT-II ini diikuti oleh 16 Gugus Depan (Gudep) tingkat SD dan 5 Gudep tingkat SMP dari total 21 sekolah. Sebanyak 330 peserta yang terdiri atas 231 Penggalang Putri dan 99 Penggalang Putra, serta didampingi 44 Pembina Pendamping (22 putra dan 22 putri), memadati area perkemahan.

"Awalnya kegiatan ini dirancang sebagai perkemahan pembinaan internal, namun untuk menyesuaikan dengan agenda ajang berjenjang di tingkat kabupaten, kami kemas menjadi Lomba Tingkat II (LT-II) Kecamatan Unter Iwes," ujar Muslihin saat diwawancarai bersama awak.media Jumat 25 September 2026.

Dalam LT-II ini, panitia mempertandingkan empat mata lomba utama, yakni Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) Bertongkat, Lomba Semaphore, Pentas Seni (Pensi), dan Lomba Ranking 1 Kepramukaan.

Upacara pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka H Varian Bintoro S.Sos.M.Si, yang didampingi oleh Camat Untiriwis Arif Alamsyah S.STP.M.Si., selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), serta Ketua Kwarran Unter Iwes, Ahmad Yani jajaran pengurus Kwarcab, para Kamabigus, dan Kepala Desa Keriki.

Inovasi Gerakan "Satu Pohon Sejuta Harapan"

Salah satu program unik yang menuai apresiasi tinggi dari jajaran Kwarcab adalah gerakan kelestarian lingkungan bertajuk "Satu Pohon Sejuta Harapan" Dalam program ini, setiap Gugus Depan diwajibkan membawa pohon untuk ditanam di area lokasi perkemahan.

"Program ini merupakan rintisan pertama kali di ajang LT-II. Pohon-pohon yang ditanam nantinya akan menjadi kenang-kenangan hijau yang bermanfaat bagi SMPN 2 Untir Iwes dan lingkungan sekitarnya," tambah Muslihin.

Suasana pembukaan juga diramaikan dengan penampilan seni tradisional Sakeco Putri dari SD Negeri Brang Pelat. Sementara pada acara penutupan mendatang, peserta akan disuguhkan atraksi colosal Parade Semaphore dari SD Negeri Selang.

Rangkaian Agenda & Kesiapan Logistik

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta menginap di tenda masing-masing dengan dukungan logistik mandiri dari tiap Gugus Depan. Untuk menjamin keselamatan dan kelancaran acara, panitia menyiagakan tim medis P3K serta mengandalkan pengamanan dari personel Batalyon setempat.

Adapun jadwal perlombaan dikemas secara padat dan terstruktur yakni pada Malam Hari Ajang Pentas Seni (Pensi) yang terbagi dalam dua sesi malam (10 Gudep di malam pertama dan 11 Gudep di malam kedua).

Sepanjang Siang hingga Sore Hari Lomba PBB Bertongkat dan Lomba Semaphore. Dan Hari Terakhir Lomba Ranking 1 Kepramukaan dan Upacara Penutupan.

Sementara itu, Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Unter Iwes, Ahmad Yani, S.Pd., M.M.Inov., menegaskan bahwa LT-II ini merupakan wadah seleksi terbuka secara objektif untuk menjaring utusan terbaik Kecamatan Unteriwis menuju Lomba Tingkat III (LT-III) Tingkat Kabupaten Sumbawa yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

"Segala persiapan kami lakukan secara transparan dan berbasis musyawarah bersama para Kamabigus serta orang tua siswa. Kami memastikan bahwa peserta yang mewakili Kecamatan Untiriwis di LT-III kabupaten benar-benar murni hasil seleksi dari LT-II ini," tegas Ahmad Yani.

Selain fokus pada ketangkasan Pramuka, perkemahan ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Panitia memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pihak sekolah untuk berpartisipasi menjajakan kebutuhan harian di sekitar arena perkemahan, sehingga menciptakan suasana pesta rakyat yang semarak dan edukatif bagi anak-anak.(AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 19:13:17 +0800 amr
Kepala Desa Kelungkung Bangga dan Haru Desa Kelungkung Jadi Tuan Rumah Lomba Ketapel Piala Ketua DPRD Sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-kelungkung-bangga-dan-haru-desa-kelungkung-jadi-tuan-rumah-lomba-ketapel-piala-ketua-dprd-sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-kelungkung-bangga-dan-haru-desa-kelungkung-jadi-tuan-rumah-lomba-ketapel-piala-ketua-dprd-sumbawa Kepala Desa Kelungkung Bangga dan Haru Desa Kelungkung Jadi Tuan Rumah Lomba Ketapel Piala Ketua DPRD Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, mendadak riuh dan penuh kehangatan pada Jumat (25/9/2026). Ditetapkannya desa tersebut sebagai pusat penyelenggaraan Lomba Main Ketapel Perebutan Piala Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa sekaligus Pelantikan Pengurus FORSPEK Cabang Sumbawa Masa Bakti 2026–2030 mendatangkan rasa bahagia dan bangga tersendiri bagi Kepala Desa Kelungkung beserta seluruh warganya.

Kepala Desa Kelungkung Muhammad Saleh menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya untuk menggelar ajang olahraga tradisional tingkat daerah ini. Kehadiran jajaran pimpinan daerah, pengurus FORSPEK NTB, dan Sumbawa serta ratusan peserta dan penonton dinilai membawa energi positif serta menggerakkan kebersamaan masyarakat di kawasan lingkar Batulanteh.

Awal Mula Ditemukannya FORSPEK di Sumbawa

Ketua Pengurus Provinsi FORSPEK NTB, Ahmad Jufri, S.H., mengungkapkan bahwa hadirnya pengurus FORSPEK dan gelaran lomba di Desa Kelungkung berawal dari komunikasi sederhana melalui media sosial bersama tokoh budaya lokal, Bang Ais.

"Beliau melihat perkembangan olahraga ketapel di media sosial dan menghubungi kami untuk menanyakan keberadaan FORSPEK di NTB. Setelah berdiskusi, kami menyarankan untuk membentuk wadah resmi di Sumbawa. Alhasil, hari ini kami hadir langsung untuk menyerahkan SK Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030," jelas Ahmad Jufri.

Ahmad Jufri menambahkan, FORSPEK kini telah berkembang pesat di 17 provinsi di Indonesia dan resmi menjadi anggota penuh Komite Olahraga Masyarakat Nasional (KORMI) sejak 2023. Di NTB sendiri, FORSPEK baru berjalan satu tahun namun telah resmi menjadi anggota KORMI NTB dengan dibentuknya cabang di beberapa Kabupaten diantaranya di Lombok Timur, Lombok Utara dan termasuk Kabupaten Sumbawa..Ketapel yang dulunya sekadar permainan tradisional anak-anak, kini bertransformasi menjadi olahraga masyarakat yang terstruktur dan diminati berbagai kelompok umur.

Suasana Lomba: Teknik Unik dan Keseruan Peserta

Usai prosesi pembukaan resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, SAP, M.M.Inov, dan pelantikan pengurus, arena perlombaan langsung dipadati para peserta kelas dewasa, baik putra maupun putri.

Keseruan dan riuk pikuk penonton mewarnai jalannya kompetisi. Setiap peserta dibekali 15 peluru utama setelah diberikan kesempatan dua kali tembakan percobaan untuk penyesuaian. Sistem penilaian terbagi dalam dua sesi unik:

Pertama : Peserta mendapatkan tembaka percobaan dua kali ke plat seng da Face Target.

Kedua :  Tembakan Plat Seng (Gaya Berdiri): Peserta melepaskan 10 tembakan dengan posisi berdiri menuju sasaran plat seng.

Ketiga  :  Tembakan Face Target (Gaya Duduk): Peserta melepaskan 5 tembakan dengan posisi duduk mengincar face target untuk mengumpulkan poin tertinggi.

Perbedaan gaya dan teknik menembak—mulai dari posisi berdiri tegak hingga duduk fokus membidik sasaran—menjadi daya tarik tersendiri yang menghibur masyarakat Desa Kelungkung.

Melalui gelaran ini, Pemerintah Desa Kelungkung berharap ajang kebudayaan dan olahraga tradisional seperti ketapel dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mempererat silaturahmi antarwarga serta mempromosikan potensi daerah. (AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 17:35:54 +0800 amr
Ketua FORSPEK NTB Resmi Lantik Pengurus Cabang Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030 https://amarmedia.co.id/ketua-forspek-ntb-resmi-lantik-pengurus-cabang-kabupaten-sumbawa-masa-bakti-20262030 https://amarmedia.co.id/ketua-forspek-ntb-resmi-lantik-pengurus-cabang-kabupaten-sumbawa-masa-bakti-20262030 Ketua FORSPEK NTB Resmi Lantik Pengurus Cabang Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Ketua Pengurus Provinsi Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (FORSPEK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Jufri, S.H., secara resmi melantik Pengurus FORSPEK Cabang Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030. Prosesi pelantikan dilangsungkan di halaman Kantor Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov dirangkaikan dengan pembukaan Lomba Main Stop (Ketapel) Perebutan Piala Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa yang diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan. Daa kesempatan itu Ketua DPRD bersama jajaran Forkopinca dan tokoh masyarakat dan lembaga adu ketangkasan dalam sesi tembakan eksekutif kehormatan memperebutkan hadiah dari ketua Forspek NTB dan di mennangkan oleh Edy Sofyan Gole.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Provinsi FORSPEK NTB Nomor: 003/FORSPEK-NTB/IX/2026 tentang Pengesahan Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030 oleh Sekretaris FORSPEK NTB, Muhammad Sultan Hali, S.Pd., M.M.Par.

Dalam kepengurusan yang baru dilantik tersebut,Agus Irawan Syahmi M.M.Inov ., resmi menjabat sebagai Ketua FORSPEK Kabupaten Sumbawa, didampingi Wakil Ketua : Muhammad Sagenta, SH. Sekretaris Firman Kardiansyah, S.AP dan Wakil Sekretaris Safruddin serta Bendahara : M. Saleh AK.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.H., M.M.Inov , dikukuhkan sebagai Dewan Penasihat FORSPEK Kabupaten Sumbawa bersama Drs. H. Hajamuddin, MM., M. Saleh Mastar, Edy Sofyan Gole, S.Sos., H. Syarif Hidayat, S,KM., M.Kes., Herlin Efendi, S.AP., Tut Wuri Handayani, S.Pd., M.Si.

Dalam sambutannya, Ketua FORSPEK NTB, Ahmad Jufri, S.H., menyampaikan bahwa olahraga ketapel saat ini telah berkembang pesat dan dinaungi secara resmi di bawah Komite Olahraga Masyarakat Nasional (KORMI).

"Ketapel bukan lagi sekadar permainan tradisional anak-anak di masa lalu, tetapi sudah menjadi olahraga masyarakat yang terorganisasi hingga tingkat nasional dan internasional. FORSPEK Nasional kini telah berdiri di 17 provinsi di Indonesia dan menjadi anggota penuh KORMI," jelas Ahmad Jufri.

Ia menambahkan, ketersediaan peralatan ketapel saat ini sudah sangat memadai dan diproduksi secara profesional oleh para pengrajin. Dengan dilantiknya kepengurusan di Kabupaten Sumbawa, Ahmad Jufri berharap olahraga ini semakin membumi dan berkembang pesat.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua DPRD Sumbawa yang memberikan dukungan penuh. Insya Allah, dengan kepengurusan yang baru ini, kita targetkan Kabupaten Sumbawa siap menjadi tuan rumah kejuaraan ketapel tingkat nasional pada tahun 2027 mendatang," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Imov, menyambut hangat pelantikan pengurus FORSPEK Sumbawa. Ia menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung pelestarian olahraga tradisional melalui payung hukum Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan.

"Selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Mari kita jaga dan kembangkan seni serta olahraga tradisional ketapel ini agar tidak punah ditelan zaman. DPRD bersama Pemerintah Daerah siap mendukung keberlanjutan kegiatan kebudayaan seperti ini," tutur Nanang Nasiruddin sekaligus membuka secara resmi gelaran lomba ketapel tersebut.

Acara pelantikan dan pembukaan lomba ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus KORMI Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimca Kecamatan Batulanteh (Kapolsek dan Danposramil Batulanteh), Kepala Desa Kelungkung beserta jajaran, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan peserta lomba.(AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 17:22:03 +0800 amr
Sekretaris FORSPEK NTB Bacakan SK Pengesahan Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030 https://amarmedia.co.id/sekretaris-forspek-ntb-bacakan-sk-pengesahan-pengurus-forspek-kabupaten-sumbawa-masa-bakti-20262030 https://amarmedia.co.id/sekretaris-forspek-ntb-bacakan-sk-pengesahan-pengurus-forspek-kabupaten-sumbawa-masa-bakti-20262030 Sekretaris FORSPEK NTB Bacakan SK Pengesahan Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030

SUMBAWA.Amarmedia.co.id  — Sekretaris Pengurus Provinsi Forum Silaturahmi Pencinta Ketapel (FORSPEK) Nusa Tenggara Barat, Muhammad Sultan Hali, S.Pd., M.M.Par., secara resmi membacakan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030. Pembacaan SK tersebut berlangsung khidmat di halaman Kantor Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat (25/9/2026).

Pengesahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Provinsi FORSPEK NTB Nomor: 003/FORSPEK-NTB/IX/2026 yang ditetapkan di Lombok Tengah pada 19 September 2026 dan ditandatangani oleh Ketua FORSPEK NTB Ahmad Jufri, S.H., serta Sekretaris Muhammad Sultan Hali, S.Pd., M.M.Par.

Dalam konsiderans menimbang, pembentukan kepengurusan ini didasari atas amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, di mana keolahragaan nasional berakar pada nilai-nilai kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap perkembangan zaman. Selain itu, pembentukan FORSPEK Kabupaten Sumbawa merupakan wujud nyata hasil rapat anggota untuk mewadahi serta memajukan olahraga tradisional ketapel di tingkat daerah.

Keputusan ini juga memperhatikan SK Pengurus Pusat FORSPEK Nomor: 1011/SKPENGPROV/16/2024 serta hasil Rapat Pengurus FORSPEK Provinsi NTB yang digelar di Mataram pada 8 September 2026 lalu.

Melalui Diktum KESATU surat keputusan tersebut, Pengurus Provinsi FORSPEK NTB resmi mengesahkan Susunan Pengurus FORSPEK Kabupaten Sumbawa Periode 2026–2030 sebagai perwakilan resmi organisasi di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Berdasarkan Lampiran : Keputusan Pengurus Provinsi FORSPEK Nusa Tenggara Barat  Nomor : 003/FORSPEK-NTB/IX/2026 Tanggal : 19 September 2026. Susunan Pengurus Kota Forum Silaturahmi Pencinta Ketapel (FORSPEK) Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026-2030

Dewan Penasehat : H. Nanang Nasiruddin, S.Ap., M.M.Inov., Drs. H. Hajamuddin, MM., M. Saleh Mastar, Edy Sofyan Gole, S.Sos., H. Syarif Hidayat, S,KM., M.Kes., Herlin Efendi, S.AP., Tut Wuri Handayani, S.Pd., M.Si.

Ketua :  Agus Irawan Syahmi, MM.Inov

Wakil Ketua :  Muhammad Sagenta, SH.

Sekretaris  :  Firman Kardiansyah, S.AP

Wakil Sekretaris : Safruddin

Bendahara : M. Saleh AK.

SEKSI-SEKSI :

1. Seksi Kerumahtanggaan dan Pembinaan Club

     - M. Thayeb Halim 

     - Suriyadi, S.Pd.

     - Ovu Denta Lara, SH.

     - Abdul Mujib

2. Pendidikan dan Pelatihan 

    - Rusnadi, S.Pd

    - Syahrul Arsi, S.Pt.

    - Nani Rohani, S.Pd

    - Irmayanty, S.Pt.

3. Perlombaan dan Penjurian 

    - Muhammad Sumardi, S.Pd

    - Adoz Kisono Putra 

    - M. Hibatilla Hasanin

    - Riskayanti, S.Pd.

4. Usaha, Ekonomi dan Kesejahteraan 

     - Rusmawati 

     - Arya Sandy Parastika, ST.

     - Abdul Latif 

     - Rahmatiah

5. Humas dan Publikasi 

     - Indra Kusuma C.CC., C.DMP

     - M. Isnaini, M.KN

     - Dwi Ramdani, S.Pd

     - Irvan Ilahi

     - H.Abdul Latif

Dengan dibacakannya SK Pengesahan ini, kepengurusan FORSPEK Kabupaten Sumbawa secara legal formal siap menjalankan agenda kerja organisasi, memasyarakatkan olahraga ketapel, serta membina para atlet dan pegiat ketapel di Kabupaten Sumbawa. (AM).

]]>
Fri, 25 Sep 2026 17:03:42 +0800 amr
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional melalui Lomba Ketapel dan Pelantikan Pengurus FORSPEK Sumbawa https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-kabupaten-sumbawa-dorong-pelestarian-olahraga-tradisional-melalui-lomba-ketapel-dan-pelantikan-pengurus-forspek-sumbawa https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-kabupaten-sumbawa-dorong-pelestarian-olahraga-tradisional-melalui-lomba-ketapel-dan-pelantikan-pengurus-forspek-sumbawa Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional melalui Lomba Ketapel dan Pelantikan Pengurus FORSPEK Sumbawa

Ketua DPRD kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov bersama Jajaran pengurus Forspek Cabang Sumbawa dan NTB setelah di Lantik dan dikukuhkan Jumat 25 September 2026 

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AO., M.M.Inov secara resmi membuka Lomba Main Stup (Ketapel) sekaligus menghadiri Pelantikan Pengurus Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (FORSPEK) Cabang Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2030 dan Pelantikan Pengurus Club yang bernaung dibawah Forspek Cabang Sumbawa. Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Kepala Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, pada Jumat (25/9/2026).

Ketua panitia M Saleh AK dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 100 peserta dari berbagai kalangan—baik laki-laki maupun perempuan—ini digelar selama dua hari (25–26 September 2026). Selain bertujuan mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan warga, ajang ini diselenggarakan untuk melestarikan permainan tradisional, melatih kesabaran serta sportivitas, sekaligus menjadi pijakan awal terbentuknya kepengurusan FORSPEK di Kabupaten Sumbawa.

"Para peserta memperebutkan Piala Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dengan total hadiah sebesar Rp5.000.000 beserta piagam penghargaan. Lomba ini menggunakan sistem seleksi dua babak (penyisihan dan semifinal) dengan jarak tembak 7,5 meter untuk kategori dewasa serta 5,5 meter untuk kategori perempuan dan remaja, di bawah pengawasan juri independen. Sumber pendanaan kegiatan ini didukung oleh APBDes Desa Kelungkung dan sponsor pendukung" jelasnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan kebudayaan ini. Di tengah padatnya agenda daerah, ia menyempatkan hadir langsung sebagai bentuk komitmen dan rasa cintanya terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

"Olahraga tradisional ketapel ini adalah bagian dari identitas budaya kita yang harus terus dijaga agar tidak punah ditelan zaman. DPRD Kabupaten Sumbawa telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan untuk memberikan payung hukum dan perlindungan bagi organisasi-organisasi kebudayaan serta olahraga tradisional seperti ini," ujar Nanang Nasiruddin.

Ia juga berpesan agar kepengurusan FORSPEK Kabupaten Sumbawa yang baru dilantik aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Nanang berharap ajang serupa dapat rutin digelar, misalnya tiga bulan sekali secara bergilir di berbagai desa. Di samping itu, Nanang menyampaikan dinamika pembangunan daerah, termasuk peluang kerja dari beroperasinya tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada 2027 mendatang, agar pemerintah desa dan masyarakat dapat mempersiapkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus Provinsi FORSPEK Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi melantik dan membacakan Surat Keputusan (SK) Pengesahan Pengurus FORSPEK Cabang Kabupaten Sumbawa Periode 2026–2030 melalui SK Nomor 003/FORSPEK-NTB/2026 yang di ketuai oleh Agus Irawan Sahmi M.M.Inov.

Ketua FORSPEK NTB, Ahmad Jufri, S.H., menyampaikan bahwa ketapel kini telah diakui secara nasional sebagai bagian dari olahraga masyarakat di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).

"Ketapel bukan lagi sekadar permainan anak-anak di masa lalu, melainkan sudah berkembang menjadi olahraga masyarakat berstandar internasional yang memiliki kepengurusan di 17 provinsi di Indonesia. Bahkan, peralatannya kini diproduksi secara profesional. Kami berharap, dengan dukungan penuh dari Ketua DPRD Sumbawa, pada tahun 2027 mendatang Kabupaten Sumbawa siap menjadi tuan rumah kejuaraan ketapel tingkat nasional," ungkap Ahmad Jufri.

Acara pembukaan berjalan lancar dan khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pengurus KORMI dan KONI Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Pengurus FORSPEK NTB, unsur Forkopimca Kecamatan Batulanteh (Kapolsek dan Danposramil Batulanteh), Kepala Desa Kelungkung beserta jajaran, para kepala sekolah dan tokoh masyarakat, serta ratusan peserta lomba.(AM)

]]>
Fri, 25 Sep 2026 16:26:21 +0800 amr
Disorot Aliansi LSM Soal Izin Tambak Udang Lunyuk, Komisi II DPRD Sumbawa Keluarkan 3 Poin Rekomendasi https://amarmedia.co.id/disorot-aliansi-lsm-soal-izin-tambak-udang-lunyuk-komisi-ii-dprd-sumbawa-keluarkan-3-poin-rekomendasi https://amarmedia.co.id/disorot-aliansi-lsm-soal-izin-tambak-udang-lunyuk-komisi-ii-dprd-sumbawa-keluarkan-3-poin-rekomendasi Disorot Aliansi LSM Soal Izin Tambak Udang Lunyuk, Komisi II DPRD Sumbawa Keluarkan 3 Poin Rekomendasi

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengklarifikasi serta mengawasi keberadaan dan operasional tambak udang milik PT Lunyuk Aquatama Nusantara (LAN) di Dusun Sumbersari, Desa Perung, Kecamatan Lunyuk, Kamis (24/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, S.I.P., didampingi Sekretaris Komisi II H. Zohran, S.H., dan Anggota Komisi II Juliansyah, S.E. dan Ridwan SP.M.Si.

Forum RDP mempertemukan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemkab Sumbawa, Kantor Pertanahan/BPN Sumbawa, Polres Sumbawa, tim hukum PT LAN, serta perwakilan Aliansi LSM (LSM ITK, Gempar NTB, LPPD Sumbawa, dan LPRI Sumbawa).

Aliansi LSM Soroti Fungsi Lahan dan Irigasi

RDP digelar menyusul adanya aduan Aliansi LSM terkait dugaan alih fungsi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), potensi gangguan pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta terganggunya saluran irigasi pertanian di area sekitar operasional tambak.

Perwakilan LPPD Sumbawa, Jahuddin Dennis, bersama LSM mitra mengkritik absennya jajaran direksi utama PT LAN yang hanya diwakili kuasa hukum. Selain itu, mereka menyuarakan ancaman sanksi pidana terkait penyalahgunaan LP2B dan LSD sesuai regulasi UU No. 41 Tahun 2009 dan Perpres No. 5 Tahun 2019.

"Kami pada dasarnya mendukung iklim investasi di Kabupaten Sumbawa, namun penegakan hukum dan aturan tata ruang tidak boleh diabaikan. Jika terbukti melanggar aturan LP2B dan tata ruang, aktivitas operasional harus dihentikan sementara hingga perizinan disesuaikan," tegas Jahuddin.

Menjawab kekhawatiran tersebut, jajaran dinas teknis dan BPN Sumbawa menyampaikan pemaparan data serta dokumen legalitas perusahaan

Sekretaris DPMPTSP Iyan ST menjelaskan bahwa PT LAN mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) terbit 12 September 2022 (perubahan 27 April 2023) untuk KBLI 03254 (Pembesaran Udang Muara/Air Payau) risiko menengah rendah via sistem OSS. Perusahaan juga memegang Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) terbit 16 Juni 2023 seluas 259.577,68 m², Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) tertanggal 12 Agustus 2024, serta dokumen lingkungan (PKPLH) per 25 Maret 2024.

Sekretaris Dinas Pertanian,Ir. Mukhlis,.M.Si mengonfirmasi bahwa berdasarkan overlay Peta LP2B (SK No. 138 Tahun 2025), lokasi tambak PT LAN tidak masuk dalam kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) maupun Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B).

Fungsional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebut penataan ruang telah disetujui Forum Penataan Ruang (FPR) lintas sektor. Lokasi berada di kawasan pertanian/perkebunan kurang produktif yang diperbolehkan untuk alih fungsi usaha. Deliniasi awal juga menunjukkan titik lokasi tidak melanggar batas sempadan pantai.

Perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menerbitkan rekomendasi teknis budidaya pada 9 Mei 2025, disusul terbitnya Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Mei 2026.

Semeyara kepala Kantor Pertanahan / BPN Sumbawa melalui Kasi Pengukuran BPN Sumbawa, Bahtiar Syarif Arfia, menyampaikan PT LAN telah memegang Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) Elektronik No. 5207 seluas 24,83 Hektar. Mengenai indikasi ±14 Hektar yang sempat terindikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD), BPN telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN Pusat sejak beberapa bulan lalu untuk pengeluaran dari peta LSD dan saat ini tinggal menunggu penerbitan SK pengesahan resmi.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dina Eka, menjelaskan Pertek Pembuangan Air Limbah ke air permukaan telah terbit dan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan telah siap beroperasi sejak Maret 2026.

Respon Pihak Perusahaan dan Komisi II DPRD

Kuasa Hukum PT LAN, Dr. Hendra, menegaskan keikutsertaannya dalam RDP berpatokan pada Surat Kuasa Khusus Nomor 16/SKK/IX/masyarakat dari Direktur Utama PT LAN, Andi Wijaya. Ia menyatakan PT LAN bertindak taat hukum sebagai pemanfaat kebijakan (beneficiary). Alih fungsi dilakukan atas lahan berpasir yang kurang produktif dan sering gagal tanam secara legal melalui sistem perizinan terintegrasi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, S.H., mengingatkan pentingnya memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi para investor di Sumbawa. Kendati demikian, ia menekankan agar kelestarian lingkungan, hak masyarakat, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta ekonomi lokal Lunyuk tetap diutamakan.

Tiga Poin Rekomendasi Resmi Komisi II DPRD Sumbawa

Di akhir pertemuan, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa merumuskan 3 (tiga) poin keputusan dan rekomendasi resmi untuk menyikapi persoalan tersebut:

Pertama ; Meminta Kantor Pertanahan/BPN Kabupaten Sumbawa dan Dinas PUPR untuk terus mengawal penerbitan SK Pengeluaran/Revisi Peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) seluas ±14 Hektar dari Kementerian ATR/BPN demi menjamin kepastian hukum.

Kedua ; Mengingat seluruh perizinan dasar (NIB, HGU, KKPR, PKPLH, PBG) telah dipenuhi secara sah, PT LAN diizinkan untuk tetap melanjutkan kegiatan operasional usaha diluar LSD dengan kewajiban menaati seluruh komitmen kelestarian lingkungan dan rekomendasi teknis yang berlaku.

Ketiga ;Apabila di kemudian hari masih terdapat pihak-pihak yang merasa keberatan dengan data teknis dan legalitas yang telah disajikan, dipersilakan untuk menempuh jalur hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (AM)

 

]]>
Thu, 24 Sep 2026 23:07:49 +0800 amr
Sambut Baik Undangan DPRD Sumbawa, PT Intam Pastikan Siap Dialog Konstruktif Bersama DPRD Sumbawa https://amarmedia.co.id/sambut-baik-undangan-dprd-sumbawa-pt-intam-pastikan-siap-dialog-konstruktif-bersama-dprd-sumbawa https://amarmedia.co.id/sambut-baik-undangan-dprd-sumbawa-pt-intam-pastikan-siap-dialog-konstruktif-bersama-dprd-sumbawa Sambut Baik Undangan DPRD Sumbawa, PT Intam Pastikan Siap Dialog Konstruktif Bersama DPRD Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id — PT Intam menyambut positif undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilayangkan oleh DPRD Kabupaten Sumbawa terkait keberadaan perusahaan beserta vendornya, PT Armindo yang di minta oleh Aliansi Tokoh Masyarakat Desa Ledang. Perusahaan berkomitmen penuh untuk hadir dan membangun dialog yang konstruktif bersama para wakil rakyat.

Melalui surat resmi bernomor 14/GOV-SUMBAWA/IX/2026, PT Intam mengajukan permohonan penjadwalan ulang atas RDP yang semula direncanakan pada Kamis (24/9/2026). Perusahaan mengusulkan agar pertemuan penting tersebut dapat dilaksanakan pada 21 Oktober 2026 mendatang.

Project Manager PT Intam, Jatmiko Prihartono, menyampaikan bahwa permohonan penundaan ini diajukan agar jalannya rapat kelak dapat memberikan hasil yang maksimal dan komprehensif bagi seluruh pihak.

"Kami sangat menghargai dan merespons positif undangan dari DPRD Kabupaten Sumbawa. Pengajuan penjadwalan ulang ini kami tempuh karena agenda awal bertepatan dengan jadwal inspeksi dari Inspektur Tambang, serta persiapan dari jajaran manajemen perusahaan di Jakarta," ujar Jatmiko.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian waktu ini dilakukan demi memastikan kesiapan penuh seluruh pimpinan pimpinan perusahaan dan dokumen yang dibutuhkan, sehingga diskusi dalam RDP dapat berjalan transparan, efektif, dan saling mendukung pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

Surat permohonan tersebut juga telah ditembuskan secara resmi kepada Koordinator Komisi II DPRD Sumbawa, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, serta bagian arsip lembaga legislatif setempat. Pihak manajemen PT Intam berharap sinergi dan kerja sama yang baik dengan DPRD Sumbawa terus terjalin secara harmonis demi kepentingan bersama.(AM)

]]>
Thu, 24 Sep 2026 22:33:21 +0800 amr
MAN 3 Sumbawa Anugerahi Penghargaan untuk Siswa Berprestasi dan Pembina OMI 2026 https://amarmedia.co.id/man-3-sumbawa-anugerahi-penghargaan-untuk-siswa-berprestasi-dan-pembina-omi-2026 https://amarmedia.co.id/man-3-sumbawa-anugerahi-penghargaan-untuk-siswa-berprestasi-dan-pembina-omi-2026 MAN 3 Sumbawa Anugerahi Penghargaan untuk Siswa Berprestasi dan Pembina OMI 2026

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— MAN 3 Sumbawa memberikan apresiasi dan penghargaan khusus kepada para siswa serta guru pembina yang berhasil meraih prestasi pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten. Berkat raihan tersebut, para siswa berhak melanjutkan perjuangan membawa nama madrasah ke Tingkat Provinsi.

Penyerahan penghargaan berlangsung di halaman madrasah pada Senin (21/9/2026). Prosesi ini disaksikan langsung oleh jajaran guru serta seluruh siswa, dan dipimpin langsung oleh Kepala MAN 3 Sumbawa. Penyerahan apresiasi ini menjadi wujud dukungan nyata pihak sekolah terhadap kerja keras, dedikasi, serta semangat belajar para peserta didik dan pembina.

Daftar Penerima Apresiasi

Berikut daftar siswa dan pembina yang menerima penghargaan: Andra Tri Oktama (Kelas X.1) Prestasi: Juara 3 Olimpiade Bidang Matematika Tingkat Kabupaten dengan Pembina: Fitriani, S.Pd.

Chelsi Risa Arillia (Kelas XI IPA 2) Prestasi: Juara 3 Olimpiade Bidang Fisika Tingkat Kabupaten Pembina: Eliyawati, S.Pd.

 Lutfia Akila Agustina (Kelas XI IPA 1) Prestasi: Juara 3 Olimpiade Bidang Biologi Tingkat Kabupaten Pembina: Guprandi Fakhrezi, S.Pd.

Komitmen Dukungan Madrasah

Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Sumbawa menegaskan komitmen pihak sekolah untuk senantiasa mendukung pengembangan bakat dan minat akademik peserta didik agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi siswa dan orang tua, tetapi juga merupakan kehormatan bagi madrasah. Semoga pencapaian ini menjadi pemacu semangat bagi siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” tegas Kepala MAN 3 Sumbawa.

Pihak sekolah berharap raihan ini dapat memberikan hasil optimal pada ajang OMI Tingkat Provinsi mendatang, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika MAN 3 Sumbawa untuk terus mencetak prestasi. (AM)

]]>
Thu, 24 Sep 2026 19:53:30 +0800 amr
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumbawa Soroti Kenaikan Belanja, Infrastruktur hingga Kontribusi PT AMNT dalam Ranperda Perubahan APBD 2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-pdi-perjuangan-dprd-sumbawa-soroti-kenaikan-belanja-infrastruktur-hingga-kontribusi-pt-amnt-dalam-ranperda-perubahan-apbd-2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-pdi-perjuangan-dprd-sumbawa-soroti-kenaikan-belanja-infrastruktur-hingga-kontribusi-pt-amnt-dalam-ranperda-perubahan-apbd-2026

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumbawa Soroti Kenaikan Belanja, Infrastruktur hingga Kontribusi PT AMNT dalam Ranperda Perubahan APBD 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Gitta Liesbano SH MKn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar demitri SH MH serta dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs H.Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Melalui naskah pemandangan umum yang dibacakan juru bicara fraksi I Ketut Sawitra Fraksi PDI Perjuangan memberikan serangkaian catatan kritis, masukan, hingga tuntutan tegas terkait postur perubahan anggaran daerah tahun 2026.

Fraksi PDI Perjuangan mencermati struktur Pendapatan Daerah, berubah dari semula Rp1,89 triliun menjadi Rp1,94 triliun (bertambah Rp45,83 miliar atau naik 2,42%). Belanja Daerah melonjak dari semula Rp1,92 triliun menjadi Rp2,14 triliun (bertambah Rp224,51 miliar atau naik 11,70%).

Penerimaan Pembiayaan (SiLPA) mngalami lonjakan signifikan dari semula Rp25 miliar menjadi Rp201,68 miliar untuk menutup defisit anggaran.

Terhadap lonjakan belanja daerah, PDI Perjuangan menegaskan bahwa setiap penambahan anggaran wajib diikuti oleh kejelasan output, outcome, target penerima manfaat, dan indikator keberhasilan yang terukur.

Sorotan Utama Fraksi PDI Perjuangan

Fraksi menyoroti penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp251,48 miliar menjadi Rp251,59 miliar yang dipengaruhi oleh tindak lanjut rekomendasi BPK RI atas LKPD 2025—termasuk pergeseran pos pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD. PDI Perjuangan mendesak Pemda menyusun strategi intensifikasi PAD yang murni bersumber dari potensi riil daerah, bukan sekadar penataan administratif.

Selain itu, besarnya angka SiLPA yang mencapai Rp201,68 miliar diminta untuk dianalisis secara mendalam. Pemda diminta bersikap terbuka apakah lonjakan SiLPA tersebut akibat efisiensi, keterlambatan pelaksanaan program, atau rendahnya daya serap anggaran.

Terhadap infrastruktur wilayah selatan & kerusakan parah jalan Moyo Hilir, Fraksi PDI Perjuangan mendesak agar alokasi Belanja Modal yang naik lebih dari dua kali lipat—dari Rp50,36 miliar menjadi Rp102,28 miliar (naik 103,12%)—diarahkan secara adil dan berkeadilan untuk kebutuhan dasar masyarakat.

PDI Perjuangan memberikan perhatian khusus pada ; Pemerataan Pembangunan Wilayah Selatan Sumbawa, Penanganan ruas jalan rusak berat guna mendukung mobilitas dan rantai pasok ekonomi masyarakat.

Ruas Jalan RSUP hingga Desa Olat Rawa (Kecamatan Moyo Hilir). Fraksi menumpahkan perhatian pada ruas jalan ini yang terus-menerus mendapat sorotan publik dan media sosial akibat kerusakan parah. Pemda diminta tidak sekadar melakukan perawatan rutin, melainkan melakukan peningkatan kualitas dan rehabilitasi menyeluruh.

"Jalan yang baik bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan bagian dari pemenuhan hak atas pelayanan publik yang layak," tegas Fraksi PDI Perjuangan.

Isu krusial lain yang diangkat adalah penerimaan daerah dari bagian keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tahun 2025 sebesar Rp8,94 miliar (sehingga total Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah dari pos tersebut menjadi Rp20,95 miliar).

Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan secara mendasar apakah nilai tersebut sudah sebanding dengan potensi kekayaan alam yang dikelola, khususnya menjelang pengembangan Blok Elang.

Fraksi menegaskan beberapa poin penting kepada Pemerintah Daerah dan PT AMNT seperti Penyiapan Tenaga Kerja Lokal. Pemda dan PT AMNT didesak segera menyiapkan pendidikan vokasi dan sertifikasi agar putra-putri Sumbawa tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

 

Fraksi meminta komitmen nyata Pemda dan PT AMNT dalam percepatan pembangunan serta penataan infrastruktur RSUD Sumbawa sebagai fasilitas kesehatan strategis.

Terkait Pemberdayaan UMKM & Rantai Pasok Local Content. Pelibatan pengusaha lokal Sumbawa secara nyata dalam kegiatan operasional industri tambang.

"Prinsip kami jelas, kekayaan alam Sumbawa harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat Sumbawa. Jangan sampai sumber daya alamnya diambil dari Sumbawa, tetapi tenaga kerja lokal tersisih dan nilai tambah ekonominya dinikmati di luar daerah," ujar Ketut sawitan 

Mengakhiri pemandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumbawa meminta seluruh Perangkat Daerah (OPD) untuk bersikap transparan, kooperatif, serta menyediakan data yang lengkap selama proses pembahasan tahapan selanjutnya antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Adapun Susunan Keanggotaan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumbawa: Penasehat: Gitta Liesbano, S.H., M.Kn. Ketua: I Nyoman Wisma, S.I.P. Sekretaris H. Jabir, S.Pd.,Wakil Ketua: Hj. Jamila, S.Pd.SD., Bendahara: I Ketut Sawitra (AM)

 

]]>
Thu, 24 Sep 2026 13:19:53 +0800 amr
Menjalin Sinergi, Membina Jiwa: Catatan Tabligh Akbar dan Silaturahmi Wali Santri Pesantren Abu Bakar Al Islamy https://amarmedia.co.id/menjalin-sinergi-membina-jiwa-catatan-tabligh-akbar-dan-silaturahmi-wali-santri-pesantren-abu-bakar-al-islamy https://amarmedia.co.id/menjalin-sinergi-membina-jiwa-catatan-tabligh-akbar-dan-silaturahmi-wali-santri-pesantren-abu-bakar-al-islamy Menjalin Sinergi, Membina Jiwa: Catatan Tabligh Akbar dan Silaturahmi Wali Santri Pesantren Abu Bakar Al Islamy

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren Abu Bakar Al Islamy  - Sumbawa saat menggelar acara Tabligh Akbar dan Silaturahmi Bersama Wali Santri Kamis 24 September 2026 . Acara yang dihadiri oleh jajaran pengasuh, dewan guru, serta ratusan wali santri dari berbagai daerah—bahkan ada yang menempuh perjalanan jauh—ini mengusung tema besar: “Membangun Sinergi Pesantren dan Wali Santri dalam Mewujudkan Generasi Islami yang Unggul”.

Pimpinan Pondok Pesantren Ustadz Murdani SPd menyampaikan apresiasi atas kehadiran para wali santri. Ia menyampaikan bahwa keberadaan para santri adalah sebuah proses dalam kehidupannya menjadi anak yang memiliki karakter. " Bapak Ibu mungkin belum puas dengan capaian anak anak sekarang, misalnya hapalannya belum 30 jus, baru dua Juz bahkan masih iqro, jangan bandingkan dengan anak lainnya, yakinlah bahwa mereka tengah berproses yang membutuhkan kesabaran dan menjadi kebaikan bagi mereka kelak" ujarnya.

Hal ini di Aminin oleh ketua Komite Farid Sweleh bahwa saat ini sedang dalam proses merancang bangun karakter anak anak. "Tumbuh dan berkembangnya anak bergantung nutrisinya, kebijakan pondok. Meskipun kita orang tua terkadang tidak peduli apa yang terjadi dalam pondok. Persoalan dalam pondok membutuhkan sinergi kita orang tua sehingga anak anak yang kita cintai dapat belajar dengan nyaman, ujarnya.

Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz Ahmad Wildan, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, Ia menekankan pentingnya konsep link and match antara pendidikan di dalam pesantren dan pembiasaan di rumah.

Pesan Utama: Menjaga Jiwa, Bukan Sekadar Fisik

Ustadz Ahmad Wildan mengingatkan kembali amanat Al-Qur'an surah At-Tahrim ayat 6, di mana Allah SWT memerintahkan para kepala keluarga untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Beliau membedakan antara kebutuhan raga (fisik) dan jiwa (ruhani).

"Sering kali kita fokus menjaga fisik anak: bertanya 'sudah makan belum?', memberikan makanan bergizi, memastikan tidurnya cukup. Namun, kita lupa bertanya 'sudah shalat belum?'. Padahal, menjaga raga hanya menyelamatkan anak dari kepayahan dunia, sedangkan menjaga jiwa menyelamatkan mereka dari api neraka," tegas beliau.

Beliau memberi contoh fenomena yang sering terjadi ketika santri pulang ke rumah. Tak jarang orang tua merasa kasihan membangunkannya saat azan berkumandang karena melihat anaknya tertidur lelap akibat kelelahan.

"Ibu-ibu kasihan karena membayangkan 'api dunia' atau rasa lelah sang anak. Tapi ingat, membiarkan anak meninggalkan shalat berarti mengabaikan marabahaya yang lebih besar, yaitu api akhirat. Maka, tetap bangunkan anak-anak kita untuk shalat," lanjutnya.

Pentingnya Adab dan Investasi Akhirat

Menurut Ustadz Ahmad Wildan, jika pembentukan jiwa dan mental agama anak sudah kuat, karakter dan adab yang mulia akan melekat di mana pun mereka berada. Anak yang beradab diibaratkan seperti pohon mangga yang rindang: Bisa dijadikan tempat berteduh bagi sekitarnya. Buahnya yang manis dapat dinikmati banyak orang.

Ia juga mengingatkan realitas kehidupan saat ini. Banyak orang tua bekerja keras mengumpulkan harta demi anak, tetapi lupa menanamkan akhlak. Dampaknya, ketika orang tua sudah renta dan tak berdaya, anak-anak yang hanya mengejar dunia justru menyibukkan diri dan memindahkan orang tuanya ke panti jompo.

Oleh karena itu, penanaman ilmu agama dan karakter sejak dini di pesantren adalah investasi jangka panjang agar anak menjadi anak yang saleh, yang doanya tetap mengalir saat orang tua telah tiada—sesuai hadis Rasulullah SAW tentang tiga amalan yang tidak terputus setelah kematian.

Di akhir tausiyahnya, Ustadz Ahmad Wildan mengajak seluruh wali santri untuk memperkuat kerja sama dengan pihak pesantren. Beliau berpesan agar program dan kebiasaan baik yang sudah dibentuk di pondok—baik yang ditempuh selama 1, 3, atau 6 tahun—tetap diteruskan dan didukung penuh saat santri berada di rumah.

Ustad menjabarkan dalam membangun sinergi melalui meneruskan kebiasaan ibadah dan kedisiplinan pondok saat anak liburan di rumah. Memberikan motivasi dan apresiasi atas setiap proses kebaikan yang dicapai anak. Bersama-sama menjaga dan merawat karakter anak agar ketika lulus nanti, pondok dapat melepas mereka dengan rasa bangga atas keberhasilannya.

Acara ditutup dengan diskusi doa bersama untuk kebaikan para santri, keikhlasan para pengajar, serta keberkahan bagi seluruh wali santri yang hadir. Semoga sinergi yang terjalin mampu melahirkan generasi rabbani yang beradab, berilmu, dan bermanfaat bagi agama maupun bangsa. (AM)

]]>
Thu, 24 Sep 2026 09:49:17 +0800 amr
Soroti Ketimpangan Kenaikan Belanja dan Pendapatan, Fraksi Golkar Minta Pemkab Sumbawa Jaga Kehati&hatian Fiskal https://amarmedia.co.id/soroti-ketimpangan-kenaikan-belanja-dan-pendapatan-fraksi-golkar-minta-pemkab-sumbawa-jaga-kehati-hatian-fiskal https://amarmedia.co.id/soroti-ketimpangan-kenaikan-belanja-dan-pendapatan-fraksi-golkar-minta-pemkab-sumbawa-jaga-kehati-hatian-fiskal Soroti Ketimpangan Kenaikan Belanja dan Pendapatan, Fraksi Golkar Minta Pemkab Sumbawa Jaga Kehati-hatian Fiskal

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam paripurna ini, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) menyoroti secara tajam lebarnya selisih (gap) antara peningkatan pendapatan daerah dan lonjakan belanja daerah dalam Rancangan Perubahan APBD 2026.

Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Ahmad Syukri HS, A.Ma., menyampaikan bahwa target Pendapatan Daerah memang diproyeksikan bertambah sebesar Rp45,83 miliar atau naik 2,42%, dari semula Rp1,89 triliun menjadi Rp1,94 triliun. Namun, di saat yang sama, Belanja Daerah melonjak hingga Rp224,51 miliar atau naik 11,70%, dari semula Rp1,92 triliun menjadi Rp2,14 triliun.

"Fraksi Golkar mencermati adanya perbedaan yang cukup besar antara peningkatan pendapatan dan peningkatan belanja. Ruang fiskal tambahan dari pendapatan tidak sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan belanja yang direncanakan. Karena itu, ketepatan prioritas belanja dan manfaat nyatanya bagi masyarakat harus menjadi perhatian utama," tegas Ahmad Syukri saat membacakan pemandangan umum fraksi.

Dalam dokumen pemandangan umumnya, Fraksi Golkar membedah tiga komponen utama pendapatan daerah:

Pertama ;  Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Target PAD mengalami penyesuaian dari Rp251,48 miliar menjadi Rp251,59 miliar. Penyesuaian ini mencakup pengalihan pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD dari pos Retribusi Daerah ke pos Lain-Lain PAD yang Sah sesuai rekomendasi BPK RI atas LKPD 2025. Golkar mendesak agar perbaikan reklasifikasi ini tidak berhenti pada administrasi penganggaran semata, melainkan diikuti konsistensi pengelolaan agar data fiskal tetap akurat.

Kedua  :Pendapatan Transfer

Pendapatan Transfer bertambah Rp36,77 miliar (naik 2,25%) menjadi Rp1,69 triliun. Tambahan ini berasal dari Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Pusat sebesar Rp26,36 miliar, penyaluran Dana Treasury Deposit Facility 2026, serta tambahan transfer antar-daerah sebesar Rp10,41 miliar. Fraksi Golkar menekankan agar tambahan dana ini diterjemahkan ke dalam program yang benar-benar menjadi prioritas publik, bukan sekadar penambahan angka di struktur APBD.

Ketiga ;  Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah

Pos ini melonjak signifikan sebesar 74,47% (bertambah Rp8,94 miliar) menjadi Rp20,95 miliar, yang bersumber dari dividen/keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara Tahun 2025 yang sebelumnya belum dianggarkan. Golkar meminta agar alokasi dari dana ini diarahkan secara cermat untuk kebutuhan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Tantangan Pengelolaan Efektivitas Anggaran

Menutupi pandangannya, Fraksi Golkar menegaskan bahwa tantangan terbesar Pemkab Sumbawa pada Perubahan APBD 2026 adalah efektivitas pengelolaan anggaran di tengah melonjaknya kebutuhan belanja. Setiap tambahan rupiah yang dibelanjakan harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja pembangunan.

"Perubahan APBD tidak boleh hanya menghasilkan perubahan angka-angka di atas kertas, tetapi harus benar-benar menghasilkan perubahan kualitas pelayanan pemerintahan, pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa," ujar Ahmad Syukri.

Adapun  susunan kepengurusan dan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumbawa yang menandatangani Pandangan Umum tersebut Penasihat: H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Ketua: Ademudhita Noorsamsu, S.AP., Wakil Ketua: Hasanuddin HMS, Sekretaris: Gahtan Hanu Cakita, Bendahara: Muhammad Zain, S.P.,Anggota / Juru Bicara: Ahmad Syukri, HS., A.Ma. (AM)

 

]]>
Thu, 24 Sep 2026 08:24:29 +0800 amr
Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil https://amarmedia.co.id/izin-kawasan-hutan-tuntas-pemkab-sumbawa-pacu-pembangunan-jalan-dan-jaringan-listrik-ke-desa-terpencil https://amarmedia.co.id/izin-kawasan-hutan-tuntas-pemkab-sumbawa-pacu-pembangunan-jalan-dan-jaringan-listrik-ke-desa-terpencil Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Pasca RDP Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu dengan manager Lisdes PLN Wilayah NTB terkait dengan Listrik Masuk Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa kini menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk membahas lebih teknis. 

Diketahui, hambatan utama pembangunan aksesibilitas dan infrastruktur dasar di wilayah terpencil Kabupaten Sumbawa akhirnya resmi terurai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan izin penggunaan kawasan hutan untuk jalur akses jalan dan jaringan listrik telah tuntas diterbitkan.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah selatan dan barat Kabupaten Sumbawa yang selama ini mendambakan hadirnya pasokan listrik dan jalan yang memadai.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan kabar penting ini saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Dukungan Akses Jalan untuk Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026 di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Manajer Lisdes PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat beserta jajaran.

Dalam arahannya, Bupati H. Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa terbitnya izin kawasan hutan merupakan kunci pembuka yang selama ini dinantikan. Kejelasan status hukum lahan menjadi fondasi mutlak agar pengerjaan fisik di lapangan tidak membentur kendala administratif.

"Alhamdulillah, salah satu kendala terbesar sudah tuntas. Dengan adanya izin kawasan untuk jalan ini, pihak PLN akan jauh lebih mudah masuk untuk merealisasikan jaringan listrik," ujar Bupati Jarot.

 

Dengan selesainya perizinan tersebut, mobilisasi material bangunan dan alat berat menuju lokasi proyek dijamin tidak lagi terkendala aturan hukum. Mengingat medan geografis yang tergolong ekstrem, Bupati menginstruksikan jajarannya untuk memanfaat momentum cuaca sebelum musim hujan tiba.

Ia mendedikasikan percepatan pengerjaan fisik jalan dengan mengerahkan minimal 2 hingga 3 unit alat berat ke lokasi target.

"Jangan sampai kita kehilangan momentum. Cuaca saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Saya minta dukungan alat berat minimal dua sampai tiga unit segera diturunkan ke lapangan," tegasnya.

Skenario Pengerjaan Bertahap dan Fokus Jalur Strategis

Secara teknis, Pemkab Sumbawa memberikan prioritas pengerjaan pada ruas Batu Rotok–Bao Desa. Berdasarkan hasil survei lapangan, ruas ini dinilai memiliki tingkat kesulitan geografis yang lebih rendah dibandingkan titik lainnya.

Pengerjaan pada ruas Batu Rotok–Bao Desa akan dijadikan pintu masuk logistik sebelum tim teknis merambah ke medan yang lebih berat menuju kawasan Tangkam Pulit. Strategi bertahap ini diterapkan guna menjamin efisiensi waktu, tenaga, serta anggaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, S.T., M.T., memaparkan bahwa terdapat enam wilayah prioritas yang masuk dalam skema Lisdes APBN 2026, yaitu Desa; Tangkam Pulit, Bao Desa, Tepal, Batu Rotok, Bakti Jaya, Dusun Matemega (Desa Marente)

Tantangan Logistik: Angkut 70 Tiang Listrik Seberat 1 Ton

Lalu Suharmaji mengungkapkan, tantangan terbesar dalam program Lisdes ini terletak pada distribusi logistik tiang listrik PLN yang melewati jalur perbukitan dan hutan.

"Pemda Sumbawa diminta memfasilitasi kesiapan akses jalan untuk mobilisasi sekitar 70 tiang listrik. Setiap tiang memiliki panjang kurang lebih 12 meter dengan bobot mencapai 1 ton per unit," papar Suharmaji.

Tanpa akses jalan pembuka yang memadai, pemancangan tiang listrik seberat satu ton menuju perbukitan akan sangat berisiko dan memakan waktu lama. Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor antara Pemkab Sumbawa dan PLN menjadi kuintat utama kesuksesan proyek ini.

Program Lisdes APBN 2026 ini bukan sekadar proyek pembangunan rutin, melainkan bagian dari pemenuhan Program Strategis Nasional (PSN). Masuknya aliran listrik ke enam wilayah pelosok ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi desa, membuka isolasi informasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Dengan selesainya legalitas kawasan hutan dan komitmen penuh Pemkab Sumbawa, terang masa depan kini tinggal menghitung hari bagi masyarakat di pedalaman Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 24 Sep 2026 07:53:36 +0800 amr
Soroti PAD hingga Irigasi Pertanian, Fraksi NasDem Setujui Pembahasan Ranperda APBD&P Sumbawa 2026 https://amarmedia.co.id/soroti-pad-hingga-irigasi-pertanian-fraksi-nasdem-setujui-pembahasan-ranperda-apbd-p-sumbawa-2026 https://amarmedia.co.id/soroti-pad-hingga-irigasi-pertanian-fraksi-nasdem-setujui-pembahasan-ranperda-apbd-p-sumbawa-2026 Soroti PAD hingga Irigasi Pertanian, Fraksi NasDem Setujui Pembahasan Ranperda APBD-P Sumbawa 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Kamis (23/9/2026).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, unsur Forkopimda, para pimpinan SKPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam paripurna tersebut, Fraksi Partai NasDem menyatakan menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk dibahas ke tahap selanjutnya. Namun, persetujuan tersebut disertai sejumlah catatan kritis, terutama terkait akurasi data fiskal, kehati-hatian belanja, serta percepatan infrastruktur pertanian.

Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Edy Syarifuddin, mengungkapkan bahwa secara garis besar arah perubahan anggaran ini telah sesuai dengan kebutuhan penyelesaian program tahun berjalan. Kendati demikian, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) diminta segera membenahi ketidaksesuaian data pada dokumen anggaran.

 "Kami mencermati ada kejanggalan kalkulasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disebutkan PAD awal Rp251,48 miliar dan bertambah Rp108,36 miliar, tetapi totalnya justru tertulis Rp251,59 miliar. Kami minta TAPD memberikan klarifikasi dan koreksi tertulis agar postur anggaran di Banggar benar-benar akurat," tegas Edy saat membacakan pemandangan umum fraksi.

Fraksi NasDem membeberkan sejumlah poin yang menjadi catatan evaluasi bagi Pemkab Sumbawa diantaranya Kenaikan Pendapatan & Reklasifikasi BLUD

NasDem mengapresiasi kenaikan target pendapatan daerah sebesar 2,42% (menjadi Rp1,94 triliun) serta masuknya bagi hasil keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) 2025 sebesar 74,47% pada pos Lain-Lain PAD yang Sah. Terkait pengalihan pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD dari Retribusi ke Lain-Lain PAD yang Sah sesuai rekomendasi BPK RI, NasDem meminta jaminan agar perubahan ini tidak menutup-nutupi penurunan kinerja pelayanan medis di lapangan.

Atas Belanja daerah melonjak 11,70% menjadi Rp2,14 triliun. Karena laju kenaikan belanja jauh melebihi pendapatan (2,42%), selisihnya harus ditutup oleh SiLPA. NasDem juga memberikan warning keras terkait kenaikan Belanja Modal sebesar 103,12% (menjadi Rp102,28 miliar).

"Waktu efektif pelaksanaan anggaran perubahan ini tersisa kurang lebih tiga bulan. Pemkab harus transparan mengenai rincian paket dan kesiapan dokumen DED agar penyerapan tidak menumpuk di akhir tahun dan tidak mengorbankan kualitas proyek," lanjut Edy.

 

Tambahan penerimaan pembiayaan dari SiLPA sebesar Rp176,68 miliar (total menjadi Rp201,68 miliar) dinilai perlu diwaspadai. Menurut NasDem, angka SiLPA yang membengkak mengindikasikan belum optimalnya penyerapan anggaran pada tahun sebelumnya.

Di luar angka-angka fiskal, Fraksi NasDem menitikberatkan perhatian pada sektor riil yang menyentuh langsung ekonomi masyarakat, khususnya para petani.

NasDem mendesak Pemkab Sumbawa untuk memprioritaskan pemeliharaan dan perbaikan jaringan irigasi tersier yang selama ini masih dikelola secara konvensional sehingga distribusi air ke sawah tidak maksimal. Beberapa wilayah tanam yang didesak menjadi prioritas penanganan meliputi Kecamatan Lape, Kecamatan Lopok, Kecamatan Maronge, Kecamatan Moyo Hulu,Kecamatan Empang, Kecamatan Moyo Hilir, serta kecamatan lainnya.

 "Pemerintah Daerah harus aktif menyuarakan dan mengawal pembenahan irigasi ini ke Pemerintah Provinsi maupun Pusat. Selain irigasi, pengoperasian Pasar Rakyat di Kecamatan Utan juga harus segera dioptimalkan agar menjadi pusat geliat ekonomi warga," tambah Edy.

 

Adapun sususna fraksi adalah Dewan Penasihat Zulfikar Demitry, S.H., M.H., Ketua: Bunardi, A.Md.Pi., Wakil Ketua: H. Zohran, S.H., Sekretaris: Edy Syarifuddin.

Mengakhiri pandangannya, Fraksi NasDem berharap seluruh catatan, masukan, dan pertanyaan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh Pemkab Sumbawa dalam pembahasan tingkat komisi dan Badan Anggaran mendatang demi terwujudnya Sumbawa yang maju, unggul, dan sejahtera.(AM)

]]>
Thu, 24 Sep 2026 07:24:01 +0800 amr
Dua Pemain SSB Sumbawa Muda Lolos Seleksi Diklat Cirebon United https://amarmedia.co.id/dua-pemain-ssb-sumbawa-muda-lolos-seleksi-diklat-cirebon-united https://amarmedia.co.id/dua-pemain-ssb-sumbawa-muda-lolos-seleksi-diklat-cirebon-united Dua Pemain SSB Sumbawa Muda Lolos Seleksi Diklat Cirebon United

Sumbawa.Amarmedia.co.id- Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Kabupaten Sumbawa. Dua pemain binaan SSB Sumbawa Muda berhasil lolos dalam seleksi Diklat Cirebon United yang digelar di GOR Manuru Kupa, Kabupaten Dompu, pada 19–20 September 2026.

Keduanya adalah M. Rifqi Sabhani, pemain berposisi gelandang, dan Lanang Dani Indrawan, yang bermain sebagai bek. Keduanya merupakan siswa kelas IX dan sama-sama tengah menempuh pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

M. Rifqi Sabhani merupakan siswa SMPN 2 Sumbawa Besar dan putra sulung Syamsul Bahri alias Ancos. Sementara Lanang Dani Indrawan merupakan siswa SMPN Labuhan Badas, putra dari Yudha Irawan.

Keberhasilan dua pemain muda tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi SSB Sumbawa Muda. Kepala Pelatih SSB Sumbawa Muda, Yudi Nurwahyudi, mengaku bersyukur atas pencapaian kedua anak didiknya. “Alhamdulillah mereka lolos seleksi,” ujar Yudi Nurwahyudi yang akrab disapa Coach Yudi pada media ini, Rabu (23/9/2025).

Menurutnya, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Rifqi dan Lanang untuk terus berkembang dan meningkatkan kemampuan mereka. Ia juga berharap keduanya kelak mampu membawa nama baik Sumbawa di berbagai kompetisi sepak bola, termasuk di tingkat nasional.

Seleksi tersebut merupakan bagian dari Talent Hunt 2026 yang digelar Diklat Cirebon United di GOR Manuru Kupa, Kabupaten Dompu, NTB. Kegiatan ini terbuka bagi pemain putra kelahiran 2010–2014 sebagai bagian dari upaya menjaring talenta-talenta sepak bola muda.

Selain menjadi ajang pencarian bakat, program tersebut juga memberikan peluang bagi pemain terpilih untuk mendapatkan beasiswa pelatihan hingga 100 persen.

Bagi Sumbawa, lolosnya Rifqi dan Lanang bukan sekadar sebuah pencapaian pribadi. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak muda daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan bersaing apabila mendapatkan pembinaan, latihan yang konsisten, serta kemauan untuk terus belajar.

Perjalanan keduanya tentu masih panjang. Masih ada banyak hal yang harus dipelajari, baik dari sisi teknik, fisik, mental maupun disiplin. Namun, langkah yang telah mereka capai menjadi modal penting untuk menatap tantangan berikutnya.

Untuk para pemuda Sumbawa, kisah Rifqi dan Lanang menjadi pesan sederhana: jangan takut bermimpi besar hanya karena berasal dari daerah. Terus berlatih, disiplin, berani mengikuti seleksi, dan manfaatkan setiap kesempatan.

Hari ini mungkin mereka berlatih di lapangan daerah. Namun dengan kerja keras dan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin suatu hari nanti semakin banyak putra Sumbawa yang tampil membawa nama daerah di panggung sepak bola nasional.

Selamat kepada M. Rifqi Sabhani dan Lanang Dani Indrawan. Terus berjuang, terus belajar, dan jangan berhenti bermimpi. Sumbawa menunggu lahirnya talenta-talenta hebat berikutnya. (AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 19:11:19 +0800 amr
Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap Ranperda APBD&P TA 2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-ranperda-apbd-p-ta-2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-ranperda-apbd-p-ta-2026 Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap Ranperda APBD-P TA 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Rapat Paripurna Kedua dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).

Rapat Paripurna tersebut dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Tampak hadir secara langsung Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forkopimda, para pimpinan SKPD, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam persidangan tersebut, H. Andi Mappeleppui bertindak selaku juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk membacakan pemandangan umum fraksi. Fraksi PKS menegaskan bahwa Perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian angka di atas kertas, melainkan instrumen koreksi kebijakan fiskal untuk merespons perkembangan aktual daerah dan memastikan pencapaian target RPJMD.

Analisis Postur Fiskal APBD Perubahan 2026

Fraksi PKS menguji kualitas Ranperda APBD Perubahan TA 2026 melalui tiga indikator utama, yaitu realistisnya pendapatan, kualitas belanja, dan kesehatan pembiayaan:

Pertama; Sektor Pendapatan Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD), Naik relatif terbatas dari Rp251,48 miliar menjadi Rp251,58 miliar (bertambah Rp108,36 juta atau 0,04%). Fraksi PKS menilai kenaikan ini sangat minim dan belum mencerminkan inovasi intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah.

Retribusi daerah mengalami penurunan drastis sebesar 24% (turun Rp32,28 miliar) dari Rp134,91 miliar menjadi Rp102,62 miliar. Fraksi PKS mempertanyakan faktor utama penurunan tersebut dan mendesak langkah konkret perbaikan kinerja serta optimalisasi BUMD dan aset daerah.

Pendapatan Transfer naik menjadi Rp1,66 triliun (bertambah Rp36,77 miliar atau 2,25%), sementara Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah melonjak 74,47% menjadi Rp20,95 miliar berkat dividen keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Hal ini dinilai menunjukkan fleksibilitas fiskal daerah yang masih sangat bergantung pada pemerintah pusat dan sektor tambang swasta.

Pada Sektor Belanja Daerah, Belanja Daerah secara keseluruhan mengalami peningkatan dari Rp1,92 triliun menjadi Rp2,14 triliun (bertambah Rp224,51 miliar atau 11,70%).

 Belanja Barang dan Jasa: Naik 25,23% (bertambah Rp126,81 miliar) menjadi Rp629,37 miliar. PKS meminta klarifikasi detail alokasi OPD penanggung jawab agar tambahan anggaran difokuskan pada pelayanan publik, bukan sekadar memperbesar operasional administratif.

Untuk Belanja Modal, melonjak signifikan sebesar 103,12% (bertambah Rp51,93 miliar) menjadi Rp102,28 miliar. PKS mendesak alokasi ini memiliki multiplier effect bagi perekonomian, ketahanan pangan, dan pengurangan kemiskinan.

Di sektor Pembiayaan Daerah,Defisit anggaran mengalami pelebaran dari Rp22,99 miliar menjadi Rp201,68 miliar (bertambah Rp178,68 miliar). Pelebaran defisit ini ditutup oleh Penerimaan Pembiayaan yang bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya yang disesuaikan menjadi Rp201,68 miliar (naik dari asumsi awal Rp25 miliar). PKS meminta evaluasi terbuka terkait komposisi SiLPA agar tidak terus-menerus dijadikan tumpuan penutup defisit.

10 Rekomendasi Strategis Fraksi PKS

Guna memastikan efektivitas anggaran di sisa waktu tahun anggaran 2026, Fraksi PKS menyampaikan 10 poin rekomendasi dan desakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa:

Pertama ; Segera menuntaskan perbaikan jalan dan pembuatan bahu jalan pada ruas Simpang Raberas – Simpang Boak

Kedua ; Melakukan koordinasi perbaikan akses jalan di depan Terminal/Taman Kota Alas.

Ketiga ; Melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan pada sejumlah ruas prioritas seperti Ruas Jalan Lintas Moyo – Kakiang, Ruas Jalan Berare – Olat Rawa, Ruas Jalan Lintas Moyo – Serading, Ruas Jalan Lintas Sumbawa – Moyo, Ruas Jalan Sampa – Ai Ngelar, Ruas Jalan Lintas Langam – Ropang, Ruas Jalan Sebasang Unter dan Ruas Jalan Simpang Bajo – Labuhan Pade

 

PKS menyoroti jalan Depan RSUD Sering. Meminta perhatian serius atas keluhan debu yang membahayakan kesehatan pengguna jalan di depan RSUD Sering agar segera dituntaskan.

Untuk Jembatan Kayu Madu:l agar Segera memperbaiki kerusakan atau terputusnya jembatan di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas.

Untuk Validasi Data Kemensos (Desil) agar berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait penetapan desil penerima bantuan sosial yang memicu polemik di tengah masyarakat.

 Tetap menganggarkan beasiswa bagi warga miskin dan mahasiswa berprestasi sesuai ketentuan regulasi guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

 Melakukan investasi perbaikan infrastruktur jalan menuju kampus-kampus perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa.

Fraksi PKS mengatensi Keberadaan PT AMNT. Mendorong transparansi penyerapan tenaga kerja lokal, pembagian deviden daerah penghasil, hingga kewajiban mutasi plat kendaraan/alat berat ke plat Sumbawa (EA) guna mendongkrak PAD.

 

PKS meminta Merealisasikan pembangunan drainase di depan Ponpes Al-Madina, Desa Labuhan Alas.

Di akhir penyampaiannya, Fraksi PKS yang diketuai oleh Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov, Wakil Ketua Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si., Sekretaris H. Andi Mappeleppui, serta para anggota (Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, Alen Taryadi, S.H., dan Ema Yuniarti) menyatakan persetujuannya terhadap Ranperda Perubahan APBD TA 2026 untuk dibahas pada tahap persidangan selanjutnya.

Penyampaian pandangan umum tersebut ditutup dengan sebuah pantun oleh H. Andi Mappeleppui:

 Pergi ke pasar membeli pakaian,

 Kain Sumbawa indah warnanya;

 Kritik dan saran kami sampaikan

 Demi Sumbawa sejahtera bersama. (AM)

 

]]>
Wed, 23 Sep 2026 15:19:08 +0800 amr
Fraksi Demokrat PPP Pembangunan DPRD Sumbawa Sampaikan Pandangan Umum Ranperda APBD&P TA 2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-demokrat-ppp-pembangunan-dprd-sumbawa-sampaikan-pandangan-umum-ranperda-apbd-p-ta-2026 https://amarmedia.co.id/fraksi-demokrat-ppp-pembangunan-dprd-sumbawa-sampaikan-pandangan-umum-ranperda-apbd-p-ta-2026 Fraksi Demokrat PPP Pembangunan DPRD Sumbawa Sampaikan Pandangan Umum Ranperda APBD-P TA 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna Kedua dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Berdasarkan pantauan, hadir langsung Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forkopimda, para pimpinan SKPD, para camat, serta para tamu undangan.

Dalam persidangan tersebut, Ahmad Nawawi hadir membacakan Pemandangan Umum Fraksi Demokrat PPP Pembangunan. Menyampaikan tanggapan atas penjelasan Bupati Sumbawa pada Paripurna Pertama (21/9/2026), fraksi menyerahkan sejumlah catatan kritis, analisis data, hingga rekomendasi strategis terkait efisiensi anggaran dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sorotan Postur Anggaran APBD-P 2026

Fraksi Demokrat PPP Pembangunan memaparkan sejumlah hal terkait dinamika pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah

Pada Sektor Pendapatan Daerah, Kenaikan Total Pendapatan naik sebesar Rp45,83 miliar (2,42%), sehingga total pendapatan pasca-perubahan menjadi Rp1,94 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bertambah Rp108,36 juta (0,04%) menjadi Rp251,59 miliar. Meski naik, fraksi menyoroti penurunan pada retribusi daerah dan meminta penjelasan langkah mitigasinya.

Terhadap BLUD Kesehatan ada Pengalihan pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD menjadi komponen Lain-lain PAD yang Sah (sebagai tindak lanjut rekomendasi BPK RI atas LKPD TA 2025) ditegaskan agar berjalan taat asas tanpa mengganggu fleksibilitas operasional pelayanan kesehatan.

Dana Transfer & Keuntungan AMNT meningkat Rp36,77 miliar (2,25%) menjadi Rp1,69 triliun. Sementara sektor Lain-lain Pendapatan yang Sah melonjak signifikan 74,47% (naik Rp8,94 miliar) menjadi Rp20,95 miliar, yang bersumber dari keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara TA 2025.

Terhadap Sektor Belanja Daerah, Total Belanja Daerah melonjak sebesar Rp224,51 miliar (11,70%) menyentuh angka Rp2,14 triliun. Belanja Operasi Naik Rp165,75 miliar (10,41%) menjadi Rp1,76 triliun. Fraksi mendesak agar alokasi insentif pemungut pajak/retribusi, kekurangan belanja BPJS Kesehatan, hingga jaminan kecelakaan/kematian pekerja rentan disalurkan tepat waktu.

 

Kemudian Belanja Modal mengalami kenaikan terbilang ekstrem sebesar 103,12% (bertambah Rp51,93 miliar) menjadi Rp102,28 miliar. Fraksi menekankan agar penguatan modal ini benar-benar diarahkan untuk investasi infrastruktur vital publik.

Untuk Sektor Pembiayaan Daerah, Penerimaan Pembiayaan melonjak Rp176,68 miliar menjadi Rp201,68 miliar, yang sepenuhnya bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya untuk menutup defisit anggaran (sehingga SiLPA tahun berkenaan menjadi nihil/Rp0). Selain itu, pengalihan penyertaan modal PT BPR NTB untuk Program UPLAND dialihkan menjadi Belanja Operasional dan Belanja Modal Program UPLAND.

5 Desakan Program Strategis Akhir Tahun

Mengingat sisa waktu pelaksanaan APBD Perubahan TA 2026 yang efektif kurang dari tiga bulan, Fraksi Demokrat PPP Pembangunan mendesak Pemerintah Daerah Sumbawa untuk memfokuskan anggaran pada lima program strategis yakni Alokasi BTT untuk Korban Longsor Lawang Tua (Lantung), mendesak eksekutif memanfaatkan pos Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp20,01 miliar untuk penanganan darurat dan santunan layak bagi korban bencana tanah longsor di kawasan tambang rakyat Lawang Tua, Kecamatan Lantung.

 Akselerasi Perbaikan Jalan Kabupaten

Meminta lonjakan belanja modal diprioritaskan untuk pemeliharaan rutin maupun berkala pada ruas jalan rusak sepanjang ~951,57 km. Beberapa titik prioritas yang disorot antara lain Jalan Labuhan Kuris – Tanjung Bila, Jalan Penyaring – Dusun Baru, Jalan Sebewe – Lu Air, Jalan Langam – Mamak (dinilai belum pernah diperbaiki selama 27 tahun), Ruas Jalan Samapuin – Perate, Ruas jalan antar-desa di Kecamatan Ropang, Sambungan Jalan Lingkar Mapin Beru (Kecamatan Alas Barat), Ruas jalan dalam Kota Sumbawa Atensi Khusus perbaikan akses jalan menuju Dusun Labuhan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang.

Terhadap Ketahanan Layanan Kesehatan & Obat-Obatan, Jaminan ketersediaan obat-obatan esensial di Puskesmas pasca-peralihan BLUD serta penyelesaian sisa kuota BPJS APBD (UHC) agar tidak ada warga miskin terhambat mendapat pelayanan medis.

Atas Program Padat Karya Berskala Lingkungan fraksi mendorong proyek Penunjukan Langsung (PL) infrastruktur permukiman berbasis padat karya (cash-for-work), seperti pembersihan drainase kota untuk mitigasi banjir sekaligus mendongkrak daya beli warga.

Penyaluran Saprodi Pertanian & Program UPLAND dengan memastikan bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) segera didistribusikan menjelang musim tanam, serta memastikan alokasi operasional Program UPLAND berjalan lancar untuk komoditas unggulan dataran tinggi.

Di akhir pemandangannya, Fraksi Demokrat PPP Pembangunan yang diketuai oleh H. Zainuddin Sirat bersama jajaran anggota (Sri Wahyuni, S.AP., Saipul Arif, Juliansyah, S.E., Sri Hastuti, dan Ahmad Nawawi) menyatakan siap dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD TA 2026 untuk dibahas ke tahap persidangan selanjutnya. (AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 15:00:39 +0800 amr
Rapat Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi Gelora Kritis Soal Lonjakan Belanja, SILPA Rp201 Miliar, Dividen Bank NTB Syariah, dan Tenaga Kerja Tambang https://amarmedia.co.id/rapat-paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-gelora-kritis-soal-lonjakan-belanja-silpa-rp201-miliar-dividen-bank-ntb-syariah-dan-tenaga-kerja-tambang https://amarmedia.co.id/rapat-paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-gelora-kritis-soal-lonjakan-belanja-silpa-rp201-miliar-dividen-bank-ntb-syariah-dan-tenaga-kerja-tambang Rapat Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi Gelora Kritis Soal Lonjakan Belanja, SILPA Rp201 Miliar, Dividen Bank NTB Syariah, dan Tenaga Kerja Tambang

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna Ke-II dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Utama DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, serta para tamu undangan.

Sorotan Tajam Fraksi Gelora Indonesia

Pemandangan umum Fraksi Gelora Indonesia disampaikan oleh juru bicara Abron Ishak, A.Md. Dalam pemaparannya, Fraksi Gelora menyampaikan apresiasi atas kerja keras Bupati Sumbawa dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun Raperda APBD Perubahan 2026. Kendati menyambut baik dan siap melanjutkan pembahasan ke tahap berikutnya, Fraksi Gelora melontarkan sederet pertanyaan mendalam serta catatan kritis terkait tata kelola keuangan dan pembangunan daerah.

poin-poin utama yang disuarakan oleh Fraksi Gelora  diantaranya Ketimpangan Pendapatan dan Belanja serta SILPA Rp201,68 Miliar

Fraksi Gelora menyoroti postur APBD-P 2026 yang mengalami pelebaran defisit belanja. Pendapatan daerah hanya naik Rp45,83 miliar (dari Rp1,89 triliun menjadi Rp1,94 triliun), sementara belanja daerah melonjak signifikan sebesar Rp224,51 miliar (dari Rp1,92 triliun menjadi Rp2,14 triliun).

Pelebaran kebutuhan pembiayaan ini ditutup oleh kenaikan penerimaan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya yang mencapai Rp201,68 miliar (naik dari alokasi awal Rp25 miliar).

Ada  Pertanyaan Fraksi Partai Gelora Indonesia,  Apakah tingginya nilai SILPA ini disebabkan oleh efisiensi anggaran, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, atau perencanaan yang tidak optimal? Fraksi Gelora mendesak transparansi rincian SILPA agar DPRD dapat membedakan antara efisiensi riil dan kegagalan penyerapan anggaran.

Kemandirian Fiskal, Transparansi PT AMNT, dan Investasi Bank NTB Syariah

Terhadap Kemandirian Fiskal, Rasio kemandirian daerah yang berada di angka 14,89% dinilai rentan. Fraksi Gelora merekomendasikan percepatan digitalisasi pajak/retribusi daerah serta evaluasi BUMD.

 Atas  Dividen PT AMNT,  Terkait estimasi bagian keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar Rp8,94 miliar, Gelora mempertanyakan kepastian penerimaannya, mekanisme penyalurannya, serta kontinuitasnya sebagai sumber pendapatan daerah.

Atas Deviden Bank NTB Syariah:l, Pemkab Sumbawa tercatat menyertakan modal hingga Rp74,65 miliar pada PT Bank NTB Syariah per 31 Desember 2021. Namun, laporan publikasi resmi bank per 31 Desember 2025 belum memperlihatkan rincian dividen yang dibagikan ke daerah.

Fraksi Gelora mempertanyakan berapa besaran dividen tahun 2025 yang diterima Pemkab Sumbawa, apakah sudah ditetapkan melalui RUPS, dan apa target kontribusi Bank NTB Syariah terhadap PAD dalam 5 tahun ke depan.

Meski mengapresiasi kenaikan Belanja Modal sebesar lebih dari 100% (dari Rp50,36 miliar menjadi Rp102,28 miliar), Fraksi Gelora mengkritisi dominasi Belanja Operasi yang menembus 82,24% dari total APBD (membengkak Rp163,75 miliar).

Fraksi Gelora mempertanyakan apakah pembengkakan Belanja Operasi berbanding lurus dengan peningkatan pelayanan publik atau justru terserap untuk biaya perjalanan dinas dan belanja habis pakai kantor. Pemerintah daerah diminta merinci proyek infrastruktur prioritas beserta target penyelesaiannya hingga akhir tahun 2026.

Fraksi Gelora menemukan ketidakcocokan penulisan dasar hukum APBD pada dokumen Raperda. Pada bagian awal tertulis Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2026, sedangkan pada isi penjelasan tertulis Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2025. Fraksi meminta kekeliruan nomenklatur ini segera dikoreksi sebelum disahkan.

Menghadapi rencana kegiatan pertambangan emas dan fasilitas pendukungnya pada tahun 2027, Fraksi Gelora mendesak Pemkab Sumbawa menyusun database angkatan kerja yang terintegrasi (mencakup usia, jenis kelamin, status kerja, tingkat pendidikan, sertifikasi, dan pengalaman).

Fraksi Partai Gelora Indonesia mendesak Pemkab Sumbawa dan perusahaan tambang harus menjamin porsi tenaga kerja lokal (skilled maupun unskilled) serta keterlibatan pengusaha lokal. Perusahaan wajib memberikan pelatihan kapasitas, sementara pemerintah daerah harus memiliki basis data kuat untuk mencegah potensi konflik sosial di kemudian hari.

Adapun Susunan Keanggotaan Fraksi Gelora Indonesia DPRD Sumbawa, Ketua: Kaharuddin Z. Wakil Ketua: Muhammad Taufik, S.Pd., Sekretaris Sandi SPd M.M. Anggota / Juru Bicara: Abron Ishak, A.Md.

Mengakhiri pandangannya, Fraksi Gelora Indonesia berharap seluruh catatan dan masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi konstruktif bagi eksekutif demi memastikan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026 benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 13:14:41 +0800 amr
Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi PKB Soroti Pertambangan Ilegal, Kemarau Ekstrem, hingga Infrastruktur https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-pkb-soroti-pertambangan-ilegal-kemarau-ekstrem-hingga-infrastruktur https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-pkb-soroti-pertambangan-ilegal-kemarau-ekstrem-hingga-infrastruktur Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi PKB Soroti Pertambangan Ilegal, Kemarau Ekstrem, hingga Infrastruktur

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna Ke-II dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), para camat, serta tamu undangan lainnya.

Apresiasi Kenaikan Pendapatan dan Penyesuaian Pembiayaan

Pemandangan umum Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disampaikan oleh juru bicara Sukiman K., S.Pd.I. Dalam penyampaiannya, Fraksi PKB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas peningkatan capaian pendapatan daerah pada APBD Perubahan 2026.

Pendapatan daerah yang semula ditargetkan sebesar Rp1,89 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp45,83 miliar atau naik 2,42 persen, sehingga menjadi Rp1,94 triliun.

Selain itu, Fraksi PKB juga mencermati pengalihan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp2,01 miliar yang semula dialokasikan untuk penyertaan modal daerah pada PT BPR NTB untuk Program Upland. Anggaran tersebut kini diubah menjadi Rp0 (berkurang 100 persen) lantaran dialihkan menjadi belanja operasional dan belanja modal Program Upland sesuai petunjuk pelaksanaan yang berlaku.

Meskipun mengapresiasi kinerja pemerintah daerah, Fraksi PKB menyampaikan lima poin masukan dan desakan strategis demi perbaikan tata kelola pemerintahan serta kesejahteraan masyarakat Sumbawa:

Pertama ;  Penanganan Pertambangan Ilegal: Pemkab Sumbawa didesak memberikan perhatian khusus terhadap maraknya pertambangan ilegal dan penataan pertambangan rakyat di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kedua :  Penanganan Dampak Kemarau Ekstrem: Pemkab Sumbawa diminta sigap merespons dampak kekeringan akibat kemarau ekstrem, termasuk mengalokasikan anggaran tambahan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa guna memaksimalkan penanganan bencana di lapangan.

Ketiga ; Komitmen Good and Clean Governance. Pemerintah daerah diharapkan mampu membuktikan kinerja secara nyata, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Keempat ; Pembenahan Data Sosial dan Ekonomi. Pemkab Sumbawa diminta serius membenahi Data Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data potensi Sustainable Development Goals (SDGs) desa agar menjadi basis data yang valid dalam menyusun program penuntasan kemiskinan dan pemulihan ekonomi.

Kelima ; Perbaikan Infrastruktur Penghubung: Perhatian serius disuarakan untuk perbaikan infrastruktur jalan utama penghubung antarkecamatan, salah satunya ruas jalan lintas Moyo Hilir – Sumbawa.

Adapun Susunan Keanggotaan Fraksi PKB DPRD Sumbawa  Ketua: Sri Wahyuni,  Wakil Ketua: Sukiman K., S.Pd.I., Sekretaris: Ridwan, S.P., M.Si.,Bendahara: Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov. 

Fraksi PKB berharap seluruh saran dan masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan utama Pemkab Sumbawa dalam proses pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 pada tahap selanjutnya.(AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 12:39:10 +0800 amr
Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi PAN Minta APBD&P 2026 Fokus Efektivitas dan Persiapan SDM Tambang https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-pan-minta-apbd-p-2026-fokus-efektivitas-dan-persiapan-sdm-tambang https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-pan-minta-apbd-p-2026-fokus-efektivitas-dan-persiapan-sdm-tambang Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi PAN Minta APBD-P 2026 Fokus Efektivitas dan Persiapan SDM Tambang

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa melanjutkan rangkaian Rapat Paripurna Ke-II dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forkopimda, para pimpinan SKPD, serta tamu undangan lainnya.

Sorotan dan Catatan Strategis Fraksi PAN

Pemandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) disampaikan oleh juru bicara Syamsul Hidayat, S.E., M.Si. Dalam pemaparannya, Fraksi PAN menyoroti sejumlah isu dan permasalah  terkait postur perubahan anggaran, optimalisasi pendapatan, efektivitas belanja, hingga kesiapan tenaga kerja lokal.

Fraksi PAN menyetujui Raperda Perubahan APBD TA 2026 untuk dibahas ke tahap selanjutnya dengan memberikan sejumlah catatan penting diantaranya Evaluasi Postur Anggaran.

"Fraksi PAN mencatat peningkatan target pendapatan daerah sebesar Rp45,83 miliar (menjadi Rp1,94 triliun). Namun, belanja daerah melonjak signifikan sebesar Rp224,51 miliar atau naik 11,70% (menjadi Rp2,14 triliun). Peningkatan ini harus diimbangi dengan efektivitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran, bukan sekadar penyesuaian administratif" ujar Dayat akrab disapa 

Terhadap Optimalisasi PAD & Ketergantungan Transfer. Fraksi PAN mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui tata kelola aset dan pelayanan retribusi/pajak tanpa membebani masyarakat. Terkait penerimaan dividen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar Rp8,94 miliar pada pos Lain-Lain Pendapatan yang Sah, PAN meminta agar realisasinya diarahkan secara transparan untuk penguatan pelayanan publik.

 Atas  Lonjakan Belanja Modal (103,12%). Belanja modal yang naik dari Rp50,36 miliar menjadi Rp102,28 miliar ditekankan untuk diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur dasar, konektivitas wilayah, dan sarana publik yang berdampak langsung pada produktivitas warga.

Demikian pula atas SILPA agar Penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp201,68 miliar dalam pembiayaan daerah diminta untuk dikelola secara cermat, terukur, dan fokus pada program prioritas.

 

Fraksi PAn meminta  Persiapan SDM Lokal Menuju Masa Konstruksi PT AMNT (2027).Fraksi PAN mendesak Pemerintah Daerah melakukan langkah konkret sejak 2026 hingga 2027 untuk memetakan, melatih, dan menyertifikasi tenaga kerja lokal Sumbawa. Hal ini penting agar putra-putri daerah tidak menjadi penonton saat PT AMNT memasuki masa konstruksi pada 2027 dan masa produksi pada 2031.

Adapun Susunan Keanggotaan Fraksi PAN DPRD Sumbawa Penasihat / Anggota: Syamsul Hidayat, S.E., M.Si.Ketua / Anggota: Ida Rahayu, l S.AP., Sekretaris / Anggota: H. Rusdi, Bendahara / Anggota: Marliaten

Melalui slogan "PAN Wajah Baru Menuju HaraPAN Baru", Fraksi PAN berharap sinergi legislatif dan eksekutif dapat terus diperkuat agar setiap rupiah dalam Perubahan APBD 2026 benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 12:28:51 +0800 amr
Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi Gerindra Soroti APBD&P 2026, RSUD Sering, dan Program MBG https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-gerindra-soroti-apbd-p-2026-rsud-sering-dan-program-mbg https://amarmedia.co.id/paripurna-dprd-sumbawa-fraksi-gerindra-soroti-apbd-p-2026-rsud-sering-dan-program-mbg Paripurna DPRD Sumbawa: Fraksi Gerindra Soroti APBD-P 2026, RSUD Sering, dan Program MBG

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna Ke-II dengan agenda penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin oleh Pimpinan Sidang Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., didampingi Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, jajaran Forkopimda, para pimpinan SKPD, serta tamu undangan lainnya.

Sorotan Fraksi Partai Gerindra

Dalam pemandangan umum yang dibacakan oleh juru bicara Muhammad Tahir, S.H., Fraksi Partai Gerindra memberikan sejumlah catatan kritis serta masukan strategis terkait postur APBD Perubahan 2026 dan isu-isu krusial daerah diantaranya Postur Pendapatan Daerah.

Gerindra mencatat adanya kenaikan pendapatan daerah sebesar 2,42% (bertambah Rp45,83 miliar), sehingga total menjadi Rp1,94 triliun. Namun, kenaikan ini didominasi oleh pendapatan transfer dan BLUD RSUD. Fraksi Gerindra menyayangkan masih lemahkanya Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya penurunan pada sektor retribusi daerah, dan meminta penjelasan resmi dari Bupati.

Selanjutnya fraksi Partai Gerindra memberilan padangan pada Fokus 12 Program Unggulan Jarot-Ansori. Menanggapi keterbatasan keuangan daerah, Gerindra menekankan agar alokasi belanja daerah diprioritaskan untuk menuntaskan 12 program unggulan kepemimpinan Jarot–Ansori sebelum masa jabatan berakhir.

Fraksi Partai Gerindra atas kejelasan pembangunan RSUD Sering kepada Pemda didesak melakukan kajian mendalam terkait keberlanjutan pembangunan RSUD Sumbawa di Sering yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

 

"Dari beberapa Program Strategis Nasional (PSN)—seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, hilirisasi unggas, dan hilirisasi garam—kesemuanya merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah Prabowo-Gibran yang kita kenal sebagai Program Strategis Nasional"ujar Tahir.

Khususnya MBG, kami berharap Pemerintah Daerah dapat mendorong serta segera melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Pusat, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN), terkait hak-hak konstitusional penerima manfaat yang sejauh ini belum dapat terlayani secara menyeluruh. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah harus berperan dalam memperjuang hak konstitusional masyarakat Sumbawa agar percepatan pelayanan MBG di Sumbawa segera direalisasikan, mengingat potensi SPPG yang siap beroperasi cukup banyak.

Atas transparansi Sektor Pertambangan, Pemda didorong untuk gencar bersosialisasi mengenai tahapan operasional PT Amman Mineral (AMNT) dan PT Sumbawa Juta Raya (SJR) agar masyarakat lokal siap menyerap peluang tenaga kerja.

Adapun Komposisi Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbawa adalah Ketua: Andi Rusni, S.E., M.M., Wakil Ketua: Muhammad Faesal, S.AP., M.M.Inov., Sekretaris: Muhammad Tahir, S.H., Bendahara: Edwan Purnama Anggota: Muhammad Taufik

Fraksi Gerindra berharap catatan dan masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama demi perbaikan tata kelola keuangan serta pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan. (AM)

]]>
Wed, 23 Sep 2026 12:06:32 +0800 amr
Ahmad Fachri Ingatkan Bupati Sumbawa: Posisikan Posisi Tawar Kuat Demi Kesejahteraan Warga Tana Samawa! https://amarmedia.co.id/ahmad-fachri-ingatkan-bupati-sumbawa-posisikan-posisi-tawar-kuat-demi-kesejahteraan-warga-tana-samawa https://amarmedia.co.id/ahmad-fachri-ingatkan-bupati-sumbawa-posisikan-posisi-tawar-kuat-demi-kesejahteraan-warga-tana-samawa Ahmad Fachri Ingatkan Bupati Sumbawa: Posisikan Posisi Tawar Kuat Demi Kesejahteraan Warga Tana Samawa!

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id— Rencana investasi dan penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kegiatan pertambangan Blok Elang oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terus mendapat sorotan dari jajaran elite politik Kabupaten Sumbawa. Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumbawa, Ahmad Fachri, SH., Selasa 22 September 2026 secara tegas meminta Bupati Sumbawa untuk mengambil posisi tawar (bargaining position) yang kuat demi mengamankan hak-hak masyarakat Tana Samawa.

Ahmad Fachri mengakui bahwa Bupati Sumbawa saat ini memiliki latar belakang dan pemahaman yang sangat mendalam terkait dinamika industri pertambangan. Namun demikian, keberanian dan ketegasan kepala daerah dalam memprioritaskan kepentingan warga lokal menurutnya menjadi kunci utama.

"Bupati Sumbawa paham betul dunia pertambangan. Namun demikian, Bupati Sumbawa harus, wajib, serta berani memposisikan diri dan masyarakat Sumbawa dengan bargaining position yang kuat di hadapan pihak perusahaan," ujar Ahmad Fachri, Selasa (22/9/2026).

Mengingat rekam jejak historis bersama saat masa operasional PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) terdahulu, Ahmad Fachri menyodorkan lima poin krusial yang harus diperjuangkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap operasional PT AMNT:

Pertama ; Kuota Tenaga Kerja Lokal 70 Persen. Menerapkan skema alokasi tenaga kerja dengan komposisi 70 persen pekerja lokal dan 30 persen non-lokal. Pemkab harus menekankan kuota keberpihakan terlebih dahulu. Soal keahlian maupun kompetensi merupakan kewajiban serta tanggung jawab penuh perusahaan untuk melatih dan membina (training) para pekerja lokal tersebut.

Kedua ; Peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH). Pemerintah daerah harus memperjuangkan alokasi Dana Bagi Hasil atas produksi dan keuntungan (profit) perusahaan sebesar 60 persen bagi Kabupaten Sumbawa.

Ketiga ; Pengadaan Barang dan Jasa Lokal. Seluruh rantai pasok pengadaan barang dan kebutuhan operasional perusahaan di luar proses produksi utama wajib bersumber dan melibatkan pelaku usaha di Kabupaten Sumbawa.

Keempat ; Optimalisasi Program Pemberdayaan.Program pemberdayaan masyarakat (community development) harus dirasakan secara maksimal oleh warga lokal, baik dalam bentuk peningkatankapasitas (capacity building), hubungan masyarakat (community relations), hingga pelibatan lembaga swadaya masyarakat lokal.

Kelima ; Akomodasi Kepentingan Daerah Lainnya. Memastikan poin-poin krusial lain yang berpihak pada pembangunan daerah dapat terakomodasi secara fleksibel dan berkelanjutan.

Ahmad Fachri menegaskan bahwa pada prinsipnya DPD PAN Kabupaten Sumbawa memberikan dukungan penuh terhadap masuknya investasi di daerah. Namun, investasi tersebut harus berorientasi pada peningkatan taraf hidup warga, bukan sekadar mengeksploitasi sumber daya alam semata.

"Investasi kita dukung penuh, tetapi investasi tersebut harus berbasis pada kesejahteraan masyarakat Sumbawa. Prinsip ini yang tidak boleh ditawar," pungkasnya. (Gam)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 22:05:55 +0800 amr
Program BAZNAS Sumbawa Makmur Hadir di Berang Rea, 100 Mustahik Moyo Hulu Terima Bantuan https://amarmedia.co.id/program-baznas-sumbawa-makmur-hadir-di-berang-rea-100-mustahik-moyo-hulu-terima-bantuan https://amarmedia.co.id/program-baznas-sumbawa-makmur-hadir-di-berang-rea-100-mustahik-moyo-hulu-terima-bantuan Program BAZNAS Sumbawa Makmur Hadir di Berang Rea, 100 Mustahik Moyo Hulu Terima Bantuan

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa dalam mendekatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat terus diperkuat. Melalui Program BAZNAS Sumbawa Makmur 100 Mustahik Per Desa, BAZNAS menyalurkan bantuan kepada 100 mustahik di Desa Berang Rea, Kecamatan Moyo Hulu, pada Senin 21 September 2026.

Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Berang Rea tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa serta masyarakat, khususnya para mustahik penerima manfaat yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Kehadiran BAZNAS di Desa Berang Rea menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan pendistribusian ZIS hingga ke tingkat desa. Langkah tersebut sekaligus memastikan dana yang dihimpun dari para muzaki dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan syariat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov hadir bersama jajaran pimpinan lengkap. Turut hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Bidang Penyaluran dan Pendayagunaan Lukman Hakim SH., M.Si., Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Indan Setia Ningsih A.Ma.,Pd.SD., serta Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum M. Lutfi Makki S.Pd.,M.Si., didampingi staf amil pelaksana.

Kedatangan rombongan BAZNAS disambut langsung oleh Kepala Desa Berang Rea Iwan Darsono beserta jajaran perangkat desa. Sambutan hangat juga datang dari warga yang telah menanti program tersebut.

Kepala Desa Berang Rea Iwan Darsono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian BAZNAS Kabupaten Sumbawa kepada warganya. Ia menilai Program 100 Mustahik Per Desa merupakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi warga yang membutuhkan.

Iwan Darsono menegaskan komitmen Pemerintah Desa Berang Rea untuk mendukung gerakan zakat di Kabupaten Sumbawa. Komitmen itu diwujudkan dengan kesediaan pemerintah desa menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS sangat penting untuk membangun ekosistem pengelolaan ZIS yang amanah, transparan, dan profesional, sehingga potensi zakat di desa dapat dihimpun dan dikelola secara optimal.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat dalam arahannya menekankan zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi memiliki dimensi sosial yang kuat sebagai instrumen kepedulian dan pemberdayaan. Ia menyampaikan bahwa dana yang ditunaikan muzaki adalah amanah besar yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan disalurkan kepada yang berhak secara tepat.

Syukri Rahmat menjelaskan Program BAZNAS Sumbawa Makmur 100 Mustahik Per Desa menjadi salah satu bentuk nyata upaya BAZNAS untuk menghadirkan layanan zakat yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui program tersebut, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dalam mengidentifikasi mustahik, memastikan ketepatan sasaran, serta mendorong pemberdayaan agar bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.

Menurutnya, keberhasilan gerakan zakat tidak dapat dilakukan sendiri oleh lembaga amil, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga para muzaki dan seluruh elemen masyarakat.

Rangkaian sambutan diakhiri dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa M. Lutfi Makki S.Pd.,M.Si. Doa tersebut menjadi penutup sebelum prosesi utama penyerahan bantuan kepada 100 mustahik.

Proses pendistribusian bantuan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Bagi BAZNAS Kabupaten Sumbawa, kegiatan di Desa Berang Rea bukan sekadar kegiatan penyaluran bantuan, melainkan momentum untuk mempererat hubungan antara lembaga zakat dengan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana ZIS.

Melalui program tersebut, BAZNAS berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para mustahik dan menjadi bagian dari ikhtiar pemberdayaan menuju kemandirian dan kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sumbawa akan terus memperluas jangkauan program dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat zakat, infak, dan sedekah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:37:34 +0800 amr
Soroti AMDAL PT AMNT, Mantan Wagub NTB Badrul Munir Beberkan 6 Solusi Pengelolaan Tambang https://amarmedia.co.id/soroti-amdal-pt-amnt-mantan-wagub-ntb-badrul-munir-beberkan-6-solusi-pengelolaan-tambang https://amarmedia.co.id/soroti-amdal-pt-amnt-mantan-wagub-ntb-badrul-munir-beberkan-6-solusi-pengelolaan-tambang Soroti AMDAL PT AMNT, Mantan Wagub NTB Badrul Munir Beberkan 6 Solusi Pengelolaan Tambang

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Mantan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Badrul Munir (BM), menyoroti secara tajam pengelolaan sektor pertambangan di wilayah Tau dan Tana Samawa. 

Dalam pandangannya PADA konsultasi publik penyusunan AMDAL PT AMNT Selasa 22 September 2026, tata kelola tambang saat ini harus dievaluasi agar kehadiran industri ekstraktif tersebut benar-benar memberikan dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

BM mengungkapkan keprihatinannya saat turun langsung ke lapangan. Ia melihat adanya penurunan nilai-nilai kebudayaan setempat seiring hadirnya aktivitas pertambangan yang belum diimbangi dengan proteksi sosial budaya yang kuat. Menurutnya, pemanfaatan hasil tambang untuk Tau dan Tana Samawa tidak boleh sekadar menjadi retorika.

CSR Adalah Hak Masyarakat, Bukan Sumbangan

Secara tegas, BM mengingatkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) atau PPM (Program Pemberdayaan Masyarakat) merupakan kewajiban hukum perusahaan dan hak mutlak masyarakat, bukan sekadar sumbangan atau bantuan sukarela dari korporasi.

"Prinsip ini harus tertuang secara jelas sejak dalam dokumen AMDAL. Karena ini adalah hak masyarakat, pemerintah daerah bersama elemen warga perlu membentuk asosiasi untuk mengawal agar penggunaan dana CSR benar-benar transparan dan melibatkan unsur masyarakat," ujar BM.

Untuk mengatasi kesenjangan dan mengoptimalkan dampak ekonomi keberadaan tambang di Sumbawa, BM menyodorkan enam langkah strategis:

Pertama ; Formulasi Regulasi Lokal Pemanfaatan Dana Tambang. Merumuskan mekanisme dan regulasi tingkat lokal dalam memanfaatkan dana yang dihimpun dari industri pertambangan agar tepat sasaran.

Kedua : Asosiasi Ketenagakerjaan dan Transparansi Rekrutmen. Membentuk asosiasi tenaga kerja untuk memetakan jenis dan jumlah pekerjaan yang dibutuhkan secara terbuka. Langkah ini penting untuk mencegah praktik "naturalisasi" pekerja luar dengan dalih tenaga kerja lokal tidak siap saat operasi dimulai.

Ketiga ; Keterbukaan Pengadaan Barang dan Jasa. Mendorong transparansi penuh antara perusahaan dan Pemda terkait kebutuhan pengadaan barang maupun jasa, sehingga pengusaha lokal dapat berpartisipasi.

Keempat ;papan Informasi Digital (Transparansi Operasional). Membangun sistem pemantauan berupa papan elektronik publik yang dapat diakses masyarakat untuk mendeteksi perkembangan operasional dan kontribusi perusahaan.

Kelima : Penanganan Kemiskinan dan Legacy Kawasan: Menantang komitmen perusahaan dan Pemda untuk menekan angka kemiskinan di daerah penghasil tambang—yang saat ini masih berada di angka dua digit—turun drastis hingga ke level 5 persen.

Keenam ; Kepastian Status Daerah Penghasil. Menegaskan bahwa meskipun konsentrat hasil tambang dikirim atau diolah di tempat lain, status Sumbawa sebagai daerah penghasil utama tidak boleh terhapus atau diabaikan.

BM menegaskan bahwa kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut adalah kolaborasi yang solid dan setara antara Pemda, pengusaha, serta masyarakat dalam mengelola potensi hasil bumi.

Menutup penyampaiannya, BM menekankan pentingnya menjaga keselarasan pembangunan kawasan tambang dengan daerah sekitarnya. Jangan sampai terjadi ketimpangan yang mencolok antara kawasan pemukiman perusahaan (townsite) dengan desa-desa sekitar.

"Sumbawa adalah kota peradaban. Tidak boleh ada kesenjangan. Desa di sekitar kawasan tambang tidak boleh timpang, melainkan harus bertransformasi menjadi desa yang hebat—tetap berjiwa Samawa, namun hidup modern dan sejahtera," pungkasnya.(AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:32:23 +0800 amr
Konsultasi Publik AMDAL Pertambangan Tembaga dan Emas PT AMNT Digelar, Bupati Sumbawa Tekankan Partisipasi Masyarakat https://amarmedia.co.id/konsultasi-publik-amdal-pertambangan-tembaga-dan-emas-pt-amnt-digelar-bupati-sumbawa-tekankan-partisipasi-masyarakat https://amarmedia.co.id/konsultasi-publik-amdal-pertambangan-tembaga-dan-emas-pt-amnt-digelar-bupati-sumbawa-tekankan-partisipasi-masyarakat Konsultasi Publik AMDAL Pertambangan Tembaga dan Emas PT AMNT Digelar, Bupati Sumbawa Tekankan Partisipasi Masyarakat

Sumbawa Besar .Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama manajemen perusahaan PT AMNT menggelar kegiatan Konsultasi Publik Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Studi Kelayakan Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas beserta fasilitas pendukungnya Selasa 22 September 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Ketua DPRD dan Anggota, Para Camat dan Kepala Desa bersama BPD, pimpinan manajemen perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga adat, Organisasi Kemahasiswaan, serta pemuda dari kawasan sekitar wilayah operasional ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dan saran masukan dari warga setempat.

Komitmen Perusahaan Terhadap Keterbukaan Informasi

Dalam sambutannya, Vice Presiden PT AMNT Syamsul Kipli ST menyampaikan bahwa konsultasi publik ini merupakan sarana komunikasi dua arah yang sangat krusial. Selain menjalankan amanat peraturan perundang-undangan, forum ini menjadi wadah bagi perusahaan untuk memahami kondisi sosial budaya serta karakteristik wilayah dari pengalaman masyarakat lokal.

"Kami menyadari pentingnya saran, pendapat, dan masukan dari masyarakat. Seluruh pandangan yang disampaikan dalam forum ini akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam penyempurnaan kajian akhir dokumen lingkungan kelak," ujarnya.

Bupati Sumbawa: Investasi Harus Beri Manfaat Nyata untuk Warga

Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP dalam arahannya memberikan apresiasi atas tingginya tingkat partisipasi elemen masyarakat serta kehadiran jajaran manajemen puncak perusahaan. Bupati menegaskan bahwa potensi sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten Sumbawa merupakan karunia besar yang harus dikelola secara bijak dan bertanggung jawab.

Bupati menyampaikan bahwa proyek pertambangan ini menjadi salah satu investasi terbesar di daerah dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Proyek ini diproyeksikan mampu memberikan dampak ekonomi balikan (multiplier effect) yang signifikan bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat adalah unsur paling utama dalam setiap proses pembangunan. Investasi yang masuk harus kita kawal bersama. Jangan sampai industri berjalan, tetapi masyarakat lokal justru menjadi penonton di tanahnya sendiri," tegas Bupati Sumbawa.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa konsultasi publik ini dilaksanakan dalam tahap penyusunan AMDAL dan uji kelayakan, sebelum melangkah ke tahap konstruksi. Proses ini penting untuk mengidentifikasi serta merumuskan langkah mitigasi terhadap potensi dampak lingkungan maupun dampak sosial yang mungkin timbul.

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis, saling menghormati perbedaan pandangan, dan mengedepankan semangat musyawarah.

Di akhir sambutan, Bupati Sumbawa secara resmi membuka kegiatan Konsultasi Publik Uji Kelayakan dan AMDAL Pertambangan Tembaga dan Emas (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:28:01 +0800 amr
Persiapkan Blok Elang, PT AMNT Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Sumbawa https://amarmedia.co.id/persiapkan-blok-elang-pt-amnt-gelar-konsultasi-publik-amdal-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/persiapkan-blok-elang-pt-amnt-gelar-konsultasi-publik-amdal-di-sumbawa Persiapkan Blok Elang, PT AMNT Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mulai menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas Blok Elang beserta fasilitas pendukungnya. Kegiatan konsultasi publik yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa 22 September 2026 ini dipandu oleh moderator Andi Kusmayadi dari Bapperida Sumbawa serta menghadirkan ahli AMDAL, Prof. Dr. Hetni Efendi.

Dalam pemaparannya, Vice President PT AMNT Syamsul Kipli ST menyampaikan bahwa proses penyusunan AMDAL saat ini masih berada dalam tahap pengkajian dampak lingkungan. Konsultasi publik ini digelar sebagai wadah resmi pemerintah untuk menyerap saran, tanggapan, dan masukan dari masyarakat serta pemangku kepentingan guna memperdalam kajian AMDAL.

"Kegiatan pertambangan di satu sisi membawa dampak pembangunan, namun di sisi lain memiliki potensi dampak lingkungan. Melalui wadah ini, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi yang transparan dan dapat berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan dokumen AMDAL," ujar pimpinan PT AMNT tersebut.

Scoping atau penentuan identitas rencana kegiatan ini menggambarkan wilayah operasional yang membentang di dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Pola penambangan di Blok Elang secara umum akan menerapkan sistem tambang terbuka (open pit) sebagaimana yang telah berjalan di Tambang Batu Hijau, dengan mengoperasikan alat-alat berat berkapasitas besar.

Selain area penambangan utama bijih tembaga dan emas, PT AMNT juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan fasilitas pendukung. Di antaranya meliputi pemukiman atau akomodasi karyawan, perkantoran, jalan akses utama, sarana penyediaan listrik, serta jalur conveyor darat untuk pengangkutan material.

Berdasarkan garis waktu yang dipaparkan, jadwal pelaksanaan konstruksi untuk sejumlah fasilitas utama—seperti jalur conveyor darat, terminal, jalan akses utama, hingga area perkantoran dan akomodasi—diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2031.

Rangkaian rencana kegiatan investasi ini terbagi ke dalam beberapa tahap utama diantaranya Tahap Pra-konstruksi yang berfokus pada penyiapan lahan, eksplorasi lanjutan, serta pengeboran geoteknik.

Kemudian Tahap Konstruksi, meliputi mobilisasi peralatan dan material, pembukaan serta penyiapan lahan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas sementara, hingga pembangunan jalur conveyor dan sarana pendukung penambangan lainnya.

Pihak PT AMNT menekankan komitmen pengelolaan lingkungan, termasuk skema penanganan tanah pucuk (topsoil) yang akan dikupas, disimpan, dan dikembalikan saat tahap reklamasi lahan pascatambang. Pengelolaan teknis terkait reklamasi dan penetapan area pascatambang nantinya akan dibahas secara terpisah dalam forum sosialisasi dan konsultasi khusus.

Usai pemaparan gambaran umum kegiatan dan garis waktu proyek oleh pihak manajemen, proses konsultasi dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai potensi dampak lingkungan yang dipimpin langsung oleh tim penyusun AMDAL, Prof. Dr. Hetni Efendi. (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:22:50 +0800 amr
Konsultasi Publik AMDAL: Ketua LATS Lantung Minta Masyarakat dan LSM Kawal Proyek Tambang https://amarmedia.co.id/konsultasi-publik-amdal-ketua-lats-lantung-minta-masyarakat-dan-lsm-kawal-proyek-tambang https://amarmedia.co.id/konsultasi-publik-amdal-ketua-lats-lantung-minta-masyarakat-dan-lsm-kawal-proyek-tambang Konsultasi Publik AMDAL: Ketua LATS Lantung Minta Masyarakat dan LSM Kawal Proyek Tambang

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Ketua Forum Sumbawa Menggugat (FSM), Tonil Seran, menegaskan pentingnya pengawalan ketat dari masyarakat dan LSM terhadap rencana penambangan yang berpotensi membawa dampak besar bagi Daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri konsultasi publik penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada Selasa, 22 September 2026.

Disela sela forum tersebut, Tonil menyampaikan pandangannya menggunakan ungkapan lokal, "Tutusilenas mugita marai dalam dulang

Rosa jadi Umak rea - lawas tau lantung," yang menekankan perlunya kehati-hatian serta kesadaran mendalam atas perubahan besar yang akan dialami masyarakat Sumbawa ke depan.

Menurutnya, perubahan sosial-ekonomi yang dibawa oleh proyek tambang ini berskala sangat besar, sehingga peran aktif publik tidak bisa diabaikan.

 "Mengingat besarnya dampak perubahan sosial-ekonomi yang dibawa proyek ini, Pemkab Sumbawa, DPRD, dan para akademisi harus menekankan pentingnya masterplan transisi ekonomi yang matang," ujar Tonil.

Ia menambahkan bahwa hasil dan kontribusi dari sektor pertambangan tidak boleh hanya dinikmati saat operasi berjalan, tetapi harus dikelola secara strategis untuk memperkuat sektor-sektor non-tambang. Beberapa sektor potensial yang perlu diperkuat antara lain Pariwisata Samota, Industri garam lokal, Hilirisasi industri unggas

Langkah tersebut dinilai krusial agar ketika cadangan mineral habis di masa depan, masyarakat Sumbawa sudah memiliki fondasi ekonomi yang mandiri, kuat, dan berkelanjutan tanpa terus bergantung pada hasil tambang. (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:07:37 +0800 amr
AMDAL PT AMNT Jangan Sekadar Formalitas, Imran Minta Manusiakan Warga dan Berdayakan Pengusaha Lokal https://amarmedia.co.id/amdal-pt-amnt-jangan-sekadar-formalitas-imran-minta-manusiakan-warga-dan-berdayakan-pengusaha-lokal https://amarmedia.co.id/amdal-pt-amnt-jangan-sekadar-formalitas-imran-minta-manusiakan-warga-dan-berdayakan-pengusaha-lokal AMDAL PT AMNT Jangan Sekadar Formalitas, Imran Minta Manusiakan Warga dan Berdayakan Pengusaha Lokal

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id — Pelaksanaan Konsultasi Publik Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Proyek Blok Elang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada Selasa (22/9/2026) turut diwarnai sikap kritis dari kalangan aktivis. Sekretaris Forum Sumbawa Menggugat (FSM) , Imran, secara tegas mengingatkan agar proses AMDAL tidak sekadar dijadikan formalitas administrasi untuk memuluskan perizinan.

Imran menegaskan bahwa kekayaan alam yang tersimpan di kawasan Blok Elang pada hakikatnya adalah milik seluruh rakyat Sumbawa. Oleh karena itu, kehadiran investasi pertambangan skala besar ini harus memberikan dampak langsung bagi kemanusiaan dan kesejahteraan warga sekitar.

"AMDAL yang sesungguhnya adalah mengukur apakah kehadiran perusahaan ini mampu memanusiakan warga lokal dan menjaga ekologi tempat mereka hidup. Menjaga lingkungan itu wajib, tetapi manusia juga harus dimanusiakan dan pembangunan harus dirasakan dampaknya," cecar Imran di hadapan jajaran manajemen PT AMNT dan peserta konsultasi publik.

Ia juga menyoroti posisi pengusaha dan tenaga kerja lokal yang selama ini dinilai belum mendapatkan porsi seimbang dalam rantai bisnis pertambangan. Menurutnya, anak-anak daerah serta pelaku usaha tempatan wajib dijadikan mitra utama (tuan rumah), bukan sekadar penonton di tanah kelahiran sendiri.

"Perusahaan lokal itu bukan pengemis. Kami minta kepada pihak PT AMNT bersama Ketua DPRD dan Bupati Sumbawa untuk segera duduk bersama merumuskan pola kemitraan resmi. Buat wadah atau regulasi khusus untuk menaungi pemberdayaan pengusaha lokal dan penyerapan tenaga kerja yang paham kontur, psikologis, serta budaya daerah," imbau Imran.

Meski melayangkan kritik tajam, Imran pada prinsipnya tetap mendukung keberadaan dan keberlangsungan investasi PT AMNT. Namun, dukungan tersebut harus berdiri di atas asas keadilan, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat Tana Samawa. (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 21:03:23 +0800 amr
Andi Rusni Ingatkan PT AMNT: Jangan Tinggalkan Dampak Negatif Pasca&Tambang di Tana Samawa! https://amarmedia.co.id/andi-rusni-ingatkan-pt-amnt-jangan-tinggalkan-dampak-negatif-pasca-tambang-di-tana-samawa https://amarmedia.co.id/andi-rusni-ingatkan-pt-amnt-jangan-tinggalkan-dampak-negatif-pasca-tambang-di-tana-samawa Andi Rusni Ingatkan PT AMNT: Jangan Tinggalkan Dampak Negatif Pasca-Tambang di Tana Samawa!

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pelaksanaan Konsultasi Publik Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDA) Proyek Blok Elang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada Selasa (22/9/2026) diwarnai berbagai masukan krusial dari para wakil rakyat. Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, SE., MM., memberikan catatan mendasar terkait dampak lingkungan, keterlibatan ekonomi lokal, hingga aspek pemanusiaan warga Tana Samawa.

Andi Rusni menyoroti potensi cadangan hasil tambang yang sangat besar, yakni mencapai puluhan ton konsentrat per hari selama puluhan tahun operasional. Ia mempertanyakan pertimbangan teknis dan yuridis terkait skenario pengangkutan serta pengolahan konsentrat tersebut.

"Kita berbicara kapasitas produksi yang luar biasa, tidak hanya Blok Elang tetapi juga kawasan Dodo Rinti. Pertimbangan teknis dan yuridis apa yang membuat PT AMNT lebih memilih membawa hasil tambang dan konsentrat dari wilayah Sumbawa ini untuk dibawa dan diolah ke Batu Hijau (KSB)? Ini perlu kejelasan, mengingat Blok Elang adalah satu tahapan awal yang berpotensi terus berkembang," tegas Andi Rusni.

Selain masalah tata kelola hasil pertambangan, legislator Uvula ini menggarisbawahi perlunya mitigasi ketat terhadap daya dukung lingkungan setempat, khususnya pengelolaan sumber daya air dan dampak pasca-tambang.

"Tolong air baku, sedimentasi, dan pengelolaan air permukaan menjadi atensi utama. Kita ingin manfaat ekonomi tercapai, tetapi jangan sampai meninggalkan dampak negatif pasca-tambang yang membebani generasi mendatang," ujarnya.

Ia juga menagih komitmen kontribusi nyata korporasi terhadap fasilitas publik skala besar di Sumbawa. "Dulu kontribusi perusahaan bisa membangun Puskesmas hingga Gedung DPRD. Harapan besar kami hari ini, pembangunan Rumah Sakit Daerah tolong ikut diikutsertakan dan dijadikan perhatian serius."pungkasnya (AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 20:59:24 +0800 amr
Abdul Rafiq: Investasi Blok Elang Sekitar Rp80 Triliun, Harapan Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Sumbawa https://amarmedia.co.id/abdul-rafiq-investasi-blok-elang-sekitar-rp80-triliun-harapan-baru-bagi-pertumbuhan-ekonomi-dan-kesejahteraan-rakyat-sumbawa https://amarmedia.co.id/abdul-rafiq-investasi-blok-elang-sekitar-rp80-triliun-harapan-baru-bagi-pertumbuhan-ekonomi-dan-kesejahteraan-rakyat-sumbawa Abdul Rafiq: Investasi Blok Elang Sekitar Rp80 Triliun, Harapan Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Sumbawa

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id -  22 September 2026. - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyambut baik pelaksanaan Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas Blok Elang serta Fasilitas Pendukungnya oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurut Abdul Rafiq, rencana pengembangan Blok Elang menjadi harapan besar bagi masa depan perekonomian Sumbawa. Terlebih, di tengah kondisi keuangan daerah yang saat ini menghadapi tantangan cukup berat, kehadiran investasi berskala besar diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapan kita bersama, dengan beroperasinya Blok Elang ke depan, pertumbuhan ekonomi Sumbawa semakin meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, UMKM dan pengusaha lokal semakin berkembang, serta kesejahteraan masyarakat dapat kita tingkatkan,” ujar Abdul Rafiq.

Ia menyampaikan, rencana investasi pada masa konstruksi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun merupakan potensi ekonomi yang sangat besar bagi daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama menjaga dan mengawal proses pengembangan investasi ini agar dapat berjalan dengan baik, lancar, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup sulit, investasi seperti ini tentu sangat kita harapkan. Selain mendorong aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja, kita juga berharap ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Abdul Rafiq menegaskan, PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa memandang bahwa investasi dan kepentingan masyarakat bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Justru, keduanya perlu berjalan beriringan melalui komunikasi, kolaborasi, dan komitmen bersama antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap, pelaksanaan konsultasi publik ini menjadi ruang yang baik untuk membangun pemahaman bersama, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat kepercayaan dalam proses pengembangan Blok Elang.

“Kita ingin investasi ini berjalan dengan baik. Tentu, aspirasi masyarakat perlu didengar, aspek lingkungan harus diperhatikan, dan kesempatan bagi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal perlu terus dibuka. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, kita berharap berbagai hal dapat dicarikan solusi bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Rafiq mengajak seluruh elemen masyarakat Sumbawa untuk melihat rencana pengembangan Blok Elang sebagai peluang pembangunan jangka panjang yang perlu dijaga bersama. Pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat terus membangun sinergi agar potensi investasi ini benar-benar memberi dampak positif bagi daerah.

“Ini adalah harapan dan peluang besar bagi Sumbawa. Dengan rencana investasi sekitar Rp80 triliun pada masa konstruksi, tentu banyak manfaat ekonomi yang kita harapkan. Mari kita jaga bersama, kita kawal dengan semangat kebersamaan, agar kehadiran Blok Elang nantinya menjadi bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Sumbawa yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” tutup Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Tue, 22 Sep 2026 20:55:28 +0800 amr
Uji Publik PT AMNT di Sumbawa Besar: Apa yang Didapat Sumbawa dan Ke Mana Arahnya? https://amarmedia.co.id/uji-publik-pt-amnt-di-sumbawa-besar-apa-yang-didapat-sumbawa-dan-ke-mana-arahnya https://amarmedia.co.id/uji-publik-pt-amnt-di-sumbawa-besar-apa-yang-didapat-sumbawa-dan-ke-mana-arahnya Uji Publik PT AMNT di Sumbawa Besar: Apa yang Didapat Sumbawa dan Ke Mana Arahnya?

Oleh : Abdul Ma'ruf Rahmat 

Uji publik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) di Sumbawa Besar merupakan bagian dari proses konsultasi dan pertanggungjawaban sosial–lingkungan yang diatur dalam keraturan perizinan minerba terbaru. Bagi Sumbawa, keberadaan AMNT membawa peluang pendapatan daerah, lapangan kerja, dan akselerasi hilirisasi, tetapi juga menuntut transparansi dokumen lingkungan, partisipasi masyarakat, dan kepatuhan pada ketentuan RKAB, royalti, serta jaminan reklamasi yang kini lebih ketat.

Apa itu “Uji Publik” dalam Konteks PT AMNT?

Dilansir dari fokusntb.com terbitan 31 Mei 2025 terkait dengan "soal operasi tambang pt amnt di blok elang dodo rinti fk2d di sumbawa sampaikan pernyataan sikap" bahwa dalam praktik tata kelola tambang di Indonesia, “uji publik” biasanya merujuk pada forum konsultasi publik atau sosialisasi dokumen lingkungan (AMDAL, RKL–RPL) dan rencana kegiatan tambang kepada pemangku kepentingan lokal (Pemerintah Daerah, DPRD, pemerintah desa, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat sipil). Tujuannya agar masyarakat terdampak mendapat akses informasi, dapat menyampaikan masukan, dan memastikan rencana operasional perusahaan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan sosial.

Bagi PT AMNT, uji publik menjadi relevan karena perusahaan memperluas wilayah operasi ke blok-blok baru di Sumbawa (misalnya Blok II Elang dan Blok III Rinti) serta mengoperasikan smelter tembaga di Sumbawa Barat yang telah memasuki fase operasi penuh pada pertengahan 2026. 

Demikian pula Gubernur NTB juga berharap Operasi Penuh Smelter AMNT Beri Efek Ganda bagi Ekonomi NTB sebagaimana dipublikasikan dalam media suarantb.com edisi 20 Agustus 2026.

Apa yang Didapat Sumbawa dari Kehadiran PT AMNT?

1. Dana Bagi Hasil (DBH) dan Royalti

Sebagai daerah penghasil, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerima Dana Bagi Hasil (DBH) dari aktivitas pertambangan AMNT. Kepala Bappeda KSB menyebut kontribusi DBH dari AMNT mencapai sekitar Rp400 miliar per tahun. Skema DBH ini diatur dalam UU Minerba dan aturan turunannya, yang memberikan hak bagi daerah penghasil (dan daerah yang berbatasan langsung dalam satu provinsi) untuk mendapat bagian dari pendapatan negara yang berasal dari royalti dan bagi hasil tambang. Demikian kami sadur dari 

tulisan berita "Smelter AMNT Rampung, Pemda KSB Ditantang Buktikan Efek Ganda Hilirisasi" yang dimuat di narasi media https://narasimedia.net/2026/08/27/smelter-amnt-rampung-pemda-ksb-ditantang-buktikan-efek-ganda-hilirisasi/ dan berita "PT AMNT, Antara Relaksasi Ekspor dan Tulang Punggung" https://ntbsatu.com/2025/09/28/pt-amnt-antara-relaksasi-ekspor-dan-tulang-punggung-pertumbuhan-ekonomi-ntb.html

2. Lapangan Kerja dan Rekrutmen Lintas Daerah

PT AMNT secara berkala membuka rekrutmen tenaga kerja, termasuk untuk wilayah Sumbawa Besar dan sekitarnya. Proses seleksi dilakukan di beberapa kota, termasuk Sumbawa Besar, dengan klaim transparansi dalam rekrutmen. Ini membuka peluang kerja bagi warga lokal, baik untuk posisi operasional tambang maupun pendukung smelter. Hal ini dapat di lihat dari pemberitaan media Dengan judul berita "Seleksi pegawai perusahaan tambang di Sumbawa Barat transparan" ( https://mataram.antaranews.com/berita/556985/seleksi-pegawai-perusahaan-tambang-di-sumbawa-barat-transparan) dan berita dengan judul PT AMNT di NTB membuka rekrutmen tenaga kerja lintas daerah (https://mataram.antaranews.com/berita/552653/pt-amnt-di-ntb-membuka-rekrutmen-tenaga-kerja-lintas-daerah)

3. Hilirisasi dan Peningkatan Nilai Tambah

Dengan beroperasinya smelter tembaga di Sumbawa Barat, NTB mulai mengekspor produk bernilai tambah seperti tembaga murni dan logam mulia (emas). Smelter AMNT telah melewati uji kinerja dan beroperasi penuh sejak Juni–Juli 2026, menandai masuknya NTB ke fase hilirisasi tembaga yang lebih matang. Pemerintah daerah berharap ini memberikan efek ganda bagi ekonomi lokal, seperti tumbuhnya industri turunan dan jasa pendukung hal ini juga di publikasikan dalam berita Smelter Operasi Penuh 2026, NTB Mulai Ekspor 345 Kg Emas ke ... (https://ntb.idntimes.com/news/ntb/smelter-amnt-operasi-penuh-2026-ntb-mulai-ekspor-345-kg-emas-ke-swiss-00-ldn3d-dd570k)

4. Eksplorasi dan Investasi Berkelanjutan

AMNT mengalokasikan dana eksplorasi jutaan dolar AS untuk memperkuat cadangan mineral di Blok Elang dan Rinti, yang menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap operasi di Sumbawa. Eksplorasi yang terencana dapat memperpanjang umur tambang dan menjaga kontinuitas pendapatan daerah. Hal ini dimuat dalam pemberitaan media massa AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini termuat dalam pemberitaan www.suara.com/bisnis/2026/01/11/104819/ammn-alokasikan-usd-303-juta-untuk-eksplorasi-sumbawa-ini-mekanismenya dan Anak Usaha AMMN gelontorkan US$2,84 juta untuk eksplorasi . Dan  (https://www.idnfinancials.com/id/news/65904/anak-usaha-ammn-gelontorkan-us2)

Mau Dibawa Kemana? Arah Strategis dan Tuntutan Masyarakat

1. Hilirisasi Penuh dan Operasi Jangka Panjang

Arah kebijakan nasional dan daerah jelas: mendorong hilirisasi penuh agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri. Smelter AMNT yang beroperasi penuh menjadi tulang punggung strategi ini di NTB. Target produksi konsentrat tembaga AMNT pada 2026 naik hampir tiga kali lipat dibanding 2025, ditopang oleh kapasitas smelter yang kini mampu mengolah seluruh produksi konsentrat. Ini dimuat dalam pemberitaan  dengan judul Presiden Jokowi berharap smelter tembaga dongkrak pertumbuhan ekonomi - ANTARA News Ambon, Maluku (https://ambon.antaranews.com/berita/231111/presiden-jokowi-berharap-smelter-tembaga-dongkrak-pertumbuhan-ekonomi) serta  berita Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat (https://emitennews.com/news/smelter-di-sumbawa-beroperasi-amnt-bidik-produksi-naik-3-kali-lipat)

2. Tuntutan Transparansi dan Partisipasi Publik

Di sisi lain, masyarakat dan forum kepala desa di Sumbawa menyuarakan sejumlah tuntutan agar operasi AMNT dapat dipertanggungjawabkan yakni Pembangunan infrastruktur strategis (smelter, pabrik konsentrat, fasilitas pendukung) di wilayah baru seperti Dodo Rinti, sebagaimana telah dilakukan di Batu Hijau.

Harapan agar ada keterbukaan dokumen AMDAL, RKL–RPL agar dapat diakses pemerintah desa dan masyarakat terdampak. Pelaksanaan forum konsultasi publik di Kabupaten Sumbawa, bukan hanya di kantor perusahaan dan Pelibatan pemerintah desa, akademisi lokal, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil dalam evaluasi dan pemantauan kegiatan tambang.

Tuntutan ini sejalan dengan semangat regulasi baru yang menekankan parameter objektif, transparan, dan akuntabel dalam pemberian izin serta prioritas hilirisasi yang mendahulukan rantai pasok dalam negeri hal ini tertuang dalam berita ; Dua Putusan MK dan Pekerjaan Rumah Tata Kelola Hilirisasi Tambang (https://babeindonesia.com/read/6969664/dua-putusan-mk-dan-pekerjaan-rumah-tata-kelola-hilirisasi-tambang)

Ketentuan Regulasi Baru yang Relevan (2025–2026)

Beberapa regulasi terbaru memperkuat kerangka pertanggungjawaban operasional PT AMNT dan hak masyarakat Sumbawa:

1. UU Nomor 2 Tahun 2025 (Perubahan Keempat UU Minerba)

UU ini mulai berlaku pada 19 Maret 2025 dan menjadi payung utama perubahan tata kelola minerba, termasuk skema prioritas WIUP untuk koperasi/UMKM, penguatan hilirisasi, dan penegasan aspek transparansi dan akuntabilitas. Putusan MK Juli 2026 juga menegaskan bahwa pemberian WIUP secara prioritas harus menggunakan parameter objektif, transparan, dan akuntabel, bukan penunjukan langsung.

2. PP Nomor 39 Tahun 2025

Peraturan Pemerintah ini mengubah PP 96/2021 tentang pelaksanaan usaha pertambangan minerba, antara lain membuka peluang bagi koperasi dan UKM mengelola tambang hingga 2.500 hektare, serta memperkuat desentralisasi perizinan ke pemerintah provinsi dengan tetap menjaga standar teknis dan lingkungan melalui NSPK ESDM.

 3. Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2025 (RKAB Satu Tahun)

RKAB kini hanya berlaku satu tahun, bukan tiga tahun, agar perencanaan tambang lebih adaptif terhadap kondisi pasar dan lingkungan. Perusahaan wajib menyesuaikan RKAB melalui sistem informasi MinerbaOne dan memenuhi syarat jaminan reklamasi serta Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) bila beroperasi di kawasan hutan sebagaimana dalam berita Reformasi Besar ESDM 2025 Mengubah Struktur Tambang ... (https://minerba.id/2025/11/25/reformasi-besar-esdm-2025-mengubah-struktur-tambang-nasional/

) dan berita Kementerian ESDM Terbitkan Surat Edaran RKAB 2026 ... (https://nikel.co.id/2026/01/06/kementerian-esdm-terbitkan-surat-edaran-rkab-2026-tambang-boleh-beroperasi-terbatas-hingga-31-maret/)

 4. Kewajiban Lingkungan: AMDAL, RKL–RPL, Jaminan Reklamasi

Setiap perluasan wilayah tambang dan pembangunan smelter wajib dilengkapi AMDAL beserta dokumen RKL–RPL yang dapat diakses publik. Perusahaan juga wajib menempatkan jaminan reklamasi dan pascareklamasi sebagai bentuk pertanggungjawaban lingkungan. Persetujuan Teknis (Pertek) pengelolaan limbah B3 dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) menjadi prasyarat operasional smelter.

Bagaimana Agar Uji Publik di Sumbawa Besar Dapat Dipertanggungjawabkan?

Agar uji publik PT AMNT di Sumbawa Besar tidak sekadar formalitas, beberapa langkah konkret dapat ditempuh:

Pertama : Akses dokumen lengkap: Pastikan dokumen AMDAL, RKL–RPL, RKAB, dan laporan pelaksanaan reklamasi tersedia secara terbuka bagi pemerintah desa dan masyarakat.

Kedua : Forum di tingkat kabupaten: Selenggarakan konsultasi publik di Sumbawa Besar dengan melibatkan DPRD, Pemda, FK2D, akademisi, Himpunan Pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil, bukan hanya di kantor perusahaan.

Ketiga ; Mekanisme umpan balik tertulis: Hasil uji publik dituangkan dalam notulensi resmi dan ditindaklanjuti dengan respons tertulis dari PT AMNT dan dinas terkait (ESDM, Lingkungan Hidup).

Keempat : Pemantauan independen.

Libatkan pihak ketiga (universitas, LSM) untuk memantau kepatuhan lingkungan dan sosial secara berkala.

Keterkaitan dengan DBH dan program CSR: Transparansi alokasi DBH dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/Community Development) agar masyarakat melihat manfaat langsung dan dapat melakukan pengawasan.

Penutup

Uji publik PT AMNT di Sumbawa Besar bisa menjadi jembatan antara ambisi hilirisasi nasional dan hak-hak masyarakat lokal atas informasi, partisipasi, dan keadilan lingkungan. Dengan regulasi baru yang menekankan transparansi, akuntabilitas, dan prioritas hilirisasi dalam negeri, Sumbawa memiliki posisi strategis untuk menuntut agar manfaat tambang benar-benar dirasakan, sementara risiko lingkungan dan sosial dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. (AM)

]]>
Mon, 21 Sep 2026 16:33:38 +0800 amr
55 Motif Kre Alang Sumbawa Bersertifikat HAKI, Pemda Dorong Pelestarian Dan Regenerasi Penenun https://amarmedia.co.id/55-motif-kre-alang-sumbawa-bersertifikat-haki-pemda-dorong-pelestarian-dan-regenerasi-penenun https://amarmedia.co.id/55-motif-kre-alang-sumbawa-bersertifikat-haki-pemda-dorong-pelestarian-dan-regenerasi-penenun 55 Motif Kre Alang Sumbawa Bersertifikat HAKI, Pemda Dorong Pelestarian Dan Regenerasi Penenun

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas 55 motif tenun Kre Alang Sumbawa dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Sertifikat HAKI ini diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, S.S., S.H., M.H., kepada Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Serah terima sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memastikan kekayaan intelektual daerah terdokumentasi dan terlindungi secara resmi.

Turut hadir asisten pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, staff ahli Bupati, Sejumlah Kepala OPD Kabupaten Sumbawa, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Senior Manager Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan jajarannya, Wakil Rektor Universitas Samawa Muhammad Yamin SE.M.Si, serta pihak terkait lainnya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (18/09/2026).

Bupati Sumbawa menyampaikan, sertifikat HAKI tidak semata-mata menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi pengingat atas kekayaan budaya Sumbawa yang harus terus dijaga dan diwariskan. Pendokumentasian 55 motif Kre Alang ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menggali kembali berbagai kekayaan intelektual Sumbawa yang selama ini belum terdokumentasi.

“Ini bukan akhir, tetapi merupakan awal untuk melestarikan Kre Alang. Ini tugas bersama untuk terus melestarikan dan mewariskan Kre Alang kepada generasi muda agar kelestariannya tetap terjaga. Ini merupakan tantangan besar,” ujarnya.

Setiap motif Kre Alang juga perlu dilengkapi dengan literasi singkat mengenai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, motif tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai pengetahuan dan budaya yang dapat memperkuat identitas sekaligus menambah nilai produk, jelas Bupati.

Pelestarian Kre Alang, lanjut Bupati, tidak cukup hanya dengan menjaga keberadaan penenun. Pemanfaatan motif juga perlu diperluas agar Kre Alang tidak hanya hadir pada perayaan adat maupun kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai salah satu upaya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengeluarkan surat imbauan kepada ASN dan instansi pemerintah agar menggunakan pakaian bermotif Kre Alang setidaknya sekali dalam sepekan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penggunaan sekaligus menciptakan pasar bagi produk tenun lokal.

“HAKI penting agar jangan sampai kekayaan budaya kita diklaim dan diakui oleh pihak lain,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, I Gusti Putu Milawati, S.S., S.H., M.H., mengapresiasi komitmen Kabupaten Sumbawa dalam mendukung pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Pendataan hingga 55 motif tenun Sumbawa dan penerbitan sertifikat HAKI merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Sekarang tinggal bagaimana membuat 55 motif tenun tersebut menjadi ada barangnya di pasaran, bukan cuma sekadar di atas kertas saja,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB juga mendorong seluruh pihak untuk terus menggali dan menginventarisasi kekayaan budaya Sumbawa. Menurut beliau masih banyak potensi budaya dan kesenian daerah yang dapat didaftarkan sebagai KIK guna memperkuat pelindungan sekaligus mendukung pelestariannya, ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa sertifikasi HAKI ini merupakan langkah awal dalam menjaga keberlanjutan adat dan kebudayaan Sumbawa.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa menyebutkan, saat ini penenun Kre Alang masih didominasi generasi berusia di atas lima puluh tahun dengan jumlah yang relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama untuk mendorong regenerasi penenun sekaligus memperkenalkan Kre Alang kepada generasi muda.

“Selain itu, kita juga harus memikirkan bagaimana membuat produk turunan dari Kre Alang. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?." pungkasnya. (AM)

]]>
Sun, 20 Sep 2026 09:08:31 +0800 amr
Menteri Hukum RI Tiba di Sumbawa, Festival Hiu Paus di Tarano Jadi Agenda Utama https://amarmedia.co.id/menteri-hukum-ri-tiba-di-sumbawa-festival-hiu-paus-di-tarano-jadi-agenda-utama https://amarmedia.co.id/menteri-hukum-ri-tiba-di-sumbawa-festival-hiu-paus-di-tarano-jadi-agenda-utama Menteri Hukum RI Tiba di Sumbawa, Festival Hiu Paus di Tarano Jadi Agenda Utama

SUMBAWA, – Menteri Hukum Republik Indonesia, Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H., tiba di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu pagi (19/09/2026). Mendarat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, kunjungan kerja ini menjadi momentum penting bagi pengembangan potensi daerah dan perlindungan kekayaan alam pesisir Sumbawa.

Kedatangan Menteri Hukum disambut langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., di area bandara.

Buka Festival Hiu Paus Tarano

Salah satu agenda utama dalam kunjungan kerja Menteri Hukum RI adalah membuka secara resmi Festival Hiu Paus yang berpusat di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, pada Sabtu malam (19/09/2026). Festival tahunan ini digelar untuk mengangkat keberadaan spesies hiu paus (Rhincodon typus) di kawasan Teluk Saleh sebagai pesona wisata khas dan identitas kebanggaan masyarakat Tarano.

Pelaksanaan festival tersebut menjadi ajang penting dalam mempromosikan potensi pariwisata bahari lokal ke tingkat nasional hingga internasional. Kehadiran jajaran Kementerian Hukum RI mempertegas dukungan pemerintah pusat terhadap upaya konservasi kekayaan hayati sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Festival Hiu Paus dapat memperkuat branding daerah dan mendorong percepatan pembangunan wilayah pesisir yang unggul, maju, dan sejahtera.(AM)

]]>
Sun, 20 Sep 2026 09:00:09 +0800 amr
Ketua DPC Gerindra H.Ansori Pimpin Gotong Royong di Pasar Seketeng, Satu Komando Wujudkan Sumbawa ASRI https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-gerindra-hansori-pimpin-gotong-royong-di-pasar-seketeng-satu-komando-wujudkan-sumbawa-asri https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-gerindra-hansori-pimpin-gotong-royong-di-pasar-seketeng-satu-komando-wujudkan-sumbawa-asri Ketua DPC Gerindra H.Ansori Pimpin Gotong Royong di Pasar Seketeng, Satu Komando Wujudkan Sumbawa ASRI

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa yang juga Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, memimpin langsung aksi gotong royong pembersihan got/saluran air di Pasar Seketeng, Jum'at (18/09/2026).

Aksi ini menjadi langkah nyata merealisasikan program Sumbawa ASRI sekaligus bentuk dukungan daerah terhadap visi nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan ini melibatkan seluruh kader dan elemen Partai Gerindra, yakni Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa, PAC, PIRA, dan Laskar Gerindra. Mereka bersinergi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Lingkungan Hidup. Kolaborasi tersebut menjadi wujud satu komando antara instruksi partai dan kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Mohamad Ansori menegaskan, pembersihan saluran air di Pasar Seketeng merupakan langkah awal dari gerakan panjang Sumbawa ASRI. Gerakan itu akan menyisir berbagai titik strategis daerah, terutama pusat-pusat keramaian dan area publik yang selama ini menjadi perhatian bersama.

“Gerakan ini terus kita dorong sampai tata kelola lingkungan di Sumbawa betul-betul ASRI. Setelah Pasar Seketeng, sasaran berikutnya adalah pasar lainnya seperti Brang Biji dan Labuan, serta area publik seperti Taman Mangga di kota Sumbawa,” ujar Ansori.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kebersihan got, selokan, hingga aliran sungai dari tumpukan sampah bekas pembuangan. Menurutnya, sungai dan saluran air yang bersih serta bebas tumpukan sampah adalah syarat mutlak penataan kota yang ramah lingkungan dan sehat. Jika saluran air tersumbat, risiko banjir, munculnya penyakit, dan bau tidak sedap akan mengancam warga.

Ansori menilai, got dan saluran air bukan sekadar infrastruktur kota. Keduanya adalah cermin perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Karena itu, aksi gotong royong tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi harus menjadi gerakan edukasi dan keteladanan. Ia ingin masyarakat melihat langsung bahwa pemimpin dan kader partai turun ke lapangan, bukan hanya berbicara di ruang rapat.

Gerakan Sumbawa ASRI ditargetkan tidak hanya menyasar kawasan pusat kota kabupaten. Program ini akan meluas hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Aksi berkesinambungan itu diharapkan mampu mengedukasi masyarakat agar terbiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing.

Menurut Ansori, keberhasilan Sumbawa ASRI sangat bergantung pada partisipasi semua pihak. Pemerintah daerah menyiapkan kebijakan, infrastruktur, dan layanan persampahan. Partai Gerindra, melalui kader dan sayap organisasinya, hadir sebagai penggerak di lapangan. Sementara masyarakat menjadi ujung tombak yang menjaga hasil kerja bersama.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa disebut siap mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada pengelolaan lingkungan. PAC, PIRA, dan Laskar Gerindra juga diterjunkan untuk membantu warga. Bagi Ansori, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kaderisasi dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa turut menyiapkan peralatan, armada, dan personel. Sinergi antara partai dan pemerintah daerah dinilai mempercepat penanganan masalah drainase dan sampah. Dengan bekerja bersama, persoalan lingkungan tidak lagi menjadi beban satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama.

Ansori juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke got, selokan, atau sungai. Ia mengingatkan, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Peran serta warga menjadi kunci keberhasilan Sumbawa ASRI dan Indonesia ASRI. Tanpa dukungan masyarakat, program sebagus apa pun akan sulit berkelanjutan.

“Sumbawa ASRI bukan hanya slogan. Ini kerja nyata yang harus kita rawat bersama. Mari jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat,” tegasnya.

Dengan langkah awal di Pasar Seketeng, Gerakan Sumbawa ASRI mulai bergulir. Diharapkan, aksi ini menjadi gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, partai, komunitas, dan warga. Jika konsisten, Sumbawa tidak hanya bersih dan sehat, tetapi juga menjadi contoh daerah yang mampu menyelaraskan pembangunan dengan kelestarian lingkungan.

Ansori berkomitmen terus mengawal gerakan ini hingga ke titik-titik strategis lainnya. Ia ingin memastikan setiap saluran air berfungsi baik, setiap pasar bersih, dan setiap ruang publik nyaman. Bagi Wakil Bupati Sumbawa itu, lingkungan yang ASRI adalah fondasi bagi kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.  (AM)

]]>
Sun, 20 Sep 2026 08:36:24 +0800 amr
Ketika Kata “Pakar” Bertemu Kata “Goblok” https://amarmedia.co.id/ketika-kata-pakar-bertemu-kata-goblok https://amarmedia.co.id/ketika-kata-pakar-bertemu-kata-goblok Ketika Kata “Pakar” Bertemu Kata “Goblok”

Oleh. Asmediati

Ada yang menarik dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto ketika berbicara tentang para pakar. Bukan hanya isi pesannya yang menarik, tetapi juga pilihan katanya.

“Pakar” dan “goblok” adalah dua kata yang memiliki dunia makna berbeda. Kata pertama terdengar akademis, terhormat, dan berhubungan dengan keahlian. Kata kedua merupakan kata kasar yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merendahkan atau menyebut seseorang bodoh.

Ketika dua kata itu dipertemukan oleh seorang presiden, tentu persoalannya menjadi lebih besar daripada sekadar pilihan kata.

Bahasa memang tidak pernah hanya menjadi alat untuk menyampaikan pesan. Bahasa juga bisa menunjukkan sikap, emosi, hubungan kekuasaan, bahkan cara seseorang melihat orang lain.

Karena itu, ucapan seorang pemimpin selalu menarik untuk dibaca dari sudut kebahasaan.

Pertama, mari kita lihat kata “pakar”.

Dalam bahasa Indonesia, pakar berarti orang yang ahli dalam suatu bidang. Ada pakar ekonomi, pakar hukum, pakar pendidikan, pakar kesehatan, pakar komunikasi dan berbagai bidang lainnya.

Menjadi pakar tentu tidak berarti seseorang selalu benar.

Pakar tetap manusia. Ia bisa salah menghitung, salah membaca data, salah mengambil kesimpulan atau bahkan berbeda pendapat dengan pakar lain.

Tetapi kata “pakar” memiliki makna khusus. Di dalamnya terdapat pengakuan terhadap pengetahuan dan pengalaman seseorang dalam bidang tertentu.

Karena itu, ketika seseorang disebut pakar, yang sedang dibicarakan sebenarnya adalah keahliannya, bukan kesempurnaan dirinya.

Di sinilah persoalannya menjadi menarik ketika kata “pakar” kemudian dipertemukan dengan kata “goblok”.

Secara bahasa, keduanya seperti bertabrakan.

Pakar menunjuk pada keahlian.

Goblok menunjuk pada kebodohan.

Pakar adalah kata yang bersifat relatif formal. Goblok adalah kata yang bernilai kasar dan merendahkan.

Pertemuan dua kata itu kemudian menghasilkan efek bahasa yang kuat.

Bisa saja maksudnya adalah sindiran. Bisa saja untuk menunjukkan bahwa seseorang yang merasa pintar justru membuat kesalahan besar.

Tetapi bahasa memiliki akibat yang kadang lebih panjang daripada maksud orang yang mengucapkannya.

Apalagi yang mengucapkan adalah seorang presiden.

Dalam komunikasi biasa, orang mungkin berkata, “Kamu goblok.”

Selesai.

Tetapi ketika kata itu keluar dari mulut seorang kepala negara, persoalannya berubah. Kata tersebut tidak lagi berdiri sebagai percakapan pribadi. Ia terdengar sebagai bagian dari komunikasi seorang pemimpin kepada publik.

Karena itu, pilihan kata menjadi penting.

Ada banyak cara dalam bahasa Indonesia untuk menyatakan bahwa seseorang salah.

Bisa dikatakan, “analisisnya keliru.”

Bisa juga, “pendapat itu tidak didukung data.”

Atau, “kesimpulannya tidak tepat.”

Bahkan bisa dikatakan, “orang tersebut terlalu percaya diri dengan pendapatnya.”

Semua kalimat itu dapat menyampaikan kritik tanpa menggunakan kata kasar.

Di sinilah bahasa sebenarnya menunjukkan kelas berpikir seseorang.

Bukan berarti orang yang menggunakan kata kasar otomatis tidak pintar. Tidak sesederhana itu.

Namun, dalam komunikasi publik, terutama komunikasi seorang pejabat negara, pilihan kata seharusnya dipertimbangkan karena memiliki dampak yang luas.

Kata-kata seorang presiden dapat ditiru masyarakat.

Bisa menjadi judul berita.

Bisa menjadi bahan perdebatan.

Bisa menjadi meme.

Bisa pula dipakai untuk menyerang kelompok yang berbeda pendapat.

Satu kata bisa berkembang menjadi banyak tafsir.

Kita juga perlu melihat kata “pintar” dalam pernyataan tersebut.

Pintar pada dasarnya bermakna memiliki kemampuan berpikir atau memiliki pengetahuan. Tetapi dalam kalimat sindiran, kata pintar bisa berubah menjadi ironi.

Seseorang disebut “terlalu pintar” bukan karena benar-benar dipuji, tetapi karena dianggap menggunakan kepintarannya secara keliru.

Dalam bahasa, ini menarik.

Sebuah kata bisa mengalami perubahan makna karena konteks.

“Pintar” biasanya positif.

“Goblok” negatif.

Tetapi ketika keduanya ditempatkan dalam satu kalimat, lahirlah sebuah sindiran: orang yang merasa paling pintar justru dianggap melakukan kesalahan besar.

Inilah yang disebut kekuatan konteks dalam bahasa.

Makna sebuah kata tidak selalu berdiri sendiri. Kita harus melihat kalimat, situasi, siapa yang berbicara, kepada siapa ucapan itu ditujukan, dan dalam keadaan apa ucapan tersebut disampaikan.

Karena itu, membahas pernyataan tentang pakar tidak cukup hanya dengan bertanya, “Benar atau salah?”

Kita juga bisa bertanya:

Mengapa kata itu yang dipilih?

Apa efeknya kepada pendengar?

Apa yang terjadi jika kata tersebut diucapkan oleh orang biasa?

Dan apa yang berbeda jika kata itu diucapkan oleh seorang presiden?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena bahasa mempunyai hubungan erat dengan kekuasaan.

Orang yang memiliki kekuasaan memiliki panggung yang lebih besar. Ucapannya lebih mudah didengar dan lebih cepat menyebar.

Maka, semakin besar kekuasaan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab terhadap bahasa yang digunakannya.

Bukan berarti seorang pemimpin harus berbicara seperti buku pelajaran.

Tidak.

Bahasa pemimpin boleh sederhana.

Boleh santai.

Boleh menggunakan humor.

Boleh pula menggunakan bahasa rakyat agar mudah dipahami.

Tetapi ada perbedaan antara bahasa sederhana dan bahasa yang merendahkan.

Ada perbedaan antara kritik dan penghinaan.

Ada perbedaan antara sindiran dan pelabelan.

Inilah yang perlu kita jaga.

Pakar juga harus memahami etika bahasa. Jangan karena memiliki gelar, seseorang merasa bebas mengatakan apa saja. Kritik harus berdasarkan fakta. Pendapat harus memiliki alasan. Tuduhan harus bisa dibuktikan.

Jadi, persoalannya bukan siapa yang paling pintar.

Persoalannya adalah bagaimana orang-orang yang berbeda pendapat menggunakan bahasa.

Pemerintah berbicara dengan bahasanya.

Pakar berbicara dengan bahasanya.

Wartawan berbicara dengan bahasanya.

Rakyat pun berbicara dengan bahasanya.

Semua boleh berbeda.

Yang penting, perbedaan itu tidak berubah menjadi perang kata-kata.

Sebab kalau bahasa publik semakin kasar, masyarakat pun bisa terbiasa dengan kekasaran.

Hari ini kata “goblok” ditujukan kepada pakar.

Besok bisa ditujukan kepada wartawan.

Lusa kepada mahasiswa.

Kemudian kepada guru.

Pada akhirnya, bisa saja kepada rakyat biasa yang hanya berani bertanya.

Padahal bertanya bukan kebodohan.

Kritik bukan kebencian.

Berbeda pendapat bukan berarti menjadi musuh.

Dalam kehidupan demokrasi, perbedaan pendapat justru sesuatu yang biasa.

Maka, kalau ada pakar yang salah, bantahlah dengan data.

Kalau pendapatnya keliru, jelaskan kekeliruannya.

Kalau analisisnya tidak tepat, berikan analisis yang lebih kuat.

Bahasa yang baik bukan berarti bahasa yang lemah.

Justru bahasa yang tenang sering kali lebih tajam daripada makian.

Sebab data tidak perlu berteriak untuk menjadi benar.

Argumen tidak perlu menghina untuk menjadi kuat.

Dan seorang pemimpin tidak perlu menggunakan kata kasar untuk menunjukkan bahwa dirinya tegas.

Pada akhirnya, persoalan “pakar” dan “goblok” bukan sekadar persoalan dua kata.

Ini adalah persoalan bagaimana kita menggunakan bahasa di ruang publik.

Kata-kata adalah cermin.

Dari kata-kata, kita bisa melihat bagaimana seseorang memperlakukan perbedaan.

Dan dari cara seorang pemimpin menggunakan bahasa, kita bisa belajar bagaimana seharusnya masyarakat berkomunikasi.

Mungkin yang perlu kita ingat sederhana saja:

Orang pintar bisa salah. Pakar bisa keliru. Presiden juga bisa salah.

Tetapi ketika kesalahan dibahas dengan bahasa yang baik, kita masih punya ruang untuk belajar.

Sebaliknya, ketika perbedaan pendapat dibalas dengan kata-kata yang merendahkan, yang berkembang bukan ilmu, melainkan permusuhan.

Karena itu, mari kita rawat bahasa.

Sebab sebelum menjadi kebijakan, banyak hal bermula dari kata.

Dan kadang-kadang, sebuah kata yang diucapkan dalam beberapa detik dapat meninggalkan jejak jauh lebih lama daripada yang kita bayangkan.[AM]

]]>
Sat, 19 Sep 2026 23:33:02 +0800 amr
Semarak Car Free Night Sumbawa: Ruang Jumpa Budaya dan Pesta Kuliner UMKM https://amarmedia.co.id/semarak-car-free-night-sumbawa-ruang-jumpa-budaya-dan-pesta-kuliner-umkm https://amarmedia.co.id/semarak-car-free-night-sumbawa-ruang-jumpa-budaya-dan-pesta-kuliner-umkm Semarak Car Free Night Sumbawa: Ruang Jumpa Budaya dan Pesta Kuliner UMKM

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Gemerlap lampu hias dan riuh renyah tawa warga menyatu dalam kemeriahan Car Free Night (CFN) Sumbawa yang berlangsung semarak, Sabtu malam (19/9/2026). Jalanan protokol yang biasanya padat oleh laju kendaraan, malam ini sepenuhnya milik pejalan kaki, penikmat kuliner, dan para pencinta seni lokal.

Di tengah lalu lalang warga yang memadati area CFN, suasana terasa kian hangat saat berpapasan dengan dua figur penting dunia literasi dan kebudayaan Samawa: Wahyuddin Latif, seorang tokoh budaya Sumbawa, serta Yakub Zain, penulis senior yang juga dikenal sebagai sastrawan ternama Sumbawa.

Sembari menikmati dinamika malam, untaian tradisi lisan Sumbawa pun terucap liris dari bait lawas yang dilantunkan:

Tu tulang tau marapa,

No suret lantar ning petang,

CFN Rame ramia

Untaian lawas tersebut menyiratkan kehangatan persaudaraan dan kebersamaan yang tak surut digerus malam. Kebahagiaan dan keramaian CFN malam ini seolah menjadi wadah perekat silaturahmi yang hidup di tengah masyarakat.

Tak hanya pertunjukan seni dan perjumpaan budaya, daya tarik utama CFN malam ini juga terletak pada geliat UMKM lokal. Deretan lapak tertata rapi menyajikan aneka sajian kuliner—mulai dari masakan khas Sumbawa yang kaya rempah hingga jajanan populer Nusantara. Para pengunjung tampak antusias berburu hidangan favorit, menikmati setiap suapan di tengah atmosfer kota yang begitu hidup.

Ditemui di lokasi Abdul Alid menyampaikan CFN malam ini luar biasa. Pengunjung yang berdatangan tidak hanya dari seputar kota Sumbawa besar namun juga dari desa desa " mereka sekalian weekend mas, sehingga malam ini sepertinya sangat rame" ujarnya singkat.

Di lokasi area CFN ada juga Ketua PWI Sumbawa bersama beberapa insan Pers. Mereka tampak asyik menikmati suasana malam bersama keluarga. (AM)

]]>
Sat, 19 Sep 2026 23:18:11 +0800 amr
NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Makin Berdampak https://amarmedia.co.id/ntb-raih-tiga-apresiasi-kemendagri-kebijakan-publik-makin-berdampak https://amarmedia.co.id/ntb-raih-tiga-apresiasi-kemendagri-kebijakan-publik-makin-berdampak NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Makin Berdampak

Jakarta.Amarnedia.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meraih tiga apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas kebijakan dan pelaksanaan program yang dinilai memiliki keberpihakan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Tiga apresiasi tersebut mencakup bidang perumahan, pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan.

Apresiasi itu diberikan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara di Jakarta, Kamis (17/9). NTB meraih Terbaik 1 kategori Implementasi Program Pembangunan 3 Juta Rumah, serta Terbaik 2 kategori Akses Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan dan Terbaik 2 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan apresiasi tersebut menjadi refleksi atas arah kebijakan pemerintah daerah dalam menjawab sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

“Alhamdulillah, kali ini NTB mendapatkan tiga apresiasi. Satu apresiasi juara pertama, yaitu di bidang pencapaian 3 juta rumah,” ujar Gubernur.

Menurut Miq Iqbal, penilaian tersebut tidak semata-mata menggambarkan hasil akhir pembangunan, tetapi juga menunjukkan adanya kebijakan yang dinilai solid pada tiga isu tersebut.

“Semua penilaian ini masih berdasarkan kebijakan. Artinya, dalam tiga isu tadi, NTB dipandang memiliki kebijakan yang solid dan keberpihakan yang jelas,” katanya.

Atas capaian tersebut, NTB juga memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp9 miliar. Dukungan itu terdiri atas Rp6 miliar untuk program bedah rumah sebanyak 300 unit, serta masing-masing Rp1,5 miliar untuk bidang pelayanan fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta pengelolaan sampah dan lingkungan.

Pada sektor perumahan, Iqbal menjelaskan bahwa program bedah rumah diarahkan terutama kepada masyarakat di desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Intervensi terhadap kualitas hunian ditempatkan sebagai salah satu bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan karena kondisi rumah menjadi salah satu persoalan yang berkaitan dengan kemiskinan ekstrem.

“Memang kami mengalokasikan cukup banyak untuk bedah rumah, khususnya di desa-desa kemiskinan ekstrem. Karena salah satu persoalan yang menyebabkan tingginya kemiskinan ekstrem itu adalah persoalan rumah. Karena itu yang menjadi sasaran kami,” jelasnya.

Sementara di bidang pendidikan, Pemprov NTB terus mendorong pembenahan tata kelola SMA, SMK, dan SLB, antara lain melalui pengembangan sekolah tematik yang disesuaikan dengan potensi lokal.

Pemerintah daerah juga menyiapkan kebijakan golden ticket untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. Melalui kebijakan ini, kepala sekolah dengan kinerja terbaik didorong untuk bertugas di wilayah pelosok dengan dukungan insentif tambahan.

“Kita berikan kepada kepala sekolah-kepala sekolah yang terbaik, kita letakkan di daerah-daerah yang pelosok, tetapi mereka diberikan insentif tambahan. Ini bagian dari upaya kita untuk memeratakan kualitas pendidikan antara kota dengan di pelosok,” kata Miq Iqbal.

Gubernur menegaskan bahwa apresiasi tersebut bukan tujuan akhir. Pengakuan pemerintah pusat justru menjadi dorongan agar kebijakan yang telah dirancang dapat diterjemahkan menjadi capaian yang konkret dan dirasakan masyarakat.

“Targetnya adalah kita ingin supaya kebijakan ini betul-betul menghasilkan hasil-hasil yang konkret seperti yang ditargetkan dari sejak awal,” ujarnya.

Miq Iqbal menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan tiga pilar pembangunan NTB, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Program Desa Berdaya, khususnya yang menyasar desa dengan kemiskinan ekstrem, menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendorong pengentasan kemiskinan.

“Ini hanya refleksi dari visi-visi Presiden juga yang kami bawa ke level daerah,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya mengatakan apresiasi pemerintah daerah diberikan antara lain untuk melihat pelaksanaan standar pelayanan minimal, khususnya pada bidang pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Kemendagri juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah dan program Indonesia Asri sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat.

“Itu hal yang wajib dilakukan. Ditambah dengan satu lagi, yaitu penanganan sampah dan Indonesia Asri yang menjadi program unggulan Bapak Presiden,” ujar Tito.

Selain NTB di tingkat provinsi, sejumlah kabupaten/kota di NTB juga memperoleh apresiasi pada berbagai kategori. Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Lombok Utara tercatat meraih penghargaan dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, program pembangunan 3 juta rumah, serta pengelolaan sampah dan lingkungan asri.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa apresiasi tidak hanya berada pada level provinsi, tetapi juga mencerminkan kinerja pemerintah daerah di berbagai jenjang dalam memperkuat pelayanan dasar. Bagi Pemprov NTB, pengakuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan kebijakan pada akhirnya harus diukur dari seberapa jauh kebijakan itu mampu memperbaiki kualitas hidup dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.(AM/ Tim Kominfo)

]]>
Sat, 19 Sep 2026 14:08:22 +0800 amr
KONI Sumbawa Bersama DPRD Dorong Sumbawa Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-bersama-dprd-dorong-sumbawa-jadi-tuan-rumah-pon-xxii-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-bersama-dprd-dorong-sumbawa-jadi-tuan-rumah-pon-xxii-2028 KONI Sumbawa Bersama DPRD Dorong Sumbawa Jadi Tuan Rumah PON XXII 2028

Jakarta.Amarmedia.co.id— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa bersama DPRD Kabupaten Sumbawa terus mendorong Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis 17 September 2026 mengatakan, langkah konsultasi dan koordinasi bersama DPRD Kabupaten Sumbawa ke KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) merupakan bentuk keseriusan daerah untuk ikut mengambil bagian dalam penyelenggaraan PON XXII.

Menurutnya, kehadiran DPRD dalam proses tersebut sangat penting karena menunjukkan bahwa perjuangan Sumbawa menjadi tuan rumah PON bukan hanya kepentingan KONI, tetapi merupakan kepentingan daerah secara kelembagaan.

“Ini bukan hanya agenda KONI. Ketika DPRD ikut hadir dan melakukan konsultasi, ini menunjukkan bahwa ada dukungan kelembagaan dan keseriusan Kabupaten Sumbawa untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan PON XXII,” ujar Abdul Rafiq.

Dalam konsultasi tersebut, rombongan diterima oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, Binpres KONI Pusat Soewarno, serta Caretaker KONI NTB Yosep.

Dari DPRD Kabupaten Sumbawa hadir Ketua DPRD Nanang Nazruddin, Wakil Ketua III Zulfikar Dimitri, Ida Rahayu dan Samsul Hidayat. Sementara dari KONI Kabupaten Sumbawa hadir Bendahara KONI Sumbawa Auliah Azman.Di dampingi juga oleh ketua Pengrop Persatuan Angkat Vesi NTB Karina de vega, ketua Pengprov Kick Boxing NTB Junaidi Kasum

Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Sumbawa mendorong empat cabang olahraga untuk dapat dilaksanakan di Sumbawa, yakni panahan, grass track, pickleball dan tarung derajat.

Abdul Rafiq mengatakan, secara prinsip KONI Pusat menginginkan Kabupaten Sumbawa dapat menjadi bagian dari tuan rumah PON XXII. Karena itu, pihaknya akan mempersiapkan seluruh aspek yang dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa Sumbawa mampu menjadi salah satu lokasi pertandingan.

“NTB ini terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa. Jadi penyelenggaraan PON jangan sampai kegiatan hanya menumpuk di Pulau Lombok. Pulau Sumbawa juga harus mendapatkan ruang yang proporsional sebagai bagian dari tuan rumah,” katanya.

Menurut Abdul Rafiq, menjadi tuan rumah PON bukan semata-mata persoalan olahraga. Momentum tersebut juga dapat menjadi sarana promosi daerah dan kebangkitan ekonomi masyarakat.

“PON ini bukan hanya tentang pertandingan dan medali. Ada promosi daerah, pariwisata, UMKM, kuliner, transportasi, perhotelan dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat yang akan bergerak ketika Sumbawa menjadi tempat datangnya atlet dan kontingen dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

KONI Sumbawa juga menyambut baik rencana tim visitasi KONI Pusat datang langsung ke Kabupaten Sumbawa untuk melihat kesiapan venue dan berbagai fasilitas pendukung.

“Kami akan mempersiapkan semuanya. Ketika tim visitasi KONI Pusat datang, kita ingin menunjukkan bahwa venue-venue yang ada di Sumbawa layak digunakan sebagai venue pertandingan PON. Tidak semuanya harus membangun baru. Yang sudah ada kita benahi, kita tingkatkan kualitasnya dan kita sesuaikan dengan kebutuhan pertandingan,” tegas Abdul Rafiq.

Ia menambahkan, persiapan tersebut membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, pengurus cabang olahraga, dunia usaha hingga masyarakat.

“Ini kesempatan besar bagi Sumbawa. Kita harus menyambutnya dengan kerja bersama. Kami mengapresiasi DPRD Sumbawa yang telah memberikan dukungan nyata dengan ikut berkonsultasi ke KONI Pusat dan Kemenpora. Selanjutnya mari kita persiapkan Sumbawa sebaik mungkin untuk menyambut visitasi KONI Pusat,” ujarnya.

Abdul Rafiq berharap seluruh stakeholder dapat menjaga semangat dan optimisme agar Kabupaten Sumbawa benar-benar mampu menjadi bagian penting dari penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

“Kalau kita ingin Sumbawa dipercaya, maka kita harus menunjukkan kesiapan. Venue siap, pemerintah daerah siap, masyarakat siap, dan seluruh stakeholder olahraga siap. Kita ingin PON tidak hanya sukses penyelenggaraan dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumbawa,” pungkasnya.(AM)

]]>
Fri, 18 Sep 2026 09:40:50 +0800 amr
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Anggaran APBD Diperkuat, SPM 6 Bidang Digenjot https://amarmedia.co.id/transformasi-posyandu-di-sumbawa-anggaran-apbd-diperkuat-spm-6-bidang-digenjot https://amarmedia.co.id/transformasi-posyandu-di-sumbawa-anggaran-apbd-diperkuat-spm-6-bidang-digenjot Transformasi Posyandu di Sumbawa: Anggaran APBD Diperkuat, SPM 6 Bidang Digenjot

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen memperkuat dukungan anggaran melalui APBD untuk mengoptimalkan peran Posyandu serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di enam bidang pelayanan dasar.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir H. Syarafuddin Jarot, MP saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, serta para pengurus dan kader Posyandu se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi dedikasi para kader dan seluruh pihak yang konsisten memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan, Posyandu kini memegang peran strategis sebagai garda terdepan pemenuhan pelayanan dasar seiring berjalannya transformasi Posyandu berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Transformasi tersebut mencakup pemenuhan enam bidang SPM, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.

"Transformasi ini sejalan dengan visi daerah menuju Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbawa tahun 2024 telah mencapai 72,36, sementara indeks penerapan SPM naik dari 97,85 persen pada 2023 menjadi 99,64 persen pada 2024," ujar Bupati Jarot.

Guna mempertahankan tren positif tersebut, Bupati menekankan pentingnya penguatan di berbagai lini, mulai dari kapasitas kader, mutu pelayanan, sarana dan prasarana, kelembagaan, hingga pendanaan. Selain dukungan APBD, ia mengimbau pemerintah desa untuk turut mengalokasikan anggaran melalui APBDes guna mendukung ketahanan pangan, gizi masyarakat, dan penguatan lembaga Posyandu.

Bupati juga meminta Tim Pembina Posyandu di semua tingkatan aktif melakukan pendampingan, pembinaan, dan pemantauan secara terintegrasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, melaporkan saat ini terdapat 756 Posyandu berbasis sasaran siklus hidup di Kabupaten Sumbawa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 513 Posyandu telah diajukan untuk memperoleh nomor registrasi, dan 44 lembaga di antaranya telah resmi memiliki nomor registrasi pada tahap I tahun 2025.

Rakor ini menjadi wadah konsolidasi strategis untuk merumuskan langkah konkret terkait tata kelola kelembagaan dan penyelarasan program kerja Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Fri, 18 Sep 2026 09:27:42 +0800 amr
Antisipasi Musim Tanam 3, Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Monev di Lape : Soroti Masalah Saluran Tersier https://amarmedia.co.id/antisipasi-musim-tanam-3-komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-monev-di-lape-soroti-masalah-saluran-tersier https://amarmedia.co.id/antisipasi-musim-tanam-3-komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-monev-di-lape-soroti-masalah-saluran-tersier Antisipasi Musim Tanam (MT)  3, Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Monev di Lape :  Soroti Masalah Saluran Tersier

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Menjelang masuknya Musim Tanam (MT) 3 atau MK II serta guna memastikan penanganan hasil panen berjalan optimal di tengah dinamika kondisi pertanian daerah, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa turun langsung melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di dua kecamatan sentra pangan, yakni Kecamatan Lape Kamis 17 September 2026.

Langkah pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk tanggapan atas tantangan pertanian di Kabupaten Sumbawa saat ini. Meskipun potensi produksi pangan dan komoditas di Sumbawa terbilang sangat besar, sektor ini masih dihadapkan pada persoalan efisiensi distribusi air irigasi, kestabilan harga komoditas pascapanen, hingga kesiapan infrastruktur pendukung produksi masyarakat.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menekankan pentingnya kesiapan matang dari Pemerintah Daerah beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Pemda diminta tidak hanya berfokus pada target produksi fisik, tetapi juga memastikan setiap investasi pembangunan benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata yang dapat dinikmati oleh para petani.

"Pemerintah daerah dan OPD terkait harus benar-benar bersiap dari awal. Kita ingin agar masyarakat dan para petani ini benar-benar bisa menikmati penambahan hasil pertanian mereka secara optimal," tegas H. Zohran di sela-sela peninjauan lapangan.

Dalam Monev yang dilakukan di Lape  Komisi II menemukan persoalan krusial pada jaringan irigasi pertanian. H. Zohran mengungkapkan adanya ketimpangan antara pembangunan fisik saluran utama dengan saluran pembagi ke lahan pertanian warga.

Ia membeberkan bahwa jaringan irigasi primer dan sekunder di lokasi tersebut telah dibangun secara permanen menggunakan beton lengkap dengan pintu air yang memadai. Namun, saluran tersier yakni jaringan irigasi kecil yang mengalirkan air langsung ke petakan sawah petani kondisinya masih berupa tanah.

"Di lokasi yang kita tinjau di Lape, ternyata saluran tersiernya masih tanah. Padahal di bagian primer dan sekundernya sudah bagus, sudah dibeton dan ada pintu airnya. Begitu air keluar dari saluran utama, masuk ke saluran tersier yang masih tanah, airnya justru banyak terserap dan hilang. Ini kan sangat disayangkan, investasi besar pada bangunan pintu air primer dan sekunder jadi tidak maksimal dampaknya," terang politisi senior tersebut.

Kondisi saluran tersier yang masih tanah ini dinilai kerap memicu kebocoran debit air, pendangkalan akibat sedimentasi, hingga memicu konflik pembagian air di tingkat petani saat puncak musim tanam.

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Sumbawa mendesak Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta OPD terkait untuk segera melakukan inventarisasi dan mengalokasikan anggaran penataan saluran tersier secara terintegrasi. Hal ini penting agar air irigasi dari bendungan atau saluran utama dapat mengalir secara presisi dan efisien hingga ke ujung petakan sawah masyarakat.

Monev ini diharapkan menjadi masukan strategis bagi Pemkab Sumbawa dalam menyusun prioritas anggaran penguatan infrastruktur pertanian pada perubahan APBD maupun perencanaan anggaran mendatang, demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 18 Sep 2026 09:06:47 +0800 amr
Enam Siswa MAN 1 Sumbawa Lolos OMI Tingkat Provinsi, Torehkan Prestasi Unggul di Tingkat Kabupaten https://amarmedia.co.id/enam-siswa-man-1-sumbawa-lolos-omi-tingkat-provinsi-torehkan-prestasi-unggul-di-tingkat-kabupaten https://amarmedia.co.id/enam-siswa-man-1-sumbawa-lolos-omi-tingkat-provinsi-torehkan-prestasi-unggul-di-tingkat-kabupaten Enam Siswa MAN 1 Sumbawa Lolos OMI Tingkat Provinsi, Torehkan Prestasi Unggul di Tingkat Kabupaten

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Kabar membanggakan kembali datang dari MAN 1 Sumbawa. Enam siswa terbaik madrasah ini sukses memborong gelar juara pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Sumbawa. Hasil manis ini sekaligus mengamankan tiket mereka untuk melaju dan bertarung di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar dan kualitas akademik siswa MAN 1 Sumbawa tidak perlu diragukan lagi. Dari seluruh perwakilan yang diturunkan, 100 persen peserta berhasil menyapu bersih posisi juara di bidangnya masing-masing.

Adapun perwakilan MAN 1 Sumbawa yang siap berjuang di tingkat provinsi adalah  Ni Nyoman Dinda Purnama Dewi meraih  Juara 1 Bidang Kimia,  Wulan Sri Mulyani  meraih  Juara 2 Bidang Kimia,  Adil Tri Mulya meraih  Juara 1 Bidang Ekonomi,  Losa Syahrani meraih  Juara 1 Bidang Geografi , Meylinda  meraih Juara 1 Bidang Biologi dan  Seftia Ramadhani meraih  Juara 2 Bidang Biologi

Kepada wartawan amarmedia kamis 17 September 2026 Kepala sekolah MAN I Sumbawa H Adiat Hasan S.Ag., menyampaikan bahwa capaian ini memperlihatkan dominasi kuat MAN 1 Sumbawa di ranah sains dan keilmuan sosial. Gelar Juara 1 berhasil diamankan pada empat cabang sekaligus, yaitu Kimia, Ekonomi, Geografi, dan Biologi. Sementara dua posisi Juara 2 melengkapi raihan mentereng ini dari cabang Kimia dan Biologi.

 H. Adiat Hasan, juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan anak didiknya. Ia menegaskan bahwa torehan ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, serta sinergi yang solid antara siswa, guru pembimbing, dan seluruh keluarga besar madrasah.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan besar bagi MAN 1 Sumbawa. Keberhasilan di tingkat kabupaten ini harus jadi bahan bakar motivasi bagi anak-anak untuk terus mengasah diri dan memberikan yang terbaik di tingkat provinsi nanti,” ujar Adiat akrab disapa.

Adiat juga mengingatkan para siswa agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, persaingan di tingkat provinsi bakal jauh lebih ketat, sehingga butuh persiapan yang makin matang baik dari penguasaan materi maupun mental bertanding.

Komitmen Madrasah Unggul

Keluarga besar MAN 1 Sumbawa turut memberikan apresiasi mendalam kepada para guru pembimbing yang tanpa lelah mendampingi proses belajar siswa dari awal hingga kompetisi selesai.

Hasil ini semakin mempertegas posisi MAN 1 Sumbawa sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguatan nilai keagamaan, tetapi juga terbukti mampu bersaing dan unggul di bidang sains serta akademik umum. 

"Selamat berjuang di tingkat Provinsi NTB! Buktikan bahwa madrasah bisa terus berprestasi dan mendunia!" pungkasnya. (AM/BD)

]]>
Fri, 18 Sep 2026 06:30:35 +0800 amr
Tingkatkan Kualitas SDM, Sekda Sumbawa Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2026 https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-sdm-sekda-sumbawa-buka-pelatihan-berbasis-kompetensi-tahap-ii-2026 https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-sdm-sekda-sumbawa-buka-pelatihan-berbasis-kompetensi-tahap-ii-2026 Tingkatkan Kualitas SDM, Sekda Sumbawa Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun Anggaran 2026 pada Kamis (17/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan pelatihan vokasi tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., serta dihadiri langsung oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khairuddin SE, M.Si.para Kepala Bidang, Kepala UPTD BLK, para instruktur, serta puluhan peserta pelatihan.

Dalam laporan resminya, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa penyelenggaraan PBK mengacu pada regulasi nasional, termasuk Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, serta Perbup Nomor 18 Tahun 2022.

Seluruh pembiayaan program ini bersumber dari dana APBD Kabupaten Sumbawa melalui DPA Disnakertrans pada subkegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi.

"Pelatihan vokasi ini bertujuan membekali, mengalihkan, dan meningkatkan kompetensi kerja peserta agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDI), serta mampu berwirausaha secara mandiri," ungkap Kepala Disnakertrans.

Animo masyarakat terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Dari total 152 pendaftar, sebanyak 48 peserta dinyatakan lulus seleksi ketat untuk mengikuti tiga kejuruan prioritas, masing-masing diisi oleh 16 peserta.

Pengoperasian Instalasi Kontrol Listrik Industri Berbasis PLC (Pelaksanaan: 17 September – 16 November 2026), Desain Grafis (Pelaksanaan: 1 Oktober – 16 November 2026) dan Barista (Pelaksanaan: 15 Oktober – 16 November 2026)

Pada kesempatan yang sama, Disnakertrans juga melaporkan capaian luar biasa pada PBK Tahap I 2026 , di mana 100% peserta dinyatakan lulus uji kompetensi. Sebanyak 16 peserta kejuruan Operator Alat Berat berhasil meraih Surat Izin Operator (SIO) dari Kemnaker RI, dan 16 peserta kejuruan Teknisi AC lulus uji sertifikasi dari LSP Logam dan Mesin Indonesia (tinggal menunggu sertifikat BNSP). Sementara untuk kejuruan Las 6G, pelatihan akan berakhir pada 30 September 2026 dan dilanjutkan uji kompetensi pada 1–2 Oktober 2026.

Merespons laporan tersebut, Sekda Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., memberikan apresiasi atas capaian positif Disnakertrans dan UPTD BLK Sumbawa. Dalam arahannya, Doktor Budi menekankan pentingnya penguatan SDM lokal agar memiliki daya saing yang tinggi di tengah dinamika pasar kerja.

“Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berkompetisi. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri,” puji Sekda.

Sekda juga mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis (hard skill), tetapi juga oleh pembentukan karakter (soft skill), kedisiplinan, serta etika kerja.

“Selama mengikuti pelatihan, saya berharap seluruh peserta dapat menunjukkan sikap profesional, disiplin, taat terhadap ketentuan, serta mampu membangun kerja sama yang baik. Pelatihan ini merupakan sebuah proses awal. Kompetensi yang diperoleh hendaknya terus dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja,” pesan Doktor Budi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sarana dan prasarana UPTD BLK, menyiagakan instruktur yang kompeten, serta melibatkan pimpinan OPD terkait untuk memberikan materi pembanding.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan secara resmi oleh Sekda Sumbawa, diiringi harapan agar seluruh 48 peserta dapat menyerap ilmu dengan maksimal, lulus uji kompetensi BNSP, dan segera terserap di pasar kerja atau membuka lapangan kerja baru secara mandiri.(AM)

]]>
Thu, 17 Sep 2026 19:11:02 +0800 amr
Dorong Iklim Investasi Kondusif, Sekda Sumbawa Buka Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko https://amarmedia.co.id/dorong-iklim-investasi-kondusif-sekda-sumbawa-buka-bimtek-perizinan-berusaha-berbasis-risiko https://amarmedia.co.id/dorong-iklim-investasi-kondusif-sekda-sumbawa-buka-bimtek-perizinan-berusaha-berbasis-risiko Dorong Iklim Investasi Kondusif, Sekda Sumbawa Buka Bimtek Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang tertib, transparan, dan kondusif bagi perkembangan dunia usaha. Langkah konkret ini diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Implementasi Pengawasannya pada Kamis (17/9/2026), bertempat di Meeting Room Kaloka Hotel, Sumbawa Besar.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., serta dihadiri oleh Kepala DPMPTSP, Sekretaris Dinas, jajaran pejabat teknis terkait, serta puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Sekda Budi Prasetiyo menegaskan bahwa penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko (Risk-Based Approach) merupakan elemen krusial dalam merawat tata kelola pelayanan publik. Sistem ini dirancang untuk mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum yang jelas bagi para investor dan pelaku usaha lokal.

Menurut Doktor Budi akrab disapa, pemahaman komprehensif terhadap mekanisme berbasis risiko tidak hanya diwajibkan bagi jajaran aparatur birokrasi sebagai penyedia layanan, tetapi juga menjadi modal penting bagi pelaku usaha agar dapat menjalankan aktivitas bisnisnya secara legal dan sesuai dengan standar yang berlaku.

“Pemahaman yang selaras terhadap mekanisme perizinan ini penting bagi kedua belah pihak. Bagi aparatur, ini memandu tata cara pelayanan yang akuntabel. Sedangkan bagi pelaku usaha, ini membantu memenuhi kewajiban perizinan dan menjalankan kegiatan usahanya sesuai regulasi,” ujar H.Budi.

Lebih jauh, Sekda menggarisbawahi pentingnya keterbangunan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Melalui DPMPTSP dan OPD teknis pendukung, Pemkab Sumbawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan, memberikan transparansi informasi, serta memastikan fungsi pengawasan berjalan proporsional sesuai dengan tingkatan risiko usaha (rendah, menengah, atau tinggi).

Doktor Budi mengingatkan bahwa semangat penyederhanaan izin tidak boleh mengabaikan aturan keselamatan dan kepatuhan hukum. Pemerintah daerah ingin memastikan proses bisnis berjalan lancar tanpa menanggalkan aspek kontrol.

“Pelayanan perizinan harus mampu memberikan kemudahan dan kepastian kepada masyarakat serta pelaku usaha, tanpa mengabaikan aspek pengawasan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui Bimtek ini, Pemkab Sumbawa berharap dapat menyamakan persepsi dan membangun pemahaman kolektif antara pemerintah dan dunia usaha. Langkah sinkronisasi ini diproyeksikan dapat menekan hambatan birokrasi, meminimalisir kendala di lapangan, serta mampu memacu pertumbuhan nilai investasi yang berimbas langsung pada peningkatan perekonomian di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 17 Sep 2026 14:59:20 +0800 amr
Sekda Sumbawa Berikan Arahan pada Penilaian Potensi dan Kompetensi ASN melalui ProASN https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-berikan-arahan-pada-penilaian-potensi-dan-kompetensi-asn-melalui-proasn https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-berikan-arahan-pada-penilaian-potensi-dan-kompetensi-asn-melalui-proasn Sekda Sumbawa Berikan Arahan pada Penilaian Potensi dan Kompetensi ASN melalui ProASN

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr.H Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., memberikan arahan strategis kepada para peserta Penilaian Potensi dan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) yang berlangsung di Gedung Computer Assisted Test (CAT) BKPSDM Kabupaten Sumbawa pada Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda menegaskan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian penilaian ini dengan penuh keseriusan dan sungguh-sungguh. Hasil dari *profiling* ProASN ini memiliki peran krusial karena akan menjadi basis data potensi serta kompetensi ASN yang objektif, terukur, dan terintegrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

"Data yang dihasilkan dari penilaian ini sangat penting untuk mendukung pengembangan karier, pemetaan talenta, hingga penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta ASN secara menyeluruh," ujar Budi Prasetiyo di hadapan para peserta.

Ia juga memotivasi para pegawai untuk memanfaatkan momentum ini sebagai wadah refleksi dalam mengenali serta mengukur kapasitas diri masing-masing demi menunjang kinerja organisasi.

Guna memastikan seluruh proses seleksi dan asesmen berjalan transparan, tertib, serta lancar, Sekda turun langsung memantau jalannya pelaksanaan uji kompetensi. Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa.

Pelaksanaan kegiatan ProASN ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat tata kelola kepegawaian berbasis merit, kompetensi, dan potensi. Langkah strategis ini diharapkan dapat melahirkan aparatur sipil yang profesional, adaptif, serta siap mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Thu, 17 Sep 2026 14:28:55 +0800 amr
Rembuk Pemuda Tragedi Tambang Lantung, Sukiman Tegaskan Pentingnya Solusi Terukur dan Multi perspektif https://amarmedia.co.id/rembuk-pemuda-tragedi-tambang-lantung-sukiman-tegaskan-pentingnya-solusi-terukur-dan-multi-perspektif https://amarmedia.co.id/rembuk-pemuda-tragedi-tambang-lantung-sukiman-tegaskan-pentingnya-solusi-terukur-dan-multi-perspektif Rembuk Pemuda Dari Tragedi Tambang Lantung, Sukiman Tegaskan Pentingnya Solusi Terukur dan Multi perspektif 

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id — Tragedi memilukan di kawasan tambang Kecamatan Lantung yang merenggut tiga korban jiwa serta mengakibatkan empat warga luka-luka memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Insiden maut tersebut menjadi pemantik digelarnya Dialog Kepemudaan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Lingkara pada Rabu malam (16/9/2026).

Mengusung tema "Mengapa Segram Emas Lebih Berharga dari Nyawa?", diskusi yang berlangsung hangat di Teras Cafe tersebut menghadirkan Sekretaris Komisi IV sekaligus Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sumbawa, Sukiman K., S.Pd.I., sebagai narasumber utama di hadapan jajaran organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan se-Kabupaten Sumbawa.

Ditemui usai kegiatan, Kamis (17/9/2026), Sukiman mengapresiasi tinggi inisiatif generasi muda Sumbawa yang peka terhadap isu-isu krusial daerah. "Tema yang diangkat sangat menyentuh realitas. Di tengah suasana bersahaja ditemani secangkir kopi panas, diskusi berjalan sangat hidup dan sarat akan nuansa dialektika," ujar Sukiman.

Dalam paparan materinya, Sukiman membedah persoalan tambang Lantung dari berbagai sudut pandang mendalam untuk merumuskan langkah konkret bagi masa depan daerah:

Dari perspektif yuridis, Sukiman menegaskan bahwa kegiatan tambang tanpa izin (illegal mining) secara sah tidak memiliki legalitas formal dan berkonsekuensi pidana. Sesuai Pasal 158 UU Minerba Nomor 3 Tahun 2020, pelaku penambangan ilegal dapat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

 Di sisi lain, Sukiman mengajak masyarakat tidak melihat lokasi tambang Lantung hanya sebagai objek fisik belaka. Tempat tersebut menyimpan nilai, penghidupan, serta harapan ribuan warga yang mengais rezeki demi memenuhi tuntutan ekonomi keluarga. Tak sedikit masyarakat yang berhasil memperbaiki taraf hidupnya meski harus mempertaruhkan keselamatan jiwa.

Menyeimbangkan dua perspektif tersebut, Sukiman menekankan pentingnya melahirkan sikap dan kebijakan terukur agar keselamatan manusia dan lingkungan terjamin tanpa mematikan mata pencaharian warga melalui beberapa upaya diantaranya mendesak Legalitas IPR/WPR. Keberadaan tambang di Lantung merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibenahi tata kelolanya melalui kepastian hukum. 

Mengingat kewenangan sektor pertambangan dan kehutanan berada di tangan pemerintah pusat dan provinsi, DPRD Kabupaten Sumbawa mendorong Pemerintah Provinsi NTB mempercepat penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) serta Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Saat ini, Pemprov bersama DPRD NTB tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait IPR/WPR agar kegiatan masyarakat memiliki payung hukum yang sah.

 Selain fokus pada tambang rakyat, Pemkab dan DPRD Sumbawa telah mengesahkan Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Aturan ini disiapkan guna menyambut operasi tambang skala besar seperti PT AMNT di wilayah Elang Dodo Rinti (yang diproyeksikan memasuki tahap konstruksi pada 2027) serta PT SJR. Aturan tersebut mewajibkan penyerapan 60–70% tenaga kerja lokal melalui sistem rekrutmen satu pintu di Disnaker untuk memudahkan pengawasan.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memformulasikan Bursa Tenaga Kerja serta merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini krusial untuk meng-upgrade keterampilan calon tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kualifikasi industri pertambangan modern. Pembiayaan program ini diusulkan memanfaatkan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Dana Bagi Hasil (DBH). (Gam)

]]>
Thu, 17 Sep 2026 13:46:27 +0800 amr
DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026 https://amarmedia.co.id/dprd-terima-penjelasan-pemprov-tentang-perubahan-apbd-2026 https://amarmedia.co.id/dprd-terima-penjelasan-pemprov-tentang-perubahan-apbd-2026 DPRD Terima Penjelasan Pemprov Tentang Perubahan APBD 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id - Setelah resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rapat paripurna pertama tentang nota keuangan dan perubahan rancangan peraturan daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 menyerahkan dokumen penjelasan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB di ruang sidang DPRD kantor Gubernur, Jumat (11/09/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, dalam penjelasannya yang dibacakan Sekretaris Daerah, Abul Chair menyampaikan, berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah menuntut perubahan kebijakan anggaran yang dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi fiskal daerah, sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Di tengah berbagai tantangan fiskal, kita dituntut untuk semakin bijak dalam mengelola keuangan daerah. Setiap kebijakan anggaran harus diarahkan pada program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung prioritas pembangunan daerah,” jelas Sekda.

Dalam postur rancangan APBD Tahun Anggaran 2026, pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp5,68 triliun lebih atau mengalami kenaikan sebesar 1,08 persen dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya sebesar Rp5,62 triliun lebih.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,52 triliun lebih atau bertambah sekitar Rp319 miliar lebih dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2026.

Adapun dalam rancangan perubahan tersebut terdapat defisit anggaran sebesar Rp399 miliar lebih yang akan ditutup melalui pembiayaan netto bersumber dari penerimaan pembiayaan, termasuk Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA), serta pengeluaran pembiayaan untuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.

Pemprov menegaskan, kebijakan anggaran harus dikelola secara transparan, akuntabel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan daerah.

"Perubahan ini untuk tujuan bersama dalam akselerasi pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan dan pengembangan destinasi wisata berkualitas berkelanjutan", tambahnya.

Saat ini, lanjutnya pembenahan tata kelola pemerintahan dalam mitigasi korupsi akibat kelemahan sistem dilakukan berbasis risiko. (jmy/kominfotikntb)

]]>
Sat, 12 Sep 2026 08:31:50 +0800 amr
Jelang MotoGP, Gubernur NTB Dorong Maskapai Tambah Penerbangan https://amarmedia.co.id/jelang-motogp-gubernur-ntb-dorong-maskapai-tambah-penerbangan https://amarmedia.co.id/jelang-motogp-gubernur-ntb-dorong-maskapai-tambah-penerbangan Jelang MotoGP, Gubernur NTB Dorong Maskapai Tambah Penerbangan

Mataram.Amarmedia.co.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta maskapai penerbangan menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok sejak awal periode MotoGP Mandalika 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang sekaligus mencegah keterbatasan kursi dan tingginya harga tiket menghambat wisatawan datang ke NTB.

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, aksesibilitas udara menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pengalaman dari sejumlah event internasional sebelumnya menunjukkan, tingginya minat masyarakat untuk datang tidak selalu berujung pada kunjungan ketika ketersediaan kursi terbatas dan harga tiket meningkat.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” ujar Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, Selasa (8/9).

Indikasi peningkatan permintaan mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai. Tingkat keterisian beberapa penerbangan menuju Lombok telah mendekati 90 persen, sementara ketersediaan kursi pada sejumlah jadwal semakin terbatas.

Karena itu, Miq Iqbal mendorong maskapai menyiapkan tambahan kapasitas sejak jauh hari, tidak semata-mata mengandalkan extra flight menjelang puncak pelaksanaan MotoGP.

Menurutnya, penambahan kapasitas dapat dilakukan melalui dua skema. Pertama, penerbangan tambahan yang diumumkan lebih awal sehingga masyarakat dan pelaku industri perjalanan memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan. Kedua, extra flight yang disiapkan secara fleksibel untuk merespons lonjakan permintaan menjelang pelaksanaan event.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.

Selain penerbangan tambahan, Gubernur meminta maskapai mempertimbangkan penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar serta mengaktifkan kembali sejumlah slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi. Rute Jakarta–Lombok, Surabaya–Lombok, Yogyakarta–Lombok, dan kemungkinan pengaktifan kembali rute Malang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Perhatian juga diarahkan pada arus kepulangan penonton. Miq Iqbal meminta maskapai mempertimbangkan penerbangan malam setelah rangkaian MotoGP berakhir, mengingat penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari dan menghadapi potensi kepadatan lalu lintas saat meninggalkan kawasan sirkuit.

“Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan,” tegasnya.

Sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi. Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober. Pelita Air meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari mulai 8 Oktober, sementara Citilink menyiapkan tambahan kapasitas pada rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok.

Lion Air juga membuka kemungkinan penambahan extra flight berdasarkan perkembangan permintaan penumpang. Untuk penerbangan internasional, AirAsia tetap mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari dan akan meneruskan pembahasan mengenai kemungkinan penambahan kapasitas.

Bagi NTB, penguatan akses udara tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas penonton. Kemudahan akses menjadi bagian penting dari upaya memastikan dampak ekonomi MotoGP dapat dirasakan lebih luas melalui peningkatan kunjungan wisatawan, aktivitas usaha, transportasi, akomodasi, kuliner, hingga UMKM.

Miq Iqbal menegaskan, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup diukur dari kesiapan sirkuit dan penyelenggaraan balapan. Pengalaman wisatawan sejak merencanakan perjalanan, tiba di Lombok, hingga kembali ke daerah asal juga menjadi bagian dari kualitas penyelenggaraan event internasional tersebut.

“MotoGP adalah momentum besar bagi NTB. Karena itu, kita harus memastikan akses menuju Lombok semakin mudah, pilihan penerbangan semakin banyak, dan masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan,” pungkasnya.

Dengan memastikan kapasitas penerbangan tersedia sebelum lonjakan terjadi, NTB ingin memastikan MotoGP tidak berhenti sebagai agenda olahraga internasional, tetapi menjadi momentum yang menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah secara lebih luas.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Fri, 11 Sep 2026 18:54:12 +0800 amr
Gubernur NTB Lepas Kafilah Menuju MTQ Nasional 2026, Tekankan Syiar Al&Qur’an dan Jaga Kehormatan Daerah https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-lepas-kafilah-menuju-mtq-nasional-2026-tekankan-syiar-al-quran-dan-jaga-kehormatan-daerah https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-lepas-kafilah-menuju-mtq-nasional-2026-tekankan-syiar-al-quran-dan-jaga-kehormatan-daerah Gubernur NTB Lepas Kafilah Menuju MTQ Nasional 2026, Tekankan Syiar Al-Qur’an dan Jaga Kehormatan Daerah

Mataram, Amarmedia.co.id - 9 September 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melepas Kafilah Provinsi NTB yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelepasan Kafilah NTB tersebut digelar di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9/2026). Kafilah NTB dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada 11 September 2026 untuk mengikuti MTQ Nasional yang berlangsung pada 11–20 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB berpesan kepada seluruh peserta agar meluruskan niat dalam mengikuti MTQ Nasional. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar juara, bonus, maupun penghargaan, tetapi yang paling utama adalah menjalankan misi syiar dan mengangkat kalimat Allah SWT.

“InsyaAllah, saya minta kepada ananda sekalian untuk meluruskan niat. Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah,” pesan Gubernur.

Gubernur mengatakan, apabila nantinya terdapat peserta NTB yang meraih juara, hal tersebut hendaknya dipandang sebagai bonus sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan dan latihan yang telah dijalani.

“Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar. Kalian akan bertemu dengan qari, qariah, hafiz dan hafizah dalam Festival Al-Qur’an terbesar. Ini niatnya syiar dan belajar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari perjuangan di jalan Allah. Karena itu, MTQ Nasional harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk menambah pengalaman, memperluas wawasan, dan belajar dari para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepada seluruh kafilah, terutama qari dan qariah senior, Gubernur berpesan agar memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga kehormatan Provinsi NTB.

“Lakukan yang terbaik. Jaga kehormatan NTB. Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB,” tegasnya.

Menurut Gubernur, keikutsertaan NTB dalam seluruh cabang dan golongan MTQ Nasional menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan generasi Qur’ani.

“Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB. Kita angkat kembali kenangan lama tahun 70-an, ketika orang melihat NTB dan merasa gentar kalau datang,” katanya.

Gubernur juga mengapresiasi proses pembinaan yang telah dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB bersama tim pelatih. Pemusatan latihan telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, baik secara tatap muka maupun daring, dan diikuti seluruh peserta.

Menurutnya, proses pembinaan tersebut perlu terus ditingkatkan pada masa mendatang. Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Pemprov NTB tetap berkomitmen memberikan ruang bagi generasi Qur’ani NTB untuk berkompetisi di tingkat nasional.

“Anak-anak kita sudah bisa mengalami pemusatan pelatihan dalam waktu yang cukup panjang. Harapan kita tentu lebih panjang dan lebih intens dari ini. Tetapi karena fiskal kita sangat kecil, alhamdulillah kita masih bisa hadir,” ungkapnya.

Gubernur menegaskan, perjuangan para peserta tidak boleh berhenti setelah MTQ Nasional selesai. Hasil dari keikutsertaan di Semarang harus menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk mempersiapkan MTQ berikutnya.

“Sepulang dari MTQ, latihan tidak selesai. Pulangnya kita langsung siapkan MTQ yang akan datang. Kaderisasi harus berjalan dengan baik,” pesannya.

Ia juga meminta seluruh kafilah menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik, hafalan maupun penampilan.

“Jaga betul kesehatan. Maksimal secara fisik, maksimal hafalannya, dan maksimal penampilannya. InsyaAllah,” kata Gubernur.

Sementara itu, Ketua Panitia/Training Center Kafilah NTB untuk MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Abdul Aziz Fahmi menjelaskan, Provinsi NTB akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan dalam MTQ Nasional 2026, yakni 8 cabang dan 24 golongan.

Kafilah NTB terdiri dari 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official, sehingga total rombongan NTB mencapai 80 orang.

Selain mengirimkan peserta, NTB juga mendapat kepercayaan dengan ditetapkannya tiga orang asal NTB sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional oleh Kementerian Agama.

Pembinaan peserta telah dilakukan melalui pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan secara offline dan online. Seluruh peserta mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Kafilah NTB akan berangkat menuju Kota Semarang pada 11 September 2026.

Pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 dan diharapkan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia.

Melalui keikutsertaan tersebut, Pemprov NTB berharap Kafilah NTB tidak hanya mampu menorehkan prestasi, tetapi juga membawa semangat syiar Al-Qur’an, menjaga nama baik daerah, serta menjadi bagian dari proses pembinaan dan kaderisasi generasi Qur’ani di Nusa Tenggara Barat. (kominfotikntb)

]]>
Fri, 11 Sep 2026 18:42:21 +0800 amr
Buka Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi, Sekda Abul Chair: Kolaborasi Luar Biasa Semua Pihak Agar Terus Dilakukan https://amarmedia.co.id/buka-pelatihan-vokasi-berbasis-kompetensi-sekda-abul-chair-kolaborasi-luar-biasa-semua-pihak-agar-terus-dilakukan https://amarmedia.co.id/buka-pelatihan-vokasi-berbasis-kompetensi-sekda-abul-chair-kolaborasi-luar-biasa-semua-pihak-agar-terus-dilakukan Buka Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi, Sekda Abul Chair: Kolaborasi Luar Biasa Semua Pihak Agar Terus Dilakukan

Mataram.Amarmedia.co.id --- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggelar rangkaian program pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi terpadu di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (10/9/2026). Agenda yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB ini mencakup program BLK Skill Center Up-Skilling, Sertifikasi Alumni SMK, Vokasi Nasional (ABT), SMK Go Global, Desa Berdaya, dan SMA Double Track guna memperkuat penyerapan serta daya saing tenaga kerja.

Sekda NTB, Abul Chair mengatakan, tantangan nyata yang dihadapi sekarang adalah bagaimana menciptakan pekerjaan yang semakin berkualitas, produktif, dan terlindungi serta memberikan penghasilan yang layak. Karena itu, perlu ada beberapa hal yang harus dilakukan.

“Untuk berkualitas, produktif dan terlindungi itu perlu beberapa hal yang harus kita lakukan, seperti pelatihan harus mengikuti pasar, sertifikat harus menjadi paspor kompetensi, jangan semua anak kemudian kita arahkan menjadi pencari kerja, Desa Berdaya harus menjadi ruang penciptaan kerja dari desa,” ujar Sekda NTB.

Sekda menjelaskan, pertama, pelatihan harus mengikuti pasar, jangan karena 10 tahun lalu NTB punya pelatihan tertentu maka 10 tahun ke depan tidak ada perubahan. Kedua, sertifikasi harus menjadi paspor kompetensi. Dirinya sangat menyambut baik penguatan LSP P2 dan rencana uji kompetensi gratis. Sertifikat jangan hanya menyatakan yang bersangkutan sudah pernah mengikuti pelatihan tanpa keterampilan nyata yang dimilikinya, sebab dunia kerja membaca sertifikat tersebut.

“Dunia kerja harus tahu, lalu mengatakan bahwa, 'Ya, orang ini memang benar-benar dibutuhkan karena mampu bekerja.' Jadi berikutnya orang tidak akan lagi bertanya tentang sertifikat dari mana, jenjang berapa sertifikat, dan lain sebagainya,” jelas Sekda.

Lanjut Sekda, poin berikutnya adalah jangan semua anak diarahkan menjadi pencari kerja, melainkan sebagian harus menjadi pencipta kerja. Menurutnya, jika semua lulusan hanya membawa map dan mencari lowongan tanpa berniat berwirausaha, hal itu hanya akan terus memperpanjang antrean pencari kerja. Karena itu, kewirausahaan harus menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan.

Selain itu, Desa Berdaya harus menjadi ruang penciptaan kerja langsung dari desa melalui Mobile Training Unit (MTU).

Menurutnya, masyarakat tidak boleh selalu dituntut datang ke tempat pelatihan, melainkan pelatihannya yang harus menjemput bola ke masyarakat.

“Kalau potensi desa perikanan, maka latih pengelolaan hasil ikan. Kalau desa wisata, maka latih hospitalitinya, bahasa, digital marketing, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Sekda menegaskan agar terus ada kolaborasi yang luar biasa antar semua pihak karena NTB membutuhkan sebuah orkestrasi lintas sektor.

“Semua harus bergerak karena transformasi ketenagakerjaan tentu bukan urusannya Disnakertrans saja. Dia ada urusan pendidikan, investasi, industri, UMKM, pariwisata, dan sampai ke pemerintah desa,” pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 11 Sep 2026 18:04:07 +0800 amr
Perkukuh Silaturahmi dan Kemabruran Haji, IPHI Kabupaten Sumbawa Gelar Rapat Perdana https://amarmedia.co.id/perkukuh-silaturahmi-dan-kemabruran-haji-iphi-kabupaten-sumbawa-gelar-rapat-perdana https://amarmedia.co.id/perkukuh-silaturahmi-dan-kemabruran-haji-iphi-kabupaten-sumbawa-gelar-rapat-perdana Perkukuh Silaturahmi dan Kemabruran Haji, IPHI Kabupaten Sumbawa Gelar Rapat Perdana

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sumbawa sukses menggelar Rapat Perdana Kepengurusan Masa Bhakti 2026–2031 pada Rabu, 9 September 2026. Pertemuan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini bertempat di Aula SMKN 1 Sumbawa Besar.

Rapat kepengurusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PD IPHI Kabupaten Sumbawa, H. Ridwan Andi Mappaita, S.H., serta dihadiri oleh jajaran pengurus harian, ketua dan anggota bagian, hingga pejabat daerah terkait.

Turut hadir memberikan arahan dan pembinaan, Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Sumbawa, H. Ardi Zusami, S.E., M.M.Inov. Dalam penyampaiannya, Ia memaparkan pembinaan teknis yang berkaitan erat dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) IPHI dalam bermasyarakat dan bersinergi dengan pemerintah.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Ketua PD IPHI Kabupaten Sumbawa, H. Ridwan Andi Mappaita, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rapat perdana ini dengan lancar. Ia juga menegaskan komitmen IPHI Sumbawa dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan persaudaraan sesama jemaah haji.

Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati beberapa hal utama yang menjadi garis besar program dan komitmen Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Sumbawa ke depan diantaranya adalah Pertama ; Menjaga Kemabruran Haji. Pengurus dan seluruh anggota IPHI diharapkan dapat senantiasa menjaga nilai-nilai positif serta kemabruran haji sepanjang hayat.

Kedua ; menjalin kemitraan dengan Pemerintah dengan membantu Kementerian Haji (Kemenhaj ) dalam mensosialisasikan berbagai informasi, regulasi, dan kebijakan perhajian terbaru kepada masyarakat luas.

Rapat tersebut juga mengupayakan pembentukan perwakilan IPHI di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Sumbawa sebagai perpanjangan tangan pengurus daerah.

Hal penting lainnya dari catatan rapat adalah penguatan rasa kekeluargaan dengan nenggiatkan program nyata guna meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan antaranggota di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, seperti pengajian berkala, kunjungan kerja ke kecamatan, serta aksi kepedulian sosial seperti melayat dan menghadiri takziah bersama jika ada jemaah haji yang meninggal dunia.

Sangat tampak semangat keterbukaan dan sinergi selama rapat yang menampung aspirasi, saran, dan masukan konstruktif dari seluruh jajaran pengurus termasuk yang berhalangan hadir pada rapat perdana demi kemajuan organisasi.

Adapun  Susunan Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sumbawa Masa Bhakti 2026–2031 (Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Wilayah IPHI Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor: 004/S.kep/PW-IPHI/08/2026 Tanggal 18 Agustus 2026)

Semboyan: "Haji Mabrur Sepanjang Hayat"

I. PENASEHAT

Ketua: MUI Kabupaten Sumbawa

Wakil Ketua: PC NU Kabupaten Sumbawa

Sekretaris: PD Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa

Anggota:

  • PD NW Kabupaten Sumbawa
  • PD NWDI Kabupaten Sumbawa

II. PEMBINA

Ketua: Bupati Sumbawa

Wakil Ketua: Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa

Sekretaris: Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Sumbawa

Anggota:

  • H. Sudirman Malik, S.Pd.
  • Drs. H. Sukri, M.Si.
  • Dr. H. M. Ikhsan, M.Pd.
  • H. Deddy Damhudji, S.Sos., M.M.

III. PENGURUS HARIAN

Ketua: H. Ridwan Andi Mappaita, S.H.

Wakil Ketua I: H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si.

Wakil Ketua II: H. Ahmad Salim, S.T., M.M.

Sekretaris: H. Abdul Latif, M.Pd.

Wakil Sekretaris I: H. Abdul Wahab, S.E.

Wakil Sekretaris II: H. Fachri Rizki Imani

Bendahara: Hj. Eva Susanti

Wakil Bendahara: Hj. Eva Herawati, S.SKM.

IV. BAGIAN-BAGIAN

1. Bagian Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK)

Ketua: H. Nurhinsyah, S.Sos., M.Si.

Anggota:

  • H. Arifuddin, S.T., M.T.
  • H. Adiat Hasan, S.Ag.
  • H. Ahmad Arifin, Lc., M.A.

2. Bagian Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan

Ketua: H. Jayadi, M.Pd.

Anggota:

  • H. Munajat, Lc., M.HI.
  • H. Suryanto, S.Ag.
  • H. L. Zainul Taufiqurrahman, S.HI., M.Pd.I.

3. Bagian Usaha dan Pemberdayaan Ekonomi

Ketua: H. Khairuddin, S.E., M.Si.

Anggota:

  • H. Jati Siswanto
  • H. Husnan Jayadi
  • H. Syamsul Anwar

4. Bagian Hukum dan Advokasi

Ketua: H. Heri Saptoaji, S.H.

Anggota:

  • H. M. Tauhid, S.H.
  • Hj. Siti Asia, S.H.
  • H. Abdul Wahid, S.HI.

5. Bagian Humas dan Komunikasi Publik

Ketua: H. Hendro Martono, S.E.

Anggota:

  • H. Jamhur Husain
  • H. Joni Sutarman, Lc., M.A.
  • H. Joko Pitoyo, S.Sos.

6. Bagian Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Sakinah

Ketua: Ir. Hj. Nur Zaenab

Anggota:

  • Hj. Farida Ariani
  • Hj. Sania
  • Hj. Sri Wahyuni

7. Bagian Kesehatan dan Lingkungan Hidup

Ketua: dr. Hj. Detty Febrianti

Anggota:

  • H. Suratman
  • H. Budi Rahmad Bakti
  • Hj. Hanna Fithryany (AM)
]]>
Fri, 11 Sep 2026 14:10:33 +0800 amr
PWI KSB Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, PWI Pusat Ingatkan Marwah Organisasi https://amarmedia.co.id/pwi-ksb-periode-20262029-resmi-dilantik-pwi-pusat-ingatkan-marwah-organisasi https://amarmedia.co.id/pwi-ksb-periode-20262029-resmi-dilantik-pwi-pusat-ingatkan-marwah-organisasi PWI KSB Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, PWI Pusat Ingatkan Marwah Organisasi

Mataram.Amarmedia.co.id — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/09/2026). Mengusung tema "Dedikasi dan Karya untuk Kemajuan Daerah", prosesi pelantikan ini digelar memanfaatkan momentum rangkaian kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI NTB.

Dalam pelantikan tersebut, Hardoni Odon resmi mengemban amanah sebagai Ketua PWI Sumbawa Barat terpilih secara aklamasi.

Dalam sambutannya, Hardoni Odon menyampaikan apresiasi atas rasa kekeluargaan dan semangat kebersamaan yang terus terjaga di tubuh organisasi. Berdiri sejak tahun 2020 dengan 20 anggota awal, PWI KSB membuktikan kemampuannya untuk terus tumbuh dan memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak di daerah.

"Terpilihnya saya secara aklamasi menunjukkan rasa kekeluargaan yang tumbuh di PWI KSB. Di PWI Sumbawa Barat, tidak ada sekat antara ketua dan anggota. Kita semua adalah saudara yang harus saling menjaga, menghormati, dan bekerja bersama demi kemajuan organisasi," kata Hardoni.

Pemimpin Redaksi Kobarksb.com itu juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik di era digital, di mana media sosial kerap mengedepankan kecepatan ketimbang akurasi. Menurutnya, tugas utama jurnalis PWI saat ini bukan lagi sekadar menjadi yang pertama dalam menayangkan berita, melainkan menjadi yang paling dipercaya.

"Di tengah gempuran rumor dan hoaks, tugas kita adalah memastikan fakta. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang nomor satu menayangkan berita, tetapi siapa nomor satu yang paling dipercaya publik," tegasnya.

Sementara Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin mengapresiasi kejelian dan keaktifan pengurus PWI Sumbawa Barat yang memanfaatkan momentum kegiatan OKK dan UKW di Mataram untuk menggelar prosesi pelantikan pengurus daerah.

"Teman-teman KSB sangat proaktif dan pintar memanfaatkan momentum. Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pengabdian untuk kemajuan Sumbawa Barat. Tugas utama kita ke depan adalah terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota," ujar Ikliluddin.

General Manager Media Cetak Radar Lombok itu juga berharap agar PWI KSB terus membangun sinergi dan koordinasi yang kokoh dengan PWI Provinsi NTB agar program-program kerja dapat berjalan selaras.

Di satu sisi, Wakil Ketua PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko yang turut hadir mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan moralitas jurnalis dalam mengawal potensi daerah. Ia menyoroti kekayaan alam Sumbawa Barat yang luar biasa sebagai aset yang harus dijaga bersama demi kesejahteraan masyarakat.

"Menjaga amanah dan marwah organisasi itu tidak mudah. Wartawan memiliki kode etik dan Pancasila sebagai pegangan. Di era banjir informasi, teman-teman PWI KSB yang baru dilantik harus menjadi penerang informasi dan jembatan terpercaya antara pemerintah dan masyarakat," pesan Joko. (*)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 21:34:03 +0800 amr
Cetak Wartawan Berintegritas, PWI NTB Resmi Buka Rangkaian OKK dan UKW 2026 https://amarmedia.co.id/cetak-wartawan-berintegritas-pwi-ntb-resmi-buka-rangkaian-okk-dan-ukw-2026 https://amarmedia.co.id/cetak-wartawan-berintegritas-pwi-ntb-resmi-buka-rangkaian-okk-dan-ukw-2026 Cetak Wartawan Berintegritas, PWI NTB Resmi Buka Rangkaian OKK dan UKW 2026

Mataram.Amarmedia.co.id— Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi membuka kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/09/2026).

Mengusung tema "Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI", pembukaan acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Pusat, pengurus PWI NTB, pimpinan media, serta ratusan insan pers se-NTB.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menyampaikan bahwa kegiatan OKK kali ini diikuti oleh 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dan pembatasan kapasitas dari total hampir 200 pendaftar. Sementara itu, untuk agenda UKW yang digelar pada 11–12 September, diikuti oleh 54 peserta.

"UKW kali ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam tiga tingkatan, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama. Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan," ujar Ikliluddin.

Dalam kesempatan itu, Ikliluddin juga mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa bagi jurnalis yang sempat dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat, Joko Tetuko mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta di NTB. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan OKK merupakan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru. Pemahaman terhadap 13 materi dasar keorganisasian dan kewartawanan, termasuk UU Pers, KEJ, hingga Sistem Peradilan Pidana Anak, menjadi fondasi mutlak sebelum wartawan terjun meliput di lapangan.

"OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik," kata Joko bangga.

Ia menambahkan, pers yang kompeten akan melahirkan jembatan informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan OKK dan UKW PWI NTB ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik.

Mengutip pesan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik menekankan bahwa uji kompetensi bukan sekadar menguji kemampuan menulis berita, melainkan menguji tanggung jawab moral dalam menggunakan kata demi menghadirkan kebenaran.

"Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta," tegas Ahsanul Khalik.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sangat terbuka terhadap kritik dari media, selama kritik tersebut berbasis data dan bertujuan untuk perbaikan pelayanan publik.

"Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat," jelas pria yang akrab disapa Bung AK tersebut.

Rangkaian kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta berbagai pihak sponsor pendukung lainnya. (*)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 21:28:09 +0800 amr
Perkuat Tata Kelola Pembangunan, Sekda Sumbawa Buka Forum Satu Data Tahun 2026 https://amarmedia.co.id/perkuat-tata-kelola-pembangunan-sekda-sumbawa-buka-forum-satu-data-tahun-2026 https://amarmedia.co.id/perkuat-tata-kelola-pembangunan-sekda-sumbawa-buka-forum-satu-data-tahun-2026 Perkuat Tata Kelola Pembangunan, Sekda Sumbawa Buka Forum Satu Data Tahun 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa membuka secara resmi Forum Satu Data Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini digelar guna memperkuat tata kelola data daerah agar senantiasa akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam arahannya, Sekda Dr. H.Budi menegaskan bahwa data berkualitas merupakan fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan dan perencanaan pembangunan. Kebijakan serta program pemerintah daerah menurutnya harus dirumuskan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar perkiraan.

“Data bukan sekadar angka dan informasi, tetapi menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan dan mengukur keberhasilan pembangunan. Karena itu, kualitas data harus menjadi perhatian bersama,” tegas Sekda di hadapan para peserta forum.

Imbau Sinergi Seluruh Perangkat Daerah

Lebih lanjut, penerapan kebijakan Satu Data memerlukan komitmen tinggi serta sinergi lintas sektor. Sekda meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga menjaga keseragaman standar dan keterpaduan pengelolaan.

Keberadaan Forum Satu Data 2026 diharapkan mampu menjadi ruang koordinasi konkret untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis maupun operasional pengelolaan data di wilayah Kabupaten Sumbawa. Langkah ini penting agar data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan.

Forum strategis ini dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci di lingkungan Pemkab Sumbawa, antara lain Kepala BPS Kabupaten Sumbawa (sebagai pembina data), Para Kepala Perangkat Daerah se-Kabupaten Sumbawa, Para Camat se-Kabupaten Sumbawa dan Unsur terkait lainnya

Melalui penguatan integrasi data ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven governance). Dengan begitu, setiap program pembangunan daerah ke depan dirancang lebih presisi, efektif, terukur, dan tepat sasaran bagi masyarakat.(AM)

 

]]>
Thu, 10 Sep 2026 19:59:10 +0800 amr
Soroti Keterbatasan Fiskal, Fraksi PKB DPRD Sumbawa Minta Pemda Buka Peta Jalan Pertambangan dan Rekrutmen Tenaga Kerja https://amarmedia.co.id/soroti-keterbatasan-fiskal-fraksi-pkb-dprd-sumbawa-minta-pemda-buka-peta-jalan-pertambangan-dan-rekrutmen-tenaga-kerja https://amarmedia.co.id/soroti-keterbatasan-fiskal-fraksi-pkb-dprd-sumbawa-minta-pemda-buka-peta-jalan-pertambangan-dan-rekrutmen-tenaga-kerja Soroti Keterbatasan Fiskal, Fraksi PKB DPRD Sumbawa Minta Pemda Buka Peta Jalan Pertambangan dan Rekrutmen Tenaga Kerja

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang dialami Kabupaten Sumbawa mendapat sorotan tajam dari jajaran legislatif. Pemerintah daerah didorong untuk bergerak cepat mencari terobosan dan tidak hanya bergantung pada pola pembiayaan konvensional, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi dan dampak ekonomi dari sektor pertambangan.

Disampaikan di sela-sela Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dihadapan Bupati Sumbawa dan Anggota Sidang Paripurna pada Kamis (10/9/2026), Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sukiman K, S.Pd.I., menegaskan pentingnya transparansi serta kesiapan daerah dalam menyambut industrialisasi sektor pertambangan.

Sukiman meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membuka roadmap (peta jalan) rencana kegiatan pertambangan secara terbuka kepada publik agar masyarakat dan daerah memiliki kepastian, serta tidak terkaget-kaget saat operasional pertambangan mulai berjalan di masa depan.

"Di tengah kondisi keterbatasan fiskal daerah saat ini, Pemda harus memiliki langkah konkret. Kami dari Fraksi PKB meminta Pemda membuka secara transparan ke publik mengenai roadmap kegiatan pertambangan di Sumbawa. Jangan sampai hal ini baru dibuka atau disiapkan secara mendadak sementara pada  tahun depan akan ada kegiatan konstruksi elang Dodo Rinti makanya perlu ada kejelasan terhadap rencana kegiatan yang akan dilakukan" tegas Politisi PKB tersebut.

Selain ketersediaan peta jalan industri tambang, Sukiman juga menyoroti belum kejelasannya rancang bangun bursa kerja di Kabupaten Sumbawa terkait penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, pemerintah daerah harus belajar dari dinamika dan permasalahan ketenagakerjaan yang pernah terjadi di daerah tetangga, seperti Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Ia mengingatkan agar pola-pola masalah ketenagakerjaan yang sempat memicu gejolak di KSB tidak sampai terulang di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, persiapan matang mengenai pemetaan potensi sumber daya manusia (SDM) dan skema perekrutan tenaga kerja lokal harus dirancang sejak dini.

"Sampai hari ini kami belum menerima informasi yang jelas mengenai rancang bangun bursa kerja di Kabupaten Sumbawa untuk sektor pertambangan ini. Mohon hal ini menjadi atensi serius bagi Pemda. Jangan sampai permasalahan ketenagakerjaan yang pernah terjadi di KSB terulang kembali di daerah kita," tegasnya.

Sebagai solusi, Sukiman mendesak pihak eksekutif Pemkab Sumbawa untuk segera duduk bersama dan membangun komunikasi intensif dengan manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Sinergi dan koordinasi berkesinambungan antara Pemda dan pihak korporasi dinilai sangat krusial untuk memastikan Kabupaten Sumbawa memperoleh hasil, manfaat ekonomi, serta kontribusi daerah yang maksimal.

"Eksekutif dan jajaran terkait harus segera duduk bersama dengan PT AMNT untuk membicarakan berbagai hal strategis ini. Harus ada ruang diskusi yang intensif agar Sumbawa bisa mendapatkan manfaat yang maksimal, baik dari sisi kontribusi fiskal, pengembangan ekonomi daerah, maupun jaminan penyerapan tenaga kerja lokal," pungkas Sukiman. (AM)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 19:46:20 +0800 amr
APBD Perubahan 2026 Fokus Infrastruktur, Sekda Sumbawa: Akses Produksi Warga Jadi Prioritas! https://amarmedia.co.id/apbd-perubahan-2026-fokus-infrastruktur-sekda-sumbawa-akses-produksi-warga-jadi-prioritas https://amarmedia.co.id/apbd-perubahan-2026-fokus-infrastruktur-sekda-sumbawa-akses-produksi-warga-jadi-prioritas APBD Perubahan 2026 Fokus Infrastruktur, Sekda Sumbawa: Akses Produksi Warga Jadi Prioritas!

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan alokasi anggaran pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kebijakan keuangan daerah ini secara khusus diarahkan dan berorientasi pada percepatan perbaikan infrastruktur, penguatan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa pembenahan sarana dan prasarana di sektor pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi utama dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pemkab Sumbawa. Pernyataan tersebut ditegaskan Budi seusai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa pada Kamis (10/9/2026).

Peningkatan kualitas infrastruktur serta konektivitas wilayah dinilai memiliki dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal. Aksesibilitas yang memadai tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi modal vital dalam memperlancar jalur distribusi dan aktivitas produksi masyarakat.

“Dari semua itu adalah kita akan bicara tentang peningkatan sarana prasarana pendidikan dan kesehatan sebagai layanan dasar pemenuhan SPM. Itu menjadi prioritas dan menjadi atensi semua pihak,” ujar Budi.

Secara teknis, pembenahan fisik mencakup penanganan jalan dan jembatan, perbaikan jaringan drainase guna mengantisipasi genangan, hingga penyediaan sarana penunjang sektor pertanian seperti pembuatan sumur dangkal/dalam dan akses jaringan irigasi air. Pemerintah daerah bertekad memastikan seluruh sentra produksi masyarakat terhubung dengan jaringan transportasi yang layak.

“Kita ingin memastikan semua akses produksi masyarakat, minimal dengan adanya perubahan anggaran ini bisa memberikan atensi khusus terhadap jalan, jembatan, termasuk juga jaringan-jaringan drainase,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa pemaknaan pembangunan infrastruktur harus dilihat secara holistik. Pembangunan tidak semata-mata berfokus pada konstruksi fisik jalan atau gedung, melainkan sebagai instrumen pendukung sistemik untuk sektor-sektor strategis lain, termasuk penciptaan iklim investasi daerah yang kondusif.

“Jangan hanya bicara tentang infrastruktur secara fisik, tetapi infrastruktur juga kita akan bicara di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, termasuk juga di bidang-bidang lain. Termasuk juga kita penguatan di investasi,” jelas Budi.

Kebijakan Perubahan APBD 2026 ini dirancang terintegrasi dengan 88 program prioritas daerah. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi awal untuk menjaga kesinambungan arah pembangunan pada T.A. 2027 mendatang.

Meskipun postur kemampuan fiskal daerah pada 2027 mendatang masih akan menyesuaikan dengan kondisi keuangan serta penerimaan daerah, pemkab telah mengunci desain besar pembangunan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027.

“Kita belum tahu kekuatan fiskal kita di 2027, tetapi desain besarnya pada KUA-PPAS 2027 yang sudah kita bahas terdahulu juga menjadi rangkaian dari sistem yang kita bangun untuk memberikan perhatian terhadap pelayanan dasar dan infrastrukturnya,” pungkas Budi. (AM)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 18:08:44 +0800 amr
Banggar DPRD Kabupaten Sumbawa Sampaikan Laporan dan Catatan Strategis atas Perubahan KUA&PPAS 2026 https://amarmedia.co.id/banggar-dprd-kabupaten-sumbawa-sampaikan-laporan-dan-catatan-strategis-atas-perubahan-kua-ppas-2026 https://amarmedia.co.id/banggar-dprd-kabupaten-sumbawa-sampaikan-laporan-dan-catatan-strategis-atas-perubahan-kua-ppas-2026 Banggar DPRD Kabupaten Sumbawa Sampaikan Laporan dan Catatan Strategis atas Perubahan KUA-PPAS 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026 Kamis 10 September 2026.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., serta didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H. Turut hadir secara langsung Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala OPD, Camat, Lurah, serta tamu undangan lainnya.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Banggar DPRD menyetujui Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026. Penyesuaian kebijakan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam merespons dinamika ekonomi, perubahan regulasi pusat, dan kebutuhan daerah yang mendesak.

Berdasarkan hasil pembahasan Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), postur Rancangan Perubahan KUA-PPAS TA 2026 disepakati sebagai berikut:

Pendapatan Daerah dengan Target pendapatan daerah naik sebesar Rp 45,83 miliar (2,36%) dari proyeksi semula Rp 1,89 triliun menjadi Rp 1,94 triliun.

PAD Naik tipis Rp 108,37 juta menjadi Rp 251,59 miliar. Terjadi pergeseran akun pada Lain-lain PAD yang Sah yang melonjak dari Rp 7,41 miliar menjadi Rp 39,80 miliar (naik Rp 32,40 miliar). Hal ini merupakan tindak lanjut rekomendasi BPK RI atas LKPD TA 2025 yang mengalihkan pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD dari Retribusi Daerah ke Lain-lain PAD yang Sah. Sementara Retribusi Daerah disesuaikan menjadi Rp 102,63 miliar.

Pendapatan Transfer Naik Rp 36,78 miliar menjadi Rp 1,67 triliun, didorong peningkatan transfer pusat sebesar Rp 26,37 miliar dan transfer antar daerah naik Rp 10,41 miliar.

Lain-Lain Pendapatan yang Sah Naik Rp 8,94 miliar menjadi Rp 20,95 miliar, bersumber dari bagi hasil keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tahun 2025.

Untuk Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 2,14 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 224,52 miliar (10,48%) dari anggaran awal Rp 1,92 triliun.

Pembiayaan Daerah Penerimaan pembiayaan dari SiLPA direncanakan naik menjadi Rp 201,69 miliar dari target semula Rp 25 miliar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan semula untuk penyertaan modal Program Upland pada PT BPR NTB sebesar Rp 2,01 miliar dialihkan menjadi belanja operasional dan belanja modal program sesuai juknis.

Rekomendasi dan Catatan Banggar

Dalam laporannya, Andi Rusni menekankan sejumlah masukan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa:

Pertama : Dukungan Program Nasional, Pemkab diminta memperkuat sinergi dengan Program Strategis Nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat (SR).

Kedua ; Kemandirian Fiskal & Digitalisasi PAD. Mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi pajak/retribusi daerah berbasis sistem digital (elektronifikasi), penataan ulang wajib pajak, pengawasan ketat BUMD/BLUD, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

Ketiga : Infrastruktur & Lapangan Kerja, memperhatikan konektivitas jalan antar-desa untuk memperlancar arus perekonomian, memperkuat program pelatihan kerja/kewirausahaan, serta mendorong kolaborasi dengan pihak ketiga guna membuka lapangan kerja baru.

Keempat: Pengawasan & Serapan Anggaran. 

Mendorong peran Inspektorat (APIP) dari pengawasan represif ke preventif, serta memaksimalkan serapan anggaran agar pelaksanaan program tidak menumpuk di akhir tahun.

Kelima Kesiapsiagaan Bencana. Pemkab diminta mencermati syarat bantuan kendaraan operasional BPBD dari pemerintah pusat guna memperkuat mitigasi dan penanganan darurat bencana.(AM)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 14:57:16 +0800 amr
Fasad Kota Sumbawa Besar https://amarmedia.co.id/fasad-kota-sumbawa-besar https://amarmedia.co.id/fasad-kota-sumbawa-besar Fasad Kota Sumbawa Besar

Oleh: Badrul Munir 

Sambil menunggu penerbangan ke Sumbawa, pikiran saya rupanya sudah lebih dahulu pulang.

Ke sebuah kota yang begitu akrab.

Kota yang jalan-jalannya menyimpan kenangan.

Kota yang mungkin tidak terlalu besar, tetapi selalu menyediakan ruang yang luas untuk dirindukan.

Sumbawa Besar.

Entah mengapa pagi ini saya tidak sedang mengingat rumah, makanan, atau orang-orang yang akan ditemui.

Saya justru membayangkan wajah kota. Lalu muncul pertanyaan kecil:

Bagaimana fasad kotaku hari ini?

Apakah ia bersih?

Apakah pepohonannya masih membuat orang ingin berjalan pelan di bawah keteduhannya?

Apakah kendaraan telah belajar berhenti dan parkir pada tempatnya?

Apakah trotoar masih menjadi milik pejalan kaki?

Dan reklame-reklame itu—apakah sedang memperkenalkan sesuatu, atau justru perlahan menutupi wajah kota? Atau umbul-umbul yang berseliweran tak tahu asal-usulnya dari mana? 

Pertanyaan sederhana. Tetapi semakin dipikirkan, rasanya semakin tidak sederhana.

Sebab kota ternyata mirip manusia.

Kita mengenali seseorang pertama-tama dari wajahnya. Dari caranya berpakaian. Dari kebersihannya. Dari tutur katanya. Dari sikapnya terhadap orang lain.

Begitu pula kota. Fasad adalah wajahnya.

Dari wajah itulah orang yang datang pertama kali membaca siapa kita.

Lalu saya bertanya lagi: Di mana Samawa pada wajah Sumbawa Besar?

Saya tidak sedang mencari ornamen Samawa yang ditempel di setiap sudut kota. Tidak pula berharap semua bangunan harus menyerupai istana.

Bukan itu.

Saya sedang mencari jiwa Samawa.

Barangkali ia hadir pada keramahan ruang kotanya. Pada pohon-pohon yang dirawat. Pada jalan yang bersih. Pada trotoar yang dihormati. Pada pertokoan yang tertata. Pada reklame yang tahu diri. Pada bangunan baru yang tetap memberi salam kepada sejarah.

Budaya, rupanya, tidak selalu harus dipentaskan. Kadang-kadang budaya justru paling indah ketika ia diam-diam hidup dalam kebiasaan.

Tertib adalah budaya.

Bersih adalah budaya.

Merawat keindahan adalah budaya.

Menghormati ruang bersama adalah budaya.

Dan menjaga agar sebuah kota tidak kehilangan wajahnya sendiri, juga budaya.

Saya membayangkan seseorang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Sumbawa Besar.

Ia turun dari kendaraan. Menyusuri jalan. Melihat bangunan, taman, papan nama, pertokoan, ruang publik, dan orang-orang yang beraktivitas.

Lalu saya ingin bertanya kepadanya:

Tanpa diberi tahu, tahukah Anda bahwa sekarang Anda sedang berada di Tanah Samawa?

Pertanyaan itu tiba-tiba terasa menyesakkan.

Kita mempunyai sejarah panjang.

Kita mempunyai Dalam Loka.

Kita mempunyai jejak Kesultanan.

Kita mempunyai adat, bahasa, seni, ingatan, dan begitu banyak cerita.

Tetapi apakah semuanya masih terbaca pada wajah kota?

Jangan-jangan kita begitu sibuk membangun kota, sampai lupa menjaga wajahnya.

Jangan-jangan bangunan bertambah, reklame bertambah, kendaraan bertambah, pertokoan bertambah—tetapi identitas justru perlahan berkurang.

Kota memang harus berubah.

Tabe. Maaf. Saya tidak ingin Sumbawa Besar menjadi museum yang membeku dalam masa lalu.

Biarlah ia tumbuh.

Biarlah ia modern.

Biarlah gedung-gedung baru berdiri dan kehidupan ekonomi bergerak semakin cepat.

Tetapi satu hal jangan sampai hilang:

ketika zaman mengubah tubuh kota, jiwanya harus tetap Samawa.

Panggilan untuk naik pesawat sebentar lagi mungkin terdengar.

Saya akan pulang.

Kali ini aku pulang bukan sekadar untuk kembali.

Aku pulang untuk berdialog, merekam memori, dan merenda nilai.

Berdialog dengan mereka yang menyimpan cerita. Mendengarkan mereka yang masih merawat ingatan. Menyambung serpihan-serpihan masa lalu dengan harapan tentang masa depan.

Aku ingin bertemu dengan mereka yang pikirannya melangit, tetapi kakinya tetap membumi. Mereka yang berani bermimpi jauh ke depan, tetapi tidak tercerabut dari tanah tempat sejarah dan kebudayaan tumbuh.

Sebab barangkali kota tidak selalu membutuhkan lebih banyak orang yang pandai berbicara tentang masa depan.

Kota juga membutuhkan orang-orang yang bersedia mendengar masa lalu, membaca hari ini, lalu bersama-sama merenda hari esok.

Dan mungkin, seperti biasanya, ketika kendaraan mulai memasuki Sumbawa Besar, saya akan memandang keluar jendela.

Melihat jalan.

Pohon-pohon.

Trotoar.

Pertokoan.

Reklame.

Orang-orang.

Lalu diam-diam bertanya kepada diri sendiri:

Masihkah aku mengenali wajah kotaku?

Sebab kota bukan hanya tempat kita pulang.

Kota adalah wajah yang kita wariskan kepada anak cucu.

Dan pada wajah itulah, suatu hari nanti, mereka akan membaca siapa kita.

Fasad kota bukan sekadar rupa.

Ia adalah ingatan.

Ia adalah identitas.

Ia adalah harga diri.

Dan ketika semuanya terawat dengan baik,

di sanalah peradaban menemukan wajahnya.

BIZAM. 10.09.2026

]]>
Thu, 10 Sep 2026 09:29:07 +0800 amr
Dukung Penataan Kota, Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Pembangunan Pasar Induk dan Masuknya Investasi Mal di Sumbawa https://amarmedia.co.id/dukung-penataan-kota-abdul-rafiq-apresiasi-rencana-pembangunan-pasar-induk-dan-masuknya-investasi-mal-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/dukung-penataan-kota-abdul-rafiq-apresiasi-rencana-pembangunan-pasar-induk-dan-masuknya-investasi-mal-di-sumbawa Dukung Penataan Kota, Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Pembangunan Pasar Induk dan Masuknya Investasi Mal di Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menata pusat perdagangan dan transportasi mendapat sambutan hangat. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis 10 September 2026 kepada wartawan secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pembangunan pasar induk di kawasan belakang Terminal Sumer Payung sekaligus revitalisasi terminal tersebut.

Abdul Rafiq menilai integrasi antara pasar induk dan terminal akan menciptakan kawasan perdagangan serta transportasi yang lebih tertib, nyaman, dan terpadu. Menurutnya, pemindahan pedagang dari Pasar Seketeng ke lokasi baru ini harus dipandang sebagai bagian dari penataan kota secara menyeluruh agar dapat menjadi pusat distribusi barang yang memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

Kendati mendukung penuh, Abdul Rafiq memberikan beberapa catatan penting agar kebijakan ini berjalan optimal dan tidak merugikan rakyat

"Proses relokasi pedagang Pasar Seketeng ke pasar induk harus dilakukan secara bertahap dan melalui dialog interaktif dan kepastian bagi Pedagang"ujarnya 

Pemkab Sumbawa wajib menjamin kepastian lokasi jualan, kelayakan fasilitas, keterjangkauan biaya, kejelasan akses konsumen, hingga tata kelola pasar yang berkelanjutan dan Pembangunan infrastruktur pasar yang megah jangan sampai justru melumpuhkan aktivitas dan pendapatan pedagang kecil.

Di samping rencana pembangunan pasar induk, Abdul Rafiq juga menanggapi positif wacana masuknya investor swasta yang berniat membangun mall di lokasi eks Pasar Seketeng. Ia menyoroti fakta bahwa skema investasi ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa.

"Kehadiran investasi swasta murni tanpa APBD tentu sangat positif. Kehadiran mal baru berpotensi besar membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Sumbawa," ungkap Abdul Rafiq.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan investasi tersebut berpihak pada potensi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal Sumbawa harus diberikan ruang proporsional dalam ekosistem pusat perbelanjaan modern tersebut agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Ia berharap seluruh rangkaian proses—mulai dari pembangunan pasar induk, revitalisasi Terminal Sumer Payung, hingga rencana investasi mal—dijalankan secara transparan, akuntabel, dan matang. Jika dikawal dengan baik, kawasan Sumer Payung dan Seketeng diyakini mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengubah wajah Kabupaten Sumbawa ke arah yang lebih maju. (AM)

]]>
Thu, 10 Sep 2026 08:32:12 +0800 amr
Bupati Sumbawa Kembali Turun ke Lawang Tuwa, Pastikan Tambang Ilegal Benar&benar Berhenti https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-kembali-turun-ke-lawang-tuwa-pastikan-tambang-ilegal-benar-benar-berhenti https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-kembali-turun-ke-lawang-tuwa-pastikan-tambang-ilegal-benar-benar-berhenti Bupati Sumbawa Kembali Turun ke Lawang Tuwa, Pastikan Tambang Ilegal Benar-benar Berhenti

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menghentikan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan Lawang Tuwa, Kecamatan Lantung, kembali ditegaskan secara langsung di lapangan.

Rabu sore (9/09/2026), Bupati Sumbawa kembali turun meninjau lokasi tambang Lawang Tuwa. Didampingi Sekretaris Daerah, Dr H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa,H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH serta Kabag Prokopim Syahrudin. Bupati ingin memastikan bahwa larangan aktivitas pertambangan ilegal yang telah dikeluarkan pemerintah benar-benar dipatuhi.

Peninjauan kali ini bukan sekadar kunjungan. Bupati ingin melihat langsung kondisi terkini kawasan tersebut sekaligus memastikan tidak ada lagi aktivitas penambangan yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Di lokasi, Bupati bersama rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi kawasan dan memastikan aktivitas penambangan telah dihentikan.

Bupati menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan garis terdepan dalam setiap kebijakan pemerintah daerah. Karena itu, larangan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan administratif, tetapi sebagai bentuk nyata perlindungan pemerintah terhadap masyarakat dari ancaman kecelakaan hingga kemungkinan jatuhnya korban jiwa.

"Saya datang langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa larangan yang telah kita keluarkan benar-benar dilaksanakan,” tegas Bupati"

Menurutnya, pemerintah tidak pernah bermaksud mematikan mata pencaharian masyarakat. Namun, setiap aktivitas pertambangan harus berada dalam koridor hukum, memiliki izin yang sah, memenuhi standar keselamatan, serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Silakan masyarakat mencari nafkah, tetapi jangan dengan cara yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pertambangan harus legal, aman dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Bupati juga meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, serta masyarakat di sekitar kawasan untuk memperkuat pengawasan. Jangan sampai setelah larangan dikeluarkan, aktivitas pertambangan kembali berlangsung secara diam-diam.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa persoalan pertambangan di Kabupaten Sumbawa tidak boleh hanya dilihat dari sisi ekonomi sesaat. Potensi sumber daya alam harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan daerah, namun tetap dengan mengedepankan keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

“Sumber daya alam kita memang harus dikelola dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tetapi pengelolaannya harus legal, aman, tertib dan bertanggung jawab. Jangan sampai karena ingin mendapatkan keuntungan, justru nyawa yang menjadi taruhannya,” pungkasnya. (AM/Fir)

]]>
Wed, 09 Sep 2026 19:56:53 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Rakor Evaluasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-rakor-evaluasi-stabilisasi-pasokan-dan-harga-pangan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-rakor-evaluasi-stabilisasi-pasokan-dan-harga-pangan Pemkab Sumbawa Rakor Evaluasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Aula Hasan Usman, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Rabu (9/9/2026). Rapat ini digelar guna membedah efektivitas intervensi harga pangan, penyaluran bantuan, dinamika lonjakan harga gabah, hingga reorientasi tata kelola Gerakan Pangan Murah (GPM) serta keamanan komoditas peternakan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa H. Zohran, SH, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Syaikhu, SP, Kabid Perekonomian Setda Sumbawa Andi Rusmayadi, SPi, M.Si, Pimpinan Cabang (Pinca) Perum BULOG Sumbawa M. Nur Ristanto, perwakilan Dinas Koperasi UMKM Perindag, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) NTB, serta para pelaku usaha daging ayam dan distributor pangan lokal.

Bantuan Pangan Berlanjut hingga Desember 2026

Dalam kesempatan tersebut, Pinca Perum BULOG Sumbawa, M. Nur Ristanto, memaparkan progres penyaluran Bantuan Pangan beras alokasi Juli–September yang disalurkan sekaligus sebesar 30 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Penyaluran Bantuan Pangan tahap ini telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan tuntas pada akhir September 2026. Sesuai arahan Presiden, bantuan pangan beras ini dipastikan berlanjut untuk periode Oktober hingga Desember 2026," tegas Ristanto.

Ristanto juga meluruskan pertanyaan Komisi II DPRD Sumbawa terkait surat penyesuaian harga beras Cadangan Pangan Pemerintah (CBP) sebesar Rp16.621,39 per kg. Ia menegaskan bahwa angka tersebut merupakan harga buku (audited price) atau biaya pokok internal Bulog untuk transaksi antar-kementerian/lembaga, bukan harga jual ke masyarakat.

"Harga beras SPHP untuk masyarakat tetap konsisten pada HET yang ditetapkan pemerintah (Rp11.000–Rp12.000/kg). Selisih biaya ditanggung oleh subsidi pemerintah, sehingga tidak ada kenaikan harga SPHP di tingkat konsumen," tambahnya.

Dilema Kenaikan Harga Gabah dan Penggilingan Lokal

Dinamika sektor perberasan turut diwarnai curhatan pelaku usaha penggilingan padi. Perwakilan Perpadi NTB, Fajar Samudra dan Mastur, mengungkapkan bahwa harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani saat ini telah menyentuh Rp7.500 per kg. Sementara itu, penggilingan dituntut mempertahankan harga beras medium sesuai HET lama di angka Rp13.500 per kg.

"Harga bahan baku naik signifikan. Jika dipaksa menjual sesuai HET lama tanpa adanya batasan harga atas (ceiling price) untuk pembelian gabah, pengusaha lokal akan kesulitan bertahan. Kami berharap pemerintah dan Satgas Pangan melihat kondisi riil margin penggilingan secara bijak," ujar Fajar.

Menanggapi dilema ini, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sumbawa, Syaikhu, mengakui bahwa daerah belum memiliki formulasi baku terkait penetapan harga keekonomian beras lokal.

"Secara teori, harga beras berada di kisaran dua kali harga gabah. Jika gabah Rp7.500, maka harga beras idealnya sekitar Rp15.000 per kg. Ke depan, kita bersama Bagian Perekonomian, Bulog, DPRD, dan Perpadi akan menggelar diskusi teknis khusus merumuskan usulan harga acuan daerah yang objektif untuk dikoordinasikan dengan Satgas Pangan," jelas Syaikhu.

Dinamika Daging Ayam dan Pengawasan Keamanan Pangan

Di sektor peternakan, perwakilan supplier daging ayam, Mulyadi, menjelaskan bahwa harga ayam hidup di NTB berada di kisaran Rp26.500–Rp27.000 per kg, dengan lonjakan harga eceran mencapai Rp38.000–Rp47.000 per kg. Menurutnya, fluktuasi ini dipicu oleh kenaikan harga dari tingkat peternak serta biaya distribusi.

"Margin yang diambil pedagang atau supplier sangat tipis, berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kg. Perubahan harga harian bahkan bisa terjadi 1 hingga 3 kali dalam sehari mengikuti tren nasional," papar Mulyadi.

Isu keamanan pangan juga menjadi perhatian serius rakor. Hasil pemetaan menunjukkan masih maraknya distributor komoditas daging ayam di wilayah Barat, Tengah, dan Timur Sumbawa yang belum terdaftar secara resmi. Legalitas dari Dinas Peternakan dinilai krusial untuk menjamin pemenuhan standar Pangan Segar Asal Hewan (PSAH) demi mencegah risiko keracunan pangan. Saat ini, pelaku usaha terdaftar dengan legalitas jelas di Kabupaten Sumbawa antara lain PT Dharma Raya, Raja Daging (Haji Rul), dan Sumbawa Utama Food.

Reformasi Tata Kelola Gerakan Pangan Murah (GPM)

Sebagai langkah konkret menekan inflasi, Pemkab Sumbawa bersepakat mengadopsi pola baru dalam penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mereformasi peran pemerintah dan mengintegrasikan ekosistem pasar lokal yakni Pemerintah sebagai Fasilitator, Pemda tidak bertindak sebagai pedagang, melainkan sebagai koordinator dan penyedia sarana-prasarana (lokasi, panggung, tempat usaha) serta pengawas kegiatan.

Dan membangun Kemitraan Pedagang Lokal, Konsolidasi dilakukan bersama distributor dan pengecer lokal (daging ayam, telur, cabai, bawang) untuk menyepakati harga komitmen tanpa merusak ekosistem pasar eksisting.

Oleh karena itu dukungan anggaran & subsidi oleh Pemda yang memfasilitasi intervensi harga melalui insentif, kemudahan perizinan (OSS), pengawasan Satgas Pangan, serta skema insentif/subsidi pendukung (seperti subsidi transportasi dari APBD/BTP) agar harga di tingkat konsumen tetap stabil.

Selanjutnya dilaksanakan Konsolidasi Bertahap pada Komoditas beras (SPHP Bulog) dan minyak goreng (Minyakita) dinilai memiliki rantai pasok sangat siap. Sementara konsolidasi untuk telur ayam (melibatkan 6 pelaku usaha terdaftar) serta pemetaan distributor gula pasir dan terigu per zonasi wilayah akan terus dimaksimalkan.

Sebagai penutup rakor, Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan kembali Lumbung Pangan Masyarakat (LPM), memperketat pengawasan PSAH bersama Satgas Pangan, dan menggelar GPM secara berkala guna menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani, keberlanjutan usaha penggilingan, serta daya beli masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 09 Sep 2026 19:13:20 +0800 amr
Mulia Dengan Membaca Al&Qur'an https://amarmedia.co.id/mulia-dengan-membaca-al-quran https://amarmedia.co.id/mulia-dengan-membaca-al-quran Mulia Dengan Membaca Al-Qur'an

Renungan Kamis Pagi

Al-Qur'an adalah cahaya kehidupan, petunjuk bagi orang-orang yang beriman, sekaligus sumber ketenangan bagi hati yang gelisah. Setiap huruf yang dibaca dari Kitabullah tidak pernah sia-sia. Allah Subhanahu wa Ta'ala mencatatnya sebagai amal saleh, melipatgandakannya dengan kemurahan-Nya, lalu menjadikannya bekal yang akan menyelamatkan seorang hamba di dunia maupun di akhirat. Karena itu, tidak ada bacaan yang lebih mulia daripada membaca Al-Qur'an.

Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira yang luar biasa kepada umatnya. Beliau bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya:

"Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah. Bahkan satu huruf yang keluar dari lisan seorang mukmin ketika membaca Al-Qur'an sudah bernilai sepuluh kebaikan. Padahal satu ayat terdiri atas banyak huruf, satu halaman memuat ribuan huruf, satu juz berisi puluhan ribu huruf, dan satu kali khatam Al-Qur'an mengandung pahala yang tidak mampu dihitung oleh akal manusia. Semua itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar membuka pintu pahala yang sangat luas bagi siapa saja yang mau berinteraksi dengan firman-Nya.

Keutamaan membaca Al-Qur'an tidak hanya berupa pahala. Allah juga menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Firman-Nya:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Artinya:

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (QS. Al-Isra': 9)

Ayat ini mengajarkan bahwa membaca Al-Qur'an tidak boleh berhenti pada lantunan suara yang indah. Bacaan itu harus menghadirkan petunjuk yang mengubah akhlak, memperbaiki ibadah, memperkuat keimanan, serta membimbing setiap langkah kehidupan agar selalu berada di jalan yang diridai Allah.

Tidak sedikit orang yang merasa belum mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar sehingga malu untuk memulainya. Padahal Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya:

"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan membacanya, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi penghibur bagi siapa saja yang masih belajar. Kesulitan dalam membaca Al-Qur'an bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan memperoleh pahala yang lebih besar. Setiap perjuangan mengeja huruf demi huruf akan dicatat sebagai amal yang sangat berharga di sisi Allah.

Al-Qur'an juga akan menjadi sahabat yang setia pada hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Artinya:

"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya." (HR. Muslim)

Betapa banyak manusia pada hari kiamat mencari pertolongan, sementara Al-Qur'an hadir memberikan syafaat kepada orang-orang yang menjadikannya teman dalam kehidupan. Mereka yang dahulu meluangkan waktu untuk membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkannya akan memperoleh pertolongan dengan izin Allah.

Sering kali seseorang berkata, "Saya sangat sibuk sehingga hanya sempat membaca beberapa ayat." Jangan pernah meremehkan bacaan yang sedikit. Allah tidak menilai banyaknya waktu yang dimiliki seseorang, melainkan keikhlasan dan kesungguhannya. Membaca beberapa ayat setiap hari jauh lebih baik daripada tidak membaca sama sekali. Sedikit yang dilakukan secara istiqamah akan menghasilkan pahala yang terus mengalir dan perlahan membentuk kedekatan hati dengan Al-Qur'an.

Maka, jadikanlah Al-Qur'an sebagai bagian dari rutinitas harian. Bacalah setelah salat fardu, sebelum memulai pekerjaan, menjelang tidur, atau di sela-sela kesibukan. Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Beberapa menit yang diisi dengan membaca Al-Qur'an dapat menjadi sebab turunnya keberkahan, ketenangan jiwa, serta bertambahnya iman.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur'an, senantiasa membacanya, memahami kandungannya, mengamalkan ajarannya, serta mengajarkannya kepada keluarga dan masyarakat. Semoga setiap huruf yang kita baca menjadi cahaya di dunia, pemberat timbangan amal pada hari hisab, serta menjadi jalan menuju surga yang penuh kenikmatan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.(KM)

]]>
Wed, 09 Sep 2026 12:44:10 +0800 amr
Belajar Dari Orang&Orang Hebat https://amarmedia.co.id/belajar-dari-orang-orang-hebat https://amarmedia.co.id/belajar-dari-orang-orang-hebat Belajar Dari Orang-Orang Hebat

Sering kali seseorang merasa kecil ketika berada di tengah orang-orang yang lebih berilmu, lebih berpengalaman, lebih saleh, atau lebih berhasil. Perasaan minder itu adalah sesuatu yang manusiawi. Namun, bagi seorang mukmin, keadaan tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap harga diri, melainkan sebagai kesempatan emas untuk belajar, memperbaiki diri, dan terus bertumbuh menuju ridha Allah. Islam mengajarkan bahwa kemuliaan bukanlah karena merasa paling hebat, melainkan karena kerendahan hati untuk terus mencari ilmu, menerima nasihat, dan memperbaiki amal hingga akhir hayat.

Dalam kehidupan, seseorang akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mengelilinginya. Apabila ia berada di tengah orang-orang yang mencintai ilmu, gemar beribadah, berakhlak mulia, serta berlomba dalam kebaikan, maka lambat laun ia akan terdorong untuk mengikuti kebiasaan baik tersebut. Sebaliknya, apabila seseorang merasa cukup dengan dirinya sendiri, enggan belajar dari orang lain, dan selalu ingin menjadi yang paling menonjol, maka sesungguhnya ia sedang menghambat pertumbuhan dirinya sendiri.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Firman-Nya:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴾

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kamu,' maka berdirilah. Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki ilmu memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Oleh sebab itu, berada di tengah orang-orang yang lebih berilmu bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan kesempatan agar kita ikut memperoleh keberkahan ilmu dan termotivasi untuk terus belajar.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan motivasi yang sangat besar kepada setiap muslim agar senantiasa menuntut ilmu.

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

"Menuntut ilmu adalah kewajiban atas setiap muslim." (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini menegaskan bahwa proses belajar tidak mengenal usia, jabatan, maupun status sosial. Selama hayat masih dikandung badan, seorang muslim dituntut untuk terus memperbaiki pemahamannya terhadap agama maupun ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan.

Sikap rendah hati merupakan kunci utama agar seseorang dapat mengambil manfaat dari orang-orang yang lebih baik darinya. Kesombongan justru menjadi penghalang datangnya ilmu. Orang yang merasa dirinya paling pintar akan sulit menerima nasihat. Sebaliknya, orang yang menyadari kekurangannya akan selalu haus akan ilmu dan terbuka terhadap setiap pelajaran yang Allah hadirkan melalui siapa pun.

Allah juga mengingatkan bahwa di atas setiap orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu.

﴿ وَفَوْقَ كُلِّ ذِي عِلْمٍ عَلِيمٌ ﴾

"Dan di atas setiap orang yang berpengetahuan masih ada yang lebih mengetahui." (QS. Yusuf: 76).

Ayat ini mengajarkan agar manusia tidak mudah berbangga diri dengan ilmu yang dimiliki. Seluas apa pun pengetahuan seseorang, masih ada orang lain yang lebih memahami, dan di atas semuanya Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).

Hadis ini memberikan kabar gembira bahwa setiap langkah yang ditempuh untuk belajar, menghadiri majelis ilmu, membaca buku, mendengarkan nasihat, ataupun berdiskusi dengan orang-orang saleh merupakan jalan yang bernilai ibadah dan menjadi sebab dimudahkannya jalan menuju surga.

Karena itu, janganlah merasa rendah ketika berada di tengah orang-orang hebat. Jadikan mereka sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai alasan untuk iri atau berkecil hati. Lihatlah kelebihan mereka sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Bertanyalah ketika tidak memahami, dengarkan ketika mereka memberikan nasihat, dan syukurilah kesempatan yang Allah berikan untuk berada dalam lingkungan yang penuh ilmu dan kebaikan.

Orang-orang saleh terdahulu tidak pernah malu belajar kepada siapa pun. Mereka rela menempuh perjalanan yang sangat jauh hanya demi memperoleh satu hadis. Mereka tidak merasa gengsi duduk sebagai murid, meskipun telah menjadi ulama besar. Kerendahan hati itulah yang menjadikan ilmu mereka terus bertambah dan keberkahannya dirasakan oleh umat hingga sekarang.

Pada akhirnya, tujuan hidup seorang mukmin bukanlah menjadi orang yang paling dipuji manusia, melainkan menjadi hamba yang terus bertumbuh dalam iman, ilmu, dan amal saleh. Setiap hari hendaknya menjadi kesempatan untuk menjadi lebih baik daripada hari sebelumnya. Selama hati tetap rendah, pikiran tetap terbuka, dan niat tetap ikhlas karena Allah, maka setiap perjumpaan dengan orang-orang yang lebih hebat akan menjadi jalan menuju kematangan diri dan semakin dekat kepada-Nya. Semoga Allah menghimpunkan kita bersama orang-orang berilmu, menganugerahkan hati yang tawadhu, memudahkan langkah kita dalam menuntut ilmu, serta menjadikan setiap ilmu yang dipelajari sebagai cahaya yang menerangi kehidupan di dunia dan mengantarkan kepada kebahagiaan di akhirat. Aamiin.(KM)

]]>
Wed, 09 Sep 2026 12:32:38 +0800 amr
Pasar Seketeng Sebagai Jembatan Transformasi Ekonomi Tradisional Ke Ekonomi Digital https://amarmedia.co.id/pasar-seketeng-sebagai-jembatan-transformasi-ekonomi-tradisional-ke-ekonomi-digital https://amarmedia.co.id/pasar-seketeng-sebagai-jembatan-transformasi-ekonomi-tradisional-ke-ekonomi-digital Pasar Seketeng Sebagai Jembatan Transformasi Ekonomi Tradisional Ke Ekonomi Digital

Oleh: Badrul Munir

Ada tempat yang nilainya tidak cukup dihitung dari luas tanah dan harga bangunannya. Ada ruang kota yang menyimpan sesuatu yang jauh lebih mahal: ingatan

Pasar Seketeng adalah salah satunya.

Melalui berbagai media, kita mendengar gagasan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lewat Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, untuk membangun pasar tradisional di lokasi baru, sementara Pasar Seketeng yang lama diwacanakan bertransformasi menjadi pasar modern atau mal. Tanpa menggunakan, APBD tegasnya.

Gagasan itu tentu lahir dari keinginan membawa perdagangan Sumbawa menuju keadaan yang lebih maju, tertata, bersih, dan nyaman. Namun ada pertanyaan yang patut kita renungkan:

Haruskah menjadi modern kemudian meninggalkan sejarah?

Pasar Bukan Sekadar Tempat Berjualan

Sejarah mencatat, Pasar Seketeng tumbuh dalam perjalanan sejarah Kota Sumbawa Besar dan memiliki hubungan dengan perkembangan pusat Kesultanan Sumbawa. Bersama istana, masjid, alun-alun, dan kampung-kampung lama, pasar menjadi bagian dari ekosistem kehidupan kota.

Istana menjadi pusat pemerintahan. Masjid menjadi pusat spiritualitas. Alun-alun menjadi ruang perjumpaan. Dan pasar menjadi tempat ekonomi rakyat berdenyut.

Karena itu, ketika berbicara tentang Pasar Seketeng, kita tidak hanya berbicara tentang bangunan dan aktivitas jual beli. Kita sedang berbicara tentang salah satu simpul pembentuk sejarah Kota Sumbawa Besar.

Bangunannya boleh berubah. Pengelolaannya harus diperbaiki. Teknologinya harus berkembang.

Tetapi fungsi sejarahnya jangan sampai terputus. 

Modernisasi Tanpa Mencabut Akar

Mempertahankan Pasar Seketeng bukan berarti mempertahankan kekumuhan, kesemrawutan, atau ketidaknyamanan atas nama sejarah. Tentu tidak!

Pasar Seketeng justru perlu berubah. Namun perubahan itu tidak harus menghapus jati dirinya.

Di sinilah saya membayangkan Pasar Seketeng mengambil peran baru: “menjadi jembatan transformasi ekonomi tradisional menuju ekonomi digital.”

Bukan pasar lama yang sekadar direnovasi. Bukan pula mal yang memutus ingatan masa lalu. Tetapi sebuah Pasar Pusaka Samawa yang hidup, modern, kreatif, dan terkoneksi dengan ekonomi digital.

Bayangkan pedagang tetap berjualan, produk pertanian dan perikanan Sumbawa tetap hadir, demikian pula kuliner, tenun Samawa, kerajinan, dan produk UMKM.

Tetapi cara bekerjanya berubah.

Pembayaran digital digunakan. Produk lokal dikemas lebih baik. UMKM memiliki katalog digital. Pedagang mulai masuk marketplace. Anak-anak muda membantu pemasaran melalui media sosial dan membangun jaringan distribusi.

Lapak bertemu layar._Tradisi bertemu teknologi.

Pedagang lama bertemu generasi baru.

Teknologi tidak menggusur pedagang kecil. Teknologi justru memperkuat mereka.

Laboratorium Ekonomi Rakyat

Pasar Seketeng dapat menjadi laboratorium transformasi ekonomi rakyat Sumbawa.

Di dalamnya dapat dikembangkan ruang UMKM, etalase produk unggulan desa, pusat pemasaran produk lokal, layanan transaksi digital, informasi komoditas, ruang pelatihan, serta tempat bertemunya pedagang dengan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif.

Transformasi digital dengan demikian tidak berhenti sebagai wacana dalam seminar. Ia berlangsung setiap hari di tengah kehidupan masyarakat.

Itulah ekonomi digital yang membumi.

Gagasan ini juga sejalan dengan cita-cita menjadikan Sumbawa Besar sebagai Kota Pusaka menuju Kota Peradaban.

Pusaka tidak boleh menjadi benda mati yang hanya dikenang dan difoto. Pusaka harus hidup, digunakan, diwariskan, menghasilkan nilai ekonomi, dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Pasar Seketeng dapat menjadi contoh bagaimana sebuah warisan kota tidak hanya dipertahankan, tetapi diberi fungsi baru untuk menjawab tantangan zaman.

Mall Bisa Dibangun di Tempat Lain

Ini bukan pro kontra, bukan juga pilihan. Kita membutuhkan investasi. Kita membutuhkan pusat perdagangan modern. 

Karena itu tulisan ini bukan ajakan menolak mal. Tetapi ajakan berpikir jernih. Karena ada satu hal yang perlu direnungkan: "Mal bisa dibangun di tempat lain. Pasar Seketeng hanya ada satu."

Pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang nilai ekonomi sebidang tanah. Ia juga berbicara tentang identitas, sejarah, memori kolektif, dan warisan apa yang hendak kita serahkan kepada generasi berikutnya.

Jika setiap ruang lama diganti karena dianggap kurang modern, suatu hari kota mungkin memiliki bangunan yang semakin megah, tetapi semakin sedikit tempat yang mampu menceritakan siapa dirinya.

Karena itu, tidak perlu mempertentangkan pasar baru dengan Pasar Seketeng.

Pasar baru dapat melayani perdagangan yang membutuhkan ruang lebih luas, akses logistik yang lebih baik, dan pelayanan regional. Sedangkan Seketeng dapat memperoleh mandat yang lebih khas: pasar pusaka sekaligus pusat transformasi ekonomi rakyat menuju ekonomi digital.

Keduanya dapat tumbuh dengan fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Jembatan Menuju Masa Depan

Pada akhirnya, transformasi digital bukan terutama tentang aplikasi, marketplace, atau QR Code. Transformasi digital adalah tentang manusia. Tentang Tau dan Tana Samawa.

Pertanyaannya: ketika ekonomi bergerak semakin cepat menuju dunia digital, siapa yang kita ajak berjalan bersama dan siapa yang tertinggal?

Pedagang kecil tidak boleh menjadi penonton perubahan. Mereka harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

Pasar Seketeng dapat menjadi tempat kita membuktikannya.

Dari pasar yang diwariskan sejarah, lahir ekonomi baru.

Dari pedagang tradisional, tumbuh pelaku usaha digital.

Dari kearifan masa lalu, dibangun keberanian menghadapi masa depan.

Sebab kota yang maju bukanlah kota yang berlari mengejar kemodernan tapi meninggalkan sejarahnya. Kota yang maju adalah kota yang mampu membawa sejarahnya ikut berjalan menuju masa depan.

Dan dari Pasar Seketeng, Sumbawa Besar dapat menunjukkan bahwa menjadi modern tidak harus kehilangan akar—bahwa pusaka dan kemajuan dapat berjalan bersama menuju Kota Pusaka, Kota Peradaban. 

Salam peradaban. 

Mataram, 7 September 2026

]]>
Tue, 08 Sep 2026 16:23:03 +0800 amr
Terapkan Sistem Manajemen Talenta Pertama di NTB, Bupati Sumbawa Lantik Pejabat Tinggi Pratama https://amarmedia.co.id/terapkan-sistem-manajemen-talenta-pertama-di-ntb-bupati-sumbawa-lantik-pejabat-tinggi-pratama https://amarmedia.co.id/terapkan-sistem-manajemen-talenta-pertama-di-ntb-bupati-sumbawa-lantik-pejabat-tinggi-pratama Terapkan Sistem Manajemen Talenta Pertama di NTB, Bupati Sumbawa Lantik Pejabat Tinggi Pratama.

SUMBAWA.Amarmedia.co.id  — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa kembali melakukan penataan birokrasi melalui pelantikan dan pengucapan sumpah/janji Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Sumbawa. Selasa 8 September 2026. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs H.Mohamad Ansori, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Wakil Ketua I dan III DPRD, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, serta para rohaniwan.

Pelantikan kali ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa resmi menjadi daerah pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menerapkan pendekatan Sistem Manajemen Talenta dalam proses mutasi dan rotasi jabatan, pasca persetujuan penetapan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Keputusan Kepala BKN Nomor 850/2026.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP menegaskan bahwa mutasi jabatan bukan sekadar agenda rutin untuk memindahkan pegawai atau mengisi kekosongan posisi, melainkan langkah strategis demi meningkatkan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

"Mutasi kali ini memiliki arti sangat penting. Kita tidak lagi melalui proses panitia seleksi (pansel) yang panjang karena seluruh profil, portofolio, kompetensi, rekam jejak, hingga kinerja pejabat sudah terukur secara jelas dan detail di dalam sistem," ujar Bupati.

Jabatan Adalah Amanah, Bukan Hadiah

Melalui penerapan manajemen talenta, pengisian jabatan dilakukan secara objektif berdasarkan kualifikasi, kompetensi, integritas, loyalitas, serta kesesuaian profil pejabat dengan posisi yang dituju. Bupati menegaskan bahwa penempatan ini murni berbasis sistem dan terbebas dari kepentingan tertentu.

"Saya tegaskan kembali, jabatan itu bukan hak, bukan hadiah, dan bukan balas jasa. Jabatan adalah amanah, kepercayaan, tanggung jawab, serta sarana pengabdian kepada masyarakat," tegasnya di hadapan para pejabat yang dilantik.

Kepada para pejabat baru, Bupati berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing, memahami peta permasalahan, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya menjadi pemimpin yang melayani, disiplin, terbuka terhadap kritik, serta berani mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa kinerja para pejabat akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Sistem Manajemen Talenta tidak hanya digunakan untuk penempatan awal, tetapi juga menjadi acuan dalam pembinaan karir, promosi, hingga rotasi lanjutan.

Bagi pejabat yang menunjukkan integritas, inovasi, dan kinerja terbaik, peluang pengembangan karir akan terbuka lebar. Sebaliknya, pejabat yang tidak mampu menjalankan amanah dengan baik akan dievaluasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumbawa untuk menyikapi dinamika mutasi ini secara dewasa dan profesional.

"Di mana pun ditempatkan, tunjukkan prestasi, tingkatkan kompetensi, jaga integritas, dan bangun rekam jejak kinerja yang baik," imbaunya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan selamat bertugas kepada para pejabat yang baru dilantik dan mengajak seluruh jajaran untuk bekerja ikhlas, cepat, serta tuntas demi mewujudkan visi Sumbawa Unggul dan Maju.

Berikut adalah tiga pejabat eselon II yang menempati posisi baru:

H. Junaidi, S.Pt. (Haji Jun): Mengisi jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Sumbawa.

Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si. bergeser menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, dari posisi sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Rosmin Junaidi, S.Pt., M.Si. (Edot) Dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Sumbawa, setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan.  (AM)

]]>
Tue, 08 Sep 2026 16:03:07 +0800 amr
Bupati Sumbawa Rotasi Tiga Pejabat Eselon II, Amankan Posisi Strategis https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-rotasi-tiga-pejabat-eselon-ii-amankan-posisi-strategis https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-rotasi-tiga-pejabat-eselon-ii-amankan-posisi-strategis Bupati Sumbawa Rotasi Tiga Pejabat Eselon II, Amankan Posisi Strategis

Sumbawa.Amarnedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, resmi melantik dan merotasi tiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Selasa (8/9/2026). Pergeseran ini menyasar sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Sekretaris DPRD Sumbawa.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Agenda tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, Ketua DPRD Nanang Nasiruddin, SAP M.M.Inov, bersama Wakil Ketua DPRD H.M Berlian Rayes SAg.M.M.Inov dan Zulfikar Demitry SH MH. Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos.MAP., jajaran Anggota Forkopimda, serta para kepala OPD di lingkup Pemkab Sumbawa dan GOW Kabupaten Sumbawa.

Berikut adalah tiga pejabat eselon II yang menempati posisi baru:

H. Junaidi, S.Pt. (Haji Jun): Mengisi jabatan baru sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, setelah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Sumbawa.

Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si. bergeser menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan, dari posisi sebelumnya sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Rosmin Junaidi, S.Pt., M.Si. (Edot) Dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Sumbawa, setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Sumber Daya Aparatur dan Kemasyarakatan.

Rotasi jabatan ini diharapkan dapat menyegarkan kinerja birokrasi dan memaksimalkan pelayanan publik di wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 08 Sep 2026 15:25:09 +0800 amr
Tiga Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Soroti Pengawasan PETI https://amarmedia.co.id/tiga-penambang-tewas-di-lantung-pdip-sumbawa-soroti-pengawasan-peti https://amarmedia.co.id/tiga-penambang-tewas-di-lantung-pdip-sumbawa-soroti-pengawasan-peti Tiga Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Soroti Pengawasan PETI

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Peristiwa meninggalnya tiga orang dalam aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Lantung menjadi keprihatinan serius. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyampaikan duka cita kepada keluarga korban sekaligus mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat penertiban serta pengawasan terhadap aktivitas PETI.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., mengatakan tragedi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin tidak hanya menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga memiliki risiko besar terhadap keselamatan manusia dan lingkungan.

“Kita tentu prihatin atas musibah ini. Penertiban terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin harus dilakukan secara tegas dan konsisten karena menyangkut keselamatan manusia, lingkungan dan kepastian hukum,” ujar Abdul Rafiq, Senin 7 September 2026

PENERTIBAN HARUS KONSISTEN DAN TIDAK 

TEBANG PILIH

Menurut Abdul Rafiq, penanganan PETI tidak boleh hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan atau ketika muncul korban jiwa. Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang diketahui menjadi lokasi aktivitas pertambangan tanpa izin.

Ia mendorong pemerintah daerah bersama aparat terkait melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang rawan aktivitas PETI serta memperkuat pengawasan di lapangan.

“Jangan menunggu ada korban baru dilakukan penertiban. Pengawasan harus dilakukan secara berkala dan langkah pencegahan harus diperkuat. Kalau aktivitasnya tidak memiliki izin, tentu harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum,” katanya.

Abdul Rafiq juga meminta penegakan hukum tidak hanya menyasar masyarakat yang bekerja di lokasi tambang. Aparat, menurutnya, perlu mengungkap pihak-pihak yang menjadi pemodal, pengendali maupun pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas PETI.

“Penegakan hukum harus melihat seluruh rantai aktivitasnya. Jangan sampai hanya pekerja di lapangan yang ditindak, sementara pihak yang mengendalikan atau mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut tidak tersentuh,” tegasnya.

KESELAMATAN WARGA HARUS MENJADI PRIORITAS

Menurutnya, keberadaan lubang-lubang tambang yang ditinggalkan juga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan lokasi bekas aktivitas PETI yang berbahaya diamankan agar tidak kembali digunakan dan tidak membahayakan warga.

“Keselamatan manusia harus menjadi prioritas. Lokasi-lokasi yang sudah ditertibkan harus diawasi dan diamankan. Jangan sampai setelah penertiban selesai, masyarakat kembali masuk dan kemudian terjadi korban berikutnya,” ujarnya.

Selain keselamatan, DPC PDI Perjuangan Sumbawa juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Abdul Rafiq meminta pemerintah melakukan pendataan terhadap wilayah yang mengalami kerusakan akibat aktivitas PETI serta mengambil langkah pemulihan sesuai kondisi di lapangan.

Menurutnya, kerusakan lingkungan tidak boleh dibiarkan karena dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap masyarakat, sumber air dan ekosistem di sekitar lokasi pertambangan.

“Dampak lingkungan juga harus menjadi perhatian. Setelah aktivitas ilegal dihentikan, pemerintah perlu melihat kondisi lokasi dan memastikan kerusakan yang ditimbulkan tidak semakin meluas,” katanya.

Abdul Rafiq berharap tragedi yang terjadi di Lantung menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menangani aktivitas PETI di Kabupaten Sumbawa.

Ia menilai langkah pencegahan harus diperkuat agar aktivitas pertambangan ilegal tidak terus berkembang dan kembali menimbulkan korban jiwa.

“Tragedi ini jangan hanya berhenti sebagai berita tentang adanya korban. Harus ada evaluasi dan tindakan nyata agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah dan aparat harus hadir melakukan pengawasan, penertiban dan penegakan hukum secara konsisten,” pungkasnya. (AM)

]]>
Mon, 07 Sep 2026 15:01:39 +0800 amr
Sorotan PBB Sumbawa Terkait Tragedi Tambang Lawang Tua Lantung https://amarmedia.co.id/sorotan-pbb-sumbawa-terkait-tragedi-tambang-lawang-tua-lantung https://amarmedia.co.id/sorotan-pbb-sumbawa-terkait-tragedi-tambang-lawang-tua-lantung Sorotan PBB Sumbawa Terkait Tragedi Tambang Lawang Tua Lantung

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sumbawa menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi di kawasan tambang Lawang Tua, Kecamatan Lantung.

Dalam sesi wawancara khusus pada Senin (7/9/2026), Ketua Dewan Penasihat PBB Kabupaten Sumbawa, Ahmadul Kusasih SH, menegaskan komitmen serta sikap resmi partai dalam merespons tragedi yang menyita perhatian publik tersebut.

Berduka dan Dukung Langkah Cepat Pemkab

Ahmadul menyampaikan bahwa seluruh jajaran pengurus, kader, dan simpatiskan PBB merasa sangat kehilangan atas insiden yang terjadi.

"Kami seluruh jajaran Partai Bulan Bintang ikut merasakan kesedihan yang mendalam atas tragedi di Lawang Tua Lantung ini. Ini adalah duka kita bersama," ujar Ahmadul

Selain menyampaikan belasungkawa, PBB Sumbawa juga mengapresiasi respons dan tindakan sigap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menangani dampak musibah di lapangan. PBB menilai gerak cepat Bupati Sumbawa dalam mengambil langkah penanganan awal sudah sangat tepat untuk meredam situasi dan membantu para korban.

Mengenai keberlanjutan sektor pertambangan rakyat yang belum tertata, PBB mendorong adanya koordinasi lintas sektor yang kongkret. Ahmadul mengharapkan Bupati Sumbawa bersama jajaran Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat segera duduk bersama merumuskan solusi jangka panjang.

Ketua DPC PBB Khairuddin SE menambahkan bahwa PBB Sumbawa menghimbau agar menata kembali aktivitas pertambangan lokal agar beroperasi sesuai dengan hukum dan regulasi yang berlaku.

dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta perwakilan penambang.

Solusi Berkelanjutan tentunya di harapkan, dengannyan nanti dapat menghasilkan kesepakatan terbaik yang menjamin keselamatan jiwa sekaligus kepastian regulasi.

"Kami sangat berharap Bupati dan Pemda Sumbawa bersama Forkopimda serta seluruh elemen dapat duduk bersama. Kita perlu memikirkan dan mengambil langkah terbaik terhadap keberadaan tambang secara umum, terutama tambang yang belum tertata dengan baik. Dengan duduk bersama, kesimpulan terbaik pasti bisa dihasilkan demi kebaikan seluruh masyarakat Sumbawa," pungkasnya. (AM)

]]>
Mon, 07 Sep 2026 13:46:16 +0800 amr
Bupati Syarafuddin Jarot Sampaikan Rancangan Perubahan KUA&PPAS 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-sampaikan-rancangan-perubahan-kua-ppas-2026-dalam-sidang-paripurna-dprd-sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-sampaikan-rancangan-perubahan-kua-ppas-2026-dalam-sidang-paripurna-dprd-sumbawa Bupati Syarafuddin Jarot Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi menyampaikan Penjelasan terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026. Pidato penyampaian tersebut dibacakan dalam Sidang Paripurna I DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung pada Senin (7/9/2026).

Hadir Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Forkopimda, Para Anggota DPRD, Dan jajaran kepala Dinas 

Dalam penjelasannya, Bupati Haji Jarot menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkab Sumbawa dan DPRD agar tahapan pembahasan Perubahan KUA-PPAS dapat disepakati bersama sebagai landasan penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 demi kesejahteraan masyarakat.

Pendapatan Daerah Diproyeksikan Naik Jadi Rp1,94 Triliun

Dalam dokumen Rancangan Perubahan KUA-PPAS TA 2026, target Pendapatan Daerah mengalami peningkatan sebesar Rp45,83 miliar (2,36%), dari anggaran semula Rp1,89 triliun menjadi Rp1,94 triliun.

Pendapatan Asli Daerah (PAD), ditargetkan sebesar Rp251,59 miliar (naik Rp108,37 juta atau 0,04%). Terjadi pergeseran pencatatan akibat rekomendasi BPK-RI atas LKPD TA 2025, di mana pendapatan BLUD Puskesmas dan RSUD beralih dari komponen Retribusi Daerah ke komponen Lain-lain PAD yang Sah.

Pendapatan Transfer, ditargetkan sebesar Rp1,67 triliun (naik Rp36,78 miliar atau 2,20%). Kenaikan berasal dari kurang bayar Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Pusat serta peningkatan penyesuaian DBH Pajak Daerah dari Pemprov NTB.

Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, Ditargetkan sebesar Rp209,5 miliar (meningkat Rp8,94 miliar atau 42,68%), yang bersumber dari deviden atau keuntungan bersih PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tahun 2025.

Bupati Syarafuddin Jarot garis bawahi bahwa struktur pendapatan saat ini masih sangat bergantung pada dana transfer (85,96%), sementara PAD baru berkontribusi sekitar 12,96%. Berdasarkan PMK No. 97/2025, kapasitas fiskal Kabupaten Sumbawa berada pada kategori rendah (0,034). Oleh karena itu, Pemkab terus melakukan langkah strategis seperti digitalisasi pemungutan pajak (elektronifikasi), optimalisasi aset daerah, serta pengelolaan dana transfer yang adaptif.

Sementara itu, Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan KUA-PPAS TA 2026 direncanakan mencapai Rp2,14 triliun, atau meningkat sebesar Rp224,52 miliar (10,48%) dari anggaran semula yang sebesar Rp1,92 triliun.

Peningkatan alokasi belanja tersebut difokuskan untuk membiayai pelayanan dasar serta program prioritas daerah, di antaranya Pendidikan & Keagamaan, Pembayaran TPG THR/ke-13 bagi guru, insentif tenaga pendidik, beasiswa mahasiswa kurang mampu, pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten/kecamatan, serta bonus qori/qoriah berprestasi.

 

Di bidang Kesehatan & Sosial u tuk pengalokasian sisa belanja BLUD, jaminan kesehatan, JKK dan JKM bagi pekerja rentan, hingga insentif dokter internship.

 

Pada Sektor Kebencanaan & Infrastruktur untuk Penanganan dampak bencana banjir, bantuan pembangunan rumah korban kebakaran, penyelesaian sisa pekerjaan tahun 2025, serta pemenuhan insentif PDRD dan Alokasi Dana Desa (ADD).

 

Hal menarik di bidang Olahraga & Program Unggulan ada Bonus atlet berprestasi pada Porprov NTB 2026, program strategis daerah/nasional, serta Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Sumbawa.

Dari sisi pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan Daerah direncanakan meningkat signifikan menjadi Rp201,69 miliar (naik Rp176,69 miliar dari target awal Rp25 miliar). Angka ini bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang telah disesuaikan dengan hasil audit BPK-RI atas Lapangan Keuangan Pemkab Sumbawa TA 2025.

Adapun Pengeluaran Pembiayaan 

disesuaikan menjadi Rp0,00, lantaran alokasi penyertaan modal awal sebesar Rp2,01 miliar pada PT BPR NTB dialihkan langsung ke Belanja Operasional dan Belanja Modal Program UPLAND sesuai petunjuk pelaksanaan yang berlaku.

Harapan Sinergi dan Keberlanjutan

Menutup penjelasannya, Bupati Sumbawa berharap pembahasan anggaran antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berjalan secara obyektif, transparan, dan konstruktif.

"Kita berharap kebijakan anggaran yang dirumuskan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa," ujar Bupati Syarafuddin Jarot. (AM)

]]>
Mon, 07 Sep 2026 13:42:10 +0800 amr
Bupati Sumbawa Sampaikan Nota Penjelasan Perubahan KUA&PPAS 2026: APBD Naik Jadi Rp2,14 Triliun, Soroti Arah Proyek Strategis Nasional (PSN) https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-sampaikan-nota-penjelasan-perubahan-kua-ppas-2026-apbd-naik-jadi-rp214-triliun-soroti-arah-proyek-strategis-nasional-psn https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-sampaikan-nota-penjelasan-perubahan-kua-ppas-2026-apbd-naik-jadi-rp214-triliun-soroti-arah-proyek-strategis-nasional-psn Bupati Sumbawa Sampaikan Nota Penjelasan Perubahan KUA-PPAS 2026: APBD Naik Jadi Rp2,14 Triliun, Soroti Arah Proyek Strategis Nasional (PSN)

Sumbawa.Amar.media.co.id— Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP secara resmi menyampaikan Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa. Senin 7 September 2026. 

Hadir Pimpinan Sidang paripurna Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov, bersama pimpinan DPRD lainnya H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Gitta Liesbano SH MKn, Zulfikar Demitry SH MH.

Dari pemerintah daerah hadir Sekretaris Daerah Dr.H.Budi Prasetyo. Forkopimda dan jajaran Kepala OPD.

Dalam pidatonya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memproyeksikan kenaikan pada target pendapatan maupun belanja daerah, serta menegaskan komitmen untuk mengawal potensi masuknya kawasan strategis Samota di Sumbawa ke dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN).

                                                                                                                                                                              Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Proyek Strategis Nasional (PSN)

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Bupati adalah langkah strategis daerah dalam menembus ruang fiskal nasional melalui sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat (RKP). Bupati mengungkapkan hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan kementerian teknis di Jakarta terkait peluang masuknya kawasan di Sumbawa ke dalam agenda prioritas nasional.

Pembahasan internal bersama Bappenas dan Kemendagri terus dimatangkan agar pengembangan kawasan ekonomi di Samota - Sumbawa dapat masuk dalam Prioritas Kelima pembangunan nasional, mengikuti jejak kawasan pertumbuhan seperti Mandalika dan Labuan Bajo.

Pemkab Sumbawa telah mengalokasikan lahan seluas 15.000 hektar untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian industri garam nasional.

Dukungan anggaran pusat (Kementerian Kebudayaan) senilai Rp22 miliar hingga diproyeksikan mencapai Rp40 miliar diarahkan untuk restorasi situs-situs cagar budaya dan cagar alam di Sumbawa.

Ringkasan Rancangan Perubahan Anggaran TA 2026

Target total pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,94 Triliun meningkat Rp 45,83 Miliar (2,36%) dari target awal. Rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Target Rp 251,59 Miliar (naik tipis Rp 108,37 juta atau 0,04%).

Pendapatan Transfer dengan Target Rp 1,67 Triliun (naik Rp 36,78 Miliar atau 2,20%). Kenaikan bersumber dari Transfer Pemerintah Pusat (Kurang Bayar DBH, penyesuaian DAU, Dana TDF) dan Transfer Antar Daerah (bagi hasil pajak provinsi).

Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah denganTarget Rp 20,95 Miliar (naik Rp 8,94 Miliar atau 42,68%), bersumber dari keuntungan bersih PT. Amman Mineral Nusa Tenggara TA 2025.

Ketergantungan pada dana transfer masih sangat tinggi (85,96%), sementara kontribusi PAD hanya 12,96%. Kapasitas fiskal daerah masuk kategori rendah. Pemerintah Daerah sedang melakukan langkah intensifikasi/ekstensifikasi PAD berbasis digital, optimalisasi aset, dan sinkronisasi dana transfer.

Total belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,14 Triliun, meningkat signifikan sebesar Rp 224,52 Miliar (10,48%)dari anggaran APBD Murni.

Perubahan belanja diarahkan untuk:

1. Pelayanan Dasar & Wajib yakni Pemenuhan belanja wajib, jaminan kesehatan, JKK/JKM pekerja rentan, gaji/tunjangan guru (TPG/THR/gaji-13), insentif tenaga pendidik dan dokter.

2. Kewajiban Tahun Lalu berupa Sisa belanja BLUD, DAK, DBH-CHT, DAU yang ditentukan penggunaannya tahun 2025, serta pembayaran kurang bayar bagi hasil PDRD.

3. Penanganan dampak banjir, bantuan kebakaran, pelaksanaan MTQ, penghargaan atlet (Porprov), beasiswa mahasiswa miskin, Tambahan Alokasi Dana Desa, Program Unggulan Daerah, dan Pokok-Pokok Pikiran DPRD.

Penerimaan Pembiayaan Diproyeksikan sebesar Rp 201,69 Miliar, naik Rp 176,69 Miliar dari target awal. Sumber utama adalah SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) tahun sebelumnya berdasarkan audit BPK.

Pengeluaran Pembiayaan menjadi Rp 0,00 (semula dialokasikan Rp 2,01 Miliar untuk penyertaan modal PT. BPR NTB), dialihkan menjadi belanja operasional/modal pada program UPLAND.

Mengakhiri penjelasannya, Bupati Sumbawa berharap proses pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS TA 2026 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dapat berjalan konstruktif, transparan, dan tepat waktu guna menjadi dasar penyusunan Perubahan APBD 2026 yang akuntabel dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Mon, 07 Sep 2026 11:28:02 +0800 amr
Putri Victoria Apresiasi Kearifan Desa Adat Karang Bajo Bayan Lombok Utara Jaga Alam https://amarmedia.co.id/putri-victoria-apresiasi-kearifan-desa-adat-karang-bajo-bayan-lombok-utara-jaga-alam https://amarmedia.co.id/putri-victoria-apresiasi-kearifan-desa-adat-karang-bajo-bayan-lombok-utara-jaga-alam Putri Victoria Apresiasi Kearifan Desa Adat Karang Bajo Bayan Lombok Utara Jaga Alam

Lombok Utara.Amarmedia.co.id— Kearifan masyarakat Desa adat Karang Bajo dalam menjaga hutan, sumber mata air, dan warisan budaya menarik perhatian Putri Mahkota Swedia Victoria saat mengunjungi Desa Adat Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan Putri Victoria dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, dan rombongan UNDP, ia melihat langsung kehidupan masyarakat adat serta cara mereka menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat.

Putri Victoria meninjau kawasan Mata Air Mandala yang berada di kawasan hutan adat dan mengikuti penanaman pohon. Ia juga berdialog dengan masyarakat mengenai pengetahuan dan kearifan lokal yang diwariskan antargenerasi.

Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Putri Victoria. Ia mengapresiasi masyarakat yang menjaga alam sekaligus mempertahankan pengetahuan lokal sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Apa yang Bapak dan Ibu lakukan di sini sangat penting, bukan hanya bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga bagi upaya menjaga sumber daya alam yang ada. Mendengar pengetahuan dan kearifan lokal yang terus diwariskan kepada generasi mendatang merupakan sesuatu yang sangat penting.”

“Saya sangat tersentuh dan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah menyambut saya dengan begitu hangat dan menerima saya sebagai bagian dari budaya masyarakat di sini,” ujar Putri Victoria.

Bagi masyarakat Karang Bajo, pelestarian alam bukan sekadar agenda lingkungan. Hutan, mata air, dan tradisi merupakan bagian dari tata kehidupan yang saling berkaitan. Nilai tersebut dijaga melalui pranata adat dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pemekel Karang Bajo, Nikrana, mengatakan masyarakat adat memiliki filosofi yang menempatkan bumi sebagai ibu yang harus dihormati dan dijaga. Prinsip itu tercermin dalam berbagai aturan, prosesi, dan tradisi yang mengatur hubungan manusia dengan alam.

“Hubungan masyarakat adat dengan alam dan hutan hingga hari ini terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat Bayan,” katanya.

Di wilayah Bayan terdapat empat kawasan hutan adat dengan sedikitnya 27 mata air. Sumber air tersebut menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat, termasuk untuk kebutuhan air bersih dan pertanian. Karena itu, menjaga hutan sekaligus berarti menjaga keberlanjutan sumber kehidupan masyarakat.

Karang Bajo juga merupakan desa adat sekaligus desa wisata yang masih mempertahankan kehidupan dan tradisi masyarakat Bayan. Potensi tersebut menjadikan Karang Bajo bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga ruang hidup tempat budaya, alam, dan masyarakat tumbuh secara berdampingan.

Kunjungan Putri Victoria memperlihatkan bahwa kearifan lokal masyarakat adat memiliki relevansi kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Dari Karang Bajo, pesan yang dibawa bukan sekadar tentang keindahan sebuah desa, melainkan tentang bagaimana masyarakat menjaga alam dan budaya sebagai warisan untuk generasi berikutnya, sebuah kearifan lokal yang kini mendapat perhatian dunia.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Sun, 06 Sep 2026 17:36:00 +0800 amr
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru https://amarmedia.co.id/putri-victoria-di-gili-meno-menjaga-laut-merawat-harapan-ekonomi-biru https://amarmedia.co.id/putri-victoria-di-gili-meno-menjaga-laut-merawat-harapan-ekonomi-biru Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Lombok Utara, NTB Amarmedia.co.id— Di Gili Meno, laut bukan sekadar bentang keindahan yang menarik wisatawan. Laut adalah ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus masa depan yang sedang dijaga masyarakat. Pesan itulah yang dilihat langsung Yang Mulia Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée saat mengunjungi Gili Meno, Lombok Utara, Minggu (6/9/2026).

Perjalanan menuju pulau kecil itu dimulai dari Pelabuhan Oberoi. Di atas kapal bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Putri Victoria berbincang tentang gugusan Gili Matra yang terdiri atas Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan.

“Ini adalah salah satu pulau yang menjadi bagian dari Gili Matra,” ujar Gubernur Iqbal saat memperkenalkan kawasan tersebut.

Ketika melihat kapal-kapal nelayan, Putri Victoria tertarik mengetahui aktivitas masyarakat di laut.

“Ini kapal nelayan?” tanyanya.

“Ini kapal nelayan. Kapal ini juga digunakan untuk mengangkut penyelam. Jadi tidak hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga untuk kegiatan menyelam,” jawab Gubernur Miq Iqbal.

Menurut Miq Iqbal, penggunaan kapal juga mempertimbangkan kelestarian ekosistem laut, mengingat aktivitas wisata harus berjalan tanpa merusak lingkungan perairan.

Percakapan sederhana di atas kapal itu menjadi gambaran awal tentang kehidupan Gili Meno: laut menjadi sumber ekonomi, tetapi pada saat yang sama harus dijaga agar tetap mampu menopang kehidupan masyarakat.

Setibanya di Gili Meno, Putri Victoria melihat langsung upaya masyarakat menjaga ekosistem laut. Ia mengunjungi kawasan konservasi penyu, melihat tukik, serta menyaksikan edukasi konservasi dan transplantasi terumbu karang yang dikembangkan melalui lima struktur webs.

Puncak kunjungan berlangsung ketika Putri Victoria bersama Gubernur Miq Iqbal dan rombongan melepas tukik ke laut di Turtle Sanctuary Gili Meno.

Tukik-tukik kecil itu bergerak menuju laut, kembali ke habitat alaminya. Momen tersebut menjadi gambaran sederhana tentang apa yang sedang diperjuangkan masyarakat Gili Meno: menjaga kehidupan di laut agar kehidupan manusia yang bergantung padanya juga tetap berjalan.

Dalam dialog dengan masyarakat Gili Meno, Putri Victoria menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan Gili Meno sekaligus berbagai upaya masyarakat mempertahankannya.

“Saya sangat terkesan dengan semua hal yang sedang dilakukan di sini. Tempat ini sangat indah, bahkan luar biasa indah. Karena itu, segala upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga keindahannya merupakan kepentingan kita bersama,” ujar Putri Victoria.

Ia juga berharap berbagai praktik baik yang dikembangkan masyarakat dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

“Terima kasih karena telah menjadi contoh atau panutan. Saya berharap berbagai contoh baik dan inisiatif yang dilakukan di sini dapat diterapkan dan dikembangkan juga di tempat-tempat lainnya,” katanya.

Bagi masyarakat Gili Meno, menjaga laut bukan semata urusan lingkungan. Kepala Dusun Gili Meno, Masrun, mengatakan kehidupan masyarakat sangat bergantung pada perikanan, pariwisata, perdagangan, dan berbagai usaha yang tumbuh dari kawasan pesisir.

Karena itu, masyarakat berharap Gili Meno dapat berkembang sebagai sustainable island, pulau yang mampu mengembangkan ekonomi dan pariwisata tanpa kehilangan lingkungan yang menjadi sumber kehidupannya.

“Yang kami harapkan adalah Gili Meno dapat terus berkembang sebagai pulau yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi anak cucu kami,” ujarnya.

Upaya tersebut diperkuat masyarakat adat melalui dialog dan awig-awig, aturan serta kesepakatan adat yang menjadi bagian dari tata kehidupan masyarakat. Rehabilitasi terumbu karang, penanaman mangrove, pengawasan laut, edukasi lingkungan dan kegiatan bersih-bersih dilakukan sebagai bagian dari menjaga ekosistem.

Kelompok perempuan juga mengambil peran melalui pengembangan usaha, suvenir dan produk kreatif, termasuk pemanfaatan sampah plastik serta limbah botol menjadi produk bernilai ekonomi.

Di sinilah gagasan ekonomi biru menemukan bentuknya di tingkat masyarakat: laut dilindungi, tetapi tetap menjadi sumber penghidupan; pariwisata berkembang, tetapi daya dukung alam tetap dijaga.

Tantangannya tidak kecil. Pertumbuhan pariwisata membawa peluang ekonomi sekaligus tekanan terhadap lingkungan, terutama pengelolaan sampah dan daya dukung kawasan. Karena itu, masa depan Gili Meno sangat bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kelestarian.

Kunjungan Putri Victoria memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak selalu dimulai dari gagasan besar. Ia dapat tumbuh dari tindakan sederhana masyarakat: menjaga terumbu karang, menanam mangrove, mengurangi sampah, mengembangkan usaha, melindungi penyu, dan memastikan laut tetap hidup.

Di Gili Meno, menjaga laut pada akhirnya bukan hanya tentang menyelamatkan penyu atau mempertahankan keindahan pantai. Ia adalah cara masyarakat menjaga sumber kehidupan, merawat ekonomi hari ini, dan memastikan harapan tetap memiliki tempat untuk tumbuh bagi generasi yang akan datang.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Sun, 06 Sep 2026 15:36:33 +0800 amr
Tragedi 3 Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Dorong Penertiban Berbasis Solusi dan Legalitas https://amarmedia.co.id/tragedi-3-penambang-tewas-di-lantung-pdip-sumbawa-dorong-penertiban-berbasis-solusi-dan-legalitas https://amarmedia.co.id/tragedi-3-penambang-tewas-di-lantung-pdip-sumbawa-dorong-penertiban-berbasis-solusi-dan-legalitas Tragedi 3 Penambang Tewas di Lantung, PDIP Sumbawa Dorong Penertiban Berbasis Solusi dan Legalitas

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tewasnya tiga warga dalam aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Lantung. Musibah ini dinilai harus menjadi alarm keras sekaligus momentum pembenahan total terhadap tata kelola pertambangan rakyat di Kabupaten Sumbawa.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., kepada wartawan Minggu 6 September 2026 menegaskan pentingnya menyeimbangkan penegakan hukum dan aspek kemanusiaan dalam menangani masalah penambangan liar.

Abdul Rafiq menyatakan bahwa penertiban kawasan tambang ilegal memang mendesak untuk mencegah timbulnya korban jiwa baru dan kerusakan lingkungan yang lebih parah. Namun, penindakan hukum tidak boleh berhenti pada penutupan lokasi semata tanpa memikirkan nasib warga yang menggantungkan mata pencaharian di sana.

"Keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan mempertaruhkan nyawanya. Penertiban tetap harus dilakukan karena risiko hukum, keselamatan, dan lingkungan yang sangat tinggi. Tapi ingat, penertiban jangan hanya berhenti pada penghentian aktivitas. Pemerintah harus hadir memberikan edukasi dan jalan keluar," tegas Abdul Rafiq.

PDI Perjuangan Sumbawa mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengambil langkah konkrit dalam mendampingi para penambang lokal. Menurut Rafiq, masyarakat kerap terjebak dalam aktivitas ilegal karena minimnya akses informasi serta rumitnya prosedur perizinan.

Ada beberapa poin utama yang didorong PDI Perjuangan Sumbawa untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas:

Pertama ; Edukasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Pembinaan intensif mengenai bahaya struktur lubang tambang, potensi longsor, penggunaan alat pelindung diri, hingga mitigasi darurat.

Kedua ; Pengawalan Perizinan Tambang Rakyat: Pemerintah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan memfasilitasi pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) atau Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sesuai ketentuan hukum.

Ketiga ; Perlindungan Lingkungan: Memberikan pemahaman tata kelola pascatambang agar kegiatan ekonomi tidak merusak ekosistem daerah.

Keempat; Pendekatan Persuasif: Membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan warga kawasan tambang guna menyusun regulasi yang berpihak pada keselamatan masyarakat.

Ia menekankan agar pemerintah tidak membiarkan masyarakat berjuang sendirian setelah menghentikan mata pencaharian mereka. Negara wajib bertindak sebagai pelindung sekaligus fasilitator yang mengarahkan warga menuju aktivitas ekonomi yang sah, aman, dan berkelanjutan.

Tragedi Lantung diharapkan menjadi titik balik agar kekayaan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa dapat dikelola secara legal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat tanpa harus menumbalkan keselamatan jiwa. (AM)

]]>
Sun, 06 Sep 2026 12:17:08 +0800 amr
Duka Kembali Menyelimuti Tambang Rakyat Lantung: Fraksi PKB Sumbawa Minta Atensi Provinsi hingga Kepastian Hukum Bagi Penambang https://amarmedia.co.id/duka-kembali-menyelimuti-tambang-rakyat-lantung-fraksi-pkb-sumbawa-minta-atensi-provinsi-hingga-kepastian-hukum-bagi-penambang https://amarmedia.co.id/duka-kembali-menyelimuti-tambang-rakyat-lantung-fraksi-pkb-sumbawa-minta-atensi-provinsi-hingga-kepastian-hukum-bagi-penambang Duka Kembali Menyelimuti Tambang Rakyat Lantung: Fraksi PKB Sumbawa Minta Atensi Provinsi hingga Kepastian Hukum Bagi Penambang

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Raut duka mendalam menyelimuti warga di wilayah tambang rakyat Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Peristiwa naas yang berujung tragedi kemanusiaan di area tambang rakyat tersebut kembali mengetuk nurani banyak pihak, memicu keprihatinan mendalam atas nasib para penambang yang mempertaruhkan nyawa demi menyambung hidup.

Menanggapi musibah ini, Sukiman K SPd I dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kejadian ini dinilai menjadi alarm keras bahwa penataan tata kelola pertambangan di tingkat tapak sudah sangat mendesak.

"Kami menyapa keluarga korban dengan rasa duka yang sangat mendalam. Kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi total agar kegiatan pertambangan di sana benar-benar memenuhi standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan," tegas Sukiman

Sisi Kemanusiaan dan Dilema Perut Warga

Di balik risiko tinggi yang mengintai di lubang-lubang tambang, PKB menyoroti realitas sosial yang tak bisa dipandang sebelah mata. Bagi ribuan warga lokal, tambang di Lantung bukan sekadar tumpukan batu dan mineral, melainkan tumpuan hidup, dapur yang harus tetap mengepul, serta harapan untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

"Kita tidak bisa menampik bahwa banyak warga yang mencari penghidupan di sana. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berhasil merubah jalan hidupnya menjadi lebih baik dari hasil menambang sehari-hari. Ini adalah soal urusan perut dan kesejahteraan rakyat kecil yang butuh jalan keluar bijak, bukan sekadar penutupan tanpa solusi," tambah Sukiman.

Dorong Atensi Provinsi, Pusat, dan Raperda IPR

Secara kewenangan, tata kelola sektor pertambangan berada di tangan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, Fraksi PKB meminta perhatian serius dari jajaran pemerintah tingkat atas agar tidak membiarkan daerah berjuang sendiri mengatasi kerumitan di lapangan.

Saat ini, DPRD Provinsi NTB diketahui tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Payung hukum ini sangat krusial untuk memberikan legal standing agar aktivitas masyarakat dapat berjalan secara legal, aman, serta berkelanjutan.

Langkah Tegas Pemkab dan Pengusutan Tuntas

Upaya preventif sebenarnya telah dilakukan secara masif oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Bupati Sumbawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebelumnya telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi lapangan, memberikan imbauan, dan meminta aktivitas penambangan dihentikan sementara. Langkah ini diambil guna mendorong percepatan perizinan serta penataan kawasan yang berwawasan lingkungan dan keselamatan.

Guna memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga, Fraksi PKB juga mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat.

"Kami mendorong adanya langkah konkret dari pihak kepolisian untuk menginvestigasi kejadian ini secara tuntas. Ini penting sebagai bukti nyata bahwa negara hadir dan kita semua tidak abai terhadap musibah yang menimpa warga," tegasnya.

Fraksi PKB berharap koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB dapat segera melahirkan kebijakan serta kepastian hukum yang nyata. Langkah ini dinilai vital agar tragedi serupa tidak kembali terulang dan rakyat kecil bisa mengais rezeki dengan tenang tanpa harus mempertaruhkan keselamatan jiwa. (AM)

]]>
Sun, 06 Sep 2026 12:08:55 +0800 amr
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah https://amarmedia.co.id/putri-mahkota-victoria-tiba-di-lombok-disambut-tenun-sasak-dan-minuman-rempah https://amarmedia.co.id/putri-mahkota-victoria-tiba-di-lombok-disambut-tenun-sasak-dan-minuman-rempah Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Lombok, NTB.Amarmedia.co.id— Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026). Pewaris takhta Kerajaan Swedia tersebut disambut langsung Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di VIP Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.

Putri Mahkota Victoria tiba didampingi Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas) Drs. Febrian Alphyanto Ruddyard, MA., beserta rombongan.

Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat datang kepada Putri Mahkota Victoria dan rombongan. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh penghormatan, sekaligus menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada tamu kehormatan dari Kerajaan Swedia tersebut.

Penyambutan ditandai dengan pengalungan kain tenun khas Sasak Lombok oleh Gubernur NTB kepada Putri Mahkota Victoria. Tenun Sasak menjadi simbol penghormatan sekaligus representasi identitas budaya Lombok yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagai bagian dari keramahan khas NTB, Yang Mulia Putri Mahkota Victoria juga disambut dengan welcome drink berupa minuman khas Sasak Lombok. Penyajian minuman tradisional tersebut menjadi bagian dari local hospitality, sekaligus memperkenalkan cita rasa dan kekayaan kuliner lokal kepada tamu kehormatan sejak pertama kali tiba di NTB.

Momen welcome drink kemudian berlangsung dalam suasana yang hangat dan cair. Gubernur NTB memperkenalkan minuman tersebut sekaligus menggambarkan Lombok dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

“Karena Anda sekarang sudah tiba di Surga Rempah-Rempah, izinkan kami menyuguhkan minuman herbal sebagai8 minuman penyambutan,” ujar Gubernur kepada Putri Mahkota Victoria.

“Terima kasih,” jawab Putri Mahkota Victoria.

Gubernur kemudian menanyakan perjalanan Putri Mahkota menuju Lombok.

“Bagaimana penerbangan Anda?”

“Baik. Terorganisir dengan baik,” jawab Putri Mahkota.

Dalam suasana yang semakin akrab, Gubernur kemudian menunjukkan antusiasme media NTB yang sejak sehari sebelumnya telah memberitakan dan menginformasikan kedatangan Putri Mahkota Victoria.

“Saya ingin menunjukkan kepada Anda betapa sibuknya media kami memberitakan dan menginformasikan tentang Anda sejak kemarin,” kata Gubernur.

Keduanya kemudian minum bersama sebagai bagian dari rangkaian penyambutan.

Usai mencicipi minuman tersebut, Putri Mahkota Victoria memberikan respons spontan.

“Hmm,” ujarnya.

Gubernur kemudian menjelaskan komposisi minuman herbal yang disajikan.

“Ini adalah minuman herbal, perpaduan dari setidaknya 11 jenis rempah yang berbeda. Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” jelas Gubernur.

Putri Mahkota Victoria kemudian tersenyum dan memberikan apresiasinya.

“Enak!” ujar Putri Mahkota.

Percakapan singkat tersebut menciptakan suasana penyambutan yang lebih personal. Di balik seremoni resmi, terdapat pesan budaya yang ingin disampaikan NTB: bahwa keramahan kepada tamu tidak hanya hadir dalam bentuk penghormatan formal, tetapi juga melalui budaya, cita rasa, dan tradisi masyarakat.

Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperlihatkan berbagai inisiatif pembangunan yang berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Putri Mahkota Victoria menjalankan peran sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dalam kapasitas tersebut, kunjungannya ke NTB menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai pengalaman dan praktik pembangunan berkelanjutan di Lombok, sekaligus bertemu dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan yang terlibat.

Gubernur NTB menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaan atas kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan Putri Mahkota Victoria dapat memberikan pengalaman yang berkesan mengenai Lombok dan NTB, sekaligus membuka ruang bagi hubungan dan kerja sama yang semakin erat pada masa mendatang.

Putri Mahkota Victoria juga mengungkapkan kegembiraannya dapat berkunjung ke Lombok. Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dengan kunjungan kali ini dan menikmati kesempatan untuk mengenal Lombok secara lebih dekat.

Dari pengalungan kain tenun Sasak hingga secangkir minuman herbal yang dinikmati bersama, penyambutan Putri Mahkota Victoria menjadi gambaran kecil tentang cara Lombok memperkenalkan dirinya kepada dunia: melalui budaya yang hidup, kekayaan rempah, dan keramahan masyarakatnya.

Setelah rangkaian penyambutan di bandara, Putri Mahkota Victoria bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan lapangan di Lombok.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Sat, 05 Sep 2026 20:04:31 +0800 amr
Putri Victoria Melihat Ketangguhan Pendidikan dan Kesehatan NTB https://amarmedia.co.id/putri-victoria-melihat-ketangguhan-pendidikan-dan-kesehatan-ntb https://amarmedia.co.id/putri-victoria-melihat-ketangguhan-pendidikan-dan-kesehatan-ntb Putri Victoria Melihat Ketangguhan Pendidikan dan Kesehatan NTB

Lombok Utara, NTB.Amarmedia.co.id — Dari ruang kelas yang dibangun kembali hingga layanan kesehatan berbasis teknologi, Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, melihat langsung bagaimana masyarakat Lombok Utara membangun kembali kehidupan setelah gempa 2018. Didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Putri Victoria mengunjungi SMKN 1 Pemenang dan Puskesmas Pemenang, Sabtu (5/9/2026).

Kunjungan ke SMKN 1 Pemenang menjadi bagian penting dari agenda Putri Victoria sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ia ingin melihat secara langsung perkembangan sekolah yang dibangun kembali dengan dukungan UNDP setelah gempa bumi 2018.

Di sekolah tersebut, Putri Victoria berdialog dengan para siswa mengenai pengalaman mereka melewati masa pascagempa, khususnya dalam mempertahankan akses pendidikan di tengah keterbatasan yang terjadi setelah bencana.

Para siswa sebelumnya harus mengikuti proses belajar mengajar di kelas-kelas darurat. Setelah pembangunan kembali selesai, gedung sekolah yang dirancang dengan konstruksi tahan gempa mulai dimanfaatkan secara penuh pada 2022.

Kini, suasana sekolah telah jauh berubah. Putri Victoria bersama Gubernur Miq Iqbal dan rombongan berkeliling melihat aktivitas warga sekolah serta fasilitas pembelajaran yang terus dikembangkan.

Selain ruang kelas, SMKN 1 Pemenang memiliki fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk laboratorium bahasa dan hotel mini yang dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran vokasi dari sejumlah program keahlian, antara lain pariwisata, perhotelan, dan tata boga.

Percakapan kemudian bergeser pada satu hal yang tidak kalah penting: bagaimana sekolah mempersiapkan diri menghadapi bencana berikutnya.

Putri Victoria menanyakan sistem mitigasi, kesiapsiagaan, dan peringatan dini yang diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Kepala SMKN 1 Pemenang, Aswida Windartiningsih, menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan telah menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah. Para siswa secara berkala mengikuti simulasi dan kegiatan kesiapsiagaan serta penanganan bencana agar memiliki pengetahuan dan kemampuan menghadapi kondisi darurat.

Bagi Gubernur NTB, pengalaman SMKN 1 Pemenang menunjukkan bahwa pembangunan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur yang rusak. Ketangguhan juga harus dibangun melalui pengetahuan, kesiapan, dan kemampuan masyarakat menghadapi risiko bencana.

“Pemerintah provinsi juga memiliki program pembangunan terkait kebencanaan agar lebih siap sebagai daerah yang memang rawan bencana,” kata Miq Iqbal.

Dari pendidikan, kunjungan Putri Victoria berlanjut ke sektor kesehatan. Bersama Gubernur NTB dan rombongan UNDP, Putri Victoria mengunjungi Puskesmas Pemenang untuk melihat pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat lokal.

Di Puskesmas Pemenang, Putri Victoria mendapatkan penjelasan mengenai operasional layanan publik yang memanfaatkan teknologi informasi, termasuk sistem terintegrasi untuk mendukung pemantauan vaksinasi dan pengendalian populasi dalam menghadapi penyebaran berbagai virus dan bakteri.

Kunjungan tersebut memperlihatkan sisi lain dari proses pemulihan Lombok Utara. Jika sekolah menunjukkan bagaimana generasi muda kembali memperoleh ruang belajar yang aman dan layak, puskesmas memperlihatkan bagaimana masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang terus dikembangkan sesuai kebutuhan.

Bagi Putri Victoria, kedua tempat tersebut menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai pembangunan berkelanjutan: memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, sekaligus memiliki kesiapan menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Delapan tahun setelah gempa 2018, jejak pemulihan di Lombok Utara tidak hanya terlihat dari bangunan yang berdiri kembali. Pemulihan juga tampak pada sekolah yang kembali hidup, siswa yang belajar dengan lebih aman, tenaga pendidik yang membangun budaya kesiapsiagaan, serta layanan kesehatan yang terus beradaptasi dengan teknologi.

Kunjungan Putri Victoria menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa ketangguhan pascabencana pada akhirnya bukan sekadar tentang bagaimana membangun kembali apa yang telah runtuh, tetapi bagaimana memastikan masyarakat menjadi lebih siap, lebih sehat, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (AM/jmy/diskominfotikntb)

]]>
Sat, 05 Sep 2026 19:59:02 +0800 amr
Putri Victoria Kagumi Karya Perempuan NTB di Bale Kita https://amarmedia.co.id/putri-victoria-kagumi-karya-perempuan-ntb-di-bale-kita https://amarmedia.co.id/putri-victoria-kagumi-karya-perempuan-ntb-di-bale-kita Putri Victoria Kagumi Karya Perempuan NTB di Bale Kita

Mataram, NTB.Amarmedia.co.id — Kain songket, rotan, cukli, dan beragam kerajinan khas Nusa Tenggara Barat menyambut kedatangan Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, di Bale Kita, Kompleks Islamic Center Mataram, Sabtu (5/9/2026).

Setibanya di Bale Kita, Putri Victoria disambut Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal. Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal kemudian mendampingi Putri Victoria menyaksikan beragam produk kerajinan yang dipamerkan di Bale Kita.

Satu per satu karya diperkenalkan. Mulai dari kerajinan rotan dan cukli hingga kain songket beserta berbagai produk turunannya. Namun, kain songket khas Sasak tampak menjadi salah satu yang paling menarik perhatian Putri Victoria.

Saat Dr. Ahmad Munjizun memperkenalkan produk-produk Bale Kita, Putri Victoria tampak terkesan melihat keindahan dan detail kain songket, terutama ketika dijelaskan bahwa karya tersebut dibuat dengan keterampilan tangan para perajin perempuan.

Putri Victoria beberapa kali mengungkapkan kekagumannya terhadap karya tersebut. Ia bahkan menyampaikan bahwa waktu kunjungannya terasa terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak kekayaan kerajinan dan budaya yang dimiliki Lombok.

Ungkapan tersebut kemudian menjadi salah satu momen yang menghidupkan suasana kunjungan di Bale Kita.

Tak hanya melihat produk, Putri Victoria juga berdialog langsung dengan kelompok masyarakat dan para perajin. Percakapan membawa mereka pada cerita yang lebih dalam: bagaimana masyarakat mempertahankan usaha dan kehidupan ekonomi setelah gempa bumi yang melanda Lombok dan Sumbawa pada 2018.

Para perajin menceritakan perjalanan mereka membangun kembali usaha, menghadapi berbagai tantangan, membuka akses pasar, hingga mencari peluang agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Putri Victoria menyimak cerita tersebut dengan penuh perhatian. Ia mengapresiasi kerja keras dan keuletan masyarakat Lombok yang mampu bangkit setelah bencana, sekaligus tetap menjaga keterampilan dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas mereka.

Bagi para perajin, kain songket bukan sekadar benda kerajinan. Di balik sehelai kain terdapat keterampilan yang diwariskan, waktu yang panjang untuk menyelesaikan sebuah karya, dan penghidupan bagi keluarga. Bagi perempuan yang mengerjakannya, keterampilan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk berdaya secara ekonomi.

Hal inilah yang membuat kunjungan Putri Victoria ke Bale Kita memiliki makna lebih dari sekadar melihat produk kerajinan.

Sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan, Putri Victoria memiliki perhatian terhadap isu-isu pengentasan kemiskinan, pembangunan masyarakat pedesaan, pendidikan, lingkungan, serta kesempatan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di Bale Kita, isu-isu tersebut hadir dalam bentuk yang sangat nyata. Bukan dalam angka atau laporan, tetapi melalui cerita para perempuan yang menjaga tradisi sambil berusaha mempertahankan dan meningkatkan kehidupan ekonomi keluarganya.

Kekaguman Putri Victoria terhadap karya perajin perempuan Sasak sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya lokal memiliki nilai yang jauh lebih luas. Ia dapat menjadi identitas, warisan, sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat.

Sebelum meninggalkan Bale Kita, Putri Victoria kembali mengungkapkan bahwa waktu kunjungannya terlalu singkat untuk mengeksplorasi lebih banyak.

Ungkapan sederhana itu menjadi kesan yang kuat dari kunjungannya ke Bale Kita. Sebab Lombok memang tidak hanya memiliki karya yang indah untuk dilihat, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang perempuan, tradisi, ketangguhan, dan harapan masyarakat untuk terus tumbuh. (AM/jmy/DKI)

]]>
Sat, 05 Sep 2026 19:52:27 +0800 amr
PT Intam dan Ujian Akselerasi Sumbawa Emas 2050 https://amarmedia.co.id/pt-intam-kapitalisme-ekstraktif-dan-ujian-akselerasi-sumbawa-emas-2050 https://amarmedia.co.id/pt-intam-kapitalisme-ekstraktif-dan-ujian-akselerasi-sumbawa-emas-2050 PT Intam, dan Ujian Akselerasi Sumbawa Emas 2050

Sumbawa. Amarmedia.co.id - Menatap Sumbawa Emas 2050 berarti menyusun fondasi pembangunan jangka panjang selang 24 tahun ke depan. Gagasan ini tidak boleh dipahami secara dangkal sebatas warna politik atau tumpukan logam mulia di perut bumi. "Sumbawa Emas adalah wujud kemandirian ekonomi, daya saing daerah, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)" ujar Aldiansyah kepada awak media Jumat 4 September 2027.

Ketua Sumbawa Green Action ini menjelaskan bahwa Jika dibandingkan dengan Bali yang ditopang pariwisata budaya atau Lombok dengan bentang alamnya, Sumbawa berada pada persimpangan unik. Kendati memiliki potensi wisata seperti Air Mata Jitu hingga keanekaragaman hayati di Labuhan Jambu, sektor pariwisata Sumbawa masih membutuhkan waktu untuk mengejar ketertinggalan.

Dalam kondisi ini, sektor pertambangan mineral—emas dan tembaga—menjadi kekuatan dominan yang menggerakkan pilar ekonomi daerah. Kehadiran PT Intam sebagai salah satu entitas pemegang izin pertambangan bersama AMNT, SJR, dan SAM, menegaskan posisi Sumbawa dalam peta investasi nasional. "Namun, hadirnya modal kapitalis bernilai tinggi ini memicu pertanyaan mendasar: apakah kehadiran PT Intam dan industri sejenis otomatis menghadirkan kesejahteraan bagi warga lokal?

Jawabannya adalah belum, selama pola relasi yang terbangun masih bersifat ekstraktif semata" ucap Aldiansyah.

Mengubah Orientasi: Dari Buruh Menjadi Mitra Rantai Pasok

Selama bertahun-tahun, diskusi antara daerah dan perusahaan pertambangan seperti PT Intam kerap kali mandek pada kuota tenaga kerja lokal. Wacana ini penting, tetapi tidak cukup untuk membangun struktur ekonomi yang tangguh.

Perspektif tersebut harus ditingkatkan ke level yang lebih strategis: seberapa besar perputaran uang dari operasional PT Intam yang menetap di tanah Sumbawa?

Untuk mewujudkan hal ini, Kata Gentar Alam akrab disapa. PT Intam tidak boleh beroperasi sebagai eksklave ekonomi yang terisolasi dari lingkungan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Sumbawa harus bertindak sebagai arsitek pembangunan dengan memaksa terjadinya integrasi ekonomi. Pada Sektor Pertanian & Peternakab, Kebutuhan konsumsi harian di wilayah operasional tambang harus dipasok langsung oleh petani dan peternak Sumbawa melalui kemitraan terstruktur dengan koperasi lokal.

 Pada  Sektor Perikanan:l, Nelayan lokal diberikan akses dan pembinaan standar mutu agar dapat menjadi pemasok tetap kebutuhan logistik perusahaan.

Dan  Sektor Usaha Lokal:l, UMKM dan kontraktor lokal harus dilibatkan dalam penyediaan jasa non-inti (non-core services).

Keberadaan PT Intam dan korporasi pertambangan lainnya di Kabupaten Sumbawa adalah kenyataan ekonomi yang harus dikelola secara rasional dan terukur. Tanpa intervensi kebijakan yang tegas dari pemerintah daerah, investasi besar berisiko menyisakan keterasingan ekonomi bagi warga lokal.

Sumbawa Emas 2050 hanya akan terwujud apabila keberadaan PT Intam tidak sekadar diukur dari tonase emas yang keluar dari bumi, melainkan dari seberapa besar nilai tambahnya bertransformasi menjadi pendidikan yang lebih baik, peningkatan mutu kesehatan, serta kemandirian ekonomi masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 23:43:10 +0800 amr
Menakar Peran PT Intam di Tengah Narasi Sumbawa Emas 2050 https://amarmedia.co.id/menakar-peran-pt-intam-di-tengah-narasi-sumbawa-emas-2050 https://amarmedia.co.id/menakar-peran-pt-intam-di-tengah-narasi-sumbawa-emas-2050 Menakar Peran PT Intam di Tengah Narasi Sumbawa Emas 2050

Oleh :  Abdul Ma'ruf Rahmat 

SUMBAWA Amarmedia.co.id — Narasi besar menuju "Sumbawa Emas 2050" yang digagas berbagai elemen masyarakat menaruh perhatian khusus pada peran sektor industri ekstraktif. Salah satu pemegang konsesi pertambangan yang menjadi sorotan adalah PT Intam, bersama dengan korporasi besar lainnya seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), PT Sumbawa Juta Raya (SJR), dan PT Selatan Arc Minerals (SAM).

Dalam ulasan kritis yang disampaikan Ketua Sumbawa Green Action, Aldiansyah St (Gentar Alam), Jumat 4 September 2026. masuknya PT Intam dengan wilayah izin pertambangan di Pulau Sumbawa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, kehadiran investasi berskala besar membawa modal dan potensi dampak ekonomi makro. Di sisi lain, terdapat tantangan struktural terkait sejauh mana keberadaan industri tambang dapat memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal.

"Persoalan utama Sumbawa hari ini bukan pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan bagaimana nilai tambah dari pengelolaan kekayaan tersebut—termasuk yang dikelola PT Intam—dapat kembali dan berputar di tengah masyarakat Sumbawa," ujar Aldiansyah.

Tantangan Integrasi Rantai Pasok

Hingga kini, keterlibatan masyarakat daerah dalam industri pertambangan kerap kali hanya diukur dari angka penyerapan tenaga kerja. Padahal, potensi ekonomi yang jauh lebih besar terletak pada integrasi rantai pasok lokal (local supply chain).

Guna mencegah ketergantungan yang timpang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa didorong untuk menjembatani operasional PT Intam dan pelaku industri lainnya dengan sektor ekonomi rakyat. Kebutuhan logistik operasional tambang—mulai dari pasokan pangan harian (padi, daging, dan ikan) hingga jasa penunjang—seharusnya dapat dipenuhi oleh petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal.

Ke depan, efektivitas regulasi dan ketegasan pemerintah daerah dalam mengawal tata kelola industri pertambangan, termasuk operasional PT Intam, akan menjadi penentu apakah kekayaan mineral Sumbawa benar-benar menjadi pijakan menuju keberlanjutan atau sekadar menyisakan ketimpangan struktural. (AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 23:29:59 +0800 amr
Sumbawa Emas 2050 Antara Kekayaan Alam, Kapitalisme, dan Jalan Panjang Menuju Kesejahteraan https://amarmedia.co.id/sumbawa-emas-2050-antara-kekayaan-alam-kapitalisme-dan-jalan-panjang-menuju-kesejahteraan https://amarmedia.co.id/sumbawa-emas-2050-antara-kekayaan-alam-kapitalisme-dan-jalan-panjang-menuju-kesejahteraan Sumbawa Emas 2050 ; Antara Kekayaan Alam, Kapitalisme, dan Jalan Panjang Menuju Kesejahteraan

Oleh : Aldiansyah ST (Gentar Alam) 

Ketua Sumbawa green Action

Sumbawa Emas bukan hanya sebatas slogan. Ia harus menjadi cerminan tentang seperti apa Kabupaten Sumbawa 24 tahun ke depan. Ini bukan sekadar kiasan.

Emas yang dimaksud bukan karena Sumbawa memiliki banyak gunung emas.  Bukan pula karena Sumbawa harus dibalut warna kuning sebagai simbol kekuasaan politik masa lalu.

Sumbawa Emas yang sesungguhnya adalah terciptanya masyarakat Sumbawa yang mandiri secara ekonomi, memiliki daya saing, serta pola pikir yang berkemajuan karena ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai.

Hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Namun, semuanya bergantung pada sejauh mana Pemerintah Kabupaten Sumbawa mampu membaca potensi, mengelola kekayaan alam, dan membangun kebijakan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Bali, Lombok, dan Sumbawa: Apa yang Kita Miliki?

Bali dianugerahi bonus geografis yang luar biasa. Keindahan alam, budaya, dan pariwisatanya mampu menjadi mesin ekonomi yang menghidupi masyarakatnya.

Lombok juga demikian. Pulau ini memiliki tanah yang subur dan bentang alam yang luar biasa indah, mulai dari Gunung Rinjani hingga pesona Gili Trawangan dan Gili Air yang mampu menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Lalu, apakah Sumbawa juga dianugerahi kekayaan yang sama? Bisa jadi iya, dan bisa jadi belum. Dikatakan iya karena Sumbawa memiliki pesona alam yang luar biasa. 

Mulai dari Air Mata Jitu hingga Labuhan Jambu, tempat hiu paus bersuka ria dan menjadi salah satu destinasi yang memiliki daya tarik luar biasa.

Namun, harus kita akui bahwa hingga hari ini potensi pariwisata Sumbawa masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Bali dan Lombok.

Sebagai masyarakat Sumbawa, kita tentu tidak boleh berkecil hati.Sebab, Sumbawa memiliki kekayaan lain yang tidak kalah besar: kekayaan alam yang tersimpan di dalam perut bumi.

Sumber daya mineral seperti emas dan tembaga telah membawa industri pertambangan berskala besar ke wilayah Pulau Sumbawa. Bahkan, nilai ekonomi dari aktivitas pertambangan di Sumbawa memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian daerah maupun NTB secara keseluruhan.

Namun, di sinilah pertanyaan besarnya: Apakah masyarakat Sumbawa sudah sejahtera karena kekayaan alam tersebut?

Jawabannya jelas: masih jauh dari kata sejahtera.

Lalu, mengapa daerah yang memiliki kekayaan alam begitu besar belum mampu memberikan kesejahteraan yang sebanding kepada masyarakatnya?

Di sinilah persoalan sesungguhnya dimulai. Sumbawa Emas Membutuhkan Waktu Untuk mencapai kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat, Sumbawa tidak mungkin berubah dalam satu atau dua tahun.

Karena itu, saya membayangkan sebuah perjalanan panjang menuju Sumbawa Emas 2050.

Dua puluh empat tahun bukan waktu yang singkat. Tetapi juga bukan waktu yang terlalu lama jika pemerintah memiliki visi yang jelas, perencanaan yang matang, serta keberanian dalam mengambil kebijakan.

Kabupaten Sumbawa dan Potensi Ekonominya

Kabupaten Sumbawa terletak di bagian barat Pulau Sumbawa, pada sekitar 8°08'–9°07' LS dan 116°42'–118°22' BT.

Kabupaten Sumbawa memiliki luas wilayah daratan sekitar 6.643,98 km², wilayah laut sekitar 4.912,46 km², dengan luas keseluruhan sekitar 11.556,44 km².

Jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai sekitar 543,7 ribu jiwa pada 2025. ( Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Dalam Angka 2025; BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat.) 

Sumbawa juga dikenal sebagai daerah agraris. Sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat masih berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam, terutama pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.

Pertanian menjadi salah satu sektor penting. Padi dan jagung merupakan komoditas utama, sementara peternakan sapi juga menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat. Di wilayah pesisir, masyarakat banyak menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Artinya, Sumbawa sebenarnya memiliki modal ekonomi yang sangat besar.

Persoalannya bukan semata-mata pada ada atau tidaknya sumber daya. Persoalannya adalah bagaimana sumber daya tersebut dikelola agar nilai tambahnya kembali kepada masyarakat Sumbawa.

Ketika Industri Besar Masuk ke Sumbawa

Untuk mencapai Sumbawa Emas 2050, melihat potensi yang ada, cita-cita tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Terlebih lagi, Sumbawa memiliki sumber daya mineral yang besar. Emas, tembaga, dan berbagai mineral lainnya telah menjadi daya tarik bagi investasi berskala besar.

Kehadiran industri pertambangan raksasa di Pulau Sumbawa merupakan fakta yang tidak bisa kita abaikan. Di antaranya terdapat: PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dengan wilayah IUPK yang mencakup kawasan pertambangan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, termasuk blok Batu Hijau, Elang, Lampui, dan Rinti. Sumber data sumber resmi ESDM secara langsung mengonfirmasi Kepmen No. 414 K/30/MEM/2017 

PT Sumbawa Juta Raya (SJR) dengan wilayah IUP eksplorasi yang berada antara lain di Kecamatan Ropang.

Sumber data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM/Ditjen Minerba); Minerba One Data Indonesia (MODI); Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat/Dinas ESDM NTB; Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa;

PT Intam dengan wilayah izin pertambangan yang cukup luas sumber data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM/Ditjen Minerba); Minerba One Data Indonesia (MODI); Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat/Dinas ESDM NTB; Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa;

PT Selatan Arc Minerals (SAM) yang juga memiliki wilayah izin pertambangan di Kecamatan Ropang. Sumber data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM/Ditjen Minerba); Minerba One Data Indonesia (MODI); Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat/Dinas ESDM NTB; Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa;

Besarnya modal yang masuk ke Sumbawa pada dasarnya memberikan dua kemungkinan: Sumbawa menjadi lebih sejahtera, atau Sumbawa justru menjadi daerah yang kaya sumber daya tetapi miskin secara struktural. Keduanya sangat bergantung pada regulasi, tata kelola, keberpihakan pemerintah, dan kemampuan pemerintah daerah dalam membangun hubungan yang sehat dengan industri.

Jika salah langkah, Sumbawa berpotensi hanya menjadi tempat pengambilan sumber daya. Tetapi jika dikelola dengan bijaksana, Sumbawa dapat menjadi salah satu kabupaten yang memiliki daya saing ekonomi tinggi di Indonesia. Pemerintah Harus Mampu Membaca Peta Ekonomi Pemerintah Kabupaten Sumbawa harus mampu membangun sinergi dengan industri.

Namun sinergi tersebut tidak boleh hanya berbicara mengenai investasi dan tenaga kerja. Pemerintah harus melihat seluruh rantai pasok industri sebagai peluang ekonomi masyarakat lokal.

Jika perusahaan membutuhkan beras dalam jumlah besar, mengapa kebutuhan tersebut tidak dipasok langsung dari petani Sumbawa? Jika perusahaan membutuhkan daging, mengapa tidak dipasok dari peternak Sumbawa?

Jika perusahaan membutuhkan ikan, mengapa tidak dipasok langsung dari nelayan Sumbawa?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sebenarnya memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.

Petani Harus Menjadi Bagian dari Rantai Industri

Dinas Pertanian harus lebih aktif membaca kebutuhan industri. Bukan sekadar memberikan bantuan bibit atau pupuk, tetapi memastikan petani mampu menghasilkan produk dengan kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan standar yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri.

Pemerintah dapat membangun pola kemitraan antara perusahaan, koperasi, dan kelompok tani. Dengan demikian, perusahaan mendapatkan kepastian pasokan, sementara petani mendapatkan kepastian pasar.

Peternak Juga Harus Mendapatkan Ruang

Hal yang sama harus dilakukan terhadap sektor peternakan. Kebutuhan daging perusahaan seharusnya dapat menjadi pasar yang potensial bagi peternak lokal. Pemerintah melalui dinas terkait harus memastikan peternak memiliki kapasitas produksi, kualitas ternak, standar kesehatan, serta sistem distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan industri.

Nelayan Jangan Hanya Menjadi Penonton

Demikian pula dengan sektor perikanan. Jika industri membutuhkan ikan dan hasil laut, maka nelayan Sumbawa harus mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok tersebut. Dengan sistem yang tepat, industri tidak hanya menjadi tempat masyarakat mencari pekerjaan. Industri juga dapat menjadi pasar bagi produk masyarakat.

Inilah yang seharusnya menjadi paradigma baru pembangunan Sumbawa.

 Dari Tenaga Kerja Menuju Ekonomi Lokal

Selama ini pembicaraan mengenai manfaat investasi sering berhenti pada satu hal: berapa banyak tenaga kerja lokal yang diserap? Itu penting. Tetapi sesungguhnya belum cukup. Kita harus naik satu tingkat: Berapa banyak uang industri yang berputar dan tinggal di Sumbawa? Inilah pertanyaan yang jauh lebih strategis.

Sebab, kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak orang yang bekerja di perusahaan.

Kesejahteraan juga ditentukan oleh seberapa besar masyarakat lokal menjadi bagian dari rantai ekonomi industri. Petani menjadi pemasok. Peternak menjadi pemasok. Nelayan menjadi pemasok. Pelaku UMKM menjadi penyedia jasa. Pengusaha lokal menjadi kontraktor Pemuda menjadi tenaga kerja terampil. Koperasi menjadi penghubung antara masyarakat dan industri.

Jika seluruh ekosistem ini berjalan, maka investasi tidak hanya menghasilkan angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi menghasilkan perputaran ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sumbawa Emas 2050: Kaya Sumber Daya, Kaya Masyarakatnya

Sebesar apa pun investor yang masuk ke Kabupaten Sumbawa, kesejahteraan tidak akan pernah terwujud jika pemerintah buta terhadap pemetaan potensi dan kebutuhan daerah.

Pemerintah tidak boleh hanya menjadi pemberi izin atau penonton ketika industri beroperasi. Pemerintah harus menjadi arsitek pembangunan ekonomi daerah.

Pemerintah harus mengetahui: Apa yang dibutuhkan industri? Apa yang dimiliki masyarakat? Apa yang dapat diproduksi masyarakat? Apa yang harus dipersiapkan pemerintah?

Dan bagaimana seluruh kebutuhan industri tersebut dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat Sumbawa?

Jika pemerintah mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara konkret, maka industri pertambangan tidak lagi hanya menjadi cerita tentang emas yang keluar dari perut bumi.

Emas itu harus berubah menjadi pendidikan yang lebih baik. Emas itu harus berubah menjadi petani yang lebih sejahtera. Emas itu harus berubah menjadi peternak yang memiliki pasar. Emas itu harus berubah menjadi nelayan yang memiliki kepastian pendapatan. Emas itu harus berubah menjadi UMKM yang tumbuh.

Emas itu harus berubah menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Dan pada akhirnya, emas itu harus berubah menjadi kesejahteraan masyarakat Sumbawa.  Itulah makna sesungguhnya dari: SUMBAWA EMAS 2050 Bukan sekadar slogan. Bukan sekadar warna. Bukan sekadar narasi politik.

Tetapi sebuah visi pembangunan yang menjadikan kekayaan alam sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi dan kemajuan masyarakat.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukanlah seberapa banyak emas yang berhasil kita keluarkan dari perut bumi.

Ukuran keberhasilannya adalah seberapa besar masyarakat Sumbawa menikmati manfaat dari kekayaan yang Tuhan titipkan di tanah mereka.(AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 23:15:05 +0800 amr
Pelantikan Pejabat Pengawas dan Fungsional Kemenag NTB Berlangsung Hikmat, Kakan Kemenag Sumbawa Turut Hadir https://amarmedia.co.id/pelantikan-pejabat-pengawas-dan-fungsional-kemenag-ntb-berlangsung-hikmat-kakan-kemenag-sumbawa-turut-hadir https://amarmedia.co.id/pelantikan-pejabat-pengawas-dan-fungsional-kemenag-ntb-berlangsung-hikmat-kakan-kemenag-sumbawa-turut-hadir Pelantikan Pejabat Pengawas dan Fungsional Kemenag NTB Berlangsung Hikmat, Kakan Kemenag Sumbawa Turut Hadir

Mataram.Amarmedia.co.id— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H. Faisal, S.Ag.M.M.Inov, menghadiri acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pengawas dan Jabatan Fungsional di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (4/9/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., M.HI., yang bertempat di Aula Lantai IV Kantor Wilayah Kemenag NTB. Acara sakral ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag NTB serta para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Provinsi NTB.

Sejumlah pejabat yang resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam kesempatan tersebut meliputi:  H. Suryanto, S.Ag. — Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Mukhlasudin, S.H. — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI),  Suryadin, S.E. — Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad),  Sri Astuti, S.Pd.I. — Penyelenggara Zakat dan Wakaf,  H. Adiat Hasan, S.Ag. — Kepala MAN 1 Sumbawa, Muhammad Ridwan, S.Pd. — Kepala MAN 3 Sumbawa, Lalu Istiqlal — Kepala MTsN 2 Mataram,  Masbuhin, S.Pd. — Kepala MAN 2 Lombok Timur,  Abdullah Asyikin, S.Ag. — Kepala MTsN 3 Sumbawa,  H. Abdul Wahid, S.Ag. — Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Sumbawa, Winadi Al Bayani, S.Pd. — Kepala MTsN 1 Sumbawa, Alia Farida, S.Pd. — Kepala MIN 1 Sumbawa,  Drs. H. Ahyar — Kepala MTsN 3 Sumbawa dan  Ahmad Jafar, S.Pd. — Kepala MAN 2 Sumbawa

Rangkaian acara pelantikan berlangsung dengan hikmat, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir. Melalui rotasi dan penyegaran struktur ini, para pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas dan tanggung jawab, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan keagamaan dan pendidikan di wilayah NTB. (AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 23:05:37 +0800 amr
Anggota Komisi II Muhammad Zain Soroti Praktik Distribusi CV Sumber Mas: Minta Iklim Bisnis Adil dan Tidak Matikan Usaha Lokal https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-ii-muhammad-zain-soroti-praktik-distribusi-cv-sumber-mas-minta-iklim-bisnis-adil-dan-tidak-matikan-usaha-lokal https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-ii-muhammad-zain-soroti-praktik-distribusi-cv-sumber-mas-minta-iklim-bisnis-adil-dan-tidak-matikan-usaha-lokal Anggota Komisi II Muhammad Zain Soroti Praktik Distribusi CV Sumber Mas: Minta Iklim Bisnis Adil dan Tidak Matikan Usaha Lokal

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, S.I.P., menumpahkan perhatian serius terhadap tata kelola distribusi dan dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat oleh distributor bahan bangunan di Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sumbawa bersama Dinas Koperindag, DPMPTSP, Gabungan LSM, serta Manajemen CV Sumber Mas, Jumat (4/9/2026).

Dalam pandangannya, Muhammad Zain mengungkapkan pengalamannya sendiri saat melakukan pembeli material secara langsung. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kejelasan prosedur pelayanan di tingkat distributor (KBLI 46638) agar tidak tumpang tindih dengan fungsi toko eceran/ritel (KBLI 47528).

Muhammad Zain akrab di sapa Rosy menegaskan bahwa keberadaan distributor skala besar seharusnya memberikan perlakuan yang adil dan sama (fair treatment) bagi seluruh pelaku usaha dan toko eceran yang tersebar di wilayah kecamatan.

"Semangat kita adalah bagaimana ekonomi di Kabupaten Sumbawa berkembang secara sehat. Jangan sampai usaha skala besar mendapatkan keuntungan maksimal, tetapi di sisi lain justru mematikan pengusaha-pengusaha lokal atau toko bangunan kecil di kecamatan," tegas Politisi Golkar tersebut.

Ia juga menyoroti beberapa poin krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, mengingat banyaknya proyek konstruksi dan masuknya investor di Kabupaten Sumbawa, distributor utama hendaknya berkolaborasi dan merangkul pengusaha lokal serta UMKM setempat melalui skema kemitraan yang transparan.

Pembelian barang dalam jumlah besar hendaknya ditertibkan secara administratif, termasuk penerbitan faktur pajak yang sah untuk mencegah potensi pembayaran pajak ganda (double tax) serta menjamin efisiensi harga di tingkat pengecer.

Distributor disarankan membangun skema langganan dan kemitraan yang memudahkan toko-toko kecil di kecamatan, misalnya melalui kemudahan sistem komunikasi dan transaksi transfer, tanpa harus memotong rantai pasar eceran lokal.

Sorotan LSM: Minta Hentikan Praktik "Tiga Keuntungan" dan Jamin Bebas Intimidasi

Dinamika RDP kian mendalam saat perwakilan aliansi LSM Syaifullah menyampaikan pernyataan penutupnya, menilai indikasi monopoli terjadi karena adanya pemanfaatan ganda fungsi distributor dan pengecer untuk meraup keuntungan berlapis-lapir (triple margin).

"Mereka belanja ke produsen dapat untung, jualan ke pengecer dapat untung, lalu jualan lagi langsung ke konsumen akhir dapat untung. Ini indikasi monopoli yang jelas dan merugikan pedagang kecil. Kami meminta praktik tidak adil ini segera dihentikan," tegas syaiful.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LSM GEMPAR NTB, Jahuddin Denis mengibaratkan fleksibilitas operasional entitas distributor-pengecer tersebut seperti 'bunglon' yang berganti baju sesuai kepentingan harga modal dan harga jual. Aliansi LSM juga meminta DPRD dan Pemerintah Daerah memberikan jaminan perlindungan agar para pedagang kecil di kecamatan tidak mendapatkan intimidasi atau diskriminasi pasca-menyampaikan aspirasinya dalam RDP ini.

Menutup jalannya rapat, Muhammad Zain bersama pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Sumbawa meminta instansi teknis seperti Dinas Koperindag dan DPMPTSP untuk tidak ragu membuka data perizinan serta melakukan pengawasan ketat di lapangan.

"Kami berharap lembaga DPRD bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh secara all-out. Kita ingin memastikan batas-batas operasional (SOP) distributor ditaati, kesesuaian harga dijaga, dan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai aturan tanpa ada celah permainan yang merugikan masyarakat," pungkas Muhammad Zain.

Seluruh masukan dan dinamika RDP ini telah dirumuskan secara resmi ke dalam 5 poin Rekomendasi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa untuk dieksekusi oleh pihak manajemen CV Sumber Mas serta dinas teknis terkait. (AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 18:52:25 +0800 amr
Komitmen Tumbuh Bersama UMKM, CV Sumber Mas Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi RDP DPRD Sumbawa https://amarmedia.co.id/komitmen-tumbuh-bersama-umkm-cv-sumber-mas-segera-tindak-lanjuti-rekomendasi-rdp-dprd-sumbawa https://amarmedia.co.id/komitmen-tumbuh-bersama-umkm-cv-sumber-mas-segera-tindak-lanjuti-rekomendasi-rdp-dprd-sumbawa Komitmen Tumbuh Bersama UMKM, CV Sumber Mas Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi RDP DPRD Sumbawa

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Manajemen CV Sumber Mas menyatakan kesiapan penuh untuk segera menindaklanjuti seluruh poin rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Jumat (4/9/2026). Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan iklim usaha bahan bangunan yang sehat, transparan, serta saling menguntungkan dengan para pedagang eceran (retail) lokal.

RDP yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, S.I.P., serta dihadiri jajaran anggota DPRD, Kepala Dinas Koperindag Adi Nusantara, Sekretaris DPMPTSP Dira, aliansi gabungan LSM, dan perwakilan pedagang eceran dari kecamatan.

Dalam forum RDP tersebut, Perwakilan Manajemen CV Sumber Mas, Bapak Dali, menegaskan bahwa sejak awal perusahaan senantiasa beroperasi sesuai dengan regulasi perizinan berbasis risiko pada sistem Online Single Submission (OSS) BKPM. CV Sumber Mas memiliki dua entitas perizinan terpisah, yaitu CV Sumber Mas (KBLI 46638) yang Bergerak di Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (Distributor/Grosir) yang berlokasi di Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 5, Kelurahan Samapuin.

Kemudian CV Sumber Mas MO (KBLI 47528) yang Bergerak di Perdagangan Eceran Berbagai Macam Material Bangunan di Jl. Diponegoro No. 18, Kelurahan Bugis.

Pihak DPMPTSP Kabupaten Sumbawa dalam kesempatan tersebut turut mengonfirmasi bahwa secara administratif kedua entitas usaha CV Sumber Mas terdaftar secara sah di lokasi yang terpisah.

Meski demikian, merespons aspirasi para pedagang kecil terkait kekhawatiran persaingan harga dan fasilitas pengiriman (free ongkir), pihak manajemen CV Sumber Mas menyambut terbuka saran dan masukan yang disampaikan.

Manajemen CV Sumber Mas menyampaikan komitmen teguh untuk segera mengimplementasikan poin-poin hasil RDP. Perusahaan siap mempertegas pemisahan operasional, administrasi, dan sistem kuitansi antara entitas distributor dan toko pengecer guna memastikan tidak ada benturan aktivitas distribusi.

Selain itu, CV Sumber Mas juga akan melakukan penyesuaian dan peninjauan kembali (review) terhadap kebijakan pengiriman barang serta menerapkan skema fair pricing. Langkah ini bertujuan agar pedagang eceran di tingkat kecamatan memperoleh margin selisih harga yang adil dan rasional, sehingga tetap dapat tumbuh dan bersaing secara sehat.

"Kami menyambut baik arahan dan rekomendasi dari Komisi II DPRD, Dinas Koperindag, maupun DPMPTSP Sumbawa. Keberadaan para pengecer dan pedagang lokal di kecamatan adalah mitra strategis kami. CV Sumber Mas ingin tumbuh bersama pelaku UMKM di Sumbawa, bukan mematikan mereka," ujar Dali perwakilan manajemen CV Sumber Mas.

CV Sumber Mas juga menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan mitra toko eceran serta bersinergi penuh dengan Tim Pengawasan Gabungan Pemkab Sumbawa guna memastikan seluruh aktivitas distribusi berjalan transparan, tertib, dan sesuai dengan aturan tata niaga yang berlaku. (AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 17:10:00 +0800 amr
Diduga Lakukan Praktik Monopoli, CV Sumber Mas Dipanggil Komisi II DPRD Sumbawa https://amarmedia.co.id/diduga-lakukan-praktik-monopoli-cv-sumber-mas-dipanggil-komisi-ii-dprd-sumbawa https://amarmedia.co.id/diduga-lakukan-praktik-monopoli-cv-sumber-mas-dipanggil-komisi-ii-dprd-sumbawa Diduga Lakukan Praktik Monopoli, CV Sumber Mas Dipanggil Komisi II DPRD Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menindaklanjuti pengaduan masyarakat dan Aliansi Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait dugaan praktik monopoli, persaingan usaha tidak sehat, serta ketidaksesuaian izin Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh CV Sumber Mas, Jumat (4/9/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma SIP, bertempat di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Sumbawa. Turut hadir anggota Komisi II Juliansyah, SE dan Muhammad Zain, SIP., Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag Adi Nusantara, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), gabungan LSM (GEMPAR NTB, LPPD, ITK, dan LPRI), manajemen CV Sumber Mas, serta perwakilan pedagang eceran bahan bangunan dari tingkat kecamatan.

Ketua Komisi II DPRD Sumbawa, Wisma, menyampaikan bahwa RDP ini digelar merespons surat dari gabungan LSM yang melayangkan lima poin tuntutan. Fokus utama klarifikasi tertuju pada pengoperasian Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan KBLI 46638 (Perdagangan Besar/Distributor) oleh CV Sumber Mas yang diduga melakukan penjualan langsung (direct selling) kepada konsumen akhir (end-user).

Ketua LSM GEMPAR NTB, Jahuddin Denis, yang mewakili aliansi Gabungan LSM menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD dalam mengawal Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menurutnya, praktik distributor yang merambah hingga pasar eceran dinilai sebagai bentuk "praktik kanibal" yang perlahan mematikan toko bahan bangunan skala kecil di kecamatan.

Dampak di lapangan dirasakan langsung oleh para pedagang eceran kecamatan. Salah seorang perwakilan pedagang mengungkapkan bahwa kebijakan gratis ongkos kirim (free ongkir) hingga radius 30 km yang diterapkan CV Sumber Mas/toko eceran terafiliasimya telah memutus rantai pendapatan pedagang lokal. Selain itu, disparitas dan margin harga yang sangat tipis antara harga modal yang didapat pedagang kecil dari distributor dengan harga jual eceran toko milik CV Sumber Mas ke konsumen umum, membuat perputaran modal pedagang eceran menjadi sangat lambat hingga terancam gulung tikar.

Klarifikasi CV Sumber Mas dan Penjelasan Dinas Terkait

Menanggapi tuduhan tersebut, Perwakilan Manajemen CV Sumber Mas, Bapak Dali, menjelaskan bahwa pihaknya beroperasi menggunakan dua entitas perizinan usaha yang terpisah di sistem Online Single Submission (OSS) BKPM yakni CV Sumber Mas (KBLI 46638) yang bergerak di Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (Distributor/Grosir) yang berlokasi di Jl. Lintas Sumbawa-Bima Km 5, Kelurahan Samapuin.

Kemudian CV Sumber Mas MO (KBLI 47528) yang bergerak di Perdagangan Eceran Berbagai Macam Material Bangunan yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 18, Kelurahan Bugis.

Pihak manajemen mengklaim telah menerapkan skema harga yang berbeda antara penjualan grosir untuk toko mitra dengan harga di toko eceran milik mereka.

Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Sumbawa Dira membenarkan bahwa secara administratif pada data OSS, kedua NIB/KBLI tersebut terdaftar resmi di lokasi yang terpisah. Mengenai pengambilan barang eceran di gudang besar Samapuin, hal itu dijelaskan secara teknis dimungkinkan apabila toko eceran memiliki keterbatasan area penyimpanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, menerangkan kerangka PP No. 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Secara hukum, satu entitas induk diperbolehkan memiliki unit grosir dan eceran selama tidak memicu persaingan tidak sehat. Indikasi monopoli umumnya diukur apabila penguasaan pasar melebihi 50% atau secara nyata mematikan pelaku usaha lain. Pihaknya menyarankan peningkatan pengawasan dan pelaporan transparan aktivitas distribusi bahan bangunan.

Berdasarkan dinamika diskusi, penyampaian aspirasi, serta kesepakatan seluruh pihak yang hadir dalam RDP, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa merumuskan 5 (lima) poin Rekomendasi sebagai berikut:

Pertama ; meminta CV Sumber Mas diwajibkan secara tegas memisahkan operasional, sistem administrasi transaksi, dan kuitansi antara entitas Distributor/Grosir (KBLI 46638) dan Toko Pengecer (KBLI 47528). Entitas distributor dilarang keras melakukan transaksi penjualan langsung (direct selling) kepada konsumen akhir (end-user).

Kedua :  Meminta manajemen CV Sumber Mas untuk meninjau dan menyesuaikan kembali kebijakan pengiriman barang gratis (free ongkir) radius 30 km ke wilayah kecamatan. CV Sumber Mas diminta menerapkan skema fair pricing dengan memberikan margin selisih harga yang adil dan rasional antara harga jual grosir ke toko eceran mitra dan harga jual toko eceran milik CV Sumber Mas ke konsumen umum, agar toko-toko kecil di kecamatan dapat bersaing secara sehat.

Ketiga : Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa merujuk Dinas Koperasi, UKM, Perindag bersama DPMPTSP untuk menyusun dan merumuskan regulasi/Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) mengenai Tata Niaga dan Zonasi Distribusi Bahan Bangunan guna memproteksi keberlangsungan UMKM dan pengecer lokal di tingkat kecamatan.

Keempat; membentuk Tim Pengawasan Gabungan yang terdiri dari Komisi II DPRD, Dinas Koperindag, dan DPMPTSP untuk melakukan uji petik (monitoring dan evaluasi) secara berkala di lapangan terkait pola distribusi, gudang penyimpanan, serta aktivitas transaksi CV Sumber Mas dan pelaku usaha distributor lainnya.

Kelima ; mendorong seluruh pelaku usaha distributor bahan bangunan di Kabupaten Sumbawa untuk menyampaikan laporan kegiatan usaha dan pola distribusi secara transparan dan berkala melalui sistem resmi DPMPTSP dan Dinas Koperindag Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Fri, 04 Sep 2026 17:06:14 +0800 amr
Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar GPM di Rusunawa Montong Are https://amarmedia.co.id/jaga-stabilitas-pasokan-dan-harga-pangan-bulan-maulid-pemprov-ntb-gelar-gpm-di-rusunawa-montong-are https://amarmedia.co.id/jaga-stabilitas-pasokan-dan-harga-pangan-bulan-maulid-pemprov-ntb-gelar-gpm-di-rusunawa-montong-are Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar GPM di Rusunawa Montong Are

Mataram.Amarmedia.co.id - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Rusunawa Montong Are, Kelurahan Mandalika, Kota Mataram, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya pada peringatan Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diiringi peningkatan permintaan kebutuhan pokok masyarakat.

Mewakili Kepala Distanbun NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Irene Selviani, SP., MM., menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di kawasan pemukiman warga bertujuan agar masyarakat dapat mengakses bahan pangan murah secara langsung dan mudah.

"Kegiatan GPM ini dilaksanakan di Kelurahan Mandalika, salah satu kelurahan berdaya. Kami sengaja memilih lokasi yang langsung berada di kawasan pemukiman penduduk seperti Rusunawa Montong Are agar antusiasme dan akses warga semakin dekat," ujar Irene di lokasi kegiatan.

Irene menjelaskan, selama peringatan bulan Maulid, beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan permintaan cukup tinggi di pasaran. Di antaranya adalah minyak goreng serta daging ayam ras, yang menjadi komoditas paling banyak diburu oleh warga.

"Di GPM ini, kami mengusahakan komoditas seperti daging ayam tetap hadir. Harga daging ayam di sini dijual seharga Rp37.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang saat ini mencapai Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram," terangnya.

Melihat antusiasme warga yang tinggi, Pemprov NTB berkomitmen untuk terus hadir dalam mengawal ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Setelah Kelurahan Mandalika, rangkaian GPM selanjutnya dijadwalkan berlangsung di halaman Rumah Sakit Mandalika, Sengkol, pada 5 September mendatang.

Di akhir penyampaiannya, Irene mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi pangan sesuai kebutuhan.

"Kami berharap masyarakat tetap bijak berbelanja, belilah sesuai dengan kebutuhan, dan mari bersama-sama stop boros pangan," pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Mandalika, Lalu Heru Nuryadin, S.H., menyampaikan bahwa tingginya animo masyarakat tidak lepas dari publikasi masif yang dilakukan pihak kelurahan melalui media sosial jauh sebelum kegiatan berlangsung.

"Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Informasi kegiatan ini sudah kami publikasikan jauh hari melalui media sosial. Ternyata yang datang bukan hanya warga Rusunawa, tetapi juga masyarakat dari kelurahan sekitar seperti Babakan, Turida, hingga Bertais," ujar Lalu Heru Nuryadin saat ditemui di lokasi kegiatan.

Heru menjelaskan, bahan pokok yang paling diburu warga antara lain beras, minyak goreng, dan bawang merah. Meski wilayah Kelurahan Mandalika berada dekat dengan Pasar Induk Bertais, warga tetap memilih berbelanja di program pangan murah ini karena terdapat selisih harga yang cukup signifikan dari harga pasar.

"Walaupun lokasi kami dekat dengan pasar induk, masyarakat sangat peka terhadap selisih harga. Beda harga sedikit saja, warga langsung berbondong-bondong datang. Ke depan, jika ada kegiatan serupa, kami di tingkat kelurahan selalu siap untuk memfasilitasi," tambahnya.

Sebagai salah satu wilayah padat penduduk di Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Mandalika mencatat jumlah penduduk mencapai 4.558 Kepala Keluarga (KK) dengan total 13.650 jiwa. Angka tersebut menempatkan Mandalika di urutan ke-4 terbanyak secara jumlah jiwa di wilayah Kota Mataram.

Melihat potensi demografi tersebut, Kelurahan Mandalika kini resmi masuk ke dalam program strategis Kelurahan Berdaya Transformatif yang digagas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, guna memperkuat ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat berbasis kelurahan.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini merupakan agenda berkala. Sebelumnya, kegiatan serupa juga pernah digelar oleh Pemerintah Kota Mataram pada bulan Ramadan lalu untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat.(AM/san)

]]>
Thu, 03 Sep 2026 15:55:38 +0800 amr
Kebakaran Lahap Satu Unit Rumah Panggung di Moyo Utara, Kerugian Ditaksir Rp80 Juta https://amarmedia.co.id/kebakaran-lahap-satu-unit-rumah-panggung-di-moyo-utara-kerugian-ditaksir-rp80-juta https://amarmedia.co.id/kebakaran-lahap-satu-unit-rumah-panggung-di-moyo-utara-kerugian-ditaksir-rp80-juta Kebakaran Lahap Satu Unit Rumah Panggung di Moyo Utara, Kerugian Ditaksir Rp80 Juta

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Kebakaran menghanguskan satu unit rumah panggung milik Hamzah di Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa pada Rabu (2/9/2026) malam. Diduga akibat material bangunan yang terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan melahap seluruh isi bangunan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa menerima laporan insiden tersebut pada pukul 22.35 WITA. Menindaklanjuti laporan warga, Mako Damkartan mengerahkan Peleton 1, Regu 1 Penyelamatan, dan Regu 3 Zona Moyo Hilir dengan membawa dua unit fire truck serta satu unit mobil rescue.

Petugas tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 22.53 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman. Akses jalan yang sempit serta jarak lokasi yang lumayan jauh sempat menjadi kendala bagi armada pemadam di perjalanan. Meski demikian, berkat kesigapan warga setempat yang bahu-membahu bersama petugas, kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak merembet ke pemukiman warga lainnya.

"Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.20 WITA dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali," ujar Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Syahruddin Fachri, S.P., mewakili Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp80.000.000. Hingga saat ini, penyebab pasti memicu timbulnya api masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Setelah memastikan area TKK benar-benar aman, seluruh personel Damkartan kembali ke pos masing-masing pada pukul 23.39 WITA. (AM)

]]>
Thu, 03 Sep 2026 15:32:17 +0800 amr
PLN Komitmen Tuntaskan Akses Listrik Desa di Sumbawa, Targetkan 5 Desa Bebas Gelap pada Akhir 2026 https://amarmedia.co.id/pln-komitmen-tuntaskan-akses-listrik-desa-di-sumbawa-targetkan-5-desa-bebas-gelap-pada-akhir-2026 https://amarmedia.co.id/pln-komitmen-tuntaskan-akses-listrik-desa-di-sumbawa-targetkan-5-desa-bebas-gelap-pada-akhir-2026 PLN Komitmen Tuntaskan Akses Listrik Desa di Sumbawa, Targetkan 5 Desa Bebas Gelap pada Akhir 2026

Sumbawa, Amarmedia.co.id  -2 September 2026 — PT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mewujudkan keadilan energi hingga ke wilayah pelosok dan terpencil di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, PLN memaparkan rencana strategis percepatan program Listrik Desa (Lisdes) untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah pegunungan Sumbawa.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa I Nyoman Wisma SIP, Sekretaris Komisi II H Zohran SH, Anggota Komisi II Ridwan SP MSi z Juliansyah SE, H Andi Mappelepui. Dari Pemda hadir Bapperida Kaharuddin.

Sistem kelistrikan di Kabupaten Sumbawa saat ini berada dalam kondisi aman dan surplus, terutama pascamasuknya Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Sumbawa 2 berkapasitas 30 MW. Pasokan daya dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat maupun iklim investasi. Fokus PLN kini diarahkan pada percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Manager Sub Bidang Perencanaan Sistem Kelistrikan UIW NTB   I Nyoman Suparta, menjelaskan  bahwa PLN menargetkan 5 desa di Kabupaten Sumbawa yang belum teraliri listrik secara maksimal dari jaringan utama—yakni Desa Tepal, Bao Desa, Desa Tangkan Pulit, Desa Batu Rotok, dan Desa Mungkin—dapat sepenuhnya menikmati aliran listrik PLN pada akhir tahun 2026.

Sementara itu Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan / Manager Lisdes PLN UIW NTB  Hendra M. Aditia, menjelaskan bahwa seluruh perizinan penting terkait penggunaan kawasan hutan dari Kementerian LHK telah rampung, didukung peningkatan alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.

"Izin pinjam pakai kawasan hutan sudah selesai, dan kami telah meninjau langsung medan di lapangan. Penarikan jaringan sepanjang kurang lebih 18 km ini siap dieksekusi dengan target penyelesaian pada Desember 2026," ujar Hendra.

Dalam merealisasikan target tersebut, PLN menghadapi tantangan medan geografis yang berat serta jalur ekstrem menuju kawasan pegunungan. PLN mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Komisi II DPRD Sumbawa yang siap membantu kelancaran pengawalan mobilisasi material serta koordinasi di lapangan.

Selain penuntasan listrik desa, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa juga bergerak cepat merespons keluhan warga. Tim teknik dijadwalkan langsung melakukan pemetaan serta penataan ulang jaringan (relokasi tiang) yang berdekatan dengan permukiman demi memastikan keselamatan masyarakat.

Melalui sinergi erat bersama Pemkab Sumbawa, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, PLN optimistis rasio desa berlistrik di Nusa Tenggara Barat dapat segera mencapai 100%. (AM)

]]>
Wed, 02 Sep 2026 21:46:17 +0800 amr
Tetap Jaga Historis 9 Februari, PWI Pastikan HPN 2027 Lebih Terbuka dan Inklusif https://amarmedia.co.id/tetap-jaga-historis-9-februari-pwi-pastikan-hpn-2027-lebih-terbuka-dan-inklusif https://amarmedia.co.id/tetap-jaga-historis-9-februari-pwi-pastikan-hpn-2027-lebih-terbuka-dan-inklusif Tetap Jaga Historis 9 Februari, PWI Pastikan HPN 2027 Lebih Terbuka dan Inklusif

JAKARTA.Amarmedia.co.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penanggung jawab dan penyelenggara Hari Pers Nasional (HPN) 2027, dengan komitmen memperluas keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers agar perhelatan nasional insan pers tersebut semakin inklusif dan merepresentasikan seluruh ekosistem pers Indonesia.

Penegasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Dewan Pers dan Pengurus Pusat PWI di Jakarta, Rabu (2/9/2026), yang secara khusus membahas penyelenggaraan HPN dan wacana perubahan tata kelolanya.

Pertemuan dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, serta anggota Dewan Pers Abdul Manan, Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, dan Rosarita Niken Widiastuti.

Delegasi PWI dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekretaris Jenderal Marthen Selamet Susanto, Wakil Bendahara Umum Badar Subur, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu, Marah Sakti Siregar, serta sejumlah pengurus PWI Pusat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, PWI juga menyerahkan pendapat hukum resmi sebagai bagian dari penjelasan mengenai landasan hukum, sejarah, dan praktik kelembagaan penyelenggaraan HPN selama ini.

PWI Jelaskan Akar Sejarah HPN

Di hadapan pimpinan dan anggota Dewan Pers, Akhmad Munir memaparkan sejarah lahirnya HPN yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan PWI.

Tanggal 9 Februari yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional memiliki hubungan historis langsung dengan kelahiran PWI pada 9 Februari 1946 di Surakarta.

Gagasan penetapan Hari Pers Nasional secara formal kemudian lahir dari Kongres PWI di Padang pada 1978, dibahas dalam forum Dewan Pers pada masa itu, dan akhirnya memperoleh pengakuan negara melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 tentang Hari Pers Nasional.

“Pemilihan tanggal 9 Februari memiliki kaitan sejarah yang tidak terpisahkan dengan berdirinya PWI pada 1946. Karena itu, kedudukan historis dan kelembagaan PWI dalam penyelenggaraan HPN tidak dapat begitu saja disamakan dengan organisasi pers lainnya,” kata Akhmad Munir.

Munir menjelaskan, selama kurang lebih empat dekade PWI secara konsisten menjalankan tanggung jawab penyelenggaraan HPN dengan melibatkan pemerintah, Dewan Pers, pemerintah daerah, organisasi pers, perusahaan pers, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai unsur masyarakat.

Praktik yang berlangsung selama puluhan tahun tersebut, menurut PWI, telah membentuk kontinuitas kelembagaan yang harus menjadi salah satu pertimbangan penting apabila tata kelola HPN hendak diperbarui.

Bahkan dalam Siaran Pers Dewan Pers tanggal 31 Agustus 2026, PWI disebut sebagai organisasi wartawan yang selama ini menjadi penanggung jawab dan penyelenggara HPN.

Dalam pertemuan itu PWI juga menegaskan bahwa Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 masih menjadi dasar hukum penetapan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.

PWI memahami adanya pandangan bahwa Keppres tersebut perlu diperbarui karena lahir sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak mengatur secara eksplisit siapa yang menjadi penanggung jawab HPN.

Namun menurut PWI, keadaan tersebut tidak serta-merta memberikan kewenangan kepada suatu lembaga atau organisasi pers untuk secara sepihak mengganti praktik penyelenggaraan yang selama ini telah berjalan.

“PWI tidak menolak apabila regulasi HPN hendak diperbarui. Tetapi sepanjang belum ada ketentuan hukum baru yang sah, kontinuitas penyelenggaraan HPN harus terus dijaga sebagai momentum persatuan insan pers nasional,” ujar Munir.

PWI juga menegaskan hubungan ideal antara Dewan Pers dan organisasi-organisasi pers berdasarkan Undang-Undang Pers adalah hubungan kemitraan dalam membangun kehidupan pers nasional.

Karena itu, upaya memperluas keterlibatan konstituen Dewan Pers dalam HPN harus ditempatkan dalam kerangka kolaborasi dan penguatan HPN, bukan menjadi alasan untuk mempertentangkan organisasi pers satu dengan lainnya.

Dewan Pers Dorong HPN Lebih Inklusif

Penjelasan sejarah, hukum, dan kelembagaan yang disampaikan PWI mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut.

Secara umum, para anggota Dewan Pers dapat memahami penjelasan mengenai posisi historis PWI dalam HPN. Sejumlah anggota Dewan Pers, di antaranya Muhammad Jazuli, Yogi Hadi Iswanto, Maha Eka Swasta, Rosarita Niken Widiastuti, serta Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, menyampaikan pandangan yang pada pokoknya mendorong agar penyelenggaraan HPN 2027 apabila tetap berada di bawah tanggung jawab PWI dilaksanakan secara lebih inklusif dan akomodatif terhadap konstituen Dewan Pers lainnya.

Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat juga menekankan pentingnya semangat inklusivitas dalam penyelenggaraan HPN ke depan.

Akhmad Munir menyambut positif pandangan tersebut.

Menurutnya, mempertahankan sejarah dan kontinuitas kelembagaan PWI tidak berarti menjadikan HPN sebagai kegiatan eksklusif PWI.

“HPN adalah milik seluruh insan pers Indonesia. PWI tidak pernah mengklaim HPN sebagai milik eksklusif PWI. Justru kami menyambut baik apabila seluruh konstituen Dewan Pers dapat terlibat secara aktif sehingga HPN benar-benar menjadi rumah bersama masyarakat pers Indonesia,” katanya.

PWI pun menyatakan siap membuka ruang keterlibatan lebih luas bagi seluruh konstituen Dewan Pers dalam penyelenggaraan HPN 2027, baik dalam kepanitiaan, penyusunan agenda maupun berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HPN.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Dewan Pers Abdul Manan meminta PWI memperhatikan pula nuansa psikologis organisasi-organisasi konstituen lainnya apabila PWI tetap menjadi penanggung jawab HPN.

PWI menghormati pandangan tersebut dan terbuka terhadap pembahasan pembaruan regulasi HPN.

Namun PWI berpandangan setiap perubahan harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang tepat, berdasarkan kajian sejarah dan hukum secara utuh, serta melibatkan para pemangku kepentingan pers, termasuk PWI sebagai organisasi yang mempunyai hubungan historis langsung dengan lahirnya HPN.

Bagi PWI, pembaruan regulasi tidak seharusnya menghilangkan fakta sejarah yang justru menjadi alasan tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

PWI Siap Rangkul Seluruh Konstituen pada HPN 2027

Pertemuan tersebut sekaligus membuka jalan bagi penyelenggaraan HPN 2027 yang lebih kolaboratif.

PWI memandang aspirasi Dewan Pers mengenai inklusivitas dapat diakomodasi tanpa harus memutus kontinuitas kelembagaan penyelenggaraan HPN yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, PWI akan mempersiapkan penyelenggaraan HPN 2027 dengan semangat baru: mempertahankan sejarah, memperkuat persatuan, dan memperluas partisipasi seluruh elemen pers nasional.

“HPN milik seluruh insan pers nasional. Kami menyambut baik keterlibatan aktif seluruh konstituen Dewan Pers. Namun sejarah dan kedudukan kelembagaan PWI tidak dapat dialihkan begitu saja tanpa dasar hukum yang sah. Selama belum terdapat regulasi baru, PWI akan melanjutkan tanggung jawabnya dan bersiap menyelenggarakan HPN 2027 bersama seluruh elemen pers nasional," tegas Akhmad Munir.

PWI berharap dengan pertemuan ini akar sejarah kelahiran HPN tetap kita hormati, dengan penyelenggaraannyg semakin terbuka, inklusif, kalaboratif dan menjadi representasi semangat bersama seluruh masyarakat pers Indonesia. (AM)

]]>
Wed, 02 Sep 2026 20:16:08 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Tekan Akselerasi Lisdes: Targetkan 5 Desa di Batulanteh Terang Benderang Desember 2026 https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekan-akselerasi-lisdes-targetkan-5-desa-di-batulanteh-terang-benderang-desember-2026 https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekan-akselerasi-lisdes-targetkan-5-desa-di-batulanteh-terang-benderang-desember-2026 Komisi II DPRD Sumbawa Tekan Akselerasi Lisdes: Targetkan 5 Desa di Batulanteh Terang Benderang Desember 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen PT PLN (Persero) UIW  NTB dan Sumbawa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa di Ruang Rapat Komisi II, Rabu (2/9/2026). Pertemuan ini berfokus pada percepatan Program Listrik Masuk Desa (Lisdes), penanganan keluhan jaringan, serta pemenuhan keadilan energi bagi masyarakat di wilayah terpencil dan pegunungan.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Sumbawa I Nyoman Wisma SIP dan dihadiri Sekretaris Komisi II H. Zohran, S.H., serta anggota Komisi II H. Andi Mappelepui, Kaharuddin Z.SH, dan Ridwan, S.P.M.Si dan Juliansyah SE. Hadir pula Kepala Bidang Infrastruktur Bapperida Sumbawa Kaharuddin, jajaran manajemen PLN mulai dari UIP, UIW NTB, UP2K, hingga UP3 Sumbawa, serta perwakilan tokoh masyarakat Desa Tepal Ali Amrullah 

Dalam pembukaannya, Wisma menyampaikan apresiasi atas keandalan pasokan listrik yang kini telah menjangkau hingga wilayah pelosok. Meski begitu, Komisi II memberikan catatan kritis terkait permohonan perluasan jaringan yang belum terealisasi sejak 2025 di Kecamatan Ree, serta bahaya keselamatan akibat keberadaan tiang listrik di atas pemukiman warga Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu.

Fokus utama rapat tertuju pada kondisi   lima desa di kawasan pegunungan Kecamatan Batu Lanteh dan sekitarnya—seperti Desa Tepal, Tangkampulit, Batu Rotok, Bao Desa, dan Mungkin—yang selama ini masih bergantung pada pembangkit listrik swadaya berkapasitas terbatas atau non PLN.

Sekretaris Komisi II H Zohran menyampaikan bahwa masyarakat di lima desa tersebut sangat mengharapkan keberadaan listrik PLN. " Kami telah turun langsung ke masyarakat disana bahkan sampai kemarin lusa tokoh masyarakat ke rumah membicarakan hal ini, dan hari salah satu tokoh masyarakat disana hadir disini. Sudah 81 tahun merdeka Republik ini namun mereka belum mendapatkan listrik PLN. Mohon menjadi perhatian pihak PLN selaku operator pemerintah pusat dalam penyediaan energi listrik" ungkap Haji Orek.

Menanggapi hal tersebut, Manager Sub Bidang Perencanaan Sistem Kelistrikan UIW NTB I  Nyoman Suparta menegaskan bahwa kondisi daya kelistrikan di Sumbawa dalam kondisi aman pascamasuknya pembangkit baru PLTG Sumbawa 2 berkapasitas 30 MW. Pihaknya memprioritaskan penuntasan lima desa belum berlistrik di wilayah Sumbawa pada tahun 2026.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan / Manager Lisdes PLN UIW NTB Hendra M. Aditia menambahkan Anggaran Lisdes tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan hingga tiga kali lipat. "Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari KLHK juga sudah rampung. Target kami mobilisasi material tiang mulai September ini sebelum musim hujan, dan tuntas nyala pada Desember 2026 sesuai arahan Presiden," ujar Hendra.

Terkait tantangan medan jalan yang ekstrem menuju wilayah pegunungan, Kepala Bidang Infrastruktur Bapperida Sumbawa Kaharuddin menyatakan kesiapan Pemda untuk berkoordinasi dengan Balai Jalan serta mengerahkan bantuan alat berat guna mempermudah mobilisasi material PLN.

Dari RDP tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mengeluarkan lima poin rekomendasi :

Pertama ; Mengawal komitmen PLN UIW NTB, UP2K, dan UP3 Sumbawa agar eksekusi jaringan listrik di Desa Tepal, Tangkampulit, Bao Desa, Batu Rotok, dan Mungkin tuntas nyala pada Desember 2026 dengan dukungan pengawalan jalur oleh Pemda Sumbawa.

Kedua ; Mendesak PLN UP3 Sumbawa segera menerjunkan tim teknis untuk memindahkan 5 tiang listrik di atas rumah warga Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, demi keselamatan warga.

Ketiga Mendorong PLN UP3 Sumbawa segera merespon permohonan jaringan kabel sepanjang ±500 meter di wilayah Relokasi Desa di Kecamatan Ree yang tertahan sejak 2025.

Keempat; Menggalang dukungan penuh dari Pemda, pihak kecamatan, desa, dan tokoh masyarakat dalam pengamanan material serta pembebasan ruang bebas (Right of Way) dari gangguan pohon.

Kelima ; Meminta PLN dan Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran Lisdes/Lisdus 2027 bagi dusun-dusun terpencil yang belum terlayani optimal, termasuk Dusun Mate Mega di Desa Marenteh, Kecamatan Alas. (AM)

]]>
Wed, 02 Sep 2026 20:11:29 +0800 amr
Tegaskan Komitmen Perlindungan Kesehatan, Pemkab Sumbawa dan BPJS Kesehatan Sepakati Rencana Kerja JKN 2026 https://amarmedia.co.id/tegaskan-komitmen-perlindungan-kesehatan-pemkab-sumbawa-dan-bpjs-kesehatan-sepakati-rencana-kerja-jkn-2026 https://amarmedia.co.id/tegaskan-komitmen-perlindungan-kesehatan-pemkab-sumbawa-dan-bpjs-kesehatan-sepakati-rencana-kerja-jkn-2026 Tegaskan Komitmen Perlindungan Kesehatan, Pemkab Sumbawa dan BPJS Kesehatan Sepakati Rencana Kerja JKN 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus memperkuat komitmennya dalam memberikan jaminan dan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Rencana Kerja dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Prosesi penandatanganan berlangsung dalam acara Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (1/9/2026).

Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., bersama Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bima. Acara ini dihadiri oleh jajaran kepala perangkat daerah terkait, Kepala BPJS Kesehatan Sumbawa, Kabag Pemerintahan, serta unsur pemangku kepentingan lainnya.

Kerja sama ini secara khusus menyasar optimalisasi kepesertaan JKN bagi kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang iurannya dibayarkan langsung oleh APBD Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Sekda Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menegaskan bahwa penandatanganan rencana kerja ini merupakan wujud sinergi dan komitmen berkelanjutan antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan dalam memperluas cakupan layanan kesehatan.

“Melalui kerja sama ini diharapkan cakupan kepesertaan JKN semakin optimal, khususnya bagi masyarakat yang masuk dalam kategori PBPU dan Bukan Pekerja yang iurannya menjadi tanggungan pemerintah daerah,” ujar Budi Prasetiyo dalam sambutannya.

Ia menambahkan, perlindungan jaminan kesehatan sangat krusial bagi kelompok masyarakat yang belum memiliki penghasilan tetap maupun masyarakat yang tidak bekerja sebagai penerima upah. Kehadiran negara melalui jaminan kesehatan ini memastikan seluruh warga Sumbawa tetap bisa mengakses pelayanan medis yang layak tanpa terkendala biaya.

Selain penandatanganan dokumen kerja sama, Forum Komunikasi dan Kemitraan ini dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah dengan BPJS Kesehatan.

Diharapkan melalui kolaborasi yang makin erat ini, Pemkab Sumbawa dan BPJS Kesehatan tidak hanya mampu memacu angka kepesertaan (Universal Health Coverage), tetapi juga terus meningkatkan mutu serta kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh warga di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 01 Sep 2026 22:33:18 +0800 amr
Soekarno Volly Cup Zona Barat Digelar di Alas, Abdul Rafiq: Bung Karno Bukan Hanya Milik PDI Perjuangan, Tetapi Milik Kita Semua https://amarmedia.co.id/soekarno-volly-cup-zona-barat-digelar-di-alas-abdul-rafiq-bung-karno-bukan-hanya-milik-pdi-perjuangan-tetapi-milik-kita-semua https://amarmedia.co.id/soekarno-volly-cup-zona-barat-digelar-di-alas-abdul-rafiq-bung-karno-bukan-hanya-milik-pdi-perjuangan-tetapi-milik-kita-semua Soekarno Volly Cup Zona Barat Digelar di Alas, Abdul Rafiq: Bung Karno Bukan Hanya Milik PDI Perjuangan, Tetapi Milik Kita Semua

Alas, Sumbawa.Amarmedia.co.id— Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menghadiri Kejuaraan Bola Voli Kerakyatan Soekarno Volly Cup Zona Barat yang berlangsung di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa 1 September 2026 dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Gitta Liesbano SH MKn, bersama para anggota DPRD H Jabir SPd dan I Ketut Sawitra, Camat Alas Zainuddin M.M.Inov, bersama camat Alas Barat, Danramil Alas, Kapolsek Alas, ketua PBVSI Sumbawa, Kepala KUA Alas, Kades Kalimango, Korwil PGRI Alas, dan para kepala sekolah.

Abdul Rafiq menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kejuaraan bola voli kerakyatan bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan, sportivitas dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rafiq menegaskan bahwa sosok Bung Karno tidak boleh dipersempit hanya menjadi milik satu partai politik atau kelompok tertentu.

“Bung Karno bukan hanya milik PDI Perjuangan. Bung Karno adalah milik kita semua, milik seluruh rakyat Indonesia. Beliau adalah Proklamator dan salah satu putra terbaik bangsa yang telah meletakkan fondasi penting bagi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Menurut Abdul Rafiq, bulan Juni seharusnya dapat menjadi momentum bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Bung Karno sebagai Proklamator sekaligus menggali kembali pemikiran dan nilai perjuangannya.

Ia berharap ke depan peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya diisi oleh kegiatan internal partai, tetapi juga dirayakan secara lebih luas melalui berbagai kegiatan masyarakat.

“Kita berharap setiap bulan Juni, seluruh elemen bangsa, pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas, dunia pendidikan, insan olahraga dan masyarakat secara luas dapat membuat kegiatan-kegiatan yang semarak. Karena Bung Karno adalah bagian dari sejarah besar bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan olahraga seperti Soekarno Volly Cup sangat relevan dengan semangat kebangsaan karena olahraga mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Di lapangan voli tidak ada sekat politik. Semua datang dengan semangat yang sama, bertanding secara sportif dan membangun persaudaraan. Inilah semangat kerakyatan dan gotong royong yang harus terus kita hidupkan,” kata Abdul Rafiq.

Menurutnya, semangat Bung Karno tentang persatuan dan gotong royong harus terus diwariskan kepada generasi muda. Salah satu caranya adalah memberikan ruang yang luas kepada anak-anak muda untuk berkreasi, berolahraga dan berprestasi.

“Jangan sampai generasi muda hanya mengenal Bung Karno dari nama dan foto. Mereka harus memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa. Karena itu, nilai-nilai perjuangan tersebut harus kita teruskan melalui kegiatan nyata,” ungkapnya.

Abdul Rafiq juga berharap Soekarno Volly Cup Zona Barat di Kecamatan Alas dapat menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga masyarakat di Kabupaten Sumbawa.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kebersamaan dan mencetak generasi muda yang sehat, disiplin, sportif serta memiliki semangat untuk berprestasi.

“Mari kita rayakan Bulan Bung Karno bukan hanya dengan mengenang masa lalu, tetapi menjadikannya energi untuk membangun masa depan Indonesia. Dari Kecamatan Alas, kita kobarkan semangat persatuan, gotong royong dan prestasi,” pungkas Abdul Rafiq.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa akan terus mendorong berbagai kegiatan kerakyatan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi. (AM)

]]>
Tue, 01 Sep 2026 21:29:47 +0800 amr
Petik Hikmah Maulid Nabi di Masjid Nurul Yakin, Bupati Sumbawa: Pegang Teguh Akhlak Rasulullah https://amarmedia.co.id/petik-hikmah-maulid-nabi-di-masjid-nurul-yakin-bupati-sumbawa-pegang-teguh-akhlak-rasulullah https://amarmedia.co.id/petik-hikmah-maulid-nabi-di-masjid-nurul-yakin-bupati-sumbawa-pegang-teguh-akhlak-rasulullah Petik Hikmah Maulid Nabi di Masjid Nurul Yakin, Bupati Sumbawa: Pegang Teguh Akhlak Rasulullah

Sumbawa.amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Nurul Yakin Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng. Acara keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa memegang teguh akhlak Rasulullah SAW, baik dalam perkataan maupun perbuatan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya meneladani sifat Siddiq atau kejujuran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Rasulullah tidak pernah berkata bohong. Sifat jujur ini harus kita perjuangkan dan terapkan dalam kehidupan. Allah SWT juga telah mengingatkan bahwa tidak akan berubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya," ujar Bupati.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga diisi dengan uraian hikmah oleh Ustadz Nasrullah, S.Sos. Dalam ceramahnya, Ustadz Nasrullah mengupas mendalam mengenai pentingnya sifat Amanah (dapat dipercaya) yang terbagi menjadi tiga tingkatan:

Pertama ; Amanah kepada Allah SWT Diwujudkan dengan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, serta selalu bersyukur. "Jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya, namun jika kufur, azab Allah sangat pedih," jelasnya.

Kedua ; Amanah kepada Sesama Manusia. Menjauhi sifat munafik dan mampu menjaga rahasia sesama.

Ketiga ; Amanah terhadap Diri Sendiri, Memelihara kesehatan jasmani dan rohani agar dapat terus istiqomah dalam beribadah.

Melalui momentum Maulid Nabi ini, masyarakat diharapkan dapat betul-betul berusaha mengikuti jejak dan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M., M.Inov., Wakil Ketua DPRD Zulfikar Demitry, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., serta Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H. Andi Mappelepui, H Zainuddin Sirat dan Kaharuddin Z dan tuan rumah Ridwan SP MSi.( AM)

]]>
Tue, 01 Sep 2026 17:18:54 +0800 amr
Tingkatkan Profesionalisme Pers, PWI NTB Gelar OKK Perdana dan UKW di Mataram https://amarmedia.co.id/tingkatkan-profesionalisme-pers-pwi-ntb-gelar-okk-perdana-dan-ukw-di-mataram https://amarmedia.co.id/tingkatkan-profesionalisme-pers-pwi-ntb-gelar-okk-perdana-dan-ukw-di-mataram Tingkatkan Profesionalisme Pers, PWI NTB Gelar OKK Perdana dan UKW di Mataram

Mataram.Amarmedia.co.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) perdana yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Agenda utama keorganisasian dan peningkatan kapasitas insan pers ini dijadwalkan berlangsung pertengahan September 2026 di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan program OKK pada Kamis, 10 September 2026 mulai pukul 08.00 Wita. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengujian UKW selama dua hari pada 11–12 September 2026.

Khusus kegiatan OKK, menindaklanjuti instruksi PWI Pusat mengenai kewajiban pelaksanaan pembekalan bagi seluruh pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Agenda ini menyasar calon peserta UKW, pengurus PWI Provinsi NTB, serta pengurus PWI Kabupaten/Kota se-NTB.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin menegaskan pentingnya keikutsertaan dalam OKK tersebut. Selain sebagai pembekalan untuk memperkuat kompetensi dan integritas pers, kepemilikan sertifikat OKK kini menjadi syarat mutlak dalam berbagai agenda PWI Pusat.

"Sertifikat OKK menjadi syarat mutlak untuk mengikuti seluruh agenda PWI Pusat, mulai dari Porwanas (Pekan Olahraga Wartawan Nasional), reaktivasi kartu anggota, hingga proses naik jenjang keanggotaan," ujar Ahmad Ikliluddin.

Sementara itu, untuk agenda UKW, PWI NTB bakal menguji sebanyak 54 peserta yang terbagi ke dalam tiga tingkatan jenjang kompetensi.

"UKW PWI NTB kali ini diikuti oleh 54 wartawan, dengan rincian 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama," lanjutnya.

Melalui rangkaian OKK dan UKW ini, PWI NTB berkomitmen untuk terus mencetak wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis jurnalistik dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik, tetapi juga tertib secara administrasi keorganisasian. (AM)

]]>
Tue, 01 Sep 2026 15:50:42 +0800 amr
Buka AI Ignition Road To Sumbawa, Sekda Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Daya Saing https://amarmedia.co.id/buka-ai-ignition-road-to-sumbawa-sekda-dorong-umkm-manfaatkan-ai-untuk-tingkatkan-daya-saing https://amarmedia.co.id/buka-ai-ignition-road-to-sumbawa-sekda-dorong-umkm-manfaatkan-ai-untuk-tingkatkan-daya-saing Buka AI Ignition Road To Sumbawa, Sekda Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Daya Saing

Sumbawa. Amarmedia.co.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP.,  mewakili Pemkab Sumbawa menegaskan pentingnya penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal sekaligus menyambut inisiatif pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku usaha.

Kegiatan yang diselenggarakan KUMPUL bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tersebut merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi AI.

Dalam Sambutannya pada Pembukaan Artificial Intelligence Training AI Ignition Road to Sumbawa, di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (1/9/2026), Sekda H Budi menyebut UMKM sebagai bagian penting dari ekonomi masyarakat Sumbawa. Menurutnya, penguatan UMKM berarti memperkuat pendapatan keluarga, membuka kesempatan kerja, dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Karena itu, pemerintah daerah menyambut baik setiap inisiatif yang meningkatkan kapasitas pelaku usaha,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Pengurus AI Ignition Road To Sumbawa, Perwakilan PT Amman dan para pelaku UMKM.

Sekda menyoroti bahwa dunia usaha berubah sangat cepat. Teknologi, khususnya AI, kini dapat digunakan bukan hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh usaha kecil. AI dapat menjadi “asisten usaha” yang membantu pekerjaan seperti pemasaran, pembuatan konten, hingga pencatatan keuangan.

Namun, ia menekankan bahwa teknologi hanya akan bermanfaat jika pelaku UMKM mau belajar dan mencoba menggunakannya.

Pelatihan Skala Global untuk 50 UMKM

Pelatihan ini merupakan program berskala global yang dirancang untuk membekali pelaku UMKM dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI. Melalui pelatihan ini, sekitar 50 UMKM diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tersebut untuk mendukung inovasi produk dan layanan , meningkatkan efisiensi operasional usaha dan memperluas akses pasar, termasuk pasar digital  

“Sehingga UMKM dapat semakin adaptif dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital,” tambah Sekda. (AM)

]]>
Tue, 01 Sep 2026 11:58:45 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Raker Kemitraan: Soroti Optimalisasi PAD Hingga Penertiban Parkir Liar https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-raker-kemitraan-soroti-optimalisasi-pad-hingga-penertiban-parkir-liar https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-raker-kemitraan-soroti-optimalisasi-pad-hingga-penertiban-parkir-liar Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Raker Kemitraan: Soroti Optimalisasi PAD  Hingga Penertiban  Parkir Liar

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Kerja (Raker) Kemitraan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Senin 31 Agustus 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II I Nyoman Wisma SIP menghadirkan Kepala Bapenda, Kepala Dinas Pertanian, Sekretariat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Koperasi UMKM Perindag serta kepala Dinas Perhubungan guna mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), efektivitas penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga penataan aset dan fasilitas publik.

Dalam paparan awal, Kepala Dinas Pertanian lr.Ni Wayan Rusmawati M.Si menguraikan realisasi PAD yang bersumber dari tiga pos utama retribusi penjualan produksi hasil usaha daerah berupa Bibit atau Benih Padi Balai Benih Utama (BBU) Lape

"Dari target PAD sebesar. Rp 105 juta terealisasikan bulan lalu Rp65.928.900, realisasi bulan  ini telah mencapai Rp56.403.900 atau 94,601%" jelas Wayan.

Luas lahan BBU Lape tercatat 2 hektar, namun 1 hektar di antaranya masih menghadapi kendala pasokan air yang memicu kekeringan di luar musim hujan.

Pos kedua adalah Hasil Kebun Dinas Buah Kelapa Realisasi retribusi berada di angka Rp 9.525.000 dan bulan ini Rp 4.500.000 atau 56,10% dari target Rp25 juta. Pihak dinas optimistis target terpenuhi pekan ini seiring proses pemanenan dan penjualan kelapa yang sedang berjalan.

Pos ketiga dari Retribusi Pemakaian Alsintan Baru terealisasi Rp3.000.000 dari target Rp20 juta. Angka ini didapat dari sewa traktor roda empat (TR4) bantuan pusat yang sebelumnya rusak lalu berhasil diperbaiki secara mandiri oleh dinas.

Terkait permesinan, Dinas Pertanian saat ini menyiagakan 4 unit Combine Harvester (mesin panen padi) bantuan pemerintah pusat di gudang. Unit-unit tersebut belum dioperasikan secara komersial karena masih menunggu penuntasan administrasi Berita Acara Serah Terima (BAST) dari Barang Milik Negara (BMN) menjadi Barang Milik Daerah (BMD) sesuai arahan BPK.

Mengacu pada Perda Tahun 2013, tarif sewa combine harvester dipatok Rp15 juta per musim tanam. Angka ini dinilai terlalu rendah dibanding potensi riil di lapangan yang sanggup menghasilkan Rp25–30 juta per unit per musim. Komisi II dan dinas pertanian  sepakat untuk mendorong kajian ulang tarif.

Kepala Dinas Pertanian menegaskan bahwa armada pompa air bantuan 2021 difokuskan untuk tanggap darurat bencana banjir dan kekeringan. Sementara itu, hasil koordinasi dengan Kementerian Pertanian telah menyalurkan bantuan armada brigade (kapasitas 8,5 PK, 15 PK, hingga 24 PK) ke 24 kecamatan.

Ni Wayan  mendorong pemanfaatan lahan eks pengganti RS agar dikelola mandiri karena memiliki potensi PAD jauh melebihi skema sewa pasif saat ini yang hanya bernilai Rp2 juta per tahun.

Lahan tersebut kerap tergenang saat musim hujan akibat keterbatasan saluran pembuangan yang lebarnya kurang dari 0,5 meter. Dinas mengajukan pembangunan saluran irigasi pembuangan langsung menuju sungai. Jika infrastruktur ini terealisasi, potensi PAD dari pengelolaan lahan diproyeksikan menembus lebih dari Rp100 juta

Komisi II menyambut baik langkah ini dan meminta kepastian status penetapan aset dari Bagian Aset Daerah.

Raker Kemitraan ini juga membedah kinerja OPD teknis lainnya yakni Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan. Komisi II menyoroti kondisi kandang penampungan/karantina ternak sapi di kawasan pelabuhan (seperti wilayah Lape/Kodim) yang belum memadai. Peningkatan dan perluasan fasilitas kandang yang layak dan humanis dinilai mendesak untuk masuk dalam perencanaan anggaran guna mendukung kelancaran lalu lintas pengiriman sapi antar-pulau sekaligus mendongkrak PAD sektor peternakan.

Komisi II  menumpahkan perhatian pada potensi kebocoran retribusi parkir tepi jalan umum dan kawasan perdagangan seperti Pasar Seketeng Komisi II mendorong penertiban juru parkir (jukir) resmi dengan penyediaan atribut seragam dan identitas yang jelas guna membangun profesionalisme dan kepercayaan publik. Mendorong pembentukan Satgas Pengawasan bersama untuk menertibkan titik parkir ilegal dan potensi gesekan premanisme, serta mengevaluasi kembali kerja sama vendor/sistem digital agar target PAD sektor perhubungan dapat terealisasi secara maksimal.

Menutup jalannya rapat, Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen penuh untuk mengawal dan memfasilitasi kebutuhan anggaran operasional maupun sarana pendukung OPD mitra—termasuk alokasi perjalanan dinas teknis dan pembangunan irigasi—selama berorientasi pada peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani dan peternak di Daerah Intan Bulaeng (AM).

]]>
Tue, 01 Sep 2026 09:38:41 +0800 amr
Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Tawarkan Layanan Haji dan Umrah Profesional https://amarmedia.co.id/buka-cabang-di-mataram-malika-tours-travel-tawarkan-layanan-haji-dan-umrah-profesional https://amarmedia.co.id/buka-cabang-di-mataram-malika-tours-travel-tawarkan-layanan-haji-dan-umrah-profesional Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Tawarkan Layanan Haji dan Umrah Profesional

MATARAM.Amarmedia.co.id — Malika Tours & Travel Haji dan Umrah resmi hadir dan mulai beroperasi setelah diresmikan dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor Cabang Malika Tours & Travel, Jalan Adisucipto No. 8A, Mataram , Senin 31 Agustus 2026. 

Peresmian tersebut dihadiri oleh unsur Asisten I Setda Provinsi NTB, Ketua MUI NTB, Direktur Utama Malika Tours & Travel K.H. Ahmad Multazam, tokoh agama, tokoh masyarakat, mitra usaha, serta sejumlah tamu undangan.

Acara peresmian ditandai dengan prosesi pengguntingan pita sebagai simbol resmi dibukanya kantor cabang Malika Tours & Travel untuk masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, K.H. Ahmad Multazam menyampaikan bahwa kehadiran Malika Tours & Travel bukan sekadar menjadi sebuah usaha perjalanan, tetapi juga membawa amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah Haji dan Umrah.

“Kami ingin Malika Tours & Travel hadir dengan mengedepankan pelayanan, kenyamanan, keamanan, dan kepercayaan jamaah. Bagi kami, perjalanan menuju Tanah Suci adalah perjalanan ibadah yang harus dilayani dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan,” kata KH. Ahmad Multazam. 

Malika Tours & Travel masuk dalam 10 travel Haji Umrah terbaik. Malika Travel juga bekerja sama dengan maskapai terbaik, yaitu Garuda Indonesia, jadi jamaah tidak perlu khawatir soal pesawat dan hotel sudah bintang 4, lokasi dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ujar K.H. Ahmad Multazam.

Ia menambahkan, Malika Tours & Travel berkomitmen memberikan pendampingan kepada jamaah sejak proses persiapan keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.

Kehadiran Malika Tours & Travel diharapkan dapat memberikan alternatif layanan perjalanan Haji dan Umrah yang profesional sekaligus membantu masyarakat mendapatkan informasi dan pendampingan yang dibutuhkan dalam mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi NTB Fathul Gani dalam sambutannya mengapresiasi hadirnya Malika Tours & Travel dan berharap perusahaan dapat menjalankan usahanya secara profesional serta senantiasa mengutamakan kepentingan dan kenyamanan jamaah.

“Semoga Malika Tours & Travel dapat tumbuh dan berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat NTB. Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan jamaah dan memberikan pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Asisten I Setda Provinsi NTB, Ketua MUI NTB, bersama Direktur Utama Malika Tours & Travel dan jajaran.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Malika Tours & Travel senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, serta kepercayaan masyarakat.

Dengan mengusung semangat pelayanan dan amanah, Malika Tours & Travel Haji dan Umrah optimistis dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Sebagai informasi, Malika Tours & Travel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan Haji dan Umrah dengan komitmen memberikan pelayanan yang profesional, aman, nyaman, dan terpercaya bagi para jamaah. (AM)

]]>
Mon, 31 Aug 2026 14:27:58 +0800 amr
Buka Musorprov KONI NTB, Wagub Indah Tekankan Persatuan Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/buka-musorprov-koni-ntb-wagub-indah-tekankan-persatuan-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/buka-musorprov-koni-ntb-wagub-indah-tekankan-persatuan-menuju-pon-2028 Buka Musorprov KONI NTB, Wagub Indah Tekankan Persatuan Menuju PON 2028

MATARAM.Amarmedia.co.id — Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB Tahun 2026 menjadi momentum untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan olahraga NTB menjelang PON 2028. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengingatkan, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi organisasi harus berakhir dengan persatuan untuk satu tujuan: membawa olahraga NTB semakin berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan Wagub saat membuka Musorprov XIII KONI NTB di Hotel Lombok Raya, Minggu (30/8). Musorprov menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah kepemimpinan KONI NTB periode berikutnya, di tengah persiapan NTB bersama Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah PON 2028.

“Pilihan boleh berbeda, tetapi tujuan kita tetap sama. Setelah proses musyawarah selesai, kita semua harus kembali bersatu,” tegas Indah Dhamayanti Putri.

Menurut Wagub, tantangan olahraga NTB menuju PON 2028 tidak ringan. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kepemimpinan yang kuat, tetapi juga kekompakan seluruh cabang olahraga, atlet, pelatih, pengurus, pemerintah daerah, dan seluruh insan olahraga.

Ia mengapresiasi pengabdian pengurus KONI NTB periode 2022–2026 yang telah menjalankan berbagai program pembinaan olahraga. Berbagai capaian yang telah dibangun harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih jauh.

“Yang kita perlukan ke depan adalah kerja sama, kekompakan, dan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan olahraga NTB,” ujarnya.

Indah menegaskan PON 2028 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda pertandingan olahraga. Sebagai tuan rumah bersama, NTB memiliki kesempatan memperkenalkan daerah melalui olahraga, pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, sekaligus mendorong berkembangnya sport tourism.

Karena itu, terdapat dua tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan secara bersamaan: menjadi tuan rumah yang profesional, ramah dan berkelas, serta melahirkan prestasi atlet yang membanggakan.

“Kita ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa NTB bukan hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi olahraga yang membanggakan,” katanya.

Wagub juga mengingatkan bahwa olahraga memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kemenangan dan perolehan medali. Disiplin, kerja keras, sportivitas, keberanian, kebersamaan dan semangat pantang menyerah merupakan nilai penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberi ruang yang lebih besar bagi atlet muda untuk tumbuh dan menjadi penerus prestasi NTB.

Terkait proses pemilihan Ketua KONI NTB, Wagub meminta seluruh peserta Musorprov menjaga suasana tetap kondusif dan menghormati mekanisme organisasi. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus diterima sebagai pemimpin seluruh keluarga besar olahraga NTB.

“Ketua yang terpilih harus kita dukung bersama, kita doakan bersama, dan bersama-sama membawa nama NTB menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Musorprov XIII menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi. Ia berharap seluruh peserta tetap mengedepankan demokrasi dan menjaga persatuan demi kemajuan olahraga NTB.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita harus tetap bersatu. Tujuan kita satu, yaitu kemajuan olahraga NTB,” katanya.

Mori juga menyampaikan bahwa berbagai program pembinaan selama periode 2022–2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah olahraga NTB ke depan, termasuk persiapan menghadapi PON 2028.

Musorprov XIII KONI NTB menjadi titik penting untuk menyatukan kembali energi olahraga NTB. Kontestasi kepemimpinan adalah bagian dari dinamika organisasi, tetapi PON 2028 adalah kepentingan yang jauh lebih besar. Setelah musyawarah menghasilkan keputusan, seluruh perbedaan harus ditinggalkan dan seluruh kekuatan kembali bergerak dalam satu barisan untuk prestasi atlet dan kehormatan NTB.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Mon, 31 Aug 2026 06:44:07 +0800 amr
Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Samapuin, Wabup Ansori Ajak Warga Jaga Persatuan dan Teladani Akhlak Rasulullah https://amarmedia.co.id/hadiri-maulid-nabi-muhammad-saw-di-samapuin-wabup-ansori-ajak-warga-jaga-persatuan-dan-teladani-akhlak-rasulullah https://amarmedia.co.id/hadiri-maulid-nabi-muhammad-saw-di-samapuin-wabup-ansori-ajak-warga-jaga-persatuan-dan-teladani-akhlak-rasulullah Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Samapuin, Wabup Ansori Ajak Warga Jaga Persatuan dan Teladani Akhlak Rasulullah

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat tali silaturahmi, menjaga persatuan dan kesatuan, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami’ An-Nur, Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Ahad (30/8/2026).

Turut hadir dalam peringatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa M. Taufik, Camat Sumbawa Ardiansyah yang baru menjabat, jajaran Polsek Sumbawa, Lurah Samapuin beserta jajaran, Babinsa dan Babinkantibmas Samapuin Ketua LPM Kelurahan Samapuin, tokoh agama Dea Guru Ustadz Ahmad Jamaan, serta para tokoh masyarakat, majelis taklim, dan warga.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Mohamad Ansori menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh masyarakat Kelurahan Samapuin yang konsisten menggemakan syiar Islam. Menurutnya, Samapuin sejak dahulu dikenal sebagai gudang para ustadz, guru ngaji, serta qori dan qoriah.

"Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT pagi ini dapat bersilaturahmi. Masjid Jami' An-Nur ini sangat megah dan jamaahnya nyaman beribadah. Peringatan Maulid ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta membawa keberkahan bagi daerah kita," ujar Wabup.

Wabup Ansori menyoroti keunikan budaya keagamaan di Tanah Samawa. Jika di daerah lain peringatan Maulid Nabi umumnya hanya dirayakan sehari pada 12 Rabiul Awal, di Kabupaten Sumbawa tradisi perayaan dan syiar Maulid digaungkan secara berkesinambungan hingga beberapa bulan ke depan.

"Ini adalah wujud kecintaan yang mendalam dari masyarakat Sumbawa kepada Rasulullah SAW. Budaya peradaban yang mulia ini patut kita junjung tinggi. Namun, peringatan ini jangan berhenti pada seremonial semata, melainkan harus ditingkatkan menjadi peneladanan sifat Nabi dalam tindakan nyata," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memperkenalkan Camat Sumbawa yang baru, Ardiansyah, sekaligus memberikan arahan tegas terkait ketertiban dan kebersihan lingkungan. Ia meminta jajaran kecamatan, kelurahan, hingga aparat kepolisian untuk sigap menindaklanjuti potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti penanganan limbah botol bekas dan sampah liar.

"Saya ingatkan langsung kepada Pak Camat dan Pak Kapolsek, aktivitas ketertiban lingkungan harus dirapikan kembali. Jangan sampai sampah bertebaran di mana-mana agar Sumbawa tetap bersih, aman, dan nyaman," tambah Ansori.

Meneladani Rasulullah SAW sebagai Usawatun Hasanah, Wabup Ansori menekankan pentingnya menerapkan prinsip kejujuran yang dicontohkan Nabi—yang bergelar Al-Amin, Siddiq, dan Fathanah—baik dalam kehidupan bertetangga, dunia usaha, maupun tata kelola pemerintahan.

Dalam kehidupan bertetangga, Rasulullah mengajarkan sikap rukun, gotong royong, dan peduli sesama. Sementara di bidang ekonomi, kejujuran merupakan kunci utama kesuksesan perdagangan.

"Rasulullah adalah pedagang sukses yang sangat jujur. Para pedagang dan ibu-ibu yang berjualan harus jujur; pilah barang yang baik dan tidak baik, jangan dicampur, dan timbangan harus pas tidak boleh dikurangi," imbaunya.

Prinsip tersebut, tegas Wabup, berlaku mutlak bagi para penyelenggara pemerintahan dan wakil rakyat.

"Pemerintah dan DPRD juga harus jujur kepada rakyat. Kalau bilang A, lakukan A. Jangan dipolitisir. Jika kondisi fiskal daerah memang terbatas, katakan apa adanya. Kejujuran kepemimpinan ini akan kita pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," kata Wabup Ansori menutup sambutannya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan uraian hikmah Maulid yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Jamaan MY. Dalam tausiyahnya, penceramah mengulas relevansi peneladanan akhlak Nabi di era modern dan digitalisasi.

Ia mengingatkan para orang tua agar bijak mendampingi anak-anak dalam membatasi penggunaan gawai (smartphone) agar tidak merusak kesehatan, pola pikir, dan moralitas generasi muda. Mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 dan Surah Yunus ayat 58, ia menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah satu-satunya teladan utama yang membawa manusia dari zaman kegelapan (zhulumat) menuju cahaya Islam (nur).

Ustadz Jamaan juga menjelaskan bahwa tradisi peringatan Maulid di Nusantara, khususnya di Sumbawa, merupakan wujud ikhtiar wasyukur' (rasa syukur) atas lahirnya Nabi serta atas karunia alam yang melimpah. Pendekatan dakwah yang moderat (wasathiyah) dan toleran terhadap kebiasaan lokal—selama tidak bertentangan dengan syariat—menjadi fondasi kuat kelestarian nilai-nilai Islam di Tanah Samawa.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami' An-Nur Kelurahan Samapuin berakhir dengan tertib dan penuh kekhusyukan serta di dukung penampilan Shalawat Majelis Taklim An-nur. (AM)

]]>
Sun, 30 Aug 2026 19:48:11 +0800 amr
Ekonom Unram: Momentum Emas Ekonomi NTB Harus Dijaga https://amarmedia.co.id/ekonom-unram-momentum-emas-ekonomi-ntb-harus-dijaga https://amarmedia.co.id/ekonom-unram-momentum-emas-ekonomi-ntb-harus-dijaga Ekonom Unram: Momentum Emas Ekonomi NTB Harus Dijaga

Mataram.Amarmedia.co.id — Nusa Tenggara Barat sedang berada dalam momentum ekonomi yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang meningkat, aktivitas pariwisata yang bergerak, serta tingkat pengangguran yang relatif rendah menjadi capaian yang patut diapresiasi sekaligus dijaga. Tantangannya kini adalah memastikan momentum tersebut tidak berhenti sebagai angka, tetapi menjelma menjadi kesejahteraan yang semakin luas bagi masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikan ekonom Universitas Mataram, Dr. H. Iwan Harsono, S.E., M.Ec., dalam diskusi bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, di Mataram, Jumat (29/8).

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram itu menilai berbagai indikator ekonomi NTB menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan modal penting bagi daerah untuk memperkuat fundamental ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Capaian itu tercermin dalam kinerja pertumbuhan ekonomi NTB. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen pada triwulan I 2026 dan tetap tumbuh 7,41 persen pada triwulan II 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi NTB pada semester I 2026 mencapai 10,42 persen.

Bagi Iwan, capaian tersebut merupakan momentum penting yang harus dipertahankan.

“NTB sedang memiliki momentum ekonomi yang sangat baik. Ini tentu harus kita apresiasi dan dijaga. Tetapi keberhasilan itu jangan berhenti pada angka pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut Iwan, ukuran keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya melihat seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja berkualitas, pengurangan kemiskinan, dan penurunan ketimpangan.

Karena itu, NTB perlu menjaga keseimbangan antara high growth dan inclusive growth. Pertumbuhan yang tinggi harus sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menjadi pelaku dan penerima manfaat pembangunan.

Salah satu peluang terbesar berada pada investasi. Iwan menilai meningkatnya investasi harus diikuti keterkaitan yang kuat dengan ekonomi lokal agar dampaknya tidak berhenti pada besarnya modal yang masuk.

“Investasi besar harus mempunyai linkage yang kuat dengan ekonomi lokal. Tenaga kerja lokal, UMKM, pemasok lokal dan pelaku usaha daerah harus masuk dalam rantai nilai investasi,” katanya.

Penguatan keterkaitan tersebut juga penting untuk mencegah economic leakage, terutama dalam sektor pariwisata dan investasi berskala besar. Tingginya kunjungan wisatawan atau aktivitas usaha belum otomatis menghasilkan manfaat maksimal apabila kebutuhan pangan, barang konsumsi, tenaga profesional dan berbagai input usaha masih banyak dipasok dari luar daerah.

“Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin besar nilai tambah yang tinggal dan berputar di NTB,” ujarnya.

Menurut Iwan, momentum pertumbuhan saat ini juga harus digunakan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu sektor dapat membuat perekonomian rentan terhadap perubahan harga dan kondisi global.

Karena itu, pertanian bernilai tambah, agroindustri, pariwisata berkualitas, UMKM, ekonomi kreatif dan hilirisasi perlu terus diperkuat sebagai bagian dari diversifikasi ekonomi NTB.

Dalam konteks hilirisasi, ia menekankan agar proses penciptaan nilai tambah dilakukan sedekat mungkin dengan sumber daya dan masyarakat daerah.

“Hilirisasi jangan hanya berarti sumber dayanya berasal dari NTB. Nilai tambah, teknologi, industri turunannya, kesempatan kerja dan kapasitas ekonominya juga harus semakin banyak berada di NTB,” tegasnya.

Iwan juga melihat pertumbuhan ekonomi dan investasi sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Berkembangnya aktivitas ekonomi semestinya memperluas basis Pendapatan Asli Daerah secara sehat, tanpa membebani masyarakat maupun dunia usaha secara berlebihan.

Namun, seluruh agenda tersebut membutuhkan fondasi sumber daya manusia yang kuat. NTB, menurut Iwan, harus memastikan masyarakat lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi yang sedang tumbuh.

“Jangan sampai NTB hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat NTB tidak menjadi pelaku utama dan penerima manfaatnya,” katanya.

Karena itu, pendidikan, keterampilan, sertifikasi tenaga kerja, produktivitas, dan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan investasi dan ekonomi daerah.

Iwan menegaskan, momentum ekonomi yang sedang berlangsung bukanlah titik akhir. Capaian tersebut justru menjadi kesempatan untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih produktif, inklusif, beragam dan tahan terhadap guncangan.

Pertumbuhan tinggi hari ini, kata dia, harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas pada masa mendatang.

Dengan demikian, keberhasilan ekonomi NTB ke depan tidak cukup diukur dari besarnya angka pertumbuhan dan investasi. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh momentum tersebut mampu memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM dan rantai pasok lokal, meningkatkan kapasitas fiskal, mengurangi kemiskinan dan ketimpangan, serta memastikan semakin banyak nilai tambah ekonomi tinggal dan berputar di NTB.

Momentum ekonomi NTB hari ini adalah capaian yang patut dijaga. Tantangan berikutnya adalah mengubah capaian itu menjadi fondasi yang semakin kuat, agar pertumbuhan tidak hanya tercatat dalam statistik, tetapi hadir dalam pendapatan yang meningkat, kesempatan kerja yang lebih luas, usaha lokal yang semakin kuat, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat NTB.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Sun, 30 Aug 2026 18:03:19 +0800 amr
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal Ajak Pramuka Jadi Pelopor Swasembada Pangan https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-lalu-muhammad-iqbal-ajak-pramuka-jadi-pelopor-swasembada-pangan https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-lalu-muhammad-iqbal-ajak-pramuka-jadi-pelopor-swasembada-pangan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal Ajak Pramuka  Jadi Pelopor Swasembada Pangan

MATARAM.Amarmedia.co.id — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengajak Gerakan Pramuka tidak berhenti sebagai organisasi pembentuk karakter, tetapi tampil sebagai kekuatan anak muda yang terjun langsung menggerakkan swasembada pangan dari desa, sekolah hingga komunitas.

Ajakan itu disampaikan Gubernur saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gubernur menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan bangsa. Menurutnya, Pramuka perlu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan serta kedaulatan pangan.

“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,” tegas Gubernur dalam amanatnya.

NTB, kata Miq Iqbal, memiliki modal kuat untuk mengambil peran sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Berdasarkan data BPS 2025, luas panen padi di NTB mencapai 322,90 ribu hektare dengan produksi 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 17,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras untuk konsumsi masyarakat mencapai 973,14 ribu ton.

Potensi tersebut, menurut Gubernur, harus menjadi ruang pengabdian baru bagi Gerakan Pramuka. Satuan Karya, Gugus Depan, hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput dapat mengambil peran melalui berbagai aksi sederhana tetapi berdampak, seperti urban farming, kebun pangan sekolah, pemanfaatan lahan tidur, penghijauan, pengolahan pangan lokal, edukasi gizi, hingga kampanye mengurangi pemborosan pangan.

“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong, dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan memenuhi kebutuhan beras. Kemandirian pangan harus dibangun melalui penguatan berbagai komoditas dan sumber pangan lokal, termasuk jagung, bawang merah, kedelai, hortikultura, peternakan, hingga perikanan.

Di saat yang sama, Pramuka diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pangan bukan hanya sebagai komoditas yang dikonsumsi, tetapi sebagai bagian dari kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, dan pelopor yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Iqbal.

Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan upaya menyiapkan Generasi Emas 2045. Karakter, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat harus tumbuh melalui pengalaman nyata.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwarda, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugus Depan se-NTB yang selama ini bersinergi mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Gubernur bersama Wakil Gubernur NTB dan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan sejumlah Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka kepada anggota dan pembina yang dinilai berjasa dalam pengabdian kepramukaan.

Lencana Melati diberikan kepada Gufranuddin. Lencana Darma Bakti kepada Lalu Firman Wijaya, Hendrayadi, dan Junaedi. Lencana Karya Bakti kepada Jaka Agusta Pratama, Lencana Pancawarsa VI kepada Lalu Ahmadi, Lencana Pancawarsa IV kepada Didi Sumardi, serta Lencana Teladan kepada Winda Miranti.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan peragaan keterampilan Pramuka dan foto bersama.

Bagi Miq Iqbal, usia 65 tahun Gerakan Pramuka harus menjadi momentum untuk memperluas makna pengabdian. Swasembada pangan tidak akan lahir hanya dari kebijakan pemerintah, tetapi dari kebiasaan masyarakat yang mandiri. Dan Pramuka, dengan jutaan anak muda yang ditempa oleh disiplin, gotong royong dan kecintaan pada alam, dapat menjadi salah satu kekuatan terdepan untuk menanam, mengolah, menjaga, dan memastikan pangan tetap tersedia bagi generasi Indonesia.(AM/kominfotik)

]]>
Sat, 29 Aug 2026 15:39:03 +0800 amr
TP&PKK Sumbawa Sosialisasikan Hasil Rakernas X Dari Tingkat Kecamatan Hingga Desa https://amarmedia.co.id/tp-pkk-sumbawa-sosialisasikan-hasil-rakernas-x-dari-tingkat-kecamatan-hingga-desa https://amarmedia.co.id/tp-pkk-sumbawa-sosialisasikan-hasil-rakernas-x-dari-tingkat-kecamatan-hingga-desa TP-PKK Sumbawa Sosialisasikan Hasil Rakernas X Dari Tingkat Kecamatan Hingga Desa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Sumbawa menggelar Sosialisasi Hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025 di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (27/8/2026).

Agenda ini dilaksanakan guna menyelaraskan persepsi, memperkuat tata kelola organisasi, serta menyatukan arah kebijakan program PKK dari tingkat kabupaten hingga kelompok PKK di tingkat kecamatan dan desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sumbawa Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, Sekretaris TP-PKK Kabupaten Sumbawa Ir. Irin Wahyu Indarni, jajaran pengurus kabupaten, serta para Ketua TP-PKK Kecamatan, Sekretaris, dan Ketua Pokja I hingga IV dari 24 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.

Penyelarasan Program dan Tata Kelola Kelembagaan

Sekretaris TP-PKK Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni, dalam laporannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk menyampaikan poin-poin krusial hasil Rakernas X PKK yang sebelumnya dihelat di Samarinda pada 8 Juli 2025 lalu.

"Sosialisasi ini diperlukan untuk memastikan seluruh jajaran memahami arah kebijakan dan program kerja PKK. Target utama kita adalah menyamakan persepsi, meningkatkan tata kelola administrasi sesuai standar hasil Rakernas, serta memperkuat kelembagaan TP-PKK pada semua jenjang," ujar Irin Wahyu.

Dalam arahan pembukanya, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, mengapresiasi tingginya kehadiran dan antusiasme pengurus dari seluruh kecamatan. Ia menegaskan bahwa substansi hasil Rakernas X harus dipahami secara utuh agar dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.

Sudarti memaparkan, hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 merumuskan tiga dokumen strategis yang terangkum dalam tiga pedoman utama yakni Buku I Rencana Induk Gerakan PKK Tahun 2025–2029, Buku II Program Unggulan Gerakan PKK Tahun 2025–2029.l dan Buku III tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK.

"Visi besar Gerakan PKK, yaitu terwujudnya keluarga yang berdaya dan sejahtera untuk mendukung anak menuju Indonesia Emas 2045, sangat relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di Tanah Samawa," kata Sudarti.

Lebih lanjut, Sudarti menekankan bahwa ketiga pedoman tersebut harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Arah program meliputi pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pola asuh anak, ketahanan pangan berbasis keluarga, akses pendidikan, pengembangan UMKM, hingga kepedulian lingkungan.

"Implementasi di daerah kita arahkan untuk mendukung pemberdayaan manusia dan perempuan, ketahanan pangan, penanggulangan kemiskinan, serta penguatan ekonomi keluarga. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan cermat agar program yang disusun nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan akar rumput," pungkasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, TP-PKK Kabupaten Sumbawa berkomitmen menjaga kesinambungan program kerja dan memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 29 Aug 2026 14:11:29 +0800 amr
Sekda Sumbawa Buka Festival Pesona MU III, Dorong Potensi Budaya dan Ekonomi Masyarakat Moyo Utara https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-buka-festival-pesona-mu-iii-dorong-potensi-budaya-dan-ekonomi-masyarakat-moyo-utara https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-buka-festival-pesona-mu-iii-dorong-potensi-budaya-dan-ekonomi-masyarakat-moyo-utara Sekda Sumbawa Buka Festival Pesona MU III, Dorong Potensi Budaya dan Ekonomi Masyarakat Moyo Utara

Sumbawa, Amarmedia.co.id-  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa secara resmi membuka Festival Pesona MU III Kecamatan Moyo Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Halaman Kantor Camat Moyo Utara, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Sumbawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kecamatan Moyo Utara dan seluruh elemen masyarakat atas terselenggaranya ajang tahunan ini. Festival ini dinilai menjadi wadah strategis dalam menampilkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya, tradisi, potensi pertanian, sektor pesisir, pariwisata, hingga jejak sejarah yang dimiliki Moyo Utara.

Sekda menegaskan bahwa perhelatan festival hendaknya tidak sekadar menjadi ajang hiburan semata, melainkan mampu memperkuat identitas daerah dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.

"Festival ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita berharap agenda ini menggerakkan roda UMKM, meningkatkan penjualan produk lokal, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, serta memberikan panggung apresiasi bagi para seniman dan pelaku budaya," ujar Sekda.

Lebih lanjut, ia mengaitkan kegiatan ini dengan persiapan Kabupaten Sumbawa yang akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Tahun 2028 mendatang. Sekda mendorong agar festival-festival di tingkat kecamatan seperti Pesona MU dapat diintegrasikan sebagai sarana memperkenalkan pusaka alam, sejarah, dan tradisi Sumbawa ke tingkat nasional.

Secara khusus, perhatian juga tertuju pada ajang Ekspedisi Panglima Saleh yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pesona MU III. Sekda berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas trabas hobi semata, melainkan menjadi momentum penting untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan mempublikasikan jejak sejarah perjuangan di tanah Moyo Utara.

Kepada para generasi muda, Sekda berpesan agar aktif mengambil peran dalam melestarikan budaya lokal melalui inovasi kreativitas serta pemanfaatan media sosial secara positif. Ia optimistis Festival Pesona MU akan terus bertransformasi menjadi pendorong pembangunan daerah, khususnya pada sektor kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Pembukaan Festival Pesona MU III ini ditandai dengan seremoni resmi oleh Sekda Sumbawa, dengan dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh penting daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1607/Sumbawa, Pengurus IMI Kabupaten Sumbawa, Perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Camat Moyo Utara beserta jajaran dan Forkopimcam, Para Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Utara  Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, seniman, budayawan, serta masyarakat Moyo Utara. (AM)

]]>
Sat, 29 Aug 2026 13:53:15 +0800 amr
Menuju Sumbawa Bebas Stunting, Wabup Ansori Ajak Semua Pihak Bersinergi Lewat GENTING https://amarmedia.co.id/menuju-sumbawa-bebas-stunting-wabup-ansori-ajak-semua-pihak-bersinergi-lewat-genting https://amarmedia.co.id/menuju-sumbawa-bebas-stunting-wabup-ansori-ajak-semua-pihak-bersinergi-lewat-genting Menuju Sumbawa Bebas Stunting, Wabup Ansori Ajak Semua Pihak Bersinergi Lewat GENTING

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmen dalam percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang masif. Salah satu langkah strategis yang terus digalakkan adalah melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang melibatkan jajaran pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, media, hingga seluruh lapisan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi GENTING Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumbawa, pimpinan BUMN/BUMD, serta jajaran pemangku kepentingan terkait.

Komitmen Menyiapkan Generasi Unggul 2045

Dalam sambutannya, Wabup Ansori menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian vital dari upaya pemerintah daerah dalam melindungi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara serius, terpadu, dan berkelanjutan.

“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak. Langkah ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan dalam rangka menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Wabup Ansori.

Ia juga menginstruksikan agar pelaksanaan Program GENTING terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap intervensi dan bantuan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang menjadi sasaran program.

Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa pencegahan stunting tidak boleh dipersempit hanya pada pemberian makanan tambahan seperti telur dan susu. Intervensi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan sejak masa pranikah, kehamilan, menyusui, hingga pengawalan tumbuh kembang balita.

Capaian Positif di Tengah Tantangan Prevalensi

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si., mengungkapkan bahwa persoalan stunting di Kabupaten Sumbawa masih menjadi perhatian bersama.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa tercatat sebesar 29,8 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang berada pada angka 24,7 persen.

Di tengah tantangan tersebut, Kabupaten Sumbawa justru mencatatkan capaian kinerja yang sangat positif dalam pelaksanaan aksi nyata di lapangan melalui Program GENTING yakni Realisasi Bantuan & Edukasi mencapai 151,40 persen, melampaui target awal dan  pada Prestasi Regional menjadi salah satu capaian kinerja GENTING tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sasaran & Fokus Program GENTING

Junaedi menjelaskan, GENTING yang telah diluncurkan sejak tahun 2025 dirancang untuk mendorong aksi gotong royong dalam bentuk kemitraan orang tua asuh. Melalui program ini, para pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan langsung kepada keluarga berisiko stunting, baik berupa Dukungan Nutrisi melalui Bantuan pangan bergizi, susu, dan suplemen mikronutrien, dan  Edukasi pengasuhan, penyebarluasan informasi kesehatan, serta pendampingan sanitasi keluarga.

Adapun sasaran utama gerakan ini mencakup keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan anak di bawah usia dua tahun (baduta).

“Kolaborasi seluruh komponen masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan SDM Kabupaten Sumbawa yang sehat, unggul, berprestasi, berakhlak mulia, dan produktif sebagai langkah menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Junaedi.

Melalui penguatan sinergi GENTING, Pemkab Sumbawa optimistis bahwa gerakan ini tidak sekadar menjadi program bantuan sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan demi menghadirkan generasi Sumbawa yang sehat dan berkualitas. (AM)

]]>
Fri, 28 Aug 2026 20:34:45 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Resmikan Pos Damkar Zona Moyo Hulu untuk Pangkas Waktu Tanggap Darurat https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-resmikan-pos-damkar-zona-moyo-hulu-untuk-pangkas-waktu-tanggap-darurat https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-resmikan-pos-damkar-zona-moyo-hulu-untuk-pangkas-waktu-tanggap-darurat Pemkab Sumbawa Resmikan Pos Damkar Zona Moyo Hulu untuk Pangkas Waktu Tanggap Darurat

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen memperkuat jangkauan dan kualitas pelayanan publik hingga ke tingkat kecamatan. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui peresmian Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Zona Kecamatan Moyo Hulu, Jumat (28/8/2026).

Wakil Bupati Sumbawa menegaskan bahwa keberadaan pos anyar ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik semata, melainkan wujud kehadiran pemerintah yang nyata, cepat, dan responsif dalam merespons situasi darurat masyarakat, baik musibah kebakaran maupun kejadian yang membutuhkan layanan penyelamatan khusus.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan sarana dan pelayanan yang responsif sesuai kebutuhan wilayah,” tegas Wakil Bupati Sumbawa saat memberikan sambutan.

Menurutnya, peningkatan pelayanan publik harus terus dilakukan secara nyata dan terukur agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. Pelayanan darurat yang cepat, tanggap, dan tepat sasaran menjadi prioritas utama untuk memberikan rasa aman serta perlindungan maksimal bagi masyarakat.

Dengan beroperasinya Pos Damkar dan Penyelamatan Zona Kecamatan Moyo Hulu, waktu tanggap (response time) petugas dalam menangani berbagai kondisi darurat di wilayah Kecamatan Moyo Hulu dan sekitarnya dapat dipangkas secara siginifikan. Jarak tempuh yang lebih singkat memungkinkan personel bergerak lebih cepat sesaat setelah menerima laporan dari warga.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh Pemkab Sumbawa dalam memperluas jangkauan layanan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi bencana di tingkat lokal (AM)

]]>
Fri, 28 Aug 2026 19:48:35 +0800 amr
Akankah Tuntas Sesuai Target? Proyek IJD Batu Dulang–Punik Kini Mulai Diaspal, Progres Capai 55,29 Persen https://amarmedia.co.id/akankah-tuntas-sesuai-target-proyek-ijd-batu-dulangpunik-kini-mulai-diaspal-progres-capai-5529-persen https://amarmedia.co.id/akankah-tuntas-sesuai-target-proyek-ijd-batu-dulangpunik-kini-mulai-diaspal-progres-capai-5529-persen Akankah Tuntas Sesuai Target? Proyek IJD Batu Dulang–Punik Kini Mulai Diaspal, Progres Capai 55,29 Persen

Sumbawa Besar.Amarmdia.co.id — Pengerjaan proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) ruas Batu Dulang–Punik di Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan tren positif. Memasuki pekan ke-33 pelaksanaan, progres fisik pengerjaan telah mencapai 55,29 persen. Salah satu perkembangan paling signifikan terlihat pada segmen Brang Treng menuju Punik yang kini sudah memasuki tahap pengaspalan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, mengungkapkan bahwa capaian fisik tersebut berhasil melampaui target yang telah direncanakan.

"Progresnya saat ini berada di angka 55,29 persen dari rencana awal 55,216 persen. Artinya, ada deviasi positif sekitar 0,013 persen," ujar Suharmaji saat memberikan keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Suharmaji menjelaskan, proyek ini dialokasikan waktu pengerjaan selama 330 hari kalender, terhitung sejak November 2025 hingga November 2026. Memasuki hari ke-231 pelaksanaan, sisa waktu efektif yang dimiliki pelaksana yakni sekitar 99 hari kalender.

Menurut Suharmaji, sebagian besar capaian progres 55 persen saat ini masih disumbang oleh pekerjaan persiapan konstruksi dan struktur penunjang. Hal tersebut meliputi pembangunan saluran air, pemasangan pengaman tebing, bronjong penahan, pengeprasan tebing, hingga penghamparan Lapisan Pondasi Agregat (LPA).

Kendati demikian, titik-titik krusial proyek mulai menunjukkan perubahan fisik yang menggembirakan. Selain segmen Brang Treng hingga Punik, pengaspalan juga telah dilakukan pada segmen awal sebelum memasuki kawasan Brang Treng.

“Yang cukup menggembirakan, pengaspalan sudah mulai dilakukan dari segmen Brang Treng sampai Punik. Begitu pula pada segmen awal sebelum memasuki Brang Treng,” jelasnya.

Khusus di segmen Brang Treng, kontraktor pelaksana saat ini tengah merampungkan sejumlah pekerjaan pendukung. Pekerjaan tersebut mencakup persiapan pemasangan saluran U-ditch dan perkerasan lahan pada lokasi perubahan trase (realignment).

Perubahan trase ini menjadi tantangan tersendiri mengingat kondisi medan yang berbukit dan didominasi material batuan keras, sehingga membutuhkan penanganan khusus berupa pengorasan dan pengerjaan tanah.

“Untuk Brang Treng, fokus saat ini pada pemasangan U-ditch dan perkerasan lahan karena ada penyesuaian trase baru. Pengeprasan masih dilakukan pada titik-titik yang banyak material batu,” tambah Suharmaji.

Mampukah Rampung Mulus di Akhir Oktober?

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan seluruh segmen jalan—baik segmen satu, dua (Brang Treng), maupun segmen tiga—dapat tuntas teraspal pada akhir Oktober 2026.

Setelah pengaspalan rampung, pelaksana akan melanjutkan ke tahap penyelesaian pekerjaan minor dan kelengkapan keselamatan jalan, seperti pemasangan patok beton, pengarah lalu lintas (delineator), serta marka jalan.

Dukungan cuaca yang relatif cerah dalam beberapa pekan terakhir diharapkan dapat mempercepat akselerasi pengerjaan tanah dan pengaspalan di lapangan.

“Kita harapkan cuaca tetap mendukung dan tidak terjadi hujan berkepanjangan. Kami meminta komitmen dan akselerasi dari pihak rekanan agar target seluruh segmen teraspal pada akhir Oktober bisa tercapai, sehingga sisa waktu hingga November tinggal penyelesaian item pelengkap,” pungkas Suharmaji.(AM/Ran)

]]>
Fri, 28 Aug 2026 11:40:12 +0800 amr
Pelaku UMKM Kopi Punik Sumbawa Apresiasi Presiden Prabowo dan Bupati Jarot atas Rekonstruksi Jalan Batudulang–Punik https://amarmedia.co.id/pelaku-umkm-kopi-punik-sumbawa-apresiasi-presiden-prabowo-dan-bupati-jarot-atas-rekonstruksi-jalan-batudulangpunik https://amarmedia.co.id/pelaku-umkm-kopi-punik-sumbawa-apresiasi-presiden-prabowo-dan-bupati-jarot-atas-rekonstruksi-jalan-batudulangpunik Pelaku UMKM Kopi Punik Sumbawa Apresiasi Presiden Prabowo dan Bupati Jarot atas Rekonstruksi Jalan Batudulang–Punik

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Penantian panjang masyarakat Dusun Punik, Desa Batudulang, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa untuk menikmati akses jalan yang aman dan memadai akhirnya terwujud. Dimulainya proyek rekonstruksi jalan jalur Batudulang–Punik mendapat sambutan hangat dari warga setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Wiwin Suryani, salah satu warga Dusun Punik sekaligus pelaku UMKM pengolah produk unggulan lokal "Kopi Punik Sumbawa", menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam kepada pemerintah pusat dan daerah atas realisasi pembangunan infrastruktur tersebut.

"Puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih yang mendalam saya sampaikan kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto serta Bupati Sumbawa Bapak Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., atas perhatian besarnya terhadap infrastruktur di wilayah selatan ini," ujar Wiwin Suryani Jumat 28 Agustus 2026

Menurut Wiwin, jalur Batudulang–Punik selama ini memiliki medan yang sangat menantang, salah satunya tanjakan ekstrem yang dikenal warga sebagai *Paruak Brang Treng*. Kondisi tersebut kerap membahayakan keselamatan pengguna jalan dan menghambat mobilitas harian warga.

Dengan dimulainya pengerjaan jalan ini, akses transportasi diperkirakan akan jauh lebih aman dan efisien. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengguna jalan umum, tetapi juga bagi generasi muda dan perekonomian lokal.

"Pembangunan ini sangat berarti bagi keselamatan transportasi warga saat melintasi tanjakan ekstrem *Paruak Brang Treng*, menjamin kelancaran anak-anak kami menuju sekolah, serta mempercepat distribusi komoditas utama seperti kopi, kemiri, madu, dan hasil bumi lainnya ke pusat kota," jelasnya.

Selama ini, akses jalan yang sulit menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para petani dan pelaku usaha di wilayah perbukitan Batulanteh dalam memasarkan hasil panen. Dengan adanya perbaikan jalan yang mantap, waktu tempuh dan biaya logistik dapat ditekan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal seperti Kopi Punik di pasar yang lebih luas.

Masyarakat setempat berharap pengerjaan rekonstruksi jalan Batudulang–Punik dapat berjalan lancar tanpa kendala hingga selesai, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara maksimal oleh seluruh warga Kecamatan Batulanteh.(AM)

]]>
Fri, 28 Aug 2026 11:27:57 +0800 amr
Niat Baik, Tersandung Regulasi: Pelajaran dari Kasus Reseller Starlink di Mentawai https://amarmedia.co.id/niat-baik-tersandung-regulasi-pelajaran-dari-kasus-reseller-starlink-di-mentawai https://amarmedia.co.id/niat-baik-tersandung-regulasi-pelajaran-dari-kasus-reseller-starlink-di-mentawai Niat Baik, Tersandung Regulasi: Pelajaran dari Kasus Reseller Starlink di Mentawai"

By: I Made Widiarta

Sebelum beropini lebih dalam, saya ingin memberi apresiasi terlebih dahulu kepada pelaku RT/RW Net di Kepulauan Mentawai. Apa yang dilakukannya lahir dari kepedulian yang nyata terhadap kesenjangan digital di wilayah kepulauan yang selama ini sulit dijangkau infrastruktur fiber optik maupun jaringan seluler yang stabil. Ia melihat kebutuhan masyarakat akan internet — bukan hanya untuk hiburan, tapi untuk pendidikan, pekerjaan, layanan publik, dan komunikasi darurat saat bencana — lalu bertindak dengan mendirikan perusahaan dan membangun jaringan menggunakan Starlink sebagai sumber bandwidth. Ini adalah semangat kewirausahaan sosial yang patut dihargai, apalagi di daerah yang sering luput dari perhatian penyedia telekomunikasi besar.

Namun sebagai penggiat IT, saya percaya niat baik harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan. Teknologi yang hebat tanpa payung hukum yang benar justru bisa merugikan penggeraknya sendiri — dan itulah yang terjadi pada kasus ini.

Duduk Perkara: Bukan Soal "Boleh atau Tidak Boleh Jual Kembali"

Poin penting yang sering disalahpahami publik: menjual kembali layanan internet bukan otomatis ilegal di Indonesia. Yang menjadi persoalan adalah menjalankannya tanpa mekanisme perizinan dan kerja sama resmi yang dipersyaratkan.

1. Aturan dari Sisi Starlink (Terms of Service)

Ini bukan sekadar opini atau tafsir pihak ketiga — Starlink mencantumkannya secara eksplisit dan resmi dalam dokumen Terms of Service yang dipublikasikan langsung di situsnya. Pada bagian berjudul "No Resale or Unauthorized Agency", tertulis:

 "You may not resell access to the Services to others as a stand-alone, integrated or value-added service under this Agreement (whether acting as an agent, introducer or in any other capacity), unless authorized by Starlink."

Secara garis besar, ketentuan tersebut menegaskan bahwa pelanggan tidak diperbolehkan menjual kembali akses layanan kepada pihak lain — baik sebagai layanan berdiri sendiri, terintegrasi, maupun bernilai tambah, dalam kapasitas apa pun (sebagai agen, perantara, dan sebagainya) — kecuali mendapat izin resmi dari Starlink. Perlu dicatat, Starlink memberi pengecualian terbatas: pelanggan dengan Priority Plan diperbolehkan membagikan akses sebagai Wi-Fi komunitas atau hotspot kepada pihak ketiga, misalnya untuk tamu hotel atau penumpang kapal — namun ini jauh berbeda dengan model bisnis RT/RW Net yang menjual langganan internet layaknya ISP mandiri.

Dokumen yang sama juga menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan ini (Section 1) dapat berakibat pada penghentian layanan (Service termination) oleh Starlink secara sepihak. Referensi resmi dapat diakses langsung melalui laman Terms of Service Starlink di starlink.com/legal.

Dengan kata lain, akun residensial Starlink pada dasarnya dirancang untuk pemakaian pribadi/statis di satu titik, bukan untuk didistribusikan ulang sebagai bisnis penyedia internet.

2. Aturan dari Sisi Regulasi Indonesia

Di sinilah letak nuansa pentingnya: regulasi Indonesia sebenarnya membuka jalur legal untuk jual kembali jasa telekomunikasi, termasuk akses internet, asalkan memenuhi syarat berikut:

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran mengatur bahwa jasa multimedia, termasuk layanan akses internet, dapat dijual kembali berdasarkan pola kerja sama yang disepakati antara penyelenggara jasa telekomunikasi (dalam hal ini Starlink/operator resmi) dengan pelaksana jual kembali jasa telekomunikasi.

Pelaksana jual kembali (reseller) wajib memiliki Sertifikat Standar Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi yang diterbitkan melalui sistem OSS (Online Single Submission).

Reseller juga disyaratkan menggunakan merek dagang penyelenggara yang dijual kembali, memenuhi standar kualitas layanan, serta melakukan pencatatan pendapatan usaha sesuai ketentuan kerja sama.

Tanpa kerja sama resmi dan izin ini, penyelenggaraan akses internet ke publik — sekecil apa pun skalanya — berpotensi dikenai ketentuan pidana dalam Undang-Undang Telekomunikasi, karena dianggap sebagai penyelenggaraan telekomunikasi tanpa izin usaha.

Kasus di Mentawai menjadi contoh nyata dari celah ini: teknologi yang secara teknis mudah "dibagi ulang" (Starlink dish → router → jaringan RT/RW), namun secara hukum berstatus abu-abu jika dijalankan tanpa kerja sama dan sertifikasi resmi.

Opini Saya sebagai Penggiat IT

Saya ingin tegas menyatakan: saya tidak mendukung praktik RT/RW Net ilegal, sekalipun tujuannya mulia. Tapi izinkan saya luruskan dulu satu hal penting: saya bukannya tidak mendukung pemerataan akses internet di daerah 3T. Justru sebaliknya — saya senang dan bangga ketika ada penggiat IT yang berani turun tangan langsung berkontribusi nyata untuk daerahnya, mendorong pemerataan internet ke wilayah yang selama ini tertinggal. Semangat itu harus terus ada. Yang saya soroti bukan semangatnya, melainkan jalur dan regulasinya.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa penekanan pada regulasi ini penting:

Legalitas melindungi penggerak itu sendiri. Pelaku RT/RW Net di Mentawai menghadapi konsekuensi hukum bukan karena niatnya salah, tapi karena jalur yang ditempuh tidak memiliki payung hukum. Jika sejak awal mengurus Sertifikat Standar Jasa Jual Kembali dan menjalin kerja sama resmi, kemungkinan besar persoalan ini tidak akan muncul.

Legalitas melindungi konsumen. Reseller tanpa izin resmi tidak terikat standar kualitas layanan, tidak ada kejelasan tanggung jawab bila terjadi gangguan, dan konsumen tidak memiliki jalur perlindungan hukum yang jelas jika terjadi sengketa.

Ekosistem digital yang sehat butuh kepastian hukum, bukan celah abu-abu. Sebagai pelaku IT, saya melihat banyak talenta dan modal sosial yang terbuang percuma karena berjalan di jalur yang rentan disegel atau dipidanakan. Padahal jalur resminya — kerja sama dengan penyelenggara plus sertifikasi OSS — sudah tersedia, meski memang butuh proses dan tidak instan.

Analoginya sederhana, seperti membeli sebuah barang yang jelas-jelas tertera "dilarang diperjualbelikan kembali" — misalnya tiket konser dengan tulisan non-transferable, atau obat resep yang hanya boleh dikonsumsi oleh pasien yang bersangkutan — lalu tetap dijual kembali ke orang lain karena merasa "kan barangnya sudah saya beli, jadi terserah saya." Status kepemilikan barang secara fisik memang berpindah, tapi hak untuk memperjualbelikannya kembali tidak otomatis ikut berpindah jika sejak awal sudah dibatasi oleh perjanjian. Begitu pula dengan langganan Starlink: pelanggan memang memiliki perangkat kerasnya secara sah, tapi akses layanannya terikat pada ketentuan yang jelas-jelas melarang penjualan kembali tanpa izin. Melanggar batasan ini, sekecil apa pun niat di baliknya, tetap membawa konsekuensi hukum dan kontraktual.

Ini momentum, bukan hambatan. Kasus ini seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah dan Starlink atau Internet Provider lainnya untuk mempermudah skema kerja sama reseller resmi, terutama untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang justru paling diuntungkan oleh teknologi satelit LEO ini. Pemerintah bisa mengambil peran dengan memberikan edukasi kepada pelaku usaha RT/RW net ini agar bisa menjadi lebih tertib, begitu juga support untuk provider lokal harus digalakkan, support untuk provider lokal bisa jadi dalam bentuk mitra pemerintah dalam menjalankan agenda pemerataan digital. 

Penutup

Niat pelaku RT/RW Net untuk menghadirkan internet di Kepulauan Mentawai adalah semangat yang seharusnya kita dukung dan replikasi di banyak daerah tertinggal lainnya. Tapi caranya perlu diperbaiki: bangun kerja sama resmi dengan penyelenggara, urus Sertifikat Standar Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi lewat OSS, dan patuhi Terms of Service dari Internet Provider maupun UU Telekomunikasi. Dengan begitu, semangat menjembatani kesenjangan digital bisa berjalan berkelanjutan tanpa harus berhadapan dengan hukum.

Tentang Penulis ; 

I Made Widiarta, S.Kom., M.M.Inov. adalah dosen sekaligus praktisi di bidang Teknologi Informasi. Selain aktif dalam dunia akademik, penulis memiliki dan mengembangkan startup di bidang Teknologi Informasi serta aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi dan transformasi digital. Penulis juga merupakan Asesor BNSP dan memiliki perhatian terhadap pemanfaatan teknologi untuk mendukung inovasi, transformasi digital, pemerataan akses informasi, serta peningkatan kualitas layanan masyarakat.

Referensi regulasi: Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran; Undang-Undang Telekomunikasi; https://jdih.komdigi.go.id/produk_hukum/view/id/762/t/peraturan+pemerintah+nomor+46+tahun+2021 ; Starlink Terms of Service, Section 1 "No Resale or Unauthorized Agency" starlink.com/legal.

]]>
Thu, 27 Aug 2026 21:40:21 +0800 amr
Perkuat Sektor Pertanian Sumbawa, Komisi II DPRD dan Dispertan NTB Genjot Sinergi Irigasi dan Anggaran https://amarmedia.co.id/perkuat-sektor-pertanian-sumbawa-komisi-ii-dprd-dan-dispertan-ntb-genjot-sinergi-irigasi-dan-anggaran https://amarmedia.co.id/perkuat-sektor-pertanian-sumbawa-komisi-ii-dprd-dan-dispertan-ntb-genjot-sinergi-irigasi-dan-anggaran Perkuat Sektor Pertanian Sumbawa, Komisi II DPRD dan Dispertan NTB Genjot Sinergi Irigasi dan Anggaran

Mataram,Amarmedia.co.id— Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar kunjungan kerja dan rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (27/8/2026). Pertemuan ini berfokus pada penguatan sinergi program pembangunan sektor pertanian, optimalisasi alokasi anggaran, hingga percepatan penanganan infrastruktur irigasi di Kabupaten Sumbawa.

Rombongan Komisi II DPRD Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, S.I.P., dan diterima oleh Kepala Bidang Keamanan Mutu dan Diversifikasi Pangan Dinas Pertanian NTB, Muhammadin, S.P., serta Muhammad Jaswadi dari Bidang Prasarana, Sarana, dan Perlindungan Tanaman (PHSP).

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPRD Sumbawa menekankan pentingnya sinergi yang kuat, khususnya dengan Balai Pelatihan dan Informasi Pertanian (BPLIP). DPRD menyoroti bahwa berbagai kegiatan strategis Pemprov NTB yang bertempat di BPLIP perlu diimbangi dengan target pengembangan konkret yang menyasar langsung ke daerah.

Menjawab hal tersebut, pihak Dinas Pertanian Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, alokasi dana APBN juga disalurkan langsung ke pemerintah kabupaten/kota.

"Permasalahan yang dialami provinsi saat ini adalah peran kami berfokus pada pengawalan serta pemantauan dan evaluasi (monev), di mana anggarannya berada di BPLIP. Sementara untuk bantuan sarana dan prasarana (sapras) dialokasikan langsung ke kabupaten," ujar pihak Dinas Pertanian NTB.

Lebih lanjut dipaparkan, Pemprov NTB tengah menjalankan kerja sama strategis dengan Universitas Mataram (Unram) melalui Program Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) serta perbaikan saluran irigasi. Pihak provinsi mengapresiasi tingginya beban kerja dinas tingkat kabupaten dalam verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) meski dengan keterbatasan dana pendamping dari provinsi. Kesepakatan pun dicapai agar seluruh mekanisme pengusulan program mendatang dilakukan satu pintu melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa.

Saat menerima rombongan, Kabid Keamanan Mutu dan Diversifikasi Pangan Dispertan NTB, Muhammadin, S.P., menggarisbawahi krusialnya perhatian terhadap sarana air. Pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier harus menjadi prioritas utama guna mengantisipasi keterbatasan ketersediaan air di kawasan pertanian.

Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, menegaskan pihaknya akan terus mengawal aspirasi petani Sumbawa agar program strategis tetap mengalir ke daerah. Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, turut menyuarakan agar program unggulan Dinas Pertanian NTB diprioritaskan secara masif di Sumbawa demi mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani lokal. Hal senada disampaikan oleh Anggota Komisi II Kaharudin dan Juliansyah SE agar sektor pertanian menjadi prioritas dalam penganggaran demi kesejahteraan masyarakat. (AM)

]]>
Thu, 27 Aug 2026 18:29:04 +0800 amr
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung: Bupati Syarafuddin Jarot Ajak Warga Teladani Rasulullah dan Jaga Persatuan https://amarmedia.co.id/peringatan-maulid-nabi-di-masjid-agung-bupati-syarafuddin-jarot-ajak-warga-teladani-rasulullah-dan-jaga-persatuan https://amarmedia.co.id/peringatan-maulid-nabi-di-masjid-agung-bupati-syarafuddin-jarot-ajak-warga-teladani-rasulullah-dan-jaga-persatuan Peringatan Maulid Nabi di Masjid Agung: Bupati Syarafuddin Jarot Ajak Warga Teladani Rasulullah dan Jaga Persatuan

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Momentum Peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai fondasi utama dalam mengawali masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Hal tersebut disampaikan Bupati dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan gema shalawat melingkupi seantero Masjid Agung Syiarul Islam, Sumbawa. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H., anggota DPRD H. Zohran, S.H., Kapolres Sumbawa, Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran jemaah masjid.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang hadir menyemarakkan peringatan Maulid Nabi. Ia menegaskan bahwa sejak awal masa pemerintahan pasangan Jarot-Ansori, langkah kepemimpinan senantiasa diawali dengan semangat meneladani syariat dan ajaran Rasulullah SAW.

"Sebagai wujud penghormatan kita terhadap rumah Allah yang menjadi simbol kesucian, hal pertama yang kami benahi di awal pemerintahan adalah kebersihan fasilitas toilet dan sarana Masjid Agung. Kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah harus menjadi prioritas," ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan sejumlah inisiatif keagamaan yang telah berjalan di lingkungan Pemkab Sumbawa, di antaranya Pembangunan Masjid Kantor Bupati.  "Kami Menginisiasi pembangunan masjid di kompleks kantor Bupati Sumbawa melalui gotong royong ASN, bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan Yayasan Assidiq Alkhairiyyah" ungkap Haji Jarot 

Termasuk gerakan Shalat Subuh Berjamaah,  mengeluarkannya imbauan dan ajakan bagi masyarakat serta ASN untuk meramaikan masjid melalui shalat Subuh berjamaah dan mendorong seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumbawa untuk menyalurkan infak dan sedekah secara teratur melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Acara peringatan Maulid Nabi tersebut juga diisi dengan penyampaian dakwah Islamiyah oleh Ustadz Heruman Basyir, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Dalam ceramahnya, Ustadz Heruman menekankan pentingnya bersyukur, memperbanyak shalawat, serta menjaga persatuan sebagai pondasi utama kemenangan dan keberkahan daerah.

Ustadz Heruman mengingatkan bahwa teladan (uswah) dari para pemimpin, kepala sekolah, hingga tokoh masyarakat akan melahirkan kepercayaan (ikram), kepatuhan (ta'ah), dan keberkahan bagi masyarakat. Prinsip keadilan, tenggang rasa (toleransi), dan saling memahami (tafahum) menjadi tiga syarat utama dalam menjaga kerukunan serta mendukung terwujudnya visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Menutupi sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta HUT Kemerdekaan RI sebagai pijakan untuk menguatkan rasa cinta kepada Rasulullah dan mempererat tali silaturahmi.

Sebagai penutup, Bupati menyampaikan sebuah pantun indah di hadapan para jemaah "Burung merpati terbang ke awan, Hinggap sebentar di atas menara.Nabi Muhammad suri teladan,Akhlak mulia sepanjang masa"(AM)

]]>
Thu, 27 Aug 2026 01:28:44 +0800 amr
Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Pemkab Sumbawa Raih Juara 3 Jamsostek Award 2026 https://amarmedia.co.id/komitmen-lindungi-pekerja-rentan-pemkab-sumbawa-raih-juara-3-jamsostek-award-2026 https://amarmedia.co.id/komitmen-lindungi-pekerja-rentan-pemkab-sumbawa-raih-juara-3-jamsostek-award-2026 Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Pemkab Sumbawa Raih Juara 3 Jamsostek Award 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali mengukir prestasi di tingkat regional. Pemkab Sumbawa berhasil meraih Juara 3 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota pada ajang Penganugerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) Tahun 2026 yang digelar di Mataram, Rabu (26/8/2026).

Penghargaan bergengsi yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Wakil Gubernur NTB dengan didampingi Direktur SUPD Kementerian Dalam Negeri serta Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa).

Kepada Wartawan, Sekretaris Daerah mengatakan penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan secara konsisten. "Sumbawa dinilai sukses memperluas cakupan kepesertaan pekerja, meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja, serta mempererat sinergi lintas sektor bersama BPJS Ketenagakerjaan" ujar Doktor Budi .

Tak hanya bagi pekerja formal, Pemkab Sumbawa juga dinilai sangat aktif mendorong perluasan perlindungan bagi pekerja rentan dan sektor informal. Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis serta program nyata yang berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pekerja di daerah.

Capaian Juara 3 Jamsostek Award 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadirkan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan pekerja di wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 26 Aug 2026 16:12:13 +0800 amr
Tradisi Maulid Dusun Kaduk Tetap Terjaga, Ketua Umum Pajatu Adat LATS Berikan Apresiasi https://amarmedia.co.id/tradisi-maulid-dusun-kaduk-tetap-terjaga-ketua-umum-pajatu-adat-lats-berikan-apresiasi https://amarmedia.co.id/tradisi-maulid-dusun-kaduk-tetap-terjaga-ketua-umum-pajatu-adat-lats-berikan-apresiasi Tradisi Maulid Dusun Kaduk Tetap Terjaga, Ketua Umum Pajatu Adat LATS Berikan Apresiasi

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrahman, Dusun Kaduk, Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Selasa (25/8/2026), berlangsung meriah dan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan tersebut diikuti masyarakat setempat dengan antusias dan menampilkan tradisi khas Maulid Dusun Kaduk yang hingga saat ini masih terpelihara dengan baik.

Pelaksanaan Maulid di Dusun Kaduk menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana masyarakat tetap menjaga warisan tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat setempat masih mempertahankan berbagai tradisi baik peninggalan para orang tua terdahulu, khususnya tradisi yang memiliki nilai keagamaan, kebersamaan, dan mempererat tali silaturahmi.

Ketua Umum Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, memberikan apresiasi terhadap masyarakat Dusun Kaduk yang masih mampu mempertahankan tradisi Maulid tersebut.

Menurutnya, tradisi yang masih hidup dan dilaksanakan masyarakat merupakan bagian dari kekayaan adat dan budaya Sumbawa yang patut dijaga. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial dan keagamaan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa menjaga tradisi bukan berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Sebaliknya, tradisi yang baik perlu dipertahankan dengan tetap menyesuaikannya dengan perkembangan kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Tradisi yang baik seperti yang masih dilaksanakan masyarakat Dusun Kaduk ini harus kita apresiasi dan pertahankan. Ini merupakan warisan dari para orang tua kita yang di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, gotong royong, silaturahmi dan kecintaan terhadap agama,” ujarnya.

Dr. M. Ihsan Safitri juga berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pelaksanaan tradisi, tetapi ikut terlibat dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, tradisi tersebut tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus hidup dan menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Selain menjadi momentum untuk menjaga tradisi, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.

Hikmah Maulid disampaikan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan.

Ia menjelaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi harus dibuktikan dengan meneladani akhlak dan perilaku beliau dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW merupakan contoh terbaik dalam kehidupan bermasyarakat, baik dalam hubungan dengan keluarga, sesama manusia maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang hamba kepada Allah SWT.

“Peringatan Maulid hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali meneladani Rasulullah SAW. Akhlak beliau harus menjadi contoh dalam kehidupan kita, baik dalam keluarga, bermasyarakat maupun dalam menjalankan amanah,” demikian pesan yang disampaikan dalam hikmah Maulid tersebut.

Dea Guru Syukri Rahmat juga mengingatkan jamaah agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. Sikap jujur, amanah, sabar, peduli terhadap sesama, serta menjaga persaudaraan merupakan bagian dari akhlak Rasulullah SAW yang harus terus dihidupkan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua PHBI Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, H. Syarapuddin, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia menegaskan bahwa berbagai tradisi baik yang telah diwariskan oleh para orang tua terdahulu akan tetap dipertahankan. Menurutnya, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dusun Kaduk dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakat.

“Tradisi yang baik dari para orang tua kita dahulu akan tetap kita pertahankan. Ini merupakan warisan yang harus kita jaga bersama agar anak cucu kita nantinya tetap mengetahui dan memahami tradisi yang telah dilaksanakan oleh orang tua kita,” ungkapnya.

H. Syarapuddin berharap kegiatan Maulid tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi juga mampu memberikan manfaat dalam meningkatkan keimanan dan memperkuat hubungan silaturahmi antarwarga.

Semarak peringatan Maulid di Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk menunjukkan bahwa kehidupan keagamaan dan tradisi masyarakat masih berjalan secara harmonis. Masyarakat bersama tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat turut mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Kaduk pada akhirnya bukan hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, mempertahankan tradisi leluhur yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi muda.

Dengan tetap terjaganya tradisi Maulid yang khas tersebut, masyarakat Dusun Kaduk diharapkan mampu mempertahankan identitas budaya dan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun, sekaligus menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Apresiasi yang diberikan Ketua Umum Pajatu Adat LATS Kabupaten Sumbawa menjadi dorongan bagi masyarakat Dusun Kaduk untuk terus merawat tradisi yang baik. Perpaduan antara nilai agama, adat dan budaya diharapkan dapat terus menjadi kekuatan dalam membangun kebersamaan masyarakat Sumbawa, khususnya di wilayah Dusun Kaduk, Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh. (AM)

]]>
Wed, 26 Aug 2026 10:45:46 +0800 amr
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Tutup Soekarno Cup Zona Selatan, Juara Zona Melaju ke Grand Final https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-tutup-soekarno-cup-zona-selatan-juara-zona-melaju-ke-grand-final https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-tutup-soekarno-cup-zona-selatan-juara-zona-melaju-ke-grand-final Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Tutup Soekarno Cup Zona Selatan, Juara Zona Melaju ke Grand Final

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., secara resmi menutup Kejuaraan Bola Voli Soekarno Cup Zona Selatan yang berlangsung di Desa Marga Karya, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa Selasa 25 Agustus 2026.

Penutupan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil II yang juga Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Golkar Dapil II Muhammad Zain, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil I M. Jabir, S.Pd., Kepala Desa Marga Karya, Kepala Desa Mokong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua PBVSI Kabupaten Sumbawa Amilan Hatta, S.AP., M.Si., serta tokoh masyarakat dan pemuda.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan tingginya dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan Soekarno Cup sekaligus pengembangan olahraga bola voli di Kabupaten Sumbawa.

Abdul Rafiq menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, pemerintah desa, aparat keamanan, PBVSI, masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan sehingga berjalan dengan baik dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Yang paling penting dari turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana kita memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berkompetisi, mengembangkan bakat, membangun sportivitas dan mempererat persaudaraan,” ujar Abdul Rafiq.

Ia berharap kehadiran Soekarno Cup di wilayah selatan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan adanya Soekarno Cup di wilayah selatan ini, bisa menjadi sarana hiburan bagi rakyat. Di saat yang sama, melalui kegiatan seperti ini, kami ingin PDI Perjuangan semakin dekat dengan rakyat, hadir di tengah masyarakat dan bersama-sama membangun ruang-ruang positif bagi generasi muda,” kata Abdul Rafiq.

Menurutnya, kedekatan partai dengan masyarakat tidak hanya dibangun melalui kegiatan politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial, olahraga dan kegiatan kemasyarakatan yang memberikan manfaat secara langsung.

Zona Barat Digelar 1 September 2026

Rangkaian Soekarno Cup selanjutnya akan berlanjut ke Zona Barat di Kecamatan Alas pada 1 September 2026.

Abdul Rafiq menjelaskan bahwa setiap zona merupakan bagian dari tahapan menuju pertandingan puncak.

“Juara 1 dan juara 2 kategori putra dan putri dari masing-masing zona akan melaju ke Grand Final Soekarno Cup yang akan dilaksanakan pada September 2026,” jelasnya.

Ia berharap seluruh tim tetap menjaga semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi fair play.

“Bagi tim yang belum berhasil menjadi juara di zona ini, jangan berkecil hati. Tetap semangat. Bagi yang berhasil menjadi juara, jangan cepat puas karena tantangan berikutnya adalah Grand Final. Kita ingin Soekarno Cup melahirkan atlet-atlet bola voli terbaik Sumbawa,” katanya.

Abdul Rafiq juga menegaskan bahwa olahraga merupakan salah satu sarana strategis untuk membangun karakter generasi muda.

“Dari lapangan olahraga kita membangun disiplin, kerja sama, sportivitas dan semangat gotong royong. Ini yang harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pertandingan Zona Selatan di Desa Marga Karya, perhatian selanjutnya akan tertuju pada Soekarno Cup Zona Barat di Kecamatan Alas pada 1 September 2026.

“Semoga seluruh rangkaian Soekarno Cup berjalan sukses sampai Grand Final. Yang paling penting, masyarakat terhibur, anak-anak muda memiliki ruang untuk berprestasi, dan PDI  Perjuangan semakin dekat dan hadir bersama rakyat,” tutup Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Wed, 26 Aug 2026 08:56:31 +0800 amr
Bawa Misi Pemulihan Pasca&Darurat, Solidaritas NTB untuk NTT Dipastikan Berlanjut https://amarmedia.co.id/bawa-misi-pemulihan-pasca-darurat-solidaritas-ntb-untuk-ntt-dipastikan-berlanjut https://amarmedia.co.id/bawa-misi-pemulihan-pasca-darurat-solidaritas-ntb-untuk-ntt-dipastikan-berlanjut Bawa Misi Pemulihan Pasca-Darurat, Solidaritas NTB untuk NTT Dipastikan Berlanjut

MATARAM.Amarmedia.co.id — Solidaritas kemanusiaan Nusa Tenggara Barat (NTB) bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana dipastikan terus berlanjut meski masa tanggap darurat telah berakhir. Setelah menyalurkan layanan kesehatan, logistik, air bersih, dan kebutuhan dasar, kini fokus bantuan mulai diarahkan pada tahap pemulihan dan rekonstruksi jangka panjang.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam dialog program NTB Bicara TVRI NTB bertema “NTB–NTT Bersatu: Solidaritas di Tengah Bencana”, Selasa (25/8).

Ketua Tim Solidaritas Kemanusiaan NTB–NTT sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, menyampaikan bahwa empati besar dari Gubernur dan warga NTB dilandasi pengalaman pahit saat menghadapi gempa besar Lombok pada 2018 lalu.

“Pengalaman tahun 2018 masih membekas. Pak Gubernur sangat memahami rasa takut, kecemasan, dan trauma yang dirasakan saudara-saudara kita di NTT. Musibah bukan sekadar bangunan rusak, tetapi juga soal psikologis warga,” ujar Aka, sapaan akrabnya.

Aka menjelaskan, tim relawan tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga kehadiran emosional untuk menguatkan warga terdampak. Di lapangan, tim menemukan modal sosial yang sangat kuat, seperti ketertiban pembagian bantuan, semangat gotong royong, hingga toleransi antarumat beragama yang saling mendoakan di posko pengungsian.

Meski demikian, fase pemulihan membawa tantangan baru. Kebutuhan warga kini bergeser ke perbaikan hunian, fasilitas publik, akses jalan, pemulihan pendidikan, kesehatan, serta keberlanjutan ekonomi. Untuk itu, percepatan pendataan dan asesmen kebutuhan menjadi kunci utama.

“Pengalaman di Lombok membuktikan recovery butuh data yang akurat dan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tegas Aka.

Dukungan serupa disampaikan Relawan Peduli NTT, Dr. Furkan. Menurutnya, hubungan NTB dan NTT didasari ikatan sejarah, sosial, dan budaya yang erat, sehingga musibah di NTT turut dirasakan sebagai duka warga NTB.

Sementara itu, Koordinator NGO Connection NTB, Lalu Lauhul Hamdi, mengingatkan bahwa ujian kemanusiaan sejati terletak pada pendampingan pasca-bencana ketika perhatian publik mulai mereda.

“Tantangan utamanya adalah siapa yang bertahan mendampingi masyarakat pada tahap rekonstruksi. Konsorsium NGO dan relawan terus berkoordinasi agar dukungan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek,” pungkasnya.(AM)

]]>
Wed, 26 Aug 2026 08:47:59 +0800 amr
Kepala Desa Baturotok Tunaikan Zakat Maal berupa Kopi melalui BAZNAS Sumbawa, Jadi Teladan bagi Masyarakat https://amarmedia.co.id/kepala-desa-baturotok-tunaikan-zakat-maal-berupa-kopi-melalui-baznas-sumbawa-jadi-teladan-bagi-masyarakat https://amarmedia.co.id/kepala-desa-baturotok-tunaikan-zakat-maal-berupa-kopi-melalui-baznas-sumbawa-jadi-teladan-bagi-masyarakat Kepala Desa Baturotok Tunaikan Zakat Maal berupa Kopi melalui BAZNAS Sumbawa, Jadi Teladan bagi Masyarakat

Baturotok, Sumbawa.Amarmedia.co.id— Selasa, 25 Agustus 2026. Keteladanan dalam menunaikan kewajiban zakat ditunjukkan oleh Kepala Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Edy Wijaya Kusuma. Di tengah masyarakat yang terus didorong untuk meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi, Edy menyalurkan zakat maal hasil pertanian/perkebunan berupa kopi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa.

Penyerahan zakat maal tersebut berlangsung di Masjid Jami Baitussalam, Desa Baturotok, Senin (24/8/2026), bertepatan dengan kegiatan pendistribusian program 100 Mustahik Per Desa. Zakat maal tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., didampingi jajaran pimpinan BAZNAS, yakni Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si., serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI.

Suasana penyerahan berlangsung penuh makna. Di hadapan para pimpinan BAZNAS, perangkat desa, para mustahik, dan masyarakat Desa Baturotok, zakat yang bersumber dari hasil perkebunan kopi itu menjadi simbol kepedulian sekaligus pengingat bahwa keberkahan rezeki tidak hanya terletak pada apa yang diperoleh, tetapi juga pada apa yang disisihkan untuk mereka yang berhak menerimanya.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan apresiasi atas langkah Kepala Desa Baturotok yang telah menunaikan zakat maal melalui lembaga resmi. Menurutnya, apa yang dilakukan Edy Wijaya Kusuma bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai seorang Muslim, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat, khususnya para petani dan pekebun, untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

Zakat, lanjutnya, memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial. Ketika zakat dikelola melalui lembaga resmi, penyalurannya dapat dilakukan secara lebih terarah kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Desa Baturotok Edy Wijaya Kusuma menyampaikan bahwa zakat maal yang disalurkannya merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Sebagai kepala desa, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh kepada masyarakat, khususnya dalam menunaikan kewajiban zakat.

Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi pemantik kesadaran masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan zakat agar tidak ragu menyalurkannya melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

“Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama. Apa yang kita miliki ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Penyerahan zakat maal hasil pertanian/perkebunan itu disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS, perangkat Desa Baturotok, para mustahik, serta masyarakat setempat. Momentum tersebut semakin istimewa karena dilaksanakan bersamaan dengan pendistribusian bantuan kepada 100 mustahik di Desa Baturotok.

Program tersebut memperlihatkan bahwa zakat yang dihimpun dari masyarakat pada akhirnya kembali kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Dari tangan para muzaki, zakat menjadi harapan bagi para mustahik; dari hasil perkebunan kopi, lahir kepedulian dan kebahagiaan bagi sesama.

Apa yang dilakukan Kepala Desa Baturotok menjadi pesan sederhana namun mendalam: menjadi pemimpin bukan hanya tentang mengajak masyarakat melalui kata-kata, tetapi juga memberikan contoh melalui tindakan. Ketika seorang kepala desa terlebih dahulu menunjukkan kepatuhan dalam menunaikan zakat, diharapkan tumbuh kepercayaan dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya zakat.

Melalui keteladanan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap semakin banyak masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang telah memenuhi ketentuan zakat, dapat menunaikan zakat maal melalui lembaga resmi. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga menjadi kekuatan sosial untuk membantu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Momentum di Masjid Jami Baitussalam pada Senin, 24 Agustus 2026, akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni penyerahan zakat. Ia menjadi gambaran tentang bagaimana syukur, kepemimpinan, kepedulian, dan gotong royong dapat bertemu dalam satu kebaikan.

Dari perkebunan kopi masyarakat Baturotok, mengalir rezeki. Dari rezeki itu lahir zakat. Dan dari zakat tersebut, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan. (AM)

]]>
Tue, 25 Aug 2026 19:16:29 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Hadir Menyapa: 100 Mustahik per Desa, Menjangkau Puncak hingga Dusun Kaduk Desa Baturotok https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-menyapa-100-mustahik-per-desa-menjangkau-puncak-hingga-dusun-kaduk-desa-baturotok https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-menyapa-100-mustahik-per-desa-menjangkau-puncak-hingga-dusun-kaduk-desa-baturotok BAZNAS Sumbawa Hadir Menyapa: 100 Mustahik per Desa, Menjangkau Puncak hingga Dusun Kaduk Desa Baturotok 

Sumbawa. Baturotok. Amarmedia.co.id — Di tengah hamparan perbukitan dan kehidupan masyarakat yang terus berjuang menjemput harapan, kepedulian kembali mengetuk pintu-pintu warga. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa melalui program “100 Mustahik per Desa” menyasar masyarakat di wilayah Puncak, Baturotok hingga Dusun Kaduk, Desa Baturotok.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus, dengan dua titik penyaluran, yakni di Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok dan Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, Desa Baturotok.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, didampingi Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si., Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, MHI., serta Kabid P3imas Pahriyadi, S.AP.

Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS terus diupayakan agar hadir sedekat mungkin dengan mereka yang membutuhkan.

Penyaluran pertama dilaksanakan setelah salat Zuhur di Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok. Dalam kesempatan tersebut, jajaran BAZNAS menyampaikan bantuan sekaligus memberikan penguatan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang diterima menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban kehidupan.

Dari Baturotok, langkah pelayanan kemudian berlanjut pada malam hari. Usai salat Isya, rombongan BAZNAS menuju Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk untuk melanjutkan penyaluran kepada para mustahik.

Suasana penuh haru dan keakraban terasa dalam setiap rangkaian kegiatan. Wajah-wajah penerima manfaat menyimpan cerita tentang perjuangan, sementara kehadiran BAZNAS menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen kepedulian sosial sekaligus amanah yang harus dikelola dan disalurkan kepada mereka yang berhak.

Program 100 Mustahik per Desa menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke desa-desa, termasuk wilayah yang secara geografis membutuhkan perhatian dan pelayanan lebih dekat.

Sementara itu, Kepala Desa Baturotok, Edi Wijaya Kusuma, S.AP., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Kabupaten Sumbawa terhadap masyarakat Baturotok.

Menurutnya, kehadiran BAZNAS membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Bantuan ini bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menguatkan masyarakat,” demikian semangat yang tergambar dalam sambutan dan apresiasi pemerintah desa.

Rasa syukur juga disampaikan langsung oleh para penerima manfaat. Ibu Saiti dan Ibu Hajar, mewakili penerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga bantuan tersebut sampai kepada mereka.

Bagi mereka, bantuan yang diterima mungkin tidak akan menghapus seluruh persoalan kehidupan. Namun, bantuan itu cukup untuk menghadirkan senyum, mengurangi beban, dan menumbuhkan kembali keyakinan bahwa masih banyak tangan yang peduli.

Di situlah sesungguhnya makna zakat menemukan ruhnya.

Zakat bukan sekadar angka yang berpindah dari tangan muzakki kepada mustahik. Ia adalah harapan yang disampaikan. Ia adalah kepedulian yang diwujudkan. Ia adalah jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelapangan dengan mereka yang sedang bertahan dalam keterbatasan.

Dari Masjid Jami Darussalam hingga Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat hingga ke pelosok.

Sebab, setiap rupiah zakat yang ditunaikan dengan ikhlas memiliki cerita. Dan di Baturotok, cerita itu menjelma menjadi senyum para mustahik.(AM)

]]>
Tue, 25 Aug 2026 19:13:45 +0800 amr
Rumah Panggung di Plampang Ludes Terbakar Saat Pemilik Tertidur Pulas, Kerugian Tembus Rp 200 Juta https://amarmedia.co.id/rumah-panggung-di-plampang-ludes-terbakar-saat-pemilik-tertidur-pulas-kerugian-tembus-rp-200-juta https://amarmedia.co.id/rumah-panggung-di-plampang-ludes-terbakar-saat-pemilik-tertidur-pulas-kerugian-tembus-rp-200-juta Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Pamunga, Desa Usar, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, pada Senin (24/8/2026) siang. Satu unit rumah panggung kayu milik Ibu Ramlah ludes terbakar si jago merah saat korban tengah tertidur pulas di dalam rumah.

Kendati bangunan beserta isinya rata dengan tanah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kabupaten Sumbawa, informasi peristiwa kebakaran pertama kali diterima oleh petugas Pos Regu 3 Zona Plampang dari warga setempat melalui sambungan telepon pada pukul 11.31 WITA.

Saat api mulai berkobar, pemilik rumah, Ibu Ramlah, diketahui sedang berada di dalam rumah dan tertidur. Beruntung, ia berhasil diselamatkan sebelum api membesar dan mengepung seluruh bangunan.

Menerima laporan darurat tersebut, armada 1 unit fire truck beserta personil Disdamkartan Regu 3 Zona Plampang bergerak menuju lokasi dan tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 11.45 WITA.

Petugas sempat menemui kendala di perjalanan lantaran kondisi jalan menuju Dusun Pamunga mengalami kerusakan cukup parah, sehingga memperlambat mobilisasi armada.

Selain itu, konstruksi bangunan rumah yang terbuat dari kayu dipadukan dengan hembusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan seluruh bagian rumah beserta isinya.

Meski tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka, musibah ini mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit. Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 200.000.000,-

Barang-barang milik korban yang ikut hangus terbakar meliputi:

 1 Unit Bangunan Rumah Panggung Kayu 1 Unit Sepeda Motor 30 Karung Gabah hasil pertanian Seluruh perabotan rumah tangga dan barang berharga lainnya

Upaya pemadaman berlangsung intensif selama hampir dua jam. Aksi tanggap dan gotong royong ditunjukkan oleh jajaran Disdamkartan Kab. Sumbawa (termasuk Kabid OP, Danpos, dan Anggota Regu 3 Zona Plampang), Kepala Desa Usar, personil Polsek Plampang, Koramil Plampang, serta warga masyarakat setempat.

Tepat pada pukul 13.30 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan secara total dan situasi dipastikan aman, lancar, serta terkendali tanpa merambat ke rumah-rumah warga sekitar. Setelah memastikan situasi benar-benar kondusif, personil pemadam kembali ke Pos Plampang pada pukul 13.50 WITA.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kemunculan api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan otoritas berwenang. (AM)

]]>
Mon, 24 Aug 2026 15:52:56 +0800 amr
Perkuat Pelestarian Warisan Budaya, Sumbawa Kini Miliki 8 Tenaga Ahli Cagar Budaya dan 1 Kurator Sertifikasi BNSP https://amarmedia.co.id/perkuat-pelestarian-warisan-budaya-sumbawa-kini-miliki-8-tenaga-ahli-cagar-budaya-dan-1-kurator-sertifikasi-bnsp https://amarmedia.co.id/perkuat-pelestarian-warisan-budaya-sumbawa-kini-miliki-8-tenaga-ahli-cagar-budaya-dan-1-kurator-sertifikasi-bnsp Perkuat Pelestarian Warisan Budaya, Sumbawa Kini Miliki 8 Tenaga Ahli Cagar Budaya dan 1 Kurator Sertifikasi BNSP

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kebudayaan. Kabupaten ini resmi memperkuat barisan pelestarian warisan daerah dengan ditetapkannya 8 Tenaga Ahli Pelestarian Cagar Budaya (TAPCB) dan 1 Kurator Museum yang telah meraih predikat KOMPETEN tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Capaian ini menempatkan Kabupaten Sumbawa sebagai satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki tim TACB, TAPCB, dan Kurator Museum bersertifikat resmi BNSP.

Adapun Daftar Tenaga Ahli dan Kurator Berpredikat Kompeten adalah Ir. H. Iskandar D, M.Ec.Dev sebagai Tenaga Ahli Pendaftaran Cagar Budaya, Aries Zulkarnain, S.Pd., M.M.Inov sebagai Tenaga Ahli Zonasi Cagar Budaya, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A. sebagai Tenaga Ahli Pemugaran Cagar Budaya & Kurator Museum (Direktur Museum Bala Datu Ranga), Tri Satriawansyah sebagai Tenaga Ahli Pemugaran Cagar Budaya, Rudy Kaharuddin sebagai Tenaga Ahli Zonasi Cagar Budaya, Anton Susilo sebagai Tenaga Ahli Pemotretan Cagar Budaya, Sutan Syahrir sebagai Tenaga Ahli Pemotretan Cagar Budaya dan Anggie Regita Cahyani sebagai Tenaga Ahli Pendaftaran Cagar Budaya

Kepada media ini Minggu 23 Agustus 2026 Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A. menjelaskan Sejak tahun 2022, Kabupaten Sumbawa telah memenuhi kuota maksimal 7 anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tingkat kabupaten. Hingga saat ini, TACB Sumbawa di bawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) telah menetapkan 33 Cagar Budaya Peringkat Kabupaten yang mencakup kategori benda, bangunan, dan struktur.

Kehadiran para tenaga ahli yang kompeten ini diharapkan mampu mempercepat proses pendataan, pendaftaran, pengkajian, hingga penetapan Obyek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang masih melimpah di wilayah Sumbawa.

Para tenaga ahli menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sumbawa atas rekomendasi yang diberikan, serta PT Amman Mineral Nusa Tenggara atas dukungan donasi sehingga proses sertifikasi ini dapat berjalan lancar.

Diharapkan adanya komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi kinerja TACB secara layak. Pelestarian kebudayaan sejatinya adalah sebuah investasi jangka panjang bagi daerah, bukan beban anggaran. Jika direncanakan dengan baik, seluruh upaya dan biaya pelestarian yang dikeluarkan akan membawa dampak positif yang besar bagi identitas dan kemajuan Kabupaten Sumbawa di masa depan. (AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 23:19:51 +0800 amr
Peringati Harlah Kojas dan RPJR, Pemkab Sumbawa Komit Perkuat Pembangunan Responsif Gender https://amarmedia.co.id/peringati-harlah-kojas-dan-rpjr-pemkab-sumbawa-komit-perkuat-pembangunan-responsif-gender https://amarmedia.co.id/peringati-harlah-kojas-dan-rpjr-pemkab-sumbawa-komit-perkuat-pembangunan-responsif-gender Peringati Harlah Kojas dan RPJR, Pemkab Sumbawa Komit Perkuat Pembangunan Responsif Gender

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah Komunitas Janda Samawa (Kojas) Sumbawa dan Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR). Pemkab Sumbawa menilai kehadiran kedua organisasi ini efektif merangkul serta memberdayakan kaum perempuan secara inklusif di Tana Samawa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten I Sekda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos., M.Si., saat membacakan sambutan tertulis Bupati Sumbawa pada Acara Puncak HUT ke-2 Kojas Sumbawa dan HUT ke-4 RPJR yang berlangsung semarak di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, Minggu malam (23/8/2026).

Mewakili Bupati Sumbawa, Rachman Ansori menegaskan bahwa Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan menjadi wadah kebersamaan dan pemberdayaan bagi perempuan Tau Tana Samawa.

"Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi keberadaan Kojas. Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan merangkul dan memberdayakan perempuan. Perayaan tahun ini terlihat jauh lebih berkembang dibanding tahun sebelumnya, membuktikan adanya peningkatan aktivitas yang menyentuh kesejahteraan keluarga dan masyarakat," tegas Rachman Ansori.

Dalam amanat tertulisnya, Bupati dan Pemda kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen untuk terus memperkuat strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh lini sektor pembangunan sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan hak, partisipasi, dan kebutuhan perempuan menjadi bagian integral dari kebijakan daerah.

Pemkab Sumbawa juga mendorong agar Kojas dan RPJR tidak sekadar berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan melangkah lebih jauh menuju kemandirian ekonomi.

"Kami berharap Kojas dan RPJR dapat mendorong lahirnya produk-produk unggulan dari ibu-ibu anggota, lalu dikolaborasikan dengan dinas terkait. Jika ada anggota yang belum berhasil atau jatuh, bantu untuk bangkit; jika ada produk bagus, bantu pasarkan. Pemkab Sumbawa siap mendukung," lanjutnya.

Bupati Sumbawa turut menyampaikan ucapan selamat melalui pantun penutup yang disambut antusias oleh warga yang hadir:

“Motor pergi ke Empang membawa terasi, kalau Kojas terus berkembang, Bupati siap ikut promosi.”

Acara yang bertepatan dengan momentum bulan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPR RI / Wakil Ketua Banggar DPR RI H. Johan Rosihan, ST., MH., beserta istri, Hjh. Wahidah Hakim Johan Rosihan.

Dalam arahannya, Johan Rosihan memuji keberanian anggota Kojas dalam mengubah cara pandang (mindset) masyarakat.

"Menjadi janda bukanlah pilihan, melainkan takdir. Keberanian memproklamirkan diri dalam wadah komunitas harus kita hormati dan dukung bersama agar mereka tetap mandiri, bermartabat, dan terlindungi," ujar Johan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, SAP., M.M.Inov., menyatakan komitmen lembaga legislatif untuk senantiasa mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan yang diusung oleh Kojas dan RPJR.

Ketua Kojas Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Ibu Masri, dalam laporannya menyampaikan bahwa selama dua tahun berdiri, Kojas rutin melaksanakan berbagai program sosial, pengajian, hingga aksi peduli masyarakat. Ia mengajak publik untuk tidak memandang status anggotanya, melainkan karya dan kontribusi nyata yang dihasilkan.

Rangkaian acara yang diawali dengan penampilan Hadrah Al-Islah Moyo Utara dan doa bersama pimpinan Baznas Sumbawa Ustadz M. Lutfi Maki di meriahkan penampilan shalawat dari Forsa Sumbawa, Tarian dari kelompok Seni Liscahaya, Grup KOJAS Sumbawa dan RPJR ini ditutup dengan pemotongan tumpeng, Pengumuman dan pembagian hadiah kepada para juara serta foto bersama. (AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 23:00:28 +0800 amr
H. Johan Rosihan Puji Keberanian Kojas Sumbawa: "Ubah Mindset Publik, Janda Adalah Takdir yang Harus Didukung dan Dihormati" https://amarmedia.co.id/h-johan-rosihan-puji-keberanian-kojas-sumbawa-ubah-mindset-publik-janda-adalah-takdir-yang-harus-didukung-dan-dihormati https://amarmedia.co.id/h-johan-rosihan-puji-keberanian-kojas-sumbawa-ubah-mindset-publik-janda-adalah-takdir-yang-harus-didukung-dan-dihormati H. Johan Rosihan Puji Keberanian Kojas Sumbawa: "Ubah Mindset Publik, Janda Adalah Takdir yang Harus Didukung dan Dihormati"

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Fraksi PKS, H. Johan Rosihan, ST., MH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian para perempuan yang tergabung dalam Komunitas Janda Samawa (Kojas) Sumbawa.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Puncak Perayaan HUT ke-2 Kojas Sumbawa yang dirangkaikan dengan HUT ke-4 Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR) di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, Minggu malam (23/8/2026).

Di hadapan ratusan warga dan jajaran pejabat daerah, Johan menegaskan bahwa keberanian perempuan memproklamirkan diri dalam sebuah wadah bernama Kojas merupakan langkah terobosan yang harus mengubah cara pandang (mindset) masyarakat luas.

"Memperkenalkan diri sebagai bagian dari komunitas janda itu butuh keberanian tersendiri. Ini bukan sesuatu yang biasa, melainkan sebuah keberanian luar biasa dari Srikandi-Srikandi kita," puji Johan.

Johan menekankan, status sebagai janda bukanlah sebuah pilihan, melainkan garis takdir dan peristiwa kehidupan. Oleh karena itu, masyarakat—khususnya kaum pria dan para pemangku kebijakan—harus mendukung serta menjaga harkat dan martabat mereka, bukan malah memandang sebelah mata.

"Menjadi janda bukanlah pilihan, melainkan takdir. Bergabung dalam komunitas adalah cara mereka mempertahankan diri, memperbaiki harkat, serta martabatnya. Tugas kita bersama adalah menjaga, mendukung, dan memfasilitasi kegiatan positif mereka agar tetap mandiri dan berkarya," tegasnya.

Lebih lanjut, legislator asal Pulau Sumbawa ini mendorong agar gerakan sosial Kojas dan RPJR terus berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal Samawa, yaitu “Saling Tulung, Saling Tulang, Saling Totang” (saling tolong, saling menopang, dan saling mengingatkan).

Haji Johan juga memberikan pesan khusus kepada jajaran pengurus dan anggota RPJR yang membawa namanya dalam struktur organisasi.

"Kepada ibu-ibu RPJR, di belakang nama organisasi Ibu ada nama saya. Tolong jaga nama baik tersebut dengan terus menghadirkan kerja-kerja sosial yang santun, terkoordinasi dengan pemerintah, serta selalu membawa manfaat bagi masyarakat luas. Khairunnas anfahum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain," pesan Johan.

Peringatan Harlah kolaboratif yang mengusung tema "Beriman, Berdaya, Kuat, dan Bersemangat Mengabdi untuk Rakyat" ini juga mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Daerah dan lembaga legislatif Kabupaten Sumbawa.

Mewakili Bupati Sumbawa, Asisten I Sekda Rachman Ansori, S.Sos., M.Si., menyampaikan komitmen Pemkab Sumbawa dalam mendukung keberadaan Kojas dan RPJR melalui program pembangunan yang responsif gender.

"Pemkab Sumbawa sangat mengapresiasi keberadaan Kojas. Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan merangkul dan memberdayakan perempuan. Kami mendorong lahirnya produk-produk unggulan dari anggota untuk dikolaborasikan dengan dinas terkait," ujar Rachman Ansori sembari menutup sambutannya dengan pantun khusus dari Bupati Sumbawa.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, SAP., M.M.Inov., menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk senantiasa memberi dukungan (support) terhadap kiprah dan gerakan sosial Kojas Sumbawa.

Ketua Kojas Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Ibu Masri, menegaskan bahwa di usianya yang ke-2, Kojas terus aktif menyelenggarakan pengajian rutin, aksi sosial, pembagian sembako, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para anggotanya.

"Jangan lihat Kojas dari nama atau status anggotanya, tetapi jadikan Kojas sebagai tempat saling menguatkan dan membuktikan bahwa perempuan Tau Tana Samawa mampu berkarya serta berkontribusi nyata," tutur Hj  Masri.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan di bawah langit Sumbawa tersebut diawali dengan penampilan Hadrah Al-Islah Moyo Utara, pembacaan doa oleh Pimpinan Baznas Sumbawa Ustadz M. Lutfi Maki, serta diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.(AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 22:46:07 +0800 amr
Peringati Harlah Kolaboratif di Lapangan Pahlawan, Kojas dan RPJR Buktikan Ketangguhan Perempuan Tau Tana Samawa https://amarmedia.co.id/peringati-harlah-kolaboratif-di-lapangan-pahlawan-kojas-dan-rpjr-buktikan-ketangguhan-perempuan-tau-tana-samawa https://amarmedia.co.id/peringati-harlah-kolaboratif-di-lapangan-pahlawan-kojas-dan-rpjr-buktikan-ketangguhan-perempuan-tau-tana-samawa Peringati Harlah Kolaboratif di Lapangan Pahlawan, Kojas dan RPJR Buktikan Ketangguhan Perempuan Tau Tana Samawa

Sumbawa, Amarmedia.co.id— Kemeriahan dan suasana penuh kehangatan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Komunitas Janda Samawa (Kojas) Sumbawa yang dirangkaikan dengan HUT ke-4 Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR). Acara puncak kolaborasi dua organisasi perempuan tersebut digelar megah di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, pada Minggu malam (23/8/2026).

Dengan mengusung tema "Beriman, Berdaya, Kuat, dan Bersemangat Mengabdi untuk Rakyat", kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan ketangguhan, kemandirian, serta peran aktif perempuan Samawa dalam pembangunan daerah.

Suasana malam peringatan yang bertepatan dengan momentum bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tersebut dibuka dengan penampilan anggun kelompok Hadrah Al-Islah dari Kecamatan Moyo Utara yang mengenakan busana putih berpadu jilbab merah. Acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pimpinan Baznas Kabupaten Sumbawa, Ustadz M. Lutfi Maki, S.Pd., M.Si., serta pembacaan sholawat oleh grup Forsa Sumbawa.

Kegiatan kolaboratif ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh nasional, hingga lintas organisasi di Kabupaten Sumbawa, di antaranya:

H. Johan Rosihan, ST., MH. (Anggota DPR RI / Wakil Ketua Banggar DPR RI Fraksi PKS) bersama istri, Hjh. Wahidah Hakim Johan Rosihan, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin, SAP., M.M.Inov.,Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa, mewakili Bupati Sumbawa Rachman Ansori, S.Sos., M.Si. Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, termasuk Kasdim 1607/Sumbawa dan Kapolsek Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, budayawan, pimpinan organisasi se-Kabupaten Sumbawa, serta keluarga besar Kojas dan RPJR.

Penyampaian Laporan dan Ungkapan Ketangguhan Organisasi

Ketua Kojas Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Ibu Masri, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas perjalanan dua tahun Kojas dan empat tahun perjalanan RPJR. Bagi Kojas, bertambahnya usia bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi atas dinamika perjuangan sepanjang periode 2025–2026.

"Kojas terus berusaha hadir dan memberikan manfaat nyata. Kami rutin menggelar pengajian bulanan, lomba sholawatan Ramadan, peringatan Maulid Nabi, hingga aksi sosial seperti penggalangan dana, berbagi takjil, dan pembagian sembako. Kojas juga aktif dalam ajang olahraga, gerak jalan HUT RI, hingga gotong royong," ujar Masri.

Ia menegaskan agar publik tidak memandang Kojas sekadar dari nama atau status anggotanya, melainkan sebagai rumah kebersamaan dan wadah pemberdayaan.

"Jangan melihat Kojas hanya dari nama dan statusnya. Jadikan Kojas sebagai tempat saling menguatkan dan membuktikan bahwa perempuan Tau Tana Samawa mampu berkarya serta berkontribusi nyata," tegasnya.

Dukungan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, SAP., M.M.Inov. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kekagumannya terhadap rekam jejak serta kiprah Kojas di tengah masyarakat.

"Kojas luar biasa kiprahnya. Kami di lembaga legislatif senantiasa memberikan dukungan penuh untuk berbagai kegiatan positif yang digagas. Terima kasih juga kepada Bapak H. Johan Rosihan yang terus mendampingi. Selamat ulang tahun untuk Kojas Sumbawa dan RPJR, semoga semakin jaya, kuat, dan sukses membangun Tana Sumbawa yang kita cintai," ungkap Nanang.

Sambutan Bupati Sumbawa: Komitmen Pembangunan Responsif Gender

Mewakili Bupati Sumbawa, Asisten I Sekda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos., M.Si., membacakan amanat tertulis dari Pemerintah Daerah. Pemkab Sumbawa memberikan apresiasi tinggi atas keberadaan Kojas dan RPJR yang dinilai berhasil merangkul serta memberdayakan perempuan secara inklusif.

"Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi keberadaan Kojas. Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan merangkul dan memberdayakan perempuan. Perayaan tahun ini terlihat jauh lebih berkembang dibanding tahun sebelumnya, membuktikan adanya peningkatan aktivitas yang menyentuh kesejahteraan keluarga dan masyarakat," kata Rachman Ansori

Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan yang responsif gender pada tahun 2026 ini melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) di seluruh lini pembangunan.

"Kami berharap Kojas dan RPJR tidak berhenti di acara seremonial. Doronglah lahirnya produk-produk unggulan dari ibu-ibu anggota, lalu kolaborasikan dengan dinas terkait. Jika ada anggota yang jatuh, bantu untuk bangkit; jika ada produk bagus, bantu pasarkan. Pemkab Sumbawa siap mendukung," lanjutnya.

Bupati Sumbawa juga menyampaikan ucapan selamat melalui pantun penutup:l “Motor pergi ke Empang membawa terasi, kalau Kojas terus berkembang, Bupati siap ikut promosi.”*

Arahan Anggota DPR RI H. Johan Rosihan: Keberanian dan Menjaga Martabat

Sebagai pembina dan tokoh nasional pendamping, Anggota DPR RI / Wakil Ketua Banggar DPR RI, H. Johan Rosihan, ST., MH., menyampaikan pandangan mendalam mengenai keberadaan Kojas dan RPJR.

Menurut Johan, keberanian kaum perempuan menyatakan diri dan tergabung dalam Komunitas Janda Samawa merupakan langkah maju yang harus dihormati dan diubah sudut pandangnya oleh masyarakat.

"Memperkenalkan diri dalam sebuah komunitas janda itu butuh keberanian tersendiri. Ini harus mengubah cara pandang (mindset) publik. Menjadi janda bukanlah pilihan, melainkan takdir dan jalan hidup. Maka tugas kita bersama—para tokoh dan pemerintah—adalah menjaga, menghormati, dan mendukung mereka agar tetap bermartabat serta mandiri," puji Johan Rosihan.

Ia menekankan pentingnya filosofi lokal Samawa “Saling Tulung, Saling Tulang, Saling Totang (saling tolong, saling menopang, dan saling mengingatkan) sebagai pijakan utama gerakan sosial Kojas dan RPJR.

Khusus untuk jajaran Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR), Johan memberikan pesan khusus mengingat keberadaan namanya dalam struktur dan nama organisasi tersebut.

"Kepada ibu-ibu RPJR, di belakang organisasi Ibu ada nama saya. Tolong jaga nama baik tersebut dengan terus menghadirkan kerja-kerja sosial yang santun, terkoordinasi dengan pemerintah, serta selalu membawa manfaat bagi masyarakat luas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (Khairunnas anfahum linnas)," pesan Johan.

Seluruh rangkaian perayaan perayaan HUT ke-2 Kojas dan HUT ke-4 RPJR tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng, pembagian hadiah kepada para juara, foto bersama, serta ramah tamah antar-elemen masyarakat yang hadir dengan penuh suka cita. (AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 22:01:09 +0800 amr
Meriahkan HUT KE&81 RI, Bupati Sumbawa Lepas Peserta JARun Sumbawa 2026 https://amarmedia.co.id/meriahkan-hut-ke-81-ri-bupati-sumbawa-lepas-peserta-jarun-sumbawa-2026 https://amarmedia.co.id/meriahkan-hut-ke-81-ri-bupati-sumbawa-lepas-peserta-jarun-sumbawa-2026 Meriahkan HUT KE-81 RI, Bupati Sumbawa Lepas Peserta JARun Sumbawa 2026

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa semakin terasa melalui pelaksanaan Event Jarot-Ansori Run (JARun) Sumbawa 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dengan melepas langsung para peserta dari garis start yang berlokasi di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Sumbawa, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta masyarakat dan peserta yang sejak pagi telah memadati kawasan Kantor Bupati Sumbawa. Kehadiran berbagai unsur tersebut turut memberikan semangat bagi para peserta yang ambil bagian dalam event olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

JARun Sumbawa 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan melalui kegiatan yang sehat dan positif. Event ini diikuti para pelari dari berbagai daerah di Pulau Sumbawa dan Lombok, sehingga sekaligus menjadi momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga serta mempererat hubungan antardaerah.

Dalam pelaksanaannya, JARun Sumbawa 2026 menghadirkan tiga kategori lomba yang dapat diikuti peserta sesuai dengan kemampuan masing-masing, yakni kategori 10 kilometer, 5 kilometer, dan 3 kilometer. Variasi kategori tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat, baik bagi pelari yang telah berpengalaman maupun peserta yang ingin menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat.

Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kedisiplinan seluruh peserta yang telah hadir sejak pagi. Menurut beliau, semangat yang ditunjukkan para peserta menjadi gambaran positif mengenai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Antusiasme tersebut, kata Bupati, juga menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun interaksi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Terlebih, kegiatan JARun Sumbawa 2026 dilaksanakan dalam suasana peringatan kemerdekaan, sehingga semangat berolahraga dapat berjalan seiring dengan semangat mengisi kemerdekaan melalui aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati berharap, pelaksanaan JARun Sumbawa 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya mendorong budaya hidup sehat di Kabupaten Sumbawa. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aktivitas olahraga.

“Semangat seperti ini harus terus kita jaga. Selain sehat, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan menjadi bagian dari semangat kita merayakan kemerdekaan,” ujar Bupati.

Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan yang ditunjukkan seluruh peserta, JARun Sumbawa 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu momentum yang memperkuat budaya olahraga di tengah masyarakat sekaligus menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 20:45:06 +0800 amr
DPC PKB Sumbawa Masa Bakti 2026–2031 Resmi Terima SK DPP: Sukiman K Nahkodai Partai, Targetkan Maksimal di Pemilu https://amarmedia.co.id/dpc-pkb-sumbawa-masa-bakti-20262031-resmi-terima-sk-dpp-sukiman-k-nahkodai-partai-targetkan-maksimal-di-pemilu https://amarmedia.co.id/dpc-pkb-sumbawa-masa-bakti-20262031-resmi-terima-sk-dpp-sukiman-k-nahkodai-partai-targetkan-maksimal-di-pemilu DPC PKB Sumbawa Masa Bakti 2026–2031 Resmi Terima SK DPP: Sukiman K Nahkodai Partai, Targetkan Maksimal di Pemilu 

Mataram, Amarmedia.co.id — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Sumbawa Masa Bakti 2026–2031. Penyerahan SK komposisi pengurus dan personalia ini bertempat di Gus Muhaimin Center (Kantor DPW PKB NTB), Mataram, pada Sabtu (22/8/2026).

Dokumen penetapan tersebut diterima langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Sumbawa yang baru, Sukiman. K, S.Pd.I., didampingi oleh Sekretaris Sri Wahyuni dan Bendahara Zuhri Tabri. Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Ketua DPW PKB NTB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, L. Hardian Irfani, ST, M.Si., dengan disaksikan oleh jajaran pengurus DPW PKB NTB.

Penyerahan SK kepengurusan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian agenda nasional PKB yang dilaksanakan pada bulan Juli lalu. Sebelumnya, seluruh jajaran pengurus DPC PKB se-Indonesia telah dikukuhkan secara serentak di Alun-Alun Fatahillah, Kota Tua Jakarta, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 22–24 Juli 2026.

Dalam keterangannya usai menerima SK, Sukiman mengutarakan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan besar yang diamanatkan oleh jajaran pimpinan DPP dan DPW PKB NTB kepada dirinya dan jajaran pengurus DPC PKB Sumbawa.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada pengurus DPP dan DPW PKB NTB yang telah mengamanatkan kepercayaan dan tanggung jawab besar ini kepada saya pribadi dan jajaran pengurus. Tentu kami berharap ada perbaikan dan perubahan positif ke depan untuk PKB Sumbawa, baik secara penataan organisasi maupun hasil elektoral pemilu yang akan datang," ujar Sukiman.

Sukiman juga menyampaikan apresiasi tinggi serta ucapan terima kasih kepada Ketua DPC PKB Sumbawa periode sebelumnya, H. Ilham Mustami, S.Ag., beserta segenap jajaran pengurus lama atas dedikasi dan capaian prestasi yang telah diukir selama memimpin partai.

Ia menegaskan bahwa dalam struktur baru ini, H. Ilham Mustami bersama jajaran senior tetap berada di dalam jajaran kepengurusan DPC PKB Sumbawa, khususnya menempati jajaran Dewan Syuro.

"Semoga langkah ini memberikan semangat dan harapan baru dalam melakukan konsolidasi serta penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput (grassroots)," tambahnya.

Menindaklanjuti penetapan SK resmi ini, DPC PKB Sumbawa langsung merancang agenda strategis dalam waktu dekat. Partai akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Musyawarah Kerja Anak Cabang (Mukercab) sebagai langkah taktis kaderisasi dan pemantapan ideologi. Langkah ini diambil agar seluruh pengurus di tingkat kecamatan hingga ranting memiliki pemahaman mendalam terkait nilai-nilai perjuangan PKB.

Menghadapi kontestasi Pemilu mendatang, PKB Sumbawa mematok target politik yang terukur diantaranya mengisi keterwakilan kursi di seluruh daerah pemilihan (5 Dapil) di DPRD Kabupaten Sumbawa, memperjuangkan dan memastikan adanya wakil rakyat dari Dapil Sumbawa di DPRD Provinsi NTB dan Pertahankan kursi incumbent DPR RI Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) yang saat ini ditempati oleh Ummi Mahdalena.

Sukiman menyadari bahwa pencapaian target-target tersebut memerlukan kerja keras, ikhtiar, serta pengorbanan kolektif dengan landasan utama berupa soliditas struktur dan kerja-kerja politik yang terencana.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, PKB Sumbawa mengusung semangat restrukturisasi yang inklusif dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda, milenial, dan Gen Z, tanpa merusak basis kultural Jam'iyyah Nahdlatul Ulama yang menjadi fondasi partai.

"Kolaborasi kepengurusan saat ini menjadi modal utama kami. Dengan dukungan 4 anggota fraksi yang ada di DPRD Sumbawa saat ini, serta arahan dari para senior di jajaran Syuro, kami memiliki penguatan dan optimisme tinggi. Kerjasama dan harmoni ini, insyaAllah, akan mewujudkan kejayaan PKB Sumbawa ke depan," tutup Sukiman. (AM)

]]>
Sun, 23 Aug 2026 18:46:12 +0800 amr
KONI Sumbawa Tegas: Andaikan Ada Pihak&pihak Yang Mengondisikan MUSORPROV Tanpa Agenda Pemilihan Ketua Umum https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tegas-andaikan-ada-pihak-pihak-yang-mengondisikan-musorprov-tanpa-agenda-pemilihan-ketua-umum https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tegas-andaikan-ada-pihak-pihak-yang-mengondisikan-musorprov-tanpa-agenda-pemilihan-ketua-umum KONI Sumbawa Tegas: Andaikan Ada Pihak-pihak Yang Mengondisikan MUSORPROV Tanpa Agenda Pemilihan Ketua Umum

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan sikap tegas terkait kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang berupaya mengondisikan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB agar dilaksanakan tanpa agenda pemilihan Ketua Umum KONI NTB.

Sebagai Ketua KONI Sumbawa sekaligus salah satu voter yang memiliki hak suara dalam Musorprov, Abdul Rafiq menegaskan bahwa andaikan benar terdapat pihak-pihak yang mencoba mengarahkan Musorprov tanpa agenda pemilihan Ketua Umum, maka hal tersebut harus dipertanyakan secara terbuka berdasarkan AD/ART dan peraturan organisasi.

“Andaikan memang ada pihak-pihak yang ingin mengondisikan Musorprov agar tidak memiliki agenda pemilihan Ketua Umum, tentu kami sebagai voter akan mempertanyakan dasar AD/ART-nya. Musorprov adalah forum organisasi yang memiliki kewenangan sendiri, sehingga setiap perubahan terhadap agenda harus memiliki dasar aturan yang jelas,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, KONI Sumbawa tidak ingin berprasangka terhadap pihak mana pun. Namun, sebagai pemilik hak suara, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan Musorprov berjalan sesuai aturan.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Kami hanya menyampaikan sikap andaikan hal tersebut benar terjadi. Kami tentu berkepentingan menjaga agar AD/ART dihormati dan hak voter tidak dikurangi,” ujarnya.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan menyangkut siapa calon yang akan didukung.

“Ini bukan soal siapa yang kami dukung dan siapa yang tidak kami dukung. Ini soal prinsip demokrasi organisasi. Kalau Ketua Umum memang menjadi kewenangan Musorprov untuk dipilih dan ditetapkan, maka berikan kesempatan kepada voter untuk menentukan,” katanya.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa sebagai voter, dirinya tidak ingin rasa keadilan dalam proses organisasi dirusak oleh kepentingan atau kekuasaan pihak mana pun.

“Saya sebagai voter tidak ingin rasa keadilan itu dirusak oleh kekuasaan, baik kekuasaan di daerah maupun kekuasaan di pusat. Keadilan harus menjadi milik semua orang, bukan milik kekuasaan. Aturan harus berlaku sama bagi siapa pun,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, Musorprov harus menjadi ruang yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh voter untuk menjalankan haknya, tanpa tekanan dan tanpa rekayasa agenda.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita tidak boleh berbeda dalam memperlakukan aturan. Kalau aturan memberikan hak kepada voter untuk memilih, maka hak itu harus dihormati. Jangan karena ada kepentingan tertentu, kemudian hak tersebut dikurangi,” ujarnya.

“Andaikan ada upaya mengondisikan Musorprov agar hanya menjadi forum untuk mengesahkan keputusan tertentu tanpa memberikan ruang bagi pemilihan Ketua Umum, tentu kami akan mempertanyakan dasar dan prosesnya,” tegas Abdul Rafiq.

Andaikan agenda pemilihan Ketua Umum benar-benar ditiadakan dengan cara atau berdasarkan aturan yang menurut kami telah dilanggar, Abdul Rafiq mengatakan KONI Sumbawa akan menyampaikan keberatan secara resmi dan meminta agar keberatan tersebut dicatat dalam berita acara Musorprov.

“Kami akan menggunakan hak kami sebagai voter. Kalau ada keputusan atau proses yang menurut kami melanggar aturan organisasi, kami akan menyampaikan keberatan secara resmi dan meminta semuanya dicatat dalam berita acara,” ujarnya.

Apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme internal organisasi, KONI Sumbawa siap menempuh mekanisme penyelesaian sengketa yang tersedia, termasuk BAORI apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kalau mekanisme internal tidak memberikan penyelesaian yang adil, kami tentu akan menempuh langkah sesuai aturan, termasuk menempuh BAORI. Semuanya akan kami lakukan secara konstitusional dan tidak dengan cara-cara di luar aturan,” jelasnya.

Abdul Rafiq juga menyatakan bahwa apabila persoalan tersebut benar-benar terjadi dan tidak memperoleh penyelesaian yang memadai, KONI Sumbawa akan bersurat secara resmi kepada Ketua DPR RI untuk menyampaikan aspirasi dan meminta perhatian terhadap persoalan tata kelola organisasi olahraga serta hak anggota.

“Andaikan sampai terjadi persoalan seperti itu, kami juga akan menyampaikan surat resmi kepada Ketua DPR RI sebagai bentuk penyampaian aspirasi dan permohonan perhatian. Kami ingin semua pihak memahami bahwa ada hak voter yang harus dihormati,” katanya.

Selain itu, KONI Sumbawa akan menempuh langkah hukum lainnya, termasuk jalur konstitusional melalui Mahkamah Konstitusi apabila terdapat norma undang-undang yang relevan dan secara hukum memenuhi persyaratan untuk diuji.

“Kami akan menempuh seluruh opsi yang tersedia sesuai ketentuan hukum. Yang kami perjuangkan bukan kepentingan pribadi atau calon tertentu, tetapi kepastian aturan, keadilan, hak voter, dan marwah organisasi,” tegas Abdul Rafiq.

BUKAN SOAL SIAPA YANG MENANG

Abdul Rafiq kembali menegaskan bahwa sikap tersebut tidak diarahkan untuk memenangkan calon tertentu.

“Kami tidak sedang memperjuangkan siapa yang harus menjadi Ketua Umum. Kami memperjuangkan agar pemilihan itu sendiri berlangsung sesuai aturan. Setelah itu, biarkan voter menentukan siapa yang mendapatkan kepercayaan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak menjaga suasana kondusif menjelang Musorprov dan memberikan ruang bagi proses demokrasi organisasi.

“Sekali lagi, kami tidak menuduh siapa pun. Kami hanya menyampaikan sikap andaikan ada pihak-pihak yang mencoba mengondisikan Musorprov tanpa agenda pemilihan Ketua Umum. Kalau itu terjadi dengan cara atau berdasarkan aturan yang menurut kami telah dilanggar, kami sebagai voter tentu akan menggunakan hak kami dan menempuh mekanisme yang tersedia. Jangan sampai kekuasaan mengalahkan keadilan. Karena keadilan bukan milik pusat, bukan milik daerah, dan bukan milik kelompok tertentu. Keadilan harus menjadi milik semua orang,” pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Sat, 22 Aug 2026 15:43:17 +0800 amr
Semangat Gotong Royong, PT Pos Sumbawa Gelar Aksi Bersih&Bersih di Taman Sabalong Samalewa https://amarmedia.co.id/semangat-gotong-royong-pt-pos-sumbawa-gelar-aksi-bersih-bersih-di-taman-sabalong-samalewa https://amarmedia.co.id/semangat-gotong-royong-pt-pos-sumbawa-gelar-aksi-bersih-bersih-di-taman-sabalong-samalewa Semangat Gotong Royong, PT Pos Sumbawa Gelar Aksi Bersih-Bersih di Taman Sabalong Samalewa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan publik serta menciptakan ruang terbuka hijau yang asri, Pos Sumbawa menggelar kegiatan aksi bersih-bersih di Taman Sabalong Samalewa pada Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini melibatkan puluhan personel Pos Sumbawa yang bahu-membahu menyisir area taman. 

Fokus utama aksi sosial ini meliputi pembersihan sampah plastik, pemangkasan rumput liar, hingga perapian fasilitas umum yang ada di sekitar kawasan taman.

"Poin utama kegiatan Kami di Taman Sabalong Samalewa pada pagi ini Sabtu, 22 Agustus 2026 adalah pengumpulan sampah non-organik, pembersihan area pedestrian, dan perawatan fasilitas taman ujar kepala POS Sumbawa Made Nikko Mahayana 

Kemudian ia berharap dengan aksi ini dapat mewujudkan lingkungan kota yang bersih, indah, serta nyaman bagi aktivitas masyarakat lokal.

Aksi gotong royong ini mendapat apresiasi positif dari warga sekitar dan para pengunjung yang sedang berolahraga pagi. 

Selain untuk memperindah wajah kota Sumbawa, kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat luas akan pentingnya menjaga kebersihan tempat umum dengan tidak membuang sampah sembarangan. (AM)

]]>
Sat, 22 Aug 2026 14:35:34 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa: Musorprov KONI NTB Harus Menjalankan Kewenangannya, Termasuk Pemilihan Ketua Umum https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-musorprov-koni-ntb-harus-menjalankan-kewenangannya-termasuk-pemilihan-ketua-umum https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-musorprov-koni-ntb-harus-menjalankan-kewenangannya-termasuk-pemilihan-ketua-umum Ketua KONI Sumbawa: Musorprov KONI NTB Harus Menjalankan Kewenangannya, Termasuk Pemilihan Ketua Umum

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan sikap tegas terkait dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB, khususnya apabila terdapat pihak yang menghendaki agar Musorprov tetap dilaksanakan tetapi tanpa agenda pemilihan Ketua Umum KONI NTB.

Sebagai Ketua KONI Kabupaten Sumbawa sekaligus salah satu pemilik hak suara (voter) dalam Musorprov, Abdul Rafiq menegaskan bahwa setiap proses Musorprov harus berjalan sesuai AD/ART KONI dan prinsip demokrasi organisasi.

“Saya berbicara dalam kapasitas saya sebagai Ketua KONI Sumbawa dan salah satu voter. Bagi kami, Musorprov bukan sekadar forum seremonial, tetapi forum pengambilan keputusan tertinggi KONI Provinsi. Karena itu, apabila Musorprov dilaksanakan, maka kewenangan Musorprov harus dijalankan secara utuh, termasuk memilih dan menetapkan Ketua Umum,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, berdasarkan AD/ART KONI yang menjadi dasar organisasi, Musorprov merupakan pemegang kekuasaan tertinggi KONI Provinsi dan memiliki kewenangan untuk memilih serta menetapkan Ketua Umum.

Karena itu, lanjutnya, tidak boleh ada agenda Musorprov yang secara sepihak menghilangkan kewenangan tersebut tanpa dasar yang jelas dalam AD/ART.

“Kalau ada pihak yang ingin Musorprov tetap dilaksanakan tetapi agenda pemilihan Ketua Umum ditiadakan, pertanyaan saya sederhana: apa dasar AD/ART-nya? Jangan sampai forum yang seharusnya menjadi ruang demokrasi organisasi justru dibatasi kewenangannya,” ujarnya.

Abdul Rafiq juga menegaskan bahwa KONI Sumbawa menghormati kewenangan KONI Pusat sesuai AD/ART. Namun penghormatan terhadap kewenangan KONI Pusat tidak berarti mengabaikan hak dan kewenangan para anggota KONI Provinsi yang memiliki hak suara dalam Musorprov.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan yang menyebabkan Musorprov tidak dapat dilaksanakan, AD/ART memang menyediakan mekanisme tertentu, termasuk kemungkinan penunjukan Caretaker oleh KONI Pusat. Namun mekanisme tersebut pada prinsipnya ditujukan untuk memastikan terlaksananya Musyawarah Olahraga Luar Biasa, bukan untuk menghapus kewenangan forum musyawarah dalam memilih Ketua Umum.

“Kami tidak mempersoalkan kewenangan KONI Pusat sepanjang sesuai aturan. Tetapi ketika Musorprov sudah dilaksanakan, jangan kemudian hak forum musyawarah untuk memilih Ketua Umum justru ditiadakan tanpa dasar yang jelas. Itu yang harus kita pertanyakan bersama,” kata Abdul Rafiq.

Ia menambahkan, seluruh voter dalam Musorprov memiliki kedudukan yang harus dihormati sesuai aturan organisasi. Karena itu, setiap keputusan mengenai agenda, tata tertib, pencalonan maupun pemilihan harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan AD/ART serta ketentuan organisasi yang berlaku.

“Saya kira semua pihak harus menjaga marwah KONI. Jangan membuat Musorprov hanya menjadi forum untuk mengesahkan sesuatu yang sudah ditentukan sebelumnya. Musorprov harus menjadi forum demokratis yang memberikan ruang kepada para pemilik suara untuk menggunakan haknya,” tegasnya.

Abdul Rafiq juga meminta agar tidak ada upaya untuk menafsirkan AD/ART secara sepihak demi kepentingan tertentu.

“Kalau memang ada dasar hukumnya, mari kita buka bersama, kita baca bersama, dan kita laksanakan bersama. Tetapi kalau tidak ada dasar yang memberikan kewenangan untuk menghilangkan agenda pemilihan Ketua Umum, maka saya sebagai voter tentu akan mempertanyakan dan menolak hal tersebut,” tegasnya.

KONI Sumbawa, lanjutnya, akan tetap konsisten mengawal agar proses Musorprov KONI NTB berlangsung sesuai AD/ART, transparan, demokratis, dan menghormati hak setiap voter.

“Sikap kami jelas: kami menghormati KONI Pusat, tetapi kami juga wajib menjaga hak organisasi dan hak suara kami. Jika Musorprov dilaksanakan, maka kewenangan Musorprov harus dihormati, termasuk agenda pemilihan dan penetapan Ketua Umum KONI NTB,” pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Sat, 22 Aug 2026 13:57:12 +0800 amr
Pemdes Poto Kritik Kebijakan Penetapan Desa Wisata: Jangan Berhenti pada SK https://amarmedia.co.id/pemdes-poto-kritik-kebijakan-penetapan-desa-wisata-jangan-berhenti-pada-sk https://amarmedia.co.id/pemdes-poto-kritik-kebijakan-penetapan-desa-wisata-jangan-berhenti-pada-sk Pemdes Poto Kritik Kebijakan Penetapan Desa Wisata: Jangan Berhenti pada SK

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pemerintah Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, mempertanyakan tindak lanjut kebijakan penetapan Desa Poto sebagai Desa Wisata Budaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sejak tahun 2021.

Desa Poto ditetapkan sebagai Desa Wisata Budaya melalui SK Nomor 438 Tahun 2021. Bagi Pemerintah Desa Poto, penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan pemerintah terhadap kekayaan budaya dan potensi pariwisata yang dimiliki masyarakat setempat.

Namun, Kepala Desa Poto menilai, kebijakan tersebut hingga kini belum sepenuhnya diikuti dengan intervensi dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Awalnya saya berharap setelah penetapan itu ada intervensi, minimal dalam bentuk pendampingan, peningkatan kapasitas masyarakat dan promosi. Atau setidak-tidaknya dimulai dengan penyusunan dokumen roadmap pengembangan Desa Poto sebagai Desa Wisata Budaya. Syukur-syukur jika dibantu dengan anggaran,” ungkap Kepala Desa Poto, Fathul Muin, S.P. dalam Forum Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengembangan Ekonomi Pedesaan dan Kawasan, yang diselenggarakan Pusat Studi Kawasan dan Pedesaan UGM di Kantor Bappeda Sumbawa, Kamis (20/8).

Menurutnya, persoalan pengembangan desa wisata tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya anggaran yang diberikan pemerintah.

Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana sebuah kebijakan yang sudah ditetapkan dapat dilanjutkan dengan sebuah ekosistem pembinaan. 

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Poto tidak hanya menunggu intervensi dari pemerintah daerah. Desa juga telah berupaya membangun komunikasi dan mencari mitra untuk mendukung pengembangan Desa Poto sebagai Desa Wisata Budaya.

Salah satunya melalui komunikasi dengan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan Politeknik Pariwisata Lombok.

“Pada tahap awal, respons dan antusiasme yang kami terima sangat positif. Kami melihat ada peluang besar untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan SDM, pengelolaan destinasi, promosi maupun pengembangan potensi budaya,” katanya.

Namun, menurutnya, komunikasi tersebut dalam perjalanannya belum berlanjut secara berkelanjutan. Dan Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendalanya. 

Menurut Fathul, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai penghubung dan fasilitator dalam membangun ekosistem desa wisata.

“Kalau desa harus mencari sendiri mitra perguruan tinggi, mencari sendiri akses promosi, mencari sendiri jaringan pasar dan mencari sendiri pendampingan, maka prosesnya akan sangat berat. Di sinilah menurut kami pemerintah daerah memiliki posisi strategis,” jelasnya.

Desa Poto Jadi Objek Penelitian Mahasiswa

Selain persoalan pendampingan dan pengembangan, Kepala Desa Poto juga menyoroti meningkatnya perhatian akademisi terhadap potensi pariwisata dan kebudayaan Desa Poto.

Dalam beberapa kesempatan, keberadaan pariwisata dan kebudayaan Desa Poto menjadi bagian dari pertanyaan penelitian mahasiswa.

Menurutnya, ketertarikan mahasiswa menjadikan Desa Poto sebagai objek penelitian sebenarnya merupakan hal positif karena menunjukkan bahwa desa tersebut memiliki potensi yang menarik untuk dikaji.

 "Tetapi pada saat yang sama, kami sering dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya cukup mendasar: apa arah pengembangan Desa Poto sebagai desa wisata budaya, bagaimana roadmap-nya, siapa yang mendampingi, apa indikator keberhasilannya, dan sejauh mana intervensi pemerintah setelah penetapan tahun 2021?” ungkapnya.

Ia mengakui, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak selalu mudah dijawab oleh pemerintah desa karena sebagian menyangkut kebijakan dan arah pembangunan pemerintah daerah.

Menurutnya, keberhasilan program desa wisata seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah desa yang telah mendapatkan status atau penetapan sebagai desa wisata.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada penetapan desa wisata, tetapi juga memastikan adanya pembinaan, pendampingan, promosi, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat serta penyusunan peta jalan pengembangan yang terukur.

“Jangan sampai kita hanya menghitung berapa banyak desa yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata, tetapi tidak menghitung berapa banyak desa yang benar-benar berkembang setelah ditetapkan sebagai desa wisata,” pungkasnya.

Bagi Pemerintah Desa Poto, kritik tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah, melainkan sebagai dorongan agar penetapan Desa Wisata Budaya benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan tidak berhenti sebatas dokumen atau keputusan administratif. (AM)

]]>
Fri, 21 Aug 2026 07:42:51 +0800 amr
Langkah Maju Digitalisasi Daerah, Bupati Sumbawa Launching Aplikasi Smart Tax pada Malam Tasyakuran HUT RI ke&81 https://amarmedia.co.id/langkah-maju-digitalisasi-daerah-bupati-sumbawa-launching-aplikasi-smart-tax-pada-malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81 https://amarmedia.co.id/langkah-maju-digitalisasi-daerah-bupati-sumbawa-launching-aplikasi-smart-tax-pada-malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81 Langkah Maju Digitalisasi Daerah, Bupati Sumbawa Launching Aplikasi Smart Tax pada Malam Tasyakuran HUT RI ke-81

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Sumbawa menjadi momentum penting bagi akselerasi transformasi digital daerah. Bupati Sumbawa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Branch Manager PT Bank NTB Syariah Sumbawa secara resmi melakukan launching aplikasi Smart Tax yang dirangkaikan dengan Malam Tasyakuran HUT RI ke-81 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa malam (18/8/2026).

Peluncuran aplikasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Bapenda Hardianto ST dengan branch manager PT Bank NTB Syariah Kabupaten Sumbawa Ika Gita listiana M.M. Inov. tentang Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah melalui Digitalisasi Sistem Pembayaran.

"Langkah strategis ini merupakan ikhtiar nyata Pemkab Sumbawa dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) guna memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD)" ujar kaban Bapenda Hardianto ST

Kemudian lanjutnya, Penerapan sistem pembayaran berbasis aplikasi digital ini membawa tiga dampak utama bagi tata kelola keuangan daerah yaitu Kemudahan Akses. Aplikasi ini akan mempermudah masyarakat dan wajib pajak dalam bertransaksi secara fleksibel tanpa terbatas ruang dan waktu.

Kemudian ujarnya dapat mendekatkan Pelayanan. Hal ini akan mewujudkan pelayanan publik yang cepat, responsive, dan ramah pengguna. Dan juga mencegah risiko kebocoran dalam penyetoran penerimaan pajak daerah demi tata kelola yang bersih.

Cakupan Jenis Pajak Daerah

Pada tahap awal implementasinya, aplikasi Smart Tax terintegrasi untuk melayani pembayaran 9 jenis pajak daerah, meliputi: Pajak Reklame, Pajak Parkir, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), Pajak Air Tanah, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Hotel, Rumah Makan, dan Restoran serta Pajak Hiburan dan Tenaga Listrik

Peluncuran aplikasi ini disaksikan langsung oleh deretan pejabat tinggi daerah dan instansi vertikal, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.SAP., M.M.Inov, beserta Wakil Ketua Zulfikar Demitry, S.H., M.H., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori beserta Ny. Hj. Sudarti Mohamad Ansori., Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa beserta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa. Dandim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, dan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa beserta jajaran pimpinan organisasi wanita (Persit KCK, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, dan Dharmayukti Karini).

Hadir pula Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Instansi Vertikal, Danyonif TP 835/SIB, Danyonif 742/SWY, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda NTB, Dansubdenpom IX/2-1 Sumbawa, pimpinan BUMN/BUMD, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Inovasi digital ini menegaskan bahwa 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti nyata keberlanjutan semangat para pejuang. Melalui hadirnya Smart Tax, Pemkab Sumbawa merapatkan barisan untuk meneguhkan komitmen bahwa api kemerdekaan terus menyala melalui kerja nyata, transparansi, dan kemandirian pembangunan daerah. (AM)

]]>
Wed, 19 Aug 2026 17:52:06 +0800 amr
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa di Salah Satu SMP, Minta Pengawasan Anak Diperkuat https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-soroti-dugaan-pengeroyokan-siswa-di-salah-satu-smp-minta-pengawasan-anak-diperkuat https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-soroti-dugaan-pengeroyokan-siswa-di-salah-satu-smp-minta-pengawasan-anak-diperkuat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa di Salah Satu SMP, Minta Pengawasan Anak Diperkuat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan keprihatinan atas dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa yang terjadi di lingkungan salah satu SMP di Kabupaten Sumbawa pada 15 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh dan membangun karakter.

Abdul Rafiq mengatakan, apabila dugaan kekerasan tersebut benar terjadi, maka persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai kenakalan anak biasa. Namun, penanganannya juga harus tetap memperhatikan bahwa para pihak yang terlibat masih berada dalam usia pendidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Kalau benar terjadi pengeroyokan, tentu harus ditangani secara serius dan objektif. Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan dan jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri,” ujar Abdul Rafiq.

Menurut Abdul Rafiq, kasus kekerasan antarpelajar harus menjadi momentum untuk melihat persoalan anak secara lebih luas.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak. Informasi, video, permainan, hingga berbagai bentuk konten kekerasan dapat diakses dengan sangat mudah.

“Anak-anak kita sekarang hidup dalam dunia yang berbeda. Dunia maya masuk sangat masif dalam kehidupan mereka. Apa yang mereka lihat di media sosial bisa memengaruhi cara berpikir, cara berbicara dan bahkan cara mereka menyelesaikan masalah,” katanya.

Karena itu, menurutnya, orang tua tidak boleh menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah maupun dunia maya.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih banyak dididik oleh handphone daripada oleh orang tua dan guru. Ini bukan berarti kita anti teknologi. Justru teknologi harus kita manfaatkan untuk hal-hal positif, tetapi anak harus didampingi dan diberikan literasi digital,” tegasnya.

Abdul Rafiq meminta sekolah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama di titik-titik yang rawan terjadinya perundungan maupun kekerasan.

Di sisi lain, orang tua juga diminta lebih aktif berkomunikasi dengan anak dan mengetahui lingkungan pergaulan serta aktivitas mereka di dunia maya.

“Kita harus hadir sebelum masalah terjadi. Guru harus peka terhadap perubahan perilaku anak, orang tua harus mau mendengar cerita anak, dan anak juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan persoalannya,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah benar-benar berjalan, bukan sekadar formalitas. Penguatan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan juga penting untuk mendeteksi persoalan sejak dini. Upaya pencegahan bullying di sekolah sebelumnya juga telah menjadi perhatian serius di Kabupaten Sumbawa.

Jangan Sampai Anak Menjadi Korban Dua Kali

Abdul Rafiq mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan video, foto, identitas maupun informasi pribadi anak yang terlibat dalam kasus tersebut secara sembarangan di media sosial.

“Jangan sampai anak yang menjadi korban mengalami penderitaan untuk kedua kalinya karena video atau informasi tentang dirinya beredar luas di media sosial. Kita harus melindungi anak-anak, bukan mempermalukan mereka,” katanya.

Ia juga meminta agar anak-anak yang diduga terlibat tetap mendapatkan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau terbukti melakukan kesalahan, tentu harus ada konsekuensi dan pembinaan. Tetapi jangan kita beri stigma seumur hidup kepada anak. Mereka masih punya masa depan dan masih bisa diperbaiki,” tegas Abdul Rafiq.

Bangun Gerakan Bersama Melindungi Anak

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa tersebut mengajak pemerintah daerah, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun gerakan bersama dalam melindungi anak dari kekerasan dan pengaruh negatif dunia maya.

“Ini bukan hanya persoalan sekolah. Ini persoalan kita bersama. Anak-anak adalah masa depan Sumbawa. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, berkarakter dan mendapatkan pendampingan yang cukup, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” pungkasnya.(AM)

]]>
Wed, 19 Aug 2026 17:27:30 +0800 amr
Kado Buat HUT RI Ke&81, Bupati Sumbawa Serahkan 5 Unit Bale Umat Dari BAZNAS https://amarmedia.co.id/kado-buat-hut-ri-ke-81-bupati-sumbawa-serahkan-5-unit-bale-umat-dari-baznas https://amarmedia.co.id/kado-buat-hut-ri-ke-81-bupati-sumbawa-serahkan-5-unit-bale-umat-dari-baznas Kado Buat HUT RI Ke-81, Bupati Sumbawa Serahkan 5 Unit Bale Umat Dari BAZNAS

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - 19 Agustus 2026_ — Malam resepsi dan tasyakuran HUT Kemerdekaan RI ke-81 di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa 18 Agustus 2026, terasa semakin bermakna. Di tengah kemeriahan peringatan, Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada 5 keluarga penerima manfaat program "Bale Umat/Bale Umin" dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Penyerahan ini menjadi kado istimewa untuk rakyat Sumbawa di hari ulang tahun kemerdekaan. Rumah layak huni tersebut dibangun sepenuhnya oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa dari dana infak dan sedekah masyarakat. Proses pembangunannya dilakukan dari nol, mulai dari pondasi, pemasangan bata, plester, hingga pengecatan, agar keluarga penerima benar-benar mendapatkan hunian yang sehat, aman, dan layak huni.

Kelima penerima manfaat tersebut berasal dari 8 asnaf, khususnya dari golongan fakir dan miskin. Mereka adalah Nurhadianto Dwi Prayitno dari Jl. Cendrawasih RT.03/RW.06 Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa. Kemudian Ahmat dari RT 004/RW 002, Dusun Olat Rawa B, Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir. Selanjutnya Isah dari RT.003/RW.004 Desa Luar, Kecamatan Alas. Lalu Salamuddin dari Dusun Pungkit A RT.002/RW.001 Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara. Dan Samsun dari Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasirudin, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa.

Saat menyerahkan kunci rumah satu per satu kepada para pemilik, Bupati Sumbawa menyampaikan pesan hangat. "Selamat dan sukses untuk Bapak dan Ibu. Hari ini Bapak Ibu resmi memiliki rumah baru. Semoga rumah ini membawa keberkahan, membawa kesehatan untuk keluarga, dan menjadi tempat mendidik anak-anak menjadi generasi yang membanggakan. Ini adalah kado kecil dari kita semua untuk menyambut kemerdekaan," ucap Bupati.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat menyampaikan bahwa program Bale Umat adalah bentuk komitmen BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan melalui sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. "Alhamdulillah, setiap bulan BAZNAS menargetkan membangun 2 unit Bale Umat. Untuk bulan Agustus ini kita serahkan sekaligus 5 unit sebagai syukur di bulan kemerdekaan. Semua ini dari dana infak dan sedekah umat yang kami kelola secara amanah," jelas Syukri Rahmat.

Ia menambahkan, para penerima merupakan saudara kita dari asnaf fakir dan miskin yang telah melalui proses verifikasi ketat. "Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran. Kami bangun dari awal agar kualitasnya terjaga dan bisa ditempati dalam jangka panjang," tambahnya.

Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasirudin juga mengapresiasi langkah BAZNAS. Menurut mereka, program seperti Bale Umat membuktikan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional mampu memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Malam tasyakuran yang dirangkaikan dengan penyerahan kunci ini menjadi simbol bahwa kemerdekaan harus dirasakan sampai ke dapur dan kamar keluarga. Dengan adanya rumah baru ini, diharapkan lima keluarga penerima manfaat dapat memulai lembaran hidup baru yang lebih tenang, lebih sehat, dan lebih bermartabat.

Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat. Dengan target 2 unit setiap bulan, diharapkan semakin banyak keluarga di Sumbawa yang merasakan manfaat rumah layak huni sebagai hasil gotong royong seluruh masyarakat melalui BAZNAS. (AM)

]]>
Wed, 19 Aug 2026 13:11:53 +0800 amr
Malam Tasyakuran HUT RI ke&81: Desa Batu Bulan Raih Juara I Lomba Kebersihan Tingkat Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81-desa-batu-bulan-raih-juara-i-lomba-kebersihan-tingkat-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81-desa-batu-bulan-raih-juara-i-lomba-kebersihan-tingkat-kabupaten-sumbawa Malam Tasyakuran HUT RI ke-81: Desa Batu Bulan Raih Juara I Lomba Kebersihan Tingkat Kabupaten Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Malam tasyakuran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (18/08/2026), menjadi momen bersejarah bagi Desa Batu Bulan Kecamatan Moyo Hulu. Di hadapan seluruh jajaran pejabat dan tamu undangan, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyerahkan langsung penghargaan Juara I Lomba Kebersihan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Sumbawa kepada Kepala Desa Batu Bulan, Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I., NLP.

Capaian prestisius ini menjadi buah manis dari kerja keras dan komitmen kolektif masyarakat Desa Batu Bulan dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Desa yang terletak di Kecamatan Moyo Hulu dengan populasi 1.685 jiwa tersebut berhasil mengungguli persaingan ketat antardesa dan kelurahan se-Kabupaten Sumbawa.

Kebersihan sebagai Cermin Peradaban Desa

Kepala Desa Batu Bulan, Yunus Syufriadi Bakri—yang akrab disapa YSB—mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas apresiasi tertinggi dari Pemkab Sumbawa tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti nyata dari kuatnya tradisi kebersamaan di desanya.

 "Alhamdulillah, ini adalah hadiah terindah di HUT RI ke-81 bagi seluruh warga Desa Batu Bulan. Juara ini bukan milik saya pribadi atau perangkat desa semata, melainkan milik seluruh masyarakat yang selama ini secara swakarsa dan penuh kesadaran menjaga kebersihan lingkungannya," ujar YSB.

Ia menjelaskan, prestasi ini dibangun melalui konsistensi program partisipatif. Pemerintah Desa Batu Bulan secara berkelanjutan menggalakkan gotong royong mingguan, tata kelola sampah terpadu, hingga edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara masif.

"Sejak awal, fokus kami bukan sekadar mengejar perlombaan. Yang kami lakukan adalah menjalankan kewajiban moral menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab kepada generasi mendatang," tambahnya.

Membumikan Budaya Gotong Royong

YSB berharap penghargaan tingkat kabupaten ini dapat menjadi pemantik motivasi agar warga tidak cepat berpuas diri, melainkan konsisten mempertahankan kualitas kebersihan lingkungan di kehidupan sehari-hari.

"Meraih predikat juara adalah bonus, tetapi menjaga Desa Batu Bulan tetap bersih, sehat, dan nyaman adalah tujuan utamanya. Kami ingin kebersihan menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup sehari-hari, bukan sekadar respons saat ada lomba," tegas YSB.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta jajaran pemuda yang solid berkolaborasi dalam mengawal program-program kebersihan desa.

Refleksi Kemerdekaan lewat Aksi Nyata

Keberhasilan Desa Batu Bulan memberikan pesan kuat bahwa makna kemerdekaan dapat diwujudkan melalui aksi konkret dari tingkat tapak. Kebersihan lingkungan yang terjaga bukan sekadar mencerminkan tingkat peradaban masyarakat, melainkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan desa yang sehat, produktif, dan sejahtera.

]]>
Wed, 19 Aug 2026 12:46:23 +0800 amr
Kemeriahan Glam & Glits Contest (GGC) 2026: Wadah Bakat, Aksi Cilik, dan Panggung Fashion Memukau https://amarmedia.co.id/kemeriahan-glam-glits-contest-ggc-2026-wadah-bakat-aksi-cilik-dan-panggung-fashion-memukau https://amarmedia.co.id/kemeriahan-glam-glits-contest-ggc-2026-wadah-bakat-aksi-cilik-dan-panggung-fashion-memukau Kemeriahan Glam & Glits Contest (GGC) 2026: Wadah Bakat, Aksi Cilik, dan Panggung Fashion Memukau

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  — Ajang bergengsi Glam & Glits Contest (GGC) Tahun 2026 sukses digelar oleh Arhi Modeling School pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026 istana Sultan Muhammad Kaharuddin III, mengusung semangat pengembangan bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri generasi muda, kegiatan ini berhasil menyedot perhatian publik dengan total ratusan peserta yang berkompetisi di panggung seni dan busana.

Ajang kompetisi fasyen dan modeling ini berkolaborasi dengan Sumbawa Model Management dan titik Sumbawa.

Semangat Pagi dalam Lomba Mewarnai

Rangkaian acara diawali pada pukul 08.00 WITA melalui Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 47 peserta dari jenjang TK hingga SD. Dengan penuh ketelitian, jemari-jemari cilik peserta menggoreskan warna-warni cerah di atas kertas. Suasana riuh nan penuh kehangatan tampak menyelimuti area perlombaan saat anak-anak mengekspresikan imajinasi visual mereka.

Memasuki sore hingga malam hari, pukul 15.00 hingga 22.00 WITA, suasana panggung semakin riuh dan memesona dengan dimulainya Lomba Fashion Show yang diikuti oleh 58 peserta.

Lampu sorot panggung dan alunan musik Grup musik Saramba bertempo tegas mengiringi setiap langkah para peserta yang tampil memukau di atas catwalk.

 

Pada Kategori Cilik (TK & SD), Para model cilik tampil menggemaskan sekaligus percaya diri. Dengan gerakan polos namun berani, mereka membawakan busana warna-warni, memberikan lekukan pose, senyuman manis, dan lambaian tangan yang memikat hati para juri serta penonton.

Pada Kategori Remaja & Umum (SMP, SMA, Umum), Panggung menjelang malam disuguhi oleh penampilan profesional para peserta remaja dan dewasa. Setiap peserta memperagakan rancangan busana terbaik—mulai dari busana kasual bernuansa modern hingga gaun pesta elegan. Dengan teknik walk yang mantap, pembawaan postur yang anggun, serta striking pose di ujung catwalk, persaingan nilai di kategori ini berlangsung sangat ketat.

Berikut Daftar Resmi Pemenang Glam & Glits Contest (GGC) 2026

I. Lomba Mewarnai

1. Kategori TK (Usia 3–6 Tahun)

Juara 1: Ayra Nadhira (PAUD Taamasa),

Juara 2: Noah Hirzi Gazhi (TKIT Bintang Ceria)

Juara 3: Ananda Rafasya M. (KBIT Anak Sholeh)

Harapan 1: Arumi Azzahra Rianti (RA Wikeke)

Harapan 2: Mahven Zakia Azzikra (RA Wikeke)

Harapan 3: Afif Wijayanto (RA Wikeke)

2. Kategori SD (Usia 6–9 Tahun)

Juara 1: Nadea Zulsyahwa (SD Lempeh)

Juara 2: Neysha Maheswari K. (SDIT Samawa Cendikia)

Juara 3: Anindra Asmara Khalillah (SD Lempeh)

Harapan 1: Elvira Muthia R. (SDN 11 Sumbawa)

Harapan 2: Akhmad Pangeran (SDN 2 Sumbawa)

Harapan 3: Tiara Zahsy Salsabila (SDN 6 Sumbawa)

3. Kategori SD (Usia 10–13 Tahun)

Juara 1: Izzatul Azizi (SD Deeniyat)

Juara 2: Afiqah Lailatul R. (SDIT Samawa Cendikia)

Juara 3: Violeticia Adelheit Putri C. Ricko (SD Diponegoro)

Harapan 1: Ni Ketut Milan Cahyani (SD Diponegoro)

Harapan 2: Aulia Izzatunnisa (SDN 6 Sumbawa)

Harapan 3: M. Zulfan Khairy (SDN Bukit Permai)

 II. Lomba Fashion Show

1. Kategori TK Putri (Usia 3–6 Tahun)

Juara 1: (A110) Ahza Rumaisyah (PAUD Assalam)

Juara 2: (A103) Almeeta Syahdana A. (TK Paracendekia NW)

Juara 3: (A121) Aulya Putri Syarif (TKN 3 Sumbawa)

 Harapan 1: (A117) Falisha Ratu Z.

 Harapan 2: (A123) Liziqi Alya H. (RA Darunnajah)

Harapan 3: (A128) Alea Firza Salsabila (PAUD Bintang Ceria)

Best Costume: (A111) Risella Putri A. (TK Telkom Sumbawa)

2. Kategori TK Putra (Usia 3–6 Tahun)

Juara 1: (A207) Wiliam Firzan A. (TK Telkom Sumbawa)

Juara 2: (A203) Fayes Nugroho (TKN 3 Sumbawa)

Juara 3: (A205) Ananda Rafasya M. (KBIT Anak Sholeh)

3. Kategori SD Putri (Usia 6–12 Tahun)

Juara 1: (B204) Nadine Alula S. (SDN Pernek)

Juara 2: (B101) Airin Rizqiya H. (SDN 15 Sumbawa)

Juara 3: (B102) Mikayla Zalindra S. (SDN 7 Sumbawa)
Best Costume: (B105) Samaira Nafisa P. (SDN 1 Sumbawa)

4. Kategori SD Putra (Usia 6–12 Tahun)

Juara 1: (B201) Al Fathir Putra Ibrahim (SDN 14 Sumbawa)

Juara 2: (B201) M. Davi Qiano (SDN Pernek)

5. Kategori SMP, SMA, & Umum (Usia 13–21 Tahun)

Juara 1: (C105) Keyla Adesafara (SMAN 3 Sumbawa)

Juara 2: (C109) Aqilah Khayarah (Umum)

Juara 3: (C101) Syarifah Nur Aisyah (SMAN 1 Sumbawa)

Harapan 1: (107) Cantika Afiyah Arsyatya P. (SMPN 1 Sumbawa)

Harapan 2: (104) Sabrina Raziqa (UTS)

Harapan 3: (106) Elina Kusuma Dewi (SMAK ST Gregorius)

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak yang berkomitmen terhadap pengembangan bakat generasi muda. Sponsor kegiatan diantaranya Klinik Degerasia, Kalbe Nutritions (Zee), Luma Institute, Air Minum Prim-a, Penyetan Mengkupir - Teri Utami, Jelita Cosmetic, BnB (Barenbliss), Arinariani Dressmaker, Yulish Collection, Minyak Kemiri Pangeran

 

Adapun Partnership Event / Media Partner yaitu Saramba (Samawa Ragam Media Budaya) Media Online Amarmedia.co.id, Gaung Nusra, Dwipa Media Nusantara, dan Epic Lombok (AM)

   

]]>
Wed, 19 Aug 2026 11:17:40 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Serahkan Bale Umat Ke&4 Di Desa Pungkit https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-serahkan-bale-umat-ke-4-di-desa-pungkit https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-serahkan-bale-umat-ke-4-di-desa-pungkit BAZNAS Sumbawa Serahkan Bale Umat Ke-4 Di Desa Pungkit

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Suasana haru dan syukur menyelimuti Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara pada Selasa, 18 Agustus 2026. Di tengah peringatan Hari Kemerdekaan, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumbawa menghadirkan kemerdekaan baru bagi salah satu warganya melalui penyerahan rumah program "Bale Umat" ke-4. Rumah layak huni tersebut diserahkan langsung kepada Bapak Salamuddin, warga Desa Pungkit yang selama ini hidup dalam keterbatasan tempat tinggal.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov. Turut mendampingi Sekretaris BAZNAS Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, dan Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan, Pahriyadi, S.AP. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Moyo Utara, Awaluddin Safari, S.H, Kepala Desa Pungkit, Abdul Hamid, S.Sos, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang datang menyaksikan.

Program "Bale Umat" merupakan salah satu program unggulan BAZNAS Kabupaten Sumbawa di bidang kemanusiaan yang menyasar kaum fakir, miskin dan dhuafa. Berbeda dengan program bedah rumah pada umumnya, Bale Umat dibangun secara utuh mulai dari nol. Mulai dari pondasi, pemasangan dinding, atap, hingga pengecatan luar dan dalam. Tujuannya adalah agar penerima manfaat mendapatkan hunian yang benar-benar baru, aman, sehat dan layak huni untuk ditempati dalam jangka panjang.

Dalam sambutannya, Syukri Rahmat menegaskan bahwa rumah ini adalah wujud nyata amanah dari para muzakki di Kabupaten Sumbawa. Dana zakat, infaq dan sedekah yang dikumpulkan telah dikelola dengan penuh tanggung jawab dan disalurkan tepat sasaran. "Kami ingin memastikan setiap rupiah zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar rumah, tetapi ini adalah harapan baru, martabat baru dan ketenangan bagi keluarga penerima manfaat. Pahala dari para donatur akan terus mengalir selama rumah ini ditempati," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh pemerintah kecamatan dan desa. Camat Moyo Utara, Awaluddin Safari, S.H menyampaikan bahwa program Bale Umat sangat membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa. Menurutnya sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar semakin banyak warga yang terbantu. Senada dengan itu, Kepala Desa Pungkit, Abdul Hamid, S.Sos mengaku bersyukur dan bangga karena desanya menjadi lokasi penerima Bale Umat. Ia menyebut bahwa selama ini kondisi rumah Bapak Salamuddin sangat tidak layak dan kehadiran rumah baru ini merupakan kado terbaik di bulan kemerdekaan.

Puncak acara terjadi ketika rumah diserahkan kepada penerima manfaat dengan pemasangan pelakat. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Salamuddin menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah sendiri. Bertahun-tahun ia tinggal di rumah yang reot dan tidak layak. Hari ini doanya terkabul melalui tangan BAZNAS dan para donatur. "Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua BAZNAS, Pak Camat, Pak Kades, dan semua yang terlibat. Semoga Allah membalas semua kebaikan dengan rezeki yang berlipat dan keberkahan," ucapnya disambut haru dan tepuk tangan warga.

Rumah Bale Umat yang diserahkan berukuran 4x6 meter dengan kamar tidur dan ruang tamu, serta kamar mandi. Hingga Agustus 2026, BAZNAS Kabupaten Sumbawa telah berhasil membangun dan menyerahkan empat unit Bale Umat di berbagai wilayah. Program ini akan terus dilanjutkan sebagai bukti bahwa zakat memiliki kekuatan besar untuk mengubah kehidupan dan mengangkat derajat umat. (AM/Adi)

]]>
Wed, 19 Aug 2026 09:51:54 +0800 amr
Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot Tebar Optimisme di Malam Tasyakuran HUT RI ke&81: Dari Stabilitas Fiskal hingga Investasi Rp7,6 Triliun https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ir-h-syarafuddin-jarot-tebar-optimisme-di-malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81-dari-stabilitas-fiskal-hingga-investasi-rp76-triliun https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ir-h-syarafuddin-jarot-tebar-optimisme-di-malam-tasyakuran-hut-ri-ke-81-dari-stabilitas-fiskal-hingga-investasi-rp76-triliun Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot Tebar Optimisme di Malam Tasyakuran HUT RI ke-81: Dari Stabilitas Fiskal hingga Investasi Rp7,6 Triliun

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Suasana hangat dan penuh optimisme mewarnai Malam Tasyakuran Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa Senin 18 Agustus 2026. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan pidato kebangsaan yang mengunggah semangat dan motivasi, mengajak seluruh elemen masyarakat merawat kedamaian serta memperkuat gotong royong demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa Drs. H.Mohamad Ansori, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP M.M.Inov, Wakil Ketua Zulfikar Demitry SH MH, dan Anggota DPRD, Kapolres Sumbawa,Kejari Sumbawa , Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa dan jajaran Forkopimda. Sekretaris Daerah Staf Ahli Bupati dan jajaran Kepala OPD 

Mengawalinya dengan salam kehangatan, Bupati mengajak seluruh hadirin bersyukur atas karunia 81 tahun kemerdekaan. Di tengah dinamika nasional dan duka akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menimpa saudara se-Tanah Air di Flores, NTT, Bupati mengingatkan bahwa rasa aman dan kebersamaan di Tana Samawa adalah nikmat besar yang harus dijaga. Pedagang bisa berikhtiar, petani melaut dan bersawah, serta roda pemerintahan berjalan lancar karena kondusivitas daerah yang terjaga.

Menjawab tantangan penyesuaian efisiensi anggaran pusat, Bupati memberikan kepastian bahwa kondisi keuangan daerah Kabupaten Sumbawa tetap aman dan terkendali. Meskipun alokasi belanja pegawai (ASN dan PPPK) mencapai 44,5% dari APBD, kebijakan tersebut ditegaskan sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan manusia di baliknya—termasuk para guru dan tenaga kesehatan yang mengabdi di pelosok desa. Keamanan kesejahteraan ini diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan dedikasi dan kualitas pelayanan publik.

Di sektor perekonomian, Bupati Jarot memaparkan capaian membanggakan dengan nilai realisasi investasi yang menembus angka Rp7,6 triliun pada semester awal 2026. Dengan target pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1%, pemerintah daerah berkomitmen agar indikator makro ini tidak berhenti pada deretan angka statistik semata, melainkan menjelma menjadi pembukaan lapangan kerja baru, penurunan angka kemiskinan, serta pembangunan sarana publik yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

Apresiasi tinggi turut disampaikan atas kemeriahan rangkaian peringatan HUT RI ke-81 yang melibatkan ribuan warga, termasuk ajang gerak jalan antardinas yang diikuti hampir 300 tim. Salah satu momen paling menyentuh hati Bupati adalah kepolosan pesan antikorupsional dari seorang anak saat parade kegiatan. Pesan murni "Jangan korupsi ya, Pak Bupati" dinilainya sebagai pengingat moral yang sangat kuat bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan pemerintahan secara bersih dan berintegritas.

Malam tasyakuran tersebut diakhiri dengan seruan bersama untuk menyatukan barisan, menjaga keharmonisan, serta melanjutkan kerja nyata dalam mengawal pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan.

]]>
Tue, 18 Aug 2026 22:12:05 +0800 amr
Semarak Tasyakuran HUT RI ke&81 di Kabupaten Sumbawa: Mengusung Semangat Gotong Royong menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur https://amarmedia.co.id/semarak-tasyakuran-hut-ri-ke-81-di-kabupaten-sumbawa-mengusung-semangat-gotong-royong-menuju-indonesia-berdaulat-adil-dan-makmur https://amarmedia.co.id/semarak-tasyakuran-hut-ri-ke-81-di-kabupaten-sumbawa-mengusung-semangat-gotong-royong-menuju-indonesia-berdaulat-adil-dan-makmur Semarak Tasyakuran HUT RI ke-81 di Kabupaten Sumbawa: Mengusung Semangat Gotong Royong menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id 18 Agustus 2026 – Semangat kemerdekaan dan rasa syukur menyelimuti Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Senin malam (18/8). Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Malam Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 dengan khidmat dan meriah.

Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, Kepala BUMN/BUMD, pimpinan instansi vertikal, Rektor Perguruan Tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi wanita seperti Dharma Wanita Persatuan, Iswara, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

Mengawali acara, semangat nasionalisme dikobarkan dengan refleksi bahwa angka 81 tahun kemerdekaan bukanlah sekadar deretan waktu, melainkan bukti keringat, air mata, dan darah para pejuang yang semangatnya terus diwariskan. Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara dibuka dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Salim, S.Ag.

Semarak Rangkaian HUT RI di Sumbawa

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua Umum Panitia Peringatan HUT RI ke-81, Dr. H.Budi Prasetiyo S.Sos MAP, membuka laporannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. "Semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Sumbawa adalah bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci keberhasilan kita," ungkapnya.

Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 898 Tahun 2026 yang menindaklanjuti arahan Kementerian Sekretariat Negara, peringatan tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 1 Agustus dan akan berlanjut hingga 23 Agustus 2026, yang meliputi Lomba Kebersihan Desa/Kelurahan menghasilkan antusiasme tinggi dengan banyaknya video kreatif yang dikirimkan warga ke media sosial. Lomba ini menjadi ikhtiar bersama mewujudkan "Indonesia Asri".

Lomba Gerak Jalan juga telah digelar pada 10-12 Agustus dengan jumlah peserta yang sangat membeludak dan meriah.

Layanan Kesehatan Gratis & Donor Darah juga sukses digelar yang berkolaborasi dengan Batalyon setempat. Kegiatan ini tidak hanya membantu ketersediaan darah, tetapi juga wujud implementasi visi misi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam bidang kesehatan.

Pawai Alegoris menampilkan kekayaan khazanah budaya Nusantara dengan tema perjuangan dan pembangunan yang memukau masyarakat.

Upacara Inti Peringatan meliputi Pengukuhan 26 anggota Paskibraka terbaik Sumbawa, Renungan Suci di Makam Pahlawan (16/8), hingga Upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera pada 17 Agustus yang berjalan lancar dan penuh khidmat.

Kampanye Anti-Korupsi hingga Penyerahan Bantuan

Malam tasyakuran ini tidak hanya sekadar seremonial. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggunakan momentum ini untuk menyuarakan kampanye anti-korupsi melalui Lomba Pariwara Anti-Korupsi guna mewujudkan visi "Sumbawa Bersih Melayani dan Bebas Korupsi". ujarnya.

Selain itu, malam puncak ini juga diisi dengan beberapa agenda penting, antara lain Pengumuman dan pemberian apresiasi kepada para pemenang lomba HUT RI.

Penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, Penyerahan bantuan Bale Umat/Bale Umin masyarakat hasil sinergi dengan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan sekolah-sekolah di Sumbawa.

Agenda Lanjutan: Festival Desa dan "Jarot Ansori (JA) Run"

Kemeriahan HUT RI ke-81 di Sumbawa dipastikan belum usai. Dr. Budi Prasetiyo menyebutkan bahwa semarak kemerdekaan masih menggema di tingkat kecamatan dan desa, seperti Festival Nimung Rame di Lopok dan Festival Paroso.

Sebagai penutup rangkaian kemerdekaan, masyarakat juga diundang untuk berpartisipasi dalam ajang lari "JA Run yang akan digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan pilihan kategori jarak 5 km, 10 km, dan 15 km.

Menutup laporannya dengan bait Lawas khas Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo mewakili panitia memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan acara. Tasyakuran ini menjadi momentum peneguh komitmen bersama untuk terus membangun Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera. (AM)

]]>
Tue, 18 Aug 2026 21:16:26 +0800 amr
MERAH PUTIH BERKIBAR GAGAH: Bupati Sumbawa Pimpin Upacara Detik&Detik Proklamasi HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/merah-putih-berkibar-gagah-bupati-sumbawa-pimpin-upacara-detik-detik-proklamasi-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/merah-putih-berkibar-gagah-bupati-sumbawa-pimpin-upacara-detik-detik-proklamasi-hut-ke-81-ri MERAH PUTIH BERKIBAR GAGAH: Bupati Sumbawa Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa berlangsung khidmat dan penuh semangat patriotisme. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Senin (17/8/2026).

Dalam pelaksanaan tugas kenegaraan tersebut, Bupati Sumbawa didampingi oleh sang istri, Ibu Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E. Upacara ini menjadi puncak rangkaian peringatan hari kemerdekaan di tingkat kabupaten yang dihadiri oleh seluruh elemen pemerintahan daerah.

Turut hadir dalam prosesi upacara tersebut antara lain Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Ibu Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP Beserta Ibu Nur Isna Sitoresmi Budi Prasetiyo, S.Sos., M.Si., seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajarannya.

Kelancaran dan kekhidmatan upacara tidak lepas dari peran para petugas yang telah dipersiapkan secara matang. Berikut adalah daftar pejabat yang bertugas pada Detik-Detik Proklamasi ke-81 di Kabupaten Sumbawa:

Komandan Upacara AKP Totok Ari Suwondo, S.H., M.Si. (Polres Sumbawa). Perwira Upacara: AKP Ruslan (Polres Sumbawa). Pembaca Naskah Proklamasi: Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov. Pembaca Doa:Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa DGH, Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)

Momen sakral pengibaran bendera Merah Putih dieksekusi dengan sempurna oleh Pasukan Pengibar Bendera yang merupakan putra-putri terbaik dari berbagai sekolah menengah di Kabupaten Sumbawa. Pasukan ini merupakan hasil binaan dan asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Kabupaten Sumbawa.

Formasi inti pengibaran bendera dipimpin dan dilaksanakan oleh Komandan Pasukan Letda Cpl Ivan S.Tr.Han. (Yonif TP 835/SYB).

Pembawa Baki:Dinda Nova Aulia (SMAN 1 Lunyuk).

Pendamping Pembawa Baki: Khalishah Aura Firdaus (SMAN 1 Sumbawa).

Pengatur Bendera:Ricky Risandy (SMAN 1 Alas).

Penggerek Bendera:Fajar Apriliano (SMAN 1 Lape).

Pembentang Bendera: Mohamad Ariq Setiawan (SMAN 1 Sumbawa Besar).

Paduan Suara Gita Bahana

Suasana upacara semakin semarak dan menggugah jiwa nasionalisme berkat persembahan lagu-lagu patriotik dari paduan suara Gita Bahana SMAN 1 Sumbawa Besar. Penampilan apik para pelajar ini berada di bawah asuhan pelatih Erna Dewi, S.Pd., dengan Penanggung Jawab H. Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd.

Lagu-lagu kebangsaan yang dilantunkan menambah kekhidmatan dan mempertebal rasa cinta tanah air bagi seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir di lokasi. (AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 17:05:07 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Alas Cup 2, Bangkitkan Kembali Tradisi Bulu Tangkis Kecamatan Alas https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-alas-cup-2-bangkitkan-kembali-tradisi-bulu-tangkis-kecamatan-alas https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-alas-cup-2-bangkitkan-kembali-tradisi-bulu-tangkis-kecamatan-alas Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Alas Cup 2, Bangkitkan Kembali Tradisi Bulu Tangkis Kecamatan Alas

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., memberikan apresiasi atas pelaksanaan Kejuaraan Bulu Tangkis Alas Cup 2 se-Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Gedung Serbaguna Alas Minggu 16 Agustus 2026.

Kejuaraan tersebut turut dihadiri oleh Camat Alas, Dr. Usman, SE.ME Camat Alas Barat, Drs. Zainuddin, Korwil PGRI Alas, Ketua PBSI Alas, serta perwakilan Danramil Alas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya mengembangkan dan menggairahkan kembali olahraga, khususnya bulu tangkis, di Kecamatan Alas.

Menurut Abdul Rafiq, kegiatan Alas Cup 2 sangat positif bagi pembinaan olahraga di Kabupaten Sumbawa. Turnamen seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial.

“Kami dari KONI Sumbawa memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Alas Cup 2. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk pembinaan atlet dan sekaligus menggairahkan kembali olahraga bulu tangkis, khususnya di Kecamatan Alas,” ujar Abdul Rafiq.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Drs. Riyan Bahtiar, pemilik Orisaa Tour Mataram, yang telah memberikan dukungan sebagai sponsor dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kegiatan olahraga merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kemajuan olahraga daerah.

“Terima kasih kepada Bapak Drs. Riyan Bahtiar dan Orisaa Tour Mataram atas dukungannya. Ini merupakan contoh bahwa kemajuan olahraga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, KONI, dunia usaha, organisasi olahraga, TNI, dan masyarakat,” katanya.

Abdul Rafiq menegaskan, Kecamatan Alas memiliki sejarah panjang sebagai salah satu barometer kekuatan bulu tangkis di Kabupaten Sumbawa. Dari wilayah ini telah lahir banyak pemain yang memiliki kemampuan dan semangat kompetisi yang kuat.

Karena itu, menurutnya, Alas Cup 2 harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kejayaan bulu tangkis Alas.

“Alas sejak dulu dikenal sebagai salah satu barometer kekuatan bulu tangkis Sumbawa. Kita berharap melalui Alas Cup ini tradisi tersebut kembali bangkit. Jangan hanya menjadi turnamen, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan sehingga lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Alas dan Kabupaten Sumbawa ke tingkat provinsi bahkan nasional,” tegasnya.

Ketua KONI Sumbawa juga mengapresiasi dukungan Camat Alas, Camat Alas Barat, Korwil PGRI Alas, Ketua PBSI Alas, perwakilan Danramil Alas, panitia, klub, atlet, serta seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap model pembinaan melalui turnamen seperti Alas Cup dapat terus dikembangkan dan diikuti oleh kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa.

“Semakin banyak kompetisi, semakin banyak pula kesempatan bagi atlet kita untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Pembinaan olahraga harus dimulai dari bawah, dari kecamatan, klub, dan komunitas. Dari sanalah kita menemukan bibit-bibit terbaik untuk Sumbawa,” pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 14:51:18 +0800 amr
Membangun Pendidikan Lebih Maju di HUT RI ke&81: Pesan Kepala KCD Dikpora NTB Wilayah IV Sumbawa https://amarmedia.co.id/membangun-pendidikan-lebih-maju-di-hut-ri-ke-81-pesan-kepala-kcd-dikpora-ntb-wilayah-iv-sumbawa https://amarmedia.co.id/membangun-pendidikan-lebih-maju-di-hut-ri-ke-81-pesan-kepala-kcd-dikpora-ntb-wilayah-iv-sumbawa Membangun Pendidikan Lebih Maju di HUT RI ke-81: Pesan Kepala KCD Dikpora NTB Wilayah IV Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026, menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen dunia pendidikan. Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB Wilayah IV Kabupaten Sumbawa Pendidikan dan Kebudayaan Junaidi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat Hari Kemerdekaan sekaligus pesan inspiratif bagi seluruh tenaga pendidik di daerah.

Dalam arahannya, Junaidi mengajak para guru untuk terus menjaga eksistensi dan dedikasi tinggi dalam mengemban amanah mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah semarak pusat kemerdekaan Indonesia.

Eksistensi dan Dedikasi Guru untuk Mutu Pendidikan

Junaidi berpesan kepada seluruh bapak dan ibu guru agar senantiasa istikamah melaksanakan tugas mulia dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, peran pendidik sangat vital dalam menjamin kualitas pendidikan yang lebih baik dan berkemajuan di masa depan.

"Semoga bapak dan ibu tetap eksis dan tetap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjamin pendidikan yang lebih baik dan lebih maju di kemudian hari," pesan Junaidi.

Lebih lanjut, ia berharap sinergi di tingkat cabang dinas ini mampu memotivasi para guru untuk terus berinovasi, menjaga eksistensi profesionalisme, serta bersama-sama mewujudkan ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Sumbawa.

Dengan semangat kemerdekaan ke-81, KCD Dikpora NTB Wilayah Sumbawa optimis dunia pendidikan daerah akan terus melangkah maju demi mencetak generasi emas Indonesia. (AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 13:44:34 +0800 amr
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke&81 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-gelar-upacara-hut-kemerdekaan-ri-ke-81 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-gelar-upacara-hut-kemerdekaan-ri-ke-81 DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran pengurus, kader, anggota, serta keluarga besar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa. Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si.

Dalam arahannya, Abdul Rafiq menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk kembali mengingat dan meneguhkan tanggung jawab seluruh kader partai dalam menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Karena itu, tugas kita bukan hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi melanjutkan perjuangan tersebut melalui kerja nyata untuk rakyat,” ujar Abdul Rafiq.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam keberpihakan kepada kepentingan rakyat, terutama masyarakat kecil, kelompok yang membutuhkan perhatian, serta mereka yang masih menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Abdul Rafiq juga mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan agar menjadikan Pancasila, gotong royong, persatuan, dan keberpihakan kepada wong cilik sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

“Sebagai kader PDI Perjuangan, kita harus terus hadir di tengah masyarakat. Politik harus menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar mengejar kekuasaan. Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada rakyat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga soliditas, serta meningkatkan kerja-kerja kerakyatan di tengah masyarakat.

“Di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, mari kita isi kemerdekaan dengan kerja keras, gotong royong dan pengabdian. Jangan pernah lelah memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga Indonesia tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Abdul Rafiq menambahkan, semangat perjuangan para pendiri bangsa harus menjadi energi bagi generasi saat ini untuk menghadapi tantangan zaman. Kader partai harus mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan ikut membangun Kabupaten Sumbawa yang lebih maju, adil, sejahtera dan berkeadaban.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” (AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 13:33:18 +0800 amr
Merdeka dari Korupsi untuk Lanjutkan Cita&Cita Pahlawan: Pesan Irban III Inspektorat Kabupaten Sumbawa di HUT RI ke&81 https://amarmedia.co.id/merdeka-dari-korupsi-untuk-lanjutkan-cita-cita-pahlawan-pesan-irban-iii-inspektorat-kabupaten-sumbawa-di-hut-ri-ke-81 https://amarmedia.co.id/merdeka-dari-korupsi-untuk-lanjutkan-cita-cita-pahlawan-pesan-irban-iii-inspektorat-kabupaten-sumbawa-di-hut-ri-ke-81 Merdeka dari Korupsi untuk Lanjutkan Cita-Cita Pahlawan: Pesan Irban III Inspektorat Kabupaten Sumbawa di HUT RI ke-81

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026, dimanfaatkan oleh berbagai kalangan untuk merefleksikan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, termasuk dari sudut pandang pengawasan dan integritas birokrasi.

Pejabat Pengawas Pemerintah (Irban III) Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Abdurrahman, S.E., menyampaikan pandangan tegas mengenai pentingnya memerdekakan diri dari tindakan korupsi sebagai wujud nyata meneruskan perjuangan bangsa.

Merdeka dari Korupsi sebagai Amanah Perjuangan

Menurut Abdurrahman, hakikat kemerdekaan di masa kini tidak hanya sebatas terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga membebaskan diri dan bangsa dari belenggu praktik korupsi. Dengan terbebas dari korupsi, seluruh elemen bangsa, khususnya aparatur pemerintah, dapat fokus melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan pendahulu yang telah merebut kemerdekaan.

 "Kita merdeka dari korupsi sehingga kita dapat melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan pendahulu kita," tegas Abdurrahman.

Integritas Adalah Harga Mati

Dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik, Abdurrahman menekankan bahwa penjagaan nilai-nilai moral dan profesionalisme menjadi kunci utama. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk senantiasa memegang teguh komitmen antikorupsi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Kabupaten Sumbawa.

"Tetap Jaga Integritas" — Menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap lini tugas pemerintahan.Integritas Harga Mati" — Ketegasan sikap bahwa prinsip kejujuran dan antikorupsi tidak dapat ditawar lagi dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.

Melalui pesan ini, Inspektorat Kabupaten Sumbawa berharap semangat kemerdekaan ke-81 menjadi momentum kebangkitan bersama untuk memperkuat integritas birokrasi demi Sumbawa yang lebih maju, bersih, dan bermartabat. (AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 10:37:59 +0800 amr
Makna Kemerdekaan dalam Pandangan Islam: Pesan Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa di HUT RI ke&81 https://amarmedia.co.id/makna-kemerdekaan-dalam-pandangan-islam-pesan-ketua-pdm-muhammadiyah-kabupaten-sumbawa-di-hut-ri-ke-81 https://amarmedia.co.id/makna-kemerdekaan-dalam-pandangan-islam-pesan-ketua-pdm-muhammadiyah-kabupaten-sumbawa-di-hut-ri-ke-81 Makna Kemerdekaan dalam Pandangan Islam: Pesan Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa di HUT RI ke-81

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026, menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumbawa, Ustadz Ahmad Jamaan, M.Y., memaparkan pandangan mendalam mengenai makna kemerdekaan ditinjau dari perspektif Islam.

Dalam keterangannya, Ustadz Ahmad Jamaan menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan anugerah agung berupa kebebasan hakiki dari segala bentuk perbudakan, baik fisik maupun spiritual, seraya menundukkan diri sepenuhnya kepada aturan Allah SWT.

Hakikat Kemerdekaan dalam Islam

Ustadz Jamaan merinci dua prinsip utama hakikat kemerdekaan bagi seorang Muslim, yaitu:

Pertama ; Bebas dari Penghambaan

Kemerdekaan sejati berarti manusia terbebas dari penghambaan kepada sesama manusia maupun hawa nafsu duniawi, dan hanya menyembah serta mengabdikan diri kepada Allah SWT semata.

Kedua ; Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Kemerdekaan bukanlah kebebasan tanpa batas yang dibiarkan melanggar norma. Setiap kebebasan individu di bumi Indonesia harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT

Ketiga : Wujud Rasa Syukur dan Merawat Kemerdekaan

Nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia yang diraih atas rahmat Allah SWT harus dirawat dengan sebaik-baiknya. PDM Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh masyarakat untuk mewujudkan rasa syukur tersebut melalui langkah nyata:

Keempat : Penegakan Nilai Moral

Menjaga persatuan bangsa, saling tolong-menolong, serta aktif membangun bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan moral dan sosial di era modern.

Kelima Integritas Sosial:

Senantiasa menegakkan keadilan, menjunjung tinggi kejujuran, serta taat kepada aturan yang berlandaskan nilai-nilai ilahiyah.

Keenam : Bebas dari Perbudakan Spiritual

Sebagai penutup, Ustadz Jamaan menekankan pentingnya memaknai kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia secara lebih luas, yakni terbebas dari perbudakan spiritual.

"Kemerdekaan sejati berarti hanya menyembah dan tunduk kepada Allah SWT semata, di mana manusia terbebas dari belenggu keserakahan, egoisme, dan ketergantungan jiwa selain kepada Sang Pencipta," ujar Ustadz Ahmad Jamaan.

Melalui refleksi ini, PDM Kabupaten Sumbawa berharap masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa, dapat terus mengisi kemerdekaan dengan semangat keimanan, persatuan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.(AM)

]]>
Mon, 17 Aug 2026 10:07:31 +0800 amr
Riuh Agustus, Sunyi Rakyat https://amarmedia.co.id/riuh-agustus-sunyi-rakyat https://amarmedia.co.id/riuh-agustus-sunyi-rakyat Riuh Agustus, Sunyi Rakyat

Oleh. Asmediati 

Bendera merah putih

berbaris di sepanjang jalan,

seperti mengingatkan kami

bahwa negeri ini

pernah diperjuangkan

dengan darah dan nyawa.

Di lapangan desa,

lomba pun dimulai.

Anak-anak tertawa,

orang tua bersorak,

panitia sibuk mengatur peserta.

Indonesia tampak merdeka

setidaknya sampai

acara selesai.

---

Ada lomba makan kerupuk.

Kerupuk digantung tinggi.

Anak-anak berusaha menggigitnya

tanpa bantuan tangan.

Saya melihat seorang ibu

di pinggir lapangan.

Ia tidak ikut lomba.

Ia sedang menghitung

berapa harga beras hari ini.

Kerupuk anak-anak

digantung tinggi.

Harga kebutuhan

entah kenapa

juga semakin tinggi.

---

Lalu lomba gerak jalan.

Barisan berjalan tegap.

Kiri, kanan, kiri, kanan.

Seragam rapi.

Langkah serempak.

Senyum dipaksakan.

Saya tiba-tiba berpikir:

Andai hidup semudah gerak jalan,

cukup mendengar aba-aba

lalu melangkah bersama.

Sayangnya,

rakyat sering disuruh maju

tanpa pernah diberi tahu

ke mana arah jalannya.

Kami berjalan terus.

Kiri.

Kanan.

Kiri.

Kanan.

Sampai lupa

apakah sedang menuju kemajuan

atau hanya berputar

di tempat yang sama.

---

Ada lomba sambung lagu.

Peserta pertama menyanyi.

Peserta kedua melanjutkan.

Peserta ketiga menyambung lagi.

Semua tertawa

ketika liriknya salah.

Saya teringat negeri ini.

Bukankah banyak cerita

juga disambung seperti lagu?

Janji disambung janji.

Program disambung program.

Pidato disambung pidato.

Tahun berganti tahun.

Liriknya boleh berbeda,

tetapi rakyat

masih menunggu

bait terakhir:

kapan kesejahteraan

benar-benar sampai?

---

Ada lomba memasukkan paku

ke dalam botol.

Peserta berusaha

mengarahkan paku

dengan tali yang bergoyang.

Sedikit meleset,

gagal.

Sedikit lengah,

ulang lagi.

Saya teringat kehidupan.

Betapa banyak orang

setiap hari berusaha

memasukkan penghasilan

ke dalam kebutuhan

yang mulutnya

tidak pernah kenyang.

Paku akhirnya masuk.

Penonton bersorak.

Tetapi di luar lapangan,

banyak harapan

yang belum juga

menemukan tempatnya.

---

Lalu bola dangdut.

Bola ditendang,

musik bergoyang,

peserta tertawa

mengikuti irama.

Kami memang pandai berjoget

mengikuti keadaan.

Harga naik,

kami menyesuaikan.

Aturan berubah,

kami menyesuaikan.

Janji berganti,

kami kembali menyesuaikan.

Barangkali rakyat

adalah peserta lomba

paling lentur di negeri ini.

Apa pun iramanya,

kami tetap dipaksa

untuk bergoyang.

---

Ada pula estafet air.

Air dipindahkan

dari satu wadah

ke wadah berikutnya.

Sedikit tumpah,

sedikit berkurang.

Saya teringat

betapa sering sesuatu

dipindahkan dari tangan

ke tangan.

Tanggung jawab dipindahkan.

Kesalahan dipindahkan.

Masalah dipindahkan.

Sementara rakyat

tetap berdiri di ujung

menunggu hasil.

Ketika sampai,

airnya tinggal separuh.

Tapi laporan mengatakan:

“Sudah tersalurkan.”

Kami tersenyum.

Entah karena lucu

atau karena sudah terlalu

terbiasa.

---

Ada lomba membuat tumpeng.

Nasi ditata menjulang

seperti gunung kecil.

Lauk-pauk menghias

di sekelilingnya.

Semua tampak indah.

Semua tampak cukup.

Semua tampak makmur

di atas meja penilaian.

Juri berkeliling

menilai bentuk,

warna,

dan kelengkapan.

Saya hanya bertanya:

Siapa yang akan makan

setelah lomba selesai?

Sebab di luar arena,

ada meja makan

yang tidak punya tumpeng.

Ada piring

yang hanya ditemani garam.

Ada keluarga

yang merayakan kemerdekaan

dengan menu seadanya.

Tumpeng akhirnya menjadi juara.

Kami bertepuk tangan.

Namun saya berharap

suatu hari nanti

setiap meja makan rakyat

juga punya alasan

untuk merayakan.

Bukan hanya

sebuah tumpeng perlombaan.

---

Ada pawai alegoris.

Kereta hias berjalan perlahan.

Anak-anak memakai kostum

menjadi pahlawan, petani, nelayan,

dokter, guru, dan pejuang.

Ada miniatur pembangunan.

Ada simbol kemajuan.

Ada senyum yang dipasang

sepanjang jalan.

Penonton bertepuk tangan.

Kamera sibuk mengabadikan.

Semua tampak indah

dari pinggir jalan.

Saya bertanya dalam hati:

Apakah yang kita pawai-kan

benar-benar kehidupan kita?

Jika petani menjadi hiasan,

siapa yang memikirkan sawahnya?

Jika guru menjadi simbol,

siapa yang mendengar keluhnya?

Jika anak-anak membawa

miniatur masa depan,

siapa yang memastikan

masa depan itu

tidak mereka bawa

sendirian?

Pawai terus berjalan.

Kereta hias berlalu.

Musik semakin jauh.

Yang tersisa

hanya jalan yang kembali sepi

dan spanduk yang berkibar

di tiang-tiang.

Barangkali negeri ini

memang pandai membuat

kemajuan tampak indah

di atas kendaraan hias.

Tinggal satu pertanyaan:

Kapan kemajuan itu

turun dari panggung

dan benar-benar

masuk ke rumah rakyat?

---

Ada balap karung.

Anak-anak melompat

dengan kaki terbungkus karung.

Mereka jatuh.

Mereka bangun.

Mereka tertawa.

Saya ingin ikut tertawa.

Tetapi teringat tetangga

yang sudah bertahun-tahun

melompat dari satu beban

ke beban berikutnya.

Bedanya,

anak-anak berlomba

mendapat hadiah.

Orang dewasa berlomba

agar tidak kehilangan rumah.

---

Panjat pinang

menjadi acara terakhir.

Batangnya licin.

Hadiah bergelantungan

di tempat yang tinggi.

Beberapa orang

saling menginjak.

Beberapa orang

saling menopang.

Yang paling kuat

mencapai puncak.

Saya kembali bertanya:

Apakah begini juga

cara kita membangun negeri?

Yang bawah menopang,

yang atas menikmati?

Kalau benar,

semoga suatu hari nanti

yang berada di atas

tidak lupa

bahwa ia sampai ke sana

karena ada banyak bahu

yang rela menahan beratnya.

---

Lalu tibalah 17 Agustus.

Hari yang paling ditunggu.

Upacara menjadi puncak

perayaan kemerdekaan.

Lapangan dipenuhi barisan.

Seragam dirapikan.

Sepatu disemir.

Bendera merah putih

siap dikibarkan.

Ketika Sang Saka perlahan naik,

semua berdiri tegak.

Lagu kebangsaan berkumandang.

Tidak ada yang bercanda.

Tidak ada yang berlari.

Untuk beberapa menit,

kami semua mengingat

bahwa kemerdekaan ini

dibayar mahal

oleh mereka yang telah

memberikan jiwa dan raganya.

Inspektur upacara berpidato

tentang perjuangan,

persatuan,

pembangunan,

dan masa depan bangsa.

Kami mendengarkan.

Kami bertepuk tangan.

Namun di tengah khidmatnya upacara,

saya kembali bertanya:

Apa arti kemerdekaan

jika hanya berhenti

pada upacara?

Bendera sudah berkibar.

Lagu sudah dinyanyikan.

Pidato sudah disampaikan.

Tetapi setelah barisan dibubarkan,

rakyat kembali pulang

kepada kehidupan masing-masing.

Semoga kemerdekaan

tidak ikut dibubarkan

bersama barisan.

Semoga ia ikut pulang

ke rumah-rumah rakyat.

Masuk ke dapur.

Masuk ke sekolah.

Masuk ke pasar.

Masuk ke ruang kerja.

Masuk ke kehidupan

mereka yang selama ini

menunggu keadilan.

Sebab puncak kemerdekaan

bukan hanya ketika

bendera mencapai puncak tiang.

Tetapi ketika

keadilan mencapai

puncak kehidupan rakyat.

---

Malam itu

semua lomba selesai.

Piala dibagikan.

Hadiah diterima.

Foto bersama.

Tepuk tangan.

Tumpeng dipotret.

Pawai telah berlalu.

Upacara telah usai.

Lalu lapangan kembali sepi.

Bendera masih berkibar.

Saya menatapnya

dan tersenyum.

Barangkali kemerdekaan

memang bukan sesuatu

yang selesai dirayakan

setiap bulan Agustus.

Kemerdekaan adalah pekerjaan

yang harus dilakukan

setiap hari.

Dengan kejujuran.

Dengan keberanian.

Dengan kepedulian.

Dengan keberpihakan

kepada mereka

yang belum benar-benar

merasakan arti merdeka.

Sebab percuma

kita memenangkan

lomba gerak jalan,

jika rakyat

tidak pernah tahu

ke mana negeri ini berjalan.

Percuma kita pandai

menyambung lagu,

jika yang tersambung

hanya janji-janji,

sementara harapan rakyat

terputus

di tengah jalan.

Percuma air

berhasil dipindahkan

dari satu gelas ke gelas lain,

jika di ujung perjalanan

yang tersisa

hanya setetes harapan.

Dan percuma

kita membuat tumpeng

setinggi gunung,

jika masih ada

meja makan rakyat

yang kosong.

Percuma pula

pawai alegoris

menggambarkan masa depan

dengan warna-warni,

jika masa depan itu

belum mampu

menyentuh kehidupan

mereka yang berdiri

di pinggir jalan.

Dan percuma

kita berdiri khidmat

di bawah tiang bendera,

jika setelah upacara selesai

kita kembali membiarkan

ketidakadilan berdiri

lebih tegak daripada

keadilan.

Dirgahayu Indonesia.

Semoga tahun depan

kita tidak hanya

merayakan kemerdekaan.

Semoga kita

benar-benar

merasakannya.

]]>
Mon, 17 Aug 2026 09:42:01 +0800 amr
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-kemerdekaan-republik-indonesia-ke-81 https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-kemerdekaan-republik-indonesia-ke-81 Mon, 17 Aug 2026 09:11:28 +0800 amr Bawa Pesan Kesejukan dan Lantunkan Salawat, PC Muslimat NU Tampil Anggun Berkostum Adat di Pawai Alegoris HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/bawa-pesan-kesejukan-dan-lantunkan-salawat-pc-muslimat-nu-tampil-anggun-berkostum-adat-di-pawai-alegoris-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/bawa-pesan-kesejukan-dan-lantunkan-salawat-pc-muslimat-nu-tampil-anggun-berkostum-adat-di-pawai-alegoris-hut-ke-81-ri Bawa Pesan Kesejukan dan Lantunkan Salawat, PC Muslimat NU Tampil Anggun Berkostum Adat di Pawai Alegoris HUT ke-81 RI

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa turut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kehadiran mereka pada ajang Pawai Alegoris yang digelar Sabtu (15/8/2026) menyita perhatian publik lewat penampilan yang sangat anggun dalam balutan pakaian adat khas Sumbawa.

Barisan PC Muslimat NU ini dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang dalam kesempatan tersebut turut didampingi oleh Staf Ahli Bupati beserta sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Penampilan para pengurus dan anggota Muslimat NU ini tidak sekadar menonjolkan estetika pelestarian budaya lokal, tetapi juga sarat akan pesan moral dan kebangsaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dra St Animarwati, M.Pdi Ketua Rombongan sekaligus Ketua PC Muslimat NU Sumbawa.

Animarwati menyampaikan bahwa partisipasi pihaknya dalam pawai kali ini secara khusus membawa pesan kebangsaan yang berlandaskan pada semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Kami hadir untuk merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, dan mengabdi untuk negeri dengan semangat 'Hubbul Wathon Minal Iman' (cinta tanah air adalah sebagian dari iman). Muslimat NU bersatu dalam keberagaman, menjaga persaudaraan, dan mencintai Indonesia. Berbeda-beda, tetapi tetap satu Indonesia," ujar Animarwati di sela-sela kegiatan pawai.

Pesan perdamaian dan persatuan tersebut semakin dipertegas dengan berbagai papan kampanye simpatik yang dibawa oleh barisan peserta. Dalam iring-iringan tersebut, tampak pesan-pesan menyejukkan yang dibaca oleh ribuan pasang mata masyarakat Sumbawa, di antaranya:

"Berbeda Itu Indah, Bersatu Itu Kekuatan"

"Beragam Budaya 1 Indonesia"

"Berbeda Pilihan Tetap Satu Persaudaraan"

"Merawat Kebinekaan Menjaga Persatuan"

"Islam Mengajarkan Kasih Sayang, Indonesia Mengajarkan Persatuan"

"Muslimat NU Khidmat untuk Umat Cinta untuk Negeri"

"Dari Sumbawa untuk Indonesia Bersama dalam Keberagaman"

"Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu"

Lebih dari sekadar suguhan visual yang tertib dan rapi, di sepanjang rute perjalanan pawai, barisan PC Muslimat NU tak henti-hentinya melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Gema selawat yang diiringi dengan pesan toleransi di tengah keramaian pawai kemerdekaan ini dinilai menghadirkan suasana yang sangat berkelas, khidmat, serta membawa resonansi kesejukan bagi harmoni dan kedamaian negeri. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 16:12:51 +0800 amr
Tampil Memukau di Pawai Alegoris HUT RI ke&81, Disnakertrans Usung Sumbawa Unggul Maju Pekerja Sejahtera https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-pawai-alegoris-hut-ri-ke-81-disnakertrans-usung-sumbawa-unggul-maju-pekerja-sejahtera-6132 https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-pawai-alegoris-hut-ri-ke-81-disnakertrans-usung-sumbawa-unggul-maju-pekerja-sejahtera-6132 Tampil Memukau di Pawai Alegoris HUT RI ke-81, Disnakertrans Usung Sumbawa Unggul Maju Pekerja Sejahtera

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa tampil penuh warna dalam kemeriahan Pawai Alegoris memperingati HUT RI ke-81 yang digelar di Sumbawa Besar, Sabtu (15/8/2026). Keikutsertaan dinas ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung untuk memamerkan keberhasilan program-program strategis dalam memajukan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khairuddin, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa partisipasi dalam pawai ini merupakan momentum untuk mensosialisasikan dua dari 12 program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat luas.

Program pertama yang menjadi sorotan adalah Penciptaan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri. Khairuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah secara masif melaksanakan berbagai pelatihan keterampilan, baik melalui dukungan APBD maupun APBN.

“Kita telah melatih ribuan peserta, mulai dari operator alat berat, welder SMAW 3G dan 6G, teknisi AC, barista, menjahit, hingga pelatihan pengelolaan hasil pertanian,” ujar Khairuddin di sela-sela kegiatan.

Langkah ini, lanjutnya, bertujuan untuk membekali putra-putri daerah dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, namun menjadi tenaga kerja yang siap bersaing di sektor usaha.

Program kedua yang diusung adalah Perlindungan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak main-main dalam memberikan proteksi bagi warganya.

Disnakertrans mencatat capaian impresif dengan menjamin sebanyak 20.000 pekerja rentan melalui dukungan anggaran DAU sebesar Rp336 juta. Tidak berhenti di situ, sebanyak 6.662 pekerja rentan lainnya juga mendapatkan perlindungan serupa melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT) dengan nilai anggaran Rp111,9 juta.

Aksi Nyata di Barisan Pawai

Barisan Disnakertrans dalam pawai ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena menampilkan demonstrasi berbagai jenis keterampilan yang dikuasai oleh para peserta dan alumni pelatihan.

Momen paling berkesan terjadi saat peserta pawai menyerahkan langsung hasil karya pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Panganan olahan dan minuman segar hasil tangan para alumni pelatihan tersebut diserahkan sebagai wujud nyata keberhasilan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. Wakil Bupati pun tampak menikmati sajian tersebut, yang menjadi bukti bahwa produk lokal hasil karya masyarakat Sumbawa memiliki kualitas yang kompetitif.

Dengan semangat HUT RI ke-81, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Sumbawa yang lebih sejahtera melalui tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan terlindungi secara sosial. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 15:32:11 +0800 amr
Tampil Memukau di Pawai Alegoris HUT RI ke&81, Disnakertrans Usung Sumbawa Unggul Maju Pekerja Sejahtera https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-pawai-alegoris-hut-ri-ke-81-disnakertrans-usung-sumbawa-unggul-maju-pekerja-sejahtera https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-pawai-alegoris-hut-ri-ke-81-disnakertrans-usung-sumbawa-unggul-maju-pekerja-sejahtera Tampil Memukau di Pawai Alegoris HUT RI ke-81, Disnakertrans Usung Sumbawa Unggul Maju Pekerja Sejahtera

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa tampil penuh warna dalam kemeriahan Pawai Alegoris memperingati HUT RI ke-81 yang digelar di Sumbawa Besar, Sabtu (15/8/2026). Keikutsertaan dinas ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggung untuk memamerkan keberhasilan program-program strategis dalam memajukan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khairuddin, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa partisipasi dalam pawai ini merupakan momentum untuk mensosialisasikan dua dari 12 program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat luas.

Program pertama yang menjadi sorotan adalah Penciptaan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri. Khairuddin menjelaskan bahwa pihaknya telah secara masif melaksanakan berbagai pelatihan keterampilan, baik melalui dukungan APBD maupun APBN.

“Kita telah melatih ribuan peserta, mulai dari operator alat berat, welder SMAW 3G dan 6G, teknisi AC, barista, menjahit, hingga pelatihan pengelolaan hasil pertanian,” ujar Khairuddin di sela-sela kegiatan.

Langkah ini, lanjutnya, bertujuan untuk membekali putra-putri daerah dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri, namun menjadi tenaga kerja yang siap bersaing di sektor usaha.

Program kedua yang diusung adalah Perlindungan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa tidak main-main dalam memberikan proteksi bagi warganya.

Disnakertrans mencatat capaian impresif dengan menjamin sebanyak 20.000 pekerja rentan melalui dukungan anggaran DAU sebesar Rp336 juta. Tidak berhenti di situ, sebanyak 6.662 pekerja rentan lainnya juga mendapatkan perlindungan serupa melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCT) dengan nilai anggaran Rp111,9 juta.

Aksi Nyata di Barisan Pawai

Barisan Disnakertrans dalam pawai ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena menampilkan demonstrasi berbagai jenis keterampilan yang dikuasai oleh para peserta dan alumni pelatihan.

Momen paling berkesan terjadi saat peserta pawai menyerahkan langsung hasil karya pelatihan pengolahan hasil pertanian kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Panganan olahan dan minuman segar hasil tangan para alumni pelatihan tersebut diserahkan sebagai wujud nyata keberhasilan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. Wakil Bupati pun tampak menikmati sajian tersebut, yang menjadi bukti bahwa produk lokal hasil karya masyarakat Sumbawa memiliki kualitas yang kompetitif.

Dengan semangat HUT RI ke-81, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Sumbawa yang lebih sejahtera melalui tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan terlindungi secara sosial. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 15:32:00 +0800 amr
Tampil Gagah Berkostum Ala Tentara, Wabup Sumbawa Lepas Pawai Alegoris HUT RI: "Mari Bergerak dan Berdampak!" https://amarmedia.co.id/tampil-gagah-berkostum-ala-tentara-wabup-sumbawa-lepas-pawai-alegoris-hut-ri-mari-bergerak-dan-berdampak https://amarmedia.co.id/tampil-gagah-berkostum-ala-tentara-wabup-sumbawa-lepas-pawai-alegoris-hut-ri-mari-bergerak-dan-berdampak Tampil Gagah Berkostum Ala Tentara, Wabup Sumbawa Lepas Pawai Alegoris HUT RI: "Mari Bergerak dan Berdampak!"

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id— Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa mencapai puncaknya dengan digelarnya Pawai Alegoris yang berlangsung meriah pada Sabtu (15/8/2026). Bertempat di Lapangan Pahlawan Sumbawa, ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah menyemarakkan jalanan kota.

Acara pelepasan pawai ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa didampingi kepala OPD dan turut dihadiri oleh jajaran Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa. Ada pemandangan menarik dalam prosesi pelepasan tersebut; Wakil Bupati tampil gagah dan berbeda dari biasanya dengan mengenakan seragam kebesaran ala Komandan Kodim (Dandim). Penampilan ini menyiratkan pesan patriotisme sekaligus kebanggaan terhadap sinergi lintas institusi di Sumbawa.

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakil Bupati menekankan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan langkah-langkah konkret, bukan sekadar seremonial.

"Hari ini merupakan momen spesial karena ada pawai yang sangat kita tunggu-tunggu. Kami juga hadir memakai baju Ala Dandim " Saya pinjam dulu pak Dandim ya bajunya sebagai bentuk semangat perjuangan. Mari kita laksanakan betul-betul bagaimana mengisi kemerdekaan. Tidak hanya berdoa, tapi berbuat dan bergerak! Dengan Pawai Alegoris ini, semoga setiap pergerakan kita berdampak nyata," seru Wakil Bupati.

Kemeriahan dan kedisiplinan langsung terlihat saat barisan mulai bergerak meninggalkan garis start

 Pawai Alegoris tahun ini diikuti oleh formasi peserta yang sangat beragam, mencerminkan persatuan elemen pemerintahan dan masyarakat sipil.

Susunan barisan pawai tersebut meliputi di Garda Depan ada Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Sumbawa tampil memukau memimpin barisan pertama dengan dentuman musik yang membakar semangat.

Dilanjutkan dengan Pemerintahan & Aparat Keamanan dengan barisan rapi dari Sekretariat Daerah (Setda), Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa,IISWARA, Polres Sumbawa, Kodim Sumbawa, GOW, serta rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kemenag Sumbawa hingga SPPG.

Kemeriahan semakin bertambah dengan hadirnya kontingen dari berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas), perwakilan kecamatan, sekolah-sekolah, hingga kelompok seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal Bumi Samawa.

Sebelum melepas secara resmi, Wakil Bupati berpesan kepada seluruh kontingen agar memberikan suguhan atraksi terbaik bagi masyarakat yang menonton di sepanjang jalan, namun tetap mengutamakan keselamatan fisik.

"Tampilkan dengan sebaik-baiknya. Kami sampaikan selamat berpawai, tolong jaga kesehatan. Ini benar-benar didedikasikan untuk kemajuan daerah, membawa Sumbawa Maju, Unggul, dan Sejahtera. Merdeka! Merdeka! Merdeka!" pungkas Wakil Bupati mengakhiri sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan peserta. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 15:06:14 +0800 amr
Merah Putih Bukan Milik Pemerintah https://amarmedia.co.id/merah-putih-bukan-milik-pemerintah https://amarmedia.co.id/merah-putih-bukan-milik-pemerintah Merah Putih Bukan Milik Pemerintah

Oleh. Asmediati

Kita menghormati bendera bukan karena siapa yang sedang memimpin hari ini. Kita menghormati Merah Putih karena di balik dua warna itu ada sejarah panjang bangsa Indonesia. Ada darah yang tumpah, ada air mata yang jatuh, ada pengorbanan, ada penderitaan, dan ada perjuangan para pahlawan yang tidak pernah sempat menikmati kemerdekaan seperti yang kita rasakan sekarang.

Merah Putih bukan milik presiden. Bukan milik menteri. Bukan milik partai politik. Bukan pula milik kelompok tertentu.

Merah Putih adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, ketika kita kecewa kepada pemerintah, jangan arahkan kekecewaan itu kepada bendera. Ketika kita marah kepada pejabat, jangan lampiaskan kemarahan kepada lambang negara. Pemerintah bisa berganti. Pejabat bisa datang dan pergi. Kekuasaan memiliki batas waktu. Tetapi Indonesia harus tetap ada.

Kita boleh mengkritik pemerintah. Bahkan kritik yang keras diperlukan ketika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat. Kita boleh mempertanyakan janji yang tidak ditepati. Kita boleh marah ketika pejabat berbicara tanpa memikirkan akibat perkataannya. Kita boleh menuntut keadilan ketika rakyat merasa diperlakukan tidak adil.

Tetapi ada batas yang harus kita pahami.

Mengkritik pemerintah bukan berarti membenci Indonesia.

Menolak kebijakan bukan berarti menolak negara.

Marah kepada pejabat bukan berarti menghina simbol negara.

Di sinilah kita sering keliru. Karena kecewa kepada orang yang sedang memegang kekuasaan, kita ikut menyerang hal-hal yang seharusnya kita hormati sebagai bagian dari identitas bangsa.

Bendera adalah salah satunya.

Di balik selembar kain Merah Putih, ada perjuangan yang tidak sederhana. Para pejuang dahulu tidak berjuang agar kita hari ini bebas menghina bangsa sendiri. Mereka berjuang agar kita bisa berdiri sebagai bangsa yang merdeka dan bermartabat.

Merdeka juga bukan berarti selesai.

Kemerdekaan justru membawa tugas yang lebih besar. Setelah penjajahan berakhir, perjuangan berubah bentuk. Dulu musuh datang membawa senjata. Sekarang tantangan bisa datang melalui kebodohan, kemiskinan, korupsi, perpecahan, ketidakadilan, berita bohong, kebencian, dan perebutan kekuasaan.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya pandai mengibarkan bendera setiap bulan Agustus.

Kita harus mampu memahami mengapa bendera itu harus dihormati.

Kita harus memahami bahwa mempertahankan bangsa jauh lebih sulit daripada merusaknya.

Merusak itu mudah. Memecah persatuan itu mudah. Menyebarkan kebencian itu mudah. Mengadu domba masyarakat juga mudah. Satu tulisan di media sosial saja bisa membuat orang saling mencaci. Satu berita yang belum tentu benar bisa membuat masyarakat saling curiga.

Tetapi membangun kepercayaan membutuhkan waktu.

Membangun persatuan membutuhkan kesabaran.

Mempertahankan kemerdekaan membutuhkan pengorbanan.

Itulah sebabnya generasi muda harus mempersiapkan diri. Jangan sampai anak-anak Indonesia hanya mewarisi tanah dan bendera, tetapi kehilangan rasa memiliki terhadap bangsanya sendiri.

Kita membutuhkan generasi yang berani berpikir kritis, tetapi tetap memiliki adab. Berani menyampaikan pendapat, tetapi tidak kehilangan rasa hormat. Berani mengkritik pemimpin, tetapi tidak menghancurkan persatuan.

Kritik itu penting. Bahkan pemimpin yang baik membutuhkan kritik. Pemimpin yang tidak pernah mau dikritik justru patut dipertanyakan.

Namun kritik harus memiliki tujuan: memperbaiki.

Bukan sekadar menghina.

Sebab menghina tidak otomatis membuat keadaan menjadi lebih baik. Mengkritik dengan data, alasan, dan solusi jauh lebih kuat daripada sekadar memaki.

Begitu pula dengan pemimpin.

Pemimpin yang baik seharusnya membawa kebaikan. Pemimpin bukan orang yang sekadar duduk di kursi kekuasaan. Jabatan bukan hadiah untuk menikmati fasilitas. Jabatan adalah amanah.

Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya.

Rakyat tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai berbicara. Rakyat membutuhkan pemimpin yang mampu membuktikan perkataannya melalui tindakan.

Jangan terlalu mudah membuat janji kepada rakyat jika tidak mampu menepatinya. Jangan berbicara seolah-olah semua persoalan sudah selesai, sementara masyarakat masih merasakan kesulitan.

Rakyat bukan tidak bisa menilai.

Rakyat mungkin diam, tetapi bukan berarti tidak melihat.

Rakyat mungkin sederhana, tetapi bukan berarti bodoh.

Rakyat bisa membedakan antara pemimpin yang benar-benar bekerja dan pemimpin yang hanya pandai membangun citra.

Yang lebih menyedihkan adalah ketika kekuasaan membuat seseorang lupa bahwa dirinya juga bagian dari rakyat. Jabatan itu sementara. Hari ini seseorang bisa berada di atas, besok bisa kembali menjadi masyarakat biasa.

Karena itu, jangan menjadi pejabat yang haus kekuasaan.

Jadilah pemimpin yang menghargai rakyat. Pemimpin yang menjaga persatuan. Pemimpin yang tidak mempermainkan harapan masyarakat. Pemimpin yang sadar bahwa negara bukan milik penguasa.

Negara adalah milik bersama.

Indonesia terlalu mahal untuk dipertaruhkan hanya karena kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi.

Kita boleh berbeda pilihan politik. Kita boleh berbeda pendapat. Kita boleh berbeda latar belakang. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita lupa bahwa kita hidup di tanah yang sama.

Jangan sampai kita bertengkar karena politik, sementara orang lain tertawa karena berhasil memecah kita.

Jangan sampai kita sibuk saling menghina, sementara masalah bangsa semakin banyak.

Jangan sampai Merah Putih hanya menjadi hiasan setiap bulan Agustus, sementara semangat persatuan justru hilang dalam kehidupan sehari-hari.

Kemerdekaan harus terasa dalam kehidupan rakyat.

Kemerdekaan harus berarti adanya keadilan. Kemerdekaan harus memberi kesempatan yang sama. Kemerdekaan harus membuat rakyat merasa aman, dihargai, dan memiliki masa depan.

Karena itu, menjaga Indonesia bukan hanya tugas tentara, polisi, guru, pejabat, atau pemerintah.

Menjaga Indonesia adalah tugas kita semua.

Menjaga ucapan adalah bagian dari menjaga Indonesia.

Menjaga persatuan adalah bagian dari menjaga Indonesia.

Tidak menyebarkan kebencian adalah bagian dari menjaga Indonesia.

Menghormati simbol negara juga bagian dari menjaga Indonesia.

Dan berani mengingatkan pemimpin ketika mereka mulai keluar dari amanah juga merupakan bagian dari kecintaan kepada Indonesia.

Jangan pernah menganggap kritik sebagai bentuk kebencian. Justru terkadang kritik adalah bentuk kepedulian yang paling jujur.

Tetapi jangan pula menjadikan kritik sebagai alasan untuk menghina bangsa sendiri.

Kita boleh kecewa kepada pemerintah.

Kita boleh marah kepada pejabat.

Kita boleh menuntut perubahan.

Namun jangan pernah kehilangan rasa cinta kepada Indonesia.

Sebab pemerintah bisa berganti, tetapi Indonesia harus tetap berdiri.

Pejabat bisa berganti, tetapi Merah Putih harus tetap berkibar.

Kekuasaan bisa berpindah tangan, tetapi persatuan bangsa jangan sampai ikut runtuh.

Pada akhirnya, Merah Putih bukan sekadar kain yang dikibarkan setiap tanggal 17 Agustus. Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan dibayar dengan pengorbanan.

Maka hormatilah.

Bukan karena siapa yang sedang berkuasa.

Bukan karena siapa yang sedang memimpin.

Tetapi karena di baliknya ada perjuangan orang-orang yang telah memberikan hidupnya agar kita bisa berdiri hari ini sebagai bangsa yang merdeka.

Tugas kita bukan sekadar merayakan kemerdekaan.

Tugas kita adalah memastikan kemerdekaan itu tetap memiliki arti.

Dan salah satu caranya adalah menjaga Indonesia tetap utuh, menjaga persatuan, menghormati simbol negara, serta berani berkata benar ketika kekuasaan mulai lupa kepada amanahnya.

Karena Indonesia tidak membutuhkan rakyat yang hanya pandai bersorak.

Indonesia membutuhkan warga yang sadar.

Warga yang kritis.

Warga yang beradab.

Dan yang paling penting, warga yang tetap mencintai negerinya, bahkan ketika sedang kecewa kepada mereka yang mengelolanya.(SA)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 14:39:15 +0800 amr
PDIP Sumbawa Minta KPK hingga Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Monopoli IPR Lantung https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-minta-kpk-hingga-aparat-penegak-hukum-usut-dugaan-monopoli-ipr-lantung https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-minta-kpk-hingga-aparat-penegak-hukum-usut-dugaan-monopoli-ipr-lantung PDIP Sumbawa Minta KPK hingga Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Monopoli IPR Lantung

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa meminta Pemerintah Pusat dan Aparat Penegak Hukum (APH) memberikan perhatian serius terhadap informasi mengenai dugaan praktik monopoli dan penguasaan tanah masyarakat yang berkaitan dengan proses Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di wilayah Lantung, Kabupaten Sumbawa.

Informasi mengenai adanya tanah masyarakat yang disebut disewaa dengan nilai sekitar Rp200 juta per hektare, kemudian setelah proses perizinan pertambangan disebut ditawarkan kepada investor dengan nilai mencapai sekitar Rp5 miliar per hektare, merupakan persoalan serius yang tidak boleh dianggap sekadar sebagai perbedaan harga dalam transaksi bisnis.

Jika informasi tersebut benar, terdapat selisih sekitar Rp4,8 miliar per hektare. Karena itu, yang harus dibuka secara terang bukan hanya soal nilai sewanya, tetapi seluruh rangkaian proses sejak penguasaan tanah masyarakat, konsolidasi lahan, proses penerbitan IPR, sampai dengan munculnya investor dan pihak yang memperoleh manfaat ekonomi.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menilai aparat penegak hukum perlu melakukan penelusuran menyeluruh dan berbasis dokumen, termasuk memeriksa perjanjian sewa tanah dengan masyarakat, bukti pembayaran, luas dan lokasi lahan, pihak yang menginisiasi penyewaan, proses pengajuan dan penerbitan IPR, identitas pemegang izin, hubungan antara pemegang izin dengan investor, serta aliran keuntungan dari pemanfaatan lahan tersebut.

Apalagi muncul informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum pejabat. Jika benar terdapat pejabat atau pihak yang memiliki akses terhadap kewenangan pemerintahan sekaligus mempunyai kepentingan ekonomi dalam penguasaan tanah dan pertambangan, maka aspek konflik kepentingan dan potensi penyalahgunaan kewenangan harus diperiksa secara serius.

Pertambangan rakyat pada prinsipnya harus memberikan manfaat kepada masyarakat. Jangan sampai skema IPR yang semestinya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat justru berubah menjadi pintu masuk penguasaan tanah masyarakat oleh pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan berlipat.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga meminta agar masyarakat pemilik tanah tidak ditempatkan hanya sebagai pihak yang menerima pembayaran awal, sementara nilai ekonomi tanah mereka meningkat sangat besar setelah mendapatkan akses perizinan pertambangan.

“Kalau benar ada tanah warga yang disewa sekitar Rp200 juta per hektare, kemudian setelah izin pertambangan terbit ditawarkan kepada investor sampai sekitar Rp5 miliar per hektare, ini harus dijelaskan secara terbuka. Siapa yang menikmati selisih nilainya, bagaimana proses perizinannya, dan apakah ada pihak yang menggunakan kewenangan atau akses tertentu untuk memperoleh keuntungan,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Abdul Rafiq, apabila luas lahan yang dikonsolidasikan mencapai puluhan hektare, maka potensi selisih nilainya dapat mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, persoalan ini layak mendapatkan pemeriksaan serius dan transparan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa meminta KPK, Kejaksaan, Kepolisian, serta lembaga pengawasan terkait untuk tidak hanya melihat persoalan pertambangan dari aspek perizinannya, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya transaksi, hubungan kepentingan, dan aliran keuntungan yang terjadi di balik proses tersebut.

“Kami meminta KPK tidak hanya melihat persoalan tambang di daerah lain, tetapi juga memberikan perhatian terhadap informasi yang berkembang di Lantung. Kalau ada indikasi penyalahgunaan kewenangan dan keuntungan pribadi dari proses perizinan pertambangan rakyat, maka harus diusut berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Abdul Rafiq.

Ia menegaskan, proses pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pihak tertentu saja.

“Prinsip kami sederhana: siapapun yang terlibat, usut tuntas. Kalau tidak bersalah, tentu harus dibuktikan tidak bersalah. Tetapi kalau ditemukan pelanggaran hukum, jangan ada intervensi dan jangan ada perlakuan khusus. Hukum harus berlaku sama untuk semua,” tegasnya.

Menurut Abdul Rafiq, masyarakat tidak membutuhkan spekulasi, tetapi membutuhkan kepastian hukum dan keterbukaan. Karena itu, seluruh dokumen dan proses yang berkaitan dengan penguasaan tanah dan IPR di Lantung perlu diperiksa secara objektif.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga menegaskan tidak ingin menuduh pihak tertentu sebelum adanya bukti dan hasil pemeriksaan resmi. Namun, dugaan yang berkembang cukup serius sehingga tidak boleh dibiarkan tanpa klarifikasi dan penelusuran.

“Kami tidak sedang menghakimi siapapun. Kami meminta aparat penegak hukum bekerja berdasarkan fakta dan dokumen. Jika seluruh proses ternyata sesuai aturan, tentu harus dijelaskan kepada publik. Tetapi apabila ditemukan penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan atau tindak pidana, maka siapapun yang bertanggung jawab harus diproses secara hukum,” kata Abdul Rafiq.

Ia menambahkan, pertambangan rakyat harus benar-benar memberikan manfaat kepada rakyat dan tidak boleh menjadi instrumen untuk memperkaya segelintir pihak.

“Jangan sampai atas nama pertambangan rakyat, tanah rakyat justru menjadi objek keuntungan besar bagi pihak tertentu. Karena itu, siapapun yang terlibat, dari level manapun, kalau terbukti melakukan pelanggaran hukum, usut tuntas. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 08:48:20 +0800 amr
Solidaritas Antar Nusa Tenggara : Gubernur NTB Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo https://amarmedia.co.id/solidaritas-antar-nusa-tenggara-gubernur-ntb-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-gempa-m-77-nagekeo https://amarmedia.co.id/solidaritas-antar-nusa-tenggara-gubernur-ntb-sampaikan-duka-mendalam-untuk-korban-gempa-m-77-nagekeo Solidaritas Antar Nusa Tenggara : Gubernur NTB Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Gempa M 7,7 Nagekeo

MATARAM.Amaredia.co.id— Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengundang duka mendalam dari berbagai penjuru tanah air, tak terkecuali dari tetangga dekat sesama wilayah kepulauan Nusa Tenggara.

Atas nama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Gubernur NTB menyampaikan rasa turut berduka cita dan belasungkawa yang mendalam kepada warga Nagekeo dan sekitarnya yang terdampak musibah tersebut.

"Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini," demikian ungkapan kepedulian yang disampaikan dari Mataram, Sabtu (15/8/2026).

Sebagai sesama masyarakat yang berada di jalur sabuk alpide dan cincin api pasifik—wilayah yang kerap diuji dengan dinamika alam—ikatan emosional dan solidaritas kemanusiaan antara masyarakat NTB dan NTT terjalin kuat. Bencana yang merusak fasilitas umum dan pemukiman di Nagekeo dirasakan sebagai duka bersama bagi masyarakat Bumi Gora.

Pemerintah Provinsi NTB juga mendoakan agar proses penanganan darurat yang dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta instansi terkait di Nagekeo dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Semoga proses penanganan darurat berjalan dengan lancar dan kondisi segera pulih, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan tenteram," lanjut pernyataan resmi tersebut.

Melalui momentum ini, semangat persaudaraan antarwilayah diharapkan terus menyala, mengalirkan bantuan moril maupun materiil demi meringankan beban saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur. (AM)

]]>
Sun, 16 Aug 2026 07:47:17 +0800 amr
Sambut HUT ke&81 RI, Mahasiswa KKN STAIS dan Warga Karang Dima Gencarkan Gotong Royong https://amarmedia.co.id/sambut-hut-ke-81-ri-mahasiswa-kkn-stais-dan-warga-karang-dima-gencarkan-gotong-royong https://amarmedia.co.id/sambut-hut-ke-81-ri-mahasiswa-kkn-stais-dan-warga-karang-dima-gencarkan-gotong-royong Sambut HUT ke-81 RI, Mahasiswa KKN STAIS dan Warga Karang Dima Gencarkan Gotong Royong

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sumbawa Angkatan III yang mengabdi di Desa Karang Dima berkolaborasi aktif dengan warga setempat. Sinergi ini diwujudkan melalui aksi gotong royong dan persiapan serangkaian kegiatan sosial untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.

Keterlibatan para mahasiswa ini mencakup berbagai persiapan teknis di lapangan. Bersama dengan tokoh pemuda, remaja masjid, dan perangkat desa setempat, mereka bergotong royong membersihkan lingkungan, memasang atribut kemerdekaan, hingga mengoordinasikan ragam perlombaan yang akan menyasar peserta dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua Kelompok KKN STAIS Angkatan III Desa Karang Dima, Nasruddin, menjelaskan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam agenda Agustusan ini merupakan wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat.

"Kami ingin kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya dirasakan melalui pelaksanaan program kerja akademik yang formal, tetapi juga melalui peleburan secara langsung dalam dinamika sosial warga. Momentum HUT RI ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkolaborasi dengan elemen remaja dan masyarakat, guna menumbuhkan kembali semangat gotong royong," ujar Nasruddin Jumat 14 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah, inklusif, dan sarat akan nilai kekeluargaan. Kesuksesan rangkaian acara tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat Desa Karang Dima.

"Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan esok tanggal 15 sampai dengan tanggal 17 Agustus 2026. Harapan kami, melalui kebersamaan ini, makna kemerdekaan, ikatan persaudaraan, dan kepedulian antarwarga di desa ini dapat semakin menguat," tambahnya.

Kiprah mahasiswa KKN STAIS Angkatan III di Desa Karang Dima ini menjadi cerminan bahwa nilai-nilai kemerdekaan dapat diejawantahkan melalui langkah-langkah konkret dan sederhana di akar rumput. Sinergitas antara kalangan akademisi dan masyarakat ini diharapkan mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi harmoni sosial di wilayah Karang Dima.(AM)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 22:57:08 +0800 amr
Pemprov NTB: Pejabat Publik Harus Berdiri di Atas Kepentingan NKRI https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-pejabat-publik-harus-berdiri-di-atas-kepentingan-nkri https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-pejabat-publik-harus-berdiri-di-atas-kepentingan-nkri Pemprov NTB: Pejabat Publik Harus Berdiri di Atas Kepentingan NKRI

Mataram.Amarmedia.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memperpanjang polemik terkait proses mediasi kasus perselisihan antara warga Lombok dengan pemilik usaha jahit di Badung, Bali, yang sebelumnya ramai di media sosial. Pemprov NTB menilai persoalan tersebut harus ditempatkan secara proporsional agar tidak berkembang menjadi persoalan antarsuku maupun antardaerah.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB, Ahsanul Halik, menyampaikan hal tersebut di sela mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB, Jumat (14/8), di Mataram.

Ahsanul mengatakan, Pemprov NTB menghormati proses mediasi yang telah dilakukan dan menghargai penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, terhadap munculnya sorotan publik mengenai cara proses mediasi tersebut berlangsung, Pemprov NTB memandang penting adanya sikap yang menyejukkan dari seluruh pihak.

“Yang paling penting sekarang adalah jangan sampai persoalan antara individu berkembang menjadi persoalan antara masyarakat. Kita harus menahan diri, tidak saling membalas pernyataan, apalagi membangun sentimen antarsuku dan antardaerah,” ujar pria yang akrab disapa Aka.

Menurutnya, persoalan tersebut justru harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa masyarakat NTB dan Bali memiliki hubungan sosial, budaya, ekonomi, dan kekeluargaan yang sangat erat. Banyak warga Bali yang hidup, bekerja dan membangun keluarga di Lombok, demikian pula warga NTB yang bekerja dan mencari penghidupan di Bali.

“Hubungan masyarakat NTB dan Bali jauh lebih besar daripada satu persoalan. Karena itu, jangan sampai satu peristiwa membuat hubungan baik yang selama ini terbangun menjadi terganggu,” katanya.

Aka juga menyampaikan bahwa Gubernur NTB telah berkomunikasi dengan Gubernur Bali terkait persoalan tersebut. Komunikasi antarpemerintah daerah itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya menjaga suasana tetap kondusif dan memastikan persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Pak Gubernur NTB sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bali. Pemerintah tentu berharap ke depan hal-hal seperti ini tidak terulang. Masyarakat kita harus terus membangun kebersamaan yang saling menguntungkan, saling menghormati, dan saling memahami,” ujarnya.

Di sisi lain, Aka menegaskan bahwa Pemprov NTB juga memandang penting prinsip netralitas, kepatutan dan keseimbangan sikap pejabat publik dalam menangani persoalan yang melibatkan masyarakat.

Menurut dia, seorang pejabat negara harus menempatkan dirinya sebagai bagian dari institusi negara yang bekerja untuk kepentingan seluruh warga negara, bukan semata-mata berdasarkan identitas daerah, kelompok, maupun kepentingan tertentu.

“Ini prinsip yang berlaku bagi siapa pun. Ketika seseorang menjalankan fungsi sebagai pejabat publik, maka yang dikedepankan adalah kepentingan negara, kepentingan masyarakat, keadilan, dan persatuan. Bukan primordialisme,” tegas Aka.

Ia menambahkan, upaya mediasi sejatinya harus mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh pihak yang bersengketa. Karena itu, cara berkomunikasi, pilihan kata, posisi, serta perlakuan terhadap masing-masing pihak perlu dijaga agar tidak menimbulkan kesan keberpihakan atau tekanan terhadap salah satu pihak.

“Mediasi itu harus membuat kedua belah pihak merasa didengar dan dihormati. Jangan sampai pihak yang datang sebagai korban atau pihak yang merasa dirugikan justru merasa semakin tertekan. Ini bukan hanya soal substansi, tetapi juga soal etika dan kepatutan seorang pejabat publik,” jelasnya.

Aka menegaskan, pernyataan tersebut bukan dimaksudkan untuk memperkeruh persoalan maupun menghakimi seseorang. Pemprov NTB tetap memilih jalur komunikasi formal antarpemerintah daerah dan komunikasi informal dengan para tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan NTB dan Bali.

“Pemprov NTB menyayangkan apabila ada sikap pejabat publik yang dinilai tidak berimbang dalam sebuah persoalan yang menyangkut masyarakat. Tetapi kita tidak ingin membalasnya dengan sikap yang sama. Kita memilih diplomasi, komunikasi dan jalan persaudaraan,” katanya.

Aka kembali mengajak masyarakat Lombok dan Bali untuk tidak terprovokasi oleh berbagai potongan video, komentar, maupun narasi di media sosial yang berpotensi memperlebar persoalan.

Ia mengatakan, masyarakat perlu memberikan ruang kepada proses penyelesaian yang telah ditempuh oleh kedua pihak dan tidak menjadikan persoalan tersebut sebagai alasan untuk melakukan generalisasi terhadap masyarakat Bali maupun masyarakat Lombok.

“Jangan karena perilaku satu atau beberapa orang, kemudian kita menggeneralisasi seluruh masyarakat Bali. Begitu juga jangan sampai ada tindakan atau ucapan dari seseorang kemudian masyarakat Lombok dianggap demikian. Itu tidak adil,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Bali yang tinggal di Lombok juga menyayangkan munculnya persoalan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa hubungan sosial kedua masyarakat jauh lebih kuat dibandingkan persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.

“Saudara-saudara kita dari Bali yang hidup di Lombok juga menyayangkan cara atau sikap yang dipersoalkan dalam kasus ini. Mereka juga tentu tidak ingin persoalan tersebut menjadi sentimen terhadap masyarakat Bali secara keseluruhan,” katanya.

Aka menegaskan bahwa NTB dan Bali adalah dua daerah yang memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas sosial, pariwisata, perdagangan, investasi dan hubungan antarmasyarakat.

“Yang kita bangun adalah persaudaraan, bukan permusuhan. Yang kita rawat adalah Indonesia. Karena itu, setiap persoalan harus kita selesaikan dengan kepala dingin, dengan penghormatan terhadap hukum, dengan etika, dan dengan semangat persatuan,” kata Aka.

Ia berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut bahwa perbedaan latar belakang suku, daerah maupun kondisi sosial-ekonomi tidak boleh menjadi dasar untuk merendahkan seseorang.

“Ruang publik kita harus menjadi ruang saling menghormati. Kalau ada persoalan, selesaikan secara proporsional. Kalau ada kekeliruan, koreksi dengan cara yang bermartabat. Dan kalau ada pejabat publik yang menangani persoalan masyarakat, maka ukuran utamanya harus satu: kepentingan masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.(AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 20:26:04 +0800 amr
Ekraf Mania Festival 2026, Langkah Geliatkan Ekonomi Kreatif NTB https://amarmedia.co.id/ekraf-mania-festival-2026-langkah-geliatkan-ekonomi-kreatif-ntb https://amarmedia.co.id/ekraf-mania-festival-2026-langkah-geliatkan-ekonomi-kreatif-ntb Ekraf Mania Festival 2026, Langkah Geliatkan Ekonomi Kreatif NTB

Mataram, Amarmedia.co.id - 13 Agustus 2026—Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif melalui Ekraf Mania Festival 2026. Forum bertajuk Ngopi Ekraf (Talk Show Inspiratif & Networking Session) itu menjadi langkah baru dalam upaya menjalankan kembali roda ekonomi kreatif NTB sekaligus mendukung terwujudnya konsep pariwisata berkelas yang digaungkan Pemprov NTB dibawah kepemimpimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakilnya Indah Dhamayanti Putri.

Kegiatan yang digelar di halaman kantor Disparekraf NTB, Kamis malam (13/8/2026) tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif untuk membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku ekraf di NTB.

Mewakili Kadis, Sekretaris Disparekraf NTB, Muhamad Erwa mengatakan, komunikasi yang intensif dengan pelaku ekraf menjadi bagian penting agar pemerintah dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator, akselerator, sekaligus regulator.

"Tanpa komunikasi yang baik, maka kita tidak bisa memitigasi persoalan-persoalan, masalah-masalah yang dihadapi oleh para pelaku ekraf," Erwan mengungkapkan.

Menurutnya, Ekraf Mania Festival tidak diarahkan sekadar menjadi kegiatan seremonial. Disparekraf NTB justru ingin menjadikan kantor tersebut sebagai Creative Hub yang dapat dimanfaatkan pelaku ekraf untuk menampilkan karya dan membangun jejaring secara berkelanjutan.

“Ke depan, berbagai komunitas ekraf akan diberikan ruang untuk menampilkan karya masing-masing. Mulai dari komunitas fotografi, film, musik, hingga pelaku usaha kreatif lainnya. Kita harapkan bukan hanya persoalan event, tapi memang setiap hari harus ada yang kita coba untuk menampilkan dan kita fasilitasi," ujarnya.

Erwan menjelaskan, peserta kegiatan dibuka untuk seluruh pelaku ekonomi kreatif di NTB. Mekanisme pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui sistem daring untuk memperluas kesempatan bagi pelaku ekraf yang selama ini belum mendapatkan ruang dalam berbagai kegiatan pemerintah.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari rencana Disparekraf NTB membangun Ekraf Satu Data. Data tersebut nantinya diharapkan dapat memetakan kapasitas dan perkembangan pelaku ekraf berdasarkan tingkatannya.

"Ke depan itu kita akan coba dengan Ekraf Satu Data. Dengan Ekraf Satu Data itu kita bisa memilah-milah level tingkatan dari ekraf," jelasnya.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat memberikan intervensi yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing pelaku ekraf. Dukungan yang diberikan tidak akan disamaratakan, tetapi disesuaikan dengan kapasitas dan perkembangan usaha maupun komunitas.

Dalam jangka menengah, Disparekraf NTB juga menyiapkan pengembangan ruang-ruang kreatif di lingkungan kantor, termasuk pusat studio yang dapat dimanfaatkan komunitas.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah daerah mendorong terbentuknya Nusa Tenggara Creative Hub sebagai pusat kreativitas yang dapat menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif.

Konsep tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai komunitas dan subsektor ekraf sekaligus mendukung karakter NTB sebagai destinasi sport tourism.

Erwan mencontohkan komunitas otomotif yang membutuhkan ruang untuk berkreasi dan melakukan modifikasi kendaraan. Menurutnya, regulasi juga perlu disiapkan agar kreativitas masyarakat tidak berbenturan dengan ketentuan hukum.

"Jangan sampai gara-gara modifikasi, orang masuk penjara. Jadi memang itu ketakutan-ketakutan teman-teman dari pelaku ekraf," tuturnya.

Ia juga menegaskan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari pelaku ekonomi kreatif. Ekraf Mania Festival menjadi salah satu langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan komunitas kreatif.

"Sebagai pemerintah ini tidak mudah, kritikan itu pasti banyak. Tapi kritikan bagi pemerintah itu haruslah merupakan kritikan yang membuat rakyat itu bisa terfasilitasi dengan baik," tandas Erwan.

Sementara itu salah satu peserta diskusi asal Lombok timur Khaeril mengaku bahwa acara yang ia ikuti beberapa hari di salah satu kegiatan ekraf mania festival 2026 yakni “Digital Creative Academy”.

Menurutnya kegiatan ini sangat menarik dan menyenangkan karena dapat bertemu dengan kurang lebih 40 penggiat ekonomi kreatif serta komunitas dengan latar belakang berbeda serta pengalaman dan skill yang berbeda. Setidaknya telah memberikan ia pengetahuan baru seperti Fotografi, Digital Marketing, Sinematografi, hingga Blogger.

“Acara ini keren, dimentor orang yang kompeten dibidangnya langsung. Dalam proses belajar realistis kita praktek langsung,” ungkap pemuda yang berprofesi konten kreator itu.

Melalui Ekraf Mania Festival 2026, Disparekraf NTB berharap ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku ekraf semakin terbuka sehingga ekosistem ekonomi kreatif di NTB dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam itu dipandu langsung Wakil Ketua Kadin NTB, Lalu Anas Amrullah. Hadir sebagai narasumber Sekretaris Disparekraf NTB Muh. Erwan, Direktur Semesta Network M. Hafidullah, Ketua Gekrafs NTB Yeyen Seprian, dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unram Aurelius Teluma serta pelaku Longitara Creative, Vhio Trevie.(AM/Rabuang/her/KominfotikNTB)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 20:19:02 +0800 amr
KUA&PPAS 2027 Disepakati, Gubernur Miq Iqbal Tegaskan APBD Harus Realistis dan Berdampak https://amarmedia.co.id/kua-ppas-2027-disepakati-gubernur-miq-iqbal-tegaskan-apbd-harus-realistis-dan-berdampak https://amarmedia.co.id/kua-ppas-2027-disepakati-gubernur-miq-iqbal-tegaskan-apbd-harus-realistis-dan-berdampak KUA-PPAS 2027 Disepakati, Gubernur Miq Iqbal Tegaskan APBD Harus Realistis dan Berdampak

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama DPRD Provinsi NTB menyepakati KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dengan menempatkan pengelolaan fiskal yang realistis, sehat, dan berorientasi pada hasil sebagai pijakan pembangunan daerah. Kesepakatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mengarahkan anggaran pada agenda transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Ruang Rapat DPRD NTB, Jumat (14/8).

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyusunan APBD 2027 berlangsung di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, sehingga pemerintah tidak boleh membangun perencanaan berdasarkan asumsi yang terlalu optimistis. Menurutnya, kekuatan fiskal daerah justru harus dibangun dari kemampuan membaca kondisi dan mengelola sumber daya secara tepat.

“Kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan ketepatan pengelolaan anggaran,” ujar Iqbal.

Gubernur menegaskan, pemerintah daerah harus memiliki kemampuan menghadapi berbagai tekanan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dirancang dengan asumsi bahwa satu persoalan akan segera selesai, karena tantangan baru akan selalu muncul.

“Kita tidak lagi berharap bahwa krisis akan cepat selesai. Pada saat satu krisis selesai, krisis lain akan datang. Karena itu tugas kita adalah bagaimana menyelesaikan krisis tanpa menciptakan krisis yang baru,” tegasnya.

Dalam kerangka tersebut, Miq Iqbal menilai APBD harus diperlakukan sebagai instrumen untuk menghasilkan perubahan, bukan sekadar dokumen administratif tahunan.

“APBD harus kita lihat sebagai instrumen untuk mencapai tujuan pembangunan. Karena itu, setiap rupiah yang kita belanjakan harus jelas manfaatnya, jelas sasarannya, dan bisa dipertanggungjawabkan hasilnya kepada masyarakat,” katanya.

KUA-PPAS 2027 disusun berdasarkan RKPD 2027 dengan fokus pada transformasi struktural, penuntasan kemiskinan, ketahanan pangan, pengembangan ekosistem industri agro-maritim, serta pembangunan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurut Miq Iqbal, arah tersebut merupakan pilihan strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi NTB agar tidak bergantung pada satu sektor.

“Kita ingin mendorong transformasi struktural, menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, memperkuat ketahanan pangan dan maritim daerah, serta menumbuhkan ekosistem industri agro-maritim sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah,” jelasnya.

Di sektor pariwisata, pemerintah juga mengarahkan pembangunan pada quality tourism, dengan tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja wisatawan, kualitas destinasi, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dari sisi fiskal, pendapatan daerah dalam KUA-PPAS 2027 direncanakan mencapai Rp6,22 triliun, meningkat sekitar 10,69 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp5,62 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas PAD sekitar Rp3,128 triliun, pendapatan transfer sekitar Rp2,98 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sekitar Rp114,24 miliar.

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp6,09 triliun, meningkat sekitar 5,70 persen dibandingkan APBD murni 2026.

Dengan struktur tersebut, terdapat surplus anggaran sekitar Rp192,7 miliar yang diarahkan untuk kebutuhan pembiayaan daerah, termasuk pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo dan penyertaan modal.

Gubernur menegaskan, salah satu capaian penting yang harus dijaga adalah membaiknya kondisi fiskal daerah setelah seluruh kewajiban utang pemerintah daerah yang menjadi beban telah diselesaikan.

“Alhamdulillah, pada tahun 2025 untuk terakhir kalinya Provinsi NTB menyelesaikan kewajiban pembayaran utang yang menjadi beban pemerintah daerah. Tahun 2026 menjadi tahun pertama kita memasuki tahun anggaran tanpa membawa utang,” ungkapnya.

Menurut Miq Iqbal, kondisi tersebut harus menjadi pijakan untuk membangun APBD yang lebih sehat pada tahun-tahun berikutnya.

“Jangan sampai kita membangun hari ini dengan membebani masa depan. Kita ingin memastikan setiap tahun anggaran berikutnya tetap memiliki ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan masyarakat dan pembangunan,” tegasnya.

Ia mengapresiasi DPRD NTB yang dinilai memberikan dukungan konstruktif dalam proses penyusunan anggaran. Menurutnya, tantangan fiskal tidak dapat dihadapi sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif.

“Beban ini akan terasa ringan kalau kita pikul bersama-sama. Alhamdulillah, saya merasakan DPRD Provinsi NTB selalu memberikan dukungan yang sangat konstruktif,” katanya.

Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengatakan kesepakatan KUA-PPAS merupakan hasil pembahasan bersama yang mengedepankan musyawarah dan menjadi landasan bagi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2027.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bentuk kesepakatan bersama dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Miq Iqbal juga menyampaikan perkembangan penanganan kecelakaan KMP Putri Yasmin. Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan, sekaligus menekankan pentingnya evaluasi keselamatan pelayaran, termasuk akurasi data manifest penumpang.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Tim SAR, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta seluruh instansi dan pihak terkait yang telah bekerja sama dalam proses pencarian dan penyelamatan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak serta berharap proses pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan terus dilakukan secara optimal.

Penandatanganan KUA-PPAS 2027 menjadi pijakan awal bagi penyusunan APBD 2027. Bagi Pemprov NTB, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan anggaran selesai tepat waktu, tetapi memastikan APBD benar-benar bekerja: menjaga kesehatan fiskal, membiayai prioritas pembangunan, memperkuat fondasi ekonomi, dan menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. (AM-KominfotikNTB)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 20:07:28 +0800 amr
Gubernur Miq Iqbal Ajak Ciptakan Musorprov KONI Damai, Satukan Energi Positif Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/gubernur-miq-iqbal-ajak-ciptakan-musorprov-koni-damai-satukan-energi-positif-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/gubernur-miq-iqbal-ajak-ciptakan-musorprov-koni-damai-satukan-energi-positif-menuju-pon-2028 Gubernur Miq Iqbal Ajak Ciptakan Musorprov KONI Damai, Satukan Energi Positif Menuju PON 2028

Mataram Amarmedia.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat dan insan olahraga menjaga suasana tetap tenang dan sportif menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan menentukan Ketua KONI NTB periode 2026–2030. Menurutnya, dinamika pergantian kepemimpinan harus menjadi energi positif untuk mempersiapkan NTB menghadapi tanggung jawab besar sebagai tuan rumah PON 2028.

Miq Iqbal mengatakan tingginya perhatian masyarakat terhadap proses pemilihan Ketua KONI NTB merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga daerah. Namun, antusiasme tersebut perlu dikelola secara dewasa agar tidak berkembang menjadi ketegangan yang justru dapat mengganggu soliditas insan olahraga NTB.

“Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat kita harus naik tensi. Kita jalani ini dengan kalem, kita jalani ini dengan tenang,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (14/8).

Gubernur memastikan komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menjaga proses transisi kepemimpinan KONI NTB berjalan kondusif. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua KONI NTB Mori Hanafi, KONI Pusat, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung secara baik dan sesuai dengan semangat olahraga.

“Saya terus berkomunikasi dengan Pak Haji Mori Hanafi, dengan KONI Pusat, dan semua pihak. Kita sepakat bahwa proses ini harus berjalan dengan damai, baik, dan lancar,” tegasnya.

Menurut Miq Iqbal, NTB saat ini memiliki agenda yang jauh lebih besar daripada sekadar pergantian kepemimpinan organisasi. Bersama Nusa Tenggara Timur dan Daerah Khusus Jakarta, NTB akan menjadi tuan rumah PON 2028 yang membutuhkan kesiapan panjang, kerja sama lintas pihak, serta soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Karena itu, suasana internal dunia olahraga harus dijaga sejak awal. Persiapan PON 2028 membutuhkan energi, konsentrasi, dan kolaborasi, bukan konflik yang menguras perhatian.

“Kita ingin memasuki persiapan PON 2028 dengan suasana hati yang senang, damai, karena kita punya beban moral yang sangat berat untuk memastikan PON 2028 berlangsung dengan baik,” katanya.

Di tengah dinamika menjelang Musorprov, Gubernur juga mengajak masyarakat mengarahkan perhatian pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, momentum kemerdekaan merupakan kesempatan untuk merefleksikan capaian sekaligus memperkuat kebersamaan sebelum menghadapi berbagai agenda besar daerah.

“Mari sementara waktu kita fokus ke persiapan HUT RI. Ini momen yang sangat penting buat kita untuk merefleksikan apa yang sudah kita lakukan dan apa yang ingin kita capai ke depan,” ujarnya.

Miq Iqbal menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya maju dan terpilih memimpin KONI NTB diyakini memiliki niat dan komitmen untuk memajukan olahraga daerah. Karena itu, proses pemilihan harus ditempatkan sebagai bagian dari mekanisme organisasi, bukan alasan untuk memecah persaudaraan.

“Tetap tenang, tetap sportif. Semua punya keinginan dan komitmen yang sama untuk melihat NTB lebih baik dalam semua hal, termasuk di dunia olahraga,” tegasnya.

Bagi Gubernur, Musorprov adalah bagian dari proses demokrasi organisasi, sedangkan PON 2028 adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin KONI NTB diharapkan dapat segera merangkul seluruh kekuatan olahraga dan mengubah seluruh dinamika hari ini menjadi energi bersama untuk satu tujuan: mengharumkan nama NTB di PON 2028.(AM-Kominfotik)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 19:47:58 +0800 amr
DPRD dan Pemkab Sumbawa Sepakati KUA&PPAS TA 2027, Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemkab-sumbawa-sepakati-kua-ppas-ta-2027-fokus-pada-penguatan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemkab-sumbawa-sepakati-kua-ppas-ta-2027-fokus-pada-penguatan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat DPRD dan Pemkab Sumbawa Sepakati KUA-PPAS TA 2027, Fokus pada Penguatan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa secara resmi telah merampungkan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Kesepakatan bersama ini ditandai dalam Rapat Paripurna II DPRD Kabupaten Sumbawa yang digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh pimpinan DPRD serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, hingga insan pers.

Dalam Pidato Pendapat Akhir Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan serta seluruh anggota dewan yang telah bekerja keras membahas dokumen anggaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

"Kesepakatan bersama ini selanjutnya menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027," ujar Bupati Jarot.

Bupati Sumbawa memaparkan bahwa target pendapatan transfer pada Tahun Anggaran 2027 masih mengacu pada target tahun sebelumnya, yaitu dengan asumsi sekitar Rp1,568 triliun. Kendati demikian, alokasi belanja daerah diarahkan secara strategis untuk memenuhi sejumlah prioritas utama, antara lain:

Program Prioritas Berdampak Langsung yang Fokus pada program yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pencapaian Target RPJMD 2025–2029 Khususnya menyasar target tahun 2027, serta menyelaraskan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan prioritas daerah lainnya.

Penguatan Layanan Dasar & Pertumbuhan Ekonomi dengan mengoptimalkan belanja yang menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat serta efisiensi anggaran melalui penajaman program.

 Sorotan Alokasi Belanja Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan tanggapan positif terhadap catatan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD terkait porsi alokasi belanja infrastruktur yang dinilai masih relatif kecil, yakni sekitar Rp49,77 miliar atau 2,57 persen dari total belanja daerah.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut baik masukan tersebut dan sepakat untuk terus meningkatkannya sepanjang ruang fiskal memungkinkan. Prioritas anggaran infrastruktur ini nantinya akan difokuskan pada pembangunan serta peningkatan kualitas jalan dan jembatan guna memperkuat konektivitas antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta mobilitas masyarakat.

Mengakhiri pidatonya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan elemen masyarakat Sumbawa untuk terus menjaga semangat kemitraan, kolaborasi, dan kebersamaan. Terlebih di tengah momentum peringatan HUT RI ke-81, kolaborasi yang kuat diyakini mampu mengakselerasi pencapaian target pembangunan daerah demi mewujudkan visi besar: "Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera."

Rapat paripurna ditutup dengan penyerahan dokumen resmi Pendapat Akhir Bupati serta penyampaian pantun khas yang mengapresiasi kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam mengawal pembangunan daerah ke depan. (AM)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 16:02:07 +0800 amr
DPRD Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Penyampaian Laporan Banggar Terhadap KUA&PPAS Tahun Anggaran 2027 https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-penyampaian-laporan-banggar-terhadap-kua-ppas-tahun-anggaran-2027 https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-penyampaian-laporan-banggar-terhadap-kua-ppas-tahun-anggaran-2027 DPRD Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Penyampaian Laporan Banggar Terhadap KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna penting dalam rangka penyampaian Laporan Badan Anggaran (Banggar) terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2027.

Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, didampingi para Wakil Ketua DPRD yakni H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn, dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Hadir pula dalam sidang tersebut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., jajaran Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, pimpinan instansi vertikal, komisioner KPU dan Bawaslu, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, akademisi, hingga insan pers.

Laporan Badan Anggaran tersebut dibacakan secara lugas oleh juru bicara Banggar, Muhammad Faisal, S.AP., M.M.Inov. Dalam pengantarnya, Banggar menegaskan bahwa dokumen KUA-PPAS 2027 merupakan proyeksi strategis dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) yang memuat kerangka ekonomi makro, asumsi dasar, serta arah kebijakan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.

Kerangka Ekonomi Makro dan Target Pembangunan 2027

Mengusung tema RKPD Tahun 2027 yaitu “Memantapkan Daya Saing Daerah Dan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Penguatan SDM Unggul, Lingkungan Hijau Lestari, Pemerintahan Berkinerja Dan Peningkatan Produktivitas”, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menetapkan sejumlah indikator target makro daerah: Pertumbuhan Ekonomi: 4,93% – 5,20%, PDRB per Kapita: Rp37,14 – Rp37,55 Juta, Tingkat Kemiskinan: 9,80% – 10,80%, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): 2,24% – 2,47%, Gini Rasio: 0,326 – 0,378, Indeks Pembangunan Manusia (IPM): 74,83, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah: 81,26, Indeks Inovasi Daerah: 53,02, Indeks Daya Saing Daerah: 4,21

Badan Anggaran juga mendorong pemerintah daerah agar memprioritaskan 12 Program Unggulan daerah, yang meliputi penguatan SDM unggul, hilirisasi ekonomi berbasis potensi unggulan, pemerataan infrastruktur wilayah, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta percepatan penanggulangan kemiskinan.

Proyeksi Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Daerah

Dalam rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, struktur keuangan daerah diproyeksikan secara terukur dengan rincian sebagai berikut:

Pendapatan Daerah,  diproyeksikan sebesar Rp1.920.749.058.355 (1 Triliun 920 Miliar 749 Juta 058 Ribu 355 Rupiah), yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan Rp269.781.250.609, Pendapatan Transfer diproyeksikan Rp1.642.025.108.446, Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah: Rp8.942.699.300

Penerimaan Pembiayaan Daerah diperkirakan sebesar Rp15.000.000.000 (15 Miliar Rupiah) yang bersumber dari optimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya dengan prinsip kecermatan tinggi guna menghindari defisit pembiayaan.

Badan Anggaran DPRD mendukung penuh kebijakan belanja daerah yang lebih produktif dengan menerapkan prinsip “Money Follow Priority” dan “Value For Money”, dengan fokus alokasi sebagai berikut:

Pemenuhan Belanja Wajib dan Mengikat: Alokasi fungsi pendidikan minimal 20%, fungsi kesehatan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), gaji dan tunjangan ASN/KDH/DPRD, Alokasi Dana Desa (ADD), dana desa, jaminan sosial pekerja rentan, infrastruktur publik, serta Belanja Tidak Terduga (BTT).

Akselerasi Transformasi Ekonomi: Pengalokasian anggaran pada program peningkatan nilai tambah (hilirisasi) produk unggulan agromaritim (pertanian, peternakan, perikanan) guna menggerakkan industri pengolahan lokal.

Pemerataan Infrastruktur Berkelanjutan: Memprioritaskan konektivitas wilayah produksi, wilayah terpencil, serta pembangunan infrastruktur yang tangguh bencana (Sumbawa Hijau Lestari).

Efisiensi Belanja Operasional: Melakukan rasionalisasi belanja rutin yang saat ini mencapai ±44,5% dari total belanja daerah, demi memperluas ruang fiskal bagi program pembangunan strategis.

Catatan Kritis dan Rekomendasi Strategis Badan Anggaran DPRD

Melalui juru bicaranya, Banggar DPRD juga menyampaikan sejumlah catatan penting dan penekanan khusus kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti:

Pemerataan Infrastruktur Jalan: Mendesak perbaikan dan pemeliharaan jalan di wilayah produktif dan konektivitas strategis, seperti ruas Jalan Ngeru – Olat Rawa – Ijuk, wilayah Labangkar, Labuhan Jontal, serta Lunyuk Suka Maju – Suka Jaya.

Percepatan RSUD Sumbawa di Sering: Mendorong percepatan pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa di kawasan Sering guna mengatasi over-capacity fasilitas kesehatan lama dan meningkatkan standar pelayanan rujukan.

Mitigasi Bencana Kebakaran: Mempersiapkan armada pemadam kebakaran dan alat pelindung keselamatan personel yang memadai untuk mengantisipasi tingginya kasus kebakaran di wilayah barat dan daerah lainnya.

Pengamanan Aliran Sungai: Memperbaiki bronjong, talud, dan pengerukan sedimentasi di DAS Brangbiji serta aliran sungai rawan longsor guna mengantisipasi banjir bandang.

Optimalisasi PAD: Meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi pajak dan retribusi, penggalian potensi ekonomi baru, digitalisasi sistem pemungutan, serta penataan aset daerah.

Evaluasi Program Sumbawa Hijau Lestari: Memberikan apresiasi namun meminta monitoring ketat terhadap rehabilitasi lahan kritis, pertumbuhan bibit, dan penyulaman tanaman mati demi menjamin keberhasilan ketahanan pangan, air, dan energi.

Persetujuan Bersama dan Agenda Lanjutan

Menutup laporan tersebut, atas nama Badan Anggaran, Muhammad Faisal menyatakan bahwa Banggar DPRD Kabupaten Sumbawa dapat menyetujui Rancangan KUA-PPAS Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2027 untuk disepakati bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD, guna dijadikan pedoman dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.

Penyampaian Laporan Banggar pada Sidang paripurna yang bertepatan dengan suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” ini ditutup dengan apresiasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) atas kerja sama yang baik selama proses pembahasan berlangsung.(AM)

]]>
Fri, 14 Aug 2026 11:00:11 +0800 amr
Soroti Jalan Berlubang dan Rusak Hj. Jamila Desak Pemkab Sumbawa Segera Tambal Akses Labuhan Jontal https://amarmedia.co.id/soroti-jalan-berlubang-dan-rusak-hj-jamila-desak-pemkab-sumbawa-segera-tambal-akses-labuhan-jontal https://amarmedia.co.id/soroti-jalan-berlubang-dan-rusak-hj-jamila-desak-pemkab-sumbawa-segera-tambal-akses-labuhan-jontal Soroti Jalan Berlubang dan Rusak Hj. Jamila Desak Pemkab Sumbawa Segera Tambal Akses Labuhan Jontal

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Keselamatan warga akibat infrastruktur jalan yang rusak menjadi sorotan tajam dalam rapat pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumbawa. Anggota DPRD Sumbawa, Hj. Jamila, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan darurat pada akses jalan di kawasan Labuhan Jontal.

Permintaan tegas tersebut disampaikan Hj. Jamila di sela-sela rapat Banggar yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP. Dalam interupsinya, Hj. Jamila menekankan bahwa kondisi jalan di Labuhan Jontal saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Banyaknya lubang menganga menjadi "jebakan" bagi warga yang melintas, terlebih di musim hujan.

"Tolong segera dicek ke lapangan. Jalan itu perlu segera ditambal agar tidak ada lagi warga yang jatuh. Apalagi sekarang musim hujan, lubang tertutup genangan air dan sudah banyak warga yang menjadi korban kecelakaan," tegas Hj. Jamila politisi Fraksi PDIP.

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi desakan tersebut, Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, memberikan penjelasan terkait tantangan fiskal dan strategi yang akan diambil pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai bidang utama dalam kebijakan tahun 2027.

Terkait kondisi jalan di Labuhan Jontal, Sekda mengungkapkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan sedang mencari skema pendanaan yang tepat.

"Untuk Labuhan Jontal, kami mengupayakan usulan anggaran sebesar sebelas miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Bagaimana caranya, ini yang kita dorong bersama. Kita berharap bersama sama agar dapat terakomodir. Kalau tidak, minimal kita lakukan pemeliharaan rutin,"ujar Sekda Budi Prasetyo dalam rapat tersebut.

Sekda menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini tengah menghadapi tantangan berat terkait keterbatasan anggaran akibat tingginya beban belanja pegawai dan kewajiban penggajian P3K yang cukup besar. Meski demikian, efisiensi tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah sedang melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk efisiensi perjalanan dinas, guna mengalihkan dana bagi kebutuhan layanan publik yang mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan.

"Kami sudah instruksikan ke bidang fisik, bidang PPM, dan ekonomi untuk mencermati apa yang disampaikan anggota dewan. Mana yang bisa kita alokasikan segera agar menjadi bagian yang muncul dalam penjelasan APBD 2027," tambahnya.

Pemerintah Daerah berharap dengan adanya harmonisasi dan koordinasi yang baik dengan pihak legislatif, kendala-kendala pembiayaan dapat dicarikan solusinya, sehingga akses jalan Labuhan Jontal yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera tertangani demi kelancaran mobilitas dan ekonomi warga. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 19:11:05 +0800 amr
Marwah Gubernur Jauh Lebih Tinggi, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq Tegaskan Kepala Daerah Tak Perlu "Kecilkan Diri" Jadi Ketua KONI NTB https://amarmedia.co.id/marwah-gubernur-jauh-lebih-tinggi-ketua-koni-sumbawa-abdul-rafiq-tegaskan-kepala-daerah-tak-perlu-kecilkan-diri-jadi-ketua-koni-ntb https://amarmedia.co.id/marwah-gubernur-jauh-lebih-tinggi-ketua-koni-sumbawa-abdul-rafiq-tegaskan-kepala-daerah-tak-perlu-kecilkan-diri-jadi-ketua-koni-ntb Marwah Gubernur Jauh Lebih Tinggi, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq Tegaskan Kepala Daerah Tak Perlu "Kecilkan Diri" Jadi Ketua KONI NTB

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  — Wacana Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, yang dikabarkan akan maju sebagai calon Ketua Umum KONI Provinsi NTB memantik sorotan tajam dari berbagai kalangan. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., dengan tegas menyatakan bahwa seorang kepala daerah tidak perlu "mengecilkan diri" untuk memimpin organisasi olahraga, mengingat kewenangan besar yang telah diberikan oleh negara.

Pandangan tersebut disampaikan Abdul Rafiq di Sumbawa, Kamis (13/8/2026), menanggapi dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB. Menurutnya, persoalan ini harus dilihat dari perspektif tata kelola pemerintahan, pembagian kewenangan, serta marwah kelembagaan olahraga di daerah.

Ia merujuk pada ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, khususnya Pasal 11. Regulasi tersebut telah memberikan mandat dan kewenangan yang sangat luas kepada pemerintah daerah provinsi untuk mengatur, membina, mengembangkan, mengoordinasikan, melaksanakan, mengawasi, hingga mengevaluasi penyelenggaraan keolahragaan.

"Kalau seorang gubernur sudah diberikan kewenangan yang begitu besar oleh negara dalam penyelenggaraan keolahragaan, kemudian memilih maju menjadi Ketua KONI, pertanyaannya adalah: apakah itu tidak justru mengecilkan posisi gubernur sendiri?" tegas Abdul Rafiq.

Politisi dan tokoh olahraga Sumbawa ini menilai bahwa posisi gubernur jauh lebih tinggi, kuat, dan strategis sebagai pembina serta pengarah kebijakan publik, alih-alih merangkap jabatan sebagai ketua organisasi olahraga. Berdasarkan konstruksi Pasal 11 ayat (2) PP Nomor 46 Tahun 2024, pemerintah daerah dapat melibatkan KONI Provinsi bersama unsur keolahragaan lainnya sebagai mitra strategis.

Oleh karena itu, Abdul Rafiq menekankan pentingnya menjaga independensi dan profesionalitas. KONI bukanlah lembaga yang harus diambil alih ruang organisasinya oleh kekuasaan eksekutif, melainkan mitra sinergis pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga prestasi.

“Gubernur tidak perlu menjadi Ketua KONI untuk membuktikan dirinya peduli terhadap olahraga. Justru kebesaran seorang gubernur adalah ketika mampu melahirkan sistem olahraga yang kuat, KONI yang mandiri, atlet yang berprestasi, dan ekosistem olahraga yang profesional,” tambahnya.

Menyongsong perhelatan besar PON 2028 mendatang, Ketua KONI Sumbawa ini berharap agar pemerintah dan induk organisasi olahraga dapat menjalankan fungsi masing-masing secara proporsional. Ia juga berpesan agar momentum Musorprov KONI NTB tidak dijadikan ajang pertarungan kepentingan politik, melainkan forum yang objektif untuk memilih figur pemimpin yang benar-benar memiliki kapasitas, waktu, jaringan, serta komitmen tinggi terhadap pembinaan atlet.

“Biarkan gubernur menjadi gubernur dengan kewenangan yang diberikan oleh negara, dan biarkan KONI menjadi KONI dengan mandat organisasi olahraga. Siapa pun yang ingin maju, silakan berkompetisi secara sehat sesuai aturan, demi satu tujuan: mengangkat prestasi olahraga NTB dan mengharumkan nama daerah,”pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:44:00 +0800 amr
Bangun Generasi Unggul, UNSA Resmi Buka PKKMB 2026 https://amarmedia.co.id/bangun-generasi-unggul-unsa-resmi-buka-pkkmb-2026 https://amarmedia.co.id/bangun-generasi-unggul-unsa-resmi-buka-pkkmb-2026 Bangun Generasi Unggul, UNSA Resmi Buka PKKMB 2026

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 13 Agustus 2026 — Universitas Samawa (UNSA) secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Acara pembukaan ini menandai langkah awal bagi para mahasiswa baru dalam menapaki fase pendidikan tinggi di kampus yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd. Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur pimpinan Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Samawa serta seluruh jajaran pimpinan struktural di lingkungan Universitas Samawa. Kehadiran lengkap unsur pimpinan ini mencerminkan komitmen institusi dalam memberikan sambutan terbaik serta membangun fondasi awal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan akademik.

 Fokus pada Karakter dan Adaptabilitas

Dalam sambutannya, Ketua Panitia PKKMB sekaligus Wakil Rektor III Universitas Samawa, M. Wildan, M.Pd., menyampaikan bahwa PKKMB tahun ini diikuti oleh 311 mahasiswa baru.

M. Wildan menjelaskan bahwa PKKMB bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis bagi mahasiswa baru untuk mengenali lingkungan Universitas Samawa secara komprehensif. "Mahasiswa baru akan diperkenalkan pada aspek akademik, kemahasiswaan, organisasi, layanan pendidikan, serta nilai-nilai dasar yang dianut oleh sivitas akademika UNSA," ungkapnya.

Ia berharap, seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. "Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi insan akademik yang berkontribusi positif bagi masyarakat," tambah M. Wildan.

Menjawab Tantangan Masa Depan

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Samawa Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menekankan pentingnya fase perkuliahan sebagai perjalanan pendidikan yang menentukan. Dalam arahannya, beliau mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi dengan maksimal.

"Mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan selama di UNSA untuk mengembangkan kompetensi akademik, karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang dinamis," tegas Prof. Syaifuddin.

Lebih lanjut, Rektor mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian aktif dari keluarga besar UNSA dengan menjunjung tinggi etika, integritas, dan semangat belajar yang tiada henti. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membentuk karakter diri yang tangguh sebelum terjun ke masyarakat.

Pembukaan PKKMB 2026 ini meneguhkan komitmen Universitas Samawa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang progresif. Melalui serangkaian agenda PKKMB, UNSA berupaya melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan resminya kegiatan ini dibuka, para mahasiswa baru kini secara simbolis telah diterima menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Samawa, siap untuk berikhtiar mencetak prestasi bagi daerah dan bangsa. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:38:37 +0800 amr
DPRD Kabupaten Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Pansus II Sampaikan Laporan Pembahasan Dua Raperda Tahun 2026 https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-pansus-ii-sampaikan-laporan-pembahasan-dua-raperda-tahun-2026 https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-pansus-ii-sampaikan-laporan-pembahasan-dua-raperda-tahun-2026 DPRD Kabupaten Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Pansus II Sampaikan Laporan Pembahasan Dua Raperda Tahun 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.Inov., serta dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Dalam sidang tersebut, Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan laporan hasil pembahasan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2026.

Penyampaian laporan dibacakan oleh Juru Bicara Pansus II, Muhammad Zain, S.IP. Adapun susunan pimpinan dan anggota Pansus II terdiri atas H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. (Koordinator), I Nyoman Wisma, S.IP. (Ketua), Muhammad Tahir, S.H. (Wakil Ketua), H. Zohran, S.H. (Sekretaris), serta para anggota yakni Ridwan, S.P., M.Si., Ida Rahayu, S.AP., Ademudhita Noorsyamsu, S.IP., Ahmad Nawawi, Juliansyah, S.E., H. Andi Mappelepui, Kaharuddin Z., dan Muhammad Zain, S.IP.

Dua Raperda yang menjadi fokus pembahasan Pansus II bersama Tim Pembahasan Perda Pemerintah Daerah meliputi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun 2026–2030 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

Soroti Kesehatan BUMD, Pansus II Setujui Penambahan Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Dalam pembahasan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun Anggaran 2026–2030, Pansus II memberikan sorotan tajam terhadap kondisi kesehatan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pansus menegaskan pentingnya transparansi keuangan dari Pemda sebelum investasi dilakukan, khususnya untuk PT Bank NTB Syariah, PT BPR NTB Perseroda, PT Sabalong Samawa, hingga Perumda Air Minum Batulanteh.

Terkait PT Sabalong Samawa yang dinilai berada di posisi "antara hidup dan mati", Pansus meminta penjelasan pola pikir Pemda apakah akan membangun ulang atau menyuntik modal tanpa arah. Menanggapi hal tersebut, Pemda Sumbawa menjelaskan bahwa penyertaan modal dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi:

Terhadap PT Bank NTB Syariah, sempat terdampak kasus perbankan, kini direksi baru berupaya memulihkan kinerja dengan merambah sektor UMKM.

Sementara Perumda Air Minum Batulanteh ditekankan pada orientasi sosial dalam penyediaan air bersih guna mengutamakan pelayanan kepada masyarakat daripada mengejar deviden dalam waktu dekat.

Terhadap PT BPR NTB (Perseroda) Dinilai memiliki kesehatan fiskal yang sehat. Laba Tahun 2025 bahkan melampaui target awal Rp39 miliar, yakni mencapai Rp50,119 miliar, dengan proyeksi deviden untuk Kabupaten Sumbawa pada tahun buku 2025 meningkat menjadi Rp4,093 miliar.

Pansus II juga mendorong perbankan daerah untuk melakukan ekspansi ke sektor potensial seperti komoditas jagung, perikanan, dan pertambangan melalui skema supply chain, serta mendorong PT BPR NTB menuju layanan mobile banking setelah rasio NPL berhasil ditekan ke angka satu digit.

Berdasarkan hasil pembahasan dan fasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, disepakati penambahan total modal sebesar Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) untuk periode 2026–2030 yang terbagi ke dalam empat BUMD:

1. PT Bank NTB Syariah: Rp50.000.000.000,00

2. PT BPR NTB (Perseroda): Rp30.000.000.000,00

3. PT Sabalong Samawa: Rp10.000.000.000,00

4. Perumdam Air Minum Batulanteh: Rp10.000.000.000,00

Selain itu, disepakati pula klausul sanksi dan penghentian modal pada Pasal 5 ayat (3). Jika BUMD mengalami kerugian atau tidak memberikan keuntungan selama dua tahun anggaran berturut-turut berdasarkan audit auditor independen, Bupati berwenang menghentikan penyertaan modal daerah. Proses penyertaan modal ini pun wajib didasarkan pada laporan keuangan yang diaudit auditor independen.

Setelah melalui seluruh tahapan pembahasan dan penyesuaian teknis penulisan (EYD/PUEBI) serta landasan hukum, Pansus II berkesimpulan bahwa Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD telah memenuhi kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan dan direkomendasikan untuk disetujui menjadi Peraturan Daerah.

Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat Direkonstruksi Total

Sementara itu, untuk Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, Pansus menyimpulkan agar naskah tersebut dilakukan penyusunan ulang (rekonstruksi) total.

Hal ini dikarenakan perubahan yang terjadi melebihi 50 persen dari perda yang diubah sehingga berisiko membingungkan masyarakat dan membutuhkan pengkajian mendalam. Draf baru ini nantinya akan disesuaikan dengan regulasi terbaru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan (aturan pelaksana UU Cipta Kerja) guna menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha tradisional maupun modern di daerah.

Dengan tersampaikannya laporan tersebut, Pansus II DPRD Kabupaten Sumbawa menyatakan dapat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun Anggaran 2026–2030 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dalam Sidang Parupurna hari ini (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:08:28 +0800 amr
Dari Pewaris Menjadi Perintis: Memaknai Kemerdekaan Di Usia 81 Tahun https://amarmedia.co.id/dari-pewaris-menjadi-perintis-memaknai-kemerdekaan-di-usia-81-tahun https://amarmedia.co.id/dari-pewaris-menjadi-perintis-memaknai-kemerdekaan-di-usia-81-tahun Dari Pewaris Menjadi Perintis: Memaknai Kemerdekaan Di Usia 81 Tahun

Oleh. Asmediati

Setiap bulan Agustus, suasana Indonesia berubah menjadi merah putih. Bendera dikibarkan di depan rumah, sekolah, kantor, dan berbagai tempat. Jalan-jalan dihias. Perlombaan digelar. Lagu-lagu perjuangan kembali terdengar.

Tahun ini, Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81.

Usia yang tidak lagi muda. Delapan puluh satu tahun adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, keberhasilan, sekaligus berbagai persoalan. Namun, di tengah kemeriahan peringatan kemerdekaan, ada satu hal yang penting untuk kita renungkan: kita adalah pewaris kemerdekaan, tetapi apakah kita sudah menjadi perintis masa depan?

Kita sering mendengar kalimat, “Bukan pewaris, tapi perintis.”

Kalimat itu terdengar gagah. Seolah-olah seseorang ingin mengatakan bahwa apa yang dimilikinya hari ini sepenuhnya merupakan hasil perjuangannya sendiri. Tidak ada bantuan. Tidak ada warisan. Semuanya dimulai dari nol.

Namun, kalau kita mau jujur kepada diri sendiri, apakah manusia benar-benar bisa memulai dari nol?

Sejak berada dalam kandungan, kita sudah bergantung kepada orang lain. Setelah lahir, kita membutuhkan orang tua untuk merawat dan menjaga. Kita belajar berbicara karena ada yang mengajari. Kita bisa membaca dan menulis karena ada guru yang membimbing. Kita mengenal sopan santun karena ada orang yang menanamkannya.

Lalu, mengapa ketika berhasil, kita terkadang merasa semuanya adalah hasil perjuangan sendiri?

Warisan tidak selalu berupa rumah, tanah, uang, kendaraan, atau harta benda. Ada warisan yang jauh lebih berharga, tetapi tidak terlihat.

Ilmu adalah warisan.

Adab adalah warisan.

Nasihat adalah warisan.

Doa orang tua adalah warisan.

Kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian juga merupakan warisan.

Begitu pula dengan kemerdekaan yang kita nikmati hari ini.

Kita adalah pewaris kemerdekaan.

Kita tidak ikut merasakan bagaimana para pejuang dahulu berjuang melawan penjajahan. Kita tidak mengalami penderitaan mereka. Kita tidak merasakan bagaimana sulitnya hidup dalam ketakutan dan keterbatasan.

Namun, kita menikmati hasil perjuangan itu.

Kita bisa belajar dengan tenang. Kita bisa bekerja, berusaha, berkumpul dengan keluarga, menyampaikan pendapat, dan menentukan masa depan. Semua itu tidak datang begitu saja. Ada perjuangan panjang yang mendahuluinya.

Karena itu, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai sebuah tanggal yang diperingati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan adalah warisan yang sekaligus membawa tanggung jawab.

Menjadi pewaris bukan berarti hanya menerima dan menikmati.

Menjadi pewaris berarti menjaga, merawat, dan melanjutkan.

Di sinilah kita perlu bergerak dari pewaris menjadi perintis.

Generasi hari ini tidak harus berjuang dengan cara yang sama seperti generasi 1945. Tantangan zaman sudah berubah.

Dulu perjuangan dilakukan dengan senjata dan pengorbanan jiwa. Hari ini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kerja keras, kejujuran, kreativitas, dan kepedulian.

Guru berjuang dengan mendidik anak-anak bangsa. Pelajar berjuang dengan belajar sungguh-sungguh. Petani berjuang menyediakan pangan. Pengusaha membuka lapangan pekerjaan. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan. Orang tua berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Semua memiliki bentuk perjuangan masing-masing.

Menjadi perintis juga tidak selalu berarti menjadi orang pertama yang melakukan sesuatu. Perintis adalah mereka yang berani memperbaiki sesuatu yang belum baik, membuka jalan bagi orang lain, menciptakan perubahan, dan meninggalkan sesuatu yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

Kita tidak harus menjadi tokoh besar untuk berbuat sesuatu bagi bangsa.

Seorang guru yang mendidik satu anak dengan sungguh-sungguh sedang menyiapkan masa depan bangsa. Orang tua yang mengajarkan kejujuran sedang menanam masa depan. Seorang siswa yang belajar dengan tekun sedang mempersiapkan dirinya untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

Mungkin semuanya terlihat kecil. Tetapi bangsa yang besar dibangun dari banyak tindakan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Karena itu, jangan sampai kita hanya sibuk merayakan kemerdekaan, tetapi lupa mengisinya.

Kita memasang bendera, tetapi lupa menjaga persatuan.

Kita mengikuti perlombaan, tetapi lupa menghargai sesama.

Kita mengingat jasa pahlawan, tetapi lupa melanjutkan semangat perjuangannya.

Menghormati pahlawan bukan hanya dengan menyebut nama mereka setiap Agustus. Salah satu bentuk penghormatan terbaik adalah memastikan bahwa pengorbanan mereka tidak menjadi sia-sia.

Kemerdekaan yang mereka perjuangkan harus melahirkan generasi yang lebih baik. Generasi yang berpendidikan, jujur, peduli, tidak mudah dipecah belah, dan mampu menggunakan kebebasan dengan bertanggung jawab.

Pada usia 81 tahun, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Masih ada persoalan pendidikan, kemiskinan, ketimpangan, korupsi, lingkungan, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Kemerdekaan bukan berarti semua persoalan selesai.

Kemerdekaan justru memberi kita kesempatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu.

Maka, jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah diberikan Indonesia kepada kita?”

Sesekali, tanyakan juga:

“Apa yang sudah kita berikan kepada Indonesia?”

Kita semua adalah pewaris dari perjuangan panjang bangsa ini. Namun, sejarah tidak berhenti pada kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk mewariskan Indonesia yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Dari pewaris, mari menjadi perintis.

Perintis yang tidak melupakan siapa yang lebih dahulu membuka jalan. Perintis yang tidak menghapus jejak para pendahulu. Perintis yang melanjutkan perjuangan dengan cara yang sesuai dengan zamannya.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan adalah tentang bagaimana kita menggunakan kebebasan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, lebih adil, lebih bermartabat, dan lebih manusiawi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Dari pewaris menjadi perintis, dari kemerdekaan menuju masa depan.(AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 11:05:28 +0800 amr
Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Sandi: Jamnas XII Jadi Wadah Nyata Tanamkan Jiwa Satya&Darma dan Kemandirian Generasi Muda https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-iv-dprd-sumbawa-sandi-jamnas-xii-jadi-wadah-nyata-tanamkan-jiwa-satya-darma-dan-kemandirian-generasi-muda https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-iv-dprd-sumbawa-sandi-jamnas-xii-jadi-wadah-nyata-tanamkan-jiwa-satya-darma-dan-kemandirian-generasi-muda Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Sandi: Jamnas XII Jadi Wadah Nyata Tanamkan Jiwa Satya-Darma dan Kemandirian Generasi Muda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan menyelimuti Aula Madelau ADT Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (9/8/2026). Di tempat tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa secara resmi melepas kontingen terbaiknya untuk berlaga di ajang Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Upacara pelepasan strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda. Kehadiran para unsur pimpinan daerah, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.Pd., menunjukkan dukungan penuh legislatif terhadap pembinaan karakter generasi muda di Bumi Samawa.

Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menekankan bahwa para Pramuka Penggalang yang terpilih tidak sekadar membawa ransel dan seragam, melainkan mengemban nama besar Kabupaten Sumbawa di kancah nasional. Bupati berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum langka ini untuk menjadi duta daerah yang tangguh (fighter), disiplin, serta mandiri di tengah ribuan pramuka dari seluruh penjuru tanah air.

Semangat kebersamaan juga tercermin dari laporan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si. Berkat gotong royong yang solid antara pemerintah, kwartir ranting, gugus depan, sekolah, hingga orang tua wali, kontingen yang berkekuatan total 65 orang—terdiri atas 32 peserta inti dan 33 pendukung—dapat diberangkatkan menggunakan jalur darat menuju Cibubur demi mengikuti rangkaian Jamnas pada 13 hingga 20 Agustus 2026. Lebih membanggakan lagi, Kwarcab Sumbawa juga dipercaya mewakili Provinsi NTB dalam ajang pentas seni tingkat nasional.

Pandangan Legislatif: Jamnas sebagai Laboratorium Karakter dan Kepemimpinan

Menyoroti pelepasan kontingen penting ini, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi mendalam sekaligus pandangannya dari kacamata pendidikan kepramukaan. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang berskala nasional seperti Jamnas XII merupakan implementasi nyata dari proses pendidikan non-formal yang sangat urgen dalam membentuk watak, kepribadian, dan budi pekerti luhur anak bangsa.

Berdasarkan perspektif tersebut, Sandi yang pernah menjabat sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sumbawa memaparkan tiga poin penting esensi keikutsertaan kontingen Sumbawa:

Pertama ; Penerapan Nyata Satya dan Darma Pramuka

Jamnas XII yang mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” sangat selaras dengan pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya nilai-nilai kepatuhan, ketulusan, serta sikap hemat, cermat, dan bersahaja. Interaksi lintas budaya di bumi perkemahan akan menjadi laboratorium sosial yang menguji pengamalan nilai-nilai Pancasila secara langsung pada diri peserta didik.

Kedua : Sarana Kaderisasi Pemimpin Bangsa Masa Depan

Para Pramuka Penggalang saat ini berada dalam fase krusial pembentukan jati diri. Melalui perkemahan besar di tingkat nasional, mereka dilatih untuk keluar dari zona nyaman, menyelesaikan tantangan secara kolaboratif, serta memegang teguh kedisiplinan tinggi di luar pengawasan langsung orang tua. Hal ini adalah investasi kepemimpinan jangka panjang.

Ketiga : Relevansi dengan Isu Strategis Ketahanan Pangan.

Pelibatan generasi muda pramuka dalam kerangka berpikir kreatif untuk mendukung swasembada pangan mencerminkan peran strategis gerakan pramuka sebagai agen perubahan (agent of change). Ini menumbuhkan kepedulian dan kesadaran kolektif generasi muda terhadap ketahanan pangan daerah sejak dini.

Dengan semangat kebersamaan dan bekal pembinaan yang matang, kehadiran kontingen Kwarcab Sumbawa di Jamnas XII Cibubur diharapkan tidak hanya sukses menorehkan prestasi dan membawa pulang kebanggaan bagi daerah, tetapi juga kembali sebagai pemuda-pemudi yang berkarakter, mandiri, dan siap membangun Sumbawa yang lebih unggul dan maju. (am)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 23:04:51 +0800 amr
Kontingen Pramuka Kwarcab Sumbawa Resmi Dilepas ke Jambore Nasional XII: Bawa Semangat Swasembada Pangan dan Duta Daerah di Cibubur https://amarmedia.co.id/kontingen-pramuka-kwarcab-sumbawa-resmi-dilepas-ke-jambore-nasional-xii-bawa-semangat-swasembada-pangan-dan-duta-daerah-di-cibubur https://amarmedia.co.id/kontingen-pramuka-kwarcab-sumbawa-resmi-dilepas-ke-jambore-nasional-xii-bawa-semangat-swasembada-pangan-dan-duta-daerah-di-cibubur Kontingen Pramuka Kwarcab Sumbawa Resmi Dilepas ke Jambore Nasional XII: Bawa Semangat Swasembada Pangan dan Duta Daerah di Cibubur

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa secara resmi memberangkatkan kontingen terbaiknya untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Acara pelepasan khidmat ini dilangsungkan pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Aula Madelau ADT Kantor Bupati Sumbawa.

Upacara pelepasan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Sandi, S.Pd., M.Pd., Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., Kapolres Sumbawa, Para Camat, para Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Sumbawa, pembina pramuka, pengurus kwarcab, serta ratusan orang tua wali peserta.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam arahannya menyampaikan rasa bangga kepada para Pramuka Penggalang terpilih. Mengusung tema kegiatan “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, Bupati berpesan agar para peserta menyadari bahwa kesempatan mengikuti Jamnas merupakan momentum langka yang tidak bisa dirasakan oleh setiap anak sekolah.

"Kalian bukan sekadar membawa tas ransel dan seragam, tapi kalian membawa nama besar Kabupaten Sumbawa. Di Cibubur, kalian akan bertemu dengan ribuan Pramuka Penggalang dari Sabang sampai Merauke—dari Aceh, Papua, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Jadilah duta daerah yang memperkenalkan potensi dan kebaikan Sumbawa,"pesan Bupati Jarot 

Bupati Jarot juga menekankan pentingnya karakter tangguh (fighter), kedisiplinan, serta kemampuan berinteraksi dalam komunitas besar. Menurutnya, pengalaman berorganisasi di kepramukaan adalah investasi masa depan yang sangat berharga.

"Pramuka mengajarkan banyak hal yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah biasa: membangun persahabatan, melatih kemandirian, dan mengasah mental kepemimpinan. Banyak tokoh besar dan pengusaha sukses lahir dari didikan Pramuka. Kepada para pembina dan pendamping, saya titipkan anak-anak kita. Pastikan kesehatan, istirahat, dan asupan gizi mereka terjaga dengan baik selama di Cibubur," tambahnya.

Kesiapan Kontingen dan Gotong Royong Pembiayaan

Dalam laporannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa yang terjalin antara Kwarcab, kwartir ranting, gugus depan, kepala sekolah, serta orang tua peserta.

"Alhamdulillah, terkait pembiayaan tidak ada kendala berarti. Meskipun anggaran dari pemerintah daerah memiliki keterbatasan, berkat gotong royong dan kerjasama yang solid antara kwartir cabang, gugus depan, kepala sekolah, dan orang tua, seluruh kebutuhan kontingen dapat teratasi dengan baik," ungkap H. Varian Bintoro.

Dikatakannya, kontingen Kwarcab Sumbawa berkekuatan total 65 orang yang terdiri atas 32 orang peserta inti (16 Pramuka Penggalang Putra dan 16 Pramuka Penggalang Putri). 33 orang pendukung, meliputi pimpinan kontingen, pembina pendamping, pelatih, serta tim pendukung.

Rombongan dijadwalkan mulai bergerak pada malam hari ini tanggal 9 Agustus 2026 menggunakan dua armada bus besar melalui jalur darat menuju perkemahan nasional di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta. Pelaksanaan Jamnas XII sendiri akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 20 Agustus 2026.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah, Kwarcab Sumbawa juga dipercaya untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang pentas seni tingkat nasional di arena Jamnas nanti.

Pesan Bupati Sumbawa: Jadilah Duta Daerah yang Fight dan Mandiri

Upacara pelepasan ditutup secara resmi oleh Bupati Sumbawa dengan pembacaan Basmalah, diiringi doa agar seluruh kontingen diberikan kesehatan, keselamatan dalam perjalanan darat pergi-pulang, serta sukses membawa pulang prestasi dan nama harum bagi Bumi Samawa. Bupati menyemangati kontingen dengan sebuah pantun ; 

Ke hutan rimba membawa bekal

Jangan lupa membawa lampu penerang;

Selamat mengikuti Jambore Nasional,

Semoga sukses pulang membawa senang!

Salam Pramuka!" pungkasnya (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 22:54:27 +0800 amr
Semangat Korsa Kampus Vokasi: Direktur AKOM Pimpin Langsung Regu Putra di Lomba Gerak Jalan HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/semangat-korsa-kampus-vokasi-direktur-akom-pimpin-langsung-regu-putra-di-lomba-gerak-jalan-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/semangat-korsa-kampus-vokasi-direktur-akom-pimpin-langsung-regu-putra-di-lomba-gerak-jalan-hut-ke-81-ri Semangat Korsa Kampus Vokasi: Direktur AKOM Pimpin Langsung Regu Putra di Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id— Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa terasa semakin istimewa dan semarak dengan hadirnya partisipasi aktif dari sivitas akademika Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM). Mengusung semangat kedisiplinan dan kebersamaan yang menjadi napas pendidikan vokasi, kampus kebanggaan masyarakat Sumbawa ini turut ambil bagian dalam lomba gerak jalan tingkat kabupaten, Rabu (12/8/2026).

Meskipun terik matahari menyengat di garis start, antusiasme tinggi terpancar jelas dari barisan peserta asal AKOM. Tidak tanggung-tanggung, institusi pendidikan vokasi ini langsung menurunkan dua regu tangguh sekaligus, yang terdiri dari regu putra dan regu putri. Kehadiran para dosen dan staf di tengah rute lomba bukan sekadar unjuk ketahanan fisik, melainkan wujud nyata jiwa korsa serta kekompakan yang selalu ditanamkan di lingkungan kampus.

Daya tarik utama dan sorotan publik dalam keikutsertaan tahun ini tertuju pada regu putra AKOM yang tampil penuh wibawa. Pasalnya, barisan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur AKOM, Fajar Rachmat, S.I.Kom.

Kehadiran pimpinan tertinggi di garis depan barisan peserta sontak membakar semangat juang seluruh anggota regu. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan di AKOM senantiasa hadir membersamai sivitas akademika secara langsung dalam berbagai momentum penting di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Direktur AKOM Fajar Rachmat mengungkapkan esensi mendalam di balik keikutsertaan institusinya dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

"Gerak jalan bukan sekadar melangkah bersama di jalan raya, melainkan refleksi dari kedisiplinan, ketahanan mental, dan kerja sama tim yang solid, nilai-nilai utama yang juga kita terapkan dalam dunia vokasi. Semangat kemerdekaan harus kita nyalakan melalui aksi nyata, kekompakan, dan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Fajar penuh semangat.

Keberhasilan merampungkan rute gerak jalan HUT ke-81 RI ini tidak hanya mempererat rasa kekeluargaan antar-sivitas akademika, tetapi juga semakin memperkuat eksistensi AKOM di tengah masyarakat Sumbawa. Semangat kemerdekaan yang membara hari ini diharapkan terus memotivasi seluruh keluarga besar AKOM untuk terus melaju kencang dalam mencetak generasi unggul, kompeten, dan siap membangun negeri.

"AKOM! Kuliah Singkat, Mudah Dapat Kerja" pungkasnya.

]]>
Wed, 12 Aug 2026 21:55:39 +0800 amr
Bupati Sumbawa Dorong Pemanfaatan Lahan Pesisir Jadi Kebun Kelapa Produktif https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-pemanfaatan-lahan-pesisir-jadi-kebun-kelapa-produktif https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-pemanfaatan-lahan-pesisir-jadi-kebun-kelapa-produktif Bupati Sumbawa Dorong Pemanfaatan Lahan Pesisir Jadi Kebun Kelapa Produktif

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak masyarakat, khususnya anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), untuk mengubah lahan kering di kawasan pesisir menjadi kebun kelapa yang produktif. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan penanaman pohon di areal Kelompok Tani Pada Idi, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan penanaman pohon pada musim kemarau ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, para kepala OPD terkait, Camat Lape beserta jajaran, Kepala Desa dan Kepala Dusun Labuhan Kuris, serta unsur pengurus dan anggota KKSS.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa tidak hanya berpesan soal pelestarian lingkungan, tetapi juga membagikan wawasan ekonomi dan strategi peningkatan nilai aset tanah berdasarkan ilmu bisnis properti yang ditekuninya.

 "Ilmu properti bisnis itu saktinya ada di tanah. Tanah itu paling cepat naik harganya," ujar Bupati di hadapan para peserta yang hadir.

Bupati memaparkan dua cara utama yang dapat mendongkrak nilai ekonomis sebidang tanah secara signifikan, bahkan hingga sepuluh lipat dari kisaran Rp50 juta menjadi Rp500 juta.

Pertama, melalui pembangunan infrastruktur atau fasilitas publik yang melintasi lahan tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas umum akan mendongkrak aksesibilitas dan nilai tawar kawasan secara otomatis.

Kedua, mengubah lahan kering menjadi kawasan produktif melalui pengembangan tanaman perkebunan. Bupati mencontohkan, lahan kering yang ditanami pohon kelapa dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan—ketika mulai berproduksi—tidak lagi bernilai sebagai lahan tidur. Nilai ekonominya akan melonjak, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata petik kelapa.

Berangkat dari potensi tersebut, Bupati mendorong KKSS agar bersama-sama merintis kawasan pesisir di lokasi kegiatan penanaman ini menjadi kawasan kebun atau hutan kelapa produktif. Langkah ini dinilai sejalan ganda: mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menghijaukan wilayah pesisir.

Mengakhiri arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada KKSS atas konsistensinya menghadirkan kegiatan positif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Beliau juga berpesan agar semangat kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin terus dipelihara demi kemajuan daerah.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan secara simbolis dengan penanaman pohon mangga manalagi oleh Bupati Sumbawa yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 19:25:44 +0800 amr
Kompaknya Pasukan Dapur "Makan Bergizi Gratis": Dari Urusan Gizi hingga Garis Finish Gerak Jalan HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/kompaknya-pasukan-dapur-makan-bergizi-gratis-dari-urusan-gizi-hingga-garis-finish-gerak-jalan-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/kompaknya-pasukan-dapur-makan-bergizi-gratis-dari-urusan-gizi-hingga-garis-finish-gerak-jalan-hut-ke-81-ri Kompaknya Pasukan Dapur "Makan Bergizi Gratis": Dari Urusan Gizi hingga Garis Finish Gerak Jalan HUT ke-81 RI

SUMBAWA BESAR — Ada pemandangan yang tak biasa sekaligus mencuri perhatian dalam kemeriahan gerak jalan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa, Rabu siang (12/8/2026). Di antara Ratusan regu yang berlenggak-lenggok melewati rute kota, sebuah barisan tampil kompak mengenakan atribut seragam biru muda khas dapur MBG yang mencerminkan semangat kebersamaan tanpa batasan status sosial.

Mereka adalah keluarga besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samapuin Sumbawa—gardu terdepan yang selama ini sukses mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah masyarakat.

Uniknya, barisan gerak jalan ini benar-benar mencerminkan gotong royong ala dapur rakyat. Mulai dari owner (pemilik dapur), chef (koki) handal, petugas ompreng (penata wadah makanan), tim distribusi pengantaran, hingga petugas juru cuci, melebur menjadi satu regu yang gagah melangkah di bawah terik matahari Sumbawa.

"Semua yang ikut adalah pegawai dan karyawan SPPG. Mulai dari owner, chef, ompreng, tim pengantaran, hingga tukang cuci turun tangan bersama,"tutur Syahrul, salah satu peserta dari regu SPPG Samapuin dengan penuh semangat.

Menurut Syahrul, keikutsertaan mereka bukan sekadar ikut memeriahkan hari jadi kemerdekaan RI ke-81, melainkan juga sebagai wujud solidaritas dan kekompakan tim yang setiap harinya terbiasa berjibaku menyiapkan ribuan porsi gizi berkualitas bagi anak-anak sekolah dan masyarakat.

Semangat pantang menyerah benar-benar ditunjukkan oleh regu ini. Meski terik matahari siang itu menyengat kulit, langkah kaki mereka tidak kendur sedikit pun. Kehangatan dan dukungan semakin terasa ketika regu ini secara resmi dilepas oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E. di garis start.

Dengan yel-yel penyemangat kerja sama tim, regu SPPG Samapuin akhirnya sukses menuntaskan rute dan mencapai garis finish kembali di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar tanpa kurang suatu apa pun ("Semua lengkap tak kurang").

Aksi solidaritas ala dapur MBG Samapuin ini membuktikan bahwa dedikasi untuk negeri tidak hanya diberikan lewat mangkuk-mangkuk makanan bergizi bernutrisi tinggi, tetapi juga lewat derap langkah tegap di jalan raya demi merayakan kemerdekaan Indonesia tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 16:56:07 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Dua Atlet dan Satu Pelatih Sumbawa Masuk TC Mandiri PASI NTB Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-dua-atlet-dan-satu-pelatih-sumbawa-masuk-tc-mandiri-pasi-ntb-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-dua-atlet-dan-satu-pelatih-sumbawa-masuk-tc-mandiri-pasi-ntb-menuju-pon-2028 KONI Sumbawa Apresiasi Dua Atlet dan Satu Pelatih Sumbawa Masuk TC Mandiri PASI NTB Menuju PON 2028

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas ditetapkannya dua atlet asal Kabupaten Sumbawa dan satu pelatih Sumbawa dalam Pelatihan/Training Camp (TC) Mandiri PASI NTB menuju PON 2028.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Pengprov PASI NTB Nomor 15/SK/PASI.NTB/VIII/2026 tanggal 1 Agustus 2026, dua atlet Sumbawa yang ditetapkan adalah Safwaturrahman dan Fala Dhita, sementara M. Ardy Dermawan S., S.AP., M. ditetapkan sebagai pelatih asal Kabupaten Sumbawa.

Ketua KONI Sumbawa menyampaikan bahwa penetapan tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah sekaligus bukti bahwa pembinaan atlet Sumbawa terus menunjukkan perkembangan yang positif.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Sumbawa. Dua atlet kita, Safwaturrahman dan Fala Dhita, mendapat kepercayaan untuk masuk dalam TC Mandiri PASI NTB menuju PON 2028. Kita juga bangga karena ada pelatih asal Sumbawa, M. Ardy Dermawan, yang dipercaya menjadi bagian dari program tersebut,” ujar Ketua KONI Sumbawa Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, masuknya atlet dan pelatih Sumbawa dalam program persiapan menuju PON merupakan hasil dari proses pembinaan yang tidak instan. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas, disiplin, mental bertanding dan prestasi.

KONI Sumbawa juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PASI Kabupaten Sumbawa beserta seluruh jajaran pelatih, pengurus dan insan atletik yang selama ini konsisten melakukan pembinaan.

“Apresiasi kami kepada PASI Sumbawa dan seluruh jajaran yang terus bekerja membina atlet. Prestasi ini bukan hanya milik atlet, tetapi merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, cabor, KONI, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Sumbawa,” lanjutnya.

KONI Sumbawa berharap Safwaturrahman dan Fala Dhita mampu menjalani TC dengan penuh kesungguhan serta terus meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Targetnya jelas, bukan sekadar lolos ke PON 2028, tetapi berjuang untuk meraih medali emas dan mengharumkan nama NTB serta Kabupaten Sumbawa.

“Selamat kepada Safwaturrahman, Fala Dhita dan M. Ardy Dermawan. Terus berlatih, jaga disiplin dan jangan cepat puas. Bawa nama Sumbawa, berjuang untuk NTB. Semoga dari TC ini lahir prestasi terbaik dan emas PON 2028 untuk NTB,” tegasnya.

KONI Sumbawa bangga. PASI Sumbawa terus membina. Atlet berjuang. NTB menuju emas PON 2028!(AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 14:43:59 +0800 amr
BPBD Kabupaten Sumbawa Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Program Mitigasi di SDN Punik https://amarmedia.co.id/bpbd-kabupaten-sumbawa-dorong-budaya-sadar-bencana-lewat-program-mitigasi-di-sdn-punik https://amarmedia.co.id/bpbd-kabupaten-sumbawa-dorong-budaya-sadar-bencana-lewat-program-mitigasi-di-sdn-punik BPBD Kabupaten Sumbawa Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Program Mitigasi di SDN Punik

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Kali ini, BPBD Kabupaten Sumbawa bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa menggelar edukasi dan simulasi mitigasi bencana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Punik, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (8/8/2026).

Suasana di sekolah tersebut sempat mendadak tegang ketika sirene bahaya berbunyi. Beberapa detik kemudian, para siswa terlihat sigap berlindung di bawah meja sekolah. Tak lama berselang, mereka berlari keluar ruangan menuju titik kumpul sambil melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Uniknya, beberapa anak tampak jongkok sambil mengangkat kursi dan jerigen air sebagai bentuk perlindungan darurat yang kreatif.

Kegiatan edukatif ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Kepala SDN Punik, Amiruddin, S.Pd., SD, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana sebagai bekal keselamatan diri sekaligus lingkungan sekitar. Ia juga menghimbau para siswanya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius.

"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat,"ujar Amiruddin.

Sebagai narasumber utama, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto AR** (yang juga menjabat sebagai Ketua MDMC Sumbawa dan akrab disapa Kak Anto), memaparkan materi pentingnya pengenalan bencana alam dan mitigasi gempa bumi di lingkungan satuan pendidikan.

"Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi," tegas Kak Anto di hadapan para siswa dan guru.

Usai sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi mandiri menghadapi gempa bumi. Para siswa mempraktikkan langsung prosedur penyelamatan diri dengan bimbingan ketat dari tim BPBD, MDMC, serta dewan guru.

Pelaksanaan program mitigasi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus MDMC Sumbawa, di antaranya Sekretaris MDMC Adrian Junior dan Bidang Media MDMC Sumbawa Aka Kurnia, serta didukung penuh oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok X Universitas Samawa (UNSA).

Melalui kolaborasi ini, BPBD Kabupaten Sumbawa berharap para siswa dan guru semakin memahami mitigasi bencana secara kognitif sekaligus meningkatkan kemampuan psikomotorik dalam merespons situasi darurat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial sebagai bagian dari upaya kolektif jangka panjang untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi di daerah.

Rangkaian kegiatan mitigasi bencana di SDN Punik ini berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme, serta ditutup dengan sesi pembagian door prize bagi para siswa yang aktif berpartisipasi.(AM)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 20:36:11 +0800 amr
Simulasi Gempa Bumi di SDN Punik: MDMC Goes to School Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini https://amarmedia.co.id/simulasi-gempa-bumi-di-sdn-punik-mdmc-goes-to-school-bangun-budaya-sadar-bencana-sejak-dini https://amarmedia.co.id/simulasi-gempa-bumi-di-sdn-punik-mdmc-goes-to-school-bangun-budaya-sadar-bencana-sejak-dini Simulasi Gempa Bumi di SDN Punik: MDMC Goes to School Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Suasana mendadak tegang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Punik, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (8/8/2026). Beberapa detik setelah sirene bahaya berbunyi, para siswa terlihat panik namun sigap berlindung di bawah meja sekolah. Tak lama kemudian, mereka berlari keluar ruangan menuju titik kumpul sambil melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Uniknya, beberapa anak juga tampak jongkok sambil mengangkat kursi dan jerigen air sebagai bentuk perlindungan darurat.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "MDMC Goes To School" yang fokus pada mitigasi bencana gempa bumi di lingkungan sekolah dasar.

Kegiatan edukatif ini diawali dengan sambutan dari Kepala SDN Punik, Amiruddin, S.Pd., SD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga sebagai bekal untuk lingkungan sekitar. Pihaknya juga menghimbau para siswa agar mengikuti seluruh rangkaian materi dan simulasi dengan serius.

"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat," ujar Amiruddin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Rusdianto AR, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, yang juga menjabat sebagai Ketua MDMC Sumbawa (akrab disapa Kak Anto). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengenalan bencana alam dan mitigasi gempa bumi di lingkungan sekolah.

"Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi," pungkas Kak Anto.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi mandiri menghadapi gempa bumi. Para siswa mempraktikkan langsung prosedur penyelamatan diri dengan bimbingan para pemateri dan guru.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus MDMC Sumbawa, di antaranya Sekretaris MDMC Adrian Junior dan Bidang Media MDMC Sumbawa Aka Kurnia, serta didukung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok X Universitas Samawa (UNSA) dan dewan guru SDN Punik.

Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya program ini. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dan guru diharapkan semakin memahami mitigasi bencana secara kognitif sekaligus meningkatkan kemampuan psikomotorik dalam merespons situasi darurat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya kolektif untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi bila sewaktu-waktu terjadi.

Rangkaian acara MDMC Goes To School di SDN Punik ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para siswa, yang kemudian ditutup dengan sesi pembagian door prize bagi siswa yang aktif.(AM/Et & Ak)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 19:40:19 +0800 amr
Perkuat Sinergi, Bea Cukai Sumbawa Gaet Jurnalis Jadi Mitra Strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-bea-cukai-sumbawa-gaet-jurnalis-jadi-mitra-strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-bea-cukai-sumbawa-gaet-jurnalis-jadi-mitra-strategis Perkuat Sinergi, Bea Cukai Sumbawa Gaet Jurnalis Jadi Mitra Strategis

SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Langkah strategis untuk memperkuat keterbukaan informasi dan sinergi publik diambil oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Sumbawa. Melalui ajang silaturahmi perdana yang digelar pada Jumat (07/08/2026), instansi di bawah Kementerian Keuangan ini secara resmi menggandeng puluhan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Sumbawa sebagai mitra strategis.

Pertemuan bersejarah ini difokuskan untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih erat, transparan, dan terstruktur antara Bea Cukai dan insan pers di wilayah Pulau Sumbawa.

Kepala KPPBC TMP C Sumbawa, Sugeng Harianto, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung keterbukaan publik. Menurutnya, peran jurnalis sangat vital sebagai penyambung informasi agar masyarakat memahami secara utuh berbagai capaian, pelayanan, hingga tindakan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai.

"Ini merupakan yang pertama kali dilakukan bersama sahabat jurnalis. Harapan kami dari kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari media di Kabupaten Sumbawa," ujar Sugeng.

Sugeng yang telah bertugas selama dua tahun di Sumbawa menyatakan komitmennya untuk membuka akses informasi seluas-luasnya bagi para awak media. Keterbukaan ini mencakup tugas pokok Bea Cukai dalam pengawasan, penegakan hukum, pelayanan, fasilitasi, hingga optimalisasi penerimaan negara di seluruh Pulau Sumbawa.

Transparansi Kinerja Pengawasan

Sinergi ini juga menjadi wadah pembuktian kinerja Bea Cukai Sumbawa dalam memberantas peredaran barang ilegal. Sepanjang tahun 2024, instansi tersebut mencatatkan 190 penindakan terhadap hasil tembakau ilegal. Tren positif pengawasan ini terus berlanjut hingga pekan pertama Juni 2026, di mana Bea Cukai Sumbawa sukses mengamankan 200.031 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di wilayah Sumbawa dan Bima, serta menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp187,51 juta.

Sebagai bentuk transparansi nyata, Sugeng turut mengundang insan pers untuk hadir dan menyaksikan langsung agenda pemusnahan barang bukti rokok ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) hasil penindakan yang dijadwalkan berlangsung Kamis mendatang. Sebelumnya pada Juni 2026, Bea Cukai Sumbawa juga telah memusnahkan 577.850 batang rokok ilegal, 55.268 gram tembakau iris, dan 1.528,20 liter MMEA.

Melalui publikasi media yang obyektif dan masif, Sugeng berharap tidak ada lagi keraguan atau spekulasi publik mengenai akuntabilitas pengolahan barang sitaan penindakan.

Sambutan Positif Insan Pers

Inisiatif penguatan sinergi ini disambut hangat oleh organisasi kewartawanan di Kabupaten Sumbawa. Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin, SE., SH., menilai langkah KPPBC Sumbawa sebagai bentuk keterbukaan yang patut diapresiasi.

"Malam ini, kami PWI Sumbawa mendapatkan tambahan mitra strategis. Untuk memudahkan koordinasi ke depan, Bea Cukai bisa dibuatkan WhatsApp Group agar komunikasi dan penyampaian informasi segala bentuk kegiatan Bea Cukai berjalan lebih cepat dan terstruktur," ungkap Zainuddin.

Zainuddin menambahkan, sebanyak 34 anggota PWI Sumbawa siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi yang konstruktif dan edukatif mengenai program serta kinerja Bea Cukai kepada masyarakat luas.

Pertemuan hangat ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Sinergi strategis ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan publik terhadap fungsi kepabeanan dan cukai di Pulau Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 06:06:07 +0800 amr
Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA https://amarmedia.co.id/beda-tuntuan-jpu-dan-vonis-hakim-najamudin-bakal-lapor-hakim-tipikor-mataram-ke-ma https://amarmedia.co.id/beda-tuntuan-jpu-dan-vonis-hakim-najamudin-bakal-lapor-hakim-tipikor-mataram-ke-ma

Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA

MATARAM.Amarmedia.co.id - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas tiga terdakwa, dalam kasus dugaan gratifikasi dana “siluman” DPRD NTB.

Mereka adalah Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman alias IJU dan M Nashib Ikroman alias Acip. Ketiganya merupakan anggota DPRD NTB periode 2024-2029.

Meski demikian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram yang membebaskan tiga terdakwa 

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, pihaknya menempuh langkah hukum tersebut. Hal itu setelah JPU berkoordinasi dan melaporkan hasil persidangan kepada pimpinan.

“Atas putusan tersebut tim Penuntut Umum akan melakukan upaya hukum banding. Upaya hukum banding sebagaimana yang telah dikomunikasikan dengan pimpinan. Kelanjutannya nanti akan kami tindak lanjuti dan kami sampaikan ke pengadilan,” ujarnya pada wartawan, Kamis (6/8/2026). 

Meski demikian, jaksa mengaku hingga kini belum menerima salinan lengkap putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram dengan Ketua Dewi Santini. Karena itu, kejaksaan masih menunggu dokumen tersebut. 

Sebab, pihaknya akan mencermati seluruh pertimbangan hakim sebelum menyusun memori banding.

Harun menyadari, KUHAP baru melalui Pasal 299 mengatur putusan bebas tidak dapat diajukan kasasi. Namun, ketentuan tersebut tidak menutup ruang bagi upaya hukum lain.

“Memang dijelaskan di situ tidak bisa melakukan upaya hukum tertentu. Namun kami tetap akan melaksanakan upaya hukum itu. Di beberapa daerah juga ada upaya hukum seperti ini. Walaupun memang masih debatable," kata Muhammad Harun.

Harun menegaskan tetap meyakini ketiga terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan JPU sebelumnya. “Sangat yakin bersalah sebagaimana dakwaan terhadap para terdakwa,” tegasnya.

Selain itu, jaksa juga menyoroti putusan lain Dewi Santini Cs. Khususnya perintah pengembalian uang kepada sejumlah anggota DPRD NTB yang menyerahkan uang ratusan juta ke Kejati NTB

Hanya saja, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh. Apalagi pihaknya belum membaca secara utuh pertimbangan majelis hakim.

“Itu juga yang kami cermati. Kami harus melihat salinan putusan secara lengkap, termasuk pertimbangan hakim mengapa uang itu dikembalikan,” ucap Muhammad Harun.

Sementara itu, salah seorang anggota tim JPU, Hendarsyah Yusuf Permana mengaki pihaknya masih mengkaji langkah hukum lanjutan setelah mempelajari salinan lengkap putusan. 

Di mana, pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan hasil persidangan kepada pimpinan. Sebelum mereka menentukan sikap resmi atas putusan hakim tersebut.

"Kami menghormati apa pun putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram,” tegasnya.

 Hendarsyah menegaskan, keputusan mengenai upaya hukum tidak bisa diputuskan secara pribadi. Mengingat, seluruh tim penuntut akan lebih dulu melakukan pembahasan internal bersama pimpinan.

“Terkait putusan bebas ini, tentu kami akan mengambil langkah-langkah. Tapi kami laporkan dulu hasil persidangan kepada pimpinan. Kemudian kita diskusikan di internal. Setelah itu baru kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” jelas Hendarsyah menegaskan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, ketentuan dalam KUHAP baru. Khususnya Pasal 299 yang mengatur putusan bebas tidak dapat diajukan kasasi. Hal itu, jelas tdak serta-merta menutup seluruh upaya hukum.

“Memang, Pasal 299 memang membatasi perkara bebas untuk kasasi. Tetapi tidak membatasi upaya hukum lainnya. Jadi kemungkinan masih ada langkah hukum lain yang bisa kami tempuh,” jelas Hendarsyah.

Selain itu, JPU mengaku mencermati pertimbangan hukum majelis hakim. Pihaknya masih perlu mempelajarinya lebih mendalam. Khususnya terkait perbedaan unsur pasal yang didakwakan.

Apalagi, katanya, khusus perkara ini, jaksa menyusun dakwaan secara subsidairitas. Dakwaan primer menggunakan Pasal 605 ayat (1) huruf a KUHP, subsidair Pasal 605 ayat (1) huruf b KUHP, dan lebih subsidair Pasal 606 KUHP.

Menurut JPU, Pasal 605 dan Pasal 606 memiliki unsur yang berbeda sehingga pertimbangannya seharusnya juga berbeda. Yakni, untuk terdakwa Hamdan Kasim dan terdakwa Indra Jaya Usman serta Muhammad Nashib Ikroman alias Acip. 

"Tadi, kami dengar, pertimbangannya hampir sama, padahal unsur Pasal 605 dan Pasal 606 berbeda. Itu yang nanti akan kami pelajari dari salinan putusan lengkap,” ucap Hendarsyah. 

Terpisah, Anggota DPRD NTB Periode 2019–2024, TGH Najamudin Mustafa menilai putusan majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram yang sudah memvonis bebas tiga terdakwa yang juga anggota DPRD setempat, sangat aneh dan ganjal.Sebab, antara tuntutan JPU dan putusan hakim tidak sinkron.

"Tuntutan JPU jelas dari awal, yakni dugaan gratifikasi namun yang dibacakan soal kewenangan DPRD dalam program Desa Berdaya. Maka, disinilah yang enggak nyambungnya," katanya. 

Politisi PAN ini menyebut jika majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram fokus mendakwa pada aspek kewenangan DPRD, hal ini serupa dengan pelaporan yang dilakukannya terhadap Gubernur Lalu Muhamad Iqbal pada kasus Pergeseran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 484 miliar dalam APBD NTB Tahun 2025 yang kinj ditangani pihak Kejati NTB.

"Saya pastikan akan melaporkan Majelis Hakim yang membebaskan tiga terdakwa kasus dugaan gratifikasi dana “siluman” DPRD NTB ke Mahkamah Agung. Ini enggak bisa dibiarkan, sangat aneh terdakwa yang sudah kalah di Pra Peradilan tapi dibebaskan pada kasus yang sama," tandas Najamudin Mustafa.(AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 21:21:04 +0800 amr
Menyambut HUT Ke&81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat https://amarmedia.co.id/menyambut-hut-ke-81-ri-ribuan-bendera-merah-putih-dibagikan-kepada-masyarakat https://amarmedia.co.id/menyambut-hut-ke-81-ri-ribuan-bendera-merah-putih-dibagikan-kepada-masyarakat Menyambut HUT Ke-81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat

Mataram,Amarmedia.co.id -  7 Agustus 2026- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram menggelar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8) tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia kembali diberikan kesempatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Menurutnya, perjalanan bangsa selama delapan puluh satu tahun mencerminkan kematangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendahulu bangsa.

Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi penguat semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di NTB, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia.

“Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus berkarya demi Indonesia yang semakin maju dan NTB yang semakin makmur dan mendunia.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang selama 81 tahun telah melewati berbagai ancaman, tantangan, dan ujian.

Menurutnya, keberhasilan bangsa mempertahankan eksistensi hingga saat ini tidak terlepas dari semangat patriotisme, persatuan, dan kerja keras seluruh anak bangsa.

“Peringatan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun simbolik sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta komitmen kita untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Mohan optimistis selama nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kokoh, maju, dan berjaya.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian bendera kepada masyarakat, pemerintah berharap semangat nasionalisme semakin tumbuh, masyarakat terdorong mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing, serta nilai-nilai persatuan terus terpelihara di tengah keberagaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa, negara, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan menuju Indonesia Maju dan NTB yang Makmur Mendunia.

"Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Merdeka," seru Walikota Mataram. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 21:03:53 +0800 amr
Bapemperda DPRD Sumbawa Konsultasi ke Kanwil Kemenkum NTB: Bahas Usulan Judul Raperda Dari DPRD https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-ntb-bahas-usulan-judul-raperda-dari-dprd https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-ntb-bahas-usulan-judul-raperda-dari-dprd Bapemperda DPRD Sumbawa Konsultasi ke Kanwil Kemenkum NTB: Bahas Usulan Judul Raperda Dari DPRD 

MATARAM.Amarmedia.co.id — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) NTB di Mataram Jumat 7 Agustus 2026

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka konsultasi dan penyelarasan pembentukan produk hukum daerah, pembahasan komprehensif sejumlah Judul Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis usulan Komisi I hingga Komisi IV.

Rombongan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP M.M.Inov dan Wakil Ketua DPRD Zulfikar demitri SH MH. Hadir ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.Pi., dan Wakil Ketua Adizul Syahbuddin, S.P., M.Si., didampingi anggota Bapemperda DPRD Syamsul Hidayat, S.E., M.Si., Ketua komisi I Muhammad Faisal SAP M.M.Inov, Ketua Komisi II I Nyoman Wisma SIP, Ketua Komisi IV Muhammad Takdir SE.M.M.Inov.

Hadir pula Sekretaris DPRD H. Junaidi, S.Pt., Kabag Risalah dan Perundang-undangan Abdul Havied, M.Ec.Dev., Kabag Keuangan Setwan, serta Tim Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa. Kehadiran rombongan diterima oleh pimpinan Kanwil Kemenkum NTB I Gusti Putu Milawati bersama Tim Perancang Peraturan Perundang-undangan, yaitu Dr. Baiq Rara Charina Sizi, S.H., M.H., Rio Dwi Nugroho, S.H., M.H., Sitti Afina Desi Suryantini, S.H., M.H., Jupriadi Putra, S.H., M.H., dan Dedi Hutagaol, S.H.

Dorong Regulasi Kekayaan Intelektual dan Proteksi Bahasa Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil Kemenkumham NTB menekankan krusialnya Perda Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk memberikan kepastian hukum dan alokasi anggaran dalam melindungi warisan budaya, Indikasi Geografis (IG), serta bahasa lokal Sumbawa yang terancam punah.

"Perda ini hadir agar ada alokasi anggaran dan payung hukum yang memfasilitasi perlindungan budaya. Bahasa Sumbawa sudah teridentifikasi terancam punah dan mendapat pengakuan pusat, sehingga butuh intervensi nyata seperti penguatan muatan lokal di sekolah," tegas Gusti Putu Kepala Kanwil Kemenkumham NTB.

Selain itu, daerah didorong memanfaatkan pendaftaran merek kolektif bagi koperasi dan UMKM—seperti Koperasi Merah Putih Nelayan Sumbawa—guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, sebagaimana keberhasilan peningkatan harga Kopi Sembalun pasca memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis.

Warning Legal Drafting: Hindari Copy-Paste dan Delegasi Blangko

Selanjutnya Gusti Putu menyampaikan sejumlah catatan teknis fundamental dalam penyusunan draf Raperda diantaranya menhormati kewenangan pusat.Daerah dilarang mengambil alih urusan yang menjadi wewenang pemerintah pusat.

Berikutnya hindari Copy-Paste. Perda tidak boleh sekadar menyalin norma UU atau Peraturan Pemerintah (PP) tanpa menyertakan pengaturan khusus bermuatan lokal. DPRD diimbau meminimalisir "delegasi blangko" kepada Bupati/Wali Kota, melainkan menyelesaikan pasal-pasal secara eksplisit di dalam Perda.

 

 

Pembahasan Raperda Sektoral (Komisi I – Komisi IV)

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa usulan judul ranperda yakni Raperda usulan Komisi I tentang Kewenangan Desa & Pertanahan.  Atas Penetapan Kewenangan Desa, Tim Perancang menekankan pentingnya Raperda ini sebagai tindak lanjut UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa (yang telah diubah dengan UU No. 3 tahun 2024). Regulasi ini dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum terkait kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala Desa sebagai pedoman pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya Gusti Putu menyoroti draf judul Izin Membuka Tanah Negara. Kanwil Kemenkumham NTB tidak merekomendasikan penggunaan istilah "Izin Membuka Tanah Negara" karena urusan agraria/pertanahan merupakan kewenangan pusat. Judul dan substansi disarankan diubah agar tidak memicu Judicial Review.

Terhadap Raperda usulan Komisi II, Terhadap Perlindungan dan pemberdayaan Nelayan Tradisional. Draf diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nelayan, penyediaan fasilitas pendukung usaha nelayan tradisional, keselamatan kerja, perlindungan dari praktik monopoli atau tengkulak yang merugikan, serta pendampingan hukum gratis bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) kampus yang terakreditasi Kemenkumham.

 

Untuk Pengembangan dan perlindungan Pangan Lokal.Regulasi harus memperkuat ketahanan pangan daerah, mengurangi ketergantungan pada komoditas luar, dan mendorong hilirisasi produk pertanian/pangan seperti pengolahan jagung ketan agar memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani.

Terhadap Raperda usulan komisi III Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH)agar merancang RTH berbasis karakter khas Sumbawa yang terintegrasi dengan fungsi sosial, kawasan UMKM, hingga penataan kawasan pesisir/pantai, disertai mekanisme pengelolaan sampah yang terpadu.

Sementara atas Pemanfaatan Utilitas Jalan, mewajibkan penyedia utilitas (PLN, Telkom, SPAM) melakukan pemulihan dan pengembalian kondisi jalan secara sempurna pasca penggalian guna menjaga kualitas infrastruktur jalan.

 

Adapun usulan RPPLH (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup), harus diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta memuat resolusi konflik pemanfaatan kawasan hutan dan lahan.

Selanjutnya judul Raperda usulan  Komisi IV yaitu Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, agar pengaturan difokuskan pada fasilitasi pembiayaan, sarana-prasarana, peningkatan SDM, dan pemberdayaan ekonomi pesantren tanpa mengintervensi kurikulum agama maupun kewenangan Kementerian Agama.

Sedangkan judul Ranperda Pengendalian Penyakit Menular agar ada Penyesuaian judul diarahkan pada "Pencegahan dan Pengendalian" yang tidak hanya berfokus pada regulasi di atas kertas, melainkan kesiapan sarana prasarana kesehatan, edukasi publik, serta langkah mitigasi terhadap penyebaran penyakit dan penyalahgunaan narkotika.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi pada tahap harmonisasi draf Raperda, guna memastikan produk hukum yang dihasilkan DPRD Kabupaten Sumbawa berdaya guna, aplikatif, serta berorientasi pada kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 18:29:09 +0800 amr
Semangat Baru di SMPN 2 Unter Iwes: H. Johan Rosihan Jadi Pembina Upacara, Beri Motivasi Digital hingga Sosialisasi 4 Pilar MPR RI https://amarmedia.co.id/semangat-baru-di-smpn-2-unter-iwes-h-johan-rosihan-jadi-pembina-upacara-beri-motivasi-digital-hingga-sosialisasi-4-pilar https://amarmedia.co.id/semangat-baru-di-smpn-2-unter-iwes-h-johan-rosihan-jadi-pembina-upacara-beri-motivasi-digital-hingga-sosialisasi-4-pilar Semangat Baru di SMPN 2 Unter Iwes: H. Johan Rosihan Jadi Pembina Upacara, Beri Motivasi Digital hingga Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI 

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Suasana khidmat dan penuh antusiasme tampak di halaman SMPN 2 Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada Senin (3/8/2026). Anggota DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM., hadir di sekolah tersebut untuk mengemban tugas sebagai pembina upacara bendera yang dimulai tepat pukul 07.15 WITA, setelah tiba di lokasi lebih awal pada pukul 07.00 WITA.

Kehadiran politisi nasional ini tidak hanya memberikan warna tersendiri bagi warga sekolah, tetapi juga membawa angin segar melalui motivasi inspiratif serta dukungan nyata bagi kemajuan fasilitas pendidikan di SMPN 2 Unter Iwes.

Transformasi Perjuangan: Dari Bambu Runcing Menuju Keterampilan Digital

Dalam amanatnya di hadapan para siswa, guru, dan staf sekolah, H. Johan Rosihan menekankan bahwa para pelajar di SMPN 2 Unter Iwes merupakan calon-calon generasi penerus bangsa. Ia mengajak para siswa untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dengan taruhan nyawa.

Namun, bentuk perjuangan di masa kini tentu telah berbeda. Jika di masa lalu para pejuang mengandalkan bambu runcing, maka generasi muda saat ini harus berjuang melalui ketekunan dalam belajar.

"Jika dulu zaman saya sekolah anak-anak ditantang untuk menjawab pertanyaan, maka saat ini anak-anak ditantang untuk membuat pertanyaan atau mendesain sendiri mau jadi apa nanti. Kemampuan membuat prompt (perintah AI) menjadi keterampilan yang harus diasah sesuai dengan kebutuhan, karena semakin detail prompt yang dibuat, semakin bagus hasil yang diberikan," pesan H. Johan di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian.

Pesan visioner ini memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai pentingnya penguasaan teknologi dan literasi digital di era modern.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Gelontoran Bantuan Rp15 Juta

Rangkaian kegiatan dilanjutkan di aula SMPN 2 Unter Iwes dengan agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari program motivasi dan inspirasi bagi warga sekolah agar para siswa termotivasi untuk bermimpi besar tanpa rasa minder.

Melalui kisah suksesnya sebagai wakil rakyat di Senayan, H. Johan ingin membuktikan bahwa siapa pun—terutama anak-anak dari daerah—memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang hebat dan berkontribusi bagi negeri.

Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di daerah pemilihannya, H. Johan Rosihan secara spontan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah). Bantuan tersebut difokuskan untuk perbaikan pagar sekolah yang sudah tampak kusam serta peningkatan fasilitas jalan lingkungan sekolah berupa pemasangan paving block.

Apresiasi Tinggi dari Warga Sekolah

Bantuan dan perhatian yang diberikan oleh H. Johan Rosihan disambut dengan rasa syukur dan antusiasme luar biasa oleh para siswa, para guru, serta para wali murid. Mengingat kondisi fisik pagar sekolah yang sudah membutuhkan perbaikan mendesak, kehadiran bantuan ini menjadi solusi konkret bagi kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar.

Bagi pihak sekolah, kehadiran seorang figur nasional di tengah-tengah kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah. Kepala Sekolah Nur Aini Furqan SPd.MPd menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena sekolahnya dapat dikunjungi oleh tokoh hebat yang sarat pengalaman.

Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan harapan besar agar kehadiran H. Johan Rosihan mampu menjadi sumber inspirasi, motivasi, serta penyemangat baru bagi seluruh warga sekolah—baik para siswa maupun tenaga pendidik.

"Kami sangat bangga dan bersyukur bisa mendatangkan seorang tokoh masyarakat yang luar biasa hebat. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kepada seluruh warga sekolah bahwa kita semua memiliki peran yang strategis dalam memajukan kualitas pendidikan, khususnya di Tana Samawa tercinta ini,"ungkap Kepala Sekolah.

Warga SMPN 2 Unter Iwes menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kunjungan, motivasi berharga, serta kepedulian tinggi yang ditunjukkan oleh H. Johan Rosihan. Diharapkan, sinergi dan uluran tangan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi kemaslahatan seluruh warga sekolah serta melahirkan generasi Sumbawa yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 08:41:49 +0800 amr
Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik https://amarmedia.co.id/tuntutan-audit-investigatif-btt-rp-484-miliar-bukan-masalah-justru-penolakan-audit-yang-memicu-tanda-tanya-publik https://amarmedia.co.id/tuntutan-audit-investigatif-btt-rp-484-miliar-bukan-masalah-justru-penolakan-audit-yang-memicu-tanda-tanya-publik Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik

MATARAM.Amarmedia.co.id–Pernyataan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Syamsul Fikri yang menyebut permohonan audit investigatif dana Belanja Tidak Terduga Pemprov NTB senilai Rp 484 miliar sebagai hal yang "keliru, telat, dan salah alamat", ditanggapi Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan Abdul Rahim.

Pernyataan Syamsul Fikri tersebut, menurut Abdul Rahim, lebih tepat disebut manuver argumentatif daripada penjelasan. Alih-alih menjawab pertanyaan publik, justru yang dibangun adalah tembok retorika.

“Pernyataan itu ibarat sibuk mempersoalkan siapa yang mengetuk pintu, tetapi mengabaikan pertanyaan mengapa pintu itu diketuk,” tandas Bram, begitu Abdul Rahum karib disapa, di Mataram, Kamis (6/8/2026).

Politisi muda Sumbawa ini menjawab pertanyaan awak media yang meminta pandangannya atas statemen Syamsul Fikri yang dipublikasikan sejumlah media daring. Syamsul Fikri menyebut, desakan audit investigatif terhadap pergeseran dana BTT Pemprov NTB sebesar Rp484 miliar merupakan langkah yang keliru, terlambat, dan salah sasaran. 

Menurutnya, pengelolaan anggaran tersebut telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pemprov NTB telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia juga menyebut persoalan BTT telah dibahas dalam Badan Anggaran DPRD sehingga tidak ada alasan untuk kembali meminta audit khusus yang berpotensi menimbulkan kesan seolah-olah BPK tidak menjalankan tugasnya secara profesional.

Bram menegaskan, dengan menyebut permohonan audit investigatif sebagai hal yang 'keliru, telat, dan salah alamat', setelah tidak ditemukannya hasil audit pergeresan BTT belanja modal senilai Rp 484 miliar dalam LHP BPK yang diserahkan ke DPRD NTB pada 5 Juni, Syamsul Fikri tidak lebih hanya sedang melakukan retorika defensif dan berupaya mengaburkan substansi persoalan. 

“Publik tidak sedang menunggu retorika, tetapi jawaban berbasis data dan dokumen. Yang harus dijawab itu bukan siapa yang meminta audit, tetapi mengapa permintaan audit itu muncul,” kata Bram.

Dia mengatakan, penggunaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai alasan menolak desakan audit juga perlu ditempatkan secara proporsional. Menurutnya, opini WTP merupakan penilaian atas kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan sertifikat bahwa seluruh kebijakan anggaran telah sempurna ataupun seluruh proses pengelolaan keuangan telah terbebas dari persoalan.

Bram menjelaskan, dalam banyak kasus, pemerintah daerah tetap memperoleh opini WTP meskipun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih memberikan sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti.

“WTP bukan sertifikat bahwa seluruh pengelolaan anggaran telah bebas dari persoalan. Akuntabilitas publik tidak berhenti pada pemberian opini audit,” tegasnya.

Karena itu, menurut dia, menganggap opini WTP sebagai alasan untuk menutup ruang diskusi dan pengawasan merupakan pemahaman yang kurang tepat.

Lebih lanjut, Bram menegaskan bahwa permintaan audit investigatif tidak dapat langsung dimaknai sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada BPK. Audit investigatif, katanya, memiliki tujuan yang berbeda dengan audit atas laporan keuangan.

Menurutnya, audit investigatif dilakukan untuk mendalami dugaan, pola, maupun transaksi tertentu yang dianggap memerlukan pembuktian lebih rinci.

“Selama dilakukan melalui mekanisme yang sah dan didasarkan pada alasan yang objektif, audit investigatif merupakan bagian dari sistem pengawasan dalam tata kelola keuangan pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa persoalan dana BTT telah selesai karena telah dibahas dalam rapat Badan Anggaran DPRD NTB.

Menurut Bram, pembahasan tersebut tidak menghapus hak pengawasan DPRD karena fungsi pengawasan berlangsung sepanjang siklus pengelolaan keuangan daerah.

Setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK diserahkan sekalipun, kata dia, DPRD tetap memiliki kewenangan meminta penjelasan, mengevaluasi tindak lanjut rekomendasi BPK, serta memastikan penggunaan anggaran memenuhi prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

“Pengawasan DPRD tidak berhenti setelah pembahasan anggaran maupun setelah LHP diserahkan. Kami tetap berkewajiban memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Bram menegaskan, fokus utama seharusnya bukan membangun narasi bahwa permintaan audit merupakan langkah yang keliru, melainkan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pergeseran dana BTT sebesar Rp484 miliar melalui Peraturan Gubernur NTB Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2025.

Ia mempertanyakan apakah seluruh penggunaan dan pergeseran dana BTT tersebut telah diperiksa secara memadai, pada bagian mana hasil pemeriksaan itu dapat dibaca dalam LHP BPK, serta apakah seluruh rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti.

“Kalau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tersedia secara terbuka, polemik ini akan selesai dengan sendirinya,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan daerah, transparansi selalu lebih kuat dibandingkan retorika. Karena itu, pemerintah daerah seharusnya membuka ruang pemeriksaan dan menyajikan seluruh data secara terbuka agar kepercayaan masyarakat semakin kuat.

Sebaliknya, kata dia, menolak audit atau memandang audit sebagai ancaman justru dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Transparansi selalu lebih kuat daripada retorika. Membuka ruang pemeriksaan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ucapnya.

Bram menambahkan, dana Belanja Tidak Terduga pada hakikatnya merupakan uang rakyat sehingga setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus siap dipertanggungjawabkan. Tidak hanya kepada lembaga pemeriksa, tetapi juga kepada masyarakat sebagai pemilik sah anggaran.

“Audit bukan ancaman bagi pemerintahan yang bersih. Audit adalah instrumen untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dan prinsip pemerintahan yang baik benar-benar dijalankan,” pungkasnya.(AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 07:11:41 +0800 amr
Pimpinan dan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa Sambangi Biro Hukum Setda NTB, Genjot Progres Fasilitasi 9 Ranperda https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-bapemperda-dprd-kabupaten-sumbawa-sambangi-biro-hukum-setda-ntb-genjot-progres-fasilitasi-9-ranperda https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-bapemperda-dprd-kabupaten-sumbawa-sambangi-biro-hukum-setda-ntb-genjot-progres-fasilitasi-9-ranperda Pimpinan dan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa Sambangi Biro Hukum Setda NTB, Genjot Progres Fasilitasi 9 Ranperda

MATARAM.Amarmedia.co.id — Jajaran pimpinan bersama Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan kerja dan konsultasi intensif ke Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan strategis ini difokuskan untuk mempercepat proses fasilitasi dan harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diusulkan oleh DPRD Kabupaten Sumbawa.

Rombongan resmi DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Zulfikar Demitry, S.H., M.H., serta Sekretaris Dewan (Sekwan) H. Junaidi, S.Pt.

Hadir pula dalam rombongan tersebut jajaran pimpinan dan anggota Bapemperda, yakni Ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.P.I., Wakil Ketua Bapemperda Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si., beserta anggota Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov. dan Syamsul Hidayat.

Selain itu, turut hadir para ketua komisi di lingkungan DPRD Sumbawa, yaitu Ketua Komisi I Muhammad Faisal, S.A.P., M.M.Inov., Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, S.I.P., dan Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov. Dari jajaran sekretariat, hadir pula Kabag Risalah dan Persidangan Abdul Havied, M.Ec.Dev., Kabag Keuangan, serta Staf Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan rombongan legislatif ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Pembentukan Peraturan Daerah Biro Hukum Setda Provinsi NTB bersama jajaran.

Pertanyakan Progres Penyelarasan UU Nomor 1 Tahun 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin langsung mempertanyakan sejauh mana progres fasilitasi terhadap Ranperda yang diusulkan oleh pihak legislatif. Ia menekankan pentingnya penyesuaian regulasi, mengingat sejumlah Ranperda yang diharmonisasi pada tahun 2025 kini harus disesuaikan dengan ketentuan terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.

Salah satu poin krusial yang disoroti dalam pemaparan Kabag Perindang Undangan Biro Hukum Setda Provinsi NTB adalah penyesuaian ketentuan sanksi dalam produk hukum daerah. Berdasarkan aturan terbaru, sanksi dalam Ranperda tidak lagi memuat sanksi kurungan, melainkan dialihkan menjadi sanksi pidana denda dengan batas maksimal Rp50.000.000.

"Mengenai besaran sanksi denda ini nantinya akan diserahkan kembali kepada pimpinan DPRD, apakah akan mengambil batas maksimal atau disesuaikan dengan proporsi pelanggarannya," jelas Erwin dalam pemaparannya.

Senada dengan Ketua DPRD, Ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.P.I., menindaklanjuti status dari total 9 Ranperda yang sebelumnya telah diusulkan. Pihaknya mempertanyakan sejauh mana tahapan penyelesaian dari usulan-usulan tersebut agar bisa segera disahkan menjadi produk hukum daerah yang aplikatif.

Kendala Teknis dan Penjelasan Biro Hukum Setda NTB

Menanggapi hal tersebut, Kabag Risalah dan Persidangan DPRD Sumbawa, Abdul Havied, M.Ec.Dev., memaparkan rincian tahapan penyusunan Ranperda yang ada.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Pak Kabag di Biro Hukum, sampai saat ini baru dua Ranperda yang telah diselesaikan. Sementara tujuh lainnya masih berproses. Kami berharap ada sinkronisasi dan titik temu agar seluruhnya bisa berjalan klop,” ungkap Havied,

Menanggapi dinamika dan hambatan tersebut, pihak Biro Hukum Setda Provinsi NTB menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan pola pembagian penanganan antara wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Saat ini, tim Biro Hukum tengah mengintensifkan pembahasan Raperda dengan melibatkan tiga orang Analis Sumber Daya Manusia (ASN) aparatur pembentukan produk hukum.

“Kami berupaya keras untuk mempercepat prosesnya agar bisa segera diselesaikan,” ujar Erwin 

Ditambahkan Mase Suparta bahwa dari sembilan ranperda yaang diusulkan tinggal tiga yang on proses. Sementara lainnya telah selesai di fasilitasi dan sudah diserahkan kepada Bagian Hukum Pemda Kabupaten Sumbawa. 

Pertemuan konstruktif ini juga mendiskusikan secara mendalam beberapa materi muatan strategis lainnya, termasuk Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai panduan hukum perlindungan identitas lokal, serta regulasi terkait penyertaan modal daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 19:53:12 +0800 amr
Sambut Baik Aspirasi Tokoh Masyarakat Sumbawa, Direktur PT INTAM Tegaskan Komitmen Kemitraan dan Pemberdayaan Lokal https://amarmedia.co.id/sambut-baik-aspirasi-tokoh-masyarakat-sumbawa-direktur-pt-intam-tegaskan-komitmen-kemitraan-dan-pemberdayaan-lokal https://amarmedia.co.id/sambut-baik-aspirasi-tokoh-masyarakat-sumbawa-direktur-pt-intam-tegaskan-komitmen-kemitraan-dan-pemberdayaan-lokal Sambut Baik Aspirasi Tokoh Masyarakat Sumbawa, Direktur PT INTAM Tegaskan Komitmen Kemitraan dan Pemberdayaan Lokal

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Keberadaan dan aktivitas investasi PT INTAM di kawasan selatan Desa Ledang, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, mendapatkan perhatian positif dari berbagai elemen masyarakat. Menanggapi pandangan dan harapan yang disampaikan tokoh masyarakat Sumbawa, Bapak Muhammad Tayeb (Rambo) bersama Bapak Mastar (Kepala Desa Ledang periode 2016–2022), Direktur PT INTAM Rahmansyah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta menyambut hangat masukan konstruktif tersebut.

Direktur PT INTAM menegaskan bahwa manajemen perusahaan memiliki pandangan yang sejalan dengan masyarakat terkait pentingnya kehadiran investasi yang membawa dampak langsung, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi warga lokal.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Bapak Muhammad Tayeb (Rambo), Bapak Mastar, serta seluruh tokoh dan warga Kecamatan Lenangguar dan Desa Ledang atas perhatian dan masukannya. Aspirasi yang disampaikan sangat sejalan dengan visi kami. PT INTAM tidak hadir hanya untuk berinvestasi secara bisnis, tetapi untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Sumbawa," ujar Rahmansyah Kamis 6 Agustus 2026.

Menjawab dorongan terkait pelibatan SDM dan pengusaha daerah, pihak manajemen memastikan bahwa komitmen pemberdayaan masyarakat lokal senantiasa menjadi prioritas utama pada setiap tahapan kegiatan operasional perusahaan. PT INTAM siap membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dan pelaku usaha lokal untuk mengambil peran strategis sebagai mitra kerja.

"Kami sangat sepakat bahwa masyarakat Sumbawa jangan sampai menjadi penonton di tanahnya sendiri. Keterlibatan tenaga kerja lokal dan sinergi bersama pengusaha daerah dalam rantai pasok barang maupun jasa adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan efek berganda (multiplier effect) dari investasi ini benar-benar menggerakkan roda perekonomian warga di Kecamatan Lenangguar dan sekitarnya," lanjutnya.

Terbuka untuk Dialog dan Sinergi Positif

Terkait dinamika dialog dan mediasi yang sempat berjalan sebelumnya—termasuk forum diskusi internal, koordinasi bersama jajaran pemerintahan kecamatan, hingga agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan mediasi bersama Pemkab Sumbawa—Direktur PT INTAM menekankan pentingnya menjaga iklim komunikasi yang sehat dan transparan.

Perusahaan terus mendorong agar setiap ruang dialog dimanfaatkan untuk membangun kemitraan yang produktif, produktivitas bersama, serta program pemberdayaan yang realistis dan proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Semua upaya komunikasi dan mediasi yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah maupun forum RDP kami sambut baik. Fokus kami adalah bagaimana membangun pola kerja sama dan sinergi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi semua pihak, bukan sekadar ruang tuntutan, melainkan kolaborasi jangka panjang," jelas Direktur PT INTAM.

Taat Hukum dan Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sebagai perusahaan yang taat asas dan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), PT INTAM berkomitmen untuk menjalankan seluruh aktivitas operasional—termasuk tata kelola kawasan dan aspek lingkungan—sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat. PT INTAM hadir sebagai mitra pembangunan yang transparan, bertanggung jawab sosial, serta senantiasa menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Kabupaten Sumbawa yang lebih maju," pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 17:54:41 +0800 amr
Launching Aplikasi Kre Alang, Ketua DEKRANASDA: Lestarikan Budaya Identitas 'Tau Samawa' Melalui Digitalisasi https://amarmedia.co.id/launching-aplikasi-kre-alang-ketua-dekranasda-lestarikan-budaya-identitas-tau-samawa-melalui-digitalisasi https://amarmedia.co.id/launching-aplikasi-kre-alang-ketua-dekranasda-lestarikan-budaya-identitas-tau-samawa-melalui-digitalisasi Launching Aplikasi Kre Alang, Ketua DEKRANASDA: Lestarikan Budaya Identitas 'Tau Samawa' Melalui Digitalisasi

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi membuka Pameran dan Peluncuran Aplikasi “Kre Alang” di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa, Rabu (05/08/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan kain tenun khas Sumbawa berbasis teknologi modern.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, S.H., M.Si., penerima hibah Dana Indonesiana, Dwi Rizka Harriami, S.Pd., Gr., I., M.A., para penenun lokal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pihak terkait.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dwi Rizka Harriami beserta tim yang berhasil meraih hibah program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Tahun 2025.

"Tidak mudah memperoleh hibah kompetitif tingkat nasional. Dibutuhkan gagasan yang kuat, keberanian berinovasi, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini merupakan contoh nyata bahwa kampus tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi pelestarian budaya," tegas Hj. Ida Fitria.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kre Alang merupakan simbol identitas utama masyarakat Tau Samawa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan terbesar saat ini adalah mendekatkan warisan leluhur tersebut kepada generasi muda.

“Saya sangat menyambut baik lahirnya aplikasi ini. Digitalisasi bukan berarti meninggalkan tradisi, justru digitalisasi adalah cara baru menjaga tradisi agar tetap hidup. Jika budaya tidak hadir di ruang digital, maka budaya akan semakin jauh dari generasi digital,” lanjutnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan aplikasi ini tidak sekadar sebagai simbol inovasi, melainkan sebagai ruang belajar, katalog digital, media promosi, arsip budaya, serta jembatan penghubung antara penenun, pembeli, dan antargenerasi.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Rizka Harriami menjelaskan bahwa aplikasi "Kre Alang" dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat mengakses edukasi seputar kain khas Sumbawa tersebut. Aplikasi ini memuat informasi lengkap mengenai sejarah Kre Alang, tata cara penggunaan yang benar, hingga ragam jenis motif beserta makna filosofis di dalamnya.

Saat ini, aplikasi "Kre Alang" sudah dapat diunduh secara bebas oleh publik melalui platform Google Playstore untuk perangkat berbasis Android. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 14:29:40 +0800 amr
Gubernur NTB Akselerasi Transformasi SMK Berbasis Industri https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-akselerasi-transformasi-smk-berbasis-industri https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-akselerasi-transformasi-smk-berbasis-industri Gubernur NTB Akselerasi Transformasi SMK Berbasis Industri

Bekasi – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8). Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.

Kunjungan berlangsung selama tiga jam dan diisi dengan observasi implementasi Teaching Factory (TEFA), Project Based Learning (PBL), proses pembelajaran berbasis industri, hingga strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang maupun Jerman.

Rombongan juga meninjau bengkel praktik, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.

Bagi Gubernur Miq Iqbal, persoalan utama pendidikan vokasi saat ini bukan terletak pada terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, serta budaya kerja yang menjadi standar perusahaan modern.

"Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah," ujarnya.

SMK Mitra Industri MM2100 menjadi salah satu sekolah vokasi rujukan nasional karena menerapkan pembelajaran yang sepenuhnya diselaraskan dengan kebutuhan industri. Sekolah yang berdiri di kawasan industri MM2100 tersebut didukung langsung oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar sehingga kurikulum, kompetensi, hingga proses evaluasi disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri.

Selain memiliki fasilitas Teaching Factory (TEFA) sebagai tempat praktik sekaligus uji kompetensi siswa, sekolah ini juga mengintegrasikan pembinaan karakter, penguatan budaya industri, serta lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO) yang memungkinkan lulusan memperoleh akses bekerja ke luar negeri tanpa melalui lembaga perantara.

Model tersebut menghasilkan tingkat penyerapan lulusan yang sangat tinggi, bahkan hampir seluruh lulusan setiap tahunnya langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.

Gubernur menilai praktik baik tersebut layak menjadi inspirasi bagi pengembangan SMK di NTB.

"Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik, seperti Komatsu School Welding dan UT School. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Miq Iqbal mengungkapkan telah mengundang pendiri beserta manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB guna membahas kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Kerja sama tersebut direncanakan mencakup supervisi dan pendampingan pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengembangan budaya kerja sekolah, hingga pengembangan model pendidikan terintegrasi dengan lembaga pelatihan kerja yang membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap semakin banyak SMK yang berkembang menjadi SMK Go Global, yaitu sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berstandar industri nasional dan internasional.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, transformasi pendidikan vokasi bukan sekadar meningkatkan angka kelulusan, tetapi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja. Dengan memperkuat kemitraan antara sekolah, industri, dan lembaga pelatihan kerja, NTB ingin membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja profesional sekaligus mengurangi pengangguran lulusan SMK secara berkelanjut, pungkas nya.(AM/Kominfotik)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:22:31 +0800 amr
Geger! Legislator PDIP Ungkap Audit Dana BTT Rp 484 Miliar di APBD NTB 2025 Tak Muncul di LHP BPK https://amarmedia.co.id/geger-legislator-pdip-ungkap-audit-dana-btt-rp-484-miliar-di-apbd-ntb-2025-tak-muncul-di-lhp-bpk https://amarmedia.co.id/geger-legislator-pdip-ungkap-audit-dana-btt-rp-484-miliar-di-apbd-ntb-2025-tak-muncul-di-lhp-bpk Geger! Legislator PDIP Ungkap Audit Dana BTT Rp 484 Miliar di APBD NTB 2025 Tak Muncul di LHP BPK

MATARAM.Amarmedia.co.id–Setengah triliun uang rakyat seolah "menghilang" dari radar pemeriksaan. Pergeseran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 484 miliar dalam APBD NTB Tahun 2025, ternyata tidak muncul dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah diserahkan kepada DPRD NTB. Aroma kejanggalan menguar. Tututan audit investigatif muncul.

Tidak munculnya hasil aduit dana BTT dalam LHP BPK tersebut, terkuak setelah empat Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan (PDIP) melayangkan surat resmi ke BPK Perwakilan NTB, Selasa (4/8/2026). Surat ditandatangani empat legislator PDI Perjuangan yakni Made Slamet, Raden Nuna Abriadi, Suhaimi, dan Abdul Rahim. Mereka menuntut BPK menggelar audit investigatif terhadap dana BTT Rp 484 miliara tersebut.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat yang dimintai tanggapan oleh awak media di Mataram mengungkapkan, pihaknya mendapat tembusan surat tertanggal 3 Agustus 2026 tersebut. Selain dirinya, surat tersebut juga ditembuskan ke Ketua BPK RI di Jakarta, Gubernur NTB, dan juga Ketua DPRD Provinsi NTB.

“Semua anggota DPRD dari PDI Perjuangan harus korektif dan konstruktif. Ini bukan soal mencari kesalahan. Ini soal menjaga uang rakyat,” tegas Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Tokoh kharismatik Bumi Gora ini menegaskan, langkah empat Aggota DPRD NTB dari PDIP tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan anggota parlemen untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola sesuai ketentuan.

Rachmat sendiri menilai, absennya hasil pemeriksaan terhadap anggaran bernilai sangat besar tersebut di LHP BPK justru telah menimbulkan pertanyaan publik.

“Masak dana setengah triliun tidak ada di LHP," katanya heran.

Rachmat mengatakan, selama ini BPK dikenal sangat rinci dalam melakukan pemeriksaan, bahkan terhadap nilai temuan yang relatif kecil. Kelebihan bayar yang nilainya satu atau dua juta saja, bisa menjadi temuan BPK. Karena itu, ketiadaan hasil audit terhadap pergeseran dana BTT sebesar Rp484 miliar dalam LHP dikatakannya menjadi kejanggalan yang serius.

Tokoh yang telah semilan periode menjabat anggota legislatif ini mengemukakan, logika pemeriksaan semestinya berlaku sama terhadap seluruh penggunaan anggaran. Ia menilai, seluruh penggunaan APBD semestinya memperoleh perlakuan audit yang sama tanpa membedakan besar kecilnya nilai anggaran.

“Audit itu jangan pilih-pilih. Kalau satu miliar diperiksa, setengah triliun juga harus diperiksa,” katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini mengungkapkan, dirinya telah mencoba menghubungi BPK Perwakilan NTB melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta penjelasan. Namun jawaban yang sempat diterimanya, belakangan dihapus oleh pengirim.

“Awalnya saya tidak curiga. Tapi setelah pesannya dihapus, saya malah bertanya-tanya,” katanya.

Terhadap kejanggalan ini, Rachmat menegaskan, apabila hasil audit terhadap dana BTT tersebut tidak kunjung dipublikasikan, dirinya telah menginstruksikan kepada legislator PDI Perjuangan untuk mengambil sikap politik tegas dalam setiap pembahasan anggaran di DPRD NTB.

“Pengawasan DPRD tidak boleh dilemahkan. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan bersikap. Minderheid nota menjadi opsi pada setiap pembahasan dan persetujuan anggaran berikutnya,” tegasnya.

*Berawal dari Dana Bagi Hasil*

Pangkal soal dana BTT ini bermula ketika APBD Provinsi NTB Tahun 2025 telah ditetapkan. Dalam perjalanan tahun anggaran, Pemerintah Provinsi NTB menerima tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp 515 miliar.

Berdasarkan kebijakan Pemerintah Provinsi saat itu, sekitar Rp 484 miliar dari tambahan pendapatan tersebut dimasukkan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga. Padahal, harusnya dana tesebut masuk dalam SILPA atau sisa lebih perhitungan anggaran. Belakangan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memulai masa pemerintahannya pada akhir Ferbruari 2025, menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur Nomor 6/2025, tentang Pergeseran Anggaran pada APBD tahun 2025. Dana Rp 484 miliar yang telah ditempatkan sebagai BTT tersebut dialihkan menjadi belanja modal, untuk membiayai program yang merupakan janji kampanyenya.

Pergeseran tersebut bersamaan pula dengan pengalihan anggaran program Pokir Anggota DPRD NTB yang tidak terpilih kembali, yang mana pergeseran tersebut menjadi kasus korupsi yang dikenal publik dengan “Dana Siluman DPRD” dan proses persidangannya kini masih berlangsung.

Menurut Rachmat, terdapat beberapa persoalan mendasar yang perlu dijelaskan kepada publik, terkait pergeseran dana BTT setengah triliun tersebut. Pertama, terkait status dana tambahan setelah APBD disahkan. Rachmat mengungkapkan, tambahan pendapatan daerah yang diterima setelah APBD ditetapkan pada prinsipnya bukan berarti dapat langsung digunakan untuk membiayai program baru hanya melalui Peraturan Gubernur.

Dalam praktik pengelolaan keuangan daerah, tambahan pendapatan setelah APBD ditetapkan lazimnya ditempatkan terlebih dahulu dalam struktur APBD sesuai mekanisme yang berlaku. Apabila akan digunakan untuk membiayai belanja modal atau program pembangunan reguler, pemanfaatannya pada umumnya dilakukan melalui pembahasan APBD Perubahan bersama DPRD. Kecuali terdapat ketentuan khusus yang memperbolehkan mekanisme lain.

Rachmat menegaskan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2025, telah mengatur secara jelas fungsi Belanja Tidak Terduga. Pos anggaran tersebut disediakan untuk keadaan darurat, bencana, keadaan luar biasa, maupun kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi pada saat penyusunan APBD. Karena sifatnya khusus, BTT tidak dirancang sebagai sumber pembiayaan rutin bagi proyek pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Karena itu, apabila dana BTT digunakan untuk belanja modal, seperti pembangunan jalan, proyek penerangan jalan umum, ataupun program-program yang menjadi janji kampanye Gubernur, maka hal tersebut perlu diuji kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

“BTT itu bukan kantong anggaran bebas. BTT punya fungsi sendiri,” tegas Rachmat.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Ruslan Turmuzi yang dimintai tanggapannya seara terpisah mengungkapkan, tatkala ada tambahan pendapatan baru yang muncul setelah APBD ditetapkan, mekanisme yang lazim ditempuh untuk pemanfaatan anggaran tersebut adalah melalui APBD Perubahan, agar memperoleh pembahasan bersama DPRD, evaluasi, serta pengawasan publik.

“Jelas, bahwa program yang termasuk belanja modal itu bukan keadaan darurat. Kalau untuk pembangunan, kenapa tidak lewat APBD Perubahan?” tandas mantan Anggota DPRD NTB lima periode ini.

Karena itu, persoalan ini sesungguhnya dapat diselesaikan apabila BPK melakukan pemeriksaan dan menjelaskan secara terbuka hasil pemeriksaannya. Sehingga, akan diketahui secara gamblang, dana BTT senilai Rp 484 miliar tersebut, telah dimanfaatkan untuk apa saja.

Andaipun mekanisme penggunaan dana BTT tersebut memang dinilai BPK telah sesuai ketentuan, kata Ruslan, maka publik berhak mengetahui dasar pertimbangan audit BPK tersebut. Sebaliknya, apabila belum pernah diperiksa secara khusus oleh BPK, audit investigatif menjadi langkah yang patut dilakukan untuk memberikan kepastian.

“Kalau sudah diaudit, tunjukkan. “Kalau belum, lakukan audit investigatif. Sederhana,” tandasnya. 

Politisi asal Lombok Tengah ini menegaskan, audit bukan semata mencari kesalahan, tetapi memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan sesuai aturan. Sebab, semakin besar anggaran, semakin besar tanggung jawabnya.

“Transparansi tidak boleh setengah-setengah. BPK jangan menyisakan ruang abu-abu,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Made Slamet, Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan mengatakan, pihaknya mengatakan surat permohonan audit investigatif tersebut murni semata agar uang rakyat dalam BTT setengah triliiun tersebut memperoleh kepastian secara administratif maupun hukum.

“Kami meminta kepastian. “Bukan menggiring opini,” kata Made Slamet.

Dia menegaskan, setelah BPK menyerahkan LHP APBD NTB Tahun 2025 dalam sidang paripurna DPRD NTB pada 5 Juni 2026, pihaknya terus mencermati LHP tersebut. Dan benar, bahwa dalam LHP tersebut pihaknya tidak menemukan hasil audit pergeseran BTT senilai Rp 484 miliar menjadi belanja modal.

Made Slamet menegaskan, pergeseran anggaran dalam APBD NTB tahun 2025 yang hanya bermodalkan Peraturan Gubernur, dinilai pihaknya terang-terangan telah melanggar Permendagri No 15/2024 yang menjadi acuan penyusunan APBD Tahun 2025.

“Itulah yang mendasari kami meminta BPK melakukan audit investigasi terhadap BTT tersebut. Jika ada masalah, BPK harus membukanya secara transparan,” tandas Made Slamet. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:17:17 +0800 amr
Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan https://amarmedia.co.id/kuasa-hukum-putusan-bebas-tiga-terdakwa-gratifikasi-dprd-ntb-tegaskan-keadilan-berdasarkan-fakta-persidangan https://amarmedia.co.id/kuasa-hukum-putusan-bebas-tiga-terdakwa-gratifikasi-dprd-ntb-tegaskan-keadilan-berdasarkan-fakta-persidangan Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan

MATARAM.Amarmedia.co.id - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Mataram resmi memutus bebas tiga terdakwa dalam kasus dugaan gratifikasi anggota DPRD NTB pada persidangan yang digelar Rabu, 5 Agustus 2026.

Ketiga terdakwa yang divonis bebas tersebut adalah Indra Jaya Usman, Hamdan Kasim, dan M. Nashib Ikroman.

Sikap dan amar putusan majelis hakim tersebut disambut positif oleh tim kuasa hukum. Kuasa hukum ketiga terdakwa, Dr. Irpan Suriadiata, S.H.I., M.H., menilai bahwa putusan bebas ini telah mencerminkan rasa keadilan yang substansial dan didasarkan secara utuh pada fakta-fakta objektif yang terungkap secara terbuka selama proses pembuktian di persidangan.

Dr. Irpan Suriadiata menegaskan bahwa sesuai dengan isi amar putusan yang dibacakan di muka sidang, hak-hak Indra Jaya Usman, Hamdan Kasim, dan M. Nashib Ikroman, termasuk rehabilitasi nama baik, harkat, serta martabat mereka, harus dipulihkan secara menyeluruh ke keadaan semula. 

Pemulihan ini berimplikasi langsung pada pembersihan stigma sosial atas seluruh tuduhan maupun dakwaan pidana yang selama ini disangkakan kepada para kliennya.

"Kalau mengembalikan nama baik, harkat, dan martabatnya, itu kan sudah ada dalam amar putusan persidangan tadi. Artinya, dengan dibacakannya putusan tersebut, segala anasir atau hal-hal yang menyangkut tindak pidana yang didakwakan, baik secara hukum maupun secara sosial, harus diangkat dan dikembalikan ke posisi semula," ujar Dr. Irpan usai persidangan di Tipikor Mataram.

Terkait dengan peta dan arah hukum pascaputusan bebas ini, Dr. Irpan memberikan analisis hukum mengenai perbedaan konstruksi hukum acara pidana. Dalam kerangka hukum acara lama, mekanisme pengajuan kasasi atas putusan bebas (vrijspraak) kerap memicu perdebatan serta membuka peluang adanya upaya hukum lanjutan. 

Namun, dalam pembaruan hukum acara pidana melalui KUHAP baru, celah tersebut pada prinsipnya ditutup guna memberikan kepastian hukum yang tegas serta mewujudkan asas litis finiri oportet, yaitu setiap perkara harus memiliki titik akhir.

"Yang dulu masih ada upaya hukum kasasi, kini ditutup dalam KUHAP baru. Kalau KUHAP lama masih membolehkan kasasi atau banding, meskipun secara eksplisit aturan baru menyatakan tidak boleh, pendapat para ahli, termasuk Prof. Eddy Hiariej sebagai salah satu penyusun RKUHAP dan pakar lainnya, secara tegas mengatakan bahwa keberadaan aturan baru ini adalah untuk menyempurnakan hukum acara lama. Jadi, jika hukum lama masih memberikan celah untuk mengajukan kasasi, maka celah itu kini ditutup sehingga putusan ini menjadi final," terangnya.

Ketika ditanya mengenai langkah atau tindakan hukum lanjutan pascavonis bebas tersebut, pihak kuasa hukum menegaskan belum mengambil sikap khusus dan memilih berfokus pada rasa syukur serta pengawalan pemulihan hak-hak hukum ketiga kliennya.

"Adapun terkait dengan upaya hukum yang lain, saya sebagai penasihat hukum belum berbicara mengenai hal itu. Yang penting, kita bersyukur terlebih dahulu bahwa putusan ini sudah diambil secara adil dengan melihat fakta-fakta persidangan yang kita saksikan bersama selama ini. Itulah yang menjadi dasar majelis hakim memutuskan. Putusan ini sangat adil dan sesuai dengan fakta persidangan," pungkas Dr. Irpan Suriadiata.

*Putusan Bersifat Final*

Dr. Irpan juga menegaskan sejak putusan vonis bebas dibacakan majlis hakim, maka upaya hukum bersifat final atas putusan bebas yang dijatuhkan kepada tiga kliennya. Sehingga tidak ada upaya hukum yang bisa dilakukan terhadap putusan bebas, baik itu upaya kasasi maupun banding. 

“Putusan bebas ini merupakan putusan yang bersifat final. Dan menutup segala upaya hukum, termasuk banding,” tegasnya.

Lebih lanjut, pengacara senior NTB ini menjelaskan, didalam KUHP yang lama, kalau ada putusan bebas maka upaya hukumnya adalah kasasi. Sementara upaya banding tidak diperbolehkan. Maka dengan hadir KUHP yang baru untuk menyempurnakan. 

“Karena ada kesisruhan terkait dengan namanya putusan-putusan bebas diputus oleh faksi kemudian dibatalkan oleh judex juris, sehingga dalam putusan didalam KUHP yang baru ini ditentukan bahwa terhadap putusan bebas tidak bisa dilakukan upaya hukum kasasi. Itu dalam pasal 299 ayat 2 didalam KUHP yang baru,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, maka langkah upaya hukum kasasi yang dulu perbolehkan sudah ditutup, hal demikian juga dengan upaya banding. Meskipun didalam KUHP yang baru tidak secara implisit disebut tidak boleh banding.

Tetapi menurut pendapat-pendapat ahli hukum telah menjelaskan maksud dari pada kehadiran KUHP yang baru untuk menyempurnakan KUHP yang lama. Yaitu menutup upaya hukum terhadap putusan bebas. 

“Maka putusan bebas ini adalah putusan final tidak ada upaya hukum lagi. Oleh karena itu, maka ketiga orang klien saya ini, sejak hari ini (Rabu,red) adalah telah menerima putusan bebas,”sambungnya seraya mempertegas.

*Vonis Bebas*

Dalam pertimbangan majelis hakim yang dibacakan Irwan Ismail, Hamdan, Indra Jaya Usman, dan M Nashib Ikroman dibebaskan dari semua dakwaan jaksa penuntut umum meskipun terbukti memberikan uang kepada belasan anggota DPRD NTB.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa ketiganya dengan dakwaan subsidaritas yakni dakwaan primer pasal 605 ayat (1) huruf a juncto pasal 127 ayat (1 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kemudian, dakwaan subsider pasal 605 ayat (1) huruf b iuncto pasal 127 avat (1) Undang- undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP Dakwaan lebih subsider pasal 606 ayat (1 juncto pasal 127 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam pertimbangan majelis hakim, kekuasaan kewenangan untuk menjalankan program Desa Berdaya ini bukan ranah legislatif. Sehingga pemberian uang dari terdakwa kepada para anggota DPRD NTB dinilai tidak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

"Menurut hakim, pemberian sesuatu atau hadiah dengan maksud dan tujuan agar tidak melaksanakan atau mempertanyakan program direktif Gubernur (NTB) atau Desa Berdaya yang tertera dalam dokumen pergeseran anggaran," kata hakim anggota, Irwan Ismail.

Sehingga untuk kewenangan yang melekat dalam jabatan para saksi anggota DPRD NTB untuk tidak melaksanakan program direktif Gubernur NTB sebagaimana tujuan pemberian uang oleh terdakwa dianggap tidak terbukti.

Tugas dan wewenang DPRD NTB bukan untuk melaksanakan program tersebut melainkan menqawasi sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Program Desa Berdaya seharusnya dilaksanakan oleh Gubernur NTB, melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang nantinya akan dilaporkan melalui laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ).

DPRD NTB hanya berkewenangan menjalankan fungsi anggaran yakni pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), fungsi legislasi dan fungsi kewenangan. Bukan justru menjalankan program direktif Gubernur NTB.

Terhadap putusan tersebut, jaksa penuntut umum mengaku masih akan pikir-pikir terlebih dahulu.

*Uang yang Disita Dikembalikan ke Saksi*

Diketahui, Hamdan memberikan uang kepada Lalu Irwansyah Triadi sebesar Rp 100 juta melalui sopirnya, Harwoto sebesar Rp 170 juta, dan Nurdin Marjuni sebesar Rp 180 juta.

Dalam amar putusan tersebut, hakim turut menetapkan barang bukti berupa uang Rp 450 juta yang sebelumnya disita iaksa dikembalikan kepada tiga orang itu.

Sementara itu, hakim juga memerintahkan uang yang disita Kejati NTB sebagai barang bukti tersebut dengan total Rp 1,2 miliar yang dibagikan oleh terdakwa Indra Jaya Usman untuk dikembalikan kepada para saksi. Senada, uang yang dibagikan oleh terdakwa Nashib Ikroman sebesar Rp 950 juta juga diminta untuk dikembalikan kepada para saksi. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:10:04 +0800 amr
UNSA Gelar Workshop Pengusulan JAD 2026, Dorong Percepatan Karier Akademik Dosen https://amarmedia.co.id/unsa-gelar-workshop-pengusulan-jad-2026-dorong-percepatan-karier-akademik-dosen https://amarmedia.co.id/unsa-gelar-workshop-pengusulan-jad-2026-dorong-percepatan-karier-akademik-dosen UNSA Gelar Workshop Pengusulan JAD 2026, Dorong Percepatan Karier Akademik Dosen

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Universitas Samawa (UNSA) menggelar Workshop Pengusulan Jabatan Akademik Dosen (JAD) Tahun 2026 dengan tema “Strategi Pemenuhan Persyaratan dan Optimalisasi Pengusulan JAD Berdasarkan Regulasi Terbaru”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNSA Selasa 4 Agustus 2026 ini diikuti oleh 92 dosen dari berbagai jenjang jabatan akademik. 

Peserta workshop terdiri atas 67 dosen yang mempersiapkan pengusulan menuju jenjang Lektor Kepala, 15 dosen menuju Lektor, serta 10 dosen menuju Asisten Ahli. Kegiatan menghadirkan narasumber Prof. H. Iwan Jazadi untuk memberikan pendampingan terkait strategi pemenuhan persyaratan dan optimalisasi pengusulan jabatan akademik dosen. 

Mewakili Rektor UNSA, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Sudirman, S.Pt., M.Si., IPM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan Jabatan Akademik Dosen bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan mutu dan daya saing institusi. 

Menurutnya, semakin banyak dosen yang mencapai jenjang akademik lebih tinggi seperti Lektor Kepala dan Guru Besar, maka semakin kuat pula posisi UNSA dalam meningkatkan kualitas akademik, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), memperkuat akreditasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap universitas. 

Selain berdampak bagi kelembagaan, peningkatan jabatan akademik juga memberikan manfaat bagi pengembangan karier dosen, peningkatan profesionalisme, peluang keterlibatan dalam penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama akademik, hingga peningkatan kesejahteraan melalui berbagai kesempatan profesional sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Iwan Jazadi memberikan penguatan mengenai regulasi terbaru pengusulan JAD, optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER), serta strategi penyusunan dokumen dan bukti kinerja tridharma perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam proses pengajuan jabatan akademik. 

Melalui workshop ini, UNSA berharap para dosen semakin siap dalam memenuhi persyaratan pengusulan JAD serta mampu meningkatkan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik bagi perkembangan universitas.

“Kenaikan jabatan akademik dosen harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik dalam sambutannya. (AM/Adrian) 

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:29:38 +0800 amr
Di Tengah Normalisasi Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat https://amarmedia.co.id/di-tengah-normalisasi-tambang-fondasi-ekonomi-ntb-tetap-kuat https://amarmedia.co.id/di-tengah-normalisasi-tambang-fondasi-ekonomi-ntb-tetap-kuat

Di Tengah Normalisasi Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat

Mataram.Amarmedia.co.id – Di tengah normalisasi aktivitas sektor pertambangan setelah berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat tembaga, perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Pada Triwulan II Tahun 2026, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen (year-on-year/y-on-y), menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, berbagai indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren yang semakin membaik. Angka kemiskinan terus menurun, tingkat ketimpangan semakin rendah, kesempatan kerja meningkat, dan pengangguran terbuka tetap berada pada level yang rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB mulai ditopang oleh fondasi yang semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Mataram, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal.

Menurut Wahyudin, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB pada Triwulan II Tahun 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp53,91 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp29,89 triliun.

Secara tahunan, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen, sedangkan secara kumulatif selama Semester I Tahun 2026 tumbuh 10,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wahyudin menjelaskan, pertumbuhan pada Triwulan II memang tidak setinggi Triwulan I karena aktivitas pertambangan mulai memasuki fase normalisasi setelah berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat tembaga yang sebelumnya memberikan dorongan sangat tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menunjukkan pelemahan ekonomi. Sebaliknya, struktur pertumbuhan NTB justru semakin sehat karena sektor-sektor ekonomi riil tetap tumbuh positif dan menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Selain sektor pertambangan dan penggalian yang masih mencatat pertumbuhan 30,57 persen, sektor industri pengolahan tumbuh 7,45 persen, didorong meningkatnya aktivitas smelter dan industri makanan-minuman. Sementara itu, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 11,42 persen, mencerminkan terus bergairahnya aktivitas pariwisata dan jasa. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa juga meningkat signifikan sebesar 49,42 persen, menunjukkan tingginya daya saing produk NTB di pasar global, terangnya.

Wahyudin menegaskan, data tersebut memperlihatkan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi NTB semakin beragam. Pertumbuhan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga diperkuat oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan jasa yang terus menunjukkan kinerja positif. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Kinerja positif tersebut juga tercermin pada kondisi ketenagakerjaan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja NTB mencapai 3,24 juta orang, meningkat sekitar 5,56 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat menjadi 3,14 juta orang.

Wahyudin menegaskan, Pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 1,07 juta orang atau 33,95 persen dari total penduduk bekerja. Peningkatan kesempatan kerja tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pertanian. Luas panen padi meningkat dari 13.748 hektare pada Februari menjadi 30.248 hektare pada Mei 2026, sedangkan produksi gabah kering giling melonjak dari 74.984 ton menjadi 158.559 ton.

Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB turun menjadi 2,98 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja NTB tetap mampu menyerap tambahan angkatan kerja di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Perbaikan kondisi ekonomi tersebut juga diikuti dengan membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin NTB tercatat 11,17 persen, turun 0,21 persen poin dibandingkan September 2025 dan turun 0,61 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Menurut Wahyudin, secara absolut, jumlah penduduk miskin berkurang 26,07 ribu orang dalam setahun, dari 654,57 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 628,50 ribu orang pada Maret 2026. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BPS juga mencatat perbaikan pada indikator pemerataan. Gini Ratio NTB pada Maret 2026 tercatat 0,358, lebih rendah dibandingkan September 2025 sebesar 0,364 maupun Maret 2025 sebesar 0,369. Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia, distribusi pengeluaran masyarakat NTB tetap berada pada kategori ketimpangan rendah, dengan pangsa pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah mencapai 19,57 persen.

Penurunan ketimpangan tersebut menunjukkan bahwa hasil pembangunan semakin dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi global, daya beli kelompok masyarakat berpendapatan rendah tetap terjaga sehingga kesenjangan pengeluaran terus mengecil, terang nya.

Meski demikian, BPS mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu terus diperkuat, terutama dalam meningkatkan proporsi pekerja formal, memperluas kesempatan kerja berkualitas, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah, termasuk kawasan perdesaan.

Rangkaian indikator yang dirilis BPS menunjukkan bahwa perekonomian NTB tidak hanya mampu mempertahankan pertumbuhan yang tinggi di tengah normalisasi sektor pertambangan, tetapi juga semakin berkualitas. Menguatnya sektor-sektor fundamental, meningkatnya kesempatan kerja, menurunnya angka kemiskinan, serta semakin rendahnya ketimpangan menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi daerah semakin kokoh. Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, pungkasnya.(AM/Kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:13:33 +0800 amr
Pemprov NTB Dorong Pedoman Mediasi Sosial untuk Mencegah Konflik Pernikahan Beda Agama https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-pedoman-mediasi-sosial-untuk-mencegah-konflik-pernikahan-beda-agama https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-pedoman-mediasi-sosial-untuk-mencegah-konflik-pernikahan-beda-agama Pemprov NTB Dorong Pedoman Mediasi Sosial untuk Mencegah Konflik Pernikahan Beda Agama

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penyusunan pedoman mediasi sosial sebagai acuan penyelesaian sengketa yang timbul akibat pernikahan beda agama. Pedoman tersebut diharapkan menjadi instrumen pencegahan konflik sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui penyelesaian yang mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hukum serta nilai-nilai keagamaan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. Surya Bahari, M.M.Pd., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Penyusunan Pedoman Penyelesaian Sengketa Pernikahan Beda Agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Rabu (5/8).

Surya Bahari menegaskan bahwa kerukunan yang selama ini terpelihara di NTB merupakan hasil komitmen bersama seluruh elemen masyarakat yang dibangun melalui dialog, saling menghormati, serta mekanisme penyelesaian konflik yang jelas dan terukur.

Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyangkut hubungan dua individu, tetapi juga berkaitan dengan aspek agama, hukum, keluarga, budaya, dan kehidupan sosial. Karena itu, ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan pernikahan beda agama, pendekatan yang dibutuhkan tidak cukup hanya melihat aspek hukum, tetapi juga harus mampu menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

"Isu pernikahan beda agama merupakan persoalan yang kompleks karena berada pada irisan norma agama, hukum negara, adat, dan kehidupan sosial. Karena itu penyelesaiannya memerlukan kebijaksanaan serta dialog yang mengedepankan perdamaian," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar persoalan yang muncul di NTB dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat terkait tanpa harus berujung pada proses litigasi.

Atas dasar itu, Pemprov NTB mengapresiasi inisiatif FKUB NTB menyusun pedoman mediasi sebagai panduan penyelesaian sengketa secara nonlitigasi. Pedoman tersebut diharapkan memberikan kepastian prosedur tanpa memasuki wilayah doktrin agama maupun kewenangan lembaga hukum.

Selain itu, Surya Bahari juga mengingatkan bahwa NTB masih menghadapi persoalan serius tingginya angka pernikahan usia anak yang dalam beberapa kasus juga berkaitan dengan perbedaan agama.

"Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan pedoman penyelesaian sengketa, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret dalam mencegah pernikahan usia anak sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan generasi NTB," katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB NTB, Dr. TGH. Subki Sasaki, M.H., mengatakan penyusunan pedoman tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kerukunan masyarakat di tengah kehidupan yang semakin majemuk.

Berdasarkan data FKUB NTB, setiap tahun terdapat sekitar empat hingga lima kasus pernikahan beda agama yang dilaporkan. Namun angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena banyak persoalan baru terungkap ketika telah berkembang menjadi sengketa.

"FKUB tidak berada pada posisi menentukan boleh atau tidaknya seseorang menikah. Tugas kami adalah memfasilitasi dialog dan mediasi agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik sosial," ujarnya.

Subki menambahkan, hasil FGD akan dirumuskan menjadi buku pedoman yang selanjutnya diusulkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan regulasi daerah.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian dalam FGD tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. Ahsanul Halik, S.Sos., M.H. yang hadir sebagai salah satu nara sumber.

Dalam paparannya, Aka menegaskan bahwa pembahasannya tidak menyentuh aspek sah atau tidaknya perkawinan beda agama karena hal tersebut merupakan kewenangan hukum negara dan ajaran agama masing-masing. Fokus yang ditawarkan adalah bagaimana pemerintah mampu mencegah konflik sosial yang muncul sebagai dampak dari persoalan tersebut.

Menurut Aka, gagasan itu lahir dari pengalaman empirisnya saat menjabat Camat Cakranegara pada periode 2008–2013, ketika memimpin salah satu wilayah paling heterogen di Kota Mataram.

Ia mengisahkan, beberapa kali menghadapi sengketa yang berawal dari rencana maupun pelaksanaan pernikahan beda agama. Persoalan yang muncul bukan semata-mata menyangkut administrasi perkawinan, tetapi berkembang menjadi konflik antarkeluarga, dugaan penculikan, tuduhan pemaksaan, mobilisasi massa, hingga berpotensi memicu benturan antarwarga apabila tidak segera ditangani.

"Jika ada yang beranggapan pernikahan beda agama tidak pernah memunculkan potensi konflik sosial di NTB, berarti ia belum pernah benar-benar berada di lapangan. Saya mengalami sendiri bagaimana persoalan keluarga dapat berkembang menjadi konflik sosial apabila komunikasi dan mediasi tidak segera dilakukan," ungkap Aka.

Pengalaman tersebut mendorongnya merumuskan Model Forum Mediasi Sosial, sebuah pendekatan yang menempatkan pemerintah daerah, FKUB, aparat keamanan, pemerintah desa atau kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga para pihak sebagai fasilitator penyelesaian sengketa secara damai.

Model ini tidak dimaksudkan untuk menentukan sah atau tidaknya suatu perkawinan, melainkan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui dialog, penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan hak para pihak, serta tetap menghormati hukum negara dan ajaran agama.

Aka menjelaskan, model tersebut dibangun di atas delapan prinsip utama, yakni netralitas, penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, keterbukaan, pencegahan konflik, penghormatan terhadap hukum negara dan agama, penguatan kerukunan, serta kesukarelaan para pihak.

Ia juga menawarkan tahapan mediasi yang dimulai dari deteksi dini oleh kepala lingkungan, verifikasi lapangan, komunikasi kepada keluarga kedua belah pihak, penempatan sementara di lokasi netral apabila diperlukan untuk menjamin keamanan, pelaksanaan mediasi secara bertahap, hingga penyusunan kesepakatan damai yang diikuti pemantauan pascamediasi.

Menurutnya, keberhasilan mediasi tidak hanya diukur dari tercapainya kesepakatan, tetapi dari kemampuan menjaga hubungan sosial masyarakat setelah konflik selesai.

"Pemerintah tidak hadir untuk menentukan benar atau salahnya pilihan seseorang. Pemerintah hadir sebagai fasilitator yang memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai, sehingga keamanan, ketertiban masyarakat, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga," pungkas Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:09:29 +0800 amr
Semarak HUT RI 81, Hajatkan Pemprov NTB Lebih Dekat dengan Masyarakat https://amarmedia.co.id/semarak-hut-ri-81-hajatkan-pemprov-ntb-lebih-dekat-dengan-masyarakat https://amarmedia.co.id/semarak-hut-ri-81-hajatkan-pemprov-ntb-lebih-dekat-dengan-masyarakat Semarak HUT RI 81, Hajatkan Pemprov NTB Lebih Dekat dengan Masyarakat

Mataram, Amarmedia.co.id - Rabu 5 Agustus 2026-Rapat Koordinasi (Rakor) guna mematangkan persiapan berbagai kegiatan pada HUT RI 81 Provinsi NTB kembali digelar, Rabu (5/8/2026) bertempat di Gedung Sankareang, Kantor Gubernur NTB. Dipimpin Sekda NTB, Abul Chair didampingi Asisten 1 dan Asisten III Seda Prov NTB, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan dari unsur TNI-Polri.

Agendanya penyampaian program kegiatan pada masing-masing bidang dalam SK Panitia Pelaksana Peringatan HUT RI 81 tahun 2026.

Sekda NTB, Abul Chair mengingatkan agar seluruh anggota kepanitian yang sudah dibagi dari unsur Ketua hingga bidang-bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk tetap fojus pada kegiatan-kegiatan yang akan digelar bersama anggotanya termasuk koodinasi intensif dengan mitra bidang yang lain.

Konsentrasi dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing ini dihajatkan untuk terlaksananya dengan sukses dan baik berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan hingga upacara detik-detik pengibaran bendera merah putih termasuk upacara penurunan bendera.

Sekda Abul Chair kembali mengingatkan, bahwa konsep peringatan HUT RI tahun ini akan lebih menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Selain berbagai perlombaan yang lazim digelar, pemerintah juga mengusulkan sejumlah kegiatan baru yang sejalan dengan program nasional.

Melalui momentum HUT RI ini lanjut dia, sesungguhnya ingin menggugah rasa memiliki seluruh masyarakat. Tidak hanya milik Pemprov, Bersama OPD, namun lebih dari itu masyarakat juga turut merasa memiliki arti penting kemerdekaan yang sudah 81 tahun dalam sejarah perjalanan pembangunan bangsa.

Asisten 1 Setda NTB, H Fathul Gani menyampaikan, bahwa setelah mendengar pemaparan dan laporan dari sejumlah bidang termasuk dari unsur TNI-Polri, bahwa pelaksanaan HUT RI 81 2026 yang ditandai dengan berbagai kegiatan semarak yang secara langsung melibatkan masyarakat.

Secara umum masing-masing bidang sudah siap melaksanakan dan menggelar berbagai kegiatan semarak kemerdekaan hingga puncak peringatan pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab bidang masing-masing.

Pada rapat tersebut juga disepakati pakaian peserta upacara yakni mengenakan pakaian adat nusantara. Dan khusus Pegawai P3K Paruh Waktu lingkup Pemprov NTB nantinya dari masing-masing OPD untuk mengambil bagian dalam pembagian dan pengibaran bendera merah putih bagi masyarakat untuk dipasang di tempat tinggal, tempat kerja atau di lokasi-lokasi strategis.

Pada bagian penutup Asisten 1 Fathul Gani mengungkapkan, pada intinya pelaksanaan semarak berbagai kegiatan yang akan digelar memeriahkan HUT Kemerdekaan RI 81 2026 ini ingin mendekatkan kegiatan ini dengan masyarakat, dimana berbagai kegiatan tersebut akan dimulai dari tanggal 7 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat dan aparatur pemerintah termasuk TNI-Polri dihajatkan agar bisa membaur termasuk dengan stand-stand dan Bazar UMKM yang akan digelar. Para pelaku UMKM yang diberikan ruang untuk Bazar bisa memperkenalkan dan menjual produknya sendiri.

Demikian juga pada pelaksanaan detik-detik proklamasi hinga penurunan bendera juga nantinya masyarakat juga hadir. Pada hari itu juga akan digelar hiburan, tarian kolosal NTB dan lomba Jurakan (Panjat Pinang) yang bisa diikuti oleh masyarakat maupun para peserta upacara lainnya.Tak lupa juga sajian kuliner khas para pelaku UMKM NTB juga disiapkan. (AM/her/kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:00:44 +0800 amr
Gelar Kunjungan Lapangan ke DI Mamak, Komisi II DPRD Sumbawa Temukan Sawah Kekeringan dan Jaringan Irigasi BUM 4 Tidak Berfungsi https://amarmedia.co.id/gelar-kunjungan-lapangan-ke-di-mamak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temukan-sawah-kekeringan-dan-jaringan-irigasi-bum-4-tidak-berfungsi https://amarmedia.co.id/gelar-kunjungan-lapangan-ke-di-mamak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temukan-sawah-kekeringan-dan-jaringan-irigasi-bum-4-tidak-berfungsi Gelar Kunjungan Lapangan ke DI Mamak, Komisi II DPRD Sumbawa Temukan Sawah Kekeringan dan Jaringan Irigasi BUM 4 Tidak Berjalan.

SUMBAWA, Amarmedia.co.id— Menindaklanjuti krisis air irigasi yang mengancam kawasan hilir Daerah Irigasi (DI) Mamak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke wilayah Kecamatan Lape dan Kecamatan Lopok pada Rabu (05/08/2026). Langkah ini merupakan bentuk pengawasan konkret pasca-Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar sehari sebelumnya.

Turunnya tim Komisi II DPRD Sumbawa ini didampingi oleh jajaran Pemerintah Daerah, Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian, Camat Lape, KUPT Pengairan DI Mamak, pengurus GP3A, P3A, kelompok tani, serta Kepala Desa Dete, Kepala Desa Hijrah, dan Kepala Desa Labuhan Kuris dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa.

Air Baru Tiba Siang Hari, Padi Memasuki Fase Kritis

Lokasi pertama yang ditinjau adalah area persawahan di Desa Hijrah yang masuk dalam kawasan jaringan irigasi Bangunan Kuris (BK) 8. Saat rombongan tiba di lokasi pada jam sebelas, debit air yang ditunggu-tunggu oleh para petani belum terlihat mengaliri jaringan irigasi BK 8.

Berdasarkan konfirmasi dari Penyuluh Pertanian dan Kepala BPP Lape, air sebenarnya telah dialirkan dari Bendungan Mamak sejak pukul 06.00 WITA, namun pergerakan air menempuh alur yang cukup lambat dan baru mencapai BK 7 hingga menjelang siang. Tepat pukul 13.00 WITA, pasokan air akhirnya menyentuh BK 8 dan langsung didistribusikan ke area persawahan Desa Hijrah.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup memprihatinkan. Tanaman padi warga rata-rata sudah memasuki fase produksi (keluar bulir/bunting). Akibat kekeringan, hamparan tanah sawah retak dan daun-daun padi mulai menguning sebagai gejala kuat kekurangan pasokan air.

Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Hijrah Kamarullah beserta masyarakat petani setempat berharap penuh agar pasokan air yang telah masuk dapat terus dialirkan secara konstan selama tujuh hari ke depan (hingga 12 Agustus 2026). Usulan ini sebagai kompensasi dari kesepakatan rapat sebelumnya, mengingat hitungan rotasi jatah air baru bisa dimulai efektif sejak air benar-benar tiba di lokasi.

Kondisi BUM 4 Prihatin: Tanaman Palawija Terancam dan Jaringan Irigasi Rusak

Rombongan Komisi II DPRD Sumbawa kemudian melanjutkan peninjauan ke Bangunan Unter Malang (BUM) 4. Di titik ini, tidak ada aliran air sama sekali, padahal ratusan hektar lahan sawah palawija di sekitarnya sangat bergantung pada suplai air tersebut. "Saat ini, komoditas kacang hijau milik warga sudah mulai berbuah dan berada pada fase yang sangat membutuhkan pembasahan" ujar Abdul Manan P3A Unter Kedit

Selain kendala debit air, peninjauan di BUM 4 juga menemukan adanya kerusakan fisik pada jaringan saluran primer dan sekunder. Kerusakan infrastruktur ini dinilai memperparah distribusi air sehingga membutuhkan penanganan, perawatan, serta perbaikan teknis secara darurat dari dinas terkait.

Di sisi lain, kondisi ketersediaan air di kawasan Desa Mamak dan sekitarnya terpantau mencukupi. Pemerintah daerah dan DPRD mengimbau para petani di area hulu dengan penuh rasa kekeluargaan dan keikhlasan agar tidak melakukan penahanan atau sabotase air yang dialirkan menuju wilayah hilir di Kecamatan Lape.

Desak Perbaikan Manajemen Distribusi dan Pengetatan Pengawasan

Melihat dinamika sosial serta carut-marut manajemen distribusi air di DI Mamak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mendesak agar segera dilakukan pembenahan tata kelola dan pendistribusian air secara menyeluruh.

"Langkah ini penting untuk memastikan Daerah Jalur Hijau (wilayah yang diizinkan menanam padi) maupun Daerah Jalur Merah (wilayah pertanaman palawija) sama-sama mendapatkan hak suplai air secara adil, terutama pada fase kritis pertumbuhan tanaman saat ini" ujar H Zohran 

Komisi II menekankan pentingnya optimalisasi peran Juru Pintu Air (JPA) dan Petugas Pengairan di sepanjang jalur irigasi. Pengawasan ketat di lapangan mutlak diperlukan untuk mengawal pergerakan air sekaligus mencegah potensi penyerobotan maupun aksi pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (AM)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 18:55:58 +0800 amr
DPRD Kabupaten Sumbawa Desak Penanganan Cepat Krisis Air Irigasi Waduk Mamak Demi Selamatkan Ancaman Gagal Panen di Wilayah Hilir https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-desak-penanganan-cepat-krisis-air-irigasi-waduk-mamak-demi-selamatkan-ancaman-gagal-panen-di-wilayah-hilir https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-desak-penanganan-cepat-krisis-air-irigasi-waduk-mamak-demi-selamatkan-ancaman-gagal-panen-di-wilayah-hilir DPRD Kabupaten Sumbawa Desak Penanganan Cepat Krisis Air Irigasi Waduk Mamak Demi Selamatkan Ancaman Gagal Panen di Wilayah Hilir

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing/RDP) bersama unsur Pemerintah Daerah, DPD Tani merdeka Indonesia kabupaten Sumbawa, instansi terkait, serta kelompok tani pada Selasa, 4 Agustus 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma, S.IP., ini secara khusus membahas ancaman serius gagal panen dan penurunan produksi pertanian di daerah hilir Daerah Irigasi (DI) Waduk Mamak, khususnya di Kecamatan Lape

Hearing ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Dinas Pertanian, Dinas PUPR (Bidang SDA), UPT Pengairan, UPT Bendungan Mamak, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, unsur Pemerintah Kecamatan Lape dan para Kepala Desa terdampak, pengurus GP3A/P3A, KP3A NTB, serta DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa 

Disampaikan oleh Ketua DPD Tani Merdeka Syafaruddin SAP, bahwa pada Musim Tanam II (MK I) tahun ini dihadapkan pada ancaman nyata penurunan produktivitas hingga gagal panen. Sekitar 50 hektar lebih lahan produktif—yang mencakup tanaman padi bunting, jagung pada fase pembungaan/pembuahan, serta palawija—di empat desa wilayah hilir mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air secara drastis.

Empat desa yang terdampak paling parah meliputi Desa Lape Tercatat 19 hektar lahan kritis (9 hektar padi bunting, 10 hektar jagung/palawija). Rotasi air 8 hari dinilai terlalu lama oleh petani. Di Desa Dete Tanaman jagung dan kacang hijau seluas kurang lebih 10 hektar di kompleks Dusun Hijrah 2 (BJ 1) kekurangan suplai air pada fase kritis. Sementara Desa Labuhan Kuris Sejumlah kelompok tani (Suka Maju, Unter Liang, Kesaming 1 & 2, serta Sakiki Rara) mengalami kelangkaan air yang parah.

Sedangkan di Desa Hijrah Kondisi paling kritis dengan cakupan lahan seluas 500 hingga 800 hektar (termasuk 200 hektar padi bunting) yang terlambat mendapatkan jatah rotasi air hingga lebih dari dua hari dari jadwal kesepakatan.

Akar Permasalahan di Lapangan:

Berdasarkan temuan DPD Tani Merdeka dan laporan UPT Pengairan, terdapat maraknya aksi pencurian air melalui pelompong liar, penggunaan mesin pompa air ilegal (>30 unit) sepanjang saluran primer dan sekunder, serta perusakan atau pembukaan pintu air secara independen oleh oknum tak bertanggung jawab.

DPD Tani Merdeka juga menyampaikan bahwa Distribusi Tidak Proporsional, Debit air dari hulu sering kali hanya "melintas" dan menyusut drastis sebelum sampai di jaringan hilir (BK 2 hingga BK 9) akibat tidak adanya pengawalan ketat di sepanjang jalur irigasi.

Sementara itu Kepala UPT Bendungan Mamak, Siswanto, melaporkan bahwa elevasi dan tampungan Waduk Mamak berada pada kondisi kritis. Volume air terpaksa dijaga sekitar 1,5 juta meter kubik (sisa elevasi +6 meter di atas batas toleransi minimal dari kondisi normal 80,30 meter), sehingga setiap tetes air harus dikawal secara ketat agar tidak habis di tengah jalan.

Mewakili suara para petani di wilayah hilir, Saparuddin, S.AP. dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa persoalan distribusi air irigasi yang tidak merata ini selalu berulang setiap musim tanam tiba.

Pihaknya menyoroti bahwa kerugian ekonomi yang mengancam rumah tangga petani akan berdampak langsung pada terganggunya target ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, Tani Merdeka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional air, transparansi jadwal distribusi, penertiban seluruh pelompong atau mesin pompa ilegal, serta perbaikan pintu-pintu air primer dan sekunder yang rusak.

Lima Poin Rekomendasi Resmi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa

Menanggapi dinamika diskusi dan laporan lapangan yang mendesak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mengeluarkan 5 Keputusan dan Rekomendasi Strategis untuk ditindaklanjuti secara cepat:

Pertama :  sebagai upaya solutif dan Langkah Darurat 1–7 Hari (Jangka Pendek) meminta UPT Pengairan Waduk / Bendungan Mamak dan dinas terkait segera mendistribusikan air secara optimal ke titik-titik kritis dan wilayah terjauh (distalasi) guna menyelamatkan tanaman padi dan palawija agar dapat mencapai sukses panen kedua.

Kedua : Pengaktifan Kembali Satgas Pengawasan Irigasi yang melibatkan Dinas Pertanian, UPT Pengairan, Satpol PP, Polsek (Lape/Lopok), Koramil, pihak Kecamatan, serta perwakilan GP3A/P3A. Satgas ini bertugas melakukan penertiban tegas terhadap seluruh pelompong liar dan mesin pompa air tanpa izin di sepanjang Daerah Irigasi Mamak.

Ketiga:  Pengamanan Khusus oleh BWS NT I. DPRD Kabupaten Sumbawa meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I memberikan pengamanan khusus pada pintu air primer dan sekunder guna menghentikan aksi perusakan serta pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sekaligus rutin melakukan pemeliharaan jaringan.

Keempat ; DPRD mendorong optimalisasi hak delegatif Camat agar berbagai persoalan krusial di tingkat wilayah—baik di sektor pertanian, kesehatan, maupun pendidikan—dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran.

Kelima:  Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa bersama instansi terkait akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan cross-check kondisi riil serta memantau efektivitas pelaksanaan rekomendasi penyelamatan air irigasi ini.

Ketua Komisi II DPRD kabupaten Sumbawa I Nyoman Wisma mengatakan bahwa solusi yang kita cari."Hearing ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk merumuskan solusi terbaik demi melindungi kepentingan dan kesejahteraan para petani kita di lapangan," tutup Wisma (AM)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 12:15:59 +0800 amr
Cari Ketua Baru Periode 2026–2030, TPP KONI NTB Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon https://amarmedia.co.id/cari-ketua-baru-periode-20262030-tpp-koni-ntb-resmi-buka-penjaringan-bakal-calon https://amarmedia.co.id/cari-ketua-baru-periode-20262030-tpp-koni-ntb-resmi-buka-penjaringan-bakal-calon Cari Ketua Baru Periode 2026–2030, TPP KONI NTB Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon

Mataram.Amarmedia.co.id – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai tahapan Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI NTB masa bakti 2026–2030. Proses tersebut menjadi salah satu agenda strategis menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB Tahun 2026.

Dalam rilis yang diterima awak media (RRI.co.id) Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), H. Suhaimi, mengatakan seluruh tahapan telah disusun secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi agar menghasilkan calon pemimpin KONI NTB yang memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen dalam memajukan prestasi olahraga di Nusa Tenggara Barat.

"Tim Penjaringan dan Penyaringan berkomitmen melaksanakan seluruh proses secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Kami mengundang putra-putri terbaik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pencalonan Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2026–2030 sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar H. Suhaimi Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tahapan penjaringan dimulai dengan kegiatan sosialisasi pada 3–4 Agustus 2026 melalui media cetak, media online, media sosial KONI NTB, serta kepada seluruh anggota KONI NTB.

Selanjutnya, pendaftaran, pengambilan formulir, sekaligus pengajuan dan penyerahan berkas bakal calon dibuka mulai 5 hingga 15 Agustus 2026 di Sekretariat KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Setelah masa pendaftaran berakhir, TPP akan melakukan verifikasi dan validasi berkas pada 7–16 Agustus 2026, sekaligus menyampaikan hasil verifikasi kepada para bakal calon. Tahapan ini bertujuan memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi bakal calon yang masih memiliki kekurangan dokumen, TPP memberikan kesempatan untuk melengkapi berkas persyaratan pada 18 Agustus 2026.

Tahapan berikutnya yakni penyerahan materi paparan visi, misi, dan pokok-pokok program kerja calon Ketua Umum KONI NTB yang dijadwalkan pada 19 Agustus 2026. Materi tersebut nantinya akan menjadi salah satu referensi dalam pelaksanaan Musorprov.

Puncak tahapan TPP berlangsung pada 20–21 Agustus 2026, yaitu penyerahan hasil kerja Tim Penjaringan dan Penyaringan kepada Musyawarah Olahraga Provinsi KONI NTB melalui Pimpinan Sidang Pleno Musorprov sebagai dasar penetapan calon yang akan mengikuti proses pemilihan Ketua Umum.

H. Suhaimi berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh anggota KONI NTB serta insan olahraga di daerah.

"Kami berharap seluruh tahapan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh bakal calon. TPP menjamin proses berlangsung secara adil dan terbuka sehingga Musorprov nanti dapat melahirkan Ketua Umum KONI NTB yang mampu membawa olahraga Nusa Tenggara Barat semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

TPP juga mengimbau kepada seluruh pihak yang berminat untuk mencermati jadwal dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai waktu yang telah ditentukan.

Informasi lebih lanjut mengenai proses Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2026–2030 dapat diperoleh di Sekretariat KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jalan Bung Hatta Nomor 3, Pajang Timur, Kota Mataram, setiap hari pukul 09.30 WITA hingga 16.00 WITA. (AM)

]]>
Tue, 04 Aug 2026 09:49:58 +0800 amr
Atlet Panahan Sumbawa Sabet Medali di Ajang Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 Gili Trawangan https://amarmedia.co.id/atlet-panahan-sumbawa-sabet-medali-di-ajang-indonesia-world-field-archery-iwfa-2026-gili-trawangan https://amarmedia.co.id/atlet-panahan-sumbawa-sabet-medali-di-ajang-indonesia-world-field-archery-iwfa-2026-gili-trawangan Atlet Panahan Sumbawa Sabet Medali di Ajang Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 Gili Trawangan

Gili Trawangan Lombok Utara NTB.Amarmedia.co.id — Kontingen atlet panahan asal Kabupaten Sumbawa menorehkan prestasi gemilang pada ajang kejuaraan Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026. Ajang bergengsi cabang olahraga panahan luar ruangan (field archery) ini sukses digelar selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 bertempat di destinasi wisata internasional Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejuaraan ini diikuti oleh puluhan pemanah tangguh dari berbagai klub dan akademi panahan di tanah air dan luar negeri, yang harus menaklukkan tantangan medan terbuka khas lanskap Gili Trawangan. Para atlet Sumbawa tampil impresif dan berhasil mendominasi di beberapa kategori bergengsi, baik di nomor Recurve maupun Barebow.

Deretan Prestasi Atlet Sumbawa di IWFA 2026 pada kategori Recurve, persaingan ketat tersaji di nomor Recurve, di mana para pemanah harus menguji akurasi dan ketahanan fisik dalam dua hari perlombaan: Juara 1 diraih Mirza Febrianti P. (CPMA) dengan perolehan skor hari pertama 171 dan hari kedua 127 (Total Skor: 298).

Juara 2 diraih M. Azri Hawwari (CPMA) dengan perolehan skor hari pertama 165 dan hari kedua 129 (Total Skor: 294).

Juara 3 (Medali Perunggu) diraih Farhan dari Syabab Archery Samawa (Kabupaten Sumbawa) sukses mengamankan tempat ketiga setelah mengumpulkan skor hari pertama 138 dan hari kedua 103 (Total Skor: 241).

Pada Kategori Barebow Men (Putra) terjadi pertarungan dramatis terjadi di kelas Barebow Men. Atlet andalan Kabupaten Sumbawa, Agus Subandi, harus melalui proses penentuan yang menegangkan untuk memperebutkan posisi puncak: Juara 1 diraih Ragil Giri (Star Shooter Academy) mencatatkan skor hari pertama 144 dan hari kedua 113 dengan total skor 257.

Juara 2 (Medali Perak) diraih Agus Subandi dari Brotherhood Archery (Kabupaten Sumbawa) memperoleh skor identik, yakni hari pertama 133 dan hari kedua 124 (Total Skor: 257). Karena perolehan total skor akhir imbang (tie), penentuan juara pertama dan kedua akhirnya diputuskan melalui coin toss (undian koin). Atlet asal Sumbawa lainnya, Muhammad Ali dari Mayung Archery harus puas berada di peringkat keempat dengan rincian skor hari pertama 135 dan hari kedua 101 (Total Skor: 236).

Prestasi membanggakan juga dipersembahkan oleh srikandi panahan Sumbawa di nomor Barebow Women Juara 1 diraih  Prabawati (Star Shooter Academy). Juara 2 (Medali Perak) diraih Meifiayan Zakiah dari Komunitas Panahan Sumbawa (KPS) tampil gemilang dan sukses menyabet posisi kedua. Juara 3 (Medali Perunggu): diraih Evi Filsiani (Raja Rumi Radal).

Peran Aktif Wasit Asal Sumbawa di Ajang IWFA 2026

Kesuksesan perhelatan akbar Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 ini juga tidak lepas dari keterlibatan sumber daya manusia berkualitas asal daerah.

Adapun   wasit asal Sumbawa yang turut menyukseskan jalannya kejuaraan tingkat nasional tersebut: Eko Wibowo (Wasit), Muhammad Sirajuddin (Wasit), Firmansyah Malanuang (Wasit), Andi Rahmad (Wasit)  Desy Wijayanti (Wasit) dan M. Jurnawi Fachruddin (COJ / Director of Judges)

Keberhasilan para atlet meraih podium serta keterlibatan para wasit asal Kabupaten Sumbawa di kancah nasional IWFA 2026 ini menjadi bukti nyata atas kerja keras, pembinaan rutin, serta dedikasi tinggi dari insan olahraga di Bumi Samawa, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah olahraga panahan nasional maupun inter nasional yang diselenggarakan di  NTB. (AM)

]]>
Tue, 04 Aug 2026 09:36:35 +0800 amr
KONI Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Daerah Kawal Penetapan Tuan Rumah Tiga Cabor PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-daerah-kawal-penetapan-tuan-rumah-tiga-cabor-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-daerah-kawal-penetapan-tuan-rumah-tiga-cabor-pon-2028 KONI Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Daerah Kawal Penetapan Tuan Rumah Tiga Cabor PON 2028

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengajak Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD, dunia usaha, insan olahraga, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan. Langkah ini penting agar penetapan Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 wilayah NTB–NTT tetap sesuai dengan rencana induk yang telah disusun.

Pernyataan tersebut disampaikan di Sumbawa pada Senin, 3 Agustus 2026. Abdul Rafiq menekankan agar tidak ada perubahan terhadap rencana penyelenggaraan tersebut, mengingat seluruh usulan telah melalui proses perencanaan matang dan menjadi bagian dari *roadmap* PON 2028.

Adapun tiga cabang olahraga yang diusulkan untuk digelar di Kabupaten Sumbawa meliputi Motor Crossbdi Sirkuit Samota, Panahan di Kawasan Samota

Tarung Derajat di GOR Mampis Rungan

Momentum Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Daerah

Menurut Abdul Rafiq, kepercayaan menjadi tuan rumah PON bukan sekadar perhelatan pertandingan olahraga semata, melainkan momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh. Kehadiran ribuan atlet, official, panitia, media, hingga wisatawan dipastikan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Sumbawa.

"Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, perdagangan, hingga pariwisata akan bergerak dan memperoleh manfaat secara langsung," ujar Rafiq.

Selain mendongkrak perekonomian melalui multiplier effect, penyelenggaraan ajang nasional ini juga akan mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur olahraga, memperkuat citra positif Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional, membuka peluang investasi baru, serta menjadi sarana promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.

Perjuangan Bersama untuk Kebanggaan Sumbawa

KONI Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa sinergi dan dukungan dari Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Sumbawa sangat dibutuhkan guna mengawal proses penetapan resmi tersebut. Tujuannya agar Kabupaten Sumbawa benar-benar dikukuhkan sebagai salah satu titik lokasi penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

"Ini bukan semata-mata kepentingan KONI atau insan olahraga saja, tetapi merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Sumbawa. Kesempatan ini akan menjadi warisan berharga bagi kemajuan olahraga daerah," tambahnya.

Melalui kesempatan ini, KONI Sumbawa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan bergandengan tangan. Dukungan penuh dari masyarakat akan membuktikan bahwa Kabupaten Sumbawa siap menjadi tuan rumah yang sukses, berprestasi, dan membanggakan pada ajang PON XXII Tahun 2028 NTB–NTT. (AM)

]]>
Mon, 03 Aug 2026 21:04:41 +0800 amr
Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al&Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan https://amarmedia.co.id/malam-masrohiyyah-lughowi-ke-8-ponpes-abu-bakar-al-islami-kobarkan-semangat-bahasa-arab-dan-bekali-santri-menuju-kesuksesan https://amarmedia.co.id/malam-masrohiyyah-lughowi-ke-8-ponpes-abu-bakar-al-islami-kobarkan-semangat-bahasa-arab-dan-bekali-santri-menuju-kesuksesan Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al-Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Bakar Al-Islami sukses menggelar Grand Opening Masrohiyyah Lughowi (Pentas Bahasa Arab) Ke-8 pada Minggu (2/8/2026). Mengusung tema "Doa Orang Tua Jalan Menuju Surga dan Ilmu Kunci Kemenangan," kegiatan tahunan ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kompetensi santri, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab dan pengembangan mental tampil di muka umum.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah di lingkungan ponpes ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Muhammad Latif, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari para tokoh penting, alumni, serta pihak yayasan.

Membumikan Kembali Bahasa Arab sebagai Kunci Memahami Agama

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Ponpes Abu Bakar Al-Islami, Ustadz Faiq Soleh Basumbul, dalam sambutannya mengenang kembali sejarah perjalanan peradaban Islam dan peran vital bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu dunia di masa lampau. Ia menekankan bahwa kegiatan Masroiyyah yang telah berjalan hingga tahun ke-8 ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ikhtiar nyata untuk merawat kecintaan santri terhadap bahasa Al-Qur'an tersebut.

"Tujuan akhir dari mempelajari bahasa Arab bukan sekadar menguasai lisan, melainkan agar kita mampu memahami agama Islam secara mendalam. Dengan menguasai bahasa Arab, para generasi terdahulu berhasil menggali hikmah dari Al-Qur'an dan Hadis sehingga menjadi pribadi yang mulia," ujar Ustadz Faiq.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Pondok Pesantren Abu Bakar dan Yayasan Assidiq Alkhairiyyah yang senantiasa memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, sehingga tradisi positif ini dapat terus dijaga dan dikembangkan dari generasi ke generasi.

 Apresiasi Kemenag Sumbawa: Ajang Efektif Asah Kompetensi Santri

Sementara itu, mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Muhibbi hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Ponpes Abu Bakar Al-Islamiyyah dalam menggelar kegiatan kebahasaan ini.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pentingnya lingkungan (bi'ah lughawiyyah) yang kondusif untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di kelas secara langsung. Menurutnya, penguasaan kosakata tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan keberanian untuk langsung menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.

Pihak Kemenag Sumbawa juga mendorong agar kegiatan kompetitif seperti ini dapat terus diperluas cakupannya di masa mendatang, guna melatih mental santri sekaligus menjaring bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di kementerian maupun ajang perlombaan tingkat regional dan nasional.

 Pesan Moral Yayasan: Rida Orang Tua dan Ilmu adalah Fondasi Masa Depan

Ketua Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah, Ustadz Syahid Hanan Bahanan, saat membuka acara secara resmi, mengingatkan para santri—khususnya santri baru—agar senantiasa menjunjung tinggi adab kepada orang tua dan guru.

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menegaskan bahwa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua, begitu pula sebaliknya. Doa dan restu dari kedua orang tua, yang dipadukan dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu, merupakan kunci utama dalam mengarungi masa depan yang sukses dan penuh keberkahan.

 "Jadikan doa orang tua sebagai jalan melangkah menghadapi masa depan. Kepada santri baru yang baru saja bergabung, jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik pondok pesantren," pesan Ustadz Syarif sebelum memukul gong tanda resmi dibukanya rangkaian acara Masrohiyyah  Lughowi ke 8.

Acara yang turut dihadiri oleh unsur Babinkantibmas Desa Pungka (Syarifudin), Babinsa Desa Pungka (Lalu Husnan), para tokoh masyarakat, wali santri, serta ratusan santri ini akan berjalan selam tiga malam dan ditutup dengan penampilan seni bahasa Arab dari para santri serta penyerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia dan peserta. (AM)

]]>
Mon, 03 Aug 2026 20:35:58 +0800 amr
Soroti Keberadaan PT INTAM, M. Tayeb Dorong Pelibatan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal https://amarmedia.co.id/soroti-keberadaan-pt-intam-m-tayeb-dorong-pelibatan-tenaga-kerja-dan-pengusaha-lokal https://amarmedia.co.id/soroti-keberadaan-pt-intam-m-tayeb-dorong-pelibatan-tenaga-kerja-dan-pengusaha-lokal Soroti Keberadaan PT INTAM, M. Tayeb Rambo Dorong Pelibatan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal

Sumbawa.Amarmedia.co id– Keberadaan PT INTAM yang tengah menjalankan aktivitas investasi di wilayah selatan Desa Ledang, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah aspirasi mengemuka agar investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sumbawa, Muhammad Tayeb atau yang akrab disapa Rambo, didampingi Mastar, Kepala Desa Ledang periode 2016–2022. Menurutnya, investasi di sektor pertambangan pada prinsipnya patut didukung, sepanjang pelaksanaannya mengedepankan keterbukaan, komunikasi yang baik, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Rambo menilai masih terdapat sejumlah harapan masyarakat, khususnya terkait kesempatan kerja bagi putra-putri daerah dan pelibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai aktivitas perusahaan.

"Investasi tentu kami dukung demi kemajuan daerah. Namun investasi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Jangan sampai masyarakat yang berada di sekitar wilayah tambang justru menjadi penonton di daerahnya sendiri," ujarnya.

Ia berharap perusahaan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, terutama masyarakat Kecamatan Lenangguar dan wilayah sekitarnya, yang dinilai memiliki kemampuan untuk berkontribusi di sektor pertambangan.

Selain itu, Rambo juga mendorong agar pengusaha lokal dilibatkan dalam penyediaan barang maupun jasa yang dibutuhkan perusahaan. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha daerah akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

"Pengusaha lokal juga harus diberi kesempatan. Dengan demikian roda ekonomi masyarakat akan bergerak dan manfaat investasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa, khususnya warga Desa Ledang dan sekitarnya," katanya.

Di samping aspek ekonomi, Rambo mengingatkan pentingnya komunikasi yang intensif antara perusahaan dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap tahapan kegiatan perusahaan dapat dipahami masyarakat dan meminimalkan potensi kesalahpahaman.

Ia juga berharap seluruh aktivitas perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan kawasan hutan maupun aspek lingkungan, dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi.

Sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang berkembang, Rambo menyatakan akan mengusulkan kepada DPRD Kabupaten Sumbawa agar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk PT INTAM. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai isu secara terbuka dan mencari solusi yang konstruktif.

"Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat maupun perusahaan," tegasnya.

Rambo menegaskan, masyarakat tidak menolak investasi yang masuk ke Kabupaten Sumbawa. Sebaliknya, masyarakat mendukung setiap investasi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Namun demikian, ia berharap setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa tetap mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, tanggung jawab sosial, pelestarian lingkungan, serta melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari mitra pembangunan.

Atas hal tersebut pihak PT INTAM merespon positif atas sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat. (AM) 

]]>
Mon, 03 Aug 2026 09:53:05 +0800 amr
BPBD Sumbawa Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan 2026, Siapkan Dropping Air Bersih di 24 Desa https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-rakor-antisipasi-kekeringan-2026-siapkan-dropping-air-bersih-di-24-desa https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-rakor-antisipasi-kekeringan-2026-siapkan-dropping-air-bersih-di-24-desa BPBD Sumbawa Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan 2026, Siapkan Dropping Air Bersih di 24 Desa

Sumbawa, NTB.Amarmedia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi menghadapi potensi kekeringan tahun 2026 bersama unsur TNI/Polri, Balai Wilayah Sungai (BWS), Palang Merah Indonesia (PMI), dan sejumlah pihak terkait.

Rapat koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan dapat meningkatkan suhu di daratan dan berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST., mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB untuk pembangunan 10 titik sumur bor, khususnya di kawasan permukiman yang rawan mengalami krisis air bersih.

“Dari data yang kami miliki, terdapat 12 kecamatan yang terdampak dengan jumlah 24 desa. Hampir setiap tahun wilayah tersebut mengalami kekeringan, sehingga pendistribusian air bersih harus dilakukan secara rutin,” ujar Muhammad Nurhidayat.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD. Karena itu, pihaknya menggandeng Polres Sumbawa, Kodim, PMI, BWS, serta Bank NTB untuk bersama-sama mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, PMI Kabupaten Sumbawa telah melakukan pendataan sekaligus menyusun jadwal pendistribusian air bersih. Dropping air direncanakan mulai dilakukan besok dengan total sekitar 30 tangki selama satu bulan, melalui program bantuan dari PMI Pusat.

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran distribusi di antaranya Hijrah, Kukin, Baru, Lenangguar, Batu Tering, serta wilayah lain yang masuk dalam daftar daerah terdampak.

Dalam pelaksanaannya, setiap unsur telah menyiapkan armada tangki air untuk mendukung distribusi kepada masyarakat. Adapun dukungan armada tersebut terdiri dari:

- Polres Sumbawa: 1 tangki

- TNI: 1 tangki

- BWS: 1 tangki

- PMI: 1 tangki

- BPBD: 2 tangki

- Bank NTB: 1 tangki

Dengan adanya koordinasi lintas sektor tersebut, BPBD Kabupaten Sumbawa berharap distribusi air bersih dapat berjalan efektif dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dapat tetap terpenuhi.

BPBD juga mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:44:50 +0800 amr
Sekda NTB Abul Chair : Pelantikan adalah Pengakuan Kompetensi https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-abul-chair-pelantikan-adalah-pengakuan-kompetensi https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-abul-chair-pelantikan-adalah-pengakuan-kompetensi Sekda NTB Abul Chair : Pelantikan adalah Pengakuan Kompetensi

Mataram.Amarmedia.co.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melantik 118 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB pada Jumat (31/7) di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi NTB. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair.

Dalam sambutannya, Sekda Abul menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bentuk pengakuan negara atas kompetensi, keahlian, dan profesionalisme aparatur sipil negara. Dari 118 pejabat yang dilantik, sebanyak 99 orang merupakan pengangkatan pertama pada berbagai jabatan fungsional.

“Hari ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang pengakuan negara atas keahlian, kompetensi, dan profesionalisme masing-masing,” tegas Sekda Abul.

Sekda Abul mengungkapkan bahwa beragam jabatan fungsional yang ada mencerminkan semakin kuatnya pengembangan kompetensi aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, seluruh pejabat fungsional diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran, inovasi, dan pengembangan kompetensi.

Menurutnya, keberhasilan tidak cukup hanya dengan meniru praktik baik, tetapi juga harus diiringi dengan upaya mencari referensi, memperkaya pengetahuan, dan terus berinovasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi.

“Jabatan struktural adalah nahkoda organisasi, sedangkan jabatan fungsional menjadi penggerak melalui keahlian dan kompetensinya. Karena itu, saya berharap seluruh pejabat fungsional dapat mendukung pencapaian target kinerja perangkat daerah,” kata Sekda Abul.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Abul juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah. Seluruh aparatur diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil pejabat fungsional harus berlandaskan ilmu pengetahuan, standar profesi, data, etika, dan integritas.

“Keputusan yang diambil harus lahir dari ilmu, standar profesi, data, etika, dan integritas, bukan karena tekanan ataupun asumsi,” ujar Sekda Abul.

Sekda Abul berharap seluruh pejabat fungsional menjadi pusat pengetahuan sesuai bidang masing-masing dan mampu menghadirkan solusi bagi organisasi maupun masyarakat.

“Jadilah orang yang dicari karena mampu memberikan solusi, bukan karena memiliki kewenangan,” pesan Sekda Abul.

Menutup sambutannya, Sekda Abul menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat sumber daya manusia yang profesional untuk mendukung pembangunan daerah.

“Provinsi NTB sedang bergerak maju dengan menyiapkan tenaga-tenaga ahli yang diperlukan untuk membawa NTB ke arah yang lebih baik,” tutup Sekda Abul.(AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:39:03 +0800 amr
Sekda NTB: Pelayanan Publik Harus Profesional dan Berintegritas https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-pelayanan-publik-harus-profesional-dan-berintegritas https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-pelayanan-publik-harus-profesional-dan-berintegritas Sekda NTB: Pelayanan Publik Harus Profesional dan Berintegritas

Mataram.Amarmedia.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi maupun kelengkapan fasilitas, tetapi terutama oleh profesionalisme, integritas, dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat. Karena itu, setiap penyelenggara pelayanan publik dituntut menjadikan evaluasi sebagai instrumen perbaikan, bukan sesuatu yang ditakuti.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda saat membuka Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (30/7/2026).

Menurut Abul Chair, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen terus membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Penilaian yang dilakukan Ombudsman harus dipandang sebagai cermin untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Evaluasi administrasi jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kualitas pelayanan publik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni profesionalisme, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Konsep pelayanan publik harus mengedepankan profesionalisme, integritas, serta mengutamakan nurani dan akal sehat dalam melayani masyarakat," katanya.

Menurut Sekda, transformasi digital dan kemajuan teknologi memang menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti pelayanan publik.

"Kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan sentuhan kemanusiaan. Senyuman, kesediaan mendengar, kemauan membantu, dan kemampuan memberikan kepastian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi," tegasnya.

Abul Chair berharap seluruh perangkat daerah menjadikan hasil penilaian Ombudsman sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya praktik maladministrasi.

"Saya berharap melalui sosialisasi ini kualitas pelayanan publik di NTB semakin meningkat, bebas dari maladministrasi, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTB, Dwi Sudarsono, menjelaskan bahwa penilaian penyelenggaraan pelayanan publik bertujuan mendorong setiap instansi pemerintah terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penilaian tidak hanya mengukur tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan, tetapi juga menilai kualitas proses pelayanan, persepsi masyarakat terhadap potensi maladministrasi, serta efektivitas pengelolaan pengaduan di setiap instansi.

"Penilaian ini merupakan instrumen untuk mendorong penyelenggara pelayanan publik terus melakukan perbaikan sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan memenuhi harapan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai penyelenggara pelayanan publik di Provinsi NTB.

Melalui kegiatan ini, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar administrasi, tetapi juga dari hadirnya aparatur yang berintegritas, mampu memberikan kepastian, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap layanan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, evaluasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan birokrasi yang semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (AM/Komimfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:33:04 +0800 amr
Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, Pemprov NTB Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Masyarakat https://amarmedia.co.id/cegah-judi-online-dan-pinjol-ilegal-pemprov-ntb-perkuat-mitigasi-dan-perlindungan-masyarakat https://amarmedia.co.id/cegah-judi-online-dan-pinjol-ilegal-pemprov-ntb-perkuat-mitigasi-dan-perlindungan-masyarakat

Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, Pemprov NTB Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Masyarakat

Mataram, 30 Juli 2026—Maraknya pinjaman online ilegal serta judi online menjadi ancaman ekstrem pada masyarakat rentan di NTB. Pemprov NTB bersama Komisi 1 DPRD NTB berupaya mencari solusi pencegahan dan penanggulangan melalui kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Penanggulangan Terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Ilegal serta judi online, bertempat di Ruang Rapat Wane Sekretariat DPRD NTB, Kamis (30/7/2026).

Kepala Diskominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Dr. Ahsanul Halik mengungkapkan, kasus pinjol ilegal dan judol sudah merusak semua sendi kehidupan masyarat baik ekonomi hingga prilaku sosial. Untuk itu dirinya menjelaskan, Pemprov NTB dalam hal ini berfungsi sebagai command center terkait kasus aduan pinjol dan judol.

“Kami di Kominfotik menjadi pusat informasi pengaduan, dan memfasilitasi bahkan mendampingi masyarakat untuk melakukan pelaporan jika diperlukan di pihak berwajib,” ujar Dr. AKA sapaan akrab Kadis Kominfotik ini.

Dr. AKA menambahkan, selain melakukan koordinasi lintas sektoral, Pemprov NTB dibawah Diskominfotik akan melakukan monitoring dan pengawasan pada ruang digital serta memperkuat kerja sama dengan Pihak kepolisian serta kementerian Komdigi RI. Upaya tersebut akan diaplikasikan dengan menggalakan literasi digital secara menyeluruh ke masyarakat.

“Pada kasus judol ilegal ini pencegahannya harus mulai dari hulu sampai hilir. Sebagai mitigasi kita giatkan literasi, disamping melakukan pemetaan aplikasi yang terafilliasi terhadap judol dan pinjol ilegal di NTB,” ungkapnya kemudian.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD NTB TGH Achmad Muchlis menyebut bahwa, Rancangan Peraturan Daerah terkait pinjol illegal dan judol ini merupakan pertama dan satu satunya di Indonesia. Ia menilai hadirnya Raperda ini menjadi bukti komitmen bahwa negara hadir dalam rangka mencegah maraknya pinjol ilegal dan judol.

“NTB termasuk darurat pinjol dan judol maka perlu dibuat peraturan,” tandasnya.

Muchlis juga menyarankan dalam memaksimalkan pencegahan judol dan pinjol ilegal, untuk segera dibentuk Satgas untuk mendeteksi kasus judol dan pinjol ilegal di NTB.

“Setelah Raperda ini disahkan maka perlu Satgas untuk memberantas, terdiri dari dinas atau lembaga terkait. Kami di DPRD khususnya di komisi 1 sudah juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah pemilihan masing masing,” lanjutnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Subdit siber Polda NTB serta tenaga ahli akademisi dari universitas Mataram. (AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:47:40 +0800 amr
Zakat Jadi Instrumen Berdaya, NTB Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem https://amarmedia.co.id/zakat-jadi-instrumen-berdaya-ntb-perkuat-pengentasan-kemiskinan-ekstrem https://amarmedia.co.id/zakat-jadi-instrumen-berdaya-ntb-perkuat-pengentasan-kemiskinan-ekstrem

Zakat Jadi Instrumen Berdaya, NTB Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, pengelolaan zakat diarahkan tidak lagi sekadar memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi menjadi penggerak kemandirian ekonomi sehingga mustahik mampu meningkatkan kesejahteraan, bahkan bertransformasi menjadi muzakki.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program Mustahik Berdaya NTB oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemberdayaan Rumah Layak Huni dan Zakat Kelompok Usaha Produktif yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu malam (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan.

"Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga transformatif. Kita ingin mengubah bantuan menjadi peluang, mengubah ketergantungan menjadi kemandirian, dan mengubah potensi yang selama ini terpendam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata," ujarnya.

Menurut Wagub, pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya bagi masyarakat pada kelompok Desil 1 dan Desil 2, menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, Program Mustahik Berdaya NTB dan Desa Berdaya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa, terutama di tengah berkurangnya alokasi dana desa dalam beberapa tahun terakhir.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan, termasuk program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Mahani), benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

"Mari kita pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak. Data harus menjadi acuan, sehingga masyarakat pada Desil 1 dan Desil 2 dapat ditangani secara optimal. Dengan demikian, upaya menurunkan angka kemiskinan dapat berjalan lebih efektif," tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad, memaparkan bahwa pengelolaan zakat produktif di NTB terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sepanjang satu tahun terakhir, distribusi dana zakat produktif meningkat lebih dari 427 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut diikuti dengan bertambahnya berbagai program pemberdayaan. Bantuan Rumah Layak Huni meningkat dari 458 unit pada 2024 menjadi 534 unit pada 2025. Bantuan Gerobak Zakat Kelompok Usaha Produktif juga naik dari 571 unit menjadi 681 unit, sementara penerima bantuan modal usaha bertambah dari 55 orang menjadi 290 orang, dan ditargetkan segera menjangkau 400 mustahik.

Selain bantuan permodalan, BAZNAS NTB memperkuat pemberdayaan melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha. Program tersebut meliputi Z-Auto, Z-Coffee, pelatihan pengelasan, pertukangan untuk mendukung program Mahani, tata boga, operator mesin roti, menjahit, teknisi pendingin udara (AC), hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Menurut Iqbal Murad, berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan penerima manfaat. Rata-rata pendapatan usaha mustahik meningkat antara 150 hingga 200 persen setelah memperoleh intervensi program pemberdayaan.

Lebih menggembirakan lagi, sekitar 15 persen mustahik kini telah bertransformasi menjadi muzakki karena penghasilannya telah melampaui nisab zakat sebesar Rp7,6 juta per bulan. Sementara itu, sekitar 40 persen lainnya telah menjadi munfik atau mutasaddiq yang secara rutin berinfak dan bersedekah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat produktif tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mampu mengangkat mereka menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Untuk menjaga keberlanjutan program, BAZNAS NTB bekerja samak dengan Bank NTB Syariah dan Bank BPR dalam pendampingan usaha selama enam bulan. Penerima manfaat yang menunjukkan perkembangan usaha secara signifikan akan direkomendasikan memperoleh tambahan modal usaha tanpa margin agar dapat memperluas skala usahanya.

Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, Pemerintah Provinsi NTB bersama BAZNAS menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini tidak hanya diharapkan menurunkan angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga melahirkan semakin banyak masyarakat yang bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang kelak ikut menguatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat. (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:37:55 +0800 amr
Webminar Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah; Peran Waqaf Perkuat Kemandirian Pangan di Sumbawa https://amarmedia.co.id/webminar-waqaf-untuk-ketahanan-pangan-daerah-peran-waqaf-perkuat-kemandirian-pangan-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/webminar-waqaf-untuk-ketahanan-pangan-daerah-peran-waqaf-perkuat-kemandirian-pangan-di-sumbawa Webminar Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah; Peran Waqaf Perkuat Kemandirian Pangan di Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Salah satu instrumen keuangan sosial dalam Islam utk penguatan dan pemberdayaan ekonomi umat selain zakat adalah waqaf. Jika zakat memiliki ciri spesifik lebih pada sistem keuangan sosial untuk membantu pemenuhan kebutuhan mendesak ashnaf/ penerima manfaat. Waqaf memiliki ciri berbeda yakni pelepasan aset dari pemberi Waqaf (Waqif) untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Paparan ini menjadi muqaddimah yang disampaikan Profesor Raditya Sukmana, SE. MA. sebagai narasumber pada webminar yang diselenggarakan Koperasi Konsumen Syariah (Kopsyah) BMT Insan Samawa bersama Badan Waqaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sumbawa pada Rabu siang, 28 Juli 2026 dengan tema Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah.

Hadir secara online pada agenda tersebut Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemda Sumbawa, Dekan dan perwakilan dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UTS Sumbawa, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Samawa yang juga sekaligus mewakili Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa, Pengurus BWI Sumbawa, Manajemen BMT Insan Samawa selaku Nazir Waqaf Uang dan perwakilan dari Forum Pondok Pesantren se Kabupaten Sumbawa.

Sebelum sesi pemaparan, Rai Saputra selaku penyelenggara acara mewakili manajemen BMT Insan Samawa dan BWI Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Profesor Raditya Sukmana menjadi narasumber dalam diskusi ilmiah terkait Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah. Dalam kesempatan tersebut Rai juga memaparkan hajat penyelenggaraan agenda tersebut.

"Inisiasi diskusi ini dilatarbelakangi cukup banyak aset Waqaf di Kabupaten Sumbawa yang tidak terkelola dengan maksimal, di sisi lain kami dari BMT Insan Samawa sebagai Nazir Waqaf Uang juga membutuhkan kemitraan dengan Nazir lain pengelola aset lahan Waqaf agar Waqaf uang di kami produktif. Untuk itu kami membutuhkan input knowledge dari Profesor Raditya selaku pakar Waqaf di Indonesia untuk mengarahkan skema tepat terkait pola kemitraan tersebut." Buka Rai.

Merespon pengantar diskusi, Prof Raditya pada awal paparan mencoba mengkaji tentang peran waqaf untuk pemenuhan hajat masyarakat suatu bangsa. Studi kasus yang coba diulas yakni peran waqaf di era kekhalifahan Turki Utsmani, yang mana Waqaf sangat berperan dalam meng-cover kebutuhan masyakaratnya dari sejak lahir hingga meninggal dunia.

Kemudian paparan berikutnya, Prof Raditya lebih menitikberatkan pada bagaimana sebaiknya pengelola Waqaf atau dalam hal ini Nazir Waqaf seperti BMT Insan Samawa dapat lebih menggalang dana atau aset Waqaf dan mengelola maksimal serta manfaatnya didistribusikan kembali ke masyarakat.

"Keberadaan Nazir Waqaf di daerah berbasis pangan seperti BMT Insan Samawa, yang diberikan legal mengelola aset Waqaf termasuk Waqaf uang, harus dapat menggaet mitra strategis dalam pengelolaan aset Waqaf sehingga dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya dengan menggaet Nazir lain seperti pesantren untuk memanfaatkan lahan produktif Waqaf sebagai lahan budidaya ternak seperti sapi, kambing atau unggas.

Peran kampus dalam hal in menjadi penting sebagai mitra analis kelayakan usaha dan pasar serta pendampingan pola ternak bagi masyarakat pesantren, sehingga diharapkan gerakan kolaboratif ini dapat melahirkan ketahanan pangan bagi pesantren pada khususnya dan daerah pada umumnya." Papar Prof Raditya yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga ini.

Tidak hanya membahas dalam konteks peran waqaf dalam skala kedaerahan, Prof Raditya juga mencoba menilik keunggulan Waqaf untuk skala nasional, yang mana dicontohkan ketika pemusatan lahan Waqaf dapat difokuskan pada satu wilayah luas, maka dapat dibuat satu lahan usaha pengelolaan sapi dari mulai budidaya hingga rumah potong hewan (RPH) dan industrialisasi daging sapi menjadi produk olahan. Adapun skema permodalan dapat dikoneksikan dengan instrumen keuangan negara.

"Skema industrialisasi lahan Waqaf dengan pengembangan usaha budidaya sapi dari hulu ke hilir ini akan sangat membantu dalam membantu negara dalam hajat swasembada pangan. Hal in tentunya akan berdampak pada pengurangan jatah impor daging sapi dan efisiensi keuangan negara." jelas Prof Raditya.

Di sesi terakhir, dibuka sesi diskusi yang diikuti cukup antusias oleh peserta. Isu diskusi yang cukup hangat disinggung baik oleh perwakilan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan juga Kabag Ekonomi Pemda Sumbawa adalah terkait isu relevansi antara Waqaf dan peremajaan lingkungan di Sumbawa, hal ini terkait maraknya pembabatan hutan secara liar di Sumbawa untuk dialihfungsikan menjadi lahan jagung.

Ibu Diah Anggraeni selaku dekan FEB UTS mencoba menggali terkait kemungkinan pemanfaatan Waqaf untuk hajat penghijauan daerah khususnya wilayah perbukitan seperti Kecamatan Batu Lante melalui skema budidaya kemiri.

"Mohon arahan Pak Prof apakah bisa dana Waqaf digunakan untuk memodali petani kemiri, karena tren panen kemiri di kisaran 5 tahun. Sehingga di masa menunggu tersebut dibutuhkan pembiayaan jasa pengelola (petani) untuk me-maintenance tanaman kemiri, sehingga petani memiliki saving selama masa menunggu dan tidak kembali beralih ke komoditas jagung." tanya Diah.

Dalam sesi yang sama, Ivan selaku Kabag Ekonomi Pemda Sumbawa, juga mempertanyakan konteks Waqaf lahan hutan oleh Pemda sehingga dapat termaksimalkan untuk hajat hijau lestari lahan hijau di Kabupaten Sumbawa.

Menanggapi kedua pertanyaan tersebut, Profesor Raditya memberikan gambaran bahwa sangat memungkinkan lahan hijau diwaqafkan untuk manfaatnya dapat dirasakan sebagai sumber produksi udara bersih dan penguat kontur lahan untuk mencegah erosi dan banjir. Jika dikaitkan dengan pola penanaman kemiri untuk pemanfaatan lahan agar produktif dan menjaga fungsi lahan sebagai penahan erosi dan banjir, Prof Raditya memberikan tips untuk dapat memanfaatkan Waqaf uang yang dikelola Nazir Waqaf Uang seperti BMT Insan Samawa.

"Pemanfaatan Waqaf uang sangat memungkinkan untuk project pertanian atau kehutanan yang menghasilkan seperti kemiri, karena syarat Waqaf uang juga harus produktif. Keberadaan Waqaf uang dapat membiayai mulai dari proses penyiapan lahan, bibit, pembiayaan maintenance hingga panen. Adapun waktu pengembalian pokok dan keuntungan Waqaf dapat disesuaikan dengan siklus usaha, karena skema pengembalian pokok Waqaf tidak diatur secara detil dalam undang-undang. Jadi dikembalikan ke pola usaha berlaku di mana aset Waqaf uang diinvestasikan." tutup Prof Raditya.

Agenda diskusi ilmiah ini menjadi ajang diskusi awal yang diselenggarakan BWI Sumbawa bekerjasama dengan Nazir Waqaf BMT Insan Samawa. Untuk lebih membumikan lagi peran waqaf bagi Tau dan Tana Samawa akan kembali diselenggarakan diskusi selanjutnya baik secara online maupun offline. (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:09:52 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Alya Illona Koylal, Atlet Taekwondo Dojang Patriot Yang Mewakili Indonesia di MBW International Taekwondo Championship 2026, Malaysia https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-alya-illona-koylal-atlet-taekwondo-dojang-patriot-yang-mewakili-indonesia-di-mbw-international-taekwondo-championship-2026-malaysia https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-alya-illona-koylal-atlet-taekwondo-dojang-patriot-yang-mewakili-indonesia-di-mbw-international-taekwondo-championship-2026-malaysia KONI Sumbawa Apresiasi Alya Illona Koylal, Atlet Taekwondo Dojang Patriot Yang Mewakili Indonesia di MBW International Taekwondo Championship 2026, Malaysia

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Alya Illona Koylal, atlet Taekwondo Dojang Patriot Kabupaten Sumbawa, yang mendapat kehormatan mewakili Indonesia pada ajang MBW International Taekwondo Championship 2026 yang diselenggarakan di Negeri Sembilan, Malaysia.

Keikutsertaan Alya Illona Koylal merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi Dojang Patriot, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kesempatan mengenakan lambang Merah Putih di ajang internasional menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Sumbawa memiliki kualitas, kemampuan, serta daya saing di tingkat dunia.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis 30 Juli menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Alya merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten, disiplin latihan, serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan latihan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Alya Illona Koylal yang dipercaya mewakili Indonesia pada MBW International Taekwondo Championship 2026 di Malaysia. Ini adalah kebanggaan besar bagi Kabupaten Sumbawa. Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia, Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Sumbawa,” ujar Abdul Rafiq.

KONI Kabupaten Sumbawa berharap keikutsertaan Alya pada kejuaraan internasional ini menjadi pengalaman berharga yang akan meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Kabupaten Sumbawa dari berbagai cabang olahraga untuk terus berlatih, berprestasi, dan berani mengukir nama Indonesia di panggung internasional.

KONI Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk memberikan doa dan dukungan kepada Alya Illona Koylal agar mampu menampilkan performa terbaik, meraih prestasi gemilang, serta membawa pulang kebanggaan bagi Indonesia.(AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 13:11:27 +0800 amr
DKP Sumbawa Tegaskan Perizinan Tambak Udang di Lunyuk Berjalan Sesuai Ketentuan https://amarmedia.co.id/dkp-sumbawa-tegaskan-perizinan-tambak-udang-di-lunyuk-berjalan-sesuai-ketentuan https://amarmedia.co.id/dkp-sumbawa-tegaskan-perizinan-tambak-udang-di-lunyuk-berjalan-sesuai-ketentuan DKP Sumbawa Tegaskan Perizinan Tambak Udang di Lunyuk Berjalan Sesuai Ketentuan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Naeli Zakiyah, S.Pi., M.T., memberikan penjelasan terkait mekanisme perizinan usaha tambak udang serta polemik yang berkembang di Kecamatan Lunyuk. Penjelasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi sejumlah wartawan di ruang kerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Selasa (28/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hidayat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung iklim investasi yang sehat dan taat aturan. Menurutnya, seluruh proses perizinan usaha tambak harus melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mulai dari kesesuaian tata ruang, persetujuan lingkungan, hingga proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Sementara itu, Naeli Zakiyah menjelaskan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki kewenangan menerbitkan rekomendasi teknis setelah seluruh persyaratan dasar dipenuhi. 

Rekomendasi tersebut diterbitkan berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang mencakup kesesuaian lokasi, kondisi lahan, struktur tanah, serta perkembangan pembangunan tambak. Setelah rekomendasi teknis diterbitkan, dokumen kembali diunggah ke OSS sebagai bagian dari proses penerbitan Sertifikat Standar Terverifikasi.

Menanggapi polemik yang berkembang di Kecamatan Lunyuk, khususnya terkait salah satu perusahaan tambak yang menjadi perhatian masyarakat, Naeli menjelaskan bahwa persoalan yang sempat muncul bukan berkaitan dengan pelanggaran perizinan, melainkan aktivitas perbaikan rumah pompa pengambilan air laut yang untuk sementara mengganggu akses masyarakat menuju pantai. Ia menegaskan pekerjaan tersebut berada di dalam areal perusahaan dan sebelumnya telah diberitahukan kepada pemerintah desa.

Lebih lanjut, Dinas Kelautan dan Perikanan mengungkapkan bahwa di Kecamatan Lunyuk terdapat tujuh perusahaan tambak yang telah terdaftar dalam OSS, dengan status yang berbeda-beda, mulai dari yang telah beroperasi, masih tahap konstruksi hingga pengadaan lahan. Secara keseluruhan di Kabupaten Sumbawa tercatat sekitar 209 usaha budidaya tambak yang masuk dalam sistem OSS, terdiri atas usaha perorangan maupun badan usaha, termasuk perusahaan PMA dan PMDN.

Di akhir pertemuan, Rahmat Hidayat berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai mekanisme perizinan investasi tambak sehingga tidak berkembang persepsi yang keliru. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong investasi yang memberikan manfaat bagi daerah, namun tetap mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan, perlindungan lingkungan, serta kepentingan masyarakat. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 12:18:14 +0800 amr
Wabup Ansori Buka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung, Tegaskan Kunci Utama Pembangunan Berkualitas di Sumbawa https://amarmedia.co.id/wabup-ansori-buka-pelatihan-dan-sertifikasi-tenaga-ahli-muda-teknik-bangunan-gedung-tegaskan-kunci-utama-pembangunan-berkualitas-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/wabup-ansori-buka-pelatihan-dan-sertifikasi-tenaga-ahli-muda-teknik-bangunan-gedung-tegaskan-kunci-utama-pembangunan-berkualitas-di-sumbawa Wabup Ansori Buka Sertifikasi Konstruksi Gedung, Tegaskan Kunci Utama Pembangunan Berkualitas di Sumbawa

Sumbawa, Amarmedia.comid - 29 Juli 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka secara resmi Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung (Jenjang 7) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/7/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Kepala Balai Bina Jasa Konstruksi dan Pengembangan Kompetensi (BJKPK) Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, para pemangku kepentingan terkait, serta peserta pelatihan dan sertifikasi.

Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini tengah melaksanakan berbagai program pembangunan, baik yang bersumber dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut memerlukan perencanaan yang matang serta didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya agar pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan, jelasnya.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini merupakan upaya untuk menghasilkan tenaga ahli yang unggul, profesional, dan berkompeten di bidang teknik bangunan gedung. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu meningkatkan kapasitas peserta sehingga ilmu dan kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, para tenaga ahli diharapkan mampu mengawal pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Sumbawa serta mewujudkan bangunan yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan dan Sertifikasi, Septiya Widiyastuty, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Dinas PUPRPKP Provinsi NTB dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi, khususnya Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung. Program ini bertujuan mendukung terwujudnya pembangunan gedung yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah kedua yang menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung pada tahun ini.

Lebih lanjut, Septiya Widiyastuty, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang telah memenuhi persyaratan. Para peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah, perusahaan konsultan, serta praktisi di bidang bangunan gedung di Kabupaten Sumbawa. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir tenaga ahli konstruksi yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Kabupaten Sumbawa, tutupnya. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:59:52 +0800 amr
Bupati Sumbawa dan Forkopimda Tinjau Langsung Aktivitas Tambang Rakyat di Kecamatan Lantung https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dan-forkopimda-tinjau-langsung-aktivitas-tambang-rakyat-di-kecamatan-lantung https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dan-forkopimda-tinjau-langsung-aktivitas-tambang-rakyat-di-kecamatan-lantung Bupati Sumbawa dan Forkopimda Tinjau Langsung Aktivitas Tambang Rakyat di Kecamatan Lantung

Lantung, Sumbawa Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke kawasan tambang rakyat di Kecamatan Lantung, Selasa (21/7) lalu

Kegiatan peninjauan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, De. H Budi Prasetyo S.Sos.MAP, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH serta unsur Forkopimda yang terdiri dari Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, dan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa. Kehadiran para pimpinan daerah ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi riil aktivitas pertambangan rakyat di lapangan sekaligus membuka ruang dialog interaktif dengan masyarakat dan para penambang setempat.

Fokus pada Legalitas, Keselamatan, dan Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa bersama Forkopimda menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat. Berbagai catatan dan masukan ini nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah penataan pertambangan rakyat yang komprehensif.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menekankan bahwa penataan tambang rakyat harus berpijak pada empat pilar utama, yaitu memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Memberikan perlindungan dan standar keamanan yang layak bagi para pekerja tambang. Mencegah kerusakan lingkungan hidup akibat aktivitas penambangan dan memastikan sektor pertambangan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat sekitar.

 Komitmen Sinergi Lintas Sektor

Kunjungan lapangan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Forkopimda untuk menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat penambang. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor guna mewujudkan tata kelola pertambangan rakyat yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Melalui langkah proaktif ini, diharapkan aktivitas pertambangan di Kecamatan Lantung dapat berjalan secara produktif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta kepastian hukum demi mewujudkan Sumbawa yang tertib dan berdaya saing. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:47:55 +0800 amr
Izin Tambak Udang Disebut "Main Mata"? Ini Jawaban Tegas Kepala DLH Sumbawa https://amarmedia.co.id/izin-tambak-udang-disebut-main-mata-ini-jawaban-tegas-kepala-dlh-sumbawa https://amarmedia.co.id/izin-tambak-udang-disebut-main-mata-ini-jawaban-tegas-kepala-dlh-sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa proses perizinan usaha budidaya tambak udang di Kabupaten Sumbawa dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan tidak ada ruang bagi praktik permainan perizinan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya pada 28 Juni 2026, menanggapi berkembangnya isu dugaan permainan izin lingkungan pada sejumlah usaha tambak di wilayah pesisir Kabupaten Sumbawa.

Menurut Pipin, seluruh dokumen lingkungan diproses melalui sistem perizinan berbasis elektronik dan melibatkan berbagai instansi teknis sesuai kewenangan masing-masing. 

Oleh karena itu, izin tidak dapat diterbitkan apabila persyaratan maupun dokumen yang dipersyaratkan belum terpenuhi.

"Kalau semua persyaratan sudah memenuhi ketentuan, tentu akan diproses. Tetapi kalau tidak sesuai aturan, tidak mungkin izin bisa diterbitkan. Semua melalui tahapan dan pembahasan lintas sektor, sehingga tidak ada proses yang dilakukan secara sepihak," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme perizinan saat ini disesuaikan dengan tingkat risiko usaha. Untuk usaha dengan risiko rendah, proses dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sedangkan usaha dengan skala lebih besar akan melalui tahapan pembahasan yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari aspek tata ruang, pemanfaatan ruang laut, hingga dokumen lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan ruang laut dengan luasan tertentu juga menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga tidak seluruh proses berada pada kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Selain proses perizinan, DLH juga secara rutin melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan budidaya tambak. Pengawasan dilakukan melalui monitoring berkala, pemeriksaan secara sampling, evaluasi kepatuhan terhadap dokumen lingkungan, serta tindak lanjut atas setiap laporan masyarakat.

"Kalau ada laporan masyarakat, kami pasti turun ke lapangan. Kami mengecek apakah kegiatan di lapangan sudah sesuai dengan dokumen lingkungan yang dimiliki perusahaan. Kalau ada ketidaksesuaian tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Pipin mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan koordinasi terkait tata kelola perizinan lingkungan di Kabupaten Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, DLH telah menyerahkan data yang diminta sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menambahkan, setiap perusahaan yang telah memiliki dokumen lingkungan juga memiliki kewajiban melaksanakan seluruh komitmen yang tercantum dalam dokumen tersebut, termasuk pengelolaan limbah, pemantauan kualitas lingkungan, serta penyampaian laporan secara berkala kepada pemerintah.

Apabila dalam pengawasan ditemukan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap dokumen lingkungan, pemerintah akan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Namun apabila pelanggaran tetap terjadi, maka penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi yang berwenang.

Pipin juga menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini menjadi salah satu daerah yang sangat diminati investor sektor budidaya udang karena memiliki potensi sumber daya alam yang baik, kualitas perairan yang mendukung, serta kondisi geografis yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan akuakultur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mengedepankan keseimbangan antara investasi dan perlindungan lingkungan hidup.

"Kami mendukung investasi karena memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Tetapi seluruh pelaku usaha wajib mematuhi aturan lingkungan. Pengawasan akan terus dilakukan agar kegiatan budidaya berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar," pungkas Pipin.

DLH Kabupaten Sumbawa juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Setiap laporan yang diterima akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Sumbawa. (AM/Jhe)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:37:18 +0800 amr
Sekda Sumbawa Beri Apresiasi Tinggi Kontingen PORPROV XII NTB 2026: Tonggak Kebangkitan Olahraga Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-beri-apresiasi-tinggi-kontingen-porprov-xii-ntb-2026-tonggak-kebangkitan-olahraga-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-beri-apresiasi-tinggi-kontingen-porprov-xii-ntb-2026-tonggak-kebangkitan-olahraga-menuju-pon-2028 Sekda Sumbawa Beri Apresiasi Tinggi Kontingen PORPROV XII NTB 2026: Tonggak Kebangkitan Olahraga Menuju PON 2028

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id— Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan ucapan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, serta seluruh pihak yang telah berjuang, mendedikasikan tenaga dan pikiran, serta mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul tuntasnya rangkaian perhelatan olahraga terbesar di tingkat Provinsi NTB yang ditutup secara resmi pada akhir Juli 2026 ini.

Berdasarkan data, total medali yang berhasil diborong kontingen Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB 2026 meningkat tajam menjadi 195 medali, naik dari perolehan sebelumnya yang berjumlah 130 medali pada tahun 2023.Rincian medali membanggakan tersebut terdiri atas 54 medali emas, 59 medali perak, dan 82 medali perunggu.

Sekda Sumbawa menegaskan bahwa perjuangan para patriot olahraga dari Bumi Sabalong Samawa patut diapresiasi, terlepas dari dinamika dan ketatnya persaingan antarkabupaten/kota. Menurutnya, keringat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para atlet di arena pertandingan adalah wujud nyata dari kecintaan terhadap daerah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga jajaran pengurus KONI Sumbawa. Kalian telah berjuang habis-habisan membawa nama baik dan kehormatan Kabupaten Sumbawa di kancah regional," ujar Dr. Budi Prasetyo Rabu 29 Juli 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ajang PORPROV XII NTB 2026 ini bukan sekadar panggung untuk meraih medali semata, melainkan momentum penting untuk mengukur peta kekuatan pembinaan prestasi olahraga jangka panjang. Terlebih lagi, Provinsi NTB saat ini bersiap mengemban amanat besar sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Oleh karena itu, hasil dari PORPROV 2026 akan dijadikan bahan evaluasi dan acuan strategis oleh Pemkab Sumbawa bersama KONI untuk membenahi sistem pembinaan atlet lokal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana, prasarana, serta kualitas pelatihan cabang olahraga unggulan, agar ke depannya para atlet Sumbawa dapat menjadi tulang punggung kontingen NTB di kancah nasional maupun internasional.

Agenda Terdekat di Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB

Dikatakannya, menyongsong pertengahan hingga akhir tahun 2026, berikut adalah beberapa agenda penting dan strategis yang akan dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan lingkup Pemerintah Provinsi NTB:

Evaluasi Pasca-PORPROV dan Pemetaan Atlet PON 2028 (Agustus 2026):

KONI Provinsi NTB bersama KONI Kabupaten/Kota menjadwalkan konsolidasi lanjutan untuk mengidentifikasi potensi perolehan medali secara presisi serta memasukkan atlet-atlet terbaik hasil PORPROV XII ke dalam pemusatan latihan jangka panjang menuju PON 2028.

Penyambutan Rute "Sail Indonesia 2026" di Teluk Saleh (September 2026):

Kabupaten Sumbawa kembali dipercaya masuk dalam rute internasional Sail Indonesia 2026. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa tengah mempersiapkan penyambutan serta promosi destinasi wisata unggulan, khususnya kawasan Teluk Saleh dan situs-situs sejarah lokal bagi para yachter mancanegara.

Akselerasi Program Pembangunan dan Mitigasi Kekeringan:

Menindaklanjuti arahan strategis pemerintah daerah dan provinsi, fokus kebijakan daerah diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi sektor pertanian/irigasi, serta mitigasi wilayah rawan kekeringan di beberapa titik di Kabupaten Sumbawa.

Agenda Rutin Pemerintahan dan Penguatan Fiskal Daerah:

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memacu realisasi target pendapatan daerah semester kedua serta menuntaskan sinkronisasi program pembangunan pascaditetapkannya sejumlah peraturan daerah baru pada masa sidang legislatif pertengahan tahun ini. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 19:00:28 +0800 amr
Turun Langsung ke Konstituen, I Nyoman Wisma Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Energi di Dapil II Sumbawa https://amarmedia.co.id/turun-langsung-ke-konstituen-i-nyoman-wisma-serap-aspirasi-infrastruktur-hingga-energi-di-dapil-ii-sumbawa https://amarmedia.co.id/turun-langsung-ke-konstituen-i-nyoman-wisma-serap-aspirasi-infrastruktur-hingga-energi-di-dapil-ii-sumbawa Turun Langsung ke Konstituen, I Nyoman Wisma Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Energi di Dapil II Sumbawa

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), I Nyoman Wisma, S.I.P., baru saja merampungkan rangkaian kegiatan reses untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Sumbawa. Agenda penyerapan aspirasi ini dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2026 dengan dihadiri oleh jajaran aparat desa serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Sebagai informasi, Dapil II Kabupaten Sumbawa meliputi sembilan wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Lopok, Lape, Lenangguar, Lunyuk, Orong Telu, Moyo Hulu, Lantung, dan Ropang.

Dalam lawatan reses kali ini, I Nyoman Wisma mendengarkan secara seksama berbagai persoalan krusial yang dihadapi warga di lapangan. Berbagai isu strategis mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, akses penunjang sektor pertanian, hingga ketersediaan energi bersubsidi menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh masyarakat di sejumlah titik kunjungan.

Usulan dan aspirasi prioritas yang disampaikan oleh warga di beberapa titik kunjungan reses diantaranya adalah di Desa Mama, Kecamatan Lopok; Masyarakat Desa Mama menyampaikan empat poin utama usulan pembangunan kepada sang legislator PDIP ini yakni perbaikan dan pembangunan infrastruktur simpang jalan negara Langam–Brora–Mama,Penanganan serius terhadap masalah kelangkaan LPG 3 kg yang dirasakan warga, Pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil pertanian. Perbaikan serta pembangunan saluran irigasi tersier demi mengoptimalkan suplai air ke lahan-lahan pertanian warga.

Saat Reses di Dusun Ngali, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape. Warga di Dusun Ngali menitipkan tiga aspirasi penting kepada wakil rakyat mereka yaitu Peningkatan infrastruktur jalan simpang negara Lape–Labuhan Kuris–Ngali–Labuhan Trata.Solusi atas permasalahan distribusi dan kelangkaan LPG bersubsidi 3 kg.

Pembangunan serta pengerasan jalan lingkungan untuk kenyamanan mobilitas warga.

Sementara reses di Desa Lopok, Kecamatan Lopok. Masyarakat Desa Lopok memfokuskan usulan mereka pada tiga kebutuhan mendasar yaitu peningkatan kualitas dan pengerasan jalan lingkungan desa, pembukaan dan perbaikan jalan usaha tani, Penataan distribusi dan pengendalian harga LPG 3 kg di tingkat pengecer.

Selanjutnya di Desa Ranan, Kecamatan Ropang. Sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang cukup menantang, warga Desa Ranan menyampaikan lima usulan strategis untuk membuka keterisoliran dan mendongkrak ekonomi lokal yaitu Penanganan masalah kelangkaan LPG 3 kg.Pembangunan jalan usaha tani untuk memudahkan akses petani menuju kebun, Peningkatan aksesibilitas jalur jalan Ropang–SJR, pembangunan akses penghubung jalan Lantung–Ropang. Pembangunan jembatan Labangkar yang sangat vital bagi konektivitas dan keselamatan lalu lintas antarwilayah.

Komitmen Wakil Rakyat

Menanggapi berbagai masukan, keluhan, dan usulan yang disampaikan oleh para konstituennya, I Nyoman Wisma, S.I.P. menegaskan komitmen penuhnya. Seluruh catatan aspirasi tersebut akan dihimpun ke dalam laporan reses DPRD sehingga menjadi bagian pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk diperjuangkan secara maksimal melalui lembaga legislatif dalam setiap pembahasan anggaran maupun kebijakan pembangunan daerah.

"Atas berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat, kami dari lembaga legislatif akan berjuang semaksimal mungkin agar kepentingan dan kebutuhan masyarakat dapat terealisasi demi kemajuan bersama di Dapil II khususnya dan Kabupaten Sumbawa pada umumnya tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin harmonis antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga pemerataan pembangunan serta kesejahteraan warga di Kabupaten Sumbawa dapat segera terwujud secara nyata. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 18:19:54 +0800 amr
Warga Kecamatan Lape Desak Perbaikan Jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata saat Reses Syukri HS https://amarmedia.co.id/warga-kecamatan-lape-desak-perbaikan-jalan-labuhan-kuris-ngali-labuhan-terata-saat-reses-syukri-hs https://amarmedia.co.id/warga-kecamatan-lape-desak-perbaikan-jalan-labuhan-kuris-ngali-labuhan-terata-saat-reses-syukri-hs Warga Kecamatan Lape Desak Perbaikan Jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata saat Reses Syukri HS

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Akses jalan yang menghubungkan Desa Labuhan Kuris, Ngali, hingga Labuhan Terata kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Keluhan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kecamatan Lape dalam kegiatan Reses II Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Fraksi Partai Golkar Syukri HS, A.Ma. 

Warga mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur jalan di wilayah pesisir tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu mobilitas harian. Padahal, jalur Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata merupakan urat nadi perekonomian warga lokal, khususnya dalam mengangkut hasil laut dan pertanian.

"Kondisi jalan saat ini rusak berat dan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Kami sangat berharap Pemkab Sumbawa melalui dana aspirasi maupun APBD dapat memprioritaskan pengaspalan atau perbaikan jalan ini," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat saat sesi dialog reses.

Selain akses utama antardesa, warga juga menyuarakan penataan dan pembenahan jalan lingkungan di pemukiman warga. Banyak titik jalan lingkungan yang belum tersentuh paving block mau pun pengaspalan, sehingga kerap tergenang air dan berdebu.

Menanggapi keluhan tersebut, Syukri HS, A.Ma.menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat Lape agar masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD serta diprioritaskan dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah.

"Masalah jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata ini adalah kebutuhan vital masyarakat, bukan lagi sekadar keinginan. Begitu juga dengan perbaikan jalan lingkungan yang menyangkut kenyamanan warga sehari-hari. Semua aspirasi ini sudah saya catat dan akan kita perjuangkan secara maksimal di forum DPRD," tegas Syukri.

Melalui kegiatan Reses II ini, diharapkan sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Lape demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi warga. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 17:36:33 +0800 amr
Serap Aspirasi Warga Desa Sebasang, Anggota DPRD Sumbawa Kaharuddin Egon Komit Perjuangkan Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-warga-desa-sebasang-anggota-dprd-sumbawa-kaharuddin-egon-komit-perjuangkan-infrastruktur-hingga-pemberdayaan-ekonomi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-warga-desa-sebasang-anggota-dprd-sumbawa-kaharuddin-egon-komit-perjuangkan-infrastruktur-hingga-pemberdayaan-ekonomi Serap Aspirasi Warga Desa Sebasang, Anggota DPRD Sumbawa Kaharuddin Egon,Komit Perjuangkan Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Gelora, Kaharuddin  akrab disapa Egon  kembali turun langsung ke tengah masyarakat guna melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi warga. Pada Reses II tersebut titik kunjungan menyasar Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Sumbawa.

Dalam reses tersebut, berbagai usulan krusial disampaikan oleh masyarakat setempat, mulai dari infrastruktur dasar, fasilitas keagamaan, sarana adat, hingga alat penunjang sektor pertanian.

Aspirasi Infrastruktur di Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B

Saat bertatap muka dengan warga di Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B, Kaharuddin Z mendengarkan sejumlah keluhan dan harapan prioritas terkait konektivitas wilayah dan fasilitas umum, di antaranya pengaspalan Jalan Lingkungan,penghubung utama antara Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B.

Sementara Pemasangan Paving Block diusulkan untuk area RT 03 Dusun Ketanga guna memperlancar akses lingkungan warga.Juga harapan petani agar ada peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) meliputi JUT Laboran dan JUT Caluning di Desa Sebasang guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian.

Terkait fasilitas Dusun Sebasang B Masyarakat meminta pengadaan kursi adat, bantuan bibit sapi untuk penguatan ekonomi kerakyatan, pemasangan pagar kuburan, pemerataan tanah area pemakaman, serta pembangunan gerbang dan tempat wudhu masjid setempat.

Aspirasi Sektor Pertanian dan Ekonomi di Dusun Seminar 

Selanjutnya itu, pada Rabu (22/7) lalu, saat melaksanakan reses di Dusun Seminar Desa Sebasang, aspirasi yang mendominasi berkaitan erat dengan kebutuhan alat-alat produktif dan penunjang kerja harian warga. Masyarakat setempat menyampaikan usulan berupa bantuan Alat Pertanian dan Pertukangan meliputi gerobak dorong (gledek), alat perbengkelan, serta perlengkapan alat pertukangan. Warga kembali menegaskan pentingnya pembangunan serta perbaikan jalan usaha tani, perbaikan jalan lingkungan, hingga bantuan alat mesin pertanian modern berupa hand tractor guna mempermudah pengolahan lahan warga.

Menanggapi berbagai usulan dan catatan penting dari masyarakat di Desa Sebasang tersebut, Kaharuddin Z menyatakan komitmen penuhnya. Sebagai wakil rakyat dari Dapil 2, ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan melalui forum reses ini akan dikawal dan diperjuangkan secara maksimal agar dapat masuk ke dalam program pembangunan daerah Kabupaten Sumbawa ke depan. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 17:25:51 +0800 amr
Lonjakan Prestasi Olahraga Sumbawa di Porprov XII NTB 2026: Bukti Nyata Kerja Keras Atlet dan Sinergi Daerah https://amarmedia.co.id/lonjakan-prestasi-olahraga-sumbawa-di-porprov-xii-ntb-2026-bukti-nyata-kerja-keras-atlet-dan-sinergi-daerah https://amarmedia.co.id/lonjakan-prestasi-olahraga-sumbawa-di-porprov-xii-ntb-2026-bukti-nyata-kerja-keras-atlet-dan-sinergi-daerah Lonjakan Prestasi Olahraga Sumbawa di Porprov XII NTB 2026: Bukti Nyata Kerja Keras Atlet dan Sinergi Daerah

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta KONI Kabupaten Sumbawa atas perjuangan gemilang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam keterangannya menilai bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan wujud nyata dedikasi para pahlawan olahraga daerah. "Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat untuk terus melahirkan atlet-atlet yang berdaya saing tinggi, sekaligus menginspirasi generasi muda Tana Samawa dalam mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera" ujar Bupati Jarot Senin 27 Juli 2026.

Peningkatan Signifikan Perolehan Medali Kontingen Sumbawa

Komitmen dan kerja keras kontingen Kabupaten Sumbawa di arena pertandingan berbuah manis dengan melonjaknya perolehan medali secara signifikan dibandingkan ajang Porprov tahun 2023.

Berdasarkan data, total medali yang berhasil diborong kontingen Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB 2026 meningkat tajam menjadi 195 medali, naik dari perolehan sebelumnya yang berjumlah 130 medali pada tahun 2023.

Rincian medali membanggakan tersebut terdiri atas 54 medali emas, 59 medali perak, dan 82 medali perunggu.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa peningkatan angka ini merupakan buah dari kedisiplinan, keringat, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh seluruh keluarga besar olahraga Sumbawa.

Pemerataan Pembinaan dan Ukiran Sejarah Baru

Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan keikutsertaan dalam beberapa cabang olahraga—di mana Sumbawa hanya mengikuti 37 dari total 51 cabang olahraga yang dipertandingkan—potensi atlet daerah tetap terpancar melalui berbagai pemecahan rekor dan sejarah baru.

Sejumlah cabang olahraga sukses menorehkan tinta emas pada Porprov kali ini, di antaranya:

Cabang Renang: Mencatatkan sejarah baru dengan mempersembahkan medali emas dan perak serta memecahkan rekor, setelah sebelumnya belum pernah meraih medali di ajang Porprov.

Cabang Balap Sepeda: Sukses mengamankan raihan dua medali emas bagi kontingen Sumbawa.

Cabang Bulu Tangkis: Berhasil memboyong tiga medali emas sekaligus secara bersejarah.

Cabang Panahan sukses meraih medali Emas empat pada divisi Barebow, compound dan Recurve. 

Selain itu, pemerataan prestasi juga terlihat dari persebaran medali yang kini merata ke hampir seluruh cabang olahraga yang diikuti. Hal ini menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan atlet di Kabupaten Sumbawa yang tidak lagi bertumpu pada satu atau dua cabang unggulan saja.

Komitmen Pemkab Sumbawa untuk Masa Depan Olahraga

Menanggapi hasil akhir dan masukan dari KONI Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut baik berbagai catatan evaluasi serta langkah introspeksi yang konstruktif. Ke depannya, seluruh hasil dari ajang Porprov XII NTB 2026 ini akan dikaji secara menyeluruh untuk terus menyempurnakan sistem pembinaan prestasi olahraga di Bumi Samawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan perhatian optimal bagi para insan olahraga, demi memastikan kesinambungan prestasi dan kejayaan olahraga Sumbawa di kancah regional maupun nasional. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 16:06:40 +0800 amr
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik dan Kepercayaan Masyarakat https://amarmedia.co.id/igpr-summit-2026-perkuat-komunikasi-publik-dan-kepercayaan-masyarakat https://amarmedia.co.id/igpr-summit-2026-perkuat-komunikasi-publik-dan-kepercayaan-masyarakat IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik dan Kepercayaan Masyarakat

Mataram, Amarmedia.co.id - Senin, 27 Juli 2026- Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) di Hotel Lombok Plaza, Nusa Tenggara Barat (NTB).

IGPR Summit 2026 ini mengusung tema “Government Public Relations in the Digital & AI Era: Strengthening Public Communication and Public Trust”, diharapkan forum nasional ini menjadi ruang kolaborasi bagi insan humas pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik yang adaptif, profesional, dan terpercaya di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial Intelligence (AI).

Tidak kurang dari 35 peserta yang mengampu tugas-tugas kehumasan hadir pada kegiatan tersebut. Diantaranya dari perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, serta insan humas pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, bertindak mewakili Gubernur NTB menegaskan, bahwa tantangan humas pemerintah saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Tantangan pemerintah saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Tantangan yang sesungguhnya adalah membangun kepercayaan. Informasi dapat dibuat dalam hitungan detik, tetapi kepercayaan hanya lahir melalui konsistensi, keterbukaan, integritas dan kerja nyata yang dibangun dalam waktu yang panjang,” ujar Doktor AKA sapaan akrabnya.

Menurut Aka, perkembangan AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar pemerintahan.

“Kecerdasan AI tidak akan pernah menggantikan kejujuran, tidak akan pernah menggantikan empati, tidak akan pernah menggantikan integritas, dan tidak akan pernah menggantikan hati nurani seorang pelayan publik. Teknologi hanyalah alat, yang menentukan arah penggunaannya tetaplah manusia,” AKA menegaskan.

AKA juga menekankan, bahwa keberhasilan komunikasi pemerintah tidak diukur dari banyaknya publikasi maupun konten yang viral melainkan juru bicara yang kuat, profesional, dan kredibel, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan-kebijakan strategis nasional perlu dikomunikasikan secara konsisten sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh, benar, dan tidak menimbulkan ruang bagi disinformasi.

“Keberhasilan komunikasi pemerintah diukur dari satu hal yang jauh lebih penting, yaitu apakah masyarakat semakin percaya kepada pemerintah,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pranata Humas Indonesia (Sekjen DPP Iprahumas), mewakili Ketua Umum Iprahumas Pusat, Dr. Mayrianti Annisa Anwar, menilai IGPR Summit 2026 merupakan forum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang terbuka dan dipercaya publik.

“Ukuran keberhasilan komunikasi publik adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan itu terbangun, berbagai program pemerintah akan lebih mudah dipahami, diterima, dan didukung oleh publik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh insan humas pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

“Apabila humas pemerintah mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai perkembangan teknologi termasuk pemanfaatan AI, serta tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik, maka humas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Iprahumas NTB, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag mengingatkan, bahwa di tengah derasnya arus informasi, humas harus menjadi sumber informasi yang kredibel sekaligus penyejuk bagi masyarakat.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama komunikasi pemerintah. Humas yang baik bukanlah humas yang paling keras suaranya, melainkan humas yang paling dipercaya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa humas harus mampu hadir lebih cepat dalam memberikan informasi resmi agar ruang publik tidak dipenuhi spekulasi maupun disinformasi.

Ketua Iprahumas NTB, Suhirman Adita, melaporkan antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, forum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan komunikasi publik pemerintah sekaligus momentum penyusunan karya ilmiah nasional.

“Target besar yang ingin kita capai adalah lahirnya Ontologi Arsitektur Humas Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di Indonesia sebagai pijakan akademik sekaligus referensi nasional bagi pengembangan kehumasan pemerintah,” jelasnya.

IGPR Summit 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan pakar, akademisi, dan praktisi yang membahas transformasi komunikasi publik di era digital dan AI.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran humas pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang profesional, adaptif, humanis, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (AM/Diskominfotik)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:39:45 +0800 amr
Festival Ngemar Kawa 2026: Strategi Jitu Pemkab Sumbawa Kenalkan Kopi Batulanteh ke Pentas Nasional https://amarmedia.co.id/festival-ngemar-kawa-2026-strategi-jitu-pemkab-sumbawa-kenalkan-kopi-batulanteh-ke-pentas-nasional https://amarmedia.co.id/festival-ngemar-kawa-2026-strategi-jitu-pemkab-sumbawa-kenalkan-kopi-batulanteh-ke-pentas-nasional Festival Ngemar Kawa 2026: Strategi Jitu Pemkab Sumbawa Kenalkan Kopi Batulanteh ke Pentas Nasional

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi daerah berbasis pertanian dan pariwisata. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Ngemar Kawa (Festival Petik Kopi Batulanteh) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Sabtu (25/7/2026).

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadir pada puncak festival didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E.

Kegiatan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kalender Event Kabupaten Sumbawa ini menjadi wadah promosi bagi Kopi Batulanteh, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Sebelum mengikuti seremoni pembukaan, Bupati bersama rombongan terlebih dahulu turun langsung mengikuti kegiatan Ngemar Kawa atau panen kopi bersama masyarakat di Desa Pusu. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap para petani kopi sekaligus penanda dimulainya musim panen kopi di kawasan Batulanteh.

Turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., Dandim 1607/Sumbawa bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, jajaran Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ida Rahayu SAP, kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku UMKM, komunitas pecinta kopi, petani, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Mengawali rangkaian acara, Camat Batulanteh, Adiman, S.STP., menyampaikan bahwa Festival Ngemar Kawa merupakan tradisi masyarakat yang lahir sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen kopi. Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan potensi wisata daerah, serta memperkuat implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan pembangunan infrastruktur yang semakin mempermudah akses menuju wilayah Batulanteh.

Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu identitas yang harus terus diperkuat sebagai keunggulan daerah. Oleh karena itu, Festival Ngemar Kawa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu menjadi penggerak lahirnya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas kopi secara berkelanjutan.

Menurut Bupati, Batulanteh memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan agrowisata karena didukung kekayaan alam, lingkungan yang masih terjaga, serta produk kopi berkualitas seperti Kopi Tepal, Kopi Punik, dan Kopi Batudulang yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Potensi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik minat wisatawan.

Selain pengembangan kopi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas unggulan lainnya, seperti kemiri, alpukat, dan durian melalui Program Sumbawa Hijau Lestari. Pengembangan tersebut akan ditopang dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya petani, inovasi pengolahan hasil, penguatan kemasan produk, serta perluasan akses pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Saya ingin ketika orang mengingat Sumbawa, mereka ingat kopi. Dan ketika mengingat kopi, mereka langsung ingat Batulanteh," ujar Bupati.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Kreasi Ngemar Kawa, penyerahan cenderamata dari Camat Batulanteh kepada perwakilan Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, serta penyerahan sertifikat kepada para pelaku UMKM sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan festival.

Mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang terus membangun ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran. Ia mengungkapkan bahwa Kopi Tepal kini telah hadir di salah satu kafe di Kota Mataram dan memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Festival Ngemar Kawa menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghubungkan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Puncak Festival Ngemar Kawa Tahun 2026 ditandai dengan prosesi peniupan serunai oleh perwakilan Gubernur NTB sebagai simbol resmi dibukanya festival. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Kopi Batulanteh semakin dikenal luas dan menjadi salah satu produk unggulan yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:34:06 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Semarakkan HUT ke&81 Kemerdekaan RI https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-masyarakat-semarakkan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-masyarakat-semarakkan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri Pemkab Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengeluarkan ajakan resmi kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/259/PROKOPIM/2026 yang diterbitkan melalui Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa. Surat edaran ini ditujukan kepada berbagai kalangan, mulai dari kepala dinas, badan, kantor, unit kerja, instansi vertikal, camat, lurah, kepala desa, hingga pimpinan BUMD, BUMN, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat se-Kabupaten Sumbawa.

Penerbitan surat edaran ini didasari oleh tindak lanjut dari Surat Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-99/M/S/TU.00.03/07/2026 tertanggal 10 Juli 2026 tentang penyampaian tema, logo, dan partisipasi menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, serta Surat Radiogram Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.5.6/5370/SJ tertanggal 21 Juli 2026.

Imbauan Pemasangan Atribut dan Pengibaran Bendera

Melalui edaran tersebut, Pemkab Sumbawa menghimbau seluruh unsur masyarakat dan instansi untuk melakukan sejumlah langkah semarak kemerdekaan, di antaranya:

Pemasangan Logo Resmi: Memasang Logo Resmi HUT Ke-81 RI pada berbagai media publikasi seperti billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul, videotron, banner digital, media cetak dan elektronik, produk atau suvenir resmi, serta kanal media sosial instansi masing-masing. Logo dan pedoman identitas visual dapat diunduh melalui laman resmi [https://logohutri.istanapresiden.go.id](https://logohutri.istanapresiden.go.id).

Pengibaran Bendera Merah Putih: Mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2026.

Partisipasi Kegiatan: Terlibat aktif dalam berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang melibatkan masyarakat luas dan selaras dengan program prioritas pemerintah.

Pemkab Sumbawa berharap perayaan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum peningkatan rasa syukur, nasionalisme, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan visi Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:12:38 +0800 amr
Capaian Medali Meningkat, KONI Sumbawa Tetap Rendah Hati dan Introspeksi Diri https://amarmedia.co.id/capaian-medali-meningkat-koni-sumbawa-tetap-rendah-hati-dan-introspeksi-diri https://amarmedia.co.id/capaian-medali-meningkat-koni-sumbawa-tetap-rendah-hati-dan-introspeksi-diri Capaian Medali Meningkat, KONI Sumbawa Tetap Rendah Hati dan Introspeksi Diri

Sumbawa Amarmedia.co.id – Meski perolehan medali meningkat cukup terasa dibandingkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023, Pengurus KONI Kabupaten Sumbawa tetap memegang teguh sikap rendah hati. Capaian ini disyukuri sebagai buah dari kerja sama dan perjuangan semua pihak, sekaligus dijadikan catatan bahwa masih ada hal yang perlu diperbaiki demi meraih hasil yang lebih baik lagi ke depannya.

 

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, ofisial, pengurus cabang olahraga, serta semua pihak yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB tahun 2026.

 

Secara keseluruhan, capaian kali ini memang menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Jika pada Porprov 2023 Sumbawa meraih 130 medali (41 emas, 37 perak, 52 perunggu), maka pada ajang kali ini jumlahnya bertambah menjadi 195 medali, yang terdiri dari 54 emas, 59 perak, dan 82 perunggu.

 

“Secara angka memang terlihat jelas adanya peningkatan. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar olahraga Sumbawa. Namun kami tetap menyadari diri, karena target 64 medali emas yang sempat direncanakan belum dapat kami capai sepenuhnya,” ujar Abdul Rafiq dengan rendah hati.

 

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan posisi pada klasemen akhir dibandingkan ajang sebelumnya bukan lantaran prestasi atlet menurun, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah cabang olahraga yang diikuti. Pada Porprov kali ini, Kabupaten Sumbawa hanya mengikuti 37 dari total 51 cabang olahraga yang dipertandingkan.

 

“Tentu hal ini berpengaruh pada jumlah akumulasi medali dan posisi akhir. Namun sejauh yang kami lihat, kualitas penampilan para atlet justru menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan,” tambahnya.

 

Salah satu hal yang paling disyukuri saat ini, lanjutnya, adalah perolehan medali yang sudah menyebar ke hampir seluruh cabang olahraga yang diikuti. Hal ini menjadi tanda bahwa pembinaan olahraga di Sumbawa perlahan mulai merata, dan tidak lagi hanya bergantung pada satu atau dua cabang unggulan saja.

 

“Selamat kepada semua atlet yang telah berhasil meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Apa yang kalian raih adalah hasil dari keringat, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang luar biasa. Kalian telah membawa kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

 

Ia juga menyebut adanya hal-hal baru yang patut dibanggakan, seperti Cabang Panahan dengan meraih 17 medali diantaranya 4 Emas, 9 Perak dan 4 Perunggu. cabang renang yang sebelumnya belum pernah menyumbang medali di ajang Porprov, kini mampu meraih emas sekaligus perak dan memecahkan rekor yang ada. Kemudian cabang balap sepeda yang berhasil meraih dua medali emas, serta cabang bulu tangkis yang mencatatkan sejarah dengan meraih tiga medali emas sekaligus.

 

“Ini membuktikan bahwa upaya pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing pengurus cabang mulai membuahkan hasil yang nyata. Semoga ini menjadi bekal yang baik untuk membangun olahraga Sumbawa yang lebih kokoh di masa depan,” ucapnya.

 

Namun demikian, Abdul Rafiq juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa atas belum tercapainya target medali emas yang diharapkan. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak dapat bertandingnya sembilan atlet andalan dari cabang taekwondo, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang medali terbesar bagi Sumbawa.

 

“Kami memohon maaf apabila apa yang kami capai belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Tidak turunnya sembilan atlet taekwondo itu tentu memberikan dampak yang cukup berarti bagi hasil akhir kita,” jelasnya.

 

Kepada cabang olahraga dan atlet yang belum beruntung meraih medali, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Setiap perjuangan pasti memiliki proses, dan apa yang terjadi saat ini adalah bagian dari pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.

 

“Jangan pernah merasa gagal, dan jangan berhenti berusaha. Jadikan pengalaman ini sebagai bahan untuk melatih diri dengan lebih tekun dan mematangkan persiapan ke depannya. Perjalanan untuk meraih prestasi masih sangat panjang,” pesannya.

 

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus cabang, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan olahraga di daerah ini.

 

“Terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan. Semua ini adalah bagian dari langkah kita bersama untuk membangun prestasi daerah yang lebih baik,” ujarnya.

 

Ke depannya, KONI Kabupaten Sumbawa berharap Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian berupa penghargaan dan bonus bagi para atlet yang telah berprestasi. Hal ini dinilai bukan sekadar bentuk penghargaan atas capaian yang diraih, melainkan juga sebagai penyemangat agar para atlet terus berkembang dan mengharumkan nama daerah di ajang-ajang mendatang.

 

Seluruh hasil yang diperoleh pada Porprov kali ini nantinya akan dikaji secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan sistem pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Sumbawa.

 

“Selamat berjuang kembali untuk olahraga kita. Salam olahraga. Pragas,” tutup Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 22:33:42 +0800 amr
Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Apresiasi Sukses Atlet Kempo Raih 3 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-apresiasi-sukses-atlet-kempo-raih-3-emas-1-perak-3-perunggu-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-apresiasi-sukses-atlet-kempo-raih-3-emas-1-perak-3-perunggu-di-porprov-ntb-2026 Wakil Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Sukses Atlet Kempo Raih 3 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu di Porprov NTB 2026

Sumbawa Besar. Amarmedia. — Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Sumbawa menorehkan prestasi unggul  pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026. Di bawah kepemimpinan Ketua Perkemi Kabupaten Sumbawa dan Seluruh Pengurus, para kenshi andalan Sumbawa sukses memboyong total 7 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.Hal ini melampaui target yang dibebankan KONI Sumbawa sebanyak 2 emas.

Capaian membanggakan ini mendapat apresiasi hangat dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH. Ia menyampaikan rasa bangga serta apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, jajaran pelatih, serta secara khusus kepada KONI Sumbawa dan seluruh pengurus Perkemi Kabupaten Sumbawa atas sinergi, kerja keras, dedikasi, dan pembinaan luar biasa yang telah diberikan sehingga membuahkan hasil manis bagi daerah.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KONI Sumbawa dan jajaran pengurus Perkemi Kabupaten Sumbawa atas komitmen pembinaan yang konsisten. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kerja keras para atlet dan pelatih. Menyongsong event PON dan kejuaraan nasional yang akan diikuti tahun ini, kita harapkan para atlet tetap terus semangat berlatih," ujar Zulfikar Demitry dihadapan atlet Senin 27 Juli 2026.

Prestasi cemerlang ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan cabang olahraga di Kabupaten Sumbawa, khususnya kempo, berjalan dengan sangat baik, terarah, dan konsisten melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Adapun Daftar Peraih Medali Perkemi Kabupaten Sumbawa di Porprov NTB 2026 adalah Medali Emas diraih pada nomor  Randori 75 kg Putra: Yori Sujiarta Utama, S.Tr.Im., M.M. Nomor Randori 50 kg Putra: Candra April Ade Pratama dan nomor Randori 55 kg Putri: Rini Walya Maulana

Untuk Medali Perak diraih pada nomor Randori 65 kg Putri: Putri Mayang Sari

Medali Perunggu diraih pada nomor Randori 55 kg Putra: Guido Oktovianus Leki Randori 45 kg Putri: Nela Putri Ade Kantari dan nomor  Embu Beregu Putra: Qamaruzzaman, Matius Febrian Sulung, Muhammad Alif Maulidan, Fithro Anggara (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 15:00:39 +0800 amr
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Peringati Peristiwa Kudatuli, Teguhkan Semangat Demokrasi dan Pengabdian kepada Rakyat https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-peringati-peristiwa-kudatuli-teguhkan-semangat-demokrasi-dan-pengabdian-kepada-rakyat https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-peringati-peristiwa-kudatuli-teguhkan-semangat-demokrasi-dan-pengabdian-kepada-rakyat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Peringati Peristiwa Kudatuli, Teguhkan Semangat Demokrasi dan Pengabdian kepada Rakyat

Sumbawa, Amarmedia.co.id 27 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menggelar peringatan Peristiwa Kudatuli (27 Juli 1996) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Senin (27/7). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa serta seluruh Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan bahwa Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi bangsa yang harus terus dikenang dan dijadikan pelajaran bagi seluruh kader partai.

“Kudatuli bukan hanya catatan sejarah PDI Perjuangan, tetapi juga bagian dari sejarah demokrasi Indonesia. Peristiwa ini mengajarkan bahwa demokrasi harus diperjuangkan dengan keberanian, keteguhan, dan pengorbanan. Karena itu, seluruh kader PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi dengan tetap berpegang teguh pada konstitusi, ideologi Pancasila, dan kepentingan rakyat,” ujar Abdul Rafiq.

Ia menegaskan bahwa semangat Kudatuli saat ini harus diwujudkan melalui kerja-kerja politik yang santun, berpihak kepada rakyat, dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam memperkuat persatuan, gotong royong, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengabdian yang nyata.

“Perjuangan hari ini bukan lagi menghadapi tekanan seperti masa lalu, tetapi bagaimana kita mampu menjawab harapan rakyat melalui kerja nyata. Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, memperjuangkan hak-haknya, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Peringatan Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat soliditas kader dari tingkat cabang hingga anak cabang dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu, memperkuat disiplin organisasi, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta mengabdikan seluruh tenaga dan pikiran demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 14:11:48 +0800 amr
Serap Aspirasi di Desa Dete, Anggota DPRD Sumbawa Juliansyah Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Lokal Sambut Ekspansi Tambang https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-desa-dete-anggota-dprd-sumbawa-juliansyah-tekankan-pentingnya-kesiapan-sdm-lokal-sambut-ekspansi-tambang https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-desa-dete-anggota-dprd-sumbawa-juliansyah-tekankan-pentingnya-kesiapan-sdm-lokal-sambut-ekspansi-tambang Serap Aspirasi di Desa Dete, Anggota DPRD Sumbawa Juliansyah Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Lokal Sambut Ekspansi Tambang

SUMBAWA,Amarmedia.co.id -  27 Juli 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Gabungan Demokrat-PPP Pembangunan Juliansyah, SE, melaksanakan kegiatan Reses di Desa Dete, Kecamatan Lape, pada 21 Juli 2026 lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjaring aspirasi langsung dari masyarakat terkait pembangunan dan kesejahteraan warga.

Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Dete menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah kebutuhan akan fasilitas keamanan dasar, mengingat maraknya kejadian kebakaran di wilayah pemukiman.

"Warga sangat mengharapkan adanya fasilitasi dari Pemerintah Daerah untuk pengadaan Kantor dan sarana Pemadam Kebakaran. Ini menjadi prioritas karena risiko kebakaran yang tinggi dan dampaknya terhadap kerugian harta benda masyarakat," ujar Juliansyah menanggapi aspirasi tersebut.

Selain infrastruktur keamanan, isu ketenagakerjaan di sektor pertambangan juga mendominasi diskusi. Masyarakat menaruh harapan besar agar putra-putri daerah dapat terserap dalam proyek-proyek tambang yang beroperasi di wilayah Selatan Sumbawa, yang saat ini digarap oleh sejumlah perusahaan, seperti PT SJR.PT Intam termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN).

Terkait hal ini, Juliansyah menekankan perlunya langkah proaktif dari Pemerintah Daerah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Masyarakat berharap Pemda tidak hanya menunggu, tetapi turun langsung ke desa-desa untuk mendata potensi SDM yang tersedia.

"Pendataan ini krusial agar masyarakat kita memiliki kesempatan yang sama untuk direkrut. Kita tidak ingin menjadi penonton di rumah sendiri," tegas politisi asal Dapil Sumbawa 2 ini.

Lebih lanjut, Juliansyah menyoroti urgensi kesiapan ini mengingat masifnya proyek ekspansi dan pengembangan yang tengah dilakukan oleh AMMAN. Berdasarkan data perusahaan, Grup AMMAN memegang konsesi seluas 25.000 hektare yang mencakup tambang Batu Hijau dan proyek Elang.

Hingga tahun 2025, Grup telah mengeksplorasi area yang luas di kedua lokasi tersebut. Dengan cadangan bijih yang signifikan—696 juta ton di Batu Hijau dan 2.526 juta ton di Elang—potensi ekonomi ini dinilai sangat besar.

"Saat ini produksi masih bersumber dari Batu Hijau, dan diperkirakan akan berlanjut hingga tambang mencapai tahap akhir. Secara paralel, studi kelayakan definitif untuk tambang Elang telah selesai pada 2025. Pembangunannya dijadwalkan dimulai tahun ini (2026), dengan target produksi awal pada 2031," jelas Juliansyah.

Melihat skala proyek jangka panjang ini, Juliansyah meminta agar keberadaan sumber daya alam tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Sumbawa. Pembangunan tambang Elang yang akan memanfaatkan infrastruktur Batu Hijau yang sudah ada menandakan operasi yang terintegrasi dan kompleks.

Terkait komitmen perusahaan, Juliansyah mengapresiasi fokus AMMAN dalam meningkatkan kapabilitas SDM. Pada tahun 2025, perusahaan telah melakukan pelatihan bagi lebih dari 12.000 karyawan dan memberikan sertifikasi profesional kepada 223 orang. Hal ini dinilai sejalan dengan nilai-nilai tanggung jawab, integritas, dan perbaikan berkelanjutan.

"Namun, kita harus memastikan bahwa program pelatihan dan rekrutmen ini juga memprioritaskan tenaga kerja lokal secara nyata. Mulai dari pelatihan keselamatan, kepemimpinan, hingga kepatuhan terhadap Kode Etik yang diterapkan perusahaan, semuanya harus terukur dan inklusif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," tutup Juliansyah.

Melalui reses ini, Juliansyah berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Dete ke tingkat eksekutif di Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta mendorong sinergi yang lebih baik antara daerah dan pihak industri demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 11:36:39 +0800 amr
PDI Perjuangan NTB Peringati Peristiwa Kuda Tuli, Pengingat kalau Kebebasan Lahir dari Perjuangan Panjang https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-ntb-peringati-peristiwa-kudatuli-pengingat-kalau-kebebasan-lahir-dari-perjuangan-panjang https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-ntb-peringati-peristiwa-kudatuli-pengingat-kalau-kebebasan-lahir-dari-perjuangan-panjang PDI Perjuangan NTB Peringati Peristiwa Kuda Tuli, Pengingat kalau Kebebasan Lahir dari Perjuangan Panjang

MATARAM–Amarmedia.co.id - DPD PDI Perjuangan NTB memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli. Peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, pada 27 Juli 1996 itu menjadi pengingat bagi generasi hari ini bahwa demokrasi Indonesia tidak lahir begitu saja. Demokrasi pernah dibayar dengan intimidasi, kekerasan, bahkan nyawa.

Peringatan tersebut digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan NTB pada Ahad (26/7) malam. Tidak hanya pengurus, kader, dan fungsionaris partai, peringatan ini dibajjiri juga oleh aktivis mahasiswa, kalangan akademisi, hingga budayawan. 

DPD PDIP NTB memang menghajatkan kegiatan ini tidak semata untuk mengenang peristiwa sejarah belaka. Tapi menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat ingatan kolektif sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, persatuan, dan keadilan sosial.

Sejak memasuki arena lokasi kegiatan, peserta seolah diajak kembali ke tiga dekade silam. Foto-foto dokumentasi Kudatuli memenuhi sudut-sudut ruangan, menampilkan potret bentrokan, wajah-wajah para pejuang demokrasi, hingga jejak kekerasan yang pernah mewarnai perjalanan bangsa. Nuansa itu sengaja dihadirkan agar Kudatuli tidak hanya dikenang sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang.

Di tengah suasana yang sarat refleksi itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat membuka peringatan dengan mengajak seluruh peserta melihat Kudatuli secara utuh. Menurutnya, peristiwa 27 Juli 1996 tidak dapat dipahami hanya sebagai penyerbuan kantor partai, melainkan puncak dari rangkaian panjang pergulatan politik yang dialami PDI pada masa Orde Baru.

"Kita berkhidmat memperingati Kudatuli. Kudatuli tidak serta-merta hanya penyerbuan kantor. Peristiwa itu didahului sejarah yang panjang. Dan saya mengikuti seluruh proses serta rentetannya," ujar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini kemudian membawa seluruh peserta menelusuri perjalanan sejarah, jauh sebelum pagi berdarah 27 Juli 1996. Ia mengurai bagaimana Kongres IV PDI di Medan pada 1993 berakhir tanpa kepengurusan yang diakui, berlanjut pada Kongres Luar Biasa Surabaya yang mengukuhkan Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI secara de facto, hingga rekayasa Kongres Luar Biasa Medan yang menurutnya menjadi jalan menuju pecahnya konflik politik nasional.

Bagi Rachmat, Kudatuli tidak lahir dari kerusuhan spontan. Peristiwa itu merupakan puncak dari rangkaian panjang tekanan politik terhadap kekuatan yang dianggap mengancam kekuasaan Orde Baru. 

Rachmat menuturkan, bagaimana tindakan represi terhadap PDI tidak hanya terjadi di Jakarta. Di daerah, kader-kader partai juga menghadapi berbagai bentuk intimidasi politik.

Politisi lintas zaman ini mengenang bagaimana PDI di Lombok Timur kala itu berhasil memperoleh enam kursi DPRD. Berdasarkan perolehan kursi tersebut, PDI semestinya memperoleh jatah kursi pimpinan dewan. Namun hak itu, kata Rachmat, justru diberikan kepada partai lain.

Alih-alih menyerah, para kader memilih bertahan. Fraksi PDI di DPRD Lombok Timur, katanya, selama bertahun-tahun menyampaikan minderheid nota dalam berbagai pembahasan sebagai bentuk penolakan terhadap praktik politik yang dianggap mencederai demokrasi.

“Perlawanan tidak selalu dilakukan dengan teriakan. Kadang cukup dengan tetap berdiri ketika semua orang diminta berlutut,” ucap Rachmat dengan suara bergetar.

Bagi politisi senior yang menjadi bagian dari dinamika politik ini, Kudatuli bukan tentang siapa menang dan siapa kalah dalam perebutan kepemimpinan partai. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak pernah datang sebagai hadiah.

“Demokrasi yang kita nikmati hari ini dibayar mahal. Karena itu jangan pernah menganggapnya sesuatu yang biasa,” ucapnya.

Sambutan Rachmat menjadi pengantar yang kuat sebelum peserta menyaksikan pemutaran video dokumenter Kudatuli. Gambar-gambar penyerbuan, bentrokan, dan kekerasan yang memenuhi layar membuat arena peringatan beberapa kali terdiam.

Namun, suasana emosional justru hadir kembali ketika budayawan Kongso Sukoco tetiba muncul dari belakang hadirin membawakan monolog satir.

Melalui pertunjukan yang puitis sekaligus tajam, Kongso tidak hanya mengajak peserta mengenang luka masa lalu, tetapi juga mempertanyakan keberanian negara menyelesaikan warisan sejarah tersebut.

“Peristiwa Kudatuli paling hebat urusan memperingati. Yang dilupakan justru proses hukumnya,” katanya. Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan peserta.

Kongso mengingatkan bahwa tiga dekade telah berlalu, tetapi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, korban luka-luka, maupun mereka yang mengalami berbagai bentuk kekerasan masih menunggu kepastian hukum.

Kongso pun menyentil lambannya proses tersebut.

“Kalau 30 tahun hanya didorong, mestinya sudah sampai ke angkasa luar.”

Satir itu menjadi kritik sekaligus pengingat bahwa demokrasi tidak hanya membutuhkan keberanian untuk mengenang sejarah, tetapi juga keberanian negara menuntaskan keadilan.

Perspektif lain datang dari Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram Lalu Saepudin Gayep. Dalam sesi sarasehan dan diskusi yang dipandu oleh Megawati Iskandar Putri dari LBH Apik NTB, Gayep mengemukakan, Kudatuli tidak boleh dipersempit sebagai konflik elite politik ataupun sekadar persoalan internal partai.

“Kudatuli adalah pertarungan masyarakat sipil melawan kekuasaan yang represif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Hj. Megawati Soekarnoputri saat itu menjelma menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap praktik kekuasaan Orde Baru. Karena itu, Kudatuli bukan hanya milik PDI Perjuangan, melainkan bagian dari sejarah demokrasi Indonesia.

Kesaksian paling personal disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB I Made Slamet. Ia menunjukkan bekas luka di tubuhnya yang masih tersisa akibat tindakan represif aparat pada masa Orde Baru.

Rumah kosnya pernah dibakar. Ia pernah ditangkap, dibawa aparat, dan mengalami berbagai tekanan karena memilih tetap berada di barisan pro-demokrasi.

“Ini yang kami alami waktu memperjuangkan demokrasi,” katanya.

Made Slamet meyakini, semakin keras tekanan yang diberikan kala itu, semakin besar pula keberanian masyarakat untuk melawan.

“Kalau tidak ada Kudatuli, mungkin kita tidak menikmati demokrasi seperti sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP GMNI Bidang Kecerdasan Buatan dan Pusat Data Satya Ubaya Sakti mengajak generasi muda melihat Kudatuli sebagai pelajaran sejarah yang tidak boleh tenggelam dimakan waktu.

Ia mengaku bukan pelaku sejarah karena lahir setelah peristiwa tersebut. Namun justru karena itulah, menurutnya, peringatan seperti ini penting agar generasi baru memahami bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini tidak lahir begitu saja.

“Kalau sejarah berhenti diperingati, generasi setelah kita akan kehilangan ingatan tentang bagaimana demokrasi diperjuangkan,” ujarnya.

Peringatan 30 tahun Kudatuli di DPD PDI Perjuangan NTB ini berlangsung hingga menjelang pusat malam. Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB Hakam Ali Niazi menegaskan, bagi PDI Perjuangan NTB, kegiatan tersebut tidak sekadar untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi ruang refleksi bahwa demokrasi Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang tidak boleh dilupakan.

Melalui peringatan ini kata Hakam, seluruh kader partai dan para aktivis yang hadir, diajak menjaga ingatan kolektif tentang pentingnya kebebasan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak demokratis warga negara.

“Tiga dekade setelah Peristiwa Kudatuli, pesan yang mengemuka dalam forum seperti ini tetap sama. Demokrasi harus terus dirawat, sementara penyelesaian terhadap berbagai pelanggaran HAM masa lalu tetap menjadi pekerjaan rumah bangsa yang belum selesai,” ucapnya. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 11:28:07 +0800 amr
Ketika Bahasa Kehilangan Martabat https://amarmedia.co.id/ketika-bahasa-kehilangan-martabat https://amarmedia.co.id/ketika-bahasa-kehilangan-martabat Ketika Bahasa Kehilangan Martabat

Oleh : Asmediati 

"Bahasa menunjukkan bangsa." Ungkapan lama ini masih sangat relevan hingga hari ini. Cara seseorang berbicara bukan hanya mencerminkan tingkat pendidikan atau kecerdasannya, tetapi juga memperlihatkan kepribadian, etika, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Sayangnya, belakangan ini kita justru menyaksikan gejala yang memprihatinkan. Ruang publik semakin dipenuhi kata-kata kasar, cemoohan, dan hinaan yang diucapkan secara terbuka, bahkan oleh mereka yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.

Ungkapan seperti "Ndasmu!", "Goblok!", "Tolol!", atau "Lu punya otak, nggak?" semakin sering terdengar. Dulu, kata-kata seperti itu dianggap tidak pantas diucapkan di depan umum. Kini, sebagian orang justru menganggapnya sebagai hal biasa. Ada yang menyebutnya sebagai bentuk keberanian, ada pula yang menganggapnya sebagai gaya komunikasi yang lugas. Padahal, jika dicermati lebih dalam, penggunaan bahasa seperti itu perlahan sedang mengikis martabat manusia.

Fenomena ini dapat disebut sebagai dehumanisasi bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang merendahkan nilai kemanusiaan orang lain. Lawan bicara tidak lagi diperlakukan sebagai pribadi yang harus dihormati, melainkan dijadikan sasaran kemarahan, ejekan, atau hinaan. Dalam situasi seperti ini, bahasa kehilangan fungsi utamanya sebagai alat membangun pengertian. Sebaliknya, bahasa berubah menjadi alat untuk menyerang dan mempermalukan.

Banyak orang beranggapan bahwa kata-kata hanyalah ucapan yang akan hilang begitu saja. Kenyataannya tidak demikian. Kata-kata memiliki pengaruh yang sangat besar. Sebuah kalimat dapat membangkitkan semangat seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan rasa percaya dirinya. Tidak sedikit orang yang mampu melupakan rasa sakit karena luka fisik, tetapi tetap mengingat kata-kata yang pernah melukai harga dirinya bertahun-tahun kemudian.

Yang membuat keadaan semakin memprihatinkan adalah ketika bahasa kasar itu datang dari figur publik, elite politik, atau pemimpin yang setiap hari menjadi perhatian masyarakat. Apa yang mereka ucapkan tidak berhenti sebagai pendapat pribadi. Ucapan mereka didengar, disebarkan, dikutip, bahkan ditiru oleh banyak orang.

Dalam kehidupan bermasyarakat, moralitas publik tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia dipelihara melalui norma yang disepakati bersama dan melalui keteladanan. Ketika tokoh masyarakat mampu menjaga tutur kata, masyarakat belajar menghargai kesantunan. Namun, ketika tokoh yang memiliki pengaruh justru menggunakan bahasa yang kasar secara berulang, perlahan batas antara yang pantas dan tidak pantas menjadi kabur.

Inilah yang disebut normalisasi. Sesuatu yang awalnya dianggap tidak sopan berubah menjadi sesuatu yang biasa karena terlalu sering dipertontonkan. Lama-kelamaan masyarakat tidak lagi merasa terganggu. Bahkan, ada yang menganggap bahwa berbicara kasar merupakan simbol keberanian, ketegasan, atau kejujuran. Padahal, ketegasan tidak pernah identik dengan penghinaan.

Budaya Indonesia sejak dahulu dibangun di atas nilai kesopanan. Di berbagai daerah terdapat ungkapan yang mengajarkan pentingnya menjaga lisan. Orang tua mendidik anak-anak agar menghormati orang lain melalui pilihan kata. Guru mengingatkan murid untuk berbicara dengan santun kepada teman maupun kepada orang yang lebih tua. Nilai itu bukan sekadar adat, melainkan bagian dari karakter bangsa.

Ajaran agama pun memberikan pesan yang sama. Lisan harus dijaga karena setiap ucapan memiliki konsekuensi. Berbicara baik merupakan bentuk ibadah, sedangkan ucapan yang menyakiti hati orang lain termasuk perbuatan yang harus dihindari. Karena itu, kemampuan mengendalikan ucapan sesungguhnya merupakan ukuran kedewasaan seseorang.

Hal yang sama juga berlaku dalam etika kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik pertama-tama harus mampu mengendalikan dirinya sendiri sebelum mengendalikan orang lain. Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu ciri utama kepemimpinan yang matang. Pemimpin boleh marah, boleh berbeda pendapat, bahkan boleh mengkritik dengan keras. Namun, semua itu tetap dapat dilakukan tanpa harus merendahkan martabat orang lain.

Bahasa yang kasar sering kali menunjukkan bahwa emosi telah mengalahkan akal sehat. Ketika kemarahan lebih dominan daripada kebijaksanaan, kata-kata yang keluar cenderung melukai. Padahal, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menenangkan keadaan, bukan justru memperkeruh suasana.

Dampak yang paling nyata dari fenomena ini dirasakan oleh dunia pendidikan. Guru memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, termasuk membiasakan mereka menggunakan bahasa yang santun. Namun, pekerjaan itu menjadi semakin berat ketika anak-anak setiap hari menyaksikan contoh yang bertolak belakang dari ruang publik.

Anak-anak belajar bukan hanya dari buku pelajaran. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan saksikan setiap hari. Ketika tokoh yang mereka kenal menggunakan kata-kata kasar tanpa merasa bersalah, mereka dapat menganggap bahwa perilaku tersebut boleh ditiru. Akibatnya, guru harus bekerja dua kali lebih keras untuk menjelaskan bahwa tidak semua yang dilakukan orang terkenal layak dijadikan teladan.

Tidak sedikit guru yang kini menghadapi kenyataan bahwa bahasa kasar mulai masuk ke ruang kelas. Candaan antarteman berubah menjadi ejekan. Perbedaan pendapat berubah menjadi makian. Bahkan, media sosial mempercepat penyebaran kebiasaan tersebut. Apa yang viral sering dianggap benar, padahal belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang baik.

Dalam kondisi seperti ini, sekolah tidak mungkin bekerja sendirian. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya. Anak membutuhkan contoh nyata di rumah tentang bagaimana menyampaikan pendapat tanpa menghina, bagaimana berbeda pandangan tanpa memaki, dan bagaimana mengendalikan emosi ketika menghadapi masalah.

Media juga memegang tanggung jawab besar. Kebebasan pers memang harus dijaga, tetapi media juga memiliki peran mendidik masyarakat. Pemberitaan seharusnya tidak hanya mengejar sensasi dari ucapan-ucapan kasar, melainkan juga mengajak publik memahami pentingnya etika dalam komunikasi.

Demokrasi memang memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Akan tetapi, demokrasi tidak pernah mengajarkan penghinaan. Kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan merendahkan martabat orang lain. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga tutur kata.

Sudah saatnya kita mengembalikan bahasa kepada fungsi yang sebenarnya, yaitu membangun pengertian, mempererat persaudaraan, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog yang sehat. Bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kekuatan ekonomi atau kemajuan teknologinya, tetapi juga dari kualitas budaya berbahasanya.

Para pemimpin, tokoh masyarakat, pendidik, orang tua, media, hingga masyarakat biasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kesantunan bahasa. Keteladanan tidak membutuhkan pidato yang panjang. Keteladanan cukup dimulai dari memilih kata yang tepat, menghormati lawan bicara, dan mampu mengendalikan emosi ketika berbicara.

Pada akhirnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah cermin peradaban. Ketika bahasa kehilangan martabat, yang sesungguhnya sedang kehilangan martabat adalah kita sendiri sebagai manusia. Karena itu, menjaga lisan bukan hanya soal sopan santun, melainkan juga upaya menjaga kemanusiaan dan merawat masa depan bangsa. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 07:45:36 +0800 amr
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sumbawa Perkenalkan Tenun Kre Alang Sebagai Wastra Unggulan Daerah Pada Puncak HUT Ke&46 Dekranas https://amarmedia.co.id/ketua-umum-dekranasda-kabupaten-sumbawa-perkenalkan-tenun-kre-alang-sebagai-wastra-unggulan-daerah-pada-puncak-hut-ke-46-dekranas https://amarmedia.co.id/ketua-umum-dekranasda-kabupaten-sumbawa-perkenalkan-tenun-kre-alang-sebagai-wastra-unggulan-daerah-pada-puncak-hut-ke-46-dekranas Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sumbawa Perkenalkan Tenun Kre Alang Sebagai Wastra Unggulan Daerah Pada Puncak HUT Ke-46 Dekranas

Makassar, Amarmedia.co.id– Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., mempromosikan kain tenun Kre Alang sebagai salah satu wastra unggulan Kabupaten Sumbawa pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026) lalu.

Mengangkat tema, "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", peringatan HUT Dekranas yang diselenggarakan pada 9–12 Juli 2026 tersebut menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan kekayaan kriya Nusantara sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kerajinan unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran, yang ditandai dengan pemukulan Gendang Pakan Jara sebagai simbol dimulainya rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas. Sebelumnya, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia, dengan target kunjungan mencapai 40.000 orang selama pelaksanaan pameran.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Kabupaten Sumbawa turut menampilkan berbagai produk kerajinan unggulan di stan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, stan tersebut menampilkan koleksi kain tenun Kre Alang dengan beragam motif khas yang merepresentasikan kekayaan budaya, nilai-nilai kearifan lokal, serta keahlian para perajin Sumbawa.

Partisipasi Dekranasda Kabupaten Sumbawa dalam ajang nasional ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dekranasda untuk terus memperluas promosi wastra daerah, membuka peluang kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam kunjungannya ke stan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran, berkesempatan melihat secara langsung berbagai produk kriya unggulan yang dipamerkan, termasuk koleksi kain tenun Kre Alang asal Kabupaten Sumbawa. Kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi para perajin untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Dalam sambutannya, Ny. Selvi Gibran menekankan pentingnya kemampuan para perajin untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar. Menurutnya, selain menjaga kualitas produk, para perajin juga perlu memanfaatkan platform digital sebagai media promosi guna memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk kriya Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Rangkaian kegiatan HUT ke-46 Dekranas juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Dekranas dan Bank Indonesia yang ditandai dengan penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) kepada Ketua Umum Dekranas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan UMKM, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas perajin, serta mendukung pengembangan pemasaran produk kerajinan Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa hadir bersama Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ny. Sinta Agathia Iqbal, serta para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-NTB. Kehadiran mereka menjadi wujud sinergi dalam mempromosikan potensi kerajinan daerah serta memperkenalkan kekayaan kriya Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

Selain mengikuti rangkaian pembukaan dan pameran, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa juga menghadiri Malam Ramah Tamah yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi antar-Dekranasda dalam mendukung kemajuan industri kerajinan nasional.(AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 07:35:08 +0800 amr
Dua Dekade Mengabdi: Tasyakuran Milad ke&20 Pondok Modern Al&Hikmah Utan Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan https://amarmedia.co.id/dua-dekade-mengabdi-tasyakuran-milad-ke-20-pondok-modern-al-hikmah-utan-kukuhkan-peran-strategis-menyongsong-peradaban-masa-depan https://amarmedia.co.id/dua-dekade-mengabdi-tasyakuran-milad-ke-20-pondok-modern-al-hikmah-utan-kukuhkan-peran-strategis-menyongsong-peradaban-masa-depan Dua Dekade Mengabdi: Tasyakuran Milad ke-20 Pondok Modern Al-Hikmah Utan Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan

UTAN, SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Pondok Modern Al-Hikmah Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sukses menyelenggarakan puncak perayaan Tasyakuran dan Milad ke-20 pada akhir pekan ini Minggu 26 Juli 2026 .Mengusung tema "Dua Dekade Mengabdi, Membangun Peradaban dan Mengokohkan Pijakan Menuju 20 Tahun Kedua", acara khidmat ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang institusi dalam menjaga akhlak dan mencetak generasi unggul di tanah Sumbawa.

Acara yang sarat kehangatan dan rasa syukur tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, S.E. Turut hadir pula Wakil Bupati Sumbawa Drs. H.Mohamad Ansori, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sumbawa H Faisal Salim SAg.M.M.Inov, jajaran TNI/Polri termasuk Dandim, Camat Utan, para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa, serta tokoh masyarakat setempat.

Perjalanan Dua Dekade: Dari Kubangan Kerbau Menjadi Kampus Peradaban

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ustadz Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., dilanjutkan dengan penayangan film dokumenter profil Pondok Pesantren Modern Al-Hikmah Utan yang menggambarkan kilas balik perjuangan lembaganya sebagai benteng penjaga akhlak selama dua puluh tahun terakhir.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah, Ustadz KH. Syihabuddin Muhammad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam sebagai tahaddus bin ni'mah atas perjalanan dua dekade lembaga yang dipimpinnya. Ia mengenang kembali awal mula tercetusnya gagasan mendirikan pesantren yang justru bermula dari perantauan di Riyadh, Arab Saudi, dan Masjidil Haram bersama rekan-rekan sesama asal Sumbawa.

"Ide mendirikan Al-Hikmah ini awalnya bukan lahir di Indonesia, melainkan di Riyadh dan Masjidil Haram. Dulu, lokasi kampus ini awalnya adalah tempat kubangan kerbau yang merupakan tanah wakaf dari Hajjah Hawa—sehingga kampus ini kami namakan Kampus Hajah Hawa. Berkat niat tulus yang mewakafkan, kubangan kerbau itu kini 'kita ubah' menjadi santri-santri yang menimba ilmu," ujar Ustadz KH. Syihabuddin di hadapan ratusan tamu undangan.

Ia memaparkan, saat ini Pondok Modern Al-Hikmah menaungi berbagai lembaga pendidikan mulai dari TPQ, Diniyah, SMP, hingga Madrasah Aliyah dengan sistem pendidikan ala pesantren modern. Tercatat sudah ada 1.999 santri yang pernah menimba ilmu di pondok ini, dengan jumlah santri SMP saat ini mencapai sekitar 400 sampai 500 orang.

Alumni Al-Hikmah kini telah tersebar melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri, seperti UIN Mataram, Jakarta, LIPIA, Universitas Pamulang, Universitas Samawa (UNSA), Universitas Cordova (UNVA), hingga Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Rangkaian Milad ke-20 ini juga dirangkaikan dengan Festival Anak Soleh yang diikuti oleh 220 peserta dari berbagai kecamatan di sekitar Sumbawa, penyelenggaraan Pekan Olahraga Santri, serta diskusi panel mengenai masa depan pesantren di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, momentum ini juga menandai pengukuhan Forum Kerja Sama Pondok Pesantren Kabupaten Sumbawa.

Wamen PKP Fahri Hamzah: Pesantren Adalah Benteng Pertahanan Kemanusiaan di Era AI

Wakil Menteri PKP RI, H. Fahri Hamzah, S.E., dalam orasi kebangsaannya menyampaikan apresiasi tinggi atas ketangguhan para perintis dan pengasuh Pondok Modern Al-Hikmah yang konsisten membangun masyarakat dari bawah.

Mengawali sambutannya dengan bernostalgia mengenai masa kecilnya di Utan dan pentingnya perantauan dalam membentuk mentalitas dan rasa ingin tahu, Fahri menekankan bahwa tugas utama institusi pendidikan adalah menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian berpikir besar bagi generasi muda.

Memasuki era modern yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence seperti Gemini, ChatGPT, dan Perplexity), Fahri mengingatkan bahwa tantangan masa depan anak-anak remaja akan semakin berat akibat arus informasi yang tanpa batas (over-connectivity).

"Di dunia barat, kemajuan teknologi kini mulai menggantikan peran otot hingga otak manusia. Mesin robot dan AI bisa menjawab apa saja dengan data yang lengkap. Namun, ada satu hal yang diyakini tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh mesin, yaitu Hati," tegas Fahri Hamzah.

Ia menambahkan, di tengah gempuran informasi dan era digital saat ini, pondok pesantren memegang peranan vital sebagai benteng pertahanan agar manusia tetap mempertahankan esensi kemanusiaannya.

"Maka, pesantren harus mengajarkan semuanya—menyehatkan fisik, melatih anak-anak untuk berani bertanya dan berimajinasi, serta memperkuat jiwa. Angka 20 tahun Al-Hikmah ini sangat pas dengan proyeksi Indonesia Emas 2045. Kemungkinan kemenangan peradaban Islam ke depan adalah peradaban yang mampu memulihkan kemanusiaan melalui nilai-nilai fitrah dan agama," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa melantik pengurus Forum Kerjasama Antara Pesantren Kabupaten Sumbawa memberikan sambutan hangat dan support kiprah pondok pesantren dalam membangun generasi unggul berakhlak dan turut serta membangun daerah. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 05:59:19 +0800 amr
ORADO NTB Gelar Turnamen Terbuka 2026, Ajang Bergengsi Domino Berhadiah Rp25 Juta https://amarmedia.co.id/orado-ntb-gelar-turnamen-terbuka-2026-ajang-bergengsi-domino-berhadiah-rp25-juta https://amarmedia.co.id/orado-ntb-gelar-turnamen-terbuka-2026-ajang-bergengsi-domino-berhadiah-rp25-juta ORADO NTB Gelar Turnamen Terbuka 2026, Ajang Bergengsi Domino Berhadiah Rp25 Juta

MATARAM.Amarmedia.co.id — Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Nusa Tenggara Barat sukses menggelar Turnamen Terbuka ORADO NTB 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu dan Minggu, 25–26 Juli 2026. Bertempat di Meekow, Jalan Lingkar Selatan, Mataram, kejuaraan ini mempertemukan 64 tim dari berbagai daerah yang bertanding ketat memperebutkan total hadiah sebesar Rp25.000.000,-.

Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh sportivitas. Ketua Panitia Pelaksana, Erwin Irawan, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi bukti pesatnya perkembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Nusa Tenggara Barat.

"Antusiasme 64 tim yang bertanding sangat luar biasa. Turnamen terbuka ini kami hadirkan bukan hanya untuk memperebutkan total hadiah Rp25 juta, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, pembentukan mental bertanding, dan ajang unjuk kebolehan para atlet domino di NTB," ujar Erwin Irawan di sela-sela penutupan acara, Minggu (26/7).

Dari sisi teknis pertandingan, jalannya kejuaraan dipastikan berlangsung fair dan profesional di bawah pengawasan perangkat pertandingan resmi. Ketua Wasit ORADO NTB, Abdurrahman, menegaskan bahwa seluruh jalannya laga dari babak penyisihan hingga babak final mengacu pada regulasi pertandingan standar ORADO.

"Kami mengapresiasi seluruh peserta yang menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama turnamen berlangsung. Penerapan aturan pertandingan secara tegas dan objektif membuat jalannya kompetisi berkualitas serta melahirkan para juara yang benar-benar teruji," tegas Abdurrahman.

Pemilihan lokasi di Meekow Jalan Lingkar Selatan Mataram juga memberikan kenyamanan bagi para peserta dan pendukung yang memadati area turnamen hingga partai puncak pada Minggu malam.

Gelaran ini ditutup secara resmi dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang. Suksesnya Turnamen Terbuka ORADO NTB menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan ORADO NTB untuk terus menggelar agenda kejuaraan rutin guna melahirkan atlet-atlet domino berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Tentang ORADO NTB:

Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) NTB adalah wadah resmi pengawasan, pembinaan, dan pengembangan olahraga domino di wilayah Nusa Tenggara Barat guna mencetak atlet-atlet profesional dan berprestasi. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 05:43:22 +0800 amr
Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026, Anggota Polres Sumbawa Ikut Harumkan Nama Daerah https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026-anggota-polres-sumbawa-ikut-harumkan-nama-daerah https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026-anggota-polres-sumbawa-ikut-harumkan-nama-daerah Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026, Anggota Polres Sumbawa Ikut Harumkan Nama Daerah

TALIWANG, KSB.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Salah satu momen paling disorot datang dari Aipda I Made Rudiana, seorang anggota Polri yang sehari-hari bertugas sebagai Paurmin Bag Log Polres Sumbawa. Di tengah kesibukannya mengemban tugas kepolisian, ia sukses mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dengan mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga panahan.

Turun di nomor Barebow 50 Meter Beregu Putra, Aipda I Made Rudiana bersama rekan-rekan setimnya sukses mengamankan podium tertinggi setelah melalui perjuangan sengit di KTC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (23/7/2026).

Rangkaian pertandingan cabang olahraga panahan yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang sejak 17 hingga 24 Juli 2026 ini menjadi saksi ketangguhan para pemanah asal Bumi Sabalong Samalewa tersebut.

Semifinal Sesama Sumbawa

Langkah Tim 1 Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa—yang diperkuat oleh Agus Subandi, Aipda I Made Rudiana, dan Lukman Bayuwarsah—mulai menapaki tangga juara setelah melewati babak semifinal yang unik.

Di babak empat besar, mereka harus berhadapan langsung dengan rekan sedaerah dari Tim 2 Kabupaten Sumbawa yang diisi oleh Mohammad Sirajuddin, Muhammad Ali, dan Yudi Patria Negara.

Pertandingan antarkolega ini dimenangkan oleh tim Aipda I Made Rudiana dkk dengan skor meyakinkan 6-0. Dominasi terlihat sejak set pertama hingga ketiga dengan rincian perolehan skor:

Set Pertama: Sumbawa 1 (44) vs Sumbawa 2 (43)

Set Kedua:Sumbawa 1 (47) vs Sumbawa 2 (40)

Set Ketiga: Sumbawa 1 (53) vs Sumbawa 2 (42)

Kemenangan mutlak ini mengantarkan mereka melenggang mulus ke babak puncak. Sementara itu, Tim 2 Kabupaten Sumbawa selanjutnya harus berjuang di perebutan tempat ketiga melawan perwakilan Lombok Barat.

Duel Puncak yang Menegangkan Kontra Tuan Rumah

Di partai final Alternate Shoot Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa ditantang oleh tim tuan rumah yang tangguh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pertandingan perebutan medali emas ini berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh ketegangan.

Kendati mendapat tekanan dari pendukung tuan rumah, para pemanah Sumbawa tetap tampil fokus dan tenang. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan di tiga set penentuan dengan keunggulan skor yang konsisten:

Set Pertama: Sumbawa (48) vs KSB (34)

Set Kedua:Sumbawa (50) vs KSB (41)

Set Ketiga: Sumbawa (47) vs KSB (40)

Dengan keunggulan skor mutlak tersebut, Tim Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa dipastikan keluar sebagai Juara Pertama dan berhak atas Medali Emas

Atas prestasinya Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih jajarannya bersama tim panahan Kabupaten Sumbawa. 

Keberhasilan Aipda I Made Rudiana bersama tim panahan ini menambah daftar panjang catatan prestasi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV NTB 2026, sekaligus membuktikan dedikasi tinggi aparat penegak hukum dalam membanggakan daerah di bidang olahraga. (AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 15:49:19 +0800 amr
Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026 Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026

Taliwang, KSB.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. Turun di nomor Barebow 50 Meter Beregu Putra, Tim Sumbawa sukses mengamankan medali emas setelah melalui perjuangan sengit di KTC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (23/7/2026).

Rangkaian pertandingan cabang olahraga panahan yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang sejak 17 hingga 24 Juli 2026 ini menjadi saksi ketangguhan para pemanah asal Bumi Sabalong Samalewa.

Semifinal Sesama Sumbawa

Langkah Tim 1 Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa—yang diperkuat oleh Agus Subandi, I Made Rudiana, dan Lukman Bayuwarsah—mulai menapaki tangga juara setelah melewati babak semifinal yang unik.

Di babak empat besar, mereka harus berhadapan langsung dengan rekan sedaerah dari Tim 2 Kabupaten Sumbawa yang diisi oleh Mohammad Sirajuddin, Muhammad Ali, dan Yudi Patria Negara.

Pertandingan antarkolega ini dimenangkan oleh tim Agus Subandi dkk dengan skor meyakinkan 6-0. Dominasi terlihat sejak set pertama hingga ketiga dengan rincian perolehan skor:

Set Pertama:Sumbawa 1 (44) vs Sumbawa 2 (43)

Set Kedua:Sumbawa 1 (47) vs Sumbawa 2 (40)

Set Ketiga:Sumbawa 1 (53) vs Sumbawa 2 (42)

Kemenangan mutlak ini mengantarkan Agus Subandi dan kawan-kawan melenggang mulus ke babak puncak. Sementara itu, Tim 2 Kabupaten Sumbawa selanjutnya harus berjuang di perebutan tempat ketiga melawan perwakilan Lombok Barat.

Duel Puncak yang Menegangkan Kontra Tuan Rumah

Di partai final Alternate Shoot Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa ditantang oleh tim tuan rumah yang tangguh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pertandingan perebutan medali emas ini berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh ketegangan.

Kendati mendapat tekanan dari pendukung tuan rumah, para pemanah Sumbawa tetap tampil fokus dan tenang. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan di tiga set penentuan dengan keunggulan skor yang konsisten:

Set Pertama:Sumbawa (48) vs KSB (34)

Set Kedua: Sumbawa (50) vs KSB (41)

Set Ketiga: Sumbawa (47) vs KSB (40)

Dengan keunggulan skor mutlak tersebut, Tim Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa dipastikan keluar sebagai Juara Pertama dan berhak atas Medali Emas

Sementara itu, medali perunggu pada nomor ini berhasil diamankan oleh kontingen Kabupaten Lombok Barat setelah mengalahkan Tim 2 Kabupaten Sumbawa dalam perebutan tempat ketiga.

Apresiasi dari Ketua KONI Sumbawa

Menanggapi kesuksesan ini, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial.

"Atas nama KONI Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, ketua cabang olahraga, manager, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama baik Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV XII NTB," ujar Rafiq.

Beliau menegaskan bahwa medali ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. "Prestasi tersebut adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa."

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus cabang olahraga dan manager yang telah mendampingi dengan dedikasi. Bagi atlet yang berhasil, beliau mengucapkan selamat, dan bagi yang belum berhasil, beliau memberikan semangat untuk terus berjuang.

Ke depan, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, baik untuk atlet elite maupun atlet usia dini. "Dengan pembinaan yang lebih baik dan semangat pantang menyerah, kita yakin prestasi olahraga Kabupaten Sumbawa akan semakin gemilang," tambah Rafiq.

"Terima kasih atas seluruh pengorbanan, dedikasi, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk Kabupaten Sumbawa. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga marwah olahraga daerah, dan membangun prestasi melalui pembinaan atlet-atlet asli Sumbawa. PRAGAS! PRAGAS! PRAGAS!" tutup Abdul Rafiq.

Pernyataan Ketua PERPANI Sumbawa

Senada dengan itu, Ketua PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. "Alhamdulillah, target kita semua telah tercapai, yaitu anak-anak semuanya bermain dengan baik. Terlihat kita bisa meloloskan 13 archer ke final. Terima kasih atas perjuangan semua anak-anak dan atlet Barebow," ujar Yamin.

Kemenangan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman di PORPROV NTB 2026 ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berlatih keras dan menggapai prestasi tertinggi dalam bidang apa pun.(AM)

Keberhasilan ini menambah daftar panjang catatan prestasi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV NTB 2026, sekaligus membuktikan kualitas pembinaan cabang olahraga panahan yang semakin matang di tingkat regional. (AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 11:10:11 +0800 amr
Menuju Medali Emas : Perjalanan Gemilang Cinta Sakinah Rizkilah Mahasiswa Unram di Panahan Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/menuju-medali-emas-perjalanan-gemilang-cinta-sakinah-rizkilah-mahasiswa-unram-di-panahan-recurve-70m-mix-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/menuju-medali-emas-perjalanan-gemilang-cinta-sakinah-rizkilah-mahasiswa-unram-di-panahan-recurve-70m-mix-porprov-ntb-2026 Menuju Medali Emas: Perjalanan Gemilang Cinta Sakinah Rizkilah Mahasiswa Unram di Panahan Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026

Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id  — Ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada 17–24 Juli 2026, menyajikan persaingan yang sangat ketat di cabang olahraga panahan.

Salah satu sorotan utama datang dari divisi Recurve 70m Mix, di mana mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Mataram, Cinta Sakinah Rizkilah, yang berpasangan dengan Andi Rachman dari Tim Kabupaten Sumbawa 2, sukses menorehkan perjalanan luar biasa hingga mengukuhkan diri sebagai juara.

Perjalanan Menuju Puncak: Babak Perempat Final

Persaingan ketat langsung tersaji sejak babak 1/4 Finals. Perjalanan tim-tim perwakilan daerah diwarnai aksi saling kejar poin:

Kabupaten Sumbawa (Tim 1) yang diperkuat Jinan Karina Subandi dan Joko Suprianto berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Kabupaten Sumbawa Barat (2) (Fathiyatul Hidayati dan Rahmatullah) dengan skor meyakinkan 6-0 (perolehan poin set: 32-19, 28-18, 29-15). Di sisi lain, Kabupaten Sumbawa Barat (1) (Putri Eka Lestari dan Sahibul Fikri) harus mengakui keunggulan Kota Mataram (2) (Mirza Febriyanti Putri dan Diaz Muhammad Daffa Habibi) dengan skor 0-6 (perolehan poin: 26-32, 27-30, 31-32).

Sementara itu, aksi impresif ditunjukkan oleh Cinta Sakinah Rizkilah bersama Andi Rachman (Kabupaten Sumbawa 2) di babak perempat final. Berhadapan dengan Kabupaten Lombok Timur yang menurunkan Salsabila Jannatul Ma’wa dan Hazimul Ihsani, S.Pd., pasangan Sumbawa 2 tampil dominan dan mengunci kemenangan dengan skor 5-1 (perolehan poin set: 34-29, 34-34, 30-25).

Duel Sengit di Babak Semifinal

Memasuki babak Semifinal, atmosfer kompetisi semakin memanas:

Team Recurve Kabupaten Sumbawa (1) terlibat duel alot melawan Team Kota Mataram (2) dalam pertarungan ketat empat set (29-29, 33-33, 31-30, 32-28) yang akhirnya dimenangkan oleh wakil Sumbawa.

Sementara itu, Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman (Kabupaten Sumbawa 2) menghadapi tantangan berat melawan wakil tangguh Kota Mataram (1). Pertandingan berlangsung sangat seru. Meskipun Kota Mataram unggul di beberapa set (31-25, 31-30, 33-23), ketenangan dan konsistensi pasangan Sumbawa 2 berhasil membalikkan keadaan dan membawa mereka menang dengan skor 5-1, mengantar mereka melaju ke partai puncak.

Drama All-Sumbawa Final: Perebutan Gelar Juara

Puncak kejutan tersaji di babak Final, di mana terjadi all-Sumbawa final yang mempertemukan sesama wakil daerah: Tim Kabupaten Sumbawa (1)melawan Tim Kabupaten Sumbawa 2 (Cinta Sakinah Rizkilah & Andi Rachman).

Pertandingan berlangsung sangat dramatis dan penuh debar hingga set keempat. Kejar-kejaran angka terjadi secara ketat:

Tim Sumbawa (1):33, 30, 34, 30 dan Tim Sumbawa 2 (Cinta Sakinah Rizkilah & Andi Rachman): 31, 35, 24, 33

Berkat ketangguhan mental di detik-detik akhir, Tim Sumbawa 2 yang diperkuat oleh mahasiswi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram, Cinta Sakinah Rizkilah, sukses keluar sebagai Juara Pertama ( medali emas) divisi Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026.

Prestasi gemilang ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi Civitas Akademika Universitas Mataram, khususnya Program Studi Arsitektur.

Apresiasi dari Ketua KONI Sumbawa

Menanggapi kesuksesan ini, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Atas nama KONI Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, ketua cabang olahraga, manager, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama baik Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV XII NTB," ujar Rafiq.

Beliau menegaskan bahwa medali ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. "Prestasi tersebut adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa."

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus cabang olahraga dan manager yang telah mendampingi dengan dedikasi. Bagi atlet yang berhasil, beliau mengucapkan selamat, dan bagi yang belum berhasil, beliau memberikan semangat untuk terus berjuang.

Ke depan, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, baik untuk atlet elite maupun atlet usia dini. "Dengan pembinaan yang lebih baik dan semangat pantang menyerah, kita yakin prestasi olahraga Kabupaten Sumbawa akan semakin gemilang," tambah Rafiq.

"Terima kasih atas seluruh pengorbanan, dedikasi, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk Kabupaten Sumbawa. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga marwah olahraga daerah, dan membangun prestasi melalui pembinaan atlet-atlet asli Sumbawa. PRAGAS! PRAGAS! PRAGAS!" tutup Abdul Rafiq.

Pernyataan Ketua PERPANI Sumbawa

Senada dengan itu, Ketua PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. "Alhamdulillah, target kita semua telah tercapai, yaitu anak-anak semuanya bermain dengan baik. Terlihat kita bisa meloloskan 13 archer ke final. Terima kasih atas perjuangan semua anak-anak dan atlet Barebow," ujar Yamin.

Kemenangan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman di PORPROV NTB 2026 ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berlatih keras dan menggapai prestasi tertinggi dalam bidang apa pun.(AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 10:13:16 +0800 amr
NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi https://amarmedia.co.id/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi https://amarmedia.co.id/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan kepastian bagi investasi. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana, para bupati dan wali kota se-NTB, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Astoria Hotel Mataram (24/7).

Gubernur Miq Iqbal mengatakan revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan daerah, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

"NTB memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama juga menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," ujar Miq Iqbal.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ratusan rencana investasi di NTB yang belum dapat diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) akibat belum selesainya penyesuaian dokumen tata ruang. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya berbagai investasi di sektor perumahan, infrastruktur, pariwisata, hingga pengembangan kawasan ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membangun kesepahaman baru dalam penyelesaian revisi RTRW melalui pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi komitmen menjaga ketahanan pangan.

Menurut Miq Iqbal apabila sebelumnya target perlindungan lahan sawah dipenuhi oleh masing-masing kabupaten dan kota, kini pengukurannya dilakukan pada tingkat provinsi sehingga memungkinkan adanya mekanisme subsidi silang antarwilayah.

"Alhamdulillah, melalui komitmen seluruh kepala daerah, NTB berhasil mencapai angka perlindungan lahan sawah sebesar 87,04 persen. Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang sehingga investasi yang selama ini tertunda dapat segera berjalan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTB menandatangani komitmen percepatan revisi RTRW dengan mengintegrasikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam dokumen tata ruang. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pangan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia sehingga mitigasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

Memasuki musim kemarau, kata Suharyanto, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Berdasarkan analisis BNPB dan BMKG, sebagian wilayah NTB memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

"Mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan setelah bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, BNPB akan terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui penyediaan kendaraan operasional, pompa air, sumur bor, tangki air, logistik kebencanaan, hingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai kebutuhan daerah.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan bahwa tata ruang bukan sekadar instrumen perizinan, tetapi menjadi fondasi utama dalam mengatur arah pembangunan, melindungi kawasan pertanian, mengendalikan pemanfaatan ruang, dan mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN pada tahun 2026 mengalokasikan penyusunan enam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi NTB sebagai bagian dari percepatan pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pelayanan perizinan yang lebih cepat dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam penyusunan RTRW tersebut, data kebencanaan dari BNPB akan diintegrasikan dengan data geospasial untuk menentukan kawasan rawan bencana, jalur evakuasi, lokasi evakuasi sementara, serta kawasan yang harus dilindungi dari pemanfaatan berisiko tinggi.

Percepatan revisi RTRW yang mengintegrasikan kajian risiko bencana menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelaraskan kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pangan. Dengan kepastian tata ruang yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi bencana, NTB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang semakin kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta membangun daerah yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(AM/Kominfotik)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 09:38:19 +0800 amr
Hasil Akhir Perolehan Medali Kabupaten Sumbawa Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/hasil-akhir-perolehan-medali-kabupaten-sumbawa-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/hasil-akhir-perolehan-medali-kabupaten-sumbawa-porprov-ntb-2026 Sat, 25 Jul 2026 09:28:54 +0800 amr Profil M. Jurnawi Fakhruddin Chairman of Judge (COJ) / Ketua Wasit PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-chairman-of-judge-coj-ketua-wasit-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-chairman-of-judge-coj-ketua-wasit-porprov-ntb-2026 Profil M. Jurnawi Fakhruddin.Chairman of Judge (COJ) / Ketua Wasit PORPROV NTB 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Dunia panahan Indonesia kembali menyaksikan kiprah salah satu sosok berintegritas tinggi di bidang perwasitan. M. Jurnawi Fakhruddin, wasit bersertifikasi nasional, menjadi salah satu kunci kesuksesan Porprov XII NTB Cabor panahan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dirinya  ditunjuk sebagai Chairman of Judge (COJ) atau Ketua Wasit pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026 tersebut.

Amanah ini menambah panjang deretan rekam jejak kepemimpinannya di lapangan perpanahan tanah air. M. Jurnawi Fakhruddin dikenal sebagai sosok pengadil lapangan yang tegas, cermat, dan berdedikasi tinggi.

Penunjukan M. Jurnawi Fakhruddin di ajang PORPROV NTB 2026 bukanlah tanpa alasan. Pengalaman dan rekam jejaknya di berbagai ajang besar berskala nasional sudah tidak diragukan lagi. Beberapa penugasan krusial yang pernah dipimpin dan dilayaninya antara lain:PEPARNAS di Papua, KEJURNAS di Bogor, KEJURNAS di Bali, Bupati Sumbawa Barat Cup (BSBC) di Sumbawa Barat serta berbagai kejuaraan resmi daerah dan nasional lainnya.

Perangkat Teknis dan Pendukung Perlombaan

Kelancaran dan keabsahan perlombaan panahan PORPROV NTB 2026 didukung oleh jajaran perangkat teknis (technical officials) berpengalaman dari pelbagai daerah di Indonesia:

Dewan Pimpinan & Manajerial : Technical Delegate: Reno Sagita SE (DKI Jakarta), Venue Manager: Zainul Amri, S.Sos., M.Si. (NTB). Result Manager: Mahmud Rasyid (DKI Jakarta), Jury of Appeal:Reno Sagita, S.E. Chairman of Judge (COJ): M. Jurnawi Fakhruddin (NTB)

Pelaksana Lapangan (DOS)

Director of Shooting (DOS):Banu Fatakun Cahyo Nugroho (DI Yogyakarta) Assistant DOS: Ahmadiyah Harmoko (NTB)

Jajaran Wasit / Judge :  Tomoko Suzuki (Bali), Nurhaini (Bali), Dessy Rillia (DKI Jakarta), Muhammad Al Ghazi Basri (DKI Jakarta), Fauzia Putri Pertiwi, S.E. (DI Yogyakarta)Lukmanul Hakim, S.A.P., M.Ak. (NTB) Endy Rahman Suhendi (NTB)

Dengan kepemimpinan M. Jurnawi Fakhruddin beserta sinergi seluruh tim penilai dan teknis yang profesional, ajang panahan PORPROV NTB 2026 di Sumbawa Barat berjalan sukses secara adil, sportif, dan berstandar nasional. (AM)

]]>
Fri, 24 Jul 2026 20:11:32 +0800 amr
Wakil Bupati Sumbawa Lepas Peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) ke PT Panasonic Manufacturing Indonesia https://amarmedia.co.id/wakil-bupati-sumbawa-lepas-peserta-program-latihan-kerja-industri-plki-ke-pt-panasonic-manufacturing-indonesia https://amarmedia.co.id/wakil-bupati-sumbawa-lepas-peserta-program-latihan-kerja-industri-plki-ke-pt-panasonic-manufacturing-indonesia Wakil Bupati Sumbawa Lepas Peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) ke PT Panasonic Manufacturing Indonesia

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 22 Juli 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi melepas peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) dalam rangka Bridging Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia Jakarta Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (22/7/2026).

Program ini merupakan realisasi salah satu dari 12 Program Unggulan Jarot-Ansori (Program Unggulan Ke-4), yaitu, Menciptakan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, beserta jajaran, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Sumbawa, serta para peserta magang yang akan diberangkatkan mengikuti program pelatihan industri di PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M.Si., menyampaikan laporan pelaksanaan Program Latihan Kerja Industri (PLKI) Bridging kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia Tahun 2026. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti program tersebut telah melalui serangkaian tahapan seleksi secara ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes, hingga wawancara bersama pihak PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

H. Khaeruddin mengatakan, seluruh biaya proses seleksi hingga pemberangkatan peserta ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Selama mengikuti program magang selama enam bulan, peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp500 ribu per bulan, sementara kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, serta fasilitas lainnya ditanggung oleh pihak perusahaan. Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh tambahan penghasilan melalui lembur sesuai ketentuan perusahaan.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan masa magang, peserta memiliki peluang untuk melanjutkan hubungan kerja melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) apabila mampu menunjukkan kompetensi, disiplin, dan kinerja yang baik selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kesehatan dan kesempatan sehingga kegiatan pelepasan peserta dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap program tersebut menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam meningkatkan pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang akan menjadi modal penting untuk meniti karier di masa depan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan karier yang lebih baik serta mampu berkarya dan mandiri di masa mendatang,” ujar Wakil Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa yang dinilai telah bekerja keras membangun kemitraan dengan dunia industri sebagai upaya membuka peluang kerja bagi generasi muda Sumbawa.

Menurutnya, setiap tahun Kabupaten Sumbawa melahirkan angkatan kerja baru dari lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai peluang kerja agar para lulusan dapat terserap sesuai dengan kompetensi dan bidang keahlian yang dimiliki.

Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti program magang di PT Panasonic Manufacturing Indonesia merupakan peluang yang sangat berharga dan tidak mudah diperoleh karena seluruh peserta telah melewati proses seleksi yang ketat.

“Kesempatan seperti ini jangan disia-siakan karena belum tentu datang untuk kedua kalinya. Tunjukkan kemampuan, disiplin, dan etos kerja yang baik selama mengikuti program magang. Jika mampu menunjukkan kompetensi, bukan tidak mungkin setelah masa magang selesai akan direkrut menjadi karyawan,” kata Wakil Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa menjelaskan bahwa seluruh biaya proses seleksi hingga keberangkatan peserta telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Selama menjalani program magang selama enam bulan di Jakarta, peserta memperoleh uang saku sebesar Rp500 ribu setiap bulan, sementara kebutuhan makan, tempat tinggal, dan fasilitas lainnya ditanggung oleh perusahaan. Setelah masa magang berakhir, peserta juga memiliki peluang untuk diangkat sebagai karyawan melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) apabila menunjukkan kinerja yang baik.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa selama menjalani pelatihan di dunia industri. Menurutnya, rekam jejak para peserta akan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada masa mendatang.

“Jaga nama baik daerah. Tunjukkan bahwa putra-putri Sumbawa memiliki disiplin, semangat, dan kemampuan yang baik. Keberhasilan kalian akan membuka peluang yang lebih besar bagi adik-adik berikutnya untuk mengikuti program yang sama,” pesannya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati Sumbawa meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa untuk membangun basis data (database) alumni program kerja sama dengan berbagai perusahaan. Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memantau perkembangan lulusan program magang, mengevaluasi manfaat kerja sama yang telah terjalin, serta menjadi dasar pengembangan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan nasional maupun internasional lainnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menciptakan tenaga kerja yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri.(AM)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 11:01:49 +0800 amr
Profil M. Jurnawi Fakhruddin: Nahkoda Wasit Panahan Nasional yang Siap Kawal Ajang International World Field Archery (IWFA) 2026 di Gili Trawangan https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-nahkoda-wasit-panahan-nasional-yang-siap-kawal-ajang-international-world-field-archery-iwfa-2026-di-gili-trawangan https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-nahkoda-wasit-panahan-nasional-yang-siap-kawal-ajang-international-world-field-archery-iwfa-2026-di-gili-trawangan Profil M. Jurnawi Fakhruddin: Nahkoda Wasit Panahan Nasional yang Siap Kawal Ajang International World Field Archery (IWFA) 2026 di Gili Trawangan

SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id — Dunia olahraga panahan nasional kembali melirik potensi dan kualitas sumber daya manusia dari Nusa Tenggara Barat. Di balik suksesnya penyelenggaraan berbagai kejuaraan bergengsi, nama M. Jurnawi Fakhruddin berdiri di garis depan sebagai sosok pengadil lapangan yang memiliki reputasi dan integritas tinggi.

Bertindak sebagai Chairman of Judges (COJ) atau Ketua Wasit pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat, M. Jurnawi Fakhruddin membawa rekam jejak panjang dalam memimpin pertandingan panahan di berbagai level, baik regional maupun nasional.

Jam Terbang Tinggi di Kancah Nasional

Wasit bersertifikasi nasional ini bukanlah nama baru di dunia panahan Indonesia. Penunjukannya sebagai COJ di PORPROV Sumbawa Barat 2026 menegaskan kepercayaan besar yang diberikan kepada kapasitas kepemimpinannya.

Sebelum dipercaya memimpin jalannya pertandingan di Sumbawa Barat, M. Jurnawi telah malang melintang bertugas di berbagai ajang bergengsi tanah air. Pengalaman nasionalnya mencakup penugasan penting di Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) Papua, Kejurnas Panahan Bogor, Kejurnas Panahan Bali, Bupati Sumbawa Barat Cup (BSBC) Sumbawa Barat serta berbagai ajang dan kejuaraan resmi lainnya di seluruh Indonesia.

Kepiawaiannya dalam menjaga fair play, memahami regulasi teknis secara mendalam, serta ketenangannya dalam mengambil keputusan di bawah tekanan membuat setiap turnamen yang dipimpinnya selalu berjalan lancar dan profesional.

Menuju Panggung Internasional di Gili Trawangan

Dedikasi M. Jurnawi tidak berhenti di tingkat nasional. Begitu rangkaian tugasnya sebagai Ketua Wasit di PORPROV 2026 tuntas, ia langsung bersiap menghadapi tantangan baru di kancah internasional. Ia kembali didapuk untuk bertugas sebagai Chairman of Judges dalam ajang bergengsi International Wood Field Archery (IWFA) 2026 yang akan dihelat di destinasi wisata dunia, Gili Trawangan, Lombok.

Ajang Internasional Indonesia World Field Archery yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini dipastikan menjadi magnet besar bagi para pemanah domestik maupun mancanegara. Dengan total hadiah mencapai Rp80.000.000, kompetisi ini akan mempertandingkan berbagai kategori menarik seperti Compound, Barebow, Standard dan Horse Bow (putra dan putri) di atas medan alami (wood field) yang menantang.

Dominasi Wasit NTB di Panggung IWFA 2026

Penunjukan M. Jurnawi sebagai pemimpin pengadil di Gili Trawangan turut diikuti oleh gelombang kebanggaan bagi dunia perwasitan lokal NTB. Pada ajang internasional tersebut, terdapat enam wasit bersertifikasi daerah asal Sumbawa yang turut mendapat kepercayaan resmi untuk bertugas mendampinginya, yaitu: Judge Eko Wibowo Judge M. Sirajuddin Judge Firmansyah Malanuang Judge Yudi Patria Negara Judge Andi Rachmad dan Judge Desy Dwi Jayanti

Keenam wasit asal Sumbawa ini akan bergabung bersama perwakilan wasit lainnya yang berasal dari Sumbawa Barat dan Mataram. Kehadiran total delapan wasit profesional ini menjadi garansi penuh bahwa standar kompetisi IWFA 2026 akan berjalan sangat ketat, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Event ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan pertemuan lintas negara yang mempertemukan para pemanah terbaik. Dengan latar belakang keindahan alam Gili Trawangan, ajang ini menjanjikan pengalaman kompetisi yang tak terlupakan sekaligus promosi pariwisata yang spektakuler,” ungkap M. Jurnawi, menekankan pentingnya momentum ini bagi kebangkitan sport tourism di NTB.

Dengan kepemimpinan M. Jurnawi Fakhruddin di jajaran dewan juri, PORPROV 2026 di Sumbawa Barat maupun IWFA 2026 di Gili Trawangan dipastikan siap menorehkan standar baru kualitas penyelenggaraan olahraga panahan yang profesional, transparan, dan mendunia. (AM)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 09:34:56 +0800 amr
Hasil Taekwondo Tak Diakui KONI NTB, KONI Sumbawa Desak Seleksi Ulang Atlet Tanpa Pengprov https://amarmedia.co.id/hasil-taekwondo-tak-diakui-koni-ntb-koni-sumbawa-desak-seleksi-ulang-atlet-tanpa-pengprov https://amarmedia.co.id/hasil-taekwondo-tak-diakui-koni-ntb-koni-sumbawa-desak-seleksi-ulang-atlet-tanpa-pengprov SUMBAWA BESAR,Amarmedia.co.id   (22 Juli 2026) – Polemik cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026 terus bergulir. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai respons atas keputusan KONI NTB yang menyatakan hasil pertandingan Taekwondo tidak diakui.

Dalam keterangan persnya, Rabu (22/7/26), Abdul Rafiq didampingi Pelatih Taekwondo, Yudha Andri Prawira, mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebelum melayangkan surat resmi kepada KONI NTB.

Surat tersebut, kata Rafiq, akan meminta KONI NTB secara tegas menyatakan bahwa pertandingan Taekwondo yang telah digelar tidak disahkan dan seluruh medali yang dihasilkan tidak dimasukkan dalam perhitungan perolehan medali Porprov XII NTB. Paling penting, KONI NTB mengeluarkan keputusan tersebut dalam bentuk tertulis dan tidak hanya sebatas lisan.

"Langkah pertama, kami akan bersurat secara resmi kepada KONI NTB agar menegaskan bahwa kegiatan Taekwondo kemarin tidak disahkan dan medali yang diperoleh tidak boleh dihitung dalam klasemen perolehan medali," ujar mantan Ketua DPRD Sumbawa ini.

Langkah kedua, KONI Sumbawa meminta agar proses penentuan atlet yang akan mewakili NTB pada ajang PON 2028 dilakukan melalui seleksi ulang secara independen.

Menurutnya, seleksi tersebut harus dilaksanakan secara objektif tanpa melibatkan Pengurus Provinsi Taekwondo NTB, sehingga seluruh atlet memperoleh kesempatan yang sama dan prosesnya benar-benar transparan.

"Atlet yang akan dikirim ke PON harus melalui seleksi ulang secara independen tanpa melibatkan Pengprov Taekwondo NTB," tegasnya.

Selain itu, KONI Sumbawa juga membuka peluang menempuh jalur hukum. Upaya tersebut, menurut Rafiq, akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus KONI sebagai langkah untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik polemik tersebut.

"Kami juga akan mendiskusikan perlu atau tidaknya langkah hukum. Tujuannya untuk membuka tabir siapa aktor intelektual yang bermain, yang menolak kehadiran atlet Kabupaten Sumbawa dan tetap memberikan ruang pelaksanaan pertandingan, padahal sebelumnya sudah ada surat dari KONI NTB yang meminta agar pertandingan tidak dilaksanakan terlebih dahulu," katanya.

Sebelumnya, Ketua KONI NTB, H. Mori Hanadi, menegaskan seluruh atlet dan ofisial peserta Porprov XII NTB telah melalui proses verifikasi administrasi oleh KONI NTB. Atlet yang telah mengantongi kartu identitas (ID Card) resmi dinyatakan sah sebagai peserta.

Namun, menurut Mori, sebelum pertandingan berlangsung, KONI NTB telah mengirimkan surat kepada Pengprov Taekwondo NTB agar pelaksanaan pertandingan ditunda sementara guna membuka ruang dialog dan penyelesaian persoalan. Permintaan tersebut tidak dijalankan sehingga pertandingan tetap berlangsung.

KONI NTB kemudian menyimpulkan Pengprov Taekwondo tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibangun bersama serta menolak atlet yang telah dinyatakan sah secara administrasi oleh KONI NTB.

Atas dasar itu, KONI NTB memutuskan untuk sementara tidak mengakui hasil pertandingan maupun perolehan medali cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026.

Mori menegaskan keputusan tersebut bukan untuk membela kepentingan daerah tertentu, melainkan sebagai bentuk penegakan aturan serta menjaga kredibilitas penyelenggaraan Porprov XII NTB. (*)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 07:02:36 +0800 amr
Pertarungan Sengit Menuju Puncak: Kaysa dan Jonathan Jibril Bawa Nama Sumbawa ke Babak Semifinal https://amarmedia.co.id/pertarungan-sengit-menuju-puncak-kaysa-dan-jonathan-jibril-bawa-nama-sumbawa-ke-babak-semifinal https://amarmedia.co.id/pertarungan-sengit-menuju-puncak-kaysa-dan-jonathan-jibril-bawa-nama-sumbawa-ke-babak-semifinal Pertarungan Sengit Menuju Puncak: Kaysa dan Jonathan Jibril Bawa Nama Sumbawa ke Babak Semifinal

Taliwang KSB.Amarmedia.co.id— Ajang kompetisi bergengsi Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat kini semakin memanas dengan tersajinya pertarungan-pertarungan di babak semifinal yang berlangsung sangat seru dan penuh kejutan. Kabupaten Sumbawa dipastikan mendulang kebanggaan berkat lolosnya dua putra-putri daerah terbaik ke babak penentuan ini.

Adapun wakil dari Sumbawa yang sukses melaju dan siap bertempur habis-habisan demi tiket ke babak final adalah Kaysa dan Jonathan Jibril.

Keberhasilan keduanya melangkah hingga babak semifinal bukanlah hal yang mudah. Mereka harus melalui ketatnya persaingan di babak-babak sebelumnya dengan menyingkirkan para peserta tangguh lainnya. Penampilan konsisten, strategi yang matang, serta mental bertanding yang kuat menjadi kunci utama bagi Kaysa dan Jonathan Jibril hingga mampu menembus deretan elite di kompetisi ini.

"Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumbawa tentu sangat berarti bagi Kaysa dan Jonathan Jibril untuk menghadapi laga semifinal yang sangat ketat ini," ujar salah satu pendukung di lokasi acara.

Kini, seluruh mata tertuju pada aksi Kaysa dan Jonathan Jibril di atas panggung semifinal. Mampukah keduanya mengatasi tekanan dan melaju hingga partai puncak untuk membawa pulang gelar juara bagi Kabupaten Sumbawa? Mari beri dukungan penuh untuk perjuangan mereka!

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:18:08 +0800 amr
Pembaca Buku yang Gagal dalam Hidup? https://amarmedia.co.id/pembaca-buku-yang-gagal-dalam-hidup https://amarmedia.co.id/pembaca-buku-yang-gagal-dalam-hidup Pembaca Buku yang Gagal dalam Hidup?

Oleh Sri Asmediati

Di berbagai kesempatan, kita sering mendengar kalimat bahwa membaca adalah kunci kesuksesan. Kalimat itu tidak keliru. Banyak tokoh besar dunia dikenal sebagai pembaca yang tekun. Mereka menjadikan buku sebagai teman berpikir, tempat mencari inspirasi, sekaligus ruang untuk berdialog dengan gagasan-gagasan besar. Karena itu, tidak mengherankan jika masyarakat kemudian menghubungkan kebiasaan membaca dengan kecerdasan dan keberhasilan.

Namun, kehidupan sering menghadirkan kenyataan yang lebih kompleks. Tidak sedikit orang yang gemar membaca, memiliki rak buku yang penuh, bahkan mampu mengutip berbagai teori, tetapi hidupnya tidak banyak berubah. Di sisi lain, ada orang yang tidak terlalu banyak membaca, tetapi mampu menghasilkan karya, membangun usaha, memimpin organisasi, atau memberikan manfaat nyata bagi lingkungannya.

Fenomena ini bukanlah alasan untuk meragukan pentingnya membaca. Justru sebaliknya, hal ini mengingatkan kita bahwa buku hanyalah salah satu bagian dari proses belajar. Buku tidak pernah menjanjikan perubahan secara otomatis. Perubahan baru terjadi ketika pengetahuan bertemu dengan tindakan.

Sering kali kita terlalu bangga pada jumlah buku yang telah selesai dibaca. Kita merasa produktif setelah menamatkan satu buku dalam beberapa hari. Padahal, selesai membaca bukanlah garis akhir. Membaca hanyalah pintu masuk menuju proses yang lebih panjang, yaitu memahami, merenungkan, mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba kembali.

Di sinilah banyak orang berhenti. Mereka menikmati sensasi memperoleh pengetahuan baru, tetapi tidak pernah memberi kesempatan kepada dirinya untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Akibatnya, ilmu hanya menjadi penghuni kepala, bukan penggerak kehidupan.

Ada sebuah kebiasaan yang juga semakin sering ditemukan pada era digital, yaitu keinginan untuk terus mengumpulkan pengetahuan. Buku baru terus dibeli, daftar bacaan semakin panjang, video motivasi ditonton setiap hari, seminar diikuti tanpa henti. Semua terasa menyenangkan karena memberikan kesan sedang berkembang.

Padahal, perkembangan yang sesungguhnya tidak selalu ditentukan oleh banyaknya informasi yang masuk, melainkan oleh seberapa banyak informasi itu diubah menjadi tindakan nyata.

Seseorang yang membaca satu buku tentang manajemen waktu, lalu benar-benar menerapkannya setiap hari, mungkin akan memperoleh hasil yang jauh lebih besar daripada orang yang membaca sepuluh buku tentang produktivitas tetapi tetap menunda pekerjaan.

Ilmu tidak tumbuh karena disimpan. Ilmu berkembang karena digunakan.

Hal lain yang sering membuat membaca kehilangan manfaat adalah tidak adanya tujuan yang jelas. Kita membaca apa saja yang sedang populer. Hari ini tertarik pada investasi, besok psikologi, lusa filsafat, kemudian berpindah lagi ke pengembangan diri. Semua terasa menarik, tetapi tidak saling terhubung.

Akhirnya, kepala dipenuhi banyak teori yang berdiri sendiri-sendiri. Ketika menghadapi persoalan nyata, kita justru bingung menentukan mana yang harus diterapkan.

Membaca akan jauh lebih bermakna apabila dilakukan dengan tujuan. Seorang guru tentu akan memperoleh manfaat besar dari buku-buku tentang pendidikan, karakter peserta didik, strategi pembelajaran, dan literasi. Seorang pelaku usaha akan lebih berkembang jika memperdalam bacaan tentang pemasaran, kepemimpinan, dan pengelolaan keuangan. Tujuan membuat setiap bacaan memiliki arah.

Di sisi lain, ada pelajaran hidup yang tidak pernah selesai dipelajari hanya melalui buku. Pengalaman tetap menjadi ruang belajar yang paling jujur.

Buku dapat menjelaskan bagaimana menghadapi kegagalan, tetapi rasa kecewa karena benar-benar gagal hanya dapat dipahami ketika kita mengalaminya sendiri. Buku dapat mengajarkan kepemimpinan, tetapi kemampuan memimpin baru terbentuk ketika kita berhadapan dengan manusia yang memiliki karakter, kepentingan, dan persoalan yang berbeda-beda.

Karena itu, membaca dan pengalaman bukanlah dua hal yang saling bersaing. Keduanya justru saling melengkapi. Buku memberikan peta, sedangkan pengalaman menunjukkan kondisi jalan yang sebenarnya.

Ada pula kebiasaan lain yang sering tidak disadari, yaitu merasa puas hanya karena berhasil menamatkan sebuah buku. Kita memberi tanda selesai pada daftar bacaan, mengunggah foto sampul buku ke media sosial, lalu berpindah ke buku berikutnya.

Padahal, pertanyaan yang jauh lebih penting bukanlah, "Berapa buku yang sudah saya baca?" melainkan, "Apa yang berubah dalam diri saya setelah membaca buku itu?"

Jika setelah membaca buku tentang komunikasi kita masih mudah menyakiti orang lain dengan ucapan, berarti ilmu itu belum benar-benar hadir dalam kehidupan kita. Jika setelah membaca buku tentang kejujuran kita masih mudah mencari jalan pintas, berarti bacaan itu baru berhenti di mata, belum sampai ke hati.

Pada akhirnya, kesuksesan tidak pernah ditentukan oleh satu kebiasaan saja. Membaca memang penting, tetapi membaca harus berjalan berdampingan dengan disiplin, keberanian, kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman.

Buku memang mampu membuka cakrawala berpikir. Akan tetapi, tidak ada satu pun buku yang dapat melangkahkan kaki kita menuju tujuan. Langkah itu tetap harus dilakukan sendiri.

Karena itulah, jangan pernah membaca hanya untuk menambah jumlah buku yang telah selesai ditamatkan. Membacalah untuk memperbaiki cara berpikir. Membacalah untuk memperhalus sikap. Membacalah agar keputusan-keputusan yang kita ambil menjadi lebih bijaksana.

Ketika membaca mampu melahirkan tindakan, tindakan melahirkan kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter, di situlah buku benar-benar menjalankan perannya. Ia tidak sekadar menjadi tumpukan kertas berisi tulisan, tetapi menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup seseorang.

Maka, jika masih ada pembaca buku yang gagal dalam hidup, penyebabnya bukan karena bukunya tidak berguna. Yang sering terjadi adalah ilmu berhenti di kepala, tidak pernah turun ke tangan dan kaki untuk diwujudkan dalam tindakan. Padahal, kehidupan selalu memberi penghargaan kepada mereka yang tidak hanya pandai mengetahui, tetapi juga berani melakukan.[AM]

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:15:11 +0800 amr
Langgar Kesepakatan, KONI NTB Tidak Akui Medali Cabor Taekwondo di Porprov XII NTB 2026 https://amarmedia.co.id/langgar-kesepakatan-koni-ntb-tidak-akui-medali-cabor-taekwondo-di-porprov-xii-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/langgar-kesepakatan-koni-ntb-tidak-akui-medali-cabor-taekwondo-di-porprov-xii-ntb-2026 Langgar Kesepakatan, KONI NTB Tidak Akui Medali Cabor Taekwondo di Porprov XII NTB 2026

Mataram.Amarmedia.co.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak mengakui perolehan medali cabang olahraga (cabor) Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Keputusan tersebut diambil karena Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang telah disusun bersama serta tetap melanjutkan pertandingan meski telah diminta untuk menunda pelaksanaannya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua KONI NTB, H. Mori Hanadi dengan menegaskan bahwa seluruh atlet dan official yang mengikuti Porprov telah melalui proses verifikasi dan keabsahan yang dilakukan oleh KONI Provinsi. Atlet yang telah memperoleh kartu identitas (ID Card) resmi dinyatakan sah untuk mengikuti pertandingan.

“Ini adalah multievent resmi. Seluruh atlet dan officisial yang sudah mendapatkan ID Card dari KONI telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan sah. Karena itu, apabila mereka tidak diizinkan bertanding, KONI memiliki kewenangan untuk mengambil langkah sesuai SOP,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Grand Madani Mataram, Selasa (21/7/26).

Mori menjelaskan, sebelum pertandingan berlangsung, pihaknya telah mengirimkan surat dan meminta agar pertandingan Taekwondo dihentikan sementara guna membuka ruang dialog. Namun, rencana tersebut batal karena perwakilan dari Pengprov Taekwondo tidak dapat menghadiri pertemuan yang telah dijadwalkan.

Diungkapkan, persoalan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah melalui proses pembahasan. Selama periode tersebut telah tercapai berbagai kesepakatan yang melibatkan Pengprov Taekwondo, KONI NTB, hingga Pemerintah Provinsi NTB. Namun, kesepakatan itu disebut tidak dijalankan.

“Kami sudah menyampaikan agar pertandingan ditunda terlebih dahulu untuk dilakukan dialog. Surat juga sudah kami kirimkan, tetapi tidak diindahkan. Karena kesepakatan yang telah dibuat tidak dipatuhi, maka hasil pertandingan Taekwondo tidak dapat kami akui,” tegasnya.

KONI NTB menilai Pengprov Taekwondo telah menolak atlet yang telah dinyatakan sah oleh KONI melalui proses verifikasi resmi. Padahal, menurut KONI, keabsahan atlet merupakan kewenangan organisasi yang telah dilakukan sesuai prosedur.

“Kami menyimpulkan Pengprov Taekwondo tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Selain itu, mereka tidak menerima atlet yang sudah memiliki ID resmi dari KONI, padahal proses keabsahan itu dilakukan secara sah dan bukan asal-asalan,” lanjutnya.

Atas dasar itu, KONI NTB memutuskan untuk sementara tidak mengakui hasil pertandingan maupun perolehan medali cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026.

KONI juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak dibuat untuk membela daerah tertentu, melainkan sebagai bentuk penegakan aturan dan komitmen terhadap kesepakatan yang telah disepakati bersama.

“Silakan pertandingan tetap dilaksanakan, tetapi medalinya tidak kami akui. Keputusan ini bukan untuk membela satu kabupaten atau daerah tertentu, melainkan untuk menegakkan kesepakatan yang telah dibuat bersama demi menjaga integritas pelaksanaan Porprov XII NTB 2026,” tutupnya. (AM)

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:11:01 +0800 amr
Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa Keberatan atas Larangan Bertanding terhadap Atlet yang Telah Memiliki ID Card Resmi https://amarmedia.co.id/manager-taekwondo-kabupaten-sumbawa-keberatan-atas-larangan-bertanding-terhadap-atlet-yang-telah-memiliki-id-card-resmi https://amarmedia.co.id/manager-taekwondo-kabupaten-sumbawa-keberatan-atas-larangan-bertanding-terhadap-atlet-yang-telah-memiliki-id-card-resmi Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa Keberatan atas Larangan Bertanding terhadap Atlet yang Telah Memiliki ID Card Resmi

Mataram,Amarmedia.co.id -  21 Juli 2026 – Manager Tim Taekwondo Kabupaten Sumbawa, Yulius Koylal Putra, SH., M.Kn., menyatakan keberatan dan menyampaikan protes keras atas keputusan yang melarang atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa bertanding pada ajang Porprov XII NTB 2026, padahal para atlet tersebut telah dinyatakan lolos proses verifikasi administrasi dan telah menerima ID Card resmi sebagai peserta Porprov.

Penerbitan ID Card merupakan bentuk pengesahan bahwa seorang atlet telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti pertandingan. Oleh karena itu, keputusan yang melarang atlet bertanding setelah seluruh tahapan tersebut dilalui merupakan tindakan yang menimbulkan ketidakpastian hukum, mencederai rasa keadilan, serta sangat merugikan atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri selama berbulan-bulan. 

“Kami sangat menyayangkan adanya keputusan tersebut. Atlet telah menjalani proses verifikasi, dinyatakan sah, dan telah menerima ID Card resmi. Jika kemudian pada saat pertandingan mereka dilarang bertanding, maka hal itu tidak hanya merugikan atlet Kabupaten Sumbawa, tetapi juga mencederai prinsip profesionalisme dan sportivitas dalam penyelenggaraan Porprov,” tegas Yulius Koylal Putra.

Menurutnya, atlet tidak boleh menjadi korban dari persoalan administrasi maupun konflik yang terjadi di tingkat organisasi. Mereka datang dengan satu tujuan, yaitu bertanding secara fair untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa. Hak mereka untuk berkompetisi harus mendapatkan perlindungan.

Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa meminta KONI Provinsi NTB bersama panitia pelaksana dan pihak terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar hukum dan dasar keputusan pelarangan tersebut. Jika memang para atlet telah dinyatakan memenuhi syarat melalui mekanisme resmi hingga diterbitkannya ID Card, maka tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk menghalangi mereka memasuki arena pertandingan.

Kami juga berharap penyelenggara menjunjung tinggi asas keadilan, transparansi, dan kepastian hukum agar Porprov XII NTB benar-benar menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga, bukan menjadi ruang lahirnya polemik yang merugikan atlet.

Atas nama seluruh atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa, kami meminta agar hak-hak atlet segera dipulihkan dan mereka diberikan kesempatan bertanding sebagaimana mestinya. Semangat olahraga harus mengedepankan sportivitas, bukan keputusan yang berpotensi menghilangkan masa depan atlet yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan. (AM)

]]>
Tue, 21 Jul 2026 12:20:36 +0800 amr
Harapan kepada Gubernur NTB: Keadilan bagi Atlet Harus Ditegakkan, Jangan Biarkan Porprov XII NTB 2026 Dicederai oleh Ketidakadilan https://amarmedia.co.id/harapan-kepada-gubernur-ntb-keadilan-bagi-atlet-harus-ditegakkan-jangan-biarkan-porprov-xii-ntb-2026-dicederai-oleh-ketidakadilan https://amarmedia.co.id/harapan-kepada-gubernur-ntb-keadilan-bagi-atlet-harus-ditegakkan-jangan-biarkan-porprov-xii-ntb-2026-dicederai-oleh-ketidakadilan Harapan kepada Gubernur NTB: Keadilan bagi Atlet Harus Ditegakkan, Jangan Biarkan Porprov XII NTB 2026 Dicederai oleh Ketidakadilan

Mataram, NTB.Amarmedia.co.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan sikap dan kecaman keras atas insiden yang mencederai dunia olahraga daerah. Sebanyak sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan mengantongi ID Card resmi dari KONI NTB, secara sepihak dilarang bertanding setelah mendapat penolakan pada saat Technical Meeting (TM) oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) NTB.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menilai peristiwa ini sebagai pukulan telak dan preseden buruk bagi pembinaan olahraga di Nusa Tenggara Barat. Para atlet yang telah berlatih keras dengan penuh pengorbanan justru dirampas hak konstitusionalnya untuk berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026.

Kredibilitas Sistem Verifikasi Dipertanyakan

KONI Kabupaten Sumbawa mempertanyakan validitas sistem yang dibangun oleh penyelenggara. Menurut Abdul Rafiq, sangat tidak masuk akal apabila atlet yang telah melalui seluruh mekanisme resmi dan memegang ID Card KONI NTB masih bisa digugurkan secara sepihak di forum Technical Meeting.

"Jika hal seperti ini dibiarkan, maka kredibilitas sistem verifikasi peserta Porprov patut dipertanyakan. Porprov adalah agenda resmi Pemprov NTB dan KONI NTB yang harus menjunjung tinggi asas keadilan, kepastian hukum, sportivitas, dan perlindungan terhadap hak setiap atlet," tegas Abdul Rafiq.

Tindakan Pengprov TI NTB tersebut dinilai telah menimbulkan luka mendalam bagi para atlet, pelatih, keluarga, hingga seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. KONI Sumbawa mendesak KONI Provinsi NTB untuk segera mengambil sikap tegas dan objektif dengan memulihkan hak-hak atlet yang sah.

Harapan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB

Menyikapi persoalan pelik ini, KONI Kabupaten Sumbawa secara khusus menaruh harapan besar kepada Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB selaku pemimpin tertinggi di daerah yang menaungi perhelatan Porprov XII NTB 2026.

Pihaknya memohon agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB memberikan perhatian serius, memastikan keadilan bagi para atlet Sumbawa, serta memerintahkan investigasi menyeluruh.

"Kami meminta agar Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur memastikan keadilan bagi para atlet Kabupaten Sumbawa serta mengusut tuntas penyebab hilangnya hak bertanding sembilan atlet kami," ujar Abdul Rafiq.

KONI Sumbawa juga mendesak agar diberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangan, melakukan intervensi, atau merekayasa proses hingga merugikan kontingen daerah. "Dunia olahraga tidak boleh dikotori oleh kepentingan yang mengorbankan masa depan atlet," imbuhnya.

Tempuh Jalur Hukum dan BAKN

Sebagai langkah antisipasi apabila persoalan ini tidak kunjung diselesaikan secara adil, KONI Kabupaten Sumbawa dengan tegas menyatakan siap membawa sengketa ini ke Badan Arbitrase Keolahragaan Nasional (BAKN). Langkah hukum juga akan ditempuh terhadap pihak-pihak yang terbukti merugikan hak-hak atlet Kabupaten Sumbawa.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar membela sembilan atlet Taekwondo Sumbawa saja, melainkan demi menjaga marwah olahraga dan menegakkan keadilan di Bumi Gora.

"Keadilan tidak boleh berhenti di meja Technical Meeting. Keadilan harus hadir di arena pertandingan. Atlet datang untuk bertanding, bukan untuk dipermainkan oleh keputusan yang mencederai rasa keadilan," pungkasnya. (AM)

]]>
Tue, 21 Jul 2026 10:13:15 +0800 amr
Ukir Sejarah! eSports Kabupaten Sumbawa Raih Medali Perak Perdana di Porprov XII NTB 2026 https://amarmedia.co.id/ukir-sejarah-esports-kabupaten-sumbawa-raih-medali-perak-perdana-di-porprov-xii-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/ukir-sejarah-esports-kabupaten-sumbawa-raih-medali-perak-perdana-di-porprov-xii-ntb-2026 Ukir Sejarah! eSports Kabupaten Sumbawa Raih Medali Perak Perdana di Porprov XII NTB 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id – Kontingen eSports Kabupaten Sumbawa sukses menorehkan tinta emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026. Turun di nomor lomba eFootball Console, atlet-atlet kebanggaan Sumbawa berhasil membawa pulang medali perak, sekaligus menjadi medali pertama bagi cabang olahraga eSports Sumbawa di ajang bergengsi tingkat provinsi ini.

Kompetisi yang digelar selama dua hari, pada 19–20 Juli 2026, di Auditorium Kampus UIN Mataram tersebut mempertemukan para atlet pro-player dari seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Performa Impresif di Bawah Arahan Coach Totok HD

Tim eSports Kabupaten Sumbawa yang diperkuat oleh Tirta Guspada dan Yahya Akbar Firmansyah, tampil memukau sepanjang turnamen. Di bawah bimbingan sang pelatih, Coach Totok HD, tim Sumbawa menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun (win streak). Performa dominan ini mengantarkan mereka bercokol di papan atas klasemen sejak awal hingga laga penutup.

Pertarungan sengit terjadi di partai penentuan gelar juara melawan kontingen Lombok Tengah. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan menguras emosi, hingga harus dilanjutkan ke babak extra time.

Meski memberikan perlawanan habis-habisan, tim Sumbawa harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis. Secara dramatis, Sumbawa dan Lombok Tengah mengumpulkan total poin yang sama di akhir turnamen.

 Namun, dewi fortuna lebih berpihak kepada Lombok Tengah yang dinyatakan sebagai juara berdasarkan keunggulan perhitungan agregat gol. Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan oleh kontingen Lombok Barat.

Raihan medali perak ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem dan pembinaan atlet eSports di Kabupaten Sumbawa telah berkembang pesat dan mampu berbicara banyak di level regional. Prestasi ini juga menjadi suntikan motivasi bagi seluruh kontingen Kabupaten Sumbawa yang saat ini masih berjuang di cabang olahraga lainnya.

"Ini adalah langkah awal yang luar biasa. Medali perak ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa talenta-talenta muda Sumbawa siap bersaing dengan daerah mana pun di NTB," ujar salah satu perwakilan tim.

Saat ini, mata masyarakat Kabupaten Sumbawa tertuju pada perjuangan tim eSports di nomor lainnya, yakni Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, dan Free Fire. Harapan besar kini disematkan kepada para atlet agar dapat terus tampil maksimal dan menambah pundi-pundi medali demi mengharumkan nama daerah di ajang PORPROV NTB 2026. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 21:20:59 +0800 amr
Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-dusun-punik-dan-pusu-h-zohran-sh-siap-perjuangkan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-dusun-punik-dan-pusu-h-zohran-sh-siap-perjuangkan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

SUMBAWA, NTB.Amarmedia.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi NasDem, H. Zohran, SH, kembali melaksanakan tugas konstitusionalnya melalui kegiatan Reses ke-III tahun 2026. Agenda penyerapan aspirasi ini dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di dua titik lokasi, yakni Dusun Pusu, Desa Tepal pada pagi hari, dan dilanjutkan di Dusun Punik, Desa Batu Dulang.

Kegiatan reses ini berlangsung hangat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum ibu, hingga perwakilan pemuda-pemudi setempat yang antusias menyampaikan berbagai usulan.

Fokus pada Pembangunan dan Kebutuhan Dasar

H. Zohran, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan beragam keluhan dan kebutuhan mendesak. Beberapa aspirasi masyarakat yang menjadi sorotan meliputi Infrastruktur Pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan. Di sektor Pendidikan meminta Rehabilitasi bangunan sekolah dasar (SD) dan di  Pertanian masyarakat meminta Kebutuhan akan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sementara itu di Sarana Umum masyarakat meminta pengadaan dan perbaikan instalasi air bersih serta kebutuhan lainnya  untuk kemajuan desa.

Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Kepada awak media, H. Zohran menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini merupakan prioritas yang akan ia kawal dalam pembahasan di parlemen.

"Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini adalah kebutuhan riil di lapangan. Sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban untuk memperjuangkan hal ini agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Tepal maupun Desa Batu Dulang," ujar H. Zohran.

Kegiatan reses ditutup dengan dialog konstruktif, di mana H. Zohran berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan konstituen demi memastikan setiap program pembangunan yang direncanakan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 20:06:20 +0800 amr
Tim Recurve Putra Kabupaten Sumbawa Sabet Emas Usai Laga Dramatis https://amarmedia.co.id/tim-recurve-putra-kabupaten-sumbawa-sabet-emas-usai-laga-dramatis https://amarmedia.co.id/tim-recurve-putra-kabupaten-sumbawa-sabet-emas-usai-laga-dramatis Tim Recurve Putra Kabupaten Sumbawa Sabet Emas Usai Laga Dramatis

Taliwang.KSB.Amarmedia.co.id– Tim beregu Recurve Putra Kabupaten Sumbawa sukses mengukir prestasi unggul dengan meraih medali emas dalam laga final yang berlangsung sengit. Kemenangan ini diraih setelah melalui perjuangan panjang sejak babak semifinal hingga partai puncak yang penuh dengan drama shoot-off.

Dramatis, Kalahkan Lombok Timur di Semifinal

Sebelum melangkah ke final, tim beregu Recurve Sumbawa yang diperkuat Andi Rachman, Joko Suprianto, dan Widad Muhammad Al Banna R. harus meladeni perlawanan ketat dari tim Kabupaten Lombok Timur (Hazimul Ihsani, S.Pd, M. Fauzi Zulkarnaen, dan Prasetiyono).

Pertandingan semifinal berjalan sangat seru. Sumbawa sempat unggul jauh dengan skor 4-0 di awal (set pertama 50-44, set kedua 46-42). Namun, Lombok Timur bangkit dan memaksakan kedudukan menjadi imbang 4-4 setelah menang di set ketiga (49-43) dan keempat (48-47). Ketegangan memuncak di babak shoot-off, di mana ketenangan atlet Sumbawa membawa mereka unggul dengan skor akhir 5-4.

Penentuan Emas di Partai Final

Di babak final, Sumbawa bertemu dengan tim Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang sebelumnya melaju mulus setelah menaklukkan Kota Mataram (Diaz Muhammad Daffa Habibi, Khabbab Naail Mohammed Kamil, dan Muhammad Azri Hawwari) dengan skor telak 6-0 di babak semifinal.

Laga puncak berlangsung sangat dramatis. KSB sempat menguasai set pertama (54-47), namun Sumbawa kembali menunjukkan mental baja dengan menyapu bersih dua set berikutnya (51-42 dan 52-43) untuk membalikkan keadaan menjadi 4-2. KSB kembali memberikan perlawanan di set keempat (49-47) yang memaksa skor kembali imbang 4-4.

Lagi-lagi, penentuan juara harus ditentukan melalui shoot-off dengan masing masing pemanah menembakkan satu buah Arrow. Dalam momen krusial tersebut, tim Sumbawa berhasil mengumpulkan skor 23+, sementara KSB meraih 23. Selisih tipis yang berharga ini memastikan Kabupaten Sumbawa membawa pulang medali emas.

Kunci Kemenangan: Semangat Pantang Menyerah

Andi Rachman, salah satu atlet andalan Sumbawa, mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan ini adalah semangat pantang menyerah.

"Kami sempat tertinggal poin pada set pertama di babak final, namun kami terus mengejar ketertinggalan, memaksa skor imbang, dan akhirnya unggul di momen penentuan. Kuncinya adalah tetap fokus meskipun berada di bawah tekanan di detik-detik akhir pertandingan," ujar Andi kepada awak media.

Apresiasi dari Ketua Umum KONI Sumbawa 

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi yang hadir langsung membersamai dan menyemangati. menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi para atlet.

"Saya sangat salut dengan kerja keras dan kekompakan tim. Kami sempat tertekan melihat skor yang tertinggal di awal, namun Alhamdulillah, tim beregu Recurve putra mampu mengatasinya. Mereka tampil gemilang di babak penentuan yang sangat menegangkan," ungkap Rafiq dengan penuh syukur. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 08:43:33 +0800 amr
Sengitnya Final Recurve Putri, Jinan Karina Subandi Persembahkan Medali Perak untuk Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/sengitnya-final-recurve-putri-jinan-karina-subandi-persembahkan-medali-perak-untuk-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/sengitnya-final-recurve-putri-jinan-karina-subandi-persembahkan-medali-perak-untuk-kabupaten-sumbawa Sengitnya Final Recurve Putri, Jinan Karina Subandi Persembahkan Medali Perak untuk Kabupaten Sumbawa

Taliwang, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga panahan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 di Lapangan KTC Taliwang menyuguhkan drama luar biasa, terutama di nomor *Recurve Individual* 70m Putri. Atlet andalan Kabupaten Sumbawa, Jinan Karina Subandi, sukses mengamankan medali perak setelah melalui perjalanan panjang dan pertarungan sengit hingga babak final, Sabtu (18/7/2026).

Perjalanan Epik Jinan Menuju Final

Jinan tampil dominan sejak babak awal. Di babak perempat final, ia menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menaklukkan wakil Kabupaten Lombok Timur, Salsabila Jannatul Ma’wa, dengan skor telak 6-0. Jinan mendominasi tiga set berturut-turut (25-23, 23-17, dan 21-16).

Langkah Jinan berlanjut ke babak semifinal dalam "perang saudara" melawan rekan satu daerahnya, Cinta Sakinah Rizkilah. Dalam laga yang menguras emosi ini, Jinan tampil lebih konsisten dan berhasil mengunci kemenangan 6-2 (21-20, 17-17, 23-22, 23-20) untuk melaju ke partai puncak.

Di alternate shoot final, Jinan berhadapan dengan atlet tangguh dari Kota Mataram, Mirza Febriyanti Putri. Pertandingan berlangsung dramatis. Pada set pertama, Mirza unggul tipis 21-20. Jinan sempat membalas di set kedua dengan skor 18-14. Namun, Mirza kembali menunjukkan ketajamannya di set ketiga (28-23) dan set penentuan (23-21). Meski harus puas dengan medali perak, performa Jinan sepanjang turnamen mendapat pujian dari banyak pihak.

Perjuangan Cinta Sakinah di Perebutan Perunggu

Sementara itu, atlet Kabupaten Sumbawa lainnya, Cinta Sakinah Rizkilah, harus mengakui keunggulan lawan dalam perebutan medali perunggu melawan Nanda Anggreza Syabila (Kota Mataram).

Pertandingan perebutan tempat ketiga ini berlangsung sangat ketat. Setelah imbang di set pertama (24-24), Cinta sempat memimpin jauh di set kedua (26-13). Namun, Nanda mampu mengejar ketertinggalan di set-set berikutnya (24-24, 17-23, 22-28), hingga akhirnya Nanda mengunci kemenangan dengan skor 6-5.

#Apresiasi Bagi Semangat Atlet

Perjuangan para srikandi panahan Sumbawa di Taliwang ini menjadi bukti nyata kesiapan atlet daerah dalam bersaing di kancah provinsi. Meskipun hasil akhir belum memihak untuk emas di nomor individu, kerja keras Jinan Karina Subandi dan Cinta Sakinah Rizkilah telah mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa.

Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang telah berjuang habis-habisan di tengah kondisi lapangan yang menantang.

"Raihan medali perak ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa. Jinan telah menunjukkan mentalitas yang kuat sejak babak kualifikasi hingga final. Begitu pula dengan Cinta yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan. Ini adalah modal berharga bagi masa depan panahan Sumbawa," ungkap Rafiq.

Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan ini, kontingen Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan performa guna menghadapi pertandingan esok hari. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 07:49:00 +0800 amr
Porprov Panahan Compound Putra: Sumbawa dan Sumbawa Barat Berbagi Tiket ke Final https://amarmedia.co.id/porprov-panahan-compound-putra-sumbawa-dan-sumbawa-barat-berbagi-tiket-ke-final https://amarmedia.co.id/porprov-panahan-compound-putra-sumbawa-dan-sumbawa-barat-berbagi-tiket-ke-final

Porprov Panahan Compound Putra: Sumbawa dan Sumbawa Barat Berbagi Tiket ke Final

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Pertandingan babak semifinal kategori Compound Putra berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh drama. Persaingan sengit antara pemanah dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat menyuguhkan aksi saling kejar poin yang memukau penonton hingga anak panah terakhir.

Dua laga semifinal mempertemukan Rasendriya Dhairyasarwahita  (Kabupaten Sumbawa) melawan Ilyas Yamin (Kabupaten Sumbawa Barat), serta Daffa (Kabupaten Sumbawa) yang berhadapan dengan Fauzan (Kabupaten Sumbawa Barat).

Duel Ketat Rasendriya Dhairyasarwahita vs  Ilyas Yamin

Pertandingan antara Dhariya dan Yamin berjalan sangat ketat sejak set pertama. Yamin sempat mencuri keunggulan tipis di set pertama (28-27) dan memperlebar jarak di set kedua (56-55). Namun, Dhariya menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di set ketiga (83-81) dan terus mendominasi hingga akhir laga. Dhariya akhirnya mengunci kemenangan dengan total skor akhir 140-130, memastikan langkahnya ke babak final.

Aksi Balas Fauzan atas Daffa

Di sisi lain, Daffa sempat memberikan kejutan dengan memimpin set pertama (28-27) dan set kedua (55-54). Namun, Fauzan dari Sumbawa Barat tampil tenang dan mulai menemukan ritme terbaiknya. Memasuki set ketiga, Fauzan berhasil membalikkan keunggulan menjadi 82-79. Konsistensi Fauzan terus terjaga hingga akhir pertandingan, di mana ia berhasil mengungguli Daffa dengan skor akhir 138-128.

Menuju Partai Puncak

Dengan hasil tersebut, dua pemanah terbaik, Dhariya (Kabupaten Sumbawa) dan Fauzan (Kabupaten Sumbawa Barat), dipastikan akan bertemu di partai final untuk memperebutkan medali emas. Pertandingan final ini diprediksi akan menjadi laga puncak yang sangat dinantikan setelah performa impresif keduanya di babak semifinal.(AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 09:43:15 +0800 amr
Panahan Kabupaten Sumbawa Tumpuan Harapan di PORPROV NTB 2026: Tiga Atlet Melaju ke Perempat Final Compound https://amarmedia.co.id/panahan-kabupaten-sumbawa-tumpuan-harapan-di-porprov-ntb-2026-tiga-atlet-melaju-ke-perempat-final-compound https://amarmedia.co.id/panahan-kabupaten-sumbawa-tumpuan-harapan-di-porprov-ntb-2026-tiga-atlet-melaju-ke-perempat-final-compound Panahan Kabupaten Sumbawa Tumpuan Harapan di PORPROV NTB 2026: Tiga Atlet Melaju ke Perempat Final Compound

Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa menunjukkan taji dan daya saing yang kuat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat 2026 yang berlangsung di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hingga hari ini, Minggu (19/7/2026), semangat juang para pemanah asal "Tanah Sabalong Samalewa" ini menjadi sorotan utama, khususnya di nomor Compound Individual 50m Putra dan Recurve Individual 70m Putra.

Dominasi di Divisi Compound

Atlet Kabupaten Sumbawa tampil impresif di divisi Compound Individual 50m Putra. Pemanah andalan Rasendriya Dhairyasarwahita sukses melaju langsung ke babak 1/4 final (perempat final) setelah mendapatkan bye di putaran awal. Langkah ini diharapkan menjadi jalan mulus bagi Rasendriya untuk merebut medali emas bagi Kabupaten Sumbawa.

Tak hanya Rasendriya, rekan setimnya Muhammad Daffa Rachan Yamin dan Rahajenya Dahinajagaddhita juga memastikan posisi mereka di babak perempat final. Keberadaan tiga atlet Sumbawa di jajaran delapan besar divisi ini mempertegas dominasi dan persiapan matang tim panahan Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi ketatnya persaingan melawan atlet dari Kota Mataram maupun tuan rumah Sumbawa Barat.

Perjuangan di Divisi Recurve

Sementara itu, di divisi Recurve Individual 70m Putra, atlet-atlet Kabupaten Sumbawa harus melewati rintangan yang lebih terjal sejak babak awal.

Widad Muhammad Al Banna R. dijadwalkan menghadapi perlawanan sengit dari wakil Kabupaten Dompu, Andriyatna, pada babak 1/8 final.

Joko Suprianto akan berhadapan dengan M. Fauzi Zulkarnaen dari Lombok Timur.

Andi Rachman juga akan berduel di babak 1/8 final melawan Akhmad Khadafi Rafsanjani dari tuan rumah Sumbawa Barat.

Ketiga pemanah ini diharapkan mampu menunjukkan mental juara dan ketenangan di bawah tekanan, guna melangkah ke babak berikutnya dan membuka peluang meraih medali bagi Kabupaten Sumbawa.

Optimisme Kontingen

Pelatih dan official kontingen Sumbawa menyatakan rasa optimisnya melihat performa anak asuh mereka di lapangan. Meski bertanding di wilayah kabupaten tetangga, dukungan dan fokus atlet Sumbawa tetap terjaga untuk mengharumkan nama daerah di kancah provinsi.

"Seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa tentu menantikan kabar gembira dari Taliwang. Aksi para pemanah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sumbawa untuk terus berprestasi di bidang olahrag" ujar Abdul Ma'ruf Rahmat.

Perjuangan babak penentuan medali dijadwalkan akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 mendatang. Mari kita kawal dan dukung terus perjuangan para atlet kebanggaan kita untuk membawa pulang medali emas ke Kabupaten Sumbawa! (AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 07:39:08 +0800 amr
Srikandi Panahan Sumbawa Siap Tampil All&Out di Babak Eliminasi Porprov NTB XII https://amarmedia.co.id/srikandi-panahan-sumbawa-siap-tampil-all-out-di-babak-eliminasi-porprov-ntb-xii https://amarmedia.co.id/srikandi-panahan-sumbawa-siap-tampil-all-out-di-babak-eliminasi-porprov-ntb-xii Srikandi Panahan Sumbawa Siap Tampil All-Out di Babak Eliminasi Porprov NTB XII

TALIWANG, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan ambisi besar dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII tahun 2026. Memasuki hari pertandingan yang krusial, para atlet panahan putri Kabupaten Sumbawa kini bersiap melakoni laga hidup-mati di babak 1/8 eliminasi yang digelar di KTC Archery Stadium, Taliwang, Minggu (19/07/2026).

Setelah menunjukkan performa impresif pada babak kualifikasi, para Srikandi Sumbawa kini fokus menghadapi persaingan ketat di nomor Compound dan Recurve putri.

Dominasi di Nomor Compound

Pada nomor Compound Individual 50m Putri, atlet andalan Sumbawa, Jelita Senja Martono Putri, yang sebelumnya menempati posisi ketiga pada babak kualifikasi, langsung melaju ke babak 1/8 dengan status bye Fokus kini tertuju pada dua rekan setimnya yang akan bertarung di babak 1/8:

Adisti Mutiara Kinanti akan menghadapi tantangan dari atlet Kabupaten Sumbawa, Khoirunnisa Meidy Taqwa. Pertemuan sesama atlet Sumbawa ini dipastikan akan berlangsung sengit demi satu tiket menuju perempat final.

Persaingan Sengit di Nomor Recurve

Sementara itu, di nomor Recurve Individual 70m Putri, Kabupaten Sumbawa menurunkan kekuatan penuh dengan atlet-atlet yang siap membidik medali:

Jinan Karina Subandi, yang tampil gemilang di kualifikasi dengan menempati posisi kedua, mendapatkan keuntungan *bye* dan langsung melangkah ke fase berikutnya.

Cinta Sakinah Rizkilah, yang duduk di posisi ketiga kualifikasi, juga mendapatkan bye langsung menuju babak 1/8.

Sementara Cikal Apriani akan berjuang keras di babak 1/8 melawan atlet dari Kabupaten Sumbawa Barat, Fathiyatul Hidayati, untuk menjaga asa Sumbawa di nomor ini.

Optimisme Kontingen

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa terus memberikan suntikan semangat kepada seluruh atlet yang berlaga di Taliwang. Keberhasilan para atlet panahan Sumbawa dalam menembus babak eliminasi menjadi bukti nyata persiapan intensif yang telah dilakukan selama masa Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

"Kami melihat semangat juang yang luar biasa dari para atlet. Taliwang menjadi saksi bagaimana fokus dan ketenangan mereka di garis tembak. Kami optimistis, dengan konsentrasi penuh, medali emas akan mampu dipersembahkan untuk masyarakat Sumbawa," ujar salah satu ofisial tim panahan Sumbawa di lokasi pertandingan.

Pertandingan babak eliminasi ini dijadwalkan berlangsung sepanjang pagi ini, dengan harapan para wakil Kabupaten Sumbawa mampu melaju ke babak perempat final, semifinal, hingga babak perebutan medali (Final) yang akan berlangsung siang nanti.

Masyarakat Kabupaten Sumbawa diharapkan terus memberikan dukungan dan doa agar para atlet panahan dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di ajang olahraga Panahan terbesar tingkat provinsi ini. (AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 07:13:10 +0800 amr
Dominasi Srikandi dan Arjuna Sumbawa, Tim Recurve Mixed Sumbawa Sukses Kawinkan Emas dan Perak di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/dominasi-srikandi-dan-arjuna-sumbawa-tim-recurve-mixed-sumbawa-sukses-kawinkan-emas-dan-perak-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/dominasi-srikandi-dan-arjuna-sumbawa-tim-recurve-mixed-sumbawa-sukses-kawinkan-emas-dan-perak-di-porprov-ntb-2026 Dominasi Srikandi dan Arjuna Sumbawa, Tim Recurve Mixed Sumbawa Sukses Kawinkan Emas dan Perak di Porprov NTB 2026

Taliwang, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga panahan nomor Recurve Mixed Team menyuguhkan drama dan persaingan ketat di Lapangan KTC, Taliwang, Sabtu (18/7/2026). Tim Kabupaten Sumbawa (2) yang diperkuat oleh Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman tampil luar biasa hingga akhirnya memastikan medali emas setelah menuntaskan laga final melawan rekan sendiri, tim Kabupaten Sumbawa (1).

Perjalanan Menuju Puncak

Perjalanan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Pada babak perempat final, mereka tampil solid dengan menumbangkan tim kuat dari Kabupaten Lombok Timur yang diperkuat Salsabila Jannatul Ma’wa dan Hazimul Ihsani, S.Pd., dengan skor meyakinkan 5-1.

Laju gemilang mereka berlanjut di babak semifinal. Berhadapan dengan tim dari Kota Mataram, Cinta dan Andi kembali menunjukkan dominasi taktis dengan menutup pertandingan melalui kemenangan skor 5-1, sekaligus memastikan satu tempat di babak final.

Derbi "Sabalong Samawa" di Partai Puncak

Partai final menyajikan pemandangan unik sekaligus membanggakan bagi kontingen Kabupaten Sumbawa. Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman harus berhadapan dengan rekan satu daerah mereka, tim Kabupaten Sumbawa (1) yang diperkuat oleh Jinan Karina Subandi dan Joko Suprianto.

Tim Sumbawa (1) sendiri melaju ke final setelah tampil impresif menaklukkan Kabupaten Sumbawa Barat (2) yang diperkuat Fathiyatul Hidayati dan Rahmatullah, serta sukses mengalahkan tim Kota Mataram (2) yang diisi oleh Mirza Febriyanti Putri dan Diaz Muhammad Daffa Habibi.

Semangat Pantang Menyerah di Bawah Terik Matahari

Di partai final yang sengit, Cinta dan Andi sempat mengalami tekanan berat saat sempat tertinggal poin dari rekan setimnya. Namun, terik matahari yang menyengat di Lapangan KTC Taliwang tidak mampu membakar semangat juang mereka. Meski dalam posisi tertekan, keduanya tetap tenang dan menunjukkan ketangguhan mental juara hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan medali emas.

Ditemui usai pertandingan, Cinta Sakinah Rizkilah tak kuasa membendung rasa haru atas pencapaiannya. Ia mengakui bahwa emas ini adalah hasil dari perjuangan panjang dan kekompakan tim yang luar biasa.

"Jujur, saya merasa sangat terharu. Ini adalah raihan emas pertama saya di nomor mixed team Porprov NTB ke XII. Meskipun cuaca sangat panas dan kami sempat tertinggal di babak final, semangat kami tidak pernah kendor sedikit pun," ungkap Cinta dengan penuh emosional.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan mereka adalah sikap pantang menyerah. "Saat tertinggal poin, kami justru saling menguatkan. Kami sepakat untuk tetap fokus pada setiap anak panah tanpa memikirkan skor lawan. Kami tidak mengenal kata menyerah sampai anak panah terakhir lepas dari busur," tutur Cinta menutup percakapan.

Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi Kabupaten Sumbawa dalam cabor panahan, yang menunjukkan bahwa pembinaan atlet daerah mampu bersaing di level tertinggi provinsi. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 20:51:56 +0800 amr
Kabupaten Sumbawa Mendominasi, Raih Emas Perak dan Perunggu di Nomor Recurve 70m Mix Team dan Compound 50 m Mix Team PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-mendominasi-raih-emas-perak-dan-perunggu-di-nomor-recurve-70m-mixed-team-dan-compound-50-m-mix-team-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-mendominasi-raih-emas-perak-dan-perunggu-di-nomor-recurve-70m-mixed-team-dan-compound-50-m-mix-team-porprov-ntb-2026 Kabupaten Sumbawa Mendominasi, Raih Emas Perak dan Perunggu  di Nomor Recurve 70m Mix Team dan   Compound  50 m Mix Team PORPROV NTB 2026

TALIWANG.KSB.Amarmedia.co.id  — Persaingan sengit tersaji di arena panahan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026 yang berlangsung di  Lapangan Memutar Telu Center (KTC) Taliwang,  Kabupaten Sumbawa Barat. Pada pertandingan yang digelar Sabtu (18/7/2026), kontingen Kabupaten Sumbawa sukses mendominasi podium tertinggi untuk nomor Recurve 70m Mixed Team.

Berdasarkan data resmi panitia perlombaan babak final nomor Recurve 70m Mix Team menyuguhkan "All-Sumbawa Final". Pasangan Cinta Sakinah Rizkilah / Andi Rachman (Kab. Sumbawa 2) berhasil merebut medali emas setelah menyudahi perlawanan sengit rekan sedaerahnya, Jinan Karina Subandi / Joko Suprianto (Kab. Sumbawa 1) dengan skor tipis 4-4 dengan penentuan Shoot off  yang dramatis. Dengan hasil ini, Jinan dan Joko harus puas membawa pulang medali perak

Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan oleh pasangan asal Kota Mataram, Nanda Anggreza Syabila / Muhammad Azri Hawwari, yang sukses mengalahkan tim Kota Mataram (2) di perebutan tempat ketiga.

 Tuan Rumah Curi Emas di Nomor Compound

Tak mau kehilangan momentum di markas sendiri, kontingen tuan rumah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mencuri perhatian di nomor Compound 50m Mix.

Pasangan andalan tuan rumah, Cinta Khairunisa Rahman / Muhammad Fauzan, tampil gemilang dan sukses menyabet medali emas. Mereka berhasil mengungguli pasangan Kab. Sumbawa, Jelita Senja Martono Putri / Rasendriya Dhairyasarwahita yang meraih medali perak. Tim Kabupaten Sumbawa sebelumnya mendominasi di babak Kualifikasi dan sempat bertemu di perempat final dengan pasangan asal Kabupaten Sumbawa  Adisti Mutiara Kinanti / Muhammad Daffa Rachan Yamin, yang berhak atas medali perunggu

Klasemen Sementara Perolehan Medali

Hingga Sabtu malam (18/7), Kabupaten Sumbawa memimpin kokoh di puncak klasemen sementara cabang olahraga panahan dengan perolehan total 4 medali. 

Berikut adalah klasemen medali sementara:

Apresiasi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH MSi, yang hadir menyaksikan perlombaan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian membanggakan para atlet panahan tersebut. "Ini adalah hasil darikerja keras, disiplin, dan dedikasi yang luar biasa dari para atlet serta tim pelatih. Kami sangat bangga melihat dominasi atlet kita di arena PORPROV NTB ini. Semoga prestasi inimenjadi motivasi bagi atlet di cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan yangterbaik bagi Kabupaten Sumbawa," ujar Abdul Rafiq. 

Perlombaan cabor panahan PORPROV NTB 2026 yang dimotori oleh KONI bersama Pengprov PERPANI NTB ini masih akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 mendatang. Peluang bagi Kabupaten Sumbawa dan lainnya dalam mengumpulkan medali masih terbuka besar. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 19:37:36 +0800 amr
Emas untuk Sumbawa! Aurelia Akiko Juara 1 Gaya Punggung di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/emas-untuk-sumbawa-aurelia-akiko-juara-1-gaya-punggung-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/emas-untuk-sumbawa-aurelia-akiko-juara-1-gaya-punggung-di-porprov-ntb-2026 Emas untuk Sumbawa! Aurelia Akiko Juara 1 Gaya Punggung di Porprov NTB 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Perenang andalan Sumbawa, Aurelia Akiko, sukses mempersembahkan medali emas untuk nomor 50 meter gaya punggung putri yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026).

Prestasi ini sekaligus menyempurnakan capaian Aurelia yang sehari sebelumnya juga berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri. Penampilan konsisten Aurelia di lintasan renang mendapatkan apresiasi luas, baik dari jajaran pengurus maupun masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Aurelia Akiko tampil memukau dan mendominasi jalannya pertandingan pada nomor gaya punggung hari ini. Dengan teknik yang mumpuni dan kecepatan yang stabil, ia berhasil menyentuh garis finis di posisi pertama, mengungguli para pesaingnya dari kabupaten/kota lain di NTB.

Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi kontingen akuatik Sumbawa yang masih memiliki sejumlah atlet andalan yang akan berlaga di nomor-nomor berikutnya.

Sebelumnya, Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Sumbawa, Hj. Jamilah, S.Pd.SD., memang telah menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi atletnya. Raihan emas dari Aurelia hari ini membuktikan bahwa dedikasi dan latihan intensif yang dijalani selama masa persiapan membuahkan hasil yang manis bagi tanah Sabalong Samawa

Dukungan Penuh untuk Atlet

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang terus memantau perkembangan atlet di lapangan, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas tambahan medali emas ini.

"Alhamdulillah, emas berhasil kita raih hari ini melalui Aurelia Akiko. Selamat kepada ananda Aurelia atas perjuangan luar biasa di lintasan gaya punggung. Ini adalah bukti bahwa atlet Sumbawa memiliki mental juara dan mampu bersaing di level provinsi," ujar Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq berharap kesuksesan Aurelia dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet lain, seperti Dino Satrio Utomo, Hamdan Sidiq, dan Muhammad Rasyiq Fatih yang masih akan berjuang di nomor pertandingan mereka masing-masing.

"Harapan kita bersama, semoga momentum kemenangan ini memberikan energi positif bagi seluruh atlet yang berlaga. Terus jaga fokus, jaga kondisi fisik, dan tetaplah berjuang dengan menjunjung tinggi sportivitas. Masyarakat Sumbawa mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan kalian semua," tutup Rafiq.

Dengan raihan medali emas ini, posisi Kabupaten Sumbawa di klasemen perolehan medali cabor akuatik semakin diperhitungkan, sekaligus menambah optimisme kontingen dalam mengejar target medali di ajang Porprov NTB 2026. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 16:16:56 +0800 amr
Optimisme Ketua KONI Sumbawa di Arena Panahan: "Jaga Ritme, Fokus Rebut Medali" https://amarmedia.co.id/optimisme-ketua-koni-sumbawa-di-arena-panahan-jaga-ritme-fokus-rebut-medali https://amarmedia.co.id/optimisme-ketua-koni-sumbawa-di-arena-panahan-jaga-ritme-fokus-rebut-medali Optimisme Ketua KONI Sumbawa di Arena Panahan: "Jaga Ritme, Fokus Rebut Medali"

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id - 18 Juli 2026 – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi para atlet yang tengah berjuang di ajang kejuaraan panahan, Sabtu (18/7/2026).

Menyaksikan ketatnya persaingan pada hari pertama kualifikasi, Abdul Rafiq menekankan pentingnya menjaga stabilitas mental dan fisik. Ia optimistis bahwa dengan mentalitas yang kuat, kontingen Sumbawa mampu meraih capaian maksimal dan menyumbangkan medali bagi daerah.

"Saya melihat pada hari pertama ini, potensi atlet kita sudah sangat terlihat. Dengan mental yang kuat seperti ini, saya yakin mereka mampu meraih medali terbanyak," ujar Abdul Rafiq di sela-sela memantau jalannya pertandingan.

Lebih lanjut, Ketua KONI Sumbawa tersebut berpesan agar para atlet tetap disiplin dalam menjaga kesehatan dan kondisi tubuh selama masa pertandingan yang padat. Ia mengingatkan atlet untuk tidak terdistraksi oleh hal-hal di luar fokus utama pertandingan.

"Yang paling utama sekarang adalah jaga kondisi. Jangan terpecah konsentrasinya kepada hal-hal yang tidak perlu. Tetap fokus, jaga ritme permainan agar konsistensi ini terus terjaga sampai ke babak penentuan nanti," tegasnya.

Dukungan dari orang nomor satu di KONI Sumbawa ini menjadi suntikan moral berharga bagi para atlet yang akan melangkah ke babak perempat final. Semangat yang disampaikan sejalan dengan harapan manajer tim, Muhammad Yamin, SE., M.Si., yang sebelumnya telah meminta seluruh atlet untuk tetap rendah hati dan tampil lepas.

Kini, para atlet yang telah memastikan diri lolos ke fase gugur tengah menjalani masa persiapan singkat. Seluruh pihak berharap agar performa impresif yang ditunjukkan pada babak kualifikasi dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, demi membawa pulang medali emas ke Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 12:03:21 +0800 amr
Kualifikasi Tuntas, Atlet Siap Hadapi Perempat Final, Manajer Tim Muhammad Yamin: "Jaga Fokus dan Mentalitas Juara" https://amarmedia.co.id/kualifikasi-tuntas-atlet-siap-hadapi-perempat-final-manajer-tim-muhammad-yamin-jaga-fokus-dan-mentalitas-juara https://amarmedia.co.id/kualifikasi-tuntas-atlet-siap-hadapi-perempat-final-manajer-tim-muhammad-yamin-jaga-fokus-dan-mentalitas-juara Kualifikasi Tuntas, Atlet Siap Hadapi Perempat Final, Manajer Tim Muhammad Yamin: "Jaga Fokus dan Mentalitas Juara"

TALIWANG, SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id – Rangkaian babak kualifikasi panahan dalam kejuaraan hari ini, Sabtu (18/7/2026), resmi berakhir. Berdasarkan hasil pertandingan Recurve dan Compound di berbagai nomor, delapan atlet terbaik dari masing-masing kategori telah memastikan diri melaju ke babak perempat final yang akan digelar dalam waktu dekat.

Manajer Tim, Muhammad Yamin, SE., M.Si., mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah berjuang maksimal sepanjang babak kualifikasi. Ia menegaskan bahwa babak kualifikasi merupakan ujian ketahanan fisik dan konsistensi, sementara babak perempat final nanti akan lebih menguji mentalitas di bawah tekanan.

"Saya sangat bangga melihat semangat juang atlet kita. Hasil kualifikasi ini adalah cerminan dari persiapan panjang yang telah kita lakukan. Namun, saya terus mengingatkan kepada seluruh atlet, terutama yang berhasil menembus dua besar dan delapan besar, untuk tidak berpuas diri. Fokus harus tetap terjaga karena di babak perempat final, setiap anak panah sangat menentukan," ujar Muhammad Yamin.

Terkait target ke depan, Muhammad Yamin menaruh harapan besar agar para atlet mampu tampil lepas dan disiplin pada teknis yang telah dilatih. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah jadwal pertandingan yang padat.

"Harapan saya sederhana namun krusial: jaga ritme, tetap rendah hati, dan tunjukkan mentalitas juara. Kita ingin melihat performa terbaik yang konsisten. Saya yakin dengan kedisiplinan yang ditunjukkan hari ini, atlet kita mampu melangkah jauh hingga ke podium tertinggi," tambahnya.

 Ringkasan Hasil Kualifikasi (Top 3)

Persaingan ketat terlihat jelas di papan klasemen babak kualifikasi setelah 72 anak panah dilepaskan:

Recurve Putra 70m: Sahibul Fikri memimpin dengan skor 609, disusul Hazimul Ihsani (597) dan Rahmatullah (574).

Recurve Putri 70m: Nanda Anggreza Syabila unggul di posisi pertama dengan skor 596, diikuti Jinan Karina Subandi (583) dan Cinta Sakinah Rizkilah (551).

Compound Putra 50m: Rasendriya Dhajryasarwahita tampil dominan dengan skor 677, diikuti Muhammad Fauzan (662) dan Muhammad Daffa Rachan Yamin (651).

Compound Putri 50m:Queen Kanaya Sulaiman dan Marsha Nouvalia Putri berbagi angka tertinggi dengan skor 643, disusul Jelita Senja Martono Putri (620).

Kini, para atlet yang menempati posisi dua terbaik dan seluruh jajaran atlet yang lolos ke fase gugur akan segera memasuki masa persiapan singkat sebelum bertanding kembali di babak perempat final. Seluruh kontingen diharapkan tetap menjaga kebugaran dan fokus penuh demi membawa pulang hasil maksimal bagi daerah masing-masing. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 10:46:37 +0800 amr
Series Kedua Compound Putri Bangkit, Atlet Sumbawa Tunjukkan Potensi di KTC Taliwang https://amarmedia.co.id/series-kedua-compound-putri-bangkit-atlet-sumbawa-tunjukkan-potensi-di-ktc-taliwang https://amarmedia.co.id/series-kedua-compound-putri-bangkit-atlet-sumbawa-tunjukkan-potensi-di-ktc-taliwang Series Kedua Compound Putri Bangkit, Atlet Sumbawa Tunjukkan Potensi di KTC Taliwang

TALIWANG, SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id – Persaingan sengit terjadi pada gelaran panahan series pertama kategori Compound Putri yang berlangsung di Lapangan KTC, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (18/7/2026). Atlet-atlet asal Kabupaten Sumbawa menunjukkan perkembangan performa yang signifikan di tengah persaingan ketat dengan kontingen dari daerah lain di Nusa Tenggara Barat.

Dalam catatan pertandingan Individual 50m Putri (After 54 Arrows), tiga srikandi asal Kabupaten Sumbawa berhasil masuk dalam jajaran atlet papan atas. Jelita Senja Martono Putri menjadi perwakilan Sumbawa dengan peringkat terbaik setelah menempati posisi ketiga dengan total skor 404. Ia diikuti oleh rekan setimnya, Adisti Mutiara Kinanti di posisi kelima (skor 369) dan Khoirunnisa Meidy Taqwa di posisi keenam (skor 363).

Perolehan Skor Compound Individual 50m Putri

Berikut adalah klasemen lengkap hasil pertandingan setelah 54 anak panah:

Progres Positif Atlet Sumbawa

Meskipun pimpinan klasemen sementara masih didominasi oleh atlet dari Kota Mataram, yakni Marsha Nouvalia Putri (431) dan Queen Kanaya Sulaiman (426), perkembangan atlet Kabupaten Sumbawa dalam seriespertama ini dinilai sangat menjanjikan.

Khoirunnisa Meidy Taqwa, misalnya, menunjukkan kapasitas impresif pada sesi kedua 50m dengan perolehan skor 122, yang tercatat sebagai salah satu performa sesi kedua terbaik di antara peserta lainnya. Konsistensi para atlet muda Sumbawa ini menjadi modal penting dalam mengarungi rangkaian series selanjutnya.

Pelaksanaan series pertama di Lapangan KTC Taliwang ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemanah putri untuk mengukur kemampuan teknik dan mental sebelum memasuki tahapan kompetisi yang lebih tinggi. Semangat "bangkit" yang diusung dalam series ini diharapkan mampu memicu lahirnya talenta baru yang dapat membawa nama harum daerah di kancah panahan tingkat nasional. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 08:48:02 +0800 amr
Panahan Sumbawa Tampil Gemilang di Porprov NTB XII: Rasendriya Puncaki Klasemen Sementara Compound Putra https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-rasendriya-puncaki-klasemen-sementara-compound-putra https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-rasendriya-puncaki-klasemen-sementara-compound-putra Panahan Sumbawa Tampil Gemilang di Porprov NTB XII: Rasendriya Puncaki Klasemen Sementara Compound Putra

TALIWANG.KSB. Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa tengah berjuang keras dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026). Hingga babak kualifikasi seri keenam dengan 36 anak panah (after 36 arrows), para atlet Sumbawa menunjukkan performa yang kompetitif di berbagai divisi baik Recurve maupun Compound.

Sebelum turun ke shooting line, pelatih Panca Ari Wibowo kembali membakar semangat para atlet melalui teknik relaksasi. Ia mengajak seluruh atlet untuk mengambil sikap terbaik, membangun sugesti positif, serta menikmati setiap detik saat berada di garis penembakan dengan tenang dan penuh keyakinan. Atlet Sumbawa juga tampil ikonik dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih.

Dukungan penuh juga datang dari Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., yang meminta atlet untuk tetap menjaga fokus dan kenyamanan dalam berlomba. "Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini," tegasnya.

Berikut adalah rekapitulasi perolehan skor kualifikasi sementara untuk para atlet panahan:

Compound Individual 50m Putra :

Rasendriya Dhajryasarwahita: 338 poin (Posisi ke-1)

Muhammad Daffa Rachan Yamin: 329 poin (Posisi ke-4)

 Rahajenya Dahinajagaddhita: 301 poin (Posisi ke-10)

Compound Individual 50m Putri

Jelita Senja Martono Putri: 306 poin (Posisi ke-3)

PpAdisti Mutiara Kinanti: 273 poin (Posisi ke-6)

Khoirunnisa Meidy Taqwa: 241 poin (Posisi ke-11)

Recurve Individual 70m Putra

Joko Suprianto: 282 poin (Posisi ke-5)

Farhan: 244 poin (Posisi ke-12)

Widad Muhammad Al Banna R.: 221 poin (Posisi ke-14)

Mohammad Fikri: 175 poin (Posisi ke-15)

Recurve Individual 70m Putri : 

Jinan Karina Subandi: 286 poin (Posisi ke-2)

Cinta Sakinah Rizkilah: 265 poin (Posisi ke-3)

Cikal Apriani: 118 poin (Posisi ke-9)

Hingga saat ini, para atlet masih terus berjuang untuk menorehkan hasil terbaik bagi Kabupaten Sumbawa dalam ajang Porprov NTB XII tahun 2026. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 08:13:37 +0800 amr
Panahan Sumbawa Tampil Kompetitif di Porprov NTB XII: Berikut Perolehan Skor Kualifikasi Seri Keempat https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-kompetitif-di-porprov-ntb-xii-berikut-perolehan-skor-kualifikasi-seri-keempat https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-kompetitif-di-porprov-ntb-xii-berikut-perolehan-skor-kualifikasi-seri-keempat Panahan Sumbawa Tampil Kompetitif di Porprov NTB XII: Berikut Perolehan Skor Kualifikasi Series keempat.

Taliwang.KSB. Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa tengah berjuang keras dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026). Hingga babak kualifikasi 24 anak panah (after 24 arrows), para atlet Sumbawa menunjukkan performa yang kompetitif di berbagai divisi baik Recurve* maupun Compound.

Sebelum turun ke shooting line, pelatih Panca Ari Wibowo kembali membakar semangat para atlet melalui teknik relaksasi. Ia mengajak seluruh atlet untuk mengambil sikap terbaik, membangun sugesti positif, serta menikmati setiap detik saat berada di garis penembakan dengan tenang dan penuh keyakinan. Atlet Sumbawa juga tampil ikonik dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih.

Dukungan penuh juga datang dari Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., yang meminta atlet untuk tetap menjaga fokus dan kenyamanan dalam berlomba. "Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini," tegasnya.

Berikut adalah rekapitulasi perolehan skor kualifikasi sementara untuk para atlet panahan:

Divisi Recurve 70m Putra

Joko Suprianto: 182 poin

Farhan: 169 poin

Widad Muhammad Al Banna R.: 151 poin

Mohammad Fikri: 115 poin

Divisi Recurve 70m Putri

Jinan Karina Subandi: 195 poin (Posisi ke-2)

Cinta Sakinah Rizkilah: 173 poin (Posisi ke-3)

Cikal Apriani: 95 poin

Divisi Compound 50m Putra

Rasendriya Dhajryasarwahita: 225 poin (Posisi ke-2)

Muhammad Daffa Rachan Yamin: 215 poin (Posisi ke-5)

Rahajenya Dahinajagaddhita: 204 poin (Posisi ke-8)

Divisi Compound 50m Putri

Jelita Senja Martono Putri: 202 poin (Posisi ke-3)

Adisti Mutiara Kinanti: 191 poin (Posisi ke-4)

Khoirunnisa Meidy Taqwa: 155 poin

Saat ini, rangkaian pertandingan masih terus berlangsung. Setelah sesi kualifikasi, para atlet akan melanjutkan perjuangan di babak mixed team perempat final hingga perebutan medali emas dan perunggu yang akan diakhiri dengan upacara penyerahan medali pada pukul 16.00 WITA. Seluruh masyarakat Sumbawa diharapkan terus memberikan dukungan dan doa agar para pemanah daerah dapat meraih podium tertinggi.

]]>
Sat, 18 Jul 2026 07:56:19 +0800 amr
Sumbawa Siap Beraksi di Arena Panahan, Coach Panca Bakar Semangat Atlet dengan Sugesti Positif https://amarmedia.co.id/sumbawa-siap-beraksi-di-arena-panahan-coach-panca-bakar-semangat-atlet-dengan-sugesti-positif https://amarmedia.co.id/sumbawa-siap-beraksi-di-arena-panahan-coach-panca-bakar-semangat-atlet-dengan-sugesti-positif Sumbawa Siap Beraksi di Arena Panahan, Coach Panca Bakar Semangat Atlet dengan Sugesti Positif

Taliwang KSB. Amarmedia.co.id– Semangat membara menyelimuti kontingen panahan Kabupaten Sumbawa yang bersiap menghadapi laga krusial di ajang Porprov NTB XII hari ini, Sabtu (18/7/2026). Tampil percaya diri dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih, para atlet terlihat fokus dan mantap menatap target di shooting line.

Sebelum memulai pertandingan, pelatih Panca Ari Wibowo memberikan arahan khusus dan motivasi intensif kepada seluruh atlet. Dalam sesi persiapan tersebut, Coach Panca mengajak para atlet melakukan teknik relaksasi untuk membangun mental juara.

"Lakukan relaksasi dan ambil sikap terbaik agar seluruh memori dan sugesti positif meresap. Katakan pada diri sendiri bahwa hari ini kalian bisa memanah dengan tenang. Enjoy saat berada di shooting line, pegang erat busur kalian, dan tetap tenang dalam setiap bidikan," ujar Coach Panca memberikan instruksi.

Suntikan motivasi ini diharapkan mampu menjaga ritme dan ketenangan para atlet Sumbawa, baik di divisi Recurve maupun Compound. Dengan perpaduan persiapan teknis yang matang dan penguatan mental melalui sugesti positif, kontingen Sumbawa optimis dapat memberikan performa terbaik dalam kompetisi kualifikasi dan mixed team yang berlangsung hari ini.

Daftar atlet yang akan berlaga hari ini antara lain:

Divisi Recurve (Putra):Farhan, Joko Suprianto, Mohammad Fikri, dan Widad Muhammad Al Banna Rachman.

Divisi Recurve (Putri): Cikal Apriani, Cinta Sakinah Rizkilah, dan Jinan Karina Subandi.

Divisi Compound (Putra): Muhammad Daffa Rachan Yamin, Rahajenya Dahinajagaddhita, dan Rasendriya Dhajryasarwahita.

Divisi Compound (Putri): Adisti Mutiara Kinanti, Jelita Senja Martono Putri, dan Khoirunnisa Meidy Taqwa.

Seluruh atlet kini telah bersiap di lapangan, mengenakan seragam legendaris kuning-putih, siap untuk mengukir prestasi dan mempersembahkan medali bagi Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 07:24:11 +0800 amr
Panahan Sumbawa Siap Tempur di Porprov NTB XII: Incar Medali di Nomor Recurve dan Compound https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-siap-tempur-di-porprov-ntb-xii-incar-medali-di-nomor-recurve-dan-compound https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-siap-tempur-di-porprov-ntb-xii-incar-medali-di-nomor-recurve-dan-compound Panahan Sumbawa Siap Tempur di Porprov NTB XII: Incar Medali di Nomor Recurve dan Compound

Taliwang Sumbawa Barat. Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Panahan Kabupaten Sumbawa memasuki fase krusial dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026. Pada hari Sabtu (18/7/2026), para atlet panahan Sumbawa dijadwalkan turun berlaga di nomor Recurve dan Compound, baik pada kategori kualifikasi maupun mixed team (beregu campuran).

Jadwal pertandingan hari ini akan dimulai sejak pukul 07.15 WITA dengan kualifikasi putaran pertama, diikuti putaran kedua pada pukul 08.25 WITA. Selanjutnya, babak perempat final mixed team akan dimulai pukul 10.05 WITA, disusul babak semifinal pada pukul 10.35 WITA. Puncak perjuangan para atlet akan berlangsung pada babak perebutan medali perunggu dan emas sepanjang siang hingga sore hari, dengan upacara penyerahan medali dijadwalkan pukul 16.00 WITA.

Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh atlet sebelum turun ke lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan agar performa terbaik dapat keluar sebagaimana saat latihan rutin.

"Saya minta seluruh atlet untuk tampil maksimal. Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini. Fokus pada teknis, jaga ritme, dan percayakan pada kemampuan diri sendiri," ujar Muhammad Yamin penuh semangat.

Daftar atlet yang akan berlaga hari ini antara lain:

Divisi Recurve (Putra): Farhan, Joko Suprianto, Mohammad Fikri, dan Widad Muhammad Al Banna Rachman.

Divisi Recurve (Putri):Cikal Apriani, Cinta Sakinah Rizkilah, dan Jinan Karina Subandi.

Divisi Compound (Putra): Muhammad Daffa Rachan Yamin, Rahajenya Dahinajagaddhita, dan Rasendriya Dhajryasarwahita.

Divisi Compound (Putri): Adisti Mutiara Kinanti, Jelita Senja Martono Putri, dan Khoirunnisa Meidy Taqwa.

Tim panahan Sumbawa telah mempersiapkan diri dengan matang dan diharapkan mampu membawa pulang medali dari nomor-nomor bergengsi yang dipertandingkan hari ini. Masyarakat Sumbawa diharapkan memberikan dukungan doa agar perjuangan para pemanah daerah membuahkan hasil maksimal bagi kontingen Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 05:57:39 +0800 amr
Gateball Sumbawa Tampil Unggul di Porprov NTB XII: Raih Total 6 Medali, Berpeluang Tambah Pundi Emas https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-raih-total-6-medali-berpeluang-tambah-pundi-emas https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-raih-total-6-medali-berpeluang-tambah-pundi-emas Gateball Sumbawa Tampil Unggul di Porprov NTB XII: Raih Total 6 Medali, Berpeluang Tambah Pundi Emas

Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co id– Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Gateball Kabupaten Sumbawa menunjukkan dominasi dan performa impresif dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026. Hingga Jumat malam (17/7/2026), tim Gateball Sumbawa telah sukses mengumpulkan total 6 medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Berdasarkan data resmi panitia pelaksana, raihan medali tersebut terdiri dari 3 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Berikut adalah rincian perolehan medali Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa hingga Jumat (17/7/2026):

Medali Emas:

Nomor Triple Wanita: Azizah Ranti Pratiwi, Dita Mauliddianti, Nazaria Onoli, dan Iga Khrisma Pasha.

Nomor Ganda Putra: Indra, Ardiyansyah, Bambang Hermawan, dan Wahyu Hidayat.

Nomor Triple Putra: Ariston Juni Alvin S, Rizki Putra Kasuda, Sutomo, Ardiyanto, dan Deni Mauliddiansyah.

Medali Perak:

Nomor Tunggal Wanita: Dilla Nurhidayah.

Nomor Ganda Wanita: Sinta Olivia Ahmad dan Balada Dwi Evita.

Medali Perunggu:

Nomor Ganda Campuran: Ari Sudrajat dan Salsya Sabila.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berjuang maksimal mengharumkan nama daerah di ajang provinsi ini.

"Alhamdulillah, raihan medali ini adalah capaian yang luar biasa. Saya secara pribadi dan atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para atlet Gateball kita yang telah memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa," ujar Abdul Rafiq, Jumat (17/7/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Binpres Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa, Ari Sudrajat, menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari latihan disiplin dan kekompakan tim. Ia berharap para atlet tetap menjaga fokus dan mental bertanding karena masih tersisa dua nomor pertandingan lagi, yaitu Beregu Putra dan Beregu Wanita, yang dijadwalkan akan rampung pada Sabtu (18/7/2026).

"Saya minta seluruh atlet yang akan berlaga esok hari untuk tampil habis-habisan dengan semangat juang tinggi. Jika bermain lepas dan tenang, kita optimis bisa menambah pundi-pundi medali bagi Sumbawa," pungkas Ari Sudrajat.

Keberhasilan di hari kedua ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh kontingen Sumbawa untuk menutup perhelatan Porprov NTB XII dengan prestasi terbaik. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 20:05:10 +0800 amr
Panen Medali di Porprov NTB 2026: Angkat Besi Sumbawa Kembali Sumbang Emas Kedua dan Perunggu https://amarmedia.co.id/panen-medali-di-porprov-ntb-2026-angkat-besi-sumbawa-kembali-sumbang-emas-kedua-dan-perunggu https://amarmedia.co.id/panen-medali-di-porprov-ntb-2026-angkat-besi-sumbawa-kembali-sumbang-emas-kedua-dan-perunggu Panen Medali di Porprov NTB 2026: Angkat Besi Sumbawa Kembali Sumbang Emas Kedua dan Perunggu

Mataram, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Hingga Jumat (17/7/2026), pundi-pundi medali Sumbawa kembali bertambah berkat penampilan unggul atlet-atlet angkat besi di arena pertandingan.

Ketua Cabor Angkat Besi Kabupaten Sumbawa, Evi Erwan, menyampaikan kabar gembira atas raihan tambahan medali hari ini. "Alhamdulillah, kembali satu emas dipersembahkan oleh atlet angkat berat kita, Nurul Laela Febriana, dan satu medali perunggu diraih oleh Tiara Septianingsih," ujar Evi dengan penuh bangga.

Raihan ini melengkapi keberhasilan sebelumnya yang dipersembahkan oleh Handoko Meitriana yang sukses menyabet medali emas di kelas 70 kg putra dengan angkatan terbaik 150 kg.

Rekapitulasi Medali Sementara Kontingen Sumbawa (Per 17 Juli 2026)

Hingga sore ini, kontingen Kabupaten Sumbawa telah mengumpulkan tambahan  7 medali yang terdiri dari 5 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu sehingga tota emas yang teraih 18 emas. 

Berikut adalah rincian capaian sementara  yang diraih Jumat 17 Juli 2026 hingga pukul 18.00

  • 2 Medali Emas: Cabor Gateball (Double Putra & Triple Putra)
  • 1 Medali Emas: Cabor Sepak Takraw (Quadran Putra)
  • 1 Medali Emas: Cabor Angkat Besi Putra (Handoko Meitriana)
  • 1 Medali Emas: Cabor Angkat Besi Putri (Nurul Laela Febriana)
  • 1 Medali Perak: Cabor Akuatik (Aurelia Akiko - 50M Gaya Kupu-kupu Putri)
  • 1 Medali Perunggu: Cabor Angkat Besi Putri (Tiara Septianingsih)

Apresiasi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang telah berjuang maksimal.

"Alhamdulillah, torehan prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi luar biasa. Saya bangga dengan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh anak-anak kita. Raihan 5 medali emas hingga hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Sumbawa berada pada jalur yang tepat," ungkap Abdul Rafiq.

Rafiq juga menegaskan bahwa KONI akan terus memberikan dukungan penuh bagi para atlet yang masih akan bertanding di hari-hari berikutnya. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jaga momentum ini, tetap fokus, dan terus berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di kancah provinsi," pungkasnya.

Dengan perolehan medali yang terus bertambah, posisi kontingen Kabupaten Sumbawa kini semakin kuat dalam persaingan perolehan medali di ajang Porprov NTB 2026. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 18:47:01 +0800 amr
Terjadi Turbulance, Jadwal Pertandingan Terjun Payung Porprov NTB 2026 Ditunda https://amarmedia.co.id/terjadi-turbulance-jadwal-pertandingan-terjun-payung-porprov-ntb-2026-ditunda https://amarmedia.co.id/terjadi-turbulance-jadwal-pertandingan-terjun-payung-porprov-ntb-2026-ditunda Terjadi Turbulance, Jadwal Pertandingan Terjun Payung Porprov NTB 2026 Ditunda

MANDALIKA, Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama adanya turbulensi atau guncangan udara yang cukup besar di atas area Mandalika, menjadi alasan utama pembatalan sesi penerbangan hari ini Jumat 17 Juli 2026. Panitia menilai risiko bagi para atlet jika memaksakan diri untuk melakukan aktivitas udara dalam kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut.

Ketua Aerosport Kabupaten Sumbawa, Amran Herlambang kepada awak media menegaskan bahwa penundaan ini merupakan prosedur standar yang wajib dipatuhi demi keselamatan. Menurutnya, dalam olahraga dirgantara yang memiliki risiko tinggi, faktor keselamatan adalah harga mati.

"Dalam olahraga dirgantara seperti terjun payung yang berisiko tinggi, penundaan karena kendala cuaca adalah hal yang biasa. Kita harus selalu mengutamakan safety first. Penundaan hari ini pun dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis dari pihak Airnav yang memantau kondisi keamanan udara, dan esok pagi akan dilanjutkan sambil dilihat perkembangannya" ujar Amran Herlambang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa risiko turbulensi di area Mandalika saat ini berada di luar batas toleransi aman untuk operasional penerbangan atlet. "Panitia menilai risiko bagi para atlet sangat tinggi jika memaksakan diri untuk melakukan aktivitas udara dalam kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut," imbuh Amran.

Dukungan Penuh Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., saat dikonfirmasi mengenai kondisi ini, menyampaikan dukungannya terhadap keputusan panitia. Ia menekankan bahwa keselamatan atlet adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Kami menerima laporan bahwa hari ini jadwal pertandingan diundur karena faktor cuaca. Sebagai bentuk profesionalisme dan perhatian terhadap keselamatan, keputusan panitia untuk menunda penerbangan adalah langkah yang sangat tepat," ujar Abdul Rafiq.

Rafiq juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet dirgantara Sumbawa untuk tetap menjaga mental dan kesiapan fisik selama masa tunggu.

"Kepada para atlet kita, tetap tenang dan jaga konsentrasi. Faktor alam memang di luar kendali kita, namun semangat juang harus tetap terjaga. Insya Allah, saat kondisi cuaca sudah dinyatakan aman dan layak, kita optimis para atlet akan memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi untuk Kabupaten Sumbawa," pungkas Rafiq.

Saat ini, pihak panitia terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau perkembangan cuaca. Jadwal pertandingan akan segera diinformasikan kembali kepada tim manajer dan kontingen setelah kondisi dinyatakan aman untuk penerbangan. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 18:33:44 +0800 amr
Tampil Memukau di Porprov NTB 2026, Perenang Sumbawa Aurelia Akiko Sumbang Medali Perak https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-porprov-ntb-2026-perenang-sumbawa-aurelia-akiko-sumbang-medali-perak https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-porprov-ntb-2026-perenang-sumbawa-aurelia-akiko-sumbang-medali-perak Tampil Memukau di Porprov NTB 2026, Perenang Sumbawa Aurelia Akiko Sumbang Medali Perak

Dasan Geria,Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah koleksi medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga (Cabor) Akuatik, di mana perenang andalan Sumbawa, Aurelia Akiko, berhasil menyabet medali perak pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri, Jumat (17/7/2026) di kolam renang Dewi Anjani Waterpark.

Aurelia Akiko yang tampil penuh percaya diri di kolam renang berhasil menyentuh garis finis dan mengamankan podium kedua, memberikan kontribusi penting bagi posisi klasemen medali Kabupaten Sumbawa.

Harapan dan Optimisme Cabor Akuatik

Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Sumbawa, Hj. Jamilah, S.Pd.SD., menyambut baik raihan medali tersebut. Ia menyatakan rasa syukurnya atas perjuangan para atlet yang telah memberikan hasil terbaik di hari pertama perlombaan.

"Alhamdulillah, saat ini kita baru meraih satu medali perak melalui Aurelia Akiko. Insya Allah, perjuangan belum berakhir, besok masih ada jadwal pertandingan lagi dan kita semua berharap serta berdoa semoga atlet-atlet kita bisa kembali mempersembahkan medali," ujar Hj. Jamilah.

Hj. Jamilah juga menaruh harapan besar pada atlet lainnya yang masih akan bertanding, di antaranya:

Dino Satrio Utomo (50 M Gaya Punggung & 200 M Gaya Dada Putra)

Hamdan Sidiq (50 M Gaya Bebas & 200 M Gaya Dada Putra)

Muhammad Rasyiq Fatih (100 M Gaya Punggung & 100 M Gaya Dada Putra)

Aurelia Akiko (50 M Gaya Punggung Putri)

Apresiasi dari Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada Aurelia Akiko atas raihan medali perak tersebut. Rafiq juga memuji dedikasi seluruh pengurus, pelatih, dan official Cabor Akuatik yang terus bekerja keras mengawal para atlet di lapangan.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Aurelia Akiko atas raihan medali perak ini. Ini adalah bukti kerja keras dan latihan intensif yang telah dilakukan. Terima kasih juga saya ucapkan kepada jajaran pengurus Akuatik Sumbawa, para pelatih, dan official yang tak lelah mendampingi serta memberikan motivasi kepada para atlet kita," ungkap Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq juga memberikan dorongan semangat kepada seluruh atlet yang akan turun berlaga di nomor-nomor berikutnya.

"Kemenangan atau raihan medali ini bukan hanya soal angka, tapi tentang semangat juang membawa nama baik Kabupaten Sumbawa. Kepada atlet yang akan bertanding esok hari, tetap jaga kondisi fisik, tetap fokus, dan tunjukkan sportivitas terbaik di air. Seluruh masyarakat Sumbawa mendoakan yang terbaik untuk kalian," pungkas Rafiq dengan penuh optimisme. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 17:15:24 +0800 amr
Torehkan Prestasi Unggul di Porprov NTB 2026, Lifter Sumbawa Handoko Meitriana Sabet Medali Emas https://amarmedia.co.id/torehkan-prestasi-unggul-di-porprov-ntb-2026-lifter-sumbawa-handoko-meitriana-sabet-medali-emas https://amarmedia.co.id/torehkan-prestasi-unggul-di-porprov-ntb-2026-lifter-sumbawa-handoko-meitriana-sabet-medali-emas Torehkan Prestasi Unggul di Porprov NTB 2026, Lifter Sumbawa Handoko Meitriana Sabet Medali Emas

Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah pundi-pundi medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Kali ini, kabar membanggakan datang dari cabang olahraga (Cabor) Angkat Besi yang sukses mempersembahkan medali emas, Jumat (17/7/2026).

Medali emas tersebut dipersembahkan oleh atlet andalan Sumbawa, Handoko Meitriana yang turun di kelas 70 kg putra. Handoko tampil perkasa dengan mencatatkan angkatan terbaik di angka 150 kg, yang sekaligus mengantarkannya ke podium tertinggi.

Selain kesuksesan Handoko, kontingen Angkat Besi Sumbawa juga menurunkan sejumlah atlet potensial lainnya di berbagai kelas, di antaranya:Alfin Triansyah (Kelas 65 kg Putra), Rangga Hery Parwantho (Kelas +110 kg Putra),  Satya Dinata (Kelas 60 kg Putra), Tiara Septia Ningsih (Kelas 77 kg Putri), Nusaibah Putri Wicaksana (Kelas 69 kg Putri),Nadila Asmita (Kelas 49 kg Putri), Nurul Laela Febriana (Kelas 61 kg Putri)

Apresiasi Tinggi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Handoko. Menurutnya, medali emas ini adalah bukti nyata dari hasil kerja keras dan disiplin atlet dalam berlatih serta kegigihan pengurus Cabor angkat besi.

"Alhamdulillah, satu lagi medali emas berhasil kita raih dari cabor Angkat Besi melalui saudara Handoko. Saya atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa. Angkatan 150 kg bukanlah beban yang ringan, namun Handoko mampu membuktikan kapasitasnya sebagai yang terbaik," ujar Abdul Rafiq saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Lebih lanjut, Abdul Rafiq yang dikenal sangat konsisten mengawal perkembangan atlet Sumbawa ini berharap prestasi Handoko menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lain yang masih akan bertanding.

"Raihan ini tentu menjadi suntikan moral yang besar bagi seluruh kontingen kita. Kepada para atlet lain yang turun di kelas masing-masing, tetap fokus dan berikan kemampuan maksimal. Kita optimis, dengan semangat pantang menyerah, Sumbawa dapat terus mendulang prestasi di ajang Porprov tahun ini," pungkas Rafiq penuh optimisme.

Capaian ini mempertegas posisi Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu kekuatan besar dalam kancah olahraga di Nusa Tenggara Barat, khususnya pada cabang olahraga angkat besi. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 17:00:51 +0800 amr
Bakar Semangat Atlet Biliar Sumbawa di PORPROV NTB 2026, Sekretaris Komisi II DPRD: Fokus dan Jaga Sportivitas https://amarmedia.co.id/bakar-semangat-atlet-biliar-sumbawa-di-porprov-ntb-2026-sekretaris-komisi-ii-dprd-fokus-dan-jaga-sportivitas https://amarmedia.co.id/bakar-semangat-atlet-biliar-sumbawa-di-porprov-ntb-2026-sekretaris-komisi-ii-dprd-fokus-dan-jaga-sportivitas Bakar Semangat Atlet Biliar Sumbawa di PORPROV NTB 2026, Sekretaris Komisi II DPRD: Fokus dan Jaga Sportivitas

LOMBOK BARAT. Amarmedia.co.id– Dukungan moral terus mengalir bagi kontingen Kabupaten Sumbawa yang tengah berjuang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pertandingan dan memberikan motivasi kepada para atlet Cabang Olahraga (Cabor) Biliar, Jumat (17/07/2026).

Kehadiran H. Zohran di lokasi pertandingan bertujuan untuk melihat langsung kesiapan para atlet sekaligus memberikan suntikan semangat agar mereka tampil percaya diri dan maksimal dalam setiap nomor pertandingan yang diikuti.

Dalam arahannya, H. Zohran menekankan pentingnya menjaga fokus serta menjunjung tinggi sportivitas di atas meja biliar. "Saya datang untuk memberikan dukungan langsung kepada putra-putri terbaik daerah kita. Saya berharap seluruh atlet biliar Sumbawa dapat tampil dengan tenang, fokus, dan yang terpenting adalah menjaga sportivitas. Berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa," ungkap H. Zohran di sela-sela peninjauannya.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya melihat komposisi atlet yang diturunkan, yang merupakan perpaduan antara atlet senior berpengalaman dan talenta muda berbakat. "Melihat dedikasi yang ditunjukkan oleh teman-teman atlet saat latihan maupun di lapangan, kami optimistis cabor biliar dapat menyumbangkan medali untuk Sumbawa," tambahnya.

Adapun kontingen biliar Kabupaten Sumbawa yang berlaga di PORPROV NTB 2026 ini diperkuat oleh 11 atlet unggulan, yakni:

1. Achmad Juli Eka Buana Putra

2. Christian Ondang

3. Deni Saputra

4. Erwin Satria Negara

5. Hendra Budiman DM

6. Manambai Gemilang Zaman Rangagabarani

7. MZ Arifin

8. Nurul Nazilatil Natohe

9. Okta Ade Fitri

10. Syahrul Ramadhan

11. Yuli Armin Putra

Para atlet tersebut turun di berbagai nomor pertandingan bergengsi, mulai dari 15 Reds Single, 8 Ball Single/Double, hingga nomor 9 Ball dan 10 Ball baik kategori putra maupun putri.

H. Zohran menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sumbawa,  berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat olahraga di daerah. Ia berharap, perjuangan para atlet biliar ini dapat membuahkan hasil manis dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa untuk terus berprestasi.

"Jaga kesehatan, jaga kekompakan tim, dan mohon doa dari seluruh masyarakat Sumbawa. Semoga perjuangan kalian di ajang ini membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi kita semua," pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 16:01:11 +0800 amr
Benahi Distribusi Gas Melon, Satgas LPG Kecamatan Plampang Perkuat Pengawasan Hingga Tingkat Desa https://amarmedia.co.id/benahi-distribusi-gas-melon-satgas-lpg-kecamatan-plampang-perkuat-pengawasan-hingga-tingkat-desa https://amarmedia.co.id/benahi-distribusi-gas-melon-satgas-lpg-kecamatan-plampang-perkuat-pengawasan-hingga-tingkat-desa Benahi Distribusi Gas Melon, Satgas LPG Kecamatan Plampang Perkuat Pengawasan Hingga Tingkat Desa

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) LPG Kecamatan Plampang mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola penyaluran LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi atau yang dikenal sebagai "Gas Melon". Langkah ini diwujudkan melalui rapat evaluasi dan penertiban yang digelar di Aula Kantor Camat Plampang, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si., dan dihadiri oleh seluruh subpengecer LPG 3 kg di wilayah tersebut, serta perwakilan pemerintah desa yang terdiri atas 9 kepala desa dan 2 sekretaris desa.

Rapat ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas hasil monitoring lapangan yang dilakukan oleh Satgas LPG Kecamatan Plampang, serta respons terhadap berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait kendala dalam mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi. Sebanyak 41 subpengecer turut hadir untuk menyamakan persepsi guna memastikan penyaluran gas subsidi berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, ditegaskan kembali bahwa seluruh subpengecer wajib menjual LPG 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketentuan ini merujuk pada Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 750-444 Tahun 2023. Pelanggaran terhadap harga yang telah ditetapkan akan menjadi perhatian serius bagi pihak Satgas.

Selain itu, peran pemerintah desa kini diperkuat untuk melakukan verifikasi data penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa LPG bersubsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

"Pemerintah desa akan berperan aktif melakukan verifikasi data agar penyaluran tepat sasaran. Bagi desa yang memiliki keterbatasan jumlah subpengecer maupun kuota, mekanisme pendistribusian akan diatur bersama agar pembagian berlangsung adil bagi seluruh masyarakat," ujar Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si.

Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi konstruktif antara subpengecer dan perangkat desa. Sejumlah desa juga membagikan praktik-praktik baik (best practices) yang telah berhasil mereka terapkan dalam mengelola distribusi gas di wilayah masing-masing.

Sebagai hasil akhir, disepakati bahwa pengawasan distribusi akan diperketat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tim Satgas mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak kecamatan atau pemerintah desa apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau kecurangan dalam penyaluran LPG bersubsidi di lapangan.

Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis distribusi LPG 3 kg di Kecamatan Plampang akan semakin tertib, transparan, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak secara merata. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 09:11:13 +0800 amr
Porprov NTB 2026: Cabor Panahan Resmi Digelar di KTC Taliwang, Sumbawa Barat https://amarmedia.co.id/porprov-ntb-2026-cabor-panahan-resmi-digelar-di-ktc-taliwang-sumbawa-barat https://amarmedia.co.id/porprov-ntb-2026-cabor-panahan-resmi-digelar-di-ktc-taliwang-sumbawa-barat Porprov NTB 2026: Cabor Panahan Resmi Digelar di KTC Taliwang, Sumbawa Barat

TALIWANG, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat tahun 2026 resmi memasuki hari pertama pertandingan untuk cabang olahraga panahan. Perhelatan olahraga bergengsi yang digelar di Kemutar Telu Center* (KTC), Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para atlet, manajer, pelatih, dan ofisial tim dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Jumat (17/7/2026).

Director Off Shooting (DOS) Porprov NTB 2026, Cahyo Nugroho, secara resmi menyambut seluruh kontingen dalam acara pembukaan yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Cahyo mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya ajang yang menjadi wadah pembuktian bagi atlet-atlet panahan berbakat di NTB.

"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan sejahtera di event yang sangat spesial ini," ujar Cahyo dalam pembukaan acara.

Cahyo menekankan bahwa Porprov NTB 2026 merupakan momentum yang sangat dinantikan oleh komunitas panahan di NTB. Ajang ini menjadi panggung utama bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, akurasi, dan keterampilan teknis yang telah mereka asah selama masa persiapan.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi khusus disampaikan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi besar terhadap suksesnya penyelenggaraan event ini.

"Terima kasih kami haturkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat selaku tuan rumah, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan event ini. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua, karena ini adalah kali pertama Porprov NTB diselenggarakan di Kabupaten Sumbawa Barat," lanjut Cahyo.

Menutup arahannya, Cahyo memberikan motivasi kepada seluruh atlet yang akan berlaga. Ia berharap agar setiap atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas.

"Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian di lapangan, tetaplah suportif, dan semoga sukses membawa pulang kemenangan serta mengharumkan nama daerah masing-masing," pungkasnya.

Pertandingan cabor panahan ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan target melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan menjadi aset masa depan bagi Nusa Tenggara Barat di kancah nasional. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 07:51:28 +0800 amr
Gateball Sumbawa Curi Perhatian di Ajang Provinsi: Raih Emas dan Perak di Hari Pertama https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-curi-perhatian-di-ajang-provinsi-raih-emas-dan-perak-di-hari-pertama https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-curi-perhatian-di-ajang-provinsi-raih-emas-dan-perak-di-hari-pertama Gateball Sumbawa Curi Perhatian di Ajang Provinsi: Raih Emas dan Perak di Hari Pertama

Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Gateball Kabupaten Sumbawa mengawali laga dengan performa impresif. Hingga Kamis malam (16/07/2026), tim Gateball Sumbawa sukses mengamankan dua medali dari dua nomor yang telah dipertandingkan, yakni satu medali emas dan satu medali perak.

Medali emas dipersembahkan oleh tim Triple Wanita yang diperkuat oleh Izza, Dita, Iga, dan Najar, setelah sukses menundukkan tim dari Lombok Barat. Sementara itu, medali perak diraih oleh Dilla yang turun di nomor Single Wanita dalam pertandingan yang berlangsung sengit sore tadi.

Hingga berita ini diturunkan, kontingen Sumbawa masih harus berjuang di tujuh nomor pertandingan lainnya yang dijadwalkan akan rampung pada Jumat (17/7) dan Sabtu (18/7) 

Apresiasi Tinggi Ketua KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyambut gembira kabar perolehan medali tersebut. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet Gateball yang telah berjuang maksimal mengharumkan nama daerah.

"Alhamdulillah, raihan satu emas dan satu perak di awal pertandingan ini adalah capaian yang luar biasa. Saya secara pribadi dan atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para atlet Gateball kita. Perjuangan Izza, Dita, Iga, Najar, dan Dilla telah memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa," ujar Abdul Rafiq, Jumat (17/7/2026).

Rafiq, yang dikenal sangat aktif dalam mendukung pengembangan dunia olahraga di Sumbawa, juga memberikan suntikan semangat kepada seluruh atlet yang masih akan bertanding. "Kita masih punya tujuh nomor lagi. Kepada para atlet, tetap jaga kondisi, fokus, dan tunjukkan sportivitas. Insya Allah, kita optimis perolehan medali untuk Cabor Gateball akan bertambah," tambahnya.

Motivasi Kabid Binpres: Fokus dan Pantang Menyerah

Senada dengan Ketua KONI, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa, Ari Sudrajat, mengungkapkan kebanggaannya atas mentalitas yang ditunjukkan para atlet di lapangan. Ia menegaskan bahwa capaian hari pertama ini adalah modal penting untuk menghadapi nomor pertandingan selanjutnya.

"Hasil hari ini membuktikan bahwa strategi dan latihan disiplin yang kita terapkan membuahkan hasil. Saya berpesan kepada seluruh atlet untuk tidak cepat puas dengan hasil sementara ini. Tetap jaga fokus, pelajari ritme lawan, dan yang terpenting adalah jaga mental bertanding. Masih ada tujuh nomor yang harus kita selesaikan, saya yakin jika para atlet bermain lepas dan tenang, kita bisa menambah pundi-pundi medali emas untuk Sumbawa," ujar Ari Sudrajat memberikan motivasi.

Ari juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim sebagai kunci sukses dalam setiap nomor pertandingan Gateball. "Di Gateball, konsentrasi dan kerja sama tim adalah segalanya. Saya minta seluruh atlet yang akan berlaga di hari Jumat dan Sabtu besok untuk tampil habis-habisan dengan semangat juang tinggi," tutupnya.

Keberhasilan awal ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi kontingen Sumbawa untuk terus mendulang prestasi dan membawa pulang hasil terbaik bagi daerah. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 07:37:13 +0800 amr
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028 https://amarmedia.co.id/porprov-xii-resmi-dibuka-gubernur-pacu-prestasi-atlet-dan-kesiapan-pon-2028 https://amarmedia.co.id/porprov-xii-resmi-dibuka-gubernur-pacu-prestasi-atlet-dan-kesiapan-pon-2028 Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Mataram.Amarmedia.co.id– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB Tahun 2026 di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Kamis (16/7/2026). Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menguji kesiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pembukaan Porprov XII ditandai dengan penyalaan api Porprov oleh Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, serta atlet-atlet kebanggaan NTB. Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-NTB, pimpinan DPRD, kepala perangkat daerah, pengurus KONI, serta ribuan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota. Pembukaan semakin semarak dengan parade kontingen, tari kolosal Raga Budaya, dan pertunjukan seni yang menggambarkan semangat persatuan masyarakat NTB.

Ketua KONI Provinsi NTB, H. Mori Hanafi, menjelaskan bahwa seluruh penyelenggaraan Porprov XII dirancang sebagai simulasi menuju PON XXII Tahun 2028. Karena itu, berbagai aspek teknis telah disesuaikan dengan standar nasional, termasuk penerapan sistem digital dalam pendaftaran atlet sebagai bagian dari modernisasi tata kelola olahraga.

"Porprov ini menjadi latihan bersama menuju PON 2028. Karena itu kami mulai menerapkan sistem yang lebih profesional, efisien, dan transparan agar seluruh perangkat penyelenggara terbiasa dengan standar nasional," ujarnya.

Porprov XII mempertandingkan 51 cabang olahraga yang diikuti 4.860 atlet, didampingi 1.088 ofisial, serta 519 wasit, hakim, dan juri. Pertandingan berlangsung hingga 26 Juli 2026 dan tersebar di enam daerah penyelenggara, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurut Mori, pelaksanaan Porprov tidak hanya menjadi ajang pembinaan prestasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Perputaran ekonomi selama penyelenggaraan diproyeksikan melampaui Rp100 miliar, didukung meningkatnya okupansi hotel, sektor transportasi, kuliner, serta aktivitas UMKM. Lebih dari 4.200 kamar hotel diperkirakan terisi, sementara jumlah penonton diproyeksikan mencapai lebih dari 150 ribu orang sepanjang pelaksanaan Porprov.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Porprov merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, sponsor, dan masyarakat yang bersama-sama mendukung kemajuan olahraga di daerah.

Sementara itu, Gubernur NTB Miq Iqbal menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar agenda olahraga empat tahunan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.

"Porprov ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah. Ini adalah embrio pembinaan atlet masa depan NTB. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan mengharumkan nama daerah pada PON maupun berbagai kejuaraan nasional dan internasional," tegasnya.

Menurut Gubernur, terdapat dua misi besar yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan Porprov XII. Pertama, meningkatkan kualitas pembinaan sehingga prestasi atlet NTB pada PON XXII Tahun 2028 mampu melampaui capaian sebelumnya. Kedua, menjadikan Porprov sebagai wahana menguji kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON yang profesional, akuntabel, dan berstandar nasional.

"Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, bersih, transparan, akuntabel, dan tidak menyisakan persoalan hukum maupun administrasi," ujar Miq Iqbal.

Kepada seluruh atlet, Gubernur berpesan agar menjadikan Porprov sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter. Menurutnya, prestasi harus berjalan seiring dengan sportivitas dan semangat persaudaraan.

"Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, kejarlah prestasi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mengorbankan sportivitas. Kita boleh bersaing di arena, tetapi setelah pertandingan usai, kita tetap satu keluarga besar Nusa Tenggara Barat," pesannya.

Porprov XII NTB bukan hanya menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik menuju PON XXII Tahun 2028, tetapi juga menjadi bukti kesiapan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap prestasi olahraga daerah terus meningkat, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat posisi NTB sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga nasional. (AM/Manikp/Kominfotik)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 21:20:26 +0800 amr
Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa https://amarmedia.co.id/meneropong-keberlanjutan-usaha-pengawasan-smelter-dan-komitmen-hilirisasi-berkelanjutan-pt-amman-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/meneropong-keberlanjutan-usaha-pengawasan-smelter-dan-komitmen-hilirisasi-berkelanjutan-pt-amman-di-sumbawa Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa

Oleh  : Abdul Ma'ruf Rahmat SP.

Hilirisasi mineral telah ditetapkan sebagai tulang punggung transformasi ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan elemen strategis dalam peta jalan industri hilir nasional. Namun, seiring dengan operasional smelter yang kompleks, tuntutan terhadap standar operasional, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan semakin mengemuka. Langkah Komisi XII DPR RI yang memperketat pengawasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 14 Juli 2026 lalu menjadi sinyal penting bahwa hilirisasi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan ketat.

Dalam RDP Komisi XII DPR RI, Presiden Direktur PT AMMAN Rahmat Makkasau menjelaskan bahwa operasional fasilitas pemurnian mineral (smelter) merupakan proses dengan teknologi tinggi yang melibatkan risiko teknis yang tidak kecil. Pengalaman PT Amman, yang sempat menghadapi kendala pada flash furnace dan kebocoran acid cooling pada tahun 2025 lalu menjadi catatan pembelajaran krusial. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, secara bijak memandang bahwa tantangan trial and error dalam penerapan teknologi baru adalah hal yang lumrah dalam industri berat.

Namun, pengawasan periodik yang dilakukan oleh pemerintah dan legislatif bukan dimaksudkan untuk menghambat, melainkan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki mitigasi risiko yang mumpuni. Kedatangan suku cadang pengganti pada Juli 2026 dan rencana perbaikan permanen pada masa planned shutdown Juni 2027 menunjukkan responsibilitas perusahaan. Komitmen untuk mengoptimalkan operasional setelah sempat terkendala merupakan ujian bagi resiliensi PT Amman dalam mempertahankan kontinuitas pasokan konsentrat dari Tambang Batu Hijau menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti katoda tembaga, emas, dan perak.

Transformasi Menuju Industri Hijau

Di luar aspek smelter, PT Amman telah menunjukkan langkah konkret dalam transformasi berkelanjutan. Penggunaan Combined Cycle Power Plant (CCPP) 450 MW yang dipadukan dengan tenaga surya (solar PV) 26,8 MWp merupakan langkah progresif dalam menekan jejak karbon. Efisiensi yang dicapai melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) pada sistem flotasi dan pemeliharaan prediktif membuktikan bahwa modernisasi pertambangan kini berfokus pada efisiensi sumber daya dan keberlangsungan jangka panjang.

Direktur Utama PT AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, dalam Laporan Keberlanjutan 2025 mengungkapkan bahwa kemajuan berkelanjutan adalah sebuah tujuan, bukan sekadar target. keberlanjutan adalah perjalanan yang melekat dalam jati diri perusahaan.

Dijelaskannya, Transformasi AMMAN ditandai dengan keberhasilan operasional pada beberapa fasilitas strategis. Penambangan Fase 8 kini telah menghasilkan bijih untuk menopang produksi hingga 2030. Selain itu, smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) milik perusahaan telah mencapai fase commissioning, yang memungkinkan AMMAN memproduksi katoda tembaga dengan standar internasional (LME Grade A), emas murni, perak murni, serta produk sampingan lainnya.

Pencapaian ini menandai momen transformatif bagi AMMAN, yang menunjukkan kemajuan kami dari bisnis yang hanya berfokus pada pertambangan menjadi produsen logam yang sepenuhnya terintegrasi.

Komitmen Lingkungan dan Sosial

Di bidang lingkungan, AMMAN mencatatkan rekor reklamasi lahan seluas 92,67 hektare, angka tertinggi dalam sejarah operasional perusahaan. Pengelolaan tailing dilakukan dengan ketat melalui sistem penempatan laut dalam, didukung oleh pemantauan rutin sesuai standar industri global.

Aspek sosial juga menjadi prioritas utama dengan investasi sebesar USD 5,6 juta untuk pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Perusahaan juga menunjukkan keberpihakan pada ekonomi lokal dengan melibatkan 1.566 pemasok lokal, yang mencakup 88% dari total pengeluaran pengadaan perusahaan.

Menyongsong 2026 dan Standar Internasional

Memasuki tahun 2026, AMMAN memfokuskan diri pada pencapaian operasi yang stabil di seluruh aset terintegrasi. Perusahaan juga tengah melakukan penguatan sistem internal sebagai persiapan untuk transisi menuju Standar Pengungkapan Keberlanjutan nasional (PSPK 1 dan PSPK 2) yang merujuk pada standar internasional IFRS.

Perusahaan terus menyempurnakan tata kelola data, pemantauan emisi, dan pengawasan risiko. Langkah ini memastikan AMMAN tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga tetap berada di depan ekspektasi pasar global yang terus berkembang.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, AMMAN optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Kesimpulan

Keberlanjutan usaha pertambangan PT Amman di Sumbawa kini berada dalam fase krusial. Pengawasan intensif dari Komisi XII DPR RI adalah bentuk dukungan agar perusahaan tetap berada pada jalur yang benar, yakni hilirisasi yang patuh pada standar lingkungan global dan keselamatan kerja. Dengan menggabungkan teknologi mutakhir, pengelolaan limbah yang transparan, dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat, PT Amman memiliki modal kuat untuk terus menjadi pionir dalam industri pertambangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi masa depan Indonesia. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 18:04:46 +0800 amr
Tiba di KSB, Atlet Panahan Sumbawa Siap Bidik Emas di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/tiba-di-ksb-atlet-panahan-sumbawa-siap-bidik-emas-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/tiba-di-ksb-atlet-panahan-sumbawa-siap-bidik-emas-di-porprov-ntb-2026 Tiba di  KSB, Atlet Panahan Sumbawa Siap Bidik Emas di Porprov NTB 2026

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id — Kontingen cabang olahraga (cabor) panahan Kabupaten Sumbawa telah tiba dengan selamat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke-12 tahun 2026 Kamis 16 Juli 2026. Guna memastikan kondisi fisik dan mental atlet tetap prima, pihak panitia telah menempatkan kontingen di dua hotel berbeda, yakni Hotel Telaga Garden dan Hotel Mawis.

Ketua Umum PERPANI Sumbawa Muhammad Yamin melalui Sekretaris Umum Perpani Kabupaten Sumbawa sekaligus Pendamping Koni untuk cabor panahan, Abdul Ma'ruf Rahmat, menyampaikan apresiasinya atas upaya sungguh-sungguh dari pihak penyelenggara dalam memfasilitasi akomodasi para atlet. Kendati demikian, ia menaruh harapan besar agar aspek pendukung lainnya tetap terjaga hingga kompetisi usai.

"Kami sangat mengapresiasi upaya maksimal terkait akomodasi hotel ini. Namun, kami juga sangat berharap agar selama pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan maupun gangguan. Aspek keamanan, ketentraman, dan kenyamanan seluruh atlet harus menjadi prioritas utama selama mereka berada di Sumbawa Barat," ujar Abdul Ma'ruf.

Jadwal dan Kesiapan Ketat Mulai Esok Hari

Kompetisi panahan ini dijadwalkan akan resmi bergulir mulai Jumat besok, 17 Juli 2026, bertempat di Lapangan KTC Sumbawa Barat. Rangkaian agenda padat telah menanti para atlet sejak pagi hari:

Pagi Hari adalah pelaksanaan  equipment inspection atau pemeriksaan alat untuk seluruh kategori lomba, yang meliputi divisi Recurve, Compound, Standard Nasional, dan Barebow (baik  Putra maupun Putri).

Setelah Pemeriksaan alat dilanjutkan dengan sesi free practice atau tembakan percobaan, uji coba  lapangan resmi oleh seluruh atlet. Siang Harinya Pembukaan atau pelaksanaan pertandingan secara resmi.

Dukungan moril penuh juga dipastikan mengalir langsung ke arena. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rapik, S.H., M.Si., direncanakan hadir secara langsung di Lapangan KTC besok untuk membakar semangat para atlet yang bertanding.

Matangkan Adaptasi Cuaca KSB

Guna memaksimalkan performa, para atlet panahan Sumbawa langsung menggelar latihan ringan pada sore hari setelah tiba. Latihan ini difokuskan untuk melemaskan otot-otot yang tegang setelah perjalanan, sekaligus beradaptasi dengan kondisi alam setempat.

Para atlet dituntut cepat menyesuaikan diri dengan terik matahari dan kecepatan angin di Kabupaten Sumbawa Barat yang dinilai cukup menantang. Dengan adaptasi yang cepat, kontingen panahan Kabupaten Sumbawa optimis mampu meraih hasil maksimal dan membawa pulang gelar juara. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 17:47:15 +0800 amr
Perkuat Sinergitas, Kapolres Sumbawa Hadiri Silaturahmi Lintas Institusi di Kantor Kejaksaan https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergitas-kapolres-sumbawa-hadiri-silaturahmi-lintas-institusi-di-kantor-kejaksaan https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergitas-kapolres-sumbawa-hadiri-silaturahmi-lintas-institusi-di-kantor-kejaksaan Perkuat Sinergitas, Kapolres Sumbawa Hadiri Silaturahmi Lintas Institusi di Kantor Kejaksaan

Sumbawa Besar, NTB -Amarmedia.co.id- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan koordinasi antarlembaga, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. menghadiri kegiatan silaturahmi lintas institusi yang bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, Jl. Manggis No. 07, Sumbawa, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa, di antaranya Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Djarot, M.P., Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., Kajari Sumbawa Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., serta Ketua Pengadilan Sumbawa Relly Dominggus Behuku, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Silaturahmi ini difokuskan untuk memperkuat soliditas dan sinergitas antara TNI, Polri, Kejaksaan, serta Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebagai bagian dari sistem peradilan pidana terpadu (Integrated Criminal Justice System), kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan konstruktif guna menghadapi dinamika situasi di lapangan.

"Sinergitas ini bukan sekadar formalitas. Kita berkomitmen untuk membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat koordinasi operasional, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas maupun permasalahan hukum. Dengan hubungan kerja yang harmonis antara Polri dan Kejaksaan, kami yakin penegakan hukum di Kabupaten Sumbawa akan semakin berkualitas," ujar Kapolres di sela-sela kegiatan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai komitmen bersama untuk mengawal program-program strategis pemerintah serta kesiapan dalam menghadapi dinamika sosial. Forum ini menjadi sarana penting bagi para pimpinan instansi untuk menyamakan persepsi, bertukar informasi, serta saling mendukung dalam menciptakan situasi wilayah yang kondusif.

Harapan besar disematkan agar sinergitas antara Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa, dan Kejari Sumbawa semakin kokoh. Sinergi ini merupakan wujud pengabdian terbaik seluruh instansi dalam melayani bangsa, negara, dan masyarakat Kabupaten Sumbawa secara khusus, serta Provinsi Nusa Tenggara Barat secara umum.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan penuh keakraban dan ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 17.20 WITA. (AM/Hps)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 17:25:28 +0800 amr
Komisi XII Pastikan Pengelolaan Tailing dan Smelter Freeport&AMMAN Diawasi Secara Periodik https://amarmedia.co.id/komisi-xii-pastikan-pengelolaan-tailing-dan-smelter-freeport-amman-diawasi-secara-periodik https://amarmedia.co.id/komisi-xii-pastikan-pengelolaan-tailing-dan-smelter-freeport-amman-diawasi-secara-periodik Komisi XII Pastikan Pengelolaan Tailing dan Smelter Freeport-AMMAN Diawasi Secara Periodik

Jakarta.Amarmedia.co.id - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan pengelolaan tailing PT Freeport Indonesia dan operasional smelter PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara telah diawasi secara periodik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM. Hal itu disampaikannya usai agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia dan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

 

Menyinggung kondisi tungku Flash Converting Furnace (FCF) milik AMMAN Mineral yang masih menunggu perbaikan permanen hingga tahun 2027 akibat retakan pada bata tahan api, ia menyebut kondisi tersebut lumrah terjadi mengingat smelter itu merupakan fasilitas baru dengan teknologi asal China. "Ini kan kita kadang-kadang ya, ini persoalan ini kan pabrik baru mereka, teknologinya dari Cina. Mungkin dari pihak AMMAN ini perlu lebih mendalami terkait dengan teknologi yang mereka usung sekarang. Kadang-kadang ya trial and error itu terjadi ketika proyek ini baru bagi mereka," ujar Bambang.

 

Maka dari itu, Komisi XII DPR RI telah menuangkan sikap tegas soal ini dalam kesimpulan rapat, berupa desakan agar operasional smelter kedua perusahaan dapat berjalan optimal. "Kita kan dalam kesimpulan rapat bukan kata-kata meminta, mendesak kepada Freeport maupun kepada AMMAN Mineral agar di dalam operasi smelter mereka itu dapat optimal," katanya.

 

Terkait status tailing Freeport yang tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dirinya menjelaskan penetapan kategori itu bukan disebabkan kandungan racun pada tailing, melainkan semata karena volumenya yang besar saat dialirkan ke area pembuangan.

 

"Tadi sudah dijelaskan bahwa pengertian B3 yang dinyatakan pada tailing mereka itu bukan persoalan dia beracun. Bahwa ketika dialirkan tailing itu ke proses pembuangan, itu sudah dalam ambang batas baku mutu standar lingkungan. Disampaikan bahwa kenapa dinyatakan B3, karena jumlahnya sangat banyak," terangnya.

 

Ia menyebut Komisi XII DPR RI menerima laporan bahwa pengelolaan tailing tersebut diperiksa dan dipantau secara berkala baik oleh Kementerian Lingkungan Hidup maupun Kementerian ESDM. Dirinya juga merespons pertanyaan anggota Komisi XII DPR RI dari Papua soal kemungkinan pemanfaatan tailing yang diduga masih mengandung emas dan tembaga kadar rendah.

 

Menurutnya, hal tersebut memerlukan kajian mendalam mengingat lokasi penampungan tailing berada di sempadan sungai yang tunduk pada regulasi ketat. "Ini kan harus dikaji, karena kenapa yang namanya tailing ini kan, apalagi di sempadan sungai, aliran sungai, ini kan juga ada regulasi. Tidak bisa sembarangan untuk dimanfaatkan," jelasnya.

 

Ia menyebut sejumlah pihak telah mengajukan permohonan pengolahan tailing kepada manajemen Freeport, namun keputusannya tetap harus mengacu pada aturan Kementerian ESDM. "Kalau memang bisa silakan. Tetapi kalau kira-kira bertentangan dengan aturan, ya sebaiknya dipikir-pikir lagi," katanya.

 

 Sebagai informasi, PT Freeport Indonesia menjelaskan tailing telah melalui sejumlah uji karakteristik sesuai peraturan perundangan, termasuk uji mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan korosif, serta uji beracun melalui metode TCLP, LD50, LC50, dan sub-kronik. Hasil pengujian menunjukkan tailing tidak tergolong beracun dan berbahaya, meski tetap masuk kategori B3 karena volumenya yang besar.

 

Sementara itu, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara melaporkan kebocoran tungku FCF terjadi pada April 2025 akibat terbentuknya retakan antara bata tahan api di posisi tap hole, dengan perbaikan permanen direncanakan pada planned shutdown Juni 2027, sementara Acid Cooler pengganti telah tiba pada Juli 2026. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 13:49:33 +0800 amr
Catur Sumbawa Tampil Heroik di Porprov XII NTB 2026, Ketua KONI Sumbawa Berikan Apresiasi Tinggi https://amarmedia.co.id/catur-sumbawa-tampil-heroik-di-porprov-xii-ntb-2026-ketua-koni-sumbawa-berikan-apresiasi-tinggi https://amarmedia.co.id/catur-sumbawa-tampil-heroik-di-porprov-xii-ntb-2026-ketua-koni-sumbawa-berikan-apresiasi-tinggi Catur Sumbawa Tampil Heroik di Porprov XII NTB 2026, Ketua KONI Sumbawa Berikan Apresiasi Tinggi

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Catur kontingen Kabupaten Sumbawa menunjukkan dominasi luar biasa dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Hingga saat ini, tim catur Sumbawa telah berhasil mengumpulkan total 6 medali yang terdiri dari 2 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu dari nomor Kilat dan Cepat.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan heroik para atlet di atas papan catur. Ia mengaku bangga dengan mentalitas juara yang ditunjukkan oleh para pecatur Sumbawa.

"Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Saya melihat semangat juang yang luar biasa dari atlet-atlet kita. Keberhasilan meraih dua emas di nomor beregu kilat adalah bukti bahwa pembinaan catur di Sumbawa berjalan dengan sangat baik. Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama daerah," ujar Abdul Rafiq.

Berikut adalah rincian raihan medali sementara kontingen catur Sumbawa:

2 Emas:Diraih oleh Beregu Kilat Putri (Sakinah, Adra Nabilah, Dian Syahfitri, Miftahur Rezki) dan Beregu Kilat Putra (MN. Gerry Christianto, MN. Muhammad Noh, Wahyu Hidayat, Imanuel Dave, Abdul Kadir).

2 Perak: Diraih oleh Muhammad Nurdin (Perorangan Kilat Putra) dan Beregu Cepat Putri.

2 Perunggu: Diraih oleh Miftahul Jannah (Perorangan Kilat Putri) dan Beregu Cepat Putra.

Meski telah mengamankan 6 medali, perjuangan para atlet belum usai. Saat ini, kontingen Sumbawa masih membidik 5 medali emas tambahan yang akan diperebutkan di nomor Catur Klasik yang berlangsung pada 16 hingga 19 Juli 2026. Nomor yang dipertandingkan meliputi beregu putra dan putri, perorangan putra dan putri, serta kategori veteran 58+.

Abdul Rafiq berharap, dengan sisa nomor yang ada, tim catur Sumbawa tetap fokus dan menjaga konsentrasi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk terus memberikan doa dan dukungan agar para atlet dapat memberikan hasil terbaik.

"Masih ada lima emas yang diperebutkan di nomor klasik. Saya minta para atlet tetap fokus, jaga kesehatan, dan terus berikan yang terbaik bagi Sumbawa. Mari kita doakan bersama agar target emas tambahan dapat tercapai," pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 06:38:33 +0800 amr
Atlet Takraw Sumbawa Mengguncang PORPROV NTB: Sabet Emas Ganda, Buktikan Kualitas di Ajang PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/atlet-takraw-sumbawa-mengguncang-porprov-ntb-sabet-emas-ganda-buktikan-kualitas-di-ajang-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/atlet-takraw-sumbawa-mengguncang-porprov-ntb-sabet-emas-ganda-buktikan-kualitas-di-ajang-porprov-ntb-2026 Atlet Takraw Sumbawa Mengguncang PORPROV NTB: Sabet Emas Ganda, Buktikan Kualitas di Ajang PORPROV NTB 2026

Lombok Barat, Amarmedia.co.id– Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan taringnya di kancah olahraga bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Cabang Olahraga Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Sumbawa tampil luar biasa dengan kembali "mengawinkan" dua medali emas sekaligus.

Keberhasilan ini diraih setelah tim putra dan putri Kabupaten Sumbawa mendominasi nomor pertandingan Double Event Beregu pada Rabu (15/07/2026). Tim putra berhasil menundukkan perlawanan sengit dari tuan rumah, Kabupaten Lombok Barat, sementara tim putri tampil perkasa setelah melibas tim dari Kota Bima.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang hadir langsung memberikan dukungan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian fantastis para atlet.

"Alhamdulillah, di hari ketiga ini, PSTI Sumbawa kembali membuktikan kelasnya dengan membawa pulang dua medali emas dari nomor Double Event Beregu Putra dan Putri. Ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa dari atlet, pelatih, hingga seluruh jajaran pengurus PSTI," ujar Abdul Rafiq dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Total raihan empat medali emas dari cabor ini menjadi bukti nyata bahwa atlet Sumbawa memiliki mental juara yang mampu bersaing di level provinsi.

"Terima kasih telah mengharumkan nama Bumi Sabalong Samawa. Prestasi ini bukan sekadar medali, melainkan suntikan motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi daerah kita," tambahnya.

Hasil Akhir Cabor Sepak Takraw Double Event Beregu:

Beregu Putri:

Emas: Kabupaten Sumbawa

Perak: Kota Bima

Perunggu: Kabupaten Bima & Kabupaten Dompu

Beregu Putra:

Emas: Kabupaten Sumbawa

Perak: Kabupaten Lombok Barat

Perunggu: Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) & Kabupaten Lombok Timur

Dengan tambahan medali emas ini, posisi kontingen Kabupaten Sumbawa dalam perburuan medali di PORPROV NTB XII semakin kokoh. Optimisme terus membuncah di kalangan para atlet agar target perolehan medali yang telah ditetapkan dapat tercapai, sekaligus menegaskan posisi Sumbawa sebagai salah satu kekuatan olahraga utama di Nusa Tenggara Barat..(AM)

]]>
Wed, 15 Jul 2026 20:39:39 +0800 amr
Sinergi Hebat! Polsek Empang Hadirkan Edukasi Karakter di Hari Kedua MPLS Ramah SMPN 1 Empang https://amarmedia.co.id/sinergi-hebat-polsek-empang-hadirkan-edukasi-karakter-di-hari-kedua-mpls-ramah-smpn-1-empang https://amarmedia.co.id/sinergi-hebat-polsek-empang-hadirkan-edukasi-karakter-di-hari-kedua-mpls-ramah-smpn-1-empang Sinergi Hebat! Polsek Empang Hadirkan Edukasi Karakter di Hari Kedua MPLS Ramah SMPN 1 Empang

EMPANG.Amarmedia.co.id– Suasana penuh antusias menyelimuti hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMP Negeri 1 Empang, Selasa (14/07/2026). Sekolah yang menjunjung tinggi visi "Berakhlak Mulia, Berprestasi, Berbudaya Lingkungan, dan Kompetitif" ini menghadirkan tamu istimewa sebagai pembina dan pemateri, yakni jajaran anggota Polsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin. 

Kehadiran aparat kepolisian dengan seragam dinas lengkap di tengah-tengah siswa baru memberikan warna tersendiri. Bukan sekadar formalitas, kehadiran mereka menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pihak sekolah dengan aparat penegak hukum dalam upaya pembinaan karakter generasi muda sejak dini.

Dalam arahannya, Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin. menyampaikan materi menarik yang sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini, mulai dari pentingnya kedisiplinan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba. Tak ketinggalan, edukasi mengenai anti-bullying dan etika bermedia sosial juga ditekankan agar siswa baru lebih bijak dalam berinteraksi di dunia digital.

Kehadiran pihak kepolisian ini sukses mengubah stigma kaku aparat di mata siswa. Sebaliknya, interaksi yang tercipta justru membuat siswa baru lebih tertib, disiplin, dan berani untuk aktif bertanya selama sesi berlangsung.

 Makna di Balik MPLS Ramah 2026

Kegiatan ini dirancang untuk mewujudkan tiga nilai utama dalam semangat MPLS Ramah 2026, yaitu:

RAMAH: Siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah dan aparat penegak hukum secara humanis dan persuasif, bukan dengan cara yang menakutkan.

AMAN: Kehadiran Polsek Empang memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana edukasi hukum sejak dini bagi para siswa.

HEBAT: Menciptakan pendidikan yang utuh melalui kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat.

"Kehadiran Bapak Polisi sebagai pembina langsung membuat siswa lebih paham akan aturan dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berterima kasih atas ilmu dan motivasi yang telah diberikan untuk siswa-siswi kami," ujar perwakilan pihak sekolah.

Kolaborasi hebat antara SMPN 1 Empang dan Polsek Empang ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak bergerak sendiri dalam membentuk karakter siswa. Dengan sinergi yang terus terjaga, diharapkan siswa-siswi baru SMPN 1 Empang siap melangkah menjadi pribadi yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi.(AM)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 20:29:03 +0800 amr
Bawa Inovasi Ketahanan Pangan, BMT Insan Samawa NTB Sabet Juara 1 Lembaga Waqaf Unggulan FESyar KTI 2026 https://amarmedia.co.id/bawa-inovasi-ketahanan-pangan-bmt-insan-samawa-ntb-sabet-juara-1-lembaga-waqaf-unggulan-fesyar-kti-2026 https://amarmedia.co.id/bawa-inovasi-ketahanan-pangan-bmt-insan-samawa-ntb-sabet-juara-1-lembaga-waqaf-unggulan-fesyar-kti-2026 Bawa Inovasi Ketahanan Pangan, BMT Insan Samawa NTB Sabet Juara 1 Lembaga Waqaf Unggulan FESyar KTI 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id– Prestasi membanggakan ditorehkan oleh BMT Insan Samawa dalam ajang bergengsi Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026. Lembaga yang mewakili Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) Provinsi NTB ini berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Lembaga Waqaf Unggulan dalam Kompetisi Program Pemberdayaan Ekonomi Lembaga ZISWAF.

Ajang FESyar 2026 yang berlangsung di Mataram pada 10–12 Juli 2026 ini merupakan rangkaian strategis menuju perhelatan akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", acara ini mempertemukan berbagai lembaga terbaik dari seluruh wilayah KTI, mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

 Inovasi Waqaf untuk Ketahanan Pangan

BMT Insan Samawa berhasil memikat hati dewan juri melalui program unggulannya, yakni "Waqaf untuk Ketahanan Pangan berbasis Penggilingan Gabah di Desa Poto, Sumbawa". Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Ketua Pengurus BMT Insan Samawa, Rai Saputra, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pihak yang mendukung program waqaf uang nazir BMT Insan Samawa.

"Ikhtiar kami membangun ketahanan pangan melalui investasi dana waqaf di sektor pabrik giling gabah telah membantu puluhan petani memudahkan proses penggilingan gabah menjadi beras. Selain itu, program ini juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengelola pabrik," ujar Rai dengan penuh bangga.

Sinergi Regional dalam ISEF 2026

Pada babak final yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, 11 Juli 2026, tim juri yang terdiri dari unsur praktisi, birokrasi, akademisi, dan perwakilan Bank Indonesia menilai bahwa pemenang tahun ini memiliki visi yang sama: memperkuat ketahanan pangan sebagai sektor strategis yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak dan pengendalian inflasi daerah.

Selain BMT Insan Samawa, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan juga dinobatkan sebagai Juara 1 untuk kategori Lembaga Zakat Unggulan melalui program "Lumbung Pangan Berkah".

Sebagai bentuk apresiasi, kedua lembaga pemenang diundang menjadi pembicara utama dalam talk show eksklusif bersama pakar ekonomi Islam terkemuka, Profesor Raditya Sukmana (Guru Besar Universitas Airlangga) dan Bapak Muhibuddin (Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat dan Waqaf, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI). Dalam sesi tersebut, mereka memaparkan success story pengelolaan ZISWAF yang efektif bagi pemberdayaan ekonomi umat.

 Menuju Panggung Nasional

Atas kemenangan ini, BMT Insan Samawa dan BAZNAS Kalimantan Selatan akan menjadi delegasi resmi Kawasan Timur Indonesia untuk berlaga di ajang tingkat nasional, yakni Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Mereka akan bersaing dengan lembaga-lembaga unggulan dari wilayah Sumatera dan Jawa untuk memperebutkan predikat terbaik di tingkat nasional.

Kemenangan BMT Insan Samawa ini membuktikan bahwa lembaga pengelola dana sosial di NTB mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi syariah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. (Gam)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 18:51:19 +0800 amr
Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se&Kecamatan Moyo Hulu https://amarmedia.co.id/semangat-salempo-ponyan-baznas-sumbawa-jalin-silaturahmi-dengan-forum-komunikasi-kepala-desa-se-kecamatan-moyo-hulu https://amarmedia.co.id/semangat-salempo-ponyan-baznas-sumbawa-jalin-silaturahmi-dengan-forum-komunikasi-kepala-desa-se-kecamatan-moyo-hulu Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu.

Perkuat Sinergi Optimalisasi Pengumpulan ZIS 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id -  14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Kecamatan Moyo Hulu yang berlangsung di Aula Kantor Desa Batu Tering, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering Alwan Hidayat, S.Pd.I, Kepala Desa Batu Bulan Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I, Kepala Desa Sempe Hamzah, Kepala Desa Sebasang Mulyadin, Kepala Desa Leseng Rajudin, serta para kepala desa lainnya di Kecamatan Moyo Hulu.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah desa dalam membangun ekosistem zakat yang lebih baik. Berbagai gagasan berkembang dalam suasana diskusi yang hangat dan dinamis, mulai dari penguatan kelembagaan zakat di tingkat desa, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga strategi meningkatkan kesadaran masyarakat agar gemar berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, serta berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penyucian harta sekaligus sarana membangun kesejahteraan sosial. Semangat itu kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengamanatkan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara terencana, profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa merupakan mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ibadah sekaligus solusi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Atas nama Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas terselenggaranya silaturahmi ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama. Kami siap mendukung berbagai program BAZNAS, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kantor desa maupun masjid agar potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Alwan Hidayat.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi awal lahirnya gerakan bersama antara pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat dalam membangun budaya berbagi sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus pusat kehidupan masyarakat, sehingga keberhasilan gerakan zakat sangat bergantung pada kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, dan BAZNAS. "Kami meyakini bahwa ketika pemerintah desa bergerak bersama BAZNAS, potensi zakat akan semakin besar. Amanah masyarakat yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Kami berharap sinergi ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," jelas Syukri Rahmat.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, sebagai wakil ketua 1 bidang pengumpulan memperkenalkan semangat "Salempo Ponyan", sebuah istilah lokal Sumbawa yang dimaknainya sebagai upaya menghimpun seluruh potensi secara maksimal tanpa menyisakan peluang yang ada.

Menurutnya, filosofi tersebut sangat relevan dengan gerakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang sedang dibangun BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

"Salempo Ponyan berarti bagaimana kita mengumpulkan seluruh potensi yang ada secara maksimal. Dalam konteks pengelolaan zakat, jangan ada potensi yang terlewat. Jika seluruh kantor desa memiliki UPZ, seluruh masjid aktif menghimpun ZIS, dan seluruh masyarakat memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, maka insyaallah penghimpunan zakat di Kabupaten Sumbawa akan meningkat signifikan dan manfaatnya akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat," ungkap Dr. M. Ihsan Safitri.

Ia menambahkan bahwa gerakan zakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga membutuhkan semangat kebersamaan, edukasi, dan keteladanan dari para pemimpin di tingkat desa. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, menjelaskan bahwa salah satu hasil penting dari forum tersebut adalah adanya kesepahaman untuk mempercepat pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh kantor desa dan masjid di Kecamatan Moyo Hulu.

Selain itu, forum juga menyepakati pentingnya meningkatkan sosialisasi zakat kepada seluruh lapisan masyarakat melalui pemerintah desa, majelis taklim, khatib Jumat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. "Diskusi hari ini sangat produktif. Banyak gagasan konstruktif yang muncul, terutama mengenai pembentukan UPZ di setiap desa dan masjid serta peningkatan sosialisasi zakat kepada masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan para kepala desa, potensi zakat di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara lebih optimal untuk mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah desa. Para kepala desa menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis BAZNAS dalam membangun budaya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

Melalui semangat "Salempo Ponyan", BAZNAS Kabupaten Sumbawa optimistis seluruh potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara maksimal. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masjid, tokoh agama, dan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan kesejahteraan umat sebagaimana diamanatkan oleh syariat Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (AM)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 17:06:02 +0800 amr
NTB Semakin Dipercaya, Kini Jadi Tuan Rumah Pertemuan Strategis Gubernur se&Indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-semakin-dipercaya-kini-jadi-tuan-rumah-pertemuan-strategis-gubernur-se-indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-semakin-dipercaya-kini-jadi-tuan-rumah-pertemuan-strategis-gubernur-se-indonesia NTB Semakin Dipercaya, Kini Jadi Tuan Rumah Pertemuan Strategis Gubernur se-Indonesia

Mataram.Amarmedia.co.id – Setelah menjadi perhatian nasional melalui berbagai agenda kementerian dan lembaga, termasuk kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Nusa Tenggara Barat, kini NTB kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026. Forum strategis tersebut dijadwalkan dihadiri para Gubernur dan Wakil Gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia serta rencananya dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abdul Chair, Ak., di Kantor Gubernur NTB, Senin (13/7/2026). Rapat dihadiri para Asisten Sekda, kepala perangkat daerah terkait, kepala biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi NTB, serta seluruh unsur kepanitiaan yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dalam arahannya, Abdul Chair menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah Raker APPSI merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja secara terpadu, profesional, dan responsif agar setiap tahapan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan forum nasional tersebut tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh tamu, mulai dari penyambutan, protokoler, transportasi, akomodasi, keamanan, kesehatan, kebersihan, publikasi, hingga kesiapan lokasi kegiatan.

Raker APPSI Tahun 2026 mengusung tema "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah", yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah.

Selain agenda rapat kerja, para peserta juga akan diperkenalkan dengan berbagai potensi unggulan Nusa Tenggara Barat melalui pameran produk UMKM, promosi ekonomi kreatif, sajian seni budaya, serta kunjungan ke destinasi wisata unggulan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperluas jejaring kerja sama antardaerah sekaligus memperkenalkan peluang investasi di Nusa Tenggara Barat.

Kepercayaan menjadi tuan rumah Raker APPSI semakin mempertegas posisi NTB sebagai daerah yang semakin dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan agenda-agenda strategis nasional. Dalam beberapa waktu terakhir, NTB menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kementerian dan lembaga, serta menerima kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas NTB dalam menyelenggarakan forum berskala nasional.

Sementara Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, menegaskan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadikan Raker APPSI Tahun 2026 tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan acara, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM. Di saat yang sama, forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, budaya, dan produk unggulan NTB kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia, sekaligus semakin memperkokoh posisi NTB sebagai salah satu pusat penyelenggaraan agenda nasional.

"Alhamdulillah, kepercayaan pemerintah pusat terhadap Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional terus menguat." pungkasnya. (AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 09:59:54 +0800 amr
Pemprov NTB Tegaskan: Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tidak Ada Kerugian Daerah Yang Dibiarkan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tegaskan-temuan-bpk-telah-ditindaklanjuti-tidak-ada-kerugian-daerah-yang-dibiarkan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tegaskan-temuan-bpk-telah-ditindaklanjuti-tidak-ada-kerugian-daerah-yang-dibiarkan

Pemprov NTB Tegaskan: Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tidak Ada Kerugian Daerah Yang Dibiarkan

Mataram, Amarmedia.co.id - 13 Juli 2026–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pemberitaan salah satu media mengenai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan retribusi daerah di sejumlah UPTD tidak disajikan secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, Senin (13/7) di Mataram, menjelaskan bahwa seluruh temuan BPK merupakan bagian dari mekanisme audit dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan. Semua rekomendasi pada Temuan yang diberitakan bahkan telah ditindaklanjuti, termasuk penyetoran seluruh penerimaan yang menjadi temuan, sebelum maupun setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterbitkan.

"Pemberitaan tersebut tidak memberikan informasi secara utuh. Yang diberitakan hanya sisi temuannya, tetapi tidak menjelaskan bahwa sebagian besar rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang lengkap agar tidak muncul kesimpulan yang menyesatkan," tegas pria yang akrab disapa Aka ini.

Ia menjelaskan, pada UPTD Balai Latihan Kerja Disnakertrans, selisih penerimaan retribusi sebesar Rp92,17 juta telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan diterbitkan. Demikian pula pada UPTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi, seluruh kewajiban penyetoran telah diselesaikan sesuai rekomendasi BPK.

Untuk UPTD Balai Kemasan Produk Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, temuan sebesar Rp460,61 juta juga telah disetorkan pada saat pembahasan Nota Hasil Pemeriksaan (NHP), sehingga telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Sementara itu, terhadap Balai Laboratorium Lingkungan, rekomendasi BPK bukan mengenai penyalahgunaan keuangan, melainkan perlunya penelaahan atas pengenaan biaya layanan di luar Peraturan Daerah agar ke depan memiliki dasar hukum yang lebih kuat. Demikian pula pada Museum Negeri, Wisma Seruni, dan Pelabuhan Perikanan Tanjung Sape, rekomendasi BPK lebih diarahkan pada penyempurnaan tata kelola administrasi, optimalisasi penatausahaan retribusi, penggunaan karcis yang memenuhi ketentuan, serta percepatan pengurusan perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut Aka, penting dipahami bahwa rekomendasi BPK merupakan instrumen untuk memperkuat sistem pengendalian intern dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, tidak tepat apabila seluruh temuan langsung disimpulkan sebagai kerugian daerah ataupun diartikan sebagai uang negara yang hilang, apalagi dikatakan masuk kantong pribadi.

"Setiap rekomendasi BPK ditindak lanjuti secara serius. Justru esensi pemeriksaan adalah memastikan adanya perbaikan tata kelola. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melaksanakan seluruh rekomendasi tersebut secara akuntabel, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," dan ini sidah menjadi komitmen kuat sesuai perintah Bapak Gubernur, ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga mengajak seluruh media untuk menyampaikan informasi secara berimbang dengan mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Komitmen Pemerintah Provinsi NTB sangat jelas, yaitu menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara tuntas, memperkuat tata kelola keuangan daerah, serta memastikan seluruh pengelolaan pendapatan daerah berlangsung semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tutup Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 09:11:29 +0800 amr
Tampil Impresif, Raju Persembahkan Emas Pertama untuk Sumbawa di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/tampil-impresif-raju-persembahkan-emas-pertama-untuk-sumbawa-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/tampil-impresif-raju-persembahkan-emas-pertama-untuk-sumbawa-di-porprov-ntb-2026 Tampil Impresif, Raju Persembahkan Emas Pertama untuk Sumbawa di PORPROV NTB 2026

Mataram,Amarmedia.co.id – Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga Paramotor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Atlet Kabupaten Sumbawa, Raju Andika, berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Sumbawa setelah tampil gemilang pada nomor Slalom yang digelar di Eks Bandara Selaparang, Mataram, Senin (13/7/2026).

Raju tampil impresif dengan meraih nilai sempurna, yakni 1.000 poin, sekaligus mengungguli enam pesaingnya dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Barat.

Para pesaing tersebut yakni Reza M. Nurzaman dan Dodi Apriadi dari Lombok Tengah, Soni Ade Hermawan dan Bagus Pala Rudadi dari Lombok Barat, serta Hamdan dan Ali Muchtarom dari Kabupaten Sumbawa Barat.

Pada PORPROV NTB XII 2026, cabang olahraga Paramotor mempertandingkan empat nomor, yaitu Presisi, Slalom, Ekonomi, dan Navigasi. Sementara pada level nasional, olahraga ini memiliki 16 nomor pertandingan, namun hanya empat nomor yang diperlombakan pada ajang PORPROV.

Raju mengaku bersyukur dapat mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga bisa mempersembahkan medali emas pertama untuk Kabupaten Sumbawa. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumbawa yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujarnya.

Raju berharap masih dapat memberikan hasil terbaik pada nomor-nomor lain yang masih akan dipertandingkan.

“Saya berharap bisa kembali memberikan prestasi terbaik pada kelas berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian atlet Paramotor tersebut.

“Alhamdulillah, kita berhasil meraih medali emas pertama dari cabang olahraga Paramotor pada nomor Slalom. Semoga raihan ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi seluruh atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang berjuang di berbagai cabang olahraga PORPROV NTB XII 2026,” katanya.

Keberhasilan Raju menjadi awal yang manis bagi kontingen Kabupaten Sumbawa dalam perburuan medali pada PORPROV NTB XII 2026.

KONI Sumbawa berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga target prestasi yang telah ditetapkan dapat tercapai. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 20:14:11 +0800 amr
Atlet Catur Sumbawa Borong Dua Emas Beregu di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/atlet-catur-sumbawa-borong-dua-emas-beregu-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/atlet-catur-sumbawa-borong-dua-emas-beregu-di-porprov-ntb-2026 Atlet Catur Sumbawa Borong Dua Emas Beregu di PORPROV NTB 2026

Mataram,Amarmedia.co.id– Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah pundi-pundi medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Kali ini, cabang olahraga catur tampil gemilang dengan menyumbangkan dua medali emas dari 4 nomor yang dipertandingkan.

Sumbawa mendulang emas dari nomor Catur Kilat (Blitz 3+2) Beregu Putra dan Beregu Putri pada pertandingan yang berlangsung di Gedung Pusat Pelayanan Usaha Terpadu, Mataram, pada Senin, (13/07).

 

Koordinator tim dan Pelatih Catur Sumbawa, Alfian Rusdi, didampingi Rudy Lang, SH., WNP., PNP., serta Ketua Percasi Kabupaten Sumbawa, H. Yahya Efendi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para atlet di hari pertama pertandingan.

“Alhamdulillah, pada hari pertama cabang olahraga catur, Sumbawa berhasil meraih dua medali emas dari nomor Catur Kilat (Blitz 3+2) Beregu Putra dan Beregu Putri,” ujarnya.

Tim beregu putra yang diperkuat MN Gerry Christianto, Wahyu Hidayat, MN M. Nuh, Imanuel Dave, dan Abdul Kadir tampil konsisten dengan mengumpulkan poin demi poin di setiap babak. Dalam setiap pertandingan hanya empat pemain yang diturunkan, sehingga tim pelatih menerapkan strategi rotasi dengan mengistirahatkan MN M. Nuh pada babak kedua, ketiga, keenam, dan ketujuh.

Strategi tersebut terbukti efektif. Kombinasi para pemain senior dan talenta muda mampu membawa tim putra tampil sebagai juara dan mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Sumbawa.

Prestasi serupa juga ditorehkan tim beregu putri yang diperkuat Sakinah, Dian Syahfitri, Miftahur Rezki, dan Adra Nabilah. Mereka tampil impresif dengan mengoleksi 4,5 poin dari lima babak tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Tim pelatih juga menerapkan strategi rotasi dengan mengistirahatkan Miftahur Rezki pada babak ketiga, keempat, dan kelima. Hasilnya, tim putri sukses mengunci medali emas kedua bagi Sumbawa.

Selain dua medali emas, atlet catur Sumbawa juga berhasil menambah koleksi medali perunggu melalui nomor perorangan putra dan putri yang diraih Nurdin Embang dan Miftahuljannah.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH, M.Si., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama daerah.

“Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus Percasi yang telah bekerja keras hingga mampu mempersembahkan dua medali emas. Prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa dan semoga menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus menambah perolehan medali emas,” katanya.

Dengan tambahan dua emas dari cabang olahraga catur, Sumbawa semakin optimistis bersaing dalam perburuan prestasi pada PORPROV NTB XII 2026. Semangat para atlet diharapkan terus terjaga agar target perolehan medali yang telah ditetapkan dapat tercapai. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 20:08:37 +0800 amr
Sengkarut IPR Lantung: Aliansi LSM Bersatu Desak Penutupan Investor, Bupati Sumbawa Isyaratkan Bekukan Koperasi Jika Melanggar https://amarmedia.co.id/sengkarut-ipr-lantung-aliansi-lsm-bersatu-desak-penutupan-investor-bupati-sumbawa-isyaratkan-bekukan-koperasi-jika-melanggar https://amarmedia.co.id/sengkarut-ipr-lantung-aliansi-lsm-bersatu-desak-penutupan-investor-bupati-sumbawa-isyaratkan-bekukan-koperasi-jika-melanggar Sengkarut IPR Lantung: Aliansi LSM Bersatu Desak Penutupan Investor, Bupati Sumbawa Isyaratkan Bekukan Koperasi Jika Melanggar

SUMBAWA.Amarmedia.co.id  — Ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Sumbawa mendadak hangat. Sejumlah perwakilan dari Aliansi Sumbawa Bersatu yang terdiri atas gabungan 10 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan media mendatangi gedung wakil rakyat. Mereka menyampaikan kegelisahan dan mosi tidak percaya atas aktivitas Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Kecamatan Lantung yang dinilai telah melenceng jauh dari komitmen awal kesejahteraan rakyat.

Rapat pini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Sekretaris Daerah (Sekda), Dr.H Budi Prasetyo S.Sos.MAP, Kepala Bapperida Dr. Dedy Hariwibowo, Perwakilan Kapolres Sumbawa, Pimpinan DPRD dan Anggota Komisi II dan III DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, serta perwakilan aliansi LSM Sumbawa Bersatu.

Perwakilan Aliansi LSM Sumbawa Bersatu Ary membuka penyampaian aspirasi dengan menyatakan sikap tegas menarik dukungan dari Koperasi Seloning Bukit Lestari. Komitmen awal pembentukan koperasi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat lokal dinilai hanyalah kamuflase belata. Fakta mengejutkan di lapangan mengungkapkan adanya aktivitas pengerukan deposit atau area menambang (mining area) seluas 10 hektar yang nekat menerobos keluar dari wilayah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Sekretaris Aliansi LSM Sumbawa Bersatu, Imran Efendi SH memaparkan rentetan kejanggalan administratif dan teknis. Ia menyebutkan bahwa perjalanan IPR ini telah membuat Pemerintah Daerah (Pemda) berada di posisi ambigu akibat ketiadaan juklak dan juknis di tingkat kabupaten.

"Sejauh ini IPR hanya dijadikan pemanis lisensi hukum administrasi, namun asas keberadaannya tidak ada di lapangan. Mereka mengabaikan kewajiban teknis seperti kepemilikan sertifikat tambang, pelaporan berkala ke Pemda, hingga pembuatan sistem environmental (sedimentasi) di daerah hulu. Kami tidak ingin IPR ini menjadi starting politik yang tidak humanis dan Pemda dijadikan bulan-bulanan di media sosial. Sikap kami jelas segera beri police line, ciduk oknum yang bermain, dan kembalikan hajat ekonomi ini seutuhnya kepada rakyat," tegas Imran.

Senada dengan Imran, Penanggung Jawab Aksi dari LSM Mandiri, Iying Gunawan (didampingi Dudung Jayadi), mengaku merasa tertipu oleh janji manis pihak investor.

"Awalnya investor menjanjikan akan mengakomodir 500 penambang manual tradisional untuk masuk menjadi anggota IPR dengan skema saham 40% investor dan 60% koperasi demi menyumbang PAD Sumbawa. Nyatanya, ini adalah praktik kapitalisme liberal. Kami bolak-balik mengawal ini ke Mataram, tapi PAD-nya nol besar. Sebelum sungai-sungai kita rusak parah, kami minta ketegasan aparat hukum untuk menutup para cukong yang merusak alam Sumbawa," cetus Iying.

Dugaan Operasi Ilegal dan Pengabaian Hak SHU

Ketua FPPK, Abdul Hataf, turut menyoroti adanya laporan dari Dinas ESDM yang menyatakan bahwa tiga investor di kawasan tersebut—yakni PT Metro, TIB, dan Nusantara—sebenarnya belum diperbolehkan beroperasi sebelum memenuhi dokumen persyaratan lengkap.

"Faktanya mereka sudah panen berkali-kali sejak bulan Februari, tapi hasil itu dikembalikan ke perusahaan, bukan ke rakyat anggota koperasi. Ini omong kosong," tukas Hattaf

Aji Rusdianto (Raja), perwakilan aliansi lainnya yang meminta ketegasan Bupati untuk mengusir perusahaan nakal tersebut.

Lebih jauh, perwakilan Aliansi LSM menambahkan bahwa ketiga investor yang beroperasi di kolam 1 hingga 6 tersebut diduga kuat beroperasi secara ilegal selama delapan bulan terakhir karena dokumen UKL-UPL belum resmi terbit. Ironisnya lagi, muncul dualisme kepengurusan Koperasi Selonong Bukit Lestari, sementara Sisa Hasil Usaha (SHU) masyarakat pasca-pembagian di kantor bupati bulan Oktober lalu hingga detik ini belum dicairkan.

Melihat kacaunya tata kelola ini, Pimpinan DPRD Sumbawa, HM. Berlian Rayes menganalogikan situasi ini bak terkena jebakan. Kita seperti di-prank. Demi menyelamatkan aset daerah dan mencegah gejolak sosial yang lebih besar, penting untuk menghadirkan seluruh pihak terkait. Pak Bupati juga perlu memberikan atensi khusus dan berkoordinasi langsung dengan Gubernur NTB," saran Berlian.

Respon Bupati Sumbawa: Koperasi Terancam Dibekukan

Menanggapi rentetan protes keras dari mitranya di LSM, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menyampaikan apresiasi mendalam atas fungsi kontrol yang dijalankan oleh Aliansi Sumbawa Bersatu. Bupati mengaku gerakan ini menjadi amunisi tambahan bagi Pemda untuk melakukan penertiban lapangan.

Namun, Bupati tidak menampik adanya dilema besar yang dihadapi pemerintah daerah di tingkat tapak.

"Saya harus sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan penutupan portal tambang rakyat. Sebab di satu sisi, saya kerap didatangi oleh tokoh-tokoh masyarakat Lantung yang meminta agar tambang rakyat ini tetap dibuka demi menekan angka pengangguran. Namun, prinsip saya jelas: selain menertibkan, lingkungan juga harus lestari," urai Bupati Jarot.

Bupati membeberkan sejumlah kejanggalan yang juga menjadi catatan krusial Pemda, di antaranya belum terlihatnya dokumen resmi UKL-UPL, belum adanya dana jaminan reklamasi (talangan), tidak adanya sistem monitoring, belum jelasnya program CSR/pemberdayaan masyarakat, hingga nihilnya kontribusi PAD.

"Ini kondisi dilematis yang sudah terjadi. Atas dasar itu, kami segera mengambil langkah cepat bersama Forkopimda melalui dua poin utama pertama memanggil Pengurus Koperasi. Pemda Sumbawa akan segera memanggil Ketua Koperasi Selonong Bukit Lestari untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban menyeluruh. Kedua Jika dalam klarifikasi tersebut ditemukan bukti kuat bahwa koperasi tidak berjalan sesuai koridor hukum atau menyalahgunakan kemitraan, Pemda secara tegas akan membekukan koperasi tersebut. Dengan dibekukannya koperasi, secara otomatis seluruh aktivitas ketiga investor di lokasi tersebut dinyatakan ilegal dan wajib angkat kaki.

Bupati menutup penjelasannya dengan menyebutkan bahwa saat ini Pemprov NTB juga tengah menggodok regulasi teknis terkait monitoring sistem tersebut, dan Pemda Sumbawa berkomitmen mengawal penuh agar hak-hak masyarakat lokal tidak dikorbankan demi keuntungan segelintir oknum. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 19:59:47 +0800 amr
Respons Fraksi Gelora dan Demokrat&PPP Pembangunan, Bupati Sumbawa Bahas Strategi Fiskal hingga Solusi Legalitas PETI https://amarmedia.co.id/respons-fraksi-gelora-dan-demokrat-ppp-pembangunan-bupati-sumbawa-bahas-strategi-fiskal-hingga-solusi-legalitas-peti https://amarmedia.co.id/respons-fraksi-gelora-dan-demokrat-ppp-pembangunan-bupati-sumbawa-bahas-strategi-fiskal-hingga-solusi-legalitas-peti Respons Fraksi Gelora dan Demokrat-PPP Pembangunan, Bupati Sumbawa Bahas Strategi Fiskal hingga Solusi Legalitas PETI

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id– Dalam kelanjutan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang digelar Senin (13/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara berturut-turut memberikan jawaban atas pemandangan umum yang diajukan oleh Fraksi Partai Gelora Indonesia dan Fraksi gabungan Demokrat-PPP (Persatuan Pembangunan).

Di hadapan pimpinan sidang H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan Anggota DPRD Bupati menegaskan bahwa seluruh catatan, pertanyaan, dan masukan dari kedua fraksi tersebut merupakan kontribusi yang sangat konstruktif dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan, serta pembangunan daerah di masa mendatang.

Respons atas Pemandangan Umum Fraksi Gelora

Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Fraksi Gelora Indonesia atas kejelian mereka membedah postur anggaran daerah. Menjawab kekhawatiran fraksi terkait ketergantungan anggaran pada pemerintah pusat, Bupati memaparkan sejumlah langkah strategis.

Pemkab Sumbawa berkomitmen penuh untuk terus menekan ketergantungan fiskal terhadap pusat melalui optimalisasi dan intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pihaknya tengah menjalankan berbagai program perluasan basis pajak dan digitalisasi layanan untuk memperkuat struktur fiskal daerah.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa APBD Kabupaten Sumbawa akan benar-benar dikelola agar memberikan manfaat nyata yang langsung menyentuh masyarakat luas.

"Pemerintah daerah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting). Langkah ini untuk memastikan bahwa setiap program prioritas yang dianggarkan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa secara konkret," tegas Bupati.

Pemkab Sumbawa menyambut baik seluruh usulan dan saran yang diajukan oleh Fraksi Gelora sebagai bahan evaluasi mutakhir demi menyempurnaan rencana pengelolaan keuangan dan blueprint pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

Respons atas Pemandangan Umum Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan 

Apresiasi serupa juga dialamatkan kepada Fraksi gabungan Demokrat-PPP Pembangunan. Bupati menyatakan bahwa pertanyaan mengenai optimalisasi PAD dan penanganan sengkarut gas LPG 3 kg memiliki substansi yang sama, sehingga penjelasannya selaras dengan jawaban yang telah diberikan kepada fraksi-fraksi sebelumnya.

Menjawab masukan mengenai efektivitas anggaran, Bupati menjelaskan bahwa Pemda terus berupaya menciptakan dampak ekonomi yang berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Strategi ini ditempuh dengan menaikkan standar kualitas perencanaan sejak awal dan memperketat evaluasi kinerja di setiap Perangkat Daerah (OPD).

Terkait desakan percepatan pembangunan infrastruktur vital, Pemkab Sumbawa memberikan perhatian khusus pada sektor air bersih.

 "Untuk percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah pedesaan, Pemda akan terus meningkatkan alokasi dan pemerataan pembangunan fisik. Kami juga secara intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi guna menjemput dukungan anggaran luar," jelasnya.

Poin krusial yang disoroti oleh Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan adalah maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Lantung, Ai Mual, serta beberapa pedesaan lainnya. Menanggapi hal ini, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa pemerintah daerah mencermati persoalan pelik ini secara sangat serius.

Bupati tidak menampik bahwa praktik PETI membawa dampak buruk yang masif, mulai dari potensi kerusakan lingkungan hidup yang parah, ancaman keselamatan bagi para pekerja, hingga kerugian finansial negara akibat eksploitasi ilegal. Oleh karena itu, Pemda mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam melakukan penertiban.

Namun di sisi lain, pemerintah juga harus melihat realitas sosial di mana sebagian masyarakat lokal menggantungkan mata pencaharian utama mereka pada sektor pertambangan tersebut.

"Kita butuh solusi yang legal dan berkelanjutan agar alam tidak rusak tetapi ekonomi rakyat tetap jalan. Oleh karena itu, Pemda mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Saat ini sudah banyak usulan pembentukan koperasi tambang di wilayah Kabupaten Sumbawa," ungkap Bupati.

 

Bupati secara terbuka menyatakan dukungannya dan merekomendasikan agar aktivitas tersebut dilegalkan melalui jalur resmi. Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat bahwa proses birokrasi ini tidak instan.

"Prosesnya panjang, perlu konsentrasi, ketekunan, dan biaya operasional yang lumayan, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Namun, dari sisi regulasi, kita terus mendorong legalitas ini agar ke depan aktivitas tambang rakyat dapat dilaksanakan sesuai kaidah pertambangan yang baik (good mining practice)," tambahnya.

 

Melalui izin resmi (Wilayah Pertambangan Rakyat/WPR dan Izin Pertambangan Rakyat/IPR), Pemda meyakini kontrol terhadap keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan dapat ditegakkan secara ketat. Bupati mengakui isu ini memicu pro-kontra yang luar biasa, bahkan menarik perhatian masyarakat luar daerah untuk datang berduyun-duyun ke Sumbawa guna mempelajari dinamikanya. Pemda memastikan telah berkordinasi dengan jajaran Forkopimda agar penanganan di lapangan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.

Sidang Paripurna ditutup dengan penyerahan berkas jawaban kepala daerah secara resmi kepada pimpinan sidang untuk ditindaklanjuti dalam agenda pandangan akhir fraksi mendatang. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 12:20:44 +0800 amr
Tanggapi Gerindra, Bupati Sumbawa Sebut Program 'Sumbawa Hijau Lestari' Jantung Pertahanan Daerah yang Tak Boleh Hilang https://amarmedia.co.id/tanggapi-gerindra-bupati-sumbawa-sebut-program-sumbawa-hijau-lestari-jantung-pertahanan-daerah-yang-tak-boleh-hilang https://amarmedia.co.id/tanggapi-gerindra-bupati-sumbawa-sebut-program-sumbawa-hijau-lestari-jantung-pertahanan-daerah-yang-tak-boleh-hilang Tanggapi Gerindra, Bupati Sumbawa Sebut Program 'Sumbawa Hijau Lestari' Jantung Pertahanan Daerah yang Tak Boleh Hilang

SUMBAWA,Amarmedia.co.id– Masih dalam rangkaian Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang digelar Senin (13/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan tanggapan mendalam atas pemandangan umum yang diajukan oleh Fraksi Partai Gerindra. Di hadapan pimpinan sidang H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan seluruh anggota dewan, Bupati menegaskan bahwa setiap catatan dari Gerindra merupakan bentuk komitmen kuat dalam mengawal pembangunan daerah.

Menjawab poin-poin awal dari Fraksi Gerindra, Bupati menjelaskan bahwa pertanyaan terkait optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah, strategi efektivitas serta akuntabilitas belanja daerah, hingga persoalan kelangkaan LPG 3 kg memiliki substansi yang selaras dengan fraksi sebelumnya (Fraksi PKS dan Golkar). Pemda memastikan kualitas perencanaan hingga evaluasi program terus ditingkatkan agar APBD bergerak maksimal untuk rakyat.

Namun, suasana sidang terasa lebih emosional dan penuh penegasan saat Bupati menanggapi poin keempat dari Fraksi Gerindra mengenai evaluasi program Sumbawa Hijau Lestari.

Sumbawa Hijau Lestari: Jantung Daerah untuk Anak Cucu

Bupati Syarafuddin Jarot secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih atas masukan Gerindra terkait evaluasi program lingkungan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalankan program Sumbawa Hijau Lestari dengan evaluasi berkala agar pelaksanaannya semakin sempurna di lapangan.

Dengan nada bicara yang penuh kesungguhan, Bupati mengungkapkan bahwa program ini lahir langsung dari lubuk hatinya yang paling dalam, didorong oleh keprihatinan mendalam melihat kondisi bentang alam Sumbawa saat ini.

"Program ini berangkat dari hati saya. Kita patut prihatin dengan kondisi Sumbawa saat ini. Kita masih punya hutan dan masih banyak potensi alam yang harus diselamatkan demi kita wariskan kepada generasi masa depan, kepada anak cucu kita," ungkap Bupati dengan tegas.

Bupati tidak menampik bahwa sejak awal digulirkan, program penyelamatan lingkungan ini menghadapi tantangan yang tidak mudah di lapangan. Bahkan, ia menyentil secara blak-blakan keberadaan oknum-oknum yang dinilai merusak alam.

 "Sejak awal program ini mendapat tantangan, dan sampai sekarang pun masih banyak 'biang kerok' (perusak lingkungan) di luar sana. Karena itu, ketika kita krisis dan butuh air seperti sekarang, mari kita ayo bersama-sama melaksanakan program ini. Meskipun dari Fraksi Gerindra meminta evaluasi, catatan itu kami terima sebagai dasar penyempurnaan kegiatan, tetapi tolong jangan hilangkan program ini. Ini adalah nyawa Sumbawa, ini jantungnya Sumbawa!" seru Bupati di podium sidang.

Demi memastikan program rehabilitasi lahan hutan yang kritis berjalan tanpa hambatan, Bupati menyatakan komitmen personal dan regulasinya. Ia siap mengeluarkan Instruksi/Direktif Bupati secara khusus guna memperkuat payung hukum pergerakan di lapangan.

Langkah konkret yang dijanjikan meliputi penguatan anggaran operasional pengamanan hutan terpadu. Baginya, memastikan kelestarian alam Sumbawa jauh lebih krusial di atas kepentingan sektoral apa pun demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Sambut Baik Optimalisasi PAD dan Ketersediaan LPG

Menutup jawabannya untuk Fraksi Gerindra pada poin kelima, Bupati Sumbawa kembali menegaskan komitmen Pemda dalam menyambut baik seluruh usulan mengenai optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penanganan kelangkaan LPG yang sejalan dengan masukan fraksi-fraksi lain.

Pemerintah daerah berjanji akan menyerap dan mengeksekusi rekomendasi strategis tersebut secara bertahap, disesuaikan dengan koridor kemampuan keuangan daerah serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 11:43:41 +0800 amr
Jawab Pandangan Fraksi PKS, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Transparansi, Genjot PAD, hingga Atasi Kelangkaan LPG https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-pks-bupati-sumbawa-tegaskan-komitmen-transparansi-genjot-pad-hingga-atasi-kelangkaan-lpg https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-pks-bupati-sumbawa-tegaskan-komitmen-transparansi-genjot-pad-hingga-atasi-kelangkaan-lpg

Jawab Pandangan Fraksi PKS, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Transparansi, Genjot PAD, hingga Atasi Kelangkaan LPG

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan dan memaksimalkan pelaksanaan pembangunan daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD, dalam Sidang Paripurna yang digelar Senin (13/7/2026).

Sidang Paripurna yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbawa ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam pengantarnya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pimpinan dan anggota dewan. Ia memandang seluruh pandangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi sebagai masukan yang sangat berharga demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tahun berjalan.

Secara berurutan, Bupati memberikan jawaban terperinci atas catatan dan pertanyaan yang dilayangkan oleh setiap fraksi, dimulai dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bupati menjawab secara mendalam.

Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pandangan umum, pertanyaan, serta saran konstruktif dari Fraksi PKS. Bagi pemerintah daerah, hal ini merupakan wujud nyata dari kepedulian dan komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan akuntabel.

Sinergi Opini WTP dan Komitmen Fiskal

Pemda Sumbawa secara khusus berterima kasih atas apresiasi Fraksi PKS terhadap raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Bupati menegaskan bahwa capaian prestisius ini adalah buah dari sinergi yang kuat antara Pemda dan DPRD dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah.

 "Kami berkomitmen penuh melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih, sehingga setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar memberikan kontribusi besar dan manfaat nyata bagi rakyat Sumbawa," ujar Bupati.

Menjawab pertanyaan Fraksi PKS mengenai postur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan strategi penguatannya, Bupati memaparkan bahwa dari total realisasi pendapatan daerah yang mencapai Rp 2,374 Triliun kontribusi PAD tercatat sebesar Rp 242,9 Miliar atau sekitar 11,29 persen. Sumber pendapatan ini ditopang oleh sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Ke depan, Pemkab Sumbawa bersama instansi pemungut seperti Bapenda, RSUD, Puskesmas, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta sektor koperasi, akan terus memperkuat langkah intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi utama yang sedang dan sudah berjalan di antaranya:

 

Mengintegrasikan sistem pembayaran digital untuk meminimalkan kebocoran, Perluasan Basis Pajak & Optimalisasi Aset, Mendata ulang potensi objek pajak baru dan memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang tidur.Penambahan Tenaga Kontrak Sementara. Menempatkan personel tambahan di Bapenda guna meningkatkan pengawasan dan kepatuhan wajib pajak di lapangan.

Klarifikasi Serapan APBD dan Silpa

Terkait catatan Fraksi PKS mengenai serapan APBD yang dinilai belum maksimal, Bupati menjelaskan bahwa realisasi belanja daerah yang mencapai 92,9 persen tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis:

 1. Sisa Belanja Pegawai. Banyaknya formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum terpenuhi dan posisinya belum terisi hingga akhir tahun anggaran.

 2. Keterlambatan Proyek Fisik:Adanya beberapa pekerjaan infrastruktur yang belum dapat dirampungkan 100% hingga akhir tahun.

 3. Efisiensi Belanja Tidak Terduga (BTT): Pemda menganggarkan dana BTT yang cukup besar sebagai antisipasi darurat, namun bersyukur tidak perlu menggunakannya secara penuh.

Sedangkan untuk besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), hal itu dipengaruhi oleh realisasi PAD yang berhasil melampaui target, serta adanya sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) spesifik yang secara aturan tidak bisa dialihkan ke pos belanja lainnya. Selain itu, terdapat penundaan penyaluran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) akibat kendala teknis administrasi. Pemda berkomitmen menjadikan evaluasi ini sebagai pelajaran berharga agar kualitas belanja daerah semakin efektif ke depan.

Mengatasi Sengkarut dan Kelangkaan LPG 3 Kg

Fraksi PKS juga menyoroti masalah distribusi LPG. Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan daerah mencapai 1,9 juta tabung per tahun. Keterbatasan kuota inilah yang kerap memicu kelangkaan di masyarakat dan memicu oknum menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di atas standar. Kondisi ini diperparah oleh adanya kelompok masyarakat mampu yang menggunakan LPG 3 kg bersubsidi, padahal mereka tidak berhak.

Di sisi lain, pasokan LPG non-subsidi juga terhambat masalah logistik, yang sangat bergantung pada kelancaran arus transportasi laut rute Tano – Kayangan (PP).

"Jujur saja, dalam beberapa waktu terakhir terjadi hambatan penyeberangan. Namun kami sudah berkoordinasi secara intensif, termasuk mengawal proses migrasi penggunaan tabung Bright Gas dari warna biru ke pink," jelas Bupati.

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemkab Sumbawa terus menurunkan Satgas Ketahanan Pangan dan Energi untuk melakukan pengawasan ketat, serta mempercepat program OVOO (One Village One Outlet) agar distribusi pangkalan gas bisa menyentuh seluruh desa secara merata. Pemda juga menyambut baik usulan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung yang disarankan oleh fraksi.

 

Menanggapi aspirasi mengenai peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan, Bupati mengimbau seluruh Kepala OPD dan ASN yang masih menggunakan kendaraan dinas atau pribadi di luar wilayah untuk segera melakukan mutasi plat nomor.

"Pemerintah menyambut baik usulan ini. Saya telah memulai gerakan ini dari diri saya sendiri untuk memutasi plat kendaraan lain menjadi plat EA (Sumbawa), dan ini harus diikuti oleh seluruh ASN," himbauanya. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 11:24:19 +0800 amr
Kemendikdasmen Dampingi MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Hari Pertama Sekolah Berlangsung Hangat dan Penuh Semangat https://amarmedia.co.id/kemendikdasmen-dampingi-mpls-ramah-di-smp-negeri-1-labuhan-badas-hari-pertama-sekolah-berlangsung-hangat-dan-penuh-semangat https://amarmedia.co.id/kemendikdasmen-dampingi-mpls-ramah-di-smp-negeri-1-labuhan-badas-hari-pertama-sekolah-berlangsung-hangat-dan-penuh-semangat Kemendikdasmen Dampingi MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Hari Pertama Sekolah Berlangsung Hangat dan Penuh Semangat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id-13 Juli 2026 – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Labuhan Badas Senin 13 Juli 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Ratusan peserta didik baru memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan didampingi guru, orang tua, serta mendapat pendampingan langsung dari Pusat Penguatan Karakter Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sekolah ini menjadi salah satu lokasi pendampingan pelaksanaan MPLS Ramah untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai ketentuan pemerintah, mengedepankan pendekatan yang mendidik, serta bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun kekerasan.

Sejak pukul 07.00 Wita, halaman SMP Negeri 1 Labuhan Badas mulai dipenuhi peserta didik baru yang datang mengenakan seragam dengan wajah ceria. Mereka tampak antusias memasuki gerbang sekolah sambil didampingi orang tua. Pemandangan yang paling menarik perhatian adalah banyaknya ayah yang hadir mengantar anak mereka pada hari pertama sekolah.

Sebagian ayah berjalan berdampingan dengan anaknya menuju lokasi kegiatan. Ada yang memberikan pelukan sebelum berpisah, ada pula yang menyempatkan diri berfoto bersama sebagai kenang-kenangan memasuki jenjang pendidikan yang baru. Suasana itu menghadirkan kesan hangat sekaligus menunjukkan besarnya dukungan keluarga terhadap pendidikan anak.

Kehadiran para ayah merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa. Melalui gerakan tersebut, para ayah diajak untuk hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dan pendidikan mereka.

Upacara pembukaan MPLS Ramah berlangsung di lapangan sekolah. Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan tertib didampingi guru dan panitia. Lagu Indonesia Raya berkumandang mengawali rangkaian kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna.

Mewakili Kemendikdasmen, hadir Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga. Dalam kunjungannya, ia didampingi Rosmin Junaidi, S.STP., M.Si., Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, Kepala Bidang SMP Junaidi, S.Pd., M.Pd., serta disambut oleh Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh guru.

Dalam sambutannya, Prof. Biyanto mengatakan bahwa hari pertama sekolah memiliki arti penting bagi setiap peserta didik. Menurutnya, kesan pertama yang diterima anak akan memengaruhi semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

"MPLS bukan kegiatan untuk membuat anak takut ataupun malu. Hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak harus merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Selain itu, materi kegiatan juga telah diatur melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 sehingga seluruh sekolah memiliki pedoman yang sama.

Menurutnya, selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah diharapkan mengisi kegiatan dengan pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan karakter positif, pendidikan antiperundungan, penguatan disiplin, serta berbagai aktivitas yang mendorong peserta didik berani berinteraksi dan bekerja sama.

Prof. Biyanto juga mengingatkan seluruh guru agar menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak.

"Anak-anak datang ke sekolah membawa harapan dan cita-cita. Sambut mereka dengan senyuman, bimbing dengan kesabaran, dan jadilah teladan yang baik. Pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan sekolah yang ramah," katanya.

Usai memberikan sambutan, Prof. Biyanto bersama Rosimin Junaidi, Junaidi, dan Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas melakukan pelepasan balon warna-warni sebagai simbol dimulainya MPLS Ramah Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke beberapa ruang kelas. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Biyanto berdialog dengan guru dan peserta didik baru. Ia menanyakan kesan mereka mengikuti hari pertama sekolah sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah.

Di setiap ruang kelas terlihat suasana belajar yang hidup. Guru memandu kegiatan perkenalan, permainan edukatif, diskusi sederhana, dan pengenalan lingkungan sekolah. Para peserta didik tampak aktif mengikuti setiap kegiatan. Sesekali terdengar tawa ketika mereka saling memperkenalkan diri dan bekerja sama dalam permainan kelompok.

Prof. Biyanto mengapresiasi pendekatan yang diterapkan guru di SMP Negeri 1 Labuhan Badas. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan akan membantu peserta didik lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Sementara itu, Rosmin Junaidi, S.STP., M.Si., Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan MPLS di Kabupaten Sumbawa.

Ia mengatakan pendampingan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

"Kami berharap seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai aturan sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama. Pendidikan yang baik dimulai dari lingkungan yang aman, nyaman, dan menghargai setiap peserta didik," ujarnya.

Rosmin juga mengapresiasi tingginya partisipasi orang tua, khususnya para ayah, yang hadir mengantar anak mereka ke sekolah.

Menurutnya, keterlibatan keluarga dalam pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar dan perkembangan karakter anak. Dukungan sederhana berupa kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah menjadi kenangan yang akan diingat peserta didik dalam waktu yang lama.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh SMP di Kabupaten Sumbawa telah diingatkan untuk melaksanakan MPLS sesuai pedoman yang berlaku.

Ia berharap seluruh sekolah mengutamakan pembinaan karakter, pengenalan budaya sekolah, dan pembiasaan hidup disiplin tanpa memberikan beban yang berlebihan kepada peserta didik baru.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pendampingan MPLS Ramah.

Menurutnya, seluruh guru telah mempersiapkan kegiatan sejak jauh hari agar peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan nyaman dan menyenangkan.

"Kami ingin memberikan kesan pertama yang baik kepada seluruh peserta didik baru. Mereka adalah bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Labuhan Badas. Karena itu, kami berkomitmen melaksanakan MPLS yang ramah, mendidik, dan sesuai ketentuan pemerintah," katanya.

Punijan berharap seluruh peserta didik baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru dan teman-teman baru, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sejak awal tahun ajaran.

Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas menjadi bukti bahwa masa pengenalan sekolah dapat berlangsung tanpa perpeloncoan ataupun tindakan yang merendahkan peserta didik. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi sekolah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, membangun karakter, serta mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan peserta didik.

Melalui pendampingan Kemendikdasmen serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pelaksanaan MPLS Ramah diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan terbaik anak. Hari pertama sekolah pun menjadi awal yang menyenangkan untuk memulai perjalanan belajar, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-cita. (AM/SA)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 10:00:33 +0800 amr
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah https://amarmedia.co.id/gerakan-ayah-mengantar-anak-di-hari-pertama-sekolah https://amarmedia.co.id/gerakan-ayah-mengantar-anak-di-hari-pertama-sekolah Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Oleh Sri Asmediati

(Guru SMPN 1 Labuhan Badas)

Hari pertama sekolah selalu menjadi momen yang istimewa. Setelah menikmati libur yang cukup panjang, anak-anak kembali mengenakan seragam, menyiapkan tas, dan bertemu lagi dengan guru serta teman-temannya. Ada yang datang dengan penuh semangat, tetapi ada juga yang masih merasa canggung karena harus kembali mengikuti kegiatan belajar.

Di tengah suasana itu, muncul sebuah gerakan yang patut mendapat perhatian, yaitu gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah. Gerakan ini terlihat sederhana. Seorang ayah hanya mengantar anaknya sampai ke sekolah. Namun, di balik langkah sederhana tersebut, tersimpan makna yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak.

Gerakan ini juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Melalui Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa, para ayah diajak untuk hadir dan mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak. Surat edaran ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga, terutama ayah dan ibu yang memiliki peran sama pentingnya dalam mendampingi anak.

Selama ini, banyak orang menganggap bahwa urusan mengantar anak ke sekolah adalah tugas ibu. Tidak sedikit ayah yang sejak pagi sudah berangkat bekerja sehingga jarang memiliki kesempatan untuk mendampingi anak. Padahal, kehadiran ayah juga sangat dibutuhkan. Anak tidak hanya membutuhkan kasih sayang ibu, tetapi juga perhatian dan kedekatan dari ayah.

Ketika seorang ayah meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, anak akan merasa dirinya sangat diperhatikan. Perasaan itu mampu menumbuhkan rasa percaya diri. Anak merasa bahwa ada orang yang selalu mendukung setiap langkahnya. Dukungan seperti ini sangat penting, terutama bagi anak yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

Bagi anak yang baru masuk sekolah, hari pertama sering menjadi pengalaman yang menegangkan. Mereka belum mengenal guru, belum mengetahui lingkungan sekolah, dan belum memiliki banyak teman. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran ayah dapat memberikan rasa aman. Anak menjadi lebih tenang karena ada sosok yang mendampinginya sebelum memasuki gerbang sekolah.

Gerakan ini sebenarnya bukan hanya untuk anak usia dini. Murid SMP maupun SMA juga tetap membutuhkan perhatian dari orang tua. Memang mereka sudah terlihat lebih mandiri. Namun, perhatian kecil dari ayah tetap memberikan kesan yang mendalam. Bahkan, banyak remaja yang diam-diam merasa senang ketika ayah bersedia meluangkan waktu untuk mereka.

Mengantar anak ke sekolah juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi. Di perjalanan, ayah dapat mengajak anak berbicara tentang banyak hal. Percakapan sederhana seperti menanyakan perasaan anak, memberi semangat belajar, atau mengingatkan untuk berbuat baik kepada teman dapat menjadi bekal yang berharga selama berada di sekolah.

Sayangnya, kesibukan sering dijadikan alasan. Banyak ayah merasa tidak memiliki waktu. Padahal, gerakan ini tidak harus dilakukan setiap hari. Hari pertama sekolah menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Meluangkan waktu satu pagi tentu tidak akan mengurangi pekerjaan, tetapi bisa menjadi kenangan yang akan selalu diingat oleh anak.

Di sekolah, guru juga akan melihat adanya keterlibatan orang tua. Hubungan antara keluarga dan sekolah menjadi lebih dekat. Ketika ayah hadir, sekolah dapat merasakan bahwa orang tua benar-benar mendukung proses pendidikan. Kerja sama seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan agar perkembangan anak berjalan lebih baik.

Gerakan ayah mengantar anak juga memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Anak melihat langsung bahwa seorang ayah tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga ikut terlibat dalam pendidikan. Gambaran seperti ini dapat mengubah cara pandang bahwa mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.

Bagi anak laki-laki, kehadiran ayah menjadi teladan dalam bersikap. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian. Sementara bagi anak perempuan, perhatian ayah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan perasaan dihargai. Hubungan yang hangat antara ayah dan anak akan menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka di masa depan.

Gerakan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan dalam keluarga. Kesibukan sering membuat anggota keluarga jarang memiliki waktu bersama. Hari pertama sekolah dapat menjadi salah satu momen untuk kembali mempererat hubungan tersebut. Tidak perlu melakukan hal yang mewah. Mengantar anak, berjabat tangan, lalu mengucapkan selamat belajar sudah menjadi bentuk kasih sayang yang sangat berarti.

Dengan adanya Surat Edaran Bupati Sumbawa tersebut, diharapkan semakin banyak ayah yang ikut berpartisipasi. Kehadiran ayah di sekolah pada hari pertama bukan sekadar memenuhi ajakan pemerintah daerah, tetapi menjadi wujud nyata bahwa mereka peduli terhadap pendidikan anak. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh sehingga keterlibatan ayah tidak berhenti pada hari pertama sekolah saja.

Tentu tidak semua ayah dapat hadir. Ada yang bekerja di luar kota, bertugas sebagai tenaga kesehatan, aparat keamanan, sopir, nelayan, petani, atau pekerjaan lain yang tidak memungkinkan meninggalkan tugas. Kondisi tersebut tentu harus dipahami. Yang terpenting bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menunjukkan perhatian kepada anak dengan cara yang memungkinkan. Sebuah pesan singkat, doa, atau panggilan telepon juga dapat menjadi penyemangat bagi anak.

Gerakan ini sebaiknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan bahwa ayah selalu terlibat dalam pendidikan anak. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti menemani belajar, menghadiri rapat orang tua, mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, atau sekadar menanyakan bagaimana kegiatan mereka hari itu.

Pendidikan yang baik tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rumah juga merupakan tempat belajar yang paling utama. Di rumah, anak belajar tentang sikap, kebiasaan, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat. Semua itu akan lebih mudah tumbuh jika ayah dan ibu sama-sama memberikan contoh yang baik.

Sebagai guru, saya melihat bahwa anak-anak yang mendapat perhatian dari keluarganya umumnya lebih percaya diri dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Mereka merasa memiliki tempat untuk bercerita ketika mengalami kesulitan. Sebaliknya, anak yang merasa kurang diperhatikan sering kali memendam masalah sendirian.

Karena itu, gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah layak terus didukung. Terlebih lagi, dukungan tersebut kini diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa. Harapannya, gerakan ini menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat dan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan sekolah. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya. Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat saling bekerja sama, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat belajar yang baik. Semoga gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah menjadi awal tumbuhnya budaya keterlibatan ayah dalam setiap perjalanan pendidikan anak. Karena bagi seorang anak, kehadiran ayah bukan hanya sebuah kebanggaan, melainkan juga sumber semangat yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya. (Sri)

]]>
Sun, 12 Jul 2026 16:08:48 +0800 amr
Rayakan Satu Dasawarsa, Pesantren Modern Internasional Dea Malela Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Adi Hidayat https://amarmedia.co.id/rayakan-satu-dasawarsa-pesantren-modern-internasional-dea-malela-gelar-tabligh-akbar-bersama-ustadz-adi-hidayat https://amarmedia.co.id/rayakan-satu-dasawarsa-pesantren-modern-internasional-dea-malela-gelar-tabligh-akbar-bersama-ustadz-adi-hidayat Rayakan Satu Dasawarsa, Pesantren Modern Internasional Dea Malela Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Adi Hidayat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Pondok Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela menyambut usia satu dasawarsa atau sepuluh tahun dengan menggelar Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tasyakuran atas perjalanan panjang pesantren dalam mendidik generasi bangsa sejak didirikan pada 18 Juni 2016.

Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pesantren yang kini telah mendatangkan santri dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh, bahkan dari mancanegara seperti Kamboja, Taiwan, Filipina, Pakistan, Rusia, dan segera menyusul dari Afghanistan.

"Banyak anak Sumbawa yang dididik di sini kini telah melanjutkan studi S1 di berbagai negara seperti Rusia, Amerika, Turki, Malaysia, Tiongkok, Kazakhstan, Saudi Arabia, hingga Mesir. Ini adalah upaya nyata kami dalam meningkatkan kualitas SDM untuk Sumbawa dan dunia Islam," ungkap Prof. Din Syamsuddin.

Prof. Din mengajak masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pesantren dan mempersilakan para orang tua yang ingin menitipkan pendidikan putra-putrinya di PMI Dea Malela.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan apresiasi tinggi atas kiprah PMI Dea Malela dalam menyemai "Tunas Cendekia mewujudkan peradaban utama" di tanah Sumbawa.

"Peradaban besar tidak lahir dari bangunan semata, melainkan dari manusia yang berakhlak dan memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Kehadiran pesantren ini adalah keistimewaan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa," ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai gerakan, seperti Shalat Subuh berjamaah, gerakan zakat profesi bagi ASN, serta program "Sumbawa Hijau Lestari" yang mengajak masyarakat menanam pohon sebagai bentuk sedekah jariyah dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Acara utama diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Dr H Adi Hidayat Lc MA (UAH). Dalam ceramahnya, UAH memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Sumbawa dan jajaran pemerintah daerah yang dinilainya sangat kompak, terutama dalam tradisi menjaga Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung.

UAH mengulas secara mendalam makna kehidupan sebagai khalifah di bumi, merujuk pada kisah Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa. Ia menjelaskan bahwa hidup adalah amanah untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya.

"Islam datang memberikan panduan bagaimana mengelola hidup agar melahirkan kualitas. Jika bicara harus bermanfaat, mendengar harus yang bermanfaat, dan melangkah harus ke tempat yang bermanfaat. Itulah kunci sukses dan kebahagiaan sebagai khalifah," jelas UAH di hadapan ribuan jamaah yang memadati Masjid Agung Nurul Huda.

Kegiatan Tabligh Akbar ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat Sumbawa untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, dan bersinergi membangun daerah yang lebih maju, cerah, dan berkemajuan sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. (AM)

]]>
Sat, 11 Jul 2026 21:08:06 +0800 amr
Di Momentum Usia ke 54 Gubernur NTB Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB https://amarmedia.co.id/di-momentum-usia-ke-54-gubernur-ntb-presiden-prabowo-titip-lima-pesan-untuk-ntb https://amarmedia.co.id/di-momentum-usia-ke-54-gubernur-ntb-presiden-prabowo-titip-lima-pesan-untuk-ntb Di Momentum Usia ke 54 Gubernur NTB, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB

MATARAM.Amarmedia.co.id– Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan makna tersendiri bagi daerah. Bertepatan dengan momentum usia ke-54 Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, Presiden tidak hanya meresmikan Bendungan Meninting sebagai pusat peresmian lima bendungan nasional, tetapi juga menitipkan lima pesan besar bagi NTB, yakni memperkuat persatuan, membalas kepercayaan rakyat melalui kerja nyata, memastikan pembangunan memberi manfaat bagi masyarakat, menghadirkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan hanya akan berhasil apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan bekerja bersama untuk kepentingan rakyat. Presiden juga mengingatkan agar Bendungan Meninting benar-benar memberikan manfaat bagi petani dengan memastikan air mengalir hingga ke lahan pertanian, karena ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Di hadapan para kepala daerah, Presiden berpesan agar setiap kebijakan dilandasi akal sehat, cinta kepada rakyat, menjauhi korupsi, dan mengelola setiap rupiah uang negara sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun, perhatian Presiden kepada Nusa Tenggara Barat tidak berhenti di atas podium.

Sesaat setelah peresmian Bendungan Meninting berakhir, dalam perjalanan menuju helikopter kepresidenan, Presiden menyampaikan secara langsung kesan dan pesannya kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Gubernur mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan rasa senangnya akhirnya dapat kembali mengunjungi Nusa Tenggara Barat setelah sekian lama belum memiliki kesempatan datang ke daerah ini.

"Beliau menyampaikan langsung kepada saya bahwa beliau senang sekali bisa berkunjung ke NTB. Beliau bahkan menyampaikan keinginan tulus beliau untuk membantu lebih banyak hal di NTB," ungkap Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Bagi Gubernur, penyampaian Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Nusa Tenggara Barat tidak berhenti pada pembangunan Bendungan Meninting maupun proyek-proyek strategis nasional lainnya. Keinginan Presiden untuk membantu lebih banyak pembangunan di NTB merupakan wujud komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesan yang disampaikan Presiden secara langsung kepada Gubernur juga memperkuat substansi pidatonya di Bendungan Meninting. Sejak awal, Presiden berkali-kali menegaskan kedekatannya dengan masyarakat NTB, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan, serta mengingatkan bahwa pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Presiden juga menitipkan pesan agar para pemimpin di NTB menjaga persatuan, mengelola pembangunan secara amanah, memastikan air bendungan sampai kepada para petani, serta menghadirkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Rangkaian pesan tersebut menunjukkan bahwa kunjungan Presiden ke Nusa Tenggara Barat bukan sekadar agenda peresmian infrastruktur, melainkan juga penegasan arah pembangunan daerah yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, perhatian Presiden tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan daerah. Rangkaian pesan yang disampaikan, baik dalam forum resmi maupun dalam percakapan langsung dengan Gubernur NTB, memperlihatkan bahwa harapan Presiden terhadap NTB tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada lahirnya kepemimpinan yang melayani rakyat, pemerintahan yang bersih, sektor pertanian yang semakin kuat, serta pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. (AM/KominfotikNTB)

]]>
Sat, 11 Jul 2026 09:17:09 +0800 amr
Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani https://amarmedia.co.id/presiden-ri-prabowo-subianto-resmikan-bendungan-meninting-air-harus-sampai-kepada-petani https://amarmedia.co.id/presiden-ri-prabowo-subianto-resmikan-bendungan-meninting-air-harus-sampai-kepada-petani Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

MENINTING, Lombok Barat.Amarmedia.co.id– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bersama empat bendungan lainnya yang berada di Bali, Jawa Tengah, dan Aceh secara serentak dari Bendungan Meninting, Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Wakil Gubernur beserta Forkopimda NTB, para bupati dan wali kota se-NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang akan menerima manfaat langsung dari Bendungan Meninting.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.

"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegas Presiden.

Presiden mengatakan, pembangunan bangsa merupakan proses panjang yang membutuhkan kesinambungan lintas pemerintahan. Menurutnya, sebuah proyek pembangunan dapat dimulai oleh satu pemerintahan dan diselesaikan oleh pemerintahan berikutnya. Seluruh proses tersebut merupakan bagian dari kerja besar membangun Indonesia yang harus dihargai sebagai wujud persatuan dalam pembangunan nasional.

"Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang groundbreaking, pemerintah yang mulai membangun mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah pembangunan bangsa. Inilah kebangkitan bangsa," ujar Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, setiap bendungan harus mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Presiden mengingatkan seluruh penyelenggara negara agar menjaga integritas dalam mengelola amanah rakyat. Menurutnya, seluruh anggaran pembangunan harus digunakan secara bertanggung jawab dan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia," katanya.

Kepada para kepala daerah dan seluruh pemimpin, Presiden juga berpesan agar memimpin dengan ketulusan dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

"Pimpinlah dengan cinta kepada rakyat. Hindari niat menjadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Pemimpin yang suka berbohong adalah bencana bagi rakyat," pesan Presiden.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa lima bendungan yang diresmikan merupakan bagian dari pembangunan bendungan nasional periode 2015–2025 yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi.

Lima bendungan tersebut meliputi Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara; dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Kelima bendungan tersebut memiliki total kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik, didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang melayani sekitar 40.000 hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi hingga sekitar 720.000 ton per tahun, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas sekitar 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui potensi PLTA sebesar 9,6 megawatt dan PLTS terapung sebesar 346 megawatt.

Khusus Bendungan Meninting, bendungan ini mengairi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian, meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi tiga kali panen setiap tahun, menyediakan air baku bagi sekitar 100.000 jiwa, serta membantu mengurangi potensi banjir di wilayah Lombok Barat dan sebagian Kota Mataram. Kehadirannya juga mengakhiri konflik perebutan air antarpetani yang selama bertahun-tahun terjadi pada musim kemarau.

Menteri PU menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bendungan tidak diukur dari selesainya konstruksi semata, melainkan dari kemampuannya mengalirkan air hingga ke lahan pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peresmian Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai fondasi ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional. Dengan memastikan air benar-benar sampai kepada petani, pembangunan bendungan diharapkan menjadi penggerak peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya swasembada pangan Indonesia.(AM/Edo/Kominfotik)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:38:53 +0800 amr
MPLS Ramah 2026, Langkah Kecil Menuju Sekolah yang Membahagiakan https://amarmedia.co.id/mpls-ramah-2026-langkah-kecil-menuju-sekolah-yang-membahagiakan https://amarmedia.co.id/mpls-ramah-2026-langkah-kecil-menuju-sekolah-yang-membahagiakan MPLS Ramah 2026, Langkah Kecil Menuju Sekolah yang Membahagiakan

Oleh: Sri Asmediati, S.Pd

Setiap tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita baru. Ada wajah-wajah yang penuh semangat karena akhirnya mengenakan seragam sekolah impian. Namun, di balik senyum itu, tidak sedikit anak yang menyimpan rasa cemas. Mereka akan memasuki lingkungan yang sama sekali baru, bertemu guru baru, teman baru, dan aturan yang belum mereka kenal.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi pengalaman pertama yang akan mereka ingat. Pengalaman itulah yang sering kali menentukan bagaimana perasaan mereka terhadap sekolah. Jika sejak awal mereka merasa diterima dan dihargai, maka sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan. Sebaliknya, jika hari-hari pertama diisi dengan rasa takut, bentakan, atau perlakuan yang mempermalukan, maka sekolah akan terasa seperti tempat yang harus dihindari.

Karena itu, lahirnya Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang pelaksanaan MPLS Ramah patut diapresiasi. Aturan ini bukan sekadar mengatur jadwal kegiatan selama lima hari. Lebih dari itu, aturan ini ingin memastikan bahwa setiap anak memperoleh hak yang sama untuk merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika memulai kehidupan sekolahnya.

Selama bertahun-tahun, kita masih sering mendengar cerita tentang perpeloncoan saat MPLS. Ada siswa yang diminta membawa barang-barang yang tidak masuk akal. Ada yang dibentak hanya karena terlambat menjawab. Bahkan, ada yang menjadi bahan tertawaan di depan teman-temannya. Sebagian orang menganggap itu hanya tradisi agar siswa menjadi disiplin. Padahal, cara seperti itu justru meninggalkan luka yang tidak terlihat.

Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan untuk dipermalukan. Mereka ingin diterima sebagai bagian dari keluarga baru. Bukankah sekolah sering disebut sebagai rumah kedua? Jika demikian, sudah seharusnya setiap anak disambut dengan keramahan, bukan dengan rasa takut.

Saya melihat aturan baru ini membawa semangat yang berbeda. Sekolah tidak lagi hanya berbicara tentang nilai rapor atau prestasi akademik. Sekolah juga diminta membangun lingkungan yang sehat secara emosional. Anak-anak perlu merasa bahwa guru adalah tempat bertanya, teman adalah tempat berbagi, dan sekolah adalah tempat yang membuat mereka ingin datang setiap pagi.

Enam materi wajib dalam MPLS Ramah juga terasa sangat dekat dengan kebutuhan anak saat ini. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, misalnya, mengajarkan bahwa karakter baik harus dibangun sejak dini. Kebiasaan hidup bersih, disiplin, bertanggung jawab, rajin belajar, dan saling menghormati tidak bisa muncul begitu saja. Semua itu tumbuh dari pembiasaan yang dilakukan setiap hari.

Program Pagi Ceria juga layak mendapat perhatian. Kegiatan sederhana seperti menyapa, berdoa, bernyanyi, atau melakukan aktivitas ringan sebelum belajar ternyata mampu menciptakan suasana yang hangat. Anak-anak memulai hari dengan wajah ceria, bukan dengan ketegangan. Hal-hal kecil seperti ini sering kali memberikan pengaruh besar terhadap semangat belajar mereka.

Hal yang menurut saya sangat penting adalah materi tentang etika bermedia sosial. Anak-anak sekarang hidup di era digital. Mereka akrab dengan telepon pintar sejak usia dini. Sayangnya, tidak semua memahami cara menggunakan media sosial dengan bijak. Tidak sedikit kasus perundungan yang justru terjadi melalui kolom komentar atau grup percakapan. Karena itu, pendidikan tentang sopan santun di ruang digital sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Begitu pula dengan pencegahan kekerasan dan bullying. Sampai hari ini, masih ada anak yang enggan berangkat ke sekolah karena takut diejek atau dikucilkan. Kita tentu tidak ingin ada siswa yang kehilangan semangat belajar hanya karena merasa tidak diterima oleh lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang melindungi, bukan tempat yang membuat anak merasa sendirian.

Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan semangat MPLS Ramah. Anak-anak akan lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Ketika guru menunjukkan sikap santun, sabar, dan menghargai semua siswa, nilai-nilai itu perlahan akan tumbuh dalam diri peserta didik.

Begitu pula dengan kakak kelas. Mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi adik kelasnya. Menyapa lebih dulu, membantu menunjukkan ruang kelas, atau sekadar mengajak berbincang adalah tindakan sederhana yang dapat membuat siswa baru merasa diterima. Tidak perlu ada teriakan atau hukuman untuk menunjukkan senioritas.

Menurut saya, keberhasilan MPLS Ramah bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari kesan yang dibawa pulang oleh siswa. Jika setelah lima hari mereka berkata, "Saya senang sekolah di sini," berarti tujuan MPLS telah tercapai.

Peran orang tua juga tidak boleh diabaikan. Dukungan dari rumah akan membuat anak lebih percaya diri menghadapi lingkungan baru. Orang tua dan sekolah perlu saling berkomunikasi agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan bersama.

Pada akhirnya, pendidikan yang baik selalu dimulai dari rasa aman. Anak yang bahagia akan lebih mudah belajar. Anak yang merasa dihargai akan lebih percaya diri mengembangkan potensinya. Itulah sebabnya semangat MPLS Ramah 2026 tidak boleh berhenti sebagai aturan di atas kertas. Semangat itu harus benar-benar hidup di setiap ruang kelas, di halaman sekolah, di ruang guru, bahkan dalam cara seluruh warga sekolah memperlakukan peserta didik.

Harapan kita sederhana. Semoga tidak ada lagi cerita tentang tangisan siswa baru karena takut mengikuti MPLS. Yang ada adalah cerita tentang guru yang ramah, kakak kelas yang peduli, dan sekolah yang membuat setiap anak merasa diterima. Sebab, sekolah yang baik bukan hanya tempat untuk mencari ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya rasa percaya diri, persahabatan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.[AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:28:24 +0800 amr
Wujud Nyata Kebersamaan, DPC Partai Demokrat Sumbawa Gelar Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan Serentak Nasional https://amarmedia.co.id/wujud-nyata-kebersamaan-dpc-partai-demokrat-sumbawa-gelar-aksi-kemanusiaan-dan-lingkungan-serentak-nasional https://amarmedia.co.id/wujud-nyata-kebersamaan-dpc-partai-demokrat-sumbawa-gelar-aksi-kemanusiaan-dan-lingkungan-serentak-nasional Wujud Nyata Kebersamaan, DPC Partai Demokrat Sumbawa Gelar Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan Serentak Nasional

Sumbawa Besar, NTB Amarmedia.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian aksi sosial kemanusiaan dan pelestarian lingkungan pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Jalan Pacuan Kuda No. 14, Uma Beringin, ini merupakan bagian dari implementasi program nasional bertajuk "Gerakan Langit Biru Indonesia Asri".

Gerakan serentak yang diinstruksikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ini bertujuan untuk menegaskan komitmen kader partai agar senantiasa hadir dan berjuang bersama rakyat di seluruh penjuru Indonesia.

Aksi Kemanusiaan untuk Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, DPC Demokrat Sumbawa berkolaborasi dengan UPTD PMI Cabang Sumbawa dan UPT Puskesmas Kecamatan Unter Iwes. Berbagai layanan medis disediakan untuk masyarakat, meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, serta aksi gotong royong dan penanaman pohon.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Budi Kurniawan, ST, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen partai untuk tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, melampaui kepentingan momentum politik semata.

"Kehadiran seluruh elemen masyarakat hari ini di tanah Sabalong Samawa adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong kita masih sangat kuat. Satu tetes darah yang didonasikan hari ini adalah napas baru bagi saudara kita yang membutuhkan. Kami berkomitmen untuk terus konsisten mengawal kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan," ujar Budi Kurniawan di sela-sela kegiatan.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Hafifuddin, SH—yang akrab disapa Senpe Hafid—menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari. Berbagai kalangan, mulai dari warga dan tokoh masyarakat Desa Uma Beringin, kelompok pemuda, hingga pelajar, tampak berbaur mengikuti rangkaian acara.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian sosial tersebut, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa memberikan sebuah "surat cinta" atau surat terbuka khusus kepada setiap peserta yang hadir.

Rangkaian Menuju HUT ke-25 Partai Demokrat

Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sumbawa serta pengurus DPC dan DPAC se-Kabupaten Sumbawa ini bukanlah agenda tunggal. DPC Demokrat Sumbawa menjadwalkan aksi sosial ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari Jumat, mulai dari 10 Juli 2026 hingga 28 Agustus 2026.

Rangkaian aksi ini merupakan bagian dari upaya partai dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang akan jatuh pada 9 September 2026 mendatang.

Pihak DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh mitra kerja, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta warga yang telah berpartisipasi. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi suntikan energi bagi perubahan dan perbaikan daerah yang lebih baik ke depan. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:14:35 +0800 amr
Evaluasi Kritis Program Makan Bergizi Gratis: Menyoroti Celah Pengawasan dan Ketimpangan Kualitas Antardaerah https://amarmedia.co.id/evaluasi-kritis-program-makan-bergizi-gratis-menyoroti-celah-pengawasan-dan-ketimpangan-kualitas-antardaerah https://amarmedia.co.id/evaluasi-kritis-program-makan-bergizi-gratis-menyoroti-celah-pengawasan-dan-ketimpangan-kualitas-antardaerah Evaluasi Kritis Program Makan Bergizi Gratis: Menyoroti Celah Pengawasan dan Ketimpangan Kualitas Antardaerah

Di susun oleh:

1. Febi Febriani (241027017), 2. Mardina nur arsyilla putri (241027008), 3. Sukma Junita (241027021), 4. Wiwin (241027020)

 Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teknologi Sumbawa 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Indonesia. Meskipun memiliki tujuan yang baik, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian. Salah satu kritik utama terhadap program ini adalah besarnya anggaran yang harus disediakan pemerintah. Dana yang sangat besar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan makanan jutaan peserta didik setiap hari, mulai dari pengadaan bahan makanan, proses memasak, distribusi, hingga pengawasan. 

Jika pengelolaannya tidak dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan beban yang cukup besar terhadap APBN, terutama ketika kondisi ekonomi sedang mengalami perlambatan atau penerimaan negara menurun.

Selain itu, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk MBG juga menimbulkan kekhawatiran karena dapat mengurangi alokasi dana pada sektor lain yang tidak kalah penting, seperti kesehatan, pendidikan, maupun pembangunan infrastruktur. Pemerintah tentu harus mampu menjaga keseimbangan dalam penyusunan anggaran agar pelaksanaan MBG tidak menghambat pembangunan di bidang lain. Program ini memang penting, tetapi kebutuhan masyarakat di sektor lain juga harus tetap menjadi prioritas agar pembangunan nasional dapat berjalan secara merata.

Kritik lainnya berkaitan dengan risiko penyalahgunaan anggaran. Nilai anggaran yang besar dapat membuka peluang terjadinya praktik korupsi, seperti mark-up harga bahan makanan, pengadaan yang tidak transparan, atau penyalahgunaan dana oleh pihak-pihak tertentu. Apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat, tujuan program untuk meningkatkan gizi peserta didik justru bisa terganggu karena dana tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dampaknya, kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dapat menurun, baik dari segi jumlah, mutu, maupun kandungan gizinya. Kondisi ini tentu akan merugikan peserta didik sebagai penerima manfaat sekaligus mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Oleh sebab itu, transparansi, sistem audit yang rutin, serta pengawasan yang melibatkan berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan MBG agar anggaran benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.

Pelaksanaan MBG juga menghadapi tantangan dalam hal distribusi, terutama di wilayah terpencil, kepulauan, maupun pegunungan. Kondisi geografis Indonesia yang luas membuat proses pengiriman makanan tidak selalu mudah. Akses jalan yang terbatas, cuaca yang tidak menentu, hingga biaya transportasi yang tinggi sering kali menjadi hambatan. Akibatnya, distribusi makanan dapat terlambat, bahkan kualitas makanan berisiko menurun sebelum sampai ke tangan peserta didik. Kenyataannya, masih banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis secara optimal karena berbagai kendala tersebut. Jarak tempuh yang jauh, medan perjalanan yang sulit dilalui, serta kondisi cuaca yang sering berubah membuat proses pengiriman makanan menjadi tidak lancar.

Dalam beberapa kondisi, makanan yang diterima peserta didik bahkan sudahmengalami penurunan kualitas atau tidak lagi layak dikonsumsi karena waktu distribusi yang terlalu lama. Hal ini tentu menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi agar seluruh peserta didik, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, dapat memperoleh hak yang sama untuk menerima makanan bergizi. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun sistem logistik yang lebih efektif, menyesuaikan mekanisme distribusi dengan kondisi setiap daerah, serta memperkuat sarana transportasi agar pelayanan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Di sisi lain, kualitas makanan yang diterima peserta didik juga dikhawatirkan belum merata di seluruh wilayah. Daerah yang memiliki fasilitas pengolahan makanan dan ketersediaan bahan baku yang baik tentu lebih mudah menyediakan makanan berkualitas dibandingkan daerah yang masih memiliki keterbatasan. Selain itu, hingga saat ini masih terdapat sekolahsekolah yang belum sepenuhnya menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Di beberapa daerah juga muncul laporan mengenai kualitas makanan yang kurang baik, mulai dari menu yang tidak sesuai standar gizi hingga ditemukannya makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi, bahkan dalam beberapa kasus dilaporkan terdapat makanan yang terkontaminasi belatung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih memerlukan evaluasi, terutama dalam aspek pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan. Perbedaan kondisi tersebut dapat menyebabkan kualitas menu dan kandungan gizi yang diterima siswa menjadi tidak sama. 

Oleh karena itu, diperlukan standar nasional yang jelas serta pengawasan yang konsisten agar setiap peserta didik memperoleh manfaat yang setara.

Pengawasan terhadap standar gizi juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua daerah memiliki tenaga ahli gizi atau fasilitas yang memadai untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekhawatiran bahwa pengawasan di beberapa wilayah belum berjalan secara optimal karena jumlah petugas yang terbatas. Bahkan, ada petugas yang harus mengawasi lebih dari satu lokasi penyelenggaraan MBG sehingga proses pemantauan kualitas makanan, kebersihan, dan pemenuhan standar gizi tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga ahli gizi dalam setiap tahapan program, mulai dari penyusunan menu, pengawasan proses pengolahan, hingga evaluasi kandungan gizi makanan. Dengan keterlibatan tenaga yang benar-benar memiliki kompetensi di bidang gizi, kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik dapat lebih terjamin. 

Jika pengawasan dilakukan secara tidak merata, kualitas gizi makanan bisa berbeda-beda dan tujuan program untuk meningkatkan kesehatan anak menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pelatihan bagi petugas, menambah jumlah tenaga pengawas yang kompeten, serta memperluas pengawasan hingga ke seluruh daerah agar pelaksanaan MBG dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Aspek keamanan pangan juga perlu mendapatkan perhatian serius. Proses distribusi yang terlambat dapat menyebabkan makanan menjadi basi atau tidak layak dikonsumsi, terutama jika tidak didukung oleh sistem penyimpanan yang baik. Selain itu, proses pengolahan makanan yang kurang higienis juga dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa laporan mengenai peserta didik yang menemukan benda asing di dalam makanan, seperti rambut, serta adanya beberapa kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Meskipun kejadian tersebut tidak terjadi di semua daerah, hal ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan masih perlu diperkuat. Apabila kondisi seperti ini terus terjadi, program yang seharusnya meningkatkan kesehatan justru dapat menimbulkan masalah baru bagi peserta didik dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG.

Karena itu, standar kebersihan dan keamanan pangan harus diterapkan secara ketat dalam setiap tahapan pelaksanaan program, disertai evaluasi dan pengawasan yang dilakukan secara rutin.

Kritik lainnya adalah kemungkinan munculnya ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah apabila program ini tidak disertai edukasi mengenai pola makan sehat. 

Pemberian makanan bergizi memang membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi keluarga juga perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga asupan gizi secara mandiri. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi anak-anak mereka. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga sangat bergantung pada Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan gizi anak selama bersekolah.

Ketergantungan ini dapat menjadi tantangan apabila program mengalami kendala atau tidak dapat berjalan secara optimal. Oleh karena itu, selain memberikan bantuan makanan, pemerintah juga perlu memperkuat edukasi gizi serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat agar keluarga dapat secara bertahap memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga dapat mendorong terciptanya kemandirian dan pola hidup sehat di masyarakat. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 19:21:00 +0800 amr
Kritik terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg Kritik terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tinjauan dari Perspektif Pemerintah dan Masyarakat di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Di susun oleh :

Dewi kurnia antari putri (NIM ; 241027009), Elda novi cahyanti (NIM : 241027002), Ridho ashar (NIM : 241027026)

Pendahuluan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025. Berangkat dari janji kampanye "Makan Siang Gratis" pada Pilpres 2024, program ini kemudian diperluas cakupannya untuk menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan tujuan resmi menekan angka stunting dan mempersiapkan generasi unggul menuju "Indonesia Emas 2045". Untuk menjalankan misi ini, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pelaksana, dengan dukungan anggaran yang meningkat secara dramatis dari tahun ke tahun.

Sekilas, MBG tampak sebagai terobosan sosial yang mulia. Namun, di balik besarnya anggaran dan luasnya cakupan program, muncul serangkaian persoalan serius yang tidak dapat diabaikan: mulai dari beban fiskal yang membengkak, lemahnya dasar kebijakan berbasis bukti, gelombang kasus keracunan massal, hingga dugaan korupsi dan konflik kepentingan dalam tata kelola dapur MBG. Esai ini akan mengulas kebijakan MBG dari dua sisi yang saling berhadapan: perspektif pemerintah yang menonjolkan capaian kuantitatif, dan perspektif masyarakat yang menyoroti kegagalan implementasi di lapangan.

Perspektif Pemerintah: Investasi Sosial atau Proyek Mercusuar?

Dari sudut pandang pemerintah, MBG diposisikan bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia. Skala dukungan finansial terhadap program ini sangat besar: pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Badan Gizi Nasional memperoleh pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, ditambah dana cadangan, untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi anggaran tahun 2025 yang hanya sekitar Rp51,5 triliun.

Pemerintah kerap menonjolkan indikator kuantitatif sebagai bukti keberhasilan, misalnya jumlah penerima manfaat yang telah mencapai puluhan juta jiwa. Persoalannya, keberhasilan sebuah kebijakan gizi publik semestinya tidak diukur dari serapan anggaran atau jumlah piring yang dibagikan, melainkan dari dampak nyata terhadap status gizi masyarakat. Sayangnya, hingga kini pemerintah belum mampu menyajikan data empiris yang konsisten mengenai kenaikan berat dan tinggi badan balita secara signifikan, atau korelasi program dengan penurunan absensi dan peningkatan prestasi akademik siswa. Tanpa indikator capaian yang terukur dan diverifikasi lembaga independen, klaim keberhasilan pemerintah berisiko menjadi retorika politik semata, bukan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Lebih jauh, logika yang mendasari MBG juga patut dipertanyakan. Sejumlah akademisi, termasuk Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sri Raharjo, menilai bahwa tujuan MBG untuk meningkatkan status gizi sering dikacaukan dengan upaya penurunan stunting, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda. Ia mengkritik pendekatan pemerintah yang "too much too soon" — membangun lembaga baru dengan anggaran raksasa tanpa mempelajari pengalaman program penurunan stunting lintas kementerian yang telah berjalan hampir satu dekade dan terbukti lebih sistematis.

Perspektif Masyarakat: Antara Dukungan Populer dan Kemarahan di Lapangan

Secara survei, tingkat kepuasan publik terhadap MBG sesungguhnya tergolong tinggi. Survei Indikator Politik Indonesia mencatat bahwa 12,2 persen responden menyatakan sangat puas dan 60,6 persen menyatakan cukup puas terhadap program ini. Namun, angka kepuasan ini harus dibaca secara kritis: survei semacam ini lebih mungkin menangkap dukungan terhadap gagasan "makan gratis" itu sendiri, bukan penilaian objektif atas kualitas eksekusi dan tata kelola program di lapangan.

Realitas di akar rumput menunjukkan gambaran yang jauh berbeda dari optimisme survei. Sejak program ini diluncurkan, kasus keracunan massal terjadi berulang kali di berbagai daerah. Data menunjukkan bahwa hingga akhir September 2025, sebanyak 6.452 anak dilaporkan terdampak keracunan, dan jumlah ini melonjak menjadi 16.109 pelajar per akhir Oktober 2025. Beberapa insiden yang mencolok antara lain keracunan massal terhadap 186 siswa di Kupang pada Juli 2025, 75 pelajar di Semarang pada Januari 2026, dan 803 pelajar di Grobogan pada bulan yang sama. Skala insiden ini bahkan mendorong Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menghentikan sementara program di empat wilayah terdampak sekaligus mengakui perlunya penanganan trauma psikologis pada siswa korban.

Yang memperburuk situasi, respons sejumlah pejabat terkesan meremehkan skala persoalan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, misalnya, menyamakan kompleksitas MBG dengan mengoordinasikan sebuah perayaan nasional harian dan menyatakan bahwa "setiap program pasti memiliki masalah" — pernyataan yang oleh banyak pihak dinilai gagal mencerminkan urgensi krisis keamanan pangan yang tengah dihadapi jutaan anak Indonesia.

Kemarahan publik pada akhirnya bermuara pada aksi nyata. Pada 19 Juni 2026, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, menuntut penghentian sementara MBG serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya. Kesenjangan antara hasil survei kepuasan yang tinggi dan gelombang protes di jalan ini merupakan salah satu ironi paling tajam dari kebijakan MBG: popularitas gagasan tidak serta-merta mencerminkan keberhasilan implementasi.

Titik Terlemah: Dugaan Korupsi dan Konflik Kepentingan

Kritik paling tajam terhadap MBG justru datang dari sisi tata kelola dan integritas. Pada Mei 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis kajian yang secara eksplisit menyoroti celah tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program ini. Tidak lama berselang, pada 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung menangkap sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional atas dugaan korupsi — sebuah peristiwa yang memaksa Presiden Prabowo sendiri untuk mencopot pihak-pihak terkait pada 2 Juni 2026, sebuah pengakuan implisit bahwa persoalan ini tidak lagi dapat ditutupi.

Struktur tata kelola MBG turut memperbesar risiko penyimpangan. Berbeda dari negara lain yang mengelola penyediaan makanan sekolah secara internal, MBG dijalankan melalui pihak ketiga bernama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap bahwa dari 102 yayasan pengelola SPPG yang disurvei, sebanyak 89 di antaranya terafiliasi dengan partai politik atau kerabat pejabat negara. Fakta ini memunculkan kekhawatiran serius bahwa MBG telah bergeser dari program pelayanan publik menjadi lahan baru bagi jejaring kepentingan elite.

Keterlibatan institusi keamanan dalam pengelolaan dapur MBG turut menjadi sorotan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tercatat mengelola 1.179 unit SPPG, sementara Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengelola 452 unit — jauh di luar tugas pokok dan fungsi kedua institusi tersebut. Pelibatan aparat keamanan dalam proyek gizi sipil semacam ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai transparansi, akuntabilitas, dan potensi konflik peran dalam sebuah program yang seharusnya murni bersifat pelayanan publik.

Beban Fiskal: Ilusi "Gratis" yang Mahal

Kritik lain yang tidak kalah tajam menyasar aspek fiskal. Anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp335 triliun, meningkat 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan angka ini setara hampir 44,2 persen dari total anggaran pendidikan nasional yang diamanatkan konstitusi sebesar 20 persen dari APBN. Dengan kata lain, sebagian besar anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk peningkatan kualitas guru, perbaikan fasilitas sekolah, dan pengembangan riset justru tersedot untuk membiayai program makan gratis.

Kondisi ini terjadi di tengah pelebaran defisit APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa defisit anggaran negara hingga akhir Mei 2026 telah mencapai Rp180,4 triliun. Para ekonom mengingatkan bahwa pembengkakan anggaran tanpa diimbangi peningkatan penerimaan negara berisiko menekan nilai tukar rupiah dan memicu tekanan inflasi. Frasa "gratis" dalam MBG pada akhirnya hanyalah ilusi retorika: di baliknya tersembunyi biaya oportunitas (opportunity cost) yang harus ditanggung oleh sektor-sektor pembangunan fundamental lainnya.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis lahir dari niat yang secara normatif mulia: memperbaiki gizi generasi muda Indonesia. Namun, niat baik semata tidak cukup untuk menjustifikasi eksekusi kebijakan yang tergesa-gesa, minim landasan bukti ilmiah, dan lemah dalam pengawasan. Ketimpangan antara klaim keberhasilan pemerintah yang bertumpu pada angka kuantitatif dan realitas di lapangan yang dipenuhi kasus keracunan massal, dugaan korupsi struktural, serta pembengkakan defisit fiskal, menunjukkan bahwa MBG saat ini lebih menyerupai proyek politik populis jangka pendek ketimbang kebijakan gizi publik yang terencana secara matang.

Langkah refocusing yang mulai dilakukan Badan Gizi Nasional — dengan memprioritaskan ibu hamil, balita, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) — sesungguhnya merupakan pengakuan tidak langsung bahwa desain awal program keliru sasaran. Agar MBG benar-benar dapat mencapai tujuannya, pemerintah perlu membangun sistem evaluasi berbasis bukti yang independen, memperketat standar keamanan pangan di seluruh rantai distribusi, mereformasi struktur pengelolaan SPPG agar bebas dari konflik kepentingan politik, serta memastikan keberlanjutan fiskal program ini tidak mengorbankan sektor pendidikan dan kesehatan yang sama-sama vital bagi masa depan bangsa.

Daftar Pustaka

BBC News Indonesia. (2025, 22 September). MBG dan kasus keracunan yang mencapai 5.626 – Evaluasi menyeluruh atau alihkan anggaran untuk pendidikan?

BBC News Indonesia. (2026, 19 Februari). MBG: Polri kelola lebih dari 1.000 SPPG, mengapa dikritik?

Bijak Memantau. (2026). Evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG). https://bijakmemantau.id

Kompas.id. (2026, 9 Februari). Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Sarat Masalah Tata Kelola. Studi Nalar Institute, "Behind the Free Plate: The Governance Deficit of the Free Nutritious Meal Program."

Laboratorium Ekonomi Bisnis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (2026). Dilema Kebijakan Makan Bergizi (Tidak) Gratis.

Prohealth.id. (2026, 30 Juni). Guru Besar UGM Kritik Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Reuters. (2025, 17 November). Indonesia urged to halt $10 billion free school meals plan after mass food poisoning.

Tempo. (2025, 4 November). JPPI: Kasus Keracunan MBG Tembus 16.109 Orang Per 31 Oktober 2025.

Wikipedia bahasa Indonesia. (2026). Makan Bergizi Gratis. https://id.wikipedia.org/wiki/Makan_Bergizi_Gratis

Wikipedia. (2026). Free Nutritious Meals. https://en.wikipedia.org/wiki/Free_Nutritious_Meals (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:13:07 +0800 amr
Kurangnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) https://amarmedia.co.id/kurangnya-pengawasan-pemerintah-terhadap-pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis-mbg https://amarmedia.co.id/kurangnya-pengawasan-pemerintah-terhadap-pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis-mbg Kurangnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Oleh:

1. Feboan Riman Andara (241027013)

2. Fadhilah Cahya Aulia (241027015)

3. Marlo Sandi Mardana (241027012)

Mahasiswa Program Studi Sosiologi  Universitas Teknologi Sumbawa 

Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang digagas dan diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini merupakan salah satu misi utama dari Asta Cita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengatasi stunting, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan petani lokal sebagai penyedia bahan pangan. Pelaksanaannya dikelola langsung oleh lembaga Badan Gizi Nasional (BGN).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan andalan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto terus menuai berbagai catatan kritis, khususnya terkait tingginya risiko keamanan pangan dan kelemahan tata kelola logistik di lapangan. Hingga awal 2026, Presiden secara terbuka mengakui bahwa dari total distribusi makanan yang masif, tercatat sekitar 28.000 kasus gangguan kesehatan dan keracunan yang menimpa para penerima manfaat. 

Menurut pengamat kebijakan pangan, rasio insiden keracunan program MBG di Indonesia menyentuh angka 5,6 per sejuta porsi (per million serving), jauh melampaui standar negara lain yang juga menjalankan program makan siang sekolah seperti Jepang (0,8) maupun Uni Eropa (1,1). Insiden nyata seperti keracunan massal puluhan siswa di Sukoharjo, distribusi makanan basi di Nunukan, hingga temuan kontaminasi tikus pada wadah makanan di Semarang mempertegas lemahnya kontrol higienitas rantai pasok dari dapur hingga ke tangan siswa.

Akibat kendala kebersihan dan operasional ini, pemerintah terpaksa mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari 3,000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah di berbagai daerah.

Di sisi lain, integritas pelaksanaan program ini menghadapi tantangan besar menyusul penetapan status tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung terhadap tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hidayana.

Kasus ini membongkar praktik jual beli titik atau akses verifikasi kemitraan portal dapur pusat MBG daerah senilai ratusan juta rupiah kepada pihak-pihak yang tidak memenuhi kualifikasi resmi. Celah regulasi ini sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui analisis risiko atas draf Perpres MBG, di mana klausul pemangkasan jalur birokrasi dan penunjukan langsung pihak ketiga dengan dalih "percepatan" dinilai sangat rentan disalahgunakan.

Selain masalah operasional dan hukum, program MBG juga dikritik tajam oleh kalangan ekonom dan lembaga riset seperti CISDI dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dari segi beban anggaran. Alokasi awal yang bernilai jumbo dikhawatirkan menyedot ruang fiskal nasional yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur sekolah yang rusak serta layanan kesehatan dasar.

Sifat program yang dirancang universal atau menyasar semua murid tanpa memandang latar belakang ekonomi dinilai memicu pemborosan anggaran negara, karena menyubsidi anak-anak dari keluarga mampu yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan tersebut.

Rentetan kritik dan evaluasi faktual ini pada akhirnya memaksa pemerintah untuk menghentikan sementara distribusi MBG guna melakukan audit total terhadap seluruh dapur penyedia dan merombak total struktur internal BGN demi perbaikan standar operasional ke depan.

Lemahnya pengawasan berlapis (multi-layered oversight) dari pemerintah pada fase awal implementasi program MBG terbukti menjadi akar masalah utama yang memicu karut-marutnya operasional dan tata kelola di lapangan. Kurangnya kontrol ketat terhadap standar higienitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berakibat fatal pada munculnya puluhan ribu kasus gangguan kesehatan dan keracunan massal pada siswa, yang akhirnya memaksa pemerintah menutup lebih dari 3.000 dapur bermasalah.

Di samping krisis keamanan pangan, kelonggaran pengawasan regulasi juga menciptakan celah integritas yang masif, sebagaimana dibuktikan oleh Kejaksaan Agung saat menetapkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka kasus korupsi jual beli titik lokasi dapur MBG daerah.

Ditambah lagi dengan absennya pengawasan ketat berbasis data kemiskinan, penyaluran anggaran jumbo yang dilakukan secara universal justru memicu pemborosan fiskal karena menyubsidi kelompok keluarga yang secara ekonomi sudah mampu.

Dengan demikian, berbagai gelombang kritik sipil dari kelompok seperti MBG Watch serta langkah pemerintah membekukan operasional sementara untuk melakukan audit total menjadi bukti empiris yang membenarkan judul bahwa sistem pengawasan program ini memang sangat kurang dan membutuhkan reformasi mendalam.

Maka sulusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi mata rantai masalah tersebut, pemerintah wajib merombak total sistem pengendalian internal dengan menerapkan pengawasan berbasis teknologi digital dan kolaborasi lintas lembaga negara.

Pertama, BGN harus mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis IoT (Internet of Things) dan kode QR pada setiap boks makanan untuk melacak higienitas, standar gizi, serta rantai pasok logistik secara real-time dari dapur hingga ke tangan siswa untuk mencegah risiko keracunan berulang. Kedua, celah korupsi pengadaan barang dan jasa harus ditutup rapat dengan menjalankan 10 rekomendasi KPK, memperketat pengawasan portal kemitraan, memprioritaskan keterlibatan UMKM lokal, serta menerapkan aturan tegas yang melarang keras pegawai BGN mengelola dapur guna menghindari konflik kepentingan.

Terakhir, untuk menghindari pembengkakan APBN dan memastikan efisiensi anggaran, pengawasan sasaran harus diubah dari sistem universal menjadi sistem klasterisasi atau bantuan tepat sasaran, dengan memprioritaskan daerah dengan angka stunting tinggi serta anak-anak dari keluarga prasejahtera berdasarkan basis data kemiskinan nasional yang terverifikasi (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:07:59 +0800 amr
MBG dan Anggara yang Menguap Sebelum Sampai ke Kepiring https://amarmedia.co.id/mbg-dan-anggara-yang-menguap-sebelum-sampai-ke-kepiring https://amarmedia.co.id/mbg-dan-anggara-yang-menguap-sebelum-sampai-ke-kepiring ”MBG dan Anggara yang Menguap Sebelum Sampai ke Kepiring’.

Oleh : Vallensiana Ceria, Ayu Safitri,Suhery Cantika

Diatas kertas, matematika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdengar sederhana sekian triliun rupiah dibagi sekian puluh juta penerima manfaat, hasilnya adalah satu porsi makan bergizi di meja setiap anak. Namun praktik di lapangan menunjukkan bahwa antara angka di dokumen anggaran dan makanan yang benar-benar sampai ke piring, ada jarak yang jauh lebih panjang daripada yang dibayangkan dan di sepanjang jarak itulah sebagian uang negara menguap melalui birokrasi yang berbelit, sasaran yang meleset, pengadaan yang janggal, dan kini, dugaan korupsi yang menyeret pimpinan lembaga pengelolanya sendiri.

Lintasan anggaran MBG adalah cerita tentang akselerasi tanpa kendali. Pada tahun pertama pelaksanaannya, 2025, program ini mengantongi Rp71 triliun. Setahun kemudian, usulan anggaran melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp335 triliun, sebelum akhirnya "dioptimalkan" menjadi sekitar Rp268 triliun setelah tekanan defisit APBN yang melebar mendekati ambang 3 persen dan gelombang kritik publik yang menguat.

Terlepas dari angka final yang terus bergerak, satu hal jelas kenaikan anggaran berlangsung jauh lebih cepat daripada pembangunan sistem yang mampu mengawasinya. Setiap hari, pemerintah menggelontorkan sekitar Rp1,2 triliun untuk operasional MBG jumlah yang lebih besar daripada seluruh anggaran riset nasional dalam satu tahun penuh.

Pemerintah mengklaim proporsi belanja MBG diatur ketat 70 persen untuk bahan.baku pangan, 20 persen untuk operasional termasuk distribusi dan insentif, serta 10 persen untuk kebutuhan intensif lainnya. Namun rincian pengadaan yang mencuat ke publik justru menimbulkan tanda tanya besar terhadap disiplin alokasi itu.

Persoalan bertambah rumit karena arsitektur pelaksanaan MBG dijalankan melalui rantai perantara yang panjang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, dan berbagai mitra pelaksana, alih-alih dikelola langsung oleh sekolah seperti lazimnya program serupa di banyak negara lain.

Dilihat dari persoalan diatas,MBG ini kurang efisien ketika kita melihat dari beberapa kasus yang menimbulkan kerugian sangat besar. Kalo tujuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mensejahterakan masyarakat dan memberikan perhatian terhadap masyarakat yang sulit memperoleh bahan pangan bergizi,seperti masyarakat di daerah pedesaan atau wilayah terpencil. Mengapa program ini diluncurkan pertama kali di wilayah-wilayah perkotaan yang memiliki akses sumber makanan dan kebutuhan gizi?

Daripada sibuk menggelontorkan anggaran untuk makanan bergizi gratis, pemerintah seharusnya fokus membenahi pendidikan yang masih jauh dari layak dibanyak daerah.Jangan sampai program ini hanya menjadi pencitraan politik, sementara persoalan mendasar bangsa justru diabaikan.

Anak-anak Indonesia, terutama di daerah terpencil, tidak hanya membutuhkan makan gratis, tetapi juga sekolah yang layak, guru yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dan dukungan nyata agar mereka bisa menjadi generasi emas 2045. Memberi makan anak memang penting, tetapi itu bukan solusi utama. Tugas negara yang paling mendesak adalah memastikan keluarga punya penghasilan layak, akses pendidikan terbuka, dan kehidupan yang manusiawi, sehingga orang tua mampu memenuhi kebutuhan anaknya tanpa harus bergantung pada program sesaat.(AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:00:37 +0800 amr
Pastikan Atlet Tiba Tepat Waktu, KONI Sumbawa Koordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Poto Tano https://amarmedia.co.id/pastikan-atlet-tiba-tepat-waktu-koni-sumbawa-koordinasi-dengan-syahbandar-pelabuhan-tano https://amarmedia.co.id/pastikan-atlet-tiba-tepat-waktu-koni-sumbawa-koordinasi-dengan-syahbandar-pelabuhan-tano Pastikan Atlet Tiba Tepat Waktu, KONI Sumbawa Koordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Poto  Tano

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Menjelang keberangkatan kontingen atlet Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Sumbawa menuju Lombok untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) atau ajang kejuaraan daerah, jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melakukan langkah antisipasi krusial. Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., bersama Wakil Ketua, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., mengadakan rapat koordinasi dengan pihak otoritas Pelabuhan Poto Tano, Jumat (10/7/2026).

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses penyeberangan atlet dan official dari Pelabuhan Poto  Tano menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko keterlambatan akibat potensi kemacetan atau antrean panjang kendaraan di pelabuhan, yang dapat mengganggu jadwal pertandingan maupun technical meeting atlet.

Upaya Antisipasi Hambatan Perjalanan

Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, menegaskan bahwa mobilitas atlet menjadi prioritas utama. Menurutnya, pengalaman di lapangan sering menunjukkan adanya kendala antrean yang tidak terduga, sehingga koordinasi dini sangat diperlukan.

"Sengaja kami datang kemari untuk mendapatkan dukungan langsung dari otoritas pelabuhan agar dapat memperlancar arus penyeberangan para atlet dan official. Kami sangat berharap seluruh kontingen bisa tiba tepat waktu di lokasi tujuan, sehingga mereka dapat mengikuti technical meeting dengan kondisi fisik dan mental yang prima," ujar Abdul Rafiq.

 Dukungan Penuh Otoritas Pelabuhan

Gayung bersambut, pihak otoritas pelabuhan merespons positif permohonan tersebut. Syahbandar Pelabuhan  Poto Tano, Gufron, menyatakan komitmennya untuk memberikan prioritas dan kelancaran bagi rombongan atlet yang akan membawa nama harum Pulau Sumbawa.

"Insya Allah, kami akan bantu. Kami akan memberikan perlakuan khusus agar proses penyeberangan kontingen dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti," tegas Gufron saat menerima audiensi pengurus KONI Sumbawa.

Dukungan dari Syahbandar ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi para patriot olahraga Sumbawa agar dapat fokus penuh dalam menghadapi kompetisi di Lombok tanpa perlu mengkhawatirkan kendala teknis dalam perjalanan. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 14:41:05 +0800 amr
Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-unram-resmi-kolaborasikan-program-desa-berdaya-dan-profesor-berdampak https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-unram-resmi-kolaborasikan-program-desa-berdaya-dan-profesor-berdampak Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak

Mataram.Amarmedia.co.id– Pemerintah Provinsi NTB resmi menjalin kolaborasi strategis bersama Universitas Mataram (Unram). Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyukseskan program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB yang dipadukan dengan program unggulan Profesor Berdampak Universitas Mataram tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri puluhan guru besar dan profesor lingkungan Universitas Mataram.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam membangun hubungan erat dengan para profesor dan guru besar dalam mensukseskan berbagai program pembangunan NTB, sehingga berorientasi pada kesejahteraan masyarakat ke depannya.

"Dengan ilmu para guru besar dan profesor, Kami berharap dapat membantu mensukseskan program-program pembangunan pemerintah terutama program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini," harap Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal di hadapan para Guru Besar dan profesor Universitas Mataram.

Miq Iqbal menyampaikan bahwa masalah kemiskinan ekstrem yang dialami masyarakat di berbagai desa di NTB masih menjadi PR bersama. Untuk itu, pemerintah Provinsi NTB melalui program Desa Berdaya difokuskan pada pengembangan desa mandiri sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi melalui optimalisasi potensi dan icon (tematik) lokal.

"Satu tahun terakhir, saya melihat kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka butuh lebih dari sekadar jaring pengaman sosial seperti asuransi kesehatan atau bantuan PKH untuk sekadar meneruskan hidup," ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur menaruh harapan besar agar para profesor dapat menghadirkan inovasi baru. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi yang paling krusial adalah pendampingan dan inspirasi untuk mengembangkan potensi ekonomi di desa mereka.

"Selain pendamping desa berdaya yang sudah direkrut, Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unram, Prof. Sukardi, menyatakan kesiapan penuh civitas akademika Unram dalam mendukung pembangunan daerah. Program Profesor Berdampak Unram adalah inisiatif akademik dari Universitas Mataram yang mewajibkan para guru besar (profesor) agar riset dan keilmuannya tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan memberikan solusi nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.

Untuk itu, Rektor menegaskan bahwa sebanyak 22 kelompok yang melibatkan 120 Profesor telah disiapkan untuk diterjunkan langsung dalam mendukung program Desa Berdaya. Menurutnya, Kedua program ini sangat sejalan dalam mendukung penguatan ekonomi lokal masyarakat desa. Dengan keilmuan, riset dan pengalaman dari para guru besar diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

"Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," jelas Prof. Sukardi.

Tidak berhenti di situ, Rektor Unram juga memaparkan rencana perluasan program ke depan. "Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB, di mana ilmu pengetahuan dari menara gading kampus benar-benar menyentuh dan memberikan solusi nyata dalam menghadapi tantangan di lapangan. (AM/Manikpkominfo)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 09:27:01 +0800 amr
Bukti Nyata Pembangunan, Pemkab Sumbawa Realisasikan Investasi Rp231 Miliar untuk Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/hadirkan-bukti-nyata-pembangunan-capaian-program-pemerintah-kabupaten-sumbawa-terus-dirasakan-masyarakat https://amarmedia.co.id/hadirkan-bukti-nyata-pembangunan-capaian-program-pemerintah-kabupaten-sumbawa-terus-dirasakan-masyarakat Bukti Nyata Pembangunan, Pemkab Sumbawa Realisasikan Investasi Rp231 Miliar untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang digulirkan selama beberapa tahun terakhir kini telah membuahkan hasil terukur dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa sukses bersinergi dengan pemerintah pusat dengan merealisasikan investasi pembangunan sebesar Rp231 miliar. Anggaran yang bersumber dari dukungan APBD dan APBN tersebut difokuskan untuk menuntaskan berbagai program prioritas daerah di berbagai sektor vital.

Akselerasi Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

Dalam keterangan resmi Pemda Sumbawa Kamis 9 Juli 2026, Di sektor infrastruktur, pemkab terus tancap gas dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Hingga saat ini, persentase kondisi jalan mantap di Kabupaten Sumbawa telah mencapai 54,11 persen. Capaian ini terus ditingkatkan secara bertahap guna memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi berjalan lebih efisien.

Selain jalan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi prioritas utama. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar masyarakat Sumbawa.

Tidak hanya fokus pada fisik, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada keberlanjutan lingkungan melalui program "Sumbawa Hijau Lestari". Program ini menjadi salah satu unggulan yang dinilai sukses memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomis.

Hingga pertengahan tahun 2026, program ini telah menyentuh 14 kecamatan dengan fokus pada pemulihan lahan kritis. Tercatat sebanyak 3.250 hektare lahan kritis telah berhasil direhabilitasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari pelibatan 85 Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan aksi nyata penanaman lebih dari 1,2 juta bibit pohon. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan hasil hutan yang berkelanjutan.

Optimisme Menuju "Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera"

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan (pentahelix).

Pemerintah optimistis bahwa dengan kolaborasi yang terus terjaga, visi "Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera" akan segera terwujud. Fokus utama pemerintah ke depan adalah memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dijalankan tidak hanya sekadar catatan administratif di atas kertas, melainkan benar-benar hadir sebagai solusi dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 08:41:19 +0800 amr
Antara Piring dan Papan Tulis: Membedah Prioritas Anggaran, Rente, dan Masa Depan Human Capital Indonesia https://amarmedia.co.id/antara-piring-dan-papan-tulis-membedah-prioritas-anggaran-rente-dan-masa-depan-human-capital-indonesia https://amarmedia.co.id/antara-piring-dan-papan-tulis-membedah-prioritas-anggaran-rente-dan-masa-depan-human-capital-indonesia Disusun Oleh  :

 ( 1. Kasdiyanto (NIM: 241027004), 2. Fatimah Az Zahro (NIM: 241027025), 3. Aan Fauzan (NIM : 241027006)

(Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa Program Studi Sosiologi)

Setiap kebijakan yang menyangkut anggaran negara sebenarnya menunjukkan apa yang sedang diprioritaskan oleh pemerintah. Ketika negara memutuskan uang publik akan dipakai untuk apa, di situ juga terlihat apa yang dianggap paling penting untuk masa depan bangsa.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai program pemberian makanan bergizi untuk anak-anak, tapi juga sebagai contoh nyata dari masalah lama dalam kebijakan publik di Indonesia, yaitu antara kebijakan populis yang cepat disukai masyarakat dan investasi jangka panjang yang hasilnya baru terlihat setelah bertahun-tahun.

MBG punya anggaran yang sangat besar, sampai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah, padahal anggaran pendidikan yang seharusnya 20 persen dari APBN saja sering “bocor” ke pos-pos yang sebenarnya bukan pendidikan langsung, seperti dana desa atau belanja birokrasi kementerian yang tidak menyentuh sekolah sama sekali. Ironisnya, di saat masih banyak sekolah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang atapnya bocor dan temboknya rusak, pemerintah malah menjadikan program makan gratis sebagai prioritas utama.

Kritik ini bukan berarti menolak pentingnya gizi anak. Banyak penelitian kesehatan memang membuktikan bahwa stunting bisa berdampak buruk pada kemampuan berpikir anak. Tapi masalahnya, tujuan yang baik belum tentu berjalan baik kalau cara pelaksanaannya tidak matang.

Di sinilah letak masalah besarnya: MBG dijalankan lewat rantai pasok (supply chain) yang panjang dan melibatkan banyak pihak, mulai dari tender vendor katering di tingkat pusat dan daerah, distribusi bahan makanan, sampai dapur-dapur di ribuan titik pelayanan. Setiap titik dalam rantai ini berpotensi jadi celah untuk rent-seeking behavior, alias perilaku mencari untung secara tidak wajar lewat kekuasaan atau kebijakan, yang biasanya subur di program besar dengan pengawasan lemah.

Kalau kita lihat dari pengalaman program bantuan sosial sebelumnya, seperti bantuan pangan atau bantuan beras, pola korupsinya biasanya sama: harga bahan di-mark up, kualitas bahan baku diturunkan diam-diam demi keuntungan vendor, sampai data penerima yang dimanipulasi. MBG punya risiko yang lebih besar lagi karena dijalankan setiap hari dan pakai bahan makanan segar yang cepat busuk, sementara sistem pengawasan di lapangan sampai sekarang masih jauh dari kata cukup.

Perdebatan soal MBG di ruang publik juga makin ramai karena beberapa pernyataan pejabat yang dianggap kurang tepat. Salah satu yang paling banyak dikritik adalah pernyataan bahwa anak tidak akan bisa belajar dengan baik meski sudah disekolahkan kalau mereka masih lapar. Kedengarannya masuk akal, tapi kalau dipikir lagi, pernyataan ini justru mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang lebih penting: kenapa gedung sekolah dibiarkan rusak parah, sementara anggaran untuk katering makanan malah jadi prioritas?

Selain itu, ada juga pernyataan soal biaya per porsi makanan yang dianggap terlalu disederhanakan, padahal kenyataannya harga bahan pangan berbeda-beda di setiap daerah, apalagi di wilayah kepulauan yang biaya kirimnya mahal. Pernyataan-pernyataan semacam ini bisa dibilang termasuk symbolic policy, yaitu kebijakan yang dibuat lebih untuk terlihat peduli daripada benar-benar menyelesaikan akar masalahnya.

Menanggapi hal itu, muncul kritik dari kalangan mahasiswa, yang menegaskan bahwa kemiskinan struktural dan stunting adalah masalah yang rumit dan tidak bisa selesai hanya dengan bagi-bagi makanan. Menurut mereka, kemiskinan bukan cuma soal kurang makan, tapi soal ketimpangan yang sudah mengakar, mulai dari akses pendidikan yang tidak merata, kesempatan yang terbatas untuk naik kelas sosial, sampai lingkaran kemiskinan yang terus diwariskan dari orang tua ke anak.

Semua ini hanya bisa diputus lewat human capital investment, atau investasi jangka panjang pada kualitas manusia, terutama lewat pendidikan. Kalau cuma bagi makanan tanpa membenahi sistem pendidikan, itu ibarat mengobati gejala tapi bukan penyakitnya. Mungkin bikin masyarakat senang sesaat, tapi tidak benar-benar mengubah nasib anak-anak dari keluarga miskin dalam jangka panjang. Mahasiswa juga menyoroti bahwa program sebesar ini, dengan pengawasan yang masih lemah, justru rawan jadi ladang baru untuk kepentingan politik dan ekonomi tertentu, bukan benar-benar untuk pemerataan.

Dari semua kritik di atas, argumen utama yang ingin ditekankan adalah: sebaiknya MBG ditunda dulu atau dibatasi skalanya, dan prioritas anggaran negara dialihkan dulu ke pembenahan pendidikan secara menyeluruh.Ini bukan berarti menolak ide memberi gizi untuk anak, tapi lebih ke soal urutan prioritas anggaran yang harus disesuaikan dengan masalah yang paling mendesak.

Setidaknya ada empat hal yang perlu jadi fokus utama. Pertama, perbaikan gedung sekolah yang rusak parah di daerah 3T, karena masih ada puluhan ribu sekolah dalam kondisi buruk yang langsung memengaruhi keselamatan dan semangat belajar siswa. Kedua, peningkatan kesejahteraan guru honorer, yang selama ini jadi andalan pendidikan di daerah terpencil tapi gajinya masih jauh dari layak, sampai banyak yang akhirnya pindah profesi. Ketiga, pemerataan akses buku dan bahan belajar yang up to date, karena kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah masih besar. Keempat, perluasan akses internet ke sekolah-sekolah di daerah terpencil, yang sekarang jadi kebutuhan dasar di era pembelajaran digital.

Pada akhirnya, inti dari esai ini adalah: kualitas manusia (human capital) yang benar-benar kuat dalam jangka panjang tidak akan lahir dari sekadar menu makan siang yang dibagikan secara massal dan rawan dikorupsi, tapi dari ruang kelas yang layak, guru yang sejahtera, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kebijakan populis seperti MBG memang terlihat menarik dan cepat mendapat dukungan publik, tapi kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dibangun hanya dari hal yang terlihat instan. Kalau negara memang serius ingin memutus rantai kemiskinan struktural dan stunting, maka anggaran seharusnya lebih dulu diarahkan ke fondasi yang paling mendasar dan paling sulit dikorupsi, yaitu pendidikan yang berkualitas dan merata. Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa bukan ditentukan oleh seberapa kenyang perutnya hari ini, tapi seberapa siap generasi mudanya berpikir untuk masa depan.

Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan alasan menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai prioritas utama, sementara masih banyak sekolah di daerah terpencil yang belum memiliki fasilitas dasar yang layak. Meskipun pemenuhan gizi anak sangat penting, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan juga merupakan investasi mendasar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan prioritas anggaran agar kebutuhan gizi dan kualitas lingkungan belajar dapat ditingkatkan secara bersamaan.” (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 22:28:56 +0800 amr
Fraksi PAN Sumbawa Apresiasi Raihan WTP, Minta Anggaran Pencegahan KDRT Ditambah https://amarmedia.co.id/fraksi-pan-sumbawa-apresiasi-raihan-wtp-minta-anggaran-pencegahan-kdrt-ditambah https://amarmedia.co.id/fraksi-pan-sumbawa-apresiasi-raihan-wtp-minta-anggaran-pencegahan-kdrt-ditambah Fraksi PAN Sumbawa Apresiasi Raihan WTP, Minta Anggaran Pencegahan KDRT Ditambah

Sumbawa Besar–Amarmedia.co.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026). Agenda utama sidang ini adalah mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dengan didampingi oleh unsur pimpinan dewan lainnya, yaitu Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Marliaten, dalam pemaparannya menegaskan bahwa fungsi pertanggungjawaban APBD tidak boleh dipandang sebagai formalitas belaka. Fraksi PAN memberikan sorotan tajam pada efisiensi anggaran dan isu-isu sosial aktual yang langsung menyentuh masyarakat bawah.

Dalam interpelasi mimbar, Fraksi PAN membedah secara mendalam draf pertanggungjawaban anggaran yang disodorkan Pemda. Marliaten menyampaikan sejumlah poin koreksi kritis bahwa WTP Bukan Parameter Akhir.Fraksi PAN menyampaikan apresiasi atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas LKPD 2025. Namun, PAN mengingatkan dengan tegas bahwa WTP bukanlah sertifikat keberhasilan pembangunan. "WTP hanya menyatakan laporan keuangan tersaji wajar sesuai standar akuntansi, bukan berarti program pemerintah berhasil menjawab kebutuhan rakyat. Masyarakat tidak merasakan lembaran opini WTP, yang mereka butuhkan adalah jalan yang bagus, air bersih mengalir, sekolah layak, dan harga pokok yang stabil," tegas Marliaten.

 

Terhadap realisasi pendapatan daerah yang mencapai 101,28%, PAN mendesak Pemda memaparkan rincian sumbernya. PAN memperingatkan agar lonjakan ini tidak didominasi oleh dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru jalan di tempat. Pemda dituntut lebih agresif mendigitalisasi penarikan pajak dan memaksimalkan aset daerah. Serapan belanja yang gagal menyentuh angka 100% dinilai sebagai penundaan pelayanan publik. PAN mempertanyakan program strategis apa saja yang mandek hingga menyisakan sisa anggaran yang besar.

Bagi Fraksi PAN, angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp201,68 miliar bukanlah prestasi penghematan, melainkan indikator lemahnya perencanaan, lambatnya eksekusi program di lapangan, serta buruknya koordinasi antar-OPD.

Fraksi PAN menyodorkan lima persoalan lapangan yang mendesak untuk segera diintervensi oleh kebijakan anggaran Pemda Sumbawa:

Pertama: Sengkarut Kelangkaan Gas LPG 3 KG

Fraksi PAN menyatakan keprihatinan mendalam atas kelangkaan parah tabung gas melon 3 kg di hampir seluruh wilayah Sumbawa. Kondisi ini diperparah dengan harga eceran yang melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). PAN meminta Pemda mengevaluasi total rantai distribusi dan menindak tegas spekulan yang mencekik rumah tangga miskin serta pelaku usaha mikro.

Kedua: Mutu "Jalan Mantap" yang Cepat Rusak

PAN menyoroti banyak ruas jalan di dalam maupun luar kota Sumbawa Besar yang rusak parah dan berlubang meski statusnya merupakan jalan mantap. Kerusakan diperparah oleh buruknya fungsi drainase saat musim hujan. PAN menuntut evaluasi mutu konstruksi dari dinas terkait agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia untuk proyek berumur pendek.

Tiga: Apresiasi Pemberantasan Narkoba.

Apresiasi tinggi diberikan kepada Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa atas keberhasilan mengungkap berbagai jaringan peredaran gelap narkotika. Kendati demikian, PAN meminta Pemda tidak pasif dan segera memperkuat program preventif, edukasi, serta fasilitas rehabilitasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Empat: Pembangunan Kembali Jembatan Cinta Kalimango

Fraksi PAN mendorong percepatan pembangunan kembali Jembatan Cinta di Desa Kalimango. Infrastruktur ini dinilai sangat strategis sebagai jalur alternatif mitigasi risiko logistik apabila jembatan utama di ruas jalan negara sewaktu-waktu mengalami gangguan darurat.

Lima : Darurat Kesehatan Mental. Desak Tambahan Anggaran DP2KBP3A

PAN memandang serius maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan anak dan perempuan, perundungan (bullying) di sekolah, hingga meningkatnya tren kasus bunuh diri di Sumbawa akhir-akhir ini. PAN menilai hal ini menjadi alarm keras rapuhnya ketahanan keluarga dan kesehatan mental masyarakat.

Pemda diminta tidak hanya fokus pada penanganan kuratif (setelah kejadian). PAN mendesak pada penyusunan APBD mendatang, anggaran untuk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak (DP2KBP3A) dinaikkan signifikan guna mengoptimalkan program edukasi pencegahan (preventif) terpadu bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Menutup pembacaan pandangan umumnya, Fraksi Partai Amanat Nasional menyatakan bahwa pada prinsipnya mereka dapat menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 untuk digulirkan ke tahapan pleno dan pansus berikutnya. Namun, persetujuan tersebut diberikan dengan catatan mutlak bahwa seluruh poin evaluasi, kritik, dan rekomendasi di atas wajib menjadi komitmen perbaikan eksekutif.

Sikap politik konstitusional ini disahkan di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026, atas nama kepengurusan Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Hidayat, S.E., M.Si. (Penasihat), Ida Rahayu, S.AP. (Ketua Fraksi) H. Rusdi (Sekretaris), Marliaten (Bendahara )( am)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 21:06:44 +0800 amr
Apresiasi WTP, Fraksi NasDem DPRD Sumbawa Kawal PSN Makan Gratis Hingga Kesiapan Talenta Lokal Tambang Dodo&Rinti https://amarmedia.co.id/apresiasi-wtp-fraksi-nasdem-dprd-sumbawa-kawal-psn-makan-gratis-hingga-kesiapan-talenta-lokal-tambang-dodo-rinti https://amarmedia.co.id/apresiasi-wtp-fraksi-nasdem-dprd-sumbawa-kawal-psn-makan-gratis-hingga-kesiapan-talenta-lokal-tambang-dodo-rinti Apresiasi WTP, Fraksi NasDem DPRD Sumbawa Kawal PSN Makan Gratis Hingga Kesiapan Talenta Lokal Tambang Dodo-Rinti

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026), dengan agenda mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Kamis 9 Juli 2026.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Edy Syarifuddin, dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati dari Partai NasDem yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan. Namun demikian, opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan harus menjadi instrumen untuk memastikannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Edy 

Soroti Neraca Keuangan: Dorong Kualitas Belanja Modal dan Efisiensi

Fraksi NasDem memandang positif langkah pemerintah daerah yang menyajikan secara utuh tujuh jenis laporan keuangan, mulai dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) hingga Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Kelengkapan ini dinilai mencerminkan komitmen tinggi terhadap prinsip akuntansi, transparansi, dan akuntabilitas.

Mengenai realisasi fiskal 2025, tercatat Pendapatan Daerah mencapai 101,28% dari target, Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp2,257 triliun atau 92,93% dari pagu anggaran Rp2,429 triliun, serta menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp201,68 miliar.

Fraksi NasDem memberikan catatan tebal agar realisasi belanja di bawah 100% ini dievaluasi secara mendalam. NasDem menekankan agar Belanja Modal dan pos anggaran yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak—terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, wilayah pesisir, dan infrastruktur dasar—makin ditajamkan porsinya guna menghindari penumpukan kegiatan di akhir tahun anggaran.

7 Poin Strategis dan Rekomendasi Pembangunan Fraksi NasDem

Sebagai fraksi yang mengawal jalannya roda pemerintahan saat ini, NasDem menyodorkan tujuh poin catatan strategis yang mencakup pengawalan program nasional hingga perbaikan fasilitas publik di Kabupaten Sumbawa:

1. Sukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN)

Fraksi NasDem menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi PSN dari pemerintah pusat di Kabupaten Sumbawa. Dua program yang menjadi fokus utama adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). NasDem menilai program ini sangat krusial untuk memperkuat ketahanan pangan, menaikkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

2. Masifkan Gerakan "Sumbawa Hijau Lestari"

NasDem mendukung penuh keberlanjutan program unggulan Bupati Sumbawa ini. Guna mempercepat pemulihan lahan kritis dan restorasi hutan, NasDem mendorong penguatan aksi nyata lewat gerakan Safari Sumbawa Menanam, kebijakan 1 ASN 1 Pohon, serta 1 Siswa 1 Pohon dengan menggandeng berbagai mitra strategis internasional dan komunitas lokal.

3. Keberlanjutan Pembangunan RSUD Sering

Meminta jajaran eksekutif memastikan keberlanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di Kawasan Sering. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam pemerataan akses pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat.

4. Sambut Proyek Tambang Dodo-Rinti PT AMMAN

Mengingat rencana operasional tambang Dodo-Rinti milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara telah masuk skema PSN, Fraksi NasDem mendesak Pemda untuk segera meningkatkan kapasitas laboratorium uji material, memperkuat alat teknis Dinas PUPR, serta memodernisasi sarana uji KIR Dinas Perhubungan. Langkah ini penting sebagai instrumen kontrol sekaligus sumber pendapatan daerah (PAD).

Terhadap kesiapan talenta lokal, Fraksi NasDem menekankan strategi jangka panjang penyiapan talenta muda Sumbawa melalui sinergi bersama PT AMMAN, Balai Latihan Kerja (BLK), dan sekolah vokasi agar pemuda setempat mendapatkan sertifikasi keahlian teknis (seperti mekanik dan operator alat berat) dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

5. Perbaikan Jalan Ruas Teluk Santung – Labu Jontal

Mendorong Pemda memprioritaskan peningkatan dan perbaikan ruas jalan ini pada perencanaan anggaran berikutnya. Jalur tersebut bernilai strategis karena menghubungkan kawasan pemukiman penduduk, lahan pertanian, perikanan, hingga destinasi pariwisata lokal.

6. Percepatan Jalan Lingkar Batu Banda

Meminta pembangunan infrastruktur Jalan Lingkar Batu Banda dipercepat melalui perencanaan matang untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar sirkulasi distribusi barang dan jasa.

7. Tata Kelola Wisata Hiu Paus dan Evaluasi Pasar Utan

 Hiu Paus: NasDem meminta Pemda menertibkan sistem kontribusi dan tata kelola aktivitas wisata Hiu Paus agar destinasi internasional ini menyumbang PAD secara optimal dan berdampak langsung bagi ekonomi warga sekitar.

Terhadap Pasar Utan. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan relokasi dan desain kelembagaan Pasar Utan. Opsi penataan kembali baik Pasar Lama maupun Pasar Baru harus dikaji ulang agar representatif bagi pedagang dan pembeli.

Komitmen Tuntaskan Pembahasan Raperda

Menutup pemaparannya, Fraksi Partai NasDem menegaskan komitmennya untuk mengawal dan terlibat aktif dalam pembahasan lanjutan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ini bersama jajaran Pansus secara terbuka dan partisipatif demi menjamin kemajuan Kabupaten Sumbawa yang unggul dan sejahtera.

Sikap politik ini disahkan di Sumbawa Besar pada Kamis, 9 Juli 2026 oleh jajaran kepengurusan Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., (Dewan Penasehat), Bunardi, A.Md.Pi. (Ketua Fraksi), H. Zohran, S.H. (Wakil Ketua) Edy Syarifuddin (Sekretaris ) Hasanuddin, S.E. (Bendahara) ( AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 20:37:23 +0800 amr
Soroti Serapan Belanja dan Program Unggulan, Fraksi PKB Sumbawa Beri Catatan Kritis Untuk Pemda https://amarmedia.co.id/soroti-serapan-belanja-dan-program-unggulan-fraksi-pkb-sumbawa-beri-catatan-kritis-untuk-pemda https://amarmedia.co.id/soroti-serapan-belanja-dan-program-unggulan-fraksi-pkb-sumbawa-beri-catatan-kritis-untuk-pemda Soroti Serapan Belanja dan Program Unggulan, Fraksi PKB Sumbawa Beri Catatan Kritis Untuk Pemda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026), dengan agenda mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sukiman K, S.Pd.I., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa meskipun mengapresiasi beberapa capaian positif Pemda, Fraksi PKB memberikan coretan tebal pada aspek serapan belanja dan eksekusi program lapangan yang dinilai masih lamban.

Fraksi PKB secara detail membedah dokumen pertanggungjawaban keuangan daerah yang memuat 7 jenis laporan keuangan. Sukiman memaparkan sejumlah kejanggalan dan capaian makro yang memerlukan evaluasi serius diantaranya Realisasi Belanja Lamban. Dari total pagu Belanja Daerah sebesar Rp2,429 triliun Pemda hanya mampu merealisasikan sebesar Rp2,257 triliun atau sekitar 92,93% "Sisa anggaran 7% ini menunjukkan kinerja serapan keuangan yang lamban. Ini harus menjadi bahan evaluasi total pada sistem perencanaan dan kinerja Kepala OPD," tegas Sukiman.

 

Meski pendapatan daerah naik 1,23% dari target awal, PKB menyayangkan minimnya penjelasan eksekutif mengenai rincian kenaikan tersebut—apakah ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau sekadar dana transfer dari pusat.

Fraksi PKB mempertanyakan perbedaan angka Pendapatan antara Laporan Operasional (LO) sebesar Rp2,27 triliun dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang tercatat Rp2,37 triliun. Fraksi PKB mendesak kejelasan apakah selisih Rp100 miliar tersebut merupakan piutang pendapatan daerah yang belum tertagih.

Dengan adanya surplus LO sebesar Rp228 miliar, saldo kas Rp201,9 miliar, dan sisa belanja Rp171 miliar, PKB menilai banyak program prioritas yang justru tidak berjalan.

Di sisi lain, PKB tetap memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemda Sumbawa dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta terjaganya likuiditas kas daerah sebesar Rp201,9 miliar untuk operasional awal tahun.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif, Fraksi PKB menyodorkan 10 poin tuntutan strategis dan sektoral demi meningkatkan kualitas APBD ke depan diantaranya  PKB meminta Pemda tidak sekadar mengejar angka serapan anggaran di akhir tahun (output), melainkan mengukur secara riil dampak belanja tersebut terhadap penurunan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di Sumbawa (outcome).

Fraksi PKB Mendorong alokasi dana khusus agar setiap kecamatan memiliki produk unggulan daerah yang didampingi langsung oleh perguruan tinggi lokal untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Mendesak Pemda untuk mewajibkan seluruh pemerintah desa mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara terbuka agar dapat diakses dan diawasi langsung oleh masyarakat.

PKB menyoroti klaim Pemda yang menyatakan telah menanam 1 juta pohon dengan anggaran besar. Menurut PKB, program ini memicu pro-kontra di bawah karena minimnya keterlibatan dan informasi di tingkat masyarakat akar rumput.

PKB mendesak Satgas Gas yang telah dibentuk untuk melakukan pendataan pangkalan secara ketat. PKB menemukan fakta lapangan di mana pangkalan sering mendahulukan pelaku usaha komersial/pengecer bermodus UMKM, sehingga jatah masyarakat miskin berbasis rumah tangga sering habis dan memicu kelangkaan serta harga selangit.

Menyusul kemenangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa di Pengadilan Pajak terkait sengketa Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Bendungan Beringin Sila sebesar Rp48 miliar, PKB meminta Pemda segera melakukan eksekusi penagihan untuk menambah postur pendapatan daerah.

Fraksi PKB mempertanyakan kinerja OPD terkait mengenai program pemeriksaan kesehatan gratis yang digaungkan dalam visi-misi pemerintahan Jarot-Ansori. PKB menyayangkan realisasi program yang baru menyentuh angka 14% dan menganggap dinas terkait berjalan di tempat.

Terkait rencana penyaluran BPJS Ketenagakerjaan bagi 20.000 pekerja rentan, PKB mengingatkan Pemda untuk berhati-hati. Hal ini dikarenakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) saat ini masih semrawut, banyak ditemukan data ganda, tidak valid, serta tidak sinkron dengan Baperinda.

PKB menilai sistem kerja birokrasi dari tingkat atas ke bawah di Kabupaten Sumbawa saat ini belum padu padan dan harmonis. PKB secara khusus meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk lebih optimal mengorkestrasi tata kelola pemerintahan agar visi "Sumbawa Unggul-Maju dan Sejahtera" bisa tercapai.

Menanggapi maraknya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang menjadi perhatian nasional, PKB meminta Pemda mengambil langkah antisipatif dan koordinatif demi melindungi generasi muda serta menjaga marwah identitas lokal falsafah tauhid Samawa: "Adat barenti ko sara, sara barenti ke Kitabullah".

Raperda Disetujui dengan Catatan

Meskipun melayangkan rentetan kritik tajam, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menyatakan dapat menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan selanjutnya. Persetujuan ini diberikan dengan catatan mutlak bahwa seluruh rekomendasi yang diajukan wajib ditindaklanjuti oleh jajaran eksekutif.

Pandangan umum tersebut resmi disepakati di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026, ditandatangani oleh jajaran pimpinan Fraksi PKB DPRD Sumbawa Sri Wahyuni (Ketua Fraksi) Sukiman K, S.Pd.I. (Wakil Ketua) Ridwan, S.P., M.Si. (Sekretaris)Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov. (Bendahara) (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 20:15:24 +0800 amr
Soroti SILPA Rp201 Miliar dan Kelangkaan Gas Melon, Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan 10 Poin Evaluasi Kritis ke Pemda https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp201-miliar-dan-kelangkaan-gas-melon-fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-10-poin-evaluasi-kritis-ke-pemda https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp201-miliar-dan-kelangkaan-gas-melon-fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-10-poin-evaluasi-kritis-ke-pemda Soroti SILPA Rp201 Miliar dan Kelangkaan Gas Melon, Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan 10 Poin Evaluasi Kritis ke Pemda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna ini (9/7/2026) dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H. MH Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta para asisten, kepala dinas, badan, camat, serta lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Jubir Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Andi Mappelepui memberikan apresiasi atas pencapaian realisasi pendapatan daerah yang melampaui target, yakni 101,28% atau setara Rp2,374 triliun, serta keberhasilan Pemda mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kendati demikian, Fraksi PKS menegaskan bahwa fungsi konstitusional dewan menuntut adanya evaluasi kritis dan objektif agar anggaran negara benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fraksi PKS membedah beberapa parameter kinerja keuangan daerah yang dinilai masih menyisakan ruang evaluasi yang lebar diantaranya menyoroti tajam angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang menembus Rp201.681.074.508,74. Fraksi PKS menilai dana mengendap sebesar ini mengindikasikan lemahnya perencanaan atau lambatnya eksekusi program oleh jajaran eksekutif. Uang ratusan miliar tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk jaminan kesehatan, perbaikan jalan, bantuan petani, dan mutu pendidikan.

Demikian pula Selisih Belanja Rp171 Miliar. Realisasi belanja daerah yang hanya menyentuh angka 92,93% menyisakan selisih anggaran tidak terserap sekitar Rp171 miliar (dari total pagu Rp2,429 triliun). PKS meminta kejelasan terperinci dari OPD terkait mengenai jenis belanja apa saja yang melonggar, terutama pada pos Belanja Modal yang bersentuhan langsung dengan fasilitas publik.

10 Rapor dan Masukan Sektoral Fraksi PKS untuk Pemda Sumbawa

Di samping mengevaluasi angka makro anggaran, Fraksi PKS yang diketuai oleh Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov., menyodorkan 10 poin tuntutan rill yang sedang dihadapi masyarakat Sumbawa hari ini:

Pertama ; Krisis Distribusi Gas Melon (LPG 3 KG)

Fraksi PKS menaruh perhatian serius terhadap kelangkaan berlarut LPG 3 Kg. Ironisnya, saat warga diarahkan ke tabung non-subsidi (5,5 kg dan 12 kg), stok di pangkalan pun ikut sulit didapat. PKS mendesak Pemda membenahi jalur distribusi ketimbang sekadar mengeluarkan klaim normatif bahwa stok aman.

Kedua ; Pelebaran Ruas Jalan Simpang Raberas – Simpang Boak

Pemda diminta segera memperbaiki bahu jalan dan menambah lebar ruas jalan ini karena kondisinya yang berlubang telah memicu rentetan kecelakaan tunggal pengendara roda dua.

Ketiga : Akses Infrastruktur Menuju Kampus.

PKS meminta Pemda memperhatikan jalan penghubung menuju kawasan perguruan tinggi. Pembangunan ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang memiliki dampak berlipat (multiplier effect) bagi ekonomi lokal dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Keempat ; Inovasi PAD Meniru Sistem Banyuwangi

Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, PKS menyarankan Pemda melakukan terobosan ekstensifikasi, mencontoh Kabupaten Banyuwangi yang menerapkan sistem penarikan retribusi parkir kendaraan sekali setahun bersamaan dengan pembayaran pajak STNK.

Kelima ; Pembenahan dan Konflik Pasar Utan

Pemda didesak mengambil sikap tegas memediasi para pedagang yang masih bertahan di Pasar Lama Utan serta segera memperbaiki akses jalan menuju Pasar Baru Utan demi mengoptimalkan potensi retribusi pasar yang bernilai besar.

Keenam ; Pembangunan Kembali "Jembatan Cinta" Alas

Akses penghubung di Desa Kalimango, Kecamatan Alas ini mendesak untuk dibangun kembali karena menjadi urat nadi utama para petani menuju lahan pertanian serta jalur perlintasan anak-anak menuju sekolah.

Ketujuh ; Transparansi Tenaga Kerja PT SJR

Seiring mulai beroperasinya PT SJR, PKS menuntut keterbukaan informasi dari Pemda mengenai kuota serapan tenaga kerja lokal (baik skilled maupun non-skilled) serta kepastian porsi bagi hasil yang diterima Kabupaten Sumbawa sebagai daerah penghasil.

Kedelapan ; Alokasi Dana Darurat Tanggul Sungai Moyo

Akibat banjir pada Januari lalu, tanggul penahan tebing di aliran Sungai Moyo (Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara) roboh. PKS mendesak Pemda segera mengucurkan anggaran darurat pada APBD-Perubahan 2026 demi mencegah erosi dan kerusakan pemukiman yang lebih parah.

Kesembilan ; Jembatan Putus di Dusun Kali Baru

Aspirasi warga Dusun Kali Baru, Desa Labuhan Badas, terkait terputusnya jembatan penghubung meminta atensi dan penanganan cepat dari dinas teknis terkait.

Kesepuluh ; Pajak Kendaraan Berat Berpelat Luar.

PKS meminta Pemda memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan berat yang beroperasi di wilayah tambang PT SJR. Pemda didorong membuka peluang bagi subkontraktor lokal agar kendaraan operasional yang digunakan tidak lagi mayoritas menggunakan pelat luar daerah, sehingga pajaknya masuk ke kas daerah Sumbawa.

Layak Dilanjutkan ke Pembahasan Pansus

Menutup pandangan umumnya, Fraksi PKS menyatakan bahwa Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ini secara prinsip layak untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya. PKS berharap Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk dapat bekerja maksimal untuk menguliti catatan-catatan di atas demi kemajuan Kabupaten Sumbawa.

Pernyataan sikap politik ini disepakati di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026 oleh struktur internal Fraksi PKS DPRD Sumbawa Muhammad Takdir, S.E.,M.M.Inov. (Ketua Fraksi), Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si.(Wakil Ketua)H. Andi Mappeleppui (Sekretaris), Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov. (Anggota), Ema Yuniarti (Anggota), Alen Taryadi, S.H. (Anggota) (AM)

 

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:56:22 +0800 amr
Apresiasi Capaian PAD dan Opini WTP, Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Desak Perbaikan Infrastruktur Lantung&Ropang hingga Labuhan Kuris https://amarmedia.co.id/apresiasi-capaian-pad-dan-opini-wtp-fraksi-golkar-dprd-sumbawa-desak-perbaikan-infrastruktur-lantung-ropang-hingga-labuhan-kuris https://amarmedia.co.id/apresiasi-capaian-pad-dan-opini-wtp-fraksi-golkar-dprd-sumbawa-desak-perbaikan-infrastruktur-lantung-ropang-hingga-labuhan-kuris Apresiasi Capaian PAD dan Opini WTP, Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Desak Perbaikan Infrastruktur Lantung-Ropang hingga Labuhan Kuris

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali digelar dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., serta didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) melalui Juru Bicaranya Muhammad Zain SIP memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan evaluasi yang mendalam. Golkar memuji kinerja Pemda yang berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp2,374 triliun atau mencapai 101,28% dari target, serta kesuksesan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Namun, partai berlambang pohon beringin ini mengingatkan bahwa WTP bukanlah garis finis dari sebuah tata kelola keuangan daerah.

 "Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir. Keberhasilan penyelenggaraan APBD pada hakikatnya diukur dari sejauh mana anggaran mampu menjawab kebutuhan rill masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa," tegas Rosi akrab disapa 

5 Poin Catatan dan Pandangan Strategis Fraksi Golkar

Fraksi Partai Golkar menguraikan lima potret besar kinerja keuangan dan tata kelola aset daerah sepanjang tahun anggaran 2025:

Pertama ; Memperkokoh Kapasitas Fiskal Daerah

Meskipun target pendapatan melampaui batas 100%, Fraksi Golkar meminta agar pencapaian ini tidak sekadar dimaknai secara administratif di atas kertas. Hasil ini harus dijadikan fondasi yang kuat untuk membangun kapasitas fiskal daerah yang kokoh dan berkelanjutan agar siap menghadapi dinamika ekonomi di masa depan.

Kedua ; Efisiensi Belanja Daerah (92,93%)

Realisasi belanja daerah Kabupaten Sumbawa tercatat sebesar Rp2,257 triliun atau 92,93%. Fraksi Golkar menilai penyerapan tersebut sudah cukup baik. Kendati demikian, efisiensi dan kualitas perencanaan harus terus dievaluasi. Golkar menekankan bahwa ukuran sukses belanja bukan dari seberapa besar uang yang habis, melainkan kualitas dari hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.

Ketiga ; Evaluasi SILPA Rp201,68 Miliar.

Terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2025 yang menembus angka Rp201,68 miliar Fraksi Golkar memandang hal ini sebagai sinyal penting bagi Pemda untuk memperketat efektivitas pelaksanaan program. Ketepatan waktu penganggaran dan eksekusi proyek di lapangan wajib ditingkatkan pada tahun berikutnya agar anggaran tidak mengendap sia-sia.

Keempat ; Ketertiban Manajemen Aset Senilai Rp4,018 Triliun

Fraksi Golkar mencatat nilai aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa per 31 Desember 2025 telah mencapai Rp4,018 triliun dengan nilai ekuitas sebesar Rp3,962 triliun. Mengingat angkanya yang sangat besar, Golkar mendesak agar pengelolaan aset dilakukan secara tertib dan produktif agar bisa mendatangkan manfaat ekonomi maupun sosial bagi daerah.

Kelima ; Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Mempertahankan WTP membutuhkan komitmen moral yang tinggi. Oleh karena itu, Fraksi Golkar mendesak Pemda Sumbawa untuk memperkuat Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan mempercepat tindak lanjut atas seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Tuntutan Rill: Tuntaskan Jalan Lintas Lantung-Ropang

Tidak hanya berbicara mengenai angka dan data makro keuangan, Fraksi Partai Golkar secara konkret menyuarakan aspirasi masyarakat bawah mengenai pemenuhan infrastruktur jalan yang mendesak. Di akhir pemaparannya, Fraksi Golkar mendorong keras Pemerintah Daerah untuk segera Menuntaskan pengerjaan Jalan Lintas Lantung – Ropang sisa Tahun Anggaran 2025 dan memaksimalkannya pada tahun anggaran berjalan. Melakukan perbaikan segera pada Jalan Lintas Labuhan Kuris – Ngali. Memperbaiki kerusakan di Jalan Lintas Ngeru – Olat Rawa.

"Catatan-catatan ini tidak boleh dimaknai sebagai bentuk penolakan, melainkan sebagai ikhtiar bersama menjaga integritas pembangunan. Fraksi Golkar akan tetap bersikap kritis, objektif, dan berdiri teguh berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya mereka yang selama ini tercecer dalam proses pembangunan," tegas Rosi.

Di akhir pandangannya, Fraksi Partai Golkar menyatakan bahwa Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini layak untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat komisi maupun panitia khusus sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku.

Adapun Susunan Kepengurusan Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumbawa adalah H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. (Penasihat),Ademudhita Noorsamsu, S.AP. (Ketua), Hasanuddin HMS (Wakil Ketua) Gahtan Hanu Cakitab(Sekretaris), Muhammad Zain, S.IP.(Bendahara) dan Syukri, HS., A.Ma.(Anggota) (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:32:46 +0800 amr
Soroti SILPA Rp201,68 Miliar, Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan APBD harus dapat Membawa Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp20168-miliar-fraksi-pdi-perjuangan-tegaskan-apbd-harus-dapat-membawa-pembangunan-dan-kesejahteraan-masyarakat https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp20168-miliar-fraksi-pdi-perjuangan-tegaskan-apbd-harus-dapat-membawa-pembangunan-dan-kesejahteraan-masyarakat Soroti SILPA Rp201,68 Miliar, Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan APBD harus dapat Membawa Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Kamis 9 Juli 2026, Fraksi PDI Perjuangan memberikan catatan kritis dan strategis. Walau mengapresiasi pencapaian realisasi pendapatan daerah yang menembus Rp2,374 triliun (101,28%) serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, fraksi PDIP ini mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri.

"WTP bukanlah ukuran keberhasilan pembangunan. WTP hanya mengukur kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan mengukur seberapajauh rakyat telah menikmati hasil pembangunan. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika APBD mampu menghadirkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan petani-nelayan, dan menurunkan kemiskinan," tegas jubir Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Sawitra

Fraksi PDI Perjuangan membedah laporan pertanggungjawaban APBD 2025 ke dalam beberapa poin yaitu Kemandirian Fiskal dan Optimalisasi SDA.

Fraksi PDIP melihat struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan lompatan signifikan dari sektor produktif baru. Menurunnya dana transfer pusat harus dijadikan momentum membangun kemandirian fiskal.

Fraksi PDIP mengingatkan potensi SDA Sumbawa yang melimpah (tambang, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata) belum tecermin pada kas daerah. "Jangan sampai tanah Sumbawa kaya, tetapi kas daerah tetap miskin," ujar Hj Jamila.

Fraksi memberikan beberapa saran dan masukan seperti Penguatan pengawasan aktivitas pertambangan, ketepatan Dana Bagi Hasil (DBH), serta perluasan basis PAD lewat digitalisasi.

Terhadap evaluasi Serapan Belanja dan SILPA Tinggi. Realisasi belanja daerah yang tertahan di angka 92,93% berimplikasi pada sisa anggaran yang membengkak. Fraksi PDIP menyoroti nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 yang mencapai Rp201,68 miliar.

 Angka SILPA yang besar dinilai sebagai bentuk ketidakoptimalan program. Di saat masyarakat menjerit membutuhkan perbaikan jalan, irigasi, air bersih, dan bantuan pertanian, anggaran justru mengendap. OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diminta mengoreksi kualitas perencanaan dan mempercepat proses pengadaan barang/jasa.

Sebagai daerah agraris, APBD dituntut lebih berpihak pada petani. Fraksi PDI Perjuangan menilai arah pembangunan selama ini terlalu berorientasi pada jumlah produksi (hulu) ketimbang nilai tambah (hilir). Pemerintah Daerah didesak menyusun roadmap hilirisasi agar petani tidak sekadar menjual gabah kering dan peternak tidak sekadar menjual sapi hidup.

Fraksi mengusulkan dua indikator baru keberhasilan fisik daerah, yaitu peningkatan Persentase Jalan Usaha Tani Mantap dan Persentase Jaringan Irigasi Mantap yang dianggap jauh lebih menyentuh kebutuhan rill masyarakat bawah.

Fraksi PDI Perjuangan secara terbuka menyoroti masifnya pertumbuhan ritel/minimarket modern di Sumbawa. Tanpa menolak investasi, fraksi mendesak pemerintah bertindak tegas agar warung-warung kecil milik warga tidak tersingkir. Mereka menuntut adanya evaluasi izin, penataan zonasi yang ketat, serta kewajiban penyediaan ruang minimal bagi produk UMKM lokal.

Tak luput,Fraksi PDIP memberikan Rapor Merah BUMD. Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap PAD dinilai masih jauh dari harapan. Fraksi menegaskan BUMD dilarang keras hanya menjadi tempat menghabiskan penyertaan modal pemerintah l, melainkan wajib mencetak laba, dividen, dan membuka lapangan kerja. Audit kinerja menyeluruh pun mutlak diperlukan.

Reformasi Birokrasi: Dari Budaya Administratif ke Budaya Kinerja

Menutup pemandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan meminta Bupati Sumbawa melakukan evaluasi berbasis kinerja secara objektif kepada seluruh pimpinan OPD. OPD yang inovatif harus diberi penghargaan (reward), sementara yang gagal mencapai target harus dievaluasi secara berkala.

"Pertanggungjawaban APBD bukan sekadar laporan administratif di atas kertas, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa," pungkas Sawitra

Adapun pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa adalah Gitta Liesbano, S.H., M.Kn. (Pelindung/Penasihat), I Nyoman Wisma, S.I.P. (Ketua), H. Jabir, S.Pd.(Sekretaris) I Ketut Sawitra (Bendahara/Anggota) Hj. Jamila, S.Pd.SD. (Wakil Ketua/Anggota) (am)

 

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:01:48 +0800 amr
Bupati Sumbawa Lepas 625 Atlet Menuju Porprov NTB 2026, KONI Target 64 Emas https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-625-atlet-menuju-porprov-ntb-2026-koni-target-64-emas https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-625-atlet-menuju-porprov-ntb-2026-koni-target-64-emas Bupati Sumbawa Lepas 625 Atlet Menuju Porprov NTB 2026, KONI Target 64 Emas.

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi melepas kontingen atlet yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026. Upacara pelepasan berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam laporannya, Ketua Umum KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kontingen kali ini terdiri dari 625 orang, yang mencakup 487 atlet serta 138 pelatih dan ofisial yang akan berlaga dari 51 cabang olahraga yang digelar di Porprov. Keikutsertaan ini bukan sekadar agenda empat tahunan, melainkan wujud komitmen dalam membangun olahraga prestasi yang berkualitas melalui pemusatan latihan dan pendampingan intensif selama empat tahun terakhir.

"Evaluasi terakhir menunjukkan 97 persen persiapan telah rampung. Target kita dalam Porprov kali ini adalah meraih 64 emas, 79 perak, dan 114 perunggu. Kami menargetkan posisi kedua, melampaui capaian 41 emas pada tahun 2023," ujar Abdul Rafiq. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumbawa, DPRD, Forkopimda, serta sponsor yang telah berkolaborasi mendukung persiapan kontingen diantaranya PT Bank NTB Syariah, PT Amman dan lainnya.

Bupati Sumbawa, Ir. H Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Meskipun ada penyesuaian lokasi pertandingan ke beberapa wilayah di NTB karena kendala fiskal, Bupati menegaskan bahwa semangat para atlet tidak boleh surut.

"Kalian semua siap tempur. Tunjukkan kemampuan terbaik. Target memang penting sebagai spirit, namun yang utama adalah kerja keras, kesungguhan, dan keikhlasan. Sehebat apa pun fisik seorang atlet, tidak akan berarti tanpa kedisiplinan dan kekompakan," pesan Bupati Jarot kepada para atlet.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membagikan tips menjaga kesehatan melalui "tujuh dokter pribadi," yakni olahraga rutin, istirahat cukup, konsumsi air putih, pola makan berkualitas, pikiran positif, rasa syukur, serta doa.

"Kalian adalah duta daerah yang membawa nama baik dan aspirasi masyarakat Sumbawa. Jaga sportivitas dan disiplin. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi melepas kontingen Kabupaten Sumbawa untuk mengikuti Porprov NTB tahun 2026. Selamat bertanding, raih prestasi setinggi-tingginya, dan pulanglah membawa kebanggaan bagi Tana Sumbawa," pungkas Bupati.

Acara pelepasan diiringi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz H Muhammad Jurnawi Fachrudin, memohon kelancaran, kekuatan, dan keberhasilan bagi seluruh kontingen dalam membawa misi mulia mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dan pembagian uang Saku kepada Atlet dan pelatih secara simbolis oleh Bupati Sumbawa, jajaran Forkopimda, Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Asisten,dan Ketua Umum KONI Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 12:42:58 +0800 amr
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H Zainuddin Sirat Soroti Kinerja Pemda dan Implementasi Rekomendasi Pansus https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-h-zainuddin-sirat-soroti-kinerja-pemda-dan-implementasi-rekomendasi-pansus https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-h-zainuddin-sirat-soroti-kinerja-pemda-dan-implementasi-rekomendasi-pansus Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H Zainuddin Sirat Soroti Kinerja Pemda dan Implementasi Rekomendasi Pansus

SUMBAWA, 7 Juli 2026– Sidang paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) diwarnai dengan interupsi tajam terkait evaluasi kinerja Pemerintah Daerah. 

Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat PPP Pembangunan, H. Zainuddin Sirat, mendesak eksekutif untuk lebih serius dalam menindaklanjuti rekomendasi yang telah dihasilkan oleh DPRD.

Dalam interupsinya, H. Zainuddin menyoroti fenomena aksi demonstrasi masyarakat yang marak terjadi belakangan ini sebagai indikator adanya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Ia menegaskan bahwa DPRD telah mengeluarkan rekomendasi hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 lalu sebagai acuan perbaikan.

Salah satu poin penting yang ditekankan H. Zainuddin adalah terkait pemeliharaan jalan. Menurutnya, terdapat rekomendasi yang menginstruksikan agar pemeliharaan jalan dilakukan pada akhir triwulan pertama atau paling lambat awal triwulan kedua.

"Semangat dari rekomendasi Pansus saat itu adalah agar pemeliharaan menjadi lebih efektif. Selama ini, perbaikan sering dilakukan di akhir tahun, sehingga jalan yang baru diperbaiki cepat rusak kembali akibat curah hujan. Akibatnya, durasi masyarakat menikmati infrastruktur yang layak sangat singkat," tegas H. Zainuddin.

Ia menyayangkan hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda pelaksanaan rekomendasi tersebut di lapangan. Ia meminta Pemerintah Daerah memberikan penjelasan resmi melalui surat jika terdapat kendala dalam eksekusinya, agar komunikasi antar lembaga tetap terjaga dan tidak terkesan diabaikan.

Selain infrastruktur, H. Zainuddin juga menyoroti peran Bapperida dalam melakukan evaluasi terhadap program kerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa Bapperida harus memastikan setiap program yang diajukan benar-benar selaras dengan kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Bapperida memiliki kewenangan untuk menolak program OPD yang tidak menunjukkan orientasi pada manfaat masyarakat. Sebagai mantan Ketua Pansus LKPD 2025, saya sangat memahami kondisi di lapangan. 

Rekomendasi-rekomendasi ini dibuat bukan tanpa dasar, melainkan sebagai upaya kolektif untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Daerah ke depannya," pungkasnya.

H. Zainuddin berharap masukan ini menjadi perhatian serius Bupati Sumbawa dan Wakil Bupati Sumbawa serta Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran eksekutif untuk segera melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 07 Jul 2026 14:07:03 +0800 amr
Menambang Masa Depan: Rantai Nilai Berkelanjutan dan Ambisi Digital AMMAN https://amarmedia.co.id/menambang-masa-depan-rantai-nilai-berkelanjutan-dan-ambisi-digital-amman https://amarmedia.co.id/menambang-masa-depan-rantai-nilai-berkelanjutan-dan-ambisi-digital-amman Menambang Masa Depan: Rantai Nilai Berkelanjutan dan Ambisi Digital AMMAN

Oleh  : Abdul Ma'ruf Rahmat 

Sektor pertambangan global kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, dunia sangat membutuhkan komoditas transisi energi seperti tembaga untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicles) dan energi bersih. Di sisi lain, industri ini dituntut untuk menekan jejak karbon dan meminimalkan dampak ekologis.

Di tengah dinamika ini, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) muncul sebagai contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan mampu mengintegrasikan hulu hingga hilir secara inovatif, membuktikan bahwa profitabilitas dan tanggung jawab lingkungan bukanlah dua hal yang saling menolak.

Dengan konsesi masif seluas 25.000 hektare yang mencakup tambang Batu Hijau dan proyek masa depan Elang di Sumbawa, AMMAN tidak sekadar mengeruk bumi; mereka sedang merancang ulang cetak biru pertambangan modern di Indonesia.

Integrasi Hulu: Menjaga Keseimbangan Ekologi di Fase Transisi

Berdasarkan laporan keberlanjutan 2025 PT Amman Mineral internasional Tbk, bahwa memasuki tahun 2026, AMMAN berada pada fase operasional yang menantang namun strategis. Dimulainya produksi awal dari Batu Hijau Fase 8 (yang memperpanjang umur tambang hingga 2030) menuntut aktivitas pembuangan limbah batuan (overburden) dan transportasi material yang lebih intensif karena karakteristik bijih luar yang berkadar rendah hingga menengah.

Namun, potensi pengembangan hulu AMMAN terletak pada komitmen mitigasi dan perencanaan jangka panjang. Diantaranya dengan melakukan rehabilitasi lahan progresif; batuan penutup tidak dibiarkan menumpuk, melainkan langsung dikelola melalui pembuatan kontur, penutupan tanah, dan penyemaian untuk pemulihan ekologi yang cepat.

Proyek Elang Sumbawa: Jangkar Keberlanjutan Produksi Masa Depan

Langkah mitigasi di Batu Hijau Fase 8 sejatinya merupakan jembatan menuju megaproyek masa depan perusahaan: Pengembangan Blok Elang di Sumbawa. Rencana ekspansi ini bukan lagi sekadar visi di atas kertas, melainkan sebuah kepastian operasional yang terukur.

Relevansi strategis Proyek Elang terhadap keberlanjutan AMMAN bertumpu pada tiga pilar utama:

Pertama ; Skala Cadangan yang Masif. Selesainya studi kelayakan definitif Proyek Elang pada 2025 menjadi landasan kuat untuk memulai pembangunan sirkuit tambang baru pada tahun 2026 ini. Dengan cadangan bijih terbukti dan kemungkinan mencapai 2.526 juta ton, Elang memiliki skala hampir empat kali lipat dari sisa cadangan Batu Hijau (696 juta ton). Ekspansi ini mengamankan posisi AMMAN sebagai salah satu pemilik cadangan tembaga-ekivalen terbesar di dunia untuk beberapa dekade mendatang.

Kedua ; Sinergi Infrastruktur Hijau (Brownfield Development).

Produksi bijih awal di Elang dijadwalkan mulai mengalir pada tahun 2031, tepat saat operasional Batu Hijau mendekati tahap akhir ketersediaan. Hebatnya, proyek ekspansi Elang tidak perlu membangun ekosistem dari nol. Operasi di Elang akan memanfaatkan infrastruktur Batu Hijau yang sudah ada, mulai dari sirkuit penggilingan hingga jalur logistik. Pendekatan ini secara signifikan meminimalkan pembukaan lahan baru (menekan deforestasi tambahan) sekaligus menjamin efisiensi biaya modal (capex) yang tinggi.

Ketiga : Multiplikator Skala Pengolahan. Untuk menyambut volume raksasa dari Elang, AMMAN secara berani melakukan lompatan kuantum dengan memperluas fasilitas pengolahan untuk menggandakan kapasitas input dari 40 Mtpa menjadi 85 Mtpa yang mendekati penyelesaian mekanis di tahun 2026 ini.

Hilirisasi Bernilai Tinggi: Dari Konsentrat hingga Logam Mulia

AMMAN secara agresif menjawab mandat hilirisasi nasional. Langkah perluasan kapasitas pabrik hingga 85 Mtpa menjadi motor penggerak utama untuk menyuplai fasilitas hilir terintegrasi milik anak usahanya, PT Amman Mineral Industri (AMIN). Proses hilirisasi AMMAN terbagi menjadi dua sirkuit bernilai tinggi yakni Smelter Tembaga yang menggunakan Teknologi Double-Flash dengan kapasitas total 900.000 ton konsentrat per tahun untuk menghasilkan katoda tembaga LME Grade A. Gas sulfur dioksida ditangkap dan diubah menjadi 830.000 ton asam sulfat per tahun, mengubah emisi berbahaya menjadi produk industri bernilai ekonomi.

 

Selanjutnya Precious Metal Refinery (PMR). Merupakan teknologi pengolahan 970 ton slime anoda per tahun yang dapat memurnikan produk sampingan menjadi 579 ribu ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, dan 77 ton selenium per tahun, sehingga memaksimalkan margin keuntungan dari zat pengotor.

Menariknya, smelter ini menggunakan gas alam sebagai sumber energi termal utama. Pendekatan ini secara signifikan menurunkan intensitas karbon dibandingkan dengan smelter konvensional berbasis batu bara.

Transformasi Digital: Otak AI di Balik Otot Ekspansi Elang

Potensi pertumbuhan terbesar AMMAN terletak pada adopsi teknologi hulu ke hilir lewat Program Transformasi Digital. Dioperasikan sejak 2024 dan dimatangkan pada tahun lalu, AMMAN membuktikan bahwa efisiensi tinggi dilahirkan dari keputusan berbasis data real-time.

Sistem digital yang andal ini disiapkan sebagai "otak komando" yang nantinya akan mereplikasi efisiensi operasional saat Tambang Elang mulai dikembangkan:

Pertama : Predictive Maintenance (PdM) Berbasis AI

Mengintegrasikan data kesehatan alat berat ke dalam dasbor real-time. Algoritma AI memprediksi kapan komponen utama harus diganti sebelum terjadi kerusakan (breakdown). Hasilnya? Umur pakai armada tambang menjadi lebih panjang dan biaya modal terpangkas—sebuah modal penting untuk mengelola ribuan armada baru di Blok Elang kelak.

Kedua : Processing Plant Digital Enablement

Di fasilitas pengolahan, pemodelan proses canggih memantau sirkuit penggilingan (SAG Mill dan Ball Mill) serta tangki flotasi. Hasilnya adalah optimalisasi campuran kimia (pH) dan udara yang meningkatkan tingkat perolehan (recovery rate) tembaga secara signifikan dari setiap ton batuan yang dihancurkan.

Ketiga : Efisiensi Logistik & Manajemen Karyawan

Sistem LVFM (Light Vehicle Fleet Management) dan HMS (Housing Management System) berhasil memotong birokrasi manual, mengoptimalkan mobilitas armada, dan menciptakan transparansi alokasi fasilitas bagi ribuan karyawan.

Transisi Energi Mandiri: Bergerak Menuju Energi Bersih

Sebuah operasi pertambangan tidak bisa dikatakan bertanggung jawab jika energinya masih bergantung penuh pada energi kotor. Sadar akan lonjakan kebutuhan listrik akibat ekspansi pabrik pengolahan 85 Mtpa serta persiapan kebutuhan daya jangka panjang untuk Proyek Elang, AMMAN melakukan diversifikasi portofolio energi secara masif.

Disamping PLTS darat sebesar 26,8 MW, proyek prestisius AMMAN adalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (CCPP) berkapasitas 450 MW. Dengan tibanya kargo LNG pertama pada akhir tahun lalu serta penyelesaian steam blowing dan komisioning turbin uap pada tahun 2026 ini, AMMAN siap menjalankan operasionalnya dengan pembangkitan listrik rendah karbon. Langkah ini mengamankan pasokan daya andal yang berkelanjutan bagi Batu Hijau sekaligus mengunci kesiapan energi bersih untuk menyokong fajar baru di Blok Elang.

Kesimpulan: Cetak Biru Pertambangan Masa Depan

PT Amman Mineral Internasional Tbk menunjukkan bahwa operasi pertambangan skala raksasa tidak harus mengorbankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Rencana ekspansi ke Blok Elang di Sumbawa bukan lagi sekadar proyek masa depan, melainkan pembuktian akhir dari ekosistem terintegrasi yang sedang dibangun hari ini.

Melalui integrasi rantai nilai yang ketat—mulai dari eksplorasi bertanggung jawab, penggandaan kapasitas pabrik hingga 85 Mtpa, hilirisasi bernilai tinggi via smelter minim emisi, hingga adopsi kecerdasan buatan (AI) dan transisi ke energi bersih—AMMAN tidak hanya mendukung posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok energi global. Mereka tengah membuktikan kepada dunia bahwa inovasi teknologi dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan, menambang komoditas masa depan dari Batu Hijau hingga Elang Sumbawa dengan cara yang menghormati masa depan itu sendiri. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 20:15:49 +0800 amr
Prestasi Membanggakan, Siswa SMAN 1 Sumbawa Besar Raih Beasiswa Penuh di KMUTT Thailand https://amarmedia.co.id/prestasi-membanggakan-siswa-sman-1-sumbawa-besar-raih-beasiswa-penuh-di-kmutt-thailand https://amarmedia.co.id/prestasi-membanggakan-siswa-sman-1-sumbawa-besar-raih-beasiswa-penuh-di-kmutt-thailand Prestasi Membanggakan, Siswa SMAN 1 Sumbawa Besar Raih Beasiswa Penuh di KMUTT Thailand

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tanah air. Syifa Rasya Rantizi, siswa berprestasi dari SMAN 1 Sumbawa Besar (SMANIKA), berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan diterima sebagai mahasiswa di King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand.

Syifa akan menempuh pendidikan di School of Information Technology dengan mengambil program studi Computer Science. Keberhasilan ini semakin istimewa karena ia berhasil meraih beasiswa penuh atau fully funded melalui program KMUTT International Scholarship Program (KISP)

 Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Komite 

Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan anak didiknya tersebut.

"Selamat dan sukses kepada Syifa Rasya Rantizi. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMANIKA lainnya. Best wishes always untuk langkah selanjutnya di Thailand," ujar Muhammad Ihsan pada Senin, 6 Juli 2026.

Anggota Komite SMA Negeri 1 Sumbawa juga memberikan apresiasi dan rasa syukur atas prestasi siswi Smanika."Masya Allah ikut merasa bangga, anak didik SMAN 1 Sumbawa, bisa menembus batas negara memperoleh dukungan beasiswa penuh dari pemerintah Thailand, selamat buat Syifa Rasya Rantisi" ucap Khairuddin Ketua Komite Smanika.

Dukungan dan Doa dari Berbagai Pihak

Kabar keberhasilan Syifa ini disambut hangat oleh komunitas sekolah dan rekan-rekan keluarga. Rasa syukur dan doa membanjiri pesan-pesan apresiasi bagi Syifa:

Misalnya Ratna Sari Dewi  "MasyaAllah, sukses terus kedepannya." Ida Din: "MasyaAllah Tabarokallah... selamat Mba' Syifa. Luar biasa 3 bersaudara putra dan putri dari orang tua hebat, mengharumkan nama SMANIKA."

Yuni Arty juga mengucapkan "Barakallah, selamat Syifa sayang." Ahmad Syukri: "Alhamdulillah, selamat untuk Syifa. Semoga Allah mudahkan selama menempuh kuliah di sana."

Keberhasilan Syifa ini merupakan bukti nyata bahwa siswa dari daerah memiliki potensi besar untuk menembus dunia pendidikan internasional. Diharapkan, ilmu yang nantinya akan didapatkan Syifa di bidang Computer Science di Thailand dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan teknologi di masa depan.

Selamat kepada Syifa Rasya Rantizi atas raihan prestasinya! (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 19:07:25 +0800 amr
Eksplorasi Emas PT Intam dan Wajah Masa Depan Ekonomi Tana Samawa https://amarmedia.co.id/eksplorasi-emas-pt-intam-dan-wajah-masa-depan-ekonomi-tana-samawa https://amarmedia.co.id/eksplorasi-emas-pt-intam-dan-wajah-masa-depan-ekonomi-tana-samawa Eksplorasi Emas PT Intam dan Wajah Masa Depan Ekonomi Tana Samawa

Oleh: Abdul Ma'ruf Rahmat.

Kabar mengenai progres eksplorasi tambang emas di Kabupaten Sumbawa kembali mencuat ke permukaan. Emiten raksasa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu baru-baru ini membeberkan bahwa anak usahanya, PT Intam, telah mengucurkan dana sebesar Rp17,73 miliar untuk mengulik potensi emas di tiga kecamatan: Lantung, Lenangguar, dan Ropang.

Metode sains modern mulai dari geolistrik hingga pengeboran inti sedalam ribuan meter dilakukan demi membuktikan keberadaan urat kuarsa (quartz vein) pembawa emas. Sebagai bagian dari masyarakat Sumbawa, kita tentu tidak bisa menutup mata dari kenyataan ini. Kehadiran investasi skala raksasa di sektor ekstraktif di Tana Samawa selalu membawa dua sisi mata uang yang sama kuatnya: harapan akselerasi ekonomi dan kecemasan akan masa depan ruang hidup kelola rakyat.

Harapan Baru di Tengah Keterbatasan Daerah

Dari kacamata ekonomi makro, temuan awal PT Intam di wilayah selatan Sumbawa ini adalah sebuah angin segar bagi struktur fiskal daerah. Kita tahu, tantangan pembangunan di Kabupaten Sumbawa ke depan tidaklah mudah. Keterbatasan APBN dan APBD sering kali membuat program-program strategis lokal harus berjalan merangkak dengan penuh efisiensi.

Jika fase eksplorasi ini nantinya berhasil melangkah ke tahap eksploitasi, ada potensi multi-efek (multiplier effect) yang masif. Lapangan kerja baru akan terbuka untuk putra-putri daerah, sektor UMKM di sekitar lingkar tambang berpotensi hidup, dan kontribusi berupa Dana Bagi Hasil (DBH) maupun program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau dulu dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menjadi stimulus tambahan bagi pembangunan infrastruktur yang selama ini dinanti masyarakat Lantung, Lenangguar, dan Ropang khususnya dan Kabupaten Sumbawa pada umumnya.

Namun, Saya memandang bahwa kegembiraan atas angka investasi ratusan miliar atau triliunan rupiah tidak boleh membuat kita abai pada sektor fundamental Tana Samawa: Pertanian dan Kehutanan

Kecamatan Lenangguar, Lantung, dan Ropang bukan sekadar titik koordinat di atas peta konsesi tambang. Wilayah-wilayah ini adalah hulu penting, benteng hijau, sekaligus basis penghidupan petani sawah, pekebun, dan peternak rakyat (lar).

Oleh karena itu, ada beberapa catatan kritis yang harus kita kawal bersama sejak fase eksplorasi ini. Diantaranya adalah Mitigasi Dampak Lingkungan Sejak Dini.

Metode pengeboran inti hingga target 7.000 meter ke depan harus dipastikan tidak merusak struktur hidrologi lokal. Air adalah urat nadi pertanian Sumbawa. Jangan sampai demi mengejar urat emas (quartz vein), kita mengorbankan urat air yang menghidupi ribuan hektare sawah warga di hilir.

Sebagai bantalan keberlanjutan program eksplorasi, keterbukaan Informasi dan pelibatan masyarakat sangat penting. Investasi yang sehat berakar pada transparansi. Masyarakat lokal di tiga kecamatan tersebut tidak boleh hanya menjadi penonton atau objek sosialisasi stempel basah. Mereka harus paham apa yang sedang terjadi di atas tanah leluhur mereka, apa risikonya, dan apa hak-hak yang seharusnya mereka terima.

Ada sebuah harapan besar dengan keberadaan perusahaan tambang yakni Komitmen Transfer Keahlian (Skill Transfer). 

Kita tidak ingin tenaga kerja lokal hanya diserap pada sektor sekuriti, supir, atau buruh kasar. Sejak masa eksplorasi dan studi kelayakan ini, PT Intam dan vendornya (PT GIS, PT Armindo, PT Geostrom) harus mulai memikirkan bagaimana anak-anak muda Sumbawa dididik untuk menguasai teknologi geologi, pemetaan, dan manajemen lingkungan industri.

Penutup: Investasi yang Memanusiakan Tana Samawa

Kita tidak anti-investasi. Sumbawa membutuhkan percepatan, dan sektor pertambangan diakui merupakan salah satu jalan tol menuju pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, sejarah panjang pertambangan di Indonesia mengajarkan kita bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan dan kelestarian ekologi hanya akan menyisakan lubang raksasa dan konflik sosial di kemudian hari.

Kita berharap PT Intam dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mampu menunjukkan model industri pertambangan yang berbeda—sebuah industri yang patuh pada prinsip Good Mining Practice, menghormati hukum lokal, serta berjalan beriringan demi menjaga kelestarian sektor pertanian Sumbawa.

Mari kita kawal bersama progres ini. Tekanan sosial yang mungkin terjadi yang memanfaatkan keberadaan perusahaan tambang seharusnya tidak menjadi hambatan, tetap harus bisa dikomunikasikan dengan baik berdasarkan asas kebermanfaatan, keadilan dan kepatuhan atas regulasi mineral. Negara ini adalah negara yang di payungi dengan hukum. Tindakan   pemaksaan kehendak tanpa ada alas hak yang benar tentunya tidak bisa dibenarkan,  dan kita harus peka dengan kondisi sosial yang bisa saja terjadi. Kemakmuran Sumbawa tidak boleh hanya dinikmati di lantai bursa saham Jakarta, tetapi harus membumi, mengalir, dan menyejahterakan para petani serta masyarakat di sepanjang aliran sungai Lantung, Lenangguar, dan Ropang dan bumi Sabalong Samalewa. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 17:21:13 +0800 amr
Kritik Terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tinjauan Perspektif Pemerintah dan Masyarakat https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg-tinjauan-perspektif-pemerintah-dan-masyarakat https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg-tinjauan-perspektif-pemerintah-dan-masyarakat Kritik Terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tinjauan Perspektif Pemerintah dan Masyarakat

Disusun oleh : 

Anggi Dewan Saputra(NIM: 241027007), Nengsih Purnama (NIM : 241027001), Nurmeilani (NIM : 241027005)

Pendahuluan

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diposisikan sebagai salah satu poros utama dalam strategi pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan ini mengusung misi krusial: mengintervensi status gizi pelajar, ibu hamil, menyusui, serta balita demi memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi kompetitif menuju Indonesia Emas 2045. Dari sudut pandang pemerintah, MBG bukanlah sekadar bantuan sosial konvensional, melainkan sebuah investasi sosial (social investment) jangka panjang yang diharapkan bermuara pada peningkatan kapasitas kognitif dan produktivitas nasional.

Skala program ini tercermin jelas dari sokongan anggarannya. Pada APBN 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mengantongi dana fantastis sebesar Rp268 triliun untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Hingga Mei 2026, data resmi menunjukkan program ini telah menyentuh angka 62,7 juta jiwa.

Namun, di balik narasi populis dan target mulia tersebut, MBG memicu gelombang diskusi kritis di ruang publik. Kalangan akademisi, ekonom, hingga lembaga swadaya masyarakat mulai mempertanyakan keandalan tata kelola, efisiensi anggaran, hingga dampak riilnya di lapangan. Kritik-kritik yang muncul bukan bermaksud menolak urgensi perbaikan gizi, melainkan menyoroti celah implementasi yang berpotensi mengorbankan akuntabilitas demi mengejar target kuantitatif.

Ruang Pandang Pemerintah: MBG sebagai Stimulus Multisektor

Bagi pemerintah, argumentasi di balik MBG berdiri di atas dua pilar utama: pembangunan modal manusia (human capital development) dan stimulasi ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional berargumen bahwa intervensi nutrisi sejak dini merupakan langkah preventif yang jauh lebih murah dibanding menanggung beban ekonomi akibat kemerosotan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.

Selain aspek kesehatan, pemerintah memproyeksikan MBG sebagai motor penggerak ekonomi sektor riil. Dengan kebutuhan bahan baku skala raksasa, program ini diharapkan menciptakan captive market bagi para petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di tingkat lokal. Melalui skema rantai pasok ini, MBG diklaim mampu menghidupkan kembali sendi-sendi perekonomian daerah yang selama ini kurang terserap pasar modern.

Bedah Kritis: Mengurai Celah Kebijakan MBG

Meskipun pondasi argumen pemerintah tampak menjanjikan, realita di lapangan dan analisis ekonomi publik menunjukkan adanya beberapa kerentanan serius:

1. Lonjakan Beban Fiskal dan Risiko Opportunity Cost

Lompatan anggaran dari sekitar Rp51,5 triliun pada realisasi 2025 menjadi Rp268 triliun di tahun 2026 memicu alarm bagi kesehatan fiskal negara. Dalam kajian ekonomi publik, setiap alokasi makro selalu berkelindan dengan opportunity cost (biaya kesempatan). Ketika porsi APBN tersedot sedemikian besar untuk sektor konsumtif seperti MBG, ruang fiskal untuk membiayai sektor fundamental lain seperti penguatan fasilitas kesehatan primer, perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak, atau penciptaan lapangan kerja menjadi sangat terbatas. Pemerintah dituntut membuktikan secara empiris bahwa keluaran (output) dari program ini sebanding dengan risiko pengetatan anggaran di sektor lain.

2. Simplifikasi Solusi Stunting

Menjadikan pemberian makanan di sekolah sebagai senjata utama pengentasan stunting dinilai oleh banyak ahli sebagai langkah yang kurang akurat. Stunting adalah persoalan multidimensional yang berakar pada kemiskinan sistemik, buruknya sanitasi, keterbatasan akses air bersih, hingga rendahnya edukasi pola asuh di dalam keluarga. Intervensi nutrisi di sekolah berisiko menjadi langkah yang terlambat jika tidak dibarengi dengan perbaikan lingkungan hidup dan pemantauan kesehatan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tanpa integrasi dengan kebijakan kesehatan lingkungan, MBG hanya akan menjadi peredam gejala, bukan penyembuh akar masalah.

3. Kabut Transparansi dan Risiko Tata Kelola (Governance)

Di tengah perputaran uang yang mencapai ratusan triliun, prinsip good governance menjadi taruhan utama. Hingga saat ini, publik belum disajikan mekanisme yang benar-benar transparan mengenai alur pengadaan bahan pangan, kriteria pemilihan vendor atau mitra lokal, hingga sistem distribusi anggarannya. Ketertutupan informasi ini tidak hanya menurunkan tingkat kepercayaan publik (public trust), tetapi juga membuka celah lebar bagi praktik moral hazard, penyimpangan administrasi, hingga tindak pidana korupsi. Kehadiran audit independen dan platform data terbuka menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

4. Sengkarut Teknis dan Standar Keamanan di Lapangan

Dinamika di lapangan menunjukkan bahwa perencanaan di atas kertas sering kali tidak sejalan dengan realitas geografis Indonesia yang kompleks. Kasus keterlambatan distribusi, ketimpangan kualitas menu antarwilayah, hingga insiden keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah mengonfirmasi rapuhnya sistem pengawasan kualitas pangan (food safety control). Kegagalan menjaga konsistensi mutu ini mengindikasikan bahwa kapasitas birokrasi di tingkat daerah belum sepenuhnya siap mengeksekusi program dengan skala masif ini.

5. Dilema Ketepatan Sasaran

Langkah Badan Gizi Nasional yang mulai mengevaluasi dan merencanakan refocusing program pada fase berikutnya mengonfirmasi adanya masalah pada basis data awal. Pengalihan fokus ke kelompok yang lebih rentan seperti ibu hamil dan balita merupakan pengakuan tidak langsung bahwa cakupan awal yang terlalu luas justru mengorbankan efektivitas intervensi. Dalam teori kebijakan sosial, program yang terlalu ambisius dan bersifat universal sering kali berakhir tidak efisien dibandingkan dengan program yang bersifat targeted (tepat sasaran).

Sentimen Masyarakat: Antara Ekspektasi dan Realita

Respons yang berkembang di akar rumput memperlihatkan polarisasi yang wajar. Di satu sisi, bagi keluarga kelas menengah ke bawah, program ini memberikan napas lega karena langsung memotong pengeluaran harian untuk dapur dan uang jajan anak. Sebagian pelaku usaha lokal juga merasakan dampak instan dari penyerapan komoditas mereka.

Namun, di sisi lain, masyarakat tidak menutup mata terhadap karut-marut pelaksanaan. Keluhan mengenai menu yang tidak layak, porsi yang tidak seimbang, hingga kekhawatiran mengenai asal-usul anggaran (apakah berdampak pada kenaikan pajak atau pemotongan subsidi lain) kerap menjadi buah bibir. Masyarakat mendukung substansi pemenuhan gizi, namun mereka menuntut profesionalisme, bukan sekadar proyek bagi-bagi makanan yang bersifat seremonial.

Analisis Kebijakan: Urgensi Evidence-Based Policy

Keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur melalui indikator serapan anggaran atau klaim kuantitatif mengenai berapa juta anak yang sudah makan. Pemerintah harus berani bergeser ke arah evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti).

Perlu ada indikator capaian yang jelas dan terukur secara berkala, misalnya: apakah ada kenaikan berat dan tinggi badan yang signifikan pada balita? Apakah ada korelasi langsung terhadap penurunan angka absensi siswa dan peningkatan prestasi akademik? Jika data empiris ini tidak mampu disajikan secara berkala oleh lembaga pengawas independen, maka kebijakan ini berisiko terjebak menjadi komoditas politik jangka pendek tanpa dampak struktural yang permanen.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki modalitas politik dan anggaran yang kuat untuk membawa perubahan. Sayangnya, eksekusi program ini masih dibayangi oleh sejumlah persoalan akut, mulai dari beban fiskal yang mengkhawatirkan, logika pengentasan stunting yang simplistis, problem akuntabilitas, hingga mata rantai logistik yang rapuh. Agar tidak berakhir sebagai proyek mercusuar yang membebani APBN, pemerintah harus segera merombak desain kebijakan ini: memperketat akuntabilitas, mematangkan sistem logistik daerah, dan melakukan refocusing target secara radikal demi menjamin keberlanjutan dampak bagi generasi masa depan Indonesia.

]]>
Mon, 06 Jul 2026 15:47:41 +0800 amr
Digelar di Masjid Agung Nurul Huda, Tabligh Akbar Milad ke&10 PMI Dea Malela Hadirkan Ustadz Adi Hidayat https://amarmedia.co.id/digelar-di-masjid-agung-nurul-huda-tabligh-akbar-milad-ke-10-pmi-dea-malela-hadirkan-ustadz-adi-hidayat https://amarmedia.co.id/digelar-di-masjid-agung-nurul-huda-tabligh-akbar-milad-ke-10-pmi-dea-malela-hadirkan-ustadz-adi-hidayat Digelar di Masjid Agung Nurul Huda, Tabligh Akbar Milad ke-10 PMI Dea Malela Hadirkan Ustadz Adi Hidayat

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id -  Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) berdiri di Pemangong, sebuah dusun di kawasan Olat Utuk, 40 kilometer belahan selatan Sumbawa Besar, ibu kota Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pendirinya, Din Syamsuddin, tokoh nasional yang mendunia.

Dalam rangka memperingati milad ke 10, akan menggelar Tabligh Akbar menghadirkan dai nasional Ustadz Adi Hidayat, sebagai penceramah utama. 

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda puncak perayaan satu dekade perjalanan PMI Dea Malela dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berwawasan global.

Tabligh Akbar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 20.00–22.00 WITA, bertempat di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar. 

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat mencintai ilmu dan Al-Qur'an.

Peringatan kali ini mengusung tema "Satu Dekade Membangun Generasi Qur'an, Berkarakter, dan Mendunia", PMI Dea Malela ingin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang memiliki akhlak mulia, berprestasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menghadirkan Ustadz Adi Hidayat, kegiatan ini juga akan diisi sambutan pembuka oleh M. Din Syamsuddin, selaku Pengasuh PMI Dea Malela dan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot.

Akan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, wali santri, dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kehadiran Ustadz Adi Hidayat merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan majelis ilmu yang berkualitas bagi masyarakat. 

Diharapkan, tausiyah yang disampaikan dapat memberikan inspirasi, memperkuat keimanan, serta memotivasi umat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengamalan ajaran Islam.

Milad ke-10 PMI Dea Malela bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan pesantren selama satu dekade dalam membangun peradaban melalui pendidikan. 

Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan peringatan ini sebagai wujud rasa syukur atas perkembangan dan kontribusi pesantren bagi masyarakat.

Panitia mengundang seluruh masyarakat Sumbawa dan sekitarnya untuk menghadiri Tabligh Akbar ini serta bersama-sama mengambil keberkahan dari majelis ilmu yang akan diisi oleh salah satu dai terkemuka Indonesia, Ustadz Adi Hidayat. (AM/Didin)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 13:30:26 +0800 amr
Disdukcapil Sumbawa Ajak Warga, Khususnya Pemula, Segera Lakukan Perekaman KTP&el dan Aktivasi IKD https://amarmedia.co.id/disdukcapil-sumbawa-ajak-warga-khususnya-pemula-segera-lakukan-perekaman-ktp-el-dan-aktivasi-ikd https://amarmedia.co.id/disdukcapil-sumbawa-ajak-warga-khususnya-pemula-segera-lakukan-perekaman-ktp-el-dan-aktivasi-ikd Disdukcapil Sumbawa Ajak Warga, Khususnya Pemula, Segera Lakukan Perekaman KTP-el dan Aktivasi IKD

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Senin 6 Juli 2026– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan bagi seluruh masyarakat. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-el) untuk segera melakukan perekaman.

H. Varian Bintoro menekankan pentingnya kepemilikan KTP-el bagi warga yang telah memenuhi syarat usia wajib KTP. Ia juga memberikan perhatian khusus bagi para pemula yang berusia 16 tahun untuk segera mendaftarkan diri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk segera datang ke kantor Disdukcapil Sumbawa atau mengunjungi titik-titik pelayanan kami yang tersebar. Bagi adik-adik usia pemula, yakni 16 tahun, saat ini sudah bisa melakukan perekaman. Meskipun penerbitan fisik KTP-el dilakukan setelah usia 17 tahun, perekaman sejak dini sangat disarankan," ujar H. Varian.

Ia menambahkan bahwa waktu libur bisa dimanfaatkan oleh pelajar atau masyarakat umum untuk mengurus administrasi kependudukan. Adapun syarat yang diperlukan cukup mudah, yaitu hanya membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Selain perekaman KTP-el, Disdukcapil Sumbawa juga tengah gencar menyosialisasikan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). H. Varian menjelaskan bahwa IKD merupakan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai dokumen kependudukan melalui ponsel pintar.

"Dengan IKD, dokumen seperti KTP-el, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, hingga dokumen kependudukan lainnya bisa diakses hanya dalam satu genggaman. Kami mengajak masyarakat untuk segera melakukan aktivasi," jelasnya.

 Langkah-Langkah Aktivasi IKD:

Bagi masyarakat yang ingin mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital, H. Varian memaparkan langkah-langkah praktis sebagai berikut:

Pertama : Unduh Aplikasi: Instal aplikasi "Identitas Kependudukan Digital" melalui Google Play Store atau App Store.

Kedua : Input Data: Isi data diri seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email aktif, dan nomor ponsel aktif.

Ketiga : Verifikasi Wajah: Lakukan foto selfie untuk verifikasi kebenaran data pemilik. Pastikan seluruh lingkaran frame terisi oleh wajah.

Keempat : Verifikasi via Email:Cek email masuk dari sistem pusat IKD, lalu klik tombol aktivasi.

Kelima : Masukkan Kode: Masukkan kode aktivasi yang diterima di email serta captcha, kemudian klik "Aktifkan".

Keenam : Penyelesaian: Buka kembali aplikasi, masukkan PIN sesuai kode aktivasi yang diterima di email. Disarankan untuk segera mengganti PIN tersebut demi keamanan.

"Segera lakukan aktivasi IKD di HP masing-masing dan rasakan manfaat kemudahan layanan kependudukan dalam satu genggaman. Jangan tunggu nanti, mari manfaatkan layanan kami hari ini," pungkas H. Varian.

Dengan langkah proaktif ini, Disdukcapil Sumbawa berharap tertib administrasi kependudukan dapat terwujud dengan lebih cepat, efisien, dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 11:16:25 +0800 amr
SPMB 2026: Transparansi dan Akuntabilitas Bukan Sekadar Slogan https://amarmedia.co.id/spmb-2026-transparansi-dan-akuntabilitas-bukan-sekadar-slogan https://amarmedia.co.id/spmb-2026-transparansi-dan-akuntabilitas-bukan-sekadar-slogan SPMB 2026: Transparansi dan Akuntabilitas Bukan Sekadar Slogan

Oleh Sri Asmediati SPd 

Setiap tahun, penerimaan murid baru selalu menjadi perhatian masyarakat. Harapan orang tua sangat besar agar anak-anak mereka memperoleh kesempatan belajar di sekolah terbaik. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan perbaikan sistem melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kata transparansi dan akuntabilitas kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan. Namun, pertanyaan yang perlu dijawab bukanlah seberapa sering kedua istilah itu diucapkan, melainkan apakah keduanya benar-benar diterapkan dalam setiap proses seleksi.

Bagi sebagian keluarga yang berkecukupan, memilih sekolah mungkin hanya soal menentukan mana yang paling dekat atau paling bergengsi. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sekolah sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk memperbaiki masa depan. Mereka tidak memiliki banyak pilihan. Karena itu, SPMB harus menjadi ruang yang adil bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Salah satu jalur yang paling mencerminkan keadilan adalah jalur prestasi. Jalur ini memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Anak dari keluarga sederhana memiliki peluang yang sama dengan anak dari keluarga mampu selama mereka memiliki prestasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Inilah makna kompetisi yang sesungguhnya. Seluruh peserta berada pada garis awal yang sama dan dinilai berdasarkan usaha serta kemampuan, bukan berdasarkan siapa orang tuanya atau seberapa besar pengaruh yang dimiliki keluarganya.

Sayangnya, masih ada anggapan bahwa berbagai bentuk kecurangan selalu dapat menemukan celah. Ada pihak yang mencoba memanipulasi dokumen, memberikan data yang tidak sesuai, bahkan memanfaatkan hubungan tertentu agar dapat diterima di sekolah yang diinginkan. Perilaku seperti ini bukan sekadar melanggar aturan, tetapi juga merampas hak anak lain yang telah berjuang dengan jujur. Ketika satu kursi diperoleh melalui cara yang tidak benar, ada anak yang kehilangan kesempatan meskipun ia lebih layak menerimanya.

Karena itu, transparansi menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Seluruh proses harus terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Persyaratan harus jelas, penilaian harus dapat dijelaskan, dan hasil seleksi harus dapat dipertanggungjawabkan. Dengan keterbukaan, masyarakat dapat ikut mengawasi sehingga kepercayaan terhadap sistem semakin kuat. Transparansi bukan sekadar menampilkan data di layar komputer, melainkan memastikan bahwa setiap keputusan memiliki dasar yang jelas dan dapat dijelaskan kepada publik.

Selain transparansi, akuntabilitas juga memegang peranan penting. Setiap pihak yang terlibat harus berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Jika ditemukan kesalahan atau pelanggaran, harus ada tindakan yang tegas. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlakuan berbeda hanya karena seseorang memiliki jabatan atau kedudukan tertentu. Aturan hanya akan dihormati apabila diterapkan secara konsisten kepada siapa pun.

Lalu, mengapa kejujuran dan transparansi harus dijunjung tinggi?

Jawabannya sederhana, yaitu zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi praktik yang merusak keadilan. Sekali kecurangan dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan mulai hilang. Orang akan berpikir bahwa kerja keras tidak lagi penting karena hasil akhirnya dapat diubah dengan cara-cara yang tidak benar. Padahal, pendidikan seharusnya menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai kejujuran kepada generasi muda.

Prinsip zero tolerance bukan berarti pemerintah tidak memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan administrasi yang wajar. Yang dimaksud adalah tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang disengaja untuk memanipulasi proses seleksi. Memalsukan data, mengubah dokumen, atau menyalahgunakan kewenangan harus dipandang sebagai pelanggaran serius. Siapa pun pelakunya harus menerima konsekuensi sesuai aturan.

SPMB 2026 juga harus menjadi momentum untuk membangun budaya integritas. Integritas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi juga seluruh pihak. Orang tua harus memberi teladan kepada anak-anak bahwa keberhasilan yang diperoleh dengan cara jujur jauh lebih berharga daripada kemenangan hasil kecurangan. Guru harus mengajarkan bahwa prestasi lahir dari kerja keras, bukan dari jalan pintas. Masyarakat pun harus berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran selama proses seleksi berlangsung.

Anak-anak dari keluarga kurang mampu sesungguhnya tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya menginginkan kesempatan yang sama. Mereka ingin hasil belajar, kerja keras, dan prestasi yang mereka raih dihargai secara adil. Ketika sistem benar-benar bersih, mereka memiliki harapan untuk bersaing tanpa harus merasa kalah sebelum pertandingan dimulai. Di sinilah negara menunjukkan keberpihakannya kepada keadilan sosial.

Pada akhirnya, keberhasilan SPMB tidak hanya diukur dari lancarnya proses pendaftaran atau cepatnya pengumuman hasil seleksi. Keberhasilannya diukur dari seberapa besar masyarakat percaya bahwa setiap kursi sekolah diberikan kepada mereka yang memang berhak menerimanya sesuai aturan yang berlaku. Kepercayaan itu hanya dapat dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan komitmen tanpa kompromi terhadap kejujuran.

SPMB 2026 harus menjadi bukti bahwa pendidikan di Indonesia semakin adil. Transparansi dan akuntabilitas tidak boleh berhenti sebagai slogan yang terdengar indah di berbagai spanduk dan pidato. Keduanya harus hadir dalam setiap tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran hingga penetapan hasil akhir. Ketika kejujuran dijaga dan kecurangan ditolak tanpa pengecualian, maka setiap anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, benar-benar memiliki kesempatan untuk meraih masa depan melalui kompetisi yang adil. Itulah wajah pendidikan yang layak diperjuangkan bersama. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 09:44:05 +0800 amr
NTB Matangkan Kafilah Hadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang https://amarmedia.co.id/ntb-matangkan-kafilah-hadapi-mtq-nasional-xxxi-di-semarang https://amarmedia.co.id/ntb-matangkan-kafilah-hadapi-mtq-nasional-xxxi-di-semarang NTB Matangkan Kafilah Hadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang 

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB, terus memantapkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 dengan menggelar Training Center (TC) bagi kafilah terbaik NTB. Pemusatan latihan yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari upaya melahirkan kafilah yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki karakter Qur'ani.

Training Center secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair. Sebanyak 58 peserta terpilih mengikuti pembinaan intensif yang didampingi 16 pelatih lokal pada 8 cabang musabaqah dan 21 golongan. Pemusatan latihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan secara luring dan daring hingga pelaksanaan MTQN XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembinaan kafilah MTQ merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

"Visi NTB Makmur Mendunia tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. NTB akan benar-benar makmur apabila masyarakatnya kaya ilmu, dan akan mendunia apabila generasi mudanya memiliki karakter Qur'ani. Kita ingin melahirkan generasi yang mampu membaca dunia tanpa kehilangan petunjuk wahyu," ujar Abul Chair.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sistem pembinaan yang lebih terukur, disiplin, dan profesional. Tahun ini, evaluasi peserta dilakukan secara sistematis melalui platform digital sehingga perkembangan kemampuan peserta maupun efektivitas pembinaan dapat dipantau secara objektif.

"Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen untuk terus memperbaiki kualitas pembinaan sehingga mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik," jelasnya.

Selain itu, selama masa pemusatan latihan diterapkan disiplin yang lebih ketat, mulai dari pengaturan waktu, pembatasan kunjungan, hingga penggunaan telepon seluler. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Sekda berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya sebagai ikhtiar mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, setiap peserta bukan hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta Al-Qur'an yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Pemerintah Provinsi bersama LPTQ akan memberikan dukungan terbaik selama proses pembinaan. Namun keberhasilan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, keikhlasan, dan doa. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi jalan bagi NTB untuk meraih prestasi terbaik sekaligus melahirkan generasi Qur'ani yang membanggakan daerah," tuturnya.

Melalui pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB optimistis kafilah NTB mampu tampil maksimal pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pembinaan ini merupakan ikhtiar melahirkan generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, pungkasnya.(AM/Kominfotik)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 08:48:11 +0800 amr
KONI Sumbawa Mantapkan Persiapan Jelang Porprov 2026 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-mantapkan-persiapan-jelang-porprov-2026 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-mantapkan-persiapan-jelang-porprov-2026 KONI Sumbawa Mantapkan Persiapan Jelang Porprov 2026

SUMBAWA,Amarmedia.co.id 2026 – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa semakin serius mematangkan persiapan atletnya untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula KONI Sumbawa, Minggu (5/7/2026), jajaran pengurus menegaskan komitmen untuk melampaui raihan prestasi pada gelaran sebelumnya.

Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi dalam arahannya menyampaikan optimisme tinggi. Meski mengakui adanya kendala teknis dan dinamika jadwal pertandingan yang berubah-ubah, pihaknya menargetkan kontingen Sumbawa mampu memperbaiki peringkat dari posisi keempat pada Porprov 2023 menjadi peringkat kedua di tahun ini.

“Target kita adalah 64 medali emas. Kami terus berjuang keras agar persiapan atlet, pelatih, hingga ofisial maksimal. Harapan kita, anak-anak kita ini bisa tampil prima dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Peningkatan Signifikan Kontingen

Pada Porprov 2026 ini, Kabupaten Sumbawa mengirimkan kontingen besar yang terdiri dari 625 orang (atlet, pelatih, dan ofisial) yang akan berlaga di 38 cabang olahraga (Cabor). Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan Porprov 2023 yang hanya mengikuti 29 Cabor.

Terkait teknis keberangkatan, KONI Sumbawa telah menyusun jadwal keberangkatan kontingen secara bertahap mulai tanggal 11 hingga 20 Juli 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan mengingat penyelenggaraan Porprov tahun ini tidak terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, dengan Kota Mataram sebagai lokasi utama.

Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa 

Kepala Dinas Pemuda Olah dan Pariwisata Tata Kostra S.Sos yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan bahwa Porprov merupakan ajang tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga daerah. Pemkab Sumbawa rencananya akan melepas secara resmi seluruh kontingen pada hari Rabu mendatang di Kantor Bupati Sumbawa. Selain melepas kontingen, Bupati dijadwalkan akan memberikan bantuan uang saku secara simbolis untuk memacu semangat para atlet.

Dalam rapat tersebut, Tim Binpres (Pembinaan Prestasi) KONI Sumbawa Syamsul Patria juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pengurus KONI, manajer, dan pelatih setiap Cabor. Hal ini krusial agar data pertandingan, termasuk jadwal dan hasil dari kabupaten/kota lain, dapat terpantau dengan baik sebagai bahan evaluasi di lapangan.

“Kami sudah menyiapkan tim medis yang siaga 24 jam dengan dua unit ambulans untuk mendukung kesehatan atlet selama bertanding. Meskipun ada kendala teknis yang dihadapi beberapa atlet, kami optimistis dengan semangat juang dan persiapan matang yang telah dilakukan,” pungkas tim Binpres.

Seluruh pihak berharap, melalui kolaborasi yang solid dan persiapan yang telah mencapai 97 persen, kontingen Sumbawa dapat meraih hasil maksimal dan membawa pulang kejayaan bagi daerah di ajang olahraga bergengsi ini. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 21:33:03 +0800 amr
GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa https://amarmedia.co.id/gelitra-ntb-diluncurkan-gubernur-miq-iqbal-ajak-bangun-budaya-literasi-dari-desa https://amarmedia.co.id/gelitra-ntb-diluncurkan-gubernur-miq-iqbal-ajak-bangun-budaya-literasi-dari-desa GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa

Mataram.Amarmedia.co.id  - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) NTB dalam rangkaian Kemah Literasi NTB Tahun 2026 yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Mataram, Minggu (5/7/2026). Peluncuran gerakan yang digagas Bunda Literasi Provinsi NTB bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTB membangun budaya membaca, menulis, dan karakter masyarakat mulai dari desa sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kegiatan Kemah Literasi GELITRA NTB Tahun 2026 dirangkaikan dengan Deklarasi Relawan GELITRA NTB, peluncuran Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU), penyerahan simbolis donasi buku, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra strategis, serta gelar permainan tradisional sebagai media edukasi dan penguatan karakter. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama para pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis budaya lokal.

Dalam arahannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui budaya literasi.

"Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, maka membangun budaya literasi harus dimulai dari desa. Desa adalah fondasi untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan membangun cara berpikir yang kritis di tengah masyarakat," ujar Miq Iqbal.

Menurut Gubernur, gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai program pemerintah, tetapi harus berkembang menjadi gerakan sosial yang tumbuh dari masyarakat. Kehadiran ratusan relawan literasi dalam Kemah Literasi menunjukkan bahwa NTB memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun budaya membaca secara berkelanjutan.

"Relawan literasi adalah lilin-lilin kecil yang terus menyala di berbagai pelosok NTB. Mereka menjadi kekuatan yang menjaga semangat literasi tetap hidup dan menginspirasi lahirnya generasi yang lebih cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman," katanya.

Miq Iqbal juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), tidak boleh menggeser budaya membaca buku.

"Teknologi dapat memberikan jawaban dengan cepat, tetapi membaca buku secara utuh akan membentuk cara berpikir yang lebih mendalam, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Karena itu, budaya membaca harus terus kita hidupkan, dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat," tegasnya.

Selain penguatan literasi, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

"Kami ingin pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB semakin modern, efisien, transparan, dan berbasis digital sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan akuntabel," tambah Gubernur.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan bahwa GELITRA merupakan gerakan kolaboratif yang memadukan literasi, pelestarian permainan tradisional, pendidikan karakter, serta partisipasi masyarakat dalam memperluas akses bahan bacaan melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU). Menurutnya, gerakan ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemerintah, komunitas, guru, dunia usaha, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Literasi bukan sekadar meningkatkan minat baca. Literasi adalah cara membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan karakter keluarga. Karena itu, gerakan ini harus menjadi milik bersama," ujar Sinta M. Iqbal.

Sebagai penguat program, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Ashari, menyampaikan bahwa berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi NTB telah memperkuat budaya literasi, mulai dari penguatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), pembentukan Bunda Literasi Desa, Gerakan Hibah Sejuta Buku, hingga kebijakan peningkatan budaya membaca di sekolah. Upaya tersebut turut mendorong NTB meraih peringkat kedua nasional dalam capaian literasi. Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan inovasi Wisata Arsip sebagai media edukasi sejarah sekaligus mendukung percepatan transformasi arsip digital di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui GELITRA NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai dari penguatan budaya literasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bunda Literasi, komunitas, dunia usaha, satuan pendidikan, dan masyarakat hingga ke tingkat desa, GELITRA diharapkan menjadi gerakan yang terus menumbuhkan budaya membaca, memperkuat karakter generasi muda, melestarikan nilai-nilai budaya lokal, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern menuju NTB Makmur Mendunia.(AM/EdoKominfotik)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 21:25:39 +0800 amr
DPRD Sumbawa Gelar Hearing Soal Sengkarut Pupuk Subsidi di Lape, Ridwan SP.M.Si : Ini Masalah Komunikasi, Selesaikan Baik&Baik Jangan Dipersulit https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-hearing-soal-sengkarut-pupuk-subsidi-di-lape-ridwan-spmsi-ini-masalah-komunikasi-selesaikan-baik-baik-jangan-dipersulit https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-hearing-soal-sengkarut-pupuk-subsidi-di-lape-ridwan-spmsi-ini-masalah-komunikasi-selesaikan-baik-baik-jangan-dipersulit DPRD Sumbawa Gelar Hearing Soal Sengkarut Pupuk Subsidi di Lape, Ridwan SP.M.Si : Ini Masalah Komunikasi, Selesaikan Baik-Baik Jangan Dipersulit

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id -  5 JULI 2026 – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat dengar pendapat (hearing) guna menyelesaikan polemik pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Lape Jumat 3 Juli 2026. Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut atas surat pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur dan BMC terkait kendala pengalihan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dihadapi oleh PT Multi Agri Nusa Tenggara selaku salah satu distributor resmi atau Pelaku Usaha Distribusi (PUD)

Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Komisi II DPRD Sumbawa, I Nyoman Wisma SIP, H Zohran SH, H Andi Mappelepui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmayati beserta jajarannya, Katimker Kabupaten Sumbawa, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lape, Syahdan serta jajaran direksi dan komisaris PT Multi Agri Nusa Tenggara.

Menanggapi ketegangan dan adu argumen yang sempat terjadi dalam rapat antara pihak distributor dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Ridwan SP, M.Si., menilai bahwa akar permasalahan ini sebenarnya tidak terlalu berat dan murni disebabkan oleh sumbatan komunikasi.

"Sebenarnya persoalan ini saya rasakan tidak terlalu berat, cukup dinamis untuk diselesaikan. Kuncinya ada pada komunikasi," ujar Ridwan mengawali pandangannya dalam rapat tersebut.

Legislator asal dapil 1 dari fraksi PKB ini menyadari adanya perbedaan dinamika penyampaian pendapat antara pelaku usaha, politisi, dan pihak birokrasi pemerintahan. Menurutnya, dalam bahasa lokal Sumbawa, ketegasan argumen dalam rapat-rapat evaluasi seperti ini merupakan bentuk gelar semangat atau pemacu untuk memulai perbaikan pelayanan.

Ridwan menyayangkan adanya laporan mengenai sulitnya koordinasi, termasuk adanya panggilan telepon dari pihak distributor atau penyalur yang kerap tidak direspons oleh petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa urusan pemenuhan hajat hidup petani harus menjadi prioritas utama yang dilayani tanpa batas waktu.

"Kalau ini untuk kepentingan orang banyak, kepentingan untuk petani, ibaratnya 24 jam itu hapenya harus tetap selalu 'hidup', selalu on untuk merespons," tegas Ridwan SP.

Lebih lanjut, politisi senior ini mengingatkan fungsi penting dari sinergi struktural di sektor pertanian, mulai dari dinas terkait, distributor, penyalur, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bersentuhan langsung dengan kelompok tani. Ridwan meminta agar penyusunan data kebutuhan kelompok tani benar-benar dilakukan secara faktual berdasarkan luas lahan di lapangan, bukan sekadar kalkulasi di atas meja kerja.

Ia juga berharap jajaran BPP dan ASN di tingkat bawah dapat menjalankan peran regulasinya secara bijak dan solutif. Ridwan mendorong agar seluruh aparatur pemerintah memegang teguh komitmen untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha demi kelancaran program ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah kita ini dilantik sebagai pejabat untuk memberikan kemudahan, jadi yang mudah itu jangan dipersulit. Segera selesaikan persoalan-persoalan kecil ini dengan baik di tingkat bawah bersama dinas terkait agar hak-hak petani kita tidak dikorbankan," pungkas Ridwan SP.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan draf rekomendasi resmi dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa yang menekankan pentingnya pembenahan administrasi, sinkronisasi data RDKK, serta peningkatan koordinasi intensif antara pihak distributor (PUD) BPP Lape, dan Dinas Pertanian Sumbawa guna menjamin asas 7 Tepat (Tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan sasaran) dalam penyaluran pupuk subsidi. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:38:23 +0800 amr
Bahu&Membahu, Petugas Damkartan dan Warga Tarano Jinakkan Kebakaran Dua Rumah di Labuhan Bontong https://amarmedia.co.id/bahu-membahu-petugas-damkartan-dan-warga-tarano-jinakkan-kebakaran-dua-rumah-di-labuhan-bontong https://amarmedia.co.id/bahu-membahu-petugas-damkartan-dan-warga-tarano-jinakkan-kebakaran-dua-rumah-di-labuhan-bontong Bahu-Membahu, Petugas Damkartan dan Warga Tarano Jinakkan Kebakaran Dua Rumah di Labuhan Bontong

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id - 4 JULI 2026 — Semangat gotong royong dan kesigapan petugas kembali menjadi kunci utama dalam mengatasi musibah kebakaran di Kabupaten Sumbawa. Kerja keras kolaboratif antara petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), aparat TNI/Polri, serta ratusan warga setempat berhasil melokalisir amukan si jago merah yang menghanguskan dua unit rumah (satu rumah permanen dan satu rumah panggung) milik Abu Bakar di Dusun Bonto, RT 014 RW 07, Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, pada Sabtu (4/7/2026) sore.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Sahabuddin, M.Si kepada awak media sinergi tanggap darurat ini dimulai sejak diterimanya laporan telepon dari masyarakat pada pukul 17.02 WITA.

Menanggapi laporan darurat tersebut, pasukan Disdamkartan Kab. Sumbawa Regu 1 Zona Empang langsung memacu armada fire truck mereka menuju lokasi. Hanya dalam waktu enam menit, tepat pukul 17.08 WITA, petugas telah tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dan langsung mengambil tindakan pemadaman yang agresif.

Api diketahui bermula dari area dapur rumah panggung saat ada aktivitas memasak menggunakan kompor tabung gas 3 kg. Akibat material rumah panggung yang mudah terbakar, api sempat membesar dengan sangat cepat dan merembet ke satu unit rumah permanen di dekatnya.

Di tengah situasi genting tersebut, aksi heroik ditunjukkan oleh elemen masyarakat yang terlibat aktif di lapangan

 Sinergi Lintas Sektor, dipimpin oleh Danru Satgas 1 Pos Empang, seluruh Anggota Regu 1 bahu-membahu bersama personel Polsek Empang dan Babinsa Kecamatan Empang.

Solidaritas Warga Sekitar sangat nampak. Tanpa rasa takut, warga Dusun Bonto langsung berhamburan keluar membawa peralatan seadanya untuk membantu petugas menarik selang air dan mengisolasi titik api agar tidak terus menjalar ke pemukiman padat lainnya.

"Berkat kesigapan anggota Damkar Pos Empang dan tingginya partisipasi aktif serta kepedulian masyarakat setempat, pergerakan api berhasil dipotong sehingga tidak menyebar lebih luas ke rumah warga yang lain," tegas H. Sahabuddin dalam keterangannya.

 

Setelah melalui perjuangan keras melawan kobaran api selama kurang lebih 42 menit, tepat pada pukul 17.50 WITA, api dipastikan berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kondisi yang aman, lancar, dan terkendali. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan sebelum akhirnya bertolak kembali ke Pos Zona Empang pada pukul 18.05 WITA.

Meskipun dua unit bangunan terdampak cukup parah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini. Sementara itu, total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Mengenai kepastian penyebab awal ledakan atau kegagalan teknis pada kompor gas, saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:21:19 +0800 amr
Rumah Semi Permanen di Plampang Sumbawa Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta https://amarmedia.co.id/rumah-semi-permanen-di-plampang-sumbawa-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-capai-rp150-juta https://amarmedia.co.id/rumah-semi-permanen-di-plampang-sumbawa-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-capai-rp150-juta Rumah Semi Permanen di Plampang Sumbawa Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id - 5 JULI 2026 – Sebuah musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik warga bernama Rahma Yuli di RT 02 RW 06, Dusun Kalepe (Jompong Ode), Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar, pada Minggu (5/7/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Sahabuddin, M.Si peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 00.31 WITA.

Mendapat laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran Regu 1 Zona Plampang langsung bergerak cepat dan tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 00.36 WITA dengan mengerahkan satu unit armada fire truck.

"Api dengan cepat membakar habis bangunan rumah yang bermaterial semi permanen tersebut. Kebakaran ini diduga sempat lumayan lama tidak diketahui oleh warga sekitar karena pemilik rumah sedang tidak berada di tempat, melainkan sedang pergi ke Mataram," ujar H. Sahabuddin dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Meskipun api sempat berkobar hebat, berkat kesigapan personil Damkar Pos Plampang, anggota Polsek Plampang, Babinsa Kecamatan Plampang, serta dibantu gotong royong masyarakat sekitarnya, kobaran api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke perumahan warga lainnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama hampir dua jam. Pada pukul 02.30 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam situasi yang aman, lancar, dan terkendali. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa, personel Disdamkartan Regu 1 Pos Plampang kembali ke posko mereka pada pukul 02.45 WITA.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil yang dialami korban akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah). (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:01:31 +0800 amr
Prestasi Internasional Kembali Diraih, Tiga Santri PMI Dea Malela Jadi Delegasi di Rusia https://amarmedia.co.id/prestasi-internasional-kembali-diraih-tiga-santri-pmi-dea-malela-jadi-delegasi-di-rusia https://amarmedia.co.id/prestasi-internasional-kembali-diraih-tiga-santri-pmi-dea-malela-jadi-delegasi-di-rusia Prestasi Internasional Kembali Diraih, Tiga Santri PMI Dea Malela Jadi Delegasi di Rusia

Sumbawa.Amarmedia.co.id  – Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela kembali menorehkan tinta emas di kancah global. Untuk kesekian kalinya, santri dari lembaga pendidikan yang berbasis di Sumbawa ini berhasil meraih prestasi internasional yang membanggakan.

Tiga orang santri berbakat, yakni Muhammad Habibie Firdaus, Rhadea Gao Palimbang, dan Aisyah Dhiyaul Birra, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi School Diplomacy Clubs International Youth Camp 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, pada 17 hingga 24 Juni 2026.

Membangun Kepemimpinan Global

Program International Youth Camp ini merupakan wadah berkumpulnya sekitar 200 peserta dari 20 negara. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan diplomasi, kepemimpinan, serta penguatan pemahaman mengenai kerja sama lintas budaya di kalangan generasi muda.

Selama satu pekan, para delegasi terlibat dalam rangkaian acara intensif, di antaranya Sesi Akademik, mengikuti kuliah dan diskusi bersama para pakar, akademisi, serta praktisi diplomasi.

Pada Proyek Kolaboratif, menyelesaikan tantangan proyek internasional yang menuntut kerja sama tim lintas negara.

Dan pada Diskusi Kontemporer, membedah isu-isu diplomasi dunia saat ini melalui forum diskusi interaktif.

Memperkenalkan Budaya Sumbawa di Panggung Dunia

Salah satu puncak acara adalah Global Village, ajang pertukaran budaya di mana setiap delegasi memperkenalkan identitas negaranya. Dalam sesi ini, ketiga santri PMI Dea Malela tampil memukau dengan membawa kekayaan tradisi Nusantara ke panggung dunia.

Mereka sukses membawakan lagu tradisional Sumbawa yang berjudul "Mata Balong". Selain itu, keindahan seni bela diri Silat Indonesia pun ditampilkan, yang mendapatkan apresiasi hangat dari peserta mancanegara.

Selain agenda formal, para santri juga berkesempatan menjelajahi keindahan Kota Kazan yang dikenal sebagai pusat peradaban dan pendidikan di Rusia. Mereka bahkan turut larut dalam kemeriahan Sabantuy, festival budaya khas masyarakat Tatar yang merayakan seni dan hasil panen.

 Apresiasi Pengasuh PMI Dea Malela

Keberhasilan Muhammad Habibie, Rhadea Gao, dan Aisyah Dhiyaul menjadi bukti nyata bahwa santri Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu berkontribusi aktif di tingkat internasional.

Pengasuh PMI Dea Malela, Prof.KH.Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus memperluas wawasan global tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

"Dengan semangat diplomasi dan persahabatan antarbangsa, ketiga santri PMI Dea Malela telah menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga mampu melahirkan duta-duta muda yang siap membangun jembatan dialog dan kerja sama bagi masa depan dunia yang lebih harmonis," ujar Din Syamsuddin dengan bangga.

Prestasi ini sekali lagi menegaskan posisi PMI Dea Malela sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif dalam percaturan diplomasi global. (AM/Didin)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:49:35 +0800 amr
Jurnalisme, Prasangka, dan Keberimbangan sebagai Etika Informasi https://amarmedia.co.id/jurnalisme-prasangka-dan-keberimbangan-sebagai-etika-informasi https://amarmedia.co.id/jurnalisme-prasangka-dan-keberimbangan-sebagai-etika-informasi Jurnalisme, Prasangka, dan Keberimbangan sebagai Etika Informasi

Oleh Asmediati 

CURIGA adalah naluri yang sehat. Ia menyalakan pertanyaan, mendorong seorang wartawan tidak lekas percaya, dan membuat sebuah peristiwa tidak diterima begitu saja sebagai kenyataan final.

Akan tetapi, dalam kerja jurnalistik, curiga tidak pernah cukup berdiri sendiri.

Curiga harus dibawa ke ruang verifikasi, dipertemukan dengan data, diuji oleh fakta, lalu ditimbang dengan akal sehat dan etika. Tanpa itu, curiga hanya akan menjelma prasangka. Dan, prasangka, ketika masuk ke ruang pemberitaan, dapat berubah menjadi kekerasan terhadap kebenaran.

Itulah sebabnya kerja wartawan pada dasarnya bukan kerja menuduh, sebaliknya kerja memeriksa. Seorang wartawan boleh menduga ada kejanggalan di balik sebuah kebijakan, mencium aroma ketidakberesan dalam sebuah pernyataan, atau merasa ada bagian cerita yang sengaja disembunyikan.

Namun, kecurigaan itu tidak boleh berhenti sebagai dugaan.

Curiga harus ditempuh melalui proses yang panjang dan melelahkan: mencari dokumen, mengonfirmasi data, menelusuri jejak peristiwa, mempertemukan keterangan satu sumber dengan sumber lain, lalu menuliskannya secara jernih agar publik memperoleh gambaran yang utuh.

Jurnalisme yang sehat tidak hidup dari tuduhan, tapi dari ketekunan membuktikan.

Dalam tradisi jurnalistik, ada satu prinsip yang kerap terdengar klasik, tapi justru paling relevan di tengah zaman yang gaduh ini: “cover both sides”. Keberimbangan berita bukan sekadar tata cara teknis agar sebuah berita tampak rapi. Keberimbangan adalah pagar etik agar informasi tidak berubah menjadi alat satu pihak untuk menekan pihak lain. Ketika ada tuduhan, pihak yang dituduh harus diberi ruang menjawab secara proporsional. Ketika ada klaim keberhasilan, harus ada upaya memeriksa siapa yang belum menikmati keberhasilan itu, atau siapa yang justru menanggung dampaknya.

Ketika ada narasi yang tampak mulia, wartawan perlu menelusuri apakah di belakangnya tersembunyi kepentingan yang tak diucapkan.

Keberimbangan tentu tidak berarti semua pihak pasti sama benarnya, juga bukan berarti jurnalisme harus memberi panggung yang setara bagi kebohongan yang nyata. Keberimbangan berarti semua pihak yang relevan diberi tempat untuk menjelaskan posisinya secara adil, sebelum wartawan dan publik menyusun kesimpulan berdasarkan bobot kebenaran faktual.

Di sinilah jurnalisme berbeda dari propaganda. Propaganda sudah memilih siapa yang hendak dibela sejak awal, lalu mencari bahan untuk menguatkannya.

Jurnalisme, sebaliknya, harus memulai dengan pertanyaan, bukan kesimpulan; dengan pemeriksaan, bukan pembelaan. Yang dicari wartawan adalah kebenaran, bukan pembenaran.

Masalahnya, di era media sosial, prinsip yang sederhana ini justru sering terdesak oleh logika kecepatan. Berita berlomba-lomba hadir paling awal, bukan paling akurat. Potongan video beredar sebelum konteksnya dipahami. Pernyataan sepenggal dijadikan judul, lalu menyebar lebih cepat daripada kemampuan orang untuk memeriksa.

Akibatnya, ruang publik kita dipenuhi kesimpulan instan. Orang merasa cukup tahu hanya karena telah melihat satu unggahan, membaca satu potong kutipan, atau mendengar satu versi cerita.

Padahal, fakta hampir selalu lebih rumit daripada yang tampak di layar ponsel.

Di tengah tekanan semacam itu, wartawan justru perlu kembali ke fondasi paling dasar: 5W + 1H. Apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan berlangsung, di mana lokasinya, mengapa peristiwa itu muncul, dan bagaimana prosesnya?

Rumus ini tampak sederhana, tapi sesungguhnya ia adalah pagar pertama bagi disiplin berpikir.

Berita yang hanya berhenti pada “apa” dan “siapa” sangat mudah terperangkap dalam sensasi. Sementara “mengapa” dan “bagaimana” justru kerap membuka lapisan yang lebih dalam: motif, konteks, relasi kuasa, dan sebab-akibat yang membuat sebuah peristiwa layak dipahami secara utuh.

Tanpa dua pertanyaan terakhir itu, berita sering kali hanya menyajikan permukaan.

Oleh sebab itu, wartawan yang baik sesungguhnya datang kepada narasumber bukan sebagai orang yang kosong pengetahuan. Ia bertanya karena telah membaca lebih dulu, telah menelusuri jejak persoalan, bahkan kerap telah mengetahui sebagian jawabannya. Dalam praktik jurnalistik, bertanya bukan semata-mata untuk mencari tahu, sebaliknya untuk mengonfirmasi, menguji konsistensi, dan meminta pertanggungjawaban atas informasi yang sudah dihimpun sebelumnya.

Jawaban yang telah diketahui wartawan tetap penting dicatat dan ditulis, sebab di sanalah letak pernyataan resmi, sikap terbuka, dan tanggung jawab publik dari narasumber.

Wartawan bukan cenayang yang boleh menulis berdasarkan dugaan semata. Wartawan adalah pekerja kata yang wajib menautkan pengetahuan awal dengan pengakuan, penjelasan, dan bukti.

Tugas wartawan juga tidak selesai ketika berita tayang. Justru pada titik itulah satu kewajiban lain dimulai: mendalami kembali beritanya sendiri. Adakah celah yang terlewat? Adakah data yang belum cukup kokoh? Adakah istilah yang terlalu menyederhanakan perkara? Adakah sudut pandang yang luput dihadirkan?

Kemampuan untuk curiga terhadap tulisan sendiri merupakan bentuk kedewasaan jurnalistik yang sering terlupakan.

Banyak kesalahan bukan lahir dari niat buruk, tapi tak jarang dari rasa terlalu cepat puas pada naskah pertama. Padahal, dalam kerja jurnalistik, naskah pertama sering hanya permukaan dari pekerjaan yang lebih dalam.

Objektivitas juga perlu ditempatkan secara jernih. Kita kerap membayangkan objektivitas sebagai keadaan steril, seolah wartawan dapat sepenuhnya bebas dari pengalaman hidup, pilihan politik, selera bahasa, atau simpati pribadi.

Dalam kenyataan, wartawan tetap manusia biasa yang membawa latar belakangnya masing-masing. Karena itulah objektivitas dalam jurnalistik tidak bertumpu pada kemurnian batin sang jurnalis, melainkan pada ketatnya metode. Ia dijaga melalui verifikasi yang berlapis, konfirmasi yang jujur, pemisahan fakta dari opini, disiplin menyebut sumber, serta keteguhan ruang redaksi untuk merawat independensi di tengah pusaran kepentingan modal maupun politik. 

Dengan kata lain, objektivitas bukan karena tidak punya pandangan, melainkan bagaimana pandangan pribadi dan tekanan luar itu tidak dibiarkan mengotori berita.

Di titik ini, pelajaran jurnalistik sesungguhnya penting juga bagi dunia kepenulisan yang lebih luas. Penulis esai, kolumnis, penulis biografi, bahkan penulis buku nonfiksi sekalipun berhadapan dengan godaan yang sama: memakai fakta untuk membenarkan kesimpulan yang sudah disukai sejak awal. Ketika seseorang sudah jatuh cinta pada satu pendapat, ia cenderung hanya memungut data yang menguatkan pendapat itu, sambil menyingkirkan fakta yang mengganggu. Di sinilah pembenaran bekerja. Ia tidak mencari terang, sebaliknya mencari pelindung bagi keyakinan sendiri. Akibatnya, tulisan berubah menjadi ruang gema yang memantulkan suara penulis sendiri, bukan ruang dialog dengan kenyataan.

Kerja kepenulisan yang bertanggung jawab menuntut hal sebaliknya. Ia meminta penulis bersedia dikoreksi oleh fakta. Bila data mengarah ke kesimpulan yang tidak kita sukai, justru data itulah yang harus dimenangkan. Bila keterangan narasumber menyanggah prasangka awal kita, prasangka itulah yang semestinya dibuang.

Menulis, dengan demikian, bukan sekadar merangkai kalimat yang indah, namun juga melatih kerendahan hati intelektual: kesediaan menerima bahwa kenyataan tidak selalu patuh pada keinginan kita.

Lalu, bagaimana menempatkan curiga dan prasangka dalam kehidupan sehari-hari?

Di sini perlu dibedakan secara tegas antara curiga sebagai instrumen kerja untuk menguji informasi, dan prasangka sebagai sikap batin terhadap sesama manusia. Kita tetap membutuhkan kewaspadaan yang kritis agar tidak menjadi konsumen hoaks yang naif di linimasa. Namun, sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan prasangka baik kepada subjek atau manusia di sekitar kita agar tidak lekas menghakimi pribadi orang lain sebelum duduk perkaranya jelas. Tidak semua yang tampak janggal pasti buruk. Tidak semua yang terselubung pasti busuk. Sering kali yang kita lihat baru serpihan kecil dari kenyataan yang lebih besar. Menilai terlalu cepat sama bahayanya dengan percaya terlalu cepat.

Kebijaksanaan dalam menghadapi informasi terletak pada kemampuan menyeimbangkan dua sikap sekaligus: curiga sebagai instrumen pemeriksaan teks dan narasi, serta prasangka baik sebagai etika pergaulan antarmanusia. Curiga membuat seseorang waspada terhadap manipulasi. Prasangka baik membuat kita tidak mudah menjatuhkan vonis. Curiga menuntun kita bertanya. Prasangka baik menahan kita dari penghakiman yang terburu-buru. Bila keduanya berjalan seimbang, kita tidak akan menjadi orang yang mudah dikelabui, tapi juga tidak berubah menjadi manusia yang gemar mencurigai segala hal dengan mata gelap.

Kerja jurnalistik, dan juga kerja kepenulisan pada umumnya, adalah upaya menjaga martabat informasi. Kerja-kerja kreatif ini menuntut ketelitian dalam memeriksa, kejernihan dalam menimbang, dan keberanian untuk mengoreksi diri sendiri. Yang dicari bukan pembenaran bagi prasangka, bukan kemenangan bagi ego, dan bukan tepuk tangan bagi sensasi. Yang dicari adalah kebenaran: kebenaran yang mungkin tak selalu nyaman, tapi harus tetap diupayakan; kebenaran yang lahir dari keberimbangan, verifikasi, dan tanggung jawab; kebenaran yang membuat kata-kata tidak menjadi alat menghakimi, sebaliknya jalan untuk memahami kenyataan dengan lebih adil. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:22:53 +0800 amr
Mi6 Usul Olahraga Tradisional Rakyat Masuk PON 2028, Didu: Jangan Biarkan Warisan Nusantara Punah https://amarmedia.co.id/mi6-usul-olahraga-tradisional-rakyat-masuk-pon-2028-didu-jangan-biarkan-warisan-nusantara-punah https://amarmedia.co.id/mi6-usul-olahraga-tradisional-rakyat-masuk-pon-2028-didu-jangan-biarkan-warisan-nusantara-punah Mi6 Usul Olahraga Tradisional Rakyat Masuk PON 2028, Didu: Jangan Biarkan Warisan Nusantara Punah

MATARAM.Amarmedia.co.id – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 memberikan ruang yang lebih luas bagi berbagai cabang olahraga Tradisional Rakyat dari seluruh daerah di Indonesia. Kehadiran olahraga tradisional dalam agenda olahraga terbesar nasional tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus modernisasi.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan olahraga tradisional rakyat yang sangat beragam, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun, sebagian besar olahraga tradisi tersebut kini menghadapi tantangan serius karena semakin jarang dimainkan dan kurang mendapatkan ruang dalam berbagai ajang olahraga nasional.

"Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Di dalamnya terdapat ratusan jenis permainan dan olahraga tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakat. Sayangnya, banyak di antaranya mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena minimnya ruang aktualisasi dan promosi. Karena itu, kami mengusulkan agar PON 2028 memberi tempat bagi olahraga tradisional, minimal sebagai cabang eksebisi," ujar Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa Didu, Minggu 5 Juli 2026

Menurut Didu, selama ini PON telah berhasil menjadi panggung kompetisi bagi cabang olahraga modern dan olahraga prestasi. Namun, sebagai ajang olahraga terbesar nasional yang membawa nama seluruh provinsi di Indonesia, PON juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pelestarian budaya bangsa.

Mantan ED WALHI NTB tersebut menilai olahraga tradisional tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi dan kemenangan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial, pendidikan karakter, gotong royong, sportivitas, hingga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan dan tradisi masyarakat setempat.

"Olahraga tradisional adalah bagian dari memori kolektif bangsa. Di dalamnya ada sejarah, filosofi hidup, semangat kebersamaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Jika tidak ada upaya serius untuk merawatnya, maka kita berisiko kehilangan sebagian dari jati diri bangsa," katanya.

Didu menegaskan bahwa memasukkan olahraga tradisional ke dalam PON tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah awal yang realistis dapat dimulai melalui kategori eksebisi yang melibatkan perwakilan daerah-daerah yang memiliki olahraga tradisional khas dan telah berkembang di masyarakat.

Menurutnya, format tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengenal kembali kekayaan olahraga tradisional Indonesia tanpa mengganggu struktur utama penyelenggaraan PON sebagai ajang olahraga prestasi.

"Cabang eksebisi bisa menjadi titik awal yang sangat baik. Dari sana dapat dilakukan evaluasi, pengembangan regulasi, standarisasi pertandingan, hingga pembinaan atlet secara lebih sistematis. Jika perkembangannya baik, bukan tidak mungkin ke depan sebagian olahraga tradisional dapat menjadi cabang yang dipertandingkan secara resmi," jelasnya sembari menekankan agar *Ketua Koni NTB, Mori Hanafi* bisa memperjuangkan agar cabang olah raga tradisional rakyat bisa masuk eksebisi dan diberikan venue khusus. 

Mi6 juga memandang bahwa keberadaan olahraga tradisional dalam PON akan memberikan dampak positif bagi sektor lain, khususnya kebudayaan dan pariwisata daerah. Setiap provinsi memiliki kekhasan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.

Menurut Didu, PON masa depan tidak cukup hanya dipandang sebagai perhelatan olahraga semata. PON harus berkembang menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan kekayaan Indonesia secara utuh, baik dari sisi prestasi olahraga maupun keragaman budaya.

"Kita ingin PON menjadi etalase kebudayaan Indonesia. Ketika masyarakat dari berbagai provinsi berkumpul, mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan olahraga modern, tetapi juga dapat mengenal tradisi, permainan rakyat, dan nilai-nilai lokal yang hidup di berbagai daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, Mi6 mengusulkan agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kebudayaan, serta pemerintah daerah mulai melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap olahraga tradisional yang memiliki potensi untuk ditampilkan dalam PON 2028.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap olahraga tradisional memiliki dokumentasi yang baik, aturan permainan yang jelas, sistem penilaian yang terukur, serta mekanisme pembinaan yang berkelanjutan.

Selain itu, Mi6 juga mendorong agar olahraga Tradisional Rakyat masuk ke dalam berbagai agenda pembinaan olahraga di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Menurut Didu, pelestarian olahraga tradisi tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan event-event besar tanpa dukungan regenerasi di tingkat akar rumput.

"Anak-anak muda harus diberi kesempatan mengenal permainan dan olahraga tradisional sejak dini. Dengan begitu, olahraga tradisi tidak hanya hidup saat festival atau seremoni tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," katanya.

Didu menambahkan bahwa pelestarian olahraga tradisional sejatinya merupakan investasi kebudayaan jangka panjang. Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin cepat, bangsa Indonesia membutuhkan ruang-ruang yang mampu memperkuat karakter, identitas, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Karena itu, Mi6 berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam menyiapkan PON XXII Tahun 2028. Menurutnya, menjaga keberlangsungan olahraga tradisional bukan sekadar menjaga sebuah permainan, melainkan menjaga jejak peradaban bangsa yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad.

"Prestasi olahraga memang penting. Tetapi bangsa yang besar juga adalah bangsa yang mampu menjaga akar budayanya. PON 2028 dapat menjadi momentum yang tepat untuk mempertemukan semangat prestasi dengan semangat pelestarian budaya. Dengan begitu, kita tidak hanya melahirkan atlet-atlet hebat, tetapi juga menjaga warisan Nusantara agar tetap hidup di tengah generasi masa depan," pungkas Didu.

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:19:08 +0800 amr
Perkuat Sinergi, Pemprov NTB Ajak NGO Spanyol Kolaborasi dalam Program Desa Berdaya https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-pemprov-ntb-ajak-ngo-spanyol-kolaborasi-dalam-program-desa-berdaya https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-pemprov-ntb-ajak-ngo-spanyol-kolaborasi-dalam-program-desa-berdaya

Mataram.Amarmedia.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menerima audiensi dari yayasan kemanusiaan lokal Lombok Forgotten Children (Yayasan Andres) bersama perwakilan lembaga swadaya masyarakat (NGO) asal Spanyol, ONG Balanced World. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut digelar di ruang kerja Gubernur, Mataram, pada Jum'at (3/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Lombok Forgotten Children dan ONG Balanced World memaparkan laporan mengenai program-program kemanusiaan yang telah mereka jalankan bersama di NTB selama delapan tahun terakhir, tepatnya sejak pascabencana gempa bumi Lombok tahun 2018.

Perwakilan ONG Balanced World, Rosa, didampingi penerjemah menjelaskan bahwa fokus utama pergerakan mereka adalah penyediaan akses air minum aman melalui pembagian filter air tanpa listrik ke sekolah-sekolah, panti asuhan, dan komunitas rentan. Selain itu, mereka juga aktif memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah plastik yang dikonversi menjadi fasilitas sekolah. Selama ini, program tersebut didanai oleh dana publik dari Pemerintah Kepulauan Kenari (Canary Islands), Spanyol.

"Tiap tahun kami menjangkau sekitar 1.200 keluarga dan puluhan sekolah. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan keterbukaan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini," ujar Rosa.

Merespons hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas konsistensi bantuan yang diberikan oleh NGO asal Negeri Matador tersebut kepada masyarakat NTB, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkaitan langsung dengan penanggulangan kemiskinan.

Namun, berkaca dari pengalamannya di dunia diplomasi internasional, Lalu Iqbal memberikan evaluasi mendasar. Ia menyoroti banyaknya organisasi internasional yang masuk ke NTB sejak puluhan tahun lalu, tetapi angka kemiskinan daerah belum turun secara signifikan. Menurutnya, kendala utama selama ini adalah masalah 'orkestrasi' atau koordinasi program yang berjalan sendiri-sendiri.

"Masalahnya adalah sinkronisasi. Program dan proyek yang ada sering kali tidak terorkestrasi dengan baik. Oleh karena itu, Pemprov NTB kini mengambil peran sebagai dirigen atau penata kelembagaan agar semua bantuan tepat sasaran," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Lalu Iqbal langsung memperkenalkan program unggulan Pemprov NTB bernama "Desa Berdaya". Program ini memfokuskan alokasi anggaran daerah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di 106 desa, yang mencakup sekitar 114.000 jiwa atau 2% dari total populasi NTB.

Guna memperkuat dampak program kemanusiaan ini ke depan, Lalu Iqbal mengusulkan pembentukan kerja sama formal yang lebih kuat melalui skema Sister Province (Provinsi Kembar) antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kepulauan Kenari, Spanyol. Hubungan G-to-G (Pemerintah ke Pemerintah) ini dinilai akan mempermudah Balanced World dalam mempertanggungjawabkan program mereka di parlemen lokal mereka.

"Jika kita memiliki payung hukum kerja sama (umbrella cooperation) yang kuat, segalanya akan lebih mudah. Melalui kesempatan ini, saya juga mengirimkan undangan resmi kepada Gubernur Kepulauan Kenari untuk berkunjung ke NTB guna meninjau langsung proyek lapangan sekaligus menandatangani kerja sama ini," pungkasnya.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB untuk langsung memetakan kolaborasi program ke wilayah Lombok Barat, seperti Lembar dan Sekotong, yang menjadi target program berikutnya.(AM/san)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 21:40:13 +0800 amr
PWI Pusat Berduka: Wartawan Senior H. Diapari Sibatangkayu Wafat https://amarmedia.co.id/pwi-pusat-berduka-wartawan-senior-h-diapari-sibatangkayu-wafat https://amarmedia.co.id/pwi-pusat-berduka-wartawan-senior-h-diapari-sibatangkayu-wafat

JAKARTA.Amarmedia.co.id – Dunia pers nasional berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 10.40 WIB di RS Polri, Jakarta.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 63 tahun. Ia lahir di Padang Sidempuan, 8 Mei 1963. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Raya Condet 66 Awi No. 28, RT 015/RW 003, Jakarta Timur.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. PWI sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok wartawan senior yang dedikasi, loyalitas, dan integritasnya tinggi. Kontribusinya di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi,” ujar Munir, Sabtu 4/7/2026.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto, mengenang almarhum sebagai figur hangat dan aktif mengawal roda organisasi. “Beliau bukan hanya jurnalis senior, tapi organisatoris ulung. Beliau kerap terlibat aktif dalam tim verifikasi dan penjaringan internal, termasuk saat Kongres PWI. Sejak pagi, grup WA PWI Pusat dibanjiri ratusan ucapan duka dari pengurus dan wartawan se-Indonesia,” kata Selamet.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menegaskan rekam jejak panjang almarhum dalam menjaga marwah profesi. “Kami sangat kehilangan rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Sebelum di DK Pusat, beliau meletakkan fondasi kuat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Jaya periode 2019–2024. Perjalanan karier dan kepemimpinannya jadi teladan bagi generasi penerus,” ungkap Atal.

Semasa hidup, almarhum dikenal aktif menegakkan kode etik jurnalistik baik di tingkat daerah maupun nasional. PWI Pusat mengajak seluruh anggota dan komunitas pers Indonesia untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum.(AM).

]]>
Sat, 04 Jul 2026 20:56:10 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Tekankan Sinergi dalam Distribusi Pupuk, H. Zohran: Jangan Ada Ego Sektoral yang Hambat Petani https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekankan-sinergi-dalam-distribusi-pupuk-h-zohran-jangan-ada-ego-sektoral-yang-hambat-petani https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekankan-sinergi-dalam-distribusi-pupuk-h-zohran-jangan-ada-ego-sektoral-yang-hambat-petani Komisi II DPRD Sumbawa Tekankan Sinergi dalam Distribusi Pupuk, H. Zohran: Jangan Ada Ego Sektoral yang Hambat Petani

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id -  3 Juli 2026 – Polemik distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Lape yang sempat mengalami kendala komunikasi antara pihak distributor atau Pelaku usaha Distribusi (PUD) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mendapatkan sorotan tajam dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Jumat 3 Juli 2026, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, SH, menegaskan pentingnya membangun sinergi demi kelancaran program strategis nasional di tingkat petani.

H. Zohran menyoroti bahwa di lapangan, seringkali terjadi selisih paham yang sebenarnya dapat dihindari melalui komunikasi yang lebih intensif. Ia mengingatkan semua pihak, baik distributor maupun instansi terkait, untuk mengedepankan pelayanan publik dan tidak terjebak pada ego sektoral.

"Harapan kami selaku penyelenggara pemerintah agar BPP dan pihak terkait di sektor pertanian bersinergi, jangan ada lagi selisih paham. Kita semua memiliki tujuan yang sama untuk mensukseskan program pemerintah, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan," ujar H. Zohran orek dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, H. Zohran mengingatkan bahwa pengelolaan pupuk bersubsidi harus dijalankan dengan prinsip 6 Tepat (Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Penerima) sesuai dengan ketentuan dalam Permentan Nomor 3 Tahun 2026. Ia secara tegas memperingatkan agar tidak ada praktik niaga pupuk bersubsidi yang menyimpang dari aturan.

"Saya tegaskan, jangan lakukan praktik niaga yang menyimpang pada barang bersubsidi. Itu adalah hak petani. Persoalan seperti kasus LPG 3 kg yang lalu tidak boleh terjadi lagi di sektor pupuk. Harapan kami, pihak distributor sebagai pelaksana, harus bisa membina pengecer dengan baik dan menjalin komunikasi yang intens dengan BPP serta Dinas Pertanian," tegasnya.

Politisi NasDem ini juga memberikan apresiasi atas kebijakan penambahan kuota pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang diharapkan mampu mendongkrak produktivitas petani. Namun, ia menekankan agar penambahan kuota ini dibarengi dengan administrasi yang tertib dan pelaporan yang transparan kepada pihak Pupuk Indonesia serta pemerintah.

Terkait dengan sengketa realokasi yang terjadi di Kecamatan Lape, H. Zohran meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan profesional di tingkat kecamatan dan desa. Ia tidak ingin persoalan-persoalan teknis di tingkat kecamatan yang bisa diselesaikan dengan musyawarah justru berlarut-larut hingga ke tingkat kementerian.

"Jika bisnisnya lancar, lakukan koordinasi dengan baik. Saya minta rekomendasi ini dijalankan: setiap ada langkah realokasi, duduk bersama antara PUD atau distributor, Ketimker, BPP, dan kelompok tani. Jangan ada yang mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi, karena yang dirugikan adalah masyarakat petani kita," tutup H. Zohran.

Rapat tersebut akhirnya menyepakati beberapa poin penting, termasuk kewajiban musyawarah dalam setiap proses realokasi dan fasilitasi lanjutan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa untuk memastikan distribusi pupuk di Kecamatan Lape kembali berjalan normal dan tepat sasaran. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 19:58:23 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Hearing, Tuntaskan Polemik Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Lape https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-hearing-tuntaskan-polemik-penyaluran-pupuk-bersubsidi-di-kecamatan-lape https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-hearing-tuntaskan-polemik-penyaluran-pupuk-bersubsidi-di-kecamatan-lape Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Hearing, Tuntaskan Polemik Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Lape

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id, 3 Juli 2026 – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi atas kendala penyaluran pupuk bersubsidi yang dialami oleh PT Multi Agri Nusa Tenggara di Kecamatan Lape. Pertemuan ini diinisiasi menyusul adanya aduan terkait hambatan dalam proses realokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diduga dipersulit oleh petugas lapangan.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, didampingi Sekretaris Komisi II H. Zohran, SH., dan anggota Komisi II Ridwan, SP., M.Si., dan H Andi Mappelepui ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ketua Tim Kerja Kementerian Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Manajemen Pupuk Indonesia, Kepala BPP Kecamatan Lape dan penyuluh, Perwakilan Bagian Hukum, Camat Lape, serta Direksi PT Multi Agri Nusa Tenggara bersama LSM Gempur dan BMC.

Dalam paparannya, pihak PT Multi Agri Nusa Tenggara menyampaikan keluhan mengenai sulitnya berkoordinasi dengan BPP Kecamatan Lape terkait pemindahan alokasi RDKK. Pihak perusahaan menyatakan telah memiliki wewenang penuh sesuai dengan Permentan untuk melakukan penyesuaian alokasi guna memastikan pupuk tepat sasaran ke petani. Namun, mereka merasa dihalangi dan menilai petugas BPP kurang memahami regulasi yang berlaku.

"Kami hanya ingin distribusi lancar agar petani tidak dirugikan. Namun, di lapangan kami sering menemukan kendala komunikasi dan ketidakpahaman mengenai mekanisme RDKK," ungkap perwakilan PT Multi Agri Nusa Tenggara.

Menanggapi hal tersebut, pihak BPP Lape Syahdan menjelaskan bahwa kendala yang terjadi bukanlah kesengajaan untuk menghambat, melainkan keterlambatan koordinasi dalam proses pergeseran antar pengecer yang bersifat dinamis di lapangan. BPP menegaskan posisinya sebagai tim yang bekerja sesuai prosedur.

Sekretaris Komisi II, H. Zohran, menekankan pentingnya sinergi antara distributor atau Pelaku Usaha Distribusi (PUD) (PT Multi Agri Nusa Tenggara), Dinas Pertanian, dan BPP di lapangan. Ia mengingatkan bahwa seluruh pihak harus berpegang pada Permentan Nomor 3 Tahun 2026 tentang tata cara penyaluran pupuk bersubsidi.

"Harapan kami, tidak ada lagi selisih paham. Gunakan prinsip tujuh tepat: tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat penerima. Selesaikan persoalan kecil di tingkat bawah secara kekeluargaan agar tidak menghambat kepentingan petani," tegas H. Zohran.

Anggota Komisi II, Ridwan, juga menambahkan bahwa persoalan ini sebenarnya berpangkal pada komunikasi. Ia meminta agar aparatur pemerintah, khususnya di level kecamatan, lebih terbuka dan komunikatif dalam melayani kebutuhan para pelaku usaha penyalur pupuk yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan petani.

Menutup rapat, Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan menjadikan pertemuan ini sebagai sarana evaluasi demi perbaikan layanan ke depan.

"Mari kita sudahi polemik ini. Komisi II menekankan agar tidak ada lagi hambatan yang tidak perlu. Kami berharap ke depan pelayanan di lapangan lebih responsif. Pupuk bersubsidi adalah program strategis negara, jangan sampai petani menjadi korban akibat ego sektoral atau komunikasi yang tersumbat," ujar Wisma.

Rapat diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi yang lebih intensif antara distributor atau PUD dan petugas lapangan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, serta memastikan bahwa setiap kendala di lapangan harus segera dikomunikasikan secara transparan tanpa harus selalu dibawa ke tingkat kabupaten jika bisa diselesaikan di tingkat teknis. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 17:59:47 +0800 amr
Bupati Sumbawa Lepas Peserta Training Center MTQ XXXI Tingkat Nasional Asal Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-peserta-training-center-mtq-xxxi-tingkat-nasional-asal-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-peserta-training-center-mtq-xxxi-tingkat-nasional-asal-kabupaten-sumbawa Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani terus diwujudkan. Sabtu (4/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melepas tujuh peserta Training Center Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 asal Kabupaten Sumbawa di Pendopo Kediaman Bupati Sumbawa.

Ketujuh peserta yang berasal dari berbagai cabang lomba tersebut akan mengikuti pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya para peserta yang akan membawa nama Kabupaten Sumbawa pada ajang bergengsi tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti Training Center harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman, maupun kemampuan di cabang yang diikuti.

“Ikuti seluruh rangkaian Training Center dengan penuh disiplin, semangat, dan kesungguhan. Jaga kesehatan, bangun kekompakan, dan yang terpenting, jaga nama baik Kabupaten Sumbawa. Tampilkan kemampuan terbaik agar mampu mengukir prestasi di tingkat nasional,” pesan Bupati Jarot.

Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus membentuk karakter generasi yang religius, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, serta peserta MTQ dari berbagai cabang agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut Jaya Kusuma, S.Sos., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, yang juga bertindak sebagai pendamping Kafilah Kabupaten Sumbawa selama pelaksanaan Training Center.

Suasana pelepasan berlangsung penuh keakraban dan doa. Sebelum keberangkatan, Bupati Jarot memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjaga integritas, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional.

Keberangkatan tujuh peserta Training Center ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan kafilah yang tangguh menghadapi MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 17:33:51 +0800 amr
Pengumuman Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada NTB, Ini Daftar Wartawan dengan Karya Terbaik https://amarmedia.co.id/pengumuman-karya-jurnalistik-dan-fotografi-jadi-penutup-porwada-ntb-ini-daftar-wartawan-dengan-karya-terbaik https://amarmedia.co.id/pengumuman-karya-jurnalistik-dan-fotografi-jadi-penutup-porwada-ntb-ini-daftar-wartawan-dengan-karya-terbaik Pengumuman Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada NTB, Ini Daftar Wartawan dengan Karya Terbaik

MATARAM.Amarmedia.co.id — Jika cabang olahraga lain sudah lebih dulu melahirkan para pemenang, satu pengumuman ini justru menjadi yang paling membuat peserta menahan napas hingga akhir. Cabang lomba karya jurnalistik dan fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 akhirnya mengumumkan hasil resmi para pemenangnya, Kamis 2 Juli 2026 di Mataram.

Bukan tanpa alasan pengumuman ini paling dinanti. Berbeda dengan cabang lain yang bertumpu pada skor dan catatan waktu, di arena jurnalistik dan fotografi, yang dipertaruhkan adalah ide, kedalaman cerita, ketajaman sudut pandang, hingga kemampuan menangkap momen menjadi karya yang berbicara.

Pengumuman itu sekaligus menjadi semacam “golden ticket” bagi para peserta terbaik untuk terus mengasah kemampuan menuju panggung yang lebih tinggi. Porwanas Lampung 2027.

Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, H. Rudi Hidayat, mengatakan proses penilaian dilakukan secara serius dan melibatkan juri yang memiliki rekam jejak kuat di bidang masing-masing.

“Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” ujar H. Rudi.

Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi. Untuk kategori karya jurnalistik diikuti 17 wartawan, sementara kategori fotografi diikuti lima wartawan.

Pada cabang karya jurnalistik, dewan juri diisi nama-nama yang tidak asing di dunia media dan komunikasi NTB. Mereka adalah Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar, Akdiansyah S.H.I yang kini menjadi anggota DPRD NTB, serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16.

Sementara kategori fotografi dinilai oleh Ferry Gunawan yang dikenal sebagai fotografer profesional, H. Boy Mashudi selaku wartawan senior dan Ketua JMSI NTB, serta Ustaz Suaeb Qury yang juga Komisioner KIP NTB sekaligus penulis sejumlah buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu ini menegaskan bahwa karya jurnalistik yang menonjol bukan hanya soal kemampuan merangkai kalimat, tetapi juga keberanian menggali fakta dan menghadirkan perspektif yang kuat.

“Jurnalisme yang baik tidak berhenti pada peristiwa. Ia harus mampu menghadirkan konteks, kedalaman, dan memberi pengalaman kepada pembaca untuk memahami sesuatu secara utuh. Kompetisi seperti ini menjadi ruang latihan yang penting bagi wartawan,” kata nya 

Dalam perlombaan ini, karya jurnalistik dipertandingkan dalam lima mata lomba, yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga, dan Medsos Porwada.

Adapun kategori fotografi melombakan tema Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB.

Penilaian jurnalistik sendiri dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari kesesuaian tema dan judul, orisinalitas gagasan, kedalaman liputan, penggunaan bahasa sesuai kaidah EYD, gaya penulisan, struktur kalimat, hingga kualitas penyajian karya.

Sedangkan pada fotografi, aspek yang dinilai mencakup relevansi dengan tema, ketajaman visual, pemilihan angle, serta kekuatan komposisi.

Ferry Gunawan menyebut foto jurnalistik bukan hanya gambar yang enak dipandang, tetapi karya yang mampu menyampaikan cerita.

“Foto yang baik adalah foto yang berbicara. Sekali dilihat, publik bisa menangkap emosi, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Berikut daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik PORWADA PWI NTB 2026

TV Porwada

Juara I: Aris Munandar

Juara II: Yoni Ariadi

Feature Porwada

Juara I: Lalu Habib

Juara II: Fajar

Feature Olahraga

Juara I: Saudi

Juara II: Khaeruddin

Feature Wisata

Juara I: M. Nasrullah

Medsos Porwada

Juara I: Ratna Dewi

Daftar Pemenang Lomba Fotografi Porwada 2026

Kategori Pembukaan Porwada

Juara I: M. Awal

Juara II: Wira Surya

Juara III: Saptono Yudi

Grand Final Porwada

Juara I: Randy

Juara II: Khaeruddin

Wisata Loang Balok (Eksibisi)

Juara I: KHM Nasuhi

]]>
Thu, 02 Jul 2026 13:54:53 +0800 amr
Belajar dari Yogyakarta, Komisi III DPRD Sumbawa Siapkan Transformasi Ruang Terbuka Hijau Berbasis Budaya https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-iii-dprd-sumbawa-siapkan-transformasi-ruang-terbuka-hijau-berbasis-budaya https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-iii-dprd-sumbawa-siapkan-transformasi-ruang-terbuka-hijau-berbasis-budaya Belajar dari Yogyakarta, Komisi III DPRD Sumbawa Siapkan Transformasi Ruang Terbuka Hijau Berbasis Budaya

Jogjakarta .Amarmedia.co.id – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) strategis ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kunjungan ini dirancang sebagai studi komparatif guna mengadopsi kisah sukses Pemda Provinsi DIY dalam mengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pariwisata yang berbasis pada kekuatan budaya lokal. Yogyakarta dipilih karena dinilai sebagai kiblat di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian warisan sejarah, tanpa mengorbankan aspek ekologis serta pertumbuhan ekonomi lokal.

Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn. Turut hadir Ketua Komisi III Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov., Sri Wahyuni, S.A.P., beserta anggota komisi lainnya: Alen Taryadi, S.H., Saipul Arif, H. Zainuddin Sirat, M. Taufik, Hasanuddin, S.E., H. Rusdi, dan Hj. Jamila, S.Pd.S.D.

Delegasi legislatif ini didampingi oleh Kabag Risalah dan Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Haviedz, S.T., M.Ec.Dev., serta perwakilan eksekutif dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa, yakni Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Arief Hidayat, S.T., dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hj. Rahmawaty, S.Pi., M.Si. Kedatangan rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM Provinsi DIY, Setiyanto, S.T.

Dalam sambutannya, Gitta Liesbano menekankan pentingnya kunjungan ini bagi masa depan penataan ruang di Kabupaten Sumbawa. "Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menata kawasan strategis dan mengembangkan RTH publik. Kami tidak ingin RTH di Sumbawa nantinya hanya sekadar menjadi ruang hijau fisik yang kaku. Kami ingin RTH yang dibangun memiliki jiwa—hidup secara sosial, berfungsi secara ekologis, dan bermakna secara kultural dengan mencerminkan identitas lokal tau Samawa" tegas Gitta.

Dalam diskusi intensif,Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-ESDM DIY Setiyanto ST memaparkan strategi penataan kawasan Malioboro yang mengedepankan prinsip filosofis "sumbu imajiner". Penataan jalan yang memprioritaskan pejalan kaki, kendaraan non-mesin, dan transportasi umum, penggunaan ornamen karakter lokal, aksara Jawa, dan pohon peneduh sebagai penanda filosofis kawasan.

" Di DIY kami melakukan pengintegrasian fasilitas seperti pemusatan parkir di gedung khusus untuk mengurangi beban di jalan utama, serta penataan estetika bangunan secara bertahap" jelasnya 

Pemerintah Provinsi DIY memproyeksikan operasional kawasan yang mampu membiayai dirinya sendiri mulai tahun 2027.

Menanggapi paparan tersebut, anggota Komisi III, Alen Taryadi, menyoroti pentingnya pelibatan sektor swasta dan komunitas agar tidak membebani APBD, sementara H. Zainuddin Sirat mendalami aspek pengelolaan sampah dan kewenangan daerah terkait perusahaan skala besar. 

Setiyanto menjelaskan bahwa seluruh ketentuan pembangunan dan perizinan di Jogjakarta diperkuat dengan regulasi yang kuat, yaitu Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.

Berdasarkan hasil studi, Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa menetapkan langkah strategis yang akan diadaptasi ke dalam kebijakan daerah.

Pertama : Penataan RTH Berkelanjutan: Menyusun Perda RTH yang mengoptimalkan fungsi ekologis dan sosial, termasuk pengembangan konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang inklusif dan ramah disabilitas.

Kedua : Revitalisasi Warisan Budaya: Mengadopsi metode storytelling (narasi sejarah) untuk mengemas situs bersejarah seperti Istana Dalam Loka, Bala Kuning, dan Bala Putih agar menjadi pusat wisata edukasi yang berkarakter.

Ketiga : Penguatan Ekonomi Lokal. Menerapkan model pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan wisata untuk menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

Ketua Komisi III, Syaifullah, menyatakan komitmennya untuk mengawal hasil kunjungan ini menjadi output kebijakan yang konkret. "Kami akan menindaklanjuti poin hasil diskusi ini ke dalam fungsi legislasi dan mendorong kolaborasi lintas sektoral antara DLH, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, kami akan mengawal alokasi APBD agar program revitalisasi fisik dan penyediaan fasilitas publik mendapatkan porsi yang optimal," pungkas Syaifullah.

Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pembangunan Sumbawa yang modern, namun tetap kokoh berpijak pada akar budaya leluhur. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 09:12:42 +0800 amr
Belajar dari Yogyakarta, Komisi II DPRD Sumbawa Optimistis Tingkatkan PAD Melalui Digitalisasi dan Inovasi https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-ii-dprd-sumbawa-optimistis-tingkatkan-pad-melalui-digitalisasi-dan-inovasi https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-ii-dprd-sumbawa-optimistis-tingkatkan-pad-melalui-digitalisasi-dan-inovasi Belajar dari Yogyakarta, Komisi II DPRD Sumbawa Optimistis Tingkatkan PAD Melalui Digitalisasi dan Inovasi

YOGYAKARTA. Amarmedia.co.id – Dalam upaya mendorong kemandirian fiskal daerah, jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Yogyakarta, Selasa (30/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai sukses besar di Kota Pelajar tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., mengungkapkan bahwa terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara capaian PAD Sumbawa dengan Kota Yogyakarta yang menjadi tolok ukur dalam kunjungan ini.

"Target PAD kita di Sumbawa saat ini berada di angka Rp250 miliar, sementara Kota Yogyakarta mampu menembus angka di atas Rp800 miliar. Kami datang untuk belajar bagaimana mereka mengelola potensi pajak, terutama pajak hotel, restoran, dan PBB-P2 dengan begitu efektif," ujar H. Zohran.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, H. Zohran menyoroti beberapa poin kunci yang menjadi kunci keberhasilan Pemkot Yogyakarta, terutama terkait kemandirian teknologi informasi dan efektivitas pengawasan. Salah satu yang paling menarik perhatian DPRD Sumbawa adalah sistem pengembangan aplikasi pajak yang dilakukan secara swakelola.

"Yang luar biasa, BKAD Kota Yogyakarta tidak bergantung pada vendor mahal. Mereka membangun sistem aplikasi dan dasbor secara in-house bekerja sama dengan Dinas Kominfotik setempat. Ini adalah poin penting yang akan kami bawa pulang ke Sumbawa untuk dievaluasi, agar kita bisa mengefisiensikan anggaran pembangunan sistem digital," tegas politisi NasDem yang akrab disapa H. Orek ini.

Selain itu, H. Zohran Orek juga mengapresiasi ketegasan Pemkot Yogyakarta dalam menerapkan sanksi kepada wajib pajak yang membandel. Mulai dari penempelan stiker "Belum Membayar Pajak" sebagai sanksi sosial hingga penggunaan sistem monitoring transaksi (tapping box) secara real-time.

"Kita mendapatkan banyak inspirasi, mulai dari penggunaan Artificial Intelligence (IA-Tax) untuk mendeteksi objek pajak baru, hingga pembagian wilayah bagi petugas pajak yang disebut 'Komandan Kecamatan'. Model pengawasan seperti ini sangat relevan untuk diadaptasi di Sumbawa guna menekan angka kebocoran pajak," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, H. Zohran menyatakan bahwa Komisi II akan segera melakukan koordinasi dengan Bapenda Kabupaten Sumbawa untuk membedah potensi penerapan sistem early warning (peringatan dini). Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memantau capaian target harian secara akurat, sehingga langkah koreksi dapat diambil dengan cepat sebelum terjadi defisit anggaran.

"Kami optimistis, dengan belajar dari keberhasilan Kota Yogyakarta dan didukung oleh digitalisasi yang tepat, PAD Sumbawa bisa meningkat signifikan. Kuncinya adalah akurasi data dan keberanian kita untuk berinovasi," pungkas H. Zohran Orek (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 08:21:04 +0800 amr
Bupati Sumbawa: Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Wilayah Timur Dinyatakan “Clean & Clear” https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dokumen-readiness-criteria-program-sekolah-rakyat-wilayah-timur-dinyatakan-clean-clear https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dokumen-readiness-criteria-program-sekolah-rakyat-wilayah-timur-dinyatakan-clean-clear Bupati Sumbawa: Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Wilayah Timur Dinyatakan “Clean & Clear”

Jakarta, 1 Juli 2026 – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menghadiri undangan rapat koordinasi di Kementerian Pekerjaan Umum terkait penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Pra Penelitian Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2027. Rapat koordinasi tersebut juga digunakan untuk memutakhirkan Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Tahap II dan III Wilayah Timur.

Bupati Sumbawa menyampaikan rasa syukur karena dokumen Readiness Criteria Kabupaten Sumbawa telah dinyatakan “clean & clear” oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Artinya, seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan teknis yang dibutuhkan dalam implementasi Program Sekolah Rakyat telah terpenuhi secara lengkap dan sesuai ketentuan.

“Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat,” ujar Bupati dalam keterangan tertulisnya 1 Juli 2026.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah dan tim teknis yang telah bekerja penuh dedikasi hingga proses pemutakhiran dokumen dapat diselesaikan dengan baik. Ia berharap capaian ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, merata, dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi penerus di Kabupaten Sumbawa.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Semoga capaian ini menjadi momentum baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.

Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa dokumen Readiness Criteria yang dinyatakan “clean & clear” merupakan salah satu syarat penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk Program Sekolah Rakyat di wilayah timur Indonesia.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berada pada posisi yang lebih siap secara administratif dan teknis untuk melanjutkan tahapan implementasi Program Sekolah Rakyat sesuai jadwal dan ketentuan pemerintah pusat. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 08:06:21 +0800 amr
Ganasnya Si Jago Merah di Tarano, Rumah Permanen Milik Warga Ludes Terbakar dalam Sekejap https://amarmedia.co.id/ganasnya-si-jago-merah-di-tarano-rumah-permanen-milik-warga-ludes-terbakar-dalam-sekejap https://amarmedia.co.id/ganasnya-si-jago-merah-di-tarano-rumah-permanen-milik-warga-ludes-terbakar-dalam-sekejap Ganasnya Si Jago Merah di Tarano, Rumah Permanen Milik Warga Ludes Terbakar dalam Sekejap

SUMBAWA, Amarmedia.co.id– Kebakaran hebat melanda satu unit rumah permanen milik warga di RT 15 RW 05, Dusun Tiu Sangat (Bonto), Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa pada Rabu malam, 1 Juli 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkaran) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi bahwa kobaran api pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 21.30 WITA.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, rumah permanen milik Saudara Junari tersebut terbakar dari bagian dalam. Dalam waktu yang relatif singkat, api langsung membesar dan menghanguskan seluruh bangunan," ujar H. Sahabuddin dalam keterangan tertulisnya.

Mendapat laporan darurat, Pasukan Damkaran Regu 3 Zona Empang langsung bergerak cepat. Tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.45 WITA, petugas langsung berjibaku menjinakkan si jago merah.

Dengan mengerahkan satu unit fire truck dan dibantu secara gotong-royong oleh masyarakat sekitar, petugas berupaya keras memblokade pergerakan api. Sinergi yang kuat ini berhasil mencegah kobaran api merembet ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung intens hingga akhirnya dinyatakan aman, lancar, dan terkendali pada pukul 00.04 WITA. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa, personel Damkaran kembali ke pos zona pada pukul 00.20 WITA.

Meskipun api berhasil dipadamkan, bangunan rumah permanen tersebut dilaporkan telah terbakar habis. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, total kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp150.000.000. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Sebagai informasi, operasi pemadaman yang dipimpin oleh Danton Zona Empang, Danru 3 Zona Empang, serta seluruh anggota Regu 3 Zona Empang.

Kejadian ini kembali menjadi bukti nyata pentingnya respons cepat petugas serta kuatnya sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:49:00 +0800 amr
Perkuat Layanan Dasar, Pemkab Sumbawa Gencarkan Pembinaan Posyandu di Kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-pemkab-sumbawa-gencarkan-pembinaan-posyandu-di-kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-pemkab-sumbawa-gencarkan-pembinaan-posyandu-di-kecamatan Sumbawa Besar — Amarmedia.co.id. Rangkaian kegiatan pembinaan tim pembina posyandu untuk kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan posyandu di delapan kecamatan dimulai dengan agenda di Kecamatan Moyo Hulu dan Moyo Hilir pada 29–30 Juni 2026 lalu.

Dalam arahannya yang dibacakan pada pembukaan kegiatan, Bupati Sumbawa menegaskan tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang pelayanan terpadu. Pasal-pasal terkait mengamanatkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan posyandu secara berjenjang sesuai kewenangan. Pembinaan dan pengawasan meliputi fasilitasi dukungan kebijakan, pemberian bimbingan, pemantauan, evaluasi, pelaporan, supervisi pelaksanaan kebijakan, peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, serta pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehubungan dengan itu, Bupati meminta perhatian, fasilitasi, dan kehadiran seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan terpadu, kunjungan kerja menyapa posyandu, serta pembinaan tim pembina posyandu di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dan pengurus kader.

Kegiatan pembukaan diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, S.E., yang menyampaikan sambutan dan arahan. Hadir pula unsur Tim Pembina Posyandu Kabupaten dari sejumlah perangkat daerah, baik pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) maupun pendukung SPM, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas PRKP.

Kepala DPMD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan sebagai kunci keberhasilan pembangunan desa, termasuk penguatan posyandu dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Camat dan jajarannya diharapkan berperan sebagai evaluator rancangan APBDesa agar pemetaan kebutuhan dan penetapan skala prioritas sesuai kewenangan lokal, sehingga program tematik posyandu dapat terakomodasi dalam perencanaan desa.

Sebagai bagian dari implementasi pemenuhan SPM perumahan rakyat, panitia menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni kepada kelompok penerima manfaat di Desa Mokong dan Semamung (Kecamatan Moyo Hulu) serta Desa Kakiang (Kecamatan Moyo Hilir). Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memberikan bantuan buku bacaan untuk salah satu posyandu di wilayah tersebut guna mendorong kembali semangat literasi masyarakat.

Materi transformasi posyandu disampaikan oleh Kabid Kelembagaan Desa dan Sosial Budaya Masyarakat DPMD, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si. Ia menegaskan penguatan kelembagaan posyandu melalui pemberian nomor registrasi serta peran posyandu sebagai mitra pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik. Peran ini diwujudkan melalui pendataan, penyuluhan, komunikasi informasi, dan edukasi yang mendukung enam bidang SPM.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Dinas Kesehatan, Ni Komang Artini Aristyawati SKM, MKM, mendorong masyarakat untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sedini mungkin. Deteksi dini risiko penyakit tidak menular dianggap krusial sebagai upaya promotif dan preventif dalam pemenuhan SPM kesehatan.

Penyelenggara berharap pembinaan ini dapat memperkuat peran posyandu dalam pelayanan dasar, meningkatkan kapasitas kader, dan mendorong terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang lebih sehat, maju, dan sejahtera. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:35:33 +0800 amr
DPRD dan Pemda Sumbawa Belajar Strategi Optimalisasi PAD di Yogyakarta: Studi Tiru Pengelolaan Pendapatan Daerah https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemda-sumbawa-belajar-strategi-optimalisasi-pad-di-yogyakarta-studi-tiru-pengelolaan-pendapatan-daerah https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemda-sumbawa-belajar-strategi-optimalisasi-pad-di-yogyakarta-studi-tiru-pengelolaan-pendapatan-daerah DPRD dan Pemda Sumbawa Belajar Strategi Optimalisasi PAD di Yogyakarta: Studi Tiru Pengelolaan Pendapatan Daerah 

Yogyakarta.Amarmedia.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja studi tiru peningkatan dan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan strategi optimalisasi pajak di Kota Yogyakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan menimba praktik baik pengelolaan pajak daerah untuk meningkatkan target PAD Kabupaten Sumbawa yang saat ini berada di kisaran Rp250 miliar.

Rombongan Sumbawa dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Komisi II Muhammad Tahir, S.H., Sekretaris Komisi II H. Zohran, S.H., Hadir pula anggota Komisi II Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE, Kaharuddin , H.Andi Mappelepui, Ade Mudhita Noorsamsu SIP, Ahmad Nawawi, staf ahli, dan jajaran Sekretariat DPRD. Dari sisi eksekutif hadir Kepala Bapenda Sumbawa Hardianto, S.T., dan Sekretaris BKAD Sumbawa Hj. Silviana. 

Penerima kunjungan dipimpin Kepala BKAD Kota Yogyakarta Ibu Andari, didampingi Kepala Bidang Pembukuan, Penagihan, dan Pengembangan Pendapatan Daerah Putut Purwandono, S.E., M.Sc., M.Si., dan Kabid Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pendapatan Daerah Joko Marwiyanto, S.Kom., M.Eng.

Putut Purwandono dari BKAD Kota Yogyakarta memaparkan profil fiskal dan strategi pengelolaan pajak yang memungkinkan porsi PAD mencapai sekitar 80% total APBD. Dengan APBD 2025 sekitar Rp1,9 triliun, kontribusi pajak daerah mencapai Rp1,21 triliun dan local tax ratio berada pada 1,34%, di atas rata-rata nasional. Komposisi pajak teratas adalah pajak hotel, PBB-P2, serta pajak makan dan minum.

Dalam diskusi, delegasi Sumbawa menanyakan praktik konkret untuk mengembangkan pariwisata, mengatasi kebocoran pendapatan di restoran dan pasar tradisional, mekanisme sanksi terhadap wajib pajak tidak patuh, penanganan parkir liar, serta biaya pembangunan infrastruktur sistem informasi. 

BKAD Yogyakarta memaparkan sejumlah strategi inti diantaranya penempatan "komandan wilayah" pajak per kecamatan, didukung informan kelurahan untuk pemetaan potensi baru.  

"Screening objek pajak baru melalui investigasi lapangan dan sistem kecerdasan buatan (IA-Tax) berbasis Google Maps kami lakukan" Jelas Putut .

Kemudian Pemasangan alat monitoring transaksi (tapping box) pada mesin kasir hotel dan restoran untuk pengawasan real-time, juga ada Sistem pelaporan digital melalui aplikasi super app JSS (Jogja Smart Service) dengan pengingat otomatis bagi wajib pajak yang terlambat.  

Yang menarik juga adalah Digitalisasi pasar tradisional dengan metode pembayaran QRISNA, kerja sama Laku Pandai, dan peluncuran Duta Krisna untuk mendorong ketaatan bayar.  

Penting untuk pengambilan langkah sanksi sosial dan hukum, termasuk pemasangan spanduk pada objek yang belum membayar dan penyitaan oleh juru sita, serta pemberian insentif awal bagi wajib pajak yang setuju dipasang alat monitoring.  

Untuk Pengembangan sistem aplikasi secara swakelola in-house bersama Dinas Kominfotik, sehingga tidak perlu biaya besar untuk pembelian aplikasi vendor.  

BKAD Kota Jogjakarta juga memperkenalkan Sistem Early Warning (peringatan dini) yang diupdate setiap hari untuk memantau realisasi penerimaan, dengan indikator merah untuk wilayah yang berisiko tidak mencapai target dan indikator hijau untuk wilayah yang menunjukkan performa overperform sehingga kebijakan dapat segera dipercepat.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemkab Sumbawa dalam menyusun langkah peningkatan PAD, memperkuat database potensi pajak, mengoptimalkan sistem digital dalam pelaporan dan pengawasan, serta menerapkan pendekatan kombinasi sanksi dan insentif untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:24:24 +0800 amr
Jelang Porprov NTB 2026, KONI Sumbawa Pastikan Kesiapan Atlet Yang Akan Berlaga https://amarmedia.co.id/jelang-porprov-ntb-2026-koni-sumbawa-pastikan-kesiapan-atlet-yang-akan-berlaga https://amarmedia.co.id/jelang-porprov-ntb-2026-koni-sumbawa-pastikan-kesiapan-atlet-yang-akan-berlaga Jelang PORPROV NTB 2026, KONI Sumbawa Pastikan Kesiapan Atlet Yang Akan Berlaga

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) ke 12 tahun 2026 ini, KONI Kabupaten Sumbawa mengirimkan sebanyak 460 atlet terbaik dari 39 cabang olaraga yang ada. Selain itu, akan ikut serta sebanyak 135 pelatih dan official. Sehingga total kontingen yang akan dikirim oleh kabupaten sumbawa dalam porprov mendatang sebanyak 610 orang.

Menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan pada juli mendatang. Ratusan atlet kabupaten sumbawa hampir tuntas mengikuti Pelatihan Kabupaten (Pelatkab) yang terpusat pada cabang olahraga masing-masing dengan pengawasan dan pembinaan dari KONI Kabupaten Sumbawa secara langsung.

KONI Kabupaten Sumbawa memastikan kesiapan ratusan atlet yang menjadi peserta Porporv NTB ke 12 tahun 2026 ini.

"Ratusan atlet ini hampir tuntas menjalani pemusatan latihan pada cabang olahraga masing-masing," ujar Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq saat ditemui media ini pada Rabu, (01/07).

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan berbagai tahapan untuk persiapan mengikuti PORPROV termasuk pemusatan latihan di setiap cabang olahraga.

"Pemusatan latihan yang dilaksanakan selama tiga bulan menjadi acuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari PORPROV NTB sebelumnya," jelas Rafiq --sapaan akrab Ketua KONI Kabupaten Sumbawa.

Menurut Rafiq pemusatan latihan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan dan fisik atlet, tetapi juga untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan atlet menghadapi Porprov NTB 2026.

"Dengan persiapan yang matang, kami yakin atlet Kabupaten Sumbawa bisa mengharumkan nama daerah. Sehingga para atlet dan pelatih bisa disiplin dalam berlaga," terangnya.

Ia berharap pelaksanaan pemusatan latihan ini dapat memberikan pemahaman yang berguna bagi para atlet maupun pelatih untuk meningkatkan prestasi untuk menghadapi Porprov pada Juli mendatang. (AM)

]]>
Wed, 01 Jul 2026 22:37:49 +0800 amr
Membangun Produktivitas: Mengapa Anak Muda Sumbawa Perlu Beramai ramai Memerangi Prokrastinasi? https://amarmedia.co.id/membangun-produktivitas-mengapa-anak-muda-sumbawa-perlu-beramai-ramai-memerangi-prokrastinasi https://amarmedia.co.id/membangun-produktivitas-mengapa-anak-muda-sumbawa-perlu-beramai-ramai-memerangi-prokrastinasi Membangun Produktivitas: Mengapa Anak Muda Sumbawa Perlu Beramai ramai Memerangi Prokrastinasi?

Oleh Abdul Maruf Rahmat 

Kabupaten Sumbawa saat ini memiliki ikon keramaian kota yang kian populer, yakni car free night. Setiap malam Minggu lapangan Pahlawan Sumbawa dan sekitarnya diramaikan dengan ratusan pelaku UMKM yang menyajikan berbagai menu kuliner khas maupun nasional. Pemandangan yang berbeda di beberapa sudut kota seperti kedai kopi dan ruang kreatif di Sumbawa belakangan ini juga semakin ramai. Sebuah gelombang senyap namun masif sedang terjadi: generasi muda dan kaum profesional lokal tengah terjangkit demam self-improvement (pengembangan diri)

Mereka sedang mengadopsi sebuah manifesto hidup baru yang diadopsi dari jargon global: "Level up, get focus, stop procrastinating, upgrade your life." Sebuah kalimat sederhana yang jika diterjemahkan berarti: Naik kelas, temukan fokus, berhenti menunda-nunda, dan tingkatkan kualitas hidupmu.

Jargon ini bukan sekadar pemanis status di media sosial, melainkan sebuah respons balik (counter-culture) terhadap musuh terbesar masyarakat modern prokrastinasi atau tindakan menunda-nunda pekerjaan atau tugas secara sengaja, meskipun tahu dampak buruknya.

Kita harus jujur, hidup di era digital seperti tahun 2026 ini adalah perjuangan konstan melawan gangguan (distractions). Notifikasi yang terus bermunculan, algoritma video pendek yang menghanyutkan, hingga dorongan untuk selalu tahu urusan orang lain (FOMO), telah mengubah banyak pemuda potensial menjadi seorang penunda profesional.

Seringkali rencana besar untuk belajar keterampilan baru atau membangun usaha sampingan runtuh begitu saja, kalah telak oleh kalimat, "Ah, nanti malam saja," atau "Besok kan masih bisa."

Sadar bahwa kebiasaan menunda-nunda ini adalah "pencuri waktu" yang perlahan membunuh masa depan, gelombang kesadaran baru pun lahir di Sumbawa. Anak-anak muda ini mulai membedah dan menerapkan empat pilar penting dari formula upgrade diri:

Pertama : Level Up (Naik Kelas) Ini adalah fase pemutus hubungan kerja dengan zona nyaman. Mereka mulai berani menantang diri sendiri, mengambil risiko, dan menolak untuk menjadi rata-rata.

Kedua : Get Focus (Temukan Fokus).Di dunia yang bising, fokus adalah kekuatan super. Praktik deep work—bekerja tanpa gangguan ponsel selama beberapa jam—mulai populer diterapkan demi menyelesaikan pekerjaan krusial.

Ketiga : Stop Procrastinating (Eksekusi Tanpa Nanti): Menghancurkan kebiasaan menunda berarti memotong rantai kemalasan. Rumusnya sederhana: jika sesuatu bisa dikerjakan dalam waktu kurang dari lima menit, lakukan sekarang.

Keempat . Upgrade Your Life (Keseimbangan Hidup): Hasil akhirnya bukan sekadar angka di rekening, melainkan lahirnya kedisiplinan, manajemen waktu yang rapi, kesehatan mental yang lebih stabil, serta tercapainya work-life balance.

Dari Perubahan Personal Menuju Dampak Regional

Menariknya, fenomena psikologis ini tidak berhenti di dalam kamar atau meja kerja personal saja. Efek dominonya mulai terasa pada ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Sumbawa.

Indikatornya terlihat jelas di lapangan. Coworking space dan kafe berbasis kerja kini semakin menjamur dan dipadati peminat. Komunitas literasi, kelas-kelas up-skilling (peningkatan keterampilan) mandiri, hingga forum diskusi kreatif tumbuh subur. Ruang-ruang ini diisi oleh kepala-kepala yang tidak lagi sekadar mengeluh tentang minimnya lapangan kerja, melainkan mereka yang sibuk memantaskan diri untuk menciptakan peluang kerja itu sendiri.

Pergeseran pola pikir dari "menanti" menjadi "mengeksekusi" adalah modal sosial yang sangat mahal bagi Sumbawa. Ketika anak mudanya memutuskan untuk berhenti menunda, maka rencana pembangunan daerah, inovasi bisnis lokal, dan pergerakan industri kreatif tidak akan lagi mandek di atas kertas wacana.Terlebih dengan potensi alam yang kaya membutuhkan sentuhan inovasi anak anak muda Sembawa

Perubahan besar selalu dimulai dari keputusan kecil di depan meja kerja kita masing-masing. Hari ini, Sumbawa sedang menyaksikan sebuah generasi yang menolak untuk tertinggal. Pertanyaannya sekarang: Apakah Anda masih nyaman melipat tangan dan menunda, atau siap ikut mengantre untuk level up? (AM)

]]>
Mon, 29 Jun 2026 08:08:06 +0800 amr
Seleksi Cabor Catur Rampung, PWI NTB Bidik Pertahankan Posisi Tiga Nasional di Porwanas 2027 https://amarmedia.co.id/seleksi-cabor-catur-rampung-pwi-ntb-bidik-pertahankan-posisi-tiga-nasional-di-porwanas-2027 https://amarmedia.co.id/seleksi-cabor-catur-rampung-pwi-ntb-bidik-pertahankan-posisi-tiga-nasional-di-porwanas-2027 Seleksi Cabor Catur Rampung, PWI NTB Bidik Pertahankan Posisi Tiga Nasional di Porwanas 2027

MATARAM.Amarmedia.co.id – Persiapan kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Lampung 2027 kian matang. Terbaru, proses seleksi atlet untuk cabang olahraga (cabor) catur—yang menjadi lumbung medali NTB—telah resmi dirampungkan.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi PWI NTB untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian prestasi gemilang mereka. Seperti diketahui, pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan (Kalsel), kontingen PWI NTB sukses mengukuhkan diri di peringkat ke-3 nasional. Saat itu, cabor catur menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dengan koleksi 2 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.

Koordinator Catur PWI NTB, H. Abdul Muis, mengungkapkan bahwa skuad yang akan diterjunkan ke Lampung nanti dipastikan lebih solid. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan memadukan pengalaman atlet senior dengan ketajaman strategi para wajah baru.

 "Proses seleksi kali ini berjalan sangat ketat untuk menjaring potensi terbaik. Kita mengombinasikan pengalaman para atlet senior yang berlaga di Kalsel dengan ketajaman strategi dari wajah-wajah baru yang lolos seleksi," ujar Abdul Muis.

Muis menambahkan, evaluasi mendalam pasca-Porwanas Kalsel menjadi landasan utama. Fokus persiapan kini tidak hanya pada penguasaan teknis di atas papan catur, tetapi juga pada penguatan mental bertanding dan soliditas tim.

Optimisme Ketua PWI NTB

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menyadari bahwa mempertahankan posisi tiga besar nasional bukanlah perkara mudah. Namun, pria yang akrab disapa Iklik ini tetap optimistis dengan kualitas atlet yang dimiliki. Menurutnya, selama seluruh elemen kontingen memiliki visi yang sama, target tersebut sangat realistis untuk dicapai.

"Catatan prestasi di Kalsel tidaklah mudah untuk dipertahankan, apalagi ditingkatkan. Tetapi dengan semangat bersama dari seluruh atlet yang akan berlaga, hal itu tidak sulit. Kita harus memiliki semangat yang sama untuk terus meningkatkan prestasi," tegas Ikliluddin.

Guna melecut motivasi para jurnalis olahraga yang akan berjuang di Lampung, PWI NTB telah menyiapkan langkah konkret terkait apresiasi. Ikliluddin memastikan PWI NTB akan menyediakan skema bonus bagi para peraih medali.

Lebih lanjut, PWI NTB juga tengah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Harapannya, kebijakan pemberian bonus bagi atlet berprestasi yang sukses direalisasikan pada Porwanas Kalsel 2024, dapat kembali dikucurkan pada ajang tahun 2027 mendatang.

"PWI NTB akan menyediakan bonus bagi atlet yang mampu meraih medali. Sekaligus, kami juga mendorong dan bekerja sama dengan Pemprov untuk kembali mengucurkan bonus kepada atlet peraih medali, sebagaimana yang telah sukses direalisasikan pada Porwanas Kalsel2024 lalu," pungkasnya. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 22:26:51 +0800 amr
Sekda Sumbawa: "Manto Rame Ramia" Adalah Strategi Utama Mengukuhkan Sumbawa sebagai Destinasi Wisata Budaya https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-manto-rame-ramia-adalah-strategi-utama-mengukuhkan-sumbawa-sebagai-destinasi-wisata-budaya https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-manto-rame-ramia-adalah-strategi-utama-mengukuhkan-sumbawa-sebagai-destinasi-wisata-budaya Sekda Sumbawa: "Manto Rame Ramia" Adalah Strategi Utama Mengukuhkan Sumbawa sebagai Destinasi Wisata Budaya

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id -  Gemerlap budaya Sumbawa terpancar nyata di Halaman Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III pada Sabtu (27/6/2026). Melalui gelaran "Manto Rame Ramia: Nada Tradisi dan Wisata Budaya", Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama komunitas SARAMBA (Samawa Ragam Media Budaya) sukses menyuguhkan pagelaran kolosal yang memukau pengunjung dalam rangkaian acara Car Free Night.

Acara ini menjadi panggung bagi kekayaan intelektual leluhur, menampilkan pesona tari, musik etnik, sekeco, hingga seni bela diri tradisional Gantao yang dibawakan dengan apik oleh grup Cinde Bulaeng dan Dum Rock.

Gelaran ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Manto Rame Ramia bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata komitmen daerah dalam menjaga marwah "Tau dan Tana Samawa".

"Kegiatan ini diinisiasi oleh SARAMBA, komunitas yang sangat konsen terhadap penguatan budaya. Kami ingin memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat luas, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik utama wisata," ujar Dr. H. Budi Prasetiyo.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan sektor ekonomi kreatif (ekraf) agar dampak pelestarian budaya ini tidak hanya dirasakan dari sisi estetika, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Sumbawa.

Dukungan Pemerintah Pusat

Kehadiran Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.Hum., memberikan suntikan semangat bagi para pegiat seni di Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan fisik maupun non-fisik, termasuk situs bersejarah kebanggaan masyarakat Sumbawa seperti Istana Dalam Loka, Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III, dan Bala Kuning.

Wisata Budaya Sebagai Magnet Wisatawan

Nada tradisi, tari-tarian, dan musik etnik yang disuguhkan dalam perhelatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan filosofi dan sejarah panjang masyarakat setempat. Keunikan ini diharapkan mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan kesuksesan Manto Rame Ramia, Sumbawa kini semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang memadukan keasrian tradisi dengan sentuhan kreatif masa kini. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 21:49:39 +0800 amr
Dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, LBH GP Ansor Sumbawa Deklarasikan Diri: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat https://amarmedia.co.id/dihadiri-wakil-bupati-sumbawa-lbh-gp-ansor-sumbawa-deklarasikan-diri-garda-keadilan-rakyat-benteng-hukum-ummat https://amarmedia.co.id/dihadiri-wakil-bupati-sumbawa-lbh-gp-ansor-sumbawa-deklarasikan-diri-garda-keadilan-rakyat-benteng-hukum-ummat Dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, LBH GP Ansor Sumbawa Deklarasikan Diri: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat”

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumbawa resmi mendeklarasikan kehadirannya di tengah masyarakat tau samawa pada Minggu, 28 Juni 2026. Momentum bersejarah yang berlangsung dalam forum Pra-Kerja PC GP Ansor Sumbawa ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori , yang juga didapuk sebagai Dewan Pembina LBH GP Ansor Sumbawa.

Dalam deklarasi tersebut, LBH GP Ansor Sumbawa menegaskan komitmen pergerakannya melalui peluncuran slogan resmi: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat”.

Direktur LBH GP Ansor Sumbawa, Rusnadi Bakri, S.H., menegaskan bahwa kehadiran lembaga ini memiliki tanggung jawab moral yang besar, baik secara internal keorganisasian maupun eksternal di tengah dinamika sosial. LBH GP Ansor hadir sebagai wadah perjuangan hukum yang mengakar, khususnya bagi warga Nahdliyyin serta masyarakat luas di Kabupaten Sumbawa yang membutuhkan keadilan substantif.

“Sesuai visi kami, LBH GP Ansor Sumbawa akan menjadi pasukan terdepan (Garda) dalam mengawal hak-hak rakyat kecil, sekaligus menjadi tempat berlindung (Benteng) bagi ummat. Kehadiran kami didedikasikan secara khusus untuk melayani, mendampingi, dan membela warga Nahdliyyin serta seluruh lapisan masyarakat luas di Sumbawa tanpa terkecuali, terutama mereka yang miskin, buta hukum, dan kaum tertindas,” ujar Rusnadi Bakri, S.H.

Ia menambahkan bahwa LBH GP Ansor Sumbawa akan bergerak dengan nafas hukum progresif, di mana kemanusiaan dan keadilan substantif jauh lebih utama dibanding formalitas belaka.

Kehadiran organisasi bentukan pemuda NU ini disambut hangat oleh Pemerintah Daerah. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam dan menaruh harapan besar agar LBH GP Ansor Sumbawa dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan edukasi hukum serta bantuan hukum cuma-cuma (pro bono) demi terwujudnya masyarakat Sumbawa yang sadar hukum dan berkeadilan.

Langkah taktis pertama yang diambil oleh LBH GP Ansor Sumbawa pasca-deklarasi ini adalah membuka penjaringan serta konsolidasi kader hukum potensial dan paralegal di tingkat kecamatan (PAC) hingga Rabu, 08 Juli 2026 mendatang, guna memperkuat jangkauan advokasi hingga ke pelosok desa.(AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 21:23:35 +0800 amr
Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung https://amarmedia.co.id/malam-keakraban-porwada-pwi-ntb-2026-pwi-siapkan-format-baru-dan-pasang-target-tinggi-di-porwanas-xv-lampung https://amarmedia.co.id/malam-keakraban-porwada-pwi-ntb-2026-pwi-siapkan-format-baru-dan-pasang-target-tinggi-di-porwanas-xv-lampung Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung

Mataram.Amarmedia.co.id — Kemeriahan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 ditutup dengan penuh kehangatan dalam acara Malam Keakraban yang dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Selain menjadi ajang mencairkan ketegangan pasca-kompetisi, momentum ini juga menjadi ruang evaluasi strategis demi menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung tahun 2027 mendatang.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin dalam sambutannya mengapresiasi soliditas seluruh peserta dan kerja keras panitia yang telah mempersiapkan wadah ini sejak sebulan terakhir. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Ketua Panitia, Purwadi, yang berhasil menakhodai event ini hingga berjalan sukses meski dinamika koordinasi kerap diwarnai ketegangan.

"Hampir setiap hari kita sama Pak Purwadi itu berdinamika. Kadang-kadang beliau menjawab pertanyaan teman-teman wartawan dengan ketus. Tetapi sesungguhnya ini sangat baik. Berkali-kali saya menggelar event, saya selalu percayakan ke beliau, dan selalu sukses berjalan dengan baik," ujar Ikliluddin hangat.

Sebagai bahan evaluasi ke depan, Ikliluddin melemparkan wacana untuk mengubah format Porwada berikutnya agar mengadopsi sistem Porwanas secara utuh, di mana persaingan antar-daerah akan jauh lebih terasa.

"Mungkin ke depan kita pakai format Porwanas. Di mana masing-masing daerah bertanding memperebutkan medali dan akan ada juara umum di situ. Insya Allah itu bisa kita wujudkan bersama-sama," ungkapnya.

Terkait target nasional, PWI NTB memasang target untuk melampaui atau minimal menyamai prestasi gemilang pada Porwanas XIV di Banjarmasin 2024 lalu. Di mana NTB berhasil menduduki peringkat Juara Umum 3 Nasional. Namun, Ikliluddin mengingatkan bahwa peta persaingan di Lampung pada Maret 2027 akan jauh lebih berat.

"Saat di Banjarmasin, kekuatan daerah lain masih terpecah karena kondisi PWI Pusat saat itu. Tetapi di Lampung besok, karena PWI sudah satu dan bersatu, saya kira semua daerah akan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. Ini menjadi tantangan kita," urainya.

Mengingat waktu persiapan yang tersisa sekitar 10 bulan lagi, ia meminta para atlet, khususnya peraih golden ticket untuk segera mempersiapkan diri secara mandiri terlebih dahulu.

"Meskipun nantinya sistem latihan dan sebagainya harus terpisah dengan teman-teman yang mendapatkan golden ticket lain, tetapi tentu ini tidak menjadi hambatan kita untuk terus mempersiapkan diri menjadi yang lebih baik," tegasnya.

Di akhir acara, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin juga membawa kabar baik terkait peningkatan kompetensi profesi. Ia mengumumkan bahwa PWI NTB berencana menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada bulan Agustus mendatang.

"Satu bulan ke depan, sekitar bulan Agustus, kita akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan secara mandiri dari PWI NTB. Meskipun nanti mungkin kelasnya tidak banyak karena kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran, kami berharap teman-teman dari daerah segera mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi maupun persiapan lainnya," pungkasnya.

Suasana malam keakraban semakin hidup ketika Abu Sufyan, atau yang akrab disapa Paman Ancus berdiri di depan mewakili suara peserta. Dengan gaya humoris khas wartawan, ia menceritakan lika-liku perjuangan tiap daerah dalam merekrut atlet, hingga melontarkan candaan seputar ketatnya persaingan di cabang olahraga, khususnya cabor Domino yang menurutnya menguras energi tersendiri.

Ia juga memberikan masukan agar pada gelaran berikutnya, koordinasi di tingkat kabupaten/kota diperkuat dengan penunjukan koordinator cabang olahraga jauh-jauh hari sebelum proposal diajukan. Kendati demikian, ia mengapresiasi totalitas panitia dan kerja keras kontingen luar daerah, termasuk solidaritas kontingen Pulau Sumbawa.

Paman Ancus menutup penyampaiannya dengan membakar semangat rekan-rekannya agar PWI NTB bisa mengirimkan kontingen yang maksimal ke Lampung.

"Semua harus berangkat ke Lampung, jangan lihat lagi golden ticket. Kita semua harus kompak mendukung," serunya optimis.

Kendati mengapresiasi esensi acara sebagai ruang komunikasi yang sangat baik antar-pengurus daerah, catatan kritis juga datang dari wilayah. Ketua PWI Lombok Tengah, Lalu Amrillah, memberikan sorotan terhadap atensi serta kehadiran para pejabat pemerintahan provinsi maupun daerah dalam seremonial pembukaan Porwada.

Amrillah membandingkan tingginya apresiasi pemerintah di tingkat kabupaten dengan penyambutan yang mereka terima di lokasi utama acara di Mataram. Menurutnya, hal ini menjadi evaluasi penting mengenai bagaimana memosisikan marwah organisasi profesi ke depan.

"Melalui acara ini, kami bisa bergaul dengan para atlet dan komunikasi antar-ketua PWI Kabupaten/Kota terbangun sangat bagus. Namun, ada catatan dari kami. PWI Lombok Tengah sendiri saat berangkat dilepas langsung oleh Bapak Bupati. Sayangnya, saat pembukaan Porwada di Mataram, kami hanya disambut oleh Kepala Dinas yang mewakili Gubernur. Kami sangat menyayangkan hal ini, begitu juga dengan pejabat-pejabat diwakilkan lainnya," cetus Lalu Amrillah secara terbuka. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 11:06:10 +0800 amr
Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 2) https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-2 https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-2 Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 2)

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik - Kadis Kominfotik/Juru Bicara Pemprov NTB

Menjadikan Desa Mesin Pertumbuhan Baru

Keberhasilan mengangkat keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem belum menjadi akhir dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak kembali terperosok ke dalam kondisi yang sama. Untuk itu, desa harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat, mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi lokal, dan menjadi ruang tumbuh bagi masyarakatnya. Atas dasar itulah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan Desa Berdaya Tematik sebagai pasangan strategis Desa Berdaya Transformatif.

Jika Desa Berdaya Transformatif berfokus membangun ketahanan ekonomi keluarga, maka Desa Berdaya Tematik memperkuat ekosistem ekonomi desa. Keduanya saling melengkapi: keluarga dibantu bangkit melalui usaha produktif, sementara desa dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan yang mampu menjaga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2026, program ini menjangkau 257 desa di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta untuk mengembangkan potensi unggulan sesuai karakteristik wilayah, dengan fokus pada tanaman pangan, pariwisata, lingkungan hidup, serta sektor-sektor produktif lainnya.

Perkembangan pelaksanaan program menunjukkan respons yang positif. Hingga saat ini telah diterima 254 proposal dari total 257 desa sasaran, sementara tiga proposal lainnya masih dalam proses penyampaian. Dari proposal yang masuk, 163 desa mengusulkan satu tema, sedangkan 91 desa mengajukan lebih dari satu tema sesuai potensi yang dimiliki.

Proses verifikasi juga terus berjalan. Hingga kini telah diterbitkan 119 rekomendasi teknis, terdiri atas 64 rekomendasi untuk desa dengan satu tema dan 55 rekomendasi bagi desa yang mengembangkan lebih dari satu tema. Selanjutnya, 45 desa telah memasuki tahap penyiapan dokumen pencairan, sedangkan 11 desa telah diproses pencairannya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Desa Berdaya Tematik telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi. Verifikasi dilakukan secara paralel dengan proses pencairan agar pelaksanaan program berlangsung lebih cepat tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas. Dengan cara ini, desa tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama yang menggerakkan pembangunan berdasarkan potensi dan kebutuhan wilayahnya.

Ketika Negara Memastikan Tak Ada Warga yang Tertinggal

Makna sesungguhnya dari seluruh konsep tersebut terlihat dalam kunjungan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai faktor yang menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

Di lapangan, evaluasi tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah ingin memastikan apakah bantuan benar-benar mampu mengubah kehidupan masyarakat dan hambatan apa saja yang masih harus diselesaikan.

Di Desa Mekarsari, 134 kepala keluarga menjadi penerima manfaat Program Desa Berdaya Transformatif. Sebanyak 115 kepala keluarga memperoleh bantuan modal usaha produktif sebesar Rp7 juta per keluarga, sedangkan 19 kepala keluarga menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Total intervensi pemerintah di desa tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Namun, Gubernur juga menemukan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal. Jalan menuju Dusun Malaka masih sempit dan rusak sehingga menghambat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan peternakan,i serta akses menuju sekolah. Temuan itu memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Di sisi lain, Mekarsari menyimpan potensi besar. Pengelolaan air bersih didorong tidak hanya sebagai layanan dasar, tetapi juga dikembangkan menjadi unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Potensi nira yang selama ini dipasarkan secara sederhana juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu memasok kebutuhan sektor pariwisata dan industri pangan.

Dari kunjungan tersebut lahir satu pelajaran penting: membangun desa tidak cukup dilakukan oleh satu program atau satu instansi. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak dalam semangat kolaborasi. Ketika setiap persoalan dibaca berdasarkan data dan diselesaikan secara bersama-sama, pembangunan tidak lagi berhenti pada penyaluran anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat.

Program Desa Berdaya pada hakikatnya bukan sekadar program penanggulangan kemiskinan. Ia merupakan model pembangunan yang memadukan data, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, perlindungan sosial, serta kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Melalui Desa Berdaya Transformatif, pemerintah membangun kemandirian keluarga. Melalui Desa Berdaya Tematik, pemerintah memperkuat daya saing desa. Ketika keduanya berjalan beriringan, pembangunan tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi merancang program baru, melainkan menjaga konsistensi pelaksanaan, memperkuat pendampingan, memperbarui kualitas data, dan memastikan kolaborasi lintas sektor terus berjalan. Dengan cara itulah Desa Berdaya dapat berkembang menjadi model pembangunan desa yang tidak hanya relevan bagi Nusa Tenggara Barat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Tulisan ini diawali oleh keyakinan bahwa pembangunan tidak pernah dimulai dari angka, melainkan dari manusia. Program Desa Berdaya membuktikan keyakinan itu. Ketika negara hadir hingga ke pintu rumah warga, mendengar, memberdayakan, dan membangun dari desa, maka angka-angka pembangunan tidak lagi sekadar statistik, tetapi berubah menjadi cerita tentang keluarga yang bangkit, desa yang tumbuh, dan masa depan yang dibangun bersama. Di situlah sesungguhnya makna NTB Makmur Mendunia menemukan wujudnya.

(Tamat)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 10:57:17 +0800 amr
Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 1) https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-1 https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-1 Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 1)

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik - Kadis Kominfotik/Juru Bicara Pemprov NTB

Kemiskinan ekstrem tidak dapat diputus hanya dengan bantuan sosial. Ia membutuhkan strategi yang mampu membangun kemandirian keluarga, menggerakkan potensi lokal, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Berangkat dari pemahaman tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan Program Desa Berdaya, sebuah pendekatan pembangunan yang memadukan pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, penguatan ekonomi desa, dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi graduasi kemiskinan ekstrem menuju NTB Makmur Mendunia.

Bagaimana strategi tersebut bekerja dapat dilihat dari kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan itu bukan sekadar agenda peninjauan program, melainkan upaya memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih menghambat pembangunan desa.

Di Desa Mekarsari, Gubernur berdialog dengan keluarga penerima manfaat, meninjau rumah yang sedang direhabilitasi, melihat usaha-usaha produktif yang mulai tumbuh, hingga menyusuri jalan menuju Dusun Malaka yang masih sempit dan rusak. Dari pertemuan langsung dengan masyarakat itu tampak bahwa bantuan pemerintah telah menumbuhkan harapan, tetapi masih memerlukan dukungan infrastruktur,p pelayanan dasar, dan pendampingan agar benar-benar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kemiskinan tidak pernah berdiri sendiri. Modal usaha akan sulit berkembang apabila akses jalan masih terbatas. Rumah yang layak huni akan lebih bermakna apabila diikuti kesempatan memperoleh penghasilan. Potensi desa pun tidak akan menghasilkan nilai tambah apabila belum didukung kelembagaan ekonomi, akses pasar, dan tata kelola yang baik.

Mekarsari menjadi gambaran kecil dari wajah pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Dari desa ini terlihat bahwa upaya mengentaskan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh, menghubungkan pembangunan manusia, pemberdayaan ekonomi, penyediaan infrastruktur dasar, dan pengembangan potensi lokal dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Gagasan inilah yang menjadi fondasi Program Desa Berdaya.

Membangun Jalan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbatasnya akses terhadap pekerjaan produktif, pendidikan, kesehatan, perumahan yang layak, infrastruktur dasar, dan permodalan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan Desa Berdaya Transformatif sebagai strategi graduasi untuk membangun keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Program ini dilaksanakan melalui empat pilar utama, yaitu perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, dan inklusi keuangan. Keempat pilar tersebut saling melengkapi sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai intervensi jangka pendek, tetapi menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pada tahap pertama, Program Desa Berdaya Transformatif dilaksanakan di 40 desa dengan sasaran 6.337 kepala keluarga miskin ekstrem yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta, sementara setiap kepala keluarga sasaran memperoleh bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp7 juta dalam bentuk aset produktif sesuai rencana usaha yang telah diverifikasi. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp200 juta per desa untuk rehabilitasi delapan unit rumah.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini tercermin dari tingginya partisipasi dalam penyusunan rencana usaha. Dari 6.337 kepala keluarga yang menjadi sasaran, sebanyak 5.277 keluarga atau 83,27 persen telah mengajukan proposal usaha. Setelah melalui verifikasi berjenjang, 5.024 proposal atau 79,28 persen dinyatakan layak memperoleh dukungan. Sebanyak 209 proposal masih memerlukan penyempurnaan, sedangkan 1.104 keluarga yang belum mengajukan proposal menjadi prioritas pendampingan pada tahap berikutnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi memosisikan diri sebagai penerima bantuan semata. Mereka mulai memanfaatkan program sebagai peluang membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di sisi lain, pemerintah memilih memastikan setiap bantuan benar-benar tepat sasaran sehingga memiliki peluang berhasil dalam jangka panjang.

Sebaran proposal yang telah disetujui memperlihatkan kesiapan masyarakat di berbagai daerah. Kabupaten Lombok Barat mencatat jumlah proposal terbesar dengan 1.443 proposal, disusul Lombok Tengah sebanyak 1.234 proposal, Lombok Timur 935 proposal, Kota Mataram 421 proposal, dan Kabupaten Sumbawa 304 proposal. Sebaran ini menjadi dasar penyusunan pola pendampingan dan pengembangan usaha sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Jenis usaha yang dipilih masyarakat juga menunjukkan arah pembangunan ekonomi desa. Dari 5.024 proposal usaha yang disetujui, 2.481 proposal atau hampir 50 persen memilih peternakan unggas sebagai usaha utama. Selanjutnya 1.588 proposal bergerak di sektor perdagangan, 360 proposal pada pertanian dan perkebunan, sedangkan sisanya tersebar pada sektor perikanan, jasa, industri rumah tangga, dan berbagai usaha produktif lainnya.

Dominasi usaha peternakan unggas dan perdagangan menunjukkan bahwa masyarakat memilih sektor yang telah mereka kuasai. Pemerintah kemudian memperkuat potensi tersebut melalui bantuan aset produktif dan pendampingan usaha agar mampu berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Selain usaha utama, masyarakat juga mengajukan 2.016 usulan usaha kedua sebagai sumber pendapatan tambahan. Diversifikasi ini menjadi indikator tumbuhnya ketahanan ekonomi keluarga, karena penghasilan tidak lagi bergantung pada satu jenis usaha.

Untuk mendukung seluruh usaha tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan Rp35,144 miliar dalam bentuk transfer aset produktif. Sebesar Rp30,296 miliar atau 86,2 persen dialokasikan untuk usaha utama, sedangkan Rp4,848 miliar atau 13,8 persen digunakan untuk mendukung usaha kedua. Skema ini menegaskan perubahan pendekatan pemerintah, dari bantuan yang bersifat konsumtif menjadi investasi produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Meski demikian, prinsip kehati-hatian tetap menjadi bagian penting pelaksanaan program. Masih terdapat 208 proposal yang belum dapat disetujui dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,456 miliar, sebagian besar merupakan usulan pada sektor peternakan ternak besar yang masih memerlukan penyempurnaan dan verifikasi lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan bahwa kecepatan pelaksanaan tetap diimbangi dengan ketepatan sasaran dan kualitas program.

Lebih jauh lagi, hasil pendataan menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem memiliki dimensi yang lebih luas daripada persoalan pendapatan. Dari 6.337 keluarga miskin ekstrem, masih terdapat 4.809 rumah tidak layak huni, 1.064 keluarga yang belum memiliki akses air bersih yang memadai, 2.424 keluarga yang belum memiliki listrik mandiri, 2.985 keluarga yang belum menerima bantuan sosial, serta 1.570 keluarga dengan 2.074 anak yang belum memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Di bidang perlindungan sosial, masih terdapat 2.801 keluarga atau 44,2 persen yang belum menerima bantuan sosial dan 1.506 keluarga atau 23,8 persen yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Fakta tersebut menegaskan bahwa peningkatan pendapatan harus berjalan seiring dengan pemenuhan layanan dasar agar keluarga benar-benar mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Karena itu, Program Desa Berdaya dikembangkan sebagai platform kolaborasi lintas sektor. Data menjadi dasar penyusunan kebijakan, sementara setiap persoalan diterjemahkan menjadi intervensi yang saling melengkapi, mulai dari rehabilitasi rumah, penyediaan air bersih, akses listrik, perlindungan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

(bersambung)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 10:50:41 +0800 amr
20 Wartawan Sumbawa Raih Golden Tiket Porwanas 2027, Siap Harumkan NTB di Lampung https://amarmedia.co.id/20-wartawan-sumbawa-raih-golden-tiket-porwanas-2027-siap-harumkan-ntb-di-lampung https://amarmedia.co.id/20-wartawan-sumbawa-raih-golden-tiket-porwanas-2027-siap-harumkan-ntb-di-lampung 20 Wartawan Sumbawa Raih Golden Tiket Porwanas 2027, Siap Harumkan NTB di Lampung

Mataram,Amarmedia.co.id - Kabar membanggakan datang dari dunia Insan Pers dan olahraga Sumbawa. Sebanyak 20 wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa dipastikan meraih golden tiket untuk mewakili Nusa Tenggara Barat pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di Bandar Lampung pada tahun 2027 mendatang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE., SH., usai acara penutupan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang berlangsung di Loang Balo, Mataram, Sabtu malam (27/06/2026).

Prestasi Membanggakan dari Bumi Samawa

Zainuddin yang akrab disapa Zen, yang juga merupakan atlet biliar peraih medali perunggu di Porwanas Kalimantan Selatan 2024, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) NTB yang dilaksanakan 27-29 Juni 2026 ini. Menurutnya, dua puluh atlet wartawan asal Sumbawa ini akan menjadi bagian penting dari kontingen NTB yang akan bertanding di tingkat nasional.

"Dua puluh orang ini dipastikan menjadi utusan NTB untuk Porwanas di Lampung 2027 mendatang. Untuk jadwal pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lebih lanjut, tapi yang pasti akan digelar di Lampung," jelas Zen.

Lebih lanjut, Zen menjelaskan bahwa raihan golden tiket ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sumbawa. Pasalnya, sebagian besar atlet yang lolos merupakan peraih medali di Porwanas sebelumnya, mulai dari emas, perak, hingga perunggu.

"Ini bukan sekadar partisipasi, tapi bukti bahwa wartawan Sumbawa memiliki kualitas dan kemampuan yang diakui di tingkat provinsi maupun nasional," tambahnya.

Daftar Atlet dan Cabang Olahraga

Ke-20 atlet PWI Sumbawa yang mendapat golden tiket Porwanas Lampung 2027 meliputi berbagai cabang olahraga (cabor), yaitu:

Cabang Domino: Abu Sufyan Muhtar (Gaung Nusra)

Atletik: Zulkarnain (Intan Media)

Biliar: Abet Kamaruddin, (Lombok Pos) Lukmanul Hakim (Media Sumbawa) Zainuddin (Samawarea) Agung Widiastono (Dwifamedia) dan Roby Teja Sumbawa (Beritalima).

Bridge: Adi Manaungi (Laskar merdeka), Sahril Imran (NuansaNTB), Mahmud Anshari (Kabar Sumbawa), Jim Sujiman (BidikamCamera), Sukrianto (Kanal Aspirasi) dan Hermansyah (Berita Pembaharuan)

Tenis Meja: Jamhur Husein (Anugrah Media)

Catur: Fajar Rahmat (Radar Sumbawa)

E-Sport: Ardin A (Kabar Sumbawa) dan Alkandi (Gaung Nusra)

Sepak Bola: M. Supian (Sumbawanews) dan Iksanuddin Santos (Gaung Nusra)

Jurnal: Randi Pratama (Gaung Nusra)

Deretan Peraih Medali Berpengalaman

Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah pengalaman bertanding para atlet. Zulkarnain tercatat sebagai peraih medali emas pada cabor Atletik di Porwanas sebelumnya. Sementara itu, Zakaria berhasil meraih medali perak dan perunggu.

Roby Teja Sumantri, Fajar Rahmat, Jamhur Husain, dan Randi Pratama masing-masing menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen NTB. Dari cabang biliard, Abet Kamaruddin, Zainuddin, dan Lukmanul Hakim juga berhasil meraih medali perunggu di ajang sebelumnya.

"Pengalaman bertanding di Porwanas sebelumnya menjadi modal berharga. Kami berharap prestasi ini bisa ditingkatkan di Lampung nanti," ujar Zen optimistis.

Target dan Harapan ke Depan

Zen berharap para atlet wartawan asal Kabupaten Sumbawa dapat kembali menorehkan prestasi dan bahkan meningkatkan prestasi dari cabang olahraga lainnya. Ia optimis dengan persiapan yang matang, para atlet Sumbawa bisa membawa nama baik daerah serta NTB di kancah nasional.

"Kami sudah mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Pembinaan dan latihan rutin akan kami intensifkan. Target kami jelas, mempersembahkan yang terbaik untuk NTB dan mengharumkan nama Sumbawa di ajang Porwanas 2027," tegas Zen.

Meski masih ada waktu hampir setahun menuju pelaksanaan, Zen memastikan bahwa persiapan akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Koordinasi dengan pengurus PWI NTB dan pihak terkait lainnya juga akan terus dijalin untuk memastikan kesiapan maksimal para atlet.

"Mudah-mudahan dengan persiapan yang lebih baik, kita bisa meraih hasil yang lebih gemilang dari Porwanas sebelumnya," pungkas Zen.

Porwanas sendiri merupakan ajang olahraga bergengsi bagi insan pers se-Indonesia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antarwartawan yang tergabung di organisasi PWI, tetapi juga ajang pembuktian kemampuan dan prestasi di bidang olahraga. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 06:22:32 +0800 amr
Kadiskominfo Serahkan Piagam Kepada Juri Jurnalistik dan Fotografi Porwada 2026 https://amarmedia.co.id/kadiskominfo-serahkan-piagam-kepada-juri-jurnalistik-dan-fotografi-porwada-2026 https://amarmedia.co.id/kadiskominfo-serahkan-piagam-kepada-juri-jurnalistik-dan-fotografi-porwada-2026 Kadiskominfo Serahkan Piagam Kepada Juri Jurnalistik dan Fotografi Porwada 2026

Mataram.Amarmedia.co.id – Kadiskominfo dan arsip NTB, DR H Ahsanul Khaliq memberikan piagam penghargaan kepada dewan juri Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah NTB, Jumat sore di Sport Centre Unram Mataram. AKA panggilan akrab Ahsanul Kholiq mengharapkan para juara bisa meraih medali di Porwanas Lampung tahun depan, Jumat 26 Juni 2026

Koordinator lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, Rudi Hidayat, juri tersebut kompeten di bidangnya. Sedangkan peserta untuk karya jurnalistik sebanyak 17 wartawan dan fotografi sebanyak 5 wartawan. 

Untuk Karya Jurnalistik dinilai oleh Nurdin Rangga Barani mantan wartawan MBM SINAR, kemudian Akdiansyah S.H.I, yang kini anggota legislatif DPRD NTB, Bambang Mei Finarwanto Direktur M16. Seperti diketahui ketiga orang punya kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi juri. 

Sedangkan untuk fotografi, dinilai oleh Ferry Gunawan fotografer pro, H Boy Mashudi wartawan senior dan Ketua JMSI NTB. Di samping itu Ust. Suaeb Qury yang juga komisioner KIP NTB dikenal juga penulis banyak buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Lima mata lomba untuk karya jurnalistik yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga dan Medsos Porwada.

Sedangkan untuk lombafotografi juga lima mata lomba yakni Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada dan Ekonomi NTB. 

Aspek yang dinilai untuk jurnalistik minimal 300 kata dan maksimal 1000 kata, pertama tentang kesesuaian tema dan judul serta isi tulisan. Kedua, Keaslian ide, ketiga, kedalaman liputan, keempat bahasa EYD, gaya penulisan dan struktur kalimat serta kualitas penulisan. 

Sedangkan penilaian fotografi menurut Ferry Gunawan, kesesuaian tema, ketajaman, pemilihan angle dan komposisi menarik. Suaeb Qury mengharapkan lomba fotografi untuk wartawan agar sering dilombakan. ‘’Semoga bisa juara Porwanas nanti tahun 2027,’’ harapnya. 

Juri Karya Jurnalistik, Bambang Mei melihat potensi wartawan NTB luar biasa. ‘’Kita apresiasi tulisan dan karyanya sangat berbobot,’’ tandasnya. (AM)

]]>
Sat, 27 Jun 2026 16:44:05 +0800 amr
Turnamen Catur PWI NTB Resmi Digelar, H. Natsir Peraih Medali Emas Porwanas Kalsel Melawan Abdul Ma'ruf di Babak Perdana https://amarmedia.co.id/turnamen-catur-pwi-ntb-resmi-digelar-h-natsir-peraih-medali-emas-porwanas-kalsel-melawan-abdul-maruf-di-babak-perdana https://amarmedia.co.id/turnamen-catur-pwi-ntb-resmi-digelar-h-natsir-peraih-medali-emas-porwanas-kalsel-melawan-abdul-maruf-di-babak-perdana Turnamen Catur PWI NTB Resmi Digelar, H. Natsir Peraih Medali Emas Porwanas Kalsel Melawan Abdul Ma'ruf di Babak Perdana

MATARAM.Amarmedia.co.id – Semarak olahraga di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat kembali bergema. Turnamen catur antar-pengurus dan anggota PWI se-NTB resmi dibuka pada Sabtu (27/6/2026) bertempat di Sekretariat PWI NTB, Mataram.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin secara simbolis membuka turnamen tersebut dengan melakukan "Langkah Emas", yang menandai dimulainya persaingan sengit para pecatur dari berbagai kabupaten/kota.

Turnamen ini diikuti oleh sejumlah nama unggulan dari berbagai daerah, di antaranya, Ahyar (Lombok Tengah), Bambang K (Lombok Tengah), Mustain (Lombok Tengah), M. Ghazali (Lombok Timur), Fajar (Sumbawa), Abdul Ma’ruf (Sumbawa), Abdul Muis (Bima), H. Natsir (Bima), Imam Taufiq (KSB), dan Ardianto (KSB).

Duel Sengit: H. Natsir Tumbangkan Abdul Ma’ruf

Salah satu partai paling dinanti pada babak pertama adalah pertemuan antara Abdul Ma’ruf Rahmat (Sumbawa) melawan pecatur berpengalaman, H. Natsir (Bima).

Dalam duel tersebut, Abdul Ma’ruf yang memegang bidak putih tampil hati-hati sejak awal dengan mencoba menguasai tengah lapangan melalui dominasi kuda dan gajah yang dibackup oleh menteri. Di sisi lain, H. Natsir memilih strategi pertahanan yang disiplin sembari menunggu celah kelemahan lawan.

Memasuki babak pertengahan, intensitas serangan meningkat. H. Natsir berhasil memanfaatkan kelengahan lawan di lambung kiri. Serangan terkoordinasi dari menteri dan gajah milik H. Natsir akhirnya memporak-porandakan pertahanan Abdul Ma’ruf dan memaksa raja menyerah dengan skakmat. Kemenangan ini menegaskan kelas H. Natsir sebagai peraih medali emas dan perak pada ajang Porwanas sebelumnya.

Selain partai tersebut, babak pertama turnamen menyuguhkan sejumlah hasil menarik Mustain (Lombok Tengah) berhasil mengalahkan Fajar (Sumbawa). Mustain tampil impresif dengan strategi permainan cepat dan agresif yang terus menekan pertahanan lawan.

Imam Taufiq (KSB) sukses mengamankan kemenangan setelah menaklukkan Ahyar (Lombok Tengah).Abdul Muis (Bima)berhasil unggul atas Bambang K (Lombok Tengah).

Sementara itu, partai antara Ardianto (KSB) melawan M. Ghazali (Lombok Timur) berlangsung sengit dan dan dimenangkan Ardianto

Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar insan pers di Nusa Tenggara Barat melalui olahraga asah otak yang penuh strategi. (AM)

]]>
Sat, 27 Jun 2026 10:30:38 +0800 amr
Pemkot Mataram Apresiasi Porwada NTB 2026: Momentum Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Insan Pers https://amarmedia.co.id/pemkot-mataram-apresiasi-porwada-ntb-2026-momentum-perkuat-solidaritas-dan-sportivitas-insan-pers https://amarmedia.co.id/pemkot-mataram-apresiasi-porwada-ntb-2026-momentum-perkuat-solidaritas-dan-sportivitas-insan-pers Pemkot Mataram Apresiasi Porwada NTB 2026: Momentum Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Insan Pers

MATARAM, Amarmedia.co.id— Pemerintah Kota Mataram memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Ajang bergengsi ini dinilai tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan menjadi sarana strategis dalam mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan di antara insan pers se-NTB.

Hal tersebut ditegaskan oleh Walikota Mataram yang diwakili oleh Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Porwada NTB 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram (Unram), Jumat (26/6/2026).

"Atas nama Pemerintah Kota Mataram, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PWI Provinsi NTB. Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan di antara insan pers dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat," ujar H. Lalu Martawang.

Pers sebagai Mitra Strategis Pembangunan Kota

Dalam pidatonya, Asisten I mengingatkan kembali bahwa pers merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokratis. Media memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal jalannya roda pembangunan.

Pemerintah Kota Mataram sangat mengapresiasi kontribusi nyata para wartawan yang selama ini konsisten mendukung pembangunan melalui karya-karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab. Kehadiran media yang sehat, lanjutnya, menjadi jembatan informasi yang krusial antara pemerintah dan masyarakat.

"Media adalah mitra penting kami dalam membangun optimisme, mengawal kebijakan publik, serta mendorong kemajuan daerah ini. Saya berharap semangat berolahraga ini berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi, karena pada akhirnya pemerintah maupun insan pers memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, H. Lalu Martawang membakar semangat para peserta dengan mengucapkan yel yel selamat bertanding. Beliau berpesan agar seluruh jurnalis senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. "Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, erat persaudaraan, dan jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkuat kekompakan keluarga besar pers di Provinsi NTB," pungkasnya yang disambut gemuruh yel-yel "Salam Olahraga! Jaya, Jaya, Jaya!" dari para hadirin.

Sinergi Lintas Sektor dan Pembukaan Resmi oleh Pemprov NTB

Porwada NTB 2026 kali ini terasa sangat spesial karena untuk pertama kalinya dikemas dalam bentuk pekan olahraga daerah yang komprehensif. Ketua PWI Provinsi NTB dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya momen bersejarah ini. Tercatat sebanyak 180 atlet jurnalis dari 8 kabupaten/kota se-NTB ikut ambil bagian. Seluruh atlet yang bertanding dipastikan telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan kartu keanggotaan PWI resmi. Ajang ini sekaligus menjadi wadah seleksi untuk melahirkan atlet-atlet jurnalis tangguh yang akan mewakili NTB pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung mendatang.

Apresiasi senada juga datang dari pihak tuan rumah, Universitas Mataram. Melalui perwakilannya, Unram menyatakan kebanggaannya dapat memfasilitasi Sport Center kampus sebagai lokasi pertandingan dan berharap kolaborasi antara akademisi dan pers terus terjalin kuat dalam mencerahkan masyarakat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB. Melalui Kadis Kominfotik, Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung akibat adanya agenda mendadak bersama Komisi II DPR RI di Kantor Gubernur.

Dalam arahan Gubernur yang dibacakan Kadis Kominfotik, ditekankan bahwa olahraga bagi wartawan bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan untuk membangkitkan kesejatian wartawan yang sehat jasmani dan rohani.

"Sehat jasmani dan rohani akan melahirkan pikiran yang suci, dan di dalamnya ada kebenaran. Kebenaran dalam pikiran akan menghasilkan kebijaksanaan, yang pada akhirnya melahirkan tulisan-tulisan yang didasari fakta dan semangat membangun bangsa," sebutnya. Sportivitas di arena pertandingan, menurut Pemprov NTB, adalah cerminan dari sportivitas dalam menulis berita yang jujur, bertanggung jawab, dan mengedukasi publik.

Atmosfer pembukaan di Lapangan Sport Center Unram tampak begitu hidup dan penuh warna sejak siang hari. Kemeriahan pembukaan semakin berenergi dengan penampilan memukau dari kelompok seni Gendang Beleq SMPN 15 Mataram di bawah asuhan I Nengah Subrata. Sebanyak 22 siswa penabuh sukses membius penonton dengan ritme tradisional yang megah. Selain itu, prosesi defile para atlet dipandu langsung oleh Paskibra Nasional dari SMA Negeri 3 Mataram serta penampilan tarian sambutan persembahan.

Sejumlah kontingen besar dari berbagai daerah tampak merapatkan barisan dengan penuh rasa percaya diri. Di antaranya adalah kontingen PWI Dompu, PWI Mataram, PWI Lombok Timur, Kota Bima, serta kontingen PWI Kabupaten Sumbawa.

Kehadiran daerah-daerah ini juga mendapat kawalan dan dukungan penuh dari pemda masing-masing. Tampak hadir langsung di arena pembukaan memberikan dukungan moral, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kabid Olahraga, Iwan Setiawan, SP., M.Si.

Dukungan total juga disuarakan oleh Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang memantau langsung jalannya pembukaan. Abdul Rafiq menegaskan bahwa KONI Sumbawa berdiri penuh di belakang para jurnalis Sumbawa untuk membawa pulang prestasi terbaik dengan tetap menjaga nama baik daerah dan menjunjung tinggi prinsip fair play. Sinergi kuat ini disambut hangat oleh Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin, SE (Bang Zen), beserta Sekretaris Abu Sofyan Muchtar, yang optimis bahwa Porwada 2026 akan melahirkan jurnalis-jurnalis yang tidak hanya tajam dalam pena, tetapi juga tangguh dan sehat di arena olahraga. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:57:19 +0800 amr
Cetak Sejarah Baru, PWI NTB Jadikan Porwada 2026 Wadah Solidaritas Menuju Target Porwanas 2027 https://amarmedia.co.id/cetak-sejarah-baru-pwi-ntb-jadikan-porwada-2026-wadah-solidaritas-menuju-target-porwanas-2027 https://amarmedia.co.id/cetak-sejarah-baru-pwi-ntb-jadikan-porwada-2026-wadah-solidaritas-menuju-target-porwanas-2027 MATARAM, Amarmedia.co.id — Aura kebahagiaan dan kebanggaan terpancar jelas dari raut wajah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB 2026 di Lapangan Sport Center Unram, Jumat (26/6/2026). Pasalnya, gelaran olahraga multi-event antarwartawan ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai yang pertama kali diselenggarakan secara terpusat dan masif di NTB.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin menegaskan bahwa Porwada 2026 merupakan sebuah manifestasi nyata dari profesionalitas, kebersamaan, dan ketangguhan fisik para pemburu berita di daerah ini.

Dalam pidatonya, Ketua PWI NTB menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara yang sudah lama dinanti-nantikan oleh seluruh anggota PWI se-NTB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggelar seleksi perorangan secara terpisah, tahun 2026 ini dikemas secara mendalam dan terstruktur.

"Ini bukan kompetisi olahraga biasa, tapi manifestasi dari kebersamaan, profesionalitas, dan tentu saja sportivitas insan pers di NTB. Ini menjadi ruang bagi kita untuk menjalin silaturahmi, mempererat hubungan kita insan pers di NTB, dan memperkuat solidaritas. Ini menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya mampu berkarya melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga tangguh dalam olahraga," seru Ketua PWI NTB disambut tepuk tangan riuh para peserta.

 

Porwada perdana ini diikuti oleh 180 atlet yang mewakili 8 kabupaten dan kota se-Provinsi NTB. Ketua PWI menekankan bahwa seluruh atlet yang berlaga merupakan jurnalis resmi dan profesional yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta memiliki kartu keanggotaan PWI yang valid.

Di balik kemeriahan dan fungsi silaturahminya, PWI NTB menetapkan target prestasi yang tidak main-main. Mengacu pada sejarah prestasi nasional, kontingen PWI NTB menorehkan tinta emas pada Porwanas 2024 di Banjarmasin dengan sukses menduduki posisi juara umum 3 secara nasional.

Melalui wadah Porwada NTB 2026 ini, PWI NTB ingin melakukan penyaringan ketat guna melahirkan bibit-bibit atlet wartawan potensial demi melampaui rekor sebelumnya.

 "Pada momen Porwada kali ini, mari kita jadikan wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik sehingga pada Porwanas 2027 di Lampung kita bisa merebut posisi yang lebih baik, bahkan merdeka untuk bisa menjadi juara umum!" tegasnya optimis.

Apresiasi Tinggi untuk Pemerintah, Unram, dan Panitia serta sponsor 

Menutup sambutannya, Ketua PWI NTB melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara sejarah ini. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang terus memberikan atensi luar biasa terhadap perkembangan pers daerah.

Apresiasi mendalam juga diberikan kepada Civitas Akademika Universitas Mataram yang telah meminjamkan fasilitas berupa Sport Center sebagai arena tanding, serta kepada jajaran panitia yang telah menunjukkan dedikasi tinggi bekerja keras mempersiapkan acara serta para sponsor dari perbankan bank NTB Syariah. Amanwana dan lainnya.

Kepada para jurnalis yang bertanding, Ketua PWI menitipkan pesan penting untuk selalu menjaga muruah profesi selama berkompetisi. "Mari kita manfaatkan Porwada ini untuk menunjukkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:49:32 +0800 amr
Membuka Porwada NTB 2026, Pemda Provinsi Tekankan Sportivitas di Arena dan Sportivitas dalam Berita https://amarmedia.co.id/membuka-porwada-ntb-2026-pemda-provinsi-tekankan-sportivitas-di-arena-dan-sportivitas-dalam-berita https://amarmedia.co.id/membuka-porwada-ntb-2026-pemda-provinsi-tekankan-sportivitas-di-arena-dan-sportivitas-dalam-berita Membuka Porwada NTB 2026, Pemda Provinsi Tekankan Sportivitas di Arena dan Sportivitas dalam Berita

MATARAM, Amarmedia.co.id— Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 resmi ditabuh di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026). Mengusung semangat kolaborasi dan kebugaran, Pemerintah Daerah Provinsi NTB yang membuka acara secara resmi menekankan bahwa esensi sejati dari ajang olahraga ini adalah melahirkan pikiran yang suci, bijaksana, serta menjaga integritas jurnalisme di daerah.

Acara bergengsi yang mempertemukan ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-NTB ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB Dr Aka

Sinergi Strategis Pers dan Pembangunan Daerah

Membacakan sambutan dan salam takzim dari Gubernur NTB yang berhalangan hadir karena adanya agenda mendesak bersama Komisi II DPR RI di Kantor Gubernur, Kadis Kominfotik NTB mengingatkan kembali sejarah panjang dan peran strategis pers sebagai komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

"Semangat perjuangan yang diwariskan mengharuskan setiap insan pers menghadirkan media yang bertanggung jawab, kreatif, dan independen untuk mengawal proses pembangunan di negara ini, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat," tegas Kadis Kominfotik di hadapan ratusan atlet wartawan.

Pemerintah Provinsi NTB melihat posisi media memiliki keterkaitan yang sangat strategis dalam membangun visi bersama menuju Nusa Tenggara Barat yang makmur dan mendunia. Melalui ajang olahraga, hubungan kemitraan ini diharapkan semakin solid dan kokoh.

Lebih lanjut, Pemda Provinsi NTB menggarisbawahi bahwa Porwada bukan sekadar panggung untuk mengejar medali atau prestasi di papan skor. Esensi utama dari gerakan olahraga bagi para kuli tinta adalah investasi pada kesehatan jasmani dan rohani.

"Olahraga menghasilkan sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani dan rohani akan melahirkan pikiran yang suci, dan di dalamnya ada kebenaran. Kebenaran di dalam pikiran akan menghasilkan kebijaksanaan dalam diri setiap wartawan," paparnya.

Kebijaksanaan inilah yang nantinya akan menuntun para jurnalis di NTB untuk melahirkan karya-karya jurnalistik yang bermutu tinggi.

"Kebijaksanaan akan melahirkan tulisan-tulisan yang didasari oleh kebenaran, didasari oleh fakta-fakta, dan didasari oleh semangat membangun bangsa dan daerah ini. Oleh karenanya, sportivitas di dalam olahraga ini adalah juga sportivitas di dalam menulis berita-berita yang bertanggung jawab, jujur, dan mengedukasi masyarakat," tambahnya.

Melalui pembukaan Porwada NTB 2026 ini, Pemerintah Provinsi NTB menaruh harapan besar agar ajang ini menjadi kawah candradimuka yang mampu mencetak atlet-atlet wartawan tangguh. Para juara dari ajang ini nantinya akan mengemban misi besar membawa nama baik daerah dan mewakili Provinsi NTB pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027 mendatang di Lampung.

Turut hadir menyaksikan langsung momentum pembukaan ini dari unsur pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kabid Olahraga Iwan Setiawan, SP., M.Si., Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi, Asisten I Pemkot Mataram Lalu Martawan, serta Wakil Rektor Universitas Mataram yang memberikan dukungan fasilitas penuh demi kelancaran kompetisi.

Cetak Sejarah Baru, PWI NTB Jadikan Porwada 2026 Wadah Solidaritas Menuju Target Porwanas 2027

Sebelumnya aura kebahagiaan dan kebanggaan terpancar jelas dari raut wajah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Ikliluddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB 2026 Pasalnya, gelaran olahraga multi-event antarwartawan ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai yang pertama kali diselenggarakan secara terpusat dan masif di NTB.

Ketua PWI NTB menegaskan bahwa Porwada 2026 merupakan sebuah manifestasi nyata dari profesionalitas, kebersamaan, dan ketangguhan fisik para pemburu berita di daerah ini.

Dalam pidatonya, Ketua PWI NTB menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara yang sudah lama dinanti-nantikan oleh seluruh anggota PWI se-NTB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggelar seleksi perorangan secara terpisah, tahun 2026 ini dikemas secara mendalam dan terstruktur.

"Ini bukan kompetisi olahraga biasa, tapi manifestasi dari kebersamaan, profesionalitas, dan tentu saja sportivitas insan pers di NTB. Ini menjadi ruang bagi kita untuk menjalin silaturahmi, mempererat hubungan kita insan pers di NTB, dan memperkuat solidaritas. Ini menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya mampu berkarya melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga tangguh dalam olahraga," seru Ketua PWI NTB disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Porwada perdana ini diikuti oleh 180 atlet yang mewakili 8 kabupaten dan kota se-Provinsi NTB. Ketua PWI menekankan bahwa seluruh atlet yang berlaga merupakan jurnalis resmi dan profesional yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta memiliki kartu keanggotaan PWI yang valid.

Di balik kemeriahan dan fungsi silaturahminya, PWI NTB menetapkan target prestasi yang tidak main-main. Mengacu pada sejarah prestasi nasional, kontingen PWI NTB menorehkan tinta emas pada Porwanas 2024 di Banjarmasin dengan sukses menduduki posisi juara umum 3 secara nasional.

Melalui wadah Porwada NTB 2026 ini, PWI NTB ingin melakukan penyaringan ketat guna melahirkan bibit-bibit atlet wartawan potensial demi melampaui rekor sebelumnya.

 "Pada momen Porwada kali ini, mari kita jadikan wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik sehingga pada Porwanas 2027 di Lampung kita bisa merebut posisi yang lebih baik, bahkan merdeka untuk bisa menjadi juara umum!" tegasnya optimis.

Menutup sambutannya, Ketua PWI NTB melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara sejarah ini. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang terus memberikan atensi luar biasa terhadap perkembangan pers daerah.

Apresiasi mendalam juga diberikan kepada Civitas Akademika Universitas Mataram yang telah meminjamkan fasilitas berupa Sport Center sebagai arena tanding, serta kepada jajaran panitia yang telah menunjukkan dedikasi tinggi bekerja keras mempersiapkan acara.

Kepada para jurnalis yang bertanding, Ketua PWI menitipkan pesan penting untuk selalu menjaga muruah profesi selama berkompetisi. "Mari kita manfaatkan Porwada ini untuk menunjukkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya.(AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:32:23 +0800 amr
Hadir Langsung di Pembukaan Porwada NTB 2026, Pemda Sumbawa Optimistis Atlet Wartawan Cetak Prestasi dan Jaga Sportivitas https://amarmedia.co.id/hadir-langsung-di-pembukaan-porwada-ntb-2026-pemda-sumbawa-optimistis-atlet-wartawan-cetak-prestasi-dan-jaga-sportivitas https://amarmedia.co.id/hadir-langsung-di-pembukaan-porwada-ntb-2026-pemda-sumbawa-optimistis-atlet-wartawan-cetak-prestasi-dan-jaga-sportivitas Hadir Langsung di Pembukaan Porwada NTB 2026, Pemda Sumbawa Optimistis Atlet Wartawan Cetak Prestasi dan Jaga Sportivitas

MATARAM, Amarmedia.co.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbawa yang berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.

Bentuk dukungan nyata tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kepala Bidang Olahraga, Iwan Setiawan, SP., M.Si., di arena pembukaan Porwada NTB yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026).

Kepala Dispopar Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., menyampaikan bahwa Pemda Sumbawa sangat mengapresiasi semangat para jurnalis yang tergabung dalam kontingen PWI Sumbawa. Menurutnya, ajang ini merupakan pembuktian bahwa insan pers Tana Samawa tidak hanya andal dalam mengawal pembangunan lewat tulisan, tetapi juga memiliki kebugaran fisik dan mental bertanding yang kuat.

 "Kehadiran kami di sini adalah bentuk atensi dan dukungan langsung dari Pemda Sumbawa. Porwada ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa wartawan Sumbawa adalah pribadi yang tangguh, sehat jasmani rohani, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami optimis rekan-rekan PWI mampu membawa pulang prestasi terbaik," ujar Tata Kostara di sela-sela memantau atmosfer pembukaan.

Senada dengan Kadispopar, Kabid Olahraga Dispopar Sumbawa, Iwan Setiawan, SP., M.Si., menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan PWI menjadi pondasi kuat bagi kemajuan olahraga di daerah. Ia berharap ajang ini juga menjadi batu loncatan bagi jurnalis Sumbawa untuk menembus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung mendatang.

"Olahraga mengajarkan kita kejujuran dan fair play. Nilai-nilai sportivitas di lapangan ini tentu sejalan dengan profesionalisme wartawan dalam menyajikan berita yang faktual dan bertanggung jawab. Selamat bertanding, jaga nama baik Sumbawa, dan raih prestasi dengan terhormat," kata Iwan Setiawan.

Sinergi dan Kemeriahan Pembukaan di Lapangan Unram

Pembukaan Porwada NTB 2026 yang baru pertama kali digelar ini berlangsung semarak. Acara resmi dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB. Turut hadir memberikan sambutan hangat, Asisten I Pemkot Mataram Lalu Martawan mewakili Walikota Mataram, serta Wakil Rektor Universitas Mataram yang menyambut baik digunakannya fasilitas kampus sebagai pusat pemersatu insan pers.

Atmosfer pembukaan kian membara dengan penampilan memukau Gendang Beleq dari SMPN 15 Mataram yang membawakan tabuhan dinamis, serta kawalan rapi dari Paskibra Nasional SMA Negeri 3 Mataram saat defile kontingen dimulai.

Kontingen PWI Sumbawa terpantau memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, bersanding dengan ratusan jurnalis bersertifikasi kompeten (UKW) dari 8 kabupaten/kota se-NTB, termasuk PWI Dompu, Mataram, Lombok Timur, Kota Bima, dan daerah lainnya.

 

Dukungan langsung yang diberikan oleh jajaran Pemda Sumbawa dan KONI Sumbawa di arena pertandingan mendapat respons positif dan apresiasi setinggi-tingginya dari Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan suntikan motivasi langsung dari Kepala Dinas Dispopar dan Kabid Olahraga, serta dukungan total dari Ketua KONI Sumbawa Bapak Abdul Rafiq. Kehadiran para tokoh penting daerah di tribun penonton hari ini menjadi energi tambahan bagi para atlet wartawan Sumbawa untuk tampil maksimal," ungkap sosok yang akrab disapa Bang Zen tersebut, didampingi Sekretaris PWI Sumbawa Abu Sofyan Muchtar.

Bang Zen menegaskan, kontingen PWI Sumbawa berkomitmen penuh untuk menjaga marwah daerah, bertanding secara kompetitif, sekaligus menjadikan ajang ini sebagai wadah mempererat silaturahmi demi meningkatkan solidaritas pers dalam membangun daerah. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:03:54 +0800 amr
KONI Sumbawa Dukung Penuh Kontingen PWI di Porwada NTB 2026: Cetak Jurnalis Tangguh dan Sportif! https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-pwi-di-porwada-ntb-2026-cetak-jurnalis-tangguh-dan-sportif https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-pwi-di-porwada-ntb-2026-cetak-jurnalis-tangguh-dan-sportif KONI Sumbawa Dukung Penuh Kontingen PWI di Porwada NTB 2026: Cetak Jurnalis Tangguh dan Sportif! 

MATARAM.Amarmedia.co.id — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Hal ini disampaikannya langsung saat memantau atmosfer pembukaan yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026).

Abdul Rafiq menegaskan bahwa kehadiran kontingen PWI Sumbawa dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi, melainkan representasi dari semangat juang dan sportivitas masyarakat Tana Samawa

 "Kami dari KONI Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan total untuk rekan-rekan wartawan, khususnya kontingen PWI Sumbawa. Wartawan adalah mitra strategis dalam pembangunan, dan melalui Porwada ini, mereka membuktikan bahwa insan pers tidak hanya tajam dalam pena, tetapi juga tangguh dan sportif di arena olahraga," ujar Abdul Rafiq di sela-sela acara pembukaan.

Serba-Serbi Kemeriahan Pembukaan: Dari Gendang Beleq hingga Kehadiran Gubernur NTB 

Atmosfer pembukaan Porwada NTB 2026 di Lapangan Sport Center Unram tampak begitu hidup. Sejak siang lapangan dipenuhi oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi NTB yang siap berlaga.

Acara bergengsi ini sedianya dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan dihadir oleh Perwakilan Walikota Mataram Asisten I Pemkot Mataram dan  Wakil Rektor Universitas Mataram yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, olahraga, dan pers.

 

Kemeriahan arena semakin membara berkat penampilan memukau dari kelompok seni Gendang Beleq SMPN 15 Mataram. Di bawah asuhan I Nengah Subrata, sebanyak 22 siswa penabuh sukses membius penonton. Barungan seni ini dikenal sudah biasa tampil di berbagai acara nasional dan festival seni (tegiolan). Demikian pula iringan dipandu oleh Paskibra Nasional dari SMA Negeri 3 Mataram. Beberapa kontingen besar terpantau sudah merapatkan barisan di area lapangan. Di antaranya adalah kontingen PWI Sumbawa yang tampil percaya diri, disusul oleh PWI Dompu,PWI Mataram, PWI Lombok Timur, Kota Bima,  serta perwakilan dari kabupaten/kota lainnya.

Harapan Besar untuk Kontingen Sumbawa

Sebagai Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq berharap ajang Porwada ini menjadi wadah silaturahmi yang kuat sekaligus panggung pembuktian prestasi bagi para jurnalis olahraga asal Sumbawa.

"Selamat bertanding untuk seluruh kontingen, khususnya untuk PWI Sumbawa. Jaga nama baik daerah, junjung tinggi fair play, dan bawa pulang prestasi terbaik untuk Sumbawa. KONI selalu ada di belakang kalian!" pungkasnya dengan penuh semangat.

Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE, didampingi Sekretaris PWI Sumbawa Abu Sofyan Muchtar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas atensi dan dukungan yang diberikan oleh Ketua KONI Sumbawa. Menurutnya, dukungan dari induk organisasi olahraga di daerah ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh atlet wartawan untuk memberikan performa terbaik dalam ajang tingkat provinsi tersebut.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari Ketua KONI Sumbawa. Sinergi antara PWI dan KONI ini bukan hanya soal partisipasi di Porwada, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa wartawan juga memiliki peran dalam memajukan dunia olahraga, baik sebagai pewarta maupun sebagai pelaku olahraga itu sendiri," ujar Zainuddin di Arena Porwada NTB

Zainuddin menambahkan bahwa dukungan KONI menjadi suntikan energi bagi PWI Sumbawa dalam melakukan persiapan teknis maupun latihan rutin bagi para atlet wartawan. Dengan adanya dukungan ini, ia optimistis kontingen PWI Sumbawa dapat bersaing secara kompetitif dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi daerah.

"Dukungan dari KONI ini memberikan kami keyakinan bahwa langkah kami didukung oleh otoritas olahraga yang kredibel. Kami berkomitmen untuk menjaga sportivitas dan profesionalisme di lapangan, sesuai dengan semangat profesi kewartawanan yang kami emban," tambah sosok yang akrab disapa Bang Zen ini.

Lebih lanjut, Ketua PWI Sumbawa ini menekankan bahwa ajang Porwada bukan sekadar perlombaan semata. Baginya, ini adalah wadah untuk mempererat silaturahmi antarwartawan se-NTB sekaligus sarana untuk meningkatkan kebugaran fisik agar para jurnalis dapat menjalankan tugas liputan dengan lebih prima.

"Kami ingin membuktikan bahwa wartawan Sumbawa tidak hanya mahir dalam merangkai kata dan menyajikan berita, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Kami akan memanfaatkan dukungan ini untuk berlatih lebih keras dan fokus dalam persiapan menuju Porwada nanti," pungkasnya.(AM/Red)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 15:07:10 +0800 amr
Persiapan Porwada PWI NTB 2026 Rampung 100 Persen, Gubernur Iqbal Dijadwalkan Hadir https://amarmedia.co.id/persiapan-porwada-pwi-ntb-2026-rampung-100-persen-gubernur-iqbal-dijadwalkan-hadir https://amarmedia.co.id/persiapan-porwada-pwi-ntb-2026-rampung-100-persen-gubernur-iqbal-dijadwalkan-hadir Persiapan Porwada PWI NTB 2026 Rampung 100 Persen, Gubernur Iqbal Dijadwalkan Hadir

Mataram.Amarmedia.co.id – Hajatan akbar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 siap digelar. Seluruh rangkaian persiapan menjelang pembukaan kompetisi olahraga antar-kuli tinta ini dinyatakan telah rampung 100 persen. Mulai dari kesiapan arena pertandingan (venue), teknis acara, hingga penyambutan para kontingen.

Ketua Panitia Porwada PWI NTB 2026, Purwandi menegaskan bahwa Mataram sebagai tuan rumah sudah siap sepenuhnya untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini.

"Alhamdulillah, per hari ini semua persiapan teknis dan non-teknis sudah klir. Venue untuk masing-masing cabang olahraga sudah siap digunakan, dan skema pertandingan pun telah dimatangkan oleh tim teknis," ujar Purwandi saat memberikan keterangan pers di Mataram, Kamis (25/06/2026).

Geliat pesta olahraga khusus insan pers ini sudah mulai terasa seiring dengan berdatangannya para atlet dan official dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar 300 orang yang terdiri dari jurnalis atlet serta pendamping kontingen bakal meramaikan ajang kali ini.

"Peserta dan official yang berjumlah sekitar 300 orang sudah mulai berdatangan di Mataram mulai malam ini. Kedatangan para jurnalis dari berbagai daerah ini disambut hangat, dan mereka siap memperebutkan prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan soliditas pers," kata Purwandi.

Acara seremonial pembukaan Porwada PWI NTB 2026 kata Mas Pur sapaannya, dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/06/2026) siang, bertempat di Sport Center Universitas Mataram (Unram).

Pembukaan ini dipastikan bakal berlangsung meriah karena dijadwalkan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pihak panitia pun mengajak seluruh anggota PWI dan komunitas pers di NTB untuk ikut menyukseskan dan meramaikan pembukaan esok hari. Selain menjadi ajang unjuk bakat di bidang olahraga sekaligus seleksi Porwanas 2027 di Provinsi Lampung, Porwada 2026 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh kebersamaan insan pers di Bumi Gora. (AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 22:33:51 +0800 amr
Gerakan Pangan Murah NTB Sinergi dengan Sinara Fest,Sediakan Bahan Pokok Harga Terjangkau bagi Masyarakat https://amarmedia.co.id/gerakan-pangan-murah-ntb-sinergi-dengan-sinara-festsediakan-bahan-pokok-harga-terjangkau-bagi-masyarakat https://amarmedia.co.id/gerakan-pangan-murah-ntb-sinergi-dengan-sinara-festsediakan-bahan-pokok-harga-terjangkau-bagi-masyarakat Gerakan Pangan Murah NTB Sinergi dengan Sinara Fest,Sediakan Bahan Pokok Harga Terjangkau bagi Masyarakat

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar wilayah perkotaan, termasuk Kota Mataram sebagai salah satu kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Irine Silviani, SP., MM., menyatakan bahwa program GPM ini sengaja dihadirkan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.

"Kami mengadakan GPM di perkotaan untuk menjaga stabilitas harga. Jadi semua masyarakat, baik yang di pelosok kemarin maupun yang di perkotaan, bisa mengetahui dan mendapatkan harga yang stabil," ujar Irine saat diwawancarai di halaman KPPN Mataram, Kamis (25/6/2026).

Pada kesempatan ini, kegiatan GPM turut memeriahkan gelaran Sinara Fest (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan) yang digelar KPPN Mataram, mengusung tema "Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan, untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas". Sinergi ini juga melibatkan sekitar 30 mitra lokal, termasuk para pedagang pangan yang menyediakan komoditas segar seperti sayuran, bawang, hingga produk olahan.

Irine membeberkan bahwa komoditas yang paling diminati oleh masyarakat dalam setiap gelaran GPM masih tetap sama, yakni minyak goreng dan bawang merah. Menariknya, harga beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah kini terpantau sudah mulai mengalami penurunan dan kembali stabil. Di pasaran, harga cabai saat ini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Selain itu, komoditas minyak goreng yang disediakan melalui distributor termasuk Bulog menjadi buruan warga karena dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar, yakni sebesar Rp15.500 per liter.

Meski Sinara Fest hanya berlangsung selama dua hari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB memastikan bahwa program GPM akan terus berlanjut ke berbagai daerah lainnya demi menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi harga untuk menekan inflasi.

"Ke depannya, pada bulan Juli nanti, kami merencanakan akan ada lagi minimal di dua titik, bahkan bisa lebih. Kemarin kami sudah adakan di Lombok Barat, dan tidak menutup kemungkinan akan menyasar kabupaten lain lagi untuk menekan inflasi," tambah Irine.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat terus menikmati komoditas pangan dengan harga yang aman dan ramah di kantong, sekaligus menjaga roda perekonomian para pelaku UMKM daerah agar tetap berputar.(AM/san/diskominfotik)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 17:44:55 +0800 amr
Pemerintah kabupaten Sumbawa Siap Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat https://amarmedia.co.id/pemerintah-kabupaten-sumbawa-siap-dukung-pembangunan-sekolah-rakyat https://amarmedia.co.id/pemerintah-kabupaten-sumbawa-siap-dukung-pembangunan-sekolah-rakyat Pemerintah kabupaten Sumbawa Siap Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - 22 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengikuti kegiatan Zoom Meeting usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan di Aula Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan terkait, baik dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Zoom Meeting ini membahas kesiapan lokasi, kelengkapan dokumen, serta persyaratan pendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa.

Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah melakukan inventarisasi data Kabupaten/Kota terkait Lahan Daerah Strategis (LDS) yang telah mencapai sekitar 87 persen.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penandatanganan kesepakatan antara Gubernur NTB dan para Bupati se-NTB dapat dilaksanakan pada minggu depan. Kesepakatan tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan penyesuaian dan revisi terhadap RTRW Provinsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mendukung sepenuhnya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa.

“Pada prinsipnya kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebutuhan Sekolah Rakyat. Kami telah menyiapkan lokasi di pinggir jalan raya dengan luas kurang lebih 20 hektare, seluruh persyaratan lahan telah dilengkapi, dan akses jalan masuk berada di pinggir jalan negara,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan bahwa Kabupaten Sumbawa siap menyambut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan dan membangun sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Sumbawa.

Dengan kesiapan lahan, kelengkapan dokumen, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat segera terealisasi.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa progres Lahan Daerah Strategis Kabupaten Sumbawa telah mencapai 87,03 persen. Selain itu, telah tersedia pula penetapan melalui Surat Keputusan Bupati sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.

Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., dalam paparannya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat seluas kurang lebih 20 hektare dan telah bersertifikat.

Berbagai persyaratan administrasi juga telah dilengkapi, antara lain surat pernyataan Bupati, Surat Keputusan penunjukan lokasi, serta keterangan rencana penggunaan lahan. Dokumen kajian risiko bencana juga telah tersedia, sedangkan dokumen lingkungan saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

Selain itu, di Dinas PUPR Provinsi NTB telah tersedia Berita Acara Kesepakatan hasil inventarisasi luas lahan baku sawah, lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta usulan kawasan pertanian.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 14:06:33 +0800 amr
Wagub NTB Tegaskan Masukan DPRD Jadi Dasar Pembenahan Tata Kelola APBD https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-tegaskan-masukan-dprd-jadi-dasar-pembenahan-tata-kelola-apbd https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-tegaskan-masukan-dprd-jadi-dasar-pembenahan-tata-kelola-apbd Wagub NTB Tegaskan Masukan DPRD Jadi Dasar Pembenahan Tata Kelola APBD

Mataram Amarmedia.co.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa berbagai pandangan, masukan, dan kritik konstruktif dari fraksi-fraksi DPRD Provinsi NTB akan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Provinsi dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub saat mewakili Gubernur NTB dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB untuk menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025, Kamis (25/6/2026).

Dalam penyampaiannya, Ummi Dinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan perhatian, masukan, dan saran kritis terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Seluruh pandangan, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan DPRD menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB dan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pembangunan,” tegasnya.

Wagub menjelaskan bahwa pemerintah sejalan dengan pandangan DPRD mengenai pentingnya penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemanfaatan aset secara produktif, digitalisasi layanan perpajakan, serta peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Terkait pelaksanaan anggaran, Pemerintah Provinsi NTB juga terus melakukan pembenahan kualitas perencanaan, percepatan pengadaa barang dan jasa, serta pengendalian pelaksanaan program agar setiap anggaran yang dialokasikan dapat menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari tingkat serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas keluaran (output) dan dampak (outcome) yang dihasilkan.

Menanggapi perhatian fraksi-fraksi mengenai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), Wagub menjelaskan bahwa SILPA Tahun Anggaran 2025 terbentuk dari efisiensi pelaksanaan belanja, pelampauan target pendapatan tertentu, serta transfer pemerintah pusat yang diterima menjelang akhir tahun anggaran. Dana tersebut bukan merupakan dana menganggur, melainkan akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas melalui mekanisme APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan bahwa APBD diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat, antara lain melalui pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTB. Berbagai indikator pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan Nilai Tukar Petani, menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari belanja daerah.

Di bidang tata kelola, pemerintah juga berkomitmen terus menyempurnakan pengelolaan aset daerah, meningkatkan kualitas pengelolaan piutang, memperkuat pembinaan BUMD, serta menjaga konsistensi penyajian laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan dan hasil audit yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup penyampaiannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan terus memperkuat kolaborasi dengan DPRD dalam membangun tata kelola keuangan yang lebih baik. Baginya, APBD bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan instrumen strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 13:25:44 +0800 amr
DPRD Sumbawa dan Kades Lebin Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah bagi Warga Ropang https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-dan-kades-lebin-dorong-percepatan-sertifikasi-tanah-bagi-warga-ropang https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-dan-kades-lebin-dorong-percepatan-sertifikasi-tanah-bagi-warga-ropang DPRD Sumbawa dan Kades Lebin Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah bagi Warga Ropang

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id - 25 Juni 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP menegaskan pentingnya percepatan sertifikasi tanah untuk memberi kepastian hukum dan membuka akses permodalan bagi masyarakat Kecamatan Ropang, sementara Kepala Desa Lebin aktif mendorong program sertifikasi untuk warganya agar manfaatnya cepat dirasakan. hal itu disampaikan pada kunjungannya ke DPRD Kabupaten Sumbawa dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano SH MKn.

Menurut Rosi akrab Legislator dari fraksi Golkar ini, Kecamatan Ropang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian karena keberadaan kawasan tambang, kebutuhan infrastruktur, dan persoalan aset yang belum tertib sertifikar. DPRD menilai kepastian status tanah merupakan syarat utama untuk mengurangi konflik pertanahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Pelaksanaan program sertifikasi juga pernah direalisasikan dalam bentuk pembagian sertifikat massal oleh BPN yang menyasar desa-desa di Ropang, sebagai stimulus agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan akses permodalan. 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano SH MKn menjelaskan bahwa sertifikat memberikan kepastian hukum sehingga meminimalkan sengketa dan praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat. DPRD menilai sertifikasi membuka peluang masyarakat mengakses pinjaman usaha atau Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi lokal. 

Ia  mendorong kerja sama aktif antara Pemda, BPN, dan pemerintah desa untuk percepatan pendaftaran dan penerbitan sertifikat, khususnya di desa-desa yang rentan sengketa.

Dalam pertemuan tersebut Langkah yang diusulkan DPRD diantaranya koordinasi antar-institusi, memperkuat sinergi Pemda–BPN–DPRD–kecamatan untuk program sertifikasi terpadu,mendorong kegiatan massal (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap / program sertifikat massal) untuk mempercepat legalisasi hak atas tanah warga. serta melakukan pemetaan bidang tanah, sosialisasi prosedur, dan pendampingan bagi warga yang belum mengerti proses pendaftaran. 

Ditambahkan Rosi Pemda perlu menertibkan aset milik daerah yang belum bersertifikat untuk menghindari sengketa dan memaksimalkan fungsi aset sebagai sumber pendapatan daerah. 

Kepala Desa Lebin Sulaeman fokus mendorong warganya mengikuti program sertifikasi dengan langkah-langkah praktis. Ia siap mengumpulkan dokumen warga, memfasilitasi pengukuran bidang, serta mengkoordinasikan jadwal kegiatan BPN di tingkat desa agar proses berjalan lancar. 

"Dampak dan manfaat yang diharapkan-adalah ada kepastian hak atas tanah untuk warga, mengurangi risiko sengketa dan pelanggaran hak." imbuhnya. dengan sertifikat, warga lebih mudah mendapatkan kredit usaha atau modal kerja, : sertifikat membuka peluang investasi lokal, pengembangan UMKM, dan pemanfaatan lahan yang lebih produktif. pungkasnya.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 12:28:42 +0800 amr
Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa Dukung Penuh Kontingen Porwada PWI Sumbawa https://amarmedia.co.id/bank-ntb-syariah-cabang-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-porwada-pwi-sumbawa https://amarmedia.co.id/bank-ntb-syariah-cabang-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-porwada-pwi-sumbawa Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa Dukung Penuh Kontingen Porwada PWI Sumbawa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id- Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung perkembangan olahraga dan kemitraan dengan insan pers di Kabupaten Sumbawa. Hal ini dibuktikan dengan menjadi sponsor dan partisipasi aktif Bank NTB Syariah dalam acara pelepasan kontingen atlet Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Mataram.

Kepala Cabang Bank NTB Syariah Sumbawa, Ika Gita Listiana, M.M., Inov., hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut yang berlangsung di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan nyata institusi perbankan syariah terbesar di NTB ini terhadap kontingen PWI Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik yang tercipta antara PWI, KONI, Dispopar, dan Bank NTB Syariah. Sinergi ini dinilai berhasil memberikan fasilitas dan akomodasi yang sangat layak bagi para jurnalis yang akan bertanding di ajang Porwada.

Dukungan Bank NTB Syariah ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi 29 atlet dan 2 official PWI Sumbawa untuk tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kota Mataram pada 26–28 Juli 2026 mendatang.

Sejalan dengan semangat Bupati Syarafuddin Jarot untuk mengajak seluruh elemen daerah "berlari cepat" demi akselerasi pembangunan, keterlibatan Bank NTB Syariah dalam kegiatan ini menunjukkan keaktifan dunia perbankan dalam mendukung kegiatan positif di masyarakat, termasuk di bidang olahraga dan pers.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bank NTB Syariah, diharapkan kontingen PWI Sumbawa dapat mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di ajang Porwada 2026.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 09:23:58 +0800 amr
HIPMI Sumbawa All Out Dukung Kontingen PWI di Porwada 2026, Rizki Akbar: Wartawan Adalah Penggerak Ekonomi Daerah https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-all-out-dukung-kontingen-pwi-di-porwada-2026-rizki-akbar-wartawan-adalah-penggerak-ekonomi-daerah https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-all-out-dukung-kontingen-pwi-di-porwada-2026-rizki-akbar-wartawan-adalah-penggerak-ekonomi-daerah HIPMI Sumbawa All Out Dukung Kontingen PWI di Porwada 2026, Rizki Akbar: Wartawan Adalah Penggerak Ekonomi Daerah

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh atas keberangkatan kontingen atlet Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB di Kota Mataram, 26–28 Juli 2026 mendatang.

Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa, *Rizki Akbar, S.E., M.M.Inov., menanggapi pelepasan resmi kontingen oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Sinergi Pengusaha Muda dan Pers untuk Kemajuan Daerah

Menurut Rizki Akbar, pers dan dunia usaha memiliki ikatan emosional dan strategis yang tidak dapat dipisahkan. Wartawan bukan sekadar pencari berita, melainkan mitra strategis dalam membangun opini publik yang sehat, termasuk dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di tana Samawa.

 "Kami di HIPMI Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan all out kepada rekan-rekan jurnalis PWI Sumbawa yang berkompetisi di ajang Porwada 2026. Ajang ini bukan hanya panggung pembuktian prestasi olahraga, tetapi juga cerminan dari soliditas dan sportivitas kawan-kawan media Sumbawa di tingkat provinsi," ujar Rizki Akbar.

Pria yang akrab disapa Eki ini mendedikasikan dukungan ini sebagai bentuk kolaborasi pentahelix, di mana dunia usaha (swasta) turut hadir menyokong kegiatan positif komunitas pers. Ia optimis, dengan mentalitas juara yang dimiliki para kuli tinta Sumbawa, kontingen ini mampu mengharumkan nama daerah.

Rizki Akbar juga menambahkan bahwa semangat yang dibawa oleh rekan-rekan PWI sangat selaras dengan arahan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang meminta seluruh elemen daerah—termasuk birokrasi dan mitra kerja—untuk "berlari cepat" demi akselerasi pembangunan.

 HIPMI melihat potensi besar pada 29 atlet dan 2 official PWI Sumbawa yang diperkuat nama-nama legendaris, seperti peraih emas Porwanas Zulkarnain (atletik), Jamhur Husain & Agus Talino (tenis meja), hingga tim cabor biliar, balogo, fotografi, dan bridge.

Olahraga menjadi simbol bahwa wartawan Sumbawa memiliki ketahanan fisik dan mental yang siap mengawal isu-isu lokal serta investasi daerah dengan ritme yang cepat dan taktis.

Ketua HIPMI Sumbawa berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan fokus tinggi, menjaga kesehatan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

"Selamat bertanding untuk kontingen PWI Sumbawa. Seperti yang disampaikan Ketua PWI, Abang Zainuddin, dan Ketua KONI, Bung Abdul Rafiq, target juara itu penting, tetapi menjaga nama baik daerah dan kembali pulang dengan selamat adalah yang utama. HIPMI Sumbawa selalu siap berdiri membersamai perjuangan rekan-rekan media," pungkas Rizki Akbar. (AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 08:48:43 +0800 amr
Bupati Syarafuddin : Keberhasilan TP&PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD Diukur dari Ketahanan Keluarga, Bukan Formalitas Meja https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-keberhasilan-tp-pkk-posyandu-dan-bunda-paud-diukur-dari-ketahanan-keluarga-bukan-formalitas-meja https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-keberhasilan-tp-pkk-posyandu-dan-bunda-paud-diukur-dari-ketahanan-keluarga-bukan-formalitas-meja Bupati Syarafuddin : Keberhasilan TP-PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD Diukur dari Ketahanan Keluarga, Bukan Formalitas Meja

Sumbawa,Amarmedia.co.id  — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Sumbawa tidak boleh hanya terjebak pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Bagi Bupati, fondasi utama kemajuan daerah justru terletak pada pembangunan karakter Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu lingkungan keluarga.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri sekaligus memberikan arahan strategis dalam acara Sinergi Integrasi Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, dan Ketua Tim Pembina Posyandu dari 11 Kecamatan di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (24/06/2026).

Prosesi pelantikan dan pengambilan ikrar sendiri dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E.

Bupati Minta Pengurus Turun Langsung ke Lapangan

Dari sudut pandang orang nomor satu di Sumbawa ini, pelantikan 11 pengurus kecamatan tersebut merupakan sebuah amanah pengabdian yang sakral, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bupati Jarot secara khusus menantang para pengurus yang baru dilantik untuk keluar dari zona nyaman birokrasi dan rutinitas administratif.

"Saya minta agar dalam menjalankan tugas tidak hanya melahirkan kebijakan di atas meja, tetapi lihat langsung kondisi riil di lapangan. Pengurus harus aktif bergerak, kunjungi keluarga yang membutuhkan perhatian, pantau kondisi ibu hamil, anak-anak, serta masyarakat yang memerlukan pendampingan," tegas Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Bupati menambahkan bahwa indikator performa utama (KPI) dari ketiga lembaga ini tidak boleh lagi diukur dari kuantitas atau banyaknya jumlah kegiatan yang sukses digelar.

"Keberhasilan tugas dari PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD bukanlah dilihat dari seberapa padatnya kegiatan yang dilaksanakan. Tetapi lebih dari itu, seberapa besar dan luasnya manfaat nyata yang dirasakan oleh setiap masyarakat dan siklus keluarga sebagai penerima manfaat dasar," imbuhnya.

Sentuhan Ibu Sebagai Fondasi Generasi Emas

Sebagai kepala daerah, Bupati Syarafuddin Jarot memandang peran para ketua organisasi wanita di tingkat kecamatan ini memiliki dampak domino yang sangat luar biasa bagi masa depan Sumbawa. Beliau menilai, sentuhan dan keteladanan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga.

Ketika para ibu di kecamatan bergerak secara aktif dan mandiri, ketahanan keluarga akan otomatis terbentuk.

Keluarga yang memiliki ketahanan kuat akan melahirkan lingkungan masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Masyarakat yang tangguh inilah yang akan menjadi fondasi utama bagi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera

Di akhir arahannya, Bupati menggarisbawahi bahwa TP-PKK, Bunda PAUD, dan TP Posyandu merupakan mitra kerja strategis pemerintah daerah yang saling terintegrasi. Ketiganya mengawal siklus hidup manusia, mulai dari kesehatan bayi dan ibu di Posyandu, pendidikan karakter sejak dini melalui PAUD, hingga kesejahteraan keluarga lewat program PKK.

Bupati optimis, dengan pergerakan lapangan yang padu antara pemerintah daerah dan ketiga lembaga dari 11 kecamatan ini (Kecamatan Sumbawa, Moyo Utara, Labuhan Badas, Alas, Alas Barat, Lopok, Maronge, Plampang, Labangka, Moyo Hulu, dan Orong Telu), maka roda pembangunan sosial di Kabupaten Sumbawa akan berjalan jauh lebih cepat, merata, dan tepat sasaran demi menyongsong generasi emas di masa depan.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 08:07:08 +0800 amr
Baru Terima SK PON 2028, Gubernur Miq Iqbal Langsung Pimpin Rapat Strategis Persiapan NTB https://amarmedia.co.id/baru-terima-sk-pon-2028-gubernur-miq-iqbal-langsung-pimpin-rapat-strategis-persiapan-ntb https://amarmedia.co.id/baru-terima-sk-pon-2028-gubernur-miq-iqbal-langsung-pimpin-rapat-strategis-persiapan-ntb Baru Terima SK PON 2028, Gubernur Miq Iqbal Langsung Pimpin Rapat Strategis Persiapan NTB

MATARAM. Amarmedia.co.id  – Belum genap sehari setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 129 Tahun 2026 tentang Penetapan Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Jakarta, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal tanpa jeda langsung memimpin rapat strategis bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB untuk mematangkan langkah-langkah persiapan penyelenggaraan PON. Langkah cepat tersebut menjadi penegasan bahwa Pemprov NTB bergerak sejak hari pertama untuk menindaklanjuti amanah pemerintah pusat setelah NTB resmi ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi DKI Jakarta.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I Setda NTB, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga beserta jajaran, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, perwakilan Bappeda NTB, serta perangkat daerah terkait yang akan menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

Dalam arahannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kerja yang cepat, terencana, dan terukur. Seluruh perangkat daerah diminta membangun kolaborasi sejak dini agar setiap tahapan persiapan berjalan efektif dan mampu menghasilkan penyelenggaraan yang berkualitas.

Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan anggaran. Menurutnya, setiap dana yang bersumber dari APBD harus digunakan secara selektif, efisien, dan akuntabel dengan memprioritaskan program-program yang benar-benar berdampak terhadap kesiapan NTB sebagai tuan rumah sekaligus mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memiliki nilai strategis. Kita tidak hanya mengejar sukses penyelenggaraan, tetapi juga memastikan bahwa investasi yang dilakukan mampu memperkuat pembinaan olahraga, meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, dan melahirkan prestasi yang membanggakan bagi atlet-atlet NTB,” tegas Gubernur.

Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan penganggaran tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek penyelenggaraan, tetapi mampu meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pembinaan olahraga, peningkatan kualitas infrastruktur, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Gubernur menegaskan bahwa persiapan PON di NTB akan mengedepankan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia. Fokus diarahkan pada pembenahan dan peningkatan kualitas venue sesuai kebutuhan sehingga penyelenggaraan dapat berlangsung secara efisien tanpa pembangunan infrastruktur baru yang tidak mendesak.

Rapat juga membahas kesiapan NTB dalam menyelenggarakan cabang-cabang olahraga yang nantinya ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan siap menyesuaikan pembagian cabang olahraga sesuai keputusan nasional dengan mengedepankan kesiapan venue, efektivitas penyelenggaraan, dan potensi peningkatan prestasi atlet daerah.

Bagi Gubernur, status sebagai tuan rumah harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di NTB. Persiapan tidak boleh hanya berfokus pada aspek penyelenggaraan, tetapi juga harus mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan melalui pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“PON XXII Tahun 2028 harus menjadi titik balik kebangkitan olahraga NTB. Kita ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi yang tidak kalah penting adalah sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menekankan bahwa penyelenggaraan PON merupakan pekerjaan besar yang tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah semata. Dibutuhkan sinergi, komitmen, dan semangat kerja bersama dari seluruh unsur pemerintah, pemerintah kabupaten/kota, organisasi olahraga, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan persiapan PON sebagai gerakan bersama dengan mengedepankan disiplin, koordinasi, dan saling mendukung antarsektor. Menurutnya, kolaborasi yang kuat sejak tahap perencanaan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan penyelenggaraan PON yang sukses dan membanggakan.

Selain membahas kesiapan venue dan pembinaan atlet, rapat juga menyoroti kebutuhan perencanaan pendanaan yang berkelanjutan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta langkah-langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan berjalan tepat waktu dan sesuai target.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, PON XXII Tahun 2028 bukan hanya agenda olahraga nasional, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sport tourism, menggerakkan perekonomian daerah, memberdayakan UMKM, menarik investasi, serta memperkenalkan potensi NTB kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui gerak cepat yang dimulai sejak hari pertama setelah penerimaan SK, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan tekad untuk menjadikan PON XXII Tahun 2028 bukan sekadar sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai momentum lahirnya prestasi atlet, penguatan ekonomi daerah, dan warisan pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, NTB optimistis mampu menghadirkan PON yang profesional, efisien, dan membanggakan.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:35:41 +0800 amr
Aliansi Sumbawa Menggugat Desak PT Intam Transparan Terkait Status Jalan di Desa Lebin https://amarmedia.co.id/aliansi-sumbawa-menggugat-desak-pt-intam-transparan-terkait-status-jalan-di-desa-lebin https://amarmedia.co.id/aliansi-sumbawa-menggugat-desak-pt-intam-transparan-terkait-status-jalan-di-desa-lebin Aliansi Sumbawa Menggugat Desak PT Intam Transparan Terkait Status Jalan di Desa Lebin

SumbawaBesar.Amarmedia.co.id - , 24 Juni 2026 – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa dengan PT Intam, Rabu (24/6), diwarnai desakan keras dari Aliansi LSM Sumbawa Menggugat. Aliansi menuntut kejelasan status hukum dan iktikad baik perusahaan terkait pemanfaatan akses jalan di Desa Lebin yang selama ini diklaim perusahaan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT).

RDP tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III Syaifullah SPd.M.M.Inov. hadir anggota komisi II Muhammad Zain SIP, Jiansya SE dan H Andi Mappelepui. Dari pemerintah daerah juga hadir yakni Dinas DPMPTSP, Balai KPH Zona II, Camat Ropang,Kepala Desa Lebin dan Kepala Desa Ropang. 

Perwakilan Aliansi, Muhammad Taufan, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah status lahan yang kini digunakan sebagai jalur logistik PT Intam. Menurutnya, terdapat ketimpangan informasi antara klaim perusahaan dengan fakta di lapangan.

"Kami datang ke sini untuk menuntut transparansi. Perusahaan mengklaim jalan tersebut adalah JUT, namun faktanya itu adalah akses yang dibangun secara manual dengan biaya dan keringat masyarakat sendiri, termasuk kontribusi pribadi saudara Dodo," ujar Taufan di sela-sela rapat.

Senada dengan Taufan, rekan sejawatnya, Viktor, mempertanyakan legitimasi izin penggunaan jalan tersebut. Aliansi mencium adanya rumor bahwa penggunaan jalan dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat dan hanya berlandaskan kesepakatan yang tidak merata.

"Kami butuh penjelasan krusial. Siapa yang memberi izin kepada PT Intam untuk menggunakan jalan pribadi warga sebagai akses operasional perusahaan? Jika perusahaan beroperasi di sana, maka wajib ada ganti rugi atau kompensasi yang jelas bagi pemilik lahan yang jalannya terdampak," tegas Viktor.

Aliansi juga menyoroti sikap perusahaan yang terkesan mengelak saat ditanya mengenai pertanggungjawaban kepemilikan lahan. Bagi aliansi, dalih "amanah sosialisasi" yang diusung perusahaan tidak bisa menjadi pembenaran untuk mengabaikan hak-hak pemilik lahan yang telah berinvestasi secara swadaya membangun jalan tersebut selama bertahun-tahun.

Dalam rapat tersebut, Well Sukrianto, anggota aliansi lainnya, mendesak DPRD agar bersikap tegas terhadap PT Intam. Aliansi menegaskan posisi mereka: jika permasalahan kompensasi dan status jalan belum tuntas, maka PT Intam harus menghentikan penggunaan jalan tersebut untuk kendaraan berat.

"Kami tidak ingin mendiskreditkan pihak mana pun, kami duduk di sini untuk mengurai benang kusut. PT Intam harus terbuka agar polemik ini tidak melebar menjadi konflik yang lebih besar. Intinya, apakah perusahaan memiliki iktikad baik untuk memberikan ganti rugi atau tidak? Itu saja yang masyarakat butuhkan," tambah perwakilan LSM.

Aliansi LSM Sumbawa Menggugat menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga PT Intam menunjukkan tanggung jawab nyata. Mereka menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Sumbawa tidak boleh mengorbankan masyarakat kecil atau merampas hak-hak yang telah dibangun warga secara mandiri selama ini.

"Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Sinergi itu harusnya saling menguntungkan, bukan justru menjadikan masyarakat sebagai korban dari operasional tambang," pungkas Taufan.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:23:47 +0800 amr
Muhammad Zain Dorong Penyelesaian Konflik Akses Jalan Desa Lebin Melalui Musyawarah Berkeadilan di Tingkat Kecamatan https://amarmedia.co.id/muhammad-zain-dorong-penyelesaian-konflik-akses-jalan-desa-lebin-melalui-musyawarah-berkeadilan-di-tingkat-kecamatan https://amarmedia.co.id/muhammad-zain-dorong-penyelesaian-konflik-akses-jalan-desa-lebin-melalui-musyawarah-berkeadilan-di-tingkat-kecamatan Muhammad Zain Dorong Penyelesaian Konflik Akses Jalan Desa Lebin Melalui Musyawarah Berkeadilan di Tingkat Kecamatan

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa pada Rabu (24/6) membahas polemik status jalan di Desa Lebin yang kini digunakan oleh PT Intam dalam aktivitas eksplorasi detailnya. Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, SIP, menekankan pentingnya mengedepankan hak-hak masyarakat lokal dalam setiap tahapan investasi.

Rapat yang dipimpin oleh ketua komisi III Syaifullah SPd.M.M.Inov dihadiri Aliansi LSM Sumbawa Menggugat, Camat Ropang, Kepala Desa Lebin, Kepala Desa Ropang, Balai KPH II, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Hukum Setda Sumbawa, polsek Ropang serta Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Hadir anggota komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa H Andi Mappelepui dan Juliansyah SE. 

Dalam paparannya, Muhammad Zain yang akrab disapa Rosi ini, menyoroti bahwa berdasarkan fakta sejarahnya, lahan yang dijadikan akses jalan tersebut adalah milik masyarakat yang telah dikembangkan secara bertahap melalui swadaya warga dan dana desa sejak tahun 2017 hingga 2025.

"Kami memahami bahwa perusahaan beroperasi memanfaatkan akses jalan tersebut setelah dilakukan sosialisasi oleh PT Intam yang dilakukan bersama warga dan Kepala Desa. Dalam pertemuan tersebut telah mendapat persetujuan dengan syarat perbaikan jalan dilakukan oleh PT Intam, sehingga sampai hari ini jalan tersebut dipakai oleh PT Intam. Meskipun demikian, perusahaan tidak boleh abai terhadap kontribusi masyarakat dalam peningkatan jalan tersebut, termasuk saudara Dodo, yang telah membantu mengubah jalan setapak menjadi akses roda empat dan enam," ujar Muhammad Zain.

Menurut Rosi, reaksi yang muncul dari masyarakat saat ini merupakan akumulasi dari rasa memiliki terhadap jalan yang telah dibangun dengan susah payah tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh menutup mata terhadap tanggung jawab sosialnya.

Ia menambahkan, perusahaan wajib memiliki kepekaan dan terbuka dalam setiap operasionalnya jika ingin menggunakan akses yang dibangun oleh masyarakat. Munculnya reaksi masyarakat yang merasa dirugikan harus segera direspons dengan bentuk kompensasi yang layak atas perbaikan jalan tersebut. Jangan sampai keberadaan tambang justru memicu konflik horizontal di tataran desa.

"Saya berharap permasalahan ini diklirkan di tingkat kecamatan bersama Camat, Kepala Desa, dan perwakilan masyarakat. Namun, saya tegaskan kembali, perusahaan bisa berjalan dengan lancar, tetapi masyarakat tidak boleh dirugikan sedikit pun," tambahnya.

Muhammad Zain menutup pernyataannya dengan mengingatkan PT Intam agar tidak abai terhadap dinamika sosial di lapangan. Ia meminta perusahaan untuk lebih terbuka dan proaktif dalam menyosialisasikan setiap langkahnya agar tidak terjadi miskomunikasi yang berkepanjangan.

"Investasi harus membawa kesejahteraan. Kami di DPRD akan terus mengawal agar tuntutan masyarakat terkait kompensasi atas jerih payahnya memperbaiki jalan tersebut mendapatkan perhatian serius dari PT Intam. Sinergi yang baik hanya bisa dicapai jika hak masyarakat dihormati dan kewajiban perusahaan dipenuhi dengan transparan," pungkas Rosi.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:13:14 +0800 amr
PT Intam Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengembangan Infrastruktur di Desa Lebin Kecamatan Ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-sinergi-dengan-masyarakat-dalam-pengembangan-infrastruktur-di-desa-lebin-kecamatan-ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-sinergi-dengan-masyarakat-dalam-pengembangan-infrastruktur-di-desa-lebin-kecamatan-ropang PT Intam Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengembangan Infrastruktur di Desa Lebin Kecamatan Ropang 

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id -  24 Juni 2026 – PT Intam, perusahaan yang saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi detail di wilayah Kabupaten Sumbawa, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya di Desa Lebin.

Hal ini disampaikan oleh Direksi PT Intam, Rahmansyah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa pada Rabu (24/6). Dalam rapat tersebut, PT Intam memberikan klarifikasi terkait pemanfaatan akses jalan yang belakangan ini menjadi perhatian publik.

Rahmansyah menjelaskan bahwa kehadiran PT Intam di Desa Lebin merupakan bagian dari rencana investasi yang mengedepankan kolaborasi dengan warga lokal. Menurutnya, penggunaan akses jalan di desa tersebut bukan didasari oleh keinginan perusahaan semata, melainkan merespons aspirasi masyarakat saat sesi sosialisasi beberapa bulan lalu.

"Saat itu, masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur jalan untuk mengangkut hasil panen. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen perusahaan, kami telah merealisasikan perbaikan jalan sepanjang 12 km," ujar Rahmansyah.

Ia menambahkan bahwa sejak perbaikan tersebut selesai, manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh petani. Risiko kecelakaan di jalan tersebut pun kini terminimalisir, dan akses transportasi hasil panen menjadi jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

Terkait munculnya polemik mengenai status kepemilikan lahan jalan tersebut, pihak PT Intam menyatakan sikap terbuka untuk menempuh jalan dialog. Perusahaan menekankan bahwa operasional mereka saat ini masih dalam tahap eksplorasi detail, dan penggunaan akses jalan dilakukan sebagai sarana logistik yang esensial.

Menanggapi tuntutan mengenai kompensasi, PT Intam berkomitmen untuk melakukan verifikasi lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak kecamatan agar permasalahan ini menemukan solusi terbaik yang adil bagi semua pihak.

"Kami sebagai investor sangat berharap adanya kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif. Kami sangat menghargai aspirasi masyarakat dan ingin memastikan bahwa keberadaan kami memberikan dampak positif, bukan justru menimbulkan konflik," tambah Djatmiko, perwakilan PT Intam selaku Project manager 

Dukungan terhadap Penyelesaian di Tingkat Kecamatan

Dalam RDP tersebut, pihak perusahaan menyambut baik saran dari anggota DPRD agar permasalahan teknis di lapangan diselesaikan melalui musyawarah di tingkat kecamatan. PT Intam menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama dengan pemilik lahan dan perangkat desa guna mengurai setiap kendala dengan transparan.

PT Intam berharap, melalui semangat gotong royong dan komunikasi yang terbuka, sinergi antara perusahaan dan masyarakat Desa Lebin dapat terus terjaga. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa menjadi lebih maju melalui pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 14:31:07 +0800 amr
Bupati Syarafuddin Jarot Resmi Lepas Kontingen Atlet Porwada PWI Kabupaten Sumbawa Menuju Mataram https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-resmi-lepas-kontingen-atlet-porwada-pwi-kabupaten-sumbawa-menuju-mataram https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-resmi-lepas-kontingen-atlet-porwada-pwi-kabupaten-sumbawa-menuju-mataram Bupati Syarafuddin Jarot Resmi Lepas Kontingen Atlet Porwada PWI Kabupaten Sumbawa Menuju Mataram

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id– Suasana khidmat dan penuh optimisme menyelimuti Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (23/6/2026) siang. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melepas kontingen atlet Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Kota Mataram pada 26–28 Juli 2026 mendatang.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq, S.H., M.Si., Wakil Ketua KONI Muhammad Yamin, S.E., M.Si., Kepala Dispopar Tata Kostara, S.Sos., Kepala Cabang Bank NTB Syariah Ika Gita Listiana, M.M., Inov., serta Ketua PWI Sumbawa Zainuddin, S.E dan jajaran pengurus sekaligus peserta Porwada. Acara diawali secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Jamhur Husain.

 

Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Syarafuddin Jarot memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi apik yang tercipta antara PWI, KONI, Dispopar, dan Bank NTB Syariah. Sinergi ini dinilai berhasil memberikan fasilitas dan akomodasi yang sangat layak bagi para jurnalis yang akan bertanding.

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata, Bupati Jarot berjanji akan meluangkan waktu di tengah kesibukan dinasnya untuk mendukung langsung perjuangan kontingen Sumbawa di Mataram.

 "Terima kasih atas kebersamaan kita hari ini. Kebetulan agenda saya pada tanggal 26 dan 27 Juni ada di Mataram. Pada tanggal 28 Juni jadwal saya agak longgar, insya Allah saya akan datang langsung ke venue di Mataram untuk menonton dan mendukung rekan-rekan wartawan bertanding," ungkap Bupati Jarot disambut tepuk tangan riuh hadirin.

 

Bupati berharap 29 atlet dan 2 official yang dikirimkan mampu tampil percaya diri, menjaga soliditas, dan membawa pulang hasil terbaik. Baginya, ajang olahraga ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan daerah.

Tidak hanya berbicara soal olahraga, Bupati Jarot memanfaatkan momentum ini untuk merefleksikan satu tahun empat bulan masa kepemimpinannya di tana Samawa. Di hadapan para kuli tinta, ia menegaskan posisinya yang sangat terbuka terhadap kritik. Bagi Jarot, fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers selama ini adalah hal positif yang membangun.

"Selama satu tahun empat bulan menjabat, saya banyak dikritik, dan alhamdulillah pers bisa memberitakan isu lokal dengan sangat baik," ujarnya dengan nada apresiatif.

Berbekal rekam jejak profesionalnya di perusahaan asing, Bupati Jarot menegaskan bahwa kritik tersebut ia jadikan pemacu untuk mengakselerasi birokrasi. Ia menuntut ritme kerja yang cepat dan taktis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dengan mengomandoi 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 24 Kecamatan.

 Menaungi sekitar 9.000-an Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati Jarot mengajar ASN "Berlari cepat", bukan sekadar maraton, apalagi berjalan santai.

"Memang tidak semua aparat siap bekerja cepat, tapi kita harus memilih yang terbaik secara terukur sesuai kemampuan daerah," tegas Bupati.

Sebelumnya, Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, S.E., melaporkan bahwa kontingen kali ini diperkuat oleh sejumlah atlet unggulan yang memiliki rekam jejak prestasi nasional, baik di ajang Porwada maupun Porwanas sebelumnya. Kekuatan Kontingen PWI Sumbawa pada beberapa cabor diantaranya di Atletik ada Zulkarnain Peraih medali emas 5.000 meter pada Porwanas lalu. 

Pada Tenis Meja ada atlet Jamhur Husain & Agus Talino Memecahkan rekor belasan tahun dengan meraih Medali Perunggu

Di nonro Biliar Tim Biliar Sumbawa menyumbang 3 medali perunggu di nomor Bola 8 dan Bola 9. Dan Olahraga Tradisional (Balogo) ada Fajar, Robi, Zakaria serta Fotografi ada Randi menjadi salah satu nomor andalan kontingen Sumbawa.

Kemudian lanjut Zen akrab disapa, pada nomor Bridge, Tim Bridge Sumbawa, satu-satunya perwakilan NTB, langsung mengantongi tiket Porwanas Lampung tanpa seleksi daerah. Ia optimis kontingen Sumbawa mampu mengulang sukses besar seperti pada Porwanas di Malang dan Banjarmasin, di mana NTB berhasil menembus posisi Tiga Besar Nasional dengan raihan 15 medali.

"Kami mohon doa restu Bupati dan masyarakat Sumbawa. Yang paling penting bagi kami adalah seluruh atlet pergi berjuang dan pulang dalam keadaan selamat," pungkas Zainuddin

Ditempat yang sama, Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq SH, M.Si, memberikan arahan kepada para atlet Porwada Kabupaten Sumbawa agar menjaga nama baik daerah, menjaga kondisi fisik dengan baik sebelum bertanding, serta berjuang untuk meraih prestasi dan juara.

Abdul Rafiq menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan para atlet selama mengikuti pertandingan. Ia meminta seluruh kontingen untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas dan menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa. “Jaga nama baik daerah, jaga kondisi betul-betul untuk bertanding. Raih prestasi dan juara,” tegasnya. (AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 18:05:12 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Perkuat Implementasi Keamanan Siber dan Resmi Terima Registrasi TTIS dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-implementasi-keamanan-siber-dan-resmi-terima-registrasi-ttis-dari-kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-implementasi-keamanan-siber-dan-resmi-terima-registrasi-ttis-dari-kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn Pemkab Sumbawa Perkuat Implementasi Keamanan Siber dan Resmi Terima Registrasi TTIS dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur dan tata kelola keamanan siber di wilayahnya. Upaya serius ini ditandai dengan diterimanya Surat Tanda Registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., pada Selasa, 23 Juni 2026.

Penyerahan dokumen resmi ini berlangsung dalam rangkaian Kegiatan Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dr. H. Budi Prasetyo menekankan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh regulasi terkait keamanan siber diimplementasikan dengan optimal di lingkungan Pemkab Sumbawa. Fokus utamanya mencakup aspek pelindungan data pribadi, keamanan dan ketahanan siber, pengelolaan insiden siber, hingga tata kelola keamanan siber secara menyeluruh.

"Kita pastikan implementasi regulasi terkait keamanan siber yang meliputi pelindungan data pribadi, keamanan dan ketahanan siber, dan pengelolaan insiden siber serta tata kelola keamanan siber terlaksana di Sumbawa," ujar sosok yang akrab disapa Doktor Budi tersebut.

Registrasi TTIS yang diberikan oleh BSSN ini merupakan pengakuan resmi secara nasional bagi Pemkab Sumbawa. Status ini memberikan sejumlah keuntungan strategis, di antaranya mendapatkan akses ke jaringan koordinasi dan komunikasi dengan TTIS Nasional, TTIS Sektor Administrasi Pemerintahan (Gov-CSIRT), serta TTIS organisasi lainnya.

Kemudian lanjutnya mendapatkan dukungan teknis dan sumber daya dari BSSN untuk meningkatkan kapabilitas dan kesiapan TTIS, Penguatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi oleh TTIS Nasional dan Gov-CSIRT dan kemudahan dalam proses koordinasi dan penanganan insiden siber secara efektif dan terintegrasi.

Doktor Budi menambahkan bahwa keterlibatan Pemkab Sumbawa dalam Kegiatan Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di daerah.

"Kegiatan ini merupakan sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi sistem manajemen keamanan informasi, penerapan kontrol keamanan, dan penanganan insiden siber," tambah Doktor Budi.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Sumbawa diharapkan dapat lebih responsif dan tangkas dalam menghadapi ancaman digital. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan data masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang saat ini terus dikembangkan oleh Pemkab Sumbawa.(AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 12:26:19 +0800 amr
Tim Seleksi Resmi Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID NTB 2026–2029 https://amarmedia.co.id/tim-seleksi-resmi-buka-pendaftaran-calon-anggota-kpid-ntb-20262029 https://amarmedia.co.id/tim-seleksi-resmi-buka-pendaftaran-calon-anggota-kpid-ntb-20262029 Tim Seleksi Resmi Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID NTB 2026–2029

Mataram,Amarmedia.ci.id -  (22 Juni 2026) – Tim Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi membuka pendaftaran Calon Anggota KPID Provinsi NTB Masa Jabatan 2026–2029. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Tim Seleksi yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026, di Sekretariat Tim Seleksi Kantor DPRD Provinsi NTB.

Ketua Tim Seleksi, Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan pendaftaran dibuka mulai 22 Juni hingga 21 Juli 2026 dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk ikut berpartisipasi dalam proses seleksi.

“Seleksi ini merupakan kesempatan untuk menghadirkan figur-figur terbaik yang memiliki integritas, independensi, kompetensi, dan kepedulian terhadap kemajuan dunia penyiaran di Nusa Tenggara Barat. Kami mengajak seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dan mengabdikan diri melalui KPID,” ujarnya.

Untuk memudahkan masyarakat, seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui laman resmi https://ntbprov.go.id/seleksiKPID. Portal tersebut menyediakan informasi lengkap mengenai pengumuman, jadwal seleksi, persyaratan umum dan khusus, format dokumen yang harus dilengkapi, serta fasilitas pendaftaran secara online.

Calon peserta cukup mengakses laman tersebut, mempelajari ketentuan yang berlaku, menyiapkan dokumen dalam format hasil pemindaian (PDF), mengisi formulir pendaftaran secara elektronik, dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran. Tim Seleksi mengingatkan agar setiap pelamar mencermati seluruh persyaratan administrasi karena kelengkapan dokumen menjadi dasar penilaian pada tahap seleksi administrasi. Persyaratan umum, persyaratan khusus, tata cara pendaftaran, dan ketentuan lainnya mengacu pada pengumuman resmi Tim Seleksi.

Pria yang akrab disapa Aka ini menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan pedoman yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Salah satu ketentuan yang menjadi acuan adalah Lampiran Bab III angka 2.4 butir (11) Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 3 Tahun 2024, yang menyatakan bahwa calon incumbent (petahana) yang lulus seleksi administrasi tidak mengikuti uji kompetensi dan selanjutnya langsung mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) di DPRD Provinsi.

“Ketentuan tersebut merupakan pedoman nasional yang menjadi acuan Tim Seleksi. Dengan demikian, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten sesuai regulasi untuk menjamin transparansi, kepastian hukum, dan perlakuan yang adil bagi seluruh peserta,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan atau pihak-pihak yang mengatasnamakan Tim Seleksi dengan menjanjikan kelulusan maupun meminta imbalan.

Tim Seleksi berharap proses penjaringan ini mampu menghasilkan anggota KPID Provinsi Nusa Tenggara Barat yang profesional, berintegritas, independen, dan memiliki visi kuat dalam menjaga kualitas penyiaran. Kehadiran komisioner yang berkualitas diharapkan dapat memperkuat perlindungan kepentingan publik, mendorong penyiaran yang sehat dan edukatif, serta menjawab tantangan perkembangan media di era digital.

“Semakin banyak putra-putri terbaik NTB yang berpartisipasi, semakin besar peluang kita mendapatkan komisioner KPID yang kredibel dan mampu mengawal penyiaran yang berkualitas demi kepentingan masyarakat,” tutup Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 10:29:58 +0800 amr
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Berharap Pemda Tinjau Ulang Data Masyarakat Pada Klasifikasi Desil 6 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-berharap-pemda-tinjau-ulang-data-masyarakat-pada-klasifikasi-desil-6 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-berharap-pemda-tinjau-ulang-data-masyarakat-pada-klasifikasi-desil-6

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id (23 Juni 2026) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat melakukan peninjauan dan verifikasi ulang terhadap data masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 6 pada basis data kesejahteraan sosial nasional.

Harapan tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan dan aspirasi masyarakat yang diterima DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa. Dalam laporan tersebut, terdapat sejumlah warga yang kondisi ekonominya masih tergolong kurang mampu, namun berdasarkan data yang ada justru masuk dalam kategori Desil 6 sehingga tidak memenuhi syarat untuk menerima berbagai program bantuan pemerintah.

"Kami menerima cukup banyak keluhan dari masyarakat yang secara nyata masih membutuhkan bantuan, namun karena tercatat pada kategori Desil 6, mereka tidak dapat mengakses beberapa program pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun program bantuan sosial lainnya," ujar Abdul Rafiq.

Menurutnya, data merupakan instrumen penting dalam penyaluran bantuan. Oleh karena itu, validitas dan akurasi data harus terus diperbarui agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa meyakini bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki komitmen yang sama untuk memastikan seluruh masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial dapat terakomodasi dengan baik melalui data yang akurat dan valid. Oleh karena itu, peninjauan dan verifikasi ulang terhadap masyarakat yang masuk kategori Desil 6 menjadi langkah penting agar tidak ada warga yang layak menerima bantuan namun terlewat karena ketidaksesuaian data.

"Kami tidak sedang menyalahkan pihak manapun. Yang kami harapkan adalah adanya evaluasi dan verifikasi lapangan secara berkala sehingga kondisi riil masyarakat dapat tergambar dengan baik dalam basis data yang digunakan pemerintah," lanjutnya.

Abdul Rafiq juga mengajak pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi yang akurat terkait kondisi sosial ekonomi warga di lingkungan masing-masing.

Dengan pembaruan data yang lebih akurat, diharapkan berbagai program perlindungan sosial dan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta mampu mengurangi potensi ketidakadilan dalam penyaluran bantuan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa berharap aspirasi masyarakat ini dapat menjadi perhatian bersama demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih adil, tepat sasaran, dan berpihak kepada masyarakat kecil.(AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 08:44:37 +0800 amr
Peringatan HUT ke&2, Wabup Sumbawa Apresiasi Peran Strategis LKSM dalam Pelestarian Adat dan Budaya https://amarmedia.co.id/peringatan-hut-ke-2-wabup-sumbawa-apresiasi-peran-strategis-lksm-dalam-pelestarian-adat-dan-budaya https://amarmedia.co.id/peringatan-hut-ke-2-wabup-sumbawa-apresiasi-peran-strategis-lksm-dalam-pelestarian-adat-dan-budaya Peringatan HUT ke-2, Wabup Sumbawa Apresiasi Peran Strategis LKSM dalam Pelestarian Adat dan Budaya

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id — Mengusung semangat gotong royong dan pelestarian nilai-nilai lokal, Lembaga Kreativitas Samawa Maras (LKSM) sukses menggelar perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-2. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, pada Senin malam (22/06/2026).

LKSM merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Sumbawa yang bergerak aktif sebagai wadah pengembangan kreativitas, seni, budaya, sosial, serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Selama dua tahun berkiprah, lembaga ini konsisten memosisikan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam menghidupkan kembali gairah kebudayaan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui falsafah “Batompok Basai Saling Satingi”.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LKSM, Agus Purnawan, S.Pt., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua tahun lembaga yang dipimpinnya. Ia memaparkan bahwa saat ini jumlah anggota LKSM telah mencapai hampir seratus orang yang tersebar di berbagai wilayah se-Kabupaten Sumbawa.

Pada kesempatan tersebut, Agus juga secara khusus mengharapkan bimbingan, dedikasi, serta edukasi dari Wakil Bupati Sumbawa demi arah dan kemajuan lembaga ke depannya.

Apresiasi Pemda: LKSM Sebagai Pilar Gotong Royong

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi yang tinggi. Menurut Wabup, momentum harlah ini merupakan ajang strategis dalam pengembangan kreativitas menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

"LKSM menggelar kegiatan ini dalam rangka mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya, sehingga kebudayaan ini terus kita kedepankan. Kita harus selalu mempertahankan ajaran budaya kita," ujar H. Ansori.

Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa LKSM tidak hanya fokus pada seni dan budaya, melainkan juga aktif dalam berbagai gerakan keagamaan dan aksi sosial di tengah masyarakat.

"LKSM membawa fungsi sosial yang nyata dan perlu ada gerakan berkelanjutan. Kami meyakini dan berharap, ke depan akan lahir LKSM-LKSM lainnya di Sumbawa yang mampu mengamalkan nilai gotong royong dan persatuan," tambahnya.

Wabup juga menggarisbawahi bahwa suasana kondusif, harmonis, dan penuh kebersamaan seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam suatu roda pemerintahan. Dengan sinergi yang baik, pelaksanaan pembangunan di daerah dapat dinikmati langsung oleh masyarakat demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-2 untuk LKSM. Selamat berkiprah untuk kemajuan *Tau dan Tana* Samawa," pungkas Wakil Bupati, yang dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Wabup secara simbolis.

Pemotongan Tumpeng dan Pentas Seni

Sebagai bentuk rasa syukur, acara inti ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng bersama oleh Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran pengurus inti LKSM.

Prosesi khidmat ini disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting yang hadir, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, DGH. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., Penasehat LKSM Hj Hafsah SPd dan jajaran serta para budayawan, Ais Bing Syahmi, Anto Icak, tokoh adat, dan insan kesenian terkemuka di Kabupaten Sumbawa.

Malam puncak perayaan Harlah ke-2 LKSM ini kian semarak dengan penampilan paduan suara memukau dari jajaran pengurus LKSM yang berkolaborasi dengan Lembaga Seni dan Sholawat Cahaya Rahmati ( LESCAYA) Labuhan Sumbawa pimpinan Nur Aini Syehan , Tim paduan Suara Fahri Awad menampilkan harmoni yang mempertegas identitas kolektifitas kreatif lembaga tersebut.

]]>
Mon, 22 Jun 2026 22:13:01 +0800 amr
Gubernur NTB: WTP Bukan Akhir, Birokrasi Harus Agile dan Anggaran Tepat Sasaran https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-wtp-bukan-akhir-birokrasi-harus-agile-dan-anggaran-tepat-sasaran https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-wtp-bukan-akhir-birokrasi-harus-agile-dan-anggaran-tepat-sasaran Gubernur NTB: WTP Bukan Akhir, Birokrasi Harus Agile dan Anggaran Tepat Sasaran

Mataram.Amarmedia.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (22/6/2026), di Kantor Gubernur NTB. Dalam rapat tersebut, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya perubahan orientasi pemerintahan, dari sekadar tertib administrasi menuju tata kelola yang berfokus pada substansi, kinerja, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB atas masukan, pemikiran, dan kritik konstruktif yang selama ini diberikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat langkah-langkah pembenahan pemerintahan ke depan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan yang secara rutin memberikan masukan, pemikiran, baik secara resmi maupun dalam komunikasi sehari-hari. Banyak hal baru yang menjadi tantangan bagi kami, dan itu semua akan memperkuat upaya-upaya kami ke depan,” ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi pemerintahan masih cenderung terlalu fokus pada aspek administratif, sementara substansi pelayanan publik sering kali belum menjadi orientasi utama. Padahal, menurutnya, administrasi seharusnya menjadi alat untuk melayani substansi, bukan justru menghambat tujuan pembangunan.

“Selama ini birokrasi kita masih terlalu fokus pada administrasi, belum sepenuhnya pada substansi. Kadang-kadang substansi harus kalah, tujuan harus kalah, karena alasan administratif. Padahal seharusnya administrasilah yang melayani substansi, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Iqbal menilai pemerintahan ke depan harus lebih lincah, adaptif, dan memiliki agility dalam merespons perubahan yang sangat cepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi hanya bekerja dengan pola lama yang terlalu kaku dan prosedural.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Kalau kita hanya fokus pada administrasi, kita tidak akan pernah mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi. Kita membutuhkan pemerintahan yang agile, pemerintahan yang lincah, adaptif, dan mampu bergerak cepat,” katanya.

Gubernur Iqbal juga memperkenalkan pendekatan coherent government, yaitu pemerintahan yang dijalankan secara terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, pemerintah harus bekerja layaknya organisasi modern yang menempatkan masyarakat sebagai pihak utama yang harus dilayani.

“Pemerintahan ini harus dijalankan dengan orientasi pelayanan. Kita harus sadar siapa yang kita layani, siapa customer kita, dan kepada siapa seluruh kerja-kerja pemerintah ini ditujukan. Jawabannya adalah rakyat. Karena itu, fokus utama kita haruslah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk melakukan refocusing program dan anggaran. Karena itu, pemerintah provinsi bersama DPRD diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan penganggaran agar lebih terfokus pada agenda-agenda prioritas.

Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan pembangunan NTB ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini, kata Gubernur Iqbal, akan menjadi penggerak utama pembangunan daerah, sementara sektor-sektor lainnya harus dirancang untuk menopang dan memperkuat pencapaian tiga prioritas tersebut.

“Kita butuh refocusing. Karena itu kami mendorong agar kamus program dan menu kegiatan segera dituntaskan, sehingga pembahasan bersama DPRD menjadi lebih mudah dan semua program yang dirancang bisa selaras dengan visi pemerintahan. Pada akhirnya, kita ingin seluruh anggaran mengerucut pada tiga pilar utama, yaitu penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata,” jelasnya.

Ia menggambarkan ketiga sektor prioritas itu sebagai formasi utama dalam pembangunan daerah, sementara sektor lainnya berfungsi sebagai pendukung untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai secara bersama-sama.

Menurut Gubernur Iqbal, kejelasan fokus program dan anggaran juga penting agar masyarakat dapat dengan mudah membaca arah kebijakan pemerintah. Ia ingin peta anggaran daerah benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita perlu menjelaskan arah program dan arah anggaran secara lebih terang, supaya masyarakat bisa melihat dengan mudah bahwa anggaran kita benar-benar fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025, Gubernur Iqbal juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah merasa puas berlebihan.

Ia menegaskan bahwa opini WTP pada dasarnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi ketentuan secara administratif dan akuntansi. Namun demikian, WTP belum otomatis menggambarkan kualitas kinerja maupun dampak substansial pembangunan terhadap masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa ini jangan sampai membuat kita bangga berlebihan dan puas berlebihan. WTP itu baru menunjukkan bahwa kita benar secara administratif. Sementara pertanyaan apakah kita sudah benar secara substansi, apakah kinerja kita sudah benar-benar berdampak, itu adalah soal lain yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh WTP,” tegas Gubernur.

Karena itu, pemerintah daerah ke depan ingin memastikan bahwa tata kelola keuangan tidak hanya baik dari sisi administrasi, tetapi juga kuat dari sisi kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan bukan hanya WTP, tetapi juga bagaimana kinerja kita bagus, substansinya bagus, dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal secara terbuka mengakui bahwa birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini masih belum cukup lincah dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, budaya kerja birokrasi selama ini masih terlalu terbiasa dengan rutinitas administrasi, sementara orientasi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang belum sepenuhnya tertanam.

“Saya harus mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi masih belum memiliki agility, belum cukup luwes, belum cukup agile. Karena yang terlalu lama dipelajari adalah administrasi, bukan substansi pembangunan. Ini yang sedang kami benahi,” katanya.

Ia pun meminta dukungan dari DPRD NTB agar proses pembenahan birokrasi dan reformasi tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, perubahan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh eksekutif tanpa dukungan legislatif.

“Kami sedang berubah, kami sedang berbenah. Karena itu kami mohon bantuan dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian di DPRD. Pembenahan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran dari legislatif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, semangat pembenahan tersebut harus menjadi gerakan bersama antara eksekutif dan legislatif, karena pemerintahan pada hakikatnya dijalankan oleh keduanya secara bersamaan.

“Pemerintahan hari ini bukan hanya eksekutif, tetapi eksekutif dan legislatif. Kalau kita berdua berbenah bersama, insyaallah tiga pilar program yang kita cita-citakan akan bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam pandangannya menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah agar pembangunan tidak lagi sekadar diukur dari serapan anggaran dan ketebalan laporan administratif, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baiq Isvie mengatakan, rapat paripurna bukan sekadar forum formal antara eksekutif dan legislatif, tetapi ruang pertanggungjawaban moral, evaluasi peradaban, sekaligus refleksi atas sejauh mana amanah rakyat telah ditunaikan melalui kebijakan, program, dan penganggaran daerah.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Di dalamnya ada kerja keras rakyat, harapan petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, hingga generasi muda NTB yang menunggu ruang tumbuh, ruang berkarya, dan masa depan yang lebih baik,” kata Baiq Isvie.

Baiq Isvie menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan dinilai bermakna ketika layanan publik semakin mudah, usaha masyarakat berkembang, pendidikan membaik, kesehatan semakin terjangkau, dan kesejahteraan meningkat.

Dalam forum itu, Baiq Isvie juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam mengelola pemerintahan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Namun demikian, DPRD menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, hingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Karena itu, DPRD menilai NTB membutuhkan mindset switching dalam tata kelola pembangunan. Paradigma lama yang hanya berorientasi pada serapan anggaran, kepatuhan prosedural, dan laporan administratif dinilai sudah tidak lagi memadai. Pemerintahan ke depan harus bergerak dari sekadar government spending menuju public value creation, dari administrative management menuju strategic impact leadership, serta dari pola kerja business as usual menuju budaya entrepreneurial excellence.

Konsep itu disebut DPRD sebagai Entrepreneurial Mindset Excellence Mainstreaming, yakni cara berpikir birokrasi yang lebih adaptif, cepat membaca perubahan, berani mengambil keputusan, mampu menciptakan solusi, dan kuat dalam orientasi hasil. Menurut DPRD, pola pikir ini tidak berarti semua aparatur harus menjadi pebisnis, melainkan menumbuhkan mentalitas kepemimpinan yang inovatif, problem solving, dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap penyelesaian persoalan publik.

“Birokrasi masa depan tidak cukup hanya bekerja berdasarkan SOP. Birokrasi harus adaptif, agile, inovatif, dan memiliki ownership mindset yang kuat. Aparatur tidak boleh hanya bertanya ‘apa tugas saya’, tetapi harus berpikir ‘apa solusi terbaik untuk rakyat’,” tegas Baiq Isvie.

Baiq Isvie juga menekankan perlunya pejabat publik yang tidak hanya sibuk mengelola program, tetapi mampu melahirkan dampak. Pembangunan, menurut DPRD, tidak cukup berhenti pada output, tetapi harus bergerak ke outcome hingga impact. Untuk itu, critical thinking dinilai harus menjadi arus utama pembangunan NTB ke depan.

Lebih lanjut, Baiq Isvie menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya tumbuh dalam laporan statistik, melainkan pembangunan yang hidup dalam pengalaman sehari-hari masyarakat. Ketika rakyat merasakan pelayanan semakin mudah, pendidikan semakin baik, kesehatan semakin terjangkau, dan peluang ekonomi semakin terbuka, maka di situlah pembangunan menemukan maknanya.

Dalam rapat tersebut, Baiq Isvie juga menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kedua lembaga disebut sebagai dua pilar penting tata kelola daerah yang tidak hadir untuk saling berhadapan, melainkan saling menguatkan dan menyempurnakan. DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara objektif, kritis, namun tetap konstruktif demi memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menutup pandangannya, DPRD menyatakan bahwa NTB adalah daerah yang kaya potensi, kaya sumber daya, kaya semangat, dan kaya masa depan. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk berpikir besar, bekerja cerdas, bergerak cepat, dan mengeksekusi program pembangunan dengan excellence.

“Jika keberanian itu dimiliki bersama, maka NTB tidak hanya akan tumbuh, tetapi melompat,” tutup Baiq Isvie.(AM/Edo)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:26:27 +0800 amr
Kementerian PAN&RB, Dorong NTB Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi https://amarmedia.co.id/kementerian-pan-rb-dorong-ntb-jadi-pelopor-layanan-digital-nasional-terintegrasi https://amarmedia.co.id/kementerian-pan-rb-dorong-ntb-jadi-pelopor-layanan-digital-nasional-terintegrasi MATARAM.Amrmedia.co.id  – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi birokrasi Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilot project atau pelopor dalam penerapan Layanan Digital Nasional yang lebih terintegrasi.

Sebagai upaya akselerasi, Kementerian PANRB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Uji Coba Pedoman dan Kertas Kerja Manajemen Layanan Digital Pemerintah Batch 2 di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah uji coba kebijakan (sandbox) skala terbatas untuk mematangkan transisi regulasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Digital Government yang lebih efisien.

Asisten Deputi Manajemen Transformasi Layanan Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemerintahan Digital sebagai pengganti regulasi SPBE sebelumnya. Menurut Fahmi, perubahan paradigma ini sangat krusial untuk menggeser fokus dari sekadar perbaikan prosedur menjadi orientasi pada kebutuhan pengguna (user experience).

“Jika sebelumnya fokus kita adalah pada perbaikan prosedur layanan, kini yang menjadi perhatian utama adalah kualitas layanan dan dampak nyata bagi masyarakat. Rancangan regulasi baru ini akan memperkuat fondasi pemerintahan digital melalui empat pilar utama: identitas digital, sistem pertukaran data, portal pemerintah, dan sistem pembayaran digital yang terintegrasi,” ujar Fahmi di hadapan para peserta FGD.

Dalam rancangan Perpres terbaru, terdapat perubahan signifikan berupa penciutan area manajemen. Jika pada era SPBE terdapat delapan area yang terpisah, kini disederhanakan menjadi lima area manajemen yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian PANRB, yakni Manajemen Risiko, Manajemen Pengetahuan, Manajemen Perubahan, Manajemen Keberlangsungan, dan Manajemen Relasi Pengguna.

Selain itu, Fahmi menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Menyongsong target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan 90 persen populasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia memiliki kompetensi digital yang optimal pada tahun 2029.

“Kami membutuhkan masukan nyata dari lapangan di NTB mengenai apa saja yang memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk diimplementasikan. Perwakilan dari NTB saat ini menjadi bagian penentu kebijakan nasional,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa bagi NTB, transformasi digital bukan sekadar penambahan aplikasi baru, melainkan tentang perubahan budaya organisasi dan proses bisnis yang lebih memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah pelayanan manual menjadi elektronik, tetapi bagaimana seluruh sistem pemerintahan mampu memberikan dampak nyata. Kami terus berupaya mengatasi fragmentasi layanan dengan mengarahkan seluruh pengembangan aplikasi satu pintu melalui Dinas Kominfotik NTB,” ujar pria yang akrab disapa Dr. Aka ini.

Komitmen NTB dalam digitalisasi telah terbukti dengan capaian Indeks SPBE 2025 yang meraih nilai 4,20 dari skala 5, dengan nilai sempurna 5,00 pada sektor layanan publik. Berbagai platform seperti NTB Satu Data, JDIH, SP4N-LAPOR!, dan portal NTB DigiFest telah menjadi bukti nyata integrasi layanan di Bumi Gora.

Kegiatan FGD ini melibatkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu melahirkan standar manajemen layanan digital yang solutif, memangkas ego sektoral antar-instansi, dan menjadi cetak biru (blueprint) bagi digitalisasi pemerintahan di seluruh Indonesia. (san/diskominfotik)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:20:57 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Prestasi Abid Pradipta, Raih Juara I Kejurnas Balap Sepeda di Pangandaran https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-prestasi-abid-pradipta-raih-juara-i-kejurnas-balap-sepeda-di-pangandaran https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-prestasi-abid-pradipta-raih-juara-i-kejurnas-balap-sepeda-di-pangandaran KONI Sumbawa Apresiasi Prestasi Abid Pradipta, Raih Juara I Kejurnas Balap Sepeda di Pangandaran

Sumbawa Besar.Amarmedia.ci.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi tinggi kepada atlet balap sepeda muda berbakat asal Sumbawa, Abid Pradipta. Atlet tersebut sukses mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah berhasil meraih Juara I pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda yang diselenggarakan di Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam ajang berskala nasional ini, Abid Pradipta tampil impresif dengan turun pada dua nomor yang membutuhkan ketahanan fisik dan teknik tinggi, yakni Individual Time Trial(ITT) dan Individual Road Race (IRR) untuk kategori Men Junior Group B. Keberhasilannya menembus podium kedua nasional merupakan buah dari disiplin tinggi, program latihan yang terukur, serta semangat juang yang konsisten.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Abid adalah bukti nyata bahwa atlet Sumbawa memiliki daya saing kompetitif yang tinggi di kancah nasional.

“Prestasi yang diraih Abid Pradipta adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa. Di tengah persaingan yang sangat ketat dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi, Abid mampu menunjukkan kualitas, mental juara, dan semangat pantang menyerah. Ini adalah capaian luar biasa yang membuktikan bahwa atlet kita mampu berdiri di podium nasional,” ujar Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan stimulus bagi ekosistem olahraga di Sumbawa. Ia berharap momentum ini menjadi motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan tidak takut mengejar prestasi setinggi mungkin.

Lebih lanjut, KONI Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berperan besar di balik kesuksesan ini, terutama jajaran pelatih, Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Sumbawa, serta keluarga yang terus memberikan dukungan moral dan material selama proses pembinaan.

Menyikapi capaian ini, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pembinaan atlet usia muda. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi berbagai agenda olahraga bergengsi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dan ajang prestasi lainnya di masa depan.

“Keberhasilan Abid menjadi validasi bahwa investasi pada pembinaan atlet usia dini adalah kunci. Ke depan, KONI Sumbawa akan terus mengupayakan ruang bagi atlet untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan agar nama Sumbawa semakin disegani sebagai daerah penghasil atlet berprestasi,” tegasnya.

Prestasi Abid Pradipta diharapkan dapat memicu semangat literasi olahraga di kalangan generasi muda Sumbawa, sekaligus mempertegas bahwa dengan dukungan yang tepat, bakat lokal mampu berbicara banyak di level nasional maupun internasional.(AM)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:12:35 +0800 amr
KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Karate FORKI Sumbawa Tekankan Target Emas demi Tiket PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-karate-forki-sumbawa-tekankan-target-emas-demi-tiket-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-karate-forki-sumbawa-tekankan-target-emas-demi-tiket-pon-2028 KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Karate FORKI, Tekankan Target Emas demi Tiket PON 2028

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kabupaten Sumbawa melanjutkan agenda peninjauan kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dengan menyambangi Pemusatan Latihan Daerah Kabupaten (Pelatkab) Tim Karate Forki  Porprov NTB Kegiatan berlangsung khidmat di Padepokan Bela Diri KONI, Sumbawa Besar, pada Ahad lagi (21/6/2026)

Dalam kunjungan tersebut, para atlet Karate  sempat unjuk kebolehan dengan menampilkan atraksi teknik bela diri di hadapan tim monev sebagai gambaran kesiapan fisik dan taktik.

Ketua INKAI Cabang Kabupaten Sumbawa, Simpe Hafifuddin, S.H., yang juga Wakil Ketua Forki Sumbawa menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal secara intensif. "Saya sudah melihat langsung latihan para atlet yang akan berlaga di Porprov NTB. Saya sangat berterima kasih atas kunjungan monitoring ini, semoga komitmen kita bersama untuk meraih prestasi maksimal dapat terwujud," ujar Simpe pemegang DAN 3 INKAI ini.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, S.T., M.M., yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan suntikan motivasi kepada para atlet. Ia mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat dan setiap atlet harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

"Kalian datang untuk bertanding dan menang. Buktikan yang terbaik sekarang, karena belum tentu kesempatan yang sama datang di Porprov berikutnya," tegas H. Yudi akrab disapa.

Lebih lanjut, ia memberikan penekanan khusus terkait peluang besar yang menanti para peraih medali emas. "Jika kalian berhasil meraih emas, itu adalah golden ticket menuju PON 2028, mengingat NTB menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Raihlah prestasi ini, karena medali emas akan menjadi bekal berharga bagi masa depan kalian, baik untuk studi maupun dunia kerja," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Monev KONI, Syamsul Patria SPd memaparkan hasil koordinasi terbaru dengan KONI Provinsi NTB di Mataram. Ia menekankan bahwa persiapan harus dilakukan secara cermat.

"Hasil dari akumulasi latihan kalian akan menjadi jawaban di atas matras nanti. Kami dari tim monev tidak hanya berpaku pada data, kami mencari pembanding dan meracik formula terbaik," jelas Syamsul.

Ia juga menyoroti pentingnya disiplin tinggi dalam menjaga asupan nutrisi bagi para atlet. "Jaga pola makan, hindari makanan cepat saji. Lebih baik 'menangis' karena lelah berlatih saat ini daripada menyesal dan menangis karena kecerobohan saat bertanding nanti," pesannya tegas.

Syamsul juga menambahkan bahwa meskipun jalur Pra-PON tidak dilalui untuk cabang ini, namun atlet yang berhasil menyabet medali emas di Porprov dipastikan akan langsung ditarik masuk ke dalam program Pelatda NTB.

Dengan semangat yang ditunjukkan para karateka INKAI Sumbawa, KONI optimis bahwa cabang olahraga karate akan mampu memberikan kontribusi medali yang signifikan bagi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang Porprov NTB mendatang. (AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 14:35:23 +0800 amr
KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Panahan, Tegaskan Target Juara di Porprov NTB https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-panahan-tegaskan-target-juara-di-porprov-ntb https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-panahan-tegaskan-target-juara-di-porprov-ntb KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Panahan, Tegaskan Target Juara di Porprov NTB

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan langsung ke lokasi Pemusatan Latihan Daerah Kabupaten (Pelatkab) atau training Center cabang olahraga panahan di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar, pada Ahad (21/6/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kesiapan atlet PERPANI Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB mendatang.

Dalam arahannya, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kabupaten Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, ST., MM., menekankan pentingnya memanfaatkan peluang di Porprov NTB dengan sebaik-baiknya. Ia meminta seluruh tim PERPANI untuk tetap solid dan membangun semangat juara.

"Tim PERPANI harus solid. Kita datang untuk bertanding, dan kita bertanding untuk menang. Panahan merupakan cabang olahraga unggulan. Beprestasi sebagai penyumbang medali terbanyak pada Porprov NTB yang lalu harus dipertahankan," tegas H. Yudi di hadapan para atlet.

Senada dengan hal tersebut, anggota Tim Monev KONI, Abet Kamaruddin dan Didi Dirgantara, menekankan pentingnya keseimbangan antara tiga aspek utama bagi seorang atlet: fisik, teknis, dan mental.

"Jaga kebugaran tubuh dan hindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan. Secara teknis, teruslah mengasah kemampuan dengan berlatih di bawah bimbingan pelatih. Selain itu, aspek mental juga sangat penting. Jika menjelang pertandingan muncul gangguan pikiran atau perasaan, halau dengan berdoa dan tetap istiqomah. Tetaplah tegar dan kuat," pesan Didi.

Menanggapi kunjungan tersebut, Kabid Binpres PERPANI Kabupaten Sumbawa, Agus Subandi ST, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim monev KONI Sumbawa. Menurutnya, kehadiran jajaran pengurus KONI dalam jumlah besar memberikan suntikan semangat dan motivasi tersendiri bagi para atlet, pelatih, maupun official.

"Latihan berlangsung selama enam hari dalam seminggu. Mulai Selasa hingga Minggu, libur di Senin saja mulai pagi hingga Sore hari" ujarnya.jadi silahkan dapat datang kembali melakukan monitoring dan menonton para atlet berlatih di waktu tersebut untuk Sabtu dan Minggu latihan bersama di Lapangan Pragas ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., beserta Sekretaris Abdul Ma'ruf Rahmat, Pelatih Panahan Purwanto, M Jurnawi Fachrudin, Eko Wibowo dan jajaran pengurus PERPANI lainnya yang turut mendampingi jalannya sesi latihan serta evaluasi tersebut.

Sebelumnya para Atlet sejak pagi telah melakukan scoring dan telah berlangsung selama 3 sesi tambahan. Sehingga hasil tembakan para atlet dapat diketahui perkembangannya untuk dilakukan analisa dan perbaikan bagi atlet. (AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 14:13:59 +0800 amr
Bupati Jarot Pastikan Proyek Unggas Terintegrasi Kementan–Berdikari Segera Hadir di Pulau Sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-pastikan-proyek-unggas-terintegrasi-kementanberdikari-segera-hadir-di-pulau-sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-pastikan-proyek-unggas-terintegrasi-kementanberdikari-segera-hadir-di-pulau-sumbawa Bupati Jarot Pastikan Proyek Unggas Terintegrasi Kementan–Berdikari Segera Hadir di Pulau Sumbawa

Gorontalo,Amarmedia.co.id -  21 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendorong investasi dan memperkuat ketahanan pangan nasional kembali membuahkan hasil. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, memastikan proyek unggas terintegrasi yang digagas Kementerian Pertanian bersama PT Berdikari akan segera dikembangkan di Pulau Sumbawa.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Jarot melakukan pembahasan strategis bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Direksi PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi di sela-sela agenda dinasnya di Gorontalo.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pengembangan industri unggas terintegrasi sebagai bagian dari program prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah sektor peternakan, serta mendorong hilirisasi komoditas unggas di daerah.

Bupati Jarot mengungkapkan bahwa hasil pembahasan berlangsung sangat positif. Dalam waktu dekat, tim dari Kementerian Pertanian dan PT Berdikari dijadwalkan turun langsung ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan verifikasi lapangan dan memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, hasil pembahasan bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direksi PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi sangat menggembirakan. Tim Kementan dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah kami usulkan. Ini menjadi langkah maju yang sangat penting bagi pengembangan sektor peternakan dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Jarot.

Dalam pertemuan tersebut, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima resmi ditetapkan sebagai lokasi pengembangan proyek unggas terintegrasi di Pulau Sumbawa. Penetapan ini didasarkan pada besarnya potensi lahan, dukungan sumber daya peternakan yang memadai, serta peluang pengembangan industri hilir yang dinilai sangat menjanjikan.

Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu meningkatkan produksi unggas nasional, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi masyarakat dan peternak lokal, serta menarik investasi berskala besar ke wilayah Pulau Sumbawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan proyek. Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah diyakini akan menjadikan Pulau Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan industri unggas terintegrasi yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan rencana kunjungan tim Kementerian Pertanian dan PT Berdikari dalam waktu dekat, masyarakat Sumbawa dan Bima menaruh harapan besar agar proyek ini segera terealisasi dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan peternak.(AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 11:25:46 +0800 amr
Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Lombok Tengah Beri Contoh Nyata Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan https://amarmedia.co.id/peringati-bulan-bung-karno-pdip-lombok-tengah-beri-contoh-nyata-politik-harus-hadir-untuk-kemanusiaan https://amarmedia.co.id/peringati-bulan-bung-karno-pdip-lombok-tengah-beri-contoh-nyata-politik-harus-hadir-untuk-kemanusiaan Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Lombok Tengah Beri Contoh Nyata Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan

Lombok Tengah Amarmedia.co.id–Memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu menjadi rangkaian Utama dari sejumlah agenda Bulan Bung Karno yang sebelumnya telah dilaksanakan, mulai dari apel peringatan 1 Juni hingga kemah bakti dan penanaman pohon di kawasan bantaran Sungai Lembah Datu, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Bung Karno yang selalu menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan.

"Bung Karno mengajarkan politik yang hadir untuk kemanusiaan," kata Suhaimi.

Anggota DPRD NTB ini menjelaskan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dipilih karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Menurutnya, kehadiran partai politik harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat.

Pada kegiatan donor darah kali ini, panitia menargetkan sedikitnya 150 kantong darah terkumpul. Hingga pelaksanaan berlangsung, Suhaimi optimistis target tersebut dapat tercapai.

"Target 150 kantong darah, insyaallah terpenuhi," ujarnya.

Lebih jauh, Suhaimi menegaskan, telah menjadi komitmen PDI Perjuangan Lombok Tengah, bahwa kegiatan sosial serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan atau hanya dilakukan saat momentum Bulan Bung Karno. Ia menyebutkan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dapat menjadi program rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus partai, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menindaklanjuti program tersebut di wilayah masing-masing.

"Jangan berhenti hari ini. PAC dan ranting harus melanjutkan di desa-desa," tegasnya.

Menurut Suhaimi, arahan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, yang terus mengingatkan seluruh kader agar selalu berada di tengah rakyat dan menghadirkan kerja-kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat kepedulian sosial, kader partai juga dituntut memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Kader selalu diingatkan Ibu Ketua Umum, agar mereka harus dekat dengan rakyat, peduli sesama, dan menjaga alam," ucap Suhaimi.

Ia menegaskan, seluruh kader PDI Perjuangan memahami sepenuhnya, semangat Bulan Bung Karno tidak cukup diwujudkan melalui peringatan dan seremoni semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta gerakan penanaman pohon yang telah dilakukan sebelumnya, PDI Perjuangan Lombok Tengah berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.(AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 21:06:13 +0800 amr
Rachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Pintu Seluas&Luasnya bagi Keluhan dan Harapan Rakyat https://amarmedia.co.id/rachmat-hidayat-resmikan-rumah-aspirasi-di-lombok-timur-buka-pintu-seluas-luasnya-bagi-keluhan-dan-harapan-rakyat https://amarmedia.co.id/rachmat-hidayat-resmikan-rumah-aspirasi-di-lombok-timur-buka-pintu-seluas-luasnya-bagi-keluhan-dan-harapan-rakyat Rachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Pintu Seluas-Luasnya bagi Keluhan dan Harapan Rakyat

Lombok Timur.Amarmedia.co.id (20Juni 2026) Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat, meresmikan Rumah Aspirasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kehadiran Rumah Aspirasi tersebut menjadi penegasan komitmen PDI Perjuangan untuk mendekatkan pelayanan politik kepada masyarakat sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan, keluhan, maupun gagasan pembangunan.

Peresmian rumah aspirasi itu berlangsung dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari DPP antara lain hadir Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, dan Sri Rahayu. Sementara dari DPD PDIP Provinsi NTB drg. Meily Zuraida, H Ruslan Turmuzi, Mahsan, Lalu Chandra Yudistira, I Gusti Lanang Media, Nyayu Ernawati, Made Slamet dan Wahyu Septtriandi. Sementara dari DPC PDIP Lombok hadir Ketua DPC Ahmad Sukro, Sekretaris DPC Ahmad Amrullah, Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP Marianah, dan sejumlah pengurus lainnya.  

Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat menegaskan, Rumah Aspirasi dihajatkan tidak sekadar menjadi kantor politik atau tempat aktivitas partai. Lebih dari itu, Rumah Aspirasi ini dia hajatkan sebagai ruang pengaduan dan konsultasi masyarakat yang terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.

“Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya,” tegas Rachmat.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini mengungkapkan, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, persoalan pertanian, nelayan, hingga berbagai urusan administrasi yang kerap membuat warga kesulitan memperoleh akses pelayanan.

Karena itu, keberadaan Rumah Aspirasi diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang.

“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya,” ujar Rachmat.

Politisi senior PDI Perjuangan itu mengatakan, politik pada hakikatnya adalah memperjuangkan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, keberadaan Rumah Aspirasi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, bukan sekadar simbol atau bangunan fisik.

“Politik harus terasa manfaatnya. Ukurannya sederhana, apakah rakyat terbantu atau tidak,” katanya.

Rachmat menambahkan, setiap aspirasi yang masuk akan dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimilikinya sebagai wakil rakyat di Senayan. Jika persoalan tersebut menjadi ranah pemerintah daerah, maka akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Jika berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat, pihaknya siap memperjuangkannya melalui jalur-jalur yang tersedia.

“Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Politisi lintas zaman ini menilai, masyarakat sering kali memiliki persoalan yang sederhana namun tidak mengetahui harus menyampaikan kepada siapa. Akibatnya, banyak keluhan yang berlarut-larut dan tidak tertangani.

Karena itu, Rumah Aspirasi diharapkan menjadi tempat pertama yang dapat didatangi masyarakat ketika membutuhkan pendampingan ataupun advokasi.

“Yang paling penting, rakyat punya tempat mengadu dan punya harapan bahwa suaranya didengar,” kata Rachmat.

Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Bung Karno, kata dia, selalu menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan perjuangan politik.

“Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Rumah Aspirasi di Lombok Timur. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menyerap sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah.

Ia menegaskan bahwa Rumah Aspirasi terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat,” katanya.

Rahayu menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan melalui Rumah Aspirasi. Mulai dari persoalan pembangunan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Menurutnya, tidak sedikit persoalan masyarakat yang sesungguhnya dapat diselesaikan apabila ada koordinasi yang baik antara warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Karena itu, Rumah Aspirasi juga akan berfungsi sebagai ruang komunikasi dan koordinasi.

“Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah,” kata Rahayu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, mengatakan peresmian Rumah Aspirasi menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang telah dilaksanakan selama Juni 2026.

Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari pemotongan tumpeng, zikir bersama, diskusi tentang pemikiran Bung Karno, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Bulan Bung Karno kami isi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penanaman Pohon Mangrove

Usai peresmian Rumah Aspirasi, jajaran PDI Perjuangan juga melanjutkan kegiatan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Ditegaskan, penanaman mangrove ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, kawasan pesisir Lombok Timur menghadapi tantangan yang semakin besar akibat abrasi, perubahan iklim, dan tekanan terhadap ekosistem laut.

“Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Keberadaannya mendukung produktivitas perikanan karena menjadi tempat berkembang biak bagi ikan, kepiting, dan berbagai organisme yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

“Kalau mangrove terjaga, laut tetap produktif. Kalau laut produktif, ekonomi rakyat pesisir juga ikut kuat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat menjaga lingkungan sejatinya sejalan dengan ajaran Bung Karno yang menempatkan manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang harus dijaga secara berkelanjutan. Karena itu, rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial dan politik kerakyatan, tetapi juga aksi nyata untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Menurut Sukro, seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

“Perjuangan tidak cukup dengan pidato. Perjuangan harus hadir dalam tindakan,” katanya.

Peresmian Rumah Aspirasi di Lombok Timur menjadi langkah baru bagi PDI Perjuangan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan persoalan-persoalan warga tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan menjadi agenda yang diperjuangkan hingga mendapatkan penyelesaian.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang, kehadiran Rumah Aspirasi diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan suara rakyat dengan para pengambil kebijakan.

“Kami seluruh kader PDI Perjuangan selalu diingatkan, bahwa rakyat tidak membutuhkan janji yang panjang. Mereka hanya ingin didengar dan diperjuangkan,” tutup Sukro. (AM/Didu)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:50:55 +0800 amr
Bupati Jarot Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo: Perkuat Inovasi untuk Pertanian dan Perikanan Tana Samawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-perkuat-inovasi-untuk-pertanian-dan-perikanan-tana-samawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-perkuat-inovasi-untuk-pertanian-dan-perikanan-tana-samawa Bupati Jarot Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo: Perkuat Inovasi untuk Pertanian dan Perikanan Tana Samawa

Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP bersama istri di stand Kabupaten Sumbawa pada PENAS XVII di Provinsi Gorontalo Sabtu 20  Juni 2026.

Gorontalo, Amarmedia.co.id - 20 Juni 2026 – Semangat memajukan sektor pertanian dan perikanan Kabupaten Sumbawa terus digelorakan. Hari ini, Sabtu 20 Juni 2026 Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., hadir langsung di Gorontalo untuk mengikuti pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjemput inovasi teknologi dan memperluas jejaring kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di "Tana Samawa".

PENAS Petani Nelayan XVII tahun 2026 ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku utama sektor pangan dari seluruh penjuru Indonesia. Bupati Jarot menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang berharga untuk bertukar gagasan, berbagi inovasi, dan memperkuat sinergi antardaerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah, hari ini kami hadir langsung untuk menyerap semangat dan inovasi dari berbagai daerah. Ini adalah momentum penting bagi para petani dan nelayan kita di Sumbawa untuk terus berkembang, mengadopsi teknologi baru, dan meningkatkan produktivitas hasil laut maupun hasil bumi kita," ujar Bupati Jarot di sela-sela kegiatan dalam ketenangan resminya.

Bagi Bupati Jarot, petani dan nelayan bukan sekadar profesi, melainkan garda terdepan dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia berharap, hasil-hasil dari pertemuan nasional di Gorontalo ini dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan di lapangan, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan dinamika pasar.

Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menitipkan harapan besar agar semangat yang dibawa dari Gorontalo nantinya dapat dirasakan dampaknya hingga ke pelosok desa di Sumbawa.

"Semangat PENAS ini harus kita bawa pulang. Kita ingin petani dan nelayan kita di Sumbawa semakin berdaya, inovatif, dan sejahtera. Mereka adalah tulang punggung daerah yang harus kita dukung penuh agar mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing," tegasnya.

Keikutsertaan delegasi Kabupaten Sumbawa dalam ajang skala nasional ini menunjukkan bahwa Pemkab Sumbawa serius dalam memprioritaskan sektor ekonomi kerakyatan. Dengan kolaborasi yang lebih kuat pasca-PENAS, diharapkan tata kelola pertanian dan perikanan di Sumbawa dapat lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Bupati Jarot optimis, melalui penguatan kapasitas SDM petani dan nelayan, visi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera akan lebih cepat terwujud. Kehadiran Bupati di Gorontalo menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan rakyat hingga ke kancah nasional. (AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:40:18 +0800 amr
"Tana Samawa" Sambut Hangat Kepulangan Tamu Allah, Wabup Ansori: Semoga Menjadi Haji Mabrur yang Membawa Berkah bagi Daerah https://amarmedia.co.id/tana-samawa-sambut-hangat-kepulangan-tamu-allah-wabup-ansori-semoga-menjadi-haji-mabrur-yang-membawa-berkah-bagi-daerah https://amarmedia.co.id/tana-samawa-sambut-hangat-kepulangan-tamu-allah-wabup-ansori-semoga-menjadi-haji-mabrur-yang-membawa-berkah-bagi-daerah "Tana Samawa" Sambut Hangat Kepulangan Tamu Allah, Wabup Ansori: Semoga Menjadi Haji Mabrur yang Membawa Berkah bagi Daerah

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id  20 Juni 2026– Suasana haru penuh sukacita menyelimuti halaman Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (20/6/2026). Ratusan keluarga jamaah memadati lokasi penyambutan, menyambut kepulangan Jamaah Haji Kloter 14 asal Kabupaten Sumbawa musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Acara penyambutan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta istri, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan alim ulama. Lantunan doa syukur yang dipimpin oleh H. Mustaram, jamaah haji asal Kecamatan Moyo Utara, membuka rangkaian acara dengan khidmat, menggetarkan hati para hadirin yang telah lama menanti kepulangan sanak keluarga dari Tanah Suci.

Menjaga Martabat Penyelenggaraan Haji

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa, H. Ardi Suzami, S.EI., M.M.Inov., dalam laporannya menyampaikan kabar membanggakan. Penyelenggaraan haji tahun ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik.

Namun, di balik rasa syukur, terselip duka mendalam bagi masyarakat Sumbawa. Dua jamaah asal Kabupaten Sumbawa, yakni H. Muhammad Dewasi dari Kecamatan Lunyuk dan H. Beni Yasin dari Kecamatan Maronge, berpulang ke Rahmatullah di Tanah Suci. Selain itu, satu jamaah lainnya, H. Sirim, masih dalam perawatan medis di Arab Saudi.

"Alhamdulillah, sebanyak 327 jamaah telah tiba kembali di Tanah Samawa dengan selamat. Kami mohon doa agar jamaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan,"ujar H. Ardi.

Pesan Wabup: Membawa Nilai Kemabruran untuk "Tau Samawa"

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh. Ia berharap para jamaah tidak hanya membawa gelar haji, melainkan nilai-nilai kesalehan yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.

"Bapak dan Ibu adalah tamu-tamu pilihan Allah. Mari kita jaga kemabruran ini dengan perilaku yang menjadi teladan. Jadilah penyemangat di tengah masyarakat kita, dan mari bersama-sama berkontribusi membangun Tanah Samawa tercinta ini dengan semangat ikhlas dan persatuan," tutur Wabup dengan nada hangat.

Wabup Ansori juga mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan kepala sejenak, membacakan Al-Fatihah bagi dua jamaah asal Sumbawa yang wafat di Makkah. 

"Mereka wafat saat menjemput ridho Allah, insya Allah menjadi syahid,"tambahnya.

Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan bagi jamaah haji di tahun-tahun mendatang. Sebagai bentuk penghormatan, Wabup Ansori bersama jajaran pejabat turun langsung menyalami satu per satu jamaah yang baru saja turun dari bus, sebuah pemandangan yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

Penyambutan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud rasa syukur atas kembalinya para tokoh penggerak spiritual di tingkat desa dan kecamatan. Diharapkan, sekembalinya ke tanah kelahiran, para haji dan hajjah ini mampu menjadi motor penggerak kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat "Tau Samawa".(AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:27:57 +0800 amr
Dekranasda NTB dan UNIQLO Berkolaborasi, Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global https://amarmedia.co.id/dekranasda-ntb-dan-uniqlo-berkolaborasi-perkuat-jalan-umkm-menuju-pasar-global https://amarmedia.co.id/dekranasda-ntb-dan-uniqlo-berkolaborasi-perkuat-jalan-umkm-menuju-pasar-global Dekranasda NTB dan UNIQLO Berkolaborasi, Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global

Mataram.Amarmedia.co.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4 di gerai UNIQLO Lombok Epicentrum Mall, Jumat (19/6/2026), sebuah inisiatif yang membuka ruang promosi bagi kriya dan wastra lokal NTB di jaringan ritel modern berkelas internasional.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Kepala UPTD Balai Kemasan Produk Daerah (BKP3D), dan Koordinator Pemasaran BKP3D, Sinta meninjau langsung Neighborhood Collaboration Corner yang menampilkan berbagai produk UMKM unggulan NTB.

Menurut Sinta, kerja sama yang telah memasuki tahun keempat tersebut membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Kami mengapresiasi konsistensi UNIQLO dalam mendukung pemberdayaan UMKM di NTB. Harapannya, kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dekranasda NTB tengah mendorong pemerataan manfaat program dengan memperluas partisipasi pelaku UMKM dari Pulau Sumbawa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif daerah sekaligus mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.

Kehadiran produk NTB di ruang kolaborasi UNIQLO tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga menunjukkan bahwa karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar modern. Berbagai produk kriya yang memadukan nilai tradisi dengan inovasi desain menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen domestik maupun mancanegara.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat, Abdul Jaelani Purnamasyaf, pemilik Purnama Shop, mengaku bangga produknya mendapat kesempatan ditampilkan melalui program tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kerajinan khas NTB, seperti anyaman ketak dan rotan yang dipadukan dengan material kerang serta inovasi pemanfaatan limbah plastik.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal produk NTB dan pada akhirnya tertarik berkunjung maupun menjalin kerja sama bisnis dengan para perajin lokal,” ungkapnya.

Program Neighborhood Collaboration menjadi contoh bagaimana kemitraan strategis dapat memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari peningkatan eksposur produk, penguatan identitas budaya lokal, hingga penciptaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, kolaborasi semacam ini merupakan langkah penting dalam mengangkat nilai tambah produk daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat kepada pasar yang lebih luas. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM NTB diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan global, membawa nama baik Lombok dan Nusa Tenggara Barat sebagai pusat ekonomi kreatif yang inovatif dan berdaya saing.(AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:23:43 +0800 amr
BPBD Sumbawa Gelar Gladi Posko dan Lapang di Moyo Utara, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-gladi-posko-dan-lapang-di-moyo-utara-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-banjir https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-gladi-posko-dan-lapang-di-moyo-utara-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-banjir BPBD Sumbawa Gelar Gladi Posko dan Lapang di Moyo Utara, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebagai langkah nyata, BPBD membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan melalui rencana pelaksanaan Gladi Posko dan Gladi Lapang di Kecamatan Moyo Utara, yang dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 25 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Moyo Utara. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas masyarakat serta aparatur desa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, khususnya banjir yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto Ar, menyatakan bahwa gladi posko dan gladi lapang ini merupakan langkah taktis untuk menanamkan pemahaman prosedur penanganan bencana sejak dini.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Ketika terjadi bencana, masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus bergerak, dan bagaimana mengikuti prosedur evakuasi yang benar,” ujar Rusdianto saat memberikan keterangan pada Jumat (19/06/2026).

Rusdianto membeberkan bahwa Kecamatan Moyo Utara memiliki rekam jejak historis terkait bencana banjir yang cukup besar. Peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2012 dan 2017 menjadi pelajaran penting (lesson learned) bagi semua pihak untuk tidak lengah. Menurutnya, kapasitas dan kesiapan menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang harus terus diasah.

Simulasi Alur Peringatan Dini hingga Evakuasi

Melalui rangkaian gladi posko dan gladi lapang ini, para peserta dan warga akan diberikan simulasi serta pemahaman langsung mengenai mekanisme Peringatan Dini (Early Warning System)

 Bagaimana informasi bahaya disebarkan secara cepat dan akurat.

Juga memperjelas pembagian peran antara pemerintah daerah, kecamatam, desa, dan relawan dan mengarahkan warga bergerak secara tertib menuju lokasi aman sesuai jalur dan titik evakuasi yang telah ditetapkan.

“Ke depan, kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa dan seluruh unsur terkait benar-benar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dengan demikian, proses evakuasi dapat berjalan tertib dan masyarakat dapat bergerak menuju titik evakuasi yang aman,” tambah Rusdianto.

BPBD Kabupaten Sumbawa menilai keterlibatan aktif seluruh desa dalam kegiatan ini menjadi faktor kunci dalam membangun budaya sadar bencana (disaster awareness) serta memperkuat ketangguhan masyarakat (community resilience) di tingkat lokal.

Selain meningkatkan kemampuan respons cepat saat darurat, agenda ini juga diharapkan mampu menumbuhkan sinergi yang solid antara berbagai stakeholder yakni Pemerintah Daerah dan Kecamatan, Relawan Kebencanaan, Aparat Keamanan (TNI/Polri), Warga Masyarakat

Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat fenomena perubahan iklim dan cuaca ekstrem global saat ini, penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat dinilai sebagai langkah paling krusial. BPBD Sumbawa menegaskan, kesiapan yang matang adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materil ketika bencana melanda. (AM/Jack)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:11:29 +0800 amr
Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana https://amarmedia.co.id/perkuat-mitigasi-pemkab-sumbawa-gelar-rakor-review-dokumen-kajian-risiko-bencana https://amarmedia.co.id/perkuat-mitigasi-pemkab-sumbawa-gelar-rakor-review-dokumen-kajian-risiko-bencana Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  (19 Juni 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Sumbawa pada Jumat (19/6/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat upaya mitigasi serta sistem penanggulangan bencana di wilayah setempat.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkab Sumbawa dalam menghadapi ancaman bencana yang kian dinamis dan kompleks. Melalui pembaruan dokumen KRB tersebut, pemerintah daerah berupaya mewujudkan arah pembangunan yang tangguh, berkelanjutan, serta berbasis pada pengurangan risiko bencana (PRB).

Nantinya, dokumen KRB yang telah direview dan diperbarui ini diproyeksikan menjadi landasan geospasial sekaligus rujukan kebijakan strategis dalam penyusunan program mitigasi serta pengelolaan risiko bencana di Kabupaten Sumbawa ke depan.

### Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dan Program SIAP SIAGA

Rakor ini bertujuan utama untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kerangka kerja KRB. Sinergi ini dirasa krusial mengingat penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari **Program SIAP SIAGA**, kemitraan Australia-Indonesia yang selama ini aktif mendukung penguatan kapasitas kebencanaan di berbagai daerah di Indonesia.

### Tiga Target Utama Forum Koordinasi

Melalui forum koordinasi ini, terdapat beberapa target konkret yang ingin dicapai untuk meletakkan dasar hukum dan operasional yang kuat, di antaranya:

 * **Penyusunan SK Tim:** Menyusun draf Surat Keputusan (SK) Tim Penyusun Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 * **Penyusunan KAK:** Merumuskan Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai pedoman operasional yang memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan review dokumen KRB.

 * **Garis Waktu & Pembagian Peran:** Menghasilkan kesepakatan resmi terkait penentuan waktu dimulainya proses review, penyusunan linimasa (*timeline*) tahapan kerja, serta kejelasan pembagian peran teknis antara Pemkab Sumbawa dan Program SIAP SIAGA.

### Menuju Sumbawa yang Tangguh dan Aman

Dengan tersusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana yang komprehensif, valid, dan berkelanjutan, Kabupaten Sumbawa diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang jauh lebih matang dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.

Ketersediaan data risiko yang akurat ini pada akhirnya akan memperkuat ketahanan wilayah, demi mendukung pembangunan daerah yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sumbawa.

Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana

Sumbawa Besar. Gaung NUSRA Jumat, 19/06/26. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui BPBD Kabupaten Sumbawa mengadakan Rapat Koordinasi Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Sumbawa sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah.

Kabid BPBD Dr.Rusdianto menjelaskan bahwa jegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin dinamis dan kompleks. Melalui pembaruan dokumen Kajian Risiko Bencana, pemerintah daerah berupaya mewujudkan pembangunan yang tangguh, berkelanjutan, serta berbasis pada pengurangan risiko bencana.

"Dokumen KRB yang akan direview dan diperbarui diproyeksikan menjadi landasan geospasial sekaligus kebijakan strategis dalam penyusunan program mitigasi dan pengelolaan risiko bencana di Kabupaten Sumbawa" ujarnya.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan serta memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kerangka kerja Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Program SIAP SIAGA yang selama ini aktif mendukung penguatan kapasitas kebencanaan di berbagai daerah.

Melalui forum ini, diharapkan dapat disusun draf Surat Keputusan (SK) Tim Penyusun Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, akan disusun pula Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai pedoman operasional yang memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan review dokumen KRB.

Tidak hanya itu, rapat koordinasi ini juga menargetkan menghasilkan kesepakatan resmi terkait penentuan waktu dimulainya proses review, penyusunan linimasa tahapan kerja, serta kejelasan pembagian peran teknis antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Program SIAP SIAGA.

Dengan disusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana yang komprehensif dan berkelanjutan, Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu memperkuat ketahanan wilayah demi mendukung pembangunan daerah yang aman dan berkelanjutan (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:00:47 +0800 amr
Gubernur NTB Pimpin Deklarasi Dukungan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-pimpin-deklarasi-dukungan-sukseskan-sensus-ekonomi-2026-bersama-bps https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-pimpin-deklarasi-dukungan-sukseskan-sensus-ekonomi-2026-bersama-bps Gubernur NTB Pimpin Deklarasi Dukungan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS

MATARAM.Amarmedia.co.id–Provinsi Nusa Tenggara Barat meneguhkan komitmennya menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui pencanangan yang berlangsung meriah di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Center NTB, Jumat (19/6/2026).

“Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, saat mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi NTB bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Pencanangan tersebut merupakan bentuk penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang pendataan lapangannya telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di NTB sejak 15 Juni 2026. Di NTB, pencanangan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, para bupati dan wali kota se Pulau Lombok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah tingkat Provinsi, pimpinan instansi vertikal, para pelaku usaha, serta kelompok masyarakat.

Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan bersama terhadap pelaksanaan sensus yang akan menghasilkan potret lengkap kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Bumi Gora.

Prosesi pencanangan ditandai dengan penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, Wakil Kepala BPS RI, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB. Penancapan bendera tersebut melambangkan semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di NTB.

Komitmen itu kemudian ditegaskan melalui penandatanganan dukungan oleh para bupati dan wali kota. Secara bergantian, para kepala daerah membubuhkan tanda tangan pada papan deklarasi sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah masing-masing.

Di hadapan Wakil Kepala BPS RI dan seluruh hadirin, Gubernur NTB menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turkiye itu mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.

“Ketika datanya baik, maka perencanaannya akan baik. Ketika perencanaannya baik, manfaat pembangunannya akan semakin dirasakan masyarakat," kata Gubernur.

Kegiatan pencanangan berlangsung semarak dengan menampilkan atraksi peresean, seni bela tradisional masyarakat Sasak yang menjadi salah satu ikon budaya NTB. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan tamu undangan.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Keduanya memperagakan peresean di hadapan ratusan peserta yang menyambut dengan tepuk tangan dan sorak antusias.

Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan mengenai pentingnya sensus diharapkan semakin dekat dengan masyarakat.

Wakil Kepala BPS RI dalam sambutannya mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kerja petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif pelaku usaha sebagai responden serta dukungan penuh pemerintah daerah.

“Data yang akurat akan memberi arah yang jelas bagi pembangunan. Karena itu, setiap pelaku usaha memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil sensus,” ujarnya.

Melalui pencanangan ini, BPS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data statistik semakin meningkat. Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang.

Melengkapi rangkaian pencanangan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menampilkan berbagai produk unggulan yang dimiliki. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata denyut ekonomi NTB yang akan dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026. Stan-stan UMKM pun menjadi ruang interaksi yang hangat antara masyarakat, pelaku usaha, dan para tamu undangan yang hadir. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 21:49:24 +0800 amr
DPP PDI Perjuangan M.Y Esty Wijayati Ungkap Alasan Sumbawa Dipilih sebagai Tuan Rumah Perdana Soekarno Volley Cup https://amarmedia.co.id/dpp-pdi-perjuangan-my-esty-wijayati-ungkap-alasan-sumbawa-dipilih-sebagai-tuan-rumah-perdana-soekarno-volley-cup https://amarmedia.co.id/dpp-pdi-perjuangan-my-esty-wijayati-ungkap-alasan-sumbawa-dipilih-sebagai-tuan-rumah-perdana-soekarno-volley-cup DPP PDI Perjuangan M.Y Esty Wijayati Ungkap Alasan Sumbawa Dipilih sebagai Tuan Rumah Perdana Soekarno Volley Cup

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (19 Juni 2026) - Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, mengungkapkan alasan dipilihnya Sumbawa sebagai tuan rumah perdana Soekarno Volley Cup

Dalam sambutannya, Esti Wijayati yang hadir bersama Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends, Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Wakil Bendahara Umum Bidang Program Yuke Yurike, serta Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, menjelaskan bahwa dipilihnya Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi penyelenggaraan perdana Soekarno Volley Cup tidak lepas dari ikatan historis antara Bung Karno dengan Pulau Sumbawa.

Ia mengungkapkan, Presiden pertama Republik Indonesia itu tercatat sedikitnya dua kali mengunjungi Pulau Sumbawa pada era 1950-an untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Esti juga mengingatkan bahwa Juni merupakan Bulan Bung Karno karena terdapat tiga momentum penting, yakni 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni sebagai Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni sebagai hari wafat Sang Proklamator.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan sepanjang Juni merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pemikiran Bung Karno dalam membangun bangsa.

Ia menambahkan, bola voli dipilih karena menjadi salah satu cabang olahraga paling digemari masyarakat Indonesia setelah sepak bola dan bulu tangkis. Karena itu, DPP PDI Perjuangan telah merancang Soekarno Volley Cup agar berkembang menjadi turnamen kerakyatan berskala nasional.

“Ini baru titik awal di Kabupaten Sumbawa. Ke depan kami sudah merancang agar Soekarno Volley Cup menjadi event besar yang digelar di seluruh Indonesia untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial sekaligus mendukung prestasi Indonesia di ajang internasional,” ujarnya.

Esti berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persatuan, bukan memunculkan permusuhan.

“Ketika Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya dikumandangkan di ajang internasional, tidak ada lagi sekat agama, suku, ras maupun partai politik. Itulah yang diajarkan Bung Karno tentang persatuan dan kesatuan. Karena itu bertandinglah dengan sportif, jadikan turnamen ini sebagai ajang mencari prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 20:11:47 +0800 amr
Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Dibuka di Ngeru, Usung Semangat “Satukan Tekad Menangkan Rakyat” https://amarmedia.co.id/soekarno-volley-cup-2026-resmi-dibuka-di-ngeru-usung-semangat-satukan-tekad-menangkan-rakyat https://amarmedia.co.id/soekarno-volley-cup-2026-resmi-dibuka-di-ngeru-usung-semangat-satukan-tekad-menangkan-rakyat Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Dibuka di Ngeru, Usung Semangat “Satukan Tekad Menangkan Rakyat”

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id (19 Juni 2026) – Turnamen Voli Kerakyatan “Soekarno Volley Cup” Tahun 2026 resmi bergulir. Pembukaan kompetisi bergengsi ini dipusatkan di Lapangan Voli Indoor Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa pada Jumat (19/6/2026).

Mengusung tema besar “Satukan Tekad Menangkan Rakyat”, event ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Sumbawa, tetapi juga sebagai momentum mempererat kebersamaan dan membakar semangat gotong royong masyarakat.

Pembukaan turnamen ditandai secara simbolis lewat servis pertama oleh jajaran DPP PDI Perjuangan. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan, empat anggota DPR RI, satu anggota DPRD DKI Jakarta, anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PDIP, serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa.

Momen Bersejarah Bagi Desa Ngeru

Kepala Desa Ngeru, Khaeruddin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Ia menyebut pelaksanaan Soekarno Volley Cup ini sebagai tonggak sejarah baru bagi desanya. Untuk pertama kalinya, kegiatan dengan konsep kerakyatan yang masif digelar di Desa Ngeru dengan dihadiri langsung oleh jajaran petinggi DPP PDI Perjuangan.

“Ini menjadi sejarah bagi Desa Ngeru. Tanpa dukungan semua pihak, tentu hari ini tidak akan kita saksikan bersama. Kami bangga desa kami menjadi tuan rumah kegiatan besar ini,” ujar Khaeruddin.

Ia juga menegaskan bahwa Desa Ngeru selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, turnamen ini dipersembahkan khusus sebagai pesta rakyat pasca-panen sekaligus hiburan berkualitas bagi warga.

Kolaborasi dan Dua Semangat Utama

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., melaporkan bahwa kesuksesan pelaksanaan Soekarno Volley Cup merupakan buah dari kolaborasi solid antara struktur DPC, DPD, hingga DPP PDI Perjuangan.

Dalam laporannya, Abdul Rafiq menekankan bahwa turnamen ini membawa dua esensi dan semangat utama yakni pertama Menyambut Bulan Bung Karno."Menjadi momentum untuk memaknai kembali identitas, pemikiran, dan rekam jejak perjuangan Proklamator sekaligus Presiden pertama RI. Kita tidak boleh melupakan sejarah. Bung Karno bukan hanya milik PDI Perjuangan, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia," tegas Rafiq.

Kemudian ujarnya sebagai Wadah Pembinaan Atlet Berbakat.Menjadi inkubator bagi talenta muda daerah. Rafiq berharap turnamen ini menjadi agenda tahunan yang konsisten melahirkan bibit-bibit atlet bola voli potensial dari Sumbawa, yang kelak mampu bersaing di kancah provinsi, nasional, bahkan internasional.

Turnamen ini diproyeksikan akan menyaring tim-tim tangguh dari berbagai wilayah. Abdul Rafiq memaparkan bahwa para juara dari masing-masing zona nantinya akan dipertemukan pada babak puncak (grand final). Waktu Pelaksanaan Grand Final pada bulan Juli 2026 (Bertepatan dengan rangkaian Bulan Bung Karno) di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sumbawa

“Manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya karena di dalamnya terdapat nilai sejarah sekaligus nilai prestasi,” pesan Rafiq kepada para atlet yang bertanding.

Di penghujung laporannya, Abdul Rafiq menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPP PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati yang hadir langsung memimpin rombongan pusat.

Kehadiran para legislator pusat dan daerah ini diakui semakin menambah semarak dan legitimasi Soekarno Volley Cup 2026 sebagai agenda olahraga kerakyatan yang mampu menyatukan masyarakat melalui sportivitas yang tinggi. 

Tampak hadir pula legislator dari provinsi NTB, Abdul Rahim ST, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Dan jajaran fraksi PDIP DPRD KSB dan Anggota lengkap Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa (AM/Jen)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 19:56:35 +0800 amr
Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan, Wabup H. Ansori Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel https://amarmedia.co.id/inspektorat-gelar-rakor-penguatan-pengawasan-wabup-h-ansori-dorong-tata-kelola-pemerintahan-yang-akuntabel https://amarmedia.co.id/inspektorat-gelar-rakor-penguatan-pengawasan-wabup-h-ansori-dorong-tata-kelola-pemerintahan-yang-akuntabel Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan, Wabup H. Ansori Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen memperkuat benteng sistem pengawasan internal demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pengawasan yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah SE, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat se-Kabupaten Sumbawa. Rakor ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan mempererat sinergi pengawasan demi memastikan seluruh program pembangunan berjalan di rel yang tepat.

Wabup: Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan

Dalam pengarahannya, Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori menyatakan bahwa pengawasan merupakan instrumen vital dalam memastikan seluruh program kerja pemerintah daerah berjalan sesuai regulasi serta memberikan output yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Wabup secara khusus menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk memiliki komitmen baja dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Tindak lanjut atas rekomendasi BPK bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan hukum pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Saya minta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dan mempercepat penyelesaian poin-poin yang masih mengganjal,” tegas H. Ansori.

Lebih lanjut, Wabup mengingatkan pentingnya menempatkan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) sebagai rujukan utama pelaksanaan fungsi pengawasan internal. Melalui PKPT, Inspektorat diharapkan optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan, pendampingan (assurance & consulting), serta mitigasi risiko penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengawasan yang kuat bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai upaya preventif untuk memastikan semua program tepat sasaran, taat aturan, dan memberikan hasil optimal untuk masyarakat. Mari jadikan pengawasan ini sebagai bagian dari budaya kerja organisasi kita,” tambahnya.

Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Jadi Fokus Utama

Senada dengan Wakil Bupati, Inspektur Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah, S.E., memaparkan bahwa esensi dari rakor ini adalah untuk mengunci komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah dalam melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

Didi Hermansyah menggarisbawahi bahwa salah satu menu utama dalam rakor kali ini adalah akselerasi atau percepatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPK. Tingkat kepatuhan terhadap rekomendasi BPK, menurut Didi, menjadi parameter mutlak dalam mengukur keseriusan pemda melakukan reformasi birokrasi di bidang keuangan dan administrasi.

Melalui pelaksanaan rakor pengawasan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimis dapat membangun pola kemitraan yang lebih solid antara Inspektorat sebagai *auditor* internal dengan seluruh OPD selaku eksekutor program. Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat mendongkrak capaian akuntabilitas daerah, mengikis potensi fraud, dan menyukseskan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. (AMDIN/ADR - Prokopim Sumbawa)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 09:18:10 +0800 amr
DPRD Sumbawa RDP Terkait Pengelolaan Sampah dan IPAL Amanwana Resort di Pulau Moyo, Komisi III Jadwalkan Turun Lapangan https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-rdp-terkait-pengelolaan-sampah-dan-ipal-amanwana-resort-di-pulau-moyo-komisi-iii-jadwalkan-turun-lapangan https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-rdp-terkait-pengelolaan-sampah-dan-ipal-amanwana-resort-di-pulau-moyo-komisi-iii-jadwalkan-turun-lapangan DPRD Sumbawa RDP Terkait Pengelolaan Sampah dan IPAL  Amanwana Resort di Pulau Moyo, Komisi III Jadwalkan Turun Lapangan

SUMBAWA BESAR, Amarmedia — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memediasi pertemuan antara warga, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan manajemen PT Moyo Safari Abadi (Amanwana Resort) pada Senin (15/06/2026). 

Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD ini difokuskan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait aktivitas operasional, pengelolaan limbah, dan status perizinan lingkungan hotel mewah tersebut di Pulau Moyo.

Pertemuan strategis ini menghadirkan perwakilan masyarakat, Kepala Desa Labuhan Aji, sejumlah elemen LSM, manajemen PT Amanwana, Camat Labuhan Badas Ardian Pranata serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa.

Dalam ruang rapat, perwakilan Lembaga Swadaya masyarakat Lembaga Pemerhati Desa (LSM LPD) Aji Rusdianto akrab di sapa Raja mengapresiasi langkah cepat DPRD Sumbawa yang bersedia menerima dan memediasi surat pengaduan mereka. Kendati demikian, warga menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk meminta tindak lanjut nyata dan solusi konkret, bukan sekadar mendengarkan aspirasi tanpa eksekusi.

Ia menyoroti sejumlah poin krusial, di antaranya dugaan penggunaan lahan yang masuk dalam konteks kawasan hutan lindung, meskipun status yang diketahui sejauh ini adalah Hak Guna Usaha (HGU). Mengacu pada komitmen Pemerintah Daerah melalui Bupati Sumbawa, warga menuntut ketegasan dalam menjaga kelestarian hutan lindung di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Selain isu pemanfaatan lahan,  LSM Rifqi Arga mendesak transparansi terkait dokumen administrasi perizinan, pengelolaan emisi, pengelolaan air limbah, serta kepemilikan Persetujuan Teknis (Pertek) dan Sertifikat Layak Operasi (SLO) terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala Desa Labuhan Aji Sofyan turut menyampaikan keluhannya. Ia meminta agar pihak Amanwana Resort tidak mengabaikan keberadaan pemerintah desa setempat, meskipun secara hierarki regulasi, kewenangan pengawasan berada di tangan pemerintah pusat.

"Kami meminta agar Amanwana melibatkan pemerintah desa dalam hal pengelolaan limbah. Selama ini, sampah dari kegiatan Amanwana ditengarai dibuang ke dalam hutan produktif warga," ungkap Kades Labuhan Aji. Sisi administratif pun diharapkan dapat ditembuskan ke desa agar aparatur setempat mengetahui dan mampu bertanggung jawab jika muncul persoalan di kemudian hari.

DLH Ungkap Hasil Uji Lab: Satu Parameter Melebihi Baku Mutu

Kepala Bidang I Pengawasan DLH Kabupaten Sumbawa, Dina Eka  memberikan penjelasan kronologis dari kacamata pengawasan daerah. Berdasarkan data rekam jejak DLH Kabupaten Sumbawa, dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) PT Amanwana awalnya dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan dengan Nomor 22 Tahun 1991 tertanggal 16 Agustus 1991.

Merespons adanya pengaduan terkait limbah B3, DLH Sumbawa sebenarnya telah turun melakukan inspeksi lapangan pada tahun 2024 lalu. Hasil pengawasan kala itu menunjukkan operasional IPAL berjalan 24 jam sepanjang tahun, di mana limbah cair diolah dalam kolam penampungan untuk penyiraman tanaman, dan dinilai telah memenuhi kapasitas penampungan secara kimiawi maupun biologis.

Namun, kejutan muncul dari hasil uji laboratorium terbaru yang diterbitkan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 6 April 2026.

"Dari enam parameter yang diuji, terdapat satu parameter yang melebihi baku mutu, yaitu tingkat kekeruhan air. Selain itu, ada catatan evaluasi mengenai kandungan minyak, lemak, dan total padatan tersuspensi (TSS)," jelas Dina.

Lebih lanjut, Dina memaparkan hambatan birokrasi yang dihadapi daerah. Karena PT Amanwana berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), maka kewenangan pengawasan dan penindakan perizinan berada penuh di tangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau dilimpahkan ke DLH Tingkat Provinsi. Pasca-inspeksi tahun 2024, DLH Kabupaten Sumbawa telah bersurat kepada KLHK (Divisi Jawa Bali) untuk meneruskan hasil pengawasan lapangan serta meminta pusat mendesak pemenuhan kelengkapan Pertek dan SLO. Namun hingga kini, pihak kabupaten belum menerima informasi apakah kementerian sudah turun ke lapangan atau belum.

Oleh karena itu, DLH Kabupaten Sumbawa meminta manajemen PT Amanwana agar ke depan, setiap laporan berkala yang diserahkan ke Pemerintah Pusat atau Provinsi tetap memberikan dokumen tembusan kepada DLH Kabupaten sebagai fungsi kontrol dan pembinaan daerah.

Tanggapan Amanwana: Akui Dokumen Hilang, Siap Dikoreksi

Menanggapi rentetan tudingan tersebut, pihak manajemen Amanwana Resort Faisal lubis menyambut positif agenda RDP yang digelar dan menegaskan komitmennya untuk tetap taat hukum. Perusahaan menjelaskan bahwa pengujian air limbah dan air sumur terakhir telah dilakukan pada akhir Mei lalu, dan hasilnya sudah diserahkan dalam pertemuan kedua di Badas.

Terkait hilangnya sejumlah dokumen administrasi perizinan, manajemen mengonfirmasi bahwa hal itu terjadi sejak masa pandemi Covid-19 akibat dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan. Kendati demikian, mereka memastikan operasional hotel tetap dipantau ketat melalui audit internal perusahaan yang berlaku secara nasional di enam cabang di Indonesia dengan predikat lulus, serta mengantongi sertifikasi kelayakan dari pihak ketiga.

Mengenai tuduhan tumpukan sampah, manajemen mengklarifikasi bahwa tumpukan yang dilaporkan warga berasal dari aktivitas luar area operasional Amanwana (wilayah Desa Labuhan Aji). Sedangkan untuk limbah berbahaya, perusahaan memberikan pembelaan. "Sampah B3 dari kegiatan Amanwana kami kirim ke Pulau Lombok karena di sana sudah ada pengolah yang tersertifikasi," urai Faisal perwakilan manajemen. 

Sementara terkait polusi genset, pihak hotel mengaku sedang berkoordinasi untuk bertransisi ke program energi baru terbarukan (EBT).

“Apabila ada operasional kami yang luput, kami meminta pengarahan. Kami welcome. Intinya, kami siap dikoreksi dan mengharapkan pendampingan dari Dinas LH,” ucap perwakilan Amanwana.

Penjelasan manajemen mengenai hilangnya dokumen akibat Covid-19 langsung disanggah keras oleh Ketua LPPK NTB, Sukriadi (Tamar). Ia menilai alasan tersebut hanyalah alibi semata. Menurut Sukriadi, jika terjadi kendala operasional atau kehilangan dokumen krusial, minimal harus ada komunikasi tertulis resmi yang dilayangkan kepada otoritas wilayah setempat.

Rekomendasi DPRD: Desak Pusat dan Jadwalkan Sidak Lapangan

Menutup jalannya RDP yang dinamis tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Syaifullah, membacakan sejumlah poin rekomendasi resmi dewan untuk menyelesaikan polemik lingkungan ini.

Rekomendasi akhir tersebut menetapkan tiga poin utama:

Pertama : Meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa melakukan komunikasi intensif dan koordinasi berkala terkait kelengkapan dokumen operasional Hotel Amanwana di Pulau Moyo.

Kedua : Meminta DLH Kabupaten Sumbawa segera bersurat kembali dan mendesak Kementerian LH/KLHK untuk segera turun tangan menindaklanjuti temuan parameter limbah yang tidak memenuhi baku mutu tersebut.

Ketiga : Merekomendasikan tim gabungan untuk turun langsung meninjau lokasi Hotel Amanwana. Pihak manajemen Amanwana diminta segera memberikan dan memfasilitasi jadwal kunjungan lapangan secara bersama-sama dalam waktu dekat.

DPRD Sumbawa menegaskan akan mengawal ketat persoalan ini demi memastikan investasi di Pulau Moyo tetap berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 08:33:42 +0800 amr
Antisipasi Risiko Bencana, BPBD Sumbawa Gelar Simulasi 'Table Top Exercise' Banjir di Desa Kukin https://amarmedia.co.id/antisipasi-risiko-bencana-bpbd-sumbawa-gelar-simulasi-table-top-exercise-banjir-di-desa-kukin https://amarmedia.co.id/antisipasi-risiko-bencana-bpbd-sumbawa-gelar-simulasi-table-top-exercise-banjir-di-desa-kukin Antisipasi Risiko Bencana, BPBD Sumbawa Gelar Simulasi 'Table Top Exercise' Banjir di Desa Kukin

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa bergerak cepat dalam memperkuat benteng pertahanan wilayah terhadap ancaman bencana alam. Langkah taktis ini diwujudkan dengan menggelar simulasi Table Top Exercise (TTX) Kesiapsiagaan Bencana Banjir yang dipusatkan di Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan ini dihajatkan sebagai salah satu instrumen untuk mendongkrak kesiapsiagaan pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menghadapi potensi banjir yang menjadi salah satu ancaman prioritas di wilayah tersebut.

Urgensi pelaksanaan simulasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan dokumen resmi Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Desa Kukin Tahun 2025, desa ini tercatat memiliki tingkat risiko banjir yang cukup tinggi.

Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi kerentanan tersebut, di antaranya Meningkatnya intensitas curah hujan akibat perubahan iklim, Karakteristik topografi wilayah Desa Kukin, Kondisi aliran sungai serta sistem drainase setempat yang belum optimal.

Merespons ancaman nyata tersebut, Pemerintah Desa Kukin sebelumnya telah bergerak maju dengan menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir. Dokumen ini memuat skenario ancaman, mekanisme respons cepat, pembagian peran para pihak, hingga prosedur penanganan darurat yang menjadi kompas utama saat bencana melanda.

Menguji Dokumen di Atas Kertas Lewat Simulasi TTX

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, S.T., melalui Kepala Bidang II BPBD, Dr. Rusdianto Ar., menegaskan bahwa sebuah dokumen rencana kontinjensi tidak boleh hanya menjadi catatan di atas kertas. Keberadaan Renkon harus diuji secara berkala demi memastikan efektivitas implementasinya di lapangan.

“Melalui simulasi TTX (latihan berbasis diskusi terstruktur) ini, seluruh peserta dapat memahami secara mendalam peran dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kondisi darurat banjir. Ini adalah cara kita menguji kesiapan mekanisme koordinasi yang telah disusun dalam Rencana Kontinjensi,” jelas Dr. Rusdianto kepada media.

Simulasi berskala desa ini berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari perangkat pemerintah desa, lembaga desa, relawan, tokoh masyarakat, kelompok rentan, hingga mitra terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat urat nadi koordinasi lintas sektor agar respons saat bencana menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah.

Selain mengasah kesiapsiagaan, agenda TTX ini dirancang untuk mencapai sejumlah target sekunder yang tidak kalah penting, meliputi

Pertama : Meningkatkan pemahaman masyarakat akar rumput mengenai risiko dan dampak nyata banjir.

 

Kedua : Menguji efektivitas sistem pengambilan keputusan (decision making) saat situasi darurat.

 

Ketiga :Mengidentifikasi celah, kelemahan, atau kesenjangan (gap) yang masih ada dalam rencana penanganan bencana.

Keempat: Mendorong kepedulian warga dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) mandiri.

Sebagai tindak lanjut, output konkret yang dihasilkan dari agenda ini adalah penyusunan laporan komprehensif hasil simulasi yang memuat jalannya kegiatan, temuan utama di lapangan, serta dokumentasi visual.

Lebih jauh, BPBD Kabupaten Sumbawa menargetkan lahirnya rekomendasi strategis baru. Rekomendasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan alur respons darurat, mempererat koordinasi antar-pihak, serta menajamkan fungsi tiap unsur kelembagaan di tingkat desa.

Melalui komitmen bersama dan simulasi TTX ini, Desa Kukin kini diproyeksikan menjadi desa yang lebih tangguh, siap siaga menghadapi potensi bencana, serta mampu meminimalkan risiko maupun dampak material dan non-material terhadap masyarakat. (AM/jak)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:57:30 +0800 amr
Sikapi Situasi Daerah, Bupati Sumbawa Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tolak Provokasi Medsos https://amarmedia.co.id/sikapi-situasi-daerah-bupati-sumbawa-imbau-masyarakat-jaga-kondusivitas-dan-tolak-provokasi-medsos https://amarmedia.co.id/sikapi-situasi-daerah-bupati-sumbawa-imbau-masyarakat-jaga-kondusivitas-dan-tolak-provokasi-medsos Sikapi Situasi Daerah, Bupati Sumbawa Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tolak Provokasi Medsos

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumbawa pada Jumat (12/6/2026) lalu. Langkah ini diambil guna merespons perkembangan situasi terkini di tengah masyarakat yang memerlukan perhatian bersama agar stabilitas daerah tetap terjaga.

Dalam pernyataan resminya, Bupati Syarafuddin Jarot menekankan pentingnya menjaga ketenangan, persatuan, dan kondusivitas di wilayah Kabupaten Sumbawa. Ia meminta warga untuk menyaring informasi dengan bijak dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

 "Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, baik yang beredar secara langsung maupun melalui media sosial. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Bupati Sumbawa dalam rilis pers tersebut.

Bupati juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Warga diimbau keras untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau bersikap anarkis yang dapat merugikan ketertiban umum.

Pemerintah Daerah menegaskan bahwa setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan lembaga berwenang. Semua proses harus berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Untuk memastikan stabilitas daerah tetap kokoh, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Seluruh komponen masyarakat Kabupaten Sumbawa

Tidak hanya menyoroti masalah keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas), dalam rilis yang sama, Bupati Syarafuddin Jarot juga menyelipkan pesan mengenai keberlanjutan lingkungan hidup. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian kawasan hutan di Sumbawa sebagai warisan penting bagi generasi masa depan.

"Mari kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kekayaan alam Kabupaten Sumbawa agar tetap lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.

Menutup imbauannya, Bupati mengajak seluruh warga untuk bahu-bahu merawat Kabupaten Sumbawa agar tetap menjadi daerah yang aman, damai, unggul, maju, dan sejahtera. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:27:06 +0800 amr
Etika Publik dan Ilusi “Kasar tapi Benar” https://amarmedia.co.id/etika-publik-dan-ilusi-kasar-tapi-benar https://amarmedia.co.id/etika-publik-dan-ilusi-kasar-tapi-benar Etika Publik dan Ilusi “Kasar tapi Benar”

Oleh : Asmediati 

SALAH satu jebakan berpikir yang paling sering muncul dalam perdebatan publik adalah menyederhanakan persoalan yang rumit menjadi dua pilihan yang tampak tegas. Dalam logika, cara berpikir demikian dikenal sebagai dilema palsu (false dilemma), yakni menghadirkan seolah-olah hanya ada dua kemungkinan, padahal kenyataan menyediakan jauh lebih banyak pilihan.

Pertanyaan, “Pilih orang santun namun sebenarnya salah atau pilih orang kasar namun sebenarnya benar?” tampak provokatif. Sekilas terlihat cerdas. Bahkan, ia terdengar seperti pertanyaan filosofis yang mengajak orang berpikir lebih dalam, padahal justru sebaliknya. 

Pertanyaan itu mengandung cacat logika yang fatal. Ia memaksa orang memasuki ruang yang sempit, lalu menyuruh memilih salah satu sudut ruangan seakan-akan tidak ada pintu keluar.

Mengapa kita harus memilih orang santun yang salah? Mengapa pula harus memilih orang kasar yang benar? Mengapa tidak memilih orang yang benar sekaligus santun?

Kenyataan kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa ribuan guru, ilmuwan, ulama, pendeta, dokter, hakim, peneliti, dan pemikir mampu menyampaikan kebenaran tanpa perlu memaki orang lain. Mereka tidak kehilangan ketajaman berpikir hanya karena menjaga kesopanan. Mereka juga tidak kehilangan keberanian hanya karena menghormati lawan bicara. Justru kemampuan menyampaikan kritik secara santun merupakan tanda kematangan intelektual yang paripurna.

Kekeliruan lain muncul ketika kekasaran diam-diam diberi status istimewa, seolah-olah menjadi bukti otentisitas keberanian. Dalam banyak perdebatan, orang yang berbicara keras dan meledak-ledak sering dianggap lebih jujur dibanding orang yang berbicara tenang. Padahal, volume suara tidak memiliki hubungan ilmiah maupun logis dengan validitas argumen. 

Kebenaran tidak lahir dari nada suara. Kebenaran lahir dari koherensi logika, kecukupan data, ketepatan metodologi, serta kemampuan sebuah argumen bertahan terhadap kritik.

Ironisnya, mereka yang mengaku membela rasionalitas kadang terjebak dalam kontradiksi. Mereka mengatakan perdebatan diperlukan untuk menguji gagasan. Pernyataan itu benar. Ilmu pengetahuan memang berkembang melalui kritik dan sanggahan. Namun, masalah mendasar muncul ketika kritik bermutasi menjadi serangan personal (ad hominem). Saat karakter seseorang dijadikan sasaran utama, perdebatan perlahan meninggalkan wilayah gagasan dan masuk ke wilayah prasangka. Orang tidak lagi menguji argumen, sebaliknya mulai menghakimi individu. Di titik itulah diskusi kehilangan daya ilmiahnya.

Seorang peneliti tidak dapat menyimpulkan sebuah teori salah hanya karena pembuat teorinya memiliki sifat buruk. Seorang hakim tidak dapat memutus perkara berdasarkan kesukaan pribadi terhadap terdakwa. Pun demikian, seorang editor tidak dapat menolak naskah hanya karena tidak menyukai karakter penulisnya. Argumen harus diperiksa melalui argumen. Bukti harus dijawab dengan bukti. Logika harus dibantah dengan logika. Karakter manusia memang penting dalam kehidupan sosial, namun karakter bukan alat ukur tunggal untuk menentukan benar atau salahnya sebuah gagasan.

Ada persoalan yang lebih menarik untuk dibahas: mengapa sebagian orang merasa bahwa kekasaran adalah harga yang harus dibayar demi memperoleh kebenaran? Kemungkinan besar karena mereka menyamakan ketegasan dengan agresivitas. Padahal, keduanya berada di kutub yang berbeda. Ketegasan berfokus pada substansi; agresivitas berfokus pada lawan. Ketegasan mengejar kejelasan; agresivitas mengejar kemenangan psikologis. Ketegasan memperkuat argumen; agresivitas sering kali menjadi kompensasi ketika argumen mulai melemah.

Dalam psikologi komunikasi, dikenal gejala bahwa ketika seseorang merasa posisinya terancam akibat kepanikan yang tak terkontrol, intensitas emosinya akan meningkat. Kata-kata menjadi lebih keras dan serangan personal mulai bermunculan. Fenomena ini terjadi bukan karena argumentasinya semakin kuat, justru sebaliknya: emosi sedang mengambil alih ruang yang semestinya ditempati oleh nalar. Oleh sebab itu, kekasaran tidak dapat diperlakukan sebagai indikator keberanian intelektual, ataupun tanda bahwa seseorang sedang membela kebenaran. Sering kali, kekasaran hanyalah kebisingan yang menutupi kelemahan penalaran.

Perdebatan memang penting, sebagai tanda manusia berpikir. Bahkan, peradaban modern dibangun oleh tradisi perdebatan yang panjang. Filsafat Yunani, ilmu pengetahuan modern, sistem hukum, hingga demokrasi bertumpu pada kemampuan manusia mempertentangkan gagasan. Akan tetapi, tujuan akhir perdebatan bukan menciptakan musuh atau menjatuhkan mental lawan, sebaliknya memperbaiki kualitas pemahaman terhadap “kebenaran” yang dicari. Bukan “pembenaran”.

Ketika seseorang berkata bahwa dirinya memilih orang kasar yang benar daripada orang santun yang salah, sesungguhnya ia sedang terjebak dalam kerangka berpikir yang keliru. Ia menerima asumsi naif bahwa kesantunan dan kebenaran berada pada kubu yang saling bermusuhan. Padahal, sejarah intelektual dunia menunjukkan hal yang sebaliknya. Kebenaran yang kuat tidak membutuhkan makian sebagai tongkat penyangga. Argumen yang kokoh tidak memerlukan penghinaan sebagai alat bantu napas. Jika sebuah gagasan memang benar, biarkan ia menang melalui kekuatan penjelasannya, bukan melalui kekasaran yang berisik.

Mari kita uji cacat logika ini dengan membawanya ke ranah domestik dan profesional yang lebih nyata. Bayangkan seorang istri yang disodori pilihan: “Pilih suami yang melakukan KDRT tapi memberi cukup uang, atau suami santun tapi tak memberikan nafkah?" Pertanyaan ini menjebak karena mengaburkan esensi pernikahan yang ideal, yakni suami yang menafkahi sekaligus menyayangi tanpa kekerasan. Menerima dikotomi palsu ini sama saja dengan memaklumi kejahatan domestik atas nama pemenuhan materi.

Logika cacat yang sama akan tampak pada profesi lain. Apakah kita mau menyerahkan nyawa kita di meja operasi kepada seorang dokter bedah yang memaki-maki asistennya secara brutal dengan dalih “yang penting operasinya berhasil”? Atau, maukah kita mengonsumsi obat dari seorang apoteker yang kasar dan serampangan dalam pelayanan hanya karena ia mengklaim racikan obatnya manjur? Tentu tidak. Kita menuntut profesionalisme yang utuh: keahlian yang mumpuni sekaligus etika yang terjaga.

Begitulah. Memisahkan kebenaran dari kesantunan adalah upaya malas untuk melegitimasi kedangkalan budi. Peradaban yang maju tidak dibangun oleh orang-orang yang harus merusak kemanusiaan orang lain demi menegakkan sebuah argumen. Kebenaran dan kesantunan bukanlah dua hal yang harus saling mengorbankan; keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama bernama martabat manusia.[AM]

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:14:46 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Hibahkan Lahan Untuk Marinir, Perkuat Pertahanan Wilayah Selatan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-hibahkan-lahan-untuk-marinir-perkuat-pertahanan-wilayah-selatan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-hibahkan-lahan-untuk-marinir-perkuat-pertahanan-wilayah-selatan Pemkab Sumbawa Hibahkan Lahan Untuk Marinir, Perkuat Pertahanan Wilayah Selatan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menyerahkan lahan untuk pembangunan pangkalan Korps Marinir TNI AL di wilayah Sumbawa. Penandatanganan MoU dan penyerahan hibah lahan dilakukan dalam acara yang dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov, Forkopimda, Seketaris Daerah, Dr. H Budi Prasetyo, Asisten Perekonomian dan pembangunan Sekretariat Daerah kabupaten Sumbawa, Kepala OPD dan rombongan pejabat Korps Marinir, acara bertempat di lantai 1 Ruang Rapat Haji Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, 9 Juni Tahun 2026 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran tamu kehormatan dari Mabes TNI AL, termasuk Dr. Endi Supadi. Bupati menyebut kerja sama ini merupakan impian yang telah dirintis hampir setahun, sejak pertemuan awal di Jakarta. 

“Hari ini impian kita terwujud. Dengan penandatanganan MoU dan penyerahan lahan, kita mulai langkah besar bersama,” ujar Bupati. Tahap awal, Pemkab Sumbawa menyerahkan lahan seluas 20 hektar di lokasi strategis dekat kota, pantai, dan pintu gerbang Teluk Saleh. “Lokasi ini dekat dengan habitat hiu paus terbesar di Indonesia, potensi wisata dunia yang kita miliki,” tambahnya.

Bupati juga menyatakan kesiapan menyerahkan tambahan lahan untuk pengembangan pangkalan. Lokasi tersebut dinilai sangat dekat dengan laut, hanya sekitar 500 meter, sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir yang bergerak di darat dan laut.

Bupati Jarot menegaskan, kehadiran Marinir akan memperkuat pertahanan negara, mengingat Sumbawa berbatasan langsung dengan Australia. Selain aspek pertahanan, ia berharap keberadaan pangkalan memberi dampak positif bagi ekonomi, pariwisata, dan pembangunan daerah. 

“Alhamdulillah sekarang banyak potensi PSN yang sudah jalan, seperti stadion. Ada 700 tentara di sini. Kemarin juga sudah diputuskan lokasi Sekolah Rakyat untuk 3.000 murid, dan akhir tahun akan ada Sekolah Terintegrasi Kemendikdasmen untuk 1.000 murid SD-SMP-SMA,” ucap Bupati. 

Mengakhiri sambutannya, Bupati Jarot berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk membangun Sumbawa dan memperkuat pertahanan Indonesia. “Mudah-mudahan Marinir yang akan berpangkalan di sini membawa kontribusi positif. Kami siap membantu apa yang dibutuhkan,” tutup Bupati.

Sementara itu Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI Dr. Endi Supardi, S.E., M.M. memastikan pembangunan Batalyon Infanteri Marinir 16 di Kabupaten Sumbawa akan langsung dimulai tahun ini. Kepastian itu disampaikan usai serah terima hibah lahan dari Pemkab Sumbawa, Juni 2026.

“Sore ini kami ditemani Bapak Bupati beserta seluruh unsur pimpinan daerah. Tadi sudah dilaksanakan penyerahan atau serah terima hibah tanah yang rencana akan dibangun untuk Batalyon Infanteri Marinir 16,” ujarnya.

Usai serah terima, proses administrasi akan langsung dilanjutkan. “Insyaallah dalam waktu dekat kita akan langsung dibangun Batalyon Infanteri Korps Marinir yang ke-16. Ini salah satu program Bapak Presiden lewat Menhan,” tegasnya.

Penambahan Batalyon Infanteri Marinir 16 di Sumbawa merupakan bagian dari penambahan 5 batalyon baru Korps Marinir secara serentak di seluruh Indonesia. “Dengan proses penyerahan ini, kita langsung gas bangun Batalyon Infanteri Korps Marinir ini,” tambahnya

Letjen Endi berharap kehadiran Batalyon Marinir di Sumbawa membawa berkah, manfaat, dan kemajuan bagi daerah. Keberadaan 1.000 personel dipastikan berdampak pada pertahanan sekaligus menggerakkan ekonomi. “Kalau sudah berkeluarga, kali dua atau beranak kali tiga dan seterusnya. Sehingga perputaran ekonomi akan lebih cepat. Ini sama-sama menguntungkan buat wilayah Sumbawa dan juga buat Korps Marinir,” jelasnya.

Terkait target pembangunan, Pangkormar menegaskan tidak ada penundaan. “Insyaallah pembangunan langsung tahun ini juga. Kita tidak akan menunda. Kita langsung tindak lanjuti berkas yang ada. Di samping surat berjalan, kita juga akan koordinasi langsung agar pembangunan Yonif 16 ini bisa segera mungkin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letjen Endi menjelaskan Korps Marinir memiliki kriteria satuan yang lengkap. Di dalam satu Pasmar terdapat infanteri, kavaleri, artileri, hingga resimen bantuan tempur yang menaungi zeni, kesehatan, perhubungan, dan lainnya. 

“Insyaallah dari semua satuan ini bukan hanya infanteri. Karena nanti ke depan akan ada satu Pasmar atau satu divisi di Sumbawa ini, tergelar sampai Bima dan seterusnya,” tutupnya.

Dilanjutkan dengan peninjauan lahan pembangunan Batalyon infanteri Korps Marinir ke 16 di Samota (AM/Diskominfotiksandi Pemkab Sumbawa)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 06:53:23 +0800 amr
Keluarga Korban Minta Kasus Dugaan Penganiayaan di Desa Brang Kolong Dituntaskan Secara Profesional https://amarmedia.co.id/keluarga-korban-minta-kasus-dugaan-penganiayaan-di-desa-brang-kolong-dituntaskan-secara-profesional https://amarmedia.co.id/keluarga-korban-minta-kasus-dugaan-penganiayaan-di-desa-brang-kolong-dituntaskan-secara-profesional Keluarga Korban Minta Kasus Dugaan Penganiayaan di Desa Brang Kolong Dituntaskan Secara Profesional

Sumbawa,Amarmedia.co.id -  12 Juni 2026 – Keluarga korban dugaan penganiayaan yang terjadi di Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, melalui kuasa keluarga M. Talif, SH, berharap pihak Polsek Plampang dapat menuntaskan penanganan perkara yang telah dilaporkan oleh MOHAMED ALFARIZI PUTRA.

Peristiwa tersebut terjadi pada 11 April 2026. Berdasarkan keterangan korban dan keluarga, saat itu korban bersama beberapa rekannya sedang berkumpul dan bermain bersama. Kemudian korban diajak oleh terduga pelaku yang dikenal dengan panggilan Egi ke rumahnya bersama teman-teman lainnya.

Sesampainya di rumah terduga pelaku, mereka sempat berbincang beberapa saat. Namun tidak lama kemudian, terduga pelaku masuk ke dalam rumah dan setelah keluar diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban dari arah belakang hingga korban tidak sadarkan diri. Pemukulan tersebut baru berhenti setelah salah seorang teman yang berada di lokasi berupaya melerai.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan telah menjalani pemeriksaan medis serta visum. Selain dampak fisik, korban juga mengalami trauma yang masih dirasakan hingga saat ini.

M. Talif, SH menyampaikan bahwa keluarga korban menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, hingga lebih dari dua bulan sejak kejadian, keluarga masih berharap adanya perkembangan yang memberikan kepastian hukum bagi korban.

“Kami berharap Polsek Plampang dapat menyelesaikan perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Korban telah melaporkan kejadian ini dan telah menjalani visum sebagai bagian dari proses pembuktian,” ujar M. Talif, SH.

Menurut keluarga korban, hingga saat ini saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut belum berani memberikan keterangan secara terbuka. Namun keluarga memperoleh informasi bahwa terduga pelaku telah mengakui perbuatannya dalam proses pemeriksaan.

“Oleh karena itu kami berharap penyidik dapat terus mendalami perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami percaya aparat penegak hukum memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mengungkap fakta-fakta yang diperlukan sehingga perkara ini dapat memperoleh kepastian hukum,” lanjutnya.

Keluarga korban juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan rasa aman kepada pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut sehingga tidak takut untuk memberikan keterangan apabila diperlukan dalam proses penyidikan.

“Kami hanya menginginkan keadilan dan kepastian hukum bagi korban. Harapan kami kasus ini dapat dituntaskan secara profesional sehingga memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” tutup M. Talif, SH. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 05:51:16 +0800 amr
Mi6: Pemilu Belum Sepenuhnya Inklusif Jika Disabilitas Hanya Jadi Pemilih https://amarmedia.co.id/mi6-pemilu-belum-sepenuhnya-inklusif-jika-disabilitas-hanya-jadi-pemilih https://amarmedia.co.id/mi6-pemilu-belum-sepenuhnya-inklusif-jika-disabilitas-hanya-jadi-pemilih Mi6: Pemilu Belum Sepenuhnya Inklusif Jika Disabilitas Hanya Jadi Pemilih

MATARAM.Amarmedia.co.id–Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai, pelibatan penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu tidak lagi semestinya dipandang sebagai bentuk belas kasih atau pemenuhan kuota semata. 

Di tengah upaya memperkuat kualitas demokrasi, langkah tersebut justru menjadi kebutuhan logis dan strategis yang harus ditempuh oleh penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun badan adhoc di semua tingkatan.

”Demokrasi tidak bisa meminta partisipasi penyandang disabilitas di bilik suara, tetapi pada saat yang sama membatasi keterlibatan mereka di meja penyelenggara pemilu,” tandas Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Jumat (19/6/2026).

Analis politik kawakan NTB yang karib disapa Didu ini menegaskan, pemilu sebagai pesta demokrasi harus memberi ruang yang setara bagi seluruh warga negara untuk terlibat, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari penyelenggara.

Menurutnya, demokrasi akan kehilangan sebagian maknanya apabila penyandang disabilitas hanya ditempatkan sebagai objek layanan tanpa diberi kesempatan menjadi subjek yang ikut mengelola proses demokrasi.

”Kalau negara menganggap penyandang disabilitas cukup cakap untuk menentukan masa depan bangsa melalui hak suara mereka, maka seharusnya negara juga percaya mereka cukup cakap untuk membantu menyelenggarakan proses pemilu,” tandas Didu.

Dia menegaskan, demokrasi tidak boleh setengah-setengah. Tidak bisa mengundang para penyandang disabilitas masuk sebagai pemilih tetapi ragu memberi ruang sebagai penyelenggara.

Menurut Didu, pelibatan penyandang disabilitas dalam rekrutmen badan adhoc pemilu, mulai dari PPK, PPS, KPPS hingga petugas pendukung lainnya, perlu dipandang sebagai investasi demokrasi. Alih-alih pemenuhan prinsip keterwakilan belaka.

Ia menjelaskan, selama ini diskusi mengenai disabilitas dalam pemilu sering berfokus pada hak memilih dan akses menuju tempat pemungutan suara. Padahal, demokrasi yang matang seharusnya juga memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu.

”Kesetaraan itu nggak berhenti pada hak mencoblos saja. Kesetaraan itu juga berarti adanya kesempatan yang sama untuk mengabdi, bekerja, dan mengambil peran dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Kesalahan Cara Pandang

Didu menilai ada kesalahan cara pandang yang masih berkembang di sebagian masyarakat. Di antaranya melihat penyandang disabilitas lebih sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan dibanding kelompok yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi.

Padahal, perkembangan pendidikan, teknologi, dan akses informasi telah melahirkan banyak penyandang disabilitas dengan kompetensi yang tidak kalah dibanding masyarakat pada umumnya. Mereka bekerja sebagai akademisi, pengusaha, aktivis, aparatur sipil negara, profesional, hingga pemimpin organisasi.

Menurutnya, pemilu semestinya menjadi ruang yang mencerminkan perkembangan tersebut. Karena itu kata Didu, yang harus dilihat adalah kompetensi dan kemampuan menjalankan tugas, bukan semata kondisi fisiknya. 

Banyak penyandang disabilitas memiliki kapasitas administrasi, pengelolaan data, komunikasi publik, hingga kepemimpinan yang sangat baik. Jika ruang itu tidak dibuka, maka kata Didu, yang rugi bukan hanya mereka, tetapi juga lembaga yang kehilangan talenta-talenta terbaik.

Lebih jauh, Didu menilai keberadaan penyandang disabilitas dalam struktur penyelenggara pemilu justru akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, salah satu kelemahan yang sering muncul dalam pelayanan publik adalah kebijakan dibuat oleh orang-orang yang tidak mengalami langsung hambatan yang dihadapi kelompok rentan. Akibatnya, banyak persoalan yang dianggap sepele justru menjadi kendala besar di lapangan.

Didu mencontohkan masih ditemukannya TPS yang sulit diakses kursi roda, informasi yang belum ramah bagi penyandang disabilitas sensorik, maupun layanan yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan pemilih dengan ragam disabilitas tertentu.

Dalam kondisi tersebut, penyandang disabilitas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki orang lain, yakni pengalaman hidup yang memungkinkan mereka melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.

”Mereka memahami hambatan-hambatan itu bukan dari teori, melainkan dari pengalaman langsung,” ucap Didu.

Karena itu, kata mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini, jangan heran jika para penyandang disabilitas ini sering lebih mampu menemukan masalah yang bahkan tidak terlihat oleh orang lain. 

”Perspektif seperti ini sangat berharga dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemilu,” ujarnya.

Menurut Didu, kehadiran penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu pada akhirnya tidak hanya menguntungkan kelompok disabilitas, tetapi seluruh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa prinsip aksesibilitas hampir selalu menghasilkan manfaat yang lebih luas dibanding sasaran awalnya.

Sebagaimana jalur landai yang dibuat untuk pengguna kursi roda namun juga membantu lansia, ibu hamil, dan masyarakat umum, pelayanan pemilu yang dirancang lebih aksesibel akan meningkatkan kenyamanan seluruh pemilih.

”Pelayanan yang baik bagi kelompok paling rentan biasanya akan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi semua orang. Karena itu pelibatan disabilitas sebenarnya bukan isu kelompok tertentu saja, melainkan strategi meningkatkan kualitas layanan pemilu secara keseluruhan,” katanya.

Memperkuat Legitimasi Demokrasi

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Didu menilai pelibatan penyandang disabilitas juga akan memperkuat legitimasi demokrasi. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi banyak negara demokrasi saat ini adalah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi-institusi negara.

Dalam situasi tersebut, penyelenggara pemilu perlu menunjukkan bahwa mereka benar-benar mewakili seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

Didu menegaskan, kehadiran penyandang disabilitas di dalam struktur penyelenggara mengirim pesan bahwa demokrasi membuka ruang bagi semua warga negara. Ketika masyarakat melihat tidak ada kelompok yang disisihkan, tingkat kepercayaan publik terhadap proses pemilu juga akan semakin kuat.

Dia melanjutkan, manfaat yang tidak kalah penting adalah dampak pendidikan sosial yang ditimbulkan. Setiap penyelenggaraan pemilu merupakan ruang pendidikan publik terbesar yang dimiliki negara. Jutaan warga berinteraksi langsung dengan petugas pemilu di berbagai tingkatan. Karena itu, ketika masyarakat melihat penyandang disabilitas menjalankan tugas sebagai petugas pemilu secara profesional, persepsi lama mengenai disabilitas perlahan akan berubah.

”Selama ini masyarakat terlalu sering melihat keterbatasannya. Padahal yang harus dilihat adalah kemampuannya. Ketika penyandang disabilitas memimpin rapat, melayani pemilih, mengelola administrasi, atau mengawasi jalannya pemungutan suara, masyarakat akan belajar bahwa mereka memiliki kapasitas yang sama untuk berkontribusi,” kata Didu.

Bahkan, kata Didu melanjutkan, perubahan cara pandang tersebut bahkan bisa menjadi salah satu warisan sosial terpenting dari penyelenggaraan pemilu yang inklusif. Sebab, stigma sering kali menjadi hambatan yang lebih berat dibanding kondisi disabilitas itu sendiri.

Karena itu, Didu mendorong KPU dan seluruh penyelenggara pemilu untuk mulai melihat pelibatan penyandang disabilitas sebagai kebutuhan kelembagaan, bukan sekadar program afirmasi.

Ia menegaskan bahwa rekrutmen petugas pemilu perlu membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas yang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi. Pada saat yang sama, penyelenggara juga perlu memastikan lingkungan kerja yang aksesibel sehingga seluruh petugas dapat bekerja secara optimal.

Didu menegaskan, ukuran demokrasi tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya warga yang datang ke TPS pada hari pemungutan suara. Demokrasi yang matang juga tercermin dari siapa saja yang diberi kesempatan untuk ikut menyelenggarakannya.

” Ketika penyandang disabilitas dipercaya menjadi petugas pemilu, negara sedang mengirim pesan bahwa setiap warga negara memiliki martabat, kapasitas, dan kesempatan yang sama. Di situlah demokrasi menemukan makna yang sesungguhnya” pungkasnya. (AM/Didu)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 05:45:05 +0800 amr
Pimpinan DPRD Sumbawa Gitta Liesbano Apresiasi Festival Malala: Tradisi Unik yang Harus Terus Disemarakkan https://amarmedia.co.id/pimpinan-dprd-sumbawa-gitta-liesbano-apresiasi-festival-malala-tradisi-unik-yang-harus-terus-disemarakkan https://amarmedia.co.id/pimpinan-dprd-sumbawa-gitta-liesbano-apresiasi-festival-malala-tradisi-unik-yang-harus-terus-disemarakkan Pimpinan DPRD Sumbawa Gitta Liesbano Apresiasi Festival Malala: Tradisi Unik yang Harus Terus Disemarakkan

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 16 Juni 2026 – Perayaan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, berlangsung sangat meriah. Kehadiran Festival Malala, ritual penyulingan minyak tradisional khas Sumbawa yang sarat akan nilai magis dan budaya, mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk dari Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn dan Zulfikar Demitry SH MH.

Gitta Liesbano yang hadir langsung menyaksikan pembukaan festival oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyatakan kekagumannya atas keberhasilan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengemas acara tersebut. Meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, festival ini mampu menyedot antusiasme ribuan masyarakat.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat Kecamatan Moyo Hilir. Festival Malala ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan aset budaya yang luar biasa unik," ujar Gitta Liesbano di sela-sela acara.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Gitta ini menegaskan bahwa tradisi Malala adalah identitas yang harus terus dilestarikan dan disemarakkan. Menurutnya, eksistensi tradisi penyulingan minyak tradisional yang hanya ada di Sumbawa ini menjadi kebanggaan daerah yang memiliki nilai jual tinggi dalam sektor pariwisata budaya.

"Kita harus terus melestarikan dan menyemarakkan kegiatan seperti ini. Ini adalah warisan leluhur yang tidak ditemukan di daerah lain. DPRD Kabupaten Sumbawa tentu mendukung penuh langkah-langkah pelestarian budaya agar terus hidup dan dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional," tegas Gitta.

Pada kesempatan tersebut, Gitta juga turut menyoroti atraksi para *

Sandro (praktisi pengobatan tradisional) yang memasukkan tangan ke minyak mendidih tanpa terluka. Ia menilai, sisi magis dan kearifan lokal ini merupakan daya tarik yang sangat kuat. Namun, ia sepakat dengan pesan Bupati bahwa aspek regenerasi menjadi sangat krusial.

"Seperti yang disampaikan Bupati, regenerasi itu sangat penting. Kita harus memastikan ilmu dan tradisi ini tidak berhenti di generasi tua saja. Kami di DPRD berharap agar ada ruang bagi generasi muda untuk lebih antusias mempelajari dan merawat warisan ini agar tidak lekang oleh zaman," tambahnya.

Festival yang juga dimeriahkan dengan lantunan Shalawatan ini dinilai Gitta sebagai bentuk harmonisasi yang sempurna antara nilai spiritualitas dan kearifan lokal dalam menyambut tahun baru Islam. Ia berharap, melalui Festival Malala, persaudaraan antar-wilayah di Bumi Samawa dapat terus dipererat demi membangun Sumbawa yang lebih baik.

"Tahun baru Hijriah adalah momentum untuk berbenah. Dengan memperkuat budaya seperti ini, kita sebenarnya sedang membangun fondasi karakter daerah yang kuat. Mari kita jaga bersama," tutup Gitta Liesbano. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 00:04:09 +0800 amr
Dorong Efisiensi dan Optimalisasi Pelayanan, Komisi II DPRD Sumbawa Studi Tiru ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang https://amarmedia.co.id/dorong-efisiensi-dan-optimalisasi-pelayanan-komisi-ii-dprd-sumbawa-studi-tiru-ke-perumda-tugu-tirta-kota-malang https://amarmedia.co.id/dorong-efisiensi-dan-optimalisasi-pelayanan-komisi-ii-dprd-sumbawa-studi-tiru-ke-perumda-tugu-tirta-kota-malang Dorong Efisiensi dan Optimalisasi Pelayanan, Komisi II DPRD Sumbawa Studi Tiru ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang

Malang.Amarmedia.co.id. – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola Perumdam Batulanteh, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja (kunker) dan konsultasi ke Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Jawa Timur, pada 9–11 Juni 2026.

Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, bersama anggota Komisi II Juliansyah, SE, Direktur Perumdam Batulanteh H. Abdul Hakim, SE, serta tim sekretariat dan tim ahli, disambut langsung oleh jajaran Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

H. Zohran mengungkapkan bahwa pemilihan Perumda Tugu Tirta sebagai lokus kunjungan didasari oleh reputasi perusahaan tersebut sebagai salah satu BUMD air minum terbaik di Indonesia.

“Kami datang untuk belajar bagaimana mereka berhasil menekan tingkat kehilangan air (NRW) hingga 17,54%, serta sukses mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp25 miliar per tahun, tanpa mengesampingkan fungsi pelayanan sosial,” ujar H. Zohran.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap beberapa poin kunci keberhasilan Perumda Tugu Tirta. Salah satunya adalah strategi kelangsungan finansial yang dilakukan bukan dengan menaikkan tarif secara drastis, melainkan melalui kebijakan Reclas atau penyesuaian golongan pelanggan. Kelompok niaga dan industri dioptimalkan untuk memberikan subsidi silang bagi kelompok rumah tangga kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumdam Batulanteh, H. Abdul Hakim, mengakui masih banyak ruang untuk perbaikan di Sumbawa. Saat ini, Perumdam Batulanteh masih menghadapi tantangan berupa angka NRW di kisaran 30% serta ketergantungan pada subsidi penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp1 miliar per tahun karena tarif yang belum disesuaikan sejak 2014.

“Kami belajar banyak tentang digitalisasi layanan, mulai dari command center untuk monitoring real-time hingga pengembangan unit bisnis Training Center. Kami berharap kedepannya Perumdam Batulanteh bisa menjalin kerja sama transfer teknologi dan SOP dengan Tugu Tirta,” tambah Abdul Hakim.

Hasil kunjungan ini menghasilkan empat rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Perumdam Batulanteh:

Pertama : Mendorong pembentukan regulasi (Perda/Perbup) yang mengatur penyesuaian tarif secara berkala agar perusahaan lebih mandiri secara finansial.

Kedua : Melakukan klasterisasi ulang golongan pelanggan untuk memaksimalkan kontribusi sektor niaga.

Ketiga : Mengadopsi sistem manajemen air berbasis teknologi untuk menekan tingkat kehilangan air. Keempat : Memperbaiki sistem pendidikan dan pelatihan bagi pegawai agar memenuhi standar kompetensi pengelolaan air minum modern.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menekankan bahwa kunci dari keberhasilan penyesuaian tarif adalah tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. "Bargaining posisi kita untuk menyesuaikan tarif akan kuat jika pelayanan maksimal dan gangguan minimal. Prinsip kami adalah pantang pulang sebelum pelanggan tenang," tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa untuk merumuskan kebijakan yang lebih progresif demi tercapainya pelayanan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (am)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:42:27 +0800 amr
Semangat Tahun Baru 1448 H, Wabup Ansori: Momentum Hijrah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik https://amarmedia.co.id/semangat-tahun-baru-1448-h-wabup-ansori-momentum-hijrah-menjadi-pribadi-yang-lebih-baik https://amarmedia.co.id/semangat-tahun-baru-1448-h-wabup-ansori-momentum-hijrah-menjadi-pribadi-yang-lebih-baik Semangat Tahun Baru 1448 H, Wabup Ansori: Momentum Hijrah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id 15 Juni 2026 – Wakil Bupati Sumbawa menghadiri penutupan Lomba Tahfidz Al-Qur'an tingkat kepala sekolah, lomba adzan, dan sholat berjamaah tingkat TK, PAUD, dan SD se-Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan oleh Lembaga Deeniyat Sumbawa dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Mangga, Sumbawa, Senin (15/6/2026). Turut hadir unsur FORKOPIMDA Kabupaten Sumbawa, jajaran OPD, serta pihak terkait lainnya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyampaikan, momentum Tahun Baru Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik. Peringatan Tahun Baru Hijriah memiliki makna yang berbeda dengan perayaan Tahun Baru Masehi karena lebih menitikberatkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan melalui berbagai bentuk kegiatan ibadah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah di Kabupaten Sumbawa identik dengan tradisi Melala, yaitu tradisi pembuatan Minyak Sumbawa yang dipercaya memiliki berbagai khasiat. Tradisi tersebut merupakan warisan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari syiar Islam melalui kegiatan yang bernilai positif. Selain itu, tradisi Melala juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dalam upaya penyembuhan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana memperbaiki diri, kembali ke jalan yang benar, serta meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat untuk Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera, tutupnya.

Puncak dari kegiatan ini yaitu pengumuman juara dari masing-masing kategori lomba yang telah dilaksanakan. Juara Terbaik Lomba Tahfidz Al-Qur'an Tingkat Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa diraih oleh Aini Andriani, S.Pd.Sd., Kepala SD Negeri Kapas Sari. Sementara itu, Juara Terbaik Lomba Adzan Tingkat SD, TK/PAUD diraih oleh Zaid Abdurrahman dari SDIT Darussunnah.

Pada kategori Lomba Sholat Berjamaah Tingkat TK/PAUD, Juara Terbaik diraih oleh PAUD Deeniyat Sumbawa, sedangkan Juara Terbaik Lomba Sholat Berjamaah Tingkat SD diraih oleh SD Negeri 3 Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:29:31 +0800 amr
Terima Kunjungan Delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Bupati Harapkan Pertukaran Pengetahuan dan Praktik Terbaik dalam Pengelolaan SDA https://amarmedia.co.id/terima-kunjungan-delegasi-konsulat-jenderal-amerika-serikat-bupati-harapkan-pertukaran-pengetahuan-dan-praktik-terbaik-dalam-pengelolaan-sda https://amarmedia.co.id/terima-kunjungan-delegasi-konsulat-jenderal-amerika-serikat-bupati-harapkan-pertukaran-pengetahuan-dan-praktik-terbaik-dalam-pengelolaan-sda Terima Kunjungan Delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Bupati Harapkan Pertukaran Pengetahuan dan Praktik Terbaik dalam Pengelolaan SDA

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id, 16 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan delegasi dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat dalam rangka program Ambasador Water Expert Program. Pertemuan berlangsung hangat di Aula H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (16/6/2026).

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut langsung kedatangan delegasi tersebut. Turut hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, jajaran Forkopimda, serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Adapun delegasi dari Amerika Serikat yang hadir terdiri dari lima orang, yaitu Mr. Steven Rice (Ahli Hidrologi Departemen Dalam Negeri A.S. dan Layanan Taman Nasional), Mr. John McDaniel (Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya), Ms. Tina Bucton (Pejabat Ekonomi Kedutaan Besar AS di Jakarta), Mr. Rulli Rizki (Spesialis Ekonomi Kedutaan Besar AS di Jakarta), dan Ms. Juliyana Safitri (Staf Ahli Ekonomi dan Politik Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya).

Fokus pada Pengelolaan Tambang Rakyat yang Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa isu pengelolaan tambang rakyat di Sumbawa telah menarik perhatian global.

"Pertambangan rakyat tidak hanya ada di Lantung, tetapi juga tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa terus berkomitmen mendorong praktik tambang rakyat yang legal, tertib, aman, dan ramah lingkungan," ujar Bupati.

Ia menambahkan, kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) dan penerapan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan sumber daya alam. Lebih jauh, Bupati melihat kunjungan ini sebagai peluang strategis untuk mempererat kerja sama antara pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

"Sumbawa kaya akan sumber daya alam dengan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan pertambangan. Masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal, sehingga kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih maju," harapnya.

Mendalami Tantangan dan Peluang Lingkungan

Sementara itu, Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, John McDaniel, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah pertambangan rakyat.

"Kami ingin memahami tantangan dan peluang yang dihadapi masyarakat lokal. Kami juga sangat tertarik pada aspek pengelolaan sumber daya air, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta model pemberdayaan masyarakat yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan," jelas John McDaniel.

Selaras dengan hal tersebut, Ahli Hidrologi Departemen Dalam Negeri A.S., Steven Rice, menyoroti urgensi pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sumber mata air. Menurutnya, mitigasi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan sangat krusial.

"Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan suatu daerah," tutupnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi internasional untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa berjalan dengan prinsip berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:23:10 +0800 amr
Minyak Mendidih Tak Mempan di Tangan Sandro: Bupati Sumbawa Resmi Buka Festival Malala 1 Muharram 1448 H https://amarmedia.co.id/minyak-mendidih-tak-mempan-di-tangan-sandro-bupati-sumbawa-resmi-buka-festival-malala-1-muharram-1448-h https://amarmedia.co.id/minyak-mendidih-tak-mempan-di-tangan-sandro-bupati-sumbawa-resmi-buka-festival-malala-1-muharram-1448-h Minyak Mendidih Tak Mempan di Tangan Sandro: Bupati Sumbawa Resmi Buka Festival Malala 1 Muharram 1448 H

Moyo Hilir.Amarmedia.co.id – Keajaiban tradisi lokal menyapa malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Festival Malala, sebuah ritual penyulingan minyak tradisional khas Sumbawa yang sarat akan nilai magis dan budaya, resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Selasa (16/6/2026).

Acara yang dipusatkan di lapangan Desa Poto ini berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Bupati, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, serta perwakilan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah desa dan kecamatan yang sukses menghelat festival ini meski dengan persiapan yang cukup singkat. Baginya, Festival Malala adalah permata budaya yang unik dan satu-satunya di Indonesia.

“Di NTB ada 10 kabupaten/kota, namun tradisi minyak 1 Muharram hanya ada di Sumbawa. Ini kebanggaan kita yang harus terus dilestarikan,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Atraksi Sandro yang Memukau

Satu momen yang paling menyita perhatian adalah atraksi para Sandro (praktisi pengobatan tradisional). Di hadapan ribuan warga, para Sandro dengan tenang memasukkan tangan ke dalam minyak yang tengah mendidih. Ajaibnya, tidak ada bekas luka bakar sedikit pun di tangan mereka.

“Kalau kita kena percikan minyak goreng di dapur, kulit pasti melepuh. Tapi tadi, tangan dimasukkan ke minyak mendidih tidak terasa panas dan tidak melepuh. Budaya seperti ini tidak ada di tempat lain,” ungkap Bupati yang mengaku selalu menyediakan minyak Sumbawa sebagai obat pertolongan pertama di rumah.

Meski kagum, Bupati menitipkan pesan khusus kepada para 

Sandro agar tidak pelit membagikan ilmunya. Ia berharap ada regenerasi yang lebih antusias agar tradisi unik ini tidak hilang ditelan zaman.

“Saya melihat para Sandro kita rata-rata sudah senior. Saya berpesan, tolong ilmunya ditularkan ke generasi muda. Jangan sampai tradisi sehebat ini berhenti di tangan generasi tua saja,” tegasnya.

Selain prosesi Malala, malam perayaan tahun baru Islam ini dimeriahkan dengan Festival Shalawatan serta berbagai atraksi budaya lokal lainnya. Bupati menegaskan bahwa perayaan 1 Muharram di Sumbawa adalah harmonisasi antara spiritualitas dan kearifan lokal.

“Hijrah tidak hanya tentang sejarah, tapi juga bagaimana kita merawat identitas. Tahun baru Hijriah kita sambut dengan doa, dan kita kuatkan dengan budaya,” pungkas Bupati sebelum secara resmi membuka festival tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-wilayah di Bumi Samawa. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:04:20 +0800 amr
Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Bupati Sumbawa Perkuat Kolaborasi Sektor Pertanian dan Perikanan https://amarmedia.co.id/hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-bupati-sumbawa-perkuat-kolaborasi-sektor-pertanian-dan-perikanan https://amarmedia.co.id/hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-bupati-sumbawa-perkuat-kolaborasi-sektor-pertanian-dan-perikanan Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Bupati Sumbawa Perkuat Kolaborasi Sektor Pertanian dan Perikanan

Gorontalo.Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan perikanan daerah melalui partisipasi aktif dalam ajang Pertemuan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo.

Dalam keterangannya Kamis 18 Juni 2026, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang memimpin langsung rombongan delegasi Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima setibanya di lokasi kegiatan. Prosesi penyambutan adat khas Gorontalo yang diterima rombongan dinilai sebagai simbol kuat persaudaraan dan semangat kebersamaan antar-daerah dalam memajukan sektor pangan nasional.

“Penyambutan adat yang hangat ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penghormatan dan semangat kolaborasi kita antardaerah. Ini adalah energi positif untuk bersama-sama membangun sektor pertanian dan perikanan Indonesia agar semakin maju, produktif, dan berdaya saing,” ujar Bupati Jarot.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa PENAS Petani Nelayan merupakan forum strategis yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh delegasi Kabupaten Sumbawa. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang pertukaran inovasi dan pengetahuan yang sangat berharga.

“Ini adalah ruang bagi para petani, nelayan, peneliti, hingga pemerintah untuk berbagi pengalaman dan inovasi teknologi terkini. Kami ingin membawa pulang gagasan-gagasan terbaik yang aplikatif untuk menjawab tantangan di lapangan,” jelasnya.

Bupati Jarot berharap, melalui keikutsertaan dalam perhelatan nasional ini, wawasan pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di Tanah Samawa dapat semakin luas. Ia optimis bahwa kolaborasi yang terjalin selama kegiatan akan menjadi pemicu percepatan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan di Kabupaten Sumbawa.

“Tujuan akhir kita jelas, yakni bagaimana kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Sumbawa terus meningkat. Dengan memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi di tingkat nasional, saya yakin kita bisa menghadirkan solusi yang lebih konkret demi kemajuan sektor pangan kita,” pungkas Bupati.

Delegasi Kabupaten Sumbawa dijadwalkan akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan teknis selama PENAS XVII berlangsung, termasuk pameran inovasi, temu wicara, serta kunjungan lapangan untuk meninjau keberhasilan praktik pertanian dan perikanan di wilayah Gorontalo (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:52:28 +0800 amr
Peringatan 1 Muharram 1448 H: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berhijrah Menuju Budaya Saling Menguatkan https://amarmedia.co.id/peringatan-1-muharram-1448-h-bupati-sumbawa-ajak-masyarakat-berhijrah-menuju-budaya-saling-menguatkan https://amarmedia.co.id/peringatan-1-muharram-1448-h-bupati-sumbawa-ajak-masyarakat-berhijrah-menuju-budaya-saling-menguatkan Peringatan 1 Muharram 1448 H: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berhijrah Menuju Budaya Saling Menguatkan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Momen pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah menjadi sarana refleksi mendalam bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Bertempat di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Selasa (16/6/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih baik dan inklusif.

Acara peringatan tahun baru Islam ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menekankan bahwa hijrah tidak sekadar perpindahan fisik, melainkan keberanian untuk melakukan transformasi diri.

“Hijrah adalah keberanian untuk berubah. Berani meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik. Berani mengubah keputusan menjadi harapan, dan kepercayaan menjadi persaudaraan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa semangat Muharram adalah milik seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, tenaga kesehatan, hingga akademisi. Bupati mengajak warga untuk melakukan evaluasi diri agar setiap langkah hidup dapat membawa manfaat bagi sesama.

Prestasi MTQ dan Spirit Generasi Qur’ani

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berbagi kebanggaan atas capaian Kafilah Kabupaten Sumbawa pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi NTB di Lombok Tengah. Sumbawa berhasil naik dua peringkat ke posisi ke-6 dari sebelumnya di peringkat ke-8.

“Kita berhasil meraih 7 medali emas. Ini capaian yang luar biasa bagi daerah kita. Pemkab berkomitmen terus memperkuat pembinaan dan memperluas ruang pembelajaran Al-Qur’an demi melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi kebanggaan Sumbawa,” tuturnya.

Di sela sela peringatan tahun baru Islam, Bupati menyampaikan duka mendalam atas musibah kebakaran yang melanda sejumlah kecamatan serta lingkungan RSUD Sumbawa beberapa hari lalu. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan solidaritas sosial.

“Terkadang yang paling dibutuhkan warga terdampak bukan hanya bantuan materi, tapi kehadiran, perhatian, dan doa tulus kita bersama,” imbuh Bupati dengan nada haru.

Menutup rangkaian acara, Bupati menyambut baik peringatan 1 Muharram yang dirangkaikan dengan tradisi “Buat Minyak Sumbawa” di Desa Poto. Ia berharap generasi muda tetap bangga dengan warisan leluhur yang sarat akan nilai gotong royong tersebut.

“Mari kita rawat persaudaraan, jaga kerukunan, dan perkuat nilai agama sebagai pondasi daerah. Hijrah dari saling menyalahkan menuju budaya saling menguatkan, dari pesimis menuju optimis, dan dari sekadar penonton menjadi pelaku perubahan bagi Sumbawa,” tutupnya.

Peringatan tahun baru Islam ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Sumbawa untuk terus melangkah maju dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat di bawah naungan nilai-nilai religius. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:43:56 +0800 amr
Upacara Paripurna 17 Juni: Kajari Sumbawa Tekankan Sinergi Strategis Wujudkan Sumbawa Unggul dan Sejahtera https://amarmedia.co.id/upacara-paripurna-17-juni-kajari-sumbawa-tekankan-sinergi-strategis-wujudkan-sumbawa-unggul-dan-sejahtera https://amarmedia.co.id/upacara-paripurna-17-juni-kajari-sumbawa-tekankan-sinergi-strategis-wujudkan-sumbawa-unggul-dan-sejahtera Upacara Paripurna 17 Juni: Kajari Sumbawa Tekankan Sinergi Strategis Wujudkan Sumbawa Unggul dan Sejahtera

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Upacara Paripurna tanggal 17 Juni 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumbawa menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal program-program strategis daerah.

Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa, Drs H.Mohamad Ansori, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH jajaran Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam amanatnya, Kajari Sumbawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Sumbawa dan seluruh elemen masyarakat atas sinergi yang terus terbangun, khususnya dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program Adhyaksa Pendi Tode Ngining.

“Melalui program ini, Kejaksaan berkomitmen penuh memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Sumbawa yang kehilangan hak dasarnya sebagai warga negara, baik itu di bidang hukum, kesehatan, pendidikan, maupun sosial,” tegas Iwan Arto Koesoemo.

Lebih lanjut, Kajari menyoroti pentingnya pengawalan bersama terhadap sejumlah program strategis nasional dan daerah yang sedang berjalan. Program-program tersebut antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta Program Kampung Nelayan. Menurutnya, program-program ini merupakan pilar krusial dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pesisir.

Selain bidang sosial dan ekonomi, Kajari juga menyatakan dukungan penuh Kejaksaan Negeri Sumbawa terhadap program Sumbawa Hijau Lestari. Ia memuji langkah Pemkab Sumbawa yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui upaya pemulihan kawasan kritis serta penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.

“Langkah ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam menjaga masa depan generasi mendatang. Saya mengajak seluruh elemen untuk menjadikan sinergi yang telah terbangun ini sebagai modal utama kita bersama dalam mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,” tutupnya.

Upacara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan di Kabupaten Sumbawa demi kesejahteraan masyarakat luas. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:36:34 +0800 amr
Gema Al&qur'an Dari Lombok Tengah, Bupati Sumbawa Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB https://amarmedia.co.id/gema-al-quran-dari-lombok-tengah-bupati-sumbawa-hadiri-penutupan-mtq-xxxi-ntb https://amarmedia.co.id/gema-al-quran-dari-lombok-tengah-bupati-sumbawa-hadiri-penutupan-mtq-xxxi-ntb Gema Al-qur'an Dari Lombok Tengah, Bupati Sumbawa Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 

Lombok Tengah, 15 Juni 2026– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri acara Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bupati hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., serta pendamping Kafilah Kabupaten Sumbawa, Jayakusuma, S.Sos., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumbawa.

Acara penutupan dihadiri oleh para kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga keagamaan, dewan hakim, kafilah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-NTB, serta ribuan masyarakat yang memadati arena utama MTQ.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI yang mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan dinilai memiliki kualitas setara dengan MTQ tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh panitia, pemerintah daerah, dan masyarakat Lombok Tengah.

Ia menegaskan bahwa penutupan MTQ bukanlah akhir dari syiar Al-Qur'an, melainkan awal untuk semakin membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, ia mengajak seluruh daerah di NTB untuk terus berupaya mengembalikan kejayaan NTB sebagai gudang qari dan qariah serta mendukung terwujudnya NTB sebagai Serambi Al-Qur'an.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan mengirimkan kafilah terbaiknya dalam MTQ XXXI. Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat pendidikan Al-Qur'an dan membangun generasi Qur'ani yang akan melanjutkan pembangunan daerah.

Wakil Gubernur juga memberikan penghargaan kepada dewan hakim, LPTQ, TNI-Polri, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ. Ia berharap para juara yang lahir dari ajang ini dapat menjadi duta terbaik NTB pada MTQ tingkat nasional serta terus mengharumkan nama daerah.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB secara resmi menutup MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dan mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam membangun NTB yang religius, unggul, dan berdaya saing.

Pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026, Kafilah Kabupaten Sumbawa berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sejumlah gelar juara, yaitu:

1. Jihan Talita Ulfa, Juara 1 Tartil Putri

2. Nisrina Khalila Haipon, Juara 1, 1 Juz dan Tilawah Putri

3. Julia Tri Wulandari, Juara 1 Khat Kontemporer Putri

4. Rahmawati, Juara 1 Khat Dekorasi Putri

5. Taqwa Hikmatullah, Juara 1, 10 Juz Putra

6. Rizky Rangga Sabda Maulana, Juara 1, 5 Juz dan Tilawah Putra

7. Syifa Fadiyah Maulida, Juara 1 Tilawah Remaja Putri

8. Nail Nasri Rahman, Juara 3, 1 Juz dan Tilawah Putra

9. Wanda Aulia Segal, Juara 3 Khat Naskah Putri

10. Khozinatul Asror, Harapan 1 Tilawah Dewasa Putra

11. Wahyu Rahman Maulana, Harapan 1 Qiraat Murattal Dewasa Putra5

12. Rini Aryanti, Harapan 1, Qiraat Murattal Remaja Putri

13. Noni Maelani, Harapan 3, Qiraat Murattal Dewasa Putri 

14. Muhammad Isyrak Arisyi. Muhammad Fakhri Al Azzam Hidayat. A. Hafidz Zamzamy, Harapan 3 Fahmil Putra

15. Ridha Zulya Fitri, Harapan 2, 20 Juz Putri

16. Fadhilah Humaira Naser, Harapan 2 Tilawah Anak Putri

17. Muhammad Fadhlurrahman, Harapan 3, 20 Juz Putra

18. Muhammad Ayka Amirul Mukminin, Harapan 3, 30 Juz Putra

19. Husniah Azriani, Harapan 2 KTIQ Putri

20. Zhobirin Ilham, Harapan 1, KTIQ Putra

21. Edy Juandi Putra, Harapan 3 Khat Naskah Putra

22. Alfi Mashudi, Harapan 1 Khat Dekorasi Putra

23. Putri Assyifa Rizkia, Harapan 1, 5 Juz dan Tilawah Putri

Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan Al-Qur'an yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama LPTQ dan seluruh pihak terkait. Kehadiran Bupati Sumbawa pada malam penutupan sekaligus menjadi bentuk dukungan dan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan pendamping yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa pada ajang MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:29:06 +0800 amr
Permakluman : Portal Media Amarmedia.co.id Sedang Dalam Penanganan Tim Cyber Budiman ST https://amarmedia.co.id/permakluman-portal-media-amarmediacoid-sedang-dalam-penanganan-tim-cyber-budiman-st https://amarmedia.co.id/permakluman-portal-media-amarmediacoid-sedang-dalam-penanganan-tim-cyber-budiman-st Thu, 18 Jun 2026 17:41:02 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila Mon, 01 Jun 2026 12:51:12 +0800 amr Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila Mon, 01 Jun 2026 10:26:00 +0800 amr Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB https://amarmedia.co.id/betabeq-sambut-pocari-run-budaya-sasak-menguatkan-sport-tourism-ntb https://amarmedia.co.id/betabeq-sambut-pocari-run-budaya-sasak-menguatkan-sport-tourism-ntb Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB

Lombok Tengah, Amarmedia.co.id - 30 Mei 2026 — Nuansa adat dan semangat olahraga berpadu dalam Ritual Betabeq yang digelar di Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (30/5). Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan masyarakat adat Sasak tersebut menjadi bentuk penghormatan budaya sekaligus do'a bersama menyambut pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli mendatang.

Ritual Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk permohonan izin, restu, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah SWT sebelum melaksanakan kegiatan penting. Tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan kepada alam, masyarakat, serta nilai-nilai leluhur yang membentuk identitas budaya Sasak hingga saat ini.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua Ritual Betabeq dalam rangka menyambut Pocari Sweat Run Lombok. Tradisi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB agar setiap event berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di daerah tetap menghormati budaya lokal, melibatkan masyarakat adat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah NTB, H. Abul Chair, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di NTB harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Menurut Gubernur, Ritual Betabeq bukan sekadar prosesi adat, tetapi merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi penghormatan, penerimaan, persaudaraan, dan do'a keselamatan bagi setiap tamu yang datang ke Bumi Gora.

“Kita tidak hanya berkumpul menyambut sebuah event olahraga besar, tetapi mempertemukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat NTB melalui Ritual Betabeq,” ujar Abul Chair membacakan sambutan Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Sasak, Betabeq mengandung makna menyambut tamu dengan hati terbuka serta mendo'akan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir.

“Kita ingin menyampaikan pesan sederhana kepada seluruh tamu yang datang ke NTB: datanglah sebagai tamu dan pulanglah sebagai keluarga,” katanya.

Menurut Gubernur, kekuatan NTB tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keberhasilan menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kalau olahraga menguatkan fisik, maka budaya menguatkan jiwa. Ketika keduanya bertemu, lahirlah persaudaraan yang akan dikenang sepanjang masa,” tegas Abul Chair menyampaikan pesan Gubernur.

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok. Menurutnya, event tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, pariwisata, UMKM, transportasi, hingga perhotelan.

Sementara itu, Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang menghadirkan Ritual Betabeq sebagai ruang memperkuat hubungan antara penyelenggara event dengan masyarakat lokal.

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua Pocari Sweat Run Lombok. Tahun lalu peserta mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok,” ungkapnya.

Menurut Puspita, kehadiran para pelari bersama keluarga dan pendampingnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena mereka menginap, berwisata, menikmati kuliner, dan berbelanja produk UMKM lokal.

“Tahun ini kami menargetkan 10.000 peserta. Karena itu kami berharap dukungan dan sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 karena manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat besar.

“Kita ingin penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari masyarakat Desa Kuta, pelaku UMKM, dan para relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahun sebelumnya. Mereka menilai kehadiran ribuan peserta tidak hanya memperkuat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan komunitas lokal, Pocari Sweat Run Lombok 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Event ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang tetap berakar pada budaya lokal.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 22:13:10 +0800 amr
Sekda NTB Lepas 550 Runners pada Road to Mataram Menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026 https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-lepas-550-runners-pada-road-to-mataram-menuju-pocari-sweat-run-lombok-2026 https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-lepas-550-runners-pada-road-to-mataram-menuju-pocari-sweat-run-lombok-2026 Sekda NTB Lepas 550 Runners pada Road to Mataram Menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026

Mataram,Amarmedia.co.id - 31 Mei 2026 – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Abul Chair, melepas 550 pelari (runners) yang mengikuti kegiatan Road to Mataram sebagai bagian dari rangkaian menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026, Minggu (31/5).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menyemarakkan salah satu ajang sport tourism terbesar di Nusa Tenggara Barat. Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa olahraga lari semakin menjadi bagian dari gaya hidup dan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut event berskala nasional yang akan digelar di Lombok.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda NTB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, NTB terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan yang memadukan olahraga, pariwisata, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Abul Chair.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat NTB untuk turut berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kawasan Mandalika.

“Event ini merupakan hajat besar bagi NTB. Karena itu, kita harus mendukung dan menyukseskannya bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Kota Mataram, Suthan J. Iswara, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan lari juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan pertemanan dan memperkuat hubungan sosial antar komunitas pelari.

“Alhamdulillah, saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Selain menyehatkan, juga bisa menambah relasi dan memperluas jaringan pertemanan dengan sesama pelari,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Muhammad Amrillah. Ia mengaku olahraga lari telah menjadi bagian dari rutinitas dan gaya hidupnya sehari-hari.

“Saya memang menyukai olahraga lari dan cukup sering mengikuti berbagai event lari. Kalau tidak lari rasanya ada yang kurang,” ujarnya sambil tersenyum.

Melalui kegiatan Road to Mataram ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budaya hidup sehat sekaligus turut menyukseskan penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 sebagai ajang olahraga yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. (AM/Diskominfotikntb)

]]>
Sun, 31 May 2026 22:08:43 +0800 amr
PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Kapolres Sumbawa Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-kapolres-sumbawa-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-kapolres-sumbawa-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Kapolres Sumbawa Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 31 Mei 2026 — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang dilakukan Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini bersama jajaran aparat penegak hukum dalam menindak pelaku illegal logging yang merusak kawasan hutan di Kecamatan Batu Lanteh. Sikap tegas tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menyelamatkan masa depan masyarakat Sumbawa.  

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menegaskan bahwa persoalan perusakan hutan tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran biasa. Aktivitas illegal logging berdampak langsung terhadap kerusakan ekosistem, ancaman krisis sumber air, banjir, longsor, serta berbagai bencana lingkungan yang dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.  

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah tegas Kapolres Sumbawa bersama Forkopimda dan Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan dalam menindak para pelaku perusakan hutan. Negara tidak boleh kalah terhadap oknum-oknum yang merusak lingkungan demi kepentingan pribadi. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, terungkapnya kasus di Batu Lanteh harus menjadi pintu masuk untuk melakukan penelusuran yang lebih luas terhadap kemungkinan adanya jaringan atau aktivitas serupa di wilayah lain. Karena itu, aparat penegak hukum perlu terus melakukan pengawasan dan investigasi secara menyeluruh agar seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.  

PDI Perjuangan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dengan melaporkan setiap aktivitas yang diduga merusak kawasan hutan. Hutan Batu Lanteh merupakan salah satu penyangga kehidupan masyarakat Sumbawa yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.  

“PDI Perjuangan akan selalu berada di garis depan dalam mendukung kebijakan dan langkah-langkah yang berpihak pada keselamatan lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, serta kepentingan masyarakat luas. Hutan adalah warisan yang harus kita jaga, bukan untuk dirusak,” tutup Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 21:43:03 +0800 amr
Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dilaksanakan Terbuka dan Berbasis Sistem https://amarmedia.co.id/rekrutmen-mitra-sensus-ekonomi-2026-dilaksanakan-terbuka-dan-berbasis-sistem https://amarmedia.co.id/rekrutmen-mitra-sensus-ekonomi-2026-dilaksanakan-terbuka-dan-berbasis-sistem Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dilaksanakan Terbuka dan Berbasis Sistem

MATARAM.Amarmedia.co.id -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Termasuk proses rekrutmen mitra pendataan yang akan menjadi ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

“Kami tidak sedang mencari peserta dengan nilai tertinggi semata. Kami sedang mencari orang yang tepat untuk wilayah yang tepat,” tegas Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Minggu 31 Mei 2026

Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten dan kota di NTB, BPS membutuhkan sebanyak 5.210 mitra pendataan yang akan bertugas selama kurang lebih dua setengah bulan. Mereka akan melakukan pendataan secara langsung kepada rumah tangga dan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing.

Menurut Wahyudin, peran mitra pendataan sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat secara lengkap dan akurat. Oleh karena itu, BPS membutuhkan petugas yang tidak hanya memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga memahami wilayah tugasnya serta siap menjalankan tanggung jawab pendataan secara profesional.

“Data yang berkualitas berawal dari pendataan yang berkualitas. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang kompeten, berintegritas, dan siap bekerja di lapangan,” ujarnya.

Wahyudin menambahkan, saat ini BPS juga tengah melaksanakan rekrutmen mitra tambahan melalui mekanisme yang sama. Rekrutmen tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan sumber daya mitra statistik yang dapat mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data yang dilaksanakan BPS.

Menurutnya, tidak seluruh peserta yang dinyatakan lulus dalam rekrutmen tambahan tersebut otomatis akan ditugaskan pada kegiatan Pendataan Sensus Ekonomi 2026. Kebutuhan mitra untuk kegiatan Sensus Ekonomi telah ditetapkan sebanyak 5.210 orang, sementara proses rekrutmen mitra tambahan juga diharapkan untuk menyediakan basis calon mitra yang sewaktu-waktu dapat menjadi pendukung bagi berbagai kegiatan statistik BPS sesuai kebutuhan.

“BPS secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan statistik. Karena itu, kebutuhan mitra tidak hanya untuk Sensus Ekonomi 2026. Mitra yang memenuhi kualifikasi dapat dipertimbangkan untuk mendukung kegiatan statistik lainnya sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Seluruh proses rekrutmen, termasuk mitra tambahan, dilaksanakan secara terbuka melalui aplikasi Sobat BPS maupun laman mitra.bps.go.id. Pada tahap awal, calon mitra melakukan registrasi mandiri dengan melengkapi profil yang mencakup identitas diri, domisili, pendidikan terakhir, pengalaman kegiatan statistik, serta informasi mengenai kemampuan dan sarana pendukung yang dimiliki.

Setelah itu dilakukan verifikasi administrasi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang diunggah dengan data yang diinput peserta. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi kemudian mengikuti tes kompetensi yang dilaksanakan secara daring melalui sistem.

“Semua peserta masuk melalui pintu yang sama dan diseleksi dengan cara yang sama. Tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen ini,” tegas Wahyudin.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk berlangsung secara objektif, terukur, dan transparan. Hasil tes kompetensi menjadi salah satu komponen penting dalam proses seleksi. Namun, nilai tes bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan mitra pendataan.

Menurut Wahyudin, rekrutmen mitra pendataan memiliki karakteristik yang berbeda dengan seleksi yang semata-mata menentukan kelulusan berdasarkan urutan nilai tertinggi. Sebab, BPS tidak hanya membutuhkan individu yang memiliki kemampuan baik, tetapi juga harus memastikan ketersediaan petugas yang memadai dan tersebar secara proporsional di seluruh wilayah pendataan.

“Nilai yang tinggi tentu menjadi modal penting. Namun, kebutuhan Sensus Ekonomi tidak hanya soal nilai. Kami juga harus memastikan setiap wilayah memiliki petugas yang cukup untuk melaksanakan pendataan secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, petugas akan bekerja hingga tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, kedekatan domisili mitra dengan wilayah tugas menjadi salah satu aspek yang ikut dipertimbangkan. Petugas yang memahami karakteristik wilayah setempat umumnya lebih mudah menjangkau responden, mengenali kondisi lapangan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain itu, BPS juga perlu memastikan sebaran petugas tidak terkonsentrasi di lokasi tertentu. Dalam kondisi tertentu, dapat saja terdapat banyak peserta dengan nilai baik yang berasal dari wilayah yang sama, sementara wilayah lain membutuhkan petugas untuk mendukung pelaksanaan pendataan.

“Kami harus melihat kebutuhan secara menyeluruh. Tidak ideal apabila petugas menumpuk di satu wilayah sementara wilayah lain mengalami kekurangan petugas. Karena itu, komposisi dan sebaran petugas menjadi bagian penting dalam proses penetapan mitra,” kata Wahyudin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan peserta untuk ditempatkan di luar wilayah tempat tinggalnya juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung kebutuhan lapangan. Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan pendataan tetap dapat berjalan efektif pada wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan petugas.

Menurut Wahyudin, seluruh pertimbangan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan menghasilkan data yang lengkap, akurat, serta dapat dipercaya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan dan didukung oleh sistem yang dirancang untuk menjaga objektivitas proses seleksi. BPS berkomitmen menjaga transparansi, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tahapan rekrutmen, sehingga proses yang berjalan dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah dinyatakan lulus seleksi akhir, calon mitra diwajibkan menyetujui pakta integritas melalui aplikasi Sobat BPS sebelum dapat ditetapkan sebagai mitra pendataan. Pakta integritas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui proses rekrutmen yang terbuka dan berbasis sistem tersebut, BPS NTB berharap dapat menghadirkan petugas lapangan yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Tujuan kami sederhana. Menghadirkan petugas terbaik di setiap wilayah agar data yang dihasilkan lengkap, akurat, dan dapat dipercaya,” tutup Wahyudin.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 21:36:10 +0800 amr
Pancasila Pemersatu Bangsa di Tengah Beragam Perbedaan https://amarmedia.co.id/pancasila-pemersatu-bangsa-di-tengah-beragam-perbedaan https://amarmedia.co.id/pancasila-pemersatu-bangsa-di-tengah-beragam-perbedaan Pancasila Pemersatu Bangsa di Tengah Beragam Perbedaan

Oleh: Asmediati

Tanggal 1 Juni selalu menjadi hari penting bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal inilah kita memperingati Hari Lahir Pancasila, dasar negara yang menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Tahun 2026, peringatan Hari Lahir Pancasila mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini mengingatkan kita bahwa Pancasila memiliki peran besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi nilai yang dapat membawa perdamaian.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak perbedaan. Ada berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun di sisi lain, perbedaan juga bisa menjadi tantangan apabila tidak disikapi dengan bijak.

Di sinilah pentingnya Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati, menghargai, dan menjaga kebersamaan. Pancasila mengingatkan bahwa meskipun berbeda, seluruh rakyat Indonesia tetap berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia.

Saat ini kehidupan masyarakat telah banyak berubah. Perkembangan teknologi membuat komunikasi menjadi sangat mudah. Melalui telepon genggam, seseorang dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar membawa kebaikan. Masih banyak berita yang belum tentu benar, ujaran kebencian, serta berbagai tulisan yang dapat memicu perpecahan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Mereka harus mampu menyaring informasi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak persatuan. Nilai Pancasila perlu terus ditanamkan agar masyarakat memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Sila pertama mengajarkan pentingnya menghormati keyakinan orang lain. Sila kedua mengingatkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan secara adil dan beradab. Sila ketiga menegaskan bahwa persatuan bangsa harus selalu dijaga. Ketiga nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang hidup di tengah keberagaman.

Begitu pula dengan sila keempat yang mengajarkan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan pertengkaran. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi yang lebih baik. Sementara sila kelima mengingatkan bahwa keadilan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap tahun. Nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Sikap saling membantu, menghormati tetangga, menjaga kerukunan, menghargai perbedaan pendapat, dan peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk sederhana pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Peran keluarga dan sekolah juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Anak-anak perlu dibiasakan untuk hidup jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama sejak usia dini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang pendidik, saya melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila. Mereka hidup di era yang penuh tantangan, tetapi juga memiliki kesempatan yang luas untuk belajar dan berkembang. Dengan bimbingan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan negara.

Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini juga mengandung pesan bahwa perdamaian dunia dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat. Perdamaian tidak selalu berarti sesuatu yang besar. Sikap saling menghormati, menghindari permusuhan, dan menjaga persaudaraan merupakan langkah sederhana yang dapat menciptakan suasana damai dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan. Di tengah berbagai tantangan yang ada, bangsa Indonesia harus tetap berdiri kokoh dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa yang besar dan beragam ini. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam diri setiap warga negara, maka Indonesia akan tetap kuat, damai, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Sebab pada akhirnya, persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 12:10:55 +0800 amr
Kapolres Sumbawa Tegas: Perusak Hutan Siap&Siap Diproses https://amarmedia.co.id/kapolres-sumbawa-tegas-perusak-hutan-siap-siap-diproses https://amarmedia.co.id/kapolres-sumbawa-tegas-perusak-hutan-siap-siap-diproses Kapolres Sumbawa Tegas: Perusak Hutan Siap-Siap Diproses

Sumbawa,Amarmedia.co.id – Maraknya praktik illegal logging di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas perambahan dan penebangan hutan secara ilegal yang diduga masih terjadi di sejumlah kawasan, khususnya di wilayah Kecamatan Batulanteh, memicu keprihatinan berbagai pihak karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan serta berpotensi menimbulkan bencana ekologis di masa mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kawasan hutan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pengamanan Hutan yang bertugas melakukan pengawasan, pencegahan, serta penindakan terhadap berbagai aktivitas yang merusak hutan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH., S.I.K., menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan Satgas dalam memberantas praktik illegal logging yang masih marak terjadi.

Dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026), Kapolres menyatakan bahwa upaya penyelamatan hutan harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak. Menurutnya, penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan tidak boleh pandang bulu dan harus dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Polres Sumbawa mendukung penuh langkah tegas Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan. Para oknum pelaku illegal logging harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku," tegas AKBP Marieta.

Kapolres menjelaskan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar pada 20 Mei 2026 lalu. Rapat tersebut membahas berbagai temuan di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah tindak lanjut guna memastikan penegakan hukum berjalan secara efektif.

Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Satgas menemukan sejumlah fakta penting yang menguatkan dugaan adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan Batulanteh. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan alat berat yang sebelumnya telah dilarang beroperasi karena diduga digunakan untuk membuka akses jalan guna mempermudah pengangkutan kayu hasil tebangan.

Alat berat tersebut diketahui telah dipasangi garis polisi (police line) pada 11 April 2026. Namun saat dilakukan pengecekan ulang pada 16 Mei 2026, petugas menemukan bahwa garis polisi tersebut sudah rusak atau tidak lagi terpasang. Tidak hanya itu, alat berat tersebut juga diketahui telah berpindah lokasi dan diduga kembali digunakan untuk membuka jalur baru di kawasan hutan.

Selain temuan alat berat, tim Satgas juga menemukan sejumlah kayu hasil tebangan yang diduga berasal dari luar area perizinan yang sah. Beberapa batang kayu bahkan ditemukan berada di sekitar aliran sungai, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih luas apabila aktivitas tersebut terus berlangsung.

Temuan-temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya pengawasan ketat terhadap kawasan hutan Batulanteh yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang mengarah pada perusakan hutan. Ia memastikan seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Intinya, aparat penegak hukum akan memastikan para oknum pelaku illegal logging ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Penanganannya dilakukan secara profesional dan tidak pandang bulu demi menjaga kelestarian hutan serta kepentingan masyarakat luas," pungkas Kapolres.

Sikap tegas aparat penegak hukum ini mendapat perhatian publik dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyelamatkan hutan Sumbawa dari ancaman perusakan yang dapat memicu banjir, longsor, krisis sumber air, hingga kerusakan lingkungan yang berdampak bagi generasi mendatang. Masyarakat pun diharapkan turut berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak kawasan hutan demi menjaga warisan alam Sumbawa tetap lestari. (AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 08:03:36 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Perkuat Perlindungan Anak Melalui Sinergi dengan Program "Adhiyaksa Pendi Tode Ngining" https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-perlindungan-anak-melalui-sinergi-dengan-program-adhiyaksa-pendi-tode-ngining https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-perlindungan-anak-melalui-sinergi-dengan-program-adhiyaksa-pendi-tode-ngining Pemkab Sumbawa Perkuat Perlindungan Anak Melalui Sinergi dengan Program "Adhiyaksa Pendi Tode Ngining"

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi anak-anak kurang mampu, khususnya anak terlantar dan yatim piatu. Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dalam menjalankan program inovatif bertajuk Adhiyaksa Pendi Tode Ngining".

Dukungan tersebut dituangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Kamis (21/5/2026) lalu.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., dan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Fokus pada Pemenuhan Hak Dasar Anak

Program Adhiyaksa Pendi Tode Ngining dirancang sebagai langkah konkret negara untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Program ini berfokus pada upaya identifikasi serta fasilitasi akses layanan dasar bagi anak-anak yang belum tersentuh oleh bantuan pemerintah.

Beberapa hal yang menjadi sasaran utama program ini meliputi fasilitasi penerbitan dokumen vital seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, membantu anak-anak rentan mendapatkan akses perlindungan kesehatan melalui penerbitan KIS (Kartu Indonesia Sehat) atau kepesertaan BPJS Kesehatan, serta memastikan anak terlantar dan yatim piatu mendapatkan perhatian khusus agar hak-hak tumbuh kembang mereka tetap terpenuhi.

Sinergi Lintas Sektor untuk Hasil Optimal

Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menyambut baik inisiatif yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Sumbawa ini. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab dan Kejari merupakan langkah efektif dalam memangkas hambatan birokrasi yang sering dihadapi masyarakat dalam mengakses hak-hak mereka.

"Program ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif. Kami di jajaran Pemkab Sumbawa siap mendukung penuh agar pendataan hingga penyaluran bantuan bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu ini berjalan tepat sasaran," ujar Sekda dalam rapat tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Kajari Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, menekankan bahwa kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak di Sumbawa. Dengan adanya keterlibatan berbagai OPD, diharapkan proses pendataan dan verifikasi di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Sumbawa optimistis bahwa program Adhiyaksa Pendi Tode Ngining akan menjadi solusi efektif dalam menjamin masa depan dan kesejahteraan kelompok masyarakat paling rentan di wilayah Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 06:24:40 +0800 amr
Langkah Strategis NTB: Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan https://amarmedia.co.id/langkah-strategis-ntb-bangun-sekolah-rakyat-untuk-pemerataan-pendidikan https://amarmedia.co.id/langkah-strategis-ntb-bangun-sekolah-rakyat-untuk-pemerataan-pendidikan Langkah Strategis NTB: Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan

Bima,Amarmedia.co.id - Harapan baru bagi pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa mulai terwujud. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah pusat tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang dihibahkan khusus untuk program tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5).

Menurut Miq Iqbal, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dikaji dengan luas masing-masing sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi dinilai cukup representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang dirancang dalam konsep Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda NTB.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyampaikan bahwa kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum pembangunan dapat dimulai.

Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan sejumlah fasilitas di sekitar kawasan pembangunan.

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Dody.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB saat ini terus melakukan koordinasi dan kajian kelayakan untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas dan paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.(AM/Diskominfotik)

]]>
Sat, 30 May 2026 23:50:07 +0800 amr
PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Pemda dan Forkopimda Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-pemda-dan-forkopimda-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-pemda-dan-forkopimda-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Pemda dan Forkopimda Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh

Sumbawa.Amarmedia.co.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Forkopimda yang telah mengambil langkah tegas dalam menindak pelaku illegal logging di Kecamatan Batu Lanteh.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., kepada wartawan Sabtu 30 Mei 2026 menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup di Kabupaten Sumbawa. Namun demikian, pihaknya meyakini bahwa kasus yang terungkap saat ini kemungkinan hanyalah sebagian kecil dari aktivitas serupa yang masih terjadi di berbagai wilayah.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Pemda Sumbawa bersama Forkopimda. Namun kita tidak boleh berhenti pada satu kasus saja. Tidak menutup kemungkinan masih ada aktivitas illegal logging lainnya yang harus ditelusuri, diungkap, dan ditindak secara tegas agar memberikan efek jera bagi para pelaku,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, kerusakan hutan akibat penebangan liar tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan lingkungan, sumber mata air, serta kehidupan masyarakat di masa depan.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa pun yang berada di belakang aktivitas ini. Jika ada pihak-pihak yang membekingi, memfasilitasi, atau mengambil keuntungan dari praktik illegal logging, mereka juga harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” ujarnya.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari nilai perjuangan PDI Perjuangan. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, selama ini selalu mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Pesan Ibu Ketua Umum sangat jelas, bahwa kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena itu, kami memandang kejahatan terhadap hutan adalah kejahatan terhadap masa depan rakyat,” katanya.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga berharap para pelaku yang telah diamankan dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika terbukti melanggar aturan, maka harus diadili secara transparan dan diberikan hukuman yang setimpal.

“Tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang ingin mengambil kayu secara ilegal dari hutan-hutan di Sumbawa. Hutan adalah aset bersama yang harus dijaga, bukan dieksploitasi demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu,” lanjutnya.

Abdul Rafiq juga mengingatkan bahwa Kabupaten Sumbawa telah memiliki regulasi terkait pemanfaatan kayu melalui Peraturan Daerah tentang Izin Pemanfaatan Kayu Tanah milik (IPKTM). Oleh karena itu, masyarakat tidak bisa sembarangan menebang atau mengambil kayu, bahkan di lahan milik sendiri sekalipun harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kalau di lahan milik sendiri saja ada aturan yang harus dipatuhi, apalagi jika aktivitas itu dilakukan di kawasan hutan negara. Tidak ada alasan untuk melakukan penebangan secara ilegal. Semua harus tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen politik terhadap pelestarian lingkungan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan sikap tegas untuk berada di garis depan dalam memerangi praktik illegal logging.

“PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan perang terhadap pelaku illegal logging. Mari kita jaga hutan Sumbawa demi masa depan anak cucu kita. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang merusak lingkungan,” tutup Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 22:37:52 +0800 amr
Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-apresiasi-pemusnahan-barang-bukti-narkoba-ajak-masyarakat-perkuat-pencegahan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-apresiasi-pemusnahan-barang-bukti-narkoba-ajak-masyarakat-perkuat-pencegahan Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan

Sumbawa Amarmedia.co.id – Aparat kepolisian bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 845,37 gram yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Polres Sumbawa, Jumat (29/05/2026).

Pemusnahan ini turut disaksikan oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD Sumbawa, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dandim 1607/Sumbawa, BNNK Sumbawa, serta Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan adanya sinergi dalam penanganan tindak pidana narkotika di daerah.

Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan dalam penegakan hukum serta upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika.

Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten tanpa adanya perlakuan berbeda terhadap pelaku tindak pidana narkoba.

Lebih lanjut, Nanang mengajak seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan perhatian, pengawasan, serta memberikan edukasi dan motivasi kepada anak-anak agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun pergaulan negatif lainnya. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari pengaruh buruk yang dapat merusak masa depan.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini menjelaskan bahwa barang bukti sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang melibatkan seorang anak di bawah umur asal Dompu yang berperan sebagai kurir dan diamankan di wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Seluruh barang bukti telah melalui proses hukum hingga dinyatakan lengkap dan sah untuk dimusnahkan.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan sabu menggunakan air dan alat blender, kemudian dibuang ke saluran pembuangan sesuai prosedur yang berlaku. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan disaksikan oleh para pihak terkait.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:24:37 +0800 amr
Camat Sumbawa Kaji Penanganan LPG Subsidi dan Persoalan Sampah https://amarmedia.co.id/camat-sumbawa-kaji-penanganan-lpg-subsidi-dan-persoalan-sampah https://amarmedia.co.id/camat-sumbawa-kaji-penanganan-lpg-subsidi-dan-persoalan-sampah Camat Sumbawa Kaji Penanganan LPG Subsidi dan Persoalan Sampah

Tegaskan Koordinasi Lintas OPD serta Beri Contoh di Lingkungan Kantor dan Rumah Dinas

Sumbawa Amarmedia.co.id – Camat Sumbawa, Ardiansyah, mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari distribusi LPG subsidi hingga penanganan sampah rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media saat ditemui usai kegiatan koordinasi bersama pihak terkait.

Menurutnya, pengawasan distribusi LPG subsidi perlu mendapat perhatian serius agar tepat sasaran. Ia menilai masih ada masyarakat yang sebenarnya sudah tergolong mampu, bahkan pelaku usaha yang memiliki penghasilan cukup, namun masih menggunakan gas subsidi ukuran 3 kilogram.

“Yang menjadi persoalan di lapangan, kadang masyarakat mempertanyakan kenapa masih ada pihak yang mampu tetapi tetap menggunakan gas subsidi. Padahal sesuai aturan, LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan hanya berperan melakukan pemantauan dan menyampaikan data kebutuhan masyarakat, sementara penentuan kuota berada di pihak terkait seperti agen dan Pertamina. Karena itu, koordinasi terus dilakukan agar distribusi LPG tetap berjalan lancar, termasuk pada hari libur.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar pangkalan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jangan sampai ada alasan stok tidak tersedia,” jelasnya.

Ardiansyah juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan kajian terhadap berbagai persoalan tersebut agar langkah yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran. Ia mengaku sebagai pejabat baru di wilayah tersebut, sehingga perlu memahami kondisi lapangan secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan.

“Dalam hal ini kami masih melakukan kajian terlebih dahulu, karena saya juga baru menjabat sehingga perlu melihat dan mengkaji langkah-langkah apa yang tepat untuk dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh penanganan persoalan tetap dilakukan melalui koordinasi lintas OPD dan pihak terkait agar solusi yang diambil dapat berjalan maksimal.

“Kami tentu tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus melalui koordinasi bersama OPD terkait agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain persoalan LPG, Ardiansyah juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di lingkungan masyarakat. Ia berharap adanya dukungan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat perlu mulai memisahkan sampah organik dan nonorganik agar pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan bau.

“Kalau sampah organik dicampur dengan plastik dan sampah lainnya, tentu akan menimbulkan bau dan menyulitkan pengolahan. Ini yang harus terus kita sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengakui upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah tidak mudah dan membutuhkan dukungan tenaga, anggaran, serta keterlibatan semua pihak. Namun demikian, pemerintah kecamatan tetap berupaya memberikan contoh langsung kepada masyarakat, baik di lingkungan Kantor Camat maupun di rumah dinas camat, sebagai bentuk edukasi dan ajakan untuk membiasakan pola hidup bersih serta pengelolaan sampah yang baik di lingkungan masing-masing. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:21:17 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lpg-3-kg-jelang-libur-panjang-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lpg-3-kg-jelang-libur-panjang-hari-lahir-pancasila Pemkab Sumbawa Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Hari Lahir Pancasila

Sumbawa Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram menjelang long weekend dan libur nasional Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Upaya ini dilakukan guna menjaga kestabilan pasokan LPG bersubsidi agar tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kabag Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya menjelaskan bahwa pada Jumat, 29 Mei 2026, Pemkab Sumbawa telah menerbitkan surat usulan alokasi fakultatif atau extra dropping LPG 3 Kg yang ditujukan kepada SAM Retail NTB.

Menurut Ivan, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah terhadap kemungkinan meningkatnya konsumsi LPG selama masa libur panjang, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa berupaya memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap aman dan terkendali selama libur panjang berlangsung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan extra dropping nantinya akan dilakukan dengan pengawasan ketat agar penyaluran berjalan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. LPG subsidi diprioritaskan bagi masyarakat yang memang berhak menerima dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan di luar peruntukannya.

Selain itu, pengawasan distribusi juga akan terus dilakukan melalui koordinasi bersama pihak terkait, termasuk agen dan pangkalan LPG, guna memastikan stok tetap aman serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu terganggunya distribusi selama masa libur nasional dan cuti bersama berlangsung. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:16:17 +0800 amr
Respons Positif Undangan RDP DPRD Sumbawa, PT Intam Ajukan Penjadwalan Ulang karena Agenda Periodik Manajemen https://amarmedia.co.id/respons-positif-undangan-rdp-dprd-sumbawa-pt-intam-ajukan-penjadwalan-ulang-karena-agenda-periodik-manajemen https://amarmedia.co.id/respons-positif-undangan-rdp-dprd-sumbawa-pt-intam-ajukan-penjadwalan-ulang-karena-agenda-periodik-manajemen Respons Positif Undangan RDP DPRD Sumbawa, PT Intam Ajukan Penjadwalan Ulang karena Agenda Periodik Manajemen

SUMBAWA Amarmedia.co.id — Manajemen PT Intam menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan menyambut positif undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi II dan III DPRD Kabupaten Sumbawa. Pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan membahas mengenai penggunaan infrastruktur jalan di Desa Labin Kecamatan oleh operasional perusahaan.

Humas PT Intam M Ramadhan BS, mengatakan kepada awak media, (30/5) menanggapi surat undangan resmi dari DPRD Sumbawa bernomor 00.1.5/054/DPRD - lintas Komisi III dan II /2026 tertanggal 29 Mei 2026, pihak manajemen PT Intam meluruskan bahwa perusahaan telah melayangkan surat jawaban resmi pada hari ini, Sabtu (30/5/2026).

"Melalui surat bernomor 006/GOV-SBW/V/2026 yang ditandatangani oleh Project Manager PT Intam, Djatmiko Prihartomo, perusahaan mengajukan permohonan penjadwalan ulang (reschedule) waktu pelaksanaan RDP" ungkapnya 

Menghargai Undangan, Jadwal Bentrok dengan Agenda Jakarta

Humas PT Intam, M Ramadhan BS, menyampaikan bahwa pengajuan penundaan ini murni disebabkan oleh kendala teknis kedatangan manajemen puncak yang di saat bersamaan harus menghadiri agenda krusial perusahaan yang sudah terjadwal lama di Jakarta.

"Kami sangat menghormati fungsi pengawasan DPRD Sumbawa dan menyambut undangan RDP ini dengan sangat positif sebagai ruang dialog yang sehat. Namun, karena tanggal 2 Juni nanti bertepatan dengan kegiatan periodik manajemen internal perusahaan di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan, kami mengajukan permohonan agar pertemuan dapat digeser ke tanggal 23 Juni 2026," ujar Doni akrab disapa mengonfirmasi isi surat balasan tersebut.

Pihak perusahaan berharap penundaan ini dapat dimaklumi oleh semua pihak, sehingga nantinya saat RDP berlangsung, jajaran manajemen pengambil keputusan dari PT Intam dapat hadir secara lengkap dan memberikan pemaparan serta solusi yang komprehensif.

Komitmen Bersama Stakeholder Daerah

Sebagaimana diketahui, RDP Lintas Komisi II dan III ini direncanakan turut menghadirkan elemen penting daerah, mulai dari Asisten II Sekda Bidang Perekonomian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pertanian, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Kepala Desa Lebin, Camat Ropang hingga aliansi LSM Menggugat Kabupaten Sumbawa.

PT Intam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, legislatif, maupun elemen masyarakat Sumbawa dalam memastikan seluruh aktivitas operasional perusahaan berjalan sesuai koridor regulasi dan membawa dampak positif bagi kemajuan infrastruktur serta ekonomi wilayah Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 14:38:14 +0800 amr
Dukung Digitalisasi Pendidikan di HUT ke&67 SMANIKA, IM3 Hadirkan Paket Khusus untuk Siswa https://amarmedia.co.id/dukung-digitalisasi-pendidikan-di-hut-ke-67-smanika-im3-hadirkan-paket-khusus-untuk-siswa https://amarmedia.co.id/dukung-digitalisasi-pendidikan-di-hut-ke-67-smanika-im3-hadirkan-paket-khusus-untuk-siswa Dukung Digitalisasi Pendidikan di HUT ke-67 SMANIKA, IM3 Hadirkan Paket Khusus untuk Siswa

Sumbawa Besar.amarmedia.co.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 SMA Negeri 1 (SMANIKA) Sumbawa Besar tidak hanya menjadi ajang nostalgia dan motivasi bagi para siswa, tetapi juga menjadi momentum peningkatan literasi digital. Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan di Sumbawa, IM3 hadir sebagai sponsor pendukung dengan membawa solusi teknologi yang terjangkau bagi para pelajar.

Muhammad Tsabit Arad, perwakilan dari IM3, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam perayaan HUT ke-67 SMANIKA bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi siswa dalam menunjang kegiatan belajar berbasis teknologi. IM3 memperkenalkan program khusus yang dirancang untuk mendukung kebutuhan digital siswa di era modern.

"Melalui program sekolah ini, kami menghadirkan harga yang sangat terjangkau bagi murid-murid, yakni hanya dengan Rp15.000 saja," ujar Muhammad Tsabit Arad.

Lebih lanjut, ia merinci berbagai benefit yang bisa didapatkan siswa dengan paket tersebut, di antaranya gratis berlangganan Gemini AI untuk membantu proses belajar dan eksplorasi ilmu pengetahuan. Tambahan cloud storage sebesar 200 GB untuk menyimpan materi pelajaran maupun karya kreatif siswa.

Akses video berlangganan platinum selama sebulan yang disesuaikan dengan pilihan paket sekolah.

Dukungan IM3 ini selaras dengan semangat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan kompetensi dan peningkatan kualitas SDM siswa agar mampu bersaing secara global. Fasilitas digital yang dihadirkan diharapkan dapat menjadi pendukung utama siswa SMANIKA dalam mengejar cita-cita dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tinggi saat ini.

"Kami berharap dukungan ini dapat membantu siswa-siswi SMANIKA untuk terus berprestasi dan maju, selaras dengan semangat HUT sekolah yang ke-67," tutup Muhammad Tsabit Arad.

Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd., menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap inisiatif dari pihak sponsor dapat memperkuat ekosistem digital di lingkungan sekolah, sehingga para siswa semakin termotivasi untuk belajar lebih giat dan kreatif di era disrupsi informasi.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 09:47:53 +0800 amr
HUT ke&67 SMAN 1 Sumbawa Besar, Bupati Sumbawa: Jadikan Keterbatasan Sebagai Pemacu untuk Berprestasi https://amarmedia.co.id/hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar-bupati-sumbawa-jadikan-keterbatasan-sebagai-pemacu-untuk-berprestasi https://amarmedia.co.id/hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar-bupati-sumbawa-jadikan-keterbatasan-sebagai-pemacu-untuk-berprestasi HUT ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar, Bupati Sumbawa: Jadikan Keterbatasan Sebagai Pemacu untuk Berprestasi

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id  – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 SMA Negeri 1 (SMANIKA) Sumbawa Besar berlangsung khidmat dan penuh motivasi, Sabtu (30/5/2026). Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP yang juga merupakan alumni SMANIKA, memberikan pesan mendalam bagi para siswa dan civitas akademika untuk terus mengejar mimpi tanpa dibatasi oleh latar belakang ekonomi atau fasilitas.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa bernostalgia mengenai masa lalunya saat menjadi siswa di sekolah tersebut. Ia menekankan bahwa keterbatasan fasilitas dan tekanan ekonomi yang ia alami di masa lalu justru menjadi "bahan bakar" untuk membentuk mentalitas yang kuat dan tangguh.

"Jangan minder datang dari desa kecil atau memiliki keterbatasan fasilitas. Tekanan kesulitan dan keterbatasan ekonomi itulah yang membuat anak-anak bangkit menjadi pribadi yang kuat. Kalau segalanya serba cukup, ketahanan diri seseorang justru akan kurang," ujar Bupati memberikan motivasi kepada para siswa.

Bupati membagikan prinsip hidup yang selama ini ia pegang teguh: jika ada peluang di antara banyak orang, maka satu orang itu haruslah dirinya. Prinsip kerja keras dan tekad kuat inilah yang mengantarkannya menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi favorit, meniti karier di perusahaan internasional, hingga akhirnya mengabdi sebagai Bupati Sumbawa.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui penguasaan kompetensi dan bahasa. Ia mendorong sekolah untuk aktif menjajaki program pertukaran pelajar internasional, seperti yang dilakukan sekolah-sekolah lain, agar siswa SMANIKA memiliki wawasan global.

"Saya ingin anak-anak kita memiliki kompetensi lebih. Ke depan, saya juga akan mendorong penggunaan bahasa Sumbawa di lingkungan sekolah. Ini bukan sekadar melestarikan adat, tapi juga menambah kekayaan intelektual dan kebanggaan bagi siapa saja yang pernah tinggal dan belajar di Sumbawa," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi prestasi yang telah diraih SMANIKA, baik di bidang akademik, olahraga, maupun kompetisi LCC Empat Pilar. Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Alumni SMANIKA, Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menyampaikan dukungan penuh para alumni untuk pembangunan fasilitas sekolah, termasuk penyelesaian gedung auditorium yang menjadi kebanggaan bersama.

Bupati menutup pesannya dengan berpesan agar para siswa tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter dan integritas yang baik. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika tidak sampai ke langit, setidaknya kamu akan mendarat di bulan. Jadilah orang cerdas yang berkarakter," ujarnya.

"Selamat HUT ke-67 SMNIKA Sumbawa selalu berprestasi dan maju" pungkasnya.

Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd., sebelumnya meminta arahan Bupati dan dukungan para alumni. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif bagi seluruh siswa, guna mencetak generasi penerus yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 08:56:50 +0800 amr
Pantun Bupati dan Langkah Kaki Alumni: Kemeriahan HUT ke&67 SMAN 1 Sumbawa Besar https://amarmedia.co.id/pantun-bupati-dan-langkah-kaki-alumni-kemeriahan-hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar https://amarmedia.co.id/pantun-bupati-dan-langkah-kaki-alumni-kemeriahan-hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar

Pantun Bupati dan Langkah Kaki Alumni: Kemeriahan HUT ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id— Sabtu pagi (30/5/2026), udara segar Kota Sumbawa Besar menyatu dengan riuh kegembiraan ribuan pasang kaki. Mengenakan atribut olahraga, keluarga besar SMA Negeri 1 (SMANSA) Sumbawa Besar tumpah ruah ke jalanan. Lembaga pendidikan pencetak generasi emas ini tengah merayakan hari jadinya yang ke-67 dengan menggelar aksi jalan sehat yang penuh kehangatan dan nuansa humanis.

Tepat pukul 07.00 WITA, atmosfer halaman sekolah terasa begitu hidup. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggung silaturahmi lintas generasi dan pemegang kebijakan di Bumi Samawa.

Kemeriahan dimulai saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarifuddin Djarot MP, secara resmi membuka kegiatan yang ditandai dengan prosesi pengguntingan pita. Tak sekadar melepas, Bupati Djarot juga membakar semangat para siswa dengan sebait pantun ceria yang spontan memicu tepuk tangan riuh. Pantun tersebut membawa pesan mendalam ajakan untuk menjaga hidup sehat sekaligus pemantik motivasi agar siswa SMANIKA terus mengukir prestasi.

Rute jalan sehat kali ini membelah jantung kota Sumbawa, melewati jalur ikonik yang cukup ramai.

START dari Halaman SMAN 1 Sumbawa terus menyusuri Jalan Garuda, Depan RSUD Sumbawa , Depan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin ,Berputar di Depan Hotel Garuda, Depan Pasar Brang Biji, Depan Kantor Bupati Sumbawa , depan Kantor Dinas Pertanian, FINISH di SMAN 1 Sumbawa (Tiba pukul 07.35 WITA).

Sepanjang perjalanan, canda tawa antara guru, siswa, alumni, dan para pejabat daerah mencairkan sekat formalitas. Tepat pukul 07.35 WITA, rombongan garis depan sudah kembali menapakkan kaki di finish.

Panggung UMKM Alumni: Harapan Besar dari Ketua KONI

Ada yang unik di sudut halaman sekolah setelah jalan sehat usai. Selain panggung hiburan, deretan stan UMKM lokal tampak diserbu peserta. Menariknya, para pelaku UMKM ini merupakan para alumni SMAN 1 Sumbawa sendiri yang memamerkan produk-produk kreatif lokal.

Kehadiran sektor ekonomi kreatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si. Di sela-sela acara, ia mengungkapkan rasa bangganya atas konsep acara yang holistik ini.

 "Luar biasa ya. Jadi kita jalan sehat bersama Pak Bupati, Kapolres Sumbawa, para asisten, dan teman-teman semua dalam rangka HUT SMA 1 Sumbawa Besar. Ini kegiatan yang sangat positif untuk menjalin silaturahim sekaligus berolahraga dengan santai," ujar Abdul Rafiq.

Terkait kehadiran stan kreatif alumni, Abdul Rafiq memberikan catatan optimis agar UMKM ini tidak mandek sebagai pengisi acara musiman saja.

"Berkaitan dengan UMKM dari alumni hari ini, mereka memperkenalkan produk-produk lokal yang luar biasa. Tinggal kita kemas saja dengan baik. Saya tidak mau UMKM ini hanya muncul saat momen seperti ini saja. Saya maunya UMKM lokal kita tumbuh besar, berkembang, dan menjadi potensi ekonomi yang sangat luar biasa ke depannya," tegasnya penuh harap.

Ulang tahun ke-67 ini menjadi bukti betapa kuatnya ikatan historis SMAN 1 Sumbawa dengan kemajuan daerah. Sederet tokoh penting turut hadir dan membaur menyusuri rute jalan sehat, di antaranya Jajaran Pemda Asisten 1 Jay Kusuma S.Sos, Staf Ahli Bupati Agus Mustamin, S.Sos.M.Si para Kepala Perangkat Daerah.

Komite & Sektor Tenaga Kerja hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Khairuddin, S.E., yang juga bertindak sebagai Ketua Komite SMAN 1 Sumbawa bersama jajaran pengurus komite lainnya.

Sektor Olahraga & Kepemudaan hadir Kepala Bidang Olahraga Dispopar Sumbawa, Iwan Setiawan SP.M.Si serta pengurus KONI Kabupaten Sumbawa seperti Doktor Rusdianto, dr. Abdul Ma'ruf Rahmat, SP.

Legislatif & Mitra Daerah: Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Dmitri, S.H., M.H., perwakilan KCD Dikbud Sumbawa, Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa A Yani serta perwakilan dari Pramuka Daerah.

Ulang tahun ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar sukses mengirimkan pesan kuat ke tengah masyarakat: bahwa pendidikan yang maju harus berjalan beriringan dengan fisik yang sehat, silaturahmi yang erat, serta kepedulian terhadap kemandirian ekonomi lokal. Selamat Ulang Tahun, SMANIKA Sumbawa! Smanika Dikenang Prestasi Cemerlang!(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 08:10:11 +0800 amr
Pemprov NTB Dorong Produk Lokal Melalui Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Program MBG https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-produk-lokal-melalui-pemberdayaan-bumdes-dan-koperasi-jadi-tulang-punggung-program-mbg https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-produk-lokal-melalui-pemberdayaan-bumdes-dan-koperasi-jadi-tulang-punggung-program-mbg Pemprov NTB Dorong Produk Lokal Melalui Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Program MB

Mataram,Amarmedia.co.id (29 Mei 2026 ) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, saat menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Memperkuat Sinergi Ekonomi Kerakyatan melalui Fasilitasi dan Sosialisasi Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi dalam Penguatan Rantai Pasok, Sistem Keamanan Pangan dan Kepatuhan Terhadap SOP Program MBG yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala SPPG, koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), mitra, serta yayasan se-NTB.

Sekda Abul Chair menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan fasilitasi dan sosialisasi program MBG yang dinilai menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Program MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi merupakan investasi besar bangsa untuk masa depan generasi Indonesia,” ujar Abul Chair.

Dirinya menegaskan, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, namun juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, hingga distribusi lokal dalam satu ekosistem ekonomi daerah.

“Program ini memiliki efek ganda, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan masyarakat. Dana program diharapkan berputar langsung di masyarakat sehingga menciptakan dampak ekonomi yang luas,” katanya.

Menurutnya, Pemprov NTB mendorong agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat lokal melalui penguatan rantai pasok daerah agar produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah oleh produk dari luar daerah.

Hingga Mei 2026, pelaksanaan MBG di NTB tercatat telah memiliki 842 SPPG, dengan 733 unit aktif. Program tersebut melibatkan lebih dari 4.300 penyedia lokal, menyerap lebih dari 39 ribu tenaga kerja, dan menjangkau sekitar 1,9 juta penerima manfaat.

Sekda Abul Chair juga menekankan tiga hal utama dalam pelaksanaan program, yakni penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan kualitas pangan, serta disiplin terhadap SOP dan tata kelola program.

“Produk MBG harus dikenal sehat, higienis, aman, dan terpercaya. Karena itu, keamanan pangan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sekda Abul Chair menambahkan, visi pembangunan NTB Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur dan Mendunia harus diwujudkan melalui pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa, petani, nelayan, perempuan, dan generasi muda.

“MBG harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas generasi muda, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperkuat kemandirian pangan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (Purn) Sony Sanjaya, menyampaikan bahwa tujuan utama Program MBG adalah pemenuhan gizi bagi kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, dan santri, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.

“Pemerintah memperhatikan pemenuhan gizi sejak janin dalam kandungan untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sony menegaskan bahwa MBG juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ekonomi kerakyatan sehingga supplier lokal harus menjadi prioritas utama.

“Manfaat ekonomi program ini jangan sampai mengalir keluar daerah. Supplier lokal harus diutamakan agar perputaran ekonomi terjadi di masyarakat setempat,” katanya.

Secara nasional, program MBG telah memverifikasi 29.476 tenaga kerja dan mempekerjakan lebih dari 27 ribu pekerja. Provinsi NTB terdapat 853 SPPG terverifikasi dengan 828 unit telah operasional dan menyerap lebih dari 40.117 tenaga kerja.

Khusus di NTB, program MBG telah melibatkan sekitar 4.457 supplier yang terdiri dari koperasi, BUMDes, UMKM, dan supplier lainnya, dengan UMKM menjadi kelompok terbesar yang terlibat.

“Program ini harus menjadi momentum membangkitkan produksi pangan lokal seperti telur, sayur, ikan, dan berbagai bahan pangan lainnya,” jelasnya.

Sony juga menekankan pentingnya menjaga kualitas barang dan kepatuhan harga sesuai HET, serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Tahun kedua program difokuskan pada peningkatan kualitas dan kepatuhan standar. Kepala SPPG harus aktif melakukan pengawasan terhadap mitra,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa mitra wajib melanjutkan proses sertifikasi dan pemenuhan standar kesehatan dalam 30 hari pertama operasional. Jika standar tidak dipenuhi, operasional dapat disuspend sementara untuk dilakukan evaluasi lanjutan.

Selain itu, standar keselamatan seperti instalasi dan penggunaan gas juga wajib dipenuhi demi menjamin keamanan operasional program.

Sony menyebutkan, pemerintah saat ini menggelontorkan anggaran MBG di NTB sekitar Rp27,7 miliar per hari, dengan Lombok Timur menjadi daerah terbesar penerima distribusi anggaran sebesar Rp8,3 miliar, disusul Lombok Tengah Rp6,2 miliar dan Lombok Barat Rp3,9 miliar.

Sekitar Rp4 miliar per hari dari anggaran tersebut diserap untuk tenaga kerja sebanyak 40.100 orang sehingga menciptakan efek perputaran ekonomi di masyarakat melalui konsumsi kebutuhan sehari-hari.

“MBG adalah penggerak ekonomi tingkat bawah atau ekonomi kerakyatan. Karena itu seluruh pihak harus memahami dan menyampaikan dampak besar program ini kepada masyarakat secara benar,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pangan yang sehat, aman, mandiri, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera. (AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 29 May 2026 21:54:07 +0800 amr
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Sekda Budi Prasetiyo: Pemerintah Daerah Siap Bersinergi Berantas Narkoba di Sumbawa https://amarmedia.co.id/hadiri-pemusnahan-barang-bukti-narkotika-sekda-budi-prasetiyo-pemerintah-daerah-siap-bersinergi-berantas-narkoba-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/hadiri-pemusnahan-barang-bukti-narkotika-sekda-budi-prasetiyo-pemerintah-daerah-siap-bersinergi-berantas-narkoba-di-sumbawa Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Sekda Budi Prasetiyo: Pemerintah Daerah Siap Bersinergi Berantas Narkoba di Sumbawa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 29 Mei 2026 — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa yang berlangsung di Mapolres Sumbawa pada Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov perwakilan Kejaksaan Negeri Sumbawa, Pengadilan Negeri Sumbawa, BNNK Sumbawa, tokoh agama, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Kapolres Polres Sumbawa menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas peredaran narkotika yang semakin marak di wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Selain menunjukkan komitmen Polres Sumbawa terkait peredaran narkoba yang marak di Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya memenuhi petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum agar barang bukti segera dimusnahkan,” ungkap Kapolres Sumbawa.

Polres Sumbawa menjelaskan, total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan memiliki berat netto sebesar 859,65 gram. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,83 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan dan 0,45 gram untuk kepentingan pemeriksaan Balai POM. Sehingga barang bukti yang dimusnahkan pada hari itu mencapai 845,37 gram.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan keprihatinan atas keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus tersebut. Salah satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari Kabupaten Dompu.

“Kami sangat menyayangkan anak-anak di bawah umur terlibat dalam kegiatan terlarang seperti ini. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” lanjutnya.

Kehadiran Sekda Sumbawa dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap upaya pemberantasan narkoba. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen memperkuat sinergi dalam menekan peredaran narkotika demi menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Polres Sumbawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk Forkopimda, BNNK, tokoh agama, dan media massa yang turut menyuarakan pentingnya perang melawan narkoba di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Fri, 29 May 2026 21:47:08 +0800 amr
Pemprov bersama KONI Matangkan Persiapan PORPROV XII NTB 2026 Targetkan Masuk Lima Besar PON 2028 https://amarmedia.co.id/pemprov-bersama-koni-matangkan-persiapan-porprov-xii-ntb-2026-targetkan-masuk-lima-besar-pon-2028 https://amarmedia.co.id/pemprov-bersama-koni-matangkan-persiapan-porprov-xii-ntb-2026-targetkan-masuk-lima-besar-pon-2028 Pemprov bersama KONI Matangkan Persiapan PORPROV XII NTB 2026, Targetkan Masuk Lima Besar PON 2028

Mataram,Amarmedia.co.id -  29 Mei 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama KONI NTB terus mematangkan persiapan pelaksanaan PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai langkah strategis menuju PON 2028. Hal tersebut mengemuka dalam rapat persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, didampingi Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, jajaran panitia, serta para pemangku kepentingan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat (29/05).

Sekda NTB Abul Chair menegaskan bahwa PORPROV XII NTB bukan sekadar ajang olahraga, tetapi momentum penting pembinaan atlet menuju target NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.

“Prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang konsisten, serta kolaborasi seluruh elemen agar NTB mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Abul Chair.

Dirinya menambahkan, selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, PORPROV XII NTB juga diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan citra NTB sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.

Sementara itu Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyampaikan PORPROV XII NTB Tahun 2026 akan menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet daerah menuju PON 2028.

“PORPROV XII NTB menjadi momentum penting untuk memetakan kekuatan atlet NTB menuju PON 2028. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi proses pembinaan jangka panjang,” katanya.

PORPROV XII NTB dijadwalkan berlangsung pada 16-24 Juli 2026 dan ditutup pada 25 Juli 2026. Sebanyak 51 cabang olahraga dengan 758 nomor pertandingan akan dipertandingkan, meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Total peserta mencapai sekitar 6.089 orang dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Untuk mendukung tata kelola yang modern dan transparan, proses pendaftaran atlet untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi digital “SPORTA”. Saat ini proses verifikasi administrasi atlet ditargetkan rampung pada 10 Juni 2026.

Venue pertandingan tersebar di sejumlah daerah, yakni Kota Mataram 33 cabang olahraga, Lombok Barat 5 cabang olahraga, Lombok Tengah 9 cabang olahraga, Lombok Timur 3 cabang olahraga, Lombok Utara 1 cabang olahraga, dan Sumbawa Barat 3 cabang olahraga.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan agenda kirab api obor PORPROV XII NTB yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juli 2026 dari Sangiang, Kota Bima. Kirab akan melewati kantor bupati dan walikota Provinsi NTB dengan melibatkan 66 personel tim sepeda dan atlet serta mendapat pengawalan dari patroli lalu lintas, Satpol PP, dan panitia pelaksana sebelum tiba di Pendopo Gubernur NTB.

KONI NTB turut menyampaikan kebutuhan anggaran PORPROV XII NTB sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari hibah Pemprov NTB melalui KONI NTB sebesar Rp10 miliar dan dukungan sponsorship Rp5 miliar.

Di sisi lain, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dan soliditas pembinaan olahraga menjelang PON 2028.

“Stabilitas organisasi sangat penting agar fokus pembinaan atlet dan persiapan menuju PON 2028 tidak terganggu,” ujarnya.

Pemprov NTB bersama KONI NTB mengajak seluruh masyarakat, media, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendukung sukses PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai bagian dari langkah besar NTB menuju prestasi nasional pada PON 2028.(AM/Diskominfotik)

]]>
Fri, 29 May 2026 15:21:16 +0800 amr
Forum Advokat Sumbawa Bersatu Dukung Tegas Pemkab Berantas Ilegal Logging di Batulanteh: Jangan Wariskan Bencana! https://amarmedia.co.id/forum-advokat-sumbawa-bersatu-dukung-tegas-pemkab-berantas-ilegal-logging-di-batulanteh-jangan-wariskan-bencana https://amarmedia.co.id/forum-advokat-sumbawa-bersatu-dukung-tegas-pemkab-berantas-ilegal-logging-di-batulanteh-jangan-wariskan-bencana SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Forum Advokat Sumbawa Bersatu (FASB) secara tegas memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dan jajaran Forkopimda dalam menertibkan aktivitas ilegal logging di wilayah Batulanteh.

Ketua Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Ahmadul Kusasi, S.H., dalam keterangannya Jumat 29 Mei 2026 menyampaikan bahwa langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemkab Sumbawa merupakan tindakan krusial untuk menyelamatkan ekosistem di wilayah tersebut.

"Kami dari Forum Advokat Sumbawa Bersatu mendukung penuh program penghijauan dan langkah tegas Bupati Sumbawa dalam memberantas praktik ilegal logging di Batulanteh. Jangan sampai kita mewariskan bencana bagi anak cucu kita hanya demi keuntungan segelintir pihak," tegas Ahmadul Kusasi.

Ahmadul menekankan bahwa wilayah hutan Batulanteh memiliki kedudukan yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Kawasan tersebut merupakan sumber utama mata air bagi Perumdam Batulanteh yang melayani kebutuhan air bersih warga Sumbawa.

"Hutan Batulanteh adalah jantung sumber air kita. Jika terus dibiarkan dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumbawa. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ahmadul mengapresiasi langkah tegas Pemkab yang melibatkan Forkopimda dalam melakukan penertiban, termasuk penghentian operasional alat berat dan pengamanan kayu hasil temuan yang tidak memiliki kejelasan izin.

Terkait dengan instruksi Pemkab yang membuka ruang bagi pemilik kayu untuk melakukan klarifikasi, pihak FASB juga mendesak agar proses ini dikawal ketat oleh aparat penegak hukum. Mereka berharap proses verifikasi dokumen tidak menjadi celah bagi oknum untuk melegalkan sesuatu yang sejak awal sudah melanggar aturan.

"Kami mendukung penuh upaya Pemkab yang transparan dalam proses identifikasi ini. Namun, kami minta aparat penegak hukum untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan lindung tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

FASB berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas demi memastikan kelestarian lingkungan dan kepastian hukum tetap terjaga di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 29 May 2026 11:08:23 +0800 amr
Aliansi LSM Menggugat Surati DPRD Sumbawa, Tuntut PT Intam Beri Kompensasi Jalan Masyarakat https://amarmedia.co.id/aliansi-lsm-menggugat-surati-dprd-sumbawa-tuntut-pt-intam-beri-kompensasi-jalan-masyarakat https://amarmedia.co.id/aliansi-lsm-menggugat-surati-dprd-sumbawa-tuntut-pt-intam-beri-kompensasi-jalan-masyarakat Aliansi LSM Menggugat Surati DPRD Sumbawa, Tuntut PT Intam Beri Kompensasi Jalan Masyarakat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Aliansi LSM Menggugat Kabupaten Sumbawa melayangkan surat permohonan audiensi kepada Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa pada Kamis, 21 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas laporan dan surat kuasa bersama dari masyarakat terkait penggunaan akses jalan pribadi oleh PT Intam tanpa adanya kompensasi.

Perwakilan Aliansi LSM Menggugat PT Intam Kabupaten Sumbawa Muhammad Taufan, menyampaikan kepada awak media bahwa jalan yang dilewati oleh perusahaan tersebut dibangun secara manual menggunakan anggaran pribadi oleh pemilik lahan atau masyarakat pada tahun 2017 lalu.

Kronologi Penggunaan Jalan Akses

Dijelaskannya bahwa jalan yang menjadi objek sengketa ini terletak di Desa Lebin, Kecamatan Ropang. Akses jalan tersebut membentang dari titik nol lokasi Pemanti hingga ke Eban/Talemir, yang merupakan titik lokasi operasional PT Intam.

"Kurang lebih selama 9 tahun, terhitung dari tahun 2017 sampai saat ini, jalan tersebut digunakan oleh PT Intam menuju wilayah pengeboran tempat perusahaan mereka beroperasi yang dimulai pada tahun 2026 ini," ujar Muhammad Taufan.

 

Aliansi LSM Menggugat sangat menyayangkan sikap PT Intam yang dinilai tidak bertanggung jawab kepada masyarakat selaku pemilik jalan. Hingga saat ini, pihak perusahaan dianggap tidak memiliki iktikad baik untuk memberikan kompensasi atas penggunaan jalan atau lahan tersebut.

Taufan menegaskan bahwa tindakan ini bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 43 Ayat 2, secara tegas dinyatakan:

"Jalan khusus tidak boleh digunakan untuk lalu lintas umum kecuali dengan izin penyelenggara Jalan khusus atau pemilik jalan."ungkapnya.

Desak DPRD Panggil Bupati hingga Kapolres untuk Cegah Konflik

Upaya permohonan audiensi ini dilakukan oleh Aliansi LSM Menggugat guna meminimalisir potensi yang dapat mengarah pada konflik horizontal di tengah masyarakat.

Melalui agenda audiensi yang akan digelar nantinya, pihak aliansi meminta dan berharap penuh kepada Ketua DPRD Sumbawa atau komisi terkait yang membidangi masalah ini untuk bersikap tegas dengan memanggil seluruh pihak berwenang.

Pihak-pihak yang didesak untuk dihadirkan antara lain Bupati Sumbawa,Kapolres Sumbawa,Kepala Bagian (Kabag) terkait tambang dan pembangunan, Camat Ropang, Kepala Desa Lebin, Manajemen PT Intam.

"Masyarakat berharap wakil rakyat dapat memediasi persoalan ini secara objektif agar hak-hak warga Desa Lebin selaku pemilik jalan dapat segera terpenuhi" pungkas Taufan.(AM)

]]>
Thu, 28 May 2026 10:39:19 +0800 amr
Ismail dan Pelajaran Besar tentang Kesabaran https://amarmedia.co.id/ismail-dan-pelajaran-besar-tentang-kesabaran https://amarmedia.co.id/ismail-dan-pelajaran-besar-tentang-kesabaran Ismail dan Pelajaran Besar tentang Kesabaran

Oleh Asmediati 

 

ANAK manakah yang kesabarannya begitu besar layaknya Ismail kecil ketika ia hendak disembelih sang ayah atas perintah Tuhan melalui mimpi?

 

“Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu,” kata Ibrahim.

 

“Benarkah, Ayah?”

 

“Benar. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

 

Tanpa protes mengapa dirinya yang harus dikurbankan, mengapa bukan ayahnya saja yang lebih tua usianya, Ismail menjawab dengan mantap:

 

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

 

Masyaallah!

 

Bulu kuduk saya merinding ketika membaca ulang dan merenungi QS. As-Saffat ayat 99—113 tentang kisah penyembelihan Ismail oleh sang ayah, Ibrahim.

 

Namun, benarkah Ismail, anak yang tampan, santun, dan baik budi itu disembelih?

 

Tidak!

 

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat: 107)

 

Allah menggantinya dengan seekor sembelihan besar yang kemudian disembelih Ibrahim. Sembelihan itu disebut besar karena menjadi tebusan bagi Ismail, termasuk ibadah yang agung, dan menjadi sunnah kurban yang terus berlangsung hingga hari kiamat.

 

Yang mengagumkan dalam kisah ini bukan hanya ketaatan Ibrahim, melainkan juga ketundukan Ismail. Ketika ayahnya menyampaikan mimpi tersebut, Ismail tidak membantah, tidak menangis ketakutan, tidak pula mempertanyakan keadilan Tuhan. Ismail justru meminta ayahnya menjalankan perintah Allah.

 

Ismail mengatakan bahwa dirinya termasuk orang-orang yang sabar. Dialog itu menunjukkan hubungan ayah dan anak yang dibangun di atas iman, cinta, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

 

Jika diselami lebih jauh, tafsir atas kisah Ibrahim dan Ismail memperlihatkan bahwa pengorbanan terbesar sesungguhnya bukanlah darah atau daging, melainkan keikhlasan hati dalam menaati Allah.

 

Ibrahim rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya: seorang anak yang telah lama dinantikannya setelah bertahun-tahun tidak memperoleh keturunan. Sementara Ismail rela menyerahkan hidupnya demi memenuhi perintah Tuhan.

 

Pada titik itulah keduanya mencapai derajat keimanan yang sangat tinggi.

 

Ketika proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah menggantikan Ismail dengan seekor kibas putih bertanduk besar. Peristiwa itu menjadi simbol kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat. Allah tidak menghendaki manusia mengorbankan anaknya, tapi menguji ketulusan iman mereka.

 

Kisah ini juga mengajarkan bahwa ujian hidup sering datang melalui sesuatu yang paling kita cintai. Jabatan, harta, keluarga, perasaan, bahkan ego diri dapat menjadi penghalang menuju ketaatan jika tidak ditempatkan dalam kerangka ibadah kepada Allah.

 

Maka, menjadi tepatlah bahwa Iduladha bukan sekadar prosesi sakral menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha adalah momentum menyembelih sifat tamak, kesombongan, keangkuhan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

 

Sebab, tidak sedikit manusia yang merasa semua yang dimilikinya adalah hasil keringat dan kerja kerasnya semata. Jabatan membuat lupa diri. Kekayaan melahirkan kesombongan. Kepandaian membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain.

 

Padahal, semua hanyalah titipan Allah.

 

Hari ini seseorang dipuji, esok bisa saja dicela. Hari ini seseorang kaya raya, besok mungkin jatuh miskin. Hari ini seseorang sehat dan kuat, esok dapat terbaring lemah tanpa daya.

 

Tidak ada yang benar-benar abadi dalam hidup manusia selain Allah sendiri.

 

Hamka, dalam buku “Dari Lembah Cita-Cita” menulis: "Besar manusia dengan akal dan budinya memang. Tetapi Allah lebih besar. Berapa kali dinyatakan kisah raja-raja yang terdahulu di dalam Al-Qur’an, tentang besar kekuasaannya dan gagah perkasanya, sejak daripada Namrud lalu kepada Fir’aun, dinyatakan kegagahannya Haman yang disuruh Fir’aun membina mercu yang amat tinggi untuk memanah Tuhan. Kisah Qarun yang kaya raya, diterangkan pula Irama Zatil ‘Imad, Tsamud, ‘Ad, dan beberapa kekuasaan yang lain-lain, diterangkan kerajaan yang naik dan runtuh. Semuanya datang dan semuanya hancur dan musnah, sehingga yang tinggal hanya sebutannya saja lagi. Dan selalu ternyata Allah juga yang Maha Besar, Allahu Akbar.”

 

Demikianlah, manusia tidak pantas angkuh. Apa yang kita miliki sesungguhnya hanyalah titipan sementara. Anak adalah titipan. Harta adalah titipan. Jabatan adalah titipan. Bahkan tubuh dan umur kita pun titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh pemilik-Nya.

 

Ibrahim dan Ismail telah memberi teladan tentang bagaimana menghadapi titipan itu dengan ikhlas.

 

Setiap manusia akan diuji dengan ujiannya masing-masing. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan kehilangan, ada pula yang diuji dengan kelimpahan. Seringan atau seberat apa pun ujian itu, yang lulus adalah mereka yang mampu bersabar dan tetap percaya kepada Tuhan.

 

Dan, ujian paling berat sesungguhnya adalah ujian kesabaran.

 

Betapa sulit menahan diri ketika hati sedang marah. Betapa berat memilih diam ketika dihina. Betapa susah menahan emosi ketika diperlakukan tidak adil. Dalam keadaan seperti itulah kesabaran diuji.

 

Kadang-kadang manusia ingin melawan, ingin membalas, ingin memberontak kepada keadaan. Namun, orang-orang yang matang jiwanya memilih menahan diri, merenungi setiap persoalan, lalu menyerahkannya kepada Allah dengan hati yang lapang.

 

Sabar bukan berarti lemah. Sabar justru menunjukkan kekuatan batin seseorang.

 

Ismail kecil telah memperlihatkan teladan itu. Dalam usia yang masih belia, ia mampu menerima ujian besar dengan hati yang tenang. Ia tidak egois memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak memaksa ayahnya membatalkan perintah Tuhan demi keselamatan dirinya. Ia memilih taat dan ikhlas.

 

Di situlah letak kemuliaannya.

 

Semangat Ibrahim dan Ismail mengajarkan bahwa iman sejati menuntut keberanian untuk taat meskipun harus berkorban besar. Sebab, kurban yang paling sulit sesungguhnya bukan menyembelih hewan, melainkan menyembelih ego, kesombongan, dan keakuan dalam diri sendiri.

Iduladha adalah momentum refleksi, bukan sekadar perayaan tahunan. Pengorbanan Ibrahim dan kesabaran Ismail menjadi cermin dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Lebih jauh lagi, Iduladha adalah jalan pembentukan jiwa yang lebih arif, rendah hati, dan lebih dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan.[AM]

]]>
Wed, 27 May 2026 20:35:30 +0800 amr
"Idul Adha 1447 H di Masjid Jamik Annur Samapuin: Menyembelih Ego dan Memperkokoh Ukhuwah Umat" https://amarmedia.co.id/idul-adha-1447-h-di-masjid-jamik-annur-samapuin-menyembelih-ego-dan-memperkokoh-ukhuwah-umat https://amarmedia.co.id/idul-adha-1447-h-di-masjid-jamik-annur-samapuin-menyembelih-ego-dan-memperkokoh-ukhuwah-umat "Idul Adha 1447 H di Masjid Jamik Annur: Menyembelih Ego dan Memperkokoh Ukhuwah Umat"

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang syahdu menyelimuti Masjid Jamik Annur, Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa. Ratusan umat Muslim berkumpul dengan penuh khidmat untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Pelaksanaan ibadah tahunan ini berjalan d

dengan khusyuk, bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Mustandarman A. Manaf, sedangkan Khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustadz Salim. Sebelum shalat dimulai, jamaah juga mendengarkan sambutan hangat dari Bupati Sumbawa.

Sambutan Bupati Sumbawa: Momentum Saling Menguatkan dan Berbagi

Sebelum shalat didirikan, Pengurus Masjid Jamik Annur Syafruddin Hasan membacakan sambutan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Bupati Sumbawa mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS tentang pengorbanan dan keikhlasan yang tulus kepada Allah SWT.

"Jika Idul Fitri mengajarkan kita untuk selalu saling memaafkan, maka Idul Adha mengajarkan kita untuk saling menguatkan dan berbagi. Pastikan tidak ada saudara kita yang merasa ditinggalkan pada hari yang mulia ini," ujar Bupati.

Kepada jamaah, Bupati juga memaparkan kilas balik roda pemerintahan. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot 12 program unggulan dan program prioritas demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sumbawa.

Tak lupa, Bupati mengajak jamaah mendoakan 330 jamaah haji asal Kabupaten Sumbawa yang saat ini sedang menunaikan ibadah di tanah suci. "Mari kita doakan semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," tambahnya.

Setelah Shalat Id didirikan, Ustadz Salim naik ke mimbar menyampaikan khutbah yang menggetarkan hati jamaah. Beliau mengingatkan bahwa esensi Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan momentum menyembelih sifat kesombongan, ketamakan, dan hawa nafsu yang ada di dalam dada.

"Hari ini kita diingatkan bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa besar kita tunduk kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS telah mencontohkan bagaimana cinta kepada Allah berada di atas segala-galanya, bahkan di atas cintanya kepada putra kandungnya," urai Ustadz Salim yang juga pegawai ASN di Kantor Kemenag Kabupaten Sumbawa.

Beliau memberikan otokritik yang mendalam bagi kehidupan modern saat ini, di mana banyak orang tua yang rela berkorban demi urusan duniawi anaknya, namun abai terhadap kehidupan akhirat mereka.

"Banyak orang tua yang berat membangunkan anaknya untuk shalat Subuh, rela menggadaikan agama demi kesenangan dunia. Ingatlah, anak dan harta hanyalah titipan, sedangkan Allah adalah tujuan akhir kita. Semua yang kita cintai—rumah, kendaraan, jabatan—akan kita tinggalkan, hanya amal saleh yang akan menemani kita di alam kubur," tegas Sang Khatib.

 

Di akhir khutbahnya, Ustadz Salim mengajak jamaah untuk segera berbenah dan memperbaiki kualitas ibadah tanpa menunda-nunda waktu. "Perbaikilah shalat kita, lembutkan hati dengan dzikir dan Al-Qur'an, dan hidupkan kembali rumah kita dengan cahaya iman."

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Jamik Annur Kelurahan Samapuin ini ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh haru, dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar jamaah dan pengumuma lomba Takbiran Keliling sebelum prosesi penyembelihan hewan qurban dimulai. (AM)

]]>
Wed, 27 May 2026 15:11:59 +0800 amr
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Selamat atas Prestasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Meraih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan NTB https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-atas-prestasi-pemerintah-kabupaten-sumbawa-meraih-opini-wtp-dari-bpk-ri-perwakilan-ntb https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-atas-prestasi-pemerintah-kabupaten-sumbawa-meraih-opini-wtp-dari-bpk-ri-perwakilan-ntb Wed, 27 May 2026 12:10:45 +0800 amr Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-abdul-rafiq-sh-msi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-abdul-rafiq-sh-msi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Wed, 27 May 2026 12:07:34 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ridwan SP.MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ridwan-spmsi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ridwan-spmsi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Wed, 27 May 2026 12:05:04 +0800 amr Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten Sumbawa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/ketua-fraksi-pdi-perjuangan-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/ketua-fraksi-pdi-perjuangan-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:49:04 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:46:54 +0800 amr Juliansyah SE Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/juliansyah-se-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/juliansyah-se-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:29:41 +0800 amr H Zohran SH Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:25:08 +0800 amr GEMA TAKBIR MEMBAHANA: Gersam 02 Cetak Sejarah Baru di Malam Idul Adha 1447 H Kelurahan Samapuin! https://amarmedia.co.id/gema-takbir-membahana-gersam-02-cetak-sejarah-baru-di-malam-idul-adha-1447-h-kelurahan-samapuin https://amarmedia.co.id/gema-takbir-membahana-gersam-02-cetak-sejarah-baru-di-malam-idul-adha-1447-h-kelurahan-samapuin GEMA TAKBIR MEMBAHANA: Gersam 02 Cetak Sejarah Baru di Malam Idul Adha 1447 H Kelurahan Samapuin!

SAMAPUIN.Amarmedia.co.id – Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang dahsyat memecah keheningan malam di Kelurahan Samapuin. Pada Selasa malam (26/05/2026), Ratusan warga tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan dan mengikuti perhelatan akbar Gema Malam Takbir Keliling Hari Raya Idul Adha 1447 H. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Masjid Jamik Annur Kelurahan Samapuin dan pemuda-pemudi progresif yang tergabung dalam Gersam 02 ini berhasil menciptakan atmosfer religius yang megah dan penuh semarak.

Mengusung tema mendalam, "Malam Takbiran Penuh Berkah, Menyambut Kemenangan dengan Hati yang Suci", kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga momentum pemersatu umat sekaligus menjadi sejarah baru yang dinantikan masyarakat setempat.

Sejarah Baru yang Menggetarkan Samapuin

Keberhasilan acara ini menuai apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Ketua Takmir Masjid Jami' Annur Kelurahan Samapuin, Andi Putra Irawan, dengan nada haru dan bangga mengungkapkan bahwa malam ini adalah tonggak sejarah baru bagi wilayah tersebut.

"Alhamdulillah, sukses berjalannya takbir keliling yang pertama ini. Mungkin ini sejarah baru di Kelurahan Samapuin, baru pertama kali terjadi hal semegah ini," ungkap Andi Putra Irawan penuh syukur.

Ia menambahkan bahwa ide besar ini lahir dari Pengurus Masjid Jami' Annur yang kemudian disambut dengan sangat cerdas dan responsif oleh Remaja Masjid (Remas) dan Generasi Samapuin (Gersam) 02.

"Mereka mampu menangkap dengan sempurna apa yang kami maksud dan harapkan. Insya Allah, kegiatan syiar Islam ini akan kami agendakan rutin setiap tahunnya. Kami optimis, gerakan positif dari Samapuin ini akan menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa," tambahnya optimis.

Lautan Manusia dan Antusiasme yang Membakar Semangat

Meskipun waktu persiapan tergolong sangat singkat, kekompakan panitia patut diacungi jempol. Ketua Panitia Kegiatan, Ragil Catur Pamungkas (warga RT 01 RW 02), membeberkan bahwa kerja keras timnya berbuah manis.

"Persiapan kami tidak lama, sejak dibentuk tanggal 22 Mei lalu. Namun dengan semangat gotong royong, Alhamdulillah malam ini acara terselenggara dengan luar biasa sukses," ujar Ragil.

Detail Kegiatan Gema Malam Takbir 1447 H Penyelenggara adalah Gersam 02, Remas, & Pengurus Masjid Jami' Annur 

dengan peserta sekitar 200 orang dari unsur Generasi muda (mulai dari TK, PAUD, hingga anak-anak SD) dengan Rute Pawai Start dari Taman Talud RT 02 mengitari sepanjang jalan Protokol dan Jalan Pendidikan dan Finish di Taman Talud 

Pelepasan peserta takbir keliling berlangsung sangat meriah oleh jajaran pengurus LPM, Kelurahan, Takmir Masjid, Dan Tokoh Masyarakat. Anak-anak hingga orang remaja berbaris rapi mengumandangkan takbir dengan penuh semangat. Sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga lokal tampak memadati halaman rumah masing-masing, memberikan senyuman, tepuk tangan, dan dukungan moral yang membuat suasana semakin bergemuruh dan syahdu.

Kemegahan acara ini semakin lengkap dengan hadirnya jajaran tokoh penting dan elemen masyarakat Kelurahan Samapuin yang memberikan dukungan penuh di lokasi acara. Tampak hadir di antaranya Achmad Fachri, SH (Ketua LPM Kelurahan Samapuin) Ketua RW 02 Kelurahan Samapuin beserta seluruh jajaran Ketua RT se-RW 02, Aparat keamanan dari Babinsa dan Polmas Samapuin, Kasi Trantib Kelurahan Samapuin

Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta seluruh jajaran Pengurus Gersam 02.

Sinergi antara pemuda, pengurus masjid, pemerintah kelurahan, dan aparat keamanan malam ini membuktikan bahwa Samapuin siap menjadi pelopor syiar Islam yang damai, sejuk, namun tetap membahana di tingkat nasional.

"Segenap panitia dan pengurus Masjid Jami' Annur Kelurahan Samapuin mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Mari bersihkan hati, raih keberkahan, dan jemput kemenangan yang suci!"pungkas Ragil(AM)

]]>
Tue, 26 May 2026 20:58:30 +0800 amr
Mereka yang Memilih Memaafkan https://amarmedia.co.id/mereka-yang-memilih-memaafkan https://amarmedia.co.id/mereka-yang-memilih-memaafkan Mereka yang Memilih Memaafkan

Oleh Asmediati

MEMINTA maaf adalah perbuatan mulia. Memberi maaf jauh lebih mulia.

Tidak mudah memberi maaf dengan tulus. Hati yang terluka, kecewa, dan marah menjadi penghalang.

Namun, orang-orang yang mampu memberi maaf adalah orang-orang istimewa. Mereka bukan nabi atau wali, tapi mereka memiliki kebeningan hati yang luar biasa.

Allah memiliki sifat pemaaf. Salah satu nama-Nya dalam Asmaul Husna adalah "Al-Ghaffar”, Yang Maha Pengampun.

Jika Allah saja Maha Pemaaf, manusia sebagai hamba seharusnya juga memiliki sifat itu.

Manusia sering kali melakukan kesalahan. Namun, ketika bertobat, Allah selalu membuka pintu maaf-Nya. Jika Allah tidak mengampuni, kepada siapa lagi manusia akan meminta pertolongan?

Maaf bukan perkara mudah. Tapi jika mampu meminta maaf dan memberi maaf, hidup akan lebih tenang.

Marah hanya membawa penyakit. Dendam membuat jiwa gelisah. Hati yang tidak tenang dipenuhi kecemasan dan ketakutan.

Sebaliknya, sifat pemaaf menenangkan jiwa. Langkah menjadi ringan. Hidup terasa lebih lapang.

Dari sisi psikologis, memaafkan memberikan ketenangan batin. 

Studi menunjukkan bahwa orang yang pemaaf memiliki tingkat stres lebih rendah. Mereka juga lebih bahagia karena tidak menyimpan dendam yang membebani hati. 

Melepaskan kemarahan berarti melepaskan beban yang tidak perlu.

Dari sisi kesehatan, memberi maaf berkontribusi pada kesejahteraan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa memendam amarah bisa meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. 

Sebaliknya, orang yang mampu memaafkan lebih jarang mengalami gangguan tidur, nyeri otot, atau kecemasan kronis.

Dari sisi filosofis, memaafkan adalah bentuk kebijaksanaan. Dalam berbagai tradisi, maaf dianggap sebagai jalan menuju pencerahan. 

Para filsuf dari berbagai zaman mengajarkan bahwa memaafkan bukan hanya soal orang lain, tapi juga sikap membebaskan diri dari belenggu kebencian.

Dari sisi religi, hampir semua agama menekankan pentingnya maaf. 

Islam mengajarkan bahwa Allah Maha Pengampun, dan manusia seharusnya meneladani sifat-Nya. Kristen mengajarkan kasih dan pengampunan seperti yang dicontohkan oleh Yesus Kristus. Buddha mengajarkan bahwa melepaskan dendam adalah langkah menuju nirwana. Hindu meyakini bahwa karma baik datang dari hati yang bersih.

Maaf bukan sekadar kata. Maaf adalah proses panjang yang mendewasakan manusia. Dengan memaafkan, kita tidak hanya meringankan beban orang lain, tapi juga membebaskan diri sendiri dari belenggu amarah dan kebencian.

Alkisah, pada tahun 2022, dunia digemparkan oleh sebuah peristiwa di South Cumminsville, Amerika Serikat.

Malam itu, seorang remaja bernama Suliman Abdul-Mutakallim berjalan pulang dengan membawa sebungkus makanan. Ia tidak menyangka perjalanannya akan menjadi yang terakhir.

Tiga orang tak dikenal mendekatinya. Sebuah tembakan dilepaskan. Peluru bersarang di kepala Suliman. Ia roboh. Dompetnya dirampas, berisi tak lebih dari enam puluh dolar.

Ibunya, Rukiye, terpukul. Ia tidak hanya kehilangan putranya. Ia kehilangan kebahagiaan, kehilangan harapan. Hatinya terkoyak.

Namun, di tengah rasa sakit yang mendalam, ia memilih untuk ikhlas. Baginya, ini adalah kehendak Tuhan.

Tidak hanya itu, Rukiye juga memutuskan untuk memaafkan pembunuh anaknya. Dunia bertambah heboh atas sikap Rukiye.

Di ruang sidang, sesuatu yang luar biasa terjadi. Rukiye datang mendekati pelaku. Ia melakukan Tindakan tidak biasa. Bukan memukul, bukan menampar, bukan menendang, tapi malah memeluk pembunuh anaknya.

Adalah Javon Coulter, remaja empat belas tahun yang menembak Suliman, putra Rukiye, seketika menangis tersedu-sedu dalam pelukan Rukiye. Ia tidak menyangka ibu dari korban akan melakukan hal itu.

Tangis memenuhi ruangan. Seluruh hadirin yang hadir di persidangan itu tak kuat menahan haru. Para veteran hukum yang hadir mengatakan mereka belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Sangat langka.

Bagi Rukiye, anak-anak itu telah terinfeksi penyakit kebencian. Namun, mereka masih muda. Mereka masih bisa diselamatkan. Masih ada harapan untuk mereka menjadi lebih baik di masa depan.

Rukiye juga berjanji akan mengunjungi mereka di penjara. Ia ingin membimbing mereka agar menjadi manusia yang lebih baik.

Rukiye tahu, balas dendam tidak akan mengembalikan Suliman, kekasih hatinya. Namun, dengan memberi maaf, ia berharap tragedi serupa tidak terjadi lagi.

Begitulah. Maaf bukan kelemahan. Maaf adalah kekuatan.

Memaafkan adalah perjuangan. Bukan sekadar melupakan, tetapi menerima dan mengikhlaskan.

Mereka yang mampu memaafkan adalah orang-orang kuat. Orang-orang terpilih. Mereka menolak diperbudak oleh dendam dan amarah.

Mereka memilih kebesaran jiwa. Dan itu adalah kemuliaan sejati.

Momen Hari Raya Iduladha menjadi waktu yang paling indah untuk saling memaafkan. Selain jalan pengurbanan yang telah dilakukan, dalam bentuk apa pun. 

Tradisi saling bermaafan di hari raya bukan sekadar formalitas, tapi ajakan untuk benar-benar membuka lembaran baru.

Iduladha mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pernah berbuat salah, dan setiap orang berhak mendapatkan maaf. 

Dengan saling memaafkan, hati menjadi lebih lapang, hubungan sosial kembali harmonis, dan kehidupan menjadi lebih damai.

Memohon maaf dan memberi maaf adalah salah satu wujud ibadah. Manusia yang paling baik adalah mereka yang tidak hanya menjaga hubungan dengan Allah, tapi juga menjaga hubungan dengan sesama. 

Selamat melaksanakan ibadah kurban. Selamat Iduladha 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.(AM)

]]>
Tue, 26 May 2026 13:26:22 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Kembali Raih Opini WTP, Bukti Nyata Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-kembali-raih-opini-wtp-bukti-nyata-transparansi-dan-akuntabilitas-keuangan-daerah https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-kembali-raih-opini-wtp-bukti-nyata-transparansi-dan-akuntabilitas-keuangan-daerah Pemkab Sumbawa Kembali Raih Opini WTP, Bukti Nyata Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

MATARAM, Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam bidang tata kelola keuangan daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sumbawa.

Predikat tertinggi dalam hasil audit laporan keuangan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan NTB kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan NTB, Kota Mataram, pada Senin (25/5/2026).

Acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda NTB, para kepala daerah, serta ketua DPRD dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Usai  menerima dokumen LHP, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumbawa. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

 “Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Opini WTP ini bukan hanya penghargaan formal, tetapi bukti nyata tanggung jawab kita kepada masyarakat Sumbawa bahwa pengelolaan APBD dilakukan secara baik, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Drs. H. Mohamad Ansori, Senin (25/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan mempertahankan predikat WTP ini tidak boleh membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menjadi pelecut semangat dan dorongan kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

Di tempat yang sama, Kepala BPK Perwakilan NTB memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa dinilai sangat kooperatif, disiplin dalam menyajikan pelaporan keuangan, serta konsisten dan responsif dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan dengan sangat baik.

Dengan diraihnya kembali opini WTP ini, Pemkab Sumbawa membuktikan komitmennya yang berkelanjutan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) demi kesejahteraan seluruh masyarakat Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 20:13:08 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Tegaskan Penertiban Kayu di Batulanteh Sesuai Prosedur Hukum dan Libatkan Forkopimda https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-tegaskan-penertiban-kayu-di-batulanteh-sesuai-prosedur-hukum-dan-libatkan-forkopimda https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-tegaskan-penertiban-kayu-di-batulanteh-sesuai-prosedur-hukum-dan-libatkan-forkopimda Pemkab Sumbawa Tegaskan Penertiban Kayu di Batulanteh Sesuai Prosedur Hukum dan Libatkan Forkopimda

SUMBAWA,Amarmedia.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan bahwa langkah penertiban terhadap aktivitas pemanfaatan hasil hutan kayu di wilayah Dusun Punik, Kecamatan Batulanteh, telah dilakukan berdasarkan mekanisme hukum yang sah. Langkah ini diambil melalui koordinasi resmi dan hasil rapat Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan dan Pengamanan Hutan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi teknis terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil rapat koordinasi Forkopimda yang digelar pada Rabu (20/5/2026). 

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP dan dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, Dandim 1607/Sumbawa, Kejaksaan Negeri Sumbawa, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Wilayah IV, Camat Batulanteh, serta unsur terkait lainnya.

 

Dalam rapat koordinasi tersebut, tim memaparkan sejumlah temuan di lapangan hasil pengecekan yang dilakukan sebelumnya. Tim menemukan adanya alat berat yang berpindah lokasi untuk membuka jalan baru guna memperlancar pengangkutan kayu hasil tebangan. Padahal, alat berat tersebut sebelumnya telah dilarang beroperasi dan telah dipasang garis polisi (police line) sejak 11 April 2026. Namun, saat dicek kembali pada 16 Mei 2026, garis polisi ditemukan dalam kondisi rusak atau hilang.

Tim menemukan kayu hasil tebangan di sekitar lokasi bekas penebangan pohon dan di pinggir sungai. Setelah diverifikasi, kayu-kayu tersebut dipastikan berasal dari luar area izin yang sah.

Selama proses pengecekan lapangan oleh Satgas, tidak ada satu pun pihak di lokasi yang mengaku sebagai pemilik kayu maupun alat berat tersebut. Oleh karena itu, proses identifikasi kepemilikan kini dilakukan melalui verifikasi dokumen dan pendalaman oleh pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menegaskan bahwa berdasarkan Surat BKPH Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, tanggal 26 Februari 2026, nomor 522.1/023/P2HPN/BKPH-WIL IV/2026 Perihal Penghentian Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu, yang kemudian dipertegas kembali melalui Surat Bupati Sumbawa, tanggal 27 Februari 2026, nomor 600.4.8.5/214/Ekon-SDA/II/2026, perihal Penegasan Penghentian Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Tanpa Izin dinyatakan bahwa:

pelayanan pemanfaatan hasil hutan kayu di wilayah Batulanteh telah dihentikan;

berita acara verifikasi yang diterbitkan sebelum tahun 2024 telah dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku; serta

seluruh aktivitas pemanfaatan hasil hutan kayu wajib tunduk pada ketentuan hukum dan perizinan yang sah.

Pemkab Sumbawa memastikan bahwa keputusan penghentian operasional alat berat dan pengamanan kayu sitaan ini merupakan keputusan bersama Satgas dan Forkopimda, bukan tindakan sepihak dari individu atau kelompok tertentu. Proses hukum akan terus berjalan, termasuk pendalaman terhadap legalitas lokasi penebangan serta asal-usul kayu.

Sebagai langkah transparansi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa kini membuka ruang pengaduan bagi pihak-pihak yang merasa memiliki kayu tebangan tersebut.

"Dengan adanya pengaduan, maka akan terbuka siapa pemilik kayu tersebut. Selanjutnya, kita bisa memverifikasi lokasi penebangannya secara jelas, apakah legal atau ilegal, untuk kemudian diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Bupati Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 19:54:02 +0800 amr
Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-bps-dorong-pelaku-usaha-sukseskan-sensus-ekonomi-2026 https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-bps-dorong-pelaku-usaha-sukseskan-sensus-ekonomi-2026 Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mataram,Amarmedia.co.id - 25 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi NTB bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha, UMKM, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan berbasis data.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB bersama BPS NTB di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Senin (25/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Asisten II Setda NTB H. Lalu Moh. Faozal yang mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala BPS NTB Dr. Drs. H. Wahyudin, serta Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin.

Peserta yang hadir sekitar 60 orang berasal dari perangkat daerah, asosiasi pengusaha, pelaku UMKM, media, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga PT Pos Indonesia sebagai bentuk kolaborasi bersama menyukseskan pendataan ekonomi nasional.

Kepala Diskominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, dalam laporannya menegaskan bahwa data statistik yang berkualitas menjadi kebutuhan penting dalam menyusun, mengevaluasi, dan mengarahkan pembangunan daerah menuju visi “NTB Makmur Mendunia”.

Menurut Aka, sapaan akrabnya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekedar kegiatan pendataan rutin, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membaca kekuatan ekonomi daerah, memetakan potensi usaha, serta memastikan kebijakan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Melalui sensus ekonomi, NTB diharapkan memiliki data yang lebih akurat untuk membangun daerah dan memperkuat arah kebijakan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal memaparkan kondisi ekonomi NTB yang dalam beberapa triwulan terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif dan memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan I Tahun 2026 mencapai 13,64 persen yang ditopang sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, peternakan, dan pariwisata. Menurutnya, kualitas pertumbuhan tersebut harus dijaga melalui kebijakan yang berbasis data akurat dan kondisi riil masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus didukung data yang benar agar arah kebijakan pembangunan tidak salah sasaran,” katanya.

Faozal juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data secara terbuka, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau petugas resmi BPS datang, mohon diterima dengan baik dan diberikan data yang sesuai kondisi riil. Karena kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS NTB Dr. Drs. H. Wahyudin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Menurutnya, sensus ekonomi menjadi dasar penting untuk memetakan struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangann UMKM, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menegaskan bahwa seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun audit usaha.

“Data masyarakat dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta penyusunan kebijakan pembangunan,” tegas Wahyudin.

Dukungan dunia usaha juga disampaikan Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan sangat penting dalam memetakan daya saing usaha, membuka peluang pasar baru, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM di NTB.

“Kami ingin data ekonomi NTB benar-benar kuat karena itu akan menjadi dasar lahirnya kebijakan pro usaha dan mendorong UMKM NTB naik kelas,” katanya.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026, di mana peserta langsung dipandu tim BPS NTB melakukan simulasi pengisian sensus secara daring maupun pendataan lapangan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku usaha dan asosiasi menyatakan kesiapan mendukung Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun basis data ekonomi NTB yang lebih kuat, akurat, dan terpercaya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang.(Diskominfotik)

]]>
Mon, 25 May 2026 14:06:31 +0800 amr
PC IKA PMII Sumbawa Siap Gelar Muscab III, Panitia Resmi Terbentuk https://amarmedia.co.id/pc-ika-pmii-sumbawa-siap-gelar-muscab-iii-panitia-resmi-terbentuk https://amarmedia.co.id/pc-ika-pmii-sumbawa-siap-gelar-muscab-iii-panitia-resmi-terbentuk PC IKA PMII Sumbawa Siap Gelar Muscab III, Panitia Resmi Terbentuk

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 22 Mai 2026– Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) III yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I., NL.P., Ketua Panitia Pelaksana. Ia menyebutkan bahwa pembentukan panitia Muscab III telah dilaksanakan pada Jumat malam, 22 Mei 2026, bertempat di Chiken Chlli Coffe and Resto Samota.

“Alhamdulillah panitia Muscab III PC IKA PMII Sumbawa sudah terbentuk. Ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik hingga pelaksanaan nanti pada pertengahan Juni 2026,” ujar YSB, sapaan Kades Batu Bulan ini.

Menurutnya, Muscab III bukan hanya agenda organisasi semata, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar alumni PMII di Kabupaten Sumbawa.

Ia berharap seluruh alumni PMII dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda tersebut, baik melalui gagasan, dukungan, maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan organisasi.

Dalam pertemuan pembentukan panitia tersebut, turut dibahas sejumlah agenda persiapan, mulai dari konsep pelaksanaan, koordinasi internal, hingga teknis pelaksanaan Muscab. Panitia yang telah terbentuk diharapkan segera bekerja secara maksimal agar kegiatan dapat berlangsung sukses dan lancar.

Muscab III PC IKA PMII Sumbawa nantinya akan menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja organisasi, merumuskan arah gerakan alumni ke depan, serta memilih kepengurusan baru periode selanjutnya. (AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 13:18:28 +0800 amr
BEM Fakultas Hukum UTS Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan Bersama Anak Panti Al&Mizan https://amarmedia.co.id/bem-fakultas-hukum-uts-tebar-kepedulian-dan-kebahagiaan-bersama-anak-panti-al-mizan https://amarmedia.co.id/bem-fakultas-hukum-uts-tebar-kepedulian-dan-kebahagiaan-bersama-anak-panti-al-mizan BEM Fakultas Hukum UTS Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan Bersama Anak Panti Al-Mizan

Sumbawa,Amarmedia.co.id  24 Mei 2026 — Suasana penuh kehangatan, tawa, dan kebahagiaan menyelimuti Panti Asuhan Al-Mizan, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (23/5/2026). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman” sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak panti asuhan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI, Ketua BEM Fakultas Hukum UTS Lalu Tirza, jajaran anggota BEM Fakultas Hukum UTS, serta pengasuh Panti Al-Mizan Burhanuddin, S.Ag. Sebanyak kurang lebih 30 anak panti yang berasal dari berbagai daerah seperti Lombok, Sumbawa, hingga Sumba turut meramaikan kegiatan dengan penuh antusias.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari pengasuh Panti Al-Mizan, Burhanuddin, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa Fakultas Hukum UTS terhadap anak-anak panti.

“Terima kasih atas kedatangan dan kepedulian adik-adik mahasiswa serta bapak dekan. Kehadiran kalian menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak di sini. Panti ini masih membutuhkan banyak perhatian dan sentuhan para dermawan demi keberlangsungan pendidikan dan kehidupan anak-anak,” ujarnya penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 30 anak yang tinggal di Panti Al-Mizan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sebagian berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, maupun anak-anak yang membutuhkan pendampingan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak. Selain memberikan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan, pihak panti juga membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan hidup agar mereka mampu mandiri di masa depan.

“Kami berusaha membina anak-anak tidak hanya dalam pendidikan agama dan sekolah formal, tetapi juga keterampilan praktis seperti beternak lele, beternak ayam, dan pelatihan komputer. Harapannya, mereka memiliki bekal keterampilan yang bisa membantu masa depan mereka nantinya,” tambah Burhanuddin.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar agenda sosial biasa, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi mahasiswa Fakultas Hukum.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Fakultas Hukum terhadap masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan. Kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik dan teori hukum semata, tetapi juga tentang kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap sesama manusia,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Ketua BEM Fakultas Hukum UTS, Lalu Tirza, juga menyampaikan bahwa kegiatan “Senyum Anak Panti” merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak panti.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama adik-adik di Panti Al-Mizan. Semoga kegiatan kecil ini bisa memberikan semangat, motivasi, dan senyuman untuk mereka. Karena satu kebaikan kecil bisa menghadirkan seribu senyuman,” tuturnya.

Berbagai kegiatan menarik dan edukatif pun dilaksanakan dalam acara tersebut. Anak-anak panti diajak makan dan menikmati jajanan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Selain itu, mereka juga mengikuti kegiatan menggambar, menulis cita-cita, hingga bernyanyi bersama mahasiswa BEM Fakultas Hukum UTS.

Keceriaan tampak jelas dari wajah anak-anak yang begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap sesi kegiatan. Beberapa anak bahkan dengan percaya diri membacakan cita-cita mereka di hadapan peserta kegiatan.

Tidak sedikit mahasiswa yang tampak terharu ketika mendengar impian besar anak-anak panti untuk menjadi guru, dokter, polisi, hingga penghafal Al-Qur’an. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa harapan dan masa depan tetap hidup di tengah segala keterbatasan.

Kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya di ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk membawa manfaat dan semangat kemanusiaan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta kegiatan. Senyum bahagia dari anak-anak Panti Al-Mizan menjadi penutup manis dari kegiatan penuh makna tersebut.

Melalui kegiatan “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman”, BEM Fakultas Hukum UTS berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang diberikan, akan selalu berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 05:50:09 +0800 amr
Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Dinas PUPRPKP NTB Hadirkan Mitra Kerja Jasa Konstruksi untuk ‘Ngibar’ https://amarmedia.co.id/sukseskan-sensus-ekonomi-2026-dinas-puprpkp-ntb-hadirkan-mitra-kerja-jasa-konstruksi-untuk-ngibar https://amarmedia.co.id/sukseskan-sensus-ekonomi-2026-dinas-puprpkp-ntb-hadirkan-mitra-kerja-jasa-konstruksi-untuk-ngibar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Dinas PUPRPKP NTB Hadirkan Mitra Kerja Jasa Konstruksi untuk ‘Ngibar’

Mataram.Amarmedia.co.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah. Langkah awal ini ditandai dengan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Ngisi bareng "Ngibar" kuesioner sensus yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Provinsi NTB, Mataram, Jumat (22/5/2026).

Kepala Dinas PUPR PKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya, S.T., M.T., menyatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan ini menjadi Langkah awal untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan sensus ekonomi 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas PUPR PKP menghadirkan para mitra kerja strategis di bidang jasa konstruksi, yang mencakup para kontraktor dan konsultan, sebagai objek sensus.

"Harapan kami, melalui pengisian kuesioner ini, para mitra kerja di jasa konstruksi dapat memberikan input data serta informasi yang akurat terkait dengan kondisi usaha mereka," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan komitmen nyata dari Dinas PUPR PKP untuk menyukseskan program nasional yang telah dicanangkan pemerintah tersebut.

Rangkaian kegiatan "Ngibar" ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2026. Setelah diawali oleh Dinas PUPR PKP, pelaksanaan pengisian sensus ekonomi ini nantinya akan dilanjutkan secara bertahap kepada seluruh mitra kerja lainnya serta menyasar OPD-OPD lain di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, output akhir dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan basis data tunggal yang solid, yang akan menjadi kompas utama bagi perencanaan pembangunan NTB yang inklusif dan berkelanjutan untuk satu dekade ke depan.

Disebutkan, sektor konstruksi memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah sehingga perlu didukung dengan data yang akurat dan berkualitas. Karena itu, Dinas PUPR-PKP NTB secara khusus mengundang pelaku usaha konstruksi untuk hadir dan mengikuti pengisian data Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS.

“Kami percaya data yang baik lahir dari kolaborasi yang baik," ucap pejabat eselon II yang dikenal humble ini.

Dijelaskan pula, bahwa konsep Ngibar memang sengaja dirancang agar pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan langsung dalam suasana yang lebih komunikatif dan praktis. Dengan pola tersebut, proses pendataan tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga membangun kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya data bagi pembangunan daerah.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, output akhir dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan basis data tunggal yang solid, yang akan menjadi kompas utama bagi perencanaan pembangunan NTB yang inklusif dan berkelanjutan untuk satu dekade ke depan.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk menghadirkan basis data ekonomi yang akurat dan mutakhir sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Tahun 2026 ini menjadi Sensus Ekonomi kelima yang digelar Pemerintah.

“Data ekonomi yang lengkap akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, partisipasi pelaku usaha menjadi sangat penting agar pemerintah memiliki gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah," katanya.

Dijelaskan, pelaksanaan Ngibar memang dirancang BPS sebagai pendekatan kolaboratif agar proses pendataan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pelaku usaha. Menurutnya, melalui mekanisme pengisian bersama seperti ini, pelaku usaha tidak dibiarkan mengisi sendiri tanpa pendampingan, tetapi dibantu langsung hingga proses submit selesai dilakukan.

“Ngisi Bareng ini menjadi ruang kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan setiap usaha dapat terdata dengan baik dan pelaku usaha merasa terbantu selama proses pengisian,” ucap pria yang identik dengan kumis khas ini.

Dalam pelaksanaan Ngibar ini, peserta terlebih dahulu menerima penjelasan mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026. Setelah itu, peserta diarahkan membuka tautan pendataan menggunakan perangkat masing-masing. Pelaku usaha kemudian mengisi informasi usaha secara bertahap, mulai dari identitas usaha, lokasi, aktivitas usaha, jumlah tenaga kerja, hingga informasi penunjang lainnya.

"Melalui pelaksanaan Ngibar ini, BPS Provinsi NTB berharap partisipasi pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 terus meningkat. Dengan begitu, data ekonomi kita menjadi lebih akurat, lengkap, dan mampu menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran," tutupnya.(PUPRPKP/Diskominfotik)

]]>
Sun, 24 May 2026 14:43:00 +0800 amr
NTB Siap Perluas Cakupan Program Makan Bergizi Gratis https://amarmedia.co.id/ntb-siap-perluas-cakupan-program-makan-bergizi-gratis https://amarmedia.co.id/ntb-siap-perluas-cakupan-program-makan-bergizi-gratis Mataram, Amarmedia.co.id - 22 Mei 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta para mitra penyelenggara program di NTB yang berlangsung di hotel Lombok Raya, (22/05).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani, menegaskan bahwa Satgas MBG memiliki fungsi sebagai fasilitator dan penghubung untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara efektif di daerah.

“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, Program MBG merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah sebagai representasi pemerintah pusat di wilayah masing-masing. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap menjadi prioritas pemerintah.

Dirinya menjelaskan bahwa berbagai isu mengenai keberlanjutan maupun penyesuaian anggaran tidak akan memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian yang dilakukan hanya menyasar program pendukung, sedangkan anggaran untuk operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai menjadi salah satu Provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto, menyampaikan bahwa NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Provinsi NTB serta keberanian para mitra yang sejak awal ikut berpartisipasi dalam program meskipun menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan.

Rudyanto menegaskan bahwa cakupan penerima manfaat MBG masih perlu terus diperluas mengingat jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga pondok pesantren.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.

“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan,” tegas Rudyanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan pun kembali digalakkan dengan melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa dan kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan produktif.

Selain sektor pertanian, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, serta komoditas pangan lainnya juga terus didorong sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi menjaga kualitas layanan serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.(Diskominfotik)

]]>
Sun, 24 May 2026 14:36:02 +0800 amr
Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir! https://amarmedia.co.id/jembatan-tiga-desa-di-ropang-terancam-putus-juliansyah-se-pemerintah-jangan-tutup-mata-perusahaan-harus-hadir https://amarmedia.co.id/jembatan-tiga-desa-di-ropang-terancam-putus-juliansyah-se-pemerintah-jangan-tutup-mata-perusahaan-harus-hadir Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir!

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id – Kondisi jembatan penghubung vital yang menjadi urat nadi perekonomian bagi warga Desa Ranan, Labangkar, dan Lawin di Kecamatan Ropang, kini berada di titik nadir. Jembatan yang nyaris ambruk akibat kayu penyangga yang rapuh dan lapuk tersebut memicu keresahan mendalam bagi masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan Juliansyah, SE mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak lagi menunda penanganan jembatan tersebut. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, nasib masyarakat di tiga desa tersebut kini berada dalam ancaman isolasi total.

"Jembatan ini adalah akses utama. Setiap hari warga melintas dengan beban kendaraan mencapai 7 ton. Jika jembatan ini putus total, bagaimana nasib anak-anak sekolah, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil tani warga? Pemerintah tidak boleh membiarkan ini berlarut-larut," ujar Juliansyah dengan nada tegas kepada wartawan, Selasa (19/5) lalu.

Juliansyah yang merupakan wakil rakyat dari Dapil setempat, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya realisasi janji Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa. Ia mengingatkan bahwa pihak dinas sebelumnya sudah melakukan survei dan bahkan telah mengusulkan desain jembatan permanen berikut rancangan anggarannya.

"Kami menagih janji itu. Jangan hanya survei, lalu setelah itu hilang tanpa kabar. Jangan terus-menerus memelihara masalah yang jelas-jelas mengancam keselamatan warga kami. Kami butuh bukti nyata, bukan lagi sekadar janji dan penanganan darurat yang hanya bertahan sebentar," tandas Juliansyah.

Desak Kontribusi Perusahaan Tambang

Selain mendesak Pemda, Juliansyah juga menyoroti pentingnya peran perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang. Ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang, termasuk PT Amman Mineral dan PT SJR serta PT Intam harus memberikan dampak langsung bagi perbaikan infrastruktur yang mendesak.

"Perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang harus memiliki kepekaan sosial. Persoalan akses jalan dan jembatan ini adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Jika perusahaan mengambil manfaat dari kekayaan alam di sini, maka sudah selayaknya mereka berkontribusi nyata dalam memperkuat infrastruktur warga," tegasnya.

Juliansyah juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan beberapa perusahaan, seperti PT Intam di Desa Lebin yang mulai melakukan perbaikan jalan. Namun, ia menekankan agar hal serupa juga disinergikan untuk jembatan penghubung tiga desa tersebut yang kondisinya jauh lebih kritis.

Menyikapi tuntutan masyarakat dan LSM yang sempat mengancam akan melakukan aksi massa, Juliansyah meminta agar aspirasi tersebut disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Sebagai anggota dewan, ia berkomitmen akan terus mengawal agar pembangunan jembatan permanen menjadi skala prioritas dalam anggaran daerah.

"Ropang adalah lumbung pangan yang vital bagi Sumbawa. Sangat tidak adil jika wilayah yang menyumbang ekonomi besar justru dibiarkan terisolasi karena infrastruktur yang hancur. Saya akan terus berjuang agar jembatan ini menjadi prioritas pembangunan tahun ini," pungkasnya.(AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 12:39:05 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Kegiatan “Sumbawa Run The Grove” https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-kegiatan-sumbawa-run-the-grove https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-kegiatan-sumbawa-run-the-grove Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Kegiatan “Sumbawa Run The Grove”

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan Sumbawa Run The Grove Minggu 24 Mei 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Samawa bekerja sama dengan Organisasi Marakol Sumbawa, PT SMM, serta sejumlah sponsor dan pihak pendukung lainnya.

Menurut Abdul Rafiq, kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi, komunitas olahraga, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Sumbawa.

“KONI Kabupaten Sumbawa sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sumbawa Run The Grove. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena mampu membangun semangat hidup sehat, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan olahraga prestasi di daerah,” ujar Abdul Rafiq Minggu 24 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang uji tanding dan evaluasi kemampuan bagi atlet-atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang menjalani persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat 2026.

“Event seperti ini sangat penting bagi atlet-atlet kita untuk menjaga ritme kompetisi dan meningkatkan mental bertanding menjelang Porprov NTB 2026. KONI tentu mendukung penuh kegiatan olahraga masyarakat yang berdampak pada peningkatan prestasi atlet daerah,” tambahnya.

Ketua KONI Sumbawa juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar terus menjaga disiplin latihan dan semangat juang demi mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa.

“Kepada seluruh atlet Sumbawa, tetap semangat dan terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Tunjukkan bahwa atlet Sumbawa mampu bersaing dan memberikan prestasi terbaik bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Wakil Rektor III Universitas Samawa, perwakilan Komando Distrik Militer 1607/Sumbawa, perwakilan Kepolisian Resor Sumbawa, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Kabupaten Sumbawa Ahmadul Kosasih SH, unsur sponsor, komunitas olahraga, dan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

KONI Kabupaten Sumbawa berharap kegiatan seperti Sumbawa Run The Grove dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan olahraga masyarakat, pembinaan atlet muda, dan peningkatan budaya olahraga di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 10:58:53 +0800 amr
Infrastruktur Ropang Mendesak, Muhammad Zain Desak Pemda Berkolaborasi dengan Perusahaan Tambang https://amarmedia.co.id/infrastruktur-ropang-mendesak-muhammad-zain-desak-pemda-berkolaborasi-dengan-perusahaan-tambang https://amarmedia.co.id/infrastruktur-ropang-mendesak-muhammad-zain-desak-pemda-berkolaborasi-dengan-perusahaan-tambang Infrastruktur Ropang Mendesak, Muhammad Zain Desak Pemda Berkolaborasi dengan Perusahaan Tambang

SUMBAWA, 24 Mei 2026– Kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa, khususnya di Kecamatan Ropang dan Lantung, mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, S.IP.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa tidak bisa bekerja sendirian dalam menuntaskan persoalan infrastruktur yang kini menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi kekayaan alam di Kecamatan Ropang dan Lantung harus menjadi modal untuk mendorong percepatan pembangunan melalui kolaborasi strategis.

Muhammad Zain akrab disapa Rosi ini mendorong Pemda untuk lebih proaktif mengajak perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah selatan untuk duduk bersama. Ia menekankan bahwa dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PpM) perusahaan bisa menjadi solusi konkret dalam percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, hingga peningkatan SDM masyarakat lokal.

"Pemerintah daerah perlu duduk bersama dengan pihak perusahaan. Sampaikan apa yang menjadi target RPJMD Kabupaten Sumbawa dalam lima tahun ke depan. Kebutuhan masyarakat dan daerah harus disinkronkan dengan program pemberdayaan yang dimiliki perusahaan melalui dana PPM bidang infrastruktur," ujar Rosi

Menanggapi aspirasi masyarakat dan keresahan yang disuarakan berbagai pihak, termasuk LSM Gentar Alam, Muhammad Zain menekankan pentingnya respons cepat dari para pemangku kebijakan di tingkat eksekutif.

"Kita butuh tenaga birokrat yang memiliki kepedulian nyata bagi masyarakat. Persoalan di Ropang ini adalah akumulasi dari kebutuhan dasar yang mendesak. Jika Pemda memiliki kemauan politik (political will) yang kuat, kolaborasi dengan investor di sana adalah kunci yang paling masuk akal untuk segera dilaksanakan," tambahnya.

Terkait dengan upaya yang telah dilakukan PT Intam di Desa Lebin, Muhammad Zain memberikan apresiasi. Langkah perusahaan yang terjun langsung memperbaiki akses jalan dinilai sebagai contoh nyata implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang seharusnya dicontoh oleh pihak lain.

"Apa yang dilakukan PT Intam di Lebin adalah langkah awal yang baik. Namun, ini harus menjadi pola yang masif. Pemerintah harus menjadi dirigen yang mengatur agar seluruh perusahaan yang ada di Ropang memiliki komitmen serupa, sehingga beban daerah dalam membangun infrastruktur bisa terbantu melalui kolaborasi yang terukur," jelas anggota DPRD dari Dapil II Sumbawa tersebut.

Sebagai anggota Komisi II yang membidangi ekonomi keuangan dan industri, Rosi berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dalam rapat-rapat dengar pendapat (RDP) ke depan. Ia berjanji akan mendesak eksekutif agar menjadikan Kecamatan Ropang sebagai skala prioritas dalam pembangunan daerah.

"Ropang adalah lumbung pangan vital bagi Sumbawa. Tidak elok jika akses produksinya terhambat hanya karena keterbatasan anggaran. Kita akan terus dorong Pemda untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan di luar APBD, yakni dengan memaksimalkan potensi CSR atau dana PPM perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut," tutupnya. (AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 09:44:39 +0800 amr
Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata: Sinergi Mewujudkan Integrated Poultry Industry di Sumbawa https://amarmedia.co.id/mewariskan-mata-air-bukan-air-mata-sinergi-mewujudkan-integrated-poultry-industry-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/mewariskan-mata-air-bukan-air-mata-sinergi-mewujudkan-integrated-poultry-industry-di-sumbawa Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata: Sinergi Mewujudkan Integrated Poultry Industry di Sumbawa

Oleh: Abdul Ma'ruf Rahmat 

Di tengah dinamika pembangunan ekonomi nasional, sebuah harapan besar kini bersemi di tanah Sumbawa. Program strategis nasional Integrated Poultry Industry (IPI) di bawah komando Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar proyek, melainkan manifestasi dari keberpihakan negara terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.

Ada sebuah prinsip mendasar yang menjadi pegangan salah satu inisiator dan pelaksana program ini adalah Prof. Sahrul Bosang atau akrab di sapa Prof SB dalam mengawal program ini:"Tu wariskan mata-ai, siong tu wariskan ai-mata" (Kita wariskan mata air, jangan kita wariskan air mata). Filosofi ini menjadi kompas moral agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak kemakmuran yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, bukan justru menyisakan beban atau kesedihan.

Menurutnya SB, perjuangan untuk menetapkan lokasi Serading, Sumbawa, sebagai salah satu titik prioritas nasional bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif, sinergi tak kenal lelah antara Bapak Bupati Sumbawa beserta jajaran, dan Bapak Gubernur NTB beserta jajaran serta para putra Sumbawa yang kini berkiprah di Pusat. Tanpa kolaborasi yang solid, mustahil bagi NTB untuk menjadi salah satu dari 5 titik prioritas provinsi dalam program Integrated Poultry Industry secara nasional.

Kepada penulis SB menyatakan Dukungan kami sepenuhnya diberikan dengan semangat "all out" tanpa kalkulasi pribadi. Fokus kami tunggal: memastikan program ini sukses dan berjalan dengan baik dan benar. Setelah penandatanganan Ground Breaking (GB) dan Memorandum of Understanding (MoU), tantangan selanjutnya adalah mempererat sinergi di lapangan, terutama dalam menyatukan langkah antara Wera-Sape hingga Tambora-Dompu, agar potensi daerah tidak terpecah dan tetap menjadi satu kesatuan lokasi Serading yang kuat.

Profesionalisme sebagai Eksekutor

Menurut SB,kehadiran pimpinan baru di BUMN PT Berdikari, yang akan melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dalam waktu dekat, membawa angin segar bagi efektivitas program ini. Sebagai eksekutor di bawah naungan BPI Danantara, PT Berdikari kini memiliki formasi profesional yang mumpuni.

Dengan supervisi langsung dari Dirbitpro@PKH, kita optimistis bahwa implementasi di lapangan akan lebih terukur, transparan, dan berdaya guna. Apalagi, dukungan anggaran sebesar 7 Triliun Rupiah telah disiapkan oleh pemerintah untuk membiayai 5 titik prioritas nasional, termasuk NTB. Ini adalah modal besar yang menuntut tanggung jawab besar pula untuk dikelola dengan integritas tinggi.

Menuju Sumbawa yang Berdikari

Kesuksesan program Integrated Poultry Industry di Sumbawa bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi semata. Ini adalah upaya menciptakan kemandirian pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup peternak lokal.

Kami percaya, dengan semangat barema-rema (bersama-sama) antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Sumbawa akan mampu menjadi model sukses bagi daerah lain dalam mengelola industri perunggasan terintegrasi.

Mari kita jaga amanah ini. Mari kita buktikan bahwa dengan profesionalisme dan kerja keras, kita mampu mengubah potensi menjadi realitas yang menyejahterakan. Kita berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap tetes keringat masyarakat hari ini menjadi mata air kesejahteraan bagi anak cucu kita di masa depan (AM).

]]>
Sun, 24 May 2026 09:14:06 +0800 amr
Mi6 Soroti Kemunculan Oke Wiredarme di Bursa Musda Demokrat NTB https://amarmedia.co.id/mi6-soroti-kemunculan-oke-wiredarme-di-bursa-musda-demokrat-ntb https://amarmedia.co.id/mi6-soroti-kemunculan-oke-wiredarme-di-bursa-musda-demokrat-ntb Mi6 Soroti Kemunculan Oke Wiredarme di Bursa Musda Demokrat NTB

MATARAM.Amarmedia.co.id - Dukungan terhadap munculnya figur muda dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat NTB terus bermunculan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Kali ini dukungan datang dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 yang menilai sosok Oke Wiredarme layak diperhitungkan dalam kontestasi perebutan kursi pimpinan Demokrat NTB.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwono mengatakan kemunculan Oke Wiredarme menjadi fenomena politik yang menarik dalam dinamika internal Demokrat NTB. Sebab, untuk pertama kalinya mulai muncul figur eksternal muda yang secara terbuka menyatakan ketertarikan memimpin partai berlambang mercy tersebut.

“Dalam banyak momentum Musda partai politik di daerah, figur yang muncul biasanya didominasi kader internal yang sudah lama berada dalam struktur. Tetapi kali ini berbeda. Kemunculan Oke Wiredarme menghadirkan warna baru sekaligus menunjukkan bahwa Demokrat masih memiliki daya tarik politik yang kuat,” ujar Didu, sapaan akrab Bambang Mei Finarwono, Jumat 22 Mei 2026

Menurutnya, munculnya figur eksternal dalam bursa Musda Demokrat tidak bisa dibaca hanya sebagai dinamika biasa. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Demokrat masih dipandang sebagai partai yang memiliki prospek politik jangka panjang di daerah maupun nasional.

Didu menilai, ketertarikan figur eksternal terhadap Demokrat tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono yang dinilai berhasil membangun wajah baru partai dengan pendekatan lebih modern, terbuka, dan dekat dengan generasi muda.

“AHY hari ini bukan hanya Ketua Umum Demokrat, tetapi juga simbol regenerasi politik nasional. Itu sebabnya banyak figur muda mulai melihat Demokrat sebagai rumah politik yang relevan dengan perkembangan zaman,” kata mantan Direktur WALHI NTB ini.

Menurut Mi6, di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat perlahan keluar dari citra lama partai yang identik dengan elite politik senior dan mulai membangun identitas baru sebagai partai modern yang lebih inklusif terhadap generasi muda, kelompok profesional, dan kalangan intelektual.

“Efek psikologis politik dari kepemimpinan AHY itu terasa sampai ke daerah. Anak-anak muda mulai merasa bahwa partai politik adalah ruang yang memungkinkan bagi mereka untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujarnya.

Demokrat Dinilai Membutuhkan Figur Ekspansif

Dalam analisisnya, Mi6 menilai tantangan partai politik saat ini tidak lagi sekadar mempertahankan basis suara tradisional. Partai politik, termasuk Demokrat, dinilai harus mulai memikirkan strategi ekspansi politik dengan menjangkau pemilih muda, pemilih rasional, dan kelompok masyarakat produktif.

Didu mengatakan, dalam konteks itu, kemunculan Oke Wiredarme menjadi relevan dengan kebutuhan politik Demokrat NTB ke depan. Oke dinilai mewakili figur muda dengan pendekatan progresif serta memiliki keberanian masuk dalam ruang politik yang selama ini cenderung didominasi elite lama.

“Kalau Demokrat ingin tumbuh lebih besar di NTB, maka partai ini harus mulai membuka ruang terhadap figur yang mampu berbicara dengan generasi baru pemilih. Politik sekarang berbeda. Pemilih muda lebih tertarik pada figur progresif, komunikatif, dan memiliki rekam jejaring sosial yang luas,” katanya.

Mi6 berpandangan, pemilih muda saat ini tidak lagi terlalu terikat pada politik patronase seperti masa lalu. Pemilih generasi baru lebih melihat kapasitas figur, kemampuan komunikasi publik, kedekatan dengan masyarakat, serta gagasan yang ditawarkan.

Karena itu, menurut Didu, partai politik membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kemampuan membangun resonansi di ruang publik.

“Partai politik hari ini membutuhkan figur yang mampu menghubungkan struktur partai dengan aspirasi generasi baru. Ini penting karena komposisi pemilih Indonesia sekarang didominasi anak muda,” ujarnya.

Oke Wiredarme Punya Pondasi Kuat

Selain faktor usia, Mi6 juga menyoroti latar belakang Oke Wiredarme sebagai pengusaha muda dan pimpinan organisasi advokat. Menurut Didu, kombinasi tersebut menjadi modal sosial dan politik yang cukup penting dalam membangun kepemimpinan partai modern.

“Pengalaman organisasi penting, tetapi hari ini partai politik juga membutuhkan kemampuan manajerial, kemampuan membangun jaringan, dan kemampuan membaca perubahan zaman. Saya melihat Oke memiliki modal itu,” katanya.

Mi6 menilai pengalaman sebagai pengusaha memberikan kemampuan membaca dinamika ekonomi masyarakat dan membangun jejaring lintas kelompok. Sementara pengalaman di organisasi advokat dinilai membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi.

“Politik modern membutuhkan figur yang adaptif. Bukan hanya piawai dalam konsolidasi internal, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang baik,” ujar Didu.

Momentum Regenerasi Politik Demokrat NTB

Mi6 berpandangan, kemunculan figur eksternal seperti Oke Wiredarme juga harus dibaca sebagai bagian dari momentum regenerasi politik di tubuh Demokrat NTB. Dalam banyak kasus, stagnasi partai di daerah terjadi karena minimnya regenerasi dan kurangnya keberanian menghadirkan figur alternatif.

Menurut Didu, partai besar seharusnya tidak alergi terhadap munculnya figur baru. Justru keterbukaan terhadap tokoh eksternal menunjukkan kepercayaan diri partai dalam membangun kompetisi yang sehat.

“Dalam politik modern, kompetisi gagasan jauh lebih penting dibanding sekadar senioritas. Kehadiran figur baru harus dipandang sebagai energi baru bagi partai,” tegasnya.

Mi6 juga menilai pernyataan Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron yang meminta kader membuka ruang bagi tokoh eksternal merupakan sinyal kuat bahwa Demokrat sedang membangun kultur politik yang lebih inklusif.

Menurut Didu, langkah tersebut merupakan strategi realistis partai dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin dinamis. Partai politik tidak bisa hanya mengandalkan pola kaderisasi tertutup apabila ingin berkembang lebih besar.

“Partai besar itu bukan partai yang takut terhadap tokoh baru. Justru partai besar adalah partai yang percaya diri membuka ruang kompetisi sehat,” katanya.

Mi6 menilai Demokrat NTB membutuhkan figur yang mampu menghadirkan energi baru di tengah publik. Sebab, tantangan politik ke depan akan semakin berat, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku pemilih yang semakin kritis dan dinamis.

“Partai politik sekarang tidak cukup hanya mengandalkan loyalitas tradisional. Harus ada kemampuan membaca isu publik, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, dan menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan rakyat,” ujar Didu.

Dalam analisisnya, Mi6 menyebut keberanian Oke Wiredarme menyatakan diri siap maju juga menunjukkan adanya optimisme politik dari kalangan muda terhadap masa depan Demokrat.

“Ini menarik. Ketika ada figur muda eksternal yang tertarik masuk dan bahkan siap bertarung di Musda, itu artinya Demokrat masih dianggap memiliki masa depan politik yang menjanjikan,” katanya.

Mi6 menilai, jika Demokrat NTB mampu mengelola momentum regenerasi dengan baik, maka partai tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu kekuatan politik dominan di NTB dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Didu, regenerasi tidak cukup hanya soal pergantian figur, tetapi juga menyangkut perubahan cara berpikir partai dalam menghadapi tantangan politik masa depan.

“Regenerasi itu bukan hanya mengganti orang lama dengan orang baru. Tetapi bagaimana menghadirkan cara berpikir baru, energi baru, dan strategi baru untuk menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Meski demikian, Mi6 menilai dinamika Musda Demokrat NTB masih sangat cair. Sejumlah nama internal partai disebut tetap memiliki peluang kuat. Namun kemunculan Oke Wiredarme diyakini akan memberi warna berbeda dalam kontestasi tersebut.

“Paling tidak, publik mulai melihat adanya wacana baru tentang regenerasi kepemimpinan partai di NTB. Dan itu sesuatu yang positif bagi demokrasi internal partai,” tutup Didu.

]]>
Sun, 24 May 2026 08:30:11 +0800 amr
Tata Niaga dan Pengawasan Lalu Lintas Ternak, Komisi II DPRD Sumbawa Temui Disnakkeswan dan BKHIT NTB https://amarmedia.co.id/tata-niaga-dan-pengawasan-lalu-lintas-ternak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temui-disnakkeswan-dan-bkhit-ntb https://amarmedia.co.id/tata-niaga-dan-pengawasan-lalu-lintas-ternak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temui-disnakkeswan-dan-bkhit-ntb Tata Niaga dan Pengawasan Lalu Lintas Ternak, Komisi II DPRD Sumbawa Temui Disnakeswan dan BKHIT NTB

Mataram.Amar.media.co.id -  21 Mei 2026 – Dalam upaya menjaga stabilitas populasi ternak serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja dan konsultasi ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB dan Balai Karantina Kesehatan Hewan  Ikan Tumbuhan Provinsi NTB, Kamis (21/5/2026).

Fokus utama kunjungan ini adalah mendalami mekanisme tata niaga dan pengawasan lalu lintas ternak keluar daerah, guna memastikan keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Rombongan Komisi II DPRD Sumbawa yang hadir dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH, didampingi para anggota yaitu Ridwan, SP, M.Si, Muhammad Zain, SIP, Ahmad Nawawi, Kaharuddin, H. Andi Mappelepui, Juliansyah, SE, dan Ade Mudhita Noorsamsu, SIP bersama Staf Ahli Abdul Ma'ruf Rahmat dan Andi .

Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, S.AP, M.Ec.Dev., beserta jajaran bidang Tata Niaga Ternak. Hadir pula dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi NTB, drh. Ina Soelistiani, beserta staf, serta Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, drh. Rini Handayani, M.Si.

Dalam pemaparannya, Kadisnakkeswan Provinsi NTB Muhammad Riadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan logistik ternak menjadi kunci utama dalam menggenjot PAD. Dengan adanya fasilitas pelabuhan yang memadai, arus pengiriman ternak akan lebih terkontrol dan retribusi daerah akan meningkat.

"Pembangunan pelabuhan logistik sangat krusial. Selain efisiensi pengiriman, ini adalah pintu masuk peningkatan retribusi. Sebagai bukti awal, sektor uji PCR ternak tahun ini telah berhasil menyumbang PAD sebesar Rp700 juta," ungkap Riadi.

Untuk memastikan tata kelola yang tertib, Pemerintah Provinsi NTB telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan lalu lintas ternak. Satgas ini dibentuk untuk menindak tegas berbagai pelanggaran, terutama truk pengangkut ternak yang overloading (melebihi kapasitas).

"Pengusaha harus patuh. Truk yang kapasitasnya 25 ekor jangan dipaksa diisi 30 ekor. Ini fatal karena memicu tingginya angka kematian ternak di perjalanan. Kami akan menindak tegas pelanggaran ini," tegasnya.

Guna menjaga keberlangsungan populasi di tingkat daerah, Disnakeswan NTB memperkenalkan formula dalam penentuan kuota pengiriman keluar daerah. Kuota aman didapat dengan perhitungan mengambil basis populasi, memotong 10 persen untuk pembinaan produktif, mengurangi angka mortalitas (kematian) ternak, mengurangi jumlah pemotongan hewan untuk kebutuhan lokal.

Langkah ini diambil karena kuota pengiriman selama tiga tahun terakhir telah mencapai batas maksimal. "Jika tidak dikendalikan dengan ketat, populasi ternak kita bisa habis dan hanya menjadi cerita di masa depan," tambah Riadi.

Aspirasi DPRD Sumbawa: Disiplin dan Konsistensi

Menanggapi kebijakan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, SH, menyatakan dukungan penuh. Ia menekankan bahwa regulasi yang ketat tidak akan ada artinya tanpa penegakan hukum yang disiplin di lapangan.

"Apa yang sudah menjadi regulasi, mari kita jalankan dengan disiplin. Jangan pernah bosan menegakkan aturan demi masa depan peternakan kita. Kami minta aparat penegak hukum dan dinas terkait tidak longgar di lapangan," ujar Zohran.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi II, Ridwan, SP, M.Si, menekankan pentingnya pengawasan konsisten di setiap check point dan pelabuhan. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan Balai Karantina terus diperkuat untuk menutup celah kebocoran pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan teknis di Kabupaten Sumbawa, sehingga sektor peternakan tetap menjadi pilar ekonomi daerah yang berkelanjutan. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 21:45:46 +0800 amr
Sultan Sumbawa XVIII Apresiasi Penuh Perlindungan 55 Motif Kere Alang Samawa untuk Dapatkan KIK https://amarmedia.co.id/sultan-sumbawa-xviii-apresiasi-penuh-perlindungan-55-motif-kere-alang-samawa-untuk-dapatkan-kik https://amarmedia.co.id/sultan-sumbawa-xviii-apresiasi-penuh-perlindungan-55-motif-kere-alang-samawa-untuk-dapatkan-kik Sultan Sumbawa XVIII Apresiasi Penuh Perlindungan 55 Motif Kere Alang Samawa untuk Dapatkan KIK

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Sultan Sumbawa XVIII, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dalam sambutan tertulisnya Kamis 21 Mei 2026 memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi upaya perlindungan Kere Alang yang dilakukan atas kolaborasi dan sinergi berbagai pihak yaitu Pemerintah Daerah Sumbawa, Universitas Samawa, Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Museum Bala Datu Ranga, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dan Kanwil Kemenkum NTB dalam mewujudkan pencatatan 55 motif Kere Alang Sumbawa sebagai salah satu warisan budaya milik masyarakat Sumbawa untuk mendapatkan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Sambutan tersebut dibacakan langsung oleh Sekretaris Majelis Adat LATS, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, sambutan tertulis ini cukup singkat namun secara tegas menyakatan bahwa Kere Alang sebagai warisan budaya Tau Samawa harus mendapatkan perlindungan secara hukum dengan cara mencatatkan motif-motif tenun tradisional Sumbawa ini sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) untuk kategori Ekspresi Budaya Tradisional dari Sumbawa Sumbawa. Kekayaan budaya ini adalah anugerah karena memiliki nilai filosofi dan nilai ekonomi yang tinggi jika kita bisa merawat dan melestarikannya dengan baik. 

Berikut cuplikan pidato sambutan tertulis Sultan Muhammad Kaharuddin IV: 

“Di tengah zaman digitalisasi ini, Kere Alang Samawa harus kita jaga, lestarikan, kembangkan, dan manfaatkan sebaik-baik kemakmuran Tau Samawa, sehingga langkah awal upaya perlindungan motif dan corak Kere Alang perlu kita daftarkan untuk mendapatkan perlindungan hukum, tidak hanya di negara kita namun juga diakui secara internasional.” 

Lebih lanjut Sultan Sumbawa XVIII mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sumbawa yang telah disematkan gelar adat Dea Pati Kanadi Ling Samawa atas komitmen dan keseriusannya dalam melakukan perlindungan budaya; Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Samawa (LPPM UNSA) yang dengan gigih melakukan penelitian untuk naskah akademik pengajuan KIK; Dekranasda Kabupaten Sumbawa yang responsif dalam menerima pengadukan masyarakat atas keresahan belum terdatanya motif-motif Kere Alang Sumbawa dalam KIK; Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) yang membantu menjadi narasumber penelitian; Departemen Social Impact PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang memfasilitasi terwujudkan proses riset, pendaftaran KIK, dan desiminasi informasi; Museum Bala Datu Ranga yang akan menyimpan dan menarasikan Kere Alang sebagai bagian dari koleksi museum untuk memenuhi fungsi edukasi dalam museum; dan Kanwil Kemenkum NTB yang mengawal proses pencatatan dan pemberian sertifikat KIK untuk Kere Alang Sumbawa. 

Di akhir pidato sambutan, Sultan Sumbawa menuliskan:

“Bagi kami, Kere Alang tidak hanya sekedar ekspresi budaya namun menjadi bagian dari identitas dan integritas Tau Samawa. Kita harus menjaga dan melestarikannya agar generasi muda kita dapat mengetahui dan memiliki kebanggaan pada karya cipta dari pendahulunya…”

Selain Sultan Sumbawa, pidato sebelumnya diisi oleh Wakil Rektor II UNSA mewakili akademisi dan peneliti, perwakilan tim Social Impact PT. AMNT, dan Kakanwil Kemenkum NTB. Sebagai pamungkas, setelah pembacaan pidato tertulis Sultan Sumbawa, Bupati Sumbawa berpidato dan memberikan apresiasi atas kerja keras berbagai pihak dalam mewujudkan pencatatan 55 motif kere alang ini untuk mendapatkan KIK. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 18:58:52 +0800 amr
Rizky Akbar Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua BPC HIPMI Sumbawa Priode 2026 – 2029 https://amarmedia.co.id/rizky-akbar-terpilih-aklamasi-sebagai-ketua-bpc-hipmi-sumbawa-priode-2026-2029 https://amarmedia.co.id/rizky-akbar-terpilih-aklamasi-sebagai-ketua-bpc-hipmi-sumbawa-priode-2026-2029 Rizky Akbar Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua BPC HIPMI Sumbawa Priode 2026 – 2029

SUMBAWA,Amarmedia.co.id– Rizky Akbar SE.M.M.Inov resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Sumbawa untuk periode 2026–2029. Pemilihan ini merupakan bagian utama dari agenda Muscab Ke-IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan pada Kamis, (21/5/26) di Aula Gedung Olive Food Court, Sumbawa.

Dalam prosesnya, Muscab Ke-IV ini dikawal langsung oleh Muhammad Fauzi selaku Ketua Steering Committee (SC) dan Muhammad Fauzi Wira Marizal sebagai Ketua Organizing Committee (OC). Rizky Akbar mendapatkan mandat penuh dari seluruh peserta sidang tanpa melalui proses voting yang alot. Hal ini mencerminkan soliditas internal organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari periode sebelumnya.

Kepemimpinan baru di bawah Rizky Akbar diharapkan mampu membawa BPC HIPMI Sumbawa menjadi lokomotif utama jaringan bisnis lokal serta memperkuat sinergi kewirausahaan dengan pemerintah daerah demi kemajuan ekonomi Tana Samawa.

Dalam kesempatan tersebut, Eky – akrab Ketua HIPMI Sumbawa disapa menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua HIPMI Sumbawa terpilih.

Dalam mendukung upaya Pemda Sumbawa membuka lapangan kerja, Eky mengajak para generasi muda di Tana Samawa untuk berani bertransformasi dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Selain itu, ia juga mendorong pemuda Sumbawa memanfaatkan teknologi digital guna mengoptimalkan potensi komoditas asli Kabupaten Sumbawa agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Target kami di HIPMI saat ini mengandeng pengusaha muda untuk bergabung dalam anggota HIPMI. Sehingga kita bisa berkolaborasi bersama-sama,” jelasnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 17:49:15 +0800 amr
Mantapkan 2.5% Zakat Perusahaan Rekanan Pemda, BAZNAS dan Pemda Sumbawa Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS dan Pemda KSB https://amarmedia.co.id/mantapkan-25-zakat-perusahaan-rekanan-pemda-baznas-dan-pemda-sumbawa-lakukan-studi-tiru-ke-baznas-dan-pemda-ksb https://amarmedia.co.id/mantapkan-25-zakat-perusahaan-rekanan-pemda-baznas-dan-pemda-sumbawa-lakukan-studi-tiru-ke-baznas-dan-pemda-ksb Mantapkan 2.5% Zakat Perusahaan Rekanan Pemda, BAZNAS dan Pemda Sumbawa Lakukan Studi TIRU KE BAZNAS Dan Pemda KSB

Sumbawa Barat,Amarmedia.co.id -  Kamis 21 Mei 2026— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan silaturahim dan studi tiru ke BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat tersebut berjalan dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat kolaborasi dalam penguatan tata kelola zakat daerah.

Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang Pengumpulan, Penyaluran dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Pahriyadi, S.AP. Turut membersamai rombongan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa antara lain H. Yudi Patria Negara, ST., MM selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., M.M.Inov selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sumbawa, Zaidurrahman selaku Kasubbid Belanja Daerah BKAD Sumbawa, Aida Nurjannah dan Febirizki Damayanti dari Pranata Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumbawa, serta Yoes Syifa’ Farlari dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Sumbawa serta pejabat terkait lainnya.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, didampingi Wakil Ketua I H. Firmansyah, S.Pd., M.M, Wakil Ketua II Ardiansyah, S.H, Wakil Ketua III H. Tobrani, S.IP., M.Si, dan Wakil Ketua IV Ir. Ramli Sertini. Hadir pula mendampingi dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Amir S. selaku Kepala BPKAD KSB dan Iwan Indrawan A dari Bagian Kesra Kabupaten Sumbawa Barat, beserta pejabat terkait lainnya.

Kegiatan studi tiru ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran dan penguatan sistem pengelolaan zakat daerah, khususnya terkait kebijakan pengumpulan zakat perusahaan yang telah lebih dahulu diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama BAZNAS KSB telah menginisiasi penghimpunan zakat dari perusahaan rekanan pemerintah daerah, baik perusahaan yang memperoleh pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung maupun tender proyek pemerintah.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahim tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik membutuhkan sinergi kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha.

“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika pemerintah daerah dan BAZNAS berjalan bersama, maka manfaat zakat akan semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pola penghimpunan zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa Barat dilakukan melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan kolaboratif, sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan mitra pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, studi tiru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola zakat di Kabupaten Sumbawa.

“Kami datang untuk belajar dan menggali pengalaman terbaik dari Kabupaten Sumbawa Barat yang telah lebih dahulu berhasil membangun sistem pengumpulan zakat perusahaan. Semoga apa yang diperoleh hari ini dapat menjadi inspirasi dan ikhtiar bersama dalam meningkatkan pengumpulan zakat di Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ke depan diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat menerapkan skema penghimpunan zakat perusahaan sebesar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra pemerintah daerah. Menurutnya, potensi zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa sangat besar dan dapat menjadi sumber pendanaan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Berbagai pengalaman, tantangan, serta strategi pengelolaan zakat dibahas secara terbuka antara kedua daerah. Selain mempererat silaturahim antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Silaturahim dan studi tiru tersebut ditutup dengan sesi diskusi teknis, foto bersama, serta harapan agar kerja sama dan komunikasi antara BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat terus terjalin dengan baik demi kemaslahatan umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumbawa.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 17:09:22 +0800 amr
Dikpora NTB Dorong Pelajar Sumbawa Berkarya Lewat Film dan Kampanyekan Anti Pernikahan Anak https://amarmedia.co.id/dikpora-ntb-dorong-pelajar-sumbawa-berkarya-lewat-film-dan-kampanyekan-anti-pernikahan-anak https://amarmedia.co.id/dikpora-ntb-dorong-pelajar-sumbawa-berkarya-lewat-film-dan-kampanyekan-anti-pernikahan-anak Dikpora NTB Dorong Pelajar Sumbawa Berkarya Lewat Film dan Kampanyekan Anti Pernikahan Anak

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mendorong kreativitas generasi muda melalui kegiatan Workshop Film Festival Film Lombok 2026 bertajuk “Lebaran Film Warga NTB” yang digelar di SMKN 3 Sumbawa Besar, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lombok Inspira Foundation tersebut menjadi bagian dari kampanye edukatif untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai dampak buruk pernikahan anak atau merarik kodek di NTB.

Kepala SMKN 3 Sumbawa Besar, H. M. Ashari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memberikan ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas wawasan di bidang perfilman.

“Atas nama SMKN 3 Sumbawa Besar kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong siswa untuk terus berprestasi dan berkarya,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., mengatakan workshop film tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun kapasitas generasi muda sekaligus menekan angka pernikahan anak di NTB.

Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar perfilman, tetapi juga praktik produksi film pendek yang dapat menjadi media kampanye sosial di lingkungan masing-masing.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kreativitas pemuda NTB dalam membangun masa depan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak merarik kodek seperti putus sekolah, kekerasan rumah tangga, kemiskinan, gangguan kesehatan reproduksi ibu hingga stunting,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Ajik itu juga mengajak generasi muda NTB untuk terus mengembangkan keterampilan dan menyiapkan masa depan melalui kegiatan produktif.

“Semua peserta diajarkan proses membuat film dari dasar hingga praktik produksi. Harapannya mereka bisa berkarya, bahkan membuka peluang ekonomi kreatif seperti menjadi konten kreator, sehingga dapat lebih fokus membangun masa depan,” tambahnya.

Ia menegaskan, Bidang Kepemudaan Dikpora NTB terus melakukan berbagai upaya pencegahan pernikahan anak melalui pelatihan kewirausahaan, keterampilan kepemudaan, hingga sosialisasi bahaya narkoba bekerja sama dengan BNN kabupaten/kota.

Workshop yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMKN 3 Sumbawa Besar tersebut diikuti lebih dari 50 siswa SMA dan SMK dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, khususnya pelajar yang memiliki minat di bidang perfilman.

Kegiatan menghadirkan Budi Triono dari Lombok Inspira Foundation sebagai narasumber. Dalam sesi pelatihan, peserta diajak menyaksikan film karya anak Lombok bertema dampak sosial merarik kodek, kemudian mendapatkan materi mengenai proses kreatif, pengembangan ide cerita, hingga teknik produksi film pendek.

Usai kegiatan di Sumbawa, tim Dikpora NTB bersama Lombok Inspira Foundation dijadwalkan melanjutkan roadshow ke Dompu sebagai bagian dari kampanye anti pernikahan anak sekaligus upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB tahun 2026. (Dikpora/diskominfotik)

]]>
Thu, 21 May 2026 16:59:05 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Salurkan Bantuan Program “Sumbawa Cerdas” untuk 272 Murid dan GTT di Alas Barat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-salurkan-bantuan-program-sumbawa-cerdas-untuk-272-murid-dan-gtt-di-alas-barat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-salurkan-bantuan-program-sumbawa-cerdas-untuk-272-murid-dan-gtt-di-alas-barat BAZNAS Sumbawa Salurkan Bantuan Program “Sumbawa Cerdas” untuk 272 Murid dan GTT di Alas Barat

Sumbawa.Alas Barat,Amarmedia.co.id -  21 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan Program BAZNAS Sumbawa Cerdas kepada 272 murid dan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kecamatan Alas Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alas Barat tersebut berjalan khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat penerima manfaat.

Kecamatan Alas Barat menjadi wilayah pertama pelaksanaan Program BAZNAS Sumbawa Cerdas tahun 2026. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerataan bantuan pendidikan yang nantinya akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Indah Setia Ningsih. Turut hadir Camat Alas Barat Zainuddin, Korwil Dikbud Kecamatan Alas Barat Basri, para kepala sekolah, tokoh masyarakat, guru, serta para penerima bantuan.

Pada tahun 2026 ini, Program BAZNAS Sumbawa Cerdas di Kecamatan Alas Barat menyasar murid SD dan SMP serta Guru Tidak Tetap (GTT) jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Adapun rincian penerima bantuan terdiri dari murid SD sebanyak 108 orang, murid SMP sebanyak 20 orang, GTT SD sebanyak 54 orang, GTT SMP sebanyak 12 orang, dan GTT TK/PAUD sebanyak 78 orang. Total penerima manfaat mencapai 272 orang yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Alas Barat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzakki yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

“Program BAZNAS Sumbawa Cerdas ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para siswa dan guru tidak tetap serta menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengabdi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, BAZNAS terus berupaya hadir melalui berbagai program sosial dan pendidikan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa zakat bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan. Anak-anak ini adalah harapan bangsa dan daerah yang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” tambahnya.

Syukri Rahmat juga menekankan bahwa dipilihnya Alas Barat sebagai lokasi pertama penyaluran program tahun 2026 menjadi simbol bahwa pelayanan BAZNAS harus menjangkau seluruh wilayah tanpa membedakan letak geografis.

“Meskipun Alas Barat berada di ujung barat Kabupaten Sumbawa, semangat pelayanan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terjauh pun mendapatkan perhatian dan manfaat program BAZNAS,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Alas Barat, Zainuddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian terhadap masyarakat Alas Barat, khususnya di sektor pendidikan.

“Kami atas nama pemerintah kecamatan sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus konsisten membantu masyarakat. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa dan para guru honorer di Alas Barat,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat baru bagi para penerima manfaat untuk terus berjuang dalam dunia pendidikan.

Hal senada juga disampaikan Korwil Dikbud Kecamatan Alas Barat, Basri, yang menyebut Program BAZNAS Sumbawa Cerdas sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang terus hadir membantu dunia pendidikan. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Suasana haru tampak saat bantuan mulai disalurkan kepada para penerima manfaat. Para siswa menerima bantuan dengan penuh rasa syukur, sementara para guru honorer merasa diperhatikan atas pengabdian mereka selama ini.

Salah seorang murid penerima bantuan, Fani, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Sumbawa. Bantuan ini sangat membantu saya untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkapnya.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT), Afriana.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian kepada para guru honorer. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi dan mendidik anak-anak,” katanya.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar program-program BAZNAS terus membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Program BAZNAS Sumbawa Cerdas selama ini telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa dan menjadi salah satu bentuk nyata peran BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pada tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Sumbawa menargetkan penyaluran bantuan pendidikan dapat menjangkau seluruh kecamatan secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, dan mendorong terwujudnya generasi Sumbawa yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 16:34:27 +0800 amr
PT Intam Tegaskan Komitmen Dukung Infrastruktur di Desa Lebin, Ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-dukung-infrastruktur-di-desa-lebin-ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-dukung-infrastruktur-di-desa-lebin-ropang PT Intam Tegaskan Komitmen Dukung Infrastruktur di Desa Lebin, Ropang

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 Mei 2026– Menyikapi dinamika aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Ropang, PT Intam selaku perusahaan yang saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi di Desa Lebin, memberikan klarifikasi dan penegasan mengenai kontribusi perusahaan dalam pembangunan daerah.

Humas PT Intam, M Ramadhan BS, menjelaskan bahwa operasional perusahaan di wilayah Desa Lebin saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi yang baru berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Meski operasional masih dalam tahap awal, PT Intam berkomitmen penuh untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, terutama dalam aspek infrastruktur penunjang aksesibilitas warga.

"Sebagai wujud nyata komitmen kami kepada masyarakat, PT Intam telah mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan mutu jalan umum di Desa Lebin. Ruas jalan yang menjadi fokus kami mencakup akses dari ujung aspal Dusun Lebin hingga Dusun Selage," ujar Doni akrab disapa.

Lebih lanjut, M Ramadhan BS menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan atas amanat yang disampaikan selama proses sosialisasi kepada masyarakat Desa Lebin. Pihak perusahaan memastikan bahwa kegiatan perbaikan infrastruktur ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan akan terus berkelanjutan selama PT Intam menjalankan operasional di wilayah tersebut.

"Infrastruktur di Desa Lebin merupakan prioritas dalam diskusi kami bersama warga. Kami telah merealisasikan perbaikan tersebut, dan komitmen ini akan terus kami jalankan. Kami sangat terbuka kepada pihak mana pun untuk melakukan kroscek langsung kepada Pemerintah Desa Lebin mengenai detail dan perkembangan nyata dari pekerjaan yang telah kami lakukan di lapangan," tambahnya.

PT Intam memahami pentingnya akses jalan yang layak bagi perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ropang. Perusahaan berharap, langkah proaktif yang telah dilakukan dapat bersinergi dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

PT Intam senantiasa menjunjung tinggi keterbukaan informasi dan siap untuk terus berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

PT Intam adalah perusahaan yang saat ini bergerak di sektor eksplorasi sumber daya alam. Perusahaan berkomitmen untuk menjalankan operasional dengan standar keberlanjutan yang tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan infrastruktur masyarakat di wilayah operasionalnya. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:55:51 +0800 amr
Demi Masa Depan Prestasi Daerah, Abdul Rafiq Tolak Aturan Cabor yang Membatasi Atlet Potensial https://amarmedia.co.id/demi-masa-depan-prestasi-daerah-abdul-rafiq-tolak-aturan-cabor-yang-membatasi-atlet-potensial https://amarmedia.co.id/demi-masa-depan-prestasi-daerah-abdul-rafiq-tolak-aturan-cabor-yang-membatasi-atlet-potensial Ketua KONI Sumbawa Ajak Stakeholder Olahraga NTB Junjung Tinggi Keadilan bagi Atlet di Porprov 2026

Mataram.Amarmedia.co.id - Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, meminta agar seluruh Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disusun oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga di NTB dapat dievaluasi secara seksama, objektif, dan teliti demi menjaga semangat sportivitas serta masa depan pembinaan olahraga daerah.

Menurutnya, terdapat indikasi pada beberapa cabang olahraga dimana aturan dalam THB justru menimbulkan persoalan dan berpotensi bertentangan dengan semangat pembinaan olahraga nasional menuju PON 2028. Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama KONI NTB dan Pengprov cabang olahraga sebagai lembaga pembina.

“Kami melihat ada beberapa poin dalam THB sejumlah cabang olahraga yang menimbulkan pertanyaan besar. Jangan sampai aturan dibuat bukan untuk kepentingan pembinaan prestasi, tetapi justru menjadi alat membatasi atau mengganjal atlet-atlet berprestasi untuk tampil di Porprov NTB 2026,” tegas Abdul Rafiq.

Ia menegaskan bahwa Porprov seharusnya menjadi ajang pembinaan, pencarian bakat, dan pematangan atlet menuju level yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, seluruh kebijakan teknis harus berpihak pada peningkatan kualitas prestasi olahraga daerah, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.

“Kita tidak boleh zolim terhadap atlet. Atlet yang berprestasi harus diberikan ruang untuk bertanding dan berkembang. Jangan sampai ada atlet potensial daerah yang justru tersingkir karena aturan yang tidak sejalan dengan semangat pembinaan olahraga nasional,” lanjutnya.

Ketua KONI Sumbawa juga mengingatkan agar Pengprov cabang olahraga dapat menjadi pembina yang bijak dan profesional dengan melepaskan ego sektoral maupun kepentingan-kepentingan titipan yang dapat merugikan masa depan olahraga NTB.

“Pengprov harus hadir sebagai pembina yang adil. Lepaskan ego, lepaskan kepentingan-kepentingan tertentu. Yang harus dipikirkan adalah kepentingan daerah, kepentingan atlet, dan target besar NTB dalam mencetak prestasi menuju PON 2028,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar jangan sampai ulah segelintir Pengprov cabang olahraga justru merugikan prestasi olahraga NTB secara keseluruhan. Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan profesionalisme, keterbukaan, dan orientasi pada prestasi, bukan kepentingan sempit organisasi.

“Saya berharap kepada Dikpora NTB dan KONI NTB agar mengevaluasi secara serius dana pembinaan yang diberikan kepada cabang olahraga yang tidak profesional dalam mengelola organisasinya maupun dalam menyusun aturan pertandingan. Dana pembinaan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan prestasi olahraga daerah,” tegasnya.

Selain itu, Abdul Rafiq juga berharap kepada DPRD NTB, khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan dan olahraga, agar turut memberikan perhatian dan pengawasan terhadap persoalan tersebut.

“Kami berharap DPRD NTB terutama Komisi V dapat memantau dan menjadikan persoalan ini sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasannya. Jangan sampai pembinaan olahraga daerah berjalan tidak sehat dan akhirnya merugikan atlet maupun masa depan prestasi NTB,” tambahnya.

KONI Kabupaten Sumbawa pada prinsipnya mendukung penuh pelaksanaan Porprov NTB 2026 yang fair, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Oleh karena itu, evaluasi terhadap THB menjadi penting agar tidak menimbulkan polemik maupun ketidakadilan bagi daerah dan atlet.

“Kita ingin Porprov menjadi ruang kompetisi yang sehat dan berkualitas. Semua daerah harus mendapatkan perlakuan yang adil, dan atlet-atlet terbaik NTB harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” tutup Abdul Rafiq (AM).

]]>
Thu, 21 May 2026 15:48:00 +0800 amr
Polemik THB Porprov NTB 2026, Abdul Rahim: Cabor Jangan Zalimi Atlet! https://amarmedia.co.id/polemik-thb-porprov-ntb-2026-abdul-rahim-cabor-jangan-zalimi-atlet https://amarmedia.co.id/polemik-thb-porprov-ntb-2026-abdul-rahim-cabor-jangan-zalimi-atlet Polemik THB Porprov NTB 2026, Abdul Rahim: Cabor Jangan Zalimi Atlet!

Mataram.Amarmedia.co.id - Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Rahim, menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa terkait adanya dugaan aturan sejumlah cabang olahraga yang dinilai tidak berpihak kepada atlet dan daerah.

“Saya sangat prihatin apabila benar ada cabang olahraga yang menyusun aturan dengan tidak profesional dan justru merugikan atlet-atlet potensial daerah. Olahraga seharusnya dikelola secara profesional, objektif, dan bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya harus murni untuk prestasi olahraga NTB,” tegas Abdul Rahim ST.

Menurutnya, cabang olahraga merupakan wadah pembinaan yang harus mampu menjadi rumah yang adil bagi atlet, bukan justru menjadi tempat lahirnya ketidakadilan dan kepentingan kelompok tertentu.

“Pengurus cabang olahraga harus menjadi bapak yang baik bagi seluruh atletnya. Jangan sampai ada cabor yang justru membunuh semangat atlet dan zolim terhadap atlet-atlet potensial hanya karena ego organisasi atau kepentingan tertentu,” ujarnya.

Abdul Rahim ST menilai Porprov NTB 2026 harus menjadi momentum pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, segala bentuk aturan yang berpotensi menghambat atlet berprestasi harus dievaluasi secara serius.

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, ia menegaskan akan menggunakan kewenangannya untuk menjadikan persoalan tersebut sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasan DPRD, terutama terkait penggunaan dan pemberian anggaran pembinaan kepada cabang olahraga.

“Saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai anggota DPRD Provinsi NTB untuk menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Terutama dari sisi pemberian anggaran kepada cabang olahraga yang tidak mampu mengelola organisasinya secara profesional dan tidak mampu menjadi pembina yang baik untuk memajukan olahraga NTB,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga meminta agar KONI NTB dan Dikpora NTB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang dinilai tidak menjalankan pembinaan secara sehat dan adil.

“Anggaran pembinaan olahraga berasal dari uang rakyat. Maka penggunaannya harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi, pembinaan atlet, dan kemajuan olahraga NTB, bukan untuk mempertahankan kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Abdul Rahim ST berharap seluruh stakeholder olahraga di NTB dapat kembali fokus pada semangat pembinaan dan prestasi demi menjaga masa depan atlet-atlet daerah.

“Kita ingin olahraga NTB maju, melahirkan atlet berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Jangan sampai atlet-atlet potensial kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang tidak sehat,” tutupnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:44:04 +0800 amr
HIPMI Sumbawa Gelar Muscab ke – IV, Bupati Sumbawa Dukung Investasi yang Kompetitif https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-gelar-muscab-ke-iv-bupati-sumbawa-dukung-investasi-yang-kompetitif https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-gelar-muscab-ke-iv-bupati-sumbawa-dukung-investasi-yang-kompetitif HIPMI Sumbawa Gelar Muscab ke – IV, Bupati Sumbawa Dukung Investasi yang Kompetitif

SUMBAWA,Amarmedia.co.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Sumbawa menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-IV pada Kamis, (21/5/2026) di Aula Gedung Olive Food Court, Sumbawa. Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang ini mengusung tema "Maju, Bergerak, dan Berkolaborasi.

Muscab HIPMI ke IV ini, dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Djarot MP. Turut hadir pimpinan DPRD Sumbawa, H.M.Berlian Rayes SAg M.M Inov, Gitta Liesbano SH MKn, dan Zulfikar Demitry SH MH. Ketua BPD HIPMI NTB Ismed Fathurrahman  Maulana, Ketua BPC HIPMI Sumbawa, Farzan, Forkopimda, Ketua dan pimpinan pers dan peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan komitmennya mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi sumber daya alam dan penciptaan peluang usaha di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan itu, Jarot memaparkan berbagai potensi strategis daerah yang dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbawa ke depan.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah, Sumbawa memiliki kesempatan besar untuk membangun usaha dan bisnis. Kita harus mulai hilirisasi, menjadi produsen dari sektor pertanian, perikanan, garam hingga KEK Samota yang nantinya akan memberikan multiplier effect bagi daerah,” tegas Jarot.

Bupati juga menyinggung rencana pengembangan industri garam dan unggas terintegrasi bernilai triliunan rupiah. Untuk mendukung industri garam, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 15 ribu hektare.

“Garam membutuhkan sekitar 13,9 ribu hektare lahan, makanya kita siapkan 15 ribu hektare. Ini untuk menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Haji Jarot turut mengapresiasi kepengurusan periode 2022–2025 dan berharap proses regenerasi organisasi berjalan sehat serta melahirkan pemimpin terbaik.

“Siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Ketua harus memiliki visi membangun Sumbawa lebih cepat,” katanya.

Haji Jarot juga menegaskan disiplin kerja di lingkungan pemerintah daerah. Ia meminta seluruh kepala OPD melaporkan progres pekerjaan setiap Selasa pagi dan tidak menunda pekerjaan.

“Kita harus siap berlari, tidak boleh maraton apalagi jalan,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Menurutnya, masyarakat Sumbawa memang membutuhkan contoh nyata untuk menerima teknologi dan pola usaha baru.

“Orang Sumbawa kadang agak susah mengubah pikiran ke teknologi baru. Tapi kalau sudah ada satu yang berhasil, semua akan ikut,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak memonopoli peluang bisnis dan tetap membangun kemitraan dengan UMKM lokal.

“Begitu banyak peluang, jangan semua diambil sendiri. Harus dekat dan bermitra dengan UMKM,” katanya.

Di hadapan peserta, Jarot menegaskan dirinya terbuka terhadap investasi yang masuk ke Sumbawa selama memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Saya akan melindungi setiap investasi yang masuk ke Sumbawa dan akan saya jaga selama memberi kontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Jarot juga meminta agar proses perizinan di Kabupaten Sumbawa dipercepat guna mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif.

Sebelumnya Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Faturrahman Maulana menyampaikan, pihaknya sangat bahagia dan bangga melihat penyelenggaraan muscab HIPMI Kabupaten Sumbawa ke IV bisa dihadiri oleh berbagai pihak. Baik itu itu dari eksekutif, legislatif dan forkopimda. 

“Kami melihat HIPMI Sumbawa sangat bersemangat dan serius, dan ini patut diapresiasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan HIPMI sebelumnya yang sudah melahirkan regenerasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk perizinan di Kabupaten Sumbawa sangat cepat. Sehingga hal ini diyakini akan mendorong iklim investasi.

“Kami mengapresiasi Penda Sumbawa yang sudah sangat mendukung dalam perizinan dan hal ini akan mendorong investasi yang ada,” jelasnya

Sementara Ketua BPC HIMPI Sumbawa, Farzan mengatakan, momentum pemilihan ketua HIPMI bukan sekadar agenda organisasi maupun pergantian kepemimpinan semata.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian penting dari demokrasi dan regenerasi di tubuh HIPMI sebagai wadah para pengusaha muda yang memiliki semangat inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Pemilihan ketua hari ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memilih pemimpin terbaik yang memiliki visi, integritas, dan komitmen dalam membawa BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan mampu menciptakan iklim wirausaha yang lebih maju,” ujar ijhan akrab disapa an.

Ia berharap seluruh rangkaian proses pemilihan dapat berlangsung tertib, demokratis, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap mengedepankan persatuan dan persaudaraan di internal organisasi.

Ijhan menekankan bahwa perbedaan pilihan dalam dinamika organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, kata dia, persatuan HIPMI harus tetap menjadi prioritas utama seluruh anggota.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi organisasi. Tetapi persatuan dan kekompakan HIPMI harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ijhan  juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang mengikuti proses pemilihan. Menurutnya, kesiapan para calon menunjukkan komitmen dan dedikasi untuk berkontribusi melalui HIPMI dalam mendorong kemajuan dunia usaha di Kabupaten Sumbawa.

Ia berharap kepemimpinan HIPMI ke depan mampu melahirkan program-program nyata yang berdampak terhadap pengembangan pengusaha muda serta pertumbuhan ekonomi daerah. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:34:49 +0800 amr
Raden Una Abriadi Gerah dengan Polemik THB Porprov 2026, Minta KONI NTB Bertindak Tegas https://amarmedia.co.id/raden-una-abriadi-gerah-dengan-polemik-thb-porprov-2026-minta-koni-ntb-bertindak-tegas https://amarmedia.co.id/raden-una-abriadi-gerah-dengan-polemik-thb-porprov-2026-minta-koni-ntb-bertindak-tegas Raden Una Abriadi Gerah dengan Polemik THB Porprov 2026, Minta KONI NTB Bertindak Tegas

Mataram. Amarmedia.co.id - Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PDI Perjuangan, Raden Una Abriadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa terkait adanya dugaan aturan sejumlah cabang olahraga yang dinilai tidak berpihak kepada atlet dan daerah.

“Saya sangat prihatin apabila benar ada cabang olahraga yang menyusun aturan dengan tidak profesional dan justru merugikan atlet-atlet potensial daerah. Olahraga seharusnya dikelola secara profesional, objektif, dan bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya harus murni untuk prestasi olahraga NTB,” tegas Raden Una Abriadi.

Menurutnya, cabang olahraga merupakan wadah pembinaan yang harus mampu menjadi rumah yang adil bagi atlet, bukan justru menjadi tempat lahirnya ketidakadilan dan kepentingan kelompok tertentu.

“Pengurus cabang olahraga harus menjadi bapak yang baik bagi seluruh atletnya. Jangan sampai ada cabor yang justru membunuh semangat atlet dan zolim terhadap atlet-atlet potensial hanya karena ego organisasi atau kepentingan tertentu,” ujarnya.

Raden Una menilai Porprov NTB 2026 harus menjadi momentum pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, segala bentuk aturan yang berpotensi menghambat atlet berprestasi harus dievaluasi secara serius.

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, ia menegaskan akan menggunakan kewenangannya untuk menjadikan persoalan tersebut sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasan DPRD, terutama terkait penggunaan dan pemberian anggaran pembinaan kepada cabang olahraga.

“Saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai anggota DPRD Provinsi NTB untuk menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Terutama dari sisi pemberian anggaran kepada cabang olahraga yang tidak mampu mengelola organisasinya secara profesional dan tidak mampu menjadi pembina yang baik untuk memajukan olahraga NTB,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga meminta agar KONI NTB dan Dikpora NTB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang dinilai tidak menjalankan pembinaan secara sehat dan adil.

“Anggaran pembinaan olahraga berasal dari uang rakyat. Maka penggunaannya harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi, pembinaan atlet, dan kemajuan olahraga NTB, bukan untuk mempertahankan kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Raden Una Abriadi berharap seluruh stakeholder olahraga di NTB dapat kembali fokus pada semangat pembinaan dan prestasi demi menjaga masa depan atlet-atlet daerah.

“Kita ingin olahraga NTB maju, melahirkan atlet berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Jangan sampai atlet-atlet potensial kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang tidak sehat,” tutupnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:13:39 +0800 amr
Perkuat Layanan Kebencanaan, Damkartan Sumbawa Gelar Orientasi Dua Mobil Damkar Baru dari Kemenhan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-kebencanaan-damkartan-sumbawa-gelar-orientasi-dua-mobil-damkar-baru-dari-kemenhan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-kebencanaan-damkartan-sumbawa-gelar-orientasi-dua-mobil-damkar-baru-dari-kemenhan Perkuat Layanan Kebencanaan, Damkartan Sumbawa Gelar Orientasi Dua Mobil Damkar Baru dari Kemenhan

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa menggelar orientasi teknis penggunaan mobil pemadam kebakaran baru di Markas Yonif 835/SYB Kerekeh, Rabu (22/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah persiapan operasional dua unit mobil damkar (fire truck) yang baru saja diterima dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).

Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa orientasi teknis berjalan dengan lancar. Pelatihan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memiliki kesiapan dan keahlian yang matang dalam mengoperasikan armada baru tersebut.

"Damkar Kabupaten Sumbawa saat ini masih kekurangan fire truck untuk melayani beberapa wilayah yang nantinya akan dibuka sebagai zona pelayanan baru. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan armada dari Kemenhan RI ini," ujar Haji Sahabuddin, Kamis (21/5/2026).

Perluasan Zona Layanan Antar-Kabupaten

Menurut Haji Sahabuddin, tambahan dua unit fire truck ini akan sangat membantu memperkuat pelayanan pemadam kebakaran, tidak hanya di wilayah Kabupaten Sumbawa tetapi juga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kehadiran armada ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas yang selama ini menghambat pembukaan zona layanan baru di daerah-daerah rawan.

Di lokasi yang sama, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 835/SYB, Letkol INF Muhamad Arifianto , menjelaskan bahwa penempatan dan orientasi di Markas Yonif merupakan bentuk nyata kolaborasi strategis. Ia berharap keberadaan mobil damkar ini dapat mengoptimalkan respons pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat.

Fokus Utama adalah penanganan kebakaran permukiman dan lahan dan tujuan strategis mempercepat response time (waktu tanggap) di zona layanan baru serta memperkuat mitigasi bencana berbasis sinergi lintas institusi.

"Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor kebencanaan dan penyelamatan. Kami siap mendukung penuh upaya perlindungan masyarakat ini," pungkas Kolonel Arifianto. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 08:45:31 +0800 amr
Sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu : Ketua Tim Pembina Posyandu Sumbawa Sapa Posyandu Melati di Kecamatan Alas dan Kemuning di Kecamatan Lunyuk. https://amarmedia.co.id/sosialisasi-advokasi-transformasi-posyandu-ketua-tim-pembina-posyandu-sumbawa-sapa-posyandu-melati-di-kecamatan-alas-dan-kemuning-di-kecamatan-lunyuk https://amarmedia.co.id/sosialisasi-advokasi-transformasi-posyandu-ketua-tim-pembina-posyandu-sumbawa-sapa-posyandu-melati-di-kecamatan-alas-dan-kemuning-di-kecamatan-lunyuk Sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu : Ketua Tim Pembina Posyandu Sumbawa Sapa Posyandu Melati di Kecamatan Alas dan Kemuning di Kecamatan Lunyuk.

SUMBAWA. Amarmedia.co.id — Dalam rangka sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu dan memperingati Hari Posyandu Nasional 2026 sekaligus memperkuat aksi konvergensi pencegahan stunting, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Alas pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, evaluasi langsung, serta advokasi terkait transformasi Posyandu sebagai wadah integrasi layanan dasar.

Kunjungan diawali dengan peninjauan langsung ke Posyandu Melati di Dusun Dalam, Desa Dalam, Kecamatan Alas. Posyandu ini merupakan salah satu posyandu yang telah resmi mengantongi nomor registrasi dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri.

Dalam peninjauan ini, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE melihat langsung kesiagaan kader dalam memberikan pelayanan siklus hidup, mulai dari bayi, balita, resiko stunting, hingga kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) yang hadir dengan penuh semangat untuk melakukan skrining kesehatan dini.

Pada momentum tersebut, diserahkan juga sejumlah dukungan secara simbolis pertama ; bantuan pangan dan protein hewani dari BAZNAS untuk keluarga rentan/berisiko stunting yang masuk kategori mustahik, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan untuk cegah stunting.

 

Kedua dalam rangka SPM Bidang Pendidikan,dukungan buku bacaan untuk menguatkan literasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat di posyandu.

 

Ketiga dalam rangka SPM Perumahan Rakyat, Sebagai kilas balik keberhasilan kolaborasi lintas sektor, diingatkan kembali dukungan pembangunan rumah layak huni bagi sasaran Desa Lunyuk Ode yang sebelumnya diserahkan di Posyandu Kemuning 1, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk.

Workshop Peningkatan Kapasitas TP Posyandu dan 6 Pilar SPM

Usai meninjau lapangan, kegiatan bergeser ke Aula Kantor Camat Alas untuk pelaksanaan Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pembina dan Kader Posyandu tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.

Workshop yang berlangsung hingga pukul 14.00 WITA ini fokus pada penguatan 6 Pilar Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, yaitu bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Perumahan Rakyat, Pekerjaan Umum, dan Trantibumlinmas.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Alas Dr.Usman SE.ME beserta Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Alas ibu Dian Eka Yanti Usman), Kepala Desa Dalam, Ketua Pembina Posyandu Desa Dalam, petugas kesehatan, KUPT Kesehatan, KUPT KB, serta perwakilan pengampu SPM dari berbagai OPD (Dinas PMD, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Dikbud, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta DP2KBP3A).

Melalui sinergi, kolaborasi, dan integrasi lintas sektor ini, diharapkan transformasi Posyandu di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:57:14 +0800 amr
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke&118, Sekda NTB Ajak ASN Harus Menjadi Agen Perubahan yang Profesional https://amarmedia.co.id/peringatan-hari-kebangkitan-nasional-ke-118-sekda-ntb-ajak-asn-harus-menjadi-agen-perubahan-yang-profesional https://amarmedia.co.id/peringatan-hari-kebangkitan-nasional-ke-118-sekda-ntb-ajak-asn-harus-menjadi-agen-perubahan-yang-profesional Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Sekda NTB Ajak ASN Harus Menjadi Agen Perubahan yang Profesional

Mataram.Amarmedia.co.id - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional menjadi ajang refleksi mendalam bagi jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB pada Rabu (20/5/2026) ini membawa pesan kuat tentang pergeseran makna kedaulatan di era modern.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. Abul Chair mengajak seluruh peserta upacara kembali menengok sejarah 1908, saat organisasi Boedi Oetomo meletakkan fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa melalui jalur intelektual dan diplomasi. Namun, tantangan abad ke-21 menuntut adaptasi yang radikal.

"Secara filosofis, kebangkitan nasional adalah proses dinamis mutatis mutandis berubah dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan," ujar Abul Chair mengutip amanat Menkomdigi.

Ia menekankan bahwa pada tahun 2026 ini, medan perjuangan bangsa telah bergeser. Kedaulatan tidak lagi hanya berbicara tentang batas-batas teritorial fisik, melainkan kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital.

Dengan mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara," pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda di ruang siber. Salah satu langkah konkret yang disoroti adalah pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas Bangsa).

Langkah revolusioner bahkan telah diambil per 28 Maret 2026, di mana pemerintah resmi membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi demi memastikan ekosistem digital yang sehat, beretika, dan ramah tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, narasi kebangkitan ini dikaitkan erat dengan visi kemandirian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui "Asta Cita". Pemerintah kini tengah mengintegrasikan ekosistem kesejahteraan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga penyediaan layanan cek kesehatan gratis secara masif.

Kemandirian ekonomi diperkuat melalui optimalisasi Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, yang diproyeksikan memudahkan mendapatkan akses pupuk, permodalan, sembako, hingga obat-obatan bagi masyarakat desa.

Di akhir sambutan, Sekda NTB memberikan catatan kritis khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Momentum Harkitnas 2026 dituntut menjadi energi penggerak bagi ASN yang tidak hanya sekedar menjalankan tugas administratif. ASN masa kini harus bertransformasi menjadi agen perubahan yang profesional, inovatif, adaptif, dan responsif dalam menghadirkan pelayanan publik terbaik demi terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera.(AM/diskominfotik)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:36:33 +0800 amr
Silaturahmi dengan Forkompimda Regional Maluku dan Nusa Tenggara, Menko Polkam Ajak para Pemimpin Berkorban untuk Rakyat https://amarmedia.co.id/silaturahmi-dengan-forkompimda-regional-maluku-dan-nusa-tenggara-menko-polkam-ajak-para-pemimpin-berkorban-untuk-rakyat https://amarmedia.co.id/silaturahmi-dengan-forkompimda-regional-maluku-dan-nusa-tenggara-menko-polkam-ajak-para-pemimpin-berkorban-untuk-rakyat

Lombok Barat, NTB.Amarmedia.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto agar sinergi, soliditas, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terus diperkuat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas serta mendukung keberhasilan program-program pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan arahan kepada para kepala daerah dan Forkopimda di regional Nusa Tenggara dan Maluku, dalam acara Silaturahmi dan Arahan Menko Polkam, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Forkopimda se-Wilayah Nusa Tenggara dan Maluku yang digelar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026). 

"Saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Bapak dan Ibu seluruhnya, dengan harapan agar soliditas di antara kita tetap dijaga," kata Menko Djamari.

Selain para kepala daerah yang mencakup gubernur, bupati, dan walikota, turut menjadi peserta juga Panglima Kodam, Panglima Kodaeral, Danlanud, Kapolda, dan Kajati di regional Maluku dan Nusa Tenggara.

Dalam arahannya, Menko Polkam juga mengimbau agar seluruh pimpinan daerah terus menjaga soliditas dan memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, di tengah situasi krisis global yang masih berlangsung, pemerintah pusat bekerja sangat keras agar masyarakat tidak terkena dampak serius, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan. Oleh karena itu, Menko Polkam mengajak seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda untuk responsif terhadap setiap keluhan masyarakat serta menunjukkan semangat rela berkorban demi kepentingan rakyat.

"Berempatilah kita pada posisi rakyat. Tidak ada pilihan lain, kita sudah terlanjur dipilih oleh rakyat untuk memimpin negeri ini. Jangan kita tunjukkan hal-hal yang bisa menyinggung perasaan rakyat kita, justru tunjukkan kita mau berkorban untuk rakyat," kata Djamari Chaniago.

Mendagri Tito Karnavian dalam kesempatan ini menegaskan pentingnya peran dan soliditas Forkopimda dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di daerah serta mendukung terselenggaranya program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. 

Sementara itu Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto terkait perumahan rakyat. Pemerintahan saat ini, kata Menteri PKP, memberi perhatian penuh bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang layak. Oleh karena itu, para kepala daerah diminta memaksimalkan program-program tersebut untuk masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan ini, turut mendampingi Menko Polkam antara lain Sesmenko Polkam, Letjen TNI Mochammad Hasan dan para Deputi Kemenko Polkam.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:28:46 +0800 amr
Perkuat Pembangunan Daerah, Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia Sepakati Kolaborasi Strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-pembangunan-daerah-pemkab-sumbawa-dan-care-indonesia-sepakati-kolaborasi-strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-pembangunan-daerah-pemkab-sumbawa-dan-care-indonesia-sepakati-kolaborasi-strategis Perkuat Pembangunan Daerah, Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia Sepakati Kolaborasi Strategis

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Bupati Sumbawa - Ir.H. Syarafuddin Jarot,M.P. menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan CARE terkait Kolaborasi Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi melalui Penguatan Kesehatan Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak, Ketahanan Ekonomi Keluarga, dan Ketahanan Lingkungan Berbasis Desa di Kabupaten Sumbawa. Pada acara tersebut turut hadir, Seketaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Inspektorat Kepala Bapperida, Kepala OPD terkait, bertempat di Ruang Rapat H. Hasan Usman lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (20/5/2026)

Bupati Sumbawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa bermitra dengan Yayasan CARE Indonesia untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya senior di CARE sejak CARE masih kecil dulu. Jadi tidak perlu berpanjang kata, karena saya paham CARE kompeten di bidang pemberdayaan dan punya kepedulian untuk membantu masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyebut ada tiga program prioritas yang akan menjadi payung besar kerja sama: ekonomi, lingkungan persampahan, dan pemberdayaan pesisir. Ia meminta OPD kreatif mengembangkan program turunan sesuai kebijakan kabupaten. 

“Kita tidak perlu menangani sendiri, dengan CARE, kita bisa kolaborasi agar program berjalan,” tegasnya.

“Karena itu kami buat program khusus. Kewenangan hutan memang di provinsi, tapi masyarakatnya di Kabupaten Sumbawa. Saya sudah minta Gubernur perkuat Satgas Penanganan Hutan,” jelasnya.

Untuk mendukung agroforestri, Bupati menawarkan pilot porang. Pemkab siap menyediakan bibit sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Demplot porang yang sudah dibuat hasilnya bagus dan hanya perlu dipagar agar tidak dimakan ternak.

“Porang ini adaptif, bisa di bawah naungan. Silakan CARE buat pilot di Sumbawa,” kata Bupati.

  

Bupati juga menyoroti tantangan daerah. Inflasi naik dipicu harga cabai, kemiskinan ekstrem, dan stunting masih jadi perhatian. Banyak pendatang bekerja di sektor pertanian dan bangunan namun tinggal di rumah tidak layak saat pendataan, sehingga data kemiskinan bertambah,"tutupnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan CARE Indonesia, DR. Abdul Wahib Situmorang. menyampaikan, kerja sama ini merupakan komitmen CARE dalam mendukung pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan pengentasan kemiskinan dengan keberpihakan pada kelompok marjinal, terutama perempuan. 

“CARE di Indonesia sudah ada sejak 1967. Sekarang kita ingin lanjutkan dengan inovasi yang selaras dengan visi Sumbawa,” ujarnya.

Ada Tiga program prioritas yang akan didorong CARE di Sumbawa:

1.Agroforestri Berbasis Perdagangan Karbon, Pengembangan agroforestri komoditas kopi, coklat, dan kemiri yang terintegrasi dengan perdagangan karbon. Sumbawa diusulkan menjadi lokasi percontohan perdagangan karbon berbasis kelompok masyarakat. CARE saat ini berdiskusi intensif dengan Nature dari Australia dan Bumi Hijau dari Jakarta terkait program ini.

2.Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah 

Replikasi model pengelolaan sampah organik 2 ton per hari menggunakan maggot BSF yang sudah berhasil di Depok dan Sumatera Selatan. Maggot akan diolah menjadi pakan ikan, kotorannya menjadi pupuk organik untuk hortikultura, dan hasilnya disuplai ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan dilaksanakan di 4 kecamatan di Sumbawa dan berpotensi menghasilkan pendapatan dari karbon sektor limbah.

3.Penguatan Ekonomi Perempuan Pesisir

Program pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan pesisir yang terintegrasi dengan perlindungan kawasan. CARE telah mendapat dukungan pendanaan untuk pelaksanaan program ini di Sumbawa," ucapnya.

Abdul Wahib berharap ketiga program tersebut dapat selaras dengan visi misi Bupati Sumbawa untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, bermartabat, dan mampu mengentaskan kemiskinan,"tutupnya.( AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 03:40:55 +0800 amr
Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi https://amarmedia.co.id/evaluasi-fls3n-kabupaten-sumbawa-hasanuddin-tekankan-pentingnya-pembinaan-karakter-artikulasi-dan-penguatan-seni-tradisi https://amarmedia.co.id/evaluasi-fls3n-kabupaten-sumbawa-hasanuddin-tekankan-pentingnya-pembinaan-karakter-artikulasi-dan-penguatan-seni-tradisi Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi 

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 Mei 2026 – Pelaksanaan Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 yang berlangsung di Kafe arung Jonga memasuki babak akhir. Dalam kesempatan tersebut, praktisi seni dan pengamat budaya, Hasanuddin akrab disapa Haji Ace, menyampaikan evaluasi mendalam terkait jalannya kompetisi dan profesionalisme manajemen sekolah dalam membina bakat siswa.

Haji Ace menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen pembentuk karakter dan wadah pengembangan potensi siswa yang seharusnya menjadi prioritas setiap satuan pendidikan.

"FLS3N adalah major event bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Sekolah harus bergerak aktif menemukan bakat siswa," ujar Hasanuddin di hadapan peserta dan tenaga pendidik, Rabu malam (20/5/2026).

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa bersama jajarannya, Pengurus Dewan Kesenian Sumbawa.

Dalam arahannya, Hasanuddin membedah tiga poin penting untuk meningkatkan kualitas penampilan siswa di tingkat provinsi maupun nasional:

Pertama: untuk Seni Mendongeng, Ia mengingatkan agar para peserta dan guru pembina memperhatikan teknik pemenggalan cerita (durasi) agar tidak memutus alur. Selain itu, artikulasi menjadi sorotan utama. "Banyak bahasa ucap yang tertelan karena emosi. Padahal, artikulasi harus jelas. Kebiasaan bicara tidak jelas ini jangan dibawa ke atas panggung jika ingin bersaing di level nasional," tegasnya.

Kedua Kreativitas Musik Tradisional . Hasanuddin menekankan pentingnya menciptakan pertunjukan yang utuh. Ia mengimbau agar sekolah tidak terpaku pada keterbatasan alat musik, melainkan berkolaborasi dengan sanggar seni setempat untuk mengeksplorasi komposisi musik tradisi Sumbawa, seperti penggunaan gendang, gong, dan serune yang dikelola secara kreatif.

Ketiga; untuk Tari Kreasi, Terkait materi tari, Hasanuddin menjelaskan bahwa kategori saat ini adalah semi-kontemporer yang tetap berpijak pada tradisi. Ia meminta para penata tari untuk lebih jeli dalam menerjemahkan tema "Pesta Rakyat" sesuai dengan sudut pandang anak remaja, bukan memaksakan estetika "salon" yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat Sumbawa. " Cantik salon bukan satu-satunya yang dinilai, tapi pada karakter dan kreativitas tema yang dibawa, kalau kita membawa tema turin benrang maka nggak perlu ornamen yang macam - macam"ujarnya.

Meski menyadari keterbatasan anggaran daerah, Hasanuddin optimis bahwa prestasi seni Sumbawa tetap bisa diperhitungkan di kancah nasional. Ia mencontohkan konsep "teater miskin" yang membuktikan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk melahirkan karya seni yang agung.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Hasanuddin menyatakan kesediaannya untuk mendampingi para juara tingkat kabupaten agar lebih matang sebelum melaju ke tingkat provinsi.

"Saya siap membantu memberikan pembinaan, tidak perlu bayar, cukup diskusi dan kolaborasi. Kita ingin Sumbawa tetap berada di papan atas prestasi kesenian. Saya berharap para juri dan guru dapat bekerja sama membina siswa agar mampu duduk setara dengan daerah lain di tingkat nasional," pungkasnya.

Acara malam itu ditutup dengan harapan agar seluruh pihak, mulai dari Dinas Dikbud hingga praktisi seni, dapat duduk bersama mengevaluasi teknis pembinaan demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 02:41:54 +0800 amr
Geram dengan Kerusakan Infrastruktur di Ropang, Ketua LSM Gentar Alam Ancam Gerakan Massa Jika Tidak Ada Perbaikan Segera https://amarmedia.co.id/geram-dengan-kerusakan-infrastruktur-di-ropang-ketua-lsm-gentar-alam-ancam-gerakan-massa-jika-tidak-ada-perbaikan-segera https://amarmedia.co.id/geram-dengan-kerusakan-infrastruktur-di-ropang-ketua-lsm-gentar-alam-ancam-gerakan-massa-jika-tidak-ada-perbaikan-segera Geram dengan Kerusakan Infrastruktur di Ropang, Ketua LSM Gentar Alam Ancam Gerakan Massa Jika Tidak Ada Perbaikan Segera

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id , 20 Mei 2026 – Kondisi infrastruktur di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, kini berada di titik nadir. Kerusakan parah pada akses jalan utama dan jembatan penghubung desa menjadi sorotan tajam Ketua LSM Gentar Alam (Sumbawa Green Action), Aldiansyah, S.T., menyusul belum adanya kepastian perbaikan dari Pemerintah Daerah.

Kecamatan Ropang, yang merupakan salah satu lumbung pangan vital Kabupaten Sumbawa dengan produksi padi dan kopi yang melimpah, kini justru terisolasi oleh kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan berlumpur. Aldiansyah mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata bagi ekonomi masyarakat.

“Biaya transportasi hasil panen melonjak hingga 30%, distribusi terhambat, bahkan akses ke layanan dasar seperti puskesmas dan sekolah sangat terganggu. Kami sudah di titik jenuh,” tegas Ardiansyah.

Selain akses jalan, kondisi jembatan kayu penghubung menuju Desa Lawin, Labangkar, dan Ranan kini dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh. Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tersebut dinilai sudah tidak layak dilalui dan menuntut penggantian segera menjadi jembatan beton yang memadai.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan ST menyampaikan bahwa pembangunan jembatan belum dapat direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran. Pihak PUPR hanya mengalokasikan Rp500 juta dari total Rp5,21 miliar anggaran infrastruktur untuk penanganan ruas jalan di Kecamatan Ropang.

Menanggapi hal tersebut, Aldiansyah menyatakan penolakan keras. Ia menilai kebijakan penganggaran pemerintah tidak mencerminkan skala prioritas yang objektif.

“Kecamatan Ropang adalah wilayah sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi Sumbawa. Jika pemerintah tidak menempatkan Ropang sebagai skala prioritas, maka pengalokasian anggaran tersebut salah arah,” tambah Aldiansyah.

LSM Gentar Alam bersama masyarakat Kecamatan Ropang mengajukan tuntutan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa diantaranya pertama ; penetapan status darurat jalan di Kecamatan Ropang.

Kedua ; Perbaikan jalan harus segera dilakukan bulan ini, khususnya akses menuju Desa Lawin, Labangkar, dan Ranan.

Ketiga : Perusahaan tambang dan investor yang beroperasi di wilayah Ropang wajib berkontribusi minimal 30–50% dalam pembiayaan perbaikan infrastruktur.

Keempat ; Pengerjaan perbaikan menyeluruh ditargetkan selesai dalam 6–12 bulan.

Aldiansyah menegaskan bahwa jika tuntutan ini diabaikan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Mengingat sebagian besar operasional perusahaan tambang berada di wilayah Ropang, ia memperingatkan pemerintah akan risiko kemarahan massa.

“Jika Ropang memang tidak dianggap sebagai skala prioritas oleh pemerintah, maka silakan pindahkan industri-industri tersebut ke kecamatan yang dianggap prioritas. Jangan sampai amukan massa dan kemarahan masyarakat yang dirugikan justru menghambat iklim investasi di Kabupaten Sumbawa. Ropang harus diperhatikan, Ropang harus jadi prioritas,” pungkasnya. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 15:25:32 +0800 amr
Peringati Harkitnas 2026, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Serukan Pemuda Jadi Garda Depan Kemajuan Daerah https://amarmedia.co.id/peringati-harkitnas-2026-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-serukan-pemuda-jadi-garda-depan-kemajuan-daerah https://amarmedia.co.id/peringati-harkitnas-2026-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-serukan-pemuda-jadi-garda-depan-kemajuan-daerah Peringati Harkitnas 2026, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Serukan Pemuda Jadi Garda Depan Kemajuan Daerah

SUMBAWA,Amarmedia.co.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, dimanfaatkan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa untuk membangkitkan semangat juang generasi muda. Partai berlambang banteng moncong putih ini mengajak seluruh pemuda, khususnya milenial dan Gen-Z di Sumbawa, untuk menjadi motor penggerak pembangunan di tengah kompleksitas tantangan global.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi dalam keterangannya Rabu 20 Mei 2026, menyatakan bahwa Harkitnas bukan sekadar seremoni mengenang sejarah, melainkan momentum untuk membangun optimisme dan keberanian anak muda dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, tantangan saat ini sangat nyata, mulai dari persaingan ekonomi global, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman krisis pangan, hingga perubahan iklim.

"Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat secara ideologi, budaya, dan karakter kebangsaan. Pemuda Sumbawa harus menjadi generasi yang produktif, kreatif, dan inovatif, namun tetap memegang teguh jati diri sebagai bangsa Indonesia," ungkapnya.

PDI Perjuangan menekankan bahwa relevansi ajaran Bung Karno, khususnya Marhaenisme, masih sangat kuat bagi generasi muda saat ini. Marhaenisme yang mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil, semangat berdikari, dan gotong royong, dinilai sebagai fondasi utama dalam melawan ketidakadilan sosial.

"Generasi muda harus hadir sebagai pelopor perubahan yang berpihak kepada petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat kecil. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah pelaku utama pembangunan daerah di segala bidang, baik itu kewirausahaan, pertanian modern, teknologi digital, hingga politik kebangsaan yang sehat," tambahnya.

Dalam era digital saat ini, DPC PDI Perjuangan Sumbawa juga menyoroti peran media sosial. Pihaknya mengajak kaum muda untuk mengubah fungsi media sosial menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan perjuangan gagasan, bukan sebagai alat penyebar kebencian, hoaks, atau perpecahan. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial diminta untuk terus dikedepankan sebagai kekuatan utama bangsa.

Mengakhiri pernyataannya, PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa masa depan daerah dan bangsa berada di pundak pemuda hari ini. Momentum Harkitnas 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi pemuda Sumbawa untuk terus bergerak bersama rakyat demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Bangkit Pemudanya, Kuat Rakyatnya, Maju Indonesianya," pungkasnya dengan penuh semangat.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 15:09:27 +0800 amr
Pansus II DPRD Sumbawa Bedah Kinerja BUMD dan Revisi Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan https://amarmedia.co.id/pansus-ii-dprd-sumbawa-bedah-kinerja-bumd-dan-revisi-ranperda-pengelolaan-pasar-rakyat-pusat-perbelanjaan-dan-toko-swalayan https://amarmedia.co.id/pansus-ii-dprd-sumbawa-bedah-kinerja-bumd-dan-revisi-ranperda-pengelolaan-pasar-rakyat-pusat-perbelanjaan-dan-toko-swalayan Pansus II DPRD Sumbawa Bedah Kinerja BUMD dan Revisi Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan 

Sumbawa,Amarmedia.co.id   – Pansus II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat intensif pada Senin (18/5/2025) guna membahas dua Ranperda yakni Penyertaan Modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2026-2030 dan dan Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Rapat yang dipimpin Ketua Pansus II, I Nyoman Wisma, ini dihadiri oleh jajaran eksekutif, termasuk Kadis Koperindag, Kadis DPMPTSP, serta perwakilan Bagian Hukum dan Ekonomi Setda Sumbawa.

Dalam pembahasan penyertaan modal, Pansus II menyoroti tajam kondisi kesehatan sejumlah BUMD. Ketua Pansus II, I Nyoman Wisma, menegaskan bahwa Pemda harus transparan mengenai kondisi keuangan PT Bank NTB Syariah, PT BPR NTB Perseroda, PT Sabalong Samawa, hingga Perumda Air Minum Batulanteh sebelum investasi dilakukan.

"Niat Pemda untuk penyertaan modal patut diapresiasi, namun kita harus tahu kesehatan perusahaan tersebut. Untuk PT Sabalong Samawa, posisinya saat ini bisa dikatakan antara hidup dan mati. Kami meminta penjelasan pola pikir Pemda, apakah mau membangun ulang atau sekadar menyuntik modal tanpa arah yang jelas," tegas Nyoman Wisma.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Ivan Indrajaya ST MM menjelaskan bahwa penyertaan modal dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi. Untuk Bank NTB Syariah, meski laba sempat terdampak kasus perbankan, kini direksi baru tengah berupaya memulihkan kinerja dengan merambah sektor UMKM. Sementara untuk Perumda Air Minum Batulanteh, Pemda menekankan orientasi sosial dalam penyediaan air bersih, sehingga pelayanan menjadi prioritas dibandingkan mengejar deviden dalam waktu dekat.

Agenda kedua membahas Ranperda tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Pihak Pemda menyarankan agar dilakukan penyusunan ulang (rekonstruksi) total terhadap naskah tersebut. Hal ini dikarenakan substansi draf yang ada saat ini dinilai kurang sistematis dan berisiko membingungkan masyarakat.

Kadis Perindag dan Kadis DPMPTSP menekankan pentingnya mempertajam aturan mengenai perizinan toko berjejaring, terutama terkait jarak operasional dan kewajiban adanya berita acara survei lapangan yang melibatkan pihak desa dan kecamatan. "Permasalahan selama ini ada pada rekomendasi perizinan. Kita harus memperketat aturan jarak antara satu minimarket dengan minimarket lainnya agar tidak bertumpuk seperti di kota besar," tambah anggota Pansus, H. Zohran.

Dalam rapat tersebut, Pansus II dan Pemerintah Daerah menyepakati sejumlah poin penting:

Pertama ; Proses penyertaan modal wajib didasarkan pada laporan keuangan yang diaudit oleh auditor independen. Jika BUMD terbukti merugi berdasarkan audit tersebut, Bupati memiliki kewenangan untuk menghentikan penyertaan modal.

Kedua ; Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan manajemen, termasuk opsi rekrutmen direksi yang profesional dan berjiwa bisnis untuk menyelamatkan BUMD yang kinerjanya stagnan.

Ketiga ; Disepakati untuk menyusun ulang draf Ranperda Pasar rakyat Pusat Perbelanjaan dan toko swalayan guna menyesuaikan dengan regulasi terbaru (PP 29/2021) dan memastikan kepastian hukum bagi pelaku usaha tradisional maupun modern.

Pansus II menegaskan bahwa setiap kebijakan penyertaan modal harus berorientasi pada ketahanan fiskal daerah dan dampak sosial langsung bagi masyarakat Sumbawa. Rapat ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus melakukan koordinasi dalam tahap harmonisasi regulasi agar hasil akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 09:40:02 +0800 amr
Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa: Maju,Bergerak dan Berkolaborasi https://amarmedia.co.id/musyawarah-cabang-keiv-bpc-hipmi-kabupaten-sumbawa-majubergerak-dan-berkolaborasi https://amarmedia.co.id/musyawarah-cabang-keiv-bpc-hipmi-kabupaten-sumbawa-majubergerak-dan-berkolaborasi Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa: Maju,Bergerak dan Berkolaborasi

Sumbawa,Amarmedia.co.id  20 Mei 2026 — Aula Gedung Olive Food Court akan menjadi tempat para pengusaha muda paling dinamis di Kabupaten Sumbawa berkumpul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa. Acara yang akan dilaksanakan pada hari Kamis 21 Mei 2026 pukul 12.00 WITA itu akan menjadikan Olive Food Court, Jalan Kerangka Baja, Brang Bara, sebagai pusat energi kewirausahaan dan jaringan bisnis yang penuh semangat.

Dipimpin oleh Ketua OC Muscab Wira Marizal dan Ketua SC Muhammad Fauzi, Muscab Ke‑IV ini akan dibuka dengan antusiasme tinggi dari anggota HIPMI, pelaku usaha, serta tokoh penggerak ekonomi di Kabupaten Sumbawa. Momentum ini juga mendapat sorotan dari ketua umum HIPMI Kabupaten Sumbawa, Farzan, untuk menegaskan komitmen organisasi dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan kompetitif.

"Muscab kali ini bukan sekadar agenda administratif,  ia menjadi panggung strategis bagi regenerasi kepemimpinan kami yang telah berakhir masanya, sinergi program, dan deklarasi langkah nyata untuk memperkuat UMKM, mendorong investasi lokal, serta membuka akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha muda Sumbawa"ujarnya kepada awak media Rabu 20 Mei 2026. 

Kemudian ujarnya, berbagai agenda penting, termasuk pemilihan pengurus baru, pembahasan roadmap pengembangan kewirausahaan, dan inisiatif kolaborasi antar-sektor, dijadwalkan berjalan intensif sepanjang hari.

Ketua Umum HIPMI Kab. Sumbawa, Farzan, mengajak agar semua pihak bersatu mengakselerasi pembangunan ekonomi daerah melalui inovasi dan kolaborasi.

Diharapkan suasana semakin hidup dengan sesi sambutan penuh semangat dari Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi NTB Ismed Fathurrahman Maulana bersama Sekretaris Umum Anggi Sihanjaya yang telah terkonfirmasi akan hadir, dan diskusi panel yang menghadirkan ide-ide segar untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Para peserta juga dapat bersemangat menjalin kemitraan, bertukar peluang usaha, serta menyiapkan rencana aksi yang langsung dapat diimplementasikan di tingkat lokal.

Ketua OC Wira Marizal menegaskan bahwa Muscab Ke‑IV ini adalah kesempatan emas untuk menghadirkan figur pemimpin muda yang visioner dan pro-bisnis."Untuk tema muscab ke IV adalah Maju,bergerak dan berkolaborasi"ujarnya. Sementara Ketua SC Muhammad Fauzi menyatakan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan agenda yang transparan dan profesional. 

Dengan semangat “Maju,bergerak dan berkolaborasi”, Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa diharapkan melahirkan kepengurusan yang energik dan program-program nyata yang mampu mengangkat daya saing pelaku usaha lokal. Olive Food Court insya Allah menjadi saksi lahirnya langkah baru bagi pengusaha muda Sumbawa yang siap berkibar di kancah regional dan nasional" pungkasnya.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 07:45:57 +0800 amr
Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen https://amarmedia.co.id/jaga-kesinambungan-program-dan-kelangsungan-organisasi-pwi-pusat-isi-jabatan-sekjen https://amarmedia.co.id/jaga-kesinambungan-program-dan-kelangsungan-organisasi-pwi-pusat-isi-jabatan-sekjen Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen 

 

JAKARTA,Amarmedia.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan reposisi susunan pengurus harian melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026 tertanggal 18 Mei 2026. 

Dalam perubahan tersebut, Marthen Selamet Susanto ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat menggantikan almarhum Zulmansyah Sekedang.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, penyesuaian susunan pengurus dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal sekaligus menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat.

“Perubahan susunan pengurus ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal serta menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat,” ujar Munir, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Munir berharap susunan kepengurusan yang baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi. 

Selain itu dapat melanjutkan pengabdian dan semangat yang telah diwariskan almarhum Zulmansyah Sekedang bagi PWI dan dunia pers nasional.

Sebelum dipercaya menjabat Sekjen, Marthen Selamet Susanto diketahui menjabat sebagai Bendahara Umum PWI Pusat.

Seiring reposisi tersebut, jabatan Bendahara Umum kini diisi Sumber Rajasa Ginting yang sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum.

Untuk mendukung tugas kebendaharaan, PWI Pusat juga menetapkan Badar Subur sebagai Wakil Bendahara Umum I dan Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II.

Sementara itu, posisi Wasekjen diisi oleh Haryo Ristamaji, Suprapto Sastro Atmojo dan Kadirah

Selain pergantian Sekjen dan Bendara Umum, PWI Pusat juga melakukan reposisi di sejumlah bidang pengurus harian.

Bidang Organisasi dan Keanggotaan tetap dipimpin Zulkifli Gani Ottoh dengan Djoko Tetuko Abdul Latif sebagai wakil ketua.

Pada Bidang Pembinaan Daerah, posisi ketua tetap dijabat Mirza Zulhadi dengan wakil ketua Novrizon Burman dan Sarjono.

Di Bidang Pendidikan, Agus Sudibyo tetap dipercaya memimpin bersama Zarman Syah dan kini didampingi Iskandar Zulkarnain.

Sementara Bidang Kerja Sama dan Kemitraan dipimpin Ariawan dengan para wakil ketua Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus.

Untuk Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum, posisi ketua dijabat Anrico Pasaribu dengan wakil ketua Baren Antoni Siagian dan Jimmy Endey.

Bidang Hubungan Luar Negeri dipimpin Irfan Junaidi dengan Aldi Gultom sebagai wakil ketua.

Di Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap dipercaya sebagai ketua dengan Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu sebagai wakil ketua.

Sedangkan Bidang Media dan Penyiaran tetap diketuai Auri Jaya dengan Danang Sanggabuana dan Dede Apriadi sebagai wakil ketua.

Pada Bidang Pengelolaan Aset, Endang Werdiningsih menjabat ketua didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 05:25:19 +0800 amr
Hadiri Rakor Forkopimda di NTB, Menteri PKP Tekankan Perkuat Sinergi Keamanan dan Percepatan Program Perumahan Rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-forkopimda-di-ntb-menteri-pkp-tekankan-perkuat-sinergi-keamanan-dan-percepatan-program-perumahan-rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-forkopimda-di-ntb-menteri-pkp-tekankan-perkuat-sinergi-keamanan-dan-percepatan-program-perumahan-rakyat Hadiri Rakor Forkopimda di NTB, Menteri PKP Tekankan Perkuat Sinergi Keamanan dan Percepatan Program Perumahan Rakyat

Lombok Barat.Amarmedia.co.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi Lombok, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (19/5/2026).

Rakor yang diawali Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago tersebut membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari penguatan keamanan maritim dan pertahanan negara, pengarusutamaan gender (PUG) di sektor keamanan, hingga evaluasi program strategis pemerintah daerah yang selaras dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur NTB, Gubernur NTT, Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, jajaran Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda), hingga Ketua DPRD Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pentingnya optimalisasi potensi sumber daya alam dan pariwisata daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Baru sekarang saya datang ke Lombok dan kesempatan baik ini saya gunakan untuk merangsang Forkopimda untuk menjadikan sumber daya alam kita menjadi pusat tujuan wisata karena keindahannya. Sudah saatnya masyarakat menikmati sumber daya di negeri ini,” ujar Menko Polkam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan berbagai capaian dan program prioritas Kementerian PKP melalui tayangan video 21 capaian kinerja sektor perumahan. 

Menteri PKP menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Terima kasih kepada Pak Mendagri, kita sudah membuat kebijakan SKB 3 Menteri yang sangat pro rakyat, yang pertama BPHTB dan PBG gratis untuk MBR dan Presiden Prabowo adalah yang pertama membuat kebijakan ini serta membuktikan kalau birokrasi kita berjalan dengan lebih cepat,” ujar Menteri PKP.

Menurut Maruarar Sirait, keberhasilan pembangunan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat.

“Bagaimana kekuatan kepercayaan dan gotong royong dari berbagai pihak yang berkenan untuk membantu bidang perumahan ini menjadi bukti kita kompak dan apabila dengan konsep yang jelas kita akan dapat dukungan sinergi yang kuat,” lanjut Menteri PKP.

Menteri PKP juga menekankan bahwa berbagai program unggulan Kementerian PKP yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan semakin mempercepat pemerataan pembangunan perumahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya terhadap percepatan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Provinsi NTB. Ia menyebut NTB menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi dalam penerbitan izin pembangunan rumah rakyat.

“Provinsi NTB menjadi yang tertinggi mengeluarkan 64 izin PBG dengan bentuk 6.170 unit rumah,” ujar Mendagri.

Mendagri juga menyoroti program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dinilai menjadi langkah bersejarah dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat.

“Bedah rumah 400.000 BSPS ini adalah pertama kali dalam sejarah dan tidak akan mungkin APBD menampung itu dan sekarang Pak Menteri PKP memberikan untuk setiap kabupaten di NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara serta Papua minimal 500 bedah rumah BSPS,” kata Tito Karnavian.

Selain itu, Mendagri menjelaskan adanya alokasi pembangunan 15.000 rumah di kawasan perbatasan melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional.

Rakor Forkopimda tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Acara ditutup dengan penampilan lagu “Di Bawah Tiang Bendera” yang dibawakan Edo Kondologit, menambah nuansa persatuan dan nasionalisme dalam forum koordinasi lintas sektor tersebut.

Melalui Rakor ini, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan perumahan rakyat yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:56:54 +0800 amr
Menteri PKP Dorong Percepatan KUR Perumahan, BSI Siap Tambah Penyaluran untuk Dukung Program 3 Juta Rumah https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-dorong-percepatan-kur-perumahan-bsi-siap-tambah-penyaluran-untuk-dukung-program-3-juta-rumah https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-dorong-percepatan-kur-perumahan-bsi-siap-tambah-penyaluran-untuk-dukung-program-3-juta-rumah Menteri PKP Dorong Percepatan KUR Perumahan, BSI Siap Tambah Penyaluran untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Lombok Barat.Amarmedia.co.id— Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan yang berlangsung di Graha Bhakti Praja Conference Center, Selasa (19/05/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor perbankan dalam mempercepat akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui program strategis nasional 3 Juta Rumah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal beserta jajaran FORKOPIMDA Provinsi NTB, Gubernur NTT beserta FORKOPIMDA Provinsi NTT, Gubernur Maluku beserta FORKOPIMDA Provinsi Maluku, Gubernur Maluku Utara beserta FORKOPIMDA Provinsi Maluku Utara, Dirjen Perkotaan Kementerian PKP, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Walikota Mataram, perwakilan PNM, perwakilan SMF, serta Wakil Direktur Utama bank BSI.

Dalam sambutannya, Menteri PKP menegaskan pentingnya kecepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pembiayaan dan penyediaan hunian layak.

“Melayani rakyat itu harus dengan cepat, ayo kita nyanyi lagu ‘Bongkar’ supaya pemerintah melayani rakyat tidak boleh lambat tapi harus cepat dan mudah bagi rakyat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong percepatan pembangunan dan pembiayaan perumahan rakyat. 

Menurutnya, pemerintah terus memperluas akses pembiayaan agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak huni dengan skema yang mudah, cepat, dan terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama BSI menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung program prioritas nasional di bidang perumahan.

“Kami mendukung atas inisiasi pemerintah khususnya Kementerian PKP dalam program prioritas nasional yakni 3 juta rumah dan untuk penyaluran ini kami siap untuk ditambah kuotanya,” ujar Wakil Dirut BSI.

BSI mencatat kinerja positif dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional. Realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI secara nasional telah mencapai Rp799,11 miliar. 

Sementara khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI mencapai Rp43,82 miliar.

Selain itu, realisasi penyaluran kredit program perumahan khusus Provinsi NTB dengan BSI sebagai bank penyalur tercatat sebesar Rp315,7 miliar. Hingga April 2026, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan untuk 1.201 unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah melalui program Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) sejak program tersebut diluncurkan atau mencapai sekitar 60 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah. Khusus di NTB, BSI telah menyalurkan sekitar Rp44 miliar kepada 110 nasabah.

Di tengah tantangan ekonomi global, BSI pada tahun 2026 berhasil mempertahankan pertumbuhan yang sehat dengan total aset mencapai Rp460 triliun dan pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembiayaan syariah, termasuk sektor perumahan rakyat.

Melalui kolaborasi ini, Kementerian PKP berharap sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin mempercepat realisasi program perumahan nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau di berbagai daerah Indonesia.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:46:20 +0800 amr
Menteri PKP Tinjau Rusunawa Bintaro NTB, Pastikan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Nelayan Mataram https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rusunawa-bintaro-ntb-pastikan-hunian-layak-dan-terjangkau-bagi-nelayan-mataram https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rusunawa-bintaro-ntb-pastikan-hunian-layak-dan-terjangkau-bagi-nelayan-mataram Menteri PKP Tinjau Rusunawa Bintaro NTB, Pastikan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Nelayan Mataram

Mataram Amarmedia.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro yang berlokasi di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/05/2026). 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hunian, fasilitas kawasan, serta kenyamanan masyarakat penghuni rusun yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau langsung kondisi unit hunian, fasilitas umum kawasan rusun, hingga kawasan pesisir pantai yang menjadi pusat aktivitas mata pencaharian warga penghuni rusunawa.

Rusunawa Bintaro memiliki kapasitas hunian berupa 1 twin block dengan bangunan 3 lantai yang terdiri atas 44 unit kamar tipe 36. Setiap unit dirancang ramah keluarga dan dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur, serta satu kamar mandi.

Selain itu, seluruh unit hunian telah diserahkan dalam kondisi fully furnished atau dilengkapi dengan mebel dasar guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat sejak pertama kali menempati hunian.

Dengan biaya sewa sekitar Rp150.000 per bulan, Rusunawa Bintaro diharapkan menjadi solusi hunian layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya nelayan di kawasan pesisir Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga berdialog langsung dengan sejumlah penghuni rusun. Salah satunya adalah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang urut sekaligus memiliki usaha warung kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepada warga tersebut, Menteri PKP menyampaikan harapannya agar hunian yang disediakan pemerintah dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga ibu berkah ya bu tinggal di sini, semoga bermanfaat dan selalu sehat-sehat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP menegaskan bahwa pembangunan rumah susun bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki lingkungan hunian yang mendukung aktivitas ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik.

Menurutnya, lokasi Rusunawa Bintaro yang berada dekat kawasan pantai menjadi nilai penting karena memudahkan para nelayan untuk tetap menjalankan aktivitas mencari nafkah tanpa harus tinggal di kawasan permukiman yang tidak layak

“Kementerian PKP terus berupaya menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Menteri PKP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Dirjen Perumahan Perdesaan Rinni D. Mawarti, Staf Khusus Menteri Kiki Sidabutar, Tim Menteri Edo Kondologit, Staf Khusus Menteri Daeng, Kepala BP3KP NT 1 beserta jajaran. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:35:15 +0800 amr
Bupati Sumbawa Ikut Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Senggigi bersama Wamen Dalam Negeri https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ikut-gerakan-indonesia-asri-di-pantai-senggigi-bersama-wamen-dalam-negeri https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ikut-gerakan-indonesia-asri-di-pantai-senggigi-bersama-wamen-dalam-negeri Bupati Sumbawa Ikut Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Senggigi bersama Wamen Dalam Negeri

Lombok Barat, Amarmedia.co.id 19 Mei 2026 — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP pagi ini  Selasa 19 Mei 2026 turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Indonesia ASRI yang digelar di Pantai Senggigi, Lombok Barat. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI dan sejumlah kepala daerah lain sebagai bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 wilayah Nusa Tenggara dan Maluku.

Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih pantai dan bazar pangan murah. Menurut Bupati Jarot, kegiatan bersih pantai ini memiliki makna lebih dari sekadar menjaga kebersihan; ia menekankan bahwa aksi tersebut mencerminkan kepedulian bersama dan investasi untuk masa depan daerah.

“Kegiatan bersih pantai ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang kepedulian dan masa depan daerah kita bersama. Tetap kompak, tetap peduli, dan terus bergerak untuk Indonesia yang lebih ASRI,” ujar Bupati Jarot.

Kegiatan di Pantai Senggigi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendorong ketersediaan pangan terjangkau melalui bazar. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 22:50:49 +0800 amr
FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda! https://amarmedia.co.id/fls3n-2026-sumbawa-saat-panggung-kafe-berubah-jadi-arena-keajaiban-talenta-muda https://amarmedia.co.id/fls3n-2026-sumbawa-saat-panggung-kafe-berubah-jadi-arena-keajaiban-talenta-muda FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda!

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Ada yang berbeda di Kafee Arung Jonga malam ini Selasa 19 Mei 2026. Bukan sekadar tempat nongkrong, kafe ini mendadak disulap menjadi panggung megah penuh warna saat Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 resmi digelar.

Suasana riuh rendah penonton seketika hening saat satu per satu siswa SMP yang lolos ke babak final 3 besar tampil menunjukkan "sakti"-nya di bidang seni. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kadis Dikbud Sumbawa, Bapak Budi Sastrawan, M.Si., yang menekankan bahwa ajang ini adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter bangsa lewat seni dan budaya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dispopar Sumbawa, Muhammad Irpan, S.P.MM, memberikan pesan yang sangat menyejukkan bagi para peserta. "Kita berikan ruang yang luas tanpa membebani karya yang harus ditampilkan. Biarkan kreativitas mereka berkembang dan tumbuh secara alami," ujarnya penuh dukungan.

Parade Penampilan yang Menghipnotis

Malam itu benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa siswa Sumbawa punya bakat kelas wahid diantaranya Dian Sulastri siswi SMPN 2 Unter Iwes sukses membuat penonton ikut bernyanyi lewat lantunan syahdu "Laskar Pelangi".

SMPN 1 Labuhan Badas tampil kompak dengan musik tradisional yang sarat makna.Afifah Ufaira Shafiyyah dari SMPN 1 Moyo Hulu benar-benar menghipnotis penonton. Lewat dongeng "Batu Nganga", ia seolah membawa penonton masuk ke dalam cerita rakyat tersebut. Atribut dan ornamen yang disediakan diatas panggung sangat menyatu dengan cerita rakyat yang dibawa penuh penjiwaan.

Dari SMPN 3 Moyo Hulu dan SMPN 1 Sumbawa Besar memanjakan mata dengan tari kreasi yang energik, sementara Afifah Dwi Oktaviani dari SMPN 1 Sumbawa Besar memukau lewat vokal solonya yang merdu. Puncaknya, duo pantomim dari SMPN 3 Moyo Hulu, Rafli Amrillah dan Abdul Kholik tampil begitu matang. Gerakan mereka begitu presisi, jauh dari kesan sekadar meniru video YouTube, hingga membuat juri dan penonton terpukau.

Catatan Sang Pengamat: Lebih Berani dan Lebih Matang

Guru sekaligus pengamat seni, Guru Abdul Hakim SPd akrab disapa Guru Nik , memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan talenta tahun ini. Menurutnya, ada lonjakan keberanian yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Penampilan tahun ini luar biasa! Terutama pantomim, gerakan mereka sudah matang, bukan lagi hasil kopi-paste dari YouTube. Tari-tariannya pun lebih berani," ungkapnya antusias.

Ditambahkan oleh Hendra Sofyan.S.Sn atau akrab di panggil abang Auk, tentu saja, ada "pekerjaan rumah" kecil. Abang Auk menyoroti perlunya kolaborasi dengan pihak recording lokal untuk meningkatkan kualitas audio musik pengiring. Dengan sentuhan profesional di bidang rekaman, ia yakin karya anak-anak Sumbawa ini akan semakin megah dan layak bersaing di level yang lebih tinggi.

Pesan untuk Sang Juara

Kabid SMP Junaidi SPd, Ketika ditanya soal siapa yang layak mendapatkan "mahkota" juara, Ia hanya tersenyum bijak. "Jangan pernah berhenti untuk berkarya. Bagi kami, keberanian mereka tampil saja sudah merupakan kemenangan besar. Inilah generasi yang sedang menumbuhkembangkan karakter bangsa." ujarnya singkat.

Kepada para Kepala sekolah menengah Pertama  yang ada di Kabupaten Sumbawa Ia menekankan agar menjadi perhatian kegiatan seperti ini, "Tahun depan sangat kita harapkan lebih banyak lagi peserta yang ikut  terlebih bagi sekolah yang belum mengirim peserta sehingga kita dapat menjaring talenta yang unggul" jelasnya.

Selamat untuk siswa-siswi hebat dari SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Sumbawa Besar, SMPN 1 Labuhan Badas, SMPN 1 dan 3 Moyo Hulu dan seluruh peserta lainnya! Kalian adalah bukti nyata bahwa kreativitas anak Sumbawa memang tanpa batas. Teruslah berkarya, karena panggung dunia sedang menunggu kalian! pungkasnya .(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 22:29:24 +0800 amr
Menumbuhkan Karakter Bangsa Lewat Seni, FLS3N Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 Resmi Dibuka https://amarmedia.co.id/menumbuhkan-karakter-bangsa-lewat-seni-fls3n-kabupaten-sumbawa-tahun-2026-resmi-dibuka https://amarmedia.co.id/menumbuhkan-karakter-bangsa-lewat-seni-fls3n-kabupaten-sumbawa-tahun-2026-resmi-dibuka Menumbuhkan Karakter Bangsa Lewat Seni, FLS2N Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 Resmi Dibuka

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Babak Final Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 resmi dibuka. Ajang bergengsi yang menjadi wadah unjuk bakat talenta muda ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., bertempat di Kafe Arung Jonga, Sumbawa Besar, Selasa malam (19/5/2026).

Festival ini diramaikan oleh para pelajar berbakat dari berbagai sekolah, di antaranya SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Labuhan Badas, SMPN 1 Moyo Hulu, SMPN 3 Moyo Hulu, SMPN 2 Empang, SMPN 1 Empang, dan SMPN 4 Satap Lopok. Para peserta akan menampilkan kebolehan mereka dalam berbagai cabang lomba, mulai dari olah vokal melalui Penyanyi Solo, seni peran dalam Pantomim, hingga keindahan gerak Tari Tradisional.

Dalam sambutannya, Budi Sastrawan memotivasi para siswa untuk berani mengekspresikan diri tanpa rasa takut. Ia menekankan bahwa FLS3N adalah ruang kreativitas untuk mengasah kepercayaan diri yang akan menjadi modal penting bagi masa depan anak-anak.

"Tidak ada penampilan perdana yang langsung bermahkota, artinya setiap proses adalah pembelajaran. Yang terpenting adalah keberanian anak-anak untuk tampil. Saya minta kepada kepala sekolah dan guru pembimbing untuk terus mengarahkan anak-anak kita menampilkan kemampuan terbaik mereka," ujar Budi Sastrawan saat memberikan motivasi.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irpan, S.P., MM., memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini. Menurutnya, FLS2N merupakan ruang kreasi yang sangat strategis dalam menumbuhkan talenta muda di bidang seni.

"Kita berikan ruang yang luas tanpa membebani karya yang ditampilkan. Biarkan kreativitas mereka berkembang dan tumbuh secara alami," ungkap Muhammad Irpan yang  juga Ketua Dewan Kesenian Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Sastrawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dewan Kesenian Sumbawa yang telah memfasilitasi tempat, serta kehadiran tokoh budayawan H. Hasanuddin dan vokalis Arung Jonga, bang Iman, yang turut memberikan semangat bagi para peserta.

"Dengan mengucap Bismillah, Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional tingkat Kabupaten Sumbawa, saya nyatakan dibuka," ucap Budi Sastrawan secara resmi mengawali rangkaian perlombaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berkarya, memupuk karakter bangsa, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui jalur seni dan sastra. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 20:44:42 +0800 amr
Menteri PKP Tinjau Rumah Susun ASN NTB, Dorong Hunian Modern dan Pelayanan Publik yang Cepat untuk Rakyat https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rumah-susun-asn-ntb-dorong-hunian-modern-dan-pelayanan-publik-yang-cepat-untuk-rakyat https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rumah-susun-asn-ntb-dorong-hunian-modern-dan-pelayanan-publik-yang-cepat-untuk-rakyat Menteri PKP Tinjau Rumah Susun ASN NTB, Dorong Hunian Modern dan Pelayanan Publik yang Cepat untuk Rakyat

Lombok Barat, — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Susun ASN Nusa Tenggara Barat yang berlokasi di Jl. TGH. Faesal No.555, Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/05/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas hunian vertikal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus meninjau pelayanan publik di lingkungan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Nusa Tenggara 1. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP didampingi jajaran kantor pusat Kementerian PKP serta Kepala BP3KP Nusa Tenggara 1 beserta jajaran. 

Menteri PKP meninjau langsung fasilitas gedung, unit hunian, area pelayanan publik, serta berdiskusi dengan staf ASN BP3KP NT 1 yang juga berkantor di kawasan rumah susun tersebut.

Rumah Susun ASN NTB merupakan hunian vertikal modern dengan total 8 lantai dan memiliki 72 unit hunian yang diperkirakan mampu menampung hingga 216 orang. Rusun tersebut diperuntukkan bagi ASN Kementerian PUPR yang bertugas di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, khususnya pegawai yang berasal dari luar daerah.

Adapun komposisi unit terdiri atas 60 unit tipe 36, 10 unit tipe 45, serta 2 unit khusus ramah difabel. Seluruh unit hunian telah dilengkapi fasilitas furnitur lengkap atau fully furnished seperti tempat tidur, lemari pakaian, meja, dan kursi sehingga siap langsung ditempati.

Selain itu, rumah susun ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lift, mushola, area outdoor, serta mengusung konsep green building yang mendukung kenyamanan dan efisiensi lingkungan hunian.

Menteri PKP menjelaskan bahwa pembangunan rumah susun ASN merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang layak, sehat, terjangkau, dan dekat dengan area kerja guna mendukung peningkatan kinerja pelayanan publik.

Rusun ASN NTB juga dikembangkan dengan konsep Mixed Use Development, di mana lantai 1 hingga lantai 3 difungsikan sebagai area perkantoran dan ruang serbaguna termasuk operasional BP3KP NT 1, sementara lantai 4 hingga lantai 8 digunakan sebagai area hunian bagi ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP turut mengunjungi ruang Pelayanan Publik BP3KP NT 1 dan memberikan arahan terkait pentingnya akses layanan yang mudah bagi masyarakat.

“Ini ruang pelayanan ya, saran saya bisa ditempatkan di bawah di lantai 1 agar rakyat mendapatkan akses informasi yang mudah dan cepat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian PKP agar masyarakat memperoleh informasi dan solusi secara cepat serta tepat.

“Kita harus menguasai masalah dan kebijakan yang ada di masyarakat karena ketika rakyat bertanya dan menyampaikan pengaduan, kita bisa sampaikan dengan jelas agar rakyat terbantu,” kata Menteri PKP.

Kementerian PKP terus mendorong pembangunan hunian vertikal berkualitas bagi ASN sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelayanan publik yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan tersedianya hunian yang representatif dan terintegrasi dengan fasilitas kerja, diharapkan ASN dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 19:21:24 +0800 amr
BAZNAS Kabupaten Sumbawa Sambangi Mustahik Desa Kelungkung melalui Program 100 Mustahik per Desa https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-sambangi-mustahik-desa-kelungkung-melalui-program-100-mustahik-per-desa https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-sambangi-mustahik-desa-kelungkung-melalui-program-100-mustahik-per-desa BAZNAS Kabupaten Sumbawa Sambangi Mustahik Desa Kelungkung melalui Program 100 Mustahik per Desa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 19 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program 100 Mustahik per Desa. Kali ini, kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, pada Selasa (19/5/2026), bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Kelungkung.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Program ini menyasar berbagai kelompok mustahik, di antaranya imam masjid, marbot, fakir miskin, penyandang disabilitas, guru PAUD, serta bantuan sarana ibadah untuk Masjid Nurul Hidayah dan musholla SDN Kelungkung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ihsan Safitri, didampingi Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supryadi, SHI., MHI.

Kepala Desa Kelungkung, Muhammad Saleh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian BAZNAS Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat Desa Kelungkung. Menurutnya, program tersebut sangat membantu warga yang membutuhkan, terutama di wilayah pedesaan dan pegunungan seperti Batulanteh.

“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Kelungkung mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Muhammad Saleh.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ihsan Safitri, menyampaikan bahwa Program 100 Mustahik per Desa merupakan bentuk nyata hadirnya BAZNAS di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk memperkuat ukhuwah sosial di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para mustahik dan memberikan semangat bagi para penerima manfaat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sumbawa akan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan dan penyaluran bantuan ke desa-desa lainnya di Kabupaten Sumbawa agar manfaat zakat semakin dirasakan secara merata.

Kebahagiaan dan rasa syukur tampak jelas dari wajah para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan, Saban, warga Dusun Semongkat A, menyampaikan rasa terima kasih dan doa kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga BAZNAS semakin maju dan semua yang membantu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkapnya haru.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SDN Kelungkung, Jumaiyah, S.Pd, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan untuk musholla sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan untuk musholla SDN Kelungkung. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan ibadah dan pendidikan karakter siswa di sekolah kami,” tuturnya.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar seluruh program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui Program 100 Mustahik per Desa, BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus berupaya menghadirkan solusi dan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Sumbawa. (AN/Adi)

]]>
Tue, 19 May 2026 18:49:06 +0800 amr
Forum Energi Terbarukan Internasional Digelar di NTB Bahas Penguatan Energi Bersih yang Berkeadilan https://amarmedia.co.id/forum-energi-terbarukan-internasional-digelar-di-ntb-bahas-penguatan-energi-bersih-yang-berkeadilan https://amarmedia.co.id/forum-energi-terbarukan-internasional-digelar-di-ntb-bahas-penguatan-energi-bersih-yang-berkeadilan Forum Energi Terbarukan Internasional Digelar di NTB Bahas Penguatan Energi Bersih yang Berkeadilan

Mataram, 19 Mei 2026 — Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah forum internasional kerja sama energi terbarukan yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Madagaskar, Nepal, Kenya, dan Jerman di Prime Park Hotel Mataram, Selasa (19/5).

Forum kerja sama Selatan-Selatan dan triangular tersebut membahas penguatan kolaborasi transisi energi bersih yang berkeadilan, khususnya bagi negara berkembang dan wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses energi dan perubahan iklim.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya NTB sebagai lokasi penyelenggaraan forum internasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi di Pulau Lombok, daerah yang terus tumbuh menjadi wilayah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Aka, sapaan akrab Ahsanul Khalik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Pemerintah Republik Federal Jerman dan GIZ, Kementerian Luar Negeri RI, Bappenas, akademisi, serta pelaku industri energi terbarukan.

Dalam sambutan Gubernur, Aka menegaskan bahwa transisi energi bersih kini menjadi kebutuhan global di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, dan tekanan ekonomi dunia yang semakin kompleks.

Namun demikian, menurutnya, transisi menuju energi bersih tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan teknologi dan investasi semata, tetapi juga harus memastikan masyarakat kecil, wilayah terpencil, dan kelompok rentan tetap mendapatkan akses energi yang adil dan merata.

“Transisi energi bukan lagi sekedar pilihan, tetapi kebutuhan bersama. Namun prosesnya harus dijalankan secara adil dan inklusif agar tidak meninggalkan masyarakat kecil maupun kawasan terpencil,” tegasnya.

Ia menjelaskan, NTB memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, mulai dari energi surya, panas bumi, bioenergi, mikrohidro, hingga energi kelautan. Tingginya intensitas sinar matahari sepanjang tahun dinilai menjadi peluang besar bagi NTB untuk berkembang sebagai salah satu pusat energi surya di Indonesia.

Selain itu, kondisi geografis NTB yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan dan kawasan terpencil menjadikan pengembangan energi berbasis komunitas, termasuk renewable energy minigrids, sangat relevan untuk memperluas akses energi masyarakat.

“Kami percaya energi bukan hanya soal listrik dan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, dan masa depan generasi mendatang,” katanya.

Menurut Gubernur sebagaimana disampaikan Aka, forum kerja sama internasional tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat solidaritas antarnegara berkembang dalam menghadapi tantangan geopolitik global, krisis energi, dan perubahan iklim yang dampaknya dirasakan lintas negara.

Karena itu, kolaborasi antarnegara tidak cukup hanya berbasis kepentingan ekonomi, tetapi juga harus dibangun melalui transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, pengembangan teknologi hijau, dan keberpihakan pada pembangunan berkelanjutan.

“Tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan transisi energi sendirian. Dibutuhkan kemitraan global yang dibangun atas dasar kolaborasi dan saling menguatkan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, juga terbuka memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan energi terbarukan, investasi hijau, teknologi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih.

“NTB ingin menjadi bagian penting dalam peta pengembangan energi bersih kawasan Asia dan negara berkembang,” tegas Aka.

Melalui forum tersebut, Pemprov NTB berharap lahir langkah konkret, penguatan jejaring internasional, serta inovasi yang mampu mempercepat pengembangan energi bersih yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Di akhir kegiatan, Pemerintah Provinsi NTB juga mengundang seluruh delegasi untuk menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya NTB sebagai bagian dari penguatan persahabatan antarbangsa. (AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:56:57 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Desak Pembentukan Satgas Terpadu Berantas Penyelundupan Ternak https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-desak-pembentukan-satgas-terpadu-berantas-penyelundupan-ternak https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-desak-pembentukan-satgas-terpadu-berantas-penyelundupan-ternak Komisi II DPRD Sumbawa Desak Pembentukan Satgas Terpadu Berantas Penyelundupan Ternak

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (13/5/2026) lalu untuk merumuskan strategi pengamanan lalu lintas ternak dan menekan angka penyelundupan ternak keluar daerah. Rapat ini dihadiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanakkeswan), Satuan Pelaksana Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB wilayah Labuhan Badas, Satpol PP, serta perwakilan asosiasi pengusaha ternak PEPEHANI dan AP2H.

Dalam rapat tersebut, terungkap adanya praktik ilegal yang dikenal dengan istilah "ngojek" ternak. Modus yang ditemukan melibatkan pihak luar atau oknum pengusaha yang menggunakan izin dari kabupaten tetangga (seperti Dompu atau Bima) untuk meloloskan ternak asal Sumbawa. Praktik ini dinilai merusak tatanan perdagangan ternak yang telah mapan dan merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Sumbawa Syaifuddin SP mengakui adanya hambatan dalam pemungutan PAD akibat penutupan sementara Holding Ground Timur dan Barat selama periode Januari–April 2026. Meski kini telah beroperasi kembali, pengawasan terhadap dokumen pengiriman masih perlu disinkronkan secara ketat dengan pihak Karantina.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Sumbawa Ridwan SP menekankan perlunya langkah konkret. "Penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan harus tegas, tidak boleh hanya sanksi ringan. Kita harus mengamankan PAD dan menegakkan aturan agar daerah tidak terus-menerus dirugikan oleh oknum pengusaha nakal," ujar Ridwan 

Hasil RDP ini menghasilkan sepuluh poin rekomendasi krusial yang akan diserahkan kepada Pemda Sumbawa. Salah satu poin utama adalah desakan untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Ternak yang melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Balai Karantina, dan instansi terkait untuk menjaga titik-titik rawan.

Selain itu, Komisi II memberikan instruksi tegas kepada pihak Balai Karantina di Poto Tano untuk:

1. Hanya menerima dokumen asli berbarcode; menolak segala bentuk dokumen fotokopi.

2. Mewajibkan adanya stempel asal-usul ternak tingkat kecamatan pada setiap dokumen pengiriman.

3. Melakukan verifikasi ketat terhadap stempel portal sebelum menerbitkan sertifikasi kesehatan hewan.

Terkait kendala teknis yang dikeluhkan Satpol PP, yakni kesulitan penanganan barang bukti (BB) hewan hidup, Komisi II meminta Pemerintah Daerah untuk menjamin ketersediaan pakan dan fasilitas di Holding Ground, serta mempertimbangkan penyediaan anggaran pendamping agar proses hukum terhadap penyelundup dapat tuntas hingga putusan hakim.

"Kami minta Bupati Sumbawa memberikan atensi khusus pada pengamanan ini. Jika perlu, izin usaha bagi perusahaan yang terbukti melanggar aturan secara berulang harus dicabut," tegas pihak Pimpinan rapat Komisi II menutup rapat.

Ke depannya, DPRD Sumbawa akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Balai Karantina NTB dan Dinas Peternakan Provinsi untuk menyamakan persepsi regulasi lalu lintas ternak antar wilayah di NTB. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:38:04 +0800 amr
Presiden Prabowo Tambah Target Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit https://amarmedia.co.id/presiden-prabowo-tambah-target-bedah-rumah-jadi-400-ribu-unit https://amarmedia.co.id/presiden-prabowo-tambah-target-bedah-rumah-jadi-400-ribu-unit Presiden Prabowo Tambah Target Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit

Lombok Barat.Amarmedia.co.id - Presiden RI, Prabowo Subianto menaikkan target program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah dari 45 ribu unit menjadi 400 ribu unit tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk di wilayah perbatasan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Untuk bedah rumah rakyat yang tidak layak huni menjadi layak huni, tahun lalu itu 45 ribu, tahun ini menjadi 400 ribu. Kenaikannya besar sekali,” ujar Maruarar usai Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Menko Polkam dan Menteri Dalam Negeri di Lombok Barat, Selasa, 19 Mei 2026 sebagai mana dilansir dari rri.co.id.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan. Pemerintah mengalokasikan sekitar 15 ribu unit rumah untuk kawasan kepulauan dan daerah perbatasan melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Wilayah sasaran antara lain kawasan perbatasan di Papua, Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, Sulawesi Tenggara di kawasan terluar dekat Filipina, hingga Kepulauan Riau. Pemerintah ingin rumah-rumah warga di wilayah terdepan Indonesia dapat direnovasi agar lebih layak huni.

“Negara harus hadir di daerah perbatasan,” kata Maruarar.

Selain program RTLH, Kementerian PKP bersama Kementerian Kesehatan juga menyiapkan renovasi sekitar 8 ribu rumah bagi masyarakat pengidap tuberkulosis atau TBC. Program itu ditujukan untuk mendukung kualitas hunian yang lebih sehat bagi penderita penyakit menular tersebut.

Pemerintah juga mengalokasikan sekitar 10 ribu unit rumah dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Di sektor pembiayaan perumahan, pemerintah meningkatkan kuota rumah subsidi dari sebelumnya sekitar 220 ribu–290 ribu unit menjadi 350 ribu unit. Pemerintah juga meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang ditujukan bagi pelaku UMKM di sektor konstruksi dan pengembang perumahan.

Melalui skema itu, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sebesar 5 persen. Sementara untuk sisi permintaan, UMKM dengan pinjaman di bawah Rp100 juta disebut tidak memerlukan agunan dengan bunga sekitar 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun.

Maruarar menyebut pemerintah juga mendorong keterlibatan UMKM dan industri kecil menengah dalam ekosistem pembangunan perumahan, termasuk melalui program penyediaan material seperti genteng dan komponen bangunan lain.

Kebijakan pemerintah pusat tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan peningkatan bantuan rumah layak huni sangat penting bagi NTB yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman karena tahun ini meningkatkan jumlah pemberian rumah-rumah di NTB. Kami masih punya sekitar dua persen kemiskinan ekstrem dan sebagian besar dipengaruhi kondisi rumah yang tidak layak huni,” ujar Iqbal.

Menurut dia, program bedah rumah tidak hanya memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan di daerah.

Iqbal juga mengapresiasi dukungan Kementerian Dalam Negeri dalam membantu pemerintah daerah mencari alternatif pembiayaan pembangunan di tengah kebijakan pemotongan transfer ke daerah (TKD).

“Pak Mendagri banyak membantu Pemprov NTB dalam mencari alternatif pembiayaan kreatif melalui berbagai skema pembiayaan pembangunan. Alhamdulillah pembangunan daerah tetap bisa berjalan,” katanya.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:29:55 +0800 amr
Serap Aspirasi Rakyat, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Resmi Buka "Rumah Aspirasi" https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-rakyat-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-resmi-buka-rumah-aspirasi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-rakyat-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-resmi-buka-rumah-aspirasi Serap Aspirasi Rakyat, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Resmi Buka "Rumah Aspirasi"

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mengambil langkah konkret untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Secara resmi, kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa kini membuka layanannya sebagai "Rumah Aspirasi Masyarakat Sumbawa".

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen nyata partai untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Rumah Aspirasi ini didesain sebagai ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aduan, berkomunikasi, serta melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan hidup sehari-hari.

"Kami mempersilakan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, tanpa membedakan latar belakang, untuk datang dan menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang dihadapi. Setiap aspirasi masyarakat akan diterima dan diadvokasi oleh PDI Perjuangan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku," ujar Abdul Rafiq dalam keterangan resminya Selasa 19 Mei 2026.

Untuk memastikan aspirasi masyarakat terlayani dengan optimal, DPC PDI Perjuangan telah menyusun jadwal piket khusus. Setiap hari, kantor tersebut akan dijaga oleh tim yang terdiri dari anggota DPRD dan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa.

Layanan Rumah Aspirasi ini dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Sementara itu, untuk hari Minggu, kantor diliburkan.

Rumah Aspirasi ini dirancang untuk menampung berbagai bidang permasalahan yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Adapun persoalan yang dapat dikonsultasikan atau diadukan meliputi pertanian dan perikanan, ketengakerjaan dan buruh, kesehatan dan pendidikan, bantuan sosial dan pelayanan publik, Masalah Hukum, serta persoalan kemasyarakatan lainnya.

Abdul Rafiq berharap, kehadiran Rumah Aspirasi ini benar-benar mampu menjadi jembatan perjuangan rakyat menuju keadilan dan kesejahteraan bersama, serta menjadi tempat bagi partai untuk menjalankan fungsi pengabdian secara maksimal.

Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya dapat langsung mengunjungi Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa yang beralamat di Jalan Lintas Sumbawa–Bima, Kecamatan Unter Iwes.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 15:08:11 +0800 amr
KONI Kabupaten Sumbawa Monitoring dan Evaluasi Atlet TC Persiapan Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/koni-kabupaten-sumbawa-monitoring-dan-evaluasi-atlet-tc-persiapan-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/koni-kabupaten-sumbawa-monitoring-dan-evaluasi-atlet-tc-persiapan-porprov-ntb-2026 KONI Kabupaten Sumbawa, Monitoring dan Evaluasi Atlet TC Persiapan Porprov NTB 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id -   19 Mei 2026- Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH MSi bersama Sekretaris Umum KONI Sumbawa H Yudi Patria Negara dan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbawa Syamsul Patria SPd melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang menjalani Training Center (TC) persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Tahun 2026 yang akan digelar pada Juli 2026 mendatang.

Kegiatan monev dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2026, di Aula Kantor PDI Perjuangan dan dilanjutkan di kompleks GOR Cendrawasih Sumbawa dengan menyasar beberapa cabang olahraga, yaitu pencak silat, taekwondo, sepak takraw, tinju, dan tarung derajat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran KONI Kabupaten Sumbawa melihat langsung kondisi atlet selama menjalani pemusatan latihan, mulai dari kesiapan fisik, semangat latihan, kedisiplinan, hingga berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi selama program TC berlangsung.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa monitoring ini penting dilakukan untuk memastikan seluruh atlet mendapatkan pembinaan yang maksimal dan tetap berada dalam kondisi fokus menghadapi Porprov NTB 2026.

“Kami ingin memastikan atlet-atlet Sumbawa yang sedang menjalani TC benar-benar siap secara fisik, mental, dan disiplin. Target prestasi tidak akan tercapai tanpa latihan yang serius, fokus, dan konsisten,” ujar Ketua Umum KONI Sumbawa.

Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet agar menjaga komitmen selama masa persiapan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi latihan.

“Atlet harus memiliki mimpi besar untuk membawa nama baik Kabupaten Sumbawa. Kunci utama seorang atlet adalah disiplin, fokus, dan kerja keras. Tidak ada prestasi yang diraih secara instan. Semua membutuhkan proses, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah,” tegasnya.

Selain melihat langsung proses latihan, KONI Kabupaten Sumbawa juga mencatat berbagai kekurangan dan kebutuhan cabang olahraga sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pembinaan menuju Porprov NTB Juli 2026.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa juga menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini tidak hanya dilakukan pada beberapa cabang olahraga saja, namun akan dilaksanakan secara menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga yang telah didaftarkan untuk mengikuti Porprov NTB 2026.

“Monev ini akan terus berjalan ke seluruh cabang olahraga yang telah resmi didaftarkan dalam Porprov NTB 2026. KONI ingin memastikan seluruh atlet dan pelatih mendapatkan perhatian, pendampingan, serta evaluasi yang baik selama masa persiapan,” tambahnya.

KONI Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh cabang olahraga agar atlet-atlet daerah mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada ajang Porprov NTB 2026.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 13:28:31 +0800 amr
Doa Bersama dan Soft Launching Sekda Berharap, Aplikasi My LPTQ NTB, Tetap Mutakhir dan Bermanfaat https://amarmedia.co.id/doa-bersama-dan-soft-launching-sekda-berharap-aplikasi-my-lptq-ntb-tetap-mutakhir-dan-bermanfaat https://amarmedia.co.id/doa-bersama-dan-soft-launching-sekda-berharap-aplikasi-my-lptq-ntb-tetap-mutakhir-dan-bermanfaat Doa Bersama dan Soft Launching Sekda Berharap, Aplikasi My LPTQ NTB, Tetap Mutakhir dan Bermanfaat

Mataram.Amarmedia.co.id -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi aplikasi My LPTQ NTB sebagai cara dakwah yang relevan dengan zaman dan berharap fitur serta kontennya tetap mutakhir (update). 

"Saya berharap nanti ada fitur kelas virtual dan tidak sepi aktifitas dengan konten yang update oleh akademisi maupun para tuan guru", ucap Sekretaris Daerah, Abul Chair, Ak yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NTB di Mesjid Nurul Hidayah, Kelurahan Getap Barat, kota Mataram, Sabtu (16/05/2026) dalam kegiatan pengenalan (soft launching) serta doa dan zikir bersama yang dihadiri Bupati dan Walikota serta pengurus LPTQ se NTB. 

Dikatakannya, transformasi pembelajaran Quran yang adaptif melalui platform digital di gawai generasi muda yang juga dekat dengan keseharian mereka dapat mendekatkan minat dan cita cita membumikan Al Quran. 

Sekda juga berpesan dalam kegiatan doa dan dzikir bersama menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi di Praya, Lombok Tengah pada Juni mendatang agar tak sekadar menjadi ajang perlombaan namun ruang syiar untuk pendidikan karakter dan peradaban Islami yang hadir dalam cara kita bekerja, memimpin dan membangun daerah. 

Ketua Harian LPTQ NTB, Dr TGH Sabarudin mengatakan, aplikasi belajar Quran ini dilengkapi fitur Al Quran smart untuk materi cara membaca yang sesuai (qiroat), tafsir dan materi tahfiz. 

Adapula fitur Guruku untuk tanya jawab, layanan dan info seputar kegiatan LPTQ serta audio tilawah dari para qori internasional NTB. 

"Kami berharap aplikasi ini tidak hanya diunduh namun diniatkan sebagai jalan dakwah dan amal jariyah bagi yang memanfaatkannya untuk pengembangan pembelajaran Quran", ujarnya. 

Sabarudin yang juga seorang Qori internasional NTB ini menambahkan bahwa aplikasi ini sebagai ikhtiar agar teknologi tidak menjauhkan generasi muda dari belajar Al Quran dan sebagai panduan para guru ngaji di kampung kampung. 

Rencananya, aplikasi LPTQ NTB yang merupakan lembaga resmi khusus mengajarkan dan mengembangkan berbagai cabang ilmu tentang Al Qur'an, baik dalam seni menulis, memahami isi kandungan, serta seni membaa Al-Qur'an ini akan diluncurkan resmi pada saat MTQ Provinsi Juni mendatang. (AM/kominfotikntb)

]]>
Sun, 17 May 2026 15:10:43 +0800 amr
Euforia Kelulusan, Seragam Sekolah, dan Sebuah Pelajaran tentang Empati https://amarmedia.co.id/euforia-kelulusan-seragam-sekolah-dan-sebuah-pelajaran-tentang-empati https://amarmedia.co.id/euforia-kelulusan-seragam-sekolah-dan-sebuah-pelajaran-tentang-empati Euforia Kelulusan, Seragam Sekolah, dan Sebuah Pelajaran tentang Empati

Oleh Asmediati 

MASA paling asyik itu SMP dan SMA. Banyak orang mengakui itu. Saya juga mengakui. Zaman sekolah itu asyik sekali. Banyak kenangan. 

Meski asyik, waktunya singkat. Masing-masing hanya tiga tahun. Setelah itu tamat.

Saya masih ingat, di saat menjelang EBTANAS—ujian berskala nasional yang menjadi penentu kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA pada era 1990-an—sekolah mengumpulkan kami di lapangan upacara. Ada acara tausiah bersama, berdoa bersama, menyalami orang tua dan guru, sehabis itu bertangis-tangisan bersama.

Di kepala, yang terbayang hanya satu: apakah lulus EBTANAS atau tidak. Sebab pada masa itu, jika NEM (Nilai Ebtanas Murni) buruk, jangan harap bisa lulus, apalagi masuk ke kampus negeri favorit atau perguruan tinggi yang diimpikan. Namun, setelah pengumuman kelulusan tiba, sebuah fenomena kontras justru terjadi.

Sebagian siswa merayakannya dengan euforia berlebihan. Mereka mencoret-coret seragam sekolah dengan cat semprot warna-warni, berkonvoi di jalan raya, melanggar rambu lalu lintas, bahkan banyak yang tak berhelm. Seketika, lupalah pada tausiah dan masa bertangis-tangisan penuh haru sebelum lulus tadi.

Alasan mereka kebahagiaan perlu dirayakan karena hanya sekali seumur hidup. Namun, hal ini justru memicu kritik, kenapa harus dengan mencoret baju? Bukankah itu bentuk nir-empati dan sebuah kemubaziran? 

Syukurnya, di zaman itu saya tak ikut-ikutan. Seragam saya masih aman di lemari. 

Ada untungnya saya lahir dari orang tua yang hidup susah, sehingga saya tahu persis betapa sulitnya mereka memeras keringat hanya untuk membelikan sepasang seragam itu.

Seiring pergantian waktu dan kebijakan ujian nasional yang terus berubah, aksi hura-hura ini mulai ditertibkan dan dilarang. Perlahan, banyak sekolah dan siswa mulai meninggalkan tradisi buruk tersebut. Beberapa angkatan siswa memilih cara lain yang lebih kreatif dan berkesan, seperti menggunakan stiker tanda tangan yang tidak permanen, melakukan long march, bakti sosial, donasi seragam, hingga syukuran sederhana. 

Cara-cara ini tampak jauh lebih keren, elegan, dan bermanfaat.

Namun begitu, tahun ini bukan berarti aksi coret-coret benar-benar hilang. Di Instagram, ruang berkumpulnya remaja Gen Z, saya sempat mengintip story mereka. Ternyata masih ada pelajar yang bangga memamerkan seragam penuh warna cat semprot. Tradisi usang itu rupanya masih berumur panjang. 

Tentu, ini adalah tindakan personal yang terkadang di luar kendali sekolah maupun orang tua. Euforia masa remaja sering kali bergerak lebih cepat daripada nasihat guru dan petuah ayah-ibu.

Realitasnya, fenomena kelulusan hari ini seolah terbagi dalam dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, potret “euforia spontan” berupa coret-coret dan konvoi masih bermunculan di sejumlah daerah dan lini masa media sosial. Sebagian siswa tetap menganggapnya sebagai simbol kelucuan dan kenangan terakhir. 

Namun di sisi lain, kesadaran kolektif mulai tumbuh. 

Semakin banyak siswa yang justru mempertanyakan arti kebahagiaan tersebut dan memilih merayakannya dengan kegiatan yang lebih tertib, estetik, serta memiliki nilai sosial nyata.

Saya melihat perubahan ini sebagai pertanda baik. Setidaknya, generasi sekarang mulai diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak harus diwujudkan dengan merusak sesuatu. 

Seragam sekolah bukan sekadar kain. Di dalamnya terajut perjuangan panjang orang tua. Ada uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dan ada keringat yang mungkin tak pernah benar-benar diketahui anak-anak mereka.

Siswa yang memilih tidak mencoret seragam agar bisa disumbangkan kepada adik kelas atau anak-anak kurang mampu, sungguh patut dipuji. Begitu pula mereka yang memilih merayakan kelulusan dengan makan sederhana bersama guru lalu pulang dengan tenang tanpa memacetkan jalan raya. 

Di sanalah sebenarnya letak kedewasaan itu tumbuh.

Pada 2015 silam, saya menulis sebuah sajak berjudul “Ode Kelulusan”. Sajak itu lahir dari kegelisahan melihat seragam sekolah dicoret-coret seolah tak punya arti. Dalam sajak itu saya menulis bahwa setiap semprotan cat warna-warni itu sesungguhnya adalah peluh dan darah ayah-ibu yang bekerja di sawah, di pasar, dan di sudut-sudut kota. Ketika seragam itu dicoret, terasa ada rasa syukur yang ikut luruh. 

Puisi memang tidak selalu mampu mengubah keadaan, tapi setidaknya ia dapat mengingatkan bahwa di balik benda yang sederhana, sering kali tersembunyi perjuangan yang tidak sederhana.

Saya percaya, setiap generasi punya cara sendiri untuk merayakan kegembiraan. Adalah wajar jika anak muda membutuhkan ruang untuk bersorak dan menandai akhir masa sekolah yang tak akan datang dua kali. Namun, ekspresi itu tetap perlu dijaga agar tidak melewati batas dan tetap menghormati lingkungan sekitar. Merayakan kelulusan tidak harus dengan merusak atau membahayakan diri di jalan raya.

Kita sadar, kelulusan bukanlah garis finis untuk berpesta pora, melainkan gerbang awal menuju realitas hidup yang sesungguhnya. Jika untuk menghargai selembar kain seragam saja kita gagal, lantas bagaimana kita akan menghargai tanggung jawab yang lebih besar di masa depan? 

Kegembiraan lulus sekolah tak semestinya dirayakan dengan membuang empati. Mari kita sudahi tradisi kemubaziran ini. Alih-alih mengotori seragam dengan cat semprot, alangkah lebih mulia jika pakaian itu menjadi penyambung mimpi bagi mereka yang kurang beruntung. 

Jadikan kelulusan ini sebagai pembuktian bahwa kalian bukan sekadar lulus dalam angka-angka di atas kertas, tapi juga lulus dalam ujian kedewasaan dan rasa kemanusiaan.

ODE KELULUSAN

/1/

baju yang kaucoret itu

dengan cat semprot warna-warni

adalah peluh dan darah ayah-ibumu;

peluh yang mereka pungut di sawah, di pasar, di jalan raya

di kantor-kantor sudut kota, dan di mana-mana

tapi peluh-peluh itu, kau balas kemubaziran

meski kau pulang menegakkan kepala

membawa angka-angka begitu bangga

/2/

mungkin saja ayah-ibumu tersenyum bahagia dan haru

tapi tahukah kau di balik itu air mata mereka menggenang, melaut

tersembunyi, dan dada mereka sesak menahan perih di bilik sepi

tapi tak mampu diucapkan kepadamu, si buah hati belahan jiwa

sebab mereka ingin kau bahagia

—hingga kelak ia menutup mata

/3/

tiga tahun kau sekolah menuntut ilmu membingkai mimpi

tiga tahun pula mereka berpayah-payah

menyulam-jahit baju agar kau terlihat indah

lalu setelah kau tamat, kau lumat-lumat itu pakaian

bagai mencekik leher ayah-ibu

setelah bertahun-tahun membesarkanmu

andai baju yang kau pakai itu bisa bicara

ia akan teriak sekeras-kerasnya, menghardik kelalaianmu dan kawan-kawanmu

—percuma sekolah jika pulang membawa kesia-siaan!

/4/

tahukah kau, di luar pagar sekolah

juga di sudut desa dan pinggiran kota

remaja-remaja seusiamu berdoa siang malam

meminta penuh harap kepada Tuhan

bercucuran air mata, seguk payah hilang dahaga

berharap berbaju baru seperti bajumu

bermimpi punya tas dan sepatu bagus, seperti sepatumu

ingin diantar-jemput orang tua dengan mobil baru seperti mobilmu

tapi semua itu hanya igau di malam-malam yang mencekam

—dan kau bernasib baik, tidak seperti nasib mereka!

/5/

andai baju yang kau coret-coret itu kau jadikan sagu hati

untuk teman-temanmu yang hidup tidak sebaik hidupmu

kau telah membangun sebuah rumah di surga

yang pintu dan jendelanya adalah permata

/6/

ayolah adik-adikku, buka mata buka hatimu

jangan lagi lakukan kesalahan masa lalu

biarkan zaman kakak-kakakmu memfosil di pohon-pohon riwayat

mari bingkai hikayat baru yang menumbuhkan ketulusan

cinta kasih, empati; kepedulian yang tinggi

tanpa pamrih, tanpa kata tak!

—tak ada yang tak bisa jika kau kuasa melakukannya

/7/

untukmu yang hari ini akan pergi meninggalkan sekolah

jemputlah masa depan tanpa tanda seru dan tanda tanya

kecuali tanda tangan di mimbar-mimbar semesta

selamat menjejakkan kaki di kehidupan baru, adik-adikku

pergi jauh, sejauh-sejauhnya ke puncak impianmu

biarlah jarak memisahkan raga, tapi kenangan padamu tetap lekat di dada.

2015—2026. []

]]>
Sun, 17 May 2026 15:01:17 +0800 amr
Wamen PKP RI Fahri Hamzah Temui Korban Kebakaran Kalimango, Huntara Ditarget Rampung Dua Bulan https://amarmedia.co.id/wamen-pkp-ri-fahri-hamzah-temui-korban-kebakaran-kalimango-huntara-ditarget-rampung-dua-bulan https://amarmedia.co.id/wamen-pkp-ri-fahri-hamzah-temui-korban-kebakaran-kalimango-huntara-ditarget-rampung-dua-bulan Wamen PKP RI Fahri Hamzah Temui Korban Kebakaran Kalimango, Huntara Ditarget Rampung Dua Bulan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, H. Fahri Hamzah, SE., didampingi Bupati Sumbawa, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, menemui para korban bencana kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Camat Alas pada Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat pasca musibah kebakaran yang menghanguskan 30 rumah di Desa Kalimango pada 21 Maret 2026 lalu.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang tengah dipercepat adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban, yang ditargetkan rampung seluruhnya dalam dua bulan ke depan. Setelah itu, pemerintah juga akan membangun hunian tetap (huntap) untuk masyarakat terdampak.

H. Fahri mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam merespons musibah kebakaran tersebut. Menurutnya, Pemkab Sumbawa bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, mulai dari pengajuan proposal desain rumah hunian tetap hingga penyediaan lahan untuk pembangunan huntara.

“Pemkab Sumbawa sangat cepat dalam penanganan bencana ini. Mulai dari pengajuan proposal desain rumah hunian tetap hingga pengadaan lahan untuk huntara, sehingga dalam waktu seminggu usulan tersebut dapat diterima. Bupati dan camat sudah bekerja luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Desa Kalimango.

Ia mengaku bersyukur karena banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak untuk membantu para korban bangkit dari musibah tersebut.

H. Jarot berharap masyarakat yang terdampak tetap bersabar dan terus bersyukur atas pertolongan Allah SWT melalui berbagai bantuan yang diberikan, termasuk pembangunan huntara dan huntap yang akan segera direalisasikan pemerintah.

Pada kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan tabungan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing korban kebakaran. Bantuan tersebut berasal dari Hashim Djojohadikusumo yang disalurkan melalui Bank Tabungan Negara. (AM)

]]>
Sun, 17 May 2026 02:55:41 +0800 amr
Peringati Dies Natalis UTS ke&14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan https://amarmedia.co.id/peringati-dies-natalis-uts-ke-14-fakultas-hukum-ajak-mahasiswa-peduli-lingkungan https://amarmedia.co.id/peringati-dies-natalis-uts-ke-14-fakultas-hukum-ajak-mahasiswa-peduli-lingkungan Peringati Dies Natalis UTS ke-14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan.

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 16 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ke-14, Fakultas Hukum UTS menggelar kegiatan diskusi lingkungan dan aksi penanaman pohon bertajuk Green Movement UTS 2026: “Satu Pohon untuk Masa Depan” pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum UTS tersebut dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum lintas angkatan dan berlangsung dengan penuh antusiasme.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Hukum UTS dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga pencemaran lingkungan, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Fakultas Hukum UTS, Muhammad Jarnawansyah, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa isu lingkungan saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan Green Movement tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi dari langkah kecil itu akan lahir dampak besar bagi masa depan. Gerakan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Hukum untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, baik melalui tindakan kecil sehari-hari maupun melalui edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan Green Movement UTS 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini, di mana persoalan lingkungan menjadi isu yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Menurutnya, mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami teori dan praktik hukum, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk persoalan lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa hukum dan lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Mahasiswa Fakultas Hukum harus mampu menjadi generasi yang kritis dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Lingkungan hidup adalah bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga bersama. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Green Movement dapat menjadi budaya positif di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk terus menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan diskusi lingkungan dalam acara tersebut menghadirkan pegiat lingkungan sekaligus dosen Fakultas Hukum UTS, Jasardi Gunawan, S.IP., M.H., sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya suhu bumi, berkurangnya kawasan hijau, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas simbolis, tetapi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan kehidupan di masa depan. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang. Karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan,” jelas Jasardi Gunawan di hadapan peserta diskusi.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif terlibat dalam gerakan penghijauan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari mahasiswa yang hadir. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan yang dibahas. Tidak sedikit mahasiswa yang menyampaikan pandangan dan gagasan terkait upaya menjaga lingkungan di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolis penanaman pohon di area sekitar kampus Fakultas Hukum UTS. Penanaman pohon dilakukan oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung gerakan penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para mahasiswa terlihat aktif berpartisipasi dalam proses penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan Green Movement UTS 2026, Fakultas Hukum UTS menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter mahasiswa yang peduli terhadap keberlangsungan alam. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UTS ke-14, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Satu Pohon untuk Masa Depan”, Fakultas Hukum UTS ingin mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat luas untuk menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari satu pohon yang ditanam hari ini, akan tumbuh harapan besar bagi masa depan bumi dan generasi yang akan datang. (AM)

]]>
Sun, 17 May 2026 02:44:33 +0800 amr
Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan https://amarmedia.co.id/pengurus-pwri-dan-kerta-wredatama-moyo-hulu-periode-20262031-resmi-dikukuhkan-siap-menebar-kemaslahatan https://amarmedia.co.id/pengurus-pwri-dan-kerta-wredatama-moyo-hulu-periode-20262031-resmi-dikukuhkan-siap-menebar-kemaslahatan Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Semangat pengabdian tanpa batas menunjukkan tajinya di Kecamatan Moyo Hulu. Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Kecamatan Moyo Hulu masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Prosesi sakral ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama yang dibawakan dengan sangat apik oleh para pengurus. Suasana semakin syahdu saat Ustadz Irwansyah Yusuf melantunkan Kalam Ilahi dengan merdu, disusul untaian doa penuh harap oleh Ketua MUI Kecamatan Moyo Hulu, Ustadz Hamdan Yakub.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, jajaran pengurus kabupaten, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi wanita Kerta Wredatama.

Struktur Baru PWRI Moyo Hulu 2026–2031

Pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Sri Irianti, S.Pd., M.Pd. Berikut adalah jajaran inti PWRI Kecamatan Moyo Hulu yang baru dikukuhkan:

Ketua: Hj. Ummi Kalsum, Wakil Ketua: Drs. Kamaruddin dan Ahmad Nawawi , Sekretaris: M. Zain, Bendahara: Hj. Mastawan 

Kepengurusan baru ini melanjutkan tongkat estafet perjuangan dari Bapak M. Tayeb Yakub, ketua periode sebelumnya yang diapresiasi tinggi atas dedikasi dan fondasi kuat yang telah diletakkannya bagi PWRI Moyo Hulu.

Data Pensiunan dan 3 Komitmen Utama Hj. Ummi Kalsum

Dalam sambutan perdananya, Ketua PWRI Moyo Hulu terpilih, Hj. Ummi Kalsum, memaparkan data pemetaan pensiunan di wilayahnya. Dari total 86 pensiunan di Kecamatan Moyo Hulu, sebanyak 72 orang dalam kondisi sehat, 14 orang lansia dengan risiko kesehatan, 48 orang aktif, dan 24 orang (33,3%) belum aktif.

"Tema kami periode ini adalah: Dengan semangat wredatama, kita tingkatkan peran dan pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat Moyo Hulu. Meski sudah pensiun, kami adalah aset pengalaman dan kearifan, bukan beban," tegas Hj. Ummi Kalsum.

Untuk mengoptimalkan kinerja di 12 desa yang areanya sangat luas, pengurus juga menetapkan kordinator membaginya ke dalam 6 zona wilayah agar akses koordinasi lebih mudah. Selain itu, Hj. Ummi Kalsum menggarisbawahi 3 Komitmen Utama yakni 

Pertama merawat Silaturahmi. Melalui pertemuan rutin bulanan, arisan, kultum, dan pemeriksaan kesehatan berkala di Posyandu Keluarga agar anggota tetap sehat, bahagia, dan tidak merasa sendiri.

Kedua : Eksistensi Koperasi. Mengembangkan modal awal koperasi yang dulunya Rp3 juta hingga kini bernilai puluhan juta rupiah, dengan target segera berbadan hukum. Ketiga Pengabdian Sosial-Kemasyarakatan. Masuk ke sekolah-sekolah (MTs/SMAN) berkolaborasi dengan Aisyiyah dan BMT untuk membentengi remaja dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja, sekaligus menjaga marwah PNS yang jujur, sederhana, dan berdedikasi.

Di akhir sambutan, ia membakar semangat hadirin dengan yel-yel membara:

"PWRI Moyo Hulu? YES! Semangatnya? YES! Wredatama? Pengabdiannya sampai akhir hayat! PWRI? JAYA, JAYA!"

Dr. M. Ikhsan Safitri: "Moyo Hulu Jadi Contoh Kecamatan Lain"

Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri menyampaikan kekagumannya atas antusiasme luar biasa dari warga dan pengurus di Moyo Hulu.

"Magnit Semamung ini luar biasa. PWRI Moyo Hulu ini, meski belum dikukuhkan kemarin, pertemuannya sudah sangat aktif dan selalu dipublikasikan," puji Dr. Ikhsan.

Turut hadir mendampingi beliau rombongan pengurus kabupaten dan tokoh-tokoh penting, di antaranya Ustadzah Lutfi Maki, S.Sos., H. Karim (Ketua Pekat), H. Ali Tundru, Ali HK (Kabid Organisasi), H. Tauhid, Ketua Kerta Wredatama Kabupaten Sumbawa Hj. Nuraini, Sekretaris Kerta Hj. Kalsum, serta jajaran pengurus wanita lainnya seperti Hj. Cendawan, Ibu Roro, dan Hj. Fatmawati AP.

Mengutip tausiah Ustadz Lutfi Maki, Dr. Ikhsan mengingatkan pentingnya mensyukuri dua nikmat yang sering dilalaikan manusia sehat dan sempat.

Ia membagikan hasil survei dari jurnal kesehatan ternama dunia, The Lancet mengenai demensia (kepikunan). Penurunan fungsi saraf otak terjadi salah satunya karena minimnya aktivitas fisik dan mental. Beliau mencontohkan Prof. Sungkono (90 tahun) yang tetap bugar karena rajin membaca Al-Qur'an setelah bangun tidur.

Ia juga mengutip tips dari Tun Dr. Mahathir Mohamad yang masih aktif bergerak di usia senja.

 "Hidup ini seperti bersepeda. Jangan pernah berhenti mengayuh. Begitu kita berhenti aktif, maka bersiaplah mengundang penyakit. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya," ujarnya.

Menutup sambutannya, Dr. Ikhsan mengaitkan semangat pengabdian ini dengan nilai historis masyarakat Sumbawa.

Tau Samawa). Merujuk pada acara bedah buku di Universitas Samawa (UNSA) terkait sejarah Pulau Sumbawa, asisten residen kolonial Belanda, Jasper, mencatat bahwa tidak mudah menaklukkan Kesultanan Sumbawa karena karakternya yang menolak dijajah. Sumbawa secara de jure hanya dijajah selama 40 tahun sejak 14 Mei 1905.

"Hari ini, tepat 120 tahun lalu, sejarah itu diakui. Kita harus bangga memiliki darah Tau Samawa yang menjaga marwah dan harga diri. Semangat itulah yang harus dibawa oleh pengurus PWRI Moyo Hulu, sehingga layak menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," pungkas Dr. Ikhsan penuh semangat.

Diakhir acara pengurus melantunkan shalawat dengan penuh khidmat dan merdu.(AM)

]]>
Sat, 16 May 2026 11:29:58 +0800 amr
Universitas Samawa Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”, Menggali Sejarah untuk Merawat Warisan Luhur https://amarmedia.co.id/universitas-samawa-bedah-buku-pulau-sumbawa-dan-penduduknya-tahun-1907-menggali-sejarah-untuk-merawat-warisan-luhur https://amarmedia.co.id/universitas-samawa-bedah-buku-pulau-sumbawa-dan-penduduknya-tahun-1907-menggali-sejarah-untuk-merawat-warisan-luhur Universitas Samawa Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”, Menggali Sejarah untuk Merawat Warisan Luhur

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Universitas Samawa (UNSA) menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi akademik bertajuk “Menggali Sejarah, Membangun Identitas, Merawat Warisan” terhadap buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907 karya Johan Ernest Jasper yang telah diterjemahkan oleh Poetra Adi Soerjo. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Samawa, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan akademik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan pembedah buku, di antaranya Julmansyah, S.Hut., M.AP selaku Direktur PKTHA Kementerian Kehutanan RI, Dr. Burhanuddin, M.Hum akademisi dan peneliti Universitas Mataram, serta Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd, Rektor Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H, para wakil rektor, dosen, mahasiswa, hingga budayawan.

Penerjemah buku, Poetra Adi Soerjo, menjelaskan bahwa buku tersebut diterjemahkan bukan untuk membela ataupun membantah isi tulisan Johan Ernest Jasper, melainkan sebagai upaya menghadirkan kembali catatan sejarah agar dapat dikaji secara akademik oleh masyarakat Sumbawa.

“Buku ini tidak dibuat untuk membela atau membantah isi tulisan Jasper. Saya hanya menerjemahkan isi buku agar bisa dibahas dan dibedah secara akademik,” ujar Ustad Suryo, sapaan akrab Poetra Adi Soerjo.

Ia menyebutkan, inisiatif peluncuran sekaligus bedah buku ini datang dari pihak UNSA agar masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dapat memahami lebih dalam isi dan konteks sejarah yang dituliskan dalam buku tersebut.

Menurutnya, penyebaran atau “spreading” buku sejarah seperti ini sangat penting karena menjadi ruang dialog antara masyarakat Sumbawa masa kini dengan masa lalunya.

“Saya punya banyak catatan masa lalu, dan itu penting diketahui oleh orang Sumbawa sebagai dialog antara diri kita hari ini dengan diri kita di masa lalu. Itu bisa menjadi kompas untuk menentukan arah kita ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Rektor II UNSA, Muhammad Yamin, S.E., M.Si mengatakan bahwa buku terjemahan tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumbawa karena mampu menghadirkan kembali serpihan-serpihan sejarah daerah yang selama ini belum banyak diketahui.

“Kita bangga ada putra Sumbawa yang mampu mengumpulkan serpihan sejarah berkaitan dengan daerah kita ini,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini perdebatan mengenai sejarah Sumbawa kerap terjadi tanpa dasar referensi yang kuat. Karena itu, melalui bedah buku secara akademik, berbagai pandangan dan argumentasi sejarah dapat diuji secara ilmiah bersama para ahli dan akademisi.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap informasi tentang sejarah Sumbawa dapat tertransformasi lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Muhammad Yamin juga menyampaikan bahwa terdapat dua buku terjemahan yang nantinya akan dibedah secara akademik guna memperkaya referensi sejarah dan menyempurnakan kajian yang ada. (AM)

]]>
Fri, 15 May 2026 08:00:52 +0800 amr
Peringati HUT Damkar ke&107 di Sumbawa, Gubernur NTB Tekankan Kesejahteraan Personel dan Penguatan Relawan https://amarmedia.co.id/peringati-hut-damkar-ke-107-di-sumbawa-gubernur-ntb-tekankan-kesejahteraan-personel-dan-penguatan-relawan https://amarmedia.co.id/peringati-hut-damkar-ke-107-di-sumbawa-gubernur-ntb-tekankan-kesejahteraan-personel-dan-penguatan-relawan Peringati HUT Damkar ke-107 di Sumbawa, Gubernur NTB Tekankan Kesejahteraan Personel dan Penguatan Relawan

Sumbawa Besar, 13 Mei 2026 – Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Apel Kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tingkat Provinsi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107. Acara yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sumbawa ini menjadi momentum penguatan peran Damkar di tengah tantangan kedaruratan yang semakin kompleks.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda NTB pada upacara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para petugas yang menjadi barisan terdepan dalam situasi darurat.

 “Organisasi yang berusia lebih dari satu abad ini adalah bukti kehadiran negara di hati masyarakat. Sesuai tema tahun ini, ‘Mengabdi untuk Keselamatan Negeri’, Damkar bukan hanya sekadar pemadam, tapi pelindung nyawa dan harta benda,” ungkap Gubernur dalam pesan tertulisnya.

Gubernur memaparkan data krusial dari Ditjen Bina Adwil Kemendagri sepanjang Triwulan I tahun 2026 di wilayah NTB. Tercatat telah terjadi 127 kejadian kebakaran dan total 891 operasi penyelamatan non-kebakaran.

Angka ini menunjukkan bahwa peran Damkar telah bertransformasi sesuai dengan Panca Dharma, di mana penanganan situasi darurat non-kebakaran justru mendominasi tugas di lapangan.

Salah satu poin yang ditekankan Gubernur adalah perlindungan bagi para personel Damkar yang memiliki risiko kerja sangat tinggi. Merujuk pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, Gubernur meminta para Kepala Daerah (Bupati/Walikota) se-NTB untuk memberikan perhatian penuh pada:

Pemenuhan Tunjangan Risiko Tinggi,Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh aparatur Damkar, Sertifikasi dan Pelatihan secara berkala, baik melalui Pusdiklat Jakarta maupun in-house training.

“Di tengah rasionalisasi anggaran, pemerintah daerah harus bijak menetapkan prioritas. Kesejahteraan dan perlindungan petugas yang bertaruh nyawa di lapangan tidak boleh terabaikan,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di setiap daerah. REDKAR diharapkan menjadi motor penggerak gotong royong masyarakat dalam membantu mengejar target response time (waktu tanggap) 15 menit sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Hingga saat ini sudah ada 82.132 relawan di seluruh Indonesia. Saya minta Kepala Daerah serius membentuk REDKAR di wilayah masing-masing untuk memperkuat barisan aparatur kita,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memberikan empat instruksi utama bagi penyelenggaraan Damkar di NTB:

Pertama ; Kemandirian Lembaga. Mempercepat pembentukan Dinas Damkar yang mandiri (minimal Tipe C).

Kedua ; Pemutakhiran Regulasi

Menyusun Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran (RISPKP).

Ketiga ; Peningkatan Mutu. Mengoptimalkan capaian SPM melalui perbaikan sarana prasarana dan kapasitas SDM.

Keempat Penguatan Hukum. Memperkuat tugas Damkar melalui regulasi daerah (Perda/Perkada).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi NTB, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekda Kabupaten Sumbawa Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov, Bersama Wakil Ketua Zulfikar Demitry SH MH, Dr. H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP, serta para pimpinan instansi kebakaran dari kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. (AM)

]]>
Fri, 15 May 2026 01:36:16 +0800 amr
Wabup Sumbawa Apresiasi Peran NWDI Dalam Membantu Pemerintah Daerah https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-apresiasi-peran-nwdi-dalam-membantu-pemerintah-daerah https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-apresiasi-peran-nwdi-dalam-membantu-pemerintah-daerah Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Wakil Bupati Sumbawa, Mohammad Ansori, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa yang dinilai telah banyak berkontribusi membantu pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan Wabup saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) II NWDI Kabupaten Sumbawa yang digelar pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta dari unsur pengurus NWDI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wabup Sumbawa menegaskan bahwa keberadaan organisasi keagamaan seperti NWDI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan salut dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada NWDI Kabupaten Sumbawa yang selama ini telah banyak berbuat membantu pemerintah daerah, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah Islamiyah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Wabup disambut tepuk tangan peserta Musda.

Menurutnya, kontribusi NWDI tidak hanya dirasakan di lingkungan organisasi semata, tetapi juga telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Kehadiran lembaga pendidikan, majelis dakwah, dan berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan NWDI dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan moral dan spiritual masyarakat Sumbawa.

Wabup juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan harus terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadaban.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NWDI yang selama ini konsisten mencetak generasi muda yang berakhlak dan berpendidikan,” ungkapnya.

Ia berharap Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif untuk kemajuan umat dan daerah. Selain itu, Musda juga diharapkan mampu memperkuat persatuan dan soliditas kader NWDI dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, memperteguh komitmen pengabdian, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi dan masyarakat Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.

Suasana pembukaan Musda berlangsung penuh semangat dan nuansa kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars organisasi, serta laporan panitia pelaksana.

Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk melakukan evaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan, serta memilih kepengurusan baru periode berikutnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan dan perhatian yang selama ini diberikan terhadap eksistensi NWDI di daerah.

Sementara itu, Ketua NWDI Kabupaten Sumbawa dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui gerakan pendidikan, dakwah, dan sosial yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Menurutnya, NWDI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan organisasi agar tetap mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat.

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan semakin besar. Karena itu, NWDI harus terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas gerakan dakwah yang menyejukkan, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Acara pembukaan Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa berlangsung lancar dan penuh khidmat hingga akhir kegiatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus serta kader NWDI dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Dengan terselenggaranya Musda II ini, diharapkan NWDI Kabupaten Sumbawa semakin solid dan mampu terus berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan masyarakat yang religius, berpendidikan, dan harmonis.

]]>
Fri, 15 May 2026 01:01:49 +0800 amr
Terpilih Kembali Nahkodai NWDI Sumbawa, Jamal Ajak Bersatu Bangun Organisasi dan Wujudkan Kantor Perjuangan https://amarmedia.co.id/terpilih-kembali-nahkodai-nwdi-sumbawa-jamal-ajak-bersatu-bangun-organisasi-dan-wujudkan-kantor-perjuangan https://amarmedia.co.id/terpilih-kembali-nahkodai-nwdi-sumbawa-jamal-ajak-bersatu-bangun-organisasi-dan-wujudkan-kantor-perjuangan Terpilih Kembali Nahkodai NWDI Sumbawa, Jamal Ajak Bersatu Bangun Organisasi dan Wujudkan Kantor Perjuangan 

Sumbawa, Amarmedia.co.id- Musyawarah Daerah Ke II, Pengurus Daerah Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa tahun 2026, berjalan dengan baik dan lancar, di Kampus Paracendekia NW Sumbawa, Kamis (14/5).

Kali ini, dengan mengusung tema menguatkan Soliditas organisasi dalam mewujudkan NWDI yang progresif, mandiri dan berdampak untuk umat.

Jamaluddin Malady S.Sos, MT kembali terpilih kedua kali untuk memimpin organisasi NWDI Kabupaten Sumbawa Periode 2026-2031. Organisasi NWDI dibawah Naungan PB NWDI Dr TGB Muhammad Zainul Majdi MA telah melakukan secara Demokrasi pemilihan Ketua Umum PD NWDI Sumbawa bergulir secara alot.

Ketua Umum terpilih Dea Guru Jamal akrab disapa menyampaikan bahwa, Musyawarah Daerah ini sejatinya adalah pilihan terbaik organisasi, karena proses demokrasi telah berjalan dengan baik, penuh semangat, dan dilandasi niat ibadah. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas bentuk penghormatan terhadap demokrasi dan persaudaraan dalam organisasi," cetusnya.

Lanjutnya, inilah indahnya perjuangan di organisasi agama, tidak ada gaji, tidak ada honor, yang ada hanyalah keikhlasan, pengabdian, dan harapan akan ridha Allah SWT. Masih kata Dea Guru Jamal, Kita semua hadir di sini bukan untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan benar-benar berpasrah dan berjuang demi kemajuan umat. Karena itu, setelah pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi sekat, kubu, atau perbedaan. Namun yang ada hanyalah persatuan untuk membangun organisasi yang lebih kuat.

"Insha'Allah, salah satu cita-cita besar yang menjadi pemikiran saya ke depan adalah bagaimana PD NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki kantor sendiri yang representatif. Kita patut bersyukur karena hari ini kita sudah memiliki aset dan pondasi awal. Ini harus menjadi langkah besar menuju legitimasi organisasi yang lebih kokoh," ungkapnya.

Untuk itu, sambung Dea Guru Jamal, mengajak seluruh pengurus, kader, sahabat, para dermawan, dan masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk bersama-sama berpartisipasi. Mungkin ada yang bisa membantu tanah, bangunan, atau donasi sebagai amal jariyah untuk akhirat. "Saya pribadi pun berkomitmen untuk ikut menyumbang sebagai bentuk keseriusan perjuangan ini," ujarnya 

Kedepannya, ketika kantor ini berdiri nanti, ia bukan hanya menjadi simbol organisasi, tetapi pusat perjuangan uma namun tempat berkembangnya ekonomi jamaah, pendidikan, dakwah, sosial budaya, hingga tempat singgah bagi jamaah dari berbagai kecamatan yang datang untuk kegiatan organisasi. Mereka punya tempat beristirahat, tempat beribadah, dan tempat memperkuat ukhuwah. tambahnya 

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh? Karena hidup ini sementara. Kita semua akan meninggal dunia. Jabatan akan berakhir. Kekuasaan akan selesai. Tetapi amal jariyah akan terus mengalir. Apa yang kita bangun hari ini untuk kemaslahatan umat, insya Allah akan menjadi pahala yang terus menyala hingga akhirat kelak. imbuhnya.

Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah untuk menutup seluruh dinamika pemilihan hari ini dengan persaudaraan. Demokrasi telah selesai. Mungkin dalam proses ada dinamika, ada bumbu-bumbu persaingan, dan itu hal biasa. Namun hari ini semuanya berakhir. Kini saatnya kita bersatu, kompak, utuh, dan bergerak bersama. Baik yang memilih saya maupun yang belum memilih saya, kita tetap satu keluarga, satu perjuangan, satu tujuan: membesarkan organisasi, memperkuat dakwah, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat. harap Dea Guru Jamal

"Mari kita jalankan program-program positif organisasi dengan penuh keikhlasan, semangat, dan persatuan. NWDI Sumbawa harus maju, umat harus kuat, dan perjuangan harus terus berlanjut," pungkasnya. (AM/IA)

]]>
Thu, 14 May 2026 18:14:34 +0800 amr
Musda II NWDI Sumbawa Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi untuk Kemajuan Ummat https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-sumbawa-perkuat-soliditas-organisasi-dan-sinergi-untuk-kemajuan-ummat https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-sumbawa-perkuat-soliditas-organisasi-dan-sinergi-untuk-kemajuan-ummat Musda II NWDI Sumbawa Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi untuk Kemajuan Ummat

Sumbawa Besar, Amarmedia.ci.id– Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa berlangsung di Kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Kamis (14/05/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Soliditas Organisasi dalam Mewujudkan NWDI yang Progresif, Mandiri dan Berkhidmat untuk Ummat” itu menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus pemilihan kepemimpinan baru PD NWDI Kabupaten Sumbawa.

Musda tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NWDI Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I., Ketua PD NWDI Kabupaten Sumbawa Jamaluddin Malady, S.Sos., M.T., serta jajaran pengurus dan anggota NWDI se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Ketua PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Malady, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa menjadi daerah pertama yang melaksanakan Musda NWDI. Ia menegaskan bahwa proses pemilihan ketua tetap mengedepankan prinsip demokrasi melalui mekanisme voting.

“Pemilihan Ketua PD NWDI ini mengedepankan proses demokrasi yang baik karena tetap dipilih melalui voting,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun Kabupaten Sumbawa.

“Dakwah, ekonomi, dan ummat harus dibangun bersama-sama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus membangun semangat sinergitas antara pemda dan organisasi kemasyarakatan, karena kemajuan daerah juga ditopang oleh keberadaan organisasi-organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jamaluddin juga menyampaikan harapannya agar PD NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki sekretariat definitif sebagai pusat penguatan organisasi dan pelayanan ummat. Untuk mendukung hal itu, ia mengaku telah mewakafkan tanah seluas empat are.

“Saya telah mewakafkan tanah seluas empat are. Semoga kepemimpinan selanjutnya bisa membangun sekretariat tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NWDI, Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I., menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius.

“Ormas di Indonesia ini jangan sering disalahpahami, tetapi justru perlu diperhatikan secara serius,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta Musda untuk memilih pemimpin yang mampu menjaga amanah organisasi serta membawa NWDI tetap eksis dan berkembang di masa mendatang.

“Pilihlah pemimpin sesuai hati nurani, karena yang kita lihat adalah bagaimana pemimpin yang bisa bertanggung jawab agar NWDI bisa tetap eksis dan berkembang ke depannya,” katanya.

Dukungan terhadap penguatan organisasi NWDI juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda II PD NWDI dan menilai NWDI selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Ormas NWDI ini sudah banyak membantu pemerintah, termasuk membantu masyarakat juga. Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan Musda yang dilaksanakan oleh NWDI Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendukung berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kemaslahatan ummat di Kabupaten Sumbawa.

“Pemerintah daerah mendukung penuh setiap pelaksanaan kegiatan ormas di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah akan memberikan perhatian yang baik demi kemaslahatan ummat di Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Ia berharap Musda II NWDI mampu melahirkan kepemimpinan yang berkualitas, berkapasitas, serta mampu memperkuat sinergi antara organisasi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Musda II tersebut, NWDI Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran dakwah, sosial, dan pengabdian kepada ummat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Kabupaten Sumbawa ke depan.(AM/MI)

]]>
Thu, 14 May 2026 18:11:07 +0800 amr
Kabupaten Sumbawa Tuan Rumah Momentum HUT Damkar Ke&107 Tingkat Provinsi NTB, Perkuat Peran Penyelamatan dan Kesiapsiagaan https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-tuan-rumah-momentum-hut-damkar-ke-107-tingkat-provinsi-ntb-perkuat-peran-penyelamatan-dan-kesiapsiagaan https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-tuan-rumah-momentum-hut-damkar-ke-107-tingkat-provinsi-ntb-perkuat-peran-penyelamatan-dan-kesiapsiagaan

Sumbawa,Amarmedia.co.id -  13 Mei 2026 — Suasana penuh semangat dan kesiapsiagaan mewarnai halaman Kantor Bupati Sumbawa saat digelarnya Apel Kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Rabu (13/5).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, S.Ak, menyampaikan langsung sambutan Gubernur NTB yang sarat pesan kuat tentang pentingnya peran strategis pemadam kebakaran di tengah meningkatnya potensi bencana.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, serta para bupati/wali kota se-NTB atau yang mewakili. Hadir pula jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, para kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten/kota se-NTB, hingga ratusan peserta upacara dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB melalui Sekda Provinsi NTB memberikan apresiasi yg sangat tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa momen HUT Damkar bukan sekadar seremoni, melainkan ajang memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Mengutip slogan global, “To Prevent Fires, Save Lives, and Protect Properties”, ia mengingatkan bahwa ancaman kebakaran dapat menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat, sehingga upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Data terbaru menjadi sorotan: sepanjang Triwulan I Tahun 2026, Provinsi NTB mencatat 127 kejadian kebakaran serta 891 operasi penyelamatan non-kebakaran. Angka ini menunjukkan bahwa peran damkar kini semakin luas, menjadi garda terdepan dalam berbagai situasi darurat.

Tak hanya itu, keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) juga menjadi perhatian serius. Secara nasional, tercatat 82.132 relawan, yang diharapkan dapat terus diperkuat oleh pemerintah daerah guna mendukung tugas pemadam kebakaran di lapangan.

Dengan mengusung tema nasional “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, apel ini menjadi simbol dedikasi tanpa henti para insan damkar dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Menutup sambutan, Gubernur NTB melalui Sekda menyampaikan pesan penuh semangat:

“Dirgahayu ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Teruslah hadir sebagai pelindung masyarakat, memberikan rasa aman, dan menjadi garda terdepan dalam setiap situasi darurat.” (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 22:38:10 +0800 amr
Dr. Supriyadi, S.HI., MHI.: Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Siap Digelar https://amarmedia.co.id/dr-supriyadi-shi-mhi-musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-siap-digelar https://amarmedia.co.id/dr-supriyadi-shi-mhi-musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-siap-digelar

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Musyawarah Daerah (Musda) II NWDI Kabupaten Sumbawa dipastikan siap digelar pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan besar organisasi tersebut akan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dan soliditas organisasi NWDI di Kabupaten Sumbawa.

Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.HI., MHI., menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen. Panitia bersama seluruh elemen organisasi telah bekerja maksimal guna memastikan pelaksanaan Musda berjalan lancar, tertib, dan sukses.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa sudah siap 100 persen. Mulai dari tempat kegiatan, akomodasi peserta, konsumsi, hingga teknis acara sudah kami matangkan bersama seluruh panitia,” ujar Dr. Supriyadi.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa mengusung tema: “Menguatkan Soliditas Organisasi dalam Mewujudkan NWDI yang Progresif, Mandiri, dan Berkhidmat untuk Umat.” Tema tersebut menjadi spirit bersama untuk memperkokoh persatuan organisasi sekaligus memperluas pengabdian NWDI di tengah masyarakat.

Kegiatan Musda nantinya akan dihadiri oleh utusan kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, jajaran Pengurus Daerah NWDI, para peninjau, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan semakin mempererat ukhuwah organisasi dan memperkuat langkah bersama dalam membangun NWDI yang lebih maju.

Menurut Dr. Supriyadi, Musda bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, serta penyusunan program strategis organisasi ke depan.

“Musda ini adalah forum penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi dan pengabdian kepada umat,” tambahnya.

Panitia juga memastikan kesiapan Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa sebagai lokasi utama kegiatan. Kampus tersebut dinilai representatif dan mampu menampung seluruh peserta serta tamu undangan yang akan hadir dalam kegiatan Musda.

Selain agenda utama Musda, rangkaian kegiatan akan diawali dengan Hiziban Akbar yang dilaksanakan pada Rabu malam Kamis, 13 Mei 2026, di Kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan hiziban tersebut merupakan tradisi khas NWDI sebelum melaksanakan agenda besar organisasi.

Hiziban Akbar diperkirakan akan diikuti oleh jamaah NWDI, pengurus organisasi, mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat umum. Kegiatan spiritual tersebut menjadi bentuk ikhtiar batin dan doa bersama agar seluruh rangkaian Musda diberikan kelancaran, keberkahan, dan hasil terbaik bagi organisasi serta umat.

“Tradisi hiziban sebelum kegiatan besar merupakan bagian dari nilai spiritual NWDI yang terus dijaga. Kita ingin setiap langkah organisasi selalu diawali dengan doa dan kebersamaan,” ungkap Dr. Supriyadi.

Antusiasme kader dan warga NWDI terhadap pelaksanaan Musda II terlihat cukup tinggi. Hal itu tampak dari kesiapan peserta dan koordinasi aktif yang dilakukan seluruh pengurus kecamatan menjelang hari pelaksanaan.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis dan kepemimpinan organisasi yang semakin kuat, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, NWDI Kabupaten Sumbawa optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi yang progresif, mandiri, dan senantiasa berkhidmat untuk umat, bangsa, dan agama.

Pelaksanaan Musda ini juga menjadi simbol komitmen bersama seluruh keluarga besar NWDI untuk terus menjaga nilai perjuangan, memperkuat dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan umat.

Dengan seluruh persiapan yang telah matang, Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diyakini akan berlangsung sukses dan menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan organisasi NWDI di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 22:22:43 +0800 amr
Dari Sapi Hingga Smelter: Cara Wagub NTB Jadikan Bali–Nusra Penyangga Pangan Nasional di Forum MPU 2026 https://amarmedia.co.id/dari-sapi-hingga-smelter-cara-wagub-ntb-jadikan-balinusra-penyangga-pangan-nasional-di-forum-mpu-2026 https://amarmedia.co.id/dari-sapi-hingga-smelter-cara-wagub-ntb-jadikan-balinusra-penyangga-pangan-nasional-di-forum-mpu-2026 Dari Sapi Hingga Smelter: Cara Wagub NTB Jadikan Bali–Nusra Penyangga Pangan Nasional di Forum MPU 2026

Semarang,Amarmedia.co.id -  12 Mei 2026 — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub NTB saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (12/5).

Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antarprovinsi anggota FKD MPU untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, energi, dan konektivitas kawasan.

Kegiatan dibuka dengan arahan Wakil Presiden RI yang disampaikan secara virtual. Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa wilayah anggota FKD MPU memiliki posisi strategis karena dihuni sekitar 183 juta jiwa dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Presiden menginstruksikan percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan nasional. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dan inovatif,” tegas Wapres.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wagub NTB memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam memperkuat kawasan Bali–Nusra yang meliputi Bali, NTB, dan NTT.

Menurut Wagub, NTB memiliki kapasitas besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, termasuk dalam sektor peternakan dan perikanan.

“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujar Wagub.

Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui potensi pertambangan dan keberadaan fasilitas smelter PT Amman Mineral.

Wagub menegaskan, kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi harus memiliki arah, target, dan implementasi yang terukur.

Karena itu, Pemprov NTB bersama daerah kawasan Bali–Nusra mulai melibatkan perguruan tinggi dan akademisi untuk memetakan potensi energi terbarukan dan sumber daya strategis daerah.

“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” jelasnya.

Langkah kolaboratif tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, yang menilai kerja sama Bali, NTB, dan NTT sebagai model kolaborasi regional yang progresif dan perlu diperkuat melalui target yang lebih konkret.

“Kerja sama Bali, NTB, dan NTT ini sangat baik. Yang dibutuhkan sekarang adalah ukuran keberhasilan yang jelas, mulai dari target energi terbarukan hingga output pembangunan yang terukur,” ujar Bima Arya.

Rapat kerja FKD MPU 2026 turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta perwakilan kepala daerah dari seluruh provinsi anggota FKD MPU. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 15:39:16 +0800 amr
Ajang Konsolidasi, KPPG Sumbawa Siapkan Program Konkret untuk Pembangunan Daerah https://amarmedia.co.id/ajang-konsolidasi-kppg-sumbawa-siapkan-program-konkret-untuk-pembangunan-daerah https://amarmedia.co.id/ajang-konsolidasi-kppg-sumbawa-siapkan-program-konkret-untuk-pembangunan-daerah Ajang Konsolidasi, KPPG Sumbawa Siapkan Program Konkret untuk Pembangunan Daerah

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id  – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov menghadiri pertemuan perdana Pengurus Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Sumbawa Masa Bhakti 2025–2030, Selasa (12/05/2026). Pertemuan tersebut menjadi agenda awal konsolidasi organisasi perempuan Partai Golkar sekaligus penguatan mesin partai menghadapi agenda politik ke depan.

Kegiatan itu digelar untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus mengonfirmasi kepengurusan aktif KPPG Kabupaten Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, Berlian Rayes hadir didampingi Sekretaris dan Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Berlian Rayes menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan pengurus baru KPPG Sumbawa. Ia menilai kepengurusan yang baru terbentuk siap menjalankan roda organisasi dan memperkuat perjuangan Partai Golkar di Kabupaten Sumbawa.

“Kami mengapresiasi semangat dan kekompakan pengurus baru KPPG Sumbawa di bawah kepemimpinan ibu-ibu hebat, Ketua Ibu Ny. Junaida Iriani, S.Pd, Sekretaris Ny. Eny Zubaidah, S.AP, dan Bendahara Ny. Ratna Rusdi, A.Md.Keb, beserta seluruh pengurus lainnya,” ujar Berlian Rayes.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa itu menegaskan bahwa KPPG merupakan salah satu organisasi sayap partai yang memiliki peran penting dalam menghimpun, menggerakkan, dan memperkuat kekuatan perempuan di tubuh Partai Golkar.

“KPPG merupakan salah satu sayap Partai Golkar yang menaungi perempuan Partai Golkar. Insya Allah bersama KPPG kita raih kemenangan Partai Golkar,” tegasnya.

Menurut Berlian Rayes, setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa, pihaknya mulai menjalankan langkah konkret melalui kerja-kerja politik dan konsolidasi internal partai. Hal tersebut dilakukan untuk menyegarkan organisasi sayap partai agar tetap aktif dan bergerak sesuai target politik.

“Pasca kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumbawa, kami mulai konkret melakukan kerja-kerja politik dengan semangat konsolidasi internal partai, menyegarkan organisasi sayap partai agar tetap bekerja dengan target agenda politik,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan politik yang terus berkembang dan semakin dinamis. Karena itu, seluruh kader partai diminta tetap solid, bergerak, dan siap menghadapi setiap perubahan kebijakan.

“Tantangan partai politik hari ini sangat dinamis mengikuti perkembangan kebijakan yang ada. Oleh karena itu, kami harus siap dan menang. Insya Allah sesuai target dan harapan,” lanjut Berlian Rayes.

Sementara itu, Ketua KPPG Kabupaten Sumbawa, Ny. Junaida Iriani, S.Pd menyampaikan bahwa kepengurusan KPPG saat ini telah siap menjalankan berbagai program kerja konkret untuk menghimpun, memberdayakan, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik dan pembangunan daerah.

“Kepengurusan KPPG ini sudah siap dengan agenda program kerja yang konkret dalam menghimpun, memberdayakan, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik serta pembangunan, khususnya di daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa beserta seluruh jajaran pengurus atas dukungan terhadap langkah-langkah KPPG ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumbawa beserta jajaran pengurus yang telah mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah KPPG Sumbawa,” pungkasnya.

Pertemuan perdana tersebut menjadi penanda dimulainya peran aktif KPPG Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat organisasi perempuan Partai Golkar sekaligus mendukung target kemenangan partai melalui kerja nyata dan konsolidasi berkelanjutan.(AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:22:47 +0800 amr
Gubernur Lantik Forum Ikan NTB, Perkuat Gerakan Konsumsi Ikan https://amarmedia.co.id/gubernur-lantik-forum-ikan-ntb-perkuat-gerakan-konsumsi-ikan https://amarmedia.co.id/gubernur-lantik-forum-ikan-ntb-perkuat-gerakan-konsumsi-ikan Gubernur Lantik Forum Ikan NTB, Perkuat Gerakan Konsumsi Ikan

Mataram.Amaredia.co.id — Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mendorong pengembangan budidaya perikanan di daerah sebagai langkah strategis meningkatkan konsumsi ikan dan memperkuat gizi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat melantik Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi NTB periode 2026–2031 di Mataram, 12 Mei 2026.

Gubernur NTB menilai peluang pengembangan budidaya perikanan di NTB sangat besar dan perlu dikerjakan secara kolaboratif bersama FORIKAN, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Kesempatan kita memperluas budidaya perikanan sangat besar. Bersama FORIKAN kita bisa mendorong budidaya perikanan berkembang lebih luas,” ujarnya

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur, mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan Peraturan Gubernur terkait penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat yang rencananya diterbitkan pada Juli mendatang. Dalam skema tersebut, kebutuhan bahan pangan diharapkan dapat dipasok oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang siap memenuhi standar kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, upaya peningkatan konsumsi ikan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi 15 tahun mendatang akan sangat besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Gubernur mencontohkan negara seperti Jepang yang sejak lama menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan gizi masyarakat, termasuk konsumsi ikan yang kaya protein dan kalsium. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan di masa depan.

Karena itu, ia mendorong FORIKAN NTB membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat gerakan konsumsi ikan di daerah. Salah satu gagasan yang didorong adalah gerakan minimal satu kali dalam seminggu menu ikan di lingkungan masyarakat dan sekolah.

“Ini tentu membutuhkan kesiapan budidaya ikan di desa dan kecamatan. Ikan laut memang kaya omega tiga, tetapi ikan air tawar juga memiliki nilai gizi yang baik dan sangat dianjurkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” katanya.

Selain produksi ikan, Gubernur menekankan pentingnya inovasi menu berbasis ikan agar masyarakat, khususnya anak-anak, semakin tertarik mengonsumsi ikan secara rutin.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah riset dan pengembangan menu yang sehat, bergizi, terjangkau, tetapi tetap disukai anak-anak,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mengajak seluruh pihak menjadikan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat NTB. Menurutnya, berbagai konsep pengembangan budidaya ikan seperti nila, patin, dan lele telah tersedia dan tinggal diperkuat implementasinya.

Sementara itu, Ketua FORIKAN NTB periode 2026–2031, Sinta Agathia mengatakan FORIKAN akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan konsumsi ikan, khususnya bagi anak-anak.

Ia menyoroti masih tingginya angka gizi buruk di sejumlah wilayah pesisir yang sejatinya dekat dengan sumber protein ikan. Karena itu, FORIKAN akan terus mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan olahan ikan yang menarik dan bernilai gizi.

“Ada banyak inovasi menu berbasis ikan memiliki kandungan gizi baik. Inovasi seperti ini perlu kita dukung untuk membantu mengurangi masalah gizi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, FORIKAN juga akan terus turun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan kampanye gemar makan ikan demi mewujudkan generasi NTB yang lebih sehat, cerdas, dan unggul. (AM/kominfotikntb)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:17:45 +0800 amr
Bukan Sekadar Tugas, Gubernur NTB Sebut Kiprah Tagana Sebagai Wujud Nyata Kehadiran Negara https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-tugas-gubernur-ntb-sebut-kiprah-tagana-sebagai-wujud-nyata-kehadiran-negara https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-tugas-gubernur-ntb-sebut-kiprah-tagana-sebagai-wujud-nyata-kehadiran-negara Bukan Sekadar Tugas, Gubernur NTB Sebut Kiprah Tagana Sebagai Wujud Nyata Kehadiran Negara

Mataram.Amarmedia.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan ucapan terima kasih yang dalam. Gubernur Dr H L Muhamad Iqbal mengatakan, negara benar benar hadir ketika masyarakat dalam kesusahan, salah satu wujudnya adalah Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berkiprah di saat bencana terjadi.

Hal itu dikatakan Gubernur saat memberikan pembekalan dalam rangkaian Ulang Tahun Tagana ke 22 di RTH Pagutan, kota Mataram, Selasa (12/05/2026).

Sebagai seorang mantan diplomat, hadir di daerah bencana alam dan sosial bukanlah sesuatu yang baru bagi Gubernur. Oleh karena itu, sebagai teman seperjuangan para Tagana, dirinya memahami tugas berat itu dan berbagi pengalaman ketika berada di Somalia, Siria, Gabon, Filipina Selatan, Yaman, Nepal dan Turki untuk misi kemanusiaan.

Dikatakannya, tugas tugas kemanusiaan adalah hal yang ajaib karena dorongan dalam diri sebagai empati terdalam manusia bukan semata kewajiban sebagai anggota Tagana atau mengharapkan imbalan tertentu.

"Salah satu yang membuat daerah kita bertahan saat bencana juga karena kontribusi para Tagana", ucap Gubernur.

Dihadiri oleh 500 orang personil Tagana seluruh NTB, dirinya berharap kesiapsiagaan dan respon bencana daerah semakin baik.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial, Masyhuri, kegiatan ulangtahun ke 22 ini juga dilakukan perekrutan Tagana Muda untuk program Kampung Siaga Bencana di Ampenan Selatan.

"500 orang ini adalah mereka yang terdata dan mendapatkan insentif dari Kementerian Sosial. Namun jumlah Tagana kita sendiri hampir ada di setiap desa Tangguh Bencana.

Selama tiga hari para Tagana mengikuti rangkaian HUT Tagana Indonesia, yang dilakukan dengan perpaduan kegiatan sosial kemanusiaan, apel siaga, dan seremoni syukuran. Rangkaian prosesi dan kegiatan yang dilakukan dimulai dengan Apel Siaga atau disebut Santiaji dengan peyerahan pataka dilanjutkan silaturahmi akbar keluarga besar Tagana bersama Kementerian Sosial untuk memperkuat solidaritas.

Kegiatan dilanjutkan dengan Baksos dan Kemanusiaan serta pemberian penghargaan kepada anggota Tagana berprestasi atas dedikasinya sebagai relawan yang siaga, cepat, dan setia dalam mendampingi korban bencana. (AM/kominfotikntb)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:11:52 +0800 amr
Ini Daftar Nama Pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia & NTB 2026 https://amarmedia.co.id/ini-daftar-nama-pemenang-puteri-anak-dan-puteri-remaja-indonesia-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/ini-daftar-nama-pemenang-puteri-anak-dan-puteri-remaja-indonesia-ntb-2026 Ini Daftar Nama Pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia - NTB 2026

Mataram.Amarmedia.co.id - Bertempat di Indoor Panggung Taman Budaya yang megah pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 sukses digelar dengan penuh kemeriahan. Ajang bergengsi yang dilaksanakan tahun ini merupakan ke-7 ini kembali hadir sebagai wadah utama pengembangan bakat, karakter, serta potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda NTB. Senin malam (11/5).

Ajang ini tidak sekadar kompetisi kecantikan, acara ini menjadi ajang positif untuk mengasah kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi para pesertanya. Antusiasme menyambut pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 terlihat sangat luar biasa sejak tahap awal. Tercatat yang masuk final sebanyak 32 peserta terbaik dari 10 Kabupaten kota se-NTB bersaing ketat. 

Formasi tersebut terdiri dari 20 peserta kategori Puteri Remaja dan 12 peserta kategori Puteri Anak yang semuanya membawa misi untuk membanggakan daerah. Para kontestan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini tidak hanya dinilai dari penampilan luar, tetapi juga wawasan luas dan etika. Seluruh peserta telah melewati rangkaian kegiatan panjang, mulai dari audisi yang ketat, pembekalan materi, hingga masa karantina. 

Fokus utama karantina adalah membentuk generasi muda NTB yang unggul dalam public speaking, kepemimpinan, serta pemahaman mendalam mengenai budaya NTB. Puncak acara yang dinantikan tiba pada malam Grand Final. Nama Ni Putu Devika Sharisa Kalyani resmi dinobatkan sebagai Winner Puteri Remaja NTB 2026 yang langsung disaksikan oleh Founder PAI & PRI Gerry Dahlan dari Jakarta.

Sementara itu, mahkota Winner Puteri Anak NTB 2026 berhasil diraih Gina Talitha Jannah. Keduanya kini mengemban amanah sebagai duta inspiratif bagi anak-anak dan remaja di Nusa Tenggara Barat.

Daftar pemenangnya adalah 

Untuk Kategori Puteri Remaja:

• Puteri Remaja Indonesia NTB Tahun 2026 : Ni Putu Devika Sharisa Kalyani

• ⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Pariwisata Tahun 2026 : Brigita Kirana Putri Wibawa

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Lingkungan Tahun 2026 : Baiq Nindi Mulia Putri

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Kebudayaan Tahun 2026 : Intan Fatiha Farhan

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Pendidikan Tahun 2026 : Ayra Alifah Paradisa

Untuk Kategori Puteri Anak:

• ⁠Puteri Anak Indonesia NTB Tahun 2026 : Gina Talitha Jannah

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Pariwisata Tahun 2026 : Ni Kadek Saras Sehan Dewi

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Lingkungan Tahun 2026 : Berlian Putri Sonia

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Kebudayaan Tahun 2026 : Aqila Zevanna Rahman

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Pendidikan Tahun 2026 : Siska Rahmadani

Momen penobatan atau crowning berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Khusus untuk kategori anak, prosesi penyerahan mahkota kepada Gina Talitha Jannah dilakukan langsung Aurelia Siti Hajar B, yang merupakan pemegang gelar tahun sebelumnya. Sorak sorai penonton pecah saat para pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini melangkahkan kaki di atas panggung sebagai juara baru.

Ketua panitia Herlita Rizky Dwiana Putri., S.Tr.Keb yang juga Alumni Puteri Remaja Indonesia NTB Berbakat Tahun 2020 menegaskan bahwa ajang Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 adalah sarana strategis untuk memperkenalkan pariwisata dan potensi daerah melalui peran generasi muda NTB.

Lebih lanjut Herlita Rizky berharap para pemenang ini dapat menjadi role model yang berakhlak baik dan mampu mempromosikan kekayaan budaya NTB hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan acara Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh para sponsor dari :

Dinas Dikpora Provinsi NTB, Taman Budaya Provinsi NTB, Mataram Square Hotel, Rivera, Gekskin Klinik, Bordir Komputer, Calmbe Sablon, Mecca Tenun, Najla Modiste, Hayuning Models, Weka Wedding Organizer, DVN Creative, LT Pro dan Qalalu Studio.

Di akhir acara, Ketua Paguyuban Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia NTB Buniamin Farahat ST, MT berharap besar agar ajang ini dapat terus menjadi ajang positif yang melahirkan generasi muda NTB yang percaya diri, berprestasi, berkarakter, serta mampu membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 08:41:52 +0800 amr
Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima https://amarmedia.co.id/jalin-jaringan-manuskrip-dua-kesultanan-museum-bala-datu-ranga-gandeng-museum-samparaja-bima https://amarmedia.co.id/jalin-jaringan-manuskrip-dua-kesultanan-museum-bala-datu-ranga-gandeng-museum-samparaja-bima Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima

Bima.Amarmedia.co.id , 11 Mei 2026 – Hubungan diplomatik dan kekerabatan antara Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Bima yang telah terjalin selama berabad-abad kini memasuki babak baru. Melalui inisiatif pelestarian literasi sejarah, Museum Bala Datu Ranga resmi menggandeng Museum Samparaja Bima untuk membangun jaringan kajian manuskrip lintas kesultanan.

Jejak panjang hubungan kedua entitas ini tersimpan rapat dalam lembaran-lembaran manuskrip kuno. Salah satu yang paling menonjol adalah Bo Sangaji Kai (Catatan Harian Kesultanan Bima), koleksi Museum Samparaja yang telah diakui dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2024 dan tengah diusulkan menuju Memory of The World (MOW) Southeast Asia 2025.

Menghidupkan Kembali "Harta Karun" Literasi

Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas MA, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah lokal melalui penguatan arsip teks dan foto.

 "Harapannya kami menjalin kolaborasi, syukur-syukur bisa terbentuk jaringan para pengkaji manuskrip antar dua Kesultanan sehingga dapat diketahui bagaimana hubungan keduanya di masa lalu dari berbagai aspek," ujar Yuli.

Ia menekankan bahwa manuskrip bukan sekadar benda mati, melainkan identitas budaya yang harus terus dikaji.

Misi Utamanya mengoptimalkan penguatan jaringan dan kelembagaan. Visi Kedepannya penyelenggaraan kajian koleksi mendalam dan pameran bersama di masa mendatang.

Langkah strategis ini berhasil direalisasikan berkat dukungan Dana Abadi Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Dukungan finansial ini memungkinkan Museum Bala Datu Ranga untuk melakukan observasi lapangan secara intensif dan melacak jejak-jejak naskah yang mulai tersisih oleh zaman.

Sebagai langkah awal, tim Museum Bala Datu Ranga telah melakukan wawancara langsung dengan Dr. Dewi Ratna Muchlisa, seorang filolog sekaligus Kepala Museum Samparaja. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan fakta menarik mengenai banyaknya titik temu antara Sumbawa dan Bima dalam arsip-arsip lama.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait kajian koleksi antar kedua museum. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda di Pulau Sumbawa untuk kembali mengenali dan melestarikan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.(AM)

]]>
Tue, 12 May 2026 19:40:55 +0800 amr