Berita Terkini & Terpercaya & amr https://amarmedia.co.id/rss/author/amr Berita Terkini & Terpercaya & amr en Copyright 2024 PT Amar Media Inovasi & All Rights Reserved. Soroti Jalan Berlubang dan Rusak Hj. Jamila Desak Pemkab Sumbawa Segera Tambal Akses Labuhan Jontal https://amarmedia.co.id/soroti-jalan-berlubang-dan-rusak-hj-jamila-desak-pemkab-sumbawa-segera-tambal-akses-labuhan-jontal https://amarmedia.co.id/soroti-jalan-berlubang-dan-rusak-hj-jamila-desak-pemkab-sumbawa-segera-tambal-akses-labuhan-jontal Soroti Jalan Berlubang dan Rusak Hj. Jamila Desak Pemkab Sumbawa Segera Tambal Akses Labuhan Jontal

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Keselamatan warga akibat infrastruktur jalan yang rusak menjadi sorotan tajam dalam rapat pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumbawa. Anggota DPRD Sumbawa, Hj. Jamila, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan darurat pada akses jalan di kawasan Labuhan Jontal.

Permintaan tegas tersebut disampaikan Hj. Jamila di sela-sela rapat Banggar yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP. Dalam interupsinya, Hj. Jamila menekankan bahwa kondisi jalan di Labuhan Jontal saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Banyaknya lubang menganga menjadi "jebakan" bagi warga yang melintas, terlebih di musim hujan.

"Tolong segera dicek ke lapangan. Jalan itu perlu segera ditambal agar tidak ada lagi warga yang jatuh. Apalagi sekarang musim hujan, lubang tertutup genangan air dan sudah banyak warga yang menjadi korban kecelakaan," tegas Hj. Jamila politisi Fraksi PDIP.

Respons Pemerintah Daerah

Menanggapi desakan tersebut, Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, memberikan penjelasan terkait tantangan fiskal dan strategi yang akan diambil pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan infrastruktur sebagai bidang utama dalam kebijakan tahun 2027.

Terkait kondisi jalan di Labuhan Jontal, Sekda mengungkapkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan sedang mencari skema pendanaan yang tepat.

"Untuk Labuhan Jontal, kami mengupayakan usulan anggaran sebesar sebelas miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Bagaimana caranya, ini yang kita dorong bersama. Kita berharap bersama sama agar dapat terakomodir. Kalau tidak, minimal kita lakukan pemeliharaan rutin,"ujar Sekda Budi Prasetyo dalam rapat tersebut.

Sekda menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini tengah menghadapi tantangan berat terkait keterbatasan anggaran akibat tingginya beban belanja pegawai dan kewajiban penggajian P3K yang cukup besar. Meski demikian, efisiensi tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah sedang melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk efisiensi perjalanan dinas, guna mengalihkan dana bagi kebutuhan layanan publik yang mendesak, seperti perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan.

"Kami sudah instruksikan ke bidang fisik, bidang PPM, dan ekonomi untuk mencermati apa yang disampaikan anggota dewan. Mana yang bisa kita alokasikan segera agar menjadi bagian yang muncul dalam penjelasan APBD 2027," tambahnya.

Pemerintah Daerah berharap dengan adanya harmonisasi dan koordinasi yang baik dengan pihak legislatif, kendala-kendala pembiayaan dapat dicarikan solusinya, sehingga akses jalan Labuhan Jontal yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera tertangani demi kelancaran mobilitas dan ekonomi warga. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 19:11:05 +0800 amr
Marwah Gubernur Jauh Lebih Tinggi, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq Tegaskan Kepala Daerah Tak Perlu "Kecilkan Diri" Jadi Ketua KONI NTB https://amarmedia.co.id/marwah-gubernur-jauh-lebih-tinggi-ketua-koni-sumbawa-abdul-rafiq-tegaskan-kepala-daerah-tak-perlu-kecilkan-diri-jadi-ketua-koni-ntb https://amarmedia.co.id/marwah-gubernur-jauh-lebih-tinggi-ketua-koni-sumbawa-abdul-rafiq-tegaskan-kepala-daerah-tak-perlu-kecilkan-diri-jadi-ketua-koni-ntb Marwah Gubernur Jauh Lebih Tinggi, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq Tegaskan Kepala Daerah Tak Perlu "Kecilkan Diri" Jadi Ketua KONI NTB

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  — Wacana Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, yang dikabarkan akan maju sebagai calon Ketua Umum KONI Provinsi NTB memantik sorotan tajam dari berbagai kalangan. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., dengan tegas menyatakan bahwa seorang kepala daerah tidak perlu "mengecilkan diri" untuk memimpin organisasi olahraga, mengingat kewenangan besar yang telah diberikan oleh negara.

Pandangan tersebut disampaikan Abdul Rafiq di Sumbawa, Kamis (13/8/2026), menanggapi dinamika menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB. Menurutnya, persoalan ini harus dilihat dari perspektif tata kelola pemerintahan, pembagian kewenangan, serta marwah kelembagaan olahraga di daerah.

Ia merujuk pada ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, khususnya Pasal 11. Regulasi tersebut telah memberikan mandat dan kewenangan yang sangat luas kepada pemerintah daerah provinsi untuk mengatur, membina, mengembangkan, mengoordinasikan, melaksanakan, mengawasi, hingga mengevaluasi penyelenggaraan keolahragaan.

"Kalau seorang gubernur sudah diberikan kewenangan yang begitu besar oleh negara dalam penyelenggaraan keolahragaan, kemudian memilih maju menjadi Ketua KONI, pertanyaannya adalah: apakah itu tidak justru mengecilkan posisi gubernur sendiri?" tegas Abdul Rafiq.

Politisi dan tokoh olahraga Sumbawa ini menilai bahwa posisi gubernur jauh lebih tinggi, kuat, dan strategis sebagai pembina serta pengarah kebijakan publik, alih-alih merangkap jabatan sebagai ketua organisasi olahraga. Berdasarkan konstruksi Pasal 11 ayat (2) PP Nomor 46 Tahun 2024, pemerintah daerah dapat melibatkan KONI Provinsi bersama unsur keolahragaan lainnya sebagai mitra strategis.

Oleh karena itu, Abdul Rafiq menekankan pentingnya menjaga independensi dan profesionalitas. KONI bukanlah lembaga yang harus diambil alih ruang organisasinya oleh kekuasaan eksekutif, melainkan mitra sinergis pemerintah dalam membangun ekosistem olahraga prestasi.

“Gubernur tidak perlu menjadi Ketua KONI untuk membuktikan dirinya peduli terhadap olahraga. Justru kebesaran seorang gubernur adalah ketika mampu melahirkan sistem olahraga yang kuat, KONI yang mandiri, atlet yang berprestasi, dan ekosistem olahraga yang profesional,” tambahnya.

Menyongsong perhelatan besar PON 2028 mendatang, Ketua KONI Sumbawa ini berharap agar pemerintah dan induk organisasi olahraga dapat menjalankan fungsi masing-masing secara proporsional. Ia juga berpesan agar momentum Musorprov KONI NTB tidak dijadikan ajang pertarungan kepentingan politik, melainkan forum yang objektif untuk memilih figur pemimpin yang benar-benar memiliki kapasitas, waktu, jaringan, serta komitmen tinggi terhadap pembinaan atlet.

“Biarkan gubernur menjadi gubernur dengan kewenangan yang diberikan oleh negara, dan biarkan KONI menjadi KONI dengan mandat organisasi olahraga. Siapa pun yang ingin maju, silakan berkompetisi secara sehat sesuai aturan, demi satu tujuan: mengangkat prestasi olahraga NTB dan mengharumkan nama daerah,”pungkas Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:44:00 +0800 amr
Bangun Generasi Unggul, UNSA Resmi Buka PKKMB 2026 https://amarmedia.co.id/bangun-generasi-unggul-unsa-resmi-buka-pkkmb-2026 https://amarmedia.co.id/bangun-generasi-unggul-unsa-resmi-buka-pkkmb-2026 Bangun Generasi Unggul, UNSA Resmi Buka PKKMB 2026

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 13 Agustus 2026 — Universitas Samawa (UNSA) secara resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Acara pembukaan ini menandai langkah awal bagi para mahasiswa baru dalam menapaki fase pendidikan tinggi di kampus yang berorientasi pada pengembangan karakter dan kompetensi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd. Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur pimpinan Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Samawa serta seluruh jajaran pimpinan struktural di lingkungan Universitas Samawa. Kehadiran lengkap unsur pimpinan ini mencerminkan komitmen institusi dalam memberikan sambutan terbaik serta membangun fondasi awal bagi mahasiswa baru dalam memasuki kehidupan akademik.

 Fokus pada Karakter dan Adaptabilitas

Dalam sambutannya, Ketua Panitia PKKMB sekaligus Wakil Rektor III Universitas Samawa, M. Wildan, M.Pd., menyampaikan bahwa PKKMB tahun ini diikuti oleh 311 mahasiswa baru.

M. Wildan menjelaskan bahwa PKKMB bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis bagi mahasiswa baru untuk mengenali lingkungan Universitas Samawa secara komprehensif. "Mahasiswa baru akan diperkenalkan pada aspek akademik, kemahasiswaan, organisasi, layanan pendidikan, serta nilai-nilai dasar yang dianut oleh sivitas akademika UNSA," ungkapnya.

Ia berharap, seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. "Mahasiswa diharapkan mampu menjadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk membangun karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi insan akademik yang berkontribusi positif bagi masyarakat," tambah M. Wildan.

Menjawab Tantangan Masa Depan

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Samawa Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menekankan pentingnya fase perkuliahan sebagai perjalanan pendidikan yang menentukan. Dalam arahannya, beliau mengajak mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi dengan maksimal.

"Mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan selama di UNSA untuk mengembangkan kompetensi akademik, karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang dinamis," tegas Prof. Syaifuddin.

Lebih lanjut, Rektor mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian aktif dari keluarga besar UNSA dengan menjunjung tinggi etika, integritas, dan semangat belajar yang tiada henti. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membentuk karakter diri yang tangguh sebelum terjun ke masyarakat.

Pembukaan PKKMB 2026 ini meneguhkan komitmen Universitas Samawa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang progresif. Melalui serangkaian agenda PKKMB, UNSA berupaya melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.

Dengan resminya kegiatan ini dibuka, para mahasiswa baru kini secara simbolis telah diterima menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Samawa, siap untuk berikhtiar mencetak prestasi bagi daerah dan bangsa. (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:38:37 +0800 amr
DPRD Kabupaten Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Pansus II Sampaikan Laporan Pembahasan Dua Raperda Tahun 2026 https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-pansus-ii-sampaikan-laporan-pembahasan-dua-raperda-tahun-2026 https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-gelar-sidang-paripurna-pansus-ii-sampaikan-laporan-pembahasan-dua-raperda-tahun-2026 DPRD Kabupaten Sumbawa Gelar Sidang Paripurna: Pansus II Sampaikan Laporan Pembahasan Dua Raperda Tahun 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.AP., M.Inov., serta dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Dalam sidang tersebut, Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan laporan hasil pembahasan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2026.

Penyampaian laporan dibacakan oleh Juru Bicara Pansus II, Muhammad Zain, S.IP. Adapun susunan pimpinan dan anggota Pansus II terdiri atas H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. (Koordinator), I Nyoman Wisma, S.IP. (Ketua), Muhammad Tahir, S.H. (Wakil Ketua), H. Zohran, S.H. (Sekretaris), serta para anggota yakni Ridwan, S.P., M.Si., Ida Rahayu, S.AP., Ademudhita Noorsyamsu, S.IP., Ahmad Nawawi, Juliansyah, S.E., H. Andi Mappelepui, Kaharuddin Z., dan Muhammad Zain, S.IP.

Dua Raperda yang menjadi fokus pembahasan Pansus II bersama Tim Pembahasan Perda Pemerintah Daerah meliputi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun 2026–2030 dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan.

Soroti Kesehatan BUMD, Pansus II Setujui Penambahan Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Dalam pembahasan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun Anggaran 2026–2030, Pansus II memberikan sorotan tajam terhadap kondisi kesehatan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pansus menegaskan pentingnya transparansi keuangan dari Pemda sebelum investasi dilakukan, khususnya untuk PT Bank NTB Syariah, PT BPR NTB Perseroda, PT Sabalong Samawa, hingga Perumda Air Minum Batulanteh.

Terkait PT Sabalong Samawa yang dinilai berada di posisi "antara hidup dan mati", Pansus meminta penjelasan pola pikir Pemda apakah akan membangun ulang atau menyuntik modal tanpa arah. Menanggapi hal tersebut, Pemda Sumbawa menjelaskan bahwa penyertaan modal dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi:

Terhadap PT Bank NTB Syariah, sempat terdampak kasus perbankan, kini direksi baru berupaya memulihkan kinerja dengan merambah sektor UMKM.

Sementara Perumda Air Minum Batulanteh ditekankan pada orientasi sosial dalam penyediaan air bersih guna mengutamakan pelayanan kepada masyarakat daripada mengejar deviden dalam waktu dekat.

Terhadap PT BPR NTB (Perseroda) Dinilai memiliki kesehatan fiskal yang sehat. Laba Tahun 2025 bahkan melampaui target awal Rp39 miliar, yakni mencapai Rp50,119 miliar, dengan proyeksi deviden untuk Kabupaten Sumbawa pada tahun buku 2025 meningkat menjadi Rp4,093 miliar.

Pansus II juga mendorong perbankan daerah untuk melakukan ekspansi ke sektor potensial seperti komoditas jagung, perikanan, dan pertambangan melalui skema supply chain, serta mendorong PT BPR NTB menuju layanan mobile banking setelah rasio NPL berhasil ditekan ke angka satu digit.

Berdasarkan hasil pembahasan dan fasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, disepakati penambahan total modal sebesar Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) untuk periode 2026–2030 yang terbagi ke dalam empat BUMD:

1. PT Bank NTB Syariah: Rp50.000.000.000,00

2. PT BPR NTB (Perseroda): Rp30.000.000.000,00

3. PT Sabalong Samawa: Rp10.000.000.000,00

4. Perumdam Air Minum Batulanteh: Rp10.000.000.000,00

Selain itu, disepakati pula klausul sanksi dan penghentian modal pada Pasal 5 ayat (3). Jika BUMD mengalami kerugian atau tidak memberikan keuntungan selama dua tahun anggaran berturut-turut berdasarkan audit auditor independen, Bupati berwenang menghentikan penyertaan modal daerah. Proses penyertaan modal ini pun wajib didasarkan pada laporan keuangan yang diaudit auditor independen.

Setelah melalui seluruh tahapan pembahasan dan penyesuaian teknis penulisan (EYD/PUEBI) serta landasan hukum, Pansus II berkesimpulan bahwa Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD telah memenuhi kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan dan direkomendasikan untuk disetujui menjadi Peraturan Daerah.

Raperda Pengelolaan Pasar Rakyat Direkonstruksi Total

Sementara itu, untuk Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, Pansus menyimpulkan agar naskah tersebut dilakukan penyusunan ulang (rekonstruksi) total.

Hal ini dikarenakan perubahan yang terjadi melebihi 50 persen dari perda yang diubah sehingga berisiko membingungkan masyarakat dan membutuhkan pengkajian mendalam. Draf baru ini nantinya akan disesuaikan dengan regulasi terbaru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perdagangan (aturan pelaksana UU Cipta Kerja) guna menjamin kepastian hukum bagi pelaku usaha tradisional maupun modern di daerah.

Dengan tersampaikannya laporan tersebut, Pansus II DPRD Kabupaten Sumbawa menyatakan dapat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah Kepada BUMD Tahun Anggaran 2026–2030 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah dalam Sidang Parupurna hari ini (AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 13:08:28 +0800 amr
Dari Pewaris Menjadi Perintis: Memaknai Kemerdekaan Di Usia 81 Tahun https://amarmedia.co.id/dari-pewaris-menjadi-perintis-memaknai-kemerdekaan-di-usia-81-tahun https://amarmedia.co.id/dari-pewaris-menjadi-perintis-memaknai-kemerdekaan-di-usia-81-tahun Dari Pewaris Menjadi Perintis: Memaknai Kemerdekaan Di Usia 81 Tahun

Oleh. Asmediati

Setiap bulan Agustus, suasana Indonesia berubah menjadi merah putih. Bendera dikibarkan di depan rumah, sekolah, kantor, dan berbagai tempat. Jalan-jalan dihias. Perlombaan digelar. Lagu-lagu perjuangan kembali terdengar.

Tahun ini, Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81.

Usia yang tidak lagi muda. Delapan puluh satu tahun adalah perjalanan panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, keberhasilan, sekaligus berbagai persoalan. Namun, di tengah kemeriahan peringatan kemerdekaan, ada satu hal yang penting untuk kita renungkan: kita adalah pewaris kemerdekaan, tetapi apakah kita sudah menjadi perintis masa depan?

Kita sering mendengar kalimat, “Bukan pewaris, tapi perintis.”

Kalimat itu terdengar gagah. Seolah-olah seseorang ingin mengatakan bahwa apa yang dimilikinya hari ini sepenuhnya merupakan hasil perjuangannya sendiri. Tidak ada bantuan. Tidak ada warisan. Semuanya dimulai dari nol.

Namun, kalau kita mau jujur kepada diri sendiri, apakah manusia benar-benar bisa memulai dari nol?

Sejak berada dalam kandungan, kita sudah bergantung kepada orang lain. Setelah lahir, kita membutuhkan orang tua untuk merawat dan menjaga. Kita belajar berbicara karena ada yang mengajari. Kita bisa membaca dan menulis karena ada guru yang membimbing. Kita mengenal sopan santun karena ada orang yang menanamkannya.

Lalu, mengapa ketika berhasil, kita terkadang merasa semuanya adalah hasil perjuangan sendiri?

Warisan tidak selalu berupa rumah, tanah, uang, kendaraan, atau harta benda. Ada warisan yang jauh lebih berharga, tetapi tidak terlihat.

Ilmu adalah warisan.

Adab adalah warisan.

Nasihat adalah warisan.

Doa orang tua adalah warisan.

Kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian juga merupakan warisan.

Begitu pula dengan kemerdekaan yang kita nikmati hari ini.

Kita adalah pewaris kemerdekaan.

Kita tidak ikut merasakan bagaimana para pejuang dahulu berjuang melawan penjajahan. Kita tidak mengalami penderitaan mereka. Kita tidak merasakan bagaimana sulitnya hidup dalam ketakutan dan keterbatasan.

Namun, kita menikmati hasil perjuangan itu.

Kita bisa belajar dengan tenang. Kita bisa bekerja, berusaha, berkumpul dengan keluarga, menyampaikan pendapat, dan menentukan masa depan. Semua itu tidak datang begitu saja. Ada perjuangan panjang yang mendahuluinya.

Karena itu, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dipahami sebagai sebuah tanggal yang diperingati setiap 17 Agustus. Kemerdekaan adalah warisan yang sekaligus membawa tanggung jawab.

Menjadi pewaris bukan berarti hanya menerima dan menikmati.

Menjadi pewaris berarti menjaga, merawat, dan melanjutkan.

Di sinilah kita perlu bergerak dari pewaris menjadi perintis.

Generasi hari ini tidak harus berjuang dengan cara yang sama seperti generasi 1945. Tantangan zaman sudah berubah.

Dulu perjuangan dilakukan dengan senjata dan pengorbanan jiwa. Hari ini perjuangan dapat dilakukan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kerja keras, kejujuran, kreativitas, dan kepedulian.

Guru berjuang dengan mendidik anak-anak bangsa. Pelajar berjuang dengan belajar sungguh-sungguh. Petani berjuang menyediakan pangan. Pengusaha membuka lapangan pekerjaan. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan. Orang tua berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Semua memiliki bentuk perjuangan masing-masing.

Menjadi perintis juga tidak selalu berarti menjadi orang pertama yang melakukan sesuatu. Perintis adalah mereka yang berani memperbaiki sesuatu yang belum baik, membuka jalan bagi orang lain, menciptakan perubahan, dan meninggalkan sesuatu yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

Kita tidak harus menjadi tokoh besar untuk berbuat sesuatu bagi bangsa.

Seorang guru yang mendidik satu anak dengan sungguh-sungguh sedang menyiapkan masa depan bangsa. Orang tua yang mengajarkan kejujuran sedang menanam masa depan. Seorang siswa yang belajar dengan tekun sedang mempersiapkan dirinya untuk mengambil bagian dalam pembangunan.

Mungkin semuanya terlihat kecil. Tetapi bangsa yang besar dibangun dari banyak tindakan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Karena itu, jangan sampai kita hanya sibuk merayakan kemerdekaan, tetapi lupa mengisinya.

Kita memasang bendera, tetapi lupa menjaga persatuan.

Kita mengikuti perlombaan, tetapi lupa menghargai sesama.

Kita mengingat jasa pahlawan, tetapi lupa melanjutkan semangat perjuangannya.

Menghormati pahlawan bukan hanya dengan menyebut nama mereka setiap Agustus. Salah satu bentuk penghormatan terbaik adalah memastikan bahwa pengorbanan mereka tidak menjadi sia-sia.

Kemerdekaan yang mereka perjuangkan harus melahirkan generasi yang lebih baik. Generasi yang berpendidikan, jujur, peduli, tidak mudah dipecah belah, dan mampu menggunakan kebebasan dengan bertanggung jawab.

Pada usia 81 tahun, Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Masih ada persoalan pendidikan, kemiskinan, ketimpangan, korupsi, lingkungan, dan berbagai masalah sosial lainnya.

Kemerdekaan bukan berarti semua persoalan selesai.

Kemerdekaan justru memberi kita kesempatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu.

Maka, jangan hanya bertanya, “Apa yang sudah diberikan Indonesia kepada kita?”

Sesekali, tanyakan juga:

“Apa yang sudah kita berikan kepada Indonesia?”

Kita semua adalah pewaris dari perjuangan panjang bangsa ini. Namun, sejarah tidak berhenti pada kita. Kita memiliki tanggung jawab untuk mewariskan Indonesia yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Dari pewaris, mari menjadi perintis.

Perintis yang tidak melupakan siapa yang lebih dahulu membuka jalan. Perintis yang tidak menghapus jejak para pendahulu. Perintis yang melanjutkan perjuangan dengan cara yang sesuai dengan zamannya.

Sebab kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan adalah tentang bagaimana kita menggunakan kebebasan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, lebih adil, lebih bermartabat, dan lebih manusiawi.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Dari pewaris menjadi perintis, dari kemerdekaan menuju masa depan.(AM)

]]>
Thu, 13 Aug 2026 11:05:28 +0800 amr
Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Sandi: Jamnas XII Jadi Wadah Nyata Tanamkan Jiwa Satya&Darma dan Kemandirian Generasi Muda https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-iv-dprd-sumbawa-sandi-jamnas-xii-jadi-wadah-nyata-tanamkan-jiwa-satya-darma-dan-kemandirian-generasi-muda https://amarmedia.co.id/anggota-komisi-iv-dprd-sumbawa-sandi-jamnas-xii-jadi-wadah-nyata-tanamkan-jiwa-satya-darma-dan-kemandirian-generasi-muda Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa, Sandi: Jamnas XII Jadi Wadah Nyata Tanamkan Jiwa Satya-Darma dan Kemandirian Generasi Muda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan menyelimuti Aula Madelau ADT Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (9/8/2026). Di tempat tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa secara resmi melepas kontingen terbaiknya untuk berlaga di ajang Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta.

Upacara pelepasan strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda. Kehadiran para unsur pimpinan daerah, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.Pd., menunjukkan dukungan penuh legislatif terhadap pembinaan karakter generasi muda di Bumi Samawa.

Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menekankan bahwa para Pramuka Penggalang yang terpilih tidak sekadar membawa ransel dan seragam, melainkan mengemban nama besar Kabupaten Sumbawa di kancah nasional. Bupati berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum langka ini untuk menjadi duta daerah yang tangguh (fighter), disiplin, serta mandiri di tengah ribuan pramuka dari seluruh penjuru tanah air.

Semangat kebersamaan juga tercermin dari laporan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si. Berkat gotong royong yang solid antara pemerintah, kwartir ranting, gugus depan, sekolah, hingga orang tua wali, kontingen yang berkekuatan total 65 orang—terdiri atas 32 peserta inti dan 33 pendukung—dapat diberangkatkan menggunakan jalur darat menuju Cibubur demi mengikuti rangkaian Jamnas pada 13 hingga 20 Agustus 2026. Lebih membanggakan lagi, Kwarcab Sumbawa juga dipercaya mewakili Provinsi NTB dalam ajang pentas seni tingkat nasional.

Pandangan Legislatif: Jamnas sebagai Laboratorium Karakter dan Kepemimpinan

Menyoroti pelepasan kontingen penting ini, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi mendalam sekaligus pandangannya dari kacamata pendidikan kepramukaan. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang berskala nasional seperti Jamnas XII merupakan implementasi nyata dari proses pendidikan non-formal yang sangat urgen dalam membentuk watak, kepribadian, dan budi pekerti luhur anak bangsa.

Berdasarkan perspektif tersebut, Sandi yang pernah menjabat sebagai Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sumbawa memaparkan tiga poin penting esensi keikutsertaan kontingen Sumbawa:

Pertama ; Penerapan Nyata Satya dan Darma Pramuka

Jamnas XII yang mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” sangat selaras dengan pengamalan Dasa Darma Pramuka, khususnya nilai-nilai kepatuhan, ketulusan, serta sikap hemat, cermat, dan bersahaja. Interaksi lintas budaya di bumi perkemahan akan menjadi laboratorium sosial yang menguji pengamalan nilai-nilai Pancasila secara langsung pada diri peserta didik.

Kedua : Sarana Kaderisasi Pemimpin Bangsa Masa Depan

Para Pramuka Penggalang saat ini berada dalam fase krusial pembentukan jati diri. Melalui perkemahan besar di tingkat nasional, mereka dilatih untuk keluar dari zona nyaman, menyelesaikan tantangan secara kolaboratif, serta memegang teguh kedisiplinan tinggi di luar pengawasan langsung orang tua. Hal ini adalah investasi kepemimpinan jangka panjang.

Ketiga : Relevansi dengan Isu Strategis Ketahanan Pangan.

Pelibatan generasi muda pramuka dalam kerangka berpikir kreatif untuk mendukung swasembada pangan mencerminkan peran strategis gerakan pramuka sebagai agen perubahan (agent of change). Ini menumbuhkan kepedulian dan kesadaran kolektif generasi muda terhadap ketahanan pangan daerah sejak dini.

Dengan semangat kebersamaan dan bekal pembinaan yang matang, kehadiran kontingen Kwarcab Sumbawa di Jamnas XII Cibubur diharapkan tidak hanya sukses menorehkan prestasi dan membawa pulang kebanggaan bagi daerah, tetapi juga kembali sebagai pemuda-pemudi yang berkarakter, mandiri, dan siap membangun Sumbawa yang lebih unggul dan maju. (am)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 23:04:51 +0800 amr
Kontingen Pramuka Kwarcab Sumbawa Resmi Dilepas ke Jambore Nasional XII: Bawa Semangat Swasembada Pangan dan Duta Daerah di Cibubur https://amarmedia.co.id/kontingen-pramuka-kwarcab-sumbawa-resmi-dilepas-ke-jambore-nasional-xii-bawa-semangat-swasembada-pangan-dan-duta-daerah-di-cibubur https://amarmedia.co.id/kontingen-pramuka-kwarcab-sumbawa-resmi-dilepas-ke-jambore-nasional-xii-bawa-semangat-swasembada-pangan-dan-duta-daerah-di-cibubur Kontingen Pramuka Kwarcab Sumbawa Resmi Dilepas ke Jambore Nasional XII: Bawa Semangat Swasembada Pangan dan Duta Daerah di Cibubur

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumbawa secara resmi memberangkatkan kontingen terbaiknya untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Acara pelepasan khidmat ini dilangsungkan pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Aula Madelau ADT Kantor Bupati Sumbawa.

Upacara pelepasan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Sandi, S.Pd., M.Pd., Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., Kapolres Sumbawa, Para Camat, para Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Sumbawa, pembina pramuka, pengurus kwarcab, serta ratusan orang tua wali peserta.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam arahannya menyampaikan rasa bangga kepada para Pramuka Penggalang terpilih. Mengusung tema kegiatan “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, Bupati berpesan agar para peserta menyadari bahwa kesempatan mengikuti Jamnas merupakan momentum langka yang tidak bisa dirasakan oleh setiap anak sekolah.

"Kalian bukan sekadar membawa tas ransel dan seragam, tapi kalian membawa nama besar Kabupaten Sumbawa. Di Cibubur, kalian akan bertemu dengan ribuan Pramuka Penggalang dari Sabang sampai Merauke—dari Aceh, Papua, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Jadilah duta daerah yang memperkenalkan potensi dan kebaikan Sumbawa,"pesan Bupati Jarot 

Bupati Jarot juga menekankan pentingnya karakter tangguh (fighter), kedisiplinan, serta kemampuan berinteraksi dalam komunitas besar. Menurutnya, pengalaman berorganisasi di kepramukaan adalah investasi masa depan yang sangat berharga.

"Pramuka mengajarkan banyak hal yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah biasa: membangun persahabatan, melatih kemandirian, dan mengasah mental kepemimpinan. Banyak tokoh besar dan pengusaha sukses lahir dari didikan Pramuka. Kepada para pembina dan pendamping, saya titipkan anak-anak kita. Pastikan kesehatan, istirahat, dan asupan gizi mereka terjaga dengan baik selama di Cibubur," tambahnya.

Kesiapan Kontingen dan Gotong Royong Pembiayaan

Dalam laporannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa yang terjalin antara Kwarcab, kwartir ranting, gugus depan, kepala sekolah, serta orang tua peserta.

"Alhamdulillah, terkait pembiayaan tidak ada kendala berarti. Meskipun anggaran dari pemerintah daerah memiliki keterbatasan, berkat gotong royong dan kerjasama yang solid antara kwartir cabang, gugus depan, kepala sekolah, dan orang tua, seluruh kebutuhan kontingen dapat teratasi dengan baik," ungkap H. Varian Bintoro.

Dikatakannya, kontingen Kwarcab Sumbawa berkekuatan total 65 orang yang terdiri atas 32 orang peserta inti (16 Pramuka Penggalang Putra dan 16 Pramuka Penggalang Putri). 33 orang pendukung, meliputi pimpinan kontingen, pembina pendamping, pelatih, serta tim pendukung.

Rombongan dijadwalkan mulai bergerak pada malam hari ini tanggal 9 Agustus 2026 menggunakan dua armada bus besar melalui jalur darat menuju perkemahan nasional di Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta. Pelaksanaan Jamnas XII sendiri akan berlangsung dari tanggal 13 hingga 20 Agustus 2026.

Sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah, Kwarcab Sumbawa juga dipercaya untuk mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang pentas seni tingkat nasional di arena Jamnas nanti.

Pesan Bupati Sumbawa: Jadilah Duta Daerah yang Fight dan Mandiri

Upacara pelepasan ditutup secara resmi oleh Bupati Sumbawa dengan pembacaan Basmalah, diiringi doa agar seluruh kontingen diberikan kesehatan, keselamatan dalam perjalanan darat pergi-pulang, serta sukses membawa pulang prestasi dan nama harum bagi Bumi Samawa. Bupati menyemangati kontingen dengan sebuah pantun ; 

Ke hutan rimba membawa bekal

Jangan lupa membawa lampu penerang;

Selamat mengikuti Jambore Nasional,

Semoga sukses pulang membawa senang!

Salam Pramuka!" pungkasnya (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 22:54:27 +0800 amr
Semangat Korsa Kampus Vokasi: Direktur AKOM Pimpin Langsung Regu Putra di Lomba Gerak Jalan HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/semangat-korsa-kampus-vokasi-direktur-akom-pimpin-langsung-regu-putra-di-lomba-gerak-jalan-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/semangat-korsa-kampus-vokasi-direktur-akom-pimpin-langsung-regu-putra-di-lomba-gerak-jalan-hut-ke-81-ri Semangat Korsa Kampus Vokasi: Direktur AKOM Pimpin Langsung Regu Putra di Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id— Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa terasa semakin istimewa dan semarak dengan hadirnya partisipasi aktif dari sivitas akademika Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM). Mengusung semangat kedisiplinan dan kebersamaan yang menjadi napas pendidikan vokasi, kampus kebanggaan masyarakat Sumbawa ini turut ambil bagian dalam lomba gerak jalan tingkat kabupaten, Rabu (12/8/2026).

Meskipun terik matahari menyengat di garis start, antusiasme tinggi terpancar jelas dari barisan peserta asal AKOM. Tidak tanggung-tanggung, institusi pendidikan vokasi ini langsung menurunkan dua regu tangguh sekaligus, yang terdiri dari regu putra dan regu putri. Kehadiran para dosen dan staf di tengah rute lomba bukan sekadar unjuk ketahanan fisik, melainkan wujud nyata jiwa korsa serta kekompakan yang selalu ditanamkan di lingkungan kampus.

Daya tarik utama dan sorotan publik dalam keikutsertaan tahun ini tertuju pada regu putra AKOM yang tampil penuh wibawa. Pasalnya, barisan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur AKOM, Fajar Rachmat, S.I.Kom.

Kehadiran pimpinan tertinggi di garis depan barisan peserta sontak membakar semangat juang seluruh anggota regu. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kepemimpinan di AKOM senantiasa hadir membersamai sivitas akademika secara langsung dalam berbagai momentum penting di tengah masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Direktur AKOM Fajar Rachmat mengungkapkan esensi mendalam di balik keikutsertaan institusinya dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

"Gerak jalan bukan sekadar melangkah bersama di jalan raya, melainkan refleksi dari kedisiplinan, ketahanan mental, dan kerja sama tim yang solid, nilai-nilai utama yang juga kita terapkan dalam dunia vokasi. Semangat kemerdekaan harus kita nyalakan melalui aksi nyata, kekompakan, dan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Fajar penuh semangat.

Keberhasilan merampungkan rute gerak jalan HUT ke-81 RI ini tidak hanya mempererat rasa kekeluargaan antar-sivitas akademika, tetapi juga semakin memperkuat eksistensi AKOM di tengah masyarakat Sumbawa. Semangat kemerdekaan yang membara hari ini diharapkan terus memotivasi seluruh keluarga besar AKOM untuk terus melaju kencang dalam mencetak generasi unggul, kompeten, dan siap membangun negeri.

"AKOM! Kuliah Singkat, Mudah Dapat Kerja" pungkasnya.

]]>
Wed, 12 Aug 2026 21:55:39 +0800 amr
Bupati Sumbawa Dorong Pemanfaatan Lahan Pesisir Jadi Kebun Kelapa Produktif https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-pemanfaatan-lahan-pesisir-jadi-kebun-kelapa-produktif https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-pemanfaatan-lahan-pesisir-jadi-kebun-kelapa-produktif Bupati Sumbawa Dorong Pemanfaatan Lahan Pesisir Jadi Kebun Kelapa Produktif

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak masyarakat, khususnya anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), untuk mengubah lahan kering di kawasan pesisir menjadi kebun kelapa yang produktif. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan penanaman pohon di areal Kelompok Tani Pada Idi, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan penanaman pohon pada musim kemarau ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, para kepala OPD terkait, Camat Lape beserta jajaran, Kepala Desa dan Kepala Dusun Labuhan Kuris, serta unsur pengurus dan anggota KKSS.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa tidak hanya berpesan soal pelestarian lingkungan, tetapi juga membagikan wawasan ekonomi dan strategi peningkatan nilai aset tanah berdasarkan ilmu bisnis properti yang ditekuninya.

 "Ilmu properti bisnis itu saktinya ada di tanah. Tanah itu paling cepat naik harganya," ujar Bupati di hadapan para peserta yang hadir.

Bupati memaparkan dua cara utama yang dapat mendongkrak nilai ekonomis sebidang tanah secara signifikan, bahkan hingga sepuluh lipat dari kisaran Rp50 juta menjadi Rp500 juta.

Pertama, melalui pembangunan infrastruktur atau fasilitas publik yang melintasi lahan tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas umum akan mendongkrak aksesibilitas dan nilai tawar kawasan secara otomatis.

Kedua, mengubah lahan kering menjadi kawasan produktif melalui pengembangan tanaman perkebunan. Bupati mencontohkan, lahan kering yang ditanami pohon kelapa dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan—ketika mulai berproduksi—tidak lagi bernilai sebagai lahan tidur. Nilai ekonominya akan melonjak, bahkan berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata petik kelapa.

Berangkat dari potensi tersebut, Bupati mendorong KKSS agar bersama-sama merintis kawasan pesisir di lokasi kegiatan penanaman ini menjadi kawasan kebun atau hutan kelapa produktif. Langkah ini dinilai sejalan ganda: mendongkrak kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus menghijaukan wilayah pesisir.

Mengakhiri arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada KKSS atas konsistensinya menghadirkan kegiatan positif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Beliau juga berpesan agar semangat kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin terus dipelihara demi kemajuan daerah.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan secara simbolis dengan penanaman pohon mangga manalagi oleh Bupati Sumbawa yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 19:25:44 +0800 amr
Kompaknya Pasukan Dapur "Makan Bergizi Gratis": Dari Urusan Gizi hingga Garis Finish Gerak Jalan HUT ke&81 RI https://amarmedia.co.id/kompaknya-pasukan-dapur-makan-bergizi-gratis-dari-urusan-gizi-hingga-garis-finish-gerak-jalan-hut-ke-81-ri https://amarmedia.co.id/kompaknya-pasukan-dapur-makan-bergizi-gratis-dari-urusan-gizi-hingga-garis-finish-gerak-jalan-hut-ke-81-ri Kompaknya Pasukan Dapur "Makan Bergizi Gratis": Dari Urusan Gizi hingga Garis Finish Gerak Jalan HUT ke-81 RI

SUMBAWA BESAR — Ada pemandangan yang tak biasa sekaligus mencuri perhatian dalam kemeriahan gerak jalan menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa, Rabu siang (12/8/2026). Di antara Ratusan regu yang berlenggak-lenggok melewati rute kota, sebuah barisan tampil kompak mengenakan atribut seragam biru muda khas dapur MBG yang mencerminkan semangat kebersamaan tanpa batasan status sosial.

Mereka adalah keluarga besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samapuin Sumbawa—gardu terdepan yang selama ini sukses mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah masyarakat.

Uniknya, barisan gerak jalan ini benar-benar mencerminkan gotong royong ala dapur rakyat. Mulai dari owner (pemilik dapur), chef (koki) handal, petugas ompreng (penata wadah makanan), tim distribusi pengantaran, hingga petugas juru cuci, melebur menjadi satu regu yang gagah melangkah di bawah terik matahari Sumbawa.

"Semua yang ikut adalah pegawai dan karyawan SPPG. Mulai dari owner, chef, ompreng, tim pengantaran, hingga tukang cuci turun tangan bersama,"tutur Syahrul, salah satu peserta dari regu SPPG Samapuin dengan penuh semangat.

Menurut Syahrul, keikutsertaan mereka bukan sekadar ikut memeriahkan hari jadi kemerdekaan RI ke-81, melainkan juga sebagai wujud solidaritas dan kekompakan tim yang setiap harinya terbiasa berjibaku menyiapkan ribuan porsi gizi berkualitas bagi anak-anak sekolah dan masyarakat.

Semangat pantang menyerah benar-benar ditunjukkan oleh regu ini. Meski terik matahari siang itu menyengat kulit, langkah kaki mereka tidak kendur sedikit pun. Kehangatan dan dukungan semakin terasa ketika regu ini secara resmi dilepas oleh Ibu Ketua DWP Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E. di garis start.

Dengan yel-yel penyemangat kerja sama tim, regu SPPG Samapuin akhirnya sukses menuntaskan rute dan mencapai garis finish kembali di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar tanpa kurang suatu apa pun ("Semua lengkap tak kurang").

Aksi solidaritas ala dapur MBG Samapuin ini membuktikan bahwa dedikasi untuk negeri tidak hanya diberikan lewat mangkuk-mangkuk makanan bergizi bernutrisi tinggi, tetapi juga lewat derap langkah tegap di jalan raya demi merayakan kemerdekaan Indonesia tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! (AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 16:56:07 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Dua Atlet dan Satu Pelatih Sumbawa Masuk TC Mandiri PASI NTB Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-dua-atlet-dan-satu-pelatih-sumbawa-masuk-tc-mandiri-pasi-ntb-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-dua-atlet-dan-satu-pelatih-sumbawa-masuk-tc-mandiri-pasi-ntb-menuju-pon-2028 KONI Sumbawa Apresiasi Dua Atlet dan Satu Pelatih Sumbawa Masuk TC Mandiri PASI NTB Menuju PON 2028

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas ditetapkannya dua atlet asal Kabupaten Sumbawa dan satu pelatih Sumbawa dalam Pelatihan/Training Camp (TC) Mandiri PASI NTB menuju PON 2028.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Pengprov PASI NTB Nomor 15/SK/PASI.NTB/VIII/2026 tanggal 1 Agustus 2026, dua atlet Sumbawa yang ditetapkan adalah Safwaturrahman dan Fala Dhita, sementara M. Ardy Dermawan S., S.AP., M. ditetapkan sebagai pelatih asal Kabupaten Sumbawa.

Ketua KONI Sumbawa menyampaikan bahwa penetapan tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah sekaligus bukti bahwa pembinaan atlet Sumbawa terus menunjukkan perkembangan yang positif.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Sumbawa. Dua atlet kita, Safwaturrahman dan Fala Dhita, mendapat kepercayaan untuk masuk dalam TC Mandiri PASI NTB menuju PON 2028. Kita juga bangga karena ada pelatih asal Sumbawa, M. Ardy Dermawan, yang dipercaya menjadi bagian dari program tersebut,” ujar Ketua KONI Sumbawa Rabu 12 Agustus 2026.

Menurutnya, masuknya atlet dan pelatih Sumbawa dalam program persiapan menuju PON merupakan hasil dari proses pembinaan yang tidak instan. Karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas, disiplin, mental bertanding dan prestasi.

KONI Sumbawa juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PASI Kabupaten Sumbawa beserta seluruh jajaran pelatih, pengurus dan insan atletik yang selama ini konsisten melakukan pembinaan.

“Apresiasi kami kepada PASI Sumbawa dan seluruh jajaran yang terus bekerja membina atlet. Prestasi ini bukan hanya milik atlet, tetapi merupakan hasil kerja bersama antara atlet, pelatih, cabor, KONI, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Sumbawa,” lanjutnya.

KONI Sumbawa berharap Safwaturrahman dan Fala Dhita mampu menjalani TC dengan penuh kesungguhan serta terus meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Targetnya jelas, bukan sekadar lolos ke PON 2028, tetapi berjuang untuk meraih medali emas dan mengharumkan nama NTB serta Kabupaten Sumbawa.

“Selamat kepada Safwaturrahman, Fala Dhita dan M. Ardy Dermawan. Terus berlatih, jaga disiplin dan jangan cepat puas. Bawa nama Sumbawa, berjuang untuk NTB. Semoga dari TC ini lahir prestasi terbaik dan emas PON 2028 untuk NTB,” tegasnya.

KONI Sumbawa bangga. PASI Sumbawa terus membina. Atlet berjuang. NTB menuju emas PON 2028!(AM)

]]>
Wed, 12 Aug 2026 14:43:59 +0800 amr
BPBD Kabupaten Sumbawa Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Program Mitigasi di SDN Punik https://amarmedia.co.id/bpbd-kabupaten-sumbawa-dorong-budaya-sadar-bencana-lewat-program-mitigasi-di-sdn-punik https://amarmedia.co.id/bpbd-kabupaten-sumbawa-dorong-budaya-sadar-bencana-lewat-program-mitigasi-di-sdn-punik BPBD Kabupaten Sumbawa Dorong Budaya Sadar Bencana Lewat Program Mitigasi di SDN Punik

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Kali ini, BPBD Kabupaten Sumbawa bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa menggelar edukasi dan simulasi mitigasi bencana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Punik, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (8/8/2026).

Suasana di sekolah tersebut sempat mendadak tegang ketika sirene bahaya berbunyi. Beberapa detik kemudian, para siswa terlihat sigap berlindung di bawah meja sekolah. Tak lama berselang, mereka berlari keluar ruangan menuju titik kumpul sambil melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Uniknya, beberapa anak tampak jongkok sambil mengangkat kursi dan jerigen air sebagai bentuk perlindungan darurat yang kreatif.

Kegiatan edukatif ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah. Kepala SDN Punik, Amiruddin, S.Pd., SD, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana sebagai bekal keselamatan diri sekaligus lingkungan sekitar. Ia juga menghimbau para siswanya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius.

"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat,"ujar Amiruddin.

Sebagai narasumber utama, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto AR** (yang juga menjabat sebagai Ketua MDMC Sumbawa dan akrab disapa Kak Anto), memaparkan materi pentingnya pengenalan bencana alam dan mitigasi gempa bumi di lingkungan satuan pendidikan.

"Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi," tegas Kak Anto di hadapan para siswa dan guru.

Usai sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi mandiri menghadapi gempa bumi. Para siswa mempraktikkan langsung prosedur penyelamatan diri dengan bimbingan ketat dari tim BPBD, MDMC, serta dewan guru.

Pelaksanaan program mitigasi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus MDMC Sumbawa, di antaranya Sekretaris MDMC Adrian Junior dan Bidang Media MDMC Sumbawa Aka Kurnia, serta didukung penuh oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok X Universitas Samawa (UNSA).

Melalui kolaborasi ini, BPBD Kabupaten Sumbawa berharap para siswa dan guru semakin memahami mitigasi bencana secara kognitif sekaligus meningkatkan kemampuan psikomotorik dalam merespons situasi darurat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial sebagai bagian dari upaya kolektif jangka panjang untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi di daerah.

Rangkaian kegiatan mitigasi bencana di SDN Punik ini berjalan lancar, tertib, dan penuh antusiasme, serta ditutup dengan sesi pembagian door prize bagi para siswa yang aktif berpartisipasi.(AM)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 20:36:11 +0800 amr
Simulasi Gempa Bumi di SDN Punik: MDMC Goes to School Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini https://amarmedia.co.id/simulasi-gempa-bumi-di-sdn-punik-mdmc-goes-to-school-bangun-budaya-sadar-bencana-sejak-dini https://amarmedia.co.id/simulasi-gempa-bumi-di-sdn-punik-mdmc-goes-to-school-bangun-budaya-sadar-bencana-sejak-dini Simulasi Gempa Bumi di SDN Punik: MDMC Goes to School Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Suasana mendadak tegang di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Punik, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (8/8/2026). Beberapa detik setelah sirene bahaya berbunyi, para siswa terlihat panik namun sigap berlindung di bawah meja sekolah. Tak lama kemudian, mereka berlari keluar ruangan menuju titik kumpul sambil melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Uniknya, beberapa anak juga tampak jongkok sambil mengangkat kursi dan jerigen air sebagai bentuk perlindungan darurat.

Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan "MDMC Goes To School" yang fokus pada mitigasi bencana gempa bumi di lingkungan sekolah dasar.

Kegiatan edukatif ini diawali dengan sambutan dari Kepala SDN Punik, Amiruddin, S.Pd., SD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mitigasi bencana tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga sebagai bekal untuk lingkungan sekitar. Pihaknya juga menghimbau para siswa agar mengikuti seluruh rangkaian materi dan simulasi dengan serius.

"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat," ujar Amiruddin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Rusdianto AR, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa, yang juga menjabat sebagai Ketua MDMC Sumbawa (akrab disapa Kak Anto). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pengenalan bencana alam dan mitigasi gempa bumi di lingkungan sekolah.

"Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi," pungkas Kak Anto.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi mandiri menghadapi gempa bumi. Para siswa mempraktikkan langsung prosedur penyelamatan diri dengan bimbingan para pemateri dan guru.

Pelaksanaan kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus MDMC Sumbawa, di antaranya Sekretaris MDMC Adrian Junior dan Bidang Media MDMC Sumbawa Aka Kurnia, serta didukung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok X Universitas Samawa (UNSA) dan dewan guru SDN Punik.

Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya program ini. Melalui kegiatan tersebut, para siswa dan guru diharapkan semakin memahami mitigasi bencana secara kognitif sekaligus meningkatkan kemampuan psikomotorik dalam merespons situasi darurat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya kolektif untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi bila sewaktu-waktu terjadi.

Rangkaian acara MDMC Goes To School di SDN Punik ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme dari para siswa, yang kemudian ditutup dengan sesi pembagian door prize bagi siswa yang aktif.(AM/Et & Ak)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 19:40:19 +0800 amr
Perkuat Sinergi, Bea Cukai Sumbawa Gaet Jurnalis Jadi Mitra Strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-bea-cukai-sumbawa-gaet-jurnalis-jadi-mitra-strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-bea-cukai-sumbawa-gaet-jurnalis-jadi-mitra-strategis Perkuat Sinergi, Bea Cukai Sumbawa Gaet Jurnalis Jadi Mitra Strategis

SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Langkah strategis untuk memperkuat keterbukaan informasi dan sinergi publik diambil oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Sumbawa. Melalui ajang silaturahmi perdana yang digelar pada Jumat (07/08/2026), instansi di bawah Kementerian Keuangan ini secara resmi menggandeng puluhan jurnalis dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Sumbawa sebagai mitra strategis.

Pertemuan bersejarah ini difokuskan untuk membangun jembatan komunikasi yang lebih erat, transparan, dan terstruktur antara Bea Cukai dan insan pers di wilayah Pulau Sumbawa.

Kepala KPPBC TMP C Sumbawa, Sugeng Harianto, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung keterbukaan publik. Menurutnya, peran jurnalis sangat vital sebagai penyambung informasi agar masyarakat memahami secara utuh berbagai capaian, pelayanan, hingga tindakan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai.

"Ini merupakan yang pertama kali dilakukan bersama sahabat jurnalis. Harapan kami dari kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari media di Kabupaten Sumbawa," ujar Sugeng.

Sugeng yang telah bertugas selama dua tahun di Sumbawa menyatakan komitmennya untuk membuka akses informasi seluas-luasnya bagi para awak media. Keterbukaan ini mencakup tugas pokok Bea Cukai dalam pengawasan, penegakan hukum, pelayanan, fasilitasi, hingga optimalisasi penerimaan negara di seluruh Pulau Sumbawa.

Transparansi Kinerja Pengawasan

Sinergi ini juga menjadi wadah pembuktian kinerja Bea Cukai Sumbawa dalam memberantas peredaran barang ilegal. Sepanjang tahun 2024, instansi tersebut mencatatkan 190 penindakan terhadap hasil tembakau ilegal. Tren positif pengawasan ini terus berlanjut hingga pekan pertama Juni 2026, di mana Bea Cukai Sumbawa sukses mengamankan 200.031 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di wilayah Sumbawa dan Bima, serta menyelamatkan potensi kerugian negara mencapai Rp187,51 juta.

Sebagai bentuk transparansi nyata, Sugeng turut mengundang insan pers untuk hadir dan menyaksikan langsung agenda pemusnahan barang bukti rokok ilegal dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) hasil penindakan yang dijadwalkan berlangsung Kamis mendatang. Sebelumnya pada Juni 2026, Bea Cukai Sumbawa juga telah memusnahkan 577.850 batang rokok ilegal, 55.268 gram tembakau iris, dan 1.528,20 liter MMEA.

Melalui publikasi media yang obyektif dan masif, Sugeng berharap tidak ada lagi keraguan atau spekulasi publik mengenai akuntabilitas pengolahan barang sitaan penindakan.

Sambutan Positif Insan Pers

Inisiatif penguatan sinergi ini disambut hangat oleh organisasi kewartawanan di Kabupaten Sumbawa. Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin, SE., SH., menilai langkah KPPBC Sumbawa sebagai bentuk keterbukaan yang patut diapresiasi.

"Malam ini, kami PWI Sumbawa mendapatkan tambahan mitra strategis. Untuk memudahkan koordinasi ke depan, Bea Cukai bisa dibuatkan WhatsApp Group agar komunikasi dan penyampaian informasi segala bentuk kegiatan Bea Cukai berjalan lebih cepat dan terstruktur," ungkap Zainuddin.

Zainuddin menambahkan, sebanyak 34 anggota PWI Sumbawa siap menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan informasi yang konstruktif dan edukatif mengenai program serta kinerja Bea Cukai kepada masyarakat luas.

Pertemuan hangat ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Sinergi strategis ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan publik terhadap fungsi kepabeanan dan cukai di Pulau Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 08 Aug 2026 06:06:07 +0800 amr
Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA https://amarmedia.co.id/beda-tuntuan-jpu-dan-vonis-hakim-najamudin-bakal-lapor-hakim-tipikor-mataram-ke-ma https://amarmedia.co.id/beda-tuntuan-jpu-dan-vonis-hakim-najamudin-bakal-lapor-hakim-tipikor-mataram-ke-ma

Beda Tuntuan JPU dan Vonis Hakim, Najamudin Bakal Lapor Hakim Tipikor Mataram ke MA

MATARAM.Amarmedia.co.id - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Mataram memvonis bebas tiga terdakwa, dalam kasus dugaan gratifikasi dana “siluman” DPRD NTB.

Mereka adalah Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman alias IJU dan M Nashib Ikroman alias Acip. Ketiganya merupakan anggota DPRD NTB periode 2024-2029.

Meski demikian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghormati putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram yang membebaskan tiga terdakwa 

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati NTB, Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, pihaknya menempuh langkah hukum tersebut. Hal itu setelah JPU berkoordinasi dan melaporkan hasil persidangan kepada pimpinan.

“Atas putusan tersebut tim Penuntut Umum akan melakukan upaya hukum banding. Upaya hukum banding sebagaimana yang telah dikomunikasikan dengan pimpinan. Kelanjutannya nanti akan kami tindak lanjuti dan kami sampaikan ke pengadilan,” ujarnya pada wartawan, Kamis (6/8/2026). 

Meski demikian, jaksa mengaku hingga kini belum menerima salinan lengkap putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram dengan Ketua Dewi Santini. Karena itu, kejaksaan masih menunggu dokumen tersebut. 

Sebab, pihaknya akan mencermati seluruh pertimbangan hakim sebelum menyusun memori banding.

Harun menyadari, KUHAP baru melalui Pasal 299 mengatur putusan bebas tidak dapat diajukan kasasi. Namun, ketentuan tersebut tidak menutup ruang bagi upaya hukum lain.

“Memang dijelaskan di situ tidak bisa melakukan upaya hukum tertentu. Namun kami tetap akan melaksanakan upaya hukum itu. Di beberapa daerah juga ada upaya hukum seperti ini. Walaupun memang masih debatable," kata Muhammad Harun.

Harun menegaskan tetap meyakini ketiga terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan JPU sebelumnya. “Sangat yakin bersalah sebagaimana dakwaan terhadap para terdakwa,” tegasnya.

Selain itu, jaksa juga menyoroti putusan lain Dewi Santini Cs. Khususnya perintah pengembalian uang kepada sejumlah anggota DPRD NTB yang menyerahkan uang ratusan juta ke Kejati NTB

Hanya saja, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh. Apalagi pihaknya belum membaca secara utuh pertimbangan majelis hakim.

“Itu juga yang kami cermati. Kami harus melihat salinan putusan secara lengkap, termasuk pertimbangan hakim mengapa uang itu dikembalikan,” ucap Muhammad Harun.

Sementara itu, salah seorang anggota tim JPU, Hendarsyah Yusuf Permana mengaki pihaknya masih mengkaji langkah hukum lanjutan setelah mempelajari salinan lengkap putusan. 

Di mana, pihaknya terlebih dahulu akan melaporkan hasil persidangan kepada pimpinan. Sebelum mereka menentukan sikap resmi atas putusan hakim tersebut.

"Kami menghormati apa pun putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram,” tegasnya.

 Hendarsyah menegaskan, keputusan mengenai upaya hukum tidak bisa diputuskan secara pribadi. Mengingat, seluruh tim penuntut akan lebih dulu melakukan pembahasan internal bersama pimpinan.

“Terkait putusan bebas ini, tentu kami akan mengambil langkah-langkah. Tapi kami laporkan dulu hasil persidangan kepada pimpinan. Kemudian kita diskusikan di internal. Setelah itu baru kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” jelas Hendarsyah menegaskan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa, ketentuan dalam KUHAP baru. Khususnya Pasal 299 yang mengatur putusan bebas tidak dapat diajukan kasasi. Hal itu, jelas tdak serta-merta menutup seluruh upaya hukum.

“Memang, Pasal 299 memang membatasi perkara bebas untuk kasasi. Tetapi tidak membatasi upaya hukum lainnya. Jadi kemungkinan masih ada langkah hukum lain yang bisa kami tempuh,” jelas Hendarsyah.

Selain itu, JPU mengaku mencermati pertimbangan hukum majelis hakim. Pihaknya masih perlu mempelajarinya lebih mendalam. Khususnya terkait perbedaan unsur pasal yang didakwakan.

Apalagi, katanya, khusus perkara ini, jaksa menyusun dakwaan secara subsidairitas. Dakwaan primer menggunakan Pasal 605 ayat (1) huruf a KUHP, subsidair Pasal 605 ayat (1) huruf b KUHP, dan lebih subsidair Pasal 606 KUHP.

Menurut JPU, Pasal 605 dan Pasal 606 memiliki unsur yang berbeda sehingga pertimbangannya seharusnya juga berbeda. Yakni, untuk terdakwa Hamdan Kasim dan terdakwa Indra Jaya Usman serta Muhammad Nashib Ikroman alias Acip. 

"Tadi, kami dengar, pertimbangannya hampir sama, padahal unsur Pasal 605 dan Pasal 606 berbeda. Itu yang nanti akan kami pelajari dari salinan putusan lengkap,” ucap Hendarsyah. 

Terpisah, Anggota DPRD NTB Periode 2019–2024, TGH Najamudin Mustafa menilai putusan majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram yang sudah memvonis bebas tiga terdakwa yang juga anggota DPRD setempat, sangat aneh dan ganjal.Sebab, antara tuntutan JPU dan putusan hakim tidak sinkron.

"Tuntutan JPU jelas dari awal, yakni dugaan gratifikasi namun yang dibacakan soal kewenangan DPRD dalam program Desa Berdaya. Maka, disinilah yang enggak nyambungnya," katanya. 

Politisi PAN ini menyebut jika majelis hakim Pengadilan Tipikor Mataram fokus mendakwa pada aspek kewenangan DPRD, hal ini serupa dengan pelaporan yang dilakukannya terhadap Gubernur Lalu Muhamad Iqbal pada kasus Pergeseran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 484 miliar dalam APBD NTB Tahun 2025 yang kinj ditangani pihak Kejati NTB.

"Saya pastikan akan melaporkan Majelis Hakim yang membebaskan tiga terdakwa kasus dugaan gratifikasi dana “siluman” DPRD NTB ke Mahkamah Agung. Ini enggak bisa dibiarkan, sangat aneh terdakwa yang sudah kalah di Pra Peradilan tapi dibebaskan pada kasus yang sama," tandas Najamudin Mustafa.(AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 21:21:04 +0800 amr
Menyambut HUT Ke&81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat https://amarmedia.co.id/menyambut-hut-ke-81-ri-ribuan-bendera-merah-putih-dibagikan-kepada-masyarakat https://amarmedia.co.id/menyambut-hut-ke-81-ri-ribuan-bendera-merah-putih-dibagikan-kepada-masyarakat Menyambut HUT Ke-81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat

Mataram,Amarmedia.co.id -  7 Agustus 2026- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram menggelar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8) tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia kembali diberikan kesempatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.

Menurutnya, perjalanan bangsa selama delapan puluh satu tahun mencerminkan kematangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendahulu bangsa.

Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi penguat semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di NTB, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia.

“Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus berkarya demi Indonesia yang semakin maju dan NTB yang semakin makmur dan mendunia.

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang selama 81 tahun telah melewati berbagai ancaman, tantangan, dan ujian.

Menurutnya, keberhasilan bangsa mempertahankan eksistensi hingga saat ini tidak terlepas dari semangat patriotisme, persatuan, dan kerja keras seluruh anak bangsa.

“Peringatan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun simbolik sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta komitmen kita untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Mohan optimistis selama nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kokoh, maju, dan berjaya.

Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian bendera kepada masyarakat, pemerintah berharap semangat nasionalisme semakin tumbuh, masyarakat terdorong mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing, serta nilai-nilai persatuan terus terpelihara di tengah keberagaman.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa, negara, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan menuju Indonesia Maju dan NTB yang Makmur Mendunia.

"Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Merdeka," seru Walikota Mataram. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 21:03:53 +0800 amr
Bapemperda DPRD Sumbawa Konsultasi ke Kanwil Kemenkum NTB: Bahas Usulan Judul Raperda Dari DPRD https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-ntb-bahas-usulan-judul-raperda-dari-dprd https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-konsultasi-ke-kanwil-kemenkum-ntb-bahas-usulan-judul-raperda-dari-dprd Bapemperda DPRD Sumbawa Konsultasi ke Kanwil Kemenkum NTB: Bahas Usulan Judul Raperda Dari DPRD 

MATARAM.Amarmedia.co.id — Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) NTB di Mataram Jumat 7 Agustus 2026

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka konsultasi dan penyelarasan pembentukan produk hukum daerah, pembahasan komprehensif sejumlah Judul Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis usulan Komisi I hingga Komisi IV.

Rombongan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP M.M.Inov dan Wakil Ketua DPRD Zulfikar demitri SH MH. Hadir ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.Pi., dan Wakil Ketua Adizul Syahbuddin, S.P., M.Si., didampingi anggota Bapemperda DPRD Syamsul Hidayat, S.E., M.Si., Ketua komisi I Muhammad Faisal SAP M.M.Inov, Ketua Komisi II I Nyoman Wisma SIP, Ketua Komisi IV Muhammad Takdir SE.M.M.Inov.

Hadir pula Sekretaris DPRD H. Junaidi, S.Pt., Kabag Risalah dan Perundang-undangan Abdul Havied, M.Ec.Dev., Kabag Keuangan Setwan, serta Tim Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa. Kehadiran rombongan diterima oleh pimpinan Kanwil Kemenkum NTB I Gusti Putu Milawati bersama Tim Perancang Peraturan Perundang-undangan, yaitu Dr. Baiq Rara Charina Sizi, S.H., M.H., Rio Dwi Nugroho, S.H., M.H., Sitti Afina Desi Suryantini, S.H., M.H., Jupriadi Putra, S.H., M.H., dan Dedi Hutagaol, S.H.

Dorong Regulasi Kekayaan Intelektual dan Proteksi Bahasa Daerah

Dalam pertemuan tersebut, Kanwil Kemenkumham NTB menekankan krusialnya Perda Perlindungan Kekayaan Intelektual untuk memberikan kepastian hukum dan alokasi anggaran dalam melindungi warisan budaya, Indikasi Geografis (IG), serta bahasa lokal Sumbawa yang terancam punah.

"Perda ini hadir agar ada alokasi anggaran dan payung hukum yang memfasilitasi perlindungan budaya. Bahasa Sumbawa sudah teridentifikasi terancam punah dan mendapat pengakuan pusat, sehingga butuh intervensi nyata seperti penguatan muatan lokal di sekolah," tegas Gusti Putu Kepala Kanwil Kemenkumham NTB.

Selain itu, daerah didorong memanfaatkan pendaftaran merek kolektif bagi koperasi dan UMKM—seperti Koperasi Merah Putih Nelayan Sumbawa—guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, sebagaimana keberhasilan peningkatan harga Kopi Sembalun pasca memperoleh sertifikasi Indikasi Geografis.

Warning Legal Drafting: Hindari Copy-Paste dan Delegasi Blangko

Selanjutnya Gusti Putu menyampaikan sejumlah catatan teknis fundamental dalam penyusunan draf Raperda diantaranya menhormati kewenangan pusat.Daerah dilarang mengambil alih urusan yang menjadi wewenang pemerintah pusat.

Berikutnya hindari Copy-Paste. Perda tidak boleh sekadar menyalin norma UU atau Peraturan Pemerintah (PP) tanpa menyertakan pengaturan khusus bermuatan lokal. DPRD diimbau meminimalisir "delegasi blangko" kepada Bupati/Wali Kota, melainkan menyelesaikan pasal-pasal secara eksplisit di dalam Perda.

 

 

Pembahasan Raperda Sektoral (Komisi I – Komisi IV)

Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa usulan judul ranperda yakni Raperda usulan Komisi I tentang Kewenangan Desa & Pertanahan.  Atas Penetapan Kewenangan Desa, Tim Perancang menekankan pentingnya Raperda ini sebagai tindak lanjut UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa (yang telah diubah dengan UU No. 3 tahun 2024). Regulasi ini dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum terkait kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala Desa sebagai pedoman pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya Gusti Putu menyoroti draf judul Izin Membuka Tanah Negara. Kanwil Kemenkumham NTB tidak merekomendasikan penggunaan istilah "Izin Membuka Tanah Negara" karena urusan agraria/pertanahan merupakan kewenangan pusat. Judul dan substansi disarankan diubah agar tidak memicu Judicial Review.

Terhadap Raperda usulan Komisi II, Terhadap Perlindungan dan pemberdayaan Nelayan Tradisional. Draf diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nelayan, penyediaan fasilitas pendukung usaha nelayan tradisional, keselamatan kerja, perlindungan dari praktik monopoli atau tengkulak yang merugikan, serta pendampingan hukum gratis bekerja sama dengan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) kampus yang terakreditasi Kemenkumham.

 

Untuk Pengembangan dan perlindungan Pangan Lokal.Regulasi harus memperkuat ketahanan pangan daerah, mengurangi ketergantungan pada komoditas luar, dan mendorong hilirisasi produk pertanian/pangan seperti pengolahan jagung ketan agar memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani.

Terhadap Raperda usulan komisi III Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH)agar merancang RTH berbasis karakter khas Sumbawa yang terintegrasi dengan fungsi sosial, kawasan UMKM, hingga penataan kawasan pesisir/pantai, disertai mekanisme pengelolaan sampah yang terpadu.

Sementara atas Pemanfaatan Utilitas Jalan, mewajibkan penyedia utilitas (PLN, Telkom, SPAM) melakukan pemulihan dan pengembalian kondisi jalan secara sempurna pasca penggalian guna menjaga kualitas infrastruktur jalan.

 

Adapun usulan RPPLH (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup), harus diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta memuat resolusi konflik pemanfaatan kawasan hutan dan lahan.

Selanjutnya judul Raperda usulan  Komisi IV yaitu Fasilitas Penyelenggaraan Pesantren, agar pengaturan difokuskan pada fasilitasi pembiayaan, sarana-prasarana, peningkatan SDM, dan pemberdayaan ekonomi pesantren tanpa mengintervensi kurikulum agama maupun kewenangan Kementerian Agama.

Sedangkan judul Ranperda Pengendalian Penyakit Menular agar ada Penyesuaian judul diarahkan pada "Pencegahan dan Pengendalian" yang tidak hanya berfokus pada regulasi di atas kertas, melainkan kesiapan sarana prasarana kesehatan, edukasi publik, serta langkah mitigasi terhadap penyebaran penyakit dan penyalahgunaan narkotika.

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi pada tahap harmonisasi draf Raperda, guna memastikan produk hukum yang dihasilkan DPRD Kabupaten Sumbawa berdaya guna, aplikatif, serta berorientasi pada kepastian hukum dan kesejahteraan masyarakat. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 18:29:09 +0800 amr
Semangat Baru di SMPN 2 Unter Iwes: H. Johan Rosihan Jadi Pembina Upacara, Beri Motivasi Digital hingga Sosialisasi 4 Pilar MPR RI https://amarmedia.co.id/semangat-baru-di-smpn-2-unter-iwes-h-johan-rosihan-jadi-pembina-upacara-beri-motivasi-digital-hingga-sosialisasi-4-pilar https://amarmedia.co.id/semangat-baru-di-smpn-2-unter-iwes-h-johan-rosihan-jadi-pembina-upacara-beri-motivasi-digital-hingga-sosialisasi-4-pilar Semangat Baru di SMPN 2 Unter Iwes: H. Johan Rosihan Jadi Pembina Upacara, Beri Motivasi Digital hingga Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI 

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Suasana khidmat dan penuh antusiasme tampak di halaman SMPN 2 Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada Senin (3/8/2026). Anggota DPR RI, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM., hadir di sekolah tersebut untuk mengemban tugas sebagai pembina upacara bendera yang dimulai tepat pukul 07.15 WITA, setelah tiba di lokasi lebih awal pada pukul 07.00 WITA.

Kehadiran politisi nasional ini tidak hanya memberikan warna tersendiri bagi warga sekolah, tetapi juga membawa angin segar melalui motivasi inspiratif serta dukungan nyata bagi kemajuan fasilitas pendidikan di SMPN 2 Unter Iwes.

Transformasi Perjuangan: Dari Bambu Runcing Menuju Keterampilan Digital

Dalam amanatnya di hadapan para siswa, guru, dan staf sekolah, H. Johan Rosihan menekankan bahwa para pelajar di SMPN 2 Unter Iwes merupakan calon-calon generasi penerus bangsa. Ia mengajak para siswa untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dengan taruhan nyawa.

Namun, bentuk perjuangan di masa kini tentu telah berbeda. Jika di masa lalu para pejuang mengandalkan bambu runcing, maka generasi muda saat ini harus berjuang melalui ketekunan dalam belajar.

"Jika dulu zaman saya sekolah anak-anak ditantang untuk menjawab pertanyaan, maka saat ini anak-anak ditantang untuk membuat pertanyaan atau mendesain sendiri mau jadi apa nanti. Kemampuan membuat prompt (perintah AI) menjadi keterampilan yang harus diasah sesuai dengan kebutuhan, karena semakin detail prompt yang dibuat, semakin bagus hasil yang diberikan," pesan H. Johan di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh perhatian.

Pesan visioner ini memberikan wawasan baru bagi para siswa mengenai pentingnya penguasaan teknologi dan literasi digital di era modern.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan Gelontoran Bantuan Rp15 Juta

Rangkaian kegiatan dilanjutkan di aula SMPN 2 Unter Iwes dengan agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Kegiatan ini digagas sebagai bagian dari program motivasi dan inspirasi bagi warga sekolah agar para siswa termotivasi untuk bermimpi besar tanpa rasa minder.

Melalui kisah suksesnya sebagai wakil rakyat di Senayan, H. Johan ingin membuktikan bahwa siapa pun—terutama anak-anak dari daerah—memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi orang hebat dan berkontribusi bagi negeri.

Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di daerah pemilihannya, H. Johan Rosihan secara spontan menyerahkan bantuan dana sebesar Rp15.000.000 (lima belas juta rupiah). Bantuan tersebut difokuskan untuk perbaikan pagar sekolah yang sudah tampak kusam serta peningkatan fasilitas jalan lingkungan sekolah berupa pemasangan paving block.

Apresiasi Tinggi dari Warga Sekolah

Bantuan dan perhatian yang diberikan oleh H. Johan Rosihan disambut dengan rasa syukur dan antusiasme luar biasa oleh para siswa, para guru, serta para wali murid. Mengingat kondisi fisik pagar sekolah yang sudah membutuhkan perbaikan mendesak, kehadiran bantuan ini menjadi solusi konkret bagi kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar.

Bagi pihak sekolah, kehadiran seorang figur nasional di tengah-tengah kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah. Kepala Sekolah Nur Aini Furqan SPd.MPd menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena sekolahnya dapat dikunjungi oleh tokoh hebat yang sarat pengalaman.

Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan harapan besar agar kehadiran H. Johan Rosihan mampu menjadi sumber inspirasi, motivasi, serta penyemangat baru bagi seluruh warga sekolah—baik para siswa maupun tenaga pendidik.

"Kami sangat bangga dan bersyukur bisa mendatangkan seorang tokoh masyarakat yang luar biasa hebat. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kepada seluruh warga sekolah bahwa kita semua memiliki peran yang strategis dalam memajukan kualitas pendidikan, khususnya di Tana Samawa tercinta ini,"ungkap Kepala Sekolah.

Warga SMPN 2 Unter Iwes menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kunjungan, motivasi berharga, serta kepedulian tinggi yang ditunjukkan oleh H. Johan Rosihan. Diharapkan, sinergi dan uluran tangan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi kemaslahatan seluruh warga sekolah serta melahirkan generasi Sumbawa yang cerdas, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 08:41:49 +0800 amr
Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik https://amarmedia.co.id/tuntutan-audit-investigatif-btt-rp-484-miliar-bukan-masalah-justru-penolakan-audit-yang-memicu-tanda-tanya-publik https://amarmedia.co.id/tuntutan-audit-investigatif-btt-rp-484-miliar-bukan-masalah-justru-penolakan-audit-yang-memicu-tanda-tanya-publik Tuntutan Audit Investigatif BTT Rp 484 Miliar Bukan Masalah, Justru Penolakan Audit yang Memicu Tanda Tanya Publik

MATARAM.Amarmedia.co.id–Pernyataan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Syamsul Fikri yang menyebut permohonan audit investigatif dana Belanja Tidak Terduga Pemprov NTB senilai Rp 484 miliar sebagai hal yang "keliru, telat, dan salah alamat", ditanggapi Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan Abdul Rahim.

Pernyataan Syamsul Fikri tersebut, menurut Abdul Rahim, lebih tepat disebut manuver argumentatif daripada penjelasan. Alih-alih menjawab pertanyaan publik, justru yang dibangun adalah tembok retorika.

“Pernyataan itu ibarat sibuk mempersoalkan siapa yang mengetuk pintu, tetapi mengabaikan pertanyaan mengapa pintu itu diketuk,” tandas Bram, begitu Abdul Rahum karib disapa, di Mataram, Kamis (6/8/2026).

Politisi muda Sumbawa ini menjawab pertanyaan awak media yang meminta pandangannya atas statemen Syamsul Fikri yang dipublikasikan sejumlah media daring. Syamsul Fikri menyebut, desakan audit investigatif terhadap pergeseran dana BTT Pemprov NTB sebesar Rp484 miliar merupakan langkah yang keliru, terlambat, dan salah sasaran. 

Menurutnya, pengelolaan anggaran tersebut telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pemprov NTB telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ia juga menyebut persoalan BTT telah dibahas dalam Badan Anggaran DPRD sehingga tidak ada alasan untuk kembali meminta audit khusus yang berpotensi menimbulkan kesan seolah-olah BPK tidak menjalankan tugasnya secara profesional.

Bram menegaskan, dengan menyebut permohonan audit investigatif sebagai hal yang 'keliru, telat, dan salah alamat', setelah tidak ditemukannya hasil audit pergeresan BTT belanja modal senilai Rp 484 miliar dalam LHP BPK yang diserahkan ke DPRD NTB pada 5 Juni, Syamsul Fikri tidak lebih hanya sedang melakukan retorika defensif dan berupaya mengaburkan substansi persoalan. 

“Publik tidak sedang menunggu retorika, tetapi jawaban berbasis data dan dokumen. Yang harus dijawab itu bukan siapa yang meminta audit, tetapi mengapa permintaan audit itu muncul,” kata Bram.

Dia mengatakan, penggunaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai alasan menolak desakan audit juga perlu ditempatkan secara proporsional. Menurutnya, opini WTP merupakan penilaian atas kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan sertifikat bahwa seluruh kebijakan anggaran telah sempurna ataupun seluruh proses pengelolaan keuangan telah terbebas dari persoalan.

Bram menjelaskan, dalam banyak kasus, pemerintah daerah tetap memperoleh opini WTP meskipun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih memberikan sejumlah rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti.

“WTP bukan sertifikat bahwa seluruh pengelolaan anggaran telah bebas dari persoalan. Akuntabilitas publik tidak berhenti pada pemberian opini audit,” tegasnya.

Karena itu, menurut dia, menganggap opini WTP sebagai alasan untuk menutup ruang diskusi dan pengawasan merupakan pemahaman yang kurang tepat.

Lebih lanjut, Bram menegaskan bahwa permintaan audit investigatif tidak dapat langsung dimaknai sebagai bentuk ketidakpercayaan kepada BPK. Audit investigatif, katanya, memiliki tujuan yang berbeda dengan audit atas laporan keuangan.

Menurutnya, audit investigatif dilakukan untuk mendalami dugaan, pola, maupun transaksi tertentu yang dianggap memerlukan pembuktian lebih rinci.

“Selama dilakukan melalui mekanisme yang sah dan didasarkan pada alasan yang objektif, audit investigatif merupakan bagian dari sistem pengawasan dalam tata kelola keuangan pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa persoalan dana BTT telah selesai karena telah dibahas dalam rapat Badan Anggaran DPRD NTB.

Menurut Bram, pembahasan tersebut tidak menghapus hak pengawasan DPRD karena fungsi pengawasan berlangsung sepanjang siklus pengelolaan keuangan daerah.

Setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK diserahkan sekalipun, kata dia, DPRD tetap memiliki kewenangan meminta penjelasan, mengevaluasi tindak lanjut rekomendasi BPK, serta memastikan penggunaan anggaran memenuhi prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

“Pengawasan DPRD tidak berhenti setelah pembahasan anggaran maupun setelah LHP diserahkan. Kami tetap berkewajiban memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Bram menegaskan, fokus utama seharusnya bukan membangun narasi bahwa permintaan audit merupakan langkah yang keliru, melainkan menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pergeseran dana BTT sebesar Rp484 miliar melalui Peraturan Gubernur NTB Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2025.

Ia mempertanyakan apakah seluruh penggunaan dan pergeseran dana BTT tersebut telah diperiksa secara memadai, pada bagian mana hasil pemeriksaan itu dapat dibaca dalam LHP BPK, serta apakah seluruh rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti.

“Kalau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu tersedia secara terbuka, polemik ini akan selesai dengan sendirinya,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, dalam pengelolaan keuangan daerah, transparansi selalu lebih kuat dibandingkan retorika. Karena itu, pemerintah daerah seharusnya membuka ruang pemeriksaan dan menyajikan seluruh data secara terbuka agar kepercayaan masyarakat semakin kuat.

Sebaliknya, kata dia, menolak audit atau memandang audit sebagai ancaman justru dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Transparansi selalu lebih kuat daripada retorika. Membuka ruang pemeriksaan akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ucapnya.

Bram menambahkan, dana Belanja Tidak Terduga pada hakikatnya merupakan uang rakyat sehingga setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus siap dipertanggungjawabkan. Tidak hanya kepada lembaga pemeriksa, tetapi juga kepada masyarakat sebagai pemilik sah anggaran.

“Audit bukan ancaman bagi pemerintahan yang bersih. Audit adalah instrumen untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dan prinsip pemerintahan yang baik benar-benar dijalankan,” pungkasnya.(AM)

]]>
Fri, 07 Aug 2026 07:11:41 +0800 amr
Pimpinan dan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa Sambangi Biro Hukum Setda NTB, Genjot Progres Fasilitasi 9 Ranperda https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-bapemperda-dprd-kabupaten-sumbawa-sambangi-biro-hukum-setda-ntb-genjot-progres-fasilitasi-9-ranperda https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-bapemperda-dprd-kabupaten-sumbawa-sambangi-biro-hukum-setda-ntb-genjot-progres-fasilitasi-9-ranperda Pimpinan dan Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa Sambangi Biro Hukum Setda NTB, Genjot Progres Fasilitasi 9 Ranperda

MATARAM.Amarmedia.co.id — Jajaran pimpinan bersama Bapemperda DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan kerja dan konsultasi intensif ke Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pertemuan strategis ini difokuskan untuk mempercepat proses fasilitasi dan harmonisasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diusulkan oleh DPRD Kabupaten Sumbawa.

Rombongan resmi DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Zulfikar Demitry, S.H., M.H., serta Sekretaris Dewan (Sekwan) H. Junaidi, S.Pt.

Hadir pula dalam rombongan tersebut jajaran pimpinan dan anggota Bapemperda, yakni Ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.P.I., Wakil Ketua Bapemperda Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si., beserta anggota Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov. dan Syamsul Hidayat.

Selain itu, turut hadir para ketua komisi di lingkungan DPRD Sumbawa, yaitu Ketua Komisi I Muhammad Faisal, S.A.P., M.M.Inov., Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, S.I.P., dan Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov. Dari jajaran sekretariat, hadir pula Kabag Risalah dan Persidangan Abdul Havied, M.Ec.Dev., Kabag Keuangan, serta Staf Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan rombongan legislatif ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Pembentukan Peraturan Daerah Biro Hukum Setda Provinsi NTB bersama jajaran.

Pertanyakan Progres Penyelarasan UU Nomor 1 Tahun 2026

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin langsung mempertanyakan sejauh mana progres fasilitasi terhadap Ranperda yang diusulkan oleh pihak legislatif. Ia menekankan pentingnya penyesuaian regulasi, mengingat sejumlah Ranperda yang diharmonisasi pada tahun 2025 kini harus disesuaikan dengan ketentuan terbaru, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026.

Salah satu poin krusial yang disoroti dalam pemaparan Kabag Perindang Undangan Biro Hukum Setda Provinsi NTB adalah penyesuaian ketentuan sanksi dalam produk hukum daerah. Berdasarkan aturan terbaru, sanksi dalam Ranperda tidak lagi memuat sanksi kurungan, melainkan dialihkan menjadi sanksi pidana denda dengan batas maksimal Rp50.000.000.

"Mengenai besaran sanksi denda ini nantinya akan diserahkan kembali kepada pimpinan DPRD, apakah akan mengambil batas maksimal atau disesuaikan dengan proporsi pelanggarannya," jelas Erwin dalam pemaparannya.

Senada dengan Ketua DPRD, Ketua Bapemperda Bunardi, A.Md.P.I., menindaklanjuti status dari total 9 Ranperda yang sebelumnya telah diusulkan. Pihaknya mempertanyakan sejauh mana tahapan penyelesaian dari usulan-usulan tersebut agar bisa segera disahkan menjadi produk hukum daerah yang aplikatif.

Kendala Teknis dan Penjelasan Biro Hukum Setda NTB

Menanggapi hal tersebut, Kabag Risalah dan Persidangan DPRD Sumbawa, Abdul Havied, M.Ec.Dev., memaparkan rincian tahapan penyusunan Ranperda yang ada.

“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Pak Kabag di Biro Hukum, sampai saat ini baru dua Ranperda yang telah diselesaikan. Sementara tujuh lainnya masih berproses. Kami berharap ada sinkronisasi dan titik temu agar seluruhnya bisa berjalan klop,” ungkap Havied,

Menanggapi dinamika dan hambatan tersebut, pihak Biro Hukum Setda Provinsi NTB menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan pola pembagian penanganan antara wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Saat ini, tim Biro Hukum tengah mengintensifkan pembahasan Raperda dengan melibatkan tiga orang Analis Sumber Daya Manusia (ASN) aparatur pembentukan produk hukum.

“Kami berupaya keras untuk mempercepat prosesnya agar bisa segera diselesaikan,” ujar Erwin 

Ditambahkan Mase Suparta bahwa dari sembilan ranperda yaang diusulkan tinggal tiga yang on proses. Sementara lainnya telah selesai di fasilitasi dan sudah diserahkan kepada Bagian Hukum Pemda Kabupaten Sumbawa. 

Pertemuan konstruktif ini juga mendiskusikan secara mendalam beberapa materi muatan strategis lainnya, termasuk Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai panduan hukum perlindungan identitas lokal, serta regulasi terkait penyertaan modal daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 19:53:12 +0800 amr
Sambut Baik Aspirasi Tokoh Masyarakat Sumbawa, Direktur PT INTAM Tegaskan Komitmen Kemitraan dan Pemberdayaan Lokal https://amarmedia.co.id/sambut-baik-aspirasi-tokoh-masyarakat-sumbawa-direktur-pt-intam-tegaskan-komitmen-kemitraan-dan-pemberdayaan-lokal https://amarmedia.co.id/sambut-baik-aspirasi-tokoh-masyarakat-sumbawa-direktur-pt-intam-tegaskan-komitmen-kemitraan-dan-pemberdayaan-lokal Sambut Baik Aspirasi Tokoh Masyarakat Sumbawa, Direktur PT INTAM Tegaskan Komitmen Kemitraan dan Pemberdayaan Lokal

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Keberadaan dan aktivitas investasi PT INTAM di kawasan selatan Desa Ledang, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, mendapatkan perhatian positif dari berbagai elemen masyarakat. Menanggapi pandangan dan harapan yang disampaikan tokoh masyarakat Sumbawa, Bapak Muhammad Tayeb (Rambo) bersama Bapak Mastar (Kepala Desa Ledang periode 2016–2022), Direktur PT INTAM Rahmansyah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta menyambut hangat masukan konstruktif tersebut.

Direktur PT INTAM menegaskan bahwa manajemen perusahaan memiliki pandangan yang sejalan dengan masyarakat terkait pentingnya kehadiran investasi yang membawa dampak langsung, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi warga lokal.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Bapak Muhammad Tayeb (Rambo), Bapak Mastar, serta seluruh tokoh dan warga Kecamatan Lenangguar dan Desa Ledang atas perhatian dan masukannya. Aspirasi yang disampaikan sangat sejalan dengan visi kami. PT INTAM tidak hadir hanya untuk berinvestasi secara bisnis, tetapi untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Sumbawa," ujar Rahmansyah Kamis 6 Agustus 2026.

Menjawab dorongan terkait pelibatan SDM dan pengusaha daerah, pihak manajemen memastikan bahwa komitmen pemberdayaan masyarakat lokal senantiasa menjadi prioritas utama pada setiap tahapan kegiatan operasional perusahaan. PT INTAM siap membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dan pelaku usaha lokal untuk mengambil peran strategis sebagai mitra kerja.

"Kami sangat sepakat bahwa masyarakat Sumbawa jangan sampai menjadi penonton di tanahnya sendiri. Keterlibatan tenaga kerja lokal dan sinergi bersama pengusaha daerah dalam rantai pasok barang maupun jasa adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan efek berganda (multiplier effect) dari investasi ini benar-benar menggerakkan roda perekonomian warga di Kecamatan Lenangguar dan sekitarnya," lanjutnya.

Terbuka untuk Dialog dan Sinergi Positif

Terkait dinamika dialog dan mediasi yang sempat berjalan sebelumnya—termasuk forum diskusi internal, koordinasi bersama jajaran pemerintahan kecamatan, hingga agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan mediasi bersama Pemkab Sumbawa—Direktur PT INTAM menekankan pentingnya menjaga iklim komunikasi yang sehat dan transparan.

Perusahaan terus mendorong agar setiap ruang dialog dimanfaatkan untuk membangun kemitraan yang produktif, produktivitas bersama, serta program pemberdayaan yang realistis dan proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Semua upaya komunikasi dan mediasi yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah maupun forum RDP kami sambut baik. Fokus kami adalah bagaimana membangun pola kerja sama dan sinergi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi semua pihak, bukan sekadar ruang tuntutan, melainkan kolaborasi jangka panjang," jelas Direktur PT INTAM.

Taat Hukum dan Menjaga Kelestarian Lingkungan

Sebagai perusahaan yang taat asas dan menjunjung tinggi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), PT INTAM berkomitmen untuk menjalankan seluruh aktivitas operasional—termasuk tata kelola kawasan dan aspek lingkungan—sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat. PT INTAM hadir sebagai mitra pembangunan yang transparan, bertanggung jawab sosial, serta senantiasa menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Kabupaten Sumbawa yang lebih maju," pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 17:54:41 +0800 amr
Launching Aplikasi Kre Alang, Ketua DEKRANASDA: Lestarikan Budaya Identitas 'Tau Samawa' Melalui Digitalisasi https://amarmedia.co.id/launching-aplikasi-kre-alang-ketua-dekranasda-lestarikan-budaya-identitas-tau-samawa-melalui-digitalisasi https://amarmedia.co.id/launching-aplikasi-kre-alang-ketua-dekranasda-lestarikan-budaya-identitas-tau-samawa-melalui-digitalisasi Launching Aplikasi Kre Alang, Ketua DEKRANASDA: Lestarikan Budaya Identitas 'Tau Samawa' Melalui Digitalisasi

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., secara resmi membuka Pameran dan Peluncuran Aplikasi “Kre Alang” di Aula SMK Negeri 1 Sumbawa, Rabu (05/08/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan kain tenun khas Sumbawa berbasis teknologi modern.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pajatu Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, S.H., M.Si., penerima hibah Dana Indonesiana, Dwi Rizka Harriami, S.Pd., Gr., I., M.A., para penenun lokal, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai pihak terkait.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dwi Rizka Harriami beserta tim yang berhasil meraih hibah program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Tahun 2025.

"Tidak mudah memperoleh hibah kompetitif tingkat nasional. Dibutuhkan gagasan yang kuat, keberanian berinovasi, dan komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini merupakan contoh nyata bahwa kampus tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi pelestarian budaya," tegas Hj. Ida Fitria.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kre Alang merupakan simbol identitas utama masyarakat Tau Samawa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan terbesar saat ini adalah mendekatkan warisan leluhur tersebut kepada generasi muda.

“Saya sangat menyambut baik lahirnya aplikasi ini. Digitalisasi bukan berarti meninggalkan tradisi, justru digitalisasi adalah cara baru menjaga tradisi agar tetap hidup. Jika budaya tidak hadir di ruang digital, maka budaya akan semakin jauh dari generasi digital,” lanjutnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan aplikasi ini tidak sekadar sebagai simbol inovasi, melainkan sebagai ruang belajar, katalog digital, media promosi, arsip budaya, serta jembatan penghubung antara penenun, pembeli, dan antargenerasi.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Rizka Harriami menjelaskan bahwa aplikasi "Kre Alang" dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat mengakses edukasi seputar kain khas Sumbawa tersebut. Aplikasi ini memuat informasi lengkap mengenai sejarah Kre Alang, tata cara penggunaan yang benar, hingga ragam jenis motif beserta makna filosofis di dalamnya.

Saat ini, aplikasi "Kre Alang" sudah dapat diunduh secara bebas oleh publik melalui platform Google Playstore untuk perangkat berbasis Android. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 14:29:40 +0800 amr
Gubernur NTB Akselerasi Transformasi SMK Berbasis Industri https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-akselerasi-transformasi-smk-berbasis-industri https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-akselerasi-transformasi-smk-berbasis-industri Gubernur NTB Akselerasi Transformasi SMK Berbasis Industri

Bekasi – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal saat melakukan kunjungan kerja ke SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8). Dalam kunjungan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.

Kunjungan berlangsung selama tiga jam dan diisi dengan observasi implementasi Teaching Factory (TEFA), Project Based Learning (PBL), proses pembelajaran berbasis industri, hingga strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang maupun Jerman.

Rombongan juga meninjau bengkel praktik, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.

Bagi Gubernur Miq Iqbal, persoalan utama pendidikan vokasi saat ini bukan terletak pada terbatasnya lapangan pekerjaan, melainkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, serta budaya kerja yang menjadi standar perusahaan modern.

"Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah," ujarnya.

SMK Mitra Industri MM2100 menjadi salah satu sekolah vokasi rujukan nasional karena menerapkan pembelajaran yang sepenuhnya diselaraskan dengan kebutuhan industri. Sekolah yang berdiri di kawasan industri MM2100 tersebut didukung langsung oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar sehingga kurikulum, kompetensi, hingga proses evaluasi disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri.

Selain memiliki fasilitas Teaching Factory (TEFA) sebagai tempat praktik sekaligus uji kompetensi siswa, sekolah ini juga mengintegrasikan pembinaan karakter, penguatan budaya industri, serta lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO) yang memungkinkan lulusan memperoleh akses bekerja ke luar negeri tanpa melalui lembaga perantara.

Model tersebut menghasilkan tingkat penyerapan lulusan yang sangat tinggi, bahkan hampir seluruh lulusan setiap tahunnya langsung terserap oleh dunia usaha dan dunia industri, baik di dalam maupun luar negeri.

Gubernur menilai praktik baik tersebut layak menjadi inspirasi bagi pengembangan SMK di NTB.

"Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik, seperti Komatsu School Welding dan UT School. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Miq Iqbal mengungkapkan telah mengundang pendiri beserta manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB guna membahas kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Kerja sama tersebut direncanakan mencakup supervisi dan pendampingan pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengembangan budaya kerja sekolah, hingga pengembangan model pendidikan terintegrasi dengan lembaga pelatihan kerja yang membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap semakin banyak SMK yang berkembang menjadi SMK Go Global, yaitu sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berstandar industri nasional dan internasional.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, transformasi pendidikan vokasi bukan sekadar meningkatkan angka kelulusan, tetapi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja. Dengan memperkuat kemitraan antara sekolah, industri, dan lembaga pelatihan kerja, NTB ingin membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja profesional sekaligus mengurangi pengangguran lulusan SMK secara berkelanjut, pungkas nya.(AM/Kominfotik)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:22:31 +0800 amr
Geger! Legislator PDIP Ungkap Audit Dana BTT Rp 484 Miliar di APBD NTB 2025 Tak Muncul di LHP BPK https://amarmedia.co.id/geger-legislator-pdip-ungkap-audit-dana-btt-rp-484-miliar-di-apbd-ntb-2025-tak-muncul-di-lhp-bpk https://amarmedia.co.id/geger-legislator-pdip-ungkap-audit-dana-btt-rp-484-miliar-di-apbd-ntb-2025-tak-muncul-di-lhp-bpk Geger! Legislator PDIP Ungkap Audit Dana BTT Rp 484 Miliar di APBD NTB 2025 Tak Muncul di LHP BPK

MATARAM.Amarmedia.co.id–Setengah triliun uang rakyat seolah "menghilang" dari radar pemeriksaan. Pergeseran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 484 miliar dalam APBD NTB Tahun 2025, ternyata tidak muncul dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah diserahkan kepada DPRD NTB. Aroma kejanggalan menguar. Tututan audit investigatif muncul.

Tidak munculnya hasil aduit dana BTT dalam LHP BPK tersebut, terkuak setelah empat Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan (PDIP) melayangkan surat resmi ke BPK Perwakilan NTB, Selasa (4/8/2026). Surat ditandatangani empat legislator PDI Perjuangan yakni Made Slamet, Raden Nuna Abriadi, Suhaimi, dan Abdul Rahim. Mereka menuntut BPK menggelar audit investigatif terhadap dana BTT Rp 484 miliara tersebut.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat yang dimintai tanggapan oleh awak media di Mataram mengungkapkan, pihaknya mendapat tembusan surat tertanggal 3 Agustus 2026 tersebut. Selain dirinya, surat tersebut juga ditembuskan ke Ketua BPK RI di Jakarta, Gubernur NTB, dan juga Ketua DPRD Provinsi NTB.

“Semua anggota DPRD dari PDI Perjuangan harus korektif dan konstruktif. Ini bukan soal mencari kesalahan. Ini soal menjaga uang rakyat,” tegas Anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Tokoh kharismatik Bumi Gora ini menegaskan, langkah empat Aggota DPRD NTB dari PDIP tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan anggota parlemen untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola sesuai ketentuan.

Rachmat sendiri menilai, absennya hasil pemeriksaan terhadap anggaran bernilai sangat besar tersebut di LHP BPK justru telah menimbulkan pertanyaan publik.

“Masak dana setengah triliun tidak ada di LHP," katanya heran.

Rachmat mengatakan, selama ini BPK dikenal sangat rinci dalam melakukan pemeriksaan, bahkan terhadap nilai temuan yang relatif kecil. Kelebihan bayar yang nilainya satu atau dua juta saja, bisa menjadi temuan BPK. Karena itu, ketiadaan hasil audit terhadap pergeseran dana BTT sebesar Rp484 miliar dalam LHP dikatakannya menjadi kejanggalan yang serius.

Tokoh yang telah semilan periode menjabat anggota legislatif ini mengemukakan, logika pemeriksaan semestinya berlaku sama terhadap seluruh penggunaan anggaran. Ia menilai, seluruh penggunaan APBD semestinya memperoleh perlakuan audit yang sama tanpa membedakan besar kecilnya nilai anggaran.

“Audit itu jangan pilih-pilih. Kalau satu miliar diperiksa, setengah triliun juga harus diperiksa,” katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD NTB ini mengungkapkan, dirinya telah mencoba menghubungi BPK Perwakilan NTB melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta penjelasan. Namun jawaban yang sempat diterimanya, belakangan dihapus oleh pengirim.

“Awalnya saya tidak curiga. Tapi setelah pesannya dihapus, saya malah bertanya-tanya,” katanya.

Terhadap kejanggalan ini, Rachmat menegaskan, apabila hasil audit terhadap dana BTT tersebut tidak kunjung dipublikasikan, dirinya telah menginstruksikan kepada legislator PDI Perjuangan untuk mengambil sikap politik tegas dalam setiap pembahasan anggaran di DPRD NTB.

“Pengawasan DPRD tidak boleh dilemahkan. Kalau tidak ada kejelasan, kami akan bersikap. Minderheid nota menjadi opsi pada setiap pembahasan dan persetujuan anggaran berikutnya,” tegasnya.

*Berawal dari Dana Bagi Hasil*

Pangkal soal dana BTT ini bermula ketika APBD Provinsi NTB Tahun 2025 telah ditetapkan. Dalam perjalanan tahun anggaran, Pemerintah Provinsi NTB menerima tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp 515 miliar.

Berdasarkan kebijakan Pemerintah Provinsi saat itu, sekitar Rp 484 miliar dari tambahan pendapatan tersebut dimasukkan ke dalam pos Belanja Tidak Terduga. Padahal, harusnya dana tesebut masuk dalam SILPA atau sisa lebih perhitungan anggaran. Belakangan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memulai masa pemerintahannya pada akhir Ferbruari 2025, menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur Nomor 6/2025, tentang Pergeseran Anggaran pada APBD tahun 2025. Dana Rp 484 miliar yang telah ditempatkan sebagai BTT tersebut dialihkan menjadi belanja modal, untuk membiayai program yang merupakan janji kampanyenya.

Pergeseran tersebut bersamaan pula dengan pengalihan anggaran program Pokir Anggota DPRD NTB yang tidak terpilih kembali, yang mana pergeseran tersebut menjadi kasus korupsi yang dikenal publik dengan “Dana Siluman DPRD” dan proses persidangannya kini masih berlangsung.

Menurut Rachmat, terdapat beberapa persoalan mendasar yang perlu dijelaskan kepada publik, terkait pergeseran dana BTT setengah triliun tersebut. Pertama, terkait status dana tambahan setelah APBD disahkan. Rachmat mengungkapkan, tambahan pendapatan daerah yang diterima setelah APBD ditetapkan pada prinsipnya bukan berarti dapat langsung digunakan untuk membiayai program baru hanya melalui Peraturan Gubernur.

Dalam praktik pengelolaan keuangan daerah, tambahan pendapatan setelah APBD ditetapkan lazimnya ditempatkan terlebih dahulu dalam struktur APBD sesuai mekanisme yang berlaku. Apabila akan digunakan untuk membiayai belanja modal atau program pembangunan reguler, pemanfaatannya pada umumnya dilakukan melalui pembahasan APBD Perubahan bersama DPRD. Kecuali terdapat ketentuan khusus yang memperbolehkan mekanisme lain.

Rachmat menegaskan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun 2025, telah mengatur secara jelas fungsi Belanja Tidak Terduga. Pos anggaran tersebut disediakan untuk keadaan darurat, bencana, keadaan luar biasa, maupun kebutuhan mendesak yang tidak dapat diprediksi pada saat penyusunan APBD. Karena sifatnya khusus, BTT tidak dirancang sebagai sumber pembiayaan rutin bagi proyek pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Karena itu, apabila dana BTT digunakan untuk belanja modal, seperti pembangunan jalan, proyek penerangan jalan umum, ataupun program-program yang menjadi janji kampanye Gubernur, maka hal tersebut perlu diuji kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

“BTT itu bukan kantong anggaran bebas. BTT punya fungsi sendiri,” tegas Rachmat.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Ruslan Turmuzi yang dimintai tanggapannya seara terpisah mengungkapkan, tatkala ada tambahan pendapatan baru yang muncul setelah APBD ditetapkan, mekanisme yang lazim ditempuh untuk pemanfaatan anggaran tersebut adalah melalui APBD Perubahan, agar memperoleh pembahasan bersama DPRD, evaluasi, serta pengawasan publik.

“Jelas, bahwa program yang termasuk belanja modal itu bukan keadaan darurat. Kalau untuk pembangunan, kenapa tidak lewat APBD Perubahan?” tandas mantan Anggota DPRD NTB lima periode ini.

Karena itu, persoalan ini sesungguhnya dapat diselesaikan apabila BPK melakukan pemeriksaan dan menjelaskan secara terbuka hasil pemeriksaannya. Sehingga, akan diketahui secara gamblang, dana BTT senilai Rp 484 miliar tersebut, telah dimanfaatkan untuk apa saja.

Andaipun mekanisme penggunaan dana BTT tersebut memang dinilai BPK telah sesuai ketentuan, kata Ruslan, maka publik berhak mengetahui dasar pertimbangan audit BPK tersebut. Sebaliknya, apabila belum pernah diperiksa secara khusus oleh BPK, audit investigatif menjadi langkah yang patut dilakukan untuk memberikan kepastian.

“Kalau sudah diaudit, tunjukkan. “Kalau belum, lakukan audit investigatif. Sederhana,” tandasnya. 

Politisi asal Lombok Tengah ini menegaskan, audit bukan semata mencari kesalahan, tetapi memastikan tata kelola keuangan daerah berjalan sesuai aturan. Sebab, semakin besar anggaran, semakin besar tanggung jawabnya.

“Transparansi tidak boleh setengah-setengah. BPK jangan menyisakan ruang abu-abu,” tandasnya lagi.

Sementara itu, Made Slamet, Anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan mengatakan, pihaknya mengatakan surat permohonan audit investigatif tersebut murni semata agar uang rakyat dalam BTT setengah triliiun tersebut memperoleh kepastian secara administratif maupun hukum.

“Kami meminta kepastian. “Bukan menggiring opini,” kata Made Slamet.

Dia menegaskan, setelah BPK menyerahkan LHP APBD NTB Tahun 2025 dalam sidang paripurna DPRD NTB pada 5 Juni 2026, pihaknya terus mencermati LHP tersebut. Dan benar, bahwa dalam LHP tersebut pihaknya tidak menemukan hasil audit pergeseran BTT senilai Rp 484 miliar menjadi belanja modal.

Made Slamet menegaskan, pergeseran anggaran dalam APBD NTB tahun 2025 yang hanya bermodalkan Peraturan Gubernur, dinilai pihaknya terang-terangan telah melanggar Permendagri No 15/2024 yang menjadi acuan penyusunan APBD Tahun 2025.

“Itulah yang mendasari kami meminta BPK melakukan audit investigasi terhadap BTT tersebut. Jika ada masalah, BPK harus membukanya secara transparan,” tandas Made Slamet. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:17:17 +0800 amr
Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan https://amarmedia.co.id/kuasa-hukum-putusan-bebas-tiga-terdakwa-gratifikasi-dprd-ntb-tegaskan-keadilan-berdasarkan-fakta-persidangan https://amarmedia.co.id/kuasa-hukum-putusan-bebas-tiga-terdakwa-gratifikasi-dprd-ntb-tegaskan-keadilan-berdasarkan-fakta-persidangan Kuasa Hukum: Putusan Bebas Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Tegaskan Keadilan Berdasarkan Fakta Persidangan

MATARAM.Amarmedia.co.id - Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Mataram resmi memutus bebas tiga terdakwa dalam kasus dugaan gratifikasi anggota DPRD NTB pada persidangan yang digelar Rabu, 5 Agustus 2026.

Ketiga terdakwa yang divonis bebas tersebut adalah Indra Jaya Usman, Hamdan Kasim, dan M. Nashib Ikroman.

Sikap dan amar putusan majelis hakim tersebut disambut positif oleh tim kuasa hukum. Kuasa hukum ketiga terdakwa, Dr. Irpan Suriadiata, S.H.I., M.H., menilai bahwa putusan bebas ini telah mencerminkan rasa keadilan yang substansial dan didasarkan secara utuh pada fakta-fakta objektif yang terungkap secara terbuka selama proses pembuktian di persidangan.

Dr. Irpan Suriadiata menegaskan bahwa sesuai dengan isi amar putusan yang dibacakan di muka sidang, hak-hak Indra Jaya Usman, Hamdan Kasim, dan M. Nashib Ikroman, termasuk rehabilitasi nama baik, harkat, serta martabat mereka, harus dipulihkan secara menyeluruh ke keadaan semula. 

Pemulihan ini berimplikasi langsung pada pembersihan stigma sosial atas seluruh tuduhan maupun dakwaan pidana yang selama ini disangkakan kepada para kliennya.

"Kalau mengembalikan nama baik, harkat, dan martabatnya, itu kan sudah ada dalam amar putusan persidangan tadi. Artinya, dengan dibacakannya putusan tersebut, segala anasir atau hal-hal yang menyangkut tindak pidana yang didakwakan, baik secara hukum maupun secara sosial, harus diangkat dan dikembalikan ke posisi semula," ujar Dr. Irpan usai persidangan di Tipikor Mataram.

Terkait dengan peta dan arah hukum pascaputusan bebas ini, Dr. Irpan memberikan analisis hukum mengenai perbedaan konstruksi hukum acara pidana. Dalam kerangka hukum acara lama, mekanisme pengajuan kasasi atas putusan bebas (vrijspraak) kerap memicu perdebatan serta membuka peluang adanya upaya hukum lanjutan. 

Namun, dalam pembaruan hukum acara pidana melalui KUHAP baru, celah tersebut pada prinsipnya ditutup guna memberikan kepastian hukum yang tegas serta mewujudkan asas litis finiri oportet, yaitu setiap perkara harus memiliki titik akhir.

"Yang dulu masih ada upaya hukum kasasi, kini ditutup dalam KUHAP baru. Kalau KUHAP lama masih membolehkan kasasi atau banding, meskipun secara eksplisit aturan baru menyatakan tidak boleh, pendapat para ahli, termasuk Prof. Eddy Hiariej sebagai salah satu penyusun RKUHAP dan pakar lainnya, secara tegas mengatakan bahwa keberadaan aturan baru ini adalah untuk menyempurnakan hukum acara lama. Jadi, jika hukum lama masih memberikan celah untuk mengajukan kasasi, maka celah itu kini ditutup sehingga putusan ini menjadi final," terangnya.

Ketika ditanya mengenai langkah atau tindakan hukum lanjutan pascavonis bebas tersebut, pihak kuasa hukum menegaskan belum mengambil sikap khusus dan memilih berfokus pada rasa syukur serta pengawalan pemulihan hak-hak hukum ketiga kliennya.

"Adapun terkait dengan upaya hukum yang lain, saya sebagai penasihat hukum belum berbicara mengenai hal itu. Yang penting, kita bersyukur terlebih dahulu bahwa putusan ini sudah diambil secara adil dengan melihat fakta-fakta persidangan yang kita saksikan bersama selama ini. Itulah yang menjadi dasar majelis hakim memutuskan. Putusan ini sangat adil dan sesuai dengan fakta persidangan," pungkas Dr. Irpan Suriadiata.

*Putusan Bersifat Final*

Dr. Irpan juga menegaskan sejak putusan vonis bebas dibacakan majlis hakim, maka upaya hukum bersifat final atas putusan bebas yang dijatuhkan kepada tiga kliennya. Sehingga tidak ada upaya hukum yang bisa dilakukan terhadap putusan bebas, baik itu upaya kasasi maupun banding. 

“Putusan bebas ini merupakan putusan yang bersifat final. Dan menutup segala upaya hukum, termasuk banding,” tegasnya.

Lebih lanjut, pengacara senior NTB ini menjelaskan, didalam KUHP yang lama, kalau ada putusan bebas maka upaya hukumnya adalah kasasi. Sementara upaya banding tidak diperbolehkan. Maka dengan hadir KUHP yang baru untuk menyempurnakan. 

“Karena ada kesisruhan terkait dengan namanya putusan-putusan bebas diputus oleh faksi kemudian dibatalkan oleh judex juris, sehingga dalam putusan didalam KUHP yang baru ini ditentukan bahwa terhadap putusan bebas tidak bisa dilakukan upaya hukum kasasi. Itu dalam pasal 299 ayat 2 didalam KUHP yang baru,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, maka langkah upaya hukum kasasi yang dulu perbolehkan sudah ditutup, hal demikian juga dengan upaya banding. Meskipun didalam KUHP yang baru tidak secara implisit disebut tidak boleh banding.

Tetapi menurut pendapat-pendapat ahli hukum telah menjelaskan maksud dari pada kehadiran KUHP yang baru untuk menyempurnakan KUHP yang lama. Yaitu menutup upaya hukum terhadap putusan bebas. 

“Maka putusan bebas ini adalah putusan final tidak ada upaya hukum lagi. Oleh karena itu, maka ketiga orang klien saya ini, sejak hari ini (Rabu,red) adalah telah menerima putusan bebas,”sambungnya seraya mempertegas.

*Vonis Bebas*

Dalam pertimbangan majelis hakim yang dibacakan Irwan Ismail, Hamdan, Indra Jaya Usman, dan M Nashib Ikroman dibebaskan dari semua dakwaan jaksa penuntut umum meskipun terbukti memberikan uang kepada belasan anggota DPRD NTB.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa ketiganya dengan dakwaan subsidaritas yakni dakwaan primer pasal 605 ayat (1) huruf a juncto pasal 127 ayat (1 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kemudian, dakwaan subsider pasal 605 ayat (1) huruf b iuncto pasal 127 avat (1) Undang- undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP Dakwaan lebih subsider pasal 606 ayat (1 juncto pasal 127 Undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP.

Dalam pertimbangan majelis hakim, kekuasaan kewenangan untuk menjalankan program Desa Berdaya ini bukan ranah legislatif. Sehingga pemberian uang dari terdakwa kepada para anggota DPRD NTB dinilai tidak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.

"Menurut hakim, pemberian sesuatu atau hadiah dengan maksud dan tujuan agar tidak melaksanakan atau mempertanyakan program direktif Gubernur (NTB) atau Desa Berdaya yang tertera dalam dokumen pergeseran anggaran," kata hakim anggota, Irwan Ismail.

Sehingga untuk kewenangan yang melekat dalam jabatan para saksi anggota DPRD NTB untuk tidak melaksanakan program direktif Gubernur NTB sebagaimana tujuan pemberian uang oleh terdakwa dianggap tidak terbukti.

Tugas dan wewenang DPRD NTB bukan untuk melaksanakan program tersebut melainkan menqawasi sebagaimana tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Program Desa Berdaya seharusnya dilaksanakan oleh Gubernur NTB, melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang nantinya akan dilaporkan melalui laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ).

DPRD NTB hanya berkewenangan menjalankan fungsi anggaran yakni pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), fungsi legislasi dan fungsi kewenangan. Bukan justru menjalankan program direktif Gubernur NTB.

Terhadap putusan tersebut, jaksa penuntut umum mengaku masih akan pikir-pikir terlebih dahulu.

*Uang yang Disita Dikembalikan ke Saksi*

Diketahui, Hamdan memberikan uang kepada Lalu Irwansyah Triadi sebesar Rp 100 juta melalui sopirnya, Harwoto sebesar Rp 170 juta, dan Nurdin Marjuni sebesar Rp 180 juta.

Dalam amar putusan tersebut, hakim turut menetapkan barang bukti berupa uang Rp 450 juta yang sebelumnya disita iaksa dikembalikan kepada tiga orang itu.

Sementara itu, hakim juga memerintahkan uang yang disita Kejati NTB sebagai barang bukti tersebut dengan total Rp 1,2 miliar yang dibagikan oleh terdakwa Indra Jaya Usman untuk dikembalikan kepada para saksi. Senada, uang yang dibagikan oleh terdakwa Nashib Ikroman sebesar Rp 950 juta juga diminta untuk dikembalikan kepada para saksi. (AM)

]]>
Thu, 06 Aug 2026 04:10:04 +0800 amr
UNSA Gelar Workshop Pengusulan JAD 2026, Dorong Percepatan Karier Akademik Dosen https://amarmedia.co.id/unsa-gelar-workshop-pengusulan-jad-2026-dorong-percepatan-karier-akademik-dosen https://amarmedia.co.id/unsa-gelar-workshop-pengusulan-jad-2026-dorong-percepatan-karier-akademik-dosen UNSA Gelar Workshop Pengusulan JAD 2026, Dorong Percepatan Karier Akademik Dosen

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Universitas Samawa (UNSA) menggelar Workshop Pengusulan Jabatan Akademik Dosen (JAD) Tahun 2026 dengan tema “Strategi Pemenuhan Persyaratan dan Optimalisasi Pengusulan JAD Berdasarkan Regulasi Terbaru”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNSA Selasa 4 Agustus 2026 ini diikuti oleh 92 dosen dari berbagai jenjang jabatan akademik. 

Peserta workshop terdiri atas 67 dosen yang mempersiapkan pengusulan menuju jenjang Lektor Kepala, 15 dosen menuju Lektor, serta 10 dosen menuju Asisten Ahli. Kegiatan menghadirkan narasumber Prof. H. Iwan Jazadi untuk memberikan pendampingan terkait strategi pemenuhan persyaratan dan optimalisasi pengusulan jabatan akademik dosen. 

Mewakili Rektor UNSA, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Ir. Sudirman, S.Pt., M.Si., IPM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kenaikan Jabatan Akademik Dosen bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam penguatan mutu dan daya saing institusi. 

Menurutnya, semakin banyak dosen yang mencapai jenjang akademik lebih tinggi seperti Lektor Kepala dan Guru Besar, maka semakin kuat pula posisi UNSA dalam meningkatkan kualitas akademik, mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), memperkuat akreditasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap universitas. 

Selain berdampak bagi kelembagaan, peningkatan jabatan akademik juga memberikan manfaat bagi pengembangan karier dosen, peningkatan profesionalisme, peluang keterlibatan dalam penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama akademik, hingga peningkatan kesejahteraan melalui berbagai kesempatan profesional sesuai ketentuan yang berlaku. 

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Iwan Jazadi memberikan penguatan mengenai regulasi terbaru pengusulan JAD, optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER), serta strategi penyusunan dokumen dan bukti kinerja tridharma perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam proses pengajuan jabatan akademik. 

Melalui workshop ini, UNSA berharap para dosen semakin siap dalam memenuhi persyaratan pengusulan JAD serta mampu meningkatkan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik bagi perkembangan universitas.

“Kenaikan jabatan akademik dosen harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik dalam sambutannya. (AM/Adrian) 

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:29:38 +0800 amr
Di Tengah Normalisasi Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat https://amarmedia.co.id/di-tengah-normalisasi-tambang-fondasi-ekonomi-ntb-tetap-kuat https://amarmedia.co.id/di-tengah-normalisasi-tambang-fondasi-ekonomi-ntb-tetap-kuat

Di Tengah Normalisasi Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat

Mataram.Amarmedia.co.id – Di tengah normalisasi aktivitas sektor pertambangan setelah berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat tembaga, perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Pada Triwulan II Tahun 2026, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen (year-on-year/y-on-y), menjadikannya provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Indonesia dan tetap berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, berbagai indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren yang semakin membaik. Angka kemiskinan terus menurun, tingkat ketimpangan semakin rendah, kesempatan kerja meningkat, dan pengangguran terbuka tetap berada pada level yang rendah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi NTB mulai ditopang oleh fondasi yang semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Mataram, Rabu (5/8). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah, serta pimpinan perangkat daerah dan instansi vertikal.

Menurut Wahyudin, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB pada Triwulan II Tahun 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp53,91 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp29,89 triliun.

Secara tahunan, ekonomi NTB tumbuh 7,41 persen, sedangkan secara kumulatif selama Semester I Tahun 2026 tumbuh 10,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wahyudin menjelaskan, pertumbuhan pada Triwulan II memang tidak setinggi Triwulan I karena aktivitas pertambangan mulai memasuki fase normalisasi setelah berakhirnya relaksasi ekspor konsentrat tembaga yang sebelumnya memberikan dorongan sangat tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menunjukkan pelemahan ekonomi. Sebaliknya, struktur pertumbuhan NTB justru semakin sehat karena sektor-sektor ekonomi riil tetap tumbuh positif dan menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Selain sektor pertambangan dan penggalian yang masih mencatat pertumbuhan 30,57 persen, sektor industri pengolahan tumbuh 7,45 persen, didorong meningkatnya aktivitas smelter dan industri makanan-minuman. Sementara itu, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 11,42 persen, mencerminkan terus bergairahnya aktivitas pariwisata dan jasa. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa juga meningkat signifikan sebesar 49,42 persen, menunjukkan tingginya daya saing produk NTB di pasar global, terangnya.

Wahyudin menegaskan, data tersebut memperlihatkan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi NTB semakin beragam. Pertumbuhan tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga diperkuat oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan jasa yang terus menunjukkan kinerja positif. Kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Kinerja positif tersebut juga tercermin pada kondisi ketenagakerjaan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja NTB mencapai 3,24 juta orang, meningkat sekitar 5,56 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat menjadi 3,14 juta orang.

Wahyudin menegaskan, Pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 1,07 juta orang atau 33,95 persen dari total penduduk bekerja. Peningkatan kesempatan kerja tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas pertanian. Luas panen padi meningkat dari 13.748 hektare pada Februari menjadi 30.248 hektare pada Mei 2026, sedangkan produksi gabah kering giling melonjak dari 74.984 ton menjadi 158.559 ton.

Pada saat yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTB turun menjadi 2,98 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja NTB tetap mampu menyerap tambahan angkatan kerja di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Perbaikan kondisi ekonomi tersebut juga diikuti dengan membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat. Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin NTB tercatat 11,17 persen, turun 0,21 persen poin dibandingkan September 2025 dan turun 0,61 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Menurut Wahyudin, secara absolut, jumlah penduduk miskin berkurang 26,07 ribu orang dalam setahun, dari 654,57 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 628,50 ribu orang pada Maret 2026. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BPS juga mencatat perbaikan pada indikator pemerataan. Gini Ratio NTB pada Maret 2026 tercatat 0,358, lebih rendah dibandingkan September 2025 sebesar 0,364 maupun Maret 2025 sebesar 0,369. Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia, distribusi pengeluaran masyarakat NTB tetap berada pada kategori ketimpangan rendah, dengan pangsa pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah mencapai 19,57 persen.

Penurunan ketimpangan tersebut menunjukkan bahwa hasil pembangunan semakin dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi global, daya beli kelompok masyarakat berpendapatan rendah tetap terjaga sehingga kesenjangan pengeluaran terus mengecil, terang nya.

Meski demikian, BPS mengingatkan masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu terus diperkuat, terutama dalam meningkatkan proporsi pekerja formal, memperluas kesempatan kerja berkualitas, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah, termasuk kawasan perdesaan.

Rangkaian indikator yang dirilis BPS menunjukkan bahwa perekonomian NTB tidak hanya mampu mempertahankan pertumbuhan yang tinggi di tengah normalisasi sektor pertambangan, tetapi juga semakin berkualitas. Menguatnya sektor-sektor fundamental, meningkatnya kesempatan kerja, menurunnya angka kemiskinan, serta semakin rendahnya ketimpangan menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi daerah semakin kokoh. Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, pungkasnya.(AM/Kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:13:33 +0800 amr
Pemprov NTB Dorong Pedoman Mediasi Sosial untuk Mencegah Konflik Pernikahan Beda Agama https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-pedoman-mediasi-sosial-untuk-mencegah-konflik-pernikahan-beda-agama https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-pedoman-mediasi-sosial-untuk-mencegah-konflik-pernikahan-beda-agama Pemprov NTB Dorong Pedoman Mediasi Sosial untuk Mencegah Konflik Pernikahan Beda Agama

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penyusunan pedoman mediasi sosial sebagai acuan penyelesaian sengketa yang timbul akibat pernikahan beda agama. Pedoman tersebut diharapkan menjadi instrumen pencegahan konflik sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui penyelesaian yang mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hukum serta nilai-nilai keagamaan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. Surya Bahari, M.M.Pd., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Penyusunan Pedoman Penyelesaian Sengketa Pernikahan Beda Agama yang diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Rabu (5/8).

Surya Bahari menegaskan bahwa kerukunan yang selama ini terpelihara di NTB merupakan hasil komitmen bersama seluruh elemen masyarakat yang dibangun melalui dialog, saling menghormati, serta mekanisme penyelesaian konflik yang jelas dan terukur.

Menurutnya, pernikahan bukan hanya menyangkut hubungan dua individu, tetapi juga berkaitan dengan aspek agama, hukum, keluarga, budaya, dan kehidupan sosial. Karena itu, ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan pernikahan beda agama, pendekatan yang dibutuhkan tidak cukup hanya melihat aspek hukum, tetapi juga harus mampu menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

"Isu pernikahan beda agama merupakan persoalan yang kompleks karena berada pada irisan norma agama, hukum negara, adat, dan kehidupan sosial. Karena itu penyelesaiannya memerlukan kebijaksanaan serta dialog yang mengedepankan perdamaian," ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini sebagian besar persoalan yang muncul di NTB dapat diselesaikan melalui musyawarah dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat terkait tanpa harus berujung pada proses litigasi.

Atas dasar itu, Pemprov NTB mengapresiasi inisiatif FKUB NTB menyusun pedoman mediasi sebagai panduan penyelesaian sengketa secara nonlitigasi. Pedoman tersebut diharapkan memberikan kepastian prosedur tanpa memasuki wilayah doktrin agama maupun kewenangan lembaga hukum.

Selain itu, Surya Bahari juga mengingatkan bahwa NTB masih menghadapi persoalan serius tingginya angka pernikahan usia anak yang dalam beberapa kasus juga berkaitan dengan perbedaan agama.

"Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan pedoman penyelesaian sengketa, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret dalam mencegah pernikahan usia anak sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan generasi NTB," katanya.

Sementara itu, Ketua FKUB NTB, Dr. TGH. Subki Sasaki, M.H., mengatakan penyusunan pedoman tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kerukunan masyarakat di tengah kehidupan yang semakin majemuk.

Berdasarkan data FKUB NTB, setiap tahun terdapat sekitar empat hingga lima kasus pernikahan beda agama yang dilaporkan. Namun angka tersebut diyakini belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena banyak persoalan baru terungkap ketika telah berkembang menjadi sengketa.

"FKUB tidak berada pada posisi menentukan boleh atau tidaknya seseorang menikah. Tugas kami adalah memfasilitasi dialog dan mediasi agar persoalan yang muncul tidak berkembang menjadi konflik sosial," ujarnya.

Subki menambahkan, hasil FGD akan dirumuskan menjadi buku pedoman yang selanjutnya diusulkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan regulasi daerah.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian dalam FGD tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. Ahsanul Halik, S.Sos., M.H. yang hadir sebagai salah satu nara sumber.

Dalam paparannya, Aka menegaskan bahwa pembahasannya tidak menyentuh aspek sah atau tidaknya perkawinan beda agama karena hal tersebut merupakan kewenangan hukum negara dan ajaran agama masing-masing. Fokus yang ditawarkan adalah bagaimana pemerintah mampu mencegah konflik sosial yang muncul sebagai dampak dari persoalan tersebut.

Menurut Aka, gagasan itu lahir dari pengalaman empirisnya saat menjabat Camat Cakranegara pada periode 2008–2013, ketika memimpin salah satu wilayah paling heterogen di Kota Mataram.

Ia mengisahkan, beberapa kali menghadapi sengketa yang berawal dari rencana maupun pelaksanaan pernikahan beda agama. Persoalan yang muncul bukan semata-mata menyangkut administrasi perkawinan, tetapi berkembang menjadi konflik antarkeluarga, dugaan penculikan, tuduhan pemaksaan, mobilisasi massa, hingga berpotensi memicu benturan antarwarga apabila tidak segera ditangani.

"Jika ada yang beranggapan pernikahan beda agama tidak pernah memunculkan potensi konflik sosial di NTB, berarti ia belum pernah benar-benar berada di lapangan. Saya mengalami sendiri bagaimana persoalan keluarga dapat berkembang menjadi konflik sosial apabila komunikasi dan mediasi tidak segera dilakukan," ungkap Aka.

Pengalaman tersebut mendorongnya merumuskan Model Forum Mediasi Sosial, sebuah pendekatan yang menempatkan pemerintah daerah, FKUB, aparat keamanan, pemerintah desa atau kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga para pihak sebagai fasilitator penyelesaian sengketa secara damai.

Model ini tidak dimaksudkan untuk menentukan sah atau tidaknya suatu perkawinan, melainkan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui dialog, penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan hak para pihak, serta tetap menghormati hukum negara dan ajaran agama.

Aka menjelaskan, model tersebut dibangun di atas delapan prinsip utama, yakni netralitas, penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, keterbukaan, pencegahan konflik, penghormatan terhadap hukum negara dan agama, penguatan kerukunan, serta kesukarelaan para pihak.

Ia juga menawarkan tahapan mediasi yang dimulai dari deteksi dini oleh kepala lingkungan, verifikasi lapangan, komunikasi kepada keluarga kedua belah pihak, penempatan sementara di lokasi netral apabila diperlukan untuk menjamin keamanan, pelaksanaan mediasi secara bertahap, hingga penyusunan kesepakatan damai yang diikuti pemantauan pascamediasi.

Menurutnya, keberhasilan mediasi tidak hanya diukur dari tercapainya kesepakatan, tetapi dari kemampuan menjaga hubungan sosial masyarakat setelah konflik selesai.

"Pemerintah tidak hadir untuk menentukan benar atau salahnya pilihan seseorang. Pemerintah hadir sebagai fasilitator yang memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai, sehingga keamanan, ketertiban masyarakat, dan kerukunan antarumat beragama tetap terjaga," pungkas Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:09:29 +0800 amr
Semarak HUT RI 81, Hajatkan Pemprov NTB Lebih Dekat dengan Masyarakat https://amarmedia.co.id/semarak-hut-ri-81-hajatkan-pemprov-ntb-lebih-dekat-dengan-masyarakat https://amarmedia.co.id/semarak-hut-ri-81-hajatkan-pemprov-ntb-lebih-dekat-dengan-masyarakat Semarak HUT RI 81, Hajatkan Pemprov NTB Lebih Dekat dengan Masyarakat

Mataram, Amarmedia.co.id - Rabu 5 Agustus 2026-Rapat Koordinasi (Rakor) guna mematangkan persiapan berbagai kegiatan pada HUT RI 81 Provinsi NTB kembali digelar, Rabu (5/8/2026) bertempat di Gedung Sankareang, Kantor Gubernur NTB. Dipimpin Sekda NTB, Abul Chair didampingi Asisten 1 dan Asisten III Seda Prov NTB, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan dari unsur TNI-Polri.

Agendanya penyampaian program kegiatan pada masing-masing bidang dalam SK Panitia Pelaksana Peringatan HUT RI 81 tahun 2026.

Sekda NTB, Abul Chair mengingatkan agar seluruh anggota kepanitian yang sudah dibagi dari unsur Ketua hingga bidang-bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya untuk tetap fojus pada kegiatan-kegiatan yang akan digelar bersama anggotanya termasuk koodinasi intensif dengan mitra bidang yang lain.

Konsentrasi dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing ini dihajatkan untuk terlaksananya dengan sukses dan baik berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan hingga upacara detik-detik pengibaran bendera merah putih termasuk upacara penurunan bendera.

Sekda Abul Chair kembali mengingatkan, bahwa konsep peringatan HUT RI tahun ini akan lebih menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Selain berbagai perlombaan yang lazim digelar, pemerintah juga mengusulkan sejumlah kegiatan baru yang sejalan dengan program nasional.

Melalui momentum HUT RI ini lanjut dia, sesungguhnya ingin menggugah rasa memiliki seluruh masyarakat. Tidak hanya milik Pemprov, Bersama OPD, namun lebih dari itu masyarakat juga turut merasa memiliki arti penting kemerdekaan yang sudah 81 tahun dalam sejarah perjalanan pembangunan bangsa.

Asisten 1 Setda NTB, H Fathul Gani menyampaikan, bahwa setelah mendengar pemaparan dan laporan dari sejumlah bidang termasuk dari unsur TNI-Polri, bahwa pelaksanaan HUT RI 81 2026 yang ditandai dengan berbagai kegiatan semarak yang secara langsung melibatkan masyarakat.

Secara umum masing-masing bidang sudah siap melaksanakan dan menggelar berbagai kegiatan semarak kemerdekaan hingga puncak peringatan pada tanggal 17 Agustus 2026 mendatang yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab bidang masing-masing.

Pada rapat tersebut juga disepakati pakaian peserta upacara yakni mengenakan pakaian adat nusantara. Dan khusus Pegawai P3K Paruh Waktu lingkup Pemprov NTB nantinya dari masing-masing OPD untuk mengambil bagian dalam pembagian dan pengibaran bendera merah putih bagi masyarakat untuk dipasang di tempat tinggal, tempat kerja atau di lokasi-lokasi strategis.

Pada bagian penutup Asisten 1 Fathul Gani mengungkapkan, pada intinya pelaksanaan semarak berbagai kegiatan yang akan digelar memeriahkan HUT Kemerdekaan RI 81 2026 ini ingin mendekatkan kegiatan ini dengan masyarakat, dimana berbagai kegiatan tersebut akan dimulai dari tanggal 7 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat dan aparatur pemerintah termasuk TNI-Polri dihajatkan agar bisa membaur termasuk dengan stand-stand dan Bazar UMKM yang akan digelar. Para pelaku UMKM yang diberikan ruang untuk Bazar bisa memperkenalkan dan menjual produknya sendiri.

Demikian juga pada pelaksanaan detik-detik proklamasi hinga penurunan bendera juga nantinya masyarakat juga hadir. Pada hari itu juga akan digelar hiburan, tarian kolosal NTB dan lomba Jurakan (Panjat Pinang) yang bisa diikuti oleh masyarakat maupun para peserta upacara lainnya.Tak lupa juga sajian kuliner khas para pelaku UMKM NTB juga disiapkan. (AM/her/kominfotik)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 22:00:44 +0800 amr
Gelar Kunjungan Lapangan ke DI Mamak, Komisi II DPRD Sumbawa Temukan Sawah Kekeringan dan Jaringan Irigasi BUM 4 Tidak Berfungsi https://amarmedia.co.id/gelar-kunjungan-lapangan-ke-di-mamak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temukan-sawah-kekeringan-dan-jaringan-irigasi-bum-4-tidak-berfungsi https://amarmedia.co.id/gelar-kunjungan-lapangan-ke-di-mamak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temukan-sawah-kekeringan-dan-jaringan-irigasi-bum-4-tidak-berfungsi Gelar Kunjungan Lapangan ke DI Mamak, Komisi II DPRD Sumbawa Temukan Sawah Kekeringan dan Jaringan Irigasi BUM 4 Tidak Berjalan.

SUMBAWA, Amarmedia.co.id— Menindaklanjuti krisis air irigasi yang mengancam kawasan hilir Daerah Irigasi (DI) Mamak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke wilayah Kecamatan Lape dan Kecamatan Lopok pada Rabu (05/08/2026). Langkah ini merupakan bentuk pengawasan konkret pasca-Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar sehari sebelumnya.

Turunnya tim Komisi II DPRD Sumbawa ini didampingi oleh jajaran Pemerintah Daerah, Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Dinas Pertanian, Camat Lape, KUPT Pengairan DI Mamak, pengurus GP3A, P3A, kelompok tani, serta Kepala Desa Dete, Kepala Desa Hijrah, dan Kepala Desa Labuhan Kuris dan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa.

Air Baru Tiba Siang Hari, Padi Memasuki Fase Kritis

Lokasi pertama yang ditinjau adalah area persawahan di Desa Hijrah yang masuk dalam kawasan jaringan irigasi Bangunan Kuris (BK) 8. Saat rombongan tiba di lokasi pada jam sebelas, debit air yang ditunggu-tunggu oleh para petani belum terlihat mengaliri jaringan irigasi BK 8.

Berdasarkan konfirmasi dari Penyuluh Pertanian dan Kepala BPP Lape, air sebenarnya telah dialirkan dari Bendungan Mamak sejak pukul 06.00 WITA, namun pergerakan air menempuh alur yang cukup lambat dan baru mencapai BK 7 hingga menjelang siang. Tepat pukul 13.00 WITA, pasokan air akhirnya menyentuh BK 8 dan langsung didistribusikan ke area persawahan Desa Hijrah.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup memprihatinkan. Tanaman padi warga rata-rata sudah memasuki fase produksi (keluar bulir/bunting). Akibat kekeringan, hamparan tanah sawah retak dan daun-daun padi mulai menguning sebagai gejala kuat kekurangan pasokan air.

Atas kondisi tersebut, Kepala Desa Hijrah Kamarullah beserta masyarakat petani setempat berharap penuh agar pasokan air yang telah masuk dapat terus dialirkan secara konstan selama tujuh hari ke depan (hingga 12 Agustus 2026). Usulan ini sebagai kompensasi dari kesepakatan rapat sebelumnya, mengingat hitungan rotasi jatah air baru bisa dimulai efektif sejak air benar-benar tiba di lokasi.

Kondisi BUM 4 Prihatin: Tanaman Palawija Terancam dan Jaringan Irigasi Rusak

Rombongan Komisi II DPRD Sumbawa kemudian melanjutkan peninjauan ke Bangunan Unter Malang (BUM) 4. Di titik ini, tidak ada aliran air sama sekali, padahal ratusan hektar lahan sawah palawija di sekitarnya sangat bergantung pada suplai air tersebut. "Saat ini, komoditas kacang hijau milik warga sudah mulai berbuah dan berada pada fase yang sangat membutuhkan pembasahan" ujar Abdul Manan P3A Unter Kedit

Selain kendala debit air, peninjauan di BUM 4 juga menemukan adanya kerusakan fisik pada jaringan saluran primer dan sekunder. Kerusakan infrastruktur ini dinilai memperparah distribusi air sehingga membutuhkan penanganan, perawatan, serta perbaikan teknis secara darurat dari dinas terkait.

Di sisi lain, kondisi ketersediaan air di kawasan Desa Mamak dan sekitarnya terpantau mencukupi. Pemerintah daerah dan DPRD mengimbau para petani di area hulu dengan penuh rasa kekeluargaan dan keikhlasan agar tidak melakukan penahanan atau sabotase air yang dialirkan menuju wilayah hilir di Kecamatan Lape.

Desak Perbaikan Manajemen Distribusi dan Pengetatan Pengawasan

Melihat dinamika sosial serta carut-marut manajemen distribusi air di DI Mamak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mendesak agar segera dilakukan pembenahan tata kelola dan pendistribusian air secara menyeluruh.

"Langkah ini penting untuk memastikan Daerah Jalur Hijau (wilayah yang diizinkan menanam padi) maupun Daerah Jalur Merah (wilayah pertanaman palawija) sama-sama mendapatkan hak suplai air secara adil, terutama pada fase kritis pertumbuhan tanaman saat ini" ujar H Zohran 

Komisi II menekankan pentingnya optimalisasi peran Juru Pintu Air (JPA) dan Petugas Pengairan di sepanjang jalur irigasi. Pengawasan ketat di lapangan mutlak diperlukan untuk mengawal pergerakan air sekaligus mencegah potensi penyerobotan maupun aksi pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (AM)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 18:55:58 +0800 amr
DPRD Kabupaten Sumbawa Desak Penanganan Cepat Krisis Air Irigasi Waduk Mamak Demi Selamatkan Ancaman Gagal Panen di Wilayah Hilir https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-desak-penanganan-cepat-krisis-air-irigasi-waduk-mamak-demi-selamatkan-ancaman-gagal-panen-di-wilayah-hilir https://amarmedia.co.id/dprd-kabupaten-sumbawa-desak-penanganan-cepat-krisis-air-irigasi-waduk-mamak-demi-selamatkan-ancaman-gagal-panen-di-wilayah-hilir DPRD Kabupaten Sumbawa Desak Penanganan Cepat Krisis Air Irigasi Waduk Mamak Demi Selamatkan Ancaman Gagal Panen di Wilayah Hilir

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (Hearing/RDP) bersama unsur Pemerintah Daerah, DPD Tani merdeka Indonesia kabupaten Sumbawa, instansi terkait, serta kelompok tani pada Selasa, 4 Agustus 2026. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma, S.IP., ini secara khusus membahas ancaman serius gagal panen dan penurunan produksi pertanian di daerah hilir Daerah Irigasi (DI) Waduk Mamak, khususnya di Kecamatan Lape

Hearing ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Dinas Pertanian, Dinas PUPR (Bidang SDA), UPT Pengairan, UPT Bendungan Mamak, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, unsur Pemerintah Kecamatan Lape dan para Kepala Desa terdampak, pengurus GP3A/P3A, KP3A NTB, serta DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa 

Disampaikan oleh Ketua DPD Tani Merdeka Syafaruddin SAP, bahwa pada Musim Tanam II (MK I) tahun ini dihadapkan pada ancaman nyata penurunan produktivitas hingga gagal panen. Sekitar 50 hektar lebih lahan produktif—yang mencakup tanaman padi bunting, jagung pada fase pembungaan/pembuahan, serta palawija—di empat desa wilayah hilir mengalami kekeringan dan kekurangan pasokan air secara drastis.

Empat desa yang terdampak paling parah meliputi Desa Lape Tercatat 19 hektar lahan kritis (9 hektar padi bunting, 10 hektar jagung/palawija). Rotasi air 8 hari dinilai terlalu lama oleh petani. Di Desa Dete Tanaman jagung dan kacang hijau seluas kurang lebih 10 hektar di kompleks Dusun Hijrah 2 (BJ 1) kekurangan suplai air pada fase kritis. Sementara Desa Labuhan Kuris Sejumlah kelompok tani (Suka Maju, Unter Liang, Kesaming 1 & 2, serta Sakiki Rara) mengalami kelangkaan air yang parah.

Sedangkan di Desa Hijrah Kondisi paling kritis dengan cakupan lahan seluas 500 hingga 800 hektar (termasuk 200 hektar padi bunting) yang terlambat mendapatkan jatah rotasi air hingga lebih dari dua hari dari jadwal kesepakatan.

Akar Permasalahan di Lapangan:

Berdasarkan temuan DPD Tani Merdeka dan laporan UPT Pengairan, terdapat maraknya aksi pencurian air melalui pelompong liar, penggunaan mesin pompa air ilegal (>30 unit) sepanjang saluran primer dan sekunder, serta perusakan atau pembukaan pintu air secara independen oleh oknum tak bertanggung jawab.

DPD Tani Merdeka juga menyampaikan bahwa Distribusi Tidak Proporsional, Debit air dari hulu sering kali hanya "melintas" dan menyusut drastis sebelum sampai di jaringan hilir (BK 2 hingga BK 9) akibat tidak adanya pengawalan ketat di sepanjang jalur irigasi.

Sementara itu Kepala UPT Bendungan Mamak, Siswanto, melaporkan bahwa elevasi dan tampungan Waduk Mamak berada pada kondisi kritis. Volume air terpaksa dijaga sekitar 1,5 juta meter kubik (sisa elevasi +6 meter di atas batas toleransi minimal dari kondisi normal 80,30 meter), sehingga setiap tetes air harus dikawal secara ketat agar tidak habis di tengah jalan.

Mewakili suara para petani di wilayah hilir, Saparuddin, S.AP. dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa persoalan distribusi air irigasi yang tidak merata ini selalu berulang setiap musim tanam tiba.

Pihaknya menyoroti bahwa kerugian ekonomi yang mengancam rumah tangga petani akan berdampak langsung pada terganggunya target ketahanan dan swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, Tani Merdeka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional air, transparansi jadwal distribusi, penertiban seluruh pelompong atau mesin pompa ilegal, serta perbaikan pintu-pintu air primer dan sekunder yang rusak.

Lima Poin Rekomendasi Resmi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa

Menanggapi dinamika diskusi dan laporan lapangan yang mendesak, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mengeluarkan 5 Keputusan dan Rekomendasi Strategis untuk ditindaklanjuti secara cepat:

Pertama :  sebagai upaya solutif dan Langkah Darurat 1–7 Hari (Jangka Pendek) meminta UPT Pengairan Waduk / Bendungan Mamak dan dinas terkait segera mendistribusikan air secara optimal ke titik-titik kritis dan wilayah terjauh (distalasi) guna menyelamatkan tanaman padi dan palawija agar dapat mencapai sukses panen kedua.

Kedua : Pengaktifan Kembali Satgas Pengawasan Irigasi yang melibatkan Dinas Pertanian, UPT Pengairan, Satpol PP, Polsek (Lape/Lopok), Koramil, pihak Kecamatan, serta perwakilan GP3A/P3A. Satgas ini bertugas melakukan penertiban tegas terhadap seluruh pelompong liar dan mesin pompa air tanpa izin di sepanjang Daerah Irigasi Mamak.

Ketiga:  Pengamanan Khusus oleh BWS NT I. DPRD Kabupaten Sumbawa meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I memberikan pengamanan khusus pada pintu air primer dan sekunder guna menghentikan aksi perusakan serta pencurian air oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sekaligus rutin melakukan pemeliharaan jaringan.

Keempat ; DPRD mendorong optimalisasi hak delegatif Camat agar berbagai persoalan krusial di tingkat wilayah—baik di sektor pertanian, kesehatan, maupun pendidikan—dapat diselesaikan secara cepat dan tepat sasaran.

Kelima:  Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa bersama instansi terkait akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan cross-check kondisi riil serta memantau efektivitas pelaksanaan rekomendasi penyelamatan air irigasi ini.

Ketua Komisi II DPRD kabupaten Sumbawa I Nyoman Wisma mengatakan bahwa solusi yang kita cari."Hearing ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk merumuskan solusi terbaik demi melindungi kepentingan dan kesejahteraan para petani kita di lapangan," tutup Wisma (AM)

]]>
Wed, 05 Aug 2026 12:15:59 +0800 amr
Cari Ketua Baru Periode 2026–2030, TPP KONI NTB Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon https://amarmedia.co.id/cari-ketua-baru-periode-20262030-tpp-koni-ntb-resmi-buka-penjaringan-bakal-calon https://amarmedia.co.id/cari-ketua-baru-periode-20262030-tpp-koni-ntb-resmi-buka-penjaringan-bakal-calon Cari Ketua Baru Periode 2026–2030, TPP KONI NTB Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon

Mataram.Amarmedia.co.id – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi memulai tahapan Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI NTB masa bakti 2026–2030. Proses tersebut menjadi salah satu agenda strategis menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB Tahun 2026.

Dalam rilis yang diterima awak media (RRI.co.id) Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), H. Suhaimi, mengatakan seluruh tahapan telah disusun secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan ketentuan organisasi agar menghasilkan calon pemimpin KONI NTB yang memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen dalam memajukan prestasi olahraga di Nusa Tenggara Barat.

"Tim Penjaringan dan Penyaringan berkomitmen melaksanakan seluruh proses secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel. Kami mengundang putra-putri terbaik yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses pencalonan Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2026–2030 sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar H. Suhaimi Senin, 3 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tahapan penjaringan dimulai dengan kegiatan sosialisasi pada 3–4 Agustus 2026 melalui media cetak, media online, media sosial KONI NTB, serta kepada seluruh anggota KONI NTB.

Selanjutnya, pendaftaran, pengambilan formulir, sekaligus pengajuan dan penyerahan berkas bakal calon dibuka mulai 5 hingga 15 Agustus 2026 di Sekretariat KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Setelah masa pendaftaran berakhir, TPP akan melakukan verifikasi dan validasi berkas pada 7–16 Agustus 2026, sekaligus menyampaikan hasil verifikasi kepada para bakal calon. Tahapan ini bertujuan memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi bakal calon yang masih memiliki kekurangan dokumen, TPP memberikan kesempatan untuk melengkapi berkas persyaratan pada 18 Agustus 2026.

Tahapan berikutnya yakni penyerahan materi paparan visi, misi, dan pokok-pokok program kerja calon Ketua Umum KONI NTB yang dijadwalkan pada 19 Agustus 2026. Materi tersebut nantinya akan menjadi salah satu referensi dalam pelaksanaan Musorprov.

Puncak tahapan TPP berlangsung pada 20–21 Agustus 2026, yaitu penyerahan hasil kerja Tim Penjaringan dan Penyaringan kepada Musyawarah Olahraga Provinsi KONI NTB melalui Pimpinan Sidang Pleno Musorprov sebagai dasar penetapan calon yang akan mengikuti proses pemilihan Ketua Umum.

H. Suhaimi berharap seluruh proses dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh anggota KONI NTB serta insan olahraga di daerah.

"Kami berharap seluruh tahapan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh bakal calon. TPP menjamin proses berlangsung secara adil dan terbuka sehingga Musorprov nanti dapat melahirkan Ketua Umum KONI NTB yang mampu membawa olahraga Nusa Tenggara Barat semakin berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

TPP juga mengimbau kepada seluruh pihak yang berminat untuk mencermati jadwal dan melengkapi seluruh persyaratan administrasi sesuai waktu yang telah ditentukan.

Informasi lebih lanjut mengenai proses Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat masa bakti 2026–2030 dapat diperoleh di Sekretariat KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jalan Bung Hatta Nomor 3, Pajang Timur, Kota Mataram, setiap hari pukul 09.30 WITA hingga 16.00 WITA. (AM)

]]>
Tue, 04 Aug 2026 09:49:58 +0800 amr
Atlet Panahan Sumbawa Sabet Medali di Ajang Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 Gili Trawangan https://amarmedia.co.id/atlet-panahan-sumbawa-sabet-medali-di-ajang-indonesia-world-field-archery-iwfa-2026-gili-trawangan https://amarmedia.co.id/atlet-panahan-sumbawa-sabet-medali-di-ajang-indonesia-world-field-archery-iwfa-2026-gili-trawangan Atlet Panahan Sumbawa Sabet Medali di Ajang Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 Gili Trawangan

Gili Trawangan Lombok Utara NTB.Amarmedia.co.id — Kontingen atlet panahan asal Kabupaten Sumbawa menorehkan prestasi gemilang pada ajang kejuaraan Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026. Ajang bergengsi cabang olahraga panahan luar ruangan (field archery) ini sukses digelar selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 bertempat di destinasi wisata internasional Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejuaraan ini diikuti oleh puluhan pemanah tangguh dari berbagai klub dan akademi panahan di tanah air dan luar negeri, yang harus menaklukkan tantangan medan terbuka khas lanskap Gili Trawangan. Para atlet Sumbawa tampil impresif dan berhasil mendominasi di beberapa kategori bergengsi, baik di nomor Recurve maupun Barebow.

Deretan Prestasi Atlet Sumbawa di IWFA 2026 pada kategori Recurve, persaingan ketat tersaji di nomor Recurve, di mana para pemanah harus menguji akurasi dan ketahanan fisik dalam dua hari perlombaan: Juara 1 diraih Mirza Febrianti P. (CPMA) dengan perolehan skor hari pertama 171 dan hari kedua 127 (Total Skor: 298).

Juara 2 diraih M. Azri Hawwari (CPMA) dengan perolehan skor hari pertama 165 dan hari kedua 129 (Total Skor: 294).

Juara 3 (Medali Perunggu) diraih Farhan dari Syabab Archery Samawa (Kabupaten Sumbawa) sukses mengamankan tempat ketiga setelah mengumpulkan skor hari pertama 138 dan hari kedua 103 (Total Skor: 241).

Pada Kategori Barebow Men (Putra) terjadi pertarungan dramatis terjadi di kelas Barebow Men. Atlet andalan Kabupaten Sumbawa, Agus Subandi, harus melalui proses penentuan yang menegangkan untuk memperebutkan posisi puncak: Juara 1 diraih Ragil Giri (Star Shooter Academy) mencatatkan skor hari pertama 144 dan hari kedua 113 dengan total skor 257.

Juara 2 (Medali Perak) diraih Agus Subandi dari Brotherhood Archery (Kabupaten Sumbawa) memperoleh skor identik, yakni hari pertama 133 dan hari kedua 124 (Total Skor: 257). Karena perolehan total skor akhir imbang (tie), penentuan juara pertama dan kedua akhirnya diputuskan melalui coin toss (undian koin). Atlet asal Sumbawa lainnya, Muhammad Ali dari Mayung Archery harus puas berada di peringkat keempat dengan rincian skor hari pertama 135 dan hari kedua 101 (Total Skor: 236).

Prestasi membanggakan juga dipersembahkan oleh srikandi panahan Sumbawa di nomor Barebow Women Juara 1 diraih  Prabawati (Star Shooter Academy). Juara 2 (Medali Perak) diraih Meifiayan Zakiah dari Komunitas Panahan Sumbawa (KPS) tampil gemilang dan sukses menyabet posisi kedua. Juara 3 (Medali Perunggu): diraih Evi Filsiani (Raja Rumi Radal).

Peran Aktif Wasit Asal Sumbawa di Ajang IWFA 2026

Kesuksesan perhelatan akbar Indonesia World Field Archery (IWFA) 2026 ini juga tidak lepas dari keterlibatan sumber daya manusia berkualitas asal daerah.

Adapun   wasit asal Sumbawa yang turut menyukseskan jalannya kejuaraan tingkat nasional tersebut: Eko Wibowo (Wasit), Muhammad Sirajuddin (Wasit), Firmansyah Malanuang (Wasit), Andi Rahmad (Wasit)  Desy Wijayanti (Wasit) dan M. Jurnawi Fachruddin (COJ / Director of Judges)

Keberhasilan para atlet meraih podium serta keterlibatan para wasit asal Kabupaten Sumbawa di kancah nasional IWFA 2026 ini menjadi bukti nyata atas kerja keras, pembinaan rutin, serta dedikasi tinggi dari insan olahraga di Bumi Samawa, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah olahraga panahan nasional maupun inter nasional yang diselenggarakan di  NTB. (AM)

]]>
Tue, 04 Aug 2026 09:36:35 +0800 amr
KONI Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Daerah Kawal Penetapan Tuan Rumah Tiga Cabor PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-daerah-kawal-penetapan-tuan-rumah-tiga-cabor-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-daerah-kawal-penetapan-tuan-rumah-tiga-cabor-pon-2028 KONI Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Daerah Kawal Penetapan Tuan Rumah Tiga Cabor PON 2028

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengajak Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD, dunia usaha, insan olahraga, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan. Langkah ini penting agar penetapan Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 wilayah NTB–NTT tetap sesuai dengan rencana induk yang telah disusun.

Pernyataan tersebut disampaikan di Sumbawa pada Senin, 3 Agustus 2026. Abdul Rafiq menekankan agar tidak ada perubahan terhadap rencana penyelenggaraan tersebut, mengingat seluruh usulan telah melalui proses perencanaan matang dan menjadi bagian dari *roadmap* PON 2028.

Adapun tiga cabang olahraga yang diusulkan untuk digelar di Kabupaten Sumbawa meliputi Motor Crossbdi Sirkuit Samota, Panahan di Kawasan Samota

Tarung Derajat di GOR Mampis Rungan

Momentum Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Daerah

Menurut Abdul Rafiq, kepercayaan menjadi tuan rumah PON bukan sekadar perhelatan pertandingan olahraga semata, melainkan momentum strategis untuk mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh. Kehadiran ribuan atlet, official, panitia, media, hingga wisatawan dipastikan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Sumbawa.

"Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, perdagangan, hingga pariwisata akan bergerak dan memperoleh manfaat secara langsung," ujar Rafiq.

Selain mendongkrak perekonomian melalui multiplier effect, penyelenggaraan ajang nasional ini juga akan mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur olahraga, memperkuat citra positif Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional, membuka peluang investasi baru, serta menjadi sarana promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.

Perjuangan Bersama untuk Kebanggaan Sumbawa

KONI Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa sinergi dan dukungan dari Pemerintah Daerah bersama DPRD Kabupaten Sumbawa sangat dibutuhkan guna mengawal proses penetapan resmi tersebut. Tujuannya agar Kabupaten Sumbawa benar-benar dikukuhkan sebagai salah satu titik lokasi penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

"Ini bukan semata-mata kepentingan KONI atau insan olahraga saja, tetapi merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Sumbawa. Kesempatan ini akan menjadi warisan berharga bagi kemajuan olahraga daerah," tambahnya.

Melalui kesempatan ini, KONI Sumbawa mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan bergandengan tangan. Dukungan penuh dari masyarakat akan membuktikan bahwa Kabupaten Sumbawa siap menjadi tuan rumah yang sukses, berprestasi, dan membanggakan pada ajang PON XXII Tahun 2028 NTB–NTT. (AM)

]]>
Mon, 03 Aug 2026 21:04:41 +0800 amr
Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al&Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan https://amarmedia.co.id/malam-masrohiyyah-lughowi-ke-8-ponpes-abu-bakar-al-islami-kobarkan-semangat-bahasa-arab-dan-bekali-santri-menuju-kesuksesan https://amarmedia.co.id/malam-masrohiyyah-lughowi-ke-8-ponpes-abu-bakar-al-islami-kobarkan-semangat-bahasa-arab-dan-bekali-santri-menuju-kesuksesan Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al-Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Bakar Al-Islami sukses menggelar Grand Opening Masrohiyyah Lughowi (Pentas Bahasa Arab) Ke-8 pada Minggu (2/8/2026). Mengusung tema "Doa Orang Tua Jalan Menuju Surga dan Ilmu Kunci Kemenangan," kegiatan tahunan ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kompetensi santri, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab dan pengembangan mental tampil di muka umum.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah di lingkungan ponpes ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Muhammad Latif, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari para tokoh penting, alumni, serta pihak yayasan.

Membumikan Kembali Bahasa Arab sebagai Kunci Memahami Agama

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Ponpes Abu Bakar Al-Islami, Ustadz Faiq Soleh Basumbul, dalam sambutannya mengenang kembali sejarah perjalanan peradaban Islam dan peran vital bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu dunia di masa lampau. Ia menekankan bahwa kegiatan Masroiyyah yang telah berjalan hingga tahun ke-8 ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ikhtiar nyata untuk merawat kecintaan santri terhadap bahasa Al-Qur'an tersebut.

"Tujuan akhir dari mempelajari bahasa Arab bukan sekadar menguasai lisan, melainkan agar kita mampu memahami agama Islam secara mendalam. Dengan menguasai bahasa Arab, para generasi terdahulu berhasil menggali hikmah dari Al-Qur'an dan Hadis sehingga menjadi pribadi yang mulia," ujar Ustadz Faiq.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Pondok Pesantren Abu Bakar dan Yayasan Assidiq Alkhairiyyah yang senantiasa memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, sehingga tradisi positif ini dapat terus dijaga dan dikembangkan dari generasi ke generasi.

 Apresiasi Kemenag Sumbawa: Ajang Efektif Asah Kompetensi Santri

Sementara itu, mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Muhibbi hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Ponpes Abu Bakar Al-Islamiyyah dalam menggelar kegiatan kebahasaan ini.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pentingnya lingkungan (bi'ah lughawiyyah) yang kondusif untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di kelas secara langsung. Menurutnya, penguasaan kosakata tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan keberanian untuk langsung menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.

Pihak Kemenag Sumbawa juga mendorong agar kegiatan kompetitif seperti ini dapat terus diperluas cakupannya di masa mendatang, guna melatih mental santri sekaligus menjaring bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di kementerian maupun ajang perlombaan tingkat regional dan nasional.

 Pesan Moral Yayasan: Rida Orang Tua dan Ilmu adalah Fondasi Masa Depan

Ketua Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah, Ustadz Syahid Hanan Bahanan, saat membuka acara secara resmi, mengingatkan para santri—khususnya santri baru—agar senantiasa menjunjung tinggi adab kepada orang tua dan guru.

Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menegaskan bahwa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua, begitu pula sebaliknya. Doa dan restu dari kedua orang tua, yang dipadukan dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu, merupakan kunci utama dalam mengarungi masa depan yang sukses dan penuh keberkahan.

 "Jadikan doa orang tua sebagai jalan melangkah menghadapi masa depan. Kepada santri baru yang baru saja bergabung, jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik pondok pesantren," pesan Ustadz Syarif sebelum memukul gong tanda resmi dibukanya rangkaian acara Masrohiyyah  Lughowi ke 8.

Acara yang turut dihadiri oleh unsur Babinkantibmas Desa Pungka (Syarifudin), Babinsa Desa Pungka (Lalu Husnan), para tokoh masyarakat, wali santri, serta ratusan santri ini akan berjalan selam tiga malam dan ditutup dengan penampilan seni bahasa Arab dari para santri serta penyerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia dan peserta. (AM)

]]>
Mon, 03 Aug 2026 20:35:58 +0800 amr
Soroti Keberadaan PT INTAM, M. Tayeb Dorong Pelibatan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal https://amarmedia.co.id/soroti-keberadaan-pt-intam-m-tayeb-dorong-pelibatan-tenaga-kerja-dan-pengusaha-lokal https://amarmedia.co.id/soroti-keberadaan-pt-intam-m-tayeb-dorong-pelibatan-tenaga-kerja-dan-pengusaha-lokal Soroti Keberadaan PT INTAM, M. Tayeb Rambo Dorong Pelibatan Tenaga Kerja dan Pengusaha Lokal

Sumbawa.Amarmedia.co id– Keberadaan PT INTAM yang tengah menjalankan aktivitas investasi di wilayah selatan Desa Ledang, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah aspirasi mengemuka agar investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat Sumbawa, Muhammad Tayeb atau yang akrab disapa Rambo, didampingi Mastar, Kepala Desa Ledang periode 2016–2022. Menurutnya, investasi di sektor pertambangan pada prinsipnya patut didukung, sepanjang pelaksanaannya mengedepankan keterbukaan, komunikasi yang baik, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Rambo menilai masih terdapat sejumlah harapan masyarakat, khususnya terkait kesempatan kerja bagi putra-putri daerah dan pelibatan pelaku usaha lokal dalam berbagai aktivitas perusahaan.

"Investasi tentu kami dukung demi kemajuan daerah. Namun investasi juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar. Jangan sampai masyarakat yang berada di sekitar wilayah tambang justru menjadi penonton di daerahnya sendiri," ujarnya.

Ia berharap perusahaan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, terutama masyarakat Kecamatan Lenangguar dan wilayah sekitarnya, yang dinilai memiliki kemampuan untuk berkontribusi di sektor pertambangan.

Selain itu, Rambo juga mendorong agar pengusaha lokal dilibatkan dalam penyediaan barang maupun jasa yang dibutuhkan perusahaan. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha daerah akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

"Pengusaha lokal juga harus diberi kesempatan. Dengan demikian roda ekonomi masyarakat akan bergerak dan manfaat investasi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa, khususnya warga Desa Ledang dan sekitarnya," katanya.

Di samping aspek ekonomi, Rambo mengingatkan pentingnya komunikasi yang intensif antara perusahaan dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap tahapan kegiatan perusahaan dapat dipahami masyarakat dan meminimalkan potensi kesalahpahaman.

Ia juga berharap seluruh aktivitas perusahaan, termasuk yang berkaitan dengan kawasan hutan maupun aspek lingkungan, dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi.

Sebagai tindak lanjut atas berbagai aspirasi yang berkembang, Rambo menyatakan akan mengusulkan kepada DPRD Kabupaten Sumbawa agar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan pihak-pihak terkait, termasuk PT INTAM. Menurutnya, forum tersebut dapat menjadi ruang dialog untuk membahas berbagai isu secara terbuka dan mencari solusi yang konstruktif.

"Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama sehingga berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat maupun perusahaan," tegasnya.

Rambo menegaskan, masyarakat tidak menolak investasi yang masuk ke Kabupaten Sumbawa. Sebaliknya, masyarakat mendukung setiap investasi yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Namun demikian, ia berharap setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sumbawa tetap mengedepankan prinsip keadilan, keterbukaan, tanggung jawab sosial, pelestarian lingkungan, serta melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari mitra pembangunan.

Atas hal tersebut pihak PT INTAM merespon positif atas sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat. (AM) 

]]>
Mon, 03 Aug 2026 09:53:05 +0800 amr
BPBD Sumbawa Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan 2026, Siapkan Dropping Air Bersih di 24 Desa https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-rakor-antisipasi-kekeringan-2026-siapkan-dropping-air-bersih-di-24-desa https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-rakor-antisipasi-kekeringan-2026-siapkan-dropping-air-bersih-di-24-desa BPBD Sumbawa Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan 2026, Siapkan Dropping Air Bersih di 24 Desa

Sumbawa, NTB.Amarmedia.co.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi menghadapi potensi kekeringan tahun 2026 bersama unsur TNI/Polri, Balai Wilayah Sungai (BWS), Palang Merah Indonesia (PMI), dan sejumlah pihak terkait.

Rapat koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan dapat meningkatkan suhu di daratan dan berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan di wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST., mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah persiapan, termasuk mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB untuk pembangunan 10 titik sumur bor, khususnya di kawasan permukiman yang rawan mengalami krisis air bersih.

“Dari data yang kami miliki, terdapat 12 kecamatan yang terdampak dengan jumlah 24 desa. Hampir setiap tahun wilayah tersebut mengalami kekeringan, sehingga pendistribusian air bersih harus dilakukan secara rutin,” ujar Muhammad Nurhidayat.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPBD. Karena itu, pihaknya menggandeng Polres Sumbawa, Kodim, PMI, BWS, serta Bank NTB untuk bersama-sama mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, PMI Kabupaten Sumbawa telah melakukan pendataan sekaligus menyusun jadwal pendistribusian air bersih. Dropping air direncanakan mulai dilakukan besok dengan total sekitar 30 tangki selama satu bulan, melalui program bantuan dari PMI Pusat.

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran distribusi di antaranya Hijrah, Kukin, Baru, Lenangguar, Batu Tering, serta wilayah lain yang masuk dalam daftar daerah terdampak.

Dalam pelaksanaannya, setiap unsur telah menyiapkan armada tangki air untuk mendukung distribusi kepada masyarakat. Adapun dukungan armada tersebut terdiri dari:

- Polres Sumbawa: 1 tangki

- TNI: 1 tangki

- BWS: 1 tangki

- PMI: 1 tangki

- BPBD: 2 tangki

- Bank NTB: 1 tangki

Dengan adanya koordinasi lintas sektor tersebut, BPBD Kabupaten Sumbawa berharap distribusi air bersih dapat berjalan efektif dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dapat tetap terpenuhi.

BPBD juga mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:44:50 +0800 amr
Sekda NTB Abul Chair : Pelantikan adalah Pengakuan Kompetensi https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-abul-chair-pelantikan-adalah-pengakuan-kompetensi https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-abul-chair-pelantikan-adalah-pengakuan-kompetensi Sekda NTB Abul Chair : Pelantikan adalah Pengakuan Kompetensi

Mataram.Amarmedia.co.id- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melantik 118 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB pada Jumat (31/7) di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur Provinsi NTB. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair.

Dalam sambutannya, Sekda Abul menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bentuk pengakuan negara atas kompetensi, keahlian, dan profesionalisme aparatur sipil negara. Dari 118 pejabat yang dilantik, sebanyak 99 orang merupakan pengangkatan pertama pada berbagai jabatan fungsional.

“Hari ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang pengakuan negara atas keahlian, kompetensi, dan profesionalisme masing-masing,” tegas Sekda Abul.

Sekda Abul mengungkapkan bahwa beragam jabatan fungsional yang ada mencerminkan semakin kuatnya pengembangan kompetensi aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, seluruh pejabat fungsional diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran, inovasi, dan pengembangan kompetensi.

Menurutnya, keberhasilan tidak cukup hanya dengan meniru praktik baik, tetapi juga harus diiringi dengan upaya mencari referensi, memperkaya pengetahuan, dan terus berinovasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi.

“Jabatan struktural adalah nahkoda organisasi, sedangkan jabatan fungsional menjadi penggerak melalui keahlian dan kompetensinya. Karena itu, saya berharap seluruh pejabat fungsional dapat mendukung pencapaian target kinerja perangkat daerah,” kata Sekda Abul.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Abul juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah. Seluruh aparatur diharapkan mampu memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil pejabat fungsional harus berlandaskan ilmu pengetahuan, standar profesi, data, etika, dan integritas.

“Keputusan yang diambil harus lahir dari ilmu, standar profesi, data, etika, dan integritas, bukan karena tekanan ataupun asumsi,” ujar Sekda Abul.

Sekda Abul berharap seluruh pejabat fungsional menjadi pusat pengetahuan sesuai bidang masing-masing dan mampu menghadirkan solusi bagi organisasi maupun masyarakat.

“Jadilah orang yang dicari karena mampu memberikan solusi, bukan karena memiliki kewenangan,” pesan Sekda Abul.

Menutup sambutannya, Sekda Abul menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat sumber daya manusia yang profesional untuk mendukung pembangunan daerah.

“Provinsi NTB sedang bergerak maju dengan menyiapkan tenaga-tenaga ahli yang diperlukan untuk membawa NTB ke arah yang lebih baik,” tutup Sekda Abul.(AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:39:03 +0800 amr
Sekda NTB: Pelayanan Publik Harus Profesional dan Berintegritas https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-pelayanan-publik-harus-profesional-dan-berintegritas https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-pelayanan-publik-harus-profesional-dan-berintegritas Sekda NTB: Pelayanan Publik Harus Profesional dan Berintegritas

Mataram.Amarmedia.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi maupun kelengkapan fasilitas, tetapi terutama oleh profesionalisme, integritas, dan komitmen aparatur dalam melayani masyarakat. Karena itu, setiap penyelenggara pelayanan publik dituntut menjadikan evaluasi sebagai instrumen perbaikan, bukan sesuatu yang ditakuti.

Penegasan tersebut disampaikan Sekda saat membuka Sosialisasi Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang diselenggarakan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Kamis (30/7/2026).

Menurut Abul Chair, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen terus membangun birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Penilaian yang dilakukan Ombudsman harus dipandang sebagai cermin untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Evaluasi administrasi jangan dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kualitas pelayanan publik," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni profesionalisme, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Konsep pelayanan publik harus mengedepankan profesionalisme, integritas, serta mengutamakan nurani dan akal sehat dalam melayani masyarakat," katanya.

Menurut Sekda, transformasi digital dan kemajuan teknologi memang menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Namun, teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti pelayanan publik.

"Kemajuan teknologi harus tetap diiringi dengan sentuhan kemanusiaan. Senyuman, kesediaan mendengar, kemauan membantu, dan kemampuan memberikan kepastian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelayanan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi," tegasnya.

Abul Chair berharap seluruh perangkat daerah menjadikan hasil penilaian Ombudsman sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mencegah terjadinya praktik maladministrasi.

"Saya berharap melalui sosialisasi ini kualitas pelayanan publik di NTB semakin meningkat, bebas dari maladministrasi, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi NTB, Dwi Sudarsono, menjelaskan bahwa penilaian penyelenggaraan pelayanan publik bertujuan mendorong setiap instansi pemerintah terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penilaian tidak hanya mengukur tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan, tetapi juga menilai kualitas proses pelayanan, persepsi masyarakat terhadap potensi maladministrasi, serta efektivitas pengelolaan pengaduan di setiap instansi.

"Penilaian ini merupakan instrumen untuk mendorong penyelenggara pelayanan publik terus melakukan perbaikan sehingga pelayanan yang diberikan semakin berkualitas dan memenuhi harapan masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai penyelenggara pelayanan publik di Provinsi NTB.

Melalui kegiatan ini, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB bersama Pemerintah Provinsi NTB memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar administrasi, tetapi juga dari hadirnya aparatur yang berintegritas, mampu memberikan kepastian, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap layanan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, evaluasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan birokrasi yang semakin dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (AM/Komimfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 11:33:04 +0800 amr
Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, Pemprov NTB Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Masyarakat https://amarmedia.co.id/cegah-judi-online-dan-pinjol-ilegal-pemprov-ntb-perkuat-mitigasi-dan-perlindungan-masyarakat https://amarmedia.co.id/cegah-judi-online-dan-pinjol-ilegal-pemprov-ntb-perkuat-mitigasi-dan-perlindungan-masyarakat

Cegah Judi Online dan Pinjol Ilegal, Pemprov NTB Perkuat Mitigasi dan Perlindungan Masyarakat

Mataram, 30 Juli 2026—Maraknya pinjaman online ilegal serta judi online menjadi ancaman ekstrem pada masyarakat rentan di NTB. Pemprov NTB bersama Komisi 1 DPRD NTB berupaya mencari solusi pencegahan dan penanggulangan melalui kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Penanggulangan Terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Ilegal serta judi online, bertempat di Ruang Rapat Wane Sekretariat DPRD NTB, Kamis (30/7/2026).

Kepala Diskominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Dr. Ahsanul Halik mengungkapkan, kasus pinjol ilegal dan judol sudah merusak semua sendi kehidupan masyarat baik ekonomi hingga prilaku sosial. Untuk itu dirinya menjelaskan, Pemprov NTB dalam hal ini berfungsi sebagai command center terkait kasus aduan pinjol dan judol.

“Kami di Kominfotik menjadi pusat informasi pengaduan, dan memfasilitasi bahkan mendampingi masyarakat untuk melakukan pelaporan jika diperlukan di pihak berwajib,” ujar Dr. AKA sapaan akrab Kadis Kominfotik ini.

Dr. AKA menambahkan, selain melakukan koordinasi lintas sektoral, Pemprov NTB dibawah Diskominfotik akan melakukan monitoring dan pengawasan pada ruang digital serta memperkuat kerja sama dengan Pihak kepolisian serta kementerian Komdigi RI. Upaya tersebut akan diaplikasikan dengan menggalakan literasi digital secara menyeluruh ke masyarakat.

“Pada kasus judol ilegal ini pencegahannya harus mulai dari hulu sampai hilir. Sebagai mitigasi kita giatkan literasi, disamping melakukan pemetaan aplikasi yang terafilliasi terhadap judol dan pinjol ilegal di NTB,” ungkapnya kemudian.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD NTB TGH Achmad Muchlis menyebut bahwa, Rancangan Peraturan Daerah terkait pinjol illegal dan judol ini merupakan pertama dan satu satunya di Indonesia. Ia menilai hadirnya Raperda ini menjadi bukti komitmen bahwa negara hadir dalam rangka mencegah maraknya pinjol ilegal dan judol.

“NTB termasuk darurat pinjol dan judol maka perlu dibuat peraturan,” tandasnya.

Muchlis juga menyarankan dalam memaksimalkan pencegahan judol dan pinjol ilegal, untuk segera dibentuk Satgas untuk mendeteksi kasus judol dan pinjol ilegal di NTB.

“Setelah Raperda ini disahkan maka perlu Satgas untuk memberantas, terdiri dari dinas atau lembaga terkait. Kami di DPRD khususnya di komisi 1 sudah juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah pemilihan masing masing,” lanjutnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Subdit siber Polda NTB serta tenaga ahli akademisi dari universitas Mataram. (AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:47:40 +0800 amr
Zakat Jadi Instrumen Berdaya, NTB Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem https://amarmedia.co.id/zakat-jadi-instrumen-berdaya-ntb-perkuat-pengentasan-kemiskinan-ekstrem https://amarmedia.co.id/zakat-jadi-instrumen-berdaya-ntb-perkuat-pengentasan-kemiskinan-ekstrem

Zakat Jadi Instrumen Berdaya, NTB Perkuat Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan zakat sebagai instrumen strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem. Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, pengelolaan zakat diarahkan tidak lagi sekadar memberikan bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi menjadi penggerak kemandirian ekonomi sehingga mustahik mampu meningkatkan kesejahteraan, bahkan bertransformasi menjadi muzakki.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program Mustahik Berdaya NTB oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemberdayaan Rumah Layak Huni dan Zakat Kelompok Usaha Produktif yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu malam (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok yang paling rentan.

"Di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga transformatif. Kita ingin mengubah bantuan menjadi peluang, mengubah ketergantungan menjadi kemandirian, dan mengubah potensi yang selama ini terpendam menjadi kekuatan ekonomi yang nyata," ujarnya.

Menurut Wagub, pengentasan kemiskinan ekstrem, khususnya bagi masyarakat pada kelompok Desil 1 dan Desil 2, menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, Program Mustahik Berdaya NTB dan Desa Berdaya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa, terutama di tengah berkurangnya alokasi dana desa dalam beberapa tahun terakhir.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan, termasuk program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Mahani), benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

"Mari kita pastikan bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berhak. Data harus menjadi acuan, sehingga masyarakat pada Desil 1 dan Desil 2 dapat ditangani secara optimal. Dengan demikian, upaya menurunkan angka kemiskinan dapat berjalan lebih efektif," tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Lalu Muhammad Iqbal Murad, memaparkan bahwa pengelolaan zakat produktif di NTB terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sepanjang satu tahun terakhir, distribusi dana zakat produktif meningkat lebih dari 427 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut diikuti dengan bertambahnya berbagai program pemberdayaan. Bantuan Rumah Layak Huni meningkat dari 458 unit pada 2024 menjadi 534 unit pada 2025. Bantuan Gerobak Zakat Kelompok Usaha Produktif juga naik dari 571 unit menjadi 681 unit, sementara penerima bantuan modal usaha bertambah dari 55 orang menjadi 290 orang, dan ditargetkan segera menjangkau 400 mustahik.

Selain bantuan permodalan, BAZNAS NTB memperkuat pemberdayaan melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha. Program tersebut meliputi Z-Auto, Z-Coffee, pelatihan pengelasan, pertukangan untuk mendukung program Mahani, tata boga, operator mesin roti, menjahit, teknisi pendingin udara (AC), hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).

Menurut Iqbal Murad, berbagai program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan penerima manfaat. Rata-rata pendapatan usaha mustahik meningkat antara 150 hingga 200 persen setelah memperoleh intervensi program pemberdayaan.

Lebih menggembirakan lagi, sekitar 15 persen mustahik kini telah bertransformasi menjadi muzakki karena penghasilannya telah melampaui nisab zakat sebesar Rp7,6 juta per bulan. Sementara itu, sekitar 40 persen lainnya telah menjadi munfik atau mutasaddiq yang secara rutin berinfak dan bersedekah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa zakat produktif tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga mampu mengangkat mereka menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Untuk menjaga keberlanjutan program, BAZNAS NTB bekerja samak dengan Bank NTB Syariah dan Bank BPR dalam pendampingan usaha selama enam bulan. Penerima manfaat yang menunjukkan perkembangan usaha secara signifikan akan direkomendasikan memperoleh tambahan modal usaha tanpa margin agar dapat memperluas skala usahanya.

Melalui Program Mustahik Berdaya NTB, Pemerintah Provinsi NTB bersama BAZNAS menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini tidak hanya diharapkan menurunkan angka kemiskinan ekstrem, tetapi juga melahirkan semakin banyak masyarakat yang bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang kelak ikut menguatkan kesejahteraan masyarakat melalui zakat. (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:37:55 +0800 amr
Webminar Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah; Peran Waqaf Perkuat Kemandirian Pangan di Sumbawa https://amarmedia.co.id/webminar-waqaf-untuk-ketahanan-pangan-daerah-peran-waqaf-perkuat-kemandirian-pangan-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/webminar-waqaf-untuk-ketahanan-pangan-daerah-peran-waqaf-perkuat-kemandirian-pangan-di-sumbawa Webminar Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah; Peran Waqaf Perkuat Kemandirian Pangan di Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Salah satu instrumen keuangan sosial dalam Islam utk penguatan dan pemberdayaan ekonomi umat selain zakat adalah waqaf. Jika zakat memiliki ciri spesifik lebih pada sistem keuangan sosial untuk membantu pemenuhan kebutuhan mendesak ashnaf/ penerima manfaat. Waqaf memiliki ciri berbeda yakni pelepasan aset dari pemberi Waqaf (Waqif) untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Paparan ini menjadi muqaddimah yang disampaikan Profesor Raditya Sukmana, SE. MA. sebagai narasumber pada webminar yang diselenggarakan Koperasi Konsumen Syariah (Kopsyah) BMT Insan Samawa bersama Badan Waqaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sumbawa pada Rabu siang, 28 Juli 2026 dengan tema Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah.

Hadir secara online pada agenda tersebut Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemda Sumbawa, Dekan dan perwakilan dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) UTS Sumbawa, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Samawa yang juga sekaligus mewakili Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa, Pengurus BWI Sumbawa, Manajemen BMT Insan Samawa selaku Nazir Waqaf Uang dan perwakilan dari Forum Pondok Pesantren se Kabupaten Sumbawa.

Sebelum sesi pemaparan, Rai Saputra selaku penyelenggara acara mewakili manajemen BMT Insan Samawa dan BWI Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Profesor Raditya Sukmana menjadi narasumber dalam diskusi ilmiah terkait Waqaf untuk Ketahanan Pangan Daerah. Dalam kesempatan tersebut Rai juga memaparkan hajat penyelenggaraan agenda tersebut.

"Inisiasi diskusi ini dilatarbelakangi cukup banyak aset Waqaf di Kabupaten Sumbawa yang tidak terkelola dengan maksimal, di sisi lain kami dari BMT Insan Samawa sebagai Nazir Waqaf Uang juga membutuhkan kemitraan dengan Nazir lain pengelola aset lahan Waqaf agar Waqaf uang di kami produktif. Untuk itu kami membutuhkan input knowledge dari Profesor Raditya selaku pakar Waqaf di Indonesia untuk mengarahkan skema tepat terkait pola kemitraan tersebut." Buka Rai.

Merespon pengantar diskusi, Prof Raditya pada awal paparan mencoba mengkaji tentang peran waqaf untuk pemenuhan hajat masyarakat suatu bangsa. Studi kasus yang coba diulas yakni peran waqaf di era kekhalifahan Turki Utsmani, yang mana Waqaf sangat berperan dalam meng-cover kebutuhan masyakaratnya dari sejak lahir hingga meninggal dunia.

Kemudian paparan berikutnya, Prof Raditya lebih menitikberatkan pada bagaimana sebaiknya pengelola Waqaf atau dalam hal ini Nazir Waqaf seperti BMT Insan Samawa dapat lebih menggalang dana atau aset Waqaf dan mengelola maksimal serta manfaatnya didistribusikan kembali ke masyarakat.

"Keberadaan Nazir Waqaf di daerah berbasis pangan seperti BMT Insan Samawa, yang diberikan legal mengelola aset Waqaf termasuk Waqaf uang, harus dapat menggaet mitra strategis dalam pengelolaan aset Waqaf sehingga dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya dengan menggaet Nazir lain seperti pesantren untuk memanfaatkan lahan produktif Waqaf sebagai lahan budidaya ternak seperti sapi, kambing atau unggas.

Peran kampus dalam hal in menjadi penting sebagai mitra analis kelayakan usaha dan pasar serta pendampingan pola ternak bagi masyarakat pesantren, sehingga diharapkan gerakan kolaboratif ini dapat melahirkan ketahanan pangan bagi pesantren pada khususnya dan daerah pada umumnya." Papar Prof Raditya yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga ini.

Tidak hanya membahas dalam konteks peran waqaf dalam skala kedaerahan, Prof Raditya juga mencoba menilik keunggulan Waqaf untuk skala nasional, yang mana dicontohkan ketika pemusatan lahan Waqaf dapat difokuskan pada satu wilayah luas, maka dapat dibuat satu lahan usaha pengelolaan sapi dari mulai budidaya hingga rumah potong hewan (RPH) dan industrialisasi daging sapi menjadi produk olahan. Adapun skema permodalan dapat dikoneksikan dengan instrumen keuangan negara.

"Skema industrialisasi lahan Waqaf dengan pengembangan usaha budidaya sapi dari hulu ke hilir ini akan sangat membantu dalam membantu negara dalam hajat swasembada pangan. Hal in tentunya akan berdampak pada pengurangan jatah impor daging sapi dan efisiensi keuangan negara." jelas Prof Raditya.

Di sesi terakhir, dibuka sesi diskusi yang diikuti cukup antusias oleh peserta. Isu diskusi yang cukup hangat disinggung baik oleh perwakilan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dan juga Kabag Ekonomi Pemda Sumbawa adalah terkait isu relevansi antara Waqaf dan peremajaan lingkungan di Sumbawa, hal ini terkait maraknya pembabatan hutan secara liar di Sumbawa untuk dialihfungsikan menjadi lahan jagung.

Ibu Diah Anggraeni selaku dekan FEB UTS mencoba menggali terkait kemungkinan pemanfaatan Waqaf untuk hajat penghijauan daerah khususnya wilayah perbukitan seperti Kecamatan Batu Lante melalui skema budidaya kemiri.

"Mohon arahan Pak Prof apakah bisa dana Waqaf digunakan untuk memodali petani kemiri, karena tren panen kemiri di kisaran 5 tahun. Sehingga di masa menunggu tersebut dibutuhkan pembiayaan jasa pengelola (petani) untuk me-maintenance tanaman kemiri, sehingga petani memiliki saving selama masa menunggu dan tidak kembali beralih ke komoditas jagung." tanya Diah.

Dalam sesi yang sama, Ivan selaku Kabag Ekonomi Pemda Sumbawa, juga mempertanyakan konteks Waqaf lahan hutan oleh Pemda sehingga dapat termaksimalkan untuk hajat hijau lestari lahan hijau di Kabupaten Sumbawa.

Menanggapi kedua pertanyaan tersebut, Profesor Raditya memberikan gambaran bahwa sangat memungkinkan lahan hijau diwaqafkan untuk manfaatnya dapat dirasakan sebagai sumber produksi udara bersih dan penguat kontur lahan untuk mencegah erosi dan banjir. Jika dikaitkan dengan pola penanaman kemiri untuk pemanfaatan lahan agar produktif dan menjaga fungsi lahan sebagai penahan erosi dan banjir, Prof Raditya memberikan tips untuk dapat memanfaatkan Waqaf uang yang dikelola Nazir Waqaf Uang seperti BMT Insan Samawa.

"Pemanfaatan Waqaf uang sangat memungkinkan untuk project pertanian atau kehutanan yang menghasilkan seperti kemiri, karena syarat Waqaf uang juga harus produktif. Keberadaan Waqaf uang dapat membiayai mulai dari proses penyiapan lahan, bibit, pembiayaan maintenance hingga panen. Adapun waktu pengembalian pokok dan keuntungan Waqaf dapat disesuaikan dengan siklus usaha, karena skema pengembalian pokok Waqaf tidak diatur secara detil dalam undang-undang. Jadi dikembalikan ke pola usaha berlaku di mana aset Waqaf uang diinvestasikan." tutup Prof Raditya.

Agenda diskusi ilmiah ini menjadi ajang diskusi awal yang diselenggarakan BWI Sumbawa bekerjasama dengan Nazir Waqaf BMT Insan Samawa. Untuk lebih membumikan lagi peran waqaf bagi Tau dan Tana Samawa akan kembali diselenggarakan diskusi selanjutnya baik secara online maupun offline. (AM)

]]>
Fri, 31 Jul 2026 10:09:52 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Alya Illona Koylal, Atlet Taekwondo Dojang Patriot Yang Mewakili Indonesia di MBW International Taekwondo Championship 2026, Malaysia https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-alya-illona-koylal-atlet-taekwondo-dojang-patriot-yang-mewakili-indonesia-di-mbw-international-taekwondo-championship-2026-malaysia https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-alya-illona-koylal-atlet-taekwondo-dojang-patriot-yang-mewakili-indonesia-di-mbw-international-taekwondo-championship-2026-malaysia KONI Sumbawa Apresiasi Alya Illona Koylal, Atlet Taekwondo Dojang Patriot Yang Mewakili Indonesia di MBW International Taekwondo Championship 2026, Malaysia

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id -  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Alya Illona Koylal, atlet Taekwondo Dojang Patriot Kabupaten Sumbawa, yang mendapat kehormatan mewakili Indonesia pada ajang MBW International Taekwondo Championship 2026 yang diselenggarakan di Negeri Sembilan, Malaysia.

Keikutsertaan Alya Illona Koylal merupakan sebuah prestasi yang membanggakan, tidak hanya bagi Dojang Patriot, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kesempatan mengenakan lambang Merah Putih di ajang internasional menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Sumbawa memiliki kualitas, kemampuan, serta daya saing di tingkat dunia.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis 30 Juli menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Alya merupakan hasil dari proses pembinaan yang konsisten, disiplin latihan, serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan latihan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Alya Illona Koylal yang dipercaya mewakili Indonesia pada MBW International Taekwondo Championship 2026 di Malaysia. Ini adalah kebanggaan besar bagi Kabupaten Sumbawa. Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas, dan tunjukkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia, Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Sumbawa,” ujar Abdul Rafiq.

KONI Kabupaten Sumbawa berharap keikutsertaan Alya pada kejuaraan internasional ini menjadi pengalaman berharga yang akan meningkatkan kualitas teknik, mental bertanding, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Kabupaten Sumbawa dari berbagai cabang olahraga untuk terus berlatih, berprestasi, dan berani mengukir nama Indonesia di panggung internasional.

KONI Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk memberikan doa dan dukungan kepada Alya Illona Koylal agar mampu menampilkan performa terbaik, meraih prestasi gemilang, serta membawa pulang kebanggaan bagi Indonesia.(AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 13:11:27 +0800 amr
DKP Sumbawa Tegaskan Perizinan Tambak Udang di Lunyuk Berjalan Sesuai Ketentuan https://amarmedia.co.id/dkp-sumbawa-tegaskan-perizinan-tambak-udang-di-lunyuk-berjalan-sesuai-ketentuan https://amarmedia.co.id/dkp-sumbawa-tegaskan-perizinan-tambak-udang-di-lunyuk-berjalan-sesuai-ketentuan DKP Sumbawa Tegaskan Perizinan Tambak Udang di Lunyuk Berjalan Sesuai Ketentuan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, S.Pi., M.T., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Naeli Zakiyah, S.Pi., M.T., memberikan penjelasan terkait mekanisme perizinan usaha tambak udang serta polemik yang berkembang di Kecamatan Lunyuk. Penjelasan tersebut disampaikan saat menerima audiensi sejumlah wartawan di ruang kerja Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Selasa (28/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Rahmat Hidayat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung iklim investasi yang sehat dan taat aturan. Menurutnya, seluruh proses perizinan usaha tambak harus melalui tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mulai dari kesesuaian tata ruang, persetujuan lingkungan, hingga proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Sementara itu, Naeli Zakiyah menjelaskan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan memiliki kewenangan menerbitkan rekomendasi teknis setelah seluruh persyaratan dasar dipenuhi. 

Rekomendasi tersebut diterbitkan berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang mencakup kesesuaian lokasi, kondisi lahan, struktur tanah, serta perkembangan pembangunan tambak. Setelah rekomendasi teknis diterbitkan, dokumen kembali diunggah ke OSS sebagai bagian dari proses penerbitan Sertifikat Standar Terverifikasi.

Menanggapi polemik yang berkembang di Kecamatan Lunyuk, khususnya terkait salah satu perusahaan tambak yang menjadi perhatian masyarakat, Naeli menjelaskan bahwa persoalan yang sempat muncul bukan berkaitan dengan pelanggaran perizinan, melainkan aktivitas perbaikan rumah pompa pengambilan air laut yang untuk sementara mengganggu akses masyarakat menuju pantai. Ia menegaskan pekerjaan tersebut berada di dalam areal perusahaan dan sebelumnya telah diberitahukan kepada pemerintah desa.

Lebih lanjut, Dinas Kelautan dan Perikanan mengungkapkan bahwa di Kecamatan Lunyuk terdapat tujuh perusahaan tambak yang telah terdaftar dalam OSS, dengan status yang berbeda-beda, mulai dari yang telah beroperasi, masih tahap konstruksi hingga pengadaan lahan. Secara keseluruhan di Kabupaten Sumbawa tercatat sekitar 209 usaha budidaya tambak yang masuk dalam sistem OSS, terdiri atas usaha perorangan maupun badan usaha, termasuk perusahaan PMA dan PMDN.

Di akhir pertemuan, Rahmat Hidayat berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai mekanisme perizinan investasi tambak sehingga tidak berkembang persepsi yang keliru. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong investasi yang memberikan manfaat bagi daerah, namun tetap mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan, perlindungan lingkungan, serta kepentingan masyarakat. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 12:18:14 +0800 amr
Wabup Ansori Buka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung, Tegaskan Kunci Utama Pembangunan Berkualitas di Sumbawa https://amarmedia.co.id/wabup-ansori-buka-pelatihan-dan-sertifikasi-tenaga-ahli-muda-teknik-bangunan-gedung-tegaskan-kunci-utama-pembangunan-berkualitas-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/wabup-ansori-buka-pelatihan-dan-sertifikasi-tenaga-ahli-muda-teknik-bangunan-gedung-tegaskan-kunci-utama-pembangunan-berkualitas-di-sumbawa Wabup Ansori Buka Sertifikasi Konstruksi Gedung, Tegaskan Kunci Utama Pembangunan Berkualitas di Sumbawa

Sumbawa, Amarmedia.comid - 29 Juli 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka secara resmi Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung (Jenjang 7) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Rabu (29/7/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Kepala Balai Bina Jasa Konstruksi dan Pengembangan Kompetensi (BJKPK) Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, para pemangku kepentingan terkait, serta peserta pelatihan dan sertifikasi.

Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini tengah melaksanakan berbagai program pembangunan, baik yang bersumber dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut memerlukan perencanaan yang matang serta didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya agar pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan, jelasnya.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini merupakan upaya untuk menghasilkan tenaga ahli yang unggul, profesional, dan berkompeten di bidang teknik bangunan gedung. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu meningkatkan kapasitas peserta sehingga ilmu dan kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Dengan demikian, para tenaga ahli diharapkan mampu mengawal pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Sumbawa serta mewujudkan bangunan yang berkualitas, aman, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan dan Sertifikasi, Septiya Widiyastuty, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Dinas PUPRPKP Provinsi NTB dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang jasa konstruksi, khususnya Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung. Program ini bertujuan mendukung terwujudnya pembangunan gedung yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Sumbawa menjadi daerah kedua yang menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Ahli Muda Teknik Bangunan Gedung pada tahun ini.

Lebih lanjut, Septiya Widiyastuty, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang telah memenuhi persyaratan. Para peserta berasal dari berbagai instansi pemerintah, perusahaan konsultan, serta praktisi di bidang bangunan gedung di Kabupaten Sumbawa. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir tenaga ahli konstruksi yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi yang mampu mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Kabupaten Sumbawa, tutupnya. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:59:52 +0800 amr
Bupati Sumbawa dan Forkopimda Tinjau Langsung Aktivitas Tambang Rakyat di Kecamatan Lantung https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dan-forkopimda-tinjau-langsung-aktivitas-tambang-rakyat-di-kecamatan-lantung https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dan-forkopimda-tinjau-langsung-aktivitas-tambang-rakyat-di-kecamatan-lantung Bupati Sumbawa dan Forkopimda Tinjau Langsung Aktivitas Tambang Rakyat di Kecamatan Lantung

Lantung, Sumbawa Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke kawasan tambang rakyat di Kecamatan Lantung, Selasa (21/7) lalu

Kegiatan peninjauan ini turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, De. H Budi Prasetyo S.Sos.MAP, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH serta unsur Forkopimda yang terdiri dari Kapolres Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, dan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa. Kehadiran para pimpinan daerah ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi riil aktivitas pertambangan rakyat di lapangan sekaligus membuka ruang dialog interaktif dengan masyarakat dan para penambang setempat.

Fokus pada Legalitas, Keselamatan, dan Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa bersama Forkopimda menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari masyarakat. Berbagai catatan dan masukan ini nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah-langkah penataan pertambangan rakyat yang komprehensif.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menekankan bahwa penataan tambang rakyat harus berpijak pada empat pilar utama, yaitu memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Memberikan perlindungan dan standar keamanan yang layak bagi para pekerja tambang. Mencegah kerusakan lingkungan hidup akibat aktivitas penambangan dan memastikan sektor pertambangan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat sekitar.

 Komitmen Sinergi Lintas Sektor

Kunjungan lapangan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Forkopimda untuk menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat penambang. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor guna mewujudkan tata kelola pertambangan rakyat yang tertib, aman, dan berkelanjutan.

Melalui langkah proaktif ini, diharapkan aktivitas pertambangan di Kecamatan Lantung dapat berjalan secara produktif tanpa mengesampingkan aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, serta kepastian hukum demi mewujudkan Sumbawa yang tertib dan berdaya saing. (AM)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:47:55 +0800 amr
Izin Tambak Udang Disebut "Main Mata"? Ini Jawaban Tegas Kepala DLH Sumbawa https://amarmedia.co.id/izin-tambak-udang-disebut-main-mata-ini-jawaban-tegas-kepala-dlh-sumbawa https://amarmedia.co.id/izin-tambak-udang-disebut-main-mata-ini-jawaban-tegas-kepala-dlh-sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa proses perizinan usaha budidaya tambak udang di Kabupaten Sumbawa dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan tidak ada ruang bagi praktik permainan perizinan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya pada 28 Juni 2026, menanggapi berkembangnya isu dugaan permainan izin lingkungan pada sejumlah usaha tambak di wilayah pesisir Kabupaten Sumbawa.

Menurut Pipin, seluruh dokumen lingkungan diproses melalui sistem perizinan berbasis elektronik dan melibatkan berbagai instansi teknis sesuai kewenangan masing-masing. 

Oleh karena itu, izin tidak dapat diterbitkan apabila persyaratan maupun dokumen yang dipersyaratkan belum terpenuhi.

"Kalau semua persyaratan sudah memenuhi ketentuan, tentu akan diproses. Tetapi kalau tidak sesuai aturan, tidak mungkin izin bisa diterbitkan. Semua melalui tahapan dan pembahasan lintas sektor, sehingga tidak ada proses yang dilakukan secara sepihak," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme perizinan saat ini disesuaikan dengan tingkat risiko usaha. Untuk usaha dengan risiko rendah, proses dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sedangkan usaha dengan skala lebih besar akan melalui tahapan pembahasan yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari aspek tata ruang, pemanfaatan ruang laut, hingga dokumen lingkungan.

Menurutnya, pemanfaatan ruang laut dengan luasan tertentu juga menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga tidak seluruh proses berada pada kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Selain proses perizinan, DLH juga secara rutin melaksanakan pengawasan terhadap kegiatan budidaya tambak. Pengawasan dilakukan melalui monitoring berkala, pemeriksaan secara sampling, evaluasi kepatuhan terhadap dokumen lingkungan, serta tindak lanjut atas setiap laporan masyarakat.

"Kalau ada laporan masyarakat, kami pasti turun ke lapangan. Kami mengecek apakah kegiatan di lapangan sudah sesuai dengan dokumen lingkungan yang dimiliki perusahaan. Kalau ada ketidaksesuaian tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Pipin mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan koordinasi terkait tata kelola perizinan lingkungan di Kabupaten Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, DLH telah menyerahkan data yang diminta sebagai bentuk transparansi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menambahkan, setiap perusahaan yang telah memiliki dokumen lingkungan juga memiliki kewajiban melaksanakan seluruh komitmen yang tercantum dalam dokumen tersebut, termasuk pengelolaan limbah, pemantauan kualitas lingkungan, serta penyampaian laporan secara berkala kepada pemerintah.

Apabila dalam pengawasan ditemukan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap dokumen lingkungan, pemerintah akan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Namun apabila pelanggaran tetap terjadi, maka penanganannya akan dilakukan sesuai ketentuan dan kewenangan instansi yang berwenang.

Pipin juga menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini menjadi salah satu daerah yang sangat diminati investor sektor budidaya udang karena memiliki potensi sumber daya alam yang baik, kualitas perairan yang mendukung, serta kondisi geografis yang dinilai sangat potensial untuk pengembangan akuakultur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap mengedepankan keseimbangan antara investasi dan perlindungan lingkungan hidup.

"Kami mendukung investasi karena memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Tetapi seluruh pelaku usaha wajib mematuhi aturan lingkungan. Pengawasan akan terus dilakukan agar kegiatan budidaya berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar," pungkas Pipin.

DLH Kabupaten Sumbawa juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan. Setiap laporan yang diterima akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Sumbawa. (AM/Jhe)

]]>
Thu, 30 Jul 2026 11:37:18 +0800 amr
Sekda Sumbawa Beri Apresiasi Tinggi Kontingen PORPROV XII NTB 2026: Tonggak Kebangkitan Olahraga Menuju PON 2028 https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-beri-apresiasi-tinggi-kontingen-porprov-xii-ntb-2026-tonggak-kebangkitan-olahraga-menuju-pon-2028 https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-beri-apresiasi-tinggi-kontingen-porprov-xii-ntb-2026-tonggak-kebangkitan-olahraga-menuju-pon-2028 Sekda Sumbawa Beri Apresiasi Tinggi Kontingen PORPROV XII NTB 2026: Tonggak Kebangkitan Olahraga Menuju PON 2028

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id— Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan ucapan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, serta seluruh pihak yang telah berjuang, mendedikasikan tenaga dan pikiran, serta mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul tuntasnya rangkaian perhelatan olahraga terbesar di tingkat Provinsi NTB yang ditutup secara resmi pada akhir Juli 2026 ini.

Berdasarkan data, total medali yang berhasil diborong kontingen Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB 2026 meningkat tajam menjadi 195 medali, naik dari perolehan sebelumnya yang berjumlah 130 medali pada tahun 2023.Rincian medali membanggakan tersebut terdiri atas 54 medali emas, 59 medali perak, dan 82 medali perunggu.

Sekda Sumbawa menegaskan bahwa perjuangan para patriot olahraga dari Bumi Sabalong Samawa patut diapresiasi, terlepas dari dinamika dan ketatnya persaingan antarkabupaten/kota. Menurutnya, keringat dan kerja keras yang ditunjukkan oleh para atlet di arena pertandingan adalah wujud nyata dari kecintaan terhadap daerah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga jajaran pengurus KONI Sumbawa. Kalian telah berjuang habis-habisan membawa nama baik dan kehormatan Kabupaten Sumbawa di kancah regional," ujar Dr. Budi Prasetyo Rabu 29 Juli 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ajang PORPROV XII NTB 2026 ini bukan sekadar panggung untuk meraih medali semata, melainkan momentum penting untuk mengukur peta kekuatan pembinaan prestasi olahraga jangka panjang. Terlebih lagi, Provinsi NTB saat ini bersiap mengemban amanat besar sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.

Oleh karena itu, hasil dari PORPROV 2026 akan dijadikan bahan evaluasi dan acuan strategis oleh Pemkab Sumbawa bersama KONI untuk membenahi sistem pembinaan atlet lokal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan perhatian terhadap peningkatan sarana, prasarana, serta kualitas pelatihan cabang olahraga unggulan, agar ke depannya para atlet Sumbawa dapat menjadi tulang punggung kontingen NTB di kancah nasional maupun internasional.

Agenda Terdekat di Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB

Dikatakannya, menyongsong pertengahan hingga akhir tahun 2026, berikut adalah beberapa agenda penting dan strategis yang akan dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan lingkup Pemerintah Provinsi NTB:

Evaluasi Pasca-PORPROV dan Pemetaan Atlet PON 2028 (Agustus 2026):

KONI Provinsi NTB bersama KONI Kabupaten/Kota menjadwalkan konsolidasi lanjutan untuk mengidentifikasi potensi perolehan medali secara presisi serta memasukkan atlet-atlet terbaik hasil PORPROV XII ke dalam pemusatan latihan jangka panjang menuju PON 2028.

Penyambutan Rute "Sail Indonesia 2026" di Teluk Saleh (September 2026):

Kabupaten Sumbawa kembali dipercaya masuk dalam rute internasional Sail Indonesia 2026. Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa tengah mempersiapkan penyambutan serta promosi destinasi wisata unggulan, khususnya kawasan Teluk Saleh dan situs-situs sejarah lokal bagi para yachter mancanegara.

Akselerasi Program Pembangunan dan Mitigasi Kekeringan:

Menindaklanjuti arahan strategis pemerintah daerah dan provinsi, fokus kebijakan daerah diarahkan pada penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi sektor pertanian/irigasi, serta mitigasi wilayah rawan kekeringan di beberapa titik di Kabupaten Sumbawa.

Agenda Rutin Pemerintahan dan Penguatan Fiskal Daerah:

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memacu realisasi target pendapatan daerah semester kedua serta menuntaskan sinkronisasi program pembangunan pascaditetapkannya sejumlah peraturan daerah baru pada masa sidang legislatif pertengahan tahun ini. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 19:00:28 +0800 amr
Turun Langsung ke Konstituen, I Nyoman Wisma Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Energi di Dapil II Sumbawa https://amarmedia.co.id/turun-langsung-ke-konstituen-i-nyoman-wisma-serap-aspirasi-infrastruktur-hingga-energi-di-dapil-ii-sumbawa https://amarmedia.co.id/turun-langsung-ke-konstituen-i-nyoman-wisma-serap-aspirasi-infrastruktur-hingga-energi-di-dapil-ii-sumbawa Turun Langsung ke Konstituen, I Nyoman Wisma Serap Aspirasi Infrastruktur hingga Energi di Dapil II Sumbawa

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), I Nyoman Wisma, S.I.P., baru saja merampungkan rangkaian kegiatan reses untuk menyerap langsung berbagai aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Sumbawa. Agenda penyerapan aspirasi ini dilaksanakan mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2026 dengan dihadiri oleh jajaran aparat desa serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Sebagai informasi, Dapil II Kabupaten Sumbawa meliputi sembilan wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Lopok, Lape, Lenangguar, Lunyuk, Orong Telu, Moyo Hulu, Lantung, dan Ropang.

Dalam lawatan reses kali ini, I Nyoman Wisma mendengarkan secara seksama berbagai persoalan krusial yang dihadapi warga di lapangan. Berbagai isu strategis mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, akses penunjang sektor pertanian, hingga ketersediaan energi bersubsidi menjadi sorotan utama yang disampaikan oleh masyarakat di sejumlah titik kunjungan.

Usulan dan aspirasi prioritas yang disampaikan oleh warga di beberapa titik kunjungan reses diantaranya adalah di Desa Mama, Kecamatan Lopok; Masyarakat Desa Mama menyampaikan empat poin utama usulan pembangunan kepada sang legislator PDIP ini yakni perbaikan dan pembangunan infrastruktur simpang jalan negara Langam–Brora–Mama,Penanganan serius terhadap masalah kelangkaan LPG 3 kg yang dirasakan warga, Pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani guna memperlancar distribusi hasil pertanian. Perbaikan serta pembangunan saluran irigasi tersier demi mengoptimalkan suplai air ke lahan-lahan pertanian warga.

Saat Reses di Dusun Ngali, Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape. Warga di Dusun Ngali menitipkan tiga aspirasi penting kepada wakil rakyat mereka yaitu Peningkatan infrastruktur jalan simpang negara Lape–Labuhan Kuris–Ngali–Labuhan Trata.Solusi atas permasalahan distribusi dan kelangkaan LPG bersubsidi 3 kg.

Pembangunan serta pengerasan jalan lingkungan untuk kenyamanan mobilitas warga.

Sementara reses di Desa Lopok, Kecamatan Lopok. Masyarakat Desa Lopok memfokuskan usulan mereka pada tiga kebutuhan mendasar yaitu peningkatan kualitas dan pengerasan jalan lingkungan desa, pembukaan dan perbaikan jalan usaha tani, Penataan distribusi dan pengendalian harga LPG 3 kg di tingkat pengecer.

Selanjutnya di Desa Ranan, Kecamatan Ropang. Sebagai wilayah dengan tantangan geografis yang cukup menantang, warga Desa Ranan menyampaikan lima usulan strategis untuk membuka keterisoliran dan mendongkrak ekonomi lokal yaitu Penanganan masalah kelangkaan LPG 3 kg.Pembangunan jalan usaha tani untuk memudahkan akses petani menuju kebun, Peningkatan aksesibilitas jalur jalan Ropang–SJR, pembangunan akses penghubung jalan Lantung–Ropang. Pembangunan jembatan Labangkar yang sangat vital bagi konektivitas dan keselamatan lalu lintas antarwilayah.

Komitmen Wakil Rakyat

Menanggapi berbagai masukan, keluhan, dan usulan yang disampaikan oleh para konstituennya, I Nyoman Wisma, S.I.P. menegaskan komitmen penuhnya. Seluruh catatan aspirasi tersebut akan dihimpun ke dalam laporan reses DPRD sehingga menjadi bagian pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk diperjuangkan secara maksimal melalui lembaga legislatif dalam setiap pembahasan anggaran maupun kebijakan pembangunan daerah.

"Atas berbagai aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat, kami dari lembaga legislatif akan berjuang semaksimal mungkin agar kepentingan dan kebutuhan masyarakat dapat terealisasi demi kemajuan bersama di Dapil II khususnya dan Kabupaten Sumbawa pada umumnya tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin harmonis antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga pemerataan pembangunan serta kesejahteraan warga di Kabupaten Sumbawa dapat segera terwujud secara nyata. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 18:19:54 +0800 amr
Warga Kecamatan Lape Desak Perbaikan Jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata saat Reses Syukri HS https://amarmedia.co.id/warga-kecamatan-lape-desak-perbaikan-jalan-labuhan-kuris-ngali-labuhan-terata-saat-reses-syukri-hs https://amarmedia.co.id/warga-kecamatan-lape-desak-perbaikan-jalan-labuhan-kuris-ngali-labuhan-terata-saat-reses-syukri-hs Warga Kecamatan Lape Desak Perbaikan Jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata saat Reses Syukri HS

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Akses jalan yang menghubungkan Desa Labuhan Kuris, Ngali, hingga Labuhan Terata kini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Keluhan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat Kecamatan Lape dalam kegiatan Reses II Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Fraksi Partai Golkar Syukri HS, A.Ma. 

Warga mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur jalan di wilayah pesisir tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu mobilitas harian. Padahal, jalur Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata merupakan urat nadi perekonomian warga lokal, khususnya dalam mengangkut hasil laut dan pertanian.

"Kondisi jalan saat ini rusak berat dan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Kami sangat berharap Pemkab Sumbawa melalui dana aspirasi maupun APBD dapat memprioritaskan pengaspalan atau perbaikan jalan ini," ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat saat sesi dialog reses.

Selain akses utama antardesa, warga juga menyuarakan penataan dan pembenahan jalan lingkungan di pemukiman warga. Banyak titik jalan lingkungan yang belum tersentuh paving block mau pun pengaspalan, sehingga kerap tergenang air dan berdebu.

Menanggapi keluhan tersebut, Syukri HS, A.Ma.menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat Lape agar masuk dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD serta diprioritaskan dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah.

"Masalah jalan Labuhan Kuris – Ngali – Labuhan Terata ini adalah kebutuhan vital masyarakat, bukan lagi sekadar keinginan. Begitu juga dengan perbaikan jalan lingkungan yang menyangkut kenyamanan warga sehari-hari. Semua aspirasi ini sudah saya catat dan akan kita perjuangkan secara maksimal di forum DPRD," tegas Syukri.

Melalui kegiatan Reses II ini, diharapkan sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan infrastruktur di Kecamatan Lape demi mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi warga. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 17:36:33 +0800 amr
Serap Aspirasi Warga Desa Sebasang, Anggota DPRD Sumbawa Kaharuddin Egon Komit Perjuangkan Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-warga-desa-sebasang-anggota-dprd-sumbawa-kaharuddin-egon-komit-perjuangkan-infrastruktur-hingga-pemberdayaan-ekonomi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-warga-desa-sebasang-anggota-dprd-sumbawa-kaharuddin-egon-komit-perjuangkan-infrastruktur-hingga-pemberdayaan-ekonomi Serap Aspirasi Warga Desa Sebasang, Anggota DPRD Sumbawa Kaharuddin Egon,Komit Perjuangkan Infrastruktur hingga Pemberdayaan Ekonomi

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Partai Gelora, Kaharuddin  akrab disapa Egon  kembali turun langsung ke tengah masyarakat guna melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi warga. Pada Reses II tersebut titik kunjungan menyasar Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kabupaten Sumbawa.

Dalam reses tersebut, berbagai usulan krusial disampaikan oleh masyarakat setempat, mulai dari infrastruktur dasar, fasilitas keagamaan, sarana adat, hingga alat penunjang sektor pertanian.

Aspirasi Infrastruktur di Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B

Saat bertatap muka dengan warga di Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B, Kaharuddin Z mendengarkan sejumlah keluhan dan harapan prioritas terkait konektivitas wilayah dan fasilitas umum, di antaranya pengaspalan Jalan Lingkungan,penghubung utama antara Dusun Ketanga dan Dusun Sebasang B.

Sementara Pemasangan Paving Block diusulkan untuk area RT 03 Dusun Ketanga guna memperlancar akses lingkungan warga.Juga harapan petani agar ada peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) meliputi JUT Laboran dan JUT Caluning di Desa Sebasang guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian.

Terkait fasilitas Dusun Sebasang B Masyarakat meminta pengadaan kursi adat, bantuan bibit sapi untuk penguatan ekonomi kerakyatan, pemasangan pagar kuburan, pemerataan tanah area pemakaman, serta pembangunan gerbang dan tempat wudhu masjid setempat.

Aspirasi Sektor Pertanian dan Ekonomi di Dusun Seminar 

Selanjutnya itu, pada Rabu (22/7) lalu, saat melaksanakan reses di Dusun Seminar Desa Sebasang, aspirasi yang mendominasi berkaitan erat dengan kebutuhan alat-alat produktif dan penunjang kerja harian warga. Masyarakat setempat menyampaikan usulan berupa bantuan Alat Pertanian dan Pertukangan meliputi gerobak dorong (gledek), alat perbengkelan, serta perlengkapan alat pertukangan. Warga kembali menegaskan pentingnya pembangunan serta perbaikan jalan usaha tani, perbaikan jalan lingkungan, hingga bantuan alat mesin pertanian modern berupa hand tractor guna mempermudah pengolahan lahan warga.

Menanggapi berbagai usulan dan catatan penting dari masyarakat di Desa Sebasang tersebut, Kaharuddin Z menyatakan komitmen penuhnya. Sebagai wakil rakyat dari Dapil 2, ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan melalui forum reses ini akan dikawal dan diperjuangkan secara maksimal agar dapat masuk ke dalam program pembangunan daerah Kabupaten Sumbawa ke depan. (AM)

]]>
Wed, 29 Jul 2026 17:25:51 +0800 amr
Lonjakan Prestasi Olahraga Sumbawa di Porprov XII NTB 2026: Bukti Nyata Kerja Keras Atlet dan Sinergi Daerah https://amarmedia.co.id/lonjakan-prestasi-olahraga-sumbawa-di-porprov-xii-ntb-2026-bukti-nyata-kerja-keras-atlet-dan-sinergi-daerah https://amarmedia.co.id/lonjakan-prestasi-olahraga-sumbawa-di-porprov-xii-ntb-2026-bukti-nyata-kerja-keras-atlet-dan-sinergi-daerah Lonjakan Prestasi Olahraga Sumbawa di Porprov XII NTB 2026: Bukti Nyata Kerja Keras Atlet dan Sinergi Daerah

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta KONI Kabupaten Sumbawa atas perjuangan gemilang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam keterangannya menilai bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan wujud nyata dedikasi para pahlawan olahraga daerah. "Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemantik semangat untuk terus melahirkan atlet-atlet yang berdaya saing tinggi, sekaligus menginspirasi generasi muda Tana Samawa dalam mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera" ujar Bupati Jarot Senin 27 Juli 2026.

Peningkatan Signifikan Perolehan Medali Kontingen Sumbawa

Komitmen dan kerja keras kontingen Kabupaten Sumbawa di arena pertandingan berbuah manis dengan melonjaknya perolehan medali secara signifikan dibandingkan ajang Porprov tahun 2023.

Berdasarkan data, total medali yang berhasil diborong kontingen Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB 2026 meningkat tajam menjadi 195 medali, naik dari perolehan sebelumnya yang berjumlah 130 medali pada tahun 2023.

Rincian medali membanggakan tersebut terdiri atas 54 medali emas, 59 medali perak, dan 82 medali perunggu.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa peningkatan angka ini merupakan buah dari kedisiplinan, keringat, dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh seluruh keluarga besar olahraga Sumbawa.

Pemerataan Pembinaan dan Ukiran Sejarah Baru

Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan keikutsertaan dalam beberapa cabang olahraga—di mana Sumbawa hanya mengikuti 37 dari total 51 cabang olahraga yang dipertandingkan—potensi atlet daerah tetap terpancar melalui berbagai pemecahan rekor dan sejarah baru.

Sejumlah cabang olahraga sukses menorehkan tinta emas pada Porprov kali ini, di antaranya:

Cabang Renang: Mencatatkan sejarah baru dengan mempersembahkan medali emas dan perak serta memecahkan rekor, setelah sebelumnya belum pernah meraih medali di ajang Porprov.

Cabang Balap Sepeda: Sukses mengamankan raihan dua medali emas bagi kontingen Sumbawa.

Cabang Bulu Tangkis: Berhasil memboyong tiga medali emas sekaligus secara bersejarah.

Cabang Panahan sukses meraih medali Emas empat pada divisi Barebow, compound dan Recurve. 

Selain itu, pemerataan prestasi juga terlihat dari persebaran medali yang kini merata ke hampir seluruh cabang olahraga yang diikuti. Hal ini menunjukkan keberhasilan sistem pembinaan atlet di Kabupaten Sumbawa yang tidak lagi bertumpu pada satu atau dua cabang unggulan saja.

Komitmen Pemkab Sumbawa untuk Masa Depan Olahraga

Menanggapi hasil akhir dan masukan dari KONI Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut baik berbagai catatan evaluasi serta langkah introspeksi yang konstruktif. Ke depannya, seluruh hasil dari ajang Porprov XII NTB 2026 ini akan dikaji secara menyeluruh untuk terus menyempurnakan sistem pembinaan prestasi olahraga di Bumi Samawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan perhatian optimal bagi para insan olahraga, demi memastikan kesinambungan prestasi dan kejayaan olahraga Sumbawa di kancah regional maupun nasional. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 16:06:40 +0800 amr
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik dan Kepercayaan Masyarakat https://amarmedia.co.id/igpr-summit-2026-perkuat-komunikasi-publik-dan-kepercayaan-masyarakat https://amarmedia.co.id/igpr-summit-2026-perkuat-komunikasi-publik-dan-kepercayaan-masyarakat IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik dan Kepercayaan Masyarakat

Mataram, Amarmedia.co.id - Senin, 27 Juli 2026- Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 resmi dibuka pada Senin (27/7/2026) di Hotel Lombok Plaza, Nusa Tenggara Barat (NTB).

IGPR Summit 2026 ini mengusung tema “Government Public Relations in the Digital & AI Era: Strengthening Public Communication and Public Trust”, diharapkan forum nasional ini menjadi ruang kolaborasi bagi insan humas pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik yang adaptif, profesional, dan terpercaya di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial Intelligence (AI).

Tidak kurang dari 35 peserta yang mengampu tugas-tugas kehumasan hadir pada kegiatan tersebut. Diantaranya dari perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, serta insan humas pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, bertindak mewakili Gubernur NTB menegaskan, bahwa tantangan humas pemerintah saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat.

“Tantangan pemerintah saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Tantangan yang sesungguhnya adalah membangun kepercayaan. Informasi dapat dibuat dalam hitungan detik, tetapi kepercayaan hanya lahir melalui konsistensi, keterbukaan, integritas dan kerja nyata yang dibangun dalam waktu yang panjang,” ujar Doktor AKA sapaan akrabnya.

Menurut Aka, perkembangan AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar pemerintahan.

“Kecerdasan AI tidak akan pernah menggantikan kejujuran, tidak akan pernah menggantikan empati, tidak akan pernah menggantikan integritas, dan tidak akan pernah menggantikan hati nurani seorang pelayan publik. Teknologi hanyalah alat, yang menentukan arah penggunaannya tetaplah manusia,” AKA menegaskan.

AKA juga menekankan, bahwa keberhasilan komunikasi pemerintah tidak diukur dari banyaknya publikasi maupun konten yang viral melainkan juru bicara yang kuat, profesional, dan kredibel, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan-kebijakan strategis nasional perlu dikomunikasikan secara konsisten sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh, benar, dan tidak menimbulkan ruang bagi disinformasi.

“Keberhasilan komunikasi pemerintah diukur dari satu hal yang jauh lebih penting, yaitu apakah masyarakat semakin percaya kepada pemerintah,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pranata Humas Indonesia (Sekjen DPP Iprahumas), mewakili Ketua Umum Iprahumas Pusat, Dr. Mayrianti Annisa Anwar, menilai IGPR Summit 2026 merupakan forum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang terbuka dan dipercaya publik.

“Ukuran keberhasilan komunikasi publik adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan itu terbangun, berbagai program pemerintah akan lebih mudah dipahami, diterima, dan didukung oleh publik,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh insan humas pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas kolaborasi lintas sektor.

“Apabila humas pemerintah mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai perkembangan teknologi termasuk pemanfaatan AI, serta tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan pelayanan publik, maka humas akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Iprahumas NTB, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag mengingatkan, bahwa di tengah derasnya arus informasi, humas harus menjadi sumber informasi yang kredibel sekaligus penyejuk bagi masyarakat.

“Kepercayaan publik merupakan modal utama komunikasi pemerintah. Humas yang baik bukanlah humas yang paling keras suaranya, melainkan humas yang paling dipercaya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa humas harus mampu hadir lebih cepat dalam memberikan informasi resmi agar ruang publik tidak dipenuhi spekulasi maupun disinformasi.

Ketua Iprahumas NTB, Suhirman Adita, melaporkan antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, forum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan komunikasi publik pemerintah sekaligus momentum penyusunan karya ilmiah nasional.

“Target besar yang ingin kita capai adalah lahirnya Ontologi Arsitektur Humas Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di Indonesia sebagai pijakan akademik sekaligus referensi nasional bagi pengembangan kehumasan pemerintah,” jelasnya.

IGPR Summit 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan pakar, akademisi, dan praktisi yang membahas transformasi komunikasi publik di era digital dan AI.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat peran humas pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang profesional, adaptif, humanis, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (AM/Diskominfotik)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:39:45 +0800 amr
Festival Ngemar Kawa 2026: Strategi Jitu Pemkab Sumbawa Kenalkan Kopi Batulanteh ke Pentas Nasional https://amarmedia.co.id/festival-ngemar-kawa-2026-strategi-jitu-pemkab-sumbawa-kenalkan-kopi-batulanteh-ke-pentas-nasional https://amarmedia.co.id/festival-ngemar-kawa-2026-strategi-jitu-pemkab-sumbawa-kenalkan-kopi-batulanteh-ke-pentas-nasional Festival Ngemar Kawa 2026: Strategi Jitu Pemkab Sumbawa Kenalkan Kopi Batulanteh ke Pentas Nasional

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi daerah berbasis pertanian dan pariwisata. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Ngemar Kawa (Festival Petik Kopi Batulanteh) Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Sabtu (25/7/2026).

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadir pada puncak festival didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E.

Kegiatan yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Kalender Event Kabupaten Sumbawa ini menjadi wadah promosi bagi Kopi Batulanteh, sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Sebelum mengikuti seremoni pembukaan, Bupati bersama rombongan terlebih dahulu turun langsung mengikuti kegiatan Ngemar Kawa atau panen kopi bersama masyarakat di Desa Pusu. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap para petani kopi sekaligus penanda dimulainya musim panen kopi di kawasan Batulanteh.

Turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., Dandim 1607/Sumbawa bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 1607/Sumbawa, Kapolres Sumbawa, jajaran Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ida Rahayu SAP, kepala perangkat daerah, Camat Batulanteh, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelaku UMKM, komunitas pecinta kopi, petani, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Mengawali rangkaian acara, Camat Batulanteh, Adiman, S.STP., menyampaikan bahwa Festival Ngemar Kawa merupakan tradisi masyarakat yang lahir sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen kopi. Menurutnya, penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya lokal, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkenalkan potensi wisata daerah, serta memperkuat implementasi Program Sumbawa Hijau Lestari. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan pembangunan infrastruktur yang semakin mempermudah akses menuju wilayah Batulanteh.

Dalam arahannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu identitas yang harus terus diperkuat sebagai keunggulan daerah. Oleh karena itu, Festival Ngemar Kawa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu menjadi penggerak lahirnya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas kopi secara berkelanjutan.

Menurut Bupati, Batulanteh memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan agrowisata karena didukung kekayaan alam, lingkungan yang masih terjaga, serta produk kopi berkualitas seperti Kopi Tepal, Kopi Punik, dan Kopi Batudulang yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Potensi tersebut perlu terus diperkuat agar mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus menarik minat wisatawan.

Selain pengembangan kopi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas unggulan lainnya, seperti kemiri, alpukat, dan durian melalui Program Sumbawa Hijau Lestari. Pengembangan tersebut akan ditopang dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya petani, inovasi pengolahan hasil, penguatan kemasan produk, serta perluasan akses pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Saya ingin ketika orang mengingat Sumbawa, mereka ingat kopi. Dan ketika mengingat kopi, mereka langsung ingat Batulanteh," ujar Bupati.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Kreasi Ngemar Kawa, penyerahan cenderamata dari Camat Batulanteh kepada perwakilan Gubernur NTB dan Bupati Sumbawa, serta penyerahan sertifikat kepada para pelaku UMKM sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan festival.

Mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, S.Si., M.T., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang terus membangun ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran. Ia mengungkapkan bahwa Kopi Tepal kini telah hadir di salah satu kafe di Kota Mataram dan memiliki peluang besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas apabila didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Festival Ngemar Kawa menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghubungkan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata dalam satu ekosistem pembangunan yang saling menguatkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Puncak Festival Ngemar Kawa Tahun 2026 ditandai dengan prosesi peniupan serunai oleh perwakilan Gubernur NTB sebagai simbol resmi dibukanya festival. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap Kopi Batulanteh semakin dikenal luas dan menjadi salah satu produk unggulan yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:34:06 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Semarakkan HUT ke&81 Kemerdekaan RI https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-masyarakat-semarakkan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-ajak-seluruh-elemen-masyarakat-semarakkan-hut-ke-81-kemerdekaan-ri Pemkab Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengeluarkan ajakan resmi kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/259/PROKOPIM/2026 yang diterbitkan melalui Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa. Surat edaran ini ditujukan kepada berbagai kalangan, mulai dari kepala dinas, badan, kantor, unit kerja, instansi vertikal, camat, lurah, kepala desa, hingga pimpinan BUMD, BUMN, perusahaan swasta, dan organisasi masyarakat se-Kabupaten Sumbawa.

Penerbitan surat edaran ini didasari oleh tindak lanjut dari Surat Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia Nomor B-99/M/S/TU.00.03/07/2026 tertanggal 10 Juli 2026 tentang penyampaian tema, logo, dan partisipasi menyemarakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, serta Surat Radiogram Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 400.10.5.6/5370/SJ tertanggal 21 Juli 2026.

Imbauan Pemasangan Atribut dan Pengibaran Bendera

Melalui edaran tersebut, Pemkab Sumbawa menghimbau seluruh unsur masyarakat dan instansi untuk melakukan sejumlah langkah semarak kemerdekaan, di antaranya:

Pemasangan Logo Resmi: Memasang Logo Resmi HUT Ke-81 RI pada berbagai media publikasi seperti billboard, baliho, spanduk, umbul-umbul, videotron, banner digital, media cetak dan elektronik, produk atau suvenir resmi, serta kanal media sosial instansi masing-masing. Logo dan pedoman identitas visual dapat diunduh melalui laman resmi [https://logohutri.istanapresiden.go.id](https://logohutri.istanapresiden.go.id).

Pengibaran Bendera Merah Putih: Mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2026.

Partisipasi Kegiatan: Terlibat aktif dalam berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang melibatkan masyarakat luas dan selaras dengan program prioritas pemerintah.

Pemkab Sumbawa berharap perayaan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum peningkatan rasa syukur, nasionalisme, dan semangat kebersamaan demi mewujudkan visi Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. (AM)

]]>
Tue, 28 Jul 2026 13:12:38 +0800 amr
Capaian Medali Meningkat, KONI Sumbawa Tetap Rendah Hati dan Introspeksi Diri https://amarmedia.co.id/capaian-medali-meningkat-koni-sumbawa-tetap-rendah-hati-dan-introspeksi-diri https://amarmedia.co.id/capaian-medali-meningkat-koni-sumbawa-tetap-rendah-hati-dan-introspeksi-diri Capaian Medali Meningkat, KONI Sumbawa Tetap Rendah Hati dan Introspeksi Diri

Sumbawa Amarmedia.co.id – Meski perolehan medali meningkat cukup terasa dibandingkan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2023, Pengurus KONI Kabupaten Sumbawa tetap memegang teguh sikap rendah hati. Capaian ini disyukuri sebagai buah dari kerja sama dan perjuangan semua pihak, sekaligus dijadikan catatan bahwa masih ada hal yang perlu diperbaiki demi meraih hasil yang lebih baik lagi ke depannya.

 

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, ofisial, pengurus cabang olahraga, serta semua pihak yang telah berjuang membawa nama baik Kabupaten Sumbawa pada ajang Porprov XII NTB tahun 2026.

 

Secara keseluruhan, capaian kali ini memang menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Jika pada Porprov 2023 Sumbawa meraih 130 medali (41 emas, 37 perak, 52 perunggu), maka pada ajang kali ini jumlahnya bertambah menjadi 195 medali, yang terdiri dari 54 emas, 59 perak, dan 82 perunggu.

 

“Secara angka memang terlihat jelas adanya peningkatan. Ini adalah hasil kerja keras atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar olahraga Sumbawa. Namun kami tetap menyadari diri, karena target 64 medali emas yang sempat direncanakan belum dapat kami capai sepenuhnya,” ujar Abdul Rafiq dengan rendah hati.

 

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan posisi pada klasemen akhir dibandingkan ajang sebelumnya bukan lantaran prestasi atlet menurun, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah cabang olahraga yang diikuti. Pada Porprov kali ini, Kabupaten Sumbawa hanya mengikuti 37 dari total 51 cabang olahraga yang dipertandingkan.

 

“Tentu hal ini berpengaruh pada jumlah akumulasi medali dan posisi akhir. Namun sejauh yang kami lihat, kualitas penampilan para atlet justru menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan,” tambahnya.

 

Salah satu hal yang paling disyukuri saat ini, lanjutnya, adalah perolehan medali yang sudah menyebar ke hampir seluruh cabang olahraga yang diikuti. Hal ini menjadi tanda bahwa pembinaan olahraga di Sumbawa perlahan mulai merata, dan tidak lagi hanya bergantung pada satu atau dua cabang unggulan saja.

 

“Selamat kepada semua atlet yang telah berhasil meraih medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Apa yang kalian raih adalah hasil dari keringat, disiplin, dan semangat pantang menyerah yang luar biasa. Kalian telah membawa kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

 

Ia juga menyebut adanya hal-hal baru yang patut dibanggakan, seperti Cabang Panahan dengan meraih 17 medali diantaranya 4 Emas, 9 Perak dan 4 Perunggu. cabang renang yang sebelumnya belum pernah menyumbang medali di ajang Porprov, kini mampu meraih emas sekaligus perak dan memecahkan rekor yang ada. Kemudian cabang balap sepeda yang berhasil meraih dua medali emas, serta cabang bulu tangkis yang mencatatkan sejarah dengan meraih tiga medali emas sekaligus.

 

“Ini membuktikan bahwa upaya pembinaan yang dilakukan oleh masing-masing pengurus cabang mulai membuahkan hasil yang nyata. Semoga ini menjadi bekal yang baik untuk membangun olahraga Sumbawa yang lebih kokoh di masa depan,” ucapnya.

 

Namun demikian, Abdul Rafiq juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa atas belum tercapainya target medali emas yang diharapkan. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak dapat bertandingnya sembilan atlet andalan dari cabang taekwondo, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang medali terbesar bagi Sumbawa.

 

“Kami memohon maaf apabila apa yang kami capai belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Tidak turunnya sembilan atlet taekwondo itu tentu memberikan dampak yang cukup berarti bagi hasil akhir kita,” jelasnya.

 

Kepada cabang olahraga dan atlet yang belum beruntung meraih medali, ia berpesan agar tidak berkecil hati. Setiap perjuangan pasti memiliki proses, dan apa yang terjadi saat ini adalah bagian dari pembelajaran untuk menjadi lebih baik lagi.

 

“Jangan pernah merasa gagal, dan jangan berhenti berusaha. Jadikan pengalaman ini sebagai bahan untuk melatih diri dengan lebih tekun dan mematangkan persiapan ke depannya. Perjalanan untuk meraih prestasi masih sangat panjang,” pesannya.

 

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus cabang, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi kemajuan olahraga di daerah ini.

 

“Terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan. Semua ini adalah bagian dari langkah kita bersama untuk membangun prestasi daerah yang lebih baik,” ujarnya.

 

Ke depannya, KONI Kabupaten Sumbawa berharap Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian berupa penghargaan dan bonus bagi para atlet yang telah berprestasi. Hal ini dinilai bukan sekadar bentuk penghargaan atas capaian yang diraih, melainkan juga sebagai penyemangat agar para atlet terus berkembang dan mengharumkan nama daerah di ajang-ajang mendatang.

 

Seluruh hasil yang diperoleh pada Porprov kali ini nantinya akan dikaji secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan sistem pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Sumbawa.

 

“Selamat berjuang kembali untuk olahraga kita. Salam olahraga. Pragas,” tutup Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 22:33:42 +0800 amr
Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Apresiasi Sukses Atlet Kempo Raih 3 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-apresiasi-sukses-atlet-kempo-raih-3-emas-1-perak-3-perunggu-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-apresiasi-sukses-atlet-kempo-raih-3-emas-1-perak-3-perunggu-di-porprov-ntb-2026 Wakil Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Sukses Atlet Kempo Raih 3 Emas, 1 Perak, 3 Perunggu di Porprov NTB 2026

Sumbawa Besar. Amarmedia. — Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Sumbawa menorehkan prestasi unggul  pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026. Di bawah kepemimpinan Ketua Perkemi Kabupaten Sumbawa dan Seluruh Pengurus, para kenshi andalan Sumbawa sukses memboyong total 7 medali, yang terdiri dari 3 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.Hal ini melampaui target yang dibebankan KONI Sumbawa sebanyak 2 emas.

Capaian membanggakan ini mendapat apresiasi hangat dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH. Ia menyampaikan rasa bangga serta apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, jajaran pelatih, serta secara khusus kepada KONI Sumbawa dan seluruh pengurus Perkemi Kabupaten Sumbawa atas sinergi, kerja keras, dedikasi, dan pembinaan luar biasa yang telah diberikan sehingga membuahkan hasil manis bagi daerah.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KONI Sumbawa dan jajaran pengurus Perkemi Kabupaten Sumbawa atas komitmen pembinaan yang konsisten. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kerja keras para atlet dan pelatih. Menyongsong event PON dan kejuaraan nasional yang akan diikuti tahun ini, kita harapkan para atlet tetap terus semangat berlatih," ujar Zulfikar Demitry dihadapan atlet Senin 27 Juli 2026.

Prestasi cemerlang ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan cabang olahraga di Kabupaten Sumbawa, khususnya kempo, berjalan dengan sangat baik, terarah, dan konsisten melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Adapun Daftar Peraih Medali Perkemi Kabupaten Sumbawa di Porprov NTB 2026 adalah Medali Emas diraih pada nomor  Randori 75 kg Putra: Yori Sujiarta Utama, S.Tr.Im., M.M. Nomor Randori 50 kg Putra: Candra April Ade Pratama dan nomor Randori 55 kg Putri: Rini Walya Maulana

Untuk Medali Perak diraih pada nomor Randori 65 kg Putri: Putri Mayang Sari

Medali Perunggu diraih pada nomor Randori 55 kg Putra: Guido Oktovianus Leki Randori 45 kg Putri: Nela Putri Ade Kantari dan nomor  Embu Beregu Putra: Qamaruzzaman, Matius Febrian Sulung, Muhammad Alif Maulidan, Fithro Anggara (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 15:00:39 +0800 amr
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Peringati Peristiwa Kudatuli, Teguhkan Semangat Demokrasi dan Pengabdian kepada Rakyat https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-peringati-peristiwa-kudatuli-teguhkan-semangat-demokrasi-dan-pengabdian-kepada-rakyat https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-peringati-peristiwa-kudatuli-teguhkan-semangat-demokrasi-dan-pengabdian-kepada-rakyat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Peringati Peristiwa Kudatuli, Teguhkan Semangat Demokrasi dan Pengabdian kepada Rakyat

Sumbawa, Amarmedia.co.id 27 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menggelar peringatan Peristiwa Kudatuli (27 Juli 1996) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Senin (27/7). Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa serta seluruh Pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan demokrasi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan bahwa Peristiwa Kudatuli merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan demokrasi bangsa yang harus terus dikenang dan dijadikan pelajaran bagi seluruh kader partai.

“Kudatuli bukan hanya catatan sejarah PDI Perjuangan, tetapi juga bagian dari sejarah demokrasi Indonesia. Peristiwa ini mengajarkan bahwa demokrasi harus diperjuangkan dengan keberanian, keteguhan, dan pengorbanan. Karena itu, seluruh kader PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk menjaga demokrasi dengan tetap berpegang teguh pada konstitusi, ideologi Pancasila, dan kepentingan rakyat,” ujar Abdul Rafiq.

Ia menegaskan bahwa semangat Kudatuli saat ini harus diwujudkan melalui kerja-kerja politik yang santun, berpihak kepada rakyat, dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam memperkuat persatuan, gotong royong, serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengabdian yang nyata.

“Perjuangan hari ini bukan lagi menghadapi tekanan seperti masa lalu, tetapi bagaimana kita mampu menjawab harapan rakyat melalui kerja nyata. Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, memperjuangkan hak-haknya, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.

Peringatan Kudatuli di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat soliditas kader dari tingkat cabang hingga anak cabang dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan.

Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu, memperkuat disiplin organisasi, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, serta mengabdikan seluruh tenaga dan pikiran demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 14:11:48 +0800 amr
Serap Aspirasi di Desa Dete, Anggota DPRD Sumbawa Juliansyah Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Lokal Sambut Ekspansi Tambang https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-desa-dete-anggota-dprd-sumbawa-juliansyah-tekankan-pentingnya-kesiapan-sdm-lokal-sambut-ekspansi-tambang https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-desa-dete-anggota-dprd-sumbawa-juliansyah-tekankan-pentingnya-kesiapan-sdm-lokal-sambut-ekspansi-tambang Serap Aspirasi di Desa Dete, Anggota DPRD Sumbawa Juliansyah Tekankan Pentingnya Kesiapan SDM Lokal Sambut Ekspansi Tambang

SUMBAWA,Amarmedia.co.id -  27 Juli 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Gabungan Demokrat-PPP Pembangunan Juliansyah, SE, melaksanakan kegiatan Reses di Desa Dete, Kecamatan Lape, pada 21 Juli 2026 lalu. Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjaring aspirasi langsung dari masyarakat terkait pembangunan dan kesejahteraan warga.

Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Dete menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah kebutuhan akan fasilitas keamanan dasar, mengingat maraknya kejadian kebakaran di wilayah pemukiman.

"Warga sangat mengharapkan adanya fasilitasi dari Pemerintah Daerah untuk pengadaan Kantor dan sarana Pemadam Kebakaran. Ini menjadi prioritas karena risiko kebakaran yang tinggi dan dampaknya terhadap kerugian harta benda masyarakat," ujar Juliansyah menanggapi aspirasi tersebut.

Selain infrastruktur keamanan, isu ketenagakerjaan di sektor pertambangan juga mendominasi diskusi. Masyarakat menaruh harapan besar agar putra-putri daerah dapat terserap dalam proyek-proyek tambang yang beroperasi di wilayah Selatan Sumbawa, yang saat ini digarap oleh sejumlah perusahaan, seperti PT SJR.PT Intam termasuk PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN).

Terkait hal ini, Juliansyah menekankan perlunya langkah proaktif dari Pemerintah Daerah dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Masyarakat berharap Pemda tidak hanya menunggu, tetapi turun langsung ke desa-desa untuk mendata potensi SDM yang tersedia.

"Pendataan ini krusial agar masyarakat kita memiliki kesempatan yang sama untuk direkrut. Kita tidak ingin menjadi penonton di rumah sendiri," tegas politisi asal Dapil Sumbawa 2 ini.

Lebih lanjut, Juliansyah menyoroti urgensi kesiapan ini mengingat masifnya proyek ekspansi dan pengembangan yang tengah dilakukan oleh AMMAN. Berdasarkan data perusahaan, Grup AMMAN memegang konsesi seluas 25.000 hektare yang mencakup tambang Batu Hijau dan proyek Elang.

Hingga tahun 2025, Grup telah mengeksplorasi area yang luas di kedua lokasi tersebut. Dengan cadangan bijih yang signifikan—696 juta ton di Batu Hijau dan 2.526 juta ton di Elang—potensi ekonomi ini dinilai sangat besar.

"Saat ini produksi masih bersumber dari Batu Hijau, dan diperkirakan akan berlanjut hingga tambang mencapai tahap akhir. Secara paralel, studi kelayakan definitif untuk tambang Elang telah selesai pada 2025. Pembangunannya dijadwalkan dimulai tahun ini (2026), dengan target produksi awal pada 2031," jelas Juliansyah.

Melihat skala proyek jangka panjang ini, Juliansyah meminta agar keberadaan sumber daya alam tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Sumbawa. Pembangunan tambang Elang yang akan memanfaatkan infrastruktur Batu Hijau yang sudah ada menandakan operasi yang terintegrasi dan kompleks.

Terkait komitmen perusahaan, Juliansyah mengapresiasi fokus AMMAN dalam meningkatkan kapabilitas SDM. Pada tahun 2025, perusahaan telah melakukan pelatihan bagi lebih dari 12.000 karyawan dan memberikan sertifikasi profesional kepada 223 orang. Hal ini dinilai sejalan dengan nilai-nilai tanggung jawab, integritas, dan perbaikan berkelanjutan.

"Namun, kita harus memastikan bahwa program pelatihan dan rekrutmen ini juga memprioritaskan tenaga kerja lokal secara nyata. Mulai dari pelatihan keselamatan, kepemimpinan, hingga kepatuhan terhadap Kode Etik yang diterapkan perusahaan, semuanya harus terukur dan inklusif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional," tutup Juliansyah.

Melalui reses ini, Juliansyah berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Dete ke tingkat eksekutif di Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta mendorong sinergi yang lebih baik antara daerah dan pihak industri demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 11:36:39 +0800 amr
PDI Perjuangan NTB Peringati Peristiwa Kuda Tuli, Pengingat kalau Kebebasan Lahir dari Perjuangan Panjang https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-ntb-peringati-peristiwa-kudatuli-pengingat-kalau-kebebasan-lahir-dari-perjuangan-panjang https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-ntb-peringati-peristiwa-kudatuli-pengingat-kalau-kebebasan-lahir-dari-perjuangan-panjang PDI Perjuangan NTB Peringati Peristiwa Kuda Tuli, Pengingat kalau Kebebasan Lahir dari Perjuangan Panjang

MATARAM–Amarmedia.co.id - DPD PDI Perjuangan NTB memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli. Peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, pada 27 Juli 1996 itu menjadi pengingat bagi generasi hari ini bahwa demokrasi Indonesia tidak lahir begitu saja. Demokrasi pernah dibayar dengan intimidasi, kekerasan, bahkan nyawa.

Peringatan tersebut digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan NTB pada Ahad (26/7) malam. Tidak hanya pengurus, kader, dan fungsionaris partai, peringatan ini dibajjiri juga oleh aktivis mahasiswa, kalangan akademisi, hingga budayawan. 

DPD PDIP NTB memang menghajatkan kegiatan ini tidak semata untuk mengenang peristiwa sejarah belaka. Tapi menjadi ruang refleksi bersama untuk merawat ingatan kolektif sekaligus memperkuat komitmen menjaga nilai-nilai demokrasi, kebangsaan, persatuan, dan keadilan sosial.

Sejak memasuki arena lokasi kegiatan, peserta seolah diajak kembali ke tiga dekade silam. Foto-foto dokumentasi Kudatuli memenuhi sudut-sudut ruangan, menampilkan potret bentrokan, wajah-wajah para pejuang demokrasi, hingga jejak kekerasan yang pernah mewarnai perjalanan bangsa. Nuansa itu sengaja dihadirkan agar Kudatuli tidak hanya dikenang sebagai catatan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang.

Di tengah suasana yang sarat refleksi itu, Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat membuka peringatan dengan mengajak seluruh peserta melihat Kudatuli secara utuh. Menurutnya, peristiwa 27 Juli 1996 tidak dapat dipahami hanya sebagai penyerbuan kantor partai, melainkan puncak dari rangkaian panjang pergulatan politik yang dialami PDI pada masa Orde Baru.

"Kita berkhidmat memperingati Kudatuli. Kudatuli tidak serta-merta hanya penyerbuan kantor. Peristiwa itu didahului sejarah yang panjang. Dan saya mengikuti seluruh proses serta rentetannya," ujar Anggota Komisi I DPR RI ini.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini kemudian membawa seluruh peserta menelusuri perjalanan sejarah, jauh sebelum pagi berdarah 27 Juli 1996. Ia mengurai bagaimana Kongres IV PDI di Medan pada 1993 berakhir tanpa kepengurusan yang diakui, berlanjut pada Kongres Luar Biasa Surabaya yang mengukuhkan Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI secara de facto, hingga rekayasa Kongres Luar Biasa Medan yang menurutnya menjadi jalan menuju pecahnya konflik politik nasional.

Bagi Rachmat, Kudatuli tidak lahir dari kerusuhan spontan. Peristiwa itu merupakan puncak dari rangkaian panjang tekanan politik terhadap kekuatan yang dianggap mengancam kekuasaan Orde Baru. 

Rachmat menuturkan, bagaimana tindakan represi terhadap PDI tidak hanya terjadi di Jakarta. Di daerah, kader-kader partai juga menghadapi berbagai bentuk intimidasi politik.

Politisi lintas zaman ini mengenang bagaimana PDI di Lombok Timur kala itu berhasil memperoleh enam kursi DPRD. Berdasarkan perolehan kursi tersebut, PDI semestinya memperoleh jatah kursi pimpinan dewan. Namun hak itu, kata Rachmat, justru diberikan kepada partai lain.

Alih-alih menyerah, para kader memilih bertahan. Fraksi PDI di DPRD Lombok Timur, katanya, selama bertahun-tahun menyampaikan minderheid nota dalam berbagai pembahasan sebagai bentuk penolakan terhadap praktik politik yang dianggap mencederai demokrasi.

“Perlawanan tidak selalu dilakukan dengan teriakan. Kadang cukup dengan tetap berdiri ketika semua orang diminta berlutut,” ucap Rachmat dengan suara bergetar.

Bagi politisi senior yang menjadi bagian dari dinamika politik ini, Kudatuli bukan tentang siapa menang dan siapa kalah dalam perebutan kepemimpinan partai. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak pernah datang sebagai hadiah.

“Demokrasi yang kita nikmati hari ini dibayar mahal. Karena itu jangan pernah menganggapnya sesuatu yang biasa,” ucapnya.

Sambutan Rachmat menjadi pengantar yang kuat sebelum peserta menyaksikan pemutaran video dokumenter Kudatuli. Gambar-gambar penyerbuan, bentrokan, dan kekerasan yang memenuhi layar membuat arena peringatan beberapa kali terdiam.

Namun, suasana emosional justru hadir kembali ketika budayawan Kongso Sukoco tetiba muncul dari belakang hadirin membawakan monolog satir.

Melalui pertunjukan yang puitis sekaligus tajam, Kongso tidak hanya mengajak peserta mengenang luka masa lalu, tetapi juga mempertanyakan keberanian negara menyelesaikan warisan sejarah tersebut.

“Peristiwa Kudatuli paling hebat urusan memperingati. Yang dilupakan justru proses hukumnya,” katanya. Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan peserta.

Kongso mengingatkan bahwa tiga dekade telah berlalu, tetapi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, korban luka-luka, maupun mereka yang mengalami berbagai bentuk kekerasan masih menunggu kepastian hukum.

Kongso pun menyentil lambannya proses tersebut.

“Kalau 30 tahun hanya didorong, mestinya sudah sampai ke angkasa luar.”

Satir itu menjadi kritik sekaligus pengingat bahwa demokrasi tidak hanya membutuhkan keberanian untuk mengenang sejarah, tetapi juga keberanian negara menuntaskan keadilan.

Perspektif lain datang dari Wakil Dekan III Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram Lalu Saepudin Gayep. Dalam sesi sarasehan dan diskusi yang dipandu oleh Megawati Iskandar Putri dari LBH Apik NTB, Gayep mengemukakan, Kudatuli tidak boleh dipersempit sebagai konflik elite politik ataupun sekadar persoalan internal partai.

“Kudatuli adalah pertarungan masyarakat sipil melawan kekuasaan yang represif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Hj. Megawati Soekarnoputri saat itu menjelma menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap praktik kekuasaan Orde Baru. Karena itu, Kudatuli bukan hanya milik PDI Perjuangan, melainkan bagian dari sejarah demokrasi Indonesia.

Kesaksian paling personal disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB I Made Slamet. Ia menunjukkan bekas luka di tubuhnya yang masih tersisa akibat tindakan represif aparat pada masa Orde Baru.

Rumah kosnya pernah dibakar. Ia pernah ditangkap, dibawa aparat, dan mengalami berbagai tekanan karena memilih tetap berada di barisan pro-demokrasi.

“Ini yang kami alami waktu memperjuangkan demokrasi,” katanya.

Made Slamet meyakini, semakin keras tekanan yang diberikan kala itu, semakin besar pula keberanian masyarakat untuk melawan.

“Kalau tidak ada Kudatuli, mungkin kita tidak menikmati demokrasi seperti sekarang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPP GMNI Bidang Kecerdasan Buatan dan Pusat Data Satya Ubaya Sakti mengajak generasi muda melihat Kudatuli sebagai pelajaran sejarah yang tidak boleh tenggelam dimakan waktu.

Ia mengaku bukan pelaku sejarah karena lahir setelah peristiwa tersebut. Namun justru karena itulah, menurutnya, peringatan seperti ini penting agar generasi baru memahami bahwa kebebasan yang dinikmati hari ini tidak lahir begitu saja.

“Kalau sejarah berhenti diperingati, generasi setelah kita akan kehilangan ingatan tentang bagaimana demokrasi diperjuangkan,” ujarnya.

Peringatan 30 tahun Kudatuli di DPD PDI Perjuangan NTB ini berlangsung hingga menjelang pusat malam. Sekretaris DPD PDI Perjuangan NTB Hakam Ali Niazi menegaskan, bagi PDI Perjuangan NTB, kegiatan tersebut tidak sekadar untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi ruang refleksi bahwa demokrasi Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang tidak boleh dilupakan.

Melalui peringatan ini kata Hakam, seluruh kader partai dan para aktivis yang hadir, diajak menjaga ingatan kolektif tentang pentingnya kebebasan, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak demokratis warga negara.

“Tiga dekade setelah Peristiwa Kudatuli, pesan yang mengemuka dalam forum seperti ini tetap sama. Demokrasi harus terus dirawat, sementara penyelesaian terhadap berbagai pelanggaran HAM masa lalu tetap menjadi pekerjaan rumah bangsa yang belum selesai,” ucapnya. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 11:28:07 +0800 amr
Ketika Bahasa Kehilangan Martabat https://amarmedia.co.id/ketika-bahasa-kehilangan-martabat https://amarmedia.co.id/ketika-bahasa-kehilangan-martabat Ketika Bahasa Kehilangan Martabat

Oleh : Asmediati 

"Bahasa menunjukkan bangsa." Ungkapan lama ini masih sangat relevan hingga hari ini. Cara seseorang berbicara bukan hanya mencerminkan tingkat pendidikan atau kecerdasannya, tetapi juga memperlihatkan kepribadian, etika, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Sayangnya, belakangan ini kita justru menyaksikan gejala yang memprihatinkan. Ruang publik semakin dipenuhi kata-kata kasar, cemoohan, dan hinaan yang diucapkan secara terbuka, bahkan oleh mereka yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.

Ungkapan seperti "Ndasmu!", "Goblok!", "Tolol!", atau "Lu punya otak, nggak?" semakin sering terdengar. Dulu, kata-kata seperti itu dianggap tidak pantas diucapkan di depan umum. Kini, sebagian orang justru menganggapnya sebagai hal biasa. Ada yang menyebutnya sebagai bentuk keberanian, ada pula yang menganggapnya sebagai gaya komunikasi yang lugas. Padahal, jika dicermati lebih dalam, penggunaan bahasa seperti itu perlahan sedang mengikis martabat manusia.

Fenomena ini dapat disebut sebagai dehumanisasi bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang merendahkan nilai kemanusiaan orang lain. Lawan bicara tidak lagi diperlakukan sebagai pribadi yang harus dihormati, melainkan dijadikan sasaran kemarahan, ejekan, atau hinaan. Dalam situasi seperti ini, bahasa kehilangan fungsi utamanya sebagai alat membangun pengertian. Sebaliknya, bahasa berubah menjadi alat untuk menyerang dan mempermalukan.

Banyak orang beranggapan bahwa kata-kata hanyalah ucapan yang akan hilang begitu saja. Kenyataannya tidak demikian. Kata-kata memiliki pengaruh yang sangat besar. Sebuah kalimat dapat membangkitkan semangat seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan rasa percaya dirinya. Tidak sedikit orang yang mampu melupakan rasa sakit karena luka fisik, tetapi tetap mengingat kata-kata yang pernah melukai harga dirinya bertahun-tahun kemudian.

Yang membuat keadaan semakin memprihatinkan adalah ketika bahasa kasar itu datang dari figur publik, elite politik, atau pemimpin yang setiap hari menjadi perhatian masyarakat. Apa yang mereka ucapkan tidak berhenti sebagai pendapat pribadi. Ucapan mereka didengar, disebarkan, dikutip, bahkan ditiru oleh banyak orang.

Dalam kehidupan bermasyarakat, moralitas publik tidak tumbuh dengan sendirinya. Ia dipelihara melalui norma yang disepakati bersama dan melalui keteladanan. Ketika tokoh masyarakat mampu menjaga tutur kata, masyarakat belajar menghargai kesantunan. Namun, ketika tokoh yang memiliki pengaruh justru menggunakan bahasa yang kasar secara berulang, perlahan batas antara yang pantas dan tidak pantas menjadi kabur.

Inilah yang disebut normalisasi. Sesuatu yang awalnya dianggap tidak sopan berubah menjadi sesuatu yang biasa karena terlalu sering dipertontonkan. Lama-kelamaan masyarakat tidak lagi merasa terganggu. Bahkan, ada yang menganggap bahwa berbicara kasar merupakan simbol keberanian, ketegasan, atau kejujuran. Padahal, ketegasan tidak pernah identik dengan penghinaan.

Budaya Indonesia sejak dahulu dibangun di atas nilai kesopanan. Di berbagai daerah terdapat ungkapan yang mengajarkan pentingnya menjaga lisan. Orang tua mendidik anak-anak agar menghormati orang lain melalui pilihan kata. Guru mengingatkan murid untuk berbicara dengan santun kepada teman maupun kepada orang yang lebih tua. Nilai itu bukan sekadar adat, melainkan bagian dari karakter bangsa.

Ajaran agama pun memberikan pesan yang sama. Lisan harus dijaga karena setiap ucapan memiliki konsekuensi. Berbicara baik merupakan bentuk ibadah, sedangkan ucapan yang menyakiti hati orang lain termasuk perbuatan yang harus dihindari. Karena itu, kemampuan mengendalikan ucapan sesungguhnya merupakan ukuran kedewasaan seseorang.

Hal yang sama juga berlaku dalam etika kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik pertama-tama harus mampu mengendalikan dirinya sendiri sebelum mengendalikan orang lain. Kemampuan mengelola emosi menjadi salah satu ciri utama kepemimpinan yang matang. Pemimpin boleh marah, boleh berbeda pendapat, bahkan boleh mengkritik dengan keras. Namun, semua itu tetap dapat dilakukan tanpa harus merendahkan martabat orang lain.

Bahasa yang kasar sering kali menunjukkan bahwa emosi telah mengalahkan akal sehat. Ketika kemarahan lebih dominan daripada kebijaksanaan, kata-kata yang keluar cenderung melukai. Padahal, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu menenangkan keadaan, bukan justru memperkeruh suasana.

Dampak yang paling nyata dari fenomena ini dirasakan oleh dunia pendidikan. Guru memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, termasuk membiasakan mereka menggunakan bahasa yang santun. Namun, pekerjaan itu menjadi semakin berat ketika anak-anak setiap hari menyaksikan contoh yang bertolak belakang dari ruang publik.

Anak-anak belajar bukan hanya dari buku pelajaran. Mereka belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, dan saksikan setiap hari. Ketika tokoh yang mereka kenal menggunakan kata-kata kasar tanpa merasa bersalah, mereka dapat menganggap bahwa perilaku tersebut boleh ditiru. Akibatnya, guru harus bekerja dua kali lebih keras untuk menjelaskan bahwa tidak semua yang dilakukan orang terkenal layak dijadikan teladan.

Tidak sedikit guru yang kini menghadapi kenyataan bahwa bahasa kasar mulai masuk ke ruang kelas. Candaan antarteman berubah menjadi ejekan. Perbedaan pendapat berubah menjadi makian. Bahkan, media sosial mempercepat penyebaran kebiasaan tersebut. Apa yang viral sering dianggap benar, padahal belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang baik.

Dalam kondisi seperti ini, sekolah tidak mungkin bekerja sendirian. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya. Anak membutuhkan contoh nyata di rumah tentang bagaimana menyampaikan pendapat tanpa menghina, bagaimana berbeda pandangan tanpa memaki, dan bagaimana mengendalikan emosi ketika menghadapi masalah.

Media juga memegang tanggung jawab besar. Kebebasan pers memang harus dijaga, tetapi media juga memiliki peran mendidik masyarakat. Pemberitaan seharusnya tidak hanya mengejar sensasi dari ucapan-ucapan kasar, melainkan juga mengajak publik memahami pentingnya etika dalam komunikasi.

Demokrasi memang memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Akan tetapi, demokrasi tidak pernah mengajarkan penghinaan. Kebebasan berbicara bukan berarti kebebasan merendahkan martabat orang lain. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga tutur kata.

Sudah saatnya kita mengembalikan bahasa kepada fungsi yang sebenarnya, yaitu membangun pengertian, mempererat persaudaraan, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog yang sehat. Bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kekuatan ekonomi atau kemajuan teknologinya, tetapi juga dari kualitas budaya berbahasanya.

Para pemimpin, tokoh masyarakat, pendidik, orang tua, media, hingga masyarakat biasa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kesantunan bahasa. Keteladanan tidak membutuhkan pidato yang panjang. Keteladanan cukup dimulai dari memilih kata yang tepat, menghormati lawan bicara, dan mampu mengendalikan emosi ketika berbicara.

Pada akhirnya, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah cermin peradaban. Ketika bahasa kehilangan martabat, yang sesungguhnya sedang kehilangan martabat adalah kita sendiri sebagai manusia. Karena itu, menjaga lisan bukan hanya soal sopan santun, melainkan juga upaya menjaga kemanusiaan dan merawat masa depan bangsa. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 07:45:36 +0800 amr
Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sumbawa Perkenalkan Tenun Kre Alang Sebagai Wastra Unggulan Daerah Pada Puncak HUT Ke&46 Dekranas https://amarmedia.co.id/ketua-umum-dekranasda-kabupaten-sumbawa-perkenalkan-tenun-kre-alang-sebagai-wastra-unggulan-daerah-pada-puncak-hut-ke-46-dekranas https://amarmedia.co.id/ketua-umum-dekranasda-kabupaten-sumbawa-perkenalkan-tenun-kre-alang-sebagai-wastra-unggulan-daerah-pada-puncak-hut-ke-46-dekranas Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Sumbawa Perkenalkan Tenun Kre Alang Sebagai Wastra Unggulan Daerah Pada Puncak HUT Ke-46 Dekranas

Makassar, Amarmedia.co.id– Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., mempromosikan kain tenun Kre Alang sebagai salah satu wastra unggulan Kabupaten Sumbawa pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026) lalu.

Mengangkat tema, "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia", peringatan HUT Dekranas yang diselenggarakan pada 9–12 Juli 2026 tersebut menjadi wadah strategis dalam memperkenalkan kekayaan kriya Nusantara sekaligus memperluas peluang pemasaran produk kerajinan unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran, yang ditandai dengan pemukulan Gendang Pakan Jara sebagai simbol dimulainya rangkaian peringatan HUT ke-46 Dekranas. Sebelumnya, Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 pelaku UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia, dengan target kunjungan mencapai 40.000 orang selama pelaksanaan pameran.

Pada kesempatan tersebut, Dekranasda Kabupaten Sumbawa turut menampilkan berbagai produk kerajinan unggulan di stan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, stan tersebut menampilkan koleksi kain tenun Kre Alang dengan beragam motif khas yang merepresentasikan kekayaan budaya, nilai-nilai kearifan lokal, serta keahlian para perajin Sumbawa.

Partisipasi Dekranasda Kabupaten Sumbawa dalam ajang nasional ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dekranasda untuk terus memperluas promosi wastra daerah, membuka peluang kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam kunjungannya ke stan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran, berkesempatan melihat secara langsung berbagai produk kriya unggulan yang dipamerkan, termasuk koleksi kain tenun Kre Alang asal Kabupaten Sumbawa. Kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi para perajin untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Dalam sambutannya, Ny. Selvi Gibran menekankan pentingnya kemampuan para perajin untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar. Menurutnya, selain menjaga kualitas produk, para perajin juga perlu memanfaatkan platform digital sebagai media promosi guna memperluas jangkauan pemasaran sehingga produk kriya Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

Rangkaian kegiatan HUT ke-46 Dekranas juga diisi dengan penandatanganan kerja sama antara Dekranas dan Bank Indonesia yang ditandai dengan penyerahan Memorandum of Understanding (MoU) kepada Ketua Umum Dekranas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan UMKM, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas perajin, serta mendukung pengembangan pemasaran produk kerajinan Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa hadir bersama Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ny. Sinta Agathia Iqbal, serta para Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-NTB. Kehadiran mereka menjadi wujud sinergi dalam mempromosikan potensi kerajinan daerah serta memperkenalkan kekayaan kriya Nusa Tenggara Barat kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

Selain mengikuti rangkaian pembukaan dan pameran, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa juga menghadiri Malam Ramah Tamah yang diselenggarakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi antar-Dekranasda dalam mendukung kemajuan industri kerajinan nasional.(AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 07:35:08 +0800 amr
Dua Dekade Mengabdi: Tasyakuran Milad ke&20 Pondok Modern Al&Hikmah Utan Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan https://amarmedia.co.id/dua-dekade-mengabdi-tasyakuran-milad-ke-20-pondok-modern-al-hikmah-utan-kukuhkan-peran-strategis-menyongsong-peradaban-masa-depan https://amarmedia.co.id/dua-dekade-mengabdi-tasyakuran-milad-ke-20-pondok-modern-al-hikmah-utan-kukuhkan-peran-strategis-menyongsong-peradaban-masa-depan Dua Dekade Mengabdi: Tasyakuran Milad ke-20 Pondok Modern Al-Hikmah Utan Kukuhkan Peran Strategis Menyongsong Peradaban Masa Depan

UTAN, SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Pondok Modern Al-Hikmah Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sukses menyelenggarakan puncak perayaan Tasyakuran dan Milad ke-20 pada akhir pekan ini Minggu 26 Juli 2026 .Mengusung tema "Dua Dekade Mengabdi, Membangun Peradaban dan Mengokohkan Pijakan Menuju 20 Tahun Kedua", acara khidmat ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang institusi dalam menjaga akhlak dan mencetak generasi unggul di tanah Sumbawa.

Acara yang sarat kehangatan dan rasa syukur tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, S.E. Turut hadir pula Wakil Bupati Sumbawa Drs. H.Mohamad Ansori, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Sumbawa H Faisal Salim SAg.M.M.Inov, jajaran TNI/Polri termasuk Dandim, Camat Utan, para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa, serta tokoh masyarakat setempat.

Perjalanan Dua Dekade: Dari Kubangan Kerbau Menjadi Kampus Peradaban

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa oleh Ustadz Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., dilanjutkan dengan penayangan film dokumenter profil Pondok Pesantren Modern Al-Hikmah Utan yang menggambarkan kilas balik perjuangan lembaganya sebagai benteng penjaga akhlak selama dua puluh tahun terakhir.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah, Ustadz KH. Syihabuddin Muhammad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam sebagai tahaddus bin ni'mah atas perjalanan dua dekade lembaga yang dipimpinnya. Ia mengenang kembali awal mula tercetusnya gagasan mendirikan pesantren yang justru bermula dari perantauan di Riyadh, Arab Saudi, dan Masjidil Haram bersama rekan-rekan sesama asal Sumbawa.

"Ide mendirikan Al-Hikmah ini awalnya bukan lahir di Indonesia, melainkan di Riyadh dan Masjidil Haram. Dulu, lokasi kampus ini awalnya adalah tempat kubangan kerbau yang merupakan tanah wakaf dari Hajjah Hawa—sehingga kampus ini kami namakan Kampus Hajah Hawa. Berkat niat tulus yang mewakafkan, kubangan kerbau itu kini 'kita ubah' menjadi santri-santri yang menimba ilmu," ujar Ustadz KH. Syihabuddin di hadapan ratusan tamu undangan.

Ia memaparkan, saat ini Pondok Modern Al-Hikmah menaungi berbagai lembaga pendidikan mulai dari TPQ, Diniyah, SMP, hingga Madrasah Aliyah dengan sistem pendidikan ala pesantren modern. Tercatat sudah ada 1.999 santri yang pernah menimba ilmu di pondok ini, dengan jumlah santri SMP saat ini mencapai sekitar 400 sampai 500 orang.

Alumni Al-Hikmah kini telah tersebar melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama baik di dalam maupun luar negeri, seperti UIN Mataram, Jakarta, LIPIA, Universitas Pamulang, Universitas Samawa (UNSA), Universitas Cordova (UNVA), hingga Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Rangkaian Milad ke-20 ini juga dirangkaikan dengan Festival Anak Soleh yang diikuti oleh 220 peserta dari berbagai kecamatan di sekitar Sumbawa, penyelenggaraan Pekan Olahraga Santri, serta diskusi panel mengenai masa depan pesantren di Kabupaten Sumbawa. Selain itu, momentum ini juga menandai pengukuhan Forum Kerja Sama Pondok Pesantren Kabupaten Sumbawa.

Wamen PKP Fahri Hamzah: Pesantren Adalah Benteng Pertahanan Kemanusiaan di Era AI

Wakil Menteri PKP RI, H. Fahri Hamzah, S.E., dalam orasi kebangsaannya menyampaikan apresiasi tinggi atas ketangguhan para perintis dan pengasuh Pondok Modern Al-Hikmah yang konsisten membangun masyarakat dari bawah.

Mengawali sambutannya dengan bernostalgia mengenai masa kecilnya di Utan dan pentingnya perantauan dalam membentuk mentalitas dan rasa ingin tahu, Fahri menekankan bahwa tugas utama institusi pendidikan adalah menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian berpikir besar bagi generasi muda.

Memasuki era modern yang ditandai dengan disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence seperti Gemini, ChatGPT, dan Perplexity), Fahri mengingatkan bahwa tantangan masa depan anak-anak remaja akan semakin berat akibat arus informasi yang tanpa batas (over-connectivity).

"Di dunia barat, kemajuan teknologi kini mulai menggantikan peran otot hingga otak manusia. Mesin robot dan AI bisa menjawab apa saja dengan data yang lengkap. Namun, ada satu hal yang diyakini tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh mesin, yaitu Hati," tegas Fahri Hamzah.

Ia menambahkan, di tengah gempuran informasi dan era digital saat ini, pondok pesantren memegang peranan vital sebagai benteng pertahanan agar manusia tetap mempertahankan esensi kemanusiaannya.

"Maka, pesantren harus mengajarkan semuanya—menyehatkan fisik, melatih anak-anak untuk berani bertanya dan berimajinasi, serta memperkuat jiwa. Angka 20 tahun Al-Hikmah ini sangat pas dengan proyeksi Indonesia Emas 2045. Kemungkinan kemenangan peradaban Islam ke depan adalah peradaban yang mampu memulihkan kemanusiaan melalui nilai-nilai fitrah dan agama," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa melantik pengurus Forum Kerjasama Antara Pesantren Kabupaten Sumbawa memberikan sambutan hangat dan support kiprah pondok pesantren dalam membangun generasi unggul berakhlak dan turut serta membangun daerah. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 05:59:19 +0800 amr
ORADO NTB Gelar Turnamen Terbuka 2026, Ajang Bergengsi Domino Berhadiah Rp25 Juta https://amarmedia.co.id/orado-ntb-gelar-turnamen-terbuka-2026-ajang-bergengsi-domino-berhadiah-rp25-juta https://amarmedia.co.id/orado-ntb-gelar-turnamen-terbuka-2026-ajang-bergengsi-domino-berhadiah-rp25-juta ORADO NTB Gelar Turnamen Terbuka 2026, Ajang Bergengsi Domino Berhadiah Rp25 Juta

MATARAM.Amarmedia.co.id — Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Nusa Tenggara Barat sukses menggelar Turnamen Terbuka ORADO NTB 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu dan Minggu, 25–26 Juli 2026. Bertempat di Meekow, Jalan Lingkar Selatan, Mataram, kejuaraan ini mempertemukan 64 tim dari berbagai daerah yang bertanding ketat memperebutkan total hadiah sebesar Rp25.000.000,-.

Selama dua hari penyelenggaraan, suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh sportivitas. Ketua Panitia Pelaksana, Erwin Irawan, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi bukti pesatnya perkembangan olahraga domino sebagai cabang olahraga prestasi di Nusa Tenggara Barat.

"Antusiasme 64 tim yang bertanding sangat luar biasa. Turnamen terbuka ini kami hadirkan bukan hanya untuk memperebutkan total hadiah Rp25 juta, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi, pembentukan mental bertanding, dan ajang unjuk kebolehan para atlet domino di NTB," ujar Erwin Irawan di sela-sela penutupan acara, Minggu (26/7).

Dari sisi teknis pertandingan, jalannya kejuaraan dipastikan berlangsung fair dan profesional di bawah pengawasan perangkat pertandingan resmi. Ketua Wasit ORADO NTB, Abdurrahman, menegaskan bahwa seluruh jalannya laga dari babak penyisihan hingga babak final mengacu pada regulasi pertandingan standar ORADO.

"Kami mengapresiasi seluruh peserta yang menjunjung tinggi sportivitas dan integritas selama turnamen berlangsung. Penerapan aturan pertandingan secara tegas dan objektif membuat jalannya kompetisi berkualitas serta melahirkan para juara yang benar-benar teruji," tegas Abdurrahman.

Pemilihan lokasi di Meekow Jalan Lingkar Selatan Mataram juga memberikan kenyamanan bagi para peserta dan pendukung yang memadati area turnamen hingga partai puncak pada Minggu malam.

Gelaran ini ditutup secara resmi dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang. Suksesnya Turnamen Terbuka ORADO NTB menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan ORADO NTB untuk terus menggelar agenda kejuaraan rutin guna melahirkan atlet-atlet domino berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Tentang ORADO NTB:

Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) NTB adalah wadah resmi pengawasan, pembinaan, dan pengembangan olahraga domino di wilayah Nusa Tenggara Barat guna mencetak atlet-atlet profesional dan berprestasi. (AM)

]]>
Mon, 27 Jul 2026 05:43:22 +0800 amr
Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026, Anggota Polres Sumbawa Ikut Harumkan Nama Daerah https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026-anggota-polres-sumbawa-ikut-harumkan-nama-daerah https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026-anggota-polres-sumbawa-ikut-harumkan-nama-daerah Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026, Anggota Polres Sumbawa Ikut Harumkan Nama Daerah

TALIWANG, KSB.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat Tahun 2026.

Salah satu momen paling disorot datang dari Aipda I Made Rudiana, seorang anggota Polri yang sehari-hari bertugas sebagai Paurmin Bag Log Polres Sumbawa. Di tengah kesibukannya mengemban tugas kepolisian, ia sukses mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dengan mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga panahan.

Turun di nomor Barebow 50 Meter Beregu Putra, Aipda I Made Rudiana bersama rekan-rekan setimnya sukses mengamankan podium tertinggi setelah melalui perjuangan sengit di KTC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (23/7/2026).

Rangkaian pertandingan cabang olahraga panahan yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang sejak 17 hingga 24 Juli 2026 ini menjadi saksi ketangguhan para pemanah asal Bumi Sabalong Samalewa tersebut.

Semifinal Sesama Sumbawa

Langkah Tim 1 Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa—yang diperkuat oleh Agus Subandi, Aipda I Made Rudiana, dan Lukman Bayuwarsah—mulai menapaki tangga juara setelah melewati babak semifinal yang unik.

Di babak empat besar, mereka harus berhadapan langsung dengan rekan sedaerah dari Tim 2 Kabupaten Sumbawa yang diisi oleh Mohammad Sirajuddin, Muhammad Ali, dan Yudi Patria Negara.

Pertandingan antarkolega ini dimenangkan oleh tim Aipda I Made Rudiana dkk dengan skor meyakinkan 6-0. Dominasi terlihat sejak set pertama hingga ketiga dengan rincian perolehan skor:

Set Pertama: Sumbawa 1 (44) vs Sumbawa 2 (43)

Set Kedua:Sumbawa 1 (47) vs Sumbawa 2 (40)

Set Ketiga: Sumbawa 1 (53) vs Sumbawa 2 (42)

Kemenangan mutlak ini mengantarkan mereka melenggang mulus ke babak puncak. Sementara itu, Tim 2 Kabupaten Sumbawa selanjutnya harus berjuang di perebutan tempat ketiga melawan perwakilan Lombok Barat.

Duel Puncak yang Menegangkan Kontra Tuan Rumah

Di partai final Alternate Shoot Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa ditantang oleh tim tuan rumah yang tangguh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pertandingan perebutan medali emas ini berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh ketegangan.

Kendati mendapat tekanan dari pendukung tuan rumah, para pemanah Sumbawa tetap tampil fokus dan tenang. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan di tiga set penentuan dengan keunggulan skor yang konsisten:

Set Pertama: Sumbawa (48) vs KSB (34)

Set Kedua:Sumbawa (50) vs KSB (41)

Set Ketiga: Sumbawa (47) vs KSB (40)

Dengan keunggulan skor mutlak tersebut, Tim Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa dipastikan keluar sebagai Juara Pertama dan berhak atas Medali Emas

Atas prestasinya Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K mengucapkan selamat dan sukses atas prestasi yang diraih jajarannya bersama tim panahan Kabupaten Sumbawa. 

Keberhasilan Aipda I Made Rudiana bersama tim panahan ini menambah daftar panjang catatan prestasi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV NTB 2026, sekaligus membuktikan dedikasi tinggi aparat penegak hukum dalam membanggakan daerah di bidang olahraga. (AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 15:49:19 +0800 amr
Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/aksi-gemilang-tim-barebow-beregu-putra-sumbawa-sabet-emas-di-porprov-ntb-2026 Aksi Gemilang Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa Sabet Emas di PORPROV NTB 2026

Taliwang, KSB.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. Turun di nomor Barebow 50 Meter Beregu Putra, Tim Sumbawa sukses mengamankan medali emas setelah melalui perjuangan sengit di KTC Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada Kamis (23/7/2026).

Rangkaian pertandingan cabang olahraga panahan yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang sejak 17 hingga 24 Juli 2026 ini menjadi saksi ketangguhan para pemanah asal Bumi Sabalong Samalewa.

Semifinal Sesama Sumbawa

Langkah Tim 1 Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa—yang diperkuat oleh Agus Subandi, I Made Rudiana, dan Lukman Bayuwarsah—mulai menapaki tangga juara setelah melewati babak semifinal yang unik.

Di babak empat besar, mereka harus berhadapan langsung dengan rekan sedaerah dari Tim 2 Kabupaten Sumbawa yang diisi oleh Mohammad Sirajuddin, Muhammad Ali, dan Yudi Patria Negara.

Pertandingan antarkolega ini dimenangkan oleh tim Agus Subandi dkk dengan skor meyakinkan 6-0. Dominasi terlihat sejak set pertama hingga ketiga dengan rincian perolehan skor:

Set Pertama:Sumbawa 1 (44) vs Sumbawa 2 (43)

Set Kedua:Sumbawa 1 (47) vs Sumbawa 2 (40)

Set Ketiga:Sumbawa 1 (53) vs Sumbawa 2 (42)

Kemenangan mutlak ini mengantarkan Agus Subandi dan kawan-kawan melenggang mulus ke babak puncak. Sementara itu, Tim 2 Kabupaten Sumbawa selanjutnya harus berjuang di perebutan tempat ketiga melawan perwakilan Lombok Barat.

Duel Puncak yang Menegangkan Kontra Tuan Rumah

Di partai final Alternate Shoot Tim Barebow Beregu Putra Sumbawa ditantang oleh tim tuan rumah yang tangguh, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Pertandingan perebutan medali emas ini berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh ketegangan.

Kendati mendapat tekanan dari pendukung tuan rumah, para pemanah Sumbawa tetap tampil fokus dan tenang. Mereka berhasil menguasai jalannya pertandingan di tiga set penentuan dengan keunggulan skor yang konsisten:

Set Pertama:Sumbawa (48) vs KSB (34)

Set Kedua: Sumbawa (50) vs KSB (41)

Set Ketiga: Sumbawa (47) vs KSB (40)

Dengan keunggulan skor mutlak tersebut, Tim Barebow Beregu Putra Kabupaten Sumbawa dipastikan keluar sebagai Juara Pertama dan berhak atas Medali Emas

Sementara itu, medali perunggu pada nomor ini berhasil diamankan oleh kontingen Kabupaten Lombok Barat setelah mengalahkan Tim 2 Kabupaten Sumbawa dalam perebutan tempat ketiga.

Apresiasi dari Ketua KONI Sumbawa

Menanggapi kesuksesan ini, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial.

"Atas nama KONI Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, ketua cabang olahraga, manager, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama baik Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV XII NTB," ujar Rafiq.

Beliau menegaskan bahwa medali ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. "Prestasi tersebut adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa."

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus cabang olahraga dan manager yang telah mendampingi dengan dedikasi. Bagi atlet yang berhasil, beliau mengucapkan selamat, dan bagi yang belum berhasil, beliau memberikan semangat untuk terus berjuang.

Ke depan, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, baik untuk atlet elite maupun atlet usia dini. "Dengan pembinaan yang lebih baik dan semangat pantang menyerah, kita yakin prestasi olahraga Kabupaten Sumbawa akan semakin gemilang," tambah Rafiq.

"Terima kasih atas seluruh pengorbanan, dedikasi, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk Kabupaten Sumbawa. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga marwah olahraga daerah, dan membangun prestasi melalui pembinaan atlet-atlet asli Sumbawa. PRAGAS! PRAGAS! PRAGAS!" tutup Abdul Rafiq.

Pernyataan Ketua PERPANI Sumbawa

Senada dengan itu, Ketua PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. "Alhamdulillah, target kita semua telah tercapai, yaitu anak-anak semuanya bermain dengan baik. Terlihat kita bisa meloloskan 13 archer ke final. Terima kasih atas perjuangan semua anak-anak dan atlet Barebow," ujar Yamin.

Kemenangan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman di PORPROV NTB 2026 ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berlatih keras dan menggapai prestasi tertinggi dalam bidang apa pun.(AM)

Keberhasilan ini menambah daftar panjang catatan prestasi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV NTB 2026, sekaligus membuktikan kualitas pembinaan cabang olahraga panahan yang semakin matang di tingkat regional. (AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 11:10:11 +0800 amr
Menuju Medali Emas : Perjalanan Gemilang Cinta Sakinah Rizkilah Mahasiswa Unram di Panahan Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/menuju-medali-emas-perjalanan-gemilang-cinta-sakinah-rizkilah-mahasiswa-unram-di-panahan-recurve-70m-mix-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/menuju-medali-emas-perjalanan-gemilang-cinta-sakinah-rizkilah-mahasiswa-unram-di-panahan-recurve-70m-mix-porprov-ntb-2026 Menuju Medali Emas: Perjalanan Gemilang Cinta Sakinah Rizkilah Mahasiswa Unram di Panahan Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026

Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id  — Ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengprov PERPANI NTB di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, pada 17–24 Juli 2026, menyajikan persaingan yang sangat ketat di cabang olahraga panahan.

Salah satu sorotan utama datang dari divisi Recurve 70m Mix, di mana mahasiswi Program Studi Arsitektur Universitas Mataram, Cinta Sakinah Rizkilah, yang berpasangan dengan Andi Rachman dari Tim Kabupaten Sumbawa 2, sukses menorehkan perjalanan luar biasa hingga mengukuhkan diri sebagai juara.

Perjalanan Menuju Puncak: Babak Perempat Final

Persaingan ketat langsung tersaji sejak babak 1/4 Finals. Perjalanan tim-tim perwakilan daerah diwarnai aksi saling kejar poin:

Kabupaten Sumbawa (Tim 1) yang diperkuat Jinan Karina Subandi dan Joko Suprianto berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Kabupaten Sumbawa Barat (2) (Fathiyatul Hidayati dan Rahmatullah) dengan skor meyakinkan 6-0 (perolehan poin set: 32-19, 28-18, 29-15). Di sisi lain, Kabupaten Sumbawa Barat (1) (Putri Eka Lestari dan Sahibul Fikri) harus mengakui keunggulan Kota Mataram (2) (Mirza Febriyanti Putri dan Diaz Muhammad Daffa Habibi) dengan skor 0-6 (perolehan poin: 26-32, 27-30, 31-32).

Sementara itu, aksi impresif ditunjukkan oleh Cinta Sakinah Rizkilah bersama Andi Rachman (Kabupaten Sumbawa 2) di babak perempat final. Berhadapan dengan Kabupaten Lombok Timur yang menurunkan Salsabila Jannatul Ma’wa dan Hazimul Ihsani, S.Pd., pasangan Sumbawa 2 tampil dominan dan mengunci kemenangan dengan skor 5-1 (perolehan poin set: 34-29, 34-34, 30-25).

Duel Sengit di Babak Semifinal

Memasuki babak Semifinal, atmosfer kompetisi semakin memanas:

Team Recurve Kabupaten Sumbawa (1) terlibat duel alot melawan Team Kota Mataram (2) dalam pertarungan ketat empat set (29-29, 33-33, 31-30, 32-28) yang akhirnya dimenangkan oleh wakil Sumbawa.

Sementara itu, Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman (Kabupaten Sumbawa 2) menghadapi tantangan berat melawan wakil tangguh Kota Mataram (1). Pertandingan berlangsung sangat seru. Meskipun Kota Mataram unggul di beberapa set (31-25, 31-30, 33-23), ketenangan dan konsistensi pasangan Sumbawa 2 berhasil membalikkan keadaan dan membawa mereka menang dengan skor 5-1, mengantar mereka melaju ke partai puncak.

Drama All-Sumbawa Final: Perebutan Gelar Juara

Puncak kejutan tersaji di babak Final, di mana terjadi all-Sumbawa final yang mempertemukan sesama wakil daerah: Tim Kabupaten Sumbawa (1)melawan Tim Kabupaten Sumbawa 2 (Cinta Sakinah Rizkilah & Andi Rachman).

Pertandingan berlangsung sangat dramatis dan penuh debar hingga set keempat. Kejar-kejaran angka terjadi secara ketat:

Tim Sumbawa (1):33, 30, 34, 30 dan Tim Sumbawa 2 (Cinta Sakinah Rizkilah & Andi Rachman): 31, 35, 24, 33

Berkat ketangguhan mental di detik-detik akhir, Tim Sumbawa 2 yang diperkuat oleh mahasiswi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram, Cinta Sakinah Rizkilah, sukses keluar sebagai Juara Pertama ( medali emas) divisi Recurve 70m Mix PORPROV NTB 2026.

Prestasi gemilang ini tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa, tetapi juga menjadi kebanggaan besar bagi Civitas Akademika Universitas Mataram, khususnya Program Studi Arsitektur.

Apresiasi dari Ketua KONI Sumbawa

Menanggapi kesuksesan ini, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan ofisial.

"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Atas nama KONI Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, ketua cabang olahraga, manager, pelatih, ofisial, dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama baik Kabupaten Sumbawa di ajang PORPROV XII NTB," ujar Rafiq.

Beliau menegaskan bahwa medali ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah. "Prestasi tersebut adalah kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa."

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para pengurus cabang olahraga dan manager yang telah mendampingi dengan dedikasi. Bagi atlet yang berhasil, beliau mengucapkan selamat, dan bagi yang belum berhasil, beliau memberikan semangat untuk terus berjuang.

Ke depan, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan olahraga secara berkelanjutan, baik untuk atlet elite maupun atlet usia dini. "Dengan pembinaan yang lebih baik dan semangat pantang menyerah, kita yakin prestasi olahraga Kabupaten Sumbawa akan semakin gemilang," tambah Rafiq.

"Terima kasih atas seluruh pengorbanan, dedikasi, dan prestasi yang telah dipersembahkan untuk Kabupaten Sumbawa. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga marwah olahraga daerah, dan membangun prestasi melalui pembinaan atlet-atlet asli Sumbawa. PRAGAS! PRAGAS! PRAGAS!" tutup Abdul Rafiq.

Pernyataan Ketua PERPANI Sumbawa

Senada dengan itu, Ketua PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini. "Alhamdulillah, target kita semua telah tercapai, yaitu anak-anak semuanya bermain dengan baik. Terlihat kita bisa meloloskan 13 archer ke final. Terima kasih atas perjuangan semua anak-anak dan atlet Barebow," ujar Yamin.

Kemenangan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman di PORPROV NTB 2026 ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berlatih keras dan menggapai prestasi tertinggi dalam bidang apa pun.(AM)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 10:13:16 +0800 amr
NTB Percepat Revisi Tata Ruang, Perkuat Mitigasi Bencana dan Investasi https://amarmedia.co.id/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi https://amarmedia.co.id/ntb-percepat-revisi-tata-ruang-perkuat-mitigasi-bencana-dan-investasi Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengintegrasikan kajian risiko bencana sebagai fondasi pembangunan yang lebih aman, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memberikan kepastian bagi investasi. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, dalam Rapat Koordinasi Kekeringan dan Integrasi Kajian Risiko Bencana (KRB) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana, para bupati dan wali kota se-NTB, serta jajaran kementerian dan lembaga terkait di Astoria Hotel Mataram (24/7).

Gubernur Miq Iqbal mengatakan revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menghambat pembangunan daerah, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

"NTB memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama juga menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," ujar Miq Iqbal.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat ratusan rencana investasi di NTB yang belum dapat diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) akibat belum selesainya penyesuaian dokumen tata ruang. Kondisi tersebut berdampak pada tertundanya berbagai investasi di sektor perumahan, infrastruktur, pariwisata, hingga pengembangan kawasan ekonomi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membangun kesepahaman baru dalam penyelesaian revisi RTRW melalui pendekatan yang lebih fleksibel tanpa mengurangi komitmen menjaga ketahanan pangan.

Menurut Miq Iqbal apabila sebelumnya target perlindungan lahan sawah dipenuhi oleh masing-masing kabupaten dan kota, kini pengukurannya dilakukan pada tingkat provinsi sehingga memungkinkan adanya mekanisme subsidi silang antarwilayah.

"Alhamdulillah, melalui komitmen seluruh kepala daerah, NTB berhasil mencapai angka perlindungan lahan sawah sebesar 87,04 persen. Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan tata ruang sehingga investasi yang selama ini tertunda dapat segera berjalan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh pemerintah kabupaten dan kota di NTB menandatangani komitmen percepatan revisi RTRW dengan mengintegrasikan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke dalam dokumen tata ruang. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pangan.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia sehingga mitigasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses pembangunan.

Memasuki musim kemarau, kata Suharyanto, perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan. Berdasarkan analisis BNPB dan BMKG, sebagian wilayah NTB memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang cukup tinggi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

"Mitigasi jauh lebih murah dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan setelah bencana terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, BNPB akan terus memperkuat kapasitas penanggulangan bencana melalui penyediaan kendaraan operasional, pompa air, sumur bor, tangki air, logistik kebencanaan, hingga dukungan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai kebutuhan daerah.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, menegaskan bahwa tata ruang bukan sekadar instrumen perizinan, tetapi menjadi fondasi utama dalam mengatur arah pembangunan, melindungi kawasan pertanian, mengendalikan pemanfaatan ruang, dan mengurangi risiko bencana.

Menurutnya, Kementerian ATR/BPN pada tahun 2026 mengalokasikan penyusunan enam dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi NTB sebagai bagian dari percepatan pengendalian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung pelayanan perizinan yang lebih cepat dan memberikan kepastian bagi investor.

Dalam penyusunan RTRW tersebut, data kebencanaan dari BNPB akan diintegrasikan dengan data geospasial untuk menentukan kawasan rawan bencana, jalur evakuasi, lokasi evakuasi sementara, serta kawasan yang harus dilindungi dari pemanfaatan berisiko tinggi.

Percepatan revisi RTRW yang mengintegrasikan kajian risiko bencana menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelaraskan kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pangan. Dengan kepastian tata ruang yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi bencana, NTB diharapkan mampu menghadirkan iklim investasi yang semakin kondusif, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta membangun daerah yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(AM/Kominfotik)

]]>
Sat, 25 Jul 2026 09:38:19 +0800 amr
Hasil Akhir Perolehan Medali Kabupaten Sumbawa Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/hasil-akhir-perolehan-medali-kabupaten-sumbawa-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/hasil-akhir-perolehan-medali-kabupaten-sumbawa-porprov-ntb-2026 Sat, 25 Jul 2026 09:28:54 +0800 amr Profil M. Jurnawi Fakhruddin Chairman of Judge (COJ) / Ketua Wasit PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-chairman-of-judge-coj-ketua-wasit-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-chairman-of-judge-coj-ketua-wasit-porprov-ntb-2026 Profil M. Jurnawi Fakhruddin.Chairman of Judge (COJ) / Ketua Wasit PORPROV NTB 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Dunia panahan Indonesia kembali menyaksikan kiprah salah satu sosok berintegritas tinggi di bidang perwasitan. M. Jurnawi Fakhruddin, wasit bersertifikasi nasional, menjadi salah satu kunci kesuksesan Porprov XII NTB Cabor panahan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dirinya  ditunjuk sebagai Chairman of Judge (COJ) atau Ketua Wasit pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026 tersebut.

Amanah ini menambah panjang deretan rekam jejak kepemimpinannya di lapangan perpanahan tanah air. M. Jurnawi Fakhruddin dikenal sebagai sosok pengadil lapangan yang tegas, cermat, dan berdedikasi tinggi.

Penunjukan M. Jurnawi Fakhruddin di ajang PORPROV NTB 2026 bukanlah tanpa alasan. Pengalaman dan rekam jejaknya di berbagai ajang besar berskala nasional sudah tidak diragukan lagi. Beberapa penugasan krusial yang pernah dipimpin dan dilayaninya antara lain:PEPARNAS di Papua, KEJURNAS di Bogor, KEJURNAS di Bali, Bupati Sumbawa Barat Cup (BSBC) di Sumbawa Barat serta berbagai kejuaraan resmi daerah dan nasional lainnya.

Perangkat Teknis dan Pendukung Perlombaan

Kelancaran dan keabsahan perlombaan panahan PORPROV NTB 2026 didukung oleh jajaran perangkat teknis (technical officials) berpengalaman dari pelbagai daerah di Indonesia:

Dewan Pimpinan & Manajerial : Technical Delegate: Reno Sagita SE (DKI Jakarta), Venue Manager: Zainul Amri, S.Sos., M.Si. (NTB). Result Manager: Mahmud Rasyid (DKI Jakarta), Jury of Appeal:Reno Sagita, S.E. Chairman of Judge (COJ): M. Jurnawi Fakhruddin (NTB)

Pelaksana Lapangan (DOS)

Director of Shooting (DOS):Banu Fatakun Cahyo Nugroho (DI Yogyakarta) Assistant DOS: Ahmadiyah Harmoko (NTB)

Jajaran Wasit / Judge :  Tomoko Suzuki (Bali), Nurhaini (Bali), Dessy Rillia (DKI Jakarta), Muhammad Al Ghazi Basri (DKI Jakarta), Fauzia Putri Pertiwi, S.E. (DI Yogyakarta)Lukmanul Hakim, S.A.P., M.Ak. (NTB) Endy Rahman Suhendi (NTB)

Dengan kepemimpinan M. Jurnawi Fakhruddin beserta sinergi seluruh tim penilai dan teknis yang profesional, ajang panahan PORPROV NTB 2026 di Sumbawa Barat berjalan sukses secara adil, sportif, dan berstandar nasional. (AM)

]]>
Fri, 24 Jul 2026 20:11:32 +0800 amr
Wakil Bupati Sumbawa Lepas Peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) ke PT Panasonic Manufacturing Indonesia https://amarmedia.co.id/wakil-bupati-sumbawa-lepas-peserta-program-latihan-kerja-industri-plki-ke-pt-panasonic-manufacturing-indonesia https://amarmedia.co.id/wakil-bupati-sumbawa-lepas-peserta-program-latihan-kerja-industri-plki-ke-pt-panasonic-manufacturing-indonesia Wakil Bupati Sumbawa Lepas Peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) ke PT Panasonic Manufacturing Indonesia

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 22 Juli 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi melepas peserta Program Latihan Kerja Industri (PLKI) dalam rangka Bridging Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia Jakarta Tahun 2026, yang berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (22/7/2026).

Program ini merupakan realisasi salah satu dari 12 Program Unggulan Jarot-Ansori (Program Unggulan Ke-4), yaitu, Menciptakan Tenaga Kerja Unggul dan Mandiri.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, beserta jajaran, perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Sumbawa, serta para peserta magang yang akan diberangkatkan mengikuti program pelatihan industri di PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M.Si., menyampaikan laporan pelaksanaan Program Latihan Kerja Industri (PLKI) Bridging kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia Tahun 2026. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti program tersebut telah melalui serangkaian tahapan seleksi secara ketat, mulai dari seleksi administrasi, tes, hingga wawancara bersama pihak PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

H. Khaeruddin mengatakan, seluruh biaya proses seleksi hingga pemberangkatan peserta ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Selama mengikuti program magang selama enam bulan, peserta juga memperoleh uang saku sebesar Rp500 ribu per bulan, sementara kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, serta fasilitas lainnya ditanggung oleh pihak perusahaan. Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh tambahan penghasilan melalui lembur sesuai ketentuan perusahaan.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan masa magang, peserta memiliki peluang untuk melanjutkan hubungan kerja melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) apabila mampu menunjukkan kompetensi, disiplin, dan kinerja yang baik selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses kesempatan kerja bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa mengawali dengan mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kesehatan dan kesempatan sehingga kegiatan pelepasan peserta dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap program tersebut menjadi bekal berharga bagi para peserta dalam meningkatkan pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang akan menjadi modal penting untuk meniti karier di masa depan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang diperoleh nantinya akan menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan karier yang lebih baik serta mampu berkarya dan mandiri di masa mendatang,” ujar Wakil Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa yang dinilai telah bekerja keras membangun kemitraan dengan dunia industri sebagai upaya membuka peluang kerja bagi generasi muda Sumbawa.

Menurutnya, setiap tahun Kabupaten Sumbawa melahirkan angkatan kerja baru dari lulusan SMA, SMK maupun perguruan tinggi. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai peluang kerja agar para lulusan dapat terserap sesuai dengan kompetensi dan bidang keahlian yang dimiliki.

Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti program magang di PT Panasonic Manufacturing Indonesia merupakan peluang yang sangat berharga dan tidak mudah diperoleh karena seluruh peserta telah melewati proses seleksi yang ketat.

“Kesempatan seperti ini jangan disia-siakan karena belum tentu datang untuk kedua kalinya. Tunjukkan kemampuan, disiplin, dan etos kerja yang baik selama mengikuti program magang. Jika mampu menunjukkan kompetensi, bukan tidak mungkin setelah masa magang selesai akan direkrut menjadi karyawan,” kata Wakil Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa menjelaskan bahwa seluruh biaya proses seleksi hingga keberangkatan peserta telah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Selama menjalani program magang selama enam bulan di Jakarta, peserta memperoleh uang saku sebesar Rp500 ribu setiap bulan, sementara kebutuhan makan, tempat tinggal, dan fasilitas lainnya ditanggung oleh perusahaan. Setelah masa magang berakhir, peserta juga memiliki peluang untuk diangkat sebagai karyawan melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) apabila menunjukkan kinerja yang baik.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa selama menjalani pelatihan di dunia industri. Menurutnya, rekam jejak para peserta akan menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam melanjutkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada masa mendatang.

“Jaga nama baik daerah. Tunjukkan bahwa putra-putri Sumbawa memiliki disiplin, semangat, dan kemampuan yang baik. Keberhasilan kalian akan membuka peluang yang lebih besar bagi adik-adik berikutnya untuk mengikuti program yang sama,” pesannya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati Sumbawa meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa untuk membangun basis data (database) alumni program kerja sama dengan berbagai perusahaan. Menurutnya, pendataan tersebut penting untuk memantau perkembangan lulusan program magang, mengevaluasi manfaat kerja sama yang telah terjalin, serta menjadi dasar pengembangan kemitraan dengan perusahaan-perusahaan nasional maupun internasional lainnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menciptakan tenaga kerja yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri.(AM)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 11:01:49 +0800 amr
Profil M. Jurnawi Fakhruddin: Nahkoda Wasit Panahan Nasional yang Siap Kawal Ajang International World Field Archery (IWFA) 2026 di Gili Trawangan https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-nahkoda-wasit-panahan-nasional-yang-siap-kawal-ajang-international-world-field-archery-iwfa-2026-di-gili-trawangan https://amarmedia.co.id/profil-m-jurnawi-fakhruddin-nahkoda-wasit-panahan-nasional-yang-siap-kawal-ajang-international-world-field-archery-iwfa-2026-di-gili-trawangan Profil M. Jurnawi Fakhruddin: Nahkoda Wasit Panahan Nasional yang Siap Kawal Ajang International World Field Archery (IWFA) 2026 di Gili Trawangan

SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id — Dunia olahraga panahan nasional kembali melirik potensi dan kualitas sumber daya manusia dari Nusa Tenggara Barat. Di balik suksesnya penyelenggaraan berbagai kejuaraan bergengsi, nama M. Jurnawi Fakhruddin berdiri di garis depan sebagai sosok pengadil lapangan yang memiliki reputasi dan integritas tinggi.

Bertindak sebagai Chairman of Judges (COJ) atau Ketua Wasit pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat, M. Jurnawi Fakhruddin membawa rekam jejak panjang dalam memimpin pertandingan panahan di berbagai level, baik regional maupun nasional.

Jam Terbang Tinggi di Kancah Nasional

Wasit bersertifikasi nasional ini bukanlah nama baru di dunia panahan Indonesia. Penunjukannya sebagai COJ di PORPROV Sumbawa Barat 2026 menegaskan kepercayaan besar yang diberikan kepada kapasitas kepemimpinannya.

Sebelum dipercaya memimpin jalannya pertandingan di Sumbawa Barat, M. Jurnawi telah malang melintang bertugas di berbagai ajang bergengsi tanah air. Pengalaman nasionalnya mencakup penugasan penting di Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) Papua, Kejurnas Panahan Bogor, Kejurnas Panahan Bali, Bupati Sumbawa Barat Cup (BSBC) Sumbawa Barat serta berbagai ajang dan kejuaraan resmi lainnya di seluruh Indonesia.

Kepiawaiannya dalam menjaga fair play, memahami regulasi teknis secara mendalam, serta ketenangannya dalam mengambil keputusan di bawah tekanan membuat setiap turnamen yang dipimpinnya selalu berjalan lancar dan profesional.

Menuju Panggung Internasional di Gili Trawangan

Dedikasi M. Jurnawi tidak berhenti di tingkat nasional. Begitu rangkaian tugasnya sebagai Ketua Wasit di PORPROV 2026 tuntas, ia langsung bersiap menghadapi tantangan baru di kancah internasional. Ia kembali didapuk untuk bertugas sebagai Chairman of Judges dalam ajang bergengsi International Wood Field Archery (IWFA) 2026 yang akan dihelat di destinasi wisata dunia, Gili Trawangan, Lombok.

Ajang Internasional Indonesia World Field Archery yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini dipastikan menjadi magnet besar bagi para pemanah domestik maupun mancanegara. Dengan total hadiah mencapai Rp80.000.000, kompetisi ini akan mempertandingkan berbagai kategori menarik seperti Compound, Barebow, Standard dan Horse Bow (putra dan putri) di atas medan alami (wood field) yang menantang.

Dominasi Wasit NTB di Panggung IWFA 2026

Penunjukan M. Jurnawi sebagai pemimpin pengadil di Gili Trawangan turut diikuti oleh gelombang kebanggaan bagi dunia perwasitan lokal NTB. Pada ajang internasional tersebut, terdapat enam wasit bersertifikasi daerah asal Sumbawa yang turut mendapat kepercayaan resmi untuk bertugas mendampinginya, yaitu: Judge Eko Wibowo Judge M. Sirajuddin Judge Firmansyah Malanuang Judge Yudi Patria Negara Judge Andi Rachmad dan Judge Desy Dwi Jayanti

Keenam wasit asal Sumbawa ini akan bergabung bersama perwakilan wasit lainnya yang berasal dari Sumbawa Barat dan Mataram. Kehadiran total delapan wasit profesional ini menjadi garansi penuh bahwa standar kompetisi IWFA 2026 akan berjalan sangat ketat, objektif, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Event ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan pertemuan lintas negara yang mempertemukan para pemanah terbaik. Dengan latar belakang keindahan alam Gili Trawangan, ajang ini menjanjikan pengalaman kompetisi yang tak terlupakan sekaligus promosi pariwisata yang spektakuler,” ungkap M. Jurnawi, menekankan pentingnya momentum ini bagi kebangkitan sport tourism di NTB.

Dengan kepemimpinan M. Jurnawi Fakhruddin di jajaran dewan juri, PORPROV 2026 di Sumbawa Barat maupun IWFA 2026 di Gili Trawangan dipastikan siap menorehkan standar baru kualitas penyelenggaraan olahraga panahan yang profesional, transparan, dan mendunia. (AM)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 09:34:56 +0800 amr
Hasil Taekwondo Tak Diakui KONI NTB, KONI Sumbawa Desak Seleksi Ulang Atlet Tanpa Pengprov https://amarmedia.co.id/hasil-taekwondo-tak-diakui-koni-ntb-koni-sumbawa-desak-seleksi-ulang-atlet-tanpa-pengprov https://amarmedia.co.id/hasil-taekwondo-tak-diakui-koni-ntb-koni-sumbawa-desak-seleksi-ulang-atlet-tanpa-pengprov SUMBAWA BESAR,Amarmedia.co.id   (22 Juli 2026) – Polemik cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026 terus bergulir. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai respons atas keputusan KONI NTB yang menyatakan hasil pertandingan Taekwondo tidak diakui.

Dalam keterangan persnya, Rabu (22/7/26), Abdul Rafiq didampingi Pelatih Taekwondo, Yudha Andri Prawira, mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebelum melayangkan surat resmi kepada KONI NTB.

Surat tersebut, kata Rafiq, akan meminta KONI NTB secara tegas menyatakan bahwa pertandingan Taekwondo yang telah digelar tidak disahkan dan seluruh medali yang dihasilkan tidak dimasukkan dalam perhitungan perolehan medali Porprov XII NTB. Paling penting, KONI NTB mengeluarkan keputusan tersebut dalam bentuk tertulis dan tidak hanya sebatas lisan.

"Langkah pertama, kami akan bersurat secara resmi kepada KONI NTB agar menegaskan bahwa kegiatan Taekwondo kemarin tidak disahkan dan medali yang diperoleh tidak boleh dihitung dalam klasemen perolehan medali," ujar mantan Ketua DPRD Sumbawa ini.

Langkah kedua, KONI Sumbawa meminta agar proses penentuan atlet yang akan mewakili NTB pada ajang PON 2028 dilakukan melalui seleksi ulang secara independen.

Menurutnya, seleksi tersebut harus dilaksanakan secara objektif tanpa melibatkan Pengurus Provinsi Taekwondo NTB, sehingga seluruh atlet memperoleh kesempatan yang sama dan prosesnya benar-benar transparan.

"Atlet yang akan dikirim ke PON harus melalui seleksi ulang secara independen tanpa melibatkan Pengprov Taekwondo NTB," tegasnya.

Selain itu, KONI Sumbawa juga membuka peluang menempuh jalur hukum. Upaya tersebut, menurut Rafiq, akan dibahas lebih lanjut bersama pengurus KONI sebagai langkah untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik polemik tersebut.

"Kami juga akan mendiskusikan perlu atau tidaknya langkah hukum. Tujuannya untuk membuka tabir siapa aktor intelektual yang bermain, yang menolak kehadiran atlet Kabupaten Sumbawa dan tetap memberikan ruang pelaksanaan pertandingan, padahal sebelumnya sudah ada surat dari KONI NTB yang meminta agar pertandingan tidak dilaksanakan terlebih dahulu," katanya.

Sebelumnya, Ketua KONI NTB, H. Mori Hanadi, menegaskan seluruh atlet dan ofisial peserta Porprov XII NTB telah melalui proses verifikasi administrasi oleh KONI NTB. Atlet yang telah mengantongi kartu identitas (ID Card) resmi dinyatakan sah sebagai peserta.

Namun, menurut Mori, sebelum pertandingan berlangsung, KONI NTB telah mengirimkan surat kepada Pengprov Taekwondo NTB agar pelaksanaan pertandingan ditunda sementara guna membuka ruang dialog dan penyelesaian persoalan. Permintaan tersebut tidak dijalankan sehingga pertandingan tetap berlangsung.

KONI NTB kemudian menyimpulkan Pengprov Taekwondo tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibangun bersama serta menolak atlet yang telah dinyatakan sah secara administrasi oleh KONI NTB.

Atas dasar itu, KONI NTB memutuskan untuk sementara tidak mengakui hasil pertandingan maupun perolehan medali cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026.

Mori menegaskan keputusan tersebut bukan untuk membela kepentingan daerah tertentu, melainkan sebagai bentuk penegakan aturan serta menjaga kredibilitas penyelenggaraan Porprov XII NTB. (*)

]]>
Thu, 23 Jul 2026 07:02:36 +0800 amr
Pertarungan Sengit Menuju Puncak: Kaysa dan Jonathan Jibril Bawa Nama Sumbawa ke Babak Semifinal https://amarmedia.co.id/pertarungan-sengit-menuju-puncak-kaysa-dan-jonathan-jibril-bawa-nama-sumbawa-ke-babak-semifinal https://amarmedia.co.id/pertarungan-sengit-menuju-puncak-kaysa-dan-jonathan-jibril-bawa-nama-sumbawa-ke-babak-semifinal Pertarungan Sengit Menuju Puncak: Kaysa dan Jonathan Jibril Bawa Nama Sumbawa ke Babak Semifinal

Taliwang KSB.Amarmedia.co.id— Ajang kompetisi bergengsi Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat kini semakin memanas dengan tersajinya pertarungan-pertarungan di babak semifinal yang berlangsung sangat seru dan penuh kejutan. Kabupaten Sumbawa dipastikan mendulang kebanggaan berkat lolosnya dua putra-putri daerah terbaik ke babak penentuan ini.

Adapun wakil dari Sumbawa yang sukses melaju dan siap bertempur habis-habisan demi tiket ke babak final adalah Kaysa dan Jonathan Jibril.

Keberhasilan keduanya melangkah hingga babak semifinal bukanlah hal yang mudah. Mereka harus melalui ketatnya persaingan di babak-babak sebelumnya dengan menyingkirkan para peserta tangguh lainnya. Penampilan konsisten, strategi yang matang, serta mental bertanding yang kuat menjadi kunci utama bagi Kaysa dan Jonathan Jibril hingga mampu menembus deretan elite di kompetisi ini.

"Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Sumbawa tentu sangat berarti bagi Kaysa dan Jonathan Jibril untuk menghadapi laga semifinal yang sangat ketat ini," ujar salah satu pendukung di lokasi acara.

Kini, seluruh mata tertuju pada aksi Kaysa dan Jonathan Jibril di atas panggung semifinal. Mampukah keduanya mengatasi tekanan dan melaju hingga partai puncak untuk membawa pulang gelar juara bagi Kabupaten Sumbawa? Mari beri dukungan penuh untuk perjuangan mereka!

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:18:08 +0800 amr
Pembaca Buku yang Gagal dalam Hidup? https://amarmedia.co.id/pembaca-buku-yang-gagal-dalam-hidup https://amarmedia.co.id/pembaca-buku-yang-gagal-dalam-hidup Pembaca Buku yang Gagal dalam Hidup?

Oleh Sri Asmediati

Di berbagai kesempatan, kita sering mendengar kalimat bahwa membaca adalah kunci kesuksesan. Kalimat itu tidak keliru. Banyak tokoh besar dunia dikenal sebagai pembaca yang tekun. Mereka menjadikan buku sebagai teman berpikir, tempat mencari inspirasi, sekaligus ruang untuk berdialog dengan gagasan-gagasan besar. Karena itu, tidak mengherankan jika masyarakat kemudian menghubungkan kebiasaan membaca dengan kecerdasan dan keberhasilan.

Namun, kehidupan sering menghadirkan kenyataan yang lebih kompleks. Tidak sedikit orang yang gemar membaca, memiliki rak buku yang penuh, bahkan mampu mengutip berbagai teori, tetapi hidupnya tidak banyak berubah. Di sisi lain, ada orang yang tidak terlalu banyak membaca, tetapi mampu menghasilkan karya, membangun usaha, memimpin organisasi, atau memberikan manfaat nyata bagi lingkungannya.

Fenomena ini bukanlah alasan untuk meragukan pentingnya membaca. Justru sebaliknya, hal ini mengingatkan kita bahwa buku hanyalah salah satu bagian dari proses belajar. Buku tidak pernah menjanjikan perubahan secara otomatis. Perubahan baru terjadi ketika pengetahuan bertemu dengan tindakan.

Sering kali kita terlalu bangga pada jumlah buku yang telah selesai dibaca. Kita merasa produktif setelah menamatkan satu buku dalam beberapa hari. Padahal, selesai membaca bukanlah garis akhir. Membaca hanyalah pintu masuk menuju proses yang lebih panjang, yaitu memahami, merenungkan, mencoba, gagal, memperbaiki, lalu mencoba kembali.

Di sinilah banyak orang berhenti. Mereka menikmati sensasi memperoleh pengetahuan baru, tetapi tidak pernah memberi kesempatan kepada dirinya untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Akibatnya, ilmu hanya menjadi penghuni kepala, bukan penggerak kehidupan.

Ada sebuah kebiasaan yang juga semakin sering ditemukan pada era digital, yaitu keinginan untuk terus mengumpulkan pengetahuan. Buku baru terus dibeli, daftar bacaan semakin panjang, video motivasi ditonton setiap hari, seminar diikuti tanpa henti. Semua terasa menyenangkan karena memberikan kesan sedang berkembang.

Padahal, perkembangan yang sesungguhnya tidak selalu ditentukan oleh banyaknya informasi yang masuk, melainkan oleh seberapa banyak informasi itu diubah menjadi tindakan nyata.

Seseorang yang membaca satu buku tentang manajemen waktu, lalu benar-benar menerapkannya setiap hari, mungkin akan memperoleh hasil yang jauh lebih besar daripada orang yang membaca sepuluh buku tentang produktivitas tetapi tetap menunda pekerjaan.

Ilmu tidak tumbuh karena disimpan. Ilmu berkembang karena digunakan.

Hal lain yang sering membuat membaca kehilangan manfaat adalah tidak adanya tujuan yang jelas. Kita membaca apa saja yang sedang populer. Hari ini tertarik pada investasi, besok psikologi, lusa filsafat, kemudian berpindah lagi ke pengembangan diri. Semua terasa menarik, tetapi tidak saling terhubung.

Akhirnya, kepala dipenuhi banyak teori yang berdiri sendiri-sendiri. Ketika menghadapi persoalan nyata, kita justru bingung menentukan mana yang harus diterapkan.

Membaca akan jauh lebih bermakna apabila dilakukan dengan tujuan. Seorang guru tentu akan memperoleh manfaat besar dari buku-buku tentang pendidikan, karakter peserta didik, strategi pembelajaran, dan literasi. Seorang pelaku usaha akan lebih berkembang jika memperdalam bacaan tentang pemasaran, kepemimpinan, dan pengelolaan keuangan. Tujuan membuat setiap bacaan memiliki arah.

Di sisi lain, ada pelajaran hidup yang tidak pernah selesai dipelajari hanya melalui buku. Pengalaman tetap menjadi ruang belajar yang paling jujur.

Buku dapat menjelaskan bagaimana menghadapi kegagalan, tetapi rasa kecewa karena benar-benar gagal hanya dapat dipahami ketika kita mengalaminya sendiri. Buku dapat mengajarkan kepemimpinan, tetapi kemampuan memimpin baru terbentuk ketika kita berhadapan dengan manusia yang memiliki karakter, kepentingan, dan persoalan yang berbeda-beda.

Karena itu, membaca dan pengalaman bukanlah dua hal yang saling bersaing. Keduanya justru saling melengkapi. Buku memberikan peta, sedangkan pengalaman menunjukkan kondisi jalan yang sebenarnya.

Ada pula kebiasaan lain yang sering tidak disadari, yaitu merasa puas hanya karena berhasil menamatkan sebuah buku. Kita memberi tanda selesai pada daftar bacaan, mengunggah foto sampul buku ke media sosial, lalu berpindah ke buku berikutnya.

Padahal, pertanyaan yang jauh lebih penting bukanlah, "Berapa buku yang sudah saya baca?" melainkan, "Apa yang berubah dalam diri saya setelah membaca buku itu?"

Jika setelah membaca buku tentang komunikasi kita masih mudah menyakiti orang lain dengan ucapan, berarti ilmu itu belum benar-benar hadir dalam kehidupan kita. Jika setelah membaca buku tentang kejujuran kita masih mudah mencari jalan pintas, berarti bacaan itu baru berhenti di mata, belum sampai ke hati.

Pada akhirnya, kesuksesan tidak pernah ditentukan oleh satu kebiasaan saja. Membaca memang penting, tetapi membaca harus berjalan berdampingan dengan disiplin, keberanian, kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dari pengalaman.

Buku memang mampu membuka cakrawala berpikir. Akan tetapi, tidak ada satu pun buku yang dapat melangkahkan kaki kita menuju tujuan. Langkah itu tetap harus dilakukan sendiri.

Karena itulah, jangan pernah membaca hanya untuk menambah jumlah buku yang telah selesai ditamatkan. Membacalah untuk memperbaiki cara berpikir. Membacalah untuk memperhalus sikap. Membacalah agar keputusan-keputusan yang kita ambil menjadi lebih bijaksana.

Ketika membaca mampu melahirkan tindakan, tindakan melahirkan kebiasaan, dan kebiasaan membentuk karakter, di situlah buku benar-benar menjalankan perannya. Ia tidak sekadar menjadi tumpukan kertas berisi tulisan, tetapi menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup seseorang.

Maka, jika masih ada pembaca buku yang gagal dalam hidup, penyebabnya bukan karena bukunya tidak berguna. Yang sering terjadi adalah ilmu berhenti di kepala, tidak pernah turun ke tangan dan kaki untuk diwujudkan dalam tindakan. Padahal, kehidupan selalu memberi penghargaan kepada mereka yang tidak hanya pandai mengetahui, tetapi juga berani melakukan.[AM]

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:15:11 +0800 amr
Langgar Kesepakatan, KONI NTB Tidak Akui Medali Cabor Taekwondo di Porprov XII NTB 2026 https://amarmedia.co.id/langgar-kesepakatan-koni-ntb-tidak-akui-medali-cabor-taekwondo-di-porprov-xii-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/langgar-kesepakatan-koni-ntb-tidak-akui-medali-cabor-taekwondo-di-porprov-xii-ntb-2026 Langgar Kesepakatan, KONI NTB Tidak Akui Medali Cabor Taekwondo di Porprov XII NTB 2026

Mataram.Amarmedia.co.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak mengakui perolehan medali cabang olahraga (cabor) Taekwondo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Keputusan tersebut diambil karena Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang telah disusun bersama serta tetap melanjutkan pertandingan meski telah diminta untuk menunda pelaksanaannya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua KONI NTB, H. Mori Hanadi dengan menegaskan bahwa seluruh atlet dan official yang mengikuti Porprov telah melalui proses verifikasi dan keabsahan yang dilakukan oleh KONI Provinsi. Atlet yang telah memperoleh kartu identitas (ID Card) resmi dinyatakan sah untuk mengikuti pertandingan.

“Ini adalah multievent resmi. Seluruh atlet dan officisial yang sudah mendapatkan ID Card dari KONI telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan sah. Karena itu, apabila mereka tidak diizinkan bertanding, KONI memiliki kewenangan untuk mengambil langkah sesuai SOP,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Grand Madani Mataram, Selasa (21/7/26).

Mori menjelaskan, sebelum pertandingan berlangsung, pihaknya telah mengirimkan surat dan meminta agar pertandingan Taekwondo dihentikan sementara guna membuka ruang dialog. Namun, rencana tersebut batal karena perwakilan dari Pengprov Taekwondo tidak dapat menghadiri pertemuan yang telah dijadwalkan.

Diungkapkan, persoalan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah melalui proses pembahasan. Selama periode tersebut telah tercapai berbagai kesepakatan yang melibatkan Pengprov Taekwondo, KONI NTB, hingga Pemerintah Provinsi NTB. Namun, kesepakatan itu disebut tidak dijalankan.

“Kami sudah menyampaikan agar pertandingan ditunda terlebih dahulu untuk dilakukan dialog. Surat juga sudah kami kirimkan, tetapi tidak diindahkan. Karena kesepakatan yang telah dibuat tidak dipatuhi, maka hasil pertandingan Taekwondo tidak dapat kami akui,” tegasnya.

KONI NTB menilai Pengprov Taekwondo telah menolak atlet yang telah dinyatakan sah oleh KONI melalui proses verifikasi resmi. Padahal, menurut KONI, keabsahan atlet merupakan kewenangan organisasi yang telah dilakukan sesuai prosedur.

“Kami menyimpulkan Pengprov Taekwondo tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat. Selain itu, mereka tidak menerima atlet yang sudah memiliki ID resmi dari KONI, padahal proses keabsahan itu dilakukan secara sah dan bukan asal-asalan,” lanjutnya.

Atas dasar itu, KONI NTB memutuskan untuk sementara tidak mengakui hasil pertandingan maupun perolehan medali cabang olahraga Taekwondo pada Porprov XII NTB 2026.

KONI juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak dibuat untuk membela daerah tertentu, melainkan sebagai bentuk penegakan aturan dan komitmen terhadap kesepakatan yang telah disepakati bersama.

“Silakan pertandingan tetap dilaksanakan, tetapi medalinya tidak kami akui. Keputusan ini bukan untuk membela satu kabupaten atau daerah tertentu, melainkan untuk menegakkan kesepakatan yang telah dibuat bersama demi menjaga integritas pelaksanaan Porprov XII NTB 2026,” tutupnya. (AM)

]]>
Wed, 22 Jul 2026 04:11:01 +0800 amr
Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa Keberatan atas Larangan Bertanding terhadap Atlet yang Telah Memiliki ID Card Resmi https://amarmedia.co.id/manager-taekwondo-kabupaten-sumbawa-keberatan-atas-larangan-bertanding-terhadap-atlet-yang-telah-memiliki-id-card-resmi https://amarmedia.co.id/manager-taekwondo-kabupaten-sumbawa-keberatan-atas-larangan-bertanding-terhadap-atlet-yang-telah-memiliki-id-card-resmi Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa Keberatan atas Larangan Bertanding terhadap Atlet yang Telah Memiliki ID Card Resmi

Mataram,Amarmedia.co.id -  21 Juli 2026 – Manager Tim Taekwondo Kabupaten Sumbawa, Yulius Koylal Putra, SH., M.Kn., menyatakan keberatan dan menyampaikan protes keras atas keputusan yang melarang atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa bertanding pada ajang Porprov XII NTB 2026, padahal para atlet tersebut telah dinyatakan lolos proses verifikasi administrasi dan telah menerima ID Card resmi sebagai peserta Porprov.

Penerbitan ID Card merupakan bentuk pengesahan bahwa seorang atlet telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi untuk mengikuti pertandingan. Oleh karena itu, keputusan yang melarang atlet bertanding setelah seluruh tahapan tersebut dilalui merupakan tindakan yang menimbulkan ketidakpastian hukum, mencederai rasa keadilan, serta sangat merugikan atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri selama berbulan-bulan. 

“Kami sangat menyayangkan adanya keputusan tersebut. Atlet telah menjalani proses verifikasi, dinyatakan sah, dan telah menerima ID Card resmi. Jika kemudian pada saat pertandingan mereka dilarang bertanding, maka hal itu tidak hanya merugikan atlet Kabupaten Sumbawa, tetapi juga mencederai prinsip profesionalisme dan sportivitas dalam penyelenggaraan Porprov,” tegas Yulius Koylal Putra.

Menurutnya, atlet tidak boleh menjadi korban dari persoalan administrasi maupun konflik yang terjadi di tingkat organisasi. Mereka datang dengan satu tujuan, yaitu bertanding secara fair untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa. Hak mereka untuk berkompetisi harus mendapatkan perlindungan.

Manager Taekwondo Kabupaten Sumbawa meminta KONI Provinsi NTB bersama panitia pelaksana dan pihak terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar hukum dan dasar keputusan pelarangan tersebut. Jika memang para atlet telah dinyatakan memenuhi syarat melalui mekanisme resmi hingga diterbitkannya ID Card, maka tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk menghalangi mereka memasuki arena pertandingan.

Kami juga berharap penyelenggara menjunjung tinggi asas keadilan, transparansi, dan kepastian hukum agar Porprov XII NTB benar-benar menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga, bukan menjadi ruang lahirnya polemik yang merugikan atlet.

Atas nama seluruh atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa, kami meminta agar hak-hak atlet segera dipulihkan dan mereka diberikan kesempatan bertanding sebagaimana mestinya. Semangat olahraga harus mengedepankan sportivitas, bukan keputusan yang berpotensi menghilangkan masa depan atlet yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan. (AM)

]]>
Tue, 21 Jul 2026 12:20:36 +0800 amr
Harapan kepada Gubernur NTB: Keadilan bagi Atlet Harus Ditegakkan, Jangan Biarkan Porprov XII NTB 2026 Dicederai oleh Ketidakadilan https://amarmedia.co.id/harapan-kepada-gubernur-ntb-keadilan-bagi-atlet-harus-ditegakkan-jangan-biarkan-porprov-xii-ntb-2026-dicederai-oleh-ketidakadilan https://amarmedia.co.id/harapan-kepada-gubernur-ntb-keadilan-bagi-atlet-harus-ditegakkan-jangan-biarkan-porprov-xii-ntb-2026-dicederai-oleh-ketidakadilan Harapan kepada Gubernur NTB: Keadilan bagi Atlet Harus Ditegakkan, Jangan Biarkan Porprov XII NTB 2026 Dicederai oleh Ketidakadilan

Mataram, NTB.Amarmedia.co.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa menyampaikan sikap dan kecaman keras atas insiden yang mencederai dunia olahraga daerah. Sebanyak sembilan atlet Taekwondo Kabupaten Sumbawa yang telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan mengantongi ID Card resmi dari KONI NTB, secara sepihak dilarang bertanding setelah mendapat penolakan pada saat Technical Meeting (TM) oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) NTB.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menilai peristiwa ini sebagai pukulan telak dan preseden buruk bagi pembinaan olahraga di Nusa Tenggara Barat. Para atlet yang telah berlatih keras dengan penuh pengorbanan justru dirampas hak konstitusionalnya untuk berprestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026.

Kredibilitas Sistem Verifikasi Dipertanyakan

KONI Kabupaten Sumbawa mempertanyakan validitas sistem yang dibangun oleh penyelenggara. Menurut Abdul Rafiq, sangat tidak masuk akal apabila atlet yang telah melalui seluruh mekanisme resmi dan memegang ID Card KONI NTB masih bisa digugurkan secara sepihak di forum Technical Meeting.

"Jika hal seperti ini dibiarkan, maka kredibilitas sistem verifikasi peserta Porprov patut dipertanyakan. Porprov adalah agenda resmi Pemprov NTB dan KONI NTB yang harus menjunjung tinggi asas keadilan, kepastian hukum, sportivitas, dan perlindungan terhadap hak setiap atlet," tegas Abdul Rafiq.

Tindakan Pengprov TI NTB tersebut dinilai telah menimbulkan luka mendalam bagi para atlet, pelatih, keluarga, hingga seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa. KONI Sumbawa mendesak KONI Provinsi NTB untuk segera mengambil sikap tegas dan objektif dengan memulihkan hak-hak atlet yang sah.

Harapan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB

Menyikapi persoalan pelik ini, KONI Kabupaten Sumbawa secara khusus menaruh harapan besar kepada Gubernur NTB dan Wakil Gubernur NTB selaku pemimpin tertinggi di daerah yang menaungi perhelatan Porprov XII NTB 2026.

Pihaknya memohon agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB memberikan perhatian serius, memastikan keadilan bagi para atlet Sumbawa, serta memerintahkan investigasi menyeluruh.

"Kami meminta agar Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur memastikan keadilan bagi para atlet Kabupaten Sumbawa serta mengusut tuntas penyebab hilangnya hak bertanding sembilan atlet kami," ujar Abdul Rafiq.

KONI Sumbawa juga mendesak agar diberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum yang terbukti menyalahgunakan kewenangan, melakukan intervensi, atau merekayasa proses hingga merugikan kontingen daerah. "Dunia olahraga tidak boleh dikotori oleh kepentingan yang mengorbankan masa depan atlet," imbuhnya.

Tempuh Jalur Hukum dan BAKN

Sebagai langkah antisipasi apabila persoalan ini tidak kunjung diselesaikan secara adil, KONI Kabupaten Sumbawa dengan tegas menyatakan siap membawa sengketa ini ke Badan Arbitrase Keolahragaan Nasional (BAKN). Langkah hukum juga akan ditempuh terhadap pihak-pihak yang terbukti merugikan hak-hak atlet Kabupaten Sumbawa.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar membela sembilan atlet Taekwondo Sumbawa saja, melainkan demi menjaga marwah olahraga dan menegakkan keadilan di Bumi Gora.

"Keadilan tidak boleh berhenti di meja Technical Meeting. Keadilan harus hadir di arena pertandingan. Atlet datang untuk bertanding, bukan untuk dipermainkan oleh keputusan yang mencederai rasa keadilan," pungkasnya. (AM)

]]>
Tue, 21 Jul 2026 10:13:15 +0800 amr
Ukir Sejarah! eSports Kabupaten Sumbawa Raih Medali Perak Perdana di Porprov XII NTB 2026 https://amarmedia.co.id/ukir-sejarah-esports-kabupaten-sumbawa-raih-medali-perak-perdana-di-porprov-xii-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/ukir-sejarah-esports-kabupaten-sumbawa-raih-medali-perak-perdana-di-porprov-xii-ntb-2026 Ukir Sejarah! eSports Kabupaten Sumbawa Raih Medali Perak Perdana di Porprov XII NTB 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id – Kontingen eSports Kabupaten Sumbawa sukses menorehkan tinta emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB 2026. Turun di nomor lomba eFootball Console, atlet-atlet kebanggaan Sumbawa berhasil membawa pulang medali perak, sekaligus menjadi medali pertama bagi cabang olahraga eSports Sumbawa di ajang bergengsi tingkat provinsi ini.

Kompetisi yang digelar selama dua hari, pada 19–20 Juli 2026, di Auditorium Kampus UIN Mataram tersebut mempertemukan para atlet pro-player dari seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Performa Impresif di Bawah Arahan Coach Totok HD

Tim eSports Kabupaten Sumbawa yang diperkuat oleh Tirta Guspada dan Yahya Akbar Firmansyah, tampil memukau sepanjang turnamen. Di bawah bimbingan sang pelatih, Coach Totok HD, tim Sumbawa menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun (win streak). Performa dominan ini mengantarkan mereka bercokol di papan atas klasemen sejak awal hingga laga penutup.

Pertarungan sengit terjadi di partai penentuan gelar juara melawan kontingen Lombok Tengah. Pertandingan berlangsung sangat ketat dan menguras emosi, hingga harus dilanjutkan ke babak extra time.

Meski memberikan perlawanan habis-habisan, tim Sumbawa harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis. Secara dramatis, Sumbawa dan Lombok Tengah mengumpulkan total poin yang sama di akhir turnamen.

 Namun, dewi fortuna lebih berpihak kepada Lombok Tengah yang dinyatakan sebagai juara berdasarkan keunggulan perhitungan agregat gol. Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan oleh kontingen Lombok Barat.

Raihan medali perak ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem dan pembinaan atlet eSports di Kabupaten Sumbawa telah berkembang pesat dan mampu berbicara banyak di level regional. Prestasi ini juga menjadi suntikan motivasi bagi seluruh kontingen Kabupaten Sumbawa yang saat ini masih berjuang di cabang olahraga lainnya.

"Ini adalah langkah awal yang luar biasa. Medali perak ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa talenta-talenta muda Sumbawa siap bersaing dengan daerah mana pun di NTB," ujar salah satu perwakilan tim.

Saat ini, mata masyarakat Kabupaten Sumbawa tertuju pada perjuangan tim eSports di nomor lainnya, yakni Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, dan Free Fire. Harapan besar kini disematkan kepada para atlet agar dapat terus tampil maksimal dan menambah pundi-pundi medali demi mengharumkan nama daerah di ajang PORPROV NTB 2026. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 21:20:59 +0800 amr
Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-dusun-punik-dan-pusu-h-zohran-sh-siap-perjuangkan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-di-dusun-punik-dan-pusu-h-zohran-sh-siap-perjuangkan-infrastruktur-dan-kesejahteraan-masyarakat Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

SUMBAWA, NTB.Amarmedia.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi NasDem, H. Zohran, SH, kembali melaksanakan tugas konstitusionalnya melalui kegiatan Reses ke-III tahun 2026. Agenda penyerapan aspirasi ini dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di dua titik lokasi, yakni Dusun Pusu, Desa Tepal pada pagi hari, dan dilanjutkan di Dusun Punik, Desa Batu Dulang.

Kegiatan reses ini berlangsung hangat dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum ibu, hingga perwakilan pemuda-pemudi setempat yang antusias menyampaikan berbagai usulan.

Fokus pada Pembangunan dan Kebutuhan Dasar

H. Zohran, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan beragam keluhan dan kebutuhan mendesak. Beberapa aspirasi masyarakat yang menjadi sorotan meliputi Infrastruktur Pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan. Di sektor Pendidikan meminta Rehabilitasi bangunan sekolah dasar (SD) dan di  Pertanian masyarakat meminta Kebutuhan akan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sementara itu di Sarana Umum masyarakat meminta pengadaan dan perbaikan instalasi air bersih serta kebutuhan lainnya  untuk kemajuan desa.

Komitmen Perjuangkan Aspirasi

Kepada awak media, H. Zohran menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini merupakan prioritas yang akan ia kawal dalam pembahasan di parlemen.

"Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini adalah kebutuhan riil di lapangan. Sebagai wakil rakyat, saya berkewajiban untuk memperjuangkan hal ini agar dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, demi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Tepal maupun Desa Batu Dulang," ujar H. Zohran.

Kegiatan reses ditutup dengan dialog konstruktif, di mana H. Zohran berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan konstituen demi memastikan setiap program pembangunan yang direncanakan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Serap Aspirasi di Dusun Punik dan Pusu, H. Zohran SH Siap Perjuangkan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 20:06:20 +0800 amr
Tim Recurve Putra Kabupaten Sumbawa Sabet Emas Usai Laga Dramatis https://amarmedia.co.id/tim-recurve-putra-kabupaten-sumbawa-sabet-emas-usai-laga-dramatis https://amarmedia.co.id/tim-recurve-putra-kabupaten-sumbawa-sabet-emas-usai-laga-dramatis Tim Recurve Putra Kabupaten Sumbawa Sabet Emas Usai Laga Dramatis

Taliwang.KSB.Amarmedia.co.id– Tim beregu Recurve Putra Kabupaten Sumbawa sukses mengukir prestasi unggul dengan meraih medali emas dalam laga final yang berlangsung sengit. Kemenangan ini diraih setelah melalui perjuangan panjang sejak babak semifinal hingga partai puncak yang penuh dengan drama shoot-off.

Dramatis, Kalahkan Lombok Timur di Semifinal

Sebelum melangkah ke final, tim beregu Recurve Sumbawa yang diperkuat Andi Rachman, Joko Suprianto, dan Widad Muhammad Al Banna R. harus meladeni perlawanan ketat dari tim Kabupaten Lombok Timur (Hazimul Ihsani, S.Pd, M. Fauzi Zulkarnaen, dan Prasetiyono).

Pertandingan semifinal berjalan sangat seru. Sumbawa sempat unggul jauh dengan skor 4-0 di awal (set pertama 50-44, set kedua 46-42). Namun, Lombok Timur bangkit dan memaksakan kedudukan menjadi imbang 4-4 setelah menang di set ketiga (49-43) dan keempat (48-47). Ketegangan memuncak di babak shoot-off, di mana ketenangan atlet Sumbawa membawa mereka unggul dengan skor akhir 5-4.

Penentuan Emas di Partai Final

Di babak final, Sumbawa bertemu dengan tim Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang sebelumnya melaju mulus setelah menaklukkan Kota Mataram (Diaz Muhammad Daffa Habibi, Khabbab Naail Mohammed Kamil, dan Muhammad Azri Hawwari) dengan skor telak 6-0 di babak semifinal.

Laga puncak berlangsung sangat dramatis. KSB sempat menguasai set pertama (54-47), namun Sumbawa kembali menunjukkan mental baja dengan menyapu bersih dua set berikutnya (51-42 dan 52-43) untuk membalikkan keadaan menjadi 4-2. KSB kembali memberikan perlawanan di set keempat (49-47) yang memaksa skor kembali imbang 4-4.

Lagi-lagi, penentuan juara harus ditentukan melalui shoot-off dengan masing masing pemanah menembakkan satu buah Arrow. Dalam momen krusial tersebut, tim Sumbawa berhasil mengumpulkan skor 23+, sementara KSB meraih 23. Selisih tipis yang berharga ini memastikan Kabupaten Sumbawa membawa pulang medali emas.

Kunci Kemenangan: Semangat Pantang Menyerah

Andi Rachman, salah satu atlet andalan Sumbawa, mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan ini adalah semangat pantang menyerah.

"Kami sempat tertinggal poin pada set pertama di babak final, namun kami terus mengejar ketertinggalan, memaksa skor imbang, dan akhirnya unggul di momen penentuan. Kuncinya adalah tetap fokus meskipun berada di bawah tekanan di detik-detik akhir pertandingan," ujar Andi kepada awak media.

Apresiasi dari Ketua Umum KONI Sumbawa 

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi yang hadir langsung membersamai dan menyemangati. menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi para atlet.

"Saya sangat salut dengan kerja keras dan kekompakan tim. Kami sempat tertekan melihat skor yang tertinggal di awal, namun Alhamdulillah, tim beregu Recurve putra mampu mengatasinya. Mereka tampil gemilang di babak penentuan yang sangat menegangkan," ungkap Rafiq dengan penuh syukur. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 08:43:33 +0800 amr
Sengitnya Final Recurve Putri, Jinan Karina Subandi Persembahkan Medali Perak untuk Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/sengitnya-final-recurve-putri-jinan-karina-subandi-persembahkan-medali-perak-untuk-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/sengitnya-final-recurve-putri-jinan-karina-subandi-persembahkan-medali-perak-untuk-kabupaten-sumbawa Sengitnya Final Recurve Putri, Jinan Karina Subandi Persembahkan Medali Perak untuk Kabupaten Sumbawa

Taliwang, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga panahan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 di Lapangan KTC Taliwang menyuguhkan drama luar biasa, terutama di nomor *Recurve Individual* 70m Putri. Atlet andalan Kabupaten Sumbawa, Jinan Karina Subandi, sukses mengamankan medali perak setelah melalui perjalanan panjang dan pertarungan sengit hingga babak final, Sabtu (18/7/2026).

Perjalanan Epik Jinan Menuju Final

Jinan tampil dominan sejak babak awal. Di babak perempat final, ia menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menaklukkan wakil Kabupaten Lombok Timur, Salsabila Jannatul Ma’wa, dengan skor telak 6-0. Jinan mendominasi tiga set berturut-turut (25-23, 23-17, dan 21-16).

Langkah Jinan berlanjut ke babak semifinal dalam "perang saudara" melawan rekan satu daerahnya, Cinta Sakinah Rizkilah. Dalam laga yang menguras emosi ini, Jinan tampil lebih konsisten dan berhasil mengunci kemenangan 6-2 (21-20, 17-17, 23-22, 23-20) untuk melaju ke partai puncak.

Di alternate shoot final, Jinan berhadapan dengan atlet tangguh dari Kota Mataram, Mirza Febriyanti Putri. Pertandingan berlangsung dramatis. Pada set pertama, Mirza unggul tipis 21-20. Jinan sempat membalas di set kedua dengan skor 18-14. Namun, Mirza kembali menunjukkan ketajamannya di set ketiga (28-23) dan set penentuan (23-21). Meski harus puas dengan medali perak, performa Jinan sepanjang turnamen mendapat pujian dari banyak pihak.

Perjuangan Cinta Sakinah di Perebutan Perunggu

Sementara itu, atlet Kabupaten Sumbawa lainnya, Cinta Sakinah Rizkilah, harus mengakui keunggulan lawan dalam perebutan medali perunggu melawan Nanda Anggreza Syabila (Kota Mataram).

Pertandingan perebutan tempat ketiga ini berlangsung sangat ketat. Setelah imbang di set pertama (24-24), Cinta sempat memimpin jauh di set kedua (26-13). Namun, Nanda mampu mengejar ketertinggalan di set-set berikutnya (24-24, 17-23, 22-28), hingga akhirnya Nanda mengunci kemenangan dengan skor 6-5.

#Apresiasi Bagi Semangat Atlet

Perjuangan para srikandi panahan Sumbawa di Taliwang ini menjadi bukti nyata kesiapan atlet daerah dalam bersaing di kancah provinsi. Meskipun hasil akhir belum memihak untuk emas di nomor individu, kerja keras Jinan Karina Subandi dan Cinta Sakinah Rizkilah telah mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa.

Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang telah berjuang habis-habisan di tengah kondisi lapangan yang menantang.

"Raihan medali perak ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa. Jinan telah menunjukkan mentalitas yang kuat sejak babak kualifikasi hingga final. Begitu pula dengan Cinta yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan. Ini adalah modal berharga bagi masa depan panahan Sumbawa," ungkap Rafiq.

Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan ini, kontingen Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan performa guna menghadapi pertandingan esok hari. (AM)

]]>
Mon, 20 Jul 2026 07:49:00 +0800 amr
Porprov Panahan Compound Putra: Sumbawa dan Sumbawa Barat Berbagi Tiket ke Final https://amarmedia.co.id/porprov-panahan-compound-putra-sumbawa-dan-sumbawa-barat-berbagi-tiket-ke-final https://amarmedia.co.id/porprov-panahan-compound-putra-sumbawa-dan-sumbawa-barat-berbagi-tiket-ke-final

Porprov Panahan Compound Putra: Sumbawa dan Sumbawa Barat Berbagi Tiket ke Final

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Pertandingan babak semifinal kategori Compound Putra berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh drama. Persaingan sengit antara pemanah dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat menyuguhkan aksi saling kejar poin yang memukau penonton hingga anak panah terakhir.

Dua laga semifinal mempertemukan Rasendriya Dhairyasarwahita  (Kabupaten Sumbawa) melawan Ilyas Yamin (Kabupaten Sumbawa Barat), serta Daffa (Kabupaten Sumbawa) yang berhadapan dengan Fauzan (Kabupaten Sumbawa Barat).

Duel Ketat Rasendriya Dhairyasarwahita vs  Ilyas Yamin

Pertandingan antara Dhariya dan Yamin berjalan sangat ketat sejak set pertama. Yamin sempat mencuri keunggulan tipis di set pertama (28-27) dan memperlebar jarak di set kedua (56-55). Namun, Dhariya menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan di set ketiga (83-81) dan terus mendominasi hingga akhir laga. Dhariya akhirnya mengunci kemenangan dengan total skor akhir 140-130, memastikan langkahnya ke babak final.

Aksi Balas Fauzan atas Daffa

Di sisi lain, Daffa sempat memberikan kejutan dengan memimpin set pertama (28-27) dan set kedua (55-54). Namun, Fauzan dari Sumbawa Barat tampil tenang dan mulai menemukan ritme terbaiknya. Memasuki set ketiga, Fauzan berhasil membalikkan keunggulan menjadi 82-79. Konsistensi Fauzan terus terjaga hingga akhir pertandingan, di mana ia berhasil mengungguli Daffa dengan skor akhir 138-128.

Menuju Partai Puncak

Dengan hasil tersebut, dua pemanah terbaik, Dhariya (Kabupaten Sumbawa) dan Fauzan (Kabupaten Sumbawa Barat), dipastikan akan bertemu di partai final untuk memperebutkan medali emas. Pertandingan final ini diprediksi akan menjadi laga puncak yang sangat dinantikan setelah performa impresif keduanya di babak semifinal.(AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 09:43:15 +0800 amr
Panahan Kabupaten Sumbawa Tumpuan Harapan di PORPROV NTB 2026: Tiga Atlet Melaju ke Perempat Final Compound https://amarmedia.co.id/panahan-kabupaten-sumbawa-tumpuan-harapan-di-porprov-ntb-2026-tiga-atlet-melaju-ke-perempat-final-compound https://amarmedia.co.id/panahan-kabupaten-sumbawa-tumpuan-harapan-di-porprov-ntb-2026-tiga-atlet-melaju-ke-perempat-final-compound Panahan Kabupaten Sumbawa Tumpuan Harapan di PORPROV NTB 2026: Tiga Atlet Melaju ke Perempat Final Compound

Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa menunjukkan taji dan daya saing yang kuat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat 2026 yang berlangsung di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hingga hari ini, Minggu (19/7/2026), semangat juang para pemanah asal "Tanah Sabalong Samalewa" ini menjadi sorotan utama, khususnya di nomor Compound Individual 50m Putra dan Recurve Individual 70m Putra.

Dominasi di Divisi Compound

Atlet Kabupaten Sumbawa tampil impresif di divisi Compound Individual 50m Putra. Pemanah andalan Rasendriya Dhairyasarwahita sukses melaju langsung ke babak 1/4 final (perempat final) setelah mendapatkan bye di putaran awal. Langkah ini diharapkan menjadi jalan mulus bagi Rasendriya untuk merebut medali emas bagi Kabupaten Sumbawa.

Tak hanya Rasendriya, rekan setimnya Muhammad Daffa Rachan Yamin dan Rahajenya Dahinajagaddhita juga memastikan posisi mereka di babak perempat final. Keberadaan tiga atlet Sumbawa di jajaran delapan besar divisi ini mempertegas dominasi dan persiapan matang tim panahan Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi ketatnya persaingan melawan atlet dari Kota Mataram maupun tuan rumah Sumbawa Barat.

Perjuangan di Divisi Recurve

Sementara itu, di divisi Recurve Individual 70m Putra, atlet-atlet Kabupaten Sumbawa harus melewati rintangan yang lebih terjal sejak babak awal.

Widad Muhammad Al Banna R. dijadwalkan menghadapi perlawanan sengit dari wakil Kabupaten Dompu, Andriyatna, pada babak 1/8 final.

Joko Suprianto akan berhadapan dengan M. Fauzi Zulkarnaen dari Lombok Timur.

Andi Rachman juga akan berduel di babak 1/8 final melawan Akhmad Khadafi Rafsanjani dari tuan rumah Sumbawa Barat.

Ketiga pemanah ini diharapkan mampu menunjukkan mental juara dan ketenangan di bawah tekanan, guna melangkah ke babak berikutnya dan membuka peluang meraih medali bagi Kabupaten Sumbawa.

Optimisme Kontingen

Pelatih dan official kontingen Sumbawa menyatakan rasa optimisnya melihat performa anak asuh mereka di lapangan. Meski bertanding di wilayah kabupaten tetangga, dukungan dan fokus atlet Sumbawa tetap terjaga untuk mengharumkan nama daerah di kancah provinsi.

"Seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa tentu menantikan kabar gembira dari Taliwang. Aksi para pemanah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sumbawa untuk terus berprestasi di bidang olahrag" ujar Abdul Ma'ruf Rahmat.

Perjuangan babak penentuan medali dijadwalkan akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 mendatang. Mari kita kawal dan dukung terus perjuangan para atlet kebanggaan kita untuk membawa pulang medali emas ke Kabupaten Sumbawa! (AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 07:39:08 +0800 amr
Srikandi Panahan Sumbawa Siap Tampil All&Out di Babak Eliminasi Porprov NTB XII https://amarmedia.co.id/srikandi-panahan-sumbawa-siap-tampil-all-out-di-babak-eliminasi-porprov-ntb-xii https://amarmedia.co.id/srikandi-panahan-sumbawa-siap-tampil-all-out-di-babak-eliminasi-porprov-ntb-xii Srikandi Panahan Sumbawa Siap Tampil All-Out di Babak Eliminasi Porprov NTB XII

TALIWANG, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan ambisi besar dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII tahun 2026. Memasuki hari pertandingan yang krusial, para atlet panahan putri Kabupaten Sumbawa kini bersiap melakoni laga hidup-mati di babak 1/8 eliminasi yang digelar di KTC Archery Stadium, Taliwang, Minggu (19/07/2026).

Setelah menunjukkan performa impresif pada babak kualifikasi, para Srikandi Sumbawa kini fokus menghadapi persaingan ketat di nomor Compound dan Recurve putri.

Dominasi di Nomor Compound

Pada nomor Compound Individual 50m Putri, atlet andalan Sumbawa, Jelita Senja Martono Putri, yang sebelumnya menempati posisi ketiga pada babak kualifikasi, langsung melaju ke babak 1/8 dengan status bye Fokus kini tertuju pada dua rekan setimnya yang akan bertarung di babak 1/8:

Adisti Mutiara Kinanti akan menghadapi tantangan dari atlet Kabupaten Sumbawa, Khoirunnisa Meidy Taqwa. Pertemuan sesama atlet Sumbawa ini dipastikan akan berlangsung sengit demi satu tiket menuju perempat final.

Persaingan Sengit di Nomor Recurve

Sementara itu, di nomor Recurve Individual 70m Putri, Kabupaten Sumbawa menurunkan kekuatan penuh dengan atlet-atlet yang siap membidik medali:

Jinan Karina Subandi, yang tampil gemilang di kualifikasi dengan menempati posisi kedua, mendapatkan keuntungan *bye* dan langsung melangkah ke fase berikutnya.

Cinta Sakinah Rizkilah, yang duduk di posisi ketiga kualifikasi, juga mendapatkan bye langsung menuju babak 1/8.

Sementara Cikal Apriani akan berjuang keras di babak 1/8 melawan atlet dari Kabupaten Sumbawa Barat, Fathiyatul Hidayati, untuk menjaga asa Sumbawa di nomor ini.

Optimisme Kontingen

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa terus memberikan suntikan semangat kepada seluruh atlet yang berlaga di Taliwang. Keberhasilan para atlet panahan Sumbawa dalam menembus babak eliminasi menjadi bukti nyata persiapan intensif yang telah dilakukan selama masa Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

"Kami melihat semangat juang yang luar biasa dari para atlet. Taliwang menjadi saksi bagaimana fokus dan ketenangan mereka di garis tembak. Kami optimistis, dengan konsentrasi penuh, medali emas akan mampu dipersembahkan untuk masyarakat Sumbawa," ujar salah satu ofisial tim panahan Sumbawa di lokasi pertandingan.

Pertandingan babak eliminasi ini dijadwalkan berlangsung sepanjang pagi ini, dengan harapan para wakil Kabupaten Sumbawa mampu melaju ke babak perempat final, semifinal, hingga babak perebutan medali (Final) yang akan berlangsung siang nanti.

Masyarakat Kabupaten Sumbawa diharapkan terus memberikan dukungan dan doa agar para atlet panahan dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di ajang olahraga Panahan terbesar tingkat provinsi ini. (AM)

]]>
Sun, 19 Jul 2026 07:13:10 +0800 amr
Dominasi Srikandi dan Arjuna Sumbawa, Tim Recurve Mixed Sumbawa Sukses Kawinkan Emas dan Perak di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/dominasi-srikandi-dan-arjuna-sumbawa-tim-recurve-mixed-sumbawa-sukses-kawinkan-emas-dan-perak-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/dominasi-srikandi-dan-arjuna-sumbawa-tim-recurve-mixed-sumbawa-sukses-kawinkan-emas-dan-perak-di-porprov-ntb-2026 Dominasi Srikandi dan Arjuna Sumbawa, Tim Recurve Mixed Sumbawa Sukses Kawinkan Emas dan Perak di Porprov NTB 2026

Taliwang, Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga panahan nomor Recurve Mixed Team menyuguhkan drama dan persaingan ketat di Lapangan KTC, Taliwang, Sabtu (18/7/2026). Tim Kabupaten Sumbawa (2) yang diperkuat oleh Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman tampil luar biasa hingga akhirnya memastikan medali emas setelah menuntaskan laga final melawan rekan sendiri, tim Kabupaten Sumbawa (1).

Perjalanan Menuju Puncak

Perjalanan Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Pada babak perempat final, mereka tampil solid dengan menumbangkan tim kuat dari Kabupaten Lombok Timur yang diperkuat Salsabila Jannatul Ma’wa dan Hazimul Ihsani, S.Pd., dengan skor meyakinkan 5-1.

Laju gemilang mereka berlanjut di babak semifinal. Berhadapan dengan tim dari Kota Mataram, Cinta dan Andi kembali menunjukkan dominasi taktis dengan menutup pertandingan melalui kemenangan skor 5-1, sekaligus memastikan satu tempat di babak final.

Derbi "Sabalong Samawa" di Partai Puncak

Partai final menyajikan pemandangan unik sekaligus membanggakan bagi kontingen Kabupaten Sumbawa. Cinta Sakinah Rizkilah dan Andi Rachman harus berhadapan dengan rekan satu daerah mereka, tim Kabupaten Sumbawa (1) yang diperkuat oleh Jinan Karina Subandi dan Joko Suprianto.

Tim Sumbawa (1) sendiri melaju ke final setelah tampil impresif menaklukkan Kabupaten Sumbawa Barat (2) yang diperkuat Fathiyatul Hidayati dan Rahmatullah, serta sukses mengalahkan tim Kota Mataram (2) yang diisi oleh Mirza Febriyanti Putri dan Diaz Muhammad Daffa Habibi.

Semangat Pantang Menyerah di Bawah Terik Matahari

Di partai final yang sengit, Cinta dan Andi sempat mengalami tekanan berat saat sempat tertinggal poin dari rekan setimnya. Namun, terik matahari yang menyengat di Lapangan KTC Taliwang tidak mampu membakar semangat juang mereka. Meski dalam posisi tertekan, keduanya tetap tenang dan menunjukkan ketangguhan mental juara hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan medali emas.

Ditemui usai pertandingan, Cinta Sakinah Rizkilah tak kuasa membendung rasa haru atas pencapaiannya. Ia mengakui bahwa emas ini adalah hasil dari perjuangan panjang dan kekompakan tim yang luar biasa.

"Jujur, saya merasa sangat terharu. Ini adalah raihan emas pertama saya di nomor mixed team Porprov NTB ke XII. Meskipun cuaca sangat panas dan kami sempat tertinggal di babak final, semangat kami tidak pernah kendor sedikit pun," ungkap Cinta dengan penuh emosional.

Ia menambahkan, kunci keberhasilan mereka adalah sikap pantang menyerah. "Saat tertinggal poin, kami justru saling menguatkan. Kami sepakat untuk tetap fokus pada setiap anak panah tanpa memikirkan skor lawan. Kami tidak mengenal kata menyerah sampai anak panah terakhir lepas dari busur," tutur Cinta menutup percakapan.

Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi Kabupaten Sumbawa dalam cabor panahan, yang menunjukkan bahwa pembinaan atlet daerah mampu bersaing di level tertinggi provinsi. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 20:51:56 +0800 amr
Kabupaten Sumbawa Mendominasi, Raih Emas Perak dan Perunggu di Nomor Recurve 70m Mix Team dan Compound 50 m Mix Team PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-mendominasi-raih-emas-perak-dan-perunggu-di-nomor-recurve-70m-mixed-team-dan-compound-50-m-mix-team-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-mendominasi-raih-emas-perak-dan-perunggu-di-nomor-recurve-70m-mixed-team-dan-compound-50-m-mix-team-porprov-ntb-2026 Kabupaten Sumbawa Mendominasi, Raih Emas Perak dan Perunggu  di Nomor Recurve 70m Mix Team dan   Compound  50 m Mix Team PORPROV NTB 2026

TALIWANG.KSB.Amarmedia.co.id  — Persaingan sengit tersaji di arena panahan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat (NTB) XII Tahun 2026 yang berlangsung di  Lapangan Memutar Telu Center (KTC) Taliwang,  Kabupaten Sumbawa Barat. Pada pertandingan yang digelar Sabtu (18/7/2026), kontingen Kabupaten Sumbawa sukses mendominasi podium tertinggi untuk nomor Recurve 70m Mixed Team.

Berdasarkan data resmi panitia perlombaan babak final nomor Recurve 70m Mix Team menyuguhkan "All-Sumbawa Final". Pasangan Cinta Sakinah Rizkilah / Andi Rachman (Kab. Sumbawa 2) berhasil merebut medali emas setelah menyudahi perlawanan sengit rekan sedaerahnya, Jinan Karina Subandi / Joko Suprianto (Kab. Sumbawa 1) dengan skor tipis 4-4 dengan penentuan Shoot off  yang dramatis. Dengan hasil ini, Jinan dan Joko harus puas membawa pulang medali perak

Sementara itu, medali perunggu berhasil diamankan oleh pasangan asal Kota Mataram, Nanda Anggreza Syabila / Muhammad Azri Hawwari, yang sukses mengalahkan tim Kota Mataram (2) di perebutan tempat ketiga.

 Tuan Rumah Curi Emas di Nomor Compound

Tak mau kehilangan momentum di markas sendiri, kontingen tuan rumah Kabupaten Sumbawa Barat berhasil mencuri perhatian di nomor Compound 50m Mix.

Pasangan andalan tuan rumah, Cinta Khairunisa Rahman / Muhammad Fauzan, tampil gemilang dan sukses menyabet medali emas. Mereka berhasil mengungguli pasangan Kab. Sumbawa, Jelita Senja Martono Putri / Rasendriya Dhairyasarwahita yang meraih medali perak. Tim Kabupaten Sumbawa sebelumnya mendominasi di babak Kualifikasi dan sempat bertemu di perempat final dengan pasangan asal Kabupaten Sumbawa  Adisti Mutiara Kinanti / Muhammad Daffa Rachan Yamin, yang berhak atas medali perunggu

Klasemen Sementara Perolehan Medali

Hingga Sabtu malam (18/7), Kabupaten Sumbawa memimpin kokoh di puncak klasemen sementara cabang olahraga panahan dengan perolehan total 4 medali. 

Berikut adalah klasemen medali sementara:

Apresiasi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH MSi, yang hadir menyaksikan perlombaan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian membanggakan para atlet panahan tersebut. "Ini adalah hasil darikerja keras, disiplin, dan dedikasi yang luar biasa dari para atlet serta tim pelatih. Kami sangat bangga melihat dominasi atlet kita di arena PORPROV NTB ini. Semoga prestasi inimenjadi motivasi bagi atlet di cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan yangterbaik bagi Kabupaten Sumbawa," ujar Abdul Rafiq. 

Perlombaan cabor panahan PORPROV NTB 2026 yang dimotori oleh KONI bersama Pengprov PERPANI NTB ini masih akan berlangsung hingga 24 Juli 2026 mendatang. Peluang bagi Kabupaten Sumbawa dan lainnya dalam mengumpulkan medali masih terbuka besar. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 19:37:36 +0800 amr
Emas untuk Sumbawa! Aurelia Akiko Juara 1 Gaya Punggung di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/emas-untuk-sumbawa-aurelia-akiko-juara-1-gaya-punggung-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/emas-untuk-sumbawa-aurelia-akiko-juara-1-gaya-punggung-di-porprov-ntb-2026 Emas untuk Sumbawa! Aurelia Akiko Juara 1 Gaya Punggung di Porprov NTB 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Perenang andalan Sumbawa, Aurelia Akiko, sukses mempersembahkan medali emas untuk nomor 50 meter gaya punggung putri yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026).

Prestasi ini sekaligus menyempurnakan capaian Aurelia yang sehari sebelumnya juga berhasil menyumbangkan medali perak pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri. Penampilan konsisten Aurelia di lintasan renang mendapatkan apresiasi luas, baik dari jajaran pengurus maupun masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Aurelia Akiko tampil memukau dan mendominasi jalannya pertandingan pada nomor gaya punggung hari ini. Dengan teknik yang mumpuni dan kecepatan yang stabil, ia berhasil menyentuh garis finis di posisi pertama, mengungguli para pesaingnya dari kabupaten/kota lain di NTB.

Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi kontingen akuatik Sumbawa yang masih memiliki sejumlah atlet andalan yang akan berlaga di nomor-nomor berikutnya.

Sebelumnya, Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Sumbawa, Hj. Jamilah, S.Pd.SD., memang telah menyatakan optimisme tinggi terhadap potensi atletnya. Raihan emas dari Aurelia hari ini membuktikan bahwa dedikasi dan latihan intensif yang dijalani selama masa persiapan membuahkan hasil yang manis bagi tanah Sabalong Samawa

Dukungan Penuh untuk Atlet

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang terus memantau perkembangan atlet di lapangan, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas tambahan medali emas ini.

"Alhamdulillah, emas berhasil kita raih hari ini melalui Aurelia Akiko. Selamat kepada ananda Aurelia atas perjuangan luar biasa di lintasan gaya punggung. Ini adalah bukti bahwa atlet Sumbawa memiliki mental juara dan mampu bersaing di level provinsi," ujar Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq berharap kesuksesan Aurelia dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet-atlet lain, seperti Dino Satrio Utomo, Hamdan Sidiq, dan Muhammad Rasyiq Fatih yang masih akan berjuang di nomor pertandingan mereka masing-masing.

"Harapan kita bersama, semoga momentum kemenangan ini memberikan energi positif bagi seluruh atlet yang berlaga. Terus jaga fokus, jaga kondisi fisik, dan tetaplah berjuang dengan menjunjung tinggi sportivitas. Masyarakat Sumbawa mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan kalian semua," tutup Rafiq.

Dengan raihan medali emas ini, posisi Kabupaten Sumbawa di klasemen perolehan medali cabor akuatik semakin diperhitungkan, sekaligus menambah optimisme kontingen dalam mengejar target medali di ajang Porprov NTB 2026. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 16:16:56 +0800 amr
Optimisme Ketua KONI Sumbawa di Arena Panahan: "Jaga Ritme, Fokus Rebut Medali" https://amarmedia.co.id/optimisme-ketua-koni-sumbawa-di-arena-panahan-jaga-ritme-fokus-rebut-medali https://amarmedia.co.id/optimisme-ketua-koni-sumbawa-di-arena-panahan-jaga-ritme-fokus-rebut-medali Optimisme Ketua KONI Sumbawa di Arena Panahan: "Jaga Ritme, Fokus Rebut Medali"

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id - 18 Juli 2026 – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., memberikan dukungan penuh dan motivasi bagi para atlet yang tengah berjuang di ajang kejuaraan panahan, Sabtu (18/7/2026).

Menyaksikan ketatnya persaingan pada hari pertama kualifikasi, Abdul Rafiq menekankan pentingnya menjaga stabilitas mental dan fisik. Ia optimistis bahwa dengan mentalitas yang kuat, kontingen Sumbawa mampu meraih capaian maksimal dan menyumbangkan medali bagi daerah.

"Saya melihat pada hari pertama ini, potensi atlet kita sudah sangat terlihat. Dengan mental yang kuat seperti ini, saya yakin mereka mampu meraih medali terbanyak," ujar Abdul Rafiq di sela-sela memantau jalannya pertandingan.

Lebih lanjut, Ketua KONI Sumbawa tersebut berpesan agar para atlet tetap disiplin dalam menjaga kesehatan dan kondisi tubuh selama masa pertandingan yang padat. Ia mengingatkan atlet untuk tidak terdistraksi oleh hal-hal di luar fokus utama pertandingan.

"Yang paling utama sekarang adalah jaga kondisi. Jangan terpecah konsentrasinya kepada hal-hal yang tidak perlu. Tetap fokus, jaga ritme permainan agar konsistensi ini terus terjaga sampai ke babak penentuan nanti," tegasnya.

Dukungan dari orang nomor satu di KONI Sumbawa ini menjadi suntikan moral berharga bagi para atlet yang akan melangkah ke babak perempat final. Semangat yang disampaikan sejalan dengan harapan manajer tim, Muhammad Yamin, SE., M.Si., yang sebelumnya telah meminta seluruh atlet untuk tetap rendah hati dan tampil lepas.

Kini, para atlet yang telah memastikan diri lolos ke fase gugur tengah menjalani masa persiapan singkat. Seluruh pihak berharap agar performa impresif yang ditunjukkan pada babak kualifikasi dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, demi membawa pulang medali emas ke Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 12:03:21 +0800 amr
Kualifikasi Tuntas, Atlet Siap Hadapi Perempat Final, Manajer Tim Muhammad Yamin: "Jaga Fokus dan Mentalitas Juara" https://amarmedia.co.id/kualifikasi-tuntas-atlet-siap-hadapi-perempat-final-manajer-tim-muhammad-yamin-jaga-fokus-dan-mentalitas-juara https://amarmedia.co.id/kualifikasi-tuntas-atlet-siap-hadapi-perempat-final-manajer-tim-muhammad-yamin-jaga-fokus-dan-mentalitas-juara Kualifikasi Tuntas, Atlet Siap Hadapi Perempat Final, Manajer Tim Muhammad Yamin: "Jaga Fokus dan Mentalitas Juara"

TALIWANG, SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id – Rangkaian babak kualifikasi panahan dalam kejuaraan hari ini, Sabtu (18/7/2026), resmi berakhir. Berdasarkan hasil pertandingan Recurve dan Compound di berbagai nomor, delapan atlet terbaik dari masing-masing kategori telah memastikan diri melaju ke babak perempat final yang akan digelar dalam waktu dekat.

Manajer Tim, Muhammad Yamin, SE., M.Si., mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah berjuang maksimal sepanjang babak kualifikasi. Ia menegaskan bahwa babak kualifikasi merupakan ujian ketahanan fisik dan konsistensi, sementara babak perempat final nanti akan lebih menguji mentalitas di bawah tekanan.

"Saya sangat bangga melihat semangat juang atlet kita. Hasil kualifikasi ini adalah cerminan dari persiapan panjang yang telah kita lakukan. Namun, saya terus mengingatkan kepada seluruh atlet, terutama yang berhasil menembus dua besar dan delapan besar, untuk tidak berpuas diri. Fokus harus tetap terjaga karena di babak perempat final, setiap anak panah sangat menentukan," ujar Muhammad Yamin.

Terkait target ke depan, Muhammad Yamin menaruh harapan besar agar para atlet mampu tampil lepas dan disiplin pada teknis yang telah dilatih. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah jadwal pertandingan yang padat.

"Harapan saya sederhana namun krusial: jaga ritme, tetap rendah hati, dan tunjukkan mentalitas juara. Kita ingin melihat performa terbaik yang konsisten. Saya yakin dengan kedisiplinan yang ditunjukkan hari ini, atlet kita mampu melangkah jauh hingga ke podium tertinggi," tambahnya.

 Ringkasan Hasil Kualifikasi (Top 3)

Persaingan ketat terlihat jelas di papan klasemen babak kualifikasi setelah 72 anak panah dilepaskan:

Recurve Putra 70m: Sahibul Fikri memimpin dengan skor 609, disusul Hazimul Ihsani (597) dan Rahmatullah (574).

Recurve Putri 70m: Nanda Anggreza Syabila unggul di posisi pertama dengan skor 596, diikuti Jinan Karina Subandi (583) dan Cinta Sakinah Rizkilah (551).

Compound Putra 50m: Rasendriya Dhajryasarwahita tampil dominan dengan skor 677, diikuti Muhammad Fauzan (662) dan Muhammad Daffa Rachan Yamin (651).

Compound Putri 50m:Queen Kanaya Sulaiman dan Marsha Nouvalia Putri berbagi angka tertinggi dengan skor 643, disusul Jelita Senja Martono Putri (620).

Kini, para atlet yang menempati posisi dua terbaik dan seluruh jajaran atlet yang lolos ke fase gugur akan segera memasuki masa persiapan singkat sebelum bertanding kembali di babak perempat final. Seluruh kontingen diharapkan tetap menjaga kebugaran dan fokus penuh demi membawa pulang hasil maksimal bagi daerah masing-masing. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 10:46:37 +0800 amr
Series Kedua Compound Putri Bangkit, Atlet Sumbawa Tunjukkan Potensi di KTC Taliwang https://amarmedia.co.id/series-kedua-compound-putri-bangkit-atlet-sumbawa-tunjukkan-potensi-di-ktc-taliwang https://amarmedia.co.id/series-kedua-compound-putri-bangkit-atlet-sumbawa-tunjukkan-potensi-di-ktc-taliwang Series Kedua Compound Putri Bangkit, Atlet Sumbawa Tunjukkan Potensi di KTC Taliwang

TALIWANG, SUMBAWA BARAT.Amarmedia.co.id – Persaingan sengit terjadi pada gelaran panahan series pertama kategori Compound Putri yang berlangsung di Lapangan KTC, Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (18/7/2026). Atlet-atlet asal Kabupaten Sumbawa menunjukkan perkembangan performa yang signifikan di tengah persaingan ketat dengan kontingen dari daerah lain di Nusa Tenggara Barat.

Dalam catatan pertandingan Individual 50m Putri (After 54 Arrows), tiga srikandi asal Kabupaten Sumbawa berhasil masuk dalam jajaran atlet papan atas. Jelita Senja Martono Putri menjadi perwakilan Sumbawa dengan peringkat terbaik setelah menempati posisi ketiga dengan total skor 404. Ia diikuti oleh rekan setimnya, Adisti Mutiara Kinanti di posisi kelima (skor 369) dan Khoirunnisa Meidy Taqwa di posisi keenam (skor 363).

Perolehan Skor Compound Individual 50m Putri

Berikut adalah klasemen lengkap hasil pertandingan setelah 54 anak panah:

Progres Positif Atlet Sumbawa

Meskipun pimpinan klasemen sementara masih didominasi oleh atlet dari Kota Mataram, yakni Marsha Nouvalia Putri (431) dan Queen Kanaya Sulaiman (426), perkembangan atlet Kabupaten Sumbawa dalam seriespertama ini dinilai sangat menjanjikan.

Khoirunnisa Meidy Taqwa, misalnya, menunjukkan kapasitas impresif pada sesi kedua 50m dengan perolehan skor 122, yang tercatat sebagai salah satu performa sesi kedua terbaik di antara peserta lainnya. Konsistensi para atlet muda Sumbawa ini menjadi modal penting dalam mengarungi rangkaian series selanjutnya.

Pelaksanaan series pertama di Lapangan KTC Taliwang ini menjadi ajang pembuktian bagi para pemanah putri untuk mengukur kemampuan teknik dan mental sebelum memasuki tahapan kompetisi yang lebih tinggi. Semangat "bangkit" yang diusung dalam series ini diharapkan mampu memicu lahirnya talenta baru yang dapat membawa nama harum daerah di kancah panahan tingkat nasional. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 08:48:02 +0800 amr
Panahan Sumbawa Tampil Gemilang di Porprov NTB XII: Rasendriya Puncaki Klasemen Sementara Compound Putra https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-rasendriya-puncaki-klasemen-sementara-compound-putra https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-rasendriya-puncaki-klasemen-sementara-compound-putra Panahan Sumbawa Tampil Gemilang di Porprov NTB XII: Rasendriya Puncaki Klasemen Sementara Compound Putra

TALIWANG.KSB. Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa tengah berjuang keras dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026). Hingga babak kualifikasi seri keenam dengan 36 anak panah (after 36 arrows), para atlet Sumbawa menunjukkan performa yang kompetitif di berbagai divisi baik Recurve maupun Compound.

Sebelum turun ke shooting line, pelatih Panca Ari Wibowo kembali membakar semangat para atlet melalui teknik relaksasi. Ia mengajak seluruh atlet untuk mengambil sikap terbaik, membangun sugesti positif, serta menikmati setiap detik saat berada di garis penembakan dengan tenang dan penuh keyakinan. Atlet Sumbawa juga tampil ikonik dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih.

Dukungan penuh juga datang dari Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., yang meminta atlet untuk tetap menjaga fokus dan kenyamanan dalam berlomba. "Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini," tegasnya.

Berikut adalah rekapitulasi perolehan skor kualifikasi sementara untuk para atlet panahan:

Compound Individual 50m Putra :

Rasendriya Dhajryasarwahita: 338 poin (Posisi ke-1)

Muhammad Daffa Rachan Yamin: 329 poin (Posisi ke-4)

 Rahajenya Dahinajagaddhita: 301 poin (Posisi ke-10)

Compound Individual 50m Putri

Jelita Senja Martono Putri: 306 poin (Posisi ke-3)

PpAdisti Mutiara Kinanti: 273 poin (Posisi ke-6)

Khoirunnisa Meidy Taqwa: 241 poin (Posisi ke-11)

Recurve Individual 70m Putra

Joko Suprianto: 282 poin (Posisi ke-5)

Farhan: 244 poin (Posisi ke-12)

Widad Muhammad Al Banna R.: 221 poin (Posisi ke-14)

Mohammad Fikri: 175 poin (Posisi ke-15)

Recurve Individual 70m Putri : 

Jinan Karina Subandi: 286 poin (Posisi ke-2)

Cinta Sakinah Rizkilah: 265 poin (Posisi ke-3)

Cikal Apriani: 118 poin (Posisi ke-9)

Hingga saat ini, para atlet masih terus berjuang untuk menorehkan hasil terbaik bagi Kabupaten Sumbawa dalam ajang Porprov NTB XII tahun 2026. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 08:13:37 +0800 amr
Panahan Sumbawa Tampil Kompetitif di Porprov NTB XII: Berikut Perolehan Skor Kualifikasi Seri Keempat https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-kompetitif-di-porprov-ntb-xii-berikut-perolehan-skor-kualifikasi-seri-keempat https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-tampil-kompetitif-di-porprov-ntb-xii-berikut-perolehan-skor-kualifikasi-seri-keempat Panahan Sumbawa Tampil Kompetitif di Porprov NTB XII: Berikut Perolehan Skor Kualifikasi Series keempat.

Taliwang.KSB. Amarmedia.co.id – Kontingen panahan Kabupaten Sumbawa tengah berjuang keras dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 yang berlangsung hari ini, Sabtu (18/7/2026). Hingga babak kualifikasi 24 anak panah (after 24 arrows), para atlet Sumbawa menunjukkan performa yang kompetitif di berbagai divisi baik Recurve* maupun Compound.

Sebelum turun ke shooting line, pelatih Panca Ari Wibowo kembali membakar semangat para atlet melalui teknik relaksasi. Ia mengajak seluruh atlet untuk mengambil sikap terbaik, membangun sugesti positif, serta menikmati setiap detik saat berada di garis penembakan dengan tenang dan penuh keyakinan. Atlet Sumbawa juga tampil ikonik dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih.

Dukungan penuh juga datang dari Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., yang meminta atlet untuk tetap menjaga fokus dan kenyamanan dalam berlomba. "Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini," tegasnya.

Berikut adalah rekapitulasi perolehan skor kualifikasi sementara untuk para atlet panahan:

Divisi Recurve 70m Putra

Joko Suprianto: 182 poin

Farhan: 169 poin

Widad Muhammad Al Banna R.: 151 poin

Mohammad Fikri: 115 poin

Divisi Recurve 70m Putri

Jinan Karina Subandi: 195 poin (Posisi ke-2)

Cinta Sakinah Rizkilah: 173 poin (Posisi ke-3)

Cikal Apriani: 95 poin

Divisi Compound 50m Putra

Rasendriya Dhajryasarwahita: 225 poin (Posisi ke-2)

Muhammad Daffa Rachan Yamin: 215 poin (Posisi ke-5)

Rahajenya Dahinajagaddhita: 204 poin (Posisi ke-8)

Divisi Compound 50m Putri

Jelita Senja Martono Putri: 202 poin (Posisi ke-3)

Adisti Mutiara Kinanti: 191 poin (Posisi ke-4)

Khoirunnisa Meidy Taqwa: 155 poin

Saat ini, rangkaian pertandingan masih terus berlangsung. Setelah sesi kualifikasi, para atlet akan melanjutkan perjuangan di babak mixed team perempat final hingga perebutan medali emas dan perunggu yang akan diakhiri dengan upacara penyerahan medali pada pukul 16.00 WITA. Seluruh masyarakat Sumbawa diharapkan terus memberikan dukungan dan doa agar para pemanah daerah dapat meraih podium tertinggi.

]]>
Sat, 18 Jul 2026 07:56:19 +0800 amr
Sumbawa Siap Beraksi di Arena Panahan, Coach Panca Bakar Semangat Atlet dengan Sugesti Positif https://amarmedia.co.id/sumbawa-siap-beraksi-di-arena-panahan-coach-panca-bakar-semangat-atlet-dengan-sugesti-positif https://amarmedia.co.id/sumbawa-siap-beraksi-di-arena-panahan-coach-panca-bakar-semangat-atlet-dengan-sugesti-positif Sumbawa Siap Beraksi di Arena Panahan, Coach Panca Bakar Semangat Atlet dengan Sugesti Positif

Taliwang KSB. Amarmedia.co.id– Semangat membara menyelimuti kontingen panahan Kabupaten Sumbawa yang bersiap menghadapi laga krusial di ajang Porprov NTB XII hari ini, Sabtu (18/7/2026). Tampil percaya diri dengan mengenakan kostum kebanggaan berwarna kuning-putih, para atlet terlihat fokus dan mantap menatap target di shooting line.

Sebelum memulai pertandingan, pelatih Panca Ari Wibowo memberikan arahan khusus dan motivasi intensif kepada seluruh atlet. Dalam sesi persiapan tersebut, Coach Panca mengajak para atlet melakukan teknik relaksasi untuk membangun mental juara.

"Lakukan relaksasi dan ambil sikap terbaik agar seluruh memori dan sugesti positif meresap. Katakan pada diri sendiri bahwa hari ini kalian bisa memanah dengan tenang. Enjoy saat berada di shooting line, pegang erat busur kalian, dan tetap tenang dalam setiap bidikan," ujar Coach Panca memberikan instruksi.

Suntikan motivasi ini diharapkan mampu menjaga ritme dan ketenangan para atlet Sumbawa, baik di divisi Recurve maupun Compound. Dengan perpaduan persiapan teknis yang matang dan penguatan mental melalui sugesti positif, kontingen Sumbawa optimis dapat memberikan performa terbaik dalam kompetisi kualifikasi dan mixed team yang berlangsung hari ini.

Daftar atlet yang akan berlaga hari ini antara lain:

Divisi Recurve (Putra):Farhan, Joko Suprianto, Mohammad Fikri, dan Widad Muhammad Al Banna Rachman.

Divisi Recurve (Putri): Cikal Apriani, Cinta Sakinah Rizkilah, dan Jinan Karina Subandi.

Divisi Compound (Putra): Muhammad Daffa Rachan Yamin, Rahajenya Dahinajagaddhita, dan Rasendriya Dhajryasarwahita.

Divisi Compound (Putri): Adisti Mutiara Kinanti, Jelita Senja Martono Putri, dan Khoirunnisa Meidy Taqwa.

Seluruh atlet kini telah bersiap di lapangan, mengenakan seragam legendaris kuning-putih, siap untuk mengukir prestasi dan mempersembahkan medali bagi Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 07:24:11 +0800 amr
Panahan Sumbawa Siap Tempur di Porprov NTB XII: Incar Medali di Nomor Recurve dan Compound https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-siap-tempur-di-porprov-ntb-xii-incar-medali-di-nomor-recurve-dan-compound https://amarmedia.co.id/panahan-sumbawa-siap-tempur-di-porprov-ntb-xii-incar-medali-di-nomor-recurve-dan-compound Panahan Sumbawa Siap Tempur di Porprov NTB XII: Incar Medali di Nomor Recurve dan Compound

Taliwang Sumbawa Barat. Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Panahan Kabupaten Sumbawa memasuki fase krusial dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026. Pada hari Sabtu (18/7/2026), para atlet panahan Sumbawa dijadwalkan turun berlaga di nomor Recurve dan Compound, baik pada kategori kualifikasi maupun mixed team (beregu campuran).

Jadwal pertandingan hari ini akan dimulai sejak pukul 07.15 WITA dengan kualifikasi putaran pertama, diikuti putaran kedua pada pukul 08.25 WITA. Selanjutnya, babak perempat final mixed team akan dimulai pukul 10.05 WITA, disusul babak semifinal pada pukul 10.35 WITA. Puncak perjuangan para atlet akan berlangsung pada babak perebutan medali perunggu dan emas sepanjang siang hingga sore hari, dengan upacara penyerahan medali dijadwalkan pukul 16.00 WITA.

Pengurus PERPANI Kabupaten Sumbawa sekaligus Manajer Tim, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh atlet sebelum turun ke lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan agar performa terbaik dapat keluar sebagaimana saat latihan rutin.

"Saya minta seluruh atlet untuk tampil maksimal. Raihlah kemenangan dengan menjaga kenyamanan dan ketenangan dalam berlomba, sama seperti saat kita melakukan latihan sistematis selama ini. Fokus pada teknis, jaga ritme, dan percayakan pada kemampuan diri sendiri," ujar Muhammad Yamin penuh semangat.

Daftar atlet yang akan berlaga hari ini antara lain:

Divisi Recurve (Putra): Farhan, Joko Suprianto, Mohammad Fikri, dan Widad Muhammad Al Banna Rachman.

Divisi Recurve (Putri):Cikal Apriani, Cinta Sakinah Rizkilah, dan Jinan Karina Subandi.

Divisi Compound (Putra): Muhammad Daffa Rachan Yamin, Rahajenya Dahinajagaddhita, dan Rasendriya Dhajryasarwahita.

Divisi Compound (Putri): Adisti Mutiara Kinanti, Jelita Senja Martono Putri, dan Khoirunnisa Meidy Taqwa.

Tim panahan Sumbawa telah mempersiapkan diri dengan matang dan diharapkan mampu membawa pulang medali dari nomor-nomor bergengsi yang dipertandingkan hari ini. Masyarakat Sumbawa diharapkan memberikan dukungan doa agar perjuangan para pemanah daerah membuahkan hasil maksimal bagi kontingen Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 18 Jul 2026 05:57:39 +0800 amr
Gateball Sumbawa Tampil Unggul di Porprov NTB XII: Raih Total 6 Medali, Berpeluang Tambah Pundi Emas https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-raih-total-6-medali-berpeluang-tambah-pundi-emas https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-tampil-gemilang-di-porprov-ntb-xii-raih-total-6-medali-berpeluang-tambah-pundi-emas Gateball Sumbawa Tampil Unggul di Porprov NTB XII: Raih Total 6 Medali, Berpeluang Tambah Pundi Emas

Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co id– Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Gateball Kabupaten Sumbawa menunjukkan dominasi dan performa impresif dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026. Hingga Jumat malam (17/7/2026), tim Gateball Sumbawa telah sukses mengumpulkan total 6 medali dari berbagai nomor yang dipertandingkan.

Berdasarkan data resmi panitia pelaksana, raihan medali tersebut terdiri dari 3 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Berikut adalah rincian perolehan medali Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa hingga Jumat (17/7/2026):

Medali Emas:

Nomor Triple Wanita: Azizah Ranti Pratiwi, Dita Mauliddianti, Nazaria Onoli, dan Iga Khrisma Pasha.

Nomor Ganda Putra: Indra, Ardiyansyah, Bambang Hermawan, dan Wahyu Hidayat.

Nomor Triple Putra: Ariston Juni Alvin S, Rizki Putra Kasuda, Sutomo, Ardiyanto, dan Deni Mauliddiansyah.

Medali Perak:

Nomor Tunggal Wanita: Dilla Nurhidayah.

Nomor Ganda Wanita: Sinta Olivia Ahmad dan Balada Dwi Evita.

Medali Perunggu:

Nomor Ganda Campuran: Ari Sudrajat dan Salsya Sabila.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut. Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para atlet yang telah berjuang maksimal mengharumkan nama daerah di ajang provinsi ini.

"Alhamdulillah, raihan medali ini adalah capaian yang luar biasa. Saya secara pribadi dan atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para atlet Gateball kita yang telah memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa," ujar Abdul Rafiq, Jumat (17/7/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Binpres Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa, Ari Sudrajat, menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari latihan disiplin dan kekompakan tim. Ia berharap para atlet tetap menjaga fokus dan mental bertanding karena masih tersisa dua nomor pertandingan lagi, yaitu Beregu Putra dan Beregu Wanita, yang dijadwalkan akan rampung pada Sabtu (18/7/2026).

"Saya minta seluruh atlet yang akan berlaga esok hari untuk tampil habis-habisan dengan semangat juang tinggi. Jika bermain lepas dan tenang, kita optimis bisa menambah pundi-pundi medali bagi Sumbawa," pungkas Ari Sudrajat.

Keberhasilan di hari kedua ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh kontingen Sumbawa untuk menutup perhelatan Porprov NTB XII dengan prestasi terbaik. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 20:05:10 +0800 amr
Panen Medali di Porprov NTB 2026: Angkat Besi Sumbawa Kembali Sumbang Emas Kedua dan Perunggu https://amarmedia.co.id/panen-medali-di-porprov-ntb-2026-angkat-besi-sumbawa-kembali-sumbang-emas-kedua-dan-perunggu https://amarmedia.co.id/panen-medali-di-porprov-ntb-2026-angkat-besi-sumbawa-kembali-sumbang-emas-kedua-dan-perunggu Panen Medali di Porprov NTB 2026: Angkat Besi Sumbawa Kembali Sumbang Emas Kedua dan Perunggu

Mataram, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Hingga Jumat (17/7/2026), pundi-pundi medali Sumbawa kembali bertambah berkat penampilan unggul atlet-atlet angkat besi di arena pertandingan.

Ketua Cabor Angkat Besi Kabupaten Sumbawa, Evi Erwan, menyampaikan kabar gembira atas raihan tambahan medali hari ini. "Alhamdulillah, kembali satu emas dipersembahkan oleh atlet angkat berat kita, Nurul Laela Febriana, dan satu medali perunggu diraih oleh Tiara Septianingsih," ujar Evi dengan penuh bangga.

Raihan ini melengkapi keberhasilan sebelumnya yang dipersembahkan oleh Handoko Meitriana yang sukses menyabet medali emas di kelas 70 kg putra dengan angkatan terbaik 150 kg.

Rekapitulasi Medali Sementara Kontingen Sumbawa (Per 17 Juli 2026)

Hingga sore ini, kontingen Kabupaten Sumbawa telah mengumpulkan tambahan  7 medali yang terdiri dari 5 Emas, 1 Perak, dan 1 Perunggu sehingga tota emas yang teraih 18 emas. 

Berikut adalah rincian capaian sementara  yang diraih Jumat 17 Juli 2026 hingga pukul 18.00

  • 2 Medali Emas: Cabor Gateball (Double Putra & Triple Putra)
  • 1 Medali Emas: Cabor Sepak Takraw (Quadran Putra)
  • 1 Medali Emas: Cabor Angkat Besi Putra (Handoko Meitriana)
  • 1 Medali Emas: Cabor Angkat Besi Putri (Nurul Laela Febriana)
  • 1 Medali Perak: Cabor Akuatik (Aurelia Akiko - 50M Gaya Kupu-kupu Putri)
  • 1 Medali Perunggu: Cabor Angkat Besi Putri (Tiara Septianingsih)

Apresiasi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang telah berjuang maksimal.

"Alhamdulillah, torehan prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi luar biasa. Saya bangga dengan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh anak-anak kita. Raihan 5 medali emas hingga hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Sumbawa berada pada jalur yang tepat," ungkap Abdul Rafiq.

Rafiq juga menegaskan bahwa KONI akan terus memberikan dukungan penuh bagi para atlet yang masih akan bertanding di hari-hari berikutnya. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jaga momentum ini, tetap fokus, dan terus berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di kancah provinsi," pungkasnya.

Dengan perolehan medali yang terus bertambah, posisi kontingen Kabupaten Sumbawa kini semakin kuat dalam persaingan perolehan medali di ajang Porprov NTB 2026. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 18:47:01 +0800 amr
Terjadi Turbulance, Jadwal Pertandingan Terjun Payung Porprov NTB 2026 Ditunda https://amarmedia.co.id/terjadi-turbulance-jadwal-pertandingan-terjun-payung-porprov-ntb-2026-ditunda https://amarmedia.co.id/terjadi-turbulance-jadwal-pertandingan-terjun-payung-porprov-ntb-2026-ditunda Terjadi Turbulance, Jadwal Pertandingan Terjun Payung Porprov NTB 2026 Ditunda

MANDALIKA, Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama adanya turbulensi atau guncangan udara yang cukup besar di atas area Mandalika, menjadi alasan utama pembatalan sesi penerbangan hari ini Jumat 17 Juli 2026. Panitia menilai risiko bagi para atlet jika memaksakan diri untuk melakukan aktivitas udara dalam kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut.

Ketua Aerosport Kabupaten Sumbawa, Amran Herlambang kepada awak media menegaskan bahwa penundaan ini merupakan prosedur standar yang wajib dipatuhi demi keselamatan. Menurutnya, dalam olahraga dirgantara yang memiliki risiko tinggi, faktor keselamatan adalah harga mati.

"Dalam olahraga dirgantara seperti terjun payung yang berisiko tinggi, penundaan karena kendala cuaca adalah hal yang biasa. Kita harus selalu mengutamakan safety first. Penundaan hari ini pun dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis dari pihak Airnav yang memantau kondisi keamanan udara, dan esok pagi akan dilanjutkan sambil dilihat perkembangannya" ujar Amran Herlambang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa risiko turbulensi di area Mandalika saat ini berada di luar batas toleransi aman untuk operasional penerbangan atlet. "Panitia menilai risiko bagi para atlet sangat tinggi jika memaksakan diri untuk melakukan aktivitas udara dalam kondisi cuaca yang tidak stabil tersebut," imbuh Amran.

Dukungan Penuh Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., saat dikonfirmasi mengenai kondisi ini, menyampaikan dukungannya terhadap keputusan panitia. Ia menekankan bahwa keselamatan atlet adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

"Kami menerima laporan bahwa hari ini jadwal pertandingan diundur karena faktor cuaca. Sebagai bentuk profesionalisme dan perhatian terhadap keselamatan, keputusan panitia untuk menunda penerbangan adalah langkah yang sangat tepat," ujar Abdul Rafiq.

Rafiq juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet dirgantara Sumbawa untuk tetap menjaga mental dan kesiapan fisik selama masa tunggu.

"Kepada para atlet kita, tetap tenang dan jaga konsentrasi. Faktor alam memang di luar kendali kita, namun semangat juang harus tetap terjaga. Insya Allah, saat kondisi cuaca sudah dinyatakan aman dan layak, kita optimis para atlet akan memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi untuk Kabupaten Sumbawa," pungkas Rafiq.

Saat ini, pihak panitia terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau perkembangan cuaca. Jadwal pertandingan akan segera diinformasikan kembali kepada tim manajer dan kontingen setelah kondisi dinyatakan aman untuk penerbangan. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 18:33:44 +0800 amr
Tampil Memukau di Porprov NTB 2026, Perenang Sumbawa Aurelia Akiko Sumbang Medali Perak https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-porprov-ntb-2026-perenang-sumbawa-aurelia-akiko-sumbang-medali-perak https://amarmedia.co.id/tampil-memukau-di-porprov-ntb-2026-perenang-sumbawa-aurelia-akiko-sumbang-medali-perak Tampil Memukau di Porprov NTB 2026, Perenang Sumbawa Aurelia Akiko Sumbang Medali Perak

Dasan Geria,Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah koleksi medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga (Cabor) Akuatik, di mana perenang andalan Sumbawa, Aurelia Akiko, berhasil menyabet medali perak pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri, Jumat (17/7/2026) di kolam renang Dewi Anjani Waterpark.

Aurelia Akiko yang tampil penuh percaya diri di kolam renang berhasil menyentuh garis finis dan mengamankan podium kedua, memberikan kontribusi penting bagi posisi klasemen medali Kabupaten Sumbawa.

Harapan dan Optimisme Cabor Akuatik

Ketua Cabor Akuatik Kabupaten Sumbawa, Hj. Jamilah, S.Pd.SD., menyambut baik raihan medali tersebut. Ia menyatakan rasa syukurnya atas perjuangan para atlet yang telah memberikan hasil terbaik di hari pertama perlombaan.

"Alhamdulillah, saat ini kita baru meraih satu medali perak melalui Aurelia Akiko. Insya Allah, perjuangan belum berakhir, besok masih ada jadwal pertandingan lagi dan kita semua berharap serta berdoa semoga atlet-atlet kita bisa kembali mempersembahkan medali," ujar Hj. Jamilah.

Hj. Jamilah juga menaruh harapan besar pada atlet lainnya yang masih akan bertanding, di antaranya:

Dino Satrio Utomo (50 M Gaya Punggung & 200 M Gaya Dada Putra)

Hamdan Sidiq (50 M Gaya Bebas & 200 M Gaya Dada Putra)

Muhammad Rasyiq Fatih (100 M Gaya Punggung & 100 M Gaya Dada Putra)

Aurelia Akiko (50 M Gaya Punggung Putri)

Apresiasi dari Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada Aurelia Akiko atas raihan medali perak tersebut. Rafiq juga memuji dedikasi seluruh pengurus, pelatih, dan official Cabor Akuatik yang terus bekerja keras mengawal para atlet di lapangan.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Aurelia Akiko atas raihan medali perak ini. Ini adalah bukti kerja keras dan latihan intensif yang telah dilakukan. Terima kasih juga saya ucapkan kepada jajaran pengurus Akuatik Sumbawa, para pelatih, dan official yang tak lelah mendampingi serta memberikan motivasi kepada para atlet kita," ungkap Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq juga memberikan dorongan semangat kepada seluruh atlet yang akan turun berlaga di nomor-nomor berikutnya.

"Kemenangan atau raihan medali ini bukan hanya soal angka, tapi tentang semangat juang membawa nama baik Kabupaten Sumbawa. Kepada atlet yang akan bertanding esok hari, tetap jaga kondisi fisik, tetap fokus, dan tunjukkan sportivitas terbaik di air. Seluruh masyarakat Sumbawa mendoakan yang terbaik untuk kalian," pungkas Rafiq dengan penuh optimisme. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 17:15:24 +0800 amr
Torehkan Prestasi Unggul di Porprov NTB 2026, Lifter Sumbawa Handoko Meitriana Sabet Medali Emas https://amarmedia.co.id/torehkan-prestasi-unggul-di-porprov-ntb-2026-lifter-sumbawa-handoko-meitriana-sabet-medali-emas https://amarmedia.co.id/torehkan-prestasi-unggul-di-porprov-ntb-2026-lifter-sumbawa-handoko-meitriana-sabet-medali-emas Torehkan Prestasi Unggul di Porprov NTB 2026, Lifter Sumbawa Handoko Meitriana Sabet Medali Emas

Nusa Tenggara Barat. Amarmedia.co.id – Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah pundi-pundi medali dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat 2026. Kali ini, kabar membanggakan datang dari cabang olahraga (Cabor) Angkat Besi yang sukses mempersembahkan medali emas, Jumat (17/7/2026).

Medali emas tersebut dipersembahkan oleh atlet andalan Sumbawa, Handoko Meitriana yang turun di kelas 70 kg putra. Handoko tampil perkasa dengan mencatatkan angkatan terbaik di angka 150 kg, yang sekaligus mengantarkannya ke podium tertinggi.

Selain kesuksesan Handoko, kontingen Angkat Besi Sumbawa juga menurunkan sejumlah atlet potensial lainnya di berbagai kelas, di antaranya:Alfin Triansyah (Kelas 65 kg Putra), Rangga Hery Parwantho (Kelas +110 kg Putra),  Satya Dinata (Kelas 60 kg Putra), Tiara Septia Ningsih (Kelas 77 kg Putri), Nusaibah Putri Wicaksana (Kelas 69 kg Putri),Nadila Asmita (Kelas 49 kg Putri), Nurul Laela Febriana (Kelas 61 kg Putri)

Apresiasi Tinggi Ketua Umum KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Handoko. Menurutnya, medali emas ini adalah bukti nyata dari hasil kerja keras dan disiplin atlet dalam berlatih serta kegigihan pengurus Cabor angkat besi.

"Alhamdulillah, satu lagi medali emas berhasil kita raih dari cabor Angkat Besi melalui saudara Handoko. Saya atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa. Angkatan 150 kg bukanlah beban yang ringan, namun Handoko mampu membuktikan kapasitasnya sebagai yang terbaik," ujar Abdul Rafiq saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).

Lebih lanjut, Abdul Rafiq yang dikenal sangat konsisten mengawal perkembangan atlet Sumbawa ini berharap prestasi Handoko menjadi pelecut semangat bagi atlet-atlet lain yang masih akan bertanding.

"Raihan ini tentu menjadi suntikan moral yang besar bagi seluruh kontingen kita. Kepada para atlet lain yang turun di kelas masing-masing, tetap fokus dan berikan kemampuan maksimal. Kita optimis, dengan semangat pantang menyerah, Sumbawa dapat terus mendulang prestasi di ajang Porprov tahun ini," pungkas Rafiq penuh optimisme.

Capaian ini mempertegas posisi Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu kekuatan besar dalam kancah olahraga di Nusa Tenggara Barat, khususnya pada cabang olahraga angkat besi. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 17:00:51 +0800 amr
Bakar Semangat Atlet Biliar Sumbawa di PORPROV NTB 2026, Sekretaris Komisi II DPRD: Fokus dan Jaga Sportivitas https://amarmedia.co.id/bakar-semangat-atlet-biliar-sumbawa-di-porprov-ntb-2026-sekretaris-komisi-ii-dprd-fokus-dan-jaga-sportivitas https://amarmedia.co.id/bakar-semangat-atlet-biliar-sumbawa-di-porprov-ntb-2026-sekretaris-komisi-ii-dprd-fokus-dan-jaga-sportivitas Bakar Semangat Atlet Biliar Sumbawa di PORPROV NTB 2026, Sekretaris Komisi II DPRD: Fokus dan Jaga Sportivitas

LOMBOK BARAT. Amarmedia.co.id– Dukungan moral terus mengalir bagi kontingen Kabupaten Sumbawa yang tengah berjuang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pertandingan dan memberikan motivasi kepada para atlet Cabang Olahraga (Cabor) Biliar, Jumat (17/07/2026).

Kehadiran H. Zohran di lokasi pertandingan bertujuan untuk melihat langsung kesiapan para atlet sekaligus memberikan suntikan semangat agar mereka tampil percaya diri dan maksimal dalam setiap nomor pertandingan yang diikuti.

Dalam arahannya, H. Zohran menekankan pentingnya menjaga fokus serta menjunjung tinggi sportivitas di atas meja biliar. "Saya datang untuk memberikan dukungan langsung kepada putra-putri terbaik daerah kita. Saya berharap seluruh atlet biliar Sumbawa dapat tampil dengan tenang, fokus, dan yang terpenting adalah menjaga sportivitas. Berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa," ungkap H. Zohran di sela-sela peninjauannya.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya melihat komposisi atlet yang diturunkan, yang merupakan perpaduan antara atlet senior berpengalaman dan talenta muda berbakat. "Melihat dedikasi yang ditunjukkan oleh teman-teman atlet saat latihan maupun di lapangan, kami optimistis cabor biliar dapat menyumbangkan medali untuk Sumbawa," tambahnya.

Adapun kontingen biliar Kabupaten Sumbawa yang berlaga di PORPROV NTB 2026 ini diperkuat oleh 11 atlet unggulan, yakni:

1. Achmad Juli Eka Buana Putra

2. Christian Ondang

3. Deni Saputra

4. Erwin Satria Negara

5. Hendra Budiman DM

6. Manambai Gemilang Zaman Rangagabarani

7. MZ Arifin

8. Nurul Nazilatil Natohe

9. Okta Ade Fitri

10. Syahrul Ramadhan

11. Yuli Armin Putra

Para atlet tersebut turun di berbagai nomor pertandingan bergengsi, mulai dari 15 Reds Single, 8 Ball Single/Double, hingga nomor 9 Ball dan 10 Ball baik kategori putra maupun putri.

H. Zohran menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Sumbawa,  berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat olahraga di daerah. Ia berharap, perjuangan para atlet biliar ini dapat membuahkan hasil manis dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa untuk terus berprestasi.

"Jaga kesehatan, jaga kekompakan tim, dan mohon doa dari seluruh masyarakat Sumbawa. Semoga perjuangan kalian di ajang ini membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi kita semua," pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 16:01:11 +0800 amr
Benahi Distribusi Gas Melon, Satgas LPG Kecamatan Plampang Perkuat Pengawasan Hingga Tingkat Desa https://amarmedia.co.id/benahi-distribusi-gas-melon-satgas-lpg-kecamatan-plampang-perkuat-pengawasan-hingga-tingkat-desa https://amarmedia.co.id/benahi-distribusi-gas-melon-satgas-lpg-kecamatan-plampang-perkuat-pengawasan-hingga-tingkat-desa Benahi Distribusi Gas Melon, Satgas LPG Kecamatan Plampang Perkuat Pengawasan Hingga Tingkat Desa

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) LPG Kecamatan Plampang mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola penyaluran LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi atau yang dikenal sebagai "Gas Melon". Langkah ini diwujudkan melalui rapat evaluasi dan penertiban yang digelar di Aula Kantor Camat Plampang, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si., dan dihadiri oleh seluruh subpengecer LPG 3 kg di wilayah tersebut, serta perwakilan pemerintah desa yang terdiri atas 9 kepala desa dan 2 sekretaris desa.

Rapat ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas hasil monitoring lapangan yang dilakukan oleh Satgas LPG Kecamatan Plampang, serta respons terhadap berbagai masukan dan keluhan masyarakat terkait kendala dalam mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi. Sebanyak 41 subpengecer turut hadir untuk menyamakan persepsi guna memastikan penyaluran gas subsidi berjalan tertib, merata, dan tepat sasaran.

Dalam rapat tersebut, ditegaskan kembali bahwa seluruh subpengecer wajib menjual LPG 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketentuan ini merujuk pada Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 750-444 Tahun 2023. Pelanggaran terhadap harga yang telah ditetapkan akan menjadi perhatian serius bagi pihak Satgas.

Selain itu, peran pemerintah desa kini diperkuat untuk melakukan verifikasi data penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa LPG bersubsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

"Pemerintah desa akan berperan aktif melakukan verifikasi data agar penyaluran tepat sasaran. Bagi desa yang memiliki keterbatasan jumlah subpengecer maupun kuota, mekanisme pendistribusian akan diatur bersama agar pembagian berlangsung adil bagi seluruh masyarakat," ujar Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si.

Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi konstruktif antara subpengecer dan perangkat desa. Sejumlah desa juga membagikan praktik-praktik baik (best practices) yang telah berhasil mereka terapkan dalam mengelola distribusi gas di wilayah masing-masing.

Sebagai hasil akhir, disepakati bahwa pengawasan distribusi akan diperketat dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tim Satgas mengajak seluruh warga untuk tidak ragu melaporkan kepada pihak kecamatan atau pemerintah desa apabila menemukan dugaan penyalahgunaan atau kecurangan dalam penyaluran LPG bersubsidi di lapangan.

Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis distribusi LPG 3 kg di Kecamatan Plampang akan semakin tertib, transparan, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak secara merata. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 09:11:13 +0800 amr
Porprov NTB 2026: Cabor Panahan Resmi Digelar di KTC Taliwang, Sumbawa Barat https://amarmedia.co.id/porprov-ntb-2026-cabor-panahan-resmi-digelar-di-ktc-taliwang-sumbawa-barat https://amarmedia.co.id/porprov-ntb-2026-cabor-panahan-resmi-digelar-di-ktc-taliwang-sumbawa-barat Porprov NTB 2026: Cabor Panahan Resmi Digelar di KTC Taliwang, Sumbawa Barat

TALIWANG, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat tahun 2026 resmi memasuki hari pertama pertandingan untuk cabang olahraga panahan. Perhelatan olahraga bergengsi yang digelar di Kemutar Telu Center* (KTC), Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para atlet, manajer, pelatih, dan ofisial tim dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Jumat (17/7/2026).

Director Off Shooting (DOS) Porprov NTB 2026, Cahyo Nugroho, secara resmi menyambut seluruh kontingen dalam acara pembukaan yang berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, Cahyo mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya ajang yang menjadi wadah pembuktian bagi atlet-atlet panahan berbakat di NTB.

"Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan sejahtera di event yang sangat spesial ini," ujar Cahyo dalam pembukaan acara.

Cahyo menekankan bahwa Porprov NTB 2026 merupakan momentum yang sangat dinantikan oleh komunitas panahan di NTB. Ajang ini menjadi panggung utama bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, akurasi, dan keterampilan teknis yang telah mereka asah selama masa persiapan.

Dalam kesempatan tersebut, apresiasi khusus disampaikan kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi besar terhadap suksesnya penyelenggaraan event ini.

"Terima kasih kami haturkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat selaku tuan rumah, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan event ini. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua, karena ini adalah kali pertama Porprov NTB diselenggarakan di Kabupaten Sumbawa Barat," lanjut Cahyo.

Menutup arahannya, Cahyo memberikan motivasi kepada seluruh atlet yang akan berlaga. Ia berharap agar setiap atlet dapat mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya dengan menjunjung tinggi sportivitas.

"Selamat bertanding kepada seluruh atlet. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian di lapangan, tetaplah suportif, dan semoga sukses membawa pulang kemenangan serta mengharumkan nama daerah masing-masing," pungkasnya.

Pertandingan cabor panahan ini dijadwalkan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan target melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan menjadi aset masa depan bagi Nusa Tenggara Barat di kancah nasional. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 07:51:28 +0800 amr
Gateball Sumbawa Curi Perhatian di Ajang Provinsi: Raih Emas dan Perak di Hari Pertama https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-curi-perhatian-di-ajang-provinsi-raih-emas-dan-perak-di-hari-pertama https://amarmedia.co.id/gateball-sumbawa-curi-perhatian-di-ajang-provinsi-raih-emas-dan-perak-di-hari-pertama Gateball Sumbawa Curi Perhatian di Ajang Provinsi: Raih Emas dan Perak di Hari Pertama

Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Gateball Kabupaten Sumbawa mengawali laga dengan performa impresif. Hingga Kamis malam (16/07/2026), tim Gateball Sumbawa sukses mengamankan dua medali dari dua nomor yang telah dipertandingkan, yakni satu medali emas dan satu medali perak.

Medali emas dipersembahkan oleh tim Triple Wanita yang diperkuat oleh Izza, Dita, Iga, dan Najar, setelah sukses menundukkan tim dari Lombok Barat. Sementara itu, medali perak diraih oleh Dilla yang turun di nomor Single Wanita dalam pertandingan yang berlangsung sengit sore tadi.

Hingga berita ini diturunkan, kontingen Sumbawa masih harus berjuang di tujuh nomor pertandingan lainnya yang dijadwalkan akan rampung pada Jumat (17/7) dan Sabtu (18/7) 

Apresiasi Tinggi Ketua KONI Sumbawa

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyambut gembira kabar perolehan medali tersebut. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet Gateball yang telah berjuang maksimal mengharumkan nama daerah.

"Alhamdulillah, raihan satu emas dan satu perak di awal pertandingan ini adalah capaian yang luar biasa. Saya secara pribadi dan atas nama KONI Sumbawa memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para atlet Gateball kita. Perjuangan Izza, Dita, Iga, Najar, dan Dilla telah memberikan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa," ujar Abdul Rafiq, Jumat (17/7/2026).

Rafiq, yang dikenal sangat aktif dalam mendukung pengembangan dunia olahraga di Sumbawa, juga memberikan suntikan semangat kepada seluruh atlet yang masih akan bertanding. "Kita masih punya tujuh nomor lagi. Kepada para atlet, tetap jaga kondisi, fokus, dan tunjukkan sportivitas. Insya Allah, kita optimis perolehan medali untuk Cabor Gateball akan bertambah," tambahnya.

Motivasi Kabid Binpres: Fokus dan Pantang Menyerah

Senada dengan Ketua KONI, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Cabor Gateball Kabupaten Sumbawa, Ari Sudrajat, mengungkapkan kebanggaannya atas mentalitas yang ditunjukkan para atlet di lapangan. Ia menegaskan bahwa capaian hari pertama ini adalah modal penting untuk menghadapi nomor pertandingan selanjutnya.

"Hasil hari ini membuktikan bahwa strategi dan latihan disiplin yang kita terapkan membuahkan hasil. Saya berpesan kepada seluruh atlet untuk tidak cepat puas dengan hasil sementara ini. Tetap jaga fokus, pelajari ritme lawan, dan yang terpenting adalah jaga mental bertanding. Masih ada tujuh nomor yang harus kita selesaikan, saya yakin jika para atlet bermain lepas dan tenang, kita bisa menambah pundi-pundi medali emas untuk Sumbawa," ujar Ari Sudrajat memberikan motivasi.

Ari juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan tim sebagai kunci sukses dalam setiap nomor pertandingan Gateball. "Di Gateball, konsentrasi dan kerja sama tim adalah segalanya. Saya minta seluruh atlet yang akan berlaga di hari Jumat dan Sabtu besok untuk tampil habis-habisan dengan semangat juang tinggi," tutupnya.

Keberhasilan awal ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi kontingen Sumbawa untuk terus mendulang prestasi dan membawa pulang hasil terbaik bagi daerah. (AM)

]]>
Fri, 17 Jul 2026 07:37:13 +0800 amr
Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028 https://amarmedia.co.id/porprov-xii-resmi-dibuka-gubernur-pacu-prestasi-atlet-dan-kesiapan-pon-2028 https://amarmedia.co.id/porprov-xii-resmi-dibuka-gubernur-pacu-prestasi-atlet-dan-kesiapan-pon-2028 Porprov XII Resmi Dibuka, Gubernur Pacu Prestasi Atlet dan Kesiapan PON 2028

Mataram.Amarmedia.co.id– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB Tahun 2026 di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Kamis (16/7/2026). Ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus menguji kesiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pembukaan Porprov XII ditandai dengan penyalaan api Porprov oleh Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi, Wakil Ketua Umum KONI Pusat, serta atlet-atlet kebanggaan NTB. Acara turut dihadiri unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-NTB, pimpinan DPRD, kepala perangkat daerah, pengurus KONI, serta ribuan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten/kota. Pembukaan semakin semarak dengan parade kontingen, tari kolosal Raga Budaya, dan pertunjukan seni yang menggambarkan semangat persatuan masyarakat NTB.

Ketua KONI Provinsi NTB, H. Mori Hanafi, menjelaskan bahwa seluruh penyelenggaraan Porprov XII dirancang sebagai simulasi menuju PON XXII Tahun 2028. Karena itu, berbagai aspek teknis telah disesuaikan dengan standar nasional, termasuk penerapan sistem digital dalam pendaftaran atlet sebagai bagian dari modernisasi tata kelola olahraga.

"Porprov ini menjadi latihan bersama menuju PON 2028. Karena itu kami mulai menerapkan sistem yang lebih profesional, efisien, dan transparan agar seluruh perangkat penyelenggara terbiasa dengan standar nasional," ujarnya.

Porprov XII mempertandingkan 51 cabang olahraga yang diikuti 4.860 atlet, didampingi 1.088 ofisial, serta 519 wasit, hakim, dan juri. Pertandingan berlangsung hingga 26 Juli 2026 dan tersebar di enam daerah penyelenggara, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Menurut Mori, pelaksanaan Porprov tidak hanya menjadi ajang pembinaan prestasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Perputaran ekonomi selama penyelenggaraan diproyeksikan melampaui Rp100 miliar, didukung meningkatnya okupansi hotel, sektor transportasi, kuliner, serta aktivitas UMKM. Lebih dari 4.200 kamar hotel diperkirakan terisi, sementara jumlah penonton diproyeksikan mencapai lebih dari 150 ribu orang sepanjang pelaksanaan Porprov.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Porprov merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, sponsor, dan masyarakat yang bersama-sama mendukung kemajuan olahraga di daerah.

Sementara itu, Gubernur NTB Miq Iqbal menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar agenda olahraga empat tahunan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.

"Porprov ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah. Ini adalah embrio pembinaan atlet masa depan NTB. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan mengharumkan nama daerah pada PON maupun berbagai kejuaraan nasional dan internasional," tegasnya.

Menurut Gubernur, terdapat dua misi besar yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan Porprov XII. Pertama, meningkatkan kualitas pembinaan sehingga prestasi atlet NTB pada PON XXII Tahun 2028 mampu melampaui capaian sebelumnya. Kedua, menjadikan Porprov sebagai wahana menguji kesiapan NTB menjadi tuan rumah PON yang profesional, akuntabel, dan berstandar nasional.

"Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, bersih, transparan, akuntabel, dan tidak menyisakan persoalan hukum maupun administrasi," ujar Miq Iqbal.

Kepada seluruh atlet, Gubernur berpesan agar menjadikan Porprov sebagai ajang mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter. Menurutnya, prestasi harus berjalan seiring dengan sportivitas dan semangat persaudaraan.

"Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, kejarlah prestasi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mengorbankan sportivitas. Kita boleh bersaing di arena, tetapi setelah pertandingan usai, kita tetap satu keluarga besar Nusa Tenggara Barat," pesannya.

Porprov XII NTB bukan hanya menjadi panggung lahirnya atlet-atlet terbaik menuju PON XXII Tahun 2028, tetapi juga menjadi bukti kesiapan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing. Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap prestasi olahraga daerah terus meningkat, memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat posisi NTB sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga nasional. (AM/Manikp/Kominfotik)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 21:20:26 +0800 amr
Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa https://amarmedia.co.id/meneropong-keberlanjutan-usaha-pengawasan-smelter-dan-komitmen-hilirisasi-berkelanjutan-pt-amman-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/meneropong-keberlanjutan-usaha-pengawasan-smelter-dan-komitmen-hilirisasi-berkelanjutan-pt-amman-di-sumbawa Meneropong Keberlanjutan Usaha: Pengawasan Smelter dan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan PT Amman di Sumbawa

Oleh  : Abdul Ma'ruf Rahmat SP.

Hilirisasi mineral telah ditetapkan sebagai tulang punggung transformasi ekonomi Indonesia. Dalam konteks ini, keberadaan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat bukan sekadar investasi ekonomi, melainkan elemen strategis dalam peta jalan industri hilir nasional. Namun, seiring dengan operasional smelter yang kompleks, tuntutan terhadap standar operasional, keselamatan kerja, dan pengelolaan lingkungan semakin mengemuka. Langkah Komisi XII DPR RI yang memperketat pengawasan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 14 Juli 2026 lalu menjadi sinyal penting bahwa hilirisasi harus berjalan beriringan dengan kepatuhan ketat.

Dalam RDP Komisi XII DPR RI, Presiden Direktur PT AMMAN Rahmat Makkasau menjelaskan bahwa operasional fasilitas pemurnian mineral (smelter) merupakan proses dengan teknologi tinggi yang melibatkan risiko teknis yang tidak kecil. Pengalaman PT Amman, yang sempat menghadapi kendala pada flash furnace dan kebocoran acid cooling pada tahun 2025 lalu menjadi catatan pembelajaran krusial. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, secara bijak memandang bahwa tantangan trial and error dalam penerapan teknologi baru adalah hal yang lumrah dalam industri berat.

Namun, pengawasan periodik yang dilakukan oleh pemerintah dan legislatif bukan dimaksudkan untuk menghambat, melainkan untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki mitigasi risiko yang mumpuni. Kedatangan suku cadang pengganti pada Juli 2026 dan rencana perbaikan permanen pada masa planned shutdown Juni 2027 menunjukkan responsibilitas perusahaan. Komitmen untuk mengoptimalkan operasional setelah sempat terkendala merupakan ujian bagi resiliensi PT Amman dalam mempertahankan kontinuitas pasokan konsentrat dari Tambang Batu Hijau menjadi produk bernilai tambah tinggi, seperti katoda tembaga, emas, dan perak.

Transformasi Menuju Industri Hijau

Di luar aspek smelter, PT Amman telah menunjukkan langkah konkret dalam transformasi berkelanjutan. Penggunaan Combined Cycle Power Plant (CCPP) 450 MW yang dipadukan dengan tenaga surya (solar PV) 26,8 MWp merupakan langkah progresif dalam menekan jejak karbon. Efisiensi yang dicapai melalui integrasi Artificial Intelligence (AI) pada sistem flotasi dan pemeliharaan prediktif membuktikan bahwa modernisasi pertambangan kini berfokus pada efisiensi sumber daya dan keberlangsungan jangka panjang.

Direktur Utama PT AMMAN, Arief Widyawan Sidarto, dalam Laporan Keberlanjutan 2025 mengungkapkan bahwa kemajuan berkelanjutan adalah sebuah tujuan, bukan sekadar target. keberlanjutan adalah perjalanan yang melekat dalam jati diri perusahaan.

Dijelaskannya, Transformasi AMMAN ditandai dengan keberhasilan operasional pada beberapa fasilitas strategis. Penambangan Fase 8 kini telah menghasilkan bijih untuk menopang produksi hingga 2030. Selain itu, smelter dan Precious Metals Refinery (PMR) milik perusahaan telah mencapai fase commissioning, yang memungkinkan AMMAN memproduksi katoda tembaga dengan standar internasional (LME Grade A), emas murni, perak murni, serta produk sampingan lainnya.

Pencapaian ini menandai momen transformatif bagi AMMAN, yang menunjukkan kemajuan kami dari bisnis yang hanya berfokus pada pertambangan menjadi produsen logam yang sepenuhnya terintegrasi.

Komitmen Lingkungan dan Sosial

Di bidang lingkungan, AMMAN mencatatkan rekor reklamasi lahan seluas 92,67 hektare, angka tertinggi dalam sejarah operasional perusahaan. Pengelolaan tailing dilakukan dengan ketat melalui sistem penempatan laut dalam, didukung oleh pemantauan rutin sesuai standar industri global.

Aspek sosial juga menjadi prioritas utama dengan investasi sebesar USD 5,6 juta untuk pengembangan masyarakat di bidang pendidikan, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan pemuda. Perusahaan juga menunjukkan keberpihakan pada ekonomi lokal dengan melibatkan 1.566 pemasok lokal, yang mencakup 88% dari total pengeluaran pengadaan perusahaan.

Menyongsong 2026 dan Standar Internasional

Memasuki tahun 2026, AMMAN memfokuskan diri pada pencapaian operasi yang stabil di seluruh aset terintegrasi. Perusahaan juga tengah melakukan penguatan sistem internal sebagai persiapan untuk transisi menuju Standar Pengungkapan Keberlanjutan nasional (PSPK 1 dan PSPK 2) yang merujuk pada standar internasional IFRS.

Perusahaan terus menyempurnakan tata kelola data, pemantauan emisi, dan pengawasan risiko. Langkah ini memastikan AMMAN tidak hanya patuh pada regulasi, tetapi juga tetap berada di depan ekspektasi pasar global yang terus berkembang.

Dengan semangat gotong royong dan inovasi yang berkelanjutan, AMMAN optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Kesimpulan

Keberlanjutan usaha pertambangan PT Amman di Sumbawa kini berada dalam fase krusial. Pengawasan intensif dari Komisi XII DPR RI adalah bentuk dukungan agar perusahaan tetap berada pada jalur yang benar, yakni hilirisasi yang patuh pada standar lingkungan global dan keselamatan kerja. Dengan menggabungkan teknologi mutakhir, pengelolaan limbah yang transparan, dan sinergi dengan pemerintah serta masyarakat, PT Amman memiliki modal kuat untuk terus menjadi pionir dalam industri pertambangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi masa depan Indonesia. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 18:04:46 +0800 amr
Tiba di KSB, Atlet Panahan Sumbawa Siap Bidik Emas di Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/tiba-di-ksb-atlet-panahan-sumbawa-siap-bidik-emas-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/tiba-di-ksb-atlet-panahan-sumbawa-siap-bidik-emas-di-porprov-ntb-2026 Tiba di  KSB, Atlet Panahan Sumbawa Siap Bidik Emas di Porprov NTB 2026

Sumbawa Barat.Amarmedia.co.id — Kontingen cabang olahraga (cabor) panahan Kabupaten Sumbawa telah tiba dengan selamat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke-12 tahun 2026 Kamis 16 Juli 2026. Guna memastikan kondisi fisik dan mental atlet tetap prima, pihak panitia telah menempatkan kontingen di dua hotel berbeda, yakni Hotel Telaga Garden dan Hotel Mawis.

Ketua Umum PERPANI Sumbawa Muhammad Yamin melalui Sekretaris Umum Perpani Kabupaten Sumbawa sekaligus Pendamping Koni untuk cabor panahan, Abdul Ma'ruf Rahmat, menyampaikan apresiasinya atas upaya sungguh-sungguh dari pihak penyelenggara dalam memfasilitasi akomodasi para atlet. Kendati demikian, ia menaruh harapan besar agar aspek pendukung lainnya tetap terjaga hingga kompetisi usai.

"Kami sangat mengapresiasi upaya maksimal terkait akomodasi hotel ini. Namun, kami juga sangat berharap agar selama pelaksanaan kegiatan tidak ada hambatan maupun gangguan. Aspek keamanan, ketentraman, dan kenyamanan seluruh atlet harus menjadi prioritas utama selama mereka berada di Sumbawa Barat," ujar Abdul Ma'ruf.

Jadwal dan Kesiapan Ketat Mulai Esok Hari

Kompetisi panahan ini dijadwalkan akan resmi bergulir mulai Jumat besok, 17 Juli 2026, bertempat di Lapangan KTC Sumbawa Barat. Rangkaian agenda padat telah menanti para atlet sejak pagi hari:

Pagi Hari adalah pelaksanaan  equipment inspection atau pemeriksaan alat untuk seluruh kategori lomba, yang meliputi divisi Recurve, Compound, Standard Nasional, dan Barebow (baik  Putra maupun Putri).

Setelah Pemeriksaan alat dilanjutkan dengan sesi free practice atau tembakan percobaan, uji coba  lapangan resmi oleh seluruh atlet. Siang Harinya Pembukaan atau pelaksanaan pertandingan secara resmi.

Dukungan moril penuh juga dipastikan mengalir langsung ke arena. Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rapik, S.H., M.Si., direncanakan hadir secara langsung di Lapangan KTC besok untuk membakar semangat para atlet yang bertanding.

Matangkan Adaptasi Cuaca KSB

Guna memaksimalkan performa, para atlet panahan Sumbawa langsung menggelar latihan ringan pada sore hari setelah tiba. Latihan ini difokuskan untuk melemaskan otot-otot yang tegang setelah perjalanan, sekaligus beradaptasi dengan kondisi alam setempat.

Para atlet dituntut cepat menyesuaikan diri dengan terik matahari dan kecepatan angin di Kabupaten Sumbawa Barat yang dinilai cukup menantang. Dengan adaptasi yang cepat, kontingen panahan Kabupaten Sumbawa optimis mampu meraih hasil maksimal dan membawa pulang gelar juara. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 17:47:15 +0800 amr
Perkuat Sinergitas, Kapolres Sumbawa Hadiri Silaturahmi Lintas Institusi di Kantor Kejaksaan https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergitas-kapolres-sumbawa-hadiri-silaturahmi-lintas-institusi-di-kantor-kejaksaan https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergitas-kapolres-sumbawa-hadiri-silaturahmi-lintas-institusi-di-kantor-kejaksaan Perkuat Sinergitas, Kapolres Sumbawa Hadiri Silaturahmi Lintas Institusi di Kantor Kejaksaan

Sumbawa Besar, NTB -Amarmedia.co.id- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan koordinasi antarlembaga, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. menghadiri kegiatan silaturahmi lintas institusi yang bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, Jl. Manggis No. 07, Sumbawa, Rabu (15/07/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa, di antaranya Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Djarot, M.P., Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., Kajari Sumbawa Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., serta Ketua Pengadilan Sumbawa Relly Dominggus Behuku, S.H., M.H., dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Silaturahmi ini difokuskan untuk memperkuat soliditas dan sinergitas antara TNI, Polri, Kejaksaan, serta Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sebagai bagian dari sistem peradilan pidana terpadu (Integrated Criminal Justice System), kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan konstruktif guna menghadapi dinamika situasi di lapangan.

"Sinergitas ini bukan sekadar formalitas. Kita berkomitmen untuk membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat koordinasi operasional, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas maupun permasalahan hukum. Dengan hubungan kerja yang harmonis antara Polri dan Kejaksaan, kami yakin penegakan hukum di Kabupaten Sumbawa akan semakin berkualitas," ujar Kapolres di sela-sela kegiatan.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai komitmen bersama untuk mengawal program-program strategis pemerintah serta kesiapan dalam menghadapi dinamika sosial. Forum ini menjadi sarana penting bagi para pimpinan instansi untuk menyamakan persepsi, bertukar informasi, serta saling mendukung dalam menciptakan situasi wilayah yang kondusif.

Harapan besar disematkan agar sinergitas antara Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa, dan Kejari Sumbawa semakin kokoh. Sinergi ini merupakan wujud pengabdian terbaik seluruh instansi dalam melayani bangsa, negara, dan masyarakat Kabupaten Sumbawa secara khusus, serta Provinsi Nusa Tenggara Barat secara umum.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan penuh keakraban dan ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 17.20 WITA. (AM/Hps)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 17:25:28 +0800 amr
Komisi XII Pastikan Pengelolaan Tailing dan Smelter Freeport&AMMAN Diawasi Secara Periodik https://amarmedia.co.id/komisi-xii-pastikan-pengelolaan-tailing-dan-smelter-freeport-amman-diawasi-secara-periodik https://amarmedia.co.id/komisi-xii-pastikan-pengelolaan-tailing-dan-smelter-freeport-amman-diawasi-secara-periodik Komisi XII Pastikan Pengelolaan Tailing dan Smelter Freeport-AMMAN Diawasi Secara Periodik

Jakarta.Amarmedia.co.id - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan pengelolaan tailing PT Freeport Indonesia dan operasional smelter PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara telah diawasi secara periodik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM. Hal itu disampaikannya usai agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI dengan Direktur Utama PT Freeport Indonesia dan PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

 

Menyinggung kondisi tungku Flash Converting Furnace (FCF) milik AMMAN Mineral yang masih menunggu perbaikan permanen hingga tahun 2027 akibat retakan pada bata tahan api, ia menyebut kondisi tersebut lumrah terjadi mengingat smelter itu merupakan fasilitas baru dengan teknologi asal China. "Ini kan kita kadang-kadang ya, ini persoalan ini kan pabrik baru mereka, teknologinya dari Cina. Mungkin dari pihak AMMAN ini perlu lebih mendalami terkait dengan teknologi yang mereka usung sekarang. Kadang-kadang ya trial and error itu terjadi ketika proyek ini baru bagi mereka," ujar Bambang.

 

Maka dari itu, Komisi XII DPR RI telah menuangkan sikap tegas soal ini dalam kesimpulan rapat, berupa desakan agar operasional smelter kedua perusahaan dapat berjalan optimal. "Kita kan dalam kesimpulan rapat bukan kata-kata meminta, mendesak kepada Freeport maupun kepada AMMAN Mineral agar di dalam operasi smelter mereka itu dapat optimal," katanya.

 

Terkait status tailing Freeport yang tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dirinya menjelaskan penetapan kategori itu bukan disebabkan kandungan racun pada tailing, melainkan semata karena volumenya yang besar saat dialirkan ke area pembuangan.

 

"Tadi sudah dijelaskan bahwa pengertian B3 yang dinyatakan pada tailing mereka itu bukan persoalan dia beracun. Bahwa ketika dialirkan tailing itu ke proses pembuangan, itu sudah dalam ambang batas baku mutu standar lingkungan. Disampaikan bahwa kenapa dinyatakan B3, karena jumlahnya sangat banyak," terangnya.

 

Ia menyebut Komisi XII DPR RI menerima laporan bahwa pengelolaan tailing tersebut diperiksa dan dipantau secara berkala baik oleh Kementerian Lingkungan Hidup maupun Kementerian ESDM. Dirinya juga merespons pertanyaan anggota Komisi XII DPR RI dari Papua soal kemungkinan pemanfaatan tailing yang diduga masih mengandung emas dan tembaga kadar rendah.

 

Menurutnya, hal tersebut memerlukan kajian mendalam mengingat lokasi penampungan tailing berada di sempadan sungai yang tunduk pada regulasi ketat. "Ini kan harus dikaji, karena kenapa yang namanya tailing ini kan, apalagi di sempadan sungai, aliran sungai, ini kan juga ada regulasi. Tidak bisa sembarangan untuk dimanfaatkan," jelasnya.

 

Ia menyebut sejumlah pihak telah mengajukan permohonan pengolahan tailing kepada manajemen Freeport, namun keputusannya tetap harus mengacu pada aturan Kementerian ESDM. "Kalau memang bisa silakan. Tetapi kalau kira-kira bertentangan dengan aturan, ya sebaiknya dipikir-pikir lagi," katanya.

 

 Sebagai informasi, PT Freeport Indonesia menjelaskan tailing telah melalui sejumlah uji karakteristik sesuai peraturan perundangan, termasuk uji mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, dan korosif, serta uji beracun melalui metode TCLP, LD50, LC50, dan sub-kronik. Hasil pengujian menunjukkan tailing tidak tergolong beracun dan berbahaya, meski tetap masuk kategori B3 karena volumenya yang besar.

 

Sementara itu, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara melaporkan kebocoran tungku FCF terjadi pada April 2025 akibat terbentuknya retakan antara bata tahan api di posisi tap hole, dengan perbaikan permanen direncanakan pada planned shutdown Juni 2027, sementara Acid Cooler pengganti telah tiba pada Juli 2026. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 13:49:33 +0800 amr
Catur Sumbawa Tampil Heroik di Porprov XII NTB 2026, Ketua KONI Sumbawa Berikan Apresiasi Tinggi https://amarmedia.co.id/catur-sumbawa-tampil-heroik-di-porprov-xii-ntb-2026-ketua-koni-sumbawa-berikan-apresiasi-tinggi https://amarmedia.co.id/catur-sumbawa-tampil-heroik-di-porprov-xii-ntb-2026-ketua-koni-sumbawa-berikan-apresiasi-tinggi Catur Sumbawa Tampil Heroik di Porprov XII NTB 2026, Ketua KONI Sumbawa Berikan Apresiasi Tinggi

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Cabang olahraga (Cabor) Catur kontingen Kabupaten Sumbawa menunjukkan dominasi luar biasa dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Hingga saat ini, tim catur Sumbawa telah berhasil mengumpulkan total 6 medali yang terdiri dari 2 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu dari nomor Kilat dan Cepat.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan heroik para atlet di atas papan catur. Ia mengaku bangga dengan mentalitas juara yang ditunjukkan oleh para pecatur Sumbawa.

"Alhamdulillah, capaian ini sangat membanggakan. Saya melihat semangat juang yang luar biasa dari atlet-atlet kita. Keberhasilan meraih dua emas di nomor beregu kilat adalah bukti bahwa pembinaan catur di Sumbawa berjalan dengan sangat baik. Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama daerah," ujar Abdul Rafiq.

Berikut adalah rincian raihan medali sementara kontingen catur Sumbawa:

2 Emas:Diraih oleh Beregu Kilat Putri (Sakinah, Adra Nabilah, Dian Syahfitri, Miftahur Rezki) dan Beregu Kilat Putra (MN. Gerry Christianto, MN. Muhammad Noh, Wahyu Hidayat, Imanuel Dave, Abdul Kadir).

2 Perak: Diraih oleh Muhammad Nurdin (Perorangan Kilat Putra) dan Beregu Cepat Putri.

2 Perunggu: Diraih oleh Miftahul Jannah (Perorangan Kilat Putri) dan Beregu Cepat Putra.

Meski telah mengamankan 6 medali, perjuangan para atlet belum usai. Saat ini, kontingen Sumbawa masih membidik 5 medali emas tambahan yang akan diperebutkan di nomor Catur Klasik yang berlangsung pada 16 hingga 19 Juli 2026. Nomor yang dipertandingkan meliputi beregu putra dan putri, perorangan putra dan putri, serta kategori veteran 58+.

Abdul Rafiq berharap, dengan sisa nomor yang ada, tim catur Sumbawa tetap fokus dan menjaga konsentrasi. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk terus memberikan doa dan dukungan agar para atlet dapat memberikan hasil terbaik.

"Masih ada lima emas yang diperebutkan di nomor klasik. Saya minta para atlet tetap fokus, jaga kesehatan, dan terus berikan yang terbaik bagi Sumbawa. Mari kita doakan bersama agar target emas tambahan dapat tercapai," pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 16 Jul 2026 06:38:33 +0800 amr
Atlet Takraw Sumbawa Mengguncang PORPROV NTB: Sabet Emas Ganda, Buktikan Kualitas di Ajang PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/atlet-takraw-sumbawa-mengguncang-porprov-ntb-sabet-emas-ganda-buktikan-kualitas-di-ajang-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/atlet-takraw-sumbawa-mengguncang-porprov-ntb-sabet-emas-ganda-buktikan-kualitas-di-ajang-porprov-ntb-2026 Atlet Takraw Sumbawa Mengguncang PORPROV NTB: Sabet Emas Ganda, Buktikan Kualitas di Ajang PORPROV NTB 2026

Lombok Barat, Amarmedia.co.id– Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan taringnya di kancah olahraga bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Cabang Olahraga Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Sumbawa tampil luar biasa dengan kembali "mengawinkan" dua medali emas sekaligus.

Keberhasilan ini diraih setelah tim putra dan putri Kabupaten Sumbawa mendominasi nomor pertandingan Double Event Beregu pada Rabu (15/07/2026). Tim putra berhasil menundukkan perlawanan sengit dari tuan rumah, Kabupaten Lombok Barat, sementara tim putri tampil perkasa setelah melibas tim dari Kota Bima.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang hadir langsung memberikan dukungan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian fantastis para atlet.

"Alhamdulillah, di hari ketiga ini, PSTI Sumbawa kembali membuktikan kelasnya dengan membawa pulang dua medali emas dari nomor Double Event Beregu Putra dan Putri. Ini adalah hasil kerja keras yang luar biasa dari atlet, pelatih, hingga seluruh jajaran pengurus PSTI," ujar Abdul Rafiq dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Total raihan empat medali emas dari cabor ini menjadi bukti nyata bahwa atlet Sumbawa memiliki mental juara yang mampu bersaing di level provinsi.

"Terima kasih telah mengharumkan nama Bumi Sabalong Samawa. Prestasi ini bukan sekadar medali, melainkan suntikan motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi daerah kita," tambahnya.

Hasil Akhir Cabor Sepak Takraw Double Event Beregu:

Beregu Putri:

Emas: Kabupaten Sumbawa

Perak: Kota Bima

Perunggu: Kabupaten Bima & Kabupaten Dompu

Beregu Putra:

Emas: Kabupaten Sumbawa

Perak: Kabupaten Lombok Barat

Perunggu: Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) & Kabupaten Lombok Timur

Dengan tambahan medali emas ini, posisi kontingen Kabupaten Sumbawa dalam perburuan medali di PORPROV NTB XII semakin kokoh. Optimisme terus membuncah di kalangan para atlet agar target perolehan medali yang telah ditetapkan dapat tercapai, sekaligus menegaskan posisi Sumbawa sebagai salah satu kekuatan olahraga utama di Nusa Tenggara Barat..(AM)

]]>
Wed, 15 Jul 2026 20:39:39 +0800 amr
Sinergi Hebat! Polsek Empang Hadirkan Edukasi Karakter di Hari Kedua MPLS Ramah SMPN 1 Empang https://amarmedia.co.id/sinergi-hebat-polsek-empang-hadirkan-edukasi-karakter-di-hari-kedua-mpls-ramah-smpn-1-empang https://amarmedia.co.id/sinergi-hebat-polsek-empang-hadirkan-edukasi-karakter-di-hari-kedua-mpls-ramah-smpn-1-empang Sinergi Hebat! Polsek Empang Hadirkan Edukasi Karakter di Hari Kedua MPLS Ramah SMPN 1 Empang

EMPANG.Amarmedia.co.id– Suasana penuh antusias menyelimuti hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di SMP Negeri 1 Empang, Selasa (14/07/2026). Sekolah yang menjunjung tinggi visi "Berakhlak Mulia, Berprestasi, Berbudaya Lingkungan, dan Kompetitif" ini menghadirkan tamu istimewa sebagai pembina dan pemateri, yakni jajaran anggota Polsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin. 

Kehadiran aparat kepolisian dengan seragam dinas lengkap di tengah-tengah siswa baru memberikan warna tersendiri. Bukan sekadar formalitas, kehadiran mereka menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara pihak sekolah dengan aparat penegak hukum dalam upaya pembinaan karakter generasi muda sejak dini.

Dalam arahannya, Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin. menyampaikan materi menarik yang sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini, mulai dari pentingnya kedisiplinan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba. Tak ketinggalan, edukasi mengenai anti-bullying dan etika bermedia sosial juga ditekankan agar siswa baru lebih bijak dalam berinteraksi di dunia digital.

Kehadiran pihak kepolisian ini sukses mengubah stigma kaku aparat di mata siswa. Sebaliknya, interaksi yang tercipta justru membuat siswa baru lebih tertib, disiplin, dan berani untuk aktif bertanya selama sesi berlangsung.

 Makna di Balik MPLS Ramah 2026

Kegiatan ini dirancang untuk mewujudkan tiga nilai utama dalam semangat MPLS Ramah 2026, yaitu:

RAMAH: Siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah dan aparat penegak hukum secara humanis dan persuasif, bukan dengan cara yang menakutkan.

AMAN: Kehadiran Polsek Empang memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana edukasi hukum sejak dini bagi para siswa.

HEBAT: Menciptakan pendidikan yang utuh melalui kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan aparat.

"Kehadiran Bapak Polisi sebagai pembina langsung membuat siswa lebih paham akan aturan dan termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berterima kasih atas ilmu dan motivasi yang telah diberikan untuk siswa-siswi kami," ujar perwakilan pihak sekolah.

Kolaborasi hebat antara SMPN 1 Empang dan Polsek Empang ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah tidak bergerak sendiri dalam membentuk karakter siswa. Dengan sinergi yang terus terjaga, diharapkan siswa-siswi baru SMPN 1 Empang siap melangkah menjadi pribadi yang unggul, berakhlak mulia, dan berprestasi.(AM)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 20:29:03 +0800 amr
Bawa Inovasi Ketahanan Pangan, BMT Insan Samawa NTB Sabet Juara 1 Lembaga Waqaf Unggulan FESyar KTI 2026 https://amarmedia.co.id/bawa-inovasi-ketahanan-pangan-bmt-insan-samawa-ntb-sabet-juara-1-lembaga-waqaf-unggulan-fesyar-kti-2026 https://amarmedia.co.id/bawa-inovasi-ketahanan-pangan-bmt-insan-samawa-ntb-sabet-juara-1-lembaga-waqaf-unggulan-fesyar-kti-2026 Bawa Inovasi Ketahanan Pangan, BMT Insan Samawa NTB Sabet Juara 1 Lembaga Waqaf Unggulan FESyar KTI 2026

MATARAM.Amarmedia.co.id– Prestasi membanggakan ditorehkan oleh BMT Insan Samawa dalam ajang bergengsi Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026. Lembaga yang mewakili Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) Provinsi NTB ini berhasil meraih Juara 1 untuk kategori Lembaga Waqaf Unggulan dalam Kompetisi Program Pemberdayaan Ekonomi Lembaga ZISWAF.

Ajang FESyar 2026 yang berlangsung di Mataram pada 10–12 Juli 2026 ini merupakan rangkaian strategis menuju perhelatan akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", acara ini mempertemukan berbagai lembaga terbaik dari seluruh wilayah KTI, mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

 Inovasi Waqaf untuk Ketahanan Pangan

BMT Insan Samawa berhasil memikat hati dewan juri melalui program unggulannya, yakni "Waqaf untuk Ketahanan Pangan berbasis Penggilingan Gabah di Desa Poto, Sumbawa". Program ini dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Ketua Pengurus BMT Insan Samawa, Rai Saputra, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pihak yang mendukung program waqaf uang nazir BMT Insan Samawa.

"Ikhtiar kami membangun ketahanan pangan melalui investasi dana waqaf di sektor pabrik giling gabah telah membantu puluhan petani memudahkan proses penggilingan gabah menjadi beras. Selain itu, program ini juga memberdayakan masyarakat lokal sebagai pengelola pabrik," ujar Rai dengan penuh bangga.

Sinergi Regional dalam ISEF 2026

Pada babak final yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, 11 Juli 2026, tim juri yang terdiri dari unsur praktisi, birokrasi, akademisi, dan perwakilan Bank Indonesia menilai bahwa pemenang tahun ini memiliki visi yang sama: memperkuat ketahanan pangan sebagai sektor strategis yang berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak dan pengendalian inflasi daerah.

Selain BMT Insan Samawa, BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan juga dinobatkan sebagai Juara 1 untuk kategori Lembaga Zakat Unggulan melalui program "Lumbung Pangan Berkah".

Sebagai bentuk apresiasi, kedua lembaga pemenang diundang menjadi pembicara utama dalam talk show eksklusif bersama pakar ekonomi Islam terkemuka, Profesor Raditya Sukmana (Guru Besar Universitas Airlangga) dan Bapak Muhibuddin (Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerjasama Zakat dan Waqaf, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI). Dalam sesi tersebut, mereka memaparkan success story pengelolaan ZISWAF yang efektif bagi pemberdayaan ekonomi umat.

 Menuju Panggung Nasional

Atas kemenangan ini, BMT Insan Samawa dan BAZNAS Kalimantan Selatan akan menjadi delegasi resmi Kawasan Timur Indonesia untuk berlaga di ajang tingkat nasional, yakni Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Mereka akan bersaing dengan lembaga-lembaga unggulan dari wilayah Sumatera dan Jawa untuk memperebutkan predikat terbaik di tingkat nasional.

Kemenangan BMT Insan Samawa ini membuktikan bahwa lembaga pengelola dana sosial di NTB mampu bertransformasi menjadi penggerak ekonomi syariah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. (Gam)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 18:51:19 +0800 amr
Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se&Kecamatan Moyo Hulu https://amarmedia.co.id/semangat-salempo-ponyan-baznas-sumbawa-jalin-silaturahmi-dengan-forum-komunikasi-kepala-desa-se-kecamatan-moyo-hulu https://amarmedia.co.id/semangat-salempo-ponyan-baznas-sumbawa-jalin-silaturahmi-dengan-forum-komunikasi-kepala-desa-se-kecamatan-moyo-hulu Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu.

Perkuat Sinergi Optimalisasi Pengumpulan ZIS 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id -  14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Kecamatan Moyo Hulu yang berlangsung di Aula Kantor Desa Batu Tering, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering Alwan Hidayat, S.Pd.I, Kepala Desa Batu Bulan Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I, Kepala Desa Sempe Hamzah, Kepala Desa Sebasang Mulyadin, Kepala Desa Leseng Rajudin, serta para kepala desa lainnya di Kecamatan Moyo Hulu.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah desa dalam membangun ekosistem zakat yang lebih baik. Berbagai gagasan berkembang dalam suasana diskusi yang hangat dan dinamis, mulai dari penguatan kelembagaan zakat di tingkat desa, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga strategi meningkatkan kesadaran masyarakat agar gemar berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, serta berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penyucian harta sekaligus sarana membangun kesejahteraan sosial. Semangat itu kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengamanatkan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara terencana, profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa merupakan mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ibadah sekaligus solusi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Atas nama Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas terselenggaranya silaturahmi ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama. Kami siap mendukung berbagai program BAZNAS, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kantor desa maupun masjid agar potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Alwan Hidayat.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi awal lahirnya gerakan bersama antara pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat dalam membangun budaya berbagi sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus pusat kehidupan masyarakat, sehingga keberhasilan gerakan zakat sangat bergantung pada kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, dan BAZNAS. "Kami meyakini bahwa ketika pemerintah desa bergerak bersama BAZNAS, potensi zakat akan semakin besar. Amanah masyarakat yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Kami berharap sinergi ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," jelas Syukri Rahmat.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, sebagai wakil ketua 1 bidang pengumpulan memperkenalkan semangat "Salempo Ponyan", sebuah istilah lokal Sumbawa yang dimaknainya sebagai upaya menghimpun seluruh potensi secara maksimal tanpa menyisakan peluang yang ada.

Menurutnya, filosofi tersebut sangat relevan dengan gerakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang sedang dibangun BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

"Salempo Ponyan berarti bagaimana kita mengumpulkan seluruh potensi yang ada secara maksimal. Dalam konteks pengelolaan zakat, jangan ada potensi yang terlewat. Jika seluruh kantor desa memiliki UPZ, seluruh masjid aktif menghimpun ZIS, dan seluruh masyarakat memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, maka insyaallah penghimpunan zakat di Kabupaten Sumbawa akan meningkat signifikan dan manfaatnya akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat," ungkap Dr. M. Ihsan Safitri.

Ia menambahkan bahwa gerakan zakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga membutuhkan semangat kebersamaan, edukasi, dan keteladanan dari para pemimpin di tingkat desa. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, menjelaskan bahwa salah satu hasil penting dari forum tersebut adalah adanya kesepahaman untuk mempercepat pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh kantor desa dan masjid di Kecamatan Moyo Hulu.

Selain itu, forum juga menyepakati pentingnya meningkatkan sosialisasi zakat kepada seluruh lapisan masyarakat melalui pemerintah desa, majelis taklim, khatib Jumat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. "Diskusi hari ini sangat produktif. Banyak gagasan konstruktif yang muncul, terutama mengenai pembentukan UPZ di setiap desa dan masjid serta peningkatan sosialisasi zakat kepada masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan para kepala desa, potensi zakat di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara lebih optimal untuk mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah desa. Para kepala desa menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis BAZNAS dalam membangun budaya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

Melalui semangat "Salempo Ponyan", BAZNAS Kabupaten Sumbawa optimistis seluruh potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara maksimal. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masjid, tokoh agama, dan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan kesejahteraan umat sebagaimana diamanatkan oleh syariat Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (AM)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 17:06:02 +0800 amr
NTB Semakin Dipercaya, Kini Jadi Tuan Rumah Pertemuan Strategis Gubernur se&Indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-semakin-dipercaya-kini-jadi-tuan-rumah-pertemuan-strategis-gubernur-se-indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-semakin-dipercaya-kini-jadi-tuan-rumah-pertemuan-strategis-gubernur-se-indonesia NTB Semakin Dipercaya, Kini Jadi Tuan Rumah Pertemuan Strategis Gubernur se-Indonesia

Mataram.Amarmedia.co.id – Setelah menjadi perhatian nasional melalui berbagai agenda kementerian dan lembaga, termasuk kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Nusa Tenggara Barat, kini NTB kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026. Forum strategis tersebut dijadwalkan dihadiri para Gubernur dan Wakil Gubernur dari seluruh provinsi di Indonesia serta rencananya dibuka oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, Pemerintah Provinsi NTB menggelar rapat koordinasi persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abdul Chair, Ak., di Kantor Gubernur NTB, Senin (13/7/2026). Rapat dihadiri para Asisten Sekda, kepala perangkat daerah terkait, kepala biro di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi NTB, serta seluruh unsur kepanitiaan yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dalam arahannya, Abdul Chair menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah Raker APPSI merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Pemerintah Provinsi NTB. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta bekerja secara terpadu, profesional, dan responsif agar setiap tahapan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan forum nasional tersebut tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh tamu, mulai dari penyambutan, protokoler, transportasi, akomodasi, keamanan, kesehatan, kebersihan, publikasi, hingga kesiapan lokasi kegiatan.

Raker APPSI Tahun 2026 mengusung tema "Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah", yang sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan peningkatan daya saing produk unggulan daerah.

Selain agenda rapat kerja, para peserta juga akan diperkenalkan dengan berbagai potensi unggulan Nusa Tenggara Barat melalui pameran produk UMKM, promosi ekonomi kreatif, sajian seni budaya, serta kunjungan ke destinasi wisata unggulan. Momentum ini diharapkan menjadi ruang untuk memperluas jejaring kerja sama antardaerah sekaligus memperkenalkan peluang investasi di Nusa Tenggara Barat.

Kepercayaan menjadi tuan rumah Raker APPSI semakin mempertegas posisi NTB sebagai daerah yang semakin dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan agenda-agenda strategis nasional. Dalam beberapa waktu terakhir, NTB menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kementerian dan lembaga, serta menerima kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas NTB dalam menyelenggarakan forum berskala nasional.

Sementara Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik, menegaskan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menjadikan Raker APPSI Tahun 2026 tidak hanya sukses sebagai penyelenggaraan acara, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM. Di saat yang sama, forum ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, budaya, dan produk unggulan NTB kepada para kepala daerah dari seluruh Indonesia, sekaligus semakin memperkokoh posisi NTB sebagai salah satu pusat penyelenggaraan agenda nasional.

"Alhamdulillah, kepercayaan pemerintah pusat terhadap Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah berbagai agenda nasional terus menguat." pungkasnya. (AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 09:59:54 +0800 amr
Pemprov NTB Tegaskan: Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tidak Ada Kerugian Daerah Yang Dibiarkan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tegaskan-temuan-bpk-telah-ditindaklanjuti-tidak-ada-kerugian-daerah-yang-dibiarkan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tegaskan-temuan-bpk-telah-ditindaklanjuti-tidak-ada-kerugian-daerah-yang-dibiarkan

Pemprov NTB Tegaskan: Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tidak Ada Kerugian Daerah Yang Dibiarkan

Mataram, Amarmedia.co.id - 13 Juli 2026–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pemberitaan salah satu media mengenai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan retribusi daerah di sejumlah UPTD tidak disajikan secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, Senin (13/7) di Mataram, menjelaskan bahwa seluruh temuan BPK merupakan bagian dari mekanisme audit dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintahan. Semua rekomendasi pada Temuan yang diberitakan bahkan telah ditindaklanjuti, termasuk penyetoran seluruh penerimaan yang menjadi temuan, sebelum maupun setelah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diterbitkan.

"Pemberitaan tersebut tidak memberikan informasi secara utuh. Yang diberitakan hanya sisi temuannya, tetapi tidak menjelaskan bahwa sebagian besar rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Masyarakat perlu memperoleh informasi yang lengkap agar tidak muncul kesimpulan yang menyesatkan," tegas pria yang akrab disapa Aka ini.

Ia menjelaskan, pada UPTD Balai Latihan Kerja Disnakertrans, selisih penerimaan retribusi sebesar Rp92,17 juta telah disetorkan seluruhnya ke Kas Daerah sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan diterbitkan. Demikian pula pada UPTD Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi, seluruh kewajiban penyetoran telah diselesaikan sesuai rekomendasi BPK.

Untuk UPTD Balai Kemasan Produk Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, temuan sebesar Rp460,61 juta juga telah disetorkan pada saat pembahasan Nota Hasil Pemeriksaan (NHP), sehingga telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Sementara itu, terhadap Balai Laboratorium Lingkungan, rekomendasi BPK bukan mengenai penyalahgunaan keuangan, melainkan perlunya penelaahan atas pengenaan biaya layanan di luar Peraturan Daerah agar ke depan memiliki dasar hukum yang lebih kuat. Demikian pula pada Museum Negeri, Wisma Seruni, dan Pelabuhan Perikanan Tanjung Sape, rekomendasi BPK lebih diarahkan pada penyempurnaan tata kelola administrasi, optimalisasi penatausahaan retribusi, penggunaan karcis yang memenuhi ketentuan, serta percepatan pengurusan perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut Aka, penting dipahami bahwa rekomendasi BPK merupakan instrumen untuk memperkuat sistem pengendalian intern dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, tidak tepat apabila seluruh temuan langsung disimpulkan sebagai kerugian daerah ataupun diartikan sebagai uang negara yang hilang, apalagi dikatakan masuk kantong pribadi.

"Setiap rekomendasi BPK ditindak lanjuti secara serius. Justru esensi pemeriksaan adalah memastikan adanya perbaikan tata kelola. Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen melaksanakan seluruh rekomendasi tersebut secara akuntabel, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," dan ini sidah menjadi komitmen kuat sesuai perintah Bapak Gubernur, ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga mengajak seluruh media untuk menyampaikan informasi secara berimbang dengan mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh, akurat, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

"Komitmen Pemerintah Provinsi NTB sangat jelas, yaitu menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara tuntas, memperkuat tata kelola keuangan daerah, serta memastikan seluruh pengelolaan pendapatan daerah berlangsung semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tutup Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 14 Jul 2026 09:11:29 +0800 amr
Tampil Impresif, Raju Persembahkan Emas Pertama untuk Sumbawa di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/tampil-impresif-raju-persembahkan-emas-pertama-untuk-sumbawa-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/tampil-impresif-raju-persembahkan-emas-pertama-untuk-sumbawa-di-porprov-ntb-2026 Tampil Impresif, Raju Persembahkan Emas Pertama untuk Sumbawa di PORPROV NTB 2026

Mataram,Amarmedia.co.id – Kabar membanggakan datang dari cabang olahraga Paramotor pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Atlet Kabupaten Sumbawa, Raju Andika, berhasil mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Sumbawa setelah tampil gemilang pada nomor Slalom yang digelar di Eks Bandara Selaparang, Mataram, Senin (13/7/2026).

Raju tampil impresif dengan meraih nilai sempurna, yakni 1.000 poin, sekaligus mengungguli enam pesaingnya dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Barat.

Para pesaing tersebut yakni Reza M. Nurzaman dan Dodi Apriadi dari Lombok Tengah, Soni Ade Hermawan dan Bagus Pala Rudadi dari Lombok Barat, serta Hamdan dan Ali Muchtarom dari Kabupaten Sumbawa Barat.

Pada PORPROV NTB XII 2026, cabang olahraga Paramotor mempertandingkan empat nomor, yaitu Presisi, Slalom, Ekonomi, dan Navigasi. Sementara pada level nasional, olahraga ini memiliki 16 nomor pertandingan, namun hanya empat nomor yang diperlombakan pada ajang PORPROV.

Raju mengaku bersyukur dapat mempersembahkan prestasi terbaik untuk Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga bisa mempersembahkan medali emas pertama untuk Kabupaten Sumbawa. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumbawa yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujarnya.

Raju berharap masih dapat memberikan hasil terbaik pada nomor-nomor lain yang masih akan dipertandingkan.

“Saya berharap bisa kembali memberikan prestasi terbaik pada kelas berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pencapaian atlet Paramotor tersebut.

“Alhamdulillah, kita berhasil meraih medali emas pertama dari cabang olahraga Paramotor pada nomor Slalom. Semoga raihan ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi seluruh atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang berjuang di berbagai cabang olahraga PORPROV NTB XII 2026,” katanya.

Keberhasilan Raju menjadi awal yang manis bagi kontingen Kabupaten Sumbawa dalam perburuan medali pada PORPROV NTB XII 2026.

KONI Sumbawa berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga target prestasi yang telah ditetapkan dapat tercapai. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 20:14:11 +0800 amr
Atlet Catur Sumbawa Borong Dua Emas Beregu di PORPROV NTB 2026 https://amarmedia.co.id/atlet-catur-sumbawa-borong-dua-emas-beregu-di-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/atlet-catur-sumbawa-borong-dua-emas-beregu-di-porprov-ntb-2026 Atlet Catur Sumbawa Borong Dua Emas Beregu di PORPROV NTB 2026

Mataram,Amarmedia.co.id– Kontingen Kabupaten Sumbawa kembali menambah pundi-pundi medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII Tahun 2026. Kali ini, cabang olahraga catur tampil gemilang dengan menyumbangkan dua medali emas dari 4 nomor yang dipertandingkan.

Sumbawa mendulang emas dari nomor Catur Kilat (Blitz 3+2) Beregu Putra dan Beregu Putri pada pertandingan yang berlangsung di Gedung Pusat Pelayanan Usaha Terpadu, Mataram, pada Senin, (13/07).

 

Koordinator tim dan Pelatih Catur Sumbawa, Alfian Rusdi, didampingi Rudy Lang, SH., WNP., PNP., serta Ketua Percasi Kabupaten Sumbawa, H. Yahya Efendi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian para atlet di hari pertama pertandingan.

“Alhamdulillah, pada hari pertama cabang olahraga catur, Sumbawa berhasil meraih dua medali emas dari nomor Catur Kilat (Blitz 3+2) Beregu Putra dan Beregu Putri,” ujarnya.

Tim beregu putra yang diperkuat MN Gerry Christianto, Wahyu Hidayat, MN M. Nuh, Imanuel Dave, dan Abdul Kadir tampil konsisten dengan mengumpulkan poin demi poin di setiap babak. Dalam setiap pertandingan hanya empat pemain yang diturunkan, sehingga tim pelatih menerapkan strategi rotasi dengan mengistirahatkan MN M. Nuh pada babak kedua, ketiga, keenam, dan ketujuh.

Strategi tersebut terbukti efektif. Kombinasi para pemain senior dan talenta muda mampu membawa tim putra tampil sebagai juara dan mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Sumbawa.

Prestasi serupa juga ditorehkan tim beregu putri yang diperkuat Sakinah, Dian Syahfitri, Miftahur Rezki, dan Adra Nabilah. Mereka tampil impresif dengan mengoleksi 4,5 poin dari lima babak tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Tim pelatih juga menerapkan strategi rotasi dengan mengistirahatkan Miftahur Rezki pada babak ketiga, keempat, dan kelima. Hasilnya, tim putri sukses mengunci medali emas kedua bagi Sumbawa.

Selain dua medali emas, atlet catur Sumbawa juga berhasil menambah koleksi medali perunggu melalui nomor perorangan putra dan putri yang diraih Nurdin Embang dan Miftahuljannah.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH, M.Si., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama daerah.

“Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus Percasi yang telah bekerja keras hingga mampu mempersembahkan dua medali emas. Prestasi ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa dan semoga menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus menambah perolehan medali emas,” katanya.

Dengan tambahan dua emas dari cabang olahraga catur, Sumbawa semakin optimistis bersaing dalam perburuan prestasi pada PORPROV NTB XII 2026. Semangat para atlet diharapkan terus terjaga agar target perolehan medali yang telah ditetapkan dapat tercapai. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 20:08:37 +0800 amr
Sengkarut IPR Lantung: Aliansi LSM Bersatu Desak Penutupan Investor, Bupati Sumbawa Isyaratkan Bekukan Koperasi Jika Melanggar https://amarmedia.co.id/sengkarut-ipr-lantung-aliansi-lsm-bersatu-desak-penutupan-investor-bupati-sumbawa-isyaratkan-bekukan-koperasi-jika-melanggar https://amarmedia.co.id/sengkarut-ipr-lantung-aliansi-lsm-bersatu-desak-penutupan-investor-bupati-sumbawa-isyaratkan-bekukan-koperasi-jika-melanggar Sengkarut IPR Lantung: Aliansi LSM Bersatu Desak Penutupan Investor, Bupati Sumbawa Isyaratkan Bekukan Koperasi Jika Melanggar

SUMBAWA.Amarmedia.co.id  — Ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Sumbawa mendadak hangat. Sejumlah perwakilan dari Aliansi Sumbawa Bersatu yang terdiri atas gabungan 10 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan media mendatangi gedung wakil rakyat. Mereka menyampaikan kegelisahan dan mosi tidak percaya atas aktivitas Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Kecamatan Lantung yang dinilai telah melenceng jauh dari komitmen awal kesejahteraan rakyat.

Rapat pini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Sekretaris Daerah (Sekda), Dr.H Budi Prasetyo S.Sos.MAP, Kepala Bapperida Dr. Dedy Hariwibowo, Perwakilan Kapolres Sumbawa, Pimpinan DPRD dan Anggota Komisi II dan III DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, serta perwakilan aliansi LSM Sumbawa Bersatu.

Perwakilan Aliansi LSM Sumbawa Bersatu Ary membuka penyampaian aspirasi dengan menyatakan sikap tegas menarik dukungan dari Koperasi Seloning Bukit Lestari. Komitmen awal pembentukan koperasi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat lokal dinilai hanyalah kamuflase belata. Fakta mengejutkan di lapangan mengungkapkan adanya aktivitas pengerukan deposit atau area menambang (mining area) seluas 10 hektar yang nekat menerobos keluar dari wilayah Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Sekretaris Aliansi LSM Sumbawa Bersatu, Imran Efendi SH memaparkan rentetan kejanggalan administratif dan teknis. Ia menyebutkan bahwa perjalanan IPR ini telah membuat Pemerintah Daerah (Pemda) berada di posisi ambigu akibat ketiadaan juklak dan juknis di tingkat kabupaten.

"Sejauh ini IPR hanya dijadikan pemanis lisensi hukum administrasi, namun asas keberadaannya tidak ada di lapangan. Mereka mengabaikan kewajiban teknis seperti kepemilikan sertifikat tambang, pelaporan berkala ke Pemda, hingga pembuatan sistem environmental (sedimentasi) di daerah hulu. Kami tidak ingin IPR ini menjadi starting politik yang tidak humanis dan Pemda dijadikan bulan-bulanan di media sosial. Sikap kami jelas segera beri police line, ciduk oknum yang bermain, dan kembalikan hajat ekonomi ini seutuhnya kepada rakyat," tegas Imran.

Senada dengan Imran, Penanggung Jawab Aksi dari LSM Mandiri, Iying Gunawan (didampingi Dudung Jayadi), mengaku merasa tertipu oleh janji manis pihak investor.

"Awalnya investor menjanjikan akan mengakomodir 500 penambang manual tradisional untuk masuk menjadi anggota IPR dengan skema saham 40% investor dan 60% koperasi demi menyumbang PAD Sumbawa. Nyatanya, ini adalah praktik kapitalisme liberal. Kami bolak-balik mengawal ini ke Mataram, tapi PAD-nya nol besar. Sebelum sungai-sungai kita rusak parah, kami minta ketegasan aparat hukum untuk menutup para cukong yang merusak alam Sumbawa," cetus Iying.

Dugaan Operasi Ilegal dan Pengabaian Hak SHU

Ketua FPPK, Abdul Hataf, turut menyoroti adanya laporan dari Dinas ESDM yang menyatakan bahwa tiga investor di kawasan tersebut—yakni PT Metro, TIB, dan Nusantara—sebenarnya belum diperbolehkan beroperasi sebelum memenuhi dokumen persyaratan lengkap.

"Faktanya mereka sudah panen berkali-kali sejak bulan Februari, tapi hasil itu dikembalikan ke perusahaan, bukan ke rakyat anggota koperasi. Ini omong kosong," tukas Hattaf

Aji Rusdianto (Raja), perwakilan aliansi lainnya yang meminta ketegasan Bupati untuk mengusir perusahaan nakal tersebut.

Lebih jauh, perwakilan Aliansi LSM menambahkan bahwa ketiga investor yang beroperasi di kolam 1 hingga 6 tersebut diduga kuat beroperasi secara ilegal selama delapan bulan terakhir karena dokumen UKL-UPL belum resmi terbit. Ironisnya lagi, muncul dualisme kepengurusan Koperasi Selonong Bukit Lestari, sementara Sisa Hasil Usaha (SHU) masyarakat pasca-pembagian di kantor bupati bulan Oktober lalu hingga detik ini belum dicairkan.

Melihat kacaunya tata kelola ini, Pimpinan DPRD Sumbawa, HM. Berlian Rayes menganalogikan situasi ini bak terkena jebakan. Kita seperti di-prank. Demi menyelamatkan aset daerah dan mencegah gejolak sosial yang lebih besar, penting untuk menghadirkan seluruh pihak terkait. Pak Bupati juga perlu memberikan atensi khusus dan berkoordinasi langsung dengan Gubernur NTB," saran Berlian.

Respon Bupati Sumbawa: Koperasi Terancam Dibekukan

Menanggapi rentetan protes keras dari mitranya di LSM, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menyampaikan apresiasi mendalam atas fungsi kontrol yang dijalankan oleh Aliansi Sumbawa Bersatu. Bupati mengaku gerakan ini menjadi amunisi tambahan bagi Pemda untuk melakukan penertiban lapangan.

Namun, Bupati tidak menampik adanya dilema besar yang dihadapi pemerintah daerah di tingkat tapak.

"Saya harus sangat berhati-hati dalam mengambil tindakan penutupan portal tambang rakyat. Sebab di satu sisi, saya kerap didatangi oleh tokoh-tokoh masyarakat Lantung yang meminta agar tambang rakyat ini tetap dibuka demi menekan angka pengangguran. Namun, prinsip saya jelas: selain menertibkan, lingkungan juga harus lestari," urai Bupati Jarot.

Bupati membeberkan sejumlah kejanggalan yang juga menjadi catatan krusial Pemda, di antaranya belum terlihatnya dokumen resmi UKL-UPL, belum adanya dana jaminan reklamasi (talangan), tidak adanya sistem monitoring, belum jelasnya program CSR/pemberdayaan masyarakat, hingga nihilnya kontribusi PAD.

"Ini kondisi dilematis yang sudah terjadi. Atas dasar itu, kami segera mengambil langkah cepat bersama Forkopimda melalui dua poin utama pertama memanggil Pengurus Koperasi. Pemda Sumbawa akan segera memanggil Ketua Koperasi Selonong Bukit Lestari untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban menyeluruh. Kedua Jika dalam klarifikasi tersebut ditemukan bukti kuat bahwa koperasi tidak berjalan sesuai koridor hukum atau menyalahgunakan kemitraan, Pemda secara tegas akan membekukan koperasi tersebut. Dengan dibekukannya koperasi, secara otomatis seluruh aktivitas ketiga investor di lokasi tersebut dinyatakan ilegal dan wajib angkat kaki.

Bupati menutup penjelasannya dengan menyebutkan bahwa saat ini Pemprov NTB juga tengah menggodok regulasi teknis terkait monitoring sistem tersebut, dan Pemda Sumbawa berkomitmen mengawal penuh agar hak-hak masyarakat lokal tidak dikorbankan demi keuntungan segelintir oknum. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 19:59:47 +0800 amr
Respons Fraksi Gelora dan Demokrat&PPP Pembangunan, Bupati Sumbawa Bahas Strategi Fiskal hingga Solusi Legalitas PETI https://amarmedia.co.id/respons-fraksi-gelora-dan-demokrat-ppp-pembangunan-bupati-sumbawa-bahas-strategi-fiskal-hingga-solusi-legalitas-peti https://amarmedia.co.id/respons-fraksi-gelora-dan-demokrat-ppp-pembangunan-bupati-sumbawa-bahas-strategi-fiskal-hingga-solusi-legalitas-peti Respons Fraksi Gelora dan Demokrat-PPP Pembangunan, Bupati Sumbawa Bahas Strategi Fiskal hingga Solusi Legalitas PETI

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id– Dalam kelanjutan Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang digelar Senin (13/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara berturut-turut memberikan jawaban atas pemandangan umum yang diajukan oleh Fraksi Partai Gelora Indonesia dan Fraksi gabungan Demokrat-PPP (Persatuan Pembangunan).

Di hadapan pimpinan sidang H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan Anggota DPRD Bupati menegaskan bahwa seluruh catatan, pertanyaan, dan masukan dari kedua fraksi tersebut merupakan kontribusi yang sangat konstruktif dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan, serta pembangunan daerah di masa mendatang.

Respons atas Pemandangan Umum Fraksi Gelora

Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Fraksi Gelora Indonesia atas kejelian mereka membedah postur anggaran daerah. Menjawab kekhawatiran fraksi terkait ketergantungan anggaran pada pemerintah pusat, Bupati memaparkan sejumlah langkah strategis.

Pemkab Sumbawa berkomitmen penuh untuk terus menekan ketergantungan fiskal terhadap pusat melalui optimalisasi dan intensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pihaknya tengah menjalankan berbagai program perluasan basis pajak dan digitalisasi layanan untuk memperkuat struktur fiskal daerah.

Lebih lanjut, Bupati memastikan bahwa APBD Kabupaten Sumbawa akan benar-benar dikelola agar memberikan manfaat nyata yang langsung menyentuh masyarakat luas.

"Pemerintah daerah menerapkan pendekatan anggaran berbasis kinerja (performance-based budgeting). Langkah ini untuk memastikan bahwa setiap program prioritas yang dianggarkan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa secara konkret," tegas Bupati.

Pemkab Sumbawa menyambut baik seluruh usulan dan saran yang diajukan oleh Fraksi Gelora sebagai bahan evaluasi mutakhir demi menyempurnaan rencana pengelolaan keuangan dan blueprint pembangunan pada tahun anggaran mendatang.

Respons atas Pemandangan Umum Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan 

Apresiasi serupa juga dialamatkan kepada Fraksi gabungan Demokrat-PPP Pembangunan. Bupati menyatakan bahwa pertanyaan mengenai optimalisasi PAD dan penanganan sengkarut gas LPG 3 kg memiliki substansi yang sama, sehingga penjelasannya selaras dengan jawaban yang telah diberikan kepada fraksi-fraksi sebelumnya.

Menjawab masukan mengenai efektivitas anggaran, Bupati menjelaskan bahwa Pemda terus berupaya menciptakan dampak ekonomi yang berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Strategi ini ditempuh dengan menaikkan standar kualitas perencanaan sejak awal dan memperketat evaluasi kinerja di setiap Perangkat Daerah (OPD).

Terkait desakan percepatan pembangunan infrastruktur vital, Pemkab Sumbawa memberikan perhatian khusus pada sektor air bersih.

 "Untuk percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah pedesaan, Pemda akan terus meningkatkan alokasi dan pemerataan pembangunan fisik. Kami juga secara intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi guna menjemput dukungan anggaran luar," jelasnya.

Poin krusial yang disoroti oleh Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan adalah maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Lantung, Ai Mual, serta beberapa pedesaan lainnya. Menanggapi hal ini, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa pemerintah daerah mencermati persoalan pelik ini secara sangat serius.

Bupati tidak menampik bahwa praktik PETI membawa dampak buruk yang masif, mulai dari potensi kerusakan lingkungan hidup yang parah, ancaman keselamatan bagi para pekerja, hingga kerugian finansial negara akibat eksploitasi ilegal. Oleh karena itu, Pemda mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam melakukan penertiban.

Namun di sisi lain, pemerintah juga harus melihat realitas sosial di mana sebagian masyarakat lokal menggantungkan mata pencaharian utama mereka pada sektor pertambangan tersebut.

"Kita butuh solusi yang legal dan berkelanjutan agar alam tidak rusak tetapi ekonomi rakyat tetap jalan. Oleh karena itu, Pemda mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Saat ini sudah banyak usulan pembentukan koperasi tambang di wilayah Kabupaten Sumbawa," ungkap Bupati.

 

Bupati secara terbuka menyatakan dukungannya dan merekomendasikan agar aktivitas tersebut dilegalkan melalui jalur resmi. Kendati demikian, ia mengingatkan masyarakat bahwa proses birokrasi ini tidak instan.

"Prosesnya panjang, perlu konsentrasi, ketekunan, dan biaya operasional yang lumayan, sehingga memakan waktu yang cukup lama. Namun, dari sisi regulasi, kita terus mendorong legalitas ini agar ke depan aktivitas tambang rakyat dapat dilaksanakan sesuai kaidah pertambangan yang baik (good mining practice)," tambahnya.

 

Melalui izin resmi (Wilayah Pertambangan Rakyat/WPR dan Izin Pertambangan Rakyat/IPR), Pemda meyakini kontrol terhadap keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan dapat ditegakkan secara ketat. Bupati mengakui isu ini memicu pro-kontra yang luar biasa, bahkan menarik perhatian masyarakat luar daerah untuk datang berduyun-duyun ke Sumbawa guna mempelajari dinamikanya. Pemda memastikan telah berkordinasi dengan jajaran Forkopimda agar penanganan di lapangan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas.

Sidang Paripurna ditutup dengan penyerahan berkas jawaban kepala daerah secara resmi kepada pimpinan sidang untuk ditindaklanjuti dalam agenda pandangan akhir fraksi mendatang. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 12:20:44 +0800 amr
Tanggapi Gerindra, Bupati Sumbawa Sebut Program 'Sumbawa Hijau Lestari' Jantung Pertahanan Daerah yang Tak Boleh Hilang https://amarmedia.co.id/tanggapi-gerindra-bupati-sumbawa-sebut-program-sumbawa-hijau-lestari-jantung-pertahanan-daerah-yang-tak-boleh-hilang https://amarmedia.co.id/tanggapi-gerindra-bupati-sumbawa-sebut-program-sumbawa-hijau-lestari-jantung-pertahanan-daerah-yang-tak-boleh-hilang Tanggapi Gerindra, Bupati Sumbawa Sebut Program 'Sumbawa Hijau Lestari' Jantung Pertahanan Daerah yang Tak Boleh Hilang

SUMBAWA,Amarmedia.co.id– Masih dalam rangkaian Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang digelar Senin (13/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan tanggapan mendalam atas pemandangan umum yang diajukan oleh Fraksi Partai Gerindra. Di hadapan pimpinan sidang H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan seluruh anggota dewan, Bupati menegaskan bahwa setiap catatan dari Gerindra merupakan bentuk komitmen kuat dalam mengawal pembangunan daerah.

Menjawab poin-poin awal dari Fraksi Gerindra, Bupati menjelaskan bahwa pertanyaan terkait optimalisasi sektor pajak dan retribusi daerah, strategi efektivitas serta akuntabilitas belanja daerah, hingga persoalan kelangkaan LPG 3 kg memiliki substansi yang selaras dengan fraksi sebelumnya (Fraksi PKS dan Golkar). Pemda memastikan kualitas perencanaan hingga evaluasi program terus ditingkatkan agar APBD bergerak maksimal untuk rakyat.

Namun, suasana sidang terasa lebih emosional dan penuh penegasan saat Bupati menanggapi poin keempat dari Fraksi Gerindra mengenai evaluasi program Sumbawa Hijau Lestari.

Sumbawa Hijau Lestari: Jantung Daerah untuk Anak Cucu

Bupati Syarafuddin Jarot secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih atas masukan Gerindra terkait evaluasi program lingkungan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menjalankan program Sumbawa Hijau Lestari dengan evaluasi berkala agar pelaksanaannya semakin sempurna di lapangan.

Dengan nada bicara yang penuh kesungguhan, Bupati mengungkapkan bahwa program ini lahir langsung dari lubuk hatinya yang paling dalam, didorong oleh keprihatinan mendalam melihat kondisi bentang alam Sumbawa saat ini.

"Program ini berangkat dari hati saya. Kita patut prihatin dengan kondisi Sumbawa saat ini. Kita masih punya hutan dan masih banyak potensi alam yang harus diselamatkan demi kita wariskan kepada generasi masa depan, kepada anak cucu kita," ungkap Bupati dengan tegas.

Bupati tidak menampik bahwa sejak awal digulirkan, program penyelamatan lingkungan ini menghadapi tantangan yang tidak mudah di lapangan. Bahkan, ia menyentil secara blak-blakan keberadaan oknum-oknum yang dinilai merusak alam.

 "Sejak awal program ini mendapat tantangan, dan sampai sekarang pun masih banyak 'biang kerok' (perusak lingkungan) di luar sana. Karena itu, ketika kita krisis dan butuh air seperti sekarang, mari kita ayo bersama-sama melaksanakan program ini. Meskipun dari Fraksi Gerindra meminta evaluasi, catatan itu kami terima sebagai dasar penyempurnaan kegiatan, tetapi tolong jangan hilangkan program ini. Ini adalah nyawa Sumbawa, ini jantungnya Sumbawa!" seru Bupati di podium sidang.

Demi memastikan program rehabilitasi lahan hutan yang kritis berjalan tanpa hambatan, Bupati menyatakan komitmen personal dan regulasinya. Ia siap mengeluarkan Instruksi/Direktif Bupati secara khusus guna memperkuat payung hukum pergerakan di lapangan.

Langkah konkret yang dijanjikan meliputi penguatan anggaran operasional pengamanan hutan terpadu. Baginya, memastikan kelestarian alam Sumbawa jauh lebih krusial di atas kepentingan sektoral apa pun demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Sambut Baik Optimalisasi PAD dan Ketersediaan LPG

Menutup jawabannya untuk Fraksi Gerindra pada poin kelima, Bupati Sumbawa kembali menegaskan komitmen Pemda dalam menyambut baik seluruh usulan mengenai optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penanganan kelangkaan LPG yang sejalan dengan masukan fraksi-fraksi lain.

Pemerintah daerah berjanji akan menyerap dan mengeksekusi rekomendasi strategis tersebut secara bertahap, disesuaikan dengan koridor kemampuan keuangan daerah serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 11:43:41 +0800 amr
Jawab Pandangan Fraksi PKS, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Transparansi, Genjot PAD, hingga Atasi Kelangkaan LPG https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-pks-bupati-sumbawa-tegaskan-komitmen-transparansi-genjot-pad-hingga-atasi-kelangkaan-lpg https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-fraksi-pks-bupati-sumbawa-tegaskan-komitmen-transparansi-genjot-pad-hingga-atasi-kelangkaan-lpg

Jawab Pandangan Fraksi PKS, Bupati Sumbawa Tegaskan Komitmen Transparansi, Genjot PAD, hingga Atasi Kelangkaan LPG

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pengelolaan keuangan dan memaksimalkan pelaksanaan pembangunan daerah. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD, dalam Sidang Paripurna yang digelar Senin (13/7/2026).

Sidang Paripurna yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbawa ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala OPD lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam pengantarnya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pimpinan dan anggota dewan. Ia memandang seluruh pandangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi sebagai masukan yang sangat berharga demi meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tahun berjalan.

Secara berurutan, Bupati memberikan jawaban terperinci atas catatan dan pertanyaan yang dilayangkan oleh setiap fraksi, dimulai dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bupati menjawab secara mendalam.

Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pandangan umum, pertanyaan, serta saran konstruktif dari Fraksi PKS. Bagi pemerintah daerah, hal ini merupakan wujud nyata dari kepedulian dan komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, efektif, dan akuntabel.

Sinergi Opini WTP dan Komitmen Fiskal

Pemda Sumbawa secara khusus berterima kasih atas apresiasi Fraksi PKS terhadap raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Bupati menegaskan bahwa capaian prestisius ini adalah buah dari sinergi yang kuat antara Pemda dan DPRD dalam mengawal pengelolaan keuangan daerah.

 "Kami berkomitmen penuh melaksanakan tata kelola pemerintahan yang bersih, sehingga setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar memberikan kontribusi besar dan manfaat nyata bagi rakyat Sumbawa," ujar Bupati.

Menjawab pertanyaan Fraksi PKS mengenai postur Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan strategi penguatannya, Bupati memaparkan bahwa dari total realisasi pendapatan daerah yang mencapai Rp 2,374 Triliun kontribusi PAD tercatat sebesar Rp 242,9 Miliar atau sekitar 11,29 persen. Sumber pendapatan ini ditopang oleh sektor pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.

Ke depan, Pemkab Sumbawa bersama instansi pemungut seperti Bapenda, RSUD, Puskesmas, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta sektor koperasi, akan terus memperkuat langkah intensifikasi dan ekstensifikasi. Strategi utama yang sedang dan sudah berjalan di antaranya:

 

Mengintegrasikan sistem pembayaran digital untuk meminimalkan kebocoran, Perluasan Basis Pajak & Optimalisasi Aset, Mendata ulang potensi objek pajak baru dan memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang tidur.Penambahan Tenaga Kontrak Sementara. Menempatkan personel tambahan di Bapenda guna meningkatkan pengawasan dan kepatuhan wajib pajak di lapangan.

Klarifikasi Serapan APBD dan Silpa

Terkait catatan Fraksi PKS mengenai serapan APBD yang dinilai belum maksimal, Bupati menjelaskan bahwa realisasi belanja daerah yang mencapai 92,9 persen tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor teknis:

 1. Sisa Belanja Pegawai. Banyaknya formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum terpenuhi dan posisinya belum terisi hingga akhir tahun anggaran.

 2. Keterlambatan Proyek Fisik:Adanya beberapa pekerjaan infrastruktur yang belum dapat dirampungkan 100% hingga akhir tahun.

 3. Efisiensi Belanja Tidak Terduga (BTT): Pemda menganggarkan dana BTT yang cukup besar sebagai antisipasi darurat, namun bersyukur tidak perlu menggunakannya secara penuh.

Sedangkan untuk besaran Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa), hal itu dipengaruhi oleh realisasi PAD yang berhasil melampaui target, serta adanya sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) spesifik yang secara aturan tidak bisa dialihkan ke pos belanja lainnya. Selain itu, terdapat penundaan penyaluran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) akibat kendala teknis administrasi. Pemda berkomitmen menjadikan evaluasi ini sebagai pelajaran berharga agar kualitas belanja daerah semakin efektif ke depan.

Mengatasi Sengkarut dan Kelangkaan LPG 3 Kg

Fraksi PKS juga menyoroti masalah distribusi LPG. Bupati mengungkapkan bahwa kebutuhan daerah mencapai 1,9 juta tabung per tahun. Keterbatasan kuota inilah yang kerap memicu kelangkaan di masyarakat dan memicu oknum menjual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di atas standar. Kondisi ini diperparah oleh adanya kelompok masyarakat mampu yang menggunakan LPG 3 kg bersubsidi, padahal mereka tidak berhak.

Di sisi lain, pasokan LPG non-subsidi juga terhambat masalah logistik, yang sangat bergantung pada kelancaran arus transportasi laut rute Tano – Kayangan (PP).

"Jujur saja, dalam beberapa waktu terakhir terjadi hambatan penyeberangan. Namun kami sudah berkoordinasi secara intensif, termasuk mengawal proses migrasi penggunaan tabung Bright Gas dari warna biru ke pink," jelas Bupati.

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemkab Sumbawa terus menurunkan Satgas Ketahanan Pangan dan Energi untuk melakukan pengawasan ketat, serta mempercepat program OVOO (One Village One Outlet) agar distribusi pangkalan gas bisa menyentuh seluruh desa secara merata. Pemda juga menyambut baik usulan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung yang disarankan oleh fraksi.

 

Menanggapi aspirasi mengenai peningkatan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan, Bupati mengimbau seluruh Kepala OPD dan ASN yang masih menggunakan kendaraan dinas atau pribadi di luar wilayah untuk segera melakukan mutasi plat nomor.

"Pemerintah menyambut baik usulan ini. Saya telah memulai gerakan ini dari diri saya sendiri untuk memutasi plat kendaraan lain menjadi plat EA (Sumbawa), dan ini harus diikuti oleh seluruh ASN," himbauanya. (AM)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 11:24:19 +0800 amr
Kemendikdasmen Dampingi MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Hari Pertama Sekolah Berlangsung Hangat dan Penuh Semangat https://amarmedia.co.id/kemendikdasmen-dampingi-mpls-ramah-di-smp-negeri-1-labuhan-badas-hari-pertama-sekolah-berlangsung-hangat-dan-penuh-semangat https://amarmedia.co.id/kemendikdasmen-dampingi-mpls-ramah-di-smp-negeri-1-labuhan-badas-hari-pertama-sekolah-berlangsung-hangat-dan-penuh-semangat Kemendikdasmen Dampingi MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Hari Pertama Sekolah Berlangsung Hangat dan Penuh Semangat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id-13 Juli 2026 – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Labuhan Badas Senin 13 Juli 2026 berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat. Ratusan peserta didik baru memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan didampingi guru, orang tua, serta mendapat pendampingan langsung dari Pusat Penguatan Karakter Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sekolah ini menjadi salah satu lokasi pendampingan pelaksanaan MPLS Ramah untuk memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai ketentuan pemerintah, mengedepankan pendekatan yang mendidik, serta bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun kekerasan.

Sejak pukul 07.00 Wita, halaman SMP Negeri 1 Labuhan Badas mulai dipenuhi peserta didik baru yang datang mengenakan seragam dengan wajah ceria. Mereka tampak antusias memasuki gerbang sekolah sambil didampingi orang tua. Pemandangan yang paling menarik perhatian adalah banyaknya ayah yang hadir mengantar anak mereka pada hari pertama sekolah.

Sebagian ayah berjalan berdampingan dengan anaknya menuju lokasi kegiatan. Ada yang memberikan pelukan sebelum berpisah, ada pula yang menyempatkan diri berfoto bersama sebagai kenang-kenangan memasuki jenjang pendidikan yang baru. Suasana itu menghadirkan kesan hangat sekaligus menunjukkan besarnya dukungan keluarga terhadap pendidikan anak.

Kehadiran para ayah merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa. Melalui gerakan tersebut, para ayah diajak untuk hadir mendampingi anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dan pendidikan mereka.

Upacara pembukaan MPLS Ramah berlangsung di lapangan sekolah. Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan tertib didampingi guru dan panitia. Lagu Indonesia Raya berkumandang mengawali rangkaian kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna.

Mewakili Kemendikdasmen, hadir Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga. Dalam kunjungannya, ia didampingi Rosmin Junaidi, S.STP., M.Si., Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, Kepala Bidang SMP Junaidi, S.Pd., M.Pd., serta disambut oleh Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd., M.Pd., bersama seluruh guru.

Dalam sambutannya, Prof. Biyanto mengatakan bahwa hari pertama sekolah memiliki arti penting bagi setiap peserta didik. Menurutnya, kesan pertama yang diterima anak akan memengaruhi semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

"MPLS bukan kegiatan untuk membuat anak takut ataupun malu. Hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak harus merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Selain itu, materi kegiatan juga telah diatur melalui Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 sehingga seluruh sekolah memiliki pedoman yang sama.

Menurutnya, selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekolah diharapkan mengisi kegiatan dengan pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan karakter positif, pendidikan antiperundungan, penguatan disiplin, serta berbagai aktivitas yang mendorong peserta didik berani berinteraksi dan bekerja sama.

Prof. Biyanto juga mengingatkan seluruh guru agar menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi setiap anak.

"Anak-anak datang ke sekolah membawa harapan dan cita-cita. Sambut mereka dengan senyuman, bimbing dengan kesabaran, dan jadilah teladan yang baik. Pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan sekolah yang ramah," katanya.

Usai memberikan sambutan, Prof. Biyanto bersama Rosimin Junaidi, Junaidi, dan Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas melakukan pelepasan balon warna-warni sebagai simbol dimulainya MPLS Ramah Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke beberapa ruang kelas. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Biyanto berdialog dengan guru dan peserta didik baru. Ia menanyakan kesan mereka mengikuti hari pertama sekolah sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai pedoman yang telah ditetapkan pemerintah.

Di setiap ruang kelas terlihat suasana belajar yang hidup. Guru memandu kegiatan perkenalan, permainan edukatif, diskusi sederhana, dan pengenalan lingkungan sekolah. Para peserta didik tampak aktif mengikuti setiap kegiatan. Sesekali terdengar tawa ketika mereka saling memperkenalkan diri dan bekerja sama dalam permainan kelompok.

Prof. Biyanto mengapresiasi pendekatan yang diterapkan guru di SMP Negeri 1 Labuhan Badas. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan akan membantu peserta didik lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Sementara itu, Rosmin Junaidi, S.STP., M.Si., Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Sumber Daya dan Aparatur, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan MPLS di Kabupaten Sumbawa.

Ia mengatakan pendampingan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

"Kami berharap seluruh sekolah melaksanakan MPLS sesuai aturan sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama. Pendidikan yang baik dimulai dari lingkungan yang aman, nyaman, dan menghargai setiap peserta didik," ujarnya.

Rosmin juga mengapresiasi tingginya partisipasi orang tua, khususnya para ayah, yang hadir mengantar anak mereka ke sekolah.

Menurutnya, keterlibatan keluarga dalam pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap semangat belajar dan perkembangan karakter anak. Dukungan sederhana berupa kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah menjadi kenangan yang akan diingat peserta didik dalam waktu yang lama.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seluruh SMP di Kabupaten Sumbawa telah diingatkan untuk melaksanakan MPLS sesuai pedoman yang berlaku.

Ia berharap seluruh sekolah mengutamakan pembinaan karakter, pengenalan budaya sekolah, dan pembiasaan hidup disiplin tanpa memberikan beban yang berlebihan kepada peserta didik baru.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Labuhan Badas, Punijan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pendampingan MPLS Ramah.

Menurutnya, seluruh guru telah mempersiapkan kegiatan sejak jauh hari agar peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan nyaman dan menyenangkan.

"Kami ingin memberikan kesan pertama yang baik kepada seluruh peserta didik baru. Mereka adalah bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Labuhan Badas. Karena itu, kami berkomitmen melaksanakan MPLS yang ramah, mendidik, dan sesuai ketentuan pemerintah," katanya.

Punijan berharap seluruh peserta didik baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal guru dan teman-teman baru, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sejak awal tahun ajaran.

Pelaksanaan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Labuhan Badas menjadi bukti bahwa masa pengenalan sekolah dapat berlangsung tanpa perpeloncoan ataupun tindakan yang merendahkan peserta didik. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi sekolah untuk menumbuhkan rasa percaya diri, membangun karakter, serta mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan peserta didik.

Melalui pendampingan Kemendikdasmen serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, pelaksanaan MPLS Ramah diharapkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam menghadirkan pendidikan yang lebih humanis, inklusif, dan berpihak kepada kepentingan terbaik anak. Hari pertama sekolah pun menjadi awal yang menyenangkan untuk memulai perjalanan belajar, meraih prestasi, dan mewujudkan cita-cita. (AM/SA)

]]>
Mon, 13 Jul 2026 10:00:33 +0800 amr
Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah https://amarmedia.co.id/gerakan-ayah-mengantar-anak-di-hari-pertama-sekolah https://amarmedia.co.id/gerakan-ayah-mengantar-anak-di-hari-pertama-sekolah Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

Oleh Sri Asmediati

(Guru SMPN 1 Labuhan Badas)

Hari pertama sekolah selalu menjadi momen yang istimewa. Setelah menikmati libur yang cukup panjang, anak-anak kembali mengenakan seragam, menyiapkan tas, dan bertemu lagi dengan guru serta teman-temannya. Ada yang datang dengan penuh semangat, tetapi ada juga yang masih merasa canggung karena harus kembali mengikuti kegiatan belajar.

Di tengah suasana itu, muncul sebuah gerakan yang patut mendapat perhatian, yaitu gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah. Gerakan ini terlihat sederhana. Seorang ayah hanya mengantar anaknya sampai ke sekolah. Namun, di balik langkah sederhana tersebut, tersimpan makna yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak.

Gerakan ini juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Melalui Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa, para ayah diajak untuk hadir dan mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anak. Surat edaran ini menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga, terutama ayah dan ibu yang memiliki peran sama pentingnya dalam mendampingi anak.

Selama ini, banyak orang menganggap bahwa urusan mengantar anak ke sekolah adalah tugas ibu. Tidak sedikit ayah yang sejak pagi sudah berangkat bekerja sehingga jarang memiliki kesempatan untuk mendampingi anak. Padahal, kehadiran ayah juga sangat dibutuhkan. Anak tidak hanya membutuhkan kasih sayang ibu, tetapi juga perhatian dan kedekatan dari ayah.

Ketika seorang ayah meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah, anak akan merasa dirinya sangat diperhatikan. Perasaan itu mampu menumbuhkan rasa percaya diri. Anak merasa bahwa ada orang yang selalu mendukung setiap langkahnya. Dukungan seperti ini sangat penting, terutama bagi anak yang baru memasuki jenjang pendidikan baru.

Bagi anak yang baru masuk sekolah, hari pertama sering menjadi pengalaman yang menegangkan. Mereka belum mengenal guru, belum mengetahui lingkungan sekolah, dan belum memiliki banyak teman. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran ayah dapat memberikan rasa aman. Anak menjadi lebih tenang karena ada sosok yang mendampinginya sebelum memasuki gerbang sekolah.

Gerakan ini sebenarnya bukan hanya untuk anak usia dini. Murid SMP maupun SMA juga tetap membutuhkan perhatian dari orang tua. Memang mereka sudah terlihat lebih mandiri. Namun, perhatian kecil dari ayah tetap memberikan kesan yang mendalam. Bahkan, banyak remaja yang diam-diam merasa senang ketika ayah bersedia meluangkan waktu untuk mereka.

Mengantar anak ke sekolah juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi. Di perjalanan, ayah dapat mengajak anak berbicara tentang banyak hal. Percakapan sederhana seperti menanyakan perasaan anak, memberi semangat belajar, atau mengingatkan untuk berbuat baik kepada teman dapat menjadi bekal yang berharga selama berada di sekolah.

Sayangnya, kesibukan sering dijadikan alasan. Banyak ayah merasa tidak memiliki waktu. Padahal, gerakan ini tidak harus dilakukan setiap hari. Hari pertama sekolah menjadi kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Meluangkan waktu satu pagi tentu tidak akan mengurangi pekerjaan, tetapi bisa menjadi kenangan yang akan selalu diingat oleh anak.

Di sekolah, guru juga akan melihat adanya keterlibatan orang tua. Hubungan antara keluarga dan sekolah menjadi lebih dekat. Ketika ayah hadir, sekolah dapat merasakan bahwa orang tua benar-benar mendukung proses pendidikan. Kerja sama seperti inilah yang sebenarnya dibutuhkan agar perkembangan anak berjalan lebih baik.

Gerakan ayah mengantar anak juga memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Anak melihat langsung bahwa seorang ayah tidak hanya bekerja mencari nafkah, tetapi juga ikut terlibat dalam pendidikan. Gambaran seperti ini dapat mengubah cara pandang bahwa mendidik anak adalah tugas bersama antara ayah dan ibu.

Bagi anak laki-laki, kehadiran ayah menjadi teladan dalam bersikap. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian. Sementara bagi anak perempuan, perhatian ayah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan perasaan dihargai. Hubungan yang hangat antara ayah dan anak akan menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka di masa depan.

Gerakan ini juga mengajarkan nilai kebersamaan dalam keluarga. Kesibukan sering membuat anggota keluarga jarang memiliki waktu bersama. Hari pertama sekolah dapat menjadi salah satu momen untuk kembali mempererat hubungan tersebut. Tidak perlu melakukan hal yang mewah. Mengantar anak, berjabat tangan, lalu mengucapkan selamat belajar sudah menjadi bentuk kasih sayang yang sangat berarti.

Dengan adanya Surat Edaran Bupati Sumbawa tersebut, diharapkan semakin banyak ayah yang ikut berpartisipasi. Kehadiran ayah di sekolah pada hari pertama bukan sekadar memenuhi ajakan pemerintah daerah, tetapi menjadi wujud nyata bahwa mereka peduli terhadap pendidikan anak. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh sehingga keterlibatan ayah tidak berhenti pada hari pertama sekolah saja.

Tentu tidak semua ayah dapat hadir. Ada yang bekerja di luar kota, bertugas sebagai tenaga kesehatan, aparat keamanan, sopir, nelayan, petani, atau pekerjaan lain yang tidak memungkinkan meninggalkan tugas. Kondisi tersebut tentu harus dipahami. Yang terpenting bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menunjukkan perhatian kepada anak dengan cara yang memungkinkan. Sebuah pesan singkat, doa, atau panggilan telepon juga dapat menjadi penyemangat bagi anak.

Gerakan ini sebaiknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan bahwa ayah selalu terlibat dalam pendidikan anak. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti menemani belajar, menghadiri rapat orang tua, mendengarkan cerita anak sepulang sekolah, atau sekadar menanyakan bagaimana kegiatan mereka hari itu.

Pendidikan yang baik tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rumah juga merupakan tempat belajar yang paling utama. Di rumah, anak belajar tentang sikap, kebiasaan, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat. Semua itu akan lebih mudah tumbuh jika ayah dan ibu sama-sama memberikan contoh yang baik.

Sebagai guru, saya melihat bahwa anak-anak yang mendapat perhatian dari keluarganya umumnya lebih percaya diri dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Mereka merasa memiliki tempat untuk bercerita ketika mengalami kesulitan. Sebaliknya, anak yang merasa kurang diperhatikan sering kali memendam masalah sendirian.

Karena itu, gerakan ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah layak terus didukung. Terlebih lagi, dukungan tersebut kini diperkuat melalui Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 100.2.3 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Sumbawa. Harapannya, gerakan ini menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat dan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan sekolah. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya. Ketika sekolah, keluarga, dan masyarakat saling bekerja sama, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat belajar yang baik. Semoga gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah menjadi awal tumbuhnya budaya keterlibatan ayah dalam setiap perjalanan pendidikan anak. Karena bagi seorang anak, kehadiran ayah bukan hanya sebuah kebanggaan, melainkan juga sumber semangat yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya. (Sri)

]]>
Sun, 12 Jul 2026 16:08:48 +0800 amr
Rayakan Satu Dasawarsa, Pesantren Modern Internasional Dea Malela Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Adi Hidayat https://amarmedia.co.id/rayakan-satu-dasawarsa-pesantren-modern-internasional-dea-malela-gelar-tabligh-akbar-bersama-ustadz-adi-hidayat https://amarmedia.co.id/rayakan-satu-dasawarsa-pesantren-modern-internasional-dea-malela-gelar-tabligh-akbar-bersama-ustadz-adi-hidayat Rayakan Satu Dasawarsa, Pesantren Modern Internasional Dea Malela Gelar Tabligh Akbar Bersama Ustadz Adi Hidayat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Pondok Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela menyambut usia satu dasawarsa atau sepuluh tahun dengan menggelar Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tasyakuran atas perjalanan panjang pesantren dalam mendidik generasi bangsa sejak didirikan pada 18 Juni 2016.

Pengasuh PMI Dea Malela, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pesantren yang kini telah mendatangkan santri dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh, bahkan dari mancanegara seperti Kamboja, Taiwan, Filipina, Pakistan, Rusia, dan segera menyusul dari Afghanistan.

"Banyak anak Sumbawa yang dididik di sini kini telah melanjutkan studi S1 di berbagai negara seperti Rusia, Amerika, Turki, Malaysia, Tiongkok, Kazakhstan, Saudi Arabia, hingga Mesir. Ini adalah upaya nyata kami dalam meningkatkan kualitas SDM untuk Sumbawa dan dunia Islam," ungkap Prof. Din Syamsuddin.

Prof. Din mengajak masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pesantren dan mempersilakan para orang tua yang ingin menitipkan pendidikan putra-putrinya di PMI Dea Malela.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan apresiasi tinggi atas kiprah PMI Dea Malela dalam menyemai "Tunas Cendekia mewujudkan peradaban utama" di tanah Sumbawa.

"Peradaban besar tidak lahir dari bangunan semata, melainkan dari manusia yang berakhlak dan memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Kehadiran pesantren ini adalah keistimewaan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa," ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai gerakan, seperti Shalat Subuh berjamaah, gerakan zakat profesi bagi ASN, serta program "Sumbawa Hijau Lestari" yang mengajak masyarakat menanam pohon sebagai bentuk sedekah jariyah dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Acara utama diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Dr H Adi Hidayat Lc MA (UAH). Dalam ceramahnya, UAH memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Sumbawa dan jajaran pemerintah daerah yang dinilainya sangat kompak, terutama dalam tradisi menjaga Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung.

UAH mengulas secara mendalam makna kehidupan sebagai khalifah di bumi, merujuk pada kisah Nabi Adam AS dan Sayyidah Hawa. Ia menjelaskan bahwa hidup adalah amanah untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya.

"Islam datang memberikan panduan bagaimana mengelola hidup agar melahirkan kualitas. Jika bicara harus bermanfaat, mendengar harus yang bermanfaat, dan melangkah harus ke tempat yang bermanfaat. Itulah kunci sukses dan kebahagiaan sebagai khalifah," jelas UAH di hadapan ribuan jamaah yang memadati Masjid Agung Nurul Huda.

Kegiatan Tabligh Akbar ini menjadi momen refleksi bagi masyarakat Sumbawa untuk terus berupaya meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, dan bersinergi membangun daerah yang lebih maju, cerah, dan berkemajuan sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. (AM)

]]>
Sat, 11 Jul 2026 21:08:06 +0800 amr
Di Momentum Usia ke 54 Gubernur NTB Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB https://amarmedia.co.id/di-momentum-usia-ke-54-gubernur-ntb-presiden-prabowo-titip-lima-pesan-untuk-ntb https://amarmedia.co.id/di-momentum-usia-ke-54-gubernur-ntb-presiden-prabowo-titip-lima-pesan-untuk-ntb Di Momentum Usia ke 54 Gubernur NTB, Presiden Prabowo Titip Lima Pesan untuk NTB

MATARAM.Amarmedia.co.id– Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan makna tersendiri bagi daerah. Bertepatan dengan momentum usia ke-54 Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, Presiden tidak hanya meresmikan Bendungan Meninting sebagai pusat peresmian lima bendungan nasional, tetapi juga menitipkan lima pesan besar bagi NTB, yakni memperkuat persatuan, membalas kepercayaan rakyat melalui kerja nyata, memastikan pembangunan memberi manfaat bagi masyarakat, menghadirkan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan hanya akan berhasil apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan bekerja bersama untuk kepentingan rakyat. Presiden juga mengingatkan agar Bendungan Meninting benar-benar memberikan manfaat bagi petani dengan memastikan air mengalir hingga ke lahan pertanian, karena ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Di hadapan para kepala daerah, Presiden berpesan agar setiap kebijakan dilandasi akal sehat, cinta kepada rakyat, menjauhi korupsi, dan mengelola setiap rupiah uang negara sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun, perhatian Presiden kepada Nusa Tenggara Barat tidak berhenti di atas podium.

Sesaat setelah peresmian Bendungan Meninting berakhir, dalam perjalanan menuju helikopter kepresidenan, Presiden menyampaikan secara langsung kesan dan pesannya kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Gubernur mengungkapkan bahwa Presiden menyampaikan rasa senangnya akhirnya dapat kembali mengunjungi Nusa Tenggara Barat setelah sekian lama belum memiliki kesempatan datang ke daerah ini.

"Beliau menyampaikan langsung kepada saya bahwa beliau senang sekali bisa berkunjung ke NTB. Beliau bahkan menyampaikan keinginan tulus beliau untuk membantu lebih banyak hal di NTB," ungkap Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.

Bagi Gubernur, penyampaian Presiden tersebut menjadi penegasan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Nusa Tenggara Barat tidak berhenti pada pembangunan Bendungan Meninting maupun proyek-proyek strategis nasional lainnya. Keinginan Presiden untuk membantu lebih banyak pembangunan di NTB merupakan wujud komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pesan yang disampaikan Presiden secara langsung kepada Gubernur juga memperkuat substansi pidatonya di Bendungan Meninting. Sejak awal, Presiden berkali-kali menegaskan kedekatannya dengan masyarakat NTB, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan, serta mengingatkan bahwa pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Presiden juga menitipkan pesan agar para pemimpin di NTB menjaga persatuan, mengelola pembangunan secara amanah, memastikan air bendungan sampai kepada para petani, serta menghadirkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Rangkaian pesan tersebut menunjukkan bahwa kunjungan Presiden ke Nusa Tenggara Barat bukan sekadar agenda peresmian infrastruktur, melainkan juga penegasan arah pembangunan daerah yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, perhatian Presiden tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan daerah. Rangkaian pesan yang disampaikan, baik dalam forum resmi maupun dalam percakapan langsung dengan Gubernur NTB, memperlihatkan bahwa harapan Presiden terhadap NTB tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada lahirnya kepemimpinan yang melayani rakyat, pemerintahan yang bersih, sektor pertanian yang semakin kuat, serta pembangunan yang menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat. (AM/KominfotikNTB)

]]>
Sat, 11 Jul 2026 09:17:09 +0800 amr
Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani https://amarmedia.co.id/presiden-ri-prabowo-subianto-resmikan-bendungan-meninting-air-harus-sampai-kepada-petani https://amarmedia.co.id/presiden-ri-prabowo-subianto-resmikan-bendungan-meninting-air-harus-sampai-kepada-petani Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

MENINTING, Lombok Barat.Amarmedia.co.id– Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bersama empat bendungan lainnya yang berada di Bali, Jawa Tengah, dan Aceh secara serentak dari Bendungan Meninting, Jumat (10/7/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Wakil Gubernur beserta Forkopimda NTB, para bupati dan wali kota se-NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang akan menerima manfaat langsung dari Bendungan Meninting.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.

"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara," tegas Presiden.

Presiden mengatakan, pembangunan bangsa merupakan proses panjang yang membutuhkan kesinambungan lintas pemerintahan. Menurutnya, sebuah proyek pembangunan dapat dimulai oleh satu pemerintahan dan diselesaikan oleh pemerintahan berikutnya. Seluruh proses tersebut merupakan bagian dari kerja besar membangun Indonesia yang harus dihargai sebagai wujud persatuan dalam pembangunan nasional.

"Pemerintah yang investasi pertama, pemerintah yang groundbreaking, pemerintah yang mulai membangun mungkin bukan pemerintah yang meresmikan. Inilah pembangunan bangsa. Inilah kebangkitan bangsa," ujar Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, setiap bendungan harus mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Presiden mengingatkan seluruh penyelenggara negara agar menjaga integritas dalam mengelola amanah rakyat. Menurutnya, seluruh anggaran pembangunan harus digunakan secara bertanggung jawab dan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

"Setiap rupiah uang rakyat harus dimanfaatkan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia," katanya.

Kepada para kepala daerah dan seluruh pemimpin, Presiden juga berpesan agar memimpin dengan ketulusan dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.

"Pimpinlah dengan cinta kepada rakyat. Hindari niat menjadi kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Pemimpin yang suka berbohong adalah bencana bagi rakyat," pesan Presiden.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa lima bendungan yang diresmikan merupakan bagian dari pembangunan bendungan nasional periode 2015–2025 yang mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi.

Lima bendungan tersebut meliputi Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara; dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Kelima bendungan tersebut memiliki total kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik, didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang melayani sekitar 40.000 hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produksi padi hingga sekitar 720.000 ton per tahun, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mereduksi risiko banjir pada kawasan seluas sekitar 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui potensi PLTA sebesar 9,6 megawatt dan PLTS terapung sebesar 346 megawatt.

Khusus Bendungan Meninting, bendungan ini mengairi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian, meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi tiga kali panen setiap tahun, menyediakan air baku bagi sekitar 100.000 jiwa, serta membantu mengurangi potensi banjir di wilayah Lombok Barat dan sebagian Kota Mataram. Kehadirannya juga mengakhiri konflik perebutan air antarpetani yang selama bertahun-tahun terjadi pada musim kemarau.

Menteri PU menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bendungan tidak diukur dari selesainya konstruksi semata, melainkan dari kemampuannya mengalirkan air hingga ke lahan pertanian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peresmian Bendungan Meninting bersama empat bendungan lainnya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai fondasi ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi nasional. Dengan memastikan air benar-benar sampai kepada petani, pembangunan bendungan diharapkan menjadi penggerak peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan masyarakat, dan terwujudnya swasembada pangan Indonesia.(AM/Edo/Kominfotik)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:38:53 +0800 amr
MPLS Ramah 2026, Langkah Kecil Menuju Sekolah yang Membahagiakan https://amarmedia.co.id/mpls-ramah-2026-langkah-kecil-menuju-sekolah-yang-membahagiakan https://amarmedia.co.id/mpls-ramah-2026-langkah-kecil-menuju-sekolah-yang-membahagiakan MPLS Ramah 2026, Langkah Kecil Menuju Sekolah yang Membahagiakan

Oleh: Sri Asmediati, S.Pd

Setiap tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita baru. Ada wajah-wajah yang penuh semangat karena akhirnya mengenakan seragam sekolah impian. Namun, di balik senyum itu, tidak sedikit anak yang menyimpan rasa cemas. Mereka akan memasuki lingkungan yang sama sekali baru, bertemu guru baru, teman baru, dan aturan yang belum mereka kenal.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi pengalaman pertama yang akan mereka ingat. Pengalaman itulah yang sering kali menentukan bagaimana perasaan mereka terhadap sekolah. Jika sejak awal mereka merasa diterima dan dihargai, maka sekolah akan menjadi tempat yang menyenangkan. Sebaliknya, jika hari-hari pertama diisi dengan rasa takut, bentakan, atau perlakuan yang mempermalukan, maka sekolah akan terasa seperti tempat yang harus dihindari.

Karena itu, lahirnya Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang pelaksanaan MPLS Ramah patut diapresiasi. Aturan ini bukan sekadar mengatur jadwal kegiatan selama lima hari. Lebih dari itu, aturan ini ingin memastikan bahwa setiap anak memperoleh hak yang sama untuk merasa aman, nyaman, dan bahagia ketika memulai kehidupan sekolahnya.

Selama bertahun-tahun, kita masih sering mendengar cerita tentang perpeloncoan saat MPLS. Ada siswa yang diminta membawa barang-barang yang tidak masuk akal. Ada yang dibentak hanya karena terlambat menjawab. Bahkan, ada yang menjadi bahan tertawaan di depan teman-temannya. Sebagian orang menganggap itu hanya tradisi agar siswa menjadi disiplin. Padahal, cara seperti itu justru meninggalkan luka yang tidak terlihat.

Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar, bukan untuk dipermalukan. Mereka ingin diterima sebagai bagian dari keluarga baru. Bukankah sekolah sering disebut sebagai rumah kedua? Jika demikian, sudah seharusnya setiap anak disambut dengan keramahan, bukan dengan rasa takut.

Saya melihat aturan baru ini membawa semangat yang berbeda. Sekolah tidak lagi hanya berbicara tentang nilai rapor atau prestasi akademik. Sekolah juga diminta membangun lingkungan yang sehat secara emosional. Anak-anak perlu merasa bahwa guru adalah tempat bertanya, teman adalah tempat berbagi, dan sekolah adalah tempat yang membuat mereka ingin datang setiap pagi.

Enam materi wajib dalam MPLS Ramah juga terasa sangat dekat dengan kebutuhan anak saat ini. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, misalnya, mengajarkan bahwa karakter baik harus dibangun sejak dini. Kebiasaan hidup bersih, disiplin, bertanggung jawab, rajin belajar, dan saling menghormati tidak bisa muncul begitu saja. Semua itu tumbuh dari pembiasaan yang dilakukan setiap hari.

Program Pagi Ceria juga layak mendapat perhatian. Kegiatan sederhana seperti menyapa, berdoa, bernyanyi, atau melakukan aktivitas ringan sebelum belajar ternyata mampu menciptakan suasana yang hangat. Anak-anak memulai hari dengan wajah ceria, bukan dengan ketegangan. Hal-hal kecil seperti ini sering kali memberikan pengaruh besar terhadap semangat belajar mereka.

Hal yang menurut saya sangat penting adalah materi tentang etika bermedia sosial. Anak-anak sekarang hidup di era digital. Mereka akrab dengan telepon pintar sejak usia dini. Sayangnya, tidak semua memahami cara menggunakan media sosial dengan bijak. Tidak sedikit kasus perundungan yang justru terjadi melalui kolom komentar atau grup percakapan. Karena itu, pendidikan tentang sopan santun di ruang digital sudah menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan.

Begitu pula dengan pencegahan kekerasan dan bullying. Sampai hari ini, masih ada anak yang enggan berangkat ke sekolah karena takut diejek atau dikucilkan. Kita tentu tidak ingin ada siswa yang kehilangan semangat belajar hanya karena merasa tidak diterima oleh lingkungannya. Sekolah harus menjadi tempat yang melindungi, bukan tempat yang membuat anak merasa sendirian.

Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan semangat MPLS Ramah. Anak-anak akan lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Ketika guru menunjukkan sikap santun, sabar, dan menghargai semua siswa, nilai-nilai itu perlahan akan tumbuh dalam diri peserta didik.

Begitu pula dengan kakak kelas. Mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi adik kelasnya. Menyapa lebih dulu, membantu menunjukkan ruang kelas, atau sekadar mengajak berbincang adalah tindakan sederhana yang dapat membuat siswa baru merasa diterima. Tidak perlu ada teriakan atau hukuman untuk menunjukkan senioritas.

Menurut saya, keberhasilan MPLS Ramah bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari kesan yang dibawa pulang oleh siswa. Jika setelah lima hari mereka berkata, "Saya senang sekolah di sini," berarti tujuan MPLS telah tercapai.

Peran orang tua juga tidak boleh diabaikan. Dukungan dari rumah akan membuat anak lebih percaya diri menghadapi lingkungan baru. Orang tua dan sekolah perlu saling berkomunikasi agar setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan bersama.

Pada akhirnya, pendidikan yang baik selalu dimulai dari rasa aman. Anak yang bahagia akan lebih mudah belajar. Anak yang merasa dihargai akan lebih percaya diri mengembangkan potensinya. Itulah sebabnya semangat MPLS Ramah 2026 tidak boleh berhenti sebagai aturan di atas kertas. Semangat itu harus benar-benar hidup di setiap ruang kelas, di halaman sekolah, di ruang guru, bahkan dalam cara seluruh warga sekolah memperlakukan peserta didik.

Harapan kita sederhana. Semoga tidak ada lagi cerita tentang tangisan siswa baru karena takut mengikuti MPLS. Yang ada adalah cerita tentang guru yang ramah, kakak kelas yang peduli, dan sekolah yang membuat setiap anak merasa diterima. Sebab, sekolah yang baik bukan hanya tempat untuk mencari ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya rasa percaya diri, persahabatan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.[AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:28:24 +0800 amr
Wujud Nyata Kebersamaan, DPC Partai Demokrat Sumbawa Gelar Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan Serentak Nasional https://amarmedia.co.id/wujud-nyata-kebersamaan-dpc-partai-demokrat-sumbawa-gelar-aksi-kemanusiaan-dan-lingkungan-serentak-nasional https://amarmedia.co.id/wujud-nyata-kebersamaan-dpc-partai-demokrat-sumbawa-gelar-aksi-kemanusiaan-dan-lingkungan-serentak-nasional Wujud Nyata Kebersamaan, DPC Partai Demokrat Sumbawa Gelar Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan Serentak Nasional

Sumbawa Besar, NTB Amarmedia.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian aksi sosial kemanusiaan dan pelestarian lingkungan pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Jalan Pacuan Kuda No. 14, Uma Beringin, ini merupakan bagian dari implementasi program nasional bertajuk "Gerakan Langit Biru Indonesia Asri".

Gerakan serentak yang diinstruksikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ini bertujuan untuk menegaskan komitmen kader partai agar senantiasa hadir dan berjuang bersama rakyat di seluruh penjuru Indonesia.

Aksi Kemanusiaan untuk Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, DPC Demokrat Sumbawa berkolaborasi dengan UPTD PMI Cabang Sumbawa dan UPT Puskesmas Kecamatan Unter Iwes. Berbagai layanan medis disediakan untuk masyarakat, meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bakti sosial, serta aksi gotong royong dan penanaman pohon.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Budi Kurniawan, ST, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen partai untuk tetap relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, melampaui kepentingan momentum politik semata.

"Kehadiran seluruh elemen masyarakat hari ini di tanah Sabalong Samawa adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong kita masih sangat kuat. Satu tetes darah yang didonasikan hari ini adalah napas baru bagi saudara kita yang membutuhkan. Kami berkomitmen untuk terus konsisten mengawal kesehatan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan," ujar Budi Kurniawan di sela-sela kegiatan.

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa, Hafifuddin, SH—yang akrab disapa Senpe Hafid—menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi hari. Berbagai kalangan, mulai dari warga dan tokoh masyarakat Desa Uma Beringin, kelompok pemuda, hingga pelajar, tampak berbaur mengikuti rangkaian acara.

Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian sosial tersebut, DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa memberikan sebuah "surat cinta" atau surat terbuka khusus kepada setiap peserta yang hadir.

Rangkaian Menuju HUT ke-25 Partai Demokrat

Kegiatan yang melibatkan seluruh anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sumbawa serta pengurus DPC dan DPAC se-Kabupaten Sumbawa ini bukanlah agenda tunggal. DPC Demokrat Sumbawa menjadwalkan aksi sosial ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari Jumat, mulai dari 10 Juli 2026 hingga 28 Agustus 2026.

Rangkaian aksi ini merupakan bagian dari upaya partai dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang akan jatuh pada 9 September 2026 mendatang.

Pihak DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa menyampaikan terima kasih mendalam kepada seluruh mitra kerja, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, serta warga yang telah berpartisipasi. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan menjadi suntikan energi bagi perubahan dan perbaikan daerah yang lebih baik ke depan. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 21:14:35 +0800 amr
Evaluasi Kritis Program Makan Bergizi Gratis: Menyoroti Celah Pengawasan dan Ketimpangan Kualitas Antardaerah https://amarmedia.co.id/evaluasi-kritis-program-makan-bergizi-gratis-menyoroti-celah-pengawasan-dan-ketimpangan-kualitas-antardaerah https://amarmedia.co.id/evaluasi-kritis-program-makan-bergizi-gratis-menyoroti-celah-pengawasan-dan-ketimpangan-kualitas-antardaerah Evaluasi Kritis Program Makan Bergizi Gratis: Menyoroti Celah Pengawasan dan Ketimpangan Kualitas Antardaerah

Di susun oleh:

1. Febi Febriani (241027017), 2. Mardina nur arsyilla putri (241027008), 3. Sukma Junita (241027021), 4. Wiwin (241027020)

 Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Teknologi Sumbawa 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Indonesia. Meskipun memiliki tujuan yang baik, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian. Salah satu kritik utama terhadap program ini adalah besarnya anggaran yang harus disediakan pemerintah. Dana yang sangat besar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan makanan jutaan peserta didik setiap hari, mulai dari pengadaan bahan makanan, proses memasak, distribusi, hingga pengawasan. 

Jika pengelolaannya tidak dilakukan secara efisien, program ini berpotensi memberikan beban yang cukup besar terhadap APBN, terutama ketika kondisi ekonomi sedang mengalami perlambatan atau penerimaan negara menurun.

Selain itu, besarnya anggaran yang dialokasikan untuk MBG juga menimbulkan kekhawatiran karena dapat mengurangi alokasi dana pada sektor lain yang tidak kalah penting, seperti kesehatan, pendidikan, maupun pembangunan infrastruktur. Pemerintah tentu harus mampu menjaga keseimbangan dalam penyusunan anggaran agar pelaksanaan MBG tidak menghambat pembangunan di bidang lain. Program ini memang penting, tetapi kebutuhan masyarakat di sektor lain juga harus tetap menjadi prioritas agar pembangunan nasional dapat berjalan secara merata.

Kritik lainnya berkaitan dengan risiko penyalahgunaan anggaran. Nilai anggaran yang besar dapat membuka peluang terjadinya praktik korupsi, seperti mark-up harga bahan makanan, pengadaan yang tidak transparan, atau penyalahgunaan dana oleh pihak-pihak tertentu. Apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat, tujuan program untuk meningkatkan gizi peserta didik justru bisa terganggu karena dana tidak digunakan sebagaimana mestinya. Dampaknya, kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dapat menurun, baik dari segi jumlah, mutu, maupun kandungan gizinya. Kondisi ini tentu akan merugikan peserta didik sebagai penerima manfaat sekaligus mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Oleh sebab itu, transparansi, sistem audit yang rutin, serta pengawasan yang melibatkan berbagai pihak menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan MBG agar anggaran benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program.

Pelaksanaan MBG juga menghadapi tantangan dalam hal distribusi, terutama di wilayah terpencil, kepulauan, maupun pegunungan. Kondisi geografis Indonesia yang luas membuat proses pengiriman makanan tidak selalu mudah. Akses jalan yang terbatas, cuaca yang tidak menentu, hingga biaya transportasi yang tinggi sering kali menjadi hambatan. Akibatnya, distribusi makanan dapat terlambat, bahkan kualitas makanan berisiko menurun sebelum sampai ke tangan peserta didik. Kenyataannya, masih banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis secara optimal karena berbagai kendala tersebut. Jarak tempuh yang jauh, medan perjalanan yang sulit dilalui, serta kondisi cuaca yang sering berubah membuat proses pengiriman makanan menjadi tidak lancar.

Dalam beberapa kondisi, makanan yang diterima peserta didik bahkan sudahmengalami penurunan kualitas atau tidak lagi layak dikonsumsi karena waktu distribusi yang terlalu lama. Hal ini tentu menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi agar seluruh peserta didik, tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya, dapat memperoleh hak yang sama untuk menerima makanan bergizi. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun sistem logistik yang lebih efektif, menyesuaikan mekanisme distribusi dengan kondisi setiap daerah, serta memperkuat sarana transportasi agar pelayanan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Di sisi lain, kualitas makanan yang diterima peserta didik juga dikhawatirkan belum merata di seluruh wilayah. Daerah yang memiliki fasilitas pengolahan makanan dan ketersediaan bahan baku yang baik tentu lebih mudah menyediakan makanan berkualitas dibandingkan daerah yang masih memiliki keterbatasan. Selain itu, hingga saat ini masih terdapat sekolahsekolah yang belum sepenuhnya menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Di beberapa daerah juga muncul laporan mengenai kualitas makanan yang kurang baik, mulai dari menu yang tidak sesuai standar gizi hingga ditemukannya makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi, bahkan dalam beberapa kasus dilaporkan terdapat makanan yang terkontaminasi belatung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program masih memerlukan evaluasi, terutama dalam aspek pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan. Perbedaan kondisi tersebut dapat menyebabkan kualitas menu dan kandungan gizi yang diterima siswa menjadi tidak sama. 

Oleh karena itu, diperlukan standar nasional yang jelas serta pengawasan yang konsisten agar setiap peserta didik memperoleh manfaat yang setara.

Pengawasan terhadap standar gizi juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua daerah memiliki tenaga ahli gizi atau fasilitas yang memadai untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekhawatiran bahwa pengawasan di beberapa wilayah belum berjalan secara optimal karena jumlah petugas yang terbatas. Bahkan, ada petugas yang harus mengawasi lebih dari satu lokasi penyelenggaraan MBG sehingga proses pemantauan kualitas makanan, kebersihan, dan pemenuhan standar gizi tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga ahli gizi dalam setiap tahapan program, mulai dari penyusunan menu, pengawasan proses pengolahan, hingga evaluasi kandungan gizi makanan. Dengan keterlibatan tenaga yang benar-benar memiliki kompetensi di bidang gizi, kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik dapat lebih terjamin. 

Jika pengawasan dilakukan secara tidak merata, kualitas gizi makanan bisa berbeda-beda dan tujuan program untuk meningkatkan kesehatan anak menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat pelatihan bagi petugas, menambah jumlah tenaga pengawas yang kompeten, serta memperluas pengawasan hingga ke seluruh daerah agar pelaksanaan MBG dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Aspek keamanan pangan juga perlu mendapatkan perhatian serius. Proses distribusi yang terlambat dapat menyebabkan makanan menjadi basi atau tidak layak dikonsumsi, terutama jika tidak didukung oleh sistem penyimpanan yang baik. Selain itu, proses pengolahan makanan yang kurang higienis juga dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa laporan mengenai peserta didik yang menemukan benda asing di dalam makanan, seperti rambut, serta adanya beberapa kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Meskipun kejadian tersebut tidak terjadi di semua daerah, hal ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan masih perlu diperkuat. Apabila kondisi seperti ini terus terjadi, program yang seharusnya meningkatkan kesehatan justru dapat menimbulkan masalah baru bagi peserta didik dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG.

Karena itu, standar kebersihan dan keamanan pangan harus diterapkan secara ketat dalam setiap tahapan pelaksanaan program, disertai evaluasi dan pengawasan yang dilakukan secara rutin.

Kritik lainnya adalah kemungkinan munculnya ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah apabila program ini tidak disertai edukasi mengenai pola makan sehat. 

Pemberian makanan bergizi memang membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi keluarga juga perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga asupan gizi secara mandiri. Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak orang tua yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga belum mampu menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi anak-anak mereka. Kondisi tersebut membuat sebagian keluarga sangat bergantung pada Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan gizi anak selama bersekolah.

Ketergantungan ini dapat menjadi tantangan apabila program mengalami kendala atau tidak dapat berjalan secara optimal. Oleh karena itu, selain memberikan bantuan makanan, pemerintah juga perlu memperkuat edukasi gizi serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat agar keluarga dapat secara bertahap memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri. Dengan demikian, MBG tidak hanya menjadi program bantuan, tetapi juga dapat mendorong terciptanya kemandirian dan pola hidup sehat di masyarakat. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 19:21:00 +0800 amr
Kritik terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg Kritik terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Tinjauan dari Perspektif Pemerintah dan Masyarakat di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Di susun oleh :

Dewi kurnia antari putri (NIM ; 241027009), Elda novi cahyanti (NIM : 241027002), Ridho ashar (NIM : 241027026)

Pendahuluan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan sejak 6 Januari 2025. Berangkat dari janji kampanye "Makan Siang Gratis" pada Pilpres 2024, program ini kemudian diperluas cakupannya untuk menyasar pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan tujuan resmi menekan angka stunting dan mempersiapkan generasi unggul menuju "Indonesia Emas 2045". Untuk menjalankan misi ini, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga pelaksana, dengan dukungan anggaran yang meningkat secara dramatis dari tahun ke tahun.

Sekilas, MBG tampak sebagai terobosan sosial yang mulia. Namun, di balik besarnya anggaran dan luasnya cakupan program, muncul serangkaian persoalan serius yang tidak dapat diabaikan: mulai dari beban fiskal yang membengkak, lemahnya dasar kebijakan berbasis bukti, gelombang kasus keracunan massal, hingga dugaan korupsi dan konflik kepentingan dalam tata kelola dapur MBG. Esai ini akan mengulas kebijakan MBG dari dua sisi yang saling berhadapan: perspektif pemerintah yang menonjolkan capaian kuantitatif, dan perspektif masyarakat yang menyoroti kegagalan implementasi di lapangan.

Perspektif Pemerintah: Investasi Sosial atau Proyek Mercusuar?

Dari sudut pandang pemerintah, MBG diposisikan bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia. Skala dukungan finansial terhadap program ini sangat besar: pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, Badan Gizi Nasional memperoleh pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, ditambah dana cadangan, untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Angka ini melonjak tajam dibandingkan realisasi anggaran tahun 2025 yang hanya sekitar Rp51,5 triliun.

Pemerintah kerap menonjolkan indikator kuantitatif sebagai bukti keberhasilan, misalnya jumlah penerima manfaat yang telah mencapai puluhan juta jiwa. Persoalannya, keberhasilan sebuah kebijakan gizi publik semestinya tidak diukur dari serapan anggaran atau jumlah piring yang dibagikan, melainkan dari dampak nyata terhadap status gizi masyarakat. Sayangnya, hingga kini pemerintah belum mampu menyajikan data empiris yang konsisten mengenai kenaikan berat dan tinggi badan balita secara signifikan, atau korelasi program dengan penurunan absensi dan peningkatan prestasi akademik siswa. Tanpa indikator capaian yang terukur dan diverifikasi lembaga independen, klaim keberhasilan pemerintah berisiko menjadi retorika politik semata, bukan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Lebih jauh, logika yang mendasari MBG juga patut dipertanyakan. Sejumlah akademisi, termasuk Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sri Raharjo, menilai bahwa tujuan MBG untuk meningkatkan status gizi sering dikacaukan dengan upaya penurunan stunting, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda. Ia mengkritik pendekatan pemerintah yang "too much too soon" — membangun lembaga baru dengan anggaran raksasa tanpa mempelajari pengalaman program penurunan stunting lintas kementerian yang telah berjalan hampir satu dekade dan terbukti lebih sistematis.

Perspektif Masyarakat: Antara Dukungan Populer dan Kemarahan di Lapangan

Secara survei, tingkat kepuasan publik terhadap MBG sesungguhnya tergolong tinggi. Survei Indikator Politik Indonesia mencatat bahwa 12,2 persen responden menyatakan sangat puas dan 60,6 persen menyatakan cukup puas terhadap program ini. Namun, angka kepuasan ini harus dibaca secara kritis: survei semacam ini lebih mungkin menangkap dukungan terhadap gagasan "makan gratis" itu sendiri, bukan penilaian objektif atas kualitas eksekusi dan tata kelola program di lapangan.

Realitas di akar rumput menunjukkan gambaran yang jauh berbeda dari optimisme survei. Sejak program ini diluncurkan, kasus keracunan massal terjadi berulang kali di berbagai daerah. Data menunjukkan bahwa hingga akhir September 2025, sebanyak 6.452 anak dilaporkan terdampak keracunan, dan jumlah ini melonjak menjadi 16.109 pelajar per akhir Oktober 2025. Beberapa insiden yang mencolok antara lain keracunan massal terhadap 186 siswa di Kupang pada Juli 2025, 75 pelajar di Semarang pada Januari 2026, dan 803 pelajar di Grobogan pada bulan yang sama. Skala insiden ini bahkan mendorong Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menghentikan sementara program di empat wilayah terdampak sekaligus mengakui perlunya penanganan trauma psikologis pada siswa korban.

Yang memperburuk situasi, respons sejumlah pejabat terkesan meremehkan skala persoalan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, misalnya, menyamakan kompleksitas MBG dengan mengoordinasikan sebuah perayaan nasional harian dan menyatakan bahwa "setiap program pasti memiliki masalah" — pernyataan yang oleh banyak pihak dinilai gagal mencerminkan urgensi krisis keamanan pangan yang tengah dihadapi jutaan anak Indonesia.

Kemarahan publik pada akhirnya bermuara pada aksi nyata. Pada 19 Juni 2026, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, menuntut penghentian sementara MBG serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaannya. Kesenjangan antara hasil survei kepuasan yang tinggi dan gelombang protes di jalan ini merupakan salah satu ironi paling tajam dari kebijakan MBG: popularitas gagasan tidak serta-merta mencerminkan keberhasilan implementasi.

Titik Terlemah: Dugaan Korupsi dan Konflik Kepentingan

Kritik paling tajam terhadap MBG justru datang dari sisi tata kelola dan integritas. Pada Mei 2026, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis kajian yang secara eksplisit menyoroti celah tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program ini. Tidak lama berselang, pada 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung menangkap sejumlah pimpinan Badan Gizi Nasional atas dugaan korupsi — sebuah peristiwa yang memaksa Presiden Prabowo sendiri untuk mencopot pihak-pihak terkait pada 2 Juni 2026, sebuah pengakuan implisit bahwa persoalan ini tidak lagi dapat ditutupi.

Struktur tata kelola MBG turut memperbesar risiko penyimpangan. Berbeda dari negara lain yang mengelola penyediaan makanan sekolah secara internal, MBG dijalankan melalui pihak ketiga bernama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap bahwa dari 102 yayasan pengelola SPPG yang disurvei, sebanyak 89 di antaranya terafiliasi dengan partai politik atau kerabat pejabat negara. Fakta ini memunculkan kekhawatiran serius bahwa MBG telah bergeser dari program pelayanan publik menjadi lahan baru bagi jejaring kepentingan elite.

Keterlibatan institusi keamanan dalam pengelolaan dapur MBG turut menjadi sorotan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tercatat mengelola 1.179 unit SPPG, sementara Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengelola 452 unit — jauh di luar tugas pokok dan fungsi kedua institusi tersebut. Pelibatan aparat keamanan dalam proyek gizi sipil semacam ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai transparansi, akuntabilitas, dan potensi konflik peran dalam sebuah program yang seharusnya murni bersifat pelayanan publik.

Beban Fiskal: Ilusi "Gratis" yang Mahal

Kritik lain yang tidak kalah tajam menyasar aspek fiskal. Anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp335 triliun, meningkat 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan angka ini setara hampir 44,2 persen dari total anggaran pendidikan nasional yang diamanatkan konstitusi sebesar 20 persen dari APBN. Dengan kata lain, sebagian besar anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk peningkatan kualitas guru, perbaikan fasilitas sekolah, dan pengembangan riset justru tersedot untuk membiayai program makan gratis.

Kondisi ini terjadi di tengah pelebaran defisit APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa defisit anggaran negara hingga akhir Mei 2026 telah mencapai Rp180,4 triliun. Para ekonom mengingatkan bahwa pembengkakan anggaran tanpa diimbangi peningkatan penerimaan negara berisiko menekan nilai tukar rupiah dan memicu tekanan inflasi. Frasa "gratis" dalam MBG pada akhirnya hanyalah ilusi retorika: di baliknya tersembunyi biaya oportunitas (opportunity cost) yang harus ditanggung oleh sektor-sektor pembangunan fundamental lainnya.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis lahir dari niat yang secara normatif mulia: memperbaiki gizi generasi muda Indonesia. Namun, niat baik semata tidak cukup untuk menjustifikasi eksekusi kebijakan yang tergesa-gesa, minim landasan bukti ilmiah, dan lemah dalam pengawasan. Ketimpangan antara klaim keberhasilan pemerintah yang bertumpu pada angka kuantitatif dan realitas di lapangan yang dipenuhi kasus keracunan massal, dugaan korupsi struktural, serta pembengkakan defisit fiskal, menunjukkan bahwa MBG saat ini lebih menyerupai proyek politik populis jangka pendek ketimbang kebijakan gizi publik yang terencana secara matang.

Langkah refocusing yang mulai dilakukan Badan Gizi Nasional — dengan memprioritaskan ibu hamil, balita, dan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) — sesungguhnya merupakan pengakuan tidak langsung bahwa desain awal program keliru sasaran. Agar MBG benar-benar dapat mencapai tujuannya, pemerintah perlu membangun sistem evaluasi berbasis bukti yang independen, memperketat standar keamanan pangan di seluruh rantai distribusi, mereformasi struktur pengelolaan SPPG agar bebas dari konflik kepentingan politik, serta memastikan keberlanjutan fiskal program ini tidak mengorbankan sektor pendidikan dan kesehatan yang sama-sama vital bagi masa depan bangsa.

Daftar Pustaka

BBC News Indonesia. (2025, 22 September). MBG dan kasus keracunan yang mencapai 5.626 – Evaluasi menyeluruh atau alihkan anggaran untuk pendidikan?

BBC News Indonesia. (2026, 19 Februari). MBG: Polri kelola lebih dari 1.000 SPPG, mengapa dikritik?

Bijak Memantau. (2026). Evaluasi Makan Bergizi Gratis (MBG). https://bijakmemantau.id

Kompas.id. (2026, 9 Februari). Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Sarat Masalah Tata Kelola. Studi Nalar Institute, "Behind the Free Plate: The Governance Deficit of the Free Nutritious Meal Program."

Laboratorium Ekonomi Bisnis, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (2026). Dilema Kebijakan Makan Bergizi (Tidak) Gratis.

Prohealth.id. (2026, 30 Juni). Guru Besar UGM Kritik Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Reuters. (2025, 17 November). Indonesia urged to halt $10 billion free school meals plan after mass food poisoning.

Tempo. (2025, 4 November). JPPI: Kasus Keracunan MBG Tembus 16.109 Orang Per 31 Oktober 2025.

Wikipedia bahasa Indonesia. (2026). Makan Bergizi Gratis. https://id.wikipedia.org/wiki/Makan_Bergizi_Gratis

Wikipedia. (2026). Free Nutritious Meals. https://en.wikipedia.org/wiki/Free_Nutritious_Meals (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:13:07 +0800 amr
Kurangnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) https://amarmedia.co.id/kurangnya-pengawasan-pemerintah-terhadap-pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis-mbg https://amarmedia.co.id/kurangnya-pengawasan-pemerintah-terhadap-pelaksanaan-program-makan-bergizi-gratis-mbg Kurangnya Pengawasan Pemerintah Terhadap Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Oleh:

1. Feboan Riman Andara (241027013)

2. Fadhilah Cahya Aulia (241027015)

3. Marlo Sandi Mardana (241027012)

Mahasiswa Program Studi Sosiologi  Universitas Teknologi Sumbawa 

Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program nasional yang digagas dan diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini merupakan salah satu misi utama dari Asta Cita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengatasi stunting, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM dan petani lokal sebagai penyedia bahan pangan. Pelaksanaannya dikelola langsung oleh lembaga Badan Gizi Nasional (BGN).

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi kebijakan andalan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto terus menuai berbagai catatan kritis, khususnya terkait tingginya risiko keamanan pangan dan kelemahan tata kelola logistik di lapangan. Hingga awal 2026, Presiden secara terbuka mengakui bahwa dari total distribusi makanan yang masif, tercatat sekitar 28.000 kasus gangguan kesehatan dan keracunan yang menimpa para penerima manfaat. 

Menurut pengamat kebijakan pangan, rasio insiden keracunan program MBG di Indonesia menyentuh angka 5,6 per sejuta porsi (per million serving), jauh melampaui standar negara lain yang juga menjalankan program makan siang sekolah seperti Jepang (0,8) maupun Uni Eropa (1,1). Insiden nyata seperti keracunan massal puluhan siswa di Sukoharjo, distribusi makanan basi di Nunukan, hingga temuan kontaminasi tikus pada wadah makanan di Semarang mempertegas lemahnya kontrol higienitas rantai pasok dari dapur hingga ke tangan siswa.

Akibat kendala kebersihan dan operasional ini, pemerintah terpaksa mengambil langkah tegas dengan menutup lebih dari 3,000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah di berbagai daerah.

Di sisi lain, integritas pelaksanaan program ini menghadapi tantangan besar menyusul penetapan status tersangka korupsi oleh Kejaksaan Agung terhadap tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hidayana.

Kasus ini membongkar praktik jual beli titik atau akses verifikasi kemitraan portal dapur pusat MBG daerah senilai ratusan juta rupiah kepada pihak-pihak yang tidak memenuhi kualifikasi resmi. Celah regulasi ini sebelumnya sudah diwanti-wanti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui analisis risiko atas draf Perpres MBG, di mana klausul pemangkasan jalur birokrasi dan penunjukan langsung pihak ketiga dengan dalih "percepatan" dinilai sangat rentan disalahgunakan.

Selain masalah operasional dan hukum, program MBG juga dikritik tajam oleh kalangan ekonom dan lembaga riset seperti CISDI dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dari segi beban anggaran. Alokasi awal yang bernilai jumbo dikhawatirkan menyedot ruang fiskal nasional yang seharusnya dapat dialokasikan untuk pembenahan infrastruktur sekolah yang rusak serta layanan kesehatan dasar.

Sifat program yang dirancang universal atau menyasar semua murid tanpa memandang latar belakang ekonomi dinilai memicu pemborosan anggaran negara, karena menyubsidi anak-anak dari keluarga mampu yang sebenarnya tidak membutuhkan bantuan tersebut.

Rentetan kritik dan evaluasi faktual ini pada akhirnya memaksa pemerintah untuk menghentikan sementara distribusi MBG guna melakukan audit total terhadap seluruh dapur penyedia dan merombak total struktur internal BGN demi perbaikan standar operasional ke depan.

Lemahnya pengawasan berlapis (multi-layered oversight) dari pemerintah pada fase awal implementasi program MBG terbukti menjadi akar masalah utama yang memicu karut-marutnya operasional dan tata kelola di lapangan. Kurangnya kontrol ketat terhadap standar higienitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berakibat fatal pada munculnya puluhan ribu kasus gangguan kesehatan dan keracunan massal pada siswa, yang akhirnya memaksa pemerintah menutup lebih dari 3.000 dapur bermasalah.

Di samping krisis keamanan pangan, kelonggaran pengawasan regulasi juga menciptakan celah integritas yang masif, sebagaimana dibuktikan oleh Kejaksaan Agung saat menetapkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka kasus korupsi jual beli titik lokasi dapur MBG daerah.

Ditambah lagi dengan absennya pengawasan ketat berbasis data kemiskinan, penyaluran anggaran jumbo yang dilakukan secara universal justru memicu pemborosan fiskal karena menyubsidi kelompok keluarga yang secara ekonomi sudah mampu.

Dengan demikian, berbagai gelombang kritik sipil dari kelompok seperti MBG Watch serta langkah pemerintah membekukan operasional sementara untuk melakukan audit total menjadi bukti empiris yang membenarkan judul bahwa sistem pengawasan program ini memang sangat kurang dan membutuhkan reformasi mendalam.

Maka sulusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi mata rantai masalah tersebut, pemerintah wajib merombak total sistem pengendalian internal dengan menerapkan pengawasan berbasis teknologi digital dan kolaborasi lintas lembaga negara.

Pertama, BGN harus mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis IoT (Internet of Things) dan kode QR pada setiap boks makanan untuk melacak higienitas, standar gizi, serta rantai pasok logistik secara real-time dari dapur hingga ke tangan siswa untuk mencegah risiko keracunan berulang. Kedua, celah korupsi pengadaan barang dan jasa harus ditutup rapat dengan menjalankan 10 rekomendasi KPK, memperketat pengawasan portal kemitraan, memprioritaskan keterlibatan UMKM lokal, serta menerapkan aturan tegas yang melarang keras pegawai BGN mengelola dapur guna menghindari konflik kepentingan.

Terakhir, untuk menghindari pembengkakan APBN dan memastikan efisiensi anggaran, pengawasan sasaran harus diubah dari sistem universal menjadi sistem klasterisasi atau bantuan tepat sasaran, dengan memprioritaskan daerah dengan angka stunting tinggi serta anak-anak dari keluarga prasejahtera berdasarkan basis data kemiskinan nasional yang terverifikasi (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:07:59 +0800 amr
MBG dan Anggara yang Menguap Sebelum Sampai ke Kepiring https://amarmedia.co.id/mbg-dan-anggara-yang-menguap-sebelum-sampai-ke-kepiring https://amarmedia.co.id/mbg-dan-anggara-yang-menguap-sebelum-sampai-ke-kepiring ”MBG dan Anggara yang Menguap Sebelum Sampai ke Kepiring’.

Oleh : Vallensiana Ceria, Ayu Safitri,Suhery Cantika

Diatas kertas, matematika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terdengar sederhana sekian triliun rupiah dibagi sekian puluh juta penerima manfaat, hasilnya adalah satu porsi makan bergizi di meja setiap anak. Namun praktik di lapangan menunjukkan bahwa antara angka di dokumen anggaran dan makanan yang benar-benar sampai ke piring, ada jarak yang jauh lebih panjang daripada yang dibayangkan dan di sepanjang jarak itulah sebagian uang negara menguap melalui birokrasi yang berbelit, sasaran yang meleset, pengadaan yang janggal, dan kini, dugaan korupsi yang menyeret pimpinan lembaga pengelolanya sendiri.

Lintasan anggaran MBG adalah cerita tentang akselerasi tanpa kendali. Pada tahun pertama pelaksanaannya, 2025, program ini mengantongi Rp71 triliun. Setahun kemudian, usulan anggaran melonjak hampir lima kali lipat menjadi Rp335 triliun, sebelum akhirnya "dioptimalkan" menjadi sekitar Rp268 triliun setelah tekanan defisit APBN yang melebar mendekati ambang 3 persen dan gelombang kritik publik yang menguat.

Terlepas dari angka final yang terus bergerak, satu hal jelas kenaikan anggaran berlangsung jauh lebih cepat daripada pembangunan sistem yang mampu mengawasinya. Setiap hari, pemerintah menggelontorkan sekitar Rp1,2 triliun untuk operasional MBG jumlah yang lebih besar daripada seluruh anggaran riset nasional dalam satu tahun penuh.

Pemerintah mengklaim proporsi belanja MBG diatur ketat 70 persen untuk bahan.baku pangan, 20 persen untuk operasional termasuk distribusi dan insentif, serta 10 persen untuk kebutuhan intensif lainnya. Namun rincian pengadaan yang mencuat ke publik justru menimbulkan tanda tanya besar terhadap disiplin alokasi itu.

Persoalan bertambah rumit karena arsitektur pelaksanaan MBG dijalankan melalui rantai perantara yang panjang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, dan berbagai mitra pelaksana, alih-alih dikelola langsung oleh sekolah seperti lazimnya program serupa di banyak negara lain.

Dilihat dari persoalan diatas,MBG ini kurang efisien ketika kita melihat dari beberapa kasus yang menimbulkan kerugian sangat besar. Kalo tujuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mensejahterakan masyarakat dan memberikan perhatian terhadap masyarakat yang sulit memperoleh bahan pangan bergizi,seperti masyarakat di daerah pedesaan atau wilayah terpencil. Mengapa program ini diluncurkan pertama kali di wilayah-wilayah perkotaan yang memiliki akses sumber makanan dan kebutuhan gizi?

Daripada sibuk menggelontorkan anggaran untuk makanan bergizi gratis, pemerintah seharusnya fokus membenahi pendidikan yang masih jauh dari layak dibanyak daerah.Jangan sampai program ini hanya menjadi pencitraan politik, sementara persoalan mendasar bangsa justru diabaikan.

Anak-anak Indonesia, terutama di daerah terpencil, tidak hanya membutuhkan makan gratis, tetapi juga sekolah yang layak, guru yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dan dukungan nyata agar mereka bisa menjadi generasi emas 2045. Memberi makan anak memang penting, tetapi itu bukan solusi utama. Tugas negara yang paling mendesak adalah memastikan keluarga punya penghasilan layak, akses pendidikan terbuka, dan kehidupan yang manusiawi, sehingga orang tua mampu memenuhi kebutuhan anaknya tanpa harus bergantung pada program sesaat.(AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 18:00:37 +0800 amr
Pastikan Atlet Tiba Tepat Waktu, KONI Sumbawa Koordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Poto Tano https://amarmedia.co.id/pastikan-atlet-tiba-tepat-waktu-koni-sumbawa-koordinasi-dengan-syahbandar-pelabuhan-tano https://amarmedia.co.id/pastikan-atlet-tiba-tepat-waktu-koni-sumbawa-koordinasi-dengan-syahbandar-pelabuhan-tano Pastikan Atlet Tiba Tepat Waktu, KONI Sumbawa Koordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Poto  Tano

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Menjelang keberangkatan kontingen atlet Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Sumbawa menuju Lombok untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) atau ajang kejuaraan daerah, jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melakukan langkah antisipasi krusial. Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., bersama Wakil Ketua, Muhammad Yamin, S.E., M.Si., mengadakan rapat koordinasi dengan pihak otoritas Pelabuhan Poto Tano, Jumat (10/7/2026).

Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses penyeberangan atlet dan official dari Pelabuhan Poto  Tano menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko keterlambatan akibat potensi kemacetan atau antrean panjang kendaraan di pelabuhan, yang dapat mengganggu jadwal pertandingan maupun technical meeting atlet.

Upaya Antisipasi Hambatan Perjalanan

Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, menegaskan bahwa mobilitas atlet menjadi prioritas utama. Menurutnya, pengalaman di lapangan sering menunjukkan adanya kendala antrean yang tidak terduga, sehingga koordinasi dini sangat diperlukan.

"Sengaja kami datang kemari untuk mendapatkan dukungan langsung dari otoritas pelabuhan agar dapat memperlancar arus penyeberangan para atlet dan official. Kami sangat berharap seluruh kontingen bisa tiba tepat waktu di lokasi tujuan, sehingga mereka dapat mengikuti technical meeting dengan kondisi fisik dan mental yang prima," ujar Abdul Rafiq.

 Dukungan Penuh Otoritas Pelabuhan

Gayung bersambut, pihak otoritas pelabuhan merespons positif permohonan tersebut. Syahbandar Pelabuhan  Poto Tano, Gufron, menyatakan komitmennya untuk memberikan prioritas dan kelancaran bagi rombongan atlet yang akan membawa nama harum Pulau Sumbawa.

"Insya Allah, kami akan bantu. Kami akan memberikan perlakuan khusus agar proses penyeberangan kontingen dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti," tegas Gufron saat menerima audiensi pengurus KONI Sumbawa.

Dukungan dari Syahbandar ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi para patriot olahraga Sumbawa agar dapat fokus penuh dalam menghadapi kompetisi di Lombok tanpa perlu mengkhawatirkan kendala teknis dalam perjalanan. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 14:41:05 +0800 amr
Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-unram-resmi-kolaborasikan-program-desa-berdaya-dan-profesor-berdampak https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-unram-resmi-kolaborasikan-program-desa-berdaya-dan-profesor-berdampak Pemprov NTB dan Unram Resmi Kolaborasikan Program Desa Berdaya dan Profesor Berdampak

Mataram.Amarmedia.co.id– Pemerintah Provinsi NTB resmi menjalin kolaborasi strategis bersama Universitas Mataram (Unram). Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, bersama Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menyukseskan program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi NTB yang dipadukan dengan program unggulan Profesor Berdampak Universitas Mataram tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri puluhan guru besar dan profesor lingkungan Universitas Mataram.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam membangun hubungan erat dengan para profesor dan guru besar dalam mensukseskan berbagai program pembangunan NTB, sehingga berorientasi pada kesejahteraan masyarakat ke depannya.

"Dengan ilmu para guru besar dan profesor, Kami berharap dapat membantu mensukseskan program-program pembangunan pemerintah terutama program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini," harap Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal di hadapan para Guru Besar dan profesor Universitas Mataram.

Miq Iqbal menyampaikan bahwa masalah kemiskinan ekstrem yang dialami masyarakat di berbagai desa di NTB masih menjadi PR bersama. Untuk itu, pemerintah Provinsi NTB melalui program Desa Berdaya difokuskan pada pengembangan desa mandiri sebagai upaya untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi melalui optimalisasi potensi dan icon (tematik) lokal.

"Satu tahun terakhir, saya melihat kemiskinan tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas. Saat kita turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka butuh lebih dari sekadar jaring pengaman sosial seperti asuransi kesehatan atau bantuan PKH untuk sekadar meneruskan hidup," ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur menaruh harapan besar agar para profesor dapat menghadirkan inovasi baru. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi yang paling krusial adalah pendampingan dan inspirasi untuk mengembangkan potensi ekonomi di desa mereka.

"Selain pendamping desa berdaya yang sudah direkrut, Kita butuh inovasi dari para guru besar untuk menggerakkan perkembangan bisnis di tingkat desa," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unram, Prof. Sukardi, menyatakan kesiapan penuh civitas akademika Unram dalam mendukung pembangunan daerah. Program Profesor Berdampak Unram adalah inisiatif akademik dari Universitas Mataram yang mewajibkan para guru besar (profesor) agar riset dan keilmuannya tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan memberikan solusi nyata dan langsung dirasakan oleh masyarakat, industri, dan pemerintah daerah.

Untuk itu, Rektor menegaskan bahwa sebanyak 22 kelompok yang melibatkan 120 Profesor telah disiapkan untuk diterjunkan langsung dalam mendukung program Desa Berdaya. Menurutnya, Kedua program ini sangat sejalan dalam mendukung penguatan ekonomi lokal masyarakat desa. Dengan keilmuan, riset dan pengalaman dari para guru besar diharapkan mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat.

"Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," jelas Prof. Sukardi.

Tidak berhenti di situ, Rektor Unram juga memaparkan rencana perluasan program ke depan. "Harapan kami tentu pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya ini," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi akselerasi kesejahteraan masyarakat NTB, di mana ilmu pengetahuan dari menara gading kampus benar-benar menyentuh dan memberikan solusi nyata dalam menghadapi tantangan di lapangan. (AM/Manikpkominfo)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 09:27:01 +0800 amr
Bukti Nyata Pembangunan, Pemkab Sumbawa Realisasikan Investasi Rp231 Miliar untuk Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/hadirkan-bukti-nyata-pembangunan-capaian-program-pemerintah-kabupaten-sumbawa-terus-dirasakan-masyarakat https://amarmedia.co.id/hadirkan-bukti-nyata-pembangunan-capaian-program-pemerintah-kabupaten-sumbawa-terus-dirasakan-masyarakat Bukti Nyata Pembangunan, Pemkab Sumbawa Realisasikan Investasi Rp231 Miliar untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Berbagai program strategis yang digulirkan selama beberapa tahun terakhir kini telah membuahkan hasil terukur dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

Dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa sukses bersinergi dengan pemerintah pusat dengan merealisasikan investasi pembangunan sebesar Rp231 miliar. Anggaran yang bersumber dari dukungan APBD dan APBN tersebut difokuskan untuk menuntaskan berbagai program prioritas daerah di berbagai sektor vital.

Akselerasi Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

Dalam keterangan resmi Pemda Sumbawa Kamis 9 Juli 2026, Di sektor infrastruktur, pemkab terus tancap gas dalam memperkuat konektivitas antarwilayah. Hingga saat ini, persentase kondisi jalan mantap di Kabupaten Sumbawa telah mencapai 54,11 persen. Capaian ini terus ditingkatkan secara bertahap guna memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi berjalan lebih efisien.

Selain jalan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi prioritas utama. Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendukung produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi sebagian besar masyarakat Sumbawa.

Tidak hanya fokus pada fisik, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada keberlanjutan lingkungan melalui program "Sumbawa Hijau Lestari". Program ini menjadi salah satu unggulan yang dinilai sukses memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomis.

Hingga pertengahan tahun 2026, program ini telah menyentuh 14 kecamatan dengan fokus pada pemulihan lahan kritis. Tercatat sebanyak 3.250 hektare lahan kritis telah berhasil direhabilitasi. Keberhasilan ini tidak lepas dari pelibatan 85 Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan aksi nyata penanaman lebih dari 1,2 juta bibit pohon. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan hasil hutan yang berkelanjutan.

Optimisme Menuju "Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera"

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa seluruh capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan (pentahelix).

Pemerintah optimistis bahwa dengan kolaborasi yang terus terjaga, visi "Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera" akan segera terwujud. Fokus utama pemerintah ke depan adalah memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dijalankan tidak hanya sekadar catatan administratif di atas kertas, melainkan benar-benar hadir sebagai solusi dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 10 Jul 2026 08:41:19 +0800 amr
Antara Piring dan Papan Tulis: Membedah Prioritas Anggaran, Rente, dan Masa Depan Human Capital Indonesia https://amarmedia.co.id/antara-piring-dan-papan-tulis-membedah-prioritas-anggaran-rente-dan-masa-depan-human-capital-indonesia https://amarmedia.co.id/antara-piring-dan-papan-tulis-membedah-prioritas-anggaran-rente-dan-masa-depan-human-capital-indonesia Disusun Oleh  :

 ( 1. Kasdiyanto (NIM: 241027004), 2. Fatimah Az Zahro (NIM: 241027025), 3. Aan Fauzan (NIM : 241027006)

(Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa Program Studi Sosiologi)

Setiap kebijakan yang menyangkut anggaran negara sebenarnya menunjukkan apa yang sedang diprioritaskan oleh pemerintah. Ketika negara memutuskan uang publik akan dipakai untuk apa, di situ juga terlihat apa yang dianggap paling penting untuk masa depan bangsa.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebaiknya tidak dilihat hanya sebagai program pemberian makanan bergizi untuk anak-anak, tapi juga sebagai contoh nyata dari masalah lama dalam kebijakan publik di Indonesia, yaitu antara kebijakan populis yang cepat disukai masyarakat dan investasi jangka panjang yang hasilnya baru terlihat setelah bertahun-tahun.

MBG punya anggaran yang sangat besar, sampai puluhan bahkan ratusan triliun rupiah, padahal anggaran pendidikan yang seharusnya 20 persen dari APBN saja sering “bocor” ke pos-pos yang sebenarnya bukan pendidikan langsung, seperti dana desa atau belanja birokrasi kementerian yang tidak menyentuh sekolah sama sekali. Ironisnya, di saat masih banyak sekolah di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang atapnya bocor dan temboknya rusak, pemerintah malah menjadikan program makan gratis sebagai prioritas utama.

Kritik ini bukan berarti menolak pentingnya gizi anak. Banyak penelitian kesehatan memang membuktikan bahwa stunting bisa berdampak buruk pada kemampuan berpikir anak. Tapi masalahnya, tujuan yang baik belum tentu berjalan baik kalau cara pelaksanaannya tidak matang.

Di sinilah letak masalah besarnya: MBG dijalankan lewat rantai pasok (supply chain) yang panjang dan melibatkan banyak pihak, mulai dari tender vendor katering di tingkat pusat dan daerah, distribusi bahan makanan, sampai dapur-dapur di ribuan titik pelayanan. Setiap titik dalam rantai ini berpotensi jadi celah untuk rent-seeking behavior, alias perilaku mencari untung secara tidak wajar lewat kekuasaan atau kebijakan, yang biasanya subur di program besar dengan pengawasan lemah.

Kalau kita lihat dari pengalaman program bantuan sosial sebelumnya, seperti bantuan pangan atau bantuan beras, pola korupsinya biasanya sama: harga bahan di-mark up, kualitas bahan baku diturunkan diam-diam demi keuntungan vendor, sampai data penerima yang dimanipulasi. MBG punya risiko yang lebih besar lagi karena dijalankan setiap hari dan pakai bahan makanan segar yang cepat busuk, sementara sistem pengawasan di lapangan sampai sekarang masih jauh dari kata cukup.

Perdebatan soal MBG di ruang publik juga makin ramai karena beberapa pernyataan pejabat yang dianggap kurang tepat. Salah satu yang paling banyak dikritik adalah pernyataan bahwa anak tidak akan bisa belajar dengan baik meski sudah disekolahkan kalau mereka masih lapar. Kedengarannya masuk akal, tapi kalau dipikir lagi, pernyataan ini justru mengalihkan perhatian dari pertanyaan yang lebih penting: kenapa gedung sekolah dibiarkan rusak parah, sementara anggaran untuk katering makanan malah jadi prioritas?

Selain itu, ada juga pernyataan soal biaya per porsi makanan yang dianggap terlalu disederhanakan, padahal kenyataannya harga bahan pangan berbeda-beda di setiap daerah, apalagi di wilayah kepulauan yang biaya kirimnya mahal. Pernyataan-pernyataan semacam ini bisa dibilang termasuk symbolic policy, yaitu kebijakan yang dibuat lebih untuk terlihat peduli daripada benar-benar menyelesaikan akar masalahnya.

Menanggapi hal itu, muncul kritik dari kalangan mahasiswa, yang menegaskan bahwa kemiskinan struktural dan stunting adalah masalah yang rumit dan tidak bisa selesai hanya dengan bagi-bagi makanan. Menurut mereka, kemiskinan bukan cuma soal kurang makan, tapi soal ketimpangan yang sudah mengakar, mulai dari akses pendidikan yang tidak merata, kesempatan yang terbatas untuk naik kelas sosial, sampai lingkaran kemiskinan yang terus diwariskan dari orang tua ke anak.

Semua ini hanya bisa diputus lewat human capital investment, atau investasi jangka panjang pada kualitas manusia, terutama lewat pendidikan. Kalau cuma bagi makanan tanpa membenahi sistem pendidikan, itu ibarat mengobati gejala tapi bukan penyakitnya. Mungkin bikin masyarakat senang sesaat, tapi tidak benar-benar mengubah nasib anak-anak dari keluarga miskin dalam jangka panjang. Mahasiswa juga menyoroti bahwa program sebesar ini, dengan pengawasan yang masih lemah, justru rawan jadi ladang baru untuk kepentingan politik dan ekonomi tertentu, bukan benar-benar untuk pemerataan.

Dari semua kritik di atas, argumen utama yang ingin ditekankan adalah: sebaiknya MBG ditunda dulu atau dibatasi skalanya, dan prioritas anggaran negara dialihkan dulu ke pembenahan pendidikan secara menyeluruh.Ini bukan berarti menolak ide memberi gizi untuk anak, tapi lebih ke soal urutan prioritas anggaran yang harus disesuaikan dengan masalah yang paling mendesak.

Setidaknya ada empat hal yang perlu jadi fokus utama. Pertama, perbaikan gedung sekolah yang rusak parah di daerah 3T, karena masih ada puluhan ribu sekolah dalam kondisi buruk yang langsung memengaruhi keselamatan dan semangat belajar siswa. Kedua, peningkatan kesejahteraan guru honorer, yang selama ini jadi andalan pendidikan di daerah terpencil tapi gajinya masih jauh dari layak, sampai banyak yang akhirnya pindah profesi. Ketiga, pemerataan akses buku dan bahan belajar yang up to date, karena kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah masih besar. Keempat, perluasan akses internet ke sekolah-sekolah di daerah terpencil, yang sekarang jadi kebutuhan dasar di era pembelajaran digital.

Pada akhirnya, inti dari esai ini adalah: kualitas manusia (human capital) yang benar-benar kuat dalam jangka panjang tidak akan lahir dari sekadar menu makan siang yang dibagikan secara massal dan rawan dikorupsi, tapi dari ruang kelas yang layak, guru yang sejahtera, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Kebijakan populis seperti MBG memang terlihat menarik dan cepat mendapat dukungan publik, tapi kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dibangun hanya dari hal yang terlihat instan. Kalau negara memang serius ingin memutus rantai kemiskinan struktural dan stunting, maka anggaran seharusnya lebih dulu diarahkan ke fondasi yang paling mendasar dan paling sulit dikorupsi, yaitu pendidikan yang berkualitas dan merata. Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa bukan ditentukan oleh seberapa kenyang perutnya hari ini, tapi seberapa siap generasi mudanya berpikir untuk masa depan.

Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan alasan menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai prioritas utama, sementara masih banyak sekolah di daerah terpencil yang belum memiliki fasilitas dasar yang layak. Meskipun pemenuhan gizi anak sangat penting, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan juga merupakan investasi mendasar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan prioritas anggaran agar kebutuhan gizi dan kualitas lingkungan belajar dapat ditingkatkan secara bersamaan.” (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 22:28:56 +0800 amr
Fraksi PAN Sumbawa Apresiasi Raihan WTP, Minta Anggaran Pencegahan KDRT Ditambah https://amarmedia.co.id/fraksi-pan-sumbawa-apresiasi-raihan-wtp-minta-anggaran-pencegahan-kdrt-ditambah https://amarmedia.co.id/fraksi-pan-sumbawa-apresiasi-raihan-wtp-minta-anggaran-pencegahan-kdrt-ditambah Fraksi PAN Sumbawa Apresiasi Raihan WTP, Minta Anggaran Pencegahan KDRT Ditambah

Sumbawa Besar–Amarmedia.co.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026). Agenda utama sidang ini adalah mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dengan didampingi oleh unsur pimpinan dewan lainnya, yaitu Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Marliaten, dalam pemaparannya menegaskan bahwa fungsi pertanggungjawaban APBD tidak boleh dipandang sebagai formalitas belaka. Fraksi PAN memberikan sorotan tajam pada efisiensi anggaran dan isu-isu sosial aktual yang langsung menyentuh masyarakat bawah.

Dalam interpelasi mimbar, Fraksi PAN membedah secara mendalam draf pertanggungjawaban anggaran yang disodorkan Pemda. Marliaten menyampaikan sejumlah poin koreksi kritis bahwa WTP Bukan Parameter Akhir.Fraksi PAN menyampaikan apresiasi atas raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas LKPD 2025. Namun, PAN mengingatkan dengan tegas bahwa WTP bukanlah sertifikat keberhasilan pembangunan. "WTP hanya menyatakan laporan keuangan tersaji wajar sesuai standar akuntansi, bukan berarti program pemerintah berhasil menjawab kebutuhan rakyat. Masyarakat tidak merasakan lembaran opini WTP, yang mereka butuhkan adalah jalan yang bagus, air bersih mengalir, sekolah layak, dan harga pokok yang stabil," tegas Marliaten.

 

Terhadap realisasi pendapatan daerah yang mencapai 101,28%, PAN mendesak Pemda memaparkan rincian sumbernya. PAN memperingatkan agar lonjakan ini tidak didominasi oleh dana transfer pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru jalan di tempat. Pemda dituntut lebih agresif mendigitalisasi penarikan pajak dan memaksimalkan aset daerah. Serapan belanja yang gagal menyentuh angka 100% dinilai sebagai penundaan pelayanan publik. PAN mempertanyakan program strategis apa saja yang mandek hingga menyisakan sisa anggaran yang besar.

Bagi Fraksi PAN, angka Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp201,68 miliar bukanlah prestasi penghematan, melainkan indikator lemahnya perencanaan, lambatnya eksekusi program di lapangan, serta buruknya koordinasi antar-OPD.

Fraksi PAN menyodorkan lima persoalan lapangan yang mendesak untuk segera diintervensi oleh kebijakan anggaran Pemda Sumbawa:

Pertama: Sengkarut Kelangkaan Gas LPG 3 KG

Fraksi PAN menyatakan keprihatinan mendalam atas kelangkaan parah tabung gas melon 3 kg di hampir seluruh wilayah Sumbawa. Kondisi ini diperparah dengan harga eceran yang melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). PAN meminta Pemda mengevaluasi total rantai distribusi dan menindak tegas spekulan yang mencekik rumah tangga miskin serta pelaku usaha mikro.

Kedua: Mutu "Jalan Mantap" yang Cepat Rusak

PAN menyoroti banyak ruas jalan di dalam maupun luar kota Sumbawa Besar yang rusak parah dan berlubang meski statusnya merupakan jalan mantap. Kerusakan diperparah oleh buruknya fungsi drainase saat musim hujan. PAN menuntut evaluasi mutu konstruksi dari dinas terkait agar uang rakyat tidak terbuang sia-sia untuk proyek berumur pendek.

Tiga: Apresiasi Pemberantasan Narkoba.

Apresiasi tinggi diberikan kepada Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa atas keberhasilan mengungkap berbagai jaringan peredaran gelap narkotika. Kendati demikian, PAN meminta Pemda tidak pasif dan segera memperkuat program preventif, edukasi, serta fasilitas rehabilitasi lintas sektor secara berkelanjutan.

Empat: Pembangunan Kembali Jembatan Cinta Kalimango

Fraksi PAN mendorong percepatan pembangunan kembali Jembatan Cinta di Desa Kalimango. Infrastruktur ini dinilai sangat strategis sebagai jalur alternatif mitigasi risiko logistik apabila jembatan utama di ruas jalan negara sewaktu-waktu mengalami gangguan darurat.

Lima : Darurat Kesehatan Mental. Desak Tambahan Anggaran DP2KBP3A

PAN memandang serius maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan anak dan perempuan, perundungan (bullying) di sekolah, hingga meningkatnya tren kasus bunuh diri di Sumbawa akhir-akhir ini. PAN menilai hal ini menjadi alarm keras rapuhnya ketahanan keluarga dan kesehatan mental masyarakat.

Pemda diminta tidak hanya fokus pada penanganan kuratif (setelah kejadian). PAN mendesak pada penyusunan APBD mendatang, anggaran untuk Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak (DP2KBP3A) dinaikkan signifikan guna mengoptimalkan program edukasi pencegahan (preventif) terpadu bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.

Menutup pembacaan pandangan umumnya, Fraksi Partai Amanat Nasional menyatakan bahwa pada prinsipnya mereka dapat menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 untuk digulirkan ke tahapan pleno dan pansus berikutnya. Namun, persetujuan tersebut diberikan dengan catatan mutlak bahwa seluruh poin evaluasi, kritik, dan rekomendasi di atas wajib menjadi komitmen perbaikan eksekutif.

Sikap politik konstitusional ini disahkan di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026, atas nama kepengurusan Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Hidayat, S.E., M.Si. (Penasihat), Ida Rahayu, S.AP. (Ketua Fraksi) H. Rusdi (Sekretaris), Marliaten (Bendahara )( am)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 21:06:44 +0800 amr
Apresiasi WTP, Fraksi NasDem DPRD Sumbawa Kawal PSN Makan Gratis Hingga Kesiapan Talenta Lokal Tambang Dodo&Rinti https://amarmedia.co.id/apresiasi-wtp-fraksi-nasdem-dprd-sumbawa-kawal-psn-makan-gratis-hingga-kesiapan-talenta-lokal-tambang-dodo-rinti https://amarmedia.co.id/apresiasi-wtp-fraksi-nasdem-dprd-sumbawa-kawal-psn-makan-gratis-hingga-kesiapan-talenta-lokal-tambang-dodo-rinti Apresiasi WTP, Fraksi NasDem DPRD Sumbawa Kawal PSN Makan Gratis Hingga Kesiapan Talenta Lokal Tambang Dodo-Rinti

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026), dengan agenda mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Kamis 9 Juli 2026.

Rapat paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Edy Syarifuddin, dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati dari Partai NasDem yang kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan. Namun demikian, opini WTP bukanlah tujuan akhir, melainkan harus menjadi instrumen untuk memastikannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Edy 

Soroti Neraca Keuangan: Dorong Kualitas Belanja Modal dan Efisiensi

Fraksi NasDem memandang positif langkah pemerintah daerah yang menyajikan secara utuh tujuh jenis laporan keuangan, mulai dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) hingga Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Kelengkapan ini dinilai mencerminkan komitmen tinggi terhadap prinsip akuntansi, transparansi, dan akuntabilitas.

Mengenai realisasi fiskal 2025, tercatat Pendapatan Daerah mencapai 101,28% dari target, Belanja Daerah terealisasi sebesar Rp2,257 triliun atau 92,93% dari pagu anggaran Rp2,429 triliun, serta menyisakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp201,68 miliar.

Fraksi NasDem memberikan catatan tebal agar realisasi belanja di bawah 100% ini dievaluasi secara mendalam. NasDem menekankan agar Belanja Modal dan pos anggaran yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak—terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, wilayah pesisir, dan infrastruktur dasar—makin ditajamkan porsinya guna menghindari penumpukan kegiatan di akhir tahun anggaran.

7 Poin Strategis dan Rekomendasi Pembangunan Fraksi NasDem

Sebagai fraksi yang mengawal jalannya roda pemerintahan saat ini, NasDem menyodorkan tujuh poin catatan strategis yang mencakup pengawalan program nasional hingga perbaikan fasilitas publik di Kabupaten Sumbawa:

1. Sukseskan Proyek Strategis Nasional (PSN)

Fraksi NasDem menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi PSN dari pemerintah pusat di Kabupaten Sumbawa. Dua program yang menjadi fokus utama adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). NasDem menilai program ini sangat krusial untuk memperkuat ketahanan pangan, menaikkan kualitas SDM, serta menggerakkan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

2. Masifkan Gerakan "Sumbawa Hijau Lestari"

NasDem mendukung penuh keberlanjutan program unggulan Bupati Sumbawa ini. Guna mempercepat pemulihan lahan kritis dan restorasi hutan, NasDem mendorong penguatan aksi nyata lewat gerakan Safari Sumbawa Menanam, kebijakan 1 ASN 1 Pohon, serta 1 Siswa 1 Pohon dengan menggandeng berbagai mitra strategis internasional dan komunitas lokal.

3. Keberlanjutan Pembangunan RSUD Sering

Meminta jajaran eksekutif memastikan keberlanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di Kawasan Sering. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam pemerataan akses pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat.

4. Sambut Proyek Tambang Dodo-Rinti PT AMMAN

Mengingat rencana operasional tambang Dodo-Rinti milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara telah masuk skema PSN, Fraksi NasDem mendesak Pemda untuk segera meningkatkan kapasitas laboratorium uji material, memperkuat alat teknis Dinas PUPR, serta memodernisasi sarana uji KIR Dinas Perhubungan. Langkah ini penting sebagai instrumen kontrol sekaligus sumber pendapatan daerah (PAD).

Terhadap kesiapan talenta lokal, Fraksi NasDem menekankan strategi jangka panjang penyiapan talenta muda Sumbawa melalui sinergi bersama PT AMMAN, Balai Latihan Kerja (BLK), dan sekolah vokasi agar pemuda setempat mendapatkan sertifikasi keahlian teknis (seperti mekanik dan operator alat berat) dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

5. Perbaikan Jalan Ruas Teluk Santung – Labu Jontal

Mendorong Pemda memprioritaskan peningkatan dan perbaikan ruas jalan ini pada perencanaan anggaran berikutnya. Jalur tersebut bernilai strategis karena menghubungkan kawasan pemukiman penduduk, lahan pertanian, perikanan, hingga destinasi pariwisata lokal.

6. Percepatan Jalan Lingkar Batu Banda

Meminta pembangunan infrastruktur Jalan Lingkar Batu Banda dipercepat melalui perencanaan matang untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperlancar sirkulasi distribusi barang dan jasa.

7. Tata Kelola Wisata Hiu Paus dan Evaluasi Pasar Utan

 Hiu Paus: NasDem meminta Pemda menertibkan sistem kontribusi dan tata kelola aktivitas wisata Hiu Paus agar destinasi internasional ini menyumbang PAD secara optimal dan berdampak langsung bagi ekonomi warga sekitar.

Terhadap Pasar Utan. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan relokasi dan desain kelembagaan Pasar Utan. Opsi penataan kembali baik Pasar Lama maupun Pasar Baru harus dikaji ulang agar representatif bagi pedagang dan pembeli.

Komitmen Tuntaskan Pembahasan Raperda

Menutup pemaparannya, Fraksi Partai NasDem menegaskan komitmennya untuk mengawal dan terlibat aktif dalam pembahasan lanjutan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ini bersama jajaran Pansus secara terbuka dan partisipatif demi menjamin kemajuan Kabupaten Sumbawa yang unggul dan sejahtera.

Sikap politik ini disahkan di Sumbawa Besar pada Kamis, 9 Juli 2026 oleh jajaran kepengurusan Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., (Dewan Penasehat), Bunardi, A.Md.Pi. (Ketua Fraksi), H. Zohran, S.H. (Wakil Ketua) Edy Syarifuddin (Sekretaris ) Hasanuddin, S.E. (Bendahara) ( AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 20:37:23 +0800 amr
Soroti Serapan Belanja dan Program Unggulan, Fraksi PKB Sumbawa Beri Catatan Kritis Untuk Pemda https://amarmedia.co.id/soroti-serapan-belanja-dan-program-unggulan-fraksi-pkb-sumbawa-beri-catatan-kritis-untuk-pemda https://amarmedia.co.id/soroti-serapan-belanja-dan-program-unggulan-fraksi-pkb-sumbawa-beri-catatan-kritis-untuk-pemda Soroti Serapan Belanja dan Program Unggulan, Fraksi PKB Sumbawa Beri Catatan Kritis Untuk Pemda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sidang Paripurna pada Kamis (9/7/2026), dengan agenda mendengarkan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Sementara dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran asisten, kepala OPD, camat, dan lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sukiman K, S.Pd.I., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa meskipun mengapresiasi beberapa capaian positif Pemda, Fraksi PKB memberikan coretan tebal pada aspek serapan belanja dan eksekusi program lapangan yang dinilai masih lamban.

Fraksi PKB secara detail membedah dokumen pertanggungjawaban keuangan daerah yang memuat 7 jenis laporan keuangan. Sukiman memaparkan sejumlah kejanggalan dan capaian makro yang memerlukan evaluasi serius diantaranya Realisasi Belanja Lamban. Dari total pagu Belanja Daerah sebesar Rp2,429 triliun Pemda hanya mampu merealisasikan sebesar Rp2,257 triliun atau sekitar 92,93% "Sisa anggaran 7% ini menunjukkan kinerja serapan keuangan yang lamban. Ini harus menjadi bahan evaluasi total pada sistem perencanaan dan kinerja Kepala OPD," tegas Sukiman.

 

Meski pendapatan daerah naik 1,23% dari target awal, PKB menyayangkan minimnya penjelasan eksekutif mengenai rincian kenaikan tersebut—apakah ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau sekadar dana transfer dari pusat.

Fraksi PKB mempertanyakan perbedaan angka Pendapatan antara Laporan Operasional (LO) sebesar Rp2,27 triliun dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) yang tercatat Rp2,37 triliun. Fraksi PKB mendesak kejelasan apakah selisih Rp100 miliar tersebut merupakan piutang pendapatan daerah yang belum tertagih.

Dengan adanya surplus LO sebesar Rp228 miliar, saldo kas Rp201,9 miliar, dan sisa belanja Rp171 miliar, PKB menilai banyak program prioritas yang justru tidak berjalan.

Di sisi lain, PKB tetap memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemda Sumbawa dalam mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta terjaganya likuiditas kas daerah sebesar Rp201,9 miliar untuk operasional awal tahun.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif, Fraksi PKB menyodorkan 10 poin tuntutan strategis dan sektoral demi meningkatkan kualitas APBD ke depan diantaranya  PKB meminta Pemda tidak sekadar mengejar angka serapan anggaran di akhir tahun (output), melainkan mengukur secara riil dampak belanja tersebut terhadap penurunan angka kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di Sumbawa (outcome).

Fraksi PKB Mendorong alokasi dana khusus agar setiap kecamatan memiliki produk unggulan daerah yang didampingi langsung oleh perguruan tinggi lokal untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Mendesak Pemda untuk mewajibkan seluruh pemerintah desa mempublikasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) secara terbuka agar dapat diakses dan diawasi langsung oleh masyarakat.

PKB menyoroti klaim Pemda yang menyatakan telah menanam 1 juta pohon dengan anggaran besar. Menurut PKB, program ini memicu pro-kontra di bawah karena minimnya keterlibatan dan informasi di tingkat masyarakat akar rumput.

PKB mendesak Satgas Gas yang telah dibentuk untuk melakukan pendataan pangkalan secara ketat. PKB menemukan fakta lapangan di mana pangkalan sering mendahulukan pelaku usaha komersial/pengecer bermodus UMKM, sehingga jatah masyarakat miskin berbasis rumah tangga sering habis dan memicu kelangkaan serta harga selangit.

Menyusul kemenangan Pemerintah Kabupaten Sumbawa di Pengadilan Pajak terkait sengketa Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Bendungan Beringin Sila sebesar Rp48 miliar, PKB meminta Pemda segera melakukan eksekusi penagihan untuk menambah postur pendapatan daerah.

Fraksi PKB mempertanyakan kinerja OPD terkait mengenai program pemeriksaan kesehatan gratis yang digaungkan dalam visi-misi pemerintahan Jarot-Ansori. PKB menyayangkan realisasi program yang baru menyentuh angka 14% dan menganggap dinas terkait berjalan di tempat.

Terkait rencana penyaluran BPJS Ketenagakerjaan bagi 20.000 pekerja rentan, PKB mengingatkan Pemda untuk berhati-hati. Hal ini dikarenakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) saat ini masih semrawut, banyak ditemukan data ganda, tidak valid, serta tidak sinkron dengan Baperinda.

PKB menilai sistem kerja birokrasi dari tingkat atas ke bawah di Kabupaten Sumbawa saat ini belum padu padan dan harmonis. PKB secara khusus meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk lebih optimal mengorkestrasi tata kelola pemerintahan agar visi "Sumbawa Unggul-Maju dan Sejahtera" bisa tercapai.

Menanggapi maraknya isu lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang menjadi perhatian nasional, PKB meminta Pemda mengambil langkah antisipatif dan koordinatif demi melindungi generasi muda serta menjaga marwah identitas lokal falsafah tauhid Samawa: "Adat barenti ko sara, sara barenti ke Kitabullah".

Raperda Disetujui dengan Catatan

Meskipun melayangkan rentetan kritik tajam, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menyatakan dapat menerima dan menyetujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan selanjutnya. Persetujuan ini diberikan dengan catatan mutlak bahwa seluruh rekomendasi yang diajukan wajib ditindaklanjuti oleh jajaran eksekutif.

Pandangan umum tersebut resmi disepakati di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026, ditandatangani oleh jajaran pimpinan Fraksi PKB DPRD Sumbawa Sri Wahyuni (Ketua Fraksi) Sukiman K, S.Pd.I. (Wakil Ketua) Ridwan, S.P., M.Si. (Sekretaris)Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov. (Bendahara) (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 20:15:24 +0800 amr
Soroti SILPA Rp201 Miliar dan Kelangkaan Gas Melon, Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan 10 Poin Evaluasi Kritis ke Pemda https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp201-miliar-dan-kelangkaan-gas-melon-fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-10-poin-evaluasi-kritis-ke-pemda https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp201-miliar-dan-kelangkaan-gas-melon-fraksi-pks-dprd-sumbawa-sampaikan-10-poin-evaluasi-kritis-ke-pemda Soroti SILPA Rp201 Miliar dan Kelangkaan Gas Melon, Fraksi PKS DPRD Sumbawa Sampaikan 10 Poin Evaluasi Kritis ke Pemda

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna ini (9/7/2026) dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi unsur pimpinan dewan Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H. MH Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta para asisten, kepala dinas, badan, camat, serta lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Jubir Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Andi Mappelepui memberikan apresiasi atas pencapaian realisasi pendapatan daerah yang melampaui target, yakni 101,28% atau setara Rp2,374 triliun, serta keberhasilan Pemda mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kendati demikian, Fraksi PKS menegaskan bahwa fungsi konstitusional dewan menuntut adanya evaluasi kritis dan objektif agar anggaran negara benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fraksi PKS membedah beberapa parameter kinerja keuangan daerah yang dinilai masih menyisakan ruang evaluasi yang lebar diantaranya menyoroti tajam angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang menembus Rp201.681.074.508,74. Fraksi PKS menilai dana mengendap sebesar ini mengindikasikan lemahnya perencanaan atau lambatnya eksekusi program oleh jajaran eksekutif. Uang ratusan miliar tersebut seharusnya bisa dialokasikan untuk jaminan kesehatan, perbaikan jalan, bantuan petani, dan mutu pendidikan.

Demikian pula Selisih Belanja Rp171 Miliar. Realisasi belanja daerah yang hanya menyentuh angka 92,93% menyisakan selisih anggaran tidak terserap sekitar Rp171 miliar (dari total pagu Rp2,429 triliun). PKS meminta kejelasan terperinci dari OPD terkait mengenai jenis belanja apa saja yang melonggar, terutama pada pos Belanja Modal yang bersentuhan langsung dengan fasilitas publik.

10 Rapor dan Masukan Sektoral Fraksi PKS untuk Pemda Sumbawa

Di samping mengevaluasi angka makro anggaran, Fraksi PKS yang diketuai oleh Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov., menyodorkan 10 poin tuntutan rill yang sedang dihadapi masyarakat Sumbawa hari ini:

Pertama ; Krisis Distribusi Gas Melon (LPG 3 KG)

Fraksi PKS menaruh perhatian serius terhadap kelangkaan berlarut LPG 3 Kg. Ironisnya, saat warga diarahkan ke tabung non-subsidi (5,5 kg dan 12 kg), stok di pangkalan pun ikut sulit didapat. PKS mendesak Pemda membenahi jalur distribusi ketimbang sekadar mengeluarkan klaim normatif bahwa stok aman.

Kedua ; Pelebaran Ruas Jalan Simpang Raberas – Simpang Boak

Pemda diminta segera memperbaiki bahu jalan dan menambah lebar ruas jalan ini karena kondisinya yang berlubang telah memicu rentetan kecelakaan tunggal pengendara roda dua.

Ketiga : Akses Infrastruktur Menuju Kampus.

PKS meminta Pemda memperhatikan jalan penghubung menuju kawasan perguruan tinggi. Pembangunan ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang memiliki dampak berlipat (multiplier effect) bagi ekonomi lokal dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Keempat ; Inovasi PAD Meniru Sistem Banyuwangi

Guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, PKS menyarankan Pemda melakukan terobosan ekstensifikasi, mencontoh Kabupaten Banyuwangi yang menerapkan sistem penarikan retribusi parkir kendaraan sekali setahun bersamaan dengan pembayaran pajak STNK.

Kelima ; Pembenahan dan Konflik Pasar Utan

Pemda didesak mengambil sikap tegas memediasi para pedagang yang masih bertahan di Pasar Lama Utan serta segera memperbaiki akses jalan menuju Pasar Baru Utan demi mengoptimalkan potensi retribusi pasar yang bernilai besar.

Keenam ; Pembangunan Kembali "Jembatan Cinta" Alas

Akses penghubung di Desa Kalimango, Kecamatan Alas ini mendesak untuk dibangun kembali karena menjadi urat nadi utama para petani menuju lahan pertanian serta jalur perlintasan anak-anak menuju sekolah.

Ketujuh ; Transparansi Tenaga Kerja PT SJR

Seiring mulai beroperasinya PT SJR, PKS menuntut keterbukaan informasi dari Pemda mengenai kuota serapan tenaga kerja lokal (baik skilled maupun non-skilled) serta kepastian porsi bagi hasil yang diterima Kabupaten Sumbawa sebagai daerah penghasil.

Kedelapan ; Alokasi Dana Darurat Tanggul Sungai Moyo

Akibat banjir pada Januari lalu, tanggul penahan tebing di aliran Sungai Moyo (Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara) roboh. PKS mendesak Pemda segera mengucurkan anggaran darurat pada APBD-Perubahan 2026 demi mencegah erosi dan kerusakan pemukiman yang lebih parah.

Kesembilan ; Jembatan Putus di Dusun Kali Baru

Aspirasi warga Dusun Kali Baru, Desa Labuhan Badas, terkait terputusnya jembatan penghubung meminta atensi dan penanganan cepat dari dinas teknis terkait.

Kesepuluh ; Pajak Kendaraan Berat Berpelat Luar.

PKS meminta Pemda memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak kendaraan berat yang beroperasi di wilayah tambang PT SJR. Pemda didorong membuka peluang bagi subkontraktor lokal agar kendaraan operasional yang digunakan tidak lagi mayoritas menggunakan pelat luar daerah, sehingga pajaknya masuk ke kas daerah Sumbawa.

Layak Dilanjutkan ke Pembahasan Pansus

Menutup pandangan umumnya, Fraksi PKS menyatakan bahwa Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ini secara prinsip layak untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan berikutnya. PKS berharap Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk dapat bekerja maksimal untuk menguliti catatan-catatan di atas demi kemajuan Kabupaten Sumbawa.

Pernyataan sikap politik ini disepakati di Sumbawa Besar pada 9 Juli 2026 oleh struktur internal Fraksi PKS DPRD Sumbawa Muhammad Takdir, S.E.,M.M.Inov. (Ketua Fraksi), Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si.(Wakil Ketua)H. Andi Mappeleppui (Sekretaris), Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov. (Anggota), Ema Yuniarti (Anggota), Alen Taryadi, S.H. (Anggota) (AM)

 

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:56:22 +0800 amr
Apresiasi Capaian PAD dan Opini WTP, Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Desak Perbaikan Infrastruktur Lantung&Ropang hingga Labuhan Kuris https://amarmedia.co.id/apresiasi-capaian-pad-dan-opini-wtp-fraksi-golkar-dprd-sumbawa-desak-perbaikan-infrastruktur-lantung-ropang-hingga-labuhan-kuris https://amarmedia.co.id/apresiasi-capaian-pad-dan-opini-wtp-fraksi-golkar-dprd-sumbawa-desak-perbaikan-infrastruktur-lantung-ropang-hingga-labuhan-kuris Apresiasi Capaian PAD dan Opini WTP, Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Desak Perbaikan Infrastruktur Lantung-Ropang hingga Labuhan Kuris

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali digelar dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., serta didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitri, S.H., M.H. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) melalui Juru Bicaranya Muhammad Zain SIP memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan evaluasi yang mendalam. Golkar memuji kinerja Pemda yang berhasil merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp2,374 triliun atau mencapai 101,28% dari target, serta kesuksesan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Namun, partai berlambang pohon beringin ini mengingatkan bahwa WTP bukanlah garis finis dari sebuah tata kelola keuangan daerah.

 "Fraksi Partai Golkar berpandangan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir. Keberhasilan penyelenggaraan APBD pada hakikatnya diukur dari sejauh mana anggaran mampu menjawab kebutuhan rill masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa," tegas Rosi akrab disapa 

5 Poin Catatan dan Pandangan Strategis Fraksi Golkar

Fraksi Partai Golkar menguraikan lima potret besar kinerja keuangan dan tata kelola aset daerah sepanjang tahun anggaran 2025:

Pertama ; Memperkokoh Kapasitas Fiskal Daerah

Meskipun target pendapatan melampaui batas 100%, Fraksi Golkar meminta agar pencapaian ini tidak sekadar dimaknai secara administratif di atas kertas. Hasil ini harus dijadikan fondasi yang kuat untuk membangun kapasitas fiskal daerah yang kokoh dan berkelanjutan agar siap menghadapi dinamika ekonomi di masa depan.

Kedua ; Efisiensi Belanja Daerah (92,93%)

Realisasi belanja daerah Kabupaten Sumbawa tercatat sebesar Rp2,257 triliun atau 92,93%. Fraksi Golkar menilai penyerapan tersebut sudah cukup baik. Kendati demikian, efisiensi dan kualitas perencanaan harus terus dievaluasi. Golkar menekankan bahwa ukuran sukses belanja bukan dari seberapa besar uang yang habis, melainkan kualitas dari hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga.

Ketiga ; Evaluasi SILPA Rp201,68 Miliar.

Terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2025 yang menembus angka Rp201,68 miliar Fraksi Golkar memandang hal ini sebagai sinyal penting bagi Pemda untuk memperketat efektivitas pelaksanaan program. Ketepatan waktu penganggaran dan eksekusi proyek di lapangan wajib ditingkatkan pada tahun berikutnya agar anggaran tidak mengendap sia-sia.

Keempat ; Ketertiban Manajemen Aset Senilai Rp4,018 Triliun

Fraksi Golkar mencatat nilai aset Pemerintah Kabupaten Sumbawa per 31 Desember 2025 telah mencapai Rp4,018 triliun dengan nilai ekuitas sebesar Rp3,962 triliun. Mengingat angkanya yang sangat besar, Golkar mendesak agar pengelolaan aset dilakukan secara tertib dan produktif agar bisa mendatangkan manfaat ekonomi maupun sosial bagi daerah.

Kelima ; Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Mempertahankan WTP membutuhkan komitmen moral yang tinggi. Oleh karena itu, Fraksi Golkar mendesak Pemda Sumbawa untuk memperkuat Sistem Pengendalian Internal (SPI) dan mempercepat tindak lanjut atas seluruh rekomendasi hasil pemeriksaan BPK guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Tuntutan Rill: Tuntaskan Jalan Lintas Lantung-Ropang

Tidak hanya berbicara mengenai angka dan data makro keuangan, Fraksi Partai Golkar secara konkret menyuarakan aspirasi masyarakat bawah mengenai pemenuhan infrastruktur jalan yang mendesak. Di akhir pemaparannya, Fraksi Golkar mendorong keras Pemerintah Daerah untuk segera Menuntaskan pengerjaan Jalan Lintas Lantung – Ropang sisa Tahun Anggaran 2025 dan memaksimalkannya pada tahun anggaran berjalan. Melakukan perbaikan segera pada Jalan Lintas Labuhan Kuris – Ngali. Memperbaiki kerusakan di Jalan Lintas Ngeru – Olat Rawa.

"Catatan-catatan ini tidak boleh dimaknai sebagai bentuk penolakan, melainkan sebagai ikhtiar bersama menjaga integritas pembangunan. Fraksi Golkar akan tetap bersikap kritis, objektif, dan berdiri teguh berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya mereka yang selama ini tercecer dalam proses pembangunan," tegas Rosi.

Di akhir pandangannya, Fraksi Partai Golkar menyatakan bahwa Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini layak untuk dilanjutkan pembahasannya ke tingkat komisi maupun panitia khusus sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku.

Adapun Susunan Kepengurusan Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumbawa adalah H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. (Penasihat),Ademudhita Noorsamsu, S.AP. (Ketua), Hasanuddin HMS (Wakil Ketua) Gahtan Hanu Cakitab(Sekretaris), Muhammad Zain, S.IP.(Bendahara) dan Syukri, HS., A.Ma.(Anggota) (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:32:46 +0800 amr
Soroti SILPA Rp201,68 Miliar, Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan APBD harus dapat Membawa Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp20168-miliar-fraksi-pdi-perjuangan-tegaskan-apbd-harus-dapat-membawa-pembangunan-dan-kesejahteraan-masyarakat https://amarmedia.co.id/soroti-silpa-rp20168-miliar-fraksi-pdi-perjuangan-tegaskan-apbd-harus-dapat-membawa-pembangunan-dan-kesejahteraan-masyarakat Soroti SILPA Rp201,68 Miliar, Fraksi PDI Perjuangan Tegaskan APBD harus dapat Membawa Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menyampaikan Pemandangan Umum terhadap Penjelasan Bupati Sumbawa mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Kamis 9 Juli 2026, Fraksi PDI Perjuangan memberikan catatan kritis dan strategis. Walau mengapresiasi pencapaian realisasi pendapatan daerah yang menembus Rp2,374 triliun (101,28%) serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, fraksi PDIP ini mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri.

"WTP bukanlah ukuran keberhasilan pembangunan. WTP hanya mengukur kewajaran penyajian laporan keuangan, bukan mengukur seberapajauh rakyat telah menikmati hasil pembangunan. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika APBD mampu menghadirkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan petani-nelayan, dan menurunkan kemiskinan," tegas jubir Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Sawitra

Fraksi PDI Perjuangan membedah laporan pertanggungjawaban APBD 2025 ke dalam beberapa poin yaitu Kemandirian Fiskal dan Optimalisasi SDA.

Fraksi PDIP melihat struktur Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan lompatan signifikan dari sektor produktif baru. Menurunnya dana transfer pusat harus dijadikan momentum membangun kemandirian fiskal.

Fraksi PDIP mengingatkan potensi SDA Sumbawa yang melimpah (tambang, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata) belum tecermin pada kas daerah. "Jangan sampai tanah Sumbawa kaya, tetapi kas daerah tetap miskin," ujar Hj Jamila.

Fraksi memberikan beberapa saran dan masukan seperti Penguatan pengawasan aktivitas pertambangan, ketepatan Dana Bagi Hasil (DBH), serta perluasan basis PAD lewat digitalisasi.

Terhadap evaluasi Serapan Belanja dan SILPA Tinggi. Realisasi belanja daerah yang tertahan di angka 92,93% berimplikasi pada sisa anggaran yang membengkak. Fraksi PDIP menyoroti nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun 2025 yang mencapai Rp201,68 miliar.

 Angka SILPA yang besar dinilai sebagai bentuk ketidakoptimalan program. Di saat masyarakat menjerit membutuhkan perbaikan jalan, irigasi, air bersih, dan bantuan pertanian, anggaran justru mengendap. OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diminta mengoreksi kualitas perencanaan dan mempercepat proses pengadaan barang/jasa.

Sebagai daerah agraris, APBD dituntut lebih berpihak pada petani. Fraksi PDI Perjuangan menilai arah pembangunan selama ini terlalu berorientasi pada jumlah produksi (hulu) ketimbang nilai tambah (hilir). Pemerintah Daerah didesak menyusun roadmap hilirisasi agar petani tidak sekadar menjual gabah kering dan peternak tidak sekadar menjual sapi hidup.

Fraksi mengusulkan dua indikator baru keberhasilan fisik daerah, yaitu peningkatan Persentase Jalan Usaha Tani Mantap dan Persentase Jaringan Irigasi Mantap yang dianggap jauh lebih menyentuh kebutuhan rill masyarakat bawah.

Fraksi PDI Perjuangan secara terbuka menyoroti masifnya pertumbuhan ritel/minimarket modern di Sumbawa. Tanpa menolak investasi, fraksi mendesak pemerintah bertindak tegas agar warung-warung kecil milik warga tidak tersingkir. Mereka menuntut adanya evaluasi izin, penataan zonasi yang ketat, serta kewajiban penyediaan ruang minimal bagi produk UMKM lokal.

Tak luput,Fraksi PDIP memberikan Rapor Merah BUMD. Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap PAD dinilai masih jauh dari harapan. Fraksi menegaskan BUMD dilarang keras hanya menjadi tempat menghabiskan penyertaan modal pemerintah l, melainkan wajib mencetak laba, dividen, dan membuka lapangan kerja. Audit kinerja menyeluruh pun mutlak diperlukan.

Reformasi Birokrasi: Dari Budaya Administratif ke Budaya Kinerja

Menutup pemandangan umumnya, Fraksi PDI Perjuangan meminta Bupati Sumbawa melakukan evaluasi berbasis kinerja secara objektif kepada seluruh pimpinan OPD. OPD yang inovatif harus diberi penghargaan (reward), sementara yang gagal mencapai target harus dievaluasi secara berkala.

"Pertanggungjawaban APBD bukan sekadar laporan administratif di atas kertas, tetapi merupakan bentuk pertanggungjawaban moral pemerintah daerah kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa," pungkas Sawitra

Adapun pimpinan dan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa adalah Gitta Liesbano, S.H., M.Kn. (Pelindung/Penasihat), I Nyoman Wisma, S.I.P. (Ketua), H. Jabir, S.Pd.(Sekretaris) I Ketut Sawitra (Bendahara/Anggota) Hj. Jamila, S.Pd.SD. (Wakil Ketua/Anggota) (am)

 

]]>
Thu, 09 Jul 2026 19:01:48 +0800 amr
Bupati Sumbawa Lepas 625 Atlet Menuju Porprov NTB 2026, KONI Target 64 Emas https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-625-atlet-menuju-porprov-ntb-2026-koni-target-64-emas https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-625-atlet-menuju-porprov-ntb-2026-koni-target-64-emas Bupati Sumbawa Lepas 625 Atlet Menuju Porprov NTB 2026, KONI Target 64 Emas.

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi melepas kontingen atlet yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2026. Upacara pelepasan berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam laporannya, Ketua Umum KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kontingen kali ini terdiri dari 625 orang, yang mencakup 487 atlet serta 138 pelatih dan ofisial yang akan berlaga dari 51 cabang olahraga yang digelar di Porprov. Keikutsertaan ini bukan sekadar agenda empat tahunan, melainkan wujud komitmen dalam membangun olahraga prestasi yang berkualitas melalui pemusatan latihan dan pendampingan intensif selama empat tahun terakhir.

"Evaluasi terakhir menunjukkan 97 persen persiapan telah rampung. Target kita dalam Porprov kali ini adalah meraih 64 emas, 79 perak, dan 114 perunggu. Kami menargetkan posisi kedua, melampaui capaian 41 emas pada tahun 2023," ujar Abdul Rafiq. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumbawa, DPRD, Forkopimda, serta sponsor yang telah berkolaborasi mendukung persiapan kontingen diantaranya PT Bank NTB Syariah, PT Amman dan lainnya.

Bupati Sumbawa, Ir. H Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Meskipun ada penyesuaian lokasi pertandingan ke beberapa wilayah di NTB karena kendala fiskal, Bupati menegaskan bahwa semangat para atlet tidak boleh surut.

"Kalian semua siap tempur. Tunjukkan kemampuan terbaik. Target memang penting sebagai spirit, namun yang utama adalah kerja keras, kesungguhan, dan keikhlasan. Sehebat apa pun fisik seorang atlet, tidak akan berarti tanpa kedisiplinan dan kekompakan," pesan Bupati Jarot kepada para atlet.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga membagikan tips menjaga kesehatan melalui "tujuh dokter pribadi," yakni olahraga rutin, istirahat cukup, konsumsi air putih, pola makan berkualitas, pikiran positif, rasa syukur, serta doa.

"Kalian adalah duta daerah yang membawa nama baik dan aspirasi masyarakat Sumbawa. Jaga sportivitas dan disiplin. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi melepas kontingen Kabupaten Sumbawa untuk mengikuti Porprov NTB tahun 2026. Selamat bertanding, raih prestasi setinggi-tingginya, dan pulanglah membawa kebanggaan bagi Tana Sumbawa," pungkas Bupati.

Acara pelepasan diiringi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz H Muhammad Jurnawi Fachrudin, memohon kelancaran, kekuatan, dan keberhasilan bagi seluruh kontingen dalam membawa misi mulia mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dan pembagian uang Saku kepada Atlet dan pelatih secara simbolis oleh Bupati Sumbawa, jajaran Forkopimda, Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa Asisten,dan Ketua Umum KONI Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 09 Jul 2026 12:42:58 +0800 amr
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H Zainuddin Sirat Soroti Kinerja Pemda dan Implementasi Rekomendasi Pansus https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-h-zainuddin-sirat-soroti-kinerja-pemda-dan-implementasi-rekomendasi-pansus https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-h-zainuddin-sirat-soroti-kinerja-pemda-dan-implementasi-rekomendasi-pansus Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa H Zainuddin Sirat Soroti Kinerja Pemda dan Implementasi Rekomendasi Pansus

SUMBAWA, 7 Juli 2026– Sidang paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) diwarnai dengan interupsi tajam terkait evaluasi kinerja Pemerintah Daerah. 

Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat PPP Pembangunan, H. Zainuddin Sirat, mendesak eksekutif untuk lebih serius dalam menindaklanjuti rekomendasi yang telah dihasilkan oleh DPRD.

Dalam interupsinya, H. Zainuddin menyoroti fenomena aksi demonstrasi masyarakat yang marak terjadi belakangan ini sebagai indikator adanya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Ia menegaskan bahwa DPRD telah mengeluarkan rekomendasi hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025 lalu sebagai acuan perbaikan.

Salah satu poin penting yang ditekankan H. Zainuddin adalah terkait pemeliharaan jalan. Menurutnya, terdapat rekomendasi yang menginstruksikan agar pemeliharaan jalan dilakukan pada akhir triwulan pertama atau paling lambat awal triwulan kedua.

"Semangat dari rekomendasi Pansus saat itu adalah agar pemeliharaan menjadi lebih efektif. Selama ini, perbaikan sering dilakukan di akhir tahun, sehingga jalan yang baru diperbaiki cepat rusak kembali akibat curah hujan. Akibatnya, durasi masyarakat menikmati infrastruktur yang layak sangat singkat," tegas H. Zainuddin.

Ia menyayangkan hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda pelaksanaan rekomendasi tersebut di lapangan. Ia meminta Pemerintah Daerah memberikan penjelasan resmi melalui surat jika terdapat kendala dalam eksekusinya, agar komunikasi antar lembaga tetap terjaga dan tidak terkesan diabaikan.

Selain infrastruktur, H. Zainuddin juga menyoroti peran Bapperida dalam melakukan evaluasi terhadap program kerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa Bapperida harus memastikan setiap program yang diajukan benar-benar selaras dengan kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Bapperida memiliki kewenangan untuk menolak program OPD yang tidak menunjukkan orientasi pada manfaat masyarakat. Sebagai mantan Ketua Pansus LKPD 2025, saya sangat memahami kondisi di lapangan. 

Rekomendasi-rekomendasi ini dibuat bukan tanpa dasar, melainkan sebagai upaya kolektif untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Daerah ke depannya," pungkasnya.

H. Zainuddin berharap masukan ini menjadi perhatian serius Bupati Sumbawa dan Wakil Bupati Sumbawa serta Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran eksekutif untuk segera melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 07 Jul 2026 14:07:03 +0800 amr
Menambang Masa Depan: Rantai Nilai Berkelanjutan dan Ambisi Digital AMMAN https://amarmedia.co.id/menambang-masa-depan-rantai-nilai-berkelanjutan-dan-ambisi-digital-amman https://amarmedia.co.id/menambang-masa-depan-rantai-nilai-berkelanjutan-dan-ambisi-digital-amman Menambang Masa Depan: Rantai Nilai Berkelanjutan dan Ambisi Digital AMMAN

Oleh  : Abdul Ma'ruf Rahmat 

Sektor pertambangan global kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, dunia sangat membutuhkan komoditas transisi energi seperti tembaga untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicles) dan energi bersih. Di sisi lain, industri ini dituntut untuk menekan jejak karbon dan meminimalkan dampak ekologis.

Di tengah dinamika ini, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) muncul sebagai contoh nyata bagaimana sebuah perusahaan mampu mengintegrasikan hulu hingga hilir secara inovatif, membuktikan bahwa profitabilitas dan tanggung jawab lingkungan bukanlah dua hal yang saling menolak.

Dengan konsesi masif seluas 25.000 hektare yang mencakup tambang Batu Hijau dan proyek masa depan Elang di Sumbawa, AMMAN tidak sekadar mengeruk bumi; mereka sedang merancang ulang cetak biru pertambangan modern di Indonesia.

Integrasi Hulu: Menjaga Keseimbangan Ekologi di Fase Transisi

Berdasarkan laporan keberlanjutan 2025 PT Amman Mineral internasional Tbk, bahwa memasuki tahun 2026, AMMAN berada pada fase operasional yang menantang namun strategis. Dimulainya produksi awal dari Batu Hijau Fase 8 (yang memperpanjang umur tambang hingga 2030) menuntut aktivitas pembuangan limbah batuan (overburden) dan transportasi material yang lebih intensif karena karakteristik bijih luar yang berkadar rendah hingga menengah.

Namun, potensi pengembangan hulu AMMAN terletak pada komitmen mitigasi dan perencanaan jangka panjang. Diantaranya dengan melakukan rehabilitasi lahan progresif; batuan penutup tidak dibiarkan menumpuk, melainkan langsung dikelola melalui pembuatan kontur, penutupan tanah, dan penyemaian untuk pemulihan ekologi yang cepat.

Proyek Elang Sumbawa: Jangkar Keberlanjutan Produksi Masa Depan

Langkah mitigasi di Batu Hijau Fase 8 sejatinya merupakan jembatan menuju megaproyek masa depan perusahaan: Pengembangan Blok Elang di Sumbawa. Rencana ekspansi ini bukan lagi sekadar visi di atas kertas, melainkan sebuah kepastian operasional yang terukur.

Relevansi strategis Proyek Elang terhadap keberlanjutan AMMAN bertumpu pada tiga pilar utama:

Pertama ; Skala Cadangan yang Masif. Selesainya studi kelayakan definitif Proyek Elang pada 2025 menjadi landasan kuat untuk memulai pembangunan sirkuit tambang baru pada tahun 2026 ini. Dengan cadangan bijih terbukti dan kemungkinan mencapai 2.526 juta ton, Elang memiliki skala hampir empat kali lipat dari sisa cadangan Batu Hijau (696 juta ton). Ekspansi ini mengamankan posisi AMMAN sebagai salah satu pemilik cadangan tembaga-ekivalen terbesar di dunia untuk beberapa dekade mendatang.

Kedua ; Sinergi Infrastruktur Hijau (Brownfield Development).

Produksi bijih awal di Elang dijadwalkan mulai mengalir pada tahun 2031, tepat saat operasional Batu Hijau mendekati tahap akhir ketersediaan. Hebatnya, proyek ekspansi Elang tidak perlu membangun ekosistem dari nol. Operasi di Elang akan memanfaatkan infrastruktur Batu Hijau yang sudah ada, mulai dari sirkuit penggilingan hingga jalur logistik. Pendekatan ini secara signifikan meminimalkan pembukaan lahan baru (menekan deforestasi tambahan) sekaligus menjamin efisiensi biaya modal (capex) yang tinggi.

Ketiga : Multiplikator Skala Pengolahan. Untuk menyambut volume raksasa dari Elang, AMMAN secara berani melakukan lompatan kuantum dengan memperluas fasilitas pengolahan untuk menggandakan kapasitas input dari 40 Mtpa menjadi 85 Mtpa yang mendekati penyelesaian mekanis di tahun 2026 ini.

Hilirisasi Bernilai Tinggi: Dari Konsentrat hingga Logam Mulia

AMMAN secara agresif menjawab mandat hilirisasi nasional. Langkah perluasan kapasitas pabrik hingga 85 Mtpa menjadi motor penggerak utama untuk menyuplai fasilitas hilir terintegrasi milik anak usahanya, PT Amman Mineral Industri (AMIN). Proses hilirisasi AMMAN terbagi menjadi dua sirkuit bernilai tinggi yakni Smelter Tembaga yang menggunakan Teknologi Double-Flash dengan kapasitas total 900.000 ton konsentrat per tahun untuk menghasilkan katoda tembaga LME Grade A. Gas sulfur dioksida ditangkap dan diubah menjadi 830.000 ton asam sulfat per tahun, mengubah emisi berbahaya menjadi produk industri bernilai ekonomi.

 

Selanjutnya Precious Metal Refinery (PMR). Merupakan teknologi pengolahan 970 ton slime anoda per tahun yang dapat memurnikan produk sampingan menjadi 579 ribu ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, dan 77 ton selenium per tahun, sehingga memaksimalkan margin keuntungan dari zat pengotor.

Menariknya, smelter ini menggunakan gas alam sebagai sumber energi termal utama. Pendekatan ini secara signifikan menurunkan intensitas karbon dibandingkan dengan smelter konvensional berbasis batu bara.

Transformasi Digital: Otak AI di Balik Otot Ekspansi Elang

Potensi pertumbuhan terbesar AMMAN terletak pada adopsi teknologi hulu ke hilir lewat Program Transformasi Digital. Dioperasikan sejak 2024 dan dimatangkan pada tahun lalu, AMMAN membuktikan bahwa efisiensi tinggi dilahirkan dari keputusan berbasis data real-time.

Sistem digital yang andal ini disiapkan sebagai "otak komando" yang nantinya akan mereplikasi efisiensi operasional saat Tambang Elang mulai dikembangkan:

Pertama : Predictive Maintenance (PdM) Berbasis AI

Mengintegrasikan data kesehatan alat berat ke dalam dasbor real-time. Algoritma AI memprediksi kapan komponen utama harus diganti sebelum terjadi kerusakan (breakdown). Hasilnya? Umur pakai armada tambang menjadi lebih panjang dan biaya modal terpangkas—sebuah modal penting untuk mengelola ribuan armada baru di Blok Elang kelak.

Kedua : Processing Plant Digital Enablement

Di fasilitas pengolahan, pemodelan proses canggih memantau sirkuit penggilingan (SAG Mill dan Ball Mill) serta tangki flotasi. Hasilnya adalah optimalisasi campuran kimia (pH) dan udara yang meningkatkan tingkat perolehan (recovery rate) tembaga secara signifikan dari setiap ton batuan yang dihancurkan.

Ketiga : Efisiensi Logistik & Manajemen Karyawan

Sistem LVFM (Light Vehicle Fleet Management) dan HMS (Housing Management System) berhasil memotong birokrasi manual, mengoptimalkan mobilitas armada, dan menciptakan transparansi alokasi fasilitas bagi ribuan karyawan.

Transisi Energi Mandiri: Bergerak Menuju Energi Bersih

Sebuah operasi pertambangan tidak bisa dikatakan bertanggung jawab jika energinya masih bergantung penuh pada energi kotor. Sadar akan lonjakan kebutuhan listrik akibat ekspansi pabrik pengolahan 85 Mtpa serta persiapan kebutuhan daya jangka panjang untuk Proyek Elang, AMMAN melakukan diversifikasi portofolio energi secara masif.

Disamping PLTS darat sebesar 26,8 MW, proyek prestisius AMMAN adalah pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (CCPP) berkapasitas 450 MW. Dengan tibanya kargo LNG pertama pada akhir tahun lalu serta penyelesaian steam blowing dan komisioning turbin uap pada tahun 2026 ini, AMMAN siap menjalankan operasionalnya dengan pembangkitan listrik rendah karbon. Langkah ini mengamankan pasokan daya andal yang berkelanjutan bagi Batu Hijau sekaligus mengunci kesiapan energi bersih untuk menyokong fajar baru di Blok Elang.

Kesimpulan: Cetak Biru Pertambangan Masa Depan

PT Amman Mineral Internasional Tbk menunjukkan bahwa operasi pertambangan skala raksasa tidak harus mengorbankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Rencana ekspansi ke Blok Elang di Sumbawa bukan lagi sekadar proyek masa depan, melainkan pembuktian akhir dari ekosistem terintegrasi yang sedang dibangun hari ini.

Melalui integrasi rantai nilai yang ketat—mulai dari eksplorasi bertanggung jawab, penggandaan kapasitas pabrik hingga 85 Mtpa, hilirisasi bernilai tinggi via smelter minim emisi, hingga adopsi kecerdasan buatan (AI) dan transisi ke energi bersih—AMMAN tidak hanya mendukung posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok energi global. Mereka tengah membuktikan kepada dunia bahwa inovasi teknologi dan tanggung jawab lingkungan dapat berjalan beriringan, menambang komoditas masa depan dari Batu Hijau hingga Elang Sumbawa dengan cara yang menghormati masa depan itu sendiri. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 20:15:49 +0800 amr
Prestasi Membanggakan, Siswa SMAN 1 Sumbawa Besar Raih Beasiswa Penuh di KMUTT Thailand https://amarmedia.co.id/prestasi-membanggakan-siswa-sman-1-sumbawa-besar-raih-beasiswa-penuh-di-kmutt-thailand https://amarmedia.co.id/prestasi-membanggakan-siswa-sman-1-sumbawa-besar-raih-beasiswa-penuh-di-kmutt-thailand Prestasi Membanggakan, Siswa SMAN 1 Sumbawa Besar Raih Beasiswa Penuh di KMUTT Thailand

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tanah air. Syifa Rasya Rantizi, siswa berprestasi dari SMAN 1 Sumbawa Besar (SMANIKA), berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan diterima sebagai mahasiswa di King Mongkut's University of Technology Thonburi (KMUTT), Thailand.

Syifa akan menempuh pendidikan di School of Information Technology dengan mengambil program studi Computer Science. Keberhasilan ini semakin istimewa karena ia berhasil meraih beasiswa penuh atau fully funded melalui program KMUTT International Scholarship Program (KISP)

 Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Komite 

Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd. menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan anak didiknya tersebut.

"Selamat dan sukses kepada Syifa Rasya Rantizi. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMANIKA lainnya. Best wishes always untuk langkah selanjutnya di Thailand," ujar Muhammad Ihsan pada Senin, 6 Juli 2026.

Anggota Komite SMA Negeri 1 Sumbawa juga memberikan apresiasi dan rasa syukur atas prestasi siswi Smanika."Masya Allah ikut merasa bangga, anak didik SMAN 1 Sumbawa, bisa menembus batas negara memperoleh dukungan beasiswa penuh dari pemerintah Thailand, selamat buat Syifa Rasya Rantisi" ucap Khairuddin Ketua Komite Smanika.

Dukungan dan Doa dari Berbagai Pihak

Kabar keberhasilan Syifa ini disambut hangat oleh komunitas sekolah dan rekan-rekan keluarga. Rasa syukur dan doa membanjiri pesan-pesan apresiasi bagi Syifa:

Misalnya Ratna Sari Dewi  "MasyaAllah, sukses terus kedepannya." Ida Din: "MasyaAllah Tabarokallah... selamat Mba' Syifa. Luar biasa 3 bersaudara putra dan putri dari orang tua hebat, mengharumkan nama SMANIKA."

Yuni Arty juga mengucapkan "Barakallah, selamat Syifa sayang." Ahmad Syukri: "Alhamdulillah, selamat untuk Syifa. Semoga Allah mudahkan selama menempuh kuliah di sana."

Keberhasilan Syifa ini merupakan bukti nyata bahwa siswa dari daerah memiliki potensi besar untuk menembus dunia pendidikan internasional. Diharapkan, ilmu yang nantinya akan didapatkan Syifa di bidang Computer Science di Thailand dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan teknologi di masa depan.

Selamat kepada Syifa Rasya Rantizi atas raihan prestasinya! (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 19:07:25 +0800 amr
Eksplorasi Emas PT Intam dan Wajah Masa Depan Ekonomi Tana Samawa https://amarmedia.co.id/eksplorasi-emas-pt-intam-dan-wajah-masa-depan-ekonomi-tana-samawa https://amarmedia.co.id/eksplorasi-emas-pt-intam-dan-wajah-masa-depan-ekonomi-tana-samawa Eksplorasi Emas PT Intam dan Wajah Masa Depan Ekonomi Tana Samawa

Oleh: Abdul Ma'ruf Rahmat.

Kabar mengenai progres eksplorasi tambang emas di Kabupaten Sumbawa kembali mencuat ke permukaan. Emiten raksasa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik konglomerat Prajogo Pangestu baru-baru ini membeberkan bahwa anak usahanya, PT Intam, telah mengucurkan dana sebesar Rp17,73 miliar untuk mengulik potensi emas di tiga kecamatan: Lantung, Lenangguar, dan Ropang.

Metode sains modern mulai dari geolistrik hingga pengeboran inti sedalam ribuan meter dilakukan demi membuktikan keberadaan urat kuarsa (quartz vein) pembawa emas. Sebagai bagian dari masyarakat Sumbawa, kita tentu tidak bisa menutup mata dari kenyataan ini. Kehadiran investasi skala raksasa di sektor ekstraktif di Tana Samawa selalu membawa dua sisi mata uang yang sama kuatnya: harapan akselerasi ekonomi dan kecemasan akan masa depan ruang hidup kelola rakyat.

Harapan Baru di Tengah Keterbatasan Daerah

Dari kacamata ekonomi makro, temuan awal PT Intam di wilayah selatan Sumbawa ini adalah sebuah angin segar bagi struktur fiskal daerah. Kita tahu, tantangan pembangunan di Kabupaten Sumbawa ke depan tidaklah mudah. Keterbatasan APBN dan APBD sering kali membuat program-program strategis lokal harus berjalan merangkak dengan penuh efisiensi.

Jika fase eksplorasi ini nantinya berhasil melangkah ke tahap eksploitasi, ada potensi multi-efek (multiplier effect) yang masif. Lapangan kerja baru akan terbuka untuk putra-putri daerah, sektor UMKM di sekitar lingkar tambang berpotensi hidup, dan kontribusi berupa Dana Bagi Hasil (DBH) maupun program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau dulu dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dapat menjadi stimulus tambahan bagi pembangunan infrastruktur yang selama ini dinanti masyarakat Lantung, Lenangguar, dan Ropang khususnya dan Kabupaten Sumbawa pada umumnya.

Namun, Saya memandang bahwa kegembiraan atas angka investasi ratusan miliar atau triliunan rupiah tidak boleh membuat kita abai pada sektor fundamental Tana Samawa: Pertanian dan Kehutanan

Kecamatan Lenangguar, Lantung, dan Ropang bukan sekadar titik koordinat di atas peta konsesi tambang. Wilayah-wilayah ini adalah hulu penting, benteng hijau, sekaligus basis penghidupan petani sawah, pekebun, dan peternak rakyat (lar).

Oleh karena itu, ada beberapa catatan kritis yang harus kita kawal bersama sejak fase eksplorasi ini. Diantaranya adalah Mitigasi Dampak Lingkungan Sejak Dini.

Metode pengeboran inti hingga target 7.000 meter ke depan harus dipastikan tidak merusak struktur hidrologi lokal. Air adalah urat nadi pertanian Sumbawa. Jangan sampai demi mengejar urat emas (quartz vein), kita mengorbankan urat air yang menghidupi ribuan hektare sawah warga di hilir.

Sebagai bantalan keberlanjutan program eksplorasi, keterbukaan Informasi dan pelibatan masyarakat sangat penting. Investasi yang sehat berakar pada transparansi. Masyarakat lokal di tiga kecamatan tersebut tidak boleh hanya menjadi penonton atau objek sosialisasi stempel basah. Mereka harus paham apa yang sedang terjadi di atas tanah leluhur mereka, apa risikonya, dan apa hak-hak yang seharusnya mereka terima.

Ada sebuah harapan besar dengan keberadaan perusahaan tambang yakni Komitmen Transfer Keahlian (Skill Transfer). 

Kita tidak ingin tenaga kerja lokal hanya diserap pada sektor sekuriti, supir, atau buruh kasar. Sejak masa eksplorasi dan studi kelayakan ini, PT Intam dan vendornya (PT GIS, PT Armindo, PT Geostrom) harus mulai memikirkan bagaimana anak-anak muda Sumbawa dididik untuk menguasai teknologi geologi, pemetaan, dan manajemen lingkungan industri.

Penutup: Investasi yang Memanusiakan Tana Samawa

Kita tidak anti-investasi. Sumbawa membutuhkan percepatan, dan sektor pertambangan diakui merupakan salah satu jalan tol menuju pertumbuhan ekonomi yang cepat. Namun, sejarah panjang pertambangan di Indonesia mengajarkan kita bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan dan kelestarian ekologi hanya akan menyisakan lubang raksasa dan konflik sosial di kemudian hari.

Kita berharap PT Intam dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk mampu menunjukkan model industri pertambangan yang berbeda—sebuah industri yang patuh pada prinsip Good Mining Practice, menghormati hukum lokal, serta berjalan beriringan demi menjaga kelestarian sektor pertanian Sumbawa.

Mari kita kawal bersama progres ini. Tekanan sosial yang mungkin terjadi yang memanfaatkan keberadaan perusahaan tambang seharusnya tidak menjadi hambatan, tetap harus bisa dikomunikasikan dengan baik berdasarkan asas kebermanfaatan, keadilan dan kepatuhan atas regulasi mineral. Negara ini adalah negara yang di payungi dengan hukum. Tindakan   pemaksaan kehendak tanpa ada alas hak yang benar tentunya tidak bisa dibenarkan,  dan kita harus peka dengan kondisi sosial yang bisa saja terjadi. Kemakmuran Sumbawa tidak boleh hanya dinikmati di lantai bursa saham Jakarta, tetapi harus membumi, mengalir, dan menyejahterakan para petani serta masyarakat di sepanjang aliran sungai Lantung, Lenangguar, dan Ropang dan bumi Sabalong Samalewa. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 17:21:13 +0800 amr
Kritik Terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tinjauan Perspektif Pemerintah dan Masyarakat https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg-tinjauan-perspektif-pemerintah-dan-masyarakat https://amarmedia.co.id/kritik-terhadap-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-mbg-tinjauan-perspektif-pemerintah-dan-masyarakat Kritik Terhadap Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Tinjauan Perspektif Pemerintah dan Masyarakat

Disusun oleh : 

Anggi Dewan Saputra(NIM: 241027007), Nengsih Purnama (NIM : 241027001), Nurmeilani (NIM : 241027005)

Pendahuluan

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diposisikan sebagai salah satu poros utama dalam strategi pembangunan sumber daya manusia. Kebijakan ini mengusung misi krusial: mengintervensi status gizi pelajar, ibu hamil, menyusui, serta balita demi memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi kompetitif menuju Indonesia Emas 2045. Dari sudut pandang pemerintah, MBG bukanlah sekadar bantuan sosial konvensional, melainkan sebuah investasi sosial (social investment) jangka panjang yang diharapkan bermuara pada peningkatan kapasitas kognitif dan produktivitas nasional.

Skala program ini tercermin jelas dari sokongan anggarannya. Pada APBN 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mengantongi dana fantastis sebesar Rp268 triliun untuk menjangkau sekitar 82,9 juta penerima manfaat. Hingga Mei 2026, data resmi menunjukkan program ini telah menyentuh angka 62,7 juta jiwa.

Namun, di balik narasi populis dan target mulia tersebut, MBG memicu gelombang diskusi kritis di ruang publik. Kalangan akademisi, ekonom, hingga lembaga swadaya masyarakat mulai mempertanyakan keandalan tata kelola, efisiensi anggaran, hingga dampak riilnya di lapangan. Kritik-kritik yang muncul bukan bermaksud menolak urgensi perbaikan gizi, melainkan menyoroti celah implementasi yang berpotensi mengorbankan akuntabilitas demi mengejar target kuantitatif.

Ruang Pandang Pemerintah: MBG sebagai Stimulus Multisektor

Bagi pemerintah, argumentasi di balik MBG berdiri di atas dua pilar utama: pembangunan modal manusia (human capital development) dan stimulasi ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional berargumen bahwa intervensi nutrisi sejak dini merupakan langkah preventif yang jauh lebih murah dibanding menanggung beban ekonomi akibat kemerosotan kualitas kesehatan masyarakat di masa depan.

Selain aspek kesehatan, pemerintah memproyeksikan MBG sebagai motor penggerak ekonomi sektor riil. Dengan kebutuhan bahan baku skala raksasa, program ini diharapkan menciptakan captive market bagi para petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM di tingkat lokal. Melalui skema rantai pasok ini, MBG diklaim mampu menghidupkan kembali sendi-sendi perekonomian daerah yang selama ini kurang terserap pasar modern.

Bedah Kritis: Mengurai Celah Kebijakan MBG

Meskipun pondasi argumen pemerintah tampak menjanjikan, realita di lapangan dan analisis ekonomi publik menunjukkan adanya beberapa kerentanan serius:

1. Lonjakan Beban Fiskal dan Risiko Opportunity Cost

Lompatan anggaran dari sekitar Rp51,5 triliun pada realisasi 2025 menjadi Rp268 triliun di tahun 2026 memicu alarm bagi kesehatan fiskal negara. Dalam kajian ekonomi publik, setiap alokasi makro selalu berkelindan dengan opportunity cost (biaya kesempatan). Ketika porsi APBN tersedot sedemikian besar untuk sektor konsumtif seperti MBG, ruang fiskal untuk membiayai sektor fundamental lain seperti penguatan fasilitas kesehatan primer, perbaikan infrastruktur sekolah yang rusak, atau penciptaan lapangan kerja menjadi sangat terbatas. Pemerintah dituntut membuktikan secara empiris bahwa keluaran (output) dari program ini sebanding dengan risiko pengetatan anggaran di sektor lain.

2. Simplifikasi Solusi Stunting

Menjadikan pemberian makanan di sekolah sebagai senjata utama pengentasan stunting dinilai oleh banyak ahli sebagai langkah yang kurang akurat. Stunting adalah persoalan multidimensional yang berakar pada kemiskinan sistemik, buruknya sanitasi, keterbatasan akses air bersih, hingga rendahnya edukasi pola asuh di dalam keluarga. Intervensi nutrisi di sekolah berisiko menjadi langkah yang terlambat jika tidak dibarengi dengan perbaikan lingkungan hidup dan pemantauan kesehatan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tanpa integrasi dengan kebijakan kesehatan lingkungan, MBG hanya akan menjadi peredam gejala, bukan penyembuh akar masalah.

3. Kabut Transparansi dan Risiko Tata Kelola (Governance)

Di tengah perputaran uang yang mencapai ratusan triliun, prinsip good governance menjadi taruhan utama. Hingga saat ini, publik belum disajikan mekanisme yang benar-benar transparan mengenai alur pengadaan bahan pangan, kriteria pemilihan vendor atau mitra lokal, hingga sistem distribusi anggarannya. Ketertutupan informasi ini tidak hanya menurunkan tingkat kepercayaan publik (public trust), tetapi juga membuka celah lebar bagi praktik moral hazard, penyimpangan administrasi, hingga tindak pidana korupsi. Kehadiran audit independen dan platform data terbuka menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

4. Sengkarut Teknis dan Standar Keamanan di Lapangan

Dinamika di lapangan menunjukkan bahwa perencanaan di atas kertas sering kali tidak sejalan dengan realitas geografis Indonesia yang kompleks. Kasus keterlambatan distribusi, ketimpangan kualitas menu antarwilayah, hingga insiden keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah mengonfirmasi rapuhnya sistem pengawasan kualitas pangan (food safety control). Kegagalan menjaga konsistensi mutu ini mengindikasikan bahwa kapasitas birokrasi di tingkat daerah belum sepenuhnya siap mengeksekusi program dengan skala masif ini.

5. Dilema Ketepatan Sasaran

Langkah Badan Gizi Nasional yang mulai mengevaluasi dan merencanakan refocusing program pada fase berikutnya mengonfirmasi adanya masalah pada basis data awal. Pengalihan fokus ke kelompok yang lebih rentan seperti ibu hamil dan balita merupakan pengakuan tidak langsung bahwa cakupan awal yang terlalu luas justru mengorbankan efektivitas intervensi. Dalam teori kebijakan sosial, program yang terlalu ambisius dan bersifat universal sering kali berakhir tidak efisien dibandingkan dengan program yang bersifat targeted (tepat sasaran).

Sentimen Masyarakat: Antara Ekspektasi dan Realita

Respons yang berkembang di akar rumput memperlihatkan polarisasi yang wajar. Di satu sisi, bagi keluarga kelas menengah ke bawah, program ini memberikan napas lega karena langsung memotong pengeluaran harian untuk dapur dan uang jajan anak. Sebagian pelaku usaha lokal juga merasakan dampak instan dari penyerapan komoditas mereka.

Namun, di sisi lain, masyarakat tidak menutup mata terhadap karut-marut pelaksanaan. Keluhan mengenai menu yang tidak layak, porsi yang tidak seimbang, hingga kekhawatiran mengenai asal-usul anggaran (apakah berdampak pada kenaikan pajak atau pemotongan subsidi lain) kerap menjadi buah bibir. Masyarakat mendukung substansi pemenuhan gizi, namun mereka menuntut profesionalisme, bukan sekadar proyek bagi-bagi makanan yang bersifat seremonial.

Analisis Kebijakan: Urgensi Evidence-Based Policy

Keberhasilan MBG tidak boleh hanya diukur melalui indikator serapan anggaran atau klaim kuantitatif mengenai berapa juta anak yang sudah makan. Pemerintah harus berani bergeser ke arah evidence-based policy (kebijakan berbasis bukti).

Perlu ada indikator capaian yang jelas dan terukur secara berkala, misalnya: apakah ada kenaikan berat dan tinggi badan yang signifikan pada balita? Apakah ada korelasi langsung terhadap penurunan angka absensi siswa dan peningkatan prestasi akademik? Jika data empiris ini tidak mampu disajikan secara berkala oleh lembaga pengawas independen, maka kebijakan ini berisiko terjebak menjadi komoditas politik jangka pendek tanpa dampak struktural yang permanen.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki modalitas politik dan anggaran yang kuat untuk membawa perubahan. Sayangnya, eksekusi program ini masih dibayangi oleh sejumlah persoalan akut, mulai dari beban fiskal yang mengkhawatirkan, logika pengentasan stunting yang simplistis, problem akuntabilitas, hingga mata rantai logistik yang rapuh. Agar tidak berakhir sebagai proyek mercusuar yang membebani APBN, pemerintah harus segera merombak desain kebijakan ini: memperketat akuntabilitas, mematangkan sistem logistik daerah, dan melakukan refocusing target secara radikal demi menjamin keberlanjutan dampak bagi generasi masa depan Indonesia.

]]>
Mon, 06 Jul 2026 15:47:41 +0800 amr
Digelar di Masjid Agung Nurul Huda, Tabligh Akbar Milad ke&10 PMI Dea Malela Hadirkan Ustadz Adi Hidayat https://amarmedia.co.id/digelar-di-masjid-agung-nurul-huda-tabligh-akbar-milad-ke-10-pmi-dea-malela-hadirkan-ustadz-adi-hidayat https://amarmedia.co.id/digelar-di-masjid-agung-nurul-huda-tabligh-akbar-milad-ke-10-pmi-dea-malela-hadirkan-ustadz-adi-hidayat Digelar di Masjid Agung Nurul Huda, Tabligh Akbar Milad ke-10 PMI Dea Malela Hadirkan Ustadz Adi Hidayat

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id -  Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela) berdiri di Pemangong, sebuah dusun di kawasan Olat Utuk, 40 kilometer belahan selatan Sumbawa Besar, ibu kota Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pendirinya, Din Syamsuddin, tokoh nasional yang mendunia.

Dalam rangka memperingati milad ke 10, akan menggelar Tabligh Akbar menghadirkan dai nasional Ustadz Adi Hidayat, sebagai penceramah utama. 

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda puncak perayaan satu dekade perjalanan PMI Dea Malela dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berwawasan global.

Tabligh Akbar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 20.00–22.00 WITA, bertempat di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar. 

Acara ini terbuka untuk masyarakat umum dan diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat mencintai ilmu dan Al-Qur'an.

Peringatan kali ini mengusung tema "Satu Dekade Membangun Generasi Qur'an, Berkarakter, dan Mendunia", PMI Dea Malela ingin menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang memiliki akhlak mulia, berprestasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menghadirkan Ustadz Adi Hidayat, kegiatan ini juga akan diisi sambutan pembuka oleh M. Din Syamsuddin, selaku Pengasuh PMI Dea Malela dan Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot.

Akan dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, wali santri, dan ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa.

Ketua panitia menyampaikan bahwa kehadiran Ustadz Adi Hidayat merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan majelis ilmu yang berkualitas bagi masyarakat. 

Diharapkan, tausiyah yang disampaikan dapat memberikan inspirasi, memperkuat keimanan, serta memotivasi umat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengamalan ajaran Islam.

Milad ke-10 PMI Dea Malela bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan pesantren selama satu dekade dalam membangun peradaban melalui pendidikan. 

Berbagai rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk menyemarakkan peringatan ini sebagai wujud rasa syukur atas perkembangan dan kontribusi pesantren bagi masyarakat.

Panitia mengundang seluruh masyarakat Sumbawa dan sekitarnya untuk menghadiri Tabligh Akbar ini serta bersama-sama mengambil keberkahan dari majelis ilmu yang akan diisi oleh salah satu dai terkemuka Indonesia, Ustadz Adi Hidayat. (AM/Didin)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 13:30:26 +0800 amr
Disdukcapil Sumbawa Ajak Warga, Khususnya Pemula, Segera Lakukan Perekaman KTP&el dan Aktivasi IKD https://amarmedia.co.id/disdukcapil-sumbawa-ajak-warga-khususnya-pemula-segera-lakukan-perekaman-ktp-el-dan-aktivasi-ikd https://amarmedia.co.id/disdukcapil-sumbawa-ajak-warga-khususnya-pemula-segera-lakukan-perekaman-ktp-el-dan-aktivasi-ikd Disdukcapil Sumbawa Ajak Warga, Khususnya Pemula, Segera Lakukan Perekaman KTP-el dan Aktivasi IKD

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Senin 6 Juli 2026– Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan bagi seluruh masyarakat. Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik (KTP-el) untuk segera melakukan perekaman.

H. Varian Bintoro menekankan pentingnya kepemilikan KTP-el bagi warga yang telah memenuhi syarat usia wajib KTP. Ia juga memberikan perhatian khusus bagi para pemula yang berusia 16 tahun untuk segera mendaftarkan diri.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman untuk segera datang ke kantor Disdukcapil Sumbawa atau mengunjungi titik-titik pelayanan kami yang tersebar. Bagi adik-adik usia pemula, yakni 16 tahun, saat ini sudah bisa melakukan perekaman. Meskipun penerbitan fisik KTP-el dilakukan setelah usia 17 tahun, perekaman sejak dini sangat disarankan," ujar H. Varian.

Ia menambahkan bahwa waktu libur bisa dimanfaatkan oleh pelajar atau masyarakat umum untuk mengurus administrasi kependudukan. Adapun syarat yang diperlukan cukup mudah, yaitu hanya membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Selain perekaman KTP-el, Disdukcapil Sumbawa juga tengah gencar menyosialisasikan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). H. Varian menjelaskan bahwa IKD merupakan inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai dokumen kependudukan melalui ponsel pintar.

"Dengan IKD, dokumen seperti KTP-el, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, hingga dokumen kependudukan lainnya bisa diakses hanya dalam satu genggaman. Kami mengajak masyarakat untuk segera melakukan aktivasi," jelasnya.

 Langkah-Langkah Aktivasi IKD:

Bagi masyarakat yang ingin mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital, H. Varian memaparkan langkah-langkah praktis sebagai berikut:

Pertama : Unduh Aplikasi: Instal aplikasi "Identitas Kependudukan Digital" melalui Google Play Store atau App Store.

Kedua : Input Data: Isi data diri seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat email aktif, dan nomor ponsel aktif.

Ketiga : Verifikasi Wajah: Lakukan foto selfie untuk verifikasi kebenaran data pemilik. Pastikan seluruh lingkaran frame terisi oleh wajah.

Keempat : Verifikasi via Email:Cek email masuk dari sistem pusat IKD, lalu klik tombol aktivasi.

Kelima : Masukkan Kode: Masukkan kode aktivasi yang diterima di email serta captcha, kemudian klik "Aktifkan".

Keenam : Penyelesaian: Buka kembali aplikasi, masukkan PIN sesuai kode aktivasi yang diterima di email. Disarankan untuk segera mengganti PIN tersebut demi keamanan.

"Segera lakukan aktivasi IKD di HP masing-masing dan rasakan manfaat kemudahan layanan kependudukan dalam satu genggaman. Jangan tunggu nanti, mari manfaatkan layanan kami hari ini," pungkas H. Varian.

Dengan langkah proaktif ini, Disdukcapil Sumbawa berharap tertib administrasi kependudukan dapat terwujud dengan lebih cepat, efisien, dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 11:16:25 +0800 amr
SPMB 2026: Transparansi dan Akuntabilitas Bukan Sekadar Slogan https://amarmedia.co.id/spmb-2026-transparansi-dan-akuntabilitas-bukan-sekadar-slogan https://amarmedia.co.id/spmb-2026-transparansi-dan-akuntabilitas-bukan-sekadar-slogan SPMB 2026: Transparansi dan Akuntabilitas Bukan Sekadar Slogan

Oleh Sri Asmediati SPd 

Setiap tahun, penerimaan murid baru selalu menjadi perhatian masyarakat. Harapan orang tua sangat besar agar anak-anak mereka memperoleh kesempatan belajar di sekolah terbaik. Di sisi lain, pemerintah terus melakukan perbaikan sistem melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kata transparansi dan akuntabilitas kerap disampaikan dalam berbagai kesempatan. Namun, pertanyaan yang perlu dijawab bukanlah seberapa sering kedua istilah itu diucapkan, melainkan apakah keduanya benar-benar diterapkan dalam setiap proses seleksi.

Bagi sebagian keluarga yang berkecukupan, memilih sekolah mungkin hanya soal menentukan mana yang paling dekat atau paling bergengsi. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, sekolah sering kali menjadi satu-satunya jalan untuk memperbaiki masa depan. Mereka tidak memiliki banyak pilihan. Karena itu, SPMB harus menjadi ruang yang adil bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial.

Salah satu jalur yang paling mencerminkan keadilan adalah jalur prestasi. Jalur ini memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Anak dari keluarga sederhana memiliki peluang yang sama dengan anak dari keluarga mampu selama mereka memiliki prestasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Inilah makna kompetisi yang sesungguhnya. Seluruh peserta berada pada garis awal yang sama dan dinilai berdasarkan usaha serta kemampuan, bukan berdasarkan siapa orang tuanya atau seberapa besar pengaruh yang dimiliki keluarganya.

Sayangnya, masih ada anggapan bahwa berbagai bentuk kecurangan selalu dapat menemukan celah. Ada pihak yang mencoba memanipulasi dokumen, memberikan data yang tidak sesuai, bahkan memanfaatkan hubungan tertentu agar dapat diterima di sekolah yang diinginkan. Perilaku seperti ini bukan sekadar melanggar aturan, tetapi juga merampas hak anak lain yang telah berjuang dengan jujur. Ketika satu kursi diperoleh melalui cara yang tidak benar, ada anak yang kehilangan kesempatan meskipun ia lebih layak menerimanya.

Karena itu, transparansi menjadi hal yang tidak dapat ditawar. Seluruh proses harus terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Persyaratan harus jelas, penilaian harus dapat dijelaskan, dan hasil seleksi harus dapat dipertanggungjawabkan. Dengan keterbukaan, masyarakat dapat ikut mengawasi sehingga kepercayaan terhadap sistem semakin kuat. Transparansi bukan sekadar menampilkan data di layar komputer, melainkan memastikan bahwa setiap keputusan memiliki dasar yang jelas dan dapat dijelaskan kepada publik.

Selain transparansi, akuntabilitas juga memegang peranan penting. Setiap pihak yang terlibat harus berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Jika ditemukan kesalahan atau pelanggaran, harus ada tindakan yang tegas. Tidak boleh ada pembiaran, apalagi perlakuan berbeda hanya karena seseorang memiliki jabatan atau kedudukan tertentu. Aturan hanya akan dihormati apabila diterapkan secara konsisten kepada siapa pun.

Lalu, mengapa kejujuran dan transparansi harus dijunjung tinggi?

Jawabannya sederhana, yaitu zero tolerance terhadap segala bentuk kecurangan. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi praktik yang merusak keadilan. Sekali kecurangan dibiarkan, kepercayaan masyarakat akan mulai hilang. Orang akan berpikir bahwa kerja keras tidak lagi penting karena hasil akhirnya dapat diubah dengan cara-cara yang tidak benar. Padahal, pendidikan seharusnya menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai kejujuran kepada generasi muda.

Prinsip zero tolerance bukan berarti pemerintah tidak memberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan administrasi yang wajar. Yang dimaksud adalah tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang disengaja untuk memanipulasi proses seleksi. Memalsukan data, mengubah dokumen, atau menyalahgunakan kewenangan harus dipandang sebagai pelanggaran serius. Siapa pun pelakunya harus menerima konsekuensi sesuai aturan.

SPMB 2026 juga harus menjadi momentum untuk membangun budaya integritas. Integritas bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi juga seluruh pihak. Orang tua harus memberi teladan kepada anak-anak bahwa keberhasilan yang diperoleh dengan cara jujur jauh lebih berharga daripada kemenangan hasil kecurangan. Guru harus mengajarkan bahwa prestasi lahir dari kerja keras, bukan dari jalan pintas. Masyarakat pun harus berani melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran selama proses seleksi berlangsung.

Anak-anak dari keluarga kurang mampu sesungguhnya tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya menginginkan kesempatan yang sama. Mereka ingin hasil belajar, kerja keras, dan prestasi yang mereka raih dihargai secara adil. Ketika sistem benar-benar bersih, mereka memiliki harapan untuk bersaing tanpa harus merasa kalah sebelum pertandingan dimulai. Di sinilah negara menunjukkan keberpihakannya kepada keadilan sosial.

Pada akhirnya, keberhasilan SPMB tidak hanya diukur dari lancarnya proses pendaftaran atau cepatnya pengumuman hasil seleksi. Keberhasilannya diukur dari seberapa besar masyarakat percaya bahwa setiap kursi sekolah diberikan kepada mereka yang memang berhak menerimanya sesuai aturan yang berlaku. Kepercayaan itu hanya dapat dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan komitmen tanpa kompromi terhadap kejujuran.

SPMB 2026 harus menjadi bukti bahwa pendidikan di Indonesia semakin adil. Transparansi dan akuntabilitas tidak boleh berhenti sebagai slogan yang terdengar indah di berbagai spanduk dan pidato. Keduanya harus hadir dalam setiap tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran hingga penetapan hasil akhir. Ketika kejujuran dijaga dan kecurangan ditolak tanpa pengecualian, maka setiap anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, benar-benar memiliki kesempatan untuk meraih masa depan melalui kompetisi yang adil. Itulah wajah pendidikan yang layak diperjuangkan bersama. (AM)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 09:44:05 +0800 amr
NTB Matangkan Kafilah Hadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang https://amarmedia.co.id/ntb-matangkan-kafilah-hadapi-mtq-nasional-xxxi-di-semarang https://amarmedia.co.id/ntb-matangkan-kafilah-hadapi-mtq-nasional-xxxi-di-semarang NTB Matangkan Kafilah Hadapi MTQ Nasional XXXI di Semarang 

Mataram.Amarmedia.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB, terus memantapkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026 dengan menggelar Training Center (TC) bagi kafilah terbaik NTB. Pemusatan latihan yang berlangsung di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari upaya melahirkan kafilah yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki karakter Qur'ani.

Training Center secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair. Sebanyak 58 peserta terpilih mengikuti pembinaan intensif yang didampingi 16 pelatih lokal pada 8 cabang musabaqah dan 21 golongan. Pemusatan latihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan secara luring dan daring hingga pelaksanaan MTQN XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembinaan kafilah MTQ merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.

"Visi NTB Makmur Mendunia tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. NTB akan benar-benar makmur apabila masyarakatnya kaya ilmu, dan akan mendunia apabila generasi mudanya memiliki karakter Qur'ani. Kita ingin melahirkan generasi yang mampu membaca dunia tanpa kehilangan petunjuk wahyu," ujar Abul Chair.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sistem pembinaan yang lebih terukur, disiplin, dan profesional. Tahun ini, evaluasi peserta dilakukan secara sistematis melalui platform digital sehingga perkembangan kemampuan peserta maupun efektivitas pembinaan dapat dipantau secara objektif.

"Evaluasi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen untuk terus memperbaiki kualitas pembinaan sehingga mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik," jelasnya.

Selain itu, selama masa pemusatan latihan diterapkan disiplin yang lebih ketat, mulai dari pengaturan waktu, pembatasan kunjungan, hingga penggunaan telepon seluler. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Sekda berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya sebagai ikhtiar mempersiapkan diri menghadapi MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, setiap peserta bukan hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta Al-Qur'an yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Pemerintah Provinsi bersama LPTQ akan memberikan dukungan terbaik selama proses pembinaan. Namun keberhasilan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, keikhlasan, dan doa. Semoga seluruh ikhtiar ini menjadi jalan bagi NTB untuk meraih prestasi terbaik sekaligus melahirkan generasi Qur'ani yang membanggakan daerah," tuturnya.

Melalui pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB optimistis kafilah NTB mampu tampil maksimal pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Lebih dari sekadar mengejar prestasi, pembinaan ini merupakan ikhtiar melahirkan generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, pungkasnya.(AM/Kominfotik)

]]>
Mon, 06 Jul 2026 08:48:11 +0800 amr
KONI Sumbawa Mantapkan Persiapan Jelang Porprov 2026 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-mantapkan-persiapan-jelang-porprov-2026 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-mantapkan-persiapan-jelang-porprov-2026 KONI Sumbawa Mantapkan Persiapan Jelang Porprov 2026

SUMBAWA,Amarmedia.co.id 2026 – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa semakin serius mematangkan persiapan atletnya untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula KONI Sumbawa, Minggu (5/7/2026), jajaran pengurus menegaskan komitmen untuk melampaui raihan prestasi pada gelaran sebelumnya.

Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi dalam arahannya menyampaikan optimisme tinggi. Meski mengakui adanya kendala teknis dan dinamika jadwal pertandingan yang berubah-ubah, pihaknya menargetkan kontingen Sumbawa mampu memperbaiki peringkat dari posisi keempat pada Porprov 2023 menjadi peringkat kedua di tahun ini.

“Target kita adalah 64 medali emas. Kami terus berjuang keras agar persiapan atlet, pelatih, hingga ofisial maksimal. Harapan kita, anak-anak kita ini bisa tampil prima dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Peningkatan Signifikan Kontingen

Pada Porprov 2026 ini, Kabupaten Sumbawa mengirimkan kontingen besar yang terdiri dari 625 orang (atlet, pelatih, dan ofisial) yang akan berlaga di 38 cabang olahraga (Cabor). Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan Porprov 2023 yang hanya mengikuti 29 Cabor.

Terkait teknis keberangkatan, KONI Sumbawa telah menyusun jadwal keberangkatan kontingen secara bertahap mulai tanggal 11 hingga 20 Juli 2026. Penyesuaian jadwal dilakukan mengingat penyelenggaraan Porprov tahun ini tidak terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar di beberapa kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat, dengan Kota Mataram sebagai lokasi utama.

Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa 

Kepala Dinas Pemuda Olah dan Pariwisata Tata Kostra S.Sos yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan bahwa Porprov merupakan ajang tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga daerah. Pemkab Sumbawa rencananya akan melepas secara resmi seluruh kontingen pada hari Rabu mendatang di Kantor Bupati Sumbawa. Selain melepas kontingen, Bupati dijadwalkan akan memberikan bantuan uang saku secara simbolis untuk memacu semangat para atlet.

Dalam rapat tersebut, Tim Binpres (Pembinaan Prestasi) KONI Sumbawa Syamsul Patria juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pengurus KONI, manajer, dan pelatih setiap Cabor. Hal ini krusial agar data pertandingan, termasuk jadwal dan hasil dari kabupaten/kota lain, dapat terpantau dengan baik sebagai bahan evaluasi di lapangan.

“Kami sudah menyiapkan tim medis yang siaga 24 jam dengan dua unit ambulans untuk mendukung kesehatan atlet selama bertanding. Meskipun ada kendala teknis yang dihadapi beberapa atlet, kami optimistis dengan semangat juang dan persiapan matang yang telah dilakukan,” pungkas tim Binpres.

Seluruh pihak berharap, melalui kolaborasi yang solid dan persiapan yang telah mencapai 97 persen, kontingen Sumbawa dapat meraih hasil maksimal dan membawa pulang kejayaan bagi daerah di ajang olahraga bergengsi ini. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 21:33:03 +0800 amr
GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa https://amarmedia.co.id/gelitra-ntb-diluncurkan-gubernur-miq-iqbal-ajak-bangun-budaya-literasi-dari-desa https://amarmedia.co.id/gelitra-ntb-diluncurkan-gubernur-miq-iqbal-ajak-bangun-budaya-literasi-dari-desa GELITRA NTB Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa

Mataram.Amarmedia.co.id  - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal secara resmi meluncurkan Gerakan Literasi Tradisional (GELITRA) NTB dalam rangkaian Kemah Literasi NTB Tahun 2026 yang digelar di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Mataram, Minggu (5/7/2026). Peluncuran gerakan yang digagas Bunda Literasi Provinsi NTB bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTB membangun budaya membaca, menulis, dan karakter masyarakat mulai dari desa sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kegiatan Kemah Literasi GELITRA NTB Tahun 2026 dirangkaikan dengan Deklarasi Relawan GELITRA NTB, peluncuran Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU), penyerahan simbolis donasi buku, penandatanganan nota kesepahaman dengan mitra strategis, serta gelar permainan tradisional sebagai media edukasi dan penguatan karakter. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama para pegiat literasi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat membangun kolaborasi untuk memperkuat ekosistem literasi berbasis budaya lokal.

Dalam arahannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui budaya literasi.

"Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, maka membangun budaya literasi harus dimulai dari desa. Desa adalah fondasi untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, dan membangun cara berpikir yang kritis di tengah masyarakat," ujar Miq Iqbal.

Menurut Gubernur, gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai program pemerintah, tetapi harus berkembang menjadi gerakan sosial yang tumbuh dari masyarakat. Kehadiran ratusan relawan literasi dalam Kemah Literasi menunjukkan bahwa NTB memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun budaya membaca secara berkelanjutan.

"Relawan literasi adalah lilin-lilin kecil yang terus menyala di berbagai pelosok NTB. Mereka menjadi kekuatan yang menjaga semangat literasi tetap hidup dan menginspirasi lahirnya generasi yang lebih cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman," katanya.

Miq Iqbal juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), tidak boleh menggeser budaya membaca buku.

"Teknologi dapat memberikan jawaban dengan cepat, tetapi membaca buku secara utuh akan membentuk cara berpikir yang lebih mendalam, memperluas wawasan, dan melahirkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Karena itu, budaya membaca harus terus kita hidupkan, dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat," tegasnya.

Selain penguatan literasi, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

"Kami ingin pengelolaan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB semakin modern, efisien, transparan, dan berbasis digital sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, efektif, dan akuntabel," tambah Gubernur.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengatakan bahwa GELITRA merupakan gerakan kolaboratif yang memadukan literasi, pelestarian permainan tradisional, pendidikan karakter, serta partisipasi masyarakat dalam memperluas akses bahan bacaan melalui Gerakan Hibah Sejuta Buku (HIBAH SAKU). Menurutnya, gerakan ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi pemerintah, komunitas, guru, dunia usaha, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Literasi bukan sekadar meningkatkan minat baca. Literasi adalah cara membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan karakter keluarga. Karena itu, gerakan ini harus menjadi milik bersama," ujar Sinta M. Iqbal.

Sebagai penguat program, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Ashari, menyampaikan bahwa berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi NTB telah memperkuat budaya literasi, mulai dari penguatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), pembentukan Bunda Literasi Desa, Gerakan Hibah Sejuta Buku, hingga kebijakan peningkatan budaya membaca di sekolah. Upaya tersebut turut mendorong NTB meraih peringkat kedua nasional dalam capaian literasi. Pada kesempatan yang sama juga diluncurkan inovasi Wisata Arsip sebagai media edukasi sejarah sekaligus mendukung percepatan transformasi arsip digital di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui GELITRA NTB, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus dimulai dari penguatan budaya literasi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, Bunda Literasi, komunitas, dunia usaha, satuan pendidikan, dan masyarakat hingga ke tingkat desa, GELITRA diharapkan menjadi gerakan yang terus menumbuhkan budaya membaca, memperkuat karakter generasi muda, melestarikan nilai-nilai budaya lokal, serta mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang modern menuju NTB Makmur Mendunia.(AM/EdoKominfotik)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 21:25:39 +0800 amr
DPRD Sumbawa Gelar Hearing Soal Sengkarut Pupuk Subsidi di Lape, Ridwan SP.M.Si : Ini Masalah Komunikasi, Selesaikan Baik&Baik Jangan Dipersulit https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-hearing-soal-sengkarut-pupuk-subsidi-di-lape-ridwan-spmsi-ini-masalah-komunikasi-selesaikan-baik-baik-jangan-dipersulit https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-hearing-soal-sengkarut-pupuk-subsidi-di-lape-ridwan-spmsi-ini-masalah-komunikasi-selesaikan-baik-baik-jangan-dipersulit DPRD Sumbawa Gelar Hearing Soal Sengkarut Pupuk Subsidi di Lape, Ridwan SP.M.Si : Ini Masalah Komunikasi, Selesaikan Baik-Baik Jangan Dipersulit

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id -  5 JULI 2026 – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat dengar pendapat (hearing) guna menyelesaikan polemik pendistribusian pupuk bersubsidi di Kecamatan Lape Jumat 3 Juli 2026. Rapat ini digelar sebagai tindak lanjut atas surat pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur dan BMC terkait kendala pengalihan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dihadapi oleh PT Multi Agri Nusa Tenggara selaku salah satu distributor resmi atau Pelaku Usaha Distribusi (PUD)

Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Komisi II DPRD Sumbawa, I Nyoman Wisma SIP, H Zohran SH, H Andi Mappelepui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmayati beserta jajarannya, Katimker Kabupaten Sumbawa, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lape, Syahdan serta jajaran direksi dan komisaris PT Multi Agri Nusa Tenggara.

Menanggapi ketegangan dan adu argumen yang sempat terjadi dalam rapat antara pihak distributor dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Ridwan SP, M.Si., menilai bahwa akar permasalahan ini sebenarnya tidak terlalu berat dan murni disebabkan oleh sumbatan komunikasi.

"Sebenarnya persoalan ini saya rasakan tidak terlalu berat, cukup dinamis untuk diselesaikan. Kuncinya ada pada komunikasi," ujar Ridwan mengawali pandangannya dalam rapat tersebut.

Legislator asal dapil 1 dari fraksi PKB ini menyadari adanya perbedaan dinamika penyampaian pendapat antara pelaku usaha, politisi, dan pihak birokrasi pemerintahan. Menurutnya, dalam bahasa lokal Sumbawa, ketegasan argumen dalam rapat-rapat evaluasi seperti ini merupakan bentuk gelar semangat atau pemacu untuk memulai perbaikan pelayanan.

Ridwan menyayangkan adanya laporan mengenai sulitnya koordinasi, termasuk adanya panggilan telepon dari pihak distributor atau penyalur yang kerap tidak direspons oleh petugas di lapangan. Ia menegaskan bahwa urusan pemenuhan hajat hidup petani harus menjadi prioritas utama yang dilayani tanpa batas waktu.

"Kalau ini untuk kepentingan orang banyak, kepentingan untuk petani, ibaratnya 24 jam itu hapenya harus tetap selalu 'hidup', selalu on untuk merespons," tegas Ridwan SP.

Lebih lanjut, politisi senior ini mengingatkan fungsi penting dari sinergi struktural di sektor pertanian, mulai dari dinas terkait, distributor, penyalur, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bersentuhan langsung dengan kelompok tani. Ridwan meminta agar penyusunan data kebutuhan kelompok tani benar-benar dilakukan secara faktual berdasarkan luas lahan di lapangan, bukan sekadar kalkulasi di atas meja kerja.

Ia juga berharap jajaran BPP dan ASN di tingkat bawah dapat menjalankan peran regulasinya secara bijak dan solutif. Ridwan mendorong agar seluruh aparatur pemerintah memegang teguh komitmen untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha demi kelancaran program ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah kita ini dilantik sebagai pejabat untuk memberikan kemudahan, jadi yang mudah itu jangan dipersulit. Segera selesaikan persoalan-persoalan kecil ini dengan baik di tingkat bawah bersama dinas terkait agar hak-hak petani kita tidak dikorbankan," pungkas Ridwan SP.

Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan draf rekomendasi resmi dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa yang menekankan pentingnya pembenahan administrasi, sinkronisasi data RDKK, serta peningkatan koordinasi intensif antara pihak distributor (PUD) BPP Lape, dan Dinas Pertanian Sumbawa guna menjamin asas 7 Tepat (Tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan sasaran) dalam penyaluran pupuk subsidi. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:38:23 +0800 amr
Bahu&Membahu, Petugas Damkartan dan Warga Tarano Jinakkan Kebakaran Dua Rumah di Labuhan Bontong https://amarmedia.co.id/bahu-membahu-petugas-damkartan-dan-warga-tarano-jinakkan-kebakaran-dua-rumah-di-labuhan-bontong https://amarmedia.co.id/bahu-membahu-petugas-damkartan-dan-warga-tarano-jinakkan-kebakaran-dua-rumah-di-labuhan-bontong Bahu-Membahu, Petugas Damkartan dan Warga Tarano Jinakkan Kebakaran Dua Rumah di Labuhan Bontong

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id - 4 JULI 2026 — Semangat gotong royong dan kesigapan petugas kembali menjadi kunci utama dalam mengatasi musibah kebakaran di Kabupaten Sumbawa. Kerja keras kolaboratif antara petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan), aparat TNI/Polri, serta ratusan warga setempat berhasil melokalisir amukan si jago merah yang menghanguskan dua unit rumah (satu rumah permanen dan satu rumah panggung) milik Abu Bakar di Dusun Bonto, RT 014 RW 07, Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, pada Sabtu (4/7/2026) sore.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Sahabuddin, M.Si kepada awak media sinergi tanggap darurat ini dimulai sejak diterimanya laporan telepon dari masyarakat pada pukul 17.02 WITA.

Menanggapi laporan darurat tersebut, pasukan Disdamkartan Kab. Sumbawa Regu 1 Zona Empang langsung memacu armada fire truck mereka menuju lokasi. Hanya dalam waktu enam menit, tepat pukul 17.08 WITA, petugas telah tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dan langsung mengambil tindakan pemadaman yang agresif.

Api diketahui bermula dari area dapur rumah panggung saat ada aktivitas memasak menggunakan kompor tabung gas 3 kg. Akibat material rumah panggung yang mudah terbakar, api sempat membesar dengan sangat cepat dan merembet ke satu unit rumah permanen di dekatnya.

Di tengah situasi genting tersebut, aksi heroik ditunjukkan oleh elemen masyarakat yang terlibat aktif di lapangan

 Sinergi Lintas Sektor, dipimpin oleh Danru Satgas 1 Pos Empang, seluruh Anggota Regu 1 bahu-membahu bersama personel Polsek Empang dan Babinsa Kecamatan Empang.

Solidaritas Warga Sekitar sangat nampak. Tanpa rasa takut, warga Dusun Bonto langsung berhamburan keluar membawa peralatan seadanya untuk membantu petugas menarik selang air dan mengisolasi titik api agar tidak terus menjalar ke pemukiman padat lainnya.

"Berkat kesigapan anggota Damkar Pos Empang dan tingginya partisipasi aktif serta kepedulian masyarakat setempat, pergerakan api berhasil dipotong sehingga tidak menyebar lebih luas ke rumah warga yang lain," tegas H. Sahabuddin dalam keterangannya.

 

Setelah melalui perjuangan keras melawan kobaran api selama kurang lebih 42 menit, tepat pada pukul 17.50 WITA, api dipastikan berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kondisi yang aman, lancar, dan terkendali. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan sebelum akhirnya bertolak kembali ke Pos Zona Empang pada pukul 18.05 WITA.

Meskipun dua unit bangunan terdampak cukup parah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah ini. Sementara itu, total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Mengenai kepastian penyebab awal ledakan atau kegagalan teknis pada kompor gas, saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:21:19 +0800 amr
Rumah Semi Permanen di Plampang Sumbawa Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta https://amarmedia.co.id/rumah-semi-permanen-di-plampang-sumbawa-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-capai-rp150-juta https://amarmedia.co.id/rumah-semi-permanen-di-plampang-sumbawa-ludes-terbakar-kerugian-ditaksir-capai-rp150-juta Rumah Semi Permanen di Plampang Sumbawa Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id - 5 JULI 2026 – Sebuah musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen milik warga bernama Rahma Yuli di RT 02 RW 06, Dusun Kalepe (Jompong Ode), Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar, pada Minggu (5/7/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Sahabuddin, M.Si peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 00.31 WITA.

Mendapat laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran Regu 1 Zona Plampang langsung bergerak cepat dan tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) pada pukul 00.36 WITA dengan mengerahkan satu unit armada fire truck.

"Api dengan cepat membakar habis bangunan rumah yang bermaterial semi permanen tersebut. Kebakaran ini diduga sempat lumayan lama tidak diketahui oleh warga sekitar karena pemilik rumah sedang tidak berada di tempat, melainkan sedang pergi ke Mataram," ujar H. Sahabuddin dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Meskipun api sempat berkobar hebat, berkat kesigapan personil Damkar Pos Plampang, anggota Polsek Plampang, Babinsa Kecamatan Plampang, serta dibantu gotong royong masyarakat sekitarnya, kobaran api berhasil dilokalisir sehingga tidak meluas ke perumahan warga lainnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama hampir dua jam. Pada pukul 02.30 WITA, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam situasi yang aman, lancar, dan terkendali. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa, personel Disdamkartan Regu 1 Pos Plampang kembali ke posko mereka pada pukul 02.45 WITA.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil yang dialami korban akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah). (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 15:01:31 +0800 amr
Prestasi Internasional Kembali Diraih, Tiga Santri PMI Dea Malela Jadi Delegasi di Rusia https://amarmedia.co.id/prestasi-internasional-kembali-diraih-tiga-santri-pmi-dea-malela-jadi-delegasi-di-rusia https://amarmedia.co.id/prestasi-internasional-kembali-diraih-tiga-santri-pmi-dea-malela-jadi-delegasi-di-rusia Prestasi Internasional Kembali Diraih, Tiga Santri PMI Dea Malela Jadi Delegasi di Rusia

Sumbawa.Amarmedia.co.id  – Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela kembali menorehkan tinta emas di kancah global. Untuk kesekian kalinya, santri dari lembaga pendidikan yang berbasis di Sumbawa ini berhasil meraih prestasi internasional yang membanggakan.

Tiga orang santri berbakat, yakni Muhammad Habibie Firdaus, Rhadea Gao Palimbang, dan Aisyah Dhiyaul Birra, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi School Diplomacy Clubs International Youth Camp 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, pada 17 hingga 24 Juni 2026.

Membangun Kepemimpinan Global

Program International Youth Camp ini merupakan wadah berkumpulnya sekitar 200 peserta dari 20 negara. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan diplomasi, kepemimpinan, serta penguatan pemahaman mengenai kerja sama lintas budaya di kalangan generasi muda.

Selama satu pekan, para delegasi terlibat dalam rangkaian acara intensif, di antaranya Sesi Akademik, mengikuti kuliah dan diskusi bersama para pakar, akademisi, serta praktisi diplomasi.

Pada Proyek Kolaboratif, menyelesaikan tantangan proyek internasional yang menuntut kerja sama tim lintas negara.

Dan pada Diskusi Kontemporer, membedah isu-isu diplomasi dunia saat ini melalui forum diskusi interaktif.

Memperkenalkan Budaya Sumbawa di Panggung Dunia

Salah satu puncak acara adalah Global Village, ajang pertukaran budaya di mana setiap delegasi memperkenalkan identitas negaranya. Dalam sesi ini, ketiga santri PMI Dea Malela tampil memukau dengan membawa kekayaan tradisi Nusantara ke panggung dunia.

Mereka sukses membawakan lagu tradisional Sumbawa yang berjudul "Mata Balong". Selain itu, keindahan seni bela diri Silat Indonesia pun ditampilkan, yang mendapatkan apresiasi hangat dari peserta mancanegara.

Selain agenda formal, para santri juga berkesempatan menjelajahi keindahan Kota Kazan yang dikenal sebagai pusat peradaban dan pendidikan di Rusia. Mereka bahkan turut larut dalam kemeriahan Sabantuy, festival budaya khas masyarakat Tatar yang merayakan seni dan hasil panen.

 Apresiasi Pengasuh PMI Dea Malela

Keberhasilan Muhammad Habibie, Rhadea Gao, dan Aisyah Dhiyaul menjadi bukti nyata bahwa santri Indonesia memiliki daya saing tinggi dan mampu berkontribusi aktif di tingkat internasional.

Pengasuh PMI Dea Malela, Prof.KH.Din Syamsuddin, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini. Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk terus memperluas wawasan global tanpa meninggalkan jati diri bangsa.

"Dengan semangat diplomasi dan persahabatan antarbangsa, ketiga santri PMI Dea Malela telah menunjukkan bahwa pendidikan pesantren juga mampu melahirkan duta-duta muda yang siap membangun jembatan dialog dan kerja sama bagi masa depan dunia yang lebih harmonis," ujar Din Syamsuddin dengan bangga.

Prestasi ini sekali lagi menegaskan posisi PMI Dea Malela sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompetitif dalam percaturan diplomasi global. (AM/Didin)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:49:35 +0800 amr
Jurnalisme, Prasangka, dan Keberimbangan sebagai Etika Informasi https://amarmedia.co.id/jurnalisme-prasangka-dan-keberimbangan-sebagai-etika-informasi https://amarmedia.co.id/jurnalisme-prasangka-dan-keberimbangan-sebagai-etika-informasi Jurnalisme, Prasangka, dan Keberimbangan sebagai Etika Informasi

Oleh Asmediati 

CURIGA adalah naluri yang sehat. Ia menyalakan pertanyaan, mendorong seorang wartawan tidak lekas percaya, dan membuat sebuah peristiwa tidak diterima begitu saja sebagai kenyataan final.

Akan tetapi, dalam kerja jurnalistik, curiga tidak pernah cukup berdiri sendiri.

Curiga harus dibawa ke ruang verifikasi, dipertemukan dengan data, diuji oleh fakta, lalu ditimbang dengan akal sehat dan etika. Tanpa itu, curiga hanya akan menjelma prasangka. Dan, prasangka, ketika masuk ke ruang pemberitaan, dapat berubah menjadi kekerasan terhadap kebenaran.

Itulah sebabnya kerja wartawan pada dasarnya bukan kerja menuduh, sebaliknya kerja memeriksa. Seorang wartawan boleh menduga ada kejanggalan di balik sebuah kebijakan, mencium aroma ketidakberesan dalam sebuah pernyataan, atau merasa ada bagian cerita yang sengaja disembunyikan.

Namun, kecurigaan itu tidak boleh berhenti sebagai dugaan.

Curiga harus ditempuh melalui proses yang panjang dan melelahkan: mencari dokumen, mengonfirmasi data, menelusuri jejak peristiwa, mempertemukan keterangan satu sumber dengan sumber lain, lalu menuliskannya secara jernih agar publik memperoleh gambaran yang utuh.

Jurnalisme yang sehat tidak hidup dari tuduhan, tapi dari ketekunan membuktikan.

Dalam tradisi jurnalistik, ada satu prinsip yang kerap terdengar klasik, tapi justru paling relevan di tengah zaman yang gaduh ini: “cover both sides”. Keberimbangan berita bukan sekadar tata cara teknis agar sebuah berita tampak rapi. Keberimbangan adalah pagar etik agar informasi tidak berubah menjadi alat satu pihak untuk menekan pihak lain. Ketika ada tuduhan, pihak yang dituduh harus diberi ruang menjawab secara proporsional. Ketika ada klaim keberhasilan, harus ada upaya memeriksa siapa yang belum menikmati keberhasilan itu, atau siapa yang justru menanggung dampaknya.

Ketika ada narasi yang tampak mulia, wartawan perlu menelusuri apakah di belakangnya tersembunyi kepentingan yang tak diucapkan.

Keberimbangan tentu tidak berarti semua pihak pasti sama benarnya, juga bukan berarti jurnalisme harus memberi panggung yang setara bagi kebohongan yang nyata. Keberimbangan berarti semua pihak yang relevan diberi tempat untuk menjelaskan posisinya secara adil, sebelum wartawan dan publik menyusun kesimpulan berdasarkan bobot kebenaran faktual.

Di sinilah jurnalisme berbeda dari propaganda. Propaganda sudah memilih siapa yang hendak dibela sejak awal, lalu mencari bahan untuk menguatkannya.

Jurnalisme, sebaliknya, harus memulai dengan pertanyaan, bukan kesimpulan; dengan pemeriksaan, bukan pembelaan. Yang dicari wartawan adalah kebenaran, bukan pembenaran.

Masalahnya, di era media sosial, prinsip yang sederhana ini justru sering terdesak oleh logika kecepatan. Berita berlomba-lomba hadir paling awal, bukan paling akurat. Potongan video beredar sebelum konteksnya dipahami. Pernyataan sepenggal dijadikan judul, lalu menyebar lebih cepat daripada kemampuan orang untuk memeriksa.

Akibatnya, ruang publik kita dipenuhi kesimpulan instan. Orang merasa cukup tahu hanya karena telah melihat satu unggahan, membaca satu potong kutipan, atau mendengar satu versi cerita.

Padahal, fakta hampir selalu lebih rumit daripada yang tampak di layar ponsel.

Di tengah tekanan semacam itu, wartawan justru perlu kembali ke fondasi paling dasar: 5W + 1H. Apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan berlangsung, di mana lokasinya, mengapa peristiwa itu muncul, dan bagaimana prosesnya?

Rumus ini tampak sederhana, tapi sesungguhnya ia adalah pagar pertama bagi disiplin berpikir.

Berita yang hanya berhenti pada “apa” dan “siapa” sangat mudah terperangkap dalam sensasi. Sementara “mengapa” dan “bagaimana” justru kerap membuka lapisan yang lebih dalam: motif, konteks, relasi kuasa, dan sebab-akibat yang membuat sebuah peristiwa layak dipahami secara utuh.

Tanpa dua pertanyaan terakhir itu, berita sering kali hanya menyajikan permukaan.

Oleh sebab itu, wartawan yang baik sesungguhnya datang kepada narasumber bukan sebagai orang yang kosong pengetahuan. Ia bertanya karena telah membaca lebih dulu, telah menelusuri jejak persoalan, bahkan kerap telah mengetahui sebagian jawabannya. Dalam praktik jurnalistik, bertanya bukan semata-mata untuk mencari tahu, sebaliknya untuk mengonfirmasi, menguji konsistensi, dan meminta pertanggungjawaban atas informasi yang sudah dihimpun sebelumnya.

Jawaban yang telah diketahui wartawan tetap penting dicatat dan ditulis, sebab di sanalah letak pernyataan resmi, sikap terbuka, dan tanggung jawab publik dari narasumber.

Wartawan bukan cenayang yang boleh menulis berdasarkan dugaan semata. Wartawan adalah pekerja kata yang wajib menautkan pengetahuan awal dengan pengakuan, penjelasan, dan bukti.

Tugas wartawan juga tidak selesai ketika berita tayang. Justru pada titik itulah satu kewajiban lain dimulai: mendalami kembali beritanya sendiri. Adakah celah yang terlewat? Adakah data yang belum cukup kokoh? Adakah istilah yang terlalu menyederhanakan perkara? Adakah sudut pandang yang luput dihadirkan?

Kemampuan untuk curiga terhadap tulisan sendiri merupakan bentuk kedewasaan jurnalistik yang sering terlupakan.

Banyak kesalahan bukan lahir dari niat buruk, tapi tak jarang dari rasa terlalu cepat puas pada naskah pertama. Padahal, dalam kerja jurnalistik, naskah pertama sering hanya permukaan dari pekerjaan yang lebih dalam.

Objektivitas juga perlu ditempatkan secara jernih. Kita kerap membayangkan objektivitas sebagai keadaan steril, seolah wartawan dapat sepenuhnya bebas dari pengalaman hidup, pilihan politik, selera bahasa, atau simpati pribadi.

Dalam kenyataan, wartawan tetap manusia biasa yang membawa latar belakangnya masing-masing. Karena itulah objektivitas dalam jurnalistik tidak bertumpu pada kemurnian batin sang jurnalis, melainkan pada ketatnya metode. Ia dijaga melalui verifikasi yang berlapis, konfirmasi yang jujur, pemisahan fakta dari opini, disiplin menyebut sumber, serta keteguhan ruang redaksi untuk merawat independensi di tengah pusaran kepentingan modal maupun politik. 

Dengan kata lain, objektivitas bukan karena tidak punya pandangan, melainkan bagaimana pandangan pribadi dan tekanan luar itu tidak dibiarkan mengotori berita.

Di titik ini, pelajaran jurnalistik sesungguhnya penting juga bagi dunia kepenulisan yang lebih luas. Penulis esai, kolumnis, penulis biografi, bahkan penulis buku nonfiksi sekalipun berhadapan dengan godaan yang sama: memakai fakta untuk membenarkan kesimpulan yang sudah disukai sejak awal. Ketika seseorang sudah jatuh cinta pada satu pendapat, ia cenderung hanya memungut data yang menguatkan pendapat itu, sambil menyingkirkan fakta yang mengganggu. Di sinilah pembenaran bekerja. Ia tidak mencari terang, sebaliknya mencari pelindung bagi keyakinan sendiri. Akibatnya, tulisan berubah menjadi ruang gema yang memantulkan suara penulis sendiri, bukan ruang dialog dengan kenyataan.

Kerja kepenulisan yang bertanggung jawab menuntut hal sebaliknya. Ia meminta penulis bersedia dikoreksi oleh fakta. Bila data mengarah ke kesimpulan yang tidak kita sukai, justru data itulah yang harus dimenangkan. Bila keterangan narasumber menyanggah prasangka awal kita, prasangka itulah yang semestinya dibuang.

Menulis, dengan demikian, bukan sekadar merangkai kalimat yang indah, namun juga melatih kerendahan hati intelektual: kesediaan menerima bahwa kenyataan tidak selalu patuh pada keinginan kita.

Lalu, bagaimana menempatkan curiga dan prasangka dalam kehidupan sehari-hari?

Di sini perlu dibedakan secara tegas antara curiga sebagai instrumen kerja untuk menguji informasi, dan prasangka sebagai sikap batin terhadap sesama manusia. Kita tetap membutuhkan kewaspadaan yang kritis agar tidak menjadi konsumen hoaks yang naif di linimasa. Namun, sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan prasangka baik kepada subjek atau manusia di sekitar kita agar tidak lekas menghakimi pribadi orang lain sebelum duduk perkaranya jelas. Tidak semua yang tampak janggal pasti buruk. Tidak semua yang terselubung pasti busuk. Sering kali yang kita lihat baru serpihan kecil dari kenyataan yang lebih besar. Menilai terlalu cepat sama bahayanya dengan percaya terlalu cepat.

Kebijaksanaan dalam menghadapi informasi terletak pada kemampuan menyeimbangkan dua sikap sekaligus: curiga sebagai instrumen pemeriksaan teks dan narasi, serta prasangka baik sebagai etika pergaulan antarmanusia. Curiga membuat seseorang waspada terhadap manipulasi. Prasangka baik membuat kita tidak mudah menjatuhkan vonis. Curiga menuntun kita bertanya. Prasangka baik menahan kita dari penghakiman yang terburu-buru. Bila keduanya berjalan seimbang, kita tidak akan menjadi orang yang mudah dikelabui, tapi juga tidak berubah menjadi manusia yang gemar mencurigai segala hal dengan mata gelap.

Kerja jurnalistik, dan juga kerja kepenulisan pada umumnya, adalah upaya menjaga martabat informasi. Kerja-kerja kreatif ini menuntut ketelitian dalam memeriksa, kejernihan dalam menimbang, dan keberanian untuk mengoreksi diri sendiri. Yang dicari bukan pembenaran bagi prasangka, bukan kemenangan bagi ego, dan bukan tepuk tangan bagi sensasi. Yang dicari adalah kebenaran: kebenaran yang mungkin tak selalu nyaman, tapi harus tetap diupayakan; kebenaran yang lahir dari keberimbangan, verifikasi, dan tanggung jawab; kebenaran yang membuat kata-kata tidak menjadi alat menghakimi, sebaliknya jalan untuk memahami kenyataan dengan lebih adil. (AM)

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:22:53 +0800 amr
Mi6 Usul Olahraga Tradisional Rakyat Masuk PON 2028, Didu: Jangan Biarkan Warisan Nusantara Punah https://amarmedia.co.id/mi6-usul-olahraga-tradisional-rakyat-masuk-pon-2028-didu-jangan-biarkan-warisan-nusantara-punah https://amarmedia.co.id/mi6-usul-olahraga-tradisional-rakyat-masuk-pon-2028-didu-jangan-biarkan-warisan-nusantara-punah Mi6 Usul Olahraga Tradisional Rakyat Masuk PON 2028, Didu: Jangan Biarkan Warisan Nusantara Punah

MATARAM.Amarmedia.co.id – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 memberikan ruang yang lebih luas bagi berbagai cabang olahraga Tradisional Rakyat dari seluruh daerah di Indonesia. Kehadiran olahraga tradisional dalam agenda olahraga terbesar nasional tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus modernisasi.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan olahraga tradisional rakyat yang sangat beragam, tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun, sebagian besar olahraga tradisi tersebut kini menghadapi tantangan serius karena semakin jarang dimainkan dan kurang mendapatkan ruang dalam berbagai ajang olahraga nasional.

"Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Di dalamnya terdapat ratusan jenis permainan dan olahraga tradisional yang lahir dari kearifan lokal masyarakat. Sayangnya, banyak di antaranya mulai ditinggalkan oleh generasi muda karena minimnya ruang aktualisasi dan promosi. Karena itu, kami mengusulkan agar PON 2028 memberi tempat bagi olahraga tradisional, minimal sebagai cabang eksebisi," ujar Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa Didu, Minggu 5 Juli 2026

Menurut Didu, selama ini PON telah berhasil menjadi panggung kompetisi bagi cabang olahraga modern dan olahraga prestasi. Namun, sebagai ajang olahraga terbesar nasional yang membawa nama seluruh provinsi di Indonesia, PON juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pelestarian budaya bangsa.

Mantan ED WALHI NTB tersebut menilai olahraga tradisional tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi dan kemenangan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial, pendidikan karakter, gotong royong, sportivitas, hingga hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan dan tradisi masyarakat setempat.

"Olahraga tradisional adalah bagian dari memori kolektif bangsa. Di dalamnya ada sejarah, filosofi hidup, semangat kebersamaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Jika tidak ada upaya serius untuk merawatnya, maka kita berisiko kehilangan sebagian dari jati diri bangsa," katanya.

Didu menegaskan bahwa memasukkan olahraga tradisional ke dalam PON tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah awal yang realistis dapat dimulai melalui kategori eksebisi yang melibatkan perwakilan daerah-daerah yang memiliki olahraga tradisional khas dan telah berkembang di masyarakat.

Menurutnya, format tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengenal kembali kekayaan olahraga tradisional Indonesia tanpa mengganggu struktur utama penyelenggaraan PON sebagai ajang olahraga prestasi.

"Cabang eksebisi bisa menjadi titik awal yang sangat baik. Dari sana dapat dilakukan evaluasi, pengembangan regulasi, standarisasi pertandingan, hingga pembinaan atlet secara lebih sistematis. Jika perkembangannya baik, bukan tidak mungkin ke depan sebagian olahraga tradisional dapat menjadi cabang yang dipertandingkan secara resmi," jelasnya sembari menekankan agar *Ketua Koni NTB, Mori Hanafi* bisa memperjuangkan agar cabang olah raga tradisional rakyat bisa masuk eksebisi dan diberikan venue khusus. 

Mi6 juga memandang bahwa keberadaan olahraga tradisional dalam PON akan memberikan dampak positif bagi sektor lain, khususnya kebudayaan dan pariwisata daerah. Setiap provinsi memiliki kekhasan permainan rakyat dan olahraga tradisional yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun penonton.

Menurut Didu, PON masa depan tidak cukup hanya dipandang sebagai perhelatan olahraga semata. PON harus berkembang menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan kekayaan Indonesia secara utuh, baik dari sisi prestasi olahraga maupun keragaman budaya.

"Kita ingin PON menjadi etalase kebudayaan Indonesia. Ketika masyarakat dari berbagai provinsi berkumpul, mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan olahraga modern, tetapi juga dapat mengenal tradisi, permainan rakyat, dan nilai-nilai lokal yang hidup di berbagai daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, Mi6 mengusulkan agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kebudayaan, serta pemerintah daerah mulai melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap olahraga tradisional yang memiliki potensi untuk ditampilkan dalam PON 2028.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap olahraga tradisional memiliki dokumentasi yang baik, aturan permainan yang jelas, sistem penilaian yang terukur, serta mekanisme pembinaan yang berkelanjutan.

Selain itu, Mi6 juga mendorong agar olahraga Tradisional Rakyat masuk ke dalam berbagai agenda pembinaan olahraga di sekolah-sekolah dan komunitas masyarakat. Menurut Didu, pelestarian olahraga tradisi tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan event-event besar tanpa dukungan regenerasi di tingkat akar rumput.

"Anak-anak muda harus diberi kesempatan mengenal permainan dan olahraga tradisional sejak dini. Dengan begitu, olahraga tradisi tidak hanya hidup saat festival atau seremoni tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," katanya.

Didu menambahkan bahwa pelestarian olahraga tradisional sejatinya merupakan investasi kebudayaan jangka panjang. Di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin cepat, bangsa Indonesia membutuhkan ruang-ruang yang mampu memperkuat karakter, identitas, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Karena itu, Mi6 berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian para pemangku kepentingan dalam menyiapkan PON XXII Tahun 2028. Menurutnya, menjaga keberlangsungan olahraga tradisional bukan sekadar menjaga sebuah permainan, melainkan menjaga jejak peradaban bangsa yang telah tumbuh dan berkembang selama berabad-abad.

"Prestasi olahraga memang penting. Tetapi bangsa yang besar juga adalah bangsa yang mampu menjaga akar budayanya. PON 2028 dapat menjadi momentum yang tepat untuk mempertemukan semangat prestasi dengan semangat pelestarian budaya. Dengan begitu, kita tidak hanya melahirkan atlet-atlet hebat, tetapi juga menjaga warisan Nusantara agar tetap hidup di tengah generasi masa depan," pungkas Didu.

]]>
Sun, 05 Jul 2026 14:19:08 +0800 amr
Perkuat Sinergi, Pemprov NTB Ajak NGO Spanyol Kolaborasi dalam Program Desa Berdaya https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-pemprov-ntb-ajak-ngo-spanyol-kolaborasi-dalam-program-desa-berdaya https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-pemprov-ntb-ajak-ngo-spanyol-kolaborasi-dalam-program-desa-berdaya

Mataram.Amarmedia.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menerima audiensi dari yayasan kemanusiaan lokal Lombok Forgotten Children (Yayasan Andres) bersama perwakilan lembaga swadaya masyarakat (NGO) asal Spanyol, ONG Balanced World. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut digelar di ruang kerja Gubernur, Mataram, pada Jum'at (3/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak Lombok Forgotten Children dan ONG Balanced World memaparkan laporan mengenai program-program kemanusiaan yang telah mereka jalankan bersama di NTB selama delapan tahun terakhir, tepatnya sejak pascabencana gempa bumi Lombok tahun 2018.

Perwakilan ONG Balanced World, Rosa, didampingi penerjemah menjelaskan bahwa fokus utama pergerakan mereka adalah penyediaan akses air minum aman melalui pembagian filter air tanpa listrik ke sekolah-sekolah, panti asuhan, dan komunitas rentan. Selain itu, mereka juga aktif memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pengelolaan sampah plastik yang dikonversi menjadi fasilitas sekolah. Selama ini, program tersebut didanai oleh dana publik dari Pemerintah Kepulauan Kenari (Canary Islands), Spanyol.

"Tiap tahun kami menjangkau sekitar 1.200 keluarga dan puluhan sekolah. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan keterbukaan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini," ujar Rosa.

Merespons hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas konsistensi bantuan yang diberikan oleh NGO asal Negeri Matador tersebut kepada masyarakat NTB, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkaitan langsung dengan penanggulangan kemiskinan.

Namun, berkaca dari pengalamannya di dunia diplomasi internasional, Lalu Iqbal memberikan evaluasi mendasar. Ia menyoroti banyaknya organisasi internasional yang masuk ke NTB sejak puluhan tahun lalu, tetapi angka kemiskinan daerah belum turun secara signifikan. Menurutnya, kendala utama selama ini adalah masalah 'orkestrasi' atau koordinasi program yang berjalan sendiri-sendiri.

"Masalahnya adalah sinkronisasi. Program dan proyek yang ada sering kali tidak terorkestrasi dengan baik. Oleh karena itu, Pemprov NTB kini mengambil peran sebagai dirigen atau penata kelembagaan agar semua bantuan tepat sasaran," tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Lalu Iqbal langsung memperkenalkan program unggulan Pemprov NTB bernama "Desa Berdaya". Program ini memfokuskan alokasi anggaran daerah untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di 106 desa, yang mencakup sekitar 114.000 jiwa atau 2% dari total populasi NTB.

Guna memperkuat dampak program kemanusiaan ini ke depan, Lalu Iqbal mengusulkan pembentukan kerja sama formal yang lebih kuat melalui skema Sister Province (Provinsi Kembar) antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kepulauan Kenari, Spanyol. Hubungan G-to-G (Pemerintah ke Pemerintah) ini dinilai akan mempermudah Balanced World dalam mempertanggungjawabkan program mereka di parlemen lokal mereka.

"Jika kita memiliki payung hukum kerja sama (umbrella cooperation) yang kuat, segalanya akan lebih mudah. Melalui kesempatan ini, saya juga mengirimkan undangan resmi kepada Gubernur Kepulauan Kenari untuk berkunjung ke NTB guna meninjau langsung proyek lapangan sekaligus menandatangani kerja sama ini," pungkasnya.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB untuk langsung memetakan kolaborasi program ke wilayah Lombok Barat, seperti Lembar dan Sekotong, yang menjadi target program berikutnya.(AM/san)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 21:40:13 +0800 amr
PWI Pusat Berduka: Wartawan Senior H. Diapari Sibatangkayu Wafat https://amarmedia.co.id/pwi-pusat-berduka-wartawan-senior-h-diapari-sibatangkayu-wafat https://amarmedia.co.id/pwi-pusat-berduka-wartawan-senior-h-diapari-sibatangkayu-wafat

JAKARTA.Amarmedia.co.id – Dunia pers nasional berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Diapari Sibatangkayu, meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 10.40 WIB di RS Polri, Jakarta.

Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 63 tahun. Ia lahir di Padang Sidempuan, 8 Mei 1963. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Raya Condet 66 Awi No. 28, RT 015/RW 003, Jakarta Timur.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. “Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. PWI sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok wartawan senior yang dedikasi, loyalitas, dan integritasnya tinggi. Kontribusinya di Dewan Kehormatan Pusat menjadi pilar penting organisasi,” ujar Munir, Sabtu 4/7/2026.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, M. Selamet Susanto, mengenang almarhum sebagai figur hangat dan aktif mengawal roda organisasi. “Beliau bukan hanya jurnalis senior, tapi organisatoris ulung. Beliau kerap terlibat aktif dalam tim verifikasi dan penjaringan internal, termasuk saat Kongres PWI. Sejak pagi, grup WA PWI Pusat dibanjiri ratusan ucapan duka dari pengurus dan wartawan se-Indonesia,” kata Selamet.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Atal S. Depari, menegaskan rekam jejak panjang almarhum dalam menjaga marwah profesi. “Kami sangat kehilangan rekan kerja yang kritis dan berintegritas. Sebelum di DK Pusat, beliau meletakkan fondasi kuat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Jaya periode 2019–2024. Perjalanan karier dan kepemimpinannya jadi teladan bagi generasi penerus,” ungkap Atal.

Semasa hidup, almarhum dikenal aktif menegakkan kode etik jurnalistik baik di tingkat daerah maupun nasional. PWI Pusat mengajak seluruh anggota dan komunitas pers Indonesia untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum.(AM).

]]>
Sat, 04 Jul 2026 20:56:10 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Tekankan Sinergi dalam Distribusi Pupuk, H. Zohran: Jangan Ada Ego Sektoral yang Hambat Petani https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekankan-sinergi-dalam-distribusi-pupuk-h-zohran-jangan-ada-ego-sektoral-yang-hambat-petani https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-tekankan-sinergi-dalam-distribusi-pupuk-h-zohran-jangan-ada-ego-sektoral-yang-hambat-petani Komisi II DPRD Sumbawa Tekankan Sinergi dalam Distribusi Pupuk, H. Zohran: Jangan Ada Ego Sektoral yang Hambat Petani

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id -  3 Juli 2026 – Polemik distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Lape yang sempat mengalami kendala komunikasi antara pihak distributor atau Pelaku usaha Distribusi (PUD) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) mendapatkan sorotan tajam dari Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Jumat 3 Juli 2026, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, SH, menegaskan pentingnya membangun sinergi demi kelancaran program strategis nasional di tingkat petani.

H. Zohran menyoroti bahwa di lapangan, seringkali terjadi selisih paham yang sebenarnya dapat dihindari melalui komunikasi yang lebih intensif. Ia mengingatkan semua pihak, baik distributor maupun instansi terkait, untuk mengedepankan pelayanan publik dan tidak terjebak pada ego sektoral.

"Harapan kami selaku penyelenggara pemerintah agar BPP dan pihak terkait di sektor pertanian bersinergi, jangan ada lagi selisih paham. Kita semua memiliki tujuan yang sama untuk mensukseskan program pemerintah, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan," ujar H. Zohran orek dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, H. Zohran mengingatkan bahwa pengelolaan pupuk bersubsidi harus dijalankan dengan prinsip 6 Tepat (Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Harga, Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Penerima) sesuai dengan ketentuan dalam Permentan Nomor 3 Tahun 2026. Ia secara tegas memperingatkan agar tidak ada praktik niaga pupuk bersubsidi yang menyimpang dari aturan.

"Saya tegaskan, jangan lakukan praktik niaga yang menyimpang pada barang bersubsidi. Itu adalah hak petani. Persoalan seperti kasus LPG 3 kg yang lalu tidak boleh terjadi lagi di sektor pupuk. Harapan kami, pihak distributor sebagai pelaksana, harus bisa membina pengecer dengan baik dan menjalin komunikasi yang intens dengan BPP serta Dinas Pertanian," tegasnya.

Politisi NasDem ini juga memberikan apresiasi atas kebijakan penambahan kuota pupuk bersubsidi sebesar 20 persen yang diharapkan mampu mendongkrak produktivitas petani. Namun, ia menekankan agar penambahan kuota ini dibarengi dengan administrasi yang tertib dan pelaporan yang transparan kepada pihak Pupuk Indonesia serta pemerintah.

Terkait dengan sengketa realokasi yang terjadi di Kecamatan Lape, H. Zohran meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan profesional di tingkat kecamatan dan desa. Ia tidak ingin persoalan-persoalan teknis di tingkat kecamatan yang bisa diselesaikan dengan musyawarah justru berlarut-larut hingga ke tingkat kementerian.

"Jika bisnisnya lancar, lakukan koordinasi dengan baik. Saya minta rekomendasi ini dijalankan: setiap ada langkah realokasi, duduk bersama antara PUD atau distributor, Ketimker, BPP, dan kelompok tani. Jangan ada yang mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi, karena yang dirugikan adalah masyarakat petani kita," tutup H. Zohran.

Rapat tersebut akhirnya menyepakati beberapa poin penting, termasuk kewajiban musyawarah dalam setiap proses realokasi dan fasilitasi lanjutan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa untuk memastikan distribusi pupuk di Kecamatan Lape kembali berjalan normal dan tepat sasaran. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 19:58:23 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Hearing, Tuntaskan Polemik Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Lape https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-hearing-tuntaskan-polemik-penyaluran-pupuk-bersubsidi-di-kecamatan-lape https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-hearing-tuntaskan-polemik-penyaluran-pupuk-bersubsidi-di-kecamatan-lape Komisi II DPRD Sumbawa Gelar Hearing, Tuntaskan Polemik Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Lape

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id, 3 Juli 2026 – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mencari solusi atas kendala penyaluran pupuk bersubsidi yang dialami oleh PT Multi Agri Nusa Tenggara di Kecamatan Lape. Pertemuan ini diinisiasi menyusul adanya aduan terkait hambatan dalam proses realokasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diduga dipersulit oleh petugas lapangan.

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, didampingi Sekretaris Komisi II H. Zohran, SH., dan anggota Komisi II Ridwan, SP., M.Si., dan H Andi Mappelepui ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ketua Tim Kerja Kementerian Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Manajemen Pupuk Indonesia, Kepala BPP Kecamatan Lape dan penyuluh, Perwakilan Bagian Hukum, Camat Lape, serta Direksi PT Multi Agri Nusa Tenggara bersama LSM Gempur dan BMC.

Dalam paparannya, pihak PT Multi Agri Nusa Tenggara menyampaikan keluhan mengenai sulitnya berkoordinasi dengan BPP Kecamatan Lape terkait pemindahan alokasi RDKK. Pihak perusahaan menyatakan telah memiliki wewenang penuh sesuai dengan Permentan untuk melakukan penyesuaian alokasi guna memastikan pupuk tepat sasaran ke petani. Namun, mereka merasa dihalangi dan menilai petugas BPP kurang memahami regulasi yang berlaku.

"Kami hanya ingin distribusi lancar agar petani tidak dirugikan. Namun, di lapangan kami sering menemukan kendala komunikasi dan ketidakpahaman mengenai mekanisme RDKK," ungkap perwakilan PT Multi Agri Nusa Tenggara.

Menanggapi hal tersebut, pihak BPP Lape Syahdan menjelaskan bahwa kendala yang terjadi bukanlah kesengajaan untuk menghambat, melainkan keterlambatan koordinasi dalam proses pergeseran antar pengecer yang bersifat dinamis di lapangan. BPP menegaskan posisinya sebagai tim yang bekerja sesuai prosedur.

Sekretaris Komisi II, H. Zohran, menekankan pentingnya sinergi antara distributor atau Pelaku Usaha Distribusi (PUD) (PT Multi Agri Nusa Tenggara), Dinas Pertanian, dan BPP di lapangan. Ia mengingatkan bahwa seluruh pihak harus berpegang pada Permentan Nomor 3 Tahun 2026 tentang tata cara penyaluran pupuk bersubsidi.

"Harapan kami, tidak ada lagi selisih paham. Gunakan prinsip tujuh tepat: tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat penerima. Selesaikan persoalan kecil di tingkat bawah secara kekeluargaan agar tidak menghambat kepentingan petani," tegas H. Zohran.

Anggota Komisi II, Ridwan, juga menambahkan bahwa persoalan ini sebenarnya berpangkal pada komunikasi. Ia meminta agar aparatur pemerintah, khususnya di level kecamatan, lebih terbuka dan komunikatif dalam melayani kebutuhan para pelaku usaha penyalur pupuk yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan petani.

Menutup rapat, Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma, mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan dan menjadikan pertemuan ini sebagai sarana evaluasi demi perbaikan layanan ke depan.

"Mari kita sudahi polemik ini. Komisi II menekankan agar tidak ada lagi hambatan yang tidak perlu. Kami berharap ke depan pelayanan di lapangan lebih responsif. Pupuk bersubsidi adalah program strategis negara, jangan sampai petani menjadi korban akibat ego sektoral atau komunikasi yang tersumbat," ujar Wisma.

Rapat diakhiri dengan kesepakatan untuk melakukan koordinasi yang lebih intensif antara distributor atau PUD dan petugas lapangan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, serta memastikan bahwa setiap kendala di lapangan harus segera dikomunikasikan secara transparan tanpa harus selalu dibawa ke tingkat kabupaten jika bisa diselesaikan di tingkat teknis. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 17:59:47 +0800 amr
Bupati Sumbawa Lepas Peserta Training Center MTQ XXXI Tingkat Nasional Asal Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-peserta-training-center-mtq-xxxi-tingkat-nasional-asal-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-lepas-peserta-training-center-mtq-xxxi-tingkat-nasional-asal-kabupaten-sumbawa Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani terus diwujudkan. Sabtu (4/7/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melepas tujuh peserta Training Center Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 asal Kabupaten Sumbawa di Pendopo Kediaman Bupati Sumbawa.

Ketujuh peserta yang berasal dari berbagai cabang lomba tersebut akan mengikuti pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 yang akan digelar di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya para peserta yang akan membawa nama Kabupaten Sumbawa pada ajang bergengsi tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti Training Center harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman, maupun kemampuan di cabang yang diikuti.

“Ikuti seluruh rangkaian Training Center dengan penuh disiplin, semangat, dan kesungguhan. Jaga kesehatan, bangun kekompakan, dan yang terpenting, jaga nama baik Kabupaten Sumbawa. Tampilkan kemampuan terbaik agar mampu mengukir prestasi di tingkat nasional,” pesan Bupati Jarot.

Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus membentuk karakter generasi yang religius, berakhlak mulia, dan berprestasi.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, serta peserta MTQ dari berbagai cabang agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut Jaya Kusuma, S.Sos., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, yang juga bertindak sebagai pendamping Kafilah Kabupaten Sumbawa selama pelaksanaan Training Center.

Suasana pelepasan berlangsung penuh keakraban dan doa. Sebelum keberangkatan, Bupati Jarot memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjaga integritas, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional.

Keberangkatan tujuh peserta Training Center ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung pembinaan tilawatil Qur’an secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan kafilah yang tangguh menghadapi MTQ XXXI Tingkat Nasional Tahun 2026 di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (AM)

]]>
Sat, 04 Jul 2026 17:33:51 +0800 amr
Pengumuman Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada NTB, Ini Daftar Wartawan dengan Karya Terbaik https://amarmedia.co.id/pengumuman-karya-jurnalistik-dan-fotografi-jadi-penutup-porwada-ntb-ini-daftar-wartawan-dengan-karya-terbaik https://amarmedia.co.id/pengumuman-karya-jurnalistik-dan-fotografi-jadi-penutup-porwada-ntb-ini-daftar-wartawan-dengan-karya-terbaik Pengumuman Karya Jurnalistik dan Fotografi Jadi Penutup Porwada NTB, Ini Daftar Wartawan dengan Karya Terbaik

MATARAM.Amarmedia.co.id — Jika cabang olahraga lain sudah lebih dulu melahirkan para pemenang, satu pengumuman ini justru menjadi yang paling membuat peserta menahan napas hingga akhir. Cabang lomba karya jurnalistik dan fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 akhirnya mengumumkan hasil resmi para pemenangnya, Kamis 2 Juli 2026 di Mataram.

Bukan tanpa alasan pengumuman ini paling dinanti. Berbeda dengan cabang lain yang bertumpu pada skor dan catatan waktu, di arena jurnalistik dan fotografi, yang dipertaruhkan adalah ide, kedalaman cerita, ketajaman sudut pandang, hingga kemampuan menangkap momen menjadi karya yang berbicara.

Pengumuman itu sekaligus menjadi semacam “golden ticket” bagi para peserta terbaik untuk terus mengasah kemampuan menuju panggung yang lebih tinggi. Porwanas Lampung 2027.

Koordinator Lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, H. Rudi Hidayat, mengatakan proses penilaian dilakukan secara serius dan melibatkan juri yang memiliki rekam jejak kuat di bidang masing-masing.

“Masukan dari para juri jelas, jangan cepat puas dengan hasil ini. Ini baru titik awal. Sebelum menuju Porwanas, kemampuan harus terus diasah agar kualitas karya semakin matang dan mampu bersaing di level nasional,” ujar H. Rudi.

Menurut dia, antusiasme peserta cukup tinggi. Untuk kategori karya jurnalistik diikuti 17 wartawan, sementara kategori fotografi diikuti lima wartawan.

Pada cabang karya jurnalistik, dewan juri diisi nama-nama yang tidak asing di dunia media dan komunikasi NTB. Mereka adalah Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar, Akdiansyah S.H.I yang kini menjadi anggota DPRD NTB, serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16.

Sementara kategori fotografi dinilai oleh Ferry Gunawan yang dikenal sebagai fotografer profesional, H. Boy Mashudi selaku wartawan senior dan Ketua JMSI NTB, serta Ustaz Suaeb Qury yang juga Komisioner KIP NTB sekaligus penulis sejumlah buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu ini menegaskan bahwa karya jurnalistik yang menonjol bukan hanya soal kemampuan merangkai kalimat, tetapi juga keberanian menggali fakta dan menghadirkan perspektif yang kuat.

“Jurnalisme yang baik tidak berhenti pada peristiwa. Ia harus mampu menghadirkan konteks, kedalaman, dan memberi pengalaman kepada pembaca untuk memahami sesuatu secara utuh. Kompetisi seperti ini menjadi ruang latihan yang penting bagi wartawan,” kata nya 

Dalam perlombaan ini, karya jurnalistik dipertandingkan dalam lima mata lomba, yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga, dan Medsos Porwada.

Adapun kategori fotografi melombakan tema Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB.

Penilaian jurnalistik sendiri dilakukan melalui sejumlah indikator, mulai dari kesesuaian tema dan judul, orisinalitas gagasan, kedalaman liputan, penggunaan bahasa sesuai kaidah EYD, gaya penulisan, struktur kalimat, hingga kualitas penyajian karya.

Sedangkan pada fotografi, aspek yang dinilai mencakup relevansi dengan tema, ketajaman visual, pemilihan angle, serta kekuatan komposisi.

Ferry Gunawan menyebut foto jurnalistik bukan hanya gambar yang enak dipandang, tetapi karya yang mampu menyampaikan cerita.

“Foto yang baik adalah foto yang berbicara. Sekali dilihat, publik bisa menangkap emosi, suasana, dan pesan yang ingin disampaikan,” ujarnya.

Berikut daftar Pemenang Lomba Karya Jurnalistik PORWADA PWI NTB 2026

TV Porwada

Juara I: Aris Munandar

Juara II: Yoni Ariadi

Feature Porwada

Juara I: Lalu Habib

Juara II: Fajar

Feature Olahraga

Juara I: Saudi

Juara II: Khaeruddin

Feature Wisata

Juara I: M. Nasrullah

Medsos Porwada

Juara I: Ratna Dewi

Daftar Pemenang Lomba Fotografi Porwada 2026

Kategori Pembukaan Porwada

Juara I: M. Awal

Juara II: Wira Surya

Juara III: Saptono Yudi

Grand Final Porwada

Juara I: Randy

Juara II: Khaeruddin

Wisata Loang Balok (Eksibisi)

Juara I: KHM Nasuhi

]]>
Thu, 02 Jul 2026 13:54:53 +0800 amr
Belajar dari Yogyakarta, Komisi III DPRD Sumbawa Siapkan Transformasi Ruang Terbuka Hijau Berbasis Budaya https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-iii-dprd-sumbawa-siapkan-transformasi-ruang-terbuka-hijau-berbasis-budaya https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-iii-dprd-sumbawa-siapkan-transformasi-ruang-terbuka-hijau-berbasis-budaya Belajar dari Yogyakarta, Komisi III DPRD Sumbawa Siapkan Transformasi Ruang Terbuka Hijau Berbasis Budaya

Jogjakarta .Amarmedia.co.id – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) strategis ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 30 Juni 2026.

Kunjungan ini dirancang sebagai studi komparatif guna mengadopsi kisah sukses Pemda Provinsi DIY dalam mengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pariwisata yang berbasis pada kekuatan budaya lokal. Yogyakarta dipilih karena dinilai sebagai kiblat di Indonesia yang berhasil mengintegrasikan pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian warisan sejarah, tanpa mengorbankan aspek ekologis serta pertumbuhan ekonomi lokal.

Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn. Turut hadir Ketua Komisi III Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov., Sri Wahyuni, S.A.P., beserta anggota komisi lainnya: Alen Taryadi, S.H., Saipul Arif, H. Zainuddin Sirat, M. Taufik, Hasanuddin, S.E., H. Rusdi, dan Hj. Jamila, S.Pd.S.D.

Delegasi legislatif ini didampingi oleh Kabag Risalah dan Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Haviedz, S.T., M.Ec.Dev., serta perwakilan eksekutif dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa, yakni Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Arief Hidayat, S.T., dan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hj. Rahmawaty, S.Pi., M.Si. Kedatangan rombongan diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM Provinsi DIY, Setiyanto, S.T.

Dalam sambutannya, Gitta Liesbano menekankan pentingnya kunjungan ini bagi masa depan penataan ruang di Kabupaten Sumbawa. "Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menata kawasan strategis dan mengembangkan RTH publik. Kami tidak ingin RTH di Sumbawa nantinya hanya sekadar menjadi ruang hijau fisik yang kaku. Kami ingin RTH yang dibangun memiliki jiwa—hidup secara sosial, berfungsi secara ekologis, dan bermakna secara kultural dengan mencerminkan identitas lokal tau Samawa" tegas Gitta.

Dalam diskusi intensif,Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR-ESDM DIY Setiyanto ST memaparkan strategi penataan kawasan Malioboro yang mengedepankan prinsip filosofis "sumbu imajiner". Penataan jalan yang memprioritaskan pejalan kaki, kendaraan non-mesin, dan transportasi umum, penggunaan ornamen karakter lokal, aksara Jawa, dan pohon peneduh sebagai penanda filosofis kawasan.

" Di DIY kami melakukan pengintegrasian fasilitas seperti pemusatan parkir di gedung khusus untuk mengurangi beban di jalan utama, serta penataan estetika bangunan secara bertahap" jelasnya 

Pemerintah Provinsi DIY memproyeksikan operasional kawasan yang mampu membiayai dirinya sendiri mulai tahun 2027.

Menanggapi paparan tersebut, anggota Komisi III, Alen Taryadi, menyoroti pentingnya pelibatan sektor swasta dan komunitas agar tidak membebani APBD, sementara H. Zainuddin Sirat mendalami aspek pengelolaan sampah dan kewenangan daerah terkait perusahaan skala besar. 

Setiyanto menjelaskan bahwa seluruh ketentuan pembangunan dan perizinan di Jogjakarta diperkuat dengan regulasi yang kuat, yaitu Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY.

Berdasarkan hasil studi, Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa menetapkan langkah strategis yang akan diadaptasi ke dalam kebijakan daerah.

Pertama : Penataan RTH Berkelanjutan: Menyusun Perda RTH yang mengoptimalkan fungsi ekologis dan sosial, termasuk pengembangan konsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang inklusif dan ramah disabilitas.

Kedua : Revitalisasi Warisan Budaya: Mengadopsi metode storytelling (narasi sejarah) untuk mengemas situs bersejarah seperti Istana Dalam Loka, Bala Kuning, dan Bala Putih agar menjadi pusat wisata edukasi yang berkarakter.

Ketiga : Penguatan Ekonomi Lokal. Menerapkan model pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan wisata untuk menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

Ketua Komisi III, Syaifullah, menyatakan komitmennya untuk mengawal hasil kunjungan ini menjadi output kebijakan yang konkret. "Kami akan menindaklanjuti poin hasil diskusi ini ke dalam fungsi legislasi dan mendorong kolaborasi lintas sektoral antara DLH, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, kami akan mengawal alokasi APBD agar program revitalisasi fisik dan penyediaan fasilitas publik mendapatkan porsi yang optimal," pungkas Syaifullah.

Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya pembangunan Sumbawa yang modern, namun tetap kokoh berpijak pada akar budaya leluhur. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 09:12:42 +0800 amr
Belajar dari Yogyakarta, Komisi II DPRD Sumbawa Optimistis Tingkatkan PAD Melalui Digitalisasi dan Inovasi https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-ii-dprd-sumbawa-optimistis-tingkatkan-pad-melalui-digitalisasi-dan-inovasi https://amarmedia.co.id/belajar-dari-yogyakarta-komisi-ii-dprd-sumbawa-optimistis-tingkatkan-pad-melalui-digitalisasi-dan-inovasi Belajar dari Yogyakarta, Komisi II DPRD Sumbawa Optimistis Tingkatkan PAD Melalui Digitalisasi dan Inovasi

YOGYAKARTA. Amarmedia.co.id – Dalam upaya mendorong kemandirian fiskal daerah, jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Yogyakarta, Selasa (30/6/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai sukses besar di Kota Pelajar tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., mengungkapkan bahwa terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara capaian PAD Sumbawa dengan Kota Yogyakarta yang menjadi tolok ukur dalam kunjungan ini.

"Target PAD kita di Sumbawa saat ini berada di angka Rp250 miliar, sementara Kota Yogyakarta mampu menembus angka di atas Rp800 miliar. Kami datang untuk belajar bagaimana mereka mengelola potensi pajak, terutama pajak hotel, restoran, dan PBB-P2 dengan begitu efektif," ujar H. Zohran.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, H. Zohran menyoroti beberapa poin kunci yang menjadi kunci keberhasilan Pemkot Yogyakarta, terutama terkait kemandirian teknologi informasi dan efektivitas pengawasan. Salah satu yang paling menarik perhatian DPRD Sumbawa adalah sistem pengembangan aplikasi pajak yang dilakukan secara swakelola.

"Yang luar biasa, BKAD Kota Yogyakarta tidak bergantung pada vendor mahal. Mereka membangun sistem aplikasi dan dasbor secara in-house bekerja sama dengan Dinas Kominfotik setempat. Ini adalah poin penting yang akan kami bawa pulang ke Sumbawa untuk dievaluasi, agar kita bisa mengefisiensikan anggaran pembangunan sistem digital," tegas politisi NasDem yang akrab disapa H. Orek ini.

Selain itu, H. Zohran Orek juga mengapresiasi ketegasan Pemkot Yogyakarta dalam menerapkan sanksi kepada wajib pajak yang membandel. Mulai dari penempelan stiker "Belum Membayar Pajak" sebagai sanksi sosial hingga penggunaan sistem monitoring transaksi (tapping box) secara real-time.

"Kita mendapatkan banyak inspirasi, mulai dari penggunaan Artificial Intelligence (IA-Tax) untuk mendeteksi objek pajak baru, hingga pembagian wilayah bagi petugas pajak yang disebut 'Komandan Kecamatan'. Model pengawasan seperti ini sangat relevan untuk diadaptasi di Sumbawa guna menekan angka kebocoran pajak," tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, H. Zohran menyatakan bahwa Komisi II akan segera melakukan koordinasi dengan Bapenda Kabupaten Sumbawa untuk membedah potensi penerapan sistem early warning (peringatan dini). Sistem ini memungkinkan pemerintah daerah memantau capaian target harian secara akurat, sehingga langkah koreksi dapat diambil dengan cepat sebelum terjadi defisit anggaran.

"Kami optimistis, dengan belajar dari keberhasilan Kota Yogyakarta dan didukung oleh digitalisasi yang tepat, PAD Sumbawa bisa meningkat signifikan. Kuncinya adalah akurasi data dan keberanian kita untuk berinovasi," pungkas H. Zohran Orek (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 08:21:04 +0800 amr
Bupati Sumbawa: Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Wilayah Timur Dinyatakan “Clean & Clear” https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dokumen-readiness-criteria-program-sekolah-rakyat-wilayah-timur-dinyatakan-clean-clear https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dokumen-readiness-criteria-program-sekolah-rakyat-wilayah-timur-dinyatakan-clean-clear Bupati Sumbawa: Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Wilayah Timur Dinyatakan “Clean & Clear”

Jakarta, 1 Juli 2026 – Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menghadiri undangan rapat koordinasi di Kementerian Pekerjaan Umum terkait penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Pra Penelitian Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2027. Rapat koordinasi tersebut juga digunakan untuk memutakhirkan Dokumen Readiness Criteria Program Sekolah Rakyat Tahap II dan III Wilayah Timur.

Bupati Sumbawa menyampaikan rasa syukur karena dokumen Readiness Criteria Kabupaten Sumbawa telah dinyatakan “clean & clear” oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Artinya, seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan teknis yang dibutuhkan dalam implementasi Program Sekolah Rakyat telah terpenuhi secara lengkap dan sesuai ketentuan.

“Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung percepatan pembangunan sektor pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat,” ujar Bupati dalam keterangan tertulisnya 1 Juli 2026.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah dan tim teknis yang telah bekerja penuh dedikasi hingga proses pemutakhiran dokumen dapat diselesaikan dengan baik. Ia berharap capaian ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, merata, dan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi penerus di Kabupaten Sumbawa.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Semoga capaian ini menjadi momentum baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.

Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa dokumen Readiness Criteria yang dinyatakan “clean & clear” merupakan salah satu syarat penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk Program Sekolah Rakyat di wilayah timur Indonesia.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berada pada posisi yang lebih siap secara administratif dan teknis untuk melanjutkan tahapan implementasi Program Sekolah Rakyat sesuai jadwal dan ketentuan pemerintah pusat. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 08:06:21 +0800 amr
Ganasnya Si Jago Merah di Tarano, Rumah Permanen Milik Warga Ludes Terbakar dalam Sekejap https://amarmedia.co.id/ganasnya-si-jago-merah-di-tarano-rumah-permanen-milik-warga-ludes-terbakar-dalam-sekejap https://amarmedia.co.id/ganasnya-si-jago-merah-di-tarano-rumah-permanen-milik-warga-ludes-terbakar-dalam-sekejap Ganasnya Si Jago Merah di Tarano, Rumah Permanen Milik Warga Ludes Terbakar dalam Sekejap

SUMBAWA, Amarmedia.co.id– Kebakaran hebat melanda satu unit rumah permanen milik warga di RT 15 RW 05, Dusun Tiu Sangat (Bonto), Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa pada Rabu malam, 1 Juli 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkaran) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi bahwa kobaran api pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat sekitar pukul 21.30 WITA.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, rumah permanen milik Saudara Junari tersebut terbakar dari bagian dalam. Dalam waktu yang relatif singkat, api langsung membesar dan menghanguskan seluruh bangunan," ujar H. Sahabuddin dalam keterangan tertulisnya.

Mendapat laporan darurat, Pasukan Damkaran Regu 3 Zona Empang langsung bergerak cepat. Tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.45 WITA, petugas langsung berjibaku menjinakkan si jago merah.

Dengan mengerahkan satu unit fire truck dan dibantu secara gotong-royong oleh masyarakat sekitar, petugas berupaya keras memblokade pergerakan api. Sinergi yang kuat ini berhasil mencegah kobaran api merembet ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung intens hingga akhirnya dinyatakan aman, lancar, dan terkendali pada pukul 00.04 WITA. Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa, personel Damkaran kembali ke pos zona pada pukul 00.20 WITA.

Meskipun api berhasil dipadamkan, bangunan rumah permanen tersebut dilaporkan telah terbakar habis. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, total kerugian materiil akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp150.000.000. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Sebagai informasi, operasi pemadaman yang dipimpin oleh Danton Zona Empang, Danru 3 Zona Empang, serta seluruh anggota Regu 3 Zona Empang.

Kejadian ini kembali menjadi bukti nyata pentingnya respons cepat petugas serta kuatnya sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:49:00 +0800 amr
Perkuat Layanan Dasar, Pemkab Sumbawa Gencarkan Pembinaan Posyandu di Kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-pemkab-sumbawa-gencarkan-pembinaan-posyandu-di-kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-pemkab-sumbawa-gencarkan-pembinaan-posyandu-di-kecamatan Sumbawa Besar — Amarmedia.co.id. Rangkaian kegiatan pembinaan tim pembina posyandu untuk kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan posyandu di delapan kecamatan dimulai dengan agenda di Kecamatan Moyo Hulu dan Moyo Hilir pada 29–30 Juni 2026 lalu.

Dalam arahannya yang dibacakan pada pembukaan kegiatan, Bupati Sumbawa menegaskan tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang pelayanan terpadu. Pasal-pasal terkait mengamanatkan pelaksanaan pembinaan dan pengawasan posyandu secara berjenjang sesuai kewenangan. Pembinaan dan pengawasan meliputi fasilitasi dukungan kebijakan, pemberian bimbingan, pemantauan, evaluasi, pelaporan, supervisi pelaksanaan kebijakan, peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, serta pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehubungan dengan itu, Bupati meminta perhatian, fasilitasi, dan kehadiran seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan terpadu, kunjungan kerja menyapa posyandu, serta pembinaan tim pembina posyandu di tingkat kecamatan, desa/kelurahan, dan pengurus kader.

Kegiatan pembukaan diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, S.E., yang menyampaikan sambutan dan arahan. Hadir pula unsur Tim Pembina Posyandu Kabupaten dari sejumlah perangkat daerah, baik pengampu Standar Pelayanan Minimal (SPM) maupun pendukung SPM, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas PMD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta Dinas PRKP.

Kepala DPMD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan sebagai kunci keberhasilan pembangunan desa, termasuk penguatan posyandu dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Camat dan jajarannya diharapkan berperan sebagai evaluator rancangan APBDesa agar pemetaan kebutuhan dan penetapan skala prioritas sesuai kewenangan lokal, sehingga program tematik posyandu dapat terakomodasi dalam perencanaan desa.

Sebagai bagian dari implementasi pemenuhan SPM perumahan rakyat, panitia menyerahkan secara simbolis bantuan stimulan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni kepada kelompok penerima manfaat di Desa Mokong dan Semamung (Kecamatan Moyo Hulu) serta Desa Kakiang (Kecamatan Moyo Hilir). Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memberikan bantuan buku bacaan untuk salah satu posyandu di wilayah tersebut guna mendorong kembali semangat literasi masyarakat.

Materi transformasi posyandu disampaikan oleh Kabid Kelembagaan Desa dan Sosial Budaya Masyarakat DPMD, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si. Ia menegaskan penguatan kelembagaan posyandu melalui pemberian nomor registrasi serta peran posyandu sebagai mitra pemerintah desa dalam perencanaan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik. Peran ini diwujudkan melalui pendataan, penyuluhan, komunikasi informasi, dan edukasi yang mendukung enam bidang SPM.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Dinas Kesehatan, Ni Komang Artini Aristyawati SKM, MKM, mendorong masyarakat untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sedini mungkin. Deteksi dini risiko penyakit tidak menular dianggap krusial sebagai upaya promotif dan preventif dalam pemenuhan SPM kesehatan.

Penyelenggara berharap pembinaan ini dapat memperkuat peran posyandu dalam pelayanan dasar, meningkatkan kapasitas kader, dan mendorong terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang lebih sehat, maju, dan sejahtera. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:35:33 +0800 amr
DPRD dan Pemda Sumbawa Belajar Strategi Optimalisasi PAD di Yogyakarta: Studi Tiru Pengelolaan Pendapatan Daerah https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemda-sumbawa-belajar-strategi-optimalisasi-pad-di-yogyakarta-studi-tiru-pengelolaan-pendapatan-daerah https://amarmedia.co.id/dprd-dan-pemda-sumbawa-belajar-strategi-optimalisasi-pad-di-yogyakarta-studi-tiru-pengelolaan-pendapatan-daerah DPRD dan Pemda Sumbawa Belajar Strategi Optimalisasi PAD di Yogyakarta: Studi Tiru Pengelolaan Pendapatan Daerah 

Yogyakarta.Amarmedia.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja studi tiru peningkatan dan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan strategi optimalisasi pajak di Kota Yogyakarta, Selasa, 30 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan menimba praktik baik pengelolaan pajak daerah untuk meningkatkan target PAD Kabupaten Sumbawa yang saat ini berada di kisaran Rp250 miliar.

Rombongan Sumbawa dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua Komisi II Muhammad Tahir, S.H., Sekretaris Komisi II H. Zohran, S.H., Hadir pula anggota Komisi II Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE, Kaharuddin , H.Andi Mappelepui, Ade Mudhita Noorsamsu SIP, Ahmad Nawawi, staf ahli, dan jajaran Sekretariat DPRD. Dari sisi eksekutif hadir Kepala Bapenda Sumbawa Hardianto, S.T., dan Sekretaris BKAD Sumbawa Hj. Silviana. 

Penerima kunjungan dipimpin Kepala BKAD Kota Yogyakarta Ibu Andari, didampingi Kepala Bidang Pembukuan, Penagihan, dan Pengembangan Pendapatan Daerah Putut Purwandono, S.E., M.Sc., M.Si., dan Kabid Pelayanan Pendaftaran dan Penetapan Pendapatan Daerah Joko Marwiyanto, S.Kom., M.Eng.

Putut Purwandono dari BKAD Kota Yogyakarta memaparkan profil fiskal dan strategi pengelolaan pajak yang memungkinkan porsi PAD mencapai sekitar 80% total APBD. Dengan APBD 2025 sekitar Rp1,9 triliun, kontribusi pajak daerah mencapai Rp1,21 triliun dan local tax ratio berada pada 1,34%, di atas rata-rata nasional. Komposisi pajak teratas adalah pajak hotel, PBB-P2, serta pajak makan dan minum.

Dalam diskusi, delegasi Sumbawa menanyakan praktik konkret untuk mengembangkan pariwisata, mengatasi kebocoran pendapatan di restoran dan pasar tradisional, mekanisme sanksi terhadap wajib pajak tidak patuh, penanganan parkir liar, serta biaya pembangunan infrastruktur sistem informasi. 

BKAD Yogyakarta memaparkan sejumlah strategi inti diantaranya penempatan "komandan wilayah" pajak per kecamatan, didukung informan kelurahan untuk pemetaan potensi baru.  

"Screening objek pajak baru melalui investigasi lapangan dan sistem kecerdasan buatan (IA-Tax) berbasis Google Maps kami lakukan" Jelas Putut .

Kemudian Pemasangan alat monitoring transaksi (tapping box) pada mesin kasir hotel dan restoran untuk pengawasan real-time, juga ada Sistem pelaporan digital melalui aplikasi super app JSS (Jogja Smart Service) dengan pengingat otomatis bagi wajib pajak yang terlambat.  

Yang menarik juga adalah Digitalisasi pasar tradisional dengan metode pembayaran QRISNA, kerja sama Laku Pandai, dan peluncuran Duta Krisna untuk mendorong ketaatan bayar.  

Penting untuk pengambilan langkah sanksi sosial dan hukum, termasuk pemasangan spanduk pada objek yang belum membayar dan penyitaan oleh juru sita, serta pemberian insentif awal bagi wajib pajak yang setuju dipasang alat monitoring.  

Untuk Pengembangan sistem aplikasi secara swakelola in-house bersama Dinas Kominfotik, sehingga tidak perlu biaya besar untuk pembelian aplikasi vendor.  

BKAD Kota Jogjakarta juga memperkenalkan Sistem Early Warning (peringatan dini) yang diupdate setiap hari untuk memantau realisasi penerimaan, dengan indikator merah untuk wilayah yang berisiko tidak mencapai target dan indikator hijau untuk wilayah yang menunjukkan performa overperform sehingga kebijakan dapat segera dipercepat.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemkab Sumbawa dalam menyusun langkah peningkatan PAD, memperkuat database potensi pajak, mengoptimalkan sistem digital dalam pelaporan dan pengawasan, serta menerapkan pendekatan kombinasi sanksi dan insentif untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. (AM)

]]>
Thu, 02 Jul 2026 07:24:24 +0800 amr
Jelang Porprov NTB 2026, KONI Sumbawa Pastikan Kesiapan Atlet Yang Akan Berlaga https://amarmedia.co.id/jelang-porprov-ntb-2026-koni-sumbawa-pastikan-kesiapan-atlet-yang-akan-berlaga https://amarmedia.co.id/jelang-porprov-ntb-2026-koni-sumbawa-pastikan-kesiapan-atlet-yang-akan-berlaga Jelang PORPROV NTB 2026, KONI Sumbawa Pastikan Kesiapan Atlet Yang Akan Berlaga

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Pada Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) ke 12 tahun 2026 ini, KONI Kabupaten Sumbawa mengirimkan sebanyak 460 atlet terbaik dari 39 cabang olaraga yang ada. Selain itu, akan ikut serta sebanyak 135 pelatih dan official. Sehingga total kontingen yang akan dikirim oleh kabupaten sumbawa dalam porprov mendatang sebanyak 610 orang.

Menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan pada juli mendatang. Ratusan atlet kabupaten sumbawa hampir tuntas mengikuti Pelatihan Kabupaten (Pelatkab) yang terpusat pada cabang olahraga masing-masing dengan pengawasan dan pembinaan dari KONI Kabupaten Sumbawa secara langsung.

KONI Kabupaten Sumbawa memastikan kesiapan ratusan atlet yang menjadi peserta Porporv NTB ke 12 tahun 2026 ini.

"Ratusan atlet ini hampir tuntas menjalani pemusatan latihan pada cabang olahraga masing-masing," ujar Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq saat ditemui media ini pada Rabu, (01/07).

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan berbagai tahapan untuk persiapan mengikuti PORPROV termasuk pemusatan latihan di setiap cabang olahraga.

"Pemusatan latihan yang dilaksanakan selama tiga bulan menjadi acuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari PORPROV NTB sebelumnya," jelas Rafiq --sapaan akrab Ketua KONI Kabupaten Sumbawa.

Menurut Rafiq pemusatan latihan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan dan fisik atlet, tetapi juga untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan atlet menghadapi Porprov NTB 2026.

"Dengan persiapan yang matang, kami yakin atlet Kabupaten Sumbawa bisa mengharumkan nama daerah. Sehingga para atlet dan pelatih bisa disiplin dalam berlaga," terangnya.

Ia berharap pelaksanaan pemusatan latihan ini dapat memberikan pemahaman yang berguna bagi para atlet maupun pelatih untuk meningkatkan prestasi untuk menghadapi Porprov pada Juli mendatang. (AM)

]]>
Wed, 01 Jul 2026 22:37:49 +0800 amr
Membangun Produktivitas: Mengapa Anak Muda Sumbawa Perlu Beramai ramai Memerangi Prokrastinasi? https://amarmedia.co.id/membangun-produktivitas-mengapa-anak-muda-sumbawa-perlu-beramai-ramai-memerangi-prokrastinasi https://amarmedia.co.id/membangun-produktivitas-mengapa-anak-muda-sumbawa-perlu-beramai-ramai-memerangi-prokrastinasi Membangun Produktivitas: Mengapa Anak Muda Sumbawa Perlu Beramai ramai Memerangi Prokrastinasi?

Oleh Abdul Maruf Rahmat 

Kabupaten Sumbawa saat ini memiliki ikon keramaian kota yang kian populer, yakni car free night. Setiap malam Minggu lapangan Pahlawan Sumbawa dan sekitarnya diramaikan dengan ratusan pelaku UMKM yang menyajikan berbagai menu kuliner khas maupun nasional. Pemandangan yang berbeda di beberapa sudut kota seperti kedai kopi dan ruang kreatif di Sumbawa belakangan ini juga semakin ramai. Sebuah gelombang senyap namun masif sedang terjadi: generasi muda dan kaum profesional lokal tengah terjangkit demam self-improvement (pengembangan diri)

Mereka sedang mengadopsi sebuah manifesto hidup baru yang diadopsi dari jargon global: "Level up, get focus, stop procrastinating, upgrade your life." Sebuah kalimat sederhana yang jika diterjemahkan berarti: Naik kelas, temukan fokus, berhenti menunda-nunda, dan tingkatkan kualitas hidupmu.

Jargon ini bukan sekadar pemanis status di media sosial, melainkan sebuah respons balik (counter-culture) terhadap musuh terbesar masyarakat modern prokrastinasi atau tindakan menunda-nunda pekerjaan atau tugas secara sengaja, meskipun tahu dampak buruknya.

Kita harus jujur, hidup di era digital seperti tahun 2026 ini adalah perjuangan konstan melawan gangguan (distractions). Notifikasi yang terus bermunculan, algoritma video pendek yang menghanyutkan, hingga dorongan untuk selalu tahu urusan orang lain (FOMO), telah mengubah banyak pemuda potensial menjadi seorang penunda profesional.

Seringkali rencana besar untuk belajar keterampilan baru atau membangun usaha sampingan runtuh begitu saja, kalah telak oleh kalimat, "Ah, nanti malam saja," atau "Besok kan masih bisa."

Sadar bahwa kebiasaan menunda-nunda ini adalah "pencuri waktu" yang perlahan membunuh masa depan, gelombang kesadaran baru pun lahir di Sumbawa. Anak-anak muda ini mulai membedah dan menerapkan empat pilar penting dari formula upgrade diri:

Pertama : Level Up (Naik Kelas) Ini adalah fase pemutus hubungan kerja dengan zona nyaman. Mereka mulai berani menantang diri sendiri, mengambil risiko, dan menolak untuk menjadi rata-rata.

Kedua : Get Focus (Temukan Fokus).Di dunia yang bising, fokus adalah kekuatan super. Praktik deep work—bekerja tanpa gangguan ponsel selama beberapa jam—mulai populer diterapkan demi menyelesaikan pekerjaan krusial.

Ketiga : Stop Procrastinating (Eksekusi Tanpa Nanti): Menghancurkan kebiasaan menunda berarti memotong rantai kemalasan. Rumusnya sederhana: jika sesuatu bisa dikerjakan dalam waktu kurang dari lima menit, lakukan sekarang.

Keempat . Upgrade Your Life (Keseimbangan Hidup): Hasil akhirnya bukan sekadar angka di rekening, melainkan lahirnya kedisiplinan, manajemen waktu yang rapi, kesehatan mental yang lebih stabil, serta tercapainya work-life balance.

Dari Perubahan Personal Menuju Dampak Regional

Menariknya, fenomena psikologis ini tidak berhenti di dalam kamar atau meja kerja personal saja. Efek dominonya mulai terasa pada ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Sumbawa.

Indikatornya terlihat jelas di lapangan. Coworking space dan kafe berbasis kerja kini semakin menjamur dan dipadati peminat. Komunitas literasi, kelas-kelas up-skilling (peningkatan keterampilan) mandiri, hingga forum diskusi kreatif tumbuh subur. Ruang-ruang ini diisi oleh kepala-kepala yang tidak lagi sekadar mengeluh tentang minimnya lapangan kerja, melainkan mereka yang sibuk memantaskan diri untuk menciptakan peluang kerja itu sendiri.

Pergeseran pola pikir dari "menanti" menjadi "mengeksekusi" adalah modal sosial yang sangat mahal bagi Sumbawa. Ketika anak mudanya memutuskan untuk berhenti menunda, maka rencana pembangunan daerah, inovasi bisnis lokal, dan pergerakan industri kreatif tidak akan lagi mandek di atas kertas wacana.Terlebih dengan potensi alam yang kaya membutuhkan sentuhan inovasi anak anak muda Sembawa

Perubahan besar selalu dimulai dari keputusan kecil di depan meja kerja kita masing-masing. Hari ini, Sumbawa sedang menyaksikan sebuah generasi yang menolak untuk tertinggal. Pertanyaannya sekarang: Apakah Anda masih nyaman melipat tangan dan menunda, atau siap ikut mengantre untuk level up? (AM)

]]>
Mon, 29 Jun 2026 08:08:06 +0800 amr
Seleksi Cabor Catur Rampung, PWI NTB Bidik Pertahankan Posisi Tiga Nasional di Porwanas 2027 https://amarmedia.co.id/seleksi-cabor-catur-rampung-pwi-ntb-bidik-pertahankan-posisi-tiga-nasional-di-porwanas-2027 https://amarmedia.co.id/seleksi-cabor-catur-rampung-pwi-ntb-bidik-pertahankan-posisi-tiga-nasional-di-porwanas-2027 Seleksi Cabor Catur Rampung, PWI NTB Bidik Pertahankan Posisi Tiga Nasional di Porwanas 2027

MATARAM.Amarmedia.co.id – Persiapan kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) Lampung 2027 kian matang. Terbaru, proses seleksi atlet untuk cabang olahraga (cabor) catur—yang menjadi lumbung medali NTB—telah resmi dirampungkan.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi PWI NTB untuk mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian prestasi gemilang mereka. Seperti diketahui, pada Porwanas 2024 di Kalimantan Selatan (Kalsel), kontingen PWI NTB sukses mengukuhkan diri di peringkat ke-3 nasional. Saat itu, cabor catur menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak dengan koleksi 2 emas, 1 perak, dan 5 perunggu.

Koordinator Catur PWI NTB, H. Abdul Muis, mengungkapkan bahwa skuad yang akan diterjunkan ke Lampung nanti dipastikan lebih solid. Proses seleksi dilakukan secara ketat dengan memadukan pengalaman atlet senior dengan ketajaman strategi para wajah baru.

 "Proses seleksi kali ini berjalan sangat ketat untuk menjaring potensi terbaik. Kita mengombinasikan pengalaman para atlet senior yang berlaga di Kalsel dengan ketajaman strategi dari wajah-wajah baru yang lolos seleksi," ujar Abdul Muis.

Muis menambahkan, evaluasi mendalam pasca-Porwanas Kalsel menjadi landasan utama. Fokus persiapan kini tidak hanya pada penguasaan teknis di atas papan catur, tetapi juga pada penguatan mental bertanding dan soliditas tim.

Optimisme Ketua PWI NTB

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menyadari bahwa mempertahankan posisi tiga besar nasional bukanlah perkara mudah. Namun, pria yang akrab disapa Iklik ini tetap optimistis dengan kualitas atlet yang dimiliki. Menurutnya, selama seluruh elemen kontingen memiliki visi yang sama, target tersebut sangat realistis untuk dicapai.

"Catatan prestasi di Kalsel tidaklah mudah untuk dipertahankan, apalagi ditingkatkan. Tetapi dengan semangat bersama dari seluruh atlet yang akan berlaga, hal itu tidak sulit. Kita harus memiliki semangat yang sama untuk terus meningkatkan prestasi," tegas Ikliluddin.

Guna melecut motivasi para jurnalis olahraga yang akan berjuang di Lampung, PWI NTB telah menyiapkan langkah konkret terkait apresiasi. Ikliluddin memastikan PWI NTB akan menyediakan skema bonus bagi para peraih medali.

Lebih lanjut, PWI NTB juga tengah membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Harapannya, kebijakan pemberian bonus bagi atlet berprestasi yang sukses direalisasikan pada Porwanas Kalsel 2024, dapat kembali dikucurkan pada ajang tahun 2027 mendatang.

"PWI NTB akan menyediakan bonus bagi atlet yang mampu meraih medali. Sekaligus, kami juga mendorong dan bekerja sama dengan Pemprov untuk kembali mengucurkan bonus kepada atlet peraih medali, sebagaimana yang telah sukses direalisasikan pada Porwanas Kalsel2024 lalu," pungkasnya. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 22:26:51 +0800 amr
Sekda Sumbawa: "Manto Rame Ramia" Adalah Strategi Utama Mengukuhkan Sumbawa sebagai Destinasi Wisata Budaya https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-manto-rame-ramia-adalah-strategi-utama-mengukuhkan-sumbawa-sebagai-destinasi-wisata-budaya https://amarmedia.co.id/sekda-sumbawa-manto-rame-ramia-adalah-strategi-utama-mengukuhkan-sumbawa-sebagai-destinasi-wisata-budaya Sekda Sumbawa: "Manto Rame Ramia" Adalah Strategi Utama Mengukuhkan Sumbawa sebagai Destinasi Wisata Budaya

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id -  Gemerlap budaya Sumbawa terpancar nyata di Halaman Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III pada Sabtu (27/6/2026). Melalui gelaran "Manto Rame Ramia: Nada Tradisi dan Wisata Budaya", Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama komunitas SARAMBA (Samawa Ragam Media Budaya) sukses menyuguhkan pagelaran kolosal yang memukau pengunjung dalam rangkaian acara Car Free Night.

Acara ini menjadi panggung bagi kekayaan intelektual leluhur, menampilkan pesona tari, musik etnik, sekeco, hingga seni bela diri tradisional Gantao yang dibawakan dengan apik oleh grup Cinde Bulaeng dan Dum Rock.

Gelaran ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Manto Rame Ramia bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata komitmen daerah dalam menjaga marwah "Tau dan Tana Samawa".

"Kegiatan ini diinisiasi oleh SARAMBA, komunitas yang sangat konsen terhadap penguatan budaya. Kami ingin memperkenalkan seni tradisi kepada masyarakat luas, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik utama wisata," ujar Dr. H. Budi Prasetiyo.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan sektor ekonomi kreatif (ekraf) agar dampak pelestarian budaya ini tidak hanya dirasakan dari sisi estetika, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Sumbawa.

Dukungan Pemerintah Pusat

Kehadiran Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, S.S., M.Hum., memberikan suntikan semangat bagi para pegiat seni di Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agus memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya pelestarian yang dilakukan. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan fisik maupun non-fisik, termasuk situs bersejarah kebanggaan masyarakat Sumbawa seperti Istana Dalam Loka, Istana Sultan Muhammad Kaharuddin III, dan Bala Kuning.

Wisata Budaya Sebagai Magnet Wisatawan

Nada tradisi, tari-tarian, dan musik etnik yang disuguhkan dalam perhelatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan cerminan filosofi dan sejarah panjang masyarakat setempat. Keunikan ini diharapkan mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dengan kesuksesan Manto Rame Ramia, Sumbawa kini semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang memadukan keasrian tradisi dengan sentuhan kreatif masa kini. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 21:49:39 +0800 amr
Dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, LBH GP Ansor Sumbawa Deklarasikan Diri: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat https://amarmedia.co.id/dihadiri-wakil-bupati-sumbawa-lbh-gp-ansor-sumbawa-deklarasikan-diri-garda-keadilan-rakyat-benteng-hukum-ummat https://amarmedia.co.id/dihadiri-wakil-bupati-sumbawa-lbh-gp-ansor-sumbawa-deklarasikan-diri-garda-keadilan-rakyat-benteng-hukum-ummat Dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, LBH GP Ansor Sumbawa Deklarasikan Diri: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat”

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumbawa resmi mendeklarasikan kehadirannya di tengah masyarakat tau samawa pada Minggu, 28 Juni 2026. Momentum bersejarah yang berlangsung dalam forum Pra-Kerja PC GP Ansor Sumbawa ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori , yang juga didapuk sebagai Dewan Pembina LBH GP Ansor Sumbawa.

Dalam deklarasi tersebut, LBH GP Ansor Sumbawa menegaskan komitmen pergerakannya melalui peluncuran slogan resmi: “Garda Keadilan Rakyat, Benteng Hukum Ummat”.

Direktur LBH GP Ansor Sumbawa, Rusnadi Bakri, S.H., menegaskan bahwa kehadiran lembaga ini memiliki tanggung jawab moral yang besar, baik secara internal keorganisasian maupun eksternal di tengah dinamika sosial. LBH GP Ansor hadir sebagai wadah perjuangan hukum yang mengakar, khususnya bagi warga Nahdliyyin serta masyarakat luas di Kabupaten Sumbawa yang membutuhkan keadilan substantif.

“Sesuai visi kami, LBH GP Ansor Sumbawa akan menjadi pasukan terdepan (Garda) dalam mengawal hak-hak rakyat kecil, sekaligus menjadi tempat berlindung (Benteng) bagi ummat. Kehadiran kami didedikasikan secara khusus untuk melayani, mendampingi, dan membela warga Nahdliyyin serta seluruh lapisan masyarakat luas di Sumbawa tanpa terkecuali, terutama mereka yang miskin, buta hukum, dan kaum tertindas,” ujar Rusnadi Bakri, S.H.

Ia menambahkan bahwa LBH GP Ansor Sumbawa akan bergerak dengan nafas hukum progresif, di mana kemanusiaan dan keadilan substantif jauh lebih utama dibanding formalitas belaka.

Kehadiran organisasi bentukan pemuda NU ini disambut hangat oleh Pemerintah Daerah. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, dalam arahannya menyampaikan apresiasi mendalam dan menaruh harapan besar agar LBH GP Ansor Sumbawa dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memberikan edukasi hukum serta bantuan hukum cuma-cuma (pro bono) demi terwujudnya masyarakat Sumbawa yang sadar hukum dan berkeadilan.

Langkah taktis pertama yang diambil oleh LBH GP Ansor Sumbawa pasca-deklarasi ini adalah membuka penjaringan serta konsolidasi kader hukum potensial dan paralegal di tingkat kecamatan (PAC) hingga Rabu, 08 Juli 2026 mendatang, guna memperkuat jangkauan advokasi hingga ke pelosok desa.(AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 21:23:35 +0800 amr
Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung https://amarmedia.co.id/malam-keakraban-porwada-pwi-ntb-2026-pwi-siapkan-format-baru-dan-pasang-target-tinggi-di-porwanas-xv-lampung https://amarmedia.co.id/malam-keakraban-porwada-pwi-ntb-2026-pwi-siapkan-format-baru-dan-pasang-target-tinggi-di-porwanas-xv-lampung Malam Keakraban Porwada PWI NTB 2026, PWI Siapkan Format Baru dan Pasang Target Tinggi di Porwanas XV Lampung

Mataram.Amarmedia.co.id — Kemeriahan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) PWI NTB 2026 ditutup dengan penuh kehangatan dalam acara Malam Keakraban yang dihadiri oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Selain menjadi ajang mencairkan ketegangan pasca-kompetisi, momentum ini juga menjadi ruang evaluasi strategis demi menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung tahun 2027 mendatang.

Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin dalam sambutannya mengapresiasi soliditas seluruh peserta dan kerja keras panitia yang telah mempersiapkan wadah ini sejak sebulan terakhir. Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Ketua Panitia, Purwadi, yang berhasil menakhodai event ini hingga berjalan sukses meski dinamika koordinasi kerap diwarnai ketegangan.

"Hampir setiap hari kita sama Pak Purwadi itu berdinamika. Kadang-kadang beliau menjawab pertanyaan teman-teman wartawan dengan ketus. Tetapi sesungguhnya ini sangat baik. Berkali-kali saya menggelar event, saya selalu percayakan ke beliau, dan selalu sukses berjalan dengan baik," ujar Ikliluddin hangat.

Sebagai bahan evaluasi ke depan, Ikliluddin melemparkan wacana untuk mengubah format Porwada berikutnya agar mengadopsi sistem Porwanas secara utuh, di mana persaingan antar-daerah akan jauh lebih terasa.

"Mungkin ke depan kita pakai format Porwanas. Di mana masing-masing daerah bertanding memperebutkan medali dan akan ada juara umum di situ. Insya Allah itu bisa kita wujudkan bersama-sama," ungkapnya.

Terkait target nasional, PWI NTB memasang target untuk melampaui atau minimal menyamai prestasi gemilang pada Porwanas XIV di Banjarmasin 2024 lalu. Di mana NTB berhasil menduduki peringkat Juara Umum 3 Nasional. Namun, Ikliluddin mengingatkan bahwa peta persaingan di Lampung pada Maret 2027 akan jauh lebih berat.

"Saat di Banjarmasin, kekuatan daerah lain masih terpecah karena kondisi PWI Pusat saat itu. Tetapi di Lampung besok, karena PWI sudah satu dan bersatu, saya kira semua daerah akan mengirimkan atlet-atlet terbaiknya. Ini menjadi tantangan kita," urainya.

Mengingat waktu persiapan yang tersisa sekitar 10 bulan lagi, ia meminta para atlet, khususnya peraih golden ticket untuk segera mempersiapkan diri secara mandiri terlebih dahulu.

"Meskipun nantinya sistem latihan dan sebagainya harus terpisah dengan teman-teman yang mendapatkan golden ticket lain, tetapi tentu ini tidak menjadi hambatan kita untuk terus mempersiapkan diri menjadi yang lebih baik," tegasnya.

Di akhir acara, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin juga membawa kabar baik terkait peningkatan kompetensi profesi. Ia mengumumkan bahwa PWI NTB berencana menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada bulan Agustus mendatang.

"Satu bulan ke depan, sekitar bulan Agustus, kita akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan secara mandiri dari PWI NTB. Meskipun nanti mungkin kelasnya tidak banyak karena kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran, kami berharap teman-teman dari daerah segera mempersiapkan diri, baik dari sisi administrasi maupun persiapan lainnya," pungkasnya.

Suasana malam keakraban semakin hidup ketika Abu Sufyan, atau yang akrab disapa Paman Ancus berdiri di depan mewakili suara peserta. Dengan gaya humoris khas wartawan, ia menceritakan lika-liku perjuangan tiap daerah dalam merekrut atlet, hingga melontarkan candaan seputar ketatnya persaingan di cabang olahraga, khususnya cabor Domino yang menurutnya menguras energi tersendiri.

Ia juga memberikan masukan agar pada gelaran berikutnya, koordinasi di tingkat kabupaten/kota diperkuat dengan penunjukan koordinator cabang olahraga jauh-jauh hari sebelum proposal diajukan. Kendati demikian, ia mengapresiasi totalitas panitia dan kerja keras kontingen luar daerah, termasuk solidaritas kontingen Pulau Sumbawa.

Paman Ancus menutup penyampaiannya dengan membakar semangat rekan-rekannya agar PWI NTB bisa mengirimkan kontingen yang maksimal ke Lampung.

"Semua harus berangkat ke Lampung, jangan lihat lagi golden ticket. Kita semua harus kompak mendukung," serunya optimis.

Kendati mengapresiasi esensi acara sebagai ruang komunikasi yang sangat baik antar-pengurus daerah, catatan kritis juga datang dari wilayah. Ketua PWI Lombok Tengah, Lalu Amrillah, memberikan sorotan terhadap atensi serta kehadiran para pejabat pemerintahan provinsi maupun daerah dalam seremonial pembukaan Porwada.

Amrillah membandingkan tingginya apresiasi pemerintah di tingkat kabupaten dengan penyambutan yang mereka terima di lokasi utama acara di Mataram. Menurutnya, hal ini menjadi evaluasi penting mengenai bagaimana memosisikan marwah organisasi profesi ke depan.

"Melalui acara ini, kami bisa bergaul dengan para atlet dan komunikasi antar-ketua PWI Kabupaten/Kota terbangun sangat bagus. Namun, ada catatan dari kami. PWI Lombok Tengah sendiri saat berangkat dilepas langsung oleh Bapak Bupati. Sayangnya, saat pembukaan Porwada di Mataram, kami hanya disambut oleh Kepala Dinas yang mewakili Gubernur. Kami sangat menyayangkan hal ini, begitu juga dengan pejabat-pejabat diwakilkan lainnya," cetus Lalu Amrillah secara terbuka. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 11:06:10 +0800 amr
Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 2) https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-2 https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-2 Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 2)

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik - Kadis Kominfotik/Juru Bicara Pemprov NTB

Menjadikan Desa Mesin Pertumbuhan Baru

Keberhasilan mengangkat keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem belum menjadi akhir dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak kembali terperosok ke dalam kondisi yang sama. Untuk itu, desa harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat, mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan potensi lokal, dan menjadi ruang tumbuh bagi masyarakatnya. Atas dasar itulah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan Desa Berdaya Tematik sebagai pasangan strategis Desa Berdaya Transformatif.

Jika Desa Berdaya Transformatif berfokus membangun ketahanan ekonomi keluarga, maka Desa Berdaya Tematik memperkuat ekosistem ekonomi desa. Keduanya saling melengkapi: keluarga dibantu bangkit melalui usaha produktif, sementara desa dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan yang mampu menjaga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2026, program ini menjangkau 257 desa di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta untuk mengembangkan potensi unggulan sesuai karakteristik wilayah, dengan fokus pada tanaman pangan, pariwisata, lingkungan hidup, serta sektor-sektor produktif lainnya.

Perkembangan pelaksanaan program menunjukkan respons yang positif. Hingga saat ini telah diterima 254 proposal dari total 257 desa sasaran, sementara tiga proposal lainnya masih dalam proses penyampaian. Dari proposal yang masuk, 163 desa mengusulkan satu tema, sedangkan 91 desa mengajukan lebih dari satu tema sesuai potensi yang dimiliki.

Proses verifikasi juga terus berjalan. Hingga kini telah diterbitkan 119 rekomendasi teknis, terdiri atas 64 rekomendasi untuk desa dengan satu tema dan 55 rekomendasi bagi desa yang mengembangkan lebih dari satu tema. Selanjutnya, 45 desa telah memasuki tahap penyiapan dokumen pencairan, sedangkan 11 desa telah diproses pencairannya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Desa Berdaya Tematik telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi. Verifikasi dilakukan secara paralel dengan proses pencairan agar pelaksanaan program berlangsung lebih cepat tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas. Dengan cara ini, desa tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama yang menggerakkan pembangunan berdasarkan potensi dan kebutuhan wilayahnya.

Ketika Negara Memastikan Tak Ada Warga yang Tertinggal

Makna sesungguhnya dari seluruh konsep tersebut terlihat dalam kunjungan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai faktor yang menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.

Di lapangan, evaluasi tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah ingin memastikan apakah bantuan benar-benar mampu mengubah kehidupan masyarakat dan hambatan apa saja yang masih harus diselesaikan.

Di Desa Mekarsari, 134 kepala keluarga menjadi penerima manfaat Program Desa Berdaya Transformatif. Sebanyak 115 kepala keluarga memperoleh bantuan modal usaha produktif sebesar Rp7 juta per keluarga, sedangkan 19 kepala keluarga menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Total intervensi pemerintah di desa tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Namun, Gubernur juga menemukan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal. Jalan menuju Dusun Malaka masih sempit dan rusak sehingga menghambat mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan peternakan,i serta akses menuju sekolah. Temuan itu memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Di sisi lain, Mekarsari menyimpan potensi besar. Pengelolaan air bersih didorong tidak hanya sebagai layanan dasar, tetapi juga dikembangkan menjadi unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Potensi nira yang selama ini dipasarkan secara sederhana juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu memasok kebutuhan sektor pariwisata dan industri pangan.

Dari kunjungan tersebut lahir satu pelajaran penting: membangun desa tidak cukup dilakukan oleh satu program atau satu instansi. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat harus bergerak dalam semangat kolaborasi. Ketika setiap persoalan dibaca berdasarkan data dan diselesaikan secara bersama-sama, pembangunan tidak lagi berhenti pada penyaluran anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat.

Program Desa Berdaya pada hakikatnya bukan sekadar program penanggulangan kemiskinan. Ia merupakan model pembangunan yang memadukan data, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, perlindungan sosial, serta kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Melalui Desa Berdaya Transformatif, pemerintah membangun kemandirian keluarga. Melalui Desa Berdaya Tematik, pemerintah memperkuat daya saing desa. Ketika keduanya berjalan beriringan, pembangunan tidak hanya mengurangi kemiskinan, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Ke depan, tantangan terbesar bukan lagi merancang program baru, melainkan menjaga konsistensi pelaksanaan, memperkuat pendampingan, memperbarui kualitas data, dan memastikan kolaborasi lintas sektor terus berjalan. Dengan cara itulah Desa Berdaya dapat berkembang menjadi model pembangunan desa yang tidak hanya relevan bagi Nusa Tenggara Barat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Tulisan ini diawali oleh keyakinan bahwa pembangunan tidak pernah dimulai dari angka, melainkan dari manusia. Program Desa Berdaya membuktikan keyakinan itu. Ketika negara hadir hingga ke pintu rumah warga, mendengar, memberdayakan, dan membangun dari desa, maka angka-angka pembangunan tidak lagi sekadar statistik, tetapi berubah menjadi cerita tentang keluarga yang bangkit, desa yang tumbuh, dan masa depan yang dibangun bersama. Di situlah sesungguhnya makna NTB Makmur Mendunia menemukan wujudnya.

(Tamat)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 10:57:17 +0800 amr
Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 1) https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-1 https://amarmedia.co.id/desa-berdaya-dari-pintu-rumah-warga-menuju-ntb-makmur-mendunia-bag-1 Desa Berdaya: Dari Pintu Rumah Warga Menuju NTB Makmur Mendunia (Bag. 1)

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik - Kadis Kominfotik/Juru Bicara Pemprov NTB

Kemiskinan ekstrem tidak dapat diputus hanya dengan bantuan sosial. Ia membutuhkan strategi yang mampu membangun kemandirian keluarga, menggerakkan potensi lokal, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Berangkat dari pemahaman tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadirkan Program Desa Berdaya, sebuah pendekatan pembangunan yang memadukan pemberdayaan masyarakat, perlindungan sosial, penguatan ekonomi desa, dan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi graduasi kemiskinan ekstrem menuju NTB Makmur Mendunia.

Bagaimana strategi tersebut bekerja dapat dilihat dari kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, ke Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan itu bukan sekadar agenda peninjauan program, melainkan upaya memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan yang masih menghambat pembangunan desa.

Di Desa Mekarsari, Gubernur berdialog dengan keluarga penerima manfaat, meninjau rumah yang sedang direhabilitasi, melihat usaha-usaha produktif yang mulai tumbuh, hingga menyusuri jalan menuju Dusun Malaka yang masih sempit dan rusak. Dari pertemuan langsung dengan masyarakat itu tampak bahwa bantuan pemerintah telah menumbuhkan harapan, tetapi masih memerlukan dukungan infrastruktur,p pelayanan dasar, dan pendampingan agar benar-benar menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa kemiskinan tidak pernah berdiri sendiri. Modal usaha akan sulit berkembang apabila akses jalan masih terbatas. Rumah yang layak huni akan lebih bermakna apabila diikuti kesempatan memperoleh penghasilan. Potensi desa pun tidak akan menghasilkan nilai tambah apabila belum didukung kelembagaan ekonomi, akses pasar, dan tata kelola yang baik.

Mekarsari menjadi gambaran kecil dari wajah pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Dari desa ini terlihat bahwa upaya mengentaskan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh, menghubungkan pembangunan manusia, pemberdayaan ekonomi, penyediaan infrastruktur dasar, dan pengembangan potensi lokal dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Gagasan inilah yang menjadi fondasi Program Desa Berdaya.

Membangun Jalan Keluar dari Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbatasnya akses terhadap pekerjaan produktif, pendidikan, kesehatan, perumahan yang layak, infrastruktur dasar, dan permodalan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan Desa Berdaya Transformatif sebagai strategi graduasi untuk membangun keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Program ini dilaksanakan melalui empat pilar utama, yaitu perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, dan inklusi keuangan. Keempat pilar tersebut saling melengkapi sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti sebagai intervensi jangka pendek, tetapi menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pada tahap pertama, Program Desa Berdaya Transformatif dilaksanakan di 40 desa dengan sasaran 6.337 kepala keluarga miskin ekstrem yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta, sementara setiap kepala keluarga sasaran memperoleh bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp7 juta dalam bentuk aset produktif sesuai rencana usaha yang telah diverifikasi. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp200 juta per desa untuk rehabilitasi delapan unit rumah.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini tercermin dari tingginya partisipasi dalam penyusunan rencana usaha. Dari 6.337 kepala keluarga yang menjadi sasaran, sebanyak 5.277 keluarga atau 83,27 persen telah mengajukan proposal usaha. Setelah melalui verifikasi berjenjang, 5.024 proposal atau 79,28 persen dinyatakan layak memperoleh dukungan. Sebanyak 209 proposal masih memerlukan penyempurnaan, sedangkan 1.104 keluarga yang belum mengajukan proposal menjadi prioritas pendampingan pada tahap berikutnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak lagi memosisikan diri sebagai penerima bantuan semata. Mereka mulai memanfaatkan program sebagai peluang membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di sisi lain, pemerintah memilih memastikan setiap bantuan benar-benar tepat sasaran sehingga memiliki peluang berhasil dalam jangka panjang.

Sebaran proposal yang telah disetujui memperlihatkan kesiapan masyarakat di berbagai daerah. Kabupaten Lombok Barat mencatat jumlah proposal terbesar dengan 1.443 proposal, disusul Lombok Tengah sebanyak 1.234 proposal, Lombok Timur 935 proposal, Kota Mataram 421 proposal, dan Kabupaten Sumbawa 304 proposal. Sebaran ini menjadi dasar penyusunan pola pendampingan dan pengembangan usaha sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Jenis usaha yang dipilih masyarakat juga menunjukkan arah pembangunan ekonomi desa. Dari 5.024 proposal usaha yang disetujui, 2.481 proposal atau hampir 50 persen memilih peternakan unggas sebagai usaha utama. Selanjutnya 1.588 proposal bergerak di sektor perdagangan, 360 proposal pada pertanian dan perkebunan, sedangkan sisanya tersebar pada sektor perikanan, jasa, industri rumah tangga, dan berbagai usaha produktif lainnya.

Dominasi usaha peternakan unggas dan perdagangan menunjukkan bahwa masyarakat memilih sektor yang telah mereka kuasai. Pemerintah kemudian memperkuat potensi tersebut melalui bantuan aset produktif dan pendampingan usaha agar mampu berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Selain usaha utama, masyarakat juga mengajukan 2.016 usulan usaha kedua sebagai sumber pendapatan tambahan. Diversifikasi ini menjadi indikator tumbuhnya ketahanan ekonomi keluarga, karena penghasilan tidak lagi bergantung pada satu jenis usaha.

Untuk mendukung seluruh usaha tersebut, Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan Rp35,144 miliar dalam bentuk transfer aset produktif. Sebesar Rp30,296 miliar atau 86,2 persen dialokasikan untuk usaha utama, sedangkan Rp4,848 miliar atau 13,8 persen digunakan untuk mendukung usaha kedua. Skema ini menegaskan perubahan pendekatan pemerintah, dari bantuan yang bersifat konsumtif menjadi investasi produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Meski demikian, prinsip kehati-hatian tetap menjadi bagian penting pelaksanaan program. Masih terdapat 208 proposal yang belum dapat disetujui dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,456 miliar, sebagian besar merupakan usulan pada sektor peternakan ternak besar yang masih memerlukan penyempurnaan dan verifikasi lebih lanjut. Langkah ini menunjukkan bahwa kecepatan pelaksanaan tetap diimbangi dengan ketepatan sasaran dan kualitas program.

Lebih jauh lagi, hasil pendataan menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem memiliki dimensi yang lebih luas daripada persoalan pendapatan. Dari 6.337 keluarga miskin ekstrem, masih terdapat 4.809 rumah tidak layak huni, 1.064 keluarga yang belum memiliki akses air bersih yang memadai, 2.424 keluarga yang belum memiliki listrik mandiri, 2.985 keluarga yang belum menerima bantuan sosial, serta 1.570 keluarga dengan 2.074 anak yang belum memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Di bidang perlindungan sosial, masih terdapat 2.801 keluarga atau 44,2 persen yang belum menerima bantuan sosial dan 1.506 keluarga atau 23,8 persen yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Fakta tersebut menegaskan bahwa peningkatan pendapatan harus berjalan seiring dengan pemenuhan layanan dasar agar keluarga benar-benar mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Karena itu, Program Desa Berdaya dikembangkan sebagai platform kolaborasi lintas sektor. Data menjadi dasar penyusunan kebijakan, sementara setiap persoalan diterjemahkan menjadi intervensi yang saling melengkapi, mulai dari rehabilitasi rumah, penyediaan air bersih, akses listrik, perlindungan sosial, layanan kesehatan, hingga pendidikan. Tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

(bersambung)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 10:50:41 +0800 amr
20 Wartawan Sumbawa Raih Golden Tiket Porwanas 2027, Siap Harumkan NTB di Lampung https://amarmedia.co.id/20-wartawan-sumbawa-raih-golden-tiket-porwanas-2027-siap-harumkan-ntb-di-lampung https://amarmedia.co.id/20-wartawan-sumbawa-raih-golden-tiket-porwanas-2027-siap-harumkan-ntb-di-lampung 20 Wartawan Sumbawa Raih Golden Tiket Porwanas 2027, Siap Harumkan NTB di Lampung

Mataram,Amarmedia.co.id - Kabar membanggakan datang dari dunia Insan Pers dan olahraga Sumbawa. Sebanyak 20 wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa dipastikan meraih golden tiket untuk mewakili Nusa Tenggara Barat pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di Bandar Lampung pada tahun 2027 mendatang.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE., SH., usai acara penutupan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang berlangsung di Loang Balo, Mataram, Sabtu malam (27/06/2026).

Prestasi Membanggakan dari Bumi Samawa

Zainuddin yang akrab disapa Zen, yang juga merupakan atlet biliar peraih medali perunggu di Porwanas Kalimantan Selatan 2024, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) NTB yang dilaksanakan 27-29 Juni 2026 ini. Menurutnya, dua puluh atlet wartawan asal Sumbawa ini akan menjadi bagian penting dari kontingen NTB yang akan bertanding di tingkat nasional.

"Dua puluh orang ini dipastikan menjadi utusan NTB untuk Porwanas di Lampung 2027 mendatang. Untuk jadwal pelaksanaannya masih menunggu koordinasi lebih lanjut, tapi yang pasti akan digelar di Lampung," jelas Zen.

Lebih lanjut, Zen menjelaskan bahwa raihan golden tiket ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PWI Sumbawa. Pasalnya, sebagian besar atlet yang lolos merupakan peraih medali di Porwanas sebelumnya, mulai dari emas, perak, hingga perunggu.

"Ini bukan sekadar partisipasi, tapi bukti bahwa wartawan Sumbawa memiliki kualitas dan kemampuan yang diakui di tingkat provinsi maupun nasional," tambahnya.

Daftar Atlet dan Cabang Olahraga

Ke-20 atlet PWI Sumbawa yang mendapat golden tiket Porwanas Lampung 2027 meliputi berbagai cabang olahraga (cabor), yaitu:

Cabang Domino: Abu Sufyan Muhtar (Gaung Nusra)

Atletik: Zulkarnain (Intan Media)

Biliar: Abet Kamaruddin, (Lombok Pos) Lukmanul Hakim (Media Sumbawa) Zainuddin (Samawarea) Agung Widiastono (Dwifamedia) dan Roby Teja Sumbawa (Beritalima).

Bridge: Adi Manaungi (Laskar merdeka), Sahril Imran (NuansaNTB), Mahmud Anshari (Kabar Sumbawa), Jim Sujiman (BidikamCamera), Sukrianto (Kanal Aspirasi) dan Hermansyah (Berita Pembaharuan)

Tenis Meja: Jamhur Husein (Anugrah Media)

Catur: Fajar Rahmat (Radar Sumbawa)

E-Sport: Ardin A (Kabar Sumbawa) dan Alkandi (Gaung Nusra)

Sepak Bola: M. Supian (Sumbawanews) dan Iksanuddin Santos (Gaung Nusra)

Jurnal: Randi Pratama (Gaung Nusra)

Deretan Peraih Medali Berpengalaman

Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah pengalaman bertanding para atlet. Zulkarnain tercatat sebagai peraih medali emas pada cabor Atletik di Porwanas sebelumnya. Sementara itu, Zakaria berhasil meraih medali perak dan perunggu.

Roby Teja Sumantri, Fajar Rahmat, Jamhur Husain, dan Randi Pratama masing-masing menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen NTB. Dari cabang biliard, Abet Kamaruddin, Zainuddin, dan Lukmanul Hakim juga berhasil meraih medali perunggu di ajang sebelumnya.

"Pengalaman bertanding di Porwanas sebelumnya menjadi modal berharga. Kami berharap prestasi ini bisa ditingkatkan di Lampung nanti," ujar Zen optimistis.

Target dan Harapan ke Depan

Zen berharap para atlet wartawan asal Kabupaten Sumbawa dapat kembali menorehkan prestasi dan bahkan meningkatkan prestasi dari cabang olahraga lainnya. Ia optimis dengan persiapan yang matang, para atlet Sumbawa bisa membawa nama baik daerah serta NTB di kancah nasional.

"Kami sudah mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Pembinaan dan latihan rutin akan kami intensifkan. Target kami jelas, mempersembahkan yang terbaik untuk NTB dan mengharumkan nama Sumbawa di ajang Porwanas 2027," tegas Zen.

Meski masih ada waktu hampir setahun menuju pelaksanaan, Zen memastikan bahwa persiapan akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Koordinasi dengan pengurus PWI NTB dan pihak terkait lainnya juga akan terus dijalin untuk memastikan kesiapan maksimal para atlet.

"Mudah-mudahan dengan persiapan yang lebih baik, kita bisa meraih hasil yang lebih gemilang dari Porwanas sebelumnya," pungkas Zen.

Porwanas sendiri merupakan ajang olahraga bergengsi bagi insan pers se-Indonesia yang diadakan setiap empat tahun sekali. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi antarwartawan yang tergabung di organisasi PWI, tetapi juga ajang pembuktian kemampuan dan prestasi di bidang olahraga. (AM)

]]>
Sun, 28 Jun 2026 06:22:32 +0800 amr
Kadiskominfo Serahkan Piagam Kepada Juri Jurnalistik dan Fotografi Porwada 2026 https://amarmedia.co.id/kadiskominfo-serahkan-piagam-kepada-juri-jurnalistik-dan-fotografi-porwada-2026 https://amarmedia.co.id/kadiskominfo-serahkan-piagam-kepada-juri-jurnalistik-dan-fotografi-porwada-2026 Kadiskominfo Serahkan Piagam Kepada Juri Jurnalistik dan Fotografi Porwada 2026

Mataram.Amarmedia.co.id – Kadiskominfo dan arsip NTB, DR H Ahsanul Khaliq memberikan piagam penghargaan kepada dewan juri Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi Pekan Olahraga Wartawan Daerah NTB, Jumat sore di Sport Centre Unram Mataram. AKA panggilan akrab Ahsanul Kholiq mengharapkan para juara bisa meraih medali di Porwanas Lampung tahun depan, Jumat 26 Juni 2026

Koordinator lomba Jurnalistik dan Fotografi Porwada, Rudi Hidayat, juri tersebut kompeten di bidangnya. Sedangkan peserta untuk karya jurnalistik sebanyak 17 wartawan dan fotografi sebanyak 5 wartawan. 

Untuk Karya Jurnalistik dinilai oleh Nurdin Rangga Barani mantan wartawan MBM SINAR, kemudian Akdiansyah S.H.I, yang kini anggota legislatif DPRD NTB, Bambang Mei Finarwanto Direktur M16. Seperti diketahui ketiga orang punya kapabilitas yang mumpuni untuk menjadi juri. 

Sedangkan untuk fotografi, dinilai oleh Ferry Gunawan fotografer pro, H Boy Mashudi wartawan senior dan Ketua JMSI NTB. Di samping itu Ust. Suaeb Qury yang juga komisioner KIP NTB dikenal juga penulis banyak buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Lima mata lomba untuk karya jurnalistik yakni TV Porwada, Features Porwada, Features Wisata Loang Balok, Features Olahraga dan Medsos Porwada.

Sedangkan untuk lombafotografi juga lima mata lomba yakni Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada dan Ekonomi NTB. 

Aspek yang dinilai untuk jurnalistik minimal 300 kata dan maksimal 1000 kata, pertama tentang kesesuaian tema dan judul serta isi tulisan. Kedua, Keaslian ide, ketiga, kedalaman liputan, keempat bahasa EYD, gaya penulisan dan struktur kalimat serta kualitas penulisan. 

Sedangkan penilaian fotografi menurut Ferry Gunawan, kesesuaian tema, ketajaman, pemilihan angle dan komposisi menarik. Suaeb Qury mengharapkan lomba fotografi untuk wartawan agar sering dilombakan. ‘’Semoga bisa juara Porwanas nanti tahun 2027,’’ harapnya. 

Juri Karya Jurnalistik, Bambang Mei melihat potensi wartawan NTB luar biasa. ‘’Kita apresiasi tulisan dan karyanya sangat berbobot,’’ tandasnya. (AM)

]]>
Sat, 27 Jun 2026 16:44:05 +0800 amr
Turnamen Catur PWI NTB Resmi Digelar, H. Natsir Peraih Medali Emas Porwanas Kalsel Melawan Abdul Ma'ruf di Babak Perdana https://amarmedia.co.id/turnamen-catur-pwi-ntb-resmi-digelar-h-natsir-peraih-medali-emas-porwanas-kalsel-melawan-abdul-maruf-di-babak-perdana https://amarmedia.co.id/turnamen-catur-pwi-ntb-resmi-digelar-h-natsir-peraih-medali-emas-porwanas-kalsel-melawan-abdul-maruf-di-babak-perdana Turnamen Catur PWI NTB Resmi Digelar, H. Natsir Peraih Medali Emas Porwanas Kalsel Melawan Abdul Ma'ruf di Babak Perdana

MATARAM.Amarmedia.co.id – Semarak olahraga di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat kembali bergema. Turnamen catur antar-pengurus dan anggota PWI se-NTB resmi dibuka pada Sabtu (27/6/2026) bertempat di Sekretariat PWI NTB, Mataram.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliludin secara simbolis membuka turnamen tersebut dengan melakukan "Langkah Emas", yang menandai dimulainya persaingan sengit para pecatur dari berbagai kabupaten/kota.

Turnamen ini diikuti oleh sejumlah nama unggulan dari berbagai daerah, di antaranya, Ahyar (Lombok Tengah), Bambang K (Lombok Tengah), Mustain (Lombok Tengah), M. Ghazali (Lombok Timur), Fajar (Sumbawa), Abdul Ma’ruf (Sumbawa), Abdul Muis (Bima), H. Natsir (Bima), Imam Taufiq (KSB), dan Ardianto (KSB).

Duel Sengit: H. Natsir Tumbangkan Abdul Ma’ruf

Salah satu partai paling dinanti pada babak pertama adalah pertemuan antara Abdul Ma’ruf Rahmat (Sumbawa) melawan pecatur berpengalaman, H. Natsir (Bima).

Dalam duel tersebut, Abdul Ma’ruf yang memegang bidak putih tampil hati-hati sejak awal dengan mencoba menguasai tengah lapangan melalui dominasi kuda dan gajah yang dibackup oleh menteri. Di sisi lain, H. Natsir memilih strategi pertahanan yang disiplin sembari menunggu celah kelemahan lawan.

Memasuki babak pertengahan, intensitas serangan meningkat. H. Natsir berhasil memanfaatkan kelengahan lawan di lambung kiri. Serangan terkoordinasi dari menteri dan gajah milik H. Natsir akhirnya memporak-porandakan pertahanan Abdul Ma’ruf dan memaksa raja menyerah dengan skakmat. Kemenangan ini menegaskan kelas H. Natsir sebagai peraih medali emas dan perak pada ajang Porwanas sebelumnya.

Selain partai tersebut, babak pertama turnamen menyuguhkan sejumlah hasil menarik Mustain (Lombok Tengah) berhasil mengalahkan Fajar (Sumbawa). Mustain tampil impresif dengan strategi permainan cepat dan agresif yang terus menekan pertahanan lawan.

Imam Taufiq (KSB) sukses mengamankan kemenangan setelah menaklukkan Ahyar (Lombok Tengah).Abdul Muis (Bima)berhasil unggul atas Bambang K (Lombok Tengah).

Sementara itu, partai antara Ardianto (KSB) melawan M. Ghazali (Lombok Timur) berlangsung sengit dan dan dimenangkan Ardianto

Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar insan pers di Nusa Tenggara Barat melalui olahraga asah otak yang penuh strategi. (AM)

]]>
Sat, 27 Jun 2026 10:30:38 +0800 amr
Pemkot Mataram Apresiasi Porwada NTB 2026: Momentum Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Insan Pers https://amarmedia.co.id/pemkot-mataram-apresiasi-porwada-ntb-2026-momentum-perkuat-solidaritas-dan-sportivitas-insan-pers https://amarmedia.co.id/pemkot-mataram-apresiasi-porwada-ntb-2026-momentum-perkuat-solidaritas-dan-sportivitas-insan-pers Pemkot Mataram Apresiasi Porwada NTB 2026: Momentum Perkuat Solidaritas dan Sportivitas Insan Pers

MATARAM, Amarmedia.co.id— Pemerintah Kota Mataram memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Ajang bergengsi ini dinilai tidak hanya sekadar kompetisi olahraga, melainkan menjadi sarana strategis dalam mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan di antara insan pers se-NTB.

Hal tersebut ditegaskan oleh Walikota Mataram yang diwakili oleh Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan Porwada NTB 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram (Unram), Jumat (26/6/2026).

"Atas nama Pemerintah Kota Mataram, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PWI Provinsi NTB. Kegiatan ini bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun semangat kebersamaan di antara insan pers dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat," ujar H. Lalu Martawang.

Pers sebagai Mitra Strategis Pembangunan Kota

Dalam pidatonya, Asisten I mengingatkan kembali bahwa pers merupakan salah satu pilar penting dalam kehidupan demokratis. Media memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal jalannya roda pembangunan.

Pemerintah Kota Mataram sangat mengapresiasi kontribusi nyata para wartawan yang selama ini konsisten mendukung pembangunan melalui karya-karya jurnalistik yang profesional, berimbang, dan bertanggung jawab. Kehadiran media yang sehat, lanjutnya, menjadi jembatan informasi yang krusial antara pemerintah dan masyarakat.

"Media adalah mitra penting kami dalam membangun optimisme, mengawal kebijakan publik, serta mendorong kemajuan daerah ini. Saya berharap semangat berolahraga ini berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi, karena pada akhirnya pemerintah maupun insan pers memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, H. Lalu Martawang membakar semangat para peserta dengan mengucapkan yel yel selamat bertanding. Beliau berpesan agar seluruh jurnalis senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. "Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Junjung tinggi sportivitas, erat persaudaraan, dan jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk memperkuat kekompakan keluarga besar pers di Provinsi NTB," pungkasnya yang disambut gemuruh yel-yel "Salam Olahraga! Jaya, Jaya, Jaya!" dari para hadirin.

Sinergi Lintas Sektor dan Pembukaan Resmi oleh Pemprov NTB

Porwada NTB 2026 kali ini terasa sangat spesial karena untuk pertama kalinya dikemas dalam bentuk pekan olahraga daerah yang komprehensif. Ketua PWI Provinsi NTB dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya momen bersejarah ini. Tercatat sebanyak 180 atlet jurnalis dari 8 kabupaten/kota se-NTB ikut ambil bagian. Seluruh atlet yang bertanding dipastikan telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan kartu keanggotaan PWI resmi. Ajang ini sekaligus menjadi wadah seleksi untuk melahirkan atlet-atlet jurnalis tangguh yang akan mewakili NTB pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung mendatang.

Apresiasi senada juga datang dari pihak tuan rumah, Universitas Mataram. Melalui perwakilannya, Unram menyatakan kebanggaannya dapat memfasilitasi Sport Center kampus sebagai lokasi pertandingan dan berharap kolaborasi antara akademisi dan pers terus terjalin kuat dalam mencerahkan masyarakat.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB. Melalui Kadis Kominfotik, Gubernur menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung akibat adanya agenda mendadak bersama Komisi II DPR RI di Kantor Gubernur.

Dalam arahan Gubernur yang dibacakan Kadis Kominfotik, ditekankan bahwa olahraga bagi wartawan bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan untuk membangkitkan kesejatian wartawan yang sehat jasmani dan rohani.

"Sehat jasmani dan rohani akan melahirkan pikiran yang suci, dan di dalamnya ada kebenaran. Kebenaran dalam pikiran akan menghasilkan kebijaksanaan, yang pada akhirnya melahirkan tulisan-tulisan yang didasari fakta dan semangat membangun bangsa," sebutnya. Sportivitas di arena pertandingan, menurut Pemprov NTB, adalah cerminan dari sportivitas dalam menulis berita yang jujur, bertanggung jawab, dan mengedukasi publik.

Atmosfer pembukaan di Lapangan Sport Center Unram tampak begitu hidup dan penuh warna sejak siang hari. Kemeriahan pembukaan semakin berenergi dengan penampilan memukau dari kelompok seni Gendang Beleq SMPN 15 Mataram di bawah asuhan I Nengah Subrata. Sebanyak 22 siswa penabuh sukses membius penonton dengan ritme tradisional yang megah. Selain itu, prosesi defile para atlet dipandu langsung oleh Paskibra Nasional dari SMA Negeri 3 Mataram serta penampilan tarian sambutan persembahan.

Sejumlah kontingen besar dari berbagai daerah tampak merapatkan barisan dengan penuh rasa percaya diri. Di antaranya adalah kontingen PWI Dompu, PWI Mataram, PWI Lombok Timur, Kota Bima, serta kontingen PWI Kabupaten Sumbawa.

Kehadiran daerah-daerah ini juga mendapat kawalan dan dukungan penuh dari pemda masing-masing. Tampak hadir langsung di arena pembukaan memberikan dukungan moral, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kabid Olahraga, Iwan Setiawan, SP., M.Si.

Dukungan total juga disuarakan oleh Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., yang memantau langsung jalannya pembukaan. Abdul Rafiq menegaskan bahwa KONI Sumbawa berdiri penuh di belakang para jurnalis Sumbawa untuk membawa pulang prestasi terbaik dengan tetap menjaga nama baik daerah dan menjunjung tinggi prinsip fair play. Sinergi kuat ini disambut hangat oleh Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin, SE (Bang Zen), beserta Sekretaris Abu Sofyan Muchtar, yang optimis bahwa Porwada 2026 akan melahirkan jurnalis-jurnalis yang tidak hanya tajam dalam pena, tetapi juga tangguh dan sehat di arena olahraga. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:57:19 +0800 amr
Cetak Sejarah Baru, PWI NTB Jadikan Porwada 2026 Wadah Solidaritas Menuju Target Porwanas 2027 https://amarmedia.co.id/cetak-sejarah-baru-pwi-ntb-jadikan-porwada-2026-wadah-solidaritas-menuju-target-porwanas-2027 https://amarmedia.co.id/cetak-sejarah-baru-pwi-ntb-jadikan-porwada-2026-wadah-solidaritas-menuju-target-porwanas-2027 MATARAM, Amarmedia.co.id — Aura kebahagiaan dan kebanggaan terpancar jelas dari raut wajah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB 2026 di Lapangan Sport Center Unram, Jumat (26/6/2026). Pasalnya, gelaran olahraga multi-event antarwartawan ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai yang pertama kali diselenggarakan secara terpusat dan masif di NTB.

Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin menegaskan bahwa Porwada 2026 merupakan sebuah manifestasi nyata dari profesionalitas, kebersamaan, dan ketangguhan fisik para pemburu berita di daerah ini.

Dalam pidatonya, Ketua PWI NTB menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara yang sudah lama dinanti-nantikan oleh seluruh anggota PWI se-NTB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggelar seleksi perorangan secara terpisah, tahun 2026 ini dikemas secara mendalam dan terstruktur.

"Ini bukan kompetisi olahraga biasa, tapi manifestasi dari kebersamaan, profesionalitas, dan tentu saja sportivitas insan pers di NTB. Ini menjadi ruang bagi kita untuk menjalin silaturahmi, mempererat hubungan kita insan pers di NTB, dan memperkuat solidaritas. Ini menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya mampu berkarya melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga tangguh dalam olahraga," seru Ketua PWI NTB disambut tepuk tangan riuh para peserta.

 

Porwada perdana ini diikuti oleh 180 atlet yang mewakili 8 kabupaten dan kota se-Provinsi NTB. Ketua PWI menekankan bahwa seluruh atlet yang berlaga merupakan jurnalis resmi dan profesional yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta memiliki kartu keanggotaan PWI yang valid.

Di balik kemeriahan dan fungsi silaturahminya, PWI NTB menetapkan target prestasi yang tidak main-main. Mengacu pada sejarah prestasi nasional, kontingen PWI NTB menorehkan tinta emas pada Porwanas 2024 di Banjarmasin dengan sukses menduduki posisi juara umum 3 secara nasional.

Melalui wadah Porwada NTB 2026 ini, PWI NTB ingin melakukan penyaringan ketat guna melahirkan bibit-bibit atlet wartawan potensial demi melampaui rekor sebelumnya.

 "Pada momen Porwada kali ini, mari kita jadikan wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik sehingga pada Porwanas 2027 di Lampung kita bisa merebut posisi yang lebih baik, bahkan merdeka untuk bisa menjadi juara umum!" tegasnya optimis.

Apresiasi Tinggi untuk Pemerintah, Unram, dan Panitia serta sponsor 

Menutup sambutannya, Ketua PWI NTB melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara sejarah ini. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang terus memberikan atensi luar biasa terhadap perkembangan pers daerah.

Apresiasi mendalam juga diberikan kepada Civitas Akademika Universitas Mataram yang telah meminjamkan fasilitas berupa Sport Center sebagai arena tanding, serta kepada jajaran panitia yang telah menunjukkan dedikasi tinggi bekerja keras mempersiapkan acara serta para sponsor dari perbankan bank NTB Syariah. Amanwana dan lainnya.

Kepada para jurnalis yang bertanding, Ketua PWI menitipkan pesan penting untuk selalu menjaga muruah profesi selama berkompetisi. "Mari kita manfaatkan Porwada ini untuk menunjukkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:49:32 +0800 amr
Membuka Porwada NTB 2026, Pemda Provinsi Tekankan Sportivitas di Arena dan Sportivitas dalam Berita https://amarmedia.co.id/membuka-porwada-ntb-2026-pemda-provinsi-tekankan-sportivitas-di-arena-dan-sportivitas-dalam-berita https://amarmedia.co.id/membuka-porwada-ntb-2026-pemda-provinsi-tekankan-sportivitas-di-arena-dan-sportivitas-dalam-berita Membuka Porwada NTB 2026, Pemda Provinsi Tekankan Sportivitas di Arena dan Sportivitas dalam Berita

MATARAM, Amarmedia.co.id— Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 resmi ditabuh di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026). Mengusung semangat kolaborasi dan kebugaran, Pemerintah Daerah Provinsi NTB yang membuka acara secara resmi menekankan bahwa esensi sejati dari ajang olahraga ini adalah melahirkan pikiran yang suci, bijaksana, serta menjaga integritas jurnalisme di daerah.

Acara bergengsi yang mempertemukan ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten/kota se-NTB ini dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB Dr Aka

Sinergi Strategis Pers dan Pembangunan Daerah

Membacakan sambutan dan salam takzim dari Gubernur NTB yang berhalangan hadir karena adanya agenda mendesak bersama Komisi II DPR RI di Kantor Gubernur, Kadis Kominfotik NTB mengingatkan kembali sejarah panjang dan peran strategis pers sebagai komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan.

"Semangat perjuangan yang diwariskan mengharuskan setiap insan pers menghadirkan media yang bertanggung jawab, kreatif, dan independen untuk mengawal proses pembangunan di negara ini, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat," tegas Kadis Kominfotik di hadapan ratusan atlet wartawan.

Pemerintah Provinsi NTB melihat posisi media memiliki keterkaitan yang sangat strategis dalam membangun visi bersama menuju Nusa Tenggara Barat yang makmur dan mendunia. Melalui ajang olahraga, hubungan kemitraan ini diharapkan semakin solid dan kokoh.

Lebih lanjut, Pemda Provinsi NTB menggarisbawahi bahwa Porwada bukan sekadar panggung untuk mengejar medali atau prestasi di papan skor. Esensi utama dari gerakan olahraga bagi para kuli tinta adalah investasi pada kesehatan jasmani dan rohani.

"Olahraga menghasilkan sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani dan rohani akan melahirkan pikiran yang suci, dan di dalamnya ada kebenaran. Kebenaran di dalam pikiran akan menghasilkan kebijaksanaan dalam diri setiap wartawan," paparnya.

Kebijaksanaan inilah yang nantinya akan menuntun para jurnalis di NTB untuk melahirkan karya-karya jurnalistik yang bermutu tinggi.

"Kebijaksanaan akan melahirkan tulisan-tulisan yang didasari oleh kebenaran, didasari oleh fakta-fakta, dan didasari oleh semangat membangun bangsa dan daerah ini. Oleh karenanya, sportivitas di dalam olahraga ini adalah juga sportivitas di dalam menulis berita-berita yang bertanggung jawab, jujur, dan mengedukasi masyarakat," tambahnya.

Melalui pembukaan Porwada NTB 2026 ini, Pemerintah Provinsi NTB menaruh harapan besar agar ajang ini menjadi kawah candradimuka yang mampu mencetak atlet-atlet wartawan tangguh. Para juara dari ajang ini nantinya akan mengemban misi besar membawa nama baik daerah dan mewakili Provinsi NTB pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2027 mendatang di Lampung.

Turut hadir menyaksikan langsung momentum pembukaan ini dari unsur pemerintah daerah, di antaranya Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kabid Olahraga Iwan Setiawan, SP., M.Si., Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi, Asisten I Pemkot Mataram Lalu Martawan, serta Wakil Rektor Universitas Mataram yang memberikan dukungan fasilitas penuh demi kelancaran kompetisi.

Cetak Sejarah Baru, PWI NTB Jadikan Porwada 2026 Wadah Solidaritas Menuju Target Porwanas 2027

Sebelumnya aura kebahagiaan dan kebanggaan terpancar jelas dari raut wajah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Ikliluddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB 2026 Pasalnya, gelaran olahraga multi-event antarwartawan ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai yang pertama kali diselenggarakan secara terpusat dan masif di NTB.

Ketua PWI NTB menegaskan bahwa Porwada 2026 merupakan sebuah manifestasi nyata dari profesionalitas, kebersamaan, dan ketangguhan fisik para pemburu berita di daerah ini.

Dalam pidatonya, Ketua PWI NTB menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara yang sudah lama dinanti-nantikan oleh seluruh anggota PWI se-NTB. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggelar seleksi perorangan secara terpisah, tahun 2026 ini dikemas secara mendalam dan terstruktur.

"Ini bukan kompetisi olahraga biasa, tapi manifestasi dari kebersamaan, profesionalitas, dan tentu saja sportivitas insan pers di NTB. Ini menjadi ruang bagi kita untuk menjalin silaturahmi, mempererat hubungan kita insan pers di NTB, dan memperkuat solidaritas. Ini menunjukkan bahwa wartawan tidak hanya mampu berkarya melalui tulisan-tulisannya, tetapi juga tangguh dalam olahraga," seru Ketua PWI NTB disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Porwada perdana ini diikuti oleh 180 atlet yang mewakili 8 kabupaten dan kota se-Provinsi NTB. Ketua PWI menekankan bahwa seluruh atlet yang berlaga merupakan jurnalis resmi dan profesional yang telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta memiliki kartu keanggotaan PWI yang valid.

Di balik kemeriahan dan fungsi silaturahminya, PWI NTB menetapkan target prestasi yang tidak main-main. Mengacu pada sejarah prestasi nasional, kontingen PWI NTB menorehkan tinta emas pada Porwanas 2024 di Banjarmasin dengan sukses menduduki posisi juara umum 3 secara nasional.

Melalui wadah Porwada NTB 2026 ini, PWI NTB ingin melakukan penyaringan ketat guna melahirkan bibit-bibit atlet wartawan potensial demi melampaui rekor sebelumnya.

 "Pada momen Porwada kali ini, mari kita jadikan wadah untuk melahirkan atlet-atlet terbaik sehingga pada Porwanas 2027 di Lampung kita bisa merebut posisi yang lebih baik, bahkan merdeka untuk bisa menjadi juara umum!" tegasnya optimis.

Menutup sambutannya, Ketua PWI NTB melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berkolaborasi menyukseskan acara sejarah ini. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang terus memberikan atensi luar biasa terhadap perkembangan pers daerah.

Apresiasi mendalam juga diberikan kepada Civitas Akademika Universitas Mataram yang telah meminjamkan fasilitas berupa Sport Center sebagai arena tanding, serta kepada jajaran panitia yang telah menunjukkan dedikasi tinggi bekerja keras mempersiapkan acara.

Kepada para jurnalis yang bertanding, Ketua PWI menitipkan pesan penting untuk selalu menjaga muruah profesi selama berkompetisi. "Mari kita manfaatkan Porwada ini untuk menunjukkan kemampuan, menunjukkan prestasi, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas," pungkasnya.(AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:32:23 +0800 amr
Hadir Langsung di Pembukaan Porwada NTB 2026, Pemda Sumbawa Optimistis Atlet Wartawan Cetak Prestasi dan Jaga Sportivitas https://amarmedia.co.id/hadir-langsung-di-pembukaan-porwada-ntb-2026-pemda-sumbawa-optimistis-atlet-wartawan-cetak-prestasi-dan-jaga-sportivitas https://amarmedia.co.id/hadir-langsung-di-pembukaan-porwada-ntb-2026-pemda-sumbawa-optimistis-atlet-wartawan-cetak-prestasi-dan-jaga-sportivitas Hadir Langsung di Pembukaan Porwada NTB 2026, Pemda Sumbawa Optimistis Atlet Wartawan Cetak Prestasi dan Jaga Sportivitas

MATARAM, Amarmedia.co.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap kontingen Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbawa yang berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.

Bentuk dukungan nyata tersebut ditunjukkan dengan kehadiran langsung Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., bersama Kepala Bidang Olahraga, Iwan Setiawan, SP., M.Si., di arena pembukaan Porwada NTB yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026).

Kepala Dispopar Sumbawa, Tata Kostara, S.Sos., menyampaikan bahwa Pemda Sumbawa sangat mengapresiasi semangat para jurnalis yang tergabung dalam kontingen PWI Sumbawa. Menurutnya, ajang ini merupakan pembuktian bahwa insan pers Tana Samawa tidak hanya andal dalam mengawal pembangunan lewat tulisan, tetapi juga memiliki kebugaran fisik dan mental bertanding yang kuat.

 "Kehadiran kami di sini adalah bentuk atensi dan dukungan langsung dari Pemda Sumbawa. Porwada ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa wartawan Sumbawa adalah pribadi yang tangguh, sehat jasmani rohani, dan menjunjung tinggi sportivitas. Kami optimis rekan-rekan PWI mampu membawa pulang prestasi terbaik," ujar Tata Kostara di sela-sela memantau atmosfer pembukaan.

Senada dengan Kadispopar, Kabid Olahraga Dispopar Sumbawa, Iwan Setiawan, SP., M.Si., menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan PWI menjadi pondasi kuat bagi kemajuan olahraga di daerah. Ia berharap ajang ini juga menjadi batu loncatan bagi jurnalis Sumbawa untuk menembus Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung mendatang.

"Olahraga mengajarkan kita kejujuran dan fair play. Nilai-nilai sportivitas di lapangan ini tentu sejalan dengan profesionalisme wartawan dalam menyajikan berita yang faktual dan bertanggung jawab. Selamat bertanding, jaga nama baik Sumbawa, dan raih prestasi dengan terhormat," kata Iwan Setiawan.

Sinergi dan Kemeriahan Pembukaan di Lapangan Unram

Pembukaan Porwada NTB 2026 yang baru pertama kali digelar ini berlangsung semarak. Acara resmi dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB. Turut hadir memberikan sambutan hangat, Asisten I Pemkot Mataram Lalu Martawan mewakili Walikota Mataram, serta Wakil Rektor Universitas Mataram yang menyambut baik digunakannya fasilitas kampus sebagai pusat pemersatu insan pers.

Atmosfer pembukaan kian membara dengan penampilan memukau Gendang Beleq dari SMPN 15 Mataram yang membawakan tabuhan dinamis, serta kawalan rapi dari Paskibra Nasional SMA Negeri 3 Mataram saat defile kontingen dimulai.

Kontingen PWI Sumbawa terpantau memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, bersanding dengan ratusan jurnalis bersertifikasi kompeten (UKW) dari 8 kabupaten/kota se-NTB, termasuk PWI Dompu, Mataram, Lombok Timur, Kota Bima, dan daerah lainnya.

 

Dukungan langsung yang diberikan oleh jajaran Pemda Sumbawa dan KONI Sumbawa di arena pertandingan mendapat respons positif dan apresiasi setinggi-tingginya dari Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE.

"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan suntikan motivasi langsung dari Kepala Dinas Dispopar dan Kabid Olahraga, serta dukungan total dari Ketua KONI Sumbawa Bapak Abdul Rafiq. Kehadiran para tokoh penting daerah di tribun penonton hari ini menjadi energi tambahan bagi para atlet wartawan Sumbawa untuk tampil maksimal," ungkap sosok yang akrab disapa Bang Zen tersebut, didampingi Sekretaris PWI Sumbawa Abu Sofyan Muchtar.

Bang Zen menegaskan, kontingen PWI Sumbawa berkomitmen penuh untuk menjaga marwah daerah, bertanding secara kompetitif, sekaligus menjadikan ajang ini sebagai wadah mempererat silaturahmi demi meningkatkan solidaritas pers dalam membangun daerah. (AM)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 18:03:54 +0800 amr
KONI Sumbawa Dukung Penuh Kontingen PWI di Porwada NTB 2026: Cetak Jurnalis Tangguh dan Sportif! https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-pwi-di-porwada-ntb-2026-cetak-jurnalis-tangguh-dan-sportif https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-pwi-di-porwada-ntb-2026-cetak-jurnalis-tangguh-dan-sportif KONI Sumbawa Dukung Penuh Kontingen PWI di Porwada NTB 2026: Cetak Jurnalis Tangguh dan Sportif! 

MATARAM.Amarmedia.co.id — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., menyatakan dukungan penuhnya terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026. Hal ini disampaikannya langsung saat memantau atmosfer pembukaan yang berlangsung meriah di Lapangan Sport Center Universitas Mataram, Jumat (26/6/2026).

Abdul Rafiq menegaskan bahwa kehadiran kontingen PWI Sumbawa dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi, melainkan representasi dari semangat juang dan sportivitas masyarakat Tana Samawa

 "Kami dari KONI Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan total untuk rekan-rekan wartawan, khususnya kontingen PWI Sumbawa. Wartawan adalah mitra strategis dalam pembangunan, dan melalui Porwada ini, mereka membuktikan bahwa insan pers tidak hanya tajam dalam pena, tetapi juga tangguh dan sportif di arena olahraga," ujar Abdul Rafiq di sela-sela acara pembukaan.

Serba-Serbi Kemeriahan Pembukaan: Dari Gendang Beleq hingga Kehadiran Gubernur NTB 

Atmosfer pembukaan Porwada NTB 2026 di Lapangan Sport Center Unram tampak begitu hidup. Sejak siang lapangan dipenuhi oleh ratusan jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi NTB yang siap berlaga.

Acara bergengsi ini sedianya dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, diwakili oleh Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan dihadir oleh Perwakilan Walikota Mataram Asisten I Pemkot Mataram dan  Wakil Rektor Universitas Mataram yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, olahraga, dan pers.

 

Kemeriahan arena semakin membara berkat penampilan memukau dari kelompok seni Gendang Beleq SMPN 15 Mataram. Di bawah asuhan I Nengah Subrata, sebanyak 22 siswa penabuh sukses membius penonton. Barungan seni ini dikenal sudah biasa tampil di berbagai acara nasional dan festival seni (tegiolan). Demikian pula iringan dipandu oleh Paskibra Nasional dari SMA Negeri 3 Mataram. Beberapa kontingen besar terpantau sudah merapatkan barisan di area lapangan. Di antaranya adalah kontingen PWI Sumbawa yang tampil percaya diri, disusul oleh PWI Dompu,PWI Mataram, PWI Lombok Timur, Kota Bima,  serta perwakilan dari kabupaten/kota lainnya.

Harapan Besar untuk Kontingen Sumbawa

Sebagai Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq berharap ajang Porwada ini menjadi wadah silaturahmi yang kuat sekaligus panggung pembuktian prestasi bagi para jurnalis olahraga asal Sumbawa.

"Selamat bertanding untuk seluruh kontingen, khususnya untuk PWI Sumbawa. Jaga nama baik daerah, junjung tinggi fair play, dan bawa pulang prestasi terbaik untuk Sumbawa. KONI selalu ada di belakang kalian!" pungkasnya dengan penuh semangat.

Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, SE, didampingi Sekretaris PWI Sumbawa Abu Sofyan Muchtar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas atensi dan dukungan yang diberikan oleh Ketua KONI Sumbawa. Menurutnya, dukungan dari induk organisasi olahraga di daerah ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh atlet wartawan untuk memberikan performa terbaik dalam ajang tingkat provinsi tersebut.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari Ketua KONI Sumbawa. Sinergi antara PWI dan KONI ini bukan hanya soal partisipasi di Porwada, tetapi juga bentuk pengakuan bahwa wartawan juga memiliki peran dalam memajukan dunia olahraga, baik sebagai pewarta maupun sebagai pelaku olahraga itu sendiri," ujar Zainuddin di Arena Porwada NTB

Zainuddin menambahkan bahwa dukungan KONI menjadi suntikan energi bagi PWI Sumbawa dalam melakukan persiapan teknis maupun latihan rutin bagi para atlet wartawan. Dengan adanya dukungan ini, ia optimistis kontingen PWI Sumbawa dapat bersaing secara kompetitif dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi daerah.

"Dukungan dari KONI ini memberikan kami keyakinan bahwa langkah kami didukung oleh otoritas olahraga yang kredibel. Kami berkomitmen untuk menjaga sportivitas dan profesionalisme di lapangan, sesuai dengan semangat profesi kewartawanan yang kami emban," tambah sosok yang akrab disapa Bang Zen ini.

Lebih lanjut, Ketua PWI Sumbawa ini menekankan bahwa ajang Porwada bukan sekadar perlombaan semata. Baginya, ini adalah wadah untuk mempererat silaturahmi antarwartawan se-NTB sekaligus sarana untuk meningkatkan kebugaran fisik agar para jurnalis dapat menjalankan tugas liputan dengan lebih prima.

"Kami ingin membuktikan bahwa wartawan Sumbawa tidak hanya mahir dalam merangkai kata dan menyajikan berita, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Kami akan memanfaatkan dukungan ini untuk berlatih lebih keras dan fokus dalam persiapan menuju Porwada nanti," pungkasnya.(AM/Red)

]]>
Fri, 26 Jun 2026 15:07:10 +0800 amr
Persiapan Porwada PWI NTB 2026 Rampung 100 Persen, Gubernur Iqbal Dijadwalkan Hadir https://amarmedia.co.id/persiapan-porwada-pwi-ntb-2026-rampung-100-persen-gubernur-iqbal-dijadwalkan-hadir https://amarmedia.co.id/persiapan-porwada-pwi-ntb-2026-rampung-100-persen-gubernur-iqbal-dijadwalkan-hadir Persiapan Porwada PWI NTB 2026 Rampung 100 Persen, Gubernur Iqbal Dijadwalkan Hadir

Mataram.Amarmedia.co.id – Hajatan akbar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 siap digelar. Seluruh rangkaian persiapan menjelang pembukaan kompetisi olahraga antar-kuli tinta ini dinyatakan telah rampung 100 persen. Mulai dari kesiapan arena pertandingan (venue), teknis acara, hingga penyambutan para kontingen.

Ketua Panitia Porwada PWI NTB 2026, Purwandi menegaskan bahwa Mataram sebagai tuan rumah sudah siap sepenuhnya untuk menyelenggarakan ajang bergengsi ini.

"Alhamdulillah, per hari ini semua persiapan teknis dan non-teknis sudah klir. Venue untuk masing-masing cabang olahraga sudah siap digunakan, dan skema pertandingan pun telah dimatangkan oleh tim teknis," ujar Purwandi saat memberikan keterangan pers di Mataram, Kamis (25/06/2026).

Geliat pesta olahraga khusus insan pers ini sudah mulai terasa seiring dengan berdatangannya para atlet dan official dari berbagai kabupaten/kota se-NTB. Berdasarkan data panitia, tercatat sekitar 300 orang yang terdiri dari jurnalis atlet serta pendamping kontingen bakal meramaikan ajang kali ini.

"Peserta dan official yang berjumlah sekitar 300 orang sudah mulai berdatangan di Mataram mulai malam ini. Kedatangan para jurnalis dari berbagai daerah ini disambut hangat, dan mereka siap memperebutkan prestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan soliditas pers," kata Purwandi.

Acara seremonial pembukaan Porwada PWI NTB 2026 kata Mas Pur sapaannya, dijadwalkan berlangsung pada Jumat (26/06/2026) siang, bertempat di Sport Center Universitas Mataram (Unram).

Pembukaan ini dipastikan bakal berlangsung meriah karena dijadwalkan dihadiri langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Walikota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pihak panitia pun mengajak seluruh anggota PWI dan komunitas pers di NTB untuk ikut menyukseskan dan meramaikan pembukaan esok hari. Selain menjadi ajang unjuk bakat di bidang olahraga sekaligus seleksi Porwanas 2027 di Provinsi Lampung, Porwada 2026 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh kebersamaan insan pers di Bumi Gora. (AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 22:33:51 +0800 amr
Gerakan Pangan Murah NTB Sinergi dengan Sinara Fest,Sediakan Bahan Pokok Harga Terjangkau bagi Masyarakat https://amarmedia.co.id/gerakan-pangan-murah-ntb-sinergi-dengan-sinara-festsediakan-bahan-pokok-harga-terjangkau-bagi-masyarakat https://amarmedia.co.id/gerakan-pangan-murah-ntb-sinergi-dengan-sinara-festsediakan-bahan-pokok-harga-terjangkau-bagi-masyarakat Gerakan Pangan Murah NTB Sinergi dengan Sinara Fest,Sediakan Bahan Pokok Harga Terjangkau bagi Masyarakat

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyasar wilayah perkotaan, termasuk Kota Mataram sebagai salah satu kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di NTB.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Irine Silviani, SP., MM., menyatakan bahwa program GPM ini sengaja dihadirkan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau.

"Kami mengadakan GPM di perkotaan untuk menjaga stabilitas harga. Jadi semua masyarakat, baik yang di pelosok kemarin maupun yang di perkotaan, bisa mengetahui dan mendapatkan harga yang stabil," ujar Irine saat diwawancarai di halaman KPPN Mataram, Kamis (25/6/2026).

Pada kesempatan ini, kegiatan GPM turut memeriahkan gelaran Sinara Fest (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan) yang digelar KPPN Mataram, mengusung tema "Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan, untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas". Sinergi ini juga melibatkan sekitar 30 mitra lokal, termasuk para pedagang pangan yang menyediakan komoditas segar seperti sayuran, bawang, hingga produk olahan.

Irine membeberkan bahwa komoditas yang paling diminati oleh masyarakat dalam setiap gelaran GPM masih tetap sama, yakni minyak goreng dan bawang merah. Menariknya, harga beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah kini terpantau sudah mulai mengalami penurunan dan kembali stabil. Di pasaran, harga cabai saat ini berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Selain itu, komoditas minyak goreng yang disediakan melalui distributor termasuk Bulog menjadi buruan warga karena dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar, yakni sebesar Rp15.500 per liter.

Meski Sinara Fest hanya berlangsung selama dua hari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB memastikan bahwa program GPM akan terus berlanjut ke berbagai daerah lainnya demi menyisir wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi harga untuk menekan inflasi.

"Ke depannya, pada bulan Juli nanti, kami merencanakan akan ada lagi minimal di dua titik, bahkan bisa lebih. Kemarin kami sudah adakan di Lombok Barat, dan tidak menutup kemungkinan akan menyasar kabupaten lain lagi untuk menekan inflasi," tambah Irine.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat terus menikmati komoditas pangan dengan harga yang aman dan ramah di kantong, sekaligus menjaga roda perekonomian para pelaku UMKM daerah agar tetap berputar.(AM/san/diskominfotik)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 17:44:55 +0800 amr
Pemerintah kabupaten Sumbawa Siap Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat https://amarmedia.co.id/pemerintah-kabupaten-sumbawa-siap-dukung-pembangunan-sekolah-rakyat https://amarmedia.co.id/pemerintah-kabupaten-sumbawa-siap-dukung-pembangunan-sekolah-rakyat Pemerintah kabupaten Sumbawa Siap Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - 22 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengikuti kegiatan Zoom Meeting usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan di Aula Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan terkait, baik dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Zoom Meeting ini membahas kesiapan lokasi, kelengkapan dokumen, serta persyaratan pendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa.

Gubernur Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah melakukan inventarisasi data Kabupaten/Kota terkait Lahan Daerah Strategis (LDS) yang telah mencapai sekitar 87 persen.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan penandatanganan kesepakatan antara Gubernur NTB dan para Bupati se-NTB dapat dilaksanakan pada minggu depan. Kesepakatan tersebut nantinya menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan penyesuaian dan revisi terhadap RTRW Provinsi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mendukung sepenuhnya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa.

“Pada prinsipnya kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebutuhan Sekolah Rakyat. Kami telah menyiapkan lokasi di pinggir jalan raya dengan luas kurang lebih 20 hektare, seluruh persyaratan lahan telah dilengkapi, dan akses jalan masuk berada di pinggir jalan negara,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan bahwa Kabupaten Sumbawa siap menyambut kehadiran Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan akses pendidikan dan membangun sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Sumbawa.

Dengan kesiapan lahan, kelengkapan dokumen, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat segera terealisasi.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menyampaikan bahwa progres Lahan Daerah Strategis Kabupaten Sumbawa telah mencapai 87,03 persen. Selain itu, telah tersedia pula penetapan melalui Surat Keputusan Bupati sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap pembangunan Sekolah Rakyat.

Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., dalam paparannya menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat seluas kurang lebih 20 hektare dan telah bersertifikat.

Berbagai persyaratan administrasi juga telah dilengkapi, antara lain surat pernyataan Bupati, Surat Keputusan penunjukan lokasi, serta keterangan rencana penggunaan lahan. Dokumen kajian risiko bencana juga telah tersedia, sedangkan dokumen lingkungan saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

Selain itu, di Dinas PUPR Provinsi NTB telah tersedia Berita Acara Kesepakatan hasil inventarisasi luas lahan baku sawah, lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta usulan kawasan pertanian.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 14:06:33 +0800 amr
Wagub NTB Tegaskan Masukan DPRD Jadi Dasar Pembenahan Tata Kelola APBD https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-tegaskan-masukan-dprd-jadi-dasar-pembenahan-tata-kelola-apbd https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-tegaskan-masukan-dprd-jadi-dasar-pembenahan-tata-kelola-apbd Wagub NTB Tegaskan Masukan DPRD Jadi Dasar Pembenahan Tata Kelola APBD

Mataram Amarmedia.co.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa berbagai pandangan, masukan, dan kritik konstruktif dari fraksi-fraksi DPRD Provinsi NTB akan menjadi pijakan penting bagi Pemerintah Provinsi dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan tersebut disampaikan Wagub saat mewakili Gubernur NTB dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB untuk menyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025, Kamis (25/6/2026).

Dalam penyampaiannya, Ummi Dinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD yang telah memberikan perhatian, masukan, dan saran kritis terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

“Seluruh pandangan, masukan, dan rekomendasi yang disampaikan DPRD menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB dan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan daerah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pembangunan,” tegasnya.

Wagub menjelaskan bahwa pemerintah sejalan dengan pandangan DPRD mengenai pentingnya penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemanfaatan aset secara produktif, digitalisasi layanan perpajakan, serta peningkatan kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Terkait pelaksanaan anggaran, Pemerintah Provinsi NTB juga terus melakukan pembenahan kualitas perencanaan, percepatan pengadaa barang dan jasa, serta pengendalian pelaksanaan program agar setiap anggaran yang dialokasikan dapat menghasilkan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari tingkat serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas keluaran (output) dan dampak (outcome) yang dihasilkan.

Menanggapi perhatian fraksi-fraksi mengenai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), Wagub menjelaskan bahwa SILPA Tahun Anggaran 2025 terbentuk dari efisiensi pelaksanaan belanja, pelampauan target pendapatan tertentu, serta transfer pemerintah pusat yang diterima menjelang akhir tahun anggaran. Dana tersebut bukan merupakan dana menganggur, melainkan akan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas melalui mekanisme APBD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi NTB juga menegaskan bahwa APBD diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat, antara lain melalui pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah NTB. Berbagai indikator pembangunan, termasuk pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan Nilai Tukar Petani, menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata dari belanja daerah.

Di bidang tata kelola, pemerintah juga berkomitmen terus menyempurnakan pengelolaan aset daerah, meningkatkan kualitas pengelolaan piutang, memperkuat pembinaan BUMD, serta menjaga konsistensi penyajian laporan keuangan sesuai standar akuntansi pemerintahan dan hasil audit yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup penyampaiannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan terus memperkuat kolaborasi dengan DPRD dalam membangun tata kelola keuangan yang lebih baik. Baginya, APBD bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan instrumen strategis untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia.(AM/KominfotikNTB)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 13:25:44 +0800 amr
DPRD Sumbawa dan Kades Lebin Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah bagi Warga Ropang https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-dan-kades-lebin-dorong-percepatan-sertifikasi-tanah-bagi-warga-ropang https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-dan-kades-lebin-dorong-percepatan-sertifikasi-tanah-bagi-warga-ropang DPRD Sumbawa dan Kades Lebin Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah bagi Warga Ropang

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id - 25 Juni 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP menegaskan pentingnya percepatan sertifikasi tanah untuk memberi kepastian hukum dan membuka akses permodalan bagi masyarakat Kecamatan Ropang, sementara Kepala Desa Lebin aktif mendorong program sertifikasi untuk warganya agar manfaatnya cepat dirasakan. hal itu disampaikan pada kunjungannya ke DPRD Kabupaten Sumbawa dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano SH MKn.

Menurut Rosi akrab Legislator dari fraksi Golkar ini, Kecamatan Ropang selama beberapa tahun terakhir menjadi perhatian karena keberadaan kawasan tambang, kebutuhan infrastruktur, dan persoalan aset yang belum tertib sertifikar. DPRD menilai kepastian status tanah merupakan syarat utama untuk mengurangi konflik pertanahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Pelaksanaan program sertifikasi juga pernah direalisasikan dalam bentuk pembagian sertifikat massal oleh BPN yang menyasar desa-desa di Ropang, sebagai stimulus agar masyarakat memperoleh kepastian hukum dan akses permodalan. 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Gitta Liesbano SH MKn menjelaskan bahwa sertifikat memberikan kepastian hukum sehingga meminimalkan sengketa dan praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat. DPRD menilai sertifikasi membuka peluang masyarakat mengakses pinjaman usaha atau Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi lokal. 

Ia  mendorong kerja sama aktif antara Pemda, BPN, dan pemerintah desa untuk percepatan pendaftaran dan penerbitan sertifikat, khususnya di desa-desa yang rentan sengketa.

Dalam pertemuan tersebut Langkah yang diusulkan DPRD diantaranya koordinasi antar-institusi, memperkuat sinergi Pemda–BPN–DPRD–kecamatan untuk program sertifikasi terpadu,mendorong kegiatan massal (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap / program sertifikat massal) untuk mempercepat legalisasi hak atas tanah warga. serta melakukan pemetaan bidang tanah, sosialisasi prosedur, dan pendampingan bagi warga yang belum mengerti proses pendaftaran. 

Ditambahkan Rosi Pemda perlu menertibkan aset milik daerah yang belum bersertifikat untuk menghindari sengketa dan memaksimalkan fungsi aset sebagai sumber pendapatan daerah. 

Kepala Desa Lebin Sulaeman fokus mendorong warganya mengikuti program sertifikasi dengan langkah-langkah praktis. Ia siap mengumpulkan dokumen warga, memfasilitasi pengukuran bidang, serta mengkoordinasikan jadwal kegiatan BPN di tingkat desa agar proses berjalan lancar. 

"Dampak dan manfaat yang diharapkan-adalah ada kepastian hak atas tanah untuk warga, mengurangi risiko sengketa dan pelanggaran hak." imbuhnya. dengan sertifikat, warga lebih mudah mendapatkan kredit usaha atau modal kerja, : sertifikat membuka peluang investasi lokal, pengembangan UMKM, dan pemanfaatan lahan yang lebih produktif. pungkasnya.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 12:28:42 +0800 amr
Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa Dukung Penuh Kontingen Porwada PWI Sumbawa https://amarmedia.co.id/bank-ntb-syariah-cabang-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-porwada-pwi-sumbawa https://amarmedia.co.id/bank-ntb-syariah-cabang-sumbawa-dukung-penuh-kontingen-porwada-pwi-sumbawa Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa Dukung Penuh Kontingen Porwada PWI Sumbawa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id- Bank NTB Syariah Cabang Sumbawa menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung perkembangan olahraga dan kemitraan dengan insan pers di Kabupaten Sumbawa. Hal ini dibuktikan dengan menjadi sponsor dan partisipasi aktif Bank NTB Syariah dalam acara pelepasan kontingen atlet Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Mataram.

Kepala Cabang Bank NTB Syariah Sumbawa, Ika Gita Listiana, M.M., Inov., hadir langsung dalam acara pelepasan tersebut yang berlangsung di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan nyata institusi perbankan syariah terbesar di NTB ini terhadap kontingen PWI Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik yang tercipta antara PWI, KONI, Dispopar, dan Bank NTB Syariah. Sinergi ini dinilai berhasil memberikan fasilitas dan akomodasi yang sangat layak bagi para jurnalis yang akan bertanding di ajang Porwada.

Dukungan Bank NTB Syariah ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi 29 atlet dan 2 official PWI Sumbawa untuk tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Kota Mataram pada 26–28 Juli 2026 mendatang.

Sejalan dengan semangat Bupati Syarafuddin Jarot untuk mengajak seluruh elemen daerah "berlari cepat" demi akselerasi pembangunan, keterlibatan Bank NTB Syariah dalam kegiatan ini menunjukkan keaktifan dunia perbankan dalam mendukung kegiatan positif di masyarakat, termasuk di bidang olahraga dan pers.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bank NTB Syariah, diharapkan kontingen PWI Sumbawa dapat mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di ajang Porwada 2026.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 09:23:58 +0800 amr
HIPMI Sumbawa All Out Dukung Kontingen PWI di Porwada 2026, Rizki Akbar: Wartawan Adalah Penggerak Ekonomi Daerah https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-all-out-dukung-kontingen-pwi-di-porwada-2026-rizki-akbar-wartawan-adalah-penggerak-ekonomi-daerah https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-all-out-dukung-kontingen-pwi-di-porwada-2026-rizki-akbar-wartawan-adalah-penggerak-ekonomi-daerah HIPMI Sumbawa All Out Dukung Kontingen PWI di Porwada 2026, Rizki Akbar: Wartawan Adalah Penggerak Ekonomi Daerah

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh atas keberangkatan kontingen atlet Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB di Kota Mataram, 26–28 Juli 2026 mendatang.

Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa, *Rizki Akbar, S.E., M.M.Inov., menanggapi pelepasan resmi kontingen oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Sinergi Pengusaha Muda dan Pers untuk Kemajuan Daerah

Menurut Rizki Akbar, pers dan dunia usaha memiliki ikatan emosional dan strategis yang tidak dapat dipisahkan. Wartawan bukan sekadar pencari berita, melainkan mitra strategis dalam membangun opini publik yang sehat, termasuk dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di tana Samawa.

 "Kami di HIPMI Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan all out kepada rekan-rekan jurnalis PWI Sumbawa yang berkompetisi di ajang Porwada 2026. Ajang ini bukan hanya panggung pembuktian prestasi olahraga, tetapi juga cerminan dari soliditas dan sportivitas kawan-kawan media Sumbawa di tingkat provinsi," ujar Rizki Akbar.

Pria yang akrab disapa Eki ini mendedikasikan dukungan ini sebagai bentuk kolaborasi pentahelix, di mana dunia usaha (swasta) turut hadir menyokong kegiatan positif komunitas pers. Ia optimis, dengan mentalitas juara yang dimiliki para kuli tinta Sumbawa, kontingen ini mampu mengharumkan nama daerah.

Rizki Akbar juga menambahkan bahwa semangat yang dibawa oleh rekan-rekan PWI sangat selaras dengan arahan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang meminta seluruh elemen daerah—termasuk birokrasi dan mitra kerja—untuk "berlari cepat" demi akselerasi pembangunan.

 HIPMI melihat potensi besar pada 29 atlet dan 2 official PWI Sumbawa yang diperkuat nama-nama legendaris, seperti peraih emas Porwanas Zulkarnain (atletik), Jamhur Husain & Agus Talino (tenis meja), hingga tim cabor biliar, balogo, fotografi, dan bridge.

Olahraga menjadi simbol bahwa wartawan Sumbawa memiliki ketahanan fisik dan mental yang siap mengawal isu-isu lokal serta investasi daerah dengan ritme yang cepat dan taktis.

Ketua HIPMI Sumbawa berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan fokus tinggi, menjaga kesehatan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

"Selamat bertanding untuk kontingen PWI Sumbawa. Seperti yang disampaikan Ketua PWI, Abang Zainuddin, dan Ketua KONI, Bung Abdul Rafiq, target juara itu penting, tetapi menjaga nama baik daerah dan kembali pulang dengan selamat adalah yang utama. HIPMI Sumbawa selalu siap berdiri membersamai perjuangan rekan-rekan media," pungkas Rizki Akbar. (AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 08:48:43 +0800 amr
Bupati Syarafuddin : Keberhasilan TP&PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD Diukur dari Ketahanan Keluarga, Bukan Formalitas Meja https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-keberhasilan-tp-pkk-posyandu-dan-bunda-paud-diukur-dari-ketahanan-keluarga-bukan-formalitas-meja https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-keberhasilan-tp-pkk-posyandu-dan-bunda-paud-diukur-dari-ketahanan-keluarga-bukan-formalitas-meja Bupati Syarafuddin : Keberhasilan TP-PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD Diukur dari Ketahanan Keluarga, Bukan Formalitas Meja

Sumbawa,Amarmedia.co.id  — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Sumbawa tidak boleh hanya terjebak pada pembangunan fisik atau infrastruktur semata. Bagi Bupati, fondasi utama kemajuan daerah justru terletak pada pembangunan karakter Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu lingkungan keluarga.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri sekaligus memberikan arahan strategis dalam acara Sinergi Integrasi Pelantikan dan Pengukuhan Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda PAUD, dan Ketua Tim Pembina Posyandu dari 11 Kecamatan di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (24/06/2026).

Prosesi pelantikan dan pengambilan ikrar sendiri dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E.

Bupati Minta Pengurus Turun Langsung ke Lapangan

Dari sudut pandang orang nomor satu di Sumbawa ini, pelantikan 11 pengurus kecamatan tersebut merupakan sebuah amanah pengabdian yang sakral, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bupati Jarot secara khusus menantang para pengurus yang baru dilantik untuk keluar dari zona nyaman birokrasi dan rutinitas administratif.

"Saya minta agar dalam menjalankan tugas tidak hanya melahirkan kebijakan di atas meja, tetapi lihat langsung kondisi riil di lapangan. Pengurus harus aktif bergerak, kunjungi keluarga yang membutuhkan perhatian, pantau kondisi ibu hamil, anak-anak, serta masyarakat yang memerlukan pendampingan," tegas Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Bupati menambahkan bahwa indikator performa utama (KPI) dari ketiga lembaga ini tidak boleh lagi diukur dari kuantitas atau banyaknya jumlah kegiatan yang sukses digelar.

"Keberhasilan tugas dari PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD bukanlah dilihat dari seberapa padatnya kegiatan yang dilaksanakan. Tetapi lebih dari itu, seberapa besar dan luasnya manfaat nyata yang dirasakan oleh setiap masyarakat dan siklus keluarga sebagai penerima manfaat dasar," imbuhnya.

Sentuhan Ibu Sebagai Fondasi Generasi Emas

Sebagai kepala daerah, Bupati Syarafuddin Jarot memandang peran para ketua organisasi wanita di tingkat kecamatan ini memiliki dampak domino yang sangat luar biasa bagi masa depan Sumbawa. Beliau menilai, sentuhan dan keteladanan seorang ibu adalah pilar utama dalam membangun ketahanan keluarga.

Ketika para ibu di kecamatan bergerak secara aktif dan mandiri, ketahanan keluarga akan otomatis terbentuk.

Keluarga yang memiliki ketahanan kuat akan melahirkan lingkungan masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Masyarakat yang tangguh inilah yang akan menjadi fondasi utama bagi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera

Di akhir arahannya, Bupati menggarisbawahi bahwa TP-PKK, Bunda PAUD, dan TP Posyandu merupakan mitra kerja strategis pemerintah daerah yang saling terintegrasi. Ketiganya mengawal siklus hidup manusia, mulai dari kesehatan bayi dan ibu di Posyandu, pendidikan karakter sejak dini melalui PAUD, hingga kesejahteraan keluarga lewat program PKK.

Bupati optimis, dengan pergerakan lapangan yang padu antara pemerintah daerah dan ketiga lembaga dari 11 kecamatan ini (Kecamatan Sumbawa, Moyo Utara, Labuhan Badas, Alas, Alas Barat, Lopok, Maronge, Plampang, Labangka, Moyo Hulu, dan Orong Telu), maka roda pembangunan sosial di Kabupaten Sumbawa akan berjalan jauh lebih cepat, merata, dan tepat sasaran demi menyongsong generasi emas di masa depan.(AM)

]]>
Thu, 25 Jun 2026 08:07:08 +0800 amr
Baru Terima SK PON 2028, Gubernur Miq Iqbal Langsung Pimpin Rapat Strategis Persiapan NTB https://amarmedia.co.id/baru-terima-sk-pon-2028-gubernur-miq-iqbal-langsung-pimpin-rapat-strategis-persiapan-ntb https://amarmedia.co.id/baru-terima-sk-pon-2028-gubernur-miq-iqbal-langsung-pimpin-rapat-strategis-persiapan-ntb Baru Terima SK PON 2028, Gubernur Miq Iqbal Langsung Pimpin Rapat Strategis Persiapan NTB

MATARAM. Amarmedia.co.id  – Belum genap sehari setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 129 Tahun 2026 tentang Penetapan Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Jakarta, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal tanpa jeda langsung memimpin rapat strategis bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan jajaran Pemerintah Provinsi NTB untuk mematangkan langkah-langkah persiapan penyelenggaraan PON. Langkah cepat tersebut menjadi penegasan bahwa Pemprov NTB bergerak sejak hari pertama untuk menindaklanjuti amanah pemerintah pusat setelah NTB resmi ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi DKI Jakarta.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I Setda NTB, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga beserta jajaran, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, perwakilan Bappeda NTB, serta perangkat daerah terkait yang akan menjadi garda terdepan dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028.

Dalam arahannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kerja yang cepat, terencana, dan terukur. Seluruh perangkat daerah diminta membangun kolaborasi sejak dini agar setiap tahapan persiapan berjalan efektif dan mampu menghasilkan penyelenggaraan yang berkualitas.

Gubernur memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan anggaran. Menurutnya, setiap dana yang bersumber dari APBD harus digunakan secara selektif, efisien, dan akuntabel dengan memprioritaskan program-program yang benar-benar berdampak terhadap kesiapan NTB sebagai tuan rumah sekaligus mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Setiap rupiah yang kita keluarkan harus memiliki nilai strategis. Kita tidak hanya mengejar sukses penyelenggaraan, tetapi juga memastikan bahwa investasi yang dilakukan mampu memperkuat pembinaan olahraga, meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, dan melahirkan prestasi yang membanggakan bagi atlet-atlet NTB,” tegas Gubernur.

Ia juga mengingatkan agar setiap kebijakan penganggaran tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek penyelenggaraan, tetapi mampu meninggalkan manfaat jangka panjang bagi pembinaan olahraga, peningkatan kualitas infrastruktur, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Gubernur menegaskan bahwa persiapan PON di NTB akan mengedepankan optimalisasi fasilitas yang telah tersedia. Fokus diarahkan pada pembenahan dan peningkatan kualitas venue sesuai kebutuhan sehingga penyelenggaraan dapat berlangsung secara efisien tanpa pembangunan infrastruktur baru yang tidak mendesak.

Rapat juga membahas kesiapan NTB dalam menyelenggarakan cabang-cabang olahraga yang nantinya ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pemerintah Provinsi NTB menyatakan siap menyesuaikan pembagian cabang olahraga sesuai keputusan nasional dengan mengedepankan kesiapan venue, efektivitas penyelenggaraan, dan potensi peningkatan prestasi atlet daerah.

Bagi Gubernur, status sebagai tuan rumah harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di NTB. Persiapan tidak boleh hanya berfokus pada aspek penyelenggaraan, tetapi juga harus mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan melalui pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“PON XXII Tahun 2028 harus menjadi titik balik kebangkitan olahraga NTB. Kita ingin sukses sebagai penyelenggara, tetapi yang tidak kalah penting adalah sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menekankan bahwa penyelenggaraan PON merupakan pekerjaan besar yang tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah semata. Dibutuhkan sinergi, komitmen, dan semangat kerja bersama dari seluruh unsur pemerintah, pemerintah kabupaten/kota, organisasi olahraga, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan persiapan PON sebagai gerakan bersama dengan mengedepankan disiplin, koordinasi, dan saling mendukung antarsektor. Menurutnya, kolaborasi yang kuat sejak tahap perencanaan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan penyelenggaraan PON yang sukses dan membanggakan.

Selain membahas kesiapan venue dan pembinaan atlet, rapat juga menyoroti kebutuhan perencanaan pendanaan yang berkelanjutan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta langkah-langkah strategis untuk memastikan seluruh persiapan berjalan tepat waktu dan sesuai target.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, PON XXII Tahun 2028 bukan hanya agenda olahraga nasional, melainkan momentum strategis untuk memperkuat sport tourism, menggerakkan perekonomian daerah, memberdayakan UMKM, menarik investasi, serta memperkenalkan potensi NTB kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui gerak cepat yang dimulai sejak hari pertama setelah penerimaan SK, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan tekad untuk menjadikan PON XXII Tahun 2028 bukan sekadar sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai momentum lahirnya prestasi atlet, penguatan ekonomi daerah, dan warisan pembangunan yang dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, NTB optimistis mampu menghadirkan PON yang profesional, efisien, dan membanggakan.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:35:41 +0800 amr
Aliansi Sumbawa Menggugat Desak PT Intam Transparan Terkait Status Jalan di Desa Lebin https://amarmedia.co.id/aliansi-sumbawa-menggugat-desak-pt-intam-transparan-terkait-status-jalan-di-desa-lebin https://amarmedia.co.id/aliansi-sumbawa-menggugat-desak-pt-intam-transparan-terkait-status-jalan-di-desa-lebin Aliansi Sumbawa Menggugat Desak PT Intam Transparan Terkait Status Jalan di Desa Lebin

SumbawaBesar.Amarmedia.co.id - , 24 Juni 2026 – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa dengan PT Intam, Rabu (24/6), diwarnai desakan keras dari Aliansi LSM Sumbawa Menggugat. Aliansi menuntut kejelasan status hukum dan iktikad baik perusahaan terkait pemanfaatan akses jalan di Desa Lebin yang selama ini diklaim perusahaan sebagai Jalan Usaha Tani (JUT).

RDP tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III Syaifullah SPd.M.M.Inov. hadir anggota komisi II Muhammad Zain SIP, Jiansya SE dan H Andi Mappelepui. Dari pemerintah daerah juga hadir yakni Dinas DPMPTSP, Balai KPH Zona II, Camat Ropang,Kepala Desa Lebin dan Kepala Desa Ropang. 

Perwakilan Aliansi, Muhammad Taufan, menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah status lahan yang kini digunakan sebagai jalur logistik PT Intam. Menurutnya, terdapat ketimpangan informasi antara klaim perusahaan dengan fakta di lapangan.

"Kami datang ke sini untuk menuntut transparansi. Perusahaan mengklaim jalan tersebut adalah JUT, namun faktanya itu adalah akses yang dibangun secara manual dengan biaya dan keringat masyarakat sendiri, termasuk kontribusi pribadi saudara Dodo," ujar Taufan di sela-sela rapat.

Senada dengan Taufan, rekan sejawatnya, Viktor, mempertanyakan legitimasi izin penggunaan jalan tersebut. Aliansi mencium adanya rumor bahwa penggunaan jalan dilakukan tanpa dasar hukum yang kuat dan hanya berlandaskan kesepakatan yang tidak merata.

"Kami butuh penjelasan krusial. Siapa yang memberi izin kepada PT Intam untuk menggunakan jalan pribadi warga sebagai akses operasional perusahaan? Jika perusahaan beroperasi di sana, maka wajib ada ganti rugi atau kompensasi yang jelas bagi pemilik lahan yang jalannya terdampak," tegas Viktor.

Aliansi juga menyoroti sikap perusahaan yang terkesan mengelak saat ditanya mengenai pertanggungjawaban kepemilikan lahan. Bagi aliansi, dalih "amanah sosialisasi" yang diusung perusahaan tidak bisa menjadi pembenaran untuk mengabaikan hak-hak pemilik lahan yang telah berinvestasi secara swadaya membangun jalan tersebut selama bertahun-tahun.

Dalam rapat tersebut, Well Sukrianto, anggota aliansi lainnya, mendesak DPRD agar bersikap tegas terhadap PT Intam. Aliansi menegaskan posisi mereka: jika permasalahan kompensasi dan status jalan belum tuntas, maka PT Intam harus menghentikan penggunaan jalan tersebut untuk kendaraan berat.

"Kami tidak ingin mendiskreditkan pihak mana pun, kami duduk di sini untuk mengurai benang kusut. PT Intam harus terbuka agar polemik ini tidak melebar menjadi konflik yang lebih besar. Intinya, apakah perusahaan memiliki iktikad baik untuk memberikan ganti rugi atau tidak? Itu saja yang masyarakat butuhkan," tambah perwakilan LSM.

Aliansi LSM Sumbawa Menggugat menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga PT Intam menunjukkan tanggung jawab nyata. Mereka menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Sumbawa tidak boleh mengorbankan masyarakat kecil atau merampas hak-hak yang telah dibangun warga secara mandiri selama ini.

"Kami ingin memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Sinergi itu harusnya saling menguntungkan, bukan justru menjadikan masyarakat sebagai korban dari operasional tambang," pungkas Taufan.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:23:47 +0800 amr
Muhammad Zain Dorong Penyelesaian Konflik Akses Jalan Desa Lebin Melalui Musyawarah Berkeadilan di Tingkat Kecamatan https://amarmedia.co.id/muhammad-zain-dorong-penyelesaian-konflik-akses-jalan-desa-lebin-melalui-musyawarah-berkeadilan-di-tingkat-kecamatan https://amarmedia.co.id/muhammad-zain-dorong-penyelesaian-konflik-akses-jalan-desa-lebin-melalui-musyawarah-berkeadilan-di-tingkat-kecamatan Muhammad Zain Dorong Penyelesaian Konflik Akses Jalan Desa Lebin Melalui Musyawarah Berkeadilan di Tingkat Kecamatan

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa pada Rabu (24/6) membahas polemik status jalan di Desa Lebin yang kini digunakan oleh PT Intam dalam aktivitas eksplorasi detailnya. Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, SIP, menekankan pentingnya mengedepankan hak-hak masyarakat lokal dalam setiap tahapan investasi.

Rapat yang dipimpin oleh ketua komisi III Syaifullah SPd.M.M.Inov dihadiri Aliansi LSM Sumbawa Menggugat, Camat Ropang, Kepala Desa Lebin, Kepala Desa Ropang, Balai KPH II, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Bagian Hukum Setda Sumbawa, polsek Ropang serta Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa. Hadir anggota komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa H Andi Mappelepui dan Juliansyah SE. 

Dalam paparannya, Muhammad Zain yang akrab disapa Rosi ini, menyoroti bahwa berdasarkan fakta sejarahnya, lahan yang dijadikan akses jalan tersebut adalah milik masyarakat yang telah dikembangkan secara bertahap melalui swadaya warga dan dana desa sejak tahun 2017 hingga 2025.

"Kami memahami bahwa perusahaan beroperasi memanfaatkan akses jalan tersebut setelah dilakukan sosialisasi oleh PT Intam yang dilakukan bersama warga dan Kepala Desa. Dalam pertemuan tersebut telah mendapat persetujuan dengan syarat perbaikan jalan dilakukan oleh PT Intam, sehingga sampai hari ini jalan tersebut dipakai oleh PT Intam. Meskipun demikian, perusahaan tidak boleh abai terhadap kontribusi masyarakat dalam peningkatan jalan tersebut, termasuk saudara Dodo, yang telah membantu mengubah jalan setapak menjadi akses roda empat dan enam," ujar Muhammad Zain.

Menurut Rosi, reaksi yang muncul dari masyarakat saat ini merupakan akumulasi dari rasa memiliki terhadap jalan yang telah dibangun dengan susah payah tersebut. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa perusahaan tidak boleh menutup mata terhadap tanggung jawab sosialnya.

Ia menambahkan, perusahaan wajib memiliki kepekaan dan terbuka dalam setiap operasionalnya jika ingin menggunakan akses yang dibangun oleh masyarakat. Munculnya reaksi masyarakat yang merasa dirugikan harus segera direspons dengan bentuk kompensasi yang layak atas perbaikan jalan tersebut. Jangan sampai keberadaan tambang justru memicu konflik horizontal di tataran desa.

"Saya berharap permasalahan ini diklirkan di tingkat kecamatan bersama Camat, Kepala Desa, dan perwakilan masyarakat. Namun, saya tegaskan kembali, perusahaan bisa berjalan dengan lancar, tetapi masyarakat tidak boleh dirugikan sedikit pun," tambahnya.

Muhammad Zain menutup pernyataannya dengan mengingatkan PT Intam agar tidak abai terhadap dinamika sosial di lapangan. Ia meminta perusahaan untuk lebih terbuka dan proaktif dalam menyosialisasikan setiap langkahnya agar tidak terjadi miskomunikasi yang berkepanjangan.

"Investasi harus membawa kesejahteraan. Kami di DPRD akan terus mengawal agar tuntutan masyarakat terkait kompensasi atas jerih payahnya memperbaiki jalan tersebut mendapatkan perhatian serius dari PT Intam. Sinergi yang baik hanya bisa dicapai jika hak masyarakat dihormati dan kewajiban perusahaan dipenuhi dengan transparan," pungkas Rosi.(AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 16:13:14 +0800 amr
PT Intam Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengembangan Infrastruktur di Desa Lebin Kecamatan Ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-sinergi-dengan-masyarakat-dalam-pengembangan-infrastruktur-di-desa-lebin-kecamatan-ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-sinergi-dengan-masyarakat-dalam-pengembangan-infrastruktur-di-desa-lebin-kecamatan-ropang PT Intam Tegaskan Komitmen Sinergi dengan Masyarakat dalam Pengembangan Infrastruktur di Desa Lebin Kecamatan Ropang 

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id -  24 Juni 2026 – PT Intam, perusahaan yang saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi detail di wilayah Kabupaten Sumbawa, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya di Desa Lebin.

Hal ini disampaikan oleh Direksi PT Intam, Rahmansyah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III dan II DPRD Kabupaten Sumbawa pada Rabu (24/6). Dalam rapat tersebut, PT Intam memberikan klarifikasi terkait pemanfaatan akses jalan yang belakangan ini menjadi perhatian publik.

Rahmansyah menjelaskan bahwa kehadiran PT Intam di Desa Lebin merupakan bagian dari rencana investasi yang mengedepankan kolaborasi dengan warga lokal. Menurutnya, penggunaan akses jalan di desa tersebut bukan didasari oleh keinginan perusahaan semata, melainkan merespons aspirasi masyarakat saat sesi sosialisasi beberapa bulan lalu.

"Saat itu, masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur jalan untuk mengangkut hasil panen. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen perusahaan, kami telah merealisasikan perbaikan jalan sepanjang 12 km," ujar Rahmansyah.

Ia menambahkan bahwa sejak perbaikan tersebut selesai, manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh petani. Risiko kecelakaan di jalan tersebut pun kini terminimalisir, dan akses transportasi hasil panen menjadi jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

Terkait munculnya polemik mengenai status kepemilikan lahan jalan tersebut, pihak PT Intam menyatakan sikap terbuka untuk menempuh jalan dialog. Perusahaan menekankan bahwa operasional mereka saat ini masih dalam tahap eksplorasi detail, dan penggunaan akses jalan dilakukan sebagai sarana logistik yang esensial.

Menanggapi tuntutan mengenai kompensasi, PT Intam berkomitmen untuk melakukan verifikasi lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak kecamatan agar permasalahan ini menemukan solusi terbaik yang adil bagi semua pihak.

"Kami sebagai investor sangat berharap adanya kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif. Kami sangat menghargai aspirasi masyarakat dan ingin memastikan bahwa keberadaan kami memberikan dampak positif, bukan justru menimbulkan konflik," tambah Djatmiko, perwakilan PT Intam selaku Project manager 

Dukungan terhadap Penyelesaian di Tingkat Kecamatan

Dalam RDP tersebut, pihak perusahaan menyambut baik saran dari anggota DPRD agar permasalahan teknis di lapangan diselesaikan melalui musyawarah di tingkat kecamatan. PT Intam menyatakan kesiapannya untuk duduk bersama dengan pemilik lahan dan perangkat desa guna mengurai setiap kendala dengan transparan.

PT Intam berharap, melalui semangat gotong royong dan komunikasi yang terbuka, sinergi antara perusahaan dan masyarakat Desa Lebin dapat terus terjaga. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa menjadi lebih maju melalui pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (AM)

]]>
Wed, 24 Jun 2026 14:31:07 +0800 amr
Bupati Syarafuddin Jarot Resmi Lepas Kontingen Atlet Porwada PWI Kabupaten Sumbawa Menuju Mataram https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-resmi-lepas-kontingen-atlet-porwada-pwi-kabupaten-sumbawa-menuju-mataram https://amarmedia.co.id/bupati-syarafuddin-jarot-resmi-lepas-kontingen-atlet-porwada-pwi-kabupaten-sumbawa-menuju-mataram Bupati Syarafuddin Jarot Resmi Lepas Kontingen Atlet Porwada PWI Kabupaten Sumbawa Menuju Mataram

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id– Suasana khidmat dan penuh optimisme menyelimuti Aula Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (23/6/2026) siang. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi melepas kontingen atlet Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa yang akan berlaga di Kota Mataram pada 26–28 Juli 2026 mendatang.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq, S.H., M.Si., Wakil Ketua KONI Muhammad Yamin, S.E., M.Si., Kepala Dispopar Tata Kostara, S.Sos., Kepala Cabang Bank NTB Syariah Ika Gita Listiana, M.M., Inov., serta Ketua PWI Sumbawa Zainuddin, S.E dan jajaran pengurus sekaligus peserta Porwada. Acara diawali secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Jamhur Husain.

 

Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Syarafuddin Jarot memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi apik yang tercipta antara PWI, KONI, Dispopar, dan Bank NTB Syariah. Sinergi ini dinilai berhasil memberikan fasilitas dan akomodasi yang sangat layak bagi para jurnalis yang akan bertanding.

Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata, Bupati Jarot berjanji akan meluangkan waktu di tengah kesibukan dinasnya untuk mendukung langsung perjuangan kontingen Sumbawa di Mataram.

 "Terima kasih atas kebersamaan kita hari ini. Kebetulan agenda saya pada tanggal 26 dan 27 Juni ada di Mataram. Pada tanggal 28 Juni jadwal saya agak longgar, insya Allah saya akan datang langsung ke venue di Mataram untuk menonton dan mendukung rekan-rekan wartawan bertanding," ungkap Bupati Jarot disambut tepuk tangan riuh hadirin.

 

Bupati berharap 29 atlet dan 2 official yang dikirimkan mampu tampil percaya diri, menjaga soliditas, dan membawa pulang hasil terbaik. Baginya, ajang olahraga ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan wadah memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan daerah.

Tidak hanya berbicara soal olahraga, Bupati Jarot memanfaatkan momentum ini untuk merefleksikan satu tahun empat bulan masa kepemimpinannya di tana Samawa. Di hadapan para kuli tinta, ia menegaskan posisinya yang sangat terbuka terhadap kritik. Bagi Jarot, fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers selama ini adalah hal positif yang membangun.

"Selama satu tahun empat bulan menjabat, saya banyak dikritik, dan alhamdulillah pers bisa memberitakan isu lokal dengan sangat baik," ujarnya dengan nada apresiatif.

Berbekal rekam jejak profesionalnya di perusahaan asing, Bupati Jarot menegaskan bahwa kritik tersebut ia jadikan pemacu untuk mengakselerasi birokrasi. Ia menuntut ritme kerja yang cepat dan taktis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Dengan mengomandoi 32 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 24 Kecamatan.

 Menaungi sekitar 9.000-an Aparatur Sipil Negara (ASN) Bupati Jarot mengajar ASN "Berlari cepat", bukan sekadar maraton, apalagi berjalan santai.

"Memang tidak semua aparat siap bekerja cepat, tapi kita harus memilih yang terbaik secara terukur sesuai kemampuan daerah," tegas Bupati.

Sebelumnya, Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, S.E., melaporkan bahwa kontingen kali ini diperkuat oleh sejumlah atlet unggulan yang memiliki rekam jejak prestasi nasional, baik di ajang Porwada maupun Porwanas sebelumnya. Kekuatan Kontingen PWI Sumbawa pada beberapa cabor diantaranya di Atletik ada Zulkarnain Peraih medali emas 5.000 meter pada Porwanas lalu. 

Pada Tenis Meja ada atlet Jamhur Husain & Agus Talino Memecahkan rekor belasan tahun dengan meraih Medali Perunggu

Di nonro Biliar Tim Biliar Sumbawa menyumbang 3 medali perunggu di nomor Bola 8 dan Bola 9. Dan Olahraga Tradisional (Balogo) ada Fajar, Robi, Zakaria serta Fotografi ada Randi menjadi salah satu nomor andalan kontingen Sumbawa.

Kemudian lanjut Zen akrab disapa, pada nomor Bridge, Tim Bridge Sumbawa, satu-satunya perwakilan NTB, langsung mengantongi tiket Porwanas Lampung tanpa seleksi daerah. Ia optimis kontingen Sumbawa mampu mengulang sukses besar seperti pada Porwanas di Malang dan Banjarmasin, di mana NTB berhasil menembus posisi Tiga Besar Nasional dengan raihan 15 medali.

"Kami mohon doa restu Bupati dan masyarakat Sumbawa. Yang paling penting bagi kami adalah seluruh atlet pergi berjuang dan pulang dalam keadaan selamat," pungkas Zainuddin

Ditempat yang sama, Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq SH, M.Si, memberikan arahan kepada para atlet Porwada Kabupaten Sumbawa agar menjaga nama baik daerah, menjaga kondisi fisik dengan baik sebelum bertanding, serta berjuang untuk meraih prestasi dan juara.

Abdul Rafiq menekankan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan para atlet selama mengikuti pertandingan. Ia meminta seluruh kontingen untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas dan menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa. “Jaga nama baik daerah, jaga kondisi betul-betul untuk bertanding. Raih prestasi dan juara,” tegasnya. (AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 18:05:12 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Perkuat Implementasi Keamanan Siber dan Resmi Terima Registrasi TTIS dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-implementasi-keamanan-siber-dan-resmi-terima-registrasi-ttis-dari-kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-implementasi-keamanan-siber-dan-resmi-terima-registrasi-ttis-dari-kepala-badan-siber-dan-sandi-negara-bssn Pemkab Sumbawa Perkuat Implementasi Keamanan Siber dan Resmi Terima Registrasi TTIS dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur dan tata kelola keamanan siber di wilayahnya. Upaya serius ini ditandai dengan diterimanya Surat Tanda Registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dari Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP., pada Selasa, 23 Juni 2026.

Penyerahan dokumen resmi ini berlangsung dalam rangkaian Kegiatan Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dr. H. Budi Prasetyo menekankan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh regulasi terkait keamanan siber diimplementasikan dengan optimal di lingkungan Pemkab Sumbawa. Fokus utamanya mencakup aspek pelindungan data pribadi, keamanan dan ketahanan siber, pengelolaan insiden siber, hingga tata kelola keamanan siber secara menyeluruh.

"Kita pastikan implementasi regulasi terkait keamanan siber yang meliputi pelindungan data pribadi, keamanan dan ketahanan siber, dan pengelolaan insiden siber serta tata kelola keamanan siber terlaksana di Sumbawa," ujar sosok yang akrab disapa Doktor Budi tersebut.

Registrasi TTIS yang diberikan oleh BSSN ini merupakan pengakuan resmi secara nasional bagi Pemkab Sumbawa. Status ini memberikan sejumlah keuntungan strategis, di antaranya mendapatkan akses ke jaringan koordinasi dan komunikasi dengan TTIS Nasional, TTIS Sektor Administrasi Pemerintahan (Gov-CSIRT), serta TTIS organisasi lainnya.

Kemudian lanjutnya mendapatkan dukungan teknis dan sumber daya dari BSSN untuk meningkatkan kapabilitas dan kesiapan TTIS, Penguatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi oleh TTIS Nasional dan Gov-CSIRT dan kemudahan dalam proses koordinasi dan penanganan insiden siber secara efektif dan terintegrasi.

Doktor Budi menambahkan bahwa keterlibatan Pemkab Sumbawa dalam Kegiatan Kolaborasi Peningkatan Kapabilitas Keamanan Siber Lintas Sektor Wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di daerah.

"Kegiatan ini merupakan sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam implementasi sistem manajemen keamanan informasi, penerapan kontrol keamanan, dan penanganan insiden siber," tambah Doktor Budi.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemkab Sumbawa diharapkan dapat lebih responsif dan tangkas dalam menghadapi ancaman digital. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjamin keamanan data masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang saat ini terus dikembangkan oleh Pemkab Sumbawa.(AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 12:26:19 +0800 amr
Tim Seleksi Resmi Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID NTB 2026–2029 https://amarmedia.co.id/tim-seleksi-resmi-buka-pendaftaran-calon-anggota-kpid-ntb-20262029 https://amarmedia.co.id/tim-seleksi-resmi-buka-pendaftaran-calon-anggota-kpid-ntb-20262029 Tim Seleksi Resmi Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID NTB 2026–2029

Mataram,Amarmedia.ci.id -  (22 Juni 2026) – Tim Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi membuka pendaftaran Calon Anggota KPID Provinsi NTB Masa Jabatan 2026–2029. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Tim Seleksi yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026, di Sekretariat Tim Seleksi Kantor DPRD Provinsi NTB.

Ketua Tim Seleksi, Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan pendaftaran dibuka mulai 22 Juni hingga 21 Juli 2026 dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk ikut berpartisipasi dalam proses seleksi.

“Seleksi ini merupakan kesempatan untuk menghadirkan figur-figur terbaik yang memiliki integritas, independensi, kompetensi, dan kepedulian terhadap kemajuan dunia penyiaran di Nusa Tenggara Barat. Kami mengajak seluruh masyarakat yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dan mengabdikan diri melalui KPID,” ujarnya.

Untuk memudahkan masyarakat, seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui laman resmi https://ntbprov.go.id/seleksiKPID. Portal tersebut menyediakan informasi lengkap mengenai pengumuman, jadwal seleksi, persyaratan umum dan khusus, format dokumen yang harus dilengkapi, serta fasilitas pendaftaran secara online.

Calon peserta cukup mengakses laman tersebut, mempelajari ketentuan yang berlaku, menyiapkan dokumen dalam format hasil pemindaian (PDF), mengisi formulir pendaftaran secara elektronik, dan mengunggah seluruh dokumen persyaratan sebelum batas akhir pendaftaran. Tim Seleksi mengingatkan agar setiap pelamar mencermati seluruh persyaratan administrasi karena kelengkapan dokumen menjadi dasar penilaian pada tahap seleksi administrasi. Persyaratan umum, persyaratan khusus, tata cara pendaftaran, dan ketentuan lainnya mengacu pada pengumuman resmi Tim Seleksi.

Pria yang akrab disapa Aka ini menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan pedoman yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Salah satu ketentuan yang menjadi acuan adalah Lampiran Bab III angka 2.4 butir (11) Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 3 Tahun 2024, yang menyatakan bahwa calon incumbent (petahana) yang lulus seleksi administrasi tidak mengikuti uji kompetensi dan selanjutnya langsung mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) di DPRD Provinsi.

“Ketentuan tersebut merupakan pedoman nasional yang menjadi acuan Tim Seleksi. Dengan demikian, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara konsisten sesuai regulasi untuk menjamin transparansi, kepastian hukum, dan perlakuan yang adil bagi seluruh peserta,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan atau pihak-pihak yang mengatasnamakan Tim Seleksi dengan menjanjikan kelulusan maupun meminta imbalan.

Tim Seleksi berharap proses penjaringan ini mampu menghasilkan anggota KPID Provinsi Nusa Tenggara Barat yang profesional, berintegritas, independen, dan memiliki visi kuat dalam menjaga kualitas penyiaran. Kehadiran komisioner yang berkualitas diharapkan dapat memperkuat perlindungan kepentingan publik, mendorong penyiaran yang sehat dan edukatif, serta menjawab tantangan perkembangan media di era digital.

“Semakin banyak putra-putri terbaik NTB yang berpartisipasi, semakin besar peluang kita mendapatkan komisioner KPID yang kredibel dan mampu mengawal penyiaran yang berkualitas demi kepentingan masyarakat,” tutup Aka.(AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 10:29:58 +0800 amr
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Berharap Pemda Tinjau Ulang Data Masyarakat Pada Klasifikasi Desil 6 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-berharap-pemda-tinjau-ulang-data-masyarakat-pada-klasifikasi-desil-6 https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-berharap-pemda-tinjau-ulang-data-masyarakat-pada-klasifikasi-desil-6

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id (23 Juni 2026) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat melakukan peninjauan dan verifikasi ulang terhadap data masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 6 pada basis data kesejahteraan sosial nasional.

Harapan tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan dan aspirasi masyarakat yang diterima DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa. Dalam laporan tersebut, terdapat sejumlah warga yang kondisi ekonominya masih tergolong kurang mampu, namun berdasarkan data yang ada justru masuk dalam kategori Desil 6 sehingga tidak memenuhi syarat untuk menerima berbagai program bantuan pemerintah.

"Kami menerima cukup banyak keluhan dari masyarakat yang secara nyata masih membutuhkan bantuan, namun karena tercatat pada kategori Desil 6, mereka tidak dapat mengakses beberapa program pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun program bantuan sosial lainnya," ujar Abdul Rafiq.

Menurutnya, data merupakan instrumen penting dalam penyaluran bantuan. Oleh karena itu, validitas dan akurasi data harus terus diperbarui agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa meyakini bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki komitmen yang sama untuk memastikan seluruh masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial dapat terakomodasi dengan baik melalui data yang akurat dan valid. Oleh karena itu, peninjauan dan verifikasi ulang terhadap masyarakat yang masuk kategori Desil 6 menjadi langkah penting agar tidak ada warga yang layak menerima bantuan namun terlewat karena ketidaksesuaian data.

"Kami tidak sedang menyalahkan pihak manapun. Yang kami harapkan adalah adanya evaluasi dan verifikasi lapangan secara berkala sehingga kondisi riil masyarakat dapat tergambar dengan baik dalam basis data yang digunakan pemerintah," lanjutnya.

Abdul Rafiq juga mengajak pemerintah desa, kelurahan, kecamatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif memberikan informasi yang akurat terkait kondisi sosial ekonomi warga di lingkungan masing-masing.

Dengan pembaruan data yang lebih akurat, diharapkan berbagai program perlindungan sosial dan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta mampu mengurangi potensi ketidakadilan dalam penyaluran bantuan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa berharap aspirasi masyarakat ini dapat menjadi perhatian bersama demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih adil, tepat sasaran, dan berpihak kepada masyarakat kecil.(AM)

]]>
Tue, 23 Jun 2026 08:44:37 +0800 amr
Peringatan HUT ke&2, Wabup Sumbawa Apresiasi Peran Strategis LKSM dalam Pelestarian Adat dan Budaya https://amarmedia.co.id/peringatan-hut-ke-2-wabup-sumbawa-apresiasi-peran-strategis-lksm-dalam-pelestarian-adat-dan-budaya https://amarmedia.co.id/peringatan-hut-ke-2-wabup-sumbawa-apresiasi-peran-strategis-lksm-dalam-pelestarian-adat-dan-budaya Peringatan HUT ke-2, Wabup Sumbawa Apresiasi Peran Strategis LKSM dalam Pelestarian Adat dan Budaya

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id — Mengusung semangat gotong royong dan pelestarian nilai-nilai lokal, Lembaga Kreativitas Samawa Maras (LKSM) sukses menggelar perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-2. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, pada Senin malam (22/06/2026).

LKSM merupakan sebuah lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Sumbawa yang bergerak aktif sebagai wadah pengembangan kreativitas, seni, budaya, sosial, serta penguatan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM. Selama dua tahun berkiprah, lembaga ini konsisten memosisikan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dalam menghidupkan kembali gairah kebudayaan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal melalui falsafah “Batompok Basai Saling Satingi”.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LKSM, Agus Purnawan, S.Pt., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dua tahun lembaga yang dipimpinnya. Ia memaparkan bahwa saat ini jumlah anggota LKSM telah mencapai hampir seratus orang yang tersebar di berbagai wilayah se-Kabupaten Sumbawa.

Pada kesempatan tersebut, Agus juga secara khusus mengharapkan bimbingan, dedikasi, serta edukasi dari Wakil Bupati Sumbawa demi arah dan kemajuan lembaga ke depannya.

Apresiasi Pemda: LKSM Sebagai Pilar Gotong Royong

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi yang tinggi. Menurut Wabup, momentum harlah ini merupakan ajang strategis dalam pengembangan kreativitas menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

"LKSM menggelar kegiatan ini dalam rangka mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya, sehingga kebudayaan ini terus kita kedepankan. Kita harus selalu mempertahankan ajaran budaya kita," ujar H. Ansori.

Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa LKSM tidak hanya fokus pada seni dan budaya, melainkan juga aktif dalam berbagai gerakan keagamaan dan aksi sosial di tengah masyarakat.

"LKSM membawa fungsi sosial yang nyata dan perlu ada gerakan berkelanjutan. Kami meyakini dan berharap, ke depan akan lahir LKSM-LKSM lainnya di Sumbawa yang mampu mengamalkan nilai gotong royong dan persatuan," tambahnya.

Wabup juga menggarisbawahi bahwa suasana kondusif, harmonis, dan penuh kebersamaan seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam suatu roda pemerintahan. Dengan sinergi yang baik, pelaksanaan pembangunan di daerah dapat dinikmati langsung oleh masyarakat demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-2 untuk LKSM. Selamat berkiprah untuk kemajuan *Tau dan Tana* Samawa," pungkas Wakil Bupati, yang dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Wabup secara simbolis.

Pemotongan Tumpeng dan Pentas Seni

Sebagai bentuk rasa syukur, acara inti ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng bersama oleh Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran pengurus inti LKSM.

Prosesi khidmat ini disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting yang hadir, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, DGH. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., Penasehat LKSM Hj Hafsah SPd dan jajaran serta para budayawan, Ais Bing Syahmi, Anto Icak, tokoh adat, dan insan kesenian terkemuka di Kabupaten Sumbawa.

Malam puncak perayaan Harlah ke-2 LKSM ini kian semarak dengan penampilan paduan suara memukau dari jajaran pengurus LKSM yang berkolaborasi dengan Lembaga Seni dan Sholawat Cahaya Rahmati ( LESCAYA) Labuhan Sumbawa pimpinan Nur Aini Syehan , Tim paduan Suara Fahri Awad menampilkan harmoni yang mempertegas identitas kolektifitas kreatif lembaga tersebut.

]]>
Mon, 22 Jun 2026 22:13:01 +0800 amr
Gubernur NTB: WTP Bukan Akhir, Birokrasi Harus Agile dan Anggaran Tepat Sasaran https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-wtp-bukan-akhir-birokrasi-harus-agile-dan-anggaran-tepat-sasaran https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-wtp-bukan-akhir-birokrasi-harus-agile-dan-anggaran-tepat-sasaran Gubernur NTB: WTP Bukan Akhir, Birokrasi Harus Agile dan Anggaran Tepat Sasaran

Mataram.Amarmedia.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Senin (22/6/2026), di Kantor Gubernur NTB. Dalam rapat tersebut, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya perubahan orientasi pemerintahan, dari sekadar tertib administrasi menuju tata kelola yang berfokus pada substansi, kinerja, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB atas masukan, pemikiran, dan kritik konstruktif yang selama ini diberikan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat langkah-langkah pembenahan pemerintahan ke depan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan anggota dewan yang secara rutin memberikan masukan, pemikiran, baik secara resmi maupun dalam komunikasi sehari-hari. Banyak hal baru yang menjadi tantangan bagi kami, dan itu semua akan memperkuat upaya-upaya kami ke depan,” ujar Gubernur Iqbal.

Gubernur Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi pemerintahan masih cenderung terlalu fokus pada aspek administratif, sementara substansi pelayanan publik sering kali belum menjadi orientasi utama. Padahal, menurutnya, administrasi seharusnya menjadi alat untuk melayani substansi, bukan justru menghambat tujuan pembangunan.

“Selama ini birokrasi kita masih terlalu fokus pada administrasi, belum sepenuhnya pada substansi. Kadang-kadang substansi harus kalah, tujuan harus kalah, karena alasan administratif. Padahal seharusnya administrasilah yang melayani substansi, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Karena itu, Gubernur Iqbal menilai pemerintahan ke depan harus lebih lincah, adaptif, dan memiliki agility dalam merespons perubahan yang sangat cepat. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi hanya bekerja dengan pola lama yang terlalu kaku dan prosedural.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Kalau kita hanya fokus pada administrasi, kita tidak akan pernah mampu menyesuaikan diri dengan dinamika yang terjadi. Kita membutuhkan pemerintahan yang agile, pemerintahan yang lincah, adaptif, dan mampu bergerak cepat,” katanya.

Gubernur Iqbal juga memperkenalkan pendekatan coherent government, yaitu pemerintahan yang dijalankan secara terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada pelayanan. Menurutnya, pemerintah harus bekerja layaknya organisasi modern yang menempatkan masyarakat sebagai pihak utama yang harus dilayani.

“Pemerintahan ini harus dijalankan dengan orientasi pelayanan. Kita harus sadar siapa yang kita layani, siapa customer kita, dan kepada siapa seluruh kerja-kerja pemerintah ini ditujukan. Jawabannya adalah rakyat. Karena itu, fokus utama kita haruslah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah untuk melakukan refocusing program dan anggaran. Karena itu, pemerintah provinsi bersama DPRD diharapkan dapat menyelaraskan perencanaan dan penganggaran agar lebih terfokus pada agenda-agenda prioritas.

Ia menyebutkan bahwa arah kebijakan pembangunan NTB ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata. Ketiga sektor ini, kata Gubernur Iqbal, akan menjadi penggerak utama pembangunan daerah, sementara sektor-sektor lainnya harus dirancang untuk menopang dan memperkuat pencapaian tiga prioritas tersebut.

“Kita butuh refocusing. Karena itu kami mendorong agar kamus program dan menu kegiatan segera dituntaskan, sehingga pembahasan bersama DPRD menjadi lebih mudah dan semua program yang dirancang bisa selaras dengan visi pemerintahan. Pada akhirnya, kita ingin seluruh anggaran mengerucut pada tiga pilar utama, yaitu penanganan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata,” jelasnya.

Ia menggambarkan ketiga sektor prioritas itu sebagai formasi utama dalam pembangunan daerah, sementara sektor lainnya berfungsi sebagai pendukung untuk memastikan tujuan pembangunan tercapai secara bersama-sama.

Menurut Gubernur Iqbal, kejelasan fokus program dan anggaran juga penting agar masyarakat dapat dengan mudah membaca arah kebijakan pemerintah. Ia ingin peta anggaran daerah benar-benar mencerminkan prioritas pembangunan yang telah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Kita perlu menjelaskan arah program dan arah anggaran secara lebih terang, supaya masyarakat bisa melihat dengan mudah bahwa anggaran kita benar-benar fokus pada hal-hal yang menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD 2025, Gubernur Iqbal juga menyoroti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kembali diraih Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP patut disyukuri, namun tidak boleh membuat pemerintah merasa puas berlebihan.

Ia menegaskan bahwa opini WTP pada dasarnya menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah telah memenuhi ketentuan secara administratif dan akuntansi. Namun demikian, WTP belum otomatis menggambarkan kualitas kinerja maupun dampak substansial pembangunan terhadap masyarakat.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa ini jangan sampai membuat kita bangga berlebihan dan puas berlebihan. WTP itu baru menunjukkan bahwa kita benar secara administratif. Sementara pertanyaan apakah kita sudah benar secara substansi, apakah kinerja kita sudah benar-benar berdampak, itu adalah soal lain yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh WTP,” tegas Gubernur.

Karena itu, pemerintah daerah ke depan ingin memastikan bahwa tata kelola keuangan tidak hanya baik dari sisi administrasi, tetapi juga kuat dari sisi kinerja dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan bukan hanya WTP, tetapi juga bagaimana kinerja kita bagus, substansinya bagus, dan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal secara terbuka mengakui bahwa birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB saat ini masih belum cukup lincah dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, budaya kerja birokrasi selama ini masih terlalu terbiasa dengan rutinitas administrasi, sementara orientasi terhadap tujuan pembangunan jangka panjang belum sepenuhnya tertanam.

“Saya harus mengakui bahwa hingga saat ini birokrasi di lingkungan pemerintah provinsi masih belum memiliki agility, belum cukup luwes, belum cukup agile. Karena yang terlalu lama dipelajari adalah administrasi, bukan substansi pembangunan. Ini yang sedang kami benahi,” katanya.

Ia pun meminta dukungan dari DPRD NTB agar proses pembenahan birokrasi dan reformasi tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Menurutnya, perubahan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh eksekutif tanpa dukungan legislatif.

“Kami sedang berubah, kami sedang berbenah. Karena itu kami mohon bantuan dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian di DPRD. Pembenahan ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan peran dari legislatif,” ujar Iqbal.

Ia menambahkan, semangat pembenahan tersebut harus menjadi gerakan bersama antara eksekutif dan legislatif, karena pemerintahan pada hakikatnya dijalankan oleh keduanya secara bersamaan.

“Pemerintahan hari ini bukan hanya eksekutif, tetapi eksekutif dan legislatif. Kalau kita berdua berbenah bersama, insyaallah tiga pilar program yang kita cita-citakan akan bisa terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaeda, dalam pandangannya menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam tata kelola pemerintahan daerah agar pembangunan tidak lagi sekadar diukur dari serapan anggaran dan ketebalan laporan administratif, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Baiq Isvie mengatakan, rapat paripurna bukan sekadar forum formal antara eksekutif dan legislatif, tetapi ruang pertanggungjawaban moral, evaluasi peradaban, sekaligus refleksi atas sejauh mana amanah rakyat telah ditunaikan melalui kebijakan, program, dan penganggaran daerah.

“APBD bukan hanya kumpulan angka. Di dalamnya ada kerja keras rakyat, harapan petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, hingga generasi muda NTB yang menunggu ruang tumbuh, ruang berkarya, dan masa depan yang lebih baik,” kata Baiq Isvie.

Baiq Isvie menekankan bahwa ukuran keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang terserap, tetapi sejauh mana anggaran tersebut mampu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Pembangunan dinilai bermakna ketika layanan publik semakin mudah, usaha masyarakat berkembang, pendidikan membaik, kesehatan semakin terjangkau, dan kesejahteraan meningkat.

Dalam forum itu, Baiq Isvie juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dalam mengelola pemerintahan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Namun demikian, DPRD menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, kesenjangan kualitas sumber daya manusia, hingga meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.

Karena itu, DPRD menilai NTB membutuhkan mindset switching dalam tata kelola pembangunan. Paradigma lama yang hanya berorientasi pada serapan anggaran, kepatuhan prosedural, dan laporan administratif dinilai sudah tidak lagi memadai. Pemerintahan ke depan harus bergerak dari sekadar government spending menuju public value creation, dari administrative management menuju strategic impact leadership, serta dari pola kerja business as usual menuju budaya entrepreneurial excellence.

Konsep itu disebut DPRD sebagai Entrepreneurial Mindset Excellence Mainstreaming, yakni cara berpikir birokrasi yang lebih adaptif, cepat membaca perubahan, berani mengambil keputusan, mampu menciptakan solusi, dan kuat dalam orientasi hasil. Menurut DPRD, pola pikir ini tidak berarti semua aparatur harus menjadi pebisnis, melainkan menumbuhkan mentalitas kepemimpinan yang inovatif, problem solving, dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap penyelesaian persoalan publik.

“Birokrasi masa depan tidak cukup hanya bekerja berdasarkan SOP. Birokrasi harus adaptif, agile, inovatif, dan memiliki ownership mindset yang kuat. Aparatur tidak boleh hanya bertanya ‘apa tugas saya’, tetapi harus berpikir ‘apa solusi terbaik untuk rakyat’,” tegas Baiq Isvie.

Baiq Isvie juga menekankan perlunya pejabat publik yang tidak hanya sibuk mengelola program, tetapi mampu melahirkan dampak. Pembangunan, menurut DPRD, tidak cukup berhenti pada output, tetapi harus bergerak ke outcome hingga impact. Untuk itu, critical thinking dinilai harus menjadi arus utama pembangunan NTB ke depan.

Lebih lanjut, Baiq Isvie menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukanlah pembangunan yang hanya tumbuh dalam laporan statistik, melainkan pembangunan yang hidup dalam pengalaman sehari-hari masyarakat. Ketika rakyat merasakan pelayanan semakin mudah, pendidikan semakin baik, kesehatan semakin terjangkau, dan peluang ekonomi semakin terbuka, maka di situlah pembangunan menemukan maknanya.

Dalam rapat tersebut, Baiq Isvie juga menekankan pentingnya kemitraan yang sehat antara eksekutif dan legislatif. Kedua lembaga disebut sebagai dua pilar penting tata kelola daerah yang tidak hadir untuk saling berhadapan, melainkan saling menguatkan dan menyempurnakan. DPRD menegaskan akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara objektif, kritis, namun tetap konstruktif demi memastikan kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.

Menutup pandangannya, DPRD menyatakan bahwa NTB adalah daerah yang kaya potensi, kaya sumber daya, kaya semangat, dan kaya masa depan. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian untuk berpikir besar, bekerja cerdas, bergerak cepat, dan mengeksekusi program pembangunan dengan excellence.

“Jika keberanian itu dimiliki bersama, maka NTB tidak hanya akan tumbuh, tetapi melompat,” tutup Baiq Isvie.(AM/Edo)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:26:27 +0800 amr
Kementerian PAN&RB, Dorong NTB Jadi Pelopor Layanan Digital Nasional Terintegrasi https://amarmedia.co.id/kementerian-pan-rb-dorong-ntb-jadi-pelopor-layanan-digital-nasional-terintegrasi https://amarmedia.co.id/kementerian-pan-rb-dorong-ntb-jadi-pelopor-layanan-digital-nasional-terintegrasi MATARAM.Amrmedia.co.id  – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi birokrasi Indonesia. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pilot project atau pelopor dalam penerapan Layanan Digital Nasional yang lebih terintegrasi.

Sebagai upaya akselerasi, Kementerian PANRB menggelar Focus Group Discussion (FGD) Uji Coba Pedoman dan Kertas Kerja Manajemen Layanan Digital Pemerintah Batch 2 di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah uji coba kebijakan (sandbox) skala terbatas untuk mematangkan transisi regulasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Digital Government yang lebih efisien.

Asisten Deputi Manajemen Transformasi Layanan Digital Pemerintah Kementerian PANRB, Fahmi Alusi, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemerintahan Digital sebagai pengganti regulasi SPBE sebelumnya. Menurut Fahmi, perubahan paradigma ini sangat krusial untuk menggeser fokus dari sekadar perbaikan prosedur menjadi orientasi pada kebutuhan pengguna (user experience).

“Jika sebelumnya fokus kita adalah pada perbaikan prosedur layanan, kini yang menjadi perhatian utama adalah kualitas layanan dan dampak nyata bagi masyarakat. Rancangan regulasi baru ini akan memperkuat fondasi pemerintahan digital melalui empat pilar utama: identitas digital, sistem pertukaran data, portal pemerintah, dan sistem pembayaran digital yang terintegrasi,” ujar Fahmi di hadapan para peserta FGD.

Dalam rancangan Perpres terbaru, terdapat perubahan signifikan berupa penciutan area manajemen. Jika pada era SPBE terdapat delapan area yang terpisah, kini disederhanakan menjadi lima area manajemen yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian PANRB, yakni Manajemen Risiko, Manajemen Pengetahuan, Manajemen Perubahan, Manajemen Keberlangsungan, dan Manajemen Relasi Pengguna.

Selain itu, Fahmi menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Menyongsong target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan 90 persen populasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia memiliki kompetensi digital yang optimal pada tahun 2029.

“Kami membutuhkan masukan nyata dari lapangan di NTB mengenai apa saja yang memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk diimplementasikan. Perwakilan dari NTB saat ini menjadi bagian penentu kebijakan nasional,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB, Dr. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa bagi NTB, transformasi digital bukan sekadar penambahan aplikasi baru, melainkan tentang perubahan budaya organisasi dan proses bisnis yang lebih memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah pelayanan manual menjadi elektronik, tetapi bagaimana seluruh sistem pemerintahan mampu memberikan dampak nyata. Kami terus berupaya mengatasi fragmentasi layanan dengan mengarahkan seluruh pengembangan aplikasi satu pintu melalui Dinas Kominfotik NTB,” ujar pria yang akrab disapa Dr. Aka ini.

Komitmen NTB dalam digitalisasi telah terbukti dengan capaian Indeks SPBE 2025 yang meraih nilai 4,20 dari skala 5, dengan nilai sempurna 5,00 pada sektor layanan publik. Berbagai platform seperti NTB Satu Data, JDIH, SP4N-LAPOR!, dan portal NTB DigiFest telah menjadi bukti nyata integrasi layanan di Bumi Gora.

Kegiatan FGD ini melibatkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota seperti Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan Bima. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu melahirkan standar manajemen layanan digital yang solutif, memangkas ego sektoral antar-instansi, dan menjadi cetak biru (blueprint) bagi digitalisasi pemerintahan di seluruh Indonesia. (san/diskominfotik)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:20:57 +0800 amr
KONI Sumbawa Apresiasi Prestasi Abid Pradipta, Raih Juara I Kejurnas Balap Sepeda di Pangandaran https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-prestasi-abid-pradipta-raih-juara-i-kejurnas-balap-sepeda-di-pangandaran https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-apresiasi-prestasi-abid-pradipta-raih-juara-i-kejurnas-balap-sepeda-di-pangandaran KONI Sumbawa Apresiasi Prestasi Abid Pradipta, Raih Juara I Kejurnas Balap Sepeda di Pangandaran

Sumbawa Besar.Amarmedia.ci.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi tinggi kepada atlet balap sepeda muda berbakat asal Sumbawa, Abid Pradipta. Atlet tersebut sukses mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah berhasil meraih Juara I pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Sepeda yang diselenggarakan di Pangandaran, Jawa Barat.

Dalam ajang berskala nasional ini, Abid Pradipta tampil impresif dengan turun pada dua nomor yang membutuhkan ketahanan fisik dan teknik tinggi, yakni Individual Time Trial(ITT) dan Individual Road Race (IRR) untuk kategori Men Junior Group B. Keberhasilannya menembus podium kedua nasional merupakan buah dari disiplin tinggi, program latihan yang terukur, serta semangat juang yang konsisten.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si., mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Abid adalah bukti nyata bahwa atlet Sumbawa memiliki daya saing kompetitif yang tinggi di kancah nasional.

“Prestasi yang diraih Abid Pradipta adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Sumbawa. Di tengah persaingan yang sangat ketat dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi, Abid mampu menunjukkan kualitas, mental juara, dan semangat pantang menyerah. Ini adalah capaian luar biasa yang membuktikan bahwa atlet kita mampu berdiri di podium nasional,” ujar Abdul Rafiq.

Abdul Rafiq menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan stimulus bagi ekosistem olahraga di Sumbawa. Ia berharap momentum ini menjadi motivasi bagi atlet muda lainnya untuk terus berlatih dan tidak takut mengejar prestasi setinggi mungkin.

Lebih lanjut, KONI Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berperan besar di balik kesuksesan ini, terutama jajaran pelatih, Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Sumbawa, serta keluarga yang terus memberikan dukungan moral dan material selama proses pembinaan.

Menyikapi capaian ini, KONI Sumbawa berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam pembinaan atlet usia muda. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi berbagai agenda olahraga bergengsi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dan ajang prestasi lainnya di masa depan.

“Keberhasilan Abid menjadi validasi bahwa investasi pada pembinaan atlet usia dini adalah kunci. Ke depan, KONI Sumbawa akan terus mengupayakan ruang bagi atlet untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan agar nama Sumbawa semakin disegani sebagai daerah penghasil atlet berprestasi,” tegasnya.

Prestasi Abid Pradipta diharapkan dapat memicu semangat literasi olahraga di kalangan generasi muda Sumbawa, sekaligus mempertegas bahwa dengan dukungan yang tepat, bakat lokal mampu berbicara banyak di level nasional maupun internasional.(AM)

]]>
Mon, 22 Jun 2026 15:12:35 +0800 amr
KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Karate FORKI Sumbawa Tekankan Target Emas demi Tiket PON 2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-karate-forki-sumbawa-tekankan-target-emas-demi-tiket-pon-2028 https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-karate-forki-sumbawa-tekankan-target-emas-demi-tiket-pon-2028 KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Karate FORKI, Tekankan Target Emas demi Tiket PON 2028

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Kabupaten Sumbawa melanjutkan agenda peninjauan kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB dengan menyambangi Pemusatan Latihan Daerah Kabupaten (Pelatkab) Tim Karate Forki  Porprov NTB Kegiatan berlangsung khidmat di Padepokan Bela Diri KONI, Sumbawa Besar, pada Ahad lagi (21/6/2026)

Dalam kunjungan tersebut, para atlet Karate  sempat unjuk kebolehan dengan menampilkan atraksi teknik bela diri di hadapan tim monev sebagai gambaran kesiapan fisik dan taktik.

Ketua INKAI Cabang Kabupaten Sumbawa, Simpe Hafifuddin, S.H., yang juga Wakil Ketua Forki Sumbawa menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi internal secara intensif. "Saya sudah melihat langsung latihan para atlet yang akan berlaga di Porprov NTB. Saya sangat berterima kasih atas kunjungan monitoring ini, semoga komitmen kita bersama untuk meraih prestasi maksimal dapat terwujud," ujar Simpe pemegang DAN 3 INKAI ini.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, S.T., M.M., yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan suntikan motivasi kepada para atlet. Ia mengingatkan bahwa waktu pelaksanaan Porprov sudah semakin dekat dan setiap atlet harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

"Kalian datang untuk bertanding dan menang. Buktikan yang terbaik sekarang, karena belum tentu kesempatan yang sama datang di Porprov berikutnya," tegas H. Yudi akrab disapa.

Lebih lanjut, ia memberikan penekanan khusus terkait peluang besar yang menanti para peraih medali emas. "Jika kalian berhasil meraih emas, itu adalah golden ticket menuju PON 2028, mengingat NTB menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Raihlah prestasi ini, karena medali emas akan menjadi bekal berharga bagi masa depan kalian, baik untuk studi maupun dunia kerja," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota Tim Monev KONI, Syamsul Patria SPd memaparkan hasil koordinasi terbaru dengan KONI Provinsi NTB di Mataram. Ia menekankan bahwa persiapan harus dilakukan secara cermat.

"Hasil dari akumulasi latihan kalian akan menjadi jawaban di atas matras nanti. Kami dari tim monev tidak hanya berpaku pada data, kami mencari pembanding dan meracik formula terbaik," jelas Syamsul.

Ia juga menyoroti pentingnya disiplin tinggi dalam menjaga asupan nutrisi bagi para atlet. "Jaga pola makan, hindari makanan cepat saji. Lebih baik 'menangis' karena lelah berlatih saat ini daripada menyesal dan menangis karena kecerobohan saat bertanding nanti," pesannya tegas.

Syamsul juga menambahkan bahwa meskipun jalur Pra-PON tidak dilalui untuk cabang ini, namun atlet yang berhasil menyabet medali emas di Porprov dipastikan akan langsung ditarik masuk ke dalam program Pelatda NTB.

Dengan semangat yang ditunjukkan para karateka INKAI Sumbawa, KONI optimis bahwa cabang olahraga karate akan mampu memberikan kontribusi medali yang signifikan bagi kontingen Kabupaten Sumbawa di ajang Porprov NTB mendatang. (AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 14:35:23 +0800 amr
KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Panahan, Tegaskan Target Juara di Porprov NTB https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-panahan-tegaskan-target-juara-di-porprov-ntb https://amarmedia.co.id/koni-sumbawa-tinjau-pelatkab-panahan-tegaskan-target-juara-di-porprov-ntb KONI Sumbawa Tinjau Pelatkab Panahan, Tegaskan Target Juara di Porprov NTB

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan langsung ke lokasi Pemusatan Latihan Daerah Kabupaten (Pelatkab) atau training Center cabang olahraga panahan di Lapangan Pragas, Sumbawa Besar, pada Ahad (21/6/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kesiapan atlet PERPANI Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB mendatang.

Dalam arahannya, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kabupaten Sumbawa, H. Yudi Patria Negara, ST., MM., menekankan pentingnya memanfaatkan peluang di Porprov NTB dengan sebaik-baiknya. Ia meminta seluruh tim PERPANI untuk tetap solid dan membangun semangat juara.

"Tim PERPANI harus solid. Kita datang untuk bertanding, dan kita bertanding untuk menang. Panahan merupakan cabang olahraga unggulan. Beprestasi sebagai penyumbang medali terbanyak pada Porprov NTB yang lalu harus dipertahankan," tegas H. Yudi di hadapan para atlet.

Senada dengan hal tersebut, anggota Tim Monev KONI, Abet Kamaruddin dan Didi Dirgantara, menekankan pentingnya keseimbangan antara tiga aspek utama bagi seorang atlet: fisik, teknis, dan mental.

"Jaga kebugaran tubuh dan hindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan. Secara teknis, teruslah mengasah kemampuan dengan berlatih di bawah bimbingan pelatih. Selain itu, aspek mental juga sangat penting. Jika menjelang pertandingan muncul gangguan pikiran atau perasaan, halau dengan berdoa dan tetap istiqomah. Tetaplah tegar dan kuat," pesan Didi.

Menanggapi kunjungan tersebut, Kabid Binpres PERPANI Kabupaten Sumbawa, Agus Subandi ST, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim monev KONI Sumbawa. Menurutnya, kehadiran jajaran pengurus KONI dalam jumlah besar memberikan suntikan semangat dan motivasi tersendiri bagi para atlet, pelatih, maupun official.

"Latihan berlangsung selama enam hari dalam seminggu. Mulai Selasa hingga Minggu, libur di Senin saja mulai pagi hingga Sore hari" ujarnya.jadi silahkan dapat datang kembali melakukan monitoring dan menonton para atlet berlatih di waktu tersebut untuk Sabtu dan Minggu latihan bersama di Lapangan Pragas ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PERPANI Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE., M.Si., beserta Sekretaris Abdul Ma'ruf Rahmat, Pelatih Panahan Purwanto, M Jurnawi Fachrudin, Eko Wibowo dan jajaran pengurus PERPANI lainnya yang turut mendampingi jalannya sesi latihan serta evaluasi tersebut.

Sebelumnya para Atlet sejak pagi telah melakukan scoring dan telah berlangsung selama 3 sesi tambahan. Sehingga hasil tembakan para atlet dapat diketahui perkembangannya untuk dilakukan analisa dan perbaikan bagi atlet. (AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 14:13:59 +0800 amr
Bupati Jarot Pastikan Proyek Unggas Terintegrasi Kementan–Berdikari Segera Hadir di Pulau Sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-pastikan-proyek-unggas-terintegrasi-kementanberdikari-segera-hadir-di-pulau-sumbawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-pastikan-proyek-unggas-terintegrasi-kementanberdikari-segera-hadir-di-pulau-sumbawa Bupati Jarot Pastikan Proyek Unggas Terintegrasi Kementan–Berdikari Segera Hadir di Pulau Sumbawa

Gorontalo,Amarmedia.co.id -  21 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendorong investasi dan memperkuat ketahanan pangan nasional kembali membuahkan hasil. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, memastikan proyek unggas terintegrasi yang digagas Kementerian Pertanian bersama PT Berdikari akan segera dikembangkan di Pulau Sumbawa.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Bupati Jarot melakukan pembahasan strategis bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Direksi PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi di sela-sela agenda dinasnya di Gorontalo.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pengembangan industri unggas terintegrasi sebagai bagian dari program prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah sektor peternakan, serta mendorong hilirisasi komoditas unggas di daerah.

Bupati Jarot mengungkapkan bahwa hasil pembahasan berlangsung sangat positif. Dalam waktu dekat, tim dari Kementerian Pertanian dan PT Berdikari dijadwalkan turun langsung ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan verifikasi lapangan dan memastikan kesiapan lahan yang telah diusulkan Pemerintah Daerah.

“Alhamdulillah, hasil pembahasan bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direksi PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi sangat menggembirakan. Tim Kementan dan PT Berdikari akan segera turun ke Sumbawa untuk memastikan kesiapan lahan yang telah kami usulkan. Ini menjadi langkah maju yang sangat penting bagi pengembangan sektor peternakan dan ekonomi daerah,” ujar Bupati Jarot.

Dalam pertemuan tersebut, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima resmi ditetapkan sebagai lokasi pengembangan proyek unggas terintegrasi di Pulau Sumbawa. Penetapan ini didasarkan pada besarnya potensi lahan, dukungan sumber daya peternakan yang memadai, serta peluang pengembangan industri hilir yang dinilai sangat menjanjikan.

Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu meningkatkan produksi unggas nasional, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi masyarakat dan peternak lokal, serta menarik investasi berskala besar ke wilayah Pulau Sumbawa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan proyek. Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah diyakini akan menjadikan Pulau Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan industri unggas terintegrasi yang modern, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia.

Dengan rencana kunjungan tim Kementerian Pertanian dan PT Berdikari dalam waktu dekat, masyarakat Sumbawa dan Bima menaruh harapan besar agar proyek ini segera terealisasi dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan kesejahteraan peternak.(AM)

]]>
Sun, 21 Jun 2026 11:25:46 +0800 amr
Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Lombok Tengah Beri Contoh Nyata Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan https://amarmedia.co.id/peringati-bulan-bung-karno-pdip-lombok-tengah-beri-contoh-nyata-politik-harus-hadir-untuk-kemanusiaan https://amarmedia.co.id/peringati-bulan-bung-karno-pdip-lombok-tengah-beri-contoh-nyata-politik-harus-hadir-untuk-kemanusiaan Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Lombok Tengah Beri Contoh Nyata Politik Harus Hadir untuk Kemanusiaan

Lombok Tengah Amarmedia.co.id–Memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah menggelar donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu menjadi rangkaian Utama dari sejumlah agenda Bulan Bung Karno yang sebelumnya telah dilaksanakan, mulai dari apel peringatan 1 Juni hingga kemah bakti dan penanaman pohon di kawasan bantaran Sungai Lembah Datu, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Bung Karno yang selalu menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan.

"Bung Karno mengajarkan politik yang hadir untuk kemanusiaan," kata Suhaimi.

Anggota DPRD NTB ini menjelaskan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dipilih karena menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. Menurutnya, kehadiran partai politik harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh rakyat.

Pada kegiatan donor darah kali ini, panitia menargetkan sedikitnya 150 kantong darah terkumpul. Hingga pelaksanaan berlangsung, Suhaimi optimistis target tersebut dapat tercapai.

"Target 150 kantong darah, insyaallah terpenuhi," ujarnya.

Lebih jauh, Suhaimi menegaskan, telah menjadi komitmen PDI Perjuangan Lombok Tengah, bahwa kegiatan sosial serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan atau hanya dilakukan saat momentum Bulan Bung Karno. Ia menyebutkan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan gratis dapat menjadi program rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus partai, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menindaklanjuti program tersebut di wilayah masing-masing.

"Jangan berhenti hari ini. PAC dan ranting harus melanjutkan di desa-desa," tegasnya.

Menurut Suhaimi, arahan tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Hj. Megawati Soekarnoputri, yang terus mengingatkan seluruh kader agar selalu berada di tengah rakyat dan menghadirkan kerja-kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain memperkuat kepedulian sosial, kader partai juga dituntut memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Kader selalu diingatkan Ibu Ketua Umum, agar mereka harus dekat dengan rakyat, peduli sesama, dan menjaga alam," ucap Suhaimi.

Ia menegaskan, seluruh kader PDI Perjuangan memahami sepenuhnya, semangat Bulan Bung Karno tidak cukup diwujudkan melalui peringatan dan seremoni semata. Yang lebih penting adalah menghadirkan aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta gerakan penanaman pohon yang telah dilakukan sebelumnya, PDI Perjuangan Lombok Tengah berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.(AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 21:06:13 +0800 amr
Rachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Pintu Seluas&Luasnya bagi Keluhan dan Harapan Rakyat https://amarmedia.co.id/rachmat-hidayat-resmikan-rumah-aspirasi-di-lombok-timur-buka-pintu-seluas-luasnya-bagi-keluhan-dan-harapan-rakyat https://amarmedia.co.id/rachmat-hidayat-resmikan-rumah-aspirasi-di-lombok-timur-buka-pintu-seluas-luasnya-bagi-keluhan-dan-harapan-rakyat Rachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Pintu Seluas-Luasnya bagi Keluhan dan Harapan Rakyat

Lombok Timur.Amarmedia.co.id (20Juni 2026) Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat, meresmikan Rumah Aspirasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kehadiran Rumah Aspirasi tersebut menjadi penegasan komitmen PDI Perjuangan untuk mendekatkan pelayanan politik kepada masyarakat sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan persoalan, keluhan, maupun gagasan pembangunan.

Peresmian rumah aspirasi itu berlangsung dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah hadir dalam kegiatan tersebut.

Dari DPP antara lain hadir Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, dan Sri Rahayu. Sementara dari DPD PDIP Provinsi NTB drg. Meily Zuraida, H Ruslan Turmuzi, Mahsan, Lalu Chandra Yudistira, I Gusti Lanang Media, Nyayu Ernawati, Made Slamet dan Wahyu Septtriandi. Sementara dari DPC PDIP Lombok hadir Ketua DPC Ahmad Sukro, Sekretaris DPC Ahmad Amrullah, Anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP Marianah, dan sejumlah pengurus lainnya.  

Dalam sambutannya, Rachmat Hidayat menegaskan, Rumah Aspirasi dihajatkan tidak sekadar menjadi kantor politik atau tempat aktivitas partai. Lebih dari itu, Rumah Aspirasi ini dia hajatkan sebagai ruang pengaduan dan konsultasi masyarakat yang terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.

“Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya,” tegas Rachmat.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini mengungkapkan, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan. Mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, persoalan pertanian, nelayan, hingga berbagai urusan administrasi yang kerap membuat warga kesulitan memperoleh akses pelayanan.

Karena itu, keberadaan Rumah Aspirasi diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan pemerintah dan lembaga-lembaga yang berwenang.

“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya,” ujar Rachmat.

Politisi senior PDI Perjuangan itu mengatakan, politik pada hakikatnya adalah memperjuangkan kepentingan rakyat. Oleh sebab itu, keberadaan Rumah Aspirasi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata, bukan sekadar simbol atau bangunan fisik.

“Politik harus terasa manfaatnya. Ukurannya sederhana, apakah rakyat terbantu atau tidak,” katanya.

Rachmat menambahkan, setiap aspirasi yang masuk akan dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimilikinya sebagai wakil rakyat di Senayan. Jika persoalan tersebut menjadi ranah pemerintah daerah, maka akan dilakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Jika berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat, pihaknya siap memperjuangkannya melalui jalur-jalur yang tersedia.

“Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Politisi lintas zaman ini menilai, masyarakat sering kali memiliki persoalan yang sederhana namun tidak mengetahui harus menyampaikan kepada siapa. Akibatnya, banyak keluhan yang berlarut-larut dan tidak tertangani.

Karena itu, Rumah Aspirasi diharapkan menjadi tempat pertama yang dapat didatangi masyarakat ketika membutuhkan pendampingan ataupun advokasi.

“Yang paling penting, rakyat punya tempat mengadu dan punya harapan bahwa suaranya didengar,” kata Rachmat.

Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Bung Karno, kata dia, selalu menempatkan rakyat sebagai pusat dari seluruh kebijakan dan perjuangan politik.

“Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya Rumah Aspirasi di Lombok Timur. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menyerap sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah.

Ia menegaskan bahwa Rumah Aspirasi terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat,” katanya.

Rahayu menjelaskan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan melalui Rumah Aspirasi. Mulai dari persoalan pembangunan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Menurutnya, tidak sedikit persoalan masyarakat yang sesungguhnya dapat diselesaikan apabila ada koordinasi yang baik antara warga, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Karena itu, Rumah Aspirasi juga akan berfungsi sebagai ruang komunikasi dan koordinasi.

“Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah,” kata Rahayu.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, mengatakan peresmian Rumah Aspirasi menjadi penutup rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang telah dilaksanakan selama Juni 2026.

Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari pemotongan tumpeng, zikir bersama, diskusi tentang pemikiran Bung Karno, hingga kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

“Bulan Bung Karno kami isi dengan kegiatan yang memiliki nilai sosial dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Penanaman Pohon Mangrove

Usai peresmian Rumah Aspirasi, jajaran PDI Perjuangan juga melanjutkan kegiatan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Ditegaskan, penanaman mangrove ini menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, kawasan pesisir Lombok Timur menghadapi tantangan yang semakin besar akibat abrasi, perubahan iklim, dan tekanan terhadap ekosistem laut.

“Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain berfungsi menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang pasang, hutan mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Keberadaannya mendukung produktivitas perikanan karena menjadi tempat berkembang biak bagi ikan, kepiting, dan berbagai organisme yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

“Kalau mangrove terjaga, laut tetap produktif. Kalau laut produktif, ekonomi rakyat pesisir juga ikut kuat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat menjaga lingkungan sejatinya sejalan dengan ajaran Bung Karno yang menempatkan manusia dan alam sebagai satu kesatuan yang harus dijaga secara berkelanjutan. Karena itu, rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial dan politik kerakyatan, tetapi juga aksi nyata untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.

Menurut Sukro, seluruh rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno tahun ini dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.

“Perjuangan tidak cukup dengan pidato. Perjuangan harus hadir dalam tindakan,” katanya.

Peresmian Rumah Aspirasi di Lombok Timur menjadi langkah baru bagi PDI Perjuangan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan persoalan-persoalan warga tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan menjadi agenda yang diperjuangkan hingga mendapatkan penyelesaian.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang, kehadiran Rumah Aspirasi diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan suara rakyat dengan para pengambil kebijakan.

“Kami seluruh kader PDI Perjuangan selalu diingatkan, bahwa rakyat tidak membutuhkan janji yang panjang. Mereka hanya ingin didengar dan diperjuangkan,” tutup Sukro. (AM/Didu)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:50:55 +0800 amr
Bupati Jarot Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo: Perkuat Inovasi untuk Pertanian dan Perikanan Tana Samawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-perkuat-inovasi-untuk-pertanian-dan-perikanan-tana-samawa https://amarmedia.co.id/bupati-jarot-hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-perkuat-inovasi-untuk-pertanian-dan-perikanan-tana-samawa Bupati Jarot Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo: Perkuat Inovasi untuk Pertanian dan Perikanan Tana Samawa

Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP bersama istri di stand Kabupaten Sumbawa pada PENAS XVII di Provinsi Gorontalo Sabtu 20  Juni 2026.

Gorontalo, Amarmedia.co.id - 20 Juni 2026 – Semangat memajukan sektor pertanian dan perikanan Kabupaten Sumbawa terus digelorakan. Hari ini, Sabtu 20 Juni 2026 Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., hadir langsung di Gorontalo untuk mengikuti pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjemput inovasi teknologi dan memperluas jejaring kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di "Tana Samawa".

PENAS Petani Nelayan XVII tahun 2026 ini menjadi ajang strategis bagi para pelaku utama sektor pangan dari seluruh penjuru Indonesia. Bupati Jarot menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang berharga untuk bertukar gagasan, berbagi inovasi, dan memperkuat sinergi antardaerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah, hari ini kami hadir langsung untuk menyerap semangat dan inovasi dari berbagai daerah. Ini adalah momentum penting bagi para petani dan nelayan kita di Sumbawa untuk terus berkembang, mengadopsi teknologi baru, dan meningkatkan produktivitas hasil laut maupun hasil bumi kita," ujar Bupati Jarot di sela-sela kegiatan dalam ketenangan resminya.

Bagi Bupati Jarot, petani dan nelayan bukan sekadar profesi, melainkan garda terdepan dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia berharap, hasil-hasil dari pertemuan nasional di Gorontalo ini dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan di lapangan, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan dinamika pasar.

Bupati yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menitipkan harapan besar agar semangat yang dibawa dari Gorontalo nantinya dapat dirasakan dampaknya hingga ke pelosok desa di Sumbawa.

"Semangat PENAS ini harus kita bawa pulang. Kita ingin petani dan nelayan kita di Sumbawa semakin berdaya, inovatif, dan sejahtera. Mereka adalah tulang punggung daerah yang harus kita dukung penuh agar mampu menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing," tegasnya.

Keikutsertaan delegasi Kabupaten Sumbawa dalam ajang skala nasional ini menunjukkan bahwa Pemkab Sumbawa serius dalam memprioritaskan sektor ekonomi kerakyatan. Dengan kolaborasi yang lebih kuat pasca-PENAS, diharapkan tata kelola pertanian dan perikanan di Sumbawa dapat lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Bupati Jarot optimis, melalui penguatan kapasitas SDM petani dan nelayan, visi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera akan lebih cepat terwujud. Kehadiran Bupati di Gorontalo menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan rakyat hingga ke kancah nasional. (AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:40:18 +0800 amr
"Tana Samawa" Sambut Hangat Kepulangan Tamu Allah, Wabup Ansori: Semoga Menjadi Haji Mabrur yang Membawa Berkah bagi Daerah https://amarmedia.co.id/tana-samawa-sambut-hangat-kepulangan-tamu-allah-wabup-ansori-semoga-menjadi-haji-mabrur-yang-membawa-berkah-bagi-daerah https://amarmedia.co.id/tana-samawa-sambut-hangat-kepulangan-tamu-allah-wabup-ansori-semoga-menjadi-haji-mabrur-yang-membawa-berkah-bagi-daerah "Tana Samawa" Sambut Hangat Kepulangan Tamu Allah, Wabup Ansori: Semoga Menjadi Haji Mabrur yang Membawa Berkah bagi Daerah

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id  20 Juni 2026– Suasana haru penuh sukacita menyelimuti halaman Kantor Bupati Sumbawa, Sabtu (20/6/2026). Ratusan keluarga jamaah memadati lokasi penyambutan, menyambut kepulangan Jamaah Haji Kloter 14 asal Kabupaten Sumbawa musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Acara penyambutan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, beserta istri, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat dan alim ulama. Lantunan doa syukur yang dipimpin oleh H. Mustaram, jamaah haji asal Kecamatan Moyo Utara, membuka rangkaian acara dengan khidmat, menggetarkan hati para hadirin yang telah lama menanti kepulangan sanak keluarga dari Tanah Suci.

Menjaga Martabat Penyelenggaraan Haji

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa, H. Ardi Suzami, S.EI., M.M.Inov., dalam laporannya menyampaikan kabar membanggakan. Penyelenggaraan haji tahun ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik.

Namun, di balik rasa syukur, terselip duka mendalam bagi masyarakat Sumbawa. Dua jamaah asal Kabupaten Sumbawa, yakni H. Muhammad Dewasi dari Kecamatan Lunyuk dan H. Beni Yasin dari Kecamatan Maronge, berpulang ke Rahmatullah di Tanah Suci. Selain itu, satu jamaah lainnya, H. Sirim, masih dalam perawatan medis di Arab Saudi.

"Alhamdulillah, sebanyak 327 jamaah telah tiba kembali di Tanah Samawa dengan selamat. Kami mohon doa agar jamaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan,"ujar H. Ardi.

Pesan Wabup: Membawa Nilai Kemabruran untuk "Tau Samawa"

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyampaikan pesan menyentuh. Ia berharap para jamaah tidak hanya membawa gelar haji, melainkan nilai-nilai kesalehan yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.

"Bapak dan Ibu adalah tamu-tamu pilihan Allah. Mari kita jaga kemabruran ini dengan perilaku yang menjadi teladan. Jadilah penyemangat di tengah masyarakat kita, dan mari bersama-sama berkontribusi membangun Tanah Samawa tercinta ini dengan semangat ikhlas dan persatuan," tutur Wabup dengan nada hangat.

Wabup Ansori juga mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan kepala sejenak, membacakan Al-Fatihah bagi dua jamaah asal Sumbawa yang wafat di Makkah. 

"Mereka wafat saat menjemput ridho Allah, insya Allah menjadi syahid,"tambahnya.

Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas dan pelayanan bagi jamaah haji di tahun-tahun mendatang. Sebagai bentuk penghormatan, Wabup Ansori bersama jajaran pejabat turun langsung menyalami satu per satu jamaah yang baru saja turun dari bus, sebuah pemandangan yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

Penyambutan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud rasa syukur atas kembalinya para tokoh penggerak spiritual di tingkat desa dan kecamatan. Diharapkan, sekembalinya ke tanah kelahiran, para haji dan hajjah ini mampu menjadi motor penggerak kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat "Tau Samawa".(AM)

]]>
Sat, 20 Jun 2026 20:27:57 +0800 amr
Dekranasda NTB dan UNIQLO Berkolaborasi, Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global https://amarmedia.co.id/dekranasda-ntb-dan-uniqlo-berkolaborasi-perkuat-jalan-umkm-menuju-pasar-global https://amarmedia.co.id/dekranasda-ntb-dan-uniqlo-berkolaborasi-perkuat-jalan-umkm-menuju-pasar-global Dekranasda NTB dan UNIQLO Berkolaborasi, Perkuat Jalan UMKM Menuju Pasar Global

Mataram.Amarmedia.co.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration Batch 4 di gerai UNIQLO Lombok Epicentrum Mall, Jumat (19/6/2026), sebuah inisiatif yang membuka ruang promosi bagi kriya dan wastra lokal NTB di jaringan ritel modern berkelas internasional.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Kepala UPTD Balai Kemasan Produk Daerah (BKP3D), dan Koordinator Pemasaran BKP3D, Sinta meninjau langsung Neighborhood Collaboration Corner yang menampilkan berbagai produk UMKM unggulan NTB.

Menurut Sinta, kerja sama yang telah memasuki tahun keempat tersebut membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan dunia usaha mampu menghadirkan peluang nyata bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

“Kami mengapresiasi konsistensi UNIQLO dalam mendukung pemberdayaan UMKM di NTB. Harapannya, kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di pasar internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dekranasda NTB tengah mendorong pemerataan manfaat program dengan memperluas partisipasi pelaku UMKM dari Pulau Sumbawa. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi kreatif daerah sekaligus mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.

Kehadiran produk NTB di ruang kolaborasi UNIQLO tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga menunjukkan bahwa karya para perajin daerah memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar modern. Berbagai produk kriya yang memadukan nilai tradisi dengan inovasi desain menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen domestik maupun mancanegara.

Salah satu pelaku UMKM yang terlibat, Abdul Jaelani Purnamasyaf, pemilik Purnama Shop, mengaku bangga produknya mendapat kesempatan ditampilkan melalui program tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kerajinan khas NTB, seperti anyaman ketak dan rotan yang dipadukan dengan material kerang serta inovasi pemanfaatan limbah plastik.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat mengenal produk NTB dan pada akhirnya tertarik berkunjung maupun menjalin kerja sama bisnis dengan para perajin lokal,” ungkapnya.

Program Neighborhood Collaboration menjadi contoh bagaimana kemitraan strategis dapat memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari peningkatan eksposur produk, penguatan identitas budaya lokal, hingga penciptaan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, kolaborasi semacam ini merupakan langkah penting dalam mengangkat nilai tambah produk daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat kepada pasar yang lebih luas. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM NTB diharapkan tidak hanya menjadi tuan rumah di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar nasional dan global, membawa nama baik Lombok dan Nusa Tenggara Barat sebagai pusat ekonomi kreatif yang inovatif dan berdaya saing.(AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:23:43 +0800 amr
BPBD Sumbawa Gelar Gladi Posko dan Lapang di Moyo Utara, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-gladi-posko-dan-lapang-di-moyo-utara-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-banjir https://amarmedia.co.id/bpbd-sumbawa-gelar-gladi-posko-dan-lapang-di-moyo-utara-perkuat-kesiapsiagaan-hadapi-ancaman-banjir BPBD Sumbawa Gelar Gladi Posko dan Lapang di Moyo Utara, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebagai langkah nyata, BPBD membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan melalui rencana pelaksanaan Gladi Posko dan Gladi Lapang di Kecamatan Moyo Utara, yang dijadwalkan berlangsung pada 22 dan 25 Juli 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Moyo Utara. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas masyarakat serta aparatur desa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, khususnya banjir yang selama ini menjadi salah satu ancaman utama di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto Ar, menyatakan bahwa gladi posko dan gladi lapang ini merupakan langkah taktis untuk menanamkan pemahaman prosedur penanganan bencana sejak dini.

“Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Ketika terjadi bencana, masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan, ke mana harus bergerak, dan bagaimana mengikuti prosedur evakuasi yang benar,” ujar Rusdianto saat memberikan keterangan pada Jumat (19/06/2026).

Rusdianto membeberkan bahwa Kecamatan Moyo Utara memiliki rekam jejak historis terkait bencana banjir yang cukup besar. Peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2012 dan 2017 menjadi pelajaran penting (lesson learned) bagi semua pihak untuk tidak lengah. Menurutnya, kapasitas dan kesiapan menghadapi potensi kejadian serupa di masa mendatang harus terus diasah.

Simulasi Alur Peringatan Dini hingga Evakuasi

Melalui rangkaian gladi posko dan gladi lapang ini, para peserta dan warga akan diberikan simulasi serta pemahaman langsung mengenai mekanisme Peringatan Dini (Early Warning System)

 Bagaimana informasi bahaya disebarkan secara cepat dan akurat.

Juga memperjelas pembagian peran antara pemerintah daerah, kecamatam, desa, dan relawan dan mengarahkan warga bergerak secara tertib menuju lokasi aman sesuai jalur dan titik evakuasi yang telah ditetapkan.

“Ke depan, kami berharap masyarakat bersama pemerintah desa dan seluruh unsur terkait benar-benar memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Dengan demikian, proses evakuasi dapat berjalan tertib dan masyarakat dapat bergerak menuju titik evakuasi yang aman,” tambah Rusdianto.

BPBD Kabupaten Sumbawa menilai keterlibatan aktif seluruh desa dalam kegiatan ini menjadi faktor kunci dalam membangun budaya sadar bencana (disaster awareness) serta memperkuat ketangguhan masyarakat (community resilience) di tingkat lokal.

Selain meningkatkan kemampuan respons cepat saat darurat, agenda ini juga diharapkan mampu menumbuhkan sinergi yang solid antara berbagai stakeholder yakni Pemerintah Daerah dan Kecamatan, Relawan Kebencanaan, Aparat Keamanan (TNI/Polri), Warga Masyarakat

Di tengah meningkatnya ancaman bencana akibat fenomena perubahan iklim dan cuaca ekstrem global saat ini, penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat dinilai sebagai langkah paling krusial. BPBD Sumbawa menegaskan, kesiapan yang matang adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materil ketika bencana melanda. (AM/Jack)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:11:29 +0800 amr
Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana https://amarmedia.co.id/perkuat-mitigasi-pemkab-sumbawa-gelar-rakor-review-dokumen-kajian-risiko-bencana https://amarmedia.co.id/perkuat-mitigasi-pemkab-sumbawa-gelar-rakor-review-dokumen-kajian-risiko-bencana Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  (19 Juni 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Sumbawa pada Jumat (19/6/2026). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat upaya mitigasi serta sistem penanggulangan bencana di wilayah setempat.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Pemkab Sumbawa dalam menghadapi ancaman bencana yang kian dinamis dan kompleks. Melalui pembaruan dokumen KRB tersebut, pemerintah daerah berupaya mewujudkan arah pembangunan yang tangguh, berkelanjutan, serta berbasis pada pengurangan risiko bencana (PRB).

Nantinya, dokumen KRB yang telah direview dan diperbarui ini diproyeksikan menjadi landasan geospasial sekaligus rujukan kebijakan strategis dalam penyusunan program mitigasi serta pengelolaan risiko bencana di Kabupaten Sumbawa ke depan.

### Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dan Program SIAP SIAGA

Rakor ini bertujuan utama untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kerangka kerja KRB. Sinergi ini dirasa krusial mengingat penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari **Program SIAP SIAGA**, kemitraan Australia-Indonesia yang selama ini aktif mendukung penguatan kapasitas kebencanaan di berbagai daerah di Indonesia.

### Tiga Target Utama Forum Koordinasi

Melalui forum koordinasi ini, terdapat beberapa target konkret yang ingin dicapai untuk meletakkan dasar hukum dan operasional yang kuat, di antaranya:

 * **Penyusunan SK Tim:** Menyusun draf Surat Keputusan (SK) Tim Penyusun Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 * **Penyusunan KAK:** Merumuskan Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai pedoman operasional yang memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan review dokumen KRB.

 * **Garis Waktu & Pembagian Peran:** Menghasilkan kesepakatan resmi terkait penentuan waktu dimulainya proses review, penyusunan linimasa (*timeline*) tahapan kerja, serta kejelasan pembagian peran teknis antara Pemkab Sumbawa dan Program SIAP SIAGA.

### Menuju Sumbawa yang Tangguh dan Aman

Dengan tersusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana yang komprehensif, valid, dan berkelanjutan, Kabupaten Sumbawa diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang jauh lebih matang dalam menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di masa depan.

Ketersediaan data risiko yang akurat ini pada akhirnya akan memperkuat ketahanan wilayah, demi mendukung pembangunan daerah yang aman, stabil, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Sumbawa.

Perkuat Mitigasi, Pemkab Sumbawa Gelar Rakor Review Dokumen Kajian Risiko Bencana

Sumbawa Besar. Gaung NUSRA Jumat, 19/06/26. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, melalui BPBD Kabupaten Sumbawa mengadakan Rapat Koordinasi Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Sumbawa sebagai langkah strategis dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah.

Kabid BPBD Dr.Rusdianto menjelaskan bahwa jegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin dinamis dan kompleks. Melalui pembaruan dokumen Kajian Risiko Bencana, pemerintah daerah berupaya mewujudkan pembangunan yang tangguh, berkelanjutan, serta berbasis pada pengurangan risiko bencana.

"Dokumen KRB yang akan direview dan diperbarui diproyeksikan menjadi landasan geospasial sekaligus kebijakan strategis dalam penyusunan program mitigasi dan pengelolaan risiko bencana di Kabupaten Sumbawa" ujarnya.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan serta memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor dalam menyusun kerangka kerja Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Program SIAP SIAGA yang selama ini aktif mendukung penguatan kapasitas kebencanaan di berbagai daerah.

Melalui forum ini, diharapkan dapat disusun draf Surat Keputusan (SK) Tim Penyusun Kajian Risiko Bencana Kabupaten Sumbawa yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain itu, akan disusun pula Kerangka Acuan Kerja (KAK) sebagai pedoman operasional yang memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaan review dokumen KRB.

Tidak hanya itu, rapat koordinasi ini juga menargetkan menghasilkan kesepakatan resmi terkait penentuan waktu dimulainya proses review, penyusunan linimasa tahapan kerja, serta kejelasan pembagian peran teknis antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Program SIAP SIAGA.

Dengan disusunnya dokumen Kajian Risiko Bencana yang komprehensif dan berkelanjutan, Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana serta mampu memperkuat ketahanan wilayah demi mendukung pembangunan daerah yang aman dan berkelanjutan (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 22:00:47 +0800 amr
Gubernur NTB Pimpin Deklarasi Dukungan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Bersama BPS https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-pimpin-deklarasi-dukungan-sukseskan-sensus-ekonomi-2026-bersama-bps https://amarmedia.co.id/gubernur-ntb-pimpin-deklarasi-dukungan-sukseskan-sensus-ekonomi-2026-bersama-bps Gubernur NTB Pimpin Deklarasi Dukungan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS

MATARAM.Amarmedia.co.id–Provinsi Nusa Tenggara Barat meneguhkan komitmennya menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui pencanangan yang berlangsung meriah di Gedung Gelanggang Pemuda Youth Center NTB, Jumat (19/6/2026).

“Data ekonomi yang baik akan melahirkan kebijakan yang baik. Karena itu, Sensus Ekonomi 2026 harus kita sukseskan bersama,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, saat mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi NTB bersama Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi.

Pencanangan tersebut merupakan bentuk penguatan dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang pendataan lapangannya telah dimulai secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di NTB sejak 15 Juni 2026. Di NTB, pencanangan ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, para bupati dan wali kota se Pulau Lombok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah tingkat Provinsi, pimpinan instansi vertikal, para pelaku usaha, serta kelompok masyarakat.

Lebih dari 500 tamu undangan memadati lokasi kegiatan. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan bersama terhadap pelaksanaan sensus yang akan menghasilkan potret lengkap kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Bumi Gora.

Prosesi pencanangan ditandai dengan penancapan bendera pada miniatur Gunung Rinjani oleh Gubernur NTB, Wakil Kepala BPS RI, para bupati dan wali kota, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB. Penancapan bendera tersebut melambangkan semangat kolaborasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 di NTB.

Komitmen itu kemudian ditegaskan melalui penandatanganan dukungan oleh para bupati dan wali kota. Secara bergantian, para kepala daerah membubuhkan tanda tangan pada papan deklarasi sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi di wilayah masing-masing.

Di hadapan Wakil Kepala BPS RI dan seluruh hadirin, Gubernur NTB menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turkiye itu mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan informasi yang akurat sesuai kondisi sebenarnya.

“Ketika datanya baik, maka perencanaannya akan baik. Ketika perencanaannya baik, manfaat pembangunannya akan semakin dirasakan masyarakat," kata Gubernur.

Kegiatan pencanangan berlangsung semarak dengan menampilkan atraksi peresean, seni bela tradisional masyarakat Sasak yang menjadi salah satu ikon budaya NTB. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta dan tamu undangan.

Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB dan Wakil Kepala BPS RI turun langsung ke arena sebagai pepadu peresean secara simbolis. Keduanya memperagakan peresean di hadapan ratusan peserta yang menyambut dengan tepuk tangan dan sorak antusias.

Peresean dipilih sebagai simbol keberanian, ketangguhan, dan sportivitas yang sejalan dengan semangat kolaborasi dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Melalui pendekatan budaya lokal tersebut, pesan mengenai pentingnya sensus diharapkan semakin dekat dengan masyarakat.

Wakil Kepala BPS RI dalam sambutannya mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan instrumen strategis untuk memotret kondisi dan perkembangan aktivitas usaha di Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya ditentukan oleh kerja petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif pelaku usaha sebagai responden serta dukungan penuh pemerintah daerah.

“Data yang akurat akan memberi arah yang jelas bagi pembangunan. Karena itu, setiap pelaku usaha memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hasil sensus,” ujarnya.

Melalui pencanangan ini, BPS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data statistik semakin meningkat. Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran pada masa mendatang.

Melengkapi rangkaian pencanangan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menampilkan berbagai produk unggulan yang dimiliki. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata denyut ekonomi NTB yang akan dipotret melalui Sensus Ekonomi 2026. Stan-stan UMKM pun menjadi ruang interaksi yang hangat antara masyarakat, pelaku usaha, dan para tamu undangan yang hadir. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 21:49:24 +0800 amr
DPP PDI Perjuangan M.Y Esty Wijayati Ungkap Alasan Sumbawa Dipilih sebagai Tuan Rumah Perdana Soekarno Volley Cup https://amarmedia.co.id/dpp-pdi-perjuangan-my-esty-wijayati-ungkap-alasan-sumbawa-dipilih-sebagai-tuan-rumah-perdana-soekarno-volley-cup https://amarmedia.co.id/dpp-pdi-perjuangan-my-esty-wijayati-ungkap-alasan-sumbawa-dipilih-sebagai-tuan-rumah-perdana-soekarno-volley-cup DPP PDI Perjuangan M.Y Esty Wijayati Ungkap Alasan Sumbawa Dipilih sebagai Tuan Rumah Perdana Soekarno Volley Cup

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (19 Juni 2026) - Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, mengungkapkan alasan dipilihnya Sumbawa sebagai tuan rumah perdana Soekarno Volley Cup

Dalam sambutannya, Esti Wijayati yang hadir bersama Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends, Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Wakil Bendahara Umum Bidang Program Yuke Yurike, serta Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto, menjelaskan bahwa dipilihnya Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi penyelenggaraan perdana Soekarno Volley Cup tidak lepas dari ikatan historis antara Bung Karno dengan Pulau Sumbawa.

Ia mengungkapkan, Presiden pertama Republik Indonesia itu tercatat sedikitnya dua kali mengunjungi Pulau Sumbawa pada era 1950-an untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Esti juga mengingatkan bahwa Juni merupakan Bulan Bung Karno karena terdapat tiga momentum penting, yakni 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni sebagai Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni sebagai hari wafat Sang Proklamator.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan sepanjang Juni merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pemikiran Bung Karno dalam membangun bangsa.

Ia menambahkan, bola voli dipilih karena menjadi salah satu cabang olahraga paling digemari masyarakat Indonesia setelah sepak bola dan bulu tangkis. Karena itu, DPP PDI Perjuangan telah merancang Soekarno Volley Cup agar berkembang menjadi turnamen kerakyatan berskala nasional.

“Ini baru titik awal di Kabupaten Sumbawa. Ke depan kami sudah merancang agar Soekarno Volley Cup menjadi event besar yang digelar di seluruh Indonesia untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial sekaligus mendukung prestasi Indonesia di ajang internasional,” ujarnya.

Esti berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persatuan, bukan memunculkan permusuhan.

“Ketika Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya dikumandangkan di ajang internasional, tidak ada lagi sekat agama, suku, ras maupun partai politik. Itulah yang diajarkan Bung Karno tentang persatuan dan kesatuan. Karena itu bertandinglah dengan sportif, jadikan turnamen ini sebagai ajang mencari prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 20:11:47 +0800 amr
Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Dibuka di Ngeru, Usung Semangat “Satukan Tekad Menangkan Rakyat” https://amarmedia.co.id/soekarno-volley-cup-2026-resmi-dibuka-di-ngeru-usung-semangat-satukan-tekad-menangkan-rakyat https://amarmedia.co.id/soekarno-volley-cup-2026-resmi-dibuka-di-ngeru-usung-semangat-satukan-tekad-menangkan-rakyat Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Dibuka di Ngeru, Usung Semangat “Satukan Tekad Menangkan Rakyat”

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id (19 Juni 2026) – Turnamen Voli Kerakyatan “Soekarno Volley Cup” Tahun 2026 resmi bergulir. Pembukaan kompetisi bergengsi ini dipusatkan di Lapangan Voli Indoor Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa pada Jumat (19/6/2026).

Mengusung tema besar “Satukan Tekad Menangkan Rakyat”, event ini dirancang tidak hanya sebagai wadah pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Sumbawa, tetapi juga sebagai momentum mempererat kebersamaan dan membakar semangat gotong royong masyarakat.

Pembukaan turnamen ditandai secara simbolis lewat servis pertama oleh jajaran DPP PDI Perjuangan. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan, empat anggota DPR RI, satu anggota DPRD DKI Jakarta, anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi PDIP, serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa.

Momen Bersejarah Bagi Desa Ngeru

Kepala Desa Ngeru, Khaeruddin, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam. Ia menyebut pelaksanaan Soekarno Volley Cup ini sebagai tonggak sejarah baru bagi desanya. Untuk pertama kalinya, kegiatan dengan konsep kerakyatan yang masif digelar di Desa Ngeru dengan dihadiri langsung oleh jajaran petinggi DPP PDI Perjuangan.

“Ini menjadi sejarah bagi Desa Ngeru. Tanpa dukungan semua pihak, tentu hari ini tidak akan kita saksikan bersama. Kami bangga desa kami menjadi tuan rumah kegiatan besar ini,” ujar Khaeruddin.

Ia juga menegaskan bahwa Desa Ngeru selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu, turnamen ini dipersembahkan khusus sebagai pesta rakyat pasca-panen sekaligus hiburan berkualitas bagi warga.

Kolaborasi dan Dua Semangat Utama

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., melaporkan bahwa kesuksesan pelaksanaan Soekarno Volley Cup merupakan buah dari kolaborasi solid antara struktur DPC, DPD, hingga DPP PDI Perjuangan.

Dalam laporannya, Abdul Rafiq menekankan bahwa turnamen ini membawa dua esensi dan semangat utama yakni pertama Menyambut Bulan Bung Karno."Menjadi momentum untuk memaknai kembali identitas, pemikiran, dan rekam jejak perjuangan Proklamator sekaligus Presiden pertama RI. Kita tidak boleh melupakan sejarah. Bung Karno bukan hanya milik PDI Perjuangan, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia," tegas Rafiq.

Kemudian ujarnya sebagai Wadah Pembinaan Atlet Berbakat.Menjadi inkubator bagi talenta muda daerah. Rafiq berharap turnamen ini menjadi agenda tahunan yang konsisten melahirkan bibit-bibit atlet bola voli potensial dari Sumbawa, yang kelak mampu bersaing di kancah provinsi, nasional, bahkan internasional.

Turnamen ini diproyeksikan akan menyaring tim-tim tangguh dari berbagai wilayah. Abdul Rafiq memaparkan bahwa para juara dari masing-masing zona nantinya akan dipertemukan pada babak puncak (grand final). Waktu Pelaksanaan Grand Final pada bulan Juli 2026 (Bertepatan dengan rangkaian Bulan Bung Karno) di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sumbawa

“Manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya karena di dalamnya terdapat nilai sejarah sekaligus nilai prestasi,” pesan Rafiq kepada para atlet yang bertanding.

Di penghujung laporannya, Abdul Rafiq menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPP PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati yang hadir langsung memimpin rombongan pusat.

Kehadiran para legislator pusat dan daerah ini diakui semakin menambah semarak dan legitimasi Soekarno Volley Cup 2026 sebagai agenda olahraga kerakyatan yang mampu menyatukan masyarakat melalui sportivitas yang tinggi. 

Tampak hadir pula legislator dari provinsi NTB, Abdul Rahim ST, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Dan jajaran fraksi PDIP DPRD KSB dan Anggota lengkap Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa (AM/Jen)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 19:56:35 +0800 amr
Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan, Wabup H. Ansori Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel https://amarmedia.co.id/inspektorat-gelar-rakor-penguatan-pengawasan-wabup-h-ansori-dorong-tata-kelola-pemerintahan-yang-akuntabel https://amarmedia.co.id/inspektorat-gelar-rakor-penguatan-pengawasan-wabup-h-ansori-dorong-tata-kelola-pemerintahan-yang-akuntabel Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan, Wabup H. Ansori Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen memperkuat benteng sistem pengawasan internal demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Pengawasan yang diinisiasi oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah SE, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat se-Kabupaten Sumbawa. Rakor ini menjadi forum untuk menyamakan persepsi dan mempererat sinergi pengawasan demi memastikan seluruh program pembangunan berjalan di rel yang tepat.

Wabup: Pengawasan Bukan untuk Mencari Kesalahan

Dalam pengarahannya, Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori menyatakan bahwa pengawasan merupakan instrumen vital dalam memastikan seluruh program kerja pemerintah daerah berjalan sesuai regulasi serta memberikan output yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Wabup secara khusus menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk memiliki komitmen baja dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Tindak lanjut atas rekomendasi BPK bukan hanya sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan hukum pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Saya minta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dan mempercepat penyelesaian poin-poin yang masih mengganjal,” tegas H. Ansori.

Lebih lanjut, Wabup mengingatkan pentingnya menempatkan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) sebagai rujukan utama pelaksanaan fungsi pengawasan internal. Melalui PKPT, Inspektorat diharapkan optimal dalam menjalankan fungsi pembinaan, pendampingan (assurance & consulting), serta mitigasi risiko penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengawasan yang kuat bukan bertujuan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai upaya preventif untuk memastikan semua program tepat sasaran, taat aturan, dan memberikan hasil optimal untuk masyarakat. Mari jadikan pengawasan ini sebagai bagian dari budaya kerja organisasi kita,” tambahnya.

Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK Jadi Fokus Utama

Senada dengan Wakil Bupati, Inspektur Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah, S.E., memaparkan bahwa esensi dari rakor ini adalah untuk mengunci komitmen seluruh pimpinan perangkat daerah dalam melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan.

Didi Hermansyah menggarisbawahi bahwa salah satu menu utama dalam rakor kali ini adalah akselerasi atau percepatan penyelesaian tindak lanjut atas temuan dan rekomendasi BPK. Tingkat kepatuhan terhadap rekomendasi BPK, menurut Didi, menjadi parameter mutlak dalam mengukur keseriusan pemda melakukan reformasi birokrasi di bidang keuangan dan administrasi.

Melalui pelaksanaan rakor pengawasan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimis dapat membangun pola kemitraan yang lebih solid antara Inspektorat sebagai *auditor* internal dengan seluruh OPD selaku eksekutor program. Sinergi yang kuat ini diharapkan dapat mendongkrak capaian akuntabilitas daerah, mengikis potensi fraud, dan menyukseskan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. (AMDIN/ADR - Prokopim Sumbawa)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 09:18:10 +0800 amr
DPRD Sumbawa RDP Terkait Pengelolaan Sampah dan IPAL Amanwana Resort di Pulau Moyo, Komisi III Jadwalkan Turun Lapangan https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-rdp-terkait-pengelolaan-sampah-dan-ipal-amanwana-resort-di-pulau-moyo-komisi-iii-jadwalkan-turun-lapangan https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-rdp-terkait-pengelolaan-sampah-dan-ipal-amanwana-resort-di-pulau-moyo-komisi-iii-jadwalkan-turun-lapangan DPRD Sumbawa RDP Terkait Pengelolaan Sampah dan IPAL  Amanwana Resort di Pulau Moyo, Komisi III Jadwalkan Turun Lapangan

SUMBAWA BESAR, Amarmedia — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memediasi pertemuan antara warga, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan manajemen PT Moyo Safari Abadi (Amanwana Resort) pada Senin (15/06/2026). 

Rapat yang berlangsung di ruang sidang DPRD ini difokuskan untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait aktivitas operasional, pengelolaan limbah, dan status perizinan lingkungan hotel mewah tersebut di Pulau Moyo.

Pertemuan strategis ini menghadirkan perwakilan masyarakat, Kepala Desa Labuhan Aji, sejumlah elemen LSM, manajemen PT Amanwana, Camat Labuhan Badas Ardian Pranata serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa.

Dalam ruang rapat, perwakilan Lembaga Swadaya masyarakat Lembaga Pemerhati Desa (LSM LPD) Aji Rusdianto akrab di sapa Raja mengapresiasi langkah cepat DPRD Sumbawa yang bersedia menerima dan memediasi surat pengaduan mereka. Kendati demikian, warga menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah untuk meminta tindak lanjut nyata dan solusi konkret, bukan sekadar mendengarkan aspirasi tanpa eksekusi.

Ia menyoroti sejumlah poin krusial, di antaranya dugaan penggunaan lahan yang masuk dalam konteks kawasan hutan lindung, meskipun status yang diketahui sejauh ini adalah Hak Guna Usaha (HGU). Mengacu pada komitmen Pemerintah Daerah melalui Bupati Sumbawa, warga menuntut ketegasan dalam menjaga kelestarian hutan lindung di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Selain isu pemanfaatan lahan,  LSM Rifqi Arga mendesak transparansi terkait dokumen administrasi perizinan, pengelolaan emisi, pengelolaan air limbah, serta kepemilikan Persetujuan Teknis (Pertek) dan Sertifikat Layak Operasi (SLO) terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala Desa Labuhan Aji Sofyan turut menyampaikan keluhannya. Ia meminta agar pihak Amanwana Resort tidak mengabaikan keberadaan pemerintah desa setempat, meskipun secara hierarki regulasi, kewenangan pengawasan berada di tangan pemerintah pusat.

"Kami meminta agar Amanwana melibatkan pemerintah desa dalam hal pengelolaan limbah. Selama ini, sampah dari kegiatan Amanwana ditengarai dibuang ke dalam hutan produktif warga," ungkap Kades Labuhan Aji. Sisi administratif pun diharapkan dapat ditembuskan ke desa agar aparatur setempat mengetahui dan mampu bertanggung jawab jika muncul persoalan di kemudian hari.

DLH Ungkap Hasil Uji Lab: Satu Parameter Melebihi Baku Mutu

Kepala Bidang I Pengawasan DLH Kabupaten Sumbawa, Dina Eka  memberikan penjelasan kronologis dari kacamata pengawasan daerah. Berdasarkan data rekam jejak DLH Kabupaten Sumbawa, dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) PT Amanwana awalnya dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan dengan Nomor 22 Tahun 1991 tertanggal 16 Agustus 1991.

Merespons adanya pengaduan terkait limbah B3, DLH Sumbawa sebenarnya telah turun melakukan inspeksi lapangan pada tahun 2024 lalu. Hasil pengawasan kala itu menunjukkan operasional IPAL berjalan 24 jam sepanjang tahun, di mana limbah cair diolah dalam kolam penampungan untuk penyiraman tanaman, dan dinilai telah memenuhi kapasitas penampungan secara kimiawi maupun biologis.

Namun, kejutan muncul dari hasil uji laboratorium terbaru yang diterbitkan oleh Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 6 April 2026.

"Dari enam parameter yang diuji, terdapat satu parameter yang melebihi baku mutu, yaitu tingkat kekeruhan air. Selain itu, ada catatan evaluasi mengenai kandungan minyak, lemak, dan total padatan tersuspensi (TSS)," jelas Dina.

Lebih lanjut, Dina memaparkan hambatan birokrasi yang dihadapi daerah. Karena PT Amanwana berstatus Penanaman Modal Asing (PMA), maka kewenangan pengawasan dan penindakan perizinan berada penuh di tangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau dilimpahkan ke DLH Tingkat Provinsi. Pasca-inspeksi tahun 2024, DLH Kabupaten Sumbawa telah bersurat kepada KLHK (Divisi Jawa Bali) untuk meneruskan hasil pengawasan lapangan serta meminta pusat mendesak pemenuhan kelengkapan Pertek dan SLO. Namun hingga kini, pihak kabupaten belum menerima informasi apakah kementerian sudah turun ke lapangan atau belum.

Oleh karena itu, DLH Kabupaten Sumbawa meminta manajemen PT Amanwana agar ke depan, setiap laporan berkala yang diserahkan ke Pemerintah Pusat atau Provinsi tetap memberikan dokumen tembusan kepada DLH Kabupaten sebagai fungsi kontrol dan pembinaan daerah.

Tanggapan Amanwana: Akui Dokumen Hilang, Siap Dikoreksi

Menanggapi rentetan tudingan tersebut, pihak manajemen Amanwana Resort Faisal lubis menyambut positif agenda RDP yang digelar dan menegaskan komitmennya untuk tetap taat hukum. Perusahaan menjelaskan bahwa pengujian air limbah dan air sumur terakhir telah dilakukan pada akhir Mei lalu, dan hasilnya sudah diserahkan dalam pertemuan kedua di Badas.

Terkait hilangnya sejumlah dokumen administrasi perizinan, manajemen mengonfirmasi bahwa hal itu terjadi sejak masa pandemi Covid-19 akibat dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan. Kendati demikian, mereka memastikan operasional hotel tetap dipantau ketat melalui audit internal perusahaan yang berlaku secara nasional di enam cabang di Indonesia dengan predikat lulus, serta mengantongi sertifikasi kelayakan dari pihak ketiga.

Mengenai tuduhan tumpukan sampah, manajemen mengklarifikasi bahwa tumpukan yang dilaporkan warga berasal dari aktivitas luar area operasional Amanwana (wilayah Desa Labuhan Aji). Sedangkan untuk limbah berbahaya, perusahaan memberikan pembelaan. "Sampah B3 dari kegiatan Amanwana kami kirim ke Pulau Lombok karena di sana sudah ada pengolah yang tersertifikasi," urai Faisal perwakilan manajemen. 

Sementara terkait polusi genset, pihak hotel mengaku sedang berkoordinasi untuk bertransisi ke program energi baru terbarukan (EBT).

“Apabila ada operasional kami yang luput, kami meminta pengarahan. Kami welcome. Intinya, kami siap dikoreksi dan mengharapkan pendampingan dari Dinas LH,” ucap perwakilan Amanwana.

Penjelasan manajemen mengenai hilangnya dokumen akibat Covid-19 langsung disanggah keras oleh Ketua LPPK NTB, Sukriadi (Tamar). Ia menilai alasan tersebut hanyalah alibi semata. Menurut Sukriadi, jika terjadi kendala operasional atau kehilangan dokumen krusial, minimal harus ada komunikasi tertulis resmi yang dilayangkan kepada otoritas wilayah setempat.

Rekomendasi DPRD: Desak Pusat dan Jadwalkan Sidak Lapangan

Menutup jalannya RDP yang dinamis tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sumbawa, Syaifullah, membacakan sejumlah poin rekomendasi resmi dewan untuk menyelesaikan polemik lingkungan ini.

Rekomendasi akhir tersebut menetapkan tiga poin utama:

Pertama : Meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa melakukan komunikasi intensif dan koordinasi berkala terkait kelengkapan dokumen operasional Hotel Amanwana di Pulau Moyo.

Kedua : Meminta DLH Kabupaten Sumbawa segera bersurat kembali dan mendesak Kementerian LH/KLHK untuk segera turun tangan menindaklanjuti temuan parameter limbah yang tidak memenuhi baku mutu tersebut.

Ketiga : Merekomendasikan tim gabungan untuk turun langsung meninjau lokasi Hotel Amanwana. Pihak manajemen Amanwana diminta segera memberikan dan memfasilitasi jadwal kunjungan lapangan secara bersama-sama dalam waktu dekat.

DPRD Sumbawa menegaskan akan mengawal ketat persoalan ini demi memastikan investasi di Pulau Moyo tetap berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 08:33:42 +0800 amr
Antisipasi Risiko Bencana, BPBD Sumbawa Gelar Simulasi 'Table Top Exercise' Banjir di Desa Kukin https://amarmedia.co.id/antisipasi-risiko-bencana-bpbd-sumbawa-gelar-simulasi-table-top-exercise-banjir-di-desa-kukin https://amarmedia.co.id/antisipasi-risiko-bencana-bpbd-sumbawa-gelar-simulasi-table-top-exercise-banjir-di-desa-kukin Antisipasi Risiko Bencana, BPBD Sumbawa Gelar Simulasi 'Table Top Exercise' Banjir di Desa Kukin

SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa bergerak cepat dalam memperkuat benteng pertahanan wilayah terhadap ancaman bencana alam. Langkah taktis ini diwujudkan dengan menggelar simulasi Table Top Exercise (TTX) Kesiapsiagaan Bencana Banjir yang dipusatkan di Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan ini dihajatkan sebagai salah satu instrumen untuk mendongkrak kesiapsiagaan pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam menghadapi potensi banjir yang menjadi salah satu ancaman prioritas di wilayah tersebut.

Urgensi pelaksanaan simulasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan dokumen resmi Kajian Risiko Bencana dan Perubahan Iklim Desa Kukin Tahun 2025, desa ini tercatat memiliki tingkat risiko banjir yang cukup tinggi.

Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi kerentanan tersebut, di antaranya Meningkatnya intensitas curah hujan akibat perubahan iklim, Karakteristik topografi wilayah Desa Kukin, Kondisi aliran sungai serta sistem drainase setempat yang belum optimal.

Merespons ancaman nyata tersebut, Pemerintah Desa Kukin sebelumnya telah bergerak maju dengan menyusun Rencana Kontinjensi (Renkon) Banjir. Dokumen ini memuat skenario ancaman, mekanisme respons cepat, pembagian peran para pihak, hingga prosedur penanganan darurat yang menjadi kompas utama saat bencana melanda.

Menguji Dokumen di Atas Kertas Lewat Simulasi TTX

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, S.T., melalui Kepala Bidang II BPBD, Dr. Rusdianto Ar., menegaskan bahwa sebuah dokumen rencana kontinjensi tidak boleh hanya menjadi catatan di atas kertas. Keberadaan Renkon harus diuji secara berkala demi memastikan efektivitas implementasinya di lapangan.

“Melalui simulasi TTX (latihan berbasis diskusi terstruktur) ini, seluruh peserta dapat memahami secara mendalam peran dan tanggung jawab masing-masing ketika terjadi kondisi darurat banjir. Ini adalah cara kita menguji kesiapan mekanisme koordinasi yang telah disusun dalam Rencana Kontinjensi,” jelas Dr. Rusdianto kepada media.

Simulasi berskala desa ini berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari perangkat pemerintah desa, lembaga desa, relawan, tokoh masyarakat, kelompok rentan, hingga mitra terkait lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat urat nadi koordinasi lintas sektor agar respons saat bencana menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah.

Selain mengasah kesiapsiagaan, agenda TTX ini dirancang untuk mencapai sejumlah target sekunder yang tidak kalah penting, meliputi

Pertama : Meningkatkan pemahaman masyarakat akar rumput mengenai risiko dan dampak nyata banjir.

 

Kedua : Menguji efektivitas sistem pengambilan keputusan (decision making) saat situasi darurat.

 

Ketiga :Mengidentifikasi celah, kelemahan, atau kesenjangan (gap) yang masih ada dalam rencana penanganan bencana.

Keempat: Mendorong kepedulian warga dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) mandiri.

Sebagai tindak lanjut, output konkret yang dihasilkan dari agenda ini adalah penyusunan laporan komprehensif hasil simulasi yang memuat jalannya kegiatan, temuan utama di lapangan, serta dokumentasi visual.

Lebih jauh, BPBD Kabupaten Sumbawa menargetkan lahirnya rekomendasi strategis baru. Rekomendasi tersebut nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan alur respons darurat, mempererat koordinasi antar-pihak, serta menajamkan fungsi tiap unsur kelembagaan di tingkat desa.

Melalui komitmen bersama dan simulasi TTX ini, Desa Kukin kini diproyeksikan menjadi desa yang lebih tangguh, siap siaga menghadapi potensi bencana, serta mampu meminimalkan risiko maupun dampak material dan non-material terhadap masyarakat. (AM/jak)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:57:30 +0800 amr
Sikapi Situasi Daerah, Bupati Sumbawa Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tolak Provokasi Medsos https://amarmedia.co.id/sikapi-situasi-daerah-bupati-sumbawa-imbau-masyarakat-jaga-kondusivitas-dan-tolak-provokasi-medsos https://amarmedia.co.id/sikapi-situasi-daerah-bupati-sumbawa-imbau-masyarakat-jaga-kondusivitas-dan-tolak-provokasi-medsos Sikapi Situasi Daerah, Bupati Sumbawa Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tolak Provokasi Medsos

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengeluarkan imbauan resmi yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumbawa pada Jumat (12/6/2026) lalu. Langkah ini diambil guna merespons perkembangan situasi terkini di tengah masyarakat yang memerlukan perhatian bersama agar stabilitas daerah tetap terjaga.

Dalam pernyataan resminya, Bupati Syarafuddin Jarot menekankan pentingnya menjaga ketenangan, persatuan, dan kondusivitas di wilayah Kabupaten Sumbawa. Ia meminta warga untuk menyaring informasi dengan bijak dan tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

 "Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya, baik yang beredar secara langsung maupun melalui media sosial. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai di tengah kehidupan bermasyarakat," ujar Bupati Sumbawa dalam rilis pers tersebut.

Bupati juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Warga diimbau keras untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau bersikap anarkis yang dapat merugikan ketertiban umum.

Pemerintah Daerah menegaskan bahwa setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dan lembaga berwenang. Semua proses harus berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Untuk memastikan stabilitas daerah tetap kokoh, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Seluruh komponen masyarakat Kabupaten Sumbawa

Tidak hanya menyoroti masalah keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas), dalam rilis yang sama, Bupati Syarafuddin Jarot juga menyelipkan pesan mengenai keberlanjutan lingkungan hidup. Ia mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian kawasan hutan di Sumbawa sebagai warisan penting bagi generasi masa depan.

"Mari kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga kekayaan alam Kabupaten Sumbawa agar tetap lestari, produktif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tambahnya.

Menutup imbauannya, Bupati mengajak seluruh warga untuk bahu-bahu merawat Kabupaten Sumbawa agar tetap menjadi daerah yang aman, damai, unggul, maju, dan sejahtera. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:27:06 +0800 amr
Etika Publik dan Ilusi “Kasar tapi Benar” https://amarmedia.co.id/etika-publik-dan-ilusi-kasar-tapi-benar https://amarmedia.co.id/etika-publik-dan-ilusi-kasar-tapi-benar Etika Publik dan Ilusi “Kasar tapi Benar”

Oleh : Asmediati 

SALAH satu jebakan berpikir yang paling sering muncul dalam perdebatan publik adalah menyederhanakan persoalan yang rumit menjadi dua pilihan yang tampak tegas. Dalam logika, cara berpikir demikian dikenal sebagai dilema palsu (false dilemma), yakni menghadirkan seolah-olah hanya ada dua kemungkinan, padahal kenyataan menyediakan jauh lebih banyak pilihan.

Pertanyaan, “Pilih orang santun namun sebenarnya salah atau pilih orang kasar namun sebenarnya benar?” tampak provokatif. Sekilas terlihat cerdas. Bahkan, ia terdengar seperti pertanyaan filosofis yang mengajak orang berpikir lebih dalam, padahal justru sebaliknya. 

Pertanyaan itu mengandung cacat logika yang fatal. Ia memaksa orang memasuki ruang yang sempit, lalu menyuruh memilih salah satu sudut ruangan seakan-akan tidak ada pintu keluar.

Mengapa kita harus memilih orang santun yang salah? Mengapa pula harus memilih orang kasar yang benar? Mengapa tidak memilih orang yang benar sekaligus santun?

Kenyataan kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa ribuan guru, ilmuwan, ulama, pendeta, dokter, hakim, peneliti, dan pemikir mampu menyampaikan kebenaran tanpa perlu memaki orang lain. Mereka tidak kehilangan ketajaman berpikir hanya karena menjaga kesopanan. Mereka juga tidak kehilangan keberanian hanya karena menghormati lawan bicara. Justru kemampuan menyampaikan kritik secara santun merupakan tanda kematangan intelektual yang paripurna.

Kekeliruan lain muncul ketika kekasaran diam-diam diberi status istimewa, seolah-olah menjadi bukti otentisitas keberanian. Dalam banyak perdebatan, orang yang berbicara keras dan meledak-ledak sering dianggap lebih jujur dibanding orang yang berbicara tenang. Padahal, volume suara tidak memiliki hubungan ilmiah maupun logis dengan validitas argumen. 

Kebenaran tidak lahir dari nada suara. Kebenaran lahir dari koherensi logika, kecukupan data, ketepatan metodologi, serta kemampuan sebuah argumen bertahan terhadap kritik.

Ironisnya, mereka yang mengaku membela rasionalitas kadang terjebak dalam kontradiksi. Mereka mengatakan perdebatan diperlukan untuk menguji gagasan. Pernyataan itu benar. Ilmu pengetahuan memang berkembang melalui kritik dan sanggahan. Namun, masalah mendasar muncul ketika kritik bermutasi menjadi serangan personal (ad hominem). Saat karakter seseorang dijadikan sasaran utama, perdebatan perlahan meninggalkan wilayah gagasan dan masuk ke wilayah prasangka. Orang tidak lagi menguji argumen, sebaliknya mulai menghakimi individu. Di titik itulah diskusi kehilangan daya ilmiahnya.

Seorang peneliti tidak dapat menyimpulkan sebuah teori salah hanya karena pembuat teorinya memiliki sifat buruk. Seorang hakim tidak dapat memutus perkara berdasarkan kesukaan pribadi terhadap terdakwa. Pun demikian, seorang editor tidak dapat menolak naskah hanya karena tidak menyukai karakter penulisnya. Argumen harus diperiksa melalui argumen. Bukti harus dijawab dengan bukti. Logika harus dibantah dengan logika. Karakter manusia memang penting dalam kehidupan sosial, namun karakter bukan alat ukur tunggal untuk menentukan benar atau salahnya sebuah gagasan.

Ada persoalan yang lebih menarik untuk dibahas: mengapa sebagian orang merasa bahwa kekasaran adalah harga yang harus dibayar demi memperoleh kebenaran? Kemungkinan besar karena mereka menyamakan ketegasan dengan agresivitas. Padahal, keduanya berada di kutub yang berbeda. Ketegasan berfokus pada substansi; agresivitas berfokus pada lawan. Ketegasan mengejar kejelasan; agresivitas mengejar kemenangan psikologis. Ketegasan memperkuat argumen; agresivitas sering kali menjadi kompensasi ketika argumen mulai melemah.

Dalam psikologi komunikasi, dikenal gejala bahwa ketika seseorang merasa posisinya terancam akibat kepanikan yang tak terkontrol, intensitas emosinya akan meningkat. Kata-kata menjadi lebih keras dan serangan personal mulai bermunculan. Fenomena ini terjadi bukan karena argumentasinya semakin kuat, justru sebaliknya: emosi sedang mengambil alih ruang yang semestinya ditempati oleh nalar. Oleh sebab itu, kekasaran tidak dapat diperlakukan sebagai indikator keberanian intelektual, ataupun tanda bahwa seseorang sedang membela kebenaran. Sering kali, kekasaran hanyalah kebisingan yang menutupi kelemahan penalaran.

Perdebatan memang penting, sebagai tanda manusia berpikir. Bahkan, peradaban modern dibangun oleh tradisi perdebatan yang panjang. Filsafat Yunani, ilmu pengetahuan modern, sistem hukum, hingga demokrasi bertumpu pada kemampuan manusia mempertentangkan gagasan. Akan tetapi, tujuan akhir perdebatan bukan menciptakan musuh atau menjatuhkan mental lawan, sebaliknya memperbaiki kualitas pemahaman terhadap “kebenaran” yang dicari. Bukan “pembenaran”.

Ketika seseorang berkata bahwa dirinya memilih orang kasar yang benar daripada orang santun yang salah, sesungguhnya ia sedang terjebak dalam kerangka berpikir yang keliru. Ia menerima asumsi naif bahwa kesantunan dan kebenaran berada pada kubu yang saling bermusuhan. Padahal, sejarah intelektual dunia menunjukkan hal yang sebaliknya. Kebenaran yang kuat tidak membutuhkan makian sebagai tongkat penyangga. Argumen yang kokoh tidak memerlukan penghinaan sebagai alat bantu napas. Jika sebuah gagasan memang benar, biarkan ia menang melalui kekuatan penjelasannya, bukan melalui kekasaran yang berisik.

Mari kita uji cacat logika ini dengan membawanya ke ranah domestik dan profesional yang lebih nyata. Bayangkan seorang istri yang disodori pilihan: “Pilih suami yang melakukan KDRT tapi memberi cukup uang, atau suami santun tapi tak memberikan nafkah?" Pertanyaan ini menjebak karena mengaburkan esensi pernikahan yang ideal, yakni suami yang menafkahi sekaligus menyayangi tanpa kekerasan. Menerima dikotomi palsu ini sama saja dengan memaklumi kejahatan domestik atas nama pemenuhan materi.

Logika cacat yang sama akan tampak pada profesi lain. Apakah kita mau menyerahkan nyawa kita di meja operasi kepada seorang dokter bedah yang memaki-maki asistennya secara brutal dengan dalih “yang penting operasinya berhasil”? Atau, maukah kita mengonsumsi obat dari seorang apoteker yang kasar dan serampangan dalam pelayanan hanya karena ia mengklaim racikan obatnya manjur? Tentu tidak. Kita menuntut profesionalisme yang utuh: keahlian yang mumpuni sekaligus etika yang terjaga.

Begitulah. Memisahkan kebenaran dari kesantunan adalah upaya malas untuk melegitimasi kedangkalan budi. Peradaban yang maju tidak dibangun oleh orang-orang yang harus merusak kemanusiaan orang lain demi menegakkan sebuah argumen. Kebenaran dan kesantunan bukanlah dua hal yang harus saling mengorbankan; keduanya adalah dua sisi dari mata uang yang sama bernama martabat manusia.[AM]

]]>
Fri, 19 Jun 2026 07:14:46 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Hibahkan Lahan Untuk Marinir, Perkuat Pertahanan Wilayah Selatan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-hibahkan-lahan-untuk-marinir-perkuat-pertahanan-wilayah-selatan https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-hibahkan-lahan-untuk-marinir-perkuat-pertahanan-wilayah-selatan Pemkab Sumbawa Hibahkan Lahan Untuk Marinir, Perkuat Pertahanan Wilayah Selatan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menyerahkan lahan untuk pembangunan pangkalan Korps Marinir TNI AL di wilayah Sumbawa. Penandatanganan MoU dan penyerahan hibah lahan dilakukan dalam acara yang dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov, Forkopimda, Seketaris Daerah, Dr. H Budi Prasetyo, Asisten Perekonomian dan pembangunan Sekretariat Daerah kabupaten Sumbawa, Kepala OPD dan rombongan pejabat Korps Marinir, acara bertempat di lantai 1 Ruang Rapat Haji Hasan Usman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, 9 Juni Tahun 2026 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas kehadiran tamu kehormatan dari Mabes TNI AL, termasuk Dr. Endi Supadi. Bupati menyebut kerja sama ini merupakan impian yang telah dirintis hampir setahun, sejak pertemuan awal di Jakarta. 

“Hari ini impian kita terwujud. Dengan penandatanganan MoU dan penyerahan lahan, kita mulai langkah besar bersama,” ujar Bupati. Tahap awal, Pemkab Sumbawa menyerahkan lahan seluas 20 hektar di lokasi strategis dekat kota, pantai, dan pintu gerbang Teluk Saleh. “Lokasi ini dekat dengan habitat hiu paus terbesar di Indonesia, potensi wisata dunia yang kita miliki,” tambahnya.

Bupati juga menyatakan kesiapan menyerahkan tambahan lahan untuk pengembangan pangkalan. Lokasi tersebut dinilai sangat dekat dengan laut, hanya sekitar 500 meter, sesuai kebutuhan operasional Korps Marinir yang bergerak di darat dan laut.

Bupati Jarot menegaskan, kehadiran Marinir akan memperkuat pertahanan negara, mengingat Sumbawa berbatasan langsung dengan Australia. Selain aspek pertahanan, ia berharap keberadaan pangkalan memberi dampak positif bagi ekonomi, pariwisata, dan pembangunan daerah. 

“Alhamdulillah sekarang banyak potensi PSN yang sudah jalan, seperti stadion. Ada 700 tentara di sini. Kemarin juga sudah diputuskan lokasi Sekolah Rakyat untuk 3.000 murid, dan akhir tahun akan ada Sekolah Terintegrasi Kemendikdasmen untuk 1.000 murid SD-SMP-SMA,” ucap Bupati. 

Mengakhiri sambutannya, Bupati Jarot berharap kerja sama ini terus berlanjut untuk membangun Sumbawa dan memperkuat pertahanan Indonesia. “Mudah-mudahan Marinir yang akan berpangkalan di sini membawa kontribusi positif. Kami siap membantu apa yang dibutuhkan,” tutup Bupati.

Sementara itu Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI Dr. Endi Supardi, S.E., M.M. memastikan pembangunan Batalyon Infanteri Marinir 16 di Kabupaten Sumbawa akan langsung dimulai tahun ini. Kepastian itu disampaikan usai serah terima hibah lahan dari Pemkab Sumbawa, Juni 2026.

“Sore ini kami ditemani Bapak Bupati beserta seluruh unsur pimpinan daerah. Tadi sudah dilaksanakan penyerahan atau serah terima hibah tanah yang rencana akan dibangun untuk Batalyon Infanteri Marinir 16,” ujarnya.

Usai serah terima, proses administrasi akan langsung dilanjutkan. “Insyaallah dalam waktu dekat kita akan langsung dibangun Batalyon Infanteri Korps Marinir yang ke-16. Ini salah satu program Bapak Presiden lewat Menhan,” tegasnya.

Penambahan Batalyon Infanteri Marinir 16 di Sumbawa merupakan bagian dari penambahan 5 batalyon baru Korps Marinir secara serentak di seluruh Indonesia. “Dengan proses penyerahan ini, kita langsung gas bangun Batalyon Infanteri Korps Marinir ini,” tambahnya

Letjen Endi berharap kehadiran Batalyon Marinir di Sumbawa membawa berkah, manfaat, dan kemajuan bagi daerah. Keberadaan 1.000 personel dipastikan berdampak pada pertahanan sekaligus menggerakkan ekonomi. “Kalau sudah berkeluarga, kali dua atau beranak kali tiga dan seterusnya. Sehingga perputaran ekonomi akan lebih cepat. Ini sama-sama menguntungkan buat wilayah Sumbawa dan juga buat Korps Marinir,” jelasnya.

Terkait target pembangunan, Pangkormar menegaskan tidak ada penundaan. “Insyaallah pembangunan langsung tahun ini juga. Kita tidak akan menunda. Kita langsung tindak lanjuti berkas yang ada. Di samping surat berjalan, kita juga akan koordinasi langsung agar pembangunan Yonif 16 ini bisa segera mungkin,” tegasnya.

Lebih lanjut, Letjen Endi menjelaskan Korps Marinir memiliki kriteria satuan yang lengkap. Di dalam satu Pasmar terdapat infanteri, kavaleri, artileri, hingga resimen bantuan tempur yang menaungi zeni, kesehatan, perhubungan, dan lainnya. 

“Insyaallah dari semua satuan ini bukan hanya infanteri. Karena nanti ke depan akan ada satu Pasmar atau satu divisi di Sumbawa ini, tergelar sampai Bima dan seterusnya,” tutupnya.

Dilanjutkan dengan peninjauan lahan pembangunan Batalyon infanteri Korps Marinir ke 16 di Samota (AM/Diskominfotiksandi Pemkab Sumbawa)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 06:53:23 +0800 amr
Keluarga Korban Minta Kasus Dugaan Penganiayaan di Desa Brang Kolong Dituntaskan Secara Profesional https://amarmedia.co.id/keluarga-korban-minta-kasus-dugaan-penganiayaan-di-desa-brang-kolong-dituntaskan-secara-profesional https://amarmedia.co.id/keluarga-korban-minta-kasus-dugaan-penganiayaan-di-desa-brang-kolong-dituntaskan-secara-profesional Keluarga Korban Minta Kasus Dugaan Penganiayaan di Desa Brang Kolong Dituntaskan Secara Profesional

Sumbawa,Amarmedia.co.id -  12 Juni 2026 – Keluarga korban dugaan penganiayaan yang terjadi di Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, melalui kuasa keluarga M. Talif, SH, berharap pihak Polsek Plampang dapat menuntaskan penanganan perkara yang telah dilaporkan oleh MOHAMED ALFARIZI PUTRA.

Peristiwa tersebut terjadi pada 11 April 2026. Berdasarkan keterangan korban dan keluarga, saat itu korban bersama beberapa rekannya sedang berkumpul dan bermain bersama. Kemudian korban diajak oleh terduga pelaku yang dikenal dengan panggilan Egi ke rumahnya bersama teman-teman lainnya.

Sesampainya di rumah terduga pelaku, mereka sempat berbincang beberapa saat. Namun tidak lama kemudian, terduga pelaku masuk ke dalam rumah dan setelah keluar diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban dari arah belakang hingga korban tidak sadarkan diri. Pemukulan tersebut baru berhenti setelah salah seorang teman yang berada di lokasi berupaya melerai.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan telah menjalani pemeriksaan medis serta visum. Selain dampak fisik, korban juga mengalami trauma yang masih dirasakan hingga saat ini.

M. Talif, SH menyampaikan bahwa keluarga korban menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, hingga lebih dari dua bulan sejak kejadian, keluarga masih berharap adanya perkembangan yang memberikan kepastian hukum bagi korban.

“Kami berharap Polsek Plampang dapat menyelesaikan perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan. Korban telah melaporkan kejadian ini dan telah menjalani visum sebagai bagian dari proses pembuktian,” ujar M. Talif, SH.

Menurut keluarga korban, hingga saat ini saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut belum berani memberikan keterangan secara terbuka. Namun keluarga memperoleh informasi bahwa terduga pelaku telah mengakui perbuatannya dalam proses pemeriksaan.

“Oleh karena itu kami berharap penyidik dapat terus mendalami perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami percaya aparat penegak hukum memiliki kewenangan dan kemampuan untuk mengungkap fakta-fakta yang diperlukan sehingga perkara ini dapat memperoleh kepastian hukum,” lanjutnya.

Keluarga korban juga berharap pihak kepolisian dapat memberikan rasa aman kepada pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut sehingga tidak takut untuk memberikan keterangan apabila diperlukan dalam proses penyidikan.

“Kami hanya menginginkan keadilan dan kepastian hukum bagi korban. Harapan kami kasus ini dapat dituntaskan secara profesional sehingga memberikan rasa keadilan bagi semua pihak,” tutup M. Talif, SH. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 05:51:16 +0800 amr
Mi6: Pemilu Belum Sepenuhnya Inklusif Jika Disabilitas Hanya Jadi Pemilih https://amarmedia.co.id/mi6-pemilu-belum-sepenuhnya-inklusif-jika-disabilitas-hanya-jadi-pemilih https://amarmedia.co.id/mi6-pemilu-belum-sepenuhnya-inklusif-jika-disabilitas-hanya-jadi-pemilih Mi6: Pemilu Belum Sepenuhnya Inklusif Jika Disabilitas Hanya Jadi Pemilih

MATARAM.Amarmedia.co.id–Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai, pelibatan penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu tidak lagi semestinya dipandang sebagai bentuk belas kasih atau pemenuhan kuota semata. 

Di tengah upaya memperkuat kualitas demokrasi, langkah tersebut justru menjadi kebutuhan logis dan strategis yang harus ditempuh oleh penyelenggara pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun badan adhoc di semua tingkatan.

”Demokrasi tidak bisa meminta partisipasi penyandang disabilitas di bilik suara, tetapi pada saat yang sama membatasi keterlibatan mereka di meja penyelenggara pemilu,” tandas Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Jumat (19/6/2026).

Analis politik kawakan NTB yang karib disapa Didu ini menegaskan, pemilu sebagai pesta demokrasi harus memberi ruang yang setara bagi seluruh warga negara untuk terlibat, baik sebagai pemilih maupun sebagai bagian dari penyelenggara.

Menurutnya, demokrasi akan kehilangan sebagian maknanya apabila penyandang disabilitas hanya ditempatkan sebagai objek layanan tanpa diberi kesempatan menjadi subjek yang ikut mengelola proses demokrasi.

”Kalau negara menganggap penyandang disabilitas cukup cakap untuk menentukan masa depan bangsa melalui hak suara mereka, maka seharusnya negara juga percaya mereka cukup cakap untuk membantu menyelenggarakan proses pemilu,” tandas Didu.

Dia menegaskan, demokrasi tidak boleh setengah-setengah. Tidak bisa mengundang para penyandang disabilitas masuk sebagai pemilih tetapi ragu memberi ruang sebagai penyelenggara.

Menurut Didu, pelibatan penyandang disabilitas dalam rekrutmen badan adhoc pemilu, mulai dari PPK, PPS, KPPS hingga petugas pendukung lainnya, perlu dipandang sebagai investasi demokrasi. Alih-alih pemenuhan prinsip keterwakilan belaka.

Ia menjelaskan, selama ini diskusi mengenai disabilitas dalam pemilu sering berfokus pada hak memilih dan akses menuju tempat pemungutan suara. Padahal, demokrasi yang matang seharusnya juga memastikan seluruh warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu.

”Kesetaraan itu nggak berhenti pada hak mencoblos saja. Kesetaraan itu juga berarti adanya kesempatan yang sama untuk mengabdi, bekerja, dan mengambil peran dalam proses demokrasi,” ujarnya.

Kesalahan Cara Pandang

Didu menilai ada kesalahan cara pandang yang masih berkembang di sebagian masyarakat. Di antaranya melihat penyandang disabilitas lebih sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan dibanding kelompok yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi.

Padahal, perkembangan pendidikan, teknologi, dan akses informasi telah melahirkan banyak penyandang disabilitas dengan kompetensi yang tidak kalah dibanding masyarakat pada umumnya. Mereka bekerja sebagai akademisi, pengusaha, aktivis, aparatur sipil negara, profesional, hingga pemimpin organisasi.

Menurutnya, pemilu semestinya menjadi ruang yang mencerminkan perkembangan tersebut. Karena itu kata Didu, yang harus dilihat adalah kompetensi dan kemampuan menjalankan tugas, bukan semata kondisi fisiknya. 

Banyak penyandang disabilitas memiliki kapasitas administrasi, pengelolaan data, komunikasi publik, hingga kepemimpinan yang sangat baik. Jika ruang itu tidak dibuka, maka kata Didu, yang rugi bukan hanya mereka, tetapi juga lembaga yang kehilangan talenta-talenta terbaik.

Lebih jauh, Didu menilai keberadaan penyandang disabilitas dalam struktur penyelenggara pemilu justru akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, salah satu kelemahan yang sering muncul dalam pelayanan publik adalah kebijakan dibuat oleh orang-orang yang tidak mengalami langsung hambatan yang dihadapi kelompok rentan. Akibatnya, banyak persoalan yang dianggap sepele justru menjadi kendala besar di lapangan.

Didu mencontohkan masih ditemukannya TPS yang sulit diakses kursi roda, informasi yang belum ramah bagi penyandang disabilitas sensorik, maupun layanan yang belum sepenuhnya memahami kebutuhan pemilih dengan ragam disabilitas tertentu.

Dalam kondisi tersebut, penyandang disabilitas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki orang lain, yakni pengalaman hidup yang memungkinkan mereka melihat persoalan dari perspektif yang berbeda.

”Mereka memahami hambatan-hambatan itu bukan dari teori, melainkan dari pengalaman langsung,” ucap Didu.

Karena itu, kata mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini, jangan heran jika para penyandang disabilitas ini sering lebih mampu menemukan masalah yang bahkan tidak terlihat oleh orang lain. 

”Perspektif seperti ini sangat berharga dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemilu,” ujarnya.

Menurut Didu, kehadiran penyandang disabilitas sebagai petugas pemilu pada akhirnya tidak hanya menguntungkan kelompok disabilitas, tetapi seluruh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa prinsip aksesibilitas hampir selalu menghasilkan manfaat yang lebih luas dibanding sasaran awalnya.

Sebagaimana jalur landai yang dibuat untuk pengguna kursi roda namun juga membantu lansia, ibu hamil, dan masyarakat umum, pelayanan pemilu yang dirancang lebih aksesibel akan meningkatkan kenyamanan seluruh pemilih.

”Pelayanan yang baik bagi kelompok paling rentan biasanya akan menjadi pelayanan yang lebih baik bagi semua orang. Karena itu pelibatan disabilitas sebenarnya bukan isu kelompok tertentu saja, melainkan strategi meningkatkan kualitas layanan pemilu secara keseluruhan,” katanya.

Memperkuat Legitimasi Demokrasi

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Didu menilai pelibatan penyandang disabilitas juga akan memperkuat legitimasi demokrasi. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi banyak negara demokrasi saat ini adalah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi-institusi negara.

Dalam situasi tersebut, penyelenggara pemilu perlu menunjukkan bahwa mereka benar-benar mewakili seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi.

Didu menegaskan, kehadiran penyandang disabilitas di dalam struktur penyelenggara mengirim pesan bahwa demokrasi membuka ruang bagi semua warga negara. Ketika masyarakat melihat tidak ada kelompok yang disisihkan, tingkat kepercayaan publik terhadap proses pemilu juga akan semakin kuat.

Dia melanjutkan, manfaat yang tidak kalah penting adalah dampak pendidikan sosial yang ditimbulkan. Setiap penyelenggaraan pemilu merupakan ruang pendidikan publik terbesar yang dimiliki negara. Jutaan warga berinteraksi langsung dengan petugas pemilu di berbagai tingkatan. Karena itu, ketika masyarakat melihat penyandang disabilitas menjalankan tugas sebagai petugas pemilu secara profesional, persepsi lama mengenai disabilitas perlahan akan berubah.

”Selama ini masyarakat terlalu sering melihat keterbatasannya. Padahal yang harus dilihat adalah kemampuannya. Ketika penyandang disabilitas memimpin rapat, melayani pemilih, mengelola administrasi, atau mengawasi jalannya pemungutan suara, masyarakat akan belajar bahwa mereka memiliki kapasitas yang sama untuk berkontribusi,” kata Didu.

Bahkan, kata Didu melanjutkan, perubahan cara pandang tersebut bahkan bisa menjadi salah satu warisan sosial terpenting dari penyelenggaraan pemilu yang inklusif. Sebab, stigma sering kali menjadi hambatan yang lebih berat dibanding kondisi disabilitas itu sendiri.

Karena itu, Didu mendorong KPU dan seluruh penyelenggara pemilu untuk mulai melihat pelibatan penyandang disabilitas sebagai kebutuhan kelembagaan, bukan sekadar program afirmasi.

Ia menegaskan bahwa rekrutmen petugas pemilu perlu membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas yang memenuhi syarat dan memiliki kompetensi. Pada saat yang sama, penyelenggara juga perlu memastikan lingkungan kerja yang aksesibel sehingga seluruh petugas dapat bekerja secara optimal.

Didu menegaskan, ukuran demokrasi tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya warga yang datang ke TPS pada hari pemungutan suara. Demokrasi yang matang juga tercermin dari siapa saja yang diberi kesempatan untuk ikut menyelenggarakannya.

” Ketika penyandang disabilitas dipercaya menjadi petugas pemilu, negara sedang mengirim pesan bahwa setiap warga negara memiliki martabat, kapasitas, dan kesempatan yang sama. Di situlah demokrasi menemukan makna yang sesungguhnya” pungkasnya. (AM/Didu)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 05:45:05 +0800 amr
Pimpinan DPRD Sumbawa Gitta Liesbano Apresiasi Festival Malala: Tradisi Unik yang Harus Terus Disemarakkan https://amarmedia.co.id/pimpinan-dprd-sumbawa-gitta-liesbano-apresiasi-festival-malala-tradisi-unik-yang-harus-terus-disemarakkan https://amarmedia.co.id/pimpinan-dprd-sumbawa-gitta-liesbano-apresiasi-festival-malala-tradisi-unik-yang-harus-terus-disemarakkan Pimpinan DPRD Sumbawa Gitta Liesbano Apresiasi Festival Malala: Tradisi Unik yang Harus Terus Disemarakkan

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 16 Juni 2026 – Perayaan malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, berlangsung sangat meriah. Kehadiran Festival Malala, ritual penyulingan minyak tradisional khas Sumbawa yang sarat akan nilai magis dan budaya, mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk dari Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn dan Zulfikar Demitry SH MH.

Gitta Liesbano yang hadir langsung menyaksikan pembukaan festival oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyatakan kekagumannya atas keberhasilan pemerintah desa dan kecamatan dalam mengemas acara tersebut. Meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, festival ini mampu menyedot antusiasme ribuan masyarakat.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat Kecamatan Moyo Hilir. Festival Malala ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan aset budaya yang luar biasa unik," ujar Gitta Liesbano di sela-sela acara.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Gitta ini menegaskan bahwa tradisi Malala adalah identitas yang harus terus dilestarikan dan disemarakkan. Menurutnya, eksistensi tradisi penyulingan minyak tradisional yang hanya ada di Sumbawa ini menjadi kebanggaan daerah yang memiliki nilai jual tinggi dalam sektor pariwisata budaya.

"Kita harus terus melestarikan dan menyemarakkan kegiatan seperti ini. Ini adalah warisan leluhur yang tidak ditemukan di daerah lain. DPRD Kabupaten Sumbawa tentu mendukung penuh langkah-langkah pelestarian budaya agar terus hidup dan dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional," tegas Gitta.

Pada kesempatan tersebut, Gitta juga turut menyoroti atraksi para *

Sandro (praktisi pengobatan tradisional) yang memasukkan tangan ke minyak mendidih tanpa terluka. Ia menilai, sisi magis dan kearifan lokal ini merupakan daya tarik yang sangat kuat. Namun, ia sepakat dengan pesan Bupati bahwa aspek regenerasi menjadi sangat krusial.

"Seperti yang disampaikan Bupati, regenerasi itu sangat penting. Kita harus memastikan ilmu dan tradisi ini tidak berhenti di generasi tua saja. Kami di DPRD berharap agar ada ruang bagi generasi muda untuk lebih antusias mempelajari dan merawat warisan ini agar tidak lekang oleh zaman," tambahnya.

Festival yang juga dimeriahkan dengan lantunan Shalawatan ini dinilai Gitta sebagai bentuk harmonisasi yang sempurna antara nilai spiritualitas dan kearifan lokal dalam menyambut tahun baru Islam. Ia berharap, melalui Festival Malala, persaudaraan antar-wilayah di Bumi Samawa dapat terus dipererat demi membangun Sumbawa yang lebih baik.

"Tahun baru Hijriah adalah momentum untuk berbenah. Dengan memperkuat budaya seperti ini, kita sebenarnya sedang membangun fondasi karakter daerah yang kuat. Mari kita jaga bersama," tutup Gitta Liesbano. (AM)

]]>
Fri, 19 Jun 2026 00:04:09 +0800 amr
Dorong Efisiensi dan Optimalisasi Pelayanan, Komisi II DPRD Sumbawa Studi Tiru ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang https://amarmedia.co.id/dorong-efisiensi-dan-optimalisasi-pelayanan-komisi-ii-dprd-sumbawa-studi-tiru-ke-perumda-tugu-tirta-kota-malang https://amarmedia.co.id/dorong-efisiensi-dan-optimalisasi-pelayanan-komisi-ii-dprd-sumbawa-studi-tiru-ke-perumda-tugu-tirta-kota-malang Dorong Efisiensi dan Optimalisasi Pelayanan, Komisi II DPRD Sumbawa Studi Tiru ke Perumda Tugu Tirta Kota Malang

Malang.Amarmedia.co.id. – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat tata kelola Perumdam Batulanteh, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja (kunker) dan konsultasi ke Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Jawa Timur, pada 9–11 Juni 2026.

Rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, bersama anggota Komisi II Juliansyah, SE, Direktur Perumdam Batulanteh H. Abdul Hakim, SE, serta tim sekretariat dan tim ahli, disambut langsung oleh jajaran Direksi Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

H. Zohran mengungkapkan bahwa pemilihan Perumda Tugu Tirta sebagai lokus kunjungan didasari oleh reputasi perusahaan tersebut sebagai salah satu BUMD air minum terbaik di Indonesia.

“Kami datang untuk belajar bagaimana mereka berhasil menekan tingkat kehilangan air (NRW) hingga 17,54%, serta sukses mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp25 miliar per tahun, tanpa mengesampingkan fungsi pelayanan sosial,” ujar H. Zohran.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap beberapa poin kunci keberhasilan Perumda Tugu Tirta. Salah satunya adalah strategi kelangsungan finansial yang dilakukan bukan dengan menaikkan tarif secara drastis, melainkan melalui kebijakan Reclas atau penyesuaian golongan pelanggan. Kelompok niaga dan industri dioptimalkan untuk memberikan subsidi silang bagi kelompok rumah tangga kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumdam Batulanteh, H. Abdul Hakim, mengakui masih banyak ruang untuk perbaikan di Sumbawa. Saat ini, Perumdam Batulanteh masih menghadapi tantangan berupa angka NRW di kisaran 30% serta ketergantungan pada subsidi penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp1 miliar per tahun karena tarif yang belum disesuaikan sejak 2014.

“Kami belajar banyak tentang digitalisasi layanan, mulai dari command center untuk monitoring real-time hingga pengembangan unit bisnis Training Center. Kami berharap kedepannya Perumdam Batulanteh bisa menjalin kerja sama transfer teknologi dan SOP dengan Tugu Tirta,” tambah Abdul Hakim.

Hasil kunjungan ini menghasilkan empat rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Perumdam Batulanteh:

Pertama : Mendorong pembentukan regulasi (Perda/Perbup) yang mengatur penyesuaian tarif secara berkala agar perusahaan lebih mandiri secara finansial.

Kedua : Melakukan klasterisasi ulang golongan pelanggan untuk memaksimalkan kontribusi sektor niaga.

Ketiga : Mengadopsi sistem manajemen air berbasis teknologi untuk menekan tingkat kehilangan air. Keempat : Memperbaiki sistem pendidikan dan pelatihan bagi pegawai agar memenuhi standar kompetensi pengelolaan air minum modern.

Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menekankan bahwa kunci dari keberhasilan penyesuaian tarif adalah tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. "Bargaining posisi kita untuk menyesuaikan tarif akan kuat jika pelayanan maksimal dan gangguan minimal. Prinsip kami adalah pantang pulang sebelum pelanggan tenang," tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum bagi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa untuk merumuskan kebijakan yang lebih progresif demi tercapainya pelayanan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (am)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:42:27 +0800 amr
Semangat Tahun Baru 1448 H, Wabup Ansori: Momentum Hijrah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik https://amarmedia.co.id/semangat-tahun-baru-1448-h-wabup-ansori-momentum-hijrah-menjadi-pribadi-yang-lebih-baik https://amarmedia.co.id/semangat-tahun-baru-1448-h-wabup-ansori-momentum-hijrah-menjadi-pribadi-yang-lebih-baik Semangat Tahun Baru 1448 H, Wabup Ansori: Momentum Hijrah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id 15 Juni 2026 – Wakil Bupati Sumbawa menghadiri penutupan Lomba Tahfidz Al-Qur'an tingkat kepala sekolah, lomba adzan, dan sholat berjamaah tingkat TK, PAUD, dan SD se-Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan oleh Lembaga Deeniyat Sumbawa dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Taman Mangga, Sumbawa, Senin (15/6/2026). Turut hadir unsur FORKOPIMDA Kabupaten Sumbawa, jajaran OPD, serta pihak terkait lainnya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya menyampaikan, momentum Tahun Baru Hijriah merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik. Peringatan Tahun Baru Hijriah memiliki makna yang berbeda dengan perayaan Tahun Baru Masehi karena lebih menitikberatkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan melalui berbagai bentuk kegiatan ibadah.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah di Kabupaten Sumbawa identik dengan tradisi Melala, yaitu tradisi pembuatan Minyak Sumbawa yang dipercaya memiliki berbagai khasiat. Tradisi tersebut merupakan warisan budaya lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari syiar Islam melalui kegiatan yang bernilai positif. Selain itu, tradisi Melala juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dalam upaya penyembuhan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana memperbaiki diri, kembali ke jalan yang benar, serta meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat untuk Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera, tutupnya.

Puncak dari kegiatan ini yaitu pengumuman juara dari masing-masing kategori lomba yang telah dilaksanakan. Juara Terbaik Lomba Tahfidz Al-Qur'an Tingkat Kepala Sekolah se-Kabupaten Sumbawa diraih oleh Aini Andriani, S.Pd.Sd., Kepala SD Negeri Kapas Sari. Sementara itu, Juara Terbaik Lomba Adzan Tingkat SD, TK/PAUD diraih oleh Zaid Abdurrahman dari SDIT Darussunnah.

Pada kategori Lomba Sholat Berjamaah Tingkat TK/PAUD, Juara Terbaik diraih oleh PAUD Deeniyat Sumbawa, sedangkan Juara Terbaik Lomba Sholat Berjamaah Tingkat SD diraih oleh SD Negeri 3 Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:29:31 +0800 amr
Terima Kunjungan Delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Bupati Harapkan Pertukaran Pengetahuan dan Praktik Terbaik dalam Pengelolaan SDA https://amarmedia.co.id/terima-kunjungan-delegasi-konsulat-jenderal-amerika-serikat-bupati-harapkan-pertukaran-pengetahuan-dan-praktik-terbaik-dalam-pengelolaan-sda https://amarmedia.co.id/terima-kunjungan-delegasi-konsulat-jenderal-amerika-serikat-bupati-harapkan-pertukaran-pengetahuan-dan-praktik-terbaik-dalam-pengelolaan-sda Terima Kunjungan Delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Bupati Harapkan Pertukaran Pengetahuan dan Praktik Terbaik dalam Pengelolaan SDA

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id, 16 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan delegasi dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat dalam rangka program Ambasador Water Expert Program. Pertemuan berlangsung hangat di Aula H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (16/6/2026).

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut langsung kedatangan delegasi tersebut. Turut hadir mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, jajaran Forkopimda, serta kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Adapun delegasi dari Amerika Serikat yang hadir terdiri dari lima orang, yaitu Mr. Steven Rice (Ahli Hidrologi Departemen Dalam Negeri A.S. dan Layanan Taman Nasional), Mr. John McDaniel (Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya), Ms. Tina Bucton (Pejabat Ekonomi Kedutaan Besar AS di Jakarta), Mr. Rulli Rizki (Spesialis Ekonomi Kedutaan Besar AS di Jakarta), dan Ms. Juliyana Safitri (Staf Ahli Ekonomi dan Politik Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya).

Fokus pada Pengelolaan Tambang Rakyat yang Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa isu pengelolaan tambang rakyat di Sumbawa telah menarik perhatian global.

"Pertambangan rakyat tidak hanya ada di Lantung, tetapi juga tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa terus berkomitmen mendorong praktik tambang rakyat yang legal, tertib, aman, dan ramah lingkungan," ujar Bupati.

Ia menambahkan, kunjungan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) dan penerapan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan sumber daya alam. Lebih jauh, Bupati melihat kunjungan ini sebagai peluang strategis untuk mempererat kerja sama antara pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

"Sumbawa kaya akan sumber daya alam dengan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan pertambangan. Masih banyak potensi yang belum tergarap maksimal, sehingga kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong pembangunan daerah yang lebih maju," harapnya.

Mendalami Tantangan dan Peluang Lingkungan

Sementara itu, Pejabat Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, John McDaniel, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah pertambangan rakyat.

"Kami ingin memahami tantangan dan peluang yang dihadapi masyarakat lokal. Kami juga sangat tertarik pada aspek pengelolaan sumber daya air, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta model pemberdayaan masyarakat yang mampu mendukung pembangunan berkelanjutan," jelas John McDaniel.

Selaras dengan hal tersebut, Ahli Hidrologi Departemen Dalam Negeri A.S., Steven Rice, menyoroti urgensi pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sumber mata air. Menurutnya, mitigasi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan sangat krusial.

"Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan adalah kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan suatu daerah," tutupnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun sinergi internasional untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa berjalan dengan prinsip berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat luas. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:23:10 +0800 amr
Minyak Mendidih Tak Mempan di Tangan Sandro: Bupati Sumbawa Resmi Buka Festival Malala 1 Muharram 1448 H https://amarmedia.co.id/minyak-mendidih-tak-mempan-di-tangan-sandro-bupati-sumbawa-resmi-buka-festival-malala-1-muharram-1448-h https://amarmedia.co.id/minyak-mendidih-tak-mempan-di-tangan-sandro-bupati-sumbawa-resmi-buka-festival-malala-1-muharram-1448-h Minyak Mendidih Tak Mempan di Tangan Sandro: Bupati Sumbawa Resmi Buka Festival Malala 1 Muharram 1448 H

Moyo Hilir.Amarmedia.co.id – Keajaiban tradisi lokal menyapa malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Festival Malala, sebuah ritual penyulingan minyak tradisional khas Sumbawa yang sarat akan nilai magis dan budaya, resmi dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Selasa (16/6/2026).

Acara yang dipusatkan di lapangan Desa Poto ini berlangsung meriah dengan dihadiri Wakil Bupati, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, serta perwakilan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah desa dan kecamatan yang sukses menghelat festival ini meski dengan persiapan yang cukup singkat. Baginya, Festival Malala adalah permata budaya yang unik dan satu-satunya di Indonesia.

“Di NTB ada 10 kabupaten/kota, namun tradisi minyak 1 Muharram hanya ada di Sumbawa. Ini kebanggaan kita yang harus terus dilestarikan,” ujar Bupati dengan penuh semangat.

Atraksi Sandro yang Memukau

Satu momen yang paling menyita perhatian adalah atraksi para Sandro (praktisi pengobatan tradisional). Di hadapan ribuan warga, para Sandro dengan tenang memasukkan tangan ke dalam minyak yang tengah mendidih. Ajaibnya, tidak ada bekas luka bakar sedikit pun di tangan mereka.

“Kalau kita kena percikan minyak goreng di dapur, kulit pasti melepuh. Tapi tadi, tangan dimasukkan ke minyak mendidih tidak terasa panas dan tidak melepuh. Budaya seperti ini tidak ada di tempat lain,” ungkap Bupati yang mengaku selalu menyediakan minyak Sumbawa sebagai obat pertolongan pertama di rumah.

Meski kagum, Bupati menitipkan pesan khusus kepada para 

Sandro agar tidak pelit membagikan ilmunya. Ia berharap ada regenerasi yang lebih antusias agar tradisi unik ini tidak hilang ditelan zaman.

“Saya melihat para Sandro kita rata-rata sudah senior. Saya berpesan, tolong ilmunya ditularkan ke generasi muda. Jangan sampai tradisi sehebat ini berhenti di tangan generasi tua saja,” tegasnya.

Selain prosesi Malala, malam perayaan tahun baru Islam ini dimeriahkan dengan Festival Shalawatan serta berbagai atraksi budaya lokal lainnya. Bupati menegaskan bahwa perayaan 1 Muharram di Sumbawa adalah harmonisasi antara spiritualitas dan kearifan lokal.

“Hijrah tidak hanya tentang sejarah, tapi juga bagaimana kita merawat identitas. Tahun baru Hijriah kita sambut dengan doa, dan kita kuatkan dengan budaya,” pungkas Bupati sebelum secara resmi membuka festival tersebut.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-wilayah di Bumi Samawa. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 23:04:20 +0800 amr
Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Bupati Sumbawa Perkuat Kolaborasi Sektor Pertanian dan Perikanan https://amarmedia.co.id/hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-bupati-sumbawa-perkuat-kolaborasi-sektor-pertanian-dan-perikanan https://amarmedia.co.id/hadiri-penas-petani-nelayan-xvii-di-gorontalo-bupati-sumbawa-perkuat-kolaborasi-sektor-pertanian-dan-perikanan Hadiri PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Bupati Sumbawa Perkuat Kolaborasi Sektor Pertanian dan Perikanan

Gorontalo.Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dan perikanan daerah melalui partisipasi aktif dalam ajang Pertemuan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo.

Dalam keterangannya Kamis 18 Juni 2026, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang memimpin langsung rombongan delegasi Kabupaten Sumbawa, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterima setibanya di lokasi kegiatan. Prosesi penyambutan adat khas Gorontalo yang diterima rombongan dinilai sebagai simbol kuat persaudaraan dan semangat kebersamaan antar-daerah dalam memajukan sektor pangan nasional.

“Penyambutan adat yang hangat ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol penghormatan dan semangat kolaborasi kita antardaerah. Ini adalah energi positif untuk bersama-sama membangun sektor pertanian dan perikanan Indonesia agar semakin maju, produktif, dan berdaya saing,” ujar Bupati Jarot.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa PENAS Petani Nelayan merupakan forum strategis yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh delegasi Kabupaten Sumbawa. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang pertukaran inovasi dan pengetahuan yang sangat berharga.

“Ini adalah ruang bagi para petani, nelayan, peneliti, hingga pemerintah untuk berbagi pengalaman dan inovasi teknologi terkini. Kami ingin membawa pulang gagasan-gagasan terbaik yang aplikatif untuk menjawab tantangan di lapangan,” jelasnya.

Bupati Jarot berharap, melalui keikutsertaan dalam perhelatan nasional ini, wawasan pelaku usaha sektor pertanian dan perikanan di Tanah Samawa dapat semakin luas. Ia optimis bahwa kolaborasi yang terjalin selama kegiatan akan menjadi pemicu percepatan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan di Kabupaten Sumbawa.

“Tujuan akhir kita jelas, yakni bagaimana kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Sumbawa terus meningkat. Dengan memperluas jaringan dan memperkuat kolaborasi di tingkat nasional, saya yakin kita bisa menghadirkan solusi yang lebih konkret demi kemajuan sektor pangan kita,” pungkas Bupati.

Delegasi Kabupaten Sumbawa dijadwalkan akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan teknis selama PENAS XVII berlangsung, termasuk pameran inovasi, temu wicara, serta kunjungan lapangan untuk meninjau keberhasilan praktik pertanian dan perikanan di wilayah Gorontalo (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:52:28 +0800 amr
Peringatan 1 Muharram 1448 H: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berhijrah Menuju Budaya Saling Menguatkan https://amarmedia.co.id/peringatan-1-muharram-1448-h-bupati-sumbawa-ajak-masyarakat-berhijrah-menuju-budaya-saling-menguatkan https://amarmedia.co.id/peringatan-1-muharram-1448-h-bupati-sumbawa-ajak-masyarakat-berhijrah-menuju-budaya-saling-menguatkan Peringatan 1 Muharram 1448 H: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Berhijrah Menuju Budaya Saling Menguatkan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Momen pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah menjadi sarana refleksi mendalam bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa. Bertempat di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Selasa (16/6/2026), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak seluruh warga untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik menuju kehidupan yang lebih baik dan inklusif.

Acara peringatan tahun baru Islam ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menekankan bahwa hijrah tidak sekadar perpindahan fisik, melainkan keberanian untuk melakukan transformasi diri.

“Hijrah adalah keberanian untuk berubah. Berani meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik. Berani mengubah keputusan menjadi harapan, dan kepercayaan menjadi persaudaraan,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa semangat Muharram adalah milik seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, nelayan, tenaga kesehatan, hingga akademisi. Bupati mengajak warga untuk melakukan evaluasi diri agar setiap langkah hidup dapat membawa manfaat bagi sesama.

Prestasi MTQ dan Spirit Generasi Qur’ani

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berbagi kebanggaan atas capaian Kafilah Kabupaten Sumbawa pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 tingkat Provinsi NTB di Lombok Tengah. Sumbawa berhasil naik dua peringkat ke posisi ke-6 dari sebelumnya di peringkat ke-8.

“Kita berhasil meraih 7 medali emas. Ini capaian yang luar biasa bagi daerah kita. Pemkab berkomitmen terus memperkuat pembinaan dan memperluas ruang pembelajaran Al-Qur’an demi melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi kebanggaan Sumbawa,” tuturnya.

Di sela sela peringatan tahun baru Islam, Bupati menyampaikan duka mendalam atas musibah kebakaran yang melanda sejumlah kecamatan serta lingkungan RSUD Sumbawa beberapa hari lalu. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan solidaritas sosial.

“Terkadang yang paling dibutuhkan warga terdampak bukan hanya bantuan materi, tapi kehadiran, perhatian, dan doa tulus kita bersama,” imbuh Bupati dengan nada haru.

Menutup rangkaian acara, Bupati menyambut baik peringatan 1 Muharram yang dirangkaikan dengan tradisi “Buat Minyak Sumbawa” di Desa Poto. Ia berharap generasi muda tetap bangga dengan warisan leluhur yang sarat akan nilai gotong royong tersebut.

“Mari kita rawat persaudaraan, jaga kerukunan, dan perkuat nilai agama sebagai pondasi daerah. Hijrah dari saling menyalahkan menuju budaya saling menguatkan, dari pesimis menuju optimis, dan dari sekadar penonton menjadi pelaku perubahan bagi Sumbawa,” tutupnya.

Peringatan tahun baru Islam ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Sumbawa untuk terus melangkah maju dengan semangat kebersamaan yang lebih kuat di bawah naungan nilai-nilai religius. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:43:56 +0800 amr
Upacara Paripurna 17 Juni: Kajari Sumbawa Tekankan Sinergi Strategis Wujudkan Sumbawa Unggul dan Sejahtera https://amarmedia.co.id/upacara-paripurna-17-juni-kajari-sumbawa-tekankan-sinergi-strategis-wujudkan-sumbawa-unggul-dan-sejahtera https://amarmedia.co.id/upacara-paripurna-17-juni-kajari-sumbawa-tekankan-sinergi-strategis-wujudkan-sumbawa-unggul-dan-sejahtera Upacara Paripurna 17 Juni: Kajari Sumbawa Tekankan Sinergi Strategis Wujudkan Sumbawa Unggul dan Sejahtera

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Upacara Paripurna tanggal 17 Juni 2026 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumbawa menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal program-program strategis daerah.

Upacara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Sumbawa, Drs H.Mohamad Ansori, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH jajaran Forkopimda, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam amanatnya, Kajari Sumbawa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Sumbawa dan seluruh elemen masyarakat atas sinergi yang terus terbangun, khususnya dalam mendukung suksesnya pelaksanaan program Adhyaksa Pendi Tode Ngining.

“Melalui program ini, Kejaksaan berkomitmen penuh memastikan tidak ada satu pun anak di Kabupaten Sumbawa yang kehilangan hak dasarnya sebagai warga negara, baik itu di bidang hukum, kesehatan, pendidikan, maupun sosial,” tegas Iwan Arto Koesoemo.

Lebih lanjut, Kajari menyoroti pentingnya pengawalan bersama terhadap sejumlah program strategis nasional dan daerah yang sedang berjalan. Program-program tersebut antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta Program Kampung Nelayan. Menurutnya, program-program ini merupakan pilar krusial dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pesisir.

Selain bidang sosial dan ekonomi, Kajari juga menyatakan dukungan penuh Kejaksaan Negeri Sumbawa terhadap program Sumbawa Hijau Lestari. Ia memuji langkah Pemkab Sumbawa yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui upaya pemulihan kawasan kritis serta penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan.

“Langkah ini adalah bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam menjaga masa depan generasi mendatang. Saya mengajak seluruh elemen untuk menjadikan sinergi yang telah terbangun ini sebagai modal utama kita bersama dalam mewujudkan visi Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,” tutupnya.

Upacara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan di Kabupaten Sumbawa demi kesejahteraan masyarakat luas. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:36:34 +0800 amr
Gema Al&qur'an Dari Lombok Tengah, Bupati Sumbawa Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB https://amarmedia.co.id/gema-al-quran-dari-lombok-tengah-bupati-sumbawa-hadiri-penutupan-mtq-xxxi-ntb https://amarmedia.co.id/gema-al-quran-dari-lombok-tengah-bupati-sumbawa-hadiri-penutupan-mtq-xxxi-ntb Gema Al-qur'an Dari Lombok Tengah, Bupati Sumbawa Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 

Lombok Tengah, 15 Juni 2026– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri acara Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bupati hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., serta pendamping Kafilah Kabupaten Sumbawa, Jayakusuma, S.Sos., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumbawa.

Acara penutupan dihadiri oleh para kepala daerah, unsur Forkopimda, pimpinan lembaga keagamaan, dewan hakim, kafilah peserta dari seluruh kabupaten/kota se-NTB, serta ribuan masyarakat yang memadati arena utama MTQ.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI yang mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan dinilai memiliki kualitas setara dengan MTQ tingkat nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh panitia, pemerintah daerah, dan masyarakat Lombok Tengah.

Ia menegaskan bahwa penutupan MTQ bukanlah akhir dari syiar Al-Qur'an, melainkan awal untuk semakin membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, ia mengajak seluruh daerah di NTB untuk terus berupaya mengembalikan kejayaan NTB sebagai gudang qari dan qariah serta mendukung terwujudnya NTB sebagai Serambi Al-Qur'an.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota yang telah berpartisipasi dan mengirimkan kafilah terbaiknya dalam MTQ XXXI. Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat pendidikan Al-Qur'an dan membangun generasi Qur'ani yang akan melanjutkan pembangunan daerah.

Wakil Gubernur juga memberikan penghargaan kepada dewan hakim, LPTQ, TNI-Polri, panitia, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ. Ia berharap para juara yang lahir dari ajang ini dapat menjadi duta terbaik NTB pada MTQ tingkat nasional serta terus mengharumkan nama daerah.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB secara resmi menutup MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dan mengajak seluruh masyarakat menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup dalam membangun NTB yang religius, unggul, dan berdaya saing.

Pada MTQ XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026, Kafilah Kabupaten Sumbawa berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih sejumlah gelar juara, yaitu:

1. Jihan Talita Ulfa, Juara 1 Tartil Putri

2. Nisrina Khalila Haipon, Juara 1, 1 Juz dan Tilawah Putri

3. Julia Tri Wulandari, Juara 1 Khat Kontemporer Putri

4. Rahmawati, Juara 1 Khat Dekorasi Putri

5. Taqwa Hikmatullah, Juara 1, 10 Juz Putra

6. Rizky Rangga Sabda Maulana, Juara 1, 5 Juz dan Tilawah Putra

7. Syifa Fadiyah Maulida, Juara 1 Tilawah Remaja Putri

8. Nail Nasri Rahman, Juara 3, 1 Juz dan Tilawah Putra

9. Wanda Aulia Segal, Juara 3 Khat Naskah Putri

10. Khozinatul Asror, Harapan 1 Tilawah Dewasa Putra

11. Wahyu Rahman Maulana, Harapan 1 Qiraat Murattal Dewasa Putra5

12. Rini Aryanti, Harapan 1, Qiraat Murattal Remaja Putri

13. Noni Maelani, Harapan 3, Qiraat Murattal Dewasa Putri 

14. Muhammad Isyrak Arisyi. Muhammad Fakhri Al Azzam Hidayat. A. Hafidz Zamzamy, Harapan 3 Fahmil Putra

15. Ridha Zulya Fitri, Harapan 2, 20 Juz Putri

16. Fadhilah Humaira Naser, Harapan 2 Tilawah Anak Putri

17. Muhammad Fadhlurrahman, Harapan 3, 20 Juz Putra

18. Muhammad Ayka Amirul Mukminin, Harapan 3, 30 Juz Putra

19. Husniah Azriani, Harapan 2 KTIQ Putri

20. Zhobirin Ilham, Harapan 1, KTIQ Putra

21. Edy Juandi Putra, Harapan 3 Khat Naskah Putra

22. Alfi Mashudi, Harapan 1 Khat Dekorasi Putra

23. Putri Assyifa Rizkia, Harapan 1, 5 Juz dan Tilawah Putri

Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan Al-Qur'an yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama LPTQ dan seluruh pihak terkait. Kehadiran Bupati Sumbawa pada malam penutupan sekaligus menjadi bentuk dukungan dan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, dan pendamping yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa pada ajang MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026. (AM)

]]>
Thu, 18 Jun 2026 22:29:06 +0800 amr
Permakluman : Portal Media Amarmedia.co.id Sedang Dalam Penanganan Tim Cyber Budiman ST https://amarmedia.co.id/permakluman-portal-media-amarmediacoid-sedang-dalam-penanganan-tim-cyber-budiman-st https://amarmedia.co.id/permakluman-portal-media-amarmediacoid-sedang-dalam-penanganan-tim-cyber-budiman-st Thu, 18 Jun 2026 17:41:02 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila Mon, 01 Jun 2026 12:51:12 +0800 amr Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/pimpinan-dan-anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-lahir-pancasila Mon, 01 Jun 2026 10:26:00 +0800 amr Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB https://amarmedia.co.id/betabeq-sambut-pocari-run-budaya-sasak-menguatkan-sport-tourism-ntb https://amarmedia.co.id/betabeq-sambut-pocari-run-budaya-sasak-menguatkan-sport-tourism-ntb Betabeq Sambut Pocari Run, Budaya Sasak Menguatkan Sport Tourism NTB

Lombok Tengah, Amarmedia.co.id - 30 Mei 2026 — Nuansa adat dan semangat olahraga berpadu dalam Ritual Betabeq yang digelar di Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (30/5). Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan masyarakat adat Sasak tersebut menjadi bentuk penghormatan budaya sekaligus do'a bersama menyambut pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli mendatang.

Ritual Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk permohonan izin, restu, keselamatan, dan perlindungan kepada Allah SWT sebelum melaksanakan kegiatan penting. Tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan kepada alam, masyarakat, serta nilai-nilai leluhur yang membentuk identitas budaya Sasak hingga saat ini.

Kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua Ritual Betabeq dalam rangka menyambut Pocari Sweat Run Lombok. Tradisi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB agar setiap event berskala nasional maupun internasional yang diselenggarakan di daerah tetap menghormati budaya lokal, melibatkan masyarakat adat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah NTB, H. Abul Chair, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata dan penyelenggaraan event internasional di NTB harus berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

Menurut Gubernur, Ritual Betabeq bukan sekadar prosesi adat, tetapi merupakan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Sasak yang menjunjung tinggi penghormatan, penerimaan, persaudaraan, dan do'a keselamatan bagi setiap tamu yang datang ke Bumi Gora.

“Kita tidak hanya berkumpul menyambut sebuah event olahraga besar, tetapi mempertemukan semangat olahraga dengan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat NTB melalui Ritual Betabeq,” ujar Abul Chair membacakan sambutan Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Sasak, Betabeq mengandung makna menyambut tamu dengan hati terbuka serta mendo'akan keselamatan dan keberkahan bagi seluruh pihak yang hadir.

“Kita ingin menyampaikan pesan sederhana kepada seluruh tamu yang datang ke NTB: datanglah sebagai tamu dan pulanglah sebagai keluarga,” katanya.

Menurut Gubernur, kekuatan NTB tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keberhasilan menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga pada budaya, keramahan masyarakat, serta nilai-nilai kebersamaan yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kalau olahraga menguatkan fisik, maka budaya menguatkan jiwa. Ketika keduanya bertemu, lahirlah persaudaraan yang akan dikenang sepanjang masa,” tegas Abul Chair menyampaikan pesan Gubernur.

Pemprov NTB juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok. Menurutnya, event tersebut tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, pariwisata, UMKM, transportasi, hingga perhotelan.

Sementara itu, Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi NTB yang menghadirkan Ritual Betabeq sebagai ruang memperkuat hubungan antara penyelenggara event dengan masyarakat lokal.

“Tahun 2026 merupakan tahun kedua Pocari Sweat Run Lombok. Tahun lalu peserta mencapai 8.400 pelari dan sekitar 70 persen berasal dari luar Lombok,” ungkapnya.

Menurut Puspita, kehadiran para pelari bersama keluarga dan pendampingnya memberikan dampak ekonomi yang signifikan karena mereka menginap, berwisata, menikmati kuliner, dan berbelanja produk UMKM lokal.

“Tahun ini kami menargetkan 10.000 peserta. Karena itu kami berharap dukungan dan sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026 karena manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat besar.

“Kita ingin penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya karena dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari masyarakat Desa Kuta, pelaku UMKM, dan para relawan yang terlibat dalam penyelenggaraan event tahun sebelumnya. Mereka menilai kehadiran ribuan peserta tidak hanya memperkuat citra Lombok sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan komunitas lokal, Pocari Sweat Run Lombok 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Event ini menjadi ruang perjumpaan antara budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat yang memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang tetap berakar pada budaya lokal.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 22:13:10 +0800 amr
Sekda NTB Lepas 550 Runners pada Road to Mataram Menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026 https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-lepas-550-runners-pada-road-to-mataram-menuju-pocari-sweat-run-lombok-2026 https://amarmedia.co.id/sekda-ntb-lepas-550-runners-pada-road-to-mataram-menuju-pocari-sweat-run-lombok-2026 Sekda NTB Lepas 550 Runners pada Road to Mataram Menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026

Mataram,Amarmedia.co.id - 31 Mei 2026 – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Abul Chair, melepas 550 pelari (runners) yang mengikuti kegiatan Road to Mataram sebagai bagian dari rangkaian menuju Pocari Sweat Run Lombok 2026, Minggu (31/5).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus menyemarakkan salah satu ajang sport tourism terbesar di Nusa Tenggara Barat. Antusiasme para peserta menunjukkan bahwa olahraga lari semakin menjadi bagian dari gaya hidup dan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut event berskala nasional yang akan digelar di Lombok.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda NTB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini, NTB terus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism unggulan yang memadukan olahraga, pariwisata, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Abul Chair.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat NTB untuk turut berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Pocari Sweat Run Lombok 2026 yang akan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Kawasan Mandalika.

“Event ini merupakan hajat besar bagi NTB. Karena itu, kita harus mendukung dan menyukseskannya bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Kota Mataram, Suthan J. Iswara, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan lari juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan pertemanan dan memperkuat hubungan sosial antar komunitas pelari.

“Alhamdulillah, saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Selain menyehatkan, juga bisa menambah relasi dan memperluas jaringan pertemanan dengan sesama pelari,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Muhammad Amrillah. Ia mengaku olahraga lari telah menjadi bagian dari rutinitas dan gaya hidupnya sehari-hari.

“Saya memang menyukai olahraga lari dan cukup sering mengikuti berbagai event lari. Kalau tidak lari rasanya ada yang kurang,” ujarnya sambil tersenyum.

Melalui kegiatan Road to Mataram ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam budaya hidup sehat sekaligus turut menyukseskan penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 sebagai ajang olahraga yang mampu menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. (AM/Diskominfotikntb)

]]>
Sun, 31 May 2026 22:08:43 +0800 amr
PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Kapolres Sumbawa Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-kapolres-sumbawa-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-kapolres-sumbawa-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Kapolres Sumbawa Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 31 Mei 2026 — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas yang dilakukan Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini bersama jajaran aparat penegak hukum dalam menindak pelaku illegal logging yang merusak kawasan hutan di Kecamatan Batu Lanteh. Sikap tegas tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menyelamatkan masa depan masyarakat Sumbawa.  

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menegaskan bahwa persoalan perusakan hutan tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran biasa. Aktivitas illegal logging berdampak langsung terhadap kerusakan ekosistem, ancaman krisis sumber air, banjir, longsor, serta berbagai bencana lingkungan yang dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.  

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah tegas Kapolres Sumbawa bersama Forkopimda dan Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan dalam menindak para pelaku perusakan hutan. Negara tidak boleh kalah terhadap oknum-oknum yang merusak lingkungan demi kepentingan pribadi. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, terungkapnya kasus di Batu Lanteh harus menjadi pintu masuk untuk melakukan penelusuran yang lebih luas terhadap kemungkinan adanya jaringan atau aktivitas serupa di wilayah lain. Karena itu, aparat penegak hukum perlu terus melakukan pengawasan dan investigasi secara menyeluruh agar seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.  

PDI Perjuangan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian hutan dengan melaporkan setiap aktivitas yang diduga merusak kawasan hutan. Hutan Batu Lanteh merupakan salah satu penyangga kehidupan masyarakat Sumbawa yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan generasi mendatang.  

“PDI Perjuangan akan selalu berada di garis depan dalam mendukung kebijakan dan langkah-langkah yang berpihak pada keselamatan lingkungan, keberlanjutan sumber daya alam, serta kepentingan masyarakat luas. Hutan adalah warisan yang harus kita jaga, bukan untuk dirusak,” tutup Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 21:43:03 +0800 amr
Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dilaksanakan Terbuka dan Berbasis Sistem https://amarmedia.co.id/rekrutmen-mitra-sensus-ekonomi-2026-dilaksanakan-terbuka-dan-berbasis-sistem https://amarmedia.co.id/rekrutmen-mitra-sensus-ekonomi-2026-dilaksanakan-terbuka-dan-berbasis-sistem Rekrutmen Mitra Sensus Ekonomi 2026 Dilaksanakan Terbuka dan Berbasis Sistem

MATARAM.Amarmedia.co.id -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Termasuk proses rekrutmen mitra pendataan yang akan menjadi ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

“Kami tidak sedang mencari peserta dengan nilai tertinggi semata. Kami sedang mencari orang yang tepat untuk wilayah yang tepat,” tegas Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Minggu 31 Mei 2026

Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten dan kota di NTB, BPS membutuhkan sebanyak 5.210 mitra pendataan yang akan bertugas selama kurang lebih dua setengah bulan. Mereka akan melakukan pendataan secara langsung kepada rumah tangga dan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing.

Menurut Wahyudin, peran mitra pendataan sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat secara lengkap dan akurat. Oleh karena itu, BPS membutuhkan petugas yang tidak hanya memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga memahami wilayah tugasnya serta siap menjalankan tanggung jawab pendataan secara profesional.

“Data yang berkualitas berawal dari pendataan yang berkualitas. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang kompeten, berintegritas, dan siap bekerja di lapangan,” ujarnya.

Wahyudin menambahkan, saat ini BPS juga tengah melaksanakan rekrutmen mitra tambahan melalui mekanisme yang sama. Rekrutmen tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan sumber daya mitra statistik yang dapat mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data yang dilaksanakan BPS.

Menurutnya, tidak seluruh peserta yang dinyatakan lulus dalam rekrutmen tambahan tersebut otomatis akan ditugaskan pada kegiatan Pendataan Sensus Ekonomi 2026. Kebutuhan mitra untuk kegiatan Sensus Ekonomi telah ditetapkan sebanyak 5.210 orang, sementara proses rekrutmen mitra tambahan juga diharapkan untuk menyediakan basis calon mitra yang sewaktu-waktu dapat menjadi pendukung bagi berbagai kegiatan statistik BPS sesuai kebutuhan.

“BPS secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan statistik. Karena itu, kebutuhan mitra tidak hanya untuk Sensus Ekonomi 2026. Mitra yang memenuhi kualifikasi dapat dipertimbangkan untuk mendukung kegiatan statistik lainnya sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Seluruh proses rekrutmen, termasuk mitra tambahan, dilaksanakan secara terbuka melalui aplikasi Sobat BPS maupun laman mitra.bps.go.id. Pada tahap awal, calon mitra melakukan registrasi mandiri dengan melengkapi profil yang mencakup identitas diri, domisili, pendidikan terakhir, pengalaman kegiatan statistik, serta informasi mengenai kemampuan dan sarana pendukung yang dimiliki.

Setelah itu dilakukan verifikasi administrasi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang diunggah dengan data yang diinput peserta. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi kemudian mengikuti tes kompetensi yang dilaksanakan secara daring melalui sistem.

“Semua peserta masuk melalui pintu yang sama dan diseleksi dengan cara yang sama. Tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen ini,” tegas Wahyudin.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk berlangsung secara objektif, terukur, dan transparan. Hasil tes kompetensi menjadi salah satu komponen penting dalam proses seleksi. Namun, nilai tes bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan mitra pendataan.

Menurut Wahyudin, rekrutmen mitra pendataan memiliki karakteristik yang berbeda dengan seleksi yang semata-mata menentukan kelulusan berdasarkan urutan nilai tertinggi. Sebab, BPS tidak hanya membutuhkan individu yang memiliki kemampuan baik, tetapi juga harus memastikan ketersediaan petugas yang memadai dan tersebar secara proporsional di seluruh wilayah pendataan.

“Nilai yang tinggi tentu menjadi modal penting. Namun, kebutuhan Sensus Ekonomi tidak hanya soal nilai. Kami juga harus memastikan setiap wilayah memiliki petugas yang cukup untuk melaksanakan pendataan secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, petugas akan bekerja hingga tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, kedekatan domisili mitra dengan wilayah tugas menjadi salah satu aspek yang ikut dipertimbangkan. Petugas yang memahami karakteristik wilayah setempat umumnya lebih mudah menjangkau responden, mengenali kondisi lapangan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain itu, BPS juga perlu memastikan sebaran petugas tidak terkonsentrasi di lokasi tertentu. Dalam kondisi tertentu, dapat saja terdapat banyak peserta dengan nilai baik yang berasal dari wilayah yang sama, sementara wilayah lain membutuhkan petugas untuk mendukung pelaksanaan pendataan.

“Kami harus melihat kebutuhan secara menyeluruh. Tidak ideal apabila petugas menumpuk di satu wilayah sementara wilayah lain mengalami kekurangan petugas. Karena itu, komposisi dan sebaran petugas menjadi bagian penting dalam proses penetapan mitra,” kata Wahyudin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan peserta untuk ditempatkan di luar wilayah tempat tinggalnya juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung kebutuhan lapangan. Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan pendataan tetap dapat berjalan efektif pada wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan petugas.

Menurut Wahyudin, seluruh pertimbangan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan menghasilkan data yang lengkap, akurat, serta dapat dipercaya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan dan didukung oleh sistem yang dirancang untuk menjaga objektivitas proses seleksi. BPS berkomitmen menjaga transparansi, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tahapan rekrutmen, sehingga proses yang berjalan dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah dinyatakan lulus seleksi akhir, calon mitra diwajibkan menyetujui pakta integritas melalui aplikasi Sobat BPS sebelum dapat ditetapkan sebagai mitra pendataan. Pakta integritas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui proses rekrutmen yang terbuka dan berbasis sistem tersebut, BPS NTB berharap dapat menghadirkan petugas lapangan yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Tujuan kami sederhana. Menghadirkan petugas terbaik di setiap wilayah agar data yang dihasilkan lengkap, akurat, dan dapat dipercaya,” tutup Wahyudin.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 21:36:10 +0800 amr
Pancasila Pemersatu Bangsa di Tengah Beragam Perbedaan https://amarmedia.co.id/pancasila-pemersatu-bangsa-di-tengah-beragam-perbedaan https://amarmedia.co.id/pancasila-pemersatu-bangsa-di-tengah-beragam-perbedaan Pancasila Pemersatu Bangsa di Tengah Beragam Perbedaan

Oleh: Asmediati

Tanggal 1 Juni selalu menjadi hari penting bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal inilah kita memperingati Hari Lahir Pancasila, dasar negara yang menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia sejak dahulu hingga sekarang. Tahun 2026, peringatan Hari Lahir Pancasila mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini mengingatkan kita bahwa Pancasila memiliki peran besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi nilai yang dapat membawa perdamaian.

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak perbedaan. Ada berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama yang hidup berdampingan. Perbedaan tersebut merupakan kekayaan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun di sisi lain, perbedaan juga bisa menjadi tantangan apabila tidak disikapi dengan bijak.

Di sinilah pentingnya Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan masyarakat untuk saling menghormati, menghargai, dan menjaga kebersamaan. Pancasila mengingatkan bahwa meskipun berbeda, seluruh rakyat Indonesia tetap berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia.

Saat ini kehidupan masyarakat telah banyak berubah. Perkembangan teknologi membuat komunikasi menjadi sangat mudah. Melalui telepon genggam, seseorang dapat memperoleh berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar membawa kebaikan. Masih banyak berita yang belum tentu benar, ujaran kebencian, serta berbagai tulisan yang dapat memicu perpecahan.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Mereka harus mampu menyaring informasi dengan baik dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak persatuan. Nilai Pancasila perlu terus ditanamkan agar masyarakat memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

Sila pertama mengajarkan pentingnya menghormati keyakinan orang lain. Sila kedua mengingatkan bahwa setiap manusia harus diperlakukan secara adil dan beradab. Sila ketiga menegaskan bahwa persatuan bangsa harus selalu dijaga. Ketiga nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini yang hidup di tengah keberagaman.

Begitu pula dengan sila keempat yang mengajarkan musyawarah dalam menyelesaikan masalah. Perbedaan pendapat tidak harus berakhir dengan pertengkaran. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi jalan untuk menemukan solusi yang lebih baik. Sementara sila kelima mengingatkan bahwa keadilan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial setiap tahun. Nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Sikap saling membantu, menghormati tetangga, menjaga kerukunan, menghargai perbedaan pendapat, dan peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk sederhana pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Peran keluarga dan sekolah juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut. Anak-anak perlu dibiasakan untuk hidup jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai sesama sejak usia dini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang pendidik, saya melihat bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga nilai-nilai Pancasila. Mereka hidup di era yang penuh tantangan, tetapi juga memiliki kesempatan yang luas untuk belajar dan berkembang. Dengan bimbingan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki rasa cinta yang kuat terhadap bangsa dan negara.

Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini juga mengandung pesan bahwa perdamaian dunia dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat. Perdamaian tidak selalu berarti sesuatu yang besar. Sikap saling menghormati, menghindari permusuhan, dan menjaga persaudaraan merupakan langkah sederhana yang dapat menciptakan suasana damai dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan. Di tengah berbagai tantangan yang ada, bangsa Indonesia harus tetap berdiri kokoh dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Pancasila telah terbukti mampu mempersatukan bangsa yang besar dan beragam ini. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam diri setiap warga negara, maka Indonesia akan tetap kuat, damai, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Sebab pada akhirnya, persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 12:10:55 +0800 amr
Kapolres Sumbawa Tegas: Perusak Hutan Siap&Siap Diproses https://amarmedia.co.id/kapolres-sumbawa-tegas-perusak-hutan-siap-siap-diproses https://amarmedia.co.id/kapolres-sumbawa-tegas-perusak-hutan-siap-siap-diproses Kapolres Sumbawa Tegas: Perusak Hutan Siap-Siap Diproses

Sumbawa,Amarmedia.co.id – Maraknya praktik illegal logging di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan publik. Aktivitas perambahan dan penebangan hutan secara ilegal yang diduga masih terjadi di sejumlah kawasan, khususnya di wilayah Kecamatan Batulanteh, memicu keprihatinan berbagai pihak karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan serta berpotensi menimbulkan bencana ekologis di masa mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kawasan hutan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan dan Pengamanan Hutan yang bertugas melakukan pengawasan, pencegahan, serta penindakan terhadap berbagai aktivitas yang merusak hutan.

Menanggapi persoalan tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, SH., S.I.K., menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan Satgas dalam memberantas praktik illegal logging yang masih marak terjadi.

Dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026), Kapolres menyatakan bahwa upaya penyelamatan hutan harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak. Menurutnya, penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan tidak boleh pandang bulu dan harus dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

"Polres Sumbawa mendukung penuh langkah tegas Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan. Para oknum pelaku illegal logging harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku," tegas AKBP Marieta.

Kapolres menjelaskan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian serius dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar pada 20 Mei 2026 lalu. Rapat tersebut membahas berbagai temuan di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah tindak lanjut guna memastikan penegakan hukum berjalan secara efektif.

Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Satgas menemukan sejumlah fakta penting yang menguatkan dugaan adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan Batulanteh. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan alat berat yang sebelumnya telah dilarang beroperasi karena diduga digunakan untuk membuka akses jalan guna mempermudah pengangkutan kayu hasil tebangan.

Alat berat tersebut diketahui telah dipasangi garis polisi (police line) pada 11 April 2026. Namun saat dilakukan pengecekan ulang pada 16 Mei 2026, petugas menemukan bahwa garis polisi tersebut sudah rusak atau tidak lagi terpasang. Tidak hanya itu, alat berat tersebut juga diketahui telah berpindah lokasi dan diduga kembali digunakan untuk membuka jalur baru di kawasan hutan.

Selain temuan alat berat, tim Satgas juga menemukan sejumlah kayu hasil tebangan yang diduga berasal dari luar area perizinan yang sah. Beberapa batang kayu bahkan ditemukan berada di sekitar aliran sungai, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih luas apabila aktivitas tersebut terus berlangsung.

Temuan-temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya pengawasan ketat terhadap kawasan hutan Batulanteh yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penyangga ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran yang mengarah pada perusakan hutan. Ia memastikan seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Intinya, aparat penegak hukum akan memastikan para oknum pelaku illegal logging ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Penanganannya dilakukan secara profesional dan tidak pandang bulu demi menjaga kelestarian hutan serta kepentingan masyarakat luas," pungkas Kapolres.

Sikap tegas aparat penegak hukum ini mendapat perhatian publik dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyelamatkan hutan Sumbawa dari ancaman perusakan yang dapat memicu banjir, longsor, krisis sumber air, hingga kerusakan lingkungan yang berdampak bagi generasi mendatang. Masyarakat pun diharapkan turut berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak kawasan hutan demi menjaga warisan alam Sumbawa tetap lestari. (AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 08:03:36 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Perkuat Perlindungan Anak Melalui Sinergi dengan Program "Adhiyaksa Pendi Tode Ngining" https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-perlindungan-anak-melalui-sinergi-dengan-program-adhiyaksa-pendi-tode-ngining https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-perkuat-perlindungan-anak-melalui-sinergi-dengan-program-adhiyaksa-pendi-tode-ngining Pemkab Sumbawa Perkuat Perlindungan Anak Melalui Sinergi dengan Program "Adhiyaksa Pendi Tode Ngining"

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi anak-anak kurang mampu, khususnya anak terlantar dan yatim piatu. Komitmen ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dalam menjalankan program inovatif bertajuk Adhiyaksa Pendi Tode Ngining".

Dukungan tersebut dituangkan dalam rapat koordinasi lintas sektor yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Kamis (21/5/2026) lalu.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., dan dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H., beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Fokus pada Pemenuhan Hak Dasar Anak

Program Adhiyaksa Pendi Tode Ngining dirancang sebagai langkah konkret negara untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Program ini berfokus pada upaya identifikasi serta fasilitasi akses layanan dasar bagi anak-anak yang belum tersentuh oleh bantuan pemerintah.

Beberapa hal yang menjadi sasaran utama program ini meliputi fasilitasi penerbitan dokumen vital seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan Akta Kelahiran bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, membantu anak-anak rentan mendapatkan akses perlindungan kesehatan melalui penerbitan KIS (Kartu Indonesia Sehat) atau kepesertaan BPJS Kesehatan, serta memastikan anak terlantar dan yatim piatu mendapatkan perhatian khusus agar hak-hak tumbuh kembang mereka tetap terpenuhi.

Sinergi Lintas Sektor untuk Hasil Optimal

Sekda Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, menyambut baik inisiatif yang digagas oleh Kejaksaan Negeri Sumbawa ini. Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab dan Kejari merupakan langkah efektif dalam memangkas hambatan birokrasi yang sering dihadapi masyarakat dalam mengakses hak-hak mereka.

"Program ini merupakan bentuk sinergi yang sangat positif. Kami di jajaran Pemkab Sumbawa siap mendukung penuh agar pendataan hingga penyaluran bantuan bagi anak-anak terlantar dan yatim piatu ini berjalan tepat sasaran," ujar Sekda dalam rapat tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Kajari Sumbawa, Iwan Arto Koesoemo, menekankan bahwa kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan anak-anak di Sumbawa. Dengan adanya keterlibatan berbagai OPD, diharapkan proses pendataan dan verifikasi di lapangan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Sumbawa optimistis bahwa program Adhiyaksa Pendi Tode Ngining akan menjadi solusi efektif dalam menjamin masa depan dan kesejahteraan kelompok masyarakat paling rentan di wilayah Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Sun, 31 May 2026 06:24:40 +0800 amr
Langkah Strategis NTB: Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan https://amarmedia.co.id/langkah-strategis-ntb-bangun-sekolah-rakyat-untuk-pemerataan-pendidikan https://amarmedia.co.id/langkah-strategis-ntb-bangun-sekolah-rakyat-untuk-pemerataan-pendidikan Langkah Strategis NTB: Bangun Sekolah Rakyat untuk Pemerataan Pendidikan

Bima,Amarmedia.co.id - Harapan baru bagi pemerataan pendidikan di Pulau Sumbawa mulai terwujud. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa yang direncanakan berlokasi di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

Program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah pusat tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah timur NTB.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat melalui penyediaan lahan yang dihibahkan khusus untuk program tersebut.

“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat (30/5).

Menurut Miq Iqbal, terdapat dua alternatif lahan yang sedang dikaji dengan luas masing-masing sekitar 13 hektare dan 18 hektare. Kedua lokasi dinilai cukup representatif untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu yang dirancang dalam konsep Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan bangunan pendidikan baru, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi muda NTB.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang meninjau langsung lokasi pembangunan menyampaikan bahwa kawasan yang disiapkan memiliki potensi besar karena didukung ketersediaan lahan yang luas.

“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” katanya.

Meski demikian, pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah tantangan teknis sebelum pembangunan dapat dimulai.

Beberapa persoalan yang ditemukan antara lain akses jalan menuju lokasi yang masih terbatas, penataan alur sungai, penyesuaian jaringan listrik, hingga penataan sejumlah fasilitas di sekitar kawasan pembangunan.

“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas Dody.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB saat ini terus melakukan koordinasi dan kajian kelayakan untuk memastikan lokasi yang dipilih benar-benar siap mendukung operasional Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.

Hingga saat ini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas dan paling berpeluang menjadi pusat pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa.

Kehadiran Sekolah Rakyat tersebut diharapkan menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di NTB, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan mampu menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik.(AM/Diskominfotik)

]]>
Sat, 30 May 2026 23:50:07 +0800 amr
PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Pemda dan Forkopimda Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-pemda-dan-forkopimda-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh https://amarmedia.co.id/pdi-perjuangan-dukung-langkah-tegas-pemda-dan-forkopimda-berantas-illegal-logging-di-batu-lanteh PDI Perjuangan Dukung Langkah Tegas Pemda dan Forkopimda Berantas Illegal Logging di Batu Lanteh

Sumbawa.Amarmedia.co.id - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Forkopimda yang telah mengambil langkah tegas dalam menindak pelaku illegal logging di Kecamatan Batu Lanteh.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., kepada wartawan Sabtu 30 Mei 2026 menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya menyelamatkan hutan dan lingkungan hidup di Kabupaten Sumbawa. Namun demikian, pihaknya meyakini bahwa kasus yang terungkap saat ini kemungkinan hanyalah sebagian kecil dari aktivitas serupa yang masih terjadi di berbagai wilayah.

“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Pemda Sumbawa bersama Forkopimda. Namun kita tidak boleh berhenti pada satu kasus saja. Tidak menutup kemungkinan masih ada aktivitas illegal logging lainnya yang harus ditelusuri, diungkap, dan ditindak secara tegas agar memberikan efek jera bagi para pelaku,” tegas Abdul Rafiq.

Menurutnya, kerusakan hutan akibat penebangan liar tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan lingkungan, sumber mata air, serta kehidupan masyarakat di masa depan.

“Kami juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa pun yang berada di belakang aktivitas ini. Jika ada pihak-pihak yang membekingi, memfasilitasi, atau mengambil keuntungan dari praktik illegal logging, mereka juga harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” ujarnya.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari nilai perjuangan PDI Perjuangan. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, selama ini selalu mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melestarikan lingkungan hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Pesan Ibu Ketua Umum sangat jelas, bahwa kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Karena itu, kami memandang kejahatan terhadap hutan adalah kejahatan terhadap masa depan rakyat,” katanya.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga berharap para pelaku yang telah diamankan dapat segera diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jika terbukti melanggar aturan, maka harus diadili secara transparan dan diberikan hukuman yang setimpal.

“Tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang ingin mengambil kayu secara ilegal dari hutan-hutan di Sumbawa. Hutan adalah aset bersama yang harus dijaga, bukan dieksploitasi demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu,” lanjutnya.

Abdul Rafiq juga mengingatkan bahwa Kabupaten Sumbawa telah memiliki regulasi terkait pemanfaatan kayu melalui Peraturan Daerah tentang Izin Pemanfaatan Kayu Tanah milik (IPKTM). Oleh karena itu, masyarakat tidak bisa sembarangan menebang atau mengambil kayu, bahkan di lahan milik sendiri sekalipun harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kalau di lahan milik sendiri saja ada aturan yang harus dipatuhi, apalagi jika aktivitas itu dilakukan di kawasan hutan negara. Tidak ada alasan untuk melakukan penebangan secara ilegal. Semua harus tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen politik terhadap pelestarian lingkungan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan sikap tegas untuk berada di garis depan dalam memerangi praktik illegal logging.

“PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyatakan perang terhadap pelaku illegal logging. Mari kita jaga hutan Sumbawa demi masa depan anak cucu kita. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi terhadap siapa pun yang merusak lingkungan,” tutup Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 22:37:52 +0800 amr
Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-apresiasi-pemusnahan-barang-bukti-narkoba-ajak-masyarakat-perkuat-pencegahan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-apresiasi-pemusnahan-barang-bukti-narkoba-ajak-masyarakat-perkuat-pencegahan Ketua DPRD Sumbawa Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Ajak Masyarakat Perkuat Pencegahan

Sumbawa Amarmedia.co.id – Aparat kepolisian bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 845,37 gram yang telah berkekuatan hukum tetap. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Polres Sumbawa, Jumat (29/05/2026).

Pemusnahan ini turut disaksikan oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, DPRD Sumbawa, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dandim 1607/Sumbawa, BNNK Sumbawa, serta Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa. Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan adanya sinergi dalam penanganan tindak pidana narkotika di daerah.

Ketua DPRD Sumbawa, Nanang Nasiruddin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas pelaksanaan pemusnahan barang bukti tersebut. Ia menilai langkah ini sebagai bentuk keseriusan dalam penegakan hukum serta upaya melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika.

Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten tanpa adanya perlakuan berbeda terhadap pelaku tindak pidana narkoba.

Lebih lanjut, Nanang mengajak seluruh masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan perhatian, pengawasan, serta memberikan edukasi dan motivasi kepada anak-anak agar tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun pergaulan negatif lainnya. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari pengaruh buruk yang dapat merusak masa depan.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini menjelaskan bahwa barang bukti sabu tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang melibatkan seorang anak di bawah umur asal Dompu yang berperan sebagai kurir dan diamankan di wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Seluruh barang bukti telah melalui proses hukum hingga dinyatakan lengkap dan sah untuk dimusnahkan.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan sabu menggunakan air dan alat blender, kemudian dibuang ke saluran pembuangan sesuai prosedur yang berlaku. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan disaksikan oleh para pihak terkait.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:24:37 +0800 amr
Camat Sumbawa Kaji Penanganan LPG Subsidi dan Persoalan Sampah https://amarmedia.co.id/camat-sumbawa-kaji-penanganan-lpg-subsidi-dan-persoalan-sampah https://amarmedia.co.id/camat-sumbawa-kaji-penanganan-lpg-subsidi-dan-persoalan-sampah Camat Sumbawa Kaji Penanganan LPG Subsidi dan Persoalan Sampah

Tegaskan Koordinasi Lintas OPD serta Beri Contoh di Lingkungan Kantor dan Rumah Dinas

Sumbawa Amarmedia.co.id – Camat Sumbawa, Ardiansyah, mengungkapkan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari distribusi LPG subsidi hingga penanganan sampah rumah tangga. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media saat ditemui usai kegiatan koordinasi bersama pihak terkait.

Menurutnya, pengawasan distribusi LPG subsidi perlu mendapat perhatian serius agar tepat sasaran. Ia menilai masih ada masyarakat yang sebenarnya sudah tergolong mampu, bahkan pelaku usaha yang memiliki penghasilan cukup, namun masih menggunakan gas subsidi ukuran 3 kilogram.

“Yang menjadi persoalan di lapangan, kadang masyarakat mempertanyakan kenapa masih ada pihak yang mampu tetapi tetap menggunakan gas subsidi. Padahal sesuai aturan, LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah kecamatan hanya berperan melakukan pemantauan dan menyampaikan data kebutuhan masyarakat, sementara penentuan kuota berada di pihak terkait seperti agen dan Pertamina. Karena itu, koordinasi terus dilakukan agar distribusi LPG tetap berjalan lancar, termasuk pada hari libur.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar pangkalan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan jangan sampai ada alasan stok tidak tersedia,” jelasnya.

Ardiansyah juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan kajian terhadap berbagai persoalan tersebut agar langkah yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran. Ia mengaku sebagai pejabat baru di wilayah tersebut, sehingga perlu memahami kondisi lapangan secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan.

“Dalam hal ini kami masih melakukan kajian terlebih dahulu, karena saya juga baru menjabat sehingga perlu melihat dan mengkaji langkah-langkah apa yang tepat untuk dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh penanganan persoalan tetap dilakukan melalui koordinasi lintas OPD dan pihak terkait agar solusi yang diambil dapat berjalan maksimal.

“Kami tentu tidak bisa berjalan sendiri. Semua harus melalui koordinasi bersama OPD terkait agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Selain persoalan LPG, Ardiansyah juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di lingkungan masyarakat. Ia berharap adanya dukungan bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Menurutnya, masyarakat perlu mulai memisahkan sampah organik dan nonorganik agar pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dan tidak menimbulkan bau.

“Kalau sampah organik dicampur dengan plastik dan sampah lainnya, tentu akan menimbulkan bau dan menyulitkan pengolahan. Ini yang harus terus kita sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengakui upaya mengubah pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah tidak mudah dan membutuhkan dukungan tenaga, anggaran, serta keterlibatan semua pihak. Namun demikian, pemerintah kecamatan tetap berupaya memberikan contoh langsung kepada masyarakat, baik di lingkungan Kantor Camat maupun di rumah dinas camat, sebagai bentuk edukasi dan ajakan untuk membiasakan pola hidup bersih serta pengelolaan sampah yang baik di lingkungan masing-masing. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:21:17 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Hari Lahir Pancasila https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lpg-3-kg-jelang-libur-panjang-hari-lahir-pancasila https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-antisipasi-lonjakan-kebutuhan-lpg-3-kg-jelang-libur-panjang-hari-lahir-pancasila Pemkab Sumbawa Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg Jelang Libur Panjang Hari Lahir Pancasila

Sumbawa Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram menjelang long weekend dan libur nasional Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Upaya ini dilakukan guna menjaga kestabilan pasokan LPG bersubsidi agar tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kabag Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya menjelaskan bahwa pada Jumat, 29 Mei 2026, Pemkab Sumbawa telah menerbitkan surat usulan alokasi fakultatif atau extra dropping LPG 3 Kg yang ditujukan kepada SAM Retail NTB.

Menurut Ivan, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah terhadap kemungkinan meningkatnya konsumsi LPG selama masa libur panjang, sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa berupaya memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap aman dan terkendali selama libur panjang berlangsung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan extra dropping nantinya akan dilakukan dengan pengawasan ketat agar penyaluran berjalan tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku. LPG subsidi diprioritaskan bagi masyarakat yang memang berhak menerima dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan di luar peruntukannya.

Selain itu, pengawasan distribusi juga akan terus dilakukan melalui koordinasi bersama pihak terkait, termasuk agen dan pangkalan LPG, guna memastikan stok tetap aman serta mencegah adanya praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu terganggunya distribusi selama masa libur nasional dan cuti bersama berlangsung. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 15:16:17 +0800 amr
Respons Positif Undangan RDP DPRD Sumbawa, PT Intam Ajukan Penjadwalan Ulang karena Agenda Periodik Manajemen https://amarmedia.co.id/respons-positif-undangan-rdp-dprd-sumbawa-pt-intam-ajukan-penjadwalan-ulang-karena-agenda-periodik-manajemen https://amarmedia.co.id/respons-positif-undangan-rdp-dprd-sumbawa-pt-intam-ajukan-penjadwalan-ulang-karena-agenda-periodik-manajemen Respons Positif Undangan RDP DPRD Sumbawa, PT Intam Ajukan Penjadwalan Ulang karena Agenda Periodik Manajemen

SUMBAWA Amarmedia.co.id — Manajemen PT Intam menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan menyambut positif undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi II dan III DPRD Kabupaten Sumbawa. Pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan membahas mengenai penggunaan infrastruktur jalan di Desa Labin Kecamatan oleh operasional perusahaan.

Humas PT Intam M Ramadhan BS, mengatakan kepada awak media, (30/5) menanggapi surat undangan resmi dari DPRD Sumbawa bernomor 00.1.5/054/DPRD - lintas Komisi III dan II /2026 tertanggal 29 Mei 2026, pihak manajemen PT Intam meluruskan bahwa perusahaan telah melayangkan surat jawaban resmi pada hari ini, Sabtu (30/5/2026).

"Melalui surat bernomor 006/GOV-SBW/V/2026 yang ditandatangani oleh Project Manager PT Intam, Djatmiko Prihartomo, perusahaan mengajukan permohonan penjadwalan ulang (reschedule) waktu pelaksanaan RDP" ungkapnya 

Menghargai Undangan, Jadwal Bentrok dengan Agenda Jakarta

Humas PT Intam, M Ramadhan BS, menyampaikan bahwa pengajuan penundaan ini murni disebabkan oleh kendala teknis kedatangan manajemen puncak yang di saat bersamaan harus menghadiri agenda krusial perusahaan yang sudah terjadwal lama di Jakarta.

"Kami sangat menghormati fungsi pengawasan DPRD Sumbawa dan menyambut undangan RDP ini dengan sangat positif sebagai ruang dialog yang sehat. Namun, karena tanggal 2 Juni nanti bertepatan dengan kegiatan periodik manajemen internal perusahaan di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan, kami mengajukan permohonan agar pertemuan dapat digeser ke tanggal 23 Juni 2026," ujar Doni akrab disapa mengonfirmasi isi surat balasan tersebut.

Pihak perusahaan berharap penundaan ini dapat dimaklumi oleh semua pihak, sehingga nantinya saat RDP berlangsung, jajaran manajemen pengambil keputusan dari PT Intam dapat hadir secara lengkap dan memberikan pemaparan serta solusi yang komprehensif.

Komitmen Bersama Stakeholder Daerah

Sebagaimana diketahui, RDP Lintas Komisi II dan III ini direncanakan turut menghadirkan elemen penting daerah, mulai dari Asisten II Sekda Bidang Perekonomian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pertanian, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Kepala Desa Lebin, Camat Ropang hingga aliansi LSM Menggugat Kabupaten Sumbawa.

PT Intam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, legislatif, maupun elemen masyarakat Sumbawa dalam memastikan seluruh aktivitas operasional perusahaan berjalan sesuai koridor regulasi dan membawa dampak positif bagi kemajuan infrastruktur serta ekonomi wilayah Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 14:38:14 +0800 amr
Dukung Digitalisasi Pendidikan di HUT ke&67 SMANIKA, IM3 Hadirkan Paket Khusus untuk Siswa https://amarmedia.co.id/dukung-digitalisasi-pendidikan-di-hut-ke-67-smanika-im3-hadirkan-paket-khusus-untuk-siswa https://amarmedia.co.id/dukung-digitalisasi-pendidikan-di-hut-ke-67-smanika-im3-hadirkan-paket-khusus-untuk-siswa Dukung Digitalisasi Pendidikan di HUT ke-67 SMANIKA, IM3 Hadirkan Paket Khusus untuk Siswa

Sumbawa Besar.amarmedia.co.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 SMA Negeri 1 (SMANIKA) Sumbawa Besar tidak hanya menjadi ajang nostalgia dan motivasi bagi para siswa, tetapi juga menjadi momentum peningkatan literasi digital. Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan di Sumbawa, IM3 hadir sebagai sponsor pendukung dengan membawa solusi teknologi yang terjangkau bagi para pelajar.

Muhammad Tsabit Arad, perwakilan dari IM3, menjelaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam perayaan HUT ke-67 SMANIKA bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi siswa dalam menunjang kegiatan belajar berbasis teknologi. IM3 memperkenalkan program khusus yang dirancang untuk mendukung kebutuhan digital siswa di era modern.

"Melalui program sekolah ini, kami menghadirkan harga yang sangat terjangkau bagi murid-murid, yakni hanya dengan Rp15.000 saja," ujar Muhammad Tsabit Arad.

Lebih lanjut, ia merinci berbagai benefit yang bisa didapatkan siswa dengan paket tersebut, di antaranya gratis berlangganan Gemini AI untuk membantu proses belajar dan eksplorasi ilmu pengetahuan. Tambahan cloud storage sebesar 200 GB untuk menyimpan materi pelajaran maupun karya kreatif siswa.

Akses video berlangganan platinum selama sebulan yang disesuaikan dengan pilihan paket sekolah.

Dukungan IM3 ini selaras dengan semangat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan kompetensi dan peningkatan kualitas SDM siswa agar mampu bersaing secara global. Fasilitas digital yang dihadirkan diharapkan dapat menjadi pendukung utama siswa SMANIKA dalam mengejar cita-cita dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tinggi saat ini.

"Kami berharap dukungan ini dapat membantu siswa-siswi SMANIKA untuk terus berprestasi dan maju, selaras dengan semangat HUT sekolah yang ke-67," tutup Muhammad Tsabit Arad.

Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd., menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap inisiatif dari pihak sponsor dapat memperkuat ekosistem digital di lingkungan sekolah, sehingga para siswa semakin termotivasi untuk belajar lebih giat dan kreatif di era disrupsi informasi.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 09:47:53 +0800 amr
HUT ke&67 SMAN 1 Sumbawa Besar, Bupati Sumbawa: Jadikan Keterbatasan Sebagai Pemacu untuk Berprestasi https://amarmedia.co.id/hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar-bupati-sumbawa-jadikan-keterbatasan-sebagai-pemacu-untuk-berprestasi https://amarmedia.co.id/hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar-bupati-sumbawa-jadikan-keterbatasan-sebagai-pemacu-untuk-berprestasi HUT ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar, Bupati Sumbawa: Jadikan Keterbatasan Sebagai Pemacu untuk Berprestasi

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id  – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 SMA Negeri 1 (SMANIKA) Sumbawa Besar berlangsung khidmat dan penuh motivasi, Sabtu (30/5/2026). Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP yang juga merupakan alumni SMANIKA, memberikan pesan mendalam bagi para siswa dan civitas akademika untuk terus mengejar mimpi tanpa dibatasi oleh latar belakang ekonomi atau fasilitas.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa bernostalgia mengenai masa lalunya saat menjadi siswa di sekolah tersebut. Ia menekankan bahwa keterbatasan fasilitas dan tekanan ekonomi yang ia alami di masa lalu justru menjadi "bahan bakar" untuk membentuk mentalitas yang kuat dan tangguh.

"Jangan minder datang dari desa kecil atau memiliki keterbatasan fasilitas. Tekanan kesulitan dan keterbatasan ekonomi itulah yang membuat anak-anak bangkit menjadi pribadi yang kuat. Kalau segalanya serba cukup, ketahanan diri seseorang justru akan kurang," ujar Bupati memberikan motivasi kepada para siswa.

Bupati membagikan prinsip hidup yang selama ini ia pegang teguh: jika ada peluang di antara banyak orang, maka satu orang itu haruslah dirinya. Prinsip kerja keras dan tekad kuat inilah yang mengantarkannya menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi favorit, meniti karier di perusahaan internasional, hingga akhirnya mengabdi sebagai Bupati Sumbawa.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM melalui penguasaan kompetensi dan bahasa. Ia mendorong sekolah untuk aktif menjajaki program pertukaran pelajar internasional, seperti yang dilakukan sekolah-sekolah lain, agar siswa SMANIKA memiliki wawasan global.

"Saya ingin anak-anak kita memiliki kompetensi lebih. Ke depan, saya juga akan mendorong penggunaan bahasa Sumbawa di lingkungan sekolah. Ini bukan sekadar melestarikan adat, tapi juga menambah kekayaan intelektual dan kebanggaan bagi siapa saja yang pernah tinggal dan belajar di Sumbawa," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi prestasi yang telah diraih SMANIKA, baik di bidang akademik, olahraga, maupun kompetisi LCC Empat Pilar. Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Alumni SMANIKA, Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menyampaikan dukungan penuh para alumni untuk pembangunan fasilitas sekolah, termasuk penyelesaian gedung auditorium yang menjadi kebanggaan bersama.

Bupati menutup pesannya dengan berpesan agar para siswa tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter dan integritas yang baik. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika tidak sampai ke langit, setidaknya kamu akan mendarat di bulan. Jadilah orang cerdas yang berkarakter," ujarnya.

"Selamat HUT ke-67 SMNIKA Sumbawa selalu berprestasi dan maju" pungkasnya.

Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, Muhammad Ihsan, S.S., M.Pd., sebelumnya meminta arahan Bupati dan dukungan para alumni. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang kompetitif bagi seluruh siswa, guna mencetak generasi penerus yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 08:56:50 +0800 amr
Pantun Bupati dan Langkah Kaki Alumni: Kemeriahan HUT ke&67 SMAN 1 Sumbawa Besar https://amarmedia.co.id/pantun-bupati-dan-langkah-kaki-alumni-kemeriahan-hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar https://amarmedia.co.id/pantun-bupati-dan-langkah-kaki-alumni-kemeriahan-hut-ke-67-sman-1-sumbawa-besar

Pantun Bupati dan Langkah Kaki Alumni: Kemeriahan HUT ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id— Sabtu pagi (30/5/2026), udara segar Kota Sumbawa Besar menyatu dengan riuh kegembiraan ribuan pasang kaki. Mengenakan atribut olahraga, keluarga besar SMA Negeri 1 (SMANSA) Sumbawa Besar tumpah ruah ke jalanan. Lembaga pendidikan pencetak generasi emas ini tengah merayakan hari jadinya yang ke-67 dengan menggelar aksi jalan sehat yang penuh kehangatan dan nuansa humanis.

Tepat pukul 07.00 WITA, atmosfer halaman sekolah terasa begitu hidup. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggung silaturahmi lintas generasi dan pemegang kebijakan di Bumi Samawa.

Kemeriahan dimulai saat Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarifuddin Djarot MP, secara resmi membuka kegiatan yang ditandai dengan prosesi pengguntingan pita. Tak sekadar melepas, Bupati Djarot juga membakar semangat para siswa dengan sebait pantun ceria yang spontan memicu tepuk tangan riuh. Pantun tersebut membawa pesan mendalam ajakan untuk menjaga hidup sehat sekaligus pemantik motivasi agar siswa SMANIKA terus mengukir prestasi.

Rute jalan sehat kali ini membelah jantung kota Sumbawa, melewati jalur ikonik yang cukup ramai.

START dari Halaman SMAN 1 Sumbawa terus menyusuri Jalan Garuda, Depan RSUD Sumbawa , Depan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin ,Berputar di Depan Hotel Garuda, Depan Pasar Brang Biji, Depan Kantor Bupati Sumbawa , depan Kantor Dinas Pertanian, FINISH di SMAN 1 Sumbawa (Tiba pukul 07.35 WITA).

Sepanjang perjalanan, canda tawa antara guru, siswa, alumni, dan para pejabat daerah mencairkan sekat formalitas. Tepat pukul 07.35 WITA, rombongan garis depan sudah kembali menapakkan kaki di finish.

Panggung UMKM Alumni: Harapan Besar dari Ketua KONI

Ada yang unik di sudut halaman sekolah setelah jalan sehat usai. Selain panggung hiburan, deretan stan UMKM lokal tampak diserbu peserta. Menariknya, para pelaku UMKM ini merupakan para alumni SMAN 1 Sumbawa sendiri yang memamerkan produk-produk kreatif lokal.

Kehadiran sektor ekonomi kreatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, S.H., M.Si. Di sela-sela acara, ia mengungkapkan rasa bangganya atas konsep acara yang holistik ini.

 "Luar biasa ya. Jadi kita jalan sehat bersama Pak Bupati, Kapolres Sumbawa, para asisten, dan teman-teman semua dalam rangka HUT SMA 1 Sumbawa Besar. Ini kegiatan yang sangat positif untuk menjalin silaturahim sekaligus berolahraga dengan santai," ujar Abdul Rafiq.

Terkait kehadiran stan kreatif alumni, Abdul Rafiq memberikan catatan optimis agar UMKM ini tidak mandek sebagai pengisi acara musiman saja.

"Berkaitan dengan UMKM dari alumni hari ini, mereka memperkenalkan produk-produk lokal yang luar biasa. Tinggal kita kemas saja dengan baik. Saya tidak mau UMKM ini hanya muncul saat momen seperti ini saja. Saya maunya UMKM lokal kita tumbuh besar, berkembang, dan menjadi potensi ekonomi yang sangat luar biasa ke depannya," tegasnya penuh harap.

Ulang tahun ke-67 ini menjadi bukti betapa kuatnya ikatan historis SMAN 1 Sumbawa dengan kemajuan daerah. Sederet tokoh penting turut hadir dan membaur menyusuri rute jalan sehat, di antaranya Jajaran Pemda Asisten 1 Jay Kusuma S.Sos, Staf Ahli Bupati Agus Mustamin, S.Sos.M.Si para Kepala Perangkat Daerah.

Komite & Sektor Tenaga Kerja hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Khairuddin, S.E., yang juga bertindak sebagai Ketua Komite SMAN 1 Sumbawa bersama jajaran pengurus komite lainnya.

Sektor Olahraga & Kepemudaan hadir Kepala Bidang Olahraga Dispopar Sumbawa, Iwan Setiawan SP.M.Si serta pengurus KONI Kabupaten Sumbawa seperti Doktor Rusdianto, dr. Abdul Ma'ruf Rahmat, SP.

Legislatif & Mitra Daerah: Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Dmitri, S.H., M.H., perwakilan KCD Dikbud Sumbawa, Ketua PGRI Kabupaten Sumbawa A Yani serta perwakilan dari Pramuka Daerah.

Ulang tahun ke-67 SMAN 1 Sumbawa Besar sukses mengirimkan pesan kuat ke tengah masyarakat: bahwa pendidikan yang maju harus berjalan beriringan dengan fisik yang sehat, silaturahmi yang erat, serta kepedulian terhadap kemandirian ekonomi lokal. Selamat Ulang Tahun, SMANIKA Sumbawa! Smanika Dikenang Prestasi Cemerlang!(AM)

]]>
Sat, 30 May 2026 08:10:11 +0800 amr
Pemprov NTB Dorong Produk Lokal Melalui Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Program MBG https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-produk-lokal-melalui-pemberdayaan-bumdes-dan-koperasi-jadi-tulang-punggung-program-mbg https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dorong-produk-lokal-melalui-pemberdayaan-bumdes-dan-koperasi-jadi-tulang-punggung-program-mbg Pemprov NTB Dorong Produk Lokal Melalui Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi Jadi Tulang Punggung Program MB

Mataram,Amarmedia.co.id (29 Mei 2026 ) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, saat menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Memperkuat Sinergi Ekonomi Kerakyatan melalui Fasilitasi dan Sosialisasi Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi dalam Penguatan Rantai Pasok, Sistem Keamanan Pangan dan Kepatuhan Terhadap SOP Program MBG yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala SPPG, koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), mitra, serta yayasan se-NTB.

Sekda Abul Chair menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan fasilitasi dan sosialisasi program MBG yang dinilai menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Program MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi merupakan investasi besar bangsa untuk masa depan generasi Indonesia,” ujar Abul Chair.

Dirinya menegaskan, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, namun juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, hingga distribusi lokal dalam satu ekosistem ekonomi daerah.

“Program ini memiliki efek ganda, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan masyarakat. Dana program diharapkan berputar langsung di masyarakat sehingga menciptakan dampak ekonomi yang luas,” katanya.

Menurutnya, Pemprov NTB mendorong agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat lokal melalui penguatan rantai pasok daerah agar produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah oleh produk dari luar daerah.

Hingga Mei 2026, pelaksanaan MBG di NTB tercatat telah memiliki 842 SPPG, dengan 733 unit aktif. Program tersebut melibatkan lebih dari 4.300 penyedia lokal, menyerap lebih dari 39 ribu tenaga kerja, dan menjangkau sekitar 1,9 juta penerima manfaat.

Sekda Abul Chair juga menekankan tiga hal utama dalam pelaksanaan program, yakni penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan kualitas pangan, serta disiplin terhadap SOP dan tata kelola program.

“Produk MBG harus dikenal sehat, higienis, aman, dan terpercaya. Karena itu, keamanan pangan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sekda Abul Chair menambahkan, visi pembangunan NTB Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur dan Mendunia harus diwujudkan melalui pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa, petani, nelayan, perempuan, dan generasi muda.

“MBG harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas generasi muda, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperkuat kemandirian pangan daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (Purn) Sony Sanjaya, menyampaikan bahwa tujuan utama Program MBG adalah pemenuhan gizi bagi kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, dan santri, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.

“Pemerintah memperhatikan pemenuhan gizi sejak janin dalam kandungan untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sony menegaskan bahwa MBG juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ekonomi kerakyatan sehingga supplier lokal harus menjadi prioritas utama.

“Manfaat ekonomi program ini jangan sampai mengalir keluar daerah. Supplier lokal harus diutamakan agar perputaran ekonomi terjadi di masyarakat setempat,” katanya.

Secara nasional, program MBG telah memverifikasi 29.476 tenaga kerja dan mempekerjakan lebih dari 27 ribu pekerja. Provinsi NTB terdapat 853 SPPG terverifikasi dengan 828 unit telah operasional dan menyerap lebih dari 40.117 tenaga kerja.

Khusus di NTB, program MBG telah melibatkan sekitar 4.457 supplier yang terdiri dari koperasi, BUMDes, UMKM, dan supplier lainnya, dengan UMKM menjadi kelompok terbesar yang terlibat.

“Program ini harus menjadi momentum membangkitkan produksi pangan lokal seperti telur, sayur, ikan, dan berbagai bahan pangan lainnya,” jelasnya.

Sony juga menekankan pentingnya menjaga kualitas barang dan kepatuhan harga sesuai HET, serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Tahun kedua program difokuskan pada peningkatan kualitas dan kepatuhan standar. Kepala SPPG harus aktif melakukan pengawasan terhadap mitra,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa mitra wajib melanjutkan proses sertifikasi dan pemenuhan standar kesehatan dalam 30 hari pertama operasional. Jika standar tidak dipenuhi, operasional dapat disuspend sementara untuk dilakukan evaluasi lanjutan.

Selain itu, standar keselamatan seperti instalasi dan penggunaan gas juga wajib dipenuhi demi menjamin keamanan operasional program.

Sony menyebutkan, pemerintah saat ini menggelontorkan anggaran MBG di NTB sekitar Rp27,7 miliar per hari, dengan Lombok Timur menjadi daerah terbesar penerima distribusi anggaran sebesar Rp8,3 miliar, disusul Lombok Tengah Rp6,2 miliar dan Lombok Barat Rp3,9 miliar.

Sekitar Rp4 miliar per hari dari anggaran tersebut diserap untuk tenaga kerja sebanyak 40.100 orang sehingga menciptakan efek perputaran ekonomi di masyarakat melalui konsumsi kebutuhan sehari-hari.

“MBG adalah penggerak ekonomi tingkat bawah atau ekonomi kerakyatan. Karena itu seluruh pihak harus memahami dan menyampaikan dampak besar program ini kepada masyarakat secara benar,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pangan yang sehat, aman, mandiri, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera. (AM/Kominfotik)

]]>
Fri, 29 May 2026 21:54:07 +0800 amr
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Sekda Budi Prasetiyo: Pemerintah Daerah Siap Bersinergi Berantas Narkoba di Sumbawa https://amarmedia.co.id/hadiri-pemusnahan-barang-bukti-narkotika-sekda-budi-prasetiyo-pemerintah-daerah-siap-bersinergi-berantas-narkoba-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/hadiri-pemusnahan-barang-bukti-narkotika-sekda-budi-prasetiyo-pemerintah-daerah-siap-bersinergi-berantas-narkoba-di-sumbawa Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Sekda Budi Prasetiyo: Pemerintah Daerah Siap Bersinergi Berantas Narkoba di Sumbawa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 29 Mei 2026 — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa yang berlangsung di Mapolres Sumbawa pada Jumat (29/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov perwakilan Kejaksaan Negeri Sumbawa, Pengadilan Negeri Sumbawa, BNNK Sumbawa, tokoh agama, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Kapolres Polres Sumbawa menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas peredaran narkotika yang semakin marak di wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Selain menunjukkan komitmen Polres Sumbawa terkait peredaran narkoba yang marak di Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya memenuhi petunjuk dari Jaksa Penuntut Umum agar barang bukti segera dimusnahkan,” ungkap Kapolres Sumbawa.

Polres Sumbawa menjelaskan, total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan memiliki berat netto sebesar 859,65 gram. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,83 gram disisihkan untuk pembuktian di persidangan dan 0,45 gram untuk kepentingan pemeriksaan Balai POM. Sehingga barang bukti yang dimusnahkan pada hari itu mencapai 845,37 gram.

Pihak kepolisian juga mengungkapkan keprihatinan atas keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus tersebut. Salah satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar dan berasal dari Kabupaten Dompu.

“Kami sangat menyayangkan anak-anak di bawah umur terlibat dalam kegiatan terlarang seperti ini. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” lanjutnya.

Kehadiran Sekda Sumbawa dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap upaya pemberantasan narkoba. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berkomitmen memperkuat sinergi dalam menekan peredaran narkotika demi menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Polres Sumbawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk Forkopimda, BNNK, tokoh agama, dan media massa yang turut menyuarakan pentingnya perang melawan narkoba di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Fri, 29 May 2026 21:47:08 +0800 amr
Pemprov bersama KONI Matangkan Persiapan PORPROV XII NTB 2026 Targetkan Masuk Lima Besar PON 2028 https://amarmedia.co.id/pemprov-bersama-koni-matangkan-persiapan-porprov-xii-ntb-2026-targetkan-masuk-lima-besar-pon-2028 https://amarmedia.co.id/pemprov-bersama-koni-matangkan-persiapan-porprov-xii-ntb-2026-targetkan-masuk-lima-besar-pon-2028 Pemprov bersama KONI Matangkan Persiapan PORPROV XII NTB 2026, Targetkan Masuk Lima Besar PON 2028

Mataram,Amarmedia.co.id -  29 Mei 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama KONI NTB terus mematangkan persiapan pelaksanaan PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai langkah strategis menuju PON 2028. Hal tersebut mengemuka dalam rapat persiapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, didampingi Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, jajaran panitia, serta para pemangku kepentingan di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Jumat (29/05).

Sekda NTB Abul Chair menegaskan bahwa PORPROV XII NTB bukan sekadar ajang olahraga, tetapi momentum penting pembinaan atlet menuju target NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.

“Prestasi tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan yang konsisten, serta kolaborasi seluruh elemen agar NTB mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Abul Chair.

Dirinya menambahkan, selain sukses penyelenggaraan dan prestasi, PORPROV XII NTB juga diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan citra NTB sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional.

Sementara itu Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyampaikan PORPROV XII NTB Tahun 2026 akan menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet daerah menuju PON 2028.

“PORPROV XII NTB menjadi momentum penting untuk memetakan kekuatan atlet NTB menuju PON 2028. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi proses pembinaan jangka panjang,” katanya.

PORPROV XII NTB dijadwalkan berlangsung pada 16-24 Juli 2026 dan ditutup pada 25 Juli 2026. Sebanyak 51 cabang olahraga dengan 758 nomor pertandingan akan dipertandingkan, meningkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Total peserta mencapai sekitar 6.089 orang dari seluruh kabupaten/kota di NTB.

Untuk mendukung tata kelola yang modern dan transparan, proses pendaftaran atlet untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi digital “SPORTA”. Saat ini proses verifikasi administrasi atlet ditargetkan rampung pada 10 Juni 2026.

Venue pertandingan tersebar di sejumlah daerah, yakni Kota Mataram 33 cabang olahraga, Lombok Barat 5 cabang olahraga, Lombok Tengah 9 cabang olahraga, Lombok Timur 3 cabang olahraga, Lombok Utara 1 cabang olahraga, dan Sumbawa Barat 3 cabang olahraga.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan agenda kirab api obor PORPROV XII NTB yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juli 2026 dari Sangiang, Kota Bima. Kirab akan melewati kantor bupati dan walikota Provinsi NTB dengan melibatkan 66 personel tim sepeda dan atlet serta mendapat pengawalan dari patroli lalu lintas, Satpol PP, dan panitia pelaksana sebelum tiba di Pendopo Gubernur NTB.

KONI NTB turut menyampaikan kebutuhan anggaran PORPROV XII NTB sebesar Rp15 miliar yang bersumber dari hibah Pemprov NTB melalui KONI NTB sebesar Rp10 miliar dan dukungan sponsorship Rp5 miliar.

Di sisi lain, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda menekankan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dan soliditas pembinaan olahraga menjelang PON 2028.

“Stabilitas organisasi sangat penting agar fokus pembinaan atlet dan persiapan menuju PON 2028 tidak terganggu,” ujarnya.

Pemprov NTB bersama KONI NTB mengajak seluruh masyarakat, media, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendukung sukses PORPROV XII NTB Tahun 2026 sebagai bagian dari langkah besar NTB menuju prestasi nasional pada PON 2028.(AM/Diskominfotik)

]]>
Fri, 29 May 2026 15:21:16 +0800 amr
Forum Advokat Sumbawa Bersatu Dukung Tegas Pemkab Berantas Ilegal Logging di Batulanteh: Jangan Wariskan Bencana! https://amarmedia.co.id/forum-advokat-sumbawa-bersatu-dukung-tegas-pemkab-berantas-ilegal-logging-di-batulanteh-jangan-wariskan-bencana https://amarmedia.co.id/forum-advokat-sumbawa-bersatu-dukung-tegas-pemkab-berantas-ilegal-logging-di-batulanteh-jangan-wariskan-bencana SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Forum Advokat Sumbawa Bersatu (FASB) secara tegas memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa dan jajaran Forkopimda dalam menertibkan aktivitas ilegal logging di wilayah Batulanteh.

Ketua Forum Advokat Sumbawa Bersatu, Ahmadul Kusasi, S.H., dalam keterangannya Jumat 29 Mei 2026 menyampaikan bahwa langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh Pemkab Sumbawa merupakan tindakan krusial untuk menyelamatkan ekosistem di wilayah tersebut.

"Kami dari Forum Advokat Sumbawa Bersatu mendukung penuh program penghijauan dan langkah tegas Bupati Sumbawa dalam memberantas praktik ilegal logging di Batulanteh. Jangan sampai kita mewariskan bencana bagi anak cucu kita hanya demi keuntungan segelintir pihak," tegas Ahmadul Kusasi.

Ahmadul menekankan bahwa wilayah hutan Batulanteh memiliki kedudukan yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Kawasan tersebut merupakan sumber utama mata air bagi Perumdam Batulanteh yang melayani kebutuhan air bersih warga Sumbawa.

"Hutan Batulanteh adalah jantung sumber air kita. Jika terus dibiarkan dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sumbawa. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ahmadul mengapresiasi langkah tegas Pemkab yang melibatkan Forkopimda dalam melakukan penertiban, termasuk penghentian operasional alat berat dan pengamanan kayu hasil temuan yang tidak memiliki kejelasan izin.

Terkait dengan instruksi Pemkab yang membuka ruang bagi pemilik kayu untuk melakukan klarifikasi, pihak FASB juga mendesak agar proses ini dikawal ketat oleh aparat penegak hukum. Mereka berharap proses verifikasi dokumen tidak menjadi celah bagi oknum untuk melegalkan sesuatu yang sejak awal sudah melanggar aturan.

"Kami mendukung penuh upaya Pemkab yang transparan dalam proses identifikasi ini. Namun, kami minta aparat penegak hukum untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan lindung tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkasnya.

FASB berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas demi memastikan kelestarian lingkungan dan kepastian hukum tetap terjaga di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 29 May 2026 11:08:23 +0800 amr
Aliansi LSM Menggugat Surati DPRD Sumbawa, Tuntut PT Intam Beri Kompensasi Jalan Masyarakat https://amarmedia.co.id/aliansi-lsm-menggugat-surati-dprd-sumbawa-tuntut-pt-intam-beri-kompensasi-jalan-masyarakat https://amarmedia.co.id/aliansi-lsm-menggugat-surati-dprd-sumbawa-tuntut-pt-intam-beri-kompensasi-jalan-masyarakat Aliansi LSM Menggugat Surati DPRD Sumbawa, Tuntut PT Intam Beri Kompensasi Jalan Masyarakat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Aliansi LSM Menggugat Kabupaten Sumbawa melayangkan surat permohonan audiensi kepada Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa pada Kamis, 21 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas laporan dan surat kuasa bersama dari masyarakat terkait penggunaan akses jalan pribadi oleh PT Intam tanpa adanya kompensasi.

Perwakilan Aliansi LSM Menggugat PT Intam Kabupaten Sumbawa Muhammad Taufan, menyampaikan kepada awak media bahwa jalan yang dilewati oleh perusahaan tersebut dibangun secara manual menggunakan anggaran pribadi oleh pemilik lahan atau masyarakat pada tahun 2017 lalu.

Kronologi Penggunaan Jalan Akses

Dijelaskannya bahwa jalan yang menjadi objek sengketa ini terletak di Desa Lebin, Kecamatan Ropang. Akses jalan tersebut membentang dari titik nol lokasi Pemanti hingga ke Eban/Talemir, yang merupakan titik lokasi operasional PT Intam.

"Kurang lebih selama 9 tahun, terhitung dari tahun 2017 sampai saat ini, jalan tersebut digunakan oleh PT Intam menuju wilayah pengeboran tempat perusahaan mereka beroperasi yang dimulai pada tahun 2026 ini," ujar Muhammad Taufan.

 

Aliansi LSM Menggugat sangat menyayangkan sikap PT Intam yang dinilai tidak bertanggung jawab kepada masyarakat selaku pemilik jalan. Hingga saat ini, pihak perusahaan dianggap tidak memiliki iktikad baik untuk memberikan kompensasi atas penggunaan jalan atau lahan tersebut.

Taufan menegaskan bahwa tindakan ini bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 43 Ayat 2, secara tegas dinyatakan:

"Jalan khusus tidak boleh digunakan untuk lalu lintas umum kecuali dengan izin penyelenggara Jalan khusus atau pemilik jalan."ungkapnya.

Desak DPRD Panggil Bupati hingga Kapolres untuk Cegah Konflik

Upaya permohonan audiensi ini dilakukan oleh Aliansi LSM Menggugat guna meminimalisir potensi yang dapat mengarah pada konflik horizontal di tengah masyarakat.

Melalui agenda audiensi yang akan digelar nantinya, pihak aliansi meminta dan berharap penuh kepada Ketua DPRD Sumbawa atau komisi terkait yang membidangi masalah ini untuk bersikap tegas dengan memanggil seluruh pihak berwenang.

Pihak-pihak yang didesak untuk dihadirkan antara lain Bupati Sumbawa,Kapolres Sumbawa,Kepala Bagian (Kabag) terkait tambang dan pembangunan, Camat Ropang, Kepala Desa Lebin, Manajemen PT Intam.

"Masyarakat berharap wakil rakyat dapat memediasi persoalan ini secara objektif agar hak-hak warga Desa Lebin selaku pemilik jalan dapat segera terpenuhi" pungkas Taufan.(AM)

]]>
Thu, 28 May 2026 10:39:19 +0800 amr
Ismail dan Pelajaran Besar tentang Kesabaran https://amarmedia.co.id/ismail-dan-pelajaran-besar-tentang-kesabaran https://amarmedia.co.id/ismail-dan-pelajaran-besar-tentang-kesabaran Ismail dan Pelajaran Besar tentang Kesabaran

Oleh Asmediati 

 

ANAK manakah yang kesabarannya begitu besar layaknya Ismail kecil ketika ia hendak disembelih sang ayah atas perintah Tuhan melalui mimpi?

 

“Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu,” kata Ibrahim.

 

“Benarkah, Ayah?”

 

“Benar. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”

 

Tanpa protes mengapa dirinya yang harus dikurbankan, mengapa bukan ayahnya saja yang lebih tua usianya, Ismail menjawab dengan mantap:

 

“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

 

Masyaallah!

 

Bulu kuduk saya merinding ketika membaca ulang dan merenungi QS. As-Saffat ayat 99—113 tentang kisah penyembelihan Ismail oleh sang ayah, Ibrahim.

 

Namun, benarkah Ismail, anak yang tampan, santun, dan baik budi itu disembelih?

 

Tidak!

 

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. As-Saffat: 107)

 

Allah menggantinya dengan seekor sembelihan besar yang kemudian disembelih Ibrahim. Sembelihan itu disebut besar karena menjadi tebusan bagi Ismail, termasuk ibadah yang agung, dan menjadi sunnah kurban yang terus berlangsung hingga hari kiamat.

 

Yang mengagumkan dalam kisah ini bukan hanya ketaatan Ibrahim, melainkan juga ketundukan Ismail. Ketika ayahnya menyampaikan mimpi tersebut, Ismail tidak membantah, tidak menangis ketakutan, tidak pula mempertanyakan keadilan Tuhan. Ismail justru meminta ayahnya menjalankan perintah Allah.

 

Ismail mengatakan bahwa dirinya termasuk orang-orang yang sabar. Dialog itu menunjukkan hubungan ayah dan anak yang dibangun di atas iman, cinta, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

 

Jika diselami lebih jauh, tafsir atas kisah Ibrahim dan Ismail memperlihatkan bahwa pengorbanan terbesar sesungguhnya bukanlah darah atau daging, melainkan keikhlasan hati dalam menaati Allah.

 

Ibrahim rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya: seorang anak yang telah lama dinantikannya setelah bertahun-tahun tidak memperoleh keturunan. Sementara Ismail rela menyerahkan hidupnya demi memenuhi perintah Tuhan.

 

Pada titik itulah keduanya mencapai derajat keimanan yang sangat tinggi.

 

Ketika proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah menggantikan Ismail dengan seekor kibas putih bertanduk besar. Peristiwa itu menjadi simbol kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang taat. Allah tidak menghendaki manusia mengorbankan anaknya, tapi menguji ketulusan iman mereka.

 

Kisah ini juga mengajarkan bahwa ujian hidup sering datang melalui sesuatu yang paling kita cintai. Jabatan, harta, keluarga, perasaan, bahkan ego diri dapat menjadi penghalang menuju ketaatan jika tidak ditempatkan dalam kerangka ibadah kepada Allah.

 

Maka, menjadi tepatlah bahwa Iduladha bukan sekadar prosesi sakral menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha adalah momentum menyembelih sifat tamak, kesombongan, keangkuhan, dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.

 

Sebab, tidak sedikit manusia yang merasa semua yang dimilikinya adalah hasil keringat dan kerja kerasnya semata. Jabatan membuat lupa diri. Kekayaan melahirkan kesombongan. Kepandaian membuat seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain.

 

Padahal, semua hanyalah titipan Allah.

 

Hari ini seseorang dipuji, esok bisa saja dicela. Hari ini seseorang kaya raya, besok mungkin jatuh miskin. Hari ini seseorang sehat dan kuat, esok dapat terbaring lemah tanpa daya.

 

Tidak ada yang benar-benar abadi dalam hidup manusia selain Allah sendiri.

 

Hamka, dalam buku “Dari Lembah Cita-Cita” menulis: "Besar manusia dengan akal dan budinya memang. Tetapi Allah lebih besar. Berapa kali dinyatakan kisah raja-raja yang terdahulu di dalam Al-Qur’an, tentang besar kekuasaannya dan gagah perkasanya, sejak daripada Namrud lalu kepada Fir’aun, dinyatakan kegagahannya Haman yang disuruh Fir’aun membina mercu yang amat tinggi untuk memanah Tuhan. Kisah Qarun yang kaya raya, diterangkan pula Irama Zatil ‘Imad, Tsamud, ‘Ad, dan beberapa kekuasaan yang lain-lain, diterangkan kerajaan yang naik dan runtuh. Semuanya datang dan semuanya hancur dan musnah, sehingga yang tinggal hanya sebutannya saja lagi. Dan selalu ternyata Allah juga yang Maha Besar, Allahu Akbar.”

 

Demikianlah, manusia tidak pantas angkuh. Apa yang kita miliki sesungguhnya hanyalah titipan sementara. Anak adalah titipan. Harta adalah titipan. Jabatan adalah titipan. Bahkan tubuh dan umur kita pun titipan yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali oleh pemilik-Nya.

 

Ibrahim dan Ismail telah memberi teladan tentang bagaimana menghadapi titipan itu dengan ikhlas.

 

Setiap manusia akan diuji dengan ujiannya masing-masing. Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan kehilangan, ada pula yang diuji dengan kelimpahan. Seringan atau seberat apa pun ujian itu, yang lulus adalah mereka yang mampu bersabar dan tetap percaya kepada Tuhan.

 

Dan, ujian paling berat sesungguhnya adalah ujian kesabaran.

 

Betapa sulit menahan diri ketika hati sedang marah. Betapa berat memilih diam ketika dihina. Betapa susah menahan emosi ketika diperlakukan tidak adil. Dalam keadaan seperti itulah kesabaran diuji.

 

Kadang-kadang manusia ingin melawan, ingin membalas, ingin memberontak kepada keadaan. Namun, orang-orang yang matang jiwanya memilih menahan diri, merenungi setiap persoalan, lalu menyerahkannya kepada Allah dengan hati yang lapang.

 

Sabar bukan berarti lemah. Sabar justru menunjukkan kekuatan batin seseorang.

 

Ismail kecil telah memperlihatkan teladan itu. Dalam usia yang masih belia, ia mampu menerima ujian besar dengan hati yang tenang. Ia tidak egois memikirkan dirinya sendiri. Ia tidak memaksa ayahnya membatalkan perintah Tuhan demi keselamatan dirinya. Ia memilih taat dan ikhlas.

 

Di situlah letak kemuliaannya.

 

Semangat Ibrahim dan Ismail mengajarkan bahwa iman sejati menuntut keberanian untuk taat meskipun harus berkorban besar. Sebab, kurban yang paling sulit sesungguhnya bukan menyembelih hewan, melainkan menyembelih ego, kesombongan, dan keakuan dalam diri sendiri.

Iduladha adalah momentum refleksi, bukan sekadar perayaan tahunan. Pengorbanan Ibrahim dan kesabaran Ismail menjadi cermin dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Lebih jauh lagi, Iduladha adalah jalan pembentukan jiwa yang lebih arif, rendah hati, dan lebih dekat dengan nilai-nilai kemanusiaan.[AM]

]]>
Wed, 27 May 2026 20:35:30 +0800 amr
"Idul Adha 1447 H di Masjid Jamik Annur Samapuin: Menyembelih Ego dan Memperkokoh Ukhuwah Umat" https://amarmedia.co.id/idul-adha-1447-h-di-masjid-jamik-annur-samapuin-menyembelih-ego-dan-memperkokoh-ukhuwah-umat https://amarmedia.co.id/idul-adha-1447-h-di-masjid-jamik-annur-samapuin-menyembelih-ego-dan-memperkokoh-ukhuwah-umat "Idul Adha 1447 H di Masjid Jamik Annur: Menyembelih Ego dan Memperkokoh Ukhuwah Umat"

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang syahdu menyelimuti Masjid Jamik Annur, Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa. Ratusan umat Muslim berkumpul dengan penuh khidmat untuk melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H yang jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

Pelaksanaan ibadah tahunan ini berjalan d

dengan khusyuk, bertindak sebagai Imam adalah Ustadz Mustandarman A. Manaf, sedangkan Khutbah Idul Adha disampaikan oleh Ustadz Salim. Sebelum shalat dimulai, jamaah juga mendengarkan sambutan hangat dari Bupati Sumbawa.

Sambutan Bupati Sumbawa: Momentum Saling Menguatkan dan Berbagi

Sebelum shalat didirikan, Pengurus Masjid Jamik Annur Syafruddin Hasan membacakan sambutan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP. Bupati Sumbawa mengajak seluruh masyarakat untuk memetik hikmah dari kisah Nabi Ibrahim AS tentang pengorbanan dan keikhlasan yang tulus kepada Allah SWT.

"Jika Idul Fitri mengajarkan kita untuk selalu saling memaafkan, maka Idul Adha mengajarkan kita untuk saling menguatkan dan berbagi. Pastikan tidak ada saudara kita yang merasa ditinggalkan pada hari yang mulia ini," ujar Bupati.

Kepada jamaah, Bupati juga memaparkan kilas balik roda pemerintahan. Memasuki tahun kedua kepemimpinannya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI. Beliau menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot 12 program unggulan dan program prioritas demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sumbawa.

Tak lupa, Bupati mengajak jamaah mendoakan 330 jamaah haji asal Kabupaten Sumbawa yang saat ini sedang menunaikan ibadah di tanah suci. "Mari kita doakan semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur," tambahnya.

Setelah Shalat Id didirikan, Ustadz Salim naik ke mimbar menyampaikan khutbah yang menggetarkan hati jamaah. Beliau mengingatkan bahwa esensi Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan momentum menyembelih sifat kesombongan, ketamakan, dan hawa nafsu yang ada di dalam dada.

"Hari ini kita diingatkan bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak harta yang kita miliki, tetapi seberapa besar kita tunduk kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS telah mencontohkan bagaimana cinta kepada Allah berada di atas segala-galanya, bahkan di atas cintanya kepada putra kandungnya," urai Ustadz Salim yang juga pegawai ASN di Kantor Kemenag Kabupaten Sumbawa.

Beliau memberikan otokritik yang mendalam bagi kehidupan modern saat ini, di mana banyak orang tua yang rela berkorban demi urusan duniawi anaknya, namun abai terhadap kehidupan akhirat mereka.

"Banyak orang tua yang berat membangunkan anaknya untuk shalat Subuh, rela menggadaikan agama demi kesenangan dunia. Ingatlah, anak dan harta hanyalah titipan, sedangkan Allah adalah tujuan akhir kita. Semua yang kita cintai—rumah, kendaraan, jabatan—akan kita tinggalkan, hanya amal saleh yang akan menemani kita di alam kubur," tegas Sang Khatib.

 

Di akhir khutbahnya, Ustadz Salim mengajak jamaah untuk segera berbenah dan memperbaiki kualitas ibadah tanpa menunda-nunda waktu. "Perbaikilah shalat kita, lembutkan hati dengan dzikir dan Al-Qur'an, dan hidupkan kembali rumah kita dengan cahaya iman."

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Jamik Annur Kelurahan Samapuin ini ditutup dengan doa bersama yang berlangsung khidmat dan penuh haru, dilanjutkan dengan bersalam-salaman antar jamaah dan pengumuma lomba Takbiran Keliling sebelum prosesi penyembelihan hewan qurban dimulai. (AM)

]]>
Wed, 27 May 2026 15:11:59 +0800 amr
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Selamat atas Prestasi Pemerintah Kabupaten Sumbawa Meraih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan NTB https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-atas-prestasi-pemerintah-kabupaten-sumbawa-meraih-opini-wtp-dari-bpk-ri-perwakilan-ntb https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-atas-prestasi-pemerintah-kabupaten-sumbawa-meraih-opini-wtp-dari-bpk-ri-perwakilan-ntb Wed, 27 May 2026 12:10:45 +0800 amr Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-abdul-rafiq-sh-msi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/ketua-dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-abdul-rafiq-sh-msi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Wed, 27 May 2026 12:07:34 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ridwan SP.MSi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ridwan-spmsi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ridwan-spmsi-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Wed, 27 May 2026 12:05:04 +0800 amr Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD kabupaten Sumbawa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/ketua-fraksi-pdi-perjuangan-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/ketua-fraksi-pdi-perjuangan-dprd-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:49:04 +0800 amr Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Muhammad Zain SIP Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-muhammad-zain-sip-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:46:54 +0800 amr Juliansyah SE Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/juliansyah-se-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/juliansyah-se-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:29:41 +0800 amr H Zohran SH Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-mengucapkan-selamat-hari-raya-idul-adha-1447-h Tue, 26 May 2026 21:25:08 +0800 amr GEMA TAKBIR MEMBAHANA: Gersam 02 Cetak Sejarah Baru di Malam Idul Adha 1447 H Kelurahan Samapuin! https://amarmedia.co.id/gema-takbir-membahana-gersam-02-cetak-sejarah-baru-di-malam-idul-adha-1447-h-kelurahan-samapuin https://amarmedia.co.id/gema-takbir-membahana-gersam-02-cetak-sejarah-baru-di-malam-idul-adha-1447-h-kelurahan-samapuin GEMA TAKBIR MEMBAHANA: Gersam 02 Cetak Sejarah Baru di Malam Idul Adha 1447 H Kelurahan Samapuin!

SAMAPUIN.Amarmedia.co.id – Gema takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang dahsyat memecah keheningan malam di Kelurahan Samapuin. Pada Selasa malam (26/05/2026), Ratusan warga tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan dan mengikuti perhelatan akbar Gema Malam Takbir Keliling Hari Raya Idul Adha 1447 H. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Masjid Jamik Annur Kelurahan Samapuin dan pemuda-pemudi progresif yang tergabung dalam Gersam 02 ini berhasil menciptakan atmosfer religius yang megah dan penuh semarak.

Mengusung tema mendalam, "Malam Takbiran Penuh Berkah, Menyambut Kemenangan dengan Hati yang Suci", kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga momentum pemersatu umat sekaligus menjadi sejarah baru yang dinantikan masyarakat setempat.

Sejarah Baru yang Menggetarkan Samapuin

Keberhasilan acara ini menuai apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Ketua Takmir Masjid Jami' Annur Kelurahan Samapuin, Andi Putra Irawan, dengan nada haru dan bangga mengungkapkan bahwa malam ini adalah tonggak sejarah baru bagi wilayah tersebut.

"Alhamdulillah, sukses berjalannya takbir keliling yang pertama ini. Mungkin ini sejarah baru di Kelurahan Samapuin, baru pertama kali terjadi hal semegah ini," ungkap Andi Putra Irawan penuh syukur.

Ia menambahkan bahwa ide besar ini lahir dari Pengurus Masjid Jami' Annur yang kemudian disambut dengan sangat cerdas dan responsif oleh Remaja Masjid (Remas) dan Generasi Samapuin (Gersam) 02.

"Mereka mampu menangkap dengan sempurna apa yang kami maksud dan harapkan. Insya Allah, kegiatan syiar Islam ini akan kami agendakan rutin setiap tahunnya. Kami optimis, gerakan positif dari Samapuin ini akan menginspirasi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa," tambahnya optimis.

Lautan Manusia dan Antusiasme yang Membakar Semangat

Meskipun waktu persiapan tergolong sangat singkat, kekompakan panitia patut diacungi jempol. Ketua Panitia Kegiatan, Ragil Catur Pamungkas (warga RT 01 RW 02), membeberkan bahwa kerja keras timnya berbuah manis.

"Persiapan kami tidak lama, sejak dibentuk tanggal 22 Mei lalu. Namun dengan semangat gotong royong, Alhamdulillah malam ini acara terselenggara dengan luar biasa sukses," ujar Ragil.

Detail Kegiatan Gema Malam Takbir 1447 H Penyelenggara adalah Gersam 02, Remas, & Pengurus Masjid Jami' Annur 

dengan peserta sekitar 200 orang dari unsur Generasi muda (mulai dari TK, PAUD, hingga anak-anak SD) dengan Rute Pawai Start dari Taman Talud RT 02 mengitari sepanjang jalan Protokol dan Jalan Pendidikan dan Finish di Taman Talud 

Pelepasan peserta takbir keliling berlangsung sangat meriah oleh jajaran pengurus LPM, Kelurahan, Takmir Masjid, Dan Tokoh Masyarakat. Anak-anak hingga orang remaja berbaris rapi mengumandangkan takbir dengan penuh semangat. Sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga lokal tampak memadati halaman rumah masing-masing, memberikan senyuman, tepuk tangan, dan dukungan moral yang membuat suasana semakin bergemuruh dan syahdu.

Kemegahan acara ini semakin lengkap dengan hadirnya jajaran tokoh penting dan elemen masyarakat Kelurahan Samapuin yang memberikan dukungan penuh di lokasi acara. Tampak hadir di antaranya Achmad Fachri, SH (Ketua LPM Kelurahan Samapuin) Ketua RW 02 Kelurahan Samapuin beserta seluruh jajaran Ketua RT se-RW 02, Aparat keamanan dari Babinsa dan Polmas Samapuin, Kasi Trantib Kelurahan Samapuin

Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta seluruh jajaran Pengurus Gersam 02.

Sinergi antara pemuda, pengurus masjid, pemerintah kelurahan, dan aparat keamanan malam ini membuktikan bahwa Samapuin siap menjadi pelopor syiar Islam yang damai, sejuk, namun tetap membahana di tingkat nasional.

"Segenap panitia dan pengurus Masjid Jami' Annur Kelurahan Samapuin mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Mari bersihkan hati, raih keberkahan, dan jemput kemenangan yang suci!"pungkas Ragil(AM)

]]>
Tue, 26 May 2026 20:58:30 +0800 amr
Mereka yang Memilih Memaafkan https://amarmedia.co.id/mereka-yang-memilih-memaafkan https://amarmedia.co.id/mereka-yang-memilih-memaafkan Mereka yang Memilih Memaafkan

Oleh Asmediati

MEMINTA maaf adalah perbuatan mulia. Memberi maaf jauh lebih mulia.

Tidak mudah memberi maaf dengan tulus. Hati yang terluka, kecewa, dan marah menjadi penghalang.

Namun, orang-orang yang mampu memberi maaf adalah orang-orang istimewa. Mereka bukan nabi atau wali, tapi mereka memiliki kebeningan hati yang luar biasa.

Allah memiliki sifat pemaaf. Salah satu nama-Nya dalam Asmaul Husna adalah "Al-Ghaffar”, Yang Maha Pengampun.

Jika Allah saja Maha Pemaaf, manusia sebagai hamba seharusnya juga memiliki sifat itu.

Manusia sering kali melakukan kesalahan. Namun, ketika bertobat, Allah selalu membuka pintu maaf-Nya. Jika Allah tidak mengampuni, kepada siapa lagi manusia akan meminta pertolongan?

Maaf bukan perkara mudah. Tapi jika mampu meminta maaf dan memberi maaf, hidup akan lebih tenang.

Marah hanya membawa penyakit. Dendam membuat jiwa gelisah. Hati yang tidak tenang dipenuhi kecemasan dan ketakutan.

Sebaliknya, sifat pemaaf menenangkan jiwa. Langkah menjadi ringan. Hidup terasa lebih lapang.

Dari sisi psikologis, memaafkan memberikan ketenangan batin. 

Studi menunjukkan bahwa orang yang pemaaf memiliki tingkat stres lebih rendah. Mereka juga lebih bahagia karena tidak menyimpan dendam yang membebani hati. 

Melepaskan kemarahan berarti melepaskan beban yang tidak perlu.

Dari sisi kesehatan, memberi maaf berkontribusi pada kesejahteraan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa memendam amarah bisa meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung. 

Sebaliknya, orang yang mampu memaafkan lebih jarang mengalami gangguan tidur, nyeri otot, atau kecemasan kronis.

Dari sisi filosofis, memaafkan adalah bentuk kebijaksanaan. Dalam berbagai tradisi, maaf dianggap sebagai jalan menuju pencerahan. 

Para filsuf dari berbagai zaman mengajarkan bahwa memaafkan bukan hanya soal orang lain, tapi juga sikap membebaskan diri dari belenggu kebencian.

Dari sisi religi, hampir semua agama menekankan pentingnya maaf. 

Islam mengajarkan bahwa Allah Maha Pengampun, dan manusia seharusnya meneladani sifat-Nya. Kristen mengajarkan kasih dan pengampunan seperti yang dicontohkan oleh Yesus Kristus. Buddha mengajarkan bahwa melepaskan dendam adalah langkah menuju nirwana. Hindu meyakini bahwa karma baik datang dari hati yang bersih.

Maaf bukan sekadar kata. Maaf adalah proses panjang yang mendewasakan manusia. Dengan memaafkan, kita tidak hanya meringankan beban orang lain, tapi juga membebaskan diri sendiri dari belenggu amarah dan kebencian.

Alkisah, pada tahun 2022, dunia digemparkan oleh sebuah peristiwa di South Cumminsville, Amerika Serikat.

Malam itu, seorang remaja bernama Suliman Abdul-Mutakallim berjalan pulang dengan membawa sebungkus makanan. Ia tidak menyangka perjalanannya akan menjadi yang terakhir.

Tiga orang tak dikenal mendekatinya. Sebuah tembakan dilepaskan. Peluru bersarang di kepala Suliman. Ia roboh. Dompetnya dirampas, berisi tak lebih dari enam puluh dolar.

Ibunya, Rukiye, terpukul. Ia tidak hanya kehilangan putranya. Ia kehilangan kebahagiaan, kehilangan harapan. Hatinya terkoyak.

Namun, di tengah rasa sakit yang mendalam, ia memilih untuk ikhlas. Baginya, ini adalah kehendak Tuhan.

Tidak hanya itu, Rukiye juga memutuskan untuk memaafkan pembunuh anaknya. Dunia bertambah heboh atas sikap Rukiye.

Di ruang sidang, sesuatu yang luar biasa terjadi. Rukiye datang mendekati pelaku. Ia melakukan Tindakan tidak biasa. Bukan memukul, bukan menampar, bukan menendang, tapi malah memeluk pembunuh anaknya.

Adalah Javon Coulter, remaja empat belas tahun yang menembak Suliman, putra Rukiye, seketika menangis tersedu-sedu dalam pelukan Rukiye. Ia tidak menyangka ibu dari korban akan melakukan hal itu.

Tangis memenuhi ruangan. Seluruh hadirin yang hadir di persidangan itu tak kuat menahan haru. Para veteran hukum yang hadir mengatakan mereka belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Sangat langka.

Bagi Rukiye, anak-anak itu telah terinfeksi penyakit kebencian. Namun, mereka masih muda. Mereka masih bisa diselamatkan. Masih ada harapan untuk mereka menjadi lebih baik di masa depan.

Rukiye juga berjanji akan mengunjungi mereka di penjara. Ia ingin membimbing mereka agar menjadi manusia yang lebih baik.

Rukiye tahu, balas dendam tidak akan mengembalikan Suliman, kekasih hatinya. Namun, dengan memberi maaf, ia berharap tragedi serupa tidak terjadi lagi.

Begitulah. Maaf bukan kelemahan. Maaf adalah kekuatan.

Memaafkan adalah perjuangan. Bukan sekadar melupakan, tetapi menerima dan mengikhlaskan.

Mereka yang mampu memaafkan adalah orang-orang kuat. Orang-orang terpilih. Mereka menolak diperbudak oleh dendam dan amarah.

Mereka memilih kebesaran jiwa. Dan itu adalah kemuliaan sejati.

Momen Hari Raya Iduladha menjadi waktu yang paling indah untuk saling memaafkan. Selain jalan pengurbanan yang telah dilakukan, dalam bentuk apa pun. 

Tradisi saling bermaafan di hari raya bukan sekadar formalitas, tapi ajakan untuk benar-benar membuka lembaran baru.

Iduladha mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pernah berbuat salah, dan setiap orang berhak mendapatkan maaf. 

Dengan saling memaafkan, hati menjadi lebih lapang, hubungan sosial kembali harmonis, dan kehidupan menjadi lebih damai.

Memohon maaf dan memberi maaf adalah salah satu wujud ibadah. Manusia yang paling baik adalah mereka yang tidak hanya menjaga hubungan dengan Allah, tapi juga menjaga hubungan dengan sesama. 

Selamat melaksanakan ibadah kurban. Selamat Iduladha 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.(AM)

]]>
Tue, 26 May 2026 13:26:22 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Kembali Raih Opini WTP, Bukti Nyata Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-kembali-raih-opini-wtp-bukti-nyata-transparansi-dan-akuntabilitas-keuangan-daerah https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-kembali-raih-opini-wtp-bukti-nyata-transparansi-dan-akuntabilitas-keuangan-daerah Pemkab Sumbawa Kembali Raih Opini WTP, Bukti Nyata Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

MATARAM, Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam bidang tata kelola keuangan daerah. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sumbawa.

Predikat tertinggi dalam hasil audit laporan keuangan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan NTB kepada Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov. Prosesi penyerahan berlangsung khidmat di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan NTB, Kota Mataram, pada Senin (25/5/2026).

Acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda NTB, para kepala daerah, serta ketua DPRD dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Usai  menerima dokumen LHP, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sumbawa. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

 “Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Opini WTP ini bukan hanya penghargaan formal, tetapi bukti nyata tanggung jawab kita kepada masyarakat Sumbawa bahwa pengelolaan APBD dilakukan secara baik, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Drs. H. Mohamad Ansori, Senin (25/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan mempertahankan predikat WTP ini tidak boleh membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus menjadi pelecut semangat dan dorongan kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.

Di tempat yang sama, Kepala BPK Perwakilan NTB memberikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Pemkab Sumbawa dinilai sangat kooperatif, disiplin dalam menyajikan pelaporan keuangan, serta konsisten dan responsif dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil pemeriksaan dengan sangat baik.

Dengan diraihnya kembali opini WTP ini, Pemkab Sumbawa membuktikan komitmennya yang berkelanjutan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) demi kesejahteraan seluruh masyarakat Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 20:13:08 +0800 amr
Pemkab Sumbawa Tegaskan Penertiban Kayu di Batulanteh Sesuai Prosedur Hukum dan Libatkan Forkopimda https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-tegaskan-penertiban-kayu-di-batulanteh-sesuai-prosedur-hukum-dan-libatkan-forkopimda https://amarmedia.co.id/pemkab-sumbawa-tegaskan-penertiban-kayu-di-batulanteh-sesuai-prosedur-hukum-dan-libatkan-forkopimda Pemkab Sumbawa Tegaskan Penertiban Kayu di Batulanteh Sesuai Prosedur Hukum dan Libatkan Forkopimda

SUMBAWA,Amarmedia.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menegaskan bahwa langkah penertiban terhadap aktivitas pemanfaatan hasil hutan kayu di wilayah Dusun Punik, Kecamatan Batulanteh, telah dilakukan berdasarkan mekanisme hukum yang sah. Langkah ini diambil melalui koordinasi resmi dan hasil rapat Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan dan Pengamanan Hutan yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi teknis terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil rapat koordinasi Forkopimda yang digelar pada Rabu (20/5/2026). 

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sumbawa Ir H Syarafuddin Jarot MP dan dihadiri oleh Kapolres Sumbawa, Dandim 1607/Sumbawa, Kejaksaan Negeri Sumbawa, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Wilayah IV, Camat Batulanteh, serta unsur terkait lainnya.

 

Dalam rapat koordinasi tersebut, tim memaparkan sejumlah temuan di lapangan hasil pengecekan yang dilakukan sebelumnya. Tim menemukan adanya alat berat yang berpindah lokasi untuk membuka jalan baru guna memperlancar pengangkutan kayu hasil tebangan. Padahal, alat berat tersebut sebelumnya telah dilarang beroperasi dan telah dipasang garis polisi (police line) sejak 11 April 2026. Namun, saat dicek kembali pada 16 Mei 2026, garis polisi ditemukan dalam kondisi rusak atau hilang.

Tim menemukan kayu hasil tebangan di sekitar lokasi bekas penebangan pohon dan di pinggir sungai. Setelah diverifikasi, kayu-kayu tersebut dipastikan berasal dari luar area izin yang sah.

Selama proses pengecekan lapangan oleh Satgas, tidak ada satu pun pihak di lokasi yang mengaku sebagai pemilik kayu maupun alat berat tersebut. Oleh karena itu, proses identifikasi kepemilikan kini dilakukan melalui verifikasi dokumen dan pendalaman oleh pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menegaskan bahwa berdasarkan Surat BKPH Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, tanggal 26 Februari 2026, nomor 522.1/023/P2HPN/BKPH-WIL IV/2026 Perihal Penghentian Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu, yang kemudian dipertegas kembali melalui Surat Bupati Sumbawa, tanggal 27 Februari 2026, nomor 600.4.8.5/214/Ekon-SDA/II/2026, perihal Penegasan Penghentian Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Tanpa Izin dinyatakan bahwa:

pelayanan pemanfaatan hasil hutan kayu di wilayah Batulanteh telah dihentikan;

berita acara verifikasi yang diterbitkan sebelum tahun 2024 telah dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku; serta

seluruh aktivitas pemanfaatan hasil hutan kayu wajib tunduk pada ketentuan hukum dan perizinan yang sah.

Pemkab Sumbawa memastikan bahwa keputusan penghentian operasional alat berat dan pengamanan kayu sitaan ini merupakan keputusan bersama Satgas dan Forkopimda, bukan tindakan sepihak dari individu atau kelompok tertentu. Proses hukum akan terus berjalan, termasuk pendalaman terhadap legalitas lokasi penebangan serta asal-usul kayu.

Sebagai langkah transparansi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa kini membuka ruang pengaduan bagi pihak-pihak yang merasa memiliki kayu tebangan tersebut.

"Dengan adanya pengaduan, maka akan terbuka siapa pemilik kayu tersebut. Selanjutnya, kita bisa memverifikasi lokasi penebangannya secara jelas, apakah legal atau ilegal, untuk kemudian diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas Bupati Sumbawa.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 19:54:02 +0800 amr
Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-bps-dorong-pelaku-usaha-sukseskan-sensus-ekonomi-2026 https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-bps-dorong-pelaku-usaha-sukseskan-sensus-ekonomi-2026 Pemprov NTB dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mataram,Amarmedia.co.id - 25 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi NTB bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mendorong keterlibatan aktif pelaku usaha, UMKM, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terukur dan berbasis data.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB bersama BPS NTB di Ruang Rapat Tambora Kantor Gubernur NTB, Senin (25/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Asisten II Setda NTB H. Lalu Moh. Faozal yang mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kepala BPS NTB Dr. Drs. H. Wahyudin, serta Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin.

Peserta yang hadir sekitar 60 orang berasal dari perangkat daerah, asosiasi pengusaha, pelaku UMKM, media, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga PT Pos Indonesia sebagai bentuk kolaborasi bersama menyukseskan pendataan ekonomi nasional.

Kepala Diskominfotik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, dalam laporannya menegaskan bahwa data statistik yang berkualitas menjadi kebutuhan penting dalam menyusun, mengevaluasi, dan mengarahkan pembangunan daerah menuju visi “NTB Makmur Mendunia”.

Menurut Aka, sapaan akrabnya, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekedar kegiatan pendataan rutin, tetapi menjadi instrumen strategis untuk membaca kekuatan ekonomi daerah, memetakan potensi usaha, serta memastikan kebijakan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Melalui sensus ekonomi, NTB diharapkan memiliki data yang lebih akurat untuk membangun daerah dan memperkuat arah kebijakan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda NTB Lalu Moh. Faozal memaparkan kondisi ekonomi NTB yang dalam beberapa triwulan terakhir menunjukkan tren pertumbuhan positif dan memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi NTB Triwulan I Tahun 2026 mencapai 13,64 persen yang ditopang sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, peternakan, dan pariwisata. Menurutnya, kualitas pertumbuhan tersebut harus dijaga melalui kebijakan yang berbasis data akurat dan kondisi riil masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus didukung data yang benar agar arah kebijakan pembangunan tidak salah sasaran,” katanya.

Faozal juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data secara terbuka, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya.

“Kalau petugas resmi BPS datang, mohon diterima dengan baik dan diberikan data yang sesuai kondisi riil. Karena kualitas data akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS NTB Dr. Drs. H. Wahyudin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Menurutnya, sensus ekonomi menjadi dasar penting untuk memetakan struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangann UMKM, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.

Ia menegaskan bahwa seluruh data responden dijamin kerahasiaannya dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun audit usaha.

“Data masyarakat dilindungi undang-undang dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik serta penyusunan kebijakan pembangunan,” tegas Wahyudin.

Dukungan dunia usaha juga disampaikan Ketua KADIN NTB yang diwakili Ir. Hasmudin. Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan sangat penting dalam memetakan daya saing usaha, membuka peluang pasar baru, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM di NTB.

“Kami ingin data ekonomi NTB benar-benar kuat karena itu akan menjadi dasar lahirnya kebijakan pro usaha dan mendorong UMKM NTB naik kelas,” katanya.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan Ngisi Bareng (Ngibar) Sensus Ekonomi 2026, di mana peserta langsung dipandu tim BPS NTB melakukan simulasi pengisian sensus secara daring maupun pendataan lapangan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku usaha dan asosiasi menyatakan kesiapan mendukung Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya membangun basis data ekonomi NTB yang lebih kuat, akurat, dan terpercaya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang.(Diskominfotik)

]]>
Mon, 25 May 2026 14:06:31 +0800 amr
PC IKA PMII Sumbawa Siap Gelar Muscab III, Panitia Resmi Terbentuk https://amarmedia.co.id/pc-ika-pmii-sumbawa-siap-gelar-muscab-iii-panitia-resmi-terbentuk https://amarmedia.co.id/pc-ika-pmii-sumbawa-siap-gelar-muscab-iii-panitia-resmi-terbentuk PC IKA PMII Sumbawa Siap Gelar Muscab III, Panitia Resmi Terbentuk

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 22 Mai 2026– Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) III yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Kesiapan tersebut disampaikan oleh Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I., NL.P., Ketua Panitia Pelaksana. Ia menyebutkan bahwa pembentukan panitia Muscab III telah dilaksanakan pada Jumat malam, 22 Mei 2026, bertempat di Chiken Chlli Coffe and Resto Samota.

“Alhamdulillah panitia Muscab III PC IKA PMII Sumbawa sudah terbentuk. Ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik hingga pelaksanaan nanti pada pertengahan Juni 2026,” ujar YSB, sapaan Kades Batu Bulan ini.

Menurutnya, Muscab III bukan hanya agenda organisasi semata, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar alumni PMII di Kabupaten Sumbawa.

Ia berharap seluruh alumni PMII dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda tersebut, baik melalui gagasan, dukungan, maupun keterlibatan langsung dalam kegiatan organisasi.

Dalam pertemuan pembentukan panitia tersebut, turut dibahas sejumlah agenda persiapan, mulai dari konsep pelaksanaan, koordinasi internal, hingga teknis pelaksanaan Muscab. Panitia yang telah terbentuk diharapkan segera bekerja secara maksimal agar kegiatan dapat berlangsung sukses dan lancar.

Muscab III PC IKA PMII Sumbawa nantinya akan menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja organisasi, merumuskan arah gerakan alumni ke depan, serta memilih kepengurusan baru periode selanjutnya. (AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 13:18:28 +0800 amr
BEM Fakultas Hukum UTS Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan Bersama Anak Panti Al&Mizan https://amarmedia.co.id/bem-fakultas-hukum-uts-tebar-kepedulian-dan-kebahagiaan-bersama-anak-panti-al-mizan https://amarmedia.co.id/bem-fakultas-hukum-uts-tebar-kepedulian-dan-kebahagiaan-bersama-anak-panti-al-mizan BEM Fakultas Hukum UTS Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan Bersama Anak Panti Al-Mizan

Sumbawa,Amarmedia.co.id  24 Mei 2026 — Suasana penuh kehangatan, tawa, dan kebahagiaan menyelimuti Panti Asuhan Al-Mizan, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (23/5/2026). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman” sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak panti asuhan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI, Ketua BEM Fakultas Hukum UTS Lalu Tirza, jajaran anggota BEM Fakultas Hukum UTS, serta pengasuh Panti Al-Mizan Burhanuddin, S.Ag. Sebanyak kurang lebih 30 anak panti yang berasal dari berbagai daerah seperti Lombok, Sumbawa, hingga Sumba turut meramaikan kegiatan dengan penuh antusias.

Acara diawali dengan sambutan hangat dari pengasuh Panti Al-Mizan, Burhanuddin, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa Fakultas Hukum UTS terhadap anak-anak panti.

“Terima kasih atas kedatangan dan kepedulian adik-adik mahasiswa serta bapak dekan. Kehadiran kalian menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak di sini. Panti ini masih membutuhkan banyak perhatian dan sentuhan para dermawan demi keberlangsungan pendidikan dan kehidupan anak-anak,” ujarnya penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 30 anak yang tinggal di Panti Al-Mizan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Sebagian berasal dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, maupun anak-anak yang membutuhkan pendampingan pendidikan dan kehidupan yang lebih layak. Selain memberikan pendidikan formal dan pembinaan keagamaan, pihak panti juga membekali anak-anak dengan berbagai keterampilan hidup agar mereka mampu mandiri di masa depan.

“Kami berusaha membina anak-anak tidak hanya dalam pendidikan agama dan sekolah formal, tetapi juga keterampilan praktis seperti beternak lele, beternak ayam, dan pelatihan komputer. Harapannya, mereka memiliki bekal keterampilan yang bisa membantu masa depan mereka nantinya,” tambah Burhanuddin.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar agenda sosial biasa, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi mahasiswa Fakultas Hukum.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian Fakultas Hukum terhadap masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan. Kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik dan teori hukum semata, tetapi juga tentang kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap sesama manusia,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar mahasiswa mampu menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati nurani dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Ketua BEM Fakultas Hukum UTS, Lalu Tirza, juga menyampaikan bahwa kegiatan “Senyum Anak Panti” merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi anak-anak panti.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama adik-adik di Panti Al-Mizan. Semoga kegiatan kecil ini bisa memberikan semangat, motivasi, dan senyuman untuk mereka. Karena satu kebaikan kecil bisa menghadirkan seribu senyuman,” tuturnya.

Berbagai kegiatan menarik dan edukatif pun dilaksanakan dalam acara tersebut. Anak-anak panti diajak makan dan menikmati jajanan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Selain itu, mereka juga mengikuti kegiatan menggambar, menulis cita-cita, hingga bernyanyi bersama mahasiswa BEM Fakultas Hukum UTS.

Keceriaan tampak jelas dari wajah anak-anak yang begitu antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai setiap sesi kegiatan. Beberapa anak bahkan dengan percaya diri membacakan cita-cita mereka di hadapan peserta kegiatan.

Tidak sedikit mahasiswa yang tampak terharu ketika mendengar impian besar anak-anak panti untuk menjadi guru, dokter, polisi, hingga penghafal Al-Qur’an. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa harapan dan masa depan tetap hidup di tengah segala keterbatasan.

Kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya di ruang kelas dan lingkungan kampus, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat untuk membawa manfaat dan semangat kemanusiaan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta kegiatan. Senyum bahagia dari anak-anak Panti Al-Mizan menjadi penutup manis dari kegiatan penuh makna tersebut.

Melalui kegiatan “Senyum Anak Panti: Satu Kebaikan, Seribu Senyuman”, BEM Fakultas Hukum UTS berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Sebab, sekecil apa pun kebaikan yang diberikan, akan selalu berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.(AM)

]]>
Mon, 25 May 2026 05:50:09 +0800 amr
Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Dinas PUPRPKP NTB Hadirkan Mitra Kerja Jasa Konstruksi untuk ‘Ngibar’ https://amarmedia.co.id/sukseskan-sensus-ekonomi-2026-dinas-puprpkp-ntb-hadirkan-mitra-kerja-jasa-konstruksi-untuk-ngibar https://amarmedia.co.id/sukseskan-sensus-ekonomi-2026-dinas-puprpkp-ntb-hadirkan-mitra-kerja-jasa-konstruksi-untuk-ngibar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Dinas PUPRPKP NTB Hadirkan Mitra Kerja Jasa Konstruksi untuk ‘Ngibar’

Mataram.Amarmedia.co.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan program Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah. Langkah awal ini ditandai dengan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Ngisi bareng "Ngibar" kuesioner sensus yang bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Provinsi NTB, Mataram, Jumat (22/5/2026).

Kepala Dinas PUPR PKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya, S.T., M.T., menyatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan ini menjadi Langkah awal untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan sensus ekonomi 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas PUPR PKP menghadirkan para mitra kerja strategis di bidang jasa konstruksi, yang mencakup para kontraktor dan konsultan, sebagai objek sensus.

"Harapan kami, melalui pengisian kuesioner ini, para mitra kerja di jasa konstruksi dapat memberikan input data serta informasi yang akurat terkait dengan kondisi usaha mereka," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif ini merupakan komitmen nyata dari Dinas PUPR PKP untuk menyukseskan program nasional yang telah dicanangkan pemerintah tersebut.

Rangkaian kegiatan "Ngibar" ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai dari bulan Mei hingga Agustus 2026. Setelah diawali oleh Dinas PUPR PKP, pelaksanaan pengisian sensus ekonomi ini nantinya akan dilanjutkan secara bertahap kepada seluruh mitra kerja lainnya serta menyasar OPD-OPD lain di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, output akhir dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan basis data tunggal yang solid, yang akan menjadi kompas utama bagi perencanaan pembangunan NTB yang inklusif dan berkelanjutan untuk satu dekade ke depan.

Disebutkan, sektor konstruksi memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah sehingga perlu didukung dengan data yang akurat dan berkualitas. Karena itu, Dinas PUPR-PKP NTB secara khusus mengundang pelaku usaha konstruksi untuk hadir dan mengikuti pengisian data Sensus Ekonomi 2026 bersama BPS.

“Kami percaya data yang baik lahir dari kolaborasi yang baik," ucap pejabat eselon II yang dikenal humble ini.

Dijelaskan pula, bahwa konsep Ngibar memang sengaja dirancang agar pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan langsung dalam suasana yang lebih komunikatif dan praktis. Dengan pola tersebut, proses pendataan tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga membangun kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya data bagi pembangunan daerah.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, output akhir dari Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu melahirkan basis data tunggal yang solid, yang akan menjadi kompas utama bagi perencanaan pembangunan NTB yang inklusif dan berkelanjutan untuk satu dekade ke depan.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk menghadirkan basis data ekonomi yang akurat dan mutakhir sebagai fondasi perencanaan pembangunan. Tahun 2026 ini menjadi Sensus Ekonomi kelima yang digelar Pemerintah.

“Data ekonomi yang lengkap akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, partisipasi pelaku usaha menjadi sangat penting agar pemerintah memiliki gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah," katanya.

Dijelaskan, pelaksanaan Ngibar memang dirancang BPS sebagai pendekatan kolaboratif agar proses pendataan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman bagi pelaku usaha. Menurutnya, melalui mekanisme pengisian bersama seperti ini, pelaku usaha tidak dibiarkan mengisi sendiri tanpa pendampingan, tetapi dibantu langsung hingga proses submit selesai dilakukan.

“Ngisi Bareng ini menjadi ruang kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan setiap usaha dapat terdata dengan baik dan pelaku usaha merasa terbantu selama proses pengisian,” ucap pria yang identik dengan kumis khas ini.

Dalam pelaksanaan Ngibar ini, peserta terlebih dahulu menerima penjelasan mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026. Setelah itu, peserta diarahkan membuka tautan pendataan menggunakan perangkat masing-masing. Pelaku usaha kemudian mengisi informasi usaha secara bertahap, mulai dari identitas usaha, lokasi, aktivitas usaha, jumlah tenaga kerja, hingga informasi penunjang lainnya.

"Melalui pelaksanaan Ngibar ini, BPS Provinsi NTB berharap partisipasi pelaku usaha dalam Sensus Ekonomi 2026 terus meningkat. Dengan begitu, data ekonomi kita menjadi lebih akurat, lengkap, dan mampu menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang tepat sasaran," tutupnya.(PUPRPKP/Diskominfotik)

]]>
Sun, 24 May 2026 14:43:00 +0800 amr
NTB Siap Perluas Cakupan Program Makan Bergizi Gratis https://amarmedia.co.id/ntb-siap-perluas-cakupan-program-makan-bergizi-gratis https://amarmedia.co.id/ntb-siap-perluas-cakupan-program-makan-bergizi-gratis Mataram, Amarmedia.co.id - 22 Mei 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta para mitra penyelenggara program di NTB yang berlangsung di hotel Lombok Raya, (22/05).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani, menegaskan bahwa Satgas MBG memiliki fungsi sebagai fasilitator dan penghubung untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara efektif di daerah.

“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, Program MBG merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah sebagai representasi pemerintah pusat di wilayah masing-masing. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program.

Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap menjadi prioritas pemerintah.

Dirinya menjelaskan bahwa berbagai isu mengenai keberlanjutan maupun penyesuaian anggaran tidak akan memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian yang dilakukan hanya menyasar program pendukung, sedangkan anggaran untuk operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai menjadi salah satu Provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto, menyampaikan bahwa NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemerintah Provinsi NTB serta keberanian para mitra yang sejak awal ikut berpartisipasi dalam program meskipun menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan.

Rudyanto menegaskan bahwa cakupan penerima manfaat MBG masih perlu terus diperluas mengingat jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga pondok pesantren.

Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah juga didorong memperkuat sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.

“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dipersiapkan sejak dini agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan,” tegas Rudyanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari hasil produksi daerah sendiri guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.

Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan pun kembali digalakkan dengan melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa dan kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan berbagai komoditas pangan produktif.

Selain sektor pertanian, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, serta komoditas pangan lainnya juga terus didorong sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi menjaga kualitas layanan serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.(Diskominfotik)

]]>
Sun, 24 May 2026 14:36:02 +0800 amr
Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir! https://amarmedia.co.id/jembatan-tiga-desa-di-ropang-terancam-putus-juliansyah-se-pemerintah-jangan-tutup-mata-perusahaan-harus-hadir https://amarmedia.co.id/jembatan-tiga-desa-di-ropang-terancam-putus-juliansyah-se-pemerintah-jangan-tutup-mata-perusahaan-harus-hadir Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir!

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id – Kondisi jembatan penghubung vital yang menjadi urat nadi perekonomian bagi warga Desa Ranan, Labangkar, dan Lawin di Kecamatan Ropang, kini berada di titik nadir. Jembatan yang nyaris ambruk akibat kayu penyangga yang rapuh dan lapuk tersebut memicu keresahan mendalam bagi masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan Juliansyah, SE mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak lagi menunda penanganan jembatan tersebut. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, nasib masyarakat di tiga desa tersebut kini berada dalam ancaman isolasi total.

"Jembatan ini adalah akses utama. Setiap hari warga melintas dengan beban kendaraan mencapai 7 ton. Jika jembatan ini putus total, bagaimana nasib anak-anak sekolah, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil tani warga? Pemerintah tidak boleh membiarkan ini berlarut-larut," ujar Juliansyah dengan nada tegas kepada wartawan, Selasa (19/5) lalu.

Juliansyah yang merupakan wakil rakyat dari Dapil setempat, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya realisasi janji Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa. Ia mengingatkan bahwa pihak dinas sebelumnya sudah melakukan survei dan bahkan telah mengusulkan desain jembatan permanen berikut rancangan anggarannya.

"Kami menagih janji itu. Jangan hanya survei, lalu setelah itu hilang tanpa kabar. Jangan terus-menerus memelihara masalah yang jelas-jelas mengancam keselamatan warga kami. Kami butuh bukti nyata, bukan lagi sekadar janji dan penanganan darurat yang hanya bertahan sebentar," tandas Juliansyah.

Desak Kontribusi Perusahaan Tambang

Selain mendesak Pemda, Juliansyah juga menyoroti pentingnya peran perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang. Ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang, termasuk PT Amman Mineral dan PT SJR serta PT Intam harus memberikan dampak langsung bagi perbaikan infrastruktur yang mendesak.

"Perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang harus memiliki kepekaan sosial. Persoalan akses jalan dan jembatan ini adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Jika perusahaan mengambil manfaat dari kekayaan alam di sini, maka sudah selayaknya mereka berkontribusi nyata dalam memperkuat infrastruktur warga," tegasnya.

Juliansyah juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan beberapa perusahaan, seperti PT Intam di Desa Lebin yang mulai melakukan perbaikan jalan. Namun, ia menekankan agar hal serupa juga disinergikan untuk jembatan penghubung tiga desa tersebut yang kondisinya jauh lebih kritis.

Menyikapi tuntutan masyarakat dan LSM yang sempat mengancam akan melakukan aksi massa, Juliansyah meminta agar aspirasi tersebut disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Sebagai anggota dewan, ia berkomitmen akan terus mengawal agar pembangunan jembatan permanen menjadi skala prioritas dalam anggaran daerah.

"Ropang adalah lumbung pangan yang vital bagi Sumbawa. Sangat tidak adil jika wilayah yang menyumbang ekonomi besar justru dibiarkan terisolasi karena infrastruktur yang hancur. Saya akan terus berjuang agar jembatan ini menjadi prioritas pembangunan tahun ini," pungkasnya.(AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 12:39:05 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Kegiatan “Sumbawa Run The Grove” https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-kegiatan-sumbawa-run-the-grove https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-apresiasi-kegiatan-sumbawa-run-the-grove Ketua KONI Sumbawa Apresiasi Kegiatan “Sumbawa Run The Grove”

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan Sumbawa Run The Grove Minggu 24 Mei 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Samawa bekerja sama dengan Organisasi Marakol Sumbawa, PT SMM, serta sejumlah sponsor dan pihak pendukung lainnya.

Menurut Abdul Rafiq, kegiatan tersebut menjadi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi, komunitas olahraga, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga di Kabupaten Sumbawa.

“KONI Kabupaten Sumbawa sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sumbawa Run The Grove. Ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena mampu membangun semangat hidup sehat, mempererat kebersamaan, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan olahraga prestasi di daerah,” ujar Abdul Rafiq Minggu 24 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi ajang uji tanding dan evaluasi kemampuan bagi atlet-atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang menjalani persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat 2026.

“Event seperti ini sangat penting bagi atlet-atlet kita untuk menjaga ritme kompetisi dan meningkatkan mental bertanding menjelang Porprov NTB 2026. KONI tentu mendukung penuh kegiatan olahraga masyarakat yang berdampak pada peningkatan prestasi atlet daerah,” tambahnya.

Ketua KONI Sumbawa juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar terus menjaga disiplin latihan dan semangat juang demi mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa.

“Kepada seluruh atlet Sumbawa, tetap semangat dan terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Tunjukkan bahwa atlet Sumbawa mampu bersaing dan memberikan prestasi terbaik bagi daerah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Sumbawa Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Wakil Rektor III Universitas Samawa, perwakilan Komando Distrik Militer 1607/Sumbawa, perwakilan Kepolisian Resor Sumbawa, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Kabupaten Sumbawa Ahmadul Kosasih SH, unsur sponsor, komunitas olahraga, dan masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

KONI Kabupaten Sumbawa berharap kegiatan seperti Sumbawa Run The Grove dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan olahraga masyarakat, pembinaan atlet muda, dan peningkatan budaya olahraga di Kabupaten Sumbawa.(AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 10:58:53 +0800 amr
Infrastruktur Ropang Mendesak, Muhammad Zain Desak Pemda Berkolaborasi dengan Perusahaan Tambang https://amarmedia.co.id/infrastruktur-ropang-mendesak-muhammad-zain-desak-pemda-berkolaborasi-dengan-perusahaan-tambang https://amarmedia.co.id/infrastruktur-ropang-mendesak-muhammad-zain-desak-pemda-berkolaborasi-dengan-perusahaan-tambang Infrastruktur Ropang Mendesak, Muhammad Zain Desak Pemda Berkolaborasi dengan Perusahaan Tambang

SUMBAWA, 24 Mei 2026– Kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Sumbawa, khususnya di Kecamatan Ropang dan Lantung, mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, S.IP.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa tidak bisa bekerja sendirian dalam menuntaskan persoalan infrastruktur yang kini menjadi keluhan utama masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi kekayaan alam di Kecamatan Ropang dan Lantung harus menjadi modal untuk mendorong percepatan pembangunan melalui kolaborasi strategis.

Muhammad Zain akrab disapa Rosi ini mendorong Pemda untuk lebih proaktif mengajak perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah selatan untuk duduk bersama. Ia menekankan bahwa dana Program Pemberdayaan Masyarakat (PpM) perusahaan bisa menjadi solusi konkret dalam percepatan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, hingga peningkatan SDM masyarakat lokal.

"Pemerintah daerah perlu duduk bersama dengan pihak perusahaan. Sampaikan apa yang menjadi target RPJMD Kabupaten Sumbawa dalam lima tahun ke depan. Kebutuhan masyarakat dan daerah harus disinkronkan dengan program pemberdayaan yang dimiliki perusahaan melalui dana PPM bidang infrastruktur," ujar Rosi

Menanggapi aspirasi masyarakat dan keresahan yang disuarakan berbagai pihak, termasuk LSM Gentar Alam, Muhammad Zain menekankan pentingnya respons cepat dari para pemangku kebijakan di tingkat eksekutif.

"Kita butuh tenaga birokrat yang memiliki kepedulian nyata bagi masyarakat. Persoalan di Ropang ini adalah akumulasi dari kebutuhan dasar yang mendesak. Jika Pemda memiliki kemauan politik (political will) yang kuat, kolaborasi dengan investor di sana adalah kunci yang paling masuk akal untuk segera dilaksanakan," tambahnya.

Terkait dengan upaya yang telah dilakukan PT Intam di Desa Lebin, Muhammad Zain memberikan apresiasi. Langkah perusahaan yang terjun langsung memperbaiki akses jalan dinilai sebagai contoh nyata implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang seharusnya dicontoh oleh pihak lain.

"Apa yang dilakukan PT Intam di Lebin adalah langkah awal yang baik. Namun, ini harus menjadi pola yang masif. Pemerintah harus menjadi dirigen yang mengatur agar seluruh perusahaan yang ada di Ropang memiliki komitmen serupa, sehingga beban daerah dalam membangun infrastruktur bisa terbantu melalui kolaborasi yang terukur," jelas anggota DPRD dari Dapil II Sumbawa tersebut.

Sebagai anggota Komisi II yang membidangi ekonomi keuangan dan industri, Rosi berkomitmen untuk terus mengawal isu ini dalam rapat-rapat dengar pendapat (RDP) ke depan. Ia berjanji akan mendesak eksekutif agar menjadikan Kecamatan Ropang sebagai skala prioritas dalam pembangunan daerah.

"Ropang adalah lumbung pangan vital bagi Sumbawa. Tidak elok jika akses produksinya terhambat hanya karena keterbatasan anggaran. Kita akan terus dorong Pemda untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan di luar APBD, yakni dengan memaksimalkan potensi CSR atau dana PPM perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut," tutupnya. (AM)

]]>
Sun, 24 May 2026 09:44:39 +0800 amr
Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata: Sinergi Mewujudkan Integrated Poultry Industry di Sumbawa https://amarmedia.co.id/mewariskan-mata-air-bukan-air-mata-sinergi-mewujudkan-integrated-poultry-industry-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/mewariskan-mata-air-bukan-air-mata-sinergi-mewujudkan-integrated-poultry-industry-di-sumbawa Mewariskan Mata Air, Bukan Air Mata: Sinergi Mewujudkan Integrated Poultry Industry di Sumbawa

Oleh: Abdul Ma'ruf Rahmat 

Di tengah dinamika pembangunan ekonomi nasional, sebuah harapan besar kini bersemi di tanah Sumbawa. Program strategis nasional Integrated Poultry Industry (IPI) di bawah komando Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar proyek, melainkan manifestasi dari keberpihakan negara terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat di akar rumput.

Ada sebuah prinsip mendasar yang menjadi pegangan salah satu inisiator dan pelaksana program ini adalah Prof. Sahrul Bosang atau akrab di sapa Prof SB dalam mengawal program ini:"Tu wariskan mata-ai, siong tu wariskan ai-mata" (Kita wariskan mata air, jangan kita wariskan air mata). Filosofi ini menjadi kompas moral agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak kemakmuran yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, bukan justru menyisakan beban atau kesedihan.

Menurutnya SB, perjuangan untuk menetapkan lokasi Serading, Sumbawa, sebagai salah satu titik prioritas nasional bukanlah pekerjaan mudah. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif, sinergi tak kenal lelah antara Bapak Bupati Sumbawa beserta jajaran, dan Bapak Gubernur NTB beserta jajaran serta para putra Sumbawa yang kini berkiprah di Pusat. Tanpa kolaborasi yang solid, mustahil bagi NTB untuk menjadi salah satu dari 5 titik prioritas provinsi dalam program Integrated Poultry Industry secara nasional.

Kepada penulis SB menyatakan Dukungan kami sepenuhnya diberikan dengan semangat "all out" tanpa kalkulasi pribadi. Fokus kami tunggal: memastikan program ini sukses dan berjalan dengan baik dan benar. Setelah penandatanganan Ground Breaking (GB) dan Memorandum of Understanding (MoU), tantangan selanjutnya adalah mempererat sinergi di lapangan, terutama dalam menyatukan langkah antara Wera-Sape hingga Tambora-Dompu, agar potensi daerah tidak terpecah dan tetap menjadi satu kesatuan lokasi Serading yang kuat.

Profesionalisme sebagai Eksekutor

Menurut SB,kehadiran pimpinan baru di BUMN PT Berdikari, yang akan melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dalam waktu dekat, membawa angin segar bagi efektivitas program ini. Sebagai eksekutor di bawah naungan BPI Danantara, PT Berdikari kini memiliki formasi profesional yang mumpuni.

Dengan supervisi langsung dari Dirbitpro@PKH, kita optimistis bahwa implementasi di lapangan akan lebih terukur, transparan, dan berdaya guna. Apalagi, dukungan anggaran sebesar 7 Triliun Rupiah telah disiapkan oleh pemerintah untuk membiayai 5 titik prioritas nasional, termasuk NTB. Ini adalah modal besar yang menuntut tanggung jawab besar pula untuk dikelola dengan integritas tinggi.

Menuju Sumbawa yang Berdikari

Kesuksesan program Integrated Poultry Industry di Sumbawa bukan hanya tentang angka pertumbuhan ekonomi semata. Ini adalah upaya menciptakan kemandirian pangan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup peternak lokal.

Kami percaya, dengan semangat barema-rema (bersama-sama) antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, Sumbawa akan mampu menjadi model sukses bagi daerah lain dalam mengelola industri perunggasan terintegrasi.

Mari kita jaga amanah ini. Mari kita buktikan bahwa dengan profesionalisme dan kerja keras, kita mampu mengubah potensi menjadi realitas yang menyejahterakan. Kita berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap tetes keringat masyarakat hari ini menjadi mata air kesejahteraan bagi anak cucu kita di masa depan (AM).

]]>
Sun, 24 May 2026 09:14:06 +0800 amr
Mi6 Soroti Kemunculan Oke Wiredarme di Bursa Musda Demokrat NTB https://amarmedia.co.id/mi6-soroti-kemunculan-oke-wiredarme-di-bursa-musda-demokrat-ntb https://amarmedia.co.id/mi6-soroti-kemunculan-oke-wiredarme-di-bursa-musda-demokrat-ntb Mi6 Soroti Kemunculan Oke Wiredarme di Bursa Musda Demokrat NTB

MATARAM.Amarmedia.co.id - Dukungan terhadap munculnya figur muda dalam bursa Ketua DPD Partai Demokrat NTB terus bermunculan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Kali ini dukungan datang dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 yang menilai sosok Oke Wiredarme layak diperhitungkan dalam kontestasi perebutan kursi pimpinan Demokrat NTB.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwono mengatakan kemunculan Oke Wiredarme menjadi fenomena politik yang menarik dalam dinamika internal Demokrat NTB. Sebab, untuk pertama kalinya mulai muncul figur eksternal muda yang secara terbuka menyatakan ketertarikan memimpin partai berlambang mercy tersebut.

“Dalam banyak momentum Musda partai politik di daerah, figur yang muncul biasanya didominasi kader internal yang sudah lama berada dalam struktur. Tetapi kali ini berbeda. Kemunculan Oke Wiredarme menghadirkan warna baru sekaligus menunjukkan bahwa Demokrat masih memiliki daya tarik politik yang kuat,” ujar Didu, sapaan akrab Bambang Mei Finarwono, Jumat 22 Mei 2026

Menurutnya, munculnya figur eksternal dalam bursa Musda Demokrat tidak bisa dibaca hanya sebagai dinamika biasa. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Demokrat masih dipandang sebagai partai yang memiliki prospek politik jangka panjang di daerah maupun nasional.

Didu menilai, ketertarikan figur eksternal terhadap Demokrat tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono yang dinilai berhasil membangun wajah baru partai dengan pendekatan lebih modern, terbuka, dan dekat dengan generasi muda.

“AHY hari ini bukan hanya Ketua Umum Demokrat, tetapi juga simbol regenerasi politik nasional. Itu sebabnya banyak figur muda mulai melihat Demokrat sebagai rumah politik yang relevan dengan perkembangan zaman,” kata mantan Direktur WALHI NTB ini.

Menurut Mi6, di bawah kepemimpinan AHY, Demokrat perlahan keluar dari citra lama partai yang identik dengan elite politik senior dan mulai membangun identitas baru sebagai partai modern yang lebih inklusif terhadap generasi muda, kelompok profesional, dan kalangan intelektual.

“Efek psikologis politik dari kepemimpinan AHY itu terasa sampai ke daerah. Anak-anak muda mulai merasa bahwa partai politik adalah ruang yang memungkinkan bagi mereka untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujarnya.

Demokrat Dinilai Membutuhkan Figur Ekspansif

Dalam analisisnya, Mi6 menilai tantangan partai politik saat ini tidak lagi sekadar mempertahankan basis suara tradisional. Partai politik, termasuk Demokrat, dinilai harus mulai memikirkan strategi ekspansi politik dengan menjangkau pemilih muda, pemilih rasional, dan kelompok masyarakat produktif.

Didu mengatakan, dalam konteks itu, kemunculan Oke Wiredarme menjadi relevan dengan kebutuhan politik Demokrat NTB ke depan. Oke dinilai mewakili figur muda dengan pendekatan progresif serta memiliki keberanian masuk dalam ruang politik yang selama ini cenderung didominasi elite lama.

“Kalau Demokrat ingin tumbuh lebih besar di NTB, maka partai ini harus mulai membuka ruang terhadap figur yang mampu berbicara dengan generasi baru pemilih. Politik sekarang berbeda. Pemilih muda lebih tertarik pada figur progresif, komunikatif, dan memiliki rekam jejaring sosial yang luas,” katanya.

Mi6 berpandangan, pemilih muda saat ini tidak lagi terlalu terikat pada politik patronase seperti masa lalu. Pemilih generasi baru lebih melihat kapasitas figur, kemampuan komunikasi publik, kedekatan dengan masyarakat, serta gagasan yang ditawarkan.

Karena itu, menurut Didu, partai politik membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kemampuan membangun resonansi di ruang publik.

“Partai politik hari ini membutuhkan figur yang mampu menghubungkan struktur partai dengan aspirasi generasi baru. Ini penting karena komposisi pemilih Indonesia sekarang didominasi anak muda,” ujarnya.

Oke Wiredarme Punya Pondasi Kuat

Selain faktor usia, Mi6 juga menyoroti latar belakang Oke Wiredarme sebagai pengusaha muda dan pimpinan organisasi advokat. Menurut Didu, kombinasi tersebut menjadi modal sosial dan politik yang cukup penting dalam membangun kepemimpinan partai modern.

“Pengalaman organisasi penting, tetapi hari ini partai politik juga membutuhkan kemampuan manajerial, kemampuan membangun jaringan, dan kemampuan membaca perubahan zaman. Saya melihat Oke memiliki modal itu,” katanya.

Mi6 menilai pengalaman sebagai pengusaha memberikan kemampuan membaca dinamika ekonomi masyarakat dan membangun jejaring lintas kelompok. Sementara pengalaman di organisasi advokat dinilai membentuk kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi.

“Politik modern membutuhkan figur yang adaptif. Bukan hanya piawai dalam konsolidasi internal, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang baik,” ujar Didu.

Momentum Regenerasi Politik Demokrat NTB

Mi6 berpandangan, kemunculan figur eksternal seperti Oke Wiredarme juga harus dibaca sebagai bagian dari momentum regenerasi politik di tubuh Demokrat NTB. Dalam banyak kasus, stagnasi partai di daerah terjadi karena minimnya regenerasi dan kurangnya keberanian menghadirkan figur alternatif.

Menurut Didu, partai besar seharusnya tidak alergi terhadap munculnya figur baru. Justru keterbukaan terhadap tokoh eksternal menunjukkan kepercayaan diri partai dalam membangun kompetisi yang sehat.

“Dalam politik modern, kompetisi gagasan jauh lebih penting dibanding sekadar senioritas. Kehadiran figur baru harus dipandang sebagai energi baru bagi partai,” tegasnya.

Mi6 juga menilai pernyataan Sekjen DPP Demokrat, Herman Khaeron yang meminta kader membuka ruang bagi tokoh eksternal merupakan sinyal kuat bahwa Demokrat sedang membangun kultur politik yang lebih inklusif.

Menurut Didu, langkah tersebut merupakan strategi realistis partai dalam menghadapi kompetisi politik yang semakin dinamis. Partai politik tidak bisa hanya mengandalkan pola kaderisasi tertutup apabila ingin berkembang lebih besar.

“Partai besar itu bukan partai yang takut terhadap tokoh baru. Justru partai besar adalah partai yang percaya diri membuka ruang kompetisi sehat,” katanya.

Mi6 menilai Demokrat NTB membutuhkan figur yang mampu menghadirkan energi baru di tengah publik. Sebab, tantangan politik ke depan akan semakin berat, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku pemilih yang semakin kritis dan dinamis.

“Partai politik sekarang tidak cukup hanya mengandalkan loyalitas tradisional. Harus ada kemampuan membaca isu publik, membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, dan menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan rakyat,” ujar Didu.

Dalam analisisnya, Mi6 menyebut keberanian Oke Wiredarme menyatakan diri siap maju juga menunjukkan adanya optimisme politik dari kalangan muda terhadap masa depan Demokrat.

“Ini menarik. Ketika ada figur muda eksternal yang tertarik masuk dan bahkan siap bertarung di Musda, itu artinya Demokrat masih dianggap memiliki masa depan politik yang menjanjikan,” katanya.

Mi6 menilai, jika Demokrat NTB mampu mengelola momentum regenerasi dengan baik, maka partai tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu kekuatan politik dominan di NTB dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Didu, regenerasi tidak cukup hanya soal pergantian figur, tetapi juga menyangkut perubahan cara berpikir partai dalam menghadapi tantangan politik masa depan.

“Regenerasi itu bukan hanya mengganti orang lama dengan orang baru. Tetapi bagaimana menghadirkan cara berpikir baru, energi baru, dan strategi baru untuk menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Meski demikian, Mi6 menilai dinamika Musda Demokrat NTB masih sangat cair. Sejumlah nama internal partai disebut tetap memiliki peluang kuat. Namun kemunculan Oke Wiredarme diyakini akan memberi warna berbeda dalam kontestasi tersebut.

“Paling tidak, publik mulai melihat adanya wacana baru tentang regenerasi kepemimpinan partai di NTB. Dan itu sesuatu yang positif bagi demokrasi internal partai,” tutup Didu.

]]>
Sun, 24 May 2026 08:30:11 +0800 amr
Tata Niaga dan Pengawasan Lalu Lintas Ternak, Komisi II DPRD Sumbawa Temui Disnakkeswan dan BKHIT NTB https://amarmedia.co.id/tata-niaga-dan-pengawasan-lalu-lintas-ternak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temui-disnakkeswan-dan-bkhit-ntb https://amarmedia.co.id/tata-niaga-dan-pengawasan-lalu-lintas-ternak-komisi-ii-dprd-sumbawa-temui-disnakkeswan-dan-bkhit-ntb Tata Niaga dan Pengawasan Lalu Lintas Ternak, Komisi II DPRD Sumbawa Temui Disnakeswan dan BKHIT NTB

Mataram.Amar.media.co.id -  21 Mei 2026 – Dalam upaya menjaga stabilitas populasi ternak serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja dan konsultasi ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB dan Balai Karantina Kesehatan Hewan  Ikan Tumbuhan Provinsi NTB, Kamis (21/5/2026).

Fokus utama kunjungan ini adalah mendalami mekanisme tata niaga dan pengawasan lalu lintas ternak keluar daerah, guna memastikan keberlanjutan sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lumbung ternak nasional.

Rombongan Komisi II DPRD Sumbawa yang hadir dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH, didampingi para anggota yaitu Ridwan, SP, M.Si, Muhammad Zain, SIP, Ahmad Nawawi, Kaharuddin, H. Andi Mappelepui, Juliansyah, SE, dan Ade Mudhita Noorsamsu, SIP bersama Staf Ahli Abdul Ma'ruf Rahmat dan Andi .

Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, S.AP, M.Ec.Dev., beserta jajaran bidang Tata Niaga Ternak. Hadir pula dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi NTB, drh. Ina Soelistiani, beserta staf, serta Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, drh. Rini Handayani, M.Si.

Dalam pemaparannya, Kadisnakkeswan Provinsi NTB Muhammad Riadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan logistik ternak menjadi kunci utama dalam menggenjot PAD. Dengan adanya fasilitas pelabuhan yang memadai, arus pengiriman ternak akan lebih terkontrol dan retribusi daerah akan meningkat.

"Pembangunan pelabuhan logistik sangat krusial. Selain efisiensi pengiriman, ini adalah pintu masuk peningkatan retribusi. Sebagai bukti awal, sektor uji PCR ternak tahun ini telah berhasil menyumbang PAD sebesar Rp700 juta," ungkap Riadi.

Untuk memastikan tata kelola yang tertib, Pemerintah Provinsi NTB telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan lalu lintas ternak. Satgas ini dibentuk untuk menindak tegas berbagai pelanggaran, terutama truk pengangkut ternak yang overloading (melebihi kapasitas).

"Pengusaha harus patuh. Truk yang kapasitasnya 25 ekor jangan dipaksa diisi 30 ekor. Ini fatal karena memicu tingginya angka kematian ternak di perjalanan. Kami akan menindak tegas pelanggaran ini," tegasnya.

Guna menjaga keberlangsungan populasi di tingkat daerah, Disnakeswan NTB memperkenalkan formula dalam penentuan kuota pengiriman keluar daerah. Kuota aman didapat dengan perhitungan mengambil basis populasi, memotong 10 persen untuk pembinaan produktif, mengurangi angka mortalitas (kematian) ternak, mengurangi jumlah pemotongan hewan untuk kebutuhan lokal.

Langkah ini diambil karena kuota pengiriman selama tiga tahun terakhir telah mencapai batas maksimal. "Jika tidak dikendalikan dengan ketat, populasi ternak kita bisa habis dan hanya menjadi cerita di masa depan," tambah Riadi.

Aspirasi DPRD Sumbawa: Disiplin dan Konsistensi

Menanggapi kebijakan tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, SH, menyatakan dukungan penuh. Ia menekankan bahwa regulasi yang ketat tidak akan ada artinya tanpa penegakan hukum yang disiplin di lapangan.

"Apa yang sudah menjadi regulasi, mari kita jalankan dengan disiplin. Jangan pernah bosan menegakkan aturan demi masa depan peternakan kita. Kami minta aparat penegak hukum dan dinas terkait tidak longgar di lapangan," ujar Zohran.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi II, Ridwan, SP, M.Si, menekankan pentingnya pengawasan konsisten di setiap check point dan pelabuhan. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan Balai Karantina terus diperkuat untuk menutup celah kebocoran pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur.

Kunjungan kerja ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan teknis di Kabupaten Sumbawa, sehingga sektor peternakan tetap menjadi pilar ekonomi daerah yang berkelanjutan. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 21:45:46 +0800 amr
Sultan Sumbawa XVIII Apresiasi Penuh Perlindungan 55 Motif Kere Alang Samawa untuk Dapatkan KIK https://amarmedia.co.id/sultan-sumbawa-xviii-apresiasi-penuh-perlindungan-55-motif-kere-alang-samawa-untuk-dapatkan-kik https://amarmedia.co.id/sultan-sumbawa-xviii-apresiasi-penuh-perlindungan-55-motif-kere-alang-samawa-untuk-dapatkan-kik Sultan Sumbawa XVIII Apresiasi Penuh Perlindungan 55 Motif Kere Alang Samawa untuk Dapatkan KIK

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Sultan Sumbawa XVIII, Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dalam sambutan tertulisnya Kamis 21 Mei 2026 memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi upaya perlindungan Kere Alang yang dilakukan atas kolaborasi dan sinergi berbagai pihak yaitu Pemerintah Daerah Sumbawa, Universitas Samawa, Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Museum Bala Datu Ranga, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dan Kanwil Kemenkum NTB dalam mewujudkan pencatatan 55 motif Kere Alang Sumbawa sebagai salah satu warisan budaya milik masyarakat Sumbawa untuk mendapatkan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Sambutan tersebut dibacakan langsung oleh Sekretaris Majelis Adat LATS, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, sambutan tertulis ini cukup singkat namun secara tegas menyakatan bahwa Kere Alang sebagai warisan budaya Tau Samawa harus mendapatkan perlindungan secara hukum dengan cara mencatatkan motif-motif tenun tradisional Sumbawa ini sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) untuk kategori Ekspresi Budaya Tradisional dari Sumbawa Sumbawa. Kekayaan budaya ini adalah anugerah karena memiliki nilai filosofi dan nilai ekonomi yang tinggi jika kita bisa merawat dan melestarikannya dengan baik. 

Berikut cuplikan pidato sambutan tertulis Sultan Muhammad Kaharuddin IV: 

“Di tengah zaman digitalisasi ini, Kere Alang Samawa harus kita jaga, lestarikan, kembangkan, dan manfaatkan sebaik-baik kemakmuran Tau Samawa, sehingga langkah awal upaya perlindungan motif dan corak Kere Alang perlu kita daftarkan untuk mendapatkan perlindungan hukum, tidak hanya di negara kita namun juga diakui secara internasional.” 

Lebih lanjut Sultan Sumbawa XVIII mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Sumbawa yang telah disematkan gelar adat Dea Pati Kanadi Ling Samawa atas komitmen dan keseriusannya dalam melakukan perlindungan budaya; Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat Universitas Samawa (LPPM UNSA) yang dengan gigih melakukan penelitian untuk naskah akademik pengajuan KIK; Dekranasda Kabupaten Sumbawa yang responsif dalam menerima pengadukan masyarakat atas keresahan belum terdatanya motif-motif Kere Alang Sumbawa dalam KIK; Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) yang membantu menjadi narasumber penelitian; Departemen Social Impact PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang memfasilitasi terwujudkan proses riset, pendaftaran KIK, dan desiminasi informasi; Museum Bala Datu Ranga yang akan menyimpan dan menarasikan Kere Alang sebagai bagian dari koleksi museum untuk memenuhi fungsi edukasi dalam museum; dan Kanwil Kemenkum NTB yang mengawal proses pencatatan dan pemberian sertifikat KIK untuk Kere Alang Sumbawa. 

Di akhir pidato sambutan, Sultan Sumbawa menuliskan:

“Bagi kami, Kere Alang tidak hanya sekedar ekspresi budaya namun menjadi bagian dari identitas dan integritas Tau Samawa. Kita harus menjaga dan melestarikannya agar generasi muda kita dapat mengetahui dan memiliki kebanggaan pada karya cipta dari pendahulunya…”

Selain Sultan Sumbawa, pidato sebelumnya diisi oleh Wakil Rektor II UNSA mewakili akademisi dan peneliti, perwakilan tim Social Impact PT. AMNT, dan Kakanwil Kemenkum NTB. Sebagai pamungkas, setelah pembacaan pidato tertulis Sultan Sumbawa, Bupati Sumbawa berpidato dan memberikan apresiasi atas kerja keras berbagai pihak dalam mewujudkan pencatatan 55 motif kere alang ini untuk mendapatkan KIK. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 18:58:52 +0800 amr
Rizky Akbar Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua BPC HIPMI Sumbawa Priode 2026 – 2029 https://amarmedia.co.id/rizky-akbar-terpilih-aklamasi-sebagai-ketua-bpc-hipmi-sumbawa-priode-2026-2029 https://amarmedia.co.id/rizky-akbar-terpilih-aklamasi-sebagai-ketua-bpc-hipmi-sumbawa-priode-2026-2029 Rizky Akbar Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua BPC HIPMI Sumbawa Priode 2026 – 2029

SUMBAWA,Amarmedia.co.id– Rizky Akbar SE.M.M.Inov resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Sumbawa untuk periode 2026–2029. Pemilihan ini merupakan bagian utama dari agenda Muscab Ke-IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan pada Kamis, (21/5/26) di Aula Gedung Olive Food Court, Sumbawa.

Dalam prosesnya, Muscab Ke-IV ini dikawal langsung oleh Muhammad Fauzi selaku Ketua Steering Committee (SC) dan Muhammad Fauzi Wira Marizal sebagai Ketua Organizing Committee (OC). Rizky Akbar mendapatkan mandat penuh dari seluruh peserta sidang tanpa melalui proses voting yang alot. Hal ini mencerminkan soliditas internal organisasi untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari periode sebelumnya.

Kepemimpinan baru di bawah Rizky Akbar diharapkan mampu membawa BPC HIPMI Sumbawa menjadi lokomotif utama jaringan bisnis lokal serta memperkuat sinergi kewirausahaan dengan pemerintah daerah demi kemajuan ekonomi Tana Samawa.

Dalam kesempatan tersebut, Eky – akrab Ketua HIPMI Sumbawa disapa menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua HIPMI Sumbawa terpilih.

Dalam mendukung upaya Pemda Sumbawa membuka lapangan kerja, Eky mengajak para generasi muda di Tana Samawa untuk berani bertransformasi dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Selain itu, ia juga mendorong pemuda Sumbawa memanfaatkan teknologi digital guna mengoptimalkan potensi komoditas asli Kabupaten Sumbawa agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

“Target kami di HIPMI saat ini mengandeng pengusaha muda untuk bergabung dalam anggota HIPMI. Sehingga kita bisa berkolaborasi bersama-sama,” jelasnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 17:49:15 +0800 amr
Mantapkan 2.5% Zakat Perusahaan Rekanan Pemda, BAZNAS dan Pemda Sumbawa Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS dan Pemda KSB https://amarmedia.co.id/mantapkan-25-zakat-perusahaan-rekanan-pemda-baznas-dan-pemda-sumbawa-lakukan-studi-tiru-ke-baznas-dan-pemda-ksb https://amarmedia.co.id/mantapkan-25-zakat-perusahaan-rekanan-pemda-baznas-dan-pemda-sumbawa-lakukan-studi-tiru-ke-baznas-dan-pemda-ksb Mantapkan 2.5% Zakat Perusahaan Rekanan Pemda, BAZNAS dan Pemda Sumbawa Lakukan Studi TIRU KE BAZNAS Dan Pemda KSB

Sumbawa Barat,Amarmedia.co.id -  Kamis 21 Mei 2026— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan silaturahim dan studi tiru ke BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat tersebut berjalan dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan semangat kolaborasi dalam penguatan tata kelola zakat daerah.

Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang Pengumpulan, Penyaluran dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Pahriyadi, S.AP. Turut membersamai rombongan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa antara lain H. Yudi Patria Negara, ST., MM selaku Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Erma Hadi Suryani, ST., M.M.Inov selaku Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sumbawa, Zaidurrahman selaku Kasubbid Belanja Daerah BKAD Sumbawa, Aida Nurjannah dan Febirizki Damayanti dari Pranata Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sumbawa, serta Yoes Syifa’ Farlari dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Sumbawa serta pejabat terkait lainnya.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, didampingi Wakil Ketua I H. Firmansyah, S.Pd., M.M, Wakil Ketua II Ardiansyah, S.H, Wakil Ketua III H. Tobrani, S.IP., M.Si, dan Wakil Ketua IV Ir. Ramli Sertini. Hadir pula mendampingi dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Amir S. selaku Kepala BPKAD KSB dan Iwan Indrawan A dari Bagian Kesra Kabupaten Sumbawa Barat, beserta pejabat terkait lainnya.

Kegiatan studi tiru ini dilaksanakan sebagai upaya pembelajaran dan penguatan sistem pengelolaan zakat daerah, khususnya terkait kebijakan pengumpulan zakat perusahaan yang telah lebih dahulu diterapkan di Kabupaten Sumbawa Barat. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bersama BAZNAS KSB telah menginisiasi penghimpunan zakat dari perusahaan rekanan pemerintah daerah, baik perusahaan yang memperoleh pekerjaan melalui mekanisme penunjukan langsung maupun tender proyek pemerintah.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat, H. M. Jafar Yusuf, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahim tersebut. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat yang baik membutuhkan sinergi kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha.

“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Ketika pemerintah daerah dan BAZNAS berjalan bersama, maka manfaat zakat akan semakin luas dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pola penghimpunan zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa Barat dilakukan melalui pendekatan persuasif, edukatif, dan kolaboratif, sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan mitra pemerintah daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Ustaz M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari BAZNAS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Menurutnya, studi tiru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola zakat di Kabupaten Sumbawa.

“Kami datang untuk belajar dan menggali pengalaman terbaik dari Kabupaten Sumbawa Barat yang telah lebih dahulu berhasil membangun sistem pengumpulan zakat perusahaan. Semoga apa yang diperoleh hari ini dapat menjadi inspirasi dan ikhtiar bersama dalam meningkatkan pengumpulan zakat di Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa ke depan diharapkan Kabupaten Sumbawa dapat menerapkan skema penghimpunan zakat perusahaan sebesar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra pemerintah daerah. Menurutnya, potensi zakat perusahaan di Kabupaten Sumbawa sangat besar dan dapat menjadi sumber pendanaan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh kekeluargaan. Berbagai pengalaman, tantangan, serta strategi pengelolaan zakat dibahas secara terbuka antara kedua daerah. Selain mempererat silaturahim antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Silaturahim dan studi tiru tersebut ditutup dengan sesi diskusi teknis, foto bersama, serta harapan agar kerja sama dan komunikasi antara BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat terus terjalin dengan baik demi kemaslahatan umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sumbawa.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 17:09:22 +0800 amr
Dikpora NTB Dorong Pelajar Sumbawa Berkarya Lewat Film dan Kampanyekan Anti Pernikahan Anak https://amarmedia.co.id/dikpora-ntb-dorong-pelajar-sumbawa-berkarya-lewat-film-dan-kampanyekan-anti-pernikahan-anak https://amarmedia.co.id/dikpora-ntb-dorong-pelajar-sumbawa-berkarya-lewat-film-dan-kampanyekan-anti-pernikahan-anak Dikpora NTB Dorong Pelajar Sumbawa Berkarya Lewat Film dan Kampanyekan Anti Pernikahan Anak

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mendorong kreativitas generasi muda melalui kegiatan Workshop Film Festival Film Lombok 2026 bertajuk “Lebaran Film Warga NTB” yang digelar di SMKN 3 Sumbawa Besar, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang berkolaborasi dengan Lombok Inspira Foundation tersebut menjadi bagian dari kampanye edukatif untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai dampak buruk pernikahan anak atau merarik kodek di NTB.

Kepala SMKN 3 Sumbawa Besar, H. M. Ashari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu memberikan ruang positif bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperluas wawasan di bidang perfilman.

“Atas nama SMKN 3 Sumbawa Besar kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan banyak manfaat bagi generasi muda. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu mendorong siswa untuk terus berprestasi dan berkarya,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., mengatakan workshop film tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membangun kapasitas generasi muda sekaligus menekan angka pernikahan anak di NTB.

Ia menjelaskan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi dasar perfilman, tetapi juga praktik produksi film pendek yang dapat menjadi media kampanye sosial di lingkungan masing-masing.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kreativitas pemuda NTB dalam membangun masa depan. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak merarik kodek seperti putus sekolah, kekerasan rumah tangga, kemiskinan, gangguan kesehatan reproduksi ibu hingga stunting,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pak Ajik itu juga mengajak generasi muda NTB untuk terus mengembangkan keterampilan dan menyiapkan masa depan melalui kegiatan produktif.

“Semua peserta diajarkan proses membuat film dari dasar hingga praktik produksi. Harapannya mereka bisa berkarya, bahkan membuka peluang ekonomi kreatif seperti menjadi konten kreator, sehingga dapat lebih fokus membangun masa depan,” tambahnya.

Ia menegaskan, Bidang Kepemudaan Dikpora NTB terus melakukan berbagai upaya pencegahan pernikahan anak melalui pelatihan kewirausahaan, keterampilan kepemudaan, hingga sosialisasi bahaya narkoba bekerja sama dengan BNN kabupaten/kota.

Workshop yang berlangsung di Laboratorium Komputer SMKN 3 Sumbawa Besar tersebut diikuti lebih dari 50 siswa SMA dan SMK dari Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, khususnya pelajar yang memiliki minat di bidang perfilman.

Kegiatan menghadirkan Budi Triono dari Lombok Inspira Foundation sebagai narasumber. Dalam sesi pelatihan, peserta diajak menyaksikan film karya anak Lombok bertema dampak sosial merarik kodek, kemudian mendapatkan materi mengenai proses kreatif, pengembangan ide cerita, hingga teknik produksi film pendek.

Usai kegiatan di Sumbawa, tim Dikpora NTB bersama Lombok Inspira Foundation dijadwalkan melanjutkan roadshow ke Dompu sebagai bagian dari kampanye anti pernikahan anak sekaligus upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB tahun 2026. (Dikpora/diskominfotik)

]]>
Thu, 21 May 2026 16:59:05 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Salurkan Bantuan Program “Sumbawa Cerdas” untuk 272 Murid dan GTT di Alas Barat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-salurkan-bantuan-program-sumbawa-cerdas-untuk-272-murid-dan-gtt-di-alas-barat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-salurkan-bantuan-program-sumbawa-cerdas-untuk-272-murid-dan-gtt-di-alas-barat BAZNAS Sumbawa Salurkan Bantuan Program “Sumbawa Cerdas” untuk 272 Murid dan GTT di Alas Barat

Sumbawa.Alas Barat,Amarmedia.co.id -  21 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan Program BAZNAS Sumbawa Cerdas kepada 272 murid dan Guru Tidak Tetap (GTT) di Kecamatan Alas Barat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alas Barat tersebut berjalan khidmat dan penuh antusiasme dari masyarakat penerima manfaat.

Kecamatan Alas Barat menjadi wilayah pertama pelaksanaan Program BAZNAS Sumbawa Cerdas tahun 2026. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemerataan bantuan pendidikan yang nantinya akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Indah Setia Ningsih. Turut hadir Camat Alas Barat Zainuddin, Korwil Dikbud Kecamatan Alas Barat Basri, para kepala sekolah, tokoh masyarakat, guru, serta para penerima bantuan.

Pada tahun 2026 ini, Program BAZNAS Sumbawa Cerdas di Kecamatan Alas Barat menyasar murid SD dan SMP serta Guru Tidak Tetap (GTT) jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP. Adapun rincian penerima bantuan terdiri dari murid SD sebanyak 108 orang, murid SMP sebanyak 20 orang, GTT SD sebanyak 54 orang, GTT SMP sebanyak 12 orang, dan GTT TK/PAUD sebanyak 78 orang. Total penerima manfaat mencapai 272 orang yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Alas Barat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah dari para muzakki yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang pendidikan.

“Program BAZNAS Sumbawa Cerdas ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para siswa dan guru tidak tetap serta menjadi penyemangat untuk terus belajar dan mengabdi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, BAZNAS terus berupaya hadir melalui berbagai program sosial dan pendidikan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa zakat bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi sarana membangun masa depan. Anak-anak ini adalah harapan bangsa dan daerah yang harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita,” tambahnya.

Syukri Rahmat juga menekankan bahwa dipilihnya Alas Barat sebagai lokasi pertama penyaluran program tahun 2026 menjadi simbol bahwa pelayanan BAZNAS harus menjangkau seluruh wilayah tanpa membedakan letak geografis.

“Meskipun Alas Barat berada di ujung barat Kabupaten Sumbawa, semangat pelayanan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terjauh pun mendapatkan perhatian dan manfaat program BAZNAS,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Alas Barat, Zainuddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian terhadap masyarakat Alas Barat, khususnya di sektor pendidikan.

“Kami atas nama pemerintah kecamatan sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus konsisten membantu masyarakat. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh siswa dan para guru honorer di Alas Barat,” katanya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat baru bagi para penerima manfaat untuk terus berjuang dalam dunia pendidikan.

Hal senada juga disampaikan Korwil Dikbud Kecamatan Alas Barat, Basri, yang menyebut Program BAZNAS Sumbawa Cerdas sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang terus hadir membantu dunia pendidikan. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi siswa dan guru,” ujarnya.

Suasana haru tampak saat bantuan mulai disalurkan kepada para penerima manfaat. Para siswa menerima bantuan dengan penuh rasa syukur, sementara para guru honorer merasa diperhatikan atas pengabdian mereka selama ini.

Salah seorang murid penerima bantuan, Fani, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BAZNAS Sumbawa. Bantuan ini sangat membantu saya untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkapnya.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan salah seorang Guru Tidak Tetap (GTT), Afriana.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian kepada para guru honorer. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi dan mendidik anak-anak,” katanya.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar program-program BAZNAS terus membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Program BAZNAS Sumbawa Cerdas selama ini telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa dan menjadi salah satu bentuk nyata peran BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pada tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Sumbawa menargetkan penyaluran bantuan pendidikan dapat menjangkau seluruh kecamatan secara bertahap.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, dan mendorong terwujudnya generasi Sumbawa yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 16:34:27 +0800 amr
PT Intam Tegaskan Komitmen Dukung Infrastruktur di Desa Lebin, Ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-dukung-infrastruktur-di-desa-lebin-ropang https://amarmedia.co.id/pt-intam-tegaskan-komitmen-dukung-infrastruktur-di-desa-lebin-ropang PT Intam Tegaskan Komitmen Dukung Infrastruktur di Desa Lebin, Ropang

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 Mei 2026– Menyikapi dinamika aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur di wilayah Kecamatan Ropang, PT Intam selaku perusahaan yang saat ini tengah melakukan kegiatan eksplorasi di Desa Lebin, memberikan klarifikasi dan penegasan mengenai kontribusi perusahaan dalam pembangunan daerah.

Humas PT Intam, M Ramadhan BS, menjelaskan bahwa operasional perusahaan di wilayah Desa Lebin saat ini masih berada dalam tahap eksplorasi yang baru berjalan selama kurang lebih tiga bulan. Meski operasional masih dalam tahap awal, PT Intam berkomitmen penuh untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, terutama dalam aspek infrastruktur penunjang aksesibilitas warga.

"Sebagai wujud nyata komitmen kami kepada masyarakat, PT Intam telah mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan mutu jalan umum di Desa Lebin. Ruas jalan yang menjadi fokus kami mencakup akses dari ujung aspal Dusun Lebin hingga Dusun Selage," ujar Doni akrab disapa.

Lebih lanjut, M Ramadhan BS menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan atas amanat yang disampaikan selama proses sosialisasi kepada masyarakat Desa Lebin. Pihak perusahaan memastikan bahwa kegiatan perbaikan infrastruktur ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan akan terus berkelanjutan selama PT Intam menjalankan operasional di wilayah tersebut.

"Infrastruktur di Desa Lebin merupakan prioritas dalam diskusi kami bersama warga. Kami telah merealisasikan perbaikan tersebut, dan komitmen ini akan terus kami jalankan. Kami sangat terbuka kepada pihak mana pun untuk melakukan kroscek langsung kepada Pemerintah Desa Lebin mengenai detail dan perkembangan nyata dari pekerjaan yang telah kami lakukan di lapangan," tambahnya.

PT Intam memahami pentingnya akses jalan yang layak bagi perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ropang. Perusahaan berharap, langkah proaktif yang telah dilakukan dapat bersinergi dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

PT Intam senantiasa menjunjung tinggi keterbukaan informasi dan siap untuk terus berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kehadiran perusahaan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pembangunan di Kabupaten Sumbawa.

PT Intam adalah perusahaan yang saat ini bergerak di sektor eksplorasi sumber daya alam. Perusahaan berkomitmen untuk menjalankan operasional dengan standar keberlanjutan yang tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi dan infrastruktur masyarakat di wilayah operasionalnya. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:55:51 +0800 amr
Demi Masa Depan Prestasi Daerah, Abdul Rafiq Tolak Aturan Cabor yang Membatasi Atlet Potensial https://amarmedia.co.id/demi-masa-depan-prestasi-daerah-abdul-rafiq-tolak-aturan-cabor-yang-membatasi-atlet-potensial https://amarmedia.co.id/demi-masa-depan-prestasi-daerah-abdul-rafiq-tolak-aturan-cabor-yang-membatasi-atlet-potensial Ketua KONI Sumbawa Ajak Stakeholder Olahraga NTB Junjung Tinggi Keadilan bagi Atlet di Porprov 2026

Mataram.Amarmedia.co.id - Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, meminta agar seluruh Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disusun oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga di NTB dapat dievaluasi secara seksama, objektif, dan teliti demi menjaga semangat sportivitas serta masa depan pembinaan olahraga daerah.

Menurutnya, terdapat indikasi pada beberapa cabang olahraga dimana aturan dalam THB justru menimbulkan persoalan dan berpotensi bertentangan dengan semangat pembinaan olahraga nasional menuju PON 2028. Hal tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama KONI NTB dan Pengprov cabang olahraga sebagai lembaga pembina.

“Kami melihat ada beberapa poin dalam THB sejumlah cabang olahraga yang menimbulkan pertanyaan besar. Jangan sampai aturan dibuat bukan untuk kepentingan pembinaan prestasi, tetapi justru menjadi alat membatasi atau mengganjal atlet-atlet berprestasi untuk tampil di Porprov NTB 2026,” tegas Abdul Rafiq.

Ia menegaskan bahwa Porprov seharusnya menjadi ajang pembinaan, pencarian bakat, dan pematangan atlet menuju level yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, seluruh kebijakan teknis harus berpihak pada peningkatan kualitas prestasi olahraga daerah, bukan pada kepentingan kelompok tertentu.

“Kita tidak boleh zolim terhadap atlet. Atlet yang berprestasi harus diberikan ruang untuk bertanding dan berkembang. Jangan sampai ada atlet potensial daerah yang justru tersingkir karena aturan yang tidak sejalan dengan semangat pembinaan olahraga nasional,” lanjutnya.

Ketua KONI Sumbawa juga mengingatkan agar Pengprov cabang olahraga dapat menjadi pembina yang bijak dan profesional dengan melepaskan ego sektoral maupun kepentingan-kepentingan titipan yang dapat merugikan masa depan olahraga NTB.

“Pengprov harus hadir sebagai pembina yang adil. Lepaskan ego, lepaskan kepentingan-kepentingan tertentu. Yang harus dipikirkan adalah kepentingan daerah, kepentingan atlet, dan target besar NTB dalam mencetak prestasi menuju PON 2028,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar jangan sampai ulah segelintir Pengprov cabang olahraga justru merugikan prestasi olahraga NTB secara keseluruhan. Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan profesionalisme, keterbukaan, dan orientasi pada prestasi, bukan kepentingan sempit organisasi.

“Saya berharap kepada Dikpora NTB dan KONI NTB agar mengevaluasi secara serius dana pembinaan yang diberikan kepada cabang olahraga yang tidak profesional dalam mengelola organisasinya maupun dalam menyusun aturan pertandingan. Dana pembinaan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan prestasi olahraga daerah,” tegasnya.

Selain itu, Abdul Rafiq juga berharap kepada DPRD NTB, khususnya Komisi V yang membidangi pendidikan dan olahraga, agar turut memberikan perhatian dan pengawasan terhadap persoalan tersebut.

“Kami berharap DPRD NTB terutama Komisi V dapat memantau dan menjadikan persoalan ini sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasannya. Jangan sampai pembinaan olahraga daerah berjalan tidak sehat dan akhirnya merugikan atlet maupun masa depan prestasi NTB,” tambahnya.

KONI Kabupaten Sumbawa pada prinsipnya mendukung penuh pelaksanaan Porprov NTB 2026 yang fair, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas. Oleh karena itu, evaluasi terhadap THB menjadi penting agar tidak menimbulkan polemik maupun ketidakadilan bagi daerah dan atlet.

“Kita ingin Porprov menjadi ruang kompetisi yang sehat dan berkualitas. Semua daerah harus mendapatkan perlakuan yang adil, dan atlet-atlet terbaik NTB harus diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” tutup Abdul Rafiq (AM).

]]>
Thu, 21 May 2026 15:48:00 +0800 amr
Polemik THB Porprov NTB 2026, Abdul Rahim: Cabor Jangan Zalimi Atlet! https://amarmedia.co.id/polemik-thb-porprov-ntb-2026-abdul-rahim-cabor-jangan-zalimi-atlet https://amarmedia.co.id/polemik-thb-porprov-ntb-2026-abdul-rahim-cabor-jangan-zalimi-atlet Polemik THB Porprov NTB 2026, Abdul Rahim: Cabor Jangan Zalimi Atlet!

Mataram.Amarmedia.co.id - Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Rahim, menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa terkait adanya dugaan aturan sejumlah cabang olahraga yang dinilai tidak berpihak kepada atlet dan daerah.

“Saya sangat prihatin apabila benar ada cabang olahraga yang menyusun aturan dengan tidak profesional dan justru merugikan atlet-atlet potensial daerah. Olahraga seharusnya dikelola secara profesional, objektif, dan bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya harus murni untuk prestasi olahraga NTB,” tegas Abdul Rahim ST.

Menurutnya, cabang olahraga merupakan wadah pembinaan yang harus mampu menjadi rumah yang adil bagi atlet, bukan justru menjadi tempat lahirnya ketidakadilan dan kepentingan kelompok tertentu.

“Pengurus cabang olahraga harus menjadi bapak yang baik bagi seluruh atletnya. Jangan sampai ada cabor yang justru membunuh semangat atlet dan zolim terhadap atlet-atlet potensial hanya karena ego organisasi atau kepentingan tertentu,” ujarnya.

Abdul Rahim ST menilai Porprov NTB 2026 harus menjadi momentum pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, segala bentuk aturan yang berpotensi menghambat atlet berprestasi harus dievaluasi secara serius.

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, ia menegaskan akan menggunakan kewenangannya untuk menjadikan persoalan tersebut sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasan DPRD, terutama terkait penggunaan dan pemberian anggaran pembinaan kepada cabang olahraga.

“Saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai anggota DPRD Provinsi NTB untuk menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Terutama dari sisi pemberian anggaran kepada cabang olahraga yang tidak mampu mengelola organisasinya secara profesional dan tidak mampu menjadi pembina yang baik untuk memajukan olahraga NTB,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga meminta agar KONI NTB dan Dikpora NTB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang dinilai tidak menjalankan pembinaan secara sehat dan adil.

“Anggaran pembinaan olahraga berasal dari uang rakyat. Maka penggunaannya harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi, pembinaan atlet, dan kemajuan olahraga NTB, bukan untuk mempertahankan kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Abdul Rahim ST berharap seluruh stakeholder olahraga di NTB dapat kembali fokus pada semangat pembinaan dan prestasi demi menjaga masa depan atlet-atlet daerah.

“Kita ingin olahraga NTB maju, melahirkan atlet berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Jangan sampai atlet-atlet potensial kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang tidak sehat,” tutupnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:44:04 +0800 amr
HIPMI Sumbawa Gelar Muscab ke – IV, Bupati Sumbawa Dukung Investasi yang Kompetitif https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-gelar-muscab-ke-iv-bupati-sumbawa-dukung-investasi-yang-kompetitif https://amarmedia.co.id/hipmi-sumbawa-gelar-muscab-ke-iv-bupati-sumbawa-dukung-investasi-yang-kompetitif HIPMI Sumbawa Gelar Muscab ke – IV, Bupati Sumbawa Dukung Investasi yang Kompetitif

SUMBAWA,Amarmedia.co.id – Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Sumbawa menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-IV pada Kamis, (21/5/2026) di Aula Gedung Olive Food Court, Sumbawa. Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang ini mengusung tema "Maju, Bergerak, dan Berkolaborasi.

Muscab HIPMI ke IV ini, dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Djarot MP. Turut hadir pimpinan DPRD Sumbawa, H.M.Berlian Rayes SAg M.M Inov, Gitta Liesbano SH MKn, dan Zulfikar Demitry SH MH. Ketua BPD HIPMI NTB Ismed Fathurrahman  Maulana, Ketua BPC HIPMI Sumbawa, Farzan, Forkopimda, Ketua dan pimpinan pers dan peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan komitmennya mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi sumber daya alam dan penciptaan peluang usaha di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan itu, Jarot memaparkan berbagai potensi strategis daerah yang dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbawa ke depan.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah, Sumbawa memiliki kesempatan besar untuk membangun usaha dan bisnis. Kita harus mulai hilirisasi, menjadi produsen dari sektor pertanian, perikanan, garam hingga KEK Samota yang nantinya akan memberikan multiplier effect bagi daerah,” tegas Jarot.

Bupati juga menyinggung rencana pengembangan industri garam dan unggas terintegrasi bernilai triliunan rupiah. Untuk mendukung industri garam, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 15 ribu hektare.

“Garam membutuhkan sekitar 13,9 ribu hektare lahan, makanya kita siapkan 15 ribu hektare. Ini untuk menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Haji Jarot turut mengapresiasi kepengurusan periode 2022–2025 dan berharap proses regenerasi organisasi berjalan sehat serta melahirkan pemimpin terbaik.

“Siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Ketua harus memiliki visi membangun Sumbawa lebih cepat,” katanya.

Haji Jarot juga menegaskan disiplin kerja di lingkungan pemerintah daerah. Ia meminta seluruh kepala OPD melaporkan progres pekerjaan setiap Selasa pagi dan tidak menunda pekerjaan.

“Kita harus siap berlari, tidak boleh maraton apalagi jalan,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Menurutnya, masyarakat Sumbawa memang membutuhkan contoh nyata untuk menerima teknologi dan pola usaha baru.

“Orang Sumbawa kadang agak susah mengubah pikiran ke teknologi baru. Tapi kalau sudah ada satu yang berhasil, semua akan ikut,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak memonopoli peluang bisnis dan tetap membangun kemitraan dengan UMKM lokal.

“Begitu banyak peluang, jangan semua diambil sendiri. Harus dekat dan bermitra dengan UMKM,” katanya.

Di hadapan peserta, Jarot menegaskan dirinya terbuka terhadap investasi yang masuk ke Sumbawa selama memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Saya akan melindungi setiap investasi yang masuk ke Sumbawa dan akan saya jaga selama memberi kontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Jarot juga meminta agar proses perizinan di Kabupaten Sumbawa dipercepat guna mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif.

Sebelumnya Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Faturrahman Maulana menyampaikan, pihaknya sangat bahagia dan bangga melihat penyelenggaraan muscab HIPMI Kabupaten Sumbawa ke IV bisa dihadiri oleh berbagai pihak. Baik itu itu dari eksekutif, legislatif dan forkopimda. 

“Kami melihat HIPMI Sumbawa sangat bersemangat dan serius, dan ini patut diapresiasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan HIPMI sebelumnya yang sudah melahirkan regenerasi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk perizinan di Kabupaten Sumbawa sangat cepat. Sehingga hal ini diyakini akan mendorong iklim investasi.

“Kami mengapresiasi Penda Sumbawa yang sudah sangat mendukung dalam perizinan dan hal ini akan mendorong investasi yang ada,” jelasnya

Sementara Ketua BPC HIMPI Sumbawa, Farzan mengatakan, momentum pemilihan ketua HIPMI bukan sekadar agenda organisasi maupun pergantian kepemimpinan semata.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian penting dari demokrasi dan regenerasi di tubuh HIPMI sebagai wadah para pengusaha muda yang memiliki semangat inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Pemilihan ketua hari ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memilih pemimpin terbaik yang memiliki visi, integritas, dan komitmen dalam membawa BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa menjadi organisasi yang semakin solid, progresif, dan mampu menciptakan iklim wirausaha yang lebih maju,” ujar ijhan akrab disapa an.

Ia berharap seluruh rangkaian proses pemilihan dapat berlangsung tertib, demokratis, menjunjung tinggi sportivitas, serta tetap mengedepankan persatuan dan persaudaraan di internal organisasi.

Ijhan menekankan bahwa perbedaan pilihan dalam dinamika organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, kata dia, persatuan HIPMI harus tetap menjadi prioritas utama seluruh anggota.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi organisasi. Tetapi persatuan dan kekompakan HIPMI harus tetap dijaga,” tegasnya.

Ijhan  juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang mengikuti proses pemilihan. Menurutnya, kesiapan para calon menunjukkan komitmen dan dedikasi untuk berkontribusi melalui HIPMI dalam mendorong kemajuan dunia usaha di Kabupaten Sumbawa.

Ia berharap kepemimpinan HIPMI ke depan mampu melahirkan program-program nyata yang berdampak terhadap pengembangan pengusaha muda serta pertumbuhan ekonomi daerah. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:34:49 +0800 amr
Raden Una Abriadi Gerah dengan Polemik THB Porprov 2026, Minta KONI NTB Bertindak Tegas https://amarmedia.co.id/raden-una-abriadi-gerah-dengan-polemik-thb-porprov-2026-minta-koni-ntb-bertindak-tegas https://amarmedia.co.id/raden-una-abriadi-gerah-dengan-polemik-thb-porprov-2026-minta-koni-ntb-bertindak-tegas Raden Una Abriadi Gerah dengan Polemik THB Porprov 2026, Minta KONI NTB Bertindak Tegas

Mataram. Amarmedia.co.id - Anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi PDI Perjuangan, Raden Una Abriadi, menyampaikan keprihatinannya terhadap polemik Technical Handbook (THB) Porprov NTB 2026 yang disampaikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa terkait adanya dugaan aturan sejumlah cabang olahraga yang dinilai tidak berpihak kepada atlet dan daerah.

“Saya sangat prihatin apabila benar ada cabang olahraga yang menyusun aturan dengan tidak profesional dan justru merugikan atlet-atlet potensial daerah. Olahraga seharusnya dikelola secara profesional, objektif, dan bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu. Tujuannya harus murni untuk prestasi olahraga NTB,” tegas Raden Una Abriadi.

Menurutnya, cabang olahraga merupakan wadah pembinaan yang harus mampu menjadi rumah yang adil bagi atlet, bukan justru menjadi tempat lahirnya ketidakadilan dan kepentingan kelompok tertentu.

“Pengurus cabang olahraga harus menjadi bapak yang baik bagi seluruh atletnya. Jangan sampai ada cabor yang justru membunuh semangat atlet dan zolim terhadap atlet-atlet potensial hanya karena ego organisasi atau kepentingan tertentu,” ujarnya.

Raden Una menilai Porprov NTB 2026 harus menjadi momentum pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi PON 2028. Karena itu, segala bentuk aturan yang berpotensi menghambat atlet berprestasi harus dievaluasi secara serius.

Sebagai anggota DPRD Provinsi NTB, ia menegaskan akan menggunakan kewenangannya untuk menjadikan persoalan tersebut sebagai atensi serius dalam fungsi pengawasan DPRD, terutama terkait penggunaan dan pemberian anggaran pembinaan kepada cabang olahraga.

“Saya akan menggunakan kewenangan saya sebagai anggota DPRD Provinsi NTB untuk menjadikan persoalan ini sebagai perhatian serius. Terutama dari sisi pemberian anggaran kepada cabang olahraga yang tidak mampu mengelola organisasinya secara profesional dan tidak mampu menjadi pembina yang baik untuk memajukan olahraga NTB,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga meminta agar KONI NTB dan Dikpora NTB melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang dinilai tidak menjalankan pembinaan secara sehat dan adil.

“Anggaran pembinaan olahraga berasal dari uang rakyat. Maka penggunaannya harus benar-benar berdampak pada peningkatan prestasi, pembinaan atlet, dan kemajuan olahraga NTB, bukan untuk mempertahankan kepentingan segelintir pihak,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Raden Una Abriadi berharap seluruh stakeholder olahraga di NTB dapat kembali fokus pada semangat pembinaan dan prestasi demi menjaga masa depan atlet-atlet daerah.

“Kita ingin olahraga NTB maju, melahirkan atlet berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Jangan sampai atlet-atlet potensial kehilangan kesempatan hanya karena sistem yang tidak sehat,” tutupnya.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 15:13:39 +0800 amr
Perkuat Layanan Kebencanaan, Damkartan Sumbawa Gelar Orientasi Dua Mobil Damkar Baru dari Kemenhan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-kebencanaan-damkartan-sumbawa-gelar-orientasi-dua-mobil-damkar-baru-dari-kemenhan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-kebencanaan-damkartan-sumbawa-gelar-orientasi-dua-mobil-damkar-baru-dari-kemenhan Perkuat Layanan Kebencanaan, Damkartan Sumbawa Gelar Orientasi Dua Mobil Damkar Baru dari Kemenhan

SUMBAWA, Amarmedia.co.id — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa menggelar orientasi teknis penggunaan mobil pemadam kebakaran baru di Markas Yonif 835/SYB Kerekeh, Rabu (22/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah persiapan operasional dua unit mobil damkar (fire truck) yang baru saja diterima dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).

Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa orientasi teknis berjalan dengan lancar. Pelatihan ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel memiliki kesiapan dan keahlian yang matang dalam mengoperasikan armada baru tersebut.

"Damkar Kabupaten Sumbawa saat ini masih kekurangan fire truck untuk melayani beberapa wilayah yang nantinya akan dibuka sebagai zona pelayanan baru. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan armada dari Kemenhan RI ini," ujar Haji Sahabuddin, Kamis (21/5/2026).

Perluasan Zona Layanan Antar-Kabupaten

Menurut Haji Sahabuddin, tambahan dua unit fire truck ini akan sangat membantu memperkuat pelayanan pemadam kebakaran, tidak hanya di wilayah Kabupaten Sumbawa tetapi juga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kehadiran armada ini sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas yang selama ini menghambat pembukaan zona layanan baru di daerah-daerah rawan.

Di lokasi yang sama, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 835/SYB, Letkol INF Muhamad Arifianto , menjelaskan bahwa penempatan dan orientasi di Markas Yonif merupakan bentuk nyata kolaborasi strategis. Ia berharap keberadaan mobil damkar ini dapat mengoptimalkan respons pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat.

Fokus Utama adalah penanganan kebakaran permukiman dan lahan dan tujuan strategis mempercepat response time (waktu tanggap) di zona layanan baru serta memperkuat mitigasi bencana berbasis sinergi lintas institusi.

"Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor kebencanaan dan penyelamatan. Kami siap mendukung penuh upaya perlindungan masyarakat ini," pungkas Kolonel Arifianto. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 08:45:31 +0800 amr
Sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu : Ketua Tim Pembina Posyandu Sumbawa Sapa Posyandu Melati di Kecamatan Alas dan Kemuning di Kecamatan Lunyuk. https://amarmedia.co.id/sosialisasi-advokasi-transformasi-posyandu-ketua-tim-pembina-posyandu-sumbawa-sapa-posyandu-melati-di-kecamatan-alas-dan-kemuning-di-kecamatan-lunyuk https://amarmedia.co.id/sosialisasi-advokasi-transformasi-posyandu-ketua-tim-pembina-posyandu-sumbawa-sapa-posyandu-melati-di-kecamatan-alas-dan-kemuning-di-kecamatan-lunyuk Sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu : Ketua Tim Pembina Posyandu Sumbawa Sapa Posyandu Melati di Kecamatan Alas dan Kemuning di Kecamatan Lunyuk.

SUMBAWA. Amarmedia.co.id — Dalam rangka sosialisasi Advokasi Transformasi Posyandu dan memperingati Hari Posyandu Nasional 2026 sekaligus memperkuat aksi konvergensi pencegahan stunting, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Alas pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, evaluasi langsung, serta advokasi terkait transformasi Posyandu sebagai wadah integrasi layanan dasar.

Kunjungan diawali dengan peninjauan langsung ke Posyandu Melati di Dusun Dalam, Desa Dalam, Kecamatan Alas. Posyandu ini merupakan salah satu posyandu yang telah resmi mengantongi nomor registrasi dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri.

Dalam peninjauan ini, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE melihat langsung kesiagaan kader dalam memberikan pelayanan siklus hidup, mulai dari bayi, balita, resiko stunting, hingga kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) yang hadir dengan penuh semangat untuk melakukan skrining kesehatan dini.

Pada momentum tersebut, diserahkan juga sejumlah dukungan secara simbolis pertama ; bantuan pangan dan protein hewani dari BAZNAS untuk keluarga rentan/berisiko stunting yang masuk kategori mustahik, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan untuk cegah stunting.

 

Kedua dalam rangka SPM Bidang Pendidikan,dukungan buku bacaan untuk menguatkan literasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat di posyandu.

 

Ketiga dalam rangka SPM Perumahan Rakyat, Sebagai kilas balik keberhasilan kolaborasi lintas sektor, diingatkan kembali dukungan pembangunan rumah layak huni bagi sasaran Desa Lunyuk Ode yang sebelumnya diserahkan di Posyandu Kemuning 1, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk.

Workshop Peningkatan Kapasitas TP Posyandu dan 6 Pilar SPM

Usai meninjau lapangan, kegiatan bergeser ke Aula Kantor Camat Alas untuk pelaksanaan Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pembina dan Kader Posyandu tingkat Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.

Workshop yang berlangsung hingga pukul 14.00 WITA ini fokus pada penguatan 6 Pilar Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, yaitu bidang Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Perumahan Rakyat, Pekerjaan Umum, dan Trantibumlinmas.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Alas Dr.Usman SE.ME beserta Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Alas ibu Dian Eka Yanti Usman), Kepala Desa Dalam, Ketua Pembina Posyandu Desa Dalam, petugas kesehatan, KUPT Kesehatan, KUPT KB, serta perwakilan pengampu SPM dari berbagai OPD (Dinas PMD, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Dikbud, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta DP2KBP3A).

Melalui sinergi, kolaborasi, dan integrasi lintas sektor ini, diharapkan transformasi Posyandu di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:57:14 +0800 amr
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke&118, Sekda NTB Ajak ASN Harus Menjadi Agen Perubahan yang Profesional https://amarmedia.co.id/peringatan-hari-kebangkitan-nasional-ke-118-sekda-ntb-ajak-asn-harus-menjadi-agen-perubahan-yang-profesional https://amarmedia.co.id/peringatan-hari-kebangkitan-nasional-ke-118-sekda-ntb-ajak-asn-harus-menjadi-agen-perubahan-yang-profesional Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Sekda NTB Ajak ASN Harus Menjadi Agen Perubahan yang Profesional

Mataram.Amarmedia.co.id - Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang dirangkaikan dengan Hari Kesadaran Nasional menjadi ajang refleksi mendalam bagi jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur NTB pada Rabu (20/5/2026) ini membawa pesan kuat tentang pergeseran makna kedaulatan di era modern.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, membacakan amanat tertulis dari Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. Abul Chair mengajak seluruh peserta upacara kembali menengok sejarah 1908, saat organisasi Boedi Oetomo meletakkan fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa melalui jalur intelektual dan diplomasi. Namun, tantangan abad ke-21 menuntut adaptasi yang radikal.

"Secara filosofis, kebangkitan nasional adalah proses dinamis mutatis mutandis berubah dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan," ujar Abul Chair mengutip amanat Menkomdigi.

Ia menekankan bahwa pada tahun 2026 ini, medan perjuangan bangsa telah bergeser. Kedaulatan tidak lagi hanya berbicara tentang batas-batas teritorial fisik, melainkan kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital.

Dengan mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara," pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi generasi muda di ruang siber. Salah satu langkah konkret yang disoroti adalah pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas Bangsa).

Langkah revolusioner bahkan telah diambil per 28 Maret 2026, di mana pemerintah resmi membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi demi memastikan ekosistem digital yang sehat, beretika, dan ramah tumbuh kembang anak.

Di sisi lain, narasi kebangkitan ini dikaitkan erat dengan visi kemandirian bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui "Asta Cita". Pemerintah kini tengah mengintegrasikan ekosistem kesejahteraan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga penyediaan layanan cek kesehatan gratis secara masif.

Kemandirian ekonomi diperkuat melalui optimalisasi Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, yang diproyeksikan memudahkan mendapatkan akses pupuk, permodalan, sembako, hingga obat-obatan bagi masyarakat desa.

Di akhir sambutan, Sekda NTB memberikan catatan kritis khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Momentum Harkitnas 2026 dituntut menjadi energi penggerak bagi ASN yang tidak hanya sekedar menjalankan tugas administratif. ASN masa kini harus bertransformasi menjadi agen perubahan yang profesional, inovatif, adaptif, dan responsif dalam menghadirkan pelayanan publik terbaik demi terwujudnya Indonesia yang maju dan sejahtera.(AM/diskominfotik)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:36:33 +0800 amr
Silaturahmi dengan Forkompimda Regional Maluku dan Nusa Tenggara, Menko Polkam Ajak para Pemimpin Berkorban untuk Rakyat https://amarmedia.co.id/silaturahmi-dengan-forkompimda-regional-maluku-dan-nusa-tenggara-menko-polkam-ajak-para-pemimpin-berkorban-untuk-rakyat https://amarmedia.co.id/silaturahmi-dengan-forkompimda-regional-maluku-dan-nusa-tenggara-menko-polkam-ajak-para-pemimpin-berkorban-untuk-rakyat

Lombok Barat, NTB.Amarmedia.co.id - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan harapan Presiden Prabowo Subianto agar sinergi, soliditas, dan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terus diperkuat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas serta mendukung keberhasilan program-program pembangunan nasional.

Pesan tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan arahan kepada para kepala daerah dan Forkopimda di regional Nusa Tenggara dan Maluku, dalam acara Silaturahmi dan Arahan Menko Polkam, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Forkopimda se-Wilayah Nusa Tenggara dan Maluku yang digelar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026). 

"Saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo Subianto pada Bapak dan Ibu seluruhnya, dengan harapan agar soliditas di antara kita tetap dijaga," kata Menko Djamari.

Selain para kepala daerah yang mencakup gubernur, bupati, dan walikota, turut menjadi peserta juga Panglima Kodam, Panglima Kodaeral, Danlanud, Kapolda, dan Kajati di regional Maluku dan Nusa Tenggara.

Dalam arahannya, Menko Polkam juga mengimbau agar seluruh pimpinan daerah terus menjaga soliditas dan memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat. Menurutnya, di tengah situasi krisis global yang masih berlangsung, pemerintah pusat bekerja sangat keras agar masyarakat tidak terkena dampak serius, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun keamanan. Oleh karena itu, Menko Polkam mengajak seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda untuk responsif terhadap setiap keluhan masyarakat serta menunjukkan semangat rela berkorban demi kepentingan rakyat.

"Berempatilah kita pada posisi rakyat. Tidak ada pilihan lain, kita sudah terlanjur dipilih oleh rakyat untuk memimpin negeri ini. Jangan kita tunjukkan hal-hal yang bisa menyinggung perasaan rakyat kita, justru tunjukkan kita mau berkorban untuk rakyat," kata Djamari Chaniago.

Mendagri Tito Karnavian dalam kesempatan ini menegaskan pentingnya peran dan soliditas Forkopimda dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan di daerah serta mendukung terselenggaranya program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. 

Sementara itu Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto terkait perumahan rakyat. Pemerintahan saat ini, kata Menteri PKP, memberi perhatian penuh bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian yang layak. Oleh karena itu, para kepala daerah diminta memaksimalkan program-program tersebut untuk masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan ini, turut mendampingi Menko Polkam antara lain Sesmenko Polkam, Letjen TNI Mochammad Hasan dan para Deputi Kemenko Polkam.(AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 05:28:46 +0800 amr
Perkuat Pembangunan Daerah, Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia Sepakati Kolaborasi Strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-pembangunan-daerah-pemkab-sumbawa-dan-care-indonesia-sepakati-kolaborasi-strategis https://amarmedia.co.id/perkuat-pembangunan-daerah-pemkab-sumbawa-dan-care-indonesia-sepakati-kolaborasi-strategis Perkuat Pembangunan Daerah, Pemkab Sumbawa dan CARE Indonesia Sepakati Kolaborasi Strategis

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Bupati Sumbawa - Ir.H. Syarafuddin Jarot,M.P. menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepakatan dengan CARE terkait Kolaborasi Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Ekonomi melalui Penguatan Kesehatan Anak, Perlindungan Perempuan dan Anak, Ketahanan Ekonomi Keluarga, dan Ketahanan Lingkungan Berbasis Desa di Kabupaten Sumbawa. Pada acara tersebut turut hadir, Seketaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Inspektorat Kepala Bapperida, Kepala OPD terkait, bertempat di Ruang Rapat H. Hasan Usman lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (20/5/2026)

Bupati Sumbawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa bermitra dengan Yayasan CARE Indonesia untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya senior di CARE sejak CARE masih kecil dulu. Jadi tidak perlu berpanjang kata, karena saya paham CARE kompeten di bidang pemberdayaan dan punya kepedulian untuk membantu masyarakat,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyebut ada tiga program prioritas yang akan menjadi payung besar kerja sama: ekonomi, lingkungan persampahan, dan pemberdayaan pesisir. Ia meminta OPD kreatif mengembangkan program turunan sesuai kebijakan kabupaten. 

“Kita tidak perlu menangani sendiri, dengan CARE, kita bisa kolaborasi agar program berjalan,” tegasnya.

“Karena itu kami buat program khusus. Kewenangan hutan memang di provinsi, tapi masyarakatnya di Kabupaten Sumbawa. Saya sudah minta Gubernur perkuat Satgas Penanganan Hutan,” jelasnya.

Untuk mendukung agroforestri, Bupati menawarkan pilot porang. Pemkab siap menyediakan bibit sebanyak-banyaknya untuk masyarakat. Demplot porang yang sudah dibuat hasilnya bagus dan hanya perlu dipagar agar tidak dimakan ternak.

“Porang ini adaptif, bisa di bawah naungan. Silakan CARE buat pilot di Sumbawa,” kata Bupati.

  

Bupati juga menyoroti tantangan daerah. Inflasi naik dipicu harga cabai, kemiskinan ekstrem, dan stunting masih jadi perhatian. Banyak pendatang bekerja di sektor pertanian dan bangunan namun tinggal di rumah tidak layak saat pendataan, sehingga data kemiskinan bertambah,"tutupnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan CARE Indonesia, DR. Abdul Wahib Situmorang. menyampaikan, kerja sama ini merupakan komitmen CARE dalam mendukung pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan pengentasan kemiskinan dengan keberpihakan pada kelompok marjinal, terutama perempuan. 

“CARE di Indonesia sudah ada sejak 1967. Sekarang kita ingin lanjutkan dengan inovasi yang selaras dengan visi Sumbawa,” ujarnya.

Ada Tiga program prioritas yang akan didorong CARE di Sumbawa:

1.Agroforestri Berbasis Perdagangan Karbon, Pengembangan agroforestri komoditas kopi, coklat, dan kemiri yang terintegrasi dengan perdagangan karbon. Sumbawa diusulkan menjadi lokasi percontohan perdagangan karbon berbasis kelompok masyarakat. CARE saat ini berdiskusi intensif dengan Nature dari Australia dan Bumi Hijau dari Jakarta terkait program ini.

2.Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah 

Replikasi model pengelolaan sampah organik 2 ton per hari menggunakan maggot BSF yang sudah berhasil di Depok dan Sumatera Selatan. Maggot akan diolah menjadi pakan ikan, kotorannya menjadi pupuk organik untuk hortikultura, dan hasilnya disuplai ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini akan dilaksanakan di 4 kecamatan di Sumbawa dan berpotensi menghasilkan pendapatan dari karbon sektor limbah.

3.Penguatan Ekonomi Perempuan Pesisir

Program pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan pesisir yang terintegrasi dengan perlindungan kawasan. CARE telah mendapat dukungan pendanaan untuk pelaksanaan program ini di Sumbawa," ucapnya.

Abdul Wahib berharap ketiga program tersebut dapat selaras dengan visi misi Bupati Sumbawa untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, bermartabat, dan mampu mengentaskan kemiskinan,"tutupnya.( AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 03:40:55 +0800 amr
Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi https://amarmedia.co.id/evaluasi-fls3n-kabupaten-sumbawa-hasanuddin-tekankan-pentingnya-pembinaan-karakter-artikulasi-dan-penguatan-seni-tradisi https://amarmedia.co.id/evaluasi-fls3n-kabupaten-sumbawa-hasanuddin-tekankan-pentingnya-pembinaan-karakter-artikulasi-dan-penguatan-seni-tradisi Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi 

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 Mei 2026 – Pelaksanaan Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 yang berlangsung di Kafe arung Jonga memasuki babak akhir. Dalam kesempatan tersebut, praktisi seni dan pengamat budaya, Hasanuddin akrab disapa Haji Ace, menyampaikan evaluasi mendalam terkait jalannya kompetisi dan profesionalisme manajemen sekolah dalam membina bakat siswa.

Haji Ace menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen pembentuk karakter dan wadah pengembangan potensi siswa yang seharusnya menjadi prioritas setiap satuan pendidikan.

"FLS3N adalah major event bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Sekolah harus bergerak aktif menemukan bakat siswa," ujar Hasanuddin di hadapan peserta dan tenaga pendidik, Rabu malam (20/5/2026).

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa bersama jajarannya, Pengurus Dewan Kesenian Sumbawa.

Dalam arahannya, Hasanuddin membedah tiga poin penting untuk meningkatkan kualitas penampilan siswa di tingkat provinsi maupun nasional:

Pertama: untuk Seni Mendongeng, Ia mengingatkan agar para peserta dan guru pembina memperhatikan teknik pemenggalan cerita (durasi) agar tidak memutus alur. Selain itu, artikulasi menjadi sorotan utama. "Banyak bahasa ucap yang tertelan karena emosi. Padahal, artikulasi harus jelas. Kebiasaan bicara tidak jelas ini jangan dibawa ke atas panggung jika ingin bersaing di level nasional," tegasnya.

Kedua Kreativitas Musik Tradisional . Hasanuddin menekankan pentingnya menciptakan pertunjukan yang utuh. Ia mengimbau agar sekolah tidak terpaku pada keterbatasan alat musik, melainkan berkolaborasi dengan sanggar seni setempat untuk mengeksplorasi komposisi musik tradisi Sumbawa, seperti penggunaan gendang, gong, dan serune yang dikelola secara kreatif.

Ketiga; untuk Tari Kreasi, Terkait materi tari, Hasanuddin menjelaskan bahwa kategori saat ini adalah semi-kontemporer yang tetap berpijak pada tradisi. Ia meminta para penata tari untuk lebih jeli dalam menerjemahkan tema "Pesta Rakyat" sesuai dengan sudut pandang anak remaja, bukan memaksakan estetika "salon" yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat Sumbawa. " Cantik salon bukan satu-satunya yang dinilai, tapi pada karakter dan kreativitas tema yang dibawa, kalau kita membawa tema turin benrang maka nggak perlu ornamen yang macam - macam"ujarnya.

Meski menyadari keterbatasan anggaran daerah, Hasanuddin optimis bahwa prestasi seni Sumbawa tetap bisa diperhitungkan di kancah nasional. Ia mencontohkan konsep "teater miskin" yang membuktikan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk melahirkan karya seni yang agung.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Hasanuddin menyatakan kesediaannya untuk mendampingi para juara tingkat kabupaten agar lebih matang sebelum melaju ke tingkat provinsi.

"Saya siap membantu memberikan pembinaan, tidak perlu bayar, cukup diskusi dan kolaborasi. Kita ingin Sumbawa tetap berada di papan atas prestasi kesenian. Saya berharap para juri dan guru dapat bekerja sama membina siswa agar mampu duduk setara dengan daerah lain di tingkat nasional," pungkasnya.

Acara malam itu ditutup dengan harapan agar seluruh pihak, mulai dari Dinas Dikbud hingga praktisi seni, dapat duduk bersama mengevaluasi teknis pembinaan demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 21 May 2026 02:41:54 +0800 amr
Geram dengan Kerusakan Infrastruktur di Ropang, Ketua LSM Gentar Alam Ancam Gerakan Massa Jika Tidak Ada Perbaikan Segera https://amarmedia.co.id/geram-dengan-kerusakan-infrastruktur-di-ropang-ketua-lsm-gentar-alam-ancam-gerakan-massa-jika-tidak-ada-perbaikan-segera https://amarmedia.co.id/geram-dengan-kerusakan-infrastruktur-di-ropang-ketua-lsm-gentar-alam-ancam-gerakan-massa-jika-tidak-ada-perbaikan-segera Geram dengan Kerusakan Infrastruktur di Ropang, Ketua LSM Gentar Alam Ancam Gerakan Massa Jika Tidak Ada Perbaikan Segera

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id , 20 Mei 2026 – Kondisi infrastruktur di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, kini berada di titik nadir. Kerusakan parah pada akses jalan utama dan jembatan penghubung desa menjadi sorotan tajam Ketua LSM Gentar Alam (Sumbawa Green Action), Aldiansyah, S.T., menyusul belum adanya kepastian perbaikan dari Pemerintah Daerah.

Kecamatan Ropang, yang merupakan salah satu lumbung pangan vital Kabupaten Sumbawa dengan produksi padi dan kopi yang melimpah, kini justru terisolasi oleh kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan berlumpur. Aldiansyah mengungkapkan bahwa kerusakan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman nyata bagi ekonomi masyarakat.

“Biaya transportasi hasil panen melonjak hingga 30%, distribusi terhambat, bahkan akses ke layanan dasar seperti puskesmas dan sekolah sangat terganggu. Kami sudah di titik jenuh,” tegas Ardiansyah.

Selain akses jalan, kondisi jembatan kayu penghubung menuju Desa Lawin, Labangkar, dan Ranan kini dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh. Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tersebut dinilai sudah tidak layak dilalui dan menuntut penggantian segera menjadi jembatan beton yang memadai.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan ST menyampaikan bahwa pembangunan jembatan belum dapat direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran. Pihak PUPR hanya mengalokasikan Rp500 juta dari total Rp5,21 miliar anggaran infrastruktur untuk penanganan ruas jalan di Kecamatan Ropang.

Menanggapi hal tersebut, Aldiansyah menyatakan penolakan keras. Ia menilai kebijakan penganggaran pemerintah tidak mencerminkan skala prioritas yang objektif.

“Kecamatan Ropang adalah wilayah sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi Sumbawa. Jika pemerintah tidak menempatkan Ropang sebagai skala prioritas, maka pengalokasian anggaran tersebut salah arah,” tambah Aldiansyah.

LSM Gentar Alam bersama masyarakat Kecamatan Ropang mengajukan tuntutan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa diantaranya pertama ; penetapan status darurat jalan di Kecamatan Ropang.

Kedua ; Perbaikan jalan harus segera dilakukan bulan ini, khususnya akses menuju Desa Lawin, Labangkar, dan Ranan.

Ketiga : Perusahaan tambang dan investor yang beroperasi di wilayah Ropang wajib berkontribusi minimal 30–50% dalam pembiayaan perbaikan infrastruktur.

Keempat ; Pengerjaan perbaikan menyeluruh ditargetkan selesai dalam 6–12 bulan.

Aldiansyah menegaskan bahwa jika tuntutan ini diabaikan, pihaknya tidak akan tinggal diam. Mengingat sebagian besar operasional perusahaan tambang berada di wilayah Ropang, ia memperingatkan pemerintah akan risiko kemarahan massa.

“Jika Ropang memang tidak dianggap sebagai skala prioritas oleh pemerintah, maka silakan pindahkan industri-industri tersebut ke kecamatan yang dianggap prioritas. Jangan sampai amukan massa dan kemarahan masyarakat yang dirugikan justru menghambat iklim investasi di Kabupaten Sumbawa. Ropang harus diperhatikan, Ropang harus jadi prioritas,” pungkasnya. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 15:25:32 +0800 amr
Peringati Harkitnas 2026, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Serukan Pemuda Jadi Garda Depan Kemajuan Daerah https://amarmedia.co.id/peringati-harkitnas-2026-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-serukan-pemuda-jadi-garda-depan-kemajuan-daerah https://amarmedia.co.id/peringati-harkitnas-2026-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-serukan-pemuda-jadi-garda-depan-kemajuan-daerah Peringati Harkitnas 2026, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Serukan Pemuda Jadi Garda Depan Kemajuan Daerah

SUMBAWA,Amarmedia.co.id – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada Rabu, 20 Mei 2026, dimanfaatkan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa untuk membangkitkan semangat juang generasi muda. Partai berlambang banteng moncong putih ini mengajak seluruh pemuda, khususnya milenial dan Gen-Z di Sumbawa, untuk menjadi motor penggerak pembangunan di tengah kompleksitas tantangan global.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH MSi dalam keterangannya Rabu 20 Mei 2026, menyatakan bahwa Harkitnas bukan sekadar seremoni mengenang sejarah, melainkan momentum untuk membangun optimisme dan keberanian anak muda dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, tantangan saat ini sangat nyata, mulai dari persaingan ekonomi global, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman krisis pangan, hingga perubahan iklim.

"Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kuat secara ideologi, budaya, dan karakter kebangsaan. Pemuda Sumbawa harus menjadi generasi yang produktif, kreatif, dan inovatif, namun tetap memegang teguh jati diri sebagai bangsa Indonesia," ungkapnya.

PDI Perjuangan menekankan bahwa relevansi ajaran Bung Karno, khususnya Marhaenisme, masih sangat kuat bagi generasi muda saat ini. Marhaenisme yang mengajarkan keberpihakan kepada rakyat kecil, semangat berdikari, dan gotong royong, dinilai sebagai fondasi utama dalam melawan ketidakadilan sosial.

"Generasi muda harus hadir sebagai pelopor perubahan yang berpihak kepada petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, dan seluruh lapisan masyarakat kecil. Jangan hanya menjadi penonton, jadilah pelaku utama pembangunan daerah di segala bidang, baik itu kewirausahaan, pertanian modern, teknologi digital, hingga politik kebangsaan yang sehat," tambahnya.

Dalam era digital saat ini, DPC PDI Perjuangan Sumbawa juga menyoroti peran media sosial. Pihaknya mengajak kaum muda untuk mengubah fungsi media sosial menjadi ruang edukasi, kreativitas, dan perjuangan gagasan, bukan sebagai alat penyebar kebencian, hoaks, atau perpecahan. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial diminta untuk terus dikedepankan sebagai kekuatan utama bangsa.

Mengakhiri pernyataannya, PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa masa depan daerah dan bangsa berada di pundak pemuda hari ini. Momentum Harkitnas 2026 diharapkan menjadi titik balik bagi pemuda Sumbawa untuk terus bergerak bersama rakyat demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Bangkit Pemudanya, Kuat Rakyatnya, Maju Indonesianya," pungkasnya dengan penuh semangat.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 15:09:27 +0800 amr
Pansus II DPRD Sumbawa Bedah Kinerja BUMD dan Revisi Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan https://amarmedia.co.id/pansus-ii-dprd-sumbawa-bedah-kinerja-bumd-dan-revisi-ranperda-pengelolaan-pasar-rakyat-pusat-perbelanjaan-dan-toko-swalayan https://amarmedia.co.id/pansus-ii-dprd-sumbawa-bedah-kinerja-bumd-dan-revisi-ranperda-pengelolaan-pasar-rakyat-pusat-perbelanjaan-dan-toko-swalayan Pansus II DPRD Sumbawa Bedah Kinerja BUMD dan Revisi Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan 

Sumbawa,Amarmedia.co.id   – Pansus II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat intensif pada Senin (18/5/2025) guna membahas dua Ranperda yakni Penyertaan Modal pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 2026-2030 dan dan Ranperda Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Rapat yang dipimpin Ketua Pansus II, I Nyoman Wisma, ini dihadiri oleh jajaran eksekutif, termasuk Kadis Koperindag, Kadis DPMPTSP, serta perwakilan Bagian Hukum dan Ekonomi Setda Sumbawa.

Dalam pembahasan penyertaan modal, Pansus II menyoroti tajam kondisi kesehatan sejumlah BUMD. Ketua Pansus II, I Nyoman Wisma, menegaskan bahwa Pemda harus transparan mengenai kondisi keuangan PT Bank NTB Syariah, PT BPR NTB Perseroda, PT Sabalong Samawa, hingga Perumda Air Minum Batulanteh sebelum investasi dilakukan.

"Niat Pemda untuk penyertaan modal patut diapresiasi, namun kita harus tahu kesehatan perusahaan tersebut. Untuk PT Sabalong Samawa, posisinya saat ini bisa dikatakan antara hidup dan mati. Kami meminta penjelasan pola pikir Pemda, apakah mau membangun ulang atau sekadar menyuntik modal tanpa arah yang jelas," tegas Nyoman Wisma.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Ekonomi Ivan Indrajaya ST MM menjelaskan bahwa penyertaan modal dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi. Untuk Bank NTB Syariah, meski laba sempat terdampak kasus perbankan, kini direksi baru tengah berupaya memulihkan kinerja dengan merambah sektor UMKM. Sementara untuk Perumda Air Minum Batulanteh, Pemda menekankan orientasi sosial dalam penyediaan air bersih, sehingga pelayanan menjadi prioritas dibandingkan mengejar deviden dalam waktu dekat.

Agenda kedua membahas Ranperda tentang Pengelolaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Pihak Pemda menyarankan agar dilakukan penyusunan ulang (rekonstruksi) total terhadap naskah tersebut. Hal ini dikarenakan substansi draf yang ada saat ini dinilai kurang sistematis dan berisiko membingungkan masyarakat.

Kadis Perindag dan Kadis DPMPTSP menekankan pentingnya mempertajam aturan mengenai perizinan toko berjejaring, terutama terkait jarak operasional dan kewajiban adanya berita acara survei lapangan yang melibatkan pihak desa dan kecamatan. "Permasalahan selama ini ada pada rekomendasi perizinan. Kita harus memperketat aturan jarak antara satu minimarket dengan minimarket lainnya agar tidak bertumpuk seperti di kota besar," tambah anggota Pansus, H. Zohran.

Dalam rapat tersebut, Pansus II dan Pemerintah Daerah menyepakati sejumlah poin penting:

Pertama ; Proses penyertaan modal wajib didasarkan pada laporan keuangan yang diaudit oleh auditor independen. Jika BUMD terbukti merugi berdasarkan audit tersebut, Bupati memiliki kewenangan untuk menghentikan penyertaan modal.

Kedua ; Pemerintah berkomitmen melakukan pembenahan manajemen, termasuk opsi rekrutmen direksi yang profesional dan berjiwa bisnis untuk menyelamatkan BUMD yang kinerjanya stagnan.

Ketiga ; Disepakati untuk menyusun ulang draf Ranperda Pasar rakyat Pusat Perbelanjaan dan toko swalayan guna menyesuaikan dengan regulasi terbaru (PP 29/2021) dan memastikan kepastian hukum bagi pelaku usaha tradisional maupun modern.

Pansus II menegaskan bahwa setiap kebijakan penyertaan modal harus berorientasi pada ketahanan fiskal daerah dan dampak sosial langsung bagi masyarakat Sumbawa. Rapat ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus melakukan koordinasi dalam tahap harmonisasi regulasi agar hasil akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 09:40:02 +0800 amr
Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa: Maju,Bergerak dan Berkolaborasi https://amarmedia.co.id/musyawarah-cabang-keiv-bpc-hipmi-kabupaten-sumbawa-majubergerak-dan-berkolaborasi https://amarmedia.co.id/musyawarah-cabang-keiv-bpc-hipmi-kabupaten-sumbawa-majubergerak-dan-berkolaborasi Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa: Maju,Bergerak dan Berkolaborasi

Sumbawa,Amarmedia.co.id  20 Mei 2026 — Aula Gedung Olive Food Court akan menjadi tempat para pengusaha muda paling dinamis di Kabupaten Sumbawa berkumpul dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa. Acara yang akan dilaksanakan pada hari Kamis 21 Mei 2026 pukul 12.00 WITA itu akan menjadikan Olive Food Court, Jalan Kerangka Baja, Brang Bara, sebagai pusat energi kewirausahaan dan jaringan bisnis yang penuh semangat.

Dipimpin oleh Ketua OC Muscab Wira Marizal dan Ketua SC Muhammad Fauzi, Muscab Ke‑IV ini akan dibuka dengan antusiasme tinggi dari anggota HIPMI, pelaku usaha, serta tokoh penggerak ekonomi di Kabupaten Sumbawa. Momentum ini juga mendapat sorotan dari ketua umum HIPMI Kabupaten Sumbawa, Farzan, untuk menegaskan komitmen organisasi dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan kompetitif.

"Muscab kali ini bukan sekadar agenda administratif,  ia menjadi panggung strategis bagi regenerasi kepemimpinan kami yang telah berakhir masanya, sinergi program, dan deklarasi langkah nyata untuk memperkuat UMKM, mendorong investasi lokal, serta membuka akses pasar dan pembiayaan bagi pelaku usaha muda Sumbawa"ujarnya kepada awak media Rabu 20 Mei 2026. 

Kemudian ujarnya, berbagai agenda penting, termasuk pemilihan pengurus baru, pembahasan roadmap pengembangan kewirausahaan, dan inisiatif kolaborasi antar-sektor, dijadwalkan berjalan intensif sepanjang hari.

Ketua Umum HIPMI Kab. Sumbawa, Farzan, mengajak agar semua pihak bersatu mengakselerasi pembangunan ekonomi daerah melalui inovasi dan kolaborasi.

Diharapkan suasana semakin hidup dengan sesi sambutan penuh semangat dari Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi NTB Ismed Fathurrahman Maulana bersama Sekretaris Umum Anggi Sihanjaya yang telah terkonfirmasi akan hadir, dan diskusi panel yang menghadirkan ide-ide segar untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Para peserta juga dapat bersemangat menjalin kemitraan, bertukar peluang usaha, serta menyiapkan rencana aksi yang langsung dapat diimplementasikan di tingkat lokal.

Ketua OC Wira Marizal menegaskan bahwa Muscab Ke‑IV ini adalah kesempatan emas untuk menghadirkan figur pemimpin muda yang visioner dan pro-bisnis."Untuk tema muscab ke IV adalah Maju,bergerak dan berkolaborasi"ujarnya. Sementara Ketua SC Muhammad Fauzi menyatakan kesiapan panitia dalam menyelenggarakan agenda yang transparan dan profesional. 

Dengan semangat “Maju,bergerak dan berkolaborasi”, Musyawarah Cabang Ke‑IV BPC HIPMI Kabupaten Sumbawa diharapkan melahirkan kepengurusan yang energik dan program-program nyata yang mampu mengangkat daya saing pelaku usaha lokal. Olive Food Court insya Allah menjadi saksi lahirnya langkah baru bagi pengusaha muda Sumbawa yang siap berkibar di kancah regional dan nasional" pungkasnya.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 07:45:57 +0800 amr
Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen https://amarmedia.co.id/jaga-kesinambungan-program-dan-kelangsungan-organisasi-pwi-pusat-isi-jabatan-sekjen https://amarmedia.co.id/jaga-kesinambungan-program-dan-kelangsungan-organisasi-pwi-pusat-isi-jabatan-sekjen Jaga Kesinambungan Program dan Kelangsungan Organisasi, PWI Pusat Isi Jabatan Sekjen 

 

JAKARTA,Amarmedia.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan reposisi susunan pengurus harian melalui Surat Keputusan PWI Pusat Nomor 081-PLP/PP-PWI/V/2026 tertanggal 18 Mei 2026. 

Dalam perubahan tersebut, Marthen Selamet Susanto ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI Pusat menggantikan almarhum Zulmansyah Sekedang.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, penyesuaian susunan pengurus dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal sekaligus menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat.

“Perubahan susunan pengurus ini dilakukan untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan optimal serta menjaga kesinambungan program-program PWI Pusat,” ujar Munir, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Munir berharap susunan kepengurusan yang baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi. 

Selain itu dapat melanjutkan pengabdian dan semangat yang telah diwariskan almarhum Zulmansyah Sekedang bagi PWI dan dunia pers nasional.

Sebelum dipercaya menjabat Sekjen, Marthen Selamet Susanto diketahui menjabat sebagai Bendahara Umum PWI Pusat.

Seiring reposisi tersebut, jabatan Bendahara Umum kini diisi Sumber Rajasa Ginting yang sebelumnya menjabat Wakil Bendahara Umum.

Untuk mendukung tugas kebendaharaan, PWI Pusat juga menetapkan Badar Subur sebagai Wakil Bendahara Umum I dan Herlina sebagai Wakil Bendahara Umum II.

Sementara itu, posisi Wasekjen diisi oleh Haryo Ristamaji, Suprapto Sastro Atmojo dan Kadirah

Selain pergantian Sekjen dan Bendara Umum, PWI Pusat juga melakukan reposisi di sejumlah bidang pengurus harian.

Bidang Organisasi dan Keanggotaan tetap dipimpin Zulkifli Gani Ottoh dengan Djoko Tetuko Abdul Latif sebagai wakil ketua.

Pada Bidang Pembinaan Daerah, posisi ketua tetap dijabat Mirza Zulhadi dengan wakil ketua Novrizon Burman dan Sarjono.

Di Bidang Pendidikan, Agus Sudibyo tetap dipercaya memimpin bersama Zarman Syah dan kini didampingi Iskandar Zulkarnain.

Sementara Bidang Kerja Sama dan Kemitraan dipimpin Ariawan dengan para wakil ketua Amy Atmanto, M. Sarwani, Abdullah Sammy, dan Ki Agus Firdaus.

Untuk Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum, posisi ketua dijabat Anrico Pasaribu dengan wakil ketua Baren Antoni Siagian dan Jimmy Endey.

Bidang Hubungan Luar Negeri dipimpin Irfan Junaidi dengan Aldi Gultom sebagai wakil ketua.

Di Bidang Multimedia dan IT, Hilman Hidayat tetap dipercaya sebagai ketua dengan Merdi Sofansyah dan Agus Salim Alwi Hamu sebagai wakil ketua.

Sedangkan Bidang Media dan Penyiaran tetap diketuai Auri Jaya dengan Danang Sanggabuana dan Dede Apriadi sebagai wakil ketua.

Pada Bidang Pengelolaan Aset, Endang Werdiningsih menjabat ketua didampingi Hari Wibowo dan Rabiatun Drakel. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 05:25:19 +0800 amr
Hadiri Rakor Forkopimda di NTB, Menteri PKP Tekankan Perkuat Sinergi Keamanan dan Percepatan Program Perumahan Rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-forkopimda-di-ntb-menteri-pkp-tekankan-perkuat-sinergi-keamanan-dan-percepatan-program-perumahan-rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-forkopimda-di-ntb-menteri-pkp-tekankan-perkuat-sinergi-keamanan-dan-percepatan-program-perumahan-rakyat Hadiri Rakor Forkopimda di NTB, Menteri PKP Tekankan Perkuat Sinergi Keamanan dan Percepatan Program Perumahan Rakyat

Lombok Barat.Amarmedia.co.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Hotel Merumatta Senggigi Lombok, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (19/5/2026).

Rakor yang diawali Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago tersebut membahas sejumlah isu strategis nasional, mulai dari penguatan keamanan maritim dan pertahanan negara, pengarusutamaan gender (PUG) di sektor keamanan, hingga evaluasi program strategis pemerintah daerah yang selaras dengan visi pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur NTB, Gubernur NTT, Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, jajaran Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda), hingga Ketua DPRD Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pentingnya optimalisasi potensi sumber daya alam dan pariwisata daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Baru sekarang saya datang ke Lombok dan kesempatan baik ini saya gunakan untuk merangsang Forkopimda untuk menjadikan sumber daya alam kita menjadi pusat tujuan wisata karena keindahannya. Sudah saatnya masyarakat menikmati sumber daya di negeri ini,” ujar Menko Polkam.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan berbagai capaian dan program prioritas Kementerian PKP melalui tayangan video 21 capaian kinerja sektor perumahan. 

Menteri PKP menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“Terima kasih kepada Pak Mendagri, kita sudah membuat kebijakan SKB 3 Menteri yang sangat pro rakyat, yang pertama BPHTB dan PBG gratis untuk MBR dan Presiden Prabowo adalah yang pertama membuat kebijakan ini serta membuktikan kalau birokrasi kita berjalan dengan lebih cepat,” ujar Menteri PKP.

Menurut Maruarar Sirait, keberhasilan pembangunan sektor perumahan membutuhkan kolaborasi dan semangat gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat.

“Bagaimana kekuatan kepercayaan dan gotong royong dari berbagai pihak yang berkenan untuk membantu bidang perumahan ini menjadi bukti kita kompak dan apabila dengan konsep yang jelas kita akan dapat dukungan sinergi yang kuat,” lanjut Menteri PKP.

Menteri PKP juga menekankan bahwa berbagai program unggulan Kementerian PKP yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan semakin mempercepat pemerataan pembangunan perumahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya terhadap percepatan penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Provinsi NTB. Ia menyebut NTB menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi dalam penerbitan izin pembangunan rumah rakyat.

“Provinsi NTB menjadi yang tertinggi mengeluarkan 64 izin PBG dengan bentuk 6.170 unit rumah,” ujar Mendagri.

Mendagri juga menyoroti program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dinilai menjadi langkah bersejarah dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat.

“Bedah rumah 400.000 BSPS ini adalah pertama kali dalam sejarah dan tidak akan mungkin APBD menampung itu dan sekarang Pak Menteri PKP memberikan untuk setiap kabupaten di NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara serta Papua minimal 500 bedah rumah BSPS,” kata Tito Karnavian.

Selain itu, Mendagri menjelaskan adanya alokasi pembangunan 15.000 rumah di kawasan perbatasan melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional.

Rakor Forkopimda tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Acara ditutup dengan penampilan lagu “Di Bawah Tiang Bendera” yang dibawakan Edo Kondologit, menambah nuansa persatuan dan nasionalisme dalam forum koordinasi lintas sektor tersebut.

Melalui Rakor ini, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pembangunan perumahan rakyat yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:56:54 +0800 amr
Menteri PKP Dorong Percepatan KUR Perumahan, BSI Siap Tambah Penyaluran untuk Dukung Program 3 Juta Rumah https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-dorong-percepatan-kur-perumahan-bsi-siap-tambah-penyaluran-untuk-dukung-program-3-juta-rumah https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-dorong-percepatan-kur-perumahan-bsi-siap-tambah-penyaluran-untuk-dukung-program-3-juta-rumah Menteri PKP Dorong Percepatan KUR Perumahan, BSI Siap Tambah Penyaluran untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

Lombok Barat.Amarmedia.co.id— Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan KUR Perumahan yang berlangsung di Graha Bhakti Praja Conference Center, Selasa (19/05/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta sektor perbankan dalam mempercepat akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui program strategis nasional 3 Juta Rumah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal beserta jajaran FORKOPIMDA Provinsi NTB, Gubernur NTT beserta FORKOPIMDA Provinsi NTT, Gubernur Maluku beserta FORKOPIMDA Provinsi Maluku, Gubernur Maluku Utara beserta FORKOPIMDA Provinsi Maluku Utara, Dirjen Perkotaan Kementerian PKP, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, Walikota Mataram, perwakilan PNM, perwakilan SMF, serta Wakil Direktur Utama bank BSI.

Dalam sambutannya, Menteri PKP menegaskan pentingnya kecepatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam sektor pembiayaan dan penyediaan hunian layak.

“Melayani rakyat itu harus dengan cepat, ayo kita nyanyi lagu ‘Bongkar’ supaya pemerintah melayani rakyat tidak boleh lambat tapi harus cepat dan mudah bagi rakyat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong percepatan pembangunan dan pembiayaan perumahan rakyat. 

Menurutnya, pemerintah terus memperluas akses pembiayaan agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah layak huni dengan skema yang mudah, cepat, dan terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama BSI menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung program prioritas nasional di bidang perumahan.

“Kami mendukung atas inisiasi pemerintah khususnya Kementerian PKP dalam program prioritas nasional yakni 3 juta rumah dan untuk penyaluran ini kami siap untuk ditambah kuotanya,” ujar Wakil Dirut BSI.

BSI mencatat kinerja positif dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional. Realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI secara nasional telah mencapai Rp799,11 miliar. 

Sementara khusus di Provinsi Nusa Tenggara Barat, realisasi penyaluran kredit program perumahan melalui BSI mencapai Rp43,82 miliar.

Selain itu, realisasi penyaluran kredit program perumahan khusus Provinsi NTB dengan BSI sebagai bank penyalur tercatat sebesar Rp315,7 miliar. Hingga April 2026, BSI juga telah menyalurkan pembiayaan untuk 1.201 unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

BSI juga telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah melalui program Kredit Pemilikan Perumahan (KPP) sejak program tersebut diluncurkan atau mencapai sekitar 60 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah. Khusus di NTB, BSI telah menyalurkan sekitar Rp44 miliar kepada 110 nasabah.

Di tengah tantangan ekonomi global, BSI pada tahun 2026 berhasil mempertahankan pertumbuhan yang sehat dengan total aset mencapai Rp460 triliun dan pertumbuhan laba sebesar 17,1 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembiayaan syariah, termasuk sektor perumahan rakyat.

Melalui kolaborasi ini, Kementerian PKP berharap sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin mempercepat realisasi program perumahan nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau di berbagai daerah Indonesia.(AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:46:20 +0800 amr
Menteri PKP Tinjau Rusunawa Bintaro NTB, Pastikan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Nelayan Mataram https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rusunawa-bintaro-ntb-pastikan-hunian-layak-dan-terjangkau-bagi-nelayan-mataram https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rusunawa-bintaro-ntb-pastikan-hunian-layak-dan-terjangkau-bagi-nelayan-mataram Menteri PKP Tinjau Rusunawa Bintaro NTB, Pastikan Hunian Layak dan Terjangkau bagi Nelayan Mataram

Mataram Amarmedia.co.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro yang berlokasi di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/05/2026). 

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hunian, fasilitas kawasan, serta kenyamanan masyarakat penghuni rusun yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau langsung kondisi unit hunian, fasilitas umum kawasan rusun, hingga kawasan pesisir pantai yang menjadi pusat aktivitas mata pencaharian warga penghuni rusunawa.

Rusunawa Bintaro memiliki kapasitas hunian berupa 1 twin block dengan bangunan 3 lantai yang terdiri atas 44 unit kamar tipe 36. Setiap unit dirancang ramah keluarga dan dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu dapur, serta satu kamar mandi.

Selain itu, seluruh unit hunian telah diserahkan dalam kondisi fully furnished atau dilengkapi dengan mebel dasar guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat sejak pertama kali menempati hunian.

Dengan biaya sewa sekitar Rp150.000 per bulan, Rusunawa Bintaro diharapkan menjadi solusi hunian layak, sehat, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya nelayan di kawasan pesisir Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga berdialog langsung dengan sejumlah penghuni rusun. Salah satunya adalah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang urut sekaligus memiliki usaha warung kecil untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepada warga tersebut, Menteri PKP menyampaikan harapannya agar hunian yang disediakan pemerintah dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga ibu berkah ya bu tinggal di sini, semoga bermanfaat dan selalu sehat-sehat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP menegaskan bahwa pembangunan rumah susun bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki lingkungan hunian yang mendukung aktivitas ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik.

Menurutnya, lokasi Rusunawa Bintaro yang berada dekat kawasan pantai menjadi nilai penting karena memudahkan para nelayan untuk tetap menjalankan aktivitas mencari nafkah tanpa harus tinggal di kawasan permukiman yang tidak layak

“Kementerian PKP terus berupaya menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Menteri PKP.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Dirjen Perumahan Perdesaan Rinni D. Mawarti, Staf Khusus Menteri Kiki Sidabutar, Tim Menteri Edo Kondologit, Staf Khusus Menteri Daeng, Kepala BP3KP NT 1 beserta jajaran. (AM)

]]>
Wed, 20 May 2026 00:35:15 +0800 amr
Bupati Sumbawa Ikut Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Senggigi bersama Wamen Dalam Negeri https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ikut-gerakan-indonesia-asri-di-pantai-senggigi-bersama-wamen-dalam-negeri https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ikut-gerakan-indonesia-asri-di-pantai-senggigi-bersama-wamen-dalam-negeri Bupati Sumbawa Ikut Gerakan Indonesia ASRI di Pantai Senggigi bersama Wamen Dalam Negeri

Lombok Barat, Amarmedia.co.id 19 Mei 2026 — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP pagi ini  Selasa 19 Mei 2026 turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Indonesia ASRI yang digelar di Pantai Senggigi, Lombok Barat. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI dan sejumlah kepala daerah lain sebagai bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 wilayah Nusa Tenggara dan Maluku.

Rangkaian kegiatan meliputi aksi bersih-bersih pantai dan bazar pangan murah. Menurut Bupati Jarot, kegiatan bersih pantai ini memiliki makna lebih dari sekadar menjaga kebersihan; ia menekankan bahwa aksi tersebut mencerminkan kepedulian bersama dan investasi untuk masa depan daerah.

“Kegiatan bersih pantai ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang kepedulian dan masa depan daerah kita bersama. Tetap kompak, tetap peduli, dan terus bergerak untuk Indonesia yang lebih ASRI,” ujar Bupati Jarot.

Kegiatan di Pantai Senggigi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendorong ketersediaan pangan terjangkau melalui bazar. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 22:50:49 +0800 amr
FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda! https://amarmedia.co.id/fls3n-2026-sumbawa-saat-panggung-kafe-berubah-jadi-arena-keajaiban-talenta-muda https://amarmedia.co.id/fls3n-2026-sumbawa-saat-panggung-kafe-berubah-jadi-arena-keajaiban-talenta-muda FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda!

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Ada yang berbeda di Kafee Arung Jonga malam ini Selasa 19 Mei 2026. Bukan sekadar tempat nongkrong, kafe ini mendadak disulap menjadi panggung megah penuh warna saat Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 resmi digelar.

Suasana riuh rendah penonton seketika hening saat satu per satu siswa SMP yang lolos ke babak final 3 besar tampil menunjukkan "sakti"-nya di bidang seni. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kadis Dikbud Sumbawa, Bapak Budi Sastrawan, M.Si., yang menekankan bahwa ajang ini adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter bangsa lewat seni dan budaya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dispopar Sumbawa, Muhammad Irpan, S.P.MM, memberikan pesan yang sangat menyejukkan bagi para peserta. "Kita berikan ruang yang luas tanpa membebani karya yang harus ditampilkan. Biarkan kreativitas mereka berkembang dan tumbuh secara alami," ujarnya penuh dukungan.

Parade Penampilan yang Menghipnotis

Malam itu benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa siswa Sumbawa punya bakat kelas wahid diantaranya Dian Sulastri siswi SMPN 2 Unter Iwes sukses membuat penonton ikut bernyanyi lewat lantunan syahdu "Laskar Pelangi".

SMPN 1 Labuhan Badas tampil kompak dengan musik tradisional yang sarat makna.Afifah Ufaira Shafiyyah dari SMPN 1 Moyo Hulu benar-benar menghipnotis penonton. Lewat dongeng "Batu Nganga", ia seolah membawa penonton masuk ke dalam cerita rakyat tersebut. Atribut dan ornamen yang disediakan diatas panggung sangat menyatu dengan cerita rakyat yang dibawa penuh penjiwaan.

Dari SMPN 3 Moyo Hulu dan SMPN 1 Sumbawa Besar memanjakan mata dengan tari kreasi yang energik, sementara Afifah Dwi Oktaviani dari SMPN 1 Sumbawa Besar memukau lewat vokal solonya yang merdu. Puncaknya, duo pantomim dari SMPN 3 Moyo Hulu, Rafli Amrillah dan Abdul Kholik tampil begitu matang. Gerakan mereka begitu presisi, jauh dari kesan sekadar meniru video YouTube, hingga membuat juri dan penonton terpukau.

Catatan Sang Pengamat: Lebih Berani dan Lebih Matang

Guru sekaligus pengamat seni, Guru Abdul Hakim SPd akrab disapa Guru Nik , memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan talenta tahun ini. Menurutnya, ada lonjakan keberanian yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Penampilan tahun ini luar biasa! Terutama pantomim, gerakan mereka sudah matang, bukan lagi hasil kopi-paste dari YouTube. Tari-tariannya pun lebih berani," ungkapnya antusias.

Ditambahkan oleh Hendra Sofyan.S.Sn atau akrab di panggil abang Auk, tentu saja, ada "pekerjaan rumah" kecil. Abang Auk menyoroti perlunya kolaborasi dengan pihak recording lokal untuk meningkatkan kualitas audio musik pengiring. Dengan sentuhan profesional di bidang rekaman, ia yakin karya anak-anak Sumbawa ini akan semakin megah dan layak bersaing di level yang lebih tinggi.

Pesan untuk Sang Juara

Kabid SMP Junaidi SPd, Ketika ditanya soal siapa yang layak mendapatkan "mahkota" juara, Ia hanya tersenyum bijak. "Jangan pernah berhenti untuk berkarya. Bagi kami, keberanian mereka tampil saja sudah merupakan kemenangan besar. Inilah generasi yang sedang menumbuhkembangkan karakter bangsa." ujarnya singkat.

Kepada para Kepala sekolah menengah Pertama  yang ada di Kabupaten Sumbawa Ia menekankan agar menjadi perhatian kegiatan seperti ini, "Tahun depan sangat kita harapkan lebih banyak lagi peserta yang ikut  terlebih bagi sekolah yang belum mengirim peserta sehingga kita dapat menjaring talenta yang unggul" jelasnya.

Selamat untuk siswa-siswi hebat dari SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Sumbawa Besar, SMPN 1 Labuhan Badas, SMPN 1 dan 3 Moyo Hulu dan seluruh peserta lainnya! Kalian adalah bukti nyata bahwa kreativitas anak Sumbawa memang tanpa batas. Teruslah berkarya, karena panggung dunia sedang menunggu kalian! pungkasnya .(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 22:29:24 +0800 amr
Menumbuhkan Karakter Bangsa Lewat Seni, FLS3N Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 Resmi Dibuka https://amarmedia.co.id/menumbuhkan-karakter-bangsa-lewat-seni-fls3n-kabupaten-sumbawa-tahun-2026-resmi-dibuka https://amarmedia.co.id/menumbuhkan-karakter-bangsa-lewat-seni-fls3n-kabupaten-sumbawa-tahun-2026-resmi-dibuka Menumbuhkan Karakter Bangsa Lewat Seni, FLS2N Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 Resmi Dibuka

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Babak Final Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 resmi dibuka. Ajang bergengsi yang menjadi wadah unjuk bakat talenta muda ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., bertempat di Kafe Arung Jonga, Sumbawa Besar, Selasa malam (19/5/2026).

Festival ini diramaikan oleh para pelajar berbakat dari berbagai sekolah, di antaranya SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Labuhan Badas, SMPN 1 Moyo Hulu, SMPN 3 Moyo Hulu, SMPN 2 Empang, SMPN 1 Empang, dan SMPN 4 Satap Lopok. Para peserta akan menampilkan kebolehan mereka dalam berbagai cabang lomba, mulai dari olah vokal melalui Penyanyi Solo, seni peran dalam Pantomim, hingga keindahan gerak Tari Tradisional.

Dalam sambutannya, Budi Sastrawan memotivasi para siswa untuk berani mengekspresikan diri tanpa rasa takut. Ia menekankan bahwa FLS3N adalah ruang kreativitas untuk mengasah kepercayaan diri yang akan menjadi modal penting bagi masa depan anak-anak.

"Tidak ada penampilan perdana yang langsung bermahkota, artinya setiap proses adalah pembelajaran. Yang terpenting adalah keberanian anak-anak untuk tampil. Saya minta kepada kepala sekolah dan guru pembimbing untuk terus mengarahkan anak-anak kita menampilkan kemampuan terbaik mereka," ujar Budi Sastrawan saat memberikan motivasi.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Irpan, S.P., MM., memberikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini. Menurutnya, FLS2N merupakan ruang kreasi yang sangat strategis dalam menumbuhkan talenta muda di bidang seni.

"Kita berikan ruang yang luas tanpa membebani karya yang ditampilkan. Biarkan kreativitas mereka berkembang dan tumbuh secara alami," ungkap Muhammad Irpan yang  juga Ketua Dewan Kesenian Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Sastrawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Dewan Kesenian Sumbawa yang telah memfasilitasi tempat, serta kehadiran tokoh budayawan H. Hasanuddin dan vokalis Arung Jonga, bang Iman, yang turut memberikan semangat bagi para peserta.

"Dengan mengucap Bismillah, Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional tingkat Kabupaten Sumbawa, saya nyatakan dibuka," ucap Budi Sastrawan secara resmi mengawali rangkaian perlombaan.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi generasi muda Sumbawa untuk terus berkarya, memupuk karakter bangsa, serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia melalui jalur seni dan sastra. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 20:44:42 +0800 amr
Menteri PKP Tinjau Rumah Susun ASN NTB, Dorong Hunian Modern dan Pelayanan Publik yang Cepat untuk Rakyat https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rumah-susun-asn-ntb-dorong-hunian-modern-dan-pelayanan-publik-yang-cepat-untuk-rakyat https://amarmedia.co.id/menteri-pkp-tinjau-rumah-susun-asn-ntb-dorong-hunian-modern-dan-pelayanan-publik-yang-cepat-untuk-rakyat Menteri PKP Tinjau Rumah Susun ASN NTB, Dorong Hunian Modern dan Pelayanan Publik yang Cepat untuk Rakyat

Lombok Barat, — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan kunjungan kerja ke Rumah Susun ASN Nusa Tenggara Barat yang berlokasi di Jl. TGH. Faesal No.555, Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/05/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas hunian vertikal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus meninjau pelayanan publik di lingkungan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Nusa Tenggara 1. Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP didampingi jajaran kantor pusat Kementerian PKP serta Kepala BP3KP Nusa Tenggara 1 beserta jajaran. 

Menteri PKP meninjau langsung fasilitas gedung, unit hunian, area pelayanan publik, serta berdiskusi dengan staf ASN BP3KP NT 1 yang juga berkantor di kawasan rumah susun tersebut.

Rumah Susun ASN NTB merupakan hunian vertikal modern dengan total 8 lantai dan memiliki 72 unit hunian yang diperkirakan mampu menampung hingga 216 orang. Rusun tersebut diperuntukkan bagi ASN Kementerian PUPR yang bertugas di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, khususnya pegawai yang berasal dari luar daerah.

Adapun komposisi unit terdiri atas 60 unit tipe 36, 10 unit tipe 45, serta 2 unit khusus ramah difabel. Seluruh unit hunian telah dilengkapi fasilitas furnitur lengkap atau fully furnished seperti tempat tidur, lemari pakaian, meja, dan kursi sehingga siap langsung ditempati.

Selain itu, rumah susun ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lift, mushola, area outdoor, serta mengusung konsep green building yang mendukung kenyamanan dan efisiensi lingkungan hunian.

Menteri PKP menjelaskan bahwa pembangunan rumah susun ASN merupakan bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang layak, sehat, terjangkau, dan dekat dengan area kerja guna mendukung peningkatan kinerja pelayanan publik.

Rusun ASN NTB juga dikembangkan dengan konsep Mixed Use Development, di mana lantai 1 hingga lantai 3 difungsikan sebagai area perkantoran dan ruang serbaguna termasuk operasional BP3KP NT 1, sementara lantai 4 hingga lantai 8 digunakan sebagai area hunian bagi ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP turut mengunjungi ruang Pelayanan Publik BP3KP NT 1 dan memberikan arahan terkait pentingnya akses layanan yang mudah bagi masyarakat.

“Ini ruang pelayanan ya, saran saya bisa ditempatkan di bawah di lantai 1 agar rakyat mendapatkan akses informasi yang mudah dan cepat,” ujar Menteri PKP.

Menteri PKP juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian PKP agar masyarakat memperoleh informasi dan solusi secara cepat serta tepat.

“Kita harus menguasai masalah dan kebijakan yang ada di masyarakat karena ketika rakyat bertanya dan menyampaikan pengaduan, kita bisa sampaikan dengan jelas agar rakyat terbantu,” kata Menteri PKP.

Kementerian PKP terus mendorong pembangunan hunian vertikal berkualitas bagi ASN sebagai bagian dari penguatan ekosistem pelayanan publik yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan tersedianya hunian yang representatif dan terintegrasi dengan fasilitas kerja, diharapkan ASN dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 19:21:24 +0800 amr
BAZNAS Kabupaten Sumbawa Sambangi Mustahik Desa Kelungkung melalui Program 100 Mustahik per Desa https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-sambangi-mustahik-desa-kelungkung-melalui-program-100-mustahik-per-desa https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-sambangi-mustahik-desa-kelungkung-melalui-program-100-mustahik-per-desa BAZNAS Kabupaten Sumbawa Sambangi Mustahik Desa Kelungkung melalui Program 100 Mustahik per Desa

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 19 Mei 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program 100 Mustahik per Desa. Kali ini, kegiatan penyaluran bantuan dilaksanakan di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh, pada Selasa (19/5/2026), bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Kelungkung.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Program ini menyasar berbagai kelompok mustahik, di antaranya imam masjid, marbot, fakir miskin, penyandang disabilitas, guru PAUD, serta bantuan sarana ibadah untuk Masjid Nurul Hidayah dan musholla SDN Kelungkung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ihsan Safitri, didampingi Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supryadi, SHI., MHI.

Kepala Desa Kelungkung, Muhammad Saleh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian BAZNAS Kabupaten Sumbawa kepada masyarakat Desa Kelungkung. Menurutnya, program tersebut sangat membantu warga yang membutuhkan, terutama di wilayah pedesaan dan pegunungan seperti Batulanteh.

“Kami atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Kelungkung mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Muhammad Saleh.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ihsan Safitri, menyampaikan bahwa Program 100 Mustahik per Desa merupakan bentuk nyata hadirnya BAZNAS di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Program ini bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan untuk memperkuat ukhuwah sosial di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para mustahik dan memberikan semangat bagi para penerima manfaat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kabupaten Sumbawa akan terus berupaya memperluas jangkauan pelayanan dan penyaluran bantuan ke desa-desa lainnya di Kabupaten Sumbawa agar manfaat zakat semakin dirasakan secara merata.

Kebahagiaan dan rasa syukur tampak jelas dari wajah para penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan, Saban, warga Dusun Semongkat A, menyampaikan rasa terima kasih dan doa kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga BAZNAS semakin maju dan semua yang membantu diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT,” ungkapnya haru.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SDN Kelungkung, Jumaiyah, S.Pd, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan untuk musholla sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan untuk musholla SDN Kelungkung. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kegiatan ibadah dan pendidikan karakter siswa di sekolah kami,” tuturnya.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar dan penuh kehangatan. Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan juga diisi dengan doa bersama agar seluruh program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Melalui Program 100 Mustahik per Desa, BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus berupaya menghadirkan solusi dan kepedulian nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Sumbawa. (AN/Adi)

]]>
Tue, 19 May 2026 18:49:06 +0800 amr
Forum Energi Terbarukan Internasional Digelar di NTB Bahas Penguatan Energi Bersih yang Berkeadilan https://amarmedia.co.id/forum-energi-terbarukan-internasional-digelar-di-ntb-bahas-penguatan-energi-bersih-yang-berkeadilan https://amarmedia.co.id/forum-energi-terbarukan-internasional-digelar-di-ntb-bahas-penguatan-energi-bersih-yang-berkeadilan Forum Energi Terbarukan Internasional Digelar di NTB Bahas Penguatan Energi Bersih yang Berkeadilan

Mataram, 19 Mei 2026 — Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah forum internasional kerja sama energi terbarukan yang mempertemukan delegasi dari Indonesia, Madagaskar, Nepal, Kenya, dan Jerman di Prime Park Hotel Mataram, Selasa (19/5).

Forum kerja sama Selatan-Selatan dan triangular tersebut membahas penguatan kolaborasi transisi energi bersih yang berkeadilan, khususnya bagi negara berkembang dan wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan akses energi dan perubahan iklim.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya NTB sebagai lokasi penyelenggaraan forum internasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi di Pulau Lombok, daerah yang terus tumbuh menjadi wilayah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Aka, sapaan akrab Ahsanul Khalik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Pemerintah Republik Federal Jerman dan GIZ, Kementerian Luar Negeri RI, Bappenas, akademisi, serta pelaku industri energi terbarukan.

Dalam sambutan Gubernur, Aka menegaskan bahwa transisi energi bersih kini menjadi kebutuhan global di tengah tantangan perubahan iklim, ketahanan energi, dan tekanan ekonomi dunia yang semakin kompleks.

Namun demikian, menurutnya, transisi menuju energi bersih tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan teknologi dan investasi semata, tetapi juga harus memastikan masyarakat kecil, wilayah terpencil, dan kelompok rentan tetap mendapatkan akses energi yang adil dan merata.

“Transisi energi bukan lagi sekedar pilihan, tetapi kebutuhan bersama. Namun prosesnya harus dijalankan secara adil dan inklusif agar tidak meninggalkan masyarakat kecil maupun kawasan terpencil,” tegasnya.

Ia menjelaskan, NTB memiliki potensi energi baru terbarukan yang besar, mulai dari energi surya, panas bumi, bioenergi, mikrohidro, hingga energi kelautan. Tingginya intensitas sinar matahari sepanjang tahun dinilai menjadi peluang besar bagi NTB untuk berkembang sebagai salah satu pusat energi surya di Indonesia.

Selain itu, kondisi geografis NTB yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan dan kawasan terpencil menjadikan pengembangan energi berbasis komunitas, termasuk renewable energy minigrids, sangat relevan untuk memperluas akses energi masyarakat.

“Kami percaya energi bukan hanya soal listrik dan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, kesempatan ekonomi, dan masa depan generasi mendatang,” katanya.

Menurut Gubernur sebagaimana disampaikan Aka, forum kerja sama internasional tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat solidaritas antarnegara berkembang dalam menghadapi tantangan geopolitik global, krisis energi, dan perubahan iklim yang dampaknya dirasakan lintas negara.

Karena itu, kolaborasi antarnegara tidak cukup hanya berbasis kepentingan ekonomi, tetapi juga harus dibangun melalui transfer pengetahuan, penguatan kapasitas, pengembangan teknologi hijau, dan keberpihakan pada pembangunan berkelanjutan.

“Tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim dan transisi energi sendirian. Dibutuhkan kemitraan global yang dibangun atas dasar kolaborasi dan saling menguatkan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, juga terbuka memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan energi terbarukan, investasi hijau, teknologi ramah lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih.

“NTB ingin menjadi bagian penting dalam peta pengembangan energi bersih kawasan Asia dan negara berkembang,” tegas Aka.

Melalui forum tersebut, Pemprov NTB berharap lahir langkah konkret, penguatan jejaring internasional, serta inovasi yang mampu mempercepat pengembangan energi bersih yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Di akhir kegiatan, Pemerintah Provinsi NTB juga mengundang seluruh delegasi untuk menikmati keindahan alam dan kekayaan budaya NTB sebagai bagian dari penguatan persahabatan antarbangsa. (AM/Kominfotik)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:56:57 +0800 amr
Komisi II DPRD Sumbawa Desak Pembentukan Satgas Terpadu Berantas Penyelundupan Ternak https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-desak-pembentukan-satgas-terpadu-berantas-penyelundupan-ternak https://amarmedia.co.id/komisi-ii-dprd-sumbawa-desak-pembentukan-satgas-terpadu-berantas-penyelundupan-ternak Komisi II DPRD Sumbawa Desak Pembentukan Satgas Terpadu Berantas Penyelundupan Ternak

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu (13/5/2026) lalu untuk merumuskan strategi pengamanan lalu lintas ternak dan menekan angka penyelundupan ternak keluar daerah. Rapat ini dihadiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Distanakkeswan), Satuan Pelaksana Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB wilayah Labuhan Badas, Satpol PP, serta perwakilan asosiasi pengusaha ternak PEPEHANI dan AP2H.

Dalam rapat tersebut, terungkap adanya praktik ilegal yang dikenal dengan istilah "ngojek" ternak. Modus yang ditemukan melibatkan pihak luar atau oknum pengusaha yang menggunakan izin dari kabupaten tetangga (seperti Dompu atau Bima) untuk meloloskan ternak asal Sumbawa. Praktik ini dinilai merusak tatanan perdagangan ternak yang telah mapan dan merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Sumbawa Syaifuddin SP mengakui adanya hambatan dalam pemungutan PAD akibat penutupan sementara Holding Ground Timur dan Barat selama periode Januari–April 2026. Meski kini telah beroperasi kembali, pengawasan terhadap dokumen pengiriman masih perlu disinkronkan secara ketat dengan pihak Karantina.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Sumbawa Ridwan SP menekankan perlunya langkah konkret. "Penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan harus tegas, tidak boleh hanya sanksi ringan. Kita harus mengamankan PAD dan menegakkan aturan agar daerah tidak terus-menerus dirugikan oleh oknum pengusaha nakal," ujar Ridwan 

Hasil RDP ini menghasilkan sepuluh poin rekomendasi krusial yang akan diserahkan kepada Pemda Sumbawa. Salah satu poin utama adalah desakan untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Ternak yang melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Balai Karantina, dan instansi terkait untuk menjaga titik-titik rawan.

Selain itu, Komisi II memberikan instruksi tegas kepada pihak Balai Karantina di Poto Tano untuk:

1. Hanya menerima dokumen asli berbarcode; menolak segala bentuk dokumen fotokopi.

2. Mewajibkan adanya stempel asal-usul ternak tingkat kecamatan pada setiap dokumen pengiriman.

3. Melakukan verifikasi ketat terhadap stempel portal sebelum menerbitkan sertifikasi kesehatan hewan.

Terkait kendala teknis yang dikeluhkan Satpol PP, yakni kesulitan penanganan barang bukti (BB) hewan hidup, Komisi II meminta Pemerintah Daerah untuk menjamin ketersediaan pakan dan fasilitas di Holding Ground, serta mempertimbangkan penyediaan anggaran pendamping agar proses hukum terhadap penyelundup dapat tuntas hingga putusan hakim.

"Kami minta Bupati Sumbawa memberikan atensi khusus pada pengamanan ini. Jika perlu, izin usaha bagi perusahaan yang terbukti melanggar aturan secara berulang harus dicabut," tegas pihak Pimpinan rapat Komisi II menutup rapat.

Ke depannya, DPRD Sumbawa akan menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Balai Karantina NTB dan Dinas Peternakan Provinsi untuk menyamakan persepsi regulasi lalu lintas ternak antar wilayah di NTB. (AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:38:04 +0800 amr
Presiden Prabowo Tambah Target Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit https://amarmedia.co.id/presiden-prabowo-tambah-target-bedah-rumah-jadi-400-ribu-unit https://amarmedia.co.id/presiden-prabowo-tambah-target-bedah-rumah-jadi-400-ribu-unit Presiden Prabowo Tambah Target Bedah Rumah Jadi 400 Ribu Unit

Lombok Barat.Amarmedia.co.id - Presiden RI, Prabowo Subianto menaikkan target program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah dari 45 ribu unit menjadi 400 ribu unit tahun 2026. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk di wilayah perbatasan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Untuk bedah rumah rakyat yang tidak layak huni menjadi layak huni, tahun lalu itu 45 ribu, tahun ini menjadi 400 ribu. Kenaikannya besar sekali,” ujar Maruarar usai Rapat Koordinasi Forkopimda bersama Menko Polkam dan Menteri Dalam Negeri di Lombok Barat, Selasa, 19 Mei 2026 sebagai mana dilansir dari rri.co.id.

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan. Pemerintah mengalokasikan sekitar 15 ribu unit rumah untuk kawasan kepulauan dan daerah perbatasan melalui koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan.

Wilayah sasaran antara lain kawasan perbatasan di Papua, Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, Sulawesi Tenggara di kawasan terluar dekat Filipina, hingga Kepulauan Riau. Pemerintah ingin rumah-rumah warga di wilayah terdepan Indonesia dapat direnovasi agar lebih layak huni.

“Negara harus hadir di daerah perbatasan,” kata Maruarar.

Selain program RTLH, Kementerian PKP bersama Kementerian Kesehatan juga menyiapkan renovasi sekitar 8 ribu rumah bagi masyarakat pengidap tuberkulosis atau TBC. Program itu ditujukan untuk mendukung kualitas hunian yang lebih sehat bagi penderita penyakit menular tersebut.

Pemerintah juga mengalokasikan sekitar 10 ribu unit rumah dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto.

Di sektor pembiayaan perumahan, pemerintah meningkatkan kuota rumah subsidi dari sebelumnya sekitar 220 ribu–290 ribu unit menjadi 350 ribu unit. Pemerintah juga meluncurkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang ditujukan bagi pelaku UMKM di sektor konstruksi dan pengembang perumahan.

Melalui skema itu, pelaku UMKM dapat memperoleh pinjaman hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga sebesar 5 persen. Sementara untuk sisi permintaan, UMKM dengan pinjaman di bawah Rp100 juta disebut tidak memerlukan agunan dengan bunga sekitar 0,5 persen per bulan atau 6 persen per tahun.

Maruarar menyebut pemerintah juga mendorong keterlibatan UMKM dan industri kecil menengah dalam ekosistem pembangunan perumahan, termasuk melalui program penyediaan material seperti genteng dan komponen bangunan lain.

Kebijakan pemerintah pusat tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan peningkatan bantuan rumah layak huni sangat penting bagi NTB yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman karena tahun ini meningkatkan jumlah pemberian rumah-rumah di NTB. Kami masih punya sekitar dua persen kemiskinan ekstrem dan sebagian besar dipengaruhi kondisi rumah yang tidak layak huni,” ujar Iqbal.

Menurut dia, program bedah rumah tidak hanya memperbaiki kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan di daerah.

Iqbal juga mengapresiasi dukungan Kementerian Dalam Negeri dalam membantu pemerintah daerah mencari alternatif pembiayaan pembangunan di tengah kebijakan pemotongan transfer ke daerah (TKD).

“Pak Mendagri banyak membantu Pemprov NTB dalam mencari alternatif pembiayaan kreatif melalui berbagai skema pembiayaan pembangunan. Alhamdulillah pembangunan daerah tetap bisa berjalan,” katanya.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 17:29:55 +0800 amr
Serap Aspirasi Rakyat, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Resmi Buka "Rumah Aspirasi" https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-rakyat-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-resmi-buka-rumah-aspirasi https://amarmedia.co.id/serap-aspirasi-rakyat-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-resmi-buka-rumah-aspirasi Serap Aspirasi Rakyat, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Resmi Buka "Rumah Aspirasi"

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mengambil langkah konkret untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Secara resmi, kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa kini membuka layanannya sebagai "Rumah Aspirasi Masyarakat Sumbawa".

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen nyata partai untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Rumah Aspirasi ini didesain sebagai ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan aduan, berkomunikasi, serta melakukan advokasi terhadap berbagai persoalan hidup sehari-hari.

"Kami mempersilakan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, tanpa membedakan latar belakang, untuk datang dan menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun persoalan yang dihadapi. Setiap aspirasi masyarakat akan diterima dan diadvokasi oleh PDI Perjuangan sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku," ujar Abdul Rafiq dalam keterangan resminya Selasa 19 Mei 2026.

Untuk memastikan aspirasi masyarakat terlayani dengan optimal, DPC PDI Perjuangan telah menyusun jadwal piket khusus. Setiap hari, kantor tersebut akan dijaga oleh tim yang terdiri dari anggota DPRD dan pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa.

Layanan Rumah Aspirasi ini dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Sementara itu, untuk hari Minggu, kantor diliburkan.

Rumah Aspirasi ini dirancang untuk menampung berbagai bidang permasalahan yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Adapun persoalan yang dapat dikonsultasikan atau diadukan meliputi pertanian dan perikanan, ketengakerjaan dan buruh, kesehatan dan pendidikan, bantuan sosial dan pelayanan publik, Masalah Hukum, serta persoalan kemasyarakatan lainnya.

Abdul Rafiq berharap, kehadiran Rumah Aspirasi ini benar-benar mampu menjadi jembatan perjuangan rakyat menuju keadilan dan kesejahteraan bersama, serta menjadi tempat bagi partai untuk menjalankan fungsi pengabdian secara maksimal.

Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya dapat langsung mengunjungi Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa yang beralamat di Jalan Lintas Sumbawa–Bima, Kecamatan Unter Iwes.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 15:08:11 +0800 amr
KONI Kabupaten Sumbawa Monitoring dan Evaluasi Atlet TC Persiapan Porprov NTB 2026 https://amarmedia.co.id/koni-kabupaten-sumbawa-monitoring-dan-evaluasi-atlet-tc-persiapan-porprov-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/koni-kabupaten-sumbawa-monitoring-dan-evaluasi-atlet-tc-persiapan-porprov-ntb-2026 KONI Kabupaten Sumbawa, Monitoring dan Evaluasi Atlet TC Persiapan Porprov NTB 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id -   19 Mei 2026- Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH MSi bersama Sekretaris Umum KONI Sumbawa H Yudi Patria Negara dan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbawa Syamsul Patria SPd melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap atlet Kabupaten Sumbawa yang sedang menjalani Training Center (TC) persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB Tahun 2026 yang akan digelar pada Juli 2026 mendatang.

Kegiatan monev dilaksanakan pada Senin, 19 Mei 2026, di Aula Kantor PDI Perjuangan dan dilanjutkan di kompleks GOR Cendrawasih Sumbawa dengan menyasar beberapa cabang olahraga, yaitu pencak silat, taekwondo, sepak takraw, tinju, dan tarung derajat.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran KONI Kabupaten Sumbawa melihat langsung kondisi atlet selama menjalani pemusatan latihan, mulai dari kesiapan fisik, semangat latihan, kedisiplinan, hingga berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi selama program TC berlangsung.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa monitoring ini penting dilakukan untuk memastikan seluruh atlet mendapatkan pembinaan yang maksimal dan tetap berada dalam kondisi fokus menghadapi Porprov NTB 2026.

“Kami ingin memastikan atlet-atlet Sumbawa yang sedang menjalani TC benar-benar siap secara fisik, mental, dan disiplin. Target prestasi tidak akan tercapai tanpa latihan yang serius, fokus, dan konsisten,” ujar Ketua Umum KONI Sumbawa.

Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet agar menjaga komitmen selama masa persiapan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi latihan.

“Atlet harus memiliki mimpi besar untuk membawa nama baik Kabupaten Sumbawa. Kunci utama seorang atlet adalah disiplin, fokus, dan kerja keras. Tidak ada prestasi yang diraih secara instan. Semua membutuhkan proses, pengorbanan, dan semangat pantang menyerah,” tegasnya.

Selain melihat langsung proses latihan, KONI Kabupaten Sumbawa juga mencatat berbagai kekurangan dan kebutuhan cabang olahraga sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pembinaan menuju Porprov NTB Juli 2026.

Ketua Umum KONI Kabupaten Sumbawa juga menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini tidak hanya dilakukan pada beberapa cabang olahraga saja, namun akan dilaksanakan secara menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga yang telah didaftarkan untuk mengikuti Porprov NTB 2026.

“Monev ini akan terus berjalan ke seluruh cabang olahraga yang telah resmi didaftarkan dalam Porprov NTB 2026. KONI ingin memastikan seluruh atlet dan pelatih mendapatkan perhatian, pendampingan, serta evaluasi yang baik selama masa persiapan,” tambahnya.

KONI Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh cabang olahraga agar atlet-atlet daerah mampu tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik pada ajang Porprov NTB 2026.(AM)

]]>
Tue, 19 May 2026 13:28:31 +0800 amr
Doa Bersama dan Soft Launching Sekda Berharap, Aplikasi My LPTQ NTB, Tetap Mutakhir dan Bermanfaat https://amarmedia.co.id/doa-bersama-dan-soft-launching-sekda-berharap-aplikasi-my-lptq-ntb-tetap-mutakhir-dan-bermanfaat https://amarmedia.co.id/doa-bersama-dan-soft-launching-sekda-berharap-aplikasi-my-lptq-ntb-tetap-mutakhir-dan-bermanfaat Doa Bersama dan Soft Launching Sekda Berharap, Aplikasi My LPTQ NTB, Tetap Mutakhir dan Bermanfaat

Mataram.Amarmedia.co.id -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi aplikasi My LPTQ NTB sebagai cara dakwah yang relevan dengan zaman dan berharap fitur serta kontennya tetap mutakhir (update). 

"Saya berharap nanti ada fitur kelas virtual dan tidak sepi aktifitas dengan konten yang update oleh akademisi maupun para tuan guru", ucap Sekretaris Daerah, Abul Chair, Ak yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) NTB di Mesjid Nurul Hidayah, Kelurahan Getap Barat, kota Mataram, Sabtu (16/05/2026) dalam kegiatan pengenalan (soft launching) serta doa dan zikir bersama yang dihadiri Bupati dan Walikota serta pengurus LPTQ se NTB. 

Dikatakannya, transformasi pembelajaran Quran yang adaptif melalui platform digital di gawai generasi muda yang juga dekat dengan keseharian mereka dapat mendekatkan minat dan cita cita membumikan Al Quran. 

Sekda juga berpesan dalam kegiatan doa dan dzikir bersama menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi di Praya, Lombok Tengah pada Juni mendatang agar tak sekadar menjadi ajang perlombaan namun ruang syiar untuk pendidikan karakter dan peradaban Islami yang hadir dalam cara kita bekerja, memimpin dan membangun daerah. 

Ketua Harian LPTQ NTB, Dr TGH Sabarudin mengatakan, aplikasi belajar Quran ini dilengkapi fitur Al Quran smart untuk materi cara membaca yang sesuai (qiroat), tafsir dan materi tahfiz. 

Adapula fitur Guruku untuk tanya jawab, layanan dan info seputar kegiatan LPTQ serta audio tilawah dari para qori internasional NTB. 

"Kami berharap aplikasi ini tidak hanya diunduh namun diniatkan sebagai jalan dakwah dan amal jariyah bagi yang memanfaatkannya untuk pengembangan pembelajaran Quran", ujarnya. 

Sabarudin yang juga seorang Qori internasional NTB ini menambahkan bahwa aplikasi ini sebagai ikhtiar agar teknologi tidak menjauhkan generasi muda dari belajar Al Quran dan sebagai panduan para guru ngaji di kampung kampung. 

Rencananya, aplikasi LPTQ NTB yang merupakan lembaga resmi khusus mengajarkan dan mengembangkan berbagai cabang ilmu tentang Al Qur'an, baik dalam seni menulis, memahami isi kandungan, serta seni membaa Al-Qur'an ini akan diluncurkan resmi pada saat MTQ Provinsi Juni mendatang. (AM/kominfotikntb)

]]>
Sun, 17 May 2026 15:10:43 +0800 amr
Euforia Kelulusan, Seragam Sekolah, dan Sebuah Pelajaran tentang Empati https://amarmedia.co.id/euforia-kelulusan-seragam-sekolah-dan-sebuah-pelajaran-tentang-empati https://amarmedia.co.id/euforia-kelulusan-seragam-sekolah-dan-sebuah-pelajaran-tentang-empati Euforia Kelulusan, Seragam Sekolah, dan Sebuah Pelajaran tentang Empati

Oleh Asmediati 

MASA paling asyik itu SMP dan SMA. Banyak orang mengakui itu. Saya juga mengakui. Zaman sekolah itu asyik sekali. Banyak kenangan. 

Meski asyik, waktunya singkat. Masing-masing hanya tiga tahun. Setelah itu tamat.

Saya masih ingat, di saat menjelang EBTANAS—ujian berskala nasional yang menjadi penentu kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA pada era 1990-an—sekolah mengumpulkan kami di lapangan upacara. Ada acara tausiah bersama, berdoa bersama, menyalami orang tua dan guru, sehabis itu bertangis-tangisan bersama.

Di kepala, yang terbayang hanya satu: apakah lulus EBTANAS atau tidak. Sebab pada masa itu, jika NEM (Nilai Ebtanas Murni) buruk, jangan harap bisa lulus, apalagi masuk ke kampus negeri favorit atau perguruan tinggi yang diimpikan. Namun, setelah pengumuman kelulusan tiba, sebuah fenomena kontras justru terjadi.

Sebagian siswa merayakannya dengan euforia berlebihan. Mereka mencoret-coret seragam sekolah dengan cat semprot warna-warni, berkonvoi di jalan raya, melanggar rambu lalu lintas, bahkan banyak yang tak berhelm. Seketika, lupalah pada tausiah dan masa bertangis-tangisan penuh haru sebelum lulus tadi.

Alasan mereka kebahagiaan perlu dirayakan karena hanya sekali seumur hidup. Namun, hal ini justru memicu kritik, kenapa harus dengan mencoret baju? Bukankah itu bentuk nir-empati dan sebuah kemubaziran? 

Syukurnya, di zaman itu saya tak ikut-ikutan. Seragam saya masih aman di lemari. 

Ada untungnya saya lahir dari orang tua yang hidup susah, sehingga saya tahu persis betapa sulitnya mereka memeras keringat hanya untuk membelikan sepasang seragam itu.

Seiring pergantian waktu dan kebijakan ujian nasional yang terus berubah, aksi hura-hura ini mulai ditertibkan dan dilarang. Perlahan, banyak sekolah dan siswa mulai meninggalkan tradisi buruk tersebut. Beberapa angkatan siswa memilih cara lain yang lebih kreatif dan berkesan, seperti menggunakan stiker tanda tangan yang tidak permanen, melakukan long march, bakti sosial, donasi seragam, hingga syukuran sederhana. 

Cara-cara ini tampak jauh lebih keren, elegan, dan bermanfaat.

Namun begitu, tahun ini bukan berarti aksi coret-coret benar-benar hilang. Di Instagram, ruang berkumpulnya remaja Gen Z, saya sempat mengintip story mereka. Ternyata masih ada pelajar yang bangga memamerkan seragam penuh warna cat semprot. Tradisi usang itu rupanya masih berumur panjang. 

Tentu, ini adalah tindakan personal yang terkadang di luar kendali sekolah maupun orang tua. Euforia masa remaja sering kali bergerak lebih cepat daripada nasihat guru dan petuah ayah-ibu.

Realitasnya, fenomena kelulusan hari ini seolah terbagi dalam dua wajah yang bertolak belakang. Di satu sisi, potret “euforia spontan” berupa coret-coret dan konvoi masih bermunculan di sejumlah daerah dan lini masa media sosial. Sebagian siswa tetap menganggapnya sebagai simbol kelucuan dan kenangan terakhir. 

Namun di sisi lain, kesadaran kolektif mulai tumbuh. 

Semakin banyak siswa yang justru mempertanyakan arti kebahagiaan tersebut dan memilih merayakannya dengan kegiatan yang lebih tertib, estetik, serta memiliki nilai sosial nyata.

Saya melihat perubahan ini sebagai pertanda baik. Setidaknya, generasi sekarang mulai diajak memahami bahwa kebahagiaan tidak harus diwujudkan dengan merusak sesuatu. 

Seragam sekolah bukan sekadar kain. Di dalamnya terajut perjuangan panjang orang tua. Ada uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, dan ada keringat yang mungkin tak pernah benar-benar diketahui anak-anak mereka.

Siswa yang memilih tidak mencoret seragam agar bisa disumbangkan kepada adik kelas atau anak-anak kurang mampu, sungguh patut dipuji. Begitu pula mereka yang memilih merayakan kelulusan dengan makan sederhana bersama guru lalu pulang dengan tenang tanpa memacetkan jalan raya. 

Di sanalah sebenarnya letak kedewasaan itu tumbuh.

Pada 2015 silam, saya menulis sebuah sajak berjudul “Ode Kelulusan”. Sajak itu lahir dari kegelisahan melihat seragam sekolah dicoret-coret seolah tak punya arti. Dalam sajak itu saya menulis bahwa setiap semprotan cat warna-warni itu sesungguhnya adalah peluh dan darah ayah-ibu yang bekerja di sawah, di pasar, dan di sudut-sudut kota. Ketika seragam itu dicoret, terasa ada rasa syukur yang ikut luruh. 

Puisi memang tidak selalu mampu mengubah keadaan, tapi setidaknya ia dapat mengingatkan bahwa di balik benda yang sederhana, sering kali tersembunyi perjuangan yang tidak sederhana.

Saya percaya, setiap generasi punya cara sendiri untuk merayakan kegembiraan. Adalah wajar jika anak muda membutuhkan ruang untuk bersorak dan menandai akhir masa sekolah yang tak akan datang dua kali. Namun, ekspresi itu tetap perlu dijaga agar tidak melewati batas dan tetap menghormati lingkungan sekitar. Merayakan kelulusan tidak harus dengan merusak atau membahayakan diri di jalan raya.

Kita sadar, kelulusan bukanlah garis finis untuk berpesta pora, melainkan gerbang awal menuju realitas hidup yang sesungguhnya. Jika untuk menghargai selembar kain seragam saja kita gagal, lantas bagaimana kita akan menghargai tanggung jawab yang lebih besar di masa depan? 

Kegembiraan lulus sekolah tak semestinya dirayakan dengan membuang empati. Mari kita sudahi tradisi kemubaziran ini. Alih-alih mengotori seragam dengan cat semprot, alangkah lebih mulia jika pakaian itu menjadi penyambung mimpi bagi mereka yang kurang beruntung. 

Jadikan kelulusan ini sebagai pembuktian bahwa kalian bukan sekadar lulus dalam angka-angka di atas kertas, tapi juga lulus dalam ujian kedewasaan dan rasa kemanusiaan.

ODE KELULUSAN

/1/

baju yang kaucoret itu

dengan cat semprot warna-warni

adalah peluh dan darah ayah-ibumu;

peluh yang mereka pungut di sawah, di pasar, di jalan raya

di kantor-kantor sudut kota, dan di mana-mana

tapi peluh-peluh itu, kau balas kemubaziran

meski kau pulang menegakkan kepala

membawa angka-angka begitu bangga

/2/

mungkin saja ayah-ibumu tersenyum bahagia dan haru

tapi tahukah kau di balik itu air mata mereka menggenang, melaut

tersembunyi, dan dada mereka sesak menahan perih di bilik sepi

tapi tak mampu diucapkan kepadamu, si buah hati belahan jiwa

sebab mereka ingin kau bahagia

—hingga kelak ia menutup mata

/3/

tiga tahun kau sekolah menuntut ilmu membingkai mimpi

tiga tahun pula mereka berpayah-payah

menyulam-jahit baju agar kau terlihat indah

lalu setelah kau tamat, kau lumat-lumat itu pakaian

bagai mencekik leher ayah-ibu

setelah bertahun-tahun membesarkanmu

andai baju yang kau pakai itu bisa bicara

ia akan teriak sekeras-kerasnya, menghardik kelalaianmu dan kawan-kawanmu

—percuma sekolah jika pulang membawa kesia-siaan!

/4/

tahukah kau, di luar pagar sekolah

juga di sudut desa dan pinggiran kota

remaja-remaja seusiamu berdoa siang malam

meminta penuh harap kepada Tuhan

bercucuran air mata, seguk payah hilang dahaga

berharap berbaju baru seperti bajumu

bermimpi punya tas dan sepatu bagus, seperti sepatumu

ingin diantar-jemput orang tua dengan mobil baru seperti mobilmu

tapi semua itu hanya igau di malam-malam yang mencekam

—dan kau bernasib baik, tidak seperti nasib mereka!

/5/

andai baju yang kau coret-coret itu kau jadikan sagu hati

untuk teman-temanmu yang hidup tidak sebaik hidupmu

kau telah membangun sebuah rumah di surga

yang pintu dan jendelanya adalah permata

/6/

ayolah adik-adikku, buka mata buka hatimu

jangan lagi lakukan kesalahan masa lalu

biarkan zaman kakak-kakakmu memfosil di pohon-pohon riwayat

mari bingkai hikayat baru yang menumbuhkan ketulusan

cinta kasih, empati; kepedulian yang tinggi

tanpa pamrih, tanpa kata tak!

—tak ada yang tak bisa jika kau kuasa melakukannya

/7/

untukmu yang hari ini akan pergi meninggalkan sekolah

jemputlah masa depan tanpa tanda seru dan tanda tanya

kecuali tanda tangan di mimbar-mimbar semesta

selamat menjejakkan kaki di kehidupan baru, adik-adikku

pergi jauh, sejauh-sejauhnya ke puncak impianmu

biarlah jarak memisahkan raga, tapi kenangan padamu tetap lekat di dada.

2015—2026. []

]]>
Sun, 17 May 2026 15:01:17 +0800 amr
Wamen PKP RI Fahri Hamzah Temui Korban Kebakaran Kalimango, Huntara Ditarget Rampung Dua Bulan https://amarmedia.co.id/wamen-pkp-ri-fahri-hamzah-temui-korban-kebakaran-kalimango-huntara-ditarget-rampung-dua-bulan https://amarmedia.co.id/wamen-pkp-ri-fahri-hamzah-temui-korban-kebakaran-kalimango-huntara-ditarget-rampung-dua-bulan Wamen PKP RI Fahri Hamzah Temui Korban Kebakaran Kalimango, Huntara Ditarget Rampung Dua Bulan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, H. Fahri Hamzah, SE., didampingi Bupati Sumbawa, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, menemui para korban bencana kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Camat Alas pada Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam kesempatan tersebut, H. Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat pasca musibah kebakaran yang menghanguskan 30 rumah di Desa Kalimango pada 21 Maret 2026 lalu.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang tengah dipercepat adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban, yang ditargetkan rampung seluruhnya dalam dua bulan ke depan. Setelah itu, pemerintah juga akan membangun hunian tetap (huntap) untuk masyarakat terdampak.

H. Fahri mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam merespons musibah kebakaran tersebut. Menurutnya, Pemkab Sumbawa bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, mulai dari pengajuan proposal desain rumah hunian tetap hingga penyediaan lahan untuk pembangunan huntara.

“Pemkab Sumbawa sangat cepat dalam penanganan bencana ini. Mulai dari pengajuan proposal desain rumah hunian tetap hingga pengadaan lahan untuk huntara, sehingga dalam waktu seminggu usulan tersebut dapat diterima. Bupati dan camat sudah bekerja luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Desa Kalimango.

Ia mengaku bersyukur karena banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak untuk membantu para korban bangkit dari musibah tersebut.

H. Jarot berharap masyarakat yang terdampak tetap bersabar dan terus bersyukur atas pertolongan Allah SWT melalui berbagai bantuan yang diberikan, termasuk pembangunan huntara dan huntap yang akan segera direalisasikan pemerintah.

Pada kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan tabungan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing korban kebakaran. Bantuan tersebut berasal dari Hashim Djojohadikusumo yang disalurkan melalui Bank Tabungan Negara. (AM)

]]>
Sun, 17 May 2026 02:55:41 +0800 amr
Peringati Dies Natalis UTS ke&14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan https://amarmedia.co.id/peringati-dies-natalis-uts-ke-14-fakultas-hukum-ajak-mahasiswa-peduli-lingkungan https://amarmedia.co.id/peringati-dies-natalis-uts-ke-14-fakultas-hukum-ajak-mahasiswa-peduli-lingkungan Peringati Dies Natalis UTS ke-14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan.

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 16 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ke-14, Fakultas Hukum UTS menggelar kegiatan diskusi lingkungan dan aksi penanaman pohon bertajuk Green Movement UTS 2026: “Satu Pohon untuk Masa Depan” pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum UTS tersebut dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum lintas angkatan dan berlangsung dengan penuh antusiasme.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Hukum UTS dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga pencemaran lingkungan, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Fakultas Hukum UTS, Muhammad Jarnawansyah, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa isu lingkungan saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan Green Movement tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi dari langkah kecil itu akan lahir dampak besar bagi masa depan. Gerakan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Hukum untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, baik melalui tindakan kecil sehari-hari maupun melalui edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan Green Movement UTS 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini, di mana persoalan lingkungan menjadi isu yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Menurutnya, mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami teori dan praktik hukum, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk persoalan lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa hukum dan lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Mahasiswa Fakultas Hukum harus mampu menjadi generasi yang kritis dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Lingkungan hidup adalah bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga bersama. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Green Movement dapat menjadi budaya positif di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk terus menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan diskusi lingkungan dalam acara tersebut menghadirkan pegiat lingkungan sekaligus dosen Fakultas Hukum UTS, Jasardi Gunawan, S.IP., M.H., sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya suhu bumi, berkurangnya kawasan hijau, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas simbolis, tetapi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan kehidupan di masa depan. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang. Karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan,” jelas Jasardi Gunawan di hadapan peserta diskusi.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif terlibat dalam gerakan penghijauan.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari mahasiswa yang hadir. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan yang dibahas. Tidak sedikit mahasiswa yang menyampaikan pandangan dan gagasan terkait upaya menjaga lingkungan di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolis penanaman pohon di area sekitar kampus Fakultas Hukum UTS. Penanaman pohon dilakukan oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung gerakan penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para mahasiswa terlihat aktif berpartisipasi dalam proses penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan Green Movement UTS 2026, Fakultas Hukum UTS menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter mahasiswa yang peduli terhadap keberlangsungan alam. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UTS ke-14, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan mengusung tema “Satu Pohon untuk Masa Depan”, Fakultas Hukum UTS ingin mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat luas untuk menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari satu pohon yang ditanam hari ini, akan tumbuh harapan besar bagi masa depan bumi dan generasi yang akan datang. (AM)

]]>
Sun, 17 May 2026 02:44:33 +0800 amr
Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan https://amarmedia.co.id/pengurus-pwri-dan-kerta-wredatama-moyo-hulu-periode-20262031-resmi-dikukuhkan-siap-menebar-kemaslahatan https://amarmedia.co.id/pengurus-pwri-dan-kerta-wredatama-moyo-hulu-periode-20262031-resmi-dikukuhkan-siap-menebar-kemaslahatan Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Semangat pengabdian tanpa batas menunjukkan tajinya di Kecamatan Moyo Hulu. Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Kecamatan Moyo Hulu masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Prosesi sakral ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama yang dibawakan dengan sangat apik oleh para pengurus. Suasana semakin syahdu saat Ustadz Irwansyah Yusuf melantunkan Kalam Ilahi dengan merdu, disusul untaian doa penuh harap oleh Ketua MUI Kecamatan Moyo Hulu, Ustadz Hamdan Yakub.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, jajaran pengurus kabupaten, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi wanita Kerta Wredatama.

Struktur Baru PWRI Moyo Hulu 2026–2031

Pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Sri Irianti, S.Pd., M.Pd. Berikut adalah jajaran inti PWRI Kecamatan Moyo Hulu yang baru dikukuhkan:

Ketua: Hj. Ummi Kalsum, Wakil Ketua: Drs. Kamaruddin dan Ahmad Nawawi , Sekretaris: M. Zain, Bendahara: Hj. Mastawan 

Kepengurusan baru ini melanjutkan tongkat estafet perjuangan dari Bapak M. Tayeb Yakub, ketua periode sebelumnya yang diapresiasi tinggi atas dedikasi dan fondasi kuat yang telah diletakkannya bagi PWRI Moyo Hulu.

Data Pensiunan dan 3 Komitmen Utama Hj. Ummi Kalsum

Dalam sambutan perdananya, Ketua PWRI Moyo Hulu terpilih, Hj. Ummi Kalsum, memaparkan data pemetaan pensiunan di wilayahnya. Dari total 86 pensiunan di Kecamatan Moyo Hulu, sebanyak 72 orang dalam kondisi sehat, 14 orang lansia dengan risiko kesehatan, 48 orang aktif, dan 24 orang (33,3%) belum aktif.

"Tema kami periode ini adalah: Dengan semangat wredatama, kita tingkatkan peran dan pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat Moyo Hulu. Meski sudah pensiun, kami adalah aset pengalaman dan kearifan, bukan beban," tegas Hj. Ummi Kalsum.

Untuk mengoptimalkan kinerja di 12 desa yang areanya sangat luas, pengurus juga menetapkan kordinator membaginya ke dalam 6 zona wilayah agar akses koordinasi lebih mudah. Selain itu, Hj. Ummi Kalsum menggarisbawahi 3 Komitmen Utama yakni 

Pertama merawat Silaturahmi. Melalui pertemuan rutin bulanan, arisan, kultum, dan pemeriksaan kesehatan berkala di Posyandu Keluarga agar anggota tetap sehat, bahagia, dan tidak merasa sendiri.

Kedua : Eksistensi Koperasi. Mengembangkan modal awal koperasi yang dulunya Rp3 juta hingga kini bernilai puluhan juta rupiah, dengan target segera berbadan hukum. Ketiga Pengabdian Sosial-Kemasyarakatan. Masuk ke sekolah-sekolah (MTs/SMAN) berkolaborasi dengan Aisyiyah dan BMT untuk membentengi remaja dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja, sekaligus menjaga marwah PNS yang jujur, sederhana, dan berdedikasi.

Di akhir sambutan, ia membakar semangat hadirin dengan yel-yel membara:

"PWRI Moyo Hulu? YES! Semangatnya? YES! Wredatama? Pengabdiannya sampai akhir hayat! PWRI? JAYA, JAYA!"

Dr. M. Ikhsan Safitri: "Moyo Hulu Jadi Contoh Kecamatan Lain"

Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri menyampaikan kekagumannya atas antusiasme luar biasa dari warga dan pengurus di Moyo Hulu.

"Magnit Semamung ini luar biasa. PWRI Moyo Hulu ini, meski belum dikukuhkan kemarin, pertemuannya sudah sangat aktif dan selalu dipublikasikan," puji Dr. Ikhsan.

Turut hadir mendampingi beliau rombongan pengurus kabupaten dan tokoh-tokoh penting, di antaranya Ustadzah Lutfi Maki, S.Sos., H. Karim (Ketua Pekat), H. Ali Tundru, Ali HK (Kabid Organisasi), H. Tauhid, Ketua Kerta Wredatama Kabupaten Sumbawa Hj. Nuraini, Sekretaris Kerta Hj. Kalsum, serta jajaran pengurus wanita lainnya seperti Hj. Cendawan, Ibu Roro, dan Hj. Fatmawati AP.

Mengutip tausiah Ustadz Lutfi Maki, Dr. Ikhsan mengingatkan pentingnya mensyukuri dua nikmat yang sering dilalaikan manusia sehat dan sempat.

Ia membagikan hasil survei dari jurnal kesehatan ternama dunia, The Lancet mengenai demensia (kepikunan). Penurunan fungsi saraf otak terjadi salah satunya karena minimnya aktivitas fisik dan mental. Beliau mencontohkan Prof. Sungkono (90 tahun) yang tetap bugar karena rajin membaca Al-Qur'an setelah bangun tidur.

Ia juga mengutip tips dari Tun Dr. Mahathir Mohamad yang masih aktif bergerak di usia senja.

 "Hidup ini seperti bersepeda. Jangan pernah berhenti mengayuh. Begitu kita berhenti aktif, maka bersiaplah mengundang penyakit. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya," ujarnya.

Menutup sambutannya, Dr. Ikhsan mengaitkan semangat pengabdian ini dengan nilai historis masyarakat Sumbawa.

Tau Samawa). Merujuk pada acara bedah buku di Universitas Samawa (UNSA) terkait sejarah Pulau Sumbawa, asisten residen kolonial Belanda, Jasper, mencatat bahwa tidak mudah menaklukkan Kesultanan Sumbawa karena karakternya yang menolak dijajah. Sumbawa secara de jure hanya dijajah selama 40 tahun sejak 14 Mei 1905.

"Hari ini, tepat 120 tahun lalu, sejarah itu diakui. Kita harus bangga memiliki darah Tau Samawa yang menjaga marwah dan harga diri. Semangat itulah yang harus dibawa oleh pengurus PWRI Moyo Hulu, sehingga layak menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," pungkas Dr. Ikhsan penuh semangat.

Diakhir acara pengurus melantunkan shalawat dengan penuh khidmat dan merdu.(AM)

]]>
Sat, 16 May 2026 11:29:58 +0800 amr
Universitas Samawa Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”, Menggali Sejarah untuk Merawat Warisan Luhur https://amarmedia.co.id/universitas-samawa-bedah-buku-pulau-sumbawa-dan-penduduknya-tahun-1907-menggali-sejarah-untuk-merawat-warisan-luhur https://amarmedia.co.id/universitas-samawa-bedah-buku-pulau-sumbawa-dan-penduduknya-tahun-1907-menggali-sejarah-untuk-merawat-warisan-luhur Universitas Samawa Bedah Buku “Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907”, Menggali Sejarah untuk Merawat Warisan Luhur

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Universitas Samawa (UNSA) menggelar kegiatan bedah buku dan diskusi akademik bertajuk “Menggali Sejarah, Membangun Identitas, Merawat Warisan” terhadap buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907 karya Johan Ernest Jasper yang telah diterjemahkan oleh Poetra Adi Soerjo. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Samawa, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan akademik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan pembedah buku, di antaranya Julmansyah, S.Hut., M.AP selaku Direktur PKTHA Kementerian Kehutanan RI, Dr. Burhanuddin, M.Hum akademisi dan peneliti Universitas Mataram, serta Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Samawa, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd, Rektor Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. KH. Lalu Zulkifli Muhadli, B.A., S.H., M.M, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H, para wakil rektor, dosen, mahasiswa, hingga budayawan.

Penerjemah buku, Poetra Adi Soerjo, menjelaskan bahwa buku tersebut diterjemahkan bukan untuk membela ataupun membantah isi tulisan Johan Ernest Jasper, melainkan sebagai upaya menghadirkan kembali catatan sejarah agar dapat dikaji secara akademik oleh masyarakat Sumbawa.

“Buku ini tidak dibuat untuk membela atau membantah isi tulisan Jasper. Saya hanya menerjemahkan isi buku agar bisa dibahas dan dibedah secara akademik,” ujar Ustad Suryo, sapaan akrab Poetra Adi Soerjo.

Ia menyebutkan, inisiatif peluncuran sekaligus bedah buku ini datang dari pihak UNSA agar masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dapat memahami lebih dalam isi dan konteks sejarah yang dituliskan dalam buku tersebut.

Menurutnya, penyebaran atau “spreading” buku sejarah seperti ini sangat penting karena menjadi ruang dialog antara masyarakat Sumbawa masa kini dengan masa lalunya.

“Saya punya banyak catatan masa lalu, dan itu penting diketahui oleh orang Sumbawa sebagai dialog antara diri kita hari ini dengan diri kita di masa lalu. Itu bisa menjadi kompas untuk menentukan arah kita ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Rektor II UNSA, Muhammad Yamin, S.E., M.Si mengatakan bahwa buku terjemahan tersebut memiliki nilai penting bagi masyarakat Sumbawa karena mampu menghadirkan kembali serpihan-serpihan sejarah daerah yang selama ini belum banyak diketahui.

“Kita bangga ada putra Sumbawa yang mampu mengumpulkan serpihan sejarah berkaitan dengan daerah kita ini,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini perdebatan mengenai sejarah Sumbawa kerap terjadi tanpa dasar referensi yang kuat. Karena itu, melalui bedah buku secara akademik, berbagai pandangan dan argumentasi sejarah dapat diuji secara ilmiah bersama para ahli dan akademisi.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap informasi tentang sejarah Sumbawa dapat tertransformasi lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Muhammad Yamin juga menyampaikan bahwa terdapat dua buku terjemahan yang nantinya akan dibedah secara akademik guna memperkaya referensi sejarah dan menyempurnakan kajian yang ada. (AM)

]]>
Fri, 15 May 2026 08:00:52 +0800 amr
Peringati HUT Damkar ke&107 di Sumbawa, Gubernur NTB Tekankan Kesejahteraan Personel dan Penguatan Relawan https://amarmedia.co.id/peringati-hut-damkar-ke-107-di-sumbawa-gubernur-ntb-tekankan-kesejahteraan-personel-dan-penguatan-relawan https://amarmedia.co.id/peringati-hut-damkar-ke-107-di-sumbawa-gubernur-ntb-tekankan-kesejahteraan-personel-dan-penguatan-relawan Peringati HUT Damkar ke-107 di Sumbawa, Gubernur NTB Tekankan Kesejahteraan Personel dan Penguatan Relawan

Sumbawa Besar, 13 Mei 2026 – Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Apel Kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tingkat Provinsi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke-107. Acara yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sumbawa ini menjadi momentum penguatan peran Damkar di tengah tantangan kedaruratan yang semakin kompleks.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda NTB pada upacara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para petugas yang menjadi barisan terdepan dalam situasi darurat.

 “Organisasi yang berusia lebih dari satu abad ini adalah bukti kehadiran negara di hati masyarakat. Sesuai tema tahun ini, ‘Mengabdi untuk Keselamatan Negeri’, Damkar bukan hanya sekadar pemadam, tapi pelindung nyawa dan harta benda,” ungkap Gubernur dalam pesan tertulisnya.

Gubernur memaparkan data krusial dari Ditjen Bina Adwil Kemendagri sepanjang Triwulan I tahun 2026 di wilayah NTB. Tercatat telah terjadi 127 kejadian kebakaran dan total 891 operasi penyelamatan non-kebakaran.

Angka ini menunjukkan bahwa peran Damkar telah bertransformasi sesuai dengan Panca Dharma, di mana penanganan situasi darurat non-kebakaran justru mendominasi tugas di lapangan.

Salah satu poin yang ditekankan Gubernur adalah perlindungan bagi para personel Damkar yang memiliki risiko kerja sangat tinggi. Merujuk pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, Gubernur meminta para Kepala Daerah (Bupati/Walikota) se-NTB untuk memberikan perhatian penuh pada:

Pemenuhan Tunjangan Risiko Tinggi,Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh aparatur Damkar, Sertifikasi dan Pelatihan secara berkala, baik melalui Pusdiklat Jakarta maupun in-house training.

“Di tengah rasionalisasi anggaran, pemerintah daerah harus bijak menetapkan prioritas. Kesejahteraan dan perlindungan petugas yang bertaruh nyawa di lapangan tidak boleh terabaikan,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) di setiap daerah. REDKAR diharapkan menjadi motor penggerak gotong royong masyarakat dalam membantu mengejar target response time (waktu tanggap) 15 menit sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Hingga saat ini sudah ada 82.132 relawan di seluruh Indonesia. Saya minta Kepala Daerah serius membentuk REDKAR di wilayah masing-masing untuk memperkuat barisan aparatur kita,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memberikan empat instruksi utama bagi penyelenggaraan Damkar di NTB:

Pertama ; Kemandirian Lembaga. Mempercepat pembentukan Dinas Damkar yang mandiri (minimal Tipe C).

Kedua ; Pemutakhiran Regulasi

Menyusun Rencana Induk Sistem Penanggulangan Kebakaran (RISPKP).

Ketiga ; Peningkatan Mutu. Mengoptimalkan capaian SPM melalui perbaikan sarana prasarana dan kapasitas SDM.

Keempat Penguatan Hukum. Memperkuat tugas Damkar melalui regulasi daerah (Perda/Perkada).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi NTB, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekda Kabupaten Sumbawa Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov, Bersama Wakil Ketua Zulfikar Demitry SH MH, Dr. H.Budi Prasetyo S.Sos.MAP, serta para pimpinan instansi kebakaran dari kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat. (AM)

]]>
Fri, 15 May 2026 01:36:16 +0800 amr
Wabup Sumbawa Apresiasi Peran NWDI Dalam Membantu Pemerintah Daerah https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-apresiasi-peran-nwdi-dalam-membantu-pemerintah-daerah https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-apresiasi-peran-nwdi-dalam-membantu-pemerintah-daerah Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Wakil Bupati Sumbawa, Mohammad Ansori, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa yang dinilai telah banyak berkontribusi membantu pemerintah daerah, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut disampaikan Wabup saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) II NWDI Kabupaten Sumbawa yang digelar pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta dari unsur pengurus NWDI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Wabup Sumbawa menegaskan bahwa keberadaan organisasi keagamaan seperti NWDI memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan salut dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada NWDI Kabupaten Sumbawa yang selama ini telah banyak berbuat membantu pemerintah daerah, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah Islamiyah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Wabup disambut tepuk tangan peserta Musda.

Menurutnya, kontribusi NWDI tidak hanya dirasakan di lingkungan organisasi semata, tetapi juga telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Kehadiran lembaga pendidikan, majelis dakwah, dan berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan NWDI dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan moral dan spiritual masyarakat Sumbawa.

Wabup juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan harus terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadaban.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NWDI yang selama ini konsisten mencetak generasi muda yang berakhlak dan berpendidikan,” ungkapnya.

Ia berharap Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa dapat menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif untuk kemajuan umat dan daerah. Selain itu, Musda juga diharapkan mampu memperkuat persatuan dan soliditas kader NWDI dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Musda ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, memperteguh komitmen pengabdian, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi dan masyarakat Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.

Suasana pembukaan Musda berlangsung penuh semangat dan nuansa kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars organisasi, serta laporan panitia pelaksana.

Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah untuk melakukan evaluasi program kerja, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan, serta memilih kepengurusan baru periode berikutnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan dan perhatian yang selama ini diberikan terhadap eksistensi NWDI di daerah.

Sementara itu, Ketua NWDI Kabupaten Sumbawa dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui gerakan pendidikan, dakwah, dan sosial yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Menurutnya, NWDI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan organisasi agar tetap mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat.

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan semakin besar. Karena itu, NWDI harus terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas gerakan dakwah yang menyejukkan, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat,” ujarnya.

Acara pembukaan Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa berlangsung lancar dan penuh khidmat hingga akhir kegiatan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi antar pengurus serta kader NWDI dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Dengan terselenggaranya Musda II ini, diharapkan NWDI Kabupaten Sumbawa semakin solid dan mampu terus berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan masyarakat yang religius, berpendidikan, dan harmonis.

]]>
Fri, 15 May 2026 01:01:49 +0800 amr
Terpilih Kembali Nahkodai NWDI Sumbawa, Jamal Ajak Bersatu Bangun Organisasi dan Wujudkan Kantor Perjuangan https://amarmedia.co.id/terpilih-kembali-nahkodai-nwdi-sumbawa-jamal-ajak-bersatu-bangun-organisasi-dan-wujudkan-kantor-perjuangan https://amarmedia.co.id/terpilih-kembali-nahkodai-nwdi-sumbawa-jamal-ajak-bersatu-bangun-organisasi-dan-wujudkan-kantor-perjuangan Terpilih Kembali Nahkodai NWDI Sumbawa, Jamal Ajak Bersatu Bangun Organisasi dan Wujudkan Kantor Perjuangan 

Sumbawa, Amarmedia.co.id- Musyawarah Daerah Ke II, Pengurus Daerah Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa tahun 2026, berjalan dengan baik dan lancar, di Kampus Paracendekia NW Sumbawa, Kamis (14/5).

Kali ini, dengan mengusung tema menguatkan Soliditas organisasi dalam mewujudkan NWDI yang progresif, mandiri dan berdampak untuk umat.

Jamaluddin Malady S.Sos, MT kembali terpilih kedua kali untuk memimpin organisasi NWDI Kabupaten Sumbawa Periode 2026-2031. Organisasi NWDI dibawah Naungan PB NWDI Dr TGB Muhammad Zainul Majdi MA telah melakukan secara Demokrasi pemilihan Ketua Umum PD NWDI Sumbawa bergulir secara alot.

Ketua Umum terpilih Dea Guru Jamal akrab disapa menyampaikan bahwa, Musyawarah Daerah ini sejatinya adalah pilihan terbaik organisasi, karena proses demokrasi telah berjalan dengan baik, penuh semangat, dan dilandasi niat ibadah. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas bentuk penghormatan terhadap demokrasi dan persaudaraan dalam organisasi," cetusnya.

Lanjutnya, inilah indahnya perjuangan di organisasi agama, tidak ada gaji, tidak ada honor, yang ada hanyalah keikhlasan, pengabdian, dan harapan akan ridha Allah SWT. Masih kata Dea Guru Jamal, Kita semua hadir di sini bukan untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan benar-benar berpasrah dan berjuang demi kemajuan umat. Karena itu, setelah pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi sekat, kubu, atau perbedaan. Namun yang ada hanyalah persatuan untuk membangun organisasi yang lebih kuat.

"Insha'Allah, salah satu cita-cita besar yang menjadi pemikiran saya ke depan adalah bagaimana PD NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki kantor sendiri yang representatif. Kita patut bersyukur karena hari ini kita sudah memiliki aset dan pondasi awal. Ini harus menjadi langkah besar menuju legitimasi organisasi yang lebih kokoh," ungkapnya.

Untuk itu, sambung Dea Guru Jamal, mengajak seluruh pengurus, kader, sahabat, para dermawan, dan masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk bersama-sama berpartisipasi. Mungkin ada yang bisa membantu tanah, bangunan, atau donasi sebagai amal jariyah untuk akhirat. "Saya pribadi pun berkomitmen untuk ikut menyumbang sebagai bentuk keseriusan perjuangan ini," ujarnya 

Kedepannya, ketika kantor ini berdiri nanti, ia bukan hanya menjadi simbol organisasi, tetapi pusat perjuangan uma namun tempat berkembangnya ekonomi jamaah, pendidikan, dakwah, sosial budaya, hingga tempat singgah bagi jamaah dari berbagai kecamatan yang datang untuk kegiatan organisasi. Mereka punya tempat beristirahat, tempat beribadah, dan tempat memperkuat ukhuwah. tambahnya 

Mengapa kita harus bersungguh-sungguh? Karena hidup ini sementara. Kita semua akan meninggal dunia. Jabatan akan berakhir. Kekuasaan akan selesai. Tetapi amal jariyah akan terus mengalir. Apa yang kita bangun hari ini untuk kemaslahatan umat, insya Allah akan menjadi pahala yang terus menyala hingga akhirat kelak. imbuhnya.

Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah untuk menutup seluruh dinamika pemilihan hari ini dengan persaudaraan. Demokrasi telah selesai. Mungkin dalam proses ada dinamika, ada bumbu-bumbu persaingan, dan itu hal biasa. Namun hari ini semuanya berakhir. Kini saatnya kita bersatu, kompak, utuh, dan bergerak bersama. Baik yang memilih saya maupun yang belum memilih saya, kita tetap satu keluarga, satu perjuangan, satu tujuan: membesarkan organisasi, memperkuat dakwah, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat. harap Dea Guru Jamal

"Mari kita jalankan program-program positif organisasi dengan penuh keikhlasan, semangat, dan persatuan. NWDI Sumbawa harus maju, umat harus kuat, dan perjuangan harus terus berlanjut," pungkasnya. (AM/IA)

]]>
Thu, 14 May 2026 18:14:34 +0800 amr
Musda II NWDI Sumbawa Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi untuk Kemajuan Ummat https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-sumbawa-perkuat-soliditas-organisasi-dan-sinergi-untuk-kemajuan-ummat https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-sumbawa-perkuat-soliditas-organisasi-dan-sinergi-untuk-kemajuan-ummat Musda II NWDI Sumbawa Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi untuk Kemajuan Ummat

Sumbawa Besar, Amarmedia.ci.id– Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa berlangsung di Kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa, Kamis (14/05/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Soliditas Organisasi dalam Mewujudkan NWDI yang Progresif, Mandiri dan Berkhidmat untuk Ummat” itu menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus pemilihan kepemimpinan baru PD NWDI Kabupaten Sumbawa.

Musda tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NWDI Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I., Ketua PD NWDI Kabupaten Sumbawa Jamaluddin Malady, S.Sos., M.T., serta jajaran pengurus dan anggota NWDI se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Ketua PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Malady, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa menjadi daerah pertama yang melaksanakan Musda NWDI. Ia menegaskan bahwa proses pemilihan ketua tetap mengedepankan prinsip demokrasi melalui mekanisme voting.

“Pemilihan Ketua PD NWDI ini mengedepankan proses demokrasi yang baik karena tetap dipilih melalui voting,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun Kabupaten Sumbawa.

“Dakwah, ekonomi, dan ummat harus dibangun bersama-sama. Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus membangun semangat sinergitas antara pemda dan organisasi kemasyarakatan, karena kemajuan daerah juga ditopang oleh keberadaan organisasi-organisasi kemasyarakatan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jamaluddin juga menyampaikan harapannya agar PD NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki sekretariat definitif sebagai pusat penguatan organisasi dan pelayanan ummat. Untuk mendukung hal itu, ia mengaku telah mewakafkan tanah seluas empat are.

“Saya telah mewakafkan tanah seluas empat are. Semoga kepemimpinan selanjutnya bisa membangun sekretariat tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah NWDI, Prof. Dr. Abdul Fattah, M.Fil.I., menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan masyarakat dan perlu mendapat perhatian serius.

“Ormas di Indonesia ini jangan sering disalahpahami, tetapi justru perlu diperhatikan secara serius,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta Musda untuk memilih pemimpin yang mampu menjaga amanah organisasi serta membawa NWDI tetap eksis dan berkembang di masa mendatang.

“Pilihlah pemimpin sesuai hati nurani, karena yang kita lihat adalah bagaimana pemimpin yang bisa bertanggung jawab agar NWDI bisa tetap eksis dan berkembang ke depannya,” katanya.

Dukungan terhadap penguatan organisasi NWDI juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda II PD NWDI dan menilai NWDI selama ini telah memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah maupun masyarakat.

“Ormas NWDI ini sudah banyak membantu pemerintah, termasuk membantu masyarakat juga. Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan Musda yang dilaksanakan oleh NWDI Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah terus mendukung berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kemaslahatan ummat di Kabupaten Sumbawa.

“Pemerintah daerah mendukung penuh setiap pelaksanaan kegiatan ormas di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah akan memberikan perhatian yang baik demi kemaslahatan ummat di Kabupaten Sumbawa,” katanya.

Ia berharap Musda II NWDI mampu melahirkan kepemimpinan yang berkualitas, berkapasitas, serta mampu memperkuat sinergi antara organisasi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Musda II tersebut, NWDI Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran dakwah, sosial, dan pengabdian kepada ummat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah demi kemajuan Kabupaten Sumbawa ke depan.(AM/MI)

]]>
Thu, 14 May 2026 18:11:07 +0800 amr
Kabupaten Sumbawa Tuan Rumah Momentum HUT Damkar Ke&107 Tingkat Provinsi NTB, Perkuat Peran Penyelamatan dan Kesiapsiagaan https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-tuan-rumah-momentum-hut-damkar-ke-107-tingkat-provinsi-ntb-perkuat-peran-penyelamatan-dan-kesiapsiagaan https://amarmedia.co.id/kabupaten-sumbawa-tuan-rumah-momentum-hut-damkar-ke-107-tingkat-provinsi-ntb-perkuat-peran-penyelamatan-dan-kesiapsiagaan

Sumbawa,Amarmedia.co.id -  13 Mei 2026 — Suasana penuh semangat dan kesiapsiagaan mewarnai halaman Kantor Bupati Sumbawa saat digelarnya Apel Kesiapsiagaan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Rabu (13/5).

Bertindak sebagai inspektur upacara, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, S.Ak, menyampaikan langsung sambutan Gubernur NTB yang sarat pesan kuat tentang pentingnya peran strategis pemadam kebakaran di tengah meningkatnya potensi bencana.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, serta para bupati/wali kota se-NTB atau yang mewakili. Hadir pula jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, para kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan kabupaten/kota se-NTB, hingga ratusan peserta upacara dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB melalui Sekda Provinsi NTB memberikan apresiasi yg sangat tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa momen HUT Damkar bukan sekadar seremoni, melainkan ajang memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Mengutip slogan global, “To Prevent Fires, Save Lives, and Protect Properties”, ia mengingatkan bahwa ancaman kebakaran dapat menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat, sehingga upaya pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Data terbaru menjadi sorotan: sepanjang Triwulan I Tahun 2026, Provinsi NTB mencatat 127 kejadian kebakaran serta 891 operasi penyelamatan non-kebakaran. Angka ini menunjukkan bahwa peran damkar kini semakin luas, menjadi garda terdepan dalam berbagai situasi darurat.

Tak hanya itu, keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) juga menjadi perhatian serius. Secara nasional, tercatat 82.132 relawan, yang diharapkan dapat terus diperkuat oleh pemerintah daerah guna mendukung tugas pemadam kebakaran di lapangan.

Dengan mengusung tema nasional “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, apel ini menjadi simbol dedikasi tanpa henti para insan damkar dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Menutup sambutan, Gubernur NTB melalui Sekda menyampaikan pesan penuh semangat:

“Dirgahayu ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Teruslah hadir sebagai pelindung masyarakat, memberikan rasa aman, dan menjadi garda terdepan dalam setiap situasi darurat.” (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 22:38:10 +0800 amr
Dr. Supriyadi, S.HI., MHI.: Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Siap Digelar https://amarmedia.co.id/dr-supriyadi-shi-mhi-musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-siap-digelar https://amarmedia.co.id/dr-supriyadi-shi-mhi-musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-siap-digelar

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Musyawarah Daerah (Musda) II NWDI Kabupaten Sumbawa dipastikan siap digelar pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan besar organisasi tersebut akan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi dan soliditas organisasi NWDI di Kabupaten Sumbawa.

Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.HI., MHI., menyampaikan bahwa seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah mencapai 100 persen. Panitia bersama seluruh elemen organisasi telah bekerja maksimal guna memastikan pelaksanaan Musda berjalan lancar, tertib, dan sukses.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa sudah siap 100 persen. Mulai dari tempat kegiatan, akomodasi peserta, konsumsi, hingga teknis acara sudah kami matangkan bersama seluruh panitia,” ujar Dr. Supriyadi.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa mengusung tema: “Menguatkan Soliditas Organisasi dalam Mewujudkan NWDI yang Progresif, Mandiri, dan Berkhidmat untuk Umat.” Tema tersebut menjadi spirit bersama untuk memperkokoh persatuan organisasi sekaligus memperluas pengabdian NWDI di tengah masyarakat.

Kegiatan Musda nantinya akan dihadiri oleh utusan kecamatan se-Kabupaten Sumbawa, jajaran Pengurus Daerah NWDI, para peninjau, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan semakin mempererat ukhuwah organisasi dan memperkuat langkah bersama dalam membangun NWDI yang lebih maju.

Menurut Dr. Supriyadi, Musda bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, serta penyusunan program strategis organisasi ke depan.

“Musda ini adalah forum penting untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan organisasi dan pengabdian kepada umat,” tambahnya.

Panitia juga memastikan kesiapan Aula Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa sebagai lokasi utama kegiatan. Kampus tersebut dinilai representatif dan mampu menampung seluruh peserta serta tamu undangan yang akan hadir dalam kegiatan Musda.

Selain agenda utama Musda, rangkaian kegiatan akan diawali dengan Hiziban Akbar yang dilaksanakan pada Rabu malam Kamis, 13 Mei 2026, di Kampus STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Kegiatan hiziban tersebut merupakan tradisi khas NWDI sebelum melaksanakan agenda besar organisasi.

Hiziban Akbar diperkirakan akan diikuti oleh jamaah NWDI, pengurus organisasi, mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat umum. Kegiatan spiritual tersebut menjadi bentuk ikhtiar batin dan doa bersama agar seluruh rangkaian Musda diberikan kelancaran, keberkahan, dan hasil terbaik bagi organisasi serta umat.

“Tradisi hiziban sebelum kegiatan besar merupakan bagian dari nilai spiritual NWDI yang terus dijaga. Kita ingin setiap langkah organisasi selalu diawali dengan doa dan kebersamaan,” ungkap Dr. Supriyadi.

Antusiasme kader dan warga NWDI terhadap pelaksanaan Musda II terlihat cukup tinggi. Hal itu tampak dari kesiapan peserta dan koordinasi aktif yang dilakukan seluruh pengurus kecamatan menjelang hari pelaksanaan.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diharapkan mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis dan kepemimpinan organisasi yang semakin kuat, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, NWDI Kabupaten Sumbawa optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi yang progresif, mandiri, dan senantiasa berkhidmat untuk umat, bangsa, dan agama.

Pelaksanaan Musda ini juga menjadi simbol komitmen bersama seluruh keluarga besar NWDI untuk terus menjaga nilai perjuangan, memperkuat dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta memperluas kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan umat.

Dengan seluruh persiapan yang telah matang, Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diyakini akan berlangsung sukses dan menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan organisasi NWDI di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 22:22:43 +0800 amr
Dari Sapi Hingga Smelter: Cara Wagub NTB Jadikan Bali–Nusra Penyangga Pangan Nasional di Forum MPU 2026 https://amarmedia.co.id/dari-sapi-hingga-smelter-cara-wagub-ntb-jadikan-balinusra-penyangga-pangan-nasional-di-forum-mpu-2026 https://amarmedia.co.id/dari-sapi-hingga-smelter-cara-wagub-ntb-jadikan-balinusra-penyangga-pangan-nasional-di-forum-mpu-2026 Dari Sapi Hingga Smelter: Cara Wagub NTB Jadikan Bali–Nusra Penyangga Pangan Nasional di Forum MPU 2026

Semarang,Amarmedia.co.id -  12 Mei 2026 — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama kawasan Bali–Nusa Tenggara sebagai kekuatan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, konektivitas wilayah, dan transisi energi berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub NTB saat menghadiri Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) Tahun 2026 di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (12/5).

Rapat kerja tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antarprovinsi anggota FKD MPU untuk memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan global, khususnya di sektor pangan, energi, dan konektivitas kawasan.

Kegiatan dibuka dengan arahan Wakil Presiden RI yang disampaikan secara virtual. Dalam arahannya, Wapres menekankan bahwa wilayah anggota FKD MPU memiliki posisi strategis karena dihuni sekitar 183 juta jiwa dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Presiden menginstruksikan percepatan swasembada pangan dan energi sebagai benteng pertahanan nasional. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah konkret dan inovatif,” tegas Wapres.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wagub NTB memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam memperkuat kawasan Bali–Nusra yang meliputi Bali, NTB, dan NTT.

Menurut Wagub, NTB memiliki kapasitas besar sebagai daerah penyangga pangan nasional, termasuk dalam sektor peternakan dan perikanan.

“Beberapa komoditas kami seperti perikanan sekarang sudah bisa diekspor langsung dari NTB. Begitu juga sapi, karena sebagian kebutuhan Jabodetabek dipenuhi dari wilayah kami,” ujar Wagub.

Selain sektor pangan, NTB juga terus memperkuat investasi dan pengembangan energi terbarukan melalui potensi pertambangan dan keberadaan fasilitas smelter PT Amman Mineral.

Wagub menegaskan, kerja sama antardaerah tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, tetapi harus memiliki arah, target, dan implementasi yang terukur.

Karena itu, Pemprov NTB bersama daerah kawasan Bali–Nusra mulai melibatkan perguruan tinggi dan akademisi untuk memetakan potensi energi terbarukan dan sumber daya strategis daerah.

“Kami ingin kerja sama ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata, berbasis riset, dan memiliki dampak langsung bagi pembangunan kawasan,” jelasnya.

Langkah kolaboratif tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, yang menilai kerja sama Bali, NTB, dan NTT sebagai model kolaborasi regional yang progresif dan perlu diperkuat melalui target yang lebih konkret.

“Kerja sama Bali, NTB, dan NTT ini sangat baik. Yang dibutuhkan sekarang adalah ukuran keberhasilan yang jelas, mulai dari target energi terbarukan hingga output pembangunan yang terukur,” ujar Bima Arya.

Rapat kerja FKD MPU 2026 turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, serta perwakilan kepala daerah dari seluruh provinsi anggota FKD MPU. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 15:39:16 +0800 amr
Ajang Konsolidasi, KPPG Sumbawa Siapkan Program Konkret untuk Pembangunan Daerah https://amarmedia.co.id/ajang-konsolidasi-kppg-sumbawa-siapkan-program-konkret-untuk-pembangunan-daerah https://amarmedia.co.id/ajang-konsolidasi-kppg-sumbawa-siapkan-program-konkret-untuk-pembangunan-daerah Ajang Konsolidasi, KPPG Sumbawa Siapkan Program Konkret untuk Pembangunan Daerah

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id  – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov menghadiri pertemuan perdana Pengurus Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Kabupaten Sumbawa Masa Bhakti 2025–2030, Selasa (12/05/2026). Pertemuan tersebut menjadi agenda awal konsolidasi organisasi perempuan Partai Golkar sekaligus penguatan mesin partai menghadapi agenda politik ke depan.

Kegiatan itu digelar untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru sekaligus mengonfirmasi kepengurusan aktif KPPG Kabupaten Sumbawa. Dalam kesempatan tersebut, Berlian Rayes hadir didampingi Sekretaris dan Bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Berlian Rayes menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan pengurus baru KPPG Sumbawa. Ia menilai kepengurusan yang baru terbentuk siap menjalankan roda organisasi dan memperkuat perjuangan Partai Golkar di Kabupaten Sumbawa.

“Kami mengapresiasi semangat dan kekompakan pengurus baru KPPG Sumbawa di bawah kepemimpinan ibu-ibu hebat, Ketua Ibu Ny. Junaida Iriani, S.Pd, Sekretaris Ny. Eny Zubaidah, S.AP, dan Bendahara Ny. Ratna Rusdi, A.Md.Keb, beserta seluruh pengurus lainnya,” ujar Berlian Rayes.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa itu menegaskan bahwa KPPG merupakan salah satu organisasi sayap partai yang memiliki peran penting dalam menghimpun, menggerakkan, dan memperkuat kekuatan perempuan di tubuh Partai Golkar.

“KPPG merupakan salah satu sayap Partai Golkar yang menaungi perempuan Partai Golkar. Insya Allah bersama KPPG kita raih kemenangan Partai Golkar,” tegasnya.

Menurut Berlian Rayes, setelah terbentuknya kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa, pihaknya mulai menjalankan langkah konkret melalui kerja-kerja politik dan konsolidasi internal partai. Hal tersebut dilakukan untuk menyegarkan organisasi sayap partai agar tetap aktif dan bergerak sesuai target politik.

“Pasca kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sumbawa, kami mulai konkret melakukan kerja-kerja politik dengan semangat konsolidasi internal partai, menyegarkan organisasi sayap partai agar tetap bekerja dengan target agenda politik,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan politik yang terus berkembang dan semakin dinamis. Karena itu, seluruh kader partai diminta tetap solid, bergerak, dan siap menghadapi setiap perubahan kebijakan.

“Tantangan partai politik hari ini sangat dinamis mengikuti perkembangan kebijakan yang ada. Oleh karena itu, kami harus siap dan menang. Insya Allah sesuai target dan harapan,” lanjut Berlian Rayes.

Sementara itu, Ketua KPPG Kabupaten Sumbawa, Ny. Junaida Iriani, S.Pd menyampaikan bahwa kepengurusan KPPG saat ini telah siap menjalankan berbagai program kerja konkret untuk menghimpun, memberdayakan, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik dan pembangunan daerah.

“Kepengurusan KPPG ini sudah siap dengan agenda program kerja yang konkret dalam menghimpun, memberdayakan, dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik serta pembangunan, khususnya di daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa beserta seluruh jajaran pengurus atas dukungan terhadap langkah-langkah KPPG ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumbawa beserta jajaran pengurus yang telah mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah KPPG Sumbawa,” pungkasnya.

Pertemuan perdana tersebut menjadi penanda dimulainya peran aktif KPPG Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat organisasi perempuan Partai Golkar sekaligus mendukung target kemenangan partai melalui kerja nyata dan konsolidasi berkelanjutan.(AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:22:47 +0800 amr
Gubernur Lantik Forum Ikan NTB, Perkuat Gerakan Konsumsi Ikan https://amarmedia.co.id/gubernur-lantik-forum-ikan-ntb-perkuat-gerakan-konsumsi-ikan https://amarmedia.co.id/gubernur-lantik-forum-ikan-ntb-perkuat-gerakan-konsumsi-ikan Gubernur Lantik Forum Ikan NTB, Perkuat Gerakan Konsumsi Ikan

Mataram.Amaredia.co.id — Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, mendorong pengembangan budidaya perikanan di daerah sebagai langkah strategis meningkatkan konsumsi ikan dan memperkuat gizi masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat melantik Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi NTB periode 2026–2031 di Mataram, 12 Mei 2026.

Gubernur NTB menilai peluang pengembangan budidaya perikanan di NTB sangat besar dan perlu dikerjakan secara kolaboratif bersama FORIKAN, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Kesempatan kita memperluas budidaya perikanan sangat besar. Bersama FORIKAN kita bisa mendorong budidaya perikanan berkembang lebih luas,” ujarnya

Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur, mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan Peraturan Gubernur terkait penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat yang rencananya diterbitkan pada Juli mendatang. Dalam skema tersebut, kebutuhan bahan pangan diharapkan dapat dipasok oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang siap memenuhi standar kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, upaya peningkatan konsumsi ikan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi 15 tahun mendatang akan sangat besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Gubernur mencontohkan negara seperti Jepang yang sejak lama menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan gizi masyarakat, termasuk konsumsi ikan yang kaya protein dan kalsium. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan di masa depan.

Karena itu, ia mendorong FORIKAN NTB membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat gerakan konsumsi ikan di daerah. Salah satu gagasan yang didorong adalah gerakan minimal satu kali dalam seminggu menu ikan di lingkungan masyarakat dan sekolah.

“Ini tentu membutuhkan kesiapan budidaya ikan di desa dan kecamatan. Ikan laut memang kaya omega tiga, tetapi ikan air tawar juga memiliki nilai gizi yang baik dan sangat dianjurkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” katanya.

Selain produksi ikan, Gubernur menekankan pentingnya inovasi menu berbasis ikan agar masyarakat, khususnya anak-anak, semakin tertarik mengonsumsi ikan secara rutin.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah riset dan pengembangan menu yang sehat, bergizi, terjangkau, tetapi tetap disukai anak-anak,” ujarnya.

Miq Iqbal juga mengajak seluruh pihak menjadikan sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat NTB. Menurutnya, berbagai konsep pengembangan budidaya ikan seperti nila, patin, dan lele telah tersedia dan tinggal diperkuat implementasinya.

Sementara itu, Ketua FORIKAN NTB periode 2026–2031, Sinta Agathia mengatakan FORIKAN akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan konsumsi ikan, khususnya bagi anak-anak.

Ia menyoroti masih tingginya angka gizi buruk di sejumlah wilayah pesisir yang sejatinya dekat dengan sumber protein ikan. Karena itu, FORIKAN akan terus mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan olahan ikan yang menarik dan bernilai gizi.

“Ada banyak inovasi menu berbasis ikan memiliki kandungan gizi baik. Inovasi seperti ini perlu kita dukung untuk membantu mengurangi masalah gizi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, FORIKAN juga akan terus turun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan kampanye gemar makan ikan demi mewujudkan generasi NTB yang lebih sehat, cerdas, dan unggul. (AM/kominfotikntb)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:17:45 +0800 amr
Bukan Sekadar Tugas, Gubernur NTB Sebut Kiprah Tagana Sebagai Wujud Nyata Kehadiran Negara https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-tugas-gubernur-ntb-sebut-kiprah-tagana-sebagai-wujud-nyata-kehadiran-negara https://amarmedia.co.id/bukan-sekadar-tugas-gubernur-ntb-sebut-kiprah-tagana-sebagai-wujud-nyata-kehadiran-negara Bukan Sekadar Tugas, Gubernur NTB Sebut Kiprah Tagana Sebagai Wujud Nyata Kehadiran Negara

Mataram.Amarmedia.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan ucapan terima kasih yang dalam. Gubernur Dr H L Muhamad Iqbal mengatakan, negara benar benar hadir ketika masyarakat dalam kesusahan, salah satu wujudnya adalah Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang berkiprah di saat bencana terjadi.

Hal itu dikatakan Gubernur saat memberikan pembekalan dalam rangkaian Ulang Tahun Tagana ke 22 di RTH Pagutan, kota Mataram, Selasa (12/05/2026).

Sebagai seorang mantan diplomat, hadir di daerah bencana alam dan sosial bukanlah sesuatu yang baru bagi Gubernur. Oleh karena itu, sebagai teman seperjuangan para Tagana, dirinya memahami tugas berat itu dan berbagi pengalaman ketika berada di Somalia, Siria, Gabon, Filipina Selatan, Yaman, Nepal dan Turki untuk misi kemanusiaan.

Dikatakannya, tugas tugas kemanusiaan adalah hal yang ajaib karena dorongan dalam diri sebagai empati terdalam manusia bukan semata kewajiban sebagai anggota Tagana atau mengharapkan imbalan tertentu.

"Salah satu yang membuat daerah kita bertahan saat bencana juga karena kontribusi para Tagana", ucap Gubernur.

Dihadiri oleh 500 orang personil Tagana seluruh NTB, dirinya berharap kesiapsiagaan dan respon bencana daerah semakin baik.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial, Masyhuri, kegiatan ulangtahun ke 22 ini juga dilakukan perekrutan Tagana Muda untuk program Kampung Siaga Bencana di Ampenan Selatan.

"500 orang ini adalah mereka yang terdata dan mendapatkan insentif dari Kementerian Sosial. Namun jumlah Tagana kita sendiri hampir ada di setiap desa Tangguh Bencana.

Selama tiga hari para Tagana mengikuti rangkaian HUT Tagana Indonesia, yang dilakukan dengan perpaduan kegiatan sosial kemanusiaan, apel siaga, dan seremoni syukuran. Rangkaian prosesi dan kegiatan yang dilakukan dimulai dengan Apel Siaga atau disebut Santiaji dengan peyerahan pataka dilanjutkan silaturahmi akbar keluarga besar Tagana bersama Kementerian Sosial untuk memperkuat solidaritas.

Kegiatan dilanjutkan dengan Baksos dan Kemanusiaan serta pemberian penghargaan kepada anggota Tagana berprestasi atas dedikasinya sebagai relawan yang siaga, cepat, dan setia dalam mendampingi korban bencana. (AM/kominfotikntb)

]]>
Wed, 13 May 2026 09:11:52 +0800 amr
Ini Daftar Nama Pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia & NTB 2026 https://amarmedia.co.id/ini-daftar-nama-pemenang-puteri-anak-dan-puteri-remaja-indonesia-ntb-2026 https://amarmedia.co.id/ini-daftar-nama-pemenang-puteri-anak-dan-puteri-remaja-indonesia-ntb-2026 Ini Daftar Nama Pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja Indonesia - NTB 2026

Mataram.Amarmedia.co.id - Bertempat di Indoor Panggung Taman Budaya yang megah pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 sukses digelar dengan penuh kemeriahan. Ajang bergengsi yang dilaksanakan tahun ini merupakan ke-7 ini kembali hadir sebagai wadah utama pengembangan bakat, karakter, serta potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda NTB. Senin malam (11/5).

Ajang ini tidak sekadar kompetisi kecantikan, acara ini menjadi ajang positif untuk mengasah kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi para pesertanya. Antusiasme menyambut pemilihan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 terlihat sangat luar biasa sejak tahap awal. Tercatat yang masuk final sebanyak 32 peserta terbaik dari 10 Kabupaten kota se-NTB bersaing ketat. 

Formasi tersebut terdiri dari 20 peserta kategori Puteri Remaja dan 12 peserta kategori Puteri Anak yang semuanya membawa misi untuk membanggakan daerah. Para kontestan Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini tidak hanya dinilai dari penampilan luar, tetapi juga wawasan luas dan etika. Seluruh peserta telah melewati rangkaian kegiatan panjang, mulai dari audisi yang ketat, pembekalan materi, hingga masa karantina. 

Fokus utama karantina adalah membentuk generasi muda NTB yang unggul dalam public speaking, kepemimpinan, serta pemahaman mendalam mengenai budaya NTB. Puncak acara yang dinantikan tiba pada malam Grand Final. Nama Ni Putu Devika Sharisa Kalyani resmi dinobatkan sebagai Winner Puteri Remaja NTB 2026 yang langsung disaksikan oleh Founder PAI & PRI Gerry Dahlan dari Jakarta.

Sementara itu, mahkota Winner Puteri Anak NTB 2026 berhasil diraih Gina Talitha Jannah. Keduanya kini mengemban amanah sebagai duta inspiratif bagi anak-anak dan remaja di Nusa Tenggara Barat.

Daftar pemenangnya adalah 

Untuk Kategori Puteri Remaja:

• Puteri Remaja Indonesia NTB Tahun 2026 : Ni Putu Devika Sharisa Kalyani

• ⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Pariwisata Tahun 2026 : Brigita Kirana Putri Wibawa

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Lingkungan Tahun 2026 : Baiq Nindi Mulia Putri

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Kebudayaan Tahun 2026 : Intan Fatiha Farhan

• ⁠⁠Puteri Remaja Indonesia NTB Pendidikan Tahun 2026 : Ayra Alifah Paradisa

Untuk Kategori Puteri Anak:

• ⁠Puteri Anak Indonesia NTB Tahun 2026 : Gina Talitha Jannah

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Pariwisata Tahun 2026 : Ni Kadek Saras Sehan Dewi

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Lingkungan Tahun 2026 : Berlian Putri Sonia

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Kebudayaan Tahun 2026 : Aqila Zevanna Rahman

• ⁠⁠Puteri Anak Indonesia NTB Pendidikan Tahun 2026 : Siska Rahmadani

Momen penobatan atau crowning berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Khusus untuk kategori anak, prosesi penyerahan mahkota kepada Gina Talitha Jannah dilakukan langsung Aurelia Siti Hajar B, yang merupakan pemegang gelar tahun sebelumnya. Sorak sorai penonton pecah saat para pemenang Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini melangkahkan kaki di atas panggung sebagai juara baru.

Ketua panitia Herlita Rizky Dwiana Putri., S.Tr.Keb yang juga Alumni Puteri Remaja Indonesia NTB Berbakat Tahun 2020 menegaskan bahwa ajang Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 adalah sarana strategis untuk memperkenalkan pariwisata dan potensi daerah melalui peran generasi muda NTB.

Lebih lanjut Herlita Rizky berharap para pemenang ini dapat menjadi role model yang berakhlak baik dan mampu mempromosikan kekayaan budaya NTB hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

Keberhasilan acara Puteri Anak dan Puteri Remaja NTB 2026 ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh para sponsor dari :

Dinas Dikpora Provinsi NTB, Taman Budaya Provinsi NTB, Mataram Square Hotel, Rivera, Gekskin Klinik, Bordir Komputer, Calmbe Sablon, Mecca Tenun, Najla Modiste, Hayuning Models, Weka Wedding Organizer, DVN Creative, LT Pro dan Qalalu Studio.

Di akhir acara, Ketua Paguyuban Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia NTB Buniamin Farahat ST, MT berharap besar agar ajang ini dapat terus menjadi ajang positif yang melahirkan generasi muda NTB yang percaya diri, berprestasi, berkarakter, serta mampu membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional maupun internasional. (AM)

]]>
Wed, 13 May 2026 08:41:52 +0800 amr
Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima https://amarmedia.co.id/jalin-jaringan-manuskrip-dua-kesultanan-museum-bala-datu-ranga-gandeng-museum-samparaja-bima https://amarmedia.co.id/jalin-jaringan-manuskrip-dua-kesultanan-museum-bala-datu-ranga-gandeng-museum-samparaja-bima Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima

Bima.Amarmedia.co.id , 11 Mei 2026 – Hubungan diplomatik dan kekerabatan antara Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Bima yang telah terjalin selama berabad-abad kini memasuki babak baru. Melalui inisiatif pelestarian literasi sejarah, Museum Bala Datu Ranga resmi menggandeng Museum Samparaja Bima untuk membangun jaringan kajian manuskrip lintas kesultanan.

Jejak panjang hubungan kedua entitas ini tersimpan rapat dalam lembaran-lembaran manuskrip kuno. Salah satu yang paling menonjol adalah Bo Sangaji Kai (Catatan Harian Kesultanan Bima), koleksi Museum Samparaja yang telah diakui dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2024 dan tengah diusulkan menuju Memory of The World (MOW) Southeast Asia 2025.

Menghidupkan Kembali "Harta Karun" Literasi

Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas MA, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah lokal melalui penguatan arsip teks dan foto.

 "Harapannya kami menjalin kolaborasi, syukur-syukur bisa terbentuk jaringan para pengkaji manuskrip antar dua Kesultanan sehingga dapat diketahui bagaimana hubungan keduanya di masa lalu dari berbagai aspek," ujar Yuli.

Ia menekankan bahwa manuskrip bukan sekadar benda mati, melainkan identitas budaya yang harus terus dikaji.

Misi Utamanya mengoptimalkan penguatan jaringan dan kelembagaan. Visi Kedepannya penyelenggaraan kajian koleksi mendalam dan pameran bersama di masa mendatang.

Langkah strategis ini berhasil direalisasikan berkat dukungan Dana Abadi Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Dukungan finansial ini memungkinkan Museum Bala Datu Ranga untuk melakukan observasi lapangan secara intensif dan melacak jejak-jejak naskah yang mulai tersisih oleh zaman.

Sebagai langkah awal, tim Museum Bala Datu Ranga telah melakukan wawancara langsung dengan Dr. Dewi Ratna Muchlisa, seorang filolog sekaligus Kepala Museum Samparaja. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan fakta menarik mengenai banyaknya titik temu antara Sumbawa dan Bima dalam arsip-arsip lama.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait kajian koleksi antar kedua museum. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda di Pulau Sumbawa untuk kembali mengenali dan melestarikan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.(AM)

]]>
Tue, 12 May 2026 19:40:55 +0800 amr
Tabrak Aturan Karantina, Kadisnak Sumbawa Desak Pemprov NTB Beri Sanksi Tegas pada Perusahaan Ternak Nakal https://amarmedia.co.id/tabrak-aturan-karantina-kadisnak-sumbawa-desak-pemprov-ntb-beri-sanksi-tegas-pada-perusahaan-ternak-nakal https://amarmedia.co.id/tabrak-aturan-karantina-kadisnak-sumbawa-desak-pemprov-ntb-beri-sanksi-tegas-pada-perusahaan-ternak-nakal Tabrak Aturan Karantina, Kadisnak Sumbawa Desak Pemprov NTB Beri Sanksi Tegas pada Perusahaan Ternak Nakal

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, Saefudin SP, mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat resmi kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Senin 11 mei 2026. Surat tersebut berisi laporan mendalam terkait dugaan pelanggaran prosedur pengawasan lalu lintas ternak (Lalinak) yang melibatkan empat perusahaan asal Kabupaten Dompu.

Berdasarkan investigasi lapangan dan laporan masyarakat, ditemukan indikasi kuat adanya praktik "muatan gelap" di mana ternak dinaikkan ke atas truk di tengah perjalanan tanpa melalui pemeriksaan kesehatan yang semestinya.

Kronologi Temuan: Modus Penambahan Ternak di Jalan

Ditemukan fakta bahwa berdasar laporan petugas portal Tarano  prokeswan Empang Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Sumbawa pada hari Jumat pukul 00.41 wita tanggal 8 Mei 2026 telah melintas truk nomor polisi P 8346 VJ , bermuatan sapi jantan izin dari Kabupaten Dompu tujuan Bogor atau nama CP FjrM dan UD PK dengan dokumen yang dibawa 1 fotokopi sertifikat veteriner POV Provinsi NTB tanggal 18 April dan telah disertifikasi satpel karantina Bima pada tanggal 20 April berjumlah 200 ekor. Jumlah ternak sapi di truk 13 ekor. 

Hasil konfirmasi kepada Kepala Bidang agribisnis Dinas Peternakan dan keswan Kabupaten Dompu perusahaan tersebut tidak mendapatkan sapi sesuai jumlah izin yang dibuat. 

Laporan portal Alas Barat UPT prokeswan Alas Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Sumbawa tanggal 8 Mei 2026 jumlah muatan truk tersebut sebanyak 26 ekor sapi jantan. 

Kesimpulannya bahwa sapi jantan sebanyak 13 ekor dinaikkan di perjalanan antara portal tarano sampai portal alas Barat.

Sapi tersebut pasti tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebagaimana mestinya. Perusahaan tidak memberikan dokumen yang benar kepada pejabat karantina akibatnya pihak karantina kemungkinan juga mensertifikasi dokumen daftar muatan alat angkut dan isi muatan alat angkut yang tidak sesuai. 

Kemudian laporan petugas portal Terano UPT prokeswan Empang Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Sumbawa hari Jumat tanggal 8 Mei 2026 pukul 22.05 wita telah melintas truk nomor polisi R8561 UO bermuatan sapi jantan izin dari Kabupaten Dompu tujuan Jakarta Selatan atas nama CV MJ dengan dokumen yang dibawa berupa fotocopy sertifikat veteriner POV NTB tanggal 21 April dan telah disertifikasi satpel karantina Bima tanggal 22 April berjumlah 200 ekor. Jumlah ternak sapi di truk 10 ekor. 

Laporan petugas UPT prokeswan alas Dinas Peternakan dan kesehatan hewan kabupaten Sumbawa bersama Polsek Alas Barat tanggal 9 Mei 2026 jumlah muatan truk tersebut sebanyak 13 ekor sapi jantan. 

Kesimpulan sapi jantan sebanyak 3 ekor dinaikkan di perjalanan antara portal Terrano sampai portal alas Barat sehingga sapi tersebut pasti tidak dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebagaimana mestinya. 

Perusahaan tidak memberikan dokumen yang benar kepada pejabat karantina akibatnya pihak karantina kemungkinan juga mensertifikasi dokumen daftar muatan alat angkut dan isi muatan alat angkut yang tidak sesuai. 

Laporan petugas portal Terano UPT prokeswan Empang dinas ternakan dan kesehatan hewan kabupaten Sumbawa hari Jumat tanggal 8 Mei 2026 pukul 22.55 wita telah melintas truk bermuatan sapi jantan izin dari Kabupaten Dompu tujuan Jakarta Selatan atas nama CV PtKr Dompu dengan dokumen yang dibawa berupa fotocopy sertifikat veteriner pop Provinsi NTB tanggal 18 April dan telah di sertifikasi satpel karantina Bima tanggal 20 April berjumlah 200 ekor.  jumlah ternak sapi di truk 22 ekor dan tidak ada tempel portal Kabupaten Dompu. 

Hasil konfirmasi kepada Kepala Bidang agribisnis Dinas Peternakan dan keswan Dompu yang bersangkutan tidak mengkonfirmasi keberangkatan sehingga kami tidak meyakini berapa jumlah ternak yang diizinkan keluar dari Kabupaten Dompu melalui perusahaan tersebut.

Laporan pengawasan yang dilakukan oleh petugas portal di wilayah Kabupaten Sumbawa pada Jumat, 8 Mei 2026, mengungkap ketidaksinkronan data yang mencolok antara dokumen karantina dengan jumlah fisik ternak di lapangan

Pelanggaran Regulasi dan Risiko Kesehatan

Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai telah menabrak aturan hukum yang berlaku, di antaranya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Lainnya. Juga  Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Kepala Dinas Peternakan Sumbawa, Saefudin SP, menegaskan bahwa manipulasi dokumen dan pengelabuan jumlah muatan ini berisiko besar bagi kesehatan hewan di wilayah tujuan (Bogor dan Jakarta Selatan).

"Perusahaan tidak memberikan dokumen yang benar kepada pejabat karantina. Akibatnya, pihak karantina kemungkinan mensertifikasi dokumen daftar muatan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ungkap laporan tersebut.

Menyikapi temuan ini, Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Kabupaten Sumbawa menyampaikan tiga poin tuntutan utama kepada Pemerintah Provinsi NTB:

Pertama : Memberikan sanksi administratif maupun operasional kepada empat perusahaan yang melanggar (CV PK , CV FM, UD PKa, dan CV MJ).

Kedua : Pemberian izin pengeluaran ternak di masa depan harus disesuaikan dengan fakta ketersediaan ternak di lapangan (realistis).

Ketiga : Mendorong koordinasi yang lebih intens dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTB sebagai anggota Satgas bentukan Gubernur. Pengawasan diharapkan tidak hanya diperketat menjelang Idul Qurban, tetapi dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.

Sebagai kunci ketertiban proses, peran Satpel Karantina Poto Tano dianggap sangat strategis. "Diperlukan harmonisasi koordinasi antar kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa agar celah-celah pengiriman ternak ilegal dapat ditutup rapat demi menjaga integritas kesehatan hewan di wilayah NTB"pungkasnya. (am)

]]>
Tue, 12 May 2026 18:44:43 +0800 amr
Semangat Pantang Padam! Bupati Sumbawa Buka Rangkaian HUT Damkar ke&107 se&NTB https://amarmedia.co.id/semangat-pantang-padam-bupati-sumbawa-buka-rangkaian-hut-damkar-ke-107-se-ntb https://amarmedia.co.id/semangat-pantang-padam-bupati-sumbawa-buka-rangkaian-hut-damkar-ke-107-se-ntb Semangat Pantang Padam! Bupati Sumbawa Buka Rangkaian HUT Damkar ke-107 se-NTB

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar mendadak berubah menjadi lautan semangat pada Selasa pagi (12/5/2026). Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, secara resmi membuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran ke-107 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga panggung unjuk kekuatan dan solidaritas bagi pasukan "Biru" dari seluruh penjuru NTB.

Sapaan Ikonik: "Pagi, Pagi, Pagi!"

Suasana langsung memanas—dalam arti positif—saat Bupati Syarafuddin Jarot memberikan sambutan. Dengan energi yang meluap, ia menyapa seluruh pasukan pemadam yang hadir dengan yel-yel khas yang membakar semangat.

"Rekan-rekan pasukan pemadam se-Nusa Tenggara Barat yang saya cintai dan banggakan. Saya bilang selamat pagi, maka harus dijawab: Pagi, Pagi, Pagi! Tetap semangat luar biasa!" seru Bupati yang langsung disambut gemuruh kompak dari ratusan peserta.

Sumbawa Jadi Barometer Ketangkasan Pasukan Biru

Tahun ini, Kabupaten Sumbawa mendapatkan kehormatan besar sebagai tuan rumah peringatan tingkat provinsi. Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan tersebut, sembari merinci agenda padat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Ia merinci, rangkaian hari pertama dipusatkan di Lapangan Pahlawan dengan agenda senam pagi dan donor darah. “Menurut laporan, selesai sholat Dzuhur pindah ke Kantor Damkar dan sore beralih ke Kantor Bupati untuk persiapan perayaan puncak. Upacara insyaallah akan dipimpin oleh Sekda,” jelas Syarafuddin Jarot.

Bupati menyebut hari ini merupakan hari bersejarah bagi insan Damkar. Selain donor darah, digelar _NTB Fair Fighter Skill Competition_ yang diikuti 9 kabupaten/kota se-NTB. “Ini insyaallah akan menunjukkan kemampuan-kemampuan terbaik semua. Selamat bertanding,” katanya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan seluruh masyarakat, Bupati menyampaikan ucapan selamat HUT Damkar ke-107. “Mudah-mudahan dalam ulang tahun yang ke-107 akan memberikan motivasi dan semangat untuk terus berkembang dan maju dalam rangka membela kemanusiaan yang ada di seluruh Indonesia, bukan hanya di kabupaten,” tegasnya.

Misi Kemanusiaan: Melampaui Batas Wilayah

Pasca pembukaan di Lapangan Pahlawan, rangkaian acara berlanjut ke Kantor Damkar untuk koordinasi teknis, dan akan bergeser ke Kantor Bupati untuk persiapan upacara puncak. Informasinya, upacara puncak dijadwalkan akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai penutup rangkaian peringatan yang bersejarah ini.

Bupati menutup sambutannya dengan pesan hangat bagi para peserta kompetisi "Selamat bertanding, lakukan yang terbaik untuk Damkar se-Indonesia!"

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa,Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Para Kepala OPD dan Kabag lingkup Pemkab Sumbawa Sponsor dan tamu undangan lainnya.(AM)

]]>
Tue, 12 May 2026 18:33:04 +0800 amr
Perkuat Layanan Dasar, Dinas PMD Sumbawa Gelar Workshop Kapasitas Tim Pembina Posyandu di Empat Kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-dinas-pmd-sumbawa-gelar-workshop-kapasitas-tim-pembina-posyandu-di-empat-kecamatan https://amarmedia.co.id/perkuat-layanan-dasar-dinas-pmd-sumbawa-gelar-workshop-kapasitas-tim-pembina-posyandu-di-empat-kecamatan Perkuat Layanan Dasar, Dinas PMD Sumbawa Gelar Workshop Kapasitas Tim Pembina Posyandu di Empat Kecamatan

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Dalam upaya memperkokoh fondasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa resmi memulai rangkaian Workshop Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kecamatan, Desa, dan Kelurahan Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka secara perdana di Kecamatan Sumbawa pada Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan agenda kunjungan kerja Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa, Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, guna memantau langsung kesiapan garda terdepan pelayanan posyandu berbasis 6 SPM di tingkat bawah.

Kepala Bidang Kelembagaan Desa dan Sosial Budaya Masyarakat Dinas PMD Kabupaten Sumbawa, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa workshop ini menyasar empat kecamatan prioritas. Jadwal pelaksanaannya adalah untuk  Kecamatan Sumbawa tanggal  11 Mei 2026, Kecamatan Lunyuk,l tanggal 12 Mei 2026, Kecamatan Alas tanggal  19 Mei 2026 dan Kecamatan Moyo Utara tanggal  21 Mei 2026

"Tujuannya jelas, yakni meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Tim Pembina Posyandu dalam membina pengurs dan kader posyandusecara berjenjang. Kader adalah ujung tombak pelayanan dasar kita," tegas Yuni.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumbawa, Jaya Kusuma, S.Sos, yang hadir membuka acara, menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

 "Kegiatan ini sangat strategis untuk mendukung program prioritas Pemkab Sumbawa, khususnya dalam akses layanan kesehatan preventif bagi ibu dan anak," ujar Jaya Kusuma dalam arahannya.

Workshop ini menghadirkan para pakar sebagai pemateri, di antaranya Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE (Ketua TP Posyandu Kabupaten), Syarif Hidayat, SKM., MPH (Kepala Dinas Kesehatan) Bidang Kelembagaan Desa Dinas PMD

Fokus materi mencakup pengelolaan data Posyandu 6 SPM nerdasarkan permendagri 13 tahun 2024 yang akurat, strategi penanganan stunting, hingga integrasi program Keluarga Berencana (KB) dengan kearifan lokal.

Sebagai bentuk aksi nyata, rombongan juga melakukan kunjungan ke Posyandu Flamboyan di Kelurahan Brangbiji. Di sana, dilakukan penyerahan paket sembako nerkah dari Baznas sumbawa bg warga rentan beresiko stunting dan simbolis dukungan opd pengampu SPM dan sebagai upaya intervensi spesifik maupun sensitif dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting 

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumbawa, Ulumuddin, SE, menaruh harapan besar pada output kegiatan ini. Ia menargetkan peningkatan standar profesionalisme tim pembina agar mampu memberikan dampak nyata di lapangan.

"Kami berharap cakupan pelayanan Posyandu di Sumbawa bisa mencapai 95% pada akhir 2026. Ini sejalan dengan target RPJMD Kabupaten Sumbawa 2025-2029," ungkap Ulumuddin optimis.

Dengan partisipasi aktif puluhan peserta dari berbagai desa dan kelurahan, workshop ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi lintas sektor demi menciptakan masyarakat Sumbawa yang lebih sehat dan sejahtera sesuai tema semarak Hari Posyandu Nasional tahun ini, tranformasi posyandu untuk meningkatkan layanan dan kesejahteraan masyarakat. (Gam)

]]>
Tue, 12 May 2026 17:15:40 +0800 amr
Bhabinkamtibmas Polsek Batu Lanteh Sambangi Rumah Duka Imam Masjid Desa Klungkung https://amarmedia.co.id/bhabinkamtibmas-polsek-batu-lanteh-sambangi-rumah-duka-imam-masjid-desa-klungkung https://amarmedia.co.id/bhabinkamtibmas-polsek-batu-lanteh-sambangi-rumah-duka-imam-masjid-desa-klungkung Bhabinkamtibmas Polsek Batu Lanteh Sambangi Rumah Duka Imam Masjid Desa Klungkung

Sumbawa Besar, NTB -Amarmedia.co.id- Kepolisian Sektor Batu Lanteh Polres Sumbawa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga masyarakat yang tengah berduka. Bhabinkamtibmas Desa Klungkung, Aipda Ikadek Budiarta, melaksanakan kegiatan "Polri Peduli Kedukaan" dengan menyambangi rumah duka almarhum H.M. Zain di Dusun Klungkung, Desa Klungkung, Kecamatan Batu Lanteh, Minggu pagi (10/05/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Batu Lanteh menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata empati dan kedekatan Polri dengan masyarakat, terutama saat warga sedang tertimpa musibah.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga yang berduka adalah bentuk dukungan moril dari instansi Polri. Kami merasa kehilangan atas berpulangnya salah satu tokoh agama di wilayah ini, dan kehadiran kami diharapkan dapat memberikan penghiburan serta penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.

Almarhum H.M. Zain (80) semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat. Beliau merupakan Imam Masjid Nurul Hidayah Desa Klungkung yang telah banyak berjasa dalam membina mental dan spiritual warga di Dusun Klungkung.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di rumah duka disambut hangat oleh pihak keluarga dan pelayat lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat di wilayah Batu Lanteh terjalin dengan sangat erat.

Dalam kunjungannya, Aipda Ikadek Budiarta berinteraksi langsung dengan keluarga almarhum untuk menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam dari keluarga besar Polsek Batu Lanteh. Ia juga menghimbau kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap sabar, tabah, dan mengikhlaskan kepergian almarhum.

Selain mendoakan almarhum, kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban di sekitar rumah duka tetap kondusif, sehingga prosesi persiapan pemakaman dapat berjalan dengan khidmat dan lancar. (AM/Hps)

]]>
Tue, 12 May 2026 13:36:44 +0800 amr
Bhabinkamtibmas Desa Mata Berikan Motivasi dan Edukasi kepada Petani Jagung https://amarmedia.co.id/bhabinkamtibmas-desa-mata-berikan-motivasi-dan-edukasi-kepada-petani-jagung https://amarmedia.co.id/bhabinkamtibmas-desa-mata-berikan-motivasi-dan-edukasi-kepada-petani-jagung Bhabinkamtibmas Desa Mata Berikan Motivasi dan Edukasi kepada Petani Jagung

Sumbawa Besar, NTB -Amarmedia.co.id- Upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Bhabinkamtibmas Desa Mata, Briptu Muh Andy Ramadhan, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan mengunjungi lokasi lahan jagung milik warga di Desa Mata, Kecamatan Tarano, Minggu pagi (10/05/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin, menyampaikan bahwa pendampingan intensif kepada para petani merupakan langkah nyata Polri dalam menyukseskan swasembada pangan.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah lahan pertanian bukan sekadar pemantauan, melainkan bentuk dukungan moril untuk memastikan para petani tetap bersemangat dalam mengelola lahan mereka. Hal ini selaras dengan program prioritas pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada pukul 10.00 WITA tersebut, Briptu Muh Andy Ramadhan berdialog langsung dengan pemilik lahan, Bapak Mansyur. Petugas memberikan semangat serta memotivasi agar tanaman jagung yang sedang tumbuh dirawat dengan optimal, mulai dari pembersihan gulma hingga pemupukan tepat waktu, guna meraih hasil panen yang maksimal dan melimpah.

"Selain memantau kondisi tanaman jagung, Bhabinkamtibmas juga menyerap aspirasi dari petani terkait kendala yang dihadapi di lapangan untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait." tambahnya.

Tak hanya fokus pada lahan utama, Bhabinkamtibmas juga memberikan himbauan kepada Bapak Mansyur dan warga sekitar untuk kreatif dalam memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Warga diajak untuk menanam tanaman hortikultura seperti cabai, sayuran, dan kebutuhan dapur lainnya sebagai langkah penguatan ketahanan pangan dari lingkup terkecil atau keluarga.

Melalui sinergi yang baik antara masyarakat dan Polri, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah pedesaan tetap kondusif seiring dengan meningkatnya kesejahteraan para petani. Seluruh rangkaian kegiatan sambang ini berjalan dengan tertib dan lancar. (AM/Hps)

]]>
Tue, 12 May 2026 13:33:46 +0800 amr
Bupati Sumbawa Ucapkan Selamat atas Grand Opening Kantor Hukum Law Firm Puri dan Partners Hotman 911 NTB https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-grand-opening-kantor-hukum-law-firm-puri-dan-partners-hotman-911-ntb https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-grand-opening-kantor-hukum-law-firm-puri-dan-partners-hotman-911-ntb Bupati Sumbawa Ucapkan Selamat atas Grand Opening Kantor Hukum Law Firm Puri dan Partners Hotman 911 NTB

Mataram Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas grand opening Kantor Hukum Law Firm Puri dan Partners Hotman 911 Nusa Tenggara Barat yang resmi dibuka di Mataram, NTB Senin 11 Mei 2026.

Ucapan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap hadirnya kantor hukum yang diharapkan mampu memberikan pendampingan dan perjuangan hukum bagi masyarakat pencari keadilan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Menanggapi hal itu, Putri Maya Rumanti, S.H., M.H., selaku pimpinan kantor sekaligus Koordinator Hotman 911 NTB, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan ucapan selamat dari Bupati Sumbawa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP atas ucapan selamat dan dukungannya terhadap grand opening Law Firm Puri dan Partners Hotman 911 NTB,” ujar Putri Maya Rumanti.

Ia menjelaskan, kehadiran kantor perwakilan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk membantu masyarakat dalam memperoleh keadilan hukum.

Setelah Tim Hotman membantu Radit yang saat ini sedang duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa karena dituduh membunuh pacarnya di Pantai Nipah, kini Law Firm Puri dan Partners (Tim Hotman Paris 911) membuka kantor perwakilan di Mataram, NTB.

Dengan dibukanya kantor tersebut, diharapkan dapat menjadi wadah perjuangan bagi para pencari keadilan di Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap keberadaan kantor ini bisa menjadi tempat perjuangan dan pendampingan hukum bagi masyarakat NTB yang membutuhkan keadilan,” tutup Putri Maya Rumanti, S.H., M.H. (AM)

]]>
Tue, 12 May 2026 12:58:30 +0800 amr
Cetak Atlet Masa Depan, Ketua KONI Sumbawa Pastikan Pembinaan Juara O2SN Berlanjut ke Tingkat Profesional https://amarmedia.co.id/cetak-atlet-masa-depan-ketua-koni-sumbawa-pastikan-pembinaan-juara-o2sn-berlanjut-ke-tingkat-profesional https://amarmedia.co.id/cetak-atlet-masa-depan-ketua-koni-sumbawa-pastikan-pembinaan-juara-o2sn-berlanjut-ke-tingkat-profesional Cetak Atlet Masa Depan, Ketua KONI Sumbawa Pastikan Pembinaan Juara O2SN Berlanjut ke Tingkat Profesional

SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si bersama Kabid Binpres dan jajaran, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd, pada Senin (11/5).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas suksesnya pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMP se-Kabupaten Sumbawa yang baru saja usai. Fokus utama pembahasan adalah mengenai keberlanjutan pembinaan bagi para juara di berbagai cabang olahraga.

Gelaran O2SN tahun ini telah melahirkan juara-juara baru, khususnya pada cabang olahraga unggulan seperti atletik, pencak silat, dan bulu tangkis. Bakat-bakat muda ini dinilai memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama daerah di masa depan.

Abdul Rafiq menegaskan bahwa prestasi yang diraih di level sekolah tidak boleh berhenti begitu saja setelah kompetisi usai.

"Para atlet juara hasil O2SN ini adalah talenta muda yang perlu mendapat perhatian serius. Kami akan segera berkoordinasi dengan masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) terkait agar mereka masuk dalam program pembinaan yang terarah, profesional, dan berkesinambungan," ujar Abdul Rafiq.

Menurut Rafiq, O2SN harus dipandang sebagai "pintu masuk" atau entry point dalam piramida pembinaan atlet nasional. Pembinaan yang terputus hanya di level pelajar dianggap sebagai kerugian besar bagi ekosistem olahraga daerah.

"Tujuan kita adalah mencetak atlet unggulan Kabupaten Sumbawa yang mampu bersaing di level daerah, nasional, bahkan internasional. Karena itu, pembinaannya harus jangka panjang," tambah Rafiq

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa atas komitmennya menyelenggarakan wadah penjaringan atlet usia dini. Sinergi antara dunia pendidikan dan organisasi olahraga dinilai sebagai kunci sukses pembangunan olahraga prestasi.

KONI berharap ajang O2SN mendatang dapat menambah jumlah cabang olahraga yang diperlombakan sehingga ruang pencarian bakat semakin lias."Semakin luas ruang kompetisi, semakin banyak potensi tersembunyi yang bisa dijaring dari berbagai pelosok daerah" ujarnya. Ia juga mendorong setiap pengurus Cabor untuk lebih proaktif memantau hasil kompetisi usia dini.

"Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan KONI adalah fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga yang kuat di Kabupaten Sumbawa. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun talenta hebat yang luput dari pembinaan," pungkas Abdul Rafiq.(AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 22:14:35 +0800 amr
PT BPR NTB Perseroda Siapkan Aksi Korporasi 2026: Tekan NPL Satu Digit dan Targetkan Digitalisasi Penuh https://amarmedia.co.id/pt-bpr-ntb-perseroda-siapkan-aksi-korporasi-2026-tekan-npl-satu-digit-dan-targetkan-digitalisasi-penuh https://amarmedia.co.id/pt-bpr-ntb-perseroda-siapkan-aksi-korporasi-2026-tekan-npl-satu-digit-dan-targetkan-digitalisasi-penuh PT BPR NTB Perseroda Siapkan Aksi Korporasi 2026: Tekan NPL Satu Digit dan Targetkan Digitalisasi Penuh

MATARAM, Amarmedia.co.id – PT BPR NTB Perseroda menetapkan tahun 2026 sebagai momentum transformasi besar melalui berbagai aksi korporasi strategis. Fokus utama manajemen saat ini adalah menekan angka Non-Performing Loan (NPL) hingga ke level satu digit guna memuluskan langkah kerja sama strategis (linkage) dengan Bank Umum serta mempercepat digitalisasi layanan perbankan.

Direktur Utama PT BPR NTB Perseroda, Faisal, menjelaskan dalam penyampaiannya di hadapan anggota Pansus II DPRD Kabupaten Sumbawa Jumat 8 Mei 2026, bahwa penurunan NPL menjadi syarat mutlak otoritas perbankan (Bank Indonesia dan OJK). Hal ini juga menjadi kunci utama bagi BPR NTB untuk meluncurkan layanan mobile banking secara penuh.

Berdasarkan ikhtisar data keuangan tahun buku 2025, BPR NTB menunjukkan pertumbuhan aset yang signifikan sebagai indikator perluasan pangsa pasar. Total aset per Desember 2025 terealisasi sebesar Rp1,235 triliun, meningkat dari realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp1,08 triliun.

Dari sisi profitabilitas, jumlah laba tahun berjalan menunjukkan peningkatan tajam. Pada tahun 2024, laba terealisasi sebesar Rp35,328 miliar, sementara pada tahun 2025 melonjak menjadi Rp50,119 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp38,017 miliar. Sementara itu, penyaluran kredit pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp671,736 miliar.

Meskipun mencatat pertumbuhan laba, manajemen mengakui tantangan besar pada rasio kredit bermasalah. Rasio NPL gross pada tahun 2025 menyentuh angka 14,35%, naik dari 12,7% di tahun sebelumnya. Kenaikan nominal NPL tercatat sebesar Rp29,2 miliar atau tumbuh 23,25%.

Faisal mengidentifikasi beberapa faktor penyebab, di antaranya Faktor Eksternal berupa perlambatan ekonomi pada sektor UMKM dan transisi pemberlakuan sistem gaji SIPD online. Kemudian faktor internal yakni belum optimalnya penerapan prinsip kehati-hatian serta pengawasan (monitoring) kredit pasca-pencairan.

Serta di Struktural adanya kekosongan struktur kepengurusan BPR NTB sebagai hasil RUPS Luar Biasa sejak 15 Juli 2025 hingga 7 Maret 2026.

Untuk mengatasi hal tersebut, manajemen melakukan write-off atau hapus buku terhadap nasabah macet periode 2011 hingga Desember 2024 dengan proyeksi mencapai Rp50 miliar. Kebijakan ini murni bersifat akuntansi dan bukan penghapusan tagihan.

"Kami memiliki potensi 'harta karun' atau piutang yang sudah dihapus buku mencapai Rp70 miliar. Ini yang sedang kita kejar kembali melalui pembenahan SDM dan pola penagihan soft collection," ungkap Faisal. Jika piutang ini tertagih, dana tersebut akan langsung masuk sebagai modal dan laba karena cadangannya telah dibentuk 100%.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus merasakan dampak positif dari kinerja BPR NTB melalui pertumbuhan dividen. Berikut rincian dividen Pemkab Sumbawa pada Tahun Buku 2022 sebesar Rp1,656 miliar. Tahun Buku 2023 sebesar Rp1,857 miliar, Tahun Buku 2024 sebesar Rp2,43 miliar dan Proyeksi Tahun Buku 2025 sebesar Rp4,093 miliar.

Hingga 31 Desember 2025, Pemkab Sumbawa memegang 14,85% saham dengan total nominal setoran modal (termasuk kewajiban) sebesar Rp28,725 miliar.

Di sisi inovasi, per April 2026, BPR NTB telah memungkinkan pemilik rekening untuk menerima transfer langsung dari bank umum lain. Manajemen berkomitmen mendorong layanan berbasis aplikasi agar nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor. "Kita sudah hidup di zaman 5.0. Inovasi akan terus dikawal agar izin mobile banking penuh segera terbit," tambah Faisal.

Selain itu, BPR NTB juga menyiapkan dana CSR sebesar Rp1,5 miliar untuk tahun 2026. Alokasi dana ini dibagi menjadi 75% melalui Pemerintah Daerah selaku pemilik saham dan 25% dikelola bank untuk masyarakat.

Menutup keterangannya, manajemen menekankan komitmen pada sektor UMKM yang mencakup lebih dari 60% porsi kredit perusahaan. Terkait sektor pertanian di Sumbawa, bank menerapkan pola supply chain dan penguncian pembeli (off-taker) untuk memitigasi risiko gagal bayar.

"BPR ini tumbuh dari pasar-pasar. DNA kami adalah UMKM. Kami akan kembali ke akar tersebut dengan pelayanan modern namun tetap mempertahankan kedekatan karakter dengan nasabah," pungkasnya. (AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 21:49:25 +0800 amr
BPR NTB Menuju Syariah 2026: Incar Bisnis Gadai Emas Rp4 Triliun hingga Janjikan Bunga Murah bagi ASN https://amarmedia.co.id/bpr-ntb-menuju-syariah-2026-incar-bisnis-gadai-emas-rp4-triliun-hingga-janjikan-bunga-murah-bagi-asn https://amarmedia.co.id/bpr-ntb-menuju-syariah-2026-incar-bisnis-gadai-emas-rp4-triliun-hingga-janjikan-bunga-murah-bagi-asn BPR NTB Menuju Syariah 2026: Incar Bisnis Gadai Rp4 Triliun hingga Janjikan Bunga Murah bagi ASN "

MATARAM.Amarmedia.co.id— PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB Perseroda tengah mematangkan langkah strategis untuk melakukan konversi menjadi BPR Syariah pada tahun 2026. Rencana besar ini mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Direksi PT BPR NTB dengan Panitia Khusus (Pansus) 2 DPRD Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di kantor pusat BPR NTB, Jumat (8/5/2026).

Direktur PT BPR NTB Faisal menjelaskan bahwa proses konversi menuju sistem syariah bukan sekadar didasari oleh faktor mayoritas penduduk Muslim di NTB, melainkan murni pertimbangan potensi bisnis yang besar. Selama ini, status konvensional membatasi ruang gerak BPR dalam memasarkan produk tertentu.

"Ada potensi luar biasa di segmen ultra UMKM, salah satunya usaha pergadaian emas dan elektronik yang tidak bisa kami jalankan di sistem konvensional saat ini. Data tahun 2023 menunjukkan potensi emas yang digadaikan di NTB mencapai Rp 4 triliun. Ini peluang yang akan kita sasar pada 2026," ujarnya di hadapan anggota Pansus 2.

Selain rencana konversi, BPR NTB juga tengah membahas kerja sama dengan bank umum untuk menekan harga jual kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan P3K. Pihaknya berambisi menawarkan suku bunga yang jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya.

"Jika sebelumnya di angka 12 persen, ke depan insyaallah bisa di bawah itu. Kami ingin memberikan pilihan yang lebih ringan bagi teman-teman ASN dan P3K," tambahnya.

Meski mengapresiasi capaian laba yang menyentuh angka kisaran Rp 50 miliar, jajaran Pansus 2 DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan sejumlah catatan kritis. Ketua Pansus, I Nyoman Wisma SIP menyoroti angka Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang dinilai masih cukup tinggi di angka 14 persen.

"Angka NPL 14 persen ini menjadi kewajiban direksi untuk segera mencari langkah konkret dan strategis untuk menekannya. Masalah kredit macet ini berbanding lurus dengan kesehatan bank dan keberlanjutan laba ke depan," tegas Wisma.

Selain NPL, pihak legislatif juga mempertanyakan rincian terkait cadangan dari laba rugi serta kebijakan penghapusan bukuan yang perlu ditampilkan secara transparan agar posisi keuangan bank terlihat lebih objektif.

Di sisi lain, Direktur BPR NTB yang baru menjabat sejak Maret 2026 tersebut memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa. Ia menilai Pemkab Sumbawa sebagai salah satu pemegang saham yang paling peduli terhadap perkembangan bank daerah ini.

"Dukungan Pemkab Sumbawa sangat terasa. Kepala cabang kami rutin dipanggil setiap bulan, ditanya apa kendalanya, apa yang bisa dibantu. Ini bentuk supervisi dan dukungan nyata yang sangat membantu perkembangan kami di daerah," ungkapnya.

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua DPRD H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Sekretaris Pansus H Zohran SH, bersama anggota Pansus lainnya. Dari BPR NTB Perseroda hadir pula Komisaris Utama Aku I Kholic, Komisaris Independen RianPramuniarti, Syarif Mustaan dan Direktur kepatuhan Dani M.

Pertemuan tersebut berakhir dengan komitmen bersama untuk terus mengawal proses kemajuan BPR NTB  dengan harapan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih inklusif bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya di sektor UMKM dan kesejahteraan pegawai. (AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 20:51:12 +0800 amr
Literasi, Kompetisi, dan Ruang Tumbuh yang Alami https://amarmedia.co.id/literasi-kompetisi-dan-ruang-tumbuh-yang-alami https://amarmedia.co.id/literasi-kompetisi-dan-ruang-tumbuh-yang-alami Literasi, Kompetisi, dan Ruang Tumbuh yang Alami

Oleh  : Asmediati 

SAYA melihat sejumlah anak yang sejak usia dini telah meraih banyak prestasi dari berbagai kompetisi yang mereka ikuti. Usia mereka masih sekolah dasar (SD), tapi semangat mereka tak kalah dari pelajar SMA atau mahasiswa. Mereka tampil percaya diri di depan publik, berbicara lantang, bahkan mampu menguasai panggung dengan baik.

Anak-anak itu mengikuti lomba-lomba literasi yang mereka minati, seperti baca puisi, mendongeng, berpantun, storytelling, solo song, menulis kreatif, hingga monolog. Layaknya anak-anak, kemampuan yang mereka pertunjukkan tentu masih merupakan karya seorang kanak-kanak. Mereka polos, spontan, dan jujur. 

Namun, tidak sedikit pula anak-anak yang tampil bukan lagi seperti anak-anak, melainkan seperti orang dewasa. Mereka seolah melampaui usianya.

Fenomena itu sering kali lahir dari polesan “berlebihan” orang-orang dewasa di sekitarnya. Orangtua, pelatih, bahkan lingkungan sosial kadang terlalu berambisi menjadikan anak tampil sempurna. Akibatnya, anak kehilangan ruang untuk tumbuh secara alami.

Jika tidak hati-hati mendampingi, anak bisa kehilangan masa kanak-kanaknya. Mereka mungkin terlihat hebat di atas panggung, tapi diam-diam memikul beban yang terlalu berat bagi usianya. Prestasi demi prestasi yang diraih kadang berubah menjadi tuntutan yang terus-menerus harus dipenuhi. Anak akhirnya tumbuh dengan kecemasan untuk selalu menang dan ketakutan untuk gagal.

Padahal, kompetisi adalah ruang belajar. Menang memang membahagiakan, tapi kalah juga bagian penting dari proses pertumbuhan mental seorang anak. 

Dari kekalahan, anak belajar menerima kenyataan, menghargai kemampuan orang lain, dan memperbaiki dirinya sendiri. Nilai-nilai seperti itulah yang sesungguhnya lebih penting dibanding sekadar piala dan piagam penghargaan.

Salah satu kesuksesan seorang anak dalam kompetisi sejak dini tidak lepas dari peran orangtua, terutama ibu. Di beberapa kompetisi yang saya hadiri, saya melihat para ibu selalu tampak mendampingi anak-anak mereka. Mereka mengantar, menunggu, memberi semangat, bahkan menjadi tempat anak-anak itu mencurahkan rasa gugup sebelum tampil.

Tidak hanya satu atau dua lomba yang diikuti, banyak anak dilibatkan dalam berbagai kompetisi sehingga talenta mereka berkembang dalam beragam bidang. Ada anak yang pandai membaca puisi sekaligus piawai mendongeng. Ada pula yang mampu menulis kreatif dan tampil baik dalam monolog. Di balik itu semua, sering kali ada ibu yang tekun mendampingi proses tumbuh si anak dari hari ke hari.

Peran ibu bukan semata-mata memastikan anak menjadi juara. Lebih dari itu, ibu hadir sebagai penguat mental dan penjaga keseimbangan jiwa anak. Ketika anak gagal meraih kemenangan, ibu yang bijak tidak akan menjadikan kekalahan sebagai sumber tekanan. Sebaliknya, ia mengajarkan bahwa setiap perlombaan adalah pengalaman belajar yang berharga.

Anak-anak yang cerdas dan literat biasanya belajar dari pengalaman. Mereka memperhatikan kemampuan teman dan lawan-lawannya, lalu belajar dari sana. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. 

Dalam ruang kompetisi, anak-anak sebenarnya sedang belajar tentang kehidupan; tentang kerja keras, disiplin, keberanian, dan sikap menghargai orang lain. Karena itu, dukungan lingkungan sangat menentukan arah pertumbuhan mental mereka. 

Support system yang diberikan guru dan orangtua ketika anak belum menjadi juara akan memberi pengaruh besar terhadap semangat anak selanjutnya. Anak yang terus disalahkan karena kalah bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah minder dan takut mencoba. Sebaliknya, anak yang dihargai prosesnya akan lebih berani menghadapi tantangan berikutnya.

Mental juara tidak hanya dibentuk oleh kemenangan, tapi juga oleh kemampuan menerima kegagalan dengan jiwa besar. Anak-anak perlu diajarkan bahwa keberuntungan tidak selalu datang setiap saat. Ada waktu mereka berdiri di podium kemenangan, ada pula saat mereka harus belajar menerima hasil yang belum sesuai harapan.

Di sinilah pentingnya kedewasaan orang-orang dewasa di sekitar anak. Jangan sampai ambisi orangtua lebih besar daripada kebahagiaan anak itu sendiri. Kompetisi literasi seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan, tempat anak bertumbuh dengan sehat, kreatif, dan bahagia. Bukan ruang yang membuat mereka kehilangan keceriaan masa kecil.

Bertaburnya lomba-lomba literasi untuk anak-anak sejatinya memberi wadah positif bagi lahirnya bakat-bakat muda. Idealnya, kecakapan literasi memang dilatih sejak dini. Anak-anak yang terbiasa tampil, membaca, menulis, dan berbicara di depan umum akan memiliki modal penting ketika mereka remaja dan dewasa. Mereka lebih siap menghadapi kompetisi yang lebih ketat dan tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

Namun, meski kecakapan literasi menjadi bekal masa depan, kita tidak boleh menukar kebahagiaan masa kini anak dengan ambisi jangka panjang tersebut. Ada satu batasan yang tak boleh dilanggar bahwa anak tetaplah anak-anak. Mereka tetap membutuhkan waktu bermain, tertawa, berkhayal, dan menikmati dunianya sendiri tanpa harus selalu merasa sedang dinilai. 

Prestasi memang penting, tapi menjaga jiwa anak agar tetap berkembang secara sehat dan organik jauh lebih fundamental.

Mari kita kembalikan hakikat kompetisi sebagai sarana merayakan keberanian, bukan ajang penghakiman. Membiarkan anak tampil dengan kepolosannya jauh lebih berharga daripada memaksanya mengenakan topeng kedewasaan yang prematur. Biarlah mereka berpuisi dengan gaya mereka sendiri dan mendongeng dengan imajinasi mereka yang murni, tanpa harus dibebani target yang melampaui kapasitas jiwanya.

Alasannya, yang kita butuhkan di masa depan, bukanlah robot-robot pemenang piala, sebaliknya manusia-manusia yang memiliki empati dan integritas. Pendidikan literasi melalui kompetisi harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara emosional.

Tugas kita sebagai pendamping, entah itu orangtua, guru, maupun juri, adalah memastikan lentera kreativitas mereka tetap menyala terang tanpa membakar masa kecilnya. Biarkan anak-anak kita melangkah di atas panggung dengan senyuman yang tulus. Dengan begitu, kemenangan yang sesungguhnya bukan lagi soal siapa yang membawa pulang piala emas, tapi seberapa bahagia mereka mengenali potensi diri dan mencintai proses belajar itu sendiri.[AM]

]]>
Mon, 11 May 2026 12:58:46 +0800 amr
Mi6 Dorong Figur Lauk Kawat Rebut Kursi Loteng Satu, Saatnya Tidak Lagi Jadi Pelengkap Komposisi Politik https://amarmedia.co.id/mi6-dorong-figur-lauk-kawat-rebut-kursi-loteng-satu-saatnya-tidak-lagi-jadi-pelengkap-komposisi-politik https://amarmedia.co.id/mi6-dorong-figur-lauk-kawat-rebut-kursi-loteng-satu-saatnya-tidak-lagi-jadi-pelengkap-komposisi-politik Mi6 Dorong Figur Lauk Kawat Rebut Kursi Loteng Satu, Saatnya Tidak Lagi Jadi Pelengkap Komposisi Politik

MATARAM.Amarmedia.co.id —Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mendorong figur-figur potensial dari wilayah selatan Kabupaten Lombok Tengah untuk berani tampil memperebutkan posisi kepala daerah. Konstruksi sosial politik “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” kini mestinya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah. Bukan lagi menjadi batas tak tertulis menentukan kepemimpinan daerah.

“Masa depan Lombok Tengah harus dibangun dengan kesetaraan. Sudah saatnya figur-figur dari wilayah selatan Lombok Tengah memiliki keberanian tampil sebagai calon pemimpin utama. Bukan lagi sekadar pelengkap komposisi politik,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Senin, 11 Mei 2026

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini menegaskan, sudah saatnya ruang politik yang lebih setara dan inklusif hadir di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Ruang politik itu harus berbasis kapasitas kepemimpinan, bukan semata warisan pembagian geografis lama.

Didu tak menampik, dinamika politik Lombok Tengah selama ini memang tidak bisa dilepaskan dari istilah “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat”. Lauk Kawat merujuk pada kawasan selatan Lombok Tengah yang identik dengan daerah pesisir, kawasan kering, namun memiliki bentang wisata pantai indah luar biasa. Sementara Dayen Kawat merujuk pada kawasan utara yang subur, hijau, dan selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian dan lumbung pangan.

Dalam praktik politik Lombok Tengah, pembacaan “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” sering dijadikan semacam formula tidak tertulis dalam menentukan pasangan kepala daerah. Namun faktanya, posisi bupati selalu berasal dari kawasan “Dayen Kawat”, sedangkan “Lauk Kawat” berada di posisi wakil.

 

Didu menilai, pola semacam itu merupakan realitas politik historis yang memang lahir dari proses sosial masyarakat Lombok Tengah di masa lalu. Namun demikian, Didu menegaskan bahwa perkembangan zaman telah membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat memandang kepemimpinan.

Menurutnya, masyarakat kini semakin rasional dan terbuka dalam menentukan pilihan politik. Faktor asal wilayah tidak lagi menjadi pertimbangan utama sebagaimana beberapa dekade sebelumnya. Yang lebih penting bagi publik saat ini kata dia, adalah kapasitas, integritas, rekam jejak, dan kemampuan seorang pemimpin dalam menghadirkan solusi atas persoalan daerah.

“Atas nama demokrasi, tidak boleh ada lagi wilayah yang merasa hanya ditakdirkan menjadi pelengkap kekuasaan,” tandas Didu.

Mantan Esekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menegaskan, langkah Mi6 yang mendorong figur potensial di kawasan selatan Lombok Tengah untuk tampil merebut posisi kepala daerah, sama sekali bukan dimaksudkan untuk membangun sekat baru antara masyarakat selatan dan utara Lombok Tengah. Mi6 justru memandang bahwa dikotomi “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” seharusnya mulai ditempatkan sebagai bagian dari sejarah sosial-politik daerah yang tidak perlu lagi dipertajam dalam praktik demokrasi modern.

“Ini bukan soal membelah masyarakat. Bukan juga soal mempertentangkan utara dan selatan. Justru yang ingin didorong adalah kesetaraan kesempatan politik. Semua putra-putri terbaik Lombok Tengah memiliki hak yang sama untuk tampil memimpin,” tegasnya.

Didu menilai, munculnya figur dari selatan sebagai calon bupati akan menjadi indikator semakin matangnya demokrasi di Lombok Tengah. Sebab, demokrasi yang sehat, menurutnya, memberikan ruang yang sama kepada siapa pun tanpa dibatasi oleh latar geografis.

Ia mengatakan, kawasan selatan Lombok Tengah saat ini juga telah mengalami transformasi yang sangat besar. Kehadiran kawasan ekonomi khusus pariwisata, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan investasi, hingga meningkatnya konektivitas wilayah membuat selatan Lombok Tengah tidak lagi bisa dipandang sebagai daerah pinggiran.

“Selatan hari ini bukan lagi wilayah yang berada di belakang. Pertumbuhan ekonomi baru justru banyak bergerak di kawasan selatan. Pariwisata internasional berkembang di sana. Infrastruktur berkembang di sana. Ini tentu melahirkan sumber daya manusia dan kelas sosial baru yang lebih percaya diri,” kata Didu.

Dia juga melihat bahwa secara demografis, kawasan selatan Lombok Tengah memiliki jumlah penduduk yang relatif besar dan bahkan disebut lebih tinggi dibanding sebagian kawasan utara, meski selisihnya tidak terlalu signifikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal sosial dan politik yang cukup kuat bagi lahirnya figur kepemimpinan baru dari kawasan selatan.

Namun demikian, Didu mengingatkan bahwa modal geografis dan demografis saja tidak cukup. Figur yang ingin tampil di Pilkada 2029 tetap harus mampu membangun kapasitas, jaringan sosial, komunikasi politik, dan gagasan pembangunan yang kuat untuk Lombok Tengah secara keseluruhan. Dan menurut dia, kawasan selatan tak kekurangan figur

“Yang dibutuhkan masyarakat Lombok Tengah sekarang itu bukan sekadar figur selatan atau utara. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menyatukan Lombok Tengah dan membawa daerah ini melompat lebih maju,” ujarnya.

Di sisi lain, Didu mengungkapkan, generasi muda Lombok Tengah memiliki peluang besar untuk mematahkan pola-pola lama politik daerah yang terlalu bertumpu pada pembacaan geografis. Anak-anak muda saat ini, kata dia, tumbuh dalam situasi sosial yang jauh lebih terbuka, lebih cair, dan lebih egaliter dibanding generasi sebelumnya.

Karena itu, Didu menilai Pilkada 2029 bisa menjadi momentum penting lahirnya politik baru yang lebih modern di Lombok Tengah. Politik yang tidak lagi dibangun di atas sekat-sekat wilayah, tetapi di atas pertarungan ide, kapasitas, dan visi pembangunan.

“Generasi muda hari ini lebih melihat kompetensi daripada sekadar asal kawasan. Mereka ingin pemimpin yang punya gagasan, punya energi, dan mampu bekerja. Ini momentum yang sangat baik untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih progresif,” katanya.

Didu juga menyoroti bahwa pembangunan Lombok Tengah ke depan membutuhkan pemimpin yang memahami perubahan sosial-ekonomi yang sedang berlangsung sangat cepat di daerah tersebut. Apalagi Lombok Tengah kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan strategis di NTB, terutama dengan perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, tantangan Lombok Tengah ke depan tidak ringan. Selain harus menjaga keseimbangan pembangunan antarwilayah, daerah ini juga menghadapi tantangan urbanisasi, tekanan investasi, transformasi sosial masyarakat, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Didu menilai kepemimpinan Lombok Tengah ke depan tidak bisa lagi hanya bertumpu pada pola politik tradisional.

“Daerah ini membutuhkan pemimpin dengan perspektif baru. Pemimpin yang mampu membaca perubahan global, mampu mengelola investasi tanpa meninggalkan masyarakat lokal, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah percepatan pembangunan,” katanya.

Didu berpandangan, jika figur-figur dari wilayah selatan mulai berani tampil sebagai calon pemimpin utama, maka hal tersebut justru akan memperkaya kualitas demokrasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif pilihan, sementara kompetisi politik akan menjadi lebih sehat dan terbuka.

“Demokrasi yang baik itu ketika semua orang merasa punya kesempatan yang sama. Ketika tidak ada lagi perasaan bahwa wilayah tertentu hanya pantas menjadi pelengkap,” ujar Didu.

Kendati begitu, ia menegaskan, pada akhirnya masyarakatlah yang akan menentukan siapa pemimpin terbaik bagi Lombok Tengah. Namun tugas semua elemen masyarakat, termasuk kelompok intelektual dan civil society, adalah memastikan ruang demokrasi tetap terbuka dan memberi kesempatan yang adil bagi semua figur potensial.

“Lombok Tengah harus bergerak menuju politik yang lebih dewasa. Politik yang tidak lagi terjebak pada sekat lama, tetapi fokus pada kualitas kepemimpinan dan masa depan daerah,” tutupnya. (AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 12:49:03 +0800 amr
Jelang Implementasi UU ASN 2023, Abdul Rafiq Desak Pemda Sumbawa Prioritaskan Nasib Guru Honorer https://amarmedia.co.id/jelang-implementasi-uu-asn-2023-abdul-rafiq-desak-pemda-sumbawa-prioritaskan-nasib-guru-honorer https://amarmedia.co.id/jelang-implementasi-uu-asn-2023-abdul-rafiq-desak-pemda-sumbawa-prioritaskan-nasib-guru-honorer Jelang Implementasi UU ASN 2023, Abdul Rafiq Desak Pemda Sumbawa Prioritaskan Nasib Guru Honorer

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH.M.Si, memberikan atensi serius terhadap masa depan tenaga pendidik non-ASN di Sumbawa. Pada Senin (11/5/2026), Rafiq mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa (Pemda) untuk segera mengambil langkah strategis terkait pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan efektif sepenuhnya pada Januari 2027.

Menurut Rafiq, regulasi baru tersebut akan menyederhanakan status kepegawaian pemerintah menjadi hanya dua kategori: Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra dari pemerintah daerah agar tidak ada guru honorer yang terpinggirkan.

Abdul Rafiq menekankan bahwa guru honorer adalah pilar penting pembangunan SDM di Sumbawa. Banyak dari mereka yang telah mengabdi belasan tahun di pelosok daerah dengan fasilitas terbatas.

"Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melakukan langkah konkret melalui pendataan dan pemetaan menyeluruh. Data ini harus valid, mencakup masa pengabdian, kualifikasi, hingga sebaran wilayah tugas," tegas Rafiq.

Ia menambahkan bahwa pemetaan ini akan menjadi dasar kuat bagi daerah dalam menyusun formasi PPPK, sehingga para guru yang telah berdedikasi tetap memiliki ruang untuk melanjutkan pengabdian mereka sesuai amanat undang-undang.

Guru honorer adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa. Mereka hadir mengisi kekurangan tenaga pendidik, bahkan banyak yang telah bertahun-tahun mengabdi di sekolah-sekolah, termasuk di wilayah terpencil, dengan keterbatasan kesejahteraan namun tetap menunjukkan dedikasi luar biasa bagi dunia pendidikan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem kepegawaian nasional. Namun demikian, aspek kemanusiaan, pengalaman pengabdian, dan kebutuhan riil daerah harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya.

Kami percaya, apabila Pemda Sumbawa mulai mempersiapkan langkah sejak dini, maka proses transisi menuju sistem ASN yang lebih tertata dapat berjalan baik tanpa mengorbankan nasib para guru honorer.

"Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Maka memperhatikan kesejahteraan dan kepastian nasib guru honorer merupakan bagian dari tanggung jawab bersama" pungkasnya (AM).

]]>
Mon, 11 May 2026 12:06:52 +0800 amr
Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Hadirkan Empat Figur Terbaik, Momentum Menentukan Arah Baru Organisasi https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-hadirkan-empat-figur-terbaik-momentum-menentukan-arah-baru-organisasi https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-hadirkan-empat-figur-terbaik-momentum-menentukan-arah-baru-organisasi Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Hadirkan Empat Figur Terbaik, Momentum Menentukan Arah Baru Organisasi

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa, suasana organisasi semakin dinamis dan penuh semangat kebersamaan. Musda yang menjadi agenda penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan ini dipastikan berlangsung menarik dengan hadirnya empat figur terbaik yang siap membawa gagasan dan semangat pengabdian bagi kemajuan NWDI Kabupaten Sumbawa.

Keempat figur tersebut merupakan kader-kader terbaik yang selama ini aktif dalam berbagai bidang pengabdian organisasi. Mereka adalah Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lajnah Zakat, Infak dan Sedekah NWDI Kabupaten Sumbawa, Alimin, S.Ag., M.Si selaku Sekretaris Umum NWDI Kabupaten Sumbawa, Sukri, S.PdI., M.M.Inov yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan kaderisasi, serta petahana Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T yang saat ini masih memimpin NWDI Kabupaten Sumbawa.

Munculnya empat figur tersebut mendapat perhatian besar dari warga NWDI dan masyarakat Kabupaten Sumbawa. Banyak pihak menilai bahwa hadirnya beberapa kandidat dalam Musda II menjadi tanda positif berkembangnya demokrasi organisasi yang sehat dan dewasa di tubuh NWDI.

Berbagai kalangan kader berharap Musda II tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan semata, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, konsolidasi organisasi, serta menyusun langkah strategis untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ketua Umum NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda II memiliki arti penting dalam melanjutkan perjuangan organisasi dan memperkuat peran NWDI di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama masa kepemimpinannya yang dinilai terus mengalami perkembangan melalui kerja sama seluruh pengurus, kader, dan jamaah NWDI di Kabupaten Sumbawa.

“Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa merupakan momentum besar untuk melanjutkan perjuangan organisasi ke arah yang lebih baik. Saya berharap seluruh kader tetap menjaga persatuan, kekompakan, dan semangat kebersamaan dalam proses Musda ini,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persaudaraan dan semangat perjuangan harus tetap menjadi prioritas utama seluruh kader NWDI.

“Kita semua adalah keluarga besar NWDI. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin organisasi harus kita dukung bersama demi keberlanjutan perjuangan dan kemajuan NWDI Kabupaten Sumbawa,” lanjutnya.

Ia juga berharap Musda II mampu melahirkan pemimpin yang visioner, amanah, dan mampu membawa organisasi semakin maju dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan umat.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI menyampaikan bahwa seluruh panitia telah melakukan berbagai persiapan demi menyukseskan pelaksanaan Musda secara tertib dan kondusif.

Menurutnya, Musda II bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat arah perjuangan NWDI di Kabupaten Sumbawa.

“Kami dari panitia berkomitmen melaksanakan Musda secara profesional, demokratis, aman, dan penuh kekeluargaan. Kami ingin Musda ini menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar demi kemajuan organisasi,” ungkap Dr. Supriyadi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh figur yang siap berpartisipasi dalam Musda II. Menurutnya, kehadiran empat kandidat terbaik menunjukkan bahwa NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki banyak kader potensial yang siap melanjutkan perjuangan organisasi.

“Semua kandidat memiliki kapasitas, pengalaman, dan niat pengabdian yang baik untuk organisasi. Karena itu kami berharap seluruh proses Musda berlangsung sejuk, bermartabat, dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.

Menjelang pelaksanaan Musda, dukungan terhadap masing-masing figur mulai terlihat di berbagai kalangan kader dan jamaah NWDI. Meski demikian, suasana organisasi tetap berlangsung harmonis dan penuh semangat persaudaraan.

Para tokoh organisasi juga terus mengajak seluruh kader agar menjaga etika, menghormati perbedaan pilihan, serta menghindari hal-hal yang dapat memicu perpecahan di internal organisasi.

Banyak pihak menilai bahwa siapa pun yang nantinya terpilih memimpin NWDI Kabupaten Sumbawa akan menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan NWDI yang telah diwariskan para pendiri organisasi.

Selain memperkuat pendidikan dan dakwah, kepemimpinan baru nantinya juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kaderisasi, pelayanan sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diprediksi akan menjadi salah satu momentum organisasi terbesar tahun ini. Semangat demokrasi, persatuan, dan pengabdian yang ditunjukkan seluruh kandidat diharapkan menjadi contoh positif bagi seluruh kader NWDI.

Masyarakat dan jamaah NWDI Kabupaten Sumbawa kini menaruh harapan besar agar Musda II mampu menghasilkan keputusan terbaik demi keberlanjutan perjuangan organisasi serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NWDI semakin maju, solid, dan memberikan manfaat luas bagi umat dan daerah.

Dengan hadirnya empat figur terbaik dalam Musda II, NWDI Kabupaten Sumbawa diyakini akan semakin menunjukkan kedewasaan organisasi serta komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan untuk masa depan yang lebih baik.(AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 11:01:36 +0800 amr
Perkuat Konservasi TN Pulau Moyo, DKP NTB dan Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji Sinkronisasi Program Pengawasan Berbasis Masyarakat https://amarmedia.co.id/perkuat-konservasi-tn-pulau-moyo-dkp-ntb-dan-koperasi-desa-merah-putih-labuan-aji-sinkronisasi-program-pengawasan-berbasis-masyarakat https://amarmedia.co.id/perkuat-konservasi-tn-pulau-moyo-dkp-ntb-dan-koperasi-desa-merah-putih-labuan-aji-sinkronisasi-program-pengawasan-berbasis-masyarakat Perkuat Konservasi TN Pulau Moyo, DKP NTB dan Koperasi Desa Merah Putih  Labuan Aji Sinkronisasi Program Pengawasan Berbasis Masyarakat

MATARAM.Amarmedia.co.id — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis guna memastikan pengelolaan kawasan konservasi berjalan optimal. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Kerja UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok, Sumbawa-Sumbawa Barat, dan Bima-Dompu serta Lembaga Penerima Hibah TFCCA yang digelar di Mataram, Senin (4/5/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) DKP NTB,Akmaldin, S.Pi., M.Si., mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Sinergi BLUD dan NGO: Menambal Celah Sumber Daya

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing UPT BLUD Balai Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (BPSDKP) memaparkan rencana aksi untuk tahun anggaran 2026. Forum ini menjadi ruang refleksi bagi BLUD untuk mengukur sejauh mana kemampuan sumber daya internal dan anggaran mandiri dapat merealisasikan target yang telah ditetapkan.

Forum ini menjadi wadah refleksi bagi tiap BLUD dalam mengukur kemampuannya untuk merealisasikan pelaksanaan rencana aksi tersebut. Artinya, seberapa besar kemampuan BLUD untuk bisa merealisasikan rencana aksi dimaksud dengan sumber daya dan sumber anggaran sendiri sehingga jika masih ada target-target yang belum bisa dilaksanakan sendiri oleh BLUD maka bisa diambil perannya oleh NGO atau mitra lainnya.

Akmaldin, menekankan bahwa peran Non-Governmental Organization (NGO) dan mitra pembangunan sangat krusial dalam mengisi ruang yang belum terjangkau oleh anggaran BLUD.

"Kehadiran NGO dan mitra lainnya memberikan kontribusi signifikan melalui pendampingan teknis, inovasi kegiatan, hingga dukungan sumber daya. Sinkronisasi yang kuat mendesak dilakukan agar kolaborasi berjalan selaras dan saling memperkuat," tegasnya di hadapan para peserta.

Fokus pada Taman Nasional Pulau Moyo

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana penguatan pengelolaan terumbu karang di kawasan Taman Nasional (TN) Pulau Moyo dan wilayah penyangganya. Dalam hal ini, Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji mengambil peran strategis sebagai lembaga penerima hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) / TFCCA.

Melalui program kolaborasi ini, Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji fokus pada penguatan Model Pengawasan Berbasis Masyarakat (Pokwasmas) dengan melibatkan warga lokal secara aktif dalam memantau aktivitas di perairan TN Pulau Moyo.

Kemudian untuk meningkatman kapasitas konservasi dengan nelatih masyarakat dalam teknik perlindungan ekosistem laut hingga penyediaan Data Ekologi dengan membangun basis data yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Target jangka panjang dari inisiatif ini adalah meningkatnya tutupan karang hidup dan populasi ikan karang yang bernilai ekonomis penting, sekaligus menekan praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing).

Diversifikasi Pendapatan dan Keberlanjutan

Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat kolaborasi semua pihak dalam rangka merealisasikan rencana aksi dimaksud. 

Selain aspek ekologi, forum juga menyepakati perlunya diversifikasi sumber pendapatan bagi BLUD. Hal ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan program konservasi dan mengurangi ketergantungan pada sumber pembiayaan tunggal.

Pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih di Desa Labuan Aji diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru melalui sektor wisata bahari yang berkelanjutan, sehingga konservasi memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci DKP Provinsi NTB, di antaranya Akmaldin, S.Pi., M.Si. (Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil / KP3K), Syaifuddin Zuhri, S.Pi. (Kepala Bidang Perikanan Tangkap),  Ir. Beny Iskandar.(Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan / SDKP), Karim Marasabessy, S.Pi., M.M (Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan), Koordinator Program serta jajaran Kepala UPT BLUD BPSDKP se-Provinsi NTB.

Dari hasil pertemuan disimpulkan bahwa BLUD masih sangat membutuhkan dukungan dari NGO/mitra dalam rangka melakukan kegiatan pelestarian dan perlindungan ekosistem, melakukan kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan serta melakukan kajian untuk pelaksanaan kegiatan wisata Bahari yang ramah lingkungan. (AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 21:01:09 +0800 amr
Wabup Sumbawa: Bale Mediasi Harus Jadi Solusi Nyata, Bukan Sekadar “Papan Nama” https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-bale-mediasi-harus-jadi-solusi-nyata-bukan-sekadar-papan-nama https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-bale-mediasi-harus-jadi-solusi-nyata-bukan-sekadar-papan-nama Wabup Sumbawa: Bale Mediasi Harus Jadi Solusi Nyata, Bukan Sekadar “Papan Nama”

Sumbawa,Amarmedia.co.id  7 Mei 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi yang digelar di Aula Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (07/05). Dalam sambutannya, Wabup menekankan agar lembaga ini tidak hanya menjadi simbol administratif semata, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Acara yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Perdamaian Melalui Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” ini dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpoldagri, para Camat, Lurah, perwakilan OPD, serta para pemangku kepentingan terkait.

Wakil Bupati menyampaikan pesan kuat bahwa Bale Mediasi memiliki tanggung jawab moral sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.

“Pemerintah daerah mengharapkan kehadiran Bale Mediasi ini tidak hanya sekadar ‘papan nama’. Bale Mediasi harus maksimal sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, menyelesaikan berbagai persoalan—baik hukum maupun sosial—sebelum berdampak luas pada stabilitas daerah,” tegas Drs. H. Mohamad Ansori.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas demi mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Penyelesaian Sengketa yang Humanis dan Efisien

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa, Rimas Intan Katari, SH., MH., menjelaskan bahwa lembaga ini hadir sebagai solusi alternatif di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Menurutnya, konflik adalah hal yang sulit dihindari, namun cara penyelesaiannya akan menentukan kualitas hidup bermasyarakat. Beberapa poin utama dari layanan Bale Mediasi meliputi Non-Litigasi yang merupakan penyelesaian di luar jalur pengadilan dengan asas kekeluargaan mengedepankan musyawarah dan prinsip perdamaian.

Juga Cepat & Sederhana karena memangkas birokrasi hukum yang panjang dengan tetap menjunjung tinggi keadilan serta berbasis Lokal yang menyandarkan keputusan pada nilai agama dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa.

Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan mediasi, Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa kini telah beroperasi secara aktif di Kompleks Kantor Kesbangpoldagri Sumbawa, Jalan Bungur Nomor 2, Labuhan Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 20:45:59 +0800 amr
Akselerasi Modernisasi Pertanian, NTB Terapkan Sistem PM&AAS untuk Genjot Produktivitas Padi https://amarmedia.co.id/akselerasi-modernisasi-pertanian-ntb-terapkan-sistem-pm-aas-untuk-genjot-produktivitas-padi https://amarmedia.co.id/akselerasi-modernisasi-pertanian-ntb-terapkan-sistem-pm-aas-untuk-genjot-produktivitas-padi Akselerasi Modernisasi Pertanian, NTB Terapkan Sistem PM-AAS untuk Genjot Produktivitas Padi

Lombok Tengah.Amarmedia.co.id – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan bertransformasi menuju pertanian modern, Kementerian Pertanian RI melalui Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP/BRMP) NTB menggelar Gerakan Percepatan Tanam dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Kegiatan ini dipusatkan di lahan Kelompok Tani Bun are II, Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (7/5/2026).

Program prospektif tahun 2026 ini diimplementasikan pada hamparan seluas 100 hektar yang melibatkan enam kelompok tani (Poktan) dari Desa Bunkate dan Desa Perina. PM-AAS hadir sebagai jawaban atas tantangan sektor pertanian masa kini, mulai dari efisiensi tenaga kerja hingga mitigasi perubahan iklim.

Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt, MM, M.Sc, menjelaskan bahwa PM-AAS bukan sekadar metode tanam biasa, melainkan sebuah sistem terpadu. Ia menekankan enam prinsip utama dalam implementasi ini yaitu Penanaman rapat dalam baris untuk meningkatkan populasi tanaman.l, Efisiensi sumber daya, khususnya penggunaan air melalui sistem Alternate Wetting and Drying (AWD), Implementasi mekanisasi secara menyeluruh, Berbasis korporasi untuk penguatan kelembagaan petani, intensifikasi pertanian guna optimalisasi lahan dan Spesifik lokasi, menyesuaikan dengan kondisi agroekosistem setempat.

"Peningkatan populasi tanaman melalui pengaturan jarak tanam yang optimal berkorelasi positif dengan peningkatan produktivitas. Rasionalisasi pupuk juga mengikuti kebutuhan populasi tersebut," ujar Dr. Awaludin.

Inovasi Teknologi dan Mitigasi El Niño

Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah penggunaan alat tanam Drum Seeder yang telah dimodifikasi. Alat ini menerapkan sistem tanam Jajar Legowo 4:1 hingga 6:1, yang dirancang untuk mempercepat waktu tanam, menghemat biaya tenaga kerja, dan memastikan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menyatakan bahwa PM-AAS merupakan solusi cerdas di tengah ancaman fenomena El Niño. Dengan pengelolaan air yang lebih terukur dan efisien, petani tetap dapat mencapai hasil maksimal meskipun ketersediaan air terbatas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah menyerahkan bantuan berupa unit alat tanam *drum seeder dan 8 ton benih padi berkualitas unggul kepada petani di Desa Perina dan Desa Bunkate. Bantuan ini diharapkan langsung memberikan dampak pada percepatan masa tanam yang sedang berjalan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. "Mekanisasi ini menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di pedesaan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui hasil panen yang lebih melimpah," ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran BBWS Nusa Tenggara I, perwakilan PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, unsur TNI-Polri (Babinsa & Babinkamtibmas), serta tokoh masyarakat setempat. Langkah masif ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Nusa Tenggara Barat untuk menjadi lumbung pangan modern yang kompetitif di masa depan.(AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 11:47:25 +0800 amr
MUSDA 2026 Jadi Penentu Arah Baru, PD NWDI Sumbawa Siapkan Regenerasi Kepemimpinan https://amarmedia.co.id/musda-2026-jadi-penentu-arah-baru-pd-nwdi-sumbawa-siapkan-regenerasi-kepemimpinan https://amarmedia.co.id/musda-2026-jadi-penentu-arah-baru-pd-nwdi-sumbawa-siapkan-regenerasi-kepemimpinan MUSDA 2026 Jadi Penentu Arah Baru, PD NWDI Sumbawa Siapkan Regenerasi Kepemimpinan

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 — Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PD NWDI) Kabupaten Sumbawa resmi menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi dengan menggelar rapat pembentukan panitia Musyawarah Daerah (MUSDA) Tahun 2026, Kamis (7/5). Agenda strategis ini bukan sekadar rutinitas kelembagaan, melainkan momentum penting untuk memastikan estafet perjuangan, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan peran organisasi tetap berjalan kokoh di tengah dinamika zaman.

Rapat yang berlangsung dalam nuansa penuh semangat, persaudaraan, dan komitmen organisatoris tersebut menjadi pijakan awal bagi seluruh kader dalam menyongsong MUSDA yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026 di Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Forum ini dipandang sebagai penentu arah masa depan organisasi sekaligus ruang evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan kepengurusan yang masa bhaktinya akan berakhir pada Mei 2026.

Keseriusan PD NWDI Kabupaten Sumbawa terlihat dari terbentuknya susunan panitia yang diisi figur-figur berkompeten dan dipercaya mampu menjalankan tugas besar ini secara profesional. Berdasarkan hasil musyawarah, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I ditetapkan sebagai Ketua Panitia MUSDA 2026. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Alimin, QH., S.Ag., M.Si, Bendahara kepada Sukri, S.Pd.I., M.M.Inov, Wakil Sekretaris kepada Lalu Ahmad Zainuddin Wathoni, QH., S.E, dan Mawardi diamanahkan sebagai bidang Humas.

Komposisi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak suksesnya seluruh tahapan MUSDA, mulai dari persiapan teknis hingga pelaksanaan forum yang diharapkan melahirkan keputusan-keputusan besar demi kemajuan organisasi.

Ketua Umum PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa pelaksanaan MUSDA merupakan amanah organisasi yang tidak bisa ditunda. Berakhirnya masa jabatan kepengurusan saat ini harus dijawab dengan langkah cepat, tertib, dan demokratis agar roda organisasi tetap berjalan tanpa kehilangan arah perjuangan.

Menurutnya, organisasi besar seperti NWDI harus berdiri di atas sistem yang sehat, mekanisme yang jelas, dan kepemimpinan yang lahir dari proses musyawarah yang bermartabat. MUSDA, kata dia, bukan hanya forum pergantian pengurus, tetapi momentum evaluasi, konsolidasi, dan peneguhan visi perjuangan.

“Masa jabatan kepengurusan PD NWDI Kabupaten Sumbawa akan berakhir pada bulan Mei ini. Karena itu, MUSDA harus segera dilaksanakan agar roda organisasi tetap berjalan baik dan estafet kepemimpinan berlangsung secara demokratis, tertib, serta penuh tanggung jawab,” tegas Jamaluddin.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa NWDI sebagai organisasi perjuangan harus terus memperkuat kiprahnya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga pembinaan generasi muda. Tantangan zaman yang terus berkembang menuntut organisasi untuk tidak hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga mampu beradaptasi secara progresif tanpa kehilangan nilai dasar.

Karena itu, kepemimpinan baru yang lahir dari MUSDA 2026 diharapkan mampu membawa PD NWDI Kabupaten Sumbawa semakin maju, solid, visioner, dan relevan dengan kebutuhan umat serta masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia MUSDA, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I., menyampaikan optimisme tinggi bahwa seluruh panitia siap bekerja maksimal demi menghadirkan pelaksanaan MUSDA yang sukses, lancar, tertib, dan penuh khidmat. Ia menilai MUSDA bukan hanya agenda struktural, tetapi ruang strategis memperkuat ukhuwah, konsolidasi kader, dan mempertegas arah perjuangan organisasi ke depan.

“Kami siap melaksanakan dan menyukseskan MUSDA PD NWDI Kabupaten Sumbawa Tahun 2026. Panitia akan bekerja maksimal, menjaga soliditas, serta memastikan seluruh persiapan berjalan optimal demi suksesnya forum besar ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus, kader, simpatisan, dan keluarga besar NWDI di Kabupaten Sumbawa untuk menjadikan MUSDA sebagai agenda bersama, bukan sekadar tanggung jawab panitia. Menurutnya, keberhasilan MUSDA akan menjadi cermin kedewasaan organisasi dalam menjaga persatuan, semangat pengabdian, dan kesinambungan perjuangan.

Pelaksanaan MUSDA di Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa diproyeksikan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan segar, strategi baru, dan kepemimpinan amanah yang siap menjawab tantangan masa depan. Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pergantian struktur, tetapi juga melahirkan energi baru untuk memperkuat eksistensi NWDI sebagai organisasi pendidikan, dakwah, dan sosial yang terus hadir untuk umat.

Dengan semangat persatuan, kekompakan, dan dedikasi, seluruh elemen PD NWDI Kabupaten Sumbawa kini menatap MUSDA 2026 dengan optimisme tinggi. Sebuah harapan besar tengah disematkan: menjadikan forum ini sebagai titik tolak kebangkitan organisasi menuju masa depan yang lebih kuat, profesional, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama. (AM)

]]>
Fri, 08 May 2026 08:28:53 +0800 amr
Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi, Arahkan Pariwisata Berbasis Ekosistem https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tetapkan-teluk-saleh-sebagai-kawasan-konservasi-arahkan-pariwisata-berbasis-ekosistem https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tetapkan-teluk-saleh-sebagai-kawasan-konservasi-arahkan-pariwisata-berbasis-ekosistem Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi, Arahkan Pariwisata Berbasis Ekosistem

Mataram, Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah strategis dengan menetapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi, sekaligus mengunci arah pembangunan pariwisata agar bertumpu pada perlindungan ekosistem, bukan eksploitasi jangka pendek.

Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.

Penetapan tersebut menandai perubahan pendekatan pembangunan kawasan: konservasi ditempatkan sebagai fondasi utama, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata akan mengikuti batasan yang ditetapkan oleh daya dukung lingkungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis pada kekuatan ekosistem.

“Teluk Saleh tidak dibangun dari eksploitasi, tetapi dari perlindungan ekosistemnya. Di situlah letak daya saing dan keberlanjutan kawasan ini,” ujarnya.

Kawasan seluas 73.165,05 hektare tersebut dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman, yang melindungi habitat hiu paus (Rhincodon typus), termasuk area makan, pembesaran, serta jalur pergerakan alaminya sepanjang tahun.

Kebijakan Gubernur ini menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan, termasuk studi kelayakan pariwisata, wajib mengacu pada prinsip konservasi yang telah ditetapkan.

“Studi kelayakan harus mengikuti arah kebijakan konservasi, bukan sebaliknya,” tegas Pria yang akrab disapa Aka ini.

Pendekatan ini sekaligus memastikan bahwa pembangunan kawasan tidak mengorbankan ekosistem, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan utama dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Pemprov NTB menilai, langkah ini akan memberikan kepastian arah bagi investasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan fondasi konservasi yang kuat, Teluk Saleh diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang, pungkasnya.(AM/Diskominfotik)

]]>
Thu, 07 May 2026 22:15:27 +0800 amr
Kesempatan Emas! AMNT Gelar Rekrutmen Besar&Besaran dari Sumbawa hingga Jakarta https://amarmedia.co.id/kesempatan-emas-amnt-gelar-rekrutmen-besar-besaran-dari-sumbawa-hingga-jakarta https://amarmedia.co.id/kesempatan-emas-amnt-gelar-rekrutmen-besar-besaran-dari-sumbawa-hingga-jakarta Kesempatan Emas! AMNT Gelar Rekrutmen Besar-Besaran dari Sumbawa hingga Jakarta

Sumbawa Barat,Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 – Kabar gembira bagi para pencari kerja di industri pertambangan! PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), raksasa tambang tembaga dan emas di Indonesia, resmi membuka pintu lebar-lebar bagi talenta terbaik tanah air untuk bergabung dalam operasional mereka.

Melalui proses rekrutmen yang inklusif dan transparan, AMNT berupaya menjaring tenaga kerja kompetitif guna mendorong kinerja operasional yang berkelanjutan. Fokus utama kali ini adalah memperluas akses bagi angkatan kerja lokal di Nusa Tenggara Barat, tanpa menutup peluang bagi putra-putri terbaik di kota-kota besar lainnya.

Vice President Corporate Communications AMNT, Kartika Octaviana, Kamis 7 Mei 2026 dalam keterangannya menegaskan bahwa talenta adalah kunci utama kemajuan perusahaan.

Di AMNT, kami percaya bahwa talenta terbaik adalah kunci untuk mendorong kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan. Melalui proses rekrutmen ini, kami ingin membuka peluang yang lebih luas -khususnya bagi putra-putri daerah – untuk berkembang bersama kami, sekaligus berkontribusi pada kemajuan industri pertambangan nasional,” ujar Kartika. 

Alur Pendaftaran dan Seleksi

Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui pengisian formulir dan pengiriman Curriculum Vitae (CV). Pastikan Anda mencatat tanggal penting berikut agar tidak ketinggalan:

  • Pembukaan Formulir (Wilayah NTB) di mulai 20 Mei 2026 (Mencakup KSB, Kab. Sumbawa, Mataram, dan sekitarnya).
  • Batas Akhir Formulir (Luar NTB): 31 Mei 2026 (Khusus kandidat dari Surabaya dan Jakarta).

Kandidat yang lolos seleksi administrasi awal akan diundang untuk mengikuti tahap seleksi lanjutan  yang terdiri dari wawancara dan tes praktik selama 4-5 hari. Menariknya, AMNT menambah titik lokasi seleksi di Taliwang dan Sumbawa Besar untuk memfasilitasi tingginya antusiasme pelamar lokal.

 Jadwal Seleksi Lanjutan

Berikut adalah jadwal resmi pelaksanaan tes di berbagai titik lokasi:

  1. Taliwang  (Kab. Sumbawa Barat) tanggal  5 - 8 Juni 2026
  2. Sumbawa Besar (Kab. Sumbawa) tanggal  12 - 15 Juni 2026
  3. Mataram tanggal 19 - 22 Juni 2026
  4. Surabaya  17 - 20 Juli 2026
  5. Jakarta 24 - 27 Juli 2026 

Proses rekrutmen ini Tidak Dipungut Biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. 

Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari kanal komunikasi resmi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Siapkan CV terbaik Anda dan jadilah bagian dari masa depan industri pertambangan Indonesia! (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 16:29:22 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa Ucapkan Selamat atas Pelantikan H. Yudi Patria Negara sebagai Sekretaris Inspektorat: "Sinergi Birokrasi untuk Sumbawa Unggul" https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-pelantikan-h-yudi-patria-negara-sebagai-sekretaris-inspektorat-sinergi-birokrasi-untuk-sumbawa-unggul https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-pelantikan-h-yudi-patria-negara-sebagai-sekretaris-inspektorat-sinergi-birokrasi-untuk-sumbawa-unggul Ketua KONI Sumbawa Ucapkan Selamat atas Pelantikan H. Yudi Patria Negara sebagai Sekretaris Inspektorat: "Sinergi Birokrasi untuk Sumbawa Unggul"

Jogjakarta, Amarmedia.co.id 6 Mei 2026 – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas pelantikan para Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Struktural di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Secara khusus, Abdul Rafiq memberikan ucapan selamat kepada H. Yudi Patria Negara, ST., MM., yang merupakan Sekretaris Umum KONI Sumbawa, atas amanah barunya sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa.

Dalam pernyataannya, Abdul Rafiq menyampaikan bahwa terpilihnya H. Yudi Patria Negara dalam jajaran pejabat struktural merupakan bukti kepercayaan pimpinan terhadap kompetensi dan dedikasi yang selama ini ditunjukkan, baik dalam birokrasi maupun dalam memajukan dunia olahraga di Tana Samawa.

"Keluarga besar KONI Sumbawa merasa bangga. Pelantikan Saudara H. Yudi sebagai Sekretaris Inspektorat adalah langkah strategis yang tepat. Kami yakin, pengalaman beliau sebagai Sekretaris Umum KONI yang terbiasa dengan manajerial organisasi akan membawa dampak positif bagi penguatan fungsi pengawasan di Inspektorat," ujar Abdul Rafiq.

Optimalisasi Birokrasi Menuju Sumbawa Unggul

Senada dengan pesan Bupati Sumbawa, Ir.H. Syarafuddin Jarot, MP . Abdul Rafiq menekankan pentingnya semangat pelayanan dalam rangka optimalisasi peran pemerintah. Menurutnya, birokrasi yang kuat dan bersih adalah fondasi utama untuk membangun Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.

"Penempatan the right man on the right place yang dilakukan Bupati hari ini adalah angin segar bagi percepatan pembangunan daerah. Kami di KONI siap bersinergi dengan birokrasi yang baru dilantik untuk memastikan program-program kemasyarakatan, termasuk pembinaan atlet, berjalan selaras dengan visi besar daerah," tambahnya.

Ketua KONI juga berharap agar H. Yudi Patria Negara dan seluruh pejabat yang dilantik dapat mengimplementasikan budaya pelayanan yang ditekankan Bupati, yakni penerapan pilar "Senyum, Salam, Maaf, dan Tolong".

"Etika pelayanan ini sangat penting. Kita ingin birokrasi kita tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga sejuk dan humanis dalam melayani masyarakat. Selamat bekerja kepada seluruh pejabat yang dilantik, mari kita bawa Sumbawa terbang lebih tinggi dengan semangat pengabdian yang tulus," tutup Abdul Rafiq.

Untuk diketahui, prosesi pelantikan 70 Pejabat Struktural dan 6 Kepala Sekolah ini berlangsung khidmat di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa sebagai bagian dari langkah penyegaran organisasi dan akselerasi target pembangunan daerah. (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 08:17:04 +0800 amr
Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-narasi-museum-bala-datu-ranga-studi-banding-ke-yogyakarta https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-narasi-museum-bala-datu-ranga-studi-banding-ke-yogyakarta Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Yogyakarta. Amarmedia.co.id - Demi meningkatkan kualitas narasi dan storytelling, Museum Bala Datu Ranga (MBDR) melakukan studi banding ke lima museum terkemuka di Yogyakarta yaitu Museum Sonobudoyo, Museum Kraton Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu, Museum Benteng Vredeburg, dan Diorama Arsip Jogja. Kegiatan studi banding ini berlangsung tanggal 4 – 8 Mei 2026 yang diikuti oleh tiga staf museum yaitu Kurator, Edukator, dan Preparator Museum untuk meningkatkan mutu narasi dan alur penceritaan, penyampaian informasi kepada publik, dan penyajian koleksi dengan tata pameran yang terkonsep. 

Kepada Wartawan, Kamis 7 Mei 2026, Direktur Museum Bala Datu Ranga Yuli Andari Merdekaninggias MA mengatakan bahwa MBDR memilih Yogyakarta sebagai lokasi studi banding museum karena di kota ini eksis museum-museum yang memiliki kualitas bagus dan sudah memenuhi standar museum tingkat nasional maupun internasional. Museum Sonobudoyo misalnya telah dibentuk pada tahun 1931 hasil dari Kongres Kebudayaan Java Instituut di Yogyakarta. Sehingga museum ini merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia karena telah eksis bahkan sebelum Indonesia merdeka. Museum kedua yang dikunjungi yaitu Museum Benteng Vredeburg merupakan museum yang menempati bekas bangunan benteng pertahanan Belanda yang dibangun tahun 1760.

Museum Kraton Yogyakarta merupakan museum tipe A yang khusus mengoleksi benda-benda milik Kesultanan Yogyakarta yang terdiri dari beberapa museum yaitu: Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, Museum Batik, dan Museum Lukisan. Yang berikutnya adalah Museum Ullen Sentalu yaitu museum swasta yang didirikan oleh Keluarga Haryono yang dibangun pada akhir tahun 1980-an yang fokus sebagai pusat studi sejarah, seni, dan budaya Jawa. Lokasi terkakhir yaitu Diorama Arsip Jogja yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAP DIY).

“Lima institusi yang menjadi lokasi belajar MBDR semuanya memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Kami belajar pengelolaan museum dari berbagai aspek mulai dari pengelolaan koleksi, penyajian narasi dan alur penceritaan (kuratorial), perancangan tur museum yang edukatif, dan penggunaan teknologi digitalisasi untuk menyajikan narasi museum. Sehingga harapannya, MBDR bisa belajar banyak untuk menghadirkan sebuah museum berkualitas di Kabupaten Sumbawa,” tegas Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, Direktur yang merangkap sebagai Kurator Museum Bala Datu Ranga.

Studi banding pengelolaan museum ini merupakan program MBDR yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Indonesiana skema Dukungan Institusional Bagi Keberlanjutan Organisasi Kebudayaan. "Hasil studi banding ini nanti akan dipresentasikan dalam peringatan International Museum Day 2026 (Hari Museum Internasional) yang mengangkat tema “Museum Uniting a Divided World” pada tanggal 18 Mei mendatang di Museum Bala Datu Ranga" pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 06:55:43 +0800 amr
Pemprov NTB Tawarkan Investasi Sektor Unggulan kepada Investor Bulgaria https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tawarkan-investasi-sektor-unggulan-kepada-investor-bulgaria https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tawarkan-investasi-sektor-unggulan-kepada-investor-bulgaria Pemprov NTB Tawarkan Investasi Sektor Unggulan kepada Investor Bulgaria

Mataram.Amarmedia.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memaparkan berbagai potensi investasi unggulan daerah kepada investor Bulgaria dalam pertemuan penjajakan kerja sama investasi di kantor DPMPTSP di Mataram, Rabu (06/05/2026). 

"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah", tegas Kadis H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E.,. 

Dalam paparannya, Irnadi menawarkan sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki prospek besar, di antaranya sektor peternakan, perikanan, pariwisata, serta energi terbarukan.

Pada sektor peternakan, NTB dikenal memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar dengan kualitas daging yang unggul. Hal ini menjadikan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi yang kompetitif di tingkat nasional.

Sementara itu, pada sektor perikanan, budidaya udang vaname dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan dengan kontribusi ekspor mencapai 3,91 persen. Selain itu, komoditas unggulan lainnya meliputi ikan tuna, ikan cakalang, rumput laut, serta produk garam yang terus berkembang.

Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada tahun 2025. Beragam destinasi unggulan menjadi daya tarik utama, seperti kawasan Kuta Mandalika yang dilengkapi dengan sirkuit internasional, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani yang terkenal secara global.

Selain itu, sektor energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, investor asal Bulgaria, Daniel Dobrev menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi yang ditawarkan. Ia menilai NTB memiliki peluang besar, khususnya pada sektor perikanan, terutama komoditas tuna.

“Saya tertarik pada pengembangan produk tuna secara menyeluruh, tidak hanya daging, tetapi juga berbagai produk olahan lainnya,” ujarnya.

Daniel juga mengungkapkan rencananya untuk mengajak rekan-rekannya berinvestasi di industri pengolahan tuna di NTB. Dalam kunjungannya, ia dijadwalkan meninjau langsung lokasi peternakan sapi serta mengunjungi perusahaan perikanan untuk melihat potensi pengolahan tuna.

Selain itu, ia juga tertarik dengan sektor pariwisata NTB yang dikenal ramah bagi wisatawan muslim, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar global.

Menutup pertemuan tersebut, pihak DPMPTSP NTB menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan promosi potensi daerah kepada investor dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB agar proses penjajakan investasi dapat dimatangkan terlebih dahulu di tingkat perangkat daerah sebelum ditindaklanjuti ke tahap yang lebih tinggi.

Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Pertemuan ini juga mengawali rencana kunjungan Dubes Bulgaria pada Juni mendatang dengan mengunjungi beberapa lokasi investasi seperti Labuhan Haji, Lombok Timur. (jmy/dpmptsp/kominfotikntb)

]]>
Wed, 06 May 2026 22:36:47 +0800 amr
Nobar “Menolak Punah”, GMNI NTB Soroti Krisis Lingkungan dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah https://amarmedia.co.id/nobar-menolak-punah-gmni-ntb-soroti-krisis-lingkungan-dan-tuntut-tanggung-jawab-pemerintah https://amarmedia.co.id/nobar-menolak-punah-gmni-ntb-soroti-krisis-lingkungan-dan-tuntut-tanggung-jawab-pemerintah Nobar “Menolak Punah”, GMNI NTB Soroti Krisis Lingkungan dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah

Mataram.Amarmedia.co.id – Di tengah krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan, DPD GMNI NTB bersama BEMNUS Bali-Nusra menggelar nonton bareng dan diskusi film dokumenter “Menolak Punah” karya Dandy Laksono dan Aji Yahuti di Nonasuka Kopitiam, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini tidak berhenti pada kritik terhadap dampak destruktif industri fashion, seperti limbah plastik dan mikroplastik, melainkan juga menegaskan bahwa solusi nyata untuk membangun peradaban yang lebih berkelanjutan sudah ada dan bisa dikembangkan dari kearifan lokal.

Dalam diskusi yang menghadirkan Adi Ardiansyah dan ARI Sahde Gare serta dipandu oleh Haerul Azmi, peserta diajak melihat bahwa industri fashion tidak harus selalu identik dengan eksploitasi dan pencemaran.

Indonesia, termasuk NTB, memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi alternatif, mulai dari pewarna alami berbasis tumbuhan, teknik produksi tradisional, hingga praktik fashion berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan bahan pewarna alami dari daun, akar, kulit kayu, dan tanaman lokal terbukti tidak mencemari lingkungan serta lebih aman bagi kesehatan manusia.

Ketua DPD GMNI NTB, Sulhamran, menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus berpihak pada model produksi yang berkelanjutan, bukan justru memperkuat industri yang merusak lingkungan.

“Kita tidak kekurangan solusi. Kita punya pengetahuan, sumber daya, dan tradisi yang sudah sejak lama hidup selaras dengan alam. Persoalannya adalah keberpihakan: apakah negara mau mendukung jalan yang berkelanjutan atau terus membiarkan dominasi industri berbasis bahan kimia yang merusak” tegasnya.

DPD GMNI NTB mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pewarna alami dan industri fashion berkelanjutan, melibatkan komunitas lokal dan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok berkelanjutan, dan menjadikan perlindungan ekosistem sebagai prioritas kebijakan, bukan sekadar wacana.

“Jika kita serius ingin menyelamatkan lingkungan, maka negara harus hadir mendukung solusi yang sudah ada di tengah masyarakat, bukan justru memperkuat sistem yang merusak. Ini bukan hanya soal industri, tapi soal arah peradaban” tambah Bung Hamran.

Melalui kegiatan ini, DPD GMNI NTB berharap kesadaran publik tidak hanya berhenti pada rasa prihatin, tetapi bertransformasi menjadi gerakan kolektif dan mendorong perubahan pola konsumsi sekaligus menuntut tanggung jawab negara dalam menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang. (AM)

]]>
Wed, 06 May 2026 20:10:49 +0800 amr
Kepala Desa Sabeok Tunaikan Zakat Maal Melalui Baznas sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-sabeok-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas-sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-sabeok-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas-sumbawa Kepala Desa Sabeok Tunaikan Zakat Maal Melalui Baznas sumbawa

Sumbawa,Amarmedia.co.id 6 Mei 2026 — Komitmen dalam menjalankan kewajiban syariat Islam kembali ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok, Kecamatan Orong Telu, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si., yang menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di kediaman beliau di Desa Sabeok.

Penyerahan zakat maal ini diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan BAZNAS lainnya. Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan individu, tetapi juga diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas, khususnya para aparatur desa dan kalangan muzakki di wilayah Kecamatan Orong Telu.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesadaran dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat, sekaligus sebagai sarana distribusi kekayaan yang berkeadilan.

“Penunaian zakat maal ini bukan hanya sekadar kewajiban individu, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sehingga pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Syukri Rahmat.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat merupakan kewajiban yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Sebagai seorang muslim, menunaikan zakat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta serta membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya berharap masyarakat Desa Sabeok semakin sadar akan pentingnya zakat dan mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS,” ungkapnya.

Pelaksanaan penunaian zakat ini juga menjadi bagian dari standar pelayanan kepada para muzakki yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Setelah proses penyerahan zakat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz M. Lutfi Makki, M.Si. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar zakat yang ditunaikan membawa keberkahan bagi muzakki maupun mustahik yang menerimanya.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ruh dalam pelaksanaan zakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa Bidang Pengumpulan, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., turut memberikan komentar terkait pentingnya optimalisasi penghimpunan zakat di daerah. Ia menyampaikan bahwa peran tokoh masyarakat dan pemimpin daerah sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran zakat.

“Keteladanan dari para pemimpin, seperti yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok hari ini, memiliki dampak yang sangat besar dalam mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat. Kami di BAZNAS terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para muzakki, baik dari sisi kemudahan, transparansi, maupun akuntabilitas, sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa masih sangat besar dan perlu digali secara maksimal. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat diyakini mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah desa serta berbagai elemen masyarakat. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan pengumpulan dan pendistribusian zakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Penunaian zakat maal oleh Kepala Desa Sabeok ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran berzakat tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun kesejahteraan umat. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, zakat diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial. (AM(

]]>
Wed, 06 May 2026 12:42:14 +0800 amr
Lantik Pejabat Baru, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Budaya Pelayanan "4 Kata Ajaib" dan Integritas https://amarmedia.co.id/lantik-pejabat-baru-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-budaya-pelayanan-4-kata-ajaib-dan-integritas https://amarmedia.co.id/lantik-pejabat-baru-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-budaya-pelayanan-4-kata-ajaib-dan-integritas Lantik Pejabat Baru, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Budaya Pelayanan "4 Kata Ajaib" dan Integritas

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot, MP., secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat struktural serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Rabu 6 Mei 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang birokrasi untuk terus berbenah demi memperkuat pelayanan publik. Dirinya mengakui bahwa proses pengisian jabatan, khususnya untuk empat OPD yang kosong, telah melalui mekanisme aturan yang cukup panjang dan sempat mengalami kendala administrasi perizinan.

"Proses ini sudah cukup lama kita rencanakan, bahkan sejak sebelum puasa. Namun karena dinamika perizinan yang panjang, baru bisa kita laksanakan hari ini. Ini adalah mutasi keempat dalam masa kepemimpinan kami (Jarot-Ansori) selama satu tahun dua bulan terakhir," ujar Bupati.

Bupati Jarot menegaskan bahwa penataan organisasi ini bukan semata-mata untuk mengganti personel, melainkan untuk memastikan mesin birokrasi berjalan optimal dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

"Saudara-saudara yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan. Tantangan ke depan tidak ringan; kita menghadapi perubahan global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Pejabat tidak boleh lagi hanya terjebak dalam rutinitas," tegasnya.

Salah satu poin menarik dalam arahan Bupati adalah penekanan pada etika pelayanan publik. Ia meminta seluruh ASN dan pejabat di Kabupaten Sumbawa untuk menerapkan budaya ramah dengan empat pilar utama senyum salam maaf dan tolong.

"Mari menghadapi masyarakat dengan wajah yang sejuk, mengawali interaksi dengan sapaan yang sopan, selalu merendah dan meminta maaf dalam setiap instruksi atau pelayanan serta menggunakan kata tolong saat meminta bantuan atau kerja sama.

"Jangan sampai masyarakat yang datang ke Puskesmas atau kantor pelayanan makin sakit hatinya karena bentakan. Gunakan kata maaf dan tolong. Ini harus dibiasakan, tidak hanya di kantor tapi juga di lingkungan keluarga," pesan Bupati Jarot.

Mendorong percepatan pembangunan, Bupati menggunakan analogi "Kuda Penarik Kereta (Benhur)". Beliau mengingatkan bahwa kecepatan sebuah organisasi sangat bergantung pada elemen yang paling lambat.

"Kecepatan kereta yang ditarik beberapa kuda akan mengikuti kuda yang paling lambat. Saya minta para pejabat yang baru dilantik: jadilah kuda yang berlari kencang. Jangan menjadi kuda yang membuat lari kita jalan di tempat. Kita harus bergerak cepat, bukan sekadar maraton, apalagi jalan santai," imbuhnya.

Menutup arahannya, Bupati kembali mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi negara dan pemberantasan korupsi. Ia memperingatkan bahwa korupsi biasanya dilakukan secara berjamaah dan dampaknya akan membekas selamanya.

"Korupsi itu pasti ketahuan, kalau tidak saat menjabat, ya saat pensiun, atau jika tidak di dunia, maka di akhirat. Mari kita hindari itu dan fokus memberikan pelayanan terbaik," pungkasnya.

Acara ditutup dengan pembacaan pantun oleh Bupati sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi para pejabat yang baru mengemban amanah:

Pagi hari minum jamu,

singgah sebentar di tepi taman.

Hari ini tugas baru, amanah datang penuh harapan 

Burung Nuri diseberang

Hinggap sebentar di pohon jati,

mutasi bukan sekedar pindah ruang. 

Tapi langkah baru mengabdi, dengan sepenuh hati.

Selanjutnya Bupati Sumbawa bersama Wakil Bupati Sumbawa dan Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik

Berdasarkan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 520 dan 521 Tahun 2026, berikut adalah beberapa nama pejabat yang menduduki posisi baru:

  1. Kaharuddin, SE., M.Ec.Dev. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) 
  2. Drs. Iwan Sofian, Kepala Dinas Sosial
  3. Ulumuddin, SE Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)
  4. Khaeruddin, SE., M.Si Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  5. I Made Patrya, AP Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
  6. Ardiyansyah, S.AP  Camat Sumbawa
  7. Evi Supiati, S.STP., M.Si. Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindag
  8. Arif Alamsyah, S.STP., M.Si. Kabag Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah
  9. Alfiansyah, S.STP Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  10. Silviana, SE Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
  11. Yudi Patria Negara, ST, MM Sekretaris Inspektorat
  12. Iyang Syahruddin, S.T Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP
  13. Zubhan, ST Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  14. Zainuddin, S.Sos, M.M.Inov Camat Alas Barat
  15. Irfansyah, S.T., M.T.Kabag Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah
  16. Muhammad Alif, S.AP Camat Labangka
  17. Hermansyah, SE  Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Bakesbangpol)
  18. Hadijah, S.AP  Kabid Perbendaharaan Daerah (BKAD) 
  19. Yayat Cahyadi, SE  Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Disdukcapil)
  20. Muhammad Jufri, S.Sos., M.Si. Sekretaris Kecamatan Moyo Utara
  21. Ita Kussaini, S.Farm, S.E., M.H. Kabag Tata Usaha RSUD Kabupaten Sumbawa 
  22.  Arpandinata, S.AP  Kabid Prasarana pada Dinas Perhubungan
  23. Mulyadi Hartono, S.AP, M.Si  Sekretaris Kecamatan Utan
  24. Hermansyah, S.Pd, M.M.Inov Sekretaris Kecamatan Lenangguar
  25. Muhammad, SH Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPBD)
  26. Linda Widianti, SE Sekretaris Kecamatan Orong Telu
  27. Didin Rohmanuddin, S.STP, M.A  sekretaris Kecamatan Lape (AM)

]]>
Wed, 06 May 2026 11:28:33 +0800 amr
Isu Besar, Bukti Nol : Siapa yang Sebenarnya Sedang Bermain..? https://amarmedia.co.id/isu-besar-bukti-nol-siapa-yang-sebenarnya-sedang-bermain https://amarmedia.co.id/isu-besar-bukti-nol-siapa-yang-sebenarnya-sedang-bermain Isu Besar, Bukti Nol : Siapa yang Sebenarnya Sedang Bermain..?

Oleh Hamzanwadi SPd M.M.Inov

Tuduhan soal aliran dana puluhan miliar ke NTB Care yang diarahkan ke rekening pribadi bukan hanya lemah, ia nyaris tanpa fondasi. Dan di titik ini, klarifikasi dari bang Zulkieflimansyah mantan Gubernur NTB sebelumnya justru membongkar satu hal penting yaitu isu ini lebih banyak dibangun oleh kebisingan, bukan data.

Mari kita luruskan. Dalam sistem keuangan daerah, aliran dana miliaran rupiah tidak mungkin “mengalir diam-diam” tanpa jejak. Ada mekanisme APBD, ada pengawasan berlapis, ada audit. Jadi kalau benar ada Rp31 miliar yang “mengalir”, pertanyaannya sederhana di mana dokumennya? di pos anggaran mana? lewat mekanisme apa?

Sampai hari ini, yang beredar hanya narasi. Tidak ada bukti transaksi, tidak ada laporan audit, tidak ada temuan resmi. Yang ada hanyalah pengulangan isu, seolah-olah jika diulang terus, ia akan berubah menjadi kebenaran.

Lebih jauh, upaya menggiring NTB Care sebagai “mesin anggaran” juga keliru sejak awal. Program ini bekerja sebagai penghubung sosial, bukan pengelola dana besar. Menyulapnya menjadi pusat aliran miliaran rupiah adalah bentuk manipulasi logika yang terlalu dipaksakan.

Ironisnya, ketika ditantang untuk menempuh jalur resmi—audit—pihak-pihak yang paling lantang justru tidak menunjukkan langkah konkret. Ini memperlihatkan satu hal: isu ini lebih nyaman dimainkan di ruang opini daripada diuji di ruang pembuktian.

Pernyataan Bang Zulkieflimansyah untuk membuka diri terhadap audit seharusnya menjadi titik akhir spekulasi. Tapi bagi mereka yang memang sejak awal membangun narasi, kebenaran justru bukan tujuan, yang penting adalah gaduhnya.

Publik tidak boleh terus-menerus disuguhi drama tanpa data. Jika memang ada pelanggaran, buktikan secara resmi. Jika tidak, hentikan produksi tuduhan yang hanya merusak akal sehat.

Karena pada akhirnya, tuduhan tanpa bukti bukanlah kritik tapi itu propaganda. 

]]>
Tue, 05 May 2026 20:04:40 +0800 amr
Kabar Gembira! Program Padat Karya 2026 Disnakertrans Sumbawa Resmi Dibuka, Peluang Kerja bagi Masyarakat https://amarmedia.co.id/kabar-gembira-program-padat-karya-2026-disnakertrans-sumbawaresmi-dibuka-peluang-kerja-bagi-masyarakat https://amarmedia.co.id/kabar-gembira-program-padat-karya-2026-disnakertrans-sumbawaresmi-dibuka-peluang-kerja-bagi-masyarakat Kabar Gembira! Program Padat Karya 2026 Disnakertrans Sumbawa Resmi Dibuka, Peluang Kerja bagi Masyarakat

Sumbawa, Amarmedia.co.id– Pemerintah pusat melalui Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan resmi membuka pendaftaran penerima Bantuan Pemerintah Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bidang Padat Karya Tahun 2026. 

Pengumuman bernomor B-3.4/3192/PK.03.00/IV/2026 tersebut dirilis 30 April 2026 dan menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja serta peningkatan infrastruktur berbasis partisipasi warga.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendukung penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, sekaligus pembangunan lingkungan secara partisipatif. “Yang paling penting diketahui masyarakat, program ini gratis tanpa dipungut biaya apapun. Tidak ada pungutan liar, tidak ada calo. Seluruh proses pendaftaran dan seleksi tidak dikenakan biaya sepeser pun,” tegas H. Varian kepada media ini, Senin (04/05/2026).

Pendaftaran dibuka mulai 30 April hingga 16 Mei 2026 melalui laman resmi https://bizhub.kemnaker.go.id. Masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Sumbawa, dipersilakan mendaftar secara daring. H. Varian mengimbau agar calon peserta memanfaatkan fasilitas umum seperti warnet atau bantuan perangkat desa jika terkendala akses internet. “Jangan sampai ada warga yang tidak tahu karena keterbatasan informasi. Kami di daerah akan membantu sosialisasi,” ujarnya.

Apa saja kegiatan yang akan didanai? 

Program Padat Karya 2026 berfokus pada proyek-proyek yang langsung dirasakan warga, antara lain: pembangunan jalan rabat beton, jalan menggunakan paving blok, pengerasan jalan, tanggul penahan tanah, saluran air di sekitar pemukiman warga, serta irigasi tersier untuk persawahan. Dengan metode padat karya, proyek-proyek ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Menurut H. Varian, keunggulan program ini adalah sistem partisipatif yang melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. “Warga bukan sekadar buruh proyek, tetapi menjadi subjek pembangunan. Ini sekaligus melatih kemandirian dan gotong royong,” tambahnya.

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Bagi warga Sumbawa yang berminat, Disnakertrans setempat telah menyiapkan posko bantuan pendaftaran di kantor dinas. H. Varian juga mengingatkan agar calon pendaftar menyiapkan dokumen identitas diri (KTP/KK), surat keterangan domisili, serta mengikuti petunjuk di laman bizhub.

“Jangan ragu, ini kesempatan emas. Selain mendapatkan penghasilan, Anda juga ikut membangun kampung sendiri. Tapi ingat, waspadai oknum yang mengiming-imingi kelulusan dengan imbalan uang. Laporkan segera jika ada kejanggalan,” pungkas H. Varian.

Masyarakat diimbau segera mendaftar karena kuota terbatas. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman bizhub.kemnaker.go.id atau menghubungi Disnakertrans Kabupaten Sumbawa. Program Padat Karya 2026 diharapkan menjadi langkah nyata pemulihan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dari desa.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 16:39:39 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Cerdas Hadirkan Harapan: 112 Siswa Dan Tenaga Pendidik Di Orong Telu Terima Manfaat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-cerdas-hadirkan-harapan-112-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-orong-telu-terima-manfaat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-cerdas-hadirkan-harapan-112-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-orong-telu-terima-manfaat

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Komitmen dalam mendukung dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program unggulan Sumbawa Cerdas. Pada Selasa, 5 Mei 2026, program ini menyambangi Kecamatan Orong Telu dengan menghadirkan bantuan bagi siswa/siswi serta tenaga pendidik yang membutuhkan. Kegiatan penyaluran yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok ini menjadi momen penuh harapan bagi 112 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD dan SMP, Guru Tidak Tetap (GTT) di tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Orong Telu, serta guru PAUD dari berbagai desa di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.Minov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.Sd, serta Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si. Kehadiran lengkap pimpinan ini menegaskan keseriusan BAZNAS dalam memastikan bahwa program pendidikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, S.Pd., M.M.Inov, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Kehadiran para guru, siswa, serta tokoh masyarakat semakin menambah semarak dan makna dari kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa program Sumbawa Cerdas merupakan salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tetap memiliki semangat untuk belajar meskipun dalam keterbatasan. Begitu juga dengan para guru, khususnya GTT dan guru PAUD, yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang perlu kita dukung bersama,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus berprestasi, serta menjadi bentuk apresiasi bagi para guru yang telah berjuang mencerdaskan generasi bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan di wilayahnya. Ia menilai bahwa program ini sangat tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang nyata.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang telah memberikan perhatian kepada siswa dan tenaga pendidik di Kecamatan Orong Telu. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi GTT dan guru PAUD yang selama ini mengabdi dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta semangat mengajar para guru.

“Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga kualitas pendidikan di daerah kita semakin meningkat dan anak-anak kita dapat meraih cita-cita mereka,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan kepada 112 penerima manfaat berlangsung dengan tertib dan penuh haru. Para siswa tampak antusias menerima bantuan yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar mereka. Sementara itu, para GTT dan guru PAUD juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan, yang dinilai sangat membantu dalam mendukung tugas mereka sebagai pendidik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, dunia pendidikan, dan masyarakat. Interaksi yang terjalin antara para pimpinan BAZNAS, tenaga pendidik, serta siswa menciptakan suasana yang hangat dan penuh inspirasi.

Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok pada hari itu menjadi saksi bagaimana kepedulian dan semangat berbagi mampu menghadirkan senyum dan harapan bagi banyak orang. Program Sumbawa Cerdas tidak sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menanamkan nilai optimisme dan semangat untuk terus maju.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi dalam mendukung pendidikan, serta semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan bahwa melalui pengelolaan zakat yang baik, perubahan positif di tengah masyarakat bukanlah hal yang mustahil, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 15:09:15 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Hadir di Pelosok: Program 100 mustahik Per Desa Sentuh Warga Sabeok Dengan Penuh Kepedulian https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-di-pelosok-program-100-mustahik-per-desa-sentuh-warga-sabeok-dengan-penuh-kepedulian https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-di-pelosok-program-100-mustahik-per-desa-sentuh-warga-sabeok-dengan-penuh-kepedulian BAZNAS Sumbawa Hadir di Pelosok: Program 100 mustahik Per Desa Sentuh Warga Sabeok Dengan Penuh Kepedulian

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Program 100 Mustahik per Desa yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada masyarakat hingga ke pelosok desa. Kali ini, Desa Sabeok di Kecamatan Orong Telu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan penyaluran yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diwarnai suasana haru dan kebersamaan antara para penerima manfaat dan rombongan BAZNAS.

Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.Sd, serta Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si. Kehadiran pimpinan secara langsung menjadi bukti keseriusan BAZNAS dalam memastikan penyaluran zakat berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si, yang menyambut hangat kedatangan rombongan BAZNAS, serta Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, S.Pd., M.M.Inov, bersama tokoh masyarakat, imam masjid, marbot, dan warga penerima manfaat yang memenuhi area masjid dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program 100 Mustahik per Desa merupakan bentuk nyata dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah secara merata hingga ke desa-desa. Ia menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang membutuhkan benar-benar merasakan manfaat dari zakat. Kehadiran kami di Desa Sabeok adalah bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para imam, marbot, lansia, serta fakir dan miskin,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran masyarakat dalam menunaikan zakat sangat menentukan keberlanjutan program-program sosial seperti ini. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh harapan. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian yang diberikan kepada masyarakatnya. Ia menyebutkan bahwa program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Sabeok, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama bagi para lansia, imam, marbot, serta masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ia juga berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa yang akan datang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami siap mendukung penuh setiap program yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, di antaranya imam masjid, marbot, para lansia, serta fakir dan miskin (duafa). Penyaluran dilakukan secara tertib dengan tetap menjaga suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diterima, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sebagai bentuk dukungan terhadap program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia mengapresiasi langkah BAZNAS yang konsisten dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Suasana Masjid Jami Nurul Iman pada hari itu dipenuhi dengan nuansa kebersamaan dan kepedulian. Interaksi hangat antara jajaran BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat. Program 100 Mustahik per Desa di Desa Sabeok menjadi bukti bahwa kehadiran zakat yang dikelola dengan baik mampu memberikan dampak positif yang luas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari zakat, serta semakin tumbuh kesadaran untuk saling peduli dan berbagi. BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, hingga ke pelosok desa.(AM/Adi)

]]>
Tue, 05 May 2026 15:03:50 +0800 amr
Sebuah Harapan Di Balik Kursi Roda: Baznas Sumbawa Hadirkan Senyum Untuk M. Saleh dan Zakaria di Sabeok https://amarmedia.co.id/sebuah-harapan-di-balik-kursi-roda-baznas-sumbawa-hadirkan-senyum-untuk-m-saleh-dan-zakaria-di-sabeok https://amarmedia.co.id/sebuah-harapan-di-balik-kursi-roda-baznas-sumbawa-hadirkan-senyum-untuk-m-saleh-dan-zakaria-di-sabeok

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Kepedulian yang tulus kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program “Sumbawa Sehat” dengan menyerahkan bantuan kursi roda kepada dua warga Desa Sabeok, Kecamatan Orong Telu, yakni M. Saleh (18), penyandang disabilitas, dan Zakaria (69), yang mengalami stroke. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan mendatangi langsung rumah masing-masing penerima manfaat, sehingga menghadirkan suasana yang penuh kehangatan dan haru.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, bersama tim BAZNAS, dan turut didampingi oleh Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si. Kehadiran rombongan tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa perhatian dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat.

Penyerahan pertama dilakukan di kediaman M. Saleh, seorang pemuda yang hidup dengan keterbatasan fisik dan selama ini bergantung pada bantuan keluarga untuk beraktivitas. Kondisi tersebut membuat ruang geraknya sangat terbatas. Dengan adanya bantuan kursi roda, diharapkan Saleh dapat memiliki mobilitas yang lebih baik dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri.

Suasana haru terlihat jelas saat bantuan diserahkan. Keluarga Saleh menyambut dengan penuh rasa syukur, bahkan tak kuasa menahan air mata. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke rumah Zakaria, seorang lansia yang mengalami stroke dan mengalami keterbatasan dalam bergerak. Dalam kesehariannya, Zakaria hanya bisa terbaring dan membutuhkan bantuan penuh dari keluarga. Kehadiran kursi roda menjadi sangat berarti untuk membantu mobilitas serta memudahkan proses perawatan.

Di tengah suasana sederhana rumah tersebut, penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan. Keluarga Zakaria tampak terharu dan berulang kali mengucapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa program “Sumbawa Sehat” merupakan bagian dari upaya nyata dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan kondisi kesehatan tetap mendapatkan perhatian. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat besar, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen untuk menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian. Dengan kebersamaan, kita bisa membantu lebih banyak lagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah hadir langsung dan memberikan bantuan kepada warga kami. Ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus seperti M. Saleh dan Bapak Zakaria,” ujarnya.

Ia berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di Desa Sabeok.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Dengan penuh haru, keluarga M. Saleh menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan dan keberkahan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh keluarga Zakaria yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda tersebut.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar mereka dengan mata berkaca-kaca.

Momen penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Melalui program “Sumbawa Sehat”, BAZNAS Kabupaten Sumbawa tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan.

Langkah kecil yang dilakukan ini membawa dampak besar bagi kehidupan penerima manfaat. Diharapkan, semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat serta memiliki harapan baru dalam menjalani kehidupan.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 14:05:26 +0800 amr
Blokade Logistik PT. INTAM Berlanjut, Warga Sepukur Desak Evaluasi Total Manajemen https://amarmedia.co.id/blokade-logistik-pt-intam-berlanjut-warga-sepukur-desak-evaluasi-total-manajemen https://amarmedia.co.id/blokade-logistik-pt-intam-berlanjut-warga-sepukur-desak-evaluasi-total-manajemen Blokade Logistik PT. INTAM Berlanjut, Warga Sepukur Desak Evaluasi Total Manajemen

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Situasi di wilayah lingkar tambang Kecamatan Lantung memanas setelah puluhan warga Desa Sepukur menggelar aksi protes keras terhadap PT. INTAM, Senin (4/5/2026). Warga mendesak penghentian total aktivitas operasional perusahaan di wilayah Lantung dan Ropang menyusul kekecewaan mendalam terhadap manajemen yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Ketegangan di lapangan meningkat seiring ancaman warga untuk melakukan aksi sweeping serta pemblokiran akses utama mobilisasi logistik perusahaan. Warga menegaskan tidak akan membuka barikade tersebut sebelum adanya kejelasan dan komitmen nyata dari pihak manajemen pusat.

SUMEA: Kehadiran PT. INTAM Picu Konflik Horizontal

Ketua Sumbawa Mining Entrepreneurs Association (SUMEA) Kabupaten Sumbawa, Yosy Larian, memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warga. Ia mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa untuk segera mengevaluasi kinerja PT. INTAM secara menyeluruh.

"Hingga hari ini, kami menilai kehadiran PT. INTAM tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebaliknya, operasional mereka justru kerap memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. Jika tidak ada perbaikan signifikan, lebih baik perusahaan ini hengkang," tegas Yosy.

Secara khusus, Yosy menyoroti kegagalan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) PT. INTAM yang dijabat oleh Muhammad Ramadhan Bs (Doni). Ia menilai Humas saat ini tidak mampu membangun komunikasi yang humanis. "Saya minta Pak Doni dipecat. Beliau gagal membangun sinergi. Kami tidak menolak investasi, tapi investasi harus membawa kesejahteraan, bukan masalah," tambahnya.

Senada dengan SUMEA, perwakilan pemuda Desa Sepukur, Dadang Afriansyah, menekankan pentingnya penataan ulang struktur manajemen perusahaan. Menurutnya, sikap eksklusif perusahaan menjadi penghambat terciptanya hubungan yang harmonis dengan warga.

"Sinergitas tidak akan pernah terwujud jika manajemen tetap tertutup. Jika kondisi ini terus berlanjut, jangan salahkan kami jika masyarakat mengambil langkah lebih jauh untuk mengusir PT. INTAM dari wilayah kami," pungkas Dadang.

Warga mengajukan tiga tuntutan utama yaitu keterbukaan informasi terkait kontribusi wilayah, Kemitraan Lokal yang nelibatkan warga lokal secara aktif dan profesional dalam rantai bisnis serta Evaluasi SDM Strategis dengan perombakan posisi Humas yang dinilai menghambat komunikasi.

Tanggapan Perusahaan: PT. INTAM Janji Evaluasi Internal

Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak Humas PT. INTAM akhirnya angkat bicara. Perusahaan menyatakan menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan berkomitmen mengedepankan dialog untuk menyelesaikan kebuntuan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Komunikasi sudah dilakukan salah satunya dengan melakukan sosialisasi di wilayah kerja dimana PT Intam melakukan aktivitas lapangan. Aspirasi, masukan, serta kritik dari masyarakat telah kami terima dan akan segera kami komunikasikan dengan pimpinan pusat perusahaan," ujar Doni perwakilan Humas PT. INTAM.

Kemudian lanjutnya, dalam menjalankan operasionalnya, PT Intam menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dengan memprioritaskan kemitraan bersama vendor-vendor yang berada di wilayah Ring 1. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keberadaan perusahaan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar area operasional.

Selain aspek pemberdayaan vendor, perusahaan juga aktif dalam berbagai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan meliputi penyaluran bantuan bagi korban terdampak banjir serta dukungan sektor agraris melalui bantuan bibit pertanian bagi kelompok tani setempat. "Program-program ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kesejahteraan sosial." Imbuhnya.

Pihak manajemen berjanji akan menjadikan poin-poin keberatan warga sebagai bahan evaluasi internal demi kemajuan bersama di wilayah operasional Lantung dan Ropang. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, warga masih memantau ketat akses logistik di lapangan sembari menunggu keputusan konkret dari pimpinan tertinggi PT. INTAM. (AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 11:15:56 +0800 amr
Bapemperda DPRD Sumbawa Sampaikan Jawaban Atas Pendapat Bupati terhadap 6 Raperda Prakarsa 2026 https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-sampaikan-jawaban-atas-pendapat-bupati-terhadap-6-raperda-prakarsa-2026 https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-sampaikan-jawaban-atas-pendapat-bupati-terhadap-6-raperda-prakarsa-2026 Bapemperda DPRD Sumbawa Sampaikan Jawaban Atas Pendapat Bupati terhadap 6 Raperda Prakarsa 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan Tanggapan dan Jawaban terhadap Pendapat Bupati Sumbawa atas 6 (enam) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Usul Prakarsa DPRD Tahun 2026.

Penyampaian tersebut berlangsung dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (4/5/2026). Juru bicara Bapemperda, Bunardi, AMd. Pi, memaparkan bahwa pihaknya menerima dengan tangan terbuka seluruh kritik, saran, dan masukan konstruktif dari Pemerintah Daerah demi penyempurnaan regulasi yang akan diberlakukan di "Tana Samawa".

 

Dalam pidatonya, Bunardi menekankan bahwa Bapemperda akan melakukan filterisasi dan harmonisasi konsepsi agar selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

"Kami menyambut baik masukan Pemerintah Daerah sebagai upaya penyempurnaan. Pembahasan selanjutnya akan dilakukan secara cermat, mendalam, dan komprehensif," ujar Bunardi.

Poin utama tanggapan Bapemperda terhadap catatan yang diberikan Bupati Sumbawa yakni terhadap Penyelenggaraan Bantuan Hukum menyetujui perubahan judul menjadi "Penyelenggaraan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin" agar selaras dengan UU No. 16 Tahun 2011. 

Terkait Pemberdayaan Ormas, Bapemperda berkomitmen mensinkronkan mekanisme pelaporan pada Pasal 32 & 33 dengan Permendagri No. 57 Tahun 2017 guna ketertiban administrasi. 

Untuk Pengelolaan Pasar & Swalayan Menerima saran untuk melakukan pencabutan Perda lama (Penyusunan Ulang) jika materi perubahan dalam pembahasan Pansus melebihi 50%. 

Terhadap Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an | menjadikan Raperda ini sebagai payung hukum permanen untuk menjamin keberlanjutan insentif bagi guru TPQ, Imam, dan Marbot. 

"Kami sangat mendukung  sinkronisasi Raperda ini dengan Program Unggulan Pemerintah Daerah Tahun 2026 terkait pemberian insentif guru TPQ, Imam, dan Marbot. Raperda ini akan menjadi payung hukum permanen agar program tersebut memiliki keberlanjutan (sustainability) di masa depan" ujarnya

Demikian pula untuk Pemajuan Kebudayaan nemastikan tidak terjadi tumpang tindih antara Tim Pemajuan Kebudayaan Desa dengan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS). 

Atas ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA) menggunakan mekanisme persandingan materi antara usulan DPRD dan Pemda sesuai Pasal 8 PP No. 12 Tahun 2018. 

Menutup penyampaiannya, Bapemperda berharap agar Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk nantinya dapat bekerja secara transparan dan akomodatif. Bunardi juga meminta agar dalam pembahasan materi muatan yang bersifat mendasar, Pansus melibatkan seluruh pihak terkait secara langsung.

"Semoga ikhtiar ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Sumbawa yang Maju, Unggul, dan Sejahtera," pungkasnya.

Sidang Paripurna ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, jajaran eksekutif, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat dan insan pers.

Susunan Personalia Bapemperda DPRD Sumbawa 2026 adalah Ketua: Bunardi, AMd.Pi, Wakil Ketua: Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si adapun Anggota anggota adalah Alen Taryadi, SH; Gahtan Hanu Cakita; Syukri, HS, A.Ma; I Ketut Sawitra; Edwan Purnama; Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov; Syamsul Hidayat, SE., M.Si; Sandi, S.Pd., M.M.; Sri Wahyuni, S.AP. (AM)

 

]]>
Mon, 04 May 2026 16:42:02 +0800 amr
Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Wabup Sumbawa Tekankan Investasi BUMD Berbasis Kinerja dan Singgung Perlindungan Siswa https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-umum-fraksi-dprd-wabup-sumbawa-tekankan-investasi-bumd-berbasis-kinerja-dan-singgung-perlindungan-siswa https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-umum-fraksi-dprd-wabup-sumbawa-tekankan-investasi-bumd-berbasis-kinerja-dan-singgung-perlindungan-siswa Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Wabup Sumbawa Tekankan Investasi BUMD Berbasis Kinerja dan Singgung Perlindungan Siswa

Sumbawa, Amarmedia.co.id 4 Mei 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mewakili Bupati Sumbawa, menyampaikan jawaban resmi pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan pemerintah. Dalam rapat paripurna yang berlangsung khidmat tersebut, Wabup mengklarifikasi berbagai isu krusial, mulai dari penyertaan modal BUMD hingga mitigasi perundungan siswa.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin oleh Ketua DPRD Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov didampingi Wakil ketua DPRD yakni H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Gitta Liesbano SH MKn, dan Zulfikar Demitry SH.MH.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah fraksi terkait beban fiskal daerah, Wabup menegaskan bahwa Raperda Penyertaan Modal BUMD 2026–2030 merupakan instrumen pengendalian, bukan pemborosan. Plafon sebesar Rp100 miliar yang tercantum adalah batas maksimal untuk lima tahun, bukan komitmen yang harus dicairkan sekaligus.

Wabup memaparkan data positif kontribusi dividen dari BUMD yang sehat yakni PT Bank NTB Syariah telah nemberikan dividen Rp14,13 miliar pada 2024 (naik dari tahun sebelumnya). Pemkab Sumbawa merupakan pemegang saham terbesar ke-3. PT BPR NTB Perseroda telah memberikan dividen Rp2,43 miliar pada 2024 (naik signifikan 30% dari 2023).

"Penyertaan modal tidak bersifat otomatis atau sebagai bail out bagi perusahaan yang merugi. Semua berbasis evaluasi kinerja dan rencana bisnis yang jelas. Jika tidak menunjukkan hasil, investasi dapat dihentikan," tegas Wabup Ansori.

Terkait PT Sabalong Samawa pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh pada 2026, termasuk opsi restrukturisasi atau penghentian jika tidak layak secara usaha. Sementara untuk Perumda Air Minum Batulanteh, penyertaan modal diarahkan pada fungsi sosial dan perbaikan teknis untuk menekan kebocoran air.

Komitmen Anti-Perundungan di Momen Hardiknas

Di sela penyampaian jawaban Raperda, Wabup juga menyinggung momentum Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Buruh (1 Mei). Menanggapi isu perundungan (bullying) yang marak, Pemkab Sumbawa melalui Dinas Pendidikan telah melakukan langkah mitigasi presisi.

Pemerintah daerah akan segera membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman sebagai tindak lanjut Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026. "Kami ingin memastikan anak-anak kita terlindungi melalui sinergi guru dan orang tua, seperti dalam kegiatan 'Malam Seribu Cahaya' yang baru saja kita lalui," tambahnya.

Mengenai Raperda Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), Wabup menjamin bahwa Satpol PP akan bertindak humanis dan sesuai SOP. Sanksi pidana hanya akan menjadi upaya terakhir (ultimum remedium).

Sementara itu, untuk perbaikan kualitas lingkungan, pemerintah mengajukan Raperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD). Pemerintah berencana membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di wilayah Barat (TPA Lekong) dan wilayah Timur (TPA Teluk Santong) pada periode 2026–2027 guna menjangkau seluruh kecamatan.

"Layanan penyedotan lumpur tinja akan diarahkan melalui skema terjadwal (L2T2) setiap tiga tahun sekali untuk meringankan beban masyarakat," jelas Wabup.

 Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi (PKS, Golkar, PDI-P, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, Gelora, dan Demokrat-PPP Pembangunan) yang telah menyetujui kelima Raperda tersebut untuk dibahas ke tingkat selanjutnya. 

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan regulasi yang inklusif demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 15:52:46 +0800 amr
Wujudkan Generasi Unggul, Wabup Sumbawa Resmikan Aksi Konvergensi Stunting dan Pembangunan Jamban Sehat di Brang Biji https://amarmedia.co.id/wujudkan-generasi-unggul-wabup-sumbawa-resmikan-aksi-konvergensi-stunting-dan-pembangunan-jamban-sehat-di-brang-biji https://amarmedia.co.id/wujudkan-generasi-unggul-wabup-sumbawa-resmikan-aksi-konvergensi-stunting-dan-pembangunan-jamban-sehat-di-brang-biji Wujudkan Generasi Unggul, Wabup Sumbawa Resmikan Aksi Konvergensi Stunting dan Pembangunan Jamban Sehat di Brang Biji

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 4 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam memerangi angka stunting. Pada Senin pagi (04/05/2026), Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka kegiatan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, yang menggabungkan intervensi gizi spesifik dengan perbaikan sanitasi lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari jajaran perangkat daerah, camat, lurah, hingga Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan. Tak ketinggalan, tokoh keagamaan, BAZNAS, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya turut hadir, menandakan bahwa isu stunting adalah tanggung jawab kolektif.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial semata.

“Aksi ini harus benar-benar kita laksanakan secara nyata, bukan hanya formalitas. Penanganan stunting harus dilakukan dengan kerja bersama, mulai dari perbaikan gizi, edukasi, hingga penyediaan sanitasi yang layak seperti pembangunan jamban sehat ini,” tegas Drs. H. Mohamad Ansori.

Intervensi Berkelanjutan dan Pentingnya Sanitasi

Salah satu poin krusial yang disampaikan Wabup adalah mengenai keberlanjutan. Ia meminta agar intervensi tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan dipantau secara konsisten selama minimal satu hingga tiga bulan. Hal ini mencakup Pemberian asupan gizi dan makanan tambahan bagi balita.

Demikian pula dengan edukasi intensif  kepada keluarga mengenai pola asuh dan penguatan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga.

Terkait pembangunan jamban sehat Wabup menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk adalah salah satu faktor risiko terbesar penyebab infeksi berulang pada anak, yang berujung pada kondisi stunting. Dengan peletakan batu pertama ini, Kelurahan Berang Biji diharapkan menjadi pionir lingkungan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Wabup juga memberikan instruksi khusus terkait penguatan data. Sistem monitoring berkala harus diperketat agar bantuan dan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak yang dapat diukur secara nyata.

“Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata lintas sektor, kita yakin dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya menutup sambutan.

Kegiatan diakhiri dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat oleh Wakil Bupati. Momen simbolis ini menandai dimulainya langkah konkret perbaikan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat di wilayah tersebut, sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi emas Sumbawa di masa depan. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 14:15:37 +0800 amr
Kawal HPP Gabah Rp 6.500/Kg, Abdul Rafiq: Negara Wajib Hadir Lindungi Petani Sumbawa dari Spekulan! https://amarmedia.co.id/kawal-hpp-gabah-rp-6500kg-abdul-rafiq-negara-wajib-hadir-lindungi-petani-sumbawa-dari-spekulan https://amarmedia.co.id/kawal-hpp-gabah-rp-6500kg-abdul-rafiq-negara-wajib-hadir-lindungi-petani-sumbawa-dari-spekulan Kawal HPP Gabah Rp 6.500/Kg, Abdul Rafiq: Negara Wajib Hadir Lindungi Petani Sumbawa dari Spekulan!

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi kebijakan baru pemerintah pusat terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Rafiq menginstruksikan seluruh elemen terkait di Kabupaten Sumbawa untuk memastikan harga Gabah Kering Panen (GKP) benar-benar menyentuh angka Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.

Langkah ini merupakan respons terhadap Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri. Kebijakan tersebut mewajibkan gabah petani dibeli minimal Rp 6.500/kg tanpa klasifikasi kualitas yang rumit, selama telah memasuki usia panen.

Sebagai pimpinan partai yang mengakar pada semangat keberpihakan terhadap rakyat kecil, Abdul Rafiq menilai kebijakan ini adalah angin segar bagi petani di "Tau dan Tana Samawa". 

"Kami menyambut baik ketetapan HPP Rp 6.500 ini. Ini adalah bentuk perlindungan nyata bagi petani kita yang selama ini seringkali menjadi pihak paling rentan saat musim panen raya. Jangan biarkan petani Sumbawa berjuang sendiri menghadapi permainan harga," tegas Rafiq dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2026).

Meski regulasi pusat sudah jelas, Rafiq mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada pengawasan di lapangan. Ia mencium adanya potensi praktik tengkulak atau spekulan yang mencoba mengakali aturan dengan dalih kadar air atau kualitas gabah.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera melakukan langkah-langkah konkret yakni Pengawasan Ketat

"Dinas Pertanian, Bulog, dan Satgas Pangan (TNI/Polri) harus turun ke penggilingan dan sawah-sawah" ujarnya 

Demikian pula perlu pembentukan posko pengaduan bagi petani yang mendapati hasil panennya ditawar di bawah harga pemerintah dan memastikan penggilingan padi skala besar tidak memonopoli pasar yang dapat mematikan usaha penggilingan kecil di desa-desa.

"Negara tidak boleh kalah oleh praktik spekulan. Peran Bulog sebagai penyerap utama hasil panen sangat krusial agar stabilitas harga terjaga," tambahnya.

Bagi Rafiq, kebijakan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan soal keberlangsungan hidup ribuan keluarga petani di Sumbawa. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, kesejahteraan petani Sumbawa adalah kunci ketahanan pangan nasional.

"Jika harga layak, petani akan termotivasi meningkatkan produktivitas. Ini akan memperkuat ekonomi pedesaan dan memastikan anak-anak petani bisa bersekolah dengan layak," ujar sosok yang juga dikenal sebagai pejuang aspirasi masyarakat ini.

Mengakhiri pernyataannya, Abdul Rafiq menginstruksikan seluruh kader PDI Perjuangan di semua tingkatan, mulai dari pengurus cabang hingga tingkat desa, untuk proaktif mengawasi pelaksanaan kebijakan ini.

"PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik akan terus berada di garis depan. Kami meminta seluruh kader turut mengawasi agar manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah. Petani harus sejahtera, hasil panen harus dihargai dengan layak, dan negara wajib hadir melindungi mereka," pungkasnya. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 13:33:51 +0800 amr
Dilantik Kaesang, PSI NTB Matangkan Struktur dan Bidik Kursi Senayan pada 2029 https://amarmedia.co.id/dilantik-kaesang-psi-ntb-matangkan-struktur-dan-bidik-kursi-senayan-pada-2029 https://amarmedia.co.id/dilantik-kaesang-psi-ntb-matangkan-struktur-dan-bidik-kursi-senayan-pada-2029 Dilantik Kaesang, PSI NTB Matangkan Struktur dan Bidik Kursi Senayan pada 2029 

MATARAM, Amarmedia.co.id - Aula ballroom dipenuhi kader berbaju putih-hitam dengan logo gajah di dada kiri. Sejak pagi, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat memadati lokasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI NTB di Mataram, Sabtu (2/5/2026).

Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan wajah-wajah baru yang belakangan menyatakan bergabung dengan PSI turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.

Di tengah suasana yang hangat namun penuh semangat, Ketua Umum Kaesang Pangarep secara resmi melantik jajaran pengurus DPW PSI NTB. Pelantikan itu menjadi penanda dimulainya fase baru konsolidasi PSI di NTB, dengan fokus utama memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Kaesang menekankan bahwa kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur di tingkat pusat, melainkan oleh seberapa kokoh struktur organisasi dibangun sampai ke level desa dan dusun, serta seberapa aktif kader hadir di tengah masyarakat.

“Yang harus kita kejar sekarang adalah penguatan struktur sampai ke bawah. Kalau organisasi kuat hingga akar rumput, maka gerak partai akan hidup. Kalau ada hambatan dalam pembentukan struktur, sampaikan berjenjang supaya bisa kita bantu selesaikan bersama,” kata Kaesang Pangarep.

Ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembentukan struktur partai di NTB, termasuk menyiapkan program kerja yang dapat disinergikan dari tingkat DPW hingga DPRt agar kehadiran PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementar itu Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, dalam sambutannya menyebut Rakorwil tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum menyatukan arah gerak politik PSI di NTB menuju target yang lebih besar pada Pemilu 2029.

Menurut dia, PSI NTB memasang target meraih dua kursi DPR RI,masing-masing satu kursi dari Pulau Lombok dan satu kursi dari Pulau Sumbawa. 

Di tingkat daerah, PSI juga membidik peningkatan signifikan kursi di DPRD Provinsi NTB dengan target menempatkan kader terbaik hingga posisi pimpinan dewan.

“Kami membangun partai ini dengan fondasi struktur yang kuat. Hari ini, struktur di tingkat kecamatan hampir tuntas seratus persen, sementara pembentukan struktur tingkat desa sedang dirampungkan. 

Dengan kekuatan organisasi yang semakin matang, kami optimistis PSI NTB mampu menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada 2029,” ujar Lalu Budi Suryata.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, PSI NTB aktif memperluas basis dukungan dengan merangkul sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh sosial dan basis massa yang kuat di daerah. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari mantan legislator, tokoh adat, tokoh agama, hingga figur politik yang lama berkecimpung di ruang publik NTB.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh resmi mengenakan jaket PSI sebagai simbol bergabungnya mereka ke partai berlambang gajah tersebut. Di antaranya H. Rais Ishak, A.A. Ketut Agung Oka Kartha Wirya, H. Lalu Mahdarain, Drs. H. Gaziamansyuri, TGH. Ahmad Mustanir, Multazam, serta I Gede Wenten.

Masuknya sejumlah tokoh itu memberi sinyal bahwa PSI di NTB tengah membangun jejaring politik yang lebih luas dan inklusif. Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat hingga desa, dukungan tokoh lintas latar belakang, serta target elektoral yang dipasang cukup tinggi, PSI NTB mulai menyiapkan diri menjadi salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan pada Pemilu 2029. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 22:35:27 +0800 amr
JMSI Menggelar Media Gathering Jadi Momentum Penguatan Media Siber di NTB https://amarmedia.co.id/jmsi-menggelar-media-gathering-jadi-momentum-penguatan-media-siber-di-ntb https://amarmedia.co.id/jmsi-menggelar-media-gathering-jadi-momentum-penguatan-media-siber-di-ntb

Lombok Tengah.Amarmedia.co.id - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pertemuan silaturahim dengan manajemen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) di kawasan destinasi super prioritas Mandalika, Jumat (01/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di titik ikonik Bukit 360 Circuit Mandalika ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB ke kancah internasional.

Rombongan pengurus JMSI NTB dipimpin langsung oleh Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, dan diterima oleh Manager Stakeholder dan Public Relation ITDC, Gresita Siahaan. Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfotik NTB, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik NTB Safrudin S.H., M.H yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sinergi antara pengelola kawasan dan organisasi media.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga citra positif kawasan Mandalika. Ia menyatakan bahwa JMSI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan pengelola kawasan dalam mendiseminasikan informasi yang akurat dan berkualitas.

"Silaturahim ini adalah langkah nyata untuk membangun visi bersama dalam memajukan pariwisata daerah. JMSI NTB siap mendukung penuh publikasi internasional KEK Mandalika melalui jaringan media siber yang profesional guna memastikan pesan kemajuan pembangunan tersampaikan dengan baik ke seluruh dunia," ujar Boy Mashudi.

Senada dengan hal tersebut, Manager Stakeholder dan VIAR ITDC, Gresita Siahaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif JMSI NTB. Menurutnya, keberadaan media siber sangat krusial dalam membangun kepercayaan publik dan investor, terutama menghadapi kalender event balap dunia di Sirkuit Mandalika.

"Dukungan media sangat kami butuhkan untuk menjaga stabilitas informasi di kawasan. Pertemuan di Bukit 360 ini menjadi simbol keterbukaan dan kesiapan kami untuk terus berkolaborasi dengan teman-teman media dalam memotret setiap perkembangan positif di Mandalika," ungkap Gresita.

Sementara itu, pihak Dinas Kominfotik NTB melalui Kabid IKP, Safrudin mengapresiasi terjalinnya komunikasi dua arah yang produktif antara ITDC dan JMSI. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sehingga KEK Mandalika tetap menjadi magnet utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan diakhiri dengan diskusi santai mengenai strategi komunikasi publik dan sesi dokumentasi dengan latar belakang panorama menyeluruh lintasan sirkuit dan keindahan alam pesisir Lombok Tengah. (AM/Tim)

]]>
Sat, 02 May 2026 16:21:31 +0800 amr
Siswanya Terlibat Tawuran, DPKS Datangi Sekolah Desak TPPK Dimaksimalkan https://amarmedia.co.id/siswanya-terlibat-tawuran-dpks-datangi-sekolah-desak-tppk-dimaksimalkan https://amarmedia.co.id/siswanya-terlibat-tawuran-dpks-datangi-sekolah-desak-tppk-dimaksimalkan Siswanya Terlibat Tawuran, DPKS Datangi Sekolah Desak TPPK Dimaksimalkan

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (2 Mei 2026) – Kasus tawuran yang melibatkan pelajar dari dua sekolah berbeda, yakni SMPN 2 dan SMPN 3 Sumbawa Besar, beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa (DPKS).

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Ketua dan anggota DPKS turun langsung ke dua sekolah tersebut pada Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tim Dewan Pendidikan yang melakukan kunjungan tersebut terdiri dari Jamhur Husain, Umar, Sanapiah, Jhon Kennedy, dan Sri wahyu Hidayati. Mereka melakukan pertemuan dengan kepala sekolah beserta jajaran guru untuk membahas langkah-langkah konkret pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Dalam arahannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain, menekankan pentingnya memaksimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan.

Menurutnya, TPPK merupakan instrumen penting yang telah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023, yang bertujuan untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di sekolah, baik fisik, psikis, perundungan, maupun kekerasan seksual.

“Keberadaan TPPK jangan hanya formalitas. Harus benar-benar aktif dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini, melakukan mediasi, serta memberikan pendampingan kepada siswa,” tegas Jamhur.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa juga harus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Momentum Hardiknas, lanjutnya, harus menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter dan perilaku siswa.

Dewan Pendidikan berharap, melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kasus tawuran maupun bentuk kekerasan lainnya tidak lagi terjadi di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 16:09:30 +0800 amr
Penuh Khidmat, SMPN 1 Moyo Utara Peringati Hardiknas 2026: Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua https://amarmedia.co.id/penuh-khidmat-smpn-1-moyo-utara-peringati-hardiknas-2026-tekankan-pendidikan-bermutu-untuk-semua https://amarmedia.co.id/penuh-khidmat-smpn-1-moyo-utara-peringati-hardiknas-2026-tekankan-pendidikan-bermutu-untuk-semua Penuh Khidmat, SMPN 1 Moyo Utara Peringati Hardiknas 2026: Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Keluarga besar SMPN 1 Moyo Utara melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Upacara yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara,Idfi Setiawan, S.E.  menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan spirit pendidikan sebagai proses "memanusiakan manusia".

Dalam amanat yang dibacakan oleh Idvi, poin utama yang menjadi sorotan adalah penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas interaksi di dalam kelas.

"Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," ujar Idfi saat membacakan pidato Menteri.

Selain itu, disampaikan pula lima kebijakan strategis kementerian, di antaranya Revitalisasi dan Digitalisasi. " Pembangunan sarana fisik yang nyaman dan penyediaan papan interaktif digital (PID) di ratusan ribu satuan pendidikan" ungkapnya 

Hal kedua adalah tentang Kesejahteraan Guru. Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui sertifikasi yang ditransfer langsung serta beasiswa pendidikan bagi guru yang belum bergelar S1.

Disinggung pula pentingnya Penguatan Karakter dengan nenciptakan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keempat adalah Literasi dan Numerasi.Penguatan pada bidang STEM dan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dan kelima Pendidikan Inklusif dengan memberikan layanan pendidikan yang mudah dan murah bagi anak berkebutuhan khusus serta mereka yang terkendala faktor ekonomi maupun geografis.

Mengakhiri amanatnya, Pembina Upacara mengingatkan seluruh peserta upacara mengenai pentingnya prinsip 3M dalam mewujudkan perubahan pendidikan, yaitu Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.

"Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai formalitas angka-angka kuantitatif. Mari kita perkuat kerja sama menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," pungkasnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di SMPN 1 Moyo Utara. Para siswa dan guru tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, mencerminkan semangat Hari Pendidikan Nasional yang membara di tanah Sumbawa.(AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 11:31:45 +0800 amr
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ida Rahayu SAP Mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ida-rahayu-sap-mengucapkan-selamat-hari-pendidikan-nasional-2026 https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ida-rahayu-sap-mengucapkan-selamat-hari-pendidikan-nasional-2026 Sat, 02 May 2026 10:16:43 +0800 amr Lebih dari Sekadar Angka: Pesan Humanis Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas https://amarmedia.co.id/lebih-dari-sekadar-angka-pesan-humanis-hardiknas-di-smpn-1-labuhan-badas https://amarmedia.co.id/lebih-dari-sekadar-angka-pesan-humanis-hardiknas-di-smpn-1-labuhan-badas Lebih dari Sekadar Angka: Pesan Humanis Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas

Sumbawa, Amarmedia.co.id  – 02 Mei 2026, Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Sabtu, 2 Mei 2026 di SMPN 1 Labuhan Badas. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian peringatan Hardiknas yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.

Sejak pagi hari, para siswa sudah mulai berdatangan ke sekolah dengan mengenakan seragam rapi. Guru-guru juga hadir lebih awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Suasana halaman sekolah terlihat tertib dan tenang. Para peserta upacara berdiri dengan sikap yang baik, mengikuti setiap tahapan dengan penuh perhatian.

Upacara dimulai tepat waktu. Petugas upacara yang merupakan siswa-siswi pilihan menjalankan tugasnya dengan baik. Pengibaran bendera merah putih berlangsung lancar, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta upacara. Momen ini terasa sangat mengharukan dan penuh makna.

Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan, S. Pd., M. Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting tentang makna pendidikan. Ia mengajak seluruh siswa untuk lebih menghargai proses belajar dan tidak hanya mengejar nilai semata.

“Pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi manusia yang baik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Punijan dalam amanatnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Menurutnya, suasana belajar yang baik akan membantu siswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat yang membuat mereka merasa aman, didengar, dan dihargai. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Upacara ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah. Para guru terlihat serius mendengarkan amanat pembina upacara. Beberapa siswa bahkan tampak terharu saat mendengarkan pesan yang disampaikan.

Salah satu siswa kelas VIII mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih memahami arti pendidikan. “Saya jadi lebih sadar kalau belajar itu bukan hanya untuk nilai, tapi juga untuk masa depan dan menjadi orang yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan upacara ini merupakan bagian akhir dari rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Sebelumnya, telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti festival bermain, satu jam bersama orang tua, hingga malam seribu cahaya. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan guru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terlihat adanya kebersamaan yang kuat antara semua pihak. Orang tua turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan sekolah. Hal ini memberikan dampak positif bagi siswa, karena mereka merasa lebih diperhatikan dan didukung.

Selain itu, kehadiran berbagai pihak dalam rangkaian kegiatan juga menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendidik anak.

Upacara bendera yang dilaksanakan di SMPN 1 Labuhan Badas ini juga menjadi bagian dari upacara serentak yang dilakukan di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pendidikan di daerah.

Melalui momentum Hardiknas tahun ini, diharapkan dunia pendidikan di Sumbawa dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik. Tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.

Punijan juga menyampaikan harapannya agar seluruh siswa terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, dan semua itu harus dihargai.

“Setiap anak itu istimewa. Jangan bandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada diri sendiri dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari,” katanya.

Di akhir upacara, seluruh peserta kembali diingatkan untuk menjaga semangat kebersamaan dan saling menghormati. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar dunia pendidikan semakin maju dan memberikan manfaat bagi semua.

Upacara Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pendidikan yang humanis dan berkelanjutan.

Dengan semangat Hardiknas, diharapkan seluruh elemen pendidikan dapat terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk manusia yang berakhlak dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Banyak yang berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di masa mendatang, karena mampu memberikan nilai-nilai positif yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.

Melalui peringatan Hardiknas tahun 2026 ini, SMPN 1 Labuhan Badas menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang lebih baik. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, masa depan pendidikan di Sumbawa diharapkan akan semakin cerah.(AM/Asmediati)

]]>
Sat, 02 May 2026 10:04:07 +0800 amr
Hardiknas 2026 di SDN Ngeru: Menanam Kasih Sayang, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-di-sdn-ngeru-menanam-kasih-sayang-mewujudkan-pendidikan-bermutu-untuk-semua https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-di-sdn-ngeru-menanam-kasih-sayang-mewujudkan-pendidikan-bermutu-untuk-semua Hardiknas 2026 di SDN Ngeru: Menanam Kasih Sayang, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SD Negeri Ngeru Kecamatan Moyo Hilir pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan semangat pembaruan dan kolaborasi.

Tahun ini, Hardiknas mengusung tema besar: "Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Sebuah tema yang menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa segelintir orang, melainkan standar dasar bagi seluruh anak bangsa.

Dalam amanatnya, Kepala SDN Ngeru, M. Nooh, S.Pd. SD, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam mendidik. Ia menyatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan hati.

"Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei ini bukanlah sekadar seremoni tahunan atau rutinitas baris-berbaris di lapangan. Hari ini adalah momentum sakral bagi kita untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional di dalam dada kita masing-masing" urainya.

Pendidikan pada hakikatnya harus dilaksanakan secara tulus, penuh kasih, dan sayang. Tujuannya satu: memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses panjang untuk menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah, serta potensi setiap anak sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Maka, inti dari seluruh proses di sekolah ini adalah memuliakan.

Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, telah meletakkan fondasi kokoh melalui Sistem Among, yaitu: Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan). Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan kembali di SDN Ngeru melalui empat pilar utama Mendidik dengan kasih sayang dan menghargai kodrat anak. Anak bukanlah objek yang bisa dibentuk secara paksa, melainkan subjek yang harus dibimbing sesuai bakat dan minat uniknya.

Kedua Kebebasan yang Terarah. Memberikan kemerdekaan belajar, namun tetap dalam koridor nilai-nilai budi pekerti. Bukan kebebasan yang tak terkendali, melainkan kemandirian yang bertanggung jawab.

Ketiga Pendidikan kita tidak boleh tercerabut dari akarnya. Ia harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Dan keempat Gotong Royong. Pendidikan adalah kerja kolosal, tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Untuk Bapak/Ibu Guru teruslah menjadi penggerak. Jangan hanya mengajar materi, tapi jadilah inspirasi. Manfaatkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi siswa-siswi kita di SDN Ngeru.

Untuk Anak-anakku Siswa SDN Ngeru. Kalian adalah pusat dari seluruh proses ini. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan takut bertanya, beranilah mencoba hal baru, dan selalu hargai perbedaan di antara teman. Kalian harus menjadi subjek yang aktif.

Mari kita jadikan Hardiknas 2026 ini sebagai titik awal untuk memperkuat gotong royong kita. Ketika semua pihak bergerak bersama dalam satu irama, maka pendidikan bermutu bukan lagi sekadar cita-cita di atas kertas, melainkan kenyataan yang kita rasakan bersama.

"Dirgahayu Pendidikan Nasional!Terus melaju, kuatkan partisipasi semesta, wujudkan pendidikan bermutu untuk semua" pungkasnya.

Upacara bendera ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, mencerminkan rasa syukur atas perjalanan panjang dunia pendidikan tanah air.

Orang tua murid Sahema wali dari Rafka siswa kelas enam mengatakan harapannya  dengan momentum hardiknas ini akan mempunyai meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik demikian pula wali dari Rista siswa kelas Enam ibu Masenah mengamininya " Semoga anak anak ini bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan SMP dengan kualitas lebih baik dan tercapai cita-citanya" ujarnya singkat. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 07:54:09 +0800 amr
Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda, Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar https://amarmedia.co.id/fraksi-golkar-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-soroti-penyertaan-modal-rp100-miliar https://amarmedia.co.id/fraksi-golkar-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-soroti-penyertaan-modal-rp100-miliar Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda, Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Pemerintah Daerah, Kamis (30/04/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD. Hadir mewakili pihak eksekutif, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, bersama jajaran Forkopimda dan pejabat lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Syukri HS, A.Ma., menekankan bahwa pembentukan Perda tidak boleh hanya sekadar memenuhi aspek formalitas hukum, tetapi harus memiliki arah implementasi yang jelas dan berpihak pada rakyat.

"Peraturan yang baik bukan hanya yang kuat secara normatif, tetapi yang mampu diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Syukri saat membacakan pandangan fraksi.

Fraksi Golkar memberikan sejumlah catatan strategis terhadap kelima regulasi yang diusulkan, di antaranya menyoroti rencana penyertaan modal sebesar Rp100 miliar

 Fraksi meminta adanya indikator kinerja yang terukur, evaluasi historis BUMD, serta pengawasan ketat untuk mencegah moral hazard.

Fraksi meminta Satpol PP dalam Ketertiban Umum dan Linmas mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, bukan represif, serta menghindari tumpang tindih kewenangan.

Terhadap Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik Fraksi Golkar menilai aturan ini sangat strategis bagi kesehatan, namun perlu roadmap infrastruktur yang jelas, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk Kabupaten Layak Anak, Fraksi Golkar mendesak agar kebijakan ini tidak hanya menjadi simbol administrasi atau sekadar mengejar predikat, melainkan berorientasi pada hasil nyata perlindungan anak.

Terkait reformasi birokrasi, fraksi menekankan bahwa penggabungan urusan dinas harus berbasis analisis beban kerja agar tidak menurunkan kualitas pelayanan publik.

Meski memberikan banyak catatan kritis, Fraksi Partai Golkar menyatakan menerima kelima Ranperda tersebut untuk dibahas lebih lanjut pada tahap berikutnya. Mereka berharap masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dalam mempertajam substansi regulasi.

Pernyataan pandangan umum ini ditandatangani oleh jajaran pengurus fraksi, dengan Penasehat H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan Ketua Fraksi Ade Mudhita Noor Samsu, S.AP.

Wakil Ketua Hasanuddin HMS. Sekretarus Gahtan Hanu Cakita. Bendahara Muhammad Zain, S.P. Anggota Syukri, HS. A.Ma. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 00:38:21 +0800 amr
PDIP Sumbawa Beri Lampu Hijau 5 Ranperda 2026, Hj. Jamilah Tekankan Catatan Kritis Terhadap BUMD hingga BPBD https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-beri-lampu-hijau-5-ranperda-2026-hj-jamilah-tekankan-catatan-kritis-terhadap-bumd-hingga-bpbd https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-beri-lampu-hijau-5-ranperda-2026-hj-jamilah-tekankan-catatan-kritis-terhadap-bumd-hingga-bpbd PDIP Sumbawa Beri Lampu Hijau 5 Ranperda 2026, Hj. Jamilah Tekankan Catatan Kritis Terhadap BUMD hingga BPBD

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menyatakan sikap menyetujui untuk membahas lebih lanjut lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2026. Meski memberikan lampu hijau, partai berlambang banteng moncong putih ini memberikan sederet catatan kritis, mulai dari persoalan penyertaan modal BUMD hingga penguatan mitigasi bencana.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa

Sikap politik tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Jamilah, S.Pd. SD, dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbawa pada Kamis (30/4/2026).

Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD tahun 2026–2030. Hj. Jamilah menegaskan bahwa alokasi dana sebesar Rp100 miliar harus berbasis kajian kelayakan yang terukur, bukan sekadar pemberian modal tanpa arah bisnis yang jelas.

"Fraksi PDIP mempertanyakan apa dasar prioritas pembagian modal, terutama porsi terbesar pada Bank NTB Syariah. Kami juga meminta langkah konkret pemerintah terhadap BUMD yang kurang sehat, seperti PT Sabalong Samawa," tegas Hj. Jamilah di hadapan pimpinan sidang dan Wakil Bupati Sumbawa.

Terkait Ranperda Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat, Fraksi PDIP meminta Satpol PP dan instansi terkait tidak hanya mengedepankan tindakan represif. 

"Dalam menertibkan kelompok rentan seperti pengemis dan masyarakat miskin, diperlukan pendekatan yang humanis dan solutif. Upaya pencegahan melalui edukasi harus menjadi prioritas utama," tambahnya.

Mengenai Ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA), PDIP mendesak agar kebijakan ini tidak berhenti pada dokumen formalitas. Hj. Jamilah menuntut strategi nyata untuk menekan angka pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di daerah.

Sementara untuk Ranperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), fraksi menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur seperti IPLT dan IPALD agar aturan ini benar-benar bisa menekan pencemaran lingkungan tanpa membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Terakhir, menanggapi perubahan struktur perangkat daerah, Fraksi PDIP secara khusus memberikan dukungan terhadap peningkatan status Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Tipe A. 

"Mengingat tingginya potensi bencana di Sumbawa, penguatan BPBD sangat strategis. Namun, kami mengingatkan agar penataan organisasi ini tetap mengedepankan prinsip rightsizing untuk mencegah pembengkakan belanja pegawai yang membebani APBD," jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima kelima Ranperda tersebut untuk dibahas ke tahap selanjutnya dengan catatan penyempurnaan substansial pada proses pembahasan di tingkat komisi atau pansus nanti.

Adapun Susunan Fraksi PDIP Sumbawa, antara lain Penasehat Gitta Liesbano, SH., M.Kn, Ketua I Nyoman Wisma, S.I.P, dan Sekretaris H. Jabir, S.PdBendahara I Ketut Sawitra dan Wakil Ketua Hj. Jamila,S.PD.SD 

]]>
Sat, 02 May 2026 00:18:56 +0800 amr
Menuju Mandiri Fiskal, Doktor Budi Paparkan Strategi Transformasi Aset Sumbawa Jadi Revenue Center https://amarmedia.co.id/menuju-mandiri-fiskal-doktor-budi-paparkan-strategi-transformasi-aset-sumbawa-jadi-revenue-center https://amarmedia.co.id/menuju-mandiri-fiskal-doktor-budi-paparkan-strategi-transformasi-aset-sumbawa-jadi-revenue-center Menuju Mandiri Fiskal, Doktor Budi Paparkan Strategi Transformasi Aset Sumbawa Jadi Revenue Center

Denpasar, Amarmedia.co.id (1 Mei 2026) – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Koordinasi Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di , pada 29–30 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP hadir didampingi Sekretaris BKAD, Kaharuddin SE., M.Si.

Dihubungi wartawan, Jumat (1/5/2026), Sekda Sumbawa menjelaskan bahwa forum tersebut membahas strategi dan kepemimpinan fiskal daerah melalui lima aspek kunci.

“Pertama, Spending Better yang menekankan penajaman kualitas belanja melalui sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, penguatan penganggaran berbasis kinerja, serta percepatan penyerapan anggaran untuk mengurangi idle cash,” ujarnya.

Aspek kedua adalah Collecting More, yakni optimalisasi pendapatan daerah melalui penggalian potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), serta penguatan sinergi basis data perpajakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selanjutnya, Asset Management yang menitikberatkan pada transformasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi sumber pendapatan (revenue center) melalui strategi pemanfaatan aset secara profesional.

Kemudian, Creative Financing yang mendorong daerah untuk mengeksplorasi sumber pembiayaan non-konvensional, termasuk investasi daerah dan peluang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Terakhir adalah Integrity, yakni penguatan sistem pengendalian intern yang terintegrasi, mitigasi risiko keuangan, serta pembangunan budaya integritas guna mencegah penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda yang disapa Doktor Budi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut dengan melakukan realokasi dan penyesuaian kualitas belanja daerah, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Selain itu, Pemkab Sumbawa juga akan memformulasikan kembali strategi peningkatan pendapatan daerah, memperkuat manajemen aset, serta mengusulkan distribusi dana bagi hasil yang lebih proporsional sesuai potensi sumber daya alam daerah.

“Potensi di sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan harus menjadi dasar dalam mendorong peningkatan kapasitas fiskal daerah ke depan,” tandasnya. (SR) 

]]>
Sat, 02 May 2026 00:04:43 +0800 amr
Kritis dan Terukur, Fraksi PAN DPRD Sumbawa Soroti Urgensi Pelayanan Publik dalam Pemandangan Umum 5 Ranperda 2026 https://amarmedia.co.id/kritis-dan-terukur-fraksi-pan-dprd-sumbawa-soroti-urgensi-pelayanan-publik-dalam-pemandangan-umum-5-ranperda-2026 https://amarmedia.co.id/kritis-dan-terukur-fraksi-pan-dprd-sumbawa-soroti-urgensi-pelayanan-publik-dalam-pemandangan-umum-5-ranperda-2026 Kritis dan Terukur, Fraksi PAN DPRD Sumbawa Soroti Urgensi Pelayanan Publik dalam Pemandangan Umum 5 Ranperda 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan catatan kritis dan mendalam terhadap penjelasan Bupati Sumbawa mengenai 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2026. Dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Sumbawa, Fraksi PAN menegaskan bahwa setiap kebijakan fiskal dan regulasi harus berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas administratif.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa

Juru bicara Fraksi PAN H Rusdi mengawali penyampaiannya dengan menekankan bahwa pembangunan daerah adalah bentuk ibadah sosial. Namun, Fraksi ini memberikan peringatan keras terkait prioritas penggunaan anggaran daerah yang dinilai harus lebih berpihak pada kebutuhan dasar rakyat.

 Sorotan Tajam Penyertaan Modal BUMD: "Rakyat atau Investasi?"

Salah satu poin paling krusial yang disoroti adalah rencana penyertaan modal kepada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fraksi PAN mempertanyakan urgensi investasi besar di tengah kondisi infrastruktur publik yang masih memprihatinkan.

Terhadap PT Sabalong Samawa (Perseroda), Fraksi PAN mempertanyakan lonjakan investasi yang mencapai 400%. "Ini bukan angka yang biasa. Kami meminta penjelasan komprehensif mengenai analisis kelayakan usaha dan potensi risiko agar tidak menjadi beban keuangan daerah," tegas Haji Rusdi jubir Fraksi PAN.

Atas Perumda Air Minum Batu Lanteh Terkait kucuran dana Rp10 miliar, PAN mendesak agar dana tersebut tidak digunakan untuk menutup defisit operasional, melainkan untuk perbaikan sistem seperti menekan kebocoran air (Non-Revenue Water) dan digitalisasi meteran.

Untuk penyertaan modal kepada Bank NTB Syariah & BPR sebesar Rp50 miliar ke Bank NTB Syariah, PAN menuntut transparansi Return on Investment (ROI) yang jelas. Begitu pula dengan BPR, di mana tingkat kredit macet (NPL) harus dibuka secara transparan kepada publik.

"Mana yang lebih prioritas: penyertaan modal BUMD atau perbaikan jalan rusak, irigasi, pupuk, dan puskemas?"tanya Fraksi PAN retoris dalam naskahnya.

 Penataan Perangkat Daerah: Hindari 'Overload' Organisasi

Terhadap Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah, Fraksi PAN mengingatkan agar restrukturisasi tidak hanya menjadi beban fiskal baru. Pembentukan dinas Tipe A akan meningkatkan belanja pegawai dan tunjangan.

PAN menyoroti ketidakpastian karier ASN dan risiko non-job akibat perubahan struktur yang tidak matang. Fraksi ini meminta dokumen evaluasi kinerja organisasi sebelumnya sebelum melangkah ke pembahasan lebih lanjut.

 Kabupaten Layak Anak (KLA): Jangan Sekadar Simbolik

Fraksi PAN menyambut baik inisiatif KLA, namun memberikan catatan pahit mengenai kondisi riil di lapangan. Mereka menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perkawinan anak di Sumbawa.

PAN menilai anggaran untuk perlindungan perempuan dan anak saat ini masih sangat terbatas, sehingga upaya preventif dan edukasi menjadi tidak maksimal.

Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)

Mengenai SPALD, Fraksi PAN menekankan pentingnya strategi implementasi yang realistis. Kewajiban penyedotan tinja berkala harus dibarengi dengan kesiapan armada dan instalasi pengolahan (IPLT). Kebijakan ini akan menghadapi resistensi jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat melalui sosialisasi yang masif.

Fraksi PAN menyimpulkan bahwa pada prinsipnya mereka siap membahas Ranperda ini lebih lanjut, dengan catatan Pemerintah Daerah (Pemda) harus melengkapi dokumen pendukung, mulai dari kajian akademis, analisis dampak fiskal, hingga data baseline yang akurat. 

Sidang paripurna ini menjadi momentum penting bagi eksekutif dan legislatif untuk memastikan bahwa regulasi yang lahir di tahun 2026 benar-benar menjadi solusi atas persoalan masyarakat Sumbawa, bukan menambah beban birokrasi.

Adapun Susunan Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa adalah Penasihat / Anggota : Syamsul Hidayat,S.E.,M.Si Ketua / Anggota : Ida Rahayu, S.AP Sekretaris / Anggota : H. Rusdi Bendahara/anggota : Marliaten. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 23:33:09 +0800 amr
Soroti Kinerja BUMD, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda 2026 https://amarmedia.co.id/soroti-kinerja-bumd-fraksi-gerindra-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-2026 https://amarmedia.co.id/soroti-kinerja-bumd-fraksi-gerindra-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-2026 Soroti Kinerja BUMD, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda 2026

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan Pemandangan Umum terhadap 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Daerah tahun 2026. Dalam sidang paripurna yang berlangsung khidmat tersebut, Gerindra memberikan sorotan tajam, terutama terkait rencana penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa.

Kritik Pedas Penyertaan Modal: Usul "Suntik Mati" PT Sabalong Samawa

Juru bicara Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa meski Gerindra memahami upaya pemerintah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui investasi BUMD, terdapat catatan merah bagi perusahaan daerah yang terus merugi.

Pemerintah merencanakan total penyertaan modal sebesar Rp 100 Miliar untuk periode 2026-2030, dengan rincian PT Bank NTB Syariah Rp 50 Miliar, PT BPR NTB (Perseroda) Rp 30 Miliar, PT Sabalong Samawa (Perseroda) Rp 10 Miliar dan Perumdam Batulanteh Rp 10 Miliar

Jubir Fraksi Taufik menegaskan bahwa rencana suntikan dana untuk PT Sabalong Samawa dianggap tidak masuk akal. 

 "BUMD ini selalu dihadapkan pada kerugian berkepanjangan. PT Sabalong Samawa sesungguhnya mengalami sakit kronis yang tidak sembuh-sembuh. Menurut kami, lebih pantas diambil tindakan 'suntik mati' agar tidak terus menjadi beban pemerintah daerah," tegasnya.

Gerindra menuntut penjelasan komprehensif dan jaminan penataan menyeluruh jika pemerintah tetap bersikeras mempertahankan BUMD tersebut. Selain itu, Gerindra juga mempertanyakan urgensi dana Rp 10 Miliar untuk Perumdam Batulanteh mengingat pelayanan air bersih kepada masyarakat dinilai masih jalan di tempat.

Berbeda dengan catatan kritis pada sektor BUMD, Fraksi Gerindra memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap tiga Ranperda lainnya.

Terhadap Ranperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Gerindra menilai regulasi ini sangat mendesak untuk mencegah pencemaran lingkungan di wilayah padat penduduk dan menjadi solusi kunci di daerah rawan kekeringan melalui konsep daur ulang air limbah.

Untuk ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA) Fraksi Gerindra menyetujui Ranperda ini guna mewujudkan cita-cita Generasi Emas 2045. Gerindra mengapresiasi capaian predikat "KLA Kategori Nindya" yang diraih Sumbawa pada 2023 dan mendorong peningkatan standar pelayanan anak di masa depan.

Terhadap Ranperda Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) Fraksi Gerindra mendorong pengesahan Ranperda ini sesuai amanat Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, namun dengan catatan agar Satpol PP lebih optimal dalam mengawal produk hukum daerah.

Perubahan Perangkat Daerah

Terhadap Ranperda Perubahan Keempat atas Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Fraksi Gerindra menyatakan setuju untuk dibahas lebih lanjut selama dasar-dasar pembentukannya memiliki landasan hukum yang kuat dan rasional.

Menutup pemandangan umum tersebut, Muhammad Taufik berharap seluruh aspirasi dan kritik yang disampaikan Gerindra dapat dijawab secara transparan oleh Pemerintah Daerah dalam tahap pembahasan selanjutnya.

"Kami ingin setiap produk aturan yang dihasilkan benar-benar efektif dan menjadi pijakan untuk mengakselerasi roda pembangunan daerah secara menyeluruh demi kesejahteraan rakyat Sumbawa," pungkasnya.

Adapun Susunan Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbawa (2024-2029) Ketua: Andi Rusni, SE., MM. Wakil Ketua:Muhammad Faisal, SAP., MM.Inov. Sekretaris: Muhammad Tahir, SH. Bendahara: Edwan Purnama dan Anggota: Muhammad Taufik (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 23:12:31 +0800 amr
Jemput Bola! KPU Sumbawa Sisir Sejumlah Kecamatan demi Akurasi Data Pemilih https://amarmedia.co.id/jemput-bola-kpu-sumbawa-sisir-sejumlah-kecamatan-demi-akurasi-data-pemilih https://amarmedia.co.id/jemput-bola-kpu-sumbawa-sisir-sejumlah-kecamatan-demi-akurasi-data-pemilih Jemput Bola! KPU Sumbawa Sisir Sejumlah Kecamatan demi Akurasi Data Pemilih

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Menjelang pesta demokrasi mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa tancap gas dalam memastikan integritas data pemilih. Memasuki Triwulan II tahun 2026, KPU Sumbawa resmi menggelar kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di berbagai wilayah kecamatan.

Langkah "jemput bola" ini diambil sebagai upaya konkret menjaga akurasi dan validitas data pemilih agar tetap mutakhir. Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat, S.IP, menegaskan bahwa verifikasi langsung di lapangan adalah kunci utama untuk meminimalisir kesalahan administratif.

“Coktas ini adalah bentuk verifikasi faktual. Petugas kami akan mencocokkan data langsung di lapangan, mulai dari pengecekan identitas hingga memastikan setiap warga yang sudah memenuhi syarat masuk ke dalam daftar,” ujar Syamsi saat dikonfirmasi Jumat (1/5/2026)

Apa Saja yang Dilakukan dalam Coktas? Proses verifikasi ini tidak hanya sekadar mendata, tetapi mencakup tiga agenda utama yakni Validasi Identitas, Koreksi Data dan penyaringan pemilih baru.

"Mencocokkan data yang ada dengan dokumen kependudukan asli di lapangan.Memperbaiki elemen data yang tidak sesuai atau mengalami perubahan dan mengakomodasi warga yang baru memenuhi syarat sebagai pemilih agar tidak kehilangan hak suaranya" jelasnya.

Meskipun saat ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdeteksi memiliki potensi ketidaksesuaian data tinggi, Syamsi memastikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

KPU Sumbawa juga memastikan bahwa setiap data yang masuk akan melewati proses penyaringan yang ketat. Hasil dari Coktas ini nantinya tidak langsung final, melainkan akan diuji kembali dalam forum resmi.

“Hasil Coktas akan kami bawa ke rapat pleno setiap tiga bulan sekali. Kami melibatkan Bawaslu dan Dukcapil agar data yang dihasilkan benar-benar valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tambah Syamsi.

Melalui gerakan proaktif ini, diharapkan potensi sengketa data pemilih di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus menjamin setiap hak suara masyarakat Sumbawa terlindungi dengan baik. (Am)

Penulis: Zainuddin  

Editor:Abdul Ma'ruf Rahmat 

]]>
Fri, 01 May 2026 22:50:58 +0800 amr
Kepala Desa Olat Rawa Tunaikan Zakat Maal Berupa Seekor Sapi Melalui Baznas Sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-olat-rawa-tunaikan-zakat-maal-berupa-seekor-sapi-melalui-baznas-sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-olat-rawa-tunaikan-zakat-maal-berupa-seekor-sapi-melalui-baznas-sumbawa Kepala Desa Olat Rawa Tunaikan Zakat Maal Berupa Seekor Sapi Melalui Baznas Sumbawa 

Sumbawa.Olat Rawa Amarmedia.co.id – Suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti kediaman Kepala Desa Olat Rawa pada Jumat, 1 Mei 2026. Di hari yang istimewa tersebut, Kepala Desa Olat Rawa, Suprianto, menunaikan kewajiban zakat maal dari hasil peternakannya dengan penuh keikhlasan. Zakat berupa seekor sapi disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Penyerahan zakat maal tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.Sd, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.H.I.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan Kepala Desa Olat Rawa yang telah menyalurkan zakat maal melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang mampu mengangkat kesejahteraan umat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Kepala Desa yang telah mempercayakan penyaluran zakat maal berupa seekor sapi melalui BAZNAS. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, kaum muslimin yang memiliki ternak sapi minimal 30 ekor wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu satu ekor sapi berumur satu tahun. Ketentuan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap rezeki yang Allah titipkan, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

Sementara itu, Kepala Desa Olat Rawa, Suprianto, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat menunaikan zakat maal melalui BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa zakat bukanlah beban, melainkan jalan untuk membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur dapat menunaikan kewajiban zakat ini. Semoga apa yang kami lakukan menjadi berkah, tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya dengan penuh haru.

Momentum ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan pada hari Jumat, hari yang dikenal penuh keberkahan. Penyerahan zakat tersebut tidak hanya menjadi simbol ibadah personal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para peternak, untuk lebih peduli dan sadar akan kewajiban zakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa juga menyampaikan himbauan kepada seluruh peternak, khususnya di wilayah Olat Rawa dan sekitarnya, agar tidak ragu menunaikan zakat maal.

“Saya mengajak seluruh peternak yang telah memenuhi syarat agar menunaikan zakatnya. Jangan menunda, karena zakat adalah kewajiban yang akan membawa keberkahan dalam usaha kita. Mari kita salurkan melalui BAZNAS agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi yang membutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kesadaran berzakat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka kesenjangan sosial dapat berkurang dan kesejahteraan umat akan meningkat.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial. Dengan adanya peran aktif BAZNAS, penyaluran zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Para tamu yang hadir pun turut merasakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Penyerahan zakat yang sederhana namun sarat makna tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi dari sejauh mana kita mampu berbagi.

Diharapkan, langkah yang dilakukan oleh Kepala Desa Olat Rawa ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi para peternak lainnya untuk ikut menunaikan zakat maal. Sebab, di balik setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah, terdapat janji balasan yang berlipat ganda.

Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadikan masyarakat semakin peduli, saling membantu, serta hidup dalam keberkahan. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 18:38:05 +0800 amr
Dari Harapan Menjadi Nyata: BAZNAS Sumbawa Hadirkan Bale Umin Masyarakat, (Bale Umat). Air Mata Haru Iringi Peletakan Batu Pertama https://amarmedia.co.id/dari-harapan-menjadi-nyata-baznas-sumbawa-hadirkan-bale-umin-masyarakat-bale-umat-air-mata-haru-iringi-peletakan-batu-pertama https://amarmedia.co.id/dari-harapan-menjadi-nyata-baznas-sumbawa-hadirkan-bale-umin-masyarakat-bale-umat-air-mata-haru-iringi-peletakan-batu-pertama Dari Harapan Menjadi Nyata: BAZNAS Sumbawa Hadirkan Bale Umin Masyarakat, (Bale Umat). Air Mata Haru Iringi Peletakan Batu Pertama

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Sebuah langkah penuh kepedulian kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program “Sumbawa Peduli”. Program ini diwujudkan dengan pembangunan “Bale Umat”, yang merupakan singkatan dari Bale Umin Masyarakat, yaitu rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Program ini dimulai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Brang Biji, Kamis (30 April 2026).

Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Warga setempat turut menyaksikan momen bersejarah ketika harapan akan tempat tinggal yang layak akhirnya mulai terwujud. Rumah milik Nurhadianto Dwi Priyatno, yang merupakan pasangan tunawicara bersama istrinya, menjadi titik awal program mulia ini. Kehadiran bantuan ini menjadi harapan besar bagi mereka untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, didampingi Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI. Turut hadir Camat Sumbawa Drs. Iwan Sofyan, Lurah Brang Biji Muhammad Chatur Saputra, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofyan, menyampaikan apresiasi tinggi atas program yang diinisiasi oleh BAZNAS.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata BAZNAS Sumbawa dalam membantu masyarakat kurang mampu. Program ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi warga. Ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang patut didukung bersama,” ujarnya.

Selanjutnya, Lurah Brang Biji, Muhammad Chatur Saputra, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS. Bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun masa depan dan harapan bagi keluarga penerima,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ketua BAZNAS Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah umat yang harus disalurkan dengan tepat sasaran.

“InsyaAllah, BAZNAS Sumbawa akan membangun dua unit rumah setiap bulannya. Mohon doa dan dukungan agar program ini terus berjalan dan memberi manfaat luas,” tuturnya.

Di tengah suasana haru tersebut, keluarga penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ungkapan terima kasih disampaikan dengan penuh ketulusan kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu.

Keesokan harinya, Jumat (1 Mei 2026), peletakan batu pertama kembali dilaksanakan di Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, untuk rumah milik Bapak Ahmad. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS, Sekretaris Camat Moyo Hilir, serta Kepala Desa Olat Rawa, Supianto.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat (Sekcam) Moyo Hilir, H. Herman, S.KM., M.PH, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.

“Atas nama pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BAZNAS Sumbawa. Program ini sangat membantu masyarakat kami yang membutuhkan dan menjadi bukti nyata kepedulian serta sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga menjadi berkah dan membawa kebahagiaan bagi keluarga penerima,” ucapnya.

Penerima manfaat di Desa Olat Rawa pun turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ungkapnya dengan penuh haru.

Program Bale Umin Masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian mampu menghadirkan perubahan besar. Di balik setiap batu yang diletakkan, tersimpan doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih layak, aman, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 18:05:01 +0800 amr
100 Mustahik per Desa: Janji BAZNAS Sumbawa Kini Jadi Nyata, Harapan Menyapa Hingga Pelosok Negeri https://amarmedia.co.id/100-mustahik-per-desa-janji-baznas-sumbawa-kini-jadi-nyata-harapan-menyapa-hingga-pelosok-negeri https://amarmedia.co.id/100-mustahik-per-desa-janji-baznas-sumbawa-kini-jadi-nyata-harapan-menyapa-hingga-pelosok-negeri “100 Mustahik per Desa: Janji BAZNAS Sumbawa Kini Jadi Nyata, Harapan Menyapa Hingga Pelosok Negeri”

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Komitmen BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam menebar manfaat bagi masyarakat kembali dibuktikan. Program bantuan untuk 100 mustahik per desa yang sebelumnya telah dilaunching oleh Bupati Sumbawa beberapa bulan lalu, kini mulai direalisasikan secara bertahap dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumbawa, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap fakir, miskin, serta para pejuang keagamaan seperti imam masjid, marbot, dan guru ngaji.

Hingga saat ini, sudah tiga desa yang merasakan manfaat program tersebut, yakni Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang, Desa Labangka Kecamatan Ropang, dan terbaru Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026.

Penyaluran bantuan di Desa Olat Rawa dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, bersama jajaran pimpinan, yaitu Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Moyo Hilir, H. Herman, S.KM., M.PH, Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, serta anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.M.

Dalam sambutannya, Sekcam Moyo Hilir, H. Herman, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas program yang sangat membantu masyarakat di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sumbawa yang telah menghadirkan program luar biasa ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.

“Program ini membawa kebahagiaan bagi warga kami. Semoga BAZNAS terus diberikan kekuatan untuk membantu lebih banyak masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang konsisten membantu masyarakat. Program ini sangat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. Semoga terus berlanjut dan menjangkau seluruh desa di Sumbawa,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat, Sahri, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan penuh syukur, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ketua BAZNAS Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program ini merupakan amanah yang harus disalurkan kepada yang berhak.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan zakat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. InsyaAllah program 100 mustahik per desa ini akan terus kami lanjutkan hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat kecil. Dari desa ke desa, BAZNAS terus menyalakan cahaya kepedulian, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam merasakan kesejahteraan.

]]>
Fri, 01 May 2026 18:02:07 +0800 amr
Fraksi PKS DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda: Minta Aturan Ketertiban Umum Tak Tekan Ekonomi Kecil https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-minta-aturan-ketertiban-umum-tak-tekan-ekonomi-kecil https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-minta-aturan-ketertiban-umum-tak-tekan-ekonomi-kecil Fraksi PKS DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda: Minta Aturan Ketertiban Umum Tak Tekan Ekonomi Kecil

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan catatan kritis dan tajam terhadap 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sumbawa, Kamis (30/4/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Dari jajaran eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar , para Asisten, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pandangan umum yang dibacakan, juru bicara Fraksi PKS  H.Andi Mappelepui menegaskan posisinya untuk melakukan fungsi kontrol secara maksimal.Ia menyatakan bahwa DPRD bukanlah sekadar lembaga formalitas untuk menyetujui program pemerintah.

"DPRD bukan tempat untuk mengamini, tetapi tempat untuk menguji, mengkritisi, dan bila perlu menolak. Fraksi PKS memilih berdiri pada posisi yang jelas bersama rakyat, bukan sekadar membenarkan kebijakan pemerintah," tegasnya.

Salah satu poin  yang disoroti adalah Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD sebesar Rp100 miliar. Fraksi PKS menilai Pemerintah Daerah belum berhasil meyakinkan publik bahwa BUMD yang ada layak menerima tambahan modal. Tidak ada jaminan bahwa dana tersebut tidak akan berakhir sebagai pemborosan anggaran yang "dilegalkan" melalui Perda.

" Kami bertanya secara terbuka, apakah ini benar-benar investasi, atau sekadar upaya menutupi kelemahan manajemen BUMD selama ini? Mengapa penyertaan modal didahulukan, sementara evaluasi kinerja tidak dipublikasikan secara transparan? Ujar  Haji Andi.

 

Fraksi PKS mempertanyakan transparansi evaluasi kinerja BUMD, khususnya PT Sabalong Samawa. PKS merekomendasikan penghentian sementara bantuan sampai perusahaan tersebut pulih dari beban utang. "Jangan jadikan APBD sebagai 'penyelamat' kegagalan manajemen BUMD. Kita butuh dividen, bukan beban fiskal jangka panjang," tambahnya.

Mengenai Ranperda Ketenteraman dan Ketertiban Umum, PKS mengingatkan agar aturan ini tidak menjadi alat kontrol sosial yang menekan rakyat kecil. Mereka menekankan agar Satpol PP bertindak humanis dan sesuai prinsip HAM, serta memastikan tidak ada kriminalisasi terhadap masyarakat ekonomi lemah tanpa solusi relokasi.

"Ketertiban tidak boleh dibangun dengan cara menekan kebebasan masyarakat. Fraksi PKS menolak jika rakyat kecil (pedagang kecil/warga prasejahtera) menjadi objek utama penertiban, sementara pelanggaran skala besar justru luput dari penegakan hukum" ujarnya.

Terkait Ranperda Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD), PKS mencium indikasi bahwa regulasi ini lebih didorong oleh kepentingan proyek fisik daripada kesiapan sistem operasional. PKS menolak adanya pungutan atau retribusi baru jika layanan yang diberikan belum layak dan berfungsi optimal.

Faksi PKS juga memberikan catatan pada Ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA). Ia mendesak pemerintah untuk jujur melihat realitas tingginya kasus kekerasan anak dan pernikahan dini di lapangan, daripada sekadar mengejar penghargaan administratif.

Sementara untuk Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah, PKS mempertanyakan efektivitas penggabungan OPD. Mereka memperingatkan agar reformasi birokrasi ini tidak menciptakan kekacauan baru di masa transisi yang dapat mengganggu pelayanan publik.

Meski memberikan catatan yang cukup keras, Fraksi PKS menyatakan kesiapannya untuk membahas kelima Ranperda tersebut secara lebih mendalam pada tingkat Panitia Khusus (Pansus). Faksi PKS menuntut perbaikan substansi yang mendasar agar produk hukum yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kemaslahatan rakyat Sumbawa.

Penyampaian pemandangan Umum Fraksi ditutup dengan penyerahan dokumen Pandangan Umum Fraksi kepada pimpinan sidang untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme legislasi yang berlaku.

Adapun Susunan Personalia Fraksi PKS DPRD Sumbawa adalah Ketua Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov.l, Wakil Ketua Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si, Sekretaris: H. Andi Mappaleppui, Anggota: Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., Ema Yuniarti, Alen Taryadi, S.H. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 08:05:14 +0800 amr
DPRD Sumbawa Gelar Paripurna, Fraksi NasDem Soroti Investasi BUMD hingga Perlindungan Anak https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-paripurna-fraksi-nasdem-soroti-investasi-bumd-hingga-perlindungan-anak https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-paripurna-fraksi-nasdem-soroti-investasi-bumd-hingga-perlindungan-anak DPRD Sumbawa Gelar Paripurna, Fraksi NasDem Soroti Investasi BUMD hingga Perlindungan Anak

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan Bupati Sumbawa atas 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tahun 2026, Kamis (30/4/2026).

Rapat yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov. Dalam memimpin persidangan, Ketua didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Turut hadir dari pihak eksekutif, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, anggota Forkopimda, Asisten I Sekretariat Daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga para camat dan lurah di-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Fraksi Partai NasDem memberikan sejumlah catatan terhadap lima Ranperda yang diajukan Pemerintah Daerah. Juru bicara Fraksi NasDem H.Zohran SH menyatakan bahwa setiap regulasi yang dilahirkan harus menjamin kepastian hukum dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Adapun lima Ranperda yang dibahas meliputi: pertama; Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun Anggaran 2026—2030;

Kedua; Ranperda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Sumbawa tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat;

Ketiga; Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik;

Keempat; Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Sumbawa;

Kelima; Ranperda tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa.

Mengenai Ranperda Penyertaan Modal BUMD, Fraksi NasDem menekankan pentingnya target yang terukur. NasDem mengingatkan agar penyertaan modal tidak hanya menjadi beban APBD, melainkan harus mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kualitas pelayanan publik secara signifikan.

"Fraksi Partai NasDem menekankan bahwa penyertaan modal harus dirancang untuk meningkatkan kapasitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Hal ini harus dibarengi dengan target yang terukur, baik dalam aspek peningkatan pelayanan masyarakat maupun kontribusi dividen, agar investasi ini tidak sekadar menjadi beban APBD di tengah keterbatasan fiskal" ujar Haji Orek.

Sementara itu, terkait Ranperda Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Fraksi NasDem menuntut adanya pendekatan yang humanis.

"Kami memahami urgensi Ranperda ini guna sinkronisasi dengan peraturan yang lebih tinggi. Namun, Fraksi NasDem menegaskan bahwa pendekatan humanis dan asas kemanfaatan hukum harus dikedepankan. Hukum harus membawa kebahagiaan dan kemaslahatan bagi masyarakat; jangan sampai peraturan ini justru mematikan ekonomi rakyat kecil tanpa solusi relokasi yang layak.," tegas H Zohran 

Fraksi yang mengusung semangat restorasi ini juga memberikan dukungan penuh terhadap Ranperda Kabupaten Layak Anak. Mereka berharap regulasi ini tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar mampu menurunkan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumbawa melalui integrasi peran pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Di sektor lingkungan, NasDem mendorong kesiapan infrastruktur pengelolaan air limbah domestik guna mencegah pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Terakhir, menanggapi penataan perangkat daerah, NasDem mengingatkan agar penyederhanaan organisasi (simplifikasi) tetap berorientasi pada hasil dan tidak menurunkan kualitas pelayanan publik. Birokrasi diharapkan menjadi lebih lincah (agile) dan akseleratif.

"Kami siap berperan aktif untuk memastikan produk hukum yang dihasilkan berkualitas, berpihak pada rakyat, serta berlandaskan kepastian dan kemanfaatan hukum. Semoga rangkaian pembahasan ini mendorong Sumbawa menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera" pungkas Haji Orek.

Rapat Paripurna ini diakhiri dengan penyerahan dokumen pandangan umum fraksi kepada pimpinan rapat untuk kemudian ditindaklanjuti dalam pembahasan pada tingkat Panitia Khusus (Pansus) bersama Pemerintah Daerah.

Adapun Susunan Personalia Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumbawa:

Dewan Penasihat:Zulfikar Demitry, S.H., M.H., Ketua:Bunardi, A.Md.Pi., Wakil Ketua: H. Zohran, S.H., Sekretaris: Edy Syarifuddin,Bendahara:Hasanuddin, S.E. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 06:11:41 +0800 amr
Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, Dikbud Sumbawa Gelar Malam Seribu Cahaya di SMPN 1 Labuhan Badas https://amarmedia.co.id/perkuat-peran-orang-tua-dalam-pendidikan-dikbud-sumbawa-gelar-malam-seribu-cahaya-di-smpn-1-labuhan-badas https://amarmedia.co.id/perkuat-peran-orang-tua-dalam-pendidikan-dikbud-sumbawa-gelar-malam-seribu-cahaya-di-smpn-1-labuhan-badas Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, Dikbud Sumbawa Gelar Malam Seribu Cahaya di SMPN 1 Labuhan Badas

Sumbawa.Amarmedia.co.id, Kamis, 30 April 2026. Rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa kembali berlanjut. Setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa dan orang tua, kini memasuki tahap ketiga, yaitu kegiatan Malam Seribu Cahaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 30 April 2026, dan dipusatkan di SMPN 1 Labuhan Badas.

Sejak sore hari, suasana sekolah sudah mulai ramai. Siswa datang bersama orang tua mereka. Para guru juga tampak sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Lampu-lampu kecil dan lilin mulai ditata dengan rapi. Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar, malam itu berubah menjadi tempat yang penuh cahaya dan suasana hangat.

Kegiatan Malam Seribu Cahaya ini berlangsung dengan sangat khidmat. Semua yang hadir mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Tidak ada suara gaduh, yang terdengar hanya lantunan doa dan suara lembut dari pembawa acara. Banyak siswa yang terlihat duduk berdampingan dengan orang tua mereka. Suasana ini terasa sangat menyentuh.

Acara dimulai dengan pembukaan sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Dalam momen tersebut, para siswa diajak untuk merenung dan mengingat peran orang tua dalam kehidupan mereka. Banyak siswa yang terlihat menunduk, bahkan beberapa tampak meneteskan air mata. Orang tua yang hadir juga terlihat terharu melihat anak-anak mereka.

Selain dihadiri oleh siswa, orang tua, dan guru, kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan dari BNN Sumbawa serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menambah makna kegiatan ini. Mereka ikut menyaksikan langsung suasana penuh haru yang terjadi di tengah-tengah siswa dan orang tua.

Perwakilan dari BNN Sumbawa juga memberikan pesan singkat kepada para siswa. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, terutama penyalahgunaan narkoba. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh para siswa.

“Kami berharap anak-anak bisa menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, dan tetap fokus pada masa depan. Kegiatan seperti ini sangat baik karena mendekatkan anak dengan orang tua,” ujar salah satu perwakilan BNN Sumbawa.

Tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kegiatan Malam Seribu Cahaya bukan hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin. Setiap siswa memegang satu lilin kecil. Cahaya dari lilin-lilin tersebut membuat suasana semakin indah. Dari kejauhan, tampak seperti lautan cahaya yang bergerak perlahan. Momen ini menjadi simbol harapan dan semangat dalam dunia pendidikan.

Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan, S. Pd., M. Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa Malam Seribu Cahaya bukan sekadar acara seremonial, tetapi memiliki makna yang dalam.

“Kegiatan ini kami hadirkan untuk memberikan ruang bagi siswa dan orang tua untuk saling memahami. Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Kami berharap momen ini bisa menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ujar Punijan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang tua. Menurutnya, kehadiran orang tua di sekolah memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.

“Ketika orang tua hadir dan terlibat langsung, anak akan merasa lebih diperhatikan. Ini sangat penting untuk membangun semangat belajar mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Dikbud Sumbawa, Junaidi, S. Pd., M. Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Malam Seribu Cahaya ini. Ini adalah bagian dari rangkaian Hardiknas yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan,” kata Junaidi.

Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hardiknas tahun ini memang dirancang untuk lebih melibatkan orang tua. Tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan antara anak, orang tua, dan sekolah.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan komunikasi antara anak dan orang tua bisa semakin baik,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, beberapa siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan perasaan mereka kepada orang tua. Ada yang mengucapkan terima kasih, ada juga yang meminta maaf. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh.

Seorang siswa terlihat memeluk ibunya sambil menangis. Ia mengaku jarang berbicara dari hati ke hati dengan orang tuanya. Namun, melalui kegiatan ini, ia merasa lebih berani untuk mengungkapkan perasaannya.

Orang tua yang hadir juga memberikan respon yang positif. Banyak dari mereka yang merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Mereka bisa lebih memahami apa yang dirasakan oleh anak-anak mereka.

“Saya sangat terharu. Selama ini mungkin saya terlalu sibuk, sehingga kurang mendengarkan anak. Malam ini saya jadi lebih mengerti,” ujar salah satu orang tua siswa.

Para guru juga merasa bangga melihat antusiasme siswa dan orang tua. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa yang akan datang.

Menjelang akhir acara, semua peserta kembali diajak untuk berdoa bersama. Cahaya lilin yang masih menyala menjadi saksi dari momen penuh haru tersebut. Setelah itu, acara ditutup dengan suasana yang tenang dan penuh kehangatan.

Kegiatan Malam Seribu Cahaya ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Selain memberikan kesan yang mendalam, kegiatan ini juga berhasil mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan hubungan yang harmonis dalam keluarga. Malam itu, cahaya lilin bukan hanya menerangi halaman sekolah, tetapi juga menerangi hati setiap orang yang hadir.(AM/Asmediati)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 20:51:00 +0800 amr
Perkuat Ekosistem Pendidikan, Dikbud Sumbawa Hadirkan Orangtua di Dalam Ruang Kelas https://amarmedia.co.id/perkuat-ekosistem-pendidikan-dikbud-sumbawa-hadirkan-orangtua-di-dalam-ruang-kelas https://amarmedia.co.id/perkuat-ekosistem-pendidikan-dikbud-sumbawa-hadirkan-orangtua-di-dalam-ruang-kelas Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 30 April 2026Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumbawa memasuki babak yang menyentuh sisi paling fundamental dalam dunia pendidikan: Keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., memimpin langsung gerakan bertajuk "Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah"yang dilaksanakan serentak di berbagai jenjang sekolah pada Kamis pagi 30 April 2026 . Program ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya strategis Pemda untuk meruntuhkan sekat komunikasi antara anak, orangtua, dan guru.

Membangun Jembatan Hati di Ruang Kelas

Budi Sastrawan menegaskan bahwa kehadiran orangtua di dalam kelas selama 60 menit merupakan investasi emosional yang tak ternilai. Menurutnya, selama ini ada "mata rantai yang terputus" di mana orangtua seringkali hanya mengetahui hasil akhir (nilai), tanpa memahami proses dan pergulatan batin anak di sekolah.

"Pendidikan tidak boleh menjadi menara gading yang memisahkan anak dari realitas keluarganya. Hari ini, kita saksikan orangtua tidak lagi hanya berdiri di gerbang saat menjemput, tapi hadir secara utuh di bangku sebelah anak mereka. Inilah esensi pendidikan yang humanis," ujar Kadis Dikbud saat memantau kegiatan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan ini berhasil mengungkap sisi-sisi kejujuran siswa yang selama ini terpendam:

Banyak siswa yang akhirnya berani mengungkapkan kesulitan belajar (seperti rasa takut pada pelajaran tertentu) yang selama ini tidak tersampaikan di rumah.

Sejumlah wali murid menyadari adanya perbedaan karakter anak saat di rumah dan di sekolah, memberikan perspektif baru bagi mereka dalam mendidik.

Di tingkat SMP, kegiatan ini menjadi instrumen rekonsiliasi komunikasi bagi anak usia remaja yang cenderung tertutup kepada orangtuanya.

Kadis Dikbud menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendirian. Keberhasilan transformasi pendidikan di Sumbawa sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar utama Sekolah, Orangtua, dan Masyarakat.

Menuju "Malam Seribu Cahaya"

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ini, Budi Sastrawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program partisipatif seperti ini. Setelah sukses dengan Festival Bermain dan Satu Jam Bersama Orangtua rangkaian Hardiknas 2026 akan dipuncaki dengan kegiatan "Malam Seribu Cahaya".

"Kita ingin membangun kebiasaan baru di Sumbawa. Kita ingin orangtua hadir secara utuh dalam proses tumbuh kembang anak. Jika komunikasi di rumah dan sekolah sudah selaras, maka karakter anak akan terbentuk dengan kokoh," tambah Budi Sastrawan dengan optimis.

Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi pola asuh dan pola didik di Kabupaten Sumbawa, di mana pendidikan bukan lagi soal mengejar angka di atas kertas, melainkan tentang membangun kedekatan hati dan karakter yang berkelanjutan.(AM)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 09:08:37 +0800 amr
Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga https://amarmedia.co.id/satu-jam-bersama-orangtua-di-sekolah-bangun-kedekatan-anak-dan-keluarga https://amarmedia.co.id/satu-jam-bersama-orangtua-di-sekolah-bangun-kedekatan-anak-dan-keluarga Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Kamis 30 April 2026 — Suasana pagi di sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WITA, para orangtua tampak hadir mendampingi anak-anak mereka di kelas. Kegiatan bertajuk “Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung sederhana, namun penuh makna. Selama satu jam, orangtua duduk berdampingan dengan anak, mengikuti aktivitas belajar, dan terlibat dalam percakapan yang lebih dekat. Tidak sedikit anak yang memanfaatkan momen ini untuk bercerita tentang kesehariannya di sekolah, termasuk hal-hal yang selama ini jarang disampaikan di rumah.

Di salah satu sekolah dasar, terlihat seorang siswa memegang tangan ibunya sambil bercerita pelan. Di sudut lain, ada ayah yang mendengarkan anaknya membaca cerita dengan penuh perhatian. Suasana hangat seperti ini tampak hampir di semua kelas.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah membuka ruang komunikasi yang lebih jujur antara anak dan orangtua. “Kadang anak sulit menyampaikan isi hatinya di rumah. Dengan suasana sekolah yang mereka kenal, anak jadi lebih berani bicara,” ujar salah satu guru.

Anak-anak pun terlihat antusias. Mereka tampak senang karena orangtuanya bisa melihat langsung bagaimana proses belajar mereka di kelas. Beberapa siswa bahkan menunjukkan buku tugas dan hasil karya mereka dengan rasa bangga.

Salah satu siswa kelas lima mengaku senang karena ibunya bisa datang ke sekolah. “Biasanya saya cerita sedikit saja di rumah. Tapi tadi saya bisa cerita banyak, termasuk kalau saya kadang takut saat pelajaran matematika,” katanya dengan jujur.

Orangtua juga merasakan hal yang sama. Banyak dari mereka mengaku baru benar-benar memahami kondisi anak di sekolah setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu ternyata anak saya agak pemalu di kelas. Selama ini saya kira dia aktif seperti di rumah,” ujar seorang wali murid.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena membantu orangtua lebih peka terhadap perkembangan anak. Ia juga merasa lebih dekat secara emosional setelah berbincang langsung di kelas.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini dirancang tidak kaku. Guru hanya berperan sebagai pendamping, sementara interaksi lebih banyak terjadi antara anak dan orangtua. Beberapa kelas mengisi waktu dengan membaca bersama, menulis cerita singkat, atau sekadar berbincang santai.

Di tingkat sekolah menengah pertama, di SMPN 1 Labuhan Badas suasana sedikit berbeda. Anak-anak yang sudah mulai remaja tampak lebih canggung di awal. Namun seiring waktu, mereka mulai membuka diri. Beberapa siswa bahkan menyampaikan harapan dan keluhan mereka secara langsung kepada orangtua.

Seorang guru mengatakan bahwa momen ini sangat penting, terutama bagi anak usia remaja. “Di usia ini, anak sering merasa tidak dipahami. Kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki komunikasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S. Ip. M. Si., turut memberikan tanggapan terkait kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat hubungan antara sekolah, anak, dan keluarga.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga terhubung erat dengan keluarga. Orangtua memiliki peran besar dalam perkembangan anak, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini masih ada jarak antara orangtua dan kehidupan sekolah anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan jarak tersebut bisa diperkecil.

“Dengan hadir langsung di kelas, orangtua bisa melihat bagaimana anak belajar, bagaimana mereka berinteraksi, dan apa saja tantangan yang dihadapi. Ini penting agar orangtua tidak hanya menilai dari hasil, tetapi juga memahami proses,” lanjutnya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan berdampak positif pada perkembangan emosional anak. Anak yang merasa didengar cenderung lebih percaya diri dan nyaman dalam belajar.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah dan orangtua harus saling mendukung,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para guru. Mereka merasa terbantu karena orangtua bisa melihat langsung kondisi di kelas. Dengan begitu, komunikasi antara guru dan orangtua menjadi lebih terbuka.

Seorang guru kelas menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, biasanya orangtua lebih mudah diajak berdiskusi tentang perkembangan anak. “Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut,” katanya.

Di beberapa sekolah, kegiatan ditutup dengan refleksi singkat. Anak dan orangtua diminta menyampaikan kesan mereka. Banyak anak yang mengatakan merasa lebih dekat dengan orangtuanya. Sementara orangtua mengaku tersentuh dengan cerita anak yang selama ini tidak pernah mereka dengar.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini menjadi bukti bahwa hal sederhana bisa membawa dampak besar. Hanya dengan meluangkan waktu satu jam, hubungan antara anak dan orangtua bisa menjadi lebih hangat.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara atau kegiatan formal, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai dan prestasi, tetapi juga tentang hubungan yang sehat antara anak dan orangtua.

Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berharap ke depan akan semakin banyak orangtua yang terlibat aktif dalam pendidikan anak. Karena pada akhirnya, keberhasilan anak tidak lepas dari dukungan keluarga yang kuat.

Pagi itu mungkin hanya berlangsung satu jam, tetapi maknanya bisa dirasakan jauh lebih lama. Sebuah langkah kecil yang membuka jalan bagi komunikasi yang lebih baik di masa depan.(AM/Asmediati)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 08:41:42 +0800 amr
Sambang Nusa Presisi, Polairud Perkuat Kesadaran Hukum Masyarakat Pesisir di Pulau Terluar Sumbawa  https://amarmedia.co.id/sambang-nusa-presisi-polairud-perkuat-kesadaran-hukum-masyarakat-pesisir-di-pulau-terluar-sumbawa https://amarmedia.co.id/sambang-nusa-presisi-polairud-perkuat-kesadaran-hukum-masyarakat-pesisir-di-pulau-terluar-sumbawa Sambang Nusa Presisi, Polairud Perkuat Kesadaran Hukum Masyarakat Pesisir di Pulau Terluar Sumbawa 

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id -- Keseriusan aparat dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan wilayah perairan kembali dibuktikan. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Sumbawa bersama jajaran Dit Polairud Polda NTB turun langsung melaksanakan kegiatan Sambang Nusa Presisi di wilayah pulau terluar berpenghuni, tepatnya di Pulau Medang, Desa Medang, Kecamatan Labuhan Badas.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Sumbawa, IPTU Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, SH, mendampingi Kasubdit Patroli Dit Polairud Polda NTB, AKBP Kurniawadin, SPI., MM. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa negara tidak boleh kalah cepat dan tidak boleh absen di wilayah terluar.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, kegiatan ini membawa misi penting di tengah berbagai persoalan klasik masyarakat pesisir. Mulai dari minimnya akses informasi, lemahnya pengawasan, hingga potensi pelanggaran hukum di sektor perairan, semuanya menjadi perhatian serius aparat.

Dalam kesempatan tersebut, Polairud memberikan sejumlah edukasi strategis kepada masyarakat. Di antaranya sosialisasi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, sebagai pengingat bahwa praktik ilegal di laut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Selain itu menyampaikan edukasi terkait Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM. Hal ini penting guna mencegah potensi penyalahgunaan distribusi BBM yang selama ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, masyarakat diperkenalkan dengan layanan digital E-Pas Kecil untuk pembuatan dokumen kapal secara online. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong modernisasi administrasi pelayaran rakyat yang selama ini dianggap rumit dan memakan waktu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pembangunan tidak cukup hanya direncanakan dari balik meja. Kehadiran langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah terluar, menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan riil warga.

Polairud membuktikan bahwa pengamanan wilayah perairan bukan hanya soal patroli semata, tetapi juga membangun kesadaran hukum serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Dengan langkah nyata ini, pesan yang ingin disampaikan jelas: negara hadir, bahkan hingga ke titik terluar negeri. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:49:25 +0800 amr
Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida Milik Warga https://amarmedia.co.id/dukung-asta-cita-presiden-bhabinkamtibmas-desa-rhee-pantau-pertumbuhan-jagung-hibrida-milik-warga https://amarmedia.co.id/dukung-asta-cita-presiden-bhabinkamtibmas-desa-rhee-pantau-pertumbuhan-jagung-hibrida-milik-warga Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida Milik Warga

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id - Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Polsek Rhee, AIPDA Alfian Harris, melaksanakan kegiatan sambang desa sekaligus memantau langsung perkembangan tanaman jagung hibrida milik warga binaan di Dusun Rhee Berru, Desa Rhee, Senin siang (27/04/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah lahan pertanian merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Melalui program Presisi Polri, kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas bertujuan untuk memberikan motivasi agar masyarakat lebih semangat dalam mengelola potensi pertanian, sehingga stabilitas pangan di tingkat desa hingga nasional dapat terjaga," ungkap Kapolsek.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WITA tersebut, AIPDA Alfian Harris berdialog langsung dengan para petani mengenai kondisi tanaman jagung. Selain memantau pertumbuhan fisik tanaman, personel Polri ini juga memberikan imbauan agar pemilik lahan konsisten melakukan perawatan secara optimal, termasuk menjaga kebersihan lahan dari gulma dan hama.

Masyarakat juga diajak untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti penyuluh pertanian maupun kepolisian, apabila menemui kendala teknis atau gangguan keamanan di sekitar area lahan. Hal ini penting untuk memastikan proses produksi jagung hibrida berjalan lancar hingga masa panen tiba dengan hasil yang maksimal.

Kegiatan sambang dialogis ini terbukti efektif dalam mempererat tali silaturahmi antara Polsek Rhee dengan warga masyarakat. Sinergitas yang kuat antara kepolisian dan petani diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya situasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif di wilayah pedesaan.

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Rhee, khususnya di Desa Rhee, terpantau sangat aman dan terkendali. Masyarakat menyambut positif kehadiran Polri yang peduli terhadap sektor pertanian, menjadikannya sebagai penyemangat dalam mewujudkan kesejahteraan melalui sektor pangan. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:43:49 +0800 amr
Tertangkap Basah, Terduga Pelaku Pencurian Komponen Motor di Kerato Diamankan Polsek Sumbawa https://amarmedia.co.id/tertangkap-basah-terduga-pelaku-pencurian-komponen-motor-di-kerato-diamankan-polsek-sumbawa https://amarmedia.co.id/tertangkap-basah-terduga-pelaku-pencurian-komponen-motor-di-kerato-diamankan-polsek-sumbawa Tertangkap Basah, Terduga Pelaku Pencurian Komponen Motor di Kerato Diamankan Polsek Sumbawa

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id -- Aksi pencurian di sebuah bengkel milik warga di Dusun Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, berhasil digagalkan langsung oleh pemiliknya. Terduga pelaku berinisial H alias D (23), seorang oknum mahasiswa, tertangkap basah saat tengah mengangkut sejumlah komponen mesin motor, Selasa malam (28/04/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sumbawa Iptu Rohmad Rondhi, memberikan apresiasi atas keberanian dan kewaspadaan korban yang berhasil mengamankan pelaku tanpa tindakan main hakim sendiri.

"Kami sangat menghargai tindakan cepat warga yang segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap keamanan lingkungan, terutama pada jam-jam rawan," tegas Kapolsek.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.10 WITA, saat pemilik bengkel, FB (42), baru saja kembali dari membeli makanan. Saat melintasi bengkelnya, ia merasa curiga melihat pintu samping bengkel dalam keadaan terbuka. Setelah dilakukan pengecekan ke dalam, FB mendapati terduga pelaku H alias D sedang memegang pelek (pelang) motor.

Tidak hanya itu, sejumlah barang berharga milik korban ternyata sudah dipindahkan ke luar pagar bengkel dan siap untuk diangkut menggunakan sepeda motor matic jenis Yamaha Xeon milik pelaku. Menyadari aksinya diketahui, pelaku tidak dapat berkutik dan langsung diamankan oleh pemilik bengkel bersama warga sekitar sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

"Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang hendak dicuri antara lain, 2 buah pelek (pelang) motor, 5 unit blok mesin motor, 1 unit mesin krengkes, 1 unit swing arm. Selain komponen motor tersebut, petugas juga menyita satu unit sepeda motor matic jenis Yamaha Xeon yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya." jelas Iptu Rohmad Rondhi.

Personel Polsek Sumbawa yang menerima laporan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi (pulbaket). Terduga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan dalam aksi serupa di lokasi lain.

Situasi di wilayah Desa Kerato pasca kejadian terpantau aman dan kondusif berkat respons cepat kepolisian dalam mengamankan pelaku dari potensi amuk massa. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:37:25 +0800 amr
Atasi Banjir Berulang, Komisi IV DPRD Sumbawa Tekan Penguatan Fiskal dan Pembentukan Satgas Lintas Sektoral https://amarmedia.co.id/atasi-banjir-berulang-komisi-iv-dprd-sumbawa-tekan-penguatan-fiskal-dan-pembentukan-satgas-lintas-sektoral https://amarmedia.co.id/atasi-banjir-berulang-komisi-iv-dprd-sumbawa-tekan-penguatan-fiskal-dan-pembentukan-satgas-lintas-sektoral Atasi Banjir Berulang, Komisi IV DPRD Sumbawa Tekan Penguatan Fiskal dan Pembentukan Satgas Lintas Sektoral

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 29 April 2026 – Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) intensif bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis guna merespons eskalasi bencana banjir di wilayah Kabupaten Sumbawa. Rapat yang berlangsung diRuang Komisi IV pada Rabu (29/4) ini menghadirkan jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), BPBD Sumbawa, serta Dinas Sosial.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV menekankan pentingnya pergeseran strategi penanganan bencana, dari yang semula bersifat reaktif menjadi lebih preventif dan terintegrasi melalui lima poin kesimpulan strategis.

Ketua Komisi IV beserta anggota, Muhammad Takdir, SE, M.M.Inov, Sukiman, K.S.P.d I Bunardi, A.Md.Pi, dan Ema Yuniarti, mendorong penguatan ketahanan fiskal daerah. Dewan meminta pemerintah daerah memastikan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) yang proporsional.

"Dibutuhkan penyusunan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sebagai regulasi turunan. Ini penting untuk memberikan kepastian hukum bagi OPD teknis agar penyerapan dana BTT dalam situasi darurat bisa lebih cepat (speed of response) namun tetap akuntabel," tegas Takdir 

Mengingat pola banjir di Sumbawa sering kali memiliki siklus berulang, Komisi IV meminta BPBD Kabupaten Sumbawa untuk menyusun perencanaan mitigasi dan pemulihan pascabencana yang lebih komprehensif. Fokus utama diarahkan pada penguatan pemetaan mata anggaran yang menitikberatkan pada upaya preventif dan rehabilitasi yang terukur.

Salah satu terobosan yang diusulkan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Mitigasi. Satgas ini akan melibatkan pemangku kepentingan kunci secara luas, mulai dari Sekda, Bapperida, TNI/Polri, hingga instansi teknis seperti PUPR, Dinas Pertanian, LH, serta pihak balai (BWS dan Balai Jalan).

Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk mengintegrasikan program kerja lintas instansi agar risiko bencana dapat diminimalisir baik secara struktural (pembangunan fisik) maupun non-struktural (kebijakan dan edukasi).

Selain jalur birokrasi, komisi IV DPRD juga meminta penguatan peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). FPRB diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan partisipasi sektor swasta dan masyarakat demi menciptakan ketangguhan daerah yang mandiri berbasis komunitas.

Menutup kesimpulan rapat, Komisi IV menginstruksikan penguatan koordinasi vertikal yang terintegrasi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, hingga BNPB. Hal ini dipandang penting guna memastikan keselarasan data, distribusi sumber daya yang tepat sasaran, serta sinkronisasi kebijakan darurat antara daerah dan pusat.

Rapat ini diharapkan menjadi titik balik manajemen bencana di Kabupaten Sumbawa agar lebih tangguh dalam menghadapi tantangan iklim di masa depan. (AM)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 21:37:47 +0800 amr
Komisi IV DPRD Sumbawa Gelar Hearing Terkait Kasus Perundungan : ini Rekomendasinya https://amarmedia.co.id/komisi-iv-dprd-sumbawa-gelar-hearing-terkait-kasus-perundungan-ini-rekomendasinya https://amarmedia.co.id/komisi-iv-dprd-sumbawa-gelar-hearing-terkait-kasus-perundungan-ini-rekomendasinya Komisi IV DPRD Sumbawa Gelar Hearing Terkait Kasus Perundungan : ini Rekomendasinya 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar rapat dengar pendapat (hearing) guna menyikapi kasus perundungan dan pemukulan yang terjadi di SMKN 1 Plampang. Rapat yang berlangsung di ruang Rapat Pimpinan DPRD ini menghadirkan pihak sekolah, KCD Dikpora IV, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, serta orang tua siswa, Rabu (29/4).

Hadir pula, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Orong Telu, Dewan Pendidikan Sumbawa, serta orang tua/wali murid korban perundungan (bullying) terkait kasus di SMK Negeri 1 Plampang dan SD Negeri 1 Sebeok, Kecamatan Orong Telu.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Muhammad Takdir, SE., M.M.Inov, didampingi Sekretaris Komisi Sukiman K, S.Pd.I, serta anggota komisi lainnya yakni Syamsul Hidayat, SE, Ema Yuniarti, dan Bunardi, A.Md Pi. Hadir pula Kadis Dikbud Sumbawa Budi Sastrawan dan Siti Sukmawati dari KCD Dikpora Wilayah IV.

Dalam pertemuan tersebut Perwakilan KCD Dikpora Wilayah IV Sumbawa Siti Kusmawati mengungkapkan hasil investigasinya bahwa bahwa bibit konflik bermula sekitar empat bulan lalu. Saat itu, terjadi perselisihan antara siswa bernama Adil dan Desta di dalam kelas hanya karena masalah pinjam-meminjam penggaris. Meski sempat didamaikan secara internal oleh guru, rupanya bara konflik belum sepenuhnya padam.

Masalah kembali mencuat pada hari Kamis pekan lalu. Siswa bernama Dika, yang saat kejadian empat bulan lalu berstatus sebagai saksi, tiba-tiba diinterogasi dan dituduh sebagai informan. Nahas, Dika kemudian menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka di bagian wajah dan pendarahan di hidung.

Sorotan DPRD: Lemahnya Keamanan dan SOP Mediasi

Ketua Komisi IV, Muhammad Takdir, memberikan catatan kritis mengenai masuknya pihak luar ke lingkungan sekolah saat proses mediasi sedang berlangsung.

"Kami menyayangkan mengapa orang luar bisa masuk saat mediasi. Sekolah harus memiliki SOP yang jelas agar lingkungan pendidikan tetap steril dari intervensi luar yang justru bisa memperkeruh suasana," tegas Takdir. Ia meminta agar nilai-nilai pembinaan karakter lebih diutamakan daripada sekadar penyelesaian administratif.

Senada dengan itu, Anggota Komisi IV Syamsul Hidayat menyoroti adanya "salah sasaran" dalam pemukulan ini. "Anak yang menjadi saksi (Dika) justru menjadi korban. Kami merasa prihatin, apalagi sampai ada luka fisik yang cukup serius. Sekolah harus bertindak cepat agar suasana kebatinan orang tua tidak semakin terluka," ujarnya.

Keluhan Orang Tua: Minim Empati dan Respons Lambat

Ahmad Nawawi, orang tua dari Dika (korban), menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak sekolah. Ia menilai sekolah kurang responsif dan terkesan membiarkan kasus ini berlarut.

"Saya datang ke sekolah mencari jawaban, tapi penanganannya mengecewakan. Sebagai orang tua, saya sedih melihat anak saya dipukul karena hanya menjadi saksi. Kami membawa masalah ini ke Polsek Plampang karena merasa di sekolah tidak ada kepastian," ungkapnya dengan nada emosional.

Kepala SMKN 1 Plampang H.Sutono,SE,M.M.Inov mengakui adanya kekurangan dalam proses penanganan masalah. Ia menyebutkan faktor keterbatasan personel bimbingan konseling (BK) yang memiliki latar belakang bukan pendidikan psikologi yang tepat.

"Kami menyadari ada kekurangan dalam proses mediasi, termasuk keterlambatan memanggil orang tua secara langsung. Namun, kami telah berupaya maksimal. Ke depan, ini menjadi bahan evaluasi dan introspeksi kami di sekolah," jelasnya.

Anggota Komisi IV, Bunardi, mengusulkan agar ke depan ada kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, Komite Sekolah, dan Dewan Pendidikan.

"Kuncinya adalah komunikasi. Jangan hanya mengandalkan surat panggilan yang dibawa siswa, karena sering tidak sampai ke orang tua. Libatkan Dewan Pendidikan untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah agar kasus serupa tidak terulang," saran Bunardi.

Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV yang dilaksanakan pada hari Rabu, 29 April 2026, Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama ; Meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan dan penanganan perundungan di sekolah, serta melakukan evaluasi terhadap fasilitas sekolah guna memastikan tidak ada titik buta (blind spot), seperti pojok kantin atau belakang gedung, yang tidak terpantau melalui pemasangan CCTV.

 Kedua ; Memastikan seluruh sekolah memaksimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP), serta mengacu pada Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman.

 Ketiga ; Mendorong sekolah untuk membuat Pakta Integritas Antiperundungan yang ditandatangani oleh siswa dan orang tua pada saat penerimaan siswa baru.

 Keempat ; Mendorong sekolah, komite sekolah, dan Dewan Pendidikan untuk berkolaborasi dalam melakukan sosialisasi terkait kerentanan perundungan (bullying) di satuan pendidikan, serta cara mendeteksi perubahan perilaku anak yang menjadi korban atau pelaku perundungan.

Kelima ; Mengharapkan orang tua melakukan pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital anak di luar jam sekolah guna mencegah perundungan dunia maya (cyber bullying).

Keenam : Memasifkan “Program Kolaboratif” antara anak, guru, dan orang tua (ayah/ibu) guna mengoptimalkan keterlibatan dan komunikasi, serta memperkuat kedekatan dan perlindungan anak dari rumah hingga ke sekolah.

Ketua Komisi IV Muhammad Takdir menekankan bahwa meski kondisi finansial daerah terbatas, semangat untuk membina mental dan karakter anak bangsa tidak boleh kendor. "Jangan sampai keterbatasan finansial menghilangkan nilai-nilai pengabdian kita dalam mendidik anak-anak," pungkasnya. (AM)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 19:20:45 +0800 amr
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema https://amarmedia.co.id/transformasi-posyandu-di-sumbawa-menyatukan-semangat-budaya-pendidikan-dan-perlindungan-anak-dalam-satu-gema https://amarmedia.co.id/transformasi-posyandu-di-sumbawa-menyatukan-semangat-budaya-pendidikan-dan-perlindungan-anak-dalam-satu-gema Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - 29 April 2026– Kabupaten Sumbawa hari ini memperingati tiga momentum besar sekaligus: Hari Posyandu Nasional, Hari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta rangkaian menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei mendatang. 

Pusat kegiatan kali ini terasa berbeda dengan kehadiran Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Sumbawa di SMP Negeri 1 Sumbawa Besar Hj Ida Fitriah Syarafuddin Jarot SE. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi besar transformasi layanan dasar bagi masyarakat yakni mendekatkan Layanan Melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan mengusung tema "Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat", Ketua TP Posyandu Kabupaten menekankan bahwa Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi.

"Kita sedang mewujudkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi garda terdepan dalam pemenuhan 6 SPM dasar: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, dan Sosial," ujar Hj Ida dalam sambutannya.

Ada pemandangan menarik saat kunjungan di SMPN 1 Sumbawa Besar. Ketua TP Posyandu menyempatkan diri bermain permainan tradisional bersama putranya di hadapan para siswa. Aksi ini dilakukan untuk menggelorakan kembali semangat budaya lokal sebagai bagian dari edukasi parenting yang menyenangkan.

Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan literasi anak sejak dini. Ia mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali perpustakaan desa dan taman bacaan sekolah sebagai bentuk pemenuhan SPM bidang pendidikan guna menuntaskan program Wajib Belajar (WAJAR) 13 Tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP Posyandu juga menegaskan peran vital Posyandu dalam intervensi stunting secara konvergen (spesifik dan sensitif). Melalui pemberdayaan kader, Posyandu diharapkan mampu melakukan pendampingan intensif bagi keluarga berisiko stunting, menjadi pusat Informasi, Edukasi, dan Komunikasi (KIE) untuk berbagai layanan dasar dan memberikan rujukan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Selaku pimpinan lembaga, dirinya telah menginstruksikan seluruh TP Posyandu di tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan untuk bergerak serentak. Fokus utamanya adalah melakukan pemantauan hari buka layanan serta memastikan kehadiran negara dalam setiap urusan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi, kita wujudkan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Bersama Posyandu, kita bangun Kabupaten Layak Anakdemi mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,"ujarnya.

"Selamat Hari Posyandu Nasional 2026! Mari jadikan Posyandu sebagai ujung tombak kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh Tau dan Tana Samawa" pungkasnya. (AM)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 19:10:41 +0800 amr
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sumbawa mengucapkan Selamat Hari Posyandu Nasional https://amarmedia.co.id/ketua-tim-pembina-posyandu-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-posyandu-nasional https://amarmedia.co.id/ketua-tim-pembina-posyandu-kabupaten-sumbawa-mengucapkan-selamat-hari-posyandu-nasional Wed, 29 Apr 2026 16:49:30 +0800 amr Darurat Perundungan: Dewan Pendidikan Sumbawa Desak Penguatan Karakter dan Rekomendasikan Langkah Strategis ke Bupati https://amarmedia.co.id/darurat-perundungan-dewan-pendidikan-sumbawa-desak-penguatan-karakter-dan-rekomendasikan-langkah-strategis-ke-bupati https://amarmedia.co.id/darurat-perundungan-dewan-pendidikan-sumbawa-desak-penguatan-karakter-dan-rekomendasikan-langkah-strategis-ke-bupati Darurat Perundungan: Dewan Pendidikan Sumbawa Desak Penguatan Karakter dan Rekomendasikan Langkah Strategis ke Bupati

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 29 April 2026 – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa menyatakan sikap tegas merespons maraknya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan belakangan ini. Fenomena ini dinilai telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan lintas sektor yang komprehensif.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain, dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (29/4), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat internal khusus bersama Dewan Pendidikan untuk memetakan solusi atas persoalan tersebut.

Keprihatinan Mendalam dan Corengan Pendidikan

Dalam pernyataan resminya, Jamhur menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas berbagai insiden perundungan yang muncul ke permukaan. Menurutnya, tindakan kekerasan antar-pelajar tidak hanya mencoreng citra dunia pendidikan di "Tanah Samawa", tetapi juga memberikan dampak psikologis jangka panjang yang destruktif bagi para peserta didik.

"Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman. Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi, karena dampak psikologis bagi korban perundungan sangat berat dan bisa menghambat perkembangan masa depan mereka," ujar JH Akrab disapa.

Dewan Pendidikan menekankan bahwa kunci utama pencegahan berada pada Pendidikan Karakter. Jamhur mendorong agar sekolah-sekolah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan etika dan perilaku.

Selain itu, ia mendesak optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying di setiap sekolah. "Satgas ini jangan hanya ada di atas kertas, tapi harus berfungsi efektif dalam melakukan pencegahan dini dan penanganan yang cepat jika ditemukan indikasi kekerasan," tegasnya.

Sebagai langkah formal, Dewan Pendidikan telah menyusun draf rekomendasi strategis yang ditujukan kepada Bupati Sumbawa melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). Rekomendasi ini berisi poin-poin krusial untuk meminimalisir serta memutus rantai perundungan di sekolah secara sistematis.

Salah satu poin penting dalam rekomendasi tersebut adalah perlunya penguatan regulasi daerah yang secara spesifik mengatur tentang pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah.

Investigasi Lapangan: Kasus SMPN 1 Lenangguar

Merespons laporan masyarakat, Dewan Pendidikan bersama Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa saat ini telah turun langsung ke lapangan. Fokus utama penanganan saat ini adalah dugaan tindak kekerasan yang terjadi di SMPN 1 Lenangguar.

"Kami bergerak cepat. Tim sudah di lapangan untuk memastikan fakta-fakta yang terjadi dan memastikan proses penanganan berjalan sesuai koridor yang adil bagi anak-anak kita," tambahnya.

Di sisi lain, Jamhur Husain mengungkap realita pahit mengenai operasional lembaga yang dipimpinnya. Ia mengakui bahwa pelaksanaan tugas Dewan Pendidikan saat ini belum berjalan maksimal akibat keterbatasan dana operasional.

Meski demikian, dedikasi anggota Dewan Pendidikan tidak surut. Untuk menyiasati kondisi tersebut, para anggota kerap menjalankan fungsi pengawasan dengan menggunakan biaya pribadi untuk turun langsung ke sekolah-sekolah di lapangan maupun memanfaatkan komunikasi telepon seluler untuk memberikan teguran dan masukan intensif kepada pihak sekolah.

Enam Poin Masukan Dewan Pendidikan

Untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, Dewan Pendidikan Sumbawa menawarkan enam poin masukan konkret:

Pertama : Perlunya kebijakan daerah yang spesifik terkait anti-perundungan.

Kedua : Mendorong sekolah memiliki kanal laporan yang ramah anak dan menjamin kerahasiaan korban.

Ketiga Sinergi pengawasan perilaku siswa antara lingkungan sekolah dan rumah.

Keempat : nengusulkan pelatihan profesional bagi tenaga pendidik dalam menangani kasus perundungan.

Kelima : Memasukkan nilai-nilai anti-kekerasan dalam kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler.

Keenam ; Meminta dukungan anggaran operasional yang memadai agar Dewan Pendidikan dapat bekerja maksimal.

Menutup keterangannya, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) tidak menutup mata terhadap isu ini. 

"Sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah kunci utama. Kita harus bersatu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter bagi generasi penerus Sumbawa," pungkas Jamhur. (AM)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 10:33:22 +0800 amr
Wujudkan Ekosistem Pendidikan Humanis, Dikbud Sumbawa Awali Rangkaian Hardiknas 2026 dengan Festival Bermain https://amarmedia.co.id/wujudkan-ekosistem-pendidikan-humanis-dikbud-sumbawa-awali-rangkaian-hardiknas-2026-dengan-festival-bermain https://amarmedia.co.id/wujudkan-ekosistem-pendidikan-humanis-dikbud-sumbawa-awali-rangkaian-hardiknas-2026-dengan-festival-bermain Wujudkan Ekosistem Pendidikan Humanis, Dikbud Sumbawa Awali Rangkaian Hardiknas 2026 dengan Festival Bermain

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id— Suasana penuh keceriaan tampak mewarnai halaman sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa pada Rabu pagi 29 April 2026. Tawa anak-anak berpadu dengan senyum hangat para orangtua dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Festival Bermain. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di daerah tersebut.

Festival bermain ini tidak sekadar menghadirkan permainan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang hangat antara anak dan orangtua. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar terlibat bersama, bermain bersama, dan saling memahami dalam suasana yang menyenangkan.

Sejak pagi, para siswa sudah berdatangan dengan wajah cerah. Orangtua yang mendampingi juga tampak antusias. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku jarang memiliki waktu bermain bersama anak karena kesibukan sehari-hari. Karena itu, kegiatan ini menjadi momen yang terasa sangat berharga.

Berbagai jenis permainan tradisional dan edukatif disiapkan oleh pihak sekolah. Mulai dari permainan kelompok, lomba ketangkasan, hingga aktivitas kreatif yang melibatkan kerja sama antara anak dan orangtua. Gelak tawa terdengar di setiap sudut. Tidak ada jarak antara guru, siswa, dan orangtua. Semua menyatu dalam kebersamaan.

Kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama untuk mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua. Dalam dunia yang semakin sibuk dan serba cepat, interaksi sederhana seperti bermain bersama sering kali terabaikan. Padahal, momen seperti inilah yang sangat dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Festival Bermain bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih humanis.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pendidikan sejati juga tumbuh dari kedekatan antara anak dan orangtua. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengingatkan kembali bahwa kehadiran orangtua dalam kehidupan anak sangat penting, bukan hanya sebagai penopang, tetapi juga sebagai sahabat dalam belajar dan bermain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pendidikan yang melibatkan keluarga akan memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan jika hanya mengandalkan sekolah semata. Anak-anak yang merasa dekat dengan orangtuanya cenderung lebih percaya diri, lebih terbuka, dan memiliki semangat belajar yang lebih baik.

“Festival bermain ini adalah langkah kecil, tetapi memiliki makna besar. Kita ingin membangun kebiasaan baru, di mana orangtua tidak hanya mengantar dan menjemput anak, tetapi juga hadir secara utuh dalam proses tumbuh kembang mereka,” lanjutnya.

Para guru juga turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi pengarah, tetapi juga ikut bermain bersama siswa dan orangtua. Hal ini menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan. Sekat formal antara guru dan wali murid pun terasa mencair.

Salah satu orangtua siswa mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Ia merasa mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana anaknya berinteraksi di lingkungan sekolah. Selain itu, ia juga bisa merasakan kembali masa kecilnya melalui permainan tradisional yang sudah lama tidak dimainkan.

“Biasanya saya hanya dengar cerita dari anak. Hari ini saya bisa melihat langsung dan ikut merasakan. Ternyata menyenangkan sekali. Anak saya juga terlihat lebih bahagia,” ungkapnya.

Sementara itu, para siswa tampak begitu menikmati setiap rangkaian kegiatan. Mereka terlihat lebih berani, lebih ekspresif, dan tidak ragu menunjukkan kedekatan dengan orangtua mereka di depan teman-temannya. Hal ini menjadi gambaran bahwa hubungan yang hangat di rumah akan terbawa hingga ke lingkungan sekolah.

Festival Bermain ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, anak-anak perlu tetap dikenalkan pada permainan yang mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas.

Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Pada hari berikutnya, Kamis, 30 April 2026, akan dilanjutkan dengan kegiatan bertajuk “Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah”. Dalam kegiatan ini, orangtua akan diajak masuk ke ruang kelas untuk mengikuti proses belajar bersama anak.

Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada orangtua tentang bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, orangtua dapat lebih mudah mendampingi anak saat belajar di rumah.

Tidak hanya itu, pada malam harinya akan digelar kegiatan “Malam Seribu Cahaya”. Kegiatan ini direncanakan menjadi simbol harapan dan semangat dalam dunia pendidikan. Cahaya-cahaya yang dinyalakan diharapkan menjadi representasi dari mimpi, harapan, dan masa depan anak-anak Sumbawa.

Kadis Dikbud kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam dunia pendidikan. Ia berharap momentum Hardiknas tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik refleksi bersama.

“Kita ingin pendidikan di Sumbawa tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Harus ada kolaborasi yang kuat antara guru, orangtua, dan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam mendukung pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga sekolah semata.

Festival Bermain yang berlangsung hari ini menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam dunia pendidikan. Di tengah berbagai tantangan, momen sederhana seperti bermain bersama mampu menghadirkan kebahagiaan yang tulus.

Dengan dimulainya rangkaian peringatan Hardiknas melalui kegiatan yang penuh makna ini, diharapkan semangat pendidikan di Kabupaten Sumbawa semakin tumbuh dan menguat. Anak-anak tidak hanya belajar dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Dan orangtua pun kembali diingatkan bahwa kehadiran mereka adalah bagian penting dari perjalanan pendidikan anak.

Hari itu, bukan hanya anak-anak yang belajar. Orangtua dan guru pun ikut belajar—tentang arti kebersamaan, tentang pentingnya waktu, dan tentang bagaimana menciptakan kenangan indah yang akan terus hidup dalam ingatan anak-anak mereka.(AM/Asmediati)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 09:52:41 +0800 amr
Langkah Preventif Pemda Sumbawa: Sekda Minta Warga Bijak Gunakan Air Sebelum Krisis Tiba https://amarmedia.co.id/langkah-preventif-pemda-sumbawa-sekda-minta-warga-bijak-gunakan-air-sebelum-krisis-tiba https://amarmedia.co.id/langkah-preventif-pemda-sumbawa-sekda-minta-warga-bijak-gunakan-air-sebelum-krisis-tiba Langkah Preventif Pemda Sumbawa: Sekda Minta Warga Bijak Gunakan Air Sebelum Krisis Tiba

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya selalu terdampak kekeringan dan krisis air bersih. Karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa menghimbau masyarakat lebih bijak dalam penggunaan air bersih.

"Memasuki musim kemarau, masyarakat kabupaten sumbawa diminta bijka untuk menggunakan air. Hal ini dilakukan agar saat puncak kemarau tidak terlalu terdampak krisis air bersih," ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih saat musim kemarau seperti saat ini. "Saat ini sedang kami upayakan antisipasi termasuk peringatan dini waspada kemarau panjang salah satunya adalah masalah penggunaan air bersih," sambung Budi saat ditemui media ini pada Senin, (27/04).

Dalam hal ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PDAM terkait stok kebutuhan air bersih di masyarakat dan hingga saat ini masih tercukupi.

"Begitu juga dengan BPBD Kabupaten Sumbawa, PMI Kabupaten Sumbawa maupun Polres Sumbawa tetap disiagakan, ketika ada masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat langsung disalurkan," jelas Budi.

Meski demikian Ia tetap mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan air bersih termasuk yang memili sumur dan bak penampungan.

"Berdasarkan pengalaman musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya, cukup banyak desa yang tergolong rawan kekeringan," terang Budi.

Saat ini Pemda Kabupaten Sumbawa melalui BPBD Kabupaten Sumbawa sedang melakukan pemetaan yang akan menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan air bersih serta upaya mitigasi kekeringan di masa mendatang.

Budi Prasetiyo rasetiyo meminta kepada masyarakat melalui pemerintah desa dapat melaporkan sesegaramungkin ketika terdampak bencana kekeringan dan krisis air bersih sehingga langkah antisipasi dapat dilaksanakan secepatnya. (AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 22:05:56 +0800 amr
BAZNAS Kabupaten Sumbawa Salurkan Bantuan di Kecamatan Ropang dan Lantung https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-salurkan-bantuan-di-kecamatan-ropang-dan-lantung https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-salurkan-bantuan-di-kecamatan-ropang-dan-lantung BAZNAS Kabupaten Sumbawa Salurkan Bantuan di Kecamatan Ropang dan Lantung

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Selasa 28 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian bantuan di wilayah Kecamatan Ropang dan Kecamatan Lantung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, dengan melibatkan dua tim yang bergerak secara bersamaan di dua kecamatan tersebut.

Tim 1 dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, didampingi unsur pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Ropang, tepatnya di Desa Labangkar, bertempat di Masjid Nurul Hidayah. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta masyarakat penerima manfaat. Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Zain, S.IP, serta Koordinator Wilayah DIKBUD Kecamatan Lantung–Ropang, Muhammad Nur, S.Pd., M.M.Inov.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Labangkar, Raja Ungang Abdullah, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa bantuan ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan serta lembaga pendidikan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Selanjutnya, Camat Ropang, Andry Agung Dewanto, S.STP., M.AP, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap program-program BAZNAS. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Ropang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, dalam sambutannya menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Ia menekankan bahwa BAZNAS terus berupaya memastikan distribusi bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

“Program ini kami arahkan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan keagamaan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban sekaligus menjadi motivasi bagi penerima untuk terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Tim 2 bergerak di Kecamatan Lantung yang dipimpin oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si. Kegiatan di wilayah ini dilaksanakan di Masjid Nurul Iman, Desa Ai Mual, Kecamatan Lantung, dan berlangsung dengan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat.

Adapun bantuan yang disalurkan pada kegiatan kali ini menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, di antaranya seluruh satuan pendidikan di Kecamatan Lantung dan Ropang yang meliputi PAUD, TK, SD, dan SMP. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ, serta kepada para marbot, imam masjid, dan kaum duafa.

Program ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta membantu masyarakat yang kurang mampu. Dengan menjangkau berbagai elemen masyarakat, diharapkan bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak luas dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam rangka membangun kesejahteraan umat secara bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola dana zakat, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan sosial.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan programnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.(AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 21:55:09 +0800 amr
DPRD Sumbawa Sampaikan Laporan Hasil Reses I Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-sampaikan-laporan-hasil-reses-i-tahun-2026-dalam-rapat-paripurna https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-sampaikan-laporan-hasil-reses-i-tahun-2026-dalam-rapat-paripurna DPRD Sumbawa Sampaikan Laporan Hasil Reses I Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - 28 April 2026 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menyampaikan Laporan Hasil Reses I Tahun 2026 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa (28/4).

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta jajaran pemerintah daerah dan undangan lainnya.

Reses yang dilaksanakan pada 10–13 Februari 2026 lalu di lima daerah pemilihan (dapil) ini merupakan bagian dari kewajiban konstitusional anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat.

Dalam laporannya, Juru Bicara DPRD Kabupaten Sumbawa Syamsul Hidayat SE.MSi menekankan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan akselerasi pembangunan guna merespon dinamika kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput, mulai dari pelosok desa hingga wilayah perkotaan yang mencakup sektor infrastruktur, ekonomi dan pemberdayaan, serta pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Pada sektor Infrastruktur, Fokus pada Akses Pertanian dan Pemukiman

Bidang Fisik, Sarana, dan Prasarana mendominasi usulan warga. Fokus utama tertuju pada pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk mempermudah mobilisasi hasil bumi.

Untuk Pembangunan JUT, Mencakup wilayah luas seperti Dusun Abadi (Desa Gapit), Dusun Jotang Bawah, Desa Mata, Suka Damai, Labuhan Kuris, hingga wilayah Kuang Bira dan Unter Lenga Rhee.

Untuk Akses Lingkungan Pemasangan paving block dan perbaikan jalan lingkungan di puluhan titik, termasuk Desa Pulau Bungin, Kelurahan Uma Sima, Lempeh, hingga kawasan pondok pesantren dan sekolah.

Tak ketinggalan demi konektivitas antarwilayah, Perbaikan ruas jalan strategis seperti lintas Pungkit-Lantung, Langam-Pungkit, dan akses menuju SMP 1 Moyo Utara.

Pentingnya Pengamanan Tebing & Air diantaranya Pembangunan talud/bronjong penahan tebing di Desa Batulanteh dan Sepukur, serta normalisasi sungai di Tiu Nangka dan Labosa untuk mencegah banjir tahunan.

Pada Sektor Ekonomi mengharapkan modernisasi Alat Produksi dan Ketahanan Energi guna mendongkrak ekonomi kerakyatan, masyarakat meminta dukungan sarana produksi yang lebih modern dan kepastian stok energi.

Di bidang Pertanian & Peternakan, Usulan pengadaan Hand Traktor, Combine Harvester serta bantuan bibit ternak unggul seperti Sapi Bali, Kuda, dan Kambing Etawa.

Di Sektor Kelautan, Nelayan memerlukan bantuan mesin ketinting, jaring bagang, hingga sarana budidaya kerang mutiara.

Pemberdayaan Perempuan & UMKM Bantuan modal usaha "Bakulan" serta peralatan pertukangan, menjahit, dan katering bagi kelompok PKK.

Pada sektor Energi, DPRD mencatat adanya krisis kelangkaan Gas LPG 3kg di wilayah Juru Mapin, Dalam Alas, hingga Labuhan Badas, dan mendesak adanya penambahan kuota.

Ketiga : Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial Budaya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian serius dengan fokus pada fasilitas dasar serta ketepatan sasaran bantuan sosial seperti BPJS dan KIP.

Pada Pendidikan & Pariwisata diusulkan pengadaan beasiswa S1/S2, lab komputer, dan pengembangan wisata Hiu Paus di Labuan Jambu melalui pengadaan speedboat serta sertifikasi pendamping wisata.

Dibidang Kesehatan, Rehabilitasi Pustu (Lito & Semamung), penambahan alkes, serta evaluasi kedisiplinan tenaga medis di daerah pelosok.

Dibidang Religi & Sosial, Rehabilitasi puluhan rumah ibadah (Masjid/Mushalla) di berbagai desa serta kejelasan honorarium bagi imam masjid dan guru ngaji.

DPRD Kabupaten Sumbawa juga memberikan sejumlah catatan strategis kepada pemerintah daerah, antara lain percepatan pembangunan infrastruktur prioritas, mitigasi bencana, peningkatan validasi data kemiskinan, serta penguatan pelayanan dasar.

Melalui laporan ini, DPRD berharap aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dalam penyusunan RKPD dan APBD tahun mendatang.

Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan lancar sebagai bagian dari komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan pembangunan daerah. (AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 21:44:00 +0800 amr
Penurunan Stunting Di Kabupaten Sumbawa Jadi 21 Persen, Perlu Kerjasama dan Kolaborasi Semua Pihak https://amarmedia.co.id/penurunan-stunting-di-kabupaten-sumbawa-jadi-21-persen-perlu-kerjasama-dan-kolaborasi-semua-pihak https://amarmedia.co.id/penurunan-stunting-di-kabupaten-sumbawa-jadi-21-persen-perlu-kerjasama-dan-kolaborasi-semua-pihak Penurunan Stunting Di Kabupaten Sumbawa Jadi 21 Persen, Perlu Kerjasama dan Kolaborasi Semua Pihak

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi, menunjukkan prevalensi stunting sebesar 29,8 persen. Karena itu, target penurunan sebesar 21,7 persen terus digalakkan.

"Berbagai upaya pencegahan dan penurunan stunting, kami lakukan dan lebih dimaksimalkan melalui intervensi kebijakan, sehingga target penurunan stunting sebesar 21,7 persen dapat dicapai dengan kolaborasi semua sektor," ungkap Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi.

Menurutnya anak stunting mengalami gangguan pertumbuhan otak yang menyebabkan kemampuan kognitif, belajar dan konsentrasi menurun.

"Akibatnya, prestasi akademik anak lebih rendah dan saat dewasa berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah," jelasnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (27/04).

Ia menambahkan jika prevalensi stunting tetap tinggi, maka Kabupaten Sumbawa akan kesulitan mencetak generasi unggul dan inovatif yang dibutuhkan untuk menuju generasi emas 2045.

Selain itu, anak yang stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis saat dewasa, seperti diabetes dan hipertensi. "Kondisi ini meningkatkan beban biaya kesehatan keluarga dan daerah," sambungnya.

Stunting berkorelasi dengan kemiskinan antargenerasi, keluarga miskin lebih rentan memiliki anak stunting dan anak stunting cenderung memiliki masa depan ekonomi lebih sulit.

"Salah satu program penanganan stunting yang kami laksanakan yakni mengimpleloemtasikan program quick wins. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting terutama sebagai bagian dari implementasi aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di daerah," terangnya.

Rusmayadi mengungkapkan dalam penerapan program itu perlu kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah hingga masyarakat. "Karena berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri, terutama dalam bidang kesehatan, gizi dan kesejahteraan keluarga," tutupnyanya. (AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 19:41:45 +0800 amr
Pemprov NTB Percepat Realisasi Program Prioritas, Sinkronkan Agenda Daerah dengan Pusat https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-percepat-realisasi-program-prioritas-sinkronkan-agenda-daerah-dengan-pusat https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-percepat-realisasi-program-prioritas-sinkronkan-agenda-daerah-dengan-pusat Pemprov NTB Percepat Realisasi Program Prioritas, Sinkronkan Agenda Daerah dengan Pusat

Mataram.Amarmedia.co.id - Pemerintah Provinsi NTB memperkuat langkah percepatan program prioritas daerah melalui rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Asisten II Setda NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Moh. Faozal, pada Selasa, (28/4/2026) di Ruang Anggrek Kantor Gubernur. 

Rapat ini menitikberatkan pada penajaman dan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah di tengah keterbatasan fiskal. 

Faozal menegaskan, arah kebijakan pembangunan NTB harus selaras dengan program nasional agar investasi pusat yang masuk dapat memberikan dampak maksimal di daerah. 

Ia menyebut poin-poin yang ditekankan dalam rapat tersebut juga selaras dalam upaya mencapai triple agenda 

yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pariwisata berkualitas. 

"Secara garis besar, pertemuan ini menekankan pentingnya optimalisasi, penajaman, dan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Mengingat keterbatasan fiskal daerah, strategi utamanya adalah memastikan investasi pusat yang fantastis dapat terjaga dan tepat sasaran di daerah," ujarnya.

Salah satu fokus utama adalah penguatan konektivitas dan infrastruktur perhubungan. Pemprov NTB mendorong percepatan akses transportasi, baik udara maupun laut, yang selama ini masih menghadapi kendala biaya tinggi.

"Kita mendorong koordinasi komprehensif untuk mengatasi hambatan konektivitas udara, baik domestik maupun internasional yang sering terkendala high cost. Ini harus diselesaikan agar mobilitas orang dan barang semakin lancar," kata Faozal.

Selain itu, revitalisasi kawasan wisata Senggigi juga menjadi perhatian serius. Pemprov berencana mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut, termasuk pengembangan fasilitas pendukung untuk meningkatkan tingkat hunian hotel.

"Revitalisasi Senggigi kita dorong, termasuk mengalihfungsikan Pasar Seni menjadi fasilitas pendukung darat dermaga. Ini penting untuk mendukung keterisian lebih dari 3.500 kamar hotel di kawasan itu," ujarnya.

Di sektor ekonomi, hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda strategis. Produk peternak lokal diharapkan dapat terserap dalam program nasional tersebut.

"Kita ingin memastikan produk lokal seperti telur dan daging ayam dari peternak NTB masuk ke dapur MBG. Peran koperasi juga kita dorong sebagai konsolidator agar distribusi stabil dan tidak kalah bersaing dengan produk luar daerah," jelasnya.

Sementara itu, di bidang lingkungan, Pemprov menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan rehabilitasi hutan sebagai bagian dari komitmen NTB Hijau.

"Keberlanjutan TPA Kebon Kongok harus dijaga, termasuk penanganan sampah di pintu masuk utama dari bandara hingga Mataram. Ini penting untuk menjaga citra NTB tetap asri," katanya.

Di sektor infrastruktur, integrasi program perumahan dan pekerjaan umum juga menjadi prioritas, termasuk dukungan terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah serta perbaikan jaringan irigasi.

"Kita harus mengawal program nasional seperti tiga juta rumah, sekaligus merespons kebutuhan daerah terkait perbaikan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan," ujar Faozal.

Tak kalah penting, sektor energi dan sumber daya mineral juga mendapat perhatian, khususnya dalam percepatan penetapan wilayah pertambangan rakyat guna menekan praktik tambang ilegal.

"Penetapan WPR dan IPR harus dipercepat untuk menekan illegal mining yang merusak lingkungan. Ini juga bagian dari upaya menata sektor pertambangan agar lebih tertib," tegasnya.

Faozal menambahkan, peran gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat menjadi kunci dalam menjembatani kebijakan agar tidak terjadi kesenjangan implementasi di daerah.

"Gubernur berperan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sehingga harus mampu menjembatani kebijakan nasional agar tidak terjadi gap antara pusat dan daerah," ujarnya.

Ke depan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat. Bappeda, Biro Ekonomi dan OPD teknis diminta segera memetakan potensi serta kebutuhan daerah guna memastikan seluruh program strategis berjalan efektif dan tepat sasaran. (Rab/her/kominfotik)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 19:30:19 +0800 amr
Jemaah Haji Asal Sumbawa Akan Diberangkatkan Melalui Kloter 14 Embarkasi Lombok https://amarmedia.co.id/jemaah-haji-asal-sumbawa-akan-diberangkatkan-melalui-kloter-14-embarkasi-lombok https://amarmedia.co.id/jemaah-haji-asal-sumbawa-akan-diberangkatkan-melalui-kloter-14-embarkasi-lombok Jemaah Haji Asal Sumbawa Akan Diberangkatkan Melalui Kloter 14 Embarkasi Lombok

Sumbawa. Amarmedia.co.id - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa hampir tuntas dan pemerintah memastikan seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) yang diberangkatkan dalam keadaan sehat dan memenuhi semua persyaratan.

Sebanyak 330 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumbawa akan diberangkatkan melalui kloter 14 embarkasi Lombok. CJH itu, akan diberangkatkan dari Sumbawa pada tanggal 8 Mei 2026 menuju asrama haji di Mataram.

"Sebanyak 330 CJH asal Kabupaten Sumbawa akan diberangkatkan dalam 1 kloter menuju Aran Saudi melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam)," ungkap Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sumbawa, Ardi Suzami.

Ia mengatakan total jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa untuk musim haji tahun 2026 berjumlah 330 orang calon jemaah haji.

"Jumlah tersebut terdiri atas 323 jemaah kategori reguler dan 7 jemaah kategori lansia, untuk jadwal pemberangkatan kloter 14 akan diterbangkan pada tanggal 8 Mei 2026 dan dilepas secara langsung oleh Bupati Sumbawa di Pendopo Bupati," ujarnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Senin, (27/04).

Menurutnya seluruh CJH dalam kondisi siap berangkat, karena sebelumnya pihak Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sumbawa telah menggelar pelatihan manasik secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Ia mengimbau kepada seluruh CJH untuk tetap menjaga kondisi kesehatan menjelang pemberangkatan.

"Para jemaah kami minta mempersiapkan fisik serta mengatur pola makan secara seimbang," tutupnya.(AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 19:26:07 +0800 amr
Puisi di Tengah Zaman yang Bergegas https://amarmedia.co.id/puisi-di-tengah-zaman-yang-bergegas https://amarmedia.co.id/puisi-di-tengah-zaman-yang-bergegas Puisi di Tengah Zaman yang Bergegas

Oleh. Asmediati 

Setiap tanggal 28 April, kita memperingati Hari Puisi Nasional. Hari ini bukan sekadar penanda di kalender, tetapi juga ajakan untuk kembali menengok sesuatu yang sering kita tinggalkan: kepekaan hati. Di tengah dunia yang serba cepat, puisi hadir sebagai ruang jeda, tempat manusia bisa berhenti sejenak dan mendengar suara batinnya sendiri.

Puisi sering dianggap sederhana. Hanya kumpulan kata yang ditata dengan rima dan irama. Namun di balik kesederhanaannya, puisi menyimpan kekuatan yang tidak kecil. Ia mampu menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung. Bahkan, dalam beberapa baris saja, puisi bisa menghadirkan makna yang panjang dan dalam.

Hari Puisi Nasional juga tidak bisa dilepaskan dari sosok penyair besar Indonesia, Chairil Anwar. Karyanya yang tajam, jujur, dan penuh keberanian masih terasa hidup hingga hari ini. Ia menulis bukan sekadar untuk keindahan, tetapi juga untuk menyuarakan kegelisahan zamannya. Dari sini kita belajar bahwa puisi bukan hanya tentang kata-kata indah, tetapi juga tentang keberanian menyuarakan kebenaran.

Di era digital seperti sekarang, puisi mengalami perubahan cara hadir. Dulu, puisi lebih sering kita temukan di buku atau majalah. Kini, puisi bisa dengan mudah kita temui di media sosial. Banyak orang menulis puisi singkat di platform digital, membagikan perasaan mereka kepada dunia. Ini menunjukkan bahwa puisi tidak pernah mati. Ia hanya berubah bentuk mengikuti zaman.

Namun, ada satu hal yang perlu kita renungkan. Kemudahan dalam menulis dan menyebarkan puisi kadang membuat kita lupa pada kedalaman makna. Banyak puisi yang ditulis sekadar untuk terlihat puitis, tanpa benar-benar menyentuh perasaan. Padahal, kekuatan puisi justru terletak pada kejujuran. Puisi yang lahir dari hati akan lebih mudah sampai ke hati pembacanya.

Hari Puisi Nasional seharusnya menjadi momentum untuk mengingat kembali makna tersebut. Bahwa menulis puisi bukan tentang siapa yang paling indah kata-katanya, tetapi siapa yang paling jujur menyampaikan perasaannya. Puisi tidak harus rumit. Kata-kata sederhana pun bisa menjadi puisi yang kuat, selama ia lahir dari pengalaman yang nyata.

Selain itu, puisi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Ia bisa menjadi suara bagi mereka yang tidak didengar. Puisi bisa mengangkat isu-isu kemanusiaan, ketidakadilan, bahkan lingkungan. Dengan cara yang halus, puisi mampu menyentuh kesadaran pembacanya. Kadang, satu puisi bisa lebih menggugah daripada seribu pidato.

Di lingkungan pendidikan, puisi sering kali dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Banyak siswa merasa kesulitan memahami makna puisi. Padahal, jika diajarkan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, puisi bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Guru memiliki peran penting untuk menunjukkan bahwa puisi bukan sesuatu yang jauh dan rumit, tetapi sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.

Puisi juga bisa menjadi sarana untuk melatih empati. Ketika seseorang membaca puisi, ia belajar merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Ini penting di zaman sekarang, ketika banyak orang lebih sibuk dengan dirinya sendiri. Puisi mengajarkan kita untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Di tengah kehidupan yang sering dipenuhi tekanan, puisi juga bisa menjadi tempat pelarian yang sehat. Menulis puisi bisa membantu seseorang menenangkan pikirannya. Ia menjadi cara untuk menyalurkan perasaan tanpa harus melukai orang lain. Dalam hal ini, puisi tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga menjadi bagian dari kesehatan emosional.

Hari Puisi Nasional 2026 seharusnya tidak hanya dirayakan dengan membaca atau menulis puisi. Lebih dari itu, hari ini adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali budaya literasi. Kita bisa mulai dari hal kecil, seperti membaca satu puisi setiap hari, atau mencoba menulis beberapa baris tentang apa yang kita rasakan.

Tidak perlu takut salah atau merasa tidak berbakat. Puisi bukan milik penyair saja. Puisi adalah milik semua orang. Setiap orang memiliki cerita, dan setiap cerita bisa menjadi puisi. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk menuliskannya.

Akhirnya, puisi mengajarkan kita tentang keheningan di tengah kebisingan. Ia mengingatkan kita bahwa tidak semua hal harus disampaikan dengan keras. Ada kalanya, kata-kata yang lembut justru lebih bermakna. Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, puisi mengajak kita untuk melambat, merasakan, dan memahami.

Maka, pada Hari Puisi Nasional ini, mari kita tidak hanya merayakan puisi sebagai karya, tetapi juga sebagai cara hidup. Cara untuk lebih peka, lebih jujur, dan lebih manusiawi. Karena pada akhirnya, puisi bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang bagaimana kita memahami hidup itu sendiri.[AM]

]]>
Tue, 28 Apr 2026 13:31:25 +0800 amr
DPC Pdi Perjuangan Kabupaten Sumbawa Dukung Penuh Program HARDIKNAS 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-dukung-penuh-program-hardiknas-2026-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kabupaten-sumbawa https://amarmedia.co.id/dpc-pdi-perjuangan-kabupaten-sumbawa-dukung-penuh-program-hardiknas-2026-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-kabupaten-sumbawa DPC Pdi Perjuangan Kabupaten Sumbawa Dukung Penuh Program HARDIKNAS 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Panduan Teknis Kegiatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., kepada wartawan Selasa (28/4) menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dan progresif dalam membangun karakter generasi muda Sumbawa melalui pendekatan pendidikan yang humanis, berbasis budaya lokal, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang dimulai dari Festival Permainan Rakyat Sumbawa, Satu Jam Bersama Ayah/Ibu di Sekolah, Malam Seribu Cahaya, hingga Upacara Peringatan Hardiknas, dinilai sebagai bentuk inovasi pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pada pembangunan moral, emosional, sosial, dan budaya anak-anak Sumbawa.

PDI Perjuangan memandang bahwa pendidikan harus menjadi fondasi utama pembangunan bangsa, sejalan dengan semangat perjuangan ideologis partai dalam menciptakan manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan berkepribadian.

Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk tantangan era digital yang semakin kompleks.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa menilai bahwa penguatan kearifan lokal melalui permainan tradisional dan seni budaya daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas generasi muda di tengah arus modernisasi dan perkembangan dunia maya yang tidak terbendung.

Melalui momentum Hardiknas 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kebangkitan pendidikan Sumbawa dengan menempatkan anak sebagai pusat pembangunan masa depan.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa. Program ini adalah langkah konkret membangun generasi Sumbawa yang cerdas, berbudaya, dan terlindungi,” ujar Abdul Rafiq, SH., M.Si.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan-kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat, memperkuat karakter bangsa, serta menjaga nilai-nilai gotong royong dan kebudayaan lokal sebagai pilar utama kemajuan daerah.(AM)

]]>
Tue, 28 Apr 2026 11:00:34 +0800 amr
Berlian Rayes, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa Berinfak Gunakan QRIS BAZNAS, Tinggal Scan! https://amarmedia.co.id/berlian-rayes-wakil-ketua-i-dprd-sumbawa-berinfak-gunakan-qris-baznas-tinggal-scan https://amarmedia.co.id/berlian-rayes-wakil-ketua-i-dprd-sumbawa-berinfak-gunakan-qris-baznas-tinggal-scan Berlian Rayes, Wakil Ketua I DPRD Sumbawa Berinfak Gunakan QRIS BAZNAS, Tinggal Scan!

Sumbawa, 27 April 2026 — Inovasi dalam penghimpunan dana umat terus berkembang di Kabupaten Sumbawa. Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov, menunjukkan komitmennya terhadap transformasi digital dengan menyalurkan infak melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menggunakan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja beliau pada Senin (27/4/2026), dan disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, yakni Ketua Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris Dr. Supriyadi, M.HI. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi antara lembaga legislatif dan BAZNAS dalam mendorong modernisasi sistem pengelolaan zakat dan infak di daerah.

Dengan hanya memindai kode QR melalui ponsel, proses penyaluran infak kini menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien. Tidak lagi bergantung pada transaksi tunai, metode ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Dalam kesempatan tersebut, H. M. Berlian Rayes menyampaikan bahwa penggunaan QRIS bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif untuk memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat.

“Pemanfaatan QRIS ini adalah langkah konkret untuk mempermudah masyarakat dalam berinfak. Kita ingin menghilangkan hambatan-hambatan teknis yang selama ini mungkin membuat orang menunda untuk berbagi. Sekarang, kapan saja dan di mana saja, cukup dengan satu kali scan, kita sudah bisa menyalurkan infak melalui BAZNAS,” ujar Berlian Rayes.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi juga membawa dampak positif terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

“Dengan sistem digital, semua transaksi tercatat dengan baik. Ini akan meningkatkan kepercayaan publik kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dan infak. Saya berharap langkah ini bisa menjadi contoh dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk ASN, pelaku usaha, dan generasi muda,” tambahnya.

Lebih jauh, Berlian Rayes juga mengajak seluruh masyarakat Sumbawa untuk tidak ragu memanfaatkan kemudahan teknologi dalam beribadah sosial.

“Kita hidup di era digital, maka cara kita berbuat kebaikan juga harus menyesuaikan. QRIS ini adalah jembatan agar semangat berbagi tetap hidup, bahkan semakin kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Wakil Ketua I DPRD Sumbawa. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Berlian Rayes yang telah menunjukkan langsung bagaimana infak dapat dilakukan secara mudah melalui QRIS. Ini bukan hanya simbolis, tetapi juga edukasi kepada masyarakat bahwa berinfak kini semakin praktis dan modern,” ungkap Syukri Rahmat.

Ia menjelaskan bahwa penerapan QRIS merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam meningkatkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih luas dan efektif.

“Dengan QRIS, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak muzaki, terutama dari kalangan milenial dan generasi digital. Ini adalah peluang besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial keagamaan,” jelasnya.

Selain itu, Syukri Rahmat juga menegaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami berkomitmen untuk menjaga amanah masyarakat. Dana yang masuk melalui QRIS maupun metode lainnya akan kami kelola secara transparan dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara DPRD dan BAZNAS dapat terus diperkuat guna menciptakan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Sumbawa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang uji coba teknologi, tetapi juga momentum penting dalam mendorong transformasi budaya berinfak di tengah masyarakat. Dengan kemudahan yang ditawarkan QRIS, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk berpartisipasi dalam gerakan berbagi.

Digitalisasi zakat dan infak menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan zaman, di mana kecepatan, kemudahan, dan transparansi menjadi kebutuhan utama. Kabupaten Sumbawa melalui BAZNAS kini mengambil langkah maju dengan menghadirkan solusi yang relevan dan adaptif.

Langkah yang dilakukan oleh H. M. Berlian Rayes ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi para pemangku kebijakan lainnya untuk turut mendukung inovasi serupa. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, potensi zakat dan infak diyakini dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berencana terus mengembangkan layanan digital lainnya guna memberikan kemudahan bagi masyarakat. QRIS hanyalah awal dari transformasi besar menuju pengelolaan zakat yang lebih modern, inklusif, dan berdampak luas.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, harapan akan terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial melalui pengelolaan zakat yang optimal semakin nyata. Dari sebuah ruang kerja di DPRD Sumbawa, pesan kuat itu digaungkan: berbagi kini semakin mudah, cepat, dan terpercaya. (AM)

]]>
Mon, 27 Apr 2026 14:52:01 +0800 amr
Zulfikar Demitry, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Dukung Program BAZNAS, Salurkan Infak di Ruang Kerja https://amarmedia.co.id/zulfikar-demitry-wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-dukung-program-baznas-salurkan-infak-di-ruang-kerja https://amarmedia.co.id/zulfikar-demitry-wakil-ketua-iii-dprd-sumbawa-dukung-program-baznas-salurkan-infak-di-ruang-kerja Zulfikar Demitry, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Dukung Program BAZNAS, Salurkan Infak di Ruang Kerja

Sumbawa, Amarmedia.co.id 27 April 2026 — Dukungan terhadap penguatan peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk unsur pimpinan DPRD. Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry, SH., MH., menunjukkan komitmennya dengan menyalurkan infak melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI. Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga legislatif dan BAZNAS dalam mendorong optimalisasi penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan semangat kebersamaan, penyaluran infak tersebut tidak hanya menjadi bentuk ibadah personal, tetapi juga pesan moral kepada masyarakat luas tentang pentingnya berbagi melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Zulfikar Demitry, yang akrab disapa Ikang, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program BAZNAS merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial sebagai wakil rakyat.

“Kami di DPRD tentu sangat mendukung program-program BAZNAS, karena ini menyangkut langsung kepentingan umat dan masyarakat luas. Penyaluran infak melalui BAZNAS adalah langkah yang tepat, karena dikelola secara profesional dan disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ikang.

Ia menegaskan bahwa keberadaan BAZNAS memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan sosial, terutama terkait kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

“BAZNAS bukan hanya lembaga pengumpul zakat, tetapi juga mitra pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Program-programnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial hingga pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ikang juga mengajak masyarakat Sumbawa untuk menyalurkan zakat dan infak melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi yang memiliki sistem pengelolaan yang jelas dan akuntabel.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Ini adalah lembaga yang amanah, transparan, dan memiliki jaringan penyaluran yang luas. Dengan menyalurkan melalui BAZNAS, kita bisa memastikan bahwa bantuan kita benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Ia juga berharap agar kesadaran masyarakat untuk berinfak terus meningkat, sehingga potensi dana umat di Kabupaten Sumbawa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan bersama.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Wakil Ketua III DPRD Sumbawa. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh positif bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi Bapak Zulfikar Demitry yang telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung program BAZNAS. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara DPRD dan BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkap Syukri Rahmat.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari para pimpinan daerah sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS.

“Ketika para pemimpin memberikan contoh langsung, maka masyarakat akan lebih percaya dan termotivasi untuk ikut berpartisipasi. Ini adalah langkah strategis dalam membangun budaya berbagi yang kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Syukri Rahmat juga menegaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun oleh BAZNAS akan dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah.

“Kami berkomitmen untuk menjaga amanah masyarakat. Setiap dana yang masuk akan kami kelola dengan penuh tanggung jawab dan disalurkan kepada mustahik melalui berbagai program yang telah kami rancang, baik di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dengan menghadirkan berbagai inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam menyalurkan zakat dan infak.

“Kami terus berinovasi agar layanan kami semakin mudah diakses oleh masyarakat. Baik melalui metode konvensional maupun digital, semua kami siapkan agar masyarakat dapat berinfak dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Kegiatan penyaluran infak yang dilakukan oleh Wakil Ketua III DPRD Sumbawa ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ekosistem zakat di daerah. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak yang lebih luas.

Sinergi antara DPRD dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa diharapkan terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai program sosial yang dijalankan dapat semakin efektif dan tepat sasaran. Dalam konteks pembangunan daerah, peran zakat dan infak menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keadilan sosial dan mengurangi kesenjangan.

Melalui langkah nyata yang dilakukan oleh Zulfikar Demitry ini, pesan tentang pentingnya berbagi dan kepedulian sosial kembali ditegaskan. Bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, semangat gotong royong dan solidaritas tetap menjadi kekuatan utama.

Ke depan, diharapkan semakin banyak tokoh masyarakat, pejabat publik, dan elemen lainnya yang mengikuti langkah serupa. Dengan demikian, potensi besar zakat dan infak di Kabupaten Sumbawa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan umat dan kemajuan daerah.

Dari ruang kerja Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, sebuah pesan sederhana namun bermakna luas disampaikan: berbagi adalah tanggung jawab bersama, dan BAZNAS adalah jembatan amanah untuk mewujudkannya. (AM)

]]>
Mon, 27 Apr 2026 14:47:50 +0800 amr
Abdul Rafiq Suarakan Keprihatinan, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Desak Penanganan Serius Kasus Bullying SDN Sebeok https://amarmedia.co.id/abdul-rafiq-suarakan-keprihatinan-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-desak-penanganan-serius-kasus-bullying-sdn-sebeok https://amarmedia.co.id/abdul-rafiq-suarakan-keprihatinan-dpc-pdi-perjuangan-sumbawa-desak-penanganan-serius-kasus-bullying-sdn-sebeok Abdul Rafiq Suarakan Keprihatinan, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Desak Penanganan Serius Kasus Bullying SDN Sebeok

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Kasus perundungan (bullying) yang menimpa siswa di SDN Sebeok, Kecamatan Orong Telu, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, KEPADA Wartawan Minggu (26/4) menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman untuk bertumbuh, justru tercemar oleh tindakan yang mengancam psikologis anak.

Abdul Rafiq meminta Pemerintah Daerah melalui dinas terkait untuk tidak menganggap remeh kejadian ini. Ia mendesak adanya langkah konkret yang mencakup dua sisi: rehabilitasi dan pembinaan.

"Kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Harus ada penanganan psikologis bagi korban agar tidak trauma berkepanjangan, sekaligus pembinaan edukatif bagi pelaku. Kita butuh solusi yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar penyelesaian formalitas," ujar Abdul Rafiq 

Waspada "Wabah" Perilaku Negatif dari Media Sosial

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga menyoroti korelasi antara derasnya arus informasi digital dengan perilaku siswa di sekolah. Di era media sosial, tren negatif sangat mudah ditiru oleh anak-anak jika tidak ada filter yang kuat.

DPC PDI Perjuangan mengkhawatirkan jika kasus di SDN Sebeok tidak ditangani dengan tepat, hal tersebut bisa menjadi "wabah" yang menjalar ke sekolah-sekolah lain akibat pengaruh konten dunia maya yang tidak terkontrol.

Sebagai langkah mitigasi, PDI Perjuangan menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam pencegahan bullying yaitu Pendidikan Karakter, Peran Orang Tua dan Kepekaan Guru.

"Masifkan edukasi pengendalian emosi dan etika berkomunikasi bagi siswa, peran orang tua menjadi garda terdepan dalam mengawasi perilaku anak dan penggunaan gawai dan menuntut tenaga pendidik lebih sensitif dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini Ya" jelasnya.

Ini adalah tanggung jawab kolektif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berkarakter, dan beradab demi masa depan generasi muda Sumbawa," tutup Abdul Rafiq. (AM)

]]>
Sun, 26 Apr 2026 20:20:47 +0800 amr
Ambang Batas Dibahas, Pendidikan Politik Terlupakan? Ini Peringatan Direktur Mi6 https://amarmedia.co.id/ambang-batas-dibahas-pendidikan-politik-terlupakan-ini-peringatan-direktur-mi6 https://amarmedia.co.id/ambang-batas-dibahas-pendidikan-politik-terlupakan-ini-peringatan-direktur-mi6 Ambang Batas Dibahas, Pendidikan Politik Terlupakan? Ini Peringatan Direktur Mi6

MATARAM.Amarmedia.co.id—Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai partai politik tidak bisa lagi sekadar hadir sebagai mesin elektoral menjelang pemilu. Partai didorong mengambil tanggung jawab utama dalam menjalankan pendidikan politik kepada masyarakat sebagai strategi mendasar memperbaiki kualitas demokrasi, sekaligus menekan praktik politik uang yang masih mengakar.

“Selama pemilih tidak memiliki pemahaman politik yang memadai, maka politik uang akan terus menemukan momentumnya,” tandas Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Ahad (26/4/2026).

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini menegaskan, problem utama demokrasi elektoral di Indonesia hari ini bukan hanya pada desain sistem, melainkan pada rendahnya literasi politik pemilih. Kondisi tersebut menciptakan ruang subur bagi praktik transaksional dalam setiap kontestasi.

“Praktik politik uang itu bukan semata soal moralitas kandidat. Bukan. Tapi juga terkait dengan struktur kesadaran pemilih yang belum terbentuk,” ujarnya.

Menurut Didu, partai politik adalah aktor paling strategis untuk mengisi kekosongan tersebut. Sebagai pilar demokrasi, partai tidak hanya berfungsi merekrut dan mengusung kandidat, tetapi juga mendidik masyarakat agar menjadi pemilih rasional, kritis, dan berorientasi program.

Ia menyoroti bahwa dalam berbagai kontestasi, baik pemilu legislatif maupun pilkada, praktik politik uang masih menjadi fenomena laten. Hal itu, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari pendekatan partai yang cenderung pragmatis dan berorientasi jangka pendek.

Biaya politik yang tinggi menjadi salah satu pemicu utama. Dalam banyak kasus, kandidat didorong menggunakan cara instan untuk meraih suara, termasuk praktik transaksional.

“Ketika biaya politik mahal dan pendidikan politik rendah, maka yang terjadi adalah transaksi. Pemilih diposisikan sebagai objek, bukan subjek demokrasi,” katanya.

Didu juga menyoroti tingginya jumlah pemilih mengambang (swing voters) dan pemilih pemula yang belum memiliki preferensi politik kuat. Kelompok ini kerap menjadi sasaran mobilisasi berbasis uang maupun popularitas semata.

Partai Jangan Musiman

Dalam analisanya, Didu mengkritik pola kerja partai politik yang cenderung musiman. Aktivitas partai meningkat drastis menjelang pemilu, namun minim interaksi dengan masyarakat di luar siklus tersebut.

“Partai politik hari ini terlalu event oriented. Mereka hadir saat pemilu, tapi absen dalam proses pembentukan kesadaran politik masyarakat sehari-hari,” tegasnya.

Padahal, pendidikan politik merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Partai, kata dia, seharusnya hadir melalui diskusi publik, pelatihan kader, sekolah politik, hingga advokasi isu-isu masyarakat.

Tanpa kehadiran berkelanjutan, partai akan terus terjebak dalam politik elektoral yang dangkal dan kehilangan fungsi ideologisnya.

Didu juga menyoroti keberadaan dana bantuan negara untuk partai politik. Ia menilai, dana tersebut seharusnya dimaksimalkan untuk pendidikan politik, bukan sekadar operasional internal.

“Negara sudah memberikan dukungan finansial kepada partai. Maka ada konsekuensi moral dan politik bahwa dana itu harus kembali ke publik dalam bentuk pendidikan politik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana tersebut. Selama ini, publik dinilai belum sepenuhnya merasakan dampak langsung dari bantuan negara kepada partai.

Didu mendorong adanya indikator kinerja yang jelas terkait pelaksanaan pendidikan politik, sehingga penggunaan anggaran dapat diukur secara konkret dan berdampak nyata.

Rencana *revisi Undang-Undang Partai Politik oleh DPR RI* dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat kewajiban pendidikan politik. Selama ini, menurut Didu, aturan yang ada masih bersifat normatif dan belum memiliki turunan teknis yang kuat.

“Perlu ada penguatan regulasi yang lebih detail. Misalnya kewajiban program pendidikan politik yang terstruktur, indikator capaian, hingga sanksi bagi partai yang tidak menjalankan fungsi tersebut,” katanya.

Ia juga mengaitkan pembahasan revisi tersebut dengan isu ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Dalam sistem yang semakin kompetitif, partai dituntut memperkuat basis pemilih secara substantif, bukan sekadar mengandalkan mobilisasi jangka pendek.

Selain faktor eksternal, Didu menyoroti problem internal partai, terutama dalam hal rekrutmen politik yang cenderung pragmatis—lebih mengutamakan popularitas dan modal dibanding kapasitas dan ideologi.

“Kalau partai tidak serius membangun kader ideologis, maka pendidikan politik juga akan kehilangan arah. Karena yang diajarkan bukan nilai, tapi sekadar strategi menang,” ujarnya.

Fenomena perpindahan kader antar partai yang didorong kepentingan karier politik semata juga dinilai memperlemah identitas dan fungsi pendidikan politik partai.

Sebagai solusi, Didu mendorong pendekatan pendidikan politik yang lebih kontekstual dan adaptif. Partai perlu masuk ke ruang-ruang komunitas, seperti kelompok pemuda, organisasi masyarakat, hingga komunitas digital.

Menurutnya, karakter pemilih muda—terutama generasi milenial dan Gen Z—menuntut metode edukasi yang berbeda, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital.

Selain itu, kolaborasi dengan kampus, organisasi masyarakat sipil, dan media massa dinilai penting untuk memperluas jangkauan pendidikan politik.

“Pendidikan politik tidak boleh indoktrinatif. Harus mendorong pemilih menjadi kritis dan mandiri,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan politik bukan tugas tambahan, melainkan inti dari keberadaan partai dalam sistem demokrasi. Jika dijalankan konsisten, kualitas pemilih akan meningkat dan praktik politik uang dapat ditekan.

Tolak Penggabungan Pilkada

Di sisi lain, Didu menyatakan penolakannya terhadap wacana penggabungan pemilihan kepala daerah (pilkada) dengan pemilu legislatif daerah yang kerap didorong dengan alasan efisiensi biaya.

Menurutnya, demokrasi tidak bisa direduksi menjadi sekadar persoalan anggaran. Kualitas representasi, kedalaman partisipasi, dan kesehatan sistem politik harus menjadi pertimbangan utama.

“Demokrasi adalah investasi jangka panjang. Jangan direduksi jadi pengeluaran jangka pendek,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika efisiensi dijadikan alasan utama, maka secara ekstrem dapat berujung pada pembatasan partisipasi politik, yang jelas bertentangan dengan prinsip demokrasi.

Pengalaman Pemilu serentak 2019, kata dia, menunjukkan bahwa penggabungan pemilu tidak selalu menghasilkan efisiensi yang sehat. Sistem lima kotak justru menimbulkan beban berat bagi penyelenggara dan berdampak pada kualitas pelaksanaan.

Selain itu, penggabungan pilkada berpotensi menenggelamkan isu-isu lokal. Perhatian publik cenderung tersedot pada isu besar dan figur nasional, sehingga kandidat kepala daerah tidak lagi bertarung dengan gagasan berbasis kebutuhan daerah.

“Pemilih akhirnya tidak memilih berdasarkan program lokal, tapi karena popularitas atau afiliasi politik yang lebih luas,” ujarnya.

Dari sisi pemilih, kompleksitas juga meningkat. Dalam satu waktu, pemilih harus membuat banyak keputusan sekaligus, yang berpotensi menimbulkan kelelahan memilih (ballot fatigue).

“Dalam konteks Indonesia, fenomena ini sudah nyata. Banyak pemilih kebingungan karena harus memilih banyak kandidat sekaligus, yang pada akhirnya menurunkan kualitas keputusan politik,” kata Didu.

Sebagai alternatif, Didu menawarkan pendekatan yang lebih substantif, seperti reformasi internal partai melalui transparansi rekrutmen kandidat dan penguatan kaderisasi, pendidikan politik berkelanjutan, serta penguatan regulasi pembiayaan politik agar biaya politik tidak menjadi beban utama kandidat.

“Intinya, penggabungan pilkada dengan pemilu legislatif daerah bukanlah solusi. Efisiensi biaya tidak bisa dijadikan justifikasi untuk mengorbankan kualitas demokrasi,” pungkasnya.

]]>
Sun, 26 Apr 2026 17:26:10 +0800 amr
Hardiknas 2026: Dikbud Sumbawa Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak Lewat Gerakan Anti&Bullying https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-dikbud-sumbawa-perkuat-ikatan-orang-tua-dan-anak-lewat-gerakan-anti-bullying https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-dikbud-sumbawa-perkuat-ikatan-orang-tua-dan-anak-lewat-gerakan-anti-bullying Hardiknas 2026: Dikbud Sumbawa Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak Lewat Gerakan Anti-Bullying

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si secara resmi akan meluncurkan gerakan "Bersama Ayah/Ibu Kami Terlindungi" sebagai tema utama Hardiknas 2026. Langkah ini diambil berdasarkan data uji sosiometri di sejumlah SMP yang menunjukkan perlunya penanganan serius terhadap isu perundungan (bullying). Melalui program ini, pemerintah daerah ingin menggeser pola penanganan masalah anak dari sekadar prosedur administratif menjadi pendekatan batiniah yang lebih menyentuh antara sekolah, anak, dan orang tua.

Dalam keterangannya kepada awak media Minggu 26 April 2026, Kadis Dikbud Budi Sastrawan mengatakan bahwa rangkaian acara akan dimulai pada 29 April 2026 dengan Festival Permainan Rakyat yang mewajibkan kolaborasi antara orang tua dan anak dalam permainan tradisional seperti Balogo dan Main Hadang. "Kegiatan ini dirancang untuk mencairkan sekat komunikasi dan membangun kembali rasa saling percaya melalui kegembiraan bermain. Budi menekankan bahwa kearifan lokal adalah media terbaik untuk menciptakan interaksi sehat yang selama ini mulai hilang di tengah dinamika remaja yang kian kompleks" jelasnya.

Kemudian lanjutnya, Pada 30 April pagi, suasana akan lebih emosional melalui agenda "Satu Jam Bersama Ayah/Ibu di Sekolah". Dalam sesi ini, ruang kelas menjadi tempat privat bagi anak untuk mencurahkan seluruh isi hati dan keresahan sosial mereka langsung kepada orang tua tanpa intervensi pihak lain. Budi menjelaskan bahwa kehadiran orang tua sebagai pendengar aktif sangat penting untuk memvalidasi perasaan anak, sehingga anak merasa memiliki pelindung utama dalam menghadapi tekanan di lingkungan pergaulannya.

Puncak komitmen moral akan dilaksanakan pada malam harinya melalui prosesi "Malam Seribu Cahaya" yang diisi dengan aksi pemadaman lampu serentak selama lima menit. Di bawah cahaya senter ponsel, para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat akan membacakan ikrar setia untuk menjaga anak-anak dari pengaruh negatif dan praktik perundungan. Prosesi kontemplasi ini bertujuan menyentuh kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda lagi demi masa depan mereka.

Seluruh rangkaian ini akan diakhiri dengan upacara bendera serentak pada 2 Mei 2026 di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten Sumbawa. Budi Sastrawan berharap momentum Hardiknas kali ini menjadi titik balik bagi dunia pendidikan di Sumbawa untuk lebih memanusiakan manusia. Dengan memadukan data saintifik dan ketulusan hati, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjamin keamanan fisik dan psikologis bagi setiap peserta didik. (AM)

]]>
Sun, 26 Apr 2026 16:49:07 +0800 amr
Bayang&Bayang Perundungan di Balik Semangat Hardiknas 2026 https://amarmedia.co.id/bayang-bayang-perundungan-di-balik-semangat-hardiknas-2026 https://amarmedia.co.id/bayang-bayang-perundungan-di-balik-semangat-hardiknas-2026 Bayang-Bayang Perundungan di Balik Semangat Hardiknas 2026

Oleh Asmediati

Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, kita kembali diingatkan pada satu kenyataan yang tidak nyaman: dunia pendidikan kita belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman bagi semua anak. Di beberapa daerah, kabar tentang aksi perundungan yang melibatkan pelajar menjadi cermin buram yang sulit diabaikan. Di saat seharusnya kita bersiap merayakan semangat belajar dan kemajuan pendidikan, justru luka-luka sosial itu muncul ke permukaan.

Perundungan bukan sekadar persoalan anak-anak yang “bercanda berlebihan”. Ia adalah bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis, yang meninggalkan dampak panjang. Seorang anak yang menjadi korban bisa kehilangan rasa percaya diri, merasa tidak aman, bahkan kehilangan semangat untuk datang ke sekolah. Di sisi lain, pelaku perundungan sering kali tumbuh tanpa menyadari bahwa tindakannya melukai orang lain, karena lingkungan sekitar tidak memberikan batasan yang jelas.

Fenomena ini tidak bisa dilihat sebagai kesalahan satu pihak saja. Ada banyak lapisan yang saling terkait. Keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial memiliki peran yang sama besar. Ketika anak tumbuh dalam suasana yang kurang hangat, minim perhatian, atau terbiasa melihat konflik diselesaikan dengan kekerasan, maka pola itu mudah terbawa ke lingkungan sekolah. Di sana, ia mungkin mencari “kuasa” dengan cara menindas teman yang dianggap lebih lemah.

Sekolah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman setelah rumah, kadang belum mampu sepenuhnya mengantisipasi persoalan ini. Tidak semua guru memiliki waktu dan ruang untuk memahami kondisi psikologis setiap siswa. Beban administrasi yang tinggi, jumlah siswa yang banyak, serta keterbatasan fasilitas sering membuat pengawasan tidak berjalan optimal. Akibatnya, tindakan perundungan bisa terjadi di sudut-sudut yang luput dari perhatian.

Namun, menyalahkan kondisi semata juga tidak cukup. Kita perlu jujur mengakui bahwa budaya saling mengejek, merendahkan, bahkan mempermalukan orang lain masih dianggap biasa. Di media sosial, hal seperti ini bahkan sering dianggap hiburan. Anak-anak yang tumbuh dalam budaya seperti itu bisa saja menganggap perundungan sebagai sesuatu yang wajar. Padahal, luka yang ditinggalkan tidak pernah sederhana.

Momentum Hardiknas seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik atau prestasi lomba. Lebih dari itu, pendidikan adalah tentang membentuk manusia yang beradab, yang mampu menghargai orang lain, dan memiliki empati. Jika masih ada anak yang takut datang ke sekolah karena diintimidasi, maka ada yang perlu kita perbaiki bersama.

Upaya pencegahan perundungan harus dimulai dari hal-hal sederhana namun konsisten. Di lingkungan keluarga, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Mendengarkan cerita mereka, memahami perasaan mereka, dan memberi contoh bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik. Anak yang merasa dihargai di rumah cenderung lebih mampu menghargai orang lain di luar.

Di sekolah, pendekatan yang lebih humanis perlu diperkuat. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping. Membuka ruang dialog dengan siswa, mengenali tanda-tanda adanya perundungan, dan berani bertindak ketika melihat ketidakadilan. Sekolah juga bisa membuat program sederhana seperti kegiatan literasi, diskusi kelompok, atau permainan kolaboratif yang menumbuhkan rasa kebersamaan.

Selain itu, penting untuk menciptakan sistem pelaporan yang aman bagi korban. Banyak kasus perundungan tidak terungkap karena korban takut untuk berbicara. Mereka khawatir akan mendapat balasan yang lebih buruk atau tidak dipercaya. Jika sekolah mampu menyediakan ruang yang aman dan responsif, maka peluang untuk mencegah kasus berulang akan lebih besar.

Peran masyarakat juga tidak kalah penting. Lingkungan yang peduli akan lebih cepat menangkap gejala-gejala awal perundungan. Tetangga, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal bisa menjadi bagian dari solusi dengan menciptakan suasana yang lebih ramah bagi anak-anak. Kegiatan bersama, seperti gotong royong atau acara budaya, bisa menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.

Tidak kalah penting, kita juga perlu bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak kasus perundungan saat ini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui dunia maya. Komentar yang merendahkan, penyebaran foto atau video tanpa izin, hingga ujaran kebencian bisa menjadi bentuk perundungan digital yang dampaknya tidak kalah besar. Edukasi tentang etika bermedia sosial perlu terus digaungkan, baik di sekolah maupun di rumah.

Hardiknas 2026 seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan dengan upacara dan pidato. Ia harus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bahwa setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang. Bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari angka kelulusan, tetapi juga dari bagaimana kita memperlakukan sesama.

Perundungan mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dalam waktu singkat, tetapi ia bisa dikurangi jika ada kesadaran kolektif. Langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan membawa perubahan besar. Mulai dari kata-kata yang lebih baik, sikap yang lebih peduli, hingga keberanian untuk menegur ketika melihat ketidakadilan.

Di daerah kita, harapan itu tetap ada. Dengan kekayaan nilai budaya dan semangat kebersamaan yang kuat, masyarakat memiliki modal sosial yang besar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat. Tinggal bagaimana semua pihak mau bergerak, tidak saling menyalahkan, tetapi saling menguatkan.

Menjelang Hardiknas ini, mungkin kita perlu bertanya pada diri sendiri: sudahkah kita menjadi bagian dari solusi? Sudahkah kita menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak di sekitar kita? Jika jawabannya belum, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk memulai.

Karena pada akhirnya, pendidikan yang baik bukan hanya melahirkan anak-anak pintar, tetapi juga manusia yang memiliki hati. Dan di situlah masa depan yang sesungguhnya dibangun.(AM)

]]>
Sun, 26 Apr 2026 15:07:02 +0800 amr
Menjemput Takdir Puisi: Seni Memberi ‘Hak’ pada Setiap Bunyi dan Rasa https://amarmedia.co.id/menjemput-takdir-puisi-seni-memberi-hak-pada-setiap-bunyi-dan-rasa https://amarmedia.co.id/menjemput-takdir-puisi-seni-memberi-hak-pada-setiap-bunyi-dan-rasa Menjemput Takdir Puisi: Seni Memberi ‘Hak’ pada Setiap Bunyi dan Rasa

Oleh: Purna Aprianti 

Editor: Abdul Ma'ruf Rahmat SP 

Berpuisi bukan sekadar urusan melisankan kata dengan nada yang diatur sedemikian rupa. Di balik setiap baris naskah yang digenggam seorang siswa di atas panggung, ada proses panjang yang sering kali menguras air mata, tenaga, hingga kewarasan. Sebagai pendamping, saya menyebutnya sebagai proses "menjemput takdir" sebuah karya sastra.

Ingatan saya melompat kembali ke masa FLS2N di Kupang. Saat itu, perhatian saya tersita oleh seorang siswi berbakat. Ada sesuatu pada pandangan matanya, senyum tipisnya, dan suara kecilnya yang syahdu. Itulah awal mula kami "berproses seperti orang gila." Menyiapkan empat jenis puisi bukanlah perkara mudah. Saya masih ingat bagaimana ia kelelahan hingga tertidur di panggung aula SMKN 1 Sumbawa. Di sana, saya hanya bisa duduk menjaganya, memastikan air minum dan makanan kesukaannya tersedia saat ia terbangun nanti.

Strategi di Balik Selera Juri

Dunia kompetisi puisi adalah perpaduan unik antara pakem ilmu sastra dan subjektivitas atau selera juri. Kami tidak hanya berlatih teknik, tapi juga melakukan "riset." Sesaat setelah Technical Meeting di Kupang, saya meminta nama lengkap dewan juri dan mulai menelusuri jejak digital mereka.

Kami mencoba membedah kecenderungan estetika para juri agar naskah yang diciptakan bisa beresonansi dengan keinginan mereka tanpa kehilangan jati dirinya. Hasilnya? Alhamdulillah, kami berhasil meraih Juara 3 Nasional—satu-satunya piala yang dibawa pulang oleh kontingen NTB kala itu. Sebuah pembuktian bahwa kerja keras yang dipadukan dengan strategi yang tepat tidak akan mengkhianati hasil.

Kisah serupa berulang tahun lalu. Pendampingan dilakukan untuk dua siswa dari latar belakang berbeda: satu dari SMA Negeri 2 Sumbawa Besar dan satu lagi dari SLB Negeri 1 Sumbawa Besar. Melatih anak inklusi memberikan spektrum pembelajaran yang jauh berbeda. Ada kenikmatan luar biasa saat mendampingi anak-anak hebat ini melampaui keterbatasan mereka hingga berhasil mewakili NTB ke tingkat nasional. Di titik ini, juara bukan lagi prioritas utama, melainkan proses kemanusiaan yang terjadi di dalamnya.

Memberikan Hak pada Bunyi

Lantas, apa sebenarnya esensi dari berpuisi? Bagi saya, berpuisi adalah menyampaikan makna melalui nada, intonasi, dan ekspresi yang presisi. Kuncinya adalah memahami makna terdalam dari setiap diksi.

"Jangan lupakan bahwa setiap bunyi memiliki maknanya. Berilah hak untuk setiap bunyi agar diucapkan dengan benar, sehingga pesan yang tersimpan di balik kata sampai dengan utuh ke telinga pendengar."

Sering kali kita melihat pembaca puisi yang salah menangkap aura emosi. Jangan sampai kita bersedih pada puisi sukacita, atau berteriak lantang pada puisi tentang kematian. Ada bunyi-bunyi tertentu yang mewakili setiap rasa. Kejelian menemukan bunyi itulah yang membedakan seorang pembaca puisi biasa dengan seorang penutur rasa.

Rindu yang Menguntai Kembali

Setelah sekian lama terbenam dalam rutinitas di hadapan layar laptop, ada kerinduan yang membuncah untuk kembali menguntai kata. Saya rindu meregangkan jiwa dengan nuansa bunyi dan bersenandung melalui diksi-diksi indah.

Pendidikan dan literasi adalah jalan panjang yang tak ada ujungnya. Melalui Rumah Literasi Yarita, kami akan terus berkomitmen menemani anak-anak hebat ini untuk terus berproses, menikmati setiap rima, dan menemukan jati diri mereka melalui keajaiban puisi. Selamat berproses, anak-anakku. Mari kita beri hak pada setiap rasa yang ingin bicara.(AM)

]]>
Sat, 25 Apr 2026 16:36:01 +0800 amr
Zifana Kalila Azrhiel, Siswa SMPN 2 Unter Iwes Raih Juara 1 Speech Competition Tingkat Provinsi NTB https://amarmedia.co.id/zifana-kalila-azrhiel-siswa-smpn-2-unter-iwes-raih-juara-1-speech-competition-tingkat-provinsi-ntb https://amarmedia.co.id/zifana-kalila-azrhiel-siswa-smpn-2-unter-iwes-raih-juara-1-speech-competition-tingkat-provinsi-ntb Zifana Kalila Azrhiel, Siswa SMPN 2 Unter Iwes Raih Juara 1 Speech Competition Tingkat Provinsi NTB 

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Kali ini, Zifana Kalila Azrhiel, siswi berbakat dari SMPN 2  Unter Iwes (SpenDaUI), berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Speech Competition pidato berbahasa Inggris tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh STKIP Paracendekia NW Sumbawa yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 April 2026. Keberhasilan Kalila, sapaan akrabnya, menjadi bukti nyata kualitas kompetensi siswa daerah dalam penguasaan bahasa internasional di level provinsi.

Kepala SMPN 2 Unter Iwes, Nur Aini Furqan, S.Pd., M.Pd. tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian luar biasa anak didiknya tersebut. Dalam keterangannya, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kalila yang telah berjuang maksimal.

"Yes, you did it Kalila! Ibu sangat bangga padamu, nak. Alhamdulillah, salah satu siswa hebat SMPN 2 Unter Iwes kembali membuktikan kemampuannya. Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan menginspirasi teman-teman yang lain untuk terus berkarya," ujar Nur Aini dengan nada bangga.

Lebih lanjut, Nur Aini menekankan bahwa prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan kolaborasi tim pendidik yang solid. Ia memberikan apresiasi khusus kepada para pembimbing yang telah mencurahkan waktu dan tenaga untuk mengasah bakat siswa.

"Terima kasih tak terhingga kepada pembina hebat English Club, Ibu Trisagita Oktavianti, S.Pd dan ibu Nani Suhriani, S.Pd. Dedikasi kalian luar biasa dalam membimbing Kalila. Tak lupa, dukungan dari seluruh bapak dan ibu guru Spenda UI yang tetap semangat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa," tambahnya.

Keberhasilan Zifana Kalila Azrhiel di ajang ini semakin memperkuat posisi SMPN 2 Unter Iwes sebagai salah satu sekolah yang konsisten dalam mencetak siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat regional.(AM)

]]>
Sat, 25 Apr 2026 16:03:48 +0800 amr
Perkuat Ketahanan Pangan, Komisi II DPRD Sumbawa Konsultasi Program Strategis Pertanian ke BPLIP dan BRMP NTB https://amarmedia.co.id/perkuat-ketahanan-pangan-komisi-ii-dprd-sumbawa-konsultasi-program-strategis-pertanian-ke-bplip-dan-brmp-ntb https://amarmedia.co.id/perkuat-ketahanan-pangan-komisi-ii-dprd-sumbawa-konsultasi-program-strategis-pertanian-ke-bplip-dan-brmp-ntb Perkuat Ketahanan Pangan, Komisi II DPRD Sumbawa Konsultasi Program Strategis Pertanian ke BPLIP dan BRMP NTB

Mataram.Amarmedia.co.id– Dalam upaya menjemput bola program pembangunan pertanian pusat untuk daerah, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja dan koordinasi ke Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi NTB dan Balai Penerapan Lintas Instansi Pertanian (BPLIP) Kelas II Mataram, Jumat (24/4).

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BPLIP Kelas II Mataram, Suparman, S.P., M.Si., Kepala BRMP Provinsi NTB, Hendro Cahyono,S.Pt.M.Sc Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., serta Sekretaris Komisi II DPRD  Sumbawa, H. Zohran bersama Anggota DPRD.

Hadir pula Ketua Tim Teknis Pengairan BPLIP Dr. Awaluddin. SP.MSi, Ketua Tim Irigasi BPLIP Ayu, Anggota Komisi II Lainnya, Ridwan SP M.Si, Muhammad Zain SIP, H Andi Mappelepui, Adizul Sahabuddin SP.MSi, Sri Wahyuni dan Tim Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Ma'ruf Rahmat SP.

Modernisasi dan Inovasi "PM AAS"

Kepala BRMP, Hendro Cahyono, dalam sambutannya menekankan pentingnya optimalisasi lahan pertanian di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa yang memiliki potensi lahan sangat luas. Ia mengungkapkan bahwa fokus Kementerian Pertanian saat ini adalah perluasan areal tanam dan modernisasi.

Salah satu inovasi yang akan diuji coba di 15 provinsi, termasuk NTB, adalah sistem PM AAS (Penanaman Model Advantage Agriculture System).

"Sistem ini memungkinkan populasi tanaman meningkat drastis dari 400.000 menjadi 2 juta per hektar dengan hasil mencapai 7,4 hingga 10 ton. Pencanangan perdana akan dilakukan pada 30 April mendatang. Ini momen langka untuk keberhasilan petani kita," ujar Hendro.

 

Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., menyoroti urgensi penyelesaian administrasi teknis terkait Survey Investigation Design (SID). Ia mendorong agar penunjukan konsultan perencana dilakukan secara efektif mengingat target program fisik harus tuntas pada September agar bisa panen di bulan Desember.

"Kami menyarankan agar perencanaan bisa melibatkan kekuatan lokal seperti Dinas PU atau konsultan di kabupaten agar lebih cepat. Mengingat target Irigasi Perpompaan (Irpom) dan pipanisasi ini sangat ketat waktunya," tegas Ni Wayan. Ia juga mengeluhkan minimnya anggaran operasional untuk pengecekan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) di lapangan.

Komitmen DPRD Sumbawa: Menjemput Bola

Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran Sah, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut koordinasi dari Direktorat Jenderal di Kementerian Pertanian.

"Di tengah kondisi efisiensi keuangan negara, kami sebagai lembaga politik harus proaktif menjemput bola agar program pusat maksimal terserap ke Sumbawa. Kami juga berharap universitas lokal di Sumbawa, seperti UNSA atau UTS, bisa dilibatkan dalam perencanaan SID agar evaluasi lebih dekat dan pemberdayaan lokal tercipta," kata H. Zohran.

Penjelasan Teknis BPLIP Mataram

Menanggapi diskusi tersebut, Kepala BPLIP Kelas II Mataram, Suparman, S.A.P., M.Si., menjelaskan bahwa untuk wilayah NTB terdapat alokasi sekitar 1.403 unit irigasi perpompaan/parit, di mana 12 unit berada di bawah pengawasan langsung balai.

Terkait kendala teknis, Suparman menekankan beberapa poin penting diantaranya masalah percepatan CPCL, Fleksibelitas Perencana dan integritas aturan.

"Pemberkasan dan pembukaan rekening kelompok tani harus segera tuntas agar pencairan dana tidak terhambat" ujar Suparman 

Jika Universitas Negeri (Unram) terkendala personel, alternatif penggunaan jasa PUPR dapat dipertimbangkan agar kontrak SID segera berjalan imbuhnya 

Dijelaskannya dalam proses sangat menekankan integritas dan aturan, Proses pengadaan menggunakan e-katalog untuk menghindari negosiasi ilegal. Selain itu, penapisan lahan dilakukan ketat agar tidak masuk dalam kawasan hutan lindung.

"Kami bekerja berdasarkan aturan teknis yang benar. Selama prosesnya benar, kami akan lakukan meski ada tekanan. Fokus kita adalah percepatan demi kesejahteraan petani," pungkas Suparman.

Tentang BPLIP Kelas II Mataram:

Dibentuk pada 11 Januari, BPLIP Kelas II Mataram saat ini berkantor di gedung BRMP dan mewakili wilayah kerja lintas provinsi meliputi Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Maluku Utara.

BRMP Provinsi NTB adalah kantor yang membidangi modernisasi peralatan mesin pertanian. Hasil temuan dibidang pertanian dilakukan pengkajian, pengujian dan sertifikasi di lembaga ini sebelum di turunkan ke petani. (AM)

]]>
Sat, 25 Apr 2026 10:07:04 +0800 amr
Dari Timur Menyala: Membaca sebagai Nafas yang Tak Pernah Padam https://amarmedia.co.id/dari-timur-menyala-membaca-sebagai-nafas-yang-tak-pernah-padam https://amarmedia.co.id/dari-timur-menyala-membaca-sebagai-nafas-yang-tak-pernah-padam Dari Timur Menyala: Membaca sebagai Nafas yang Tak Pernah Padam

Oleh. Asmediati 

Ada sesuatu yang diam-diam bergerak di negeri ini—tak riuh, tak pula gemerlap, tetapi terus hidup dan mengakar. Ia adalah kebiasaan membaca. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik pada Februari 2026 mungkin hanya menampilkan deretan angka dan nama daerah. Namun di balik itu, tersimpan kisah tentang ketekunan yang jarang disorot.

Siapa sangka, daerah seperti Nusa Tenggara Timur justru berdiri di urutan teratas dalam hal minat baca. Disusul Nusa Tenggara Barat dan Sumatra Selatan, lalu beberapa wilayah lain yang selama ini tidak selalu menjadi pusat perhatian. Fakta ini seperti mengetuk pelan kesadaran kita: bahwa semangat membaca tidak selalu lahir dari kemewahan fasilitas.

Di banyak tempat, buku bukan benda yang mudah dijangkau. Perpustakaan mungkin jauh, koleksi terbatas, dan akses digital belum merata. Namun justru dalam keterbatasan itulah, keinginan untuk membaca menemukan bentuknya yang paling jujur. Ia tidak bergantung pada kenyamanan, melainkan pada kebutuhan untuk memahami dunia.

Barangkali kita terlalu lama mengira bahwa literasi tumbuh seiring dengan kemajuan kota. Bahwa gedung-gedung tinggi, jaringan internet cepat, dan toko buku besar adalah syarat utama lahirnya budaya membaca. Kenyataannya tidak selalu demikian. Ada ruang-ruang sederhana—di sudut sekolah, di beranda rumah, atau di bawah cahaya lampu seadanya—di mana halaman demi halaman dibaca dengan penuh kesungguhan.

Membaca, dalam konteks ini, bukan sekadar aktivitas. Ia menjadi semacam jalan keluar. Jalan untuk melihat kemungkinan lain, untuk mengenal dunia yang lebih luas, bahkan untuk memahami diri sendiri. Ketika seseorang membaca, ia sedang membuka pintu yang sebelumnya tertutup rapat.

Namun kita juga perlu jujur pada diri sendiri. Tingginya minat baca di beberapa daerah tidak serta-merta berarti persoalan literasi di Indonesia sudah selesai. Justru ini seperti alarm halus: mengapa daerah lain belum menunjukkan hal yang sama? Apa yang kurang? Apakah soal akses, kebijakan, atau sekadar kurangnya dorongan dari lingkungan terdekat?

Membaca tidak tumbuh begitu saja. Ia perlu dirawat. Di rumah, ia dimulai dari hal-hal kecil—orang tua yang menyediakan waktu, yang memberi contoh, yang tidak menjadikan buku sebagai sesuatu yang asing. Di sekolah, ia hidup dari cara guru memperkenalkan bacaan, bukan sebagai kewajiban yang membebani, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan.

Di luar itu, ada peran yang lebih besar: kebijakan dan perhatian. Buku perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat. Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi bangunan sepi. Komunitas literasi harus diberi ruang untuk tumbuh. Sebab dari tempat-tempat sederhana itulah, kebiasaan membaca sering kali bersemi.

Kita juga tidak bisa menutup mata terhadap perubahan zaman. Hari ini, membaca tidak lagi identik dengan buku cetak. Layar ponsel pun menjadi jendela baru. Artikel, cerita pendek, bahkan tulisan singkat di media sosial—semuanya bagian dari lanskap literasi modern. Tantangannya adalah menjaga agar apa yang dibaca tetap bermakna, tidak sekadar lewat begitu saja.

Di tengah arus informasi yang deras, kemampuan untuk memilih dan memahami menjadi sama pentingnya dengan kemampuan membaca itu sendiri. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi penonton dari kata-kata yang melintas cepat, tanpa sempat benar-benar mengerti.

Barangkali yang paling menarik dari data ini bukanlah siapa yang berada di peringkat pertama. Melainkan pesan yang tersirat di dalamnya: bahwa membaca bisa tumbuh di mana saja. Tidak harus menunggu sempurna. Tidak perlu menunggu lengkap.

Ada harapan yang pelan-pelan menyala dari timur, dari selatan, dari tempat-tempat yang sering dianggap jauh. Harapan bahwa generasi yang akrab dengan bacaan akan tumbuh dengan cara pandang yang lebih luas. Mereka tidak hanya membaca untuk tahu, tetapi juga untuk mengerti dan merasakan.

Dan pada akhirnya, mungkin itulah yang paling kita butuhkan—bukan sekadar angka yang tinggi, tetapi manusia-manusia yang mau membuka halaman, menelusuri makna, dan tidak lelah mencari pengetahuan. Sebab dari sanalah perubahan sering kali bermula: dari satu buku, satu pembaca, dan satu keinginan kecil untuk memahami dunia lebih dalam.[]

]]>
Fri, 24 Apr 2026 21:47:27 +0800 amr
Kembalikan Hati sebagai Rahim Pendidikan Refleksi menghadapi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 https://amarmedia.co.id/kembalikan-hati-sebagai-rahim-pendidikan-refleksi-menghadapi-hari-pendidikan-nasional-2-mei-2026 https://amarmedia.co.id/kembalikan-hati-sebagai-rahim-pendidikan-refleksi-menghadapi-hari-pendidikan-nasional-2-mei-2026 Kembalikan Hati sebagai Rahim Pendidikan

Refleksi menghadapi Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026

Oleh : Junaidi, S.Pd.,M.Pd

(Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa)

Dunia pendidikan kita hari ini seolah sedang berjalan di padang gersang, kehilangan oase yang dahulu begitu rimbun oleh nilai-nilai ketulusan dan pengabdian. Kita terjebak dalam bangunan-bangunan megah dan kurikulum yang padat, namun sering kali lupa bahwa pendidikan sejatinya adalah proses "menuntun" jiwa, bukan sekadar mengisi botol kosong dengan tumpukan informasi. Ada kerinduan mendalam untuk kembali ke rahim pendidikan yang hangat, sebuah ruang di mana sekolah dan keluarga tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, melainkan menyatu dalam satu napas untuk menjaga ruang batin anak agar tetap suci dan terbebas dari kepungan pengaruh negatif lingkungan yang kian liar.

Pondasi pendidikan masyarakat Sumbawa sejatinya telah mewariskan protokol ruhani yang sangat luar biasa, menempatkan hati sebagai sumber utama dari setiap gerak kehidupan. Segalanya bermula dari niat yang dipasrahkan sepenuhnya ke hadirat Sang Khaliq, sebuah titik nol di mana ego manusia ditanggalkan sebelum melangkah. Niat ini kemudian tidak dibiarkan menguap begitu saja, melainkan direnungkan secara mendalam dengan menjadikan hati sebagai kompas kehidupan. Dalam keheningan renungan itu, seorang insan menimbang kemanfaatan dan kesucian langkahnya, memastikan bahwa apa yang akan ia kerjakan selaras dengan kehendak langit dan harmoni alam semesta.

Setelah perenungan batin itu tuntas, tahap selanjutnya bukanlah langsung bertindak, melainkan kembali memasrahkan diri secara total kepada Sang Pemilik Ilmu sebagai pengakuan atas keterbatasan insani. Kesadaran inilah yang membuat para pendahulu kita tidak pernah merasa sombong atas karya-karya monumental yang mereka lahirkan, karena mereka merasa hanyalah perantara dari ilmu Tuhan yang Maha Luas. Baru setelah proses spiritual itu genap, mulai dari niat, renungan hati, hingga kepasrahan akhir, tangan mulai bergerak memulai aktivitas. Inilah rahasia mengapa karya-karya masa lalu memiliki "ruh" yang tetap tegak melintasi zaman, karena ia lahir dari rahim ketulusan batin yang terjaga.

Namun kini, lingkungan yang seharusnya menjadi rahim tempat bertumbuh telah berubah wajah menjadi supermarket raksasa yang serba instan, di mana koneksi digital sering kali lebih kuat daripada koneksi batin antara anak dan orang tuanya. Anak-anak kita dikepung oleh kemudahan fasilitas yang justru memutus dialog mereka dengan nilai-nilai luhur dan realitas sosial yang nyata. Tanpa sinkronisasi antara sekolah dan rumah untuk menghidupkan kembali peran hati sebagai filter utama, jiwa anak menjadi rapuh dan mudah terisi oleh residu negatif dari layar-layar gawai. Kita kehilangan keheningan yang seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk belajar merasakan kehadiran Tuhan di tengah hiruk-pikuk modernitas yang mekanistik.

Kesadaran untuk "pulang ke rahim" pendidikan menjadi sangat mendesak menjelang Hardiknas 2026, sebagai ikhtiar untuk membangun kembali ekosistem yang melindungi kesucian jiwa anak. Sekolah harus bertransformasi menjadi taman yang tidak hanya mengasah otak, tetapi juga membasuh hati melalui filosofi Balong Ate, sementara keluarga harus kembali menjadi madrasah pertama yang mengajarkan seni kejujuran batin. Kita perlu menciptakan dialog yang jujur antara guru dan orang tua, bukan sekadar membahas angka di rapor, melainkan mendiskusikan bagaimana menjaga agar batin anak tetap memiliki kompas yang tajam di tengah godaan supermarket kehidupan yang kian liar dan transaksional.

Membangun kembali konektivitas batin berarti menempatkan keteladanan di atas instruksi, di mana anak melihat harmoni antara ucapan dan perbuatan dari orang-orang dewasa di sekitarnya. Di tengah gempuran teknologi yang sering kali menjauhkan manusia dari jati dirinya, sentuhan kasih sayang yang tulus dari guru dan kehadiran utuh orang tua di rumah adalah perisai terkuat bagi anak. Kita harus mampu meyakinkan generasi ini bahwa setiap karya yang dimulai dengan kepasrahan batin akan menghasilkan keberkahan yang tak terhingga bagi dunia. Hanya dengan hati yang dijadikan sumber utama pendidikan, mereka akan mampu berdiri tegak menghadapi badai zaman tanpa harus mengotori kesucian jiwanya.

Pada akhirnya, refleksi 2 Mei ini adalah ajakan untuk merapatkan barisan, menghubungkan kembali jembatan yang terputus antara sekolah dan keluarga demi menjaga marwah batin anak-anak kita. Jika setiap aktivitas pendidikan dikembalikan pada niat yang suci, renungan yang dalam, dan kepasrahan yang total, maka anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedalaman jiwa. Mari kita jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memuliakan hati sebagai pusat kendali pendidikan, sehingga lahir generasi tercerahkan yang karyanya tidak hanya megah secara rupa, namun juga suci secara makna.(AM)

]]>
Fri, 24 Apr 2026 21:07:38 +0800 amr
Pengadaan Transparan, Ekonomi Daerah Kuat: Bupati Sumbawa Buka Bimtek SPSE, SiKaP, dan E&Katalog https://amarmedia.co.id/pengadaan-transparan-ekonomi-daerah-kuat-bupati-sumbawa-buka-bimtek-spse-sikap-dan-e-katalog https://amarmedia.co.id/pengadaan-transparan-ekonomi-daerah-kuat-bupati-sumbawa-buka-bimtek-spse-sikap-dan-e-katalog Pengadaan Transparan, Ekonomi Daerah Kuat: Bupati Sumbawa Buka Bimtek SPSE, SiKaP, dan E-Katalog

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 23 April 2026 — Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) aplikasi SPSE, SiKaP, dan E-Katalog versi 6 bagi para penyedia se-Pulau Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Madilaoe ADT Lantai III, Kantor Bupati Sumbawa, dengan diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur pengadaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTB, para Kepala Bagian PBJ Provinsi NTB, narasumber dan tim teknis, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Sumbawa, para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pengadaan, serta para penyedia barang dan jasa.

Dalam laporannya, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTB, Marga Sulkifli Rayes, S.IP., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta memberikan penyegaran terkait proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Pulau Lombok, kegiatan ini kembali digelar di Pulau Sumbawa dengan melibatkan 58 peserta. Pelaksanaan di wilayah ini diharapkan mampu memberikan kemudahan akses bagi para penyedia, sekaligus menjadi ruang diskusi yang konstruktif dalam memahami penggunaan aplikasi SPSE, SiKaP, dan E-Katalog secara lebih optimal.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan seluruh proses belanja daerah berjalan secara transparan, akuntabel, tepat waktu, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan instrumen penting dalam mendukung visi pembangunan daerah, termasuk dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal melalui tata kelola yang kredibel dan profesional.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan adalah amanah rakyat. Karena itu, proses pengadaan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa penyusunan dan pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) merupakan kewajiban yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 yang telah diperbarui melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, serta diperkuat dengan Peraturan Lembaga LKPP Nomor 11 Tahun 2021. Seluruh proses tersebut dijalankan melalui aplikasi SiRUP sebagai bentuk transparansi publik yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Menutup sambutannya, Bupati Sumbawa mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengandalkan sistem, tetapi juga membangun komitmen dan integritas dalam setiap tahapan pengadaan. Ia menegaskan bahwa SiRUP, RUP, dan E-Katalog harus menjadi instrumen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(AM/Jhe)

]]>
Fri, 24 Apr 2026 06:09:54 +0800 amr
Soroti Kondisi Pasar Alas, Anggota KOMISI II DPRD Sumbawa H Andi Mappelepui Desak Pemda Lakukan Penataan Ulang https://amarmedia.co.id/soroti-kondisi-pasar-alas-anggota-komisi-ii-dprd-sumbawa-h-andi-mappelepui-desak-pemda-lakukan-penataan-ulang https://amarmedia.co.id/soroti-kondisi-pasar-alas-anggota-komisi-ii-dprd-sumbawa-h-andi-mappelepui-desak-pemda-lakukan-penataan-ulang Soroti Kondisi Pasar Alas, Anggota KOMISI II DPRD Sumbawa H Andi Mappelepui Desak Pemda Lakukan Penataan Ulang

Sumbawa Alas.Amarmedia.co.id– Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Andi Mappelepui, melakukan kunjungan kerja lapangan ke Pasar Alas pada Rabu (22/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, legislator asal daerah pemilihan V dari Fraksi PKS ini menyoroti kondisi tata kelola pasar yang dinilai masih jauh dari kata ideal dan terkesan semrawut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, H. Andi mengungkapkan keprihatinannya melihat penumpukan pedagang yang meluber hingga ke area luar bangunan pasar dan bahu jalan umum. Ironisnya, kondisi ini terjadi di saat banyak ruang kosong dan lapak di bagian dalam pasar yang justru tidak dimanfaatkan secara optimal.

"Pelaku pasar terlalu membeludak di area luar, padahal ruang kosong di dalam pasar masih tersedia. Potensi untuk menampung pedagang rutinitas, terutama pedagang ikan dan sayur, sebenarnya masih sangat luas jika dilakukan penataan yang baik," tegas H. Andi Mappelepui di sela-sela kunjungannya.

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kekacauan ini adalah banyaknya los atau "peti" milik pedagang musiman yang hanya aktif saat musim panen atau momen lebaran saja. Lapak-lapak tersebut banyak yang mangkrak dan tidak ada aktivitas harian, namun tetap dikuasai karena pemiliknya rutin membayar retribusi bulanan.

"Banyak tempat yang mangkrak, hanya bayar retribusi tapi tidak ada aktivitas. Akibatnya, pedagang rutinitas yang benar-benar butuh tempat jualan setiap hari justru terpaksa menggunakan badan jalan. Padahal itu jelas dilarang, tapi mereka terpaksa karena penataan di dalam masih amburadul oleh lapak-lapak pasif tersebut," lanjutnya.

Lebih lanjut, politisi PKS ini mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas terkait untuk segera mengambil sikap tegas. Menurutnya, pembiaran terhadap kondisi ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum dan arus lalu lintas, tetapi juga menghambat optimalisasi pendapatan daerah.

"Pemda harus segera bertindak mengatasi persoalan Pasar Alas ini. Jika ditata dengan rapi, diprioritaskan untuk pedagang aktif, dan fasilitas yang mangkrak dialihkan kepada yang benar-benar berjualan, maka pasar akan tertata baik dan target PAD (Pendapatan Asli Daerah) dipastikan bisa lebih meningkat lagi," pungkasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan revitalisasi manajemen pasar tradisional di Kabupaten Sumbawa, khususnya di wilayah Barat. (AM)

]]>
Fri, 24 Apr 2026 06:05:26 +0800 amr
Buka Bimtek PBJ Elektronik, Bupati Sumbawa: Pengadaan Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Instrumen Pembangunan https://amarmedia.co.id/buka-bimtek-pbj-elektronik-bupati-sumbawa-pengadaan-bukan-sekadar-administrasi-tapi-instrumen-pembangunan https://amarmedia.co.id/buka-bimtek-pbj-elektronik-bupati-sumbawa-pengadaan-bukan-sekadar-administrasi-tapi-instrumen-pembangunan Buka Bimtek PBJ Elektronik, Bupati Sumbawa: Pengadaan Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Instrumen Pembangunan

SUMBAWA Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menekankan bahwa sistem pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah kini menjadi pilar penting dalam mempercepat pembangunan dan penguatan ekonomi lokal. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi SPSE, SIKaP, dan E-Katalog Versi 6 bagi penyedia se-Pulau Sumbawa, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa ini dihadiri oleh jajaran Biro PBJ Setda Provinsi NTB, pimpinan OPD, serta para pelaku usaha (penyedia) dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa.

Dalam arahannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa di tengah pesatnya teknologi, pemerintah dituntut untuk terus berinovasi guna mempermudah pelayanan. Salah satu instrumen transparansi yang wajib dipenuhi adalah pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui aplikasi SIRUP.

"Perencanaan pengadaan tidak boleh dikerjakan setengah hati. Mengumumkan RUP melalui SIRUP bukanlah pilihan, melainkan amanat Undang-Undang dan rakyat. Ini adalah jendela informasi bagi masyarakat untuk melihat bagaimana anggaran dikelola secara transparan," tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa kecepatan dan akurasi dalam menginput data ke dalam sistem sangat berpengaruh pada perputaran ekonomi daerah. Keterlambatan input RUP, menurutnya, secara otomatis akan menghambat realisasi pembangunan fisik maupun non-fisik di lapangan.

Terkait implementasi E-Katalog Versi 6, Bupati menyebutnya sebagai langkah besar dalam transformasi digital. Versi terbaru ini diharapkan mampu menyederhanakan proses belanja pemerintah namun tetap menjaga akuntabilitas.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan amanat Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2022 mengenai percepatan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) serta pelibatan UMKM dan Koperasi lokal.

"E-Katalog V.6 ini adalah pintu masuk bagi produk-produk lokal kita untuk bersaing dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kita ingin ekonomi lokal bergerak lebih kencang melalui keterlibatan aktif UMKM kita dalam sistem ini," jelasnya.

Meski teknologi terus berkembang dan sistem semakin canggih, Bupati mengingatkan bahwa faktor manusia tetap menjadi penentu utama keberhasilan pengadaan.

"Pengadaan yang baik tidak lahir hanya dari sistem yang canggih. Yang terpenting adalah komitmen, kesungguhan, dan integritas dari para pelaksana serta penyedia barang dan jasa," pungkas Bupati Syarafuddin Jarot.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para penyedia se-Pulau Sumbawa memiliki pemahaman mendalam mengenai sistem terbaru, sehingga kendala teknis di lapangan dapat diminimalisir demi kelancaran pembangunan di daerah (AM).

]]>
Thu, 23 Apr 2026 23:18:03 +0800 amr
Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Sumbawa dan BPS Canangkan Tiga “Desa Cantik” di Moyo Hilir https://amarmedia.co.id/wujudkan-satu-data-indonesia-pemkab-sumbawa-dan-bps-canangkan-tiga-desa-cantik-di-moyo-hilir https://amarmedia.co.id/wujudkan-satu-data-indonesia-pemkab-sumbawa-dan-bps-canangkan-tiga-desa-cantik-di-moyo-hilir Wujudkan Satu Data Indonesia, Pemkab Sumbawa dan BPS Canangkan Tiga “Desa Cantik” di Moyo Hilir

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data melalui sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini ditandai dengan pencanangan tiga desa di Kecamatan Moyo Hilir sebagai Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Poto, Kamis (23/4/2026).

Tiga desa yang menjadi pionir program ini adalah Desa Poto, Desa Ngeru, dan Desa Moyo Mekar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Sumbawa, serta Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST., M.Si.

Data: Dasar Kebijakan, Bukan Sekadar Angka

Dalam sambutannya, Rachman Ansori menegaskan bahwa Program Desa Cantik adalah langkah strategis untuk membangun budaya kerja berbasis data mulai dari level akar rumput. Ia mengingatkan bahwa ketidakakuratan data seringkali menjadi pemicu kebijakan yang tidak tepat sasaran.

"Data bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dasar pengambilan keputusan. Selama ini kita sering menemukan ego sektoral dalam data; data di desa berbeda dengan dinas, dan berbeda pula dengan BPS. Melalui Desa Cantik, kita sinkronkan semua dalam semangat Satu Data Indonesia," ujar Ansori.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma di tingkat desa. Aparatur desa diharapkan tidak lagi mengambil keputusan berdasarkan "kira-kira" atau asumsi, melainkan berdasarkan fakta lapangan yang tervalidasi.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, menjelaskan bahwa Desa Cantik bukanlah sekadar pelatihan teknis, melainkan gerakan perubahan budaya. BPS telah menyiapkan Agen Statistik Desa (ASIK) sebagai penggerak utama dalam mengelola ekosistem data di tingkat desa.

"Masalah utama kita adalah data yang tidak seragam dan tidak terhubung. Desa Cantik menjadi pintu masuk untuk memperbaiki ini. Dengan adanya agen statistik di desa, kita membangun standar data dan SDM yang paham cara mengolah informasi menjadi alat pembangunan," jelas Yudi.

Selain pencanangan Desa Cantik, Yudi juga mengingatkan agenda besar nasional yang akan dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026, yakni Sensus Ekonomi. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat untuk memberikan data yang jujur dan akurat.

"Target kita besar. Kami berharap Desa Cantik di Sumbawa mampu meraih predikat terbaik pada Hari Statistik Nasional, 26 September 2026 mendatang. Ini akan menjadi pondasi kokoh bagi pembangunan daerah yang berbasis data akurat," tambahnya.

Acara ini ditutup dengan harapan besar agar kantor-kantor desa di Moyo Hilir mulai menampilkan data visual yang mudah dipahami masyarakat, sehingga transparansi dan literasi data dapat tumbuh secara organik di tengah warga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kepala DPMD Kabupaten Sumbawa, Kabag Prokopim Setda Sumbawa, Camat Moyo Hilir dan Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hilir. (AM)

]]>
Thu, 23 Apr 2026 22:43:25 +0800 amr
Dukung Ketahanan Pangan, Gitta Liesbano Sebut SAE Ai Maja Sebagai Wadah Menanam Harapan https://amarmedia.co.id/dukung-ketahanan-pangan-gitta-liesbano-sebut-sae-ai-maja-sebagai-wadah-menanam-harapan https://amarmedia.co.id/dukung-ketahanan-pangan-gitta-liesbano-sebut-sae-ai-maja-sebagai-wadah-menanam-harapan Dukung Ketahanan Pangan, Gitta Liesbano Sebut SAE Ai Maja Sebagai Wadah Menanam Harapan

SUMBAWA.Amaredia.co.id — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan pengembangan budidaya jagung yang diinisiasi oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sumbawa Besar. Kegiatan yang dipusatkan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ai Maja pada Kamis (23/04/2026) tersebut menjadi bukti nyata sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kepada awak media. Gitta Liesbano memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar. Ia menilai pemanfaatan lahan SAE Ai Maja bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan langkah strategis dalam memproduksi harapan bagi warga binaan.

"Di lahan ini, kita tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga memproduksi harapan. Jagung adalah simbol kemakmuran dan tiang penyangga ekonomi masyarakat Sumbawa. Memaksimalkan potensi ini berarti kita sedang membangun masa depan," ujar Gitta 

Bekal Kemandirian Warga Binaan

Gitta menekankan bahwa keterampilan yang diperoleh warga binaan dalam budidaya jagung akan menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya. Menurutnya, proses pembinaan di Lapas saat ini telah bertransformasi ke arah pemberdayaan yang produktif.

Ia pun menyisipkan pesan motivasi yang menyentuh bagi para warga binaan yang terlibat dalam program tersebut. 

"Masa lalu adalah pelajaran, namun masa depan adalah milik siapa saja yang mau berusaha. Saya berharap saudara-saudara pulang nanti dengan kepala tegak, membawa keahlian sebagai petani yang tangguh, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah," tuturnya.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pemasyarakatan

Lebih lanjut, pimpinan DPRD Sumbawa ini menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung program-program kemandirian seperti ini. Ia memandang perlu adanya penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Lembaga Pemasyarakatan agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.

"Kesejahteraan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan. Namun, kesejahteraan itu harus dijemput melalui proses belajar dan kerja nyata seperti yang kita saksikan hari ini," tambah Gitta.

Kegiatan pengembangan budidaya jagung ini diakhiri dengan peninjauan lahan secara langsung. Diharapkan, setiap bulir jagung yang tumbuh di tanah Ai Maja menjadi saksi perubahan positif bagi warga binaan dalam menatap masa depan yang lebih cerah dan produktif.(AM)

]]>
Thu, 23 Apr 2026 22:19:36 +0800 amr
Bupati Sumbawa Dorong ASN Jadi Pelopor Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-asn-jadi-pelopor-aktivasi-identitas-kependudukan-digital-ikd https://amarmedia.co.id/bupati-sumbawa-dorong-asn-jadi-pelopor-aktivasi-identitas-kependudukan-digital-ikd Bupati Sumbawa Dorong ASN Jadi Pelopor Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Kegiatan yang berlangsung di Aula Madilaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa, pada Rabu (22/04/2026) ini, bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di sektor administrasi kependudukan.

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa di era digitalisasi, pemerintah dituntut untuk terus melahirkan inovasi yang mampu mempermudah, mempercepat, dan mengefisiensi pelayanan publik. Menurutnya, IKD atau KTP Digital merupakan salah satu terobosan krusial yang akan sangat berguna bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.

"Inovasi-inovasi ini penting agar kita dapat terus mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu, dukungan semua pihak, terutama para ASN, sangat diperlukan untuk mensukseskan program ini," ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati berharap agar seluruh ASN tidak hanya sekadar menggunakan aplikasi tersebut, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak atau pelopor bagi masyarakat luas.

"Kami harapkan para ASN dapat menjadi pelopor untuk aktivasi IKD di tengah masyarakat," tegasnya di hadapan sejumlah pimpinan OPD yang hadir.

Keamanan dan Integrasi Data

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa IKD dirancang untuk memberikan kemudahan akses data kependudukan dalam satu genggaman. 

Aplikasi IKD tidak hanya memuat KTP digital, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai dokumen penting lainnya seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, hingga NPWP. Untuk menjamin keamanan pengguna, aplikasi ini telah dilengkapi dengan fitur autentikasi berlapis guna mencegah pemalsuan dan penyalahgunaan data pribadi.

"Identitas Kependudukan Digital ini nantinya tidak hanya digunakan oleh ASN, tetapi oleh seluruh lapisan masyarakat karena sangat mempermudah urusan administrasi," jelas Varian.

Tantangan Capaian Pengguna

Meski memiliki segudang manfaat, capaian penggunaan IKD di Kabupaten Sumbawa saat ini masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah pengguna IKD baru mencapai 1.354 orang, angka yang sangat kecil dibandingkan dengan total pemegang KTP di Kabupaten Sumbawa yang mencapai 338.000 jiwa.

Melalui sosialisasi masif kepada ASN ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis angka aktivasi IKD akan meningkat signifikan, seiring dengan meningkatnya literasi digital di lingkungan birokrasi dan masyarakat umum.(AM)

]]>
Thu, 23 Apr 2026 21:55:23 +0800 amr
KONI Matangkan Porprov 2026, Pendaftaran Atlet Diperpanjang https://amarmedia.co.id/koni-matangkan-porprov-2026-pendaftaran-atlet-diperpanjang https://amarmedia.co.id/koni-matangkan-porprov-2026-pendaftaran-atlet-diperpanjang KONI Matangkan Porprov 2026, Pendaftaran Atlet Diperpanjang

Sumbawa, Amarmedia.co.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB Tahun 2026. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah memperpanjang masa pendaftaran atlet guna memenuhi kuota sejumlah cabang olahraga.

 

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi dan Konsultasi kesiapan KONI kabupaten/kota yang digelar pada 17 April 2026 di ruang rapat Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB.

 

Rapat dihadiri seluruh Ketua KONI kabupaten/kota se-NTB, Chief de Mission (CDM), serta operator aplikasi SPORTA. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari tugas dan kewenangan CDM, progres pendaftaran atlet, kesiapan tuan rumah, skema pembiayaan, hingga strategi publikasi Porprov.

 

Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan bahwa pelaksanaan Porprov XII NTB harus lebih baik dibandingkan edisi sebelumnya. Ia menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk menyukseskan ajang olahraga terbesar di NTB tersebut.

 

“Porprov kali ini harus lebih baik, lebih tertib, dan lebih berkualitas. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” ujarnya.

 

Berdasarkan data hingga 11 April 2026 pukul 00.00 WITA, jumlah pendaftar melalui aplikasi SPORTA tercatat sebanyak 4.452 atlet serta 1.075 pelatih dan official dari 10 kabupaten/kota.

 

Namun, masih terdapat 25 cabang olahraga dengan total 117 nomor pertandingan yang belum memenuhi syarat untuk dipertandingkan karena minimnya jumlah peserta.

 

Atas kondisi tersebut, rapat memutuskan memperpanjang masa pendaftaran selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026. Langkah ini diharapkan dapat dimanfaatkan daerah untuk melengkapi kekurangan peserta di cabang olahraga yang belum memenuhi kuota.

 

Beberapa cabang olahraga yang masih kekurangan peserta di antaranya aerosport, anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, hingga taekwondo, tinju, dan wushu.

 

Selain itu, rapat juga menyepakati sejumlah hal teknis. Untuk konsumsi atlet dan official, pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota, sementara panitia provinsi hanya menanggung konsumsi wasit dan juri.

 

Di sektor akomodasi, peserta akan ditempatkan di hotel kelas melati hingga bintang di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa Barat. Sistem penempatan dilakukan berdasarkan cabang olahraga dengan komposisi dua orang per kamar. Pembiayaan dilakukan secara sharing.

 

Sementara itu, dalam hal publikasi, seluruh daerah diminta aktif menyosialisasikan Porprov melalui berbagai media dengan tetap menjaga netralitas, tanpa unsur politik maupun promosi rokok dan minuman keras.

 

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH, M.Si., didampingi Sekretaris Umum KONI, H. Yudi Patria Negara, menyatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti hasil rapat di tingkat provinsi dengan menggelar rapat koordinasi internal.

 

“Rapat di provinsi kemarin membahas fungsi dan kewenangan CDM, hak dan kewajiban kabupaten/kota, termasuk sharing hotel, konsumsi, serta hal-hal teknis lainnya. Ini murni pembahasan teknis persiapan Porprov,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Kabupaten Sumbawa siap mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh KONI NTB.

“Yang jelas, Sumbawa Insyaallah siap dengan apa yang diinginkan oleh provinsi. Kita sudah menyiapkan seluruh personel, tinggal implementasi saja,” tegasnya.

Rencananya, upacara pembukaan dan penutupan Porprov XII NTB Tahun 2026 akan dipusatkan di Kota Mataram, dengan opsi lokasi di GOR Turida atau Lapangan Sangkareang. (AM/ir1)

]]>
Thu, 23 Apr 2026 21:29:29 +0800 amr
Rosidah, S.Pd: Perempuan yang Menjahit Kata, Menjaga Akar, dan Menyalakan Cahaya https://amarmedia.co.id/rosidah-spd-perempuan-yang-menjahit-kata-menjaga-akar-dan-menyalakan-cahaya https://amarmedia.co.id/rosidah-spd-perempuan-yang-menjahit-kata-menjaga-akar-dan-menyalakan-cahaya Rosidah, S.Pd: Perempuan yang Menjahit Kata, Menjaga Akar, dan Menyalakan Cahaya

Oleh. Asmediati 

Pagi di Sumbawa Besar selalu datang dengan cara yang sederhana—angin yang pelan, suara langkah anak-anak menuju sekolah, dan langit yang perlahan membuka hari. Di antara rutinitas yang tampak biasa itu, ada satu sosok yang diam-diam menanam sesuatu yang tak kasatmata: harapan. Namanya Rosidah, S.Pd, seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Sumbawa Besar, yang menjadikan kata sebagai jalan hidupnya.

Ia bukan sekadar pengajar yang berdiri di depan kelas, menjelaskan paragraf dan tanda baca. Rosidah adalah perajut makna. Di tangannya, kata-kata tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan. Ia mengajak murid-muridnya mendengar bahasa seperti mendengar detak—kadang lirih, kadang berdebar, tetapi selalu punya arti. Ia tidak memaksa mereka menulis sempurna, melainkan mendorong mereka menulis jujur. Karena baginya, kejujuran adalah awal dari segala keindahan dalam bahasa.

Di sela-sela kesibukannya sebagai pendidik, Rosidah menempuh jalan sunyi yang tidak semua orang pilih: menulis. Ia menulis puisi ketika dunia terasa terlalu padat untuk disimpan sendiri. Ia menulis cerpen ketika realitas membutuhkan cara lain untuk diceritakan. Kata-katanya lahir bukan dari keinginan untuk terlihat, tetapi dari kebutuhan untuk menyuarakan.

Puisi-puisinya seperti bisikan yang mengendap lama di dada—tentang ibu, tentang kehilangan, tentang rindu yang tidak pernah benar-benar pulang. Sementara cerpen-cerpennya berjalan pelan, membawa pembaca masuk ke kehidupan yang akrab: rumah-rumah sederhana, percakapan sehari-hari, dan perasaan yang sering disembunyikan. Ia tidak mencari kehebohan dalam cerita. Ia justru menemukan kekuatan dalam hal-hal kecil yang sering terlewat.

Dalam salah satu tulisannya tentang sosok ibu, Rosidah menulis dengan cara yang begitu tenang, seolah ia sedang berbicara pada dirinya sendiri. Tidak ada kata-kata yang berlebihan, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Ia membuat pembaca berhenti sejenak, mengingat, dan mungkin diam-diam menitikkan air mata.

Namun, dunia Rosidah tidak berhenti pada tulisan. Ia melangkah lebih jauh—menjadikan literasi sebagai gerakan hidup. Ia aktif menghidupkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat Tana Samawa, sebuah upaya yang sering kali tidak mudah di tengah derasnya arus zaman. Ia percaya bahwa literasi bukan hanya soal kemampuan membaca huruf, tetapi kemampuan memahami kehidupan.

Ada satu hal yang membuat perjalanan Rosidah menjadi berbeda: kecintaannya pada budaya. Di tengah modernitas yang serba cepat, ia memilih untuk menoleh ke belakang, memungut sesuatu yang hampir terlupakan, lalu membawanya kembali dengan cara yang baru. Ia merawat Satera Jontal, warisan tulisan kuno Sumbawa, dengan ketekunan yang sunyi namun penuh makna.

Bagi banyak orang, Satera Jontal mungkin hanya jejak masa lalu—sesuatu yang tersimpan dalam naskah, jauh dari kehidupan sehari-hari. Tetapi bagi Rosidah, itu adalah identitas. Ia melihatnya bukan sebagai sesuatu yang harus disimpan rapi di rak sejarah, melainkan sesuatu yang harus dihidupkan kembali.

Dan ia menemukan caranya sendiri.

Melalui batik.

Dengan tangan dan imajinasi, ia mengalihkan aksara kuno itu ke dalam motif-motif kain. Setiap garis bukan sekadar ornamen, tetapi huruf yang bercerita. Setiap pola bukan sekadar hiasan, tetapi jejak budaya. Batik-batik itu menjadi jembatan—menghubungkan masa lalu dengan masa kini, mengajak generasi muda mengenal kembali apa yang hampir hilang.

Di sana, di atas sehelai kain, Satera Jontal tidak lagi diam. Ia bergerak, ia hidup, ia dikenakan. Ia masuk ke ruang-ruang yang sebelumnya tak pernah ia singgahi. Dan tanpa banyak kata, Rosidah telah melakukan sesuatu yang besar: ia menghidupkan kembali ingatan kolektif sebuah daerah.

Sebagai bagian dari pengembang kurikulum di sekolahnya, Rosidah membawa semangat yang sama ke dalam dunia pendidikan. Ia tidak ingin sekolah menjadi tempat yang terputus dari akar budaya. Ia percaya bahwa pendidikan harus tumbuh dari tanahnya sendiri—dari nilai, dari tradisi, dari cerita yang diwariskan.

Ia mengajarkan bahwa menjadi modern tidak berarti melupakan asal. Justru dengan mengenal siapa diri kita, kita bisa melangkah lebih jauh tanpa kehilangan arah.

Gaya menulis Rosidah tidak berisik. Ia tidak berusaha menggurui. Ia hanya bercerita—dan justru karena itu, tulisannya terasa dekat. Ia seperti seseorang yang duduk di samping kita, berbicara pelan, tetapi membuat kita berpikir lama setelah percakapan itu selesai.

Ada kelembutan dalam setiap kalimatnya, tetapi juga keteguhan. Ia tidak menulis untuk mengesankan, tetapi untuk menyampaikan. Dan dalam dunia yang sering dipenuhi kata-kata kosong, kejujuran seperti itu menjadi sesuatu yang langka.

Rosidah adalah gambaran tentang bagaimana seorang perempuan bisa menjalani banyak peran tanpa kehilangan dirinya. Ia adalah guru yang sabar, penulis yang jujur, dan penjaga budaya yang tekun. Ia tidak mencari panggung, tetapi karyanya menemukan jalannya sendiri.

Di ruang kelas, ia menyalakan cahaya kecil di benak murid-muridnya. Dalam tulisan, ia meninggalkan jejak yang bisa dibaca kapan saja. Dan melalui batik, ia menjahit masa lalu agar tetap hadir di masa kini.

Mungkin tidak semua orang mengenalnya. Mungkin namanya tidak selalu disebut dalam panggung besar. Tetapi seperti banyak hal penting dalam hidup, apa yang ia lakukan bekerja dalam diam—perlahan, tetapi pasti.

Dan di sanalah letak kekuatannya.

Rosidah, S.Pd, tidak hanya mengajarkan bahasa. Ia mengajarkan cara memahami kehidupan. Ia tidak hanya menulis cerita. Ia sedang menulis warisan.

Dari Sumbawa, ia menjaga kata. Dari kata, ia menjaga budaya. Dan dari budaya, ia menjaga kita—agar tidak lupa dari mana kita berasal.[]

]]>
Thu, 23 Apr 2026 12:59:23 +0800 amr
Menebus ‘Dosa Penjajahan’ Melalui Movie at the Museum : Museum Bala Datu Ranga Suarakan Solidaritas untuk Palestina https://amarmedia.co.id/menebus-dosa-penjajahan-melalui-movie-at-the-museum-museum-bala-datu-ranga-suarakan-solidaritas-untuk-palestina https://amarmedia.co.id/menebus-dosa-penjajahan-melalui-movie-at-the-museum-museum-bala-datu-ranga-suarakan-solidaritas-untuk-palestina Menebus ‘Dosa Penjajahan’ Melalui Movie at the Museum : Museum Bala Datu Ranga Suarakan Solidaritas untuk Palestina

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Museum selama ini seringkali dipersepsikan hanya sebagai ruang sunyi penyimpan artefak masa lalu. Namun, Museum Bala Datu Ranga di bawah kepemimpinan Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, mendobrak stigma tersebut. Melalui program publik bertajuk “Movie at the Museum”atau dalam bahasa lokal disebut Panto Film Pang Museum, institusi ini mengambil posisi tegas: bersuara untuk Palestina.

Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 21-23 April 2026 ini mengusung tema besar “Palestina dalam Museum, Sinema, dan Testimoni.” Program ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah upaya kolektif untuk mempertajam rasa solidaritas kemanusiaan warga Sumbawa terhadap genosida yang tengah terjadi di tanah Palestina.

Literasi Melalui Lensa: Empat Film, Satu Narasi Perlawanan

Sebagai pembuka, museum menayangkan empat buah film yang memotret realitas kehidupan rakyat Palestina dari berbagai dimensi waktu dan perspektif:1. Ismail (2013): Sebuah refleksi sejarah. 2. Women Testimonies of Nakba (2024): Kesaksian perempuan tentang tragedi pengusiran massal. 3. 200 Meters(2020):Gambaran nyata hambatan fisik dan tembok yang memisahkan keluarga.4. The Shadow of West (1986): Analisis kritis terhadap narasi Barat.

Setelah sesi menonton bareng (nobar), acara dilanjutkan dengan diskusi mendalam yang menghadirkan tiga pemantik ide: Gita Hastarika (Asosiasi Fana), Yuli Andari Merdikaningtyas (Direktur Museum), dan DG Syukri Rahmat SAg.M.M.Inov (Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa).

Mengapa Museum Harus Berpihak?

Pertanyaan mendasar yang muncul adalah: Apa relevansi sebuah museum dalam isu politik global seperti Palestina? Merujuk pada pandangan akademisi permuseuman Salsabila Sakinah (2025),  memaparkan tiga alasan filosofis dan politis mengapa museum harus membela Palestina:

Dikatakan Yuli bahwa Salsabila Sakinah (2025), seorang akademisi dan praktisi tentang permuseuman memberi alasan yang kuat museum harus berpihak dan membela Palestina yang sedang mengalami penjajahan dan genosida oleh Israel.  

Pertama, Membela Palestina adalah jalan menebus ‘dosa kolonialisme’ museum. Museum adalah institusi yang lahir dari rahim kolonialisme. Keberadaan museum-museum pertama di dunia berawal dari benda-benda koleksi yang diambil dari tanah jajahan dan dibawa oleh si penjajah ke negerinya. Jelas, museum punya ‘dosa kolonialisme’ yang beberapa abad terakhir coba ditebus oleh banyak museum dengan berbagai cara, salah satunya adalah upaya repatriasi atau pengembalian benda-benda koleksi museum ke negara asalnya. Apa yang dilakukan oleh Israel di tanah Palestina saat ini adalah penjajahan, pembersihan etnis, dan genosida yang tidak berperikemanusiaan. Membela Palestina menunjukkan keberpihakan kita pada pihak yang tertindas dan terjajah. Hal ini sesuai dengan konstitusi negara kita seperti yang tertulis dalam Pembukaan UUD 1945: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Kedua, sebuah kebudayaan sedang dihancurkan. Sebagai institusi yang melindungi dan menjaga warisan budaya, museum tidak boleh diam saja. Praktik genosida yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina telah menghancurkan segala-galanyanya, termasuk memusnahkan jejak peradaban dan kehidupan rakyat Palestina serta memutus rantai tradisi dan budaya Palestina yang diwariskan antar generasi. Salah satu tugas dan fungsi museum adalah melestarikan kebudayaan. Museum harus mengambil sikap dan bertindak untuk menyuarakan anti genosida yang tengah berlangsung salah satunya dengan bersuara dan menggunakan media yang punya kekuatan untuk mengubah persepsi publik dari segala bentuk propaganda pro-Zionis yang disebarkan Israel dan sekutunya. Literasi melalui film dan bersuara dalam diskusi setelah pemutaran salah satunya. Movie at Museum sebagai program publik Museum Bala Datu Ranga membawa misi tersebut.

Ketiga, museum memiliki kekuatan sebagai otoritas kultural di masyarakat. Museum adalah institusi yang secara politis tidak bisa dibilang ‘netral’ meski tujuan utamanya adalah memberikan literasi dan edukasi pada publik melalui koleksi dan program yang dimilikinya. Museum harus ‘berpihak’ pada suara dan narasi yang selama ini terbungkam. Selama ini, propaganda Barat bersembunyi dibalik kata kunci “Holocaust” dan menolak apa yang dilakukan rezim Zionis kepada rakyat Palestina sebagai sebuah genosida. Pengekalan narasi ini sering terjadi dengan menggunakan museum maupun monumen peringatan sebagai agen strategis yang membawa misi mereka. Beberapa museum di dunia terutama di negara-negara Eropa mengusung tema tentang “Holocaust” dengan semboyan “Never Again”. Namun mengapa justru survivor genosida NAZI ini malah menjadi oppressor bagi orang Palestina yang mempertahankan tanah air mereka. 

Museum Bala Datu Ranga melalui program publik Movie at the Museum ini berkomitmen untuk memperkuat literasi dan edukasi masyarakat Sumbawa melalui sinema. "Kami percaya pada kekuatan sinema dalam membangun kesadaran. Suara-suara rakyat Palestina yang selama ini terbungkam sudah sepantasnya diangkat dan diresonansikan" tutup Yuli (AM)

]]>
Thu, 23 Apr 2026 08:38:51 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Bersinergi dengan KCD Dikpora NTB Wilayah IV : Membangun Peradaban Zakat untuk Generasi Masa Depan https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-bersinergi-dengan-kcd-dikpora-ntb-wilayah-iv-membangun-peradaban-zakat-untuk-generasi-masa-depan https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-bersinergi-dengan-kcd-dikpora-ntb-wilayah-iv-membangun-peradaban-zakat-untuk-generasi-masa-depan BAZNAS Sumbawa Bersinergi dengan KCD Dikpora NTB Wilayah IV : Membangun Peradaban Zakat untuk Generasi Masa Depan

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 22 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperluas langkah strategis dalam membangun peradaban zakat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui silaturrahim dengan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026) di ruang kerja Kepala KCD.

Rombongan BAZNAS Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, didampingi Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris Dr. Supriyadi, M.H.I. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menandai komitmen kedua belah pihak untuk membangun sinergitas dalam menciptakan peradaban zakat di Kabupaten Sumbawa.

Ketua BAZNAS Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa zakat memiliki peran strategis tidak hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor pendidikan sebagai fondasi dalam membangun kesadaran zakat sejak dini.

Menurutnya, pendidikan menjadi ruang yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, termasuk kesadaran berzakat, kepada generasi muda. Dengan terbangunnya sinergi antara BAZNAS dan Dikpora, diharapkan akan lahir program-program yang mampu memberikan dampak nyata, baik dalam bentuk edukasi zakat, bantuan pendidikan, maupun pemberdayaan siswa dari keluarga kurang mampu.

Kepala KCD Dikpora NTB Wilayah IV Sumbawa, Junaidi, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kunjungan dan inisiatif yang dilakukan oleh BAZNAS Sumbawa. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung program-program BAZNAS yang menyentuh dunia pendidikan.

Junaidi menilai bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk bersinergi dalam berbagai program, termasuk sosialisasi zakat di lingkungan sekolah serta penguatan karakter siswa melalui nilai-nilai kepedulian sosial.

Wakil Ketua I BAZNAS Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi mampu diwujudkan dalam program konkret yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam mengelola zakat agar lebih produktif dan berdampak luas.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua IV, M. Lutfi Makki, yang melihat sinergi ini sebagai peluang besar untuk mengoptimalkan potensi zakat di daerah melalui penguatan jaringan dan kemitraan strategis. Sementara itu, Sekretaris BAZNAS Sumbawa, Dr. Supriyadi, menegaskan komitmen lembaganya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program yang dijalankan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS Sumbawa dan KCD Dikpora NTB Wilayah IV. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang sejalan, kedua pihak optimistis dapat menghadirkan berbagai program yang tidak hanya memperkuat peran zakat, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat Sumbawa yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkeadilan.

Silaturrahim ini sekaligus menegaskan bahwa peradaban zakat hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid antara berbagai elemen, termasuk sektor pendidikan. Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, zakat diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga menjadi kekuatan transformasi sosial yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

]]>
Wed, 22 Apr 2026 23:21:55 +0800 amr
Cari Jalan Tengah Polemik Larangan Jagung, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Verifikasi Lahan Warga Desa Mokong https://amarmedia.co.id/cari-jalan-tengah-polemik-larangan-jagung-komisi-ii-dprd-sumbawa-kawal-verifikasi-lahan-warga-desa-mokong https://amarmedia.co.id/cari-jalan-tengah-polemik-larangan-jagung-komisi-ii-dprd-sumbawa-kawal-verifikasi-lahan-warga-desa-mokong Cari Jalan Tengah Polemik Larangan Jagung, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Verifikasi Lahan Warga Desa Mokong

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 22 April 2026 – Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa mengambil langkah cepat dalam menyikapi keresahan masyarakat terkait terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Sumbawa mengenai larangan menanam jagung di kawasan hutan dan Tanah Negara. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD, lembaga legislatif ini berupaya mempertemukan kepentingan kelestarian lingkungan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH, serta dihadiri anggota Komisi II lainnya, yakni Muhammad Zain, SIP, H. Andi Mappelepui, dan Kaharuddin Z. Turut hadir jajaran OPD teknis Pemda Sumbawa, pihak Balai KPH Wilayah IV, Camat Moyo Hulu, serta Kepala Desa Mokong bersama Ketua BPD Desa Mokong 

Menyerap Kekhawatiran Konstituen

Dalam forum tersebut, DPRD memberikan panggung seluas-luasnya bagi Kepala Desa Mokong, M. Sidik Z, untuk menyampaikan aspirasi warga. Sidik mengungkapkan beban psikologis yang dialami warganya akibat ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp5 miliar yang tertuang dalam regulasi rujukan SE tersebut.

"Ada 600 hektar lahan yang sudah digarap warga selama 30 hingga 40 tahun. Ini tumpuan hidup satu-satunya. Kami memohon solusi agar masyarakat tidak dihantui rasa takut saat mencari nafkah," ujar Kades Mokong di hadapan anggota Komisi II.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi II, H. Zohran, menegaskan bahwa DPRD memahami kegelisahan tersebut. Ia menekankan bahwa fungsi DPRD adalah memastikan kebijakan pemerintah daerah tidak hanya tegas secara hukum, tetapi juga adil secara sosial.

Dari jalannya diskusi yang dinamis, Komisi II DPRD Sumbawa memberikan catatan kritis sekaligus arahan strategis kepada pihak eksekutif dan Balai KPH. DPRD mendesak agar kebijakan ini tidak berhenti pada "larangan" semata, melainkan harus dibarengi dengan solusi peralihan komoditas.

Muhammad Zain SIP dan H. Andi Mappelepui, serta Kaharuddin Z anggota Komisi II, menyatakan dukungan terhadap pelestarian hutan namun meminta pemerintah tidak melupakan aspek historis garapan masyarakat. Senada dengan itu, pimpinan rapat merumuskan langkah-langkah strategis yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemda.

Rekomendasi dan Langkah Tindak Lanjut DPRD

Sebagai representasi rakyat, Komisi II DPRD Sumbawa merumuskan empat poin penting sebagai "Jalan Tengah" penyelesaian polemik yakni  meminta Balai KPH Wilayah IV segera melakukan verifikasi terhadap 600 hektar lahan di Desa Mokong untuk memastikan status hukumnya (Hutan Lindung, Produksi, APL, atau Perhutanan Sosial) sehingga dapat diambil kebijakan yang tepat.

Juga mendorong Pemda melalui Dinas Pertanian dan DLH untuk mendampingi masyarakat beralih dari pola monokultur ke agroforestri, termasuk bantuan bibit tanaman buah/hutan sebagai pengganti jagung.

Komisi II menekankan kepada  Pemda dan KPH melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Fokus utama adalah edukasi mengenai pencegahan banjir dan longsor, serta penetapan batas kawasan yang jelas agar tidak ada pembukaan lahan baru secara ilegal.

Dan hal penting komisi II mendukung semangat Surat Edaran  Bupati Sumbawa dalam menjaga sumber mata air dan kelestarian alam, namun tetap mengawal prosesnya agar ada keadilan bagi petani yang sudah lama menggarap lahan.

DPRD Sumbawa berkomitmen untuk terus mengawal proses verifikasi lahan ini. H. Zohran menegaskan bahwa SE Bupati harus dimaknai sebagai sinyal bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas di kawasan hutan, namun pemerintah wajib memberikan perlindungan bagi mereka yang sudah lama bergantung pada lahan tersebut melalui regulasi yang ada seperti Perhutanan Sosial.

"Pertemuan ini adalah sinyal agar semua pihak berhati-hati. Kami di DPRD akan mengawal proses verifikasi ini. Tujuan kita jelas: hutan kembali hijau, namun keadilan bagi masyarakat tetap terpenuhi," tutup H. Zohran (AM

]]>
Wed, 22 Apr 2026 22:16:24 +0800 amr
Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari: Pemda Klarifikasi Kebijakan Penataan Kawasan Hutan dalam RDP bersama Komisi II DPRD https://amarmedia.co.id/wujudkan-sumbawa-hijau-lestari-pemda-klarifikasi-kebijakan-penataan-kawasan-hutan-dalam-rdp-bersama-komisi-ii-dprd https://amarmedia.co.id/wujudkan-sumbawa-hijau-lestari-pemda-klarifikasi-kebijakan-penataan-kawasan-hutan-dalam-rdp-bersama-komisi-ii-dprd Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari: Pemda Klarifikasi Kebijakan Penataan Kawasan Hutan dalam RDP bersama Komisi II DPRD

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id -  22 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup. Hal ini menjadi inti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa terkait polemik Surat Edaran (SE) Bupati mengenai larangan menanam jagung di kawasan hutan, Area Peruntukan Lain (APL), Perhutanan Sosial, dan Tanah Negara.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD tersebut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, pihak Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV, serta Pemerintah Desa Mokong.

Bukan Larangan Mutlak, Melainkan Pengaturan untuk Keselamatan

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, ST. MM, mengklarifikasi bahwa Surat Edaran tersebut merupakan langkah mempertegas regulasi pusat, yakni UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pemda menekankan bahwa kebijakan ini bukan bermaksud mematikan ekonomi warga, melainkan mengatur pola budidaya yang lebih bertanggung jawab.

"Surat Edaran ini sifatnya mengatur dan mempertegas. Fokus utama kita adalah pada kawasan hutan dan lahan dengan kemiringan ekstrem yang berisiko tinggi memicu bencana alam seperti banjir dan kerusakan infrastruktur yang merugikan masyarakat luas," jelas Ivan.

Kepala Balai KPH Wilayah IV, Ahyar, S.Hut, memaparkan data mengenai kerusakan hutan yang semakin masif akibat pola budidaya jagung monokultur. Ia menjelaskan bahwa tanaman jagung bersifat intoleran terhadap naungan, sehingga masyarakat seringkali mematikan pohon pelindung untuk mendapatkan sinar matahari penuh.

"Visi Sumbawa Hijau Lestari tidak akan tercapai jika praktik monokultur jagung di dalam kawasan terus dibiarkan. Ini adalah pintu masuk untuk menata kembali pola budidaya masyarakat agar tetap produktif tanpa merusak vegetasi hutan," tegas Ahyar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, menyoroti dampak penggunaan bahan kimia dalam pembersihan lahan yang kerap mematikan ekosistem sekitar. Ia mengajak masyarakat mulai beralih ke komoditas alternatif yang lebih ramah lingkungan namun tetap memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menanggapi keresahan warga Desa Mokong yang mengelola sekitar 600 hektar lahan, Pemda bersama Komisi II DPRD merumuskan sejumlah langkah solutif:

Pertama : Balai KPH Wilayah IV akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan status hukum lahan 600 hektar tersebut guna mencari peluang penyesuaian status sesuai aturan yang berlaku.

Kedua : Mendorong Transformasi ke Agroforestri, Pemda melalui Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup mendorong skema Perhutanan Sosial, mengubah pola monokultur menjadi agroforestri dengan memberikan bantuan bibit tanaman buah atau tanaman hutan produktif.

Ketiga : Pemerintah akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menyosialisasikan regulasi, dengan tujuan utama menjaga sumber mata air dan mencegah bencana banjir/longsor.

Keempat :  Menyiapkan opsi tanaman pengganti seperti porang, kacang hijau, atau kacang tanah yang telah terbukti memiliki skala ekonomi kompetitif.

Andi Kusmayadi, SPi. M.Si dari Bapparida menambahkan bahwa ke depan, Pemda akan memformulasikan mekanisme Integrated Area Development (IAD) untuk menandingi skala ekonomi jagung melalui kawasan yang dikelola secara terpadu.

Komitmen untuk Masa Depan

Sekretaris Komisi II DPRD, H. Zohran, SH yang memimpin rapat, menutup pertemuan dengan memberikan sinyal positif. Ia menekankan pentingnya verifikasi agar tercipta keadilan bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian.

"Kami mendukung kebijakan dalam SE Bupati ini demi kelestarian alam dan sumber mata air. Kolaborasi antara KPH dan Pemda diharapkan mampu memperkuat implementasi perhutanan sosial yang menyejahterakan rakyat sekaligus menjaga hutan tetap hijau," pungkasnya. (AM)

]]>
Wed, 22 Apr 2026 21:27:48 +0800 amr
Polemik Larangan Menanam Jagung di Kawasan Hutan: Komisi II DPRD Sumbawa Gelar RDP Bersama Pemda dan Kepala Desa Mokong https://amarmedia.co.id/polemik-larangan-menanam-jagung-di-kawasan-hutan-komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-rdp-bersama-pemda-dan-kepala-desa-mokong https://amarmedia.co.id/polemik-larangan-menanam-jagung-di-kawasan-hutan-komisi-ii-dprd-sumbawa-gelar-rdp-bersama-pemda-dan-kepala-desa-mokong Polemik Larangan Menanam Jagung di Kawasan Hutan: Komisi II DPRD Sumbawa Gelar RDP Bersama Pemda dan Desa Mokong

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  22 April 2026 – Bertempat di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna menyikapi keresahan masyarakat terkait terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Sumbawa mengenai larangan menanam jagung di kawasan hutan, APL, Perhutanan Sosial dan Tanah Negara.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH ini dihadiri oleh jajaran anggota Komisi II lainnya, yakni Muhammad Zain SIP, H Andi Mappelepui, Dan Kaharuddin Z sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, diantaranya Dinas Pertanian, Ir Ni Wayan Rusmawati M.Si, Kabag Perekonomian dan SDA Ivan Indrajaya ST.MM, Bagian Hukum, Kabid Ekonomi Bapparida Andi Kusmayadi SPi.M.Si,Camat Moyo Hulu, pihak Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Ahyar S.Hut serta Pemerintah Kecamatan Moyo hulu dan Kepala Desa Mokong M Sidik Z.

Keresahan Warga Desa Mokong: 600 Hektar Lahan Terancam

Kepala Desa Mokong, M Sidik Z menyampaikan bahwa SE Bupati tersebut memicu kekhawatiran luar biasa bagi warganya. Menurutnya, terdapat sekitar 600 hektar lahan di wilayahnya berupa tegalan dan sawah yang telah digarap masyarakat selama 30 hingga 40 tahun untuk menanam jagung sebagai sumber penghidupan utama.

"Masyarakat kami dihantui ketakutan karena ancaman pidana yang disebutkan bisa mencapai 10 tahun dan denda Rp 5 Milyar berdasarkan regulasi yang dirujuk. Kami memohon solusi, sebab lahan ini adalah satu-satunya tumpuan hidup mereka dan sekarang ada yang sudah menjadi sawah" ungkap Sidik

Selain masalah lahan, Kades Mokong juga mempertanyakan terkait batasan kewenangan Kepala Desa dalam menerbitkan administrasi pertanahan (sporadik)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai KPH Wilayah IV, Ahyar S.Hut, menjelaskan bahwa latar belakang SE Bupati ini adalah kondisi kerusakan hutan yang semakin masif akibat pola budidaya jagung secara monokultur di kawasan hutan.

Menurutnya Jagung bersifat intoleran, artinya membutuhkan sinar matahari penuh. Dalam praktiknya, masyarakat sering mematikan pohon pelindung agar jagung bisa tumbuh, yang berakibat pada matinya vegetasi hutan.

Pola monokultur jagung memicu erosi dan hilangnya daya serap air, yang menjadi penyebab utama banjir di berbagai wilayah Sumbawa.

"Visi Sumbawa Hijau Lestari tidak akan tercapai jika kita terus membiarkan praktik monokultur jagung di dalam kawasan. Kami mendukung SE ini sebagai pintu masuk untuk menata kembali pola budidaya masyarakat," tegas Ahyar.

Penjelasan Pemerintah Daerah: Mengatur, Bukan Melarang Total

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Ivan Indrajaya, ST. MM, mengklarifikasi bahwa SE Bupati tersebut sifatnya mengatur dan mempertegas regulasi yang sudah ada di tingkat pusat (UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja).

Larangan difokuskan pada kawasan hutan dan lahan dengan kemiringan ekstrem yang berisiko tinggi menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur.

Pemerintah daerah telah menyiapkan opsi tanaman alternatif yang memiliki nilai ekonomis tinggi namun tetap ramah lingkungan, seperti porang, kacang hijau, atau kacang tanah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rumawati, M.Si, menekankan pentingnya verifikasi lapangan. "Kita harus jujur, banyak lahan di pegunungan kini gundul karena jagung. Pak Bupati tegas menolak penanaman jagung di kawasan hutan demi menyelamatkan alam kita," ujarnya.

Kesimpulan dan Langkah Tindak Lanjut

Dari hasil RDP tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa merumuskan beberapa poin penting sebagai jalan tengah:

Pertama :  meminta Balai KPH wilayah IV melakukan verifikasi lapangan terhadap 600 hektar lahan di Desa Mokong yang telah di rambah masyarakat guna memastikan status hukum lahan oleh KPH apakah masuk dalam kawasan hutan lindung, Hutan Produksi, APL, perhutanan sosial atau Lahan Negara sehingga dapat diubah statusnya berdasarkan aturan yang berlaku.

Kedua : mendorong transformasi skema Perhutanan sosial bagi daerah deliniasi yang memenuhi persyaratan dari monokultur menjadi agroforestri dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah (Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup) agar bisa mengalihkan penanaman jagung dengan memberikan bantuan bibit tanaman buah atau hutan 

Ketiga : meminta kepada Pemda dan KPH melakukan sosialisasi regulasi secara persuasif dengan tujuan utama adalah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup /hutan agar mencegah terjadinya banjir dan longsor serta melakukan penetapan batas kawasan yang jelas sehingga pembukaan lahan baru dapat dicegah.

Keempat : mendukung kebijakan dalam surat edaran Bupati Sumbawa demi menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup serta sumber mata air dengan memperkuat implementasi agroforestri dan perhutanan sosial melalui kolaborasi yang baik antara KPH dan Pemda Sumbawa. 

"Pertemuan ini memberikan sinyal agar masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas di kawasan hutan. Kami akan mengawal proses verifikasi lahan ini agar ada keadilan bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan, dan ini adalah legacy yang baik bagi anak cucu kita kelak" tutup H. Zohran (AM)

]]>
Wed, 22 Apr 2026 21:09:25 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Libatkan Penyuluh Pertanian, ZIS Ditargetkan Menjangkau Petani Hingga Desa https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-libatkan-penyuluh-pertanian-zis-ditargetkan-menjangkau-petani-hingga-desa https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-libatkan-penyuluh-pertanian-zis-ditargetkan-menjangkau-petani-hingga-desa BAZNAS Sumbawa Libatkan Penyuluh Pertanian, ZIS Ditargetkan Menjangkau Petani Hingga Desa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat peran strategisnya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kegiatan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat. 

Kali ini, sosialisasi pengoptimalan ZIS dilaksanakan pada kegiatan Silaturahmi Akbar Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan oleh DPD PERHIPTANI Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula BPP Kecamatan Sumbawa, dan dihadiri oleh para penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa. Suasana acara berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antar penyuluh sekaligus meningkatkan kapasitas dan peran mereka dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah. Ia juga mengapresiasi kehadiran BAZNAS yang dinilai memberikan wawasan baru terkait peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para penyuluh tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial, termasuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan dari KATIMKER (Ketua Tim Kerja), disampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak di lapangan. 

Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, menjadi langkah penting dalam mendorong kesejahteraan petani secara menyeluruh.

“Penyuluh bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat.

Dengan pemahaman yang baik tentang ZIS, penyuluh dapat turut mendorong kesadaran sosial di kalangan petani,” ungkapnya.

Dalam sesi 

sosialisasi, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa memaparkan pentingnya optimalisasi pengelolaan ZIS melalui lembaga resmi. Ia menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dikelola secara profesional dan disalurkan ke berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa kami kelola dengan sebaik-baiknya ke dalam berbagai kategori program, seperti bantuan kesehatan, bantuan proposal, bantuan modal usaha, bantuan pendidikan, bantuan untuk masjid, dan program sosial lainnya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa alasan utama pengelolaan zakat melalui BAZNAS adalah karena prinsip pengelolaan yang amanah, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi.

Selain itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa juga berpesan secara khusus kepada para penyuluh pertanian yang hadir. Ia berharap para penyuluh dapat menjadi contoh sekaligus penggerak di tengah masyarakat.

“Jika Bapak/Ibu penyuluh telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa, maka sampaikanlah kepada para petani di wilayah binaan untuk turut menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Dengan demikian, manfaatnya akan lebih luas dan terarah,” pesannya.

Pesan tersebut disambut positif oleh para peserta yang hadir, mengingat peran penyuluh yang sangat dekat dengan masyarakat petani di tingkat desa. Dengan komunikasi yang intens, diharapkan penyuluh mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan petani.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan di sektor pertanian serta peluang kolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi berlangsung.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap dapat memperluas jangkauan sosialisasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya para penyuluh pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi pengelolaan ZIS serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa. (Gam)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 14:36:39 +0800 amr
Catatan Perayaan International House Museum Days 2026: Museum Bala Datu Ranga: Rumah Bersejarah, Penjaga Memori Komunitas https://amarmedia.co.id/catatan-perayaan-international-house-museum-days-2026-museum-bala-datu-ranga-rumah-bersejarah-penjaga-memori-komunitas https://amarmedia.co.id/catatan-perayaan-international-house-museum-days-2026-museum-bala-datu-ranga-rumah-bersejarah-penjaga-memori-komunitas Catatan Perayaan International House Museum Days 2026:

Museum Bala Datu Ranga: Rumah Bersejarah, Penjaga Memori Komunitas

Oleh: Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A

(Direktur Museum Bala Datu Ranga, Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumbawa)

Sumbawa.Amarmedia.co.id Untuk kedua kalinya Museum Bala Datu Ranga (MBDR) berpartisipasi dalam perayaan International House Museum Days (IHMD) 2026. Bersama dengan lebih dari 500 museum rumah di seluruh dunia, MBDR menyemarakkan IHMD 2026 pada tanggal 18 – 19 April 2026. Keterlibatan MBDR dalam kegiatan ini tidak lepas dari bergabungnya museum ini sebagai salah satu anggota International Council of Museum (ICOM) komite Museum Rumah Bersejarah (DEMHIST). 

Didedikasikan untuk Museum atau Rumah Bersejarah di Seluruh Dunia

Penyelenggara utama kegiatan IHMD 2026 ini menyatakan: “IHMD didedikasikan untuk rumah-rumah bersejarah milik tokoh-tokoh besar yang hadir dalam sejarah, maupun kediaman para tokoh terkemuka seperti para sastrawan, ilmuan, politisi, seniman, dan sebagainya. Kami mendapat dukungan dan berkolaborasi dengan International Council of Museum (ICOM) DEMHIST (Komite Internasional untuk Museum Rumah Bersejarah), ICOM ICLCM (Komite Internasional untuk Museum Sastra dan Komposer), ICOM Italia, dan Jaringan Museum Eropa untuk Rumah Tokoh Terkemuka (European Network of House Museums and Illustrious Figures).”

Masih menggunakan format yang sama dengan tahun sebelumnya, para partisipan IHMD 2026 yaitu museum rumah dari seluruh dunia secara serentak membuka pintu museum rumah mereka selama dua hari berturut-turut yaitu tanggal 18 dan 19 April 2026 untuk publik. Selama dua hari, semua benua akan berkumpul atas nama budaya dan kenangan untuk menjelajahi rumah-rumah kecil atau vila-vila monumental, studio seniman dan museum lengkap, tempat tinggal permanen, rumah peristirahatan musim panas, dan rumah-rumah kolektor—tempat-tempat di mana tokoh-tokoh bersejarah dari setiap bidang pengetahuan, seni, sastra, sains, dan pemerintahan dilahirkan atau tinggal. Aktivitas yang dilakukan pun sangat bervariasi mulai dari tur museum, pertunjukan seni, workshop kerajinan, lomba-lomba seni, nonton film, maupun berkumpulnya komunitas untuk mengenang dan menapaktilasi kenangan masa lalu mereka. MBDR pun tak kalah dalam menyusun agenda.Kegiatannya antara lain tur museum, nonton bareng film sejarah dan budaya lokal, dan temu komunitas untuk mengenang rumah bersejarah di sekitar mereka.

Museum Bala Datu Ranga dalam peta partisipan IHMD 2026

Museum Bala Datu Ranga: Rumah Bersejarah, Penjaga Memori Komunitas

Museum Bala Datu Ranga terletak di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, menempati rumah bersejarah yang dibangun pada tahun 1886 milik Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu, Perdana Menteri Terakhir Kesultanan Sumbawa. Sejak tahun 2022, Bala Datu Ranga bertransformasi dari kediaman seorang tokoh adat Kesultanan Sumbawa menjadi museum rumah bersejarah. Tahun ini, usia Bala Datu Ranga menginjak 140 tahun. Secara fisik bangunan, Bala Datu Ranga merupakan bangunan kayu dengan arsitektur tradisional Sumbawa. Perayaan IHMD 2026 ini diisi dengan tur museum, nonton bareng film budaya, dan temu komunitas untuk mengenang cerita dan membangkitkan ingatan kolektif.

Hari pertama IHMD 2026 diisi dengan kunjungan 3 (tiga) sekolah dasar yaitu SDN 6 Sumbawa, SDN 14 Sumbawa, dan SDN Raberas. Tur museum bagi anak-anak diisi dengan berjalan mengelilingi Bala Datu Ranga dan mengeksplorasi sejarah rumah panggung tradisional Sumbawa di era Kesultanan Sumbawa mulai dari Tebongan (kolong) rumah, ruang pamer museum, dan loteng dengan metode storytelling yang menarik. Setelah itu anak-anak diajak untuk menceritakan kesan dan pengalaman mereka tur keliling MBDR.

Tur Museum: Eksplorasi Tebongan Bala Datu Ranga untuk mengenalkan material kayu bahan utama rumah tradisional Sumbawa di Era Kesultanan Sumbawa

Hari kedua perayaan IHMD 2026 diisi dengan temu komunitas untuk menapak tilas dan menelusuri ingatan tentang bangunan bersejarah dan ruang-ruang waktu untuk berinteraksi di masa lalu. Undangan khusus dilayangkan untuk dua komunitas yaitu Komunitas Seni Asy Syahadah dan Forum Ilmiah Remaja Sumbawa (FIRS), eksplorasi ingatan masa lalu mulai dilakukan. Dengan menggunakan foto-foto lama sebagai panduan untuk mengingat, para pengunjung dipancing untuk bercerita tentang kenangan, kondisi masa lalu dan masa kini serta harapan yang dituju di masa depan. 

Tur Museum untuk mengingat dan mengenang masa lalu di Rumah Bersejarah Bala Datu Ranga

Rumah bersejarah sebagai tempat bernaung dan berinteraksi berfungsi sebagai penjaga memori komunitas, sebagai lorong waktu masa lalu dan masa kini, serta sebagai penanda aktivitas kebudayaan berjalan dan terus berlanjut. Harapan juga ditujukan kepada MBDR, agar dapat menjadi ruang interaksi budaya yang dapat menaungi dan mewadahi energi kreatif komunitas. Selamat merayakan Hari Internasional Museum Rumah 2026. Sampai bertemu di International House Museum Days 2027 mendatang dengan agenda dan aktivitas yang lebih beragam dan menarik. (AM)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 12:12:03 +0800 amr
Menafsir Ulang Semangat Kartini Hari Ini https://amarmedia.co.id/menafsir-ulang-semangat-kartini-hari-ini https://amarmedia.co.id/menafsir-ulang-semangat-kartini-hari-ini Menafsir Ulang Semangat Kartini Hari Ini

Oleh ; Asmediati 

SAYA selalu terpikir, apa yang terbaru dari sosok R.A. Kartini setiap kali tanggal 21 April tiba dan orang-orang mengenang hari kelahirannya?

Yang pasti, sudah banyak tulisan tentang Kartini. Dan lagi, apa yang baru untuk diketahui?

Semua orang mafhum Kartini pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Kartini harum namanya. Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional atas jasanya memperjuangkan kesetaraan gender dan hak pendidikan.

Sebagai pahlawan, ia tidak berjuang mengangkat senjata, tetapi berjuang melalui surat-suratnya yang kemudian dibukukan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Senjata yang digunakannya adalah pena.

Yang diperjuangkan Kartini adalah kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam pendidikan. Pendidikan di zaman kolonial Belanda, dalam benak Kartini, harus juga dinikmati perempuan.

Kartini tak ingin perempuan hanya berkutat di sumur, dapur, dan kasur. Perempuan harus berani lebih dari itu, tanpa menghilangkan kodratnya.

Itu sebabnya tokoh-tokoh emansipasi perempuan layaknya Kartini memperjuangkan tekad yang sama. Rahmah El Yunusiah di Padang Panjang, salah satunya. Ia pendiri Perguruan Diniyyah Puteri, madrasah khusus perempuan. Dalam pikiran Rahmah, perempuan harus pintar, punya jiwa kepemimpinan, setidaknya kelak menjadi pendamping hidup para pemimpin sehingga pemikiran-pemikirannya turut menjadi arah kebijakan.

Kartini memang keren dan populer. Tapi tokoh perempuan lain yang tak kalah hebat juga banyak. Sebut saja Dewi Sartika (pendiri Sakola Istri), Rohana Kudus (jurnalis perempuan pertama), Sariamin Ismail atau Selasih atau Selasih Selaguri (novelis perempuan pertama), dan Maria Walanda Maramis (pelopor pendidikan perempuan di Minahasa). 

Tokoh lainnya termasuk Rasuna Said, Nyai Ahmad Dahlan, serta pejuang fisik seperti Cut Nyak Dien. Indonesia tak kekurangan perempuan hebat.

Di era digital hari ini, di mana kita menempatkan sosok Kartini agar tetap menjadi teladan?

Tentu, jawabannya terus berubah mengikuti zaman. 

Kartini hidup di masa ketika akses pendidikan bagi perempuan nyaris tertutup. Hari ini, pintu itu telah terbuka lebar. Perempuan bisa sekolah setinggi-tingginya, bekerja di berbagai bidang, bahkan memimpin. 

Namun, apakah itu berarti perjuangan telah selesai?

Ternyata tidak.

Problem perempuan hari ini bukan lagi sekadar akses, tetapi juga kompleksitas. Perempuan modern menghadapi tekanan berlapis. Macam-macam tekanannya. 

Mulai dari tuntutan karier, tanggung jawab domestik, ekspektasi sosial, hingga standar kecantikan yang dibentuk media. 

Di satu sisi, mereka didorong untuk mandiri dan sukses. Di sisi lain, mereka tetap dibebani peran-peran tradisional yang tak sepenuhnya berubah.

Di sinilah semangat Kartini menemukan relevansinya kembali.

Kartini bukan sekadar nama, bukan sekadar peringatan tahunan, sebaliknya api yang seharusnya terus menyala. Api itu adalah keberanian berpikir, keberanian melawan ketidakadilan, keberanian menuangkan gagasan lewat tulisan, dan keberanian untuk bermimpi melampaui batas zamannya.

Semangat Kartini hari ini bisa dipungut dalam bentuk yang berbeda. Kartini hadir pada perempuan yang berani bersuara ketika dipinggirkan, hidup pada ibu yang memperjuangkan pendidikan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi, dan tampak pula pada perempuan pekerja yang tetap tenang dan tegak meski sering diremehkan. 

Bahkan, Kartini berdenyut pada gadis-gadis muda yang menolak dikurung oleh stigma dan berani menentukan jalan hidupnya sendiri.

Namun, kita juga tak boleh menutup mata. Masih banyak perempuan yang berada dalam posisi rentan. Kekerasan dalam rumah tangga, diskriminasi di tempat kerja, hingga ketimpangan akses di daerah terpencil masih menjadi persoalan nyata. 

Kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh semua perempuan.

Di titik ini, kita seperti diingatkan kembali bahwa perjuangan belum selesai. Dan tidak akan pernah selesai.

Yang baru dari Kartini bukanlah sosoknya, karena Kartini telah lama kita kenal. Yang baru adalah bagaimana kita memaknai semangatnya dalam konteks kekinian. 

Kartini hari ini bukan hanya mereka yang berpendidikan tinggi atau berkarier cemerlang. Kartini hari ini juga mereka yang bertahan, dengan segala amuk-ombak yang bergemuruh di dadanya, yang berjuang dalam diam, yang tetap kuat meski keadaan tidak selalu berpihak.

Perempuan sering diibaratkan seperti lilin. Ia memberi cahaya, tetapi perlahan habis terbakar. Analogi itu terasa puitis, tetapi juga getir. Sebab, terlalu sering perempuan diminta berkorban tanpa henti. Untuk anak, keluarga, bahkan masyarakat, sementara dirinya sendiri kerap terabaikan.

Padahal, semangat Kartini bukan mengorbankan diri sampai habis, tetapi juga berani memerdekakan diri, berdiri tegak setara, dan memiliki hak untuk bahagia tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Jika semangat itu padam, habislah sudah.

Karena itu, merayakan Kartini seharusnya bukan sekadar mengenakan kebaya atau mengunggah kutipan di media sosial. Merayakannya harus menjadi refleksi dengan pertanyaan: sudahkah kita memberi ruang yang adil bagi perempuan? Sudahkah kita mendengar suara hati mereka? Sudahkah kita memastikan bahwa perempuan tidak lagi menjadi “lilin” yang diam-diam habis terbakar?

Kartini telah menyalakan api itu lebih dari seabad lampau. Tugas kita hari ini adalah menjaganya tetap hidup, di mana saja: rumah, sekolah, tempat kerja, dan dalam cara kita memandang perempuan.

Percayalah kita, bahwa selama api itu menyala, harapan tidak akan pernah padam.(AM)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 06:42:29 +0800 amr
Penerapan Ekonomi Syariah NTB Jadi Rujukan BPRS Nasional https://amarmedia.co.id/penerapan-ekonomi-syariah-ntb-jadi-rujukan-bprs-nasional https://amarmedia.co.id/penerapan-ekonomi-syariah-ntb-jadi-rujukan-bprs-nasional Penerapan Ekonomi Syariah NTB Jadi Rujukan BPRS Nasional

Mataram.Amarmedia.co.id – Provinsi NTB kini tidak hanya dikenal karena pariwisata dan keindahan sirkuit Mandalikanya tetapi juga sebagai "laboratorium" sukses ekonomi syariah di Indonesia. Penerapan ekonomi syariah NTB seperti sektor perbankan syariah, industri halal dalam hal ini makanan, fashion dan pariwisata, telah menjadikan NTB sebagai magnet baru bagi penguatan ekonomi syariah secara nasional.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (Himbarsi), Alfi Wijaya, dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Summit 2026 di Lombok Raya, Senin 20 April 2026.

“Lombok ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga tempat belajar. Industri BPRS di sini menunjukkan kinerja yang sehat dan bisa menjadi referensi nasional,” ujar Alfi Wijaya dengan optimistis.

Ia mengungkapkan bahwa di tengah lesunya industri BPR Syariah (BPRS) secara nasional, performa industri perbankan syariah di NTB justru tampil memukau dan sehat. Alfi mengungkapkan bahwa NTB telah menjadi kiblat baru bagi para pelaku industri untuk belajar.

Menurutnya, kondisi industri BPRS di tingkat pusat sedang "tidak baik-baik saja" akibat tekanan profitabilitas dan kenaikan pembiayaan bermasalah. Namun, NTB justru menunjukkan anomali positif yang luar biasa. Data berbicara:

Pangsa Pasar Fantastis: BPRS di NTB menguasai hampir 50 persen pangsa pasar, jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya berada di kisaran 10 persen. Kualitas kredit kerjaga diperkuat dengan Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) di NTB sangat rendah, yakni di angka 1 persen.

"Keberhasilan ini, tidak lepas dari tata kelola yang mumpuni, manajemen risiko yang kuat, serta kedekatan bisnis dengan masyarakat lokal yang sangat religius," tegasnya mengagumi.

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menekankan bahwa sistem ekonomi syariah adalah jawaban atas ketidakpastian global saat ini. Volatilitas harga energi dan konflik geopolitik dinilai sangat menekan dunia usaha.

“Bagi pengusaha, bunga naik tidak masalah, harga naik tidak masalah, asal stabil. Yang paling mereka butuhkan adalah kepastian,” tegas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal sekaligus membuka secara resmi Rakernas tersebut.

Miq Iqbal menilai keunggulan sistem syariah terletak pada akad yang jelas dan mekanisme bagi hasil yang mampu meredam praktik spekulatif dan menjaga stabilitas keuangan, terutama bagi sektor mikro dan ultra mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi sejak krisis 1998.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov NTB kini tengah mengambil langkah agresif untuk memperkuat posisi NTB sebagai pusat ekonomi syariah, di antaranya mendorong seluruh BPR milik daerah bertransformasi menjadi BPRS.

Kemudian Miq Iqbal juga mendorong pembenahan Bank NTB Syariah sebagai bagian dari penguatan sektor perbankan daerah. Melakukan penguatan menyeluruh sebagai lokomotif perbankan daerah serta mengonsolidasikan seluruh lembaga keuangan daerah agar lebih terarah dalam membiayai sektor ultra mikro.

Di akhir sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (Himbarsi) yang telah memilih NTB sebagai tuan rumah Rakernas dan BPRS Summit 2026. 

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum strategis memperkuat posisi NTB sebagai daerah pendukung ekonomi syariah nasional.

Kepercayaan Himbarsi menjadikan NTB sebagai tuan rumah menjadi momentum krusial untuk terus menginspirasi ketahanan ekonomi nasional melalui jalur syariah.

Rakernas yang mengusung tema “Dari Lombok untuk Indonesia: Membangun Sinergi, Mendorong Inovasi, Memperkuat Ketahanan Industri BPR Syariah” turut dihadiri sebanyak 140 lebih BPRS seluruh Indonesia, OJK, Bank Indonesia serta sejumlah pelaku UMKM dari seluruh Indonesia. (Manikpkominfo)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 06:24:55 +0800 amr
Aksi Sigap Damkartan dan Warga: Membendung Amukan Api Agar Tak Meluas di Pemukiman Padat https://amarmedia.co.id/aksi-sigap-damkartan-dan-warga-membendung-amukan-api-agar-tak-meluas-di-pemukiman-padat https://amarmedia.co.id/aksi-sigap-damkartan-dan-warga-membendung-amukan-api-agar-tak-meluas-di-pemukiman-padat Aksi Sigap Damkartan dan Warga: Membendung Amukan Api Agar Tak Meluas di Pemukiman Padat

Sumbawa,Amarmedia.co.id  21 April 2026 — Kecepatan respons dan semangat gotong royong menjadi kunci penyelamatan pemukiman padat penduduk di Dusun Kali Baru, Desa Labuhan Sumbawa, pada Senin (20/4) siang. Meski si jago merah sempat mengamuk dan melalap dua unit rumah, aksi heroik petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa bersama warga setempat berhasil mencegah api merembet lebih luas.

Laporan kebakaran diterima oleh Mako Damkartan pada pukul 11.43 WITA. Menyadari lokasi kebakaran berada di area padat dengan material bangunan yang didominasi kayu, tim Pleton 1 Mako langsung bergerak cepat. Hanya dalam waktu tiga menit, tepat pukul 11.46 WITA, armada tempur Damkartan sudah tiba di Tempat Kejadian Kebakaran (TKK).

Kecepatan ini terbukti sangat krusial. Mengingat objek yang terbakar adalah rumah panggung berbahan kayu, api dengan sangat cepat membesar dan mengancam puluhan rumah lain yang letaknya berhimpitan.

Di lokasi kejadian, pemandangan luar biasa terlihat ketika petugas Damkar yang mengerahkan 3 unit Fire Truck bekerja sama dengan warga setempat, Babinsa, Babinkamtibmas, serta aparat desa. Tanpa komando panjang, warga membantu mengarahkan selang dan mengevakuasi barang-barang di sekitar lokasi untuk memutus jalur api.

Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S Sos M.Si yang turun langsung memimpin operasi, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan semua pihak. 

 "Berkat kesigapan anggota Disdamkartan dan dukungan penuh warga masyarakat, api dapat kita lokalisir sehingga tidak meluas ke rumah terdampak lainnya di sekitar lokasi," ungkapnya dalam laporan resmi.

Akibat musibah ini, dua unit rumah milik Ilham (Sagena) dan Ari Baharuddin beserta isinya hangus terbakar. Sementara itu, dua unit rumah lainnya milik Syaifuddin dan Ahmad Suhermansyah turut terdampak pada bagian lesplang atap serta kusen, namun berhasil diselamatkan dari kehancuran total.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di tengah terik matahari ini. Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp350 juta. Api dinyatakan benar-benar padam dan terkendali pada pukul 12.45 WITA, setelah tim melakukan pendinginan intensif untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya di area pemukiman padat, untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.

Keberhasilan memadamkan api dalam waktu singkat ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah melalui instansi teknis dan kepedulian masyarakat adalah benteng terkuat dalam menghadapi bencana di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 00:41:39 +0800 amr
Membumikan Al&Qur’an di Tanah Samawa: Bupati Targetkan 5 Besar MTQ NTB 2026 Lewat Penguatan Karakter dan Spiritual https://amarmedia.co.id/membumikan-al-quran-di-tanah-samawa-bupati-targetkan-5-besar-mtq-ntb-2026-lewat-penguatan-karakter-dan-spiritual https://amarmedia.co.id/membumikan-al-quran-di-tanah-samawa-bupati-targetkan-5-besar-mtq-ntb-2026-lewat-penguatan-karakter-dan-spiritual Membumikan Al-Qur’an di Tanah Samawa: Bupati Targetkan 5 Besar MTQ NTB 2026 Lewat Penguatan Karakter dan Spiritual

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 20 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memulai langkah strategis untuk mencetak generasi Qur’ani yang unggul menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi NTB ke-XXXI tahun 2026. Melalui pembukaan Training Center (TC) yang berlangsung di Aula Hotel Suci, Senin (20/4), Pemkab Sumbawa menetapkan target ambisius namun realistis: menembus posisi 5 besar di tingkat provinsi.

Hadir mewakili Bupati Sumbawa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jaya Kusuma, S.Sos, menekankan bahwa persiapan menuju MTQ bukan sekadar urusan teknis vokal atau hafalan, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk membangun karakter bangsa.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menegaskan bahwa MTQ tidak boleh terjebak dalam aspek seremonial semata. Beliau memandang Training Center ini sebagai kawah candradimuka untuk membentuk insan yang jiwanya menyatu dengan wahyu Ilahi.

"Kita ingin melahirkan bukan hanya peserta yang siap tampil secara teknis, tapi insan yang benar-benar menyatu dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Jaya Kusuma saat membacakan sambutan Bupati di hadapan Ketua MUI, Kepala Kemenag, dan para kafilah.

Bagi Pemerintah Daerah, keberhasilan dalam MTQ adalah simbol keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter. Bupati mengingatkan bahwa tujuan akhir dari kegiatan ini adalah agar nilai-nilai Al-Qur’an hidup di tengah keluarga, sekolah, hingga birokrasi pemerintahan di Sumbawa.

Menyadari peta persaingan di tingkat Provinsi NTB yang semakin ketat dan berbasis teknologi—seperti yang dilakukan Kabupaten Lombok Tengah—Bupati meminta seluruh pelatih dan peserta untuk tidak membuang waktu. 

Ada pesan khusus mengenai disiplin spiritual yang ditekankan oleh Bupati. Beliau menginstruksikan agar setiap elemen di TC mengutamakan usaha batin selain usaha lahiriah.

"Disiplin dimulai dari kita semua, para pelatih. Jika masuk waktu shalat, laksanakan shalat berjamaah. Perhatikan betul usaha-usaha batinnya. Kita ingin meraih prestasi dengan cara yang berkah," imbuhnya.

Salah satu poin kebanggaan yang diangkat adalah kemandirian kafilah Sumbawa. Saat ini, Kabupaten Sumbawa sepenuhnya mengandalkan putra-putri daerah asli (Tau Samawa) tanpa mengambil peserta dari luar daerah. Hal ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa pembinaan di tingkat lokal berjalan dengan baik.

Bupati menitipkan harapan besar kepada para pelatih agar membangun kedekatan personal dengan peserta. Kebersamaan antarpelatih juga menjadi kunci agar tidak terjadi ego sektoral yang dapat mengganggu konsentrasi anak didik.

"Membangun daerah adalah kerja kolektif. Kami di jajaran pemerintahan berkomitmen mendukung penuh perkembangan tilawah Al-Qur’an sebagai marwah pengabdian Sabalong Samalewa," tutup Jaya Kusuma. ( AM)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 00:18:11 +0800 amr
Skor SKM Capai 86,87, Bupati Sumbawa Luncurkan "SILABRASI SIGAP" demi Layanan Publik yang Lebih Nyata https://amarmedia.co.id/skor-skm-capai-8687-bupati-sumbawa-luncurkan-silabrasi-sigap-demi-layanan-publik-yang-lebih-nyata https://amarmedia.co.id/skor-skm-capai-8687-bupati-sumbawa-luncurkan-silabrasi-sigap-demi-layanan-publik-yang-lebih-nyata Skor SKM Capai 86,87, Bupati Sumbawa Luncurkan "SILABRASI SIGAP" demi Layanan Publik yang Lebih Nyata

SUMBAWA,Amarmedia.co.id - 20 April 2026– Indeks kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan tren positif. Hal ini terungkap dalam acara Ekspose Hasil Evaluasi Pelayanan Publik dan Launching Development Aplikasi Pelayanan Publik (SILABRASI SIGAP) yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Aula Madilaoe ADT, Senin (20/4).

Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berhasil meraih nilai 86,87 dengan kategori B (Baik). Meski angka tersebut menunjukkan performa yang solid, Bupati menegaskan bahwa nilai di atas kertas bukanlah tujuan akhir.

Dalam arahannya, Bupati Syarafuddin Jarot mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan refleksi mendalam. Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri hanya karena angka-angka statistik.

"Pemerintah daerah harus membuka diri dan bercermin secara jujur terhadap pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tidak hanya ditunjukkan oleh sekadar nilai survei, tetapi yang terpenting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam mempermudah kehidupan mereka sehari-hari," tegas Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa kepuasan masyarakat terhadap Perangkat Daerah dan Kecamatan harus dijaga konsistensinya. Bupati mendorong adanya pembaruan dokumen administrasi yang dinamis serta peningkatan kualitas layanan, baik yang bersentuhan langsung dengan warga maupun melalui sistem digital.

Digitalisasi Layanan Lewat "SILABRASI SIGAP"

Sebagai langkah konkret mempercepat transformasi birokrasi, Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan aplikasi SILABRASI SIGAP. Inovasi ini diharapkan menjadi jembatan digital yang memperpendek jarak antara kebutuhan masyarakat dengan solusi dari pemerintah.

Aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai jenis layanan publik agar lebih responsif, transparan, dan akuntabel, selaras dengan semangat reformasi birokrasi yang sedang digalakkan di Tanah Samawa.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos, M.S.E., memaparkan rincian teknis di balik capaian nilai 86,87 tersebut. Data dihimpun dari 3.867 sampel populasi yang memberikan respon sepanjang semester I dan II tahun 2025.

Ada tujuh unsur utama yang menjadi tolok ukur penilaian masyarakat, yaitu:1. Sarana dan Prasarana,2. Waktu Penyelesaian3. Sistem, Mekanisme, dan Prosedur, 4. Persyaratan Layanan, 5. Penanganan Pengaduan, 6. Perilaku Pelaksana dan 7. Kompetensi Pelayanan

"Dari total respon yang masuk, sebanyak 15,47% Perangkat Daerah dan Kecamatan berhasil meraih kategori Sangat Baik (A), sementara sisanya sebanyak 17,53% berada di kategori Baik (B)," jelas Rachman Ansori.

Kegiatan ekspose ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat se-Kabupaten Sumbawa. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandakan komitmen kolektif untuk menghapus ego sektoral dan memperkuat koordinasi demi pelayanan publik yang paripurna.

Dengan capaian SKM yang baik dan peluncuran aplikasi SILABRASI SIGAP, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan publik hingga mencapai kategori tertinggi, sejalan dengan marwah pengabdian Sabalong Samalewa. (AM)

]]>
Tue, 21 Apr 2026 00:05:08 +0800 amr
Perkuat Sinergi, Komisi II DPRD Sumbawa Sambangi Polres, Apresiasi Penegakan Hukum hingga Kawal Distribusi LPG https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-komisi-ii-dprd-sumbawa-sambangi-polres-apresiasi-penegakan-hukum-hingga-kawal-distribusi-lpg https://amarmedia.co.id/perkuat-sinergi-komisi-ii-dprd-sumbawa-sambangi-polres-apresiasi-penegakan-hukum-hingga-kawal-distribusi-lpg Perkuat Sinergi, Komisi II DPRD Sumbawa Sambangi Polres, Apresiasi Penegakan Hukum hingga Kawal Distribusi LPG

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 April 2026 – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar kunjungan silaturahmi ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa pada Senin (20/4/2026). Kedatangan rombongan wakil rakyat ini disambut langsung oleh Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K.,dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan Komisi II, H. Zohran, SH, didampingi Muhammad Zain, SIP,. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga, khususnya terkait isu ekonomi, pembangunan, dan perlindungan konsumen di Kabupaten Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zohran menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kapolres Sumbawa yang baru baru ini diperingati dengan semarak. DPRD merasa perlu memberikan apresiasi atas dedikasi Ibu Kapolres di wilayah hukum Sumbawa. Secara khusus, Komisi II memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat Polres Sumbawa dalam mengungkap kasus kriminal ekonomi baru-baru ini.

"Kami sangat mengapresiasi keberhasilan Polres Sumbawa dalam menangkap pelaku pengoplosan LPG bersubsidi ke non-subsidi. Ini adalah langkah nyata melindungi hak masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi," ujar H. Zohran.

Poin penting lain yang dibahas adalah mengenai pembangunan fasilitas SPPG di lingkungan Polres Sumbawa. H. Zohran menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, pembangunan gedung yang dilakukan pihak Polres murni menggunakan dana pihak ketiga, bukan bersumber dari anggaran daerah maupun pusat (APBD/ APBN).

"Kami mengonfirmasi bahwa pembangunan ini dikelola melalui yayasan, dalam hal ini Yayasan Kemala Bhayangkari, dan 100 persen menggunakan dukungan pihak ketiga. Ini penting untuk memperjelas status pembangunan tersebut di mata publik," tambahnya.

Terkait perlindungan konsumen, DPRD meminta Polres Sumbawa untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kg di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Fokus utama yang ditekankan adalah pada kuantitas atau volume isi gas, bukan sekadar kualitasnya. Hal ini untuk memastikan masyarakat menerima isi gas yang sesuai dengan takaran yang seharusnya (gas melon 3 kg).

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan legislatif. Terkait pengamanan distribusi energi, ia menegaskan bahwa Polres Sumbawa siap berkontribusi penuh.

"Kami berterima kasih atas dukungan DPRD. Terkait penyaluran gas LPG 3 kg, kami siap mengamankan jalannya distribusi dan berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap kuantitas isi gas melon agar masyarakat tidak dirugikan," tegas AKBP Marieta.

Mengenai pembangunan gedung, Kapolres membenarkan bahwa proyek tersebut dilakukan secara mandiri melalui mekanisme yang sah melalui Yayasan Kemala Bhayangkari tanpa membebani anggaran daerah.

Pertemuan yang berlangsung produktif ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di Kabupaten Sumbawa demi kesejahteraan masyarakat. (AM)

]]>
Mon, 20 Apr 2026 23:29:39 +0800 amr
Menulis Opini Isu Sosial dengan Premis, Argumen, dan Analisis yang Kuat https://amarmedia.co.id/menulis-opini-isu-sosial-dengan-premis-argumen-dan-analisis-yang-kuat https://amarmedia.co.id/menulis-opini-isu-sosial-dengan-premis-argumen-dan-analisis-yang-kuat Menulis Opini Isu Sosial dengan Premis, Argumen, dan Analisis yang Kuat

Oleh ; Asmediati 

Menulis opini tentang isu sosial bukan sekadar menyampaikan pendapat pribadi. Kekuatan tulisan terletak pada premis yang logis, argumen yang relevan, dan analisis yang meyakinkan. Premis adalah fondasi dari setiap opini; jika premisnya rapuh, seluruh argumen akan mudah runtuh. Dengan premis yang kokoh, pembaca dapat mengikuti alur pemikiran kita dan memahami alasan di balik pandangan yang kita ajukan.

1. Menentukan Premis Utama

Langkah pertama adalah menentukan premis utama, inti gagasan yang menjadi dasar opini. Premis utama harus spesifik, jelas, dan relevan dengan isu sosial yang dibahas. Misalnya, daripada menulis “Kemiskinan itu buruk,” lebih logis dan analitis jika dikatakan:

“Ketimpangan akses pendidikan memperburuk kemiskinan generasi muda di wilayah perkotaan.”

Premis ini tidak hanya menyatakan fakta, tetapi langsung menyiapkan pembaca untuk analisis penulis: mengapa masalah itu terjadi dan apa implikasinya. Menurut Anthony Weston dalam A Rulebook for Arguments, premis yang kuat harus spesifik, relevan, dan dapat diuji, agar argumen tidak mudah disanggah.

2. Menyusun Premis Pendukung yang Mengarahkan Analisis

Setelah premis utama, susun premis pendukung yang memberi alasan dan bukti bagi premis utama, sekaligus menuntun pembaca ke arah analisis kita. Premis pendukung ini bisa berupa data, fakta, contoh nyata, atau pendapat ahli.

Contoh:

Premis 1: “Survei BPS 2025 menunjukkan 40% anak usia sekolah di kota besar tidak mendapatkan pendidikan dasar yang memadai.”

Premis 2: “Sekolah yang memiliki akses teknologi dan guru berkualitas menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi siswa.”

Analisis singkat: “Ini menunjukkan bahwa hanya menyediakan sekolah tidak cukup; kualitas dan akses harus menjadi prioritas.”

Kesimpulan mini: “Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus fokus pada kualitas dan pemerataan akses.”

Menurut Richard Paul, ahli critical thinking, premis pendukung yang logis membantu pembaca membedakan antara fakta dan opini, sekaligus meningkatkan kredibilitas penulis.

3. Menggunakan Pertanyaan Retoris, Kontras, dan Analogi

Pertanyaan retoris dapat mendorong pembaca berpikir dan mempersiapkan mereka menerima analisis kita. Misalnya:

“Jika anak-anak tidak memiliki akses pendidikan yang memadai, apakah kita bisa berharap mereka keluar dari lingkaran kemiskinan?”

Kontras juga efektif untuk menekankan analisis:

 “Di kota X, akses pendidikan memadai dan kemiskinan menurun, sementara di kota Y, akses terbatas dan kemiskinan tetap tinggi.”

Analogi ringan juga membuat argumen mudah diingat:

 “Membangun sekolah tanpa memastikan guru berkualitas ibarat membangun rumah tanpa pondasi; terlihat megah tapi rapuh.”

4. Memastikan Premis Dapat Diuji

Premis yang kuat harus dapat dibuktikan. Data, survei, penelitian, atau contoh nyata membuat argumen lebih meyakinkan. Misalnya, klaim “Siswa malas membaca karena malas” terlalu subjektif; lebih logis jika diganti dengan data seperti:

 “70% siswa lebih memilih media sosial daripada membaca buku.”

John Dewey menekankan bahwa pemikiran kritis adalah inti literasi sosial. Premis yang dapat diuji membuat pembaca berpikir dan menilai bukti secara rasional, sehingga analisis penulis menjadi lebih kredibel.

5. Menggunakan Contoh dan Ilustrasi Sosial

Cerita singkat atau contoh nyata membantu pembaca merasakan konteks sosial dan melihat analisis kita secara konkret.

 “Di Kampung X, meski ada sekolah, anak-anak harus menempuh perjalanan 5 km. Banyak yang akhirnya putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa akses fisik juga menjadi bagian penting dari ketimpangan pendidikan.”

Contoh seperti ini menguatkan premis dan argumen sekaligus menunjukkan arah analisis kita: masalah sosial sering lebih kompleks daripada sekadar jumlah fasilitas.

6. Menyusun Alur Argumen Bertahap

Menyusun alur argumen secara bertahap adalah kunci agar opini kita mudah diikuti. Setiap paragraf sebaiknya fokus pada satu premis utama, kemudian disertai premis pendukung, bukti, analisis singkat, dan diakhiri kesimpulan mini. Alur ini membantu pembaca berpikir sejalan dengan logika kita, dari pengamatan masalah sosial → bukti → analisis → pandangan penulis.

Misalnya, jika menulis opini tentang ketimpangan pendidikan di kota besar, paragraf pertama bisa menekankan premis utama: “Ketimpangan akses pendidikan memperburuk kemiskinan generasi muda.” Paragraf kedua menyajikan data dan fakta sebagai premis pendukung: “Survei BPS 2025 menunjukkan 40% anak usia sekolah di kota besar tidak mendapatkan pendidikan dasar yang memadai.” Paragraf ketiga memberi analisis: “Fakta ini menunjukkan bahwa hanya menyediakan sekolah tidak cukup; kualitas dan akses harus menjadi prioritas.” Dengan susunan ini, pembaca dibimbing secara logis menuju pandangan penulis.

Paragraf berikutnya bisa menambahkan contoh konkret atau studi kasus:

 “Di Kampung X, meski ada sekolah, anak-anak harus menempuh perjalanan 5 km. Banyak yang akhirnya putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa akses fisik juga menjadi bagian penting dari ketimpangan pendidikan.”

Gunakan transisi logis antar paragraf dengan kata penghubung seperti selain itu, lebih jauh, sebaliknya, hal ini menunjukkan, atau oleh karena itu:

“Selain akses fisik, kualitas guru juga menentukan hasil belajar. Di sekolah dengan guru berkualitas, literasi siswa meningkat signifikan, menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan harus memperhatikan kualitas tenaga pengajar, bukan hanya kuantitas sekolah.”

Dengan struktur bertahap, opini menjadi logis, mudah diikuti, dan mengarahkan pembaca ke analisis dan pandangan penulis secara natural.

7. Membuat Kesimpulan yang Kuat

Kesimpulan harus merangkum premis utama, menegaskan analisis, dan menunjukkan implikasi sosial, sehingga opini meninggalkan kesan dan arah jelas.

a. Rangkum Premis Utama dan Bukti Pendukung

“Melihat fakta bahwa 40% anak di kota besar tidak mendapatkan pendidikan dasar yang memadai dan banyak sekolah memiliki akses terbatas, jelas bahwa ketimpangan pendidikan memperburuk kemiskinan generasi muda.”

b. Tegaskan Analisis dan Pandangan Penulis

 “Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan harus fokus pada kualitas dan pemerataan akses pendidikan, bukan sekadar jumlah sekolah baru.”

c. Tunjukkan Dampak atau Implikasi Sosial dan Ajakan Berpikir

 “Jika pemerintah dan pemangku kebijakan serius memperhatikan kualitas guru dan akses pendidikan, generasi muda di kota besar memiliki peluang keluar dari lingkaran kemiskinan, membangun masyarakat yang lebih adil dan berdaya. Apakah kita siap memastikan setiap anak mendapat pendidikan yang layak agar mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik?”

Dengan tambahan data, kutipan ahli, analogi, transisi logis, dan kalimat ajakan berpikir, opini tentang isu sosial kini lebih persuasif, logis, dan analitis, meninggalkan kesan kuat bagi pembaca.[]

]]>
Mon, 20 Apr 2026 20:30:22 +0800 amr
Implementasi Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025: Bupati Sumbawa Tekankan Digitalisasi dan Kepatuhan Aturan Masa Jabatan Kepala Sekolah https://amarmedia.co.id/implementasi-permendikdasmen-no-7-tahun-2025-bupati-sumbawa-tekankan-digitalisasi-dan-kepatuhan-aturan-masa-jabatan-kepala-sekolah https://amarmedia.co.id/implementasi-permendikdasmen-no-7-tahun-2025-bupati-sumbawa-tekankan-digitalisasi-dan-kepatuhan-aturan-masa-jabatan-kepala-sekolah SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Sosialisasi Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 guna menyatukan persepsi mengenai mekanisme baru penugasan guru sebagai kepala sekolah. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., ini menjadi langkah preventif pemda dalam menghadapi transisi kepemimpinan di tingkat satuan pendidikan.

Bupati menyampaikan bahwa sosialisasi ini krusial untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat maupun internal tenaga kependidikan terkait rotasi dan masa jabatan. 

Berdasarkan aturan terbaru, masa jabatan kepala sekolah kini dibatasi 4 tahun per periode dengan batas maksimal 8 tahun. Berdasarkan kajian, sejumlah besar kepala sekolah di Sumbawa akan memasuki masa purna tugas jabatan sesuai aturan ini.

Penundaan mutasi kepala sekolah beberapa waktu lalu merupakan langkah strategis pemda untuk menunggu payung hukum yang jelas dari Pemerintah Pusat (Permendikdasmen No. 7/2025).

Calon kepala sekolah harus memenuhi standar kompetensi yang mencakup rekam jejak yang baik, kemampuan manajerial, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan (Digitalisasi Sekolah).

Pemkab Sumbawa terus mendorong penggunaan perangkat digital seperti smartboard dan laptop dalam proses belajar mengajar, yang wajib dikuasai oleh setiap pimpinan sekolah.

Bupati mengajak seluruh insan pendidikan untuk melihat regulasi ini sebagai upaya penyegaran dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumbawa. "Kita ingin melahirkan pemimpin sekolah yang tidak hanya cakap mengatur guru, tetapi juga visioner dalam membawa sekolahnya bersaing di era digital," pungkasnya.

Hadir dalam acara ini perwakilan Kementerian Dikdasmen RI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, PGRI, Dewan Pendidikan, serta para pengawas dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. (AM)

]]>
Mon, 20 Apr 2026 17:28:04 +0800 amr
Masa Jabatan Kepala Sekolah Kini Dibatasi, Bupati Sumbawa Minta Insan Pendidikan Taati Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 https://amarmedia.co.id/masa-jabatan-kepala-sekolah-kini-dibatasi-bupati-sumbawa-minta-insan-pendidikan-taati-permendikdasmen-no-7-tahun-2025 https://amarmedia.co.id/masa-jabatan-kepala-sekolah-kini-dibatasi-bupati-sumbawa-minta-insan-pendidikan-taati-permendikdasmen-no-7-tahun-2025 Masa Jabatan Kepala Sekolah Kini Dibatasi, Bupati Sumbawa Minta Insan Pendidikan Taati Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025

SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, bertempat di Kabupaten Sumbawa, Senin (20/4/2026). 

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa aturan baru ini membawa perubahan fundamental, terutama mengenai pembatasan masa jabatan kepala sekolah. Jika sebelumnya tidak ada aturan baku, kini masa jabatan ditetapkan selama empat tahun untuk satu periode dan dapat diperpanjang hingga maksimal delapan tahun.

"Masa jabatan pertama empat tahun, bisa diperpanjang sampai delapan tahun. Setelah itu tidak bisa lagi menjabat terus-menerus. Kita harus patuh pada aturan pusat agar tidak muncul anggapan bahwa pemerintah daerah memberhentikan sepihak. Ini murni tuntutan regulasi," tegas Bupati di hadapan para kepala sekolah dan pengawas yang hadir.

Bupati Jarot juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sengaja menunda sejumlah kebijakan mutasi sebelumnya demi menunggu kejelasan aturan ini. Hal ini dilakukan agar transisi kepemimpinan di sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa berjalan sesuai koridor hukum dan meminimalisir kegaduhan.

Selain aspek masa jabatan, Bupati menekankan bahwa standar kompetensi kepala sekolah ke depan akan jauh lebih ketat. Kepala sekolah tidak lagi hanya dituntut mahir dalam laporan administratif, tetapi wajib memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) yang kuat serta mampu beradaptasi dengan teknologi digital, seperti penggunaan smartboard dan perangkat pembelajaran digital lainnya.

"Menjadi kepala sekolah bukan hanya soal administrasi, tapi bagaimana mengelola guru dan lingkungan sekolah di tengah era digitalisasi pendidikan," tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Siti Maimunah Mutmainnah dari Kementerian Dikdasmen, Kepala IGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi, jajaran DPRD Sumbawa, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan se-Kabupaten Sumbawa (AM)

]]>
Mon, 20 Apr 2026 17:23:21 +0800 amr
ORADO NTB Mantapkan Pembinaan, Kejurprov 2026 Jadi Ajang Seleksi Menuju Nasional https://amarmedia.co.id/orado-ntb-mantapkan-pembinaan-kejurprov-2026-jadi-ajang-seleksi-menuju-nasional https://amarmedia.co.id/orado-ntb-mantapkan-pembinaan-kejurprov-2026-jadi-ajang-seleksi-menuju-nasional ORADO NTB Mantapkan Pembinaan, Kejurprov 2026 Jadi Ajang Seleksi Menuju Nasional

MATARAM.Amarmedia.co.id  – Semangat sportivitas mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi ORADO ( Organisasi Domino Nasional ) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 yang sukses digelar pada 19 April 2026 di Kota Mataram.

Ajang bergengsi ini menjadi panggung mencari talenta handal bagi para atlet domino terbaik dari seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO kabupaten/kota se-NTB untuk menunjukkan kemampuan, strategi, dan ketangkasan mereka dalam kompetisi yang berlangsung kompetitif dan penuh integritas.

Kejurprov tahun ini mencatat partisipasi penuh dari seluruh Pengcab ORADO se-NTB, di mana masing-masing mengutus dua tim terbaiknya. Setiap tim terdiri dari dua atlet yang didampingi oleh official, sehingga menghadirkan puluhan atlet yang saling beradu kemampuan. 

Kehadiran jajaran pengurus serta tokoh olahraga daerah turut menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pengembangan olahraga domino di NTB.

Ketua ORADO NTB, I Putu Dedy Saputra, menegaskan bahwa Kejurprov merupakan bagian penting dari strategi pembinaan atlet di daerah. Ia menyebut keikutsertaan seluruh Pengcab sebagai bukti soliditas organisasi dalam mencetak atlet berprestasi. 

"ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan juga sarana memperkuat kesiapan NTB untuk bersaing di tingkat nasional," kata I Putu Dedy Saputra, Senin 20 April 2026 di Mataram

Selanjutnya Putu Dedy mengatakan, untuk menjaga kualitas dan keadilan pertandingan, panitia menunjuk Abdurahman sebagai wasit utama yang memimpin jalannya kompetisi. 

"Dengan pengalaman yang dimiliki, kepemimpinan wasit dinilai mampu memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai aturan yang berlaku secara nasional, sehingga memberikan rasa keadilan bagi seluruh peserta," ujar Putu Dedy. 

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Shandi Maulani Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan serta tingginya antusiasme peserta.

 Ia menilai pelaksanaan Kejurprov berlangsung sangat kompetitif dan menunjukkan bahwa pembinaan olahraga domino di NTB berjalan dengan baik. 

"Fokus selanjutnya, menurutnya, adalah mempersiapkan para juara untuk berlaga di tingkat nasional," kata Shandi Maulani Ahmad 

Selanjutnya I Putu Dedy Saputra menambahkan, Prestasi para atlet di Kejurprov ini akan menjadi dasar penentuan kontingen NTB yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO di Megamendung, Bogor, pada 24 April 2026. 

"Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, para atlet dan official diharapkan mampu menjaga kondisi serta performa terbaik demi membawa nama baik Nusa Tenggara Barat di kancah nasional," tandas I Putu Dedy Saputra. 

Sementara itu sebagai organisasi olahraga, ORADO NTB terus berkomitmen mengembangkan potensi masyarakat di cabang olahraga domino melalui pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas. 

Kejurprov ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong lahirnya atlet-atlet unggulan yang siap berprestasi di tingkat nasional hingga lebih tinggi lagi.(AM)

]]>
Mon, 20 Apr 2026 15:51:36 +0800 amr
BAZNAS Hadir di Saat Sunyi: Menguatkan Sang Sastrawan Dinullah Rayes di Tengah Ujian https://amarmedia.co.id/baznas-hadir-di-saat-sunyi-menguatkan-sang-sastrawan-dinullah-rayes-di-tengah-ujian https://amarmedia.co.id/baznas-hadir-di-saat-sunyi-menguatkan-sang-sastrawan-dinullah-rayes-di-tengah-ujian BAZNAS Hadir di Saat Sunyi: Menguatkan Sang Sastrawan Dinullah Rayes di Tengah Ujian

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id  - 20 April 2026 – Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Brang Biji, suasana haru begitu terasa saat rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melangkah masuk untuk melakukan silaturrahim. Di tempat itulah, seorang tokoh nasional, sastrawan, budayawan, sekaligus inspirasi bagi banyak generasi, Dinullah Rayes, tengah berjuang melawan sakit yang telah ia jalani selama kurang lebih dua bulan terakhir.

Pria kelahiran 7 Februari 1939 itu kini terbaring lemah. Usia yang tak lagi muda dan kondisi kesehatan yang menurun tak mampu menghapus jejak panjang pengabdiannya. Karya-karya sastra yang ia lahirkan, pemikiran budaya yang ia tanamkan, serta keteladanan hidup yang ia tunjukkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan masyarakat Tau dan Tana Samawa.

Kehadiran tim BAZNAS pada Senin, 20 April 2026, menjadi momen yang penuh makna dan sarat emosi. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, bersama Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri serta Sekretaris Dr. Supriyadi, M.HI, rombongan hadir membawa bukan hanya bantuan, tetapi juga kepedulian, doa, dan penghormatan yang tulus.

Saat rombongan mendekat, suasana seketika menjadi hening. Tatapan mata Dinullah Rayes yang teduh, meski dalam kondisi lemah, seolah menyampaikan banyak hal yang tak terucapkan. Di balik keterbatasannya, terpancar keteguhan hati seorang pejuang—yang sepanjang hidupnya telah mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan keluhuran budaya.

Ketua BAZNAS, Syukri Rahmat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah bentuk penghargaan atas jasa besar Dinullah Rayes. “Beliau adalah sosok yang telah memberikan banyak kontribusi nyata. Tidak hanya melalui karya, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan yang beliau wariskan. Kami hadir sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian,” ungkapnya dengan penuh empati.

Sebagai wujud apresiasi, BAZNAS juga menyerahkan bantuan kepada keluarga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban yang tengah dihadapi. Namun lebih dari itu, kehadiran BAZNAS menjadi simbol bahwa pengabdian tulus tidak pernah dilupakan oleh masyarakat.

Wakil Ketua I BAZNAS, Dr. M. Ihsan Safitri, menegaskan pentingnya menjaga nilai silaturrahim dan kepedulian sosial, terutama kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa. Sementara itu, Sekretaris BAZNAS, Dr. Supriyadi, M.HI, mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Dinullah Rayes agar dapat kembali pulih seperti sediakala.

Di tengah suasana yang penuh haru, sebuah pesan sederhana namun menyentuh hati disampaikan oleh Dinullah Rayes. Dengan suara yang lirih dan penuh ketulusan, beliau menyampaikan harapannya agar BAZNAS dan seluruh pengurusnya senantiasa diberikan kesuksesan, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Doa tersebut menjadi bukti bahwa di tengah kondisi sakit yang beliau alami, kepedulian dan cintanya terhadap sesama tetap hidup dan tak pernah padam.

Ucapan tersebut sontak menggetarkan hati yang hadir. Sebab di saat dirinya tengah berjuang melawan sakit, beliau justru masih memikirkan dan mendoakan orang lain. Sebuah keteladanan yang begitu dalam dan jarang ditemukan—cerminan dari jiwa besar yang selama ini ia tunjukkan dalam kehidupannya.

Doa-doa pun dipanjatkan bersama, mengiringi harapan akan kesembuhan beliau. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian yang begitu kuat. Air mata haru tak terbendung, menjadi saksi bahwa cinta dan penghormatan kepada seorang tokoh tidak pernah luntur oleh waktu.

Kunjungan ini menjadi pengingat bagi semua bahwa menghargai jasa para tokoh adalah bagian dari nilai kemanusiaan. Bahwa mereka yang telah mengabdikan hidupnya layak untuk terus dikenang, dihormati, dan didampingi, terutama di masa-masa sulit.

Dinullah Rayes mungkin kini tengah beristirahat dalam perjuangannya melawan sakit. Namun semangat, karya, dan nilai-nilai yang telah ia tanamkan akan terus hidup dalam hati masyarakat. Silaturrahim yang terjalin pada 20 April 2026 ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah wujud cinta, penghormatan, dan pengakuan atas pengabdian yang luar biasa.

Dan di hari itu, di tengah kesunyian yang menyelimuti, BAZNAS hadir—membawa harapan, doa, dan kekuatan. Sebuah kehadiran yang sederhana, namun penuh makna, yang akan terus dikenang dalam perjalanan kehidupan seorang Dinullah Rayes. (AM)

]]>
Mon, 20 Apr 2026 15:44:23 +0800 amr
Aksi Nyata Mahasiswa UNSA, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dusun Pemangong https://amarmedia.co.id/aksi-nyata-mahasiswa-unsa-salurkan-bantuan-untuk-korban-kebakaran-di-dusun-pemangong https://amarmedia.co.id/aksi-nyata-mahasiswa-unsa-salurkan-bantuan-untuk-korban-kebakaran-di-dusun-pemangong Aksi Nyata Mahasiswa UNSA, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Dusun Pemangong

Lenangguar.Amarmedia.co.id– Wujud kepedulian antarsama ditunjukkan oleh civitas akademika Universitas Samawa (UNSA). Tepat pada hari ini, Minggu (19/4/2026), Mahasiswa UNSA dan UKM Seni serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Samawa turun langsung ke Dusun Pemangong, Desa Lenangguar, untuk menyalurkan bantuan bagi para korban musibah kebakaran.

Bantuan yang diserahkan merupakan hasil kolektif dari gerakan sosial yang digalang oleh mahasiswa selama beberapa waktu terakhir. Uniknya, sumber bantuan tidak hanya berasal dari internal kampus, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat umum.

Hasil Kolaborasi Car Free Night dan Donasi Online

Ketua BEM UNSA Fitra Andian menjelaskan bahwa bantuan yang dibawa hari ini merupakan akumulasi dari berbagai aksi penggalangan dana. Mulai dari aksi turun ke jalan dalam momen Car Free Night (CFN), hingga kampanye donasi secara online yang menyasar netizen dan civitas akademika Universitas Samawa.

"Ini adalah buah dari solidaritas. Kami menghimpun sedikit demi sedikit dari masyarakat saat CFN dan juga melalui kanal digital. Alhamdulillah, hari ini bisa kami sampaikan amanah tersebut kepada saudara-saudara kita di Pemangong," ujar Pilianus Rohan Woti Wuli Ketua UKM  di lokasi.

Disambut Hangat oleh Pemerintah Desa

Kedatangan rombongan mahasiswa ini disambut langsung oleh Kepala Desa Lenangguar bersama Kepala Dusun Pemangong. Raut haru terpancar dari para korban kebakaran saat menerima paket bantuan yang terdiri dari berbagai kebutuhan pokok dan logistik lainnya.

Kepala Desa Lenangguar Syahruddin, SP menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban psikologis dan ekonomi para warga yang sedang tertimpa musibah.

Pesan Pembina: Mahasiswa Harus Peka Sosial

Turut hadir dalam aksi sosial tersebut, Andi Rachmat, selaku Pembina Mahasiswa Universitas Samawa. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pendidikan karakter bagi mahasiswa agar tidak hanya cerdas di dalam kelas, tetapi juga peka terhadap realitas sosial.

"Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari pengabdian masyarakat. Kami ingin mahasiswa memiliki empati yang tinggi. Apa yang mereka kumpulkan melalui CFN dan online adalah bukti bahwa mahasiswa bisa menjadi jembatan kebaikan antara masyarakat umum dan mereka yang membutuhkan bantuan," ungkap Andi Rachmat.

Aksi penyaluran bantuan ini berjalan lancar dengan tetap mengedepankan semangat kekeluargaan. Diharapkan, bantuan tersebut dapat membantu proses pemulihan para korban kebakaran di Dusun Pemangong agar dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. (AM)

]]>
Sun, 19 Apr 2026 13:52:27 +0800 amr
Dilantik dan Dikukuhkan Jadi Ketua YKI NTB, Bunda Sinta Ajak Masyarakat Bersama&sama Perangi Kanker https://amarmedia.co.id/dilantik-dan-dikukuhkan-jadi-ketua-yki-ntb-bunda-sinta-ajak-masyarakat-bersama-sama-perangi-kanker https://amarmedia.co.id/dilantik-dan-dikukuhkan-jadi-ketua-yki-ntb-bunda-sinta-ajak-masyarakat-bersama-sama-perangi-kanker Dilantik dan Dikukuhkan Jadi Ketua YKI NTB, Bunda Sinta Ajak Masyarakat Bersama-sama Perangi Kanker

Mataram.Amarmedia.co.id- Sinta Agathia M.Iqbal resmi dilantik sekaligus dikukuhkan sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) NTB periode 2026-2031. Proses pelantikan sejaligus pengukuhan tersebut dipimpin langsung Ketua umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, secara during.

Usai dilantik, Bunda Sinta mengungkapkan, bahwa upaya untuk menurunkan kasus kanker harus terus dimaksimalkan, karena isu kesehatan seperti kanker tidak bisa diserahkan hanya kepada ahli dalam hal ini dokter, namun perlu keterlibatan masyarakat. Karena ia menilai sistem kerjasama yang baik adalah kunci untuk langkah kerja yang akan ditempuh kedepan.

“ Ini isu yang sangat besar, kita tahu resikonya kalau tidak ditangani dengan baik. Jadi kita harus kerjakan bareng bareng karena itu modal terbesar kita,” jelas Ketua Yayasan Kanker Indonesia NTB periode 2026-2031, Sinta Agathia M. Iqbal di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Jumat (17/4/2026).

Sebelumnya, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, dalam sambutannya menegaskan bahwa momen ini merupakan titik penting perubahan, khususnya dalam hal penyesuaian terhadap perkembangan regulasi di bidang hukum dan perpajakan. YKI kini dituntut untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih profesional, akuntabel, dan transparan, tidak hanya sebagai wadah sosial, tetapi juga sebagai institusi yang taat regulasi.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan administratif atau formalitas, tetapi menyangkut perubahan cara kerja, tata kelola organisasi, hingga pola koordinasi antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Ke depan, YKI akan memperkuat sistem koordinasi antara pengurus pusat dan daerah melalui penerapan program nasional yang terstandar, namun tetap memberikan ruang bagi daerah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah. Setiap daerah diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan lokal serta menjalankan program secara mandiri dengan tetap dalam kerangka koordinasi nasional.

Selain itu, YKI juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi. Setiap kegiatan dan program akan didorong untuk memiliki pertanggungjawaban yang jelas dan transparan, guna memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa tantangan kanker di Indonesia masih sangat besar. Sudoyo melanjutkan, tingginya angka kasus kanker, 90% dipengaruhi oleh faktor risiko gaya hidup dan lingkungan, dan menjadi perhatian serius dikarenakan kasus kanker Indonesia telah mengalahkan negara-negara besar India, Rusia, Cina, Amerika Serikat. Oleh karena itu, Sudoyo menyerukan upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi fokus utama yang harus diperkuat. 

Selanjutnya ia mendorong YKI harus berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat serta deteksi dini kanker. Edukasi kepada masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menurunkan angka kejadian kanker dalam jangka panjang.

“Penurunan angka kanker tidak hanya bergantung pada fasilitas pengobatan, tetapi justru pada upaya pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga dirangkai perayaan hari jadi Yayasan Kanker Indonesia ( YKI) ke 49 tahun. (AM/diskomknfotik)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 21:18:16 +0800 amr
NTB Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-jadi-percontohan-ruang-bersama-indonesia https://amarmedia.co.id/ntb-jadi-percontohan-ruang-bersama-indonesia NTB Jadi Percontohan Ruang Bersama Indonesia

Mataram,Amarmedia.co.id, 17 April 2026 - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi lintas sektor dalam perlindungan perempuan dan anak melalui peluncuran inisiatif Ruang Bersama Indonesia.

Gubernur Dr HL Muhamad Iqbal dalam sambutannya mengatakan, persoalan perempuan dan anak menjadi perhatian serius karena beberapa masalah sosial seperti narkoba dan pernikahan dini berakar dari pola asuh akibat kemiskinan. 

"Pemprov akan berbuat yang terbaik untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak NTB", ujar Gubernur di Pendopo di Mataram, Jumat (17/04/2026). 

Untuk itu, komitmen perlindungan anak dan perempuan dimulai dari pengentasan kemiskinan dengan pemberdayaan melalui Desa Berdaya. 

Dikatakan Gubernur, salah satu penyumbang kemiskinan yang termasuk pula kelompok rentan untuk perlindungan anak dan perempuan adalah perlindungan keluarga pekerja migran yang ditinggalkan di desa. Program KUR PMI ini tidak hanya memfasilitasi biaya keberangkatan namun menyediakan skema pembiayaan untuk tabungan selama bekerja dan dapat mandiri setelah kontrak diluar negeri berakhir. 

Dalam struktur birokrasi, Pemprov dengan penggabungan Dinas DP3AP2KB kedalam Dinas Sosial dan hadirnya direktorat khusus perempuan dan anak di Polda NTB menjadi bentuk konkrit perhatian pemerintah. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa program ini merupakan gerakan kolaboratif dari tingkat pusat hingga desa yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Inisiatif ini berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak ada satu pun kementerian atau lembaga yang bisa bekerja sendiri. Semua harus berkolaborasi, bersinergi, dan bergerak bersama,” ujar Menteri Arifah.

Ruang Bersama Indonesia dirancang sebagai platform kolaborasi di tingkat akar rumput, dengan mengintegrasikan berbagai unsur seperti: Pendamping desa,Tenaga kesejahteraan sosial, Aparat keamanan, Serta organisasi masyarakat.

Program ini juga menempatkan peran strategis perempuan desa sebagai motor penggerak perubahan sosial.

“Ruang Bersama Indonesia adalah gerakan bersama di tingkat desa yang mengikat seluruh potensi yang ada agar tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menyelesaikan persoalan secara kolektif,” tegas Menteri Arifah.

Dalam implementasinya, KemenPPPA mendorong penguatan peran PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kolaborasi juga diperluas dengan berbagai organisasi, termasuk Seruni Kabinet, guna memastikan program berjalan efektif hingga ke tingkat paling bawah.

Sebagai langkah strategis lainnya, KemenPPPA terus memperkuat layanan pengaduan SAPA 129.

Layanan ini menjadi kanal utama bagi masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, maupun laki-laki yang kini juga menunjukkan peningkatan signifikan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak bingung harus melapor ke mana. SAPA 129 hadir sebagai layanan terpadu yang mudah diakses,” ujar Menteri.

Menteri Arifah juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani isu perempuan dan anak, termasuk keberhasilan menurunkan angka pernikahan usia anak secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, berbagai upaya perlindungan pekerja migran dan pembinaan keluarga turut menjadi perhatian strategis pemerintah daerah.

“Ketika kepala daerah memiliki komitmen yang kuat, maka kerja kolaborasi menjadi lebih ringan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Inisiatif Ruang Bersama Indonesia merupakan bagian dari implementasi agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi, pemerintah optimistis berbagai persoalan sosial, khususnya terkait perempuan dan anak, dapat diselesaikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami berharap gerakan ini dapat dimulai dari NTB dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun masyarakat yang aman, inklusif, adil, dan setara,” tutup Menteri Arifah.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri menyerahkan penghargaan kepada beberapa institusi atas komitmennya dalam penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak seperti Kepala Kejati, Wahyudi, SH, MH, Kombes Ni Made Pujewati, Direktur Reserse PPA dan PPO Polda NTB.Rektor Unram, Prof Sukardi dan Joko Jumadi, LPA Kota Mataram. (AM/kominfotikntb).

]]>
Sat, 18 Apr 2026 21:13:49 +0800 amr
Hadiri Musrenbang Provinsi, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Sinergi NTB&Sumbawa demi Kesejahteraan Rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-musrenbang-provinsi-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-sinergi-ntb-sumbawa-demi-kesejahteraan-rakyat https://amarmedia.co.id/hadiri-musrenbang-provinsi-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-sinergi-ntb-sumbawa-demi-kesejahteraan-rakyat Hadiri Musrenbang Provinsi, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Sinergi NTB-Sumbawa demi Kesejahteraan Rakyat

MATARAM.Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlangsung di Mataram, Kamis (16/4/2026). Dalam forum tersebut, Bupati Jarot menegaskan komitmen Kabupaten Sumbawa untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan visi besar Provinsi NTB.

Disela-sela kegiatan, Ir. H. Syarafuddin Jarot dalam keterangannya menyatakan bahwa pembangunan Kabupaten Sumbawa tidak dapat berjalan secara terisolasi. Menurutnya, konektivitas antarwilayah dan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat menjadi kunci utama percepatan ekonomi di Tau dan Tana Samawa.

“Kita belajar dari forum ini bahwa membangun daerah tidak bisa sendiri. Harus ada interkoneksi yang kuat. Apa yang kita rencanakan di Sumbawa harus saling menguatkan dengan program di tingkat provinsi agar setiap anggaran yang kita kucurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bawah,” ujar Bupati Jarot.

Ia juga menambahkan bahwa semangat kolaborasi ini selaras dengan marwah Sabalong Samalewa, di mana gotong royong dan kebersamaan menjadi fondasi dalam menuntaskan persoalan krusial, mulai dari sektor pertanian hingga infrastruktur wilayah. 

Dalam Musrenbang ini, Bupati berharap program-program strategis yang diusulkan oleh Kabupaten Sumbawa—termasuk penguatan sektor agroforestri dan hilirisasi hasil tani—mendapat ruang sinkronisasi yang tepat dalam peta jalan pembangunan NTB ke depan.(AM)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 20:58:01 +0800 amr
Pemprov NTB Perkuat Sinergi Masyarakat di Halalbihalal NWDI Bersama TGB https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-perkuat-sinergi-masyarakat-di-halalbihalal-nwdi-bersama-tgb https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-perkuat-sinergi-masyarakat-di-halalbihalal-nwdi-bersama-tgb Pemprov NTB Perkuat Sinergi Masyarakat di Halalbihalal NWDI Bersama TGB

Mataram, Amarmedia.co.id - 18 April 2026 - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, saat mewakili Gubernur NTB dalam kegiatan Halalbihalal dan Pengajian Umum di NWDI Center, Kota Mataram, Sabtu (18/4).

Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini turut menghadirkan Ketua Umum PB NWDI, Muhammad Zainul Majdi, yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya etika sosial dan penguatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan H. Amir, disampaikan bahwa momentum Idulfitri 1447 H harus dimaknai sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi.

Pemerintah Provinsi NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Selain itu, Pemprov NTB tetap berkomitmen mewujudkan visi NTB Makmur dan Mendunia melalui tiga pilar utama, yaitu pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya, penguatan ketahanan pangan, serta optimalisasi sektor pariwisata berkelas dunia.

“Momentum Idulfitri harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendorong kemajuan NTB,” ujar H. Amir saat membacakan sambutan Gubernur.

Dalam tausiyahnya, Muhammad Zainul Majdi menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama sebagai fondasi utama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Mengacu pada Surah Al-Hujurat ayat 10–12, beliau mengingatkan umat agar senantiasa menjaga lisan, menghormati privasi, serta menjauhi perilaku ghibah.

“Persaudaraan bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam sikap nyata untuk saling menghormati, menjaga kehormatan, dan tidak saling menyakiti,” tegas TGB di hadapan para jamaah.

“Surah Al-Hujurat mengajarkan kita untuk tidak merendahkan sesama, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan menjauhi ghibah sebagai bagian dari menjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Kegiatan Halalbihalal ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat NTB. Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif. (AM/diskominfotik)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 20:49:49 +0800 amr
Ketua DPRD Sumbawa di Upacara Paripurna: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Tumpukan Laporan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-di-upacara-paripurna-rakyat-butuh-bukti-bukan-tumpukan-laporan https://amarmedia.co.id/ketua-dprd-sumbawa-di-upacara-paripurna-rakyat-butuh-bukti-bukan-tumpukan-laporan Sumbawa. Amarmedia.co.id - Jumat, 17 April 2026. Pemerintah Daerah kabupaten Sumbawa menggelar Upacara Paripurna. Upacara tersebut diikuti oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, unsur Forkopimda, para kepala OPD, serta para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat yang menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dihadapi masyarakat Sumbawa saat ini.

Dalam amanatnya, Ketua DPRD menegaskan bahwa upacara paripurna bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan ruang sinkronisasi antara aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah. Ia menyebutkan sedikitnya empat persoalan penting yang harus segera dituntaskan bersama.

Pertama, terkait jeritan petani di tengah panen raya. Menurutnya, tingginya curah hujan dan minimnya fasilitas pengering menyebabkan kadar air jagung dan padi meningkat sehingga harga jual hasil panen menurun. DPRD Sumbawa, lanjutnya, telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mendorong bantuan mesin pengering dan alat mesin pertanian lainnya agar segera direalisasikan. Ia juga meminta pemerintah daerah memastikan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) benar-benar akurat agar bantuan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan petani kecil.

Kedua, mengenai kelangkaan LPG 3 kilogram. Ketua DPRD menilai persoalan tersebut telah membebani ekonomi rumah tangga masyarakat. Ia menyebut DPRD tengah mengupayakan penambahan kuota LPG 3 kilogram, namun menegaskan bahwa penambahan kuota harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat di tingkat pangkalan dan pengecer. Ia meminta tim pengawas pemerintah daerah bertindak tegas terhadap pangkalan maupun pengecer yang melakukan pelanggaran.

Ketiga, terkait pelaksanaan Pilkades serentak di 21 desa pada tahun 2026. Ketua DPRD berharap seluruh ASN dan aparat desa dapat menjaga netralitas serta tidak menjadi pemain di balik layar. Ia mengingatkan bahwa Pilkades harus berjalan jujur dan adil agar melahirkan pemimpin desa yang benar-benar ingin membangun desa, bukan hasil dari transaksi politik.

Keempat, ia menegaskan komitmen terhadap gerakan “Sumbawa Hijau Lestari”. Menurutnya, kebijakan larangan menanam jagung di kawasan hutan bukan dimaksudkan untuk menghalangi mata pencaharian petani, tetapi untuk menjaga kelestarian lingkungan, menertibkan tata ruang, serta mencegah kerusakan hutan dan pendangkalan bendungan. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program agroforestri sebagai solusi jangka panjang.

Mengakhiri amanatnya, Ketua DPRD mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk kembali pada marwah pengabdian “Sabalong Samalewa”, menghilangkan ego sektoral antarinstansi, dan memperkuat kerja bersama demi kepentingan masyarakat.

“Rakyat Sumbawa tidak butuh tumpukan laporan, mereka butuh bukti bahwa pemerintah dan DPRD benar-benar bekerja untuk rakyat,” tegasnya. (AM)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 20:43:48 +0800 amr
Wagub NTB Dorong Peran Keluarga dan Pendidikan Cegah Kekerasan https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-dorong-peran-keluarga-dan-pendidikan-cegah-kekerasan https://amarmedia.co.id/wagub-ntb-dorong-peran-keluarga-dan-pendidikan-cegah-kekerasan Mataram, Amarmedia.co.id - 18 April 2026 - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Wagub NTB), Indah Dhamayanti Putri, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, dalam Seminar Nasional Kampanye Anti Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di UIN Mataram, Sabtu (18/4).

Kehadiran keduanya menjadi wujud penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan dalam upaya memutus mata rantai kekerasan yang masih menjadi tantangan serius, khususnya di wilayah NTB.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda menegaskan bahwa persoalan kekerasan tidak boleh lagi ditutup-tutupi. Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dalam penanganan dan pencegahan, dengan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

“Perlindungan harus dimulai dari rumah tangga. Peran seorang ibu sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bahagia bagi keluarga,” ujarnya.

Menurut Wagub Dinda, anak yang tumbuh dalam keluarga yang harmonis akan memiliki ketahanan mental yang kuat, sehingga mampu melindungi diri dari berbagai ancaman, termasuk narkoba dan tindak kekerasan.

Menanggapi tingginya angka kekerasan di sejumlah wilayah, Wagub Dinda mengajak seluruh pihak untuk menghentikan budaya saling menyalahkan dan mulai mengambil langkah nyata.

“Sudah saatnya kita berhenti saling menyalahkan. Mari kita bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang kita lakukan, untuk menekan angka kekerasan agar tidak terus meningkat dan terulang kembali,” tegasnya.

Dirinya juga mendorong agar isu pencegahan kekerasan dapat menjadi materi wajib di lembaga pendidikan, termasuk madrasah dan pondok pesantren, guna meningkatkan pemahaman hukum serta kesadaran perlindungan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Menteri PPPA RI, Arifah Fauzi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi NTB dan sivitas akademika dalam upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Dirinya menegaskan bahwa konstitusi telah menjamin persamaan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali.

“Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum, termasuk perempuan dan anak. Ini menjadi landasan penting dalam memastikan perlindungan hak-hak mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Arifah menyampaikan bahwa perempuan dan anak merupakan bagian terbesar dari populasi Indonesia, sehingga memiliki peran strategis dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Perempuan dan anak memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan generasi berkualitas. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.(AM)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 15:58:28 +0800 amr
Sinergi Srikandi: Wagub NTB dan Menteri PPPA Serukan Aksi Nyata Cegah Kekerasan Seksual. https://amarmedia.co.id/sinergi-srikandi-wagub-ntb-dan-menteri-pppa-serukan-aksi-nyata-cegah-kekerasan-seksual https://amarmedia.co.id/sinergi-srikandi-wagub-ntb-dan-menteri-pppa-serukan-aksi-nyata-cegah-kekerasan-seksual Sinergi Srikandi: Wagub NTB dan Menteri PPPA Serukan Aksi Nyata Cegah Kekerasan Seksual.

Mataram,Amarmedia.co.id -  18 April 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan komitmen dan ikhtiar nyata dalam menekan serta mengentaskan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini ditegaskan dalam Seminar Nasional Kampanye Anti Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak yang digelar oleh Pusat Studi Gender dan Anak Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Mataram, Sabtu (18/4).

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P. hadir langsung memberikan sambutan sekaligus mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi dalam kegiatan Seminar Nasional Kampanye Anti Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak pada Pusat Studi Gender dan Anak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UIN Mataram Serta Pemberian Penghargaan KPD Mitra Kementerian PPPA. 

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi atas langkah dan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam menangani isu kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak.

Dirinya menekankan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta keluarga.

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Gubernur NTB menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak bukanlah isu yang harus ditutupi, melainkan dihadapi secara terbuka dengan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

“Hari ini kita tidak bermaksud untuk menutup-nutupi. Ini adalah persoalan nyata yang membutuhkan gerakan bersama dari kita semua, termasuk organisasi perempuan yang bersinergi dengan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya. 

Ia juga mengajak seluruh perempuan, khususnya para ibu, untuk mengambil peran strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan sejahtera sebagai benteng pertama perlindungan anak.

“Kita mulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Dengan keluarga yang baik dan bahagia, kita akan melahirkan anak-anak dengan mental yang kuat, yang mampu melindungi diri dari berbagai ancaman, termasuk kekerasan dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Wakil Gubernur tidak menampik bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sejumlah wilayah di NTB, khususnya Pulau Sumbawa dan Bima, masih cukup tinggi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menghentikan budaya saling menyalahkan dan beralih pada aksi nyata.

“Jika kita terus saling menyalahkan, tidak akan ada solusi. Mari berhenti saling menyalahkan dan mulai bergerak, sekecil apapun langkah kita, untuk menekan angka kasus agar tidak terus meningkat dan tidak terulang di masa depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berharap lembaga pendidikan, termasuk madrasah, pondok pesantren, dan sekolah umum, dapat menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai agenda utama yang wajib ditaati bersama.

Wakil Gubernur NTB juga menyampaikan bahwa kehadiran Menteri PPPA memberikan makna mendalam bagi perjuangan pemerintah daerah dan seluruh perempuan NTB dalam memerangi kekerasan.

“Secara khusus, kehadiran Ibu Menteri memberikan arti yang sangat mendalam bagi perjuangan kami. Ini menjadi penguat semangat bagi seluruh perempuan NTB untuk terus bergerak melawan kekerasan,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap kunjungan Menteri PPPA ke NTB meninggalkan kesan baik dan dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami berharap Ibu Menteri mendapatkan kesan yang baik di NTB dan selalu merindukan untuk kembali datang ke daerah kami,” pungkasnya.

Seminar ini merupakan bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap isu kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Mengangkat pesan bahwa keamanan (safety) adalah hak, bukan sekadar harapan, serta pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. Serta, mendorong keterlibatan berbagai pihak, akademisi, pemerintah, dan masyarakat, dalam pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. (kominfotikntb)

]]>
Sat, 18 Apr 2026 15:53:35 +0800 amr
H. Zohran SH Soroti Praktik "Transfusi" Ilegal Gas dan Desak Penerapan OVOO Atasi Kelangkaan LPG di Sumbawa https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-soroti-praktik-transfusi-ilegal-gas-dan-desak-penerapan-ovoo-atasi-kelangkaan-lpg-di-sumbawa https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-soroti-praktik-transfusi-ilegal-gas-dan-desak-penerapan-ovoo-atasi-kelangkaan-lpg-di-sumbawa H. Zohran SH Soroti Praktik "Transfusi" Ilegal Gas dan Desak Penerapan OVOO Atasi Kelangkaan LPG di Sumbawa

JAKARTA Amarmedia.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., menyampaikan kritik tajam dan solusi strategis dalam Rapat Koordinasi terkait kuota serta distribusi LPG 3 kg bersubsidi di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, H. Zohran menyoroti ketimpangan distribusi yang memicu praktik ilegal dan lonjakan harga yang kini mencapai Rp35.000 di tingkat konsumen Sumbawa.

Soroti Praktik "Transfusi" dan Pengoplosan

H. Zohran secara khusus menyoroti adanya masalah migrasi atau "transfusi" gas LPG dari tabung subsidi 3 kg ke tabung non-subsidi. Menurutnya, besarnya margin harga antara barang subsidi dan non-subsidi menjadi pemantik utama maraknya praktik pengoplosan di lapangan.

"Kami melihat ada disparitas harga yang sangat lebar, yang kemudian memicu praktik pengoplosan. Ini sangat merugikan rakyat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama," tegas H. Zohran di hadapan pejabat Dirjen Migas dan BPH Migas.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana pengawasan ketat mampu menjamin ketersediaan stok di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil, seperti konflik di Selat Hormuz yang berdampak pada kuota nasional.

Sebagai solusi konkret, H. Zohran mendesak pemerintah dan Pertamina untuk menerapkan kebijakan OVOO (One Village One Outlet). Ia mendorong agar setiap desa di Kabupaten Sumbawa memiliki minimal satu pangkalan resmi.

"Untuk mengontrol Harga Eceran Tertinggi (HET) agar tetap di angka Rp19.500, status sub-pangkalan atau pengecer harus ditingkatkan menjadi pangkalan resmi. Dengan begitu, distribusi langsung menyasar konsumen akhir dan rantai distribusi yang rumit bisa dipangkas," jelasnya.

H. Zohran juga meminta pihak operator (Pertamina) untuk mempermudah akses bagi pengecer yang ingin melegalkan usahanya menjadi pangkalan, agar harga di masyarakat tidak lagi liar.

Selain masalah distribusi fisik, politisi senior NasDem Sumbawa ini juga menyoroti ketidaksinkronan data antara Pemerintah Daerah dan Pertamina. Ia mencatat adanya perbedaan pendekatan antara basis data "Penerima Manfaat" milik Dinas ESDM Provinsi dengan data "NIK" yang digunakan Pertamina.

"Data ini harus diselaraskan. Jangan sampai warga yang berhak justru tidak terdata, sementara stok di lapangan fluktuatif—kadang langka, kadang melimpah. Pengawasan harus berbasis data yang akurat agar tidak ada penumpukan stok di satu pihak," tambah Zohran.

Meskipun Dirjen Migas menyampaikan bahwa kuota nasional rata-rata turun 6%, H. Zohran bersama rombongan DPRD Sumbawa yang dipimpin I Nyoman Wisma, S.I.P., tetap bersikukuh meminta pusat mempertimbangkan kebutuhan riil Sumbawa sebesar 16.987 Metrik Ton.

"Harapan kami sangat besar kepada pusat. Situasi di daerah sudah sangat menekan. Jangan sampai ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah meningkat hanya karena persoalan gas yang tidak kunjung usai," pungkasnya.

Rapat tersebut ditutup dengan komitmen Dirjen Migas untuk menampung aspirasi penambahan kuota tersebut dan akan melaporkannya kepada pimpinan kementerian, serta mendorong percepatan perubahan Perpres agar distribusi subsidi lebih tepat sasaran bagi petani dan nelayan sasaran. (AM)

Penulis: Abdul Ma'ruf Rahmat 

]]>
Fri, 17 Apr 2026 22:55:16 +0800 amr
Sumbawa Krisis LPG 3 Kg: DPRD dan Pemda Desak Dirjen Migas Tambah Kuota Hingga 16 Ribu Metrik Ton https://amarmedia.co.id/sumbawa-krisis-lpg-3-kg-dprd-dan-pemda-desak-dirjen-migas-tambah-kuota-hingga-16-ribu-metrik-ton https://amarmedia.co.id/sumbawa-krisis-lpg-3-kg-dprd-dan-pemda-desak-dirjen-migas-tambah-kuota-hingga-16-ribu-metrik-ton Sumbawa Krisis LPG 3 Kg: DPRD dan Pemda Desak Dirjen Migas Tambah Kuota Hingga 16 Ribu Metrik Ton

JAKARTA.Amarmedia.co.id– Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa bersama Pemerintah Daerah menyambangi Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk memperjuangkan penambahan kuota LPG bersubsidi 3 kg menyusul kelangkaan akut dan lonjakan harga yang mencekik masyarakat di "Tanah Samawa".

Pimpinan rombongan DPRD Sumbawa, I Nyoman Wisma, S.I.P., mengungkapkan adanya anomali data yang sangat merugikan daerah. Di saat sektor rumah tangga, UMKM dan pertanian membutuhkan pasokan energi lebih besar, kuota LPG 3 kg untuk Sumbawa justru terus dipangkas setiap tahunnya.

Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Komisi II DPRD H Zohran SH, Anggota Komisi II Ida Rahayu SAP, Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE, Dan anggota komisi III Andi Rusni SE MM, Ketua Komisi IV Muhammad Takdir SE M.M.Inov. dari Pemda hadir Kabag Perekonomian dan SDA Ivan Indrajaya ST MM bersama tim Ahli DPRD Abdul Ma'ruf Rahmat SP.

"Tahun 2024 kita ada di angka 12.192 Metrik Ton (MT), tapi tahun 2026 ini ditetapkan turun menjadi 11.003 MT. Padahal, kalkulasi riil kebutuhan masyarakat kami mencapai 16.987 MT" tegas Nyoman di hadapan pejabat Dirjen Migas.

Akibat ketimpangan ini, harga di tingkat konsumen melambung hingga Rp35.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp19.500.

Praktik "Transfusi" Gas dan Isu Distribusi

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa H. Zohran, S.H. menyoroti adanya disparitas harga yang memicu praktik ilegal berupa "transfusi" atau pengoplosan gas dari tabung 3 kg ke tabung non-subsidi. Ia juga menyoroti ketidaksinkronan data antara Pemerintah Daerah yang menggunakan pendekatan "Penerima Manfaat" dengan Pertamina yang berbasis NIK.

Sebagai solusi, pihak DPRD mengusulkan pertama Penerapan OVOO (One Village One Outlet memastikan setiap desa memiliki minimal satu pangkalan resmi disesuaudemgan sebaran jumlah penduduk dan dusun.

Kedua ; Peningkatan Status Sub-Pangkalan: Agar kontrol harga lebih mudah dilakukan hingga ke konsumen akhir.

Ketiga ;  Penyederhanaan Izin. Meminta Pertamina mempermudah pengecer untuk naik status menjadi pangkalan resmi guna memangkas rantai distribusi.

Respon Dirjen Migas: Dampak Geopolitik Global

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Direktorat Migas, Suko Hadi, menjelaskan bahwa penurunan kuota terjadi secara nasional (rata-rata 6%). Hal ini juga dipicu oleh situasi geopolitik di Selat Hormuz yang mengganggu stabilitas anggaran subsidi energi nasional.

"Penetapan kuota berdasarkan realisasi tahun sebelumnya. Namun, saat ini pemerintah sedang menyusun draf Perpres baru untuk memperketat klasifikasi penerima agar subsidi benar-benar jatuh ke tangan petani, nelayan, dan rumah tangga miskin yang berhak," ujar tim teknis Dirjen Migas.

Antisipasi Pengoplosan dan Langkah Preventif

Kabag Perekonomian dan SDA Pemda Sumbawa, Ivan Indrajaya, S.T., M.M., menambahkan bahwa di lapangan ditemukan  agen yang memiliki izin ganda (subsidi dan non-subsidi). 

"Kami kesulitan memfilter konsumen karena keterbatasan kewenangan. Ada risiko hukum jika kami bertindak terlalu jauh tanpa payung regulasi yang kuat," jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, muncul  ketentuan di Pertamina  pembelian berbasis KTP dengan batasan maksimal 5 tabung per bulan serta kajian untuk penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati untuk melarang ASN dan masyarakat mampu menggunakan LPG bersubsidi.

Rapat koordinasi ini menghasilkan beberapa poin penting diantaranya adalah Dirjen Migas menampung usulan kuota 16.987 MT untuk dilaporkan kepada pimpinan kementerian. Pemda dan DPRD diminta memperketat pengawasan terhadap agen dengan izin ganda guna mencegah pengoplosan.Dan  Koordinasi Harga Masalah margin keuntungan dan HET akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik balik penyelesaian krisis energi di Kabupaten Sumbawa, agar masyarakat tidak lagi terbebani oleh harga mahal dan kelangkaan barang pokok. (AM)

Penulis : Abdul Ma'ruf Rahmat SP

]]>
Fri, 17 Apr 2026 22:34:09 +0800 amr
Optimalkan Sawah Rakyat, I Nyoman Wisma Dorong Percepatan Infrastruktur Irigasi di Kementan RI https://amarmedia.co.id/optimalkan-sawah-rakyat-i-nyoman-wisma-dorong-percepatan-infrastruktur-irigasi-di-kementan-ri https://amarmedia.co.id/optimalkan-sawah-rakyat-i-nyoman-wisma-dorong-percepatan-infrastruktur-irigasi-di-kementan-ri Optimalkan Sawah Rakyat, I Nyoman Wisma Dorong Percepatan Infrastruktur Irigasi di Kementan RI

JAKARTA.Amarmedia.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma, SIP, melakukan langkah strategis dengan "jemput bola" ke Jakarta guna memastikan keberlanjutan dukungan pusat bagi sektor pertanian daerah. Dalam pertemuan resmi di Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian RI, Nyoman Wisma menegaskan pentingnya percepatan infrastruktur irigasi sebagai kunci optimalisasi sawah rakyat di Kabupaten Sumbawa.

Didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbawa H.M. Berlian Rayes beserta jajaran Komisi II, III dan IV rombongan diterima langsung oleh Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, dan KBU Direktorat Konservasi Sumber Daya Air, Faisal. Pertemuan ini membahas proyeksi kegiatan pembangunan infrastruktur pengairan yang akan dialokasikan untuk tahun anggaran 2026.

Fokus pada Aksesibilitas Air: Memperbanyak Cekdam dan Embung

Dalam pemaparannya, I Nyoman Wisma mengapresiasi bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan program perpompaan yang telah berjalan. Namun, ia memberikan catatan strategis bahwa petani membutuhkan penampungan air yang lebih dekat dengan lahan mereka melalui pembangunan cekdam dan embung.

 "Kami mengapresiasi program yang sudah masuk. Namun, aspirasi dari bawah menunjukkan bahwa petani kita sangat membutuhkan infrastruktur penampung air seperti cekdam dan embung agar air lebih dekat ke sawah. Kami berharap program ini bisa masuk dalam prioritas penganggaran 2026 secara kontinu," tegas Nyoman Wisma di hadapan jajaran Kementan.

Nyoman Wisma yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa menambahkan bahwa keberhasilan program UPLAND pada komoditas bawang merah harus menjadi pemantik untuk memperluas pola pengairan yang efektif ke komoditas lain, termasuk padi, agar produktivitas lahan kering di Sumbawa bisa meningkat secara signifikan.

Menanggapi dorongan tersebut, pihak Kementan RI melalui Ibu Risda menyampaikan komitmennya untuk terus memprioritaskan Kabupaten Sumbawa. Untuk tahun 2026, telah direncanakan alokasi pembangunan infrastruktur yang meliputi 256 unit Irigasi Perpompaan, 19 unit Irigasi Perpipaan 21 unit Bangunan Konservasi Air (termasuk Dam Parit dan Long Storage).

Selain itu, Kementan juga mengarahkan agar DPRD dan Pemerintah Daerah aktif berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP LIP) yang berkantor pusat di Lombok untuk mempermudah verifikasi lapangan dan operasional di tingkat daerah.

Nyoman Wisma juga menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk melakukan Cetak Sawah Baru seluas 2.000 hektar di Sumbawa pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa perluasan lahan ini harus dibarengi dengan kepastian ketersediaan sumber air agar tidak gagal di tengah jalan.

"Cetak sawah ini adalah peluang besar. Kami di DPRD mendukung penuh, termasuk pembentukan 12 Brigade Pertanian yang melibatkan generasi muda. Dengan teknologi dan air yang cukup, pertanian kita akan lebih modern dan menjanjikan bagi kaum milenial," lanjutnya.

Menutup pertemuan tersebut, I Nyoman Wisma memastikan bahwa Komisi II akan mengawal ketat 21 unit kegiatan konservasi air yang sudah masuk dalam daftar verifikasi. Ia berharap sinergi antara pusat dan daerah ini dapat meningkatkan kontribusi Sumbawa terhadap kebutuhan pangan NTB dari 20% menjadi 30%.

"Tugas kami adalah memastikan kebijakan pusat mendarat dengan tepat di sawah-sawah petani. Jika infrastruktur irigasi beres, kesejahteraan petani Sumbawa pasti meningkat," pungkasnya.

Penulis:Abdul Ma'ruf Rahmat

]]>
Fri, 17 Apr 2026 19:28:06 +0800 amr
H. Zohran SH Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Air di Sumbawa Menuju Target NTB Lumbung Pangan Nasional https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-desak-pusat-prioritaskan-infrastruktur-air-di-sumbawa-menuju-target-ntb-lumbung-pangan-nasional https://amarmedia.co.id/h-zohran-sh-desak-pusat-prioritaskan-infrastruktur-air-di-sumbawa-menuju-target-ntb-lumbung-pangan-nasional H. Zohran SH Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Air di Sumbawa Menuju Target NTB Lumbung Pangan Nasional 

JAKARTA.Amarmedia.co.id – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, memberikan catatan kritis dan tajam dalam pertemuan resmi bersama Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Haji Zohran Orek akrab disapa menekankan bahwa keberhasilan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sumbawa sangat bergantung pada ketersediaan air yang konsisten, bukan sekadar perluasan lahan.

Dalam pemaparannya, H. Zohran menggarisbawahi peran strategis Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan. Saat ini, Sumbawa menyumbang sekitar 20% kebutuhan pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Target kita adalah meningkatkan kontribusi itu menjadi 30 persen. Caranya bukan hanya dengan mencetak sawah baru, tapi memastikan lahan yang sudah ada memiliki sumber air yang cukup, jangan sampai kita cetak sawah tapi airnya tidak tersedia," tegas H. Zohran.

H. Zohran juga mendorong pemerintah pusat untuk melirik potensi sumber air di Jaran Pusang yang dinilai mampu mengairi wilayah Plampang, Muer, hingga Selante. Menurutnya, program konservasi air seperti cekdam, embung, dan perpompaan air tanah harus dialokasikan lebih banyak ke Sumbawa mengingat karakteristik wilayahnya yang memiliki banyak lahan kering.

Ia juga menyoroti infrastruktur pendukung bendungan besar yang sudah ada yaitu Bendungan Beringin Sila, H.Zohran mendesak agar pembangunan irigasi primer dan sekunder segera dituntaskan agar manfaat bendungan bisa dirasakan maksimal oleh petani.

Terhadap Komoditas Unggulan, meski mendukung pengembangan bawang merah melalui program UPLAND, ia mengingatkan agar komoditas tersebut tidak menggeser dominasi padi sebagai pilar ketahanan pangan.

Menanggapi poin-poin kritis tersebut, Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, mengakui ketajaman analisis H. Zohran. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan 256 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, 21 unit pengelolaan air/konservasi.

"Pertanyaan Pak Zohran sangat kritis. Untuk cekdam dan dam parit, kami akan prioritaskan melalui pola swakelola agar petani memiliki rasa memiliki yang tinggi. Kami juga meminta DPRD mengawal pelaksanaan 21 kegiatan yang sudah masuk, agar Sumbawa bisa terus menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang," ujar Ibu Risda.

Keberlanjutan Program UPLAND

Terkait program UPLAND yang akan berakhir, H. Zohran bersama rombongan DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes memastikan bahwa keberhasilan program ini di Sumbawa—khususnya pada komoditas bawang merah—harus tetap berkelanjutan melalui koperasi dan dukungan dana desa maupun APBD, meski masa kontrak pusat berakhir pada 2026.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, serta jajaran anggota Komisi  lainnya seperti Ida Rahayu SAP , Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE serta Anggota Komisi III Andi Rusni SE.MM, H Rusdi dan Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, SE.M.M.Inov, didampingi Sekdis Pertanian  Mukhlis dan Kabag Perekonomian Setda Sumbawa. Ivan Indrajaya ST MM bersama Staf Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Ma'ruf Rahmat SP.(AM)

]]>
Fri, 17 Apr 2026 19:02:59 +0800 amr
Sasar Ketahanan Pangan 2026, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Program Irigasi dan Konservasi Air di Kementan RI https://amarmedia.co.id/sasar-ketahanan-pangan-2026-komisi-ii-dprd-sumbawa-kawal-program-irigasi-dan-konservasi-air-di-kementan-ri https://amarmedia.co.id/sasar-ketahanan-pangan-2026-komisi-ii-dprd-sumbawa-kawal-program-irigasi-dan-konservasi-air-di-kementan-ri Sasar Ketahanan Pangan 2026, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Program Irigasi dan Konservasi Air di Kementan RI

JAKARTA.Amarmedia.co.id– Guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, jajaran pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Konservasi Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Rabu (15/4).

Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan sinkronisasi program pusat dengan kebutuhan riil petani di lapangan, terutama terkait alokasi anggaran infrastruktur irigasi tahun 2026.

Komitmen Pusat untuk Pertanian Sumbawa

Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, menyambut hangat rombongan dari "Tana Samawa". Ia memaparkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi pencapaian target ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Menteri Pertanian.

"Kami tengah mengejar target besar untuk mendukung ketahanan pangan di 2026. Secara khusus, infrastruktur irigasi di daerah tadah hujan dan lahan kering menjadi prioritas, di mana wilayah Sumbawa memiliki potensi yang sangat sejalan dengan program kami," ujar Risda.

Dalam paparannya, Risda merinci sejumlah alokasi yang disiapkan untuk tahun 2026, mencakup 256 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, serta 21 unit bangunan konservasi air seperti dam parit dan long storage.

Apresiasi dan Catatan Kritis DPRD Sumbawa

Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi pusat, terutama melalui program UPLAND yang telah terbukti meningkatkan produktivitas komoditas unggulan seperti bawang merah dan bawang putih di Sumbawa.

"Kami mendukung penuh keberlanjutan program ini. UPLAND telah mengangkat marwah pertanian kami. Namun, kami juga berharap ada peningkatan porsi program pusat lainnya agar lebih banyak petani yang tersentuh manfaatnya," ungkap Haji Berlian.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH, memberikan catatan tajam mengenai integrasi antara perluasan lahan (Oplah) dengan ketersediaan sumber air. Sebagai praktisi pertanian, ia mengingatkan agar program Cetak Sawah Baru (Oplah) tidak gagal karena ketiadaan air.

"Sumbawa adalah penyumbang pangan 20 persen bagi NTB, dan kita targetkan naik ke 30 persen. Tapi ingat, jangan sekadar cetak sawah tanpa ada sumber airnya. Kami mendorong percepatan jaringan irigasi primer dan sekunder di Bendungan Beringin Sila agar fungsionalitasnya maksimal," tegas Zohran.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa program UPLAND yang sedianya berakhir tahun 2025 lalu telah diupayakan untuk diperpanjang (extend) hingga 2026. Kabag Perekonomian Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, juga memastikan bahwa modal yang disalurkan melalui BPR dengan bunga rendah (4%) akan terus dipantau agar tetap berkelanjutan bagi petani.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa, Mukhlis, menambahkan bahwa untuk tahun 2026, Sumbawa mendapatkan alokasi cetak sawah baru seluas 2.000 hektar. "Desain teknisnya sedang dikerjakan oleh Unram. Kami juga sudah menyiapkan 12 Brigade Pertanian dari kalangan milenial sebagai upaya regenerasi SDM pertanian kita," tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak Direktorat meminta DPRD dan Pemkab Sumbawa untuk memperkuat koordinasi dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP LIP) yang berpusat di Lombok. Hal ini penting untuk mengatasi kendala operasional pasca ditariknya sejumlah kewenangan anggaran ke pusat.

Kapoksi Risda juga menekankan agar verifikasi lapangan dipercepat. Dari 256 usulan unit perpompaan untuk Sumbawa, baru 30 unit yang terverifikasi. "Kami minta dukungan DPRD untuk mengawal ini di tingkat bawah. Jika lokasinya siap dan memenuhi syarat teknis, kami akan prioritaskan," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, SIP, serta anggota Komisi DPRD lainnya yakni Ida Rahayu, SAP, Juliansyah SE, Muhammad Zain SIP. Hadir Anggota Komisi III Andi Rusni, SE MM, dan H Rusdi, Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, SE MM.Inov. (AM)

]]>
Fri, 17 Apr 2026 18:21:03 +0800 amr
Tatap Porprov, KONI Sumbawa Tingkatkan Intensitas TC dan Ajukan Dispensasi Khusus bagi Atlet https://amarmedia.co.id/tatap-porprov-koni-sumbawa-tingkatkan-intensitas-tc-dan-ajukan-dispensasi-khusus-bagi-atlet https://amarmedia.co.id/tatap-porprov-koni-sumbawa-tingkatkan-intensitas-tc-dan-ajukan-dispensasi-khusus-bagi-atlet Tatap Porprov, KONI Sumbawa Tingkatkan Intensitas TC dan Ajukan Dispensasi Khusus bagi Atlet  

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa mulai memanaskan mesin menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Guna memastikan hasil terbaik, KONI Sumbawa secara resmi meluncurkan program Training Center (TC) terpusat dengan penekanan pada peningkatan intensitas latihan dan disiplin tinggi.

Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, menegaskan bahwa fase TC ini adalah masa krusial. Ia meminta seluruh atlet dan pelatih untuk mengubah pola pikir dari latihan rutin biasa menjadi latihan kompetisi yang spartan.

"Latihan yang dijalani selama TC tidak boleh disamakan dengan latihan rutin biasa. Frekuensi dan intensitasnya harus ditingkatkan secara signifikan agar atlet benar-benar siap secara fisik maupun mental saat berlaga nanti," ujar Rafiq dalam keterangannya Kamis 16 April 2026.

Abdul Rafiq juga menyoroti pentingnya peran pelatih di setiap Cabang Olahraga (Cabor). Menurutnya, keberhasilan TC sangat bergantung pada kemampuan pelatih dalam menyusun program yang sistematis dan terukur. 

Berdasarkan hasil evaluasi internal KONI selama tiga bulan terakhir, memang terjadi peningkatan progres pada diri atlet. Namun, Rafiq mencatat masih ada aspek yang perlu diperkuat, terutama mengenai konsistensi latihan dan manajemen waktu yang lebih ketat.

Dukungan Kebijakan: Usulkan Dispensasi ke Bupati

Salah satu tantangan nyata yang ditemukan di lapangan adalah terbatasnya waktu latihan bagi atlet dan pelatih yang memiliki keterikatan kerja atau studi. Menanggapi hal ini, KONI Kabupaten Sumbawa tengah menempuh langkah strategis dengan mengajukan permohonan dispensasi kepada Bupati Sumbawa.

Dispensasi ini ditujukan bagi para atlet dan pelatih yang berstatus:

 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK, PPPK Paruh Waktu, Pelajar dan Mahasiswa.

"Kami melihat di lapangan, banyak atlet dan pelatih yang baru bisa masuk arena latihan setelah menyelesaikan tugas di instansi masing-masing. Semangat mereka luar biasa, namun waktu yang tersedia sangat terbatas jika harus berbagi dengan jam kerja atau belajar," jelas Abdul Rafiq.

Dengan adanya kebijakan dispensasi tersebut, KONI berharap para atlet dapat fokus 100% pada program TC tanpa terbebani urusan kedinasan atau akademik untuk sementara waktu. 

Rafiq menutup dengan optimisme bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat akan menjadi modal kuat bagi kontingen Sumbawa. "Ini adalah bentuk investasi daerah di bidang olahraga. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis atlet Kabupaten Sumbawa mampu meraih prestasi maksimal di ajang Porprov," pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 16 Apr 2026 20:17:48 +0800 amr
Setahun Kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot: Membangun Sumbawa dengan Spirit "Subuh" dan Profesionalisme https://amarmedia.co.id/setahun-kepemimpinan-bupati-syarafuddin-jarot-membangun-sumbawa-dengan-spirit-subuh-dan-profesionalisme https://amarmedia.co.id/setahun-kepemimpinan-bupati-syarafuddin-jarot-membangun-sumbawa-dengan-spirit-subuh-dan-profesionalisme Setahun Kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot: Membangun Sumbawa dengan Spirit "Subuh" dan Profesionalisme

Oleh  : Muhammad Yamin SE.M.Si (Wakil Rektor Universitas Samawa)

Setahun pemerintahan Bupati Sumbawa bapak Ir.Syarafuddin Jarot, MP. Sangat menarik untuk kita lihat. Karena latar belakang Bupati Sumbawa bukan dari Birokrasi dan juga bukan dari Politisi (Tdk bergabung dalam kepengurusan partai politik secara structural sebelum menjabat sebagai Bupati), tapi dari dunia usaha, tepatnya Perusahaan Tambang, yaitu PT.Newmon Nusa Tenggara dengan jabatan terakhir Senior Manajer Eksternal.

Saya melihat ada beberapa catatan penting dalam setahun pemerintahan bapak Syarafuddin Jarot sebagai Bupati Sumbawa, dan saya kira ini yang menjadi pondasi kuat dalam proses lahirnya program-program strategis daerah maupun adanya program-program nasional di Sumbawa, yaitu :

Pertama ; Bupati Sumbawa menetapkan kebijakan yang paling mendasar bagi masyarakat Sumbawa terutama bagi umat musliam, yaitu agar Sholat berjamaah terutama diwaktu subuh (Subuh berjamaah).

Kedua ; Bupati Sumbawa bapak Syarafuddin Jarot selalu membangun silaturahmi dengan tokoh2 Sumbawa, baik yang berada di Sumbawa, Mataram dan di Jakarta. (Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki-- HR. Bukhari_Muslim)

Ketiga ; Bupati Sumbawa bergerak dan terus bergerak dengan ihlas (Bekerja dengan Niat Ibadah).

Dari tiga catatan diatas, meski terlihat sederhana namun memberikan resonansi (efek getar) yang kuat terhadap berhasilnya Bupati Sumbawa Bapak Ir. H. Syarafuddin Jarot dalam mendapat bantuan-bantuan pusat, baik berupa pembangunan fisik teknis seperti jalan lingkar selatan maupun pembangunan social ekonomi yang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumbawa tiga sampai lima tahun kedepan, seperti Investasi Industri Unggas senilai 1,3 Triliun rupiah, Hilirisasi Komoditas Udang dan Garam, atau 12 Program Strategis Daerah senilai 154.889.079.440 rupiah. Dan yang tidak kalah menariknya konsep pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah Sumbawa adalah pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), yaitu konsep pembangunan yang sangat penting saat ini karena berkaitan dengan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan. Dan saat ini Sumbawa membangun untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.

Kita bisa melihat bagaimana program pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Sumbawa untuk jangka panjang pondasi dasarnya sudah masuk dalam Program Strategis Daerah dan segera terealisasi, seperti industry ungas, hilirisasi komoditas udang dan garam, serta koperasi merah putih. Dan yang tidak kalah manariknya, pemerintah kita bukan hanya jargon mengembangkan UMKM, tapi ikut menfasilitasi baik dari sisi bantuan modal, tempat ruang usaha UMKM tersebut, dan setiap malam minggu kita bisa menikmati dan merasakan bagaimana peredaran uang di sekitaran Lapangan Pahlawan Sumbawa, bukan hanya bagi para pelaku usaha kecil mikro, tapi bagi masyarakat sekitarnya, pemuda mengelola parkiran, penyewaan listrik dan menfasilitasi pedagang dengan meja kursi dari beberapa rumah depan sekolah mengah pertama negeri 2 Sumbawa. Dan Car Free Night ini salah satu LEGACY yang akan dicatat Sejarah Sumbawa, karena CFN ini mengingatkan kita yang lahir dibawah tahun 80an, yaitu pasar malam yang diadakan satu minggu full dalam setahun.

Kalau kita lihat bagaimana pondasi-pondasi kuat guna pembangunan ekonomi di pemerintahan ini, terlihat bagaimana melakukan diversifikasi ekonomi daerah. Sekarang dan kedepan sector unggulan kita bukan hanya dari pertanian (jagung dan ternak sapi) semata, tapi Perikanan, UMKM_KuBe dan industry kreatif. Dan saat ini Bupati Sumbawa mulai menggagas program agroforestry sebagai solusi bagi masyarkat tani kita yang merambah perhutan social untuk penanaman jagung. Kalau kita menulis program-program dari pemerintahan ini terlalau banyak untuk ditulis, terutama yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepan, seolah olah pemerintahan ini sdh berjalan tiga tahun. Bidang social bagaimana Pendidikan Siswa Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar, pembangunan sekolah rakyat dan peningkatan pelayanan kesehatan merata, pelatihan2 serta sertifikasi kompetensi di BLk Sumbawa.

Bidang Lingkungan, Bupati Sumbawa mengomandani langsung penanaman pohon, meski terjadi perdebatan dari pola yang dilakukan oleh Bupati Sumbawa, tapi yang saya tangkap, Bupati coba memberikan contoh dan semangat kerja yang tinggi yang pasti akan melahirkan dampak social secara perlahan baik bagi ASN atau aparatur yang selama ini apatis, maupun masyarakat sekitar hutan. Dan untuk memberikan kepastian dalam menjaga hutan kita dari rambahan penanaman jagung, Bupati mengeluarkan Surat Edaran yang melarang penanaman Jagung di Kawasan Hutan dan Perhutanan Sosial. Serta membentuk satgas pengamanan Hutan. Kita bisa melihat, Bupati Sumbawa memberi contoh dengan aksi lapanagan dan setelah itu mengeluarkan landasan administratifnya serta yang selanjutnya akan terpolarisasi secara sitematis.

Pertanyaannya, bagaimana Bupati bisa melahirkan banyak program-program daerah dan nasional yang di bawa ke daerah dalam setahun terakhir ini,,?

Saya bukan seorang ustad atau ahli hadis dan Al-Quran, tapi saya meyakini bahwa semua keberhasilan yang diraih Bupati Sumbawa setahun ini, karena efek getar dari keberkahan Kebijakan Sholat Subuh Berjamaah, silaturahmi yang kuat dan gerakan ihklas yg di dilakukan Bupati Sumbawa selama setahun ini.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Seusai sholat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki “ (HR. Ath-Tabrani). Artinya setelah sholat subuh, kita sebaiknya memulai aktivitas untuk mencari rezeki dari pada tidur lagi. Selain itu ada juga hadis lain yang menyebutkan, “ Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya dipagi hari terdapat barokah dan keberuntungan” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar). Jadi pagi hari setelah sholat subuh adalah waktu yang baik untuk memulai aktivitas mencari rezeki. Saya memaknai Bupati mengawali langkahnya untuk membangun Sumbawa setelah pelantikan, ibarat tidak tidur setelah sholat subuh.()

]]>
Thu, 16 Apr 2026 18:38:47 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa hadirkan Kehangatan Di Tengah Ujian, Silaturahmi Dan Bantuan Kursi Roda Untuk Penyiar Legendaris Bang Mek https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadirkan-kehangatan-di-tengah-ujian-silaturahmi-dan-bantuan-kursi-roda-untuk-penyiar-legendaris-bang-mek https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadirkan-kehangatan-di-tengah-ujian-silaturahmi-dan-bantuan-kursi-roda-untuk-penyiar-legendaris-bang-mek BAZNAS Sumbawa hadirkan Kehangatan Di Tengah Ujian, Silaturahmi Dan Bantuan Kursi Roda Untuk Penyiar Legendaris Bang Mek

Sumbawa,Amarmedia.co.id 16 April 2026 — Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Seketeng, Kamis pagi itu (16/4/2026), suasana berbeda terasa. Bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah pertemuan penuh makna antara kepedulian dan ketulusan, antara pengabdian masa lalu dan perhatian di masa kini.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan silaturahmi kepada salah satu sosok yang begitu dikenal di dunia penyiaran lokal, Ahmad Zuhri Muhtar, atau yang akrab disapa Bang Mek. Sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai penyiar radio ini kini tengah menghadapi ujian kesehatan yang membatasi aktivitasnya.

Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyerahkan bantuan berupa kursi roda sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Bang Mek. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI.

Kehadiran rombongan BAZNAS tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga menghadirkan semangat dan dukungan moral bagi Bang Mek dan keluarganya. Percakapan hangat yang terjalin memperlihatkan betapa kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat Sumbawa.

Program ini merupakan bagian dari BAZNAS Sumbawa Sehat, sebuah inisiatif yang berfokus pada bantuan di bidang kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, BAZNAS terus berupaya menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi daerah.

Dalam momen penuh haru tersebut, Bang Mek tampak tidak mampu menyembunyikan rasa emosinya. Dengan suara yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Sumbawa. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga semua pengurus BAZNAS senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesuksesan dalam menjalankan amanah. Semoga BAZNAS semakin maju dan berjaya ke depannya,” ungkapnya dengan tulus.

Bagi masyarakat Sumbawa, nama Bang Mek bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai penyiar radio yang telah menghibur, menginformasikan, dan menemani hari-hari masyarakat selama bertahun-tahun. Suaranya pernah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, menghadirkan kehangatan di udara dan menjembatani informasi di tengah keterbatasan masa lalu.

Kini, ketika kondisi kesehatan membatasi geraknya, perhatian dari berbagai pihak menjadi sangat berarti. Apa yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Sumbawa bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan oleh Bang Mek kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang menjadi bagian dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

“Kami hadir di sini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial. BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berusaha hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan. Bang Mek adalah salah satu tokoh yang telah banyak berjasa, dan sudah sepatutnya kita memberikan perhatian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program BAZNAS Sumbawa Sehat akan terus digalakkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di bidang kesehatan, baik melalui bantuan alat kesehatan, biaya pengobatan, maupun bentuk dukungan lainnya.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban yang dirasakan. Lebih dari itu, kami ingin menyampaikan bahwa Bang Mek tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan siap membantu,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong masih sangat kuat di tengah masyarakat. Di saat seseorang menghadapi masa sulit, kehadiran orang lain dengan niat tulus dapat menjadi sumber kekuatan yang luar biasa.

Silaturahmi yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Sumbawa ini juga menjadi contoh bagaimana lembaga dapat menjalankan perannya tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara emosional dan sosial. Menyentuh hati, mendekatkan diri kepada masyarakat, dan menghadirkan harapan di tengah keterbatasan.

Di akhir kunjungan, doa dipanjatkan dengan penuh harap. Semoga Bang Mek diberikan kesembuhan dan kekuatan dalam menjalani masa pemulihan. Dan semoga langkah-langkah kebaikan seperti ini terus berlanjut, menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk saling peduli dan membantu sesama.

Karena pada akhirnya, kebaikan sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya untuk memberi arti yang besar bagi kehidupan orang lain. (AM)

]]>
Thu, 16 Apr 2026 18:18:17 +0800 amr
Basmi Polusi Suara, Polres Sumbawa Sita 210 Knalpot Brong Sejak Awal Tahun https://amarmedia.co.id/basmi-polusi-suara-polres-sumbawa-sita-210-knalpot-brong-sejak-awal-tahun https://amarmedia.co.id/basmi-polusi-suara-polres-sumbawa-sita-210-knalpot-brong-sejak-awal-tahun Basmi Polusi Suara, Polres Sumbawa Sita 210 Knalpot Brong Sejak Awal Tahun

SUMBAWA.Amarmedi.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa mengambil tindakan tegas terhadap maraknya penggunaan knalpot racing atau knalpot "brong" yang kian meresahkan warga. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas banyaknya aduan masyarakat yang merasa terganggu oleh kebisingan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Sumbawa.

Penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar ini dinilai bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori polusi suara. Suara bising yang dihasilkan sangat mengganggu kenyamanan warga, terutama mereka yang tinggal di pinggir jalan raya utama, serta mengusik ketertiban umum di lingkungan bermasyarakat.

"Kegiatan penindakan ini kami laksanakan untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman. Knalpot brong adalah sumber polusi suara yang wajib dibasmi karena mengganggu ketenangan warga," ungkap Kapolres Sumbawa dalam keterangannya.

Meskipun imbauan melalui sosialisasi langsung di jalan maupun media sosial telah masif dilakukan, tingkat kepatuhan sebagian pengendara terpantau masih rendah. Hal ini terbukti dari data penindakan yang dilakukan personel Polres Sumbawa secara rutin.

Periode Penindakan Januari 2026 – April 2026 Total Barang Bukti:210 Unit Knalpot Racing/Brong

Status Pelanggaran Tidak sesuai standar teknis dan kelaikan jalan.

Banyaknya jumlah barang bukti yang disita menunjukkan bahwa masih ada celah kesadaran masyarakat dalam menaati peraturan berlalu lintas yang ada.

Kapolres Sumbawa menegaskan bahwa penindakan ini akan terus dilakukan secara konsisten di berbagai titik strategis. Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai disiplin dari diri sendiri demi kenyamanan Kabupaten Sumbawa.

 "Kami menghimbau masyarakat agar tetap tertib dan menaati peraturan yang berlaku. Dengan tertib berlalu lintas, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri, tapi juga menghargai hak kenyamanan orang lain di sekitar kita," tambahnya.

Polres Sumbawa kembali mengingatkan pesan keselamatan bagi para pengendara "Ingat, tertib berlalu lintas membawa keselamatan dan kenyamanan, karena banyak orang tersayang yang menunggu kita pulang di rumah." pungkasnya (AM)

]]>
Thu, 16 Apr 2026 14:26:19 +0800 amr
Merintih Dari Tanah: Catatan H Rachmat Hidayat Tentang Pangan, Rakyat, dan Masa Depan https://amarmedia.co.id/merintih-dari-tanah-catatan-h-rachmat-hidayat-tentang-pangan-rakyat-dan-masa-depan https://amarmedia.co.id/merintih-dari-tanah-catatan-h-rachmat-hidayat-tentang-pangan-rakyat-dan-masa-depan

Refleksi atas Instruksi Ketua Umum dan Kegelisahan Lapangan tentang Ketahanan Pangan

Kamis , 16 April 2026

MATARAM Amarmedia.co.id - TATKALA instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Hj Megawati Soekarno Putri itu saya terima, saya tidak langsung menjawabnya dengan kata-kata. Saya justru terdiam.

Bagi saya, ini bukan sekadar arahan organisasi. Ini adalah panggilan yang menyentuh sesuatu yang sangat dalam. Tentang masa depan pangan bangsa. Tentang nasib rakyat, dan tentang tanggung jawab kita sebagai kader.

Ketika disampaikan bahwa Negara bisa menghadapi kesulitan pangan jika pola tanam tidak segera diubah, saya tidak melihatnya sebagai kemungkinan. Saya melihatnya sebagai kenyataan yang sedang berjalan.

Instruksi itu seperti membuka kembali seluruh ingatan. Puluhan tahun berjalan bersama rakyat. Menyusuri sawah, mendaki bukit, turun ke lembah. Mendengar keluh kesah petani, menyaksikan perubahan tanah, dan merasakan pelan-pelan bagaimana alam kita tidak lagi sama.

Dan saya… tidak bisa menahan perasaan. Saya menangis. Bukan karena lemah. Tapi karena sadar, apa yang diingatkan Ibu Mega itu benar adanya.

Saya sering berdiri di tengah sawah. Melihat hamparan padi yang hijau. Indah. Menenangkan. Tapi di balik keindahan itu, ada sesuatu yang tidak banyak orang lihat. 

Tanah itu lelah. Hari ini padi. Besok padi lagi. Musim berikutnya, tetap padi. Tidak ada jeda. Tidak ada selingan. Tidak ada kesempatan bagi tanah untuk memulihkan dirinya.

Dulu, tidak seperti ini. Dulu, petani kita mengenal jeda. Mengenal rotasi. Setelah padi, mereka tanam palawija. Kedelai. Jagung. Tanaman lain yang memberi ruang bagi tanah untuk “bernapas”.

Sekarang, semuanya berubah. Kenapa? Karena padi cepat menghasilkan uang. Dan ketika kebutuhan hidup mendesak, siapa yang bisa menyalahkan petani?

Tapi pertanyaannya bukan itu. Pertanyaannya, siapa yang sekarang mengingatkan mereka bahwa tanah juga punya batas?

Saya ingat betul masa lalu itu. Ada penyuluh pertanian. Mereka datang ke desa. Duduk bersama petani. Berdiskusi. Memberi arahan. Mengatur pola tanam. Bahkan sampai menentukan kapan harus menanam dan apa yang harus ditanam.

Mereka bukan sekadar petugas. Mereka adalah penuntun. 

Sekarang? Hampir tidak ada. Datanglah ke Kotaraja di Lombok Timur. Anda akan melihat sendiri, bagaimana di sana Balai Penyuluhan yang dulu aktif, kini banyak yang rusak. Fungsinya hilang. Datang pula ke Narmada, Lombok Barat. Anda akan menemukan hal yang serupa. Penyuluh ada di atas kertas, tapi tidak hadir di tengah sawah.

Akibatnya, petani berjalan sendiri. Dan ketika petani berjalan sendiri, keputusan yang diambil bukan lagi berdasarkan keseimbangan alam, tapi kebutuhan paling mendesak hari ini.

Saya sering bertanya dalam hati: Bagaimana kita bisa bicara ketahanan pangan, kalau yang menjaga arah di lapangan sudah tidak ada?

*Mendengar yang Sama*

Banyak orang mungkin melihat saya berjalan ke sana kemari. Naik bukit. Turun lembah. Masuk kampung. Bertemu petani. Mungkin ada yang berpikir itu sekadar aktivitas biasa. Tapi bagi saya, itu adalah cara untuk mendengar.

Saya naik ke bukit, bertemu masyarakat yang hidup di lereng. Saya bilang ke mereka, “Mari kita tanam talas. Tanam keladi. Jangan hanya bergantung pada padi.”

Saya turun ke lembah, bertemu petani sawah. Saya ajak mereka berpikir tentang masa depan.

Saya tidak datang membawa teori. Saya datang membawa kegelisahan.

Dan yang saya temukan selalu sama: Mereka mau berubah… tapi tidak ada yang membimbing.

Saya juga menyaksikan perubahan yang lain. Di Pulau Sumbawa, tanah begitu luas. Tapi justru karena luas itu, pengelolaannya tidak terkendali. Dulu, petani dari Bima datang ke Sumbawa. Membuka lahan. Menanam bawang. Para petani kita dari Bima sungguh petani ulung yang ulet. Mengolah lahan yang tadinya tandus menjadi hijau. Tapi tanpa pengaturan, mereka masuk ke kawasan hutan. Membabat pohon. Dan memilih menanam jagung.

Awalnya terlihat berhasil. Tapi sekarang? Banjir datang setiap tahun. Alam tidak pernah diam. Ia mencatat. Ia mengingat. Dan pada waktunya, ia menjawab.

Hal yang sama bisa terjadi di Lombok, jika kita tidak belajar dari apa yang terjadi di Sumbawa. 

Saya tidak menutup mata terhadap pembangunan. Kota seperti Mataram harus berkembang. Tapi saya juga melihat konsekuensinya. Lahan pertanian terus berkurang. Tanah produktif berubah fungsi. Ini adalah dilema yang nyata.

Karena itu, saya melihat harapan harus dijaga di wilayah lain. Di kabupaten-kabupaten yang masih memiliki lahan luas. Saya selalu berpikir. Kalau kota terus tumbuh, maka desa harus kita jaga. Kabupaten-kabupaten lain di NTB harus menjadi benteng terakhir pertanian kita. 

Kalau ini gagal kita lakukan, maka kita bukan hanya kehilangan lahan. Kita kehilangan masa depan.

Terus terang, saya takut. Bukan takut untuk hari ini. Tapi untuk masa depan. 

Bagaimana kalau suatu saat nanti, uang ada… tapi makanan tidak ada?

Bagaimana kalau anak cucu kita hidup di tanah yang sudah kehilangan kesuburannya?

Bagaimana kalau perubahan iklim semakin keras, dan kita tidak siap?

Ketakutan ini bukan hanya milik saya. Ini adalah ketakutan yang kini mulai dirasakan oleh banyak orang. Hanya saja belum semua berani mengatakannya.

*Penyuluh Adalah Kunci*

Di tengah semua itu, saya masih percaya, kita belum terlambat. Tapi kita harus jujur. Kita harus mengakui bahwa ada yang salah dalam cara kita mengelola pertanian hari ini.

Dan kita harus berani kembali ke hal-hal mendasar. Menghidupkan kembali penyuluh pertanian. Mengatur ulang pola tanam. Mendorong diversifikasi pangan. Serta menjaga hutan dan keseimbangan alam.

Saya selalu bilang ke masyarakat. “Kalau di lereng-lereng itu ditanami tumpang sari, kita tidak akan pernah kelaparan.”

Itu bukan teori. Itu keyakinan.

Karena itu, Instruksi Ibu Mega itu kini tidak lagi sekadar kalimat bagi saya. Ia menjadi beban moral. Ia menjadi panggilan. Ia menjadi pengingat bahwa perjuangan politik tidak hanya soal kekuasaan, tapi soal keberlanjutan kehidupan.

Saya tahu, sebagai kader, kita punya keterbatasan. Tapi negara tidak boleh punya keterbatasan dalam menjaga pangan rakyatnya. Pemerintah harus hadir. Penyuluh harus dihidupkan. Sistem harus dibangun kembali. Karena kalau tidak, semua yang kita lakukan hari ini hanya akan menjadi cerita, tanpa masa depan.

Saya sering berpikir, kapan pemerintah mulai menjauh dari sawah?

Bukan dalam arti fisik. Kantor-kantor pemerintah masih berdiri. Program-program masih dibuat. Anggaran tetap disusun setiap tahun. Tapi ada sesuatu yang hilang. Kedekatan.

Dulu, negara terasa hadir sampai ke pematang. Lewat penyuluh. Lewat pengaturan air. Lewat kebijakan yang benar-benar menyentuh praktik di lapangan.

Sekarang, negara seperti berbicara dari jauh. Kebijakan lahir di ruang rapat. Disusun dengan data. Dirancang dengan logika. Tapi sering kali kehilangan sentuhan realitas.

Petani tidak butuh konsep yang rumit. Mereka butuh arah yang jelas. Dan hari ini, arah itu kabur.

Ada satu hal yang membuat saya gelisah. Hari ini, pertanian seolah menjadi urusan semua orang. Banyak pihak turun tangan. Banyak program digerakkan. Banyak inisiatif diluncurkan.

Tapi justru di situlah masalahnya. Karena ketika semua merasa berwenang, tidak ada yang benar-benar bertanggung jawab.

Kita melihat sendiri, urusan pertanian diambil alih oleh pihak-pihak yang sebenarnya tidak memiliki kompetensi di bidang itu. Polisi mengurus jagung. Tentara mengurus padi. Niatnya mungkin baik. Tapi pertanian bukan sekadar aktivitas tanam-menananam.

Ia adalah ilmu. Ia adalah sistem. Ia adalah keseimbangan antara manusia dan alam. Tanpa pemahaman itu, intervensi justru bisa merusak.

Pertanian tidak bisa dikelola secara sporadis. Ia membutuhkan orkestra. Dan dalam orkestra itu, penyuluh adalah dirigen yang hari ini justru tidak diberi panggung.

Masalah lain yang tidak kalah besar adalah cara kita memandang pangan itu sendiri. Pangan sering kali dilihat sebagai angka produksi. Berapa ton dihasilkan. Berapa hektare ditanam. Berapa persen kenaikan.

Angka-angka itu penting. Tapi tidak cukup. Karena di balik angka, ada kualitas tanah. Ada keberlanjutan. Ada keseimbangan ekologi yang tidak selalu bisa diukur dalam laporan.

Saya melihat kecenderungan kebijakan yang terlalu mengejar hasil cepat. Komoditas yang sedang “naik” didorong besar-besaran. Tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan. 

Hari ini jagung. Besok mungkin komoditas lain. Sementara tanah terus dipaksa mengikuti logika pasar. Padahal, pertanian tidak bisa tunduk sepenuhnya pada pasar. Ia harus tunduk pada hukum alam. Dan hukum alam tidak bisa dinegosiasikan.

Ada satu kekhawatiran lain yang jarang dibicarakan. Generasi muda semakin jauh dari pertanian. Mereka melihat orang tua mereka bekerja keras di sawah, tapi hidup tetap sulit. Mereka melihat ketidakpastian. Mereka melihat tidak ada jaminan masa depan.

Akhirnya, mereka pergi. Ke kota. Ke sektor lain. Meninggalkan sawah yang dulu menjadi sumber kehidupan keluarga.

Pertanyaannya. Siapa yang akan mengolah tanah kita di masa depan?

Kalau tidak ada regenerasi, maka krisis pangan bukan lagi kemungkinan. Ia akan menjadi kenyataan. Dan lagi-lagi, di sinilah peran negara seharusnya hadir. Membuat pertanian menjadi sektor yang layak, menjanjikan, dan bermartabat. Bukan sektor yang ditinggalkan.

*Terlena Kelimpahan Semu*

Selama ini, mungkin kita merasa aman. Pasar masih penuh. Beras masih tersedia. Harga mungkin naik turun, tapi tidak sampai membuat kita benar-benar panik. Tapi justru di situlah bahaya terbesar.

Kita terlena. Kita mengira semuanya baik-baik saja, padahal fondasinya sedang rapuh. Ketergantungan pada satu jenis pangan. Degradasi tanah yang terus berlangsung. Hilangnya sistem penyuluhan. Kerusakan hutan. Perubahan iklim.

Semua ini seperti retakan kecil. Tidak terlihat dari jauh. Tapi jika dibiarkan, akan menjadi patahan besar.

Sejarah banyak mengajarkan. Krisis pangan sering datang bukan karena tidak ada tanda, tetapi karena tanda-tandanya diabaikan.

Saya percaya satu hal. Pertanian tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar atau inisiatif individu. Negara harus kembali memimpin.

Bukan dalam arti mengontrol semuanya secara kaku. Tapi memastikan ada sistem yang berjalan. Negara harus menghidupkan kembali penyuluh sebagai ujung tombak. Negara harus menata ulang kebijakan berbasis ekologi, bukan sekadar produksi. Negara harus melindungi lahan pertanian dari alih fungsi yang tidak terkendali. Negara harus mendorong diversifikasi pangan secara serius, bukan sekadar slogan. Dan Negara harus membangun kembali kepercayaan petani bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Karena tanpa kepemimpinan negara, pertanian akan berjalan liar. Dan ketika pertanian berjalan liar, yang dipertaruhkan bukan hanya hasil panen, tapi masa depan bangsa.

Sampai di sini, saya semakin memahami, Instruksi Ibu Mega itu bukan sekadar arahan. Ia adalah peringatan. Peringatan bahwa kita sudah terlalu lama membiarkan banyak hal berjalan tanpa arah. Peringatan bahwa waktu kita tidak banyak. Dan peringatan bahwa kalau kita tidak bergerak sekarang, kita akan menyesal di kemudian hari.

Saya merasakan itu bukan hanya sebagai kader, tetapi sebagai manusia yang hidup dan tumbuh bersama rakyat. Instruksi itu menyentuh sesuatu yang sangat dalam. Dan karena itu, ia tidak bisa dijawab dengan biasa-biasa saja. Ia harus dijawab dengan kesungguhan.

Kegelisahan tidak boleh berhenti menjadi perasaan. Ia harus berubah menjadi gerakan. Gerakan untuk menghidupkan kembali kesadaran tentang pentingnya tanah. Gerakan untuk mengajak petani berani mencoba pola tanam yang lebih beragam. Gerakan untuk mendorong pemerintah membuka mata dan bertindak nyata, dan gerakan untuk menggerakkan semua elemen, tapi dengan arah yang jelas. 

Saya sadar, ini bukan pekerjaan mudah. Tapi saya juga sadar, tidak ada pilihan lain. Karena kalau kita diam, maka yang akan kita wariskan bukan kemakmuran, melainkan krisis.

*Pangan dan Jalan Ideologi*

Saya sering merenung, di tengah perjalanan panjang ini, tentang apa sebenarnya yang sedang kita perjuangkan? 

Apakah sekadar menang dalam kontestasi politik? Ataukah ada sesuatu yang lebih dalam, lebih mendasar?

Bagi saya, jawaban itu menjadi semakin jelas ketika saya berdiri di tengah sawah, berbicara dengan petani, dan mendengar langsung kegelisahan mereka. Perjuangan politik, pada akhirnya, harus kembali ke hal paling dasar: kehidupan manusia.

Dan pangan adalah fondasinya. Tanpa pangan, tidak ada kedaulatan.

Tanpa pangan, kemerdekaan menjadi rapuh. Tanpa pangan, negara hanya berdiri secara formal, tanpa kekuatan sejati.

Di titik inilah, saya memahami bahwa persoalan pertanian bukan sekadar urusan teknis. Ia adalah persoalan ideologi.

Kita sering mendengar istilah kedaulatan pangan. Diucapkan dalam pidato. Ditulis dalam dokumen. Dijadikan program. 

Tapi di lapangan, saya bertanya: Apakah kita benar-benar menjalankannya?

Kedaulatan pangan bukan hanya soal cukup makan. Ia adalah soal kemampuan bangsa untuk menentukan sendiri sistem pangannya.

Artinya, petani berdaulat atas lahannya. Negara berdaulat atas kebijakannya. Rakyat tidak bergantung pada pihak luar untuk kebutuhan paling mendasar. 

Namun hari ini, kita menghadapi paradoks. Di satu sisi, kita berbicara tentang kedaulatan. Di sisi lain, kita membiarkan sistem pertanian kita berjalan tanpa arah yang jelas.

Ketika pola tanam tidak diatur, ketika penyuluh tidak hadir, ketika tanah dibiarkan rusak, di situlah kedaulatan mulai terkikis, perlahan tapi pasti.

Saya teringat pada satu gagasan besar Bung Karno: BERDIKARI. Berdiri di atas kaki sendiri.

Gagasan ini bukan sekadar retorika. Ia adalah fondasi berpikir tentang bagaimana sebuah bangsa harus hidup. 

Dalam konteks pangan, berdikari berarti, kita tidak boleh menggantungkan hidup pada pihak lain untuk makan.

Bayangkan sebuah bangsa yang harus bergantung pada impor untuk kebutuhan pokoknya. Apa yang terjadi jika suatu hari akses itu terputus?

Sejarah dunia sudah berkali-kali menunjukkan, ketika krisis global terjadi, setiap negara akan lebih dulu menyelamatkan dirinya sendiri. Dalam situasi seperti itu, hanya bangsa yang memiliki sistem pangan kuat yang akan bertahan.

Dan berdikari bukan hanya soal produksi. Ia adalah soal sistem, disiplin, dan kesadaran kolektif.

Karena itu, dalam setiap kebijakan, selalu ada pertanyaan mendasar: berpihak kepada siapa?

Dalam konteks pangan, keberpihakan itu harus jelas. Kepada petani. Tapi keberpihakan tidak cukup dengan kata-kata. Ia harus hadir dalam bentuk nyata. Kebijakan yang melindungi lahan mereka, sistem yang membantu mereka meningkatkan produktivitas tanpa merusak tanah, dan pendampingan yang membuat mereka tidak berjalan sendiri .Saya melihat hari ini, petani sering kali berada di posisi yang sulit.

Di satu sisi, mereka dituntut untuk terus memproduksi. Di sisi lain, mereka tidak diberi cukup dukungan untuk menjaga keberlanjutan. Ini bukan sekadar masalah teknis. Ini adalah masalah politik.

Karena keputusan-keputusan yang diambil hari ini akan menentukan siapa yang diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung akibatnya di masa depan.

Sebagai kader partai, saya menyadari satu hal penting. Partai tidak boleh hanya hadir saat pemilu. Partai harus hadir di tengah kehidupan rakyat. Termasuk dalam urusan yang paling mendasar seperti pangan.

Oleh sebab itu, Instruksi Ibu Ketua Umum bukan sekadar perintah organisasi.

Ia adalah panggilan untuk kembali ke akar. Ke akar ideologi. Ke akar perjuangan. Ke akar hubungan dengan rakyat.

Tapi saya juga jujur. Kita punya keterbatasan. Tidak semua kader memiliki lahan. Tidak semua kader memiliki kapasitas teknis untuk mengatur pertanian.

Di sinilah batas antara peran partai dan peran negara menjadi jelas. Partai bisa menggerakkan kesadaran. Tapi negara harus menghadirkan sistem.

Dan tanpa sistem itu, gerakan apa pun akan sulit mencapai hasil yang berkelanjutan.

Saya tidak ingin menutup mata terhadap kenyataan. Kita pernah berada dalam kekuasaan. Kita pernah memiliki kesempatan untuk membangun sistem yang lebih kuat.

Dan hari ini, kita harus berani melakukan refleksi. Apa yang sudah dilakukan? Apa yang belum? Dan apa yang harus diperbaiki ke depan?

Refleksi ini bukan untuk menyalahkan. Tapi untuk memastikan bahwa kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Karena dalam urusan pangan, kesalahan kecil hari ini bisa menjadi krisis besar di masa depan.

Instruksi Ibu Ketua Umum kini saya pahami sebagai ajakan untuk kembali ke jalur ideologis. Bahwa perjuangan kita bukan hanya soal kekuasaan, tapi soal kedaulatan rakyat.

Dan kedaulatan itu dimulai dari hal paling sederhana: Kemampuan untuk makan dari hasil tanah sendiri.

Karena itu, menjawab instruksi ini tidak cukup dengan program biasa. Ia harus dijawab dengan Keberanian mengubah cara pandang. Kesungguhan membangun sistem. Konsistensi dalam berpihak pada rakyat kecil. 

Ini bukan pekerjaan satu hari. Ini bukan pekerjaan satu periode. Ini adalah kerja sejarah.

Dan jika kita gagal, apa yang akan terjadi?

Saya sering membayangkan satu kemungkinan yang paling buruk. Bagaimana jika kita tidak berubah? Bagaimana jika pola tanam tetap seperti sekarang? Bagaimana jika tanah terus rusak? Bagaimana jika generasi petani semakin berkurang?

Maka suatu saat, kita akan sampai pada titik di mana Produksi menurun. Ketergantungan meningkat. Harga melonjak. Dan rakyat kecil yang paling merasakan dampaknya. 

Saat itu terjadi, kita tidak bisa lagi mengatakan bahwa kita tidak tahu. Karena tanda-tandanya sudah ada hari ini.

Kita Sedang Diuji

Mungkin inilah ujian kita sebagai generasi. Apakah kita hanya akan menikmati apa yang diwariskan oleh generasi sebelumnya, lalu membiarkannya habis? Atau kita akan menjadi generasi yang memperbaiki, merawat, dan memastikan semuanya tetap ada untuk yang akan datang?

Saya memilih untuk tidak diam. Karena saya tahu, di balik setiap butir nasi yang kita makan, ada tanah yang bekerja. Dan tanah itu… sekarang sedang meminta kita untuk lebih peduli. 

Tentu saja, saya menulis ini bukan sebagai teori. Saya menulis ini dari pengalaman, dari pertemuan dengan rakyat, dari apa yang saya lihat sendiri di lapangan.

Saya tidak ingin kita terlambat. Karena bagi saya, pertanian itu adalah sumber kehidupan. Kita boleh memiliki banyak uang. Tapi kalau tidak ada makanan yang bisa dibeli, semua itu tidak ada artinya.

Karena itu, saya percaya. Merawat tanah adalah merawat masa depan. Dan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa ditunda lagi.

]]>
Thu, 16 Apr 2026 14:13:20 +0800 amr
BAZNAS Kabupaten Sumbawa Jalin Silaturahim dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa, Perkuat Sinergi untuk Kemaslahatan Umat. https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-jalin-silaturahim-dengan-kejaksaan-negeri-sumbawa-perkuat-sinergi-untuk-kemaslahatan-umat https://amarmedia.co.id/baznas-kabupaten-sumbawa-jalin-silaturahim-dengan-kejaksaan-negeri-sumbawa-perkuat-sinergi-untuk-kemaslahatan-umat BAZNAS Kabupaten Sumbawa Jalin Silaturahim dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa, Perkuat Sinergi untuk Kemaslahatan Umat

Sumbawa, Anarmedia.co.id - 15 April 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Pada Rabu (15/4/2026), jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa dan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H.. beserta jajaran di ruang kerja Kepala Kejari.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, didampingi oleh Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri serta Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si. Pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan semangat kolaborasi untuk mendukung program-program sosial keumatan di Kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa silaturahim ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara BAZNAS dengan institusi penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Sumbawa, dalam rangka meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, termasuk aparatur negara, dalam menunaikan zakat.

“BAZNAS hadir tidak hanya sebagai lembaga pengelola zakat, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kami memandang penting untuk menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Negeri Sumbawa,” ujar Syukri Rahmat.

Ia menambahkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa sangat besar, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan instansi vertikal. Dengan adanya dukungan dan peran aktif dari Kejaksaan Negeri Sumbawa, diharapkan pengumpulan zakat dapat lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut, Syukri Rahmat juga memaparkan berbagai program unggulan BAZNAS Kabupaten Sumbawa, mulai dari program bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut dikelola secara transparan, profesional, dan akuntabel sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan pengelolaan yang amanah dan transparan. Dukungan dari Kejaksaan Negeri tentu menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Iwan Arto Koesoemo, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan inisiatif BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam menjalin silaturahim. Ia menilai bahwa peran BAZNAS sangat strategis dalam mendukung pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan di daerah.

“Kami menyambut baik kehadiran BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Ini adalah langkah yang sangat positif dalam membangun sinergi antar lembaga. Kami melihat bahwa pengelolaan zakat memiliki potensi besar dalam membantu masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi ekonomi lemah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Kejari Sumbawa menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program-program BAZNAS, termasuk dalam hal sosialisasi zakat di lingkungan Kejaksaan Negeri Sumbawa. Ia menegaskan bahwa jajaran Kejari siap berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran pegawai untuk menunaikan kewajiban zakat melalui BAZNAS.

“Kami siap untuk disosialisasikan lebih lanjut terkait pengelolaan zakat oleh BAZNAS di lingkungan Kejaksaan Negeri Sumbawa. Ini tentu menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung program pemerintah dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk bertukar gagasan dan pandangan terkait penguatan tata kelola zakat yang lebih efektif dan berdampak. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi yang baik antara lembaga keagamaan dan institusi penegak hukum dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata.

Di akhir pertemuan, suasana penuh keakraban semakin terasa dengan adanya diskusi ringan dan harapan bersama untuk terus menjalin komunikasi yang intensif di masa mendatang. Silaturahim ini diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan seremonial semata, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dan produktif.

Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan Kejaksaan Negeri Sumbawa, diharapkan upaya pengumpulan dan pendistribusian zakat dapat semakin optimal, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi antar lembaga merupakan kunci penting dalam membangun daerah yang lebih sejahtera, berkeadilan, dan berkeberkahan. (AM)

]]>
Thu, 16 Apr 2026 14:06:36 +0800 amr
Inspirasi dari Makodau I: Pesan Marsma TNI Arief Hartono untuk Pemuda dan Kemajuan Daerah di NTB https://amarmedia.co.id/inspirasi-dari-makodau-i-pesan-marsma-tni-arief-hartono-untuk-pemuda-dan-kemajuan-daerah-di-ntb https://amarmedia.co.id/inspirasi-dari-makodau-i-pesan-marsma-tni-arief-hartono-untuk-pemuda-dan-kemajuan-daerah-di-ntb Inspirasi dari Makodau I: Pesan Marsma TNI Arief Hartono untuk Pemuda dan Kemajuan Daerah di NTB

JAKARTA.Amarmedia.co.id  – Di tengah kesibukan menjaga kedaulatan ruang udara wilayah Barat Indonesia, Markas Komando Daerah TNI Angkatan Udara l (Makodau l) di Halim Perdanakusuma menjadi saksi sebuah diskusi hangat yang penuh inspirasi. Marsekal Pertama (Marsma) TNI Arief Hartono, S.H., MNSA., yang juga lulusan NDCP saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Daerah TNI AU l (Kaskodau I) menerima kunjungan silaturahmi yang kental dengan nuansa kekeluargaan.

Pertemuan yang dihadiri oleh tim Amarmedia.co.id bersama Dewan Rosi ini berlangsung dalam suasana santai Rabu 15/4/2026. Sambil menikmati kudapan ringan dan seruput kopi yang nikmat, dialog mengalir dinamis, mulai dari tantangan pertahanan udara hingga dinamika pembangunan di daerah.

Menakar Geliat Pembangunan Sumbawa

Salah satu poin penting dalam obrolan tersebut adalah perhatian Marsma Arief terhadap perkembangan Sumbawa. Sebagai perwira tinggi yang memiliki kedekatan emosional dengan daerah, beliau mengamati bahwa Sumbawa kini sedang berada dalam tren positif pembangunan. Bagi Sang Jenderal bintang satu ini, kemajuan daerah merupakan fondasi penting bagi stabilitas dan kekuatan nasional secara menyeluruh.

Untaian Hikmah: Dari Pikiran Menjadi Manfaat

Di sela diskusi mengenai kebijakan, Marsma Arief Hartono menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda sebagai calon pemegang tongkat estafet bangsa. Beliau membagikan filosofi pembentukan jati diri yang sangat logis namun spiritual:

"Selalulah mawas diri, karena pikiran akan menjadi ucapan. Jaga setiap ucapanmu, karena ucapan akan menjelma menjadi perbuatan. Dan ingatlah, perbuatan yang dilakukan terus-menerus akan mengkristal menjadi karakter," tegas perwira yang akrab dengan panggilan "Ababil" ini.

Dirinya menekankan agar pemuda tidak menyia-nyiakan waktu. "Bentuklah karaktermu untuk hal-hal yang berkualitas, agar kelak kehadiranmu benar-benar bermanfaat bagi orang banyak."

Dewan Rosi: Membawa Aspirasi, Menjemput Inspirasi

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Rosi akrab  Muhammad Zain SIP Dewan dapil II Sumbawa dari Fraksi Golkar menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Marsma Arief Hartono dalam menerima masukan dari daerah. Dewan Rosi memaparkan bagaimana Sumbawa sedang berbenah, mulai dari infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat.

"Kehadiran kami di sini adalah bentuk sinergi. Kami ingin memastikan bahwa gerak pembangunan di Sumbawa sejalan dengan semangat nasional. Mendengar pandangan beliau memberikan kami perspektif baru tentang bagaimana kedisiplinan dan karakter harus menjadi fondasi utama pembangunan," ujar Dewan Rosi.

Profil Lengkap: Marsma TNI Arief Hartono, S.H., MNSA.

Untuk mengenal lebih dekat sosok pimpinan di jajaran TNI Angkatan Udara ini, berikut adalah profil singkat beliau:

Nama Lengkap Marsma TNI Arief Hartono, S.H., MNSA. 

Tempat, Tanggal Lahir :  Sumbawa Besar, NTB, 17 Juli 1970 

Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1994 

Jabatan Saat Ini | Kepala Staf Komando Daerah TNI AU l (Kaskodau l) 

Callsign / Julukan  "Ababil" 

Latar Belakang Korps Penerbang Pesawat Tempur 

Perjalanan Karier dan Visi:

Karier Cemerlang: Sebelum menjabat sebagai Kaskodau I sejak 30 September 2025, sebelumnya beliau dipercaya mengemban amanat sebagai Panglima Komando Sektor ll Makasar (Pangkosek II Koopsud) Pengalaman operasionalnya di wilayah udara Indonesia Timur dan Skadron tempur di Indonesia Barat yg sekarang tempat pesawat tempur Rafale hadir, menjadikannya sosok strategis dalam pertahanan nasional.

Putra Daerah: Meski lahir di desa kecil di Nusa Tenggara Barat, Arief Hartono membuktikan bahwa prinsip hidup, dedikasi dan ibadah mampu mewujudkan cita-cita masa kecil menjadi penerbang tempur TNI AU hingga mencapai pangkat perwira tinggi.

Gaya Kepemimpinan: Dikenal sebagai pimpinan yang inklusif dan humanis. Beliau aktif dalam pembinaan kemampuan prajurit dan sering membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat serta pemuda untuk menyerap aspirasi pembangunan daerah.

Visi Utama TNI AU: Mendukung penuh terwujudnya TNI AU yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis serta peningkatan integritas prajurit serta kesiapan mendukung operasional di wilayah tanggung jawab Kodau I.

Diskusi di Makodau I ini membuktikan bahwa sinergi antara visi militer dan semangat pembangunan daerah dapat bertemu dalam satu meja—lewat segelas kopi dan komitmen untuk kemajuan bersama.

Penulis :  Abdul Ma'ruf Rahmat 

]]>
Thu, 16 Apr 2026 13:28:31 +0800 amr
Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan https://amarmedia.co.id/jemput-bola-ke-kementan-komisi-ii-dprd-sumbawa-perjuangkan-tambahan-alsintan https://amarmedia.co.id/jemput-bola-ke-kementan-komisi-ii-dprd-sumbawa-perjuangkan-tambahan-alsintan Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan

JAKARTA.Amarmedia.co.id -  Sebagai langkah konkret dalam mengawal aspirasi petani di tengah puncak panen raya, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan koordinasi sl dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Selasa (14/04/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh HM. Berlian Rayes SAg M.M.Inov bersama anggota Pimpinan Komisi II dan anggota lainnya, didampingi oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Mukhlis, SP., dan Kabag Perekonomian SDA, Ivan Indrajaya ST MM. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Kapoksi Data, Evaluasi, dan TLHP Ditjen PSP, Sri Hartono, mewakili Dirjen PSP.

Fokus pada Masalah Pasca-Panen: Petani Butuh Dryer

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa, Mukhlis, SP, memaparkan kondisi krusial yang dihadapi petani saat ini. Memasuki puncak panen padi dan jagung pada bulan April, kendala utama yang dihadapi adalah tingginya kadar air akibat curah hujan yang masih tinggi.

"Petani sangat membutuhkan Dryer (mesin pengering) dengan kapasitas besar, minimal 10 ton hingga 30 ton. Tanpa alat ini, harga gabah dan jagung di tingkat pengusaha anjlok karena kadar air yang tinggi," tegas Mukhlis.

Selain masalah pengering, Dinas Pertanian juga merilis data kekurangan alat mesin pertanian (Alsintan) yang masih sangat signifikan di Sumbawa, di antaranya kekurangan sekitar 1.400 unit Traktor Roda 4, 1.759 unit Traktor Roda 2, serta lebih dari 2.400 unit Pompa Air.

Inovasi dan Infrastruktur Pertanian

Sekretaris Komisi II H Zohran juga memberikan penekanan pada beberapa poin penting diantaranya 

modernisasi alsintan dalam menopang produksi pertanian I Nyoman Wisma dan H. Rusdi mengusulkan pengadaan mesin tanam otomatis (transplanter), sumur bor untuk lahan tadah hujan, hingga penggunaan Drone semprot serta Corn Combine Harvester untuk efisiensi panen jagung.

Andi Rusni, SE. MM menyoroti kebutuhan Jalan Usaha Tani (JUT) spesifikasi beton bertulang untuk wilayah topografi ekstrem seperti Batulanteh agar akses pengangkutan hasil panen tidak terhambat.

Terkait Status Aset M. Zain, SIP, mendesak percepatan hibah Alsintan bantuan tahun 2025 menjadi milik daerah agar dapat dikelola melalui retribusi untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sumbawa Jadi Prioritas Nasional

Menanggapi aspirasi tersebut, Sri Hartono menyatakan bahwa meskipun ada keterbatasan anggaran, Kabupaten Sumbawa tetap menjadi skala prioritas nasional mengingat statusnya sebagai salah satu sentra pangan utama.

Kementan juga mensosialisasikan mekanisme pengusulan baru melalui Permentan No. 2 Tahun 2026, di mana pengajuan kini harus dilakukan melalui sistem aplikasi terintegrasi.

"Daerah harus segera menyesuaikan diri dengan sistem E-Proposal terbaru ini. Kami juga mengingatkan pentingnya pembentukan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) agar alat bantuan yang diberikan memiliki umur ekonomi yang panjang dan biaya perawatannya mandiri," jelas Sri Hartono.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama bahwa DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa akan segera melengkapi administrasi hibah serta mengawal usulan teknis melalui aplikasi agar bantuan dryer dan mesin panen jagung dapat segera terealisasi. (AM)

]]>
Wed, 15 Apr 2026 15:46:19 +0800 amr
Aktivis 98 dan Kepala Lingkungan Diduga Melakukan Kekerasan tanpa hukum, AC Lubis Mangkir Panggilan Polisi https://amarmedia.co.id/aktivis-98-dan-kepala-lingkungan-diduga-melakukan-kekerasan-tanpa-hukum-ac-lubis-mangkir-panggilan-polisi https://amarmedia.co.id/aktivis-98-dan-kepala-lingkungan-diduga-melakukan-kekerasan-tanpa-hukum-ac-lubis-mangkir-panggilan-polisi Aktivis 98 dan Kepala Lingkungan diduga melakukan kekerasan tanpa hukum , AC Lubis mangkir panggilan Polisi

 

MEDAN,Amarmedia.co.id -  Kasus kekerasan yang melibatkan seorang aktivis 98 bernama Acil Lubis ( AC Lubis )  dan Kepala Lingkungan setempat berinisial Kurniawan ( KR ) yang terjadi pada hari Minggu tanggal  15 /02/2026 lalu  , di Komplek Perumahan Graha Jermal, Jalan Jermal VII, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, terduga pelaku AC Lubis  hingga saat ini telah mangkir dari panggilan kepolisian, meskipun sudah ada laporan resmi yang tercatat.

 

Laporan polisi dengan nomor B / 101 / II / 2026/SPKT /PolSEK Medan Area / POLRESTABES/ POLDA SUMATERA UTARA dibuat oleh korban, Abdul Rouf dan Ramadi nomor: STPL / B / 267/II / 2026/SPKT / POLDA SUMATERA UTARA, terkait peristiwa yang terjadi pada bulan Februari 2026 lalu.

 

Kronologi nya , Kejadian bermula ketika Abdul Rouf yang ditemani Rahmadi sedang mencari umpan pancing di area kompleks tersebut. Tanpa alasan yang jelas, mereka dihentikan oleh sekuriti kompleks yang bernama Frans ( FR ) . Tak lama kemudian, AC Lubis diduga kuat langsung melayangkan pukulan tangan kanan ke arah muka Abdul Rouf, yang kemudian disusul oleh tindakan kekerasan dari sekuriti lainnya.

 

Ironisnya, Kepala Lingkungan KR  yang kebetulan berada di lokasi bukannya menenangkan situasi, malah ikut terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut. Ia diduga menendang dan memukul menggunakan dengkul ke arah perut dan muka kedua korban serta diduga menusuk kepala Abdul Rouf dengan mengunakan pulpen .

 

Tindakan yang semakin memprihatinkan dan tidak manusiawi pun terjadi. Abdul Rouf diborgol, diseret layaknya penjahat tanpa proses hukum, bahkan diduga dikencingi dan dipaksa memakan kotoran manusia oleh para pelaku. Perlakuan ini jelas melanggar hak asasi manusia dan norma hukum yang berlaku.

Akibat dari penganiayaan tersebut Adul Rouf mengalami bocor di bagian kepala , wajah lebam , muntah muntah yang berkepanjangan serta tidak dapat melakukan aktivitas selama beberapa waktu .

 

Berdasarkan bukti dan keterangan yang ada, para terduga pelaku diduga melanggar ketentuan hukum dapat di kenakan pasal 466 KUHP Jo 262 KUHP , ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara .

 

Selain itu, tindakan pemborgolan, penyeretan, dan perlakuan memalukan lainnya juga dapat dikenakan pasal tambahan terkait perampasan kemerdekaan dan penghinaan terhadap martabat manusia.

 

Di tempat terpisah , Kuasa hukum korban, Henry Pakpahan, memberikan pernyataan keras terkait kasus ini. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para pelaku adalah tindakan yang sangat memalukan dan keji , apalagi melibatkan seorang yang dikenal sebagai aktivis dan pejabat lingkungan yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

 

"Ini adalah tindakan main hakim sendiri yang sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin seorang aktivis yang seharusnya memperjuangkan keadilan justru melakukan kekerasan sewenang-wenang? Begitu juga dengan Kepala Lingkungan yang seharusnya menjaga ketertiban, malah ikut menjadi pelaku. Perbuatan mereka jelas melanggar hukum dan harus dipertanggungjawabkan seberat-beratnya," tegas Henry Pakpahan.

 

Lanjut , Ia juga menyoroti sikap para pelaku yang mangkir dari panggilan polisi. "Mangkir dari panggilan hukum menunjukkan ketidakpatuhan dan rasa takut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan. Ini bukan sikap orang yang bersih dan benar. Kami menuntut agar mereka segera hadir dan mempertanggungjawabkan semua tindakan mereka di depan hukum," tambahnya.

 

Lebih lanjut  , Henry Pakpahan juga menyampaikan tuntutan tegas kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Medan Area, untuk segera menindaklanjuti kasus ini dengan tegas dan tanpa pandang bulu.

 

"Kami meminta Kapolsek Medan Area bapak AKP .M.Ainul Yaqin  dan jajarannya untuk bekerja cepat, profesional, dan tegas. Jangan biarkan kasus ini menguap begitu saja. Hukum tidak boleh terlihat seperti 'tumpul ke atas dan runcing ke bawah'. Siapapun pelakunya, baik itu aktivis, pejabat lingkungan, atau orang biasa, jika bersalah maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Keadilan harus sama rata untuk setiap warga negara," tegasnya.

Saat awak media ini mengkonfirmasi Kanit Reskrim Medan Area Iptu Khairul Fajri Lubis di Polsek Medan Area pada tanggal (13 /04 ) membenarkan kalau Acil Lubis telah mangkir dari panggilan Lidik ( penyelidikan  ) juru periksa Polsek Medan Area tanpa alasan yang jelas .

Kanit juga berjanji akan segera melengkapi berkas serta bukti bukti yang ada untuk melanjutkan ketahap sidik .

 

Hingga berita ini diturunkan, proses penyidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian diharapkan segera mengambil langkah hukum untuk memanggil dan memproses para terduga pelaku agar keadilan dapat segera ditegakkan.(Tim)

]]>
Wed, 15 Apr 2026 06:31:03 +0800 amr
Potensi Zakat Peternakan Sapi di Moyo Utara Capai Rp 2 Miliar, Baznas Gencarkan Sosialisasi di Dusun Limung https://amarmedia.co.id/potensi-zakat-peternakan-sapi-di-moyo-utara-capai-rp-2-miliar-baznas-gencarkan-sosialisasi-di-dusun-limung https://amarmedia.co.id/potensi-zakat-peternakan-sapi-di-moyo-utara-capai-rp-2-miliar-baznas-gencarkan-sosialisasi-di-dusun-limung Potensi Zakat Peternakan Sapi di Moyo Utara Capai Rp 2 Miliar, Baznas Gencarkan Sosialisasi di Dusun Limung

Moyo Utara, Amarmedia.co.id -14 April 2026 — Potensi zakat peternakan sapi di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, diperkirakan mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sekitar Rp 2 miliar per tahun. Estimasi ini didasarkan pada jumlah populasi sapi yang mencapai kurang lebih 12.000 ekor yang tersebar di berbagai desa, termasuk Desa Pungkit, yang menjadi salah satu sentra peternakan rakyat di wilayah tersebut.

Potensi besar ini menjadi perhatian serius Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa dalam upaya mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari sektor peternakan. Sebagai langkah konkret, BAZNAS melaksanakan kegiatan sosialisasi zakat di Dusun Limung, Desa Pungkit, Kecamatan Moyo Utara, pada Selasa, 14 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., bersama Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si., serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI. Turut hadir Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Syaifuddin, SP, Camat Moyo Utara Awaluddin Safari, SH, serta para petani dan peternak setempat.

Acara berlangsung di rumah salah seorang peternak, Bapak Idi, yang menjadi tuan rumah sekaligus peserta aktif dalam diskusi. Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh keakraban, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap upaya peningkatan pemahaman tentang kewajiban zakat di sektor peternakan.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS menyampaikan bahwa potensi zakat peternakan di Moyo Utara merupakan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan umat jika dikelola secara optimal. Ia menjelaskan bahwa zakat ternak memiliki ketentuan khusus dalam syariat Islam, termasuk nisab dan haul, yang perlu dipahami oleh para peternak agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan agama.

“Dengan jumlah populasi sapi yang mencapai 12.000 ekor, jika sebagian besar telah memenuhi nisab dan haul, maka potensi zakatnya bisa mencapai sekitar Rp 2 miliar. Ini adalah potensi yang luar biasa untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Materi sosialisasi juga disampaikan secara mendalam oleh Wakil Ketua I BAZNAS, yang menguraikan secara teknis perhitungan zakat ternak, syarat wajib zakat, serta manfaat sosial dan ekonomi dari pengelolaan zakat yang terorganisir. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menunaikan zakat sebagai bentuk ibadah sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Diskusi interaktif menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Bapak Idi, sebagai tuan rumah, menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme perhitungan zakat sapi serta waktu yang tepat untuk menunaikannya. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi ini. Banyak hal yang sebelumnya kami belum pahami, sekarang menjadi lebih jelas, terutama tentang kewajiban zakat ternak,” ungkapnya.

Camat Moyo Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kegiatan sosialisasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh desa. Ia menilai bahwa pemahaman masyarakat tentang zakat masih perlu ditingkatkan, khususnya di sektor-sektor produktif seperti peternakan.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar dan mau menunaikan zakatnya melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sehingga penyalurannya bisa lebih tepat sasaran dan berdampak luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungannya terhadap program BAZNAS. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS sangat penting dalam mengoptimalkan potensi zakat peternakan.

“Kami siap mendukung dari sisi data dan pembinaan peternak, agar potensi ini benar-benar bisa diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara BAZNAS, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Dengan potensi yang besar dan dukungan berbagai pihak, diharapkan zakat peternakan di Moyo Utara dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi berbasis keumatan di Kabupaten Sumbawa. (AM/Adi)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 20:47:03 +0800 amr
Kawal Demokrasi Tingkat Desa: Bupati Jarot Tekankan Integritas Panitia Pilkades 2026 https://amarmedia.co.id/kawal-demokrasi-tingkat-desa-bupati-jarot-tekankan-integritas-panitia-pilkades-2026 https://amarmedia.co.id/kawal-demokrasi-tingkat-desa-bupati-jarot-tekankan-integritas-panitia-pilkades-2026 Kawal Demokrasi Tingkat Desa: Bupati Jarot Tekankan Integritas Panitia Pilkades 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai mematangkan kesiapan para garda terdepan penyelenggara. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Panitia Pemilihan dan Panitia Pengawas Pilkades di Aula Madilaoe ADT, Senin (13/04/2026).

Acara ini menjadi persiapan untuk memastikan suksesi kepemimpinan di 21 desa berjalan tanpa hambatan hukum maupun konflik kepentingan.

Menjaga Amanah, Menghindari Politisasi

Dalam arahannya, Bupati Syarafuddin Jarot menekankan bahwa profesionalisme dan integritas adalah harga mati bagi setiap panitia. Ia mengingatkan bahwa tugas ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan amanah undang-undang yang menentukan arah masa depan desa.

"Panitia yang terpilih harus menjaga amanah ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti aturan yang berlaku, jangan melenceng, dan yang terpenting jangan sampai Pilkades dijadikan sebagai objek politik oleh pihak manapun," tegas Bupati di hadapan para Camat dan Panitia.

Bupati berharap melalui Bimtek ini, seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama mengenai regulasi sehingga mampu menjalankan tugas secara transparan dan akuntabel.

Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa, Rachman Ansori, S.Sos., M.S.E, melaporkan bahwa Bimtek ini merupakan tahapan kedua dari total 19 tahapan yang telah disusun.

Berikut adalah rincian pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Sumbawa:

Gelombang I (Tahun 2026) Diikuti oleh 20 desa secara reguler (serentak) dan 1 desa melaksanakan Pemilihan Antar Waktu (PAW).

Gelombang II (Tahun 2028): Direncanakan akan diikuti oleh 119 desa

Gelombang III (Tahun 2030) Menjadi gelombang terakhir dalam siklus kepemimpinan desa di Sumbawa.

Sinergi Lintas Sektor

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa. Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif Pemkab Sumbawa untuk menciptakan iklim demokrasi yang sehat dari tingkat paling bawah.

Dengan dimulainya Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis Pilkades 2026 akan menjadi pijakan kuat menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, unggul, dan berintegritas. (Humas)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:52:36 +0800 amr
Lindungi Masyarakat dari Maraknya Pinjaman Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Dorong Percepatan Ranperda https://amarmedia.co.id/lindungi-masyarakat-dari-maraknya-pinjaman-ilegal-dan-judi-online-pemprov-ntb-dorong-percepatan-ranperda https://amarmedia.co.id/lindungi-masyarakat-dari-maraknya-pinjaman-ilegal-dan-judi-online-pemprov-ntb-dorong-percepatan-ranperda Lindungi Masyarakat dari Maraknya Pinjaman Ilegal dan Judi Online, Pemprov NTB Dorong Percepatan Ranperda

Mataram, Amarmedia.co.id - 13 April 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama DPRD NTB mendorong percepatan pembentukan regulasi daerah untuk melindungi masyarakat dari maraknya pinjaman ilegal berbasis teknologi informasi dan judi online yang kian masif dan berdampak luas.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Forum Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Secara Ilegal dan Judi Online yang digelar di Aruna Senggigi Resort & Convention, Senin (13/4/2026).

FGD yang diselenggarakan oleh DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Akademisi Unram Dr. Muhammad Risnain, Azhar, S.Pd, serta Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik.

Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan Polda NTB, anggota DPRD NTB, aktivis sosial, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota dari berbagai perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Komunikasi Informatika kabupaten/kota se-NTB, sebagai bentuk keterlibatan lintas sektor dalam penanganan isu yang bersifat kompleks dan multidimensi.

Dalam paparannya, Ahsanul Khalik yang akrab disapa Aka, menegaskan bahwa pinjaman ilegal dan judi online tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan sporadis, melainkan telah berkembang menjadi masalah sistemik yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekedar isu digital. Ini adalah isu perlindungan masyarakat dan masa depan daerah. Jika tidak segera diintervensi, kita berpotensi menghadapi krisis sosial-ekonomi baru di NTB,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, praktik pinjaman ilegal di NTB menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan korban yang didominasi masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, serta generasi muda. 

Di sisi lain, judi online berkembang secara adaptif melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial dan aplikasi pesan instan.

Dampaknya, lanjut Aka, tidak hanya terbatas pada persoalan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek sosial yang lebih luas, seperti konflik keluarga, penyalahgunaan data pribadi, hingga menurunnya produktivitas masyarakat.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah daerah secara lebih sistematis melalui regulasi yang kuat.

“Regulasi nasional sudah tersedia, tetapi belum cukup efektif tanpa penguatan di tingkat daerah. Karena itu, Ranperda ini menjadi instrumen penting agar negara benar-benar hadir melindungi masyarakat,” ujarnya.

Aka juga menegaskan peran strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam penanganan isu ini, yakni sebagai fasilitator, integrator, dan akselerator.

Sebagai fasilitator, pemerintah diharapkan mampu menyediakan sistem pengaduan yang mudah diakses serta informasi yang akurat bagi masyarakat. Sebagai integrator, pemerintah harus menyatukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu sistem penanganan terpadu. Sementara sebagai akselerator, pemerintah dituntut mempercepat edukasi dan intervensi agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Diskominfotik NTB diposisikan sebagai pusat kendali (command center) dalam perlindungan ruang digital daerah, dengan peran utama dalam monitoring konten, koordinasi pemblokiran, penyediaan informasi publik, serta pengembangan sistem pengaduan terpadu.

Sementara itu, Wakil Ketua Bapemperda DPRD NTB, Azhar, menegaskan bahwa Ranperda ini merupakan langkah strategis dalam menjawab keresahan masyarakat yang semakin meningkat.

“Ranperda ini diharapkan menjadi dasar hukum yang kuat agar penanganan tidak lagi parsial, tetapi terintegrasi dan memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, akademisi Fakultas Hukum Universitas Mataram, Muhammad Risnain, menekankan pentingnya pendekatan regulasi yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif melalui penguatan literasi digital dan perlindungan masyarakat.

FGD ini juga menyoroti perlunya model intervensi terintegrasi yang mencakup lima pilar utama, yaitu penguatan regulasi daerah, pembentukan satgas terpadu, literasi digital massal, sistem pengaduan yang efektif, serta intervensi ekonomi bagi masyarakat rentan.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal dan Judi Online. Inisiatif ini dinilai sebagai manuver konstitusional yang berani dan berpotensi menjadi regulasi daerah pertama di Indonesia yang secara spesifik menangani kejahatan keuangan digital.

"Kita sedang menghadapi pergeseran pola kejahatan. Dulu judi dan utang rentenir ada lapak fisiknya, sekarang semuanya invisible atau tidak kasat mata, terjadi di dalam genggaman tangan dan ruang privat. Dampak destruktifnya sangat nyata: lonjakan angka perceraian secara tiba-tiba, aset keluarga melayang tanpa kontrol, hingga tekanan psikologis dan ekonomi ekstrem yang memicu tindakan fatal," ujar Dr. Risnain.

Melalui forum ini, diharapkan Ranperda yang tengah disusun dapat segera disahkan dan diimplementasikan secara efektif, sehingga mampu menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat NTB dari ancaman pinjaman ilegal dan judi online.

“Ini bukan sekedar regulasi, tetapi langkah strategis untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat. Dan ini harus kita mulai sekarang,” tutup Aka. (AM/Diskominfo)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:34:52 +0800 amr
Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik https://amarmedia.co.id/fitnahan-tipu-gelap-terhadap-gs-berita-tidak-mendasar-dan-melanggar-kode-etik https://amarmedia.co.id/fitnahan-tipu-gelap-terhadap-gs-berita-tidak-mendasar-dan-melanggar-kode-etik Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik 

 

MEDAN,Amarmedia.co.id -  12 April 2026 Tokoh masyarakat yang dikenal dengan dedikasinya membantu masyarakat, Guntur Sahputra (GS), kembali menjadi sasaran fitnahan yang tidak berdasar melalui berbagai media online dan media sosial. Yang tersebar di Facebook , tik tok dan media online yang menyatakan bahwa GS akan diperiksa oleh Polrestabes Medan atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sebesar Rp. 3 miliar , adalah salah total dan menyesatkan.

 

Kasus ini bermula dari tahun 2024 lalu , permintaan bantuan Ferlautan Banjarnahor (FR) kepada GS untuk memfasilitasi pembayaran ganti rugi tanah seluas 20 hektare kepada masyarakat pemilik lahan di sekitar Kelompok Tani Desa Bandar Khalifah.

 

Masyarakat meminta ganti rugi sebesar Rp 6,1 miliar kepada FR. Namun, karena FR tidak memiliki uang sebesar itu, maka FR meminta bantuan uang kepada GS untuk membayarkan terlebih dahulu sebesar Rp 1,1 miliar , dengan perjanjian secara lisan akan di bayar FR sehabis lebaran pada tahun 2024 lalu .

 

Atas upaya baik ini, justru GS dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan dugaan melanggar Pasal 378 atau pasal 372 Jo pasal  486 dan 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Padahal, FR yang di duga memiliki sejumlah hutang dengan GS dan tindakan yang dilakukan GS adalah bentuk kepedulian sosial ,  bukan tindak pidana.

 

GS juga menuturkan melalui pesan WhatsApp kepada media ini mengatakan " ada proyek pembuatan parit hingga saat ini pembayaran uang borongan parit itu diduga belum juga dibayarkan kepada pekerja oleh FR , tapi karena aku kasihan disaat mau lebaran aku duluan yang bayar kepada  pekerja , semua karena berdasarkan rasa kemanusiaan yang aku miliki " ungkap GS .

 

Lanjut , ditempat terpisah berita yang menyebutkan  GS "akan diperiksa sebagai tersangka tipu gelap" adalah pemalsuan fakta yang parah.

 

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, GS menegaskan dengan tegas:

 

"Benar, saya dipanggil ke Polrestabes hari Senin besok (13/4). Tapi panggilan itu hanya untuk mediasi, bukan diperiksa atas dugaan tipu gelap seperti yang diberitakan."

 

Fakta ini membuktikan bahwa oknum wartawan yang menulis berita tersebut tidak memahami atau sengaja mengabaikan isi surat panggilan kepolisian. Mereka tampaknya tidak melakukan verifikasi yang benar, melainkan hanya menyebarkan informasi yang merugikan nama baik seseorang.

 

" Kami menilai bahwa pemberitaan yang menyudutkan GS ini tidak objektif dan penuh kepalsuan. Sangat kuat dugaan bahwa berita tersebut dibuat bukan berdasarkan fakta, melainkan karena kepentingan pribadi atau pesanan pihak tertentu yang ingin menjatuhkan citra tokoh yang selama ini berbuat baik untuk masyarakat. " Ujar kuasa hukum Henry Pakpahan,S.H

 

Tindakan seperti ini adalah bentuk penyalahgunaan media yang sangat menyedihkan dan merusak kepercayaan publik terhadap dunia pers.

 

 

Tuntutan  : hormati hukum dan etika jurnalistik .

 

Kami menuntut agar semua pihak, terutama media dan wartawan, untuk:

 

1. Memeriksa fakta dan konfirmasi sebelum menulis dan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) atau opini .

2. Mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat, serta melindungi hak jawab dan hak koreksi bagi yang dirugikan.

3. Berhenti membuat fitnahan yang dapat merusak nama baik orang lain tanpa bukti yang sah.

 

Guntur Sahputra adalah tokoh yang selalu berdiri di samping masyarakat. Upaya untuk menodai namanya dengan berita palsu tidak akan berhasil, karena kebenaran pasti akan terungkap.

 

Kami akan terus memantau perkembangan ini dan siap mengambil langkah hukum jika fitnahan ini terus berlanjut. (Tim)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:29:54 +0800 amr
Sinergi TNI&Polri dan Pemerintah Kecamatan Moyo Hulu Gelar Gotong Royong https://amarmedia.co.id/sinergi-tni-polri-dan-pemerintah-kecamatan-moyo-hulu-gelar-gotong-royong https://amarmedia.co.id/sinergi-tni-polri-dan-pemerintah-kecamatan-moyo-hulu-gelar-gotong-royong Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Moyo Hulu Gelar Gotong Royong Massal

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id -- Semangat kebersamaan dan sinergitas lintas sektoral ditunjukkan oleh jajaran personel Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan, serta masyarakat Moyo Hulu. Secara bahu-membahu, mereka melaksanakan aksi gotong royong pembersihan lingkungan di titik strategis Simpang Bendungan Batu Bulan, Sabtu pagi (11/04/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini melibatkan personel Polsek Moyo Hulu, di antaranya Bripka Bayu Saputra, Brigpol Yudha Ade Maulana, S.H., dan Brigpol I Made Suparta. Aksi ini juga diikuti oleh personel TNI serta perangkat pemerintah setempat dan warga sekitar.

Fokus utama dalam kegiatan ini adalah membersihkan tumpukan sampah plastik serta puing-puing sisa bangunan yang berserakan di sepanjang pinggir jalan persimpangan. Material sampah yang telah dikumpulkan kemudian langsung diangkut menggunakan truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K., melalui Kapolsek Moyo Hulu Iptu Husni, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga untuk memperkuat ikatan silaturahmi dengan instansi samping dan masyarakat.

"Gotong royong ini adalah bentuk nyata sinergitas kami di lapangan. Selain mewujudkan wilayah Kecamatan Moyo Hulu yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan, kehadiran personel di tengah masyarakat juga bertujuan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan aman dan lancar," jelasnya.

Melalui aksi bersih-bersih ini, Simpang Bendungan Batu Bulan yang merupakan salah satu akses penting di wilayah tersebut kini tampak lebih rapi dan bebas dari pemandangan sampah yang mengganggu. Masyarakat pun memberikan apresiasi atas gerak cepat petugas dalam menjaga estetika dan kesehatan lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WITA. Hingga saat ini, situasi di wilayah hukum Polsek Moyo Hulu tetap terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (MA)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:27:43 +0800 amr
Sengketa Lahan 34 Hektare: Ratusan Warga Desa Mata Geruduk Kantor BPN dan Bupati Sumbawa https://amarmedia.co.id/sengketa-lahan-34-hektare-ratusan-warga-desa-mata-geruduk-kantor-bpn-dan-bupati-sumbawa https://amarmedia.co.id/sengketa-lahan-34-hektare-ratusan-warga-desa-mata-geruduk-kantor-bpn-dan-bupati-sumbawa Sengketa Lahan 34 Hektare: Ratusan Warga Desa Mata Geruduk Kantor BPN dan Bupati Sumbawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id– Gelombang aspirasi masyarakat Desa Mata pecah di depan Kantor BPN/ATR Sumbawa dan Kantor Bupati Sumbawa, Senin (13/04/2026). Ratusan warga dari Dusun Mata Timur RT 08 Panco turun langsung menyuarakan kegelisahan mereka atas polemik penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

Persoalan ini bermula dari terbitnya sertifikat atas nama warga Desa Jotang, Kecamatan Empang. Dalam dokumen tersebut, lokasi lahan tercatat berada di Desa Jotang. Namun berdasarkan kondisi faktual yang diyakini masyarakat, lahan tersebut berada di wilayah administratif Desa Mata, tepatnya di Dusun Mata Timur, Kecamatan Tarano.

Tokoh masyarakat setempat, Rasyid, menyampaikan bahwa perbedaan antara data administratif dengan kondisi riil di lapangan menjadi sumber keresahan warga. Ia menilai, persoalan ini perlu segera ditangani secara cermat agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Masyarakat pun mendorong adanya penelusuran menyeluruh terhadap proses penerbitan sertifikat, termasuk tahapan pengukuran dan verifikasi data. Mereka berharap setiap proses dilakukan secara hati-hati, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai bagian dari upaya penyelesaian, masyarakat bersama Aliansi LSM Peduli Keadilan mengikuti hearing dengan pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara bernomor UP.0301/234/IV/2026.

Dalam salah satu poin penting hasil hearing, disebutkan bahwa permohonan penerbitan sertifikat terhadap 17 persil dengan luas sekitar 34 hektare di wilayah Desa Mata akan dilakukan peninjauan kembali. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan asas-asas umum pemerintahan yang baik serta kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan.

Aliansi LSM Pengawal Keadilan juga menegaskan bahwa pihak yang mengajukan keberatan merupakan masyarakat yang selama ini menguasai dan memanfaatkan lahan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh proses sesuai ketentuan hukum apabila di kemudian hari ditemukan fakta yang berbeda di lapangan.

Dalam upaya menjaga keberimbangan informasi, pihak media juga telah meminta keterangan kepada panitia di Kantor ATR/BPN Sumbawa. Namun hingga berita ini disusun, belum ada kutipan maupun tanggapan resmi yang disampaikan terkait hal tersebut.

Usai hearing, masyarakat Desa Mata melanjutkan penyampaian aspirasi dengan menemui Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot. Mereka berharap pemerintah daerah dapat hadir sebagai penengah dan memberikan solusi yang adil, sehingga tercipta kepastian hukum serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Di tengah dinamika yang berkembang, harapan masyarakat tetap sederhana, yakni kejelasan status lahan, kepastian hukum, dan penyelesaian yang berpihak pada kebenaran di lapangan. (AM/Jhe)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:24:29 +0800 amr
Tetap Mengabdi Meski Purna Tugas, PWRI Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas https://amarmedia.co.id/tetap-mengabdi-meski-purna-tugas-pwri-sumbawa-salurkan-bantuan-untuk-korban-kebakaran-di-alas https://amarmedia.co.id/tetap-mengabdi-meski-purna-tugas-pwri-sumbawa-salurkan-bantuan-untuk-korban-kebakaran-di-alas Tetap Mengabdi Meski Purna Tugas, PWRI Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

SUMBAWA – Semangat kepedulian sosial ditunjukkan oleh para pensiunan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumbawa. Pada Ahad (12/4/2026), jajaran pengurus PWRI terjun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak musibah kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas.

Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di Kantor Desa Kalimango dan diterima langsung oleh para korban serta warga terdampak. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa jiwa pengabdian para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak surut meski sudah tidak lagi aktif di pemerintahan.

Ketua Tim PWRI Kabupaten Sumbawa, HM Ali Tunru, S.Sos, dalam sambutannya menekankan bahwa para pensiunan tetap memiliki tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat.

"Kami berharap bantuan yang diberikan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan masyarakat terdampak, meskipun jumlah yang kami salurkan terbatas. Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat," ujar Ali Tunru.

Kehadiran dan bantuan dari para purna tugas ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah tingkat kecamatan maupun desa. Camat Alas, Dr. Usman, menyampaikan rasa terima kasih atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh anggota PWRI. Ia menilai langkah ini sangat berarti bagi moril warga Kalimango yang sedang tertimpa musibah.

Senada dengan Camat, Kepala Desa Kalimango, Heri Darfan, SE, mengaku salut atas dedikasi para pensiunan tersebut.

"Kami sangat menaruh rasa hormat dan berterima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota PWRI. Meskipun telah purna tugas, bapak-bapak sekalian tetap peduli dan hadir di tengah sesama yang membutuhkan," ungkap Heri.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan penyerahan bantuan kepada perwakilan keluarga terdampak. Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat lainnya untuk turut membantu pemulihan pasca-kebakaran di Desa Kalimango.(AM)

]]>
Tue, 14 Apr 2026 01:13:31 +0800 amr
BGN Tindak 362 Dapur MBG, STN Minta Evaluasi Total dan Libatkan Petani Lokal Ratusan Dapur MBG https://amarmedia.co.id/bgn-tindak-362-dapur-mbg-stn-minta-evaluasi-total-dan-libatkan-petani-lokal-ratusan-dapur-mbg https://amarmedia.co.id/bgn-tindak-362-dapur-mbg-stn-minta-evaluasi-total-dan-libatkan-petani-lokal-ratusan-dapur-mbg BGN Tindak 362 Dapur MBG, STN Minta Evaluasi Total dan Libatkan Petani Lokal Ratusan Dapur MBG

Mataram.Amarndia.co.id – Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangguhkan operasional 362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Jawa Wilayah II. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan sejumlah pelanggaran standar, mulai dari belum terpenuhinya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga persoalan manajemen dan kualitas layanan.

Ketua Umum PP STN Ahmad Rifai menegaskan, langkah tegas tersebut penting untuk menjamin kualitas pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama bagi kelompok rentan seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Kami mendukung penindakan ini karena kualitas dan keamanan pangan tidak boleh dikompromikan. Standar higiene sanitasi dan infrastruktur dasar seperti IPAL harus menjadi syarat mutlak sebelum SPPG beroperasi,” ujar Rifai, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, penangguhan ratusan dapur MBG ini harus dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program. Ia menekankan, perbaikan tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga sistem distribusi dan pengawasan kualitas makanan.

Rifai mengingatkan, berbagai persoalan seperti keterlambatan distribusi hingga makanan tidak layak konsumsi berpotensi merusak tujuan utama program MBG. Bahkan, kasus keracunan akibat kualitas makanan yang buruk harus menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Jangan sampai program yang tujuannya mulia justru menimbulkan masalah baru. Semua pihak harus memastikan makanan yang diterima benar-benar layak dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Selain menyoroti aspek kualitas, PP STN juga menekankan pentingnya keterlibatan petani lokal dalam rantai pasok program MBG. Rifai menyebut, pengadaan bahan baku oleh SPPG harus memprioritaskan petani, kelompok tani, serta koperasi, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia menilai, selama ini masih ada potensi dominasi kelompok tertentu dalam distribusi bahan pangan yang berisiko menghambat pemerataan ekonomi. Karena itu, keterlibatan langsung petani dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan ekonomi.

“Keterlibatan petani dan koperasi desa adalah inti dari ekonomi kerakyatan. Ini bukan hanya soal pasokan bahan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja di desa,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pengentasan kemiskinan, termasuk target penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026. Melalui program MBG, pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

Dengan ribuan dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia, Rifai melihat adanya peluang besar untuk menciptakan pasar baru bagi produk pertanian lokal.

 Jika dikelola dengan baik, program ini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan nelayan.PP STN pun mendorong sejumlah langkah konkret pasca-penangguhan SPPG.

 Di antaranya, memastikan seluruh dapur yang disuspend segera memenuhi standar SLHS, IPAL, serta memiliki pengawasan gizi dan manajemen operasional yang memadai.

Selain itu, mereka meminta adanya sistem pengadaan bahan baku yang transparan dan berpihak pada petani lokal. Keterlibatan organisasi tani juga dinilai penting dalam proses pengawasan agar rantai pasok berjalan adil dan berkelanjutan.

“Program MBG harus menjadi solusi menyeluruh. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, sementara petani dan masyarakat desa memperoleh peningkatan pendapatan. Ini bentuk nyata gotong royong membangun Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkas Rifai. (AM)

]]>
Mon, 13 Apr 2026 20:15:08 +0800 amr
Keteladanan Mantan Bupati Sumbawa, Drs. H.A. Latif Madjid, SH, Tunaikan Zakat Maal melalui BAZNAS https://amarmedia.co.id/keteladanan-mantan-bupati-sumbawa-drs-ha-latif-madjid-sh-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas https://amarmedia.co.id/keteladanan-mantan-bupati-sumbawa-drs-ha-latif-madjid-sh-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas Keteladanan Mantan Bupati Sumbawa, Drs. H.A. Latif Madjid, SH, Tunaikan Zakat Maal melalui BAZNAS

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 13 April 2026 — Mantan Bupati Sumbawa periode 2000–2005, Drs. H.A. Latif Madjid, SH, menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa, Senin (13/4/2026). Penyerahan zakat tersebut berlangsung di kediaman beliau di Kompleks Pragas, Kelurahan Seketeng.

Zakat maal diserahkan langsung oleh Drs. H.A. Latif Madjid dan diterima oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS didampingi oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.SD, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan apresiasi atas penunaian zakat yang dilakukan oleh mantan Bupati Sumbawa tersebut. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keteladanan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

“Penunaian zakat melalui BAZNAS merupakan bentuk kepatuhan terhadap syariat sekaligus upaya mendukung pengelolaan zakat yang lebih terarah dan terorganisir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan. Oleh karena itu, BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, termasuk para tokoh dan pemimpin daerah. Keteladanan yang ditunjukkan oleh Drs. H.A. Latif Madjid diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Kegiatan penyerahan zakat berlangsung dalam suasana sederhana dan khidmat. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara tokoh masyarakat dan pengelola zakat di Kabupaten Sumbawa.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa sendiri terus mengembangkan berbagai program penyaluran zakat yang menyasar sektor-sektor strategis, seperti bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pihak BAZNAS juga menegaskan pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar distribusinya dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, dana zakat dapat dihimpun dan disalurkan secara merata kepada mustahik sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Sumbawa secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari kewajiban dan kepedulian sosial. Edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media.

Rangkaian kegiatan penyerahan zakat maal tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum. Doa ini merupakan bagian dari tradisi BAZNAS setiap menerima zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki.

Melalui doa tersebut, diharapkan setiap amal ibadah yang ditunaikan mendapatkan keberkahan serta diterima oleh Allah SWT. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar harta yang telah dizakatkan menjadi bersih dan membawa manfaat bagi para penerima.

Tradisi doa ini menjadi salah satu bentuk penghormatan BAZNAS kepada para muzaki sekaligus sebagai pengingat akan nilai spiritual dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat.

Dengan adanya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat semakin meningkat. Penyaluran zakat melalui lembaga resmi diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan terukur dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keteladanan yang ditunjukkan oleh mantan Bupati Sumbawa tersebut dinilai menjadi contoh konkret bahwa kewajiban zakat dapat dilaksanakan secara konsisten dalam berbagai kondisi. Hal ini juga menunjukkan bahwa peran tokoh masyarakat sangat penting dalam membangun budaya berzakat di tengah masyarakat.

Ke depan, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas jangkauan program penyaluran zakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. (AM)

]]>
Mon, 13 Apr 2026 13:07:13 +0800 amr
Tingkat Literasi dan Numerasi Masih Rendah, Apa yang Perlu Diperkuat? https://amarmedia.co.id/tingkat-literasi-dan-numerasi-masih-rendah-apa-yang-perlu-diperkuat https://amarmedia.co.id/tingkat-literasi-dan-numerasi-masih-rendah-apa-yang-perlu-diperkuat Tingkat Literasi dan Numerasi Masih Rendah, Apa yang Perlu Diperkuat?

Oleh ; Asmediati

GURU-GURU hebat tak kurang di Indonesia. Sekolah-sekolah dengan gedung mewah tak sedikit pula. Gizi siswa juga tercukupi. Tapi tingkat literasi dan numerasi masih rendah. Apa yang salah?

Kompas.id edisi Kamis, 9 April 2026, menurunkan berita berjudul “Pemerintah Akui Tingkat Literasi dan Numerasi Masih Rendah”. Hal itu tergambar dalam skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia tahun 2022 yang mengalami penurunan di semua bidang, yakni literasi membaca (359 poin), matematika (366 poin), dan sains (383 poin). 

Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 369 poin. 

Selain itu, hanya sekitar 25 persen siswa Indonesia mencapai tingkat kecakapan minimum dalam membaca dan 18 persen dalam matematika. Padahal, kompetensi literasi dan numerasi dasar merupakan prasyarat bagi kesiapan generasi muda menghadapi dinamika global.

Menyikapi itu, pemerintah berupaya memfokuskan penguatan literasi dan numerasi sejak sekolah dasar sebagai fondasi utama kemampuan membaca, menulis, dan berpikir.

Namun, jika ditelisik lebih dalam, rendahnya tingkat literasi dan numerasi kita jelas tidak lahir dari satu sebab tunggal. Ia merupakan akumulasi dari persoalan struktural yang telah lama mengendap dalam sistem pendidikan.

Rendahnya skor PISA di tengah mulai terpenuhinya fasilitas fisik dan dukungan logistik menunjukkan bahwa persoalan pendidikan kita bukan semata soal gedung sekolah, ruang kelas nyaman, atau program makan bergizi gratis. Masalah sesungguhnya berada pada wilayah yang lebih mendasar: kualitas proses belajar, kultur berpikir, dan ekosistem intelektual yang belum tumbuh sehat.

Kita masih terjebak dalam budaya literasi yang seremonial. Buku diperlakukan sebagai atribut kegiatan, bukan sebagai alat berpikir. Sekolah ramai menggelar lomba membaca, menulis, pojok literasi, atau gerakan membaca lima belas menit, tetapi sering gagal menjadikan membaca dan menulis sebagai kebiasaan intelektual yang hidup. Banyak siswa mampu membaca teks, tetapi tidak mampu menangkap substansi di balik teks. Mereka bisa melafalkan paragraf, namun gagap saat diminta menafsirkan argumen, menarik simpulan, atau menghubungkan bacaan dengan realitas.

Di ruang kelas, persoalannya tak kalah serius. Pembelajaran kita masih terlalu berorientasi pada penuntasan materi, bukan penguasaan konsep. Guru didorong mengejar target kurikulum, bukan memastikan setiap anak benar-benar memahami apa yang dipelajarinya. Numerasi akhirnya direduksi menjadi hafalan rumus. Literasi dipersempit menjadi kemampuan menjawab soal bacaan. Yang lahir bukan pembelajar kritis, tetapi penghafal yang terlatih.

Padahal, inti kemampuan numerasi bukanlah mengingat formula, tetapi menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah. 

Begitu pula literasi bukan sekadar membaca kata demi kata, melainkan memahami konteks, menimbang informasi, lalu memungut esensi secara kritis. Selama pembelajaran masih berjalan satu arah. Guru menerangkan, siswa mencatat, lalu menghafal. Maka, sulit berharap skor PISA akan membaik.

Di luar sekolah, tantangan lain datang dari perubahan budaya informasi. Generasi hari ini tumbuh dalam banjir konten digital yang serba cepat. Mereka akrab dengan video pendek, teks singkat, dan informasi instan. Akibatnya, daya tahan mereka untuk membaca teks panjang dan mencerna gagasan kompleks terus menurun. Budaya scrolling perlahan menggantikan budaya membaca mendalam.

Masalahnya, sekolah belum cukup adaptif menghadapi perubahan ini. Digitalisasi pendidikan sering hanya ditafsirkan sebagai pemindahan materi ke layar, bukan transformasi cara belajar. Gawai hadir di kelas, tetapi tidak diiringi strategi pedagogis yang menjaga fokus dan kedalaman berpikir. Teknologi akhirnya lebih sering menjadi distraksi ketimbang alat belajar.

Persoalan berikutnya adalah rendahnya relevansi pembelajaran dengan realitas. Matematika masih diajarkan secara terisolasi dan abstrak. Anak-anak mampu menghitung persentase, namun gagap saat harus mengalkulasi aspek finansial riil seperti bunga kredit atau nilai inflasi. Mereka mempelajari statistik tanpa dibekali kemampuan untuk mendekode narasi di balik data yang bertebaran di media. Demikian pula literasi, siswa sekadar membaca untuk menuntaskan kurikulum, bukan menggunakannya sebagai pisau analisis untuk membedakan fakta dari disinformasi di tengah riuhnya jagat digital.

Pendidikan akhirnya terjebak menjadi aktivitas akademik yang steril dari kehidupan. Anak belajar untuk menjawab soal, bukan untuk memahami dinamika kehidupan.

Di tengah persoalan itu, guru sebagai ujung tombak pembelajaran justru dibebani pekerjaan administratif yang berlebihan. Bejibun. Menumpuk. Banyak guru berkualitas, tetapi energi mereka habis untuk mengisi aplikasi, menyusun laporan, mengunggah dokumen, dan memenuhi berbagai tuntutan birokrasi. Waktu yang seharusnya digunakan untuk membaca referensi, merancang pembelajaran kreatif, atau mendampingi siswa secara personal justru terkuras di meja administrasi.

Akibatnya, banyak guru mengajar sekadarnya. Berbasis buku teks. Mengikuti pola aman. Tidak sempat mendalami materi, apalagi berinovasi. Padahal, literasi dan numerasi tumbuh dari ruang kelas yang hidup, dari dialog yang tajam, dari guru yang hadir sepenuhnya sebagai intelektual pembelajar.

Karena itu, pembenahan tidak bisa dilakukan secara kosmetik. Kita membutuhkan perubahan paradigma.

Kurikulum harus diarahkan kembali pada penguatan logika kontekstual, bukan hafalan mekanis. Anak-anak perlu dibiasakan membaca lingkungan di sekitar mereka sebagai bahan belajar. Soal matematika harus dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tugas membaca harus menuntut analisis, bukan sekadar rangkuman. Siswa harus dilatih menulis argumen, menyusun pendapat, menafsirkan data, dan memecahkan masalah nyata di lingkungan mereka.

Budaya membaca mendalam pun harus dibangun serius. Sekolah perlu menyediakan ruang bagi siswa untuk berinteraksi dengan bacaan panjang, berdiskusi, menulis refleksi, dan melatih konsentrasi tanpa gangguan gawai. Membaca tidak boleh berhenti sebagai ritual lima belas menit sebelum pelajaran, tetapi harus menjadi kebiasaan intelektual yang hidup di seluruh ekosistem sekolah.

Model evaluasi juga harus berubah. Selama ujian masih didominasi pilihan ganda yang hanya mengukur daya ingat, siswa tidak akan pernah terdorong berpikir mendalam. Sistem penilaian harus memberi ruang lebih luas bagi esai analitis, proyek riset kecil, presentasi argumentatif, dan penyelesaian masalah berbasis data.

Perpustakaan sekolah pun sudah waktunya direvitalisasi. Perpustakaan tak boleh lagi sekadar menjadi ruang simpan statis atau pelengkap akreditasi. Perpustakaan harus menjadi jantung intelektual sekolah. Ruang tempat siswa membaca, berdiskusi, membedah teks, menafsirkan data, dan melakukan riset kecil. Pustakawan pun harus diposisikan sebagai mitra guru dalam membangun budaya literasi, bukan sekadar penjaga rak buku.

Namun, sebesar apa pun pembenahan di sekolah, literasi tidak akan tumbuh optimal bila berhenti di pagar sekolah. Rumah dan lingkungan sosial harus ikut menjadi ekosistem pembentuk budaya baca. Percuma guru mendorong siswa membaca jika di rumah anak tidak pernah melihat orang tuanya menyentuh buku. Percuma sekolah membangun perpustakaan jika lingkungan sekitar lebih memuliakan gawai daripada pengetahuan.

Rendahnya literasi dan numerasi bukan cermin ketidakmampuan siswa semata. Potret itu cermin dari sistem pendidikan yang terlalu lama sibuk pada formalitas, tetapi kurang serius membangun substansi. Kita membanggakan gedung, tetapi lupa menghidupkan ruang pikir di dalamnya. Kita rajin membuat program, tetapi abai memastikan dampaknya. Kita sibuk mengurus administrasi, tetapi lupa menumbuhkan nalar.

Makan bergizi gratis adalah investasi fisik yang baik. Tetapi tanpa gizi intelektual berupa pembelajaran mendalam, budaya membaca, dan latihan bernalar, kita hanya akan menghasilkan generasi yang sehat tubuhnya, tetapi lemah daya pikirnya.

Jika pendidikan adalah jalan menuju kemajuan bangsa, maka literasi dan numerasi adalah fondasinya. Dan fondasi tidak akan pernah kokoh jika yang dibangun hanya tampilan luarnya.[]

]]>
Sun, 12 Apr 2026 20:59:55 +0800 amr
Tiga Rumah Ludes Terbakar di Pamangong A, BAZNAS Sumbawa Gerak Cepat Salurkan Bantuan https://amarmedia.co.id/tiga-rumah-ludes-terbakar-di-pamangong-a-baznas-sumbawa-gerak-cepat-salurkan-bantuan https://amarmedia.co.id/tiga-rumah-ludes-terbakar-di-pamangong-a-baznas-sumbawa-gerak-cepat-salurkan-bantuan Tiga Rumah Ludes Terbakar di Pamangong A, BAZNAS Sumbawa Gerak Cepat Salurkan Bantuan

Sumbawa,Amarmedia.co.id- 12 April 2026 — Musibah kebakaran hebat melanda Dusun Pamangong A, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan tiga unit rumah warga hingga rata dengan tanah serta merusak sejumlah bangunan lainnya.

Tiga rumah yang terbakar total masing-masing milik Muhammad MT, Siti Sawiyah, serta Maryam/Hasbullah. Selain itu, lima bangunan lainnya mengalami kerusakan sekitar 75 persen, yakni rumah A. Kadir AW, rumah Supardi, bangunan PAUD Sultan Hasanuddin, rumah Lukmansah, serta rumah Ari Janariah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar harta benda warga tidak sempat diselamatkan saat api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Berkat kesigapan tim pemadam kebakaran yang dibantu oleh masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi para korban yang kini harus kehilangan tempat tinggal dan memulai kembali kehidupan dari awal. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan guna membantu pemulihan kondisi para korban.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, BAZNAS Kabupaten Sumbawa bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada para korban pada Ahad (12/4/2026), sehari setelah kejadian.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di lokasi kebakaran oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, didampingi Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban para korban.

Kegiatan penyaluran bantuan turut disaksikan oleh Camat Lenangguar, Andry Rahman, S.STP, serta Kepala Desa Lenangguar, Syahruddin, S.P.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Dusun Pamangong A. Ia mengajak para korban untuk tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Kami berharap para korban dapat bersabar dan tetap tabah. InsyaAllah ada hikmah di balik musibah ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus hadir melalui berbagai program sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat seperti bencana kebakaran.

Sementara itu, Camat Lenangguar, Andry Rahman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam membantu masyarakat terdampak.

“Kami mengapresiasi langkah cepat BAZNAS dalam menyalurkan bantuan kepada warga kami yang tertimpa musibah. Ini sangat membantu dan menunjukkan kepedulian nyata,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program BAZNAS Sumbawa Peduli yang secara khusus menyasar masyarakat terdampak bencana, termasuk kebakaran.

“Program ini merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, termasuk kebakaran. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Hasbullah, mewakili para korban menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang mengalami musibah,” ujarnya.

Musibah kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama dalam membantu warga yang sedang tertimpa musibah.

Diharapkan, para korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa dengan dukungan dari berbagai pihak. (AM)

]]>
Sun, 12 Apr 2026 16:34:10 +0800 amr
Gubernur Iqbal Ingatkan Pengurus MUI NTB Masalah Keummatan https://amarmedia.co.id/gubernur-iqbal-ingatkan-pengurus-mui-ntb-masalah-keummatan https://amarmedia.co.id/gubernur-iqbal-ingatkan-pengurus-mui-ntb-masalah-keummatan Gubernur Iqbal Ingatkan Pengurus MUI NTB Masalah Keummatan

Mataram,Amarmedia.co.id - 11 April 2026 - Umat muslim di Nusa Tenggara Barat menghadapi banyak masalah sosial. Salah satunya yang sensitif adalah pelecehan seksual. Gubernur HL Muhamad Iqbal berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB berperan lebih sensitif. 

"Banyak terjadi pelecehan seksual justru di institusi pendidikan Islam kita. Jangan sampai muncul stigma pondok pesantren kita rentan terhadap kejahatan seksual", tegas Gubernur sembari berharap MUI lebih berperan dalam ijtihad sosial. 

Hal itu dikatakannya saat pelantikan pengurus MUI NTB periode 2025 - 2030 yang dihadiri pula oleh Menteri Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, Nusron Wahid, SS, MSi di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (11/04/2026). 

Masalah lain adalah kemiskinan ekstrim yang jumlahnya 114 ribu kepala keluarga di 106 desa sebagai salah satu program strategis Pemprov NTB selain ketahanan pangan dan pariwisata berkualitas. 

Gubernur Iqbal mengatakan, pembangunan spiritual tidak disebutkan menjadi program strategis karena telah menjadi kewajiban bagi pemerintah yang menjamin program lain tercapai karena perilaku spiritual yang baik. 

Sementara itu, Menteri ATR/ BPN dalam kuliah kebangsaannya di acara yang sama mengingatkan pula bahwa tegaknya negara karena ilmu para ulama, keadilan hukum dan politik yang menyejahterakan rakyat. 

"Maka MUI sebagai wadah berkumpulnya para ulama memiliki peran besar", sebut Nusron. 

Dirinya menyitir pesan ulama besar Abdul Qodir Jaelani yang mencirikan ulama yang patut diikuti adalah ulama yang memiliki ilmu dengan referensi keilmuan (sanad) yang jelas hingga Nabi Muhammad, mendedikasikan hidupnya dengan ibadah dan yang terpenting takut kepada Alloh SWT. 

Ketua MUI Pusat bidang Informasi, Komunikasi dan Digital, KH Masduki Baidlowi, MSi yang melantik pengurus MUI NTB menambahkan bahwa tantangan MUI perihal keumatan adalah kepercayaan kepada para ulama. 

"Ini karena otoritasnya tergerus dan diambil oleh algoritma media sosial yang kecenderungannya mengabaikan substansi dan keilmuan tapi menggantinya dengan isu viral yang lebih banyak bersifat kurang penting dan dangkal.

Ketua MUI terpilih, Dr TGH Badrun, MPd dalam kesempatan tersebut mengatakan, MUI NTB dengan 124 orang yang terdiri dari guru besar, doktor, ulama dan cendekiawan yang siap mendukung program pemerintah dalam hal pembangunan umat. (AM/jmy/ kominfotikntb)

]]>
Sun, 12 Apr 2026 07:22:47 +0800 amr
Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari, Bupati Jarot Targetkan Kabupaten Sumbawa Jadi Role Model Agroforestri Nasional https://amarmedia.co.id/wujudkan-sumbawa-hijau-lestari-bupati-jarot-targetkan-kabupaten-sumbawa-jadi-role-model-agroforestri-nasional https://amarmedia.co.id/wujudkan-sumbawa-hijau-lestari-bupati-jarot-targetkan-kabupaten-sumbawa-jadi-role-model-agroforestri-nasional Wujudkan Sumbawa Hijau Lestari, Bupati Jarot Targetkan Kabupaten Sumbawa Jadi Role Model Agroforestri Nasional

Sumbawa.Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memantapkan langkah dalam menjaga keseimbangan alam sembari meningkatkan ekonomi kerakyatan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Program Agroforestri Pangan dan Energi Perhutanan Sosial (FAPE-PS) di Hotel Transit, Sumbawa Besar, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan  yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan (OPD dan lintas sektor) ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan upaya Pemkab Sumbawa dalam menyinkronkan kebijakan pusat, provinsi, hingga daerah. Fokus utamanya adalah memperkuat program unggulan "Sumbawa Hijau Lestari" yang menjadi napas pembangunan lingkungan di tanah Samawa.

Dalam arahannya, Bupati H.Syarafuddin Jarot menekankan bahwa pengelolaan hutan harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memastikan kebijakan pencegahan illegal logging dan gerakan penanaman kembali berjalan sukses.

"Kegiatan ini adalah wadah untuk menyatukan langkah. Kita ingin memastikan seluruh kebijakan lingkungan tidak hanya menjaga alam, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Kita targetkan Sumbawa menjadi role model nasional dalam sinkronisasi program agroforestri," ujar Bupati Jarot penuh optimisme.

Komitmen Tegas: Lindungi Gunung, Selamatkan Bendungan

Di sisi lain, Bupati juga menunjukkan sisi tegasnya dalam menjaga aset vital daerah. Komitmen ini dibuktikan dengan terbitnya Surat Edaran yang melarang keras penanaman jagung di kawasan hutan, area perhutanan sosial, dan tanah negara. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk mitigasi bencana akibat penggundulan hutan yang berdampak pada sedimentasi dan hilangnya mata air. Secara khusus, Bupati menyoroti keberadaan Bendungan Beringin Sila sebagai infrastruktur vital yang harus dilindungi dari dampak kerusakan hutan.

"Jika gunung-gunung di atas Bendungan Beringin Sila terus dibiarkan gundul, maka sedimentasi akan menumpuk di bendungan. Kita harus bertindak sekarang sebelum dampak buruknya semakin luas," tegas Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk berhenti bekerja secara parsial dan mulai memperkuat kolaborasi lintas sektor. Beliau meyakini bahwa sekecil apapun langkah yang dilakukan secara bersama-sama akan membuahkan hasil yang berkelanjutan bagi anak cucu nanti.

Dengan semangat sinkronisasi antara Program FAPE-PS dan "Sumbawa Hijau Lestari", Kabupaten Sumbawa optimistis mampu menjadi pionir pengelolaan hutan di Indonesia. Langkah nyata ini menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan visi besar: Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.(AM)

]]>
Sun, 12 Apr 2026 07:12:52 +0800 amr
Satpol PP Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, 15 Ribu Batang Disita https://amarmedia.co.id/satpol-pp-bongkar-peredaran-rokok-ilegal-15-ribu-batang-disita https://amarmedia.co.id/satpol-pp-bongkar-peredaran-rokok-ilegal-15-ribu-batang-disita Satpol PP Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, 15 Ribu Batang Disita 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumbawa kembali terbongkar. Dalam operasi gabungan yang melibatkan Satpol PP, Bea Cukai, TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri, aparat berhasil mengamankan ribuan barang kena cukai (BKC) ilegal dari sejumlah titik.

Operasi yang digelar selama dua hari, 9 hingga 10 April 2026, menyasar wilayah Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Lape. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil pengumpulan informasi awal yang telah dipetakan sebelumnya.

Dari hasil operasi tersebut, petugas berhasil menyita 15.195 batang rokok ilegal serta 3.255 gram tembakau iris dengan berbagai jenis pelanggaran, mulai dari tanpa pita cukai hingga penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

Kasat Pol PP Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, S.Sos, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan peredaran barang ilegal yang berpotensi merugikan negara.

“Operasi ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga sebagai langkah menjaga ketertiban serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari peredaran barang ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator lapangan, Mukhtamarwan, S.Pt, menyampaikan bahwa seluruh sasaran operasi telah melalui proses pemetaan sehingga pelaksanaan di lapangan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ini hasil kerja sama lintas instansi yang solid,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga berhasil mengamankan 1 unit mobil box beserta sopir yang diduga kuat menjadi bagian dari distribusi rokok ilegal di wilayah Kecamatan Lape. Hal ini mengindikasikan adanya pola distribusi yang terorganisir.

Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan telah diserahkan kepada pihak Bea dan Cukai Sumbawa untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga bahkan berharap agar operasi serupa terus dilakukan secara berkelanjutan, disertai dengan peningkatan sosialisasi terkait bahaya dan konsekuensi hukum dari peredaran rokok ilegal.

Pemerintah daerah pun memastikan akan terus menggencarkan langkah penindakan sekaligus edukasi kepada masyarakat, guna menekan peredaran barang kena cukai ilegal di wilayah Kabupaten Sumbawa.(AM/MA)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 23:28:46 +0800 amr
Duka di Pemangong: Si Jago Merah Hanguskan Rumah Panggung, Solidaritas Warga dan Damkartan Padamkan Api https://amarmedia.co.id/duka-di-pemangong-si-jago-merah-hanguskan-rumah-panggung-solidaritas-warga-dan-damkartan-padamkan-api https://amarmedia.co.id/duka-di-pemangong-si-jago-merah-hanguskan-rumah-panggung-solidaritas-warga-dan-damkartan-padamkan-api Duka di Pemangong: Si Jago Merah Hanguskan Rumah Panggung, Solidaritas Warga dan Damkartan Padamkan Api

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Suasana sore yang tenang di Dusun Pemangong A, Desa Lenangguar, berubah menjadi mencekam pada Sabtu (11/04/2026). Kebakaran hebat melanda pemukiman warga, menghanguskan tiga unit rumah panggung dan berdampak pada lima bangunan lainnya, termasuk sebuah fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan keterangan Kepala Damkartan Kabupaten Sumbawa H Sahabuddin.S.Sos.MSi, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WITA. Mengingat struktur bangunan yang didominasi material kayu (rumah panggung), api dengan cepat menjalar dan melahap habis hunian milik bapak Muhammad MT (5 KK), ibu Siti Sawiyah (2 KK), serta keluarga Maryam/Hasbullah (2 KK).

Hanya dalam hitungan menit, petugas Damkartan Pos Lenangguar tiba di lokasi setelah menerima laporan warga. Dibantu oleh warga setempat, anggota TNI/Polri, dan petugas PLN, mereka berjibaku melawan kobaran api agar tidak merembet lebih luas ke rumah-rumah permanen di sekitarnya.

Meski api mengamuk dengan hebat, kesigapan tim di lapangan berhasil melokalisir keadaan. Berikut adalah rincian dampak musibah tersebut Rusak Berat (Habis Terbakar) sebanyak 3 unit rumah panggung.Terdampak (Kerusakan Atap/Kusen) sebanyak 5 unit bangunan, termasuk milik A. Kadir AW, Supardi, Lukmansyah, Janariah, serta gedung PAUD Sultan Hasanuddin

Taksiran kerugian diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 20.07 WITA.

Berdasarkan penyelidikan sementara dari pihak kepolisian, musibah ini diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik di salah satu rumah korban. Namun, investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pastinya.

Kehilangan tempat tinggal bukan sekadar kehilangan materi, tapi juga kehilangan ruang penuh kenangan. Mari kita selipkan doa untuk para korban di Dusun Pemangong A agar diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bangkit kembali. Terima kasih kepada para petugas Damkar dan warga yang telah menunjukkan arti "gotong royong" yang sesungguhnya di tengah musibah ini. (AM)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 22:50:19 +0800 amr
Kebakaran Hanguskan 3 Rumah Panggung Di Lenangguar, Tidak Ada Korban Jiwa https://amarmedia.co.id/kebakaran-hanguskan-3-rumah-panggung-di-lenangguar-tidak-ada-korban-jiwa https://amarmedia.co.id/kebakaran-hanguskan-3-rumah-panggung-di-lenangguar-tidak-ada-korban-jiwa Kebakaran Hanguskan 3 Rumah Panggung Di Lenangguar, Tidak Ada Korban Jiwa

 

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Kebakaran melanda Dusun Pemangong A, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa pada Sabtu sore, 11 April 2026. Api dengan cepat menghanguskan 3 unit rumah panggung dan merusak 5 unit bangunan lainnya.

 

Berdasarkan laporan resmi dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, laporan kebakaran diterima pada pukul 17.00 WITA. Tim Damkartan Pos Lenangguar segera dikerahkan dan tiba di lokasi pada pukul 17.07 WITA.

 

Karena sebagian besar bangunan yang terbakar terbuat dari material kayu, api dengan cepat menjalar. Akibatnya, 3 rumah panggung milik Muhammad MT, Siti Sawiyah, dan Maryam/Hasbullah hangus terbakar beserta isinya. Selain itu, terdapat 5 unit rumah dan bangunan lain yang terdampak, antara lain milik A. Kadir AW, Supardi, PAUD Sultan Hasanuddin, Lukmansyah, dan Janariah. Kerusakan pada bangunan terdampak meliputi atap, kusen jendela, dan pintu.

 

Pemadaman dilakukan dengan melibatkan 1 unit mobil pemadam kebakaran, personel Damkartan Regu 1 Zona Lenangguar, serta dibantu oleh Kepala Desa, Kepala Dusun, petugas PLN, Babinsa, Babinkamtibmas, dan warga sekitar. Berkat kerja sama yang cepat dan sigap, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan total pada pukul 20.07 WITA tanpa memakan korban jiwa.

 

Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik di salah satu rumah korban, namun masih dalam penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 juta.

 

Setelah situasi dinyatakan aman, tim Damkartan kembali ke pos pada pukul 20.20 WITA. (AM)

 

 

 

]]>
Sat, 11 Apr 2026 21:37:49 +0800 amr
Pemprov NTB Ajak Semua Pihak Bersatu, Perkuat Kinerja Pasca Pelantikan Sekda https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-ajak-semua-pihak-bersatu-perkuat-kinerja-pasca-pelantikan-sekda https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-ajak-semua-pihak-bersatu-perkuat-kinerja-pasca-pelantikan-sekda Pemprov NTB Ajak Semua Pihak Bersatu, Perkuat Kinerja Pasca Pelantikan Sekda

Mataram Amarmedia.co.id– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah, menyusul telah ditetapkannya Sekretaris Daerah (Sekda) definitif berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa penetapan Sekda merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola pemerintahan yang harus disikapi secara konstruktif oleh semua pihak.

“Sekda telah dilantik berdasarkan keputusan Presiden. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan dalam membangun rumah besar kita bersama, yaitu Nusa Tenggara Barat. Mari kita dukung Pak Sekda Abul Chair dengan seluruh kapasitas dan kemampuan yang beliau miliki,” ujar pria yang akrab disapa Aka.

Ia menekankan bahwa dinamika pendapat yang berkembang di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Baik dukungan maupun kritik, menurutnya, memiliki posisi yang sama penting sebagai bagian dari kontrol publik.

“Harapan dan kritik dari masyarakat sama-sama penting. Pemerintah Provinsi NTB menghargai seluruh pandangan yang berkembang sebagai bentuk partisipasi publik dalam memastikan arah pembangunan tetap berada pada jalur yang benar,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, penetapan Sekda definitif ini juga menjawab harapan publik yang dalam beberapa waktu terakhir mendorong agar posisi tersebut segera diisi secara definitif, termasuk untuk memperkuat konsolidasi kepemimpinan birokrasi bersama para kepala perangkat daerah.

Dengan telah lengkapnya struktur kepemimpinan birokrasi, termasuk Sekda definitif dan jajaran perangkat daerah yang telah memiliki kewenangan penuh, maka saat ini merupakan momentum penting untuk mempercepat kerja-kerja pembangunan secara lebih terarah dan terukur.

“Mesin birokrasi kita kini telah lengkap, dengan arah kebijakan yang jelas, serta didukung oleh pimpinan dan perangkat yang memiliki kewenangan penuh. Ini saatnya kita bergerak cepat, bekerja efektif, dan menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat NTB,” lanjutnya.

Aka juga mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan, serta menjadikan perbedaan pandangan sebagai energi positif dalam membangun daerah.

“Perbedaan harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. NTB adalah rumah bersama. Mari kita letakkan kepentingan daerah di atas segalanya, dengan semangat kolaborasi dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terus mengawal, menilai, dan memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan NTB. Setiap masukan adalah bagian penting dari upaya kita mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tutupnya.

]]>
Sat, 11 Apr 2026 20:28:45 +0800 amr
Mi6: Pilkada 2029 Panggung untuk Kader Muda https://amarmedia.co.id/mi6-pilkada-2029-panggung-untuk-kader-muda https://amarmedia.co.id/mi6-pilkada-2029-panggung-untuk-kader-muda Mi6: Pilkada 2029 Panggung untuk Kader Muda

MATARAM.Amarmedia.co.id -Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2029 diprediksi menjadi momentum krusial bagi arah demokrasi di tingkat lokal. Keberanian mendorong kader muda untuk maju sebagai kandidat kepala daerah bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlanjutan demokrasi yang sehat dan adaptif.

”Membuka ruang yang lebih luas bagi kader muda untuk tampil sebagai kandidat kepala daerah, adalah prasyarat utama bagi lahirnya demokrasi yang hidup, adaptif, dan berkelanjutan,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Sabtu (11/4/2026).

Analis politik kawakan NTB yang karib disapa Didu ini menegaskan, tanpa keberanian memberi panggung kepada generasi baru, NTB hanya akan mengulang pola lama yang stagnan, di mana kekuasaan berputar pada figur yang sama, sementara tantangan zaman terus berubah.

”Regenerasi itu nggak cuma pergantian usia. Tetapi pembaruan cara pandang, energi, dan keberanian untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi masa depan daerah,” tandas Didu.

Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini mengungkapkan, tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks. Di sisi lain, tuntutan masyarakat juga kian. Itu sebabnya, kebutuhan akan kepemimpinan daerah yang adaptif, inovatif, dan berintegritas, menjadi semakin mendesak. 

Didu melihat adanya kecenderungan stagnasi dalam kontestasi politik lokal. Hal ini ditunjukkan dengan figur-figur yang sama terus mendominasi panggung Pilkada dari periode ke periode. Kondisi ini, menurutnya, tidak hanya menghambat lahirnya gagasan baru, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas kompetisi politik itu sendiri.

“Jika ruang kontestasi hanya diisi oleh aktor yang sama, maka yang terjadi bukan kompetisi gagasan, melainkan sekadar pengulangan pola. Demokrasi menjadi kehilangan daya dorongnya sebagai mekanisme perubahan,” tandas Didu.

Ia menjelaskan bahwa kader muda memiliki sejumlah keunggulan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi, generasi muda juga cenderung memiliki perspektif yang lebih terbuka terhadap inovasi kebijakan publik. Dalam konteks tata kelola pemerintahan, hal ini menjadi penting mengingat banyaknya persoalan baru yang membutuhkan pendekatan lintas sektor dan berbasis data.

Menurut Didu, generasi muda juga memiliki kedekatan yang lebih kuat dengan kelompok demografis produktif yang saat ini mendominasi struktur penduduk NTB. Hal ini memungkinkan terjadinya komunikasi politik yang lebih efektif, sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam proses pembangunan daerah.

Namun demikian, Didu tak menampik, bahwa jalan bagi kader muda untuk masuk dalam kontestasi Pilkada tidaklah mudah. Salah satu hambatan utama terletak pada mekanisme rekrutmen politik di internal partai yang masih cenderung pragmatis. Partai politik, dalam banyak kasus, lebih memilih mengusung kandidat dengan tingkat popularitas dan elektabilitas yang sudah mapan, ketimbang memberi kesempatan kepada kader muda yang masih dalam tahap membangun basis dukungan.

“Di sinilah letak persoalannya. Partai politik sering kali terjebak dalam logika jangka pendek. Padahal, jika ingin menjaga keberlanjutan organisasi dan demokrasi, mereka harus berani berinvestasi pada kaderisasi,” tegasnya.

Didu menilai bahwa pimpinan partai politik memiliki peran kunci dalam mendorong perubahan ini. Keberanian untuk memberi ruang bagi kader muda harus dibarengi dengan sistem pembinaan yang terstruktur, mulai dari pendidikan politik, penguatan kapasitas kepemimpinan, hingga pemberian panggung dalam berbagai level kontestasi. Tanpa itu, kader muda akan sulit bersaing secara setara dengan kandidat yang telah memiliki modal sosial dan politik yang kuat.

Selain peran partai, Didu juga menyoroti pentingnya sikap legowo dari para tokoh senior. Ia menekankan bahwa dalam tradisi demokrasi yang sehat, regenerasi kepemimpinan harus dipandang sebagai proses alami yang perlu didukung, bukan dihambat. Tokoh senior, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai sekaligus mentor bagi generasi berikutnya.

“Sudah saatnya para senior mengambil peran sebagai pembimbing. Memberikan ruang, membuka akses jaringan, serta mentransfer pengalaman. Ini bukan soal kehilangan panggung ya.... Ini tentang memastikan kesinambungan kepemimpinan,” katanya.

*Dinasti Politik Jadi Tantangan*

Dalam analisis yang lebih tajam, Didu juga mengkritisi masih kuatnya praktik dinasti politik di sejumlah daerah. Ia menilai bahwa fenomena tersebut menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang kompetisi bagi kader muda. Ketika akses terhadap kekuasaan hanya berputar di lingkar keluarga tertentu, maka prinsip meritokrasi menjadi sulit mewujud.

“Dinasti politik harusnya tentang bagaimana peluang itu didistribusikan. Jika sejak awal sudah tidak setara, maka hasil akhirnya pun sulit mencerminkan kualitas terbaik,” ujarnya.

Menurut Didu, praktik dinasti politik juga berpotensi melemahkan akuntabilitas publik. Kedekatan personal dalam lingkar kekuasaan dapat mengaburkan mekanisme kontrol, sehingga membuka ruang bagi penyalahgunaan wewenang. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi demokrasi.

Ia menegaskan bahwa Pilkada 2029 harus menjadi titik balik untuk mengurangi dominasi dinasti politik. Hal ini, menurutnya, dapat dilakukan melalui kombinasi antara reformasi internal partai, peningkatan literasi politik masyarakat, serta penguatan regulasi yang mendorong kompetisi yang lebih adil.

Selain isu regenerasi dan dinasti politik, Didu juga menyoroti pentingnya pendekatan representasi dalam menentukan pasangan calon kepala daerah. Dalam konteks NTB yang sangat majemuk, ia menilai bahwa komposisi pasangan calon yang mencerminkan keberagaman sosial, termasuk suku dan kelompok masyarakat, menjadi faktor penting dalam membangun legitimasi politik.

“Perpaduan latar belakang dalam pasangan kepala daerah harus kita akui menjadi simbol komitmen terhadap inklusivitas. Ini penting untuk menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman,” jelasnya.

Namun demikian, Didu mengingatkan bahwa pendekatan ini tidak boleh berhenti pada aspek simbolik semata. Representasi yang dibangun harus memiliki basis substantif, di mana masing-masing kandidat benar-benar memahami dan mampu memperjuangkan kepentingan kelompok yang diwakilinya. Tanpa itu, representasi hanya akan menjadi alat politik yang dangkal dan tidak berdampak pada kualitas kebijakan.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa perpaduan latar belakang dalam pasangan kepala daerah juga dapat memperkaya perspektif dalam proses pengambilan keputusan. Dengan adanya keberagaman pengalaman dan sudut pandang, kebijakan yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.

Dalam konteks yang lebih luas, Didu melihat bahwa keberhasilan mendorong kader muda dalam Pilkada 2029 akan sangat ditentukan oleh sinergi antara berbagai aktor, mulai dari partai politik, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga media. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem politik yang mendukung tumbuhnya kepemimpinan muda yang berkualitas.

“Ini bukan hanya tugas satu pihak. Semua elemen harus bergerak bersama. Kita perlu menciptakan ruang yang memungkinkan kader muda tumbuh, belajar, dan berkompetisi secara sehat. Dan kabar gembiranya, kita masih punya waktu untuk mewujudkan ini hingga 2029 mendatang,” ujarnya.

Karena itu, Didu mendorong agar masyarakat, khususnya pemilih muda, lebih aktif dalam mengawal proses demokrasi. Partisipasi yang kritis dan rasional dinilai menjadi kunci untuk memastikan bahwa kandidat yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas dan integritas yang dibutuhkan.

”Jika kita ingin demokrasi daerah kita lebih berkualitas, maka kita harus berani berubah. Memberi ruang bagi kader muda sebuah keharusan. Tanpa itu, kita hanya akan terjebak dalam siklus lama yang tidak membawa kemajuan berarti,” pungkasnya. (Didu)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 14:30:31 +0800 amr
Hadiri Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Sekda Sumbawa Dorong Percepatan Sertifikasi Aset dan Sinkronisasi Tata Ruang https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-bersama-menteri-atrbpn-sekda-sumbawa-dorong-percepatan-sertifikasi-aset-dan-sinkronisasi-tata-ruang https://amarmedia.co.id/hadiri-rakor-bersama-menteri-atrbpn-sekda-sumbawa-dorong-percepatan-sertifikasi-aset-dan-sinkronisasi-tata-ruang Hadiri Rakor Bersama Menteri ATR/BPN, Sekda Sumbawa Dorong Percepatan Sertifikasi Aset dan Sinkronisasi Tata Ruang

Mataram.Amarmedia.co.id– Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP mewakili Bupati Sumbawa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) strategis antara Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan Kepala Daerah serta kepala Bappeda se-Provinsi NTB. Acara yang dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, ini berlangsung di Ruang Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (10/04/2026).

Rakor ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi pemerintah pusat, terutama dalam menghadapi tantangan agraria yang kian kompleks.

Kepada amarmedia.co.id, Doktor Budi akrab disapa menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan ruang diskusi terbuka yang sangat berharga bagi pemerintah kabupaten. Menurutnya, arahan langsung dari Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, sangat dibutuhkan untuk mengurai sumbatan persoalan tata ruang di tingkat lokal.

"Ini menjadi wadah bagi kami untuk menyampaikan aspirasi dan kendala nyata di lapangan. Kami mendapatkan arahan langsung guna menyelesaikan persoalan tata ruang dan pertanahan agar sinkron dengan visi pembangunan nasional," ujar Doktor Budi

Sekda menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa fokus pada tiga isu utama yang menjadi perhatian Menteri pelayanan pertanahan, penataan ruang, serta pengendalian alih fungsi lahan.

Menanggapi arahan Gubernur mengenai ketahanan pangan dan sertifikasi aset, Sekda memaparkan kondisi spesifik yang dihadapi Kabupaten Sumbawa. Sebagai lumbung pangan di NTB, Sumbawa menghadapi dilema antara akselerasi investasi industri dan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Dengan masuknya berbagai investasi besar di sektor pertanian dan peternakan terintegrasi, pemetaan tata ruang yang presisi sangat mendesak agar lahan produktif tidak tergerus secara liar.

Selaras dengan komitmen Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa juga tengah memacu sertifikasi aset-aset daerah guna memperkuat administrasi dan nilai ekuitas pemerintah daerah.

Sinkronisasi tata ruang kabupaten menjadi kunci agar para investor yang masuk ke Sumbawa memiliki kepastian hukum, sehingga tidak ada hambatan administratif di masa mendatang.

Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Dikatakannya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam arahannya menekankan bahwa pengendalian alih fungsi lahan adalah kunci mutlak. Hal ini senada dengan langkah proaktif yang ingin diambil Pemkab Sumbawa dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sambil tetap membuka diri terhadap industri.

"Langkah percepatan sertifikasi aset dan sinkronisasi tata ruang ini sangat penting sebagai dasar penguatan nilai daerah dan dukungan terhadap skema pembiayaan pembangunan ke depan," tambah Sekda.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Dengan tata ruang yang rapi dan status lahan yang jelas, Kabupaten Sumbawa optimis dapat meningkatkan daya saing investasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan produktivitas petani.(AM)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 14:07:59 +0800 amr
Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN Bahas Sinkronisasi Tata Ruang, Pengamanan Aset Daerah, dan Pengendalian Lahan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-kementerian-atrbpn-bahas-sinkronisasi-tata-ruang-pengamanan-aset-daerah-dan-pengendalian-lahan https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-dan-kementerian-atrbpn-bahas-sinkronisasi-tata-ruang-pengamanan-aset-daerah-dan-pengendalian-lahan Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN Bahas Sinkronisasi Tata Ruang, Pengamanan Aset Daerah, dan Pengendalian Lahan

Mataram.Amarmedia.co.id, 10 April 2026 – Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal membuka acara Rapat Koordinasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta seluruh Kepala Daerah se-NTB yang berlangsung di Ruang Tambora Kantor Gubernur NTB, Jum’at (10/04).

Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa tata ruang merupakan instrumen krusial yang menjadi titik tolak bagi berbagai kebijakan di bidang investasi, pembangunan, dan sosial.

"Saat ini, pemerintah pusat telah menetapkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri, khususnya dalam penyesuaian tata ruang yang belum sepenuhnya siap untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, termasuk pengembangan industri terkait," ujar Gubernur NTB.

Menyikapi kekhawatiran terkait terhambatnya pembangunan akibat belum sinkronnya tata ruang antara provinsi dan kabupaten/kota, Pemprov NTB telah mengambil langkah proaktif. Pemerintah provinsi secara terbuka telah mengundang para investor untuk berdiskusi dan menyampaikan kebutuhan mereka, termasuk memetakan kemungkinan revisi tata ruang yang perlu diakomodasi dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pelaku usaha.

Selain fokus pada isu tata ruang, Rapat Koordinasi ini juga menjadi momentum penting bagi pengamanan aset daerah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov NTB dan Kementerian ATR/BPN.

Gubernur memaparkan bahwa dari total lebih dari 1.400 aset yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi NTB, saat ini baru sekitar 20% yang telah memiliki sertifikat resmi.

"Ke depan, melalui sensus aset yang telah kita lakukan, kita akan mempercepat proses sertifikasi sebagai dasar penguatan nilai ekuitas pemerintah daerah. Hal ini menjadi sangat penting, terutama dalam rangka mendukung berbagai skema pembiayaan pembangunan ke depan," tegasnya.

Melalui kehadiran Menteri ATR/BPN, Pemprov NTB berharap forum koordinasi ini dapat menjadi ruang diskusi terbuka bagi para wali kota, bupati, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyampaikan aspirasi dan kendala di lapangan, sekaligus mendapatkan arahan langsung dari pemerintah pusat guna menyelesaikan berbagai persoalan tata ruang dan pertanahan di Nusa Tenggara Barat.

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam arahannya menyampaikan bahwa terdapat tiga isu utama yang menjadi perhatian pihaknya, yakni persoalan pertanahan, tata ruang, serta alih fungsi lahan.

“Kami fokus pada tiga hal. Pertama isu pertanahan, kedua tata ruang secara umum, dan ketiga terkait alih fungsi lahan yang harus dikendalikan,” tegas Nusron.

Menteri Nusron juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan dan perlindungan lahan, khususnya dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional. Pengendalian alih fungsi lahan, menurutnya, adalah kunci mutlak agar kebijakan strategis dapat berjalan selaras tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan hidup serta produktivitas sektor pertanian.

Pertemuan strategis ini diharapkan menjadi langkah maju dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB, guna mengurai berbagai tantangan agraria dan tata ruang secara komprehensif demi kemajuan daerah. (AM)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 13:33:34 +0800 amr
Optimalkan PAD, Kepala Samsat Sumbawa Puji Inovasi Samsat Night Bapenda dan Rencana Drive Thru Alas https://amarmedia.co.id/optimalkan-pad-kepala-samsat-sumbawa-puji-inovasi-samsat-night-bapenda-dan-rencana-drive-thru-alas https://amarmedia.co.id/optimalkan-pad-kepala-samsat-sumbawa-puji-inovasi-samsat-night-bapenda-dan-rencana-drive-thru-alas Optimalkan PAD, Kepala Samsat Sumbawa Puji Inovasi Samsat Night dan Rencana Drive Thru Alas

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Kepala Samsat Sumbawa, Syaharuddin, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan pelayanan yang terus dilakukan oleh jajaran Bapenda Sumbawa. Salah satunya melalui kegiatan Samsat Night yang digelar di area Car Free Night (CFN) Lapangan Pahlawan malam ini.

Syaharuddin menegaskan bahwa inisiatif jemput bola ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas instansi untuk mempermudah masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajaknya.

Dalam keterangannya, Sabtu 11 April 2026, Syaharuddin Daeng akrab disapa merasa bangga dengan sinergi yang terbangun. Baginya, memberikan kemudahan akses layanan adalah kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Mantap Bapenda Sumbawa beserta jajarannya. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kolaborasi bersama Samsat Sumbawa untuk memberi apresiasi dan hadiah kepada masyarakat yang membayar pajak kendaraannya di kegiatan CFN nanti malam," ungkap Syahruddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran Samsat di tengah pusat keramaian merupakan strategi penting dalam memajukan daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Hal ini bagian dari bentuk kontribusi dalam rangka optimalisasi PAD dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Terima kasih Pak Kabid dan jajaran atas supportnya di giat CFN malam nanti," tambahnya.

Layanan STNK 5 Tahun di Alas: Didukung Dana Sharing Opsen

Selain fokus pada kegiatan malam nanti, Syaharuddin juga membawa kabar baik mengenai peningkatan infrastruktur layanan di wilayah Sumbawa. Rencana perluasan layanan administrasi kendaraan, khususnya perpanjangan STNK 5 tahun, kini sudah memasuki tahap persiapan akhir.

Layanan ini telah mendapatkan persetujuan (ACC) dari Dirlantas Polda NTB. Menariknya, pemenuhan infrastruktur pendukung untuk layanan ini akan disokong penuh melalui skema dana sharing Opsen dari Bapenda Kabupaten Sumbawa.

"Insya Allah, bulan Agustus mendatang kita akan melakukan launching pelaksanaan layanan STNK 5 tahun di Drive Thru Alas. Terkait infrastruktur pelayanannya, akan disuport oleh Bapenda Kabupaten Sumbawa melalui dana sharing Opsen," jelas Syaharuddin.

Pemanfaatan dana Opsen ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik. Dengan adanya layanan di Alas, masyarakat di wilayah barat Sumbawa seperti alas Barat, Rhee, Utan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke kota Sumbawa Besar untuk mengurus siklus lima tahunan kendaraan mereka.

"Saat ini kita tinggal menunggu persiapan perangkat pendukungnya saja. Harapannya, ini menjadi kado bagi masyarakat untuk pelayanan yang lebih cepat dan dekat. Gass Pull! pungkasnya.

]]>
Sat, 11 Apr 2026 13:17:47 +0800 amr
Sambil Menikmati CFN, Yuk Bayar Pajak Kendaraan di Samsat Night Lapangan Pahlawan Sumbawa ! https://amarmedia.co.id/sambil-menikmati-cfn-yuk-bayar-pajak-kendaraan-di-samsat-night-lapangan-pahlawan-sumbawa https://amarmedia.co.id/sambil-menikmati-cfn-yuk-bayar-pajak-kendaraan-di-samsat-night-lapangan-pahlawan-sumbawa Sambil Menimati CFN, Yuk Bayar Pajak Kendaraan di Samsat Night Lapangan Pahlawan Sumbawa!

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Ada kabar gembira bagi warga Sumbawa yang ingin mengurus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus mengganggu jam kerja. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalui layanan Samsat Night kembali hadir menyapa masyarakat di lokasi Car Free Night (CFN) Lapangan Pahlawan nanti malam (11/4)

Layanan jemput bola ini sengaja dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi para pemilik kendaraan yang sibuk di siang hari, sekaligus memberikan suasana bayar pajak yang lebih santai sambil menikmati hiburan malam minggu.

Bapenda tidak hanya memberikan kemudahan akses, tetapi juga menyiapkan kejutan khusus bagi para wajib pajak yang taat. 

Kepada awak media, Sabtu 11 April 2026, mewakili kepala Bapenda Sumbawa melalui Kabid Penagihan dan pemeriksaan Pajak, Muhammad Yakub, SE, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan momen ini. Ia menekankan bahwa kepatuhan membayar pajak akan langsung diganjar dengan apresiasi kecil namun berkesan.

 "Ayo bayar Pajak Kendaraan Bermotor anda nanti malam di Samsat Night lokasi CFN Lapangan Pahlawan. Sebagai bentuk apresiasi, kami memberikan hadiah souvenir menarik atas pembayaran PKB anda di stand Layanan Samsat Keliling," ujar Jakub.

Kenapa Harus ke Samsat Night? karena Praktis."Tidak perlu mengantre lama di kantor induk pada jam kerja, Lokasi Strategis Berada di pusat keramaian CFN Lapangan Pahlawan Sumbawa, bisa sambil jalan-jalan atau kulineran. Menarik lagi, ada Hadiah Langsung. Khusus malam ini, ada souvenir cantik menanti Anda di stand" ujarnya.

Ia mengingatkan untuk warga yang ingin membayar agar jangan lupa membawa dokumen persyaratan seperti STNK asli dan KTP asli sesuai nama di STNK untuk mempercepat proses layanan.

"Sampai jumpa nanti malam di Lapangan Pahlawan! Mari menjadi warga bijak yang taat pajak demi pembangunan daerah yang lebih baik" pungkasnya

Kolaborasi Kuat demi Optimalisasi PAD

Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Samsat Sumbawa, Syahruddin, SE. Beliau menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kolaborasi antar instansi untuk mempermudah masyarakat sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Mantap Bapenda Sumbawa beserta jajarannya. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kolaborasi bersama Samsat Sumbawa untuk memberi apresiasi dan hadiah kepada masyarakat yang membayar pajak kendaraannya di kegiatan CFN nanti malam," ungkap Syahruddin.

Lebih lanjut, Syahruddin menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting dalam memajukan daerah.

"Hal ini bagian dari bentuk kontribusi dalam rangka optimalisasi PAD dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Terima kasih Pak Kabid dan jajaran atas support-nya di giat CFN nanti malam " tambahnya.  (AM)

]]>
Sat, 11 Apr 2026 09:27:39 +0800 amr
Polsek Labuan Badas Ringkus Pencuri Inventaris Sekolah, Keluarga Pelaku Turut Bantu Polisi https://amarmedia.co.id/polsek-labuan-badas-ringkus-pencuri-inventaris-sekolah-keluarga-pelaku-turut-bantu-polisi https://amarmedia.co.id/polsek-labuan-badas-ringkus-pencuri-inventaris-sekolah-keluarga-pelaku-turut-bantu-polisi Polsek Labuan Badas Ringkus Pencuri Inventaris Sekolah, Keluarga Pelaku Turut Bantu Polisi

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id- Pelarian terduga pelaku pencurian inventaris milik SDN Badas berinisial DS (18) akhirnya terhenti. Personel Polsek Labuan Badas berhasil mengamankan pelaku di depan Kantor KUA Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Kamis malam (09/04/2026).

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan Kepala Sekolah SDN Badas, Ibu Dwi Handayani, pada 25 Maret 2026 lalu. Berdasarkan olah TKP, pelaku diduga masuk ke ruang guru melalui lubang ventilasi jendela, membongkar lemari, serta menggasak satu set panci dan sebuah unit kipas angin.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Labuan Badas Iptu Eko Riyono, S.H.,M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan penangkapan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat, khususnya keluarga pelaku sendiri.

"Kami mendapatkan informasi krusial dari paman pelaku mengenai keberadaan keponakannya. Pihak keluarga mengaku merasa jengkel dan malu atas perilaku pelaku yang selama ini meresahkan, sehingga mereka memilih kooperatif dengan pihak kepolisian," jelas Kapolsek.

Mendapat informasi tersebut, Aiptu Gunardi langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud. Sekitar pukul 20.02 WITA, pelaku berhasil ditemukan dan diamankan tanpa perlawanan untuk kemudian dibawa ke Mapolsek Labuan Badas guna proses penyidikan lebih lanjut.

Setelah mengamankan pelaku, tim langsung melakukan pengembangan dan berhasil menyita barang bukti berupa satu unit kipas angin dari tangan seorang warga di Dusun Badas yang menjadi tempat pelaku menjual barang hasil curiannya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pemuda asal Desa Mokong ini ternyata sudah melakukan aksi pencurian lebih dari satu kali di lokasi berbeda. Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku." ujar Iptu Eko Riyono.

Situasi di wilayah hukum Polsek Labuan Badas pasca penangkapan terpantau aman dan kondusif. Polri mengapresiasi keberanian keluarga pelaku yang turut membantu penegakan hukum demi ketertiban lingkungan. (AM)

]]>
Fri, 10 Apr 2026 18:27:52 +0800 amr
Safari Syawal di Masjid Al&Ihsan Samapuin, Prof. Din Syamsuddin Serukan Ukhuwah Islamiyah: Jangan Mau Diadu Domba! https://amarmedia.co.id/safari-syawal-di-masjid-al-ihsan-samapuin-prof-din-syamsuddin-serukan-ukhuwah-islamiyah-jangan-mau-diadu-domba https://amarmedia.co.id/safari-syawal-di-masjid-al-ihsan-samapuin-prof-din-syamsuddin-serukan-ukhuwah-islamiyah-jangan-mau-diadu-domba Safari Syawal di Masjid Al-Ihsan Samapuin, Prof. Din Syamsuddin Serukan Ukhuwah Islamiyah: Jangan Mau Diadu Domba!

Sumbawa Besar.Amaredia.co.id – Masjid Al-Ihsan, Kelurahan Samapuin, menjadi saksi hangatnya silaturahim antara tokoh ulama internasional, Prof.Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A., dengan warga setempat pada momentum Halalbihalal, Jumat (10/4/2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., tokoh masyarakat Dr. A. Rachman Alamudy, Kapolsek Sumbawa, serta Babinsa Samapuin Ketua dan Sekretaris LPM Samapuin, Achmad Fachri SH dan Abdul Ma'ruf Rahmat. Kehadiran Prof. Din yang juga merupakan putra daerah kebanggaan Sumbawa ini disambut antusias oleh jamaah yang memadati masjid.

Dalam tausiyahnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus mantan Ketua Umum MUI Pusat ini berbagi kisah perjalanan hidupnya yang melintasi berbagai organisasi besar di Indonesia. Lahir dan besar di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), namun kemudian dipercaya memimpin Muhammadiyah, Prof. Din menegaskan bahwa perbedaan organisasi bukanlah alasan untuk berpecah belah.

"Organisasi itu hanyalah alat perjuangan, bukan tujuan (ghoyah). Tujuannya sama: Izzul Islam wal Muslimin, kejayaan Islam dan umat Islam. Jangan sampai perbedaan organisasi menjadi bahan pertentangan di antara kita," pesan Prof. Din di hadapan warga Samapuin.

Pengasuh dan pendiri PMI Dea Malela ini  mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap upaya adu domba yang sering kali merusak persatuan umat, terutama di tingkat akar rumput. Prof. Din menekankan pentingnya menjaga kerukunan seperti kaum Muhajirin dan Ansar di Madinah yang disatukan oleh iman.

Pesan Persatuan Dunia Islam dari Samapuin Sumbawa

Tidak hanya bicara soal lokal, Prof. Din juga menyampaikan kegelisahannya terhadap kondisi dunia Islam saat ini, khususnya agresi yang menimpa Iran dan Palestina. Beliau mengungkapkan sedang memprakarsai sebuah dokumen mendesak terkait persatuan umat Islam sedunia untuk peradaban baru.

"Kami sedang menyusun pesan kepada seluruh dunia agar umat Islam bersatu menghadapi tantangan global. Tidak saatnya lagi kita mempersoalkan perbedaan kecil di saat saudara-saudara kita menghadapi ujian berat," tambahnya.

Motivasi untuk Anak Muda: "Dulu Saya Penjual Pisang Goreng"

Suasana menjadi cair saat Prof. Din memberikan motivasi kepada anak-anak Kelurahan Samapuin. Dengan rendah hati, beliau menceritakan masa kecilnya yang penuh perjuangan.

"Saya ini orang kampung, dulu pernah jual pisang goreng. Tapi jangan pernah menyerah. Saya dorong anak-anak di Samapuin untuk terus belajar, jangan hanya tamat SD. Gantungkan cita-citamu setinggi langit," ujar tokoh yang dikenal luas di kancah internasional ini.

Sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, acara ditutup dengan pemberian surprise doorprize kepada anak-anak kelas 6 SD yang hadir. Prof. Din berharap dari Kelurahan Samapuin akan lahir generasi-generasi hebat yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap memiliki akar spiritual yang kuat.

Acara Halalbihalal ini ditutup ramah tamah antar warga, memperkuat komitmen masyarakat Samapuin untuk menjaga semangat kerukunan dan persatuan. (AM)

Penulis: Abdul Ma'ruf Rahmat

]]>
Fri, 10 Apr 2026 17:58:10 +0800 amr
Launching Desa Sadar Zakat, BAZNAS Terima Zakat Sapi Warga Brang Kolong https://amarmedia.co.id/launching-desa-sadar-zakat-baznas-terima-zakat-sapi-warga-brang-kolong https://amarmedia.co.id/launching-desa-sadar-zakat-baznas-terima-zakat-sapi-warga-brang-kolong Launching Desa Sadar Zakat, BAZNAS Terima Zakat Sapi Warga Brang Kolong

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 10 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama BAZNAS Kabupaten Sumbawa resmi melaksanakan launching Program Desa Sadar Zakat yang dipusatkan di Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Muttaqin pada Jumat (10/4/2026) usai pelaksanaan salat Jumat dan dihadiri ratusan masyarakat serta unsur pemerintah daerah.

Launching program ini dihadiri langsung oleh Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sumbawa. Dihadiri pula doleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov, Kepala Kementerian Haji dan Umroh H. Ardi Suzami, S.Hi., M.M.Inov. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong penguatan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Desa Brang Kolong ditetapkan sebagai salah satu pilot project Desa Sadar Zakat di Kabupaten Sumbawa. Penetapan ini menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan zakat berbasis desa yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program di wilayahnya. Ia menilai bahwa Desa Sadar Zakat merupakan inovasi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban zakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat. Ia berharap program ini mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Plampang maupun di Kabupaten Sumbawa secara umum.

Selanjutnya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan laporan terkait kondisi dan potensi zakat di daerah. Ia mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa sangat besar, terutama dari sektor pertanian dan peternakan, namun masih perlu dioptimalkan melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis masyarakat.

Program Desa Sadar Zakat, lanjutnya, menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi zakat sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat yang dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Sebelum sambutan Bupati, dilakukan penyerahan bantuan dari BAZNAS kepada Masjid Al-Muttaqin sebesar Rp10.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang berpusat di masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan konsumtif kepada 100 mustahik di Desa Brang Kolong. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Momen launching semakin bermakna dengan adanya partisipasi langsung dari masyarakat dalam menunaikan zakat. Salah satu warga, Sahabuddin, menyerahkan zakat berupa satu ekor sapi kepada BAZNAS. Selain zakat ternak, masyarakat juga menyerahkan zakat dalam bentuk gabah dan bawang merah sebagai hasil pertanian.

Penyerahan zakat secara langsung ini menjadi simbol kuat tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa program yang diluncurkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diimplementasikan oleh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa melalui Program Desa Sadar Zakat, pemerintah daerah ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat agar zakat dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata.

“Zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga berharap Desa Brang Kolong dapat menjadi contoh sukses yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Ia mengajak seluruh kepala desa untuk aktif berperan dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung pengelolaan zakat di wilayah masing-masing.

Kepala Desa Brang Kolong, H. Ahmad, SH, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan serta komitmennya untuk menjadikan desanya sebagai model Desa Sadar Zakat yang berhasil.

Menurutnya, program ini membuka peluang besar dalam meningkatkan kepedulian sosial masyarakat serta memperkuat nilai kebersamaan. Ia juga optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

Antusiasme juga terlihat dari para kepala desa se-Kabupaten Sumbawa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengadopsi program serupa di desa masing-masing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran ratusan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti tingginya dukungan terhadap Program Desa Sadar Zakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Sumbawa.

Launching Desa Sadar Zakat di Desa Brang Kolong tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi titik awal gerakan bersama dalam membangun kesadaran zakat di tingkat desa. Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menunaikan zakat, sehingga potensi zakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat.(AM)

]]>
Fri, 10 Apr 2026 17:45:30 +0800 amr
Perkuat Soliditas dan Pelayanan, Kapolres Sumbawa Gelar Kunjungan Kerja ke Polsek Utan, Rhee, dan Sumbawa https://amarmedia.co.id/perkuat-soliditas-dan-pelayanan-kapolres-sumbawa-gelar-kunjungan-kerja-ke-polsek-utan-rhee-dan-sumbawa https://amarmedia.co.id/perkuat-soliditas-dan-pelayanan-kapolres-sumbawa-gelar-kunjungan-kerja-ke-polsek-utan-rhee-dan-sumbawa Perkuat Soliditas dan Pelayanan, Kapolres Sumbawa Gelar Kunjungan Kerja ke Polsek Utan, Rhee, dan Sumbawa

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id-- Dalam upaya memastikan kesiapan operasional serta memberikan motivasi langsung kepada personel di tingkat kewilayahan, Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melaksanakan rangkaian kunjungan kerja (Kunker) ke tiga Polsek jajaran, yakni Polsek Utan, Polsek Rhee, dan Polsek Sumbawa, pada Rabu (08/04/2026).

Didampingi Wakapolres Sumbawa KOMPOL Didik Harianto, S.H., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sumbawa, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melakukan pengawasan, pembinaan, sekaligus silaturahmi tatap muka bersama seluruh personel di garis depan.

Mengawali agenda di setiap Polsek, Kapolres Sumbawa melakukan pengecekan mendalam terhadap kondisi fisik Markas Komando (Mako). Pemeriksaan meliputi kebersihan ruang kerja, kelayakan sarana prasarana pelayanan publik, hingga kondisi kamar sel tahanan.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung tugas kepolisian berada dalam kondisi prima untuk memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum maupun administrasi.

Dalam sesi tatap muka, AKBP Marieta menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi anggota yang tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun di tengah keterbatasan jumlah personel. Ia menegaskan bahwa pimpinan Polres Sumbawa terus berupaya mengusulkan penambahan anggota ke tingkat Polda serta memperjuangkan peningkatan status Polsek Sumbawa menjadi Prarular.

Beberapa poin penekanan utama yang disampaikan Kapolres dalam arahannya antara lain, Gardu terdepan Polri di desa diharapkan terus memperkuat komunikasi dengan perangkat desa/kelurahan serta merawat kendaraan dinas dengan baik menggunakan dana operasional yang tersedia, Tegasan keras diberikan agar tidak ada satu pun personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Integritas adalah harga mati dalam menjaga nama baik institusi, Seluruh anggota diminta memahami regulasi terbaru, termasuk implementasi KUHP yang baru, guna menghindari kesalahan prosedur dalam penegakan hukum di lapangan.

Kapolres menekankan pentingnya kerja sama antar-fungsi. "Hilangkan ego sektoral. Setiap fungsi harus saling mendukung karena kita adalah satu kesatuan yang bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat," tegasnya.

Selain memberikan arahan, kunjungan ini juga digunakan untuk menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi personel di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi selama kunjungan, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Utan, Rhee, dan Sumbawa secara umum berada dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berakhir pada sore hari di Mapolsek Sumbawa. Seluruh prosesi kunjungan kerja dan tatap muka berjalan dengan aman, lancar, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas internal Polres Sumbawa. (MA)

]]>
Thu, 09 Apr 2026 21:48:41 +0800 amr
Lantik Sekda NTB, Gubernur Ajak Bangun NTB secara Bersama&sama https://amarmedia.co.id/lantik-sekda-ntb-gubernur-ajak-bangun-ntb-secara-bersama-sama https://amarmedia.co.id/lantik-sekda-ntb-gubernur-ajak-bangun-ntb-secara-bersama-sama Lantik Sekda NTB, Gubernur Ajak Bangun NTB secara Bersama-sama 

Mataram.Amarmedia.co.id- Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal secara resmi melantik Abul Chair, Ak sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Kamis 09 April 2026. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 29/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan pada 17 Maret 2026.

"Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan," ucap gubernur melantik.

Miq Iqbal sapaan Gubernur NTB mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam terdapat ibadah sholat dilakukan secara berjamaah. Sholat yang dilakukan sendiri-sendiri akan mendapatkan pahala hanya satu tetapi kalau dilakukan secara berjamaah maka pahalanya dua puluh tujuh kali lipat. Untuk itu, membangun NTB harus dilakukan berjamaah dan kolaborasi bersama. 

"Mari kita berjamaah untuk membangun NTB, sehingga kita mendapatkan 27 kali lipat pahalanya. Mudah-mudahan niat baik dan ikhtiar membangun NTB ke depan diridhoi, diberkahi dan dimudahkan oleh Allah SWT," harap Miq Iqbal.

Miq Iqbal menyampaikan ucapan selamat kepada Sekda NTB yang baru dilantik, semoga ini menjadi awal yang baik mewujudkan tata kelola birokrasi yang lebih terarah. Gubernur mengakui bahwa selama setahun ini dirinya belum maksimal membangun networking di luar karena harus berkantor setiap hari disebabkan belum adanya Sekda NTB Definitif. Sehingga agenda besar di luar daerah belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. 

"Alhamdulillah hari ini kita sudah punya Sekda. Pak sekda nanti kita jarang bertemu karena saya harus banyak kegiatan diluar untuk mengkonsolidasikan program kita NTB. Nanti pak Sekda yang mengurus NTB dari dalam," ungkap Miq Iqbal 

Gubernur mengungkapkan bahwa roda kepemimpinan sudah berjalan selama setahun dan alhamdulillah pemerintah Provinsi NTB sudah membangun pondasi yang cukup kuat. Miq Iqbal memilih membangun NTB tidak untuk berlari dengan suasana rapuh. Beliau memilih berlari sedikit lebih pelan tetapi dengan pondasi yang kuat.

"Bapak sekarang sudah dilantik hari ini insyaallah pondasi kita sudah cukup kuat untuk melangkah," tegasnya dengan bangga

Miq Iqbal juga menambahkan bahwa siapapun yang mencintai tanah ini, siapapun yang mencintai provinsi ini maka dia adalah orang NTB. Karena itu, selamat datang dan jadilah warga NTB yang merupakan bagian dari keluarga besar kami di NTB. Gubernur yakin bahwa siapa pun yang pernah ke NTB pasti akan merasa aman. 

"Kita sama-sama mencintai NTB dan mengabdi untuk membangun NTB ke depannya. Saya yakin budaya latar belakang bapak dengan budaya kami di NTB tidak jauh sehingga tidak sulit buat bapak untuk mencintai NTB seperti bapak mencintai tanah kampung halaman bapak sendiri," harap Miq Iqbal pada Sekda NTB yang baru.

Seperti diketahui, Sekda NTB, Abul Chair yang dilantik hari ini merupakan pria kelahiran Madura dan menjabat sebagai kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur.

Dalam pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua DPRD NTB, Forkompinda Provinsi NTB serta seluruh Kepala OPD Lingkup Pemerintah Provinsi NTB. (Manikpkominfo)

]]>
Thu, 09 Apr 2026 21:39:39 +0800 amr
Gen ‘Zero Post’: Tidak Posting, Bukan Tidak Aktif https://amarmedia.co.id/gen-zero-post-tidak-posting-bukan-tidak-aktif https://amarmedia.co.id/gen-zero-post-tidak-posting-bukan-tidak-aktif Gen ‘Zero Post’: Tidak Posting, Bukan Tidak Aktif

Oleh Asmediati

BAGI saya, perilaku Generasi Z di media sosial itu unik. Mereka punya akun di berbagai platform, khususnya Instagram, tapi sebagian akun itu sepi. Nyaris tanpa unggahan. ‘Zero post’.

Bahkan, tak jarang konten yang sempat dibagikan justru dihapus kembali.

Berbeda dengan Gen Milenial atau X. Media sosial mereka ramai oleh foto, status, dan cerita personal. Perilaku Gen Milenial atau X ingin terlihat, sementara Gen Z ingin melihat tanpa terlihat.

Kalaupun sesekali terlihat, lebih sering unggahan Gen Z tak terlihat.

Sudah pasti, tak terlihat di situ bukan berarti Gen Z tidak aktif. Mereka generasi ‘digital natif’ yang sulit melepaskan ponsel dari genggamannya. Kepala mereka sering menunduk. Jari mereka terus menggulir layar, teliti melihat atau membaca sebuah konten yang ditemukan, menyukai, menyimpan, mengikuti tren, dan lainnya.

Mereka ada, tapi seolah tak ada.

Fenomena ‘zero post’ bukan istilah akademik yang baku, tapi cukup populer dalam membaca perilaku digital Generasi Z, bahkan Generasi Alpha. 

Istilah ini merujuk pada akun yang hampir tidak pernah memposting apa pun di ‘feed’ media sosial mereka. Kosong. Atau hanya menyisakan satu-dua unggahan lama sebagai penanda bahwa akun itu pernah membagikan konten.

Gen Z dan Alpha tetap konsumen aktif. Mereka menonton video pendek, membaca komentar, mengikuti isu, bahkan terlibat dalam percakapan, tapi lebih sering melalui ruang privat seperti pesan langsung atau grup kecil sesama mereka.

Ada beberapa lapis alasan yang menjelaskan mengapa generasi ini memilih jalan “tidak terlihat”. 

Mereka sadar akan privasi. 

Generasi Z tumbuh bukan dalam euforia awal media sosial, melainkan dalam fase ketika risiko digital sudah nyata seperti kebocoran data, perundungan daring, hingga jejak digital yang bisa menghantui masa depan.

Mereka belajar dari generasi sebelumnya yang terlalu mudah berbagi. Prinsipnya, apa yang tidak diunggah, tidak bisa disalahgunakan.

Alasan lain adalah tekanan sosial yang kian halus tetapi kuat. 

Media sosial bukan lagi sekadar ruang berbagi, tapi juga arena kurasi diri. Hidup terasa seperti panggung yang menuntut kesempurnaan. Harus bahagia, harus produktif, atau harus menarik. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit yang memilih mundur. Bukan keluar dari media sosial, tapi keluar dari tuntutan untuk tampil.

Selain itu, terjadi kelelahan digital. Arus informasi yang tak pernah berhenti melahirkan kejenuhan. Setiap hari ada tren baru, standar baru, bahkan kecemasan baru. Dalam situasi seperti itu, menjadi penonton terasa lebih ringan daripada menjadi pencipta. Konsumsi lebih nyaman daripada produksi.

Berikutnya, pergeseran ruang ekspresi. Banyak dari mereka sebenarnya tetap aktif, tapi tidak di ruang publik. Mereka memiliki akun kedua, akun privat, atau lingkaran kecil tempat mereka merasa lebih nyaman dan aman. 

Di sana, mereka bisa lebih jujur, lebih cair, tanpa tekanan audiens yang luas.

Dengan kata lain, mereka tidak berhenti berekspresi. Mereka hanya memindahkan panggungnya.

Fenomena ini juga bisa dibaca sebagai kritik diam-diam terhadap budaya media sosial itu sendiri. Setelah era ‘over-sharing’, di mana segala hal dibagikan, dari yang remeh hingga yang intim, lahir generasi yang justru memilih menyaring, bahkan menahan diri.

Ada semacam kesadaran baru bahwa eksistensi tidak selalu harus terlihat. Bahwa nilai diri tidak harus ditentukan oleh jumlah unggahan, jumlah suka, atau jumlah pengikut.

Dalam konteks ini, ‘zero post’ bukanlah ketiadaan, melainkan pilihan.

Ya, pilihan untuk mengontrol diri. Pilihan untuk menjaga batas. Pilihan untuk tidak selalu ikut arus.

Menariknya, pilihan ini juga mengubah cara kita memahami kehadiran di ruang digital. Jika dulu kehadiran diukur dari visibilitas, seberapa sering muncul, seberapa ramai interaksi, kini kehadiran bisa bersifat diam. Tidak tampak, tapi tetap ada. Tidak bersuara, tapi tetap menyimak.

Generasi ini mengajarkan bahwa menjadi pengamat juga merupakan posisi yang aktif. Bahkan, dalam banyak hal, lebih reflektif. Mereka melihat lebih banyak, menyerap lebih dalam, dan sering kali lebih kritis terhadap apa yang mereka konsumsi.

Dari fenomena ini, ada pelajaran penting yang bisa kita tarik. Tidak semua hal perlu dibagikan. Di tengah budaya yang mendorong keterbukaan tanpa batas, kemampuan untuk menahan diri justru menjadi bentuk kedewasaan.

Dan, generasi ‘zero post’ menunjukkan bahwa kehati-hatian adalah bagian dari kecerdasan.

Relasi sosial tidak selalu harus luas. Ada pergeseran dari kuantitas ke kualitas. Dari ingin dilihat banyak orang menuju ingin dipahami oleh orang yang tepat.

Eksistensi mereka, diam bukan berarti pasif. Dalam dunia yang serba reaktif, memilih tidak bereaksi bisa menjadi bentuk kontrol diri yang kuat.

Barangkali kita memang sedang menyaksikan fase baru dalam budaya digital. Dari yang semula berisik dan penuh pamer, menuju yang lebih sepi dan selektif. Dari yang serba terbuka, menuju yang lebih terjaga.

Jika generasi sebelumnya berlomba untuk terlihat, generasi ini justru belajar untuk tidak selalu terlihat. Dan mungkin, di situlah letak paradoks sekaligus kekuatannya. Mereka tidak ingin dilihat semua orang, tapi ingin dipahami oleh orang yang tepat.

Di dunia yang makin bising, pilihan untuk diam ternyata bukan berarti kehilangan suara, namun cara elegan untuk tetap utuh menjaga privasi dan kewarasan diri.[]

]]>
Thu, 09 Apr 2026 21:14:24 +0800 amr
Terapkan 'Filosofi Bagerik', Pemerintahan Jarot&Ansori Sukses Jemput Anggaran Pusat, Pansus DPRD: Harus Tepat Sasaran! https://amarmedia.co.id/terapkan-filosofi-bagerik-pemerintahan-jarot-ansori-sukses-jemput-anggaran-pusat-pansus-dprd-harus-tepat-sasaran https://amarmedia.co.id/terapkan-filosofi-bagerik-pemerintahan-jarot-ansori-sukses-jemput-anggaran-pusat-pansus-dprd-harus-tepat-sasaran SUMBAWA BESAR– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Sidang Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) yang menyoroti sektor Pekerjaan Umum (PU) dan infrastruktur daerah.

Rapat yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. Sidang ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, Forkopimda, serta para pejabat teras lingkup Pemkab Sumbawa.

Apresiasi Kinerja "Jarot-Ansori" dan Filosofi Bagerik

Dalam laporannya, juru bicara Pansus, H. Zainuddin Sirat memberikan apresiasi tinggi atas capaian nyata Pemerintahan Jarot-Ansori yang baru dilantik pada 2025 lalu. Pansus menilai pemerintah berhasil melakukan lobi anggaran pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai total Rp380 miliar untuk tiga ruas strategis: Batu Dulang-Tepal, Tepal-Batu Rotok, dan Lenangguar-Teladan.

"Kami mengapresiasi kolaborasi apik Bupati dan Wakil Bupati dalam mengamalkan Filosofi Bagerik'. Di tengah keterbatasan APBD akibat refocusing, pemerintah mampu menjemput dana pusat untuk membangun infrastruktur Sumbawa," ujar H. Zainuddin Sirat.

Selain proyek besar, Pansus juga memuji langkah cepat pemeliharaan rutin (patching jalan) di puluhan ruas jalan kota dan desa, seperti Jalan Diponegoro, Bung Karno, hingga akses menuju Olat Rarang.

Catatan Kritis: Waktu Pelaksanaan dan Evaluasi Ropang

Meski memberi apresiasi, Pansus memberikan catatan tegas terkait teknis pelaksanaan di lapangan diantaranya 

Pansus meminta pemeliharaan jalan dilakukan pada awal tahun (Triwulan I atau II). Kebiasaan mengerjakan proyek di akhir tahun dinilai kurang tepat karena tingginya curah hujan yang membuat jalan cepat rusak kembali.

Pansus meminta pertanggungjawaban dinas teknis terkait perbaikan jalan di Kecamatan Ropang yang dianggap belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Pansus menyoroti beberapa titik krusial yang membutuhkan intervensi segera yaitu SPAM Desa Kelungkung, Anggaran Rp1,58 miliar pada 2025 dinilai belum tuntas karena masalah teknis pipa. Pansus meminta penggantian pipa menjadi jenis Pressure Nominal (PN) 20 agar mampu menahan debit air dari sumber Batu Dulang.

Pansus mendorong penataan bantaran sungai di wilayah Brang Biji-Samapuin melalui pembangunan talud dan penguatan tebing pengaman secara terpadu.

Jalan Langam-Mamak menjadi sorotan tajam karena sudah 27 tahun belum tersentuh perbaikan. Ruas ini bersama jalur Simpang Rhee-Seseng dan akses Bajo (Utan) diminta menjadi prioritas utama tahun depan.

Jembatan Cinta (Alas). Pembangunan jembatan penghubung tiga desa di Kecamatan Alas (Desa Luar, Baru, dan Kalimango) dinilai mendesak sebagai sarana pemenuhan hak pendidikan siswa di wilayah tersebut.

Laporan disusun dan dirumuskan oleh para anggota Pansus sebagai berikut H. Zainuddin Sirat (Ketua), H. Zohran, SH (Wakil Ketua), Syamsul Hidayat, SE., M.Si. (Sekretaris), dengan para anggota H. Andi Mappelepui, Gathan Hanu Cakita, H. Jabir, S.Pd.,Bunardi, A.Md.Pi.,Muhammad Zain, S.AP.,Andi Rusni, SP., MM.,Muhammad Tahir, SH.,Sri Wahyuni, Alen Taryadi, SH. M. dan Taufik

Pansus berharap seluruh rekomendasi ini segera ditindaklanjuti oleh dinas teknis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Thu, 09 Apr 2026 20:59:28 +0800 amr