FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda!
FLS3N 2026 Sumbawa: Saat Panggung Kafe Berubah Jadi Arena Keajaiban Talenta Muda!
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Ada yang berbeda di Kafee Arung Jonga malam ini Selasa 19 Mei 2026. Bukan sekadar tempat nongkrong, kafe ini mendadak disulap menjadi panggung megah penuh warna saat Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 resmi digelar.
Suasana riuh rendah penonton seketika hening saat satu per satu siswa SMP tampil menunjukkan "sakti"-nya di bidang seni. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kadis Dikbud Sumbawa, Bapak Budi Sastrawan, M.Si., yang menekankan bahwa ajang ini adalah kawah candradimuka bagi pembentukan karakter bangsa lewat seni dan budaya.
Senada dengan itu, Sekretaris Dispopar Sumbawa, Muhammad Irpan, S.P.MM, memberikan pesan yang sangat menyejukkan bagi para peserta. "Kita berikan ruang yang luas tanpa membebani karya yang harus ditampilkan. Biarkan kreativitas mereka berkembang dan tumbuh secara alami," ujarnya penuh dukungan.
Parade Penampilan yang Menghipnotis
Malam itu benar-benar menjadi ajang pembuktian bahwa siswa Sumbawa punya bakat kelas wahid diantaranya Dian Sulastri siswi SMPN 2 Unter Iwes sukses membuat penonton ikut bernyanyi lewat lantunan syahdu "Laskar Pelangi".
SMPN 1 Labuhan Badas tampil kompak dengan musik tradisional yang sarat makna.Afifah Ufaira Shafiyyah dari SMPN 1 Moyo Hulu benar-benar menghipnotis penonton. Lewat dongeng "Batu Nganga", ia seolah membawa penonton masuk ke dalam cerita rakyat tersebut. Atribut dan ornamen yang disediakan diatas panggung sangat menyatu dengan cerita rakyat yang dibawa penuh penjiwaan.
Dari SMPN 3 Moyo Hulu dan SMPN 1 Sumbawa Besar memanjakan mata dengan tari kreasi yang energik, sementara Afifah Dwi Oktaviani dari SMPN 1 Sumbawa Besar memukau lewat vokal solonya yang merdu. Puncaknya, duo pantomim dari SMPN 3 Moyo Hulu, Rafli Amrillah dan Abdul Kholik tampil begitu matang. Gerakan mereka begitu presisi, jauh dari kesan sekadar meniru video YouTube, hingga membuat juri dan penonton terpukau.
Catatan Sang Pengamat: Lebih Berani dan Lebih Matang
Guru sekaligus pengamat seni, Guru Abdul Hakim SPd akrab disapa Guru Nik , memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan talenta tahun ini. Menurutnya, ada lonjakan keberanian yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Penampilan tahun ini luar biasa! Terutama pantomim, gerakan mereka sudah matang, bukan lagi hasil kopi-paste dari YouTube. Tari-tariannya pun lebih berani," ungkapnya antusias.
Ditambahkan oleh Hendra Sofyan.S.Sn atau akrab di panggil abang Auk, tentu saja, ada "pekerjaan rumah" kecil. Abang Auk menyoroti perlunya kolaborasi dengan pihak recording lokal untuk meningkatkan kualitas audio musik pengiring. Dengan sentuhan profesional di bidang rekaman, ia yakin karya anak-anak Sumbawa ini akan semakin megah dan layak bersaing di level yang lebih tinggi.
Pesan untuk Sang Juara
Kabid SMP Junaidi SPd, Ketika ditanya soal siapa yang layak mendapatkan "mahkota" juara, Ia hanya tersenyum bijak. "Jangan pernah berhenti untuk berkarya. Bagi kami, keberanian mereka tampil saja sudah merupakan kemenangan besar. Inilah generasi yang sedang menumbuhkembangkan karakter bangsa." ujarnya singkat.
Kepada para Kepala sekolah menengah Pertama yang ada di Kabupaten Sumbawa Ia menekankan agar menjadi perhatian kegiatan seperti ini, "Tahun depan sangat kita harapkan lebih banyak lagi peserta yang ikut terlebih bagi sekolah yang belum mengirim peserta sehingga kita dapat menjaring talenta yang unggul" jelasnya.
Selamat untuk siswa-siswi hebat dari SMPN 2 Unter Iwes, SMPN 1 Sumbawa Besar, SMPN 1 Labuhan Badas, SMPN 1 dan 3 Moyo Hulu dan seluruh peserta lainnya! Kalian adalah bukti nyata bahwa kreativitas anak Sumbawa memang tanpa batas. Teruslah berkarya, karena panggung dunia sedang menunggu kalian! pungkasnya .(AM)
What's Your Reaction?
