Peringati Dies Natalis UTS ke-14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan
Peringati Dies Natalis UTS ke-14, Fakultas Hukum Ajak Mahasiswa Peduli Lingkungan.
Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 16 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ke-14, Fakultas Hukum UTS menggelar kegiatan diskusi lingkungan dan aksi penanaman pohon bertajuk Green Movement UTS 2026: “Satu Pohon untuk Masa Depan” pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum UTS tersebut dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Hukum lintas angkatan dan berlangsung dengan penuh antusiasme.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Fakultas Hukum UTS dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Di tengah meningkatnya persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga pencemaran lingkungan, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif bagi masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Program Studi Fakultas Hukum UTS, Muhammad Jarnawansyah, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa isu lingkungan saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup. Ia berharap kegiatan Green Movement tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang terus berlanjut di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi dari langkah kecil itu akan lahir dampak besar bagi masa depan. Gerakan seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Hukum untuk menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, baik melalui tindakan kecil sehari-hari maupun melalui edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UTS, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan Green Movement UTS 2026. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini, di mana persoalan lingkungan menjadi isu yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.
Menurutnya, mahasiswa hukum tidak hanya dituntut memahami teori dan praktik hukum, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan kesadaran terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk persoalan lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa hukum dan lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Mahasiswa Fakultas Hukum harus mampu menjadi generasi yang kritis dan peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Lingkungan hidup adalah bagian penting dari kehidupan manusia yang harus dijaga bersama. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi momentum yang baik untuk menumbuhkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan mahasiswa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan Green Movement dapat menjadi budaya positif di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi bagi fakultas lain untuk terus menghadirkan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan diskusi lingkungan dalam acara tersebut menghadirkan pegiat lingkungan sekaligus dosen Fakultas Hukum UTS, Jasardi Gunawan, S.IP., M.H., sebagai pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi masyarakat, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya suhu bumi, berkurangnya kawasan hijau, hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan tersebut. Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas simbolis, tetapi merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan kehidupan di masa depan. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang. Karena itu, mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan,” jelas Jasardi Gunawan di hadapan peserta diskusi.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif terlibat dalam gerakan penghijauan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari mahasiswa yang hadir. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan dan menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan yang dibahas. Tidak sedikit mahasiswa yang menyampaikan pandangan dan gagasan terkait upaya menjaga lingkungan di lingkungan kampus maupun di masyarakat.
Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi simbolis penanaman pohon di area sekitar kampus Fakultas Hukum UTS. Penanaman pohon dilakukan oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung gerakan penghijauan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan tersebut. Para mahasiswa terlihat aktif berpartisipasi dalam proses penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan Green Movement UTS 2026, Fakultas Hukum UTS menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter mahasiswa yang peduli terhadap keberlangsungan alam. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis UTS ke-14, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung tema “Satu Pohon untuk Masa Depan”, Fakultas Hukum UTS ingin mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat luas untuk menyadari bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dari satu pohon yang ditanam hari ini, akan tumbuh harapan besar bagi masa depan bumi dan generasi yang akan datang. (AM)
What's Your Reaction?
