Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema

amramr
Apr 29, 2026 - 19:10
Apr 29, 2026 - 19:43
 0  19
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema
Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema

Transformasi Posyandu di Sumbawa: Menyatukan Semangat Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Anak dalam Satu Gema

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - 29 April 2026– Kabupaten Sumbawa hari ini memperingati tiga momentum besar sekaligus: Hari Posyandu Nasional, Hari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta rangkaian menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei mendatang. 

Pusat kegiatan kali ini terasa berbeda dengan kehadiran Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Sumbawa di SMP Negeri 1 Sumbawa Besar Hj Ida Fitriah Syarafuddin Jarot SE. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi besar transformasi layanan dasar bagi masyarakat yakni mendekatkan Layanan Melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan mengusung tema "Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat", Ketua TP Posyandu Kabupaten menekankan bahwa Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi.

"Kita sedang mewujudkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menjadi garda terdepan dalam pemenuhan 6 SPM dasar: Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Trantibumlinmas, dan Sosial," ujar Hj Ida dalam sambutannya.

Ada pemandangan menarik saat kunjungan di SMPN 1 Sumbawa Besar. Ketua TP Posyandu menyempatkan diri bermain permainan tradisional bersama putranya di hadapan para siswa. Aksi ini dilakukan untuk menggelorakan kembali semangat budaya lokal sebagai bagian dari edukasi parenting yang menyenangkan.

Langkah ini sejalan dengan upaya penguatan literasi anak sejak dini. Ia mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali perpustakaan desa dan taman bacaan sekolah sebagai bentuk pemenuhan SPM bidang pendidikan guna menuntaskan program Wajib Belajar (WAJAR) 13 Tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP Posyandu juga menegaskan peran vital Posyandu dalam intervensi stunting secara konvergen (spesifik dan sensitif). Melalui pemberdayaan kader, Posyandu diharapkan mampu melakukan pendampingan intensif bagi keluarga berisiko stunting, menjadi pusat Informasi, Edukasi, dan Komunikasi (KIE) untuk berbagai layanan dasar dan memberikan rujukan yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Selaku pimpinan lembaga, dirinya telah menginstruksikan seluruh TP Posyandu di tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan untuk bergerak serentak. Fokus utamanya adalah melakukan pemantauan hari buka layanan serta memastikan kehadiran negara dalam setiap urusan kesehatan dan perlindungan masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi, kita wujudkan desa yang ramah perempuan dan peduli anak. Bersama Posyandu, kita bangun Kabupaten Layak Anakdemi mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,"ujarnya.

"Selamat Hari Posyandu Nasional 2026! Mari jadikan Posyandu sebagai ujung tombak kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh Tau dan Tana Samawa" pungkasnya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow