Perkuat Ekosistem Pendidikan, Dikbud Sumbawa Hadirkan Orangtua di Dalam Ruang Kelas

amramr
Apr 30, 2026 - 09:08
Apr 30, 2026 - 09:10
 0  19
Perkuat Ekosistem Pendidikan, Dikbud Sumbawa Hadirkan Orangtua di Dalam Ruang Kelas

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 30 April 2026Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumbawa memasuki babak yang menyentuh sisi paling fundamental dalam dunia pendidikan: Keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., memimpin langsung gerakan bertajuk "Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah"yang dilaksanakan serentak di berbagai jenjang sekolah pada Kamis pagi 30 April 2026 . Program ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya strategis Pemda untuk meruntuhkan sekat komunikasi antara anak, orangtua, dan guru.

Membangun Jembatan Hati di Ruang Kelas

Budi Sastrawan menegaskan bahwa kehadiran orangtua di dalam kelas selama 60 menit merupakan investasi emosional yang tak ternilai. Menurutnya, selama ini ada "mata rantai yang terputus" di mana orangtua seringkali hanya mengetahui hasil akhir (nilai), tanpa memahami proses dan pergulatan batin anak di sekolah.

"Pendidikan tidak boleh menjadi menara gading yang memisahkan anak dari realitas keluarganya. Hari ini, kita saksikan orangtua tidak lagi hanya berdiri di gerbang saat menjemput, tapi hadir secara utuh di bangku sebelah anak mereka. Inilah esensi pendidikan yang humanis," ujar Kadis Dikbud saat memantau kegiatan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan ini berhasil mengungkap sisi-sisi kejujuran siswa yang selama ini terpendam:

Banyak siswa yang akhirnya berani mengungkapkan kesulitan belajar (seperti rasa takut pada pelajaran tertentu) yang selama ini tidak tersampaikan di rumah.

Sejumlah wali murid menyadari adanya perbedaan karakter anak saat di rumah dan di sekolah, memberikan perspektif baru bagi mereka dalam mendidik.

Di tingkat SMP, kegiatan ini menjadi instrumen rekonsiliasi komunikasi bagi anak usia remaja yang cenderung tertutup kepada orangtuanya.

Kadis Dikbud menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendirian. Keberhasilan transformasi pendidikan di Sumbawa sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar utama Sekolah, Orangtua, dan Masyarakat.

Menuju "Malam Seribu Cahaya"

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ini, Budi Sastrawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program partisipatif seperti ini. Setelah sukses dengan Festival Bermain dan Satu Jam Bersama Orangtua rangkaian Hardiknas 2026 akan dipuncaki dengan kegiatan "Malam Seribu Cahaya".

"Kita ingin membangun kebiasaan baru di Sumbawa. Kita ingin orangtua hadir secara utuh dalam proses tumbuh kembang anak. Jika komunikasi di rumah dan sekolah sudah selaras, maka karakter anak akan terbentuk dengan kokoh," tambah Budi Sastrawan dengan optimis.

Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi pola asuh dan pola didik di Kabupaten Sumbawa, di mana pendidikan bukan lagi soal mengejar angka di atas kertas, melainkan tentang membangun kedekatan hati dan karakter yang berkelanjutan.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow