Wujudkan Ekosistem Pendidikan Humanis, Dikbud Sumbawa Awali Rangkaian Hardiknas 2026 dengan Festival Bermain

amramr
Apr 29, 2026 - 09:52
Apr 29, 2026 - 10:21
 0  25
Wujudkan Ekosistem Pendidikan Humanis, Dikbud Sumbawa Awali Rangkaian Hardiknas 2026 dengan Festival Bermain

Wujudkan Ekosistem Pendidikan Humanis, Dikbud Sumbawa Awali Rangkaian Hardiknas 2026 dengan Festival Bermain

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id— Suasana penuh keceriaan tampak mewarnai halaman sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa pada Rabu pagi 29 April 2026. Tawa anak-anak berpadu dengan senyum hangat para orangtua dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Festival Bermain. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di daerah tersebut.

Festival bermain ini tidak sekadar menghadirkan permainan biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan yang hangat antara anak dan orangtua. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar terlibat bersama, bermain bersama, dan saling memahami dalam suasana yang menyenangkan.

Sejak pagi, para siswa sudah berdatangan dengan wajah cerah. Orangtua yang mendampingi juga tampak antusias. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku jarang memiliki waktu bermain bersama anak karena kesibukan sehari-hari. Karena itu, kegiatan ini menjadi momen yang terasa sangat berharga.

Berbagai jenis permainan tradisional dan edukatif disiapkan oleh pihak sekolah. Mulai dari permainan kelompok, lomba ketangkasan, hingga aktivitas kreatif yang melibatkan kerja sama antara anak dan orangtua. Gelak tawa terdengar di setiap sudut. Tidak ada jarak antara guru, siswa, dan orangtua. Semua menyatu dalam kebersamaan.

Kegiatan ini dirancang dengan tujuan utama untuk mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua. Dalam dunia yang semakin sibuk dan serba cepat, interaksi sederhana seperti bermain bersama sering kali terabaikan. Padahal, momen seperti inilah yang sangat dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa Festival Bermain bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih humanis.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pendidikan sejati juga tumbuh dari kedekatan antara anak dan orangtua. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengingatkan kembali bahwa kehadiran orangtua dalam kehidupan anak sangat penting, bukan hanya sebagai penopang, tetapi juga sebagai sahabat dalam belajar dan bermain,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pendidikan yang melibatkan keluarga akan memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan jika hanya mengandalkan sekolah semata. Anak-anak yang merasa dekat dengan orangtuanya cenderung lebih percaya diri, lebih terbuka, dan memiliki semangat belajar yang lebih baik.

“Festival bermain ini adalah langkah kecil, tetapi memiliki makna besar. Kita ingin membangun kebiasaan baru, di mana orangtua tidak hanya mengantar dan menjemput anak, tetapi juga hadir secara utuh dalam proses tumbuh kembang mereka,” lanjutnya.

Para guru juga turut berperan aktif dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi pengarah, tetapi juga ikut bermain bersama siswa dan orangtua. Hal ini menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan. Sekat formal antara guru dan wali murid pun terasa mencair.

Salah satu orangtua siswa mengaku sangat senang dengan kegiatan ini. Ia merasa mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana anaknya berinteraksi di lingkungan sekolah. Selain itu, ia juga bisa merasakan kembali masa kecilnya melalui permainan tradisional yang sudah lama tidak dimainkan.

“Biasanya saya hanya dengar cerita dari anak. Hari ini saya bisa melihat langsung dan ikut merasakan. Ternyata menyenangkan sekali. Anak saya juga terlihat lebih bahagia,” ungkapnya.

Sementara itu, para siswa tampak begitu menikmati setiap rangkaian kegiatan. Mereka terlihat lebih berani, lebih ekspresif, dan tidak ragu menunjukkan kedekatan dengan orangtua mereka di depan teman-temannya. Hal ini menjadi gambaran bahwa hubungan yang hangat di rumah akan terbawa hingga ke lingkungan sekolah.

Festival Bermain ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga permainan tradisional sebagai bagian dari budaya lokal. Di tengah gempuran teknologi dan permainan digital, anak-anak perlu tetap dikenalkan pada permainan yang mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan sportivitas.

Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Pada hari berikutnya, Kamis, 30 April 2026, akan dilanjutkan dengan kegiatan bertajuk “Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah”. Dalam kegiatan ini, orangtua akan diajak masuk ke ruang kelas untuk mengikuti proses belajar bersama anak.

Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada orangtua tentang bagaimana proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, orangtua dapat lebih mudah mendampingi anak saat belajar di rumah.

Tidak hanya itu, pada malam harinya akan digelar kegiatan “Malam Seribu Cahaya”. Kegiatan ini direncanakan menjadi simbol harapan dan semangat dalam dunia pendidikan. Cahaya-cahaya yang dinyalakan diharapkan menjadi representasi dari mimpi, harapan, dan masa depan anak-anak Sumbawa.

Kadis Dikbud kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam dunia pendidikan. Ia berharap momentum Hardiknas tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik refleksi bersama.

“Kita ingin pendidikan di Sumbawa tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Dan itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Harus ada kolaborasi yang kuat antara guru, orangtua, dan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam mendukung pendidikan. Menurutnya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah atau lembaga sekolah semata.

Festival Bermain yang berlangsung hari ini menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam dunia pendidikan. Di tengah berbagai tantangan, momen sederhana seperti bermain bersama mampu menghadirkan kebahagiaan yang tulus.

Dengan dimulainya rangkaian peringatan Hardiknas melalui kegiatan yang penuh makna ini, diharapkan semangat pendidikan di Kabupaten Sumbawa semakin tumbuh dan menguat. Anak-anak tidak hanya belajar dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Dan orangtua pun kembali diingatkan bahwa kehadiran mereka adalah bagian penting dari perjalanan pendidikan anak.

Hari itu, bukan hanya anak-anak yang belajar. Orangtua dan guru pun ikut belajar—tentang arti kebersamaan, tentang pentingnya waktu, dan tentang bagaimana menciptakan kenangan indah yang akan terus hidup dalam ingatan anak-anak mereka.(AM/Asmediati)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow