Abdul Rafiq Suarakan Keprihatinan, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Desak Penanganan Serius Kasus Bullying SDN Sebeok
Abdul Rafiq Suarakan Keprihatinan, DPC PDI Perjuangan Sumbawa Desak Penanganan Serius Kasus Bullying SDN Sebeok
SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Kasus perundungan (bullying) yang menimpa siswa di SDN Sebeok, Kecamatan Orong Telu, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, KEPADA Wartawan Minggu (26/4) menegaskan bahwa insiden ini merupakan alarm keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman untuk bertumbuh, justru tercemar oleh tindakan yang mengancam psikologis anak.
Abdul Rafiq meminta Pemerintah Daerah melalui dinas terkait untuk tidak menganggap remeh kejadian ini. Ia mendesak adanya langkah konkret yang mencakup dua sisi: rehabilitasi dan pembinaan.
"Kejadian ini tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Harus ada penanganan psikologis bagi korban agar tidak trauma berkepanjangan, sekaligus pembinaan edukatif bagi pelaku. Kita butuh solusi yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar penyelesaian formalitas," ujar Abdul Rafiq
Waspada "Wabah" Perilaku Negatif dari Media Sosial
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa juga menyoroti korelasi antara derasnya arus informasi digital dengan perilaku siswa di sekolah. Di era media sosial, tren negatif sangat mudah ditiru oleh anak-anak jika tidak ada filter yang kuat.
DPC PDI Perjuangan mengkhawatirkan jika kasus di SDN Sebeok tidak ditangani dengan tepat, hal tersebut bisa menjadi "wabah" yang menjalar ke sekolah-sekolah lain akibat pengaruh konten dunia maya yang tidak terkontrol.
Sebagai langkah mitigasi, PDI Perjuangan menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam pencegahan bullying yaitu Pendidikan Karakter, Peran Orang Tua dan Kepekaan Guru.
"Masifkan edukasi pengendalian emosi dan etika berkomunikasi bagi siswa, peran orang tua menjadi garda terdepan dalam mengawasi perilaku anak dan penggunaan gawai dan menuntut tenaga pendidik lebih sensitif dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak dini Ya" jelasnya.
Ini adalah tanggung jawab kolektif. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, berkarakter, dan beradab demi masa depan generasi muda Sumbawa," tutup Abdul Rafiq. (AM)
What's Your Reaction?
