Dukung Ketahanan Pangan, Gitta Liesbano Sebut SAE Ai Maja Sebagai Wadah Menanam Harapan
Dukung Ketahanan Pangan, Gitta Liesbano Sebut SAE Ai Maja Sebagai Wadah Menanam Harapan
SUMBAWA.Amaredia.co.id — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa, Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan pengembangan budidaya jagung yang diinisiasi oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sumbawa Besar. Kegiatan yang dipusatkan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ai Maja pada Kamis (23/04/2026) tersebut menjadi bukti nyata sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepada awak media. Gitta Liesbano memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar. Ia menilai pemanfaatan lahan SAE Ai Maja bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan langkah strategis dalam memproduksi harapan bagi warga binaan.
"Di lahan ini, kita tidak hanya memproduksi pangan, tetapi juga memproduksi harapan. Jagung adalah simbol kemakmuran dan tiang penyangga ekonomi masyarakat Sumbawa. Memaksimalkan potensi ini berarti kita sedang membangun masa depan," ujar Gitta
Bekal Kemandirian Warga Binaan
Gitta menekankan bahwa keterampilan yang diperoleh warga binaan dalam budidaya jagung akan menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya. Menurutnya, proses pembinaan di Lapas saat ini telah bertransformasi ke arah pemberdayaan yang produktif.
Ia pun menyisipkan pesan motivasi yang menyentuh bagi para warga binaan yang terlibat dalam program tersebut.
"Masa lalu adalah pelajaran, namun masa depan adalah milik siapa saja yang mau berusaha. Saya berharap saudara-saudara pulang nanti dengan kepala tegak, membawa keahlian sebagai petani yang tangguh, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah," tuturnya.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Pemasyarakatan
Lebih lanjut, pimpinan DPRD Sumbawa ini menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung program-program kemandirian seperti ini. Ia memandang perlu adanya penguatan sinergi antara Pemerintah Daerah dan Lembaga Pemasyarakatan agar program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
"Kesejahteraan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan. Namun, kesejahteraan itu harus dijemput melalui proses belajar dan kerja nyata seperti yang kita saksikan hari ini," tambah Gitta.
Kegiatan pengembangan budidaya jagung ini diakhiri dengan peninjauan lahan secara langsung. Diharapkan, setiap bulir jagung yang tumbuh di tanah Ai Maja menjadi saksi perubahan positif bagi warga binaan dalam menatap masa depan yang lebih cerah dan produktif.(AM)
What's Your Reaction?
