Rayakan Kemenangan dengan Tradisi "Entek Me Dulang", Kades Luk Sampaikan Pesan Pembangunan Bupati Sumbawa
Rayakan Kemenangan dengan Tradisi "Entek Me Dulang", Kades Luk Sampaikan Pesan Pembangunan Bupati Sumbawa
SUMBAWA, DESA LUK.Amarmedia.co.id – Gema takbir yang mengagungkan kebesaran Allah SWT menyelimuti langit Desa Luk pada Sabtu pagi, 21 Maret 2026 (1 Syawal 1447 H). Ratusan warga memadati masjid As-Syifa untuk melaksanakan ibadah salat Idul fitri dengan khidmat, disusul dengan perayaan tradisi turun-temurun yang menjadi identitas masyarakat Samawa Entek Me Dulang.
Hadir Babinsa Desa Luk, perangkat desa Luk, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda.
Kepala Desa Luk, Junaidi, SE., hadir memimpin jalannya rangkaian acara. Dalam momen tersebut, keterlibatan seluruh elemen masyarakat terlihat sangat kental, mulai dari Remaja Masjid yang mengatur teknis pelaksanaan hingga tokoh masyarakat yang menjaga kekhusyukan ibadah.
Tradisi "Mee Dulang": Filosofi Kebersamaan yang Tak Lekang Zaman
Puncak kemeriahan setelah salat Id di Desa Luk ditandai dengan tradisi "Ntek Mee Dulang". Tradisi ini melibatkan warga yang membawa dulang (nampan besar berisi nasi dan aneka lauk pauk khas Sumbawa dan Khas Desa Luk) dari rumah masing-masing menuju masjid atau titik kumpul utama untuk dimakan bersama.
Sejarah dan Filosofi Mee Dulang:
Secara historis, Me Dulang adalah warisan leluhur Kesultanan Sumbawa yang melambangkan semangat "Saling Sadu, Saling Simpan, Saling Saki" (Saling percaya, saling menjaga, saling menghargai). Dulang sendiri biasanya berupa nampan kayu atau kuningan yang ditutup dengan Saji
(tudung saji khas) berwarna merah atau kuning. Dalam satu dulang, biasanya 4 hingga 6 orang duduk melingkar tanpa memandang status sosial kini dulang yang dibagi bisa untuk satu orang. Pejabat, tokoh agama, petani, hingga pemuda duduk sejajar. Hal ini bermakna bahwa di hadapan Tuhan dan dalam ikatan persaudaraan, semua manusia adalah setara.
Tradisi ini awalnya muncul sebagai cara memastikan bahwa di hari kemenangan, tidak ada satu pun warga desa yang kelaparan. Keluarga yang mampu membawa dulang lebih besar untuk dinikmati oleh musafir atau warga yang kurang mampu.
Sambutan Bupati Sumbawa: Menuju Sumbawa yang Unggul Maju dan Sejahtera
Dalam kesempatan tersebut, Kades Junaidi, SE. membacakan sambutan tertulis dari Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot. Dalam pesan Idul fitrinya, Bupati menekankan beberapa poin penting bagi seluruh masyarakat Tau Samawa bahwa "Idul fitri bukan sekadar mengganti pakaian dengan yang baru, melainkan momentum untuk memperbarui tekad dan semangat dalam membangun daerah Kabupaten Sumbawa yang unggul maju dan sejahtera. Mari kita jadikan nilai-nilai Ramadan—kejujuran, disiplin, dan empati—sebagai landasan dalam bermasyarakat di Kabupaten Sumbawa."ujar Junaidi
Beberapa poin inti dari sambutan Bupati yang disampaikan Kades Luk antara lain mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di Sumbawa yang tetap kondusif selama bulan suci Ramadan.
Mengajak seluruh warga desa untuk mendukung program pemerintah daerah dalam penguatan sektor pertanian dan ekonomi kreatif
Menghimbau warga agar momen lebaran digunakan untuk merajut kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang akibat perbedaan pandangan politik atau sosial dan mengingatkan pentingnya memastikan zakat fitrah tersalurkan dengan tepat untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan.
Kades Junaidi, SE., menutup acara dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Desa Luk. "Keterlibatan remaja masjid dan tokoh masyarakat hari ini membuktikan bahwa Desa Luk adalah desa yang kompak. Mari kita jaga tradisi Mee Dulang ini agar anak cucu kita tetap mengerti arti berbagi," ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama secara kolosal di pelataran masjid, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu hangat di hari yang fitri ini. (AM)
What's Your Reaction?
