Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima

amramr
May 12, 2026 - 19:40
May 12, 2026 - 19:42
 0  2
Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima

Jalin Jaringan Manuskrip Dua Kesultanan, Museum Bala Datu Ranga Gandeng Museum Samparaja Bima

Bima.Amarmedia.co.id , 11 Mei 2026 – Hubungan diplomatik dan kekerabatan antara Kesultanan Sumbawa dan Kesultanan Bima yang telah terjalin selama berabad-abad kini memasuki babak baru. Melalui inisiatif pelestarian literasi sejarah, Museum Bala Datu Ranga resmi menggandeng Museum Samparaja Bima untuk membangun jaringan kajian manuskrip lintas kesultanan.

Jejak panjang hubungan kedua entitas ini tersimpan rapat dalam lembaran-lembaran manuskrip kuno. Salah satu yang paling menonjol adalah Bo Sangaji Kai (Catatan Harian Kesultanan Bima), koleksi Museum Samparaja yang telah diakui dalam Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2024 dan tengah diusulkan menuju Memory of The World (MOW) Southeast Asia 2025.

Menghidupkan Kembali "Harta Karun" Literasi

Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas MA, menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperkaya khazanah sejarah lokal melalui penguatan arsip teks dan foto.

 "Harapannya kami menjalin kolaborasi, syukur-syukur bisa terbentuk jaringan para pengkaji manuskrip antar dua Kesultanan sehingga dapat diketahui bagaimana hubungan keduanya di masa lalu dari berbagai aspek," ujar Yuli.

Ia menekankan bahwa manuskrip bukan sekadar benda mati, melainkan identitas budaya yang harus terus dikaji.

Misi Utamanya mengoptimalkan penguatan jaringan dan kelembagaan. Visi Kedepannya penyelenggaraan kajian koleksi mendalam dan pameran bersama di masa mendatang.

Langkah strategis ini berhasil direalisasikan berkat dukungan Dana Abadi Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Dukungan finansial ini memungkinkan Museum Bala Datu Ranga untuk melakukan observasi lapangan secara intensif dan melacak jejak-jejak naskah yang mulai tersisih oleh zaman.

Sebagai langkah awal, tim Museum Bala Datu Ranga telah melakukan wawancara langsung dengan Dr. Dewi Ratna Muchlisa, seorang filolog sekaligus Kepala Museum Samparaja. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan fakta menarik mengenai banyaknya titik temu antara Sumbawa dan Bima dalam arsip-arsip lama.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait kajian koleksi antar kedua museum. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda di Pulau Sumbawa untuk kembali mengenali dan melestarikan warisan leluhur yang tak ternilai harganya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow