Semai Kebaikan di Bulan Suci, SMAN 1 Sumbawa Besar Peringati Nuzulul Qur'an 1447 H
Semai Kebaikan di Bulan Suci, SMAN 1 Sumbawa Besar Peringati Nuzulul Qur'an 1447 H
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Keluarga besar SMA Negeri 1 Sumbawa Besar menggelar peringatan malam Nuzulul Qur'an 1447 H / 2026 M dengan khidmat. Mengusung tema "Bersama Al-Qur'an Raih Keberkahan Ramadan dengan Menyemai Kebaikan", acara ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh warga sekolah untuk kembali menjadikan Al-Qur'an sebagai kompas utama dalam kehidupan.
Acara yang berlangsung pada malam ke-17 Ramadan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah, guru, Pengurus Komite Sekolah, staf tata usaha, serta ratusan siswa-siswi yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga usai.
Al-Qur'an Sebagai Pedoman "On the Right Trek"
Kepala SMAN 1 Sumbawa Besar, H. Muhammad Ihsan S.S.MPd, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam mengenai urgensi peringatan sejarah turunnya Al-Qur'an. Dirinya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya menanamkan karakter Qur'ani pada diri siswa.
"Malam ini adalah mengulik kembali kenyataan sejarah yang harus kita petik manfaatnya. Al-Qur'an adalah pedoman hidup. Harapan saya, anak-anakku sekalian dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar. Semoga Al-Qur'an mewarnai kehidupan kita sehingga kita tetap berada di track yang benar menuju surganya Allah," ujar H. Muhammad dengan penuh harap.
Hadir sebagai penceramah utama, Pengurus Komite Sekolah DGH. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov, memberikan pemaparan komprehensif mengenai hakikat Nuzulul Qur'an. Ia menjelaskan kaitan antara Lailatul Qadar dan peristiwa 17 Ramadan sebagai awal mula turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
"Perubahan hidup pertama kali terlihat pada Rasulullah setelah menerima wahyu. Dari manusia biasa, beliau bertransformasi menjadi pribadi yang hanya takut kepada Allah, bukan kepada makhluk. Al-Qur'an itu membumi dan menghujam dalam setiap perjalanan dakwah beliau," urai DGH. Faisal Salim yang juga kepala Kemenag Sumbawa.
DG H Faisal juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan pencucian hati, sehingga menjadi waktu paling tepat untuk mendekatkan diri pada Al-Qur'an. "Hati yang bersih memudahkan Al-Qur'an meresap. Jangan sampai kita menjadi orang yang membaca Al-Qur'an namun justru dilaknat oleh Al-Qur'an karena tidak mengamalkannya," tegas Ketua MUI Sumbawa ini.
Dalam kesempatan tersebut, DGH. Faisal Salim yang juga mewakili unsur MUI menyampaikan pesan penting terkait fenomena sosial saat ini. Ia menegaskan sikap MUI yang menolak normalisasi pergeseran identitas gender (laki-laki menjadi atau menyerupai wanita) karena bertentangan dengan fitrah dan ajaran Islam yang tertuang dalam Al-Qur'an.
Sebagai penutup, ia mengisahkan perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam mengajarkan Surah Al-Ma’un, di mana Al-Qur'an tidak hanya dihafal tetapi wajib diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama. "Al-Qur'an harus menjadi sumber visi kita. Pahami, hafalkan, dan yang terpenting adalah amalkan," pungkasnya.
Peringatan Nuzulul Qur'an ini diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan dan syafaat bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Sumbawa Besar agar terus istiqomah dalam menyemai kebaikan di sisa bulan suci Ramadan
Sebelumnya telah digelar Spiritual Camp menjelang berbuka puasa bersama, dilanjutkan Buka Puasa bersama dengan para Guru, Pengurus Komite Sekolah, ibu ibu DWP Smanika dan siswa siswi SMA Negeri 1 Sumbawa Besar (AM)
What's Your Reaction?
