Sijago Merah Ratakan Rumah Panggung di Desa Ngeru, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 150 Juta
Sijago Merah Ratakan Rumah Panggung di Desa Ngeru, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 150 Juta
SUMBAWA.Moyo Hilir. Amarmedia.co.id– Musibah kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah panggung milik warga di Dusun Bau Taning, Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu dini hari (7/3/2026). Meskipun api melahap habis bangunan beserta isinya, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut.
Kronologis Kejadian: Lolos dari Maut saat Terlelap
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.57 WITA. Api pertama kali disadari oleh Siti, ibu dari pemilik rumah, yang terbangun saat sedang tertidur di ruang depan. Di saat yang sama, Samsun (pemilik rumah) tengah terlelap di ruang tengah.
Begitu menyadari kobaran api telah menjalar di struktur kayu rumah, keduanya bergegas menyelamatkan diri ke luar rumah. Kecepatan api merambat membuat mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda, namun kesigapan untuk segera keluar rumah menghindarkan mereka dari maut sebelum api mengepung seluruh bangunan.
Kepada awak media melalui keterangannya, Kepala Dinas Damkartan Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin S.Sos M.Si mengatakan pihak pemadam menerima laporan masyarakat pada pukul 01.57 WITA. Personel dari Pos Moyo Hilir tiba di lokasi sepuluh menit kemudian (02.07 WITA), disusul oleh Peleton 1 Mako dan Regu Penyelamatan.
"Kami mengerahkan total 4 unit kendaraan, terdiri dari 3 unit *fire truck dan 1 fire jeep. Pemadaman dibantu oleh jajaran Polsek Moyo Hilir, Babinsa, Kepala Dusun, serta warga setempat yang bahu-membahu melokalisir api agar tidak merembet lebih luas," ungkap H. Sahabuddin dalam laporannya.
Api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 04.15 WITA. Meski demikian, satu unit rumah panggung milik Samsun dilaporkan rata dengan tanah, sementara satu unit rumah panggung di dekatnya juga terdampak.
Hasil investigasi awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh pihak kepolisian bersama tim Damkar menunjukkan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting) yang berasal dari bagian bawah kolong rumah.
Api dengan cepat membesar karena beberapa faktor pemicu di lokasi, antara lain adanya satu jeriken berisi bensin di depan rumah yang rencananya digunakan untuk mesin chainsaw, ada material mudah terbakar:l berupa tumpukan kayu material bangunan di bawah kolong rumah serta struktur rumah yang berbahan kayu (panggung) dan keberadaan tabung gas LPG di dalam rumah mempercepat proses perambatan api hingga melahap seluruh struktur bangunan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 150.000.000,- (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Pemerintah setempat melalui pihak desa dan kecamatan saat ini tengah melakukan pendataan lebih lanjut untuk penyaluran bantuan masa panik bagi keluarga terdampak. (AM)
What's Your Reaction?
