Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga

amramr
Apr 30, 2026 - 08:41
Apr 30, 2026 - 08:46
 0  11
Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga
Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga
Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga

Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Kamis 30 April 2026 — Suasana pagi di sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WITA, para orangtua tampak hadir mendampingi anak-anak mereka di kelas. Kegiatan bertajuk “Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung sederhana, namun penuh makna. Selama satu jam, orangtua duduk berdampingan dengan anak, mengikuti aktivitas belajar, dan terlibat dalam percakapan yang lebih dekat. Tidak sedikit anak yang memanfaatkan momen ini untuk bercerita tentang kesehariannya di sekolah, termasuk hal-hal yang selama ini jarang disampaikan di rumah.

Di salah satu sekolah dasar, terlihat seorang siswa memegang tangan ibunya sambil bercerita pelan. Di sudut lain, ada ayah yang mendengarkan anaknya membaca cerita dengan penuh perhatian. Suasana hangat seperti ini tampak hampir di semua kelas.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah membuka ruang komunikasi yang lebih jujur antara anak dan orangtua. “Kadang anak sulit menyampaikan isi hatinya di rumah. Dengan suasana sekolah yang mereka kenal, anak jadi lebih berani bicara,” ujar salah satu guru.

Anak-anak pun terlihat antusias. Mereka tampak senang karena orangtuanya bisa melihat langsung bagaimana proses belajar mereka di kelas. Beberapa siswa bahkan menunjukkan buku tugas dan hasil karya mereka dengan rasa bangga.

Salah satu siswa kelas lima mengaku senang karena ibunya bisa datang ke sekolah. “Biasanya saya cerita sedikit saja di rumah. Tapi tadi saya bisa cerita banyak, termasuk kalau saya kadang takut saat pelajaran matematika,” katanya dengan jujur.

Orangtua juga merasakan hal yang sama. Banyak dari mereka mengaku baru benar-benar memahami kondisi anak di sekolah setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu ternyata anak saya agak pemalu di kelas. Selama ini saya kira dia aktif seperti di rumah,” ujar seorang wali murid.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena membantu orangtua lebih peka terhadap perkembangan anak. Ia juga merasa lebih dekat secara emosional setelah berbincang langsung di kelas.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini dirancang tidak kaku. Guru hanya berperan sebagai pendamping, sementara interaksi lebih banyak terjadi antara anak dan orangtua. Beberapa kelas mengisi waktu dengan membaca bersama, menulis cerita singkat, atau sekadar berbincang santai.

Di tingkat sekolah menengah pertama, di SMPN 1 Labuhan Badas suasana sedikit berbeda. Anak-anak yang sudah mulai remaja tampak lebih canggung di awal. Namun seiring waktu, mereka mulai membuka diri. Beberapa siswa bahkan menyampaikan harapan dan keluhan mereka secara langsung kepada orangtua.

Seorang guru mengatakan bahwa momen ini sangat penting, terutama bagi anak usia remaja. “Di usia ini, anak sering merasa tidak dipahami. Kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki komunikasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S. Ip. M. Si., turut memberikan tanggapan terkait kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat hubungan antara sekolah, anak, dan keluarga.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga terhubung erat dengan keluarga. Orangtua memiliki peran besar dalam perkembangan anak, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini masih ada jarak antara orangtua dan kehidupan sekolah anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan jarak tersebut bisa diperkecil.

“Dengan hadir langsung di kelas, orangtua bisa melihat bagaimana anak belajar, bagaimana mereka berinteraksi, dan apa saja tantangan yang dihadapi. Ini penting agar orangtua tidak hanya menilai dari hasil, tetapi juga memahami proses,” lanjutnya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan berdampak positif pada perkembangan emosional anak. Anak yang merasa didengar cenderung lebih percaya diri dan nyaman dalam belajar.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah dan orangtua harus saling mendukung,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para guru. Mereka merasa terbantu karena orangtua bisa melihat langsung kondisi di kelas. Dengan begitu, komunikasi antara guru dan orangtua menjadi lebih terbuka.

Seorang guru kelas menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, biasanya orangtua lebih mudah diajak berdiskusi tentang perkembangan anak. “Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut,” katanya.

Di beberapa sekolah, kegiatan ditutup dengan refleksi singkat. Anak dan orangtua diminta menyampaikan kesan mereka. Banyak anak yang mengatakan merasa lebih dekat dengan orangtuanya. Sementara orangtua mengaku tersentuh dengan cerita anak yang selama ini tidak pernah mereka dengar.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini menjadi bukti bahwa hal sederhana bisa membawa dampak besar. Hanya dengan meluangkan waktu satu jam, hubungan antara anak dan orangtua bisa menjadi lebih hangat.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara atau kegiatan formal, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai dan prestasi, tetapi juga tentang hubungan yang sehat antara anak dan orangtua.

Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berharap ke depan akan semakin banyak orangtua yang terlibat aktif dalam pendidikan anak. Karena pada akhirnya, keberhasilan anak tidak lepas dari dukungan keluarga yang kuat.

Pagi itu mungkin hanya berlangsung satu jam, tetapi maknanya bisa dirasakan jauh lebih lama. Sebuah langkah kecil yang membuka jalan bagi komunikasi yang lebih baik di masa depan.(AM/Asmediati)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow