Ustadz Abdullatif SAg; Refleksi Ibadah Ramadhan, Syukur, dan Makna Gerakan Shalat
Sumbawa.Amarmedia.co.id - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan shalat tarawih di masjid dan musholah.Termasuk Masjid Jamik Annur Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa. Seperti telah dijadwalkan pada malam Rabu 4 Maret 2025. Ustadz Abdullatif SAg menyampaikan materi ceramah ramadhan, mengajak jamaah untuk merenungkan makna ibadah Ramadhan, khususnya shalat tarawih, serta mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
"Insya Allah, kita telah melaksanakan shalat Isya dan akan dilanjutkan tarawih. Marilah kita banyak-banyak bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, karena kehadiran kita di tempat ini semata-mata karena kehendak dan kemampuan yang diberikan Allah SWT," ujar Ustadz Latif akrabnya disapa.
Ustadz Abdullatif menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah, terutama di usia yang semakin matang kepala empat atau lima (diatas 40 hingga 50 Tahun_red). Dirinya mengajak jamaah untuk merenungkan makna setiap gerakan shalat dan bacaan tasbih.
"Kita perlu mencari tahu dan merenungkan bagaimana kualitas setiap ibadah kita. Jika kita mau merenungkan dan menyelami diri kita masing-masing, secara psikologis, para ulama, baik ulama tasawuf maupun ulama fiqih, di usia kita yang sudah kepala empat atau lima, sudah tidak lagi memikirkan hal-hal banyak banyak ibadah tapi lebih pada makna dan kualitas ibadah," jelasnya.
Lebih lanjut, Ustad Abdul Latif menjelaskan hikmah di balik gerakan shalat dan bacaan tasbih. Menurutnya, gerakan shalat seperti rukuk dan sujud memiliki manfaat bagi kesehatan fisik, terutama peredaran darah.
"Menurut Ulama Dr. Aisyah Dahlah sunnah itu, jika kita lakukan, akan menjadi wajib bagi kita. Mengapa saat rukuk dan sujud kita disunnahkan membaca tasbih tiga kali? Ternyata, itulah batas minimal organ tubuh, terutama darah kita, mengalir. Jika kita Sujud maka saat itu darah mengalir ke kepala," paparnya.
Ustadz Abdullatif juga mengingatkan bahwa semua ibadah, termasuk puasa, harus dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Beliau mengajak jamaah untuk menghindari pendekatan ibadah yang hanya mengharapkan imbalan duniawi.
"Semua ibadah, selain ibadah puasa, untuk diri kita. tidak boleh ditujukan kepada selain Allah. hanya untuk Allah. Secara hakiki, ibadah puasa ini untuk Allah. tentu kita tidak tahu secara hakiki berapa besar pahala yang akan kita dapatkan karena Allah-lah yang langsung membalasnya" tegasnya.
Di akhir ceramahnya, Ustadz Latif mengajak jamaah untuk merenungkan setiap aktivitas ibadah dan memahami makna di baliknya.
"Marilah kita merenungkan setiap aktivitas ibadah kita masing-masing. Apakah kita pernah berpikir mengapa kita diperintahkan bertasbih kepada Allah SWT sebanyak 3 kali, Mengapa setiap gerakan shalat dan bacaannya selalu sama? Jika Bapak dan Ibu ingin tahu lebih banyak, silakan ikuti kajian-kajian dari para ulama," pungkasnya.(AM)
What's Your Reaction?
