Sasar Ketahanan Pangan 2026, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Program Irigasi dan Konservasi Air di Kementan RI
Sasar Ketahanan Pangan 2026, Komisi II DPRD Sumbawa Kawal Program Irigasi dan Konservasi Air di Kementan RI
JAKARTA.Amarmedia.co.id– Guna memastikan keberlanjutan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, jajaran pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Konservasi Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Rabu (15/4).
Kunjungan ini dilakukan untuk melakukan sinkronisasi program pusat dengan kebutuhan riil petani di lapangan, terutama terkait alokasi anggaran infrastruktur irigasi tahun 2026.
Komitmen Pusat untuk Pertanian Sumbawa
Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, menyambut hangat rombongan dari "Tana Samawa". Ia memaparkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi pencapaian target ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Menteri Pertanian.
"Kami tengah mengejar target besar untuk mendukung ketahanan pangan di 2026. Secara khusus, infrastruktur irigasi di daerah tadah hujan dan lahan kering menjadi prioritas, di mana wilayah Sumbawa memiliki potensi yang sangat sejalan dengan program kami," ujar Risda.
Dalam paparannya, Risda merinci sejumlah alokasi yang disiapkan untuk tahun 2026, mencakup 256 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, serta 21 unit bangunan konservasi air seperti dam parit dan long storage.
Apresiasi dan Catatan Kritis DPRD Sumbawa
Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi pusat, terutama melalui program UPLAND yang telah terbukti meningkatkan produktivitas komoditas unggulan seperti bawang merah dan bawang putih di Sumbawa.
"Kami mendukung penuh keberlanjutan program ini. UPLAND telah mengangkat marwah pertanian kami. Namun, kami juga berharap ada peningkatan porsi program pusat lainnya agar lebih banyak petani yang tersentuh manfaatnya," ungkap Haji Berlian.
Senada dengan itu, Sekretaris Komisi II, H. Zohran, SH, memberikan catatan tajam mengenai integrasi antara perluasan lahan (Oplah) dengan ketersediaan sumber air. Sebagai praktisi pertanian, ia mengingatkan agar program Cetak Sawah Baru (Oplah) tidak gagal karena ketiadaan air.
"Sumbawa adalah penyumbang pangan 20 persen bagi NTB, dan kita targetkan naik ke 30 persen. Tapi ingat, jangan sekadar cetak sawah tanpa ada sumber airnya. Kami mendorong percepatan jaringan irigasi primer dan sekunder di Bendungan Beringin Sila agar fungsionalitasnya maksimal," tegas Zohran.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa program UPLAND yang sedianya berakhir tahun 2025 lalu telah diupayakan untuk diperpanjang (extend) hingga 2026. Kabag Perekonomian Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, juga memastikan bahwa modal yang disalurkan melalui BPR dengan bunga rendah (4%) akan terus dipantau agar tetap berkelanjutan bagi petani.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa, Mukhlis, menambahkan bahwa untuk tahun 2026, Sumbawa mendapatkan alokasi cetak sawah baru seluas 2.000 hektar. "Desain teknisnya sedang dikerjakan oleh Unram. Kami juga sudah menyiapkan 12 Brigade Pertanian dari kalangan milenial sebagai upaya regenerasi SDM pertanian kita," tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak Direktorat meminta DPRD dan Pemkab Sumbawa untuk memperkuat koordinasi dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP LIP) yang berpusat di Lombok. Hal ini penting untuk mengatasi kendala operasional pasca ditariknya sejumlah kewenangan anggaran ke pusat.
Kapoksi Risda juga menekankan agar verifikasi lapangan dipercepat. Dari 256 usulan unit perpompaan untuk Sumbawa, baru 30 unit yang terverifikasi. "Kami minta dukungan DPRD untuk mengawal ini di tingkat bawah. Jika lokasinya siap dan memenuhi syarat teknis, kami akan prioritaskan," pungkasnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, SIP, serta anggota Komisi DPRD lainnya yakni Ida Rahayu, SAP, Juliansyah SE, Muhammad Zain SIP. Hadir Anggota Komisi III Andi Rusni, SE MM, dan H Rusdi, Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, SE MM.Inov. (AM)
What's Your Reaction?
