Optimalkan Sawah Rakyat, I Nyoman Wisma Dorong Percepatan Infrastruktur Irigasi di Kementan RI
Optimalkan Sawah Rakyat, I Nyoman Wisma Dorong Percepatan Infrastruktur Irigasi di Kementan RI
JAKARTA.Amarmedia.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, I Nyoman Wisma, SIP, melakukan langkah strategis dengan "jemput bola" ke Jakarta guna memastikan keberlanjutan dukungan pusat bagi sektor pertanian daerah. Dalam pertemuan resmi di Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian RI, Nyoman Wisma menegaskan pentingnya percepatan infrastruktur irigasi sebagai kunci optimalisasi sawah rakyat di Kabupaten Sumbawa.
Didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbawa H.M. Berlian Rayes beserta jajaran Komisi II, III dan IV rombongan diterima langsung oleh Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, dan KBU Direktorat Konservasi Sumber Daya Air, Faisal. Pertemuan ini membahas proyeksi kegiatan pembangunan infrastruktur pengairan yang akan dialokasikan untuk tahun anggaran 2026.
Fokus pada Aksesibilitas Air: Memperbanyak Cekdam dan Embung
Dalam pemaparannya, I Nyoman Wisma mengapresiasi bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan program perpompaan yang telah berjalan. Namun, ia memberikan catatan strategis bahwa petani membutuhkan penampungan air yang lebih dekat dengan lahan mereka melalui pembangunan cekdam dan embung.
"Kami mengapresiasi program yang sudah masuk. Namun, aspirasi dari bawah menunjukkan bahwa petani kita sangat membutuhkan infrastruktur penampung air seperti cekdam dan embung agar air lebih dekat ke sawah. Kami berharap program ini bisa masuk dalam prioritas penganggaran 2026 secara kontinu," tegas Nyoman Wisma di hadapan jajaran Kementan.
Nyoman Wisma yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa menambahkan bahwa keberhasilan program UPLAND pada komoditas bawang merah harus menjadi pemantik untuk memperluas pola pengairan yang efektif ke komoditas lain, termasuk padi, agar produktivitas lahan kering di Sumbawa bisa meningkat secara signifikan.
Menanggapi dorongan tersebut, pihak Kementan RI melalui Ibu Risda menyampaikan komitmennya untuk terus memprioritaskan Kabupaten Sumbawa. Untuk tahun 2026, telah direncanakan alokasi pembangunan infrastruktur yang meliputi 256 unit Irigasi Perpompaan, 19 unit Irigasi Perpipaan 21 unit Bangunan Konservasi Air (termasuk Dam Parit dan Long Storage).
Selain itu, Kementan juga mengarahkan agar DPRD dan Pemerintah Daerah aktif berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP LIP) yang berkantor pusat di Lombok untuk mempermudah verifikasi lapangan dan operasional di tingkat daerah.
Nyoman Wisma juga menyambut positif rencana pemerintah pusat untuk melakukan Cetak Sawah Baru seluas 2.000 hektar di Sumbawa pada tahun 2026. Ia menekankan bahwa perluasan lahan ini harus dibarengi dengan kepastian ketersediaan sumber air agar tidak gagal di tengah jalan.
"Cetak sawah ini adalah peluang besar. Kami di DPRD mendukung penuh, termasuk pembentukan 12 Brigade Pertanian yang melibatkan generasi muda. Dengan teknologi dan air yang cukup, pertanian kita akan lebih modern dan menjanjikan bagi kaum milenial," lanjutnya.
Menutup pertemuan tersebut, I Nyoman Wisma memastikan bahwa Komisi II akan mengawal ketat 21 unit kegiatan konservasi air yang sudah masuk dalam daftar verifikasi. Ia berharap sinergi antara pusat dan daerah ini dapat meningkatkan kontribusi Sumbawa terhadap kebutuhan pangan NTB dari 20% menjadi 30%.
"Tugas kami adalah memastikan kebijakan pusat mendarat dengan tepat di sawah-sawah petani. Jika infrastruktur irigasi beres, kesejahteraan petani Sumbawa pasti meningkat," pungkasnya.
Penulis:Abdul Ma'ruf Rahmat
What's Your Reaction?
