H. Zohran SH Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Air di Sumbawa Menuju Target NTB Lumbung Pangan Nasional

amramr
Apr 17, 2026 - 19:02
Apr 17, 2026 - 19:19
 0  47
H. Zohran SH Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Air di Sumbawa Menuju Target  NTB  Lumbung Pangan Nasional

H. Zohran SH Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Air di Sumbawa Menuju Target NTB Lumbung Pangan Nasional 

JAKARTA.Amarmedia.co.id – Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH, memberikan catatan kritis dan tajam dalam pertemuan resmi bersama Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air, Kementerian Pertanian, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Haji Zohran Orek akrab disapa menekankan bahwa keberhasilan peningkatan produksi pangan di Kabupaten Sumbawa sangat bergantung pada ketersediaan air yang konsisten, bukan sekadar perluasan lahan.

Dalam pemaparannya, H. Zohran menggarisbawahi peran strategis Kabupaten Sumbawa sebagai lumbung pangan. Saat ini, Sumbawa menyumbang sekitar 20% kebutuhan pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Target kita adalah meningkatkan kontribusi itu menjadi 30 persen. Caranya bukan hanya dengan mencetak sawah baru, tapi memastikan lahan yang sudah ada memiliki sumber air yang cukup, jangan sampai kita cetak sawah tapi airnya tidak tersedia," tegas H. Zohran.

H. Zohran juga mendorong pemerintah pusat untuk melirik potensi sumber air di Jaran Pusang yang dinilai mampu mengairi wilayah Plampang, Muer, hingga Selante. Menurutnya, program konservasi air seperti cekdam, embung, dan perpompaan air tanah harus dialokasikan lebih banyak ke Sumbawa mengingat karakteristik wilayahnya yang memiliki banyak lahan kering.

Ia juga menyoroti infrastruktur pendukung bendungan besar yang sudah ada yaitu Bendungan Beringin Sila, H.Zohran mendesak agar pembangunan irigasi primer dan sekunder segera dituntaskan agar manfaat bendungan bisa dirasakan maksimal oleh petani.

Terhadap Komoditas Unggulan, meski mendukung pengembangan bawang merah melalui program UPLAND, ia mengingatkan agar komoditas tersebut tidak menggeser dominasi padi sebagai pilar ketahanan pangan.

Menanggapi poin-poin kritis tersebut, Kapoksi Direktorat Konservasi Air, Ibu Risda, mengakui ketajaman analisis H. Zohran. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah pusat telah mengalokasikan 256 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, 21 unit pengelolaan air/konservasi.

"Pertanyaan Pak Zohran sangat kritis. Untuk cekdam dan dam parit, kami akan prioritaskan melalui pola swakelola agar petani memiliki rasa memiliki yang tinggi. Kami juga meminta DPRD mengawal pelaksanaan 21 kegiatan yang sudah masuk, agar Sumbawa bisa terus menjadi prioritas di tahun-tahun mendatang," ujar Ibu Risda.

Keberlanjutan Program UPLAND

Terkait program UPLAND yang akan berakhir, H. Zohran bersama rombongan DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes memastikan bahwa keberhasilan program ini di Sumbawa—khususnya pada komoditas bawang merah—harus tetap berkelanjutan melalui koperasi dan dukungan dana desa maupun APBD, meski masa kontrak pusat berakhir pada 2026.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, serta jajaran anggota Komisi  lainnya seperti Ida Rahayu SAP , Muhammad Zain SIP, Juliansyah SE serta Anggota Komisi III Andi Rusni SE.MM, H Rusdi dan Ketua Komisi IV Muhammad Takdir, SE.M.M.Inov, didampingi Sekdis Pertanian  Mukhlis dan Kabag Perekonomian Setda Sumbawa. Ivan Indrajaya ST MM bersama Staf Ahli DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Ma'ruf Rahmat SP.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow