Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi

amramr
May 21, 2026 - 02:41
May 21, 2026 - 05:12
 0  14
Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi

Evaluasi FLS3N Kabupaten Sumbawa: Hasanuddin Tekankan Pentingnya Pembinaan Karakter, Artikulasi, dan Penguatan Seni Tradisi 

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 20 Mei 2026 – Pelaksanaan Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten Sumbawa tahun 2026 yang berlangsung di Kafe arung Jonga memasuki babak akhir. Dalam kesempatan tersebut, praktisi seni dan pengamat budaya, Hasanuddin akrab disapa Haji Ace, menyampaikan evaluasi mendalam terkait jalannya kompetisi dan profesionalisme manajemen sekolah dalam membina bakat siswa.

Haji Ace menegaskan bahwa FLS3N bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen pembentuk karakter dan wadah pengembangan potensi siswa yang seharusnya menjadi prioritas setiap satuan pendidikan.

"FLS3N adalah major event bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa. Sekolah harus bergerak aktif menemukan bakat siswa," ujar Hasanuddin di hadapan peserta dan tenaga pendidik, Rabu malam (20/5/2026).

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa bersama jajarannya, Pengurus Dewan Kesenian Sumbawa.

Dalam arahannya, Hasanuddin membedah tiga poin penting untuk meningkatkan kualitas penampilan siswa di tingkat provinsi maupun nasional:

Pertama: untuk Seni Mendongeng, Ia mengingatkan agar para peserta dan guru pembina memperhatikan teknik pemenggalan cerita (durasi) agar tidak memutus alur. Selain itu, artikulasi menjadi sorotan utama. "Banyak bahasa ucap yang tertelan karena emosi. Padahal, artikulasi harus jelas. Kebiasaan bicara tidak jelas ini jangan dibawa ke atas panggung jika ingin bersaing di level nasional," tegasnya.

Kedua Kreativitas Musik Tradisional . Hasanuddin menekankan pentingnya menciptakan pertunjukan yang utuh. Ia mengimbau agar sekolah tidak terpaku pada keterbatasan alat musik, melainkan berkolaborasi dengan sanggar seni setempat untuk mengeksplorasi komposisi musik tradisi Sumbawa, seperti penggunaan gendang, gong, dan serune yang dikelola secara kreatif.

Ketiga; untuk Tari Kreasi, Terkait materi tari, Hasanuddin menjelaskan bahwa kategori saat ini adalah semi-kontemporer yang tetap berpijak pada tradisi. Ia meminta para penata tari untuk lebih jeli dalam menerjemahkan tema "Pesta Rakyat" sesuai dengan sudut pandang anak remaja, bukan memaksakan estetika "salon" yang jauh dari realitas kehidupan masyarakat Sumbawa. " Cantik salon bukan satu-satunya yang dinilai, tapi pada karakter dan kreativitas tema yang dibawa, kalau kita membawa tema turin benrang maka nggak perlu ornamen yang macam - macam"ujarnya.

Meski menyadari keterbatasan anggaran daerah, Hasanuddin optimis bahwa prestasi seni Sumbawa tetap bisa diperhitungkan di kancah nasional. Ia mencontohkan konsep "teater miskin" yang membuktikan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang untuk melahirkan karya seni yang agung.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Hasanuddin menyatakan kesediaannya untuk mendampingi para juara tingkat kabupaten agar lebih matang sebelum melaju ke tingkat provinsi.

"Saya siap membantu memberikan pembinaan, tidak perlu bayar, cukup diskusi dan kolaborasi. Kita ingin Sumbawa tetap berada di papan atas prestasi kesenian. Saya berharap para juri dan guru dapat bekerja sama membina siswa agar mampu duduk setara dengan daerah lain di tingkat nasional," pungkasnya.

Acara malam itu ditutup dengan harapan agar seluruh pihak, mulai dari Dinas Dikbud hingga praktisi seni, dapat duduk bersama mengevaluasi teknis pembinaan demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Sumbawa. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow