Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa di Salah Satu SMP, Minta Pengawasan Anak Diperkuat

amramr
Aug 19, 2026 - 17:27
Aug 19, 2026 - 17:35
 0  73
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa di Salah Satu SMP, Minta Pengawasan Anak Diperkuat

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa Soroti Dugaan Pengeroyokan Siswa di Salah Satu SMP, Minta Pengawasan Anak Diperkuat

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id— Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan keprihatinan atas dugaan pengeroyokan terhadap seorang siswa yang terjadi di lingkungan salah satu SMP di Kabupaten Sumbawa pada 15 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, tumbuh dan membangun karakter.

Abdul Rafiq mengatakan, apabila dugaan kekerasan tersebut benar terjadi, maka persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai kenakalan anak biasa. Namun, penanganannya juga harus tetap memperhatikan bahwa para pihak yang terlibat masih berada dalam usia pendidikan.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Kalau benar terjadi pengeroyokan, tentu harus ditangani secara serius dan objektif. Kita hormati proses hukum yang sedang berjalan dan jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri,” ujar Abdul Rafiq.

Menurut Abdul Rafiq, kasus kekerasan antarpelajar harus menjadi momentum untuk melihat persoalan anak secara lebih luas.

Ia menilai perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak. Informasi, video, permainan, hingga berbagai bentuk konten kekerasan dapat diakses dengan sangat mudah.

“Anak-anak kita sekarang hidup dalam dunia yang berbeda. Dunia maya masuk sangat masif dalam kehidupan mereka. Apa yang mereka lihat di media sosial bisa memengaruhi cara berpikir, cara berbicara dan bahkan cara mereka menyelesaikan masalah,” katanya.

Karena itu, menurutnya, orang tua tidak boleh menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah maupun dunia maya.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih banyak dididik oleh handphone daripada oleh orang tua dan guru. Ini bukan berarti kita anti teknologi. Justru teknologi harus kita manfaatkan untuk hal-hal positif, tetapi anak harus didampingi dan diberikan literasi digital,” tegasnya.

Abdul Rafiq meminta sekolah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa, terutama di titik-titik yang rawan terjadinya perundungan maupun kekerasan.

Di sisi lain, orang tua juga diminta lebih aktif berkomunikasi dengan anak dan mengetahui lingkungan pergaulan serta aktivitas mereka di dunia maya.

“Kita harus hadir sebelum masalah terjadi. Guru harus peka terhadap perubahan perilaku anak, orang tua harus mau mendengar cerita anak, dan anak juga harus diberikan ruang untuk menyampaikan persoalannya,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah benar-benar berjalan, bukan sekadar formalitas. Penguatan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan juga penting untuk mendeteksi persoalan sejak dini. Upaya pencegahan bullying di sekolah sebelumnya juga telah menjadi perhatian serius di Kabupaten Sumbawa. (Kabar Sumbawa

Jangan Sampai Anak Menjadi Korban Dua Kali

Abdul Rafiq mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan video, foto, identitas maupun informasi pribadi anak yang terlibat dalam kasus tersebut secara sembarangan di media sosial.

“Jangan sampai anak yang menjadi korban mengalami penderitaan untuk kedua kalinya karena video atau informasi tentang dirinya beredar luas di media sosial. Kita harus melindungi anak-anak, bukan mempermalukan mereka,” katanya.

Ia juga meminta agar anak-anak yang diduga terlibat tetap mendapatkan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau terbukti melakukan kesalahan, tentu harus ada konsekuensi dan pembinaan. Tetapi jangan kita beri stigma seumur hidup kepada anak. Mereka masih punya masa depan dan masih bisa diperbaiki,” tegas Abdul Rafiq.

Bangun Gerakan Bersama Melindungi Anak

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumbawa tersebut mengajak pemerintah daerah, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun gerakan bersama dalam melindungi anak dari kekerasan dan pengaruh negatif dunia maya.

“Ini bukan hanya persoalan sekolah. Ini persoalan kita bersama. Anak-anak adalah masa depan Sumbawa. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, berkarakter dan mendapatkan pendampingan yang cukup, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” pungkasnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow