Pucuk Pimpinan SMPN 1 Labuhan Badas Berganti, Ridwan Ariyanto Gantikan Punijan
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pucuk pimpinan SMP Negeri 1 Labuhan Badas berganti. Setelah beberapa waktu memimpin sekolah tersebut, Punijan, S.Pd., M.Pd., menyerahkan jabatan kepala sekolah kepada Ridwan Ariyanto, S.Pd., Kamis, 1 Oktober 2026.
Serah terima jabatan (sertijab) tersebut menjadi bagian dari proses mutasi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.
Punijan selanjutnya mendapat tugas baru sebagai guru mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Sumbawa. Sementara Ridwan Ariyanto yang sebelumnya bertugas di SMP Negeri 2 Lopok kini dipercaya untuk memimpin SMPN 1 Labuhan Badas.
Pergantian tersebut bukan hanya pergantian jabatan. Bagi warga sekolah, momentum ini menjadi awal dari perjalanan baru dengan kepemimpinan yang berbeda.
Selama menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan telah menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab dalam mengelola sekolah. Berbagai program pendidikan dan kegiatan siswa terus dilaksanakan dengan melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Berbagai kegiatan untuk membangun karakter, meningkatkan literasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengembangkan potensi siswa juga menjadi bagian dari kehidupan sekolah.
Karena itu, pergantian kepala sekolah tentu membawa suasana baru. Namun, program-program yang sudah berjalan dan dinilai baik diharapkan tetap dapat dilanjutkan.
Punijan sendiri kini kembali menjalankan tugas sebagai guru Matematika di SMPN 2 Sumbawa. Perubahan tugas ini tentu memberikan pengalaman yang berbeda setelah sebelumnya mendapat amanah sebagai kepala sekolah.
Menjadi guru berarti kembali lebih dekat dengan siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pengalaman selama memimpin sekolah diharapkan menjadi bekal berharga ketika kembali menjalankan tugas sebagai pendidik.
Bagi seorang guru, pengalaman mengelola sekolah juga dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam memahami berbagai persoalan pendidikan. Mulai dari kebutuhan siswa, kerja sama antarguru, komunikasi dengan orang tua, hingga bagaimana membangun suasana sekolah yang nyaman.
Sementara itu, Ridwan Ariyanto kini menghadapi tanggung jawab baru sebagai Kepala SMPN 1 Labuhan Badas.
Sebelumnya, Ridwan menjalankan tugas di SMPN 2 Lopok. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam menjalankan amanah baru di SMPN 1 Labuhan Badas.
Menjadi kepala sekolah bukan pekerjaan yang sederhana. Kepala sekolah tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga harus mampu menggerakkan guru dan tenaga kependidikan, membangun komunikasi dengan orang tua, serta memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.
Di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, tantangan sekolah juga semakin beragam.
Guru dan kepala sekolah kini tidak hanya berhadapan dengan persoalan pembelajaran di dalam kelas. Perkembangan teknologi, penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), rendahnya minat membaca sebagian siswa, perubahan perilaku anak, hingga persoalan karakter menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Karena itu, kepemimpinan sekolah membutuhkan kerja sama. Kepala sekolah tidak mungkin bekerja sendiri.
Guru menjadi ujung tombak dalam proses pembelajaran. Tenaga kependidikan mendukung pelayanan administrasi. Orang tua memberikan dukungan dari rumah, sedangkan siswa menjadi bagian utama dari seluruh proses pendidikan.
Semua unsur tersebut harus berjalan bersama.
Pergantian kepala sekolah di SMPN 1 Labuhan Badas diharapkan tidak menjadi batas antara program lama dan program baru. Sebaliknya, pergantian ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali apa yang sudah dilakukan, apa yang perlu dipertahankan, dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Kepala sekolah baru tentu membutuhkan waktu untuk mengenal kondisi sekolah secara lebih dekat. Mengenal guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, serta lingkungan sekitar sekolah menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas.
Setiap sekolah memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, kepemimpinan juga perlu menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Hal yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi. Banyak persoalan di sekolah dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
Guru perlu merasa dihargai. Siswa perlu didengar. Orang tua perlu mendapatkan informasi yang jelas. Sementara berbagai persoalan sekolah perlu dibicarakan secara terbuka agar dapat dicari jalan keluarnya secara bersama-sama.
Di sisi lain, pergantian kepala sekolah juga menjadi pengingat bahwa jabatan dalam dunia pendidikan merupakan amanah. Ada waktunya seseorang memimpin, ada waktunya kembali menjadi guru atau menjalankan tugas lain.
Yang terpenting bukan berapa lama seseorang menduduki jabatan, tetapi apa yang telah dilakukan selama mendapat kepercayaan tersebut.
Punijan kini melanjutkan pengabdiannya sebagai guru Matematika di SMPN 2 Sumbawa. Sementara Ridwan Ariyanto memulai langkah baru sebagai Kepala SMPN 1 Labuhan Badas.
Dua tugas yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: memberikan pelayanan pendidikan yang baik kepada anak-anak.
Bagi warga SMPN 1 Labuhan Badas, hadirnya kepala sekolah baru diharapkan membawa energi positif. Program yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan, sementara berbagai kekurangan dapat menjadi bahan perbaikan.
Sekolah juga diharapkan terus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensi.
Pada akhirnya, pergantian kepala sekolah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, sertijab menjadi awal dari perjalanan berikutnya.
Punijan membawa pengalaman kepemimpinannya untuk menjalankan tugas baru sebagai guru. Ridwan Ariyanto membawa pengalaman dari SMPN 2 Lopok untuk memimpin SMPN 1 Labuhan Badas.
Keduanya kini memiliki amanah masing-masing.
Semoga pergantian ini menjadi bagian dari dinamika pendidikan yang membawa kebaikan bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat.
Sebab, siapa pun kepala sekolahnya, tujuan pendidikan tetap sama. Membantu anak-anak belajar, tumbuh menjadi pribadi yang baik, memiliki pengetahuan, serta mampu menghadapi masa depan dengan bekal yang cukup.
Dan perjalanan itu harus terus berjalan, meski pucuk pimpinan sekolah berganti.[AM/Asmediati)
What's Your Reaction?