Alwan Hidayat Maju sebagai Kandidat Ketua FK2D Kabupaten Sumbawa, Usung Kepemimpinan Kolektif-Kolegial dan Kolaborasi Antardesa

amramr
Oct 28, 2026 - 21:34
Oct 28, 2026 - 21:40
 0  13
Alwan Hidayat Maju sebagai Kandidat Ketua FK2D Kabupaten Sumbawa, Usung Kepemimpinan Kolektif-Kolegial dan Kolaborasi Antardesa

Alwan Hidayat Maju sebagai Kandidat Ketua FK2D Kabupaten Sumbawa, Usung Kepemimpinan Kolektif-Kolegial dan Kolaborasi Antardesa 

Sumbawa.Amarmedia.co.id — Alwan Hidayat, Kepala Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, mengikhtiarkan diri untuk maju sebagai kandidat Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kabupaten Sumbawa dalam agenda pemilihan kepengurusan yang direncanakan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Berbekal pengalaman panjang di organisasi mahasiswa, kepemudaan, dan pemerintahan desa, Alwan menawarkan gagasan kepemimpinan yang menitikberatkan pada prinsip kolektif-kolegial, semangat kolaboratif, serta penguatan solidaritas antarkepala desa dalam mengawal pembangunan Kabupaten Sumbawa.

Baginya, FK2D bukan sekadar wadah berhimpunnya para kepala desa, melainkan ruang bersama untuk menyatukan aspirasi, memperkuat komunikasi, dan menjembatani berbagai kebutuhan pemerintahan desa dengan para pemangku kebijakan di tingkat kabupaten.

“FK2D harus menjadi rumah bersama bagi seluruh kepala desa. Organisasi ini perlu dikelola dengan semangat kebersamaan, mengedepankan musyawarah, dan membangun kolaborasi agar aspirasi serta kebutuhan desa dapat diperjuangkan secara lebih terarah,” demikian gagasan kepemimpinan yang ditawarkan Alwan.

Berangkat dari Pengalaman Organisasi

Alwan Hidayat lahir di Desa Batu Tering, Kabupaten Sumbawa, pada 13 Mei 1979. Perjalanan organisasinya telah dimulai sejak bangku sekolah melalui kegiatan kepramukaan dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Ketika menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) NW Samawa, ia dipercaya menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2006–2007. Pada periode 2007–2008, ia kemudian mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa.

Pengalaman kepemimpinannya berlanjut di lingkungan kepemudaan. Alwan pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumbawa periode 2009–2011, sebelum dipercaya menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa periode 2015–2017.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumbawa periode 2018–2021.

Pengalaman tersebut membentuk rekam jejak Alwan dalam mengelola organisasi, membangun komunikasi lintas kelompok, mengonsolidasikan kepentingan, serta mengembangkan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan, Alwan mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) PMII pada 2003, Pendidikan Kader Dasar (PKD) PMII pada 2004, PKD GP Ansor pada 2018, serta Pendidikan Kader Nasional (PKN) GP Ansor pada 2020.

Dari Aktivis Organisasi Menuju Pemerintahan Desa

Pada 2020, Alwan dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Desa Batu Tering untuk periode 2020–2028. Pengalaman memimpin pemerintahan desa memberinya ruang untuk memahami secara langsung berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan kelembagaan, hingga kebutuhan koordinasi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal yang dibawanya dalam ikhtiar menuju kepemimpinan FK2D Kabupaten Sumbawa.

Menurut gagasan yang ditawarkannya, persoalan desa tidak selalu dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Banyak kebutuhan pembangunan memerlukan koordinasi lintas desa, dukungan kebijakan pemerintah daerah, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, FK2D perlu mengambil peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten, sekaligus menjadi wadah untuk merumuskan persoalan bersama dan memperjuangkan solusi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kolektif-Kolegial: Kepemimpinan yang Mengutamakan Kebersamaan

Salah satu gagasan utama yang ditawarkan Alwan adalah kepemimpinan kolektif-kolegial. Prinsip ini menempatkan musyawarah, keterbukaan, tanggung jawab bersama, dan partisipasi pengurus sebagai fondasi dalam menjalankan organisasi.

Dalam konsep tersebut, ketua tidak ditempatkan sebagai satu-satunya pusat pengambilan keputusan. Sebaliknya, ketua berperan mengoordinasikan, mengonsolidasikan, dan memastikan seluruh unsur organisasi memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan tanggung jawab masing-masing.

FK2D, dalam pandangan ini, harus dikelola sebagai organisasi bersama yang tidak bergantung pada figur tertentu, melainkan bertumpu pada kekuatan kolektif seluruh kepala desa.

Perbedaan karakteristik, kebutuhan, dan potensi antardesa tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Justru keberagaman tersebut perlu dikelola sebagai kekuatan dalam merumuskan agenda pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Dengan demikian, kepemimpinan FK2D diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, memperkuat kepercayaan antarkepala desa, serta menghasilkan keputusan organisasi yang lahir dari proses musyawarah dan pertimbangan bersama.

Kolaborasi sebagai Jalan Memajukan Desa

Selain kepemimpinan kolektif-kolegial, Alwan menempatkan kolaborasi sebagai pendekatan penting dalam memperkuat peran FK2D.

Baginya, pembangunan desa membutuhkan hubungan yang konstruktif antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, lembaga legislatif, dunia usaha, perguruan tinggi, dan unsur masyarakat lainnya.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar kebutuhan desa dapat dikomunikasikan secara efektif, potensi lokal dapat dikembangkan, dan berbagai peluang pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.

FK2D juga diharapkan mampu menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antardesa. Desa yang memiliki keberhasilan dalam mengembangkan potensi ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, atau memperkuat pemberdayaan masyarakat dapat menjadi sumber pembelajaran bagi desa lainnya.

Pendekatan ini menempatkan FK2D bukan hanya sebagai forum komunikasi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi gagasan dan penguatan kapasitas pemerintahan desa.

Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, solidaritas antarkepala desa menjadi modal penting untuk memperkuat posisi desa dalam proses perumusan kebijakan daerah.

Dari Desa Menuju Sumbawa Maju, Unggul, Sejahtera

Gagasan kepemimpinan yang ditawarkan Alwan sejalan dengan semangat “Dari Desa Menuju Sumbawa Maju, Unggul, Sejahtera.”

Semangat tersebut menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Sumbawa tidak dapat dilepaskan dari kemajuan desa-desa yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

Desa perlu memperoleh ruang komunikasi yang memadai, akses terhadap kebijakan pembangunan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi sesuai karakteristik wilayahnya. Pada saat yang sama, pemerintah desa juga perlu memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola pemerintahan, dan partisipasi masyarakat.

Dalam konteks itu, FK2D diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang konstruktif, kritis, dan solutif. Organisasi ini perlu mampu menyampaikan aspirasi secara terstruktur sekaligus ikut mencari jalan keluar atas berbagai persoalan pembangunan.

Bagi Alwan, keberhasilan FK2D tidak semata-mata diukur dari terlaksananya agenda organisasi atau terbentuknya kepengurusan baru. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana organisasi tersebut memberikan manfaat bagi desa, memperkuat solidaritas antarkepala desa, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ikhtiarnya maju sebagai kandidat Ketua FK2D Kabupaten Sumbawa pada November 2026 merupakan bagian dari upaya menawarkan gagasan tentang organisasi yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.

Pada akhirnya, siapa pun yang memimpin FK2D membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh kepala desa. Sebab, kemajuan organisasi tidak dibangun oleh satu orang, melainkan melalui kesediaan semua pihak untuk berjalan bersama, menyatukan gagasan, dan bekerja bagi kepentingan desa.

Kepemimpinan yang kuat bukan tentang seberapa besar kekuasaan seorang ketua, melainkan seberapa luas ruang yang dibangun untuk bekerja bersama. Dari kebersamaan antardesa, diharapkan lahir kekuatan baru untuk mendorong Sumbawa yang maju, unggul, dan sejahtera. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow