Bapas Kelas II Sumbawa Perkuat Layanan "Kelayan Binter", Gandeng Pemda hingga Akademisi untuk Tekan Angka Residivis
Bapas Kelas II Sumbawa Perkuat Layanan "Kelayan Binter", Gandeng Pemda hingga Akademisi untuk Tekan Angka Residivis
Sumbawa.Amarmedia.co.id — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sumbawa terus mematangkan langkah strategis dalam mengoptimalkan reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan implementasi Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-01.PK.04.02 Tahun 2026 tentang pedoman pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).
Kepala Bapas Kelas II Sumbawa, Rakhmadi Cahyono, Jumat 9 Oktober 2026 didampingi Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda M Arief Sahlani S.Psi mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pengawasan klien pemasyarakatan saat ini adalah luasnya cakupan wilayah kerja. Wilayah operasional Bapas Sumbawa membentang di empat kabupaten dan satu kota di Pulau Sumbawa—meliputi 65 kecamatan dan sekitar 545 desa/kelurahan dan saat ini ada 867 kliennya sementara jumlah personel Pembimbing Kemasyarakatan (PK) sangat terbatas.
"Wilayah kerja kami meliputi Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Dengan jumlah PK yang terbatas untuk mengawasi ratusan klien, kami tentu tidak bisa bekerja sendiri," ujar Rakhmadi yang sebelumnya menjabat di kepala Bapas Kerawang
Selektif dan Sinergi dengan Pemerintah Desa
Untuk memastikan efektivitas pembinaan, Bapas menerapkan proses seleksi yang ketat bagi warga binaan yang akan menjalani program pembebasan bersyarat. Proses ini mencakup asesmen kesiapan mental, transisi hubungan dengan keluarga, hingga pemetaan kondisi lingkungan sosial tempat klien akan kembali.
Dalam hal pengawasan di tingkat akar rumput, Bapas Sumbawa menggandeng aparat pemerintah desa, kelurahan, hingga unsur kepolisian setempat. Sinergi ini dinilai krusial guna mengikis stigma negatif masyarakat terhadap mantan warga binaan.
"Terkadang masyarakat masih memandang sebelah mata. Padahal, tidak sedikit yang tersandung masalah hukum akibat kekhilafan sesaat atau desakan ekonomi. Tugas kita bersama adalah meyakinkan masyarakat untuk memberikan kesempatan kedua bagi mereka," tegasnya.
Pelatihan Kemandirian dan Kolaborasi Bersama Perguru Tinggi
Guna mencegah residivis atau pengulangan tindak pidana, Bapas Sumbawa tidak hanya berfokus pada pengawasan administratif, melainkan juga membekali klien dengan keterampilan aplikatif, seperti pertanian, peternakan seperti ayam petelur dan sistem bioflok, serta pengolahan produk kuliner.
Sebagai solusi atas kendala permodalan dan pemasaran, Bapas merangkul dunia perbankan untuk penyediaan akses modal usaha serta menggandeng perguruan tinggi sebagai pusat penampungan dan hilirisasi produk hasil karya warga binaan. Tak hanya itu, pihak perguruan juga berkomitmen memberikan dukungan beasiswa bagi anak dari keluarga warga binaan yang berprestasi.
Inovasi Layanan Keliling
Menjawab tantangan geografis antarwilayah, Bapas Sumbawa berencana menghadirkan mobil layanan keliling pemasyarakatan secara berkala ke daerah-daerah seperti Kabupaten Sumbawa Barat. Langkah jemput bola ini diharapkan dapat memudahkan proses pelaporan dan pengawasan klien.
Melalui kolaborasi lintas sektoral yang solid—melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dinas tenaga kerja, perbankan, hingga akademisi—Bapas Kelas II Sumbawa optimis program Kelayan Binter mampu mencetak Klien Pemasyarakatan yang mandiri, produktif, dan diterima kembali secara utuh di tengah masyarakat. (AM)
What's Your Reaction?