Transformasi Pemasyarakatan: Kepala Bapas Sumbawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral Hapus Stigma Negatif dan Jadikan Warga Binaan "Mitra"
Transformasi Pemasyarakatan: Kepala Bapas Sumbawa Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral Hapus Stigma Negatif dan Jadikan Warga Binaan "Mitra"
Sumbawa, Amarmedia.co.id - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sumbawa Besar terus memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan layanan bimbingan dan pengawasan bagi Klien Pemasyarakatan. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bapas Kelas II Sumbawa, Rakhmadi Cahyono, dalam kegiatan Kunjungan Kerja Perorangan Anggota Komisi IV DPR RI H Johan Rosihan ST yang digelar di Aula Bapas Kelas II Sumbawa Besar, Senin 26 Oktober 2026.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry SH MH, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Drs. Iwan Sofyan, Sekretariat Bapperida, Dwi Rahayu St.M.M, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sumbawa Besar Tigana Barkah Maradona SH, Dekan Fakultas Agroindustri dan Sumber Daya Hayati Universitas Teknologi Sumbawa (UTS),Irwandi ST.M.M.Inov, jajaran pejabat struktural, serta tamu undangan lainnya.
Mengubah Paradigma: Dari "Warga Binaan" Menjadi "Mitra Bapas"
Dalam sambutannya, Kepala Bapas Sumbawa Rakhmadi Cahyono AMd IP.SH memaparkan peran strategis Bapas dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, khususnya melalui kelompok layanan bimbingan integrasi (Kelayan Binter). Program ini mencakup proses pendampingan, pembimbingan, serta pengawasan terhadap klien pemasyarakatan yang tengah menjalani masa asimilasi, cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, atau cuti menjelang bebas.
Meski demikian, Rakhmadi mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan bukanlah proses pengawasan semata, melainkan stigma negatif dari masyarakat terhadap eks warga binaan. Hal ini seringkali membuat mereka kesulitan untuk berinteraksi sosial maupun mendapatkan pekerjaan yang layak guna memenuhi kebutuhan hidup.
"Besar harapan kami ke depannya, sebutan bagi mereka yang telah selesai menjalani masa pidananya dan menjadi klien di Bapas kita ubah. Istilah warga binaan atau mantan narapidana perlahan kita hilangkan, dan kita posisikan mereka sebagai mitra Bapas," tegas Rahmadi Cahyono di hadapan para peserta yang hadir.
Dengan mengubah sudut pandang dan membuang stigma tersebut, Rahmadi berharap masyarakat dapat lebih terbuka menerima kehadiran mereka kembali, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara sukses dan berkelanjutan.
Sinergi Kuat: Pertanian, Perikanan, dan Keadilan Restoratif
Untuk mengatasi keterbatasan keterampilan dan membuka peluang ekonomi bagi para klien, Bapas Sumbawa secara aktif menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Program pemberdayaan difokuskan pada sektor riil seperti pertanian, peternakan, perikanan, serta pelatihan keterampilan kerja mandiri.
Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pergeseran paradigma hukum dari yang semula bersifat retributif (pembalasan) di KUHP lama, menuju keadilan restoratif (restorative justice) yang berfokus pada pemulihan hubungan kemasyarakatan.
"Semua orang punya masa lalu, baik atau buruk. Yang dinilai adalah bagaimana ujung dari perjalanan hidupnya atau khusnul khatimah. Kami di DPR RI bersama Bapas, DPRD Sumbawa, Dinas Sosial, dan UTS tidak akan membiarkan bapak dan ibu berjalan sendiri dalam masa pemulihan ini,"ungkap Johan Rosihan memberikan dukungan moral kepada para klien dan hadirin.
Komitmen Bersama Menuju Kemandirian
Melalui kolaborasi gotong royong yang melibatkan akademisi, pemerintah daerah, dan unsur legislatif pusat, Bapas Sumbawa optimis ruang gerak dan kemandirian ekonomi klien pemasyarakatan akan semakin terbuka lebar. Dukungan akses bantuan sektor pertanian, ketahanan pangan, hingga pelatihan vokasi tematik disiapkan agar para mitra Bapas memiliki bekal skill memadai saat kembali ke tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja ini dilanjutkan dengan prosesi penyerahan dukungan beasiswa pendidikan secara simbiolis, diskusi teknis penguatan program pemberdayaan, sesi foto bersama sebagai simbol solidnya sinergi lintas sektoral di Kabupaten Sumbawa serta kunjungan ke Lapas kelas II Sumbawa Besar. (AM)
-
What's Your Reaction?