Menikmati Kopi Punik di Atas Awan Sumbawa: Saat Gubernur NTB Singgah di Kedai Wiwin Suryani
Menikmati Kopi Punik di Atas Awan Sumbawa: Saat Gubernur NTB Singgah di Kedai Wiwin Suryani
SUMBAWA.Amarmedia.co.id — Perjalanan melintasi perbukitan terjal Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, selalu menyimpan sejuta cerita tentang ketangguhan alam dan manusianya. Di balik tantangan geografis yang ekstrem seperti saat harus menaklukkan tanjakan tajam yang dikenal warga sebagai Peruak Brang Treng wilayah berhawa sejuk ini menyimpan permata tersembunyi yang kini mulai mendunia: Kopi Punik.
Kebanggaan itu kini berlipat ganda bagi Wiwin Suryani, S.Pd., bersama sang suami tercinta, Herman akrab disapa Bang Herman, yang mendedikasikan diri mengelola UMKM Kopi Punik Sumbawa. Lebih istimewa lagi, kediaman sekaligus tempat usahanya di Dusun Punik, Desa Batudulang, mendapat kehormatan disinggahi langsung oleh orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.I.P., M.Hub.Int., pada 1 Oktober lalu.
Bagi Wiwin, momen mampirnya Gubernur Iqbal bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan sebuah simpul takdir dari perjalanan panjang yang penuh haru.
"Dulu saya ikut festival di Turki tahun 2022. Saat itu beliau masih menjabat sebagai Dubes RI di sana. Kami belum sempat bertemu karena beliau sedang mengemban tugas negara lainnya. Tak disangka, penantian itu terbayar di tahun 2026 ini; beliau justru berkenan langsung mampir ke Punik," ungkap Wiwin dengan nada penuh rasa syukur.
Suasana keakraban langsung terasa begitu sang Gubernur duduk dan menikmati secangkir Kopi Punik racikan Bang Herman. Sebagai barista andalan di kedai tersebut, Bang Herman menyuguhkan kopi dengan standar profesional. Kepiawaiannya meracik kopi tentu bukan tanpa alasan; ia merupakan seorang barista profesional yang telah mengantongi sertifikat sekolah barista berskala ASEAN. Jauh sebelum mendedikasikan keterampilannya untuk mengangkat kopi lokal Sumbawa, Bang Herman pernah menimba ilmu secara khusus dengan mengambil kelas barista di Coffee Lab 5758 Bandung.
Jauh dari kesan kaku, Gubernur Iqbal dikenal sangat ramah, baik, dan low profile. Sambil menyeruput aroma khas kopi perbukitan Sumbawa racikan sang barista bersertifikat ASEAN, obrolan mengalir hangat mengenai potensi lokal, tantangan akses jalan, hingga harapan masa depan para petani kopi.
"Beliau sangat mendukung agar UMKM lokal bisa go global dan mampu bersaing di pasar dunia," ungkap Wiwin kepada wartawan Selasa 6 Oktober 2026.
Kunjungan Gubernur Iqbal ke wilayah Batulanteh yang juga dirangkaikan dengan agenda bermalam di Desa Tepal untuk mendengarkan langsung aspirasi warga memberikan angin segar bagi para pelaku UMKM dan petani setempat. Akses infrastruktur jalan Batu Dulang menuju wilayah perbukitan yang kini mulai mendapat perhatian serius pemerintah diyakini menjadi kunci pembuka gerbang ekonomi baru.
Dalam obrolan hangat di kedai tersebut, Wiwin sempat memaparkan langsung kepada Gubernur mengenai arti penting pembangunan infrastruktur bagi warga Punik.
"Beliau juga bertanya, 'Apa manfaat jalan Batudulang–Punik?' Saya jawab, Banyak sekali, Pak!' Mulai dari akses yang semakin cepat, mulus, dan mudah; anak-anak kini semakin nyaman menempuh pendidikan, ibu hamil dan orang sakit bisa lebih cepat terlayani, UMKM bisa semakin eksis karena jalur yang mulus, petani dapat memobilisasi hasil pertanian dengan mudah; hingga para orang tua kini tidak lagi merasa cemas saat menyekolahkan anak-anak mereka ke kota karena khawatir terkendala akses yang sulit," tutur Wiwin mengenang percakapannya dengan sang Gubernur.
Bagi Wiwin Suryani dan Bang Herman, bisa menyuguhkan langsung secangkir Kopi Punik berkualitas standar ASEAN kepada Gubernur NTB adalah sebuah kebanggaan dan keberkahan tersendiri. Dari bilik kedai sederhana di atas awan Sumbawa, secangkir Kopi Punik tidak hanya menghangatkan suasana di tengah sejuknya perbukitan Batulanteh, tetapi juga membawa asa bahwa produk lokal kini kian siap melangkah mantap ke panggung dunia. (AM)
What's Your Reaction?