Lulus Sarjana, Jangan Berhenti Belajar: Amanat Prof. Din untuk Wisudawan ke 23 UNSA
Lulus Sarjana, Jangan Berhenti Belajar: Amanat Prof. Din untuk Wisudawan ke 23 UNSA
Sumbawa, Amarmedia.co.id— Universitas Samawa (UNSA) menggelar upacara Wisuda XXIII dengan khidmat dan semarak, dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Penyantun UNSA, KH.Prof. Dr. Din Syamsuddin, M.A. Kehadiran tokoh nasional asal Sumbawa itu menjadi momen istimewa bagi ratusan wisudawan, orang tua, serta civitas akademika yang memadati lokasi upacara.
Prof. Din mengaku rela menyesuaikan agenda penting di Jakarta demi hadir memberikan selamat dan amanat kebangsaan kepada para lulusan. Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan di Tana Samawa selalu menjadi prioritas dalam perhatiannya.
Batal Menyambut Tamu Negara demi Wisudawan
Dalam sambutan yang hangat dan diselingi humor, Prof. Din mengungkapkan bahwa jadwalnya di Jakarta sebenarnya bertepatan dengan penyambutan Presiden Tatarstan, Federasi Rusia, yang juga memimpin Kelompok Visi Strategis Rusia–Dunia Islam.
Ia menjelaskan, kesempatan tersebut semula hendak dimanfaatkan untuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNSA dan Kazan Federal University, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Rusia.
“Sebenarnya kehadiran tamu negara tersebut hendak saya manfaatkan untuk penandatanganan MoU antara UNSA dengan Kazan Federal University,” ungkap Prof. Din.
Namun, atas dorongan sekaligus “perintah khusus” Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., atau yang akrab disapa Prof. Ude, Prof. Din memilih memprioritaskan para wisudawan di Sumbawa. Ia pun berseloroh bahwa dukungan penuh sang istri turut menjadi penentu kehadirannya di kampus tercinta.
Tidak ketinggalan, Prof. Din menyampaikan pantun motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati:
Kampus UNSA di atas unter,
Walau kecil tapi menawan.
Wisuda bukanlah akhir,
Terus belajar raih masa depan.
Ia mengimbau lulusan jenjang Sarjana (S1) untuk tidak cepat berpuas diri, termasuk tidak terburu-buru menikah bagi yang belum memiliki pasangan. Prof. Din mendorong para alumni memfokuskan energi pada pengembangan diri serta melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) hingga doktor (S3), terlebih UNSA kini terus memperluas program pascasarjananya.
Dalam amanat kebangsaannya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menyoroti keunggulan strategis kawasan timur Indonesia. Menurutnya, meskipun jumlah penduduknya lebih sedikit dibandingkan kawasan barat, wilayah timur menyimpan lebih dari 60 persen sumber daya alam nasional.
“Tanah Samawa adalah tanah yang diberkati Allah SWT sebagai Intan Bulaeng. Berdasarkan informasi dan data yang kami terima, daerah kita kaya akan potensi tambang emas, tembaga, mangan, hingga bauksit. Kekayaan ini tidak akan membawa kesejahteraan tanpa ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni,” tegasnya.
Prof. Din menegaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kebutuhan strategis untuk mengawal pengelolaan sumber daya alam lokal, agar kekayaan tersebut benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat.
Dukungan Pemerintah, Tokoh Nasional, dan Mitra Industri
Sebagai Ketua Dewan Penyantun UNSA, Prof. Din juga menceritakan perannya menjalin sinergi antara kampus dengan berbagai pejabat tingkat pusat dan tokoh nasional yang berkunjung ke Sumbawa, di antaranya Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo, H. Muhammad Jusuf Kalla, hingga Tito Karnavian.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, serta DPRD, yang konsisten mendukung perkembangan UNSA.
Prof. Din juga mengonfirmasi dukungan strategis dari mitra industri, PT Amman Mineral Internasional (AMMAN), melalui H. Ahmad Salim, berupa bantuan layar LED videotron berukuran 6 × 10 meter. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang berbagai kegiatan akademik dan kegiatan kampus UNSA.
Menutup sambutannya, Prof. Din meletakkan fondasi visi jangka panjang pembangunan pendidikan di Sumbawa. Ia memproyeksikan bahwa dalam 6 hingga 8 tahun mendatang, banyak kader daerah dan alumni Pondok Dea Malela akan menyelesaikan studi doktor di luar negeri, termasuk di Rusia, Tiongkok, Malaysia, Filipina, hingga Al-Azhar Mesir.
Para doktor muda tersebut diproyeksikan kembali ke tanah air untuk memperkuat civitas akademika UNSA, sekaligus mendukung rencana pendirian Universitas Internasional Dea Malela yang direncanakan mulai beroperasi pada 2028.
“Dalam 10 hingga 15 tahun yang akan datang, kelak kita bisa tersenyum bangga menyaksikan universitas-universitas di Tanah Samawa tumbuh pesat, melahirkan SDM unggul, dan mewujudkan Tanah Samawa sebagai Intan Bulaeng yang memakmurkan masyarakat Sumbawa dan Indonesia,” pungkas Prof. Din, (AM)
What's Your Reaction?