Bupati Sumbawa Ajak Wisudawan UNSA Jadi Pembawa Solusi, Soroti Peluang Strategis Kawasan Ekonomi Khusus dan Industri Garam Nasional

amramr
Oct 31, 2026 - 10:47
Oct 31, 2026 - 10:51
 0  25
Bupati Sumbawa Ajak Wisudawan UNSA Jadi Pembawa Solusi, Soroti Peluang Strategis Kawasan Ekonomi Khusus dan Industri Garam Nasional

Bupati Sumbawa Ajak Wisudawan UNSA Jadi Pembawa Solusi, Soroti Peluang Strategis Kawasan Ekonomi Khusus dan Industri Garam Nasional

Sumbawa Besar Amarmedia.co.id — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan orasi dan sambutan penting dalam Sidang Senat Terbuka Upacara Wisuda Program Sarjana (S1), Pascasarjana (S2), dan Profesi Ners Angkatan XXIII Universitas Samawa (UNSA) Tahun 2026 yang dihelat di Auditorium UNSA, Sabtu (31/10/2026).

Di hadapan ratusan wisudawan, orang tua mahasiswa, serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan, Perwakilan Polda NTB, Ketua Dewan Penyantun UNSA Prof. Dr. K.H. M. Din Syamsuddin, dan Kepala LLDIKTI Wilayah 8—Bupati menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tantangan nyata di tengah dinamika global yang bergerak sangat cepat.

Makna Perjuangan di Balik Toga Wisuda

Mengawali sambutannya, Bupati H. Syarafuddin Jarot mengajak seluruh hadirin untuk meresfleksi perjuangan panjang di balik selembar toga yang dikenakan oleh para wisudawan hari ini. Ia mengingatkan bahwa di balik keberhasilan menggapai gelar akademik, terdapat air mata, pengorbanan malam-malam panjang penulisan skripsi, serta tetesan keringat orang tua yang diam-diam menyisihkan anggaran demi masa depan anak-anak mereka.

"Wisuda hari ini bukan hanya keberhasilan mahasiswa saja, tetapi juga keberhasilan keluarga, orang tua, dan semua pihak yang ikut memperjuangkan masa depan generasi muda Sumbawa," ungkap Bupati penuh apresiasi.

Lebih lanjut, Bupati Jarot  mengingatkan para lulusan bahwa dunia tempat mereka melangkah saat ini tengah berada dalam era perubahan yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Ia menyoroti dinamika geopolitik global—mulai dari kawasan Timur Tengah hingga konflik Rusia-Ukraina—yang berdampak pada rantai pasok global dan stabilitas komoditas.

Tidak hanya itu, penetrasi kecerdasan buatan Artificial Intelligence secara masif telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Artinya, dunia kerja yang dihadapi lulusan hari ini tidak lagi sama dengan yang dihadapi oleh angkatan-angkatan sebelumnya.

"Karena itu, saya berpesan jangan berhenti belajar hanya karena sudah mendapatkan gelar sarjana. Hari ini adalah bukti bahwa saudara-saudara mampu menyelesaikan pendidikan, tetapi tantangan sesungguhnya adalah terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat," tegasnya.

Jangan Hanya Berkomentar, Jadilah Problem Solver

Dalam pesan bernada motivasi khas kepemimpinan visioner, Bupati Jarot secara khusus menantang para sarjana baru agar tidak menjadi generasi yang sekadar pintar mengeluh atau banyak berpendapat di media sosial tanpa aksi nyata.

"Jangan hanya menjadi bagian yang pandai mengomentari keadaan. Jadilah generasi yang memperbaiki keadaan dan pintar mencari solusi (problem solver). Jangan terlalu banyak berpendapat di media sosial tetapi minim aksi. Sarjana saat ini sangat dibutuhkan kemampuannya untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar mampu menjawab soal ujian," sentilnya disambut antusias para tamu undangan.

Mengaitkan momentum kelulusan dengan arah pembangunan daerah, Bupati Sumbawa memaparkan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar, meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, hingga pertambangan.

Bupati membeberkan sejumlah proyek strategis nasional dan regional yang tengah didorong di Tana Samawa, di antaranya rencana pengembangan Industri Garam Nasional serta ikhtiar besar mengusulkan wilayah Sumbawa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menurutnya, berbagai mega proyek tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan besar bagi daerah. Jika tidak dikelola dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia yang memadai, maka masyarakat lokal hanya akan menjadi penonton. Di sinilah peran strategis para lulusan UNSA dari berbagai disiplin ilmu untuk masuk dan memperkuat tata kelola pembangunan

Disebutkannya bahwa lulusan Pertanian,Peternakan, Teknik  dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi agraris, riset, dan hilirisasi industri lokal. Lulusan sosial & Politik/Hukum  dibutuhkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta mengawal kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjut Bupati, akan terus berkomitmen mendorong kolaborasi erat bersama perguruan tinggi seperti UNSA agar kebijakan pembangunan daerah senantiasa berbasis pada kajian akademik dan riset ilmiah yang matang.

Menutup sambutannya, Bupati H. Syarafuddin Jarot kembali menyampaikan selamat kepada 413 wisudawan angkatan ke-23 dan mendoakan agar para lulusan Universitas Samawa mampu menjadi motor penggerak kemajuan, membawa nama baik almamater, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow