H. Johan Rosihan Puji Keberanian Kojas Sumbawa: "Ubah Mindset Publik, Janda Adalah Takdir yang Harus Didukung dan Dihormati"
H. Johan Rosihan Puji Keberanian Kojas Sumbawa: "Ubah Mindset Publik, Janda Adalah Takdir yang Harus Didukung dan Dihormati"
Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Fraksi PKS, H. Johan Rosihan, ST., MH., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberanian para perempuan yang tergabung dalam Komunitas Janda Samawa (Kojas) Sumbawa.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Puncak Perayaan HUT ke-2 Kojas Sumbawa yang dirangkaikan dengan HUT ke-4 Relawan Perempuan Johan Rosihan (RPJR) di Lapangan Pahlawan, Kabupaten Sumbawa, Minggu malam (23/8/2026).
Di hadapan ratusan warga dan jajaran pejabat daerah, Johan menegaskan bahwa keberanian perempuan memproklamirkan diri dalam sebuah wadah bernama Kojas merupakan langkah terobosan yang harus mengubah cara pandang (mindset) masyarakat luas.
"Memperkenalkan diri sebagai bagian dari komunitas janda itu butuh keberanian tersendiri. Ini bukan sesuatu yang biasa, melainkan sebuah keberanian luar biasa dari Srikandi-Srikandi kita," puji Johan.
Johan menekankan, status sebagai janda bukanlah sebuah pilihan, melainkan garis takdir dan peristiwa kehidupan. Oleh karena itu, masyarakat—khususnya kaum pria dan para pemangku kebijakan—harus mendukung serta menjaga harkat dan martabat mereka, bukan malah memandang sebelah mata.
"Menjadi janda bukanlah pilihan, melainkan takdir. Bergabung dalam komunitas adalah cara mereka mempertahankan diri, memperbaiki harkat, serta martabatnya. Tugas kita bersama adalah menjaga, mendukung, dan memfasilitasi kegiatan positif mereka agar tetap mandiri dan berkarya," tegasnya.
Lebih lanjut, legislator asal Pulau Sumbawa ini mendorong agar gerakan sosial Kojas dan RPJR terus berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal Samawa, yaitu “Saling Tulung, Saling Tulang, Saling Totang” (saling tolong, saling menopang, dan saling mengingatkan).
Haji Johan juga memberikan pesan khusus kepada jajaran pengurus dan anggota RPJR yang membawa namanya dalam struktur organisasi.
"Kepada ibu-ibu RPJR, di belakang nama organisasi Ibu ada nama saya. Tolong jaga nama baik tersebut dengan terus menghadirkan kerja-kerja sosial yang santun, terkoordinasi dengan pemerintah, serta selalu membawa manfaat bagi masyarakat luas. Khairunnas anfahum linnas—sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain," pesan Johan.
Peringatan Harlah kolaboratif yang mengusung tema "Beriman, Berdaya, Kuat, dan Bersemangat Mengabdi untuk Rakyat" ini juga mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Daerah dan lembaga legislatif Kabupaten Sumbawa.
Mewakili Bupati Sumbawa, Asisten I Sekda Rachman Ansori, S.Sos., M.Si., menyampaikan komitmen Pemkab Sumbawa dalam mendukung keberadaan Kojas dan RPJR melalui program pembangunan yang responsif gender.
"Pemkab Sumbawa sangat mengapresiasi keberadaan Kojas. Kojas dibentuk bukan untuk eksklusivitas, melainkan merangkul dan memberdayakan perempuan. Kami mendorong lahirnya produk-produk unggulan dari anggota untuk dikolaborasikan dengan dinas terkait," ujar Rachman Ansori sembari menutup sambutannya dengan pantun khusus dari Bupati Sumbawa.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, SAP., M.M.Inov., menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk senantiasa memberi dukungan (support) terhadap kiprah dan gerakan sosial Kojas Sumbawa.
Ketua Kojas Sumbawa sekaligus Ketua Panitia, Ibu Masri, menegaskan bahwa di usianya yang ke-2, Kojas terus aktif menyelenggarakan pengajian rutin, aksi sosial, pembagian sembako, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para anggotanya.
"Jangan lihat Kojas dari nama atau status anggotanya, tetapi jadikan Kojas sebagai tempat saling menguatkan dan membuktikan bahwa perempuan Tau Tana Samawa mampu berkarya serta berkontribusi nyata," tutur Hj Masri.
Acara yang berlangsung penuh kehangatan di bawah langit Sumbawa tersebut diawali dengan penampilan Hadrah Al-Islah Moyo Utara, pembacaan doa oleh Pimpinan Baznas Sumbawa Ustadz M. Lutfi Maki, serta diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.(AM)
What's Your Reaction?