Sumbawa Jaga Kerukunan: FKUB Gelar Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

amramr
Oct 21, 2024 - 08:01
Oct 21, 2024 - 08:03
 0  61
Sumbawa Jaga Kerukunan: FKUB Gelar Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

Sumbawa Jaga Kerukunan: FKUB Gelar Sosialisasi Jelang Pilkada 2024

 

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB) Kabupaten Sumbawa menggelar pembinaan dan sosialiasi kerukunan Umat Beragama jelang pelaksanaan Pilkada serentak di wilayah Provinsi NTB tahun 2024. 

Kegiatan yang di pusatkan di Aula Kantor Kemenag Sumbawa Rabu, (16/10) dihadiri oleh 40 orang peserta terdiri dari anggota FKUB, Pimpinan ormas keagamaan, toga toma, tokoh pemuda, tokoh wanita baik dari unsur muslim maupun non muslim. 

Ada 3 Narasumber dalam kegiatan ini diantaranya, Kepala Kantor Kemenag Sumbawa DGH.Faisal, S.Ag.,M.M.Inov, Ketua FKUB Kabupaten Sumbawa Drs.Sukri HM, M.Si, Penasehat FKUB Drs.H.Umar Hasan. Sementara Moderator terdiri dari Kasubag TU H.Syansul Munir, SH.I dan Kasi PHU Ustad H.Ardi Suzami, SE.I.,M.M.Inov. 

Dalam sambutannya Kepala Kemenag Sumbawa DGH Faisal menekankan bahwa kegiatan ini salah satu ikhtiar menciptakan kerukunan umat beragama menjelang Pilkada 2024. "Sosialisasi dan pembinaan kerukunan umat beragama adalah hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan menghindari potensi konflik" ujarnya.

Untuk itu DGH Faisal memberikan beberapa langkah untuk menciptakan kerukunan umat beragama di tengah iklim politik yang memanas seperti mengadakan dialog terbuka antara pemimpin dan tokoh agama dari berbagai agama untuk membahas isu-isu yang dihadapi masyarakat, serta mencari kesamaan nilai-nilai perdamaian dan persatuan. "Ini akan membantu mengurangi potensi konflik yang didasarkan pada perbedaan agama" tandasnya.

Dari pembinaan ini lanjutnya peserta dapat memahami dan mengkampanyekan pentingnya toleransi dan keberagaman di kalangan masyarakat yang bisa dilakukan melalui media sosial, seminar, dan acara keagamaan.

Kakanmenag Sumbawa juga mengharapkan  para Pemuka agama harus menjaga netralitas dan tidak menggunakan tempat ibadah atau forum keagamaan untuk kepentingan politik. Hal ini untuk memastikan bahwa agama tidak dijadikan alat untuk memecah belah masyarakat.

Selanjutnya, melibatkan generasi muda dari berbagai latar belakang agama dalam kegiatan-kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan. Ini bisa menciptakan hubungan lintas agama yang lebih erat di masa depan.

Hal penting pula, memastikan bahwa aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap segala bentuk ujaran kebencian, provokasi, atau diskriminasi berbasis agama yang muncul selama masa Pilkada.

"Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kerukunan umat beragama tetap terjaga menjelang Pilkada 2024 dan menghindari potensi konflik yang mungkin timbul akibat perbedaan pandangan politik atau agama." pungkasnya (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow