Atasi Kekhawatiran Overcapacity, Bulog Sumbawa Ungkap Kapasitas Gudang Masih Sangat Memadai
Oleh : Putri Citra Aprillia
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Isu kapasitas ruang penyimpanan dan manajemen logistik pangan kembali menjadi sorotan penting di Kabupaten Sumbawa. Hal ini mengemuka saat Sekretaris Komisi Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa H Zohran SH memberikan keterangan kepada Tim Media. Staf Ahli Komisi II, Abdul Ma'ruf Rahmat, S.P., serta sekelompok mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan kunjungan kerja dan edukasi langsung ke Kantor Cabang Perum Bulog Sumbawa pada Jumat (2/10/2026).
Kunjungan ini berfokus untuk meninjau secara nyata kondisi di lapangan, khususnya terkait kekhawatiran potensi kelebihan muatan (overcapacity) gudang di tengah tingginya volume hasil panen serta serapan komoditas petani lokal.
Menanggapi pertanyaan dan sorotan dari Komisi II DPRD Sumbawa, Pemimpin Cabang Perum Bulog Sumbawa, M. Nur Ristanto, S.P., memberikan penjelasan komprehensif mengenai kondisi infrastruktur penyimpanan yang ada.
Bulog memastikan bahwa kapasitas dan ruang penyimpanan persediaan saat ini masih berada dalam kondisi yang sangat aman. Berdasarkan data operasional, total stok setara beras yang dikuasai mencapai 65.400 ton , ditambah cadangan jagung sebanyak 3.000 ton. Meskipun sebagian ruang penyimpanan telah disewakan, Bulog menegaskan bahwa ruang yang tersisa masih sangat memadai untuk menampung seluruh alokasi stok yang ada.
"Stok setara beras kita saat ini mencapai 65.000 ton dan jagung 3.000 ton. Dengan konsumsi lokal Sumbawa yang tidak sampai 12.000 ton per tahun, stok kita sangat melimpah dan masih menyisakan ruang yang cukup untuk mengantisipasi serapan panen," ungkap M. Nur Ristanto di hadapan rombongan Tim Ahli DPRD dan mahasiswa UTS.
Kemudian lanjutnya, terkait langkah antisipasi terhadap potensi penumpukan komoditas, pihak Bulog memaparkan bahwa total kapasitas pergudangan di Kabupaten Sumbawa yang mencakup aset milik Bulog sendiri maupun hasil kolaborasi dengan mitra swasta—secara keseluruhan mencapai 120.000 hingga 130.000 ton.
Kepala Bulog mengungkap bahwa kendala penumpukan yang sempat dikhawatirkan terjadi di awal tahun kini telah berhasil terurai dengan baik. Hal ini didorong oleh sirkulasi pengiriman (Move Out). "Tingginya intensitas pengiriman stok beras ke luar daerah, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)" jelasnya
Ia menambahkan bahwa adanya pembangunan gudang-gudang baru oleh mitra swasta yang memperkuat infrastruktur penyimpanan regional. Sinergi erat bersama Dinas Pertanian dan pemangku kepentingan lainnya untuk memetakan potensi panen bulanan, sekaligus memitigasi kapasitas gudang dalam menghadapi musim panen berikutnya.
Melalui peninjauan langsung bersama para tim Ahli dan akademisi muda ini, publik mendapatkan gambaran transparan bahwa manajemen pergudangan Bulog Sumbawa siap menghadapi dinamika naik turunnya hasil produksi pertanian lokal secara profesional dan terukur. (AM/Putri)
What's Your Reaction?