Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan

amramr
May 16, 2026 - 11:29
May 16, 2026 - 12:21
 0  9
Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan

Pengurus PWRI dan Kerta Wredatama Moyo Hulu Periode 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Menebar Kemaslahatan

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Semangat pengabdian tanpa batas menunjukkan tajinya di Kecamatan Moyo Hulu. Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Kecamatan Moyo Hulu masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa.

Prosesi sakral ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya,Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama yang dibawakan dengan sangat apik oleh para pengurus. Suasana semakin syahdu saat Ustadz Irwansyah Yusuf melantunkan Kalam Ilahi dengan merdu, disusul untaian doa penuh harap oleh Ketua MUI Kecamatan Moyo Hulu, Ustadz Hamdan Yakub.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, jajaran pengurus kabupaten, serta sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi wanita Kerta Wredatama.

Struktur Baru PWRI Moyo Hulu 2026–2031

Pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Sri Irianti, S.Pd., M.Pd. Berikut adalah jajaran inti PWRI Kecamatan Moyo Hulu yang baru dikukuhkan:

Ketua: Hj. Ummi Kalsum, Wakil Ketua: Drs. Kamaruddin dan Ahmad Nawawi , Sekretaris: M. Zain, Bendahara: Hj. Mastawan 

Kepengurusan baru ini melanjutkan tongkat estafet perjuangan dari Bapak M. Tayeb Yakub, ketua periode sebelumnya yang diapresiasi tinggi atas dedikasi dan fondasi kuat yang telah diletakkannya bagi PWRI Moyo Hulu.

Data Pensiunan dan 3 Komitmen Utama Hj. Ummi Kalsum

Dalam sambutan perdananya, Ketua PWRI Moyo Hulu terpilih, Hj. Ummi Kalsum, memaparkan data pemetaan pensiunan di wilayahnya. Dari total 86 pensiunan di Kecamatan Moyo Hulu, sebanyak 72 orang dalam kondisi sehat, 14 orang lansia dengan risiko kesehatan, 48 orang aktif, dan 24 orang (33,3%) belum aktif.

"Tema kami periode ini adalah: Dengan semangat wredatama, kita tingkatkan peran dan pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat Moyo Hulu. Meski sudah pensiun, kami adalah aset pengalaman dan kearifan, bukan beban," tegas Hj. Ummi Kalsum.

Untuk mengoptimalkan kinerja di 12 desa yang areanya sangat luas, pengurus juga menetapkan kordinator membaginya ke dalam 6 zona wilayah agar akses koordinasi lebih mudah. Selain itu, Hj. Ummi Kalsum menggarisbawahi 3 Komitmen Utama yakni 

Pertama merawat Silaturahmi. Melalui pertemuan rutin bulanan, arisan, kultum, dan pemeriksaan kesehatan berkala di Posyandu Keluarga agar anggota tetap sehat, bahagia, dan tidak merasa sendiri.

Kedua : Eksistensi Koperasi. Mengembangkan modal awal koperasi yang dulunya Rp3 juta hingga kini bernilai puluhan juta rupiah, dengan target segera berbadan hukum. Ketiga Pengabdian Sosial-Kemasyarakatan. Masuk ke sekolah-sekolah (MTs/SMAN) berkolaborasi dengan Aisyiyah dan BMT untuk membentengi remaja dari ancaman narkoba dan kenakalan remaja, sekaligus menjaga marwah PNS yang jujur, sederhana, dan berdedikasi.

Di akhir sambutan, ia membakar semangat hadirin dengan yel-yel membara:

"PWRI Moyo Hulu? YES! Semangatnya? YES! Wredatama? Pengabdiannya sampai akhir hayat! PWRI? JAYA, JAYA!"

Dr. M. Ikhsan Safitri: "Moyo Hulu Jadi Contoh Kecamatan Lain"

Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr. Muhammad Ikhsan Safitri menyampaikan kekagumannya atas antusiasme luar biasa dari warga dan pengurus di Moyo Hulu.

"Magnit Semamung ini luar biasa. PWRI Moyo Hulu ini, meski belum dikukuhkan kemarin, pertemuannya sudah sangat aktif dan selalu dipublikasikan," puji Dr. Ikhsan.

Turut hadir mendampingi beliau rombongan pengurus kabupaten dan tokoh-tokoh penting, di antaranya Ustadzah Lutfi Maki, S.Sos., H. Karim (Ketua Pekat), H. Ali Tundru, Ali HK (Kabid Organisasi), H. Tauhid, Ketua Kerta Wredatama Kabupaten Sumbawa Hj. Nuraini, Sekretaris Kerta Hj. Kalsum, serta jajaran pengurus wanita lainnya seperti Hj. Cendawan, Ibu Roro, dan Hj. Fatmawati AP.

Mengutip tausiah Ustadz Lutfi Maki, Dr. Ikhsan mengingatkan pentingnya mensyukuri dua nikmat yang sering dilalaikan manusia sehat dan sempat.

Ia membagikan hasil survei dari jurnal kesehatan ternama dunia, The Lancet mengenai demensia (kepikunan). Penurunan fungsi saraf otak terjadi salah satunya karena minimnya aktivitas fisik dan mental. Beliau mencontohkan Prof. Sungkono (90 tahun) yang tetap bugar karena rajin membaca Al-Qur'an setelah bangun tidur.

Ia juga mengutip tips dari Tun Dr. Mahathir Mohamad yang masih aktif bergerak di usia senja.

 "Hidup ini seperti bersepeda. Jangan pernah berhenti mengayuh. Begitu kita berhenti aktif, maka bersiaplah mengundang penyakit. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya," ujarnya.

Menutup sambutannya, Dr. Ikhsan mengaitkan semangat pengabdian ini dengan nilai historis masyarakat Sumbawa.

Tau Samawa). Merujuk pada acara bedah buku di Universitas Samawa (UNSA) terkait sejarah Pulau Sumbawa, asisten residen kolonial Belanda, Jasper, mencatat bahwa tidak mudah menaklukkan Kesultanan Sumbawa karena karakternya yang menolak dijajah. Sumbawa secara de jure hanya dijajah selama 40 tahun sejak 14 Mei 1905.

"Hari ini, tepat 120 tahun lalu, sejarah itu diakui. Kita harus bangga memiliki darah Tau Samawa yang menjaga marwah dan harga diri. Semangat itulah yang harus dibawa oleh pengurus PWRI Moyo Hulu, sehingga layak menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," pungkas Dr. Ikhsan penuh semangat.

Diakhir acara pengurus melantunkan shalawat dengan penuh khidmat dan merdu.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow