Dramatis! Diadang Massa Berparang, Dua Pengebom Ikan di Prajak Nekat Terjun ke Laut Saat Digerebek

amramr
Feb 25, 2026 - 18:25
Feb 25, 2026 - 20:54
 0  48
Dramatis! Diadang Massa Berparang, Dua Pengebom Ikan di Prajak Nekat Terjun ke Laut Saat Digerebek

Dramatis! Diadang Massa Berparang, Dua Pengebom Ikan di Prajak Nekat Terjun ke Laut Saat Digerebek

SUMBAWA, Amarmedia.co.id – Aksi penindakan terhadap pelaku destructive fishing (pengeboman ikan) di wilayah perairan Kabupaten Sumbawa berlangsung mencekam. Tim gabungan Direktorat Polairud Polda NTB bersama Sat Polairud Polres Sumbawa berhasil mengungkap praktik ilegal di perairan Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.

Dalam operasi subuh tersebut, petugas mengamankan satu terduga pelaku berinisial SF (55), warga Dusun Prajak. Namun, proses penangkapan sempat memanas karena adanya perlawanan dari massa dan pelarian pelaku lainnya.

Pengungkapan bermula saat tim gabungan melakukan patroli dan memergoki aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Petugas bergerak cepat mengamankan tiga orang pelaku beserta barang bukti satu unit perahu.

Ketegangan terjadi saat petugas hendak membawa para pelaku melalui jalur laut. Secara tiba-tiba, sejumlah warga menggunakan perahu-perahu kecil mengejar dan meneriaki petugas. Berdasarkan informasi di lapangan, warga bahkan membawa senjata tajam jenis parang dan berupaya merebut kembali pelaku dari tangan petugas.

Memanfaatkan situasi yang memanas tersebut, dua terduga pelaku lainnya, yakni D (30) dan MS (25), nekat melompat ke laut dan melarikan diri.

"Demi menghindari bentrokan fisik dan menjaga situasi tetap kondusif, petugas fokus mengamankan satu pelaku yang tersisa serta barang bukti," ungkap Kapolres Sumbawa melalui Kasi Humas, IPDA Mulyawansyah.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan oleh Kepala Desa Luk dan Ketua RT setempat, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial, di antaranya1 unit perahu, Bom ikan (bahan peledak),Alat tangkap berupa jaring,Peralatan selam dan mesin kompresor.

Kepala Desa Luk, Junaidi, S.E., membenarkan kejadian tersebut. "Iya benar, Polairud yang menangkap di perairan dekat Prajak. Saya hadir di saat mereka merapat di pos Polairud Luk selaku kepala desa untuk menyaksikan proses penyitaan barang bukti tersebut. Satu orang tertangkap, dua lainnya meloloskan diri," jelasnya.

Maraknya kembali bom ikan di wilayah Teluk Saleh memicu keprihatinan mendalam, terutama terkait kelestarian ekosistem. Komandan Pos Labu Pade Sumbawa (Danpos) Lettu PM Abdurrahman menyayangkan aksi destruktif ini masih terjadi di kawasan zona konservasi yang menjadi habitat Hiu Paus.

"Sangat disayangkan, padahal di situ ada aset wisata luar biasa seperti Hiu Paus yang sudah mendunia. Jangan sampai ada lagi pengerusakan terumbu karang. Wisata Sumbawa hanya bisa maju jika masyarakat sadar untuk menjaga laut kita," tegas Abdurrahman.

Ia mendukung penuh langkah tegas aparat agar memberikan efek jera bagi para pelaku yang merusak masa depan perikanan daerah.

Saat ini, tersangka SF beserta barang bukti telah dibawa ke Direktorat Polairud Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan intensif. IPDA Mulyawansyah menegaskan bahwa penggunaan bom ikan adalah tindak pidana serius.

"Aparat masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap dua pelaku yang melarikan diri. Kami tidak akan menoleransi aktivitas yang merusak ekosistem laut kita," tutupnya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow