Dukung Penataan Kota, Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Pembangunan Pasar Induk dan Masuknya Investasi Mal di Sumbawa

amramr
Sep 10, 2026 - 08:32
Sep 10, 2026 - 08:51
 0  38
Dukung Penataan Kota, Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Pembangunan Pasar Induk dan Masuknya Investasi Mal  di Sumbawa

Dukung Penataan Kota, Abdul Rafiq Apresiasi Rencana Pembangunan Pasar Induk dan Masuknya Investasi Mal di Sumbawa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menata pusat perdagangan dan transportasi mendapat sambutan hangat. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., Kamis 10 September 2026 kepada wartawan secara terbuka menyampaikan apresiasinya terhadap rencana pembangunan pasar induk di kawasan belakang Terminal Sumer Payung sekaligus revitalisasi terminal tersebut.

Abdul Rafiq menilai integrasi antara pasar induk dan terminal akan menciptakan kawasan perdagangan serta transportasi yang lebih tertib, nyaman, dan terpadu. Menurutnya, pemindahan pedagang dari Pasar Seketeng ke lokasi baru ini harus dipandang sebagai bagian dari penataan kota secara menyeluruh agar dapat menjadi pusat distribusi barang yang memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

Kendati mendukung penuh, Abdul Rafiq memberikan beberapa catatan penting agar kebijakan ini berjalan optimal dan tidak merugikan rakyat

"Proses relokasi pedagang Pasar Seketeng ke pasar induk harus dilakukan secara bertahap dan melalui dialog interaktif dan kepastian bagi Pedagang"ujarnya 

Pemkab Sumbawa wajib menjamin kepastian lokasi jualan, kelayakan fasilitas, keterjangkauan biaya, kejelasan akses konsumen, hingga tata kelola pasar yang berkelanjutan dan Pembangunan infrastruktur pasar yang megah jangan sampai justru melumpuhkan aktivitas dan pendapatan pedagang kecil.

Di samping rencana pembangunan pasar induk, Abdul Rafiq juga menanggapi positif wacana masuknya investor swasta yang berniat membangun mall di lokasi eks Pasar Seketeng. Ia menyoroti fakta bahwa skema investasi ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumbawa.

"Kehadiran investasi swasta murni tanpa APBD tentu sangat positif. Kehadiran mal baru berpotensi besar membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Sumbawa," ungkap Abdul Rafiq.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memastikan investasi tersebut berpihak pada potensi lokal. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal Sumbawa harus diberikan ruang proporsional dalam ekosistem pusat perbelanjaan modern tersebut agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

Ia berharap seluruh rangkaian proses—mulai dari pembangunan pasar induk, revitalisasi Terminal Sumer Payung, hingga rencana investasi mal—dijalankan secara transparan, akuntabel, dan matang. Jika dikawal dengan baik, kawasan Sumer Payung dan Seketeng diyakini mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mengubah wajah Kabupaten Sumbawa ke arah yang lebih maju. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow