Mulia Dengan Membaca Al-Qur'an
Mulia Dengan Membaca Al-Qur'an
Renungan Kamis Pagi
Al-Qur'an adalah cahaya kehidupan, petunjuk bagi orang-orang yang beriman, sekaligus sumber ketenangan bagi hati yang gelisah. Setiap huruf yang dibaca dari Kitabullah tidak pernah sia-sia. Allah Subhanahu wa Ta'ala mencatatnya sebagai amal saleh, melipatgandakannya dengan kemurahan-Nya, lalu menjadikannya bekal yang akan menyelamatkan seorang hamba di dunia maupun di akhirat. Karena itu, tidak ada bacaan yang lebih mulia daripada membaca Al-Qur'an.
Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira yang luar biasa kepada umatnya. Beliau bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya:
"Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan betapa luas rahmat Allah. Bahkan satu huruf yang keluar dari lisan seorang mukmin ketika membaca Al-Qur'an sudah bernilai sepuluh kebaikan. Padahal satu ayat terdiri atas banyak huruf, satu halaman memuat ribuan huruf, satu juz berisi puluhan ribu huruf, dan satu kali khatam Al-Qur'an mengandung pahala yang tidak mampu dihitung oleh akal manusia. Semua itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar membuka pintu pahala yang sangat luas bagi siapa saja yang mau berinteraksi dengan firman-Nya.
Keutamaan membaca Al-Qur'an tidak hanya berupa pahala. Allah juga menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Firman-Nya:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا
Artinya:
"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (QS. Al-Isra': 9)
Ayat ini mengajarkan bahwa membaca Al-Qur'an tidak boleh berhenti pada lantunan suara yang indah. Bacaan itu harus menghadirkan petunjuk yang mengubah akhlak, memperbaiki ibadah, memperkuat keimanan, serta membimbing setiap langkah kehidupan agar selalu berada di jalan yang diridai Allah.
Tidak sedikit orang yang merasa belum mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar sehingga malu untuk memulainya. Padahal Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Artinya:
"Orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan membacanya, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi penghibur bagi siapa saja yang masih belajar. Kesulitan dalam membaca Al-Qur'an bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan memperoleh pahala yang lebih besar. Setiap perjuangan mengeja huruf demi huruf akan dicatat sebagai amal yang sangat berharga di sisi Allah.
Al-Qur'an juga akan menjadi sahabat yang setia pada hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
Artinya:
"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya." (HR. Muslim)
Betapa banyak manusia pada hari kiamat mencari pertolongan, sementara Al-Qur'an hadir memberikan syafaat kepada orang-orang yang menjadikannya teman dalam kehidupan. Mereka yang dahulu meluangkan waktu untuk membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkannya akan memperoleh pertolongan dengan izin Allah.
Sering kali seseorang berkata, "Saya sangat sibuk sehingga hanya sempat membaca beberapa ayat." Jangan pernah meremehkan bacaan yang sedikit. Allah tidak menilai banyaknya waktu yang dimiliki seseorang, melainkan keikhlasan dan kesungguhannya. Membaca beberapa ayat setiap hari jauh lebih baik daripada tidak membaca sama sekali. Sedikit yang dilakukan secara istiqamah akan menghasilkan pahala yang terus mengalir dan perlahan membentuk kedekatan hati dengan Al-Qur'an.
Maka, jadikanlah Al-Qur'an sebagai bagian dari rutinitas harian. Bacalah setelah salat fardu, sebelum memulai pekerjaan, menjelang tidur, atau di sela-sela kesibukan. Tidak perlu menunggu waktu luang yang panjang. Beberapa menit yang diisi dengan membaca Al-Qur'an dapat menjadi sebab turunnya keberkahan, ketenangan jiwa, serta bertambahnya iman.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai Al-Qur'an, senantiasa membacanya, memahami kandungannya, mengamalkan ajarannya, serta mengajarkannya kepada keluarga dan masyarakat. Semoga setiap huruf yang kita baca menjadi cahaya di dunia, pemberat timbangan amal pada hari hisab, serta menjadi jalan menuju surga yang penuh kenikmatan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.(KM)
What's Your Reaction?