Menakar Peran PT Intam di Tengah Narasi Sumbawa Emas 2050

amramr
Sep 4, 2026 - 23:29
Sep 4, 2026 - 23:44
 0  9
Menakar Peran PT Intam di Tengah Narasi Sumbawa Emas 2050

Menakar Peran PT Intam di Tengah Narasi Sumbawa Emas 2050

Oleh :  Abdul Ma'ruf Rahmat 

SUMBAWA Amarmedia.co.id — Narasi besar menuju "Sumbawa Emas 2050" yang digagas berbagai elemen masyarakat menaruh perhatian khusus pada peran sektor industri ekstraktif. Salah satu pemegang konsesi pertambangan yang menjadi sorotan adalah PT Intam, bersama dengan korporasi besar lainnya seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), PT Sumbawa Juta Raya (SJR), dan PT Selatan Arc Minerals (SAM).

Dalam ulasan kritis yang disampaikan Ketua Sumbawa Green Action, Aldiansyah St (Gentar Alam), Jumat 4 September 2026. masuknya PT Intam dengan wilayah izin pertambangan di Pulau Sumbawa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, kehadiran investasi berskala besar membawa modal dan potensi dampak ekonomi makro. Di sisi lain, terdapat tantangan struktural terkait sejauh mana keberadaan industri tambang dapat memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal.

"Persoalan utama Sumbawa hari ini bukan pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan bagaimana nilai tambah dari pengelolaan kekayaan tersebut—termasuk yang dikelola PT Intam—dapat kembali dan berputar di tengah masyarakat Sumbawa," ujar Aldiansyah.

Tantangan Integrasi Rantai Pasok

Hingga kini, keterlibatan masyarakat daerah dalam industri pertambangan kerap kali hanya diukur dari angka penyerapan tenaga kerja. Padahal, potensi ekonomi yang jauh lebih besar terletak pada integrasi rantai pasok lokal (local supply chain).

Guna mencegah ketergantungan yang timpang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa didorong untuk menjembatani operasional PT Intam dan pelaku industri lainnya dengan sektor ekonomi rakyat. Kebutuhan logistik operasional tambang—mulai dari pasokan pangan harian (padi, daging, dan ikan) hingga jasa penunjang—seharusnya dapat dipenuhi oleh petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal.

Ke depan, efektivitas regulasi dan ketegasan pemerintah daerah dalam mengawal tata kelola industri pertambangan, termasuk operasional PT Intam, akan menjadi penentu apakah kekayaan mineral Sumbawa benar-benar menjadi pijakan menuju keberlanjutan atau sekadar menyisakan ketimpangan struktural. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow