Dewan Zohran Kawal Program Konservasi Berbasis Ekonomi: 10.000 Bibit Kopi Agroforestri Siap Angkat Kesejahteraan Petani
Dewan Zohran Kawal Program Konservasi Berbasis Ekonomi: 10.000 Bibit Kopi Agroforestri Siap Angkat Kesejahteraan Petani
Sumbawa, Amarmedia.co.id 15 Oktober 2025 – Upaya pelestarian lingkungan yang beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumbawa mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, S.H., secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap program penanaman 10.000 bibit kopi varietas Arabika dengan pendekatan agroforestri di Dusun Punik, Desa Batudulang, Kecamatan Batulanteh.
Dukungan tersebut disampaikan H. Zohran saat mengunjungi lokasi pembibitan Kelompok Tani Kawah Samawa pada Sabtu, 9 Oktober 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan perkebunan ini sangat selaras dengan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, yang memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang ramah lingkungan.
Agroforestri: Solusi Konservasi dan Komoditas Unggulan
Program ini menjadi strategis mengingat lokasi Dusun Punik di Desa Batudulang diidentifikasi sebagai wilayah potensial untuk pengembangan kopi Arabika menggunakan sistem agroforestri. Model ini merupakan solusi konservasi dengan mengombinasikan tanaman perkebunan—dalam hal ini kopi—dengan tanaman hutan atau pohon pelindung.
"Program ini seirisan dengan agenda Pemda Kabupaten Sumbawa, yakni mempertahankan Hutan Batulanteh sebagai sumber air baku/bersih bagi masyarakat Sumbawa," ujar H. Zohran, seraya menambahkan bahwa ia secara pribadi akan mensuport program yang diprakarsai secara mandiri oleh Mas Hafiz (Sekdes Uma Beringin) dan dilaksanakan oleh Kelompok Tani Kawah Samawa ini.
Saat ini, Kelompok Tani Kawah Samawa telah sukses melakukan penyemaian 10.000 benih kopi Arabika dan tengah berupaya memindahkannya dari bedengan ke polybag. Proses pembibitan ini ditargetkan selesai hingga awal tahun 2026, menunggu bibit siap tanam. Namun, semangat kelompok tani ini terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pembenihan, menjadikan dukungan dari pemangku kebijakan sangat krusial.
Anggota Dewan H. Zohran Orek akrab disapa melihat program ini bukan sekadar penanaman, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk lingkungan dan ekonomi. Dukungan yang ia berikan bertujuan ganda, diantaranya dapat menghasilkan bibit kopi Arabika berkualitas yang siap tanam pada awal 2026, serta mendukung terpenuhinya standar green beankopi Arabika Sumbawa menuju mutu terbaik.
Kemudian dapat memperbaiki teknik budidaya melalui penerapan sistem agroforestri yang ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dan membuka peluang pasar.
Peta Jalan Jangka Panjang Kelompok Tani
Dijelaskannya bahwa Kelompok Tani Kawah Samawa telah menyusun peta jalan ambisius. Setelah Tahap I (2025 - Awal 2026) fokus pada pembibitan dan penyiapan lahan, Tahap II (Awal 2026) akan dilanjutkan dengan penanaman bibit kopi dan penerapan agroforestri secara menyeluruh.
Produksi green bean ditargetkan dimulai pada Tahap IV (2027 - 2028), sekaligus penguatan kelembagaan kelompok.
Petani Kawah Samawa menaruh harapan besar agar sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, maupun pihak terkait lainnya dapat terwujud. "Mereka dan Kami percaya, program hilirisasi kopi berbasis agroforestri ini akan mampu mengangkat nama Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah penghasil kopi Arabika berkualitas di Indonesia, sekaligus menjadi model konservasi yang berhasil" pungkasnya.(AM)
What's Your Reaction?