Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al-Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan
Malam Masrohiyyah Lughowi ke 8 Ponpes Abu Bakar Al-Islami: Kobarkan Semangat Bahasa Arab dan Bekali Santri Menuju Kesuksesan
Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id — Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Bakar Al-Islami sukses menggelar Grand Opening Masrohiyyah Lughowi (Pentas Bahasa Arab) Ke-8 pada Minggu (2/8/2026). Mengusung tema "Doa Orang Tua Jalan Menuju Surga dan Ilmu Kunci Kemenangan," kegiatan tahunan ini menjadi wadah strategis untuk mengasah kompetensi santri, khususnya dalam penguasaan bahasa Arab dan pengembangan mental tampil di muka umum.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah di lingkungan ponpes ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh Ananda Muhammad Latif, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari para tokoh penting, alumni, serta pihak yayasan.
Membumikan Kembali Bahasa Arab sebagai Kunci Memahami Agama
Ketua Ikatan Alumni (IKA) Ponpes Abu Bakar Al-Islami, Ustadz Faiq Soleh Basumbul, dalam sambutannya mengenang kembali sejarah perjalanan peradaban Islam dan peran vital bahasa Arab sebagai bahasa pemersatu dunia di masa lampau. Ia menekankan bahwa kegiatan Masroiyyah yang telah berjalan hingga tahun ke-8 ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ikhtiar nyata untuk merawat kecintaan santri terhadap bahasa Al-Qur'an tersebut.
"Tujuan akhir dari mempelajari bahasa Arab bukan sekadar menguasai lisan, melainkan agar kita mampu memahami agama Islam secara mendalam. Dengan menguasai bahasa Arab, para generasi terdahulu berhasil menggali hikmah dari Al-Qur'an dan Hadis sehingga menjadi pribadi yang mulia," ujar Ustadz Faiq.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak Pondok Pesantren Abu Bakar dan Yayasan Assidiq Alkhairiyyah yang senantiasa memberikan dukungan penuh, baik moril maupun materil, sehingga tradisi positif ini dapat terus dijaga dan dikembangkan dari generasi ke generasi.
Apresiasi Kemenag Sumbawa: Ajang Efektif Asah Kompetensi Santri
Sementara itu, mewakili Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Muhibbi hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Ponpes Abu Bakar Al-Islamiyyah dalam menggelar kegiatan kebahasaan ini.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan pentingnya lingkungan (bi'ah lughawiyyah) yang kondusif untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di kelas secara langsung. Menurutnya, penguasaan kosakata tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan keberanian untuk langsung menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.
Pihak Kemenag Sumbawa juga mendorong agar kegiatan kompetitif seperti ini dapat terus diperluas cakupannya di masa mendatang, guna melatih mental santri sekaligus menjaring bibit-bibit unggul yang siap mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa di kementerian maupun ajang perlombaan tingkat regional dan nasional.
Pesan Moral Yayasan: Rida Orang Tua dan Ilmu adalah Fondasi Masa Depan
Ketua Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah, Ustadz Syahid Hanan Bahanan, saat membuka acara secara resmi, mengingatkan para santri—khususnya santri baru—agar senantiasa menjunjung tinggi adab kepada orang tua dan guru.
Mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, ia menegaskan bahwa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua, begitu pula sebaliknya. Doa dan restu dari kedua orang tua, yang dipadukan dengan kesungguhan dalam menuntut ilmu, merupakan kunci utama dalam mengarungi masa depan yang sukses dan penuh keberkahan.
"Jadikan doa orang tua sebagai jalan melangkah menghadapi masa depan. Kepada santri baru yang baru saja bergabung, jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik pondok pesantren," pesan Ustadz Syarif sebelum memukul gong tanda resmi dibukanya rangkaian acara Masrohiyyah Lughowi ke 8.
Acara yang turut dihadiri oleh unsur Babinkantibmas Desa Pungka (Syarifudin), Babinsa Desa Pungka (Lalu Husnan), para tokoh masyarakat, wali santri, serta ratusan santri ini akan berjalan selam tiga malam dan ditutup dengan penampilan seni bahasa Arab dari para santri serta penyerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia dan peserta. (AM)
What's Your Reaction?