Kopsyah BMT Insan Samawa Bangun Bisnis Pro Lingkungan

May 2, 2023 - 22:46
 0  142
Kopsyah BMT Insan Samawa Bangun Bisnis Pro Lingkungan
H Rai Saputra SIP bersama petani

Kopsyah BMT Insan Samawa Bangun Bisnis Pro Lingkungan

Oleh Abdul Maruf Rahmat

Sumbawa.Amarmedia.co.id | Sebagai wujud eksistensi mengembangkan sistem ekonomi syariah di Kabupaten Sumbawa, dalam masa kediriannya di tahun ke-7 Koperasi Syariah (Kopsyah) BMT Insan Samawa telah mengembangkan salah satu program bertema Kawasan Bebas Riba. 

Demikian penjelasan Direktur Koperasi Syariah BMT Insan Samawa H.Rai Saputra SIP, kepada media ini Selasa (2/5)

Kemudian Lanjutnya, Program tersebut dikolaborasikan dengan Pemerintah Desa Poto dan didukung pula oleh Perangkat Pemerintah Daerah Sumbawa melalui Baznas Kabupaten Sumbawa dan Pemprov NTB melalui dukungan kebijakan dan finansialnya. Program yang telah memasuki etape kedua melalui support terhadapt 15 petani jagung dan padi di Desa Poto melalui skema akad musyarakah (investasi berbagi hasil).

"Dalam pengejawantah program kawasan bebas riba, selain permodalan terhadap bahan dan jasa tanam, Kopsyah BMT Insan Samawa juga melakukan support terhadap pengamanan lahan tanam anggota petani. Konteks banjir yang melanda Sumbawa yang selama ini disinyalir akibat pembabatan liar untuk hajat penanaman jagung, coba diikhtiarkan solusi nya oleh manajemen Kopsyah BMT Insan Samawa dengan penanaman bibit kapuk di kawasan lahan miring tempat penanaman jagung guna penguatan lahan dan penahan air" Urai H Rai yang juga Ketua Dekopinda Sumbawa

Disinggung pula oleh H. Rai bahwa dari hasil kajian ilmiah yang dipaparkan Yayasan KRAF (Yayasan Kapuk) dan Flocus, yang juga merupakan mitra usaha strategis BMT Insan Samawa, beberapa manfaat positif terhadap lingkungan tanaman kapuk adalah sebagai tumbuhan penyimpan air dalam jumlah besar, menjaga struktur tanah dan erosi, tanaman penyerap CO2 di udara yang sangat baik dan menjadi rumah bagi lebah dan kelelawar. Kemudian dampak ekonomisnya adalah serat buah kapuk dapat menjadi bahan tekstil, kayunya dapat dijadikan bahan konstruksi dan nektar bunga kapuk dikonsumsi lebah untuk menghasilkan madu kapuk.

"Berdasarkan hasil kajian di atas, maka dalam ikhtiar penguatan anggota selain dari sisi bisnis, manajemen Kopsyah BMT Insan Samawa juga berusaha membangun anggota yang aman dari sisi lingkungan usaha" Imbuhnya

Ikhtiar yang dilakukan dengan bekerjasama dengan Yayasan Kapuk (Yayasan KRAF) melakukan pembagian bibit kapuk hingga 4.000 (empat ribu) bibit kapuk yang disebar ke anggota petani kawasan bebas riba untuk cakupan wilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara. Skema penanaman yang dilakukan dengan dua metode yakni metode tanaman pagar dan tumpang sari dengan jagung. 

 "Ikhtiar yang diharapkan ke depan juga dapat menjadi skema solutif untuk diduplikasi petani dan kawasan lain guna menghadirkan usaha jagung yang dapat mensupport ekonomi juga aman dari sisi lingkungan" Tutup H Rai.(AM/HRS)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow