Inilah Pasatotang Sultan Sumbawa Dewa Mas Mawa Muhammad Kaharuddin IV kepada Perantauan Sumbawa di Jakarta

Mar 18, 2024 - 15:47
Mar 18, 2024 - 20:43
 0  206
Inilah Pasatotang Sultan Sumbawa Dewa Mas Mawa Muhammad Kaharuddin IV kepada Perantauan Sumbawa di Jakarta
Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV di Acara iftar dan Silaturrahim bersama Ikasum jaya di Jakarta

Inilah Pasatotang Sultan Sumbawa Dewa Mas Mawa Muhammad Kaharuddin IV kepada Perantauan Sumbawa di Jakarta

Jakarta.Amarmedia.co.id - Yang Mulia Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV menghadiri iftar dan silaturahim Ikasum Jaya - keluarga Tau Samawa Jabodetabek Sabtu 16 Maret 2024 di kediaman Prof.Din Syamsudin Jalan Margasatwa nomor 26 Jakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Sumbawa Drs H. Mahmud Abdullah., Ketua DPRD kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq SH. Bupati Sumbawa Barat Dr Ir HW Musafirin MM., Sekretaris Daerah KSB H.Amar Nurmansyah ST MSI, wakil ketua DPRD KSB Meliza Amir Jawwaz , H.Fahri Hamzah SE, Amir Jawwaz, Syadaruddin,  perwakilan PT AMNT, Ahmad Salim, Ketua Ikasum jaya Arif Hidayat dan tokoh masyarakat Sumbawa perantauan di Jakarta

Disampaikan oleh Yang Mulia Sultan Sumbawa bahwa di masa kini maupun di masa depan kita harus punya pegangan hidup salah satunya adalah Taket Ko Nene' Kangila Boat Lenge dan Adat Baranti ko Sara' Sara Baranti ko Kitabullah.

"Di Kabupaten Sumbawa ada 14 etnis maka dalam pergaulan sehari-hari harus punya pegangan. semboyan Taket Ko Nene' Kangila Boat Lenge ini bila dipertajam lagi ada faktor ila' atau malu. Yang diterjemahkan bahwa kita orang Sumbawa harus punya integritas, sehingga harus kita angkat kembali baik yang ada di Sumbawa maupun di perantauan seperti di Jakarta, Jogja dan sebagainya harus memiliki integritas disamping juga memiliki pengetahuan sains dan teknologi" Ucapnya 

Kemudian lanjut Sultan, inilah yang paling utama, diimplementasikan pada diri kita masing - masing terutama yang merantau di Jakarta, Jogja bisa melangkah ke depan tidak ada lagi keraguan karena punya pegangan hidup .

Sultan Sumbawa juga mengapresiasi kegiatan iftar dan silaturahim tersebut. "Terima kasih kepada Prof Din Syamsudin dan Ikasum Jaya yang telah mengadakan kegiatan ini untuk batemung, sekompal, sasopo pendapat dan yang penting pula dapat menggugah nurani kita untuk menatap perjalanan hidup kita tetap bahagia sebagai Tau Samawa yang berpegang pada Taket Ko Nene' Kangila Boat Lenge. "Pungkasnya 

Ditempat yang sama ditanggapi oleh Prof. Din Syamsudin bahwa nilai Taket Ko Nene' Kangila Boat Lenge di revitalisasi oleh Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin ke-4. Dirinya mulai memahami nilai-nilai keutamaan elanvital samawa sejak beliau dinobatkan menjadi Sultan Sumbawa

"Ternyata sejak kesultanan Sumbawa pada tahun 1669 telah ada tema adat barenti kosara, syara' berenti ko kitabullah. Dan saya mencoba mendalami barenti ko kitabullah artinya berpegang teguh kepada kitabullah lebih kuat daripada bersendikan yang ada di Adat Minang. Sebuah moto pegangan tau ke tana Samawa adat barenti ko Sara' dan Sara' barenti ko kitabullah ini harus diperhatikan betul, maka adat istiadat budaya dan peradaban yang kita kembangkan di tanah Samawa haruslah betul-betul berpegang teguh kepada kitab Allah dan nilai inilah yang diturunkan oleh Sultan sultan berikutnya. Dan yang menjadi target beliaulah yang merivitalisasi atau membangkitkan kembali" Urai Prof Din.

Masih imbuhnya,ada beberapa elanvital samawa (nilai) yang populer yaitu Kangila no suda boat atau malu pekerjaan tidak selesai. Pekerjaan ini dalam Islam penting diperhatikan harus tuntas dan sampai selesai pesan  ini juga dapat menjadi pegangan bagi pemerintah.

Demikian pula Kangila No bekalako artinya malu tidak bermanfaat bagi masyarakat dan Kangila ya capa ling tau ( malu di hardik orang)" Pungkasnya.

Ketua DPRD Abdul Rafiq SH ditempat yang sama juga mengapresiasi kegiatan Iftar dan Silaturahim. "kegiatan ini bukan hanya silaturrahim saja tapi ada hal-hal positif lainnya untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat.vKeberadaan sahabat dan kawan-kawan di Jakarta sangat dibutuhkan didalam proses pembangunan di daerah. Karena mengelola Sumbawa dan Sumbawa Barat tidak hanya tugas Bupati dan DPRD. Kritikan dan masukan sangat kami butuhkan, mudah-mudahan dengan adanya Forum ini semakin menguatkan kita dalam membangun peradaban di Sumbawa dengan nilai taket ko nene' kangila Boat lenge" Ucapnya.(Am)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow