MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026

amramr
Oct 23, 2026 - 11:04
 0  6
MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026
Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A.
MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026
MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026
MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026

MBDR Akan Presentasi Tentang Program Museum Inklusif dan Berdampak di Konferensi Internasional ICOM CECA 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Museum Bala Datu Ranga (MBDR) terus menunjukkan progres positif dalam pemajuan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa melalui museum. 

Kepada wartawan,  Jumat 23 Oktober 2026, Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A. menyampaikan bahwa meski saat ini tengah berbenah dalam penataan infrastruktur museum yaitu merenovasi kantor yang sekaligus akan dipersiapkan untuk menjadi perpustakaan warisan budaya, MBDR terpilih sebagai salah satu museum yang akan mewakili Indonesia untuk berbagi pengalaman dalam mengelola program publik yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat sekitar di konferensi internasional ICOM CECA 2026 yang berlangsung 10 – 14 November mendatang di Jakarta.

Annual Conference of International Council of Museum – Committee on Education and Cultural Action (ICOM CECA) atau Konferensi Tahunan Dewan Museum Internasional – Komite Bidang Pendidikan dan Aksi Kebudayaan berlangsung di setiap negara anggota yang berbeda. Tahun ini, Indonesia terpilih sebagai tuan rumah konferinsi tingkat tinggi komite museum dunia tersebut.

Mengangkat tema yang relevan dengan kondisi dunia saat ini yaitu “Museum in Divided Times: How to Foster Dialogue, Care, and Sense of Belonging (Museum di Masa Perpecahan: Cara Memupuk Dialog, Kepedulian, dan Rasa Memiliki)”, konferensi ini menawarkan berbagai program antara lain: Keynote Speeches (Pidato Utama), Presentation (Presentasi) yang terdiri dari beberapa jenis yaitu: Presentasi Hasil Penelitian/Kajian, Makalah Tematik, Pasar Ide, dan Presentasi Poster; Special Interest Workshop (Pelatihan Tema Khusus); Impulses & Talk (Gagasan dan Diskusi); Youth Forum (Forum Pemuda); Heritage and Museum Trip (Jalan-jalan ke situs heritage dan museum); dan Closing Ceremony (Acara Penutupan).

Museum Bala Datu Ranga kebetulan akan tampil dalam dua sesi yang berbeda yaitu di sesi Market Idea dan sesi Impulses & Talk. Pada sesi Market Idea, Museum Bala Datu Ranga mendampingi Museum Provinsi NTB yang membawa makalah tentang museum desa yang bertajuk “Kampungku Museumku, Kotaku Museumku: Museum Desa sebagai Penjaga Pelestarian Budaya”. Makalah ini akan dibawakan oleh Dr. Ahmad Nuralam, SH., MH., kepala Museum NTB yang didampingi oleh Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A.

Sedangkan untuk sesi Impulses & Talks: Learning from Indonesia, Museum Bala Datu Ranga akan berbagi pengalaman dengan dua museum senior di Indonesia yaitu Museum Bahari, Jakarta dan Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta. Presentasi tentang program publik yang inklusif dan berdampak yang dua tahun sudah dipraktikkan oleh museum akan disampaikan langsung oleh Kepala Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A.

“Kami merasa sangat senang, terharu, dan setengah tidak percaya menerima email dari Paul Spice, Kurator Kepala Humboldt Forum, Jerman yang merancang the Berlin Global Exhibition, serta Direktur the Stiftung Stadtmuseum (Museum Seni milik Pemerintah Kota) di Berlin, Jerman. Merasa tidak menyangka sama sekali program publik Sumbawa Heritage Walk, Museum Bergerak, dan Belajar Bersama Seniman di Museum menarik perhatian beliau sebagai kisah sukses dari Sumbawa untuk diceritakan dalam forum internasional,” tutur Yuli Andari.

Foto : Program Sumbawa Heritage Walk di Museum Bala Datu RangaIa dan Pertunjukan Perdana Siswa dalam Program Belajar Bersama Seniman di Museum

berharap perjalanan ke Jakarta ini nantinya akan membawa kesan positif terhadap pemajuan kebudayaan di Indonesia khususnya di Sumbawa. Ia berharap Bupati Sumbawa semakin memberi perhatian pada museum yang ada di Sumbawa karena bisa menjadi destinasi wisata budaya di kota Sumbawa Besar, apalagi akan menjadi tuan rumah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028 mendatang. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow