Hari Santri Nasional 2026: Zulfikar Demitry Ajak Santri Sumbawa Jadi Motor Penggerak Pembangunan Menuju Indonesia Emas

amramr
Oct 22, 2026 - 08:52
Oct 22, 2026 - 08:56
 0  7
Hari Santri Nasional 2026: Zulfikar Demitry Ajak Santri Sumbawa Jadi Motor Penggerak Pembangunan Menuju Indonesia Emas

Hari Santri Nasional 2026: Zulfikar Demitry Ajak Santri Sumbawa Jadi Motor Penggerak Pembangunan Menuju Indonesia Emas

Sumbawa, Amarmedia.co.id— Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026 menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali peran strategis para santri dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mengakselerasi kemajuan daerah dan nasional.

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry, S.H., M.H., menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”yang ditetapkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026.

Sejalan dengan edaran tersebut, upacara bendera peringatan Hari Santri 2026 dilaksanakan secara serentak pada pukul 07.00 WITA di berbagai instansi, lembaga pendidikan Islam, dan pondok pesantren di seluruh penjuru Kabupaten Sumbawa.

Menguak Makna Tema Hari Santri 2026

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” membawa pesan mendalam bagi transformasi peran santri di era modern. Menurut Ikang akrab disapa yang juga Sekretaris Partai NasDem  Kabupaten Sumbawa ini, santri hari ini tidak lagi hanya dipandang sebagai pilar moral dan pewaris tradisi keilmuan Islam keagamaan semata, tetapi juga diposisikan sebagai garda terdepan dalam pembangunan nasional.

Filosofi ini mencakup tiga pilar utama yakni Motor Penggerak Pembangunan Bangsa. "Santri hadir aktif memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara" ujarnya.

Kemudian penguasaan sains dan teknologi. Santri dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan modern, sains, serta teknologi digital tanpa kehilangan identitas keislamannya.

Serta kemandirian ekonomi. Pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan kemandirian santri menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkeadilan.

Semangat transformasi ini digambarkan secara visual melalui logo resmi HSN 2026 yang memadukan warna biru toska—merefleksikan keterbukaan, kedamaian, dan semangat pembaruan serta warna keemasan yang melambangkan kejayaan, kejujuran, dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

Sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa sekaligus tokoh muda daerah, Zulfikar Demitry memberikan pandangan tersendiri mengenai pentingnya kontribusi santri di daerah tana Samawa.

"Santri adalah modal sosial dan intelektual terbesar yang dimiliki Kabupaten Sumbawa. Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman, santri membawa kedamaian, kedisiplinan, serta nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi benteng moral daerah kita," ujar Zulfikar.

Ia menyoroti bahwa penguasaan ilmu agama yang kuat harus berjalan seiring dengan kapasitas kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, dan literasi teknologi.

"Kami di DPRD Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan keagamaan dan pesantren. Saya mengajak seluruh santri di Sumbawa untuk percaya diri, berani berinovasi, menguasai teknologi, dan mengambil peran aktif di berbagai sektor baik pemerintahan, ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Mari bersama-sama kita jadikan pondok pesantren sebagai pusat peradaban dan kemandirian untuk menguatkan negeri menuju Sumbawa yang Unggul Maju dan sejahtera serta Indonesia Emas 2045," pungkas Ikang. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow