Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa

Nov 29, 2023 - 20:15
 0  112
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa
Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa

Kongres Bahasa Sumbawa 2023 Digelar Usung Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa

Sumbawa.Amarmedia.co.id -  Acara Penting dibidang kebudayaan digelar di Istana Dalam Loka Sumbawa Besar mulai hari Rabu 29 November s/d 30 November 2023 esok. Yakni Kongres Bahasa Sumbawa 2023 dengan tema "Penguatan Identitas Ke Samawaan Melalui Penguatan Bahasa Samawa"

Pada kesempatan awal, dalam laporannya, Sekretaris LATS, Muhammad Ikraman S.Pt mengatakan bahwa peserta kegiatan adalah seluruh perwakilan LATS kecamatan, LATS Kabupaten Sumbawa dan LATS Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Forum Lintas Etnis dan komunitas pemerhati Bahasa dan budaya.

Dikatakannya bahwa ada penelitian siswa pada tahun 2020 oleh SMAN 1, hitung mundur akan terjadi kepunahan Bahasa Sumbawa. "Adanya kegiatan ini untuk memperpanjang suatu bahasa, suatu karya kebudayaan dari suatu bangsa. Untuk bisa diterapkan sehari - hari terutama kebijakan pemerintah daerah terkait pelestarian bahasa Sumbawa" Urainya.

Kemudian lanjutnya, Kongres ini bisa merekomendasikan untuk menyusun kamus besar bahasa Sumbawa ke dalam bahasa Samawa. Sehingga dapat difahami filosofinya ditengah Dialek bahasa Samawa yang beragam, juga Dialek Tongo, Dialek Taliwang dan lainnya.

"Bahasa tidak bisa menutup dirinya dan menutup perkembangannya, dikaji secara seksama dan mendalam melalui diskusi"Tutup ikraman

Pada saat acara pembukaan hadir secara daring Sultan Sumbawa YM Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan menyampaikan Pasatotang Dewa Masmawa.  "Sangat menyenangkan ada sakeco kongres bahasa Sumbawa. Bahasa Samawa tidak bisa diterjemahkan begitu saja, suatu gambaran taket ko Nene, kangila boat lenge. Untuk seluruh manusia memegang peradaban kemanusiaannya. Faktor penunjangnya bahasa, untuk diterapkan dalam kehidupan. Bahasa ini harus benar-benar dihadapi dan dipergunakan, diagungkan serta digunakan dalam adat pergaulan masyarakat Sumbawa"tutur Sultan.

Kemudian lanjutnya, Adat Sumbawa sangat menghargai kemajemukan. Dalam adat Sumbawa menerima golongan etnis yang datang ke Sumbawa. Bahasa Sumbawa salah satu pengikat dalam adat pergaulan masyarakat Sumbawa. "Nara sumber bisa memberikan masukan dan pemikiran. Tetap berpikir terbuka bahwa bahasa Sumbawa ini harus tetap berkembang dan menerima unsur-unsur baru dari luar bahasa Sumbawa, bisa menjadi bahasa yang melebar dan dikenal. Untuk nempertahankan etnis dan entitas kita, mari biasakan berkata dan bergaul menggunakan bahasa Samawa. Dialek menjadi kekayaan untuk dimengerti sehingga Sumbawa semakin besar dan semakin kaya. Selamat berkongres terima kasih kepada semua pihak yang telah bersungguh-sungguh demi keselamatan kerik tau ke tana Samawa" Tutup Sultan.

Di penghujung acara pembukaan, mewakili Bupati Sumbawa Assisten 3, Ir. Dirmawan, menyampaikan bahwa saat ini kita memiliki tantangan besar menangkal pengaruh kebudayaan asing. Beberapa hal penting bahwa pada tau Samawa ada perbedaan dialek dan sub dialek yang merupakan kekayaan bukan pembeda. "Sehingga perlu diajarkan kepada generasi hari ini dan akan datang. Pemerintah berperan sebagai fasilitator agar dapat berjalan maksimal. Anugrah kebudayaan tahun 2023 merupakan bukti menjadi pemacu meneguhkan upaya pelestarian kebudayaan tau dan tana Samawa" Ujar Ir dirmawan.

Dikesempatan tersebut Bupati berpesan agar melaksanakan Peneguhan entitas, "Bahasa Sumbawa pada dasarnya merepresentasikan diri.  Dari kongres ini dapat diperoleh bahan pola pikir dan tindak kearifikan lokal. Berikanlah sumbangsih dan gagasan bagi kemajuan bahasa Sumbawa" Tutup Dirmawan sambil membuka acara.

Diketahui bahwa beberapa Narasumber, yang hadir dalam acara tersebut yakni Prof.Dr. Mahsun,M.S, (Variasi Regional dan Bahasa Samawa Standar).,  Prof. Iwan Jazadi, M.Ed.Phd.(Problematika Pembelajaran Bahasa Samawa.) , Dr. Burhanuddin, MS , (Pilihan Bahasa dan Pembakuan 

Ejaan Bahasa Samawa).,  Prof. Dr. Simon Sabon Ola M. Hum. (Pemerkayaan Bahasa Samawa: 

Perkamusan dan Peristilahan)  Sementara Dr. K. H. L. Zulkifli Muhadli, S. H., M. M (masih dalam konfirmasi dengan materi Bahasa Samawa dalam Sastra dan Adat-Istiadat )., Dea Guru Syukri Rahmat SAg. M.M.Inov (Ketua Dewan Syara' LATS) menyampaikan materi tentang Satera Jontal.

Dijadwalkan esok hari (30/11) akan dilaksanakan Pemaparan Materi Sesi II (Panel) dengan materi: Pilihan Bahasa dan Pembakuan ; Ejaan Bahasa Samawa, Pemerkayaan Bahasa Samawa ; Perkamusan dan Peristilahan Dan Bahasa Samawa dalam Sastra dan Adat-Istiadat. 

Selanjutnya pada malam hari akan dilaksanakan penutupan didalamnya ada Penyerahan hasil rekomendasi Kongres Bahasa Samawa 2023 oleh ketua Pajatu adat LATS, Pidato Kebahasaan dan pembacaan rekomendasi terkait hasil kongres oleh kepala kantor Bahasa provinsi NTB Dr.Puji Retno hardiningtias. 

Terakhir acara akan ditutup oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa dan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.(Am)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow