Memasuki Fase Maghfirah: Memperbanyak Istighfar dan Menjaga Silaturahmi Demi Ridho Allah

amramr
Mar 8, 2026 - 21:25
 0  48
Memasuki Fase Maghfirah: Memperbanyak Istighfar dan Menjaga Silaturahmi Demi Ridho Allah

Memasuki Fase Maghfirah: Memperbanyak Istighfar dan Menjaga Silaturahmi Demi Ridho Allah

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Memasuki fase sepuluh hari kedua di bulan suci Ramadan, umat Muslim diingatkan untuk mengoptimalkan ibadah demi meraih Maghfirah atau ampunan dari Allah SWT. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan anugerah rezeki, kesehatan, dan kesempatan besar yang diberikan Sang Pencipta tanpa imbalan, melainkan semata-mata untuk mencari Ridho-Nya.

Fase Maghfirah: Peluang Menghapus Dosa Masa Lalu

Dalam sebuah tausiyah Ramadan di masjid Jami' Annur Kelurahan Samapuin Minggu 8 Maret 2026, Salim ampaikan bahwa sepuluh hari kedua adalah momentum emas bagi setiap hamba untuk memohon ampunan. Sebesar apa pun dosa yang telah diperbuat di masa lalu, Allah menjanjikan ampunan bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

"Kuncinya adalah keikhlasan dan memperbanyak istighfar. Kita harus bersungguh-sungguh memohon agar dosa-dosa kita di masa lalu diampuni," ujar sang penceramah. Dalam kesempatan tersebut, jamaah juga diajak untuk merutinkan doa-doa yang bersumber dari Al-Qur'an, di antaranya Doa Ashabul Kahfi (QS. Al-Kahfi: 10) "Rabbana atina min ladunka rahmatan wa hayyi' lana min amrina rasyada" (Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus dalam urusan kami).

Doa Taubat Nabi Adam AS (QS. Al-A'raf: 23): "Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khasirin" (Ya Tuhan kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi).

Namun, di balik besarnya peluang pahala, Salim mengingatkan terdapat peringatan keras mengenai amalan yang berpotensi tertolak atau tidak diterima oleh Allah SWT. Bulan Ramadan yang seharusnya menjadi ladang pahala bisa menjadi sia-sia jika seseorang masih memelihara dosa-dosa tertentu.

Beberapa golongan yang amalannya terancam tertolak antara lain Anak yang durhaka kepada orang tuanya, Istri yang durhaka kepada suaminya dan orang yang memutuskan tali silaturahmi.

"Alangkah ruginya kita jika amalan yang kita lakukan dengan susah payah di bulan Ramadan ini tidak diterima hanya karena hubungan kita dengan sesama manusia belum selesai," tegasnya.

Tujuan utama dari seluruh rangkaian ibadah Ramadan adalah meraih fase terakhir, yaitu Itqum minan Nar (pembebasan dari api neraka). Sebagai balasan bagi orang-orang yang berpuasa dengan benar, Allah SWT telah menyiapkan satu pintu khusus di surga yang bernama Pintu Ar-Rayyan.

Pintu ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang istiqomah menjalankan ibadah puasa. Dengan menjaga kualitas ibadah dan memperbaiki hubungan antar sesama, diharapkan setiap Muslim dapat melangkah masuk melalui pintu tersebut dan meraih kebahagiaan abadi. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow