Gema Takbir Idul Adha di Samapuin: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Terus Berkorban dan Bersinergi Demi Sumbawa Unggul Maju Sejahtera

amramr
Jun 6, 2025 - 09:35
 0  128
Gema Takbir Idul Adha di Samapuin: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Terus Berkorban dan Bersinergi Demi Sumbawa Unggul Maju Sejahtera

Gema Takbir Idul Adha di Samapuin: Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Terus Berkorban dan Bersinergi Demi Sumbawa Unggul Maju Sejahtera 

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Lautan jamaah memadati Masjid Jami' Annur, Kelurahan Samapuin, Sumbawa Besar, pada Hari Raya Idul Adha 1446 H Jumat 6 Juni 2025. Pelaksanaan salat Ied yang diimami oleh Ustadz Muda  Ichwan Saputra dan mendengarkan khutbah yang disampaikan ustadz Junadi M Yasin SPd berlangsung khusyuk, menjadi momen refleksi spiritual dan pengorbanan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Takmir Masjid Jami' Annur, Andi Putra Irawan, S.IP, menyampaikan sambutan dari Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Bupati Jarot mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur atas pertemuan kembali dengan hari mulia Idul Adha, yang kaya akan makna spiritual, kemanusiaan, keikhlasan, dan pengorbanan. Beliau juga mengajak untuk senantiasa menghadirkan rasa rindu kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, sosok yang tak pernah lelah menyebut umati umati bahkan di ujung hayatnya.

100 Hari Pemerintahan Jarot-Ansori: Pulihkan Kepercayaan dan Raih WTP

Bupati H.Jarot menyoroti perjalanan 100 hari pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. "Sejak dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, kami sadari bahwa kepercayaan ini bukanlah hadiah, tetapi ujian. Harapan masyarakat begitu besar," tulis Bupati. Beliau menyatakan bahwa di 100 hari pertama, fokus utama adalah memulihkan kepercayaan dan turun ke akar persoalan.

"Syukur alhamdulillah berkat kerja keras dan komitmen bersama, tata kelola keuangan daerah yang sebelumnya sempat goyah kini kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," tegasnya bangga. Capaian ini, menurut Bupati, bukan semata-mata karena kehebatan timnya, melainkan karena komitmen untuk menjaga dan mengelola uang rakyat dengan amanah, terbuka, dan penuh tanggung jawab, serta hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemkab Sumbawa.

Bupati juga mengungkapkan kebanggaannya melihat wajah keagamaan di Sumbawa yang mulai bersinar kembali. "Kita telah sukses menjadi tuan rumah STQH tingkat Provinsi NTB, kita juga telah mulai menghidupkan gerakan salat Subuh berjamaah dan gerakan bersedekah," jelasnya. Hal ini, menurut Bupati, bukan sekadar simbol, tetapi untuk mengingatkan bahwa kekuatan sejati daerah terletak pada kokohnya pondasi iman dan akhlak masyarakat.

Di sektor pertanian, Sumbawa menunjukkan peningkatan signifikan. "Lahan-lahan petani mulai menjelma menjadi sumber ketahanan, produksi padi dan jagung kita meningkat signifikan," kata Bupati. Bahkan, Sumbawa kini mendapat kepercayaan pemerintah pusat sebagai pusat ekspor jagung nasional yang rencananya akan dimulai pada 17 Juni mendatang melalui Pelabuhan Badas. "Apa yang dulu menjadi impian para petani kini mulai menjadi kenyataan," tambahnya.

Beasiswa Kedokteran dan Infrastruktur Prioritas untuk Kesejahteraan

Masalah kekurangan tenaga medis juga menjadi perhatian serius. "Kami siapkan beasiswa kedokteran dan farmasi karena kami yakin masa depan pelayanan kesehatan Sumbawa harus dibangun oleh anak-anak Sumbawa sendiri," ungkap Bupati. Sementara itu, infrastruktur, khususnya Bendungan Kereke, juga menjadi perhatian langsung Kantor Staf Presiden, menandakan komitmen negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Menutup sambutannya, Bupati Jarot mengajak masyarakat untuk memperbanyak keikhlasan, berbagi, peduli, dan mengalah demi harmoni, sesuai ajaran Idul Adha. "Perjalanan menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera tidak bisa kami tempuh sendiri, kami butuh doa, dukungan, dan kerja sama dari semua lapisan masyarakat," pungkasnya, menegaskan bahwa semua adalah bagian dari keluarga besar daerah.

Khutbah Idul Adha: Makna Pengorbanan yang Lebih Dalam

Khutbah Idul Adha 1446 H disampaikan oleh Ustadz Junaidi M Yasin, S.Pd.Beliau mengawali dengan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, menekankan bahwa kisah tersebut adalah gambaran iman yang melampaui logika.

Ustadz Junaidi mengajak jamaah untuk tidak hanya melihat penyembelihan hewan kurban, tetapi juga merenungkan mereka yang hidup dalam kesulitan. "Lihat masih ada wajah nenek tua di desa yang makan nasi garam setiap hari, anak-anak yatim di pelataran yang menatap daging kurban dari jauh," serunya.

"Pengorbanan tidak hanya soal menyembelih kambing, tapi menyembelih keakuan, kesombongan, kemalasan, dan ketidakpedulian," tegas Ustadz Junaidi. Ia mengajak jamaah untuk menyembelih ego demi bersatu membangun Sumbawa yang rukun, damai, maju, berdaya, dan bermartabat. Beliau juga mengingatkan bahwa berkorban dan bersedekah tidak akan mengurangi harta, justru akan mendatangkan berkah dan kemudahan.

"Sumbawa tidak akan unggul karena gedung yang tinggi, tapi karena hati yang merendah dan siap memberi. Sumbawa tidak akan maju karena jalan tol atau bandara, tapi karena umat yang saling peduli, saling menguatkan, dan berani berkorban. Sumbawa akan sejahtera karena PBB yang besar dan meningkat, tapi karena ada iman yang hidup di hati warganya," tutup Ustadz Junaidi, mengakhiri khutbah yang penuh makna. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow