Viral TikToker Bima Sebut Megawati Janda, PDIP Sumbawa Sayangkan Tak Beretika

Apr 26, 2023 - 12:38
Apr 28, 2023 - 06:33
 0  130
Viral TikToker Bima Sebut Megawati Janda, PDIP Sumbawa Sayangkan  Tak Beretika
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq denhan insert Foto Bima dan ibu Megawati Sukarnoputri

Viral TikToker Bima Sebut Megawati Janda, PDIP Sumbawa Sayangkan Tak Beretika

Oleh Abdul maruf rahmat

Sumbawa.Amarmedia.co.id| Video Bima Yudho Saputro, TikToker asal Lampung yang menyebut Ketua Umum PDIP Megawati dengan sebutan janda viral di media sosial. Hal ini mendapatkan tanggapan keras dari sejumlah kalangan termasuk Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq. 

Dalam video itu menampilkan wawancara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan Najwa Shihab soal gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Mulanya Najwa bertanya ke Ganjar tentang keputusan penolakan Timnas Israel itu merupakan perintah Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Ini perintah Bu Mega?" tanya Najwa.

Video itu lalu beralih ke Bima. Bima yang terlihat mengenakan kaos hitam kemudian berkomentar.

"Udah ketebak dah, lagian disuruh ngomong sama itu janda, janda satu itu tuh, lo nurut, duh udah deh, nggak usah ditanggapi," kata Bima.

Atas unggahan video tersebut, mendapatkan tanggapan keras dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq.Kepada mefia ini Rabu (26/4) Dirinya mengakui sangat kecewa, sedih dan menyesalkan cara bicara Bima yang tak beretika, jauh dari adab kesopanan ketimuran

"Saya sangat sedih dan menyayangkan perkataan tiktoker Bima yang kini sedang studi di luar negeri, semestinya,seorang pelajar, semakin berilmu,justru harus semakin beretika, adat dan budaya kita sangat mengedepankan adab sopan santun. Apalagi ini dalam media sosial. Sangat-sangat tidak arif " Ucap Abdul Rafiq yang juga Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa. 

Masih kata Rafiq, yang juga ketua ikatan keluar lombok Sumbawa ini, semakin berilmu, seharusnya  semakin beradab. mudah-mudahan dia sadar dengan apa yang dilakukannya. Janganlah mencari popularitas dengan mengorbankan orang lain. Apalagi tokoh nasional seperti ibu Ketua Umum PDI Perjuangan, mantan Presiden,l Republik Indonesia, Anak proklamator bangsa, dan ketokohonnya sudah diakui oleh dunia.

"Terhadap siapapun itu, kita harus bisa menjaga lisan kita, tulisan kita, pandangan kita dengan menjunjung tinggi adab sopan santun. Sebelum mengkritik orang lain, berkacalah pada diri sendiri, ada apa dengan diri kita dan keluarga kita. Kami sebagai anak beliau di partai tentu akan merasa sakit dan sedih ketika ibunya di perlakukan seperti itu. Kalau dia sadar bahwa etikanya salah, segeralah minta maaf kepada ibu ketua umum dan keluarga besar PDI Perjuangan. ibu ketua umum orangnya bijak dan pemaaf. insya Allah beliau akan maafkan, janganlah pelihara etika-etika yang tidak baik" Tandas Rafiq (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow