Trump Tunda Serang Aset Energi Iran, Emas Bangkit dari Titik Terendah 4 Bulan

amramr
Mar 24, 2026 - 06:24
Mar 24, 2026 - 06:26
 0  71
Trump Tunda Serang Aset Energi Iran, Emas Bangkit dari Titik Terendah 4 Bulan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: The White House/Viory

Trump Tunda Serang Aset Energi Iran, Emas Bangkit dari Titik Terendah 4 Bulan

Amarmedia.co.id  - Harga emas memangkas kerugian dan bangkit dari posisi terendah dalam empat bulan, Senin, setelah Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur Iran.

Meski demikian, logam mulia tersebut tetap mencatat penurunan untuk hari kesembilan berturut-turut, seiring meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas spot merosot 1,8% menjadi USD4.407,06 per ons pada pukul 24.30 WIB, setelah merosot lebih dari 8% di awal sesi. Pada akhir pekan lalu, emas bahkan mencatat kinerja mingguan terburuk sejak 1983, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (23/3) atau Selasa (24/3) dini hari WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Juni ditutup anjlok 3,7% menjadi USD4.407,30 per ons.

Direktur Perdagangan High Ridge Futures, David Meger, menjelaskan tekanan jual yang terjadi merupakan kelanjutan dari aksi likuidasi besar-besaran dalam beberapa sesi terakhir.

Dia menambahkan bahwa pembalikan tajam terjadi setelah pernyataan Trump di platform media sosial Truth Social . Pernyataan tersebut memicu perubahan arah pasar secara luas, tidak hanya pada emas, tetapi juga sektor energi dan saham. "Volatilitas kemungkinan besar akan terus berlanjut," ujarnya.

Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh titik terendah empat bulan dalam perdagangan Asia setelah ambles lebih dari 10% sepanjang pekan lalu--penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari empat dekade.

Kenaikan harga energi akibat konflik Iran sebelumnya mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.

Trump menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan selama lima hari terhadap fasilitas listrik Iran, sekaligus membuka peluang pembicaraan dengan Teheran untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat, sehingga ketidakpastian tetap membayangi pasar.

Setelah pernyataan Trump, harga minyak dunia langsung merosot tajam, sementara dolar AS melemah. Depresiasi dolar biasanya membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.

Namun demikian, sejak konflik Timur Tengah pecah pada 28 Februari, harga emas spot anjlok lebih dari 15%. Bahkan, jika dibandingkan rekor tertinggi USD5.594,82 per ons yang dicapai pada 29 Januari, harga emas terkoreksi sekitar 20%.

Logam lainnya, harga perak spot melesat 2,5% menjadi USD69,47 per ons. Sebaliknya, platinum melorot 2,7% ke level USD1.868,95, sementara paladium menguat 1,7% jadi USD1.426,77 per ons.

Perusahaan tambang Rusia, Nornickel, produsen paladium terbesar dunia, menyebutkan permintaan logam tersebut dari industri fiberglass di China berpotensi mencapai 0,8 juta ons per tahun dalam jangka menengah. (Reuters/AI

Sumber : Ipotnews

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow