Rakor Sinkronisasi Pusat-Daerah 2026: Kepala Bappeda Tegaskan Pentingnya Mitigasi Tantangan Program Strategis

amramr
Oct 27, 2025 - 19:05
Oct 27, 2025 - 19:06
 0  36
Rakor Sinkronisasi Pusat-Daerah 2026: Kepala Bappeda Tegaskan Pentingnya Mitigasi Tantangan Program Strategis

Rakor Sinkronisasi Pusat-Daerah 2026: Kepala Bappeda Tegaskan Pentingnya Mitigasi Tantangan Program Strategis

Jatinangor, Amarmedia.co.id - 27 Oktober 2025 – Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia berkumpul di Jatinangor untuk mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program/Kegiatan Kementerian/Lembaga dengan Pemerintah Daerah, yang juga dikenal sebagai Retret Sekda dan Kepala Bappeda se-Indonesia. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Tito Karnavian ini bertujuan memperkuat kolaborasi dan penyelarasan arah pembangunan nasional untuk Tahun Fiskal 2026.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa Dr. Dedy Heriwibowo, yang turut serta dalam kegiatan strategis ini, kepada awak media (27/10) menyoroti urgensi pelaksanaan rakor tersebut dari sudut pandang perencanaan daerah. Menurut Dr. Dedy, sinkronisasi ini sangat penting dilakukan guna memaduserasikan program prioritas pusat dan pemerintah daerah.

"Rakor sinkronisasi penting dilakukan guna memaduserasikan program prioritas pusat dan pemerintah daerah terutama bagi Bappeda," ujar Dr. Dedy Heriwibowo

Lebih lanjut, Dr. Dedy menjelaskan bahwa tujuan utama dari pemaduan ini adalah agar pemerintah daerah, melalui Bappeda, dapat secara proaktif mengidentifikasi dan menangani berbagai kendala.

"Agar daerah dapat memitigasi tantangan dan kendala dalam implementasi program strategis nasional dan program unggulan daerah," tegasnya.

Fokus pada 13 Program Strategis Nasional

Retret yang dibuka oleh Mendagri Tito Karnavian bersama Menteri Koperasi dan UKM ini menekankan pentingnya sinergi untuk menjaga kesinambungan pembangunan. Mendagri secara spesifik menyoroti 13 Program Strategis Nasional (PSN) yang harus menjadi fokus bersama di tahun 2026, mencakup ketahanan pangan, Program 3 Juta Rumah, hingga pembangunan infrastruktur dasar.

Sebelum pembukaan resmi, Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Bima Arya, dalam amanat paginya telah menggarisbawahi peran Kepala Bappeda sebagai motor penggerak. Dr. Bima Arya menekankan perlunya Bappeda menjadi penyeimbang serta harmonisasi atas dinamika pusat dan daerah, sekaligus memotori kolaborasi pembangunan antar lembaga, dunia usaha, dan masyarakat.

Kegiatan retret yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari ke depan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama mengenai arah kebijakan pembangunan 2026, yang pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas aparatur daerah dalam melaksanakan program strategis nasional di wilayah masing-masing.

Melalui sinkronisasi ini, Bappeda memegang peran kunci untuk menerjemahkan kebijakan pusat menjadi perencanaan yang adaptif dan efektif di lapangan, sehingga pembangunan nasional 2026 dapat berjalan tanpa tumpang tindih dan mencapai target yang telah ditetapkan.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow