Pakar Peternakan Dukung Industrialisasi Unggas Sumbawa: Prof. Dahlanuddin Tekankan Kualitas Input dan Pendampingan Teknis

amramr
Mar 11, 2026 - 10:11
 0  65
Pakar Peternakan Dukung Industrialisasi Unggas Sumbawa: Prof. Dahlanuddin Tekankan Kualitas Input dan Pendampingan Teknis
Prof Dr Dahlanuddin

Pakar Peternakan Dukung Industrialisasi Unggas Sumbawa: Prof. Dahlanuddin Tekankan Kualitas Input dan Pendampingan Teknis

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Proyek strategis Integrated Poultry Industry (Industri Unggas Terintegrasi) yang tengah diperjuangkan masuk ke Kabupaten Sumbawa mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Prof. Dahlanuddin, salah satu pakar peternakan terkemuka di Indonesia asal Sumbawa, menilai investasi besar ini merupakan langkah konkret untuk menyejahterakan pembudidaya lokal melalui efisiensi biaya produksi.

Guru Besar Universitas Mataram Prof. Dahlanuddin memberikan apresiasi khusus kepada Prof. Syahrul Bosang yang telah mengawal masuknya investasi ini ke tanah Samawa. Menurutnya, salah satu "magnet" utama bagi masyarakat adalah skema pembiayaan yang sangat ringan.

"Skema kredit dengan bunga hanya 3% tentunya akan sangat menarik minat warga kita untuk mulai berusaha di bidang perunggasan. Ini adalah peluang besar bagi peternak rakyat untuk berkembang," ujar Prof. Dahlan.

Dengan bunga yang rendah, beban biaya modal peternak dapat ditekan, sehingga potensi keuntungan bagi peternak mandiri maupun yang tergabung dalam koperasi akan jauh lebih menjanjikan.

Meski menyambut baik, Prof. Dahlan memberikan catatan kritis demi keberlangsungan proyek ini dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa keberhasilan peternak sangat bergantung pada kualitas sarana produksi ternak (Sapronak).

"Yang harus dipastikan adalah kualitas DOC (Day Old Chicks) dan pakan. Standarnya harus sama dengan yang didapatkan peternak profesional saat ini agar pertumbuhan ayam bisa normal dan mencapai target produksi," jelasnya.

Selain masalah kualitas bibit dan pakan, Prof. Dahlan menyoroti pentingnya pendampingan di lapangan. Menurutnya, manajemen proyek tidak boleh hanya mengandalkan pelatihan dari dinas terkait, melainkan harus menyediakan tim teknis yang mumpuni.

"Kualitas technical service dari perusahaan pengelola mutlak harus memadai. Pelatihan dari Dinas Peternakan saja tidak akan cukup untuk mengawal industri berskala besar ini. Pendampingan teknis yang intensif adalah kunci agar peternak lokal kita tidak gagal di tengah jalan," tegas Prof. Dahlan

Tujuan akhir dari proyek ini adalah terciptanya ekosistem di mana peternak mendapatkan kepastian harga. Dengan adanya industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir di Sumbawa, diharapkan peternak tidak lagi kesulitan mendapatkan harga DOC dan pakan yang kompetitif, serta mendapatkan harga jual produk yang stabil.

Kehadiran investasi ini, jika dibarengi dengan kualitas input yang terjaga dan pendampingan teknis yang kuat, diyakini akan menjadi tonggak baru bagi kemajuan sektor peternakan di Nusa Tenggara Barat. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow