Pacu Semangat Penghijauan, Bupati Sumbawa Siapkan Reward Sapi bagi Warga yang Berhasil

amramr
Mar 26, 2026 - 20:14
Mar 26, 2026 - 20:24
 0  24
Pacu Semangat Penghijauan, Bupati Sumbawa Siapkan Reward Sapi bagi Warga yang Berhasil

Pacu Semangat Penghijauan, Bupati Sumbawa Siapkan Reward Sapi bagi Warga yang Berhasil

SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berinovasi untuk menyukseskan program unggulan "Sumbawa Hijau Lestari". Tak tanggung-tanggung, Bupati Sumbawa telah menyiapkan apresiasi khusus berupa satu ekor sapi bagi masyarakat yang dinilai berhasil melakukan penghijauan secara berkelanjutan di wilayahnya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Binongko ST.M.Eng., saat memberikan keterangan pers kepada awak media pada Kamis (26/03/2026). Ia menjelaskan bahwa reward tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memelihara tanaman, bukan sekadar menanam.

"Sebagai bentuk apresiasi, Bapak Bupati menyiapkan hadiah satu ekor sapi dan bibit tanaman buah bagi masyarakat yang berhasil melaksanakan penghijauan dengan baik. Saat ini, tim teknis sedang memfinalisasi indikator keberhasilannya," ujar Pipin.

Foto ; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pipin Shakti Binongko ST.M.Eng 

Capaian Signifikan di 24 Kecamatan

Program Sumbawa Hijau Lestari menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 264.645 bibit pohon telah tertanam, tersebar dari hulu hingga hilir di 24 kecamatan. Data DLH menunjukkan bahwa seluruh bibit kemiri pengadaan tahun 2025 sebanyak 114.285 pohon telah terdistribusi 100 persen. Sementara untuk bibit sengon, dari total 400.000 bibit, sebanyak 150.360 telah berada di lahan penanaman.

Dalam monitoring di kawasan vital seperti Bendungan Beringin Sila, Pipin mengakui adanya tantangan lapangan. Kelompok masyarakat Ai Papang telah menanam 14.500 bibit, namun tantangan berupa musim kemarau panjang dan pelepasan hewan ternak pasca-panen jagung menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan tanaman.

"Untuk mengantisipasi gangguan ternak, pada tahun 2026 ini kami berencana membangun pagar kawat di area seluas 42 hektar. Kami ingin memastikan bibit yang sudah tertanam, terutama kemiri dan tanaman buah yang daya tahannya lebih tinggi dari sengon, bisa tumbuh maksimal," jelasnya.

Selain insentif ternak, program ini juga menyentuh aspek teknologi dengan melibatkan generasi muda. Para pemuda yang melek digital diterjunkan untuk melakukan geotagging pada setiap pohon yang ditanam. Langkah ini memastikan setiap bibit terpantau posisinya secara akurat.

Menatap sisa tahun 2026, DLH fokus melakukan perluasan di daerah tangkapan air (catchment area). Targetnya adalah penanaman 60.000 bibit kemiri baru di lokasi strategis seperti Bendungan Batu Bulan, Mamak, Ngali, Tiu Kulit, hingga kawasan hutan kritis Batulanteh.

"Kegiatan rehabilitasi lahan ini bukan hanya soal angka, tapi untuk meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) kita. Jika tanaman sudah mencapai tinggi minimal 2 meter, kemampuan tanah menyerap air akan meningkat signifikan sehingga ancaman banjir bisa kita cegah sejak dini," pungkas Pipin. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow